Beranda blog

Jalan Kami yang Berlubang! Warga Pal 3 Talang Akar Tagih Janji Manis Bupati PALI Terkait Pengaspalan Jalan!

0

Warta.in//PALI, 2 AGUSTUS 2026 – Ratusan warga yang bermukim di Dusun 6 dan Dusun 7 Pal 3, Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, mendesak Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, ST, untuk segera merealisasikan janji kampanyenya. Janji politik untuk melakukan pengaspalan jalan desa yang pernah diikrarkan sebelum menjabat hingga kini dinilai belum menunjukkan tanda-tanda akan diwujudkan.

Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Dusun 6 dan 7 Pal 3 saat ini dilaporkan mengalami kerusakan parah dengan lubang-lubang dalam yang menganga di sepanjang jalur pemukiman. Kerusakan ini tidak hanya menghambat mobilitas harian warga, tetapi juga mengancam keselamatan para pengendara roda dua dan roda empat yang melintas, terutama saat musim hujan tiba.

Tokoh Masyarakat Pal 3, Desa Talang Akar, menyatakan kekecewaannya secara mendalam atas lambatnya respons dari Pemerintah Kabupaten PALI.”Kami seperti dianaktirikan. Jika melihat desa-desa lain di sekeliling Kabupaten PALI, hampir semuanya sudah menikmati jalan mulus. Bisa dibilang tidak ada lagi jalan berlubang di kabupaten ini selain di tempat kami. Kami menagih janji Pak Bupati, karena jalan yang layak adalah urat nadi perekonomian desa kami yang saat ini lumpuh akibat rusak berat,” ujar perwakilan tokoh masyarakat setempat.

Masyarakat mengingatkan kembali komitmen awal saat masa kontestasi Pilkada, di mana perbaikan infrastruktur tingkat desa menjadi komoditas janji utama. Warga berharap Bupati Asgianto dapat memberikan perhatian khusus dan segera menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten PALI guna memasukkan proyek pengaspalan Pal 3 Desa Talang Akar ke dalam skala prioritas anggaran perubahan atau APBD murni terdekat.

Jika dalam waktu dekat belum ada kejelasan atau peninjauan langsung dari instansi terkait, perwakilan warga dan tokoh masyarakat Desa Talang Akar berencana untuk melayangkan surat audiensi resmi secara langsung ke Kantor Bupati PALI dan menggelar aksi damai demi memperjuangkan hak infrastruktur mereka.

 

Rilis: Muhamad Randi

Unik! Lomba Mancing 3 Kuintal Ikan di Saluran PHB Kemayoran*

0

Warta.in Jakarta – Semangat gotong royong dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Mancing Bersama Gembira (MBG) yang digelar warga RT 05 RW 01, Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Saluran Penghubung (PHB) Kemayoran tersebut diikuti sekitar 250 peserta dengan menebarkan 3 kuintal ikan. Selain menjadi ajang rekreasi dan kompetisi memancing, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Camat Kemayoran, Dicky Suherlan, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Mancing Bersama Gembira bukan sekadar perlombaan menangkap ikan, tetapi juga menjadi ruang membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan sosial antarwarga.

“Melalui kegiatan ini kita tidak hanya berlomba menangkap ikan, tetapi yang jauh lebih penting adalah memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan membangun rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Dicky menilai konsep memancing di Saluran Penghubung (PHB) merupakan gagasan yang unik dan jarang ditemui. Berbeda dengan lomba memancing yang umumnya dilaksanakan di kolam atau tambak, kegiatan ini memanfaatkan saluran air sebagai ruang publik yang mampu menghadirkan manfaat sosial sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.

Menurutnya, pemanfaatan PHB sebagai lokasi kegiatan menjadi pengingat bahwa saluran air bukan hanya berfungsi sebagai pengendali aliran dan pencegah banjir, tetapi juga harus dijaga kebersihan dan kelestariannya secara bersama-sama.

“PHB selama ini dikenal sebagai saluran pengendali aliran air. Namun hari ini kita buktikan bahwa tempat ini juga dapat menjadi ruang kebersamaan masyarakat. Ini menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Ia mengapresiasi seluruh panitia, pengurus lingkungan, sponsor, dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis.

