Beranda blog

TRUK NYARIS TERJUN KE JURANG! JALAN LINTAS PROVINSI OLAYAMA SOLIGA – LOLOWAU NIAS SELATAN RUSAK PARAH,

0

NIAS SELATAN, WARTA.IN,– Kondisi Jalan Lintas Provinsi di Wilayah Desa Olayama Soliga menuju Lolowau, Kabupaten Nias Selatan
saat ini sangat memprihatinkan. Sebuah truk pengangkut barang nyaris terjun ke jurang akibat jalan rusak parah, berlubang dan ambles.

Dengan segala kerendahan hati, masyarakat di sekitar wilayah tersebut sangat memohon kepada *Pemerintah Kabupaten Nias Selatan Bpk. Sokhiatulo Laia dan Bpk. Yusuf Nakhe* serta kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Bapak. Bobby Nasution agar jalan tersebut dapat segera diperbaiki, demi menghindari banyak korban jiwa.

Jalan ini merupakan akses vital penghubung Kecamatan Huruna – Kecamatan Ono Hazumba – Kecamatan Lolowau. Setiap hari dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian, kendaraan umum, dan masyarakat. Namun kondisi jalan yang rusak parah membuat pengendara sangat kesulitan dan rawan kecelakaan.

“Kami sudah tidak sanggup lagi. Kalau hujan sedikit saja jalan langsung licin dan berlumpur. Tolong Pak Bupati, tolong Pak Gubernur, perhatikan kami. Jangan sampai ada korban jiwa dulu baru diperbaiki,” ujar salah seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemkab Nias Selatan maupun *Pemprov Sumut terkait rencana perbaikan jalan lintas provinsi tersebut.

Warta.in Nias Selatan – Sumut membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak terkait.

*Reporter: Tim Warta.in Nias Selatan – Sumut

Kodam XII/Tpr Salurkan Bantuan Air Bersih Atasi Dampak Kekeringan Masif di Kalbar

0

Kubu Raya – Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura menerjunkan ratusan personel dan puluhan armada tangki air guna mendistribusikan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau di berbagai wilayah Provinsi Kalimantan Barat, Senin (3/8/2026).

Langkah tanggap darurat ini dilakukan guna meringankan beban warga yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Pendistribusian bantuan disalurkan secara langsung ke pemukiman penduduk menggunakan armada truk tangki air hingga kendaraan pemadam kebakaran milik satuan jajaran.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tpr Kolonel Arh Agung Sinaring, M.,menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial TNI AD, khususnya Kodam XII/Tpr, terhadap kesulitan yang dialami masyarakat di wilayah binaan.

“Pendistribusian air bersih ini adalah komitmen nyata Kodam XII/Tpr untuk hadir di tengah masyarakat, terlebih dalam situasi sulit akibat musim kemarau. Kami mendayagunakan seluruh potensi Satuan, mulai dari Kodim hingga Batalyon agar bantuan ini dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan secara cepat dan tepat,” ujar Kapendam XII/Tpr.

Ia menambahkan, pihak Kodam XII/Tpr akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi kekeringan di lapangan.

Aksi kemanusiaan ini melibatkan jajaran Kodim serta Batalyon. Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran pendistribusian antara lain Kabupaten Mempawah, Kubu Raya, Sambas, Sanggau, Landak, Sintang, Kapuas Hulu, Ketapang, Bengkayang hingga Kota Singkawang.

Dalam pelaksanaannya, puluhan personel disiagakan di tiap titik penjangkauan. Sebagai contoh, Kodim 1201/Mempawah mengerahkan 20 personel dan 2 unit tangki air untuk menyuplai air bersih kepada 20 KK di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir. Di Kabupaten Kubu Raya, Kodim 1207/Ptk mendistribusikan 2 tangki air bersih untuk warga Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya.

Tidak hanya jajaran Kodim, satuan Batalyon seperti Yonif, Yonarmed, Yonkav hingga Kikav juga turut bergerak. Yonif 644/Wls menyalurkan 2 tangki air untuk 23 KK di Desa Sibau Hilir, Kapuas Hulu sementara Yonarmed 16/TK dan Yonkav 12/BC turut menyisir wilayah-wilayah perdesaan di Kabupaten Landak dan Mempawah.

