33.7 C
Jakarta
Selasa, Mei 19, 2026
Beranda blog

Berantas Narkoba Dan Jaga Rangkaian Strategis Kunker Kapolda SumSel

0

Warta In⠀

“EMPAT LAWANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat dukungan terhadap agenda strategis nasional melalui penguatan stabilitas keamanan, ketahanan pangan, dan pemberantasan narkotika dalam rangkaian kunjungan kerja Kapolda Sumsel di wilayah hukum Polres Empat Lawang, Selasa, 19 Mei 2026.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin langsung Apel Sabuk Kamtibmas bertema “Bersinergi Membangun Negeri” yang dipusatkan di Lapangan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. Kegiatan tersebut melibatkan 656 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga perangkat desa sebagai bentuk penguatan sinergitas lintas sektoral dalam menjaga keamanan wilayah.

Pelaksanaan apel terpadu ini menjadi bagian dari implementasi program Presisi Kapolri yang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Langkah tersebut juga selaras dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat fondasi keamanan dan ketahanan pangan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Selain penguatan aspek keamanan, Kapolda Sumsel bersama jajaran turut meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan menyalurkan sebanyak 1.000 paket bantuan sosial berupa kebutuhan pokok kepada masyarakat. Program intervensi ekonomi tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi daerah, serta memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap terjangkau.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, dilakukan pula pemusnahan barang bukti narkotika jenis ganja seberat 200 kilogram hasil pengungkapan ladang ganja seluas 20 hektare di kawasan Muara Pinang. Pemusnahan dilakukan secara terbuka sebagai bentuk transparansi penegakan hukum sekaligus komitmen tegas kepolisian dalam memutus rantai peredaran narkotika di Sumatera Selatan.

Kegiatan strategis ini memberikan dampak langsung terhadap penguatan ketahanan sosial dan stabilitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Empat Lawang. Kehadiran Gerakan Pangan Murah membantu menjaga daya beli masyarakat, sementara penguatan kamtibmas dan pemberantasan narkotika menjadi fondasi utama dalam menciptakan iklim investasi dan pembangunan daerah yang sehat dan berkelanjutan.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa keamanan merupakan syarat utama bagi keberhasilan pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

“Keamanan tidak dapat dibangun hanya oleh satu pihak, melainkan harus dijaga bersama seluruh komponen masyarakat agar pembangunan berjalan maju dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tegas Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Kapolda Sumsel juga menekankan bahwa pemberantasan narkotika harus dilakukan secara menyeluruh hingga ke akar jaringan melalui pendekatan penegakan hukum yang profesional dan berbasis Scientific Crime Investigation.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dalam kunjungan kerja tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam mendukung program pemerintah dan menjaga stabilitas daerah.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat, baik melalui penguatan stabilitas kamtibmas, pengendalian inflasi daerah, maupun penegakan hukum yang profesional dan transparan,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Rangkaian kunjungan kerja Kapolda Sumsel di Kabupaten Empat Lawang kemudian ditutup dengan peresmian Gedung Satreskrim dan Gedung Bhayangkari 38 Setia Polres Empat Lawang sebagai bagian dari penguatan sarana pelayanan publik dan operasional kepolisian di wilayah hukum Sumatera Selatan.

(Zulkifli/tim)

Perkuat Pengawasan Internal, Kanwil Ditjenpas Sumsel Gelar Sidak di Rutan Kelas I Palembang

0

Warta.In | Palembang – Dalam upaya memperkuat pengawasan internal serta mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan pemasyarakatan, Kepala Bidang Pengamanan dan Intelijen (Kabid Patnal) bersama anggota Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Rutan Kelas I Palembang pada Selasa (19/05/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia serta instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait penguatan pengawasan dan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan UPT Pemasyarakatan.

Dalam pelaksanaan sidak, tim melakukan pengecekan kehadiran seluruh pegawai guna memastikan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap jam kerja. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan badan dan barang bawaan pegawai sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan Rutan.

Pemeriksaan berlangsung secara humanis, tertib, dan sesuai prosedur dengan tetap mengedepankan prinsip pengawasan dan keamanan. Tim Patnal juga memberikan arahan kepada seluruh pegawai agar senantiasa menjaga integritas, meningkatkan disiplin kerja, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi Pemasyarakatan.

Kepala Rutan Kelas I Palembang, M. Rolan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung program zero HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba) di lingkungan Pemasyarakatan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh jajaran semakin meningkatkan kedisiplinan, integritas, serta komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif. Kegiatan sidak ini menjadi bentuk nyata penguatan pengawasan internal sekaligus komitmen jajaran Rutan Kelas I Palembang dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, aman, dan bebas dari peredaran barang-barang terlarang.

