Beranda blog

Aktivis Desak Seismik 3D di PALI Dihentikan Jika Aturan Tarif Belum Jelas

0

PALI – Aktivis Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Acam, mendesak agar kegiatan survei seismik 3D di wilayah PALI dihentikan sementara apabila Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI belum memiliki regulasi daerah yang secara jelas mengatur tarif ganti kerugian bagi masyarakat terdampak.

 

Sonny Paras Dewa, seorang aktivis di Kabupaten PALI, menilai kegiatan seismik yang menyentuh lahan masyarakat harus memiliki dasar hukum serta kepastian mengenai besaran kompensasi. Hal itu penting untuk melindungi hak masyarakat dan mencegah munculnya persoalan di kemudian hari.

 

Desakan itu disampaikannya setelah mencermati surat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 2196/II/2024 tertanggal 30 April 2024. Dalam surat tersebut, Pemprov Sumsel menyarankan pemerintah kabupaten/kota menyusun rancangan peraturan kepala daerah mengenai tarif nilai ganti kerugian kegiatan seismik 3D dengan mempertimbangkan tingkat kemahalan masing-masing daerah.

 

“Surat dari Pemprov Sumsel tersebut sudah jelas. Pemkab PALI telah disarankan untuk menyusun regulasi mengenai tarif ganti kerugian kegiatan seismik. Pertanyaannya, mengapa hingga saat ini aturan khusus tersebut belum juga dibuat?” ujar Sonny Paras Dewa, yang akrab disapa Dewa.

 

Menurut dia, persoalan tarif ganti rugi tidak boleh dianggap sepele. Sebab, kegiatan seismik dapat melintasi lahan warga dan berpotensi berdampak terhadap tanaman tumbuh maupun bangunan yang berada di atas lahan tersebut.

 

Dewa juga menyoroti surat balasan Pemkab PALI Nomor 500/39/IV/2024 tertanggal 28 Juni 2024. Dalam surat tersebut, Pemkab PALI menyatakan bahwa Pergub Sumsel Nomor 40 Tahun 2017 masih berlaku dan hingga saat itu PALI belum memiliki regulasi daerah tersendiri yang mengatur tarif ganti kerugian kegiatan seismik.

 

“Artinya, sejak 2024 Pemkab PALI sudah mengetahui dan mengakui belum memiliki aturan tarif lokal. Namun, ketika kegiatan seismik kembali berjalan, regulasi tersebut juga belum kunjung dibuat. Padahal, Pemprov Sumsel sudah menyarankan agar Pemkab menyusun aturan tarif ganti kerugian sesuai kondisi masing-masing daerah,” tegas dewa

 

Dewa mengatakan, pembentukan aturan tarif ganti kerugian kegiatan seismik bukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan. Menurutnya, sejumlah pemerintah kabupaten di Indonesia telah memiliki regulasi daerah sebagai pedoman pembayaran kompensasi kegiatan seismik.

 

“Kami meminta Pemkab PALI tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Di daerah lain sudah ada yang memiliki aturan tarif lokal untuk kegiatan seismik. Kenapa PALI belum? Padahal, ini menyangkut kepastian, kejelasan mekanisme pembayaran, serta perlindungan hak masyarakat yang terdampak kegiatan seismik,” katanya.

 

Ia menilai aturan lokal penting untuk menyesuaikan besaran ganti kerugian dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat PALI, sekaligus memberikan kepastian kepada perusahaan yang melaksanakan kegiatan eksplorasi.

 

Dewa menegaskan, jangan sampai kegiatan seismik sudah berjalan di tahun ini, sementara masyarakat nanti akan mempersoalkan besaran ganti rugi setelah terjadi kerusakan. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu persoalan di kemudian hari karena tidak adanya kepastian mengenai standar dan besaran kompensasi yang harus diterima.

 

“Jangan masyarakat yang selalu diminta menerima keadaan. Pemerintah harus hadir memberikan kepastian dan perlindungan terhadap hak masyarakat. Kalau memang aturan mengenai tarif ganti rugi belum tersedia, sebaiknya kegiatan seismik dihentikan sementara sampai regulasinya jelas dan ada kepastian bagi masyarakat,” tegasnya.

