Beranda blog

Lewat “Polantas Menyapa”, Satlantas Jember Hadirkan Pelayanan Samsat yang Ramah dan Transparan

0

Warta.in, Jember — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jember terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui program “Polantas Menyapa” yang digelar di Kantor Samsat Bersama JL. Teratai Jember. Program ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, profesional, serta mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.

Melalui program tersebut, Satlantas Polres Jember menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik percaloan dan menutup seluruh celah pungutan liar (pungli) dalam proses pengurusan administrasi kendaraan bermotor.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah personel kepolisian diterjunkan langsung untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat yang tengah mengurus dokumen kendaraan. Para petugas tampak aktif menyapa wajib pajak, memberikan arahan terkait prosedur pelayanan, sekaligus memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan resmi tanpa adanya biaya di luar ketentuan.

Kasat Lantas Polres Jember, AKP Bernadus Bagas Simarmata, menjelaskan bahwa program “Polantas Menyapa” merupakan implementasi nyata dari semangat Transformasi Polri Presisi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Program ini menjadi bukti nyata komitmen kami untuk menghadirkan layanan publik yang akuntabel, transparan, dan sepenuhnya berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujar AKP Bagas saat ditemui di sela kegiatan.

Ia menambahkan, seluruh personel yang bertugas diwajibkan memberikan sosialisasi secara detail mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk penjelasan terkait struktur biaya resmi dalam penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat semakin memahami alur pelayanan dan tidak mudah terpengaruh praktik percaloan.

Menurutnya, baik pelayanan di Satpas SIM maupun Samsat harus berjalan dengan prinsip “zero pungli” demi menciptakan sistem pelayanan publik yang bersih dan berintegritas.

“Kami ingin mengubah persepsi masyarakat, bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pelayanan yang bekerja dengan hati, profesional, dan humanis,” tegasnya.

Melalui pendekatan yang lebih personal dan empatik ini, Satlantas Polres Jember berharap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian semakin meningkat. Program “Polantas Menyapa” pun diharapkan mampu menjadi tonggak terciptanya ekosistem pelayanan lalu lintas yang modern, transparan, dan berorientasi pada kemudahan akses bagi masyarakat.

Guna Antisipasi Kemacetan Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi

0

Guna Antisipasi Kemacetan Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Kamis Pagi (04/06/2026) pada pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkatnya bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Brigaka Elbiyun untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari di daerah rawan kemacetan

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (roy)

Polsek Merbau Aktif Dampingi Petani Jagung untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

0

MERBAU – Dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan dan Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Merbau, Brigadir Muchlisin M. Akbar, melaksanakan kegiatan pengecekan rutin tanaman jagung pipil di Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau.

Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah hukum Polsek Merbau.

Dalam pengecekan tersebut, Brigadir Muchlisin M. Akbar meninjau langsung kondisi pertumbuhan tanaman jagung pipil yang menjadi salah satu komoditas unggulan dalam program ketahanan pangan. Selain melakukan pemantauan, ia juga berinteraksi dengan para petani untuk mengetahui perkembangan tanaman, kendala yang dihadapi di lapangan, serta memberikan motivasi agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian.

Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan wujud sinergi bersama masyarakat dan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Melalui pendampingan dan monitoring secara berkala, diharapkan hasil pertanian masyarakat dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Kami berharap para petani dapat terus mengembangkan sektor pertanian sehingga mampu berkontribusi terhadap terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Dengan adanya pengecekan rutin ini, diharapkan pertumbuhan tanaman jagung pipil di Desa Bagan Melibur dapat berjalan optimal hingga masa panen, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Rilis Humas Polres Kepulauan Meranti”

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Rabu siang (03/06/2026)pukul 09.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Hadi Gunarto, S.H, Aipda Afis dan Brigadir Elbiyun dengan sasaran di Jalan Poros Ngimbang – Jomnang, Toko Emas Gajah Ngimbang, Pasar Ngimbang dan Desa Tlemang serta Masyarakat Desa Tlemang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

STIKES HANG TUAH SURABAYA LAKSANAKAN WISUDA ANGKATAN XXXII TA.2025/2026.

0

STIKES HANG TUAH SURABAYA LAKSANAKAN WISUDA ANGKATAN XXXII TA.2025/2026.

Surabaya, (04/06/26)
Sebanyak 241 mahasiswa STIKES Hang Tuah Surabaya Angkatan XXXII Tahun Ajaran 2025/2026 mengikuti wisuda yang berlangsung Graha Samudera Ganesha Surabaya,(03/06/26).

