Beranda blog

*PDAM TIRTA SELAGAN: SERAP DANA PULUHAN MILYAR, SETORAN PAD TETAP NIHIL, PENGAWASAN DAN AUDIT SEGERA*

0

“PDAM TIRTA SELAGAN MUKOMUKO: SERAP DANA PULUHAN MILYAR, SETORAN PAD TETAP NIHIL, PENGAWASAN DAN AUDIT MENYELURUH WAJIB DILAKSANAKAN.

Mukomuko, 06 Juli 2026 – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mukomuko, Wisnu Hadi, S.E., secara tegas dan berwibawa angkat bicara menanggapi maraknya pemberitaan di berbagai media massa yang mengungkap kinerja yang dinilai sangat buruk dan jauh dari harapan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pengelola air minum, yaitu PDAM Tirta Selagan. Perusahaan milik daerah ini menjadi sorotan tajam dan pertanyaan mendasar publik lantaran kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mukomuko dinyatakan tetap nihil hingga memasuki pertengahan tahun 2026.

Fakta ini semakin mengundang kekhawatiran mendalam dan ketidakpercayaan yang meluas mengingat PDAM Tirta Selagan diketahui telah menyerap dana investasi yang bersumber dari keuangan daerah dalam jumlah yang sangat besar, yakni mencapai puluhan miliar rupiah sejak awal pendirian dan pengembangannya. Besarnya nilai modal yang ditanamkan dari uang rakyat dan keuangan negara seharusnya berbanding lurus dengan manfaat ekonomi, pelayanan publik, serta kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, namun kenyataan yang ada justru memperlihatkan kondisi yang sangat kontras dan tidak dapat diterima akal sehat.

Wisnu Hadi menyampaikan apresiasi yang setinggi‑tingginya kepada seluruh insan pers yang telah bekerja secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab mengangkat fakta krusial ini ke permukaan agar diketahui oleh segenap lapisan masyarakat. Ia menegaskan dengan tegas tanpa ragu bahwa segala bentuk kebocoran keuangan, kemandekan kinerja, maupun kegagalan menghasilkan pendapatan bagi daerah tidak boleh ditoleransi sedikit pun jika Kabupaten Mukomuko ingin melangkah maju dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, adil, dan tepat sasaran.

“Keadaan semacam ini tidak boleh dibiarkan berlarut‑larut dan menjadi kebiasaan. Jika apa yang terungkap adalah fakta yang benar adanya, saya sangat mengapresiasi kawan‑kawan media yang telah berani membuka informasi ini secara terbuka kepada publik. Saya secara resmi meminta Badan Keuangan Daerah Kabupaten Mukomuko beserta instansi pengawas terkait segera mengambil langkah tegas, melakukan evaluasi secara akurat, mendalam, dan menyeluruh, serta melaksanakan audit keuangan dan operasional secara profesional, transparan, dan akuntabel tanpa pandang bulu,” ujar Wisnu Hadi saat dikonfirmasi pada Jumat, 3 Juli 2026.

Tidak hanya memusatkan perhatian pada PDAM Tirta Selagan semata, politisi senior yang memahami seluk‑beluk pengelolaan keuangan daerah ini juga melayangkan peringatan keras dan serius kepada seluruh instansi pemerintah serta BUMD lainnya yang berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mukomuko. Ia menegaskan bahwa setiap potensi sumber pendapatan daerah harus dijaga dan dikelola sebaik‑baiknya, tidak boleh ada celah yang memungkinkan terjadinya pemborosan, penyimpangan, atau kerugian keuangan negara.

“Saya minta seluruh unit kerja dan lembaga usaha daerah yang memiliki potensi menyumbang PAD agar segera bergerak cepat melakukan perbaikan sistem tata kelola dan pengawasan internal. Jangan sampai potensi kekayaan daerah yang merupakan hak seluruh warga Mukomuko hilang begitu saja, terbuang percuma, atau bahkan lenyap akibat lemahnya pengelolaan dan pengawasan yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya dengan nada lugas dan berwibawa.

Kenyataan bahwa tidak ada setoran laba atau kontribusi apapun dari PDAM Tirta Selagan ini sebelumnya telah dikonfirmasi secara resmi dan terbuka oleh Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Mukomuko, Haryanto. Menurut keterangannya yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan, hingga memasuki pertengahan tahun 2026, kas daerah belum pernah menerima sepeser pun dana hasil pengelolaan atau keuntungan operasional dari BUMD tersebut.

“Sampai saat ini, pemasukan PAD yang bersumber dari PDAM Tirta Selagan masih dinyatakan nihil dan belum ada satu rupiah pun yang masuk ke kas daerah. Berbeda halnya dengan Bank Perkreditan Rakyat milik daerah yang telah menunjukkan kinerja baik dan mulai menyetorkan keuntungan secara rutin dan teratur. Kondisi ini tentu menjadi hal yang sangat mendesak untuk ditelusuri akar permasalahannya secara tuntas dan mendalam,” ungkap Haryanto secara rinci.

