Beranda blog

Hj. Novita Purwanti, S E., Buka Turnamen Sepak Bola “Panjunan Cup” Plered 

0

Warta.in, Purwakarta– Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, sekaligus mengisi rangkaian kegiatan pendidikan politik, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, menggelar turnamen sepak bola “Panjunan Cup 2026”.

Turnamen yang berlangsung di lapangan sepak bola Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, tersebut diikuti sebanyak 15 tim yang mewakili RT se-Desa Anjun.

Pembukaan turnamen berlangsung meriah dan dibuka secara langsung oleh anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dari PDI Perjuangan, Hj. Novita Purwanti, S.E. Hadir pula Kepala Desa Anjun Engkos Kosasih, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purwakarta.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga. Panjunan Cup juga menjadi ruang silaturahmi warga sekaligus sarana membangun kebersamaan dan menjaring bibit-bibit muda berbakat di bidang sepak bola.
Kepala Desa: Jaga Kondusivitas, Utamakan Silaturahmi

Dalam sambutannya, Kepala Desa Anjun, Engkos Kosasih, mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk menjaga kondusivitas selama turnamen berlangsung.

Menurutnya, pertandingan sepak bola antarrwarga harus ditempatkan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, bukan sekadar mengejar kemenangan.

“Ini adalah ajang silaturahmi. Mari kita jaga kondusivitas bersama. Selain untuk mempererat persaudaraan, kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi wadah untuk mencari bibit-bibit pemain berbakat,” pesan Kades.

Pesan serupa disampaikan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Keduanya mengingatkan para pemain maupun suporter agar menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan.

Novita Purwanti: Sportivitas dan Kebersihan Tanggung Jawab Bersama

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Novita Purwanti, S.E., dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan turnamen tersebut sebagai momentum memperkuat persaudaraan.

Novita menegaskan bahwa menang atau kalah merupakan bagian dari sebuah pertandingan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh peserta mampu menjaga sportivitas dan kebersamaan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan persoalan kebersihan selama kegiatan berlangsung.

“Junjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai persaudaraan. Jangan sampai karena pertandingan kita justru terpecah. Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan. Jangan biarkan sampah berserakan, karena kebersihan adalah tugas dan tanggung jawab kita semua,” ujar Novita.

Menurutnya, kegiatan olahraga di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas. Selain menyehatkan, olahraga juga dapat menjadi media membangun komunikasi, kebersamaan dan kepedulian sosial.

Kick Off Panjunan Cup 2026

Pembukaan turnamen kemudian ditandai dengan tendangan kick off oleh Hj. Novita Purwanti, S.E., anggota DPRD Purwakarta Fraksi PDI Perjuangan.

Pertandingan perdana mempertemukan Tim RT 01 melawan Tim RT 14.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Sejak pertandingan dimulai, penonton tampak berjubel memadati area sekitar lapangan sepak bola Desa Anjun.

Suasana pertandingan pun berlangsung semarak. Sorak-sorai dukungan dari masyarakat membuat atmosfer Panjunan Cup semakin terasa sebagai sebuah pesta olahraga sekaligus hiburan rakyat.

Bukan Sekadar Sepak Bola, Ada Hiburan Rakyat

Menariknya, kemeriahan Panjunan Cup tidak hanya terjadi selama pertandingan berlangsung.

Saat memasuki waktu istirahat sebelum babak kedua, panitia menghadirkan kegiatan tambahan berupa tendangan penalti berhadiah.

Hj. Novita Purwanti bahkan turut menjadi penjaga gawang dalam sesi tendangan penalti yang diikuti oleh sejumlah ibu-ibu. Peserta yang berhasil menjalankan tantangan tersebut mendapatkan hadiah yang telah disediakan oleh Novita.

Tidak berhenti sampai di situ, kaum bapak-bapak juga ikut ambil bagian dalam aksi tendangan penalti tersebut.

Sontak suasana menjadi semakin meriah. Masyarakat yang menyaksikan tampak antusias dan bahagia menikmati hiburan sederhana yang dikemas di sela-sela pertandingan.

Keterlibatan langsung Novita dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana seorang wakil rakyat dapat membangun komunikasi yang dekat dan cair dengan masyarakat.

Tidak ada sekat antara masyarakat dan wakil rakyat. Semua dapat berbaur dalam suasana penuh kegembiraan, kebersamaan dan persaudaraan.

Semangat Kemerdekaan dan Pendidikan Politik

Panjunan Cup 2026 menjadi salah satu bentuk kegiatan positif dalam mengisi momentum kemerdekaan. Semangat kompetisi dipadukan dengan nilai-nilai persaudaraan, gotong royong, sportivitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian pendidikan politik yang dikemas melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, pendidikan politik tidak selalu harus berlangsung dalam bentuk forum formal. Interaksi langsung dengan masyarakat melalui olahraga dan kegiatan sosial juga dapat menjadi ruang membangun komunikasi serta menyerap aspirasi warga.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga memperoleh ruang untuk mempererat hubungan sosial dan membangun kebersamaan.

Hingga berita ini diterbitkan, pertandingan perdana Panjunan Cup 2026 antara RT 01 dan RT 14 masih berlangsung.