“Semoga kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang semakin besar, semakin meriah, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. Mari terus menjaga kebersamaan, menjaga lingkungan, dan bersama-sama membangun Jakarta yang semakin maju,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RT 05 RW 01 Kelurahan Serdang, Saefuddin, menjelaskan bahwa Mancing Bersama Gembira lahir dari aspirasi warga yang menginginkan adanya kegiatan kebersamaan dalam menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Awalnya kegiatan ini hanya direncanakan untuk lingkup RT dan RW, namun tingginya antusiasme masyarakat membuat penyelenggaraannya berkembang hingga diikuti ratusan peserta.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kecamatan Kemayoran, Pemerintah Kelurahan Serdang, Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas Kebudayaan, Dinas Perhubungan, Karang Taruna, para sponsor, serta seluruh elemen masyarakat yang bergotong royong menyukseskan acara.

Saefuddin mengatakan semangat kebersamaan warga sebenarnya telah tumbuh sejak masa pandemi COVID-19 melalui program ketahanan pangan berbasis budidaya ikan. Berawal dari sebuah kolam sederhana, program tersebut terus berkembang berkat dukungan masyarakat dan para tokoh lingkungan hingga kini menjadi salah satu potensi pemberdayaan masyarakat di wilayah RT 05.

Selain itu, warga juga aktif menjalankan berbagai program lingkungan, salah satunya Program SIAP Pilar Sampah melalui pengelolaan bank sampah, pemanfaatan komposter, dan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Kemayoran, Lurah Serdang, para tokoh masyarakat, dan seluruh tamu undangan yang telah hadir, serta memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan yang awalnya dirancang sederhana namun berkembang menjadi kegiatan berskala lebih besar.

Ketua Panitia, Jafar Sodiq, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan Mancing Bersama Gembira merupakan hasil kerja sama, swadaya, dan semangat gotong royong masyarakat.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, di antaranya Pemerintah Kecamatan Kemayoran, Pemerintah Kelurahan Serdang, Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas Kebudayaan, Dinas Perhubungan, sponsor Cleo, serta seluruh relawan dan warga yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

Menurut Jafar, kegiatan ini juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan dari sisi kebersamaan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian warga.

“Meskipun dukungan sponsor masih terbatas, hal itu tidak mengurangi semangat kami untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Tujuan utama kami adalah memberikan ruang kebersamaan, hiburan yang positif, sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga,” ujarnya.

Jafar berharap Mancing Bersama Gembira dapat terus menjadi agenda tahunan yang semakin besar serta menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis.

Kegiatan ini digagas dan dilaksanakan oleh RENOMA (Remaja Nol Lima) bersama POKDAKAN (Kelompok Pembudidaya Ikan) Renoma Maju Bersama, dua komunitas yang selama ini aktif menggerakkan berbagai program sosial, kepemudaan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan budidaya perikanan di lingkungan RT 05 RW 01 Kelurahan Serdang.

Selain dikenal aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, RENOMA juga telah menorehkan berbagai prestasi, di antaranya meraih Juara III Lomba Lenong Tingkat Kecamatan Kemayoran. Bersama POKDAKAN Renoma Maju Bersama, komunitas tersebut terus mengembangkan program ketahanan pangan, pemberdayaan UMKM, pengelolaan lingkungan, serta berbagai kegiatan yang memperkuat kebersamaan warga.

Melalui semangat gotong royong dan swadaya masyarakat, RENOMA dan POKDAKAN Renoma Maju Bersama berkomitmen menjadikan Mancing Bersama Gembira sebagai agenda tahunan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara warga dan pemerintah dalam membangun lingkungan yang lebih maju, bersih, dan berdaya.

Ratusan Warga Berbaju Putih Kawal Pendaftaran Calon Kades Muktiwari Haji Bahrudin.S.E.

0

WARTA-IN, BEKASI –2 Agustus 2026 Antusiasme luar biasa mewarnai jalannya pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Muktiwari.

Ratusan warga masyarakat dengan sukarela berkumpul dan kompak mengenakan pakaian serba putih untuk mengawal langsung proses pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa, Bapak Haji Bahrudin, S.E., menuju sekretariat panitia pemilihan.

Sejak pagi hari, gelombang warga dari berbagai perumahan dan kampung di desa muktiwari terus berdatangan memadati titik kumpul.

