Beranda blog

SEKDA TEGASKAN PEMKAB SUKABUMI MENDUKUNG PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN IKATAN DOKTER INDONESIA

0

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi sangat mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama dokter. Pasalnya dokter bukan hanya sekadar tenaga profesional yang memberikan pelayanan medis semata, namun bagian penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

 

“Terima kasih IDI (Ikatan Dokter Indonesia) yang telah menggelar kegiatan pertemuan ilmiah tahunan ini. Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan kesehatan saat ini,” ujarnya saat menutup Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ke-9 IDI Kabupaten Sukabumi, di salah satu hotel berbintang di Kota Sukabumi, Minggu, 13 September 2026.

 

Apalagi materi yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan primer sangatlah dibutuhkan. Mengingat, pelayanan primer merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

 

“Kemampuan tenaga medis dalam mengambil keputusan klinis yang tepat dan terampil dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan keselamatan pasien. Ilmu yang didapat ini, Insya Allah dapat diterapkan dalam melayani masyarakat,” ucapnya.

 

Selain itu semua, kolaborasi dan sinergitas menjadi hal yang sangat penting. Terutama tenaga kesehatan dengan pemerintahan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

“Tanpa kolaborasi, semua akan sulit. Jadi, mari kita jaga kebersamaan dan kekompakan ini untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah (maju, unggul, berbudaya, dan berkah). Kegiatan ini perlu dilanjutkan lagi di tahun tahun berikutnya,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua IDI Kabupaten Sukabumi H. Asep Suherman mengatakan, dokter di Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk membantu pemerintah. Terutama dalam menangani permasalahan kesehatan.

 

“Kegiatan ini pun menjadi tanggungjawab untuk memberikan kegiatan bermanfaat dan menambah wawasan, pengembangan skill, dan kompetensi bagi para dokter,” bebernya.

 

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini, diyakininya akan sangat bermanfaat. Terutama bagi para dokter terutama yang di Puskesmas ataupun UGD.

“Para dokter diberi materi terkait antisipasi penangan pasien korban bencana, hingga gigitan ular, ataupun lainnya yang berkaitan pelayanan primer. Kami menghadirkan narasumber yang kompeten dalam hal ini,” terangnya.

 

Melihat materi yang disampaikan, dirinya mengakui antusias para dokter sangatlah tinggi. Bahkan pesertanya pun mencapai 208 orang.

 

“Jumlah yang ikut ini berasal dari berbagai kota. Ada Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Bogor, hingga Jakarta. Antusiasnya luar biasa. Semoga acara berikutnya bisa lebih baik lagi,” pungkasnya. (Alfi yonimar)

PENUTUPAN SUKABUMI EXPO 2026, JOB FAIR JADI MAGNET PENCARI KERJA DAN BAHAN EVALUASI PENYELENGGARAAN

0

PENUTUPAN SUKABUMI EXPO 2026, JOB FAIR JADI MAGNET PENCARI KERJA DAN BAHAN EVALUASI PENYELENGGARAAN

 

Palabuhanratu– Sukabumi Expo 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 resmi ditutup di Lapang Cangehgar Palabuhanratu, Minggu (13/9/2026). Salah satu agenda yang menjadi perhatian masyarakat dalam kegiatan tersebut adalah pelaksanaan job fair yang menghadirkan peluang kerja bagi para pencari kerja.

 

Berdasarkan data panitia, sebanyak 542 pencari kerja mendatangi job fair yang melibatkan sembilan lembaga pelatihan kerja (LPK) dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Dari jumlah tersebut, tercatat 166 orang menyatakan minat terhadap berbagai lowongan yang tersedia.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, mengatakan bahwa job fair merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung kepada masyarakat melalui rangkaian kegiatan Sukabumi Expo.“Job fair (Alfi yonimar)

Kadisdik Sulsel Terbitkan SE Dampak BBM Langka, 4 SMA di Toraja Utara Besok Belajar Daring

0

SULAWESI SELATAN – Terjadinya kelangkaan ketersediaan BBM di sejumlah daerah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin, menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor : 100.3.4/8413/DISDIK, yang ditujukan kepada semua Kepala Cabang Dinas dan Kepala UPT Sekolah SMA dan SMK, Minggu (13/9/2026).

SE tersebut diterbitkan untuk dilakukan pelaksanaan pembelajaran secara daring bagi satuan pendidikan jenjang SMA/SMK/SLB di Sulawesi Selatan.

Dalam SE itu dijelaskan bahwa terjadinya kelangkaan dan antrian pengambilan BBM yang berpotensi mengganggu mobilitas murid, pendidik dan tenaga kependidikan maka diambil langkah-langkah antisipatif keberlangsungan proses pembelajaran.

