30.9 C
Jakarta
Selasa, April 7, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Program Upland Nanas di Subang Dipertanyakan, Kebun Tak Terawat dan Hasil Terancam

Program Upland Nanas di Subang Dipertanyakan, Kebun Tak Terawat dan Hasil Terancam

Subang | Warta In — Program Upland Budi Daya Nanas senilai Rp 7,6 miliar yang dikelola Dinas Pertanian Kabupaten Subang menuai sorotan. Digulirkan akhir 2025 untuk 170 hektare (70 existing, 98 new planting), program menyasar 11 kelompok tani di Sagalaherang, Jalancagak, Ciater, dan Kasomalang. Setiap hektare mendapat 16 ribu batang bibit, pupuk nitrogen dan NPK, hand sprayer, mesin pemotong rumput, serta dukungan Jalan Usaha Tani Rp 350 juta (1.000 m × 2 m).

Memasuki usia tanam 5—6 bulan (November/Desember 2025), realitas di lapangan berbeda. Pantauan ke kelompok tani di Jalancagak, Serangpanjang, dan Kasomalang menemukan kebun tak terurus, pertumbuhan lambat, dan prospek hasil di bawah target. Kesiapan lahan pun tampak dipaksakan: di satu kelompok, lahan curam dan masih banyak bibit tidak tertanam, menumpuk di pinggir kebun. Perlu audit menyeluruh—apakah seluruh bibit terserap sesuai CPCL, dan apakah luasan lahan sesuai data ajuan kelompok, bukan sekadar memenuhi kuota bibit program.

Jika monitoring intensif dilakukan, Manager Upland dan PPK seharusnya telah mengetahui kondisi ini. Keduanya bertanggung jawab memastikan program andalan Subang tidak meleset. Saat dikonfirmasi Senin (9/4), Manager Upland Nana Supriatna tengah upacara di Pemda, sedangkan PPK Towo Gusnaldi belum tiba di kantor.

(Bobi – Eko)

Berita Terkait