Turnamen tersebut diharapkan berjalan lancar hingga pertandingan final dan mampu melahirkan bibit-bibit pemain sepak bola potensial dari Desa Anjun, sekaligus semakin mempererat persaudaraan seluruh masyarakat.
Selamat bertanding. Junjung tinggi sportivitas, persaudaraan dan kebersamaan. Merdeka!

Rotua Wendeilyna Simarmata, Pulang ke Tanah Leluhur, Kiprah Mediasi, Jurnalistik, Paralegal Hukum Adat Batak

0

Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, mediasumatera – Ada orang yang pergi dari kampung halaman untuk mengejar pendidikan, membangun karier, kemudian memilih menetap jauh dari tanah kelahirannya. Namun ada pula yang pada suatu titik dalam perjalanan hidupnya justru merasa perlu kembali.

Bagi Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi CMed CPP CIJ CPW, keputusan kembali ke Samosir adalah bagian dari perjalanan panjang untuk menemukan kembali hubungan dengan tanah asal keluarga sekaligus mengabdikan pengetahuan yang telah diperolehnya.

Perempuan yang akrab disapa Wendy itu lahir di Medan. Tetapi secara genealogis dan emosional, Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Pangururan, Samosir, merupakan salah satu akar penting dalam perjalanan keluarganya.

Di tanah itulah orang tuanya berasal. Di lingkungan itulah nilai kekerabatan, adat, sejarah leluhur, dan identitas keluarga terus hidup.

Karena itu, ketika akhirnya memilih tinggal di Samosir, kepulangannya tidak sekadar dapat dilihat sebagai perubahan tempat tinggal.

Ada semacam lingkaran perjalanan yang kembali kepada titik asal.

Dari Medan Menempuh Jalan Panjang Pendidikan

Perjalanan Wendy memperlihatkan bahwa pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan dirinya.

Ia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Gadjah Mada, salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, perjalanan akademiknya berlanjut ke Universitas Indonesia untuk menempuh pendidikan magister.

Tidak berhenti di sana, pendidikan kemudian membawanya ke Universitas Padjadjaran untuk menyelesaikan pendidikan doktoral.

Tiga perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademiknya.

Namun, bagi Wendy, pendidikan formal bukanlah garis akhir.

Perkembangan dunia profesional menuntut seseorang untuk terus belajar. Karena itu, ia kemudian memperluas kompetensi melalui berbagai pendidikan, pelatihan, profesi, dan sertifikasi.

Di belakang namanya tercantum sejumlah gelar dan sertifikasi, antara lain Doktor Ilmu Pemerintahan, Dokter hewan, Magister Sains, CMed., CPP, CIJ, dan CPW.

Rangkaian tersebut menunjukkan spektrum minat yang cukup luas: dari ilmu kedokteran hewan dan sains, kemudian berkembang ke bidang mediasi, paralegal, jurnalistik investigasi, serta penulisan profesional.

Bagi Wendy, dunia yang terus berubah menuntut seseorang untuk tidak berhenti belajar.

Jakarta: Tempat Mengasah Pengalaman

Sebelum menetap di Samosir, Wendy menjalani kehidupan profesional di Jakarta.

Ibu kota menjadi ruang baginya untuk membangun pengalaman, memperluas jaringan, berinteraksi dengan berbagai latar belakang masyarakat, sekaligus melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas.

Jakarta memberinya pengalaman tentang bagaimana dunia profesional berjalan dengan dinamika yang cepat.

Di sana ia tidak hanya memperoleh pengalaman pekerjaan, tetapi juga berhadapan dengan berbagai persoalan sosial dan manusia.

Pengalaman tersebut kelak menjadi bekal ketika ia kembali ke daerah.

Sebab, pulang ke kampung halaman dengan membawa pengalaman dari kota besar berarti membawa perspektif baru untuk melihat persoalan-persoalan lama.

Pandemi dan Keputusan untuk Pulang

Titik penting dalam perjalanan hidup Wendy terjadi ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia.

Di tengah situasi yang tidak mudah tersebut, ia mengambil keputusan untuk kembali ke Samosir dan kemudian menetap di tanah asal keluarganya.

Keputusan itu memiliki makna tersendiri.

Pandemi membuat banyak orang kembali mempertanyakan prioritas hidup: tentang keluarga, tempat tinggal, pekerjaan, kesehatan, serta arti rumah.

Bagi Wendy, Samosir bukan sekadar sebuah daerah di peta.

Samosir adalah tanah leluhur.

Ada hubungan darah, sejarah keluarga, kenangan, dan identitas yang membuat tanah tersebut selalu memiliki tempat khusus dalam kehidupannya.

Maka ketika kesempatan untuk kembali terbuka, ia memilih pulang.

Namun kepulangan itu tidak dilakukan dengan tangan kosong.

Ia membawa pengalaman pendidikan, profesi, jaringan, serta pengetahuan yang diperolehnya selama bertahun-tahun.

Pulang untuk Berkarya

Setelah kembali ke Samosir, aktivitas Wendy justru semakin berkembang.

