Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Sekjen DPP APSI, Sandi Fitriadi: Memiliki Rumah Syariah adalah Ikhtiar Menghadirkan Hunian yang Berkah

Warta.in | – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI), Sandi Fitriadi, menegaskan bahwa pelatihan developer rumah subsidi yang diselenggarakan APSI merupakan bentuk nyata dukungan organisasi terhadap program pemerintah dalam mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat melalui target pembangunan 3 juta rumah.

Hal itu disampaikan Sandi Fitriadi saat menghadiri Pelatihan Developer Rumah Subsidi APSI yang berlangsung di Hotel Diara, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah mendorong peningkatan produktivitas pembangunan rumah subsidi untuk mengurangi backlog perumahan nasional. Karena itu, APSI berupaya meningkatkan kapasitas para pengembang agar mampu menghadirkan hunian yang berkualitas sekaligus sesuai dengan prinsip syariah.

“Melalui pelatihan ini kami berharap para developer semakin terpacu untuk berlomba-lomba memberikan yang terbaik dalam pembangunan rumah subsidi. Tujuannya membantu pemerintah menyediakan perumahan rakyat yang berkualitas tanpa mengabaikan akad dan kaidah syariah,”ujar Sandi.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari kontribusi APSI dalam mendukung target nasional pembangunan 3 juta rumah yang hingga kini masih menghadapi tantangan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian layak.

“Sebagai asosiasi, kami ingin mengambil peran aktif melalui edukasi dan peningkatan kapasitas developer agar target pemerintah dapat tercapai,” katanya.

Edukasi Masyarakat tentang Properti Syariah
Sandi menilai, salah satu pekerjaan besar yang masih harus dilakukan adalah meningkatkan literasi masyarakat mengenai konsep properti syariah.

Menurutnya, memiliki rumah memang merupakan kebutuhan dasar setiap keluarga. Namun bagi umat Islam, proses memperoleh rumah juga harus memperhatikan kesesuaian akad dengan prinsip syariat.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa bukan hanya memiliki rumah yang penting, tetapi bagaimana cara memperolehnya juga harus sesuai dengan syariat Islam,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa developer syariah tidak cukup hanya mengusung label syariah, tetapi juga wajib menghadirkan kualitas bangunan yang baik, legalitas yang jelas, serta pelayanan yang profesional.

“Jangan hanya menjual nama syariah. Kualitas bangunan, legalitas, dan pelayanan kepada konsumen juga harus dipenuhi agar masyarakat benar-benar mendapatkan solusi hunian yang aman, nyaman, dan sesuai syariat,” tegasnya.

*Angsuran Tetap Jadi Salah Satu Keunggulan*

Sandi juga mengajak masyarakat untuk mulai memanfaatkan berbagai pilihan produk dan layanan keuangan syariah yang kini semakin berkembang di Indonesia.

Menurutnya, salah satu keunggulan pembiayaan syariah adalah adanya kepastian nilai angsuran sehingga konsumen tidak dibayangi kenaikan pembayaran akibat perubahan suku bunga.

“Keuntungan bagi konsumen adalah angsurannya tetap dan tidak berubah-ubah. Ini memberikan kepastian dalam mengatur keuangan keluarga sehingga risiko gagal bayar dapat diminimalkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini lembaga keuangan syariah telah berkembang pesat dan didukung teknologi yang semakin modern sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pembiayaan.

Dukung Ekosistem Properti Syariah

Di akhir wawancara, Sandi berharap masyarakat turut mendukung berkembangnya ekosistem properti syariah di Indonesia.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang memilih hunian berbasis syariah, semakin besar pula peluang lahirnya developer syariah yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami berharap masyarakat semakin percaya terhadap konsep properti syariah. Dengan dukungan semua pihak, developer syariah Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,”pungkasnya.

#⁶Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI)

#Media Partners Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI)

Berita Terkait