28 C
Jakarta
Selasa, Mei 19, 2026
Beranda blog

RUMAH SEMI PERMANEN DI PENARIK MUKOMUKO LUDES DIJAJAR API; DUGAAN KORSLETING LISTRIK JADI PENYEBAB UTAMA.

0

SATU UNIT RUMAH SEMI PERMANEN DI PENARIK MUKOMUKO LUDES DIJAJAR API; DUGAAN KORSLETING LISTRIK JADI PENYEBAB UTAMA.

MUKOMUKO – Sebuah peristiwa duka dan musibah kebakaran kembali melanda wilayah Kabupaten Mukomuko, tepatnya di Desa Marga Mulya Sakti, Kecamatan Penarik. Pada Senin malam, tanggal 18 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 Waktu Indonesia Barat, suasana tenang di lingkungan warga mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa saat kobaran api tampak berkobar hebat dan melahap habis satu unit bangunan rumah semi permanen. Rumah tersebut merupakan milik Ibu Kaseh (40 tahun), warga setempat yang sehari-hari berprofesi sebagai tenaga kesehatan atau perawat, yang kini harus menelan pil pahit karena tempat tinggal sekaligus tempat bernaung bagi keluarga tersebut ludes tak bersisa dimakan si jago merah.

Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi kejadian serta keterangan yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber terpercaya di lapangan, indikasi awal maupun dugaan sementara yang dikemukakan oleh pihak berwenang mengarah pada adanya gangguan atau arus pendek listrik yang terjadi di dalam bangunan tersebut sebagai pemicu utama meletusnya kebakaran besar ini. Karena sebagian besar material penyusun bangunan berukuran sekitar 8 kali 10 meter ini masih berjenis bahan bangunan semi permanen yang cukup mudah terbakar, api yang muncul di titik awal tersebut kemudian menjalar dengan sangat cepat dan ganas ke seluruh bagian ruangan, sehingga dalam waktu yang relatif singkat, nyaris seluruh isi bangunan dan struktur fisik rumah telah diselimuti oleh kobaran api yang kian membesar, disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke angkasa dan terlihat jelas dari jarak yang cukup jauh.

Peristiwa mengerikan ini pertama kali diketahui dan disadari oleh salah seorang warga setempat bernama Ma’ruf (24 tahun), yang kebetulan sedang melintas di sekitar lokasi kejadian pada saat itu. Dalam keterangannya kepada awak media, Ma’ruf menceritakan detik-detik mencekam saat ia pertama kali menyadari adanya gejala kebakaran yang tengah berlangsung, di mana suasana lingkungan saat itu terasa sepi dan hening, namun tercium bau yang sangat menyengat dan khas, layaknya bau benda-benda yang sedang terbakar. Merasa curiga dan ingin memastikan apa yang terjadi, ia pun segera menolehkan pandangannya ke arah rumah milik Ibu Kaseh, dan betapa terkejutnya ia saat menyaksikan kepulan asap berwarna hitam yang sudah sangat tebal dan pekat telah keluar menyembur dari celah-celah jendela maupun pintu rumah tersebut.

“Saat saya lewat di jalan dekat situ, suasana memang sepi sekali, tapi hidung saya langsung mencium bau yang sangat menyengat dan tidak biasa. Saya jadi penasaran dan segera menoleh ke arah rumah Ibu Kaseh, dan saat itulah saya melihat asap hitam yang sudah sangat tebal dan banyak sekali jumlahnya keluar dari dalam rumah. Saya langsung merasa panik dan berteriak sekeras-kerasnya memanggil warga lain yang ada di sekitar agar segera datang membantu dan memberikan pertolongan,” ungkap Ma’ruf dengan nada yang masih terdengar menyisakan rasa kaget dan kekhawatiran mengingat peristiwa yang baru saja ia saksikan tersebut.

Mendengar teriakan dan panggilan minta tolong yang disampaikan oleh Ma’ruf, warga sekitar pun berdatangan berbondong-bondong dengan niat tulus untuk turut serta membantu menanggulangi api yang kian membesar. Namun, mengingat besarnya kobaran api dan cepatnya laju penjalaran nyala, kekuatan warga saja dirasakan belum cukup untuk memadamkan kebakaran tersebut secara tuntas. Oleh karenanya, bantuan dari pihak pemadam kebakaran pun segera dikerahkan ke lokasi. Sebanyak 4 unit mobil pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian dan langsung melakukan aksi penanganan darurat dengan menyemprotkan air ke segala arah guna mematikan kobaran api yang masih berkobar. Berkat kerja sama yang padu dan gotong royong yang tinggi antara warga setempat dengan para petugas pemadam kebakaran, api yang sempat mengamuk hebat itu akhirnya berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.00 WIB, atau kira-kira dua jam setelah kebakaran pertama kali terjadi.

