Beranda blog

Silahkan Ekspos!” Koordinator Pemeliharaan Diolok Warga Karena Dinilai Tak Paham Aturan Ganti Rugi

0

Nias Selatan,Warta.in —
Herman Waruwu: 6 Batang Pinang Ditebang. Imansius: Cuma 2 Ungkal. UU 30/2009: PLN Wajib Bayar!

-Berita Hangat dari Desa Lolowau, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan Sunatera Utara.

Perseteruan antara warga dan petugas PLN terkait ganti rugi penebangan pohon kian memanas. Herman Waruwu, warga setempat, mengaku geram karena haknya belum dipenuhi.

“Sudah beberapa kali dijanjikan ada ganti rugi. Nyatanya sampai sekarang nihil,” ketus Herman kepada *Warta.in, Selasa (25/08/2026).

Ia menegaskan, ada 6 batang pohon pinang miliknya yang ditebang untuk kepentingan jaringan listrik. Tawaran ganti rugi sebesar Rp200 ribu pun ia tolak mentah-mentah.
“Pinang itu dari bibit, digali, ditanam, dirawat bertahun-tahun. Masa 6 batang dihargai Rp200 ribu,” ujarnya dengan nada kecewa.

UCAPAN KOORDINATOR TUAI SOROTAN

Alih-alih memberi solusi, pernyataan Imansius Telaumbanua selaku Koordinator Pemeliharaan Jaringan Listrik justru memicu amarah warga.

“Saya kasih Rp200 ribu. Tidak diterima. Itu bukan 6 batang, hanya 2 ungkal. Silahkan kalau mau diekspos,” ucap Imansius saat dikonfirmasi.

Nada “tantangan” tersebut dinilai warga sebagai bentuk meremehkan. Sejumlah warga menilai, seorang koordinator seharusnya paham aturan, bukan malah menantang warga untuk mengekspos persoalan ke publik.

“Ini koordinator tapi kok bahasanya seperti tidak paham aturan. UU sudah jelas bilang wajib ganti rugi,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

UU 30/2009: WAJIB GANTI RUGI, TITIK

Benturan ini jelas bertentangan dengan UU No. 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan.

Pasal 30 Ayat 1 menegaskan:
“Pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik wajib memberikan ganti rugi” atas kerusakan yang ditimbulkan.

Ditambah PP No. 14 Tahun 2012 Pasal 47 yang mewajibkan musyawarah dan pendataan sebelum penebangan dilakukan.

Diduga PLN UP3 NIAS GUNUNGSITOLI BUNGKAM

Bahkan Diduga Maneger PT.UP.3.Jias Gungsitoli Blokir No wartawan Saat konformasi
Hingga berita ini diturunkan, PT. PLN UP3 Nias Gunungsitoli belum memberikan klarifikasi resmi.

Warga kini hanya menunggu itikad baik perusahaan. Jangan sampai persoalan kecil ini merusak citra PLN di mata masyarakat Nias Selatan.

Warta.in akan terus mengawal dan menagih tanggung jawab PLN.
*Redaksi Membuka Seluas-Luasnya Hak Jawab Dan Klarifikasi Kepada Pihak Terkait.

Pesan Mendalam Firdaus Hasbullah., SH.,MH., di Hari Maulid, Jaga PALI Tetap Aman dengan Saling Menghormati!

0

PALI, Warta.in – 25 Agustus 2026, Menyambut peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat. Melalui ucapan resminya, tokoh pemuda dan politisi senior ini mengajak umat Muslim, khususnya di Bumi Serepat Serasan, untuk tidak sekadar terjebak dalam euforia seremonial, melainkan menjadikan momentum spiritual ini sebagai sarana memperkuat iman, menjaga persatuan, dan memperbaiki akhlak di kehidupan sehari-hari.

Dalam keterangannya kepada awak media, Firdaus Hasbullah menekankan bahwa esensi utama dari peringatan Maulid Nabi adalah melakukan kontekstualisasi keteladanan Rasulullah dalam kehidupan modern dan bernegara. Momen bersejarah ini harus dimanfaatkan secara nyata untuk mencontoh empat sifat mulia yang melekat pada diri Nabi Muhammad SAW, yaitu Shiddiq (kejujuran), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan kebaikan), dan Fathanah (kebijaksanaan).