Situasi ini memicu keheranan mendalam sekaligus kekecewaan yang meluas di tengah masyarakat. Sebab, di sisi lain terdapat tidak sedikit pelanggan setia yang setiap bulannya secara tertib, patuh, dan bertanggung jawab memenuhi kewajiban membayar tagihan pemakaian air bersih sesuai tarif yang ditetapkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar yang terus bergema di tengah publik: ke mana sesungguhnya aliran dana hasil operasional yang jumlahnya tidak sedikit itu disalurkan, dan mengapa tidak memberikan kontribusi apapun bagi kemajuan daerah?

Hingga berita ini diturunkan dan disebarluaskan, pihak manajemen PDAM Tirta Selagan belum memberikan penjelasan resmi, rilis keterangan, maupun gambaran rinci mengenai hasil evaluasi internal, strategi peningkatan kinerja operasional, serta komitmen kontribusi finansial ke depan bagi Pemerintah Kabupaten Mukomuko. Redaksi tetap membuka ruang seluas‑luasnya untuk hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait guna melengkapi kebenaran informasi yang disampaikan kepada publik. (Tim/Redaksi)

*CAMAT XIV KOTO BERGERAK CEPAT: HADIR DI TENGAH KESUSAHAN WARGA, WUJUDKAN PELAYANAN DAN KEPEDULIAN MULIA*

0

“CAMAT XIV KOTO BERGERAK CEPAT: HADIR DI TENGAH KESUSAHAN WARGA, WUJUDKAN PELAYANAN DAN KEPEDULIAN YANG MULIA.

Mukomuko, 05 Juli 2026 – Kepedulian yang tulus dan kepekaan hati yang mendalam terhadap sesama merupakan cerminan luhur dari semangat melayani rakyat. Hal ini tampak nyata dalam tindakan tegas dan cepat yang diambil oleh Pemerintah Kecamatan XIV Koto. Begitu menerima laporan dari lingkungan masyarakat, Camat XIV Koto, Andrianto, S.AP, segera bergerak tanpa menunda waktu untuk menjawab panggilan kemanusiaan tersebut. Ia menanggapi kondisi memprihatinkan yang dialami oleh Kasmi Yati, warga Dusun Lubuk Sanai II, yang telah terbaring lemah dalam sakit yang berkepanjangan dan belum memperoleh akses pengobatan secara maksimal. Akibat keterbatasan yang dimiliki, rasa sakit yang dideritanya belum dapat teratasi sepenuhnya, sementara harapan untuk meraih kesembuhan masih terasa berat dan membutuhkan uluran tangan banyak pihak.

Dalam percakapan yang disampaikan dengan nada yang terasa haru dan mata berkaca‑kaca, Kasmi Yati menceritakan perjalanan hidup yang sangat berat yang harus ia lalui sejak jatuh sakit. Kondisi kesehatannya yang terus menurun memaksa putrinya yang masih berusia remaja mengorbankan masa keemasan pertumbuhan, waktu belajar di sekolah, serta kebebasan bermain dan bersosialisasi yang seharusnya menjadi hak penuh anak seusianya. Tanpa pilihan lain, sang putri kini terpaksa memikul beban berat sebagai tulang punggung keluarga, sekaligus mengurus segala kebutuhan hidup dan biaya pengobatan ibunya yang tak kunjung selesai. “Begitulah kenyataan yang harus kami jalani dengan tabah. Semoga ada jalan keluar dan uluran tangan yang meringankan beban ini,” ujarnya dengan suara lembut namun penuh doa dan harapan yang tak pernah padam.

Berita mengenai kesusahan yang menimpa keluarga ini pertama kali disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat yang melihat langsung kondisi di lapangan. Mendengar laporan tersebut, Camat Andrianto tidak berdiam diri. Dalam waktu singkat, ia langsung berkoordinasi secara erat dan terpadu dengan Kepala Desa serta jajaran Pemerintah Desa terkait untuk segera melaksanakan kunjungan langsung ke tempat kediaman warga tersebut. Dalam kesempatan yang penuh kehangatan itu, bantuan sosial segera diserahkan, tidak hanya diperuntukkan bagi Kasmi Yati di Dusun Lubuk Sanai II, tetapi juga diperluas menjangkau dua orang anak yatim piatu yang bertempat tinggal di wilayah Lubuk Sanai III. Kedua anak ini masih sangat membutuhkan limpahan kasih sayang orang tua, perhatian yang tulus, akses pendidikan yang layak, serta pemenuhan kebutuhan hidup sehari‑hari, namun harus menerima kenyataan pahit yang telah ditetapkan oleh takdir.

