28.1 C
Jakarta
Minggu, Mei 3, 2026
Beranda blog

Momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia, DPC PWRI PALI Ajak Insan Pers Terus Suarakan Kebenaran

0

Warta.in//PALI, -3 Mei 2026 – Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) yang jatuh pada hari ini. PWRI PALI menekankan pentingnya peran pers sebagai pilar demokrasi dalam mengawal pembangunan di daerah.

Ketua DPC PWRI Kabupaten PALI, Syamsudin menyampaikan bahwa keberadaan pers yang bebas dan bertanggung jawab sangat krusial, terutama dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat di Bumi Serepat Serasan.

“Kami keluarga besar PWRI PALI mengucapkan Selamat Hari kebebasan Pers Sedunia. Pers adalah mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Tanpa pers yang sehat, keterbukaan informasi dan edukasi bagi publik tidak akan berjalan maksimal,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut, ketua DPC PWRI PALI berharap agar para jurnalis, khususnya yang bertugas di wilayah Kabupaten PALI, terus memegang teguh kode etik jurnalistik dan profesionalisme. Di tengah arus informasi digital yang begitu cepat, peran pers sebagai penyaring informasi (filter) terhadap berita bohong atau hoaks sangat dibutuhkan.

“Kebebasan pers harus kita jaga bersama sebagai modal utama dalam membangun demokrasi yang kuat.

Semoga rekan-rekan media terus bersemangat dalam menyuarakan kebenaran dan menjadi penyambung aspirasi masyarakat,” tambahnya.

Melalui momentum ini, DPC PWRI PALI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghargai kerja-kerja jurnalistik yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Kabupaten PALI.

AMS SOROTI PENGADAAN MARK BUKU DI SMP NEGRI SUBANG, : MEMINTA APH UNTUK SEGERA TURUN TANGAN

0

AMS SOROTI PENGADAAN MARK BUKU DI SMP NEGRI SUBANG, : MEMINTA APH UNTUK SEGERA TURUN TANGAN

Subang | Warta In Jawa Barat — Angkatan Muda Subang (AMS) menyoroti dugaan praktik mark up dalam pengadaan buku pelajaran di sejumlah SMP Negeri di Kabupaten Subang.

Ketua AMS, Iqbal Maulana, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lingkungan sekolah, ditemukan adanya indikasi kenaikan harga buku dari sekitar Rp52.000 menjadi Rp58.000 per eksemplar. Selisih sebesar Rp6.000 per buku tersebut dinilai berpotensi menimbulkan pemborosan hingga kerugian keuangan negara apabila terjadi dalam skala besar.

“Ini bukan sekadar selisih harga kecil. Jika dikalikan dengan jumlah pengadaan di banyak sekolah, maka potensi kerugian negara bisa sangat signifikan,” tegas Iqbal Maulana.

Selain persoalan harga, AMS juga menemukan adanya dugaan pengondisian dalam proses pengadaan. Pembelian buku disebut terpusat hanya pada satu penyedia, yakni CV NCI yang berlokasi di Garut. Perusahaan tersebut diketahui belum lama berdiri, namun telah menjadi rekanan distribusi buku di sejumlah sekolah di Kabupaten Subang.

Dilansir dari Lingkup.id, sumber internal sekolah menyebutkan adanya kesepakatan atau memorandum of understanding (MoU) antara pihak dinas terkait dengan penyedia buku. Alur pengadaan diduga berjalan secara terstruktur, mulai dari dinas, satuan kerja, hingga Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), kemudian diteruskan kepada para kepala sekolah.

AMS menegaskan, apabila dugaan ini terbukti, maka praktik tersebut tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mencederai dunia pendidikan yang seharusnya dijalankan secara bersih, transparan, dan akuntabel.

Oleh karena itu, Angkatan Muda Subang (AMS) mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam proses pengadaan buku tersebut.

AMS juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini sebagai bentuk kontrol sosial demi terwujudnya tata kelola pendidikan yang transparan, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Dugaan Penipuan & Penggelapan Uang, Akankah Berujung Laporan Polisi ?