Aksi kemanusiaan ini mendapat sambutan positif dan apresiasi masyarakat setempat yang selama beberapa pekan terakhir mengalami krisis air bersih. Kodam XII/Tanjungpura berkomitmen untuk terus menyiagakan jajaran dan menyalurkan bantuan lanjutan ke wilayah-wilayah terdampak lainnya selama musim kemarau berlangsung. (Pendam XII/Tpr)

Edukasi Hukum Masuk Desa, Bhabinkamtibmas Polsek Lingsar Ajak Warga Taat Aturan

0

Edukasi Hukum Masuk Desa, Bhabinkamtibmas Polsek Lingsar Ajak Warga Taat Aturan

Warta.in
Lombok Barat,NTB – Bhabinkamtibmas Polsek Lingsar menghadiri penyuluhan hukum dari Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Mataram (FHISIP Unram), Senin (3/8/2026), di Gedung Serbaguna Kantor Desa Sigerongan. Kegiatan ini mengajak masyarakat memahami aturan hukum sejak tingkat desa, agar tercipta lingkungan yang aman dan tertib.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, akademisi, serta masyarakat dalam memperkuat kesadaran hukum.

“Penyuluhan seperti ini memberi manfaat besar bagi masyarakat. Harapannya warga makin memahami aturan, mampu mencegah pelanggaran sejak dini, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar AKP Wiwin.

Penyuluhan yang mendatangkan dosen FHISIP Unram Yudi Setiawan SH., M.Hum. itu diikuti Kepala Desa Sigerongan, Sekretaris Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua BPD, pengurus BUMDes, para kepala dusun, perwakilan masyarakat, serta mahasiswa KKN Unram.

Materi penyuluhan mengulas pentingnya mengenal norma hukum, memahami peraturan perundang-undangan, serta menanamkan budaya taat aturan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini juga mengedepankan langkah pencegahan, agar potensi pelanggaran hukum dapat ditekan sejak awal.

“Polri terus mendukung setiap kegiatan edukatif di tengah masyarakat. Sinergi bersama perguruan tinggi dan pemerintah desa, diharapkan mampu melahirkan warga yang sadar hukum serta aktif menjaga keamanan lingkungan,” tutup AKP Wiwin Widarti.(sr/hpntb)

 

Kodim 1204/Sanggau Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Desa Entakai

0

Sanggau – Kodim 1204/Sanggau melaksanakan pendistribusian air bersih kepada masyarakat melalui Program TNI Manunggal Air Bersih di Desa Entakai, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI AD dalam membantu masyarakat yang terdampak musim kemarau, Senin (3/8/2026).

Pendistribusian air bersih dipimpin oleh Kasdim 1204/Sanggau Mayor Arm. Dulloh didampingi Pasi Ops Kodim 1204/Sanggau Kapten Inf. A.A. Siregar, Danramil 1204-01/Kapuas Kapten Inf. Eko Prasetyo Widodo, Sekretaris Desa Entakai Valentinus, Babinsa Koramil 1204-01/Kapuas, para kepala dusun, personel Kodim 1204/Sanggau, serta masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, Kodim 1204/Sanggau menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih yang bersumber dari PDAM Kabupaten Sanggau. Bantuan tersebut didistribusikan kepada warga di tiga RT di Desa Entakai dengan melibatkan 22 personel Kodim 1204/Sanggau agar penyaluran berlangsung tertib dan tepat sasaran.

Kasdim 1204/Sanggau Mayor Arm. Dulloh menyampaikan bahwa Program TNI Manunggal Air Bersih merupakan program TNI AD yang dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh jajaran sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Kodim 1204/Sanggau merespons kondisi wilayah Kabupaten Sanggau dan Sekadau yang saat ini memasuki musim kemarau sehingga sejumlah daerah mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Melalui Program TNI Manunggal Air Bersih ini, kami berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat terbantu. TNI akan terus hadir di tengah masyarakat dan berupaya memberikan solusi atas kesulitan yang dihadapi warga, terutama di tengah musim kemarau,” ujar Mayor Arm. Dulloh.

