Beranda blog

Hadiri Milad ke-7 LSN, Kapolda Jatim Ajak 13 Ribu Warga Perkuat Persatuan Serta Perangi Narkoba

0

Warta.in, Jember – Kebersamaan Polri dan masyarakat bukan sekadar slogan, tetapi energi nyata untuk menjaga persatuan, merawat kedamaian, dan membangun keamanan dari hati. Semangat tersebut terasa kuat dalam Milad ke-7 dan Pelantikan Akbar Pengurus Laskar Sholawat Nusantara (LSN) se-Kabupaten Jember, yang dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M.H., di Alun-Alun Jember, Minggu (8/11/2026).

Sekitar 13 ribu peserta hadir dalam momentum penuh kebersamaan tersebut. Lantunan sholawat, semangat persaudaraan, dan pesan menjaga kamtibmas menyatu dalam kegiatan yang sekaligus menjadi agenda rutin tahunan untuk memperingati hari lahir Laskar Sholawat Nusantara dan melantik kepengurusan baru.

Kapolda Jatim hadir bersama Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., Ketua DPRD Jember Abdul Halim, S.Sos., Dandim 0824 Jember Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada, S.I.P., M.I.P., anggota DPR RI Kawendra Lukistian, Sekjen LSN Pusat Waid Abdullah, para tokoh agama, Forkopimda Plus, serta undangan lainnya. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua DPC LSN Jember Kamiludin, S.Kep., Ners.

Dalam sambutannya, Kapolda Jatim mengungkapkan rasa bangga dan terhormat dapat hadir di tengah para kiai dan anggota Laskar Sholawat Nusantara. Ia menegaskan bahwa kehadirannya merupakan wujud nyata Polri bersama masyarakat, khususnya di Kabupaten Jember.

Kapolda juga menyampaikan bahwa Milad LSN menjadi undangan pertama yang dihadirinya sejak menerima amanah sebagai Kapolda Jawa Timur sekitar satu bulan sebelumnya. Ia mengucapkan selamat Milad ke-7 kepada Laskar Sholawat Nusantara sekaligus memohon doa dan dukungan masyarakat agar dapat menjalankan amanah dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman terbaik bagi masyarakat Jawa Timur.

Lebih jauh, Kapolda mengajak para kiai dan nyai untuk turut memperkuat edukasi bahaya narkoba melalui pesan-pesan keagamaan dan dakwah kamtibmas. Menurutnya, narkoba menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan keutuhan keluarga. Polda Jatim sendiri memiliki program Dai Kamtibmas dengan sekitar 5.100 dai sebagai bagian dari penguatan sinergi dalam menjaga keamanan.

Kapolda menegaskan, pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Polisi tidak dapat bekerja sendiri, sehingga peran tokoh agama, organisasi masyarakat, keluarga, dan lingkungan menjadi sangat penting dalam mencegah serta memerangi peredaran narkoba.

Pesan tegas dan humanis juga disampaikan kepada seluruh anggota Polri. Kapolda menekankan agar setiap personel tidak menyakiti hati masyarakat, dengan prinsip “Ambil hati masyarakat, jangan ambil harta masyarakat.” Ia memastikan tindakan tegas akan diberikan kepada anggota yang menyakiti, memeras, atau menyalahgunakan kewenangan terhadap masyarakat.

Sementara itu, Bupati Jember Gus Fawait mengapresiasi kontribusi Laskar Sholawat Nusantara dalam memperkuat kegiatan keagamaan, persatuan, dan kerukunan. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk bersama-sama menjaga kamtibmas, memperkuat toleransi, serta menciptakan Jember yang aman dan kondusif. Bupati juga berharap kepengurusan baru semakin solid dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Milad ke-7 LSN menjadi momentum bahwa keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kepercayaan, komunikasi, dan kebersamaan. Dari Alun-Alun Jember, 13 ribu warga membawa pesan yang sama: bersholawat, bersatu, dan menjaga masa depan generasi muda.

Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram Ungkap Kasus Narkoba Karang Bagu 7 Pria dan Barang Bukti Diamankan

0

Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram Ungkap Kasus Narkoba Karang Bagu 7 Pria dan Barang Bukti Diamankan

Warta.in
Mataram, NTB – Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram mengamankan tujuh pria dalam operasi pengungkapan dugaan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di kawasan Karang Bagu, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Minggu dini hari (8/11/2026).

