Beranda blog

Hiburan Pasar Malam Karang Asam Wahana Tempat Bermain Anak Anak Dan Orang Tua Berburu Kuliner.

0

Warta In

“Tanjung enim.muara Enim”Antusias masyarakat karang asam dan sekitarnya dengan bangga adanya wahana hiburan anak-anak dan kuliner UMKM lokal yang ada disekitaran pasar malam.

Dengan adanya pasar mlm,karang asam kecamatan Lawang kidul,kabupaten muara Enim Sumatra selatan.orang tua dan anak-anak dapat menikmati juga berbelanja sesuai kebutuhan yang ada.

Beberapa warga karang asam menyampaikan kepada Bung pelix selaku ketua Forum Pemuda Produktif Ketenagakerjaan.Tanjung Enim Selatan(FPPK-TES)kecamatan Lawang kidul,kabupaten muara enim,Sumatra selatan.

Warga”kami sangat bangga dengan adanya forum anak muda sekarang,yang mana tela mengusahakan adanya pasar malam dikarang asam ini. selama ini belum perna sekalipun terlaksana adanya pasar malam atau wahana hiburan anak anak hanya sebatas rencana.

Kehadiran,pasar malam ini diharapkan menjadi alternatif hiburan rakyat sekaligus menjadikan masyarakat tempat berkumpul,berbelanja kuliner,dan menikmati suasana malam bersama keluarga.

Hiburan rakyat,menjadi wahana tempat anak-anak bermain dan berbelanja.semogah dengan adanya pasar malam dikarang asam ini,untuk kedepannya akan terus diadakan sapahnya warga karang asam,kecamatan Lawang kidul.kabupaten muara Enim Sumatra selatan.

Warga kepada awak media.kapan lagi kita menikmati hiburan kepasar malam bersama keluargah,Santay dan nyaman,sambil minum minum kopi,tutup.

(Zulkifli)

 

Kevin Harlens: SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya Siap Jadi Benteng Ideologi dan Stabilitas Kepemudaan

0

Warta.in | Jakarta – SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya menyambut antusias pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 SAPMA Pemuda Pancasila yang berlangsung pada 6–8 November 2026 di Tavia Heritage Hotel, Jakarta.

Kegiatan berskala nasional ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mempererat tali silaturahmi antarkader dari berbagai daerah, sekaligus merumuskan gagasan dan program kerja yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia.

Ketua Cabang SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Kevin Harlens, dalam wawancara dengan awak media menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus Pusat SAPMA Pemuda Pancasila yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan Rakernas tersebut.

Menurut Kevin, Rakernas harus menjadi momentum penting untuk menghasilkan keputusan dan program kerja yang tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan hingga ke tingkat daerah.

“Terima kasih dan luar biasa kepada Pengurus Pusat SAPMA Pemuda Pancasila yang telah mengagendakan kegiatan Rakernas ini. Harapan kami dari Surabaya, hasil Rakernas harus menjadi bukti konkret dan bisa sampai ke daerah-daerah, bahkan hingga ke tingkat ranting, anak cabang, dan komisariat,” ungkap Kevin.

Ia menegaskan, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari kegiatan nasional yang besar, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan dan program organisasi dapat dirasakan manfaatnya oleh kader serta masyarakat di tingkat akar rumput.

Dalam kesempatan tersebut, Kevin juga mengungkapkan gagasan SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya untuk menghadirkan program Olah Kopi Cangkuk sebagai wadah kolaborasi berbagai organisasi kepemudaan (OKP) di Kota Surabaya.

Melalui program tersebut, pihaknya ingin menciptakan ruang pertemuan yang terbuka bagi kalangan pemuda untuk berdiskusi, bertukar pikiran, menyampaikan aspirasi, serta membahas berbagai persoalan dan isu strategis yang berkembang di Kota Surabaya.

Menurut Kevin, generasi muda harus diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial dan kemasyarakatan.

“Kami ingin membangun ruang kolaborasi bagi seluruh elemen pemuda di Surabaya. Dengan adanya ruang diskusi, kita bisa saling mengenal, bertukar gagasan, dan bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang ada di Kota Surabaya,” jelasnya.

Selain memperluas kolaborasi antarlembaga kepemudaan, SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya juga terus mendorong penguatan organisasi di lingkungan perguruan tinggi melalui pembentukan dan pengembangan komisariat.

Kevin menyampaikan bahwa saat ini terdapat enam komisariat dalam pengembangan organisasi SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya, dengan basis kegiatan di lingkungan perguruan tinggi, di antaranya ITS, UPN, UHT, UW, dan Unesa, serta satu komisariat lainnya.

