Beranda blog

Tarian Semarak Jali-Jali Betawi Pecahkan Rekor MURI

0

Jakarta, warta.in – Penyelenggaraan 5th Indonesia International Culture Festival (IICF) 2026 kembali hadir di Ancol.  Event international ini diinisiasi oleh Yayasan Warna Budaya Indonesia (Color of Indonesia), didukung oleh Kementerian Pariwisata, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, LPDP, Pemprov. DKI Jakarta, Djarum Foundation dan Taman Impian Jaya Ancol.

Salah satu dari rangkaian kegiatan IICF 2026 adalah Pemecahan Rekor MURI oleh 2.713 penari dari 12 negara dengan Tarian Semarak Jali-Betawi secara kolosal, yang berlangsung tanggal 12 September 2026 di area Symphony of the Sea Ancol Taman Impian.

IICF 2026 menghadirkan ribuan peserta dari dalam dan luar negeri yang berasal dari 12 negara (Amerika Serikat, Russia, Polandia, Mongolia, Korea Selatan, India, Philipina, Srilangka, Malaysia, Thailand, Turkey dan Indonesia).  Tahun ini menjadi ajang festival internasional yang mengangkat semangat pelestarian budaya, keberagaman, dan olahraga. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kekayaan budaya, khususnya di kalangan pelajar.

Beragam acara menarik telah disiapkan untuk memeriahkan IICF 2026 di Symphony of The Sea Ancol, diantaranya :

  • Tanggal 12 September 2026 : International Dance Competition, Pemecahan Rekor Muri Tari JaliJali Betawi, Drawing Coloring Competition & Face Painting
  • Tanggal 13 September 20206 : International Beach Parade Competition, Solo Dance Competition dan Bazaar & Multi Produk UMKM.

Rangkaian kegiatan IICF 2026 turut menghadirkan juri internasional dari International of Folklore Festivals Organization (IOFF).

Penyelenggaraan IICF 2026 juga turut mendorong perkembangan ekonomi kreatif, pariwisata, dan UMKM, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi budaya dunia dan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat budaya internasional.

Ancol mendukung penyelenggaraan IICF 2026 sebagai wadah kolaborasi untuk mengemas kekayaan tradisi Nusantara secara kreatif dan autentik. Kehadiran festival ini juga sejalan dengan misi Ancol dalam menciptakan lingkungan sosial yang menghadirkan hiburan berkualitas dengan mengusung unsur seni, budaya, dan pengetahuan, selain itu sebagai wujud komitmen Ancol untuk terus berkembang sebagai destinasi berkelas internasional yang memberikan pengalaman budaya yang edukatif dan positif bagi seluruh masyarakat.

Yuk, datang dan saksikan keseruan warna warni budaya dari berbagai negara dan wujudkan banyak Keajaiban hanya di Ancol Taman Impian!

( Red*/TI )

 

 

 

Samsat di Tambun Selatan gelar sosialisasi kepatuhan

0

Cikarang Utara, warta.in –  Operasi pelayanan dan pemeriksaan pajak kendaraan digelar di Jalan Jatimulya Raya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis pagi (10/9/26).

 

Kegiatan berlangsung di pinggir jalan raya dan tampak didampingi oleh sejumlah personel kepolisian, meski penyelenggara adalah  Samsat Kabupaten Bekasi.

 

Kasie Humas Polres Metro Bekasi, AKP Aliyani, menjelaskan, keberadaan kegiatan tersebut. “Pajak kendaraan itu ranah Samsat,” ujarnya, saat dikonfirmasi.

 

Masih kata AKP Aliyani, operasi ini bersifat membimbing, bukan penindakan. “Itu bukan razia, melainkan operasi sekaligus sosialisasi kepada pengguna jalan agar taat membayar pajak kendaraan,” jelasnya.

 

Pengendara yang belum melunasi pajak diarahkan langsung ke Kantor Kelurahan Jatimulya untuk memenuhi kewajiban pembayaran pajak untuk  kendaraan berpelat nomor Kabupaten Bekasi.