0

Warta.in, Purwakarta – Seorang oknum karyawan berinisial MJ (32) diduga kuat telah melakukan penipuan dan penggelapan uang milik majikannya, Parmohonan Nasution (48) atau yang biasa disapa Ilham, yang diduga dilakukan bersama mantan istrinya, NS (49).

Berdasarkan keterangan Ilham, peristiwa ini diduga berlangsung dalam kurun waktu tahun 2022 hingga 2025, dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah dan ia baru menyadarinya akhir-akhir ini, Minggu, 3 Mei 2026.

Masih menurut Ilham, kecurigaannya ketika ia menemukan sesuatu yang mencurigakan  adanya transaksi dana melalui salah satu akun sebesar Rp44 juta yang diduga dilakukan tanpa sepengetahuan ia sebagai pemilik usaha. Dana tersebut disebut-sebut berkaitan dengan pihak warung, namun menggunakan nama dirinya tanpa izin dari yang bersangkutan. Dan hal inipun diakui oleh MJ, (08/02).

Sebagai upaya penyelesaian, Ilham kemudian mengutus perwakilannya sekitar bulan Feruari 2026 untuk melakukan mediasi dengan pihak-pihak yang terlibat. Mediasi tersebut dilakukan dengan mendatangi kampung halaman pihak terduga, yang diketahui berasal dari daerah yang sama.

Dalam proses mediasi, Syawaludin Harahap (49) yang diutus Ikham, dibekali sejumlah data dan dokumen, termasuk dokumen bukti-bukti yang meguatkan pada tindakan penggelapan, serta rekaman visual pendukung lainnya.

Mediasi yang dilakukan di Kantor Desa Lumban Dolok Kayu Laut Kecamatan Panyabungan Timur Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara yang dilakukan pada tanggal 8 Feruari 2026 dan dimediasi langsung oleh Pemdes setempat dihadiri juga Ketua BPD, tokoh masyarakat dan pihak terduga, (08/02/2026).

Namun demikian, hingga saat mediasi permasalahan tersebut.dilakukan belum mencapai titik penyelesaian. Mediasi pertamapun tidak membuahkan hasil.

Selain itu, masih menurut Ilham muncul dugaan adanya hubungan pribadi antara mantan istri dan oknum karyawan yang terjadi di belakang dirinya, hal ini diduga turut menjadi salah satu faktor pemicu konflik.

Alih-alih menerima niat baik melalui jalur mediasi yang dilakuan sebanyak dua kali (8/02 & 21/04) tersebut, malah salah satu anggota keluarga terduga menantang proses hukum sebagai penyelesaian.

“Buktikan saja melalui jalur hukum, kalau berani laporkan saja,” kata keponakan NS yang ikut hadir dalam mediasi tersebut, yang ditirukan ilham. (21/04/2026).

Menyikapi hal ini, Ilham bermaksud melanjutkannya ke ranah hukum, “Saya tadinya masih berniat baik supaya semua selesai secara kekeluargaan. Karena ini mentok, maka saya akan membawa kasus ini ke pihak yang berwajib,” pungkas Ilham mengakhiri keterangannya.

Refleksi 79 Tahun Jejak Sejarah Perjuangan Oleh Eks Aktivis PII Lamongan

0

Refleksi 79 Tahun Jejak Sejarah Perjuangan Oleh Eks Aktivis PII Lamongan

LAMONGAN// Warta. In –Tanggal 4 Mei 2026 menjadi catatan sejarah yang istimewa bagi seluruh keluarga besar Pelajar Islam Indonesia (PII). repleksi perjuangan eks Aktivis Muhammad Wahid, S. Pd. I.,Gr.,M.Pd,Tepat pada hari ini, kita memperingati Hari Bangkit (HARBA) PII yang ke-79. Minggu (03/05/2026)

Rentang waktu yang membentang sejak 4 Mei 1947 hingga 4 Mei 2026 bukanlah sekadar hitungan angka yang bergulir, melainkan bukti ketangguhan, kedewasaan, dan konsistensi sebuah organisasi dalam mengabdikan diri kepada agama, nusa, dan bangsa.

