Beranda blog

Nobar Final Piala Dunia 2026 Yuk gaess !! Sama Gubernur NTB , Kita Baur Tanpa Sekat di Bumi Gora

0

Safrudin, SH., MH.  Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB

Warta.in
Mataram,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajak seluruh masyarakat untuk menyaksikan bersama (nonton bareng) laga Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Spanyol yang akan digelar pada Senin (20/7) pukul 03.00 WITA di Halaman Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB.

Atas arahan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, kegiatan ini dipersiapkan sebagai ruang kebersamaan yang mempertemukan pemerintah dan masyarakat tanpa sekat, sekaligus menghadirkan suasana aman, nyaman, dan meriah dalam menikmati partai puncak pesta sepak bola dunia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Safrudin, SH., MH., di Media Center Porprov XII NTB 2026, usai rapat persiapan yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi NTB H. Abul Chair di ruang rapat Sekda, Jumat (18/7).
Rapat itu dihadiri perangkat daerah terkait bersama TVRI guna mematangkan seluruh aspek penyelenggaraan kegiatan.

Menirukan penegasan Sekda, Safrudin menjelaskan, bahwa persiapan harus dilakukan secara maksimal ,mengingat kegiatan tersebut akan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Jajaran Pemerintah Provinsi NTB, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Pulau Lombok, ungkapnya.

“Atas arahan Bapak Gubernur, nonton bareng ini harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya agar masyarakat dapat menikmati Final Piala Dunia dengan nyaman, aman, dan penuh kebersamaan,” imbuh Safrudin.

Untuk memberikan pengalaman menonton yang nyaman, Pemerintah Provinsi NTB akan memasang layar lebar di Halaman Bumi Gora. Selain itu, hiburan akan dimulai sejak pukul 02.00 WITA agar masyarakat yang hadir dapat menikmati suasana sebelum pertandingan dimulai sekaligus menambah semarak pelaksanaan nonton bareng.

Pemerintah Provinsi NTB juga melibatkan Dinas Perindustrian bersama Dinas Koperasi dan UMKM untuk menghadirkan pelaku UMKM, pedagang kaki lima, dan pedagang asongan di sekitar lokasi kegiatan. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menghidupkan aktivitas usaha mikro selama berlangsungnya acara.

“Momentum ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan melalui aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar lokasi nonton bareng,” jelasnya.

Dari sisi keamanan dan ketertiban, Satuan Polisi Pamong Praja bersama Dinas Perhubungan Provinsi NTB akan melakukan pengamanan kawasan serta pengaturan lalu lintas dan area parkir. Masyarakat juga diimbau untuk memastikan kendaraan diparkir pada tempat yang telah disediakan serta mengunci kendaraan dengan baik guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Masih Menurut Safrudin, Sekda juga menekankan seluruh perangkat daerah harus memberi pelayanan terbaik sehingga masyarakat dapat menikmati kegiatan dengan rasa aman dan nyaman sejak datang hingga acara berakhir.

Yang ditekankan Sekda bahwa nonton bareng Final Piala Dunia ini merupakan milik seluruh masyarakat NTB. Karena itu, siapa pun dipersilakan hadir tanpa membedakan latar belakang, profesi, maupun status sosial.

“Sepak bola adalah olahraga yang menyatukan semua kalangan. Tidak ada kelas dalam nonton bareng ini. Pimpinan daerah, Forkopimda, ASN, dan masyarakat akan berbaur bersama menikmati pertandingan. Itulah semangat kebersamaan yang ingin dibangun Bapak Gubernur melalui kegiatan ini,” ujarnya.

Selain itu Pemerintah Provinsi NTB berharap Final Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi tontonan bersama, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Memperkuat rasa persatuan, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Safrudin mengajak seluruh masyarakat NTB untuk hadir bersama keluarga, sahabat, maupun komunitas sepak bola guna menyemarakkan nonton bareng Final Piala Dunia 2026 di Halaman Bumi Gora.

“Mari kita jadikan momentum Final Piala Dunia ini sebagai ajang mempererat kebersamaan, menikmati hiburan yang sehat, menjaga ketertiban, serta bersama-sama menunjukkan bahwa NTB adalah daerah yang ramah, aman, dan penuh semangat persaudaraan,” tutupnya.(sr/dkisntb)

 

Dukung Swasembada Pangan Nasional Polsek Merbau Sembang Petani Cabe.

0

Meranti,- Upaya Polsek Merbau Polres Kepulauan Meranti melaksanakan Giat sambang Kepada Petani Cabe berlokasi Di Desa Mengkirau Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti Jumat (17/7/2026).

Selain itu, Kegiatan Giat Sembang tersebut dipimpin oleh Kapolsek

Merbau Iptu Ahmad Fauzi Menara S.Pd melalui Bhanbinkamtibmas Polsek Merbau Aipda R.C Sitompul sebagai bentuk kepedulian Polri Swasembada Pangan Nasional.