Kakanwil Ditjenpas Sumsel Pimpin Apel Kedisiplinan di Rutan Kelas I Palembang,Berikan Reward Yang Berprestasi

0

Warta.In | Palembang – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan memimpin apel kedisiplinan pegawai di Rutan Kelas I Palembang pada Selasa (19/05/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penguatan disiplin, integritas, dan komitmen jajaran pegawai Pemasyarakatan dalam menjalankan tugas dan fungsi secara profesional.

Apel yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Rutan Kelas I Palembang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia serta instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait peningkatan profesionalisme dan penguatan pengamanan di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.

Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah menekankan pentingnya menjaga disiplin, loyalitas, integritas, dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Seluruh pegawai juga diingatkan untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah memberikan apresiasi sekaligus reward kepada salah satu pegawai Rutan Kelas I Palembang, yakni Dewi Sartika, atas keberhasilannya menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang berupa handphone yang dibawa oleh pengunjung ke dalam lingkungan Rutan.

Pemberian reward tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, ketelitian, dan komitmen petugas dalam menjalankan tugas pengamanan serta mendukung program zero HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba) di lingkungan Pemasyarakatan.

Kepala Kantor Wilayah menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menjadi contoh positif bagi seluruh jajaran agar senantiasa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas tinggi demi menjaga marwah institusi Pemasyarakatan.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Palembang, M. Rolan, menyampaikan bahwa kegiatan apel kedisiplinan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kerja serta meningkatkan tanggung jawab seluruh pegawai dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.

“Disiplin dan integritas merupakan pondasi utama dalam pelaksanaan tugas Pemasyarakatan. Seluruh jajaran diharapkan terus menjaga profesionalisme dan menjauhi segala bentuk pelanggaran,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penguatan komitmen jajaran Rutan Kelas I Palembang dalam menciptakan lingkungan kerja yang disiplin, aman, dan berintegritas.

IWOI Karawang Minta Dinas Koperasi Telusuri Koperasi Supplier MBG Tanpa RAT

0

IWOI Karawang Minta Dinas Koperasi Telusuri Koperasi Supplier MBG Tanpa RAT

KARAWANG | Warta In Jabar – Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Karawang menyoroti dugaan adanya koperasi yang tidak sesuai aturan namun tetap menjalankan suplai bahan kebutuhan ke belasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karawang.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua IWOI Indonesia DPD Kabupaten Karawang, Selasa (19/5/2026), menyusul adanya sejumlah temuan di lapangan terkait dugaan keterlibatan koperasi yang dinilai belum memenuhi ketentuan sebagai supplier resmi.

Sebagai pengusaha sekaligus praktisi manajemen dan HRD, Ketua IWOI Indonesia DPD Karawang Syuhada Wisastra menilai tata kelola koperasi tidak boleh dijalankan secara asal-asalan, terlebih jika koperasi tersebut terlibat dalam rantai pasok program pemerintah yang menyangkut kebutuhan pangan dan kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, koperasi yang terlibat dalam rantai pasok SPPG MBG seharusnya merupakan koperasi yang jelas secara legalitas, punya kantor jelas, tertib administrasi, memiliki tata kelola yang baik, serta mampu mempertanggungjawabkan kualitas, harga, dan kontinuitas barang yang disuplai.

“Koperasi yang menjadi supplier SPPG MBG harus jelas. Jelas badan hukumnya, jelas pengurusnya, jelas administrasinya, jelas usahanya, dan jelas pertanggungjawabannya. Yang paling penting, koperasi harus berjalan berdasarkan keputusan rapat anggota. Jangan sampai koperasi yang tidak pernah rapat anggota, tidak pernah RAT, dan tidak pernah diputuskan oleh anggota, tiba-tiba tetap menjadi supplier program MBG,” ujar Ketua IWOI Indonesia DPD Kabupaten Karawang yang juga pernah jadi pengurus koperasi usaha pondokan.

Ia menegaskan, rapat anggota merupakan forum tertinggi dalam koperasi. Karena itu, setiap keputusan strategis, termasuk kerja sama sebagai supplier dalam program pemerintah, seharusnya dibahas dan diputuskan melalui mekanisme rapat anggota, bukan hanya keputusan sepihak pengurus atau kelompok tertentu.

