Beranda blog

Film “Lobang Buaya” Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober

0

Jakarta, warta.in – Menjelang jadwal tayang serentak di bioskop pada 1 Oktober 2026, film horor terbaru karya sutradara Hanung Bramantyo, “Lobang Buaya”, resmi merilis official trailer dan final poster di Senayan City, Jakarta Jumat Sore ( 28/08/26).

Diproduksi oleh Adhya Pictures dan Dapur Film, film ini mengangkat misteri pembunuhan berantai berlatar Indonesia tahun 1964. Karya ini menjadi wadah eksplorasi kreatif Hanung Bramantyo dalam menangkap perasaan “horror” kolektif yang kerap dirasakan masyarakat Indonesia setiap memasuki bulan September, serta kritik pedas untuk kondisi masyarakat yang relevan sampai saat ini.

Visual pada final poster langsung menampilkan kengerian yang menjadi benang merah cerita: sebuah tangan misterius tampak menembus punggung berlubang seorang wanita. Poster penuh teka-teki ini merefleksikan teror sentral yang akan dihadapi para penonton di dalam film.

Sementara itu, official trailer mengajak penonton mengikuti penyelidikan Letnan Soegeng, seorang anggota militer yang ditugaskan membongkar motif di balik pembunuhan berantai setiap tanggal 30 di Desa Lobang Buaya.

Baskara Mahendra, pemeran karakter Soegeng, menuturkan bahwa penonton akan diajak menyusun potongan petunjuk bersama karakternya.

“Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk ‘mencari dalang’ dibalik misteri pembunuhan berantai ini. Saya yakin dari setiap petunjuk yang ditemukan, setiap korban yang berjatuhan, penonton akan dibawa melalui perjalanan yang ga cuma menegangkan dan seru, tapi juga membuat kita bertanya, siapa yang berdosa dalam kisah ini?” tutur Baskara Mahendra.

Hanung Bramantyo menegaskan bahwa pendekatan horor dipilih secara sadar untuk membedah rasa takut yang dirasakan publik terhadap kondisi ketidakadilan yang terjadi pada masa tersebut, yang masih berlanjut sampai saat ini.

“Dari saya kecil sampai sekarang, seakan-akan ada satu topik yang dianggap tabu untuk dibicarakan. Saya berpikir kembali, perasaan apa yang kita rasakan ketika mendengar peristiwa ‘65? Jawabannya adalah horor. Saya memilih horor bukan hanya karena ingin membuat penonton merasakan ketakutan yang ada di dalam cerita, tetapi juga horor yang kita rasakan dari persoalan kekuasaan, korupsi, dan bagaimana manusia bisa saling menindas.” tutur Hanung.

Sinopsis Film Lobang Buaya

Setahun sebelum meletusnya peristiwa kelam 1965, Desa Lobang Buaya diguncang teror pembunuhan berantai terhadap para tokoh desa. Korban ditemukan tewas mengenaskan dengan punggung berlubang serta sayatan kata-kata sindiran di tubuh mereka, seperti Tamak, Lamis, dan Maruk.

Saat rumor mengenai “Hantu Bolong” merebak dan tensi sosial kian memanas, Letnan Soegeng (Baskara Mahendra) diutus mencari tahu dalang pembantaian tersebut.

Namun, teror tidak berhenti di situ. Istri baru Soegeng, Arum Wangi (Carissa Perusset), mulai dihantui arwah perempuan yang menuntut bagian tubuhnya dikembalikan. Panggilan arwah yang menyebut Arum sebagai Ronggeng membuka tabir bahwa kekacauan di desa maupun di rumahnya bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari ritual gelap berbahaya yang sengaja dirancang untuk mengubah arah sejarah.

Jadwal Tayang Film Lobang Buaya

Film “Lobang Buaya” dibintangi oleh Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, Anya Zen, hingga aktor kawakan Mathias Muchus.

Film “Lobang Buaya” dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Informasi terbaru mengenai penjualan tiket dan materi promosi dapat diakses via media sosial resmi @filmlobangbuaya, @adhyapictures, dan @dapurfilm.

( Red*TI )

 

 

 

*Diberhentikan: Dari Jabatan Kepala Kaum 14 Desa Ujung Padang — Suriadi Menggantikan*

0

*Diberhentikan: Dari Jabatan Kepala Kaum 14 Desa Ujung Padang — Suriadi Menggantikan*

MUKOMUKO — Setelah penolakan keras yang berlangsung berbulan-bulan, akhirnya seluruh anak cucu Kaum 14 Desa Ujung Padang, Kecamatan Kota Mukomuko, secara bulat dan resmi memberhentikan Ulul Azmi dari jabatan Kepala Kaum 14 dan mengangkat Suradi sebagai Kepala Kaum yang baru.