Atribut serba putih yang dikenakan massa bukan sekadar keseragaman, melainkan simbol ketulusan, kedamaian, dan niat suci bersama untuk membangun Desa Muktiwari yang lebih baik.”Kami datang ke sini atas inisiatif sendiri, tanpa paksaan. Kami ingin mengawal langsung figur pemimpin yang kami percayai, yaitu Bapak Haji Bahrudin, S.E. Baju putih ini melambangkan harapan kami akan perubahan yang bersih dan amanah,” ujar salah seorang warga di lokasi kepada jurnalis Warta-In.

Perjalanan rombongan pengawal menuju lokasi pendaftaran berlangsung dengan sangat tertib, aman, dan kondusif. Sepanjang jalan, gema selawat dan yel-yel dukungan terus berkumandang, menunjukkan soliditas serta besarnya arus dukungan dari akar rumput terhadap pencalonan beliau. Setibanya di lokasi, Haji Bahrudin, S.E. didampingi perwakilan tokoh masyarakat secara resmi menyerahkan berkas persyaratan pendaftaran kepada pihak panitia Pilkades. Berkas-berkas tersebut langsung diperiksa dan diterima dengan baik oleh panitia sesuai prosedur hukum yang berlaku. Dalam kesempatan tersebut, Haji Bahrudin, S.E. menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran serta dukungan luar biasa dari seluruh warga.Ia menegaskan bahwa pencalonannya ini merupakan bentuk pengabdian nyata demi kemajuan infrastruktur, peningkatan ekonomi lokal, dan kesejahteraan masyarakat Desa Muktiwari secara menyeluruh.

Proses pendaftaran ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran seluruh tahapan Pilkades ke depan. Suasana guyub dan penuh kekeluargaan ini menjadi bukti bahwa pesta demokrasi di tingkat desa dapat berjalan dengan sejuk, damai, dan penuh kedewasaan.

PKS Talang Ubi, PMII Sumsel: Investasi Jangan Kebal Dugaan Pembiaran Izin Hukum!

0

Warta.in//PALI – Pengurus PKC PMII Sumatera Selatan Bidang Kaderisasi, Edo Saputra, S.Pd, mendesak pemerintah daerah dan seluruh instansi berwenang untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap dugaan belum lengkapnya perizinan operasional sebuah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk dorongan agar proses investasi berjalan sesuai koridor hukum dan prinsip perlindungan lingkungan.

Menurut Edo Saputra, investasi merupakan kebutuhan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, investasi tidak boleh mengabaikan kewajiban hukum, prosedur perizinan, maupun hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat.

“Kami tidak anti terhadap investasi. Justru kami mendukung masuknya investasi yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, setiap investasi wajib tunduk pada hukum yang berlaku. Tidak boleh ada perusahaan yang memperoleh perlakuan istimewa apabila terbukti belum memenuhi seluruh persyaratan perizinan,” tegas Edo.

Ia menilai bahwa apabila terdapat dugaan ketidaklengkapan izin, pemerintah melalui Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, DPMPTSP, serta instansi terkait perlu melakukan verifikasi dan pemeriksaan secara objektif sesuai kewenangan masing-masing. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan pelanggaran, maka penegakan hukum harus dilakukan secara profesional tanpa tebang pilih.

Edo juga mengingatkan bahwa kepastian hukum merupakan faktor utama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat. Investor yang taat aturan justru akan dirugikan apabila pelanggaran dibiarkan tanpa tindakan.

“Kepastian hukum adalah fondasi investasi yang berkualitas. Jangan sampai penegakan hukum menjadi lemah terhadap pelanggaran administrasi maupun lingkungan, karena hal itu akan menciptakan ketidakadilan bagi pelaku usaha yang telah mematuhi seluruh ketentuan.”

Lebih lanjut, ia meminta agar seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara terbuka kepada publik sehingga masyarakat memperoleh kepastian mengenai status perizinan perusahaan yang dimaksud. Transparansi, menurutnya, akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sekaligus menjaga iklim investasi yang sehat.

Edo menegaskan bahwa kritik tersebut bukan ditujukan untuk menghambat investasi, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial agar pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, perlindungan lingkungan, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat.

“Apabila seluruh izin telah dipenuhi, tentu perusahaan berhak menjalankan usahanya. Namun apabila hasil pemeriksaan membuktikan masih terdapat pelanggaran, maka pemerintah wajib mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Negara hukum tidak boleh memberikan ruang bagi praktik yang bertentangan dengan regulasi.”

