Pembangunan Diagnostic Centre RSUD Ciereng Subang Diduga Belum Sepenuhnya Rampung
Warta In Subang — Pembangunan Diagnostic Centre di RSUD Ciereng Subang yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 7,3 miliar menuai sorotan. Proyek yang dikerjakan oleh CV Restu Ibu dengan masa kerja 150 hari, terhitung sejak 29 Juli hingga 29 Desember 2025, diduga belum sepenuhnya siap digunakan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Aceng Arif, saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (1 April 2026), menyampaikan bahwa bangunan tersebut telah melalui proses Provisional Hand Over (PHO) pada Desember lalu dan telah diserahterimakan kepada pihak RSUD Ciereng tanpa kendala berarti.
Ia menjelaskan, kondisi lingkungan yang masih terlihat berantakan hanya bersifat sementara. “Sampah yang masih berserakan akan segera dibersihkan besok. Sementara lift yang tidak berfungsi itu karena aliran listrik memang sedang dimatikan,” ujarnya.
Namun demikian, hasil pantauan lapangan tim Warta In menunjukkan kondisi yang berbeda. Area di sekitar bangunan masih dipenuhi sisa material konstruksi, tampak belum tertata rapi, dan fasilitas lift tidak dapat dioperasikan saat dilakukan pengecekan.
Saat dikonfirmasi terpisah, Direktur CV Restu Ibu, Bowo, mengakui adanya kelalaian dari pihaknya. Ia menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan segera melakukan pembersihan. “Itu kelalaian kami, hari Senin akan kami bersihkan,” ungkapnya melalui sambungan telepon.
Perbedaan antara pernyataan resmi pihak pelaksana proyek dengan kondisi di lapangan pun menimbulkan pertanyaan terkait kesiapan fasilitas tersebut untuk digunakan secara optimal.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Direktur RSUD Ciereng, dr. H. Achmad Nasuhi, belum membuahkan hasil. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum dapat dihubungi melalui telepon selulernya.




