Menurutnya, lingkungan kampus merupakan ruang strategis untuk membangun karakter, meningkatkan wawasan kebangsaan, serta menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila kepada mahasiswa.

“Kami berharap Rakernas ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus memberikan pemahaman dan menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila kepada generasi muda, khususnya mahasiswa,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Ruben, menyampaikan bahwa Rakernas dan peringatan HUT ke-38 merupakan kesempatan berharga bagi seluruh pengurus cabang dan wilayah untuk saling mengenal, membangun komunikasi, serta memperkuat hubungan antarkader dari berbagai daerah.

Menurut Ruben, pertemuan nasional seperti ini memiliki arti penting dalam menyatukan pandangan, memperkuat komitmen organisasi, serta menjaga semangat kebersamaan dalam mengamalkan ideologi Pancasila.

Ia berharap seluruh kader SAPMA Pemuda Pancasila semakin solid, memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat, dan mampu menjalankan peran organisasi secara positif di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Kevin Harlens menyoroti pentingnya membangun budaya dialog di kalangan mahasiswa dan generasi muda dalam menyikapi berbagai persoalan sosial maupun kebijakan publik.

Ia mencontohkan momentum Hari Sumpah Pemuda di Kota Surabaya yang berlangsung beriringan dengan aksi sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati.

Namun demikian, Kevin menilai perlu adanya ruang alternatif yang mampu mempertemukan pemuda dengan para pemangku kebijakan melalui dialog yang terbuka, sehat, dan konstruktif.

Baginya, menyampaikan aspirasi tidak selalu harus dilakukan melalui aksi di jalan. Diskusi dan dialog langsung bersama pemerintah maupun wakil rakyat juga dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan persoalan sekaligus mencari jalan keluar.

“Kami ingin mahasiswa dan pemuda-pemudi di Kota Surabaya memiliki ruang dialog. Jangan sampai perbedaan pandangan justru melahirkan ujaran kebencian, adu domba, apalagi di tengah maraknya informasi hoaks. Kami ingin menghadirkan komunikasi yang sehat dan produktif,” jelas Kevin.

Ia menambahkan, SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya berupaya mendorong keterlibatan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dan Wali Kota Surabaya dalam ruang dialog bersama kalangan mahasiswa dan pemuda.

Dengan demikian, berbagai persoalan daerah dapat dibicarakan secara terbuka, aspirasi masyarakat dapat tersampaikan, dan solusi dapat dirumuskan melalui komunikasi yang produktif.

Pancasila Harus Diamalkan, Bukan Sekadar Slogan Organisasi

Kevin juga mengingatkan bahwa Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan atau identitas organisasi, melainkan harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, setiap kader dan generasi muda harus memahami serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila mulai dari sila pertama hingga sila kelima, sekaligus menjaga komitmen terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dan semangat persatuan sebagaimana terkandung dalam Sumpah Pemuda.

Ia berharap kader SAPMA Pemuda Pancasila dapat menjadi generasi yang memiliki karakter kebangsaan, menjunjung tinggi toleransi, menghargai perbedaan, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Melalui pelaksanaan Rakernas dan peringatan HUT ke-38 SAPMA Pemuda Pancasila, SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya berharap lahir energi baru, gagasan progresif, serta program kerja yang memiliki dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Kevin Harlens bersama jajaran pengurus SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya juga berharap hasil Rakernas dapat menjadi pedoman bersama dalam memperkuat organisasi, memperluas jaringan kaderisasi, dan meningkatkan kontribusi pemuda dalam pembangunan bangsa.

Momentum 38 tahun perjalanan SAPMA Pemuda Pancasila ini sekaligus menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan, merawat kebinekaan, memperkuat ideologi Pancasila, serta mengambil peran aktif dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

SAPMA Pemuda Pancasila harus terus bergerak, bersatu, dan berkarya. Bukan hanya kuat dalam organisasi, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Pastikan Tepat Sasaran, Kolaborasi Sumsel Bersedekah & PGK PALI Salurkan Bantuan Sembako ‘Door to Door’

0

PALI, SUMATERA SELATAN — 06 November 2026, Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi oleh sebagian masyarakat, secercah harapan dan kepedulian nyata kembali hadir di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Menjawab panggilan nurani untuk saling membantu, Yayasan Sumsel Bersedekah Cabang PALI berkolaborasi dengan Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPD PGK) Kabupaten PALI menggelar aksi sosial dengan menyalurkan paket sembako secara langsung kepada warga yang membutuhkan.

Gerakan kemanusiaan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan solidaritas antarelemen masyarakat di Sumatera Selatan masih terjaga dengan sangat erat.