Adapun antisipatif tersebut memuat 7 poin yang intinya bahwa satuan pendidikan SMA dan SMK ataupun SLB agar melaksanakan proses pembelajaran secara daring mulai tanggal 14-18 September 2026.

Namun pelaksanaan proses pembelajaran secara luring bisa tetap dilaksanakan dengan tetap memperhatikan kondisi wilayah masing-masing akan ketersediaan BBM.

Sementara menyikapi SE tersebut saat dikonfirmasi langsung via WhatsApp ke Kepala Cabang Dinas Wilayah X yang mencakup Kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara dan Enrekang, Tien Suharti menjelaskan bahwa untuk Wilayah X hingga hari Minggu 13/9/2026) malam, baru ada 4 Sekolah yang fix melaporkan akan laksanakan pembelajaran daring.

“Ada beberapa sekolah yang mau tatap muka, dengan alasan masih aman BBM. Besok baru kami ambil datanya yang daring dan luring,” tulis Tien Suharti.

Berdasarkan laporan dari 4 sekolah di Toraja Utara yang akan laksanakan pembelajaran daring yang disampaikan Tien Suharti selaku Kacabdin Wilayah X antara lain, SMA 1, SMA 4, SMA 7 dan SMA 11.

Dari keempat sekolah tersebut, SMA 1 Toraja Utara akan laksanakan pembelajaran daring selama 2 hari baru dievaluasi, sementara untuk SMA 4 Toraja Utara pembelajaran secara daring dilaksanakan hari Senin (14/9) akan tetapi jika listrik sering padam berdampak pada pemanfaatan jaringan maka akan Luring hari selanjutnya.

Kemudian untuk SMA 7 dan SMA 11 Toraja Utara, pelaksanaan pembelajaran secara daring, juga mulai hari Senin (14/9) sambil melihat situasi serta kondisi apakah akan lanjut daring hari berikutnya.

Kuasai Trotoar, Pangkalan Ojek Online di Stasiun Tanjung Priok Harus Ditertibkan

0

JAKARTA UTARA, warta.in |13 September 2026 — Seorang wartawan bersama rekan-rekannya mengalami perlakuan kurang menyenangkan saat hendak beristirahat dan makan di warung bakso di kawasan depan Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kejadian tersebut menunjukkan dugaan sikap tidak ramah, ancaman, serta kesewenang-wenangan yang dilontarkan oleh sejumlah pengemudi Ojek Online yang mangkal di lokasi tersebut — seolah-olah area trotoar yang merupakan fasilitas umum adalah wilayah pribadi mereka.

 

Kronologi bermula ketika wartawan tersebut bersama rekan-rekannya baru saja menyelesaikan tugas liputan dan kembali naik kereta dari Citayam. Setelah tiba di Stasiun Tanjung Priok, wartawan tersebut memarkirkan kendaraannya di area parkir stasiun, lalu berpindah ke dekat warung bakso di depan stasiun untuk makan sebentar. Sebelum memarkirkan kendaraan, ia terlebih dahulu meminta izin kepada salah satu pengemudi Ojek Online yang mangkal di lokasi.

 

“Bang, numpang sebentar ya,” ucapnya sopan.

 

Pengemudi tersebut bertanya, “Lama nggak, Mbak?”

 

“Enggak kok Bang, hanya makan sebentar,” jawabnya.

 

Pengemudi pun mengizinkan, “Ya sudah, silakan luruskan saja motornya.”

 

Namun di tengah mereka makan, terdengar percakapan pengemudi Ojek Online lainnya yang berkomentar sinis sambil menunjuk kendaraan tersebut. “Tahu nih motor siapa, enak sekali asal parkir, cari yang gratis, tidak mau bayar. Lihat saja nanti saya kempesin ban motor itu.”

 

Setelah selesai makan dan hendak melanjutkan perjalanan, wartawan tersebut melewati pengemudi yang tadi berbicara. Pengemudi itu masih berucap sambil menatapnya, “Biarkan saja, nanti motor ini saya kempesin.”

 

Merasa tidak terima dengan ancaman tersebut — apalagi setelah seharian bertugas dan hanya berhenti sebentar — ia berhenti dan menegur pengemudi tersebut. “Bang, siapa yang mau dikempesin motornya? Motor saya? Sini kempesin saja sekarang juga, di depan saya.”

 

Wartawan tersebut kemudian menjelaskan bahwa ia dan rekan-rekannya baru saja menyelesaikan tugas jurnalistik dan hanya berhenti makan sebentar. Mendengar penjelasan tersebut, sikap pengemudi itu berubah seketika. “Oh baru selesai liputan? Maaf Bu, saya tidak tahu.”

