Beranda blog

DARI KULI BATU BATA MENJADI PRAJURIT TNI AD: KISAH INSPIRATIF ASEP, KEBANGGAAN REMAJA REJANG LEBONG.

0

Warta.in-REJANG LEBONG.

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi bagi mereka yang berusaha tanpa kenal lelah. Kisah nyata ini dibuktikan oleh seorang pemuda asal Kabupaten Rejang Lebong, yang kini menyebar semangat dan harapan ke seluruh penjuru daerahnya. Namanya Asep. Berawal dari keringat membangun bangunan sebagai pekerja batu bata, kini ia berdiri tegak mengenakan seragam kebanggaan: Prajurit TNI Angkatan Darat, Kamis (24/9/26).

Asep bukan berasal dari keluarga yang berkecukupan. Sejak muda, ia rela bangun pagi-pagi sekali, membasuh wajah, dan berangkat ke lokasi pembangunan. Di sana, ia mengangkat batu, menyusun bata, mencampur adukan — pekerjaan berat yang membuat tubuh lelah dan tangan kasar. Banyak teman sebayanya mungkin menyerah, namun tidak bagi Asep.

“Saya tahu tubuh saya lelah, tapi mimpi saya tidak boleh lelah. Setiap batu yang saya susun, saya anggap sebagai langkah menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Asep dengan mata berbinar.

Di sela-sela jam istirahat, saat orang lain beristirahat atau bersantai, Asep menyempatkan diri belajar. Ia tidak memiliki fasilitas mewah, hanya semangat yang tak pernah padam, dan doa tulus dari hati.

Menjadi prajurit TNI bukan hal yang mudah. Persaingan ketat, persyaratan tinggi, dan ujian yang menyeluruh, fisik, mental, maupun pengetahuan, menjadi tantangan yang harus dihadapi. Asep tidak pernah menyembunyikan asal-usulnya. Justru, ia menjadikan latar belakangnya sebagai bahan bakar semangat.

  • Ia melatih fisik setiap hari, bahkan setelah pulang dari tempat kerja;

  • Ia mempelajari materi ujian dengan tekun, memanfaatkan setiap waktu luang;

  • Ia tidak malu bertanya kepada mereka yang lebih tahu;

  • Saat ada yang meremehkan, ia diam dan bekerja lebih keras, membuktikan lewat perbuatan, bukan kata-kata.

Berulang kali diuji, berulang kali diuji ketahanannya. Namun Asep tidak mundur. Ia percaya: kesempatan bukan diberikan kepada yang paling berkuasa, melainkan kepada yang paling pantang menyerah.

Hari yang dinanti akhirnya tiba. Di tengah haru dan sukacita, Asep resmi dinyatakan lulus dan diterima menjadi Prajurit TNI Angkatan Darat. Pemuda yang dulu dikenal mengangkat batu bata, kini mengangkat sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keluarga, tetangga, dan seluruh warga yang mengenalnya bangga. Bagi mereka, Asep bukan sekadar pemuda yang lulus seleksi. ia adalah bukti hidup bahwa asal-usul tidak menentukan masa depan, melainkan tekad dan kerja keras.

Kisah Asep kini menjadi cahaya penuntun bagi ribuan pemuda-pemudi di Rejang Lebong. Ia mengajarkan:

  1. Jangan malu dengan asal-usul — pekerjaan jujur apa pun terhormat; yang memalukan adalah malas dan tidak mau berusaha.

  2. Mimpi butuh tindakan, bukan sekadar harapan — bangunlah lebih awal, berusahalah lebih keras, dan jangan takut berkeringat.

  3. Kesulitan adalah jembatan, bukan tembok — setiap rintangan yang dilalui membentuk mental yang kuat.

  4. Kesempatan terbuka bagi siapa saja — pintu TNI, pintu pendidikan, pintu kemajuan tidak tertutup bagi mereka yang sungguh-sungguh berjuang.

  5. Tetap rendah hati meski telah berhasil — keberhasilan sejati adalah ketika kebahagiaanmu juga membahagiakan orang lain.

