“Aklamasi Tanpa Riak” di PGRI Pamanukan: Peran Senyap H. Uung Mashuri Antarkan Galih Pribadi ke Kursi Ketua
PEMANUKAN–SUBANG | Warta In Jabar – Konferensi Cabang (Koncab) PGRI Kecamatan Pamanukan 2026 tak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga mengungkap dinamika menarik di balik proses aklamasi yang berjalan mulus tanpa gejolak. Di balik terpilihnya Galih Pribadi sebagai Ketua PGRI Cabang Pamanukan periode 2025–2030, terselip peran strategis tokoh senior pendidikan, H. Uung Mashuri.

Dikenal sebagai figur berpengaruh dan berpengalaman, H. Uung memilih tidak tampil di garis depan. Ia justru mengambil posisi sebagai “pengarah senyap” yang memastikan proses regenerasi berjalan elegan dan penuh konsensus.
“Saya ingin memberi ruang kepada generasi muda untuk tampil. Tugas saya sekarang membimbing dan menjaga agar organisasi tetap berada di jalur yang benar,” ungkapnya.
Terpilihnya Galih secara aklamasi bukanlah proses instan. H. Uung mengakui telah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai elemen guru di Pamanukan jauh sebelum Koncab digelar. Langkah ini bertujuan menyatukan visi dan menghindari potensi perpecahan saat forum berlangsung.
Hasilnya, saat sidang digelar, forum berjalan kondusif dan menghasilkan satu suara bulat. Strategi ini dinilai efektif untuk menjaga soliditas organisasi agar bisa langsung fokus pada program kerja, tanpa tersandera dinamika kompetisi internal.
Langkah yang diambil H. Uung mencerminkan pola kepemimpinan matang—mengutamakan regenerasi tanpa konflik. Meski memiliki dukungan kuat, ia memilih menjadi figur pengayom yang berdiri di belakang layar, memastikan estafet kepemimpinan berjalan mulus.
Keputusan ini pun mendapat respons positif dari banyak anggota yang menilai bahwa stabilitas organisasi jauh lebih penting dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan ke depan.
Meski tidak berada di struktur inti, H. Uung menegaskan dirinya tetap aktif mengawal berbagai isu krusial pendidikan di wilayah Pamanukan. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi program pemerintah, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi perhatian publik di Kabupaten Subang.
Dengan latar belakang pengalaman dalam advokasi dan persoalan hukum pendidikan, ia siap menjadi garda pelindung bagi para guru dan pengurus baru jika menghadapi tekanan atau persoalan eksternal.
“Saya tetap bersama para guru. Jika menyangkut marwah dan kehormatan guru, saya tidak akan tinggal diam,” tegasnya.
Kini, di bawah kepemimpinan Galih Pribadi, PGRI Pamanukan diharapkan mampu bergerak lebih progresif, solid, dan adaptif menghadapi perubahan zaman. Dukungan moral dan strategi dari para senior seperti H. Uung Mashuri menjadi modal penting untuk mewujudkan organisasi yang kuat, profesional, dan berpihak pada kemajuan pendidikan.
Koncab kali ini bukan sekadar forum pemilihan, tetapi juga simbol keberhasilan membangun kesepahaman—bahwa kekuatan organisasi terletak pada persatuan, bukan perpecahan.






