 

“Maaf saja tidak cukup,” tegasnya. “Tadi bicara seolah sangat berkuasa, ingin merusak kendaraan orang lain. Padahal ini trotoar umum, bukan milik pribadi siapa pun.”

 

Tidak lama kemudian datang rekan pengemudi lainnya dan mencoba melerai, bahkan menyuruhnya pergi dengan alasan menghambat jalan. Hal ini justru memperburuk situasi, apalagi salah satu pengemudi lainnya justru menantang untuk melaporkan saja, seolah tidak menghiraukan keberadaan awak media.

 

Merasa tidak diperlakukan dengan baik dan mendapat perlakuan yang tidak pantas, wartawan tersebut berniat untuk melaporkan hal ini kepada pihak terkait, mulai dari Kepala Stasiun Tanjung Priok, pihak kelurahan, hingga dinas terkait. Langkah ini diambil agar pengelolaan pangkalan Ojek Online di kawasan tersebut lebih tertib, tidak lagi menempati trotoar yang merupakan fasilitas umum, dan tidak ada lagi warga maupun pengguna jasa transportasi yang diperlakukan secara semena-mena di lokasi tersebut.

 

“Jangan sampai perbuatan ini berulang. Saya akan melaporkan hal ini kepada pihak pengelola stasiun, kelurahan, maupun instansi terkait agar lokasi ini tertib dan tidak ada lagi yang merasa berhak menguasai fasilitas umum untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

 

Mendengar hal itu, pengemudi yang tadi mengancam langsung memohon maaf. Sebaliknya, pengemudi yang menyuruh pergi tetap bersikukuh dan menantang untuk dilaporkan.

 

Perlu diketahui bahwa pangkalan Ojek Online tersebut berada di atas trotoar depan Stasiun Tanjung Priok, yang merupakan jalur pejalan kaki milik publik. Keberadaan pangkalan di lokasi tersebut dinilai menyempitkan akses pejalan kaki menuju maupun keluar dari stasiun, serta menimbulkan kesan kesewenang-wenangan seolah area tersebut dikuasai secara pribadi.

 

Peristiwa ini menyoroti perlunya pengelolaan dan pengaturan pangkalan Ojek Online yang tertib dan tidak mengganggu fasilitas umum, serta sikap pelayanan yang ramah dan tidak kesewenang-wenangan terhadap pengguna jasa transportasi maupun warga sekitar.

Tinjau 3 SPBU, Kapolres Toraja Utara: Jangan Ada Pengisian Berulang Untuk Kendaraan yang Sama

0

TORAJA UTARA – Memastikan ketersediaan BBM bersubsidi tetap aman dan distribusinya berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, Kapolres Toraja Utara, AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat, turun langsung melakukan pengecekan stok, pendistribusian, dan antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Toraja Utara, Minggu (13/9/2026).

Selain pengecekan serta pengawasan langsung pendistribusian BBM tersebut yang dilakukan pada hari Minggu (13/09/2026) siang, juga untuk mengantisipasi potensi kemacetan akibat antrean kendaraan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh Kasat Reskrim IPTU Ruxon, Kasat Intelkam IPTU Desi Salinding, dan Kanit Tipidter IPDA Abdi Musrya, dimana ada 3 titik SPBU yang menjadi target pengecekan.

Dari 3 lokasi SPBU yang ditinjau yaitu SPBU PT. H.M. Yunus Kadir di Jalan Poros Rantepao-Palopo Kelurahan Tallunglipu Matallo, SPBU PT. Baruka Permai di Jalan Pongtiku Kelurahan Karassik, dan SPBU PT. Sinar Ratte di Jalan Poros Rantepao-Makale Lembang Tallulolo.

Melalui peninjauan serta pengawasan tersebut, Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat, mengingatkan pihak SPBU agar pendistribusian BBM bersubsidi benar-benar disalurkan sesuai peruntukannya. Pihak pengelola diminta tidak melayani pengisian berulang pada kendaraan yang sama.

“Kami ingin memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan tepat sasaran, tidak ada penyalahgunaan maupun praktik yang merugikan Masyarakat,” tegas Kapolres di sela-sela peninjauan.

Tak hanya itu, Kapolres juga meminta pengelola SPBU untuk aktif mengatur kendaraan konsumen agar ketertiban di sekitar lokasi tetap terjaga.

“Pengelola SPBU harus mengatur antrean kendaraan dengan baik sehingga tidak menimbulkan kemacetan di sekitar area pelayanan,” pesan Kapolres.

Kapolres Toraja Utara juga menekankan kepada pihak SPBU agar segera berkoordinasi dengan Pertamina jika stok menipis agar pasokan dapat segera dipenuhi dan pelayanan kepada Masyarakat tetap optimal.

