Beranda blog

Vonis 3 Tahun Kasus Tawuran Mustikajaya, Keluarga Korban Soroti Rasa Keadilan

0

warta.in Bekasi ◊ Senin, 22 Juni 2026

Bekasi – Pengadilan Negeri Bekasi menjatuhkan pidana terhadap sejumlah Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dalam perkara tawuran yang mengakibatkan meninggalnya Septiyan Rizki Ramadhan pada 22 Juni 2026. Dalam putusan tersebut, terdapat terdakwa yang dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan 2 tahun penjara.

Putusan ini menjadi sorotan karena dinilai merupakan bagian penting dari rangkaian penegakan hukum yang tidak terlepas dari proses penyidikan oleh Polres Metro Bekasi Kota hingga tahap persidangan di pengadilan.

Menanggapi hal tersebut, penggiat hukum sekaligus pengurus DPC Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Kota Bekasi, William Partogi atau yang akrab disapa Bung Togi, saat dimintai keterangan oleh wartawan di Pengadilan Negeri Bekasi, menegaskan bahwa perkara ini menjadi perhatian publik karena menyangkut hilangnya nyawa seseorang.

“Perkara ini bukan sekadar tawuran remaja. Ada seorang anak yang kehilangan nyawa dan keluarga yang mengalami kehilangan,” ujar William Partogi.

Ia menilai putusan pengadilan merupakan kewenangan majelis hakim, namun proses penegakan hukum juga tidak dapat dilepaskan dari kerja aparat kepolisian dalam hal ini Polres Metro Bekasi Kota sejak tahap penyidikan.

“Putusan adalah kewenangan hakim, tetapi proses dari penyidikan oleh kepolisian sampai persidangan harus dilihat sebagai satu kesatuan penegakan hukum yang harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan,” katanya.

William juga mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan informasi terkait masih adanya dua orang yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni AR dan EF, dalam perkara tersebut.

“Dari informasi yang kami terima, masih terdapat dua orang berstatus DPO yaitu AR dan EF. Ini perlu ada kejelasan dari aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa transparansi aparat penegak hukum, khususnya Polres Metro Bekasi Kota, menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses hukum.

Sementara itu, keluarga korban melalui Faisal Amir (Buyung), paman almarhum Septiyan Rizki Ramadhan, saat dimintai keterangan oleh wartawan di Pengadilan Negeri Bekasi, menyoroti adanya perbedaan vonis terhadap para terdakwa yang masing-masing dijatuhi hukuman 3 tahun dan 2 tahun penjara.

“Kami sebagai keluarga masih berduka dan menghormati proses hukum yang telah berjalan. Namun kami mencermati adanya perbedaan putusan, ada yang 3 tahun dan ada yang 2 tahun,” ujar Faisal Amir.

Ia berharap putusan pengadilan dapat mencerminkan rasa keadilan bagi korban dan keluarga, berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan.

“Kami berharap semua putusan benar-benar berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan dan memberikan rasa keadilan,” tambahnya.

(Alpin A.S)

Kapal Nelayan Asal Rembang Tenggelam di Perairan Bawean, Kerugian Capai Rp800 Juta

0
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}

Rembang// Warta.in// Kapal pencari ikan KM Marimar GT 30 dilaporkan tenggelam di perairan sekitar Kepulauan Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, saat melakukan aktivitas penangkapan ikan di Laut Jawa. Beruntung, seluruh anak buah kapal (ABK) beserta nahkoda berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sebanyak 16 ABK bersama nahkoda tiba di Dermaga Timur Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tasikagung, Rembang, Senin (22/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka diangkut menggunakan KM Bulan SPM GT 85 yang bersandar di pelabuhan setelah menerima para korban dari kapal lain di tengah laut.

Kedatangan para ABK disambut oleh personel Satpolairud Polres Rembang, Pos TNI AL Rembang, serta keluarga yang telah menunggu sejak siang hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Marimar GT 30 yang dinahkodai Pono (34), warga Desa Tanjungsari, Rembang, berangkat melaut dari PPN Tasikagung pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB dengan tujuan perairan Kepulauan Bawean.

Perjalanan berlangsung normal hingga Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Namun saat berada di sekitar koordinat 5°39’0,36″ LS dan 112°4’53,94″ BT, kapal mengalami kebocoran akibat tidak berfungsinya kran pembuangan air laut dengan baik.