 

Terkait jangka waktu pelaksanaan, AKP Aliyani mengaku belum mengetahui rinciannya. Sebab, jadwal Samsat menjadi wewenang pemerintah daerah dan bukan kewenangan diskresi kepolisian.

 

(Red*/TI)

 

Jajaran Pemasyarakatan Sumatera Selatan Laksanakan Penanaman Pohon di Lapas Pagar Alam

0

Warta.In | Pagar Alam — Jajaran Pemasyarakatan Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Lembaga Pemasyarakatan Pagar Alam sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta upaya menciptakan lingkungan satuan kerja yang hijau, asri, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala UPT Pemasyarakatan se-Sumatera Selatan beserta jajaran, yang turut berpartisipasi secara langsung dalam proses penanaman pohon. Kehadiran para Kepala UPT dan jajaran menjadi wujud kebersamaan sekaligus memperkuat sinergi antarunit pelaksana teknis Pemasyarakatan di wilayah Sumatera Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Rutan Kelas I Palembang, Aris Supriyadi, turut hadir dan berpartisipasi bersama jajaran Pemasyarakatan lainnya. Momentum ini tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat koordinasi, komunikasi, dan kekompakan antarjajaran.

Penanaman pohon memiliki makna penting dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan nyaman. Keberadaan pohon di lingkungan satuan kerja diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari penghijauan, peningkatan kualitas lingkungan, hingga menciptakan suasana kerja yang lebih asri dan kondusif.

Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen jajaran Pemasyarakatan untuk tidak hanya fokus pada pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, tetapi turut mengambil peran dalam menjaga kelestarian alam. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan penanaman pohon diharapkan dapat terus diterapkan dalam berbagai program positif lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, jajaran Pemasyarakatan Sumatera Selatan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, diharapkan tercipta lingkungan Pemasyarakatan yang semakin hijau, sehat, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Karo OPS Dan Dansat Brimob Tinjau Peragaan X- Fire Untuk Pemadaman Lahan Gambut

0

Warta In

MUARA ENIM — Polda Sumatera Selatan melalui Satgas Operasi Aman Nusa II memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memperagakan tata cara penggunaan dan pengolahan cairan khusus X-Fire di lahan gambut Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Pos Siaga Karhutla Desa Teluk Limau dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan teknis personel dalam menangani karhutla, khususnya pada karakteristik lahan gambut yang membutuhkan penanganan dan pendinginan secara menyeluruh.

Peninjauan dan simulasi dipimpin Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., bersama Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H. Kegiatan turut dihadiri Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., serta para Kapolres jajaran di wilayah hukum Polda Sumsel.

Karo Ops Polda Sumsel dan Dansat Brimob tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB menggunakan helikopter. Keduanya kemudian meninjau Posko Siaga Aman Nusa II Karhutla, menerima paparan situasi dan arahan taktis, serta melihat langsung kondisi lahan gambut yang sebelumnya terbakar dan telah dilakukan pemadaman menggunakan formula X-Fire.

Tim selanjutnya memperagakan proses pencampuran hingga penyemprotan cairan X-Fire. Berdasarkan panduan teknis yang dipaparkan, satu galon atau jerigen berkapasitas 20 liter digunakan sebagai takaran dalam proses pencampuran.

Untuk tandon berkapasitas 1.000 liter, komposisi yang diperagakan terdiri dari 800 liter air murni yang dicampur dengan 200 liter cairan X-Fire atau setara 10 jerigen. Setelah campuran diaduk hingga merata, cairan tersebut kemudian disemprotkan menggunakan mobil tangki air, mesin pompa, selang, serta nozel khusus lahan gambut jenis suntik.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., dalam laporan resminya menyampaikan bahwa cairan X-Fire merupakan formula yang digunakan Polri dalam penanggulangan karhutla, khususnya untuk mendukung penanganan pada medan lahan gambut yang sulit dijangkau.