“Saya pernah berdiri di tempat kalian berdiri. Saya pernah merasakan lelah, ragu, dan hampir putus asa. Tapi saya memilih terus melangkah. Kalian pun bisa. Tidak ada yang mustahil jika hati teguh dan tangan bekerja,” pesan Asep kepada generasi muda daerahnya.

Kisah Asep kini menjadi inspirasi yang dibicarakan di warung, di sekolah, hingga di lingkungan masyarakat. Ia membuktikan bahwa di Rejang Lebong lahir pemuda yang tangguh, jujur, dan bertekad membela bangsa.

Semoga kisah ini menjadi pengingat bagi setiap pemuda-pemudi Rejang Lebong: batu bata yang kamu susun hari ini bisa menjadi pondasi kesuksesanmu esok hari. Tetap berjuang, tetap percaya diri, dan jadilah kebanggaan keluarga serta daerah tercinta.

(Tim Redaksi)

Terima Kasih H. Asep Ikhsan,SE. S.Pd. MM. Ketua F. Demokrat DPRD Kab.Bandung, Hotmix 330 M, Gg. PR Paminggir

0

Gg. PR Kp. Paminggir RW 11, RW 10, Desa Manggungharja Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Kamis, 24 September 2026. WARTA. IN

Ucapan terima Kasih, warga Gg. PR.  Kp.  Peminggir RW 11 RW 10, Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Kepada Bapak H. Asep Ikhsan, SE. S. Pd. MM. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Bandung, atas Realisasi Hotmix 330 M. (  Rencana 270 M ), 4 Cm. Tebal Kering, Gg. PR. Kp. Paminggir RW 11, RW 10 Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

Tak lupa ucapan terima kasih kepada Deden Toha, ST. M. Ip. Kades Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, yang juga Ketua APDESI Kecamatan Ciparay, atas dukungan, sehingga terealisasi Hotmix, dan kami warga KPM. Paminggir,  merasakan Derap Pembangunan.

Semoga Amal Kebaikan Bapak, di balas Allah SWT, di beri umur panjang, sehat selalu, dan bermanfaat bagi warganya. WARTA. IN Biro Bandung.

0

 

SUKABUMI– Pemerintah Kabupaten Sukabumi mendorong Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (AMTJM) meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, seiring dengan peringatan Hari Jadi ke-36 perusahaan daerah tersebut.

Dorongan itu disampaikan Bupati Sukabumi H. Asep Japar saat menghadiri tasyakur bi’nikmat Hari Jadi ke-36 Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri bersama Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas di kantor pusat Perumda AMTJM, Kecamatan Cibadak, Kamis (24/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Asep Japar menekankan pentingnya peningkatan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas distribusi air. Selain itu, ia meminta jajaran Perumda AMTJM mempermudah akses layanan serta mempercepat penanganan keluhan pelanggan.

 

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong agar Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri menjadi perusahaan yang semakin profesional, sehat, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tetapi, tetap memperhatikan peningkatan kepuasan pelanggan,” ujar Asep.

 

Menurutnya, proses perubahan badan hukum Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri menjadi Perseroda merupakan salah satu langkah yang diarahkan untuk memperkuat perusahaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam pemenuhan akses masyarakat terhadap air minum.

 

“Transformasi menjadi Perseroda memberikan kerangka bisnis yang mendukung pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang,” katanya.

 

Meski demikian, Asep mengingatkan perubahan badan hukum tersebut perlu dibarengi dengan perubahan pola pikir dan tata kelola perusahaan.

 

“Perseroda harus lebih profesional, efisien, dan berorientasi pada pelayanan dan keuntungan daerah,” ungkapnya.

 

Di sisi lain, Bupati juga menegaskan bahwa orientasi bisnis perusahaan daerah tetap perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial kepada masyarakat, terutama warga di sekitar wilayah pelayanan.