Akibat kerusakan tersebut, air laut terus masuk dan memenuhi badan kapal sehingga kondisi kapal semakin sulit dikendalikan. Menyadari situasi berbahaya, nahkoda segera meminta bantuan kepada KM Rama GT 30 yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Seluruh ABK kemudian dievakuasi ke KM Rama GT 30 sebelum akhirnya dipindahkan ke kapal lain yang sedang dalam perjalanan pulang ke Rembang.

“Seluruh ABK berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut,” ujar petugas di lokasi.

Pemilik kapal, Pradini Vista Rianda Putri, warga Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang, saat ini masih berupaya melakukan evakuasi terhadap bangkai kapal dengan mencari kapal penarik agar KM Marimar GT 30 dapat dibawa kembali ke daratan.

Akibat insiden tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta. Hingga saat ini, proses penanganan dan upaya evakuasi kapal masih terus dilakukan oleh pemilik kapal bersama pihak terkait.

( wik )

Patroli Wisata Sat Samapta Polresta Mataram Hadirkan Kenya manan Pengunjung Tempat Rekreasi

0

Patroli Wisata Sat Samapta Polresta Mataram Hadirkan Kenya manan Pengunjung Tempat Rekreasi

Warta.in
Mataram, NTB – Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat menikmati libur akhir pekan, Satuan Samapta Polresta Mataram kembali menggelar patroli wisata di sejumlah destinasi rekreasi yang berada di wilayah hukumnya, Minggu (21/06/2026).

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran patroli kali ini adalah Kolam Renang TV9 di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Kehadiran personel kepolisian di kawasan wisata tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada para pengunjung sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat terjadi saat tingginya aktivitas masyarakat di lokasi wisata.

Patroli wisata merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap hari libur dan akhir pekan. Selain melakukan pemantauan situasi keamanan, personel Sat Samapta juga berinteraksi langsung dengan pengunjung, pengelola wisata, pedagang, dan petugas keamanan setempat guna menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., melalui Kasat Samapta AKP I Nyoman Agus Sugiarta Wiswa, S.H., M.H., mengatakan bahwa patroli keamanan dan dialogis merupakan salah satu strategi preventif yang terus dioptimalkan guna menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polresta Mataram.

“Patroli ini tidak hanya bertujuan mencegah berbagai aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum, tetapi juga sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk tindak kejahatan yang dapat meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, lokasi wisata menjadi salah satu kawasan yang memerlukan perhatian khusus dari sisi keamanan, terutama saat akhir pekan dan hari libur ketika jumlah pengunjung meningkat signifikan. Oleh karena itu, kehadiran personel kepolisian di lapangan diharapkan mampu memberikan ketenangan bagi masyarakat yang sedang berlibur bersama keluarga.

Selain memastikan situasi tetap aman dan kondusif, petugas juga mengimbau para pengunjung untuk selalu menjaga barang bawaan, mengawasi anak-anak saat bermain atau berenang, serta mematuhi aturan yang berlaku di lokasi wisata demi keselamatan bersama.

“Polresta Mataram dan jajaran akan terus melaksanakan patroli wisata secara rutin sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar dapat menikmati waktu libur dengan aman, nyaman, dan tenang,” tambah AKP I Nyoman Agus Sugiarta Wiswa.

Melalui patroli yang terus digencarkan, Polresta Mataram berharap dapat menciptakan suasana wisata yang aman dan kondusif, sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di setiap aktivitas publik. (sr/hpm)

Respon Cepat Kebutuhan Warga, Sat Brimob Polda NTB Salurkan Bantuan Air Bersih di Kota Bima

0

Respon Cepat Kebutuhan Warga, Sat Brimob Polda NTB Salurkan Bantuan Air Bersih di Kota Bima

Warta.in

Mataram, NTB – Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan. Menanggapi kebutuhan warga akan ketersediaan air bersih, Personel Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda NTB menggelar aksi sosial dengan membagikan air bersih kepada warga yang membutuhkan.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 22 Juni 2026, bertempat di Kampung Pali, Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima.
“Aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri, khususnya Satuan Brimob Polda NTB, terhadap kondisi sosial kemasyarakatan. Kami memahami bahwa air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat vital, sehingga pergerakan cepat untuk membantu warga sangat diprioritaskan,” ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid di Mapolda NTB.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WITA tersebut diawali dengan apel pengecekan personel dan pergeseran pasukan (serpas) yang dipimpin oleh Aiptu Zufri, S.Sos. Sebanyak 10 personel Brimob dikerahkan dalam misi kemanusiaan ini dengan membawa armada khusus.
“Untuk memastikan penyaluran berjalan lancar dan mencakup kebutuhan warga secara optimal, kami menerjunkan 1 unit Mobil Truk serta 1 unit Mobil Tangki Air Bersih,” jelas Kabid Humas.

