Warta in
Mataram,NTB – Pentingnya pemberdayaan ekonomi kreatif melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi sorotan utama dalam Talk Show bertajuk “Merajut Mimpi untuk para Pelaku UMKM Pemula Berdasarkan Tren dan Kebutuhan Naik Kelas”. Acara yang diinisiasi oleh Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 162/Wira Bhakti PD IX/Udayana ini menghadirkan Ketua Dekranasda NTB, Bunda Sinta Agathia M. Iqbal, sebagai Keynote Speaker di Golden Palace, Mataram, Selasa (28/4/2026).
Dalam arahannya, Bunda Sinta sapaan akrabnya menekankan bahwa NTB membutuhkan lebih banyak individu yang berani terjun ke dunia UMKM demi memajukan kesejahteraan keluarga dan provinsi. Namun, ia menggarisbawahi beberapa rapor merah yang masih menjadi kendala bagi para pelaku usaha lokal untuk bersaing di level nasional maupun internasional.
Bunda Sinta menyoroti rendahnya keaktifan UMKM di dunia digital. Banyak produk lokal yang sebenarnya berkualitas dan memiliki merek, namun “tenggelam” karena tidak diperbarui di media sosial.
“Ada barangnya, ada mereknya, tapi tidak update. Foto hanya dua atau tiga, lalu hilang,” ujarnya.
Ia menyarankan agar para pelaku UMKM, terutama ibu-ibu, tidak sungkan berkolaborasi dengan Karang Taruna atau generasi muda di desa untuk membantu pengelolaan konten dan pemasaran digital agar produk mereka mudah ditemukan oleh calon pembeli.
Selain masalah digitalisasi, Bunda Sinta mengingatkan para peserta mengenai pentingnya menjaga konsistensi kualitas produk. Ia sering menemukan tren di mana kualitas produk menurun setelah mulai dikenal luas. Ia juga memberi peringatan keras mengenai ancaman dari luar daerah.
“Produk ketak kita sangat bagus, tapi kalau kita tidak kreatif memberikan ornamen atau inovasi baru, daerah lain bisa mengambil produk kita, menambah sedikit hiasan, dan mengklaimnya sebagai produk mereka. Ini adalah ancaman nyata,” tegasnya.
Terkait legalitas usaha, Bunda Sinta meminta pelaku UMKM untuk membuang jauh-jauh sikap skeptis. Ia menepis anggapan bahwa mengurus izin usaha atau hak paten adalah proses yang mahal dan berbelit-belit.
“Jangan dengar kata orang. Langsung datang ke Kanwil Hukum dan HAM. Prosedur itu ada bukan untuk menyulitkan, tapi untuk menjaga produk Bapak dan Ibu agar tetap terlindungi,” tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, Bunda Sinta memberikan apresiasi tinggi kepada kaum perempuan yang mendominasi sektor UMKM di NTB. Menurutnya, perempuan memiliki kegigihan luar biasa dalam mengelola usaha. Ia meyakini bahwa ketika seorang perempuan berhasil secara ekonomi, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh kesejahteraan keluarga.
Bunda Sinta juga mengajak para pelaku UMKM, khususnya yang berada di Pulau Sumbawa, untuk lebih aktif menjalin komunikasi dengan dinas terkait dan Dekranasda kabupaten/kota.
“Ibu-ibu harus memancarkan sinyal, supaya radar kami (pemerintah) bisa menangkap dan memberikan pendampingan yang tepat agar UMKM kita benar-benar naik kelas,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 162/Wira Bhakti PD IX/Udayana, Endang Sjasul Arief menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi anggotanya. Beliau menekankan bahwa kemandirian ekonomi melalui UMKM sangat krusial bagi ketahanan keluarga prajurit, terutama di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.
Endang menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam bagi para pelaku UMKM pemula mengenai cara membaca peluang pasar. Beliau berharap para anggota Persit tidak hanya sekadar berjualan secara konvensional, tetapi mampu mengikuti tren terkini agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi.
“Kita ingin UMKM yang dikelola oleh anggota Persit tidak jalan di tempat. Harus ada progres untuk ‘naik kelas’, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga perluasan jangkauan pasar,” ujarnya.
Endang juga mendorong para anggota untuk memperhatikan aspek legalitas usaha. Beliau mengingatkan bahwa izin usaha dan standardisasi produk merupakan syarat mutlak bagi UMKM yang ingin menembus pasar formal maupun ekspor. Selain itu, beliau meminta para peserta untuk terus melakukan inovasi tanpa melupakan konsistensi mutu.
Endang juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk narasumber dari Dekranasda NTB, yang telah berbagi ilmu praktis kepada para anggotanya. Melalui sinergi ini, beliau optimis bahwa UMKM di bawah naungan Persit KCK Koorcab Rem 162 Wira Bhakti PD IX/Udayana dapat memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi daerah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pematik semangat bagi ibu-ibu Persit untuk lebih kreatif, produktif, dan mandiri secara ekonomi, sehingga mampu membantu menopang kesejahteraan keluarga sekaligus menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar.(sr/dkisntb)































