*BNN DAN BPOM SEPAKAT PERBARUI KERJA SAMA HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA*
Warta.in – Di tengah semakin kompleksnya ancaman narkotika, BNN mengambil langkah proaktif dengan memperkuat kemitraan strategis bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Langkah tersebut dilakukan melalui audiensi antara pimpinan kedua lembaga yang berlangsung di Gedung Garuda, Kantor Pusat BPOM, Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/4).
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa perubahan pola peredaran narkotika di Indonesia telah berkembang sangat cepat dan semakin sulit dideteksi.
“Narkotika di Indonesia sudah berubah sangat cepat, tidak lagi hanya heroin atau ekstasi, tetapi saat ini telah berkembang menjadi bentuk cair, sintetis, hingga tersamarkan dalam media rokok elektrik,” ujarnya.
Menurut Kepala BNN RI, untuk dapat mengatasi kondisi tersebut dibutuhkan penguatan regulasi yang tidak dapat dilakukan sendiri oleh BNN, melainkan harus melalui sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin selama ini, namun tentu masih banyak hal yang perlu didiskusikan dan diperkuat bersama,” lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPOM menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kolaborasi berbasis data ilmiah. Kepala BPOM menegaskan bahwa setiap kebijakan yang nantinya diambil akan didasarkan pada kajian ilmiah yang komprehensif.
Kedua pihak pun sepakat untuk memperbarui nota kesepahaman (MoU) guna memperkuat landasan hukum kerja sama serta mendorong kolaborasi secara lebih luas. (TIM/RED)
#warondrugsforhumanity