Amanah Tersembunyi dari sang “Hamba Allah” Dalam aksi perdana ini, sebanyak 10 paket sembako yang berisi bahan-bahan pokok disalurkan kepada keluarga yang benar-benar masuk dalam kategori rentan dan membutuhkan uluran tangan. Menariknya, seluruh paket bantuan tersebut merupakan titipan amanah dari seorang donatur yang memilih untuk merahasiakan identitasnya, atau yang akrab disebut sebagai Hamba Allah.

Meskipun sang dermawan tidak ingin dikenal, kebaikannya mengalir nyata melalui tangan para relawan yang bergerak menembus pemukiman warga untuk memastikan bantuan tersebut sampai ke pintu rumah penerima manfaat tanpa ada yang terlewat.

Melangkah Keluar dari Ruang Diskusi Menuju Aksi Nyata. Ketua DPD PGK Kabupaten PALI, Muhammad Syafiyallah, S.Sos., yang akrab disapa Syafri, menegaskan bahwa ormas dan organisasi kepemudaan sudah sepatutnya menanggalkan ego birokrasi dan mulai turun langsung ke lapangan. Menurutnya, kehadiran organisasi tidak boleh hanya dirasakan dalam ruang-ruang diskusi akademis atau gerakan advokasi di atas kertas, melainkan harus menyentuh aspek kehidupan mendasar masyarakat.

“Ini adalah wujud komitmen dan tanggung jawab sosial kami di DPD PGK PALI. Kami ingin membuktikan bahwa pemuda tidak hanya bisa berteori, tapi juga bisa bertindak nyata. Kami turun langsung untuk memastikan amanah dari para dermawan ini benar-benar jatuh ke tangan yang tepat. Bagi kami, sekecil apa pun bantuan yang diberikan, jika disalurkan dengan keikhlasan yang utuh, akan membawa dampak yang sangat besar bagi mereka yang sedang kesulitan,” ujar Syafri dengan penuh semangat.

Komitmen Transparansi dan Keberlanjutan Gerakan. Senada dengan Syafri, Ketua Sumsel Bersedekah Cabang Kabupaten PALI, Edo Saputra, S.Pd., menyampaikan bahwa metode penyaluran langsung dari pintu ke pintu (door-to-door) sengaja dipilih sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas organisasi kepada publik dan donatur. Edo juga menekankan bahwa pembagian 10 paket sembako ini bukanlah akhir dari pergerakan, melainkan sebuah batu loncatan untuk program-program sosial yang lebih masif di masa mendatang.

“Kami sangat menjaga kepercayaan yang diberikan oleh donatur. Oleh karena itu, kami tidak ingin gerakan sosial ini hanya menjadi formalitas foto dokumentasi atau sekadar seremonial belaka. Yang paling esensial adalah nilai pertanggungjawaban dari amanah tersebut. Sepuluh paket ini adalah ketukan pertama dari rangkaian gerakan berbagi yang ingin terus kami rawat dan besarkan di Kabupaten PALI,” kata Edo.

Apresiasi untuk Sinergi Perdana. Aksi kolaboratif ini juga mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari manajemen pusat Yayasan Sumsel Bersedekah. Sekretaris Yayasan Sumsel Bersedekah, Nopran Saputra, yang ikut mengawal langsung proses distribusi di lapangan, menyatakan rasa bangganya atas terciptanya sinergi yang harmonis antara Sumsel Bersedekah dan DPD PGK PALI.

“Ini adalah tonggak sejarah baru bagi kami, sebuah gerakan kolaboratif pertama yang berhasil dieksekusi bersama DPD PGK PALI. Kami berharap ini menjadi pemantik api inspirasi bagi komunitas, organisasi pemuda, dan korporasi lain di Kabupaten PALI untuk saling bergandengan tangan. Kami juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada Hamba Allah yang telah memercayakan rezekinya melalui lembaga kami. Semoga ini menjadi ladang pahala yang terus mengalir,” tutur Nopran.

Membangun Budaya Berbagi di Bumi PALI. Melalui aksi sederhana namun berdampak mendalam ini, kedua organisasi ingin mengirimkan pesan kuat kepada publik: untuk mulai membantu sesama, seseorang tidak perlu menunggu hingga menjadi besar atau bergelimang harta. Solidaritas bisa dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita.

Sumsel Bersedekah dan DPD PGK PALI kini membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh elemen masyarakat, baik individu, komunitas, maupun pihak swasta, untuk ikut serta bergabung dalam gerakan kebaikan ini. Karena pada akhirnya, esensi dari kepedulian bukanlah diukur dari seberapa mewah bantuan yang diberikan, melainkan seberapa tulus kebahagiaan dan manfaat nyata yang dirasakan oleh mereka yang menerimanya.