Tepat pada pukul 10.45 WITA, tim di lapangan langsung bergerak mendistribusikan air bersih kepada warga Kampung Pali secara tertib. Antusiasme dan rasa syukur terpancar dari raut wajah warga setempat yang merasa sangat terbantu dengan adanya pasokan air bersih ini.
Kombes Pol. Mohammad Kholid menambahkan bahwa kegiatan bakti sosial semacam ini akan terus dipantau dan digalakkan di wilayah-wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
“Polri akan selalu siap sedia mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik demi kesejahteraan masyarakat NTB. Semoga bantuan yang disalurkan ini dapat meringankan beban warga di Kecamatan Asakota,” pungkasnya.(sr/hpntb)

 

SPMB Gelombang I SMPN 3 Jember Tuntas, 162 Siswa Dinyatakan Lolos Seleksi

0

Warta.in, Jember – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Gelombang I di SMP Negeri 3 Jember telah rampung. Dari total 343 pendaftar yang mengikuti jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi, sebanyak 162 calon siswa dinyatakan lolos dan diterima untuk tahun ajaran baru.

Humas SMPN 3 Jember, Riril Ariani, S.Psi, Saat ditemui oleh awak media pada Senin, 22 Juni 2026, menjelaskan bahwa proses seleksi pada tahap pertama berlangsung cukup ketat karena tingginya minat masyarakat dan banyaknya calon peserta didik yang memiliki prestasi membanggakan.

“Dari seluruh pendaftar pada tahap pertama, sebanyak 162 siswa dinyatakan diterima. Proses seleksi dilakukan secara cermat dan sesuai regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Riril, tantangan terbesar dalam pelaksanaan tahap pertama berada pada jalur prestasi. Banyaknya berkas yang masuk dengan kualitas prestasi yang baik membuat sekolah harus melakukan verifikasi secara mendalam.

Untuk memastikan objektivitas penilaian, SMPN 3 Jember membentuk tim khusus yang bertugas melakukan verifikasi seluruh berkas pada jalur prestasi, afirmasi, maupun mutasi.

Pada jalur prestasi, penilaian dibagi ke dalam tiga kategori utama, yakni prestasi tahfiz, prestasi akademik yang mencakup peringkat dan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta prestasi lomba non-akademik. Pemisahan kategori tersebut dilakukan agar proses seleksi lebih proporsional dan adil dalam pembagian kuota.

“Banyak calon peserta didik yang memiliki prestasi sangat baik. Karena itu, sekolah harus benar-benar selektif dalam menentukan komposisi penerimaan agar tetap memenuhi asas keadilan bagi seluruh
kategori prestasi,” jelasnya.

Sementara itu, pada jalur afirmasi, seleksi dilakukan berdasarkan data desil dengan prioritas penerimaan bagi calon siswa yang berada pada desil 1 hingga 4. Sedangkan jalur mutasi ditentukan berdasarkan kelengkapan administrasi serta domisili pemohon.
Pihak sekolah menegaskan bahwa seluruh keputusan yang diambil pada jalur afirmasi dan mutasi dapat dipertanggungjawabkan karena telah melalui proses verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Memasuki SPMB Gelombang II, seleksi difokuskan pada jalur domisili. Pada jalur ini, penentuan kelulusan dilakukan berdasarkan jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah.

SMPN 3 Jember menerapkan kebijakan kuota domisili sebesar 50 persen dengan sistem pengukuran jarak yang dilakukan secara konsisten dan transparan sesuai regulasi pemerintah.

“Pada tahap domisili, mekanismenya murni berdasarkan jarak. Tujuannya agar proses penerimaan berjalan transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Riril.

Hingga saat ini, antusiasme masyarakat untuk mendaftar masih sangat tinggi. Pada hari pelaksanaan pendaftaran tahap kedua, tercatat sebanyak 171 pendaftar baru telah masuk ke sistem. Jumlah tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap SMPN 3 Jember masih sangat besar, bahkan telah melampaui target pendaftaran yang ditetapkan sekolah.

Pihak sekolah berharap seluruh tahapan SPMB dapat berjalan lancar hingga selesai tanpa kendala berarti. Selain itu, SMPN 3 Jember berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses seleksi sehingga hasil penerimaan benar-benar sesuai aturan dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.

“Semua proses dilakukan berdasarkan regulasi dan diverifikasi oleh tim. Kami ingin memastikan hasil seleksi benar-benar objektif, transparan, dan tidak ada praktik titip-menitip dalam penerimaan peserta didik baru,” pungkasnya.

