32.2 C
Jakarta
Minggu, Mei 17, 2026
Beranda blog

Dr.Fachrul Razi Sebut AHY Sosok Karismatik dan Berpeluang Besar Jadi Wapres Prabowo di Pilpres 2029

0
Oplus_131072

Dr.Fachrul Razi Sebut AHY Sosok Karismatik dan Berpeluang Besar Jadi Wapres Prabowo di Pilpres 2029

JAKARTA – Mantan Anggota DPD RI periode 2014–2024, Dr. Fachrul Razi, menilai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki peluang besar untuk menjadi mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang. Menurutnya, AHY memiliki kombinasi karisma politik dan kekuatan personal yang kuat.

Dalam sebuah wawancara, Fachrul Razi menyoroti dinamika geopolitik global yang kian memanas, seperti konflik di Timur Tengah. Ia melihat situasi ini berpotensi memengaruhi persepsi publik dalam memilih pemimpin di masa depan.

Dalam diskusi tersebut, Dr. Fachrul Razi membahas Agus Harimurti Yudhoyono sebagai sosok muda yang dinilai karismatik dan memiliki peluang besar menjadi pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2029, dengan menyoroti kekuatan personal, latar belakang militer, kemampuan mengelola Partai Demokrat, citra disiplin, serta penguasaan narasi digital yang dianggap mampu menarik generasi muda, di tengah perbandingan dengan figur lain yang dinilai kuat secara logistik namun belum memiliki daya tarik politik dan emosional sebesar AHY di ruang publik.

“Kalau misalkan gejolak global dan geopolitik ke depan semakin memanas, misalkan adanya perang Iran dan sebagainya, publik akan menilai, ‘Oh, kalau gitu biarkan wakil presidennya pernah memiliki pemgalaman di militer juga.’ Sehingga peluang AHY menjadi besar untuk mendampingi Prabowo ke depan,” ujar Fachrul Razi yang juga mantan ketua Komite I DPD RI 2019-2024.

Lebih lanjut, Dr. Fachrul Razi menekankan pentingnya sosok wakil presiden yang tidak hanya menjadi “pelengkap”, melainkan figur komplementer yang berada dalam satu ritme kerja dengan Prabowo. Jika memilih AHY, Prabowo dinilai akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus: kekuatan mesin partai politik—mengingat posisi AHY sebagai Ketua Umum partai—serta daya tarik (karisma) di kalangan pemilih muda.

Ia juga menambahkan bahwa keterwakilan anak muda menjadi syarat mutlak dalam kepemimpinan nasional ke depan untuk meredam resistensi pemilih muda. Dalam hal ini, Fachrul membandingkan kriteria antara dua tokoh muda, yakni AHY dan Gibran Rakabuming Raka.

“AHY terepresentasi, Gibran juga terepresentasi. Cuma perbedaannya pada kriterianya tadi. Kalau Kalau AHY, punya pengalaman dan personalnya bagus,” pungkas Fachrul Razi yang aktif sebagai dosen tamu politik di beberapa kampus di Jakarta.

(TIM Redaksi)

Polres Lamongan Dalami Kasus Penipuan Modus Kencan Online, Satu Pelaku Ditangkap dan Satu DPO

0

Polres Lamongan Dalami Kasus Penipuan Modus Kencan Online, Satu Pelaku Ditangkap dan Satu DPO

LAMONGAN//Warta.in, 16/05/2026 – Satuan Reserse Kriminal Unit PPA Polres Lamongan terus melakukan pengembangan pemeriksaan perkara tindak pidana penipuan dan atau penggelapan limpahan dari Polsek Babat.

Kasus tersebut terjadi pada Minggu, (26/04) sekitar pukul 20.50 WIB di wilayah Babat, Kabupaten Lamongan.

Korban diketahui berinisial VS (laki laki 18), warga Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.

Sementara terduga pelaku masing-masing berinisial LS (laki laki 22), warga Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan yang kini berstatus DPO, serta FN (20), perempuan asal Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan yang telah ditangkap petugas.