Sumber: Humas Polres Toraja Utara Polda Sulsel

Respon Cepat Laporan 110, Tim URC Puma Polda NTB Bubarkan Pesta Miras dan Gagalkan Potensi Begal

0

Respon Cepat Laporan 110, Tim URC Puma Polda NTB Bubarkan Pesta Miras dan Gagalkan Potensi Begal

Warta.in
Mataram,NTB — Dalam mengantisipasi kejahatan 3C (Curat, Curas, Curanmor), balap liar, serta gangguan kamtibmas, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Puma Jatanras Ditreskrimum Polda NTB menggelar patroli strong point pada Minggu (13/9/2026) dini hari.

Patroli yang dipimpin oleh Kanit URC Puma Jatanras AKP Agus Eka Artha S., S.H., ini menyisir sejumlah titik vital dan kawasan rawan di Kota Mataram hingga Lombok Barat, mulai dari Jalan Udayana, Jalan Airlangga, Taman Budaya, Tembolak Pelangi, hingga Jalur Bypass Mataram-Gerung.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Kombes Pol Arisandi, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan maksimal serta menjaga kondusivitas wilayah.
“Patroli strong point ini kami tingkatkan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan, aksi balap liar, maupun potensi tawuran yang kerap meresahkan masyarakat pada jam-jam rawan,” tegas Kombes Pol Arisandi.

Dalam aksinya sekitar pukul 02.30 WITA, petugas mendapati sekelompok remaja yang sedang mengonsumsi minuman keras di kawasan Taman Budaya. Petugas mengambil tindakan tegas dan persuasif dengan membubarkan kelompok tersebut demi mencegah terjadinya bentrokan.

Tak hanya itu, tim juga merespon cepat aduan masyarakat melalui layanan Call Center 110 terkait kerumunan remaja ugal-ugalan di Jalan Airlangga, serta laporan warga mengenai dugaan indikasi aksi pembegalan di Jalur Bypass Mataram-Gerung pada pukul 03.30 WITA.
“Setiap informasi dan laporan dari masyarakat, baik melalui call center maupun yang disampaikan langsung di lapangan, langsung kami tindak lanjuti secara cepat. Alhamdulillah, seluruh lokasi yang disisir dalam keadaan aman dan kondusif,” tambah Arisandi.

Kombes Pol Arisandi juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan para orang tua untuk turut menjaga anak-anaknya agar tidak keluyuran hingga dini hari, guna menghindari keterlibatan dalam aksi pergaulan bebas, miras, maupun kejahatan jalanan.(sr/hpntb)

Hatoguan Sitanggang, Bius Pangururan Sebagai Pranata Sosial Dan Demokrasi Dalam Budaya Batak

0

Pangururan, warta.in – Bius Pangururan Sebagai Pranata Sosial dan Demokrasi dalam Budaya Batak

I. Bius sebagai Wadah Pemerintahan AdatSebelum terbentuknya pemerintahan nagari dan pemerintahan administratif yang diperkenalkan oleh pemerintah kolonial Belanda, masyarakat Batak telah mengenal pranata sosial dan tata pemerintahan adat yang mengatur kehidupan masyarakat berdasarkan hubungan keturunan, wilayah, musyawarah, serta keseimbangan hak dan kewajiban antarkelompok.

Salah satu bentuk pranata tersebut dikenal dengan istilah Bius.

Bius bukan semata-mata merupakan suatu wilayah, melainkan wadah kehidupan masyarakat adat yang memiliki tata aturan, kepemimpinan, pembagian tugas, serta mekanisme musyawarah dalam mengatur kepentingan bersama.

Dalam pengertian tersebut, Bius dapat dipandang sebagai salah satu bentuk demokrasi adat. Keputusan yang menyangkut kepentingan masyarakat tidak hanya berada di tangan satu orang, tetapi dilaksanakan melalui peranan berbagai kelompok atau turpuk yang memiliki fungsi masing-masing.

Dalam kehidupan masyarakat adat, prinsip tersebut kemudian tercermin dalam pranata sosial yang dikenal sebagai Dalihan Natolu, yaitu hubungan timbal balik antarkelompok sosial yang menempatkan keseimbangan, penghormatan, tanggung jawab, dan musyawarah sebagai dasar kehidupan bersama.

Dengan demikian, keberadaan Bius dan Dalihan Natolu merupakan bagian penting dalam memahami bagaimana masyarakat Batak mengatur pranata kehidupan sosialnya sebelum terbentuknya pemerintahan administratif modern.

II. Struktur Turpuk dalam Bius Pangururan

Dalam lingkungan masyarakat adat Pangururan dikenal pembagian kelompok atau turpuk yang memiliki fungsi masing-masing.

