Beranda blog

“Sabar Ada Batasnya” Ingkar Janji Soal Tapal Batas, Pemkab PALI Diambang Demo Besar!

0

PALI, Warta.in – Konflik tapal batas wilayah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, kini berada di ambang titik didih. Kebijakan kontroversial yang tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 62 Tahun 2023 memicu gelombang perlawanan sengit dari masyarakat akar rumput. Warga Desa Tempirai Selatan meradang setelah tanah kelahiran leluhur yang mereka rawat turun-temurun selama puluhan tahun, tiba-tiba diklaim masuk ke dalam wilayah administratif desa tetangga.

Ketegangan horizontal dan vertikal ini kian tersulut menyusul beredarnya publikasi digital di media sosial terkait hajatan akbar “Bekarang Danau Sebetung”. Acara dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut menuai kecaman keras karena mencantumkan keterlibatan langsung Bupati PALI, Asgianto. Bagi warga Tempirai Selatan, pencatutan wilayah sepihak yang dibungkus seremoni pejabat daerah ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk provokasi telak yang melukai rasa keadilan masyarakat adat.Kesaksian Berapi-api Saksi Sejarah: “Bupati Sebagai Provokator!

“Burhanudin (66), seorang saksi hidup sekaligus tokoh sejarah asal Talang Sebetung, Desa Tempirai Selatan, akhirnya buka suara. Dengan nada berapi-api dan penuh gelora kemarahan, ia melontarkan kritik hantaman keras saat diwawancarai oleh tim Warta.in pada Kamis (13/8/2026).“Dalam pemikiran saya, setelah melihat dari media elektronik seperti HP… ini viral sekarang di Facebook, merasa membara dalam hati. Kenapa membara? Karena postingan itu menuliskan Bekarang Bersama di Danau Sebetung diadakan oleh Desa Mangkunegara dan Mangkunegara Timur. Seharusnya bukan desa itu! Ini sangat provokatif,” tegas Burhanudin dengan mata menyala.

Ia juga menyayangkan sikap kepala daerah yang seolah melegitimasi klaim sepihak tersebut tanpa memikirkan dampak psikologis dan historis warga lokal. “Sedangkan yang tampil di depan di sini siapa? Pak Bupati kan? Nah, kami anggap di sini Pak Bupati sebagai provokatornya,” seru Burhanudin lugas.

Pemkab PALI Dinilai Tebar Kebohongan dan Ingkar Janji Kemarahan massal warga Tempirai Selatan tidak lahir dari ruang hampa. Ada rentetan panjang janji manis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI yang berujung pada pengabaian total. Burhanudin membeberkan bahwa dalam forum resmi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PALI beberapa bulan lalu, perwakilan pemerintah daerah sudah berjanji di hadapan warga untuk segera menerjunkan tim peninjau lapangan.

Namun, hingga memasuki pertengahan Agustus 2026, janji tersebut menguap begitu saja. Tidak ada satu pun batang hidung pejabat atau Tim Penegasan Batas Daerah (TPBD) kabupaten yang menginjakkan kaki di lokasi sengketa.“Sesuai apa yang kami ajukan selama ini, tidak ada respons. Padahal di kantor Dewan waktu itu, sebelum bulan puasa (sekitar Februari), pemerintah daerah sudah menyampaikan bahwa dalam waktu singkat tim tapal batas kabupaten akan ke lokasi bersama-sama dengan masyarakat. Sampai hari ini sudah berapa bulan? Ini sudah Agustus! Mereka diam, mereka mengabaikan kami,” tagih Burhanudin dengan kecewa.

Menguak Akar Konflik: Tabrakan Regulasi dan Hak Ulayat Laporan investigasi mendalam Warta.in sebelumnya mengonfirmasi bahwa akar konflik berkepanjangan ini bersumber dari lahirnya Perbup PALI Nomor 62 Tahun 2023. Aturan tata ruang administratif tersebut dinilai cacat historis karena secara ugal-ugalan mengabaikan hak ulayat dan batas-batas wilayah tradisional yang sudah eksis jauh sebelum Kabupaten PALI terbentuk.

Di sisi lain, perangkat Desa Mangkunegara Timur sempat berdalih bahwa regulasi tapal batas tersebut sudah sah dan ada sejak mereka dilantik. Namun bagi masyarakat adat Tempirai Selatan, alasan birokrasi dan legalitas kertas tidak boleh di atas namakan untuk merampas hak atas tanah ulayat leluhur mereka.

