33.4 C
Jakarta
Minggu, April 26, 2026
Beranda blog

test

0

isi berita

JSB Rumuskan Tuntutan Kolektif: Desak Transparansi CSR hingga Pembatasan Operasional PT Imasco

0

Warta.in, Jember – Gelombang aspirasi masyarakat yang mengemuka dalam Konsolidasi Akbar Aliansi Jember Selatan Bersatu (JSB) berujung pada perumusan sejumlah tuntutan strategis kepada PT Imasco dan pemerintah. Forum tersebut menjadi wadah penyatuan suara warga terdampak yang menginginkan adanya perubahan nyata atas dampak aktivitas industri di wilayah mereka.

Dalam hasil konsolidasi, masyarakat menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Warga meminta agar pengelolaan CSR melibatkan masyarakat secara langsung sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata, khususnya oleh warga di wilayah terdampak.

Di sisi ketenagakerjaan, JSB mendesak PT Imasco untuk membuka data valid terkait penyerapan tenaga kerja lokal. Langkah ini dianggap krusial guna memastikan komitmen perusahaan dalam memberdayakan putra daerah tidak hanya sebatas klaim, melainkan terbukti secara faktual.

Persoalan keselamatan dan kenyamanan publik juga menjadi sorotan utama. Masyarakat menuntut pembatasan jam operasional kendaraan perusahaan maksimal 14 jam yang dituangkan dalam regulasi daerah. Selain itu, keberadaan truk trailer ditolak keras karena dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan.

Tak hanya menyasar perusahaan, kritik juga diarahkan kepada pemerintah daerah yang dianggap belum maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan industri. Warga menilai keberadaan PT Imasco belum memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Penolakan terhadap rencana perluasan lahan tambang juga menjadi bagian dari tuntutan.

Bahkan, warga mengusulkan agar PT Imasco membangun jalur operasional khusus jika aktivitasnya dinilai tidak memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Hal ini dilatarbelakangi meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas sejak operasional perusahaan berjalan, dengan kompensasi yang dianggap tidak sepadan dengan risiko yang ditimbulkan.

Sebagai bentuk tekanan, JSB menyatakan tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi blokade jalan secara besar-besaran apabila tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti. Langkah ini dipandang sebagai upaya terakhir untuk menghentikan operasional perusahaan demi mendorong kepatuhan terhadap regulasi dan kepentingan masyarakat.

Dalam waktu dekat, poin-poin tuntutan tersebut akan dibahas lebih lanjut untuk diupayakan masuk ke dalam peraturan daerah. Sambil menunggu proses tersebut, masyarakat telah mengambil langkah awal dengan melarang kendaraan operasional PT Imasco, khususnya truk, untuk parkir di sepanjang jalan umum. Warga menegaskan akan bertindak tegas apabila larangan tersebut dilanggar.

Aspirasi masyarakat Jember Selatan ini akan terus mendapat pengawalan dari MAKI Jatim yang berkomitmen membawa isu tersebut hingga ke tingkat nasional, termasuk ke DPR RI Komisi XII serta kepada perwakilan pemerintah pusat, Sufmi Dasco Ahmad, guna memastikan adanya respons konkret dari pihak terkait.

Prihatin Penyakit Sosial Masyarakat Toraja Utara, Bupati Serukan Komitmen Dukungan Penegakan Hukum

0

TORAJA UTARA – Prihatin melihat penyakit sosial yang ada ditengah masyarakat Toraja Utara, FKUB ( Forum Kerukunan Umat Beragama) bersama ribuan masyarakat Toraja Utara menggelar doa bersama sebagai seruan keprihatinan, Minggu (26/4/2026).

Ribuan masyarakat Toraja Utara ini berasal dari berbagai elemen masyarakat seperti kelompok umat beragama, organisasi kepemudaan dan mahasiswa bahkan pemerhati adat budaya bahkan turut dihadiri oleh anggota DPR RI Fraksi Demokrat Frederick Kala’lembang, Bupati Toraja Utara Frederick Viktor Palimbong, Ketua DPRD Toraja Utara, Sekda Toraja Utara dan jajaran Kepala OPD pemerintah Toraja Utara.

