Beranda blog

Panggung Juara PORDES Betung Barat 2026: Rian FC Rajai Lapangan Hijau, Harjah B Kuasai Voli Putra.

0

Warta.in//PALI, 30 September 2026 – Sukses besar dan penuh dinamika. Gelaran akbar Pekan Olahraga Desa (PORDES) Betung Barat 2026 resmi mencapai puncaknya pada Rabu malam (30/9/2026). Ratusan pasang mata warga berkumpul memenuhi area pergelaran Malam Pesta Rakyat yang sekaligus menandai berakhirnya kompetisi olahraga paling bergengsi di tingkat desa tahun ini.

Acara penutupan yang dikemas dengan nuansa penuh kehangatan keluarga ini tidak hanya menjadi panggung seremonial semata. Lebih dari itu, malam puncak ini menjadi momen pembuktian dan apresiasi tertinggi bagi para atlet lokal yang telah berjuang menembus babak final, khususnya di cabang olahraga sepak bola dan bola voli.

Kehadiran sejumlah tokoh penting daerah turut meningkatkan prestise acara ini. Prosesi penyerahan hadiah utama dipimpin langsung oleh Kepala Desa Betung Barat, Ibu Fristami Girliant, S.Pd., dengan didampingi oleh Kapolsek Penukal Abab, Camat Abab, serta Kepala Desa Betung Selatan. Sinergi para pemimpin daerah ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung penuh pembinaan bakat olahraga dari akar rumput.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Betung Barat, Ibu Fristami Girliant, S.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi terdalamnya kepada seluruh elemen yang terlibat.

“PORDES bukan sekadar ajang untuk mencari siapa yang terkuat atau siapa yang menjadi juara. Ini adalah wadah strategis kita untuk mempererat tali silaturahmi antar-desa, menjaga sportivitas, serta menjaring potensi besar atlet-atlet muda yang nantinya diharapkan bisa membawa nama baik wilayah kita ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Kompetisi tahun ini melahirkan sejarah baru bagi masing-masing tim. Di cabang sepak bola, dominasi Rian FC (Betung) tak terbendung hingga sukses mengunci gelar Juara 1 dan memboyong trofi utama. Langkah mereka sempat mendapat perlawanan sengit dari PS Air Itam yang akhirnya harus puas menempati posisi runner-up. Sementara itu, tim tuan rumah Hantu Rimba (Betung Barat) berhasil mengamankan tempat ketiga di hadapan pendukungnya sendiri.

Tidak kalah menarik, kategori individu sepak bola menobatkan Yayan Tarmena (Betung Barat) sebagai Pemain Terbaik berkat visi bermainnya yang luar biasa. Sedangkan gelar Top Scorer atau pencetak gol terbanyak disabet oleh Jery (Desa Curup) yang tampil sebagai predator mematikan di lini pertahanan lawan.

Berikut adalah infografis dan daftar lengkap para pemenang yang berhasil menaiki podium juara PORDES Betung Barat 2026:

Daftar Lengkap Pemenang Turnamen PORDES 2026

Cabang Olahraga / Kategori Peringkat 1 Peringkat 2 Peringkat 3 Peringkat 4

Sepak Bola (Tim) Rian FC (Betung) PS Air Itam Hantu Rimba (Betung Barat) –

Voli Putra Harjah B (Harapan Jaya) Zenik (Talang Akar) Netral (Pengabuan) Tunas Muda (Sedupi)

Voli Putri Rifnes Raja BGP PALI Bunga Desa (Lunas Jaya) Mawar Jingga (Purun Timur)

Voli Junior Sp Gemoy Keramat Jati PKK Sekemput.

Catatan Penghargaan Individu Sepak Bola:

• Pemain Terbaik: Yayan Tarmena (Betung Barat)

• Pencetak Gol Terbanyak (Top Scorer): Jery (Desa Curup)

Setelah prosesi pembagian piala dan penghargaan selesai, atmosfer kemeriahan berlanjut ke panggung hiburan rakyat. Rangkaian acara malam tersebut dihangatkan dengan Lomba Karaoke antar-warga serta penampilan memukau dari bintang tamu, Dika dari Tempirai. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan sangat tertib, aman, dan kondusif, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh masyarakat Desa Betung Barat dan sekitarnya.

Siap Bikin ADG 5 Menggelegar, KIS Audio Profesional Turunkan Sound System Terlengkap

0

PONTIANAK – WartaIN – Persiapan Final and Concert Artis Dayak Generation (ADG) 5 terus dimatangkan. Salah satu dukungan datang dari KIS Audio Profesional, penyedia sound system profesional yang dikenal memiliki perangkat audio lengkap di Kalimantan Barat.

KIS Audio Profesional menyatakan siap memberikan dukungan untuk menyukseskan rangkaian Final and Concert ADG 5 yang dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Oktober 2026 di Rumah Radakng, Kota Pontianak.