Penggunaan formula tersebut oleh personel Satuan Brimob Polda Sumsel sebelumnya telah diterapkan dalam penanganan karhutla di lahan gambut Desa Teluk Limau. Peragaan kali ini dilakukan untuk memperkuat pemahaman personel mengenai tata cara pencampuran dan penggunaannya di lapangan.

Direktur Samapta Polda Sumsel selaku Ka Opsda Aman Nusa II, Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa, S.I.K., menegaskan bahwa penguatan taktik dan kemampuan teknis personel terus dilakukan secara terukur di berbagai wilayah yang memiliki potensi karhutla.

“Operasi penanganan karhutla melalui Satgas Aman Nusa II terus digencarkan secara terukur, termasuk pemanfaatan formula baru seperti cairan X-Fire untuk mengatasi kebakaran di lahan gambut. Sinergi dan kecepatan bertindak di lapangan sangat krusial. Kami memastikan seluruh personel gabungan terus siaga dan mengoptimalkan sarana prasarana guna mencegah meluasnya area kebakaran serta melindungi keselamatan masyarakat,” ujar Ridwan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen Polda Sumsel dalam mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan dari ancaman karhutla.

“Kami memastikan seluruh rangkaian operasi penanggulangan berjalan maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat. Polda Sumatera Selatan mengimbau kepada seluruh masyarakat dan korporasi agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Segera laporkan kepada posko atau aparat terdekat jika menemukan tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani secara cepat dan terukur,” tegas Nandang.

Melalui Operasi Aman Nusa II, Polda Sumsel bersama jajaran terus memperkuat kesiapsiagaan, kemampuan teknis, sarana prasarana, serta sinergi lintas unsur dalam menghadapi karhutla. Penanganan tidak hanya diarahkan pada pemadaman api yang terlihat, tetapi juga memastikan area terdampak dilakukan pendinginan dan pemantauan untuk mencegah munculnya kembali titik api, khususnya pada kawasan lahan gambut.

(Zulkifli/hms)

Cegah Kriminalitas Dini Hari, Polda NTB Minta Pemkot Mataram Tertibkan Jam Operasional Cafe

0

Cegah Kriminalitas Dini Hari, Polda NTB Minta Pemkot Mataram Tertibkan Jam Operasional Cafe

Warta.in
Mataram,NTB — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) memberikan dukungan penuh (backup) kepada Polresta Mataram dalam penanganan kasus penganiayaan terhadap masyarakat di Cafe Headbrew Mataram Mall beberapa hari lalu. Berkat kerja cepat tim gabungan di lapangan, kasus tersebut berhasil diungkap dan para terduga pelaku penganiayaan telah berhasil diamankan.

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol. Arisandi, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa jajarannya bergerak cepat mem-backup Polresta Mataram untuk memastikan seluruh pelaku ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Pengungkapan dan penangkapan para pelaku merupakan bentuk komitmen Polda NTB dalam menindak aksi kriminalitas serta menjaga rasa aman dan nyaman masyarakat.

Selain itu, Kombes Pol. Arisandi juga meminta Pemerintah Kota Mataram untuk menertibkan kembali jam operasional Cafe agar tidak beroperasi hingga dini hari dan membatasinya maksimal sampai pukul 24.00 WITA.

Menurutnya, minimnya pengawasan terhadap menjamurnya cafe yang buka hingga dini hari berpotensi memicu timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pungkasnya, Jumat (11/9/26).

Ia juga mengimbau kepada seluruh pengelola kafe dan tempat hiburan malam di wilayah NTB, khususnya di Kota Mataram, agar mematuhi aturan jam operasional yang telah ditentukan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polda NTB, serta menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang kembali, tutupnya. (sr/hpntb)

0

Cegah Kriminalitas Dini Hari, Polda NTB Minta Pemkot Mataram Tertibkan Jam Operasional Cafe

Warta.in
Mataram,NTB — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) memberikan dukungan penuh (backup) kepada Polresta Mataram dalam penanganan kasus penganiayaan terhadap masyarakat di Cafe Headbrew Mataram Mall beberapa hari lalu. Berkat kerja cepat tim gabungan di lapangan, kasus tersebut berhasil diungkap dan para terduga pelaku penganiayaan telah berhasil diamankan.