Dalam prosesi Wisuda tersebut, Ketua STIKES Hang Tuah Surabaya Dr. Setiadi, S.Kep., Ns., M.Kep di dampingi Dr. Dhian Satya Rachmawati, S.Kep., Ns., M.Kep., sebagai Wakil Ketua 1 , Dr. Dya Sustrami, S.Kep., Ns., M.Kes. sebagai Wakil Ketua 2, Kolonel Laut (K) Rustandi, SE., M.Kes. sebagai Wakil Ketua 3, Dr. Puji Hastuti, S.Kep., Ns., M.Kep., sebagai Kaprodi S1 Keperawatan, Dr. Hidayatus Sya’diyah, S.Kep., Ns., M.Kep. sebagai Kaprodi Pendidikan Profesi Ners, Dwi Priyantini, S.Kep., Ns., M.Sc. sebagai Kaprodi D3 Keperawatan, Ari Susanti, S.KM., M.Kes. sebagai Kaprodi DIV Manajemen Informasi Kesehatan dan Dewinta Hayudanti, S.Gz., M.Kes. sebagai Kaprodi S1 Gizi.

Wakil Ketua 1 Dr. Dhian Satya Racmawati ., S. Kep., Ns., M. Kep membacakan laporan pendidikan dan surat keputusan kelulusan.

Wisuda Angkatan XXXII di ikuti oleh 241 terdiri dari lulusan Ners 83, D3 20 dan Prodi MIK 1, S1 Gizi 2 dan S1 Kep 135. Berhasil meraih prestasi terbaik dari D3. RPL : Lutfi Hakim, S1 : 1. Laiolatul Adilatul Qur’ani, 2. Ayulia Nur Fadhilah dan 3. Dwi Ayu Cahyaningrum

Sementara itu dari Prodi Pendidikan Profesi Ners : 1. Bagas Hadi Saputro,
2. Maulida Putri Nurudin dan 3. Nasya Revalina Hariadi.

Selanjutnya Pengukuhan wisudawan-wisudawati oleh Ketua STIKES Surabaya Dr. Setiadi, S.Kes., Ns., M.Kep dengan perintah pemindahan tassel kepada seluruh wisudawan.

Dalam sambutannya Ketua STIKES Hang Tuah Surabaya Dr. Setiadi, S.Kes., Ns., M.Kep kepada para wisudawan wisudawati berharap : ” Lulusan STIKES Hang Tuah Surabaya akan mampu menjadi tenaga kesehatan profesional yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati, integritas, disiplin dan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara” ungkapnya.

Di tambahkan olehnya, para wisudawan dan wisudawati agar menjaga nama baik almamater, teruslah belajar sepanjang hayat dan jadilah tenaga kesehatan yang mampu menghadirkan pelayanan yang bermartabat dan penuh kepedulian serta
tetap menjunjung tinggi etika profesi, nilai kemanusiaan, dan semangat kolaborasi, mampu membangun jaringan, mampu beradaptasi.

Kepada para orang tua dan keluarga, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kepercayaan yang diberikan kepada STIKES Hang Tuah Surabaya untuk mendidik putra-putri bapak/ibu.

Keberhasilan hari ini merupakan kebanggaan kita bersama. “Akhirnya kami mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan, semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa keberkahan dan menjadi jalan pengabdian terbaik bagi masyarakat, teruslah melangkah, mengabdi dan berkarya untuk Indonesia yang lebih sehat ” pungkasnya.

Rangkaian wisuda juga dilaksanakan pengambilan sumpah perawat, sumpah ners, penyerahan lulusan kepada DPW PPNI Provinsi Jawa Timur, penyematan pin PPNI, penyerahan buku kode etik profesi kerawatan serta buku pedoman perilaku etik oleh Ketua DPD PPNI Kota Surabaya.

Ketua STIKES Hang Tuah Surabaya juga memberikan piagam penghargaan kepada wisudawan-wisudawati berprestasi.

Pada program studi sarjana keperawatan reguler, peringkat pertama dengan IP 3,95 di raih oleh Laila Adilatul Qurani, peringkat kedua dengan IP 3,94 diraih oleh Aulia Nur Fadhilah dan peringkat ketiga dengan IP 3, 92; diraih oleh Dwi Ayu Cahyaningrum.

