Kepulauan Meranti – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 melaksanakan program unggulan Budikdamber Eco-Cycle di Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Program pengabdian yang berlangsung sejak 22 Juni hingga 31 Juli 2026 ini menghadirkan inovasi budidaya terpadu yang mengintegrasikan budidaya ikan dalam ember (Budikdamber), sistem akuaponik, pembuatan pakan ikan ekonomis, pemanfaatan limbah budidaya menjadi pupuk organik cair (POC), serta pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah.
Program tersebut merupakan implementasi tema “Universitas Riau Membangun Kampung” sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan rumah tangga, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha berbasis hasil perikanan, SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah budidaya menjadi pupuk organik cair, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Universitas Riau, Pemerintah Desa Tanjung bunga dan masyarakat.
Program Budikdamber Eco-Cycle lahir dari hasil identifikasi potensi dan permasalahan di Desa Tanjung Bunga. Meskipun memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, masyarakat masih menghadapi berbagai kendala, seperti tingginya biaya pakan ikan, keterbatasan pengetahuan mengenai teknik budidaya yang efisien, serta rendahnya nilai tambah hasil perikanan yang umumnya masih dipasarkan dalam bentuk ikan segar.
Sebagai solusi, tim Kukerta menghadirkan sistem budidaya terpadu yang mudah diterapkan masyarakat dengan biaya relatif rendah. Selain menghasilkan ikan konsumsi, sistem Budikdamber juga memungkinkan masyarakat menanam sayuran melalui konsep akuaponik sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga secara lebih efisien. Untuk menekan biaya produksi, masyarakat juga diberikan pelatihan pembuatan pakan ikan ekonomis berbahan baku lokal, pemanfaatan limbah budidaya menjadi pupuk organik cair, serta inovasi pengolahan ikan menjadi produk olahan seperti nugget dan dimsum yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim Kukerta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Tanjung Bunga guna menyelaraskan program dengan kebutuhan masyarakat. Selanjutnya, sepanjang Juli 2026 masyarakat mengikuti rangkaian pelatihan, demonstrasi, praktik lapangan, serta pendampingan mengenai Budikdamber, akuaponik, manajemen pakan, teknik penyortiran ikan, pembuatan pupuk organik cair, inovasi produk olahan hasil perikanan, hingga teknik pemantauan pertumbuhan ikan. Tim juga memberikan edukasi mengenai ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan kepada siswa SMP Negeri 05 Pulau Merbau sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa menyerahkan modul Budikdamber Eco-Cycle kepada Pemerintah Desa Tanjung Bunga pada Lokakarya Kukerta. Modul tersebut diharapkan menjadi panduan bagi masyarakat untuk mengembangkan budidaya terpadu secara mandiri setelah masa pengabdian berakhir.
Materi Budikdamber dan akuaponik disampaikan oleh Muslikha Sari dari Program Studi Budidaya Perairan Universitas Riau, sedangkan materi pemanfaatan limbah budidaya menjadi pupuk organik cair disampaikan oleh Rezicha Suci Berlianti dari Program Studi Teknik Kimia Universitas Riau. Seluruh pelatihan dilaksanakan melalui metode demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi interaktif agar peserta dapat memahami sekaligus mengaplikasikan teknologi yang diperkenalkan.
Program ini diikuti oleh lebih dari 30 peserta pada setiap sesi yang terdiri atas Kepala Desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), ketua RT/RW, serta masyarakat Desa Tanjung Bunga. Tingginya antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi mengenai teknik budidaya, formulasi pakan, pemanfaatan limbah, hingga peluang pengembangan usaha berbasis hasil perikanan
Kepala Desa Tanjung Bunga, Hasan, mengapresiasi program yang diinisiasi mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau karena dinilai memberikan solusi nyata bagi masyarakat dalam meningkatkan keterampilan dan peluang ekonomi.
“Di tengah keterbatasan akses terhadap pelatihan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, mahasiswa Kukerta Universitas Riau hadir membawa inovasi budidaya ikan skala rumah tangga yang mudah diterapkan. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan ilmu yang diberikan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga,” ujar Hasan.
Senada dengan itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Tanjung Bunga, Ramli, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program yang dinilai selaras dengan kebutuhan masyarakat desa.
“Kami memberikan dukungan penuh terhadap program kerja mahasiswa Universitas Riau karena kegiatan ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ke depan, kami berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat sehingga ilmu dan inovasi yang telah diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan,” katanya.
Narasumber Budikdamber dan akuaponik, Muslikha Sari, mengatakan bahwa program tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung kepada masyarakat.
“Selama menempuh pendidikan di bidang budidaya perairan, saya selalu berharap ilmu yang dipelajari dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui program Budikdamber Eco-Cycle ini, kami memiliki kesempatan untuk berbagi pengetahuan sekaligus menyusun modul sebagai panduan agar masyarakat dapat terus mengembangkan budidaya secara mandiri setelah Kukerta berakhir,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber pembuatan pupuk organik cair, Rezicha Suci Berlianti, berharap inovasi yang diperkenalkan mampu membantu masyarakat mengurangi biaya produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan limbah air Budikdamber dan air cucian beras sebagai bahan baku pupuk organik cair. Selain lebih ramah lingkungan, inovasi ini juga dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk komersial sehingga biaya budidaya menjadi lebih efisien,” tuturnya.
Melalui Budikdamber Eco-Cycle, mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau menunjukkan bahwa inovasi sederhana berbasis potensi lokal mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, tetapi juga membuka peluang usaha baru, mendorong pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang sejalan dengan pencapaian SDGs.