 

Ia mencontohkan kondisi musim kemarau yang berpotensi menyebabkan sebagian masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

 

“Seperti musim kemarau ini, perhatikan masyarakat. Khawatir ada yang kekurangan air, bantulah. Seperti di acara ngalongok dulur di lembur, Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri ikut serta membagikan air bersih untuk warga yang membutuhkan. Tidak lupa juga untuk sisihkan rezeki untuk membantu masyarakat sekitar,” pesannya.

 

### Perumda Siapkan Program untuk Pelanggan

 

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri H.M. Kamaludin Zen menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalankan sejumlah kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat.

 

Kegiatan tersebut antara lain bakti sosial serta penyaluran air bersih bagi warga yang membutuhkan.

“Baksos dan penyaluran air bersih pun terus kami lakukan kepada masyarakat,” kata Kamaludin.

Selain menjalankan kegiatan sosial, pihaknya juga tengah menyiapkan sejumlah program yang diharapkan dapat mendukung peningkatan pendapatan perusahaan sekaligus mendorong kepatuhan pelanggan dalam membayar tagihan tepat waktu.

Salah satu rencana yang sedang dipersiapkan yakni pemberian hadiah umrah bagi pelanggan dengan catatan pembayaran yang baik selama satu tahun.

 

“Insya Allah tahun depan akan kita programkan hadiah kepada pelanggan yang pembayarannya bagus selama satu tahun. Sedang kita upayakan, semoga bisa terealisasi,” pungkasnya.

Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-36 tersebut turut diisi dengan penyerahan santunan dan pemotongan tumpeng yang dilakukan Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, serta Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri H.M. Kamaludin Zen.

Dengan demikian, peringatan hari jadi tidak hanya menjadi momentum evaluasi perjalanan perusahaan, tetapi juga menjadi dorongan bagi Perumda AMTJM untuk memperkuat pelayanan, memperhatikan kebutuhan masyarakat, serta mempersiapkan pengembangan perusahaan ke depan. (Alfi yonimar)

 

Pimred PR Subang Nyalon Ketua PWI Subang.

0

 

SUBANG, Warta In, Bursa pencalonan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Subang periode 2026 – 2029 memasuki babak baru. Memasuki hari ke-9 tahapan pendaftaran, Kamis (24/9/2026), salah satu kandidat yang memenuhi syarat dipastikan akan mendaftar.

Kandidat tersebut adalah Agus Eko Muchamad Solihin, Pimpinan Redaksi Pikiran Rakyat (PR) Subang sekaligus anggota PWI Subang yang dinyatakan memenuhi syarat administratif untuk maju sebagai calon ketua pada Konferensi PWI Subang tahun 2026.

Kepastian pencalonan Gus Eko, sapaan akrabnya, terungkap dari unggahan di status media sosial pribadinya yang menuliskan kalimat “Insya Allah besok, Kamis (24/9/2026) daftar”.

Orang dekat Gus Eko, Edi Darmayadi, membenarkan unggahan tersebut sebagai sinyal keseriusan untuk maju.

“Ya, Gus Eko hari ini akan memasukan berkas pendaftaran, mohon do’a dan dukungannya,” ujar Edi saat dikonfirmasi, Kamis (24/9).

Menurut Edi, penyerahan berkas pendaftaran ke Panitia Konferensi PWI Subang direncanakan sekitar pukul 08.15 WIB. Terkait jumlah rekan yang akan mengantar, Edi menyebut akan ada rekan sejawat yang membersamai, namun belum bisa merinci jumlahnya.

“Rekan sejawatnya akan menemani, hanya saja jumlahnya saya kurang tahu,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Konferensi PWI Kabupaten Subang 2026, Riki Damayanto, sebelumnya menjelaskan bahwa Konferensi PWI Kabupaten Subang akan dilaksanakan pada 14 Oktober 2026 di Hotel Betha Subang. Adapun tahapan pendaftaran calon ketua dibuka sejak 15 September 2026 hingga 25 September 2026.

Dari total 19 anggota biasa PWI Kabupaten Subang, tercatat hanya dua orang yang memenuhi syarat normatif untuk mencalonkan diri sebagai ketua.