Karo Dokpol Pusdokkes Polri Terpilih jadi Member Board AFSN & Forensic Ambassador Periode 2026–2028 di China

0

Warta.in-Xiamen, China,NASIONAL.

Indonesia kembali mencatatkan kiprah di tingkat internasional dalam bidang kedokteran kepolisian dan ilmu forensik. Kepala Biro Kedokteran Kepolisian (Karo Dokpol) Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, berhasil terpilih sebagai Member Board Asia Forensic Sciences Network (AFSN) sekaligus Forensic Ambassador untuk periode 2026–2028.

Pemilihan tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan The 18th AFSN Annual Meeting & The 1st International Forensic Science Advances Conference yang diselenggarakan pada 2–7 November 2026 di Xiamen, China. Forum internasional ini mempertemukan para ahli, praktisi, akademisi, serta perwakilan lembaga forensik dari berbagai negara di kawasan Asia untuk membahas perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan penguatan kerja sama di bidang forensik.

Terpilihnya Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti dalam dua posisi strategis tersebut merupakan bentuk kepercayaan komunitas forensik internasional terhadap kontribusi dan kiprah Indonesia dalam pengembang an ilmu pengetahuan dan teknologi forensik.

Kepercayaan ini sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi Indonesia untuk berperan aktif dalam penguatan jejaring profesional, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan standar dan kapasitas keilmuan forensik di tingkat regional maupun internasional.

Menanggapi kepercayaan tersebut, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya. Menurutnya, amanah tersebut bukan hanya menjadi kehormatan pribadi, tetapi juga tanggung jawab untuk membawa nama Indonesia dalam perkembangan ilmu forensik di tingkat internasional.

“Saya merasa sangat bersyukur dan bangga atas kepercayaan yang diberikan dengan terpilih sebagai Member Board AFSN dan Forensic Ambassador periode 2026–2028. Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar, bukan hanya bagi saya secara pribadi, tetapi juga bagi Indonesia, khususnya dalam pengembangan ilmu forensik,” ungkapnya.

Ia berharap amanah tersebut dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman, serta mendorong kemajuan teknologi forensik dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Melalui AFSN, kita memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi dengan para ahli forensik dari berbagai negara di Asia. Saya berharap Indonesia dapat terus berkontribusi dan mengambil peran strategis dalam kemajuan ilmu forensik di tingkat internasional,” tambahnya.

Terpilihnya perwakilan Polri dalam kepengurusan dan peran duta AFSN periode 2026–2028 diharapkan semakin memperkuat eksistensi Indonesia dalam jejaring ilmu forensik Asia. Selain itu, capaian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kedokteran kepolisian, peningkatan profesionalisme personel, serta kemajuan ilmu dan teknologi forensik di lingkungan Polri dan Indonesia.

Prestasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi Indonesia dalam kerja sama internasional, sekaligus menunjukkan komitmen Polri untuk terus mengembangkan kapasitas dan profesionalisme di bidang kedokteran kepolisian dan ilmu forensik demi mendukung pelayanan serta penegakan hukum yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

(TimRedaksi)

Sumber:HumasPolri.

Shanghai Jadi Cermin, Gunungsitoli Jadi Mimpi Bang YD

0

Gunungsitoli,Warta.in – Ada momen yang tidak bisa dibeli dengan apa pun. Saat berada di atas kapal pesiar yang menyusuri Sungai Huangpu, Shanghai, hati seorang putra Nias justru tertinggal jauh di kampung halamannya. Dialah Yusman Dawolo, sosok yang kini semakin dicintai masyarakat dan akrab disapa Bang YD.

Banyak orang pergi ke Shanghai untuk berfoto, untuk menikmati gemerlap kota dunia, untuk sekadar membuktikan pernah ke sana. Tapi Bang YD berbeda. Beliau pergi ke Shanghai untuk belajar, untuk merenung, dan untuk membawa pulang sebuah visi besar untuk Gunungsitoli.

Di tengah gemerlap gedung pencakar langit dan pelabuhan kelas dunia, yang terlintas di benak beliau hanyalah satu nama, Gunungsitoli.

Saya bermimpi melihat Gunungsitoli tumbuh menjadi kota modern, cerdas, maju, dan menjadi destinasi wisata dunia, ujar Yusman Dawolo dengan penuh ketulusan dan mata yang berbinar.

Mimpi itu begitu besar, begitu mulia, dan begitu tulus. Beliau membayangkan gedung-gedung pencakar langit berdiri megah di Gunungsitoli, pelabuhan semakin modern, investasi global berdatangan, pariwisata mendunia, lapangan kerja terbuka luas, UMKM berkembang, serta pendidikan dan pelayanan kesehatan berstandar internasional.

