30.3 C
Jakarta
Rabu, Juni 3, 2026
Beranda blog

Danrem 044/Gapo Hadiri Tradisi dan Serah Terima Jabatan Danyonarmed 15/Cailendra

0

Warta.In | Palembang – Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 044, Ibu Vera Khabib Mahfud, menghadiri acara Tradisi dan Serah Terima Jabatan Komandan Batalyon Armed 15/Cailendra yang berlangsung di Lapangan Serbaguna Yonarmed 15/Cailendra, Jalan Raya Sungai Tuha Km. 28, Martapura, Kab. Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, Selasa (2/6/2026).

Upacara Serah Terima Jabatan dan Tradisi Korps Komandan Yonarmed 15/Cailendra dipimpin langsung oleh Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A. Jabatan Danyonarmed 15/Cailendra secara resmi diserahterimakan dari Letkol Arm Hari Karyadi, S.E., kepada Letkol Arm Muriadi, S.I.P.

Dalam amanatnya, Pangdam II/Sriwijaya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Letkol Arm Hari Karyadi, S.E., beserta istri atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama memimpin Yonarmed 15/Cailendra. Pengalaman dan prestasi yang telah diraih diharapkan menjadi bekal berharga dalam mengemban tugas di satuan yang baru.

Kepada pejabat baru, Letkol Arm Muriadi, S.I.P., beserta istri, Pangdam II/Sriwijaya mengucapkan selamat atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh pimpinan TNI Angkatan Darat, bangsa, dan negara. Pangdam menegaskan pentingnya peran seorang istri dalam mendukung tugas suami serta menjaga semangat dan moril keluarga guna menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas.

Menghadapi dinamika tugas Kodam II/Sriwijaya yang semakin kompleks, Pangdam II/Sriwijaya menginstruksikan Danyonarmed 15/Cailendra yang baru untuk segera melaksanakan orientasi tugas dan memahami secara mendalam karakteristik satuan, personel, materiil, serta alutsista meriam yang menjadi tanggung jawabnya. Selain itu, Danyon yang baru diharapkan terus meningkatkan kesiapan operasional dan pembinaan satuan melalui program latihan yang bertahap, bertingkat, dan berlanjut guna mewujudkan prajurit Artileri Medan yang profesional, tangguh, dan modern.

Sementara itu, melalui Penrem, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., menyampaikan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI AD dalam rangka pembinaan personel dan satuan agar semakin profesional dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.

“Serah terima jabatan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk melanjutkan estafet pengabdian dan meningkatkan kualitas satuan,” kata Danrem.

Tradisi korps yang dilaksanakan menjadi simbol penghormatan dan kesinambungan kepemimpinan dalam menjaga kehormatan, loyalitas, dan profesionalisme satuan Artileri Medan.

Polda Sumsel Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga melalui Jembatan Merah Putih di OKI

0

Warta.In | OKI — Polda Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional melalui peresmian Jembatan Merah Putih yang menjadi akses vital masyarakat di Desa Pematang Buluran, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Infrastruktur yang dibangun secara gotong royong tersebut diresmikan pada Selasa, 2 Juni 2026, sebagai bagian dari implementasi program Polri Presisi yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Peresmian jembatan dipimpin langsung oleh Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mewakili Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. Kegiatan tersebut turut dihadiri Pejabat Utama Polres OKI, Kepala Desa Pematang Buluran, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat yang selama ini menjadi pengguna utama akses penghubung tersebut.

Jembatan Merah Putih dibangun selama kurang lebih dua bulan melalui kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat. Infrastruktur tersebut memiliki panjang 13,30 meter, lebar 1,50 meter, ketebalan lantai 12 sentimeter, serta dilengkapi pegangan pengaman setinggi 1 meter. Kehadirannya menjadi jalur penghubung utama antara Desa Pematang Buluran dengan sejumlah desa di sekitarnya, antara lain Desa Danau Ceper, Desa Sungai Keli, dan Desa Kotadaro II.

Pembangunan jembatan ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pemerataan infrastruktur hingga ke wilayah pedesaan. Selain memperkuat konektivitas antarwilayah, keberadaan jembatan tersebut juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi, akses pendidikan, serta pelayanan sosial masyarakat.

Sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus menempuh jalur yang lebih jauh dan berisiko, terutama saat musim hujan. Kini, warga dapat melakukan mobilitas dengan lebih aman dan efisien. Anak-anak sekolah yang setiap hari menuju sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di wilayah Kecamatan SP Padang juga memperoleh akses yang lebih mudah dan aman.

Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih merupakan bentuk nyata kehadiran Polri yang tidak hanya menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Jembatan ini bukan sekadar sarana penyeberangan, tetapi menjadi penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan serta menjaga fasilitas ini dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H.

Lebih lanjut, pembangunan infrastruktur berbasis gotong royong tersebut mencerminkan semangat kebersamaan antara Polri dan masyarakat dalam membangun daerah. Sinergi seperti ini dinilai menjadi salah satu modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa program Jembatan Merah Putih merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi yang mengedepankan kehadiran nyata institusi kepolisian dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Polda Sumatera Selatan berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Kehadiran Jembatan Merah Putih ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat karena mampu mempercepat akses pendidikan, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat pedesaan.

Selama pelaksanaan kegiatan peresmian berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Polda Sumatera Selatan memastikan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat akan terus diperkuat guna mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Melalui pembangunan Jembatan Merah Putih ini, Polda Sumsel kembali menegaskan bahwa semangat pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum dan pemeliharaan kamtibmas, tetapi juga melalui kontribusi nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat fondasi pembangunan nasional dari tingkat desa.

BHABINKAMTIBMAS POLSEK GELUMBANG CEK TANAMAN JAGUNG KETAHANAN PANGAN, SIAP PANEN DALAM WAKTU DEKAT

0

Warta.In | Muara Enim – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Gelumbang Bripka Azhari melaksanakan pengecekan tanaman jagung binaan Polsek Gelumbang di Desa Gumai, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Selasa (2/6/2026).

Pengecekan dilakukan pada lahan milik Mursalin, warga Desa Gumai, dengan luas sekitar 1,5 hektare. Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, tanaman jagung tersebut telah berumur 104 hari dan diperkirakan akan memasuki masa panen dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tanaman terlihat tumbuh dengan baik dan diharapkan mampu memberikan hasil panen yang optimal.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Gelumbang Iptu I Gede Putu Surya Wibawa Putra, S.Tr.K., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

“Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kami terus melakukan pendampingan, monitoring, serta memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus memanfaatkan lahan produktif untuk kegiatan pertanian. Program ini diharapkan dapat membantu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian warga,” ujar Kapolsek.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Polsek Gelumbang akan terus mendorong pengembangan tanaman jagung pipil di wilayah hukumnya. Namun demikian, masih terdapat kendala yang dihadapi petani, terutama terkait pemasaran hasil panen dan harga jual yang menguntungkan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar hasil pertanian masyarakat dapat terserap dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi petani.

Curi 13 Tandan Sawit di Kebun PTPN IV, Pemuda 27 Tahun Diamankan Security

0

Warta.In | Muara Enim – Seorang pemuda berinisial J (27), warga Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, diamankan setelah diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan berupa tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik PTPN IV Regional 7 Kebun Suli.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Gunung Megang AKP KMS Erwin, S.H., M.H. menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di Afdeling I Blok 402 areal PTPN IV Regional 7 Kebun Suli, Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku bersama seorang rekannya berinisial Y yang saat ini masih dalam pencarian, diduga memanen buah kelapa sawit secara ilegal menggunakan egrek yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah berhasil memanen sebanyak 13 tandan TBS dengan berat sekitar 330 kilogram, hasil panenan tersebut disembunyikan di bawah pohon sawit untuk kemudian diangkut keluar areal kebun pada malam hari.

Saat kedua pelaku kembali ke lokasi sekitar pukul 22.00 WIB untuk mengangkut hasil curian, tim patroli keamanan PTPN IV yang sebelumnya melakukan pemantauan langsung melakukan penyergapan. Dalam aksi tersebut, pelaku J (27) berhasil diamankan, sedangkan rekannya berinisial Y melarikan diri dan kini masih diburu petugas.