Satu hal yang patut disyukuri dan menjadi kabar baik di tengah musibah yang menimpa adalah bahwa dalam peristiwa kebakaran ini tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun korban yang mengalami luka-luka, baik itu dari kalangan keluarga pemilik rumah maupun warga dan petugas yang turut melakukan pertolongan. Namun di balik rasa syukur tersebut, kenyataan pahit tetap harus diterima oleh keluarga korban, di mana sejumlah barang berharga, perlengkapan rumah tangga, dokumen-dokumen penting yang bernilai hukum, hingga uang tunai sebesar kurang lebih Rp15 juta rupiah yang tersimpan di dalam rumah tersebut turut menjadi abu dan tidak dapat diselamatkan sama sekali. Secara keseluruhan, jumlah kerugian materiil yang ditimbulkan akibat kebakaran besar ini diperkirakan mencapai angka yang sangat fantastis, yakni berkisar di angka Rp250 juta rupiah, yang mencakup kerugian atas bangunan rumah beserta seluruh isinya.

Kepala Desa Marga Mulya Sakti, Bapak Mulyono, saat dikonfirmasi awak media di lokasi kejadian, membenarkan seluruh rangkaian peristiwa yang telah terjadi tersebut. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pengecekan awal serta keterangan-keterangan yang diperoleh dari pihak terkait maupun saksi mata, dugaan sementara penyebab utama meletusnya kebakaran tersebut memang mengarah pada adanya gangguan arus pendek atau korsleting pada instalasi listrik yang ada di rumah korban. Ia juga menegaskan kembali bahwa hingga saat ini, tidak ada satu pun nyawa yang melayang atau warga yang mengalami cedera akibat musibah ini. Sementara itu, petugas kepolisian beserta unsur terkait lainnya masih bertahan dan berada di lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan penanganan akhir, pendataan secara rinci, hingga penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kebenaran penyebab kebakaran tersebut.

“Dugaan sementara yang kami peroleh dan kami simpulkan memang mengarah pada masalah korsleting atau arus pendek listrik yang terjadi di dalam bangunan tersebut. Alhamdulillah, dari sisi korban jiwa maupun korban yang terluka dapat kami pastikan nihil atau tidak ada sama sekali. Saat ini petugas kami masih bersinergi dengan unsur terkait lainnya untuk tetap berada di lokasi, melakukan penanganan akhir, sekaligus mendata segala hal yang berkaitan dengan peristiwa ini secara rinci dan lengkap,” jelas Bapak Mulyono dengan tegas dan lugas.

Segera setelah nyala api dinyatakan benar-benar padam dan aman dari risiko berkobar kembali, suasana di lokasi kejadian perlahan berubah menjadi kegiatan pembersihan. Warga setempat bahu-membahu bergotong royong bersama para petugas yang bertugas untuk membersihkan sisa-sisa puing bangunan yang telah menjadi abu dan kerangka bangunan yang tinggal sepotong-sepotong, demi menciptakan ketertiban dan keamanan lingkungan kembali. Di sisi lain, Pemerintah Desa Marga Mulya Sakti juga telah bergerak cepat dan berencana untuk segera mengajukan permohonan bantuan sosial kepada instansi yang berwenang, dengan tujuan utama untuk meringankan beban berat yang sedang dipikul oleh keluarga korban akibat hilangnya tempat tinggal dan harta benda yang dimiliki selama ini.

Lebih lanjut, Bapak Mulyono selaku pemimpin wilayah tersebut juga menyampaikan imbauan yang ditujukan kepada seluruh warga masyarakat di lingkungannya, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati dalam memanfaatkan serta memelihara instalasi listrik yang ada di masing-masing rumah tinggal. Hal ini mengingat bahwa instalasi listrik yang tidak terawat, tidak layak pakai, maupun pemakaian yang sembarangan sering kali menjadi sumber bahaya utama yang memicu terjadinya kebakaran besar yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya.

“Kami selaku Pemerintah Desa Marga Mulya Sakti, atas nama seluruh aparatur pemerintahan dan warga desa, turut serta merasakan keprihatinan yang mendalam dan rasa sedih yang mendalam atas musibah besar yang telah menimpa saudara kita, Ibu Kaseh beserta keluarga. Kami juga sudah melakukan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait guna memastikan penanganan awal dapat berjalan lancar dan maksimal. Kami berharap dan senantiasa berdoa agar keluarga korban senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan ketenangan hati dalam menghadapi ujian berat ini, serta bantuan yang kami usulkan dapat segera diproses dan disalurkan demi meringankan beban mereka dalam masa pemulihan nanti,” ungkap Bapak Mulyono menutup keterangannya dengan penuh harap dan kepedulian.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di lokasi kejadian masih tampak haru dan sedih, namun dibalut dengan semangat kebersamaan warga yang tetap saling menguatkan satu sama lain. Proses pendataan kerugian serta langkah-langkah tindak lanjut penanganan bagi korban terus dilakukan secara bertahap dan berjenjang demi memastikan hak-hak korban terpenuhi dengan baik dan benar.