Ia mulai lebih dekat dengan persoalan masyarakat.

Bidang yang digelutinya pun bersentuhan dengan berbagai persoalan publik, mulai dari hukum, mediasi, adat, sejarah, hingga jurnalistik.

Dalam bidang mediasi, Wendy menekuni profesi sebagai mediator non-hakim dan mengembangkan kapasitasnya melalui pendidikan serta sertifikasi mediasi.

Mediasi sendiri memiliki posisi penting dalam penyelesaian sengketa karena memberikan ruang kepada pihak-pihak yang berselisih untuk mencari jalan keluar melalui proses dialog.

Bagi masyarakat, pemahaman mengenai proses hukum sering kali tidak mudah.

Bahasa hukum, prosedur, dokumen, serta berbagai tahapan penyelesaian perkara dapat menjadi sesuatu yang rumit bagi masyarakat awam.

Dalam konteks tersebut, keberadaan orang yang mampu menjelaskan persoalan secara lebih sederhana menjadi penting.

Di sinilah pengalaman Wendy dalam bidang hukum, mediasi, paralegal, dan komunikasi publik bertemu.

Hukum Tidak Bisa Dipisahkan dari Fakta

Salah satu perhatian Wendy adalah persoalan yang muncul ketika sejarah lokal, adat, silsilah, tanah, dan hukum negara bertemu.

Persoalan seperti ini sering kali memiliki akar sejarah yang panjang.

Sebuah tanah bisa memiliki cerita turun-temurun.

Sebuah keluarga bisa memiliki silsilah yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sebuah dokumen lama bisa menjadi bagian dari sejarah suatu wilayah.

Namun ketika persoalan tersebut masuk ke dalam ranah hukum, semuanya harus ditempatkan berdasarkan kedudukan dan kekuatan pembuktiannya masing-masing.

Karena itu, Wendy menekankan pentingnya membedakan antara cerita sejarah, tradisi lisan, silsilah keluarga, dokumen administratif, dan alat bukti hukum.

Tidak semua dokumen lama secara otomatis dapat diperlakukan sebagai bukti hak.

Demikian pula, sebuah klaim genealogis tidak cukup hanya disampaikan sebagai cerita apabila hendak digunakan untuk menentukan hak tertentu.

Harus ada proses pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pendekatan seperti itu menjadi penting terutama dalam persoalan tanah yang bersinggungan dengan sejarah masyarakat adat.

Lumban Silo: Ketika Sejarah, Silsilah dan Hukum Bertemu

Perhatian Wendy terhadap persoalan tanah dan sejarah lokal salah satunya terlihat dalam keterlibatannya mengangkat persoalan Lumban Silo di Pangururan.

Persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut sebidang tanah.

Di dalamnya terdapat sejarah, hubungan kekerabatan, klaim silsilah, dokumen, serta persoalan hukum yang harus dipahami secara hati-hati.

Wendy mendorong agar masyarakat melihat persoalan tersebut dengan kepala dingin.

Menurut pendekatan yang dikedepankannya, kebenaran tidak seharusnya ditentukan hanya berdasarkan siapa yang paling keras berbicara.

Kebenaran harus dicari melalui bukti.

Dokumen harus diperiksa.

Silsilah harus ditelusuri.

Sejarah harus dibandingkan dengan sumber lain.

Sementara aspek hukum harus diuji berdasarkan peraturan yang berlaku.

Pendekatan semacam ini penting agar persoalan sejarah keluarga tidak berubah menjadi konflik antarketurunan.

Jurnalistik sebagai Ruang Pengabdian

Selain berkecimpung dalam bidang mediasi dan paralegal, Wendy juga menggunakan jurnalistik sebagai sarana untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Bertugas sebagai Pemimpin Redaksi Tarombo TV Media

Baginya, media memiliki peran penting dalam membuka ruang publik.

Sebuah persoalan yang hanya diketahui oleh segelintir orang dapat menjadi perhatian masyarakat ketika ditulis dan diberitakan dengan baik.

Namun, semakin besar kekuatan media, semakin besar pula tanggung jawab yang menyertainya.

Karena itu, dalam mengangkat persoalan yang sensitif—terutama menyangkut tanah, keluarga, adat, dan hukum—prinsip kehati-hatian menjadi sangat penting.

Fakta harus dibedakan dari opini.

Klaim harus dibedakan dari bukti.

Dan keberpihakan kepada masyarakat tidak boleh berarti mengabaikan prinsip verifikasi.

Di titik inilah pengalaman Wendy dalam jurnalistik bertemu dengan latar belakang pendidikannya di bidang lain.

Menjembatani Dunia Akademik dan Masyarakat

Salah satu karakter yang terlihat dalam perjalanan Wendy adalah kecenderungannya menghubungkan berbagai disiplin ilmu.

Latar belakang dokter hewan dan sains memberikan dasar berpikir ilmiah.

Pendidikan tinggi memberikan kemampuan akademik.

Pendidikan mediasi memberikan pemahaman tentang penyelesaian konflik.

Pendidikan paralegal memperkenalkan aspek pendampingan dan pemahaman hukum.

