Beranda blog

MKKS SMP Purwakarta Teguhkan Ukhuwah dan Keteladanan Rasulullah

0

Warta.in, Purwakarta — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Purwakarta di SMP Al Badar Wanayasa, Selasa (29/9/2026).

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mempererat dan Memperkuat Ukhuwah Islamiyah”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat kolaborasi para kepala sekolah dalam menjalankan amanah pendidikan.

Kepala SMP Al Badar Wanayasa, Subhan Saprudin, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukur karena sekolahnya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang diikuti keluarga besar MKKS SMP Kabupaten Purwakarta.

Kegiatan kemudian dibuka Ketua MKKS SMP Kabupaten Purwakarta, Muhammad Nursodik, M.Pd. Ia menegaskan bahwa kebersamaan antara kepala sekolah SMP negeri maupun swasta menjadi kekuatan penting dalam membangun pendidikan di Purwakarta.

Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, yang turut memperkuat komunikasi dan sinergi antara MKKS dengan Dinas Pendidikan.
Peringatan Maulid Nabi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Keteladanan Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, amanah dan kepedulian, dinilai relevan untuk diterapkan dalam kepemimpinan maupun pelayanan pendidikan.

Bagi para kepala sekolah, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kepemimpinan yang berintegritas, pelayanan yang tulus, serta komitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk peserta didik berakhlak dan berkarakter.

“Berbeda sekolah dan latar belakang, kita tetap berada dalam satu keluarga besar pendidikan Kabupaten Purwakarta. Bersama memperkuat silaturahmi, menjaga ukhuwah, dan menghadirkan pendidikan yang semakin bermakna,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Tausiyah: Jangan Hanya Mengejar Banyaknya Rezeki

Dalam tausiyahnya, Ustadz Yayat Hidayatu Rohkman, S.Pd.I, Staf Pengajar SMP Al Badar Cipulus Wanayasa, mengajak para peserta merenungkan hakikat rezeki.

Ia menjelaskan bahwa harta, jabatan dan berbagai kenikmatan dunia merupakan rezeki yang bersifat sementara. Rezeki yang lebih berharga adalah kesehatan karena memungkinkan manusia beribadah, bekerja dan menjalankan amanah.

Lebih jauh, anak yang saleh disebut sebagai salah satu bentuk rezeki yang terus memberikan manfaat melalui doa dan amal kebaikan.

“Rezeki yang paling sempurna adalah ridha Allah. Ketika Allah ridha, apa pun yang dimiliki menjadi penuh keberkahan,” ujar Ustadz Yayat.

Ia berpesan agar manusia tidak hanya sibuk mengejar rezeki yang banyak, tetapi juga berusaha memperoleh rezeki yang bernilai dan penuh keberkahan.

“Pada akhirnya, bukan seberapa banyak yang kita kumpulkan, melainkan seberapa besar Allah meridai kehidupan yang kita jalani,” pesannya.

Kegiatan tersebut merupakan program bidang kerohanian MKKS SMP Kabupaten Purwakarta yang diketuai H. Mulyadi, M.Pd., Kepala SMPN 2 Tegalwaru, bersama Subhan Saprudin, S.Pd.I., Kepala SMP Al Badar Cipulus.

Acara ini dihadiri seluruh anggota MKKS SMP Kabupaten Purwakarta dan berlangsung khidmat. (ds)

Kabar Baik Dari PALI, Ratusan masyarakat Tanah Abang Selatan Banjir Menerima Bantuan Beras 30Kg!

0

Warta.in//PALI – Suasana di Kantor Desa Tanah Abang Selatan, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tampak berbeda pada Senin (29/9/2026). Senyum semringah dan rasa lega terpancar jelas dari wajah ratusan warga yang mengantre tertib. Hari itu, sebanyak 383 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) resmi menerima jatah bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Tidak tanggung-tanggung, setiap kepala keluarga langsung membawa pulang 30 kilogram beras kualitas premium. Jumlah besar ini merupakan rapelan sekaligus untuk alokasi tiga bulan berjalan, yaitu Juli, Agustus, dan September 2026.

Sinergi Nyata Pemerintah dan Bulog Program yang diinisiasi oleh pemerintah pusat ini disalurkan secara masif melalui penugasan Perum Bulog. Di tingkat desa, aparatur pemerintahan bergerak cepat memastikan ribuan karung beras tersebut sampai ke tangan yang tepat tanpa potongan sepeser pun.

Kepala Desa Tanah Abang Selatan, Ahmad Sartono, S.H., menegaskan bahwa distribusi dilakukan secara transparan demi memenuhi kebutuhan dasar hidup warganya.

“Bantuan pangan ini kami salurkan langsung dan tanpa perantara ke setiap Keluarga Penerima Manfaat. Secara reguler, jatahnya adalah 10 kilogram per bulan. Karena ini mencakup tiga bulan sekaligus, maka setiap KPM menerima total tiga karung atau 30 kilogram,” jelas Ahmad Sartono di lokasi pembagian.