KEPUTUSAN BULAT ANAK CUCA

Musyawarah anak cucu Kaum 14 menghasilkan keputusan yang ditandatangani secara bersama-sama di rumah Ibu Titin Sumarni Desa Ujung Padang

1. Memberhentikan Sadara. ULUL AZMI dari jabatan Kepala Kaum 14 — terhitung sejak tanggal surat kesepakatan.

2. Mengangkat Sdr. SURIADI sebagai Kepala Kaum 14 yang baru — terhitung sejak tanggal yang sama.

Keputusan ini diambil secara musyawarah tanpa paksaan dari pihak mana pun dan telah ditandatangani oleh seluruh anak cucu, Orang Tua Kaum, Ninik Mamak Kaum 14 sebagai bukti kebulatan tekad.

ALASAN PEMBERHENTIAN

Ulul Azmi diberhentikan karena dinilai telah melakukan pelanggaran berat terhadap prinsip adat “Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”:

– Mengeluarkan anak cucu secara sepihak tanpa musyawarah adat, tanpa rapat ninik mamak, dan tanpa mendengar pembelaan pihak yang dikeluarkan

– Memutus pertalian darah anak cucu sah dari keanggotaan kaum — padahal dalam adat, status anak cucu melekat sejak lahir dan tidak bisa dicabut

– Bersikap arogan dan menantang anak cucu yang menegur, bahkan berkata: “Mau lapor ke Polres silahkan, mau ke Polda juga silahkan!”

PERNYATAAN SANAK MAMAK KAUM 14

“Kami tidak mengeluarkan Ulul Azmi dari kaum — beliau tetap anak cucu Kaum 14 selamanya. Yang kami lakukan adalah MEMBERHENTIKAN beliau dari JABATAN, karena jabatan itu amanah. Kalau amanah itu dilanggar, maka pemegangnya harus diganti.”jelss Sukarna selaku sanak mamak kaum 14

“Anak cucu tidak bisa dikeluarkan dari kaum — itu hak yang melekat sejak lahir, turun-temurun. Tapi jabatan bisa dicabut kalau melanggar adat dan agama. Itulah perbedaan yang jelas.”lanjut sanak mamak kaum 14 lainnya Indra Tofik

TINDAK LANJUT
Kepala Desa secara resmi telah mengakui dan menerima pergantian Kepala Kaum 14. Berkas kesepakatan bulat anak cucu yang memberhentikan Ulul Azmi dan mengangkat Suriadi telah diterima, dan pengumuman resmi telah dilakukan di masjid kepada seluruh jemaah Jum’at

“Tadi orang tua ninik mamak sudah bawa berkas ke kantor desa. Pengumuman dilakukan dulu di masjid pada seluruh jama’ah sholat jum’at tadi, SK-nya menyusul kemudian.” Kata Kepala Desa Ujung Padamg Tarmizi

Kebenaran memang butuh waktu, tapi akhirnya selalu menang. Suriadi menerima amanah ini bukan untuk kuasa, tapi untuk memperbaiki yang rusak, menyatukan yang terpecah, dan menjaga adat sesuai syariat. Semoga Allah berkati langkah baru kita.

 CATATAN REDAKSI

Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya kepada pihak-pihak yang terkait dalam pemberitaan ini untuk menyampaikan klarifikasi maupun konfirmasi, guna menjaga keberimbangan, kebenaran, dan objektivitas berita. Setiap tanggapan yang disampaikan akan kami tampilkan sebagaimana mestinya, agar informasi yang sampai kepada masyarakat senantiasa akurat, dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan prinsip jurnalistik yang profesional.(Tim Redaksi)

*DIBERHENTIKAN DARI JABATAN KEPALA KAUM 14 DESA UJUNG PADANG, SURIADI RESMI MENGGANTIKAN*

0

” ULUL AZMI DIBERHENTIKAN DARI JABATAN KEPALA KAUM 14 DESA UJUNG PADANG, SURIADI RESMI MENGGANTIKAN “.

MUKOMUKO, 29 AGUSTUS 2026 — Setelah penolakan keras yang berlangsung berbulan-bulan, seluruh anak cucu Kaum 14 Desa Ujung Padang, Kecamatan Kota Mukomuko, secara bulat dan resmi memutuskan untuk memberhentikan Ulul Azmi dari jabatan Kepala Kaum 14, sekaligus menetapkan Suriadi sebagai Kepala Kaum yang baru. Keputusan ini diambil melalui musyawarah mufakat yang melibatkan seluruh unsur kaum, tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun, dan menjadi bukti kebulatan tekad anak cucu Kaum 14 untuk menegakkan kembali prinsip adat yang selama ini dipegang teguh.