“Dalam koperasi, rapat anggota adalah kekuasaan tertinggi. Jadi kalau koperasi mau mengambil kerja sama besar, apalagi menjadi supplier SPPG MBG, harus ada dasar keputusan rapat anggota. Tidak boleh hanya diputuskan oleh satu dua orang pengurus. Kalau tidak pernah rapat anggota, tidak pernah RAT, lalu mengatasnamakan koperasi, itu patut dipertanyakan,” tegasnya.

Menurutnya, Program MBG merupakan program besar pemerintah yang menyangkut kepentingan masyarakat, khususnya pemenuhan gizi anak-anak dan kelompok penerima manfaat. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut harus bekerja secara profesional, transparan, dan sesuai aturan.

“Kalau benar ada koperasi yang tidak sesuai aturan tetapi menjadi supplier ke belasan SPPG MBG, ini harus segera ditelusuri. Jangan dibiarkan. Ini menyangkut anggaran, kualitas bahan pangan, keamanan pangan, dan kepercayaan publik,” katanya.

Ketua IWOI Indonesia DPD Karawang juga meminta pihak pengawas SPPG tingkat kabupaten, dinas koperasi terkait, serta pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk segera melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap dugaan tersebut.

Menurutnya, pemeriksaan tidak cukup hanya sebatas administrasi permukaan. Pihak terkait perlu memastikan legalitas koperasi, status badan hukum, kepengurusan, pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), keputusan rapat anggota terkait kerja sama supplier, rekening koperasi, kapasitas usaha, pola transaksi, hingga kesesuaian harga barang yang disuplai ke SPPG MBG.

“Pengawas SPPG kabupaten dan dinas koperasi terkait harus turun langsung. Lakukan investigasi dengan baik, objektif, dan terbuka. Periksa legalitas koperasinya, RAT-nya, keputusan rapat anggotanya, rekeningnya, pengurusnya, alur barangnya, sampai harga pasokannya. Kalau memang tidak sesuai, hentikan dulu koperasi supplier tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan, koperasi pada prinsipnya memiliki peran penting dalam penguatan ekonomi masyarakat. Namun, peran tersebut harus dijalankan oleh koperasi yang sehat, legal, dan benar-benar melibatkan anggota, bukan koperasi yang hanya muncul untuk kepentingan proyek atau menjadi formalitas dalam rantai pasok program pemerintah.

“Kami mendukung koperasi dilibatkan dalam program MBG, tetapi koperasinya harus benar. Koperasi yang baik itu legal, transparan, menjalankan rapat anggota, melaksanakan RAT, punya anggota aktif, punya usaha nyata, dan tidak dikuasai oleh kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, IWOI Indonesia DPD Karawang mendorong agar seluruh proses pengadaan bahan pangan untuk SPPG MBG dilakukan secara transparan, akuntabel, dan mengutamakan kualitas. Menurutnya, jangan sampai program yang bertujuan mulia justru tercoreng oleh praktik yang tidak sesuai aturan.

“SPPG MBG ini harus dijaga bersama. Jangan sampai ada dugaan permainan supplier, markup harga, pinjam bendera koperasi, atau koperasi yang tidak jelas tetapi dipaksakan masuk ke sistem. Kalau ada indikasi seperti itu, harus segera dihentikan dan diperbaiki,” ujarnya.

IWOI Indonesia DPD Karawang juga mengingatkan bahwa pelibatan koperasi dalam program pemerintah harus menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat, bukan sekadar alat administrasi untuk memenuhi syarat formal.

“Kalau koperasi benar-benar sehat, tentu kita dukung. Tetapi kalau koperasi tidak jelas, tidak tertib, tidak pernah rapat anggota, tidak pernah RAT, dan tidak sesuai aturan, maka jangan diberi ruang untuk mengelola suplai ke SPPG MBG. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, dan kami akan lakukan audiensi ke koperasi-koperasi tersebut, SPPG dan dinas terkait” pungkasnya.

Kodam I/BB Percepat Pembangunan RTLH Milik Warga di Desa Bawadesolo

0

Warta.in Gunungsitoli — Satgas Karya Bakti Skala Besar Kodam I/Bukit Barisan terus mempercepat pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga di wilayah Koramil 01/Gunungsitoli, Kodim 0213/Nias, Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kesejahteraan masyarakat yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto.

Pembangunan RTLH ini milik Niat Syukurman Humendru yang berada di Desa Bawadesolo, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli. Rumah yang sebelumnya berukuran 3×6 meter kini dibangun menjadi 6×4 meter agar lebih layak, aman dan nyaman dihuni bersama keluarga.

Pada kegiatan hari ini, personel Satgas melaksanakan pemasangan kuda-kuda rumah dengan progres pengerjaan telah mencapai 55 persen. Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel Yonzipur I/DD, Yon TP 903/Baluse, Babinsa jajaran Kodim 0213/Nias serta dukungan masyarakat setempat.

