INDONESIAN JOURNALIST WRITE THE TRUTH

31.1 C
Jakarta
Sabtu, Juli 20, 2024

MANAJEMEN RSU MUHAMMAD ALI KASIM GAYO LUES GELAR PELATIHAN BT & CLS

Blangkejeren Aceh, Warta.In – Guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan  SDM Kesehatan, Perawat dan Bidan dalam menangani kasus kegawatdaruratan, RSU Muhammad Ali Kasim Kabupaten Gayo Lues bekerja sama dengan Ambulans Gawat Darurat (AGD) 118 melakukan pelatihan  Basic Trauma and Cardiac Life Support (BT&CLS), pada 07-27 Februari 2022. Lembaga Perintis 119 Aceh selaku pelaksana yang mengelola pelatihan kegawatdaruratan yang dilaksanakan oleh AGD 118 khususnya yang diselenggarakan di Provinsi Aceh, ujar Khairul Abidin, SKM, M.Kes selaku Dewan Pembina Lembaga Perintis 119 Aceh.

Instruktur pelatihan yang diterjunkan antara lain dr. Auliansyah, Sp. An, Ners. M. Yusuf, Ners. Anwar, M.Kep, Ners, Junaidi, M.Kep, Ners. Muzni, dan Ners. Syahru Ramadhan. Serta turut mengundang dari unsur organisasi profesi PPNI yaitu Ns. Hardiansyah selaku Sektaris DPD PPNI Kab. Gayo Lues

Pelatihan dibuka langsung oleh Direktur RSU Muhammad Ali Kasim Kabupaten Gayo Lues, mengatakan “Pelatihan diperlukan untuk meningkatkan profesionalisme perawat dan bidan dalam penanggulangan kondisi kegawatdaruratan. Melalui pelatihan ini diperoleh penguasaan materi dan keterampilan sebagai bekal dalam memberikan pertolongan pada penderita atau pasien dengan kondisi kegawatdarurtan. Dimana diharapkan masalah tersebut bisa memberikan bantuan kepada seluruh masyarakat sehingga bisa melakukan praktik nantinya di lapangan,” ujar Direktur RSU Muhammad Ali Kasim Kabupaten Gayo Lues, dr. Mutia Fitri, MKM saat ditemui di sela-sela kegiatan pada Jum’at (25/02/2022).

Se melanjutkan, pelatihan  BT&CLS merupakan pelatihan yang bertujuan untuk menangani masalah kegawatdaruratan akibat trauma dan atau gangguan sirkulasi pada sistim kardio-pulmonar. Penanganan masalah tersebut ditujukan untuk memberikan bantuan hidup dasar sehingga dapat menyelamatkan jiwa dan meminimalisir kerusakan organ serta mengurangi angka kematian dan kecacatan penderita.

Menurut Mutia, kegawatdaruratan menjadi hal yang penting karena dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan pada siapa saja. Upaya mengatasi kegawatdaruratan pada penyelamatan jiwa dengan mempertimbangkan waktu, tantangannya adalah  nyawa. Kecepatan pemberian pertolongan akan sangat berpengaruh kepada keselamatan jiwa pasien dan apabila pertolongan terlambat diberikan akan berakibat kematian.

Dalam pelaksanaan pelatihan ini, pihak penyelenggara dalam hal ini RSU MAK Gayo Lues tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan covid-19 dengan menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan. Pihak RS juga melakukan swab antigen sebelum kegiatan tatap muka dilaksanakan.

Ns. Malik, S.Kep Kabid Keperawatan RSU Muhammad Ali Kasim Kab. Gayo Lues mengatakan akan terus melakukan upaya peningkatan SDM Kesehatan khususnya perawat dan bidan dengan berbagai pelatihan. Perawat dan bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan yang paling sering berinteraksi dengan pasien menentukan kualitas suatu pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, sangat diperlukan pengembangan/pelatihan sesuai dengan kompetensinya untuk mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilannya. Pengembangan staf tersebut dapat diwujudkan dengan adanya pelatihan yang dilaksanakan salah satu nya adalah Basic Trauma and Cardiac Life Support yang sudah dilaksanakan ini, pungkasnya. (Redaksi)***

Latest news
Related news