 

Dewa bahkan menyatakan siap menggelar aksi demonstrasi apabila kegiatan seismik tetap dilaksanakan tanpa adanya kepastian regulasi yang jelas mengenai besaran dan mekanisme ganti kerugian. Menurutnya, kepastian aturan diperlukan agar masyarakat tidak dirugikan dan memiliki dasar yang jelas untuk memperoleh perlindungan atas dampak kegiatan seismik.

 

“Kami tidak menolak investasi maupun kegiatan eksplorasi. Namun, seluruh kegiatan harus berjalan sesuai aturan dan tidak mengabaikan hak masyarakat. Jika regulasi mengenai tarif ganti kerugian belum jelas, kami siap turun ke jalan, mendatangi Kantor Pemkab PALI dan DPRD PALI untuk menyampaikan aspirasi, sekaligus mendesak agar kegiatan seismik dihentikan sementara sampai ada kepastian aturan,” ujarnya.

 

Ia juga meminta DPRD PALI menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan Pemkab PALI, khususnya dalam memastikan perlindungan dan kepastian hak masyarakat yang lahannya terdampak kegiatan seismik. Menurutnya pembahasan mengenai persoalan seismik seharusnya dilakukan secara terbuka dan transparan, bukan melalui rapat tertutup, terlebih ketika agenda dan jadwal rapat telah ditetapkan secara resmi.

 

Menurut Dewa, pemerintah seharusnya tidak menunggu hingga muncul konflik antara masyarakat dan perusahaan. Regulasi mengenai tarif ganti kerugian kegiatan seismik perlu disiapkan sejak awal sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat sekaligus memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.

 

“Pemerintah harus bergerak sebelum persoalan terjadi, bukan setelah masyarakat melakukan protes. Kalau memang sudah ada surat dari Pemprov yang menyarankan pembentukan aturan, seharusnya itu segera ditindaklanjuti. Apalagi, tahun lalu sudah banyak masyarakat yang memprotes persoalan kegiatan seismik,” katanya.

Burhanudin Buka Suara, Klaim Pihak Luar Atas Talang Sebetung Tidak Berdasar!

0

Warta.in//PALI – Di tengah memanasnya sengketa tapal batas antara Pemerintah Desa Tempirai Selatan dengan Desa Mangkunagara dan Mangkunegara Timur, sebuah sosok kunci akhirnya muncul ke permukaan. Burhanudin (66), seorang tokoh masyarakat terpandang dari Desa Tempirai Selatan yang lahir dan menghabiskan masa mudanya di Talang Sebetung, memberikan kesaksian mendalam dan menggugah terkait sejarah panjang wilayah tersebut.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan tim media di Talang Sebetung, Burhanudin mengungkap fakta-fakta sejarah yang selama ini terpendam. Kesaksian otentik ini sekaligus menjadi jawaban menohok yang menolak klaim sepihak dari pihak luar atas tanah leluhur mereka.

Lahir dan Dibesarkan di Atas Tanah Adat Dengan suara bergetar namun penuh penegasan, Burhanudin menunjuk sebuah lahan kosong di sebelah balai pertemuan warga. “Sepengetahuan hidup saya, mulai sejak lahir sampai sekarang… saya lahir di tanah ini. Di situ tempat rumah,” ujarnya mengenang masa lalu.

Burhanudin tercatat bermukim di Talang Sebetung sejak lahir pada tahun 1960 hingga tahun 1997, sebuah rentang waktu selama 39 tahun yang penuh dengan memori kolektif masyarakat adat. Kepindahannya ke inti Desa Tempirai saat itu semata-mata demi mengakses pendidikan yang lebih layak, karena Talang Sebetung pada masa lampau merupakan wilayah yang cukup terisolasi.”Dulu kan… warga tersingkir, kan, Talang namanya, kan,” kenang Burhanudin, menggambarkan kondisi geografis masa lalu tanpa mengurangi rasa kepemilikannya yang kuat.

