Beranda blog

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik

0

Warta.in | Palembang, 26 Oktober 2026 – Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang menjalin kerja sama dengan Bank Sampah Graha Pena dalam pengelolaan sampah anorganik, Senin (26/10). Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Rutan Kelas I Palembang ini merupakan langkah nyata dalam mendukung upaya pengurangan sampah sekaligus mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Sampah Anorganik oleh Kepala Rutan Kelas I Palembang, Aris Supriyadi, A.Md.I.P., S.H., M.Si., selaku Pihak Pertama, dan A. Rosidi, selaku Manager Bank Sampah Graha Pena, sebagai Pihak Kedua.

Melalui perjanjian ini, Rutan Kelas I Palembang bertanggung jawab mengumpulkan dan memilah sampah anorganik yang dihasilkan dari aktivitas di lingkungan rutan. Selanjutnya, Bank Sampah Graha Pena akan melakukan pengambilan sampah yang telah dikumpulkan sesuai dengan waktu yang disepakati oleh kedua belah pihak untuk dikelola lebih lanjut.

Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Rutan Kelas I Palembang dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih terarah dan bertanggung jawab. Pelaksanaannya juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, yang menekankan pentingnya upaya pengurangan dan penanganan sampah melalui pemilahan, penggunaan kembali, dan pendauran ulang.

Kepala Rutan Kelas I Palembang, Aris Supriyadi, melalui kerja sama ini menegaskan komitmen institusi dalam membangun budaya peduli lingkungan di kalangan pegawai. Pengelolaan sampah anorganik diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga bagian dari upaya membentuk kebiasaan hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Dengan adanya kerja sama ini, pengelolaan sampah anorganik di lingkungan Rutan Kelas I Palembang diharapkan dapat berjalan secara lebih optimal, teratur, dan berkelanjutan. Selain mendukung program pemerintah dalam pengurangan sampah, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh jajaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Rutan Kelas I Palembang terus berupaya mengembangkan tata kelola lingkungan yang baik sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang bersih, sehat, tertib, dan berkelanjutan.

UJIAN TERBESAR BAGI RAKYAT INDONESIA BUKAN BENCANA MELAINKAN PEMIMPIN YANG BODOH DAN JAHAT

0

Oleh, DR. Suriyanto .,SH.,MH.,M.Kn*)

 

Warta.in, Bogor – Gempa bisa direnovasi. Tsunami bisa surut. Gunung meletus bisa dingin kembali. Banjir bisa kering. Tapi ketika sebuah bangsa dipimpin oleh pemimpin yang bodoh dan jahat, maka kerusakannya tidak akan pulih dalam satu generasi. Itulah ujian terbesar bagi rakyat Indonesia hari ini.

Bencana alam hanya merusak fisik. Ia merobohkan rumah, memutus jembatan, menenggelamkan sawah. Namun setelah itu, rakyat bergotong royong membangun kembali. Bencana justru melahirkan solidaritas. Sementara pemimpin yang bodoh dan jahat merusak sesuatu yang jauh lebih dalam, ia merusak akal sehat, moral, dan harapan sebuah bangsa.

Pemimpin bodoh adalah pemimpin yang tidak paham masalah rakyat, namun merasa paling paham. Ia membuat kebijakan bukan berdasarkan data, melainkan berdasarkan bisikan. Ia tidak membaca, tidak mendengar, tapi gemar memutuskan. Setiap keputusannya melahirkan masalah baru yang lebih besar dari masalah yang ingin ia selesaikan.

Lihatlah bagaimana kebijakan ekonomi dibuat tanpa hitung-hitungan matang. Utang ditumpuk atas nama pembangunan, namun hasilnya mangkrak. Proyek mercusuar dibangun dengan biaya triliunan, sementara rakyat antre minyak goreng, antre gas, antre pekerjaan. Itulah kebodohan yang dibungkus dengan jargon pembangunan.

