Wartain Banten | Pemerintahan | 15 November 2025 — Gubernur Banten Andra Soni menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Dukungan itu disampaikan dalam pertemuan antara Pemerintah Provinsi Banten dan pihak Untirta pada Jumat (14/11/2025), yang membahas upaya penguatan sektor kesehatan melalui percepatan pembangunan rumah sakit pendidikan dan pembukaan tujuh program studi dokter spesialis.
Rektor Untirta, Prof. Fatah Sulaiman, turut memaparkan perkembangan proses pendirian rumah sakit pendidikan, yang saat ini telah terdaftar sebagai program prioritas di Bappenas. Ia menyampaikan bahwa program tersebut dinilai layak untuk mendapatkan pendanaan, sehingga dukungan Pemerintah Provinsi sangat dibutuhkan untuk mempercepat realisasi pembangunan.
“Kita sudah teregister di Bappenas, termasuk salah satu program yang dinilai layak untuk mendapatkan pendanaan. Kami membutuhkan dukungan pemerintah daerah agar proses ini bisa dipercepat, selain kita juga sudah mendapatkan izin untuk membuka tujuh program studi kedokteran spesialis.” tambahnya.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan dukungannya terhadap rencana Untirta membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Kehadiran PPDS dan rumah sakit pendidikan di Untirta diharapkan mampu mempercepat pemerataan layanan kesehatan dan meningkatkan kualitas pelayanan medis di seluruh wilayah Banten, sejalan dengan prioritas daerah dalam memperkuat tenaga kesehatan melalui Program Faskin Kita.
“Kita patut berbangga bahwa Provinsi Banten saat ini telah memiliki Fakultas Kedokteran di universitas kebanggaan kita, Untirta. Pemprov Banten akan terus memberikan support agar fakultas ini bisa melahirkan dokter-dokter handal yang mendedikasikan kemampuan mereka untuk meningkatkan derajat kesehatan warga Banten.” paparnya.
Andra Soni juga mengaitkan percepatan PPDS dengan Program Satu Desa Satu Sarjana, yang menurutnya dapat membuka jalan bagi putra-putri Banten untuk menjadi dokter hingga dokter spesialis dan kembali mengabdi di daerah.
“Kita berharap program ini bisa tersalurkan hingga ke Untirta. Jadi ada kesinambungan, anak daerah kuliah, menjadi dokter, lalu kembali mengabdi untuk masyarakat,” ujarnya.
Terkait peningkatan insentif bagi dokter yang bertugas di daerah terpencil, Gubernur menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan sedang merumuskan kebijakan baru untuk mendorong minat dokter bekerja di wilayah pelosok.
Gubernur berharap kebijakan tersebut dapat segera diwujudkan guna mengatasi tantangan distribusi tenaga medis di Banten maupun daerah lainnya.(WartainBanten