Pada kelompok Sitanggang dikenal istilah Sitanggang Si Opat Sada Ina, yang terdiri atas:

1. Raja Panukkunan atau Sitanggang Bau;
2. Raja Pangadatan, yang meliputi Sitanggang Lipan, Sitanggang Upar, dan Sitanggang Silo;
3. Raja Panguluoloan atau Sigalingging;
4. Malau Raja, yang dalam perkembangan kelompoknya berkaitan dengan Malau Pase, Malau Lambe, Manik, Ambarita, dan Gurning.

Menurut pemahaman adat, struktur tersebut bukan sekadar pembagian nama marga, melainkan berkaitan dengan pembagian fungsi dalam kehidupan masyarakat.

1. Raja Panukkunan

Keturunan Raja Panukkunan dipandang memiliki kedudukan sebagai pihak yang mewakili kelompok Sitanggang dalam berbagai urusan bersama.

Dalam struktur adat, kedudukan tersebut berkaitan dengan fungsi kepemimpinan dan perwakilan, baik dalam hubungan dengan pemerintahan maupun dalam kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat.

Oleh karena itu, dalam pemahaman adat setempat, keturunan Raja Panukkunan dikenal sebagai pihak yang memiliki kedudukan sebagai Raja Bius Sitanggang.

2. Raja Pangadatan

Raja Pangadatan memiliki fungsi yang berhubungan dengan adat istiadat.

Aturan adat, tata cara pelaksanaan upacara, hubungan kekerabatan, serta norma yang harus dihormati masyarakat berada dalam ranah pengaturan adat.

Kedudukan tersebut mengandung makna bahwa adat bukan hanya kebiasaan, melainkan tata nilai yang menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat.

3. Raja Panguluoloan

Raja Panguluoloan memiliki fungsi yang berhubungan dengan pengelolaan pemerintahan dan strategi kehidupan masyarakat adat.

Kedudukan ini menggambarkan adanya pembagian fungsi dalam pemerintahan adat sehingga kepemimpinan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memiliki tugas tertentu dalam mengatur kepentingan masyarakat.

4. Malau Raja

Malau Raja memiliki kedudukan tersendiri dalam struktur tersebut.

Dalam tutur adat, Malau Raja dikaitkan dengan kedudukan sebagai menantu Raja Sitempang dan memiliki fungsi sebagai panglima atau pihak yang mengatur strategi pertahanan dan peperangan pada masa ketika pemerintahan Bius masih menjadi bagian utama dalam kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, keempat unsur tersebut dapat dipahami sebagai suatu kesatuan yang saling melengkapi, yaitu kepemimpinan, adat, pemerintahan, serta pertahanan.

III. Turpuk dalam Marga Silima Oppu

Selain Sitanggang, dalam lingkungan Bius Pangururan terdapat pula struktur turpuk pada kelompok marga lainnya.

Dalam kelompok Naibaho dikenal:

1. Naibaho Sitakkaraen;
2. Naibaho Siahaan;
3. Naibaho Huta Parik;
4. Naibaho Sidauruk;
5. Naibaho Siagian.

Kelompok tersebut dikenal dalam lingkungan adat sebagai bagian dari struktur sosial masyarakat Pangururan.

Demikian pula dalam kelompok Simbolon dikenal struktur:

1. Simbolon Pande;
2. Simbolon Tuan;
3. Tamba, yang kemudian berkaitan dengan Simarmata, Nadeak, dan Saeng Simalago;
4. Silalahi.

Struktur tersebut dalam tutur adat disebut sebagai Turpuk Siopat Ama dalam lingkungan Bius Pangururan.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat adat pada masa lalu memiliki sistem pengelompokan yang tidak hanya berdasarkan nama marga, tetapi juga berdasarkan garis keturunan, kedudukan sosial, wilayah, serta fungsi masing-masing dalam kehidupan Bius.

IV. Silsilah Raja Sitempang

Menurut tarombo dan tutur adat yang berkembang dalam masyarakat, garis keturunan Raja Sitempang dapat ditelusuri dari: Isumbaon → Sorimangaraja → Sorbanijulu → Raja Naimbaton → Datu Sindar Mataniari → Raja Sitempang.

Datu Sindar Mataniari disebut memiliki dua garis perkawinan.

Dari istri pertama, Silanyang Nagurata, lahir:

1. Raja Hatorusan;
2. Pinta Haumasan;
3. Raja Sitempang.

Raja Hatorusan, berdasarkan penuturan yang ada, belum ditemukan jejak keturunan yang dapat dijelaskan secara lengkap.