Masyarakat Desa Entakai menyambut baik bantuan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Kodim 1204/Sanggau atas kepedulian dan aksi nyata dalam membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga.Jika diinginkan, saya juga dapat membuat versi siaran pers lengkap dengan kutipan resmi dari Dandim 1204/Sanggau serta rilis singkat untuk media sosial Kodim.

*Pendim 1204/Sanggau*

Kapolda NTB dan Dittipideksus Bareskrim Polri Tinjau Sentra Bawang Putih Sembalun

0

Kapolda NTB dan Dittipideksus Bareskrim Polri Tinjau Sentra Bawang Putih Sembalun

Warta.in
Lombok Timur, NTB — Kawasan sentra bawang putih di Kecamatan Sembalun, mendapat perhatian khusus dari Mabes Polri. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri bersama Kapolda NTB, Ahad (2/8/2026), turun langsung meninjau rantai pengelolaan komoditas mulai dari gudang penyimpanan hingga lokasi panen raya.

Kunjungan diawali dari gudang penyimpanan bawang putih, dilanjutkan peninjauan heli pad, lokasi penjemuran hasil panen, dua titik panen raya, kemudian ditutup dengan pengecekan lokasi peletakan batu pertama pembangunan gudang penyimpanan bawang putih.

Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak, S.I.K., M.Si. menegaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat langsung tata kelola komoditas bawang putih, mulai dari proses pascapanen hingga kesiapan sarana pendukung.

“Kami ingin melihat secara langsung seluruh rantai pengelolaan bawang putih di Sembalun, mulai dari penyimpanan, penjemuran, hingga proses panen. Langkah ini penting, untuk mendukung tata kelola komoditas strategis yang semakin baik dan memberi manfaat bagi para petani,” ungkapnya.

Sementara Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. menyampaikan, Sembalun memiliki peran penting sebagai salah satu sentra bawang putih nasional. Sinergi antara aparat, pemerintah, serta para petani diharapkan mampu memperkuat produktivitas, sekaligus menjaga ekosistem usaha tetap kondusif.

“Polda NTB siap mendukung setiap langkah yang berdampak positif bagi petani dan ketahanan pangan. Kehadiran kami di lapangan sekaligus memastikan seluruh aktivitas berjalan aman, tertib, serta memberi rasa nyaman kepada masyarakat,” katanya.

Selain meninjau lokasi panen, rombongan juga melihat kesiapan pembangunan gudang penyimpanan bawang putih. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung kualitas hasil panen, memperkuat sistem penyimpanan, serta meningkatkan nilai ekonomi komoditas unggulan Sembalun.

“Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar sektor pertanian terus berkembang. Kami berharap penguatan infrastruktur penyimpanan mampu mendukung kesejahteraan petani, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi bawang putih di NTB,” tutup Kapolda NTB.(sr/hpntb)

SENASTIF 2026 Pemprov NTB Tegaskan Transformasi Digital Berawal dari Perubahan Cara Berpikir

0

SENASTIF 2026 Pemprov NTB Tegaskan Transformasi Digital Berawal dari Perubahan Cara Berpikir

Warta.in
Mataram,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa transformasi digital tidak dapat dimaknai sekadar sebagai adopsi teknologi, tetapi harus diawali dengan perubahan cara berpikir, budaya kerja, dan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan publik. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, saat mewakili Pemerintah Provinsi NTB sebagai keynote speaker pada Seminar Nasional Sistem dan Teknologi Informasi (SENASTIF) 2026 bertema “Inovasi Digital dan Kecerdasan Buatan untuk Mempercepat Transformasi Digital Nasional”, yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram di Hotel Lombok Garden, Senin (3/8).