Dalam pengerjaan RTLH tersebut, Satgas menggunakan berbagai material bangunan seperti batu, semen, batako, kayu dan pasir. Sementara peralatan kerja yang digunakan meliputi cangkul, sekop, arco, linggis, martil, ember, paku, gergaji hingga alat siku bangunan guna mendukung percepatan pembangunan di lapangan.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P. mengatakan program karya bakti skala besar ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kodam I/BB melalui kegiatan karya bakti terus berupaya hadir membantu masyarakat yang membutuhkan hunian layak. Program ini juga menjadi bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (RN)

Sumber: Pendam I/Bukit Barisan

Dari Limbah Jadi Berkah: Petani PALI Sulap Jerami Jadi Wadah Organik, Pendapatan Melesat Dua Kali Lipat

0
Warta.in//PALI, 19 Mei 2026 – Masalah tumpukan jerami sisa panen yang selama ini menjadi polusi asap di Desa Pengabuan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, kini berhasil diubah menjadi sumber pundi-pundi rupiah baru yang ramah lingkungan.
Melalui program Pertanian Mandiri Desa Tangguh (PERMATA) yang diinisiasi oleh Pertamina EP (PEP) Adera Field, para petani setempat kini mampu mengolah limbah pertanian tersebut menjadi produk bernilai jual tinggi seperti briket dan wadah makanan pengganti plastik.
Sarbeni, salah satu anggota Kelompok Tani Barokah, mengungkapkan bahwa sebelum program ini berjalan, setiap hektare sawah menghasilkan sekitar 4 ton limbah jerami yang biasanya langsung dibakar karena keterbatasan pengetahuan untuk mengolahnya.
“Jerami yang dulu cuma jadi sampah ternyata bisa bawa berkah. Ngebulnya enggak lagi di sawah, alhamdullilah ngebulnya di dapur soalnya pemasukan nambah,” ujar Sarbeni gembira.
Inovasi hijau ini membawa dampak ekonomi yang sangat signifikan.
Pendapatan rata-rata 60 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Barokah, KWT Selaras Alam, dan Taruna Tani melonjak tajam dari yang sebelumnya hanya Rp1,7 juta per bulan, kini mencapai Rp3,9 juta per orang per bulan. Angka ini berhasil melampaui standar upah minimum di Kabupaten PALI.
Selain mendongkrak kesejahteraan warga, program PERMATA juga membawa misi penyelamatan lingkungan. Praktik pengolahan jerami ini diperkirakan mampu memangkas emisi karbon hingga 18 ton CO2 per tahun akibat berkurangnya pembakaran lahan.
Wadah organik berbahan jerami yang diproduksi juga menjadi solusi nyata dalam menekan angka sampah plastik di Kabupaten PALI, yang menurut data KLHK 2024 mencapai 8.404 ton per tahun.
PEP Adera Field, yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, berkomitmen penuh dalam memberikan bantuan alat produksi serta pendampingan usaha secara komprehensif, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran mandiri.
Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Zona 4, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa Desa Pengabuan adalah bukti nyata bagaimana inisiatif lokal mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan kehadiran perusahaan menjadi pendorong bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi untuk mandiri melalui pemberdayaan berkelanjutan,” pungkasnya.

UANG NEGARA BANYAK TERPAKAI, HARGA GAS 3 KILOGRAM TETAP LIAR DI PASAR

0

UANG NEGARA BANYAK TERPAKAI, HARGA GAS 3 KILOGRAM TETAP LIAR DI PASAR; LEMBAGA PENGAWAL KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN KEADILAN SOROT KERJA DINAS PERINDAG MUKOMUKO

MUKOMUKO – Sebuah pertanyaan besar, mendasar, dan menggugah kesadaran publik kini mengemuka kuat di tengah masyarakat luas maupun kalangan lembaga-lembaga yang memiliki fungsi pengawasan jalannya pemerintahan dan kebijakan negara. Pertanyaan itu sederhana namun tajam penusuknya: untuk tujuan apa sesungguhnya anggaran negara yang diperuntukkan bagi pengawasan, pengendalian harga, dan pelaksanaan operasi pasar digelontorkan dalam jumlah yang sangat besar setiap tahunnya ke dalam kas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mukomuko? Dan untuk kepentingan apa pula para aparat serta petugas dinas terkait diketahui sibuk bergerak turun ke lapangan, berkeliling dari satu titik pasar ke titik lainnya, hampir setiap minggu melaksanakan inspeksi, jika pada kenyataan nyata yang dirasakan rakyat, harga barang kebutuhan pokok yang sangat vital dan bersifat bersubsidi, khususnya LPG tabung 3 kilogram atau yang lebih dikenal luas dengan sebutan gas melon, tetap saja dijual dengan harga yang sangat mahal, melambung tinggi, serta jauh sekali menyimpang dari ketentuan harga resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah?