Motif pelaku diduga karena ingin memperoleh keuntungan ekonomi dengan menjual buah kelapa sawit hasil curian. Aksi tersebut dilakukan secara terencana dengan memanen, menyimpan sementara hasil panen di lokasi kebun, lalu mengangkutnya pada malam hari guna menghindari pengawasan petugas.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa 13 tandan buah kelapa sawit, satu karung warna putih berkapasitas sekitar 50 kilogram, serta satu bilah egrek sepanjang kurang lebih empat meter yang digunakan untuk memanen buah sawit. Akibat kejadian tersebut, pihak PTPN IV mengalami kerugian sekitar Rp808.500.

Saat ini penyidik Polsek Gunung Megang masih melengkapi berkas perkara dengan memeriksa saksi-saksi dan tersangka. Pelaku dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Personel Sat Intelkam Polres Ogan Ilir Ikuti Pelatihan Petugas Pendataan Sensus Ekonomi 2026

0

Warta.In | Palembang – Dalam rangka mendukung suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026, personel Sat Intelkam Polres Ogan Ilir mengikuti kegiatan Pelatihan Petugas Pendataan Sensus Ekonomi Tahun 2026 yang dilaksanakan di Hotel Emilia Palembang, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh KBO Sat Intelkam dan Kanit 2 Sat Intelkam Polres Ogan Ilir bersama peserta lainnya yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala BPS Ogan Ilir, Sukendro Suryo Wiguno, S.ST.

Dalam sambutannya, Kepala BPS Ogan Ilir menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional yang bertujuan untuk mendata seluruh jenis usaha yang ada di Indonesia. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.

Pada kesempatan tersebut, BPS Ogan Ilir juga meminta dukungan dari Polres Ogan Ilir dalam pelaksanaan pendataan di lapangan, khususnya apabila petugas sensus menghadapi kendala atau permasalahan dengan masyarakat maupun pelaku usaha yang menjadi objek pendataan.

Keikutsertaan personel Polres Ogan Ilir dalam kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara Polri dan BPS guna mendukung kelancaran pelaksanaan program strategis nasional. Selain itu, kehadiran Polri diharapkan dapat membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama proses pendataan berlangsung.

Kegiatan pembukaan pelatihan berakhir sekitar pukul 15.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Selanjutnya, para peserta mengikuti rangkaian materi pelatihan yang disampaikan oleh para narasumber dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ke depan.

*Humas res oi*

ANTISIPASI GANGGUAN KEAMANAN DAN MASUKNYA BARANG TERLARANG, POLRES OGAN ILIR LAKSANAKAN RAZIA RUANG TAHANAN

0

Warta.In | OGAN ILIR – Dalam rangka memastikan keamanan ruang tahanan serta mencegah masuknya barang-barang terlarang, Polres Ogan Ilir melaksanakan kegiatan razia dan pemeriksaan ruang tahanan pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 08.40 WIB di Ruang Tahanan Polres Ogan Ilir.

Kegiatan razia dipimpin oleh Kasi Propam Polres Ogan Ilir AKP Hulman Manurung bersama Kasat Tahti IPTU L.T. Silaban, didampingi Piket Padal IPDA Robertus Marwa serta diikuti oleh seluruh personel piket fungsi Polres Ogan Ilir.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap seluruh ruang tahanan serta mengecek kondisi para tahanan yang saat ini berjumlah 25 orang, terdiri dari 6 tahanan Sat Reskrim, 14 tahanan Sat Resnarkoba, dan 5 tahanan kasus PPA/PPO.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh tahanan berada dalam kondisi sehat, lengkap, dan tidak ditemukan adanya barang-barang berbahaya maupun benda terlarang yang tidak diperbolehkan berada di dalam ruang tahanan. Selain itu, kondisi ruang tahanan terpantau aman dan terkendali.

Kegiatan razia ini merupakan langkah preventif yang rutin dilaksanakan guna menjaga keamanan, ketertiban, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di lingkungan ruang tahanan Polres Ogan Ilir.

Dengan adanya pemeriksaan dan pengawasan secara berkala, diharapkan situasi keamanan di ruang tahanan tetap kondusif serta seluruh prosedur pengamanan tahanan dapat berjalan dengan optimal.