Seminar nasional tersebut dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Drs. Abdul Wahab, serta menghadirkan narasumber Prof. Dr. Teddy Mantoro, Prof. Dr.Eng. Ir. I Gede Pasek Suta Wijaya, dan Prof. Ir. Media Anugerah Ayu, M.Sc., Ph.D. Kegiatan ini juga dihadiri para guru besar, akademisi, peneliti, praktisi teknologi informasi, dosen, mahasiswa, presenter, serta peserta dari berbagai daerah. Sebagai penyelenggaraan perdana, SENASTIF 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mempercepat transformasi digital Indonesia.

Dalam keynote speech-nya, pria yang akrab disapa Aka ini menegaskan bahwa dunia saat ini tengah memasuki era perubahan yang berlangsung secara eksponensial. Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), peningkatan kemampuan komputasi, dan inovasi digital telah membawa dunia memasuki apa yang disebutnya sebagai Revolusi Kecerdasan, yakni sebuah fase ketika mesin tidak lagi sekadar menjalankan perintah, tetapi mampu belajar, mengenali pola, hingga membantu manusia dalam pengambilan keputusan.

Meski demikian, menurutnya, teknologi hanyalah sarana. Faktor penentu keberhasilan transformasi tetap berada pada manusia yang mengelola dan memanfaatkannya.

“Teknologi hanyalah alat yang memungkinkan perubahan terjadi. Manusialah penggerak sesungguhnya dari transformasi. Karena itu, transformasi digital bukan proyek teknologi semata, melainkan perubahan cara berpikir, cara bekerja, cara melayani masyarakat, serta membangun kepemimpinan digital yang adaptif,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam konteks pemerintahan, digitalisasi tidak cukup hanya memindahkan pelayanan manual menjadi berbasis aplikasi. Transformasi digital harus mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, pengambilan keputusan berbasis data, pelayanan publik yang semakin cepat, efektif, dan tepat sasaran.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat implementasi Pemerintahan Digital melalui pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang bertransformasi menuju Pemerintahan Digital (PEMDI), penguatan Portal Satu Data NTB, integrasi layanan digital antarlembaga, serta peningkatan keamanan siber bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). NTB juga dipersiapkan menjadi salah satu provinsi percontohan penguatan sistem keamanan siber nasional.

“Kami ingin memastikan bahwa pengembangan pemerintahan digital tidak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga menjaga kedaulatan data, keamanan informasi, serta keberlanjutan layanan publik. Penguasaan sistem dan data harus tetap berada di tangan pemerintah demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kemajuan teknologi selalu menghadirkan dua sisi. Di satu sisi membuka peluang besar untuk mempercepat pembangunan, namun di sisi lain memunculkan tantangan baru berupa keamanan siber, perlindungan data pribadi, penyebaran disinformasi, hingga persoalan etika dalam pemanfaatan kecerdasan buatan.

Karena itu, ia menekankan bahwa pengembangan AI harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral, nilai-nilai kemanusiaan, dan etika agar inovasi yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Aka juga menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem inovasi nasional. Menurutnya, kampus tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga melahirkan talenta yang mampu menciptakan teknologi, mengembangkan algoritma, membangun sistem, serta menghasilkan inovasi yang menjawab berbagai persoalan bangsa.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar atau konsumen teknologi digital. Kita harus menjadi pencipta, pengembang, dan inovator teknologi yang mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan bangsa. Perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk melahirkan generasi yang mampu memimpin perkembangan teknologi secara bertanggung jawab,” katanya.

Mengakhiri keynote speech-nya, ia mengutip refleksi ilmuwan komputer Alan Turing mengenai kemampuan mesin berpikir. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi apakah mesin dapat berpikir, melainkan apakah manusia mampu tetap berpikir dengan bijaksana di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan.

“Teknologi menentukan seberapa cepat kita melangkah. Kebijaksanaan menentukan ke mana kita melangkah. Karena itu, kemajuan teknologi harus selalu berjalan beriringan dengan etika, tanggung jawab, nilai-nilai Pancasila, dan semangat gotong royong agar benar-benar memberi manfaat bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Drs. Abdul Wahab, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya SENASTIF 2026 sebagai ruang akademik yang mempertemukan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi untuk mendukung percepatan transformasi digital nasional.