Warning Keras: Desak Perbup Dicabut Sebelum Massa Kepung Ibu Kota Sikap bungkam Pemkab PALI dan aksi ‘pamer’ agenda di lokasi sengketa kini menjadi bumerang. Gelombang penolakan moral dari para tetua adat kini mulai bertransformasi menjadi konsolidasi gerakan massa yang lebih masif.

Masyarakat mendesak agar Bupati PALI dan jajaran DPRD segera mengambil langkah taktis untuk mencabut atau merevisi Perbup Nomor 62 Tahun 2023 secara adil. Jika aspirasi ini terus dikesampingkan dan hak historis mereka tetap dirampas, warga Tempirai Selatan menegaskan siap mengeskalasi kemarahan ini menjadi aksi demonstrasi besar-besaran yang akan mengepung pusat pemerintahan Kabupaten PALI dalam waktu dekat.

 

(Randi/Tim)

HUT ke-12, DPC Projo Jember Teguhkan Komitmen untuk Terus Bersama Rakyat

0

Warta.in, Jember – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Projo ke-12 menjadi momentum bagi jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Jember untuk kembali meneguhkan semangat kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat.

Bagi Projo Jember, bertambahnya usia organisasi bukan sekadar angka. Lebih dari itu, momentum HUT ke-12 menjadi pengingat bahwa keberadaan sebuah organisasi harus mampu memberikan manfaat dan hadir di tengah masyarakat, terutama dalam menyuarakan berbagai aspirasi serta kepentingan rakyat.

Ketua DPC Projo Jember, Jumantoro, menyampaikan bahwa Projo akan tetap menjaga komitmennya untuk berjalan bersama masyarakat. Menurutnya, kedekatan dengan rakyat merupakan bagian penting dari perjalanan organisasi.

«“Projo setia kepada rakyat,” tegas Jumantoro.»

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa Projo Jember ingin terus membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat, tidak hanya ketika ada momentum tertentu, tetapi juga melalui kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Jumantoro mengatakan, peringatan HUT ke-12 hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Justru, momentum tersebut harus menjadi ruang untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat semangat seluruh kader dalam menjalankan peran organisasi.

Menurutnya, semakin bertambahnya usia Projo, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan. Soliditas internal perlu terus diperkuat, sementara komunikasi dengan masyarakat harus tetap terbuka agar berbagai aspirasi dapat didengar dan diperjuangkan sesuai dengan kepentingan bersama.

“Usia 12 tahun ini menjadi momentum bagi kita untuk terus memperkuat kebersamaan dan menjaga semangat perjuangan. Yang paling penting adalah bagaimana Projo tetap dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan kontribusi yang nyata,” ungkapnya.

DPC Projo Jember juga berharap seluruh kader dan jajaran organisasi dapat terus menjaga semangat kebersamaan. Perbedaan pandangan maupun latar belakang diharapkan tidak menjadi penghalang untuk tetap bekerja bersama dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagi Projo Jember, rakyat bukan hanya menjadi bagian dari slogan organisasi, tetapi juga menjadi alasan mengapa semangat perjuangan harus terus dijaga. Karena itu, keberadaan Projo diharapkan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Memasuki usia ke-12, DPC Projo Jember berharap organisasi semakin dewasa dalam menjalankan perannya, semakin solid dalam membangun kebersamaan, serta semakin terbuka dalam menerima aspirasi masyarakat.

“Harapan kami, Projo ke depan semakin solid, semakin dekat dengan masyarakat dan tentunya bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan rakyat,” kata Jumantoro.

Dengan semangat tersebut, seluruh jajaran DPC Projo Jember menyampaikan ucapan selamat memperingati HUT Projo ke-12.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan organisasi tidak hanya berbicara tentang organisasi itu sendiri, tetapi juga tentang bagaimana terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui kerja, kepedulian dan pengabdian.

Selamat HUT Projo ke-12. Tetap solid, terus berjuang, dan tetap setia bersama rakyat.

