Beranda blog

Narkoba Serang Generasi Muda, Anggota DPRD Muara Enim Muhamad Napoleon Serukan Perang Total!

0

SumSel, Langkah tegas Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) beserta seluruh jajaran Kepolisian Daerah (Polda), Kepolisian Resor (Polres), hingga Kepolisian Sektor (Polsek) dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di tanah air mendapat apresiasi tinggi dari parlemen daerah. Dukungan penuh secara terbuka dinyatakan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muara Enim, H. Muhamad Napoleon, ST.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu (01/11/2026), politisi senior ini menegaskan bahwa aksi bersih-bersih narkoba yang digalakkan aparat penegak hukum merupakan momentum krusial yang harus didukung tanpa syarat. Menurutnya, pembersihan jalur peredaran barang haram ini adalah langkah mutlak demi memayungi masyarakat, terkhusus generasi muda, dari kerusakan moral dan masa depan.

“Narkoba adalah ancaman nyata dan serius bagi kelangsungan masa depan generasi bangsa ini. Kita sedang mempertaruhkan nasib anak-cucu kita. Oleh karena itu, kita wajib berdiri bersama, bahu-membahu melawan dan memutus total rantai peredarannya. Jangan pernah membiarkan satu pun anak atau pemuda di lingkungan kita jatuh menjadi korban berikutnya,” ujar H. Muhamad Napoleon dengan nada tegas.

Bukan Hanya Tugas Polisi, Masyarakat Harus Terlibat, Lebih lanjut, legislator asal Kabupaten Muara Enim ini menggarisbawahi bahwa perang melawan narkotika tidak akan pernah mencapai hasil maksimal jika bebannya hanya diletakkan di pundak aparat kepolisian. Diperlukan sebuah gerakan kolektif dan keterpaduan strategi yang melibatkan seluruh lapisan elemen masyarakat demi menutup rapat celah pergerakan para bandar.

“Sinergi adalah kunci. Polisi tidak bisa bekerja sendirian di lapangan tanpa adanya pasokan informasi dan dukungan moral dari warga. Kita butuh komitmen total dari hulu ke hilir agar ruang gerak para pelaku ini benar-benar terkunci mati,” tambahnya.

Napoleon juga melayangkan ajakan emosional kepada para orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga organisasi kepemudaan untuk memperketat sistem pengawasan lingkungan. Ia menilai, kelengahan sekecil apa pun di tingkat lingkungan pemukiman dapat dimanfaatkan oleh para pengedar untuk menyusupkan pengaruh buruk mereka.

Keluarga Sebagai Benteng Pertahanan Utama, Di samping pengawasan eksternal, peran domestik di dalam rumah tangga disebutnya sebagai pondasi paling mendasar. Komunikasi yang sehat, perhatian yang utuh, serta kepekaan orang tua terhadap perubahan perilaku anak harus terus diasah dari waktu ke waktu.

“Keluarga adalah benteng pertahanan pertama dan utama. Jika ketahanan di dalam rumah tangga kita kuat, maka pengaruh buruk dari luar tidak akan mudah menembus anak-anak kita. Bentengi mereka dengan nilai agama, kasih sayang, dan perhatian yang cukup,” urai Napoleon.

Ia juga meminta warga masyarakat untuk menghilangkan rasa takut atau ragu dalam melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang mengarah pada penyalahgunaan maupun transaksi narkotika di wilayah mereka kepada pihak yang berwenang.

“Mari kita rapatkan barisan. Jaga keluarga kita masing-masing, lindungi anak-anak kita, dan selamatkan masa depan daerah ini. Jangan pernah memberi ruang sedikit pun bagi para pengedar untuk merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Selamatkan generasi hari ini untuk masa depan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. Bersama, kita pasti bisa lawan narkoba!” pungkasnya menutup pembicaraan.

*Parapreneur Indonesia Bahagia Hadirkan Terobosan, Database Disabilitas Kalbar Resmi Diluncurkan*

0

PONTIANAK,WARTA IN – Dalam rangka memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pemenuhan hak, kemandirian ekonomi, serta pengembangan prestasi penyandang disabilitas di Kalimantan Barat.