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H ini adalah waktu yang sangat tepat bagi kita semua untuk melakukan introspeksi diri secara kolektif. Kita harus melihat kembali sejauh mana kita telah menerapkan nilai-nilai luhur Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Mari kita teladani bagaimana Rasulullah memimpin dengan kasih sayang, keadilan yang tidak tebang pilih, serta selalu mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan,” ujar Firdaus Hasbullah dengan penuh penegasan.

Lebih lanjut, legislator dari Kabupaten PALI ini menambahkan bahwa nilai-nilai toleransi dan persaudaraan (ukhuwah) yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW ratusan tahun lalu tetap sangat relevan untuk diimplementasikan dalam dinamika sosial politik saat ini. Menurutnya, keharmonisan dan kondusifitas antar-elemen masyarakat merupakan fondasi utama sekaligus modal sosial terbesar dalam menyukseskan berbagai program pembangunan daerah yang sedang berjalan di Kabupaten PALI.

Firdaus kemudian merefleksikan bagaimana sejarah mencatat keberhasilan Nabi Muhammad SAW dalam menyatukan berbagai suku, ras, dan agama di masa awal Islam melalui sebuah konsensus sosial yang monumental.”Kabupaten PALI yang aman, damai, dan sejahtera hanya bisa kita wujudkan jika kita saling menghormati, menjaga toleransi, dan merawat persatuan, sebagaimana yang dicontohkan secara agung oleh Rasulullah dalam Piagam Madinah. Perbedaan adalah keniscayaan, tetapi persaudaraan adalah kewajiban yang harus kita jaga demi masa depan daerah kita,” lanjut politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat ini.

Menutup penyampaiannya, Keluarga Besar DPRD Kabupaten PALI turut mengucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1447 H kepada seluruh umat Islam di pelosok kabupaten. Firdaus berharap, semaraknya lantunan selawat dan pengkajian sejarah nabi (sirah nabawiyah) yang digelar di berbagai masjid, musala, dan langgar di Bumi Serepat Serasan dapat mengetuk hati setiap umat untuk semakin meningkatkan kecintaan kepada Sang Pencipta dan Rasul-Nya, sekaligus membawa keberkahan serta ketenteraman bagi kemajuan Kabupaten PALI.

 

(Randi)

Ulama Bekasi dan Ketum JMPN kecam keras pengusaha THM yang beroperasi dimalam hari maulid Nabi Muhammad SAW

0

Bekasi – Menjadi salah satu tradisi yang istimewa di kalangan umat Islam Indonesia. Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini biasanya diisi dengan pembacaan selawat, sirah Nabawiyah, pengajian, hingga kegiatan berbagi makanan dan sedekah.

Belum lama ini Kabupaten Bekasi menyambut hari jadi yang ke-76 tahun yang bertema “Bangkit Bersama, Maju Melayani, Sejahtera untuk Semua.”

Namun kemajuan pesat Kabupaten Bekasi tidak pula berarti harus memundurkan ahlak dan norma agama dari masyakarat Bekasi itu sendiri. Nama besar Alm KH. Noer Ali sebagai ulama besar tidak dapat dipisahkan dari Bekasi.

Sayangnya di malam yang seharusnya menjadi hari istimewa bagi umat Islam, hal ini sering diciderai oleh maraknya Tempat Hiburan Malam (THM) yang buka secara leluasa seperti di New California (Kawasan Jababeka) dan Cibatu pinggiran Kalimalang.

Sungguh di luar dugaan saat tim investigasi melakukan penelusuran di tempat hiburan malam tepatnya di wilayah Cibatu pinggiran kalimalang, terjadi kericuhan yang mengakibatkan handphone salah satu tim investigasi Jurnalis Merah Putih Nusantara (JMPN) di sita dan adanya pemukulan oleh orang yang tidak di kenal.

Kejadian ini menjadi sorotan tajam oleh Ulama Bekasi, KH. Soleh Jaelani, mengatakan, Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi, seharusnya pemerintah daerah bisa menertibkan Tempat Hiburan Malam yang sudah jelas melanggar perda no 3 tahun 2016, ketentuan hiburan malam. Berdasarkan Pasal 47 ayat (1) dalam naskah asli perda ini, terdapat larangan tegas terhadap operasional sejumlah tempat hiburan seperti diskotek, bar, kelab malam, pub, karaoke, dan panti pijat yang tidak sesuai norma agama, ungkapnya.