Pertanyaan sekaligus kritik keras dan lugas ini disampaikan secara tegas, terbuka, dan berani oleh Ketua Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP KPK) Kabupaten Mukomuko, Bapak M. Toha, saat memberikan tanggapan mendalam menyoal kondisi harga barang bersubsidi yang hingga hari ini, nyaris tak ada perubahan berarti, masih terlihat liar, tidak teratur, dan tidak terkendali di pasaran maupun di tangan para pengecer yang melayani pembeli harian. Berdasarkan data hasil pemantauan yang akurat, lengkap, dan telah diverifikasi kebenarannya oleh tim lembaga tersebut di berbagai titik penyebaran barang, tercatat dengan jelas bahwa harga jual gas ukuran 3 kilogram di tingkat pedagang pengecer hingga saat ini rata-rata masih bertengger kokoh di angka yang sangat tinggi, yakni berkisar antara Rp35.000 hingga mencapai Rp45.000 rupiah per tabungnya. Padahal, jika kita merujuk pada ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diizinkan dan ditetapkan secara resmi oleh pemerintah, harganya seharusnya hanya berada di kisaran angka Rp18.000 hingga Rp19.000 rupiah saja. Selisih angka yang tercipta antara harga resmi dan harga di pasaran tersebut sangatlah jauh, sangat mencolok, sangat memberatkan daya beli masyarakat, dan ironisnya kondisi ini berlangsung terus-menerus tanpa ada perubahan berarti, meski sudah bertahun-tahun lamanya masalah ini menjadi keluhan utama rakyat kecil.

Hal yang kemudian menjadi sorotan tajam, perhatian serius, sekaligus titik berat kritikan dari lembaga pengawas ini adalah fakta nyata yang dapat dilihat oleh siapa saja, bahwa selama ini pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan diketahui sangat rutin, terjadwal, dan aktif melakukan kegiatan inspeksi mendadak atau sidak, serta pelaksanaan operasi pasar ke berbagai wilayah. Belum lagi jika kita menghitung besarnya anggaran negara yang telah dialokasikan dan dikeluarkan setiap tahunnya, yang diperuntukkan bagi biaya transportasi, biaya operasional lapangan, biaya pemeliharaan sarana, hingga gaji dan tunjangan para petugas pengawas yang jumlahnya tentu tidak sedikit dan diambil sepenuhnya dari uang rakyat. Akan tetapi, ironi terbesar yang terjadi adalah hasil nyata dari segala kegiatan, pengeluaran dana, dan kerja keras tersebut sama sekali tidak terlihat dampaknya di lapangan. Anggaran negara habis terserap habis, tenaga dan pikiran aparat terkuras, berkas-berkas laporan kegiatan menumpuk rapi di atas meja, namun harga barang kebutuhan rakyat tetap saja tinggi melambung, seolah tak tersentuh sama sekali oleh segala kebijakan dan upaya yang diklaim telah dilaksanakan.

“Kami mencatat dan mendata dengan rinci, hampir setiap bulan ada saja jadwal inspeksi mendadak atau sidak yang dilaksanakan. Setiap kali muncul keluhan dari masyarakat, atau setiap kali ada isu harga yang naik, langsung saja rombongan dinas turun ke lapangan. Anggaran besar yang disiapkan untuk kepentingan pengawasan ini pun habis terpakai sepenuhnya, biaya operasional keluar begitu saja, tapi jika ditanya apa hasil yang didapatkan? Jawabannya adalah nihil, nol besar, kosong sama sekali. Harga barang tidak turun sedikit pun, tidak berubah seujung kuku pun dari kondisi sebelumnya. Kalau begini caranya kerja dan pola pelaksanaannya, sama saja uang rakyat yang dikumpulkan lewat pajak itu terbuang percuma, tenaga aparat dihamburkan untuk hal yang tak berguna, kegiatan hanya seremonial belaka demi laporan, dan tumpukan berkas laporan kegiatan di kantor hanya menjadi kertas-kertas yang tak ada gunanya,” tegas Bapak M. Toha dengan nada suara yang terdengar penuh kekecewaan mendalam sekaligus ketegasan yang tak terbantahkan.