Lebih berbahaya lagi adalah pemimpin yang jahat. Jika bodoh adalah soal kapasitas otak, maka jahat adalah soal hati. Pemimpin jahat tahu apa yang benar, tapi sengaja memilih yang salah karena menguntungkan dirinya, keluarganya, dan kroninya. Ia tahu rakyat menderita, tapi ia tutup mata karena penderitaannya adalah sumber keuntungannya.

Pemimpin jahat menjadikan jabatan sebagai ladang bisnis. Aturan dijual, hukum ditawar, pasal-pasal disesuaikan dengan pesanan. Korupsi bukan lagi kejahatan, melainkan sistem. Kolusi bukan lagi pelanggaran, melainkan prosedur. Nepotisme bukan lagi aib, melainkan kebanggaan yang dipertontonkan di depan kamera.

Kombinasi bodoh dan jahat inilah yang paling mematikan. Bodoh saja sudah merusak, jahat saja sudah menghancurkan, apalagi jika keduanya bersatu dalam satu tubuh kekuasaan. Keputusan yang bodoh akan dengan mudah ditutupi oleh niat yang jahat. Kesalahan yang fatal akan dibungkus dengan kebohongan yang sistematis.

Rakyat dipaksa untuk bodoh bersama pemimpinnya. Kritik dibilang nyinyir. Data dibalas dengan buzzer. Keluhan dijawab dengan laporan polisi. Kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi, dipelintir menjadi delik ujaran kebencian. Mereka yang bersuara dipanggil aparat, mereka yang diam diberi bantuan sosial menjelang pemilu.

Inilah pola yang terus berulang. Ketika rakyat protes harga beras naik, pemimpin yang bodoh menjawab dengan impor beras. Ketika petani menjerit pupuk langka, dijawab dengan kartu tani yang tak bisa dipakai. Ketika mahasiswa berteriak biaya kuliah mahal, dijawab dengan skema pinjaman online. Solusi yang tidak pernah menyentuh akar masalah.

Ujian terbesar itu terlihat di ruang sidang pengadilan. Hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas. Maling ayam dipenjara bertahun-tahun, koruptor ratusan miliar dihukum ringan dan dapat remisi. Keadilan menjadi barang mewah yang hanya bisa dibeli oleh mereka yang punya uang dan kekuasaan. Rakyat kecil hanya menjadi penonton di negeri sendiri.

Ujian terbesar itu juga terlihat di desa-desa. Dana desa triliunan digelontorkan, tapi jalan desa tetap rusak. Bantuan sosial dibagikan, tapi potongannya sampai 30 persen. Program pengentasan kemiskinan hanya mengentaskan pejabat dari kemiskinan. Angka kemiskinan di atas kertas turun, tapi di lapangan, rakyat makin sulit makan.

Bencana alam datang tanpa pemberitahuan, tapi pemimpin yang bodoh dan jahat datang melalui bilik suara yang kita jaga sendiri. Ia datang karena kita abai, karena kita menjual suara seharga 50 ribu, karena kita memilih berdasarkan bansos bukan gagasan. Bencana alam adalah takdir Tuhan, pemimpin bodoh dan jahat adalah takdir yang kita buat sendiri.

Sejarah telah mencatat, bangsa besar hancur bukan karena kurang sumber daya, melainkan karena salah urus pemimpinnya. Romawi runtuh bukan karena kurang tentara, tapi karena Kaisarnya sibuk pesta. Majapahit runtuh bukan karena kurang padi, tapi karena para pembesarnya saling menikam. Indonesia bisa bernasib sama jika terus memelihara pemimpin seperti ini.

Lalu apa obatnya? Tidak ada obat lain selain rakyat yang sadar. Rakyat harus berhenti mengkultuskan pemimpin. Pemimpin bukan raja, bukan dewa, bukan untuk disembah. Pemimpin adalah pelayan yang harus diawasi, dikritik, dan jika perlu dipecat. Selama rakyat masih takut bersuara, selama itu pula pemimpin bodoh dan jahat akan betah di singgasananya.