“Saya mengecam kepada pengusaha Tempat Hiburan Malam yang berani buka di malam Maulid Nabi Muhammad SAW, para pengusaha sudah tidak bisa menghargai hari istimewa umat Islam, hal ini sudah tidak bisa di toleransi, saya berharap kepada pemerintah daerah segera bertindak untuk menutup tempat hiburan malam yang penuh maksiat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang lain ketua umum Jurnalis Merah Putih Nusantara (JMPN), Raja Simatupang, mengatakan, kami yang cinta kepada Kabupaten Bekasi ini sangat kecewa hal ini sering terjadi, dan saya meminta PLT Bupati Bekasi menginstruksikan pihak yang berwenang satpol pp Kabupaten Bekasi untuk segera bertindak menutup secara permanen semua tempat hiburan malam yang sudah jelas melanggar perda perda no 3 tahun 2016, dan jangan sampai daerah kabupaten bekasi ini menjadi sarang maksiat apalagi sudah sampai terjadi insiden kekerasan dan perampasan alat kerja (Handphone) terhadap wartawan yang sedang bekerja melakukan investigasi.Harus di ingat bahwa setiap wartawan (Jurnalis) itu di lindungi oleh undang – undang pers no 40 tahun 1999 pasal 8 didalam melakukan pekerjaannya, jadi setiap tindakan kekerasan apapun kepada wartawan yang sedang melakukan pekerjaannya adalah sebuah pelanggaran terhadap undang – undang yang sah di NKRI ini ungkapnya kesal.

Sumber : DPP Jurnalis Merah Putih Nusantara (JMPN)

Kondisi Desa Kian Gersang KH Aman Rohman S.Q, S.ag. Imbau Warga Hadiri Sholat Istisqa di Ponpes Nurul Qur’an!

0

PALI, Warta.in – 25 Agustus 2026, Fenomena musim kemarau ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kian memprihatinkan. Kondisi lingkungan yang gersang, krisis air bersih, kepungan kabut asap, hingga meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) memicu kekhawatiran mendalam di tengah masyarakat.

Merespons krisis hidrometeorologi ini, Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Qur’an mengambil langkah spiritual dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengetuk pintu langit. Pihak pesantren secara resmi mengeluarkan undangan umum untuk melaksanakan Sholat Istisqa (sholat meminta hujan), dzikir, serta doa bersama demi keselamatan bumi dan masyarakat PALI.

Kondisi PALI Kian Memprihatinkan Pimpinan Ponpes Nurul Qur’an, KH. Aman Rohman, S.Q., S.Ag., menyampaikan gambaran nyata mengenai situasi kritis yang sedang terjadi di pedesaan saat ini. Menurutnya, dampak kemarau tahun ini sudah masuk dalam tahap yang sangat mengganggu aktivitas dan kesehatan warga sehari-hari.”Di desa kita saat ini tengah musim kemarau, debu berterbangan, tanah dan tanaman gersang, air di sumur mulai mengering,” ujar KH. Aman Rohman. Beliau juga menambahkan harapan besar agar aksi religius ini membawa berkah, “Semoga Allah memudahkan urusan kita, Amiin.”

Selain kekeringan, maraknya titik api di berbagai wilayah memicu kabut asap tebal yang mulai mengancam kesehatan anak-anak dan orang dewasa melalui ISPA. Kondisi gersang ini menuntut adanya penanganan cepat, baik secara teknis dari pemerintah maupun secara spiritual oleh masyarakat.

Detail Pelaksanaan Acara Acara keagamaan dan doa bersama ini akan dipusatkan di area pesantren dan terbuka untuk seluruh umat Muslim yang ingin berkontribusi memohon keselamatan daerah. Selain Sholat Istisqa, rangkaian acara juga akan diintegrasikan dengan peringatan hari besar Islam.

Berikut adalah detail lengkap jadwal pelaksanaan kegiatan:Hari / Tanggal: Sabtu, 29 Agustus 2026Waktu: Pukul 12:00 WIB (Dimulai dengan pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah)Lokasi: Masjid Pon-Pes Nurul Qur’an, Betung Selatan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan.

Agenda Kegiatan:Sholat Dzuhur Berjamaah Pelaksanaan Sholat Istisqa Dzikir dan Doa Bersama Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Ajakan bagi Seluruh Masyarakat Pihak penyelenggara mengimbau kepada seluruh warga di Kecamatan Abab dan sekitarnya untuk meluangkan waktu, berbondong-bondong meramaikan masjid, dan menjaga kekhusyukan selama prosesi ibadah.