Program studi pendidikan profesi Ners wisudawan berprestasi peringkat pertama dengan IP 4, 00 diraih oleh Bagas Hadi Saputro, peringkat kedua dengan IP 4,00 di raih oleh Maulida Putri Nurudin dan peringkat ke tiga dengan IP 4,00 di raih oleh Nasya Revalina Hariadi.

Sedangkan program studi D3 Keperawatan jalur RPL peringkat pertama dengan IP 3,87 di raih oleh Serda APK Lutfi Hakim.

Wisudawan berprestasi non akademik juga di berikan kepada Adelia Artha Pratiwi sarjana Keperawatan yang telah berhasil mengukir prestasi pada beberapa kejuaraan antara lain: juara 1 kejuaraan seni tunggal putri nasional Pasuruan martial art competition 2, kejuaraan seni tunggal putri nasional Pasuruan martial art competition 3, kejuaraan seni tunggal putri Trunojoyo nasional art, juara 3 tunggal putri piala walikota Surabaya, kejuaraan Pornikes 2022, 2023, Kejuaraan Unesa 2023.

Kepada para wisudawan-wisudawati berprestasi Ketua STIKES Hang Tuah Surabaya menyerahkan piagam penghargaan di dampingi oleh Wakil Ketua 1, 2 dan 3.

Selanjutnya penyerahan lulusan kepada Ikatan Alumni STIKES Hang Tuah Surabaya oleh Wakil Ketua III Kolonel Laut (K) Rustandi S.E., M.Kes kepada Divisi Pengembangan Profesi Karir dan Kaderisasi Ikatan Alumni Rudi Irfan , A.Md.Kep.

Sebagai ungkapan terima kasih wisudawan D3 Keperawatan Kpt Laut (K) Muhammad Rohdad dan Dr. Irwansyah ,S.Kep., S.H., M.H dari instansi RS Bhayangkara H.S Samsoeri Mertijoso Surabaya menyerahkan cinderamata kepada Wakil Ketua II STIKES Hang Tuah Surabaya Dr. Dya Sustrami, S.Kep., Ns., M.Kes.

Turut hadir dalam Wisuda XXXII STIKES Hang Tuah Surabaya, Ketua Pengurus Yayasan Nala beserta jajarannya, Anggota Pembina Bidang Umum Yayasan Nala, Rektor UHT, Ketua Kolegium Keperawatan Indonesia sekaligus Ketua DPW PPNI Provinsi Jawa Timur, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Kepala RSPAL dr.Ramelan atau yang mewakili, Kepala RSGM Jala Husada, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Ketua DPD PPNI Kota Surabaya serta instansi terkait (dar).

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

0

Personil Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Brigadir Elbiyun Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Rabu (03/06/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 21.00 wib oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Brigadir Elbiyun untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di Swalayan R3 Ngimbang dan SPBU Ngimbang serta Ruko depan RSUD Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)

*Jeritan 15 Tahun Transmigran Air Balui: Menuntut Keadilan di Tengah Sengkarut Agraria*

0

Jeritan 15 Tahun Transmigran Air Balui: Menuntut Keadilan di Tengah Sengkarut Agraria, Ombudsman RI Terkesan Tidak Peduli.

Musi Banyuasin — Nestapa mendalam sedang menggelayuti 320 Kepala Keluarga (KK) peserta Program Transmigrasi di UPT/SP 2 Desa Air Balui, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Setelah lebih dari 15 tahun mengorbankan ruang hidup dan meninggalkan kampung halaman mereka sejak tahun 2011 dan 2013, janji manis negara berupa kepemilikan lahan sengketa hingga kini berujung pada penelantaran hak yang terstruktur.

Melalui surat aduan resmi nomor 001/MT-AB/VI/2026 yang ditujukan kepada Ombudsman Republik Indonesia, perwakilan warga membongkar dugaan praktik maladministrasi berat, pemalsuan dokumen, hingga pencaplokan lahan oleh pihak korporasi. Namun sangat disayangkan, Ombudsman RI tidak tanggap atas pengaduan warga masyarakat yang sudah jauh-jauh dari Musi Banyuasin ke Jakarta. Surat pengaduan mereka tidak diterima Ombudsman dengan alasan yang tidak jelas.