Sementara jurnalistik memberinya ruang untuk mengomunikasikan persoalan kepada masyarakat.

Kesemuanya kemudian bertemu dalam kehidupan sehari-hari di Samosir.

Bukan berarti semua persoalan dapat diselesaikan hanya dengan satu pendekatan.

Justru persoalan masyarakat sering kali membutuhkan berbagai perspektif sekaligus.

Persoalan tanah membutuhkan pemahaman hukum dan sejarah.

Persoalan keluarga membutuhkan pemahaman genealogis dan sosial.

Persoalan konflik membutuhkan kemampuan komunikasi dan mediasi.

Sedangkan persoalan informasi publik membutuhkan jurnalistik yang bertanggung jawab.

Perempuan yang Memilih Pulang

Keputusan untuk meninggalkan kenyamanan kehidupan kota dan kembali ke daerah bukanlah pilihan yang selalu mudah.

Ada perubahan lingkungan.

Ada perubahan ritme kehidupan.

Ada pula tantangan untuk membangun kembali jaringan dan aktivitas profesional.

Namun bagi Wendy, kepulangan memiliki nilai yang lebih besar daripada sekadar pertimbangan kenyamanan.

Ia melihat tanah leluhur sebagai ruang pengabdian.

Samosir memberikan kesempatan baginya untuk lebih dekat dengan masyarakat dan melihat persoalan secara langsung.

Di tengah masyarakat itulah ilmu yang selama ini diperoleh diuji oleh kenyataan.

Sebab ilmu yang hanya tersimpan di ruang akademik tidak selalu cukup.

Ilmu akan memiliki makna ketika dapat digunakan untuk membantu manusia memahami persoalan hidupnya.

Menjaga Akar, Membuka Masa Depan

Perjalanan Wendy juga dapat dibaca sebagai perjalanan tentang identitas.

Seseorang dapat lahir di satu kota, belajar di berbagai tempat, bekerja di kota besar, dan memiliki pengalaman lintas bidang.

Namun hubungan dengan tanah leluhur tetap dapat menjadi bagian penting dari identitas tersebut.

Lumban Suhi Suhi Toruan bagi Wendy bukan sekadar nama sebuah wilayah.

Ia merupakan simbol dari akar keluarga.

Sementara Samosir menjadi ruang untuk menghubungkan masa lalu dengan masa depan.

Masa lalu berupa sejarah keluarga, adat, dan leluhur.

Masa kini berupa persoalan masyarakat yang harus dihadapi.

Sedangkan masa depan adalah generasi berikutnya yang membutuhkan pengetahuan, keterbukaan, dan pemahaman terhadap akar budayanya.

Pesan dari Sebuah Kepulangan

Jika perjalanan hidup Wendy dirangkum dalam satu kalimat, mungkin kalimat yang paling tepat adalah:

pergi untuk belajar, kembali untuk mengabdi.

Ia pernah menjalani perjalanan akademik di Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung.

Ia pernah membangun pengalaman profesional di Jakarta.

Namun pada akhirnya, ia memilih kembali ke Samosir.

Bukan karena perjalanan telah selesai.

Justru karena perjalanan tersebut memasuki babak baru.

Babak ketika pengalaman yang diperoleh di luar daerah dibawa pulang dan dipertemukan dengan kebutuhan masyarakat di tanah leluhur.

Bagi Wendy, seseorang boleh pergi sejauh apa pun.

Boleh belajar setinggi mungkin.

Boleh membangun karier di kota mana pun.

Tetapi akar tetap memiliki arti.

Dan akar itulah yang pada suatu ketika memanggilnya pulang.

“Ke mana pun kaki melangkah, akar tak boleh putus dari tanahnya.”

Kalimat itu menjadi gambaran sederhana tentang perjalanan seorang perempuan yang memilih kembali ke tanah leluhur—bukan untuk berhenti berkarya, melainkan untuk melanjutkan pengabdiannya dengan cara yang berbeda.

Dari Medan ia memulai perjalanan.

Dari Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung ia memperoleh pendidikan dan pengalaman.

Dan di Samosir, ia menemukan ruang untuk membawa semuanya pulang.

Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi CMed CPP CIJ CPW—sebuah perjalanan panjang yang pada akhirnya kembali kepada akar (red)

Lestarikan Tradisi, Bupati PALI Hadiri Pesta Rakyat Bekarang Ikan di Danau Sebetung.

0

Warta.in//PALI – Suasana semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Danau Sebetung, Desa Mangku Negara Timur, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Minggu (9/8/2026).

Masyarakat Desa Mangku Negara dan Desa Mangku Negara Timur tumpah ruah mengikuti tradisi bekara­ng ikan yang digelar sebagai pesta rakyat sekaligus bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Bupati PALI Asgianto, ST, turut hadir dan berbaur bersama masyarakat dalam kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB tersebut. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten PALI itu menambah semarak kegiatan yang menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi dan kearifan lokal masyarakat.

Di tengah suasana kebersamaan, Bupati Asgianto menyampaikan bahwa bekara­ng ikan bukan hanya kegiatan menangkap ikan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya bagi masyarakat.