Kasat Reskrim AKP Rizky Akbar Kurniadi melalui Kasihumas IPDA M. Hamzaid, S.Pd menjelaskan, peristiwa bermula saat korban membuat janji bertemu dengan seorang perempuan yang mengaku bernama “Billa” di utara Perempatan Sawongaling, Babat.

Setelah bertemu, korban diajak berbincang di depan Ponpes Jalan Pramuka.

“Dalam pertemuan tersebut, pelaku FN meminjam sepeda motor milik korban berupa Yamaha NMAX warna putih dengan alasan hendak menjemput temannya di sebelah timur lokasi.” jelasnya.

Korban kemudian ditinggal sendirian. Setelah menunggu cukup lama, korban mencoba menghubungi nomor WhatsApp pelaku, namun sudah tidak aktif dan korban juga diblokir.

“Merasa menjadi korban penipuan dan penggelapan, korban kemudian melapor ke Polsek Babat. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp20 juta.” lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan korban dan sejumlah saksi, diketahui bahwa aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya oleh LS.

Pelaku LS disebut membuat akun Instagram bernama @nabila untuk mencari target korban.

Komunikasi kemudian dilanjutkan melalui DM Instagram dan WhatsApp.

Untuk meyakinkan korban, LS meminta FN yang merupakan istrinya untuk mengirim pesan suara atau voice note agar korban percaya bahwa dirinya benar-benar berkomunikasi dengan seorang perempuan.

Pelaku kemudian mengajak korban bertemu dengan dalih sekadar nongkrong di warung kopi.

Korban juga diminta tidak membawa mobil dan diwajibkan menggunakan sepeda motor.

Setelah korban datang ke lokasi yang telah ditentukan di Jalan Pramuka Babat, FN menjalankan aksinya dengan meminjam sepeda motor korban menggunakan alasan menjemput teman.

Usai berhasil menguasai kendaraan, FN langsung membawa kabur sepeda motor tersebut, sementara LS membuntuti dari belakang dan mengarahkan kendaraan ke rumah kontrakan mereka.

Sesampainya di kontrakan, LS melepas plat nomor kendaraan dan menggunakan sepeda motor tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Dari hasil pemeriksaan juga terungkap bahwa FN telah dua kali diperintahkan oleh LS melakukan aksi serupa.

Aksi pertama terjadi pada tahun 2025 dan diselesaikan secara kekeluargaan, sedangkan aksi kedua terjadi pada perkara saat ini.

Petugas Polsek Babat berhasil menangkap FN di rumah kontrakannya di Kecamatan Sukodadi pada Rabu, 13 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.

Namun sebelum penangkapan dilakukan, LS diketahui telah meninggalkan rumah kontrakan sejak pukul 09.00 WIB dengan alasan hendak menemui temannya dan hingga kini masih dalam pencarian petugas.

“Barang bukti yang berhasil disita yakni satu unit sepeda motor Yamaha NMAX warna putih tahun 2009 dengan nomor polisi W 57xx CL.” tambahnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 492 dan atau Pasal 486 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.

Pewarta: roy

GURU PAI LAMONGAN TAMPIL KOMPAK DAN BERSEMANGAT DALAM APEL AKBAR KKG PAI PROVINSI JAWA TIMUR 2026

0

SURABAYA// Warta. In – Ribuan pendidik Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Jawa Timur memenuhi lapangan utama Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu pagi ini (16/05/2016).

Di antara lautan peserta yang mengenakan beragam seragam khas daerah, kontingen dari Kabupaten Lamongan tampak menonjol dengan kekompakan dan semangat tinggi. Sebanyak lebih dari 650 guru PAI yang berasal dari berbagai kecamatan di Lamongan hadir memeriahkan

Apel Akbar Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Kegiatan besar ini mengusung tema utama “GPAI Bersinergi dalam Satu Langkah, Satu Hati, Satu Dedikasi untuk PAI Berkemajuan”, menjadi bukti nyata persatuan para pendidik agama di wilayah Jawa Timur.