Munculnya masalah yang dihadapi warga berawal dari sebuah janji pemerintah bahwa setiap KK transmigran berhak atas total lahan seluas 2,5 hektare. Tapi faktanya, hak atas Lahan Usaha II seluas 1,5 hektare milik 150 KK gelombang pertama tidak pernah diserahkan. Kondisi lebih memprihatinkan menimpa 170 KK gelombang kedua yang hanya memperoleh 0,5 hektare lahan pekarangan tanpa adanya kejelasan mengenai Lahan Usaha I dan II.

Alih-alih mendapatkan haknya, sekira 818 hektare kawasan yang menjadi ruang hidup mereka dan diperuntukan sebagai Lahan Usaha I dan II, justru dikuasai dan dipagari oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Pratama Palm Abadi (PT. PPA). Keadaan kian kritis ketika pada akhir tahun 2025, perusahaan tersebut mengajukan permohonan Hak Guna Usaha (HGU) tepat di atas tanah kelolaan warga, memicu ancaman pengusiran nyata yang memaksa lebih dari 60% warga mengungsi demi bertahan hidup.

Video terkait dapat disimak di sini: https://youtu.be/XESVzsNWh7M

Menanggapi krisis kemanusiaan ini, Tokoh Pers Nasional sekaligus Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, memberikan komentar tegas. Ia mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan intervensi guna melindungi hak hidup komunitas yang terdampak.

“Pemerintah pusat, Kementerian Transmigrasi, serta Pemerintah Daerah Sumatera Selatan dan Musi Banyuasin harus segera turun tangan tanpa menunda-nunda lagi. Konflik yang telah menelantarkan ratusan nyawa selama 15 tahun ini adalah rapor merah pelayanan publik. Negara yang mengundang mereka untuk bertransmigrasi, maka negara pula yang wajib hadir memulihkan hak atas tanah mereka dan melindungi keselamatan fisik maupun ekonomi komunitas Air Balui dari cengkeraman korporasi. Menunda penyelesaian ini sama saja dengan membiarkan pemiskinan struktural terhadap rakyat sendiri,” ujar Wilson Lalengke, Selasa, 02 Juni 2026.

Dalam menyelesaikan karut-marut agraria ini, seluruh pihak yang terlibat wajib menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi moral dan hukum yang utama. Sila Kedua, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, menuntut pemerintah dan korporasi untuk memanusiakan para transmigran, bukan memperlakukan mereka sebagai objek manipulasi dokumen atau komoditas ekonomi semata. Penyerahan hak lahan secara jujur merupakan manifestasi dari adab birokrasi yang bersih.

Lebih jauh, Sila Kelima, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, harus menjadi kompas dalam pembagian ruang hidup. Negara tidak boleh membiarkan regulasi HGU ditunggangi demi keuntungan segelintir pengusaha, sementara hak ulayat dan hak transmigran lokal maupun pendatang dikesampingkan hingga mereka hidup terlunta-lunta. Hanya dengan mengembalikan sengketa ini pada meja musyawarah yang berlandaskan keadilan sosial, hak 320 KK transmigran Air Balui dapat dipulihkan secara utuh demi masa depan yang lebih cerah. (TIM/Red)

*Jejak Pengabdian Abadi: Duka Mendalam Berpulangnya Aipda Riko Mustika, Anggota Satbinmas Polres Mukomuko*

Jejak Pengabdian Abadi: Duka Mendalam atas Berpulangnya Aipda Riko Mustika, Anggota Satbinmas Polres Mukomuko.

MUKOMUKO, 4 Juni 2026 – Kabar duka cita yang amat mendalam dan mengguncang perasaan segenap keluarga besar Kepolisian Resor Mukomuko, serta masyarakat luas di seluruh wilayah Kabupaten Mukomuko, datang menyapa hati pada sore hari yang penuh kesedihan, tepatnya Rabu, 3 Juni 2026. Seorang putra terbaik bangsa, anggota kepolisian yang dikenal memiliki dedikasi tinggi, kejujuran yang tak tergoyahkan, dan senantiasa mengabdi dengan sepenuh jiwa dan raga, Aipda Riko Mustika, telah berpulang ke rahmatullah dalam suasana yang mendatangkan duka tak terkira. Kepergian beliau yang begitu cepat dan tak terduga meninggalkan luka mendalam serta kenangan indah bagi keluarga tercinta, rekan-rekan sejawat di institusi, dan seluruh warga masyarakat yang pernah merasakan ketulusan hati dan pelayanan prima dari sosok yang bijaksana ini.

