Beranda blog

Respon Cepat Kebutuhan Warga, Sat Brimob Polda NTB Salurkan Bantuan Air Bersih di Kota Bima

0

Respon Cepat Kebutuhan Warga, Sat Brimob Polda NTB Salurkan Bantuan Air Bersih di Kota Bima

Warta.in

Mataram, NTB – Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan. Menanggapi kebutuhan warga akan ketersediaan air bersih, Personel Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda NTB menggelar aksi sosial dengan membagikan air bersih kepada warga yang membutuhkan.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 22 Juni 2026, bertempat di Kampung Pali, Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima.
“Aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri, khususnya Satuan Brimob Polda NTB, terhadap kondisi sosial kemasyarakatan. Kami memahami bahwa air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat vital, sehingga pergerakan cepat untuk membantu warga sangat diprioritaskan,” ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid di Mapolda NTB.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WITA tersebut diawali dengan apel pengecekan personel dan pergeseran pasukan (serpas) yang dipimpin oleh Aiptu Zufri, S.Sos. Sebanyak 10 personel Brimob dikerahkan dalam misi kemanusiaan ini dengan membawa armada khusus.
“Untuk memastikan penyaluran berjalan lancar dan mencakup kebutuhan warga secara optimal, kami menerjunkan 1 unit Mobil Truk serta 1 unit Mobil Tangki Air Bersih,” jelas Kabid Humas.

Tepat pada pukul 10.45 WITA, tim di lapangan langsung bergerak mendistribusikan air bersih kepada warga Kampung Pali secara tertib. Antusiasme dan rasa syukur terpancar dari raut wajah warga setempat yang merasa sangat terbantu dengan adanya pasokan air bersih ini.
Kombes Pol. Mohammad Kholid menambahkan bahwa kegiatan bakti sosial semacam ini akan terus dipantau dan digalakkan di wilayah-wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
“Polri akan selalu siap sedia mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik demi kesejahteraan masyarakat NTB. Semoga bantuan yang disalurkan ini dapat meringankan beban warga di Kecamatan Asakota,” pungkasnya.(sr/hpntb)

 

SPMB Gelombang I SMPN 3 Jember Tuntas, 162 Siswa Dinyatakan Lolos Seleksi

0

Warta.in, Jember – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Gelombang I di SMP Negeri 3 Jember telah rampung. Dari total 343 pendaftar yang mengikuti jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi, sebanyak 162 calon siswa dinyatakan lolos dan diterima untuk tahun ajaran baru.

Humas SMPN 3 Jember, Riril Ariani, S.Psi, Saat ditemui oleh awak media pada Senin, 22 Juni 2026, menjelaskan bahwa proses seleksi pada tahap pertama berlangsung cukup ketat karena tingginya minat masyarakat dan banyaknya calon peserta didik yang memiliki prestasi membanggakan.

“Dari seluruh pendaftar pada tahap pertama, sebanyak 162 siswa dinyatakan diterima. Proses seleksi dilakukan secara cermat dan sesuai regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Riril, tantangan terbesar dalam pelaksanaan tahap pertama berada pada jalur prestasi. Banyaknya berkas yang masuk dengan kualitas prestasi yang baik membuat sekolah harus melakukan verifikasi secara mendalam.

Untuk memastikan objektivitas penilaian, SMPN 3 Jember membentuk tim khusus yang bertugas melakukan verifikasi seluruh berkas pada jalur prestasi, afirmasi, maupun mutasi.

Pada jalur prestasi, penilaian dibagi ke dalam tiga kategori utama, yakni prestasi tahfiz, prestasi akademik yang mencakup peringkat dan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta prestasi lomba non-akademik. Pemisahan kategori tersebut dilakukan agar proses seleksi lebih proporsional dan adil dalam pembagian kuota.

“Banyak calon peserta didik yang memiliki prestasi sangat baik. Karena itu, sekolah harus benar-benar selektif dalam menentukan komposisi penerimaan agar tetap memenuhi asas keadilan bagi seluruh
kategori prestasi,” jelasnya.

Sementara itu, pada jalur afirmasi, seleksi dilakukan berdasarkan data desil dengan prioritas penerimaan bagi calon siswa yang berada pada desil 1 hingga 4. Sedangkan jalur mutasi ditentukan berdasarkan kelengkapan administrasi serta domisili pemohon.
Pihak sekolah menegaskan bahwa seluruh keputusan yang diambil pada jalur afirmasi dan mutasi dapat dipertanggungjawabkan karena telah melalui proses verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Memasuki SPMB Gelombang II, seleksi difokuskan pada jalur domisili. Pada jalur ini, penentuan kelulusan dilakukan berdasarkan jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah.

SMPN 3 Jember menerapkan kebijakan kuota domisili sebesar 50 persen dengan sistem pengukuran jarak yang dilakukan secara konsisten dan transparan sesuai regulasi pemerintah.

“Pada tahap domisili, mekanismenya murni berdasarkan jarak. Tujuannya agar proses penerimaan berjalan transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Riril.

Hingga saat ini, antusiasme masyarakat untuk mendaftar masih sangat tinggi. Pada hari pelaksanaan pendaftaran tahap kedua, tercatat sebanyak 171 pendaftar baru telah masuk ke sistem. Jumlah tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap SMPN 3 Jember masih sangat besar, bahkan telah melampaui target pendaftaran yang ditetapkan sekolah.

Pihak sekolah berharap seluruh tahapan SPMB dapat berjalan lancar hingga selesai tanpa kendala berarti. Selain itu, SMPN 3 Jember berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses seleksi sehingga hasil penerimaan benar-benar sesuai aturan dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.

“Semua proses dilakukan berdasarkan regulasi dan diverifikasi oleh tim. Kami ingin memastikan hasil seleksi benar-benar objektif, transparan, dan tidak ada praktik titip-menitip dalam penerimaan peserta didik baru,” pungkasnya.