Gubernur NTB Tekankan WTP Bukan Akhir, Birokrasi Terapkan Agilitas Anggaran Yang Tepat Sasaran

0

Gubernur NTB Tekankan WTP Bukan Akhir, Birokrasi Terapkan Agilitas Anggaran Yang Tepat Sasaran

Warta.in
Mataram,NTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, Senin (22/6/2026), di Kantor Gubernur NTB. Dalam rapat tersebut, Gubernur Iqbal menekankan pentingnya perubahan orientasi pemerintahan, dari sekadar tertib administrasi menuju tata kelola yang berfokus pada substansi, kinerja, dan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTB atas masukan, pemikiran, dan kritik konstruktif yang selama ini diberikan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, berbagai masukan tersebut menjadi bekal penting untuk memperkuat langkah-langkah pembenahan pemerintahan ke depan.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota dewan yang secara rutin memberikan masukan, pemikiran, baik secara resmi maupun dalam komunikasi sehari-hari. Banyak hal baru yang menjadi tantangan bagi kami, dan itu semua akan memperkuat upaya-upaya kami ke depan,” ujar Gubernur Iqbal.

Gubernur Iqbal mengakui bahwa hingga saat ini birokrasi pemerintahan masih cenderung terlalu fokus pada aspek administratif, sementara substansi pelayanan publik sering kali belum menjadi orientasi utama. Padahal, menurutnya, administrasi seharusnya menjadi alat untuk melayani substansi, bukan justru menghambat tujuan pembangunan.

“Selama ini birokrasi kita masih terlalu fokus pada administrasi, belum sepenuhnya pada substansi. Kadang-kadang substansi harus kalah, tujuan harus kalah, karena alasan administratif. Padahal seharusnya administrasilah yang melayani substansi, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Karena itu, Gubernur Iqbal menilai pemerintahan ke depan harus lebih lincah, adaptif, dan memiliki agility dalam merespons perubahan yang sangat cepat. Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa lagi hanya bekerja dengan pola lama yang terlalu kaku dan prosedural.

“Perubahan terjadi sangat cepat. Kalau kita hanya fokus pada administrasi, kita tidak akan pernah mampu menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi. Kita membutuhkan pemerintahan yang agile, pemerintahan yang lincah, adaptif, dan mampu bergerak cepat,” katanya.

Gubernur Iqbal juga memperkenalkan pendekatan coherent government, yaitu pemerintahan yang dijalankan secara terintegrasi, efektif, dan berorientasi pada pelayanan. Menurutnya, pemerintah harus bekerja layaknya organisasi modern yang menempatkan masyarakat sebagai pihak utama yang harus dilayani.

“Pemerintahan ini harus dijalankan dengan orientasi pelayanan. Kita harus sadar siapa yang kita layani, siapa customer kita, dan kepada siapa seluruh kerja-kerja pemerintah ini ditujukan. Jawabannya adalah rakyat. Karena itu, fokus utama kita haruslah pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal juga menegaskan bahwa keterbatasan fiskal daerah menuntut pemerintah untuk melakukan refocusing program dan anggaran. Karena itu, pemerintah provinsi bersama DPRD diharapkan dapat menyelaraskan perencanaan dan penganggaran agar lebih terfokus pada agenda-agenda prioritas.

Ia menyebutkan bahwa arah kebijakan pembangunan NTB ke depan akan difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penanganan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata. Ketiga sektor ini, kata Gubernur Iqbal, akan menjadi penggerak utama pembangunan daerah, sementara sektor-sektor lainnya harus dirancang untuk menopang dan memperkuat pencapaian tiga prioritas tersebut.

“Kita butuh refocusing. Karena itu kami mendorong agar kamus program dan menu kegiatan segera dituntaskan, sehingga pembahasan bersama DPRD menjadi lebih mudah dan semua program yang dirancang bisa selaras dengan visi pemerintahan. Pada akhirnya, kita ingin seluruh anggaran mengerucut pada tiga pilar utama, yaitu penanganan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata,” jelasnya.

Ia menggambarkan ketiga sektor prioritas itu sebagai formasi utama dalam pembangunan daerah, sementara sektor lainnya berfungsi sebagai pendukung untuk memastikan tujuan pembangunan tercapai secara bersama-sama.

Menurut Gubernur Iqbal, kejelasan fokus program dan anggaran juga penting agar masyarakat dapat dengan mudah membaca arah kebijakan pemerintah. Ia ingin peta anggaran daerah benar-benar mencerminkan prioritas pembangunan yang telah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif.