Tujuh dasawarsa lebih telah berlalu. Dunia telah berubah drastis. Namun, satu hal yang tetap abadi adalah semangat “Bangkit”. Semangat untuk terus bergerak maju, semangat untuk tidak pernah menyerah pada keadaan, dan semangat untuk selalu menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan peradaban.

Melalui artikel ini, mari kita renungkan bersama, menengok kembali akar sejarah, menilai kondisi saat ini, dan memantapkan langkah menuju masa depan dengan satu tekad bulat: PII Bangkit untuk Indonesia Maju!

JEJAK SEJARAH, 4 MEI 1947: LAHIR DI TENGAH GELOMBANG PERJUANGAN

Kita tidak bisa memahami masa depan tanpa mengenal masa lalu. Mari kita tarik napas panjang, dan kembali ke titik nol perjalanan ini.

Pada tanggal 4 Mei 1947, situasi bangsa Indonesia sedang dalam kondisi genting. Api kemerdekaan baru saja menyala setahun yang lalu, namun ancaman untuk padam kembali sangat nyata. Para penjajah masih berusaha menguasai kembali bumi pertiwi. Di saat yang sama, kebodohan dan keterbelakangan mental masih menjadi musuh utama yang harus dilawan.

Di tengah situasi yang penuh tantangan tersebut, sekelompok pemuda pelajar yang memiliki kesadaran tinggi, berilmu, dan beriman berkumpul. Mereka menyadari bahwa kemerdekaan fisik saja tidak cukup. Untuk menjaga kemerdekaan dan memajukan bangsa, dibutuhkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Maka, berdirilah Pelajar Islam Indonesia (PII). Lahir dengan visi yang jelas: Mencetak kader-kader pemimpin yang berlandaskan Islam, berwawasan kebangsaan, dan siap mengabdi.

Sejak saat itu, tanggal 4 Mei menjadi saksi bisu. Tanggal di mana tekad dibulatkan: Bangkit! Bangkit dari lelapnya kebodohan, bangkit dari keterpurukan, dan bangkit untuk membangun peradaban.

REFLEKSI 79 TAHUN: PERJALANAN YANG TAK MUDAH

Menginjak usia ke-79 tahun pada 4 Mei 2026, PII telah melewati berbagai macam ujian zaman. Kita telah melewati masa Orde Lama, masa Orde Baru, era Reformasi, hingga kini berada di era Digital dan Globalisasi.

Ada masa di mana organisasi ini berada di puncak kejayaan, dan ada masa di mana kita harus berjuang ekstra keras untuk eksis. Namun, PII tetap berdiri tegak. Mengapa? Karena pondasinya kuat. Pondasi itu adalah Islam dan Kebangsaan.

Dalam refleksi ini, ada tiga hal utama yang harus kita syukuri dan pertahankan:

1. Konsistensi pada Ideologi
Selama 79 tahun, PII tidak pernah bergeser dari khittah perjuangan. Islam tetap menjadi jiwa, dan Indonesia tetap menjadi tanah air yang dicintai. Di tengah gempuran ideologi asing yang mencoba memecah belah, PII hadir sebagai penyeimbang yang menegaskan bahwa Islam dan NKRI adalah satu kesatuan yang utuh dan harmonis.

2. Kontribusi Nyata bagi Bangsa
Selama hampir satu abad ini, ratusan bahkan ribuan alumni PII telah tersebar di berbagai penjuru negeri. Mereka menjadi ulama, cendekiawan, dokter, insinyur, guru, pejabat negara, hingga pengusaha sukses. Mereka semua membawa nilai-nilai PII dalam bekerja: Profesional, Amanah, dan Berakhlak. Ini adalah bukti nyata bahwa PII bukan sekadar organisasi hobi, melainkan leadership factory atau pabriknya para pemimpin.