Gubernur NTB Tekankan WTP Bukan Akhir, Birokrasi Terapkan Agilitas Anggaran Yang Tepat Sasaran

0

Gubernur NTB Tekankan WTP Bukan Akhir, Birokrasi Terapkan Agilitas Anggaran Yang Tepat Sasaran

Warta.in
Mataram,NTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, Senin (22/6/2026), di Kantor Gubernur NTB. Dalam rapat tersebut, Gubernur Iqbal menekankan pentingnya perubahan orientasi pemerintahan, dari sekadar tertib administrasi menuju tata kelola yang berfokus pada substansi, kinerja, dan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTB atas masukan, pemikiran, dan kritik konstruktif yang selama ini diberikan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, berbagai masukan tersebut menjadi bekal penting untuk memperkuat langkah-langkah pembenahan pemerintahan ke depan.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota dewan yang secara rutin memberikan masukan, pemikiran, baik secara resmi maupun dalam komunikasi sehari-hari. Banyak hal baru yang menjadi tantangan bagi kami, dan itu semua akan memperkuat upaya-upaya kami ke depan,” ujar Gubernur Iqbal.

Gubernur Iqbal mengakui bahwa hingga saat ini birokrasi pemerintahan masih cenderung terlalu fokus pada aspek administratif, sementara substansi pelayanan publik sering kali belum menjadi orientasi utama. Padahal, menurutnya, administrasi seharusnya menjadi alat untuk melayani substansi, bukan justru menghambat tujuan pembangunan.

“Selama ini birokrasi kita masih terlalu fokus pada administrasi, belum sepenuhnya pada substansi. Kadang-kadang substansi harus kalah, tujuan harus kalah, karena alasan administratif. Padahal seharusnya administrasilah yang melayani substansi, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Karena itu, Gubernur Iqbal menilai pemerintahan ke depan harus lebih lincah, adaptif, dan memiliki agility dalam merespons perubahan yang sangat cepat. Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa lagi hanya bekerja dengan pola lama yang terlalu kaku dan prosedural.

“Perubahan terjadi sangat cepat. Kalau kita hanya fokus pada administrasi, kita tidak akan pernah mampu menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi. Kita membutuhkan pemerintahan yang agile, pemerintahan yang lincah, adaptif, dan mampu bergerak cepat,” katanya.

Gubernur Iqbal juga memperkenalkan pendekatan coherent government, yaitu pemerintahan yang dijalankan secara terintegrasi, efektif, dan berorientasi pada pelayanan. Menurutnya, pemerintah harus bekerja layaknya organisasi modern yang menempatkan masyarakat sebagai pihak utama yang harus dilayani.

“Pemerintahan ini harus dijalankan dengan orientasi pelayanan. Kita harus sadar siapa yang kita layani, siapa customer kita, dan kepada siapa seluruh kerja-kerja pemerintah ini ditujukan. Jawabannya adalah rakyat. Karena itu, fokus utama kita haruslah pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal juga menegaskan bahwa keterbatasan fiskal daerah menuntut pemerintah untuk melakukan refocusing program dan anggaran. Karena itu, pemerintah provinsi bersama DPRD diharapkan dapat menyelaraskan perencanaan dan penganggaran agar lebih terfokus pada agenda-agenda prioritas.

Ia menyebutkan bahwa arah kebijakan pembangunan NTB ke depan akan difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penanganan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata. Ketiga sektor ini, kata Gubernur Iqbal, akan menjadi penggerak utama pembangunan daerah, sementara sektor-sektor lainnya harus dirancang untuk menopang dan memperkuat pencapaian tiga prioritas tersebut.

“Kita butuh refocusing. Karena itu kami mendorong agar kamus program dan menu kegiatan segera dituntaskan, sehingga pembahasan bersama DPRD menjadi lebih mudah dan semua program yang dirancang bisa selaras dengan visi pemerintahan. Pada akhirnya, kita ingin seluruh anggaran mengerucut pada tiga pilar utama, yaitu penanganan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata,” jelasnya.

Ia menggambarkan ketiga sektor prioritas itu sebagai formasi utama dalam pembangunan daerah, sementara sektor lainnya berfungsi sebagai pendukung untuk memastikan tujuan pembangunan tercapai secara bersama-sama.

Menurut Gubernur Iqbal, kejelasan fokus program dan anggaran juga penting agar masyarakat dapat dengan mudah membaca arah kebijakan pemerintah. Ia ingin peta anggaran daerah benar-benar mencerminkan prioritas pembangunan yang telah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif.

“Kita perlu menjelaskan arah program dan arah anggaran secara lebih terang, supaya masyarakat bisa melihat dengan mudah bahwa anggaran kita benar-benar fokus pada hal-hal yang menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Dalam penjelasannya terhadap Raperda pertanggungjawaban APBD 2025, Gubernur Iqbal juga menyoroti capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Pemerintah Provinsi NTB. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP patut disyukuri, namun tidak boleh membuat pemerintah merasa puas berlebihan.

Ia menegaskan bahwa opini WTP pada dasarnya menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah telah memenuhi ketentuan secara administratif dan akuntansi. Namun demikian, WTP belum otomatis menggambarkan kualitas kinerja maupun dampak substansial pembangunan terhadap masyarakat.

“Saya ingin menggarisbawahi bahwa ini jangan sampai membuat kita bangga berlebihan dan puas berlebihan. WTP itu baru menunjukkan bahwa kita benar secara administratif. Sementara pertanyaan apakah kita sudah benar secara substansi, apakah kinerja kita sudah benar-benar berdampak, itu adalah soal lain yang tidak sepenuhnya dijelaskan oleh WTP,” tegas Gubernur.

Karena itu, pemerintah daerah ke depan ingin memastikan bahwa tata kelola keuangan tidak hanya baik dari sisi administrasi, tetapi juga kuat dari sisi kinerja dan manfaatnya bagi masyarakat.

“Harapan kita ke depan bukan hanya WTP, tetapi juga bagaimana kinerja kita bagus, substansinya bagus, dan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Gubernur Iqbal secara terbuka mengakui bahwa birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB saat ini masih belum cukup lincah dalam menghadapi perubahan. Menurutnya, budaya kerja birokrasi selama ini masih terlalu terbiasa dengan rutinitas administrasi, sementara orientasi terhadap tujuan pembangunan jangka panjang belum sepenuhnya tertanam.