Pendidikan politik harus dimulai dari warung kopi, dari masjid, dari kampus, dari sawah. Rakyat harus diajarkan bahwa memilih pemimpin bukan seperti memilih idola, tapi seperti memilih nahkoda. Jika nahkodanya bodoh, kapalnya akan karam. Jika nahkodanya jahat, ia akan menjual isi kapal untuk dirinya sendiri.

Bencana alam mengajarkan kita untuk membangun rumah yang lebih kuat. Pemimpin yang bodoh dan jahat harus mengajarkan kita untuk membangun demokrasi yang lebih kuat. Demokrasi yang tidak hanya berhenti di TPS setiap lima tahun, tapi demokrasi yang hidup setiap hari dalam bentuk kontrol rakyat.

Pada akhirnya, Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Jika rakyat Indonesia ingin selamat, berhentilah berharap pada keajaiban alam. Mulailah dengan memperbaiki cara kita memilih, cara kita mengawasi, dan cara kita berani berkata tidak pada kebodohan dan kejahatan yang dibungkus dengan kekuasaan.

*).Praktisi Hukum/Ketum PWRI

Tingkatkn Pelayanan Pagi Hari Wakapolres LamBar Pimpin & Tinjau Langsung Pengamanan Rawan Pagi di MTsN 1 Liwa

0

LAMPUNG BARAT – Wakapolres Lampung Barat Kompol Abdul Rasyid, S.H., M.H., memimpin dan meninjau langsung Pelaksanaan Kegiatan Pengamanan (PAM) Rawan Pagi dan Pengaturan Lalu Lintas personel Polres Lampung Barat di depan MTsN 1 Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Senin (26/10/2026) pagi.

Kegiatan pelayanan masyarakat yang dimulai sekira pukul 06.30 WIB hingga selesai tersebut menyasar area zona selamat sekolah guna memastikan keamanan, keselamatan, serta kelancaran arus lalu lintas pada saat para siswa dan pengajar memulai aktivitas kegiatan belajar mengajar.

Dalam pelaksanaannya, personel di lapangan membantu menyeberangkan para pelajar, mengatur kelancaran arus kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4), serta memantau titik rawan kemacetan di sekitar lokasi sekolah. Kehadiran Wakapolres Lampung Barat di lokasi juga bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dalam memberikan pelayanan terbaik, aman, dan humanis kepada masyarakat.

Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, S.H., S.I.K., M.H., melalui Wakapolres Lampung Barat Kompol Abdul Rasyid, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan PAM Rawan Pagi merupakan komitmen jajaran Polres Lampung Barat dalam menghadirkan Polri di tengah-tengah masyarakat pada jam-jam sibuk pagi hari.

“Pengamanan dan pengaturan lalu lintas pagi hari ini rutin kami tingkatkan di lokasi-lokasi sekolah dan pusat keramaian. Kehadiran personel di lapangan ditujukan untuk mewujudkan Kamseltibcarlantas, mencegah potensi kecelakaan lalu lintas, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pelajar, orang tua, dan seluruh pengguna jalan,” ujar Wakapolres.

Dari hasil pelaksanaan kegiatan PAM Rawan Pagi tersebut, arus lalu lintas di Jalan Lintas seputaran MTsN 1 Liwa Kecamatan Balik Bukit terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Kapolres Meranti Pimpin Apel Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Keselamatan Berlalu Lintas Jadi Prioritas

0

MERANTI – Polres Kepulauan Meranti resmi memulai Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 dengan mengerahkan personel gabungan untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di wilayah hukumnya.

Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, diawali dengan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Apel Mapolres Kepulauan Meranti, Jalan Lintas Gogok, Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Senin (26/10/2026) pagi.