Owner KIS Audio Profesional, H.Asmadi menyampaikan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk ikut menyukseskan kegiatan yang menghadirkan talenta dan artis Dayak dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

“Kami siap mendukung dan memberikan yang terbaik untuk kesuksesan Final and Concert ADG 5. KIS Audio Profesional siap mendukung dari sisi sound system agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan maksimal,” ujar H. Asmadi pada (30/09).

Menurutnya, kualitas tata suara menjadi salah satu bagian penting dalam sebuah pertunjukan musik, terlebih ADG 5 menghadirkan banyak artis Dayak dalam satu panggung.

Dengan dukungan perangkat sound system profesional dan kelengkapan audio dan lighting terbaru yang dimiliki, KIS Audio Profesional siap memastikan kebutuhan tata suara selama kegiatan dapat menunjang penampilan para artis serta kenyamanan masyarakat yang hadir.

Final and Concert ADG 5 sendiri dijadwalkan berlangsung selama lima hari di Rumah Radakng, Kota Pontianak. Kegiatan tersebut akan menjadi ajang berkumpulnya para seniman dan artis Dayak sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati pertunjukan musik dan seni budaya.

Dukungan KIS Audio Profesional diharapkan semakin memperkuat kesiapan penyelenggaraan ADG 5 sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung meriah, tertib, dan memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung.

Dengan dukungan berbagai pihak, Final and Concert ADG 5 ditargetkan menjadi salah satu panggung seni dan hiburan yang memperkuat eksistensi serta kreativitas generasi muda dan para artis Dayak di Kalimantan Barat, ( Team ).

Sat Samapta Polresta Mataram Sigap Tangani Kebakaran Lahan Kuburan di Jatisela

0

Sat Samapta Polresta Mataram Sigap Tangani Kebakaran Lahan Kuburan di Jatisela

Warta.in
Mataram, NTB – Respons cepat ditunjukkan personel Satuan Samapta Polresta Mataram saat menindaklanjuti informasi warga terkait kebakaran lahan pemakaman di Desa Jatisela, Kecamatan Gunungsari, Rabu (30/9/2026).

Begitu menerima laporan, personel Sat Samapta Polresta Mataram langsung bergerak menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas segera melakukan pengamanan di sekitar area kebakaran, termasuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah warga mendekati titik api sekaligus memastikan proses pemadaman berlangsung aman dan lancar.

Tak hanya melakukan pengamanan, personel Sat Samapta juga turut membantu petugas Pemadam Kebakaran memadamkan api yang membakar area pemakaman. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat.

Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi. Area yang terbakar merupakan lahan pemakaman yang dipenuhi daun, rumput, serta semak-semak kering sehingga mudah terbakar.

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., melalui Kasat Samapta AKP I Nyoman Agus Sugiarta Wiswa, S.H., M.H., mengatakan kondisi cuaca panas disertai angin membuat potensi kebakaran lahan perlu diwaspadai masyarakat.

“Penyebab kebakaran belum diketahui secara jelas. Warga sekitar juga tidak melihat adanya aktivitas membakar sampah maupun bermain api di lahan tersebut. Warga tiba-tiba melihat adanya asap dari area tersebut,” ujar AKP I Nyoman Agus.

Setelah api berhasil dipadamkan, personel Sat Samapta kemudian memberikan imbauan kepada warga sekitar agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah sembarangan, khususnya pada siang hari saat kondisi cuaca panas, serta berhati-hati terhadap berbagai aktivitas yang menggunakan api.

Langkah cepat personel kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran ini menjadi upaya preventif untuk memastikan kebakaran tidak meluas dan situasi di sekitar lokasi tetap aman dan kondusif.(sr/hpm)

BETUNG BARAT BERKARYA: Kemeriahan Pesta Rakyat Satukan HUT Desa ke-33 dan HUT RI ke-81 di Panggung Puncak!

0

Warta.in//PALI – Rabu malam (30 September 2026) Suasana magis dan kemeriahan luar biasa menyelimuti Desa Betung Barat, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Ribuan warga tumpah ruah memadati area perayaan Malam Pesta Rakyat yang digelar pada Rabu malam, 30 September 2026. Perayaan kali ini terasa sangat istimewa karena menjadi saksi bertemunya dua momen bersejarah sekaligus: Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Betung Barat ke-33 dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-81.

Gemerlap lampu panggung yang megah berpadu sempurna dengan antusiasme penonton yang membakar semangat malam puncak. Di sela-sela acara, panggung utama diguncang oleh riuh rendah penonton yang menyaksikan ketatnya persaingan babak Grand Final Lomba Karaoke. Para finalis lokal unjuk bakat tarik suara dengan performa luar biasa, berhasil memukau dan menghibur ribuan pasang mata yang hadir.

