28.2 C
Jakarta
Senin, Mei 4, 2026
Beranda blog

Indikator Ekonomi NTB Menguat, Ekspor Melonjak dan Pariwisata Tumbuh

0

Indikator Ekonomi NTB Menguat, Ekspor Melonjak dan Pariwisata Tumbuh

Warta.in
Mataram, NTB – Kinerja ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren positif dengan lonjakan signifikan pada sektor ekspor, pertumbuhan kunjungan wisatawan, serta inflasi yang tetap terkendali. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (4/5/2026).

BPS mencatat, nilai ekspor NTB pada Maret 2026 mencapai US$ 567,57 juta, atau melonjak hingga 9.162,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif Januari–Maret 2026, ekspor NTB menembus US$ 707,92 juta, meningkat tajam dibandingkan tahun 2025. Lonjakan ini didorong oleh ekspor komoditas unggulan, terutama sektor pertambangan dan industri pengolahan tembaga.

“Peningkatan ekspor ini menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi NTB bergerak sangat progresif, khususnya pada sektor unggulan berbasis sumber daya alam dan hilirisasi industri,” jelas Wahyudin.

Di sektor pariwisata, NTB juga menunjukkan kinerja menggembirakan. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok pada Maret 2026 tercatat 6.428 orang, meningkat 24,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1,39 juta orang, tumbuh 34,64 persen secara bulanan.

Sejalan dengan itu, jumlah tamu hotel bintang dan nonbintang turut meningkat, masing-masing mencapai 87.816 orang dan 110.249 orang. Peningkatan ini didorong oleh momentum libur Ramadan dan Idulfitri yang mendorong mobilitas masyarakat.

Dari sisi transportasi, pergerakan penumpang juga mengalami lonjakan signifikan. Penumpang angkutan udara domestik meningkat hingga 44,58 persen, sementara angkutan laut naik hingga 39,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini mengindikasikan meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di NTB.

Sementara itu, inflasi NTB secara tahunan (year-on-year) pada April 2026 tercatat sebesar 3,27 persen, masih dalam kategori terkendali. Bahkan secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,11 persen, yang dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan sayuran akibat meningkatnya pasokan pasca panen.

“Inflasi NTB masih terjaga dengan baik, bahkan terjadi deflasi bulanan yang menunjukkan stabilitas harga di tengah peningkatan aktivitas ekonomi,” ungkap Wahyudin.

Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada April 2026 tercatat sebesar 128,00, yang menunjukkan bahwa daya beli petani secara umum masih berada pada level yang baik (di atas 100), meskipun mengalami penurunan tipis dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara keseluruhan, BPS menilai bahwa kinerja ekonomi NTB pada awal tahun 2026 menunjukkan sinyal positif, ditopang oleh kuatnya sektor ekspor, meningkatnya aktivitas pariwisata, serta stabilitas harga yang terjaga.

“Ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi NTB ke depan, dengan catatan perlu terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan daya beli masyarakat,” tutup Wahyudin.(sr/dkisntb)

 

Menang di PT TUN Jakarta, Kepemimpinan Teguh Sumarno di PB PGRI Diperkuat Putusan Pengadilan

0

Warta.in, Jember, 4 Mei 2026 — Sengketa internal organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) akhirnya menemui titik terang. Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta pada Senin (4/5/2026) memutus perkara dengan nomor 66/B/TF/2026/PTTUN JKT, yang memenangkan Ketua Umum PB PGRI, Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, MM, sebagai pihak pembanding.

Berdasarkan informasi resmi Humas PB PGRI, majelis hakim mengabulkan gugatan pembanding untuk seluruhnya. Putusan tersebut sekaligus memperkuat posisi kepemimpinan Teguh Sumarno dalam tubuh organisasi profesi guru terbesar di Indonesia tersebut.

Selain itu, dalam amar putusannya, pengadilan juga membatalkan dan mencoret Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan HAM RI tertanggal 8 Maret 2024 dengan nomor pendaftaran 6024030831200041, yang sebelumnya diterbitkan melalui notaris Dwi Teguh Winarti, SH., M.Kn.