” Adapun Giat sambang ke petani Cabe berlokasi di Desa Mengkirau Kecamatan Tasik Putri Puyu yang mana dalam hal ini, Upaya bentuk Polri dalam mendukung Ketahanan dan Swasembada Pangan Nasional,” Ujar

Kapolsek Merbau Iptu Ahmad Fauzi Menara S.Pd, Yang disampaiakan. Bhanbinkamtibmas Polsek Merbau Aipda R.C Sitompul.

Ia juga sembari berharap, tentunya Polsek Merbau, Selalu Siap Sedia Dalam Mendukung Penuh atas Kepedulian Anggota Polri Dalam Swasembada Pangan Nasional.

” Kami tentunya menaruh harapan, agar Penanaman Cabe, bisa panen dengan baik, dan ekonomi masyarakat tetap membaik, serta mencapai cita – cita

Swasembada Pangan Nasional dengan baik,” jelasnya.

Rilis Humas Polres Kep. Meranti

Gandeng Masyarakat Desa Tambak, Pertamina EP Bersama BGP Indonesia Sosialisasikan Proyek Seismik 3D Peony.

0

Warta.in//PALI, 17 Juli 2026 – Langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional terus dipacu di bumi Sumatera Selatan. PT Pertamina EP bersama PT BGP Indonesia, didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kembali menggelar sosialisasi intensif terkait proyek Survei Seismik 3D Peony. Kegiatan krusial ini dilaksanakan Jumat (17/7/2026) berlokasi di Balai Desa Dusun II, Desa Tambak, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI.

Sosialisasi ini menjadi jembatan komunikasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Agenda ini dihadiri oleh jajaran unsur Muspika Kecamatan Penukal Utara, perangkat desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga lokal yang memiliki lahan terdampak langsung oleh jalur proyek eksplorasi ini.Komitmen Menemukan Sumber Energi Baru Survei Seismik 3D Peony merupakan salah satu tahapan paling vital dalam siklus eksplorasi hulu minyak dan gas bumi (migas). Kegiatan pencarian cadangan baru di bawah permukaan bumi ini berjalan ketat di bawah pengawasan langsung otoritas negara, demi memastikan pemenuhan kebutuhan energi nasional di masa depan.

Asisten III Setda PALI, Haryono, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten PALI, menegaskan pentingnya proyek ini bagi perekonomian daerah. Pihaknya menaruh harapan yang sangat besar agar kegiatan seismik ini mampu membuahkan hasil yang signifikan.

“Kami dari pemerintah daerah sangat berharap wilayah Pendopo dan Kabupaten PALI secara luas dapat kembali menemukan sumber-sumber minyak baru. Penemuan baru ini nantinya diharapkan mampu mengembalikan masa kejayaan daerah kita sebagai salah satu lumbung energi utama di Indonesia,” ujar Haryono dalam sambutannya.

Edukasi Tahapan Teknis kepada Masyarakat Sebagai pelaksana teknis di lapangan, perwakilan dari PT BGP Indonesia memaparkan secara rinci mengenai alur kerja dan teknologi yang digunakan selama survei berlangsung. Pemaparan ini bertujuan memberikan pemahaman yang utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman atau disinformasi di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan seismik di lapangan nantinya akan dibagi menjadi tiga tahapan utama:Pengukuran Topografi: Pemetaan jalur eksplorasi di atas permukaan tanah.Pemboran (Drilling): Pembuatan lubang bor berdiameter kecil untuk menanam sumber getar buatan yang aman bagi lingkungan.Perekaman Data (Recording): Menangkap gelombang balik dari bawah tanah menggunakan sensor khusus untuk membaca potensi struktur kandungan migas.

Dukungan Penuh Pemerintah Desa dan Harapan Dampak Sosial Pemerintah Desa Tambak menyambut baik dan menyatakan kesiapannya untuk mengawal jalannya proyek strategis ini. Kepala Desa Tambak, Baria, SE., M.Si, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh membantu kelancaran operasional di lapangan.

“Pemerintah Desa memfasilitasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Kami berharap dengan adanya sosialisasi tatap muka seperti ini, segala potensi kendala di lapangan dapat diminimalisir sejak dini, dan masyarakat mendapatkan edukasi yang jelas. Di sisi lain, kami juga berharap jika ada alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT BGP Indonesia, hal itu dapat dikontribusikan untuk membantu pembangunan di Desa Tambak,” harap Baria.

Acara sosialisasi diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif antara pihak perusahaan, pemerintah, dan warga pemilik lahan. Langkah persuasif ini diharapkan mampu menciptakan iklim investasi energi yang kondusif, aman, serta saling menguntungkan bagi korporasi maupun kesejahteraan masyarakat lokal.