Batas Tradisional, Berdasarkan Jejak Kehidupan, Bukan Titik Koordinat Menanggapi perdebatan tapal batas modern, Burhanudin menjelaskan bahwa para leluhur Desa Tempirai mendefinisikan batas wilayah bukan dengan titik koordinat satelit, melainkan melalui ruang pemukiman, jejak aktivitas harian, dan lahan usaha tani.”Jadi batas-batasnya itu ya wilayah pemukiman. Wilayah pemukiman. Nah, tempat huni penduduk dengan usaha,” jelasnya.

Secara runut dan terperinci, ia memetakan kembali wilayah tradisional Tempirai (yang kini menjadi Tempirai Selatan), meliputi bentangan alam yang luas, Jembatan Terusan TomanSungai Randi KotongBatanghari SebagutSuwak Bledi dan Suwak MedangSebagut TueUjung Danau SebetungBatang Hari Danau Sebetung (bagian hulu)Paye SebetungAreal Talang Lampung KasapTalang Tanjung HeranTalang Deras”Nah, kami tahu di wilayah ini. Wilayah Sebetung ini, Pak,” tegasnya sembari menyiratkan penguasaan wilayah yang sah secara turun-temurun.

Tiga Bukti Nyata Kepemilikan Sah Tempirai Lebih dari sekadar ingatan lisan, Burhanudin membeberkan tiga bukti fisik dan administratif yang memperkuat posisi hukum dan moral Desa Tempirai Selatan atas wilayah Talang Sebetung, Jejak Lahan Pertanian, Hamparan lahan di sekitar wilayah sengketa merupakan bekas perkebunan aktif milik orang tua Burhanudin dan warga Tempirai lawas yang dikelola secara turun-temurun. Situs Pusaka Puyang, Adanya “Tugunisan” atau makam kuno Anak Puyang Sungai Rande yang terletak tepat di belakang lokasi wawancara. Situs sakral ini menjadi bukti autentik keberadaan peradaban awal leluhur Tempirai dan saat ini dirawat dengan baik oleh Pak Subiyanto.

Objek Lelang Desa, Bukti administratif terkuat adalah kepemilikan kolektif atas berbagai sumber daya air. Daftar panjang objek ekonomi desa seperti Sungai Terusan Kepas, Sungai Danau Badar Besar, Sungai Danau Badar Kecil, Sebagut Tue, Danau Sebetung, Sungai Poron, dan Sungai Lamban Kasam telah menjadi objek lelang resmi Desa Tempirai sejak zaman dahulu kala. “Itu adalah objek lelang di Desa Tempirai yang sejak zaman dulu belum ada kaitannya dengan desa-desa lain,” cetusnya dengan nada heran atas klaim mendadak dari pihak seberang.

Romantisme Sejarah Pemukiman dan Silsilah Kepala Talang Burhanudin juga membuka lembaran sejarah masa kejayaan Talang Sebetung. Dahulu, wilayah ini merupakan pemukiman yang hidup dan dihuni oleh sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) yang mendiami rumah-rumah panggung tradisional khas Sumatera Selatan.Secara administratif kepemerintahan adat (mulai dari era Krio, Pasirah, hingga Kepala Desa modern), Talang Sebetung tidak pernah berdiri sendiri melainkan selalu memiliki perwakilan resmi berupa Kepala Talang yang tunduk di bawah garis komando Desa Tempirai.

Burhanudin bahkan menghafal dengan luar kepala silsilah para pemimpin lokal tersebut secara berurutan, Kudir (memimpin sekitar era tahun 1970-an)Hamidin (anak dari Kudir yang melanjutkan kepemimpinan)M. Cai (yang di kemudian hari memutuskan pindah ke Mangkunagara)Hairul Yahya (atau dikenal sebagai Senandung Yahya, yang tercatat sebagai Kepala Talang terakhir).

Mempertahankan Harga Diri LeluhurKesaksian gamblang dari Burhanudin ini seolah menutup rapat celah keraguan mengenai siapa pemilik sah yang sebenarnya atas bumi Talang Sebetung. Di hadapan warga yang berkumpul, Burhanudin menegaskan kembali bahwa perjuangan ini bukan sekadar masalah sengketa patok wilayah di atas kertas. Bagi masyarakat Tempirai Selatan, ini adalah urusan harga diri, pertahanan atas tanah kelahiran, serta komitmen menjaga warisan suci air dan tanah dari para leluhur mereka.