Dari tujuh pria yang diamankan, tiga di antaranya diketahui merupakan residivis kasus narkoba. Dalam operasi tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang dan peralatan yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, termasuk sabu dengan berat 1,05 gram.

Pengungkapan dilakukan di tiga lokasi berbeda di kawasan Karang Bagu. Lokasi pertama berada di salah satu gang, lokasi kedua di sebuah rumah, sedangkan lokasi ketiga berada di bagian belakang sebuah rumah di lingkungan yang sama.

Di lokasi pertama, petugas mengamankan dua orang pria. Selanjutnya, pengembangan dilakukan ke lokasi kedua dan berhasil mengamankan lima pria lainnya. Sementara di lokasi ketiga, petugas tidak menemukan orang yang diduga terlibat, namun menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas para terduga.

Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh petugas, sabu seberat 1,05 gram yang diamankan merupakan sisa barang yang belum terjual. Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mapolresta Mataram untuk kepentingan penyidikan.

Kasat Resnarkoba Polresta Mataram AKP Abisatya Darma Wiryatmaja, S.Tr.K., S.I.K., membenarkan pengamanan tujuh pria tersebut. Ia menyebutkan, tiga dari tujuh orang yang diamankan memiliki riwayat sebagai residivis kasus narkotika.

“Dari tujuh terduga tersebut, ada tiga orang di antaranya merupakan residivis. Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan penyidik untuk memastikan peran masing-masing dalam dugaan tindak pidana narkoba tersebut,” ungkap AKP Abisatya.

Ia menegaskan, penyidik masih mendalami keterlibatan setiap orang yang diamankan, termasuk menelusuri asal-usul barang bukti serta kemungkinan adanya aktivitas peredaran narkotika di kawasan tersebut.

Atas dugaan perbuatannya, para terduga diproses berdasarkan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara sebagaimana disampaikan pihak kepolisian.

Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya Polresta Mataram dalam menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika, khususnya di kawasan yang menjadi sasaran operasi. Kepolisian juga mengharapkan dukungan masyarakat untuk memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba di lingkungan masing-masing.(sr/hpm)

 

Pembangunan Jembatan Beton di Desa Pernantin Karo Capai Progres 45 Persen

0

Warta.in Karo – Pembangunan Jembatan Beton Tahap VII A dan VII B di wilayah terus berjalan. Hingga sabtu (7/11/2026), pembangunan jembatan di Desa Pernantin, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, telah mencapai progres 45 persen.

Jembatan dengan bentang sepanjang 12 meter tersebut dibangun untuk mendukung akses dan kelancaran mobilitas masyarakat setempat. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas warga, terutama dalam menunjang kebutuhan sehari-hari.

Dalam proses pengerjaannya, personel jajaran Kodim 0205/TK bersama masyarakat setempat terlibat langsung dalam pembangunan. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk gotong royong antara TNI dan warga dalam mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyambungan besi H sebagai salah satu bagian penting dalam tahapan konstruksi jembatan. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel dan masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.

Kapendam I/BB Kol Inf Sandy S.I.P., M.Han mengatakan masyarakat sangat antusias menyambut pembangunan jembatan tersebut. Infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar akses transportasi, meningkatkan perekonomian lokal, serta mempermudah mobilitas warga menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Antusiasme warga juga terlihat dari apresiasi yang disampaikan atas pembangunan jembatan baru tersebut. Masyarakat mengaku bersyukur karena kehadiran jembatan ini membuka akses jalan yang selama ini dinantikan, sehingga aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih mudah, aman, dan cepat. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

Respon Cepat ‘Halo Pak Kapolres’, Tim Raga Polres Meranti Langsung Sambangi Rumah Warga yang Resah

0

MERANTI – Polres Kepulauan Meranti merespons cepat pengaduan masyarakat yang masuk melalui layanan Halo Pak Kapolres terkait keresahan seorang warga setelah rumahnya didatangi pria tidak dikenal.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket Satreskrim bersama Tim Raga Polres Kepulauan Meranti langsung mendatangi kediaman pelapor berinisial AH untuk memastikan situasi sekaligus memberikan rasa aman kepada warga.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (7/11/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, seorang pria yang tidak dikenal mendatangi rumah pelapor dan menemui istrinya yang sedang beraktivitas di bagian belakang rumah.