“Bekarang ikan ini merupakan pesta rakyat. Kita berkumpul bersama masyarakat, bersilaturahmi, sekaligus melestarikan tradisi yang sudah dilakukan secara turun-temurun,” ujar Asgianto.

Menurutnya, momentum menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan, kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat.

“Yang paling penting adalah kebersamaan. Kita ingin masyarakat bergembira bersama, tetapi tetap menjaga lingkungan dan sumber daya alam yang ada,” katanya.

Kegiatan bekara­ng ikan berlangsung meriah. Warga bersama-sama memanfaatkan kawasan Danau Sebetung untuk menangkap ikan secara tradisional. Tradisi tersebut sekaligus menjadi ruang interaksi antara masyarakat dengan pemerintah daerah.

Selain Bupati PALI, kegiatan turut dihadiri jajaran OPD Kabupaten PALI, Camat Penukal Faizen Oto Berlin, S.P beserta staf, Kapolsek Penukal AKP Sumartono, SE beserta anggota, Kepala Desa Mangku Negara Hendra beserta perangkat, Kepala Desa Mangku Negara Timur Evan Candra beserta perangkat, serta masyarakat Kecamatan Penukal.

Pemerintah Kabupaten PALI berharap tradisi bekara­ng ikan dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah. Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan sumber daya perairan secara bijaksana dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Tradisi ini harus terus kita jaga. Jangan hanya menjadi kegiatan hari ini, tetapi bisa diwariskan kepada anak cucu kita. Kita ingin budaya tetap hidup dan lingkungan juga tetap terjaga,” pungkas Asgianto.

Kegiatan yang berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 WIB itu berjalan dalam suasana aman, tertib dan penuh kebersamaan.

 

(Muhamad Randi) Tim

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ribuan Warga Tumpah Ruah di Danau Sebetung, Meriahkan Tradisi Berburu Ikan “Bekarang” Bersama Pemkab PALI

0
Warta.in//PALI, 9 Agustus 2026 – Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah tumpah ruah memadati kawasan Danau Sebetung, Desa Mangku Negara Induk dan Mangku Negara Timur, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kehadiran massa yang memuncak sejak pukul 07.00 WIB ini dalam rangka berpartisipasi sekaligus memeriahkan tradisi tahunan “Bekarang Danau Sebetung”.
Acara budaya menangkap ikan bersama ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh Pemerintah Kabupaten PALI bersama Pemerintah Desa Mangku Negara dan Mangku Negara Timur. Selain menjadi sarana hiburan rakyat yang dinanti-nanti, agenda ini sukses menjadi magnet perekat kebersamaan dan solidaritas antar warga.
Bupati PALI, Asgianto, ST, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan tradisi ini. Beliau menekankan bahwa “Bekarang” bukan sekadar aktivitas rekreasional, melainkan sebuah momentum krusial untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan lokal dan pelestarian lingkungan air.
Kemeriahan sangat terasa saat warga turun ke danau dengan membawa berbagai peralatan tangkap tradisional, seperti tangguk, sekap ikan, dan tangkul. Antusiasme peserta kian dipacu oleh panitia yang menggratiskan akses masuk bagi umum serta menyediakan beragam hadiah menarik (doorprize).
Pemerintah Kabupaten PALI juga menerapkan aturan lingkungan yang sangat ketat selama acara berlangsung. Panitia melarang keras penggunaan alat setrum, racun, atau perangkat tangkap merusak lainnya. Langkah tegas ini diambil demi menjamin ekosistem dan sumber daya ikan di Danau Sebetung tetap lestari agar dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.
#Diskominfotaferpali
(Muhamad Randi)

Putra Desa Petaling Banyuasin, Enggar Pratama Hanafiah Bersinar di Panggung Musik Dangdut Sumatera Selatan

0

Warta.in||BANYUASIN – Berawal dari Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Enggar Pratama Hanafiah kini mampu menunjukkan kiprahnya di panggung musik dangdut Sumatera Selatan.(9/8/26)

Pria kelahiran Desa Petaling, 21 September 1993, tersebut merupakan anak sulung dari empat bersaudara, putra dari Nazar dan Ibu Ayu. Sejak kecil, Enggar Pratama Hanafiah tumbuh di lingkungan pedesaan dengan dukungan penuh dari kedua orang tuanya.


Sang ayah, Nazar, yang berprofesi sebagai jurnalis, turut berperan dalam membimbing dan mengembangkan bakat musik Enggar. Sementara sang ibu, Ibu Ayu, senantiasa memberikan dukungan dalam perjalanan pendidikan maupun karier putranya.

Bakat musik Enggar mulai terlihat sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan bimbingan langsung dari sang ayah, ia mulai mempelajari permainan keyboard dan organ tunggal.


Latihan yang dilakukan secara tekun membuat kemampuan musiknya terus berkembang. Dari tampil di berbagai kegiatan di kampung halaman, Enggar kemudian memperluas kiprahnya hingga dikenal sebagai salah satu talenta musik dangdut asal Sumatera Selatan.

