Wartain Banten | Pemerintahan | 13 Maret 2026 — Keluarga besar Mathla’ul Anwar (MA) memberikan apresiasi terhadap kebijakan Gubernur Banten Andra Soni yang mempercepat pembangunan infrastruktur kesehatan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), khususnya di kawasan selatan Banten.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya nyata dalam memangkas kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah utara dan selatan provinsi tersebut.

Pemerintah Provinsi Banten telah mengoperasikan dua rumah sakit baru, yakni RSUD Irsyad Djuwaeli dan RSUD Uwes Qorny. Kedua fasilitas kesehatan itu diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi warga di daerah yang selama ini jauh dari pusat layanan medis.
Penamaan rumah sakit tersebut juga diambil dari tokoh-tokoh penting dalam sejarah pembentukan Provinsi Banten sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka.

Putra almarhum Irsyad Djuwaeli sekaligus pengurus Mathla’ul Anwar, Andi Djuwaeli, menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Andra Soni atas operasional rumah sakit yang menggunakan nama ayahnya.
Hal itu ia sampaikan saat kegiatan Safari Ramadan di Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar di Serang, Rabu (11/3/2026).
“Kami keluarga besar almarhum dan kader-kader MA mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Andra Soni. Operasional RSUD Irsyad Djuwaeli adalah amanat dan cita-cita mendiang bersama para tokoh pendiri Banten lainnya,” ujar Andi.

Ia menilai kesenjangan pembangunan antara Banten Utara dan Banten Selatan masih menjadi tantangan besar. Namun, menurutnya komitmen pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil melalui pembangunan fasilitas kesehatan, pemerataan akses pendidikan, hingga perbaikan infrastruktur jalan di desa-desa.
“Harapan kami, dengan pembangunan yang masif ini, Provinsi Banten dapat duduk sejajar dengan daerah tetangga seperti Jawa Barat dan Jakarta,” imbuhnya.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pembangunan RSUD di wilayah 3T merupakan upaya mewujudkan cita-cita para pejuang pembentukan Provinsi Banten sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Keberadaan Mathla’ul Anwar sangat krusial dalam proses pembangunan di Banten, terutama pada sektor pendidikan. Visi MA sejalan dengan prioritas pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia,” kata Andra.
Dalam kegiatan tersebut, Andra Soni turut menyalurkan berbagai bantuan, antara lain zakat fitrah bagi 100 penerima manfaat senilai Rp10 juta, bantuan sarana prasarana Rp10 juta untuk masjid MA di Kelurahan Gelam, bantuan sarana pendidikan untuk Ponpes MA Padarincang dan siswa MTs/MA Tirtayasa, serta bantuan Rumah Layak Huni (Rutilahu) sebesar Rp20 juta bagi warga di Link Cibunyuh, Serang.(WartainBanten)