Menurutnya, Universitas Muhammadiyah Mataram terus memperkuat kapasitas kelembagaan melalui pembangunan infrastruktur pendidikan, peningkatan mutu akademik, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Saat ini universitas memiliki delapan fakultas dengan 38 program studi, sementara Fakultas Teknik terus berkembang dengan berbagai program studi, antara lain Teknik Sipil, Teknik Pertambangan, Teknologi Informasi, dan Geologi, yang semakin diminati masyarakat.

Ia juga mengungkapkan bahwa universitas tengah membangun gedung baru Fakultas Teknik yang direncanakan mulai digunakan pada tahun akademik mendatang, sekaligus mengembangkan Rumah Sakit Universitas sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan dan kesehatan.

SENASTIF 2026 diikuti 60 peserta yang terdiri atas 18 presenter luring, 17 presenter daring, dan 25 peserta nonpresenter. Berbagai karya ilmiah yang dipresentasikan diharapkan tidak berhenti sebagai publikasi akademik, tetapi berkembang menjadi inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di era digital.

Melalui penyelenggaraan SENASTIF 2026, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi terutama oleh kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan yang visioner, tata kelola yang baik, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, transformasi digital diharapkan mampu melahirkan inovasi yang inklusif, beretika, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan daerah maupun Indonesia.(sr/dkisntb)

Pelatihan Calon PMI NTB, Gubernur Iqbal Tekankan Pentingnya Budaya Kerja Untuk Investasi Masa Depan

0

Pelatihan Calon PMI NTB, Gubernur Iqbal Tekankan Pentingnya Budaya Kerja Untuk Investasi Masa Depan

Warta.in
Mataram,NTB — Sebanyak 46 orang peserta calon pekerja migran indonesia (PMI) berasal dari kabupaten kota se Nusa Tenggara Barat mengikuti pelatihan Tahap 1 program pemagangan ke Jepang angkatan 2026. Untuk selanjutnya, bagi peserta yang dinyatakan lulus akan mengikuti pelatihan nasional tahap 2 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja di Bekasi.

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal dalam arahannya berharap bahwa para peserta magang yang akan mengikuti pelatihan harus melakukan improve serta wajib mengalami progres, dan mengalami kemajuan. Kemajuan baik dalam fisik, skill, disiplinnya dan lebih utama progres dalam kemampuan berbahasa.

“Kedepannya, semua harus progres. Jangan sampai mengalami penurunan. Yang bisa membuat kalian mengalami penurunan itu adalah melakukan diri puas sebelum waktunya. Jadi jangan puas, terus bekerja.” tandasnya saat membuka pelatihan tahap 1 pra pemberangkatan peserta program pemagangan ke Jepang angkatan 2026, bertempat di Ruang Kompetensi BPSDM NTB, Senin (3/8/2026).

Selanjutnya Miq Iqbal mengungkapkan latar belakang pemerintah provinsi NTB memiliki dukungan penuh dan mendorong program pemagangan ini, tidak hanya soal mencari kerja, mendapat gaji, kemudian balik pulang membawa gaji. Namun ia mengharapkan agar setelah pulang kampung penghasilan yang diterima diarahkan ke yang lebih produktif untuk membangun, karena keberlanjutan (sustainability) harus diikutkan dan di taruh untuk waktu jangka panjang.

“Pertama membangun keluarganya, kalau keluarganya yang kemudian miskin ekstrem jadi tidak miskin. Yang miskin kemudian menjadi lebih baik, yang sudah baik keluarganya lebih diangkat lagi kesejahteraannya,” ungkapnya.

Harapan bagi generasi yang akan datang harus lebih baik dari generasi saat ini. Oleh sebab itu, Miq Iqbal berpesan agar para calon PMI harus bisa mengelola waktu dengan baik. Karena setiap sen rupiah yang kalian dapatkan itu adalah alat untuk investasi masa depan, menginvestasikan setiap energinya, setiap hartanya untuk sesuatu yang jangka panjang dan bermanfaat.

“Masa depanmu, masa depan keluarganmu, masa depan anakmu nanti. Maka jangan sampai uang ini sia-sia, jangan sampai uang ini habis lantaran gaya hidup,” pesan Gubernur.