Saat menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan kebutuhan pokok lainnya, Camat Andrianto menyampaikan dengan nada tegas namun lembut bahwa dukungan yang diberikan merupakan perpanjangan tangan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko, di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati yang senantiasa mengutamakan kesejahteraan rakyat. Beliau juga menegaskan komitmen yang tidak dapat diganggu‑gugat: “Bantuan yang kami serahkan ini hanyalah langkah awal dan bentuk kepedulian sesaat. Saya akan segera menyampaikan kondisi ini secara resmi dan terperinci kepada Pemerintah Daerah serta instansi terkait, yaitu Dinas Sosial, Bidang Kesejahteraan Rakyat, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), agar warga kami benar‑benar terbantu secara menyeluruh, berkelanjutan, dan terukur—baik untuk menunjang biaya pengobatan lanjutan Kasmi Yati maupun menjamin kelangsungan pendidikan dan kehidupan yang layak bagi kedua anak yatim tersebut.”

Lebih lanjut, Camat Andrianto menyampaikan pesan yang mendalam dan berwibawa kepada seluruh jajaran pemerintahan desa di wilayah binaannya: “Mari kita bersama‑sama membudayakan rasa kepedulian yang tulus dan ikhlas, bukan sekadar kewajiban administrasi. Setidaknya kita hadir, mendengarkan keluh kesah, memberikan perhatian yang layak, serta mengarahkan mereka ke jalur solusi yang tepat dan sah. Kita juga akan melanjutkan serta memperkuat kembali program ‘Jumat Berkah’ yang telah dirintis sebelumnya, agar arus kebaikan ini terus mengalir tanpa putus dan terorganisir dengan baik demi kemanfaatan banyak pihak,” tegasnya dengan keyakinan yang kuat.

Salah seorang warga yang turut hadir dan mengamati jalannya kegiatan, serta dengan keterbatasan kemampuannya tetap berkeinginan untuk ikut berbagi, menyampaikan harapan yang tulus kepada awak media. “Alangkah indah dan mulia jadinya jika kepedulian yang ditunjukkan oleh pemerintah ini dapat diselesaikan secara tuntas, terarah, dan berkelanjutan. Hal ini akan menjadi teladan kebaikan sekaligus bukti nyata bahwa pemimpin sejati selalu hadir dan dekat di tengah‑tengah kesusahan rakyatnya,” ujarnya dengan penuh penghargaan.

Sebagai langkah pendampingan yang lebih luas dan mendalam, selain bantuan sosial yang telah diberikan, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa juga siap memfasilitasi serta membantu mengajukan berbagai akses dukungan resmi lainnya yang telah disediakan oleh negara, guna memperkuat dan melengkapi pertolongan tersebut secara optimal, antara lain:

BPJS Kesehatan PBI, yaitu jaminan kesehatan yang disediakan secara cuma‑cuma oleh pemerintah untuk menanggung seluruh biaya pengobatan, perawatan, dan pemeriksaan medis secara menyeluruh;

Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), guna membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga secara berkala, terukur, dan berkelanjutan;

Bantuan khusus dari Dinas Sosial, yang dapat dialokasikan secara resmi untuk mendanai proses pengobatan lanjutan serta mendukung pemulihan kondisi kesehatan;

Beasiswa pendidikan, agar kedua anak yatim piatu tersebut tetap dapat melanjutkan sekolah tanpa terbebani biaya dan tidak terputus jalannya meraih cita‑cita serta masa depan yang lebih baik.

Semoga Bapak dan Ibu yang telah berjuang, meluangkan waktu, serta ikut andil memberikan pertolongan dan perhatian dalam urusan ini senantiasa diberikan kemudahan di setiap langkahnya, dilimpahkan rezeki yang melimpah, serta dikaruniai keberkahan yang berlipat ganda. Semoga hati sang anak remaja segera terhibur dan mendapatkan kekuatan baru, kondisi kesehatan Kasmi Yati cepat membaik serta pulih sepenuhnya, dan kedua anak yatim piatu itu dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta penuh semangat meraih masa depan. Semoga para pemimpin daerah senantiasa segera hadir, mendengar, dan memberikan pertolongan yang layak, adil, serta tepat sasaran bagi setiap warga yang membutuhkan. (HD)

Membuka Tabir ‘Ijazah Jokowi’: Wilson Lalengke Titip Buku Refleksi untuk Mantan Presiden Joko Widodo

0

Warta.in-Jakarta,Bengkulu.

Pusaran kontroversi mengenai keaslian ijazah Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Joko Widodo terus menggelinding dan menyita perhatian publik. Di tengah riuh-rendah perdebatan tersebut, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, mengambil langkah literer persuasif dengan membagikan buku karyanya bertajuk *Ijazah Jokowi: Pertaruhan Moralitas Bangsa dan Refleksi Kejujuran (Sebuah Renungan Filosofis)*.