Dalam perkara ini, Dr. H. Teguh Sumarno bertindak sebagai pembanding, sementara pihak terbanding atau tergugat adalah Kementerian Hukum dan HAM RI bersama Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.

Humas Pengurus Besar PGRI, Ilham Wahyudi, S.Pd., M.Pd., CHT, membenarkan adanya putusan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima salinan amar putusan dari tim kuasa hukum di Jakarta.

“Kami sudah diberikan surat amar putusannya oleh pengacara di Jakarta bahwa sidang PT TUN telah memenangkan PB PGRI kubu Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, MM, serta mencabut dan mencoret SK AHU milik Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Ini adalah kemenangan seluruh guru, baik ASN, PPPK penuh waktu maupun paruh waktu,” ujarnya.

Ia juga berharap putusan ini menjadi awal kebangkitan organisasi ke depan.

“Mudah-mudahan kemenangan ini memberikan kejayaan untuk PGRI ke depannya, sehingga PGRI semakin maju dalam memperjuangkan kepentingan guru bersama pemerintah. Tentunya, kami akan terus berkolaborasi. Terima kasih atas dukungan semua pihak. Hidup para guru, solidaritas PGRI, yes,” tambahnya.

Putusan ini dinilai menjadi momentum penting dalam mengakhiri polemik dualisme kepemimpinan di tubuh PB PGRI. Dengan dikabulkannya seluruh gugatan pembanding, diharapkan soliditas organisasi dapat kembali terbangun dan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan nasional.

MAGMA Entertainment Rilis Official Trailer dan Poster Badut Gendong

0

Jakarta, warta.in – Bersiaplah, karena Indonesia akan segera kedatangan wajah teror baru yang melampaui imajinasi. MAGMA Entertainment secara resmi merilis Official Trailer dan Poster dari film horor-aksi terbarunya, Badut Gendong.

Diperkenalkan secara megah dalam acara konferensi pers di Metropole XXI (29/04/26), film ini dikonfirmasi sebagai ekspansi krusial dari semesta Qodrat yang akan memperkenalkan sosok antagonis paling mencekam bagi sang Ustaz.

Tragedi Berdarah di Balik Sosok Pengamen

Melalui Official Trailer dan Poster yang diluncurkan, penonton diajak menyelami kisah kelam Darso (Marthino Lio), seorang pengamen tari Badut Gendong yang dikhianati oleh takdir. Kehilangan tragis sang istri, Darsi, beserta bayi dalam kandungannya, menjadi pemantik bangkitnya sebuah entitas penuh amarah di tengah konflik tanah yang melanda desanya.

Roh Darsi kembali dalam sosok Badut Gendong yang mengerikan, mengendalikan tubuh Darso untuk menebarkan teror balas dendam yang sistematis bagi mereka yang telah melukainya.

Melanjutkan rasa yang hadir di film pendahulunya, Badut Gendong menjanjikan kedalaman emosi yang kuat di balik setiap aksi horornya. Penonton tidak hanya akan disuguhi ketakutan fisik, tetapi juga kehancuran psikologis dari karakter yang hancur karena cinta dan kehilangan.

Persilangan Semesta (Cross-Universe) yang Dinamis

Linda Gozali, Produser MAGMA Entertainment, menyatakan bahwa film ini merupakan langkah strategis dalam memperluas universe yang mereka bangun.

“Proyek ini sangat menarik bagi kami. Sebuah cross-universe dari Qodrat yang tetap berdiri kokoh sebagai film mandiri yang bisa dinikmati siapa saja. Bagi penggemar Qodrat, Badut Gendong akan memberikan perspektif baru yang segar di semesta ini. Sementara bagi penonton baru, film ini adalah pintu masuk sempurna untuk mengenal dunia kami,” ujar Linda.

Sutradara Charles Gozali menambahkan bahwa jika Qodrat berfokus pada sisi kepahlawanan, maka Badut Gendong akan mengeksplorasi sisi gelap yang lebih abu-abu.