Sejak pukul 06.30 WIB, rombongan guru PAI Lamongan telah tiba di lokasi menggunakan armada elf yang telah disiapkan oleh pengurus KKG setempat.

Setiba di lokasi mereka langsung menuju titik kumpul sesuai pembagian wilayah yang ditetapkan panitia. Ketua KKG PAI Kabupaten Lamongan, Abdullah Musyafak,M.Pd., dalam keterangannya di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa keikutsertaan ini bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bentuk nyata komitmen untuk memperkuat jejaring kerja sama dan meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di daerahnya. “Bagi kami, kegiatan akbar seperti ini menjadi wadah emas untuk bertukar pengalaman, mendapatkan wawasan baru, serta menyamakan visi dan misi dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa yang beriman dan bertakwa,” ujar Musyafak.

Acara apel akbar dibuka secara resmi oleh Ketua KKG PAI Provinsi Jawa Timur. M..Zaini,S.Ag.,M.Pd Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan hari ini merupakan bagian penting dari rentetan rangkaian Olimpiade PAI yang telah dilaksanakan sebelumnya di berbagai tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. “Hadir hari ini tercatat sebanyak 10.000 peserta guru PAI jenjang Sekolah Dasar dan 200 guru perwakilan dari berbagai jenjang pendidikan lainnya di Jawa Timur. Hari ini adalah momentum kebangkitan, momentum persatuan, sekaligus momentum pengabdian bagi kita semua. Guru PAI adalah garda terdepan dalam membangun generasi yang beriman, kita adalah guru yang terus bergerak maju, dan guru yang tidak pernah berhenti belajar demi kemajuan pendidikan bangsa,” tegas beliau. Dalam kesempatan tersebut, panitia juga mengumumkan penganugerahan khusus bertajuk “Anugrah Guru Modis”, sebuah penghargaan bagi pendidik yang mampu menampilkan penampilan rapi, sopan, beretika, dan tetap modis sesuai syariat agama dan norma sosial.

Puncak rangkaian acara sesi pagi adalah prosesi pelantikan resmi pengurus KKG PAI Provinsi Jawa Timur untuk masa bakti 2026–2031. Prosesi berlangsung khidmat di bawah pengawasan saksi organisasi, di mana para pengurus terpilih mengucapkan sumpah janji untuk mengemban amanah memajukan organisasi serta meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di seluruh wilayah Jawa Timur.

Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil PAI/Kemenag Jatim , Syaikhul Hadi, S.Ag., M.Fil.I. menyampaikan sambutan sekaligus permohonan maaf. “Bapak Kepala Kanwil berhalangan hadir 00dikarenakan tugas negara mendampingi Bapak Menteri Agama RI dalam kunjungan kerja resmi. Namun, beliau menitipkan apresiasi setinggi-tingginya dan harapan besar agar kegiatan ini dapat menambah semangat Bapak dan Ibu sekalian untuk terus meningkatkan kualitas diri dan pembelajaran di sekolah,” ujarnya. Beliau juga mengingatkan kembali makna mendalam dari profesi pendidik, bahwa “mengajar bagi seorang guru PAI bukan hanya sekadar pekerjaan, melainkan sebuah panggilan hati dan panggilan profesional yang menuntut dedikasi serta tanggung jawab moral yang besar.”

Pesan paling mendalam disampaikan dalam sesi pembinaan utama oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Dalam paparannya, beliau menekankan peran strategis guru PAI Sekolah Dasar sebagai penanam dasar karakter bangsa. “Anak-anak didik Anda di jenjang SD hari ini, adalah calon pemimpin masa depan; mereka adalah calon presiden dan wakil presiden, calon menteri, serta tokoh-tokoh besar bangsa ini. Mereka adalah produk didikan guru PAI, dan tugas suci kita adalah mengawal moralitas, integritas, dan karakter bangsa agar senantiasa berlandaskan iman dan takwa,” tegas Dirjen Pendis.