Pria tersebut menanyakan keberadaan seseorang yang disebut sebagai temannya. Ia mengaku orang tersebut telah membawa kabur uang miliknya.

“Apakah ada melihat teman saya? Dia membawa lari uang saya,” demikian pertanyaan pria tersebut kepada istri pelapor.

Setelah mendapat jawaban bahwa dirinya tidak mengetahui keberadaan orang yang dimaksud, pria itu kemudian meminta nomor WhatsApp pelapor dan istrinya. Namun, permintaan tersebut ditolak sehingga pria tersebut meninggalkan lokasi.

Meski tidak menimbulkan kerugian materi, kejadian itu membuat pelapor dan istrinya merasa takut dan khawatir atas maksud kedatangan orang tidak dikenal tersebut.

Keresahan tersebut kemudian disampaikan melalui layanan pengaduan Halo Pak Kapolres Kepulauan Meranti. Pengaduan itu langsung ditindaklanjuti dengan kehadiran personel kepolisian ke rumah warga.

Kehadiran petugas mendapat apresiasi dari keluarga pelapor. Istri pelapor mengaku lega karena pengaduan yang disampaikan mendapat perhatian dan ditanggapi dengan cepat oleh kepolisian.

“Respon pihak kepolisian sangat cepat. Setelah kami menyampaikan pengaduan, petugas langsung datang ke rumah untuk melihat kondisi kami dan memberikan arahan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres dan seluruh personel yang sudah peduli serta cepat menanggapi keluhan masyarakat,” ungkapnya.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., Minggu (8/11/2026), mengatakan bahwa setiap pengaduan masyarakat menjadi perhatian kepolisian dan akan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan pengaduan apabila mengalami atau mengetahui kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Setiap informasi dari masyarakat akan kami respons dan tindak lanjuti,” ujar Kapolres.

Dalam penanganan awal, personel kepolisian juga menanyakan kepada sejumlah tetangga pelapor untuk menggali informasi terkait keberadaan maupun aktivitas pria tidak dikenal tersebut. Namun, warga sekitar mengaku tidak melihat atau mengetahui kejadian itu.

Petugas kemudian memberikan imbauan kamtibmas kepada pelapor dan istrinya agar tetap waspada serta segera menghubungi kepolisian apabila kembali mengalami situasi serupa atau membutuhkan bantuan.

Kapolres menegaskan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 maupun WhatsApp Halo Pak Kapolres Kepulauan Meranti di nomor 0811-70739-110 untuk menyampaikan pengaduan dan informasi gangguan kamtibmas.

“Jangan ragu untuk melapor. Kami ingin masyarakat merasa aman dan terlindungi. Melalui layanan Halo Pak Kapolres, masyarakat bisa menyampaikan langsung keluhan maupun informasi kepada kami untuk segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Polres Kepulauan Meranti mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

( Rilis: Humas Polres Meranti ).

Dhammavihari Buddhist Studies Gelar Sanghadana Kathina 2570 TB, Perkuat Pelestarian Dhamma dan Toleransi

0

Warta.in | Jakarta — Dhammavihari Buddhist Studies menggelar perayaan Sanghadana dalam rangka Masa Kathina 2570 Tahun Buddhis (TB) atau 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi umat Buddha untuk memperkuat praktik berdana, mendukung kehidupan para anggota Sangha, sekaligus melestarikan ajaran Buddha atau Dhamma.

Ketua Panitia Perayaan Kathina 2570 TB sekaligus Wakil Ketua Pengurus Vihara, Yohendy, mengatakan perayaan tahun ini mengangkat tema “Bukan karena berlian tangan menjadi indah”. Tema tersebut mengandung pesan bahwa keindahan dan kemuliaan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh hal-hal material, melainkan oleh kebajikan dan perbuatan baik yang dilakukan.

Menurut Yohendy, Sanghadana merupakan bentuk persembahan umat kepada Sangha yang dilandasi ketulusan dan keyakinan terhadap hukum karma serta buah dari perbuatan baik.