Penyelamat Dapur di Tengah Kenaikan Harga Penyaluran beras CPP ini bagaikan oase di gurun pasir bagi masyarakat kecil. Pasalnya, tren kenaikan harga sejumlah barang kebutuhan pokok belakangan ini cukup mencekik isi dompet warga, terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan pekerja harian lepas.

Ahmad Sartono tidak memungkiri bahwa program ini memicu antusiasme yang sangat tinggi di tengah masyarakat desa yang ia pimpin.“Warga sangat senang dan terbantu dengan adanya intervensi pangan dari pemerintah ini. Selain secara langsung meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu dan lansia, bantuan ini menjadi penyeimbang yang sangat efektif di tengah melambungnya harga-harga sembako di pasar,” tuturnya.

Harapan Agar Program Terus Berlanjut Melihat dampak positif yang begitu besar bagi ketahanan pangan warganya, pihak Pemerintah Desa Tanah Abang Selatan berharap penuh agar program serupa tidak berhenti di sini. Keberlanjutan bantuan jaring pengaman sosial seperti ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas sosial dan daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.

Proses pembagian yang dimulai sejak pagi hari tersebut berjalan dengan sangat kondusif, aman, dan menerapkan sistem pelayanan yang ramah bagi warga lansia guna memastikan seluruh target penerima pulang dengan membawa haknya secara utuh.

Wendeilyna Dukung Edison Pasaribu Pimpin DPW PPRPI Samosir: Amanah Keluarga dan Nilai Parbahul Bahul Na Bolon

0

Samosir, warta.in — Dr drh R Wendeilyna Simarmata MSi (CMed CPPCIJ CPW) , yang akrab disapa Wendy dan merupakan ibebere marga Pasaribu, anak perempuan dari alm Rusli Aminah boru Pasaribu & Oloan Herlin Simarmata SH menyatakan dukungan penuh terhadap penunjukan Ir. Edison Pasaribu sebagai Ketua DPW Punguan Pomparan Raja Pasaribu Indonesia (PPRPI) Kabupaten Samosir yang baru.

Bagi Wendy, dukungan tersebut bukan semata-mata persoalan organisasi punguan. Ada nilai kekeluargaan dan warisan moral yang membuat dirinya merasa perlu memberikan dukungan kepada keputusan DPP PPRPI.

Wendy merupakan cucu dari Somuntul Bunga Jalan Pasaribu, gelar Tuan Sariburaja, tokoh asal kawasan Jalan Tanah Lapang, Pangururan, Samosir, yang dikenal dalam keluarga sebagai Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus pengusaha dan politikus pada zamannya.

Nilai yang diwariskan Somuntul Bunga Jalan Pasaribu kepada keturunannya, menurut Wendy, salah satunya adalah pentingnya menjaga persaudaraan dan saling mendukung di antara keluarga.

“Sebagai cucu Somuntul Bunga Jalan Pasaribu gelar Tuan Sariburaja, saya memegang nilai yang diwariskan kepada kami, yaitu bagaimana keluarga harus saling mendukung. Karena itu, saya pun harus menghormati dan mendukung keputusan para tulang saya di DPP PPRPI,” ujar Wendy.

Menurutnya, seseorang yang mendapatkan amanah sebagai Ketua DPW tentu diharapkan telah melalui pertimbangan organisasi.

“Siapa pun yang mendapat amanah sebagai Ketua DPW, saya percaya keputusan itu sudah melalui proses pemeriksaan dan pertimbangan yang matang. Saya memilih melihatnya dari sisi persaudaraan, tanggung jawab dan kepentingan bersama,” katanya.

Wendy: Saya Sangat Mengenal Edison Pasaribu

Wendy mengaku cukup mengenal sosok Edison Pasaribu. Ia melihat Edison sebagai figur yang telah menjalani perjalanan karier pemerintahan cukup panjang di Kabupaten Samosir.

Secara administratif pemerintahan, Edison Pasaribu, ST, MM tercatat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir.

Edison juga telah dipercaya menduduki jabatan tersebut sejak pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama Pemkab Samosir pada Januari 2022.

Bagi Wendy, perjalanan Edison dari lingkungan pemerintahan hingga dipercaya memimpin perangkat daerah menjadi salah satu hal yang membuatnya melihat Edison memiliki pengalaman dalam menjalankan tanggung jawab.

“Saya sangat mengenal Edison Pasaribu. Dia memulai karier dari CPNS di Pemkab Samosir hingga sekarang mendapat kepercayaan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup,” kata Wendy.

Dalam sejumlah kegiatan pemerintahan, Edison juga tercatat menjalankan tugas berkaitan dengan isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Pada 2024, misalnya, ia mewakili Dinas Lingkungan Hidup dalam Konsultasi Publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis RPJMD Samosir 2025-2029.