Inilah yang membedakan Bang YD dengan yang lain. Beliau tidak hanya melihat keindahan Shanghai, beliau melihat masa depan Gunungsitoli di balik keindahan Shanghai.

Kita tidak boleh hanya membangun Gunungsitoli untuk hari ini. Kita harus merancang Gunungsitoli untuk 25 sampai 50 tahun ke depan, tegas Yusman Dawolo.

Kalimat ini terasa begitu dalam. Ini bukan kalimat politisi, ini kalimat seorang ayah yang memikirkan masa depan anak-anaknya. Ini kalimat seorang pemimpin yang tidak ingin anak cucunya hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

Shanghai adalah inspirasi. Gunungsitoli memiliki potensi. Masa depannya harus kita rancang dan wujudkan bersama, lanjutnya dengan penuh keyakinan.

Betapa luar biasanya cara pandang beliau. Shanghai yang begitu megah tidak membuat beliau minder, justru membuat beliau semakin yakin bahwa Gunungsitoli juga bisa. Karena Gunungsitoli memiliki laut yang indah, budaya yang kaya, masyarakat yang ramah, pemuda yang cerdas, dan tanah yang penuh berkah.

Jika Shanghai bisa menjadi kota dunia, kenapa Gunungsitoli tidak bisa. Jika kota lain bisa maju, kenapa Gunungsitoli harus tertinggal.

Visi yang beliau sampaikan sangat jelas, sangat tegas, dan sangat membanggakan.

GUNUNGSITOLI 2045: KOTA MODERN, KOTA WISATA DUNIA, PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI, RAKYAT SEJAHTERA.

Visi ini bukan hanya milik Yusman Dawolo. Ini adalah mimpi bersama seluruh masyarakat Gunungsitoli. Mimpi tentang kota yang modern namun tetap berakar pada budaya, kota yang maju namun rakyatnya tetap sejahtera, kota yang mendunia namun tetap merakyat dan peduli.

Sosok Yusman Dawolo adalah sosok pemersatu, sosok yang merakyat, peduli, adil, menjunjung tinggi kemanusiaan, dan hidup sederhana. Beliau tidak pernah melupakan tanah kelahirannya, ke mana pun beliau melangkah, Gunungsitoli selalu ada di hati dan pikirannya.

Beliau adalah inspirasi bagi generasi muda. Bahwa untuk mencintai daerah, tidak harus selalu berada di daerah. Dari Shanghai pun, hati bisa tetap membangun Gunungsitoli.

Kami dari media http://Warta.in memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa hormat yang sebesar-besarnya kepada Bang YD, Yusman Dawolo, pemimpin yang visioner, pemersatu, merakyat, dan sangat peduli kepada masyarakat.

Kami merasa bangga, karena di tengah banyaknya tokoh yang hanya sibuk dengan dirinya sendiri, masih ada sosok seperti Bang YD yang sibuk memikirkan masa depan daerahnya, bahkan saat beliau sedang berada di luar negeri.

Kami berharap, Bapak Yusman Dawolo berkenan memberikan tanggapan lanjutan khusus untuk pembaca Warta.in terkait visi besar Gunungsitoli 2045 ini, agar masyarakat semakin semangat, semakin bersatu, semakin percaya, dan semakin yakin bahwa masa depan Gunungsitoli yang modern, mendunia, dan sejahtera bukan sekadar mimpi, tapi bisa kita wujudkan bersama dengan kerja keras dan persatuan.

Salut setinggi-tingginya untuk Bang YD. Pemimpin visioner, pemimpin pemersatu, pemimpin yang selalu membawa nama Gunungsitoli ke mana pun beliau melangkah.

Gunungsitoli 2045 bukan sekadar mimpi. Bersama Bang YD, kita wujudkan. Bersama Warta.in, kita kawal.

Warta.in.

Sinergi Polda dan Pemprov NTB Matangkan Draft PKS Program “POLIRAN” Tekan Pengangguran

0

Sinergi Polda dan Pemprov NTB Matangkan Draft PKS Program “POLIRAN” Tekan Pengangguran

Warta.in
Mataram,NTB — Dalam upaya memperkuat kolaborasi lintas sektoral guna menekan angka pengangguran dan memberdayakan masyarakat, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggelar rapat koordinasi Tim Pokja guna membahas serta menyempurnakan draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN).

Kegiatan strategis yang mempertemukan unsur kepolisian dan jajaran Pemerintah Provinsi NTB ini dilangsungkan di Ruangan Subdit Satpam/Polsus Ditbinmas Polda NTB, Rabu (4/11/2026).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh Dirbinmas Polda NTB Kombes Pol. Sudartomo, S.I.K., M.Si., Kasubdit Binsatpam/Polsus Ditbinmas Polda NTB, unsur perwakilan Biro Hukum Setda Provinsi NTB, Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTB, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Roops Polda NTB, Bidkum Polda NTB, serta Setum Polda NTB.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., dalam keterangannya menyampaikan bahwa penyusunan PKS ini merupakan langkah konkret kepolisian dalam menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan sosial di tengah masyarakat, khususnya penyediaan ruang kerja dan pembinaan ketenagakerjaan.

