BEKASI, Sabtu, 5 September 2026 – Ketua Umum Jurnalis Merah Putih Nusantara (JMPN), Raja Simatupang, dirinya kembali menegaskan posisi pers sebagai pilar penting dalam menjaga kedaulatan, sejarah, dan kemajuan bangsa.
Dalam dua pernyataannya yang dirilis Sabtu 5/9/2026, Raja mengulas peran historis pers sekaligus mengkritik pihak-pihak yang alergi terhadap kerja jurnalistik.
Peran Pers Sejak Awal Kemerdekaan, Raja Simatupang mengingatkan bahwa pers memiliki andil besar dalam menyatukan semangat kebangsaan.
“Tanpa peran serta pers pada waktu itu membantu menyebarluaskan semangat dan kesadaran nasionalisme, maka tidak akan terwujudnya Sumpah Pemuda,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran pers saat Agresi Militer Belanda I dan II.
“Dan tanpa peran serta pers pada saat terjadinya agresi militer Belanda ke 1 & ke 2 melawan propaganda Belanda yang mengatakan bahwa NKRI sudah tidak ada, maka NKRI ini sudah tidak ada,” tegas Raja Simatupang.
Menurutnya, kebencian terhadap insan pers sama dengan menolak kemajuan.
“Jadi apabila masih ada yang membenci insan pers itu berarti para pembenci tersebut tidak ingin NKRI ini maju serta kembali meraih kejayaan dan kemakmuran,” pungkasnya.
Di pernyataan kedua, Raja menyebut hanya kelompok tertentu yang benci pada pers.
“Hanya para penjahat, koruptor serta pengkhianat Pancasila lah yang benci serta alergi terhadap pers, karena tanpa pers maka masyarakat tidak akan bisa tau apa yang telah terjadi di waktu lampau maupun yang sedang terjadi,” katanya.
Raja menilai pers adalah jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Tanpa pers, transparansi dan kontrol sosial akan lumpuh.
Sebagai organisasi profesi, JMPN saat ini terus mendorong jurnalis di seluruh Nusantara agar bekerja profesional, menjunjung tinggi nilai kebangsaan, objektivitas, dan tanggung jawab sosial.
Dengan semangat Merah Putih, JMPN berkomitmen menjadi garda depan untuk menjaga marwah pers dan kejayaan Indonesia.
Sumber : DPP Jurnalis Merah Putih Nusantara (JMPN)





