Pada 2026, Edison juga mendampingi Bupati Samosir dalam penerimaan penghargaan sertifikat Menuju Kota Bersih untuk Kabupaten Samosir.

Bukan Hanya Soal Jabatan, Tetapi Tata Krama Adat

Namun bagi Wendy, alasan personal yang paling kuat dalam mendukung Edison bukan hanya perjalanan kariernya.

Ia justru menyoroti cara Edison menempatkan diri dalam hubungan kekerabatan Batak.

“Salah satu yang paling saya kagumi dari Edison adalah ketika bertemu saya, dia menyapa saya dengan sangat santun, dengan sapaan namboru,” ungkap Wendy.

Menurut Wendy, sapaan tersebut menunjukkan bahwa Edison memahami tata krama dalam hubungan kekerabatan Batak.

“Ia menghormati ibu saya sebagai namborunya dan saya sebagai boru namborunya. Saya pun disapanya dengan sapaan namboru. Bagi saya, itu bukan sekadar panggilan. Itu menunjukkan bagaimana seseorang memahami posisi dan hubungan kekerabatan dalam adat Batak,” ujarnya.

Bagi Wendy, kepemimpinan dalam punguan marga tidak cukup hanya mengandalkan jabatan atau kemampuan administratif. Pemimpin juga harus memahami bagaimana menempatkan diri dalam hubungan Dalihan Na Tolu, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda dan menjaga hubungan kekeluargaan.

Edison Dinilai Memiliki Jiwa Parbahul Bahul Na Bolon

Wendy juga menilai Edison memiliki karakter yang menurutnya penting bagi seorang pemimpin punguan, yakni parbahul bahul na bolon.

Dalam pemaknaan yang disampaikan Wendy, parbahul bahul na bolon menggambarkan orang yang mampu memikul tanggung jawab besar, mengayomi dan melayani ketika diberikan amanah.

“Kalau seseorang diberi tanggung jawab mengurusi masyarakat atau keluarga besar, dia harus mampu menjadi parbahul bahul na bolon. Artinya, jangan hanya mengejar jabatan, tetapi harus siap memikul beban dan melayani,” katanya.

Wendy melihat prinsip tersebut relevan dengan posisi Ketua DPW PPRPI Kabupaten Samosir yang mempunyai tanggung jawab mengayomi keluarga besar Pasaribu dalam wadah organisasi.

Ia juga menggambarkan Edison sebagai sosok yang ramah dan pekerja keras serta memiliki perhatian besar terhadap keluarganya.

“Edison adalah family man. Dia sangat care terhadap anak-anaknya. Anak-anaknya disekolahkan dengan baik dan dalam perjalanan kariernya dia juga mendapat dukungan dari istrinya,” ujar Wendy.

Polemik Pergantian Ketua DPW PPRPI Samosir

Dukungan Wendy kepada Edison muncul di tengah dinamika internal PPRPI Kabupaten Samosir.

Sebelumnya, beredar pernyataan sikap dari Ketua DPW PPRPI Samosir periode 2023-2028, Dani Dewentin Pasaribu, bersama sejumlah sektor yang menyatakan menolak SK KEP-08/DPP-PPRPI/IX/2026 mengenai penonaktifan Ketua DPW PPRPI Samosir. Dalam pemberitaan tersebut, pihak yang menyatakan penolakan bahkan menyebut akan mundur dari PPRPI dan membentuk wadah baru bernama PPRPS.

Pemberitaan itu menunjukkan bahwa pergantian kepemimpinan DPW PPRPI Samosir memang diwarnai perbedaan sikap di internal organisasi.

Karena itu, Wendy mengajak keluarga besar Pasaribu melihat persoalan tersebut secara lebih tenang dan mengedepankan persaudaraan.

Menurutnya, adanya perbedaan pandangan mengenai keputusan organisasi tidak seharusnya menghilangkan semangat untuk menjaga hubungan kekeluargaan.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memperpanjang konflik personal.

“Bagi saya, kalau ada keputusan organisasi, mari kita hormati prosesnya. Kalau ada keberatan, tentu ada mekanisme organisasi untuk menyampaikannya. Jangan sampai perbedaan keputusan organisasi justru membuat keluarga besar Pasaribu terpecah,” katanya.

Harapan untuk Janji Martahan dan Habeahan

Wendy secara khusus berharap dua wilayah yang dikenal sebagai kantong keluarga besar Pasaribu di Kabupaten Samosir, yakni Desa Janji Martahan dan Desa Habeahan, dapat memberikan dukungan terhadap kepemimpinan Edison Pasaribu.

Menurutnya, kekuatan sebuah punguan tidak hanya terletak pada struktur pengurus, tetapi juga pada kemampuan seluruh keluarga besar menjaga kebersamaan.

“Harapan saya, dari dua desa yang merupakan kantong marga Pasaribu, yaitu Janji Martahan dan Habeahan, juga dapat mendukung Ketua DPW yang baru. Mari kita bersama-sama membesarkan punguan, bukan memperbesar perbedaan,” ujar Wendy.

