30.8 C
Jakarta
Jumat, Mei 8, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

RAKER PENGURUS FOKUS PERIODE 2026–2031: PERKUAT SINERGI, MAKSIMALKAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN 

RAKER PENGURUS FOKUS PERIODE 2026–2031: PERKUAT SINERGI, MAKSIMALKAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN 

LAMONGAN//warta.in – Forum Komunikasi Ustadz dan Ustadzah (FOKUS) resmi menggelar Rapat Kerja (RAKER) Pengurus untuk masa bakti 2026–2031 di TPQ Baitusyukur Sidokumpul Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini berlangsung penuh semangat dan khidmat, menjadi tonggak awal penyusunan program, penyelarasan visi misi, serta langkah strategis bagi lembaga yang bergerak di bidang pendidikan Al-Qur’an dan dakwah ini. Mengusung tema utama “Memperkuat Sinergi Pendidikan Al-Qur’an Menuju Generasi Qur’ani yang Berakhlak Mulia”, rapat kerja ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus dari lima bidang utama, para pendiri, penasehat, serta para ustadz dan ustadzah anggota FOKUS.

Dalam struktur kepengurusan periode baru ini, organisasi dibagi menjadi lima bidang kerja pokok yang memiliki peran saling melengkapi dan mendukung, yaitu: Bidang Peringatan Hari Besar Islam & Dakwah (PHBI & Dakwah), Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Bidang Hubungan Masyarakat (Humas), Bidang Perlengkapan, serta Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang). Pembagian bidang ini disusun agar setiap aspek pengelolaan organisasi dapat berjalan terstruktur, profesional, dan fokus pada tujuan utama: memajukan kualitas pengajaran Al-Qur’an di lingkungan TPQ, TKA/TPA, dan lembaga pendidikan Al-Qur’an se wilayah binaan.

Sambutan Ketua FOKUS: Tegaskan Komitmen dan Pentingnya Sinergi

Ketua Terpilih FOKUS periode 2026–2031, Ustadz Fajar Awali, S.Pd.I, dalam sambutan pembuka sekaligus penyampaian arah kebijakan organisasi, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan seluruh jajaran pengurus baru. Beliau menegaskan bahwa lima tahun ke depan akan menjadi masa krusial bagi FOKUS untuk meningkatkan peran dan kontribusinya, tidak hanya sekadar sebagai wadah berkumpul, melainkan sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan Islam dasar.

“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas izin-Nya kita dapat berkumpul di sini untuk memulai langkah kerja kita selama lima tahun ke depan. Terima kasih kepada seluruh anggota dan pengurus yang telah mempercayakan amanah ini kepada kami. FOKUS lahir dari semangat persaudaraan dan kesamaan tujuan: bagaimana kita bisa memastikan anak-anak kita, generasi penerus bangsa, bisa membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dengan benar,” ujar Ustadz Fajar Awali di hadapan seluruh peserta rapat.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan makna tema raker kali ini, yaitu “Memperkuat Sinergi Pendidikan Al-Qur’an”. Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an tidak bisa berjalan sendiri-sendiri atau parsial. Diperlukan kerja sama yang erat antar pengurus, antar lembaga, serta dukungan dari masyarakat dan pemerintah.

“Sinergi ini artinya kita bergerak bersama, seirama dan sejalan. Bidang satu dengan bidang lainnya harus saling mendukung, tidak boleh berjalan sendiri. Bidang Diklat menyusun materi dan melatih guru, Bidang Litbang meneliti metode terbaik, Bidang Dakwah dan PHBI menyebarluaskan nilai Islam, Bidang Humas menjembatani hubungan dengan pihak luar, dan Bidang Perlengkapan memastikan sarana prasarana terpenuhi. Semua ini adalah satu kesatuan roda penggerak. Jika satu bagian macet, maka kinerja organisasi akan terganggu,” tegas Ustadz Fajar.

Beliau juga berpesan agar seluruh pengurus bekerja dengan ikhlas, penuh tanggung jawab, dan menjaga ukhuwah islamiyah. Menurutnya, tantangan zaman semakin berat, pengaruh budaya asing semakin kuat, maka peran pendidik Al-Qur’an menjadi semakin vital untuk menjaga identitas dan akhlak generasi muda.

“Kita bukan hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur’an, tapi kita sedang membentuk karakter. Anak-anak yang diajar oleh ustadz dan ustadzah FOKUS harus menjadi anak yang tidak hanya pandai mengaji, tapi juga sopan, santun, jujur, dan berguna bagi agama serta negara. Itu adalah target utama kita periode 2026–2031,” tambahnya.

Arahan Penasehat: Kualitas, Inovasi, dan Kekompakan Kunci Keberhasilan

Sesi berikutnya diisi dengan penyampaian arahan dan nasihat dari Penasehat FOKUS, Ustadz.Muhammad Wahid, S.Pd.I., M.Pd. Sebagai salah satu tokoh yang ikut mendirikan dan membimbing organisasi ini sejak awal, beliau mengapresiasi langkah kepengurusan baru dan memberikan pandangan mendalam mengenai tantangan serta peluang ke depan.

Muhammad Wahid menyampaikan bahwa struktur organisasi yang telah dibentuk dengan lima bidang kerja tersebut sudah sangat lengkap dan strategis. Namun, struktur yang baik saja tidak cukup jika tidak diisi dengan kerja nyata, inovasi, dan peningkatan kualitas.