Peristiwa berpulangnya almarhum bermula sekitar pukul 17.20 WIB, ketika Aipda Riko Mustika ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri, terbaring lemah tanpa daya, di sebuah kios tempat penjualan pupuk pertanian yang berlokasi di lingkungan Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko. Tempat tersebut merupakan usaha milik Tiwi Utami, dan keberadaan almarhum diketahui pertama kali oleh adik ipar beliau yang tiba di lokasi kejadian, lalu mendapati kondisi almarhum sudah tidak lagi berdaya dan tak menunjukkan tanda-tanda kesadaran sedikit pun. Melihat keadaan yang sangat mengkhawatirkan dan penuh ketegangan tersebut, upaya pertolongan segera dilakukan dengan gerak cepat dan penuh kehati-hatian, dan jenazah almarhum pun langsung dilarikan menuju Puskesmas Lubuk Pinang guna mendapatkan penanganan medis secepat mungkin, dengan harapan besar agar nyawa beliau masih dapat diselamatkan dan dikembalikan kepada keluarga yang sangat mencintai dan menyayanginya.

Kepala Kepolisian Sektor Lubuk Pinang, Iptu. Kurtani, S.H., melalui keterangan resmi yang disampaikan langsung oleh Bripka Panca Rudini yang telah tiba di lokasi penanganan medis tepat sekitar pukul 17.45 WIB pada hari yang sama, Rabu, 3 Juni 2026, membenarkan sepenuhnya kebenaran peristiwa yang penuh kepiluan ini. Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan oleh dokter jaga yang bertugas di Puskesmas Lubuk Pinang, dr. Ibnu, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan medis menyeluruh, pengecekan tanda-tanda vital, serta upaya pertolongan maksimal yang telah dicurahkan sekuat tenaga, dipastikan bahwa Aipda Riko Mustika telah menghembuskan nafas terakhirnya dengan tenang sekitar pukul 17.40 WIB, tak lama setelah tiba di fasilitas pelayanan kesehatan tersebut. Segala bentuk upaya medis telah dilakukan sekuat tenaga, penuh keahlian, dan ketelitian yang tinggi demi mempertahankan nyawa beliau, namun takdir Tuhan Yang Maha Kuasa telah berkata lain, dan jiwa yang baik, suci, dan penuh pengabdian itu pun berpulang dengan damai ke pangkuan-Nya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang telah dilakukan oleh tim medis di lokasi maupun di puskesmas, diduga kuat almarhum mengalami kondisi medis serius berupa pecah pembuluh darah, yang terjadi secara tiba-tiba, mendadak, dan tanpa gejala yang terlihat jelas maupun keluhan kesehatan yang sempat disampaikan sebelumnya. Hingga saat ini, kami masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan yang lebih mendalam dan rinci agar dapat diketahui dengan pasti, jelas, dan sah penyebab yang melatarbelakangi berpulangnya rekan kami yang sangat kami cintai, kami hormati, dan kami banggakan ini. Kami masih terus melakukan penelusuran fakta serta mengumpulkan segala keterangan yang diperlukan dari berbagai pihak untuk melengkapi data dan laporan kejadian tersebut,” ungkap Bripka Panca Rudini dengan nada suara yang bergetar, terasa berat, dan penuh kesedihan mendalam, mewakili seluruh perasaan duka, kehilangan, dan keprihatinan yang sedang melanda seluruh jajaran kepolisian di wilayah setempat.

Sepanjang masa pengabdiannya yang penuh makna di lingkungan Kepolisian Resor Mukomuko, khususnya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari keluarga besar Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas), sosok Aipda Riko Mustika dikenal luas sebagai seorang anggota kepolisian yang sangat patuh pada aturan, disiplin tinggi, tegas namun bijaksana dalam menjalankan setiap tugas negara, namun senantiasa lembut hati, ramah, dan santun dalam bergaul dengan siapa saja. Sikap beliau yang rendah hati terlihat jelas dalam interaksi baik dengan rekan sesama anggota kepolisian maupun dengan seluruh lapisan masyarakat yang menjadi tanggung jawab pembinaan dan pelayanannya. Sebagai bagian dari Satbinmas yang memiliki tugas pokok dan fungsi utama membina hubungan harmonis, menjaga kedekatan, serta membangun kepercayaan yang kokoh antara institusi kepolisian dan masyarakat, beliau adalah contoh nyata, teladan hidup dari pengabdian tulus seorang abdi negara. Beliau selalu menempatkan kepentingan umum, rasa aman, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan, serta senantiasa hadir menjadi pelindung, penasihat, dan pengayom yang siap sedia di tengah warga Desa Ranah Karya dan seluruh wilayah kecamatan sekitarnya. Kehadiran beliau yang tenang, bijak, dan penuh perhatian selama ini telah memberikan rasa aman, kedamaian, dan kepercayaan yang sangat tinggi dari masyarakat terhadap institusi kepolisian, dan jejak kebaikan serta keteladanan yang telah beliau tinggalkan akan terus hidup, abadi, dan terkenang selamanya di hati setiap orang yang pernah berinteraksi, bekerja sama, maupun sekadar mengenal sosok beliau.