(PPWI/Red)

UKW Ciptakan Wartawan Kredibilitas, Kadis Kominfotik NTB Apresiasi SMSI dan Solopos Institute

0

Uji Kompetensi Ciptakan Wartawan Kredibilitas, Kadis Kominfotik NTB Apresiasi SMSI dan Solopos Institute

Uji Kompetensi Wartawan digelar jelang Musprov II SMSI NTB

Warta.in
Matatam ,NTB — Kepala, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) NTB bekerjasama dengan Solopos Institute. Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian menuju Musyawarah Provinsi (Musprov) SMSI NTB ke II.

Menurut Ahsanul Khalik, UKW merupakan instrumen penting untuk memastikan wartawan memiliki kompetensi sesuai standar sehingga mampu menghadirkan berita yang kredibel, jujur, dan mendidik masyarakat.

“ Semua wartawan harus memiliki kompetensi yang memang sesuai dengan persyaratan, bagian daripada menyampaikan berita yang kredibel, jujur, dan betul-betul memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya, usai audiensi dengan SMSI NTB di kantornya, Senin (18/05/2026).

Ia menegaskan, pemerintah provinsi melalui Dinas Kominfotik sangat mengapresiasi langkah SMSI NTB bersama Solopos Institute dalam menyelenggarakan UKW. Harapannya, kegiatan ini dapat melahirkan wartawan-wartawan handal yang mampu berkolaborasi dengan pemerintah dalam membangun daerah.

“ Kita nanti terus untuk berkolaborasi dan berharap di masa-masa yang akan datang akan lahir wartawan-wartawan yang memang memiliki kemampuan handal untuk kemudian bisa bersama-sama dengan pemerintah membangun daerah ini dengan baik. Saya pikir itu kuncinya,” tegasnya.

Ahsanul Khalik juga menekankan bahwa keberadaan media dan wartawan sangat vital dalam menyampaikan program pemerintah kepada masyarakat. Tanpa peran media, berbagai kebijakan dan kerja pemerintah tidak akan tersampaikan dengan baik.

“ Karena media, wartawan sangat dibutuhkan. Tanpa media dan wartawan, semua yang dilakukan oleh pemerintah juga tidak akan tersampaikan dengan baik di masyarakat,” tutupnya. (sr/smsintb)

Pangdam II/Sriwijaya Hadiri Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Ke-80 Provinsi Sumatera Selatan

0

Warta.In | Palembang – Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., didampingi Ketua Persit KCK Daerah II/Sriwijaya Ibu Desi Ujang Darwis, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumsel Tahun 2026._

Kegiatan bertema *“Sumsel Tangguh, Maju Lebih Cepat”* ini digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Prov. Sumsel, Jl. Kapten A. Rivai No. 14, Palembang, Senin (18/5/2026). Kehadiran pimpinan Kodam II/Sriwijaya merupakan wujud sinergitas dan komitmen TNI mendukung roda pemerintahan serta pembangunan kesejahteraan masyarakat di Bumi Sriwijaya.

Rapat dibuka Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie, S.E., M.M., dan dihadiri Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Wakil Gubernur H. Cik Ujang, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, serta jajaran Forkopimda dan kepala daerah se-Sumatera Selatan.

Gubernur Sumsel memaparkan capaian makro ekonomi, penurunan angka kemiskinan dan stunting terbaik nasional, hingga peluncuran 12 program strategis menuju visi Sumsel MAPAN 2045. Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan sesi foto bersama.

Agenda ini menjadi momentum refleksi capaian pembangunan sekaligus mempererat soliditas antar-pemangku kepentingan untuk mewujudkan Sumatera Selatan yang lebih sejahtera.

Korem 044/Gapo Gelar Upacara 17-an, Kasad Tekankan Efisiensi dan Ketahanan Nasional

0

Warta.Im | Palembang – Korem 044/Gapo menggelar Upacara Bendera 17-an bulan Mei 2026 yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan di lapangan upacara Makorem 044/Gapo. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh prajurit, Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta jajaran satuan di lingkungan Korem 044/Gapo.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Andi Gus Wulandri membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Senin (18/5/2026).