Sebagai penutup, Edo mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan supremasi hukum, sehingga pembangunan di Kabupaten PALI tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin keberlanjutan lingkungan dan keadilan bagi masyarakat.

 

(Muhamad Randi)

Simbol Kearifan Lokal dan Modernitas, Logo Baru Bank Banten Resmi Diperkenalkan di Kota Serang

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 2 Agustus 2026  — PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten resmi memperkenalkan identitas baru melalui peluncuran logo baru di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Sabtu (1/8/2026) malam. Kehadiran logo baru tersebut menjadi simbol transformasi Bank Banten dalam memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Peluncuran logo baru Bank Banten dilakukan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni dan disaksikan oleh ratusan masyarakat. Momentum tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur sekaligus komitmen bersama dalam membangun Bank Banten sebagai lembaga keuangan milik masyarakat Banten.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami beserta jajaran, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala daerah atau perwakilannya.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa logo baru Bank Banten bukan hanya perubahan tampilan, tetapi menggambarkan semangat baru dalam menghadapi tantangan dan peluang ekonomi ke depan.

Menurutnya, identitas baru tersebut membawa pesan tentang kepercayaan, kekuatan, dan harapan besar agar Bank Banten semakin dekat serta dicintai oleh seluruh masyarakat.

“Kita semua mempunyai keyakinan Bank Banten ke depan akan semakin dicintai oleh seluruh masyarakat Banten. Dengan semangat kerja yang tinggi, harapan itu pasti akan menjadi kenyataan,” kata Andra

Logo baru Bank Banten mengusung bentuk “Tumpang Susun Tiga” dengan perpaduan warna biru muda, biru, dan biru tua (navy). Filosofi tersebut mencerminkan nilai kepercayaan, stabilitas, integritas, serta optimisme terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan perusahaan.

Warna biru muda menggambarkan kelembutan, kedamaian, kejernihan, kepercayaan, dan keterbukaan. Warna biru merepresentasikan kreativitas, ketenangan, kesetiaan, kredibilitas, serta stabilitas. Sedangkan warna biru tua melambangkan otoritas, kekuatan, kecerdasan, integritas, dan kewibawaan.

Selain mengandung nilai modernitas, desain logo baru Bank Banten juga mengangkat unsur kearifan lokal. Bentuk atap “Tumpang Susun Tiga” yang menjadi inspirasi logo mencerminkan budaya Indonesia, kemampuan beradaptasi, serta nilai sejarah dan religius yang melekat dalam kehidupan masyarakat.

Tiga garis utama pada logo tersebut menggambarkan tiga peran utama Bank Banten, yakni sebagai penghimpun dana masyarakat (funding), penyalur kredit (lending), dan penyedia layanan jasa keuangan (services).

Sementara simbol panah yang mengarah ke atas menggambarkan pertumbuhan, kemajuan, kesuksesan, serta peningkatan nilai yang menjadi harapan bagi perkembangan Bank Banten di masa depan.

Andra Soni menegaskan bahwa Bank Banten merupakan aset bersama yang harus diperkuat oleh seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keberadaan Bank Banten harus mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi daerah.

“Bank ini bukanlah milik Gubernur, bukan sekedar milik pemerintah, tapi Bank ini adalah milik kita semua. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita untuk memajukan Bank Banten, agar Bank Banten bisa menjadi tonggak, menjadi penggerak ekonomi di Provinsi Banten,” tegasnya.

Ia berharap Bank Banten dapat terus meningkatkan perannya dalam mendukung perekonomian masyarakat, terutama melalui pembinaan dan penguatan sektor UMKM.

Dengan pelayanan yang semakin dekat dan jangkauan yang semakin luas, Bank Banten diharapkan mampu menjadi mitra strategis masyarakat dalam mengembangkan usaha serta meningkatkan kesejahteraan.

“Yang terpenting kemanfaatan Bank Banten dirasakan oleh seluruh masyarakat Banten,” katanya.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota di Banten untuk bersama-sama memperkuat Bank Banten sebagai bank kebanggaan daerah.

Menurutnya, optimalisasi peran Bank Banten dalam pengelolaan keuangan daerah akan menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten.