Saat ini, jenazah almarhum Aipda Riko Mustika telah dibawa kembali ke kediaman keluarga untuk disemayamkan dengan hormat dan penuh kasih sayang di rumah duka, guna diberikan penghormatan terakhir, didoakan kebaikan dan ampunan, serta disaksikan kepergiannya yang penuh haru oleh keluarga tercinta, kerabat dekat, tetangga sekitar, para sahabat, serta seluruh rekan sejawat dari berbagai satuan kerja yang ingin menyampaikan rasa hormat setinggi-tingginya sekaligus belasungkawa yang mendalam atas kepergian beliau yang begitu berarti. Suasana duka yang sangat mendalam, hening, dan penuh keprihatinan begitu terasa menyelimuti kediaman duka, di mana setiap orang yang datang melayat turut merasakan betapa besarnya kehilangan ini, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi dan masyarakat luas, atas berpulangnya sosok yang baik, rajin, jujur, dan penuh tanggung jawab ini.

Pihak Kepolisian Resor Mukomuko, segenap jajaran Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas), serta seluruh elemen keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia, dengan penuh ketulusan dan rasa kehilangan yang mendalam, menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya, tulus, dan sepenuh hati atas berpulangnya Aipda Riko Mustika, sosok yang telah memberikan bakti terbaik, tenaga, pikiran, dan waktunya bagi kemajuan negara dan kesejahteraan masyarakat. Kami semua turut bersedih hati, berduka cita, dan merasakan kehilangan besar ini, serta senantiasa memanjatkan doa yang sepenuh jiwa dan raga, semoga Allah Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, senantiasa melimpahkan rahmat, kasih sayang, ampunan, serta karunia-Nya yang seluas-luasnya kepada almarhum, mengampuni segala khilaf, kesalahan, maupun kekurangan yang pernah terjadi selama masa hidup dan pengabdiannya, serta menempatkan jiwa beliau di tempat yang paling mulia, indah, dan penuh kenikmatan di sisi-Nya, bersama orang-orang yang beriman, beramal saleh, dan diterima segala amal kebajikannya.

Kepada seluruh keluarga, istri, anak-anak, dan kerabat yang ditinggalkan, kami turut merasakan kesedihan yang mendalam ini sepenuh hati, dan berharap serta berdoa agar senantiasa diberikan kekuatan lahir maupun batin, ketabahan hati yang kokoh, serta kesabaran yang tak terhingga dalam menghadapi dan melewati cobaan berat yang sangat menyakitkan ini. Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi kita semua, namun segala kebaikan, keteladanan, semangat juang, dan nilai-nilai luhur pengabdian yang telah beliau tunjukkan dan wariskan akan terus menjadi bekal berharga, semangat, dan inspirasi yang abadi bagi kami semua untuk melanjutkan tugas, tanggung jawab, dan amanah negara dengan sebaik-baiknya, sepenuh hati, dan penuh integritas, seperti apa yang selalu beliau lakukan dan ajarkan semasa masih mengemban amanah. Selamat jalan, wahai pahlawan pengayom masyarakat, wahai abdi negara yang setia. Pengabdianmu yang tulus dan ikhlas akan selalu dikenang, namamu akan terus terukir indah, dan jasamu akan abadi tersimpan rapi dalam lembaran sejarah pengabdian kepolisian di tanah Mukomuko tercinta.

(HD)

Patroli Skala Besar Personil Gabungan Bekasi Kota Sapu Bersih Titik Rawan Kejahatan Jalanan 

warta.in Bekasi ◊ Kamis, 04 Juni 2026

Kota Bekasi – Guna memberikan jaminan keamanan menyeluruh serta mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas malam, Polres Metro Bekasi Kota menggelar Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ) berskala besar. Dimulai pada Kamis (4/6) dini hari sejak pukul 02.00 WIB hingga selesai, patroli intensif ini difokuskan pada pengamanan berlapis di jalur-jalur protokol dan kawasan rawan genk motor. Langkah taktis ini digulirkan secara konsisten demi mengantisipasi tindak pidana konvensional Curas, Curat, dan Curanmor (3C), aksi balap liar, peredaran sajam, hingga potensi tawuran.