Pelaksanaan upacara menjadi momentum penting dalam memperkuat disiplin, loyalitas, serta pengabdian kepada bangsa dan negara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh rasa nasionalisme serta jiwa korsa yang begitu terasa di lapangan upacara.

Dalam amanatnya, Kasad menyampaikan bahwa memasuki hampir setengah perjalanan tahun 2026, TNI AD terus berupaya menyesuaikan diri terhadap akselerasi perubahan yang sangat dinamis, baik dari pengaruh lingkungan strategis global, regional, maupun nasional.

Kasad juga mengungkapkan rasa syukur karena seluruh agenda program kerja dan anggaran tahun 2026 sejauh ini dapat berjalan lancar sesuai target dan sasaran yang telah ditetapkan. Hal tersebut tidak terlepas dari komitmen setiap bagian yang melaksanakan tugas secara disiplin, konsisten, dan terukur dengan dilandasi semangat pengabdian dan profesionalisme.

Lebih lanjut, Kasad juga menyoroti dinamika geopolitik dunia, konflik bersenjata di sejumlah negara, hingga gangguan pasokan energi global yang berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan bernegara. Meski demikian, Indonesia dinilai memiliki ketahanan yang baik dalam menghadapi krisis energi dunia.

Kasad mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman kemarau panjang dan kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi pada Juni 2026 mendatang. Menurutnya, kondisi tersebut bukan sekadar fenomena biasa, melainkan ujian ketahanan bangsa yang dapat berdampak pada stabilitas nasional.

TNI AD, lanjut amanat tersebut, secara konsisten telah melakukan berbagai langkah progresif melalui pembentukan gugus tugas di satuan jajaran guna mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya nasional, termasuk efisiensi penggunaan fasilitas perkantoran, pangkalan, serta sarana dan prasarana latihan terkait penggunaan BBM, gas, listrik, dan air.

Selain itu, seluruh prajurit dan ASN TNI AD diminta untuk terus mendukung kebijakan pemerintah terkait efisiensi energi dan penguatan ketahanan nasional, sekaligus memperkuat peran TNI AD dalam membantu kesulitan masyarakat melalui berbagai program unggulan dan karya bakti yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai daerah.

Menutup amanatnya, Kasad menekankan kepada seluruh prajurit dan ASN TNI AD agar senantiasa bijak dalam menyikapi setiap persoalan, mengedepankan solusi terbaik, serta menjadikan semangat menebar kebaikan sebagai budaya kerja organisasi. Seluruh personel juga diingatkan untuk terus menjaga motivasi kerja, fokus menjalankan tugas pokok masing-masing, dan menghindari segala bentuk pelanggaran aturan.

Kapolda Sumsel Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Sosial di Lahat

0

Warta.In | LAHAT — Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmennya dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan infrastruktur pelayanan publik serta pelaksanaan program sosial kemasyarakatan di Kabupaten Lahat, Minggu, 17 Mei 2026.

Komitmen tersebut diwujudkan langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., melalui kunjungan kerja sekaligus peresmian Gedung Satuan Intelkam Polres Lahat yang berlangsung di Mapolres Lahat mulai pukul 10.45 WIB hingga 11.45 WIB.

Kegiatan strategis ini menjadi bagian dari implementasi program Presisi Polri yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan stabilitas keamanan daerah, serta pembangunan hubungan yang humanis antara Polri dan masyarakat.

Peresmian Gedung Sat Intelkam tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kepolisian kepada masyarakat, termasuk pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), perizinan, serta fungsi intelijen keamanan yang mendukung stabilitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Lahat.

Pembangunan gedung pelayanan tersebut bersumber dari dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lahat. Hal ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan institusi kepolisian dalam mendukung percepatan pembangunan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik modern dan inklusif.

Dalam pelaksanaannya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., didampingi Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto, S.I.K., M.I.K., beserta unsur Forkopimda Kabupaten Lahat dan jajaran Pejabat Utama Polda Sumatera Selatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita sebagai simbol peresmian Gedung Sat Intelkam. Selanjutnya, Kapolda Sumsel bersama rombongan meninjau sejumlah program sosial dan inovasi pelayanan masyarakat, di antaranya inovasi Bank Sampah Mobile, pelaksanaan khitanan massal, penyaluran bantuan sumur bor untuk kebutuhan air bersih, serta program bedah rumah bagi warga kurang mampu.

Pelaksanaan program sosial tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti sanitasi, akses air bersih, dan hunian layak. Di sisi lain, peningkatan sarana pelayanan publik kepolisian diharapkan mampu mempercepat pelayanan administrasi kepada masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi daerah secara lebih efektif.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur pelayanan publik yang representatif menjadi fondasi penting dalam menciptakan rasa aman dan kepastian hukum bagi masyarakat.