“Saya sangat mengapresiasi susunan kepengurusan yang telah terbentuk. Adanya Bidang Litbang misalnya, ini langkah maju yang sangat baik. Artinya FOKUS tidak mau diam di tempat, tapi mau melakukan penelitian, mencari metode-metode baru, dan mengembangkan materi yang relevan agar pendidikan Al-Qur’an kita tidak tertinggal zaman namun tetap berpegang pada kaidah yang benar. Demikian juga Bidang Diklat, sangat penting karena guru adalah ujung tombak. Kualitas murid sangat bergantung pada kualitas gurunya,” ujar beliau memulai arahannya.

Beliau mengingatkan kembali tujuan didirikannya FOKUS, yaitu untuk menyatukan visi para pendidik TPQ agar standar pengajaran Al-Qur’an menjadi seragam, terukur, dan berkualitas. Selama ini, masih banyak kendala yang dihadapi lembaga pendidikan Al-Qur’an mulai dari masalah kurikulum, kesejahteraan pengajar, hingga sarana belajar. Melalui raker ini, Muhammad Wahid berharap semua bidang kerja bisa merumuskan solusi konkret.

“Tema raker ini sangat pas: Memperkuat Sinergi. Ingatlah pepatah, ‘berat sama dipikul, ringan sama dijinjing’. Masalah yang berat akan terasa ringan jika kita bahas dan selesaikan bersama-sama. Saya berpesan kepada saudara Ustadz Fajar Awali dan seluruh pengurus, peganglah erat tiga hal ini: Pertama, Kekompakan. Jangan sampai ada perpecahan atau perbedaan pandangan yang memecah persaudaraan. Kedua, Kualitas Program. Jangan buat program yang seremonial saja, tapi buatlah program yang berdampak langsung pada peningkatan kemampuan anak-anak dan kemampuan guru. Ketiga, Inovasi. Dunia berubah cepat, kita harus beradaptasi namun tetap menjaga prinsip dasar ajaran Islam,” pesan Muhammad Wahid dengan tegas.

Selain itu, beliau juga menyoroti peran penting Bidang PHBI & Dakwah serta Bidang Humas. Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an harus didukung dengan kegiatan dakwah yang menyentuh masyarakat dan peringatan hari besar Islam sebagai sarana pembinaan akhlak serta penyebaran nilai keislaman. Bidang Humas harus bekerja keras menjalin kerja sama dengan pemerintah, instansi terkait, maupun donatur agar keberlangsungan organisasi dan program terjamin. Sementara itu, Bidang Perlengkapan harus cermat dalam mengelola aset dan kebutuhan organisasi agar setiap kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan sarana.

“Lima tahun ke depan, saya berharap FOKUS semakin dikenal, semakin dicintai masyarakat, dan semakin memberikan manfaat yang nyata. Jadilah pelopor dalam pendidikan Al-Qur’an, jadilah tempat bertanya dan belajar bagi para pendidik, serta jadilah benteng dalam menjaga akhlak generasi muda kita. Saya yakin dengan kepemimpinan Ustadz Fajar Awali dan kerja keras seluruh pengurus, visi mulia ini akan tercapai,” tutup Muhammad Wahid disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta.

Pembahasan Program Kerja Tiap Bidang

Setelah sesi sambutan dan arahan, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan mendalam di masing-masing bidang kerja. Berikut adalah gambaran garis besar program yang disusun dalam RAKER ini:

– Bidang PHBI & Dakwah: Merencanakan kegiatan peringatan hari besar Islam yang meriah namun edukatif, Tarhib Ramadhan,Takbir keliling, dakwah keliling, Iftar Jama’,i Ramadhan,serta program pembinaan akhlak dan karakter bagi santri maupun masyarakat umum. Fokus utamanya adalah menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
– Bidang Diklat: Menyelenggarakan pelatihan fa sertifikaai pendidik al Qur’an , Parenting , FASI , Outbound,Study banding, Menyusun kurikulum standar FOKUS, lokakarya metode mengajar, serta pembuatan modul dan buku panduan belajar mengaji yang seragam di seluruh lembaga binaan.
– Bidang Humas: Membangun jejaring kerja sama dengan Pemerintah,Dinas Pendidikan, Kemenag, organisasi Islam, dunia usaha, dan media. Bidang ini juga bertugas mengelola informasi, publikasi kegiatan, serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat luas.
– Bidang Perlengkapan: Mengelola aset organisasi, merencanakan pengadaan sarana belajar mengaji, buku, alat peraga, serta mengatur administrasi dan logistik setiap kegiatan agar berjalan tertib dan rapi.
– Bidang Litbang: Melakukan penelitian tentang efektivitas metode belajar, mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi yang Islami, mengevaluasi program yang berjalan, serta merancang inovasi baru dalam pengajaran Al-Qur’an agar lebih menarik bagi anak-anak zaman sekarang.

Penutup: Komitmen Bersama Masa Depan Pendidikan Al-Qur’an

Rapat Kerja ini ditutup dengan penyatuan komitmen seluruh pengurus untuk melaksanakan semua program yang telah disusun dengan penuh tanggung jawab dan amanah. Seluruh peserta sepakat bahwa keberhasilan FOKUS periode 2026–2031 tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari peningkatan kualitas lulusan TPQ yang mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil, memahami maknanya, dan mengamalkannya dalam kehidupan.

Dengan semangat ukhuwah yang terjalin erat, harapan besar tertanam di hati setiap pengurus: semoga FOKUS senantiasa menjadi wadah yang berkah, bermanfaat, dan mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang cinta Al-Qur’an, berilmu luas, dan berakhlak mulia, demi kejayaan agama, bangsa, dan negara Indonesia tercinta.(**)

Berita Terkait