Beranda blog

Sinyal Kolaborasi Menguat, Kodaeral I Sambut Tim Skomlekal

0

Warta.in ‎Belawan, – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I. Suasana hangat mewarnai Markas Komando Kodaeral I saat Askomlek Dankodaeral I, Kolonel Laut (P) Ahmad Fahrabi, S.E., M.M., M.Tr. Opsla, menerima kunjungan Courtesy Call Paban IV Opskomnika Skomlekal, Kolonel Laut (P) Adi Lumaksana, S.Sos., M.Han., beserta tim yang berlangsung di Ruang VIP Mako Kodaeral I. Senin (28/09/2026)
‎
‎
‎Kegiantan tersebut menjadi bagian dari komunikasi dan koordinasi antarsatuan guna mempererat hubungan kerja serta mendukung kelancaran pelaksanaan tugas di bidang komunikasi dan elektronika. Dalam kunjungan tersebut, Paban IV Skomlekal didampingi sejumlah personel, yakni Letkol Laut (S) Bambang Wicaksono, S.E., Letkol Laut (E) Indra Eko Kristianto, S.T., M.Tr. Opsla, Lettu Laut (P) M. Mahroji, Lettu Laut (E) Samsul Arifin, Sertu Esa Mohamad Arifin, Sertu Ttu Jojon Simamora, Serda SAA Kamuri, serta Kopka Ttu Diki Setia Nur Iman.
‎
‎Kehadiran tim tersebut disambut bersama oleh Kadiskomlek Kodaeral I, Kadis Infolahta, Kadisenlek Kodaeral I, Dansatrol Kodaeral I, dan Danposal Medan Labuhan. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, Courtesy Call tersebut juga menjadi ruang komunikasi dan koordinasi antara Skomlekal dengan jajaran Kodaeral I dalam mendukung kesiapan serta optimalisasi pelaksanaan tugas di bidang komunikasi, elektronika, informasi, dan teknologi pendukung operasional TNI Angkatan Laut.

‎Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama di lobi Mako Kodaeral I. Seluruh kegiatan selesai pada pukul 09.30 WIB dalam keadaan aman dan lancar, mencerminkan soliditas serta sinergi yang terus terjaga antara Skomlekal dan Kodaeral I dalam mendukung pelaksanaan tugas serta kesiapan operasional TNI Angkatan Laut. (RN)

(Dispen Kodaeral I)

Jibom Polda NTB Sigap Bergerak, Bom Meledak di Tengah Simulasi MotoGP Mandalika

0

Jibom Polda NTB Sigap Bergerak, Bom Meledak di Tengah Simulasi MotoGP Mandalika

Warta.in
Lombok Tengah,NTB — Dentuman keras tiba-tiba pecah di tengah simulasi pengamanan MotoGP Mandalika 2026. Sebuah benda mencurigakan diduga bom ditemukan di sekitar Sirkuit Mandalika. Tim Jibom Polda NTB langsung bergerak melakukan penanganan.

Adegan menegangkan itu menjadi bagian Simulasi Pengamanan dan Kontinjensi Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) Mandalika 2026, Senin (28/9/2026), di area parkir Pertamina Mandalika International Street Circuit.

Sebelum ledakan, simulasi lebih dulu menampilkan ancaman teror terhadap tamu VVIP. Aparat terlibat baku tembak serta aksi kejar-kejaran dengan orang tak dikenal.

Situasi kembali memanas setelah Unit Wanteror melaporkan temuan benda mencurigakan di sekitar sirkuit. Tim Jibom Polda NTB segera diterjunkan dengan dukungan satu unit Robot Jibom serta pesawat Black Hornet Nano Drone.

Penanganan benda mencurigakan itu menjadi salah satu skenario kontinjensi, untuk menguji respons aparat menghadapi ancaman selama gelaran MotoGP.

Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja mengatakan, simulasi digelar sebagai bagian rangkaian pengamanan Operasi Mandalika Rinjani 2026. MotoGP Mandalika dijadwalkan berlangsung 9-11 Oktober 2026.

“Hari ini Senin 28 September 2026, dilaksanakan simulasi pengamanan dan kontingensi Operasi Mandalika Rinjani 2026. Ini rangkaian pengamanan dalam rangka Operasi Mandalika Rinjani 2026, yang pelaksanaannya nanti tanggal 9, 10, 11 Oktober 2026,” ungkapnya.