Apel dipimpin langsung Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., dan dihadiri Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar, unsur DPRD, Kejaksaan, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta pejabat utama Polres Kepulauan Meranti.

Sebanyak 150 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan mengikuti apel tersebut sebagai bentuk kesiapan menghadapi pelaksanaan operasi.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa Operasi Patuh Lancang Kuning bukan semata-mata berorientasi pada penindakan, melainkan juga membangun kesadaran masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama saat berkendara.

“Melalui operasi ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk semakin tertib dan disiplin dalam berlalu lintas. Kepatuhan terhadap aturan bukan hanya untuk menghindari sanksi, tetapi yang paling utama adalah melindungi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegas AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita.

Ia menjelaskan, pelaksanaan operasi akan mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi serta pendekatan persuasif dan humanis. Upaya tersebut juga didukung penegakan hukum melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), penindakan non-ETLE, dan teguran sesuai ketentuan.

Sepuluh pelanggaran menjadi prioritas pengawasan dalam operasi kali ini. Di antaranya, tidak menggunakan helm sesuai standar, tidak mengenakan sabuk keselamatan, menggunakan telepon seluler saat berkendara, melanggar marka dan rambu, menerobos lampu merah, serta melebihi batas kecepatan.

Petugas juga menyasar pengendara yang melawan arus, berboncengan melebihi ketentuan, menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan, serta memarkirkan kendaraan tidak pada tempatnya, termasuk di atas trotoar.

Kapolres mengingatkan bahwa keselamatan berlalu lintas masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data pelaksanaan Operasi Patuh Lancang Kuning 2025 yang disampaikan dalam amanat apel, tercatat enam kejadian kecelakaan lalu lintas dengan lima korban meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 14.935 tindakan penindakan pelanggaran lalu lintas tercatat selama operasi tersebut.

Data itu menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan operasi tahun ini mampu menekan pelanggaran, mengurangi kecelakaan, dan meminimalkan fatalitas korban di jalan raya.

Kapolres juga menekankan pentingnya profesionalisme personel selama bertugas. Seluruh anggota diminta mengutamakan keamanan dan keselamatan, mematuhi standar operasional prosedur, serta menghindari praktik pungutan liar maupun tindakan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.

“Laksanakan tugas secara profesional, proporsional, dan humanis. Hindari segala bentuk pungutan liar serta tindakan kontraproduktif. Kedepankan sikap simpatik agar masyarakat memahami bahwa setiap upaya penegakan hukum bertujuan menciptakan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan,” pesannya.

Menurutnya, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari meningkatnya kepatuhan masyarakat dan berkurangnya risiko kecelakaan.

Melalui sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait, Polres Kepulauan Meranti berharap Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 dapat mewujudkan kondisi lalu lintas yang tertib, aman, lancar, dan berkeselamatan.

Kegiatan apel berakhir sekitar pukul 08.30 WIB dalam situasi aman dan kondusif. Acara kemudian dilanjutkan dengan foto bersama serta rapat eksternal untuk mematangkan koordinasi dan pelaksanaan operasi di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.

( Rilis: Humas Polres Meranti).

Awali Operasi Patuh Semeru 2026, Kapolres Jember Sapa Pengendara dengan Pesan Keselamatan

0

Warta.in, Jember – Keselamatan berlalu lintas tidak selalu harus dimulai dengan teguran atau penindakan. Terkadang, pesan sederhana yang disampaikan dengan ramah justru lebih mudah diterima dan diingat masyarakat. Pendekatan inilah yang dilakukan Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., saat mengawali pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026.

Bertempat di depan Mapolres Jember, Jalan Kartini Nomor 17, Kecamatan Kaliwates, Senin (26/10/2026), Kapolres turun langsung menyapa para pengguna jalan yang melintas. Suasana berlangsung akrab, terlebih ketika anak-anak yang ikut dalam perjalanan mendapatkan kejutan berupa es krim dan cokelat.