*HUMAS RES OI*

*Strategi Politik Presiden Prabowo: Menyelamatkan Program MBG dan Memperkuat Posisi Menjelang 2029*

0

Strategi Politik Presiden Prabowo: Menyelamatkan Program MBG dan Memperkuat Posisi Menjelang 2029

JAKARTA, 3 Juni 2026 – Dinamika politik dan kebijakan pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus menjadi sorotan tajam para pengamat, terutama terkait pola pengelolaan program-program unggulan yang bersifat populis dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu analisis paling mendalam dan komprehensif disampaikan oleh Pengamat Politik yang juga mantan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia periode 2014–2024, Dr. Fachrul Razi. Dalam pandangannya, gaya kepemimpinan yang diterapkan Presiden Prabowo bukanlah tindakan kebetulan semata, melainkan sebuah strategi politik yang matang, terukur, dan dirancang dengan perhitungan jangka panjang guna menjaga keberlanjutan program serta memperkokoh posisi politik di kancah nasional.

Dr. Fachrul Razi menjelaskan bahwa terdapat pola yang konsisten dan jelas terlihat dalam cara Presiden Prabowo mengeksekusi kebijakan-kebijakan besar negara. Berdasarkan pengamatan dan kajian mendalam yang dilakukannya, tampak adanya kecenderungan kuat di mana Presiden sengaja membiarkan berbagai dinamika, kendala, maupun persoalan muncul dan berkembang pada tahap awal pelaksanaan program. Hal ini bukan berarti kurangnya perhatian atau pengawasan, melainkan bagian dari skenario yang disusun dengan cermat. Setelah persoalan teridentifikasi dan dirasakan dampaknya oleh publik, barulah Presiden turun tangan secara langsung dan tegas mengambil peran sebagai sosok “penyelamat” yang hadir untuk membereskan segala permasalahan yang ada. Langkah ini, menurut Fachrul, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kerangka kerja politik yang bertujuan memperkuat legitimasi kekuasaan sekaligus meraih simpati rakyat seluas-luasnya, khususnya dalam persiapan menuju Pemilihan Presiden tahun 2029 mendatang.

“Keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau yang dikenal luas dengan singkatan MBG, menjadi indikator utama yang akan sangat menentukan tingkat elektabilitas Presiden Prabowo Subianto pada kontestasi politik tahun 2029 nanti. Program ini bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan cerminan nyata komitmen negara terhadap kesejahteraan rakyat,” tegas Dr. Fachrul Razi, alumni Jurusan Ilmu Politik Universitas Indonesia yang dikenal memiliki ketajaman analisis dalam membaca arah kebijakan pemerintahan.

Dalam penjelasannya yang disampaikan saat menjadi narasumber dalam sebuah tayangan podcast, Fachrul menekankan bahwa Presiden Prabowo adalah sosok yang sangat memahami betul selera dan harapan masyarakat. Beliau memiliki kemampuan luar biasa dalam menciptakan popularitas pada setiap isu maupun kebijakan yang digulirkan, terutama program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar rakyat. Di antaranya adalah program Makan Bergizi Gratis, pembangunan dan pengembangan Sekolah Rakyat, hingga pendirian dan pengelolaan Koperasi Merah Putih yang digalakkan di seluruh pelosok tanah air. Program-program ini dipilih dan dirancang karena nilai-nilai positif yang melekat di dalamnya, serta dukungan luas yang datang dari berbagai lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, Fachrul Razi menambahkan bahwa fokus utama Presiden saat ini tertuju pada satu hal mendasar: memastikan segala langkah, aksi, dan pelaksanaan program-program populis tersebut benar-benar berjalan dan terwujud nyata di lapangan. Berbagai kekurangan yang mungkin terjadi dalam tata kelola, kendala birokrasi, maupun hambatan teknis yang kerap muncul dalam tahap penerapan, dipandang sebagai risiko yang dapat dikelola dan justru memiliki nilai strategis tersendiri. Menurut pandangannya, dinamika negatif seperti dugaan penyalahgunaan anggaran, ketidaktepatan sasaran, atau penyelewengan yang dilakukan oknum, bukanlah akhir dari segalanya, melainkan justru akan menjadi panggung politik yang sangat menguntungkan bagi Presiden Prabowo untuk menegaskan wibawa dan kepemimpinannya.