Ia berharap Edison dapat menjalankan amanah dengan mengutamakan pelayanan, persaudaraan dan kepentingan keluarga besar Pasaribu.

“Selamat kepada paraman tulang naposo, Ir. Edison Pasaribu. Jalankan amanah ini dengan baik. Jadilah parbahul bahul na bolon bagi keluarga besar Pasaribu di Samosir,” kata Wendy.

Ia menutup pernyataannya dengan pesan singkat yang menurutnya menggambarkan harapan terhadap masa depan punguan:

“Jayalah Pasaribu. Horas untuk seluruh keluarga besar Pasaribu “

Tabligh Akbar, Parosil Paparkan Program Pro Rakyat Dari Seragam Gratis Hingga Sekolah Kopi. 

0

Lampung Barat – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus memanfaatkan Tabligh Akbar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 di Islamic Center Sekuting Terpadu, Selasa 29/9/2026, sebagai forum laporan kinerja program pro rakyat di hadapan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan ribuan masyarakat.

Tujuan utama pemaparan ini adalah memastikan publik mengetahui arah dan manfaat nyata program yang dijalankan bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin, bukan sekadar janji pembangunan. Di sektor keagamaan, program insentif marbot dan guru ngaji memiliki tujuan menjaga aktivitas keagamaan di tingkat kampung tetap hidup.

Manfaatnya, adalah pembinaan generasi muda terus berjalan dan penjaga masjid mendapat perhatian layak dari pemerintah.

Di sektor pendidikan, bantuan seragam sekolah gratis yang telah dibagikan ke ribuan siswa bertujuan memangkas beban ekonomi orang tua. Program ini dilengkapi beasiswa kedokteran, PGSD, seni dan kebudayaan yang bertujuan menyiapkan SDM Lampung Barat sesuai minat dan potensi, sehingga anak daerah mampu bersaing.

Di sektor pertanian, program Sekolah Kopi Masuk Kampung bertujuan meningkatkan kapasitas petani kopi dari hulu ke hilir. Mulai dari budidaya, perawatan hingga pengolahan. Manfaatnya, adalah meningkatkan nilai jual komoditas unggulan dan pendapatan petani.

Di sektor kesehatan, penanganan stunting dan pembangunan infrastruktur jalan difokuskan untuk memastikan mobilitas ekonomi dan kualitas hidup masyarakat meningkat melalui sinergi kabupaten, provinsi dan pusat.

Pemaparan program di momentum yang dihadiri Ustad Das’ad Latif, dan jajaran Forkopimda ini menjadi strategi komunikasi pemerintah. HUT ke-35 diposisikan sebagai bukti bahwa pembangunan Lampung Barat berjalan seimbang antara infrastruktur fisik dan pembangunan manusia.

Dengan sampaian terbuka oleh Bupati Lampung Barat di Islamic Center, pemerintah memastikan setiap program memiliki tujuan yang jelas dan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai Lampung Barat memiliki modal sosial yang berbeda dari daerah lain, dimana ulama, tokoh adat, dunia usaha, dan anak muda merasa memiliki daerahnya.

“Banyak sekali kemajuan yang kita rasakan di Lampung Barat. Saya melihat ada yang berbeda dari Lampung Barat dibanding kabupaten lain. Masyarakatnya kompak, ulama, tokoh adat, dunia usaha, anak muda, semua merasa ini adalah daerah mereka dan mereka semangat memajukan Lampung Barat,” kata Mirzani.

Pelita Prabu DPC Tulungagung Kirim Surat Klarifikasi ke Desa Aryojeding, Soroti Dugaan Pertambangann an

0

TULUNGAGUNG,WARTA ,IN — Pelita Prabu DPC Tulungagung mengirimkan surat klarifikasi kepada Pemerintah Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Surat tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut atas hasil investigasi lapangan serta informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar.

Dalam surat klarifikasi tersebut, Pelita Prabu DPC Tulungagung meminta penjelasan pemerintah desa terkait sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

Sedikitnya terdapat tiga pokok persoalan yang dimintakan klarifikasi, yakni terkait dasar kegiatan dan dugaan aktivitas pertambangan pasir ilegal, aliran dana serta dugaan penyalahgunaan aset, dan dugaan perusakan aset serta dampak lingkungan.

Pelita Prabu menyatakan, surat tersebut bukan semata-mata didasarkan pada informasi yang berkembang di masyarakat, tetapi juga hasil penelusuran dan investigasi lapangan yang dilakukan oleh organisasi.

Ketua Pelita Prabu DPC Tulungagung, Edi Freedom, mengatakan pihaknya telah menerima balasan dari Pemerintah Desa Aryojeding terkait persoalan lahan yang sebelumnya dipertanyakan.

