Wartain Banten | Pemerintahan | 13 Maret 2026 — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan masyarakat saat mudik Lebaran menjadi prioritas utama pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026. Hal itu disampaikannya saat menjadi inspektur apel gelar pasukan Operasi Ketupat Maung bersama Kapolda Banten Irjen Hengki dan Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto di Mapolda Banten, Kota Serang, Kamis (12/3/2026).

Apel ini menandai dimulainya operasi pengamanan arus mudik dan balik pada libur Idulfitri di Provinsi Banten. Sebanyak 3.972 personel gabungan dikerahkan, didukung 57 pos pengamanan dan pelayanan yang disiagakan di titik-titik strategis wilayah Banten.
“Operasi ini menjadi bentuk kesiapsiagaan dan sinergi seluruh unsur pengamanan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Andra Soni.
Pemprov Banten turut mendukung operasi ini dengan menyiapkan 221 petugas kesehatan, 186 petugas Dinas Perhubungan, serta 180 personel Satuan Polisi Pamong Praja. Selain itu, posko pemantauan dan 13 pos pengaturan lalu lintas juga dibangun untuk membantu kelancaran mobilitas kendaraan selama mudik.

Menurut Gubernur Andra Soni, arus mudik diperkirakan meningkat mulai 13 hingga 17 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 hingga 28 Maret 2026.
“Kita ingin masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman, tertib, dan nyaman, sehingga dapat merayakan Idulfitri dengan penuh sukacita dan kembali ke tempat aktivitasnya dengan selamat,” kata Andra Soni.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Maung 2026. Ia menekankan bahwa dedikasi dan pengorbanan para petugas merupakan wujud pengabdian untuk memastikan keselamatan masyarakat selama mudik.
“Di balik setiap perjalanan mudik yang aman dan lancar, ada pengabdian para petugas yang bekerja penuh tanggung jawab. Terima kasih atas dedikasi dan pengorbanan waktu serta tenaga demi memastikan keselamatan masyarakat,” kata Andra Soni.

Kapolda Banten Irjen Hengki menyatakan bahwa Operasi Ketupat Maung adalah operasi kemanusiaan yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya. Sebanyak 57 pos disiapkan, terdiri dari 39 pos pengamanan, 10 pos pelayanan, enam pos terpadu, dan dua pos penanggulangan bencana, tersebar di Lebak, Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kabupaten Tangerang.
Selain jalur darat, pengamanan juga difokuskan di pelabuhan penting seperti Pelabuhan Ciwandan, Krakatau Bandar Samudera, dan Bandar Bakau Jaya Bojonegara. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan call center 110 yang aktif 24 jam untuk melaporkan gangguan keamanan atau meminta bantuan kepolisian.
“Kami juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang mudik. Kendaraan roda dua maupun roda empat dapat dititipkan di kantor polsek, polres, maupun polda agar lebih aman selama ditinggal,” kata Hengki.

Gubernur Banten Andra Soni bersama Kapolda Banten dan Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto memusnahkan 7.471 botol minuman keras hasil operasi penyakit masyarakat selama Ramadan untuk menjaga ketertiban dan keamanan hingga Idul Fitri.
Danrem 064/Maulana Yusuf mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian demi keselamatan masyarakat.(WartainBanten)