Parapreneur Indonesia Bahagia menyelenggarakan rangkaian kegiatan talkshow, peluncuran database penyandang disabilitas, serta sosialisasi Pekan Paralimpik Provinsi (PEPARPROV) XII Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan di Gaia Bumi Raya City Kubu Raya, Minggu (01/11/26).

Dengan mengusung semangat “Bersama Membangun Indonesia Inklusif, dari Kesetaraan Menuju Kemandirian dan Kesetaraan Penyandang Disabilitas”, kegiatan ini menjadi langkah untuk memperkuat sinergi antara organisasi penyandang disabilitas, pemerintah, lembaga keuangan, media, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ketua National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kalimantan Barat, Mustaat Saman, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memperluas ruang partisipasi penyandang disabilitas sekaligus mengubah stigma negatif yang masih berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, kerja sama dengan Komisi Nasional Disabilitas (KND), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Radio Republik Indonesia (RRI) telah memberikan ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan dan potensi mereka.

“Banyak hal yang sudah kita jalani bersama KND, OJK, dan RRI. Mereka memberikan ruang bagi disabilitas agar semakin dikenal dan mendapatkan kesempatan yang lebih luas. Kami akan terus berupaya mengubah stigma-stigma negatif terhadap penyandang disabilitas,” ujarnya.

Mustaat menekankan bahwa perubahan pandangan masyarakat harus dimulai dari diri penyandang disabilitas sendiri melalui keberanian untuk bangkit, mengembangkan kemampuan, dan membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih kemandirian.

“Yang bisa mengubah stigma itu adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. Kita harus bangkit. Kawan-kawan di sini banyak yang luar biasa dan mampu menunjukkan kemandiriannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mustaat juga memaparkan persiapan pelaksanaan PEPARPROV XII Kalimantan Barat. Ia mengungkapkan bahwa pada awalnya terdapat keraguan untuk kembali menyelenggarakan ajang olahraga tersebut karena keterbatasan anggaran khusus.

Namun, setelah mempertimbangkan berbagai hal dan mendengarkan aspirasi para atlet penyandang disabilitas, pihaknya memutuskan untuk tetap berupaya melanjutkan agenda tersebut.

Ia menyebutkan, para atlet mempertanyakan kesempatan mereka untuk berkompetisi, sementara ajang olahraga bagi atlet nondisabilitas tersedia. Aspirasi tersebut menjadi salah satu dorongan untuk kembali menyatukan semangat dan mempersiapkan penyelenggaraan PEPARPROV.

“Awalnya kami tidak ingin melaksanakannya karena memang tidak ada anggaran khusus untuk PEPARPROV. Namun, setelah kami pertimbangkan, anak-anak bertanya, mengapa mereka tidak bisa ikut, sementara atlet nondisabilitas memiliki ajang kompetisi? Akhirnya kami berkumpul kembali dan memutuskan untuk berjuang bersama,” jelasnya.

Menurut Mustaat, semangat para atlet menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan. Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk menghadirkan ruang kompetisi bagi atlet disabilitas harus terus dilanjutkan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan.

Ia menuturkan, sebelumnya terdapat gagasan untuk menggunakan arwana sebagai maskot. Namun, pihaknya kemudian memilih sempurna sebagai simbol yang merepresentasikan semangat kebangkitan, kemandirian, dan keyakinan bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan untuk menentukan masa depannya.

Menurutnya, nama sempurna membawa pesan bahwa penyandang disabilitas tidak boleh terus-menerus bergantung pada penilaian atau harapan orang lain. Sebaliknya, setiap individu harus memiliki keyakinan dan kemauan untuk memulai perubahan dari dirinya sendiri.

“Jangan terus berharap kepada orang lain. Fokus kita harus dimulai dari diri sendiri. Itulah semangat yang ingin kami sampaikan melalui maskot Sempurna,” ungkapnya.

Ia berharap maskot tersebut dapat menjadi simbol motivasi bagi seluruh atlet dan penyandang disabilitas di Kalimantan Barat untuk terus berkarya, berprestasi, serta mengambil peran aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain membahas olahraga paralimpik, Mustaat menekankan pentingnya ketersediaan data penyandang disabilitas yang akurat, terverifikasi, dan terintegrasi.

Menurutnya, data menjadi fondasi utama untuk menyusun program pemberdayaan yang tepat sasaran, baik di bidang sosial, ketenagakerjaan, kewirausahaan, maupun olahraga.