Namun, menurut Edi, penjelasan yang disampaikan pemerintah desa masih memerlukan pendalaman, khususnya mengenai dasar kegiatan yang disebut sebagai penataan lahan.

“Desa sudah membalas surat terkait lahan. Penjelasan dari desa adalah mengenai penataan lahan. Yang kita pertanyakan, apa dasarnya?” ujar Edi Freedom.

Edi menegaskan, pihaknya kemudian kembali mengirimkan surat klarifikasi kedua kepada Pemerintah Desa Aryojeding untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai dasar dan mekanisme kegiatan tersebut.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar persoalan yang menjadi perhatian masyarakat dapat memperoleh penjelasan secara terbuka dan berdasarkan dokumen maupun dasar hukum yang jelas.

Bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup

Selain melakukan komunikasi dan klarifikasi kepada pemerintah desa, Pelita Prabu DPC Tulungagung juga telah menyampaikan surat kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminta perhatian dan penjelasan dari instansi terkait, khususnya terhadap aspek lingkungan yang muncul dalam persoalan tersebut.

“Kami juga sudah bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung,” lanjut Edi.

Pelita Prabu berharap instansi terkait dapat memberikan penjelasan mengenai aspek lingkungan dan legalitas kegiatan apabila memang terdapat aktivitas yang berpotensi memberikan dampak terhadap lingkungan.

Organisasi tersebut juga menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan persoalan tersebut berdasarkan informasi masyarakat dan hasil penelusuran lapangan.

Pelita Prabu menegaskan bahwa langkah klarifikasi dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial dan upaya mendorong transparansi, khususnya terhadap kegiatan yang berkaitan dengan aset desa, penggunaan lahan, serta potensi dampak lingkungan.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih melakukan upaya konfirmasi kepada Pemerintah Desa Aryojeding terkait sejumlah hal yang menjadi pokok klarifikasi Pelita Prabu DPC Tulungagung. Redaksi juga akan meminta penjelasan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung terkait aspek lingkungan dan kegiatan yang dipersoalkan.

  • Redaksi memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada Pemerintah Desa Aryojeding, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab. Pemberitaan ini disusun berdasarkan informasi awal, hasil investigasi lapangan, serta keterangan yang diperoleh redaksi dan akan diperbarui apabila terdapat informasi atau klarifikasi dari pihak terkait.

pewarta : pj

Pelita Prabu Bersurat ke DLH Tulungagung, Minta Klarifikasi Legalitas ,Pengawasan Aktivitas Desa Aryojeding

0

TULUNGAGUNG,WARTA .IN — Pelita Prabu DPC Tulungagung kembali melakukan langkah klarifikasi terkait aktivitas pengelolaan atau pengambilan material yang menjadi perhatian masyarakat di wilayah Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.

Setelah sebelumnya melayangkan surat klarifikasi kepada Pemerintah Desa Aryojeding, Pelita Prabu kini juga menyampaikan surat kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung.

Surat tersebut disampaikan berdasarkan hasil penelusuran lapangan serta informasi yang diterima dari masyarakat sekitar. Pelita Prabu meminta agar sejumlah aspek terkait aktivitas tersebut dapat dijelaskan secara objektif oleh instansi yang memiliki kewenangan.

Ketua Pelita Prabu DPC Tulungagung, Edi Freedom, mengatakan pihaknya ingin memperoleh kejelasan mengenai dasar dan status kegiatan yang menjadi perhatian masyarakat.

“Desa sudah membalas surat terkait lahan. Penjelasan dari desa adalah mengenai penataan lahan yang kita pertanyakan apa dasarnya. Kami kirimkan balasan surat klarifikasi kedua serta kami juga sudah bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung,” ujar Edi Freedom.

Enam Poin yang Dimintakan Klarifikasi

Dalam surat kepada DLH, Pelita Prabu meminta penjelasan terkait sejumlah aspek, antara lain:

Pertama, legalitas dan perizinan.

Pelita Prabu meminta klarifikasi mengenai legalitas kegiatan, termasuk perizinan atau persetujuan yang menjadi dasar dilaksanakannya aktivitas di lokasi tersebut.

Kedua, status wilayah pertambangan.

Pelita Prabu meminta penjelasan mengenai status wilayah yang menjadi lokasi aktivitas, termasuk apakah lokasi tersebut berada dalam wilayah yang diperbolehkan untuk kegiatan pertambangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketiga, penerapan sanksi administratif dan pidana.

Pelita Prabu meminta penjelasan mengenai langkah yang dapat atau telah dilakukan pemerintah apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya kegiatan yang tidak sesuai dengan ketentuan perizinan maupun peraturan lingkungan hidup. Hal ini termasuk kemungkinan penerapan sanksi administratif maupun proses hukum pidana apabila unsur pelanggaran berdasarkan hasil pemeriksaan memang terpenuhi.

Keempat, tanggung jawab reklamasi dan pemulihan lahan.

