33.9 C
Jakarta
Rabu, April 22, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Terminal Tipe A Subang Sepi, Hanya 20 Bus Layani Trayek: PAD Bocor karena Bus AKAP Tak Masuk. 

Terminal Tipe A Subang Sepi, Hanya 20 Bus Layani Trayek: PAD Bocor karena Bus AKAP Tak Masuk.

Subang, Warta In, Terminal Tipe A Subang terpantau sepi aktivitas penumpang. Dari catatan di lapangan, hanya kurang lebih 20 bus yang rutin melayani trayek Subang–Merak, Subang–Kampung Rambutan, dan Subang–Kertajati. Sisanya, bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) memilih tidak masuk terminal.

Kondisi ini berdampak langsung pada nihilnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik untuk Kabupaten Subang maupun Provinsi Jawa Barat. Pemkab Subang dirugikan dari sisi retribusi parkir bus, retribusi peron penumpang, retribusi kebersihan, hingga potensi pajak rumah makan dan Pajak Penerangan Jalan dari aktivitas terminal.

Staf Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, P. Zeep, membenarkan kondisi tersebut. “Betul, Subang dirugikan karena bus AKAP tidak masuk terminal. Tidak ada PAD yang masuk dari retribusi maupun pajak pendukungnya,” ujarnya saat ditemui, Selasa, (21-04/2026).

Zeep menambahkan, hingga saat ini Dishub Subang belum pernah melayangkan surat resmi ke Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Provinsi Jawa Barat terkait persoalan bus AKAP yang ngetem di luar terminal. Padahal, banyak PO memilih menaikkan penumpang di pool atau rumah makan yang jaraknya berdekatan + 1,3 Km dengan terminal.

Dampaknya tak hanya ke kas daerah. Pelaku UMKM di area terminal juga dirugikan karena sepinya penumpang membuat kios dan lapak tidak laku. Sementara PO Bus dan rumah makan di luar terminal diduga tetap beroperasi tanpa memberikan kontribusi retribusi terminal ke pemerintah.

Saat hendak dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Subang, Eti, tidak berada di tempat. Upaya konfirmasi melalui Whastt App menurutnya sedang berada di RS mengantar Orang tua yang sakit..

Dengan minimnya bus yang masuk, Terminal Tipe A Subang yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah terancam menjadi “terminal mati” jika tidak ada langkah tegas dari Dishub dan BPTD untuk menertibkan trayek sesuai izin yang berlaku.

(Boby Chengos)

Berita Terkait