Melalui momentum peringatan Maulid Nabi yang dirangkaikan dalam acara ini, masyarakat juga diajak untuk memperbanyak istighfar, bertobat, serta meneladani sifat Nabi dalam menjaga hubungan baik dengan sesama manusia dan alam semesta.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah pemersatu umat di tengah ujian bencana kekeringan, sekaligus memantik kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan dari bahaya kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap.

 

(Randi)

Dari Tugas Sekolah, Renata boru Simarmata Belajar Nilai Pancasila di Lumban Suhi-Suhi Toruan

0

Lumban Suhi Suhi Toruan, warta.in — Wajah cerah dan penuh semangat tampak dari seorang anak perempuan bernama Renata Boru Simarmata. Siswi berusia 11 tahun yang kini duduk di kelas VI SDN 22 Lumban Suhi-Suhi Toruan itu menunjukkan keberanian dan rasa ingin tahu melalui tugas sekolah yang membawanya langsung berinteraksi dengan warga desa.
Renata merupakan putri dari Lindung Simarmata dan, menurut silsilah keluarganya, termasuk keturunan garis pertama Opung Pultak Simarmata, yang dikenal sebagai tungga ni huta Lumban Sait ni Huta Alngit, Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan.
Semangat belajar Renata terlihat ketika ia bersama teman-teman satu kelompoknya mendapat tugas untuk mewawancarai warga mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pada Senin, 24 Agustus 2026, Renata berkesempatan melakukan wawancara dengan namborunya, Dr. drh. Rotua Wendeilyna Simarmata, MSi, CMed, CPP, CIJ, CPW, yang dikenal aktif di bidang paralegal dan mediasi.
Dalam wawancara tersebut, Renata mencoba menggali bagaimana lima sila Pancasila tidak hanya dihafalkan di ruang kelas, tetapi benar-benar hidup dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan.
Sila Pertama: Kehidupan Beragama yang Kuat
Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa tercermin dalam kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai keagamaan. Rumah ibadah menjadi bagian penting dari kehidupan sosial warga, sementara kegiatan keagamaan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.
Dalam berbagai kegiatan adat maupun kegiatan gotong royong, doa juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Hal tersebut mencerminkan keyakinan masyarakat bahwa setiap aktivitas manusia senantiasa berada di bawah penyertaan dan lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Sila Kedua: Saling Menghargai dan Peduli Sesama
Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab terlihat dalam kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan membantu.
Ketika ada warga yang sakit, mengalami kedukaan maupun melaksanakan pesta adat, masyarakat umumnya hadir memberikan dukungan. Semangat kebersamaan dan kepedulian tersebut menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Setiap orang diperlakukan dengan hormat dan kasih sayang tanpa membedakan latar belakang, karena hubungan antarwarga dibangun atas dasar persaudaraan dan rasa kemanusiaan.
Sila Ketiga: Persatuan dan Gotong Royong
Nilai Persatuan Indonesia juga tampak kuat dalam kehidupan masyarakat Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan. Semangat kekeluargaan dan gotong royong menjadi salah satu ciri kehidupan warga.
Dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan bersama, masyarakat saling membantu dan bekerja sama. Perbedaan pendapat tidak seharusnya menjadi alasan untuk merenggangkan hubungan persaudaraan.
Kebersamaan menjadi kekuatan penting dalam membangun lingkungan dan menjaga hubungan sosial antarwarga.
Sila Keempat: Mengutamakan Musyawarah
Penerapan sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dapat dilihat dalam kebiasaan masyarakat mengedepankan pembicaraan dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan bersama.
Hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dibicarakan bersama, dengan memberikan ruang bagi pendapat dan masukan dari berbagai pihak.
Semangat musyawarah juga menjadi bagian penting dalam mencari jalan keluar ketika muncul perbedaan maupun persoalan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sila Kelima: Kepedulian untuk Keadilan Sosial
Sementara itu, nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia tercermin melalui kepedulian dan semangat saling membantu antarwarga.
Masyarakat yang memiliki kemampuan lebih diharapkan dapat membantu mereka yang membutuhkan. Semangat berbagi dan kepedulian sosial menjadi bagian penting agar kesejahteraan dapat dirasakan secara lebih luas dalam kehidupan bersama.
Bagi Renata, wawancara tersebut bukan sekadar menyelesaikan tugas sekolah. Di usianya yang masih 11 tahun, ia telah berani tampil, bertanya, mendengarkan, dan menggali bagaimana nilai-nilai luhur bangsa benar-benar diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Pengalaman itu sekaligus menunjukkan bahwa Pancasila bukan hanya tulisan yang dihafalkan di buku pelajaran, melainkan nilai yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari: dalam doa, kepedulian, gotong royong, musyawarah, dan semangat saling membantu.
Keberanian dan keceriaan Renata Boru Simarmata menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan masyarakat Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan. Semangat belajar dan rasa ingin tahunya diharapkan terus tumbuh, membawanya meraih cita-cita sekaligus menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya.
Hebat, Renata! Teruslah belajar, berani bertanya, dan tumbuh menjadi generasi cerdas yang mencintai bangsa, tanah air, serta nilai-nilai luhur Pancasila (red)