“Syarat normatif untuk mencalonkan sebagai Ketua PWI Subang adalah anggota biasa dan sudah memiliki sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat Madya,” ujar Riki.

Dua nama yang memenuhi syarat tersebut adalah Agus Eko Muchamad Solihin dan Dadan Ramdan.
(Boby Chengos)

Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat Polsek Ngimbang Gelar Commanderwish Pagi di Wilayah Ngimbang

0

Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat Polsek Ngimbang Gelar Commanderwish Pagi di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.In – Polsek Ngimbang dalam rangka melayani masyarakat melalui kegiatan Commander Wish dipagi hari, dengan beberapa personel untuk hadir memberikan pelayanan di tengah masyarakat pada jam-jam sibuk pagi hari.

Kegiatan Commander Wish di laksanakan di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang Aiptu Zaeni, Aptu Deni, Aipda Erwan dan Brigadir Deni di pertigaan Pasar Ngimbang dan SMA Negeri 1 Ngimbang di Kecamatan Ngimbang pada Hari Kamis (24/09/2026) pukul 06.30 WIB

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr, K. S.I.K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, menjelaskan bahwa Commander Wish Layanan Pagi merupakan program prioritas sekaligus kebijakan utama dari Kapolres Lamongan yang bertujuan menghadirkan personel Polri secara maksimal pada pagi hari untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel ditempatkan di sejumlah titik strategis, di antaranya kawasan rawan kemacetan, penyeberangan anak sekolah, pasar atau pusat kegiatan ekonomi, serta kawasan perkantoran.jelasnya

Kehadiran personel di lokasi tersebut diharapkan mampu menciptakan kelancaran arus lalu lintas, meningkatkan keamanan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang memulai aktivitas dan di laporkan situasi Perempatan Pasar Ngimbang dan SMA Negeri 1 Ngimbang dalam keadaan lancar

Wakapolsek Ngimbang menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama seluruh personel.

Program Commander Wish Layanan Pagi menjadi langkah awal dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang responsif, cepat, dan Presisi melalui kehadiran nyata anggota Polri di tengah masyarakat sejak pagi hari.

Kami harap pelayanan terhadap masyarakat harus lebih maksimal. Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah melaksanakan kegiatan layanan pagi ini, ujarnya.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, humanis, dan jadikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”pungkasnya ( roy)

Berikan Rasa Aman Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light 4C Di Daerah Rawan Kriminal

0

Berikan Rasa Aman Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light 4C Di Daerah Rawan Kriminal

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Rabu (23/09 /2026) pukul 23.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang Aiptu Djudi, Aiptu Deny dan Brigadir Bayu dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang dan ATM BRI Ngimbang serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngambang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K,melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Intensifkan Patroli Harkamtipmas Polsek Ngimbang Sisir Beberapa Obyek Vital Di Wilayah Ngimbang

0

Intensifkan Patroli Harkamtipmas Polsek Ngimbang Sisir Beberapa Obyek Vital Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Wartain.In – Guna mempersempit ruang gerak pelaku tindak kejahatan, Polsek Ngimbang Polres Lamongan mengintensifkan pengamanan wilayah melalui patroli Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) pada hari Rabu (23/09/2026). Pukul 10.00,wib

Langkah preventif ini menyasar sejumlah objek vital dan pusat aktivitas publik di wilayah hukum Kecamatan Ngimbang

Dalam penyisiran tersebut, personel Polsek Ngimbang, Aiptu Djudi, Aiptu Deny dan Brigadir Bayu menyisir, menyambangi titik-titik rawan seperti, Jalan raya poros Ngimbang – Jombang, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Masyarakat Desa Ngimbang, Aksi ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas 3C (pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor).

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S.I.K, melalui Wakapolsek Ngimbang Iptu Istiono, S.H., menegaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan bertujuan menutup niat maupun kesempatan bagi para pelaku kejahatan.

“Patroli ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan rasa aman secara nyata kepada masyarakat. Kami juga mengimbau petugas keamanan objek vital dan warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor bila menemukan potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya Iptu Istiono, S. H.