“Ketika muncul masalah di lapangan—entah itu persoalan dalam penyaluran bantuan program MBG, kendala operasional di Sekolah Rakyat, atau ketidakberesan dalam pengelolaan Koperasi Merah Putih—Presiden Prabowo akan memosisikan dirinya sebagai eksekutor utama yang turun tangan membereskan segala kekacauan tersebut. Beliau tidak akan bekerja sendiri; Presiden akan melibatkan sepenuhnya aparat penegak hukum, mulai dari Kejaksaan Agung, Kepolisian Republik Indonesia, hingga Tentara Nasional Indonesia, untuk bertindak tegas dan menindak siapa saja pihak yang terbukti merusak, mengganggu, atau menyelewengkan program-program yang telah disusun demi kepentingan rakyat,” urai Fachrul secara rinci dan jelas.

Konsep kepemimpinan yang dikenal dengan istilah the strong leadership atau kepemimpinan yang kokoh dan berwibawa ini, dinilai sengaja dibangun dan ditampilkan secara konsisten. Tujuannya adalah untuk membuktikan kepada seluruh elemen masyarakat bahwa Presiden berdiri tegak dan kokoh sebagai pembela hak-hak rakyat, yang berani bertindak melawan dan menindak siapa saja—termasuk mereka yang berada di lingkaran kekuasaan—yang berusaha mengambil keuntungan pribadi di atas kepentingan umum. Kekuatan strategi ini, menurut Fachrul, juga ditunjang oleh jaringan dan informasi intelijen yang sangat kuat dan lengkap yang dimiliki oleh Presiden. Hal ini sangat wajar mengingat banyaknya elemen pendukung dan orang-orang kepercayaan yang tersebar di berbagai sektor dan jenjang pemerintahan, sehingga setiap perkembangan dapat terpantau dengan baik.

Kendati demikian, Dr. Fachrul Razi menggarisbawahi bahwa keberhasilan dan efektivitas dari seluruh skenario politik ini sangat bergantung pada pemilihan momentum yang tepat serta hasil evaluasi nyata yang dapat dirasakan masyarakat di masa mendatang. Tidak ada strategi yang berjalan secara otomatis tanpa dukungan hasil kinerja yang baik.

“Kita lihat dan amati saja perkembangannya ke depan. Tujuan jangka panjangnya tentu sangat jelas, yakni menjaga dan mengokohkan posisi politik hingga tahun 2029 nanti. Pertanyaannya adalah, apakah momentum penegakan hukum yang tegas ini, serta evaluasi menyeluruh yang dilakukan, akan berhasil mendongkrak kembali tingkat kepercayaan dan elektabilitas beliau di mata rakyat? Jika langkah-langkah ini dinilai berdampak baik bagi posisi politik dan kinerja pemerintahan, Presiden akan mengeksekusinya dengan sangat cepat, tepat, dan tanpa ragu sedikit pun,” ungkap Fachrul, menggambarkan ketegasan gaya kerja yang melekat pada sosok Prabowo Subianto.

Menurut pandangan pengamat politik ini, sikap tegas dan konsisten yang ditunjukkan Presiden ini menjadi pelajaran besar dan sangat penting bagi siapa saja pejabat atau petugas yang dipercaya oleh Istana Negara untuk mengelola dan menjalankan program-program strategis pemerintah. Di bawah kepemimpinan ini, setiap amanah yang diberikan memiliki konsekuensi yang jelas: apabila berhasil melaksanakan tugas dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat, maka jenjang karir dan kepercayaan yang diterima akan semakin meningkat pesat. Namun, sebaliknya, jika gagal, lalai, atau terbukti melakukan penyimpangan, maka ketersinggiran dari jabatan adalah konsekuensi yang siap diterima dalam waktu yang sangat singkat dan tanpa pertimbangan lain.

“Tidak ada ruang bagi kegagalan atau permainan kotor dalam program-program besar yang menjadi nafas kehidupan rakyat. Siapa saja yang diberi tanggung jawab, harus paham aturan mainnya: berprestasi akan diangkat tinggi, berkhianat atau gagal akan disingkirkan seketika. Itulah harga diri dan ketegasan kepemimpinan yang sedang dibangun,” tutup Dr. Fachrul Razi dengan nada yang tegas dan lugas, menegaskan kembali arah politik yang sedang berjalan.