Lebih jauh menurut hasil pantauan, penelusuran, dan kajian mendalam yang telah dilakukan oleh tim LP KPK terhadap pola kerja yang dilaksanakan selama ini, metode dan cara kerja yang diterapkan dinilai sangat dangkal, hanya menyentuh permukaan saja, tidak mendasar, dan sama sekali tidak menyentuh hingga ke akar permasalahan yang sesungguhnya. Selama ini, kegiatan sidak atau operasi pasar itu tampak hanya sekadar datang sebentar, bertanya harga barang kepada pedagang, melihat sekilas jumlah stok barang yang ada, berfoto bersama di lokasi seolah-olah sedang bekerja keras, lalu setelah itu langsung beranjak pulang kembali ke kantor. Tidak ada langkah berani untuk membongkar jaringan-jaringan utama permainan harga, tidak ada tindakan tegas penyitaan barang yang diduga diselewengkan, tidak ada upaya serius untuk memutus rantai distribusi yang salah dan dimanipulasi, serta hampir tidak pernah ada pemberian sanksi berat dan mendidik yang mampu membuat para pelaku pelanggaran jera dan kapok. Akibatnya, begitu aparat dinas diketahui sudah pergi meninggalkan lokasi, harga barang langsung kembali naik tinggi lagi seperti sedia kala, berputar kembali ke kondisi semula tanpa ada perbaikan apa pun.

“Setiap kali selesai kegiatan sidak, selalu saja dikabarkan, diberitakan, dan dilaporkan bahwa kondisi harga aman, terkendali, dan sesuai aturan. Tapi sesungguhnya itu adalah bohong besar, itu adalah kepalsuan yang dilakukan di depan publik. Yang aman dan terkendali itu hanya saat petugas ada di depan mata saja, hanya saat petugas sedang berdiri di lokasi saja. Begitu punggung petugas sudah hilang dari pandangan, harga langsung melonjak tinggi lagi melewati batas. Ini sebenarnya sudah menjadi sandiwara publik yang dibiarkan berlangsung lama. Kami sangat mempertanyakan efektivitas kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Kalau anggaran negara sudah habis dikeluarkan, dana rakyat sudah dipakai, tapi hasil yang didapatkan nol besar dan jauh dari sasaran, berarti ada yang sangat salah di dalam sistem kerja, ada yang keliru di dalam strategi, atau bahkan ada hal-hal yang sengaja dibiarkan berjalan demi kepentingan pihak tertentu,” tambahnya lagi dengan nada tegas yang mengingatkan tanggung jawab besar pemegang amanah.

Kondisi ketidaktertiban harga yang terus berlangsung lama dan tak kunjung usai ini pun makin membebani beban hidup seluruh warga masyarakat, khususnya bagi kaum ibu rumah tangga yang sangat berhati-hati mengatur keuangan keluarga, maupun para pelaku usaha kecil dan pedagang kuliner yang sangat bergantung sepenuhnya pada ketersediaan gas bersubsidi ini untuk menopang kelangsungan usaha mereka. Keresahan yang mendalam kini mulai melanda hati mereka, kebingungan pun muncul: harus melapor dan mengadu ke pihak mana lagi, jika dinas yang memiliki wewenang, tugas pokok, dan fungsi utama untuk mengurus hal ini saja sudah sering turun ke lapangan, tapi masalah yang sama terus berulang dan tak kunjung selesai hingga kini.

“Tiap kali kami mendengar ada jadwal sidak atau operasi pasar, hati kami selalu berharap besar agar harga gas ini bisa turun, bisa kembali normal sesuai ketentuan. Namun sayang, harapan indah kami itu selalu berakhir dengan kekecewaan yang sama berulang kali. Kami melihat uang negara dipakai, waktu petugas habis, kendaraan dinas berjalan, tapi faktanya harga gas tetap saja dijual di angka Rp40.000-an lebih. Kalau keadaan begini terus berjalan tanpa ada perubahan, lebih baik dan lebih bermanfaat kiranya jika anggaran besar yang dikeluarkan untuk kegiatan sidak itu dialihkan saja langsung menjadi bantuan sosial kepada warga, daripada dipakai untuk kegiatan yang hasilnya nol seperti ini,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mewakili jutaan rasa kecewa masyarakat.

Menanggapi seluruh fenomena dan persoalan krusial ini, pihak LP KPK menegaskan dengan tegas bahwa lembaganya tidak akan tinggal diam, dan akan segera melakukan peninjauan ulang secara menyeluruh, rinci, dan mendalam terhadap kinerja organisasi, pola pelaksanaan tugas, hingga efektivitas penggunaan setiap rupiah anggaran negara yang ada di bawah pengelolaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mukomuko. Mereka juga mengingatkan dengan tegas dan lugas kepada seluruh jajaran pimpinan dinas terkait, bahwa tanggung jawab besar yang diemban bukanlah sekadar melaksanakan kegiatan rutin, mengisi jadwal kerja, atau membuat laporan administratif belaka, melainkan menjamin tercapainya hasil akhir yang nyata berupa harga barang yang terkendali, aman, dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Jika kegiatan sudah jalan terus, dana sudah dikeluarkan habis, namun sasaran dan tujuan utama tidak tercapai sama sekali, maka hal itu masuk ke dalam kategori kegagalan kinerja yang harus dipertanggungjawabkan.

“Kami meminta dan mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk segera mengubah strategi, mengubah pola pikir, serta mengubah cara kerja secara total. Jangan lagi melakukan sidak yang bersifat biasa, permukaan, dan seremonial saja. Lakukanlah langkah berani: bongkar pangkalan-pangkalan nakal yang suka memainkan harga, putuskan aliran distribusi barang yang terbukti diselewengkan, dan berikan sanksi berat yang mendidik bagi para pelanggar. Kalau memang tidak sanggup, tidak berani, atau ada halangan tertentu, sampaikan saja terus terang kepada publik, jangan terus-menerus memakan anggaran pengawasan yang besar namun hasilnya nol seperti ini. Masyarakat sudah semakin pintar dan tidak mau lagi mendengar alasan berbelit-belit, mereka hanya mau melihat satu hal nyata saja: harga barang turun dan terjangkau,” pungkas pernyataan tegas dari Ketua LP KPK tersebut.

Kini, seluruh mata masyarakat Kabupaten Mukomuko sedang menanti dengan penuh harap sekaligus rasa ragu, apakah peringatan keras, kritik tajam, dan teguran ini mampu mengubah total cara kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan ke arah yang lebih baik, lebih tegas, dan lebih bermanfaat bagi rakyat banyak. Atau sebaliknya, apakah anggaran pengawasan untuk tahun-tahun mendatang pun akan kembali habis terpakai sia-sia, berputar di tempat, tanpa ada hasil nyata yang dirasakan oleh masyarakat luas. Segala perkembangan penting terkait permasalahan vital ini akan terus kami pantau dan sampaikan kepada publik demi transparansi dan keadilan.

(TIM Redaksi)

Israel Diduga Tangkap 4 Jurnalis RI di Misi Global Sumud Flotilla 2026 Sekjen DPP PJS Minta Segera Bebaskan

0

Israel Diduga Tangkap 4 Jurnalis RI di Misi Global Sumud Flotilla 2026
Sekjen DPP PJS Minta Segera Bebaskan

Warta.in
Mataram,NTB AA– Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Pro Jurnalismedia Siber (DPP PJS), Abdul Rasyid Zaenal, mengecam keras dugaan penculikan terhadap lima warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza, Palestina.

Lima WNI tersebut terdiri dari empat jurnalis dan satu relawan kemanusiaan yang dilaporkan ditangkap oleh tentara Israel saat berada di perairan internasional.

Empat jurnalis yang terlibat dalam misi itu yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Rahendro Herubowo yang merupakan kontributor iNews TV. Sementara satu relawan lainnya adalah Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat.

“Kami dari DPP PJS mengecam keras tindakan tentara Israel terhadap empat jurnalis dan satu relawan Indonesia tersebut,” kata Abdul Rasyid Zaenal dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Pria Lombok yang akrab disapa Rasyid itu menilai tindakan yang dilakukan Tentara Israel terhadap para jurnalis dan relawan tersebut merupakan persoalan serius karena terjadi di wilayah perairan internasional yang tunduk pada aturan hukum internasional.

Menurutnya, apabila benar terjadi penangkapan atau penculikan di wilayah tersebut, tindakan itu tidak dapat dibenarkan dan harus mendapat perhatian serius dari komunitas internasional.

“Pembebasan segera menjadi tuntutan yang mutlak harus dipenuhi,” tegasnya.

Kelima WNI itu merupakan bagian dari rombongan pembawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza melalui misi Global Sumud Flotilla 2026. Misi tersebut melibatkan sejumlah kapal yang membawa relawan dari berbagai negara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya 10 kapal dilaporkan ditangkap militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur, pada Senin (18/5/2026).

