29.2 C
Jakarta
Selasa, April 28, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Lagi Lagi MBG Menelan Korban, 51 Siswa Keracunan di Pringgasela, Polisi Tangani Maksimal

Lagi Lagi MBG Menelan Korban, 51 Siswa Keracunan di Pringgasela, Polisi Tangani Maksimal

 

Warta.in

Mataram,NTB — Aparat kepolisian turun langsung memantau penanganan puluhan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diduga mengalami keracunan makanan di wilayah Pringgasela, Lombok Timur. Hingga Sabtu (25/4/2026) pagi, jumlah korban tercatat melonjak dari 35 orang menjadi 51 orang.

Personel Polsek Pringgasela bersama unit Intelkam, menyambangi Puskesmas Pengadangan untuk memastikan kondisi korban, sekaligus memonitor langkah medis pasca insiden dari Dapur SPPG Yayasan Bersatu Berjuang Menang NTB, Jurit Baru.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, menegaskan jika jajaran kepolisian memberi atensi penuh terhadap kejadian tersebut.

“Begitu laporan masuk, anggota langsung melakukan monitoring ke fasilitas kesehatan, mendata korban, serta memastikan seluruh siswa dan warga terdampak mendapat penanganan cepat,” ujar Kombes Pol. Kholid.

Data sementara menunjukkan, tambahan korban pada Sabtu pagi mencapai 16 orang. Sebagian besar sempat menjalani observasi medis lalu dipulangkan, namun lima siswa masih harus menjalani rawat inap, lantaran kondisinya perlu pemantauan lanjutan.

Selain siswa, insiden itu juga menyeret satu warga umum dan satu wali murid dalam kondisi hamil. Keduanya hingga kini masih menjalani perawatan intensif bersama para pelajar di Puskesmas Pengadangan.

“Total yang masih dirawat inap saat ini tujuh orang. Terdiri dari lima siswa, satu masyarakat umum, dan satu ibu hamil. Sedangkan korban lain sudah diperbolehkan pulang dengan rawat jalan,” katanya.

Korban rawat inap tersebut berasal dari sejumlah sekolah dasar di wilayah Jurit. Petugas medis terus memantau perkembangan kesehatan mereka, guna mengantisipasi gejala lanjutan seperti mual, muntah, pusing, hingga lemas.

Di sisi lain, polisi juga mulai mengumpulkan informasi terkait distribusi menu makanan dari dapur MBG, yang dikonsumsi para siswa sebelum muncul gejala keracunan. Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri sumber persoalan, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman, termasuk mengecek proses penyajian makanan, distribusi, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab pada dapur MBG tersebut,” tegas Kombes Kholid.

Program MBG sejatinya digadang membantu pemenuhan gizi anak sekolah. Namun insiden di Jurit Baru ini memantik kekhawatiran para wali murid, lantaran jumlah korban terus bertambah meski sebagian sudah mendapat penanganan.

Saat ini situasi di lokasi penanganan tetap kondusif. Polisi, tenaga kesehatan, pihak sekolah, serta keluarga korban terus berkoordinasi sambil menunggu hasil pemeriksaan lanjutan, terkait dugaan penyebab keracunan massaltersebut.(sr/hpntb)

 

 

Berita Terkait