Suasana berubah menjadi syahdu dan penuh haru saat Kepala Desa Betung Barat, Rozali, A.Md., N.I.P., naik ke atas panggung untuk menyampaikan sambutan sakralnya. Didampingi oleh sang istri tercinta yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Desa Betung Barat, Rozali tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Dengan mata berkaca-kaca, ia merefleksikan perjalanan panjang desa yang kini telah menginjak usia matang, 33 tahun.

Dalam pidatonya, Rozali menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen masyarakat, perangkat desa, panitia, serta pemuda-pemudi karang taruna yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian acara sejak awal. Ia menegaskan bahwa malam pesta rakyat ini bukan sekadar hiburan musiman, melainkan sebuah momentum berharga untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan antar warga.

Lebih dari sekadar perayaan, Rozali juga menyelipkan pesan-pesan strategis demi kemajuan pembangunan fisik maupun sumber daya manusia di Desa Betung Barat ke depan.

“Malam pesta rakyat ini adalah momentum berharga bagi kita semua. Saya berharap seluruh masyarakat Desa Betung Barat terus menjaga kekompakan dan gotong royong. Hanya dengan persatuan, kita dapat berkontribusi dalam menciptakan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Mari kita gaungkan semangat: Betung Barat Berkarya, Masyarakat Berdampak! Demi mewujudkan PALI Maju dan menyongsong Indonesia Emas,” seru Rozali yang langsung disambut tepuk tangan riuh dan gemuruh dari warga.

Perayaan ganda yang spektakuler ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat Betung Barat berjalan sangat harmonis. Melalui semangat HUT Desa ke-33 dan HUT RI ke-81, warga optimistis untuk melangkah lebih maju, mandiri, dan membawa dampak positif bagi kemajuan Kabupaten PALI. Kemeriahan malam puncak pun ditutup dengan penuh sukacita melalui pengumuman pemenang juara karaoke dan pembagian hadiah utama yang dinanti-nanti, semuanya berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif.

Sempat Jadi Sorotan Media, Jalan Bioa Sengok–Muara Aman Akhirnya Mulai Ditangani

0

Warta.in-Lebong,Bengkulu. Setelah kondisi ruas jalan dan jembatan dari Desa Bioa Sengok menuju Muara Aman, Kabupaten Lebong, sebelumnya menjadi sorotan dan diberitakan sejumlah media, kini masyarakat mulai melihat adanya aktivitas pekerjaan pemeliharaan di jalur tersebut.Pemeliharaan rutin yang menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi tersebut mulai dikerjakan pada sejumlah titik. Kehadiran pekerja dan aktivitas penanganan jalan menjadi perhatian masyarakat yang selama ini berharap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah,rabu (30/9).

Sebelumnya, kondisi sejumlah bagian ruas jalan tersebut sempat ramai diberitakan. Sorotan itu muncul seiring adanya perhatian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai membutuhkan pemeliharaan agar tetap nyaman dan aman dilalui.Kini, pekerjaan pemeliharaan mulai terlihat. Kondisi tersebut tentu menjadi perkembangan yang dinantikan masyarakat, terutama warga yang setiap hari menggunakan jalur Desa Bioa Sengok menuju Muara Aman untuk berbagai keperluan.

Dari Sorotan Menjadi Pekerjaan Nyata yang telah ditayangkan di Pemberitaan media mengenai kondisi jalan tersebut sebelumnya turut membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi yang mereka rasakan di lapangan .Media dalam hal ini menjalankan fungsi kontrol sosial dengan menyampaikan informasi mengenai kondisi infrastruktur sekaligus aspirasi masyarakat kepada publik dan pihak terkait.

Setelah menjadi perhatian publik, kini pekerjaan pemeliharaan mulai dilaksanakan. Meski demikian, masyarakat berharap pekerjaan tersebut tidak berhenti sebatas penanganan pada beberapa titik, melainkan dilakukan  secara menyeluruh sesuai dengan kebutuhan kondisi jalan di lapangan.

Warga juga berharap proses pengerjaan dilakukan dengan memperhatikan kualitas serta ketentuan teknis yang berlaku. Sebab, pemeliharaan jalan bukan hanya menyangkut bagaimana kerusakan terlihat tertangani, tetapi juga bagaimana hasil pekerjaan tersebut mampu bertahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Akses Vital Bagi Masyarakat Lebong, Karena Ruas jalan dari Desa Bioa Sengok menuju Muara Aman merupakan salah satu jalur yang memiliki arti penting bagi aktivitas masyarakat.Jalur tersebut digunakan masyarakat untuk berbagai kepentingan, mulai dari aktivitas ekonomi, mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, menuju pusat pemerintahan, pendidikan, hingga memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, kondisi jalan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat.Apabila akses jalan mengalami kerusakan  dan tidak segera ditangani, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh pengendara, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap kelancaran distribusi barang dan hasil produksi masyarakat.