Lebih lanjut, beliau mengarahkan para guru untuk konsisten memastikan nilai-nilai Asta Sila Pancasila terintegrasi dalam setiap pembelajaran serta mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang berbasis cinta kasih dan kasih sayang. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk terus mengawal perkembangan profesi pendidik agar semakin meluas dan bermutu, senantiasa berkinerja tinggi, berkontribusi nyata bagi masyarakat, serta menerapkan konsep ekoteologi—pendidikan yang mengajarkan cinta dan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

Perwakilan guru PAI Lamongan, Muhammad Wahid, S.Pd.I ,M.Pd mengaku sangat terkesan dengan seluruh materi dan suasana kekeluargaan yang terbangun selama kegiatan berlangsung. “Selain bangga dapat membawa nama Kabupaten Lamongan hadir di kegiatan bersejarah ini, materi dari Bapak Dirjen Pendis memberikan energi baru bagi kami. Konsep ekoteologi dan pembelajaran berbasis cinta akan kami pelajari lebih dalam dan terapkan kembali di sekolah masing-masing,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan Apel Akbar ditutup sekitar pukul 13.30 WIB dengan doa bersama dan pembagian kenang-kenangan. Kontingen Lamongan meninggalkan kawasan Gelora Bung Tomo dengan hati gembira, membawa pulang semangat persatuan, ilmu baru, dan tekad yang semakin kuat untuk mewujudkan cita-cita besar: satu langkah, satu hati, dan satu dedikasi untuk Pendidikan Agama Islam yang berkemajuan.(**)

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

LAMONGAN//Warta.in –Dalam rangka kedekatan masyarakat untuk menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman saat masyarakan menjalankan ibadah kaum Nasrani di wilayah Ngimbang

Kali ini petugas personil Polsek Ngimbang melaksanakan kegiatan pengamanan giat masyarakat umat Kristiani diwilayah Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang, minggu (17/05/2026) pukul 07.30 wib sampai selesai

Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Kaum Nasrani ini personil Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Aiptu Hadi Gunarto, S.H, hadir dalam melaksanakan kegiatan pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati.

Kegiatan pengamanan Ibadah umat Kristiani di Gereja GKJTU dan GJWI yang bertempat di Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang dalam persembahyangan Minggu pagi umat Kristiani digereja GKJTU dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

Sementara itu Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, melalui Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R saat dikonfirmasi oleh awak media, “Bahwa pengamanan ini guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang menjalankan Ibadah di Hari Minggu dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati “Terangnya

Kami berharap dengan adanya Patroli pengamanan secara rutin di Hari Minggu ini masyarakat dalam menjalankan Ibadah bisa tenang dan nyaman sehingga wilayah Ngimbang tetapaman dan kondusif,pungkasnya ( roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Sabtu (16/05/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 22.00 wib oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Aiptu Hadi Gunarto, S.H, untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di Jalan Poros Jombang – Babat, Bank BRI Ngimbang, Pasar Ngimbang dan Warkop Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Klumprit tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)

Polsek Ngimbang Gelar Apel Siaga Mejelang Lubur Panjang Di Mapolsek Ngimbang

0

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, Gelar Apel Siaga Mejelang Lubur Panjang Di Mapolsek Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in –Dalam rangka Antisipasi Gangguan keamanan dan ketertiban menjelang Libur Panjang Polsek Ngimbang Menggelar Apel Siaga di Mapolsek Ngimbang, Minggu (17/06/2026)pukul 08.00 Wib.