“Infrastruktur pelayanan publik yang representatif merupakan modal utama untuk memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi masyarakat. Polri tidak hanya fokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga harus hadir menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial melalui aksi-aksi kemanusiaan yang nyata,” tegas Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa penguatan pelayanan publik dan program sosial merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap agenda pembangunan nasional di daerah.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat, baik melalui penguatan fasilitas keamanan yang modern maupun penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran. Kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Melalui kunjungan kerja dan peresmian fasilitas pelayanan publik tersebut, Polda Sumatera Selatan menegaskan perannya sebagai institusi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang aman, tertib, dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.

Ground Breaking Gudang Ketahanan Pangan Polri di Polres OI, Dukungan Polri Menuju Swasembada Pangan Nasional

0

Warta.In | Ogan Ilir, – Polres Ogan Ilir melalui Bag Logistik melaksanakan kegiatan Peresmian Pembangunan Ground Breaking Gudang Ketahanan Pangan Polri Polda Sumsel yang dipusatkan di Mapolres Ogan Ilir pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 14.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program strategis Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional menuju swasembada pangan dan Indonesia Emas 2045. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan secara virtual kegiatan Panen Jagung Serentak di Polres OKU Timur serta Launching SPPG yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto.

Pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri Tipe 654 dengan kapasitas 1.000 ton di wilayah Polres Ogan Ilir ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Karo Logistik Polda Sumsel Kombes Pol Budi Santoso, S.I.K., M.Si., didampingi Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.I.K., M.H., Kabag Logistik Polres Ogan Ilir Kompol Ahmad Yani AR, S.H., Kadis PU Kabupaten Ogan Ilir, serta Kepala Bulog Kabupaten Ogan Ilir.

Selain kegiatan ceremonial, turut dilaksanakan penyaluran 20 paket sembako tali asih kepada kelompok tani setempat sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat dan dukungan terhadap para petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan.

Kombes Pol Budi Santoso, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan gudang ketahanan pangan ini diharapkan dapat menjadi sarana pendukung penyimpanan hasil pangan masyarakat secara optimal serta memperkuat sinergi Polri bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait dalam menjaga stabilitas pangan.

Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polres Ogan Ilir siap mendukung penuh seluruh program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan swasembada pangan nasional.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar serta diikuti oleh jajaran personel Polres Ogan Ilir, kelompok tani, dan unsur terkait lainnya.

*HUMAS POLRES OI*

Kapolres Ogan Ilir Tekankan Pelayanan Prima dan Disiplin Personel Saat Pimpin Apel Pagi

0

Warta.In | Ogan Ilir – Kapolres Ogan Ilir memimpin apel pagi pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 07.30 WIB yang diikuti oleh Wakapolres Ogan Ilir, para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh personel Polres Ogan Ilir. Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya peningkatan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya pada ruang dan tempat pelayanan publik di lingkungan Polres Ogan Ilir.

Kapolres meminta seluruh personel untuk menyiapkan ruang pelayanan yang nyaman, tertata, dan humanis, terutama pada bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sebagai garda terdepan penerimaan laporan masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memberikan penegasan keras terkait penyalahgunaan narkoba di lingkungan kepolisian. Ia menegaskan agar tidak ada anggota yang terlibat narkoba, baik sebagai pemakai, pengguna, maupun terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

“Jangan sampai ada anggota Polri yang terlibat narkoba dalam bentuk apapun. Konsekuensinya tegas, akan dilakukan sidang kode etik hingga PTDH,” tegas Kapolres di hadapan peserta apel.

Selain itu, Kapolres meminta seluruh personel untuk terus melakukan monitoring situasi kamtibmas di tengah masyarakat serta meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Kapolres juga mengingatkan agar setiap anggota Polri mampu menjaga sikap dan perilaku sehingga tidak menjadi penyebab ataupun pemicu terjadinya kegaduhan di tengah masyarakat.

Menutup arahannya, Kapolres Ogan Ilir meminta seluruh personel untuk selalu ikhlas, profesional, dan penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugas kepolisian. Ia turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas pelaksanaan tugas yang selama ini telah berjalan dengan baik.

“Laksanakan tugas dengan ikhlas dan profesional, serta jangan lupa selalu berdoa dan beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing,” pesan Kapolres.

*HUMAS POLRES OI*

Disorot : Kapal Tanker MT AASHI Karam di Nias Utara Di Pertanyakan 

0

Nias Utara — Warta.in. Kasus karamnya kapal tanker MT AASHI di perairan Desa Humene Sihene’asi, Kecamatan Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara kembali mencuat ke permukaan dan menuai sorotan publik. Sejumlah nelayan mengaku hak ganti rugi atas dampak pencemaran laut yang terjadi sejak Februari 2023 lalu diduga tidak diterima secara layak dan transparan.