“Saya harus mengakui bahwa hingga saat ini birokrasi di lingkungan pemerintah provinsi masih belum memiliki agility, belum cukup luwes, belum cukup agile. Karena yang terlalu lama dipelajari adalah administrasi, bukan substansi pembangunan. Ini yang sedang kami benahi,” katanya.

Ia pun meminta dukungan dari DPRD NTB agar proses pembenahan birokrasi dan reformasi tata kelola pemerintahan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Menurutnya, perubahan tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh eksekutif tanpa dukungan legislatif.

“Kami sedang berubah, kami sedang berbenah. Karena itu kami mohon bantuan dan dukungan dari Bapak-Ibu sekalian di DPRD. Pembenahan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan peran dari legislatif,” ujar Iqbal.

Ia menambahkan, semangat pembenahan tersebut harus menjadi gerakan bersama antara eksekutif dan legislatif, karena pemerintahan pada hakikatnya dijalankan oleh keduanya secara bersamaan.

“Pemerintahan hari ini bukan hanya eksekutif, tetapi eksekutif dan legislatif. Kalau kita berdua berbenah bersama, insyaallah tiga pilar program yang kita cita-citakan akan bisa terwujud,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda, dalam pandangannya menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam tata kelola pemerintahan daerah agar pembangunan tidak lagi sekadar diukur dari serapan anggaran dan ketebalan laporan administratif, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Baiq Isvie mengatakan, rapat paripurna bukan sekadar forum formal antara eksekutif dan legislatif, tetapi ruang pertanggungjawaban moral, evaluasi peradaban, sekaligus refleksi atas sejauh mana amanah rakyat telah ditunaikan melalui kebijakan, program, dan penganggaran daerah.

“APBD bukan hanya kumpulan angka. Di dalamnya ada kerja keras rakyat, harapan petani, nelayan, guru, tenaga kesehatan, hingga generasi muda NTB yang menunggu ruang tumbuh, ruang berkarya, dan masa depan yang lebih baik,” kata Baiq Isvie.

Baiq Isvie menekankan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah tidak cukup hanya dilihat dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi sejauh mana anggaran tersebut mampu menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan rakyat. Pembangunan dinilai bermakna ketika layanan publik semakin mudah, usaha masyarakat berkembang, pendidikan membaik, kesehatan semakin terjangkau, dan kesejahteraan meningkat.

Dalam forum itu, Baiq Isvie juga menyampaikan apresiasi atas ikhtiar Pemerintah Provinsi NTB dalam mengelola pemerintahan sepanjang Tahun Anggaran 2025. Namun demikian, DPRD menilai tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, disrupsi teknologi, perubahan sosial yang cepat, kesenjangan kualitas sumber daya manusia, hingga meningkatnya ekspektasi publik terhadap kualitas layanan pemerintah.

Karena itu, DPRD menilai NTB membutuhkan mindset switching dalam tata kelola pembangunan. Paradigma lama yang hanya berorientasi pada serapan anggaran, kepatuhan prosedural, dan laporan administratif dinilai sudah tidak lagi memadai. Pemerintahan ke depan harus bergerak dari sekadar government spending menuju public value creation, dari administrative management menuju strategic impact leadership, serta dari pola kerja business as usual menuju budaya entrepreneurial excellence.

Konsep itu disebut DPRD sebagai Entrepreneurial Mindset Excellence Mainstreaming, yakni cara berpikir birokrasi yang lebih adaptif, cepat membaca perubahan, berani mengambil keputusan, mampu menciptakan solusi, dan kuat dalam orientasi hasil. Menurut DPRD, pola pikir ini tidak berarti semua aparatur harus menjadi pebisnis, melainkan menumbuhkan mentalitas kepemimpinan yang inovatif, problem solving, dan memiliki rasa kepemilikan yang kuat terhadap penyelesaian persoalan publik.

“Birokrasi masa depan tidak cukup hanya bekerja berdasarkan SOP. Birokrasi harus adaptif, agile, inovatif, dan memiliki ownership mindset yang kuat. Aparatur tidak boleh hanya bertanya ‘apa tugas saya’, tetapi harus berpikir ‘apa solusi terbaik untuk rakyat’,” tegas Baiq Isvie.

Baiq Isvie juga menekankan perlunya pejabat publik yang tidak hanya sibuk mengelola program, tetapi mampu melahirkan dampak. Pembangunan, menurut DPRD, tidak cukup berhenti pada output, tetapi harus bergerak ke outcome hingga impact. Untuk itu, critical thinking dinilai harus menjadi arus utama pembangunan NTB ke depan.

Lebih lanjut, Baiq Isvie menegaskan bahwa pembangunan yang berhasil bukanlah pembangunan yang hanya tumbuh dalam laporan statistik, melainkan pembangunan yang hidup dalam pengalaman sehari-hari masyarakat. Ketika rakyat merasakan pelayanan semakin mudah, pendidikan semakin baik, kesehatan semakin terjangkau, dan peluang ekonomi semakin terbuka, maka di situlah pembangunan menemukan maknanya.

Dalam rapat tersebut, Baiq Isvie juga menekankan pentingnya kemitraan yang sehat antara eksekutif dan legislatif. Kedua lembaga disebut sebagai dua pilar penting tata kelola daerah yang tidak hadir untuk saling berhadapan, melainkan saling menguatkan dan menyempurnakan. DPRD menegaskan akan terus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara objektif, kritis, namun tetap konstruktif demi memastikan kebijakan daerah benar-benar berpihak kepada rakyat.

Menutup pandangannya, DPRD menyatakan bahwa NTB adalah daerah yang kaya potensi, kaya sumber daya, kaya semangat, dan kaya masa depan. Karena itu, yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian untuk berpikir besar, bekerja cerdas, bergerak cepat, dan mengeksekusi program pembangunan dengan excellence.