“Mari kita tumbuh dengan penuh kebersamaan,” ajaknya.(WartaiinBanten)

WAKA DPRD PALI Firdaus Hasbullah Berserta Anggota! Desak Satpol PP Segel Pabrik Sawit Ilegal di Talang Ubi!

0

Warta.in//PALI – Dugaan beroperasinya sebuah pabrik kelapa sawit tanpa izin lengkap di wilayah Kecamatan Talang Ubi memicu reaksi keras dari parlemen bumi Serepat Serasan. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, SH., MH., mengecam keras aktivitas investasi bodong yang dinilai menabrak aturan hukum dan berpotensi merusak lingkungan hidup masyarakat setempat.

Keprihatinan mendalam ini disampaikan langsung oleh Firdaus Hasbullah atas nama unsur Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten PALI. Pasalnya, pabrik sawit tersebut disinyalir nekat beroperasi komersial meski belum mengantongi dokumen krusial seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Izin Lingkungan, hingga izin usaha operasional lainnya.”DPRD memiliki tiga fungsi konstitusional yang melekat, yaitu Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan. Dalam bingkai fungsi pengawasan ini, kami menegaskan tidak akan tinggal diam. Negara ini adalah negara hukum! Siapa pun investornya dan sebesar apa pun modal yang mereka bawa, wajib tunduk pada regulasi yang berlaku di Republik Indonesia dan di daerah kita,” tegas Firdaus Hasbullah dengan nada bicara yang lugas, Minggu (2/8/2026).

Menyikapi pelanggaran berat ini, politisi berlatar belakang hukum tersebut meminta dengan tegas kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten PALI untuk segera turun ke lapangan dan mengambil tindakan hukum yang nyata tanpa pandang bulu.”Kami meminta Satpol PP selaku penegak Peraturan Daerah (Perda) untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan melakukan penyegelan sementara terhadap seluruh aktivitas pabrik tersebut. Segera lakukan koordinasi lintas sektoral dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Aparat Penegak Hukum (APH) jika terbukti ada unsur pelanggaran pidana,” lanjut pria yang akrab disapa FH ini.

Lebih lanjut, wakil pimpinan legislatif ini meluruskan bahwa DPRD PALI pada dasarnya sangat terbuka terhadap masuknya modal asing maupun lokal ke daerah. Namun, ia mengingatkan agar para pemodal tidak bersikap arogan dan mengabaikan keselamatan warga lokal.”Kami tidak anti-investasi. Tetapi investasi yang masuk harus taat aturan, berpihak pada kesejahteraan masyarakat, dan sama sekali tidak merusak lingkungan sekitar. Jangan sampai karena ulah satu perusahaan nakal, nama baik dan iklim investasi yang sudah kita bangun dengan baik di Kabupaten PALI ini menjadi rusak dan tercoreng. Ingat, masyarakat Talang Ubi memiliki hak mutlak untuk hidup dengan sehat, aman, dan nyaman,” pungkas Firdaus mengakhiri keterangannya.

 

(Muhamad Randi)

Tragedi Bocah 7 Tahun Meninggal di Kolam Renang, Pengawasan dan Legalitas Operasional Tuai Sorotan

0

Warta.in, Purwakarta – Suasana duka menyelimuti keluarga seorang anak perempuan berusia 7 tahun, warga RT 11 RW 03, Kelurahan Cipaisan, Kabupaten Purwakarta, yang meninggal dunia setelah mengalami insiden di Kolam Renang Insan Mulia, Sabtu (1/8).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, korban diketahui mengalami insiden sekitar pukul 11.00 WIB. Pihak pengelola menyatakan korban sempat mendapatkan pertolongan pertama dan segera dibawa ke Klinik Asri Kaum sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius mengenai standar keselamatan, sistem pengawasan, serta penerapan prosedur operasional di lokasi wisata air tersebut.

Salah seorang perwakilan keluarga korban menyampaikan duka mendalam sekaligus menyayangkan terjadinya insiden yang merenggut nyawa anggota keluarganya.

Menurutnya, meskipun keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah, proses penegakan hukum harus tetap berjalan agar penyebab pasti kejadian dapat diungkap secara transparan.

“Kami menerima ini sebagai musibah. Namun apabila ditemukan adanya unsur kelalaian, tentu proses hukum harus ditegakkan. Kami juga berharap pemerintah mengevaluasi standar pengamanan dan perizinan kolam renang tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.