Pengamanan MotoGP disiapkan dalam tiga zona, yakni zona barat, tengah serta timur. Sebanyak 42 titik pos pengamanan disiapkan untuk mengawal aktivitas di kawasan KEK The Mandalika.

Irjen Kalingga menyebutkan, rangkaian pengamanan berjalan sebelum hingga sesudah event. Sebanyak 2.678 personel gabungan disiapkan, termasuk dukungan dari unsur Pemprov NTB, TNI, Lanal, ITDC, tokoh masyarakat serta tokoh agama.

“Untuk personel yang dilibatkan pada operasi Mandalika tahun ini 2.678 orang. Itu yang langsung dalam pengamanan di objek Mandalika, ring 2, ring 3 dan ring 4,” ucap Irjen Kalingga.

Tak hanya ancaman bom. Simulasi turut menampilkan skenario kebakaran hutan dan lahan (karhutla) salah sau bukit di Kuta, pemblokiran jalan serta aksi ricuh demonstrasi sekitar 100 warga lokal menuju Kantor ITDC.

Irjen Kalingga menegaskan, pola pengamanan disiapkan secara bertahap mulai H-20 hingga H+10. Polres jajaran di wilayah NTB juga menjalankan operasi imbangan, untuk mengawal arus kedatangan hingga kepulangan wisatawan dan pembalap.

“Polda Nusa Tenggara Barat dan Kodam IX/Udayana dalam hal ini Korem 162/Wira Bhakti, siap mengamankan Operasi Mandalika tahun 2026,”

Sementara Direktur ITDC Troy Warokka mengapresiasi kesiapan lintas instansi dalam simulasi tersebut. Ia menilai kolaborasi berbagai stakeholder menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran MotoGP Mandalika.

“Kegiatan hari ini menegaskan kesiapan kolektivitas ITDC bersama seluruh stakeholder pengamanan, mengamankan Pertamina GP of Indonesia 2026 dengan situasi yang aman dan kondusif,” tuturnya.

Troy menegaskan, ITDC bersama stakeholder pengamanan siap menghadapi berbagai potensi gangguan, selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

“Kami solid, kami membawa nama Indonesia, kami membawa Merah Putih dan mari kita amankan bersama dengan soliditas hari ini dan seterusnya,” tegas Troy.

Simulasi ditutup dengan pesan pengamanan bersama. MotoGP Mandalika bukan hanya agenda olahraga internasional, tetapi juga momentum menjaga keamanan serta kenyamanan NTB bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Bukan hanya tugas Polri mengamankan ini, namun ini tugas kita bersama. Kita amankan bersama Mandalika, kita amankan Indonesia,” tandasnya.(sr/hpntb)

HUT ke – 81 TNI, Kodam I/BB Gelar Lomba PBB Pelajar dan Mahasiswa

0

Warta.in Medan – Kodam I/Bukit Barisan menggelar Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) tingkat pelajar dan mahasiswa dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Merdeka Medan pada 13 dan 27 September 2026 tersebut diikuti sebanyak 50 tim, terdiri dari 49 tim SMA/SMK dan satu tim mahasiswa. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Pertandingan pertama dilaksanakan pada Minggu, 13 September 2026, kemudian dilanjutkan pada Minggu, 27 September 2026 dengan melibatkan 20 tim. Sebelum perlombaan, para peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan dan tekanan darah, penjelasan teknis kegiatan, serta open ceremony yang dilanjutkan gerak jalan satu putaran di kawasan Lapangan Merdeka. Setelah itu, peserta mengikuti lomba PBB sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.

Dalam pelaksanaannya, peserta dituntut menjaga ketepatan gerakan, disiplin dan kekompakan selama perlombaan. Setiap peserta wajib mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan panitia, karena pelanggaran dapat berpengaruh terhadap perolehan poin atau nilai. Dari rangkaian perlombaan tersebut, SMA Islam Plus Al-Fatih Medan meraih juara pertama, disusul SMA Plus Sedayu Nusantara Medan sebagai juara kedua dan MAN 4 Medan sebagai juara ketiga.