“Jika keberanian itu dimiliki bersama, maka NTB tidak hanya akan tumbuh, tetapi melompat,” tutup Baiq Isvie.(sr/dkisntb)

Kisah SDN Purwamekar: Bukti Nyata Perpisahan Sekolah Bisa Semarak Tanpa Beban Biaya Orang Tua

0
0-0x0-0-0#

Kisah SDN Purwamekar: Bukti Nyata Perpisahan Sekolah Bisa Semarak Tanpa Beban Biaya Orang Tua

Warta In Jabar | Subang — ​Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti halaman sekolah saat Ibu Hj. Suaebah, S.Pd., menyampaikan sambutannya. Dalam kesempatan tersebut, beliau memperkenalkan diri secara resmi kepada seluruh wali murid dan tamu undangan yang hadir. Beliau menjelaskan bahwa dirinya mengemban amanah sebagai PLT Kepala Sekolah untuk menggantikan Kepala Sekolah definitif sebelumnya, Bapak Jumhari, yang telah memasuki masa pensiun.

​Di tengah-tengah sambutannya, Ibu Hj. Suaebah mengajak seluruh dewan guru, orang tua murid, hingga para siswa untuk mengheningkan cipta sejenak guna mendoakan salah satu sosok pendidik terbaik mereka yang telah berpulang, yaitu almarhum Bapak Dian Wahyudin, S.Pd.. Dengan suara yang bergetar penuh keikhlasan, Ibu Kepala Sekolah memimpin langsung pembacaan ummul kitab, surat Al-Fatihah, untuk almarhum.

​”Mari kita sama-sama berdoa untuk almarhum Bapak Dian Wahyudin, semoga iman Islamnya diterima dan dimaafkan segala dosa-dosanya. Beliau adalah sosok pahlawan pendidikan, putra asli daerah sini yang selalu memberikan dukungan dan selalu bersemangat dalam membimbing putra-putri Bapak dan Ibu sekalian,” ungkap Hj. Suaebah dengan penuh rasa takzim.

​Setelah momen haru tersebut, Pengawas Ahli Muda Pendidikan Kecamatan Patokbeusi, Yanto Suswana, yang mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, memberikan sambutan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak panitia serta orang tua siswa. Ia menekankan bahwa esensi dari acara perpisahan bukanlah diukur dari seberapa mewah panggung yang berdiri atau seberapa megah hiburan yang disajikan.

​”Kami dari dinas menekankan kepada pihak sekolah, kalaupun mau diadakan acara seperti ini boleh, tetapi jangan terlalu bermewah-mewahan, jangan terlalu berlebih-lebihan,” ujar Yanto dalam sambutannya. “Sejatinya acara seperti ini bukan dilihat dari seberapa mewahnya panggung… tetapi bagaimana cara kita mengapresiasi peserta didik kita dengan memberikan kesempatan mereka untuk tampil di depan orang tua mereka. Itu sudah merupakan penghargaan yang sangat tinggi.”

​Kebahagiaan hari itu semakin lengkap dengan pengumuman kelulusan. Sebanyak 25 siswa kelas 6 dinyatakan lulus 100 persen, dan seluruh siswa dari total 150 siswa SDN Purwamekar berhasil naik kelas. Beberapa siswa bahkan mendapatkan penghargaan atas potensi luar biasa yang mereka miliki.

​Kepada para siswa kelas 1 hingga kelas 5, Yanto berpesan agar mereka yang sudah berprestasi dapat terus mempertahankan dan meningkatkan prestasinya ke tingkat yang lebih tinggi, baik kecamatan maupun kabupaten. Sementara bagi siswa yang masih mengalami kesulitan belajar, ia meminta mereka tidak khawatir karena para guru siap membimbing dengan sabar di tingkat berikutnya.

​Menutup sambutannya, Pengawas Pembina Patokbeusi ini menitipkan pesan mendalam kepada 25 lulusan kelas 6 yang akan segera melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP atau Madrasah Tsanawiyah.

​”Tolong jaga nama baik sekolah kalian, jaga selalu nama baik orang tua kalian, dengan senantiasa belajar dan meraih prestasi setinggi-tingginya,” pungkas Yanto penuh harap.

​Kemeriahan acara kemudian berlanjut dengan berbagai suguhan tampilan kesenian dari para siswa. Panggung upacara yang bersahaja itu menjadi saksi talenta-talenta luar biasa SDN Purwamekar saat anak-anak dengan percaya diri menampilkan tarian, pembacaan puisi, hingga paduan suara di hadapan mata bangga orang tua mereka. Tampilan kesenian ini menjadi ruang ekspresi nyata sekaligus pembuktian bahwa potensi prestasi anak didik di sekolah ini sangatlah luar biasa.

​Setelah seluruh rangkaian unjuk bakat selesai, acara perayaan perpisahan yang penuh kesan ini pun ditutup dengan pembacaan doa bersama. Doa penutup dipanjatkan dengan khusyuk, memohon keberkahan atas ilmu yang telah didapat, keselamatan bagi ke-25 lulusan kelas 6 dalam menempuh jenjang pendidikan yang baru, serta kemajuan bagi SDN Purwamekar ke depannya.

​Acara perpisahan ini mengukir cerita indah bahwa kemewahan sejati sebuah perayaan kelulusan tidak diukur dari materi, melainkan dari keikhlasan para guru, keberanian pemimpin, ruang bagi anak untuk berekspresi, serta untaian doa yang tulus.

Hari Bhayangkara Ke -80 Polres Meranti Hadirikan Sumur Bor Prioritas Air Bersih Selatpanjang Timur.

0

MERANTI – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke. 80 Tahun 2026, Polres Kepulauan Meranti melaksanakan program bantuan penyediaan air bersih bagi masyarakat dengan membangun sumur bor di Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (22/6/2026).

Memasuki hari kedua pengerjaan, progres pembangunan sumur bor yang berlokasi di halaman belakang Kantor Lurah Selatpanjang Timur, Jalan Dorak Nomor 38, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kasat Intelkam Polres Kepulauan Meranti IPTU Roly Irvan, S.H., M.H., bersama KBO Satintelkam IPTU Mada Surya Darmawan, Kanit Intelkam Polsek Tebing Tinggi AIPTU Hans Riduab Hutapea, S.H., M.H., Ps Kasubsi PIDM Si Humas Polres Kepulauan Meranti Bripka Devi Firmansyah, Briptu Wahyudi Janil Dalimuthe, S.H., Bripda Reynaldi Hutajulu serta personel Polsek Tebing Tinggi Bripda Suendra.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Intelkam IPTU Roly Irvan mengatakan, program sumur bor tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang selama ini masih sangat bergantung pada penampungan air hujan.