“Kita perlu menjelaskan arah program dan arah anggaran secara lebih terang, supaya masyarakat bisa melihat dengan mudah bahwa anggaran kita benar-benar fokus pada hal-hal yang menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Dalam penjelasannya terhadap Raperda pertanggungjawaban APBD 2025, Gubernur Iqbal juga menyoroti capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Pemerintah Provinsi NTB. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP patut disyukuri, namun tidak boleh membuat pemerintah merasa puas berlebihan.

Ia menegaskan bahwa opini WTP pada dasarnya menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah telah memenuhi ketentuan secara administratif dan akuntansi. Namun demikian, WTP belum otomatis menggambarkan kualitas kinerja maupun dampak substansial pembangunan terhadap masyarakat.

“Saya ingin menggarisbawahi bahwa ini jangan sampai membuat kita bangga berlebihan dan puas berlebihan. WTP itu baru menunjukkan bahwa kita benar secara administratif. Sementara pertanyaan apakah kita sudah benar secara substansi, apakah kinerja kita sudah benar-benar berdampak, itu adalah soal lain yang tidak sepenuhnya dijelaskan oleh WTP,” tegas Gubernur.

Karena itu, pemerintah daerah ke depan ingin memastikan bahwa tata kelola keuangan tidak hanya baik dari sisi administrasi, tetapi juga kuat dari sisi kinerja dan manfaatnya bagi masyarakat.

“Harapan kita ke depan bukan hanya WTP, tetapi juga bagaimana kinerja kita bagus, substansinya bagus, dan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Gubernur Iqbal secara terbuka mengakui bahwa birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB saat ini masih belum cukup lincah dalam menghadapi perubahan. Menurutnya, budaya kerja birokrasi selama ini masih terlalu terbiasa dengan rutinitas administrasi, sementara orientasi terhadap tujuan pembangunan jangka panjang belum sepenuhnya tertanam.

“Saya harus mengakui bahwa hingga saat ini birokrasi di lingkungan pemerintah provinsi masih belum memiliki agility, belum cukup luwes, belum cukup agile. Karena yang terlalu lama dipelajari adalah administrasi, bukan substansi pembangunan. Ini yang sedang kami benahi,” katanya.

Ia pun meminta dukungan dari DPRD NTB agar proses pembenahan birokrasi dan reformasi tata kelola pemerintahan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Menurutnya, perubahan tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh eksekutif tanpa dukungan legislatif.

“Kami sedang berubah, kami sedang berbenah. Karena itu kami mohon bantuan dan dukungan dari Bapak-Ibu sekalian di DPRD. Pembenahan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan peran dari legislatif,” ujar Iqbal.

Ia menambahkan, semangat pembenahan tersebut harus menjadi gerakan bersama antara eksekutif dan legislatif, karena pemerintahan pada hakikatnya dijalankan oleh keduanya secara bersamaan.

“Pemerintahan hari ini bukan hanya eksekutif, tetapi eksekutif dan legislatif. Kalau kita berdua berbenah bersama, insyaallah tiga pilar program yang kita cita-citakan akan bisa terwujud,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda, dalam pandangannya menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam tata kelola pemerintahan daerah agar pembangunan tidak lagi sekadar diukur dari serapan anggaran dan ketebalan laporan administratif, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Baiq Isvie mengatakan, rapat paripurna bukan sekadar forum formal antara eksekutif dan legislatif, tetapi ruang pertanggungjawaban moral, evaluasi peradaban, sekaligus refleksi atas sejauh mana amanah rakyat telah ditunaikan melalui kebijakan, program, dan penganggaran daerah.

“APBD bukan hanya kumpulan angka. Di dalamnya ada kerja keras rakyat, harapan petani, nelayan, guru, tenaga kesehatan, hingga generasi muda NTB yang menunggu ruang tumbuh, ruang berkarya, dan masa depan yang lebih baik,” kata Baiq Isvie.

Baiq Isvie menekankan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah tidak cukup hanya dilihat dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi sejauh mana anggaran tersebut mampu menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan rakyat. Pembangunan dinilai bermakna ketika layanan publik semakin mudah, usaha masyarakat berkembang, pendidikan membaik, kesehatan semakin terjangkau, dan kesejahteraan meningkat.