Kegiatan PBB Open Tournament ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI sekaligus wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan disiplin, kekompakan, ketelitian dan semangat kebersamaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kajasdam I/BB Kolonel Inf Batara C. Pangaribuan, S.E., M.I.P., Kabid SMK Provsu Dr. Mhd. Basir S. Hasibuan, M.Pd., serta Penata Ops Disdik Wilayah I Medan M. Fauzan Batubara, S.Ikom. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

Kodam I/BB : Pembangunan Jembatan Cor Beton di Pondok Bungur, Asahan, Capai 55 Persen

0

Warta.in Asahan — Pembangunan jembatan cor beton di Dusun V, Desa Pondok Bungur, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan, terus berjalan. Hingga Minggu (27/9/2026), progres pembangunan jembatan yang menghubungkan Dusun III dengan Dusun V Desa Pondok Bungur tersebut telah mencapai 55 persen. Pembangunan jembatan mendapat pengawasan dan pendampingan untuk mendukung kelancaran proses pembangunan sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai tahapan.

Pada tahap pengerjaan kali ini, para pekerja melakukan pemasangan mal untuk pengecoran lantai jembatan. Selain itu, pemasangan besi balok juga dikerjakan sebagai bagian dari penguatan struktur jembatan. Dengan progres yang kini mencapai 55 persen, pembangunan masih terus dilanjutkan hingga seluruh tahapan pekerjaan rampung.

Kapendam I/Bukit Barisan Kol Inf Sandy, S.I.P., M.Han., mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap peningkatan akses dan mobilitas masyarakat. Jembatan tersebut memiliki peran penting bagi warga karena menjadi penghubung antardusun.

Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman dan memudahkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan adanya akses yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah menjalankan berbagai aktivitas, termasuk mendukung kelancaran mobilitas warga di Desa Pondok Bungur.

Pekerjaan akan terus dilanjutkan sesuai tahapan yang telah direncanakan agar dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan masyarakat. Pembangunan ini diharapkan dapat diselesaikan dengan baik, khususnya bagi warga Dusun III dan Dusun V Desa Pondok Bungur yang menggunakan akses tersebut.

Kehadiran jembatan cor beton ini diharapkan nantinya dapat memberikan akses yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Jembatan ini juga menjadi simbol kemanunggalan TNI dan rakyat. TNI terus bekerja tanpa pamrih untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di mana pun berada. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

NTB–Rumania Perluas Kerja Sama, dari EBT hingga Sister Province

0

NTB–Rumania Perluas Kerja Sama, dari EBT hingga Sister Province

Warta.in
Mataram,NTB — Hubungan Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan Rumania mulai diarahkan pada kerja sama yang lebih konkret, mulai dari pengembangan energi baru terbarukan (EBT), pendidikan, pertambangan dan perindustrian hingga pembentukan sister province. Penjajakan tersebut mengemuka saat Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menerima Duta Besar Rumania untuk Indonesia H.E. Dan Adrian Balanescu di ruang kerja Gubernur NTB, Senin (28/9/2026).

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah pengembangan EBT. Gubernur Miq Iqbal menyampaikan bahwa NTB memiliki target besar untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan dalam lima tahun ke depan.

“Kami sangat fokus pada pengembangan EBT. Target kami menyediakan paling tidak 1,5 GW dalam waktu lima tahun ke depan. Saat ini, bauran energi kami salah satu yang tertinggi di Indonesia yaitu 25 persen,” ujar Miq Iqbal.

Ia menyebut tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebagai bagian dari sumber energi yang dikembangkan NTB.

Pengembangan energi menjadi salah satu ruang kerja sama yang ditawarkan dalam pertemuan tersebut, bersama pendidikan, pertambangan, perindustrian, pertanian, manajemen air dan kesehatan. Kerja sama tersebut membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia hingga peluang investasi dan pengembangan teknologi sesuai kewenangan masing-masing.

Selain kerja sama sektoral, Dubes Rumania menawarkan pembentukan sister province antara NTB dan salah satu provinsi di Rumania. Gubernur Miq Iqbal menyambut positif gagasan tersebut dan menyatakan ketertarikannya menjajaki kerja sama dengan Provinsi Iași.

Menurut Miq Iqbal, Iași memiliki kedekatan historis dan kultural dengan Rumania serta memiliki hubungan dengan Indonesia melalui keberadaan alumni Universitas Alexandru Ioan Cuza, khususnya di bidang kesehatan.