Menariknya, selain telah diserahkan kepada berbagai tokoh publik, termasuk ke dokter Tifauzia Tyassuma yang diperkarakan terkait ijazah Jokowi, buku ini juga diserahkan kepada dua figur penting yang secara langsung maupun tidak langsung berkelindan dengan perjalanan politik sang mantan Presiden, yakni Partono dan Iwan Piliang. Mereka berdua adalah sahabat karib sang penulis sejak lama; Partono adalah sesama penerima beasiswa Ford Foundation, Iwan Piliang sesama penulis dan aktif di organisasi PPWI.

*Benang Merah Perjalanan Politik Jokowi*

Wilson Lalengke memandang Partono dan Iwan Piliang sebagai dua tokoh yang memiliki andil dan peran strategis dalam kesuksesan karier politik Jokowi, baik saat merebut kursi DKI-1 pada Pemilihan Gubernur Jakarta 2012 maupun dalam Pemilihan Presiden 2014 dan 2019. Posisi mereka dalam lesatan karir Jokowi memang berbeda, dan keduanya tidak saling mengenal.

Iwan Piliang merupakan salah satu motor penggerak dalam tim sukses yang mengantarkan pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memenangkan Pilgub DKI Jakarta tahun 2012, sebuah momentum yang melambungkan nama Jokowi ke kancah nasional hingga akhirnya memenangkan Pilpres 2014. Sementara itu, Partono memiliki kedekatan historis dan institusional dengan lanskap politik ibu kota selaku mantan anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta untuk periode 2018–2023.

Buku tersebut diserahkan oleh Wilson Lalengke pada waktu dan tempat yang berbeda. Partono menerima buku ini terlebih dahulu pada hari Kamis, 25 Juni 2026, di kantornya Lantai 6 Gedung Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Jakarta. Berselang seminggu kemudian, tepatnya pada Sabtu, 4 Juli 2026, giliran Iwan Piliang yang menerima buku bernuansa reflektif tersebut di sebuah restoran di Jakarta Pusat.

Momentum pertemuan dengan Iwan Piliang tidak disia-siakan oleh Wilson Lalengke. Melalui kedekatan yang dimiliki Iwan, lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dan Birmingham University, Inggris, itu secara khusus menitipkan satu eksemplar buku Ijazah Jokowi untuk disampaikan langsung ke tangan mantan Presiden Republik Indonesia tersebut.

*Harapan Wilson Lalengke terhadap Jokowi*

Melalui perantara Iwan Piliang, Wilson Lalengke menaruh harapan besar agar buku tersebut benar-benar sampai dan dibaca oleh mantan orang nomor satu Indonesia asal Solo, Joko Widodo. Terlepas dari segala kegaduhan, polemik hukum, dan sentimen politik yang saat ini tengah membara, mantan dosen paruh waktu Universitas Bina Nusantara Jakarta ini berharap Jokowi bersedia meluangkan waktu untuk membaca, meresapi, dan merenungkan setiap lembar analisis di dalamnya.

Buku ini dirancang bukan sebagai alat pemukul politik, melainkan sebagai media kontemplasi diri _(self-reflection)_. Wilson Lalengke menginginkan agar isi buku tersebut memicu kesadaran moral bagi Jokowi dan semua pihak untuk melakukan sesuatu yang bermakna, jujur, rendah hati dan berani demi menjaga integritas, moralitas, serta kepentingan besar bangsa Indonesia di masa depan.

Secara filosofis, penyerahan buku ini menyentuh esensi terdalam dari kebajikan moral manusia. Filsuf Yunani Kuno, Diogenes (412-323 SM) dari Sinope, terkenal dengan kisah berjalannya di siang bolong membawa lentera menyala demi mencari “manusia yang jujur”. Bagi Diogenes, kejujuran adalah mata uang universal yang paling berharga karena ia tidak bisa dipalsukan oleh status ataupun kekuasaan.

Dalam konteks kepemimpinan, filsuf Romawi Marcus Aurelius (121-180) dalam karyanya _Meditations_ menulis bahwa seorang pemimpin harus selalu memeriksa jiwanya sendiri dan memastikan tindakan-tindakan masa lalunya selaras dengan kebenaran alam semesta. Ketika sebuah isu moral seperti kejujuran akademik mencuat ke permukaan, filsafat Stoikisme (pengendalian emosi negatif) mengajarkan bahwa ketenangan sejati hanya akan diperoleh ketika seseorang berani berhadapan dengan kebenaran objektif, tanpa topeng pencitraan.