KEPUTUSAN BULAT ANAK CUCA KAUM 14

Musyawarah anak cucu Kaum 14 menghasilkan keputusan yang ditandatangani secara bersama-sama di kediaman Ibu Titin Sumarni, Desa Ujung Padang, dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Memberhentikan Saudara Ulul Azmi dari jabatan Kepala Kaum 14 — terhitung sejak tanggal ditandatanganinya surat kesepakatan tersebut.
2. Mengangkat Saudara Suriadi sebagai Kepala Kaum 14 yang baru — terhitung sejak tanggal yang sama.

Keputusan ini diambil secara musyawarah, tanpa paksaan dari pihak mana pun, dan telah ditandatangani oleh seluruh anak cucu, Orang Tua Kaum, serta Ninik Mamak Kaum 14 sebagai bukti kebulatan tekad dan kesepakatan bulat seluruh komponen kaum.

 
ALASAN PEMBERHENTIAN

Ulul Azmi diberhentikan karena dinilai telah melakukan pelanggaran berat terhadap prinsip adat “Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, yang menjadi landasan utama kehidupan bermasyarakat di lingkungan tersebut. Pelanggaran yang dimaksud antara lain:

– Mengeluarkan anak cucu secara sepihak tanpa melalui musyawarah adat, tanpa rapat Ninik Mamak, dan tanpa memberikan kesempatan kepada pihak yang dikeluarkan untuk menyampaikan pembelaan diri.
– Memutus pertalian darah anak cucu yang sah dari keanggotaan kaum — padahal dalam ketentuan adat, status anak cucu melekat sejak lahir dan tidak dapat dicabut dengan alasan apa pun.
– Bersikap arogan dan menantang anak cucu yang berusaha menegur, bahkan menyampaikan pernyataan: “Mau lapor ke Polres silahkan, mau ke Polda juga silahkan!” — sikap yang dinilai tidak mencerminkan kewibawaan seorang pemimpin kaum.

 
PERNYATAAN SANAK MAMAK KAUM 14

Terkait keputusan ini, Sukarna selaku Sanak Mamak Kaum 14 menyampaikan penjelasan yang tegas dan lugas:

“Kami tidak mengeluarkan Ulul Azmi dari kaum — beliau tetap anak cucu Kaum 14 selamanya. Yang kami lakukan adalah memberhentikan beliau dari jabatan, karena jabatan itu adalah amanah. Apabila amanah itu dilanggar, maka pemegangnya harus diganti.”

Penjelasan serupa juga disampaikan oleh Sanak Mamak Kaum 14 lainnya, Indra Tofik:

“Anak cucu tidak bisa dikeluarkan dari kaum — itu adalah hak yang melekat sejak lahir, turun-temurun. Namun jabatan dapat dicabut apabila terbukti melanggar adat dan agama. Itulah perbedaan yang jelas dan tidak dapat disamakan.”

TINDAK LANJUT DAN PENGESAHAN

Kepala Desa Ujung Padang telah secara resmi mengakui dan menerima pergantian Kepala Kaum 14 tersebut. Berkas kesepakatan bulat anak cucu yang memberhentikan Ulul Azmi dan mengangkat Suriadi telah diterima di kantor desa, dan pengumuman resmi telah dilakukan di masjid kepada seluruh jemaah sholat Jumat.

“Tadi Orang Tua dan Ninik Mamak sudah membawa berkas ke kantor desa. Pengumuman dilakukan terlebih dahulu di masjid kepada seluruh jemaah sholat Jumat tadi, dan surat keputusannya akan menyusul kemudian,” ungkap Kepala Desa Ujung Padang, Tarmizi.

Kebenaran memang membutuhkan waktu, namun pada akhirnya selalu tegak dan menang. Suriadi menerima amanah ini bukan demi kekuasaan semata, melainkan untuk memperbaiki apa yang telah rusak, menyatukan kembali yang sempat terpecah, dan menjaga adat tetap berjalan selaras dengan syariat. Semoga Allah SWT senantiasa memberkati langkah baru ini demi kebaikan seluruh anak cucu Kaum 14.

