Warta.in, Purwakarta – Pelaksanaan pembangunan program revitalisasi satuan pendidikan yang bersumber dari bantuan pemerintah melalui APBN Tahun Anggaran 2026 di SD Negeri Bungurjaya, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, resmi mulai berjalan pada Sabtu (7/11/2026).
Menariknya, pelaksanaan pembangunan tersebut mendapat perhatian dan dukungan positif dari elemen masyarakat setempat. Hal itu terlihat dari sebuah spanduk berukuran cukup besar yang terbentang di area pekerjaan, dipasang oleh pengurus bersama seluruh anggota Karang Taruna Desa Bungurjaya.
Spanduk tersebut memuat pesan tegas sekaligus penuh makna:
“Keluarga Besar Karang Taruna Desa Bungurjaya Mendukung dan Siap Mengawal Pelaksanaan Program Revitalisasi SDN Bungurjaya demi Terwujudnya Sarana Pendidikan yang Berkualitas.”
Pesan tersebut bukan sekadar bentuk dukungan simbolis, melainkan juga mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap kemajuan dunia pendidikan di lingkungannya.
Dukungan itu sekaligus menjadi wujud komitmen masyarakat untuk ikut mengawal pelaksanaan pembangunan agar berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, transparan, serta memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan tenaga pendidik.
Ketua Karang Taruna Desa Bungurjaya melalui salah seorang pengurusnya, Muslim, yang akrab disapa Bos Rahong, saat ditemui awak media, Sabtu (7/11/2026), menyampaikan bahwa seluruh jajaran pengurus dan anggota Karang Taruna memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program revitalisasi tersebut.
Menurutnya, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan merupakan kepentingan bersama yang harus mendapatkan perhatian dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Ketua Karang Taruna Desa Bungurjaya melalui salah seorang pengurusnya, Muslim, yang akrab disapa Bos Rahong, saat ditemui awak media, Sabtu (7/11/2026), menyampaikan bahwa seluruh jajaran pengurus dan anggota Karang Taruna memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program revitalisasi tersebut.
Menurutnya, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan merupakan kepentingan bersama yang harus mendapatkan perhatian dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
“Kami segenap pengurus dan anggota Karang Taruna Desa Bungurjaya mendukung sepenuhnya program revitalisasi SDN Bungurjaya. Kami juga siap ikut mengawal pelaksanaannya agar pembangunan berjalan dengan baik, sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku. Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kemajuan pendidikan di desa,” ungkap Bos Rahong.
Di sisi lain, dimulainya program revitalisasi ini juga tidak terlepas dari upaya dan tanggung jawab Kepala SDN Bungurjaya, Tatang Permana, S.Pd., dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan pelaksanaan pembangunan.
Kemampuan membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, baik internal sekolah maupun lintas sektoral, menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran program tersebut.
Tatang menegaskan bahwa seluruh upaya yang dilakukannya, termasuk dalam mempersiapkan pelaksanaan pembangunan revitalisasi di sekolah yang dipimpinnya, merupakan bagian dari kewajiban dan tanggung jawab sebagai kepala sekolah.
Baginya, program revitalisasi bukan semata-mata tentang pembangunan fisik gedung sekolah, melainkan juga merupakan upaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih layak, nyaman, aman, dan mendukung peningkatan kualitas proses belajar mengajar.
Sinergi antara pihak sekolah, Karang Taruna, dan masyarakat ini patut mendapat apresiasi. Sebab, keberhasilan pembangunan fasilitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran maupun pelaksanaan pekerjaan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan, kepedulian, serta pengawasan bersama dari berbagai elemen.
Dengan adanya dukungan dan pengawalan masyarakat, diharapkan program revitalisasi SDN Bungurjaya dapat terlaksana secara optimal, menghasilkan bangunan berkualitas, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan, khususnya bagi generasi penerus Desa Bungurjaya. (DS)






ikut:
Menindaklanjuti pengesahan tersebut, undangan rapat pengurus telah disampaikan untuk pertemuan yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 13.00 WIB, bertempat di Rumah Makan Sederhana, Jl. Sisingamangaraja, Pangururan, Kabupaten Samosir.
Melalui berdirinya yayasan ini, diharapkan dapat menjadi wadah yang kuat dalam melestarikan nilai-nilai budaya Dalihan Natolu, sekaligus memperjuangkan keadilan, perlindungan hukum, dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Samosir dan wilayah Sumatera Utara pada umumnya.



Lima tahun lalu, Gerakan Sadar Gizi (GAZI) lahir bukan sekadar sebagai program pembagian bantuan sosial, melainkan sebagai suatu ikhtiar budaya untuk memutus rantai stunting, melahirkan generasi unggul sejak dini dan membangun ketahanan pangan dari akar rumput. Kini, di tahun kelima, gerakan ini membawa kami pada suatu perenungan mendalam tentang esensi sejati dari perubahan sosial.
Kami menggelar berbagai pelatihan bertanam sayuran organik dan mengajarkan bioteknologi sederhana: mengolah limbah domestik menjadi Pupuk Organik Cair (POC).
Kabar baiknya, hanya dalam waktu tiga bulan di tahun kedua ini, masyarakat mulai memanen sayuran bernutrisi tinggi seperti kale dan pakcoy yang ditanam setelah pelatihan perdana di akhir tahun 2021.

Di saat yang sama, sosialisasi kami bawa ke tingkat makro melalui digitalisasi. Edukasi lapangan kini diperkuat dengan pemanfaatan media sosial, webinar, serta “talk show” interaktif agar virus sadar gizi ini bisa diakses oleh siapa saja, kapan saja.
E. Refleksi Tahun Ke-5: Filosofi Pekerja Sosial dan Kemandirian:
Bantuan langsung berupa benih dan telur bebek kini kami batasi dan dialihkan secara strategis sebagai stimulus edukasi untuk wilayah-wilayah yang masih berada di zona kuning stunting.
Kami memegang teguh prinsip: “Biarkan berproses dan berkelanjutan.”