Titipan buku dari Wilson Lalengke melalui Iwan Piliang dan Partono pada pertengahan tahun 2026 ini pada akhirnya menjadi sebuah ujian filsafat yang praktis bagi Joko Widodo: apakah sang mantan pemimpin Indonesia ini bersedia menatap cermin kejujuran demi warisan sejarah _(legacy)_ yang bersih bagi anak cucu bangsa, atau memilih untuk tetap tunduk pada ego yang membelenggunya? (TIM/Red)

Lurah Dasan Geres Cerita Kedekatan Brigjen L. Iwan dengan Warga

0

Lurah Dasan Geres Cerita Kedekatan Brigjen L. Iwan dengan Warga

Warta.in
Lombok Barat, NTB – Proses hukum yang menjerat Brigjen L. Muhammad Iwan Mahardan memantik perhatian publik. Namun, cerita berbeda justru datang dari warga Dasan Geres, Lombok Barat. Mereka mengenang sosok Sekretaris Deputi Promosi Badan Gizi Nasional (BGN) RI itu sebagai pribadi sederhana, mudah bergaul, dan aktif membantu lingkungan sekitar.

Brigjen L. Iwan, sapaan akrabnya, dikenal tak hanya saat menjalankan tugas sebagai pejabat negara. Di lingkungan tempat tinggal, ia kerap hadir dalam berbagai kegiatan sosial bersama warga tanpa membedakan latar belakang.

Lurah Dasan Geres, Umar Syarafudin, mengaku mengenal kedekatan Brigjen L. Iwan dengan masyarakat. Menurutnya, aktivitas sosial rutin terlihat sejak lama, mulai gotong royong, santunan anak yatim, hingga ibadah kurban.

“Ya betul, beliau adalah warga kami yang cukup aktif. Mulai dari gotong royong, santunan ke anak yatim hingga berkurban,” kata Umar Syarafudin, Sabtu (4/7/2026).

Tak sebatas kegiatan lingkungan, rumah Brigjen L. Iwan juga sering menjadi tempat berkumpul warga lewat majelis syukuran maupun pengajian. Kegiatan berbagi kepada anak yatim dan membantu warga lanjut usia juga rutin digelar, sehingga hubungan dengan masyarakat terjalin cukup erat.

Kabar penetapan status tersangka kemudian membuat banyak warga mengaku terkejut. Rekam jejak sosial Brigjen L. Iwan selama tinggal di Dasan Geres masih lekat dalam ingatan masyarakat.

Pengamat politik dan hukum, Deni Hendrawan, S.H., M.H., mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menjatuhkan penilaian. Menurutnya, status tersangka belum bisa dimaknai sebagai bukti seseorang bersalah secara hukum.

“Dalam sistem peradilan pidana, seseorang tetap harus dipandang tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Banyak perkara berakhir dengan putusan bebas setelah seluruh fakta diuji di persidangan,” ujar Deni.

Ia mengajak masyarakat menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta menjunjung asas praduga tak bersalah. Penilaian akhir, lanjutnya, sepenuhnya menjadi kewenangan pengadilan setelah seluruh rangkaian persidangan selesai.

Sementara proses hukum terus bergulir, kisah kedekatan Brigjen L. Muhammad Iwan Mahardan bersama warga Dasan Geres tetap hidup di tengah masyarakat. Bagi banyak tetangganya, kepedulian sosial dan kebiasaan berbagi menjadi bagian penting dari sosok yang mereka kenal selama ini.(**)

 

Satresnarkoba Polresta Mataram Sita 60,87 Gram Sabu, 2 Pria Asal Loteng Dibekuk di Narmada

0

Satresnarkoba Polresta Mataram Sita 60,87 Gram Sabu, 2 Pria Asal Loteng Dibekuk di Narmada

Warta.in
Mataram, NTB – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Mataram kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Hanya berselang beberapa jam setelah mengungkap kasus peredaran sabu di wilayah Cakranegara, Tim Opsnal Satresnarkoba kembali berhasil membongkar jaringan narkoba lainnya di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu malam (04/07/2026).

Dalam operasi yang berlangsung di kawasan SPBU Dasan Tereng, Kecamatan Narmada, petugas berhasil mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika. Keduanya berinisial T (36) dan LDH (34), yang diketahui merupakan warga Kabupaten Lombok Tengah.

Tak tanggung-tanggung, dari tangan kedua terduga, polisi menyita narkotika jenis sabu dengan berat mencapai 60,87 gram, jumlah yang bahkan melebihi barang bukti yang diamankan dalam pengungkapan sebelumnya pada hari yang sama.

Kasat Narkoba Polresta Mataram AKP Remanto, SH., menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan dan penyelidikan intensif yang dilakukan Tim Opsnal berdasarkan informasi masyarakat.

“Sebelumnya, pada siang hari Tim Opsnal telah melakukan pengungkapan di salah satu kos di wilayah Cakranegara dan mengamankan dua terduga dengan barang bukti puluhan gram sabu. Pada malam harinya, tim kembali berhasil mengamankan dua terduga lainnya dengan barang bukti cukup besar, yakni sabu seberat 60,87 gram,” ungkap AKP Remanto.