CATATAN REDAKSI

Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya kepada pihak-pihak yang terkait dalam pemberitaan ini untuk menyampaikan klarifikasi maupun konfirmasi, guna menjaga keberimbangan, kebenaran, dan objektivitas berita. Setiap tanggapan yang disampaikan akan kami tampilkan sebagaimana mestinya, agar informasi yang sampai kepada masyarakat senantiasa akurat, dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan prinsip jurnalistik yang profesional.(Tim Redaksi)

POLRES MUKOMUKO BERGERAK CEPAT:JEMBATAN MERAH PUTIH PRESISI BANGUN KEMBALI, KESELAMATAN WARGA,PRIORITAS UTAMA

0

*POLRES MUKOMUKO BERGERAK CEPAT: JEMBATAN MERAH PUTIH PRESISI DIBANGUN KEMBALI DI RETAK MUDIK, KESELAMATAN WARGA MENJADI PRIORITAS UTAMA*

MUKOMUKO, 28 AGUSTUS 2026 — Kepolisian Resor (Polres) Mukomuko kembali menunjukkan kepedulian nyata dan kehadirannya yang penuh makna di tengah masyarakat, dengan bergerak cepat membangun serta memperbaiki Jembatan Merah Putih Presisi yang terletak di wilayah Retak Mudik, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan institusi Polri tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban umum, melainkan juga hadir untuk menyentuh langsung kebutuhan dasar warga, khususnya yang menyangkut keselamatan dan kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari.

Pembangunan dan perbaikan menyeluruh ini dilaksanakan melalui jajaran Polsek Sungai Rumbai, setelah pihaknya melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan mendapati kondisi jembatan lama yang sudah sangat memprihatinkan serta tidak lagi layak dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Lantai jembatan yang terbuat dari kayu sudah banyak lapuk, tipis, dan rapuh, sehingga kekuatannya untuk menahan beban sangat diragukan. Sementara itu, bagian pinggir jembatan sama sekali tidak memiliki pelindung, sehingga setiap warga yang melintas selalu merasa cemas dan takut, serta berisiko tinggi terjatuh ke bawah sungai.

Atas arahan langsung Kapolres Mukomuko, AKBP Riky Crisma Wardana, S.I.K., Kapolsek Sungai Rumbai, Ipda Benikno Aquino, S.H., segera mengambil langkah tegas dan cepat untuk mengatasi permasalahan tersebut tanpa menunda waktu. Personel kepolisian pun langsung turun ke lokasi, bahu-membahu dan bergotong royong bersama warga sekitar untuk mengerjakan perbaikan secara menyeluruh. Seluruh papan lantai yang sudah lapuk dan rusak diganti dengan material baru yang jauh lebih kuat dan tahan lama, sementara di kedua sisi jembatan dipasang pagar pembatas berbahan besi yang kokoh dan menjamin keselamatan setiap orang yang melintas.

“Kami melihat kondisi jembatan sebelumnya sudah sangat memprihatinkan. Papan-papannya sudah lapuk, tidak kuat lagi menahan beban, dan yang lebih berbahaya belum ada pelindung di pinggirnya. Masyarakat setiap hari melintas dengan rasa takut dan cemas bisa jatuh kapan saja. Karena itulah kami segera bergerak cepat, bekerja sama dengan warga. Papan-papan lama yang lapuk kami ganti, lalu kami pasang pagar pembatas dari besi agar masyarakat yang lewat merasa aman, tenang, dan terhindar dari risiko terjatuh,” ungkap Ipda Benikno Aquino, S.H., dengan tulus dan penuh tanggung jawab.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa pekerjaan pembangunan dan perbaikan ini murni merupakan inisiatif serta swadaya dari jajaran Polres Mukomuko, sebagai wujud nyata kehadiran Polri yang selalu hadir di tengah masyarakat. Jembatan Merah Putih Presisi ini menjadi bukti bahwa keberadaan Polri tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan serta ketertiban umum semata, melainkan juga hadir secara nyata untuk turut membantu menyelesaikan segala persoalan yang menyangkut kepentingan dan keselamatan warga, sekecil apa pun hal itu.

“Kami berharap Jembatan Merah Putih Presisi ini nantinya dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, memperlancar segala aktivitas harian warga Retak Mudik maupun warga sekitar. Saya pun mengajak seluruh warga, mari kita jaga dan rawat bersama fasilitas yang telah dibangun ini agar tetap awet dan bisa dipakai dalam jangka waktu panjang,” tambahnya dengan harapan yang tulus.