3. Adaptasi terhadap Zaman
Usia 79 tahun bukan berarti kolot atau kaku. PII terus berbenah. Dari cara berorganisasi yang konvensional, kini PII telah memanfaatkan teknologi informasi. Media sosial digunakan untuk dakwah dan edukasi, sistem manajemen dipermodernisasi, dan wawasan kader terus diperluas agar tidak gaptek (gagap teknologi).

MAKNA “PII BANGKIT UNTUK INDONESIA MAJU”

Tema besar peringatan tahun ini adalah “PII Bangkit untuk Indonesia Maju”. Ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah janji dan komitmen.

Apa makna “Bangkit” di era sekarang?

Bangkit dari Zona Nyaman
Indonesia Maju menuntut sumber daya manusia yang unggul. Kita tidak boleh puas hanya dengan menjadi “cukup”. Kita harus menjadi yang terbaik. PII mengajak seluruh kadernya untuk bangkit dari rasa malas, bangkit dari rasa puas diri, dan terus meningkatkan kompetensi. Kuasai ilmu pengetahuan, teknologi, bahasa, dan seni. Karena pelajar yang hebat akan melahirkan bangsa yang hebat.

Bangkit Memperkuat Karakter dan Moral
Kemajuan sebuah bangsa tidak diukur hanya dari gedung pencakar langit atau kekayaan ekonomi semata, tetapi juga dari karakter rakyatnya. Di tengah tantangan dekadensi moral, pergaulan bebas, dan krisis etika, PII hadir sebagai benteng. Kita bangkit untuk menegakkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan sopan santun. Indonesia maju adalah Indonesia yang bermoral.

Bangkit Menguatkan Persatuan
Indonesia adalah negara majemuk. PII, sebagai organisasi yang inklusif dan nasionalis, bangkit untuk menyatukan berbagai perbedaan. Kita membuktikan bahwa perbedaan latar belakang justru menjadi kekuatan. Semangat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah harus terus dipupuk demi kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bangkit Berkontribusi pada Masyarakat
PII bangkit bukan untuk menonjolkan diri, melainkan untuk melayani. Program-program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat harus terus digalakkan. Kita hadir untuk menjadi solusi atas masalah sosial, ekonomi, dan pendidikan di tengah masyarakat.

MENATAP MASA DEPAN, MENUJU USIA KE-80 DAN SETERUSNYA

Usia 79 tahun adalah masa yang sangat matang, satu langkah menuju usia emas ke-80. Ini adalah waktu yang tepat untuk evaluasi dan perencanaan strategis.

Tantangan di depan mata semakin berat. Persaingan global semakin ketat. Namun, keyakinan kita juga harus semakin besar. Dengan bekal pengalaman 79 tahun, PII siap melangkah lebih jauh.

Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga kuat secara spiritual dan fisik. Kita ingin mencetak pemimpin-pemimpin masa depan yang akan membawa Indonesia benar-benar menjadi negara yang maju, adil, makmur, dan diridhai oleh Allah SWT.

Hadirin, rekan-rekan seperjuangan,

Dari 4 Mei 1947 hingga 4 Mei 2026, perjalanan ini panjang dan berharga. Segala jasa para pendiri dan pendahulu kita akan selalu kita kenang. Doa dan usaha kita hari ini adalah kelanjutan dari perjuangan mereka.

Mari kita jadikan Hari Bangkit ke-79 ini sebagai momentum pembaruan semangat. Mari kita buktikan bahwa PII masih relevan, masih dibutuhkan, dan masih mampu memberikan warna positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selamat HARBA PII Ke- 79
PII Bangkit!
Indonesia Maju!

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi, memberkahi, dan menguatkan langkah kita semua.