Ia menilai, perbedaan data di antara instansi pemerintah dapat menjadi tantangan dalam merancang kebijakan dan program yang sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas.

“Dasar dari banyak hal yang ingin kita lakukan adalah data. Data di Dinas Sosial bisa berbeda dengan data di Dinas Ketenagakerjaan maupun Dinas UMKM. Karena itu, database ini bukan untuk mendahului siapa pun atau merasa paling depan, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi dengan semua pihak,” jelas Mustaat.

Ia menyampaikan bahwa data penyandang disabilitas yang dimiliki pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial disebut mencapai lebih dari 65.000 orang di Kalimantan Barat. Namun, menurutnya, data tersebut masih memerlukan proses verifikasi lebih lanjut, termasuk untuk memastikan identitas, jenis disabilitas, serta status terkini setiap individu.

Sementara itu, database yang dikembangkan pihaknya telah mencakup lebih dari 25.000 data penyandang disabilitas. Data tersebut, menurut Mustaat, telah memuat sejumlah informasi dasar, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), jenis kelamin, dan jenis disabilitas.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pendataan dan verifikasi tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan agar informasi yang tersedia benar-benar akurat dan dapat digunakan sebagai dasar penyusunan program.

Mustaat berharap peluncuran database tersebut menjadi awal dari kerja sama yang lebih kuat antara organisasi penyandang disabilitas dan pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan, serta dinas yang membidangi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan adanya data yang lebih terstruktur, program pemberdayaan diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata penyandang disabilitas, mulai dari akses terhadap pekerjaan, pengembangan usaha, peningkatan keterampilan, hingga pembinaan atlet berprestasi.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak menjadikan database sekadar kumpulan angka, melainkan instrumen untuk memastikan penyandang disabilitas memperoleh hak, kesempatan, dan akses pelayanan secara lebih setara.

“Setelah database ini diluncurkan, semua pihak harus bersama-sama memperkuat pendataan dan melakukan verifikasi. Kita ingin data tersebut benar-benar bermanfaat untuk mendukung program dan meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas,” pungkasnya.

Parapreneur Indonesia Bahagia bersama para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat fondasi pembangunan yang inklusif di Kalimantan Barat, sehingga penyandang disabilitas tidak hanya memperoleh pengakuan atas hak-haknya, tetapi juga memiliki kesempatan yang setara untuk mandiri secara ekonomi, berpartisipasi dalam kehidupan sosial, dan meraih prestasi di bidang olahraga.

Sumber:ismail

“Misteri Talang Sebetung: Lahan Perjuangan Tempirai Selamat dari Karhutla Usai Yasinan Haul Leluhur”

0

Warta.in//PALI – penomena misteri Talang Sebetung, Suasana sakral dan penuh haru menyelimuti kawasan Talang Sebetung saat puluhan warga Tempirai Raya berkumpul untuk menggelar acara Yasinan dan Haul para leluhur serta puyang-puyang. Acara yang diinisiasi oleh tokoh masyarakat, Dr. Subiyanto Pudin Tempirai, ini digelar sebagai bentuk penghormatan spiritual sekaligus persiapan batin menyambut pertemuan penting mengenai tapal batas yang dijadwalkan pada Senin, 2 November 2026.

Prosesi Yasinan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh salah satu sesepuh karismatik Talang Sebetung, Muhamad bin Maju. Beliau merupakan salah satu warga senior yang hingga kini masih setia menetap dan menjaga tanah leluhur di kawasan Talang Sebetung. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan doa-doa yang dipanjatkan menggema, menciptakan atmosfer religius yang menyentuh hati setiap warga yang hadir.

Fenomena Alam Usai Doa: Isyarat Turunnya Rahmat, Ada pemandangan yang dinilai tidak biasa oleh warga setempat. Begitu rangkaian doa dan Yasinan selesai ditutup, langit di atas Talang Sebetung yang tadinya cerah mendadak mendung dan langsung menumpahkan hujan.

Bagi Dr. Subiyanto Pudin, Tempirai dan seluruh warga yang hadir, turunnya hujan ini bukan sekadar fenomena cuaca biasa, melainkan sebuah manifestasi nyata dari rahmat Allah SWT. Hujan ini diyakini sebagai simbol restu alam dan jawaban atas ketulusan doa warga yang sedang memperjuangkan hak-hak tanah adat mereka.