Kini, setelah selesai dikerjakan dengan penuh semangat dan kerja sama yang erat antara pihak kepolisian dan masyarakat, Jembatan Merah Putih Presisi berdiri kokoh dengan lantai yang kuat dan pagar pembatas yang aman. Risiko kecelakaan berkurang secara drastis, dan warga pun tak lagi merasa cemas saat melintas. Langkah cepat yang diambil Polres Mukomuko bersama warga ini menjadi bukti nyata semangat Polri Presisi — selalu hadir tepat waktu, mendengar keluh kesah rakyat, dan memberikan solusi yang nyata sampai tuntas, demi keamanan, ketertiban, serta kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

(HD / Tim Redaksi)

*POLRES MUKOMUKO BERGERAK CEPAT: JEMBATAN MERAH PUTIH PRESISI DIBANGUN KEMBALI DI RETAK MUDIK*

0

“POLRES MUKOMUKO BERGERAK CEPAT: JEMBATAN MERAH PUTIH PRESISI DIBANGUN KEMBALI DI RETAK MUDIK, KESELAMATAN WARGA MENJADI PRIORITAS UTAMA.

MUKOMUKO, 28 AGUSTUS 2026 — Kepolisian Resor (Polres) Mukomuko kembali menunjukkan kepedulian nyata dan kehadirannya yang penuh makna di tengah masyarakat, dengan bergerak cepat membangun serta memperbaiki Jembatan Merah Putih Presisi yang terletak di wilayah Retak Mudik, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan institusi Polri tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban umum, melainkan juga hadir untuk menyentuh langsung kebutuhan dasar warga, khususnya yang menyangkut keselamatan dan kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari.

Pembangunan dan perbaikan menyeluruh ini dilaksanakan melalui jajaran Polsek Sungai Rumbai, setelah pihaknya melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan mendapati kondisi jembatan lama yang sudah sangat memprihatinkan serta tidak lagi layak dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Lantai jembatan yang terbuat dari kayu sudah banyak lapuk, tipis, dan rapuh, sehingga kekuatannya untuk menahan beban sangat diragukan. Sementara itu, bagian pinggir jembatan sama sekali tidak memiliki pelindung, sehingga setiap warga yang melintas selalu merasa cemas dan takut, serta berisiko tinggi terjatuh ke bawah sungai.

Atas arahan langsung Kapolres Mukomuko, AKBP Riky Crisma Wardana, S.I.K., Kapolsek Sungai Rumbai, Ipda Benikno Aquino, S.H., segera mengambil langkah tegas dan cepat untuk mengatasi permasalahan tersebut tanpa menunda waktu. Personel kepolisian pun langsung turun ke lokasi, bahu-membahu dan bergotong royong bersama warga sekitar untuk mengerjakan perbaikan secara menyeluruh. Seluruh papan lantai yang sudah lapuk dan rusak diganti dengan material baru yang jauh lebih kuat dan tahan lama, sementara di kedua sisi jembatan dipasang pagar pembatas berbahan besi yang kokoh dan menjamin keselamatan setiap orang yang melintas.

“Kami melihat kondisi jembatan sebelumnya sudah sangat memprihatinkan. Papan-papannya sudah lapuk, tidak kuat lagi menahan beban, dan yang lebih berbahaya belum ada pelindung di pinggirnya. Masyarakat setiap hari melintas dengan rasa takut dan cemas bisa jatuh kapan saja. Karena itulah kami segera bergerak cepat, bekerja sama dengan warga. Papan-papan lama yang lapuk kami ganti, lalu kami pasang pagar pembatas dari besi agar masyarakat yang lewat merasa aman, tenang, dan terhindar dari risiko terjatuh,” ungkap Ipda Benikno Aquino, S.H., dengan tulus dan penuh tanggung jawab.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa pekerjaan pembangunan dan perbaikan ini murni merupakan inisiatif serta swadaya dari jajaran Polres Mukomuko, sebagai wujud nyata kehadiran Polri yang selalu hadir di tengah masyarakat. Jembatan Merah Putih Presisi ini menjadi bukti bahwa keberadaan Polri tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan serta ketertiban umum semata, melainkan juga hadir secara nyata untuk turut membantu menyelesaikan segala persoalan yang menyangkut kepentingan dan keselamatan warga, sekecil apa pun hal itu.

“Kami berharap Jembatan Merah Putih Presisi ini nantinya dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, memperlancar segala aktivitas harian warga Retak Mudik maupun warga sekitar. Saya pun mengajak seluruh warga, mari kita jaga dan rawat bersama fasilitas yang telah dibangun ini agar tetap awet dan bisa dipakai dalam jangka waktu panjang,” tambahnya dengan harapan yang tulus.