 

(Randi) Tim

Serah Terima Jabatan Kepala Rutan Kelas I Palembang, Aris Supriyadi Resmi Lanjutkan Kepemimpinan dari M.Rolan

0

Warta.In | Palembang, 20 Agustus 2026 – Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang melaksanakan kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pisah Sambut Kepala Rutan Kelas I Palembang dari M. Rolan, A.Md.I.P., S.H., M.H. kepada Aris Supriyadi, A.Md.I.P., S.H., M.Si., Kamis (20/08/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Rutan Kelas I Palembang tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya memastikan kesinambungan kepemimpinan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.

Prosesi serah terima jabatan ditandai dengan penyerahan tugas dan tanggung jawab jabatan Kepala Rutan Kelas I Palembang dari M. Rolan kepada Aris Supriyadi, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan sesuai dengan tata acara kedinasan yang berlaku.

Kegiatan turut dihadiri oleh jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, jajaran Rutan Kelas I Palembang, serta tamu undangan terkait.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, disampaikan apresiasi dan penghargaan kepada M. Rolan atas dedikasi, pengabdian, kontribusi, serta kepemimpinannya selama menjalankan amanah sebagai Kepala Rutan Kelas I Palembang. Selama masa kepemimpinannya, berbagai program dan pelaksanaan tugas Pemasyarakatan terus diarahkan untuk mendukung peningkatan pelayanan, pembinaan, serta keamanan dan ketertiban.

Sementara itu, Aris Supriyadi resmi menerima amanah sebagai Kepala Rutan Kelas I Palembang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan komitmen untuk melanjutkan program dan kinerja yang telah berjalan sekaligus melakukan berbagai penguatan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.

Aris menegaskan pentingnya memperkuat aspek **pelayanan, pembinaan, keamanan dan ketertiban**, serta pengelolaan Rutan secara profesional, berintegritas, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pergantian kepemimpinan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari seluruh jajaran Rutan Kelas I Palembang. Seluruh pegawai menyatakan kesiapan untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan tugas Kepala Rutan yang baru serta menjaga soliditas dan sinergi dalam mewujudkan penyelenggaraan Pemasyarakatan yang semakin baik.

Sementara itu, acara pisah sambut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Momentum tersebut menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi atas pengabdian M. Rolan sekaligus penyambutan terhadap Aris Supriyadi sebagai Kepala Rutan Kelas I Palembang yang baru.

Serah terima jabatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesinambungan pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi, sekaligus meningkatkan profesionalisme, integritas, soliditas, dan kualitas pelayanan Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Palembang.

Seluruh rangkaian kegiatan Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala Rutan Kelas I Palembang berjalan dengan **aman, tertib, lancar, khidmat, dan kondusif**.

Dengan kepemimpinan yang baru, Rutan Kelas I Palembang berkomitmen untuk terus melanjutkan berbagai capaian yang telah dibangun serta menghadirkan inovasi dan penguatan dalam penyelenggaraan tugas Pemasyarakatan demi pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat dan warga binaan.

Polsek Bunut Gelar Jumat Curhat, Ajak Masyarakat Berantas Narkoba hingga Cegah Karhutla

0

PELALAWAN – Polsek Bunut kembali menggelar kegiatan rutin “Jumat Curhat” pada Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Quick Wins Kapolri ini bertujuan mendengarkan secara langsung keluhan, aspirasi, serta permasalahan situasi ketertiban dan keamanan masyarakat (sitkamtibmas) di wilayah hukum Polsek Bunut.