Saat ini, Enggar Pratama Hanafiah juga kerap tampil dalam berbagai acara hiburan dan program televisi, di antaranya Goda Dangdut dan Dangdut Keliling yang tayang di TVRI.


Perjalanan Enggar menjadi bukti bahwa anak yang tumbuh dari desa memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi. Ketekunan, kerja keras, serta dukungan keluarga menjadi bagian penting dari perjalanan yang mengantarkannya ke panggung hiburan yang lebih luas.

Keberhasilan tersebut tentunya menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya, Nazar dan Ibu Ayu, serta masyarakat Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, dan Kabupaten Banyuasin.

Kisah Enggar Pratama Hanafiah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah untuk terus mengasah kemampuan, berani bermimpi, dan tidak menyerah dalam mengejar cita-cita.

Diduga “Jual” Sertifikasi! Kasek SMAN 1 Sirombu Minta Guru Bayar 1 Bulan Gaji`

0

NIAS BARAT, WARTA.IN – Beredar unggahan di media sosial Facebook yang menuding Kepala SMAN 1 Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Enonia Hia, S.Pd, M.Pd, melakukan pungutan liar di lingkungan sekolah.

Dalam postingan akun Ical Noe di grup “Boby Nasution For Sumut 1”, Kasek SMAN 1 Sirombu diduga mewajibkan setiap guru menyetor “jatah 1 bulan gaji penuh” jika ingin mendapatkan “les” sebagai syarat sertifikasi.

“Dia memaksa dan mewajibkan setiap guru memberikan jatah 1 bulan gaji penuh kepadanya jika ingin mendapatkan les cukup sebagai syarat sertifikasi. Yang tidak memberikan, tidak akan diberikan les,” tulis akun tersebut pada Jumat (7/8/2026).

Tudingan ini langsung menjadi sorotan warganet, khususnya kalangan pendidik di wilayah Kepulauan Nias. Pasalnya, tindakan tersebut diduga bertentangan dengan sejumlah peraturan perundang-undangan.

Pertama, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen*l menegaskan sertifikasi adalah hak profesi guru dan tidak boleh dipungut biaya.

Kedua, *Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 dan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 melarang segala bentuk pungutan di satuan pendidikan yang dikaitkan dengan syarat akademik.

KASEK BANTAH DAN DIDUGA LAKUKAN INTIMIDASI

Upaya WARTA.IN telah mengkonfirmasi kepada Kepala Sekolah pada Minggu (9/8/2026) melalui WhatsApp.

“Itu tidak benar. Itu fitnah. Tidak perlu saya tanggapi” jawab Kasek.

Lebih lanjut, Kasek melarang pemberitaan ini.
“Jadi tidak perlu dibuat berita-berita apapun tentang saya… Jangan pernah dan jangan dicoba. Ini kata saya”
“Tidak butuh saya berita. Tidak butuh saya pendapat. Tidak butuh keseimbangan.”

*Upaya WARTA.IN untuk memberikan hak jawab juga ditolak.

Upaya WARTA.IN juga telah mencoba konfirmasi ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi.

Upaya WARTA.IN memberikan ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak terkait.

Pungutan liar di pendidikan adalah pelanggaran hukum. Setiap upaya menghalang-halangi tugas jurnalistik juga melanggar UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

LAMONGAN//Warta.in –Dalam rangka kedekatan masyarakat untuk menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman saat masyarakan menjalankan ibadah kaum Nasrani di wilayah Ngimbang

Kali ini petugas personil Polsek Ngimbang melaksanakan kegiatan pengamanan giat masyarakat umat Kristiani diwilayah Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang, minggu (09/08/2026) pukul 06.30 wib sampai selesai

Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Kaum Nasrani ini personil Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Aipda Novan hadir dalam melaksanakan kegiatan pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati.

Kegiatan pengamanan Ibadah umat Kristiani di Gereja GKJTU dan GJWI yang bertempat di Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang dalam persembahyangan Minggu pagi umat Kristiani digereja GKJTU dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

Sementara itu Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S. I. K, melalui Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi saat dikonfirmasi oleh awak media, “Bahwa pengamanan ini guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang menjalankan Ibadah di Hari Minggu dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati “Terangnya

Kami berharap dengan adanya Patroli pengamanan secara rutin di Hari Minggu ini masyarakat dalam menjalankan Ibadah bisa tenang dan nyaman sehingga wilayah Ngimbang tetapaman dan kondusif,pungkasnya ( roy)

Polsek Ngimbang Gelar Pembukaan Turnanen Bola Voli Danyon Cup 887/KJM Tahun 2026

0

Polsek Ngimbang Gelar Pembukaan Turnanen Bola Voli Danyon Cup 887/KJM Tahun 2026

LAMONGAN// Warta. In – Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang Ke 81,Polsek Ngimbang melaksanakan pembukaan Turnamen Bola Voli Danyon Cup 887/KJM (Ksatria Joko Modo) Tahun 2026.di Desa Kakatpenjalin Kecamatan Ngimbang, Sabtu (08/08/2026)

Kegiatan ini dilaksanakam pukul 19.00 wib, Sebagai penanggung jawab Letkol Inf. Dondy Infantriadi S. S.T. Han.,S.I.P (Danyon Cup 887/KJM Ksatria Joko Modo) dihadiri sekitar kurleb 300 orang