“Umat datang berbondong-bondong untuk berdana kepada Sangha Bhikkhu. Dana tersebut diserahkan dengan penuh ketulusan dan keyakinan terhadap perbuatan baik, karma, serta buah karma. Kami berharap praktik kebajikan ini membawa manfaat besar bagi banyak makhluk,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dukungan umat melalui Sanghadana tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan para anggota Sangha, tetapi juga menunjang keberlangsungan penyebaran Dhamma. Dengan demikian, para anggota Sangha dapat terus menjalankan kehidupan spiritual dan menyebarkan ajaran Buddha kepada masyarakat luas.

Rangkaian perayaan Kathina tahun ini juga diisi dengan peluncuran tiga buku karya dan terjemahan dari Sangha. Buku-buku tersebut diharapkan dapat memperkaya literatur Buddhis, mendukung keberlangsungan budaya dan sasana, serta menjadi bahan pembelajaran bagi umat Buddha, khususnya di Indonesia.

Yohendy berharap kehadiran buku-buku tersebut dapat menjangkau pembaca yang lebih luas, termasuk masyarakat di luar komunitas Buddhis.

Ia menilai ajaran Buddha, termasuk praktik meditasi, kini semakin dikenal dan dipelajari oleh berbagai kalangan. Karena itu, pelestarian Dhamma menjadi penting agar nilai-nilai kebajikan, kedamaian, dan kebijaksanaan dapat terus memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

Dalam perayaan tersebut, panitia memperkirakan sekitar 1.200 umat Buddha hadir. Jumlah itu berdasarkan kapasitas tempat duduk yang disiapkan panitia sebanyak kurang lebih 1.300 orang.

Lebih lanjut, Yohendy menekankan bahwa praktik berdana dalam perayaan Kathina juga memiliki dimensi sosial. Kebersamaan antara umat dan Sangha mencerminkan semangat saling mendukung, kepedulian, serta gotong royong dalam menjalankan kegiatan keagamaan.

Menurut dia, nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Ketika ajaran agama dipahami dan diterapkan dengan baik, umat diharapkan mampu mengembangkan pikiran, ucapan, dan perbuatan yang membawa kedamaian bagi lingkungan sekitarnya.

Yohendy juga mengajak umat Buddha untuk terus menjaga toleransi dan menghormati keberagaman agama di Indonesia. Ia menegaskan bahwa setiap pemeluk agama memiliki hak untuk menjalankan ibadah dan keyakinannya masing-masing tanpa mengganggu atau merugikan orang lain.

Ia mengutip salah satu prinsip dalam ajaran Buddha, yakni mengajak seseorang untuk mempelajari dan membuktikan sendiri suatu ajaran sebelum menerimanya. Menurutnya, nilai tersebut mengajarkan sikap terbuka, tidak memaksakan keyakinan, serta menghormati pilihan orang lain.

“Sebagai umat Buddha, kita harus menghormati agama-agama lain, menghargai cara mereka beribadah, serta menghormati kegiatan keagamaan yang dijalankan. Tidak boleh memaksakan kehendak atau keyakinan kepada orang lain,” katanya.

Ia menambahkan, pada dasarnya setiap agama mengajarkan kebaikan dan mengarahkan umatnya untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan sesama. Karena itu, kerukunan perlu dibangun melalui sikap saling menghormati dan menjalankan ajaran agama dengan benar.

Melalui perayaan Sanghadana Kathina 2570 TB, Yohendy berharap kehidupan Dhamma dapat terus lestari, semakin banyak masyarakat mengenal nilai-nilai kebajikan, dan praktik toleransi semakin berkembang di tengah keberagaman bangsa.

“Harapan kami, kerukunan antarumat beragama di Indonesia tetap terjaga. Setiap umat dapat menjalankan agamanya dengan baik tanpa merugikan orang lain, sehingga masyarakat hidup tenang dan damai, serta Indonesia semakin maju dan berkembang,” tuturnya.

#Dhammavihari Buddhist Studies

#Media Partners Dhammavihari Buddhist Studies

Cuci Mobil dan Motor Cuma Rp8 Ribu! Chikal Wash & Car SPA Resmi Buka di Rembang, Tawarkan Layanan Lengkap

0

REMBANG// WARTA.IN// Masyarakat Kabupaten Rembang kini memiliki pilihan baru untuk merawat kendaraan. Chikal Wash & Car SPA resmi membuka layanan melalui acara Grand Opening yang digelar pada Minggu (8/11/2026), di Jalan Rembang–Blora, tepatnya di pinggir jalan Desa Kedungrejo, Kabupaten Rembang.