“Program POLIRAN merupakan wujud nyata kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Melalui sinergi yang erat dengan Pemerintah Provinsi NTB dan instansi terkait, kami bertekad merumuskan payung hukum yang kuat agar program pemberdayaan ini dapat berjalan secara terarah, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat luas,” ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid.

Sementara itu, dalam arahannya saat memimpin jalannya rapat, Dirbinmas Polda NTB Kombes Pol. Sudartomo, S.I.K., M.M., memberikan penekanan penting terkait esensi kolaborasi dan ketepatan regulasi dalam pelaksanaan program jangka panjang ini.
“Kami menekankan agar seluruh Tim Pokja dan instansi terkait memiliki kesamaan persepsi yang utuh. Setiap pasal dan mekanisme dalam draft PKS ini harus diselaraskan secara cermat dengan peraturan perundang-undangan serta kebijakan pemerintah daerah yang berlaku. Tujuannya agar kerja sama ini memiliki landasan yang kuat, akuntabel, dan berkesinambungan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di Bumi Gora,” tegas Kombes Pol. Sudartomo.

Rangkaian kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut diisi dengan paparan, sesi diskusi mendalam, serta penelaahan pasal demi pasal terhadap substansi draft kerja sama. Melalui masukan konstruktif dari seluruh instansi yang hadir, proses penyempurnaan PKS ini diharapkan segera rampung dan menjadi landasan operasional yang kokoh bagi implementasi Program POLIRAN ke depan.(sr/hpntb)

Sambut Musim Hujan, Kelurahan Enam-Belas Ulu dan Mahasiswa KKN FH Unitas Palembang Gencarkan Jumat Bersih

0

Warta.In | Palembang – Dalam upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat semangat kebersamaan, Kelurahan Enam Belas Ulu, Kecamatan Seberang Ulu Dua, Kota Palembang, bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Hukum Universitas Tamansiswa (Unitas) Palembang dan warga Banten 6 melaksanakan kegiatan Jumat Bersih atau gotong royong pada Jumat (6/11/2026).

Kegiatan gotong royong tersebut turut dihadiri langsung oleh Plt. Camat Seberang Ulu Dua Palembang, Oscar, S.Sos.,M.Si yang dipusatkan di wilayah RW 17, tepatnya di Lorong Banten 6 RT 54, Kelurahan Enam Belas Ulu Palembang tersebut dimulai sekira pukul 07.30 WIB hingga selesai.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah kelurahan, mahasiswa KKN, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan tertata.

Plt. Camat Seberang Ulu Dua Palembang, Oscar, S.Sos.,M.Si di dampingi oleh Lurah Enam Belas Ulu, KGS Syahri Ramadhon, SH, MH, mengatakan kegiatan hari ini kami bersama dengan warga Banten 6 khususnya di RT 54, RT 55, RT 62, RT 64, RW 17 dan Mahasiswa KKN Fakultas Hukum Universitas Tamansiswa Palembang melakukan kegiatan gotong royong Jum’at Bersih.

Keterlibatan mahasiswa KKN Fakultas Hukum Unitas Palembang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

“Terkait musim hujan yang mulai saat ini, kami menghimbau masyarakat seberang ulu dua Palembang terkhusus kelurahan enam-belas ulu Palembang, marilah kita menjaga kebersihan dan mulai lah melakukan kegiatan gotong royong,”jelasnya.

Di tempat yang sama, Toko Masyarakat Banten 6, H.Kaswan mengatakan sesuai arahan dari Pak Lurah kami warga Banten 6 selalu mengadakan pembersihan parit-parit.

“Alhamdulillah wilayah kami selalu dikontrol oleh pihak Kecamatan dalam hal ini Kelurahan untuk melakukan kegiatan gotong royong,”jelasnya.

Sementara itu, Susanto selaku Ketua KKN Kelompok 2 Fakultas Hukum Unitas Palembang menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, Jumat Bersih bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat.

Melalui kegiatan gotong royong ini, diharapkan tumbuh kembali semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah kelurahan, mahasiswa, dan warga dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, serta harmonis.

Semangat gotong royong diharapkan tidak hanya hadir pada kegiatan Jumat Bersih, tetapi menjadi budaya yang terus dipertahankan oleh seluruh lapisan masyarakat. (*)

Kapolres Meranti Pimpin Sertijab Kabag Ops, AKP Abdan Gantikan Kompol Wan Mantazakka

0

MERANTI – Polres Kepulauan Meranti menggelar upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops), Jumat (6/11) pagi.