Kehadiran Anggota personel Polsek Ngimbang mendapat apresiasi dari warga sekitar. Sugeng (42), salah seorang warga yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi patroli, mengaku lebih tenang dengan kehadiran polisi di pusat keramaian.

“Kalau sering ada patroli polisi yang lewat dan menyapa warga seperti ini, kami merasa jauh lebih tenang dan nyaman saat beraktivitas malam atau pas lagi ambil uang di ATM,” tutur Sugeng.

Seluruh rangkaian patroli Harkamtibmas berjalan lancar. Hingga kegiatan berakhir, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Ngimbang terpantau aman, tertib, dan kondusif. [roy]

Pembangunan Bronjong Diduga Masuk di Ruang Sungai Saddang, PSDA PUTR Torut Bakal Terbitkan Teguran

0

TORAJA UTARA – Aktivitas pembangunan Bronjong di sungai Saddang di Kecamatan Kesu’, yang dilakukan oleh pihak perusahaan swasta diduga langgar Undang Undang Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Sumber Daya Air, serta Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai, Kamis (24/9/2026).

Pasalnya, aktivitas pembangunan Bronjong tersebut diduga sudah menggunakan ruang badan sungai, yang bisa mengakibatkan terjadinya perubahan fungsi dan pengalihan air sungai, hingga penyempitan badan sungai yang dapat berdampak kerusakan lingkungan, serta bisa berdampak banjir kepada pemukiman warga di daerah seberang.

Hal ini saat dikonfirmasi ke dinas PUTR pada hari Kamis, (17/9/2026), Donny selaku Kepala Bidang Tata Ruang menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pemberitahuan dari pihak manapun, akan adanya aktivitas yang akan mereka lakukan atau akan membangun di sempadan sungai.

Terkait aktivitas pembangunan Bronjong itu juga, saat dikonfirmasi ke Balai Besar Wilayah Sungai, bidang PSDA menyebutkan bahwa segala aktivitas di sungai yang bersentuhan langsung dengan pengelolaan sumber daya air, wajib mengajukan izin.

Senada dengan itu, Herman Sanda Limbong selaku Kepala Bidang PSDA dinas PUTR Toraja Utara yang dikonfirmasi hari Rabu (23/9/2026) siang, usai melakukan peninjauan lokasi tersebut menegaskan bahwa itu melanggar.

“Iya, kami sudah kembali dari lokasi dan posisi Bronjongnya melanggar masuk ke badan sungai tapi pihak yang bersangkutan menganggap itu mereka tidak melanggar,” sebut Sanda Limbong.

Selain itu, selaku Kabid PSDA Dinas PUTR Toraja Utara, Sanda Limbong juga mengatakan jika ada sekira kurang lebih 4 meter masuk ke ruang Sungai Saddang.

“Untuk tindaklanjut sebagai langkah awal yang dapat kami ambil kemungkinan besar akan melakukan persuratan ke pihak perusahaan bersangkutan sebagai surat teguran,” jelas Sanda Limbong.

Sebelumnya juga pada hari Sabtu (19/9/2026) saat dikonfirmasi via WhatsApp, Sanda Limbong, menjelaskan jika aktivitas seperti itu melanggar Undang Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air serta Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai.

Aktivitas ini juga saat dikonfirmasi ke pihak perusahaan tersebut melalui sambungan WhatsApp, pada hari Senin (21/9/2026) siang, jawabannya kepada awak media bahwa tidak ada haknya untuk konfirmasi.

“Apa hakmu mau konfirmasi. Bukan urusanmu,” sebutnya.

Dan untuk diketahui bahwa aliran sungai Saddang atau Wilayah Sungai Saddang merupakan wilayah aliran sungai lintas Provinsi yang masuk sebagai kawasan strategis nasional.