Mengusung konsep One Stop Service, tempat usaha ini tidak hanya menyediakan layanan pencucian mobil dan sepeda motor, tetapi juga berbagai pilihan perawatan kendaraan dengan fasilitas yang lebih lengkap.

Pembukaan Chikal Wash & Car SPA berlangsung meriah dan penuh suasana kekeluargaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pengajian sebagai ungkapan rasa syukur, dilanjutkan prosesi pembukaan, doa bersama, pemotongan tumpeng, hingga pencucian kendaraan secara simbolis sebagai tanda resmi dimulainya operasional usaha.

Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Rembang sekaligus Ketua Fraksi NasDem, Supriyadi Eko Praptomo, S.E., yang akrab disapa Pak Pri. Hadir pula perwakilan kecamatan, Babinsa, Koramil, Bhabinkamtibmas, lurah, serta sejumlah undangan lainnya.

Gebyar Grand Opening, Promo Cuci Kendaraan Mulai Rp8.000

Dalam rangka memperkenalkan layanan kepada masyarakat, Chikal Wash & Car SPA memberikan penawaran khusus selama Grand Opening.

Sebanyak delapan pelanggan pertama berkesempatan menikmati layanan cuci mobil maupun sepeda motor dengan harga spesial hanya Rp8.000. Sementara itu, pelanggan lainnya memperoleh potongan harga sebesar 20 persen yang berlaku hingga 30 November 2026.

Promo tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang ingin mencoba layanan pencucian kendaraan dengan harga ekonomis.

Owner Chikal Wash & Car SPA, Hadi, mengatakan bahwa kehadiran usaha tersebut merupakan bentuk upaya menghadirkan layanan pencucian dan perawatan kendaraan yang dapat dijangkau masyarakat luas.

“Melalui pembukaan ini, kami ingin memperkenalkan Chikal Wash & Car SPA kepada masyarakat Rembang dan sekitarnya. Harapan kami, pelanggan bisa datang, mencoba layanan kami, dan merasakan langsung kualitas pelayanan yang diberikan,” ungkap Hadi.

Menurutnya, konsep One Stop Service dipilih agar pelanggan mempunyai lebih banyak pilihan dalam menjaga kebersihan dan kondisi kendaraan tanpa harus berpindah-pindah tempat.

Buka Sejak Pukul 07.00 hingga 24.00 WIB

Untuk memberikan keleluasaan kepada pelanggan, Chikal Wash & Car SPA menetapkan jam operasional mulai pukul 07.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Pengelola juga membuka peluang pengembangan jam pelayanan menjadi 24 jam nonstop apabila kebutuhan dan respons masyarakat ke depannya memungkinkan.

Dengan waktu pelayanan yang panjang, pelanggan dapat menyesuaikan kunjungan sesuai aktivitas masing-masing, baik pada pagi, siang, maupun malam hari.

Pak Pri Apresiasi Hasil Pencucian, Berharap Kualitas Terus Dijaga

Respons positif juga disampaikan Supriyadi Eko Praptomo atau Pak Pri setelah mencoba langsung layanan pencucian di Chikal Wash & Car SPA.

Ia mengaku baru pertama kali mempercayakan pencucian mobil Toyota Innova miliknya di tempat tersebut. Dari pengalaman pertamanya, ia menilai hasil pengerjaan cukup memuaskan dengan harga yang relatif terjangkau.

“Saya baru pertama kali mencuci mobil Innova saya di sini. Hasilnya jelas bagus. Harganya juga murah, tetapi kualitasnya sangat baik,” tutur Pak Pri.

Ia berharap Chikal Wash & Car SPA mampu menjaga konsistensi pelayanan, mempertahankan kualitas hasil pencucian, serta terus melakukan peningkatan agar semakin dipercaya masyarakat.

“Harapan saya, kualitas pelayanan seperti ini bisa terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan, sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Hadirkan Alternatif Perawatan Kendaraan bagi Masyarakat Rembang

Berdirinya Chikal Wash & Car SPA menambah pilihan usaha jasa pencucian dan perawatan kendaraan di Kabupaten Rembang. Dengan lokasi di jalur Rembang–Blora, penawaran harga khusus, serta jam operasional hingga tengah malam, usaha ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pelanggan.