Menurutnya, besarnya jumlah barang bukti yang ditemukan menjadi indikasi kuat bahwa kedua terduga bukan sekadar pengguna, melainkan diduga memiliki peran penting dalam jaringan peredaran narkotika di Pulau Lombok.

“Kedua terduga ini diduga kuat merupakan bagian dari jaringan pengedar narkoba yang beroperasi di wilayah Pulau Lombok. Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui asal-usul barang serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain,” jelasnya.

Saat ini kedua terduga telah diamankan di Mapolresta Mataram untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan pengembangan guna mengungkap mata rantai peredaran narkotika yang diduga melibatkan jaringan lebih luas.

Atas perbuatannya, para terduga dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Pengungkapan berturut-turut dalam sehari tersebut menjadi bukti keseriusan Satresnarkoba Polresta Mataram dalam menekan angka peredaran dan penyalahgunaan narkotika demi menjaga keamanan serta melindungi masyarakat dari bahaya narkoba.(sr/hpm)

GELITRA NTB Diluncurkan, Gubernur Ajak Warga Bangun Budaya Literasi dari Desa

0

GELITRA NTB Diluncurkan, Gubernur Miq Iqbal Ajak Bangun Budaya Literasi dari Desa

Warta.in
Mataram,NTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal secara resmi meluncurkan Gerakan Literasi Tradisional (GELITRA) NTB dalam rangkaian Kemah Literasi NTB Tahun 2026 yang digelar di Gedung Layanan Perpustakaan Provinsi NTB, Mataram, Minggu (5/7/2026). Peluncuran gerakan yang digagas Bunda Literasi Provinsi NTB bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB tersebut menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi NTB membangun budaya membaca, menulis, dan karakter masyarakat mulai dari desa sebagai fondasi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Kegiatan Kemah Literasi GELITRA NTB Tahun 2026 dirangkaikan dengan Deklarasi Relawan GELITRA NTB, peluncuran Gerakan Hibah Sejuta Buku (HIBAH SAKU), penyerahan simbolis donasi buku, penandatanganan nota kesepahaman dengan mitra strategis, serta gelar permainan tradisional sebagai media edukasi dan penguatan karakter. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi NTB bersama para pegiat literasi, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat membangun kolaborasi untuk memperkuat ekosistem literasi berbasis budaya lokal.

Dalam arahannya, Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui budaya literasi.

“Kalau kita ingin mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045, maka membangun budaya literasi harus dimulai dari desa. Desa adalah fondasi untuk menumbuhkan kebiasaan membaca, menulis, dan membangun cara berpikir yang kritis di tengah masyarakat,” ujar Miq Iqbal.

Menurut Gubernur, gerakan literasi tidak boleh berhenti sebagai program pemerintah, tetapi harus berkembang menjadi gerakan sosial yang tumbuh dari masyarakat. Kehadiran ratusan relawan literasi dalam Kemah Literasi menunjukkan bahwa NTB memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun budaya membaca secara berkelanjutan.

“Relawan literasi adalah lilin-lilin kecil yang terus menyala di berbagai pelosok NTB. Mereka menjadi kekuatan yang menjaga semangat literasi tetap hidup dan menginspirasi lahirnya generasi yang lebih cerdas, berkarakter, serta mampu menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Miq Iqbal juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence), tidak boleh menggeser budaya membaca buku.

“Teknologi dapat memberikan jawaban dengan cepat, tetapi membaca buku secara utuh akan membentuk cara berpikir yang lebih mendalam, memperluas wawasan, dan melahirkan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Karena itu, budaya membaca harus terus kita hidupkan, dimulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat,” tegasnya.

Selain penguatan literasi, Pemerintah Provinsi NTB juga terus mendorong transformasi tata kelola pemerintahan melalui digitalisasi arsip sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

“Kami ingin pengelolaan arsip di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB semakin modern, efisien, transparan, dan berbasis digital sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, efektif, dan akuntabel,” tambah Gubernur.

Sementara itu, Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, mengatakan bahwa GELITRA merupakan gerakan kolaboratif yang memadukan literasi, pelestarian permainan tradisional, pendidikan karakter, serta partisipasi masyarakat dalam memperluas akses bahan bacaan melalui Gerakan Hibah Sejuta Buku (HIBAH SAKU). Menurutnya, gerakan ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi pemerintah, komunitas, guru, dunia usaha, dan masyarakat untuk menumbuhkan budaya literasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Literasi bukan sekadar meningkatkan minat baca. Literasi adalah cara membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, hingga penguatan karakter keluarga. Karena itu, gerakan ini harus menjadi milik bersama,” ujar Sinta M. Iqbal.

