Warta.in, Jember– Di tengah dinamika cuaca yang kerap berubah, semangat para pekerja perkebunan tetap menyala untuk menjaga kualitas produksi.
Hal ini terlihat di lingkungan PTPN I Regional 5 Kebun Glantangan yang berlokasi di Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Perkebunan yang berfokus pada komoditas penghasil getah karet ini terus berupaya menjaga mutu produksi meskipun dihadapkan pada tantangan curah hujan yang cukup tinggi. Hal tersebut disampaikan pada Minggu (8/3/2026).
Asisten Kepala Kebun Glantangan, Agung Wisnu, menjelaskan bahwa faktor cuaca, khususnya hujan, memang memiliki pengaruh terhadap proses produksi dan kualitas getah karet.
Namun, melalui manajemen kerja yang baik serta pengalaman para pekerja di lapangan, dampak tersebut dapat diminimalkan sehingga hasil produksi tetap terjaga.
Menurut Agung, ketika hujan turun bertepatan dengan waktu penyadapan atau saat para pekerja berada di kebun, proses produksi memang sedikit terhambat.
Meski demikian, apabila hujan terjadi pada waktu siang, kegiatan produksi masih dapat berjalan secara maksimal.
“Curah hujan memang berpengaruh terhadap kualitas getah karet, apalagi jika hujan turun saat proses penyadapan berlangsung.
Namun jika hujan turun siang, kami masih bisa mengatur ritme kerja sehingga produksi tetap dapat dimaksimalkan,” ungkap Agung.
Ia menambahkan bahwa pihak kebun selalu melakukan penyesuaian strategi kerja untuk menutup kekurangan produksi akibat hujan pada hari-hari sebelumnya.
Ketika cuaca mulai bersahabat dan tidak turun hujan, para pekerja langsung memaksimalkan aktivitas penyadapan untuk menjaga kestabilan produksi.
Memasuki awal Maret, khususnya pada tanggal 7 hingga 8, kondisi cuaca di wilayah tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda yang lebih mendukung aktivitas perkebunan.
Situasi ini dimanfaatkan oleh manajemen kebun untuk mengoptimalkan kinerja para pekerja sehingga capaian produksi tetap mendekati target yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah dalam beberapa hari terakhir cuaca cukup mendukung. Teman-teman pekerja di lapangan bisa kami maksimalkan sehingga pengaruh hujan terhadap produksi tidak terlalu signifikan. Walaupun tetap ada dampaknya, secara rata-rata kualitas getah karet masih sesuai dengan target,” jelasnya.
Saat ini, Kebun Glantangan memiliki luas areal perkebunan sekitar 1.600 hektare, yang terdiri dari berbagai usia tanaman, mulai dari pohon karet yang masih produktif muda hingga tanaman yang sudah memasuki usia tua. Dengan luas lahan tersebut, produksi getah karet di kebun ini mampu mencapai sekitar 6 hingga 7 ton per hari.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan kedisiplinan para pekerja mampu menjaga stabilitas produksi meskipun menghadapi berbagai tantangan alam.
Agung juga menjelaskan bahwa harga komoditas karet sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global.
Fluktuasi harga sering kali dipengaruhi oleh permintaan pasar internasional maupun domestik. Ketika permintaan menurun, harga karet cenderung mengalami penurunan.
“Harga karet mengikuti mekanisme pasar dunia. Jika permintaan dari dalam negeri maupun luar negeri meningkat, harga biasanya ikut naik. Sebaliknya jika permintaan berkurang, harga juga akan menyesuaikan menjadi lebih rendah,” jelasnya.
Selain menjaga kualitas produksi, manajemen Kebun Glantangan juga memberikan perhatian serius terhadap aspek keamanan dengan melakukan patroli rutin .
Agung menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan oleh petugas keamanan, tetapi juga melibatkan dirinya secara langsung di lapangan.
“Kami aktif melakukan patroli rutin bersama petugas keamanan. Bahkan saya sendiri juga ikut turun langsung untuk memastikan keamanan kebun tetap terjaga.
Selain itu, kami juga memberikan pengarahan kepada seluruh karyawan serta melakukan pembinaan kepada masyarakat sekitar agar bersama-sama menjaga keberlangsungan perkebunan ini,” tegasnya.
Melalui kolaborasi antara manajemen, pekerja, petugas keamanan, dan masyarakat sekitar, Kebun Glantangan terus berkomitmen menjaga keberlanjutan produksi serta kualitas getah karet yang dihasilkan.
Ketekunan para pekerja di tengah tantangan cuaca menjadi gambaran nyata bahwa sektor perkebunan tetap menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung perekonomian daerah.
Di balik tetesan getah karet yang dihasilkan setiap hari, tersimpan kerja keras, dedikasi, dan semangat kebersamaan para insan perkebunan yang terus berjuang menjaga kualitas dan produktivitas, demi keberlanjutan sektor perkebunan di Kabupaten Jember.






