Grand Opening pada 8 November 2026 menjadi awal perjalanan Chikal Wash & Car SPA dalam membangun kepercayaan konsumen melalui pelayanan yang mengutamakan kebersihan, kenyamanan, dan kualitas hasil pengerjaan.

Masyarakat yang ingin mencoba layanan tersebut dapat langsung berkunjung ke lokasi Chikal Wash & Car SPA di Desa Kedungrejo, Kabupaten Rembang.
( wik )

Minggu Kasih, Polsek Ujung Polres Parepare Ingatkan Jemaat Gereja Bahaya Penggunaan Rokok Elektrik

0

PAREPARE — Minggu kasih di beberapa gereja, Polsek Ujung Polres Parepare edukasi warga akan pentingnya peran bersama dalam mencegah peredaran narkotika, Minggu (8/11/2026).

Edukasi warga tersebut sebagai upaya melindungi masyarakat dari cengkeraman barang ilegal yang dapat merusak tatanan mental generasi muda maupun keluarga.

Minggu kasih tersebut dilaksanakan oleh personil Polsek Ujung yang beragama Nasrani, pada hari Minggu (8/11/2026) pagi, sekitar pukul 08.00 WITA, melalui penyampaian warta dan informasi ke jemaat di akhir ibadah Minggu

Adapun Personil Polsek Ujung yang melaksanakan Minggu Kasih tersebut, IPTU M.S. Rombe bersama AIPTU Adi Setiawan, di Gereja Sion yang terletak di Jalan Industri Kecil. Dan IPDA Deddy Pareanto di Gereja Toraja Jemaat Parepare yang terletak di Jalam Muh. Arsyad.

Melalui penyampaiannya sebagai edukasi ke warga jemaat, IPTU M.S. Rombe maupun IPDA Deddy menyampaikan pesan kepolisian yang perlu di ketahui bersama akan bahaya penggunaan rokok elektronik yang menggunakan cairan.

Para personil Polsek Ujung menjelaskan bahwa Rokok Elektrik (Vape) yang menggunakan cairan liquid atau catridge, berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian menyebutkan jika Vape ini menjadi sarana menyebarluaskan narkoba cair secara massive, pasalnya rokok elektrik bercairan liquid itu banyak di gunakan, khususnya kelompok usia pemuda maupun dewasa.

Selain itu, hasil penelitian medis juga menunjukkan bahwa cairan rokok elektrik mengandung etomidate, bahan obat penenang, yang termasuk dalam kategori Narkotika Golongan II.

Terpisah saat dikonfirmasi ke Kapolsek Ujung, AKP. Sukri Abdullah menyampaikan pesan bahwa lindungi keluarga dari bahaya narkotika yang kian hari cara peredarannya semakin masiv menggunakan segala cara.

“Mari kita lindungi keluarga dari bahaya narkotika, dewasa ini berbagai cara dilakukan oleh bandar – bandar narkotika, salah satunya adalah dengan memanfaatkan cairan rokok elektrik, untuk itu mari lindungi keluarga kita , lindungi generasi muda kita, jangan biarkan mereka larut dalam penggunaan narkotika tanpa mereka ketahui,” pesan Kapolsek AKP. Sukri.

Kapolsek Ujung Polres Parepare, juga berharap dengan langkah ini, peredaran tersamar dari Narkotika dapat di cegah, dan masyarakat selalu mendapatkan informasi – informasi yang bernilai guna positif.

Vihara Avalokitesvara Jetavana Gelar Puja Bhaisajyaguru, Doakan Kesehatan dan Kestabilan Dunia

0

Warta.in | Jakarta — Vihara Avalokitesvara Jetavana menggelar peringatan hari besar Buddha Pengobatan Bhaisajyaguru atau Yao Shi Fo dengan rangkaian doa, pembacaan sutra suci, serta persembahan puja. Kegiatan ini menjadi momentum bagi umat Buddha untuk memanjatkan doa bagi kesehatan, keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan seluruh makhluk.

Ketua Harian Vihara Avalokitesvara Jetavana, Rangga, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan ungkapan rasa syukur umat atas berkah yang telah diterima. Dalam kesempatan itu, umat juga mempersembahkan berbagai sarana puja, mulai dari obat-obatan hingga makanan.

Menurut Rangga, doa yang dipanjatkan tidak hanya ditujukan bagi umat yang hadir, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia dan dunia agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kehidupan yang damai.