Melalui orasi sosialnya pada hari Sabtu (25/4/2026) dalam seruan doa bersama, pernyataan Komitmennya mewakili Pemerintah Daerah Toraja Utara, Frederick Viktor Palimbong menyampaikan jika momentum kehadiran bersama ini merupakan bentuk kecintaan kepada keluarga, cinta kepada generasi penerus dan cinta kepada Toraja Utara.

“Kita bangga sebagai orang Toraja yang dikaruniai kekayaan budaya, keindahan alam dan potensi sumber daya manusia. Keharmonisan dan keseimbangan yang dibingkai dalam falsafah Tallulolona sebagai karunia Tuhan yang sangat indah,” kata Bupati Toraja Utara

Selaku Bupati Toraja Utara Frederick Viktor Palimbong juga berpesan bahwa kita mau yang terbaik untuk generasi penerus. Tekanan merupakan keistimewaan dan marilah kita melihat bahwa tekanan itu adalah keistimewaan.

“Saya selaku pimpinan forkopimda, pemimpin daerah ini memberikan dukungan doa untuk perubahan dan perbaikan. Kalau kita tidak bisa mengubah paling tidak bisa saling mendoakan,” kata Frederick Viktor Palimbong.

Melalui orasi tersebut, Bupati Toraja Utara memberikan dukungan penuh sebagai komitmen bersama Tallu Batu Lalikan dalam penegakan hukum dan pencegahan peredaran maupun penggunaan Narkoba, kemudian penegakan hukum semua jenis perjudian termasuk perjudian yang dibungkus dengan ritus kegiatan adat, terlebih yang terorganisir dan yang menghadirkan anak-anak usia sekolah.

Selain itu, Bupati juga menyerukan konsisten dalam penertiban Tempat Hiburan Malam yang menghadirkan Pekerja Seks Komersil (PSK)

“Ini menjadi harga mati buat kita semua bahwa mencegah peredaran dan penggunaan gelap narkoba, perjudian serta THM yang mempekerjakan PSK, ini harus kita lakukan bersama-sama, tidak secara sendiri-sendiri,” tegas Frederick Viktor Palimbong melalui orasi sosialnya.

Untuk itu Frederick Viktor Palimbong yang akrab disapa Bro Deddy, menghimbau kepada seluruh masyarakat Toraja Utara untuk selalu hidup rukun karena perbedaan merupakan hal biasa dan menjadi kekayaan bersama.

“Jangan karena perbedaan itu menjadi benih permusuhan karena berkat Tuhan tidak ada untuk daerah kita jika kita hidup dalam ketidak keharmonisan,” pesannya.

 

KDM Gandeng Industri, SMK di Jabar Wajibkan Magang Sejak Tahun Kedua

0

KDM Gandeng Industri, SMK di Jabar Wajibkan Magang Sejak Tahun Kedua

Subang, Warta In — Langkah besar diambil Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Pemprov Jabar memperkuat sinergi antara sekolah vokasi dan dunia industri melalui penandatanganan kerja sama SMK dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDIKA).

Momentum yang berlangsung di Gedung Pakuan, Bandung, itu disebut sebagai titik balik penting dalam mencetak lulusan SMK yang siap kerja dan terserap industri. Dedi Mulyadi menegaskan, pendidikan vokasi tidak boleh lagi berjalan sendiri tanpa keterlibatan langsung dari pelaku industri.

“Sekolah harus menjadi bagian dari ekosistem produksi. Jangan sampai lulusan SMK hanya pintar teori, tapi gagap di lapangan,” tegas Dedi.

Menurutnya, selama ini banyak lulusan kesulitan masuk dunia kerja karena minim pengalaman praktis. Karena itu, ia mendorong perombakan sistem pendidikan vokasi. Porsi praktik dan magang akan diperbesar sejak dini.