Pelita Prabu juga meminta klarifikasi mengenai pihak yang bertanggung jawab terhadap reklamasi, pemulihan kondisi lahan, serta pemulihan lingkungan apabila aktivitas tersebut menimbulkan perubahan atau kerusakan lingkungan.

Kelima, pengawasan terhadap aktivitas.

Organisasi tersebut meminta penjelasan mengenai bentuk pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah daerah terhadap aktivitas di lokasi yang menjadi perhatian masyarakat.

Keenam, langkah penghentian aktivitas apabila ditemukan pelanggaran.

Pelita Prabu meminta penjelasan mengenai langkah pemerintah apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kegiatan yang tidak memiliki dasar legalitas atau tidak memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk kemungkinan tindakan penghentian aktivitas sesuai kewenangan dan prosedur hukum.

Pelita Prabu: Tunggu Penjelasan Instansi Berwenang

Edi Prayitno menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan sepihak mengenai status maupun legalitas kegiatan tersebut.

Menurutnya, klarifikasi kepada DLH justru diperlukan agar persoalan yang berkembang di masyarakat dapat memperoleh jawaban dari instansi yang memiliki kewenangan.

“Kami ingin semuanya jelas. Kalau memang kegiatan tersebut memiliki dasar legalitas dan perizinan, tentu harus dijelaskan. Begitu juga apabila ada persoalan, kami berharap ada langkah sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Edi.

Pelita Prabu menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan mengikuti proses klarifikasi yang dilakukan oleh pihak terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih melakukan konfirmasi kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung terkait surat yang disampaikan Pelita Prabu serta meminta penjelasan mengenai aspek legalitas lingkungan, pengawasan, dan langkah pemerintah terhadap aktivitas yang dipersoalkan.

Redaksi juga masih membuka ruang klarifikasi kepada Pemerintah Desa Aryojeding dan pihak lain yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Polres Meranti Pastikan Zero Karhutla, Waspada Ispa Dan BBM Aman Terkendali.

0

Meranti,- Upaya Polres Kepulauan Meranti Polda Riau telah Zero Karhutla, Waspada Ispa Dan BBM Aman Terkendali dan kabar baik datang dari Kabupaten Kepulauan Meranti. Hingga pekan keempat September 2026, seluruh wilayah binaan Polsek jajaran Polres Kepulauan Meranti dinyatakan Zero Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Selain itu, Capaian ini merupakan buah dari patroli terpadu dan sosialisasi masif program Green Policing Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.

Meskipun kualitas udara di Kepulauan Meranti masih baik dan tidak terdeteksi asap Karhutla, Polres Kep. Meranti tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Sedangkan Polres Kepulauan Meranti memastikan stok dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kepulauan Meranti dalam kondisi Aman, Lancar, dan Terkendali

Hal ini Sebagaimana disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., menegaskan, pihaknya tidak menunggu api muncul baru bertindak.

“Prinsip kami adalah cegah sebelum terjadi. Bhabinkamtibmas bersama Babinsa, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) setiap hari melakukan patroli di lahan gambut dan memberikan pemahaman kepada petani agar tidak lagi membuka lahan dengan cara Memerun atau membakar,” ujar Kapolres.

Menurut Kapolres, paradigma lama bahwa membakar lahan dapat mengurangi keasaman tanah kini sudah mulai ditinggalkan masyarakat. Warga kini lebih memahami bahwa Karhutla selain merusak ekosistem, juga ada sanksi pidana yang tegas.

Meskipun Kualitas udara membaik, kami tetap memberikan himbauan ini disampaikan menyusul musim peralihan yang rentan menimbulkan gangguan kesehatan.

“Kami imbau kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan orang tua lanjut usia, agar tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan memperbanyak konsumsi air putih,” kata AKBP Gede.

Senada dengan itu, Polres Kepulauan Meranti juga memastikan stok dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kepulauan Meranti dalam kondisi Aman, Lancar, dan Terkendali.

” Tim Polres melakukan pengecekan langsung ke sejumlah SPBU dan APMS yang ada di Tebing Tinggi dan sekitarnya.
“Hasil monitoring kami di lapangan, stok BBM subsidi maupun non-subsidi cukup. Tidak ada antrian panjang. Distribusi untuk nelayan, petani, dan transportasi antar pulau berjalan normal dan tepat sasaran,” ungkap Kapolres.

(Rilis Humas Polres Meranti).

Menanti Hasil Lab DLH PALI: Menguji Transparansi dan Data Ilmiah di Pusaran Dugaan Limbah PT Aburahmi?

0

Warta.in//PALI, SUMATERA SELATAN – Kabut ketidakpastian masih menyelimuti warga Desa Panta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dugaan mengalirnya cairan limbah yang mengarah ke Sungai Sebagut dari aktivitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Aburahmi kini tengah memasuki babak krusial. Publik, terutama para petani dan pemilik perkebunan di sekitar kawasan perusahaan, kini sedang menghitung hari menanti pembuktian ilmiah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PALI.