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol. Arisandi, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa jajarannya bergerak cepat mem-backup Polresta Mataram untuk memastikan seluruh pelaku ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Pengungkapan dan penangkapan para pelaku merupakan bentuk komitmen Polda NTB dalam menindak aksi kriminalitas serta menjaga rasa aman dan nyaman masyarakat.

Selain itu, Kombes Pol. Arisandi juga meminta Pemerintah Kota Mataram untuk menertibkan kembali jam operasional Cafe agar tidak beroperasi hingga dini hari dan membatasinya maksimal sampai pukul 24.00 WITA.

Menurutnya, minimnya pengawasan terhadap menjamurnya cafe yang buka hingga dini hari berpotensi memicu timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pungkasnya, Jumat (11/9/26).

Ia juga mengimbau kepada seluruh pengelola kafe dan tempat hiburan malam di wilayah NTB, khususnya di Kota Mataram, agar mematuhi aturan jam operasional yang telah ditentukan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polda NTB, serta menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang kembali, tutupnya. (sr/hpntb)

Madas Sedarah Jember Resmi Dilantik, Tegaskan Dukungan untuk Pemerintahan Gus Fawait

0

Warta.in, Jember — Organisasi Madas Sedarah Jember resmi mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) yang berlangsung di Aula PB Sudirman, Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Sabtu (12/9/2026).

Mengusung slogan “Salam Settong Dhere”, kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat komitmen Madas Sedarah untuk turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Pelantikan dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP MADAS Sedarah Moch Taufik, S.I.Kom., S.H., M.H.
, Asisten II Pemkab Jember Ratno C. Sembodo yang mewakili Bupati Jember, Jajaran pengurus DPC MADAS Jember, Jajaran pejabat instansi daerah serta sejumlah organisasi kemasyarakatan lainnya, di antaranya Pemuda Pancasila Yakuza Maneges, Sakera, dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Bangun Cahyono menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan di lingkungan Pemkab Jember menjadi salah satu bentuk penerimaan pemerintah daerah terhadap keberadaan Madas Sedarah.

“Acara ini bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Jember menerima Madas Sedarah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Madas Sedarah Jember siap memberikan dukungan terhadap jalannya pemerintahan Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait.

Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta ikut menjaga kondusivitas daerah.

Kehadiran Madas Sedarah dalam kegiatan tersebut juga tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember. Sejumlah perwakilan DPC dari berbagai daerah turut hadir, di antaranya Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Malang, Bali, Gresik, Sampang, Bangkalan, Pasuruan, dan Situbondo.

Kehadiran lintas daerah itu menunjukkan bahwa organisasi tersebut terus membangun jaringan dan memperkuat soliditas antarpengurus di berbagai wilayah.

Selain agenda pelantikan, kegiatan diawali dengan aksi sosial berupa penyerahan santunan kepada anak yatim dan piatu dari Yayasan Panti Asuhan Al-Ummu yang beralamat di Jalan A. Yani Gang IX Nomor 49, Jember.

Santunan tersebut diserahkan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus menjadi bagian dari semangat Madas Sedarah untuk tidak hanya membangun kekuatan organisasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat.

Pengasuh Yayasan Panti Asuhan Al-Ummu, Andriani Utami, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama para penerima santunan.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan DPC dan DPAC Madas Sedarah Jember, organisasi ini diharapkan mampu menjalankan peran sosial kemasyarakatan secara positif serta menjadi mitra berbagai pihak dalam menjaga persatuan, kepedulian, dan kebersamaan di Kabupaten Jember.

Sri Baduga Championship 2026 Resmi Ditutup, Panitia Bidik Level Nasional

0

Warta.in, Purwakarta — Kejuaraan Pencak Silat Purwakarta Sri Baduga Championship 2026 tingkat Jawa Barat resmi berakhir. Ajang yang berlangsung selama dua hari tersebut ditutup di GOR Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Sabtu (12/9/2026), dalam suasana aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Penutupan dilakukan oleh Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Dr. Aep Durohman, S.Pd., M.Pd., yang diwakili Kepala Bidang Olahraga Disporaparbud, Yai Uun Khaerun.