Pinta Haumasan kemudian dalam tradisi genealogis dikaitkan dengan perkawinan dengan Silahi Sabungan.

Sementara itu, Raja Sitempang kemudian menjadi tokoh penting dalam sejarah tutur masyarakat Pangururan dan dikaitkan dengan pembentukan serta perkembangan kelompok-kelompok masyarakat di wilayah tersebut. Dari istri kedua, boru Batang Ari, lahir:

1. Raja Nabolon;
2. Pungga Haumasan.

Pungga Haumasan kemudian dalam tutur adat dikaitkan dengan perkawinan dengan Silau Raja dan melahirkan keturunan yang dalam perkembangan selanjutnya disebut sebagai Malau Raja, yaitu kelompok yang kedudukannya berkaitan dengan hubungan sebagai menantu Raja Sitempang.

V. Hubungan Raja Sitempang dengan Pinta Haumasan dan Silahi Sabungan

Salah satu bagian penting dalam tutur sejarah Pangururan adalah kisah mengenai hubungan Pinta Haumasan dengan Silahi Sabungan.

Menurut tutur yang berkembang, pertemuan tersebut terjadi di wilayah Siogung-ogung ketika Silahi Sabungan turun dari kawasan Dolok Natimbo atau Pussu Buhit.

Dalam perjalanan tersebut terdapat hubungan dengan Raja Oloan serta perjalanan untuk memenuhi kebutuhan Raja Sitempang yang berada di kawasan Tala-Tala, Sijambur Nabolak.

Dalam kisah tersebut, Pinta Haumasan disebut sebagai saudara kandung Raja Sitempang.

Pertemuan Pinta Haumasan dengan Silahi Sabungan kemudian berkembang menjadi suatu perkawinan yang dalam tradisi genealogis melahirkan:

1. Boru Marihan, yang juga dikenal dalam tutur sebagai Sibaso Bolon;
2. Silahi Raja.

Kisah tersebut memiliki kedudukan penting dalam hubungan genealogis antara kelompok Raja Sitempang dan Silahi Sabungan.

VI. Kisah Boru Marihan

Dalam tutur adat terdapat kisah mengenai Boru Marihan yang digambarkan memiliki keadaan fisik tidak biasa, yaitu separuh badan manusia dan separuh badan ikan.

Dalam pandangan masyarakat pada masa itu, keadaan tersebut dipandang sebagai sesuatu yang luar biasa. Karena itu, Boru Marihan kemudian harus ditempatkan di suatu tempat yang tidak mudah diketahui atau dilihat oleh masyarakat umum.

Karena Pinta Haumasan telah lebih dahulu berada di wilayah tersebut, Boru Marihan kemudian diantar ke kawasan Tala-Tala, Sijambur Nabolak untuk berada dalam penjagaan keluarga.

Beberapa puluh tahun kemudian, menurut kisah yang diwariskan secara turun-temurun, terjadi suatu mukjizat sehingga keadaan Boru Marihan kembali normal sebagai manusia.

Dari kisah tersebut kemudian berkembang cerita mengenai keturunan yang dalam tutur masyarakat dikaitkan dengan Raja Pangururan.

Kisah ini merupakan bagian dari tradisi lisan dan mitologi genealogis masyarakat. Karena itu, apabila digunakan sebagai dasar penulisan sejarah atau pembuktian hukum, kisah tersebut perlu dibedakan dengan bukti tertulis, seperti register kampung, register Bius, surat tanah, arsip pemerintahan, atau dokumen sejarah lainnya.

VII. Makna Historis

Dari keseluruhan struktur tersebut dapat dilihat bahwa masyarakat Pangururan sebelum terbentuknya pemerintahan administratif modern telah mengenal sejumlah unsur pengaturan kehidupan bersama, antara lain:

1. struktur kepemimpinan;
2. pembagian fungsi pemerintahan;
3. aturan adat;
4. mekanisme musyawarah;
5. pembagian kelompok berdasarkan turpuk;
6. pengaturan wilayah kehidupan masyarakat;
7. hubungan kekerabatan sebagai salah satu dasar pemerintahan; serta
8. fungsi pertahanan dan keamanan masyarakat.

Karena itu, Bius tidak tepat dipahami hanya sebagai nama suatu wilayah.

Bius merupakan bagian dari suatu sistem sosial dan politik masyarakat adat yang mengatur hubungan antara manusia, keturunan, wilayah, adat, kepemimpinan, serta kepentingan bersama.

Dalam konteks tersebut, Dalihan Natolu menjadi salah satu dasar hubungan sosial, sedangkan struktur turpuk menjadi salah satu mekanisme pengorganisasian masyarakat.