Sebagai penguat program, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Ashari, menyampaikan bahwa berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi NTB telah memperkuat budaya literasi, mulai dari penguatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), pembentukan Bunda Literasi Desa, Gerakan Hibah Sejuta Buku, hingga kebijakan peningkatan budaya membaca di sekolah. Upaya tersebut turut mendorong NTB meraih peringkat kedua nasional dalam capaian literasi. Pada kesempatan yang sama juga diluncurkan inovasi Wisata Arsip sebagai media edukasi sejarah sekaligus mendukung percepatan transformasi arsip digital di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

Melalui GELITRA NTB, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa pembangunan manusia merupakan investasi jangka panjang yang harus dimulai dari penguatan budaya literasi. Dengan kolaborasi antara pemerintah, Bunda Literasi, komunitas, dunia usaha, satuan pendidikan, dan masyarakat hingga ke tingkat desa, GELITRA diharapkan menjadi gerakan yang terus menumbuhkan budaya membaca, memperkuat karakter generasi muda, melestarikan nilai-nilai budaya lokal, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang modern menuju NTB Makmur Mendunia.(sr/dkisntb)

Dapatkan Kepercayaan Penuh, Firdaus Hasbullah Terpilih Aklamasi Nakhodai KAHMI PALI 2026–2031.

0

Dapatkan Kepercayaan Penuh, Firdaus Hasbullah Terpilih Aklamasi Nakhodai KAHMI PALI 2026–2031.

Warta.in//PALI, 5 Juli 2026 – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI Kabupaten PALI) secara resmi memulai babak baru kepengurusan. Melalui forum Musyawarah Daerah yang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan, Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KAHMI Kabupaten PALI masa bakti 2026–2031.

Keterpilihan tokoh muda yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD PALI tersebut mencerminkan kesolidan internal organisasi. Proses tanpa pemungutan suara (voting) ini menjadi bukti nyata bahwa dirinya mengantongi kepercayaan penuh dan mutlak dari seluruh keluarga besar alumni HMI di wilayah “Bumi Serepat Serasan” untuk memimpin roda organisasi selama lima tahun ke depan.

Amanah Besar dan Tanggung Jawab kepada Sang Pencipta Dalam pidato perdananya, pria yang akrab disapa FH ini tidak menyembunyikan rasa haru dan syukurnya atas mandat yang diberikan. Alih-alih merayakan kemenangan, ia justru langsung mengingatkan para kader mengenai tanggung jawab moral yang melekat pada jabatan baru ini.

“Jabatan yang diamanahkan hari ini bukanlah sekadar simbol kepemimpinan, legitimasi politik, atau ruang seremonial belaka. Ini adalah sebuah tanggung jawab moral yang sangat besar,” tegas Firdaus dalam sambutannya.

“Setiap langkah dan kebijakan organisasi ke depan harus mampu dipertanggungjawabkan secara nyata, tidak hanya di hadapan seluruh anggota KAHMI, melainkan yang paling utama adalah di hadapan Allah SWT,” lanjutnya dengan penuh khidmat.

Firdaus juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan yang tinggi kepada jajaran pengurus demisioner yang telah meletakkan pondasi kokoh bagi keberlangsungan organisasi selama ini.

Mendorong Sinergi untuk Kemajuan Daerah Sebagai figur yang aktif di ranah kebijakan publik, Firdaus Hasbullah dinilai banyak pihak mampu membawa KAHMI PALI menjadi mitra strategis yang kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah daerah. Alumni HMI diharapkan tidak sekadar menjadi penonton, melainkan motor penggerak pembangunan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten PALI.

Suasana kekeluargaan yang mendominasi jalannya forum menegaskan komitmen kolektif para alumni untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, sekaligus memastikan KAHMI tetap responsif terhadap tantangan sosial-ekonomi di era modern.

(Muhamad Randi)

Dekat Tanpa Sekat, Waka DPRD PALI Firdaus Hasbullah Senam dan Serap Aspirasi Lansia di Sanmor Komperta.

0
module: NormalModule; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 105.0;

Dekat Tanpa Sekat, Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Senam dan Serap Aspirasi Lansia di Sanmor Komperta.

PENDOPO — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap masyarakat dengan membaur bersama warga lanjut usia (lansia), Minggu (5/7/2026).

Didampingi sang istri, Firdaus menghadiri kegiatan Sunday Morning (Sanmor) di kawasan Gelora November Komperta Pendopo. Kehadiran politisi ini disambut antusias oleh puluhan anggota Lembaga Lanjut Usia (LLI) Kabupaten PALI yang sedang berolahraga.

Tanpa canggung, Firdaus dan istri langsung masuk ke barisan dan mengikuti setiap gerakan senam kebugaran yang dipandu oleh instruktur LLI. Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai kegiatan olahraga pagi tersebut.”Kesehatan dan kebahagiaan para orang tua kita adalah prioritas. Kehadiran kami di sini untuk memastikan mereka tetap bersemangat dan merasa didukung oleh pemerintah daerah,” ujar Firdaus di sela-sela kegiatan.

