PONTIANAK WARTA IN 19 september 2026 Momentum Milad Ketiga Laskar Pemuda Melayu (LPM) Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Pontianak Barat tahun 2026 berlangsung meriah, khidmat, dan penuh suasana kebersamaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkokoh soliditas seluruh jajaran LPM di wilayah Pontianak Barat.
Mengusung semangat bersatu dalam kebersamaan dan membangun bersama masyarakat, kegiatan Milad Ketiga tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi.
Lebih dari itu, peringatan milad menjadi ruang untuk memperkuat komitmen, menyatukan langkah, serta mengingatkan seluruh kader bahwa keberadaan organisasi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pimpinan dan tokoh penting, di antaranya Panglima Besar Laskar Pemuda Melayu Hadi Birmansa yang akrab disapa Adi Black, Panglima Muda LPM Kota Pontianak Ishak, S.H., Danramil Pontianak Barat, Kapolsek Pontianak Barat atau yang mewakili, Camat Pontianak Barat atau yang mewakili, serta Lurah setempat atau yang mewakili.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari semangat membangun komunikasi dan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah serta institusi TNI dan Polri.
Sejak rangkaian kegiatan dimulai, suasana kebersamaan begitu terasa. Para pengurus, kader, dan anggota LPM dari berbagai PAC se-Pontianak Barat hadir dalam satu ruang persaudaraan. Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi seluruh jajaran untuk kembali meneguhkan komitmen menjaga nama baik, marwah, serta kehormatan organisasi.
Herman: LPM Pontianak Barat Harus Tetap Solid
Dalam sambutannya, Ketua Panitia sekaligus Ketua DPC LPM Pontianak Barat, Herman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah hadir dan ikut menyukseskan kegiatan Milad Ketiga tersebut.
Herman menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi juga oleh kemampuan seluruh jajaran menjaga persatuan, komunikasi, dan kebersamaan.
Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota LPM Pontianak Barat agar tidak mudah terpancing oleh persoalan yang dapat menimbulkan perpecahan.
“Pontianak Barat harus tetap solid dan kompak. Jangan mudah terpancing dan jangan ada rasa iri maupun dengki.
Mari kita tunjukkan kekompakan dan kesolidan kita,” pesannya.
Menurut Herman, setiap perbedaan yang muncul di dalam organisasi sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.
Perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika organisasi, namun jangan sampai perbedaan tersebut menghilangkan rasa persaudaraan.
Herman juga mengingatkan bahwa LPM Pontianak Barat akan menghadapi salah satu agenda organisasi pada tahun 2027 mendatang, yakni pemilihan Ketua DPC LPM Pontianak Barat yang baru.
Menurutnya, proses tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dihadapi dengan kedewasaan, ketenangan, dan tetap menjunjung tinggi persaudaraan.
“Justru kita harus menunjukkan apakah kita masih tetap seperti sekarang, tetap solid dan kompak, atau akan ada perubahan. Apa pun dinamika organisasi ke depan, kebersamaan harus tetap kita jaga,” ujarnya.
Adi Black: LPM Harus Hadir Memberikan Manfaat
Pesan tentang pentingnya menjaga marwah organisasi juga disampaikan Panglima Besar LPM, Hadi Birmansa atau Adi Black.
Dalam sambutannya, Adi Black mengingatkan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat.
Ia berharap LPM tidak hanya dikenal sebagai organisasi yang memiliki struktur dan jumlah anggota, tetapi juga mampu menunjukkan kepedulian melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, serta berbagai bentuk kontribusi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“LPM harus membantu dan peduli kepada masyarakat. Jangan sampai keberadaan organisasi justru menjadi ancaman bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Adi Black, kehadiran LPM di tengah masyarakat harus dibangun dengan pendekatan persaudaraan, kepedulian, dan komunikasi yang baik.
Ia juga menyampaikan harapan agar jajazran TNI dan Polri terus memberikan pembinaan serta arahan kepada organisasi kemasyarakatan, khususnya LPM di Provinsi Kalimantan Barat.
Menurutnya, sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, TNI, dan Polri diperlukan untuk menciptakan suasana yang aman, tertib, serta kondusif.
“Harapan kita TNI dan Polri dapat terus membimbing dan memberikan pembinaan kepada LPM agar organisasi ini semakin baik dan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ishak S.H.: Jangan Mudah Terpancing, Utamakan Musyawarah
Sementara itu, Panglima Muda LPM Kota Pontianak, Ishak, S.H., turut memberikan pesan kepada seluruh jajaran pengurus maupun anggota LPM yang berada di Kota Pontianak.
Ia mengingatkan agar setiap persoalan yang muncul tidak langsung disikapi secara emosional.
Menurutnya, komunikasi dan musyawarah harus menjadi jalan utama dalam menyelesaikan setiap persoalan organisasi.
“Jangan mudah terpancing, jangan mudah tergesekkan,” pesannya.
Ishak kemudian mengingat kembali pesan almarhum Panglima Besar LPM Iskandar, S.H., yang menurutnya pernah berpesan agar dirinya ikut menjaga LPM Kota Pontianak.
Pesan tersebut, kata Ishak, menjadi pengingat bagi seluruh kader bahwa menjaga organisasi merupakan tanggung jawab bersama.
Ia menilai, perbedaan persoalan tidak seharusnya menjadi alasan bagi seseorang untuk dengan mudah meninggalkan organisasi.
“Jangan sedikit-sedikit merajuk keluar, sedikit-sedikit merajuk keluar Itu bukan tipe orang yang betul-betul cinta kepada Laskar Pemuda Melayu,” ujarnya.
Ishak mengajak seluruh kader untuk memiliki sikap dewasa dalam menghadapi dinamika organisasi. Apabila terdapat persoalan, menurutnya, jalan terbaik adalah duduk bersama, berbicara, mencari solusi, dan mengutamakan kepentingan organisasi.
“Kalau Mau Dirundingkan, Saya Terbuka”
Dalam kesempatan tersebut, Ishak juga menyampaikan keterbukaan kepada seluruh Ketua PAC yang ingin melakukan komunikasi maupun menyampaikan persoalan organisasi.
Ia mempersilakan para Ketua PAC untuk melakukan diskusi dan perundingan apabila terdapat persoalan yang membutuhkan penyelesaian bersama.
“Kalau memang mau diskusi dengan saya, mau dirundingkan dengan saya, silakan telepon saya atau WhatsApp saya
WhatsApp saya 24 jam selalu aktif,” ungkap Ishak.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa komunikasi internal merupakan bagian penting dalam menjaga keutuhan organisasi.
Milad Bukan Sekadar Seremonial
Milad Ketiga LPM PAC se-Pontianak Barat tahun 2026 pada akhirnya menjadi momentum untuk kembali menyatukan semangat seluruh jajaran.
Di tengah dinamika organisasi dan kehidupan sosial masyarakat yang terus berkembang, LPM dituntut untuk mampu menunjukkan kedewasaan dalam berorganisasi, menjaga komunikasi, serta mengedepankan kepentingan masyarakat.
Semangat yang muncul dalam peringatan tersebut bukan sekadar tentang bertambahnya usia organisasi, tetapi juga tentang bagaimana seluruh kader mampu menjaga nilai persaudaraan dan menjadikan organisasi sebagai wadah pengabdian.
Kekompakan tidak berarti harus selalu memiliki pandangan yang sama. Namun, perbedaan harus ditempatkan dalam ruang dialog dan musyawarah agar tidak berkembang menjadi persoalan yang merusak persatuan
Begitu pula dengan dinamika kepemimpinan.
Setiap proses organisasi hendaknya dijalankan secara tertib, terbuka, dan tetap menjunjung tinggi etika serta persaudaraan.
Dengan semangat “bersatu dalam kebersamaan, membangun bersama masyarakat”, LPM Pontianak Barat diharapkan semakin mampu mengambil peran positif di tengah masyarakat.
Milad Ketiga ini menjadi pengingat bahwa marwah organisasi bukan hanya terletak pada nama besar dan atribut, melainkan pada sikap, tindakan, kepedulian, serta kontribusi nyata setiap kader.
Seluruh jajaran LPM diharapkan dapat terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen lainnya.
Dengan demikian, LPM dapat terus tumbuh sebagai organisasi kemasyarakatan yang mengedepankan persaudaraan, kepedulian, ketertiban, komunikasi, dan pengabdian.
Milad Ketiga LPM PAC se-Pontianak Barat tahun 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali satu pesan: berbeda dalam pandangan boleh, tetapi persaudaraan dan kebersamaan harus tetap dijaga.
Bersatu dalam kebersamaan, bergerak bersama masyarakat, dan menjaga marwah Laskar Pemuda Melayu.
Salam Laskar
Melintang Patah Membujur Lalu..
M.supandi kaperwil kalbar..