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

LAMONGAN//Warta.in –Dalam rangka kedekatan masyarakat untuk menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman saat masyarakan menjalankan ibadah kaum Nasrani di wilayah Ngimbang

Kali ini petugas personil Polsek Ngimbang melaksanakan kegiatan pengamanan giat masyarakat umat Kristiani diwilayah Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang, minggu (23/08/2026) pukul 06.30 wib sampai selesai

Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Kaum Nasrani ini personil Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R dan Bripka Sujito hadir dalam melaksanakan kegiatan pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati.

Kegiatan pengamanan Ibadah umat Kristiani di Gereja GKJTU dan GJWI yang bertempat di Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang dalam persembahyangan Minggu pagi umat Kristiani digereja GKJTU dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

Sementara itu Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S. I. K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat dikonfirmasi oleh awak media, “Bahwa pengamanan ini guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang menjalankan Ibadah di Hari Minggu dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati “Terangnya

Kami berharap dengan adanya Patroli pengamanan secara rutin di Hari Minggu ini masyarakat dalam menjalankan Ibadah bisa tenang dan nyaman sehingga wilayah Ngimbang tetapaman dan kondusif,pungkasnya ( roy)

Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C, Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Blue Light Harkamtibmas

0

Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C, Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Blue Light Harkamtibmas

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Sabtu (22/08/2026)pukul 21.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan Anggota jaga Poksek Ngimbang Aiptu Muji. R, Aipda Zaeni dan Bripka Sujito dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, Lapangan Bola Voli Kakatpenjalin, ATM BNI dan ATM BRI serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K, yang di wakili Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Pemberangkatan Peserta Karnaval Tingkat SD/MI Sederajat Tahun 2026

0

Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Pemberangkatan Peserta Karnaval Tingkat SD/MI Sederajat Tahun 2026

LAMONGAN//Warta.in – Dalam rangka memperingati HUT RI ke 81 tahun 2026,Polsek Ngimbang bersama Forkopimcam melaksanakan Pengamanan Pemberangkatan Peserta Karnaval Tingkat SD/MI Sederajat se-Kecamatan Ngimbang, Sabtu (22/08/2026)pukul 10.00 wib

Kegiatan ini dalam rangka Memperingati HUT RI Ke-81, Start Jalan raya Ngimbang – Blulluk Desa Drujugurit Kecamatan Ngimbang sampai dengan Finish Lapangan Diknas UPT Kec Ngimbang Dusun Ngimbang Desa Ngimbang Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan.

Hadir dalam kegiatan pemnerangkatan peserta Karnaval tingkat SD/MI Sederajat /SMP sederajat,
Kapolsek Ngimbang AKP Andrean Permana, S. Tr. K. S. I. K, di wakili oleh IPDA ISTIONO, S.H Wakapolsek Ngimbang, Camat Ngimbang Anton Sujarwo, S. Pd. MM, Sujadi Kasi Pol PP Kecamatan Ngimbang, Danramil Ngimbang di wakili Serka Erhandi S
Koramil Ngimbang,
Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Ngimbang,
Karsum Ketua Panitia PHBN, Sipuk Ketua Panitia Karnaval Kecamatan Ngimbang, dan
Peserta karnaval sebanyak 29 team.

Pengamanan di laksanakan dari Polsek Ngimbang :16 personil, Koramil Ngimbang 5 personil, Sat Pol PP Kec Ngimbang 2 personil.

Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S. H, memberikan keterangan bahwa Hari ini Sabtu Tanggal 22 Agustus 2026 telah di laksanakan kegiatan Karnaval tingkat DD/MI Sederakat yang di mulai
pukul 10.00 Wib, Kegiatan dimulai dengan pembacaan tata tertib kegiatan Karnaval oleh Panitia HUT RI KE-81 Sipuk

Pada pukul 10 00 wib Pemberangkatan peserta Karnaval tingkat SD/MI Sederajat Oleh IPDA ISTIONO,S.H,Wakaposek Ngimbang dan Camat Ngimbang, Kepala SatpolPP Sujadi, Pelda Suratman Koramil Ngimbang, Sertu Erhandi secara bergantian sebanyak 29 team peserta Karnaval se-kecamatan Ngimbang ditandai dengan pengangkatan bendera Start.

