Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Sabana Fun Run 5K dan Pasar Rakyat di GBK Bidik Perputaran Ekonomi UMKM

Warta.in | Jakarta — Perayaan 20 tahun Sabana akan dikemas berbeda. Tak hanya mengajak masyarakat berolahraga, Sabana Fun Run 5K dan Pasar Rakyat yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (9/8/2026), juga diarahkan menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mengusung tema “Merdeka Bergerak”, Sabana Fun Run 5K akan diikuti 2.500 pelari. Di saat yang sama, Pasar Rakyat diperkirakan menarik sekitar 1.500 pengunjung dan diramaikan sekitar 1.000 peserta lomba tari Nusantara.

Jika ditambah keluarga peserta, komunitas, mitra, dan masyarakat umum, jumlah orang yang hadir dalam kegiatan tersebut diproyeksikan menembus lebih dari 5.000 orang.

Meski pendaftaran peserta lari telah ditutup, masyarakat tetap dapat datang dan menikmati rangkaian acara secara gratis mulai pukul 06.00 WIB. Selain menyaksikan perlombaan dan hiburan, pengunjung dapat berbelanja di lebih dari 50 tenant UMKM yang menawarkan beragam produk lokal.

Co-Founder Sabana, Muhammad Azzam, mengatakan perayaan dua dekade Sabana sengaja dikembalikan kepada masyarakat melalui kegiatan yang tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi.

“Kami ingin masyarakat datang bersama keluarga, memberi semangat kepada para pelari, sekaligus mengunjungi Pasar Rakyat. Ketika masyarakat membeli produk UMKM, di situlah roda ekonomi bergerak dan karya anak bangsa mendapat kepercayaan,” ujar Azzam.

Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan acara tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta yang berhasil mencapai garis finis. Dampak yang dirasakan pelaku usaha lokal juga menjadi salah satu indikator penting.

Pasar Rakyat Jadi Etalase Produk Lokal

Pasar Rakyat menjadi salah satu pusat aktivitas dalam rangkaian Sabana Fun Run 5K. Lebih dari 50 pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya secara langsung kepada ribuan pengunjung.

Kesempatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada transaksi selama acara, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk mendapatkan pelanggan baru dan memperluas jaringan usaha.

Tokoh UMKM Indonesia, Haji Syamsalis, mengatakan akses pasar merupakan salah satu kebutuhan utama UMKM agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

“UMKM tidak hidup dari tepuk tangan. Mereka hidup ketika produknya dilihat, dicoba, dibeli, dan dipercaya. Satu transaksi mungkin kecil bagi pembeli, tetapi sangat berarti bagi pelaku usaha,” katanya.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut dengan memilih dan membeli produk lokal. Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap UMKM merupakan bagian penting dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Olahraga Bertemu Ekonomi Kreatif

Kolaborasi antara olahraga dan UMKM juga dinilai membuka ruang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi kreatif.

Ketua Badan Otonom UMKM DPP GEKRAFS, Octaviani Putri Pertiwi, mengatakan olahraga saat ini tidak lagi berdiri sendiri, tetapi dapat menjadi ruang pertemuan berbagai sektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, fesyen, hiburan hingga konten digital.

Kehadiran sekitar 1.000 peserta lomba tari Nusantara, kata dia, turut memperluas ruang bagi komunitas kreatif untuk menampilkan karya sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

“Olahraga, kreativitas, dan UMKM dapat saling menguatkan. Ketika masyarakat berkumpul, peluang kolaborasi dan transaksi ekonomi juga ikut tumbuh,” ujarnya.

Sabana Fun Run 5K diselenggarakan bersama QUPRO Indonesia sebagai event organizer dan SportQu sebagai official sports management.

Bagi peserta lari, open gate dimulai pukul 04.00 WIB, sedangkan flag off dijadwalkan pada pukul 06.00 WIB. Peserta diimbau hadir lebih awal, menggunakan nomor peserta resmi atau BIB, menjaga kondisi fisik, serta mengikuti seluruh arahan petugas selama kegiatan berlangsung.

Melalui Sabana Fun Run 5K dan Pasar Rakyat, Sabana berharap perayaan 20 tahun perusahaan dapat menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menjalani gaya hidup sehat sekaligus memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif.

Lebih dari sekadar ajang olahraga, pertemuan ribuan orang di GBK diharapkan menciptakan ruang interaksi yang berujung pada kolaborasi, promosi, dan transaksi bagi pelaku usaha lokal.

Berita Terkait