Diketahui, kapal tanker MT AASHI kandas pada Sabtu, 11 Februari 2023 dengan membawa muatan bahan mentah aspal (bitumen) sekitar 3.595 metrik ton. Insiden tersebut diduga menyebabkan pencemaran laut yang berdampak langsung terhadap ribuan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan di Kabupaten Nias Utara.

Akibat tumpahan material tersebut, banyak alat tangkap nelayan seperti jaring mengalami kerusakan. Selain itu, hasil tangkapan ikan disebut menurun drastis karena biota laut terdampak pencemaran. Kondisi itu menyebabkan para nelayan mengalami kerugian ekonomi yang cukup besar.

Pemerintah Kabupaten Nias Utara saat itu mengambil langkah dengan meminta pertanggungjawaban pihak pemilik kapal, yakni AL PHORNIX SHIP MANAGEMENT FZE yang berkedudukan di Ajman, Uni Emirat Arab. Berdasarkan data Pemkab Nias Utara tertanggal 18 April 2023, total kerugian pelaku usaha perikanan yang terdiri dari nelayan, pembudidaya, pemasar, dan pengolah ikan sebanyak 3.396 orang mencapai Rp8.901.405.400.

Dana kompensasi tersebut direncanakan disalurkan melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kabupaten Nias Utara untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Namun dalam pelaksanaannya, sejumlah nelayan mengaku nilai kompensasi yang diterima tidak sesuai dengan kerugian yang dialami maupun hasil pendataan awal. Beberapa nelayan mengaku hanya menerima sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta.

“Sebagian ada yang menerima dua tahap, tetapi nilainya tetap kecil dibanding kerugian yang kami alami,” ujar salah seorang nelayan kepada awak media.

Keluhan tersebut memunculkan pertanyaan terkait mekanisme penyaluran dana kompensasi dan dasar penetapan nominal yang diterima masing-masing nelayan.

Ketika dikonfirmasi pada Rabu (13/05/2026), Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nias Utara, Sabar Jaya Telaumbanua, mengatakan bahwa pendistribusian di lapangan telah dikuasakan kepada dua koordinator berinisial YG dan ST.

> “Masalah pendistribusian di lapangan, nelayan sudah menguasakan kepada YG dan ST selaku narahubung,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa nelayan mengaku persoalan tersebut pernah dilaporkan kepada aparat penegak hukum. Namun hingga kini mereka mengaku belum menerima informasi terkait perkembangan laporan tersebut.

> “Kami berharap ada kejelasan dan transparansi karena ini menyangkut hak masyarakat kecil yang terdampak langsung akibat pencemaran laut,” ungkap seorang nelayan lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat membuka secara transparan proses penerimaan serta pendistribusian dana kompensasi tersebut, agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan maupun ketidakadilan di tengah masyarakat pesisir Kabupaten Nias Utara.

*TEROR DAN IMING-IMING YANG MENGACAM DAN MENGGODA*

0

*TEROR DAN IMING-IMING YANG MENGACAM DAN MENGGODA*

Saat Tekanan Ekonomi dan Idealisme Sedang Dipertaruhkan

Warta.in — Apabila kita mampu terhindar dari rayuan serta dekapan yang berbalut keindahan dan janji manis, maka langkah selanjutnya yang harus dihadapi adalah sergapan yang akan menyingkirkan, bahkan memusnahkan dengan cara-cara yang tidak terpuji. Salah satu modus operandi yang kerap digunakan adalah memecah belah persatuan di antara sesama, dengan berbagai model dan teknik yang dimulai dari sikap berpura-pura menjadi orang terdekat penguasa dan pejabat. Mereka memanfaatkan segala lini kehidupan dan bidang pekerjaan untuk meraup keuntungan pribadi, menggunakan segala bentuk tipu daya dan iming-iming yang konon mampu meloloskan segala bentuk kepentingan, sekaligus menjadikan situasi sebagai ajang untuk mengadu-domba antar pihak.