Di sisi lain Miq Iqbal mengharapkan yang paling utama agar para pekerja migran asal NTB membawa kultur kerjanya. Karena ia menilai value yang paling mahal dari negara seperti Jepang terkenal dengan etos kerja yang tinggi dibarengi kedisiplinan tingkat tinggi. Setelah kembali pulang menjadi lebih disiplin dan selanjutnya menularkan kedisiplinan itu ke masyarakat yang ada di sekitar, lebih sopan santun dan menularkan sopan-sampun itu ke masyarakat yang ada di sekitar.

“Makin banyak orang yang mencintai disiplinan, makin banyak orang yang menghormati disiplinan, maka disiplinan itu nanti menjadi mainstream,” ujarnya.

Tidak hanya aspek kesiapan individual, Miq Iqbal juga mengajak para calon PMI untuk melakukan pengembangan pada literasi keuangan mereka masing masing, agar uang yang dihasilkan terkelola dengan baik. Untuk itu ia menyarankan agar para peserta magang untuk memikirkan skema pembiayaan menggunakan KUR PMI yang sudah tersedia di Bank NTB Syariah.

“Jadi ketika teman teman sudah kembali, gunakan uang untuk sesuatu yang produktif sehingga kalian tidak sama kondisinya dengan pada saat kamu meninggalkan Indonesia. Kondisimu sudah lebih baik, sudah punya rumah, sudah punya tanah untuk produksi. Jangan beli hal-hal yang konsumtif,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi provinsi NTB Dr. Aidy Furqan dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan pelatihan ini untuk persiapkan bagi peserta program pemagangan ke Jepang agar memiliki kemampuan dasar bahasa Jepang, pemahami budaya dan etika kerja Jepang, mengenal jenis pekerjaan, memiliki keterangan fisik, kompetensi, mental, disiplin, serta etos kerja yang baik sebagai pekerja.

Selanjutnya, dalam perlaksanaan kegiatan tahap satu ini Aidy menyebut terdapat beberapa tahapan evaluasi, evaluasi bahasa dan dua tahap evaluasi fisik dan kompetensi yang berpotensi untuk peserta. Oleh sebab itu ia berharap kepada seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh.

“Para peserta pemagangan Jepang kali ini,kami harapkan untuk maksimal memberikan kemampuan dan potensinya supaya tidak tereliminasi,” harapnya.

Peserta yang lulus pada pelatihan nasional tahap kedua akan diberangkatkan ke Jepang pada akhir tahun 2026 atau selambat-lambatnya awal 2027 selama tiga tahun. Tetapi bagi peserta yang memiliki potensi luar biasa mereka akan mendapat tambahan dua tahun atau lebih sehingga menjadi lima tahun.

“Mereka kita harapkan menjadi bagian duta kita untuk Nusa Tenggara Barat untuk mewujudkan dan menyuarakan visi Nusa Tenggara Barat yang makmur mendunia,” ungkap Aidy. (sr/dkisntb)

Kami, Driver BUS,ELF,COLT,Bangga Menjadi Bagian,Melayani Angkutan Warga,Siswa SMPN 1 Kertasari,Desa Santosa

0

SMPN 1 Kertasari, Desa Santosa, kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Senin, 3 Agustus 2026. WARTA. IN

SMPN 1 Kertasari, Desa Santosa Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, di Layani  Bus, Elf dan Colt, yang setia menunggu Penumpang untuk mobilitas di sekitaran Desa Santosa,  dan Kecamatan Pangalengan.

Kami bangga menjadi bagian dari transfortasi SMPN 1 dan Warga Desa Santosa akan kebutuhan transfortasi untuk mobilitas mereka, Papar Sopir Bus, Elf dan Colt.

Revitalisasi Ruang Kelas, Toilet. SMPN 1 Kertasari, terdampak Gempa  Cibeurum yang lalu, sangat kami butuhkan, Papar Ahmad Tarnudin, S. Pd. Humas SMPN 1 Kertasari.