Isu ini mencuat ke permukaan dan menjadi perbincangan hangat, baik di tengah masyarakat maupun di jagat media sosial. Kekhawatiran warga sangat beralasan; Sungai Sebagut merupakan bagian penting dari ekosistem lokal yang menopang produktivitas lahan perkebunan di sekitarnya. Namun, di tengah riuhnya opini publik, instansi berwenang mengingatkan bahwa pencemaran lingkungan tidak bisa disimpulkan hanya berdasarkan pandangan visual atau spekulasi yang beredar.

Merespons keresahan tersebut, DLH Kabupaten PALI telah mengambil langkah taktis dengan menerjunkan tim Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) langsung ke titik lokasi. Tim tersebut telah melakukan inspeksi lapangan dan mengamankan sampel cairan misterius tersebut untuk diuji secara komprehensif di laboratorium. Langkah ini diambil guna menguji apakah karakteristik cairan tersebut terbukti melampaui baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan pemerintah.

DLH PALI: Hasil Uji Lab Keluar Pekan Depan Hingga menjelang akhir September 2026, hasil resmi dari uji laboratorium tersebut memang belum dirilis ke publik. Kepala DLH Kabupaten PALI, Aryansyah, S.T., M.T., memberikan kejelasan mengenai linimasa proses ini. Saat dikonfirmasi, ia menjelaskan bahwa pengujian parameter lingkungan memerlukan prosedur ketat yang memakan waktu.

“Kalau jadwalnya kan dua minggu. Jadi mungkin minggu depan metu (keluar),” ungkap Aryansyah melalui pesan singkat, merujuk pada estimasi rilis hasil lab pada pekan pertama Oktober 2026.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin gegabah dalam mengambil kesimpulan. Waktu dua minggu tersebut digunakan untuk menguji berbagai parameter kimia dan fisik secara akurat demi menghasilkan data yang tidak terbantahkan.

Ujian Transparansi dan Penegakan PP Nomor 22 Tahun 2021 Hasil laboratorium ini nantinya akan menjadi hulu dari kebijakan yang bakal diambil oleh Pemerintah Kabupaten PALI.

Ada tiga pertanyaan besar yang dinantikan jawabannya oleh masyarakat:

1. Apakah cairan tersebut valid berasal dari sisa operasi produksi PT Aburahmi?

2. Apakah kandungan di dalamnya masih berada di bawah ambang batas aman?

3. Ataukah terdapat parameter zat kimia tertentu yang telah melanggar regulasi lingkungan hidup?

Jika mengacu pada regulasi nasional, segala bentuk pengelolaan, pengawasan, hingga penerapan sanksi administratif terhadap kegiatan usaha yang berdampak pada lingkungan telah diatur secara ketat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Oleh karena itu, transparansi dari DLH PALI dalam mengumumkan hasil ini menjadi taruhan besar. Jika hasil uji laboratorium menunjukkan tidak adanya pelanggaran dan cairan tersebut aman, penjelasan ilmiah yang transparan sangat dibutuhkan untuk meredam polemik dan keresahan sosial. Sebaliknya, jika terbukti ada parameter yang melampaui baku mutu, masyarakat menuntut tindakan konkret dan sanksi tegas sesuai hukum yang berlaku demi menjaga keberlanjutan ekosistem kelestarian Sungai Sebagut.

Hingga rilis berita ini diturunkan, pihak manajemen PKS PT Aburahmi masih belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan resmi terkait dugaan aliran cairan tersebut. Publik kini sepenuhnya bersandar pada komitmen DLH PALI untuk membuka data berbasis ilmiah (scientific evidence) pada pekan depan, demi keadilan lingkungan dan kepastian hukum bagi masyarakat setempat.

Satresnarkoba Polres Lampung Barat Temukan Diduga Tanaman Ganja di Lahan Belukar Pekon Teba Pring Jaya

0

Lampung Barat – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lampung Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Lampung Barat. Hal tersebut ditunjukkan dengan ditemukannya tanaman yang diduga ganja (Cannabis) di sebuah lahan belukar milik H. Anwar, yang berada di Pekon Teba Pring Jaya, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat.

Penemuan tersebut berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat melakukan kegiatan di lokasi, personel Satresnarkoba menemukan sejumlah tanaman yang diduga merupakan tanaman ganja yang ditanam di area lahan belukar tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal dan informasi yang diperoleh petugas, tanaman yang diduga ganja tersebut diduga ditanam oleh seorang tersangka berinisial S. Selanjutnya, petugas melakukan pengamanan terhadap tanaman yang ditemukan untuk dijadikan barang bukti serta dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Satresnarkoba Polres Lampung Barat guna memastikan jenis tanaman serta mengungkap secara lebih mendalam terkait kepemilikan dan proses penanamannya.

Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, S.H., S.I.K., M.H. melalui Satresnarkoba menyampaikan bahwa Polres Lampung Barat akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika, termasuk menindaklanjuti informasi masyarakat terkait adanya dugaan aktivitas penyalahgunaan narkotika.

“Polres Lampung Barat berkomitmen untuk terus melakukan pemberantasan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan aktivitas narkotika di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut, keberadaan tanaman yang diduga ganja tersebut menjadi perhatian serius karena narkotika dapat memberikan dampak buruk bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Oleh karena itu, sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat diperlukan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

Saat ini, Satresnarkoba Polres Lampung Barat masih melakukan proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut terhadap perkara tersebut guna mengungkap secara jelas keterlibatan tersangka serta kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan penanaman tanaman yang diduga ganja tersebut.

Polres Lampung Barat menegaskan akan terus mengambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan hukum terhadap setiap bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Lampung Barat.

Hari Pramuka ke-65 Kwarcab Langkat, Semangat Pengabdian dan Pembinaan Generasi Muda Dikuatkan

0

Hari Pramuka ke-65 Kwarcab Langkat, Semangat Pengabdian dan Pembinaan Generasi Muda Terus Dikuatkan

LANGKAT — Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Langkat Tahun 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Pramuka Kwarcab Langkat, Senin (28/9/2026).

Peringatan Hari Pramuka tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, disiplin, terampil, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Pelaksana Tugas Bupati Langkat, Tiorita Surbakti, SH, berkenan menjadi Pembina Upacara pada puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarcab Langkat. Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran pengurus Kwarcab, Kwartir Ranting, pembina pendamping, anggota Pramuka serta peserta perkemahan.

Ketua Panitia Pelaksana Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarcab Langkat, Drs. H. Hermansyah, yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi Organisasi, Administrasi dan Hukum (Orgakum), dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan telah dilaksanakan sejak 26 September 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara ziarah rombongan ke Makam Pahlawan Pangkalan Berandan pada 26 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Kwartir Ranting Babalan, Berandan Barat dan Sei Lepan.

Selain ziarah, Kwarcab Langkat juga menggelar Perkemahan Bersama yang berlangsung 26–28 September 2026. Selama perkemahan, peserta mengikuti berbagai kegiatan keterampilan, seni dan budaya yang dirancang untuk membangun kreativitas, kemandirian, kerja sama serta rasa persaudaraan antarpeserta.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Upacara Renungan dan Ulang Janji yang diikuti para pengurus Kwarcab, Kwaran serta pembina pendamping. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Api Unggun Besar sebagai salah satu tradisi penting dalam kegiatan kepramukaan.

Puncak seluruh rangkaian kegiatan ditandai dengan upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 yang kemudian dilanjutkan dengan pelantikan para camat selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Ka Mabiran).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kwarcab Langkat, dr. H. Indra Salahudin, M.Kes., MM, menyampaikan sejumlah perkembangan dalam penguatan pembinaan kepramukaan di Kabupaten Langkat.

Ia mengungkapkan bahwa Universitas Negeri Medan (Unimed), khususnya PJOK dan FIKK, telah menjalin kerja sama dengan Pusdiklat Cabang Langkat dalam penyediaan pelatih Kursus Mahir Dasar (KMD).

Kerja sama tersebut diharapkan semakin memperkuat kapasitas para pembina Pramuka sehingga proses pendidikan kepramukaan di Langkat dapat berlangsung secara lebih profesional, sistematis dan berkelanjutan.

Pada upacara tersebut, Pembina Upacara juga membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Pesan tersebut menjadi bagian penting dari refleksi perjalanan Gerakan Pramuka sekaligus penguatan komitmen untuk terus hadir dalam pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Tanda Ikut Serta Kegiatan (TISKA) dan piagam Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 kepada para peserta. Penyerahan dilakukan oleh Pembina Upacara sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kontribusi anggota Pramuka dalam kegiatan nasional tersebut.

Kemeriahan semakin terasa dengan pemotongan tumpeng dan pelepasan burung merpati sebagai simbol rasa syukur, perdamaian dan semangat persaudaraan.

Para purna Jamnas Kontingen Langkat juga turut memeriahkan acara dengan menampilkan Kolone Tongkat. Penampilan tersebut mendapat perhatian peserta dan undangan sekaligus menunjukkan keterampilan, kekompakan serta semangat anggota Pramuka.

Sebagai penutup rangkaian acara, Ketua Kwarcab Langkat menyerahkan bingkisan kepada para pemenang lomba yang telah mengikuti berbagai kegiatan selama perkemahan.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarcab Langkat tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan keterampilan, menanamkan kedisiplinan dan membangun karakter generasi muda melalui pendidikan kepramukaan.

Dari Bumi Perkemahan Pramuka Kwarcab Langkat, semangat untuk terus mengabdi, berkarya dan membangun generasi muda yang berkarakter kembali diteguhkan.Selamat Hari Pramuka ke-65.

Pewarta : Kak Musa Pasaribu