Selama kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.( roy)

Baru Tiba dari NTT, Gubernur NTB Langsung Turun di Tengah Kebakaran Sade

0

Baru Tiba dari NTT, Gubernur NTB Langsung Turun di Tengah Kebakaran Sade

Warta.in
Lombok Tengah,NTB — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, langsung turun ke lokasi kebakaran besar yang melanda Kampung Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu malam (22/8/2026). Baru saja tiba dari Nusa Tenggara Timur setelah empat hari mendampingi misi kemanusiaan bagi korban gempa M7,7, Gubernur Iqbal segera menuju Sade saat api masih berkobar.

Di lokasi kejadian, Gubernur Iqbal berada di tengah petugas pemadam kebakaran, aparat TNI-Polri, dan warga yang masih berjibaku menghadapi kobaran api. Di tengah suasana kepanikan dan duka, ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas pertama dalam penanganan musibah tersebut.

“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dan warga dalam keadaan selamat,” ujar Gubernur Iqbal di lokasi kebakaran.

Kebakaran yang melanda kawasan permukiman adat Sade diduga dipicu oleh korsleting listrik. Api pertama kali muncul dari salah satu bangunan, sebelum kemudian dengan cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Struktur bangunan yang didominasi material kayu, bambu, dan atap ilalang membuat kobaran api mudah meluas.

Petugas Damkar dan Penyelamatan Lombok Tengah bersama unsur TNI, Polri, warga, serta bantuan armada dari Pemerintah Provinsi NTB, Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur dikerahkan untuk mengendalikan api. Hingga tengah malam, proses pemadaman dan pendinginan masih terus berlangsung.

Di tengah upaya pemadaman, pemerintah segera menyiapkan langkah darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah Desa Rambitan telah menyiapkan sementara bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai lokasi pengungsian bagi masyarakat terdampak.

Gubernur Iqbal menegaskan, penanganan warga tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat pengungsian. Pemerintah harus segera memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, termasuk sandang, pangan, serta rasa aman bagi keluarga yang rumahnya terdampak kebakaran.

“Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan,” katanya.

Perhatian pemerintah juga diarahkan kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak agar kehidupan mereka tidak semakin terganggu akibat musibah tersebut. Gubernur menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak Sade di tengah proses penanganan dan pemulihan pascakebakaran.

“Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu,” tegasnya.

Untuk langkah selanjutnya, Gubernur Iqbal mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Bupati Lombok Tengah dan seluruh pihak terkait untuk menyusun langkah penanganan yang cepat dan tepat, termasuk rencana pemulihan serta rekonstruksi kawasan Desa Adat Sade.

“Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kita pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade,” ujarnya.

Desa Adat Sade bukan sekadar kawasan permukiman. Kampung adat ini merupakan salah satu ruang hidup masyarakat Sasak yang selama puluhan generasi mempertahankan tradisi, bentuk hunian, dan tata kehidupan leluhurnya. Karena itu, kebakaran yang melanda Sade tidak hanya menjadi kehilangan bagi warga yang rumahnya terdampak, tetapi juga duka bagi Nusa Tenggara Barat.

Di tengah kobaran api dan kepanikan malam itu, kehadiran Gubernur Iqbal membawa pesan bahwa penanganan musibah tidak dapat ditunda. Setelah warga berada dalam kondisi aman dan kebutuhan darurat terpenuhi, pemerintah akan bersama-sama membangun kembali kehidupan masyarakat.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, Sade tidak boleh menghadapi malam musibah ini sendirian. Keselamatan warga, pemulihan kehidupan, dan upaya menghidupkan kembali kampung adat yang menjadi bagian dari identitas budaya Sasak akan menjadi langkah bersama untuk bangkit dari abu kebakaran.(sr/dkisntb)

Rizchi Hari Setiawan Raih Gelar Magister Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

0

Rizchi Hari Setiawan Raih Gelar Magister Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

SURABAYA //Warta.in – Kabar membanggakan datang dari dunia hukum. Rizchi Hari Setiawan, S.H., M.H. resmi meraih gelar Magister Hukum (M.H.) dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG Surabaya).

Prosesi wisuda berlangsung di Surabaya pada 22 Agustus 2026. Momen tersebut menjadi tonggak penting bagi Rizchi setelah menyelesaikan pendidikan magister di tengah kesibukannya sebagai praktisi hukum dan advokat.

Perayaan kelulusan tersebut turut dihadiri keluarga, sahabat, serta rekan-rekan yang memberikan ucapan selamat dan dukungan. Sejumlah dokumentasi menunjukkan Rizchi mengenakan toga wisuda bersama keluarga dan orang-orang terdekat dalam suasana penuh kebahagiaan.