Dengan demikian, sejarah Bius Pangururan perlu dipahami bukan hanya dari cerita mengenai asal-usul marga, tetapi juga dari struktur kelembagaan, pembagian tugas, wilayah kekuasaan adat, register lama, peninggalan situs, serta bukti-bukti tertulis yang masih dapat ditemukan.

Hal ini penting agar sejarah masyarakat Pangururan tidak hanya diwariskan melalui cerita lisan, tetapi dapat disusun menjadi sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan melalui perbandingan antara tutur adat, tarombo, arsip, register Bius, register kampung, dan berbagai bukti sejarah lainnya Penulis : Hatoguan Sitanggang – pengamat masalah adat & budaya di Pangururan Samosir)

Patroli Dini Hari Polsek Sunggal Intensifkan Pengamanan, Antisipasi Kejahatan Jalanan dan Tawuran

0

Warta.in Sunggal – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi potensi kejahatan jalanan, balap liar, dan aksi tawuran, Satuan Unit Samapta Polsek Sunggal Polrestabes Medan melaksanakan kegiatan Patroli Perintis Presisi pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 12 – 13 September 2026.

Kegiatan patroli tersebut berlangsung mulai pukul 23.00 WIB hingga 04.30 WIB, dengan menyasar sejumlah jalur dan kawasan yang berada di wilayah hukum Polsek Sunggal, di antaranya Jalan Ringroad Underpass Manhataan , Jalan Kenanga Raya, Jalan Sei Mencirim, dan Medan Binjai.

Patroli dipimpin oleh Aiptu Agus selaku Ketua Tim Patroli dan dikuti oleh piket fungsi. Dalam pelaksanaannya, personel menggunakan satu unit kendaraan roda empat

Sebelum pelaksanaan patroli, Pawas Iptu Zulkifli Panjaitan memberikan arahan kepada seluruh anggota terkait kesiapan personel, sasaran patroli, serta langkah-langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Sunggal Polrestabes Medan

Selanjutnya, personel menyambangi sejumlah titik rawan kejahatan jalanan dan memberikan imbauan kepada petugas Pos Kamling yang berada di Wilayah Polsek Sunggal, agar meningkatkan kewaspadaan serta melaksanakan patroli secara mobile di area line dan apabila menemukan gangguan kamtibmas segera menghubungi Call Center Polri 110

Imbauan tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya kehilangan barang maupun tindak pidana kejahatan lainnya di kawasan area pemukiman yang dijaga oleh personil Pos Kamling

“Kami mengimbau seluruh petugas keamanan untuk meningkatkan patroli mobile dan kewaspadaan di area masing-masing. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya tindak pidana dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif,” ujar Aiptu Agus

Selain menyasar petugas Pos Kamling, personel Patroli Polsek Sunggal juga memberikan imbauan kepada warga yang beraktivitas hingga pagi hari diingatkan untuk selalu berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya kejahatan jalanan.

Kapolsek Sunggal Kompol M.Yunus Tarigan.S.H, M.H menegaskan bahwa kegiatan Patroli Polsek Sunggal bersama Piket Fungsi merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menghadirkan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan.

“Patroli ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami akan terus melakukan kegiatan preventif untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, balap liar, tawuran, maupun gangguan kamtibmas lainnya, sehingga situasi di wilayah hukum Polsek Sunggal Polrestabes Medan tetap aman dan kondusif,” tegas Kompol Yunus Tarigan

Selama kegiatan berlangsung, situasi di seluruh rute patroli terpantau aman, tertib, dan lancar. Kegiatan Patroli Polsek Sunggal yang dilakukan dini hari juga diharapkan dapat meningkatkan rasa aman masyarakat serta mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di kawasan Hukum Polsek Sunggal. (RG)

Dugaan Karyawan Resign Mengaku Belum Menerima Gaji, Warga Minta Disnaker Muba Turun tangan 

0

Warta.in MUSI BANYUASIN — Sejumlah pekerja yang pernah bekerja di PT Muba Global Lestari di Kampung Sekate, Kelurahan Suak Baru, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), mengaku belum menerima upah setelah mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.

Berdasarkan keterangan narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, terdapat pekerja asal Kampung 7 Sekayu yang baru bekerja sekitar satu setengah hari sebelum mengundurkan diri. Pekerja tersebut disebut belum menerima upah atas pekerjaan yang telah dilakukannya.

Selain itu, terdapat pula pekerja asal Kecamatan Pelakat Tinggi yang mengaku telah bekerja selama sekitar 10 hari sebelum mengundurkan diri dan hingga kini belum menerima upah.

Narasumber mengatakan, sejumlah pekerja memilih mengundurkan diri karena merasa tidak mampu dengan beban pekerjaan yang dijalani. Mereka juga mengeluhkan waktu istirahat selama bekerja.