“Hidup PII! Jaya Selalu! Menang Terus!”( roy)

Polisi Ungkap Jejak Pelarian 4 Pembunuh Lansia Pekanbaru hingga Ditangkap

0

Pekanbaru – Empat pembunuh wanita di Pekanbaru bernama Dumaris Boru Sitio (60) ditangkap polisi. Para pelaku sempat kabur ke Aceh hingga Sumatera Utara (Sumut).
Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra dalam konferensi pers, Minggu (3/5/2026), mengatakan pelaku bisa dibekuk pada Sabtu (2/4). Pandra mengakui pengejaran para pelaku ini tidak mudah.

“Tanggal 2 April 2026, pelaku dapat ditangkap dan dibawa ke Polresta Pekanbaru, pengejaran ini tidaklah mudah,” jelas Pandra.

Ia menyebut para pelaku melarikan diri ke luar Provinsi Riau. Ada yang kabur ke Sumut, ada pula yang ke Aceh.

“Pelaku begitu melakukan aksinya pelaku sempat melarikan diri ke wilayah di luar wilayah hukum provinsi Polda Riau, ini sudah sampai ke wilayah Sumatera Utara dan sudah sampai ke provinsi Nanggroe Aceh Darussalam,” ujar Pandra.

Diberitakan sebelumnya, Dumaris ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/4) siang. Korban ditemukan oleh suaminya, Salmon Mena, dalam kondisi tergeletak bersimbah darah.

Rekaman CCTV mengungkap jejak para pelaku. Dari empat pelaku tersebut, salah satunya diduga wanita berinisial AF, yang merupakan menantu korban.

Detik-detik aksi pembunuhan itu juga terekam jelas di kamera CCTV. Awalnya, para pelaku datang menggunakan mobil hitam.

Seorang wanita berkaus hitam yang diduga adalah menantu korban berinisial AF masuk ke halaman rumah disusul wanita lain yang mengenakan jaket hoodie warna biru. Tak lama kemudian, dua orang pria menyusul keduanya.

Tak lama setelah itu, korban keluar dari dalam kamar dan membuka pintu menyambut ‘tamu’ tersebut. Wanita yang diduga menantunya sempat menyalami korban.

Entah apa yang mereka bicarakan. Namun, situasi saat itu terlihat normal-normal saja.

Hingga kemudian seorang pria yang diduga selingkuhan AF datang sambil membawa kayu balok. Seketika itu ia memukulkan kayu tersebut ke kepala korban hingga terkulai.

*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

Silakan laporkan jika ada aduan mengenai aktivitas terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat tinggal Anda melalui WA ke no 08136306547.

Apabila masyarakat memerlukan pelayanan bantuan polisi lebih cepat silahkan laporkan ke Call Center 110.

Kabid Humas Polda Riau

Momentum Hari Pers Sedunia, PWRI PALI Ajak Insan Pers Terus Suarakan Kebenaran

0

Warta.in//PALI, -3 Mei 2026 – Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pers Sedunia (World Press Freedom Day) yang jatuh pada hari ini. PWRI PALI menekankan pentingnya peran pers sebagai pilar demokrasi dalam mengawal pembangunan di daerah.

Ketua DPC PWRI Kabupaten PALI, Syamsudin menyampaikan bahwa keberadaan pers yang bebas dan bertanggung jawab sangat krusial, terutama dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat di Bumi Serepat Serasan.

“Kami keluarga besar DPC PWRI PALI mengucapkan Selamat Hari Pers Sedunia. Pers adalah mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Tanpa pers yang sehat, keterbukaan informasi dan edukasi bagi publik tidak akan berjalan maksimal,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut, ketua DPC PWRI PALI berharap agar para jurnalis, khususnya yang bertugas di wilayah Kabupaten PALI, terus memegang teguh kode etik jurnalistik dan profesionalisme. Di tengah arus informasi digital yang begitu cepat, peran pers sebagai penyaring informasi (filter) terhadap berita bohong atau hoaks sangat dibutuhkan.

“Kebebasan pers harus kita jaga bersama sebagai modal utama dalam membangun demokrasi yang kuat.
Semoga rekan-rekan media terus bersemangat dalam menyuarakan kebenaran dan menjadi penyambung aspirasi masyarakat,” tambahnya.