Atas arahan Kapolsek Bunut AKP Markus Timbul Sinaga, S.H., M.H., pelaksanaan kegiatan kali ini diwakili oleh Kanit Binmas Polsek Bunut, Aipda S.E. Pardosi. Dalam tatap muka tersebut, pihak kepolisian menyampaikan beberapa poin himbauan penting kepada warga:

  • Sinergi Pemberantasan Narkoba dan Judi Online: Masyarakat diimbau untuk aktif berkolaborasi dengan Polri dalam mencegah peredaran narkotika serta perjudian online. Warga diminta tidak ragu memberikan informasi sekecil apa pun kepada kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti.
  • Perlindungan Anak dan Keluarga: Warga diingatkan untuk memperketat pengawasan di lingkup rumah tangga guna mencegah anak terjerumus dalam pergaulan bebas. Orang tua diajak mengarahkan anak pada kegiatan sosial positif, memberikan edukasi mengenai bahaya LGBT, serta mencegah tindakan kekerasan seksual maupun persetubuhan yang melibatkan anak di bawah umur.
  • Larangan Membuka Lahan dengan Membakar: Pihak kepolisian menegaskan bahaya serta sanksi hukum tegas bagi siapa saja yang membuka lahan dengan cara membakar hingga memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui wadah Jumat Curhat ini, Polri berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat guna menampung setiap permasalahan yang ada dan memberikan solusi yang cepat serta tepat demi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.

 

Kapolres Gede Adi Pimpin Hari Juang Polri 2026 di Meranti, Dorong Personel Perkuat Pelayanan Humanis

0

MERANTI – Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 di Polres Kepulauan Meranti menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat pengabdian anggota kepolisian. Nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu diharapkan tidak berhenti dalam seremoni, tetapi tercermin melalui cara personel menjalankan tugas dan melayani masyarakat.

 

Hal itu tergambar dalam upacara Hari Juang Polri yang berlangsung di halaman Mapolres Kepulauan Meranti, Jalan Raya Gogok Darussalam, Jumat (21/8/2026). Upacara dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dengan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., bertindak sebagai Inspektur Upacara.

 

Sejumlah pejabat dan personel turut hadir, di antaranya Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H., para pejabat utama, perwira serta personel Polres Kepulauan Meranti.

 

Hari Juang Polri menjadi momentum untuk menengok kembali perjalanan kepolisian dan perjuangan yang melatarbelakangi lahirnya nilai-nilai pengabdian dalam tubuh Polri. Karena itu, peringatan tersebut memiliki arti penting bagi personel yang saat ini berada di garis depan pelayanan masyarakat.

 

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita mengatakan, sejarah perjuangan kepolisian harus menjadi sumber semangat bagi setiap anggota dalam melaksanakan tugas.

 

“Peringatan Hari Juang Polri ini menjadi momentum bagi kita untuk mengenang dan menghormati perjuangan para pendahulu Polri. Nilai-nilai perjuangan tersebut harus terus kita tanamkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Gede.

 

Ia menilai, tuntutan terhadap institusi kepolisian semakin besar seiring dengan berkembangnya persoalan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut membutuhkan personel yang tidak hanya memahami tugas dan kewenangannya, tetapi juga mampu menunjukkan sikap profesional dan humanis.

 

“Semangat juang, loyalitas, soliditas dan profesionalisme harus terus kita jaga. Yang paling penting, bagaimana kita hadir memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

 

Kapolres mengingatkan agar setiap anggota menjaga integritas dan tidak kehilangan semangat pengabdian dalam menghadapi berbagai dinamika tugas.

 

“Jadikan Hari Juang Polri sebagai pengingat bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara membutuhkan integritas, disiplin dan ketulusan. Kita harus terus berupaya memberikan pelayanan yang humanis dan profesional agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin kuat,” tuturnya.

 

Menurutnya, kepercayaan masyarakat tidak dibangun hanya melalui pernyataan, tetapi melalui kehadiran dan tindakan nyata personel ketika masyarakat membutuhkan kepolisian.

 

Masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan kepolisian apabila membutuhkan bantuan atau menghadapi situasi yang memerlukan penanganan segera. Masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti dapat menghubungi Call Center Polri 110 untuk menyampaikan laporan maupun informasi yang membutuhkan respons kepolisian.

 

Layanan tersebut menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk lebih mudah terhubung dengan kepolisian, sekaligus memperkuat pola pelayanan yang cepat dan responsif terhadap berbagai persoalan di lapangan.