Bagi Rizchi, raihan gelar Magister Hukum bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalitas di bidang hukum.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya dalam menjalankan profesinya serta memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Statemen Rizchi Hari Setiawan, S.H., M.H.

“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas anugerah dan kemudahan-Nya sehingga saya dapat meraih gelar Magister Hukum ini. Terima kasih yang tak terhingga saya sampaikan kepada kedua orang tua, keluarga, dosen, sahabat, rekan advokat, serta semua pihak yang telah memberikan doa, dukungan, dan motivasi.” ujar Rizchi Hari Setiawan, S.H., M.H., Sabtu (22/08/2026) Siang.

Rizchi menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses yang tidak berhenti pada pencapaian gelar. Menurutnya, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh harus dapat diwujudkan dalam bentuk pengabdian serta kerja nyata.

“Gelar ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Saya berkomitmen untuk terus belajar dan memberikan kontribusi terbaik di bidang hukum, menjunjung tinggi keadilan dan integritas, serta berusaha memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.” tambahnya demikian.

Dengan diraihnya gelar Magister Hukum tersebut, Rizchi juga semakin semangat dalam menjalankan kiprahnya sebagai advokat dan praktisi hukum, sekaligus terus mengedepankan prinsip keadilan, integritas, dan profesionalitas dalam setiap langkah pengabdiannya.

Menutup pernyataannya, Rizchi Hari Setiawan menyampaikan bahwa pencapaian gelar Magister Hukum ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas diri sekaligus memperluas kontribusi di tengah masyarakat.

“Bagi saya, gelar Magister Hukum ini bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi sebuah amanah dan tanggung jawab untuk terus mengembangkan ilmu serta mengabdikan diri melalui profesi yang saya jalani. Saya ingin ilmu yang saya miliki tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya menghadirkan keadilan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga berharap perjalanan pendidikan yang telah ditempuh dapat menjadi motivasi untuk terus belajar, menjaga integritas, serta menjalankan profesi hukum dengan penuh tanggung jawab.

“Ke depan, saya akan terus berusaha menjaga kepercayaan yang diberikan, menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas, serta memberikan yang terbaik dalam setiap pengabdian. Semoga ilmu yang saya raih dapat menjadi amal yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas Rizchi Hari Setiawan, S.H., M.H.(**)

Ketua TP PKK NTB Ajak Pengurus dan Anggota Perkuat Kolaborasi Lintas Generasi

0

Ketua TP PKK NTB Ajak Pengurus dan Anggota Perkuat Kolaborasi Lintas Generasi

Warta.in
Mataram,NTB — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Sinta Agathia, mengajak para pengurus dan senior TP PKK dari berbagai masa untuk terus memperkuat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi demi memperkuat gerakan PKK yang semakin bermanfaat bagi masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Bunda Sinta dalam Silaturahmi Pengurus TP – PKK Provinsi NTB dari Masa ke Masa di Pendopo Tengah Gubernur NTB, Sabtu (22/8). Pertemuan tersebut menjadi ruang perjumpaan antara kepengurusan saat ini dan para senior yang telah lebih dahulu mengabdikan diri dalam gerakan PKK di NTB.

Selain memperkenalkan kepengurusan baru, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menyerap pengalaman, gagasan, serta masukan dari para pengurus dan tokoh PKK terdahulu.

Bunda Sinta menyampaikan apresiasi kepada para senior yang hadir di tengah berbagai kesibukan. Menurutnya, kehadiran mereka memiliki arti penting bagi pengurus saat ini yang masih terus belajar dalam menjalankan berbagai program dan gerakan PKK.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul dan bersilaturahmi dalam suasana yang penuh keakraban. Terima kasih karena di tengah kesibukan masing-masing, Ibu-Ibu berkenan hadir dalam kegiatan perdana yang kami selenggarakan,” ujarnya.

Ia mengakui, dirinya bersama Wakil Ketua TP – PKK Provinsi NTB, Windi Marlini Abul Chair, masih relatif baru dalam kepengurusan TP PKK Provinsi NTB. Karena itu, dukungan dan pengalaman para senior menjadi bagian penting dalam memperkuat langkah kepengurusan ke depan.