“Estimasi penerima manfaat dari pembangunan sumur bor ini sebanyak 100 kepala keluarga yang berada di Jalan Dorak Nomor 38, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi. Kedalaman pengeboran sumur direncanakan mencapai 75 meter,” ujar IPTU Roly Irvan.

Ia menjelaskan, sumur bor tersebut menggunakan pipa sedot berukuran 2,5 inci dengan mesin pompa air berkapasitas 20 liter per menit. Selain itu, akan dibangun tandon atau tangki penampung air berkapasitas 1.000 liter dengan ketinggian sekitar 2,5 meter. Seluruh pengerjaan diperkirakan selesai dalam waktu lima hari.

Pada hari kedua pelaksanaan, pengeboran telah menggunakan 10 batang pipa besi dengan panjang masing-masing enam meter. Kedalaman pengeboran telah mencapai lebih dari 60 meter, sementara progres pembangunan secara keseluruhan diperkirakan telah mencapai sekitar 20 persen.

Menurut IPTU Roly Irvan, kebutuhan air bersih di Kabupaten Kepulauan Meranti tergolong sangat krusial mengingat kondisi geografis daerah yang terdiri dari pulau-pulau kecil dengan karakteristik lahan rawa dan gambut, sehingga sebagian besar masyarakat masih mengandalkan penampungan air hujan sebagai sumber utama kebutuhan sehari-hari.

“Program bantuan pembangunan sumur bor dan distribusi air bersih ini merupakan wujud bakti sosial Polres Kepulauan Meranti dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan akses terhadap air bersih,” jelasnya.

Melalui program tersebut, Polres Kepulauan Meranti tidak hanya memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyediaan sarana air bersih yang berkelanjutan.

Ditempat yang sama, Muhammad Latif latau biasa di sapa le Gito selaku ketua RW Selat panjang Timur mengucapkan terimakasih kepada Polres Kepulauan Meranti atas membagun Sumur Bor di Kelurahan Selatpanjang Timur.

” Semoga dengan dibagunya sumur Bornya ini, masyarakat bisa menikmati air Bersih dengan baik, juga tentunya bermamfaat saat musim kemarau panjang terimakasih Polres Meranti,” ucapnya.

Sementara itu, Suhaimi Kasi Kestra Selatpanjang Timur juga mengapresiasi Polres Kepulauan Meranti dengan terbagunya Sumur Bor yang ada dibelakang Kantor Lurah8 Selatpanjang Timur tentunya bermamfaat sekali bagi Masyarakat..

” Program Kapolda Riau, yang dilaksanakan Polres Kepulauan Meranti bermanfaat sekali bagi Masyarakat Selatpanjang Timur, Kami atas nama Kelurahan sungguh Sangat berterimakasih Kepada Polres Kepulauan Meranti,”bebernya.

( Rilis Humas Polres Meranti)..

RUPSLB dan PAPARAN PUBLIK PT. PURI SENTUL PERMAI Tbk.

0

Jakarta.(warta.in).PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 22 Juni 2026, dengan agenda utama perombakan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mempercepat ekspansi usaha serta memperkuat tata kelola perusahaan dalam menghadapi tantangan dan peluang bisnis ke depan.

Sekretaris Perusahaan KDTN, Aan Rohanah, mengatakan perubahan struktural tersebut merupakan bagian dari kesiapan perseroan dalam menyongsong prospek usaha yang lebih baik sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis dan suksesi kepemimpinan perusahaan.

“Pondasi bisnis yang kokoh telah kami bangun sepanjang tahun 2025. Keberhasilan operasional dan finansial pada tahun lalu menjadi pijakan utama bagi jajaran manajemen baru untuk membawa KDTN melaju lebih kencang pada tahun 2026,” ujar Aan Rohanah dalam keterangan resminya.
Sebagai emiten yang dikenal sebagai pelopor hotel di kawasan rest area jalan tol di Indonesia, KDTN mencatat tingkat hunian yang terus meningkat. Sepanjang 2025, tingkat hunian hotel yang berada di bawah naungan perseroan naik 16,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya, atau mencapai 68.890 tingkat okupansi.

Perseroan juga menegaskan bahwa seluruh dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) telah terealisasi dan terserap sepenuhnya untuk pengembangan bisnis. Saat ini, KDTN mengoperasikan enam unit hotel, dengan lima di antaranya berlokasi strategis di kawasan rest area jalan tol untuk melayani kebutuhan para pengguna jalan.

Selain fokus pada ekspansi bisnis, KDTN terus memperkuat komitmen terhadap prinsip keberlanjutan melalui penerapan berbagai inovasi ramah lingkungan. Upaya tersebut diwujudkan melalui transformasi teknologi, seperti sistem self check-in, penggunaan perangkat hemat energi, serta pengurangan penggunaan plastik guna menciptakan ekosistem hospitality yang modern dan higienis.

Manajemen baru juga tengah menyusun berbagai rencana strategis, termasuk menjajaki aliansi dengan mitra potensial untuk memperluas portofolio usaha, membangun ekosistem bisnis yang lebih tangguh, serta meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Dalam keputusan RUPSLB, pemegang saham menegaskan bahwa Liris Suryanto tetap melanjutkan jabatannya sebagai Komisaris Independen hingga berakhirnya masa jabatan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang berlaku efektif sejak 22 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Irma Tiandra
Komisaris Independen: Liris Suryanto
Komisaris: Zheng Mengsha
Direksi
Direktur Utama: Rudy Susanto
Direktur: Reza Lasmana
Direktur: Alfajrul Hadi
Direktur: Zhang Lei
Direktur: Shi Liru
Dengan kepemimpinan baru dan fondasi bisnis yang dinilai semakin kuat, KDTN optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu pelaku utama bisnis akomodasi di kawasan rest area Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan kinerja yang lebih inovatif dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

Public Expose PT Puri Sentul Permai, Tbk di 2026

0

Warta.in | Jakarta – PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 22 Juni 2026. Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah perombakan total pada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan sebagai langkah strategis dalam memacu ekspansi dan memperkuat tata kelola usaha menuju era baru transformasi bisnis.