“Dalam hal kultur kami lebih dekat dengan Iași. Di Indonesia juga banyak alumni Universitas Alexandru Ioan Cuza, khususnya pada jurusan kesehatan,” jelasnya.

Pilihan tersebut sekaligus membuka peluang agar hubungan NTB dan Rumania tidak berhenti pada kerja sama antarpemerintah, tetapi berkembang melalui hubungan antarmasyarakat, perguruan tinggi, tenaga profesional dan dunia usaha.

Dubes Rumania juga menyampaikan rencana pembukaan Konsulat Kehormatan Rumania di NTB. Kehadiran konsulat tersebut diharapkan dapat menjadi penghubung untuk memperkuat komunikasi dan membuka peluang kerja sama, khususnya antara pelaku usaha NTB dan Rumania.

Ruang kerja sama juga diperluas melalui diplomasi budaya. Kedutaan Besar Rumania ditawarkan untuk berpartisipasi dalam rangkaian perayaan HUT ke-68 Provinsi NTB pada 17–19 Desember mendatang. Rumania dipersilakan menghadirkan stan budaya dan kuliner, termasuk demonstrasi memasak makanan khas serta pertunjukan budaya.

Bagi NTB, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus membuka ruang pertemuan yang lebih luas antara masyarakat NTB dengan masyarakat internasional.

Pertemuan dengan Dubes Rumania memperlihatkan arah baru diplomasi daerah NTB yang tidak hanya bertumpu pada hubungan seremonial, tetapi diarahkan pada agenda yang memiliki peluang untuk ditindaklanjuti.

Dari energi bersih hingga pendidikan, dari kerja sama ekonomi hingga pertukaran budaya, NTB dan Rumania mulai membangun jembatan kerja sama yang lebih luas. Tantangannya kini bukan sekadar membuka hubungan, tetapi memastikan setiap peluang tersebut berkembang menjadi kerja sama yang nyata dan memberi manfaat bagi masyarakat NTB.(sr/dkisntb)

Semarak HUT ke – 81 TNI, 1.818 Peserta Ikuti Oen Turnamen Domino Orado di Wilayah Kodam I/BB

0

Warta.in Medan — Open Tournament Domino Orado Panglima TNI Cup 2026 digelar serentak di tujuh wilayah Kodam I/Bukit Barisan, Minggu (27/9/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-81 TNI tersebut dibuka secara virtual melalui Zoom oleh Aspers Panglima TNI Marsekal Muda TNI Djohn Amarul, S.A.B. Sebanyak 909 tim atau 1.818 peserta ambil bagian dalam pertandingan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Pertandingan digelar di sejumlah lokasi, yakni Lapangan Benteng Medan, Aula Wiradharma Makodim 0203/Langkat, GOR Suzuya Mall Pematangsiantar, Aula Pandawa Sakti Kodim 0208/Asahan, Joglo Makodim 0209/Labuhan Batu, Café Mangga Dua di Kabupaten Tapanuli Tengah, serta Lapangan Alun-Alun Kota Gunungsitoli. Setelah pembukaan secara serentak, peserta mengikuti babak penyisihan hingga 32 besar, 16 besar, perempat final, semifinal dan final. Rangkaian kegiatan juga diisi sambutan Kabid dan teknis wasit Orado Pemprovsu serta eksebisi Forkopimda.

Persaingan berlangsung hingga menghasilkan empat tim terbaik di masing-masing wilayah penyelenggara. Di Kodim 0201/Medan, Juara I diraih Team TONGRA 5, disusul UNIGAS 5, SUMUT ORADOL, dan Koramil 03 Team 1. Kodim 0203/Langkat menempatkan Tim FKPPI sebagai juara pertama, diikuti Kebun Lada, Kotik MPW PP Sumut, dan Janer. Sementara itu, Kodim 0207/Simalungun mencatat Dejavu 2 Orado sebagai juara pertama, disusul Tim 3 Koramil 19/SK, Tim 4 Koramil 08/Bangun, dan Tim 1 Koramil 02/ST.

Sementara itu, hasil pertandingan di empat wilayah lainnya juga telah menetapkan para juara. Kodim 0208/Asahan menempatkan Tim Tower I sebagai juara pertama, Kodim 0209/Labuhan Batu diraih Serka H. Sijabat dan pasangan Sertu Herman Melayu, Kodim 0211/Tapanuli Tengah dimenangkan Tim Pal Pal, sedangkan Kodim 0213/Nias menempatkan Tim AGT sebagai juara pertama. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini turut menghadirkan suasana kebersamaan di tengah rangkaian HUT ke-81 TNI, mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang dalam satu arena melalui olahraga rekreasi domino. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

Detik akhir P-APBD Nias Barat 2026,Jangan korbankan kualitas demi mengejar tanggal

0

Nias Barat,Wata.in — Di ujung batas waktu, Pemerintah Kabupaten Nias Barat dan DPRD-nya berpacu dengan kalender.

Dokumen Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2026 masih berkutat di meja pembahasan, sementara tenggat 30 September 2026 pukul 00.00 WIB sudah di depan mata. Keterlambatan itu kini menuai sorotan.

Tokoh masyarakat Nias Barat, Sabaeli Gulo, mempertanyakan mengapa tahapan krusial seperti KUA-PPAS Perubahan justru baru dikebut di detik-detik akhir. Padahal, menurutnya, ini bukan barang baru.

“APBD atau P-APBD itu agenda tahunan. Bukan hal baru. Ada-ada saja kalau setiap tahun polanya seperti ini,” kata Sabaeli, alumni ASN yang paham betul denyut birokrasi, Sabtu, 27 September 2026.

Sabaeli khawatir, ketika waktu tinggal hitungan hari, kualitas yang dikorbankan. Dokumen yang seharusnya ditelaah pasal demi pasal, angka demi angka, kini berisiko hanya disahkan demi mengejar tanggal.

“Pekerjaan yang terburu-buru dan seakan dipaksakan hanya karena mengejar 30 September 2026 jam 00.00 WIB, sangat diragukan kualitas dokumen yang dihasilkan,” ujarnya.

Pertanyaan besarnya: mengapa tidak sejak awal Agustus KUA-PPAS itu disodorkan ke DPRD? Ruang diskusi menjadi sempit, partisipasi menjadi formalitas.

Padahal, setelah palu diketuk di tingkat kabupaten, pekerjaan belum selesai. Jalan masih panjang: evaluasi 14 hari di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lalu penyelarasan hasil evaluasi, hingga menunggu nomor register dari Biro Hukum Setda Provinsi.

Artinya, ketika penetapan dipaksakan di menit akhir, rantai birokrasi di atasnya ikut tertekan. Potensi salah ketik, salah hitung, hingga salah substansi terbuka lebar.

Sorotan Sabaeli ini menjadi cermin. Di daerah yang APBD-nya bergantung pada transfer pusat, setiap rupiah seharusnya dibahas dengan teliti. Bukan sekadar menggugurkan kewajiban.

Hingga laporan ini ditulis, Pemerintah Kabupaten Nias Barat dan DPRD belum memberikan penjelasan resmi ihwal molornya jadwal pembahasan.

Tim Redaksi Wata.in

Polemik Jonimar dan Dinas Pendidikan Sukabumi: Permintaan Maaf, Label Hoaks, dan Sorotan Publik

0

SUKABUMI — Polemik pemberitaan yang melibatkan penggiat media sosial Jonimar dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi masih menjadi perhatian publik. Persoalan tersebut bermula dari beredarnya sebuah rumor yang kemudian disampaikan Jonimar melalui akun media sosialnya dan mendapat perhatian luas dari masyarakat maupun sejumlah influencer.

Setelah persoalan tersebut ramai diperbincangkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memberikan klarifikasi dan menyebut informasi yang beredar sebagai informasi yang tidak benar. Klarifikasi tersebut kemudian turut menjadi sorotan karena munculnya perdebatan mengenai penggunaan istilah hoaks terhadap unggahan Jonimar.

 

Jonimar kemudian menyampaikan permohonan maaf atas unggahan dan narasi yang sebelumnya dibuatnya. Ia mengakui bahwa informasi tersebut masih sebatas rumor dan menyatakan telah menghapus postingan yang dimaksud.

 

“Saya Jonimar terutama memohon maaf sebesar-besarnya karena membuat gempar perihal rumor dan postingan saya di Facebook. Akun Jonimar mengiring narasi yang lumayan keras, namun ini hanya rumor belaka,” ujar Jonimar dalam keterangannya.