 

(Muhamad Randi)

*Mukomuko: Komitmen Bersama Cegah Tuntas Stunting demi Generasi Desa Arah Tiga yang Cemerlang*

0

“Mukomuko: Komitmen Bersama Cegah Tuntas Stunting demi Generasi Desa Arah Tiga yang Cemerlang

MUKOMUKO – Pemerintah Desa Arah Tiga, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, secara resmi menyelenggarakan forum strategis bertajuk Rembuk Stunting, guna memantapkan arah kebijakan, langkah penanganan, serta pengendalian kasus stunting untuk tahun perencanaan 2027. Hasil kesepakatan dalam forum ini selanjutnya akan dituangkan secara resmi ke dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027, sebagai landasan pelaksanaan program pembangunan berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Kegiatan yang penuh makna ini berlangsung di Aula Kantor Desa Arah Tiga pada Selasa, 14 Juli 2026, dan dihadiri oleh berbagai elemen penting pembangunan desa.

Dalam sambutan pembukaan yang penuh semangat dan ketegasan, Kepala Desa Arah Tiga, Marius, menyampaikan tekad bulat segenap jajaran pemerintah desa untuk terus berupaya mewujudkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat yang setinggi-tingginya, tanpa terkecuali bagi setiap lapisan masyarakat. “Pemerintah Desa Arah Tiga berkomitmen sepenuh hati dan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa mulai tahun 2027, tidak ada lagi balita maupun lansia yang mengalami kekurangan gizi. Lebih dari itu, kasus gizi buruk pada anak usia balita harus dapat kita hilangkan sepenuhnya dari wilayah desa tercinta ini,” tegas Marius di hadapan seluruh peserta yang hadir.

Lebih lanjut, Marius menegaskan urgensi serta makna strategis dari pelaksanaan forum Rembuk Stunting ini. “Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan langkah awal yang menentukan bagi masa depan generasi penerus Desa Arah Tiga. Penanganan stunting merupakan salah satu program prioritas nasional yang senantiasa menjadi perhatian utama pemerintah pusat, dan menjadi indikator keberhasilan pembangunan manusia di daerah. Oleh karena itu, kewajiban kita bersama untuk melaksanakannya dengan sungguh-sungguh, teliti, dan sebaik-baiknya hingga ke tingkat paling bawah,” ujarnya.

Pada kesempatan yang berharga ini, Kepala Desa Arah Tiga juga menyampaikan apresiasi yang mendalam serta ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada para kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Arah Tiga. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada Ibu-Ibu kader Posyandu dan seluruh pengurus PKK yang telah meluangkan waktu, menyisihkan tenaga, serta hadir secara langsung dalam kegiatan ini. Peran Ibu-Ibu adalah garda terdepan yang paling mengetahui kondisi riil kesehatan dan gizi anak-anak serta ibu-ibu di lingkungan masing-masing, sehingga kontribusi Ibu-Ibu sangatlah berharga bagi keberhasilan program ini,” tambahnya dengan nada hangat.

Marius kemudian menjelaskan tujuan utama dari forum yang diselenggarakan, serta target pencapaian yang telah disepakati bersama. “Melalui forum Rembuk Stunting ini, kita akan merumuskan langkah-langkah nyata, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan, yang selanjutnya akan dituangkan ke dalam dokumen perencanaan serta rencana aksi penanganan stunting tahun 2027 mendatang. Kami sangat mengharapkan dukungan penuh serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, khususnya kader Posyandu dan pengurus PKK. Perlu kita ketahui bersama bahwa hingga pertengahan tahun 2026 ini, tercatat masih terdapat 5 orang anak di Desa Arah Tiga yang terindikasi mengalami gizi buruk. Oleh karena itu, target utama dan prioritas utama kita untuk tahun mendatang adalah nihil kasus gizi buruk—baik pada kelompok balita, ibu hamil, maupun kelompok lansia. Target ini wajib kita capai bersama-sama, mengingat penanganan stunting adalah agenda nasional yang harus kita prioritaskan dan dukung sepenuhnya demi masa depan desa dan bangsa,” ujar Marius dengan penuh keyakinan.

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Lubuk Pinang diwakili secara resmi oleh Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan, Detti Nofriani, SE., MM. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi serta penghargaan yang layak kepada Pemerintah Desa Arah Tiga atas inisiatif, kesiapan, dan ketelitian dalam menyelenggarakan forum Rembuk Stunting sebagai landasan perencanaan pembangunan desa tahun 2027.

“Pemerintah Kecamatan Lubuk Pinang memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Arah Tiga yang telah mengambil langkah tepat dalam menyusun perencanaan berbasis data dan partisipasi masyarakat. Kami menegaskan harapan agar hasil kesepakatan dari forum ini dapat diwujudkan dengan sungguh-sungguh, dengan memprioritaskan sepenuhnya pelaksanaan program penanganan stunting di Desa Arah Tiga. Hal ini dikarenakan penanganan stunting bukan hanya urusan kesehatan semata, melainkan urusan masa depan kualitas sumber daya manusia kita. Mari kita dukung, kawal, dan sukseskan bersama-sama program ini demi mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia: lahirnya Generasi Emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi pada Tahun 2045 nanti,” pungkas Detti Nofriani dengan nada yang menggetarkan semangat.

Kegiatan Rembuk Stunting ini berjalan dengan tertib, penuh keakraban, serta menghasilkan kesepakatan-kesepakatan penting yang akan menjadi pedoman kerja seluruh pihak terkait. Turut hadir secara langsung dalam kegiatan ini antara lain perwakilan Camat Lubuk Pinang, Babinkamtibmas setempat, Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Lokal Desa, Bidan Desa, para kader Posyandu dari berbagai wilayah dusun, Ketua beserta pengurus Tim Penggerak PKK Desa Arah Tiga, serta seluruh perangkat desa yang bertugas di lingkungan Pemerintahan Desa Arah Tiga. Seluruh peserta tampak antusias dan berkomitmen untuk bersinergi mewujudkan Desa Arah Tiga yang bebas dari stunting, sehat, dan sejahtera. (HD)

(Humas Desa Arah Tiga/ BPD)

Minimnya Tenaga Guru Agama Katolik, Kristen, Budha dan Khonghucu di Kota Pontianak menjadi Perhatian Serius

0

PONTIANAK – WARTAIN – Minimnya jumlah guru agama Katolik, Kristen, Buddha, dan Konghucu di Kota Pontianak menjadi perhatian serius Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Mangkok Merah Kota Pontianak. Persoalan tersebut disampaikan langsung saat audiensi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak, Jumat (17/7).

Audiensi yang diterima Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak, H. Ruslan, itu membahas berbagai isu strategis di bidang pendidikan, mulai dari kekurangan tenaga pendidik agama, pemerataan pelayanan pendidikan keagamaan, hingga penguatan toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Ketua DPC Mangkok Merah Kota Pontianak, Yulius Nerex, mengatakan keterbatasan guru agama nonmuslim di sekolah-sekolah negeri sudah berlangsung cukup lama.

Bahkan berdasarkan kondisi di lapangan, satu orang guru harus melayani tiga hingga empat sekolah sekaligus.

“Kami melihat persoalan ini sudah sangat mendesak. Pendidikan agama merupakan fondasi pembentukan karakter dan akhlak anak. Namun faktanya masih ada sekolah yang belum memiliki guru agama Katolik maupun agama lainnya sehingga pelayanan pendidikan belum berjalan maksimal,” ujar Yulius usai audiensi.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena setiap peserta didik memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan agama sesuai dengan keyakinannya.

Karena itu, DPC Mangkok Merah meminta Kementerian Agama bersama Pemerintah Kota Pontianak dan Dinas Pendidikan segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang masih mengalami kekurangan guru agama.

Hasil pendataan itu, Yulius nerex megharapkan menjadi dasar dalam pengajuan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik melalui seleksi CPNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Jangan sampai setiap tahun persoalan ini terus berulang. Pemerintah harus menghadirkan solusi nyata dengan membuka formasi guru agama sesuai kebutuhan di lapangan,” tegasnya.

Selain persoalan guru, DPC Mangkok Merah juga mengajak Kemenag memperkuat kerja sama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis melalui program penguatan moderasi beragama, serta toleransi.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak, H. Ruslan, memastikan pihaknya segera melakukan pemetaan terhadap seluruh guru agama nonmuslim yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama.

Langkah tersebut dilakukan agar distribusi tenaga pendidik dapat lebih merata sehingga sekolah-sekolah yang selama ini belum memiliki guru agama tetap mendapatkan pelayanan.

“Nanti penyelenggara agama Katolik bersama penyelenggara agama lainnya akan melakukan mapping penugasan guru. Bisa saja satu guru mengajar di tiga sampai empat sekolah agar pelayanan tetap berjalan sambil menunggu penambahan tenaga pendidik,” jelas Ruslan.

Ia menambahkan, Kemenag juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Pontianak untuk mengusulkan penambahan formasi guru agama pada rekrutmen ASN mendatang.

Menurut Ruslan, audiensi bersama DPC Mangkok Merah kota pontianak merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pontianak.

“Kami mengapresiasi kepedulian DPC Mangkok Merah terhadap dunia pendidikan. Semangat yang sama ini penting untuk mewujudkan Kota Pontianak sebagai Kota Bersahabat, di mana seluruh anak mendapatkan pendidikan yang baik sehingga tumbuh menjadi pribadi yang sopan, bermoral, dan berakhlak,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Kemenag juga memaparkan kondisi tenaga guru agama Katolik di Kota Pontianak.

Saat ini terdapat 25 guru agama Katolik, terdiri dari 16 guru di bawah Kementerian Agama dan 9 guru di bawah Dinas Pendidikan Kota Pontianak.

Sebanyak 16 guru yang berada di bawah Kemenag akan dipetakan ulang untuk mengajar di beberapa sekolah sekaligus. Dari 113 sekolah Dasar yang ada, baru 50an yang terakomodir guru agama katolik.