Tak hanya berbagi keceriaan, petugas juga membagikan brosur berisi imbauan keselamatan berlalu lintas serta memasang stiker pada kendaraan. Melalui kegiatan tersebut, Polres Jember berupaya menyampaikan pesan bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga setiap saat.

Pendekatan humanis ini menjadi salah satu cara untuk mengajak masyarakat lebih memahami pentingnya tertib berlalu lintas. Sebab, kepatuhan terhadap aturan bukan semata-mata untuk menghindari sanksi tilang, melainkan sebagai upaya melindungi diri sendiri, penumpang, dan pengguna jalan lainnya.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 mengedepankan edukasi dan pendekatan humanis kepada masyarakat. Meski demikian, penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan sebelum berkendara. Pengendara juga diingatkan agar menjaga kesabaran, saling menghormati sesama pengguna jalan, dan tidak mudah terpancing emosi ketika menghadapi situasi yang kurang menyenangkan di perjalanan.

Menurut Kapolres, sikap saling mengalah dan menghargai di jalan dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman. Hal sederhana seperti tidak memaksakan diri, mengendalikan kecepatan, serta memberikan kesempatan kepada pengguna jalan lain dapat menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan.

Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa setiap perjalanan memiliki arti bagi keluarga yang menanti di rumah.

“Harapan saya, masyarakat Jember semakin bijak saat berkendara. Saling mengalah, saling menjaga, dan jangan mudah terpancing emosi. Ingat, ada istri, anak, dan keluarga yang menunggu kita pulang dengan selamat,” pesannya.

Operasi Patuh Semeru 2026 berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Selama pelaksanaannya, Polres Jember mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari, bukan hanya ketika operasi kepolisian sedang berlangsung.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, upaya membangun budaya tertib berlalu lintas diharapkan tumbuh dari kesadaran setiap individu. Dengan saling menjaga dan menghormati di jalan, perjalanan bukan hanya menjadi lebih tertib, tetapi juga memberikan rasa aman bagi semua.

Sebab, pada akhirnya, perjalanan yang baik bukan sekadar tentang seberapa cepat sampai di tujuan, melainkan bagaimana setiap orang bisa tiba dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga tercinta.

Proyek Pukesmas Kampung Kawat,Kecamatan Tayan Diduga Abaikan k3.

0

SANGGAU, WARTA IN– Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pelaksanaan proyek pembangunan fasilitas pemerintah di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada proyek pembangunan Puskesmas Kampung Kawat, Kecamatan Tayan, yang diduga belum menerapkan standar keselamatan kerja secara optimal, Minggu (25/10/26).

Berdasarkan pantauan tim di lokasi proyek pada tanggal 24 Oktober 2026 terlihat tiga orang pekerja tengah melakukan pekerjaan penyemenan dinding pada ketinggian yang cukup signifikan. Namun, para pekerja tersebut terpantau tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan risiko pekerjaan di ketinggian.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan prosedur K3 di lokasi proyek. Pasalnya, pekerjaan konstruksi pada ketinggian memiliki risiko kecelakaan kerja yang dapat mengancam keselamatan, bahkan nyawa para pekerja, apabila tidak dilengkapi dengan perlindungan dan sistem pengamanan yang memadai.

Penerapan K3 semestinya menjadi prioritas dalam setiap pekerjaan konstruksi, terlebih pada proyek pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan yang menggunakan anggaran pemerintah dengan nilai miliaran rupiah.

Berdasarkan informasi yang tertera pada data proyek, pembangunan Puskesmas Kampung Kawat tersebut dikerjakan oleh CV Saifullah, dengan nilai anggaran sebesar Rp8.269.538.173,00 atau sekitar Rp8,26 miliar.

Proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Dana Alokasi Umum (DAU), dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender.

Dengan nilai anggaran yang cukup besar, pelaksanaan pekerjaan tidak hanya dituntut memenuhi mutu dan ketepatan waktu, tetapi juga harus memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan para pekerja selama proses pembangunan berlangsung.

