Warta.in Medan 3/11/26 — Dugaan praktik pembagian uang bulanan kepada sejumlah wartawan di Kota Medan mulai menjadi sorotan. Seorang wartawati bernama Juwita disebut-sebut berperan membagikan uang kepada wartawan dari sejumlah media dengan nominal bervariasi, mulai Rp25 ribu, Rp50 ribu hingga Rp100 ribu untuk masing-masing media.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, uang tersebut diduga berasal dari seorang pengusaha atau bos yang bergerak di bidang CPO bekas. Menariknya, pembagian uang itu dikabarkan berlangsung rutin setiap bulan dan disebut tidak pernah terlambat, yakni setiap tanggal 2.
Lokasi yang disebut menjadi tempat pembagian uang berada di Jalan M. Basir Ujung, tepatnya di sekitar jembatan yang tembus ke Jalan Yos Sudarso, atau yang dikenal masyarakat sebagai kawasan Aloha.
Jika informasi tersebut benar, publik tentu berhak mempertanyakan apa kepentingan di balik pemberian uang secara rutin kepada sejumlah wartawan dan media tersebut.
Apakah uang itu sekadar bantuan pribadi, biaya operasional media, atau ada kepentingan tertentu yang ingin dibangun melalui pemberian dana bulanan tersebut?
Pertanyaan ini bukan tanpa alasan. Independensi wartawan merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pers. Jangan sampai pemberian uang secara rutin justru menimbulkan konflik kepentingan, mengaburkan batas antara kerja jurnalistik dan kepentingan pihak tertentu.
Lebih jauh, transparansi mengenai sumber dana, mekanisme pembagian, serta tujuan pemberian uang tersebut perlu dibuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Jangan sampai profesi wartawan dipandang sebagai profesi yang dapat didekati dengan pemberian uang bulanan. Sebab, integritas pers tidak boleh ditukar dengan nominal berapa pun.
Hingga berita ini diterbitkan, Juwita dan pihak pengusaha CPO bekas yang disebut sebagai sumber dana belum memberikan keterangan resmi. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pihak-pihak terkait.
Tim investigasi akan terus menelusuri informasi tersebut guna memastikan fakta di balik dugaan pembagian uang bulanan kepada sejumlah media di kawasan Aloha. (RN)






























