Tulungagung,WARTA IN,13Agustus 2026,jam 10.00 wib sampai selesai Masyarakat Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung berharap rencana penutupan perlintasan rel kereta api di wilayah Pabrik Kunir Selatan dapat ditinjau kembali. Perlintasan tersebut selama ini menjadi salah satu jalur alternatif yang sangat penting dan bermanfaat bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Jalan tersebut digunakan oleh masyarakat untuk menuju tempat kerja, sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, serta berbagai kepentingan lainnya yang mendukung perekonomian dan mobilitas warga.
Apabila perlintasan tersebut ditutup, masyarakat akan mengalami kesulitan karena harus memutar melalui jalur yang lebih jauh. Selain menambah waktu perjalanan, kondisi tersebut juga akan meningkatkan biaya transportasi serta berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas pada jalan-jalan lain yang menjadi akses utama. Oleh karena itu, warga berharap kebijakan yang akan diambil dapat mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Permasalahan ini telah menjadi bahan pembahasan dalam pertemuan yang dilaksanakan di Balai Desa Gilang, Kecamatan Ngunut. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Gilang, Bapak Bambang, beserta perangkat desa, perwakilan Kecamatan Ngunut, Bapak Babinkamtibmas, serta perwakilan dari PT Kereta Api Indonesia. Dalam suasana musyawarah yang penuh keterbukaan, seluruh pihak menyampaikan pandangan dan masukan terkait fungsi serta manfaat perlintasan bagi masyarakat.
Kepala Desa Gilang menyampaikan bahwa perlintasan tersebut telah lama menjadi akses penting bagi warga dan keberadaannya sangat membantu aktivitas masyarakat. Pemerintah desa berharap ada solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta api.
Perwakilan masyarakat juga menyampaikan harapan agar sebelum keputusan final diambil, dilakukan kajian yang lebih mendalam mengenai dampak sosial dan ekonomi yang akan ditimbulkan. Warga menilai bahwa keberadaan akses alternatif tersebut memiliki nilai strategis karena menghubungkan beberapa wilayah yang selama ini bergantung pada jalur tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, pihak terkait menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Namun demikian, masyarakat berharap solusi yang dihasilkan tidak hanya berupa penutupan total, melainkan dapat berupa peningkatan sistem keamanan, pemasangan rambu-rambu tambahan, penjagaan yang lebih baik, atau alternatif lain yang mampu menjaga keselamatan tanpa menghilangkan akses yang selama ini dimanfaatkan warga.
Melalui musyawarah dan komunikasi yang baik antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, aparat keamanan, PT KAI, dan masyarakat, diharapkan dapat ditemukan keputusan yang bijaksana dan menguntungkan semua pihak. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi modal penting dalam menyelesaikan persoalan ini secara damai dan konstruktif.
Masyarakat Desa Gilang berharap aspirasi mereka dapat didengar dan menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Harapan besar warga adalah agar perlintasan rel kereta api Pabrik Kunir Selatan tetap dapat dimanfaatkan sebagai jalan alternatif yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas. Dengan adanya dialog yang berkelanjutan serta kerja sama yang baik antarinstansi, diharapkan solusi terbaik dapat terwujud demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.
Pewarta : pauji(kabiro tulungagung)

