(TIM REDAKSI)

Polres Metro Bekasi Kota Beberkan Kasus Tewasnya Balita 2 Tahun, Pelaku Diduga Alami Gangguan Kejiwaan

0

warta.in Bekasi ◊ Rabu, 03 Juni 2026

BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota gelar ungkap kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban secara tragis di wilayah Jatisampurna. Peristiwa memilukan ini menimpa seorang balita laki-laki berinisial MAJ yang baru menginjak usia 2 tahun 9 bulan. Korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan di kawasan Jalan Cekrok, Gang Saijak, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, pada Rabu (27/5/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Pihak kepolisian telah menetapkan paman kandung korban, seorang pemuda berinisial SGK (18), sebagai terduga pelaku tunggal.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro dalam konferensi Pers di Mapolres, Rabu (3/6/2026) mengatakan tragedi berdarah ini pertama kali bergolak saat saksi saudari M (58), yang merupakan ibu kandung pelaku sekaligus nenek korban, baru saja kembali dari bepergian membeli kebutuhan membuat kue. Saat memasuki rumah kontrakan, saksi dikejutkan dengan kondisi pintu kamar yang terbuka lebar. Di dalam kamar tersebut, saksi mendapati cucunya, MAJ, sudah dalam kondisi bernyawa dengan luka fatal di bagian kepala akibat hantaman senjata tajam. Sementara terduga pelaku SGK juga ditemukan tergeletak bersimbah darah di samping korban dengan luka robek di bagian mulut dan dada, ditemani sebilah pisau dapur di lokasi kejadian.

Saksi yang panik langsung berteriak meminta pertolongan kepada putranya yang tinggal di kamar lantai atas, yang kemudian bergegas turun bersama warga sekitar untuk mengevakuasi pelaku serta korban. Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan interogasi, pelaku SGK diduga kuat melancarkan aksi keji tersebut seorang diri. Polisi juga mendapati pengakuan awal bahwa pelaku sempat menghantamkan pisau ke arah kepala korban terlebih dahulu, hingga membuat mata pisau tersebut melengkung akibat membentur kerasnya tulang batok kepala sang balita.

Dari hasil pendalaman latar belakang keluarga, korban MAJ selama ini memang dititipkan dan diasuh oleh neneknya karena ibu kandung korban bekerja di luar dan sudah tidak tinggal serumah. Mirisnya, keterangan dari pihak keluarga mengungkap bahwa korban sebelumnya juga sempat mengalami tindakan kekerasan fisik, di mana balita malang tersebut pernah diseret oleh pelaku SGK. Di sisi lain, polisi menemukan adanya indikasi kuat bahwa pelaku mengalami masalah kejiwaan. “Ada dugaan gangguan mental pada pelaku, namun untuk kepastian medisnya kami masih harus menunggu hasil pemeriksaan psikologis mendalam yang diperkirakan keluar dalam waktu 14 hari,” jelas Kapolres Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro.

Saat ini, tersangka SGK masih menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit akibat luka di dada dan mulutnya di bawah pengawalan ketat kepolisian, sambil menunggu surat kelayakan pemeriksaan dari tim dokter. Atas perbuatan tidak berperikemanusiaan tersebut, penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, subsider Pasal 456 Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP baru. Tersangka terancam sanksi pidana berat berupa hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

(Alpin A.S)

Lewat Program JALUR, Polres Meranti Salurkan Sembako dan Dukung Pendidikan Anak Pesisir

0

MERANTI – Polres Kepulauan Meranti Melaksanakan Kegiatan Program Jelajah Riau Untuk Rakyat (JALUR) terhadap masyarakat Pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (02/06/2026).

Sat Polairud melaksanakan kegiatan Program jalur Sambang Nusa menyambangi masyarakat pesisir memberikan edukasi serta bantuan berupa sembako dan kesehatan di Desa Sokop Kecamatan Rangsang Pesisir.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasat Polairud Polres Meranti Iptu Abdul Roni, bersama unsur Satintelkam, Satbinmas, Sie Humas dan Sie Dokes Polres Kep Meranti.

Adapun sasaran utama program tersebut yakni masyarakat kurang mampu di daerah pesisir serta anak-anak pesisir yang membutuhkan perhatian dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Kasat Polairud Polres Meranti Iptu Abdul Roni, mengatakan kegiatan tersebut turut memberi bantuan sembako terhadap masyarakat pesisir yang terdampak miskin extreme sebanyak enam (6) orang penerima bantuan sembako dengan rincian Paket Sembako sebanyak 6 Karung beras Premium 5 kg, 3 papan telor dan 6 bungkus Minyak goreng.