Dalam forum itu, Baiq Isvie juga menyampaikan apresiasi atas ikhtiar Pemerintah Provinsi NTB dalam mengelola pemerintahan sepanjang Tahun Anggaran 2025. Namun demikian, DPRD menilai tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, disrupsi teknologi, perubahan sosial yang cepat, kesenjangan kualitas sumber daya manusia, hingga meningkatnya ekspektasi publik terhadap kualitas layanan pemerintah.

Karena itu, DPRD menilai NTB membutuhkan mindset switching dalam tata kelola pembangunan. Paradigma lama yang hanya berorientasi pada serapan anggaran, kepatuhan prosedural, dan laporan administratif dinilai sudah tidak lagi memadai. Pemerintahan ke depan harus bergerak dari sekadar government spending menuju public value creation, dari administrative management menuju strategic impact leadership, serta dari pola kerja business as usual menuju budaya entrepreneurial excellence.

Konsep itu disebut DPRD sebagai Entrepreneurial Mindset Excellence Mainstreaming, yakni cara berpikir birokrasi yang lebih adaptif, cepat membaca perubahan, berani mengambil keputusan, mampu menciptakan solusi, dan kuat dalam orientasi hasil. Menurut DPRD, pola pikir ini tidak berarti semua aparatur harus menjadi pebisnis, melainkan menumbuhkan mentalitas kepemimpinan yang inovatif, problem solving, dan memiliki rasa kepemilikan yang kuat terhadap penyelesaian persoalan publik.

“Birokrasi masa depan tidak cukup hanya bekerja berdasarkan SOP. Birokrasi harus adaptif, agile, inovatif, dan memiliki ownership mindset yang kuat. Aparatur tidak boleh hanya bertanya ‘apa tugas saya’, tetapi harus berpikir ‘apa solusi terbaik untuk rakyat’,” tegas Baiq Isvie.

Baiq Isvie juga menekankan perlunya pejabat publik yang tidak hanya sibuk mengelola program, tetapi mampu melahirkan dampak. Pembangunan, menurut DPRD, tidak cukup berhenti pada output, tetapi harus bergerak ke outcome hingga impact. Untuk itu, critical thinking dinilai harus menjadi arus utama pembangunan NTB ke depan.

Lebih lanjut, Baiq Isvie menegaskan bahwa pembangunan yang berhasil bukanlah pembangunan yang hanya tumbuh dalam laporan statistik, melainkan pembangunan yang hidup dalam pengalaman sehari-hari masyarakat. Ketika rakyat merasakan pelayanan semakin mudah, pendidikan semakin baik, kesehatan semakin terjangkau, dan peluang ekonomi semakin terbuka, maka di situlah pembangunan menemukan maknanya.

Dalam rapat tersebut, Baiq Isvie juga menekankan pentingnya kemitraan yang sehat antara eksekutif dan legislatif. Kedua lembaga disebut sebagai dua pilar penting tata kelola daerah yang tidak hadir untuk saling berhadapan, melainkan saling menguatkan dan menyempurnakan. DPRD menegaskan akan terus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara objektif, kritis, namun tetap konstruktif demi memastikan kebijakan daerah benar-benar berpihak kepada rakyat.

Menutup pandangannya, DPRD menyatakan bahwa NTB adalah daerah yang kaya potensi, kaya sumber daya, kaya semangat, dan kaya masa depan. Karena itu, yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian untuk berpikir besar, bekerja cerdas, bergerak cepat, dan mengeksekusi program pembangunan dengan excellence.

“Jika keberanian itu dimiliki bersama, maka NTB tidak hanya akan tumbuh, tetapi melompat,” tutup Baiq Isvie.(sr/dkisntb)

Kisah SDN Purwamekar: Bukti Nyata Perpisahan Sekolah Bisa Semarak Tanpa Beban Biaya Orang Tua

0
0-0x0-0-0#

Kisah SDN Purwamekar: Bukti Nyata Perpisahan Sekolah Bisa Semarak Tanpa Beban Biaya Orang Tua

Warta In Jabar | Subang — ​Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti halaman sekolah saat Ibu Hj. Suaebah, S.Pd., menyampaikan sambutannya. Dalam kesempatan tersebut, beliau memperkenalkan diri secara resmi kepada seluruh wali murid dan tamu undangan yang hadir. Beliau menjelaskan bahwa dirinya mengemban amanah sebagai PLT Kepala Sekolah untuk menggantikan Kepala Sekolah definitif sebelumnya, Bapak Jumhari, yang telah memasuki masa pensiun.