Konsep yang ditawarkan cukup tegas. Siswa SMK akan fokus pada penguatan teori dasar di tahun pertama. Memasuki tahun kedua, mereka diarahkan terjun langsung ke industri melalui program magang terstruktur. Dengan skema ini, siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga bekerja dan memahami realitas kebutuhan industri.

Dedi menilai pendekatan ini saling menguntungkan. Perusahaan mendapatkan tenaga kerja terlatih sesuai kebutuhan, sementara siswa memperoleh pengalaman yang meningkatkan daya saing setelah lulus.

Tak hanya soal kompetensi, Dedi juga menyoroti dampak ekonomi dari sistem ini. Keterlibatan industri sejak dini diyakini mampu menekan biaya pendidikan karena siswa mulai produktif sebelum lulus. “Ini bisa meringankan beban orang tua,” ujarnya.

Ia optimistis, jika kolaborasi ini berjalan konsisten, Jawa Barat akan menjadi pusat industri berbasis SDM unggul. Keberhasilan ini diharapkan menjadi model nasional dalam mengintegrasikan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.

(Badrin Botol)

Aspirasi Warga Ring 1 Menguat dalam Konsolidasi Akbar JSB Bersama MAKI Jatim dan Laskar Jahannam

0

Warta.in, Jember – Suara masyarakat terdampak aktivitas industri kembali mengemuka dalam Konsolidasi Akbar Aliansi Jember Selatan Bersatu (JSB) yang digelar bersama MAKI Jatim dan Laskar Jahannam. Forum tersebut menjadi ruang penyatuan aspirasi warga, khususnya masyarakat Ring 1 PT Imasco, yang selama ini mengeluhkan berbagai dampak operasional perusahaan.

Salah satu aspirasi disampaikan oleh Muhammad Zainul Arifin, warga Desa Grenden, Dusun Kapuran, Kecamatan Puger. Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa keberadaan PT Imasco dinilai belum memberikan dampak positif bagi masyarakat, bahkan cenderung merugikan dari sisi lingkungan, keselamatan, hingga ekonomi warga.

Menurutnya, aktivitas operasional perusahaan, khususnya lalu lintas armada trailer bertonase besar, telah memicu kerusakan infrastruktur jalan dan meningkatkan angka kecelakaan. Ia menyebut, sebelum kendaraan berat melintas, kondisi jalan relatif aman dan jarang terjadi insiden fatal.

“Kami tidak ingin konflik dengan para sopir karena kami sama-sama warga Indonesia. Tapi harus ada aturan yang jelas, terutama terkait jam operasional dan kapasitas kendaraan. Ini menyangkut keselamatan jiwa,” ujarnya dalam forum konsolidasi.

Zainul juga menyoroti jam operasional angkutan yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 06.00 WIB, yang dinilai perlu diatur secara tegas melalui regulasi resmi. Warga mendesak adanya kejelasan rambu-rambu serta pembatasan tonase kendaraan yang melintas di jalur pemukiman.

Dalam forum yang dihadiri berbagai elemen masyarakat tersebut, warga secara tegas menyatakan penolakan terhadap melintasnya armada trailer rekanan PT Imasco di wilayah mereka. Bahkan, jika tuntutan tidak direspons, warga mengisyaratkan akan melakukan aksi blokade jalan sebagai bentuk protes.

“Jika tetap dipaksakan beroperasi tanpa aturan yang jelas, kami siap melakukan blokade. Ini bukan sekadar soal jalan rusak, tapi soal nyawa,” tegasnya.

Selain itu, aspirasi lain yang menguat dalam konsolidasi adalah penolakan terhadap rencana perluasan lahan tambang PT Imasco di kawasan Gunung Sadeng. Bagi masyarakat, Gunung Sadeng bukan hanya sumber daya alam, melainkan simbol identitas dan warisan yang harus dijaga keberlanjutannya.