KDTN juga mengonfirmasi bahwa seluruh dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) kini telah terealisasi dan terserap sepenuhnya untuk pengembangan bisnis.

Saat ini, KDTN telah mengoperasikan total 6 unit hotel, di mana 5 hotel di antaranya berlokasi strategis di kawasan rest area jalan tol untuk melayani kebutuhan istirahat para pengendara.

Sejalan dengan komitmen hijau, perseroan terus mengimplementasikan inovasi berkelanjutan (sustainability innovation). Langkah ini diwujudkan lewat transformasi teknologi ramah lingkungan seperti sistem Self Check-In, penggunaan perangkat hemat energi, serta pengurangan limbah plastik demi mewujudkan ekosistem hospitality yang modern dan higienis.

Menatap masa depan, manajemen baru KDTN tengah merancang berbagai rencana aliansi strategis dengan mitra-mitra potensial guna memperluas portofolio bisnis, membangun ekosistem bisnis yang resilien, serta memaksimalkan nilai tambah (added value) bagi para pemegang saham.

Sekretaris Perusahaan KDTN, Aan Rohana, menegaskan bahwa perubahan struktural ini merupakan bagian dari kesiapan perseroan dalam menyongsong prospek usaha dan bisnis serta sukses perseroan ke depannya.

“Pondasi bisnis yang kokoh telah kami bangun sepanjang tahun 2025. Keberhasilan operasional dan finansial di tahun lalu yang mencatatkan tingkat hunian dibawah naungan KDTN meningkat 16,78 persen dari tahun lalu atau sebanyak 68.890 dan menjadi pijakan utama bagi jajaran manajemen baru untuk membawa KDTN berlari lebih kencang di tahun 2026,” ujar Aan Rohana dalam keterangan resminya.

Dalam keputusan RUPSLB tersebut, rapat menegaskan bahwa Liris Suryanto tetap melanjutkan jabatannya sebagai Komisaris Independen Perseroan sampai dengan berakhirnya masa jabatan yang bersangkutan, sesuai dengan keputusan RUPS yang telah mengangkatnya terdahulu.

Rapat itu juga meminta persetujuan pemberhentian dengan hormat Xaverius Nursalim dari jabatannya sebagai Direktur Utama, Rolf B. Pohan dari jabatannya sebagai Direktur, Irene Nursalim dari jabatannya sebagai Direktur; dan Tjoe Aubintoro dari jabatannya sebagai Komisaris Utama

Selanjutnya, RUPSLB Puri Sentul Permai menetapkan susunan terbaru anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang berlaku efektif terhitung sejak tanggal 22 Juni 2026, sebagai berikut:

Dewan komisaris:

Komisaris Utama: Irma Tjandra

Komisaris Independen: Liris Suryanto

Komisaris: Zheng Mengsha

Direksi:

Direktur Utama: Rudy Susanto

Direktur: Reza Lasmana

Direktur: Alfajrul Hadi

Direktur: Zhang Lei

Direktur: Shi Liru

Dengan nahkoda baru dan pondasi bisnis yang kuat, Puri Sentul Permai optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar akomodasi rest area di Indonesia sekaligus mencetak pertumbuhan kinerja yang inovatif bagi seluruh pemangku kepentingan.

Perubahan Manajemen ini menjadi tanda bahwa rencana aliansi strategis Perseroan dengan perusahaan perdagangan hasil tambang dan rencana perubahan pengendalian Perseroan oleh Ruby Mining (Hongkong) Limited semakin dekat. Dimana Perseroan akan menjadi Holding Company untuk mengembangkan peluang usaha Perseroan di masa depan.

Berdasarkan Keterbukaan informasi terbaru Perseroan berencana untuk mengakuisisi entitas anak yang bergerak dalam bidang perdagangan mineral yang akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku demi meningkatkan nilai tambah bagi para Pemegang Saham.

Perseroan berencana untuk melaksanakan pengalihan aset dan usaha eksisting Perseroan sebagai bagian dari strategi penataan struktur usaha dan optimalisasi portofolio bisnis Perseroan.

Selain itu, Puri Sentul juga mengonfirmasi bahwa seluruh dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) kini telah terealisasi dan terserap sepenuhnya untuk pengembangan bisnis.

Ini merupakan bagian dari langkah Puri Sentul untuk memulai era baru transformasi bisnis. Keputusan itu tertuang dalam hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Senin (22/6/2026).

#PT Puri Sentul Permai, Tbk

#Media Partners PT. Puri Sentul Permai, Tbk

Fraksi DPRD Beri Catatan, Bupati Sukabumi Sampaikan Pendapat Terhadap Tiga Raperda Inisiatif

0

Fraksi DPRD Beri Catatan, Bupati Sukabumi Sampaikan Pendapat Terhadap Tiga Raperda Inisiatif

Warta In Jabar | KAB.SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) penting. Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, menyampaikan pendapat resmi pemerintah daerah dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Sukabumi, Senin (22/6/2026).

Ketiga regulasi yang dibahas tersebut meliputi Raperda tentang Desa, Raperda tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan, serta Raperda tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh.

Pandangan Pemerintah Daerah: Dorong Kesejahteraan dan Kepastian HukumDalam penyampaiannya, Bupati H. Asep Japar menilai ketiga Raperda ini memiliki urgensi yang tinggi untuk pembangunan Kabupaten Sukabumi ke depan.

Raperda Desa: Dinilai strategis sebagai payung hukum penyederhanaan regulasi. “Raperda ini diharapkan dapat mendorong pembangunan yang lebih merata hingga ke tingkat desa serta berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Asep Japar.

Raperda Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan: Fokus pada jaminan kesetaraan gender dan menekan angka kekerasan. Menurut Bupati, kehadiran regulasi ini mendesak agar perempuan mendapat akses setara di berbagai sektor pembangunan.

Raperda Kawasan Kumuh: Menjadi instrumen hukum percepatan penataan wilayah. Berdasarkan data Pemkab Sukabumi hingga tahun 2025, kawasan kumuh yang berhasil ditangani baru mencapai 382,08 hektare (56,8%), sementara sekitar 300 hektare sisanya masih memerlukan penanganan intensif.