Dalam skema pergerakannya, iring-iringan armada taktis bergerak dinamis menyisir rute panjang yang telah dipetakan berdasarkan potensi kerawanan. Mengambil titik start dari Mako Polres Metro Bekasi Kota, tim langsung menyisir Jalan Pangeran Jayakarta, koridor komersial Jalan Boulevard Summarecon, Teluk Pucung, hingga Jalan Baru Perjuangan. Di bawah kepemimpinan para perwira, rombongan patroli gabungan skala besar ini terus merambah ke area vital lainnya seperti Jalan Ahmad Yani, wilayah Pekayon, Jalan Swatantra, Jalan Raya Komsen, perlintasan Jalan K.H. Noer Ali Kalimalang, hingga koridor Jalan Baru Kranji.

Tidak sekadar bergerak mobile, kekuatan 9 personel tangguh dari Tim 2 Patroli Perintis Presisi (TPPP) yang tersisa—setelah dikurangi satu personel atas nama Bripda Annasrudin yang sedang melaksanakan ibadah cuti haji—juga menggelar strong point di empat lokasi strategis. Petugas melakukan pengetatan stasioner dan pengawasan visual secara intensif di sepanjang Jalan Ahmad Yani, area sekitar Kayuringin Lagoon, kawasan Harapan Indah, hingga koridor Jalan Raya Pejuang. Di setiap titik pembagian ring pengamanan tersebut, petugas mengatensi setiap kendaraan maupun kelompok pemuda yang melintas secara mencurigakan.

Hingga fajar menyingsing dan seluruh rangkaian patroli gabungan skala besar ini berakhir, situasi di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota secara umum dilaporkan berada dalam keadaan aman terkendali (TKA) tanpa adanya gangguan Kamtibmas yang menonjol. Kehadiran fisik petugas bersenjata lengkap di lapangan terbukti sangat ampuh mengurungkan niat para pelaku kejahatan malam. Pihak kepolisian menyampaikan terima kasih atas dukungan warga dan mengimbau masyarakat untuk tetap proaktif melaporkan indikasi kerawanan melalui layanan cepat bebas pulsa Hotline Call Center 110.

(Alpin A.S)

*PPWI Desak Pengusutan Gurita Pungli dan Keterlibatan Patnal*

OTT di Jakarta Barat dan Bali, KPK Ringkus Pejabat Imigrasi: PPWI Desak Pengusutan Gurita Pungli dan Keterlibatan Patnal.

Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan gebrakan dalam pemberantasan rasuah di tanah air. Melalui rilis resmi yang dikeluarkan pada hari ini, Rabu, 3 Juni 2026, penyidik komisi antirasuah melaporkan telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan meringkus sejumlah oknum pejabat imigrasi yang beroperasi di wilayah Jakarta Barat dan Bali. Penangkapan ini diduga kuat berkaitan dengan praktik suap dan pemerasan (extortion) dalam pengurusan dokumen keimigrasian serta izin tinggal warga negara asing (WNA).

Operasi senyap yang digelar di Jakarta Barat ini menjadi konfirmasi nyata bahwa sektor pelayanan publik yang berhubungan dengan keimigrasian masih rawan disusupi oleh praktik-praktik transaksional ilegal. Dalam rilisnya, KPK mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai senilai miliaran rupiah dan dokumen penting yang mengindikasikan adanya kongkalikong sistematis antara oknum birokrat imigrasi dengan pihak penyedia jasa pengurusan dokumen.

Penangkapan oknum pejabat imigrasi di Jakarta Barat ini memantik reaksi keras dari Tokoh Pers Nasional sekaligus Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke. Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini menyatakan bahwa borok korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi bukanlah rahasia baru, melainkan sebuah penyakit akut yang sudah mengakar.