Keluarga juga meminta aparat penegak hukum menelusuri apakah seluruh aspek keselamatan, termasuk jumlah pengawas, kompetensi petugas, serta kelengkapan perizinan operasional, telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, salah seorang pengelola sekaligus pengawas kolam renang, Beni, mengatakan bahwa pengawasan terhadap anak-anak seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.

“Seharusnya bukan hanya pengawas kolam yang bertanggung jawab, tetapi orang tua juga harus ikut mengawasi anak-anaknya,” katanya.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana Standar Operasional Prosedur (SOP) pengawasan di kolam renang diterapkan, termasuk pembagian tanggung jawab antara petugas penyelamat dan pendamping anak selama berada di area kolam.

Di sisi lain, Kepala Kelurahan Cipaisan, Aep, mengaku terkejut atas terjadinya insiden tersebut. Menurutnya, selama menjabat sebagai lurah, dirinya belum pernah menerima laporan mengenai kegiatan operasional kolam renang tersebut.

“Setahu saya kolam renang itu pernah tidak beroperasi. Selama saya menjabat, saya belum pernah menerima laporan terkait operasionalnya,” ujarnya.

Namun, pernyataan tersebut justru memunculkan sorotan dari sejumlah warga. Mereka mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan pemerintah setempat terhadap aktivitas usaha yang beroperasi di wilayahnya, termasuk mengenai status perizinan, kelengkapan administrasi, standar keselamatan, standar kesehatan, hingga koordinasi dengan instansi teknis terkait.

Selain itu, informasi yang berkembang di lapangan juga menyebutkan adanya dugaan bahwa petugas pengawas kolam belum memiliki sertifikasi sebagai penyelamat kolam renang.

Informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian dari pihak berwenang.

Sebagai bentuk itikad baik, pada sore harinya pemilik kolam renang didampingi pihak pengelola mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Kelurahan Cipaisan serta Bhabinkamtibmas Polsek Purwakarta Kota.

Meski menerima kedatangan pihak pengelola sebagai bentuk empati, keluarga korban tetap berharap proses hukum berjalan secara profesional dan objektif.

Hingga saat ini, ibu korban masih dalam kondisi sangat terpukul, sementara keluarga besar berupaya memberikan pendampingan agar kondisi psikologisnya berangsur membaik.

Saat awak media berusaha meminta konfirmasi kepada pemilik kolam renang di kediamannya, yang bersangkutan belum memberikan penjelasan terkait substansi kejadian.

Alih-alih memberikan keterangan malah yang bersangkutan berkata dengan nada emosional, “Silahkan kalau mau diberitakan.” Katanya kepada para awak media.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik dan kian membuktikan lemahnya pengawasan dari pemerintah, serta diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tempat wisata air di Kabupaten Purwakarta.

Aparat kepolisian diharapkan mengusut penyebab pasti insiden tersebut, termasuk meneliti kemungkinan adanya unsur kelalaian, kepatuhan terhadap standar keselamatan, kelengkapan perizinan, serta kompetensi petugas pengawas yang bertugas saat kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih menunggu keterangan resmi dari pihak Rumah Sakit Bayu Asih, kepolisian, serta instansi pemerintah terkait mengenai hasil penanganan dan penyelidikan atas peristiwa tersebut. (ds)

Ajak Warga Kibarkan Merah Putih, Pemdes Muara Dua Bersiap Sambut HUT RI ke-81 dengan Meriah!

0

Warta.in//PALI – MUARA DUA Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Pemerintah Desa (Pemdes) Muara Dua, kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal abab Lematang Ilir (PALI) bergerak cepat mematangkan persiapan pesta rakyat. Melalui rilis resmi, jajaran Pemdes Muara Dua secara terbuka mengajak dan mengimbau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali untuk serentak mengibarkan bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing.

Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan mendalam terhadap jasa para pahlawan bangsa yang telah gugur demi merebut kemerdekaan, sekaligus menyalakan kembali api nasionalisme di dada setiap warga desa.Simbol Persatuan di Halaman Rumah Pemasangan bendera Merah Putih di setiap pelataran hunian dinilai bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan simbol persatuan dan kesatuan bangsa. Pemdes Muara Dua berharap, mulai awal bulan Agustus ini, seluruh lingkungan RT dan RW di wilayah Muara Dua sudah bernuansa merah putih yang serasi dan rapi.”Kami ingin aura perjuangan dan kegembiraan menyambut usia baru republik ini terasa hingga ke pelosok-pelosok gang desa. Kesadaran warga untuk memasang bendera secara sukarela adalah bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan cinta tanah air masih tumbuh subur di Desa Muara Dua,” ungkap perwakilan Pemerintah Desa Muara Dua dalam keterangannya.