Kegiatan Apel siaga di pimpin Langsung oleh Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, bersama Anggota Polsek Ngimbang yang berjumlah 8 personil

Apel siaga ini dalam rangka Antisipasi Keamanan dan ketertiban masyarajat dan Harkamtibmas di wilayah Ngimbang pada malam hari yang pada daerah rawan Kriminalitas dan kenakalan remaja

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, dalam Apel siaga ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi gangguan keamanan dan ketertibang masyarakat serta kejahatan dan premanisme di wilayah Kecamatan Ngimbang

Untuk itu kami menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital ini Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

“Bismillah Berangkat ke Tanah Suci”: 439 Calon Haji Subang Kloter 34 Dilepas dengan Doa dan Haru. 

0

“Bismillah Berangkat ke Tanah Suci”: 439 Calon Haji Subang Kloter 34 Dilepas dengan Doa dan Haru.

Subang, Warta In, Tangis haru dan senyum bahagia berbaur di Wisma Haji Kabupaten Subang, Sabtu (16/5/2026). Ratusan calon jemaah haji Kloter 34 resmi dilepas menuju Tanah Suci dalam suasana yang khidmat dan penuh doa.

Sebanyak 439 warga Subang yang telah menanti bertahun-tahun akhirnya memulai perjalanan spiritual menuju Makkah. Lambaian tangan keluarga, pelukan perpisahan, dan lantunan doa mengiringi setiap langkah mereka di halaman wisma haji.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi atau Kang Akur, memimpin langsung prosesi pelepasan. Ia menyebut keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan panggilan batin yang sarat makna.

“Kami turut bangga atas keberangkatan bapak ibu semuanya. Ini adalah perjalanan spiritual yang luar biasa,” ujar Kang Akur di hadapan para jemaah.

Ia berpesan agar seluruh jemaah memanfaatkan 40 hari di Tanah Suci untuk fokus beribadah dan menjaga kekhusyukan. Menurutnya, menjaga kesehatan fisik sama pentingnya dengan menjaga niat agar ibadah berjalan lancar dan meraih haji mabrur dan mabruroh.

“Manfaatkan waktu berhajinya sebaik-baiknya. Selama di sana, betul-betul fokus untuk beribadah kepada Allah SWT. Jaga kesehatan, karena itu kunci kelancaran ibadah,” pesannya.

Di akhir sambutan, Kang Akur menitipkan doa untuk Subang. Ia meminta para jemaah mendoakan daerah agar senantiasa diberi keberkahan dan kemajuan di bawah kepemimpinan Reynaldy-Agus Masykur.

“Semoga Kabupaten Subang menjadi daerah yang Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur,” ucapnya.

Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Subang, Rojak, menambahkan bahwa total jemaah haji Subang tahun ini mencapai 543 orang yang terbagi dalam dua kloter. Ia mengingatkan jemaah untuk tetap disiplin, menjaga kesehatan, dan membawa nama baik Subang selama berada di Arab Saudi.

“Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Karena itu, kesehatan harus benar-benar dijaga selama berada di Arab Saudi,” katanya.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat. Bendera Merah Putih diserahkan kepada Ketua Kloter oleh Asisten Daerah I Setda Kabupaten Subang, disaksikan Wakil Bupati dan Asisten Daerah III. Secara resmi, pelepasan dilakukan oleh Asisten Daerah I, Rahmat Effendi, melalui pengibaran bendera sebagai tanda keberangkatan menuju Embarkasi Indramayu.

“Bismillah, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, melepas rombongan haji Kloter 34 Tahun 1446 H/2026 M,” ucap Rahmat.

Turut hadir unsur Forkopimda, jajaran Setda, Kepala Kemenag Subang, Kepala Dinas Kesehatan, Ketua MUI, Ketua Baznas, Ketua IPHI, Ketua Forum KBIHU, serta jajaran PPIH Kabupaten Subang untuk melepas keberangkatan para tamu Allah SWT.

(RD)

Ratusan Warga RW 16 Darmajaya Gotong Royong Cat Jalan dan Pasang 40 Titik PJU Baru.

0

Ratusan Warga RW 16 Darmajaya Gotong Royong Cat Jalan dan Pasang 40 Titik PJU Baru.