Selain berolahraga, Firdaus memanfaatkan momen ini untuk berdialog santai. Ia memberikan motivasi agar para lansia tetap menjaga produktivitas di usia senja, sekaligus menyerap langsung berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan fasilitas publik hingga peningkatan layanan kesehatan ramah lansia di Kabupaten PALI.

Aksi turun ke lapangan ini mendapat apresiasi dari anggota LLI PALI. Kebersamaan tanpa sekat ini diharapkan dapat melahirkan kebijakan daerah yang lebih berpihak pada kesejahteraan para lansia.

(Muhamad Randi)

Al-Hariz Trans Travel Hadir, Perjalanan Aman dan Nyaman dari PALI, Siap Antar Jemput Penumpang Setiap Hari.

0

Al-Hariz Trans Travel Hadirkan Solusi Perjalanan Aman dan Nyaman dari PALI, Siap Antar Jemput Penumpang Setiap Hari.

Warta.in//PALI, 5 Juli 2026 – Mobilitas masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menuju berbagai kota besar di Sumatra kini semakin dipermudah. Al-Hariz Trans Travel, penyedia jasa transportasi resmi di bawah naungan PT Indah Media Rekomkita, secara resmi memperkenalkan layanan travel eksekutif yang mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi waktu bagi para penumpang.

Menjawab tingginya kebutuhan transportasi darat yang andal, Al-Hariz Trans Travel menawarkan rute perjalanan Pulang Pergi (PP) dari PALI menuju berbagai destinasi strategis, seperti Palembang, Prabumulih, Indralaya, Sekayu, Lubuk Linggau, hingga Jambi. Tidak hanya melayani rute reguler, travel ini juga menyediakan layanan sewa atau rental armada untuk berbagai keperluan personal maupun korporat.

Demi memastikan kenyamanan selama perjalanan, Al-Hariz Trans Travel mengoperasikan lini armada modern yang selalu dalam kondisi prima. Penumpang dapat memilih berbagai tipe kendaraan populer mulai dari Toyota Innova Reborn, Avanza, Rush, Calya, hingga Daihatsu Sigra. Semua unit dirawat secara berkala demi menjamin keselamatan penumpang di jalan.

Sebagai agen travel berizin resmi, Al-Hariz Trans Travel berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sejak sebelum keberangkatan. Di loket utama, penumpang dapat menikmati fasilitas ruang tunggu yang nyaman dilengkapi sofa dan air minum gratis. Selain itu, tersedia pula layanan jemput langsung dari rumah menuju loket keberangkatan untuk kepraktisan ekstra.

Jadwal keberangkatan didesain sangat fleksibel dengan total tujuh pilihan waktu setiap harinya, mulai dari pukul 07:00 pagi hingga 19:00 WIB malam (tersedia setiap dua jam sekali). Kehadiran jadwal yang padat ini memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan sesuai kebutuhan mereka.

Masyarakat yang ingin melakukan perjalanan dapat langsung mengunjungi loket Al-Hariz Trans Travel yang berlokasi strategis di Jl. Merdeka, Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI (tepat di samping SPBU Bracung atau di depan Hotel Hafista). Pemesanan tiket dan informasi tarif juga dapat diakses dengan mudah dan cepat via WhatsApp di nomor (0896-5440-2397).

Sunatan Massal PSI DPC Ciputat Timur Disambut Antusias, Diikuti 106 Anak

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 05 Juli 2026  — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PSI Ciputat Timur menggelar kegiatan sunatan massal yang disambut antusias oleh masyarakat. Sebanyak 106 anak mengikuti kegiatan sosial yang berlangsung di Today Comunals Cireundeu Ciputat Timur Tangsel, Minggu (5/7/2026) dengan suasana tertib, penuh kehangatan, dan semangat kebersamaan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen DPC PSI Ciputat Timur dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang sosial dan kesehatan. Sejak pagi hari, para peserta bersama orang tua telah memadati lokasi acara untuk mengikuti proses registrasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum pelaksanaan khitan.

Ketua DPC PSI Ciputat Timur, bro Rimbun menyampaikan bahwa sunatan massal ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus upaya meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan bagi anak-anak.

“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik. Sebanyak 106 anak mengikuti khitanan massal hari ini. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat sekaligus mempererat hubungan antara PSI dengan masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan sunatan melibatkan tenaga medis profesional yang memastikan seluruh prosedur dilakukan sesuai standar kesehatan. Selain mendapatkan layanan sunatan secara gratis, para peserta juga memperoleh paket bingkisan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan agar proses pemulihan berlangsung dengan baik.

Sejumlah orang tua peserta mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Mereka mengapresiasi inisiatif DPC PSI Ciputat Timur yang menghadirkan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma dengan fasilitas yang memadai dan pelayanan yang ramah.

DPC PSI Ciputat Timur menegaskan akan terus menghadirkan berbagai program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan seperti khitanan massal, organisasi berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.(WartainBanten)