 

Karena itu, momentum Hari Juang Polri diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus penyemangat bagi seluruh personel Polres Kepulauan Meranti untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga soliditas dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Rilis Humas Polres Kepulauan Meranti

Hari Juang Polri, Polres Jember Kenang Semangat Perjuangan Polisi Istimewa

0

Warta.in, Jember – Semangat perjuangan dan pengabdian mewarnai peringatan Hari Juang Polri yang digelar jajaran Polres Jember. Upacara berlangsung di halaman Mapolres Jember, Jumat (21/8/2026), dan dipimpin Wakapolres Jember Kompol A. Effan Sulaiman, S.H., S.I.K., M.A.

Upacara tersebut diikuti oleh jajaran anggota Polri serta ASN Polri. Peringatan Hari Juang Polri menjadi momentum bagi seluruh personel untuk mengenang kembali sejarah perjuangan Polisi Istimewa dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Hari Juang Polri memiliki kaitan erat dengan peristiwa bersejarah pada 21 Agustus 1945. Saat itu, Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin memimpin pembacaan Proklamasi Polisi di Surabaya. Dalam momentum tersebut, kepolisian menyatakan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus menegaskan kesiapan untuk ikut mempertahankan kemerdekaan.

Semangat perjuangan tersebut kemudian menyebar ke berbagai daerah dan turut mendorong perlawanan dalam menghadapi Jepang maupun pasukan Sekutu dan Belanda yang berupaya kembali menguasai Indonesia.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menetapkan 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri melalui Keputusan Kapolri Nomor KEP/95/I/2024.

Dalam amanatnya, Wakapolres Jember Kompol A. Effan Sulaiman yang mewakili Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa peringatan Hari Juang Polri tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial.

Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri untuk meneruskan semangat perjuangan, pengabdian, dan keteladanan yang telah ditunjukkan para pendahulu kepolisian.

“Semangat juang para pendahulu harus menjadi motivasi bagi kita untuk terus memberikan pengabdian terbaik, menjaga nama baik institusi, serta hadir memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Melalui peringatan Hari Juang Polri, jajaran Polres Jember diharapkan semakin memperkuat soliditas, profesionalitas, dan integritas dalam menjalankan tugas. Semangat perjuangan para pendahulu juga diharapkan menjadi landasan bagi setiap personel untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Blue Light Guna Daya Cegah Dan Tangkal 4C Di Daerah Rawan

0

Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Blue Light Guna Daya Cegah Dan Tangkal 4C Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Kamis (20/08/2026)pukul 23.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan Anggota jaga Poksek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Briptu Andika dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, ATM BNI dan R3 Tanjung serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K, yang di wakili Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Maksimalkan Pelayanan kepada Masyarakat Polsek Ngimbang Gelar Commanderwish Pagi di Wilayah Ngimbang

0

Maksimalkan Pelayanan kepada Masyarakat Polsek Ngimbang Gelar Commanderwish Pagi di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN// Warta.In – Polsek Ngimbang dalam rangka melayani masyarakat melalui kegiatan Commander Wish dipagi hari, dengan beberapa personel untuk hadir memberikan pelayanan di tengah masyarakat pada jam-jam sibuk pagi hari.

Kegiatan Commander Wish di laksanakan di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang, Aiptu Suhadi, Aiptu Djudi, Aipda Afis dan Brigadir Bayu di pertigaan Pasar Ngimbang dan SMA Negeri 1 Ngimbang di Kecamatan Ngimbang pada Hari Jum’at (21/08/2026) pukul 06.00 WIB

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr, K. S.I.K, menjelaskan bahwa Commander Wish Layanan Pagi merupakan program prioritas sekaligus kebijakan utama dari Kapolres Lamongan yang bertujuan menghadirkan personel Polri secara maksimal pada pagi hari untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel ditempatkan di sejumlah titik strategis, di antaranya kawasan rawan kemacetan, penyeberangan anak sekolah, pasar atau pusat kegiatan ekonomi, serta kawasan perkantoran.

Kehadiran personel di lokasi tersebut diharapkan mampu menciptakan kelancaran arus lalu lintas, meningkatkan keamanan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang memulai aktivitas.

Kapolsek Ngimbang menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama seluruh personel.