Sebaliknya, dengan kondisi jalan yang terpelihara, mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih lancar dan aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan lebih baik.Masyarakat  Berharap Tidak Sekadar Tambal Sulam Dengan dimulai nya pekerjaan pemeliharaan,harapan masyarakat kini tertuju pada kualitas dan keberlanjutan penanganan.Warga berharap pekerjaan yang dilakukan benar-benar menyasar titik-titik yang membutuhkan  penanganan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.Masyarakat juga berharap ada nya pengawasan selama proses pekerjaan berlangsung. Pengawasan diperlukan agar pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan.

Selain itu, pemeliharaan secara berkala juga dinilai penting. Jalan yang telah diperbaiki tetap membutuhkan pemantauan agar potensi kerusakan dapat diketahui dan ditangani sejak dini.Media dan Aspirasi Masyarakat Munculnya pem beritaan mengenai kondisi jalan tersebut menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur masih  menjadi  perhatian penting bagi masyarakat.Pemberitaan bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, melainkan dapat menjadi sarana menyampaikan informasi mengenai kondisi yang terjadi di tengah masyarakat.

Kini, setelah sebelumnya mendapat sorotan, aktivitas pemeliharaan mulai terlihat di ruas Desa Bioa Sengok menuju Muara Aman.Masyarakat tentu berharap pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat nyata. Lebih jauh, warga berharap perhatian terhadap infrastruktur di Kabupaten Lebong dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga persoalan kerusakan jalan tidak selalu menunggu menjadi sorotan publik terlebih dahulu sebelum mendapatkan penanganan.

Pada akhirnya, kualitas infrastruktur merupakan kepentingan bersama. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam memastikan infrastruktur publik terpelihara, sementara masyarakat juga memiliki peran untuk ikut menjaga serta menyampaikan informasi apabila ditemukan kerusakan yang membutuhkan perhatian.Kini pekerjaan telah dimulai. Tinggal bagaimana pelaksanaannya di lapangan dapat berjalan secara optimal hingga selesai, dan hasilnya benar-benar dapat di rasakan masyarakat pengguna jalan.

(Tim Redaksi)

Jelang MotoGP, Operasi Cipta Mandalika 2026, Perketat Pengawasan Pelabuhan dan Bandara BIZAM

0

Jelang MotoGP, Operasi Cipta Mandalika 2026, Perketat Pengawasan Pelabuhan dan Bandara BIZAM

Warta.in
Mataram,NTB — Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Objek Vital dalam Operasi Cipta Mandalika 2026 memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk wilayah Lombok jelang gelaran internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 yang berlangsung dari 28 September hingga 4 Oktober 2026.

Fokus utama pengamanan dalam Operasi Cipta Mandalika ini dipusatkan pada Bandara Internasional Lombok (BIZAM) serta titik pelabuhan strategis seperti Pelabuhan Lembar dan Gili Mas.

Kasub Satgas Objek Vital Operasi Cipta Mandalika 2026, AKBP I Wayan Budiarsa, S.Pd., menegaskan bahwa pemeriksaan intensif di pintu masuk penerbangan maupun jalur laut menjadi prioritas utama untuk mempersempit ruang gerak pihak yang berpotensi mengganggu keamanan.
“Fokus pengamanan objek vital dalam Operasi Cipta Mandalika ini mencakup pintu-pintu masuk utama, yakni Bandara BIZAM dan area pelabuhan (Pelabuhan Lembar serta Gili Mas), selain pengawasan pada hotel-hotel akomodasi para pembalap dan kru resmi,” ujar AKBP Wayan Budiarsa.

Guna mengoptimalkan pengawasan di titik-titik krusial tersebut, tim Operasi Cipta Mandalika menyiagakan peralatan deteksi canggih, termasuk unit X-Ray perbantuan dari Baharkam Polri di tiga gate utama.
Sebanyak 70 personel gabungan dikerahkan dalam pengamanan objek vital ini. Jumlah tersebut mencakup personel organik Polda NTB dan BKO Mabes Polri (Baharkam) sebanyak 30 personel dari Polisi Pariwisata (Polpar) serta Polisi Satwa (K-9). Selain siaga di BIZAM dan area pelabuhan, personel Operasi Cipta Mandalika juga disebar ke hotel-hotel penyangga di Lombok Barat dan Kota Mataram dengan pembekalan keterampilan khusus seperti penguasaan bahasa asing, pungkas AKBP Wayan Budiarsa. (sr/hpntb)

Pajak NTB 2026 Berkeadilan, Lindungi Rakyat Kecil Sasar Sektor Besar

0

Pajak NTB 2026 Berkeadilan, Lindungi Rakyat Kecil Sasar Sektor Besar

Warta.in
Mataram,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan penyesuaian kebijakan perpajakan daerah melalui Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 3 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kebijakan tersebut membawa semangat keadilan, melindungi masyarakat kecil serta menyesuaikan kendaraan mewah dan industri besar.