Dalam upacara tersebut, AKP Abdan, S.E., M.H. resmi menggantikan Kompol Wan Mantazakka, S.H., M.H. sebagai Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti.

Sertijab dipimpin langsung Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., di Lapangan Apel Mapolres, Jalan Raya Gogok Darussalam, Tebing Tinggi Barat, sekitar pukul 07.30 WIB.

Mutasi ini menjadi momen perpisahan bagi Kompol Wan Mantazakka. Ia selanjutnya dipercaya menjabat sebagai Kasilaka Subditgakkum Ditlantas Polda Riau. Sementara penggantinya, AKP Abdan, sebelumnya bertugas di Roops Polda Riau.

Hadir dalam upacara itu Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga, Ketua Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti Ny. Widya Gede Adi, para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, perwira, personel, hingga pengurus Bhayangkari.

Prosesi berjalan khidmat. Diawali laporan komandan upacara dan penghormatan pasukan, dilanjutkan pembacaan Keputusan Kapolda Riau, pengambilan sumpah jabatan, serta penandatanganan berita acara sertijab, sumpah jabatan, dan pakta integritas.

Dalam amanatnya, Kapolres mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dijaga.

“Jabatan adalah amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh dedikasi. Saya berharap pejabat baru segera menyesuaikan diri, meningkatkan koordinasi, dan bekerja profesional demi mendukung tugas Polres Kepulauan Meranti,” kata AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita.

Menurutnya, Kabag Ops memegang peran kunci dalam mengoordinasikan perencanaan hingga pelaksanaan seluruh kegiatan operasional. Karena itu, pejabat yang menduduki posisi tersebut harus mampu menjaga kekompakan dan memastikan semua agenda berjalan sesuai rencana.

Usai upacara, Kapolres bersama jajaran menyalami dan memberi ucapan selamat kepada pejabat lama dan pejabat baru, lalu dilanjutkan foto bersama.

Rilis : Humas Polres Kepulauan Meranti.

Bo’ Sangaji Kai Diakui UNESCO, Gubernur Iqbal Dorong Masuk Kurikulum

0

Bo’ Sangaji Kai Diakui UNESCO, Gubernur Iqbal Dorong Masuk Kurikulum

Warta.in

Jakarta,NTB — Naskah kuno Bo’ Sangaji Kai, warisan dokumenter Kesultanan Bima yang merekam perjalanan sejarah dan pengetahuan masyarakat sejak abad ke-17 hingga abad ke-19, memperoleh pengakuan internasional setelah ditetapkan dalam Register Regional Memory of the World Asia-Pasifik UNESCO (MOWCAP) 2026. Menyambut pencapaian tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mendorong agar naskah bersejarah itu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan kandungan pengetahuannya dimanfaatkan sebagai materi pembelajaran bagi generasi muda, khususnya di wilayah budaya Mbojo.

Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Iqbal saat menghadiri Pertemuan Umum ke-11 MOWCAP di kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta, Kamis (5/11/2026). Menurutnya, pengakuan internasional terhadap Bo’ Sangaji Kai harus diikuti langkah nyata agar warisan intelektual tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga hidup dalam pengetahuan dan kesadaran generasi penerus.

“Alhamdulillah, salah satu warisan dokumenter kita akhirnya bisa diregister sebagai warisan budaya dunia untuk Asia Pasifik, yaitu Bo’ Sangaji. Kita harapkan ke depan diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Indonesia dan menjadi bagian dari kurikulum masyarakat kita, khususnya mereka yang di Bima,” ujar Iqbal.

Ia menilai Bo’ Sangaji Kai menyimpan pengetahuan yang jauh melampaui catatan pemerintahan Kesultanan Bima. Naskah tersebut merekam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk hubungan antarkerajaan, diplomasi, perdagangan, kehidupan sosial, serta peristiwa alam yang memiliki nilai penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Salah satu catatan penting di dalamnya berkaitan dengan letusan Gunung Tambora pada 1815. Naskah ini juga menyimpan informasi mengenai pemerintahan dan kehidupan masyarakat Bima, termasuk keberadaan penguasa perempuan serta catatan perlindungan hukum bagi perempuan.

“Dokumen ini berisi banyak aspek, bahkan di situ juga bicara mengenai geologi, mengenai vulkanologi, dan sebagainya, selain hal-hal yang bersifat sejarah dan etik,” jelasnya.