Konsolidasi Akbar JSB: Warga Jember Selatan Petakan Dampak PT Imasco dan Rumuskan Langkah Bersama

0

Warta.in, JEMBER – Aliansi Jember Selatan Bersatu (JSB) menggelar konsolidasi akbar sebagai upaya memetakan dampak operasional PT Imasco, menyatukan aspirasi warga, serta merumuskan langkah strategis demi perbaikan kualitas hidup masyarakat di wilayah Jember selatan.

Kegiatan ini menjadi forum bersama lintas elemen masyarakat untuk menyampaikan pandangan, keluhan, sekaligus merumuskan sikap kolektif terhadap berbagai persoalan yang dinilai muncul akibat aktivitas perusahaan. Konsolidasi tersebut juga menegaskan pentingnya penguatan posisi tawar masyarakat dalam memperjuangkan hak-haknya secara terstruktur dan berkelanjutan.

Dalam sambutan orasinya, Ketua MAKI Jawa Timur,Heru Satrio, mengungkapkan bahwa lahan yang selama ini digunakan sebagai akses transportasi menuju area operasional PT Imasco diketahui merupakan milik PTPN Regional 5. Ia menyebutkan, pihaknya saat ini tengah berupaya memperoleh surat kuasa untuk menindaklanjuti persoalan tersebut secara legal.

Heru menegaskan, apabila lahan tersebut nantinya dapat dikembalikan kepada masyarakat, maka pemanfaatannya akan ditentukan melalui kesepakatan bersama warga. Opsi yang mengemuka di antaranya adalah pengaturan ulang akses, termasuk kemungkinan pembatasan jalur operasional perusahaan, sebagai bentuk kontrol masyarakat terhadap aktivitas industri di wilayah mereka.

Selain itu, isu terkait penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) juga menjadi sorotan. Dalam forum tersebut disampaikan bahwa mekanisme distribusi CSR yang sebelumnya melalui kepala desa ke depan direncanakan akan dialihkan kepada paguyuban masyarakat. Paguyuban ini akan segera dibentuk sebagai wadah representatif warga guna memastikan transparansi, akuntabilitas, serta pemerataan manfaat program CSR.

Melalui konsolidasi ini, JSB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat serta mendorong terciptanya keseimbangan antara kepentingan investasi dan perlindungan hak-hak warga lokal. Upaya ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh pihak di Jember selatan.

Konsolidasi Akbar JSB: Warga Jember Selatan Petakan Dampak PT Imasco dan Rumuskan Langkah Bersama

0

Warta.in, JEMBER – Minggu, 26 April 2026, Aliansi Jember Selatan Bersatu (JSB) menggelar konsolidasi akbar sebagai upaya memetakan dampak operasional PT Imasco, menyatukan aspirasi warga, serta merumuskan langkah strategis demi perbaikan kualitas hidup masyarakat di wilayah Jember selatan.

Kegiatan ini menjadi forum bersama lintas elemen masyarakat untuk menyampaikan pandangan, keluhan, sekaligus merumuskan sikap kolektif terhadap berbagai persoalan yang dinilai muncul akibat aktivitas perusahaan. Konsolidasi tersebut juga menegaskan pentingnya penguatan posisi tawar masyarakat dalam memperjuangkan hak-haknya secara terstruktur dan berkelanjutan.

Dalam sambutan orasinya, Ketua MAKI Jawa Timur,Heru Satrio, mengungkapkan bahwa lahan yang selama ini digunakan sebagai akses transportasi menuju area operasional PT Imasco diketahui merupakan milik PTPN Regional 5. Ia menyebutkan, pihaknya saat ini tengah berupaya memperoleh surat kuasa untuk menindaklanjuti persoalan tersebut secara legal.

Heru menegaskan, apabila lahan tersebut nantinya dapat dikembalikan kepada masyarakat, maka pemanfaatannya akan ditentukan melalui kesepakatan bersama warga. Opsi yang mengemuka di antaranya adalah pengaturan ulang akses, termasuk kemungkinan pembatasan jalur operasional perusahaan, sebagai bentuk kontrol masyarakat terhadap aktivitas industri di wilayah mereka.