Subang Warta In, Warga RW 16 Darmajaya, Kelurahan Cigadung, menggelar aksi gotong royong skala besar pada Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang melibatkan ratusan warga ini berfokus pada pengecatan jalan lingkungan dan pemasangan 40 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) baru untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan di malam hari.

Aksi dimulai sejak pagi hari dengan pembagian tugas yang melibatkan pengurus RT, Karang Taruna, dan seluruh elemen masyarakat di lingkungan RW 16. Jalan lingkungan yang sebelumnya terlihat kusam kini dicat ulang dengan warna cerah bergaris kuning, Sementara itu, pemasangan 40 unit PJU baru dilakukan di titik-titik yang selama ini minim penerangan.

Ketua RW 16 Darmajaya, Andhika Pangestu Setiawan, mengatakan kegiatan ini murni inisiatif warga untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, terang, dan estetik.

“Ini adalah bentuk nyata kreativitas dan kekompakan warga Darmajaya. Sebelumnya kampung kami cukup gelap saat malam. Dengan adanya 40 PJU baru dan pengecatan jalan lingkungan, warga sangat bangga dan antusias,” ujar Andhika di sela kegiatan.

Ia menambahkan, semangat gotong royong ini juga sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Subang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kami beserta seluruh warga siap mendukung program Subang Ngabret dan Jabar Istimewa melalui aksi-aksi positif di tingkat lingkungan,” tegasnya.

Lurah Cigadung, Age Germana,S.Sos, ketika dihubungi melalui tlp selulernya, memberikan apresiasi tinggi atas kemandirian warga RW 16.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif masyarakat RW 16 Darmajaya. Semoga semangat ini terus berlanjut untuk kemajuan Kelurahan Cigadung dan bisa menjadi contoh bagi seluruh RW se-Kelurahan Cigadung, khususnya, dan RW se-Kabupaten Subang pada umumnya,” kata Age.

Kegiatan ini juga melibatkan Karang Taruna RW 16 serta para pengurus RT 06, RT 07, dan RT 08 yang berada di bawah koordinasi RW 16. Kebersamaan warga terlihat dari awal hingga akhir acara, mulai dari menyiapkan perlengkapan, mengecat, hingga memasang instalasi lampu jalan.

Warga berharap aksi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan keamanan lingkungan Darmajaya.
(papap).

(Jangan) Bubarkan Pesta Babi!

0

(Jangan) Bubarkan Pesta Babi!

Jakarta – Karya seni tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia adalah resonansi dari realitas sosial yang bergejolak. Belakangan ini, jagat sinema dan diskursus publik tanah air dihangatkan oleh kehadiran film Pesta Babi (Pig Party). Sebagai sebuah karya yang sarat akan alegori dan kritik tajam terhadap penyalahgunaan kekuasaan, film ini memicu perdebatan sengit.

Di tengah munculnya riak-riak penolakan dari segelintir oknum, muncul sebuah pesan kuat yang bergema di tengah masyarakat: “Jangan Bubarkan Pig Party”. Film ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah cermin retak yang wajib ditonton oleh jajaran pemerintah dan pejabat publik sebagai bahan refleksi dalam menentukan arah kebijakan bangsa ke depan.

Menanggapi dinamika seputar pemutaran dan diskusi film ini, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, dalam kapasitasnya sebagai aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) internasional dan jurnalis senior, memberikan pandangan yang sangat fundamental. Menurutnya, negara tidak boleh menyikapi karya kritis dengan sikap represif atau antikritik.

“Film Pesta Babi harus dilihat sebagai salah satu medium dan sarana kontrol sosial yang sah terhadap jalannya tata kelola pemerintahan negara. Kritik sinematik seperti ini justru diperlukan untuk menjaga agar jalannya kekuasaan tetap berada pada rel yang benar demi mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan Indonesia,” ujar Wilson Lalengke, Sabtu, 16 Mei 2026.