“Kami di PPWI tidak terkejut dengan penangkapan oleh KPK hari ini. Praktik korupsi di dalam Direktorat Imigrasi, baik dalam bentuk pemerasan maupun penyuapan, tampaknya sudah bertransformasi menjadi sebuah kebiasaan atau bahkan budaya. Hampir sebagian besar oknum pejabat dan staf imigrasi disinyalir melakukan kedua bentuk kejahatan tersebut dengan kedok birokrasi pengurusan izin tinggal bagi warga negara asing di Indonesia,” cetus Wilson Lalengke secara tajam di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

*Kritik Keras Terhadap Unit Kepatuhan Internal Imigrasi*

Menurut Wilson Lalengke, suburnya praktik pungutan liar (pungli) ini diperparah oleh mandulnya sistem pengawasan internal di bawah Direktorat Jenderal Imigrasi. Ia menyoroti kinerja Unit Kepatuhan Internal atau yang dikenal sebagai Satuan Tugas Patroli Kepatuhan Internal (Patnal) Imigrasi.

Bukannya menjadi garda terdepan dalam menegakkan integritas dan hukum bagi para pegawai yang nakal, unit Patnal justru dinilai mandul dan bersikap defensif. “Perilaku unit Patnal Ditjen Imigrasi saat ini sangat memprihatinkan. Mereka justru tampak berfungsi lebih sebagai backer atau pelindung bagi oknum-oknum pejabat imigrasi tertentu ketimbang menjalankan fungsi supervisi, apalagi penegakan hukum internal bagi para pelaku korupsi tersebut,” sesal alumnus Lemhannas tersebut.

Kritik pedas Wilson Lalengke ini bukan tanpa dasar. Ia membeberkan pengalaman empirisnya ketika PPWI secara resmi melaporkan dua kasus dugaan pemerasan terhadap warga negara asing dengan modus pengurusan izin tinggal, yang masing-masing terjadi di Kantor Imigrasi Muara Enim dan Kantor Imigrasi Yogyakarta.

Kedua laporan resmi dari PPWI tersebut, jelasnya, sama sekali tidak ditindaklanjuti dengan benar oleh Patnal. “Alih-alih bergerak melakukan investigasi internal, saya sebagai pelapor justru diminta untuk mencari bukti-bukti sendiri guna melengkapi laporan agar kasusnya bisa diproses. Logikanya di mana? Lalu apa gunanya dan apa poinnya mereka ditugaskan oleh negara menjadi pejabat di unit Patnal jika segala urusan pembuktian dan penyelidikan harus menjadi tanggung jawab masyarakat pelapor?” gugat Wilson penuh tanya.

*KPK Didesak Periksa Pejabat Patnal dan Selidiki Keterlibatan PT. Al Maha*

Atas dasar mandeknya pengawasan internal tersebut, Wilson Lalengke mendesak agar KPK tidak berhenti pada penangkapan oknum di Jakarta Barat saja. Ia meminta komisi antirasuah melakukan pengembangan penyelidikan secara vertikal dan menyeluruh, termasuk menyasar para pejabat di unit pengawasan internal imigrasi.

“Kami mendesak KPK untuk memeriksa para pejabat Patnal Imigrasi secara intensif. Mereka patut diduga kuat ikut serta atau setidaknya menjadi bagian dari ekosistem pidana korupsi berupa suap dan pemerasan terhadap WNA ini melalui pembiaran terstruktur,” tegasnya.

Selain itu, Wilson Lalengke juga membeberkan indikasi adanya pola kerja sama atau kolaborasi gelap antara oknum pejabat imigrasi dengan perusahaan swasta penyedia jasa pengurusan dokumen keimigrasian (agent/broker). Praktik suap dan pemerasan terhadap WNA ini terindikasi kuat dijalankan secara sistematis melalui kerja sama dengan perusahaan agen pengurusan dokumen keimigrasian.

“Informasi dari lapangan, salah satu perusahaan yang patut diduga dan dicurigai terlibat dalam jaringan ini adalah PT. Al Maha for Public Services yang berlokasi di kawasan Pademangan, Jakarta Utara. Kami meminta KPK segera memeriksa korporasi tersebut guna membongkar tuntas aliran dana dan jaringan mafia izin tinggal ini hingga ke akar-akarnya,” pungkas Ketua Umum PPWI tersebut.

Kasus OTT KPK pada Rabu ini menjadi ujian besar bagi komitmen perbaikan pelayanan publik di Indonesia, khususnya di sektor keimigrasian yang menjadi pintu gerbang perlintasan internasional. Publik kini menunggu langkah berani KPK untuk mengusut tuntas keterkaitan jaringan korporasi swasta, oknum dinas wilayah, hingga dugaan pembiaran oleh unit kepatuhan internal demi tegaknya supremasi hukum yang bersih dan transparan. (TIM/Red)