Melalui momentum ini, DPC PWRI PALI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghargai kerja-kerja jurnalistik yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Kabupaten PALI.

 

 

Rilis:(Muhamad Randi)

Jual Beli iPhone 14 Picu Perselisihan, Diselesaikan Damai di Polsek Gunungsari

0

Jual Beli iPhone 14 Picu Perselisihan, Diselesaikan Damai di Polsek Gunungsari

Warta.in

Lombok Barat0– Perselisihan jual beli satu unit iPhone 14 berujung mediasi di Polsek Gunungsari, Sabtu (2/5/2026) sore. Masalah muncul saat pembayaran disebut masih tertunda, sementara ponsel tersebut telah dibawa bahkan sempat dijual kembali.

“Begitu ada laporan dari warga, kami langsung fasilitasi pertemuan agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujar Kapolsek Gunungsari Iptu Ida Bagus Adnyana Putra.

Mediasi berlangsung sekitar pukul 17.00 Wita, melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Penimbung bersama piket SPKT Polsek Gunungsari. Dua pihak yang berselisih dipertemukan untuk mencari titik temu secara kekeluargaan.

Pihak pertama diketahui telah membawa ponsel usai transaksi, dengan alasan transfer pembayaran masih pending. Namun hingga waktu yang dijanjikan, uang belum diterima pihak penjual sehingga memicu kesalahpahaman.

“Kami mengedepankan komunikasi terbuka, agar masing-masing pihak bisa menyampaikan persoalan secara jelas dan tidak saling menyalahkan,” kata Adnyana Putra.

Setelah melalui pembicaraan cukup panjang, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai. Pembayaran disanggupi sesuai kesepakatan bersama, sementara kasus tersebut diputuskan tidak dilanjutkan ke jalur hukum.

“Kedua pihak juga saling memaafkan dan berkomitmen menuntaskan kewajiban tanpa menimbulkan persoalan baru,” ucap Adnyana Putra.

Kegiatan mediasi berlangsung tertib, aman, dan lancar. Langkah problem solving tersebut, kembali menegaskan kehadiran Polri sebagai penengah, saat muncul persoalan sosial di tengah masyarakat.(sr/hpm)

 

 

 

Ratusan Pelari Dunia Taklukkan Jalur Ekstrem Rinjani Senaru Polsek bayan perketat pengamanan.

0

 

*Polsek Bayan Perketat Pengamanan Rinjani 100 Ultra 2026, Ratusan Pelari Dunia Start Aman dari Senaru

Warta.in

Bayan KLU, NTB – Suasana semarak dan penuh semangat mewarnai pelepasan peserta ajang internasional Rinjani 100 Ultra 2026 yang digelar di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Jumat malam (01/05/2026). Ratusan pelari dari berbagai negara memulai petualangan menantang menaklukkan jalur ekstrem kawasan Gunung Rinjani dalam lomba lari ultra marathon bergengsi tersebut.

Kegiatan mendapat pengamanan dan monitoring langsung dari Kapolsek Bayan IPTU I Wayan Cipta Naya, S.H., M.I.Kom bersama personel Polsek Bayan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Sebanyak 433 peserta dari berbagai negara turut ambil bagian dalam ajang internasional ini, terdiri dari 104 peserta kategori 100 kilometer dan 329 peserta kategori 60 kilometer. Para peserta berasal dari berbagai negara seperti Australia, Amerika Serikat, Jepang, Korea, China, Prancis, Kanada, Malaysia, Singapura, Thailand, hingga negara-negara Eropa lainnya.

Kedatangan peserta di Desa Senaru disambut meriah dengan penampilan budaya gendang beleq dari Desa Karang Bajo yang menambah semangat dan nuansa budaya khas Lombok. Selain itu, para peserta juga mengikuti ritual adat menyembek yang dilakukan tokoh adat Desa Senaru sebagai simbol doa keselamatan sebelum memulai perlombaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, unsur TNI-Polri, TNGR, Dishub, Satpol PP, tenaga kesehatan, panitia pelaksana, serta unsur Muspika Kecamatan Bayan.