Karena itu, Iqbal berpandangan bahwa pemanfaatan naskah tidak harus dilakukan dengan memasukkan keseluruhan isi ke dalam kurikulum. Bagian-bagian yang relevan dapat diolah menjadi bahan ajar sejarah daerah, muatan lokal, dan materi pembelajaran sesuai jenjang pendidikan, dengan melibatkan sejarawan, ahli naskah, pendidik, serta perguruan tinggi agar substansinya tetap akurat dan mudah dipahami.

“Kita ingin NTB mendunia bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekayaan sejarah, budaya, dan pengetahuan yang kita miliki. Bo’ Sangaji Kai membuktikan bahwa dari Bima, kita punya warisan intelektual yang nilainya diakui dunia. Tugas kita sekarang memastikan warisan itu tetap hidup, dipelajari oleh generasi muda, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Bo’ Sangaji Kai merupakan satu dari tiga warisan dokumenter Indonesia yang masuk Register Regional MOWCAP 2026, bersama Kidung Bhuwana Wināśa dan koleksi Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin. Nominasi Bo’ Sangaji Kai diajukan melalui kolaborasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Yayasan Museum Sampa Radja, dan Pemerintah Provinsi NTB.

Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pelestari dalam memperkenalkan kekayaan dokumenter daerah ke tingkat internasional. Pengakuan tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan penelitian, digitalisasi, penerbitan, pameran edukatif, serta wisata sejarah dan budaya yang melibatkan masyarakat setempat.

Bagi NTB, pengakuan terhadap Bo’ Sangaji Kai memberi makna konkret bagi upaya mewujudkan NTB Makmur Mendunia. Kekayaan sejarah dan budaya tidak cukup hanya dilestarikan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi harus dikembangkan menjadi sumber pengetahuan, penguatan identitas, peningkatan kualitas pendidikan, dan peluang kesejahteraan masyarakat.

Warisan Bo’ Sangaji Kai pada akhirnya bukan hanya tentang sejarah yang telah ditulis berabad-abad lalu, melainkan tentang pengetahuan yang harus terus diwariskan. Dari Bima, dunia mengenal kekayaan intelektual Nusantara; dan dari generasi muda NTB, keberlanjutan warisan itu ditentukan.(sr/dkisntb)

Turap Lolowua Dikerjakan, Jalan Nias Terus Dibangun

0

Gunungsitoli,Warta.in – Kerja nyata PPTK Binamarga Provinsi UPTD Gunungsitoli, Murni Panjaitan, kini mulai dirasakan langsung oleh warga. Di lapangan, kegiatan pembangunan jalan dan turap terus berjalan tanpa henti.

Salah satu kegiatan yang sedang terlaksana saat ini adalah pembangunan turap dari Lolowua menuju Nias Barat. Turap ini dibangun untuk menahan badan jalan agar tidak longsor dan tidak tergerus air saat hujan deras. Warga yang setiap hari melintas di jalur Lolowua menuju Nias Barat kini merasa lebih aman dan lebih tenang.

Tidak hanya itu, pembangunan dan perbaikan jalan provinsi yang menghubungkan Nias Utara dan Nias Selatan juga terus dikerjakan. Jalan ini merupakan jalur utama antar kabupaten di Kepulauan Nias. Jika jalannya mulus, ekonomi warga ikut bergerak, hasil pertanian cepat sampai ke pasar, dan aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar.

Murni Panjaitan, PPTK Binamarga Provinsi UPTD Gunungsitoli, mengungkapkan, pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin agar seluruh pembangunan jalan provinsi di Kepulauan Nias berjalan sesuai program dan tepat waktu.

Untuk pembangunan yang lebih besar dan lebih menyeluruh, Nias Barat masih menunggu program pembangunan lanjutan dari tingkat Provinsi Sumatera Utara. Meski demikian, kegiatan yang sedang berjalan saat ini tetap dimaksimalkan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Beliau berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat terus memberikan perhatian lebih kepada Nias Barat. Nias Barat tidak boleh tertinggal. Nias Barat butuh jalan yang layak, turap yang kuat, dan pembangunan yang berkelanjutan.

Warga mengakui, respon Murni Panjaitan terhadap laporan masyarakat cukup cepat. Setiap ada laporan jalan rusak, tim langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi. Ketika dikonfirmasi media, beliau juga terbuka dan menjelaskan apa adanya, apa yang sedang dikerjakan dan apa kendalanya.

Untuk itu, masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Ibu Murni Panjaitan, PPTK Binamarga Provinsi UPTD Gunungsitoli, beserta seluruh tim UPTD Provinsi Gunungsitoli yang telah bekerja keras di lapangan.

Kami dari mediaWarta.in memberikan apresiasi kepada Ibu Murni Panjaitan dan siap bersinergi menjadi jembatan antara masyarakat dan UPTD Provinsi Gunungsitoli.

Red.