Dalam sambutannya, Yai Uun memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kejuaraan, mulai dari panitia pelaksana, juri, wasit, atlet, hingga para orang tua yang terus memberikan dukungan kepada para peserta.

“Terima kasih kepada panitia pelaksana, para juri dan wasit yang sudah bisa melaksanakan kejuaraan ini dengan sukses, aman dan sportivitas yang tinggi,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh atlet untuk tidak berhenti berlatih dan terus meningkatkan kemampuan. Menurutnya, sebuah kejuaraan bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus membangun mental dan pengalaman bertanding.

“Kami harapkan kepada semua peserta kejuaraan bisa lebih semangat dan terus belajar untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas terbaik di kejuaraan yang akan datang,” pesannya.

Yai Uun juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua atlet yang telah memberikan dukungan selama kejuaraan berlangsung.

“Terima kasih juga atas support dari para orang tua atlet,” tutupnya.

Sementara itu, mewakili Ketua IPSI Kabupaten Purwakarta, Ir. H. Moh. Arief, hadir Lucky Vansalmon selaku penggagas Purwakarta Sri Baduga Championship 2026, sekaligus Penanggung Jawab dan Komisi Disiplin IPSI Jawa Barat.

Lucky menegaskan, hasil pertandingan harus menjadi motivasi bagi seluruh atlet untuk terus berkembang. Bagi atlet yang belum berhasil meraih juara, ia meminta agar tidak patah semangat dan menjadikan pengalaman bertanding sebagai bahan evaluasi.

“Kepada para atlet yang belum jadi juara di Kejuaraan Pencak Silat Sri Baduga Championship 2026 agar tetap semangat dan terus berlatih,” tegasnya.

Sebaliknya, kepada para atlet yang berhasil menjadi juara, Lucky mengingatkan agar tidak cepat berpuas diri dan tetap rendah hati.

“Bagi sang juara kami harapkan jangan jumawa. Tetap terus berlatih dan jaga stamina, karena masih banyak yang harus diperjuangkan ke depannya,” lanjutnya.

Lebih jauh, Lucky menyampaikan apresiasi kepada seluruh juri, wasit dan panitia yang telah bekerja keras sehingga kejuaraan dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Ia berharap Purwakarta Sri Baduga Championship tidak berhenti sebagai kejuaraan tingkat Jawa Barat, tetapi dapat terus berkembang dan naik kelas menjadi ajang berskala nasional yang digelar di Kabupaten Purwakarta.

“Semoga ke depannya kita bisa lakukan kegiatan kembali dengan brand yang sama, tentunya untuk naik ke tingkat nasional, yang dilaksanakan di Kabupaten Purwakarta,” ungkap Lucky.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan tersebut merupakan hasil kerja bersama. Kebersamaan seluruh unsur yang terlibat menjadi kunci agar kegiatan dapat berjalan sukses.

“Tanpa kebersamaan, kegiatan ini tidak akan mudah serta sukses dan aman. Selamat untuk panitia pelaksana, wasit dan juri,” pungkasnya.

Rangkaian penutupan kemudian ditandai dengan penyerahan piala bergilir, piala juara I, II dan III, uang pembinaan, piagam serta sertifikat kepada para atlet yang mengikuti Purwakarta Sri Baduga Championship 2026.