 

Jonimar juga menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menuduh ataupun menyudutkan pihak tertentu. Menurutnya, persoalan tersebut semestinya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan klarifikasi.

 

Ia menyampaikan bahwa dirinya telah berupaya menunjukkan iktikad baik dengan menghapus unggahan serta meminta maaf. Ia juga menyebut proses tersebut telah ditengahi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan.

 

“Bahwa kami tidak menuduh atau menyudutkan perihal tersebut. Saya merasa persoalan ini selesai. Namun dalam postingan Dinas Pendidikan ada tertulis dan melabeli saya hoaks. Seharusnya bukan seperti itu. Dinas pendidikan harusnya merangkul, bukan memukul dalam persoalan ini,” katanya.

 

Pengingat dari Pimpinan Redaksi

 

Di tengah polemik tersebut, muncul pula sejumlah pihak yang mengingatkan agar informasi yang belum terverifikasi tidak langsung dipublikasikan, terlebih apabila seseorang membawa identitas atau profesi jurnalistik.

 

Salah satu pengingat datang dari Pimpinan Redaksi Beritau Sukabumi. Dalam pesannya, ia meminta agar informasi berupa rumor maupun isu terlebih dahulu diverifikasi sebelum dipublikasikan.

 

“Kang ini terakhir ya, saya belum kenal jauh akang, pun sebaliknya. Maaf bukan menggurui. Ke depan kalau akang merasa seorang jurnalis, kalau dapat rumor, isu atau apa pun yang belum tervalidasi, apalagi memenuhi unsur kaidah jurnalistik, baiknya jangan dulu main posting,” demikian pesan tersebut.

 

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap profesi jurnalistik. Menurutnya, kesalahan dalam menyampaikan informasi dapat berdampak bukan hanya kepada individu yang bersangkutan, tetapi juga terhadap jurnalis lain yang selama ini membangun kepercayaan masyarakat.

 

Pesan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa di tengah polemik ini terdapat pihak-pihak yang memilih memberikan teguran sekaligus mengingatkan Jonimar agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

 

Muncul Sorotan terhadap Klarifikasi Dinas Pendidikan

 

Di sisi lain, polemik kembali berkembang setelah sejumlah pihak menyoroti cara Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menyampaikan klarifikasi.

 

Nama influencer Kipli turut muncul dalam perbincangan tersebut. Dalam pemberitaan dan percakapan publik yang berkembang, muncul dugaan adanya pihak-pihak yang memiliki persoalan pribadi atau kepentingan tertentu terhadap Jonimar.

 

Namun, dugaan mengenai adanya pihak yang mengoordinasikan serangan dari belakang layar tersebut belum disertai bukti yang dapat memastikan kebenarannya.

 

Jonimar sendiri meminta agar pihak-pihak terkait dapat dikumpulkan sehingga persoalan tersebut bisa dibicarakan secara terbuka dan tidak berkembang menjadi spekulasi di ruang publik.

 

“Saya tidak menganggap di posisi benar dan salah. Namun kami ingin menjelaskan perihal ini yang ditengahi oleh Sekdis Pendidikan agar menghapus postingan dan saya pun sudah meminta maaf perihal postingan tersebut,” ujarnya.

 

Jonimar mengaku persoalan tersebut menjadi pembelajaran bagi dirinya. Namun ia juga mempertanyakan mengapa polemik masih terus berkembang meskipun unggahan yang menjadi sumber persoalan telah dihapus dan dirinya telah menyampaikan permintaan maaf.

 

Dua Sisi Persoalan

 

Jika dilihat dari dua sisi, terdapat dua persoalan yang berkembang dalam kasus ini.

 

Pertama, persoalan mengenai penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Jonimar telah mengakui bahwa informasi yang disampaikannya masih berupa rumor dan telah meminta maaf serta menghapus unggahan tersebut.

 

Kedua, persoalan mengenai cara klarifikasi dilakukan oleh institusi pemerintah. Jonimar dan sejumlah pihak mempertanyakan penggunaan istilah “hoaks” serta berharap penyelesaian persoalan dilakukan melalui komunikasi dan pembinaan.

 

Sementara itu, kritik terhadap Jonimar mengenai pentingnya verifikasi informasi sebelum dipublikasikan juga menjadi bagian penting dalam polemik tersebut. Sejumlah pihak mengingatkan bahwa penggiat media sosial maupun jurnalis memiliki tanggung jawab berbeda ketika menyampaikan informasi kepada publik.

 

Dengan demikian, polemik ini tidak hanya berbicara mengenai satu unggahan, tetapi juga menyentuh persoalan lebih luas mengenai verifikasi informasi, etika publikasi, hak memberikan klarifikasi, serta cara institusi pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat.

Sampai saat ini, dugaan adanya pihak yang mengoordinasikan serangan terhadap Jonimar masih sebatas pertanyaan dan dugaan yang disampaikan di ruang publik. Belum terdapat keterangan atau bukti yang dapat memastikan adanya koordinasi tersebut.

Jonimar berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara terbuka dengan mempertemukan pihak-pihak yang berkaitan agar tidak semakin berkembang menjadi polemik maupun saling tuding di media sosial.

Terimakasih kang semoga kedepannya komunikasi lebih terjalin dengan baik yah memanjangkan silaturahmi Dan perihal ini agar lebih bijak lagi Dalam menggunakan media social terkait setiap postingannya., ucap herdi sekdis pendidikan (Tim)

Satgas Pangan Polres Jember Pantau Harga dan Stok Beras, Premium Mulai Terbatas

0

Warta.in, Jember — Satgas Pangan Polres Jember bersama sejumlah instansi terkait terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan beras di pasaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar.

Pemantauan dilakukan pada Senin (28/9/2026) dengan menyasar sejumlah pedagang di Pasar Tanjung Jember serta jaringan ritel modern di kawasan Lippo Mall Jember.

Di Pasar Tanjung, petugas mengecek langsung harga dan stok beras pada sejumlah pedagang, di antaranya UD Utama Sari dan UD Sumber Pangan Barokah.

Dari hasil pemantauan, harga beras premium berada di kisaran Rp14.900 per kilogram. Sementara beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terpantau sekitar Rp11.800 per kilogram.

Kondisi harga yang relatif serupa juga ditemukan di ritel modern. Beberapa merek beras premium seperti Punokawan, Be Food Setra Ramos, dan Santap dijual dengan harga sekitar Rp14.900 per kilogram. Sedangkan beras SPHP berada di kisaran Rp12.500 per kilogram.

Meski terdapat perbedaan harga antara pasar tradisional dan ritel modern, petugas menyebut tidak menemukan adanya penjualan beras yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Namun, persoalan yang menjadi perhatian bukan hanya harga, melainkan juga ketersediaan stok. Dalam pemantauan tersebut, petugas masih menemukan keterbatasan beras jenis medium di sejumlah ritel modern.

Kondisi serupa juga terlihat di pasar tradisional. Ketersediaan beras premium mulai berkurang, bahkan di beberapa toko stoknya disebut sudah kosong.

Terbatasnya stok tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kenaikan harga gabah yang berdampak terhadap biaya produksi beras. Kondisi di tingkat produksi tersebut kemudian turut berpengaruh terhadap ketersediaan dan pergerakan harga beras di tingkat konsumen.

Kanit Pidter Satgas Pangan Polres Jember IPTU Hari Sasongko, mewakili Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya ditujukan untuk mengantisipasi kenaikan harga, tetapi juga memastikan pasokan beras tetap tersedia bagi masyarakat.

“Kami terus melakukan pemantauan harga dan stok secara berkala. Pedagang dan pelaku usaha juga kami imbau tetap mengikuti ketentuan HET, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang wajar dan pasokan tetap terjaga,” ujar IPTU Hari.

Satgas Pangan Polres Jember juga akan memperkuat koordinasi dengan pengelola pasar, ritel modern, serta instansi terkait. Koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi potensi kenaikan harga maupun gangguan terhadap pasokan beras.

Di sisi lain, stabilitas harga juga diharapkan dapat dijaga sejak dari tingkat produksi. Para petani gabah diharapkan turut menjaga keseimbangan harga, sehingga rantai perdagangan mulai dari petani, pedagang hingga konsumen tetap berjalan secara sehat.

Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkala, Satgas Pangan berharap harga beras tetap terkendali sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat Jember dapat terpenuhi.