 

Sebelum pelepasan peserta, seluruh peserta mengikuti doa bersama sesuai keyakinan masing-masing dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai simbol semangat persatuan. Tepat pukul 00.01 Wita, peserta resmi dilepas menuju jalur perlombaan yang menantang melintasi kawasan pegunungan Rinjani.

Adapun rute lomba kategori 60 kilometer dan 100 kilometer melewati sejumlah jalur ekstrem dan destinasi alam ikonik seperti Pelawangan Senaru, Danau Segara Anak, Summit Rinjani, Bukit Pergasingan, Bukit Selong, hingga finis di kawasan Sembalun, Lombok Timur.

Kapolres Lombok Utara melalui Kapolsek Bayan IPTU I Wayan Cipta Naya, S.H., M.I.Kom menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen memberikan pengamanan maksimal demi kelancaran event internasional tersebut. Berkat sinergi seluruh pihak, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga proses pelepasan peserta selesai dilaksanakan.(sr/hpntb)

AMS Desak Usut Hibah Rp500 Juta

0

ANGKATAN MUDA SUBANG (AMS) DESAK PENANGANAN SERIUS LAPORAN PC IMM SUBANG TERKAIT DUGAAN KEJANGGALAN HIBAH DEWAN PENDIDIKAN

Subang | Warta In Jabar, 3 Mei 2026 — Angkatan Muda Subang (AMS) menyatakan sikap tegas dan mendesak aparat penegak hukum serta lembaga audit negara untuk tidak menunda penanganan laporan yang disampaikan oleh PC IMM Subang terkait dugaan kejanggalan dalam pengelolaan hibah Dewan Pendidikan Kabupaten Subang.

Berdasarkan informasi yang berkembang, terdapat alokasi hibah sebesar Rp500 juta pada tahun anggaran berjalan, yang disertai indikasi adanya potensi duplikasi anggaran senilai Rp280 juta. Dugaan ini berkaitan dengan kemungkinan tumpang tindih sumber pendanaan lain, termasuk skema CSR. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar terkait kepatuhan terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan publik yang baik.

Ketua AMS, Iqbal Maulana, menegaskan bahwa persoalan ini tidak dapat direduksi sebagai sekadar kekeliruan administratif.

“Ini bukan isu sepele. Setiap rupiah uang publik wajib dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Indikasi tumpang tindih anggaran adalah sinyal kuat yang harus diuji melalui proses hukum yang objektif, profesional, dan terbuka,” tegasnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, AMS secara resmi mendesak:

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat

Kejaksaan Negeri Kabupaten Subang

Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Subang

Kejaksaan Tinggi Jawa Barat

untuk segera melakukan langkah konkret berupa penyelidikan dan investigasi menyeluruh, dengan menjunjung tinggi independensi dan integritas proses hukum.

AMS juga mendorong agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit komprehensif dan mendalam guna memastikan tidak adanya pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, serta menutup celah potensi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.

Lebih lanjut, AMS menegaskan bahwa keterlambatan penanganan justru berpotensi memperbesar spekulasi publik dan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah daerah.

“Penegakan hukum tidak boleh lambat, apalagi ragu. Transparansi adalah keharusan, dan akuntabilitas adalah fondasi utama dalam demokrasi yang sehat. Jika ada pelanggaran, harus diungkap secara terang; jika tidak, harus dipulihkan nama baiknya secara terbuka,” tambah Iqbal.

AMS memastikan akan terus mengawal proses ini secara konsisten sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial masyarakat, serta mengajak seluruh elemen publik untuk ikut mengawasi demi terwujudnya pemerintahan daerah yang bersih, profesional, dan berintegritas.