Kejuaraan ini diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet-atlet pencak silat Jawa Barat, khususnya Kabupaten Purwakarta, untuk dipersiapkan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi di tingkat nasional. (ds)

Perkara Masih Banding, LPK-RI Minta Objek Sengketa Tak Dikuasai Sepihak

0

Warta.in, Jember – Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) meminta seluruh pihak yang berkepentingan dalam perkara sengketa lahan untuk menghormati proses hukum yang masih berjalan dan tidak melakukan tindakan sepihak terhadap objek yang menjadi sengketa.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya dugaan perusakan dan/atau penguasaan terhadap lahan yang menjadi objek perkara oleh pihak yang disebut sebagai pemenang lelang. Sementara, perkara tersebut saat ini masih berlanjut melalui upaya hukum banding di Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

LPK-RI sebelumnya menjadi pihak Penggugat dalam perkara perdata Nomor 38/Pdt.G/2026/PN Jmr melawan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Bondowoso selaku Tergugat, serta Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember dkk. sebagai Para Turut Tergugat.

Putusan Pengadilan Negeri Jember tersebut dibacakan secara elektronik pada 27 Agustus 2026 melalui sistem E-Litigasi.

Tidak menerima putusan tingkat pertama, LPK-RI kemudian secara resmi menggunakan hak hukumnya dengan mengajukan permohonan banding.

Berdasarkan Akta Pernyataan Permohonan Banding Elektronik (E-Court) tertanggal 10 September 2026, yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Jember, permohonan banding tersebut dinyatakan oleh Victor Darmawan Riskiandi selaku kuasa LPK-RI berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 6 September 2026.

Permohonan banding tersebut tercatat diajukan pada hari ke-14 kalender setelah putusan dibacakan. Dalam akta tersebut juga diterangkan bahwa putusan dibacakan secara elektronik karena perkara dilaksanakan melalui E-Litigasi, sehingga pengajuan banding masih berada dalam tenggang waktu yang ditentukan.

LPK-RI Minta Tak Ada Tindakan Sepihak

Seiring dengan proses banding tersebut, LPK-RI meminta pihak yang disebut sebagai pemenang lelang maupun pihak lain yang berkepentingan untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum baru terhadap objek sengketa.

Termasuk di antaranya tindakan yang diduga berupa perusakan, penguasaan secara paksa, pemindahan, pembangunan, pembongkaran, ataupun tindakan lain terhadap objek sengketa yang dilakukan tanpa dasar dan prosedur hukum yang sah.

Ketua LPK-RI Jember, Victor Darmawan Riskiandi, menegaskan bahwa proses perkara belum berhenti pada putusan tingkat pertama karena pihaknya telah menggunakan hak hukum untuk mengajukan banding.

“Kami menghormati putusan Pengadilan Negeri Jember. Namun sebagai pihak yang merasa memiliki dasar dan kepentingan hukum dalam perkara ini, LPK-RI menggunakan hak hukum untuk mengajukan upaya banding. Kami akan menyampaikan argumentasi hukum secara objektif melalui mekanisme peradilan yang berlaku,” tegas Victor.

Menurut Victor, adanya proses banding semestinya menjadi alasan bagi seluruh pihak untuk mengedepankan sikap menahan diri. Ia berharap tidak ada tindakan di lapangan yang justru memperbesar persoalan dan melahirkan perkara hukum baru.

“Kami meminta seluruh pihak menahan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Jangan sampai perkara yang sedang diperiksa melalui jalur hukum justru berkembang menjadi persoalan hukum baru akibat tindakan sepihak di lapangan,” ujarnya.

Dugaan Penguasaan dan Perusakan Harus Ditempuh Melalui Mekanisme Hukum

LPK-RI menegaskan, apabila terdapat pihak yang merasa mempunyai hak atas objek tersebut, pelaksanaan hak tersebut tetap harus dilakukan berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.

LPK-RI tidak ingin adanya tindakan balasan maupun aksi sepihak dari pihak mana pun yang berpotensi memicu konflik di lapangan.

Wakil Ketua LPK-RI Jember, David Afarid, juga meminta pihak yang disebut sebagai pemenang lelang maupun pihak yang saat ini menguasai objek sengketa untuk sama-sama menjaga kondisi tetap kondusif.

David mengingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan tindakan perusakan, penguasaan secara paksa, maupun tindakan lain yang dapat memperkeruh situasi.