Penyesuaian tarif ini tidak dilakukan secara seragam terhadap seluruh masyarakat. Pemerintah Provinsi NTB menerapkan pendekatan yang lebih selektif dengan mempertimbangkan karakteristik objek pajak dan kemampuan kelompok wajib pajak yang menjadi sasaran kebijakan.

*Tarif PKB Masyarakat Umum Tetap*

Salah satu substansi utama dalam perubahan kebijakan tersebut adalah penyesuaian tarif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Untuk kendaraan dengan kapasitas mesin yang lebih besar, tarif PKB disesuaikan dari tarif sebelumnya 1,025 persen menjadi 1,075 persen. Penyesuaian tersebut berlaku untuk sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 150 cc dan kendaraan roda empat dengan kapasitas di atas 1500 cc.

Sementara itu, kendaraan yang berada pada kategori sepeda motor dengan kapasitas mesin sama dengan dan/atau lebih kecil dari 150 cc dan mobil dengan kapasitas mesin sama dengan dan/atau lebih kecil 1500 cc tetap menggunakan tarif lama yakni 1,025 persen.

Dengan demikian, penyesuaian tarif PKB tidak diberlakukan secara menyeluruh kepada seluruh kendaraan bermotor. Kebijakan diarahkan pada kendaraan dengan kapasitas mesin yang lebih besar, sementara kendaraan yang banyak digunakan masyarakat untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari tetap menggunakan tarif sebelumnya.

Plt. Kepala Bapenda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan sistem perpajakan yang lebih berkeadilan.

“Motor harian dan mobil keluarga tetap pakai tarif lama, kenaikan pajak hanya untuk kendaraan dengan kapasitas mesin lebih besar. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa kendaraan yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tidak menjadi sasaran utama penyesuaian tarif,” ungkap Nelly.

*PBBKB: Transportasi Masyarakat Tetap Dijaga*

Penyesuaian juga dilakukan terhadap Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Dalam kebijakan terbaru, tarif PBBKB disesuaikan untuk penggunaan bahan bakar pada sektor industri dan pertambangan, dengan tarif sebesar 7,5 persen. Sementara itu, penggunaan bahan bakar yang berkaitan dengan kebutuhan transportasi masyarakat dan angkutan umum tetap mendapatkan perhatian dalam kebijakan daerah, sehingga tetap dengan tarif lama sebesar 5 persen.

Pendekatan tersebut dimaksudkan agar penyesuaian PBBKB tidak memberikan beban yang sama kepada seluruh kelompok pengguna BBM, terutama masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari serta sektor transportasi publik.

“Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara optimalisasi pendapatan daerah dan perlindungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa peningkatan kontribusi sektor-sektor yang memiliki kapasitas ekonomi lebih besar dapat berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap masyarakat dan kegiatan ekonomi sehari-hari,”jelas Plt. Kepala Bapenda Provinsi NTB.

Implementasi kebijakan baru yang akan diterapkan per tanggal 1 Oktober 2026 ini, diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dalam pembangunan daerah. Masyarakat tetap mendapatkan perlindungan melalui kebijakan tarif yang mempertimbangkan karakteristik kendaraan dan penggunaan BBM, sementara sektor dengan kapasitas ekonomi lebih besar diberikan porsi kontribusi yang lebih sesuai.

Dengan demikian, pajak daerah tidak semata-mata dipandang sebagai kewajiban, tetapi sebagai bagian dari kontribusi bersama untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Nusa Tenggara Barat.(sr/dkisntb)

Gubernur Iqbal Harapkan RSUD Provinsi NTB Jadi Benchmark Rumah Sakit Daerah

0

Gubernur Iqbal Harapkan RSUD Provinsi NTB Jadi Benchmark Rumah Sakit Daerah

Warta.in
Mataram,NTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk terus membenahi tata kelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB sebagai rumah sakit rujukan utama sekaligus menjadi tolok ukur (benchmark) bagi pengembangan rumah sakit daerah lainnya di NTB.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Miq Iqbal saat menghadiri pelaksanaan Survei Akreditasi RSUD Provinsi NTB oleh Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS) di Aula Rinjani RSUD Provinsi NTB, Rabu (30/9).

Gubernur Miq Iqbal mengatakan, pembenahan RSUD Provinsi menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di seluruh NTB. Menurutnya, sebagai rumah sakit rujukan utama, RSUD Provinsi perlu menjadi contoh dalam penerapan tata kelola, budaya kerja, mutu pelayanan, dan keselamatan pasien.