​Di tengah-tengah sambutannya, Ibu Hj. Suaebah mengajak seluruh dewan guru, orang tua murid, hingga para siswa untuk mengheningkan cipta sejenak guna mendoakan salah satu sosok pendidik terbaik mereka yang telah berpulang, yaitu almarhum Bapak Dian Wahyudin, S.Pd.. Dengan suara yang bergetar penuh keikhlasan, Ibu Kepala Sekolah memimpin langsung pembacaan ummul kitab, surat Al-Fatihah, untuk almarhum.

​”Mari kita sama-sama berdoa untuk almarhum Bapak Dian Wahyudin, semoga iman Islamnya diterima dan dimaafkan segala dosa-dosanya. Beliau adalah sosok pahlawan pendidikan, putra asli daerah sini yang selalu memberikan dukungan dan selalu bersemangat dalam membimbing putra-putri Bapak dan Ibu sekalian,” ungkap Hj. Suaebah dengan penuh rasa takzim.

​Setelah momen haru tersebut, Pengawas Ahli Muda Pendidikan Kecamatan Patokbeusi, Yanto Suswana, yang mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, memberikan sambutan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak panitia serta orang tua siswa. Ia menekankan bahwa esensi dari acara perpisahan bukanlah diukur dari seberapa mewah panggung yang berdiri atau seberapa megah hiburan yang disajikan.

​”Kami dari dinas menekankan kepada pihak sekolah, kalaupun mau diadakan acara seperti ini boleh, tetapi jangan terlalu bermewah-mewahan, jangan terlalu berlebih-lebihan,” ujar Yanto dalam sambutannya. “Sejatinya acara seperti ini bukan dilihat dari seberapa mewahnya panggung… tetapi bagaimana cara kita mengapresiasi peserta didik kita dengan memberikan kesempatan mereka untuk tampil di depan orang tua mereka. Itu sudah merupakan penghargaan yang sangat tinggi.”

​Kebahagiaan hari itu semakin lengkap dengan pengumuman kelulusan. Sebanyak 25 siswa kelas 6 dinyatakan lulus 100 persen, dan seluruh siswa dari total 150 siswa SDN Purwamekar berhasil naik kelas. Beberapa siswa bahkan mendapatkan penghargaan atas potensi luar biasa yang mereka miliki.

​Kepada para siswa kelas 1 hingga kelas 5, Yanto berpesan agar mereka yang sudah berprestasi dapat terus mempertahankan dan meningkatkan prestasinya ke tingkat yang lebih tinggi, baik kecamatan maupun kabupaten. Sementara bagi siswa yang masih mengalami kesulitan belajar, ia meminta mereka tidak khawatir karena para guru siap membimbing dengan sabar di tingkat berikutnya.

​Menutup sambutannya, Pengawas Pembina Patokbeusi ini menitipkan pesan mendalam kepada 25 lulusan kelas 6 yang akan segera melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP atau Madrasah Tsanawiyah.

​”Tolong jaga nama baik sekolah kalian, jaga selalu nama baik orang tua kalian, dengan senantiasa belajar dan meraih prestasi setinggi-tingginya,” pungkas Yanto penuh harap.

​Kemeriahan acara kemudian berlanjut dengan berbagai suguhan tampilan kesenian dari para siswa. Panggung upacara yang bersahaja itu menjadi saksi talenta-talenta luar biasa SDN Purwamekar saat anak-anak dengan percaya diri menampilkan tarian, pembacaan puisi, hingga paduan suara di hadapan mata bangga orang tua mereka. Tampilan kesenian ini menjadi ruang ekspresi nyata sekaligus pembuktian bahwa potensi prestasi anak didik di sekolah ini sangatlah luar biasa.

​Setelah seluruh rangkaian unjuk bakat selesai, acara perayaan perpisahan yang penuh kesan ini pun ditutup dengan pembacaan doa bersama. Doa penutup dipanjatkan dengan khusyuk, memohon keberkahan atas ilmu yang telah didapat, keselamatan bagi ke-25 lulusan kelas 6 dalam menempuh jenjang pendidikan yang baru, serta kemajuan bagi SDN Purwamekar ke depannya.

​Acara perpisahan ini mengukir cerita indah bahwa kemewahan sejati sebuah perayaan kelulusan tidak diukur dari materi, melainkan dari keikhlasan para guru, keberanian pemimpin, ruang bagi anak untuk berekspresi, serta untaian doa yang tulus.

Hari Bhayangkara Ke -80 Polres Meranti Hadirikan Sumur Bor Prioritas Air Bersih Selatpanjang Timur.

0

MERANTI – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke. 80 Tahun 2026, Polres Kepulauan Meranti melaksanakan program bantuan penyediaan air bersih bagi masyarakat dengan membangun sumur bor di Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (22/6/2026).