“Di Qodrat, kami bermain dengan konsep horor-aksi dan heroik. Namun, Badut Gendong menawarkan rasa yang berbeda. Ini bukan tentang pahlawan, melainkan sebuah origin story dari calon musuh Ustaz Qodrat yang sangat emosional dan manusiawi. Kami ingin penonton memahami alasan di balik kegelapan itu,” jelas Charles.

Eksplorasi Karakter dan Jajaran Pemain

Pemeran utama, Marthino Lio, mengungkapkan tantangan dalam memerankan karakter Darso yang memiliki banyak lapisan emosi. “Memerankan Darso adalah pengalaman unik. Karakternya sangat kompleks; penonton mungkin akan merasa bimbang antara memberikan empati atas kepedihannya atau merasa ngeri melihat kesadisan teror yang ia sebarkan,” ungkap Lio.

Film ini juga diperkuat oleh talenta berbakat seperti Derby Romero, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, Iskak Khivano, dan Vonny Anggraeni. Tak hanya itu, Badut Gendong juga menghadirkan penampilan spesial dari dua aktor legenda Indonesia, Barry Prima dan Jose Rizal Manua, yang semakin memperkuat kualitas akting dalam produksi ini.

Badut Gendong dijadwalkan akan meneror seluruh layar bioskop di Indonesia mulai 27 Mei 2026. Pantau terus detail kengerian lainnya melalui kanal media sosial resmi di @magmaent dan @badutgendong.

(Red*/TI)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ketua PWRI PALI: Di Hari Kebebasan Pers, Sinergi Pemda dan Wartawan Harus Dijaga.

0

Warta.in//PALI – Bertepatan dengan momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei, Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Syamsudin, memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) PALI di bawah kepemimpinan Bupati Asgianto dan Wakil Bupati Iwan Tuaji yang dinilai terbuka dan kooperatif terhadap insan pers, Senin (4/5/2026).

Syamsudin menyampaikan bahwa sejak awal kepemimpinan, pasangan kepala daerah tersebut telah menghadapi berbagai pemberitaan, termasuk berita miring terkait kebijakan yang mereka buat maupun yang tidak mereka lakukan namun tetap ditujukan kepada mereka.

“Sejak awal menjabat, mereka sudah disuguhi berbagai berita, bahkan ada yang bukan kebijakan mereka tapi tetap diarahkan kepada mereka,” ujar Syamsudin.

Meski demikian, ia menilai Pemda PALI tetap menunjukkan sikap terbuka dan tidak melakukan diskriminasi terhadap media. Hingga saat ini, tidak ada laporan terkait perlakuan tidak adil terhadap wartawan atau perusahaan pers di wilayah tersebut.

“Namun sampai saat ini, tidak ada media yang dilaporkan didiskriminasi. Ini menunjukkan sikap yang patut diapresiasi,” tegas mahasiswa ilmu hukum ini.

Lebih lanjut, Syamsudin juga menilai hubungan baik tersebut tidak hanya terjadi pada jajaran eksekutif, tetapi juga melibatkan lembaga lain seperti legislatif dan yudikatif yang dinilai cukup kooperatif dalam memberikan informasi kepada wartawan.

“Bukan hanya eksekutif, lembaga legislatif dan yudikatif juga selama ini kami nilai cukup terbuka dan kooperatif,” ungkapnya.

Selain itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda PALI juga disebut responsif dalam memberikan klarifikasi atau konfirmasi terhadap pemberitaan yang berkembang.

“OPD-OPD juga cukup kooperatif dalam menjawab konfirmasi wartawan. Ini menjadi nilai plus bagi Bumi Serepat Serasan,” tambahnya.

Dalam momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia ini, Syamsudin juga mengajak seluruh insan pers yang bertugas di Kabupaten PALI untuk terus menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Kami mengajak seluruh insan pers di PALI untuk lebih profesional dalam berkarya dan terus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas,” katanya.

Ia menegaskan bahwa sinergi yang baik antara pemerintah dan pers harus dijaga demi mendukung keterbukaan informasi dan pembangunan daerah yang lebih baik.

“Pers harus tetap kritis, namun juga bertanggung jawab. Mari kita terus berkarya untuk kepentingan publik,” tutup Syamsudin.

TK Hang Tuah 3, SD Hang Tuah 3 dan SMP Hang Tuah 2 Juarai Drumband UINSA Surabaya

0

TK Hang Tuah 3, SD Hang Tuah 3 dan SMP Hang Tuah 2 Juarai Drumband UINSA Surabaya

Surabaya,(04/05/26)
Tiga Satuan Pendidikan Daerah Surabaya Yayasan Hang Tuah yang terdiri dari TK Hang Tuah 3, SD Hang Tuah 3 dan SMP Hang Tuah 2 Surabaya berhasil memborong sejumlah piala dalam lomba Drumband yang di selenggarakan oleh IDCA(Indonesia Drum Coros Association) Jawa Timur di GOR Sport Center UINSA Surabaya, Minggu(03/05/26).

Pada jenjang TK yang di ikuti oleh 13 TK dari Surabaya, Bangkalan, Gresik, Lawang Malang. Kasatdik TK Hang Tuah 3 Surabaya Harjunawati, S.Pd kepada awak media melaporkan keberhasilan muridnya menjuarai lomba Drumband yang berlangsung di GOR Sport Center UINSA Surabaya.

Drumband “Gita Tunas Bahari” TK Hang Tuah 3 menyabet 7 gelar juara yang terdiri dari : Juara 2 divisi TK Pra Pemula, Juara 1 Gitapati, Juara 1 Mayoret, Juara 1 Overall Impression, Juara 1 Terkeren, Juara 3 Visual Pervormance, Juara 3 Color Guard.

Sementara itu Kasatdik SD Hang Tuah 3 Surabaya Drs. Sapto Hari Utomo dalam Kejurprov yang di selenggarakan oleh SDCC (Surabaya Drum Coros Championship) diikuti oleh 20 peserta, Gita Loka Bahari SD Hang Tuah 3 Surabaya berhasil menorehkan prestasi 7 juara terdiri dari : Juara 1 music analisys, Juara 1 colour guard, Juara 1 sound sport , Juara 1 mayoret, Juara 1 gitapati, Juara 1 music over all dan Juara 1 non brass.

Sedangkan pada jenjang SMP, Kasatdik SMP Hang Tuah 2 Surabaya Ani Soesanti, S.Pd yang juga mengikutsertakan Drumband “GITA NISCALA SAGARA” yang berlaga melawan 27 peserta baik dari dalam kota dan luar kota Surabaya, berhasil meraih : Juara 1 divisi military band, Juara 1 Gitapati ( Nova Aristya Putri / VIII C ), Juara 1 colorguard, Juara 1 music performance, Juara 1 overall impression, Juara 1 visual performance,
Juara 1 penatarama, Juara 1 terkeren .

Atas prestasi yang di peroleh TK Hang Tuah 3, SD Hang Tuah 3 dan SMP Hang Tuah 2 Surabaya, Ketua Pengurus Daerah Surabaya Yayasan Hang Tuah Ny. Sandya Ali Triswanto sangat bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas prestasi dan keberhasilan murid-muridnya, semoga kedepan sekolah-sekolah di bawah Yayasan Hang Tuah ini bisa menghasilkan generasi-generasi penerus yang hebat, berdedikasi dan bermartabat yang tinggi penuh inovasi dan kreatif dalam berkarya, memiliki akhlak yang mulia, dan menjadi anak bangsa yang santun dan berbudi sesuai dengan motto Yayasan Hang Tuah yang penuh Semangat, Hebat dan Smart(yht/dar).

Setelah 8 Tahun, Penyesuaian IPL Kalibata City Dinilai Rasional

0

Warta.in, Jakarta | – Iuran Pengelolaan Lingkungan Apartemen Kalibata City Jakarta naik. Bagi sebagian besar penghuni, ini bukan kejutan, dan bukan masalah. Delapan tahun tanpa penyesuaian, gedung yang kini hampir dua dekade usianya membutuhkan biaya perawatan yang tidak bisa terus ditekan.

Suhadi tinggal di tower Cendana sejak 2011. Lebih dari satu dekade ia menyaksikan apartemen ini tumbuh dan menua. Pandangannya soal kenaikan IPL sederhana. Kalau melihat kondisinya, penyesuaian IPL ini sangat bisa dipahami, apalagi sudah sekitar delapan tahun tidak ada penyesuaian,” katanya.

Ia tidak berhenti di situ. Bagi Suhadi, penolakan yang terus diperpanjang justru merugikan penghuni sendiri. Gedung yang tidak mendapat cukup dana perawatan akan berdampak pada kondisi utilitas dan fasilitas kedepan. Bukan ancaman, tapi konsekuensi logis dari matematika sederhana,”ucapnya.

Sosialisasi Sudah Berjalan
Errica, penghuni tower Herbras, menyebut penjelasan soal penyesuaian IPL sudah disampaikan lewat Rapat Umum Tahunan Anggota atau RUTA. “Penjelasan sudah kami dapatkan, terutama dalam RUTA. Jadi dari sisi keterbukaan, menurut saya sudah cukup jelas,”ujarnya

Sebagai penghuni awal, Errica juga merasakan perubahan di lingkungan hunian selama bertahun-tahun. Dari fasilitas sampai kehidupan sosial antarwarga. Itu yang membuat ia percaya kebijakan ini akhirnya akan kembali ke penghuni dalam bentuk kenyamanan.

“Saya percaya penyesuaian IPL ini pada akhirnya akan kembali untuk kepentingan dan kenyamanan warga,”tuturnya.

Angka Yang Perlu Dicatat
IPL Kalibata City tidak pernah disesuaikan selama sekitar 8 tahun, Apartemen Kalibata City berdiri hampir dua dekade
Laporan keuangan sudah disampaikan lewat forum RUTA. Penolakan datang dari sebagian kecil penghuni, status kepemilikannya pun dipertanyakan.

Ketua Pengurus P3SRS Kalibata City Musdalifah Pangka menyebut proses penyesuaian sudah melalui pembahasan yang mempertimbangkan kebutuhan operasional, dan transparansi tetap jadi prinsip utama.

Yang menarik, Suhadi mempertanyakan status pihak-pihak yang paling keras menolak. Ia menyebut permintaan pembukaan laporan keuangan dari kelompok yang diragukan statusnya sebagai penghuni tidak realistis, mengingat mekanisme transparansi sudah berjalan lewat RUTA.

Musdalifah juga meminta semua pihak lebih objektif. Polemik yang dibesar-besarkan oleh kelompok kecil, menurutnya, justru mengorbankan kepentingan mayoritas yang ingin huniannya tetap aman dan terawat.

“Konteks Yang Lebih Luas
Polemik IPL di apartemen bukan hanya fenomena Kalibata City. Di banyak hunian vertikal Jakarta dan kota besar lain, konflik antara penghuni dan pengelola soal iuran kerap muncul ketika penyesuaian dilakukan setelah periode panjang stagnan.

Makin lama ditunda, makin besar loncatan yang dirasakan saat akhirnya naik. Di sinilah pentingnya penyesuaian berkala yang tersosialisasi dengan baik, bukan kenaikan mendadak yang memancing reaksi,”tutupnya.

#Kalibata City Residence
#Media Partners Kalibata City Residence

Polda SumSel Pastikan Kelancaran Lalu Lintas Saat Uji Coba CFD Sudirman -Jakabaring

0

Warta In

“PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan melalui Polrestabes Palembang memperkuat dukungan terhadap program peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan mengawal pelaksanaan uji coba Car Free Day (CFD) tahap II di Kota Palembang, Minggu (3/5/2026).