Lebih lanjut, Petisioner PBB 2025 ini memberikan peringatan keras terhadap segala upaya untuk memberangus karya seni yang bersifat korektif. “Segala bentuk pelarangan, penghentian, pemboikotan, hingga pembubaran terhadap pemutaran maupun diskusi film Pesta Babi adalah sebuah kemunduran besar bagi demokrasi (democratic backsliding) dan merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap Hak Asasi Manusia warga negara Indonesia untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat,” tegas alumnus Lemhannas tersebut.

*Pengingkaran terhadap Pancasila*

Secara teoretis, desakan untuk tidak membubarkan Pesta Babi sejalan dengan pemikiran filsuf pencerahan asal Prancis, Voltaire (1694-1778), yang terkenal dengan prinsip kebebasan berpendapatnya yang radikal: “Saya mungkin tidak setuju dengan apa yang Anda katakan, tetapi saya akan membela sampai mati hak Anda untuk mengatakannya.” Ketika pemerintah atau aparat lokal membubarkan ruang-ruang diskusi kreatif, mereka sedang mencederai hak mendasar manusia untuk berpikir secara merdeka.

Dalam konteks pengawasan kekuasaan, filsuf Inggris John Stuart Mill (1806-1873) dalam karyanya On Liberty berargumen bahwa membungkam sebuah opini – sekalipun opini itu pahit atau dianggap keliru oleh penguasa, adalah bentuk perampokan terhadap umat manusia. Jika opini itu benar, masyarakat dirampas dari kesempatan bertukar kekeliruan dengan kebenaran. Jika opini itu salah, masyarakat kehilangan persepsi yang lebih jernih tentang kebenaran yang dihasilkan dari benturannya dengan kekeliruan. Pemikiran Mill ini menegaskan bahwa film Pesta Babi harus dibiarkan hidup di ruang publik sebagai pemantik dialektika yang sehat.

Sebagai negara yang berlandaskan Pancasila, Indonesia memiliki khazanah filosofis yang sangat kaya dalam memandang kritik. Pancasila tidak mengenal konsep kekuasaan absolut yang antikritik. Sila Keempat, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”, mengamanatkan bahwa setiap perumusan kebijakan harus lahir dari proses musyawarah yang inklusif, terbuka, dan bijaksana.

Film Pesta Babi yang memotret bagaimana keserakahan kelompok tertentu dapat merusak tatanan sosial adalah pengingat langsung agar kita kembali pada roh Sila Kelima, yaitu “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Kebijakan masa depan yang diambil oleh para pejabat tidak boleh hanya menguntungkan segelintir elit korporasi atau kelompok penguasa (sebagaimana metafora kaum “babi” dalam literatur satire kekuasaan), melainkan harus berorientasi pada kesejahteraan umum (bonum commune).

*Refleksi bagi Pengambil Kebijakan*

Daripada mengerahkan aparat untuk membubarkan diskusi, para pejabat pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah seharusnya duduk bersama, menonton, dan membedah substansi informasi yang disajikan dalam Pesta Babi. Film ini memberikan masukan berharga mengenai titik-titik lemah dalam sistem birokrasi, celah hukum yang sering dimanfaatkan oleh mafia, serta bagaimana dampak lingkungan dan kemanusiaan yang timbul akibat kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.

Pemimpin yang bijaksana adalah pemimpin yang tidak takut melihat bayangannya sendiri di cermin yang buram. Ketika sebuah film dokumenter atau satire memperlihatkan borok dalam sistem penegakan hukum atau pengelolaan sumber daya alam, respon terbaik negara adalah melakukan evaluasi total dan perbaikan regulasi, bukan memecahkan cermin tersebut.

Membubarkan pemutaran film Pesta Babi hanya akan mempertegas sinisme publik bahwa apa yang digambarkan dalam film tersebut, mengenai adanya aliansi pembungkaman kebenaran, adalah sebuah fakta yang nyata. Menjaga agar “pesta kritik” ini tetap berjalan adalah tugas kita bersama sebagai bangsa yang beradab.

Pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto harus membuktikan komitmennya terhadap iklim alam demokrasi yang sehat. Biarkan Pesta Babi menjadi bagian dari dinamika literasi politik bangsa. Dengan mendengarkan kritik yang paling tajam sekalipun, pemerintah akan memiliki kompas yang lebih akurat dalam merumuskan kebijakan masa depan yang bersih, transparan, berkeadilan, dan sepenuhnya mengabdi pada kepentingan rakyat Indonesia.

Sebagaimana dikatakan Nelson Mandela (1918-2013), “Kebebasan bukan hanya terbebas dari rantai, tetapi hidup dengan cara yang menghormati dan memperkuat kebebasan orang lain.” Pesan ini sejalan dengan semangat Pancasila dan UUD 1945, yang menempatkan rakyat sebagai pusat kekuasaan dan kedaulatan.

Oleh karena itu, seruan “Jangan bubarkan Pig Party” bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk menjaga demokrasi, menghormati hak asasi manusia, dan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Film ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya tentang berdiri di atas tanah sendiri, tetapi juga tentang memiliki keberanian untuk bersuara demi kebenaran. (TIM/Red)

SPPG MEKARLAKSANA 4 YAYASAN AL-FAQIHIYAH RESMI BEROPERASI SETELAH DIRESMIKAN, SABTU, 16 MEI 2026 MBG SEHAT T

0

Desa Mekarlaksana, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu,16 Mei 2026. WARTA. IN
SPPG Mekarlaksana 4 Yayasan Al-Faqihiyah, Resmi Beroperasi, Siap Distribusikan MBG Sehat, Higienis, Setelah di resmikan Anjar Lugiyana, S. Ip. M. Ip. Camat Ciparay, di dampingi AKP Sugiharto Rudi Hartono, SH. MH. Kapolsek Ciparay, Sabtu, 16 Mei 2026 Desa Mekarlaksana, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.
Klasifikasi Forsi Besar 10 ribu, Porsi Kecil 8 ribu, Program Presiden Prabowo MBG dan KDMP Mekarlaksana Gerai dekat Dapur MBG, sehingga terjalin Kemitraan, Papar Anjar Lugiyana, S. Ip. M. Ip. Camat Ciparay.
Sanitasi, jalin dengan Puskesmas, Camat, Kapolsek dan Danramil, Pungkas Camat.
1000 Porsi awal MBG, sesuai Juknis.
8 – 10 orang Packing.
2 Influent – 2 Aerob – 2 Tanki IPAL ( Air Limbah ), Ijin Dinkes – masuk ke Filter Air – hasilnya – air bening – bersih kembali.
Pengering Bakteri mati 216 Se- Kali Pengeringan – 2 menit – pakai loyang yang bersarung tangan kulit ( nampan makanan ), setelah di cuci.
Di Pendingin – dari masuk Ke- Porsi di Periksa di Pendinginan 10 – 20 Menit ( 1 Jam ), lebih Bagus, Papar ASEP, Dapur MBG SPPG Al-Faqihiyah Arjasari, Desa Rancakole, Kampung Saar, Kecamatan Arjasari.
Di tanya soal keracunan massal MBG, Setelah Pengolahan – Cooking – masuk Pemeriksaan Olahan – masuk Pendingan – sesuai – Layak – masuk Ke- Pemorsian – Lanjut Packing – Distribusi, sehingga keracunan massal MBG tidak terjadi, Pungkas ASEP.
Hadir dalam acara tersebut :
1. Anjar Lugiyana, S. P. M. Ip.
2. AKP Sugiharto Rudi Hartono, SH. MH. Kapolsek Ciparay
3. Purwanto Nalapraya, S. Ip. Kades Mekarlaksana.
4. Ramdan, SPPG Mekarlaksana 4 Yayasan Al-Faqihiyah
5. Karyawan – Karyawati Dapur SPPG Serangmekar 4, Yayasan Al-Faqihiyah.
WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.