Selain itu, isu terkait penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) juga menjadi sorotan. Dalam forum tersebut disampaikan bahwa mekanisme distribusi CSR yang sebelumnya melalui kepala desa ke depan direncanakan akan dialihkan kepada paguyuban masyarakat. Paguyuban ini akan segera dibentuk sebagai wadah representatif warga guna memastikan transparansi, akuntabilitas, serta pemerataan manfaat program CSR.

Melalui konsolidasi ini, JSB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat serta mendorong terciptanya keseimbangan antara kepentingan investasi dan perlindungan hak-hak warga lokal. Upaya ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh pihak di Jember selatan.

PEMIMPIN BERMENTAL JONGOS  

0

Samosir, Mr Dreamer Kadiman Pakpahan menuangkan pikirannya tentang Pemimpin Bermental Jongos. Penggunaan istilah “mental jongos” merujuk pada kondisi psikologis dimana seseorang merasa rendah diri, tidak memiliki inisiatif, kurang inovatif, menghamba berlebihan, dan hanya bergerak jika diperintah (subservien). Kondisi seperti ini jika dihadapkan dengan rakyat bermental kuli, apa yang akan terjadi?

Bagaimana kondisi tersebut jika terjadi dalam suatu negara atau organisasi, berikut adalah beberapa dampak utamanya:

1.Hilangnya Inovasi dan Kreativitas, pemimpin bermental jongos biasanya hanya ingin menyenangkan “atasan” atau kepentingan tertentu, bukan melayani publik. Akibatnya, rakyat yang kurang berdaya  (bermental kuli) hanya akan menunggu instruksi tanpa berani memberikan ide atau kritik membangun.

2.Ketergantungan pada Pihak Luar, karena tidak memiliki rasa percaya diri untuk mandiri, kebijakan yang diambil cenderung lebih menguntungkan pihak asing atau kelompok elit. Negara jadi sulit untuk berdaulat secara ekonomi maupun politik.

3.Budaya Absal (Asal Bapak Senang), terbentuk lingkaran setan di mana pemimpin mencari validasi dari kekuasaan yang lebih tinggi, sementara rakyatnya hanya patuh secara buta demi keamanan jangka pendek atau sekadar bertahan hidup.

4.Stagnasi Kemajuan, pembangunan hanya terjadi di permukaan (simbolis) tanpa menyentuh akar permasalahan, karena tidak ada visi besar yang dikejar. Semuanya hanya soal menjalankan rutinitas dan perintah.

5.Rendahnya Daya Saing, tanpa jiwa kepemimpinan yang kuat dan etos kerja yang cerdas (bukan sekadar kerja otot), bangsa tersebut akan terus tertinggal dalam persaingan global yang dinamis.

 Singkatnya, kombinasi mental jongos dan mental kuli akan menciptakan siklus inferioritas yang membuat suatu bangsa sulit untuk berdiri tegak.

Meskipun keduanya sama-sama menggambarkan sikap subservien (tunduk/menghamba), ada perbedaan halus pada posisi dan fokus perilakunya, sebagai berikut

1.Mental Jongos, fokus pada penjilatan dan pengabdian semu, mental ini biasanya dikaitkan dengan seseorang yang berada di posisi “pelayan” namun memiliki akses ke kekuasaan.

a.Karakter Utama, ingin selalu menyenangkan atasan atau pihak yang lebih kuat demi keuntungan pribadi atau keamanan posisi.

b.Ciri Perilaku,  bersikap ABS (Asal Bapak Senang), kehilangan harga diri demi validasi, dan cenderung menjadi “bumper” atau alat bagi kepentingan tuannya.

c.Aspek Psikologis, tidak punya prinsip atau integritas; mereka berani menindas yang di bawahnya asal terlihat patuh di mata yang di atasnya.