Pengawasan K3 Perlu Diperiksa

Dugaan tidak optimalnya penggunaan APD di lokasi proyek tersebut perlu menjadi perhatian pihak terkait, termasuk instansi teknis, konsultan pengawas, dan pelaksana pekerjaan.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah penyedia jasa telah menerapkan prosedur keselamatan kerja sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penyediaan APD, pengamanan area kerja, serta perlindungan khusus bagi pekerja yang melakukan aktivitas di ketinggian.

Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, ketentuan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja antara lain diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Selain itu, terdapat Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta ketentuan terkait keselamatan konstruksi yang berlaku.

Penerapan aturan tersebut penting untuk mencegah kecelakaan kerja dan memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek memahami serta menjalankan kewajiban keselamatan sesuai tanggung jawab masing-masing.

Hingga berita ini disusun, dugaan terkait penerapan K3 tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi teknis yang bertanggung jawab atas pembangunan Puskesmas Kampung Kawat.

Tim media akan berupaya meminta penjelasan kepada CV Saifullah dan pihak terkait mengenai penerapan K3, ketersediaan APD, serta pengawasan keselamatan kerja di lokasi proyek.

Keselamatan pekerja tidak boleh dipandang sebagai formalitas. Di tengah pembangunan fasilitas pelayanan publik dengan anggaran miliaran rupiah, perlindungan terhadap tenaga kerja harus menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Sumber: Tim Investigasi

Polsek Medan Timur Apresiasi Upacara SMP Muhammadiyah 7 Medan, Pelajar Diingatkan Jauhi Narkoba dan Bullying

0

Polsek Medan Timur Apresiasi Disiplin Upacara SMP Muhammadiyah 7 Medan, Pelajar Diingatkan Jauhi Narkoba dan Bullying

MEDAN ( Warta.In) — IPDA Ivan Nazareth Manurung, personel Polsek Medan Timur, mengapresiasi pelaksanaan upacara bendera di SMP Muhammadiyah 7 Medan yang berlangsung tertib, disiplin, dan berkesan, Senin (26/10/2026).

Bertindak sebagai pembina upacara, IPDA Ivan menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga sekolah atas pelaksanaan upacara yang berjalan dengan baik. Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada petugas upacara dan tim drumband SMP Muhammadiyah 7 Medan atas penampilan dan kedisiplinan mereka.

Dalam amanatnya, IPDA Ivan mengingatkan para siswa agar menjauhi narkoba, tidak melakukan perundungan (bullying), serta menjaga kerukunan dan hubungan baik antarteman.

Ia menekankan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman, saling menghormati, dan bebas dari kekerasan. Pesan tersebut sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang mengajarkan persatuan, toleransi, dan sikap saling menghargai.

Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi kepolisian dan lembaga pendidikan dalam memperkuat pembinaan karakter serta meningkatkan kesadaran hukum sejak dini.

Kepala SMP Muhammadiyah 7 Medan, M. Reza Akbar, S.Pd., menempatkan kegiatan upacara bendera dan edukasi kamtibmas sebagai bagian penting dari pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membangun kedisiplinan, integritas, kepedulian sosial, dan kemampuan siswa menghargai sesama.

Melalui sinergi dengan Polsek Medan Timur, sekolah berupaya memperkuat pemahaman siswa mengenai bahaya narkoba, perundungan, serta pentingnya menjaga kerukunan di tengah perbedaan. Lingkungan sekolah, menurut prinsip pembinaan yang dikembangkan, harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung setiap peserta didik untuk tumbuh tanpa intimidasi maupun kekerasan.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi MUTU SCHOOL, “Unggul, Cerdas, Berakhlak Mulia,” yang menekankan keseimbangan antara prestasi, kecerdasan, dan akhlak. Sekolah diharapkan tidak hanya melahirkan siswa yang berprestasi di ruang kelas, tetapi juga generasi yang mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila, bertanggung jawab atas tindakannya, serta membawa pengaruh positif bagi lingkungan.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Selamet Untung Suropati, berperan dalam mendukung pembinaan kedisiplinan dan perilaku positif siswa agar pesan yang disampaikan dalam upacara tidak berhenti sebagai seremonial, melainkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. (Su16)