Camat Tanah Abang Melarang Total Bakar Lahan: Merusak Alam, Mengancam Kesehatan!

0

PALI, Warta.in – Mengantisipasi lonjakan titik api menyusul masuknya musim kemarau, Pemerintah Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mengambil langkah preventif yang sangat tegas. Camat Tanah Abang, Dadang Afriandy, secara resmi menerbitkan seruan komprehensif yang melarang total segala bentuk aktivitas pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah hukum Kecamatan Tanah Abang pada Selasa (25/8/2026). Langkah ini diambil demi menyelamatkan ekosistem lingkungan dan melindungi masyarakat dari ancaman kabut asap yang mematikan.

Memasuki fase kering tahun ini, potensi kemunculan titik panas (hotspot) di area perkebunan dan hutan rawa gambut meningkat drastis. Pemerintah setempat menilai metode pembersihan lahan tradisional dengan cara membakar (slash-and-burn) sebagai ancaman nyata yang tidak bisa ditoleransi lagi. Dadang Afriandy menegaskan bahwa tindakan egois segelintir oknum yang membuka lahan menggunakan api secara instan merupakan pelanggaran hukum berat yang berdampak multidimensional.

“Membakar hutan dan lahan itu sama saja dengan merusak masa depan kita. Dampaknya sangat luas, mulai dari melumpuhkan aktivitas ekonomi warga, mengganggu jalur transportasi, hingga memicu krisis kesehatan massal. Udara bersih adalah hak semua orang, terutama anak-anak kita yang sangat rentan terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kita harus bergerak bersama demi mewujudkan lingkungan yang sehat tanpa asap,” ujar Dadang Afriandy dengan nada penuh penegasan dalam rilis resminya.

Guna menggerakkan kepedulian kolektif, pihak kecamatan secara masif mengusung slogan aksi “Awasi Bersama, Cegah Bersama, dan Jika Terjadi Padamkan Segera”. Slogan ini dirancang sebagai pengingat agar setiap lapisan masyarakat tidak bersikap apatis dan aktif menjaga wilayahnya masing-masing dari potensi sabotase atau kelalaian yang memicu kebakaran.

Sanksi Hukum Pidana dan Denda Fantastis Menanti Pelaku Pemerintah Kecamatan Tanah Abang memastikan tidak ada kompromi bagi siapa pun, baik individu maupun korporasi atau pemilik konsesi lahan, yang terbukti melakukan pembakaran. Penegakan aturan ini bersandar kuat pada regulasi nasional yang sangat ketat, yaitu Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam himbauan tersebut, dipaparkan dua landasan hukum utama yang menjadi senjata penjerat para pelaku karhutla:Pasal 69 Ayat (1) Huruf h: Melarang keras setiap orang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar secara sengaja.

Pasal 108: Mengatur sanksi pidana yang sangat berat. Pelaku pembakaran hutan dan lahan diancam dengan hukuman penjara minimal 3 tahun hingga maksimal 10 tahun, serta dikenakan denda finansial mulai dari Rp3 Miliar hingga paling banyak Rp10 Miliar. Sosialisasi regulasi ini sengaja dilakukan secara agresif agar masyarakat paham bahwa keuntungan instan dari membakar lahan tidak sebanding dengan konsekuensi hukum dan finansial fatal yang harus ditanggung di balik jeruji besi.

Sinergi Total Menuju Tanah Abang Bebas Asap Menyadari keterbatasan personel di lapangan, Camat Tanah Abang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membentuk benteng pertahanan bersama. Tokoh adat, perangkat desa, rukun tetangga (RT), hingga aparat keamanan dari TNI dan Polri diminta bersinergi melakukan patroli rutin secara berkala di area-area rawan rawan pangan dan semak belukar.