2.Mental Kuli, fokus pada kepasifan dan ketidakmandirian, mental ini lebih merujuk pada etos kerja dan daya juang seseorang yang merasa dirinya hanya “penerima perintah”.

a.Karakter Utama, hanya bergerak jika disuruh, tidak punya inisiatif, dan membatasi diri pada tugas fisik tanpa menggunakan kreativitas.

b.Ciri Perilaku, pasif, takut mengambil risiko, dan merasa bahwa nasibnya sepenuhnya ditentukan oleh orang lain. Mereka bekerja hanya untuk bertahan hidup hari ini tanpa visi jangka panjang.

c.Aspek Psikologis, merasa inferior (rendah diri) dan percaya bahwa mereka memang tidak ditakdirkan untuk memimpin atau membuat perubahan besar.

 Sehinga secara sederhana perbandingannya afalah:

1.Jongos lebih ke arah bagaimana dia bersikap kepada otoritas (penjilat/hamba).

2.Kuli lebih ke arah bagaimana dia bekerja dan memandang kapasitas dirinya (pasif/tanpa inisiatif).

Pada akhirnya, jika disatukan, mental jongos menciptakan pemimpin yang tidak punya kedaulatan, sementara mental kuli menciptakan rakyat yang mudah disetir.

Dampak dari mentalitas jongos (subservien/penjilat) dan kuli (pasif/tanpa inisiatif) sangat fatal bagi kemajuan bangsa karena menciptakan hambatan struktural yang menghalangi kedaulatan dan inovasi. 

Berikut adalah dampak mendalamnya terhadap berbagai sektor kehidupan berbangsa:

1.Kematian Inovasi dan Kreativitas, bangsa yang rakyatnya bermental kuli hanya akan menjadi pelaksana tugas tanpa kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Inovasi membutuhkan keberanian untuk mengambil risiko dan berpikir kritis, sementara mentalitas ini justru menekankan pada kepatuhan buta dan ketakutan akan kesalahan. 

2.Ketergantungan dan Kehilangan Kedaulatan, pemimpin bermental jongos cenderung membuat kebijakan yang tidak berdaulat karena selalu berusaha menyenangkan kekuatan luar atau kelompok elit tertentu. Dampaknya:

a.Eksploitasi Sumber Daya, kebijakan sering kali bersifat ekstraktif yang hanya menguntungkan pihak asing, mirip dengan pola ekonomi zaman kolonial.

b.Kelemahan Diplomasi, negara sulit memiliki posisi tawar yang kuat dalam kancah internasional karena pemimpinnya merasa inferior terhadap bangsa lain. 

3.Rendahnya Daya Saing Global, daya saing sebuah bangsa sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki karakter unggul dan wawasan global.  Dapat terjadi hal berikut:

a.Mental Kuli, menghasilkan tenaga kerja yang hanya bisa bersaing di level pekerjaan rendah (buruh kasar) dengan upah murah.

b.Mental Jongos, menghambat sistem meritokrasi (penghargaan berdasarkan prestasi) karena jabatan sering kali didapat melalui “penjilatan” daripada kompetensi. 

4.Siklus Kemiskinan dan Ketimpangan, mentalitas ini melanggengkan struktur sosial yang timpang. Rakyat yang pasif tidak akan menuntut hak atau melakukan mobilitas sosial, sementara elit yang menghamba pada kepentingan tertentu akan terus memperkaya kelompoknya sendiri. 

5.Krisis Identitas dan Kebanggaan Nasional, mentalitas inferioritas membuat masyarakat merasa malu dengan budaya asli dan lebih mengagungkan budaya luar secara berlebihan. Tanpa kebanggaan nasional yang kuat, sulit bagi suatu bangsa untuk memiliki visi bersama yang besar guna mencapai kemajuan jangka panjang. 

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bangsa tersebut akan tetap menjadi bangsa kelas dua yang hanya menjadi penonton di tengah kemajuan dunia. 

Berikut adalah beberapa kiat strategis untuk mereformasi mental jongos dan kuli:

1.Transformasi Pendidikan (dari kepatuhan ke kritis), pendidikan harus berhenti mencetak “operator” dan mulai mencetak “pemikir”. Ada beberapa hal yabg perlu menjadi pusat perhatian, seperti:

a.Hapus Budaya Hafalan, ganti dengan metode problem-based learning yang menuntut siswa mencari solusi sendiri, bukan sekadar menunggu instruksi guru.

b.Ajarkan Berdebat, melatih anak muda untuk berani menyampaikan pendapat dan mengkritik ide secara sehat, agar mereka tidak tumbuh menjadi orang yang hanya bisa mengatakan “iya” kepada otoritas.

2.Penerapan Meritokrasi yang Ketat, untuk menghancurkan mentalitas jongos (penjilat), sistem penghargaan dalam organisasi dan pemerintahan harus diubah:

a.Promosi Berbasis Kinerja, jabatan harus diberikan berdasarkan kompetensi dan hasil kerja nyata, bukan karena kedekatan personal atau kemampuan menyenangkan atasan.

b Transparansi Sistem, jika proses kenaikan pangkat transparan, keinginan orang untuk “menjilat” demi posisi akan hilang dengan sendirinya.

3.Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship (Kemandirian), mentalitas kuli muncul karena ketergantungan ekonomi. Langkah-langkah berikut perlu dilakukan:

a.Literasi Finansial dan Bisnis, mengajarkan masyarakat untuk menciptakan peluang sendiri daripada hanya mencari lowongan pekerjaan.

b.Dukungan pada UMKM, memberdayakan usaha lokal agar masyarakat merasa memiliki kendali atas nasib ekonominya sendiri, bukan sekadar menjadi sekrup kecil dalam mesin industri besar.

4.Kepemimpinan yang Meneladani (Lead by Example), reformasi mental sulit berhasil tanpa contoh dari atas. Perlu memperhatikan hal berukut:

a.Pemimpin yang Melayani:, bangsa butuh pemimpin yang tidak merasa sebagai “tuan”, tetapi sebagai pelayan rakyat.

b Keberanian Berdaulat, pemimpin harus menunjukkan sikap tegas di level internasional untuk membangun rasa bangga (dignity) pada rakyatnya.

5.Rekonstruksi Narasi Budaya, kita perlu mengubah cara kita melihat diri sendiri sebagai bangsa. Untuk itu dibuhkan:

a.Narasi Prestasi, tonjolkan pahlawan-pahlawan di bidang sains, teknologi, dan seni yang sejajar dengan level dunia untuk menghapus perasaan bahwa “bangsa luar selalu lebih baik”.

b.Penghargaan terhadap Integritas, berikan panggung bagi orang-orang jujur dan kritis, bukan bagi mereka yang hanya pandai mencari muka.

6.Berani Mengambil Tanggung Jawab (Level Individu), ecara personal, setiap orang harus mulai melatih sikap, antara lain:

a.Self-Ownership, berhenti menyalahkan keadaan atau menunggu bantuan, dan mulai mengambil tanggung jawab penuh atas pilihan hidup sendiri.

Reformasi mental ini adalah proyek jangka panjang. Perubahan tidak akan terlihat dalam satu atau dua tahun, melainkan melalui konsistensi selama satu generasi.

Tentu saja, sangat menghambat. Bahkan, banyak pakar sosiologi dan sejarah menyebut kombinasi kedua mentalitas ini sebagai “penjara tak terlihat” yang membuat suatu bangsa tetap jalan di tempat meskipun sumber daya alamnya melimpah (kutukan sumberdaya), perlu investasi sejak dini untuk mencerdaskan anak-anak bangsa (gizi yang memadai dan sistem pendidikan yang bermutu). (red)

 

Meriah dan Kondusif, Ribuan Warga PALI Padati Lapangan Gelora November pada Penutupan HUT ke-13

0

Warta.in//PALI, 26 April 2026 – Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) resmi berakhir dengan meriah pada Sabtu malam (25/4).

Ribuan warga memadati Lapangan Gelora November untuk mengikuti puncak acara yang berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme hingga pukul 23.00 WIB.

Acara penutupan ini dihadiri langsung oleh Bupati PALI, Asgianto, S.T., didampingi Wakil Bupati Iwan Tuaji, S.H. Turut hadir jajaran DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta insan pers.