Sorotan dan Catatan Kritis dari Parlemen Meskipun menyambut baik respons positif dari kepala daerah, sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Sukabumi memberikan catatan kritis yang harus menjadi perhatian serius selama proses pembahasan ke depan.

DPRD mengingatkan agar ketiga Raperda ini tidak hanya berakhir menjadi macan kertas, melainkan harus menyentuh akar persoalan di lapangan.

Anggota legislatif menekankan bahwa penanganan sisa 300 hektare kawasan kumuh tidak akan selesai hanya dengan adanya Perda, melainkan membutuhkan komitmen alokasi anggaran (APBD) yang konkret dan linier dari eksekutif pada tahun-tahun anggaran berikutnya.

Terkait Raperda Perempuan, parlemen menyoroti pentingnya kejelasan sanksi, penyediaan rumah aman (safe house) bagi korban kekerasan, serta program pemberdayaan ekonomi yang menyasar langsung perempuan di pelosok desa, bukan sekadar sosialisasi normatif.

DPRD juga mengingatkan pemerintah daerah agar aturan turunan dari Raperda Desa nantinya tidak tumpang tindih dengan regulasi tingkat pusat (Undang-Undang Desa), sehingga tidak membingungkan para kepala desa dalam mengeksekusi anggaran desa.

“Kami berharap pembahasan ketiga Raperda ini dapat berjalan secara konstruktif dan sinergis antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi,” pungkas Bupati H. Asep Japar di akhir penyampaiannya.

Pasca-rapat paripurna ini, DPRD dan tim asistensi pemerintah daerah dijadwalkan segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membedah pasal demi pasal guna menyelaraskan aspirasi masyarakat dan kesiapan eksekusi oleh pemerintah daerah.

*Alfi Yonimar*

Panitia HPN Bekasi Raya 2026 Serahkan Piagam Penghargaan dan Laporan Kegiatan 

0

warta.in Bekasi ◊ Senin, 22 Juni 2026

KOTA BEKASI – Panitia Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Bekasi Raya 2026 yang dipimpin Ade Muksin bersama jajaran panitia menyerahkan Piagam Penghargaan Anugerah Pers Bekasi Raya 2026 sekaligus laporan pelaksanaan kegiatan HPN Bekasi Raya 2026 kepada Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, S.E., M.M., dan Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Abdul Harris Bobihoe, di Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Senin (22/6/2026).

Penyerahan dilakukan langsung usai apel pagi Pemerintah Kota Bekasi dan menjadi bagian dari penutupan rangkaian kegiatan HPN Bekasi Raya 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang telah berlangsung pada 11–13 Juni 2026 di Gedung Creative Center (GCC), Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Ketua Panitia HPN Bekasi Raya 2026, Ade Muksin, mengatakan bahwa penyerahan piagam penghargaan dan laporan kegiatan merupakan bentuk penghormatan, apresiasi, sekaligus pertanggungjawaban moral panitia kepada Pemerintah Kota Bekasi yang telah mendukung terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bekasi, khususnya Wali Kota Bekasi, Wakil Wali Kota Bekasi, Diskominfostandi Kota Bekasi, serta seluruh perangkat daerah yang telah mendukung pelaksanaan HPN Bekasi Raya 2026. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan sukses,” ujar Ade Muksin.

Menurutnya, penghargaan yang diberikan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi merupakan bentuk apresiasi insan pers Bekasi Raya atas komitmen pemerintah daerah dalam membangun komunikasi publik yang sehat, mendukung keterbukaan informasi, serta menjaga kemitraan yang baik dengan insan pers.

Selain menyerahkan piagam penghargaan, panitia juga menyampaikan laporan kegiatan yang memuat seluruh rangkaian pelaksanaan HPN Bekasi Raya 2026, mulai dari Seminar Jurnalistik dan Keterbukaan Informasi Publik, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, santunan anak yatim, hingga puncak Anugerah Pers Bekasi Raya 2026.

Ade menegaskan bahwa hubungan antara pers dan pemerintah daerah harus terus dibangun dalam semangat kemitraan yang sehat dan profesional.

“Pers tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen, kritis, dan profesional. Namun di sisi lain, pers juga memiliki tanggung jawab sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi selalu terbuka terhadap berbagai masukan, saran, maupun kritik yang disampaikan masyarakat dan insan pers.

“Saya sampaikan hari ini bahwa Pemerintah Kota Bekasi selalu menerima apa yang menjadi masukan dan saran dari masyarakat. Kami bukan pemerintah yang anti kritik,” tegas Tri Adhianto.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bekasi selama ini terus berupaya menghadirkan berbagai program dan kebijakan yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Selama ini Pemerintah Kota Bekasi selalu berusaha melakukan berbagai upaya untuk menghadirkan hal-hal yang positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bentuk keterbukaan informasi dan pelayanan publik, Pemerintah Kota Bekasi juga telah membuka berbagai kanal komunikasi dan pengaduan yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam.

“Sebagai contoh, kami membuka kanal komunikasi dan pengaduan 1×24 jam melalui berbagai platform, seperti Instagram, Facebook, dan akun resmi Pemerintah Kota Bekasi,” katanya.

Tri Adhianto juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara pemerintah, media, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

“Pemerintah Kota Bekasi juga menekankan bahwa kita harus mampu menjalin kolaborasi bersama media dan organisasi kemasyarakatan agar dapat mewujudkan kemajuan pembangunan serta menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Abdul Harris Bobihoe, mengapresiasi semangat persatuan yang ditunjukkan para wartawan dari berbagai organisasi profesi, kelompok kerja, komunitas, dan paguyuban wartawan yang terlibat dalam penyelenggaraan HPN Bekasi Raya 2026.

“Kami melihat HPN Bekasi Raya bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi, memperkuat profesionalisme, dan membangun kebersamaan insan pers Bekasi Raya. Semoga sinergi yang telah terjalin selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Harris Bobihoe.

HPN Bekasi Raya 2026 mengusung tema “Pers Bersatu, Bekasi Raya Maju”, yang menjadi semangat bersama untuk memperkuat persatuan insan pers, meningkatkan profesionalisme jurnalistik, serta mempererat kolaborasi antara pers, pemerintah, dan masyarakat.

Melalui penyerahan piagam penghargaan dan laporan kegiatan tersebut, panitia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama penyelenggaraan HPN Bekasi Raya 2026 dapat terus berlanjut sebagai modal penting dalam mewujudkan Bekasi yang semakin maju, harmonis, informatif, dan berdaya saing.

“HPN Bekasi Raya 2026 telah selesai dilaksanakan, namun semangat kebersamaan, persatuan, dan profesionalisme insan pers Bekasi Raya harus terus hidup dan menjadi energi positif bagi kemajuan daerah,” tutup Ade Muksin.

(Alpin A.S)

Kementerian PAN-RB, Dorong NTB Jadi Pelopor Layanan Digital Nasional Terintegrasi

0

Kementerian PAN-RB, Dorong NTB Jadi Pelopor Layanan Digital Nasional Terintegrasi

Warta.in

Mataram,NTB – ​Asisten Deputi Manajemen Transformasi Layanan Digital Pemerintah Kementerian PANRB, Fahmi Alusi, tengah mematangkan transisi regulasi dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Layanan Digital Nasional yang lebih terintegrasi.

​Langkah strategis tersebut diakselerasi melalui Focus Group Discussion (FGD) Uji Coba Pedoman dan Kertas Kerja Manajemen Layanan Digital Pemerintah Batch 2, yang diposisikan sebagai wadah uji coba kebijakan (sandbox) skala terbatas di Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Senin (22/6/2026).

​Fahmi Alusi menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang menyusun Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pemerintahan Digital untuk menggantikan regulasi SPBE sebelumnya. Fokus utama dari transformasi ini adalah menghadirkan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna (user experience) dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

​”Jika sebelumnya fokus kita adalah pada perbaikan prosedur layanan, kini yang menjadi perhatian utama adalah kualitas layanan dan pengalaman pengguna,” ujar Fahmi di hadapan para peserta FGD.

​Ia menambahkan, rancangan regulasi baru ini akan memperkuat fondasi pemerintahan digital melalui empat pilar utama: identitas digital, sistem pertukaran data, portal pemerintah, serta sistem pembayaran digital yang terintegrasi.

​Perubahan paling signifikan dalam rancangan Perpres Pemerintahan Digital ini terlihat pada penciutan area manajemen. Jika pada era SPBE terdapat 8 area manajemen yang disusun terpisah-pisah oleh masing-masing instansi pengampu, kini disederhanakan menjadi 5 Area Manajemen Layanan Digital Pemerintah yang dikoordinasikan langsung oleh Kementerian PANRB.

​Lima area fokus tersebut meliputi: Manajemen Risiko (berkolaborasi dengan Bappenas, BPKP, dan BSSN), Manajemen Pengetahuan (berkolaborasi dengan BRIN), Manajemen Perubahan, Manajemen Keberlangsungan dan Manajemen Relasi Pengguna.
​Fahmi meluruskan bahwa aspek krusial seperti manajemen keamanan informasi tidak dihilangkan, melainkan dinaikkan posisinya ke dalam bab khusus mengenai Ekosistem Keamanan. Sementara itu, manajemen aset akan mengadaptasi pengaturan Barang Milik Negara (BMN), dan manajemen data diintegrasikan ke dalam ekosistem data.

​Di sisi lain, Fahmi juga menyoroti tantangan besar dalam peningkatan talenta digital demi menyongsong target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

​”Pada tahun 2029, ditargetkan populasi ASN di Indonesia sebanyak 90 persen harus memiliki kompetensi digital yang optimal. Kita akan menetapkan parameter yang jelas untuk mencapai target nasional tersebut,” tegas Fahmi.

​Pelaksanaan FGD Batch 2 di NTB ini melibatkan perwakilan dari Pemerintah Provinsi NTB serta kabupaten/kota seperti Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, dan Bima. Mereka dikelompokkan ke dalam tim khusus untuk langsung menguji pengisian kertas kerja manajemen tersebut.

​”Kami sangat berterima kasih atas kesediaan Bapak dan Ibu sekalian. Ini adalah kesempatan yang sangat baik karena perwakilan dari NTB akan menjadi bagian dari penentu kebijakan nasional. Kami butuh masukan nyata dari lapangan mengenai apa saja yang memungkinkan atau tidak memungkinkan untuk diimplementasikan,” kata Fahmi.

​Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. Ahsanul Khalik, S.Sos., MH., menyambut baik mandat uji coba ini. Pria kelahiran Lombok Timur tersebut menegaskan bahwa transformasi digital dalam pemerintahan tidak boleh sekadar menjadi ajang memproduksi aplikasi baru, melainkan harus mengubah proses bisnis dan budaya organisasi secara menyeluruh.

​”Transformasi digital bukan sekadar mengubah pelayanan manual menjadi elektronik, tetapi bagaimana seluruh sistem pemerintahan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Dr. Aka, sapaan akrabnya.

​Komitmen Pemprov NTB sendiri dalam digitalisasi telah dibuktikan lewat capaian Indeks SPBE tahun 2025 yang meraih nilai tinggi, yakni 4,20 dari skala 5 (kategori memuaskan), dengan nilai sempurna 5,00 pada sektor layanan publik. NTB juga telah mengintegrasikan berbagai layanan melalui platform seperti NTB Satu Data, JDIH, SP4N-LAPOR!, hingga portal NTB DigiFest.

​Untuk mengatasi fragmentasi layanan dan ego sektoral, Pemprov NTB kini mengarahkan seluruh pengembangan aplikasi satu pintu melalui Dinas Kominfotik NTB, sejalan dengan arah penyederhanaan regulasi yang sedang digodok oleh Kementerian PANRB.

​Melalui sinergi pusat dan daerah dalam FGD ini, diharapkan standar manajemen layanan digital yang dilahirkan benar-benar selaras dengan kondisi riil di lapangan, sekaligus memangkas ego sektoral antar-instansi sebelum diterapkan secara luas di tingkat nasional.(sr/dkisntb)