Masyarakat diimbau untuk tidak ragu memantau wilayah sekitar dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika melihat aktivitas mencurigakan atau munculnya kepulan asap sekecil apa pun di area perkebunan. Dengan koordinasi yang cepat dan tanggap, penanganan dini dapat dilakukan sebelum api membesar dan lepas kendali.Melalui komitmen bersama yang solid dan pengawasan ketat ini, Pemerintah Kecamatan Tanah Abang optimis dapat menekan angka karhutla hingga titik terendah (zero hotspot) pada tahun ini. Langkah nyata ini diharapkan mampu mempertahankan kualitas udara bersih yang sehat serta menjaga kelestarian keanekaragaman hayati yang menjadi warisan generasi mendatang.

 

(Randi)

Permalindo Gelar Donor Darah di Jakarta, Wujud Kepedulian Sosial dan Semangat Berbagi

0

Warta.in | Jakarta — Persatuan Marga Lim Indonesia (Permalindo) menggelar kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung di Jakarta dengan dukungan sejumlah mitra, yakni Toko Mas Setia Jaya dan Dunia Seragam.

Kegiatan donor darah ini mendapat antusiasme dari masyarakat dan anggota Permalindo. Hingga pelaksanaan acara berlangsung, tercatat lebih dari 100 peserta telah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi mendonorkan darahnya.

Ketua Panitia Donor Darah Permalindo, Hariyanto Salim, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjalankan aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah.

“Hari ini Permalindo mengadakan acara donor darah bekerja sama dengan berbagai pihak. Untuk peserta yang sudah terdata sementara lebih dari 100 orang. Mudah-mudahan jumlahnya bisa mencapai target sesuai harapan dan kebutuhan PMI,” ujar Hariyanto.

Ia juga mengajak masyarakat yang belum pernah melakukan donor darah agar tidak ragu untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial serupa. Menurutnya, donor darah bukan hanya bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berbagi dan membantu mereka yang membutuhkan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, apabila ada kegiatan donor darah seperti ini, jangan sungkan untuk ikut. Setiap tetes darah yang diberikan sangat berarti bagi orang lain,” katanya.

Sementara itu, Ketua Sosial Permalindo, Ana, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan kegiatan donor darah tidak terlepas dari kerja sama panitia, para pendonor, mitra pendukung, serta masyarakat yang ikut ambil bagian.

Melalui kegiatan ini, Permalindo berharap semangat kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Selain membantu ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan, kegiatan donor darah juga menjadi sarana mempererat hubungan dan kebersamaan antaranggota organisasi serta masyarakat luas.

“Kami berharap kegiatan ini berjalan sukses, lancar, dan para pendonor diberikan kesehatan serta keamanan selama mengikuti kegiatan,” ujar Hariyanto.

Kegiatan donor darah Permalindo menjadi salah satu bukti bahwa organisasi kemasyarakatan dapat mengambil peran aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Dengan dukungan berbagai pihak, aksi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ketuk Pintu Langit di Hari Maulid, Heri Amalindo Ajak Anak Panti dan Masyarakat Doakan Sumsel di Guyur Hujan

0

PALI, Warta.in – Memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah yang jatuh pada Selasa pagi (25/8/2026), Ketua Dewan Pimpinan wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatra Selatan, Dr. H. Heri Amalindo, M.M., menggelar kegiatan religius dan sosial yang menyentuh hati. Di tengah situasi daerah yang sedang dilanda musim kemarau ekstrem, Heri Amalindo mengajak masyarakat luas dan puluhan anak-anak panti asuhan untuk menggelar doa bersama meminta diturunkannya hujan (Istisqa) kepada Allah SWT.

Kegiatan yang berlangsung khidmat sejak pagi hari ini diawali dengan pembacaan salawat nabi dan pemaknaan kembali akhlak Rasulullah SAW sebagai rahmat bagi alam semesta (Rahmatan lil ‘Alamin). Momentum sakral ini kemudian dilanjutkan dengan zikir bersama dan doa khusus agar bumi Sumatra Selatan segera dibasahi hujan guna mengakhiri kekeringan yang kian meluas.

Dalam sambutannya, Dr. H. Heri Amalindo, M.M., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tahun ini harus menjadi refleksi kepedulian sosial dan spiritual. Menghadapi ujian berupa kemarau panjang, mengetuk pintu langit bersama anak-anak yatim piatu diyakini sebagai ikhtiar batin yang sangat kuat.

“Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk mengingat sejarah kelahiran baginda Nabi, tetapi meneladani sifat beliau yang penuh kasih sayang kepada sesama dan lingkungan. Saat ini, wilayah kita sedang diuji dengan kekeringan dan kemarau yang panjang. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat, didampingi anak-anak kita dari panti asuhan yang doanya insyaallah diijabah, untuk bersama-sama bersujud dan memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang berkah dan membawa kesuburan kembali,” ujar Heri Amalindo.

Beliau juga menghimbau Terkait Waspada Kebakaran Lahan Tidak hanya fokus pada ikhtiar spiritual, tokoh pemuda dan politik Sumsel ini juga memberikan perhatian penuh pada langkah-langkah preventif di lapangan. Mengingat kondisi semak belukar dan lahan yang sangat kering di berbagai wilayah Sumatra Selatan, Heri Amalindo mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pemilik lahan.

Ia juga meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi terhadap penggunaan api sekecil apa pun di area terbuka. Tindakan kecerobohan seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuka lahan dengan cara dibakar sangat dilarang karena berpotensi memicu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang fatal.

“Kondisi alam kita saat ini sangat rentan. Udara panas dan angin kencang membuat api sekecil apa pun bisa menjadi bencana besar dalam sekejap. Saya menghimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat, terutama yang memiliki lahan kering, mari saling menjaga. Jangan ada yang mencoba-coba membakar rumput atau sampah tanpa pengawasan, apalagi membuka lahan dengan api. Mari kita jaga bersama lingkungan di daerah kita masing-masing demi keselamatan anak cucu kita,” tegasnya.

Ketua DPW PSI Sumatra Selatan Heri Amalindo juga berharap agar seluruh kader di tingkat kabupaten/kota dapat menjadi pelopor di lingkungan masing-masing dalam mengedukasi warga terkait pencegahan kebakaran serta aktif membantu penyaluran air bersih bagi wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan paling parah. Acara peringatan Maulid Nabi kemudian ditutup dengan pemberian santunan dan makan bersama anak-anak panti asuhan.

 

Rilis:(Randi)

Dukung Program Presisi,Sespimmen Polri Bekali Personil Polres Muba Di Era Digital

0

Wartaa In

“MUSI BANYUASIN,” Polda Sumatera Selatan memperkuat transformasi sumber daya manusia kepolisian di era digital melalui kegiatan sosialisasi “Transformasi Polri di Era Digital: Penguatan Profesionalisme, Integritas, dan Pelayanan Presisi dalam Mewujudkan Kepercayaan Masyarakat” di Markas Komando Polres Musi Banyuasin, Senin (23/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan personel dalam beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepolisian yang cepat, transparan, humanis dan akuntabel.

Sosialisasi difasilitasi Kapolres Musi Banyuasin AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H., dan dipimpin Peserta Pendidikan Sespimmen Polri Angkatan LXVII, Tony Saputra. Kegiatan diikuti 25 personel perwakilan berbagai fungsi kepolisian, mulai dari SPKT, Reskrim, Intelkam, Binmas, Samapta, Lantas, SDM hingga Humas.

Transformasi digital menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi perubahan karakter masyarakat yang semakin kritis sekaligus perkembangan pola kejahatan yang bergeser dari kejahatan konvensional menuju kejahatan berbasis teknologi dan siber.

Dalam pembekalan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI) sebagai instrumen pendukung pelaksanaan tugas kepolisian dan pelayanan kepada masyarakat.

Materi juga menekankan penerapan lima nilai utama pelayanan publik Presisi, yakni Cepat, Mudah, Transparan, Humanis dan Akuntabel (CMTHA). Para peserta kemudian mengikuti diskusi interaktif untuk merumuskan langkah perbaikan nyata atau quick win yang dapat diterapkan pada satuan kerja masing-masing.

Peserta Pendidikan Sespimmen Polri Angkatan LXVII, Tony Saputra, menegaskan bahwa transformasi digital tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi harus diikuti perubahan pola pikir dan budaya kerja personel.

“Transformasi sejati bukan sekadar soal teknologi baru, melainkan cara berpikir dan cara melayani yang baru. Setiap anggota Polri adalah representasi institusi di mata masyarakat,” tegas Tony Saputra.