Sementara kekurangan guru yang masih terjadi akan dibahas bersama Dinas Pendidikan sebagai dasar pengajuan kebutuhan tenaga pendidik pada penerimaan ASN berikutnya.

DPC Mangkok Merah menegaskan akan terus mengawal hasil audiensi tersebut hingga langkah konkret benar-benar direalisasikan, sehingga seluruh peserta didik di Kota Pontianak dapat memperoleh hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan agama sesuai keyakinannya, ( Team ).

NTB Perkuat Diplomasi Investasi, Bidik Kerja Sama Strategis dengan Maroko

0

NTB Perkuat Diplomasi Investasi, Bidik Kerja Sama Strategis dengan Maroko

Warta.in
Mataram,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat diplomasi investasi dengan membuka peluang kerja sama strategis bersama Kerajaan Maroko di berbagai sektor unggulan. Langkah tersebut ditandai dengan pemaparan potensi investasi daerah yang dipimpin langsung Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, di Ruang Kerja Gubernur, Jumat (17/7).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah terjalin antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kerajaan Maroko untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan, khususnya di bidang investasi, perdagangan, pariwisata, energi, pengembangan sumber daya alam, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Gubernur didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB.

Dalam pemaparannya, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan bahwa kerja sama internasional harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hilirisasi industri, serta penguatan daya saing ekonomi daerah.

Mengusung tema pembangunan “The Islands of Endless Potentials”, Miq Iqbal memperkenalkan NTB sebagai daerah dengan potensi investasi yang besar dan beragam. Dengan jumlah penduduk sekitar 5,81 juta jiwa, didominasi usia produktif, serta didukung pertumbuhan ekonomi yang stabil dan posisi geografis yang strategis sebagai gerbang kawasan timur Indonesia, NTB dinilai memiliki fondasi kuat untuk menjadi tujuan investasi internasional.

Di sektor pariwisata, Pemerintah Provinsi NTB menawarkan konsep Road to Quality Tourism, yakni pembangunan destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Saat ini NTB memiliki 265 destinasi wisata, 375 desa wisata, serta infrastruktur pendukung yang terus berkembang. Tren kunjungan wisatawan juga menunjukkan peningkatan, seiring dengan upaya memperluas konektivitas penerbangan internasional dan pengembangan investasi di bidang perhotelan, kawasan wisata, serta transportasi pariwisata.

Sektor pertanian turut menjadi salah satu kekuatan utama NTB dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, bawang merah, cabai, kopi, kakao, kelapa, vanili, hingga tembakau menjadi peluang investasi yang menjanjikan. Pemerintah Provinsi NTB juga tengah menjalankan program penanaman satu juta pohon kelapa dan satu juta pohon kopi sebagai bagian dari strategi pembangunan pertanian berkelanjutan yang terintegrasi dengan industri pengolahan hasil pertanian.

Pada sektor peternakan, NTB dikenal sebagai salah satu sentra produksi sapi potong nasional. Pemerintah membuka peluang investasi pada pengembangan pembibitan, rumah potong hewan modern, industri pengolahan daging, produk susu, hingga proyek strategis Investment Project Ready to Offer (IPRO) Beef Cattle Farming di Labangka, Kabupaten Sumbawa.

Potensi besar juga dimiliki sektor kelautan dan perikanan. Produksi perikanan yang mencapai sekitar 1,25 juta ton pada 2025 menjadi modal penting bagi pengembangan industri pengolahan hasil perikanan, pembangunan fasilitas cold chain, serta hilirisasi berbagai komoditas ekspor unggulan seperti tuna, udang vaname, lobster, rumput laut, dan garam.

Di bidang energi, Miq Iqbal menegaskan bahwa NTB memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sangat besar, terutama energi surya, angin, air, biomassa, dan panas bumi. Potensi tersebut diperkuat dengan keberadaan sedikitnya 15 bendungan besar yang dapat dikembangkan sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga surya terapung maupun sistem pembangkit listrik hibrida. Selain itu, sumber daya mineral strategis seperti tembaga, emas, perak, mangan, pasir besi, dan timbal menjadi peluang besar bagi pengembangan industri hilirisasi berbasis energi hijau.

Sebagai bagian dari promosi investasi, Pemerintah Provinsi NTB juga menawarkan sejumlah proyek siap investasi (Investment Project Ready to Offer/IPRO), di antaranya Kerakas Beach Five-Star Hotel di Lombok Utara, Gili Gede Luxury Resort & Five-Star Hotel, Mautika Mandalika Hotel, dan Kuta Heights Hotel di kawasan Mandalika. Seluruh proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp1,61 triliun dan telah dipersiapkan dengan dukungan infrastruktur, kemudahan perizinan, serta prospek pasar yang menjanjikan.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Provinsi NTB berharap hubungan dengan Kerajaan Maroko tidak hanya berkembang dalam bentuk perdagangan dan investasi, tetapi juga mencakup penguatan kerja sama di bidang pendidikan, pengembangan teknologi, energi terbarukan, pertanian modern, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Diplomasi investasi yang dibangun Pemerintah Provinsi NTB merupakan bagian dari strategi memperluas kemitraan internasional untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah. Dengan memanfaatkan potensi unggulan yang dimiliki, NTB menegaskan komitmennya menjadi destinasi investasi yang kompetitif, berkelanjutan, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai gerbang investasi di kawasan timur Indonesia.(sr/dkisntb)