“Saya bersama Ibu Windi masih terus belajar. Karena itu, kami mohon dukungan, arahan, dan pendampingan dari Ibu-Ibu semua,” kata Bunda Sinta.

Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi para senior untuk memberikan kritik, saran, dan masukan. Menurutnya, pengalaman panjang para pendahulu merupakan kekayaan yang harus terus diwariskan kepada generasi pengurus berikutnya.

“Kami sangat terbuka menerima kritik dan masukan. Kalau kami melakukan kesalahan, mohon ditegur. Kalau ada yang kurang, mohon diberikan masukan,” tuturnya.

Menurut Bunda Sinta, pengalaman tidak dapat diperoleh secara instan. Karena itu, pengurus yang lebih baru harus terus belajar, bertanya, dan mengambil pelajaran dari perjalanan para senior dalam membangun dan menggerakkan PKK.

“Pengalaman adalah sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan hanya dalam waktu beberapa bulan. Karena itu, kita harus belajar bersama, saling menguatkan, dan saling melengkapi,” ungkapnya.

Dalam suasana yang penuh keakraban, Bunda Sinta juga menyampaikan gurauan ringan mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran agar tetap dapat aktif dalam pengabdian.

“Baju PKK-nya masih muat. Ini tentu luar biasa. Artinya, selain aktif mengabdi, kita juga harus menjaga kesehatan dan kebugaran,” ujarnya, yang disambut hangat para peserta.

Bunda Sinta berharap dirinya bersama Wakil Ketua TP – PKK Provinsi NTB dapat diterima sebagai bagian dari keluarga besar PKK. Ia meminta para senior tidak sungkan untuk terus mengingatkan dan membimbing kepengurusan saat ini.

“Kami mohon agar kami dianggap sebagai anak-anak Ibu-Ibu. Kami masih belajar dan masih membutuhkan banyak arahan. Jangan sungkan untuk mengingatkan kami,” katanya.

Ia menegaskan, gerakan PKK tidak mengenal sekat antara yang senior dan yang baru. Yang terpenting, seluruh unsur dapat menyatukan pengalaman, energi, dan gagasan untuk menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat NTB.

Kegiatan silaturahmi diawali dengan senam lansia dan dilanjutkan dengan layanan pemeriksaan kesehatan bagi peserta, termasuk pemeriksaan mata serta layanan kesehatan lainnya. Kegiatan tersebut mendapat dukungan jajaran TP – PKK dan tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Pertemuan lintas generasi ini menjadi pengingat bahwa gerakan PKK akan semakin kuat ketika pengalaman masa lalu, semangat pengurus hari ini, dan gagasan untuk masa depan dipertemukan dalam satu semangat: bekerja bersama dan memberi manfaat bagi masyarakat.(sr/dkisntb)

Diduga Kabid Dkppp Nias Barat Lepas Tangan, Bumd Edarkan Babi Tanpa Dokumen Lab Di Tengah Wabah Asf

0

Nias Barat,Warta.in – Pemerintah Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, diduga melakukan pembiaran terhadap masuknya ternak babi tanpa kelengkapan dokumen kesehatan. Ironisnya, pengadaan itu dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah Bumd* di tengah status wilayah yang sedang dilanda Wabah Asf Atau Demam Babi Afrika.

Pengakuan mengejutkan disampaikan Martinus Laia Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan Dkppp Kabupaten Nias Barat kepada media pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

“Dokumen tidak ada sama kami, sama usaha ditanyakan,” ujar Kabid saat ditanya terkait hasil uji laboratorium babi ternak yang didatangkan Bumd pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Diduga Langgar 3 Aturan Sekaligus

Pernyataan pejabat tersebut diduga kuat melanggar ketentuan perundang-undangan:

1. Pp Nomor 47 Tahun 2014 Pasal 15 tentang lalu lintas hewan. Setiap pemasukan ternak wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan Skkh Dan Hasil Uji Laboratorium serta diserahkan ke dinas tujuan.
2.Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 Jo Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan Dan Kesehatan Hewan. Pejabat yang melepas hewan tanpa Skkh dapat dikenai sanksi pidana.
3. Permendesa Nomor 7 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Bumdes. Bumd yang menyalurkan ke Bumdes wajib menjamin legalitas dan kualitas ternak.

Dugaan Pembisnisan Daerah Dan Ancam Dana Desa

Skema pengadaan Bumd Ke Bumdes ini diduga menjadi celah pemborosan keuangan negara. Pasalnya dana yang digunakan berasal dari dua sumber, Apbd Untuk Modal Bumd dan Dana Desa Untuk Pembayaran Ke Bumd.

Tanpa dokumen, maka muncul 3 potensi kerugian:
1. Resiko Kesehatan : Penyebaran Asf ke ternak milik masyarakat
2. Resiko Keuangan : Dugaan Mark-Up harga karena tidak ada pembanding
3. Resiko Hukum: Bumdes wajib membayar ke Bumd meskipun ternak mati

Desakan Kepada Pemerintah Pusat Dan Provinsi Sumatera Utara

Masyarakat dan penggiat anti korupsi mendesak:
1. Menteri Pertanian Ri Dan Direktur Jenderal Peternakan segera membentuk tim audit ke Nias Barat
2. Gubernur Sumatera Utara mengevaluasi kinerja Dkppp Dan Direksi Bumd Nias Barat
3. Kementerian Desa Pdtt mengaudit aliran Dana Desa yang digunakan untuk membeli babi dari Bumd
4. Bpk Ri Dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengusut dugaan kerugian negara dan pembisnisan daerah

“Jika seorang Kabid berani berkata ‘dokumen tidak ada’, lalu siapa yang bertanggung jawab saat wabah meluas? Ini bukan sekadar kelalaian. Ini pembiaran yang berpotensi pidana,” tegas pengamat kebijakan publik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bumd Nias Barat belum memberikan keterangan resmi.

Warta.in akan terus mengawal kasus ini sampai ada tindakan tegas dari pemerintah pusat.

PAC PDI Perjuangan Bojong Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Beragam Lomba

0

Warta.in, Purwakarta — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, menggelar berbagai kegiatan dan perlombaan bersama masyarakat, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda PDI Perjuangan Kabupaten Purwakarta dalam menyemarakkan momentum kemerdekaan sekaligus mempererat hubungan antara partai, kader, dan masyarakat di wilayah Kecamatan Bojong.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bojong, Suyatmi, mengatakan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di masing-masing wilayah PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Purwakarta.

“Dalam momentum Hari Kemerdekaan ini, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bojong seperti biasa melestarikan budaya kebersamaan dengan menggelar berbagai macam perlombaan, seperti balap karung, joget balon, pukul air, dan berbagai lomba lainnya,” ujar Suyatmi.

Menurutnya, memasuki peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, semangat patriotisme harus terus dipelihara dan ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Nilai-nilai perjuangan para pahlawan, kata dia, harus menjadi teladan dan inspirasi bagi seluruh elemen bangsa dalam bertindak serta berperilaku.

“Patriotisme kita harus tetap teguh. Kita membutuhkan keteladanan yang dapat menjadi inspirasi dalam bertindak dan berperilaku melalui semangat perjuangan, demi merawat stabilitas bangsa. PDI Perjuangan akan selalu bersama rakyat,” tegasnya.

Suyatmi menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari instruksi organisasi yang disampaikan melalui DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purwakarta, sebagai tindak lanjut arahan DPP PDI Perjuangan dan DPD PDI Perjuangan Jawa Barat untuk menyelenggarakan kegiatan kemerdekaan bersama masyarakat.

“Ini merupakan instruksi dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purwakarta yang harus kita jalankan, sebagai tindak lanjut perintah DPP PDI Perjuangan dan DPD PDI Perjuangan Jawa Barat. Semuanya dilaksanakan bersama masyarakat dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan,” pungkas Ketua PAC Bojong.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purwakarta, Moch. Ramdani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bojong yang telah berinisiatif menggelar kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Ia mengajak seluruh kader dan masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana untuk memperkuat persatuan, semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Momentum 17 Agustus mari kita jadikan sebagai semangat untuk memperkuat persatuan dan gotong royong, serta mendorong kita untuk lebih berpartisipasi dan berkontribusi aktif bagi rakyat,” ungkap Moch. Ramdani.

Ia berharap, kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat, mempererat tali silaturahmi, serta semakin memperkuat kekompakan antara kader PDI Perjuangan dengan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, peringatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Bojong diharapkan mampu menjadi momentum untuk terus menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus memperkuat kedekatan partai dengan rakyat. (ds)