Memasuki hari kedua pengerjaan, progres pembangunan sumur bor yang berlokasi di halaman belakang Kantor Lurah Selatpanjang Timur, Jalan Dorak Nomor 38, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kasat Intelkam Polres Kepulauan Meranti IPTU Roly Irvan, S.H., M.H., bersama KBO Satintelkam IPTU Mada Surya Darmawan, Kanit Intelkam Polsek Tebing Tinggi AIPTU Hans Riduab Hutapea, S.H., M.H., Ps Kasubsi PIDM Si Humas Polres Kepulauan Meranti Bripka Devi Firmansyah, Briptu Wahyudi Janil Dalimuthe, S.H., Bripda Reynaldi Hutajulu serta personel Polsek Tebing Tinggi Bripda Suendra.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Intelkam IPTU Roly Irvan mengatakan, program sumur bor tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang selama ini masih sangat bergantung pada penampungan air hujan.

“Estimasi penerima manfaat dari pembangunan sumur bor ini sebanyak 100 kepala keluarga yang berada di Jalan Dorak Nomor 38, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi. Kedalaman pengeboran sumur direncanakan mencapai 75 meter,” ujar IPTU Roly Irvan.

Ia menjelaskan, sumur bor tersebut menggunakan pipa sedot berukuran 2,5 inci dengan mesin pompa air berkapasitas 20 liter per menit. Selain itu, akan dibangun tandon atau tangki penampung air berkapasitas 1.000 liter dengan ketinggian sekitar 2,5 meter. Seluruh pengerjaan diperkirakan selesai dalam waktu lima hari.

Pada hari kedua pelaksanaan, pengeboran telah menggunakan 10 batang pipa besi dengan panjang masing-masing enam meter. Kedalaman pengeboran telah mencapai lebih dari 60 meter, sementara progres pembangunan secara keseluruhan diperkirakan telah mencapai sekitar 20 persen.

Menurut IPTU Roly Irvan, kebutuhan air bersih di Kabupaten Kepulauan Meranti tergolong sangat krusial mengingat kondisi geografis daerah yang terdiri dari pulau-pulau kecil dengan karakteristik lahan rawa dan gambut, sehingga sebagian besar masyarakat masih mengandalkan penampungan air hujan sebagai sumber utama kebutuhan sehari-hari.

“Program bantuan pembangunan sumur bor dan distribusi air bersih ini merupakan wujud bakti sosial Polres Kepulauan Meranti dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan akses terhadap air bersih,” jelasnya.

Melalui program tersebut, Polres Kepulauan Meranti tidak hanya memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyediaan sarana air bersih yang berkelanjutan.

Ditempat yang sama, Muhammad Latif latau biasa di sapa le Gito selaku ketua RW Selat panjang Timur mengucapkan terimakasih kepada Polres Kepulauan Meranti atas membagun Sumur Bor di Kelurahan Selatpanjang Timur.

” Semoga dengan dibagunya sumur Bornya ini, masyarakat bisa menikmati air Bersih dengan baik, juga tentunya bermamfaat saat musim kemarau panjang terimakasih Polres Meranti,” ucapnya.

Sementara itu, Suhaimi Kasi Kestra Selatpanjang Timur juga mengapresiasi Polres Kepulauan Meranti dengan terbagunya Sumur Bor yang ada dibelakang Kantor Lurah8 Selatpanjang Timur tentunya bermamfaat sekali bagi Masyarakat..

” Program Kapolda Riau, yang dilaksanakan Polres Kepulauan Meranti bermanfaat sekali bagi Masyarakat Selatpanjang Timur, Kami atas nama Kelurahan sungguh Sangat berterimakasih Kepada Polres Kepulauan Meranti,”bebernya.

( Rilis Humas Polres Meranti)..

RUPSLB dan PAPARAN PUBLIK PT. PURI SENTUL PERMAI Tbk.

0

Jakarta.(warta.in).PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 22 Juni 2026, dengan agenda utama perombakan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mempercepat ekspansi usaha serta memperkuat tata kelola perusahaan dalam menghadapi tantangan dan peluang bisnis ke depan.

Sekretaris Perusahaan KDTN, Aan Rohanah, mengatakan perubahan struktural tersebut merupakan bagian dari kesiapan perseroan dalam menyongsong prospek usaha yang lebih baik sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis dan suksesi kepemimpinan perusahaan.

“Pondasi bisnis yang kokoh telah kami bangun sepanjang tahun 2025. Keberