26.1 C
Jakarta
Minggu, April 5, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Bukan Sekedar Polemik Mutasi Nakes di RSUD Ngimbang, Tapi di Duga Ada Oknum Menejemen yang Bermain

Bukan Sekedar Polemik Mutasi Nakes di RSUD Ngimbang, Tapi di Duga Ada Oknum Menejemen yang Bermain

LAMONGAN//Warta.Investigasi– Di lansir dari beberapa Media On line yang sudah beredar dan tayang tentang Polemik Kebijakan mutasi Nakes di lingkungan RSUD Ngimbang ada fakta lain yang seolah – olah yang tak terungkap.

Yang menjadi sorotan tentang keputusan pemindahan seorang perawat senior dari RSUD Ngimbang, Lamongan, memicu perdebatan tajam terkait profesionalisme dan dugaan praktik non merit dalam birokrasi RSUD Ngimbang, Minggu (05/04/2026)

Surat Keputusan Bupati Lamongan Nomor 800.1.3.1/743/413.204/KEP/2026 tertanggal 12 Maret 2026 menjadi awal polemik, dalam SK tersebut, Heny Amalia, perawat penyelia dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di Instalasi Bedah Sentral (IBS), dipindahkan ke RSUD Ki Ageng Brondong, di Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Mutasi ini bukan hanya rotasi biasa. Di internal RSUD Ngimbang, keputusan tersebut menimbulkan kekhawatiran serius, terutama terkait keberlangsungan layanan operasi yang membutuhkan tenaga berkompetensi khusus.

Inipun Kepala IBS RSUD Ngimbang, dr. Khoirul Anam, Sp.B, bahkan mengeluarkan nota pertimbangan profesional yang menegaskan bahwa rumah sakit saat ini masih kekurangan perawat dengan keahlian bedah setara.

“Dikatakan ada risiko terganggunya pelayanan operasi jika belum ada pengganti dengan kompetensi serupa,” tegasnya

Di balik kebijakan tersebut, muncul pengakuan dari beberapa Narasumber orang dalam karyawan yang selama ini diam tak berani mengungkap fakta tentang menejemen RSUD Ngimbang

Dari Narasumber Oknum Pegawai RSUD Ngimbang yang tidak mau di sebutkan namanya, “Bahwa sejak Direktur RSUD Ngimbang dijabat oleh Bapak Wasi’ah gonjang – ganjing mengenai menejemen mulai terasa bahwa dikendalikan oleh Oknum salah satu menejemen RSUD (KD) “, Bapak Wasi’ah cuma sebagai setatus Direktur, tapi semua kebijakan di kendalikan oleh oknum tersebut, ungkapnya.

Dengan terungkapnya kasus Markus perekrutan P3K 10 orang yang yang gagal masuk jadi Karyawan RSUD yang sempat menjadi sorotan Publik, semuanya masuk lingkaran yang tersusun secara “Terstruktur Masif”yang di kendalikan oleh oknum (KD)

Bukan itu saja keresahan tentang Pembatasan pelayanan Rawat Inap pasien yang menggunakan BPJS yang cuma di batasi harus tidak lebih dari  7 juta, ini tidak semua Karyawan RSUD tau sehingga banyak tenaga ahli Dokter yang merasa nuraninya tidak tega melihat pasien yang belum sembuh total harus keluar dari rawat inaf dengan alasan pasien bisa rawat jalan.

Inipun bermula Sumber dari BPKP yang menyebutkan bahwa RSUD Ngimbang masih punya Saldo 7.026.347.036.00 per 31 Desember 2023 menyebabkan pengadaan obat dan peralatan di blokir oleh rekanan, sehingga RSUD harus berusaha cari dana talangan

Pokok permasalahan adalah di pelayanan, penataan Menejemen harus di didarkan kebijakan Tim ahli yang sudah berpengalaman bukan dari salah satu oknum Menenemen RSUD Ngimbang yang mengandalkan relasi dari orang penting Pemkab.

Penyebutan kata atau istilah “kroco” ini bukti bahwa Menejemen RSUD Ngimbang ini punya becking atau relasi orang dalam Pemkab.

Tak hanya itu bahwa karier ASN Di RSUD Ngimbang Harus punya Relasi atau Link pejabat penting untuk melanggengkan posisi jabatan yang diduduki

Pernyataan Direktur RSUD Ngimbang, dr. Hilda, bahwa mutasi merupakan bagian dari kebijakan organisasi untuk pemerataan layanan serta pengembangan karier pegawai dan seluruh proses tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.

“Penempatan pegawai didasarkan pada kualifikasi dan kebutuhan organisasi, tanpa intervensi faktor non profesional,” ini cukup jelas,

Tapi publik menduga ini semua ada dugaan rekayasa, aroma ketidak puasan sebagian Karyawan RSUD Ngimbang sudah lama, tapi mereka diam, tentang menejemen yang selama ini  di kendalikan oleh segelintir Oknum yang mempunyai kepentingan,mereka beranggapan bahwa lambat – laun bagai Gunung Es suatu saat pasti akan mencair

Disisi lain Semangat Direktur RSUD Ngimbang yang baru berusaha meningkatkan Menejemen yang lebih Profesional, ketegasan dalam mengambil kebijakan sangat cocok untuk memimpin dan mengelolah menejemen RSUD Ngimbang, akan tetapi beliau tidak sadar kalau ada oknum Pegawai yang berusaha mempengaruhi semua kebijakan Menejemen RSUD Ngimbang dan kawatir kalau Direktur yang baru ini juga akan di jadikan wadal seperti mantan Direkrur Wasi’ah.

Publik kini menunggu langkah lanjutan dari Bupati Lamongan, apakah akan melakukan evaluasi dan reformasi di tubuh Menejemen RSUD Ngimbang secara menyeluruh atau hanya beberapa saja

Publik berharap menejemen RSUD Ngimbang harus di ganti atau di rombak total sehingga tidak ada lagi oknum menejemen yang lama bisa bermain. (Kabiro)

Berita Terkait