“Menurut keterangan pekerja, mereka merasa beban pekerjaan cukup berat dan waktu istirahat dinilai belum sesuai harapan,” ujar narasumber.

Menurut informasi yang diterima, kondisi jam kerja dan pembagian shift di perusahaan tersebut saat ini disebut sudah mengalami perubahan dibandingkan sebelumnya. Namun, masyarakat tetap meminta adanya pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Musi Banyuasin terkait penerapan jam kerja, waktu istirahat, serta pemenuhan hak pekerja.

Masyarakat juga meminta Disnaker Muba memanggil pihak PT Muba Global Lestari untuk meminta penjelasan mengenai pembayaran upah kepada pekerja yang telah bekerja tetapi kemudian mengundurkan diri.

“Pekerja sudah mengeluarkan tenaga dan keringat selama bekerja. Kami meminta hak mereka diperjelas dan dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata narasumber.

Selain persoalan upah, masyarakat meminta Disnaker Muba melakukan pemeriksaan terhadap penerapan ketenagakerjaan di PT Muba Global Lestari, termasuk terkait keterlibatan tenaga kerja lokal.

Masyarakat mempertanyakan apakah komitmen perusahaan untuk menyerap sekitar 70 persen tenaga kerja lokal atau putra daerah telah direalisasikan sesuai ketentuan dan kesepakatan yang ada.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi perusahaan juga meminta pemerintah melakukan pengawasan terhadap dampak keberadaan perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

Mereka berharap Disnaker Muba segera melakukan pemeriksaan dan memediasi persoalan antara pekerja dengan pihak perusahaan agar hak-hak pekerja dapat memperoleh kejelasan.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PT Muba Global Lestari terkait dugaan belum dibayarkannya upah kepada sejumlah pekerja tersebut. Konfirmasi dan hak jawab dari pihak perusahaan penting untuk memperoleh informasi yang berimbang.(Albert)

SALAM Rapatkan Barisan Bersama Gema Bangsa, Adi Munasip: Kepedulian dan Gotong Royong Adalah Modal Utama

0

SALAM Rapatkan Barisan Bersama Gema Bangsa, Adi Munasip: Kepedulian dan Gotong Royong Adalah Modal Utama

MEDAN DELI ( Warta.In )  — Sahabat Lama Adi Munasip (SALAM) menegaskan komitmennya untuk bersama Partai Gema Bangsa dalam merapatkan barisan, menyatukan potensi, dan membangun kekuatan bersama untuk mengantarkan Partai Gema Bangsa menuju Senayan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam konsolidasi SALAM yang berlangsung di Medan Deli, Sabtu (12/9/2026). Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan sekaligus merumuskan tujuan bersama dalam menghadapi perjuangan politik ke depan.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Gema Bangsa, Adi Munasip, menekankan bahwa kekuatan utama dalam membangun perjuangan bersama bukan hanya terletak pada strategi politik, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.

“Rasa kepedulian, empati, kebersamaan, dan gotong royong tanpa pilih-pilih adalah modal utama,” ujar Adi Munasip.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus menjadi fondasi dalam membangun kekuatan yang mampu hadir dan bekerja di tengah masyarakat. Politik, kata dia, harus mampu menghadirkan rasa kebersamaan dan kepedulian tanpa membeda-bedakan latar belakang masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan konsolidasi SALAM yang ingin menyatukan berbagai potensi dalam satu tujuan bersama.

“Kami sekarang bersama Partai Gema Bangsa. Kita ingin merapatkan barisan dan menyatukan langkah untuk satu tujuan, yaitu bagaimana memenangkan dan mengantarkan Partai Gema Bangsa menuju Senayan,” tegasnya.

Adi Munasip juga menilai bahwa kekuatan jaringan persahabatan dan kebersamaan harus terus dirawat. Setiap elemen memiliki potensi yang dapat dikolaborasikan untuk memperkuat perjuangan.

Karena itu, SALAM mengajak seluruh sahabat dan masyarakat untuk membangun gerakan yang dilandasi kepedulian, empati, komunikasi, serta semangat gotong royong.

Konsolidasi di Medan Deli tersebut menjadi bagian dari langkah SALAM untuk memperkuat barisan bersama Partai Gema Bangsa sekaligus membangun optimisme menghadapi kontestasi politik mendatang.

Dengan semangat “Rapatkan Barisan untuk Satu Tujuan”, SALAM siap bergerak bersama Partai Gema Bangsa untuk memperkuat konsolidasi dan memperbesar kekuatan perjuangan menuju Senayan.Kepedulian, Empati, Kebersamaan, dan Gotong Royong untuk Indonesia.(su16)