Persiapan Rangkaian Pesta Rakyat Selain gerakan pengibaran bendera serentak, Pemdes Muara Dua saat ini juga sedang merancang berbagai agenda kegiatan dan perlombaan tradisional yang melibatkan seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Rangkaian acara ini sengaja disiapkan untuk membangun ruang interaksi yang positif, mempererat tali silaturahmi antar warga, serta menggerakkan roda ekonomi lokal melalui keterlibatan para pelaku UMKM desa selama perayaan berlangsung.

Pihak pemdes juga telah menginstruksikan para ketua RT dan RW untuk mengoordinasi kegiatan kerja bakti pembersihan lingkungan. Hal ini bertujuan agar Desa Muara Dua tidak hanya terlihat meriah dengan dekorasi umbul-umbul dan bendera, tetapi juga bersih, indah, dan nyaman dipandang selama bulan kemerdekaan ini.

Harapan untuk HUT RI ke-81 Melalui momentum hari jadi ke-81 Republik Indonesia ini, Pemdes Muara Dua berharap masyarakat dapat terus menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban lingkungan. Sinergi yang kuat antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda karang taruna, dan seluruh warga diyakini akan menjadi kunci utama dalam menyukseskan seluruh rangkaian acara HUT RI tahun ini agar berjalan dengan khidmat, lancar, dan penuh kesan mendalam.

 

(Muhamad Randi)

Demi Sukseskan Program P2B Polsek Ngimbang Gelar Monitoring Tanaman Bawang Merah Di Desa Lamongrejo

0

Demi Sukseskan Program P2B Polsek Ngimbang Gelar Monitoring Tanaman Bawang Merah Di Desa Lamongrejo

LAMONGAN//Warta.in – Bhabinkamtibmas Desa Lamongrejo bersama masyarakat petani melaksanakan monitoring dan Pengecekan Tanaman Bawang merah dari program Asta Cita pemanpaatan Pekarangan tanaman pangan bergizi (P2B)dengan proses Tanam Bawang merah di Desa Lamongrejo Kecamatan Ngimbang, Sabtu (01/08/2026) pukul 09.00 Wib

Kegiatan yang di laksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Lamongrejo bersama anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Denny untuk memonitor dan Mengecek Tanaman Bawang merah masyarakat yang bertujuan untuk mendukung program ketahanan panganan pemanpaatan Pekarangan pangan bergizi (P2B) dengan penanaman Melon di Desa Lamongrejo Kecamatan Ngimbang

Dalam upaya menjaga ketersediaan pangan lokal, langkah ini di harapkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana. S.Tr. K, S.I.K, “Dengan kehadiran Polri sebagai motivator dalam upaya meningkatkan produksi pangan serta kebutuhan lokal dan dapat mendukung program ketahanan pangan Asta Cita Presiden dan ikut serta membangun hubungan yang lebih baik antara kepolisian dan masyarakat.Ujarnya,

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari strategi Polsek Ngimbang untuk memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sejahtera.

“Respon positif dari masyarakat menjadi dorongan bagi Polsek Ngimbang, untuk terus aktif dalam mendukung kegiatan-kegiatan yang berdampak positif bagi kemajuan wilayahnya

Dengan Adanya Program ini bisa mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan mereka secara optimal dan mampu meningkatkan tarap hidup masyarakat melalui ketersediaam pangan bergizi serta mendukung program Nasional dalam bidang pertanian demi meningkatkan ketahanan pangan secara Nasional, pungkasnya (roy)

Pastikan Wilayah Ngimbang tetap Aman Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light 4C Di Daerah Rawan

0

Pastikan Wilayah Ngimbang tetap Aman Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light 4C Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Sabtu (01/08/2026) pukul 23.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan oleh Aiptu Muji, R, Aiptu Denny dan Briptu Andika dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, Bank BRI Ngimbang dan Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngambang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)