Warta.in
Mataram, NTB — Gubernur Nusa Tenggara Barat menghadiri kegiatan NTB Berzakat yang dirangkaikan dengan Talk Show Gerakan Zakat NTB yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) NTB. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat kedermawanan tertinggi di dunia berdasarkan World Giving Index. Capaian tersebut menunjukkan kuatnya budaya berbagi dan semangat filantropi yang telah mengakar dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
“Setiap kegiatan charity di Indonesia hampir selalu dipenuhi antusiasme dan dukungan donasi yang besar. Ini bukan hal yang mudah ditemukan di banyak negara lain. Semangat berbagi ini harus terus kita jaga dan perkuat,” ujar Gubernur.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap Gerakan Zakat NTB, Gubernur NTB menyerahkan infak pribadi sebesar Rp30 juta. Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTB juga turut menyerahkan infak sebesar Rp20 juta. Kontribusi tersebut diharapkan dapat menjadi teladan serta memotivasi berbagai pihak untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan zakat di NTB.
Turut hadir Kepala Kejaksaan Tinggi, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB, serta berbagai mitra strategis seperti NTB Syariah, DPR, Jamkrida, dan GNE. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung penguatan peran zakat bagi kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan dukungan penuh terhadap upaya memasyarakatkan zakat melalui berbagai inovasi program yang inklusif. Gubernur mengapresiasi penyelenggaraan acara ini yang dinilai unik karena menghadirkan isu zakat, infak, dan sedekah di ruang publik yang lebih terbuka dan dekat dengan masyarakat.
“Zakat tidak boleh menjadi isu yang eksklusif. Zakat harus menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Ketika zakat menjadi budaya bersama, maka dampaknya akan sangat besar bagi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.
Melalui kegiatan NTB Berzakat dan Talk Show Gerakan Zakat NTB ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat semakin meningkat, sehingga pengelolaan zakat di NTB semakin optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, MA, memaparkan capaian pendistribusian dan pendayagunaan zakat tahun 2025 dalam kegiatan NTB Berzakat.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, BAZNAS NTB telah menyalurkan manfaat zakat kepada 38.612 jiwa di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.
Jumlah tersebut mencakup bantuan konsumtif bagi fakir dan miskin sesuai ketentuan delapan asnaf, sekaligus penguatan program pendayagunaan dan pemberdayaan ekonomi. BAZNAS NTB mendorong mustahik untuk bertransformasi menjadi pelaku usaha melalui program ultra mikro dan mikro.
“Hingga saat ini, hampir 400 mustahik telah diberdayakan melalui program ekonomi produktif berbasis zakat,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa komunikasi dan sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) terus diperkuat, sehingga NTB memperoleh dukungan berbagai program nasional seperti lumbung pangan, Z-Mart, hingga beasiswa bagi mahasiswa.
“Seluruh dana yang dihimpun, tegasnya, dikelola dan disalurkan secara amanah dan penuh tanggung jawab, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat NTB,” tutupnya. (sr/dkisntb)