LBH Harimau Raya Minta Klarifikasi dari Notaris Terkait Dugaan Penyangkalan Penandatanganan PPJB Surat Kuasa

0
0-4064x3048-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:35271487459119;appts:1784204891519;qlty:1;;illum:2 scene:26 humanIn:4;

Bekasi, 17 Juli 2026

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Harimau Raya selaku kuasa hukum Yadi Kurniawan secara resmi telah mengirimkan surat kepada Notaris/PPAT Eti Susilawati, S.H. untuk meminta klarifikasi tertulis mengenai keberadaan Minuta Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Nomor 81 dan Surat Kuasa Nomor 82 tanggal 20 November 2019.

Langkah tersebut dilakukan setelah muncul pernyataan dari Mochamad Baity Rachman dalam pertemuan melalui Zoom yang difasilitasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. pada 9 Juli 2026. Dalam pertemuan tersebut, yang bersangkutan menyatakan bahwa dirinya tidak pernah hadir di hadapan Notaris, tidak pernah menandatangani PPJB maupun Surat Kuasa, serta mengaku hanya menerima uang sebesar Rp13.000.000 dari pihak developer atau marketing.

Di sisi lain, LBH Harimau Raya telah menerima salinan PPJB dan Surat Kuasa yang secara formil merupakan akta yang dibuat di hadapan Notaris dan memuat keterangan bahwa para pihak telah hadir serta menandatangani akta tersebut.

Menurut Ketua Umum LBH Harimau Raya, Dimas Wahyu, S.H., Pid., terdapat dua keterangan yang saling bertentangan sehingga harus dijelaskan secara resmi oleh pejabat umum yang membuat akta.

“Kami tidak sedang menghakimi siapa pun. Kami hanya meminta kepastian hukum. Apabila seseorang menyatakan tidak pernah menandatangani akta di hadapan Notaris, sementara terdapat akta autentik yang menyatakan sebaliknya, maka hal tersebut harus diklarifikasi secara resmi agar terang benderang.”

Selain mengajukan permohonan klarifikasi kepada Notaris, LBH Harimau Raya juga mendampingi kliennya menempuh jalur pidana. Pada 16 Juli 2026, Yadi Kurniawan telah membuat Laporan Polisi di Polres Metro Bekasi Kota terkait dugaan tindak pidana yang dilaporkannya.

Berdasarkan surat tanda penerimaan laporan yang dilampirkan, laporan tersebut telah diterima secara resmi untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

LBH Harimau Raya menegaskan bahwa seluruh langkah yang ditempuh bertujuan untuk memperoleh kepastian hukum dan mengungkap fakta yang sebenarnya melalui mekanisme hukum yang berlaku. Organisasi juga menghormati asas praduga tak bersalah dan menyerahkan penilaian akhir kepada aparat penegak hukum serta proses peradilan.

LBH Harimau Raya berharap Notaris dapat memberikan jawaban tertulis secara objektif dan profesional sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah proses hukum yang sedang berjalan.

*Narahubung :*

*LEMBAGA BANTUAN HUKUM HARIMAU RAYA*

Dimas Wahyu, S.H., Pid. – Ketua Umum

Jonias Latekay, S.H. – Ketua Tim Advokat

Maret Sianturi, S.H., Pdt. – Ketua DPC Bekasi Raya

Akhirnya Terungkap Kasus Yang Sempat Viral,Polres Muara Enim Tangkap Pelaku Dan Barang Bukti

0

Warta In

“Muara Enim – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Muara Enim berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang sempat menjadi perhatian masyarakat dan viral di media sosial. Dalam pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan seorang pelaku beserta sejumlah barang bukti hasil kejahatan, termasuk kendaraan roda empat milik korban.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H. melalui Kasat Reskrim AKP M. Andrian, S.Tr.K., S.I.K., M.Si. menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan Tim Rajawali Satreskrim Polres Muara Enim bersama Unit Reskrim Polsek Sako Polrestabes Palembang.

Kasus tersebut bermula ketika korban, Maulana Yunus (27), seorang karyawan BUMN, pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 07.00 WIB mendapati rumahnya di Perumahan Bukit Enim Lestari, Kelurahan Pasar I, Kecamatan Muara Enim, dalam keadaan telah dibobol. Korban yang baru pulang bekerja terkejut karena mobil Honda Mobilio miliknya yang terparkir di garasi telah raib.