Hadir dalam acara pembukaan turnamen Bola Voli Cup, Dr. H Yuhronur Efendi, M.B.A., M.E.K Bupati Lamongan, bersama rombongan, Kapten Inf Kankan Khidir Wadanyon Cup 887/KJM Ksatria Joko Modo, Kapolres Lamongan di wakili Kompol M. Kosim, S.H Kabag SDM Polres Lamongan,Kapten Inf. Mustoha Pasi Ops Kodim 0812/Lamongan, Kapten Arm. Yusniady Danramil 0812/06 Ngimbang,
Ipda Istiono S.H Waka Polsek Ngimbang,
Anton Sujarwo, S.Pd.,MM Camat Ngimbang,
Agung Prasetyawan Kades Kakatpenjalin,
Anggota Yon Cup 887/KJM Ksatria Joko Modo, Peserta Turnamen Bola Volly dan Masyarakat Desa Kakat penjalin.

Acara kegiatan di mulai pukul 21.45 WIB, Dr. H Yuhronur Efendi, M.B.A., M.E.K Bupati Lamongan tiba di Lapangan Voli Desa Kakatpenjalin/ Sarana Olahraga Serbaguna, Desa Kakatpenjalin, Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan,

Dilanjutkan dengan Upacara pembukaan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Untuk Sambutan pertama Kapten Inf Kankan Khidir Wadanyon Cup 887/KJM Ksatria Joko Modo
“Menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Bupati Lamongan beserta Forkopimda, jajaran TNI-Polri, Forkopimcam Ngimbang, pemerintah desa, panitia, peserta, serta seluruh masyarakat yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya Turnamen Bola Voli Danyon Cup 887/KJM (Ksatria Joko Modo) Tahun 2026.ujarnya

Kegiatan turnamen bola voli “Danyon Cup 2026” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-1 Yonif TP 887/KJM serta Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Dan kegiatan turnamen ini merupakan bagian dari upaya untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan semangat sportivitas, serta memberikan wadah bagi para atlet bola voli untuk mengembangkan bakat dan prestasi.

Dalam Turnamen ini yang di ikuti oleh 32 peserta Tim Putra dan 8 Peserta Tim Putri, Kegiatan berlangsung selama 30 hari dimulai tanggal 08 Agustus 2026 s.d 06 September 2026.

Kami mengharapkan seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas, mematuhi ketentuan pertandingan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menjadikan turnamen sebagai ajang persaudaraan dan kebersamaan.

Kami juga mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta dan berharap pelaksanaan turnamen dapat berjalan aman, lancar, tertib, serta sukses sampai dengan selesai.

Sambutan Dr. H Yuhronur Efendi, M.B.A., M.E.K Bupati Lamongan Bahwa mengucapkan Puji syukur Alhamdulillah, malam ini kita dapat melaksanakan kegiatan pembukaan Turnamen Bola Voli Danyon Cup 887/KJM (Ksatria Joko Modo) Tahun 2026 dalam keadaan sehat dan lancar.

Kami mengapresiasi dan terima kasih kepada jajaran Yonif TP 887/KJM (Ksatria Joko Modo), panitia penyelenggara, Forkopimda, Forkopimcam Ngimbang, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan turnamen bola voli tersebut, Ujarnya

Kegiatan turnamen ini merupakan kegiatan yang sangat positif dalam rangka meningkatkan semangat olahraga, mempererat tali silaturahmi, serta membangun kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat.

Turnamen ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menjaring dan mengembangkan bibit-bibit atlet bola voli yang berpotensi, khususnya di Kabupaten Lamongan, sehingga nantinya dapat berprestasi dan membawa nama baik Kabupaten Lamongan di tingkat yang lebih tinggi.

Kepada seluruh peserta turnamen agar senantiasa menjunjung tinggi sportivitas, menjaga kekompakan, menghormati sesama pemain maupun perangkat pertandingan, serta bertanding dengan penuh semangat dan tetap menjaga keamanan serta ketertiban selama kegiatan berlangsung.terangnya

Kami berharap melalui turnamen ini dapat ditemukan atlet-atlet bola voli yang memiliki potensi dan prestasi sehingga ke depan mampu membawa nama baik Kabupaten Lamongan.

Mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta, khususnya para atlet putra dan putri, serta berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar dan sukses sampai dengan selesai.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Turnamen Bola Voli Danyon Cup 887/KJM (Ksatria Joko Modo) Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka.

Pukul 22.00 WIB, Kick Off oleh Dr. H Yuhronur Efendi, M.B.A., M.E.K Bupati Lamongan Beserta Rombongan di lanjutkan, kegiatan pertandingan bola voli di mulai antara “Volkano Kakat penjalin Vs MBC Karangbinangun situasi aman kondusif”

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr.K.S.I.K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, menyampaikan,
“Bahwa kegiatan Pembukaan Turnamen Bola Voli Danyon Cup 887/KJM (Ksatria Joko Modo) Tahun 2026 merupakan kegiatan positif dalam rangka memperingati HUT ke-1 Yonif TP 887/KJM serta HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan minat dan prestasi olahraga khususnya cabang bola voli.

Bahwa kegiatan tersebut mendapat antusiasme dan dukungan dari masyarakat, peserta turnamen, serta unsur TNI, Polri dan pemerintah daerah, sehingga dapat menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan menciptakan hubungan yang harmonis antara aparat dengan masyarakat.Terangnya

Bahwa selama pelaksanaan turnamen, perlu dilakukan pengamanan dan pemantauan secara berkelanjutan guna mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas, khususnya potensi keributan antar suporter maupun peserta pertandingan.

Secara umum kegiatan Pembukaan Turnamen Bola Voli Danyon Cup 887/KJM (Ksatria Joko Modo) Tahun 2026 berjalan dengan aman, lancar dan kondusif, pungkasnya ( roy)

Personil Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Blue Light Guna Daya Cegah Dan Tangkal 4C Di Daerah Rawan

0

Personil Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Blue Light Guna Daya Cegah Dan Tangkal 4C Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Sabtu (08/08/2026)pukul 23.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan Anggota jaga Poksek Ngimbang Aipda Novan, Aipda Afis dan Briptu Andika dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, dan R3 Mart Ngimbang serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K, yang di wakili Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Kebakaran Lahan Gambut Seluas 1 Hektare di Depan Stadion Mahmud Jalal, Polisi Selidiki Sumber Api

0

Meranti Kebakaran melanda lahan gambut seluas kurang lebih satu hektare di lapangan depan Stadion Mahmud Jalal, Jalan Pramuka, Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (8/8/2026).

Peristiwa yang terjadi di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti itu kini menjadi perhatian aparat penegak hukum. Polisi turun langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengurai asal-usul api sekaligus memastikan faktor yang memicu kebakaran.

Pengecekan TKP dilakukan Unit Reskrim Polsek Tebing Tinggi bersama Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) dan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Kepulauan Meranti sekitar pukul 13.30 WIB.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, lokasi merupakan kawasan Areal Penggunaan Lainnya (APL) dengan karakteristik tanah gambut. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan polisi belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab.

Fakta yang menjadi bagian penting dalam penyelidikan adalah adanya aktivitas pembersihan lahan beberapa hari sebelum kebakaran.

Berdasarkan keterangan saksi Sriweda, 50 tahun, pegawai Dinas Perkim Kabupaten Kepulauan Meranti, kegiatan pembersihan telah berlangsung sejak Selasa (4/8/2026) hingga Sabtu (8/8/2026).

Pembersihan dilakukan menggunakan mesin pemotong rumput dengan melibatkan sekitar 16 tenaga outsourcing. Rumput hasil pemotongan kemudian dikumpulkan dan ditumpuk di sejumlah titik.

Pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.30 WIB, saksi Zira, 16 tahun, warga Jalan Pramuka Desa Banglas, melihat api mulai muncul di sekitar empat tumpukan rumput.

Saat pertama kali terlihat, kobaran api masih kecil. Namun, dalam waktu kurang lebih dua jam, api berkembang dan menyebar.

Sekitar pukul 11.45 WIB, Henrizal, 27 tahun, yang melintas di lokasi melihat api telah menjalar hingga ke tepi jalan dan area lapangan.

Ia kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran dan BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sekitar pukul 12.30 WIB, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Polri, TNI, Kades dan masyarakat Desa Banglas tiba di lokasi.

Upaya pemadaman langsung dilakukan untuk mencegah api meluas, mengingat karakter tanah gambut memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan dan dapat kembali memunculkan titik api.

Dalam olah TKP, petugas menemukan sedikitnya lima tumpukan rumput bekas tebasan yang telah terbakar serta lima tumpukan rumput lainnya yang turut terdampak kebakaran.

Sejumlah material berupa ranting bekas bakaran dan rumput kering turut diamankan sebagai bahan penyelidikan.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prastia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP Lubis, S.H., menegaskan bahwa kasus tersebut akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

Polisi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi-saksi, berkoordinasi dengan Dinas Perkim Kabupaten Kepulauan Meranti, serta melakukan pendalaman terhadap seluruh informasi yang ditemukan di lapangan.

Sebagai penanda bahwa perkara masih berproses, petugas memasang spanduk bertuliskan “Dalam Penyelidikan/Penyidikan Karhutla” di lokasi kejadian.

“Polres Kepulauan Meranti akan menindaklanjuti kejadian ini sesuai prosedur hukum dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Kepulauan Meranti,” tegas AKP Lubis.

Sampai saat ini, kepolisian belum menyimpulkan apakah kebakaran tersebut disebabkan faktor kelalaian, faktor alam, maupun adanya unsur kesengajaan.

Karena itu, seluruh pihak diminta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum proses penyelidikan selesai.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan di kawasan lahan kering dan gambut.

Masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kepulan asap atau titik api.

Dengan luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih satu hektare dan berada di kawasan tanah gambut, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan lahan harus dilakukan secara cermat, terutama pada musim dengan kondisi vegetasi yang mudah terbakar.