“Kalau ada perselisihan di lapangan, kami meminta para pihak menempuh jalur hukum dan berkoordinasi dengan aparat yang berwenang. Jangan sampai persoalan perdata kemudian berkembang menjadi persoalan pidana karena adanya tindakan di luar mekanisme hukum,” kata David.

LPK-RI juga meminta agar dugaan perusakan maupun penguasaan objek sengketa, apabila benar terjadi, dapat diselesaikan dan dibuktikan melalui mekanisme hukum serta tidak dijadikan alasan untuk melakukan tindakan balasan.

Victor: LPK-RI Akan Kawal Proses Banding

Victor menegaskan bahwa LPK-RI akan tetap mengawal perkara tersebut secara tertib dan profesional melalui mekanisme peradilan yang tersedia.

Pengajuan banding, menurutnya, bukan bentuk penghakiman terhadap pihak mana pun, melainkan hak hukum untuk memperoleh pemeriksaan kembali atas putusan tingkat pertama.

“Kami tetap menghormati seluruh pihak dan tidak ingin mendahului proses hukum. LPK-RI akan menyampaikan argumentasi serta bukti melalui forum peradilan. Karena itu, kami meminta semua pihak juga menghormati proses tersebut,” jelasnya.

Dengan telah diajukannya permohonan banding pada 10 September 2026, perkara selanjutnya akan diproses pada tingkat Pengadilan Tinggi Jawa Timur sesuai mekanisme hukum acara perdata.

LPK-RI menegaskan akan terus mengawal perkara tersebut hingga proses hukum berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memastikan kepentingan dan hak-hak yang diperjuangkan dalam perkara tersebut tetap ditempuh melalui jalur hukum.

LPK-RI juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif sembari menunggu proses pemeriksaan serta putusan pada tingkat banding.

Lagi-Lagi Si Jago Merah Mengamuk, BPBD Muba Berhasil Padamkan Kebakaran Hutan di Sekayu

0

 

Warta.in Musi banyuasinKebakaran hutan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin. Kali ini, kebakaran terjadi di kawasan Jalan Sekayu–Plakat Tinggi, tepatnya di Dusun Kampung Sekate, Kelurahan Suak Baru, Kecamatan Sekayu.

Api yang berkobar diperkirakan mencapai ketinggian hingga 5 meter dan melahap area sekitar hampir 1 hektare. Kondisi tersebut sempat menyulitkan proses pemadaman karena kobaran api dan kepulan asap yang cukup tebal.

Namun, berkat kesigapan dan keterampilan petugas BPBD Kabupaten Musi Banyuasin, kebakaran akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Satu regu yang dipimpin oleh Rion selaku ketua regu, bersama anggota Jeri dan Farizal, berjibaku melawan kobaran api selama lebih dari dua jam.

Meski harus berhadapan langsung dengan panas dan asap tebal, para petugas tidak menunjukkan keraguan. Dengan semangat, kekompakan, serta pengalaman dalam menangani kebakaran hutan dan lahan, mereka terus melakukan upaya pemadaman hingga api benar-benar berhasil diredam.

Kesigapan BPBD Musi Banyuasin dalam menangani kejadian tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan langsung proses pemadaman di lapangan. Kekompakan dan keterampilan para petugas dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran.

Masyarakat juga mengapresiasi keberanian para petugas yang tetap berada di garis depan meskipun harus menghadapi kobaran api yang cukup besar.
Masarakat juga. Mengucap kan terimah kasih kepada. Kepalah pelaksana BPBD Marko Susanto,S.STP.,MSI. Dan kepala bidang kedaruratan dan logistik Erik Endartono,SE.,Mm kepala seksi tangap darurat Iwan Wijaya,SE
Kinerja para personel BPBD Musi Banyuasin tersebut menjadi bukti bahwa respons cepat, keterampilan, pengalaman, dan kerja sama tim yang solid sangat diperlukan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

  • Masyarakat berharap kesiapsiagaan dan respons cepat BPBD Musi Banyuasin dapat terus dipertahankan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tengah kondisi yang rawan terjadi karhutla(Albert)