Seorang Bapak Guru, yang tak mau disebutkan namanya, rela Pulang Pergi ( PP ), Andir,  Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay ke SMPN 1 Kertasari, karena Kecintaan dan Pengabdiannya untuk Siswa, Siswi SMPN 1 Kertasari.

Siswa, Siswi pun bangga, bisa menuntut ilmu dan menjadi bagian dari keluarga Besar SMPN 1 Kertasari.

Sementara di lain tempat, Tata Witarsa, S. Ip. Kepala Desa Santosa, Kecamatan Kertasari, mendampingi KKN Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung, di Dusun 3, Desa Santosa. WARTA. IN Biro Bandung.

Nekat Tabrak Aturan Gubernur, DPRD PALI Desak Truk Batubara PT BSE Setop Lewati Jalan Umum!

0

Warta.in//PALI, SUMATERA SELATAN – Aktivitas mobilisasi truk angkutan batubara milik PT Bumi Sekundang Enim Energi (BSE) di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memicu kecaman keras. Jajaran legislatif daerah secara tegas menilai operasional tersebut ilegal dan mendesak penghentian total karena memanfaatkan fasilitas jalan publik.

Berdasarkan pantauan lapangan, armada truk batubara PT BSE kedapatan masih melintasi Jalan Simpang Raja, Kecamatan Talang Ubi. Jalur tersebut merupakan Jalan Provinsi Sumatera Selatan, yang secara regulasi dilarang keras untuk dilewati oleh komoditas pertambangan.

Menanggapi pelanggaran yang terus berulang ini, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten PALI, Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., angkat bicara secara lugas. Dirinya mengutuk keras sikap abai pihak korporasi dan menginstruksikan penghentian total aktivitas angkutan batubara di jalur tersebut.”Kami mewakili rakyat Kabupaten PALI, menyampaikan untuk menstop angkutan batubara yang masih menggunakan Jalan Provinsi di Jalan Simpang Raja, Kecamatan Talang Ubi,” tegas Firdaus kepada awak media, Senin (03/08/2026).

Firdaus memaparkan bahwa larangan melintas bagi angkutan komoditas tambang di jalan umum memiliki payung hukum yang kuat. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah memberlakukan Instruksi Gubernur Sumsel Nomor 500.11/004/INSTRUKSI/DISHUB/2025 yang efektif berjalan sejak 1 Januari 2026.

Aturan tersebut secara sah mewajibkan seluruh perusahaan pertambangan untuk mengalihkan jalur mobilitas mereka ke jalan khusus pertambangan (hauling) atau memanfaatkan jalur kereta api. Kesepakatan rute operasional ini pun sebenarnya telah dikaji dan diputuskan bersama sejak awal oleh pemerintah dan pihak perusahaan terkait.”Sesuai dengan Instruksi Gubernur Sumsel sudah jelas bahwa perusahaan harus menggunakan Jalan Hauling yang sudah disepakati bersama. Perusahaan harus mematuhi peraturan tersebut, tidak diperbolehkan angkutan batubara melintas di jalan provinsi maupun kabupaten,” tandasnya.

DPRD PALI mengingatkan bahwa pembiaran terhadap aktivitas ilegal ini membawa dampak buruk langsung bagi masyarakat, mulai dari percepatan kerusakan infrastruktur jalan publik hingga tingginya risiko kecelakaan lalu lintas bagi warga lokal.Sebagai peringatan terakhir, pihak legislatif meminta manajemen PT BSE beserta vendor angkutannya segera mematuhi aturan kedinasan yang berlaku. Jika truk batubara masih ditemukan melintas, Firdaus menegaskan pihak daerah tidak akan lagi membendung sanksi sosial dari arus bawah.

 

(Muhamad Randi)

Tolak Aturan Jadul, Tokoh Masyarakat dan DPRD PALI Bersatu Desak Revisi Pergub Kompensasi!

0

Warta.in//PALI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengambil langkah progresif demi membela hak ekonomi warga. Lembaga legislatif ini menggelar rapat dengar pendapat (RDP) krusial bersama manajemen PT Bureau Geophysical Prospecting (BGP), tokoh masyarakat, dan tim hukum di Ruang Gedung DPRD PALI, Senin (3/8/2026).