Polemik Ketenagakerjaan RS Abdul Radjak Bergulir ke DPRD, 97 Karyawan Jadi Sorotan

0

Warta.in, Purwakarta — Polemik ketenagakerjaan di RSU dr. Abdul Radjak Purwakarta terus bergulir. Setelah manajemen rumah sakit menyatakan belum dapat menerima agenda audiensi Forum Ormas & LSM Kabupaten Purwakarta, persoalan terkait tidak diperpanjangnya kontrak puluhan karyawan kini diarahkan ke ranah legislatif melalui agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Purwakarta.

Sekretaris  MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Purwakarta, Asep Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya bersama elemen yang tergabung dalam Forum Ormas & LSM akan melanjutkan pembahasan persoalan tersebut melalui DPRD Purwakarta.

“Nanti kita lanjut RDP saja dengan Komisi IV. Agendanya RDP Kamis dengan Komisi IV, tapi masih menunggu kesiapan Komisi IV DPRD,” ujar Asep Kurniawan, Senin (28/9/2026).

Menurut Asep, langkah tersebut ditempuh setelah manajemen RS Abdul Radjak memberikan tanggapan resmi terhadap surat pemberitahuan audiensi melalui surat Nomor 4026/B/RSAR-PWK/IX/2026.

Dalam surat tersebut, manajemen menyatakan belum dapat menerima audiensi yang direncanakan melibatkan sekitar 750 anggota Ormas & LSM.

Manajemen beralasan penyelesaian persoalan ketenagakerjaan harus mengedepankan mekanisme hubungan industrial antara perusahaan dan pekerja.

Sorotan utama dalam polemik ini berkaitan dengan 97 karyawan RS Abdul Radjak yang tidak diperpanjang kontraknya, dari total 385 karyawan yang sebelumnya menjalani proses assessment.

Jumlah tersebut menjadi perhatian karena menyangkut keberlanjutan hubungan kerja puluhan pekerja sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai proses assessment, dasar keputusan tidak diperpanjangnya kontrak, serta pemenuhan hak-hak pekerja yang terdampak.

Komisi IV DPRD Kabupaten Purwakarta dinilai menjadi ruang yang relevan untuk membahas persoalan tersebut karena memiliki ruang lingkup bidang kesejahteraan rakyat, termasuk isu ketenagakerjaan, kesehatan, dan pendidikan.

Manajemen Pilih Mekanisme Hubungan Industrial

Sebelumnya, Direktur RS Abdul Radjak Purwakarta, dr. Birly Alberta Selyredyo Rini, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit belum dapat menerima audiensi Forum Ormas & LSM.

Manajemen merujuk pada mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, khususnya ketentuan mengenai upaya perundingan bipartit antara pekerja dan pengusaha.

Pihak rumah sakit juga menyatakan akan melaksanakan perundingan bipartit dengan karyawan dalam pekan ini. Dalam perundingan tersebut, sejumlah persoalan akan dibahas, termasuk kompensasi bagi pekerja dengan status PKWT periode Juli–September serta percepatan pembayaran upah tanggungan yang sebelumnya menjadi keluhan.

Dengan demikian, terdapat dua jalur yang kini berjalan beriringan: mekanisme hubungan industrial antara pekerja dan manajemen, serta rencana pembahasan melalui RDP Komisi IV DPRD Purwakarta.

Disnakertrans Dorong Dialog

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja, Ardi Wahab, sebelumnya telah mendorong agar persoalan tersebut diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.

Dorongan tersebut menjadi penting agar persoalan ketenagakerjaan tidak berkembang menjadi perselisihan yang berkepanjangan serta tetap memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk menyampaikan kepentingan dan keberatannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Asep Kurniawan menegaskan, agenda RDP di DPRD diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak sekaligus mencari titik temu atas persoalan yang berkembang.

“Kami berharap melalui RDP nanti persoalan ini bisa dibahas secara terbuka dan ada titik temu yang adil antara manajemen rumah sakit dengan para karyawan yang tidak melanjutkan kontraknya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif, mengingat RS Abdul Radjak merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Polemik ini selanjutnya akan memasuki tahap pembahasan di DPRD Purwakarta. Publik pun menunggu bagaimana hasil dialog antara pekerja, manajemen rumah sakit, pemerintah daerah, serta legislatif dalam menyikapi persoalan 97 karyawan yang tidak diperpanjang kontraknya, termasuk pemenuhan hak-hak pekerja dan keberlangsungan hubungan industrial di lingkungan RS Abdul Radjak. (ds)