Kini, setelah selesai dikerjakan dengan penuh semangat dan kerja sama yang erat antara pihak kepolisian dan masyarakat, Jembatan Merah Putih Presisi berdiri kokoh dengan lantai yang kuat dan pagar pembatas yang aman. Risiko kecelakaan berkurang secara drastis, dan warga pun tak lagi merasa cemas saat melintas. Langkah cepat yang diambil Polres Mukomuko bersama warga ini menjadi bukti nyata semangat Polri Presisi — selalu hadir tepat waktu, mendengar keluh kesah rakyat, dan memberikan solusi yang nyata sampai tuntas, demi keamanan, ketertiban, serta kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

(HD / Tim Redaksi)

*Karhutla Jadi Perhatian, Babinsa TNI dan MPA Bersatu Bangun Kesiapsiagaan Bersama Warga*

0

“Karhutla Jadi Perhatian, Babinsa TNI dan MPA Bersatu Bangun Kesiapsiagaan Bersama Warga.

Ogan Ilir — Kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat melalui sinergi TNI, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), tokoh masyarakat, dan warga. Peran Babinsa di lapangan mendapat apresiasi karena dinilai aktif mengingatkan warga serta mendorong upaya pencegahan.

Apresiasi tersebut datang dari sejumlah unsur masyarakat di Desa Pulau Semambu, Desa Sungai Rambutan, dan Desa Lorok. Di Pulau Semambu, dukungan disampaikan Kepala Desa Eka Rahmawati, S.Pd., M.Pd., tokoh masyarakat Hipni, Ketua MPA Iwan, Sekdes Jhon Kuripan, dan Ketua BPD Herman Sawiran.

Di Desa Sungai Rambutan, Kepala Desa Willy, Ketua RT 2 Rusdi, Ketua RT 4 Suyatno, serta Ketua MPA Kandik turut memperkuat kesiapsiagaan. Sementara di Desa Lorok, Kepala Desa Leo Chandra, Ketua MPA Idris, serta anggota MPA Nardi (Wakdeng) ikut mendukung pencegahan karhutla.

Komandan Kodim 0402/OKI-OI Letkol Inf. Gunawan Wibisono, S.H., didampingi Pasiter Kapten Czi Asep Kurnia, menegaskan bahwa pencegahan karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Selain berisiko meluas, pembakaran lahan juga memiliki konsekuensi hukum. Kami mengajak masyarakat mengutamakan pencegahan dan segera melaporkan setiap potensi kebakaran agar dapat ditangani sejak dini,” tegas Gunawan.

Ia mengingatkan, larangan pembukaan lahan dengan cara membakar tercantum dalam Pasal 69 ayat (1) huruf h UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi berdasarkan Pasal 108, berupa pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun serta denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Menurut Gunawan, kesadaran masyarakat merupakan kunci utama pencegahan. Sinergi Babinsa, MPA, pemerintah desa, dan warga diperlukan untuk melakukan pemantauan, meningkatkan kewaspadaan, serta mempercepat pelaporan apabila muncul titik api.

Kesiapsiagaan bersama tersebut diharapkan mampu mencegah karhutla sejak awal sehingga api tidak berkembang dan mengancam permukiman maupun lingkungan. (Tim/Red PPWI)

*Danramil 04/Tanjung Raja Raih Juara I Lomba Gapura Tingkat Koramil Jajaran Korem 044/Gapo*

0

“Danramil 04/Tanjung Raja Raih Juara I Lomba Gapura Tingkat Koramil Jajaran Korem 044/Gapo.

Ogan Ilir — Koramil 04/Tanjung Raja berhasil meraih Juara I dalam lomba gapura tingkat Koramil jajaran Korem 044/Garuda Dempo (Gapo) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kreativitas, kekompakan dan semangat personel Koramil 04/Tanjung Raja dalam menghias gapura markas untuk menyambut momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Danramil 04/Tanjung Raja, Kapten Kav Army Joyo, S.IP., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diraih.

“Terima kasih atas penghargaan ini. Prestasi ini tentunya tidak terlepas dari bimbingan dan arahan dari Kodim 0402/OKI-OI,” ujar Kapten Kav Army Joyo.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama dan kekompakan seluruh personel Koramil 04/Tanjung Raja. Ia berharap capaian itu menjadi motivasi bagi anggota untuk terus meningkatkan kreativitas serta memberikan yang terbaik dalam setiap kegiatan.

Sementara itu, Komandan Kodim 0402/OKI-OI, Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., mengapresiasi prestasi yang diraih Koramil 04/Tanjung Raja. Menurutnya, lomba gapura bukan sekadar ajang kreativitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan semangat kebersamaan dan nasionalisme di lingkungan satuan.

