Warta.in | – Kepala Desa Arungkeke Pallantikang, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, H. Muh. Kasim, S.E., mendapat kesempatan mengikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa.
Kepala Desa Arungkeke Pallantikang, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, H. Muh. Kasim, S.E. menyambut positif pelaksanaan program “Kepala Desa Masuk Kampus” yang digagas sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia para kepala desa di Indonesia.
Program peningkatan kapasitas tersebut berlangsung di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, pada 13–16 Juli 2026.
H. Muh Hasim mengatakan bahwa pelaksana’an program tersebut masih berlangsung dan materi yang diberikan belum seluruhnya diketahui, pada prinsipnya kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan kepala desa dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Pada prinsipnya kegiatan ini adalah untuk peningkatan kapasitas kepala desa. Kami datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari Sulawesi Selatan, untuk mendapatkan pembekalan agar mampu menjalankan pemerintahan desa dengan lebih baik,”katanya.
H. Muh Hasim pun menjelaskan, seluruh program kerja di Desa Arungkeke Pallantikang telah disusun berdasarkan visi dan misi yang dituangkan dalam APBDes. Program-program tersebut akan dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai dengan perencanaan dan anggaran yang telah ditetapkan.
“Program kerja kami sudah jelas, semuanya tertuang dalam APBDes berdasarkan visi dan misi yang berkelanjutan. Apa yang telah direncanakan akan kami eksekusi sesuai dengan anggaran yang tersedia,”jelasnya.
Lebih lanjut, H. Muh. Kasim menilai program “Kepala Desa Masuk Kampus” merupakan bentuk penyetaraan kapasitas intelektual kepala desa dengan aparatur pemerintahan di tingkat yang lebih tinggi. Melalui pembekalan akademik dan peningkatan wawasan, diharapkan para kepala desa memiliki pola pikir yang lebih maju, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kementerian Dalam Negeri menginginkan kepala desa memiliki pola pikir yang baik, maju, dan setara dengan para penyelenggara pemerintahan lainnya. Karena itu kami dibekali berbagai pengetahuan agar mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa,”ucapnya.
Ia menambahkan, peserta program berasal dari berbagai pelosok Indonesia dan kegiatan yang diikutinya merupakan gelombang kedua. Hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan desa secara merata.
Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut akan memberikan dampak positif terhadap perencanaan pembangunan, pelaksanaan program, hingga pelayanan kepada masyarakat di desa.
“Harapannya, seluruh desa di Indonesia memiliki kapasitas pemerintahan yang semakin baik sehingga tidak lagi dipandang sebelah mata. Dengan kemampuan yang terus meningkat, kepala desa akan lebih profesional dalam merencanakan pembangunan dan melaksanakan tugasnya demi kemajuan masyarakat desa,”tutupnya.






