“Kami berdoa agar kondisi dunia, khususnya Indonesia, kembali stabil. Perekonomian bisa berjalan dengan baik, usaha masyarakat semakin lancar, dan kondisi cuaca serta alam juga kembali normal,” ujar Rangga.

Ia menyoroti kondisi cuaca panas dan dampak fenomena El Niño yang menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut diharapkan segera membaik sehingga hujan kembali turun, tanaman dapat tumbuh subur, dan masyarakat yang mengalami kesulitan air bisa kembali memperoleh pasokan air bersih.

Bahkan, menurut Rangga, dampak kekeringan turut dirasakan di lingkungan vihara. Sumber air sumur yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari mulai mengalami kesulitan untuk disedot.

“Harapan kami, hujan segera datang, tanaman tumbuh subur, dan daerah-daerah yang mengalami kekeringan kembali mendapatkan air. Semoga semua makhluk hidup di Indonesia maupun di seluruh dunia diberikan kesejahteraan, kesehatan, keselamatan, dan kedamaian,” katanya.

Rangkaian kegiatan berlangsung sekitar tiga jam. Acara diawali dengan pembacaan sutra suci Bhaisajyaguru, dilanjutkan persembahan Amisha Puja sebagai bagian dari tradisi peribadatan umat Buddha. Kegiatan kemudian diisi dengan sesi berbagi Dharma atau ceramah keagamaan, sebelum ditutup dengan ramah tamah bersama umat.

Rangga menjelaskan, kegiatan tersebut juga melibatkan Perkumpulan Pemuda Tri Dharma. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan aktivitas vihara sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

Menurut dia, kehadiran generasi muda menjadi hal penting agar kegiatan vihara terus berjalan dan nilai-nilai ajaran Buddha dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

Meski jumlah umat yang hadir tidak terlalu banyak, kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Terlebih, pada hari yang sama sejumlah vihara juga menggelar kegiatan keagamaan lainnya, termasuk perayaan Kathina.

Melalui peringatan Bhaisajyaguru ini, Vihara Avalokitesvara Jetavana berharap doa dan praktik kebajikan yang dilakukan umat dapat membawa manfaat lebih luas, tidak hanya bagi lingkungan vihara, tetapi juga bagi masyarakat dan seluruh makhluk hidup.

Rangga menegaskan, harapan utama dari kegiatan tersebut adalah terciptanya kehidupan yang lebih baik, perekonomian yang kembali bergerak, serta kondisi alam yang lebih bersahabat sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan sehat, aman, dan sejahtera.

#Vihara Avalokitesvara Jetavana

#Media Partners Vihara Avalokitesvara Jetavana

Gubernur NTB Perintahkan Validasi Data hingga Desa tuk Atasi 70 Ribu Anak Tidak Sekolah

0

Gubernur NTB Perintahkan Validasi Data hingga Desa tuk Atasi 70 Ribu Anak Tidak Sekolah

Warta.in
Mataram,NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat langkah penanganan sekitar 70 ribu Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui pemutakhiran data secara menyeluruh, koordinasi lintas pemerintahan, dan intervensi pendidikan yang tepat sasaran hingga tingkat desa. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, penuntasan persoalan ATS harus dimulai dengan memastikan identitas, kondisi keluarga, serta penyebab setiap anak tidak mengakses pendidikan formal, sehingga kebijakan dan program penanganan benar-benar menjawab persoalan di lapangan.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Miq Iqbal saat memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta Pencegahan dan Penanganan ATS, yang dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemprov NTB, pemerintah kabupaten/kota, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi NTB di Mataram, Jumat (6/11/2026).

Miq Iqbal mengungkapkan, berdasarkan data sementara, jumlah ATS di NTB berada di kisaran 70 ribu anak. Namun, angka tersebut masih harus diverifikasi untuk memastikan kondisi riil dan menghindari kesalahan identifikasi maupun penghitungan.

“Kita perlu mengetahui kondisi riil di lapangan. Saat ini kita belum memiliki profil ATS secara utuh. Siapa saja mereka dan mengapa masuk kategori anak tidak sekolah, ini harus kita ketahui,” tegas Iqbal.