“Prestasi ini patut diapresiasi. Yang paling penting bukan hanya hasil akhirnya, tetapi semangat kebersamaan, kekompakan dan kreativitas yang ditunjukkan seluruh personel. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berbuat yang terbaik bagi satuan dan masyarakat,” kata Letkol Inf Gunawan.

Ia juga berharap semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat terus diwujudkan melalui kegiatan positif yang memperkuat persatuan, gotong royong dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Lomba gapura tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong di lingkungan satuan jajaran Korem 044/Gapo. (Tim/Red PPWI)

Karhutla di Desa Sei Sentang, Dua Titik Lahan Gambut Terpantau dari Aplikasi Hotspot

0

Warta.in Labuhanbatu Utara — Titik panas (hotspot) terdeteksi melalui aplikasi pemantauan berbasis satelit NASA-NOAA20 di Dusun Wonorejo 33, Desa Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Kamis (20/8/2026).

Menindaklanjuti informasi tersebut, Babinsa Sei Sentang Hitam, Serda Goffis M. Manullang, bersama personel terkait segera menuju lokasi untuk melaksanakan pengecekan lapangan (ground check) guna memastikan kondisi sebenarnya di titik koordinat yang terpantau.

Berdasarkan hasil pengecekan, sumber titik panas bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang tidak terkendali, melainkan dari aktivitas pembakaran terbatas yang dilakukan pemilik lahan dalam rangka pembersihan lahan untuk persiapan pembibitan. Aktivitas tersebut tertangkap oleh sistem pemantauan satelit sehingga muncul sebagai hotspot pada aplikasi monitoring.

Di lokasi ditemukan dua titik pembakaran pada lahan yang ditumbuhi semak belukar dan berada di area persawahan serta kebun kelapa sawit milik warga. Babinsa bersama personel terkait selanjutnya melakukan pemadaman dan memastikan api telah padam sepenuhnya sehingga tidak berpotensi meluas ke area sekitar.

Kegiatan monitoring dan pengecekan dilakukan sebagai langkah antisipasi serta pengawasan terhadap setiap kemunculan hotspot guna mencegah terjadinya kebakaran lahan yang dapat menimbulkan dampak lebih luas, khususnya pada kawasan dengan jenis tanah gambut. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

Jembatan Mazingo Capai 47 Persen, Pemulihan Akses Tiga Desa Terus Berjalan

0

Warta.in Nias Utara – Pembangunan jembatan gantung di Desa Mazingo, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, terus berlanjut. Memasuki Rabu (26/8/2026), pekerjaan difokuskan pada penyiapan material untuk mendukung proses pembangunan jembatan yang akan menjadi akses penghubung bagi masyarakat di tiga desa.

Jembatan sepanjang 50 meter yang membentang di atas sungai selebar 22 meter tersebut nantinya menghubungkan Desa Mazingo dengan Desa Ombolata Alasa dan Desa Orahili di Kecamatan Namohalu Esiwa. Jembatan ini dibangun setelah akses penghubung sebelumnya rusak diterjang banjir bandang. Kehadirannya diharapkan dapat kembali memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta akses menuju fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Pada pekerjaan terbaru, personel di lapangan melaksanakan pelangsiran material pasir, semen, dan batu split untuk mendukung proses pembuatan adukan serta pengecoran abutmen. Hingga tahap ini, progres pembangunan jembatan telah mencapai 47 persen.

Pembangunan dikerjakan secara gotong royong dengan melibatkan personel Yon TP 905/TS, Yonzipur 1/DD, Koramil 07/Alasa, tenaga tukang, dan masyarakat setempat. Keterlibatan bersama tersebut diharapkan mempercepat proses pembangunan sehingga jembatan dapat segera digunakan untuk menunjang aktivitas warga.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., M.Han., mengatakan pembangunan jembatan merupakan bentuk kepedulian TNI AD dalam membantu masyarakat, khususnya memulihkan akses dasar yang terdampak bencana. Program Bakti TNI, lanjutnya, diharapkan mampu menghadirkan manfaat langsung bagi warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan di wilayah terpencil. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman mengikuti secara virtual peresmian 3.395 Jembatan

0

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman mengikuti secara virtual peresmian 3.395 Jembatan Garuda dan 3.000 Titik Air Bersih di seluruh Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

 

Sekda mengikuti kegiatan tersebut dari kawasan Jembatan Garuda Ariadipa, Kampung Bobojong, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kamis (13/8/2026).

 

Dalam sambutannya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pembangunan ribuan jembatan dan titik air bersih merupakan wujud kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan akses infrastruktur dasar.