Kabiddokkes dan Kaur Yankes Ikuti Rapat Penyusunan Peraturan di Lingkungan UPT Rumah Sakit Bhayangkara Polri

0

Warta.in-JAKARTA SELATAN,(BENGKULU).

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) bersama Kepala Urusan Pelayanan Kesehatan(Kaur Yankes) mengikuti kegiatan Rapat Penyusunan Peraturan di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Sakit Bhayangkara Polri.Kegiatan tersebut dilaksanakan di Arion Suite Hotel Kemang,Jalan Kemang Raya Nomor 7,Kota Jakarta Selatan,Senin 26 Oktober 2026.

Rapat ini menjadi bagian dari upaya pembahasan dan penyusunan peraturan yang berkaitan dengan penyelenggaraan tugas dan fungsi UPT Rumah Sakit Bhayangkara Polri. Penyusunan peraturan di lingkungan rumah sakit diharapkan dapat mendukung tertib administrasi, memberikan kejelasan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab, serta menjadi pedoman bagi satuan kerja dalam menjalankan pelayanan kesehatan.

Keikutsertaan Kabiddokkes dan Kaur Yankes dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi dalam pembahasan regulasi yang berkaitan dengan bidang kedokteran, kesehatan, dan pelayanan kesehatan. Melalui forum rapat ini, berbagai aspek yang berkaitan dengan kebutuhan regulasi di lingkungan UPT Rumah Sakit Bhayangkara Polri dapat dibahas secara terarah sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan organisasi.

Penyusunan peraturan yang terencana dan terstruktur diharapkan dapat mendukung peningkatan tata kelola organisasi serta pelaksanaan pelayanan kesehatan yang profesional, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan penyusunan peraturan di lingkungan UPT Rumah Sakit Bhayangkara Polri dapat berjalan dengan baik dan menjadi landasan dalam mendukung pelaksanaan tugas serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

(TimRedaksi)

Sumber: Humas Dokumentasi  Kegiatan Bidang  Kedokteran dan Kesehatan

Rayakan HUT ke-13, Marwah Oktapiyani, Sederhana Namun Penuh Doa dan Kasih Sayang Keluarga 

0

Warta.in, Purwakarta – Kebahagiaan dan kehangatan keluarga mewarnai perayaan ulang tahun ke-13 Marwah Oktapiyani yang berlangsung di Taman SuLe Prikitiw, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (25/10/2026). Perayaan sederhana tersebut menjadi momen istimewa bagi Marwah untuk merayakan pertambahan usia sekaligus menikmati kebersamaan bersama keluarga besar.

Putri dari pasangan H. Apet dan Enas ini merayakan hari spesialnya dalam suasana penuh keakraban. Keluarga besar dari kedua belah pihak, handai taulan, serta sahabat-sahabat Marwah turut hadir untuk memberikan ucapan selamat dan doa terbaik bagi remaja yang kini menginjak usia 13 tahun tersebut.

Bukan sekadar perayaan ulang tahun, momen ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarkeluarga. Kehadiran orang-orang terdekat menghadirkan suasana hangat yang sarat makna, sekaligus menjadi bentuk perhatian dan kasih sayang bagi Marwah di hari istimewanya.

“Semoga acara ini membawa kebahagiaan, menjadi doa agar panjang umur, rezeki semakin bertambah, serta Marwah tumbuh menjadi anak yang salehah,” ujar H. Apet.