Menurutnya, penanganan ATS tidak cukup dilakukan melalui penyediaan akses pendidikan atau program intervensi secara umum. Pemerintah harus memahami persoalan setiap anak secara spesifik, mulai dari identitas dan latar belakang keluarga hingga faktor yang menyebabkan mereka putus sekolah atau tidak pernah mengenyam pendidikan formal.

Karena itu, Miq Iqbal mendorong uji coba pemutakhiran data berbasis wilayah sasaran (pilot project) di desa-desa Program Desa Berdaya. Posyandu keluarga juga didorong menjadi salah satu simpul pengumpulan dan pemutakhiran data pendidikan, sehingga identifikasi anak tidak sekolah dapat dilakukan lebih dekat dengan keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya.

“Memperbaiki data saja akan dapat mengeluarkan kita dari zona merah. Dengan data yang benar, kita akan mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dan bisa menentukan langkah penanganannya,” imbuhnya.

Gubernur juga menekankan bahwa penanganan ATS merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah provinsi perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang berhadapan langsung dengan masyarakat, serta melibatkan Kementerian Agama dalam menjangkau lembaga pendidikan di bawah kewenangan instansi vertikal tersebut.

Ia mengingatkan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Pembangunan infrastruktur dan berbagai program ekonomi tidak akan memberikan hasil optimal apabila kualitas sumber daya manusia belum diperkuat melalui pendidikan.

“Kalau kita mau melompat dalam pembangunan, tidak ada jalan lain selain pendidikan. Apa pun visi kabupaten/kota, selama pendidikan belum kita perbaiki, akan sulit bagi daerah untuk menggeliat dalam pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi NTB, Syamsul Hadi, menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut menghasilkan komitmen bersama dengan tujuh agenda utama. Kesepakatan itu meliputi dukungan kebijakan daerah, penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan akses dan mutu layanan pendidikan, pemutakhiran data terpadu berbasis by name by address, optimalisasi APBD dan APBDes, penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) yang terukur, serta pelaporan pelaksanaan secara berkala kepada Gubernur.

Syamsul berharap komitmen tersebut segera diterjemahkan menjadi langkah nyata di daerah dan desa, bukan berhenti pada penandatanganan kesepakatan.

Pemprov NTB menegaskan, keberhasilan penanganan ATS tidak diukur dari banyaknya program atau dokumen komitmen, melainkan dari kemampuan pemerintah menemukan setiap anak, memahami persoalannya, dan memastikan mereka kembali memperoleh hak atas pendidikan. Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena tidak terdata, tidak terjangkau, atau tidak mendapatkan intervensi yang sesuai.(sr/hpntb)

Kapolda NTB Patroli Siaga Reserse Bersama Laskar Sasak di Udayana Jaga Kondusivitas Malam Minggu

0

Kapolda NTB Patroli Siaga Reserse Bersama Laskar Sasak di Udayana
Jaga Kondusivitas Malam Mingg

Warta.in
Mataram,NTB — Dalam upaya menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Mataram, Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) memimpin langsung kegiatan Patroli Siaga Reserse gabungan bersama ormas Laskar Sasak NTB, Sabtu (7/11/2026) malam.

Patroli yang dimulai pukul 22.30 WITA tersebut dipusatkan di kawasan Jalan Udayana, Kota Mataram—wilayah yang dikenal sebagai salah satu titik pusat keramaian dan aktivitas warga di malam hari.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah presisi Polda NTB dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memperkuat sinergitas antara kepolisian dan elemen masyarakat.

“Patroli Siaga Reserse malam ini dilaksanakan untuk memastikan situasi di pusat-pusat keramaian tetap kondusif. Kehadiran personel di lapangan yang bersinergi dengan Laskar Sasak NTB bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi warga Mataram yang beraktivitas,” ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid.

Ia menambahkan, keterlibatan Laskar Sasak NTB dalam patroli dialogis dan preventif ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas daerah melalui pendekatan yang humanis.

Selama patroli berlangsung, jajaran Polda NTB bersama relawan Laskar Sasak juga memberikan imbauan kamtibmas kepada para pemuda dan warga yang sedang nongkrong di sepanjang koridor Jalan Udayana agar bersama-sama menjaga ketertiban umum.
Hingga patroli berakhir, situasi keamanan di wilayah Udayana dan sekitarnya dilaporkan berjalan aman dan lancar.(sr/hpntb)