27.3 C
Jakarta
Selasa, Juni 2, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Pengamanan Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila Kemenlu

Warta.in Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Jalan Taman Pejambon No. 6, Senen, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dengan pengamanan ketat melibatkan ratusan personel TNI dan Polri.

Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tersebut dihadiri sekitar 1.500 peserta dan tamu undangan dari unsur pemerintah, lembaga negara, hingga tokoh nasional. Penanggung jawab kegiatan yakni Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. KH Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D.

Presiden Prabowo tiba di Gedung Pancasila Kemenlu sekitar pukul 09.35 WIB, disusul Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada pukul 09.38 WIB. Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah lebih dahulu hadir di lokasi pada pukul 09.17 WIB.

Rangkaian upacara dimulai pukul 09.40 WIB dengan susunan acara meliputi penghormatan kebesaran, pengibaran Sang Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan UUD 1945, amanat Presiden selaku inspektur upacara hingga pembacaan doa.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus menjadi pedoman Indonesia dalam berkontribusi menciptakan perdamaian dunia.

“Hari ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” kata Prabowo dalam amanatnya.
Prabowo menyebut Pancasila telah terbukti menjadi “bintang penuntun” dan “jangkar moral” bangsa Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik internasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945. Karena itu, politik luar negeri bebas aktif Indonesia harus terus berpijak pada nilai musyawarah, kemanusiaan, dan keadilan.
Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam praktik sehari-hari.

“Kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Jangan biarkan Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” ujarnya.
Sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional turut menghadiri upacara tersebut, di antaranya Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, KH Ma’ruf Amin, Panglima TNI, pimpinan lembaga negara, serta jajaran kabinet.

Pengamanan kegiatan dilakukan melalui pola Protap Waskita dengan total 620 personel gabungan TNI-Polri. Sebanyak 545 personel TNI diterjunkan, termasuk unsur Paspampres, Kodim 0501 Jakarta Pusat, hingga satuan pengamanan lainnya. Sementara dari Polri dikerahkan 75 personel dari unsur Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek Senen, Brimob, Samapta, dan Intelkam.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung bertindak sebagai Kapam Objek dalam pengamanan kegiatan tersebut.

Seluruh rangkaian Upacara Hari Lahir Pancasila selesai pada pukul 10.44 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran, serta para tamu undangan meninggalkan Gedung Pancasila Kemenlu sekitar pukul 10.51 WIB.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Berita Terkait