Dalam sambutannya, Bupati Asgianto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi aktif masyarakat selama empat hari rangkaian acara (22-25 April).

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat. Pemerintah Kabupaten PALI berkomitmen untuk terus mendukung kreativitas generasi muda dan memajukan daerah melalui berbagai sektor, termasuk olahraga dan ekonomi kerakyatan,” ujar Bupati.

Apresiasi untuk Atlet Berprestasi Salah satu momen krusial dalam acara penutupan ini adalah penyerahan bonus dan penghargaan kepada para atlet yang sukses mengharumkan nama Kabupaten PALI pada ajang Porprov XV Sumatera Selatan 2025 di Musi Banyuasin.

Bupati Asgianto menegaskan bahwa pemberian bonus ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam pembinaan atlet.

“Kami berharap penghargaan ini menjadi penyemangat bagi para atlet untuk terus disiplin dan berprestasi hingga ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Dampak Ekonomi dan Hiburan Rakyat Kemeriahan HUT ke-13 ini tidak hanya dirasakan melalui hiburan musik dari band lokal Saynora, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku UMKM. Stan-stan kuliner dan produk lokal yang berjejer di area kegiatan melaporkan peningkatan aktivitas transaksi berkat membludaknya pengunjung.

Sebelum mencapai malam puncak, warga telah disuguhi berbagai kegiatan menarik sejak pagi hari, mulai dari jalan santai, senam sehat, turnamen e-sport bagi kaum milenial, hingga lomba kicau mania yang digelar di kantor KONI PALI.

Keamanan Terpadu Demi menjamin kenyamanan pengunjung, jajaran Kepolisian melakukan pengamanan ketat berdasarkan Surat Perintah Nomor: Sprin/247/IV/HUK.6./2026.

Sinergi antara pihak kepolisian, Dishub, dan Satpol PP memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tanpa kendala keamanan yang berarti meskipun jumlah massa sangat besar.

Penutupan HUT ke-13 ini menjadi simbol optimisme Kabupaten PALI dalam menyongsong masa depan yang lebih sehat, disiplin, dan berprestasi.

Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram

0

Meranti – Upaya pemberantasan narkotika di wilayah hukum Polsek Tebing Tinggi bersama Tim Resnarkoba Polres Kepulauan Meranti kembali membuahkan hasil. Tim Unit Reskrim Polsek Tebing Tinggi berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu dan mengamankan seorang tersangka pada Rabu (22/4/2026).

Tersangka berinisial RS (20) yang diketahui, ditangkap di dalam sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Mahmud, Gang Air Putih, RT 001 RW 001, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan tiga paket narkotika jenis sabu dengan berat kotor total sekitar 18,87 gram. Rinciannya, satu paket besar seberat 12,47 gram, satu paket sedang seberat 5,17 gram, dan satu paket kecil seberat 0,66 gram.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH melalui Kanit Reskrim Polsek Tebing Tinggi Ipda Sapta Anwar, SH menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas transaksi narkoba di lokasi tersebut.

“Setelah menerima informasi, tim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka di dalam rumahnya beserta barang bukti narkotika jenis sabu,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tebing Tinggi Ipda Sapta Anwar, Sabtu (25/4/2026).

Dari hasil interogasi awal, tersangka mengaku bahwa barang haram tersebut merupakan milik seseorang berinisial PR masih dalam lidik yang dipercayakan kepadanya untuk diperjualbelikan.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Kepulauan Meranti untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta ketentuan terkait dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) beserta perubahan penyesuaian pidana yang berlaku.

Sementara itu, hasil tes urine terhadap tersangka menunjukkan hasil negatif untuk kandungan methamphetamine dan amphetamine.

Pihak kepolisian Polsek Tebing Tinggi juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam pemberantasan narkoba dengan melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan.

“Apabila masyarakat mengetahui adanya tindak kejahatan narkoba maupun kriminal lainnya, segera hubungi Call Center 110.di Polsek Tebing Tinggi Kami siap melayani,” tutupnya (Humas Polres Meranti).