Pengamanan dilakukan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Fly Over Jakabaring, dengan melibatkan personel gabungan guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Ribuan warga memanfaatkan kawasan bebas kendaraan tersebut untuk berolahraga, berinteraksi sosial, serta menikmati ruang publik yang lebih sehat dan nyaman.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., turun langsung memantau jalannya kegiatan bersama unsur Pemerintah Kota Palembang. Turut mendampingi, Kasat Lantas AKBP Finan S. Radipta, S.H., S.I.K., M.H., serta instansi terkait seperti Satpol PP dan Dinas Pariwisata.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 05.30 hingga 08.00 WIB ini tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah menghadirkan ruang publik yang inklusif dan ramah lingkungan. Kehadiran Polri dalam pengamanan menjadi faktor penting dalam menjamin keselamatan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Selain pengamanan, kepolisian juga melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis, seperti kawasan Jembatan Musi 4, Musi 6, Simpang Gelora, hingga Kantor Pos Merdeka. Langkah ini bertujuan meminimalisir kepadatan akibat pengalihan arus selama CFD berlangsung.

Kapolrestabes Palembang menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat.

“Kami memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman, sekaligus menjaga kelancaran mobilitas warga lainnya melalui pengaturan lalu lintas yang presisi,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arahan Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho dalam mendukung program pemerintah daerah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Polda Sumsel mendukung penuh kegiatan yang memberikan manfaat positif bagi masyarakat. Kami memastikan setiap agenda publik berjalan aman dan kondusif,” tegasnya.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kegiatan berlangsung tertib dengan beberapa titik kepadatan yang akan menjadi bahan evaluasi bersama Pemerintah Kota Palembang. Evaluasi ini penting untuk penyempurnaan konsep CFD ke depan agar semakin optimal, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun kelancaran lalu lintas.

Dengan pengamanan yang humanis dan terukur, Polda Sumsel memastikan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat terus dirasakan dalam setiap aktivitas publik di Sumatera Selatan.

(Zulkifli/tim)

Diduga Korupsi Proyek Irigasi Lemutu 7,1 Miliar, Anggota DPRD Muara Enim Dilaporkan ke Kejati Sumsel

0

Warta In

*MUARA ENIM* — Ketua HMI Kota Palembang periode 2011-2012, Hari Azwar, http://S.Kom, mendesak Kejati Sumsel segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi Proyek Irigasi Ataran Air Lemutu.

Raju candra siap Maju sebagai Calon Ketua PSSI Kota singkawang

0

SINGKAWANG – WartaIN – PSSI Kota Singkawang diperkirakan akan memasuki babak baru dalam kepemimpinan sepak bolanya. Raju Candra secara resmi menyatakan kesiapan dirinya untuk maju sebagai calon Ketua PSSI Kota Singkawang periode 2026–2030.

Dalam pernyataannya, Raju Candra menegaskan bahwa langkah ini dilandasi oleh semangat perubahan serta komitmen kuat untuk memajukan dunia olahraga, khususnya sepak bola di Singkawang.

“Sepak bola bukan sekadar permainan, tetapi merupakan wadah pembinaan karakter, persatuan, serta kebanggaan daerah. Kota Singkawang memiliki potensi besar, baik dari sisi talenta pemain muda, komunitas pecinta sepak bola, hingga dukungan masyarakat yang luar biasa,” ujarnya, senin ( 4 / 5 ).

Menurutnya, potensi tersebut perlu dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan agar mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan di tingkat regional maupun nasional.

Visi

Raju Candra mengusung visi: Mewujudkan sepak bola Kota Singkawang yang maju, berprestasi, profesional, dan berkelanjutan melalui pembinaan usia dini, kompetisi yang sehat, serta tata kelola organisasi yang transparan dan modern.

Misi : Untuk mewujudkan visi tersebut, ia membawa sejumlah misi strategis, di antaranya:

Membangun sistem pembinaan usia dini yang terstruktur dan berkelanjutan Meningkatkan kualitas kompetisi lokal yang profesional dan berjenjang

Memperkuat manajemen organisasi yang transparan, akuntabel, dan modern Mendorong peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan

Menjalin sinergi dengan pemerintah, swasta, dan seluruh stakeholder sepak bola Mengembangkan infrastruktur dan fasilitas olahraga yang memadai, Raju Candra juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat.