Tidak hanya kehilangan kendaraan, korban juga menemukan kondisi rumah berantakan. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui sejumlah barang berharga turut hilang, di antaranya emas batangan Antam, dokumen penting berupa BPKB kendaraan, sertifikat hak milik rumah, televisi, serta kunci mobil dan kunci cadangan rumah. Atas kejadian tersebut, korban segera melaporkan peristiwa itu ke SPKT Polres Muara Enim.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Muara Enim langsung melakukan serangkaian penyelidikan. Berbekal informasi di lapangan dan hasil pengembangan, petugas akhirnya berhasil mengetahui keberadaan pelaku di Kota Palembang.

Kasat Reskrim AKP M. Andrian kemudian memerintahkan Kanit I Satreskrim IPDA Guntur, S.H. bersama Tim Rajawali Satreskrim Polres Muara Enim berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Sako Polrestabes Palembang untuk melakukan penangkapan. Pelaku yang diketahui bernama inisial IMM (25) berhasil diamankan tanpa perlawanan, berikut sejumlah barang bukti hasil kejahatan.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain satu unit mobil Honda Mobilio warna hitam milik korban, satu lembar BPKB kendaraan, satu unit televisi, satu lembar sertifikat hak milik rumah, serta satu buah emas batangan Antam seberat 10 gram beserta nota pembeliannya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui melakukan aksi pencurian tersebut dengan motif ekonomi. Saat ini pelaku telah diamankan di Polres Muara Enim guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasat Reskrim AKP M. Andrian menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polres Muara Enim dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menindak tegas setiap pelaku tindak pidana.

> “Kami mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan rumah dan kendaraan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana. Setiap informasi dari masyarakat sangat membantu dalam proses pengungkapan kasus,” ujar AKP M. Andrian.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 477 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan kini menjalani proses hukum di Polres Muara Enim.

Polres Muara Enim mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Apabila menemukan adanya gangguan keamanan atau menjadi korban tindak pidana, masyarakat dapat segera menghubungi layanan Kepolisian 110 yang siap melayani selama 24 jam.

(Zul/hms)

Bersama Pangdam II/ Sriwijaya Kapolda SumSel Pastikan Pengamanan RI.2 Berjalan Aman Dan Humanis

0

Warta In

“PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., meninjau langsung kesiapan pengamanan Kunjungan Kerja Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka di Kota Palembang, Kamis (16/7/2026). Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polda Sumatera Selatan dalam memastikan agenda strategis kenegaraan berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif sebagai fondasi pembangunan nasional.

Peninjauan dilakukan secara terpadu bersama Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan. Sinergi lintas institusi tersebut menunjukkan soliditas aparat negara dalam mengawal agenda kenegaraan sekaligus memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat selama rangkaian kunjungan berlangsung.

Tiga objek strategis menjadi fokus peninjauan, yakni RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan, Jembatan Musi V, dan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Palembang. Selain memastikan kesiapan personel dan sistem pengamanan VVIP, Kapolda Sumsel bersama Pangdam II/Sriwijaya turut mendampingi secara langsung setiap rangkaian kegiatan Wakil Presiden Republik Indonesia pada seluruh titik kunjungan.

Dalam arahannya kepada seluruh personel, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan agenda kenegaraan hanya dapat diwujudkan melalui sinergi yang solid antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, dengan tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

“Pengamanan kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia harus dilaksanakan secara profesional, terukur, dan penuh tanggung jawab. Namun yang tidak kalah penting, seluruh personel harus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar. Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh unsur pengamanan menjadi kunci keberhasilan dalam mengawal agenda strategis negara sekaligus menjaga kondusivitas kamtibmas di Sumatera Selatan,” tegas Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Karo Ops Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. M. Anis Prasetio, S.I.K., menjelaskan bahwa Polda Sumatera Selatan mengerahkan sebanyak 1.009 personel gabungan yang terbagi ke dalam berbagai satuan tugas dengan pola pengamanan yang terukur, dinamis, dan humanis.

“Prinsip utama kami adalah VVIP aman, namun denyut nadi rutinitas masyarakat tetap berjalan. Rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Personel di lapangan telah diinstruksikan untuk segera mengurai arus kendaraan setelah iring-iringan melintas sehingga tidak terjadi penumpukan lalu lintas yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat,” ujar Karo Ops Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. M. Anis Prasetio, S.I.K.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia merupakan hasil kolaborasi seluruh unsur pengamanan dan Forkopimda Sumatera Selatan dalam mendukung agenda strategis pemerintah.

“Sesuai arahan Bapak Kapolda, pola pengamanan yang diterapkan mengutamakan keselamatan tamu negara sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat. Kehadiran personel di RSUD Siti Fatimah, Jembatan Musi V, maupun PSEL Palembang bukan untuk membatasi ruang publik, melainkan memberikan pelayanan sehingga masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan lancar. Inilah implementasi Polri Presisi yang selalu mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Sinergi yang ditunjukkan Polda Sumatera Selatan bersama Kodam II/Sriwijaya dan Forkopimda menjadi cerminan soliditas penyelenggara negara dalam mengawal agenda nasional. Melalui pengamanan yang profesional, humanis, dan terintegrasi, seluruh rangkaian kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia di Sumatera Selatan berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat. Keberhasilan tersebut semakin menegaskan komitmen Polda Sumatera Selatan dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Bumi Sriwijaya.