Tujuh Kebiasaan Anak Hebat, Bekal Generasi Sehat NTB

0

Tujuh Kebiasaan Anak Hebat, Bekal Generasi Sehat NTB

Warta.in
Lombok Utara,NTB — Membangun generasi yang sehat tidak cukup dilakukan melalui layanan kesehatan, tetapi perlu dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, mengajak para santri membangun pola hidup sehat melalui penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bekal untuk meraih masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Sinta saat menghadiri kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) NTB bersama TP PKK Provinsi NTB di Pondok Pesantren As-Sa’idiyah Penjalin, Desa Sigar Penjalin, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (23/9/2026).

Di hadapan para santri, Sinta menekankan tujuh kebiasaan yang perlu dibangun secara konsisten, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut merupakan bagian dari kesiapan anak menghadapi masa depan. Kesehatan fisik perlu berjalan bersama kematangan diri dan kemampuan belajar agar anak memiliki bekal yang cukup untuk mengejar cita-citanya.

“Tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat ini tolong dijalankan dengan baik. Kalau itu dijalankan dengan baik, maka masa depan kalian insyaAllah akan semakin baik lagi,” ujarnya.

Sinta juga mengingatkan para santri agar tidak menjalani persoalan secara sendiri-sendiri. Kepedulian terhadap teman sebaya, menurutnya, penting untuk membantu mendeteksi perubahan perilaku sekaligus mencegah anak terjerumus pada berbagai kegiatan negatif.

Ia meminta para santri saling memperhatikan dan tidak ragu bertanya ketika melihat perubahan sikap pada teman.

“Kalian harus saling mengatensi, saling memperhatikan satu sama lain. Kalau ada teman yang terlihat mengalami perubahan sikap, tolong ditanya,” tuturnya.

Kepedulian tersebut dinilai penting karena tidak semua anak mampu mengungkapkan persoalan yang sedang dihadapi. Perasaan sendiri, tidak memiliki tempat berbagi, atau kesulitan menyampaikan masalah dapat membuat anak rentan mengambil pilihan yang tidak baik.

Perhatian khusus juga diberikan kepada para santriwati melalui edukasi mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah secara teratur untuk mencegah anemia. Sinta mengingatkan bahwa menjaga kesehatan sejak remaja merupakan investasi bagi kesehatan perempuan ketika kelak memasuki kehidupan berkeluarga.

“Tablet ini harus rutin diminum supaya kelak saat kalian siap menjadi seorang ibu, kondisi tubuh sudah kuat dan sehat. Jika calon-calon ibu ini sehat, insyaAllah akan melahirkan generasi penerus yang sehat pula,” katanya.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren As-Sa’idiyah Penjalin, TGH. Miftahuddin, M.Pd.I., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai menjaga kesehatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Pihak pesantren juga berkomitmen menyiapkan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan bagi para santri.

Kegiatan yang melibatkan Dinas Kesehatan NTB, TP PKK NTB, TP PKK Lombok Utara dan Dinas Kesehatan Lombok Utara itu juga diisi pembagian tablet tambah darah bagi santriwati, edukasi pencegahan perkawinan anak oleh Duta GenRe, serta penyuluhan pencegahan kanker pada remaja oleh dr. Kadek Adiwiguna dari Yayasan Kanker NTB.

Dari lingkungan pesantren, pesan GERMAS menjadi lebih luas dari sekadar ajakan menjaga kesehatan. Generasi sehat dibentuk melalui kebiasaan yang dilakukan setiap hari, kepedulian terhadap sesama, dan kesiapan menghadapi masa depan. Ketika kebiasaan baik menjadi bagian dari kehidupan anak dan remaja, kesehatan tidak hanya menjadi urusan ketika sakit, tetapi menjadi modal untuk belajar, berprestasi, dan tumbuh menjadi generasi NTB yang lebih kuat.(sr/dkisntb)

Cegah Kekerasan dan Pernikahan Anak, Sekolah Harus Jadi Ruang Aman

0

Cegah Kekerasan dan Pernikahan Anak, Sekolah Harus Jadi Ruang Aman

Warta.in
Lombok Timur,NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) memperkuat upaya pencegahan kekerasan fisik, kekerasan seksual, perundungan, dan pernikahan usia anak dengan membangun kesadaran sejak lingkungan sekolah. Sekolah didorong bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman bagi anak untuk tumbuh, berprestasi, dan membangun masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB sekaligus Ketua BKOW Provinsi NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M.Si, saat sosialisasi dan dialog bersama siswa-siswi SMAN 1 Terara, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (22/9/2026).

Di hadapan para guru dan pelajar, Wagub Umi Dinda menegaskan bahwa tingginya persoalan kekerasan dan masalah sosial di NTB harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin agar kasus tidak terus bertambah dan sekolah benar-benar menjadi lingkungan yang memberikan rasa aman kepada anak dan orang tua.

“Hari ini kita semua sadari, di Nusa Tenggara Barat kita memiliki angka yang cukup tinggi. Angka ini tidak boleh bertambah dan harus berhenti pada titik ini,” tegasnya.

Ia berharap tidak ada lagi orang tua yang merasa khawatir ketika melepas anaknya pergi ke sekolah atau ragu menitipkan anak kepada lembaga pendidikan.

Karena itu, Umi Dinda meminta tenaga pendidik tidak hanya menjalankan fungsi pengajaran, tetapi juga menjadi fasilitator yang mampu mengayomi dan membangun lingkungan sekolah yang sehat. Sementara kepada para siswa, ia mengingatkan agar perbedaan latar belakang sosial tidak menjadi alasan untuk merendahkan atau melakukan perundungan terhadap teman.

“Kalian di sini bukan untuk menunjukkan bahwa ‘Saya anak orang paling berada’ atau memiliki orang tua berpendidikan lebih tinggi. Anak-anakku semua hadir di sini untuk mengikat tali persaudaraan, persahabatan, dan menjadi satu kekuatan untuk menunjukkan prestasi yang membanggakan,” ujarnya.

Selain kekerasan dan perundungan, Wagub memberi perhatian khusus terhadap pencegahan pernikahan usia anak. Menurutnya, masa sekolah harus dimanfaatkan untuk membangun pengetahuan, karakter dan prestasi sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.

Ia mengajak para siswa menjaga diri dan pergaulan serta menjadi bagian dari gerakan pencegahan di lingkungan masing-masing.

“Jaga diri kalian, jaga pergaulan, dan yakinkan bahwa kalian harus menunjukkan prestasi sebelum menuju ke jenjang rumah tangga. Mari kita semua berkomitmen menjadi duta untuk menolak setiap bentuk kekerasan dan membatasi usia pernikahan,” pesannya.

Kepala SMAN 1 Terara, Halid, menyambut baik penguatan edukasi tersebut. Dengan jumlah warga sekolah yang besar, menurutnya, tanggung jawab sekolah tidak berhenti pada pencapaian akademik dan nonakademik, tetapi juga memastikan setiap siswa belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

SMAN 1 Terara saat ini memiliki 1.476 siswa, 79 guru, dan 17 tenaga kependidikan. Besarnya komunitas sekolah tersebut membuat penguatan pencegahan kekerasan dan perlindungan anak menjadi bagian penting dalam pengelolaan lingkungan pendidikan.

Sosialisasi turut dihadiri Ketua GOW Lombok Timur Mahyu Wardani, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi NTB Syamsul Hadi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi NTB Ashari, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Lalu Hamzi Fikri, Kepala BKKBN Provinsi NTB Lalu Makripuddin, serta jajaran pengurus harian BKOW Provinsi NTB.

Dari SMAN 1 Terara, pesan yang dibangun Pemprov NTB dan BKOW menjadi jelas: pencegahan harus dimulai sebelum kekerasan terjadi dan sebelum pernikahan usia anak menjadi pilihan. Sekolah harus menjadi tempat anak merasa aman, dihargai dan memiliki kesempatan untuk berprestasi. Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi komitmen bersama guru, orang tua, pemerintah dan seluruh lingkungan sosial untuk memastikan generasi muda tumbuh tanpa kekerasan dan memiliki ruang yang cukup untuk meraih masa depan.(sr/dkisntb)