Program Commander Wish Layanan Pagi menjadi langkah awal dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang responsif, cepat, dan Presisi melalui kehadiran nyata anggota Polri di tengah masyarakat sejak pagi hari.

Kami harap pelayanan terhadap masyarakat harus lebih maksimal. Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah melaksanakan kegiatan layanan pagi ini.” ujarnya.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, humanis, dan jadikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”pungkasnya ( roy)

Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Gerak Jalan Tingkat SMP, SMA Sederajat / Umum Putri Tahun 2026

0

Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Pemberangkatan Peserta Gerak Jalan Tingkat SMP, SMA Sederajat Dan Umum Putri Tahun 2026

LAMONGAN//Warta.in – Dalam rangka memperingati HUT RI ke 81 tahun 2026,Polsek Ngimbang melaksanakan Pengamanan Pemberangkatan Peserta Gerak jalan tingkat SMP Sederajat, SMA Sederajat dan Umum putri se-Kecamatan Ngimbang, Kamis (20/08/2026)pukul 13.00 wib

Kegiatan ini dalam rangka Memperingati HUT RI Ke-81, Start Jalan raya Ngimbang – Bluluk Lapangan SDN 3 Cluring Desa Slaharwotan Ngimbang sampai dengan Finish Lapangan Diknas UPT Kec Ngimbang Dusun Ngimbang Desa Ngimbang Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan.

Hadir dalam kegiatan pemnerangkatan Gerak jalan Tingkat SMP Sederajat /SMP sederajat, dan Umum Putri,
Kapolsek Ngimbang AKP Andrean Permana, S. Tr. K. S. I. K, di wakili oleh IPDA ISTIONO, S.H Wakapolsek Ngimbang, Camat Ngimbang Anton Sujarwo, S. Pd. MM, Sujadi Kasi Pol PP Kecamatan Ngimbang, Danramil Ngimbang di wakili Sertu Suprianto Koramil Ngimbang,
Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Ngimbang,
Karsum Ketua Panitia PHBN, Novan Susanto Ketua Panitia gerak jalan Kecamatan Ngimbang, dan
Peserta karnaval sebanyak 76 team.

Pengamanan di laksanakan dari Polsek Ngimbang :16 personil, Koramil Ngimbang 5 personil, Sat Pol PP Kec Ngimbang 2 personil.

Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S. H, memberikan keterangan bahwa Hari ini Kamis Tanggal 20Agustus 2026 telah di laksanakan kegiatan Gerak jalan tingkat SMP Sederakat /SMA sederajat dan Umum Putri yang di mulai
pukul 12.30 Wib, Kegiatan dimulai dengan pembacaan tata tertib kegiatan gerak jalan oleh Panitia HUT RI KE-81 Novan Susanto.

Pada pukul 13.00 wib Pemberangkatan peserta Gerak jalan SMP / SMA Sederajat dan Umum putri Oleh IPDA ISTIONO,S.H,Wakaposek Ngimbang dan Kepala SatpolPP Sujadi, Pelda Suratman Koramil Ngimbang, Novan Susanto secara bergantian sebanyak 76 team gerak jalan se-kecamatan Ngimbang ditandai dengan pengangkatan bendera Start.

Selama kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.( roy)

Gubernur NTB dan NTT Temui Korban Gempa, Solidaritas NTB Menjangkau Manggarai Timur

0

Gubernur NTB dan NTT Temui Korban Gempa, Solidaritas NTB Menjangkau Manggarai Timur

Warta.in
Manggarai Timur ,NTT – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menemui langsung masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur, Kamis (20/8). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari solidaritas Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN), yang kali ini diwujudkan dengan hadir langsung di tengah warga yang masih bertahan di pengungsian.

Di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, suasana pascagempa masih terasa. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan, sementara warga belum berani kembali ke rumah karena khawatir terhadap gempa susulan. Kepada kedua gubernur, warga menyampaikan kebutuhan mendesak selama berada di pengungsian, terutama air bersih dan bahan makanan.

Gubernur Miq Iqbal mengatakan pengalaman NTB menghadapi bencana membuat masyarakat NTB memahami apa yang sedang dirasakan warga NTT. Karena itu, kedatangannya bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa pesan bahwa masyarakat NTT memiliki saudara yang ikut merasakan dan siap menguatkan.