Suasana kegaduhan yang melanda negeri kita saat ini menimbulkan berbagai persoalan yang seringkali menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Kondisi ini justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menciptakan persepsi bahwa setiap program pemerintah selalu menimbulkan kesalahan, keraguan, dan perselisihan. Seperti halnya program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang kemudian dituding menjadi bagian dari apa yang disebut sebagai “Operasi Kodok” sebagaimana diungkapkan oleh Sri Eko Sriyanto Galgendu. Operasi ini dikatakan dapat melabrak ke segala arah, sehingga siapa saja dapat menjadi sasaran—bukan hanya sebagai sasaran utama, tetapi sekadar sebagai sumber kegaduhan yang dapat dipanaskan. Salah satu contoh yang sering dikemukakan adalah peristiwa penyiraman air keras terhadap Andri Yunus, yang ditafsirkan sebagai bagian dari indikasi bahwa “Operasi Kodok” tersebut merupakan kegiatan yang terstruktur, sistematis, dan dilakukan secara masif. Kegiatan ini diduga dipimpin oleh pihak-pihak yang memiliki kekayaan besar yang berasal dari hasil perolehan yang tidak jelas asal-usulnya, dengan tujuan untuk menguasai konstelasi politik dan kekuasaan di negeri kita.

Perlu diperhatikan bahwa segala dugaan dan penafsiran yang berkembang saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan pembuktian lebih lanjut. Prinsip praduga tak bersalah senantiasa berlaku, sehingga setiap individu atau pihak yang dituding melakukan tindakan tertentu berhak mendapatkan perlindungan hukum dan kesempatan untuk membela diri sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setiap pernyataan yang disampaikan harus didasarkan pada bukti yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan, tanpa melakukan penuduhan yang tidak berdasar atau menyebarkan informasi yang dapat merugikan pihak lain tanpa alasan yang jelas.

Dalam konteks ini, sikap sadar dan kesadaran diri untuk tidak terpecah belah dan tidak dijadikan sebagai obyek adu-domba menjadi hal yang sangat penting. Hal ini karena modus operandi seperti yang digambarkan merupakan bagian dari sasaran “Operasi Kodok” yang saat ini tengah berlangsung dalam panggung politik nasional. Berdasarkan analisis yang dikemukakan, operasi ini diperkirakan akan mengusung sejumlah agenda ke depan, dengan tujuan untuk memperoleh posisi yang lebih strategis. Hal ini dilakukan sebagai persiapan untuk menghadapi pertarungan politik yang akan berlangsung pada tahun 2029, di mana persaingan sudah mulai terlihat melalui berbagai cara, mulai dari kegiatan pencitraan yang berlebihan hingga serangan yang dilakukan secara tiba-tiba terhadap partai politik yang dianggap sebagai pesaing, sekaligus berusaha merebut anggota dan massa pendukungnya.

Dengan perkembangan tersebut, dapat dipastikan bahwa situasi politik di tanah air akan cenderung semakin memanas. Hal ini disebabkan oleh semakin ketatnya persaingan untuk memperoleh posisi yang strategis, di mana sumber daya keuangan dalam jumlah besar mulai dipergunakan sebagaimana air yang mengalir deras ketika cuaca sedang panas. Kondisi ini terjadi di tengah suasana perekonomian rakyat yang semakin tertekan dan sulit, di mana berbagai kebutuhan hidup menjadi semakin berat untuk dipenuhi.

Kondisi ekonomi yang sedang mengalami tantangan dan tekanan seperti ini menuntut tingkat kewaspadaan dan sikap kritis yang lebih tinggi dari seluruh lapisan masyarakat. Hal ini agar tidak terperangkap dalam jebakan yang disusun dengan rapi, sebagaimana kodok yang menjadi mangsa ular yang memiliki sifat dan kebiasaan hidup yang berbeda di dua lingkungan yang sangat kontras. Setiap individu diharapkan mampu membedakan antara hal yang benar dan yang salah, antara janji yang dapat dipenuhi dan yang hanya merupakan tipu daya semata.

Pada hakikatnya, kegiatan yang digambarkan sebagai “Operasi Kodok” dikatakan akan menimbulkan banyak korban yang menjadi tumbalan untuk mencapai tujuan tertentu. Alasannya adalah dengan menimbulkan korban, maka persepsi yang dibangun dapat menciptakan kesan bahwa perubahan yang terjadi merupakan hal yang alami dan sesuai dengan kehendak alam. Seolah-olah perubahan tersebut merupakan bagian dari sunnatullah yang berlaku di alam semesta, sebagaimana hujan yang turun secara teratur. Padahal, kenyataannya perubahan dan situasi yang tercipta saat ini merupakan hasil dari rekayasa manusia yang telah berusaha menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Sejak dua pekan terakhir bulan Mei tahun 2026, terlihat bahwa serangan dan berbagai bentuk tekanan yang terjadi melalui media sosial semakin gencar dan intensif. Berbagai cara dilakukan, termasuk upaya untuk mengganti sejumlah nomor kontak yang digunakan untuk berkomunikasi, dalam upaya untuk menghindari gangguan dan tekanan yang terus terjadi. Meskipun demikian, upaya untuk menyebarkan informasi yang menimbulkan ketidaknyamanan dan teror terus dilakukan, di samping penawaran-penawaran yang menggiurkan yang semakin agresif dijajakan kepada berbagai pihak.

