26.7 C
Jakarta
Sabtu, Mei 30, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Mantap Buktinya Kosong.!!!

Nias Barat Sumut — Warta.in. Masyarakat Nias Barat sudah capek tagih janji, capek datang ke kantor dengar alasan yang sama, capek lihat janji manis yang tiap tahun diulang tapi buktinya nggak pernah ada.
Kita mulai dari program jagung bibit unggul yang katanya emas hijau, klaimnya satu hektar bisa hasilkan enam ton, dana APBD sudah cair, sosialisasi sudah jalan, tapi menurut dokumentasi warga yang masuk ke redaksi kami lahannya kosong, rumput tinggi, nggak ada jejak tanam, kalau programnya benar-benar jalan harusnya ada panen, harusnya ada laporan, harusnya ada bukti, karena itu uang rakyat dan masyarakat berhak tahu kemana larinya.
Lanjut ke kandang babi Security Farm yang disebut program unggulan kebanggaan daerah, waktu kampanye selalu disebut-sebut katanya buat ekonomi warga, tapi sampai sekarang warga bertanya kandangnya di mana Pak Bupati, lokasinya di mana, bangunannya sudah jadi atau belum, jangan tanya kenapa sepi kalau bangunannya saja belum ada, jangan tanya kenapa gagal kalau dari awal nggak pernah dibangun, ini bukan fitnah ini pertanyaan wajar dari masyarakat yang menunggu bukti nyata bukan sekedar wacana.
Lalu janji kampanye yang dulu terasa dekat sekarang jadi angan, dulu bilang jalan mulus sampai ke desa-desa mana buktinya, dulu bilang listrik dua puluh empat jam nggak kedip mana buktinya, dulu bilang Nias Barat sejahtera rakyatnya makmur mana buktinya, masyarakat nggak minta muluk-muluk, masyarakat cuma minta janji yang sudah diucapkan di depan umum untuk ditepati seperti sedia kala.
Puncaknya tanggal dua puluh tujuh Mei pukul sebelas lewat empat puluh dua WIB siang, ada wartawan yang menjalankan tugas konstitusinya, konfirmasi resmi via WhatsApp ke Pemkab, pertanyaannya lurus dan jelas sesuai Putusan MK terbaru, Pak Bupati soal Kades masa jabatan dua tahun sudah dijalankan atau belum di Nias Barat, ini pertanyaan hukum bukan pertanyaan pribadi, ini soal kepastian hukum untuk kepala desa se-Nias Barat, tapi sampai video ini dibuat jawabannya hening, tidak ada klarifikasi resmi, grup WhatsApp sepi, kantor bungkam, masyarakat jadi bertanya apakah pertanyaan hukum ini lebih sulit daripada janji-janji kampanye dulu.
Nias Barat tidak butuh pidato indah di atas panggung, tidak butuh foto seremonial gunting pita, Nias Barat butuh fakta, Nias Barat butuh data, Nias Barat butuh bukti bahwa uang rakyat dipakai dengan benar, butuh bukti bahwa janji itu bukan dusta, butuh bukti bahwa Putusan MK dijalankan tanpa pilih kasih.
Jadi sekali lagi kami mewakili suara masyarakat dengan nada hormat tapi tegas, MANA BUKTINYA PAK BUPATI? Video ini hanya rangkuman aspirasi warga dan konfirmasi pers tanggal dua puluh tujuh Mei sebelas empat puluh dua WIB, kami buka ruang hak jawab seluas-luasnya untuk Pemkab Nias Barat dan Dinas terkait, silakan kirim data kirim bukti kirim klarifikasi resmi, kami siap tayangkan tanpa dipotong satu kata pun, karena tujuan kami cuma satu, Nias Barat yang lebih baik dengan pemimpin yang berani jawab dan masyarakat yang tidak lagi capek  nagih janji

Berita Terkait