 

Presiden mengapresiasi sinergi TNI, Polri, kementerian, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar tidak hanya memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

 

Peresmian yang dilaksanakan secara serentak tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat konektivitas wilayah serta memperluas akses masyarakat terhadap infrastruktur dasar, khususnya jembatan penghubung dan sarana air bersih di berbagai daerah.

 

Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan terus terjalin dalam mendukung percepatan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Hadir bersama sekda diantaranya Dandim 0607/Kota Sukabumi beserta jajaran, perwakilan Polres Sukabumi Kota, perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, perangkat daerah, Camat Kebonpedes, dan Kepala Desa Jambenenggang. Buat berita cover both side

Berita yang Anda lampirkan saat ini merupakan siaran pers resmi / rilis satu arah dari sudut pandang pemerintah.

Untuk mengubahnya menjadi berita berprinsip “cover both sides” (keberimbangan), narasi acara seremoni harus dipadukan dengan perspektif penerima manfaat (warga lokal), masukan teknis, atau evaluasi independen agar tidak sekadar menjadi berita pujian seremonial.

Berikut draf berita yang sudah disempurnakan dengan kaidah cover both sides:

Peresmian Ribuan Jembatan Garuda dan Titik Air Bersih: Antara Angin Segar Infrastruktur dan Catatan Kritis Warga Sukabumi
KEBONPEDES – Pemerintah pusat resmi meresmikan 3.395 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia secara virtual oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis (13/8/2026). Di Kabupaten Sukabumi, Sekretaris Daerah (Sekda) H. Ade Suryaman menghadiri jajaran peresmian serentak tersebut dari kawasan Jembatan Garuda Ariadipa, Kampung Bobojong, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mendorong pemerataan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.

“Pembangunan ini tidak hanya memberikan kemudahan akses mobilitas, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah serta memperluas akses sarana air bersih yang layak bagi warga,” ujar Presiden seraya mengapresiasi sinergi TNI, Polri, kementerian, dan pemerintah daerah yang terlibat.

Senada dengan hal tersebut, Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman menyampaikan bahwa keberadaan Jembatan Garuda Ariadipa di Desa Jambenenggang akan menjadi urat nadi baru konektivitas lokal di Kecamatan Kebonpedes. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Dandim 0607/Kota Sukabumi, perwakilan Polres Sukabumi Kota, Kejaksaan Negeri, Camat Kebonpedes, hingga Kepala Desa Jambenenggang.

Sambut Baik, Warga Harapkan Pemeliharaan Berkala
Dari kacamata penerima manfaat, kehadiran jembatan dan akses air bersih ini disambut positif oleh warga sekitar. Keberadaan jembatan baru di Kampung Bobojong dinilai memangkas waktu tempuh aktivitas harian, mulai dari anak-anak yang pergi sekolah hingga distribusi hasil pertanian warga.

Namun, di balik kegembiraan tersebut, warga memendam harapan agar proyek ini tidak berhenti sebatas seremoni peresmian. Sejumlah tokoh masyarakat setempat menyoroti pentingnya komitmen perawatan jangka panjang dari pemerintah daerah.

“Kami sangat bersyukur jembatan ini akhirnya diresmikan karena sangat membantu mobilitas harian. Namun, belajar dari proyek-proyek terdahulu, kendala utamanya kerap ada pada perawatan,” ungkap salah seorang warga Desa Jambenenggang.

Warga berharap Pemkab Sukabumi dan dinas terkait memiliki alokasi anggaran dan skema pemeliharaan rutin yang jelas, mengingat struktur jembatan di daerah pedesaan rawan terdampak luapan air sungai saat musim hujan tinggi.

Tantangan Distribusi dan Kualitas Air
Selain akses jalan dan jembatan, sorotan keberimbangan juga tertuju pada program 3.000 titik air bersih. Pengamat kebijakan publik daerah menilai kelanjutan program ini sangat bergantung pada manajemen pengelolaan di tingkat desa.

Titik air bersih yang diresmikan dituntut tidak hanya memadai dari segi kuantitas penyerapan saat peresmian, tetapi juga terjamin secara kualitas debit air dan higienitas dalam jangka panjang. Keterlibatan aktif kelompok swadaya masyarakat (KPS-SPAM) di level desa menjadi kunci agar sarana air bersih tersebut tidak terbengkalai pasca-peresmian.

Melalui perpaduan komitmen sinergis antara pemerintah pusat, daerah, dan jajaran TNI-Polri serta pengawasan aktif dari warga lokal, proyek infrastruktur dasar ini diharapkan benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Sukabumi Sumber berita Facebook pemkab sukabumi.(Alfi yonimar)