(Zul/hms)

Somuntul Bunga Jalan Pasaribu “Tuan Sariburaja”: Disambut Ratusan Warga di Tano Ponggol Di Masanya

0

Pangururan, warta.in – Nama Somuntul Bunga Jalan Pasaribu, atau yang lebih dikenal dengan gelar Tuan Sariburaja, tak pernah lekang oleh waktu dalam ingatan masyarakat Pangururan, yang kini masuk wilayah Kabupaten Samosir.

Lahir tepat pada 4 Mei 1916, beliau bukan sekadar pengusaha sukses, melainkan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia yang sangat dicintai rakyatnya.
Beliau beristrikan Tamelan boru Naibaho Sitangkaraen.

Penyambutan Hangat di Dermaga Tano Ponggol

Pada masa itu, akses menuju Pangururan didominasi jalur air. Setiap kali pulang kampung, kapal yang ditumpangi beliau pasti merapat di Dermaga Tano Ponggol.
Jalan dari dermaga hingga kediamannya saat itu masih berupa hamparan tanah lapang yang luas.
Berdasarkan cerita turun-temurun, sepanjang jalan tersebut sudah berjejer warga dari berbagai dusun untuk menyambut kedatangannya.
Suasana begitu hangat dan meriah. Beliau tak hanya menyapa dan bersalaman, tetapi juga dikenal sangat dermawan—satu per satu warga yang menyapa diserahkan uang sebagai tanda kasih sayang dan perhatian terhadap sesama.

Karena peristiwa ini terekam dalam ingatan warga dan tidak ada catatan resmi angka pastinya, diperkirakan pada penyambutan biasa hadir sekitar 100 hingga 500 orang. Jumlah ini bisa jauh lebih besar saat momen hari raya atau acara adat, bahkan mencapai ribuan orang dari berbagai pelosok Pangururan.

Biografi Singkat

Somuntul Bunga Jalan Pasaribu – Tuan Sariburaja
(4 Mei 1916 – 11 Mei 1986) | Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia Asal Samosir
Beliau lahir di Pangururan, Pulau Samosir, dan hidup melewati masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, hingga masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Atas pengabdiannya, pemerintah menganugerahi status Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia, dan makamnya ditetapkan sebagai Makam Perintis Kemerdekaan RI.

Masa Muda dan Perjuangan

Sejak muda, Tuan Sariburaja dikenal pekerja keras, berjiwa kepemimpinan, dan peduli tinggi terhadap nasib masyarakat.
Pada masa pendudukan Jepang, beliau bahkan beberapa kali ditahan karena keberaniannya membela kepentingan bangsa Indonesia.

Pelopor Usaha dan Tokoh Masyarakat

Setelah kemerdekaan, beliau menjadi pelopor dunia usaha di Pangururan:
• Perintis layanan angkutan bus pertama di kawasan Samosir
• Pemilik kilang padi yang membantu menggerakkan ekonomi warga
• Tokoh masyarakat yang dihormati atas kepemimpinan dan pengabdiannya

Keberhasilan usahanya membuka akses transportasi serta memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

Kiprah Politik dan Pertemuan Kenangan

Beliau aktif sebagai pengurus Partai Nasional Indonesia (PNI).
Ketika Presiden Ir. Soekarno berkunjung ke wilayah Tapanuli pada dekade 1950-an, Tuan Sariburaja termasuk tokoh yang ikut menyambut langsung kedatangan Kepala Negara.

Kehidupan Keluarga dan Peristirahatan Terakhir

Dari pernikahannya dengan Tamelan boru Naibaho Sitangkaraen, lahir putri-putri yang kemudian menyambung kehidupan keluarga besar.
Putri bungsunya, Maria Magdalena boru Pasaribu, menikah dengan Raja Patuan Sori Sinambela, keturunan Raja Sisingamangaraja XII.

Tuan Sariburaja wafat pada 11 Mei 1986 dalam usia 70 tahun.
Beliau dimakamkan berdampingan dengan istrinya di kompleks pemakaman belakang HKBP Pangururan Gereja Bolon.

Sekitar tahun 1996–1997, Departemen Sosial membangun penanda khusus di lokasi tersebut sebagai penghormatan resmi.

Warisan Keteladanan

Hingga kini, nama Tuan Sariburaja dikenang sebagai tokoh yang menyatukan semangat perjuangan, jiwa wirausaha, kepemimpinan, dan pengabdian tulus.
Beliau membuktikan bahwa perjuangan bagi bangsa tidak hanya dilakukan di medan perang, melainkan juga melalui pembangunan ekonomi, pelayanan kepada sesama, dan menjaga nilai kehidupan berbangsa (red)