Tercatat ada sembilan relawan asal Indonesia yang bergabung dalam misi tersebut. Dari jumlah itu, lima orang dikonfirmasi telah ditangkap, terdiri dari empat jurnalis dan satu relawan dari Rumah Zakat.(sr)

 

Kapolsek Selaparang Serahkan Jenazah Mahasiswi NDR kepada Keluarga, Kasus Dilimpahkan ke Satreskrim

0

Kapolsek Selaparang Serahkan Jenazah Mahasiswi NDR kepada Keluarga, Kasus Dilimpahkan ke Satreskrim

Warta.in
Mataram, NTB – Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi, SH., menghadiri proses penyerahan jenazah NDR dari pihak Rumah Sakit Bhayangkara Mataram kepada Polsek Selaparang, yang selanjutnya diserahkan kepada keluarga korban, Selasa (19/05/2026).

Penyerahan berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram dan diterima langsung oleh ayah kandung korban sebelum jenazah dibawa pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat.

Sebelumnya, NDR ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di wilayah Gomong, Kota Mataram, pada 17 Mei 2026 sekitar pukul 21.30 Wita. Setelah menerima laporan masyarakat, Polsek Selaparang bersama tim identifikasi langsung melakukan evakuasi dan penanganan awal di tempat kejadian perkara.

“Hari ini kami telah menyerahkan jenazah NDR kepada pihak keluarga yang diterima langsung oleh ayah korban. Selanjutnya jenazah dibawa pulang ke rumah duka di Kecamatan Jereweh,” ujar Kapolsek.

Dalam keterangannya, Kapolsek Selaparang juga mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan sementara menunjukkan adanya indikasi yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, termasuk hasil autopsi yang kami terima, terdapat dugaan yang mengarah pada unsur tindak pidana,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dugaan tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut melalui proses penyelidikan secara menyeluruh.

Untuk itu, seluruh penanganan perkara dan berkas terkait kasus tersebut telah dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram guna melanjutkan proses penyelidikan.

“Kasus ini telah kami serahkan ke Satreskrim Polresta Mataram untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut guna membuktikan dugaan unsur pidana tersebut,” tutupnya.(sr/hpm)

KCCCI bersama Percasi Menggelar Rapid Chess Tournament di Kemang Jakarta Selatan

0

Warta.in | Jakarta – Sebanyak 83 Pecatur muda dan 17 pecatur junior peringkat nasional mengikuti pertandingan catur Rapid Chess Tournament yang diselenggarakan oleh Kalibata City Chess Club Indonesia (KCCCI) didukung PERCASI (Persatuan Catur Seluruh Indonesia). Tournament catur yang digelar di kawasan Kemang Jakarta Selatan, dengan dibagi menjadi dua kategori kelompok usia yaitu kelompok usia 7 hingga 15 tahun, Sabtu (16/5/2026).

Alfon selaku Ketua Panitia Rapid Chess Tournament mengatakan bahwa kegiatan turnamen catur kali ini diikuti oleh 100 pecatur junior, 17 pecatur diantaranya merupakan pecatur junior peringkat nasional yang berasal dari berbagai club catur di Jabodetabek.

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar dan mendapat antusias yang sangat bagus. Saya berharap para pecatur junior dapat meningkatkan prestasinya dengan baik lagi agar bisa tampil di tingkat nasional dan internasional. Setelah ini, kami juga akan menyelenggarakan event tambahan yang akan digelar di Kalibata City,”katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Laode Rahman selaku Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) pun menegaskan bahwa tournament ini diselenggarakan oleh KCCCI, Percasi, dan didukung Se’Indonesia dengan melibatkan Chess Organizer yang didirikan oleh Laode bersama isterinya. Menurutnya, tournament ini sebagai edukasi bermain catur cepat bagi para pecatur junior dari berbagai club.

“Dalam tournament ini, Percasi ingin mengedukasi adik-adik kita yang rata-rata sering bermain pada tournament yang saya selenggarakan hampir setiap bulan dengan harapan adik-adik junior dapat berkembang lebih baik lagi, sebagai persiapan di kejuaraan tingkat daerah maupun nasional,”tegasnya.

Sementara itu, Almagro, salah satu peserta catur junior yang memiliki peringkat 1 dalam kejuaraan daerah tahun 2025 mengaku senang mengikuti turnamen tersebut. Ia berharap agar ke depan lebih banyak lagi turnamen untuk kelompok umur.

“Saya senang mengikuti turnamen seperti ini. Semoga ke depan makin banyak turnamen-turnamen seperti ini untuk kelompok umur agar para pecatur junior bisa berkembang lebih baik lagi,”tutupnya.

#Kalibata City Chess Club Indonesia (KCCCI)

#Media Partners Kalibata City Chess Club Indonesia (KCCCI)