Selain itu juga kegiatan program Pustaka Terapung kepada anak-anak pesisir Desa Sokop memberikan pemahaman dan pengetahuan serta memberikan kesadaran kepada anak anak pesisir penting nya pendidikan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan.

Sat Polairud juga memberikan berupa bantuan pendidikan kepada anak anak pesisir untuk meningkatkan semangat kepada anak anak pesisir untuk pergi ke sekolah, sebanyak 1 pack buku, 1 kotak pena, 1 kotak pensil.

“Program ini hadir sebagai bentuk kepedulian Polres Meranti terhadap masyarakat di wilayah perairan dan pesisir yang sulit dijangkau, sehingga kehadiran negara benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.”ungkapnya.

Dengan adanya Program Jalur yang di luncurkan oleh Bapak Kalpoda Riau untuk menjangkau masyarakat pesisir yang terisolir merasa terbantu dengan hadir nya Polisi ditengah masyarakat dengan memberikan bantuan kepada masyarakat pesisir, bansos dan pelayanan masyarakat serta pengecekan kesehatan.

Kegiatan ini menggambarkan strategi komunikasi Polri yang mengarah pada pendekatan humanis, solutif, dan kolaboratif. Polres Kepulauan Meranti tidak hanya membina keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun hubungan emosional dan sosial yang erat sebagai bukti nyata _Polri untuk masyarakat_.

Ia juga menjelaskan Program JALUR (Jelajah Riau untuk Rakyat) merupakan program kemanusiaan dan pelayanan sosial yang digagas oleh Polda Riau untuk membantu masyarakat pesisir yang selama ini berada jauh dari akses pelayanan kesehatan, pendidikan maupun bantuan sosial pangan.

Kegiatan berakhir sekira pukul 16.30 Wib, Selama kegiatan berlangsung situasi terdapat dalam keadaan aman dan terkendali.

( Rilis Humas Polres Meranti)

DPC Repdem Purwakarta Soroti Keras Kinerja Korwil SPPG

0

Warta.in, Purwakarta – Ketua DPC Repdem Kabupaten Purwakarta, Asep Yadi Rudiana atau yang akrab disapa Asep Bentar, menyoroti kinerja Koordinator Wilayah (Korwil) yang dinilai kurang responsif dalam membangun koordinasi dan komunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun DPRD Kabupaten Purwakarta.

Menurut Asep Bentar, keberadaan Korwil seharusnya menjadi jembatan komunikasi dan koordinasi antarinstansi guna mendukung kelancaran pelaksanaan berbagai program pemerintah. Namun, dalam praktiknya, ia menilai koordinasi yang diharapkan belum berjalan optimal.

“Kami melihat Korwil saat ini sulit diajak berkoordinasi dan berkomunikasi, terutama terkait kebutuhan data-data SPPG yang dibutuhkan oleh OPD maupun DPRD Kabupaten Purwakarta. Padahal data tersebut sangat penting sebagai dasar perencanaan, pengawasan, dan pengambilan kebijakan,” ujar Asep Bentar.

Ia menegaskan, minimnya keterbukaan informasi dan lemahnya koordinasi dapat berdampak pada terhambatnya pelaksanaan regulasi serta mengganggu jalannya tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing lembaga.

“Ketika data yang dibutuhkan sulit diperoleh dan komunikasi tidak berjalan baik, maka proses kerja menjadi terhambat. Akibatnya, OPD maupun DPRD tidak dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Asep Bentar juga meminta Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk segera melakukan evaluasi terhadap pola koordinasi lintas sektor agar tidak menimbulkan hambatan birokrasi yang berlarut-larut. Menurutnya, sinergitas antarinstansi merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan sampai ego sektoral atau lemahnya komunikasi justru menghambat pelayanan publik. Semua pihak harus membuka ruang koordinasi seluas-luasnya demi kepentingan masyarakat Purwakarta, terlebih MBG merupakan Program Strategis Nasional,” tegasnya.

DPC Repdem Purwakarta berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dari pihak terkait sehingga mekanisme koordinasi antar lembaga dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel demi mendukung kelancaran program-program pemerintah daerah.