“Saya percaya, dengan kerja sama, komitmen, dan semangat kebersamaan, kita dapat membawa sepak bola Kota Singkawang ke arah yang lebih baik dan berprestasi,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pencalonannya bukan semata soal jabatan, melainkan bentuk pengabdian untuk kemajuan sepak bola daerah.

“Ini bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang pengabdian untuk kemajuan sepak bola daerah yang kita cintai. Mari bersama kita bangun sepak bola Singkawang yang lebih hebat,” tutup Raju Candra. ( TIM ).

Roadshow AFC di Jember, Dr. Luigi Tegaskan Fokus Edukasi Kesehatan dan Peluang Bisnis

0
Ket Foto : Dr Luigi Ariawan Bushindo of AFC.

Warta.in, Jember – Kegiatan roadshow yang digelar di Hotel Aston Jember oleh AFC (Asayama Family Club) pada Minggu 3 Mei 2026, kembali menjadi ajang sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Luigi selaku perwakilan Bushindo AFC menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus memberikan pemahaman yang komprehensif terkait produk kesehatan sekaligus peluang bisnis yang ditawarkan.

Dr. Luigi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow yang telah beberapa kali dilaksanakan. Kehadiran jajaran manajemen, termasuk General Manager Nicola Rampisela, disebut sebagai bentuk keseriusan perusahaan dalam menyampaikan informasi secara langsung kepada masyarakat.

“Acara ini memang kami fokuskan untuk mempresentasikan dan mereview aspek kesehatan serta peluang bisnis dari AFC. Tujuan kami jelas, agar masyarakat Jember mendapatkan informasi yang benar dan utuh. Kegiatan ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” ujar Dr. Luigi.

Lebih lanjut, ia menilai potensi pengembangan produk AFC di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil, sangat menjanjikan. Khusus di Jember, Dr. Luigi mengungkapkan bahwa telah tersedia consignment atau perwakilan distribusi produk, yang dinilai menjadi indikator awal pertumbuhan yang positif.

“Respons masyarakat Jember sangat baik. Dari beberapa rekan yang kami temui, terlihat antusiasme yang cukup tinggi. Ini menjadi sinyal positif untuk pengembangan ke depan,” imbuhnya.

Secara personal, Dr. Luigi juga mengungkapkan motivasinya bergabung dalam bisnis AFC. Ia menyebut adanya dorongan untuk membalas kebaikan orang-orang terdekat, termasuk keluarganya. Selain itu, ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan tim yang telah membersamainya hingga mencapai posisi saat ini.

“Bagi saya ini bukan hanya bisnis, tetapi juga bentuk tanggung jawab dan loyalitas terhadap tim. Tanpa mereka, saya tidak akan sampai pada titik ini. Ini adalah kerja tim,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Luigi juga menjelaskan sejarah masuknya AFC ke Indonesia. Perusahaan yang berasal dari Jepang tersebut awalnya bukan berbasis sistem network marketing. Namun, atas permintaan mitra di Indonesia, sistem tersebut kemudian diadopsi dan mendapatkan persetujuan serta dukungan resmi, termasuk dari pihak terkait, hingga akhirnya mulai dipasarkan sejak 2018.

Seiring perkembangannya, AFC disebut telah melahirkan banyak pelaku usaha sukses di Indonesia. Bahkan, perusahaan ini juga berhasil meraih berbagai penghargaan, termasuk dalam ajang Helmy Attamimi Award yang diselenggarakan oleh AP2LI (Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia), dengan memborong sejumlah kategori penghargaan.

Tak hanya berfokus pada bisnis, AFC juga menunjukkan kepedulian sosial melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR). Di antaranya pembangunan fasilitas kesehatan seperti puskesmas pembantu, serta bantuan kendaraan operasional untuk kebersihan yang diserahkan kepada Dinas Kesehatan di Makassar.

Melalui kegiatan roadshow ini, AFC berharap dapat terus memperluas jangkauan informasi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk dan sistem bisnis yang ditawarkan.