Perkuat Status UNESCO Global Geopark, NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani Terintegrasi

0

Perkuat Status UNESCO Global Geopark, NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani Terintegrasi

Warta.in
Lombok Timur, NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan posisinya dalam jaringan UNESCO Global Geopark dunia dengan meresmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani di Sembalun, Lombok Timur, Sabtu (2/5/2026). Fasilitas ini menjadi bagian dari penguatan standar global pengelolaan geopark, sekaligus memastikan integrasi konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis data dan pengetahuan.

Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya fase baru pengelolaan Geopark Rinjani yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berorientasi global.

Dalam sambutannya, Miq Iqbal menegaskan bahwa Gunung Rinjani tidak hanya menjadi ikon daerah, tetapi merupakan bagian dari warisan dunia yang harus dijaga tanpa kompromi.

“Rinjani bukan sekedar destinasi wisata. Ini adalah identitas, sumber kehidupan, sekaligus bagian dari warisan dunia. Tidak boleh ada kompromi terhadap kelestariannya,” tegas Gubernur.

Ia menekankan bahwa keberadaan pusat informasi ini melampaui fungsi fisik sebagai gedung, melainkan menjadi pusat data dan pengetahuan terintegrasi yang menghubungkan aspek geologi, sejarah, budaya, hingga kehidupan masyarakat di kawasan Rinjani. Narasi besar seperti letusan Gunung Samalas yang berdampak global akan menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi Rinjani sebagai laboratorium alam dunia.

“Dari sini, kita membangun narasi besar Rinjani kepada dunia sebagai pusat edukasi, konservasi, dan peradaban yang hidup,” ujarnya.

Geopark Rinjani-Lombok yang mencakup lebih dari 20 geosite dan wilayah lintas kabupaten menjadi bagian dari jaringan geopark dunia yang menuntut standar tinggi dalam pengelolaan kawasan. Status Green Card UNESCO yang berhasil dipertahankan menjadi indikator bahwa NTB mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Gubernur menegaskan bahwa arah kebijakan ke depan tidak hanya mempertahankan status tersebut, tetapi meningkatkan kualitas pengelolaan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam.

“Kita ingin masyarakat di sekitar Rinjani sejahtera, tetapi tetap dalam kerangka menjaga alam. Kerusakan sekecil apa pun di Rinjani akan berdampak luas,” tegasnya.

General Manager Geopark Rinjani, Qwadru Putro Wicaksono, menjelaskan bahwa pembangunan pusat informasi ini merupakan tindak lanjut rekomendasi asesor UNESCO sekaligus penguatan ekosistem kolaborasi lintas sektor.

“Fasilitas ini menjadi simpul integrasi dalam menghubungkan konservasi, edukasi, dan ekonomi masyarakat dalam satu sistem yang berkelanjutan,” ujarnya.

Penguatan geopark juga diarahkan untuk mendorong ekonomi berbasis kawasan melalui pengembangan desa wisata, event internasional, serta pemberdayaan pelaku UMKM lokal. Produk-produk unggulan seperti tenun dan kuliner tradisional menjadi bagian dari rantai nilai geopark yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ulfa, pelaku UMKM asal Sembalun, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat dalam ekosistem geopark membuka peluang ekonomi yang lebih luas.

“Kami tidak hanya menjadi penonton, tetapi bagian dari ekosistem ini. Dampaknya langsung terasa bagi ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Usai peresmian, Gubernur Miq Iqbal meninjau langsung fasilitas yang menampilkan data geologi, sejarah gunung api purba, serta lanskap budaya kawasan Rinjani sebagai bagian dari penguatan edukasi publik.

Pemprov NTB menegaskan bahwa penguatan Geopark Rinjani merupakan strategi jangka panjang untuk menempatkan NTB sebagai pusat pembelajaran global, destinasi berkelanjutan, sekaligus model pengelolaan kawasan berbasis konservasi yang mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa kehilangan identitas.

“Ini bukan sekedar menjaga status UNESCO, tetapi memastikan Rinjani menjadi pusat pengetahuan dunia yang memberi manfaat bagi generasi hari ini dan masa depan,” tutup Miq Iqbal.(sr/dkisntb)