“Insya Allah, ini merupakan pertanda baik dan turunnya rahmat dari Allah SWT atas niat tulus kita semua. Semoga perjuangan warga Tempirai Raya selalu diridai,” ujar Dr. Subiyanto dalam keterangannya.

Misteri Tapal Batas: Tanah Perjuangan Selamat dari Karhutla, Selain turunnya hujan, sebuah fenomena yang dinilai penuh keajaiban juga menjadi sorotan tajam di lokasi. Saat ini, wilayah perbatasan tanah yang masuk dalam administrasi Mangkunegara Timur dan Mangkunegara dilaporkan sedang dilanda bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang cukup hebat.

Keriuhan asap dan api tampak jelas menghanguskan area tersebut. Namun, pemandangan kontras yang luar biasa terjadi tepat di garis batas tanah yang sedang diperjuangkan oleh warga agar kembali masuk ke dalam tapal batas Desa Tempirai Selatan. Lahan perjuangan tersebut sama sekali tidak tersentuh oleh api maupun dampak Karhutla. Kondisinya tetap hijau, basah, dan aman.

Fenomena ini memicu spekulasi spiritual di kalangan warga Tempirai Raya. Banyak yang meyakini bahwa tanah-tanah adat tersebut sedang dijaga dan dilindungi oleh kekuatan magis serta karomah para leluhur puyang-puyang Tempirai yang tidak rela tanah mereka hangus terbakar menjelang hari penentuan.

Peristiwa bernuansa spiritual ini secara otomatis membakar semangat dan memperkuat mental warga Tempirai Raya. Mereka kini menatap pertemuan tanggal 2 November 2026 dengan keyakinan penuh, membawa harapan besar agar tapal batas Desa Tempirai Selatan dapat dikembalikan ke tempat yang semestinya sesuai sejarah dan warisan para leluhur.

Kapolres Sibolga Sambangi Masjid Al – Azhar, Ajak Jemaah Perangi Narkoba

0

Warta.in Sibolga – Kapolres Sibolga AKBP Budi Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., M.Han., melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Al-Azhar, Kota Sibolga, Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Quick Wins Kapolri tersebut diikuti sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Sibolga dan jemaah Masjid Al-Azhar. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Polri untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sibolga memperkenalkan tagline pelayanan Polri, yakni “Polisi Bersama Masyarakat”. Tagline tersebut menjadi komitmen Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat, hadir di tengah kehidupan warga, serta memberikan pelayanan yang responsif dan humanis.

Kapolres juga mengajak seluruh jemaah untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai bagian penting dalam memelihara persatuan dan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Kota Sibolga.

Selain itu, masyarakat diminta turut berperan aktif dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba membutuhkan kepedulian serta kerja sama seluruh elemen masyarakat agar generasi muda terlindungi dari bahaya narkotika.

Kapolres turut mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari penyebaran berita bohong yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, AKBP Budi Prasetyo menyampaikan bahwa Polres Sibolga bersama jajaran Polres di wilayah Polda Sumatera Utara sedang melaksanakan Operasi Patuh Toba 2026 selama 14 hari.
Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan disiplin dan kepatuhan dalam berlalu lintas, mulai dari mematuhi rambu-rambu, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, hingga melengkapi persyaratan berkendara.
“Ketertiban berlalu lintas merupakan cerminan budaya masyarakat sekaligus bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” demikian pesan Kapolres kepada para jemaah.

Lebih lanjut, Kapolres menginformasikan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center 110 Polres Sibolga apabila mengalami atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas maupun tindak pidana lainnya.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan untuk mendapatkan respons dan tindak lanjut dari kepolisian.
Kegiatan Subuh Keliling ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Kota Sibolga.

Melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, Polres Sibolga berkomitmen untuk terus hadir, mendengar, melindungi, dan melayani masyarakat. (RN)

Insiden Pengeroyokan Terhadap Wartawan Kembali Terjadi di SDL Muara Enim,Sum Sel

0

Warta In

“Muara Enim” Insiden dugaan pengeroyokan terhadap wartawan kembali terjadi saat menjalankan tugas jurnalistik di lapangan. Kali ini, dua wartawan dari media online SelidikKasus.com dan Aliansi News, yakni Nopri Hartono dan Endang Sapurra, diduga menjadi korban kekerasan ketika melakukan peliputan proyek pembangunan jalan setapak di Desa Karya Nyata, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL), Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Peristiwa tersebut bermula ketika kedua wartawan mendatangi lokasi proyek untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan pembangunan jalan setapak yang diduga merupakan proyek dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Sumatera Selatan. Minggu 01/11/2026

Saat berada di lokasi, wartawan mencoba meminta keterangan kepada salah seorang pekerja mengenai pekerjaan proyek tersebut. Namun, situasi justru memanas hingga terjadi perdebatan antara wartawan dan sejumlah pekerja proyek.

Dalam insiden tersebut, sekitar empat orang pekerja diduga melakukan pengeroyokan. Bahkan, salah seorang wartawan, Nopri Hartono, mengaku mendapat hantaman menggunakan balok kayu dan benda keras menyerupai besi pada bagian kepala.

Akibat kejadian itu, Nopri mengalami pembengkakan pada bagian kepala serta luka ringan. Ia kemudian mendapatkan penanganan atas cedera yang dialaminya.

Tidak berselang lama setelah kejadian, Nopri menjalani pemeriksaan visum dan melaporkan dugaan tindak kekerasan tersebut ke Polsek setempat untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas para pekerja yang diduga terlibat belum diketahui secara pasti. Tim media juga masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena wartawan sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai pekerjaan proyek yang dipertanyakan.

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, wartawan memiliki perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya untuk memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi.

(Tim/red)

Rasyid Ridho Nasution Apresiasi Kontribusi Pramuka Kota Medan pada Puncak Harpram ke-65 Sumatera Utara

0

Rasyid Ridho Nasution Apresiasi Kontribusi Pramuka Kota Medan pada Puncak Hari Pramuka ke-65 Tingkat Sumatera Utara

SERDANG BEDAGAI — Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Medan, Rasyid Ridho Nasution, S.STP., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh utusan Pramuka Kota Medan yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Daerah Sumatera Utara Tahun 2026.

Peringatan yang berlangsung pada Sabtu (31/10/2026) tersebut dipusatkan di Alun-Alun Kabupaten Serdang Bedagai, Sei Rampah, dan diikuti oleh perwakilan Gerakan Pramuka dari berbagai kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Upacara peringatan dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, H. Timur Tumanggor, yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Utara Dikki Anugerah Panjaitan, para bupati dan wakil bupati se-Sumatera Utara, serta delegasi kehormatan Pengakap Negeri Terengganu, Malaysia.

Dalam momentum tersebut, kontingen Kwarcab Kota Medan tidak hanya hadir sebagai peserta upacara. Sejumlah anggota Gerakan Pramuka Kota Medan yang berasal dari beberapa gugus depan juga mengambil bagian sebagai pengisi acara, menghadirkan berbagai penampilan yang turut menyemarakkan rangkaian puncak peringatan Hari Pramuka.

Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata anggota Pramuka Kota Medan dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan tingkat daerah. Kehadiran mereka sekaligus memperlihatkan potensi, kreativitas, dan semangat kolaborasi yang tumbuh di lingkungan gugus depan.

Ketua Kwarcab Kota Medan, Rasyid Ridho Nasution, menyampaikan penghargaan kepada seluruh anggota yang telah menjalankan tugas dan mengambil peran dalam kegiatan tersebut. Apresiasi juga ditujukan kepada para pembina, pelatih, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan mempersiapkan keikutsertaan kontingen Kota Medan.

Menurutnya, keikutsertaan dalam kegiatan tingkat daerah bukan semata-mata tentang kehadiran dalam sebuah seremoni, melainkan kesempatan bagi anggota Pramuka untuk menunjukkan kemampuan, membangun persaudaraan, memperluas pengalaman, dan mengamalkan nilai-nilai kepramukaan.

Partisipasi anggota dari berbagai gugus depan juga menjadi gambaran pentingnya pembinaan yang berkelanjutan. Sebab, Pramuka yang aktif dan berdaya saing lahir dari proses pendidikan, latihan, kreativitas, serta kesempatan untuk mengambil peran dalam kegiatan nyata.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 ini diharapkan semakin memperkuat semangat persatuan dan kolaborasi Gerakan Pramuka, sekaligus mendorong seluruh jajaran Kwarcab Kota Medan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan generasi muda.