Peningkatan kompetensi digital personel diharapkan dapat mendukung pelayanan kepolisian yang lebih responsif sekaligus memperkuat kemampuan menghadapi berbagai tantangan keamanan di era teknologi informasi, termasuk ancaman kejahatan siber, penyebaran informasi palsu dan manipulasi informasi.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan kapasitas personel di jajaran Polda Sumsel.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Optimalisasi transformasi digital di jajaran Polda Sumsel merupakan wujud nyata Polri dalam memperkuat stabilitas keamanan sekaligus menghadirkan pelayanan kepada masyarakat yang lebih cepat, transparan dan akuntabel,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Menurutnya, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan profesionalisme dan integritas. Teknologi merupakan instrumen untuk meningkatkan kualitas pelayanan, sementara sikap humanis dan orientasi kepada masyarakat tetap menjadi fondasi utama pelaksanaan tugas kepolisian.

Melaluisosialisasi tersebut, Polres Musi Banyuasin diharapkan semakin siap menghadapi dinamika tugas kepolisian di era digital dengan meningkatkan kompetensi personel, memperkuat budaya kerja yang adaptif serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Polda Sumatera Selatan untuk terus membangun sumber daya manusia Polri yang profesional, berintegritas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi guna memperkuat kepercayaan masyarakat serta menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.

(Zulkifli//hms)

Satu Doa, Satu Keluarga: PWRI Muba dan Anak-Anak Panti Saling Merangkul di Malam Suci

0

SEKAYU, – Ketika sebagian besar orang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 12 Rabiulawal 1448 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026 dalam ruang-ruang seremonial yang megah, Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Muba memilih jalan yang berbeda. Senin malam (24/8/2026), kantor organisasi di Jalan Kolonel Wahid Udin, RT 39 RW 05, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, berubah menjadi ruang kebersamaan, tempat lantunan Yasin bersahutan dari mulut-mulut kecil anak panti asuhan, berdampingan dengan keluarga besar PWRI Muba.

Bukan acara besar. Bukan panggung megah. Tapi justru di situlah makna Maulid terasa paling dekat.

Kepedulian, Bukan Sekadar Peringatan

Ketua PWRI Muba Andy Mustika, S.E, C.BJ. C.IJ. menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah pernyataan sikap, bahwa organisasi pers di daerah memiliki tanggung jawab sosial yang melampaui tugas jurnalistik.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi. Semoga apa yang kita lakukan menjadi amal kebaikan serta membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Andy Murex panggilan akrabnya kepada Wartawan berbagai media di Sekretariat PWRI Muba, Senin (24/8/206).

Pernyataan itu bukan retorika kosong. Kehadiran anak-anak panti asuhan di tengah keluarga besar PWRI Muba malam itu menjadi bukti bahwa kata-kata tersebut diterjemahkan ke dalam aksi nyata, bukan sekadar ditulis dalam siaran pers.

Yasin, Doa, dan Kehangatan yang Tak Bisa Dibeli

Suasana kekhidmatan memenuhi ruangan sejak pembacaan Yasin dimulai. Anak-anak panti yang hadir tampak larut dalam kebersamaan, sebuah momen sederhana yang bagi mereka mungkin bernilai lebih dari sekadar undangan formal. Rangkaian acara dilanjutkan dengan doa bersama dan ramah tamah, mempererat tali silaturahmi yang kerap kali hanya menjadi jargon di banyak forum resmi.

Di tangan PWRI Muba, momen ini dikelola dengan tulus, tanpa panggung berlebihan, tanpa sponsor besar, murni kepedulian.

Meneladani Rasulullah, Dimulai dari Hal Kecil

Andy Mustika menyampaikan pesan yang lugas dan tegas kepada seluruh hadirin.

“Dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita tingkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mengamalkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Keteladanan yang dimaksud bukan sesuatu yang abstrak. Malam itu, PWRI Muba menerjemahkannya dalam bentuk paling sederhana, hadir untuk mereka yang membutuhkan. Anak-anak panti asuhan bukan sekadar tamu undangan, mereka adalah bagian dari keluarga besar yang ingin dirangkul.

Komitmen Berkelanjutan

PWRI Muba berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan organisasi terhadap masyarakat. Di tengah dinamika dunia pers yang semakin kompleks, PWRI Muba membuktikan bahwa wartawan bukan hanya pencatat peristiwa, mereka juga bisa menjadi pelaku kebaikan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berpartisipasi. Malam itu, kantor PWRI Muba bukan sekadar sekretariat organisasi. Ia menjadi rumah bersama, tempat Maulid dirayakan dengan cara yang paling dekat dengan spirit Rasulullah, berbagi.(Red).