Ia juga berharap Marwah senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua. Selain itu, ia berpesan agar putrinya rajin belajar, menjaga akhlak, menghormati orang lain, dan terus bersemangat dalam menggapai cita-cita.

Sebagai anak kedua dari dua bersaudara, Marwah mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari keluarga yang turut mengiringi perjalanan tumbuh kembangnya.

Bagi keluarga, pertambahan usia bukan semata-mata tentang perayaan, melainkan juga momentum untuk mensyukuri nikmat kehidupan, menjaga keharmonisan, serta memperkuat ikatan kekeluargaan.

Pemilihan Taman SuLe Prikitiw sebagai lokasi perayaan turut menghadirkan suasana santai yang memungkinkan keluarga berkumpul dan menikmati waktu bersama.

Tanpa mengedepankan kemewahan, acara tersebut lebih menitikberatkan pada kebersamaan, doa, dan kebahagiaan yang dirasakan seluruh keluarga.

Kesederhanaan justru menjadi bagian dari makna perayaan tersebut. Sebab, ulang tahun bukan hanya tentang bertambahnya angka usia, tetapi juga tentang harapan, perhatian, serta dukungan orang-orang terdekat yang menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.

Melalui perayaan ini, keluarga besar H. Apet dan Enas berharap Marwah Oktapiyan senantiasa tumbuh menjadi anak yang salehah, berbakti kepada orang tua, berprestasi dalam pendidikan, serta memiliki masa depan yang cerah.

Kebersamaan yang terjalin pada perayaan ulang tahun ke-13 tersebut diharapkan menjadi kenangan indah bagi Marwah.

Lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang, doa, dan dukungan keluarga merupakan bekal berharga bagi seorang anak dalam melangkah menuju masa depan. (ds)

Warkop Senja di Jalan Banjarsari Cerme Gresik Terungkap Di Duga Menyediakan Karaoke Dan LC

0

Warkop Senja di Jalan Banjarsari Cerme Gresik Terungkap Di Duga Menyediakan Karaoke Dan LC

Gresik//Warta.In, – Sebuah tempat usaha yang beroperasi di kawasan Jalan Raya Banjarsari Kedayang waduk Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, Jawa Timur,terbongkar berkedok warkop yang menyediakan LC dan menjual minuman keras (miras)oplosan warung kopi dan karaoke. Tempat tersebut diketahui beroperasi di bawah nama senja ,dan tampil mencolok layaknya diskotik malam dengan menggunakan electone dan LC mencolok yang tidak lazim untuk sebuah Warkop.

Pantauan awak media menemukan Pengunjung gadis gadis remaja yang masih sekolah atau di bawah umur yang menikmati alunan musik karaoke dan menenggak minuman oplosan dengan sebutan es moni.

Menurut Pengamat hukum arif .SH.
menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena minuman keras (miras) yang semakin marak di kalangan remaja dan pemuda.Ia mengingatkan bahwa miras tidak hanya merusak kesehatan tetapi juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda.

Tempat usaha itu mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dikeluarkan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Namun, penggunaan NIB tersebut dicurigai hanya sebagai formalitas untuk menutupi kegiatan terselubung

“Ndak ada apa-apanya kok, ya jual kopi biasanya mawon sama es moni,” ucap seorang narasumber di lokasi yang meminta identitasnya dirahasiakan,minggu (25/10/2026).

Temuan ini memunculkan pertanyaan besar terkait efektivitas pengawasan oleh aparat di wilayah gresik dan sekitarnya. Jika benar terbukti menjual miras tanpa izin resmi, maka pengelola usaha berpotensi melanggar Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan yang mengatur sanksi pidana atas pelaku usaha yang memperdagangkan barang tanpa izin edar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan langsung dari aparat kepolisian ataupun Satpol PP Kabupaten Gresik terkait keberadaan tempat usaha tersebut.Media ini akan terus melakukan penelusuran lebih lanjut, termasuk menggali keterangan dari pihak-pihak berwenang.(roy)