“Semakin tinggi standar RSUD Provinsi, semakin tinggi pula standar yang dapat kita dorong pada rumah sakit-rumah sakit di kabupaten dan kota,” ujar Gubernur Miq Iqbal.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pembenahan sistem pemerintahan yang selama ini diterapkannya, yakni memperkuat institusi utama terlebih dahulu sebelum mendorong penguatan pada unit-unit lainnya.

Gubernur Miq Iqbal memandang survei akreditasi bukan sekadar proses untuk memperoleh hasil penilaian, tetapi merupakan bagian dari quality assurance untuk memastikan sistem pelayanan rumah sakit berjalan dengan baik.

Menurutnya, rumah sakit merupakan sebuah sistem yang tidak dapat bergantung hanya kepada satu atau dua orang, termasuk direktur maupun tenaga medis tertentu. Seluruh unsur harus bergerak dalam satu sistem dan budaya kerja yang sama.

“Rumah sakit ini akan maju kalau seluruh sistem, dari hulu sampai hilir, dari tukang parkir, satpam, sampai dokter spesialis, semuanya memiliki budaya kerja yang baik. Ini soal corporate culture,” katanya.

Gubernur Miq Iqbal menegaskan, pembenahan RSUD Provinsi tidak hanya menyangkut aspek pelayanan medis. Perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sistem pengawasan, pengelolaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kesejahteraan pegawai, urusan umum, hingga sarana dan prasarana.

Menurutnya, berbagai unsur pendukung pelayanan harus dipastikan berjalan dengan baik. Kondisi gedung, atap, pendingin ruangan, kebersihan, keamanan, hingga fasilitas pendukung lainnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan rumah sakit.

“Ini satu kesatuan yang utuh. Tidak mungkin memperbaiki pelayanan tanpa sistem pengawasan yang baik. Tidak mungkin memperbaiki rumah sakit tanpa pengelolaan SDM yang baik, termasuk kesejahteraan dan peningkatan kapasitas SDM secara berkelanjutan,” jelasnya.

Gubernur Miq Iqbal juga mendorong seluruh pihak untuk terbuka dalam proses survei. Kondisi yang belum ideal, menurutnya, harus disampaikan secara objektif agar dapat menjadi dasar perbaikan.

“Kalau sekarang kita kurang, tidak apa-apa. Yang penting tahun depan sudah menjadi lebih baik,” ujarnya.

Gubernur Miq Iqbal berharap survei akreditasi menjadi momentum untuk membangun sistem rumah sakit yang mampu melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.

Ia juga meminta para surveior memberikan masukan di luar hasil penilaian formal, terutama catatan yang dapat membantu pemerintah daerah melihat berbagai aspek yang masih perlu dibenahi.

“Saya sangat terbuka dan berharap bisa mendapatkan catatan-catatan pribadi dari masing-masing surveior mengenai apa yang harus kita lakukan di rumah sakit ini,” ungkapnya.

Menurut Gubernur Miq Iqbal, masukan tersebut penting karena pemerintah daerah membutuhkan perspektif objektif dari pihak yang melihat rumah sakit secara langsung selama proses survei.

Gubernur Miq Iqbal juga menekankan pentingnya pengelolaan data sebagai dasar pengambilan keputusan di rumah sakit.

Menurutnya, data yang baik memungkinkan rumah sakit melakukan evaluasi secara tepat dan mengambil keputusan berbasis bukti (evidence-based decision making).

Rumah sakit, lanjutnya, harus mampu menjadi learning institution, yakni institusi yang terus belajar, mengevaluasi, meninggalkan praktik yang tidak lagi relevan, dan mempelajari pendekatan baru sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat.

“Kalau institusi tidak terus belajar, kita akan tertinggal. Tantangannya adalah bagaimana institusi ini bisa menjadi learning institution yang terus belajar dan menyempurnakan dirinya dari waktu ke waktu,” katanya.

Ia menilai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), menjadi salah satu tantangan yang harus direspons oleh institusi pelayanan kesehatan melalui peningkatan kapasitas dan kemampuan beradaptasi.

Sementara itu, Ketua Surveior LAM-KPRS RSUD Provinsi NTB, Prof. dr. Mansyur Arif, menegaskan bahwa survei akreditasi bukan bertujuan mencari kesalahan rumah sakit.

Survei dilakukan untuk melihat sejauh mana sistem pelayanan, mutu, dan keselamatan pasien telah dibangun, diterapkan, dievaluasi, serta diperbaiki secara berkelanjutan.

“Akreditasi bukanlah tentang seberapa baik rumah sakit mempersiapkan diri menghadapi survei, tetapi bagaimana standar tetap dijalankan dengan baik ketika survei telah selesai,” ujar Prof. Mansyur.

Ia menjelaskan, proses survei dilakukan secara objektif, profesional, konstruktif, dan transparan, meliputi penilaian dokumen, observasi implementasi pelayanan di lapangan, serta wawancara dengan pihak terkait.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah patient experience atau pengalaman pasien dalam menerima pelayanan.

Menurutnya, mutu dan keselamatan pasien harus benar-benar menjadi bagian dari keseharian pelayanan, bukan hanya terlihat ketika rumah sakit sedang menghadapi survei akreditasi.

Selain aspek pelayanan, tim surveior juga akan melihat komunikasi dan kolaborasi antarprofesi, mulai dari dokter, perawat, apoteker, tenaga kesehatan lainnya hingga tenaga penunjang.

Prof. Mansyur menekankan bahwa mutu rumah sakit merupakan tanggung jawab seluruh unsur rumah sakit.

Pelayanan yang aman dan bermutu tidak hanya ditentukan oleh dokter, obat, alat kesehatan, maupun fasilitas, tetapi juga oleh sistem kerja, komunikasi, budaya organisasi, serta kemampuan seluruh unsur rumah sakit dalam menjalankan perannya.

Karena itu, seluruh jajaran rumah sakit didorong untuk terbuka dalam menyampaikan kondisi yang sebenarnya, termasuk kendala dan berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki.

Pelaksanaan survei diharapkan menjadi momentum evaluasi dan refleksi bagi RSUD Provinsi NTB untuk memastikan sistem yang telah dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi pasien dan masyarakat.

Pemerintah Provinsi NTB berharap proses survei akreditasi tidak berhenti pada pencapaian status akreditasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan panjang membangun sistem pelayanan kesehatan yang terus berkembang.

Dengan penguatan tata kelola, sumber daya manusia, sarana prasarana, budaya kerja, pengelolaan data, mutu pelayanan, dan keselamatan pasien, RSUD Provinsi NTB diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, manusiawi, dan dipercaya masyarakat.

Sebagai rumah sakit rujukan utama milik Pemerintah Provinsi NTB, RSUD Provinsi juga diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak peningkatan standar pelayanan rumah sakit lainnya di kabupaten dan kota.

Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa komitmen tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab Pemerintah Provinsi NTB untuk memastikan pelayanan kesehatan terus mengalami perbaikan dan mampu menjawab kebutuhan serta ekspektasi masyarakat yang terus berkembang.

“Buat kami, survei ini adalah upaya kita untuk menciptakan momentum. Momentum untuk pembenahan ke depan. Kita perlu sistem yang bisa membenahi dirinya sendiri ke depan,” pungkasnya.(sr/dkisntb)

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Gelar Simulasi Pengamanan dan Kontinjensi

0

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Gelar Simulasi Pengamanan dan Kontinjensi

Warta.in
Mataram, NTB – Menjelang gelaran internasional MotoGP Mandalika 2026, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mematangkan kesiapan pengamanan. Salah satunya melalui Simulasi Pengamanan dan Kontinjensi Ops Mandalika Rinjani 2026 dalam rangka pengamanan Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026, Senin (28/09/2026).

Simulasi digelar di halaman Parkir Timur (Parkit) Sirkuit Mandalika dan dihadiri Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., jajaran Pemerintah Provinsi NTB, Direktur Utama ITDC Troy Waroka, para Kapolres/ta jajaran Pulau Lombok, serta sejumlah stakeholder terkait.

Berbagai skenario pengamanan yang telah dipersiapkan diperagakan secara langsung. Mulai dari pengamanan penonton saat memasuki kawasan sirkuit melalui pintu masuk, pengamanan VVIP, hingga penanganan sejumlah situasi kontinjensi.

Skenario tersebut meliputi penanganan ancaman teror bom, kebakaran lahan, hingga aksi unjuk rasa. Simulasi dilakukan untuk menyamakan pemahaman dan kesiapan seluruh personel maupun stakeholder apabila menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.

Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja mengatakan simulasi pengamanan dan kontinjensi tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan menghadapi MotoGP Mandalika 2026 yang akan berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026.

“Pengamanan MotoGP ini kita beri sandi Ops Mandalika Rinjani 2026, di mana operasi ini melibatkan 2.678 personel gabungan, Polri, TNI, pemerintah dan segenap mitra kamtibmas dari elemen masyarakat,” ujar Kapolda.

Ia menjelaskan, sebelum memasuki operasi puncak, Polda NTB telah melaksanakan Ops Kresna Mandalika Rinjani dan Ops Cipta Mandalika Rinjani sebagai bagian dari upaya menciptakan kondisi kamtibmas yang kondusif menjelang MotoGP.

“Puncak dari pengamanan MotoGP ini adalah Ops Mandalika Rinjani 2026. Operasi ini merupakan kerja bersama-sama antara Polri, TNI, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk bagaimana menyukseskan event internasional ini,” tegasnya.

Menurut Kapolda, aspek keamanan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan MotoGP. Karena itu, seluruh stakeholder dilibatkan dalam pengamanan, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan event.

“Kesuksesan MotoGP agar berjalan aman dan lancar adalah tugas kita bersama,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur Utama ITDC Troy Waroka menyampaikan apresiasi terhadap berbagai persiapan pengamanan yang telah dilakukan Polda NTB bersama seluruh stakeholder.

“Kami apresiasi persiapan pengamanan yang dipersiapkan Polda NTB. Semua persiapan sudah kita saksikan bersama diperagakan dalam simulasi,” ungkap Troy.

Ia mengajak seluruh masyarakat NTB, khususnya masyarakat Kabupaten Lombok Tengah, untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

“Mari kita bersama-sama seluruh masyarakat NTB, khususnya Kabupaten Lombok Tengah, kita sukseskan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Ini tentu akan memberikan manfaat positif bagi daerah dan masyarakat NTB,” pungkasnya.(sr/hpntb)

Talang Donok Jadi Contoh Percepatan Pembangunan Fisik KDKMP di Kecamatan Topos

0
Oplus_16908288

Warta.in-Lebong, Bengkulu. Pemerintah Desa Talang Donok, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong, terus mendorong percepatan pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi percepatan pembangunan gedung KDKMP yang digelar pada Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut membahas sejumlah tahapan yang perlu dipersiapkan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan fisik KDKMP, mulai dari kesiapan lahan hingga kelengkapan administrasi yang menjadi bagian penting dalam proses pembangunan.Sosialisasi menghadirkan Pendamping Desa Kecamatan Topos, Sarmadi, serta Dahrul yang mewakili Danramil melalui Babinsa.Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Topos Hardi, S.E., Pjs. Kepala Desa Talang Donok Linda Haryani, S.Keb., dan Ketua KDKMP Desa Talang Donok Ahmad Tanto.Dalam penyampaiannya, Sarmadi menjelaskan sejumlah regulasi yang menjadi dasar dalam percepatan pembangunan KDKMP. Menurutnya, program KDKMP kini tidak hanya berfokus pada pembentukan kelembagaan koperasi, tetapi telah memasuki tahap pembangunan fisik berupa gerai, pergudangan, serta sarana pendukung lainnya.

Percepatan pembentukan KDKMP sebelumnya mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Sementara itu, percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDKMP diatur melalui Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025.Kebijakan tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah pusat dan daerah dalam melakukan langkah terpadu untuk mempercepat pembangunan fisik KDKMP di berbagai wilayah.

Sementara itu, mekanisme pembiayaan pembangunan fisik KDKMP diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2026 tentang Tata Cara Penyaluran Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil, atau Dana Desa dalam rangka percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDKMP. Peraturan tersebut mulai berlaku pada 1 April 2026.Dalam pelaksanaannya, kesiapan lahan menjadi salah satu aspek penting yang harus dipenuhi sebelum pembangunan fisik dimulai. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan aset desa maupun aset pemerintah yang tersedia untuk mendukung pembangunan KDKMP.

Dahrul menyampaikan bahwa Desa Talang Donok dapat menjadi salah satu contoh bagi desa lain diKecamatan Topos.Hal tersebut karena Talang Donok tercatat sebagai desa pertama di wilayah Kecamatan Topos yang telah mendiri kan  bangunan KDKMP. Pengalaman Desa Talang Donok di harapkan dapat membantu desa-desa lain yang masih berada dalam tahap persiapan agar lebih memahami proses dan  tahapan pembangunan fisik KDKMP.

“Ke depan,desa-desa yang belum melaksanakan pem bangunan akan kita ajak untuk berkoordinasi dengan Desa Talang Donok.Karena Talang Donok sudah lebih dahulu melaksanakan pembangunan,sehingga bisa menjadi contoh dan tempat untuk melihat bagaimana proses yang sudah dilakukan,” ujar Dahrul.

Menurut Dahrul, koordinasi antardesa diperlukan untuk saling berbagi pengalaman sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang masih di temukan dalam persiapan pem bangunan, khususnya terkait ketersediaan lahan. Melalui  kegiatan sosialisasi tersebut, Pemerintah Desa Talang Donok bersama pemerintah kecamatan, pendamping desa, dan unsur TNI terus memperkuat  koordinasi guna mendukung percepatan pembangunan fisik KDKMP di Kecamatan Topos.Dengan pengalaman yang telah dimiliki, Desa Talang Donok diharapkan dapat menjadi tempat berbagi informasi dan pengalaman bagi desa-desa lain di Kecamatan Topos dalam mempersiapkan pembangunan fisik KDKMP.

Saya mengubah “rujukan” menjadi “contoh” pada judul karena isi berita lebih kuat mendukung klaim bahwa Talang Donok menjadi contoh bagi desa lain, sementara “rujukan” terdengar lebih luas dan normatif. Saya juga merapikan repetisi, memperkuat lead, dan membuat alurnya lebih sesuai gaya straight news.

(Tim Redaksi)