Pramuka bukan sekadar hadir dalam upacara, tetapi harus mampu mengambil peran, menunjukkan karya, dan memberikan kontribusi nyata. Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam membangun Gerakan Pramuka Kota Medan yang semakin aktif, progresif, dan bermanfaat bagi masyarakat.(SU16)

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

0

Personil Polsek Ngimbang Aiptu Djudi Dan
Brigadir Bayu Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

LAMONGAN//Warta.in –Dalam rangka kedekatan masyarakat untuk menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman saat masyarakan menjalankan ibadah kaum Nasrani di wilayah Ngimbang

Kali ini petugas personil Polsek Ngimbang melaksanakan kegiatan pengamanan giat masyarakat umat Kristiani diwilayah Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang, Minggu (01/11/2026) pukul 06.30 wib sampai selesai

Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Kaum Nasrani ini personil Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Aipda Novan hadir dalam melaksanakan kegiatan pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati.

Kegiatan pengamanan Ibadah umat Kristiani di Gereja GKJTU dan GJWI yang bertempat di Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang dalam persembahyangan Minggu pagi umat Kristiani digereja GKJTU dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

Sementara itu Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S. I. K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat dikonfirmasi oleh awak media, “Bahwa pengamanan ini guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang menjalankan Ibadah di Hari Minggu dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati “Terangnya

Kami berharap dengan adanya Patroli pengamanan secara rutin di Hari Minggu ini masyarakat dalam menjalankan Ibadah bisa tenang dan nyaman sehingga wilayah Ngimbang tetapaman dan kondusif,pungkasnya (roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Sabtu (31/10/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 21.30 wib oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi, Aipda Novan, Aipda Dian, P. dan Brigadir Deny untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di Jalan raya poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, Pabrik Rokok R3, dan Bank BRI dan masyarakat Ngimbang

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr.K.S.I.K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Wakapolsek, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)

Demi Antisipasi Pohon Tumbang Polsek Ngimbang Sisir Dan Patroli di Daerah Rawan Bencana

0

Demi Antisipasi Pohon Tumbang Polsek Ngimbang Sisir Dan Patroli di Daerah Rawan Bencana

LAMONGAN//Warta.in –Dalam Rangka bentuk kepedulian polri dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati kali ini jajaran personil Polsek Ngimbang giat patroli pemantauan dan antisipasi Pohon Tumbang Guna cegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di jalan Raya Tanjung – Songowareng Bluluk yang berada di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, Sabtu (30/10/2026) pukul 10.00 wib

Patroli dan pengecekan serta pemantauan pohon tumbang ini di laksanakan olehnya anggota jaga Polsek Ngimbang Aipda Afis dan Brigadir Deny
untuk mengecek dan memantau kondisi pohon di pinggir jalan raya Babat – Jombang untuk antisipasi pohon tumbang agar tidak mengganggu kamtibmas dan tetap kondusif di wilayah Kecamatan Ngimbang

Untuk semua masyarakat di harapkan tetap Waspada apabila waktu Hujan dan Angin untuk menghindari pohon tumbang segera melaporkan ke Polsek atau Damkar setempat

Sementara itu Kapolsek Ngimbang AKP Andian Permana, S.Tr.K.S.I.K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, menjelaskan “Bahwa kegiatan Patroli dan pemantauan dan pengecekan pohon tersebut untuk antisipasi terjadinya bencana alam tumbangnya pohon saat hujan dan angin ribut .

Untuk pengendara apabila melintas selalu hati – hati dan Polsek Ngimbang memberikan himbauan kamtibmas juga himbauan agar selalu menjaga kebersihan yaitu dengan mematuhi Peraturan lalu lintas, ”Pesan Wakapolsek Ngimbang

Sehingga masyarakat merasakan kenyamanan dengan pelayanan dan kehadiran polisi ditengah – tengah masyarakat agar kondisi wilayah Ngimbang Aman dan kondusif (roy)

Redam Potensi Bentrok Antar Desa, Bupati PALI Panggil Tiga Kades Terkait Sengketa Batas Wilayah.