Pertemuan ini menjadi panggung bersatunya komitmen daerah untuk membedah gelombang protes warga terkait ketidaksesuaian nilai kompensasi lahan dan tanam tumbuh akibat proyek survei seismik 3D yang tengah berjalan. Rapat strategis ini dihadiri langsung oleh tokoh masyarakat senior PALI, Pakde Sumardjono, Anggota DPRD PALI Firdaus Hasbullah,. SH.,MH serta Asisten 3 Pemkab PALI, Haryono beserta jajarannya.

Tuntut Penyesuaian Inflasi 3 Persen Tokoh masyarakat PALI, Pakde Soemardjono, menegaskan aksi turun gunungnya ini murni untuk mengawal jeritan warga di akar rumput. Ia menilai korporasi saat ini berlindung di balik payung hukum yang sudah tertinggal jauh dari realitas ekonomi pasar.

“Nilai ganti rugi yang mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Sumatera Selatan Nomor 40 Tahun 2017 itu sudah tidak sesuai dengan kondisi riil. Setidaknya, harus ada penyesuaian inflasi minimal 3 persen setiap tahunnya. Kami bersama dinda Firdaus Hasbullah dan tim hukum berkomitmen penuh mengupayakan peninjauan kembali aturan tersebut ke tingkat provinsi,” tegas Soemardjono.

DPRD Siap Gedor Provinsi, Bentuk Timsus Berbasis UU No. 2/2012 Merespons desakan tersebut, Anggota DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, menyatakan pihak legislatif siap mendobrak kebuntuan regulasi di tingkat provinsi. Tak sekadar menuntut revisi kosong, DPRD PALI langsung menyiapkan strategi taktis berupa restrukturisasi hukum yang kuat.

“Minggu depan, kami dijadwalkan langsung bertemu dengan Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan untuk meninjau ulang Pergub tersebut. Kami juga akan membentuk Tim Khusus (Timsus) dengan mempedomani Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Demi Kepentingan Umum,” ujar Firdaus.

Firdaus menambahkan bahwa perjuangan agraria ini bukan hanya milik Kabupaten PALI, melainkan menyangkut hajat hidup seluruh masyarakat Sumatera Selatan yang daerahnya menjadi objek eksplorasi migas. “Jika dipaksakan menggunakan aturan tahun 2017, jelas itu sangat tidak adil dan tidak relevan lagi,” imbuhnya.

PT BGP Pilih Sikap Kooperatif Di sisi lain, iklim investasi di Bumi Serepat Serasan menunjukkan sinyal positif. Meski berstatus sebagai vendor pelaksana lapangan, manajemen PT BGP mendapat apresiasi tinggi atas sikap terbukanya dalam mediasi ini.

Pihak PT BGP menyatakan kesiapannya untuk patuh pada aturan baru apa pun yang nantinya ditetapkan oleh pemerintah demi menjaga kondusivitas wilayah operasional. Mereka juga siap berkoordinasi intensif dengan Timsus bentukan DPRD untuk merumuskan skema transisi pasca-pencabutan Pergub lama.

Harus Nyata, Bukan Janji Manis Politik Di akhir RDP, Firdaus Hasbullah memberikan peringatan keras agar agenda ini tidak berujung menjadi sekadar wacana di atas kertas.”Pencabutan dan revisi Pergub ini harus terealisasi secara nyata. Bayangkan, umur regulasi ini sudah berjalan 9 tahun tanpa ada pembaruan masif. Secara hukum dan ekonomi, wajib dievaluasi total. Saya percaya Pj Gubernur Sumsel memiliki hati nurani untuk berpihak pada keadilan rakyat,” pungkasnya.

Pertemuan lintas sektor ini resmi menandai babak baru perjuangan hak agraria di PALI. Hasil pertemuan dengan Gubernur minggu depan diyakini akan menjadi penentu utama terciptanya iklim investasi migas yang harmonis dan berkeadilan di Sumatera Selatan.

(Muhamad Randi)