“Kami di NTB juga pernah merasakan hal yang sama seperti yang Bapak dan Ibu rasakan saat ini. Kami memahami betul perasaan Bapak dan Ibu semua. Tapi kita harus sabar, kuat dan tetap semangat,” ujar Miq Iqbal.

Ia meminta masyarakat tetap tabah menghadapi masa sulit dan tidak kehilangan semangat untuk bangkit.

“Kami datang sebagai saudara. Kami membawa pesan dari masyarakat NTB bahwa Bapak dan Ibu tidak sendiri. Kita kuat, ya. Kita hadapi ini dengan semangat untuk bangkit kembali,” tegasnya.

Kehadiran dua gubernur tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa KR-BNN tidak berhenti sebagai kerja sama antarpemerintah daerah. Dalam situasi bencana, hubungan tiga provinsi bertetangga itu bergerak menjadi solidaritas kemanusiaan.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas dukungan NTB dan Bali yang hadir langsung membantu masyarakat NTT. Namun, setelah bertemu warga, Melki harus kembali lebih dahulu ke Labuan Bajo untuk mempersiapkan agenda penyambutan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di salah satu lokasi terdampak gempa.

Sebelum berpisah, Melki menitipkan salam kepada masyarakat di sejumlah lokasi yang selanjutnya dikunjungi Miq Iqbal bersama Tim Solidaritas KR-BNN NTB.

Kunjungan lapangan kemudian dilanjutkan Miq Iqbal ke lima titik pengungsian. Di setiap lokasi, ia menyapa warga, berdialog dengan pengungsi, mendengarkan kebutuhan mereka, sekaligus menyerahkan bantuan berupa logistik, selimut, terpal, dan nasi bungkus.

Kehadiran Gubernur juga menjadi perhatian bagi anak-anak pengungsi. Di sela kunjungan, Miq Iqbal menyempatkan diri bercengkerama dengan mereka sambil membagikan roti, susu, dan cokelat. Anak-anak yang sebelumnya berada dalam suasana pengungsian tampak lebih ceria ketika mendapat perhatian langsung dari Gubernur.

Bagi Miq Iqbal, perhatian terhadap anak-anak sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan logistik. Pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan makanan dan tempat berlindung, tetapi juga rasa aman dan dukungan moral agar masyarakat, terutama anak-anak, perlahan dapat keluar dari trauma.

Kepala Dinas Kominfotik sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik, Kepala BPBD NTB Sadimin, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. Hamzi Fikri, Kepala Biro Kesra Setda NTB H. Amir, serta Tim Solidaritas KR-BNN NTB turut mendampingi kunjungan tersebut.

Miq Iqbal dan Gubernur Melki sebelumnya tiba di Manggarai Timur menggunakan helikopter TNI AD jenis Bell 412 ER HA-5185 dari Bandara Komodo Labuan Bajo, dengan waktu tempuh sekitar 35 menit. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan langsung kondisi wilayah dan masyarakat terdampak gempa.

Di sela rangkaian kunjungan, Miq Iqbal juga menyempatkan makan siang bersama Tim Solidaritas KR-BNN NTB di Dapur Umum Lapangan Tagana NTB yang diperkuat personel dari Kota dan Kabupaten Bima.

Peninjauan lima titik pengungsian berlangsung hingga menjelang Magrib. Setelah itu, Gubernur kembali ke Posko Tim Solidaritas KR-BNN NTB di halaman SMPN 1 Lamba Leda.

Kehadiran NTB di Manggarai Timur menegaskan bahwa solidaritas tidak cukup hanya disampaikan dari jauh. Ia harus hadir dalam bentuk kehadiran, bantuan, perhatian, dan keberanian untuk berdiri bersama masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Bagi KR-BNN, inilah makna persaudaraan yang sesungguhnya: ketika NTT terluka, Bali dan NTB datang menguatkan; ketika masyarakat sedang berjuang untuk bangkit, saudara-saudaranya berdiri di samping mereka.(sr/dkisntb)