0

Warta.in//PALI – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bergerak cepat merespons gejolak di masyarakat terkait konflik batas wilayah yang tak kunjung usai. Pada Sabtu, 31 Oktober 2026, jajaran tinggi Pemkab PALI menerima audiensi resmi dan penyampaian aspirasi dari Aliansi Masyarakat Tempirai Raya Bersatu (AMTRB) guna membahas jalan keluar atas sengketa tapal batas antara Desa Tempirai Selatan dengan Desa Mangkunegara dan Mangkunegara Timur.

Pertemuan krusial yang berlangsung di ruang audiensi ini dihadiri langsung oleh Bupati PALI, Asgianto, ST. Didampingi oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ir. H. Andre Fajar Wijaya, S.Si., C.SEF, serta Camat Penukal Faizen Oto Berlin, S.P., pihak pemerintah mendengarkan langsung tuntutan yang dibawa oleh perwakilan masyarakat. Sementara dari kubu AMTRB dipimpin langsung oleh Dr.Subiyanto Pudin selaku Ketua Koordinator aksi beserta tokoh masyarakat lainnya.

Dalam penyampaiannya yang lugas, Ketua Koordinator AMTRB Dr.Subiyanto Pudin menegaskan bahwa ketidakpastian batas wilayah ini telah memicu tensi tinggi di tingkat akar rumput. Pihaknya mendesak agar Pemkab PALI tidak lagi menunda-nunda keputusan taktis.

“Kami meminta dengan tegas kepada Bupati PALI Bapak Asgianto untuk segera menyelesaikan permasalahan tapal batas ini secara definitif. Jangan sampai pembiaran ini berlarut-larut dan menyulut kericuhan fisik antardesa yang sama-sama tidak kita inginkan. Kepastian hukum atas batas wilayah Tempirai Selatan, Mangkunegara, dan Mangkunegara Timur harus segera disahkan,” ujar Dr.Subiyanto Pudin di hadapan jajaran pemerintah.

Merespons desakan yang kian memuncak dan demi mengantisipasi potensi konflik sosial, Bupati PALI Asgianto, ST. mengambil sikap tegas dan menolak untuk bersikap pasif. Beliau secara langsung menginstruksikan jajarannya untuk menjadwalkan rapat koordinasi total pada Senin, 2 November 2026.

Bupati menegaskan komitmennya untuk mengedepankan asas keadilan dengan mendengarkan keterangan dari semua pihak secara berimbang. Namun, ia juga memberikan peringatan keras kepada para kepala desa yang terlibat agar tidak main-main dengan agenda penyelesaian ini.

“Saya tidak mau hanya mendengar suara dari satu pihak saja. Oleh karena itu, saya mengundang ketiga kepala desa—baik Tempirai Selatan, Mangkunegara, maupun Mangkunegara Timur—untuk duduk bersama, buka-bukaan data pada hari Senin besok,” tegas Bupati Asgianto.

Lebih lanjut, Bupati PALI mengeluarkan ultimatum tertulis dan lisan yang sangat tegas terkait jalannya agenda mediasi ini. Jika ada pihak yang sengaja menghambat atau mangkir dari undangan penting tersebut, pemerintah daerah akan mengambil langkah sepihak demi ketertiban umum.

“Apabila dalam undangan hari Senin nanti ada kepala desa yang sengaja tidak hadir, khususnya Kepala Desa Mangkunegara dan Mangkunegara Timur, dan tidak ada sanggahan atau tuntutan lain yang sah, maka saya sampaikan secara terbuka bahwa Pemerintah Kabupaten PALI sepakat untuk langsung mengesahkan seluruh tuntutan dari Aliansi Masyarakat Tempirai Raya Bersatu (AMTRB). Ini demi kepastian hukum dan keamanan daerah yang tidak bisa ditawar lagi,” pungkas Asgianto dengan nada tegas.

Pertemuan tindak lanjut pada 2 November 2026 ini dipastikan akan menjadi penentu akhir dari sejarah panjang sengketa batas wilayah di wilayah Penukal. Masyarakat kini menunggu ketegasan Pemkab PALI dalam mengeksekusi kebijakan demi terciptanya kedamaian dan kejelasan wilayah di Bumi Serepat Serasan.