Dalam situasi yang penuh dengan tantangan dan godaan seperti ini, setiap individu perlu mengambil sikap yang tepat dan matang. Kita perlu memperkuat tekad dan keteguhan hati, sehingga tidak mudah tergoyahkan oleh iming-iming yang tampak menggiurkan di permukaan, tetapi sebenarnya memiliki tujuan yang tidak baik. Kesadaran akan kondisi yang ada dan kemampuan untuk membedakan antara kebaikan dan keburukan menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga diri dan lingkungan sekitar dari pengaruh yang dapat merugikan.

Perkembangan yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa kita berada dalam masa yang menuntut perhatian dan kewaspadaan yang tinggi. Semua pihak diharapkan dapat berperan secara positif, menjaga persatuan dan kesatuan, serta bekerja sama untuk membangun negeri ini menuju arah yang lebih baik. Setiap informasi yang diterima sebaiknya disaring dan diverifikasi kebenarannya, sehingga tidak mudah terjebak dalam berita yang tidak jelas asal-usulnya atau yang dapat menimbulkan perselisihan di antara sesama.

Kita percaya bahwa dengan kesadaran bersama, keteguhan hati, dan semangat untuk membangun bangsa, kita dapat melewati berbagai tantangan yang ada saat ini. Semua pihak, baik pemerintah, lembaga, maupun seluruh masyarakat, diharapkan dapat bekerja sama dengan baik untuk menciptakan situasi yang kondusif, stabil, dan memungkinkan setiap warga negara untuk hidup dengan sejahtera dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan negeri.

Serpong, 18 Mei 2026

Tim Redaksi
Jacob Ereste

Hibah Rp700 Juta untuk Haji Subang 2026: Publik Menanti Transparansi, Bukan Sekadar Seremonial. 

0
Kantor Departemen Urusan Haji dan Umroh Kabupaten Subang

Hibah Rp700 Juta untuk Haji Subang 2026: Publik Menanti Transparansi, Bukan Sekadar Seremonial.

SUBANG, Warta In, Pemerintah kabupaten Subang mengucurkan dana hibah Rp700.000.000 untuk mendukung kelancaran pemberangkatan ibadah haji tahun 2026. Dana tersebut diserahkan kepada Departemen Urusan Haji dan Umroh Kemenag Kab. Subang selaku penyelenggara di daerah.

Kantor Departemen Urusan Haji dan Umroh Kabupaten Subang

Penyerahan hibah disampaikan sebagai bentuk komitmen Pemda Subang dalam memfasilitasi pelayanan bagi calon jemaah haji asal Subang.

“Kami ingin memastikan tidak ada jemaah Subang yang terkendala fasilitas. Ini adalah wujud gotong royong pemerintah dan masyarakat,” ujar Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi.

Apresiasi juga datang dari Ketua Ormas Kujang Pajajaran, Yogaswara Firdaus. Menurutnya, bantuan rutin tiap tahun dari Pemda membantu meningkatkan kualitas pelayanan haji.

Namun di balik apresiasi, muncul tuntutan agar penggunaan dana dibuka secara terbuka. Masyarakat menilai hibah senilai Rp700 juta masuk kategori informasi publik yang wajib diumumkan.

“Seluruh penggunaan dana harus transparan. Departemen Urusan Haji dan Umroh seharusnya mempublikasikan rincian anggaran dan bisa diakses publik. Tujuannya agar mekanisme akuntabilitas berjalan sesuai UU KIP, dan hasilnya bisa dirasakan langsung calon jemaah,” kata Yogaswara.

Ia juga meminta Departemen Urusan Haji dan Umroh menyediakan pos pengaduan khusus bagi jemaah. Pos ini penting agar jika fasilitas yang dijanjikan tidak sesuai, jemaah punya saluran resmi untuk mengadu.

“Untuk hibah tahun ini sebesar Rp700 juta, Departemen Urusan Haji dan Umroh Kab. Subang wajib mempublikasikannya. Ini dokumen publik yang wajib diketahui masyarakat,” tegasnya.

Saat dimintai konfirmasi pada Senin, (18/05/ 2026), Plt. Kepala Departemen Urusan Haji dan Umroh Kab. Subang, Rojak, tidak berada di kantor. Seorang staf menyebut Rojak sedang berada di Karawang karena yang bersangkutan menjabat definitif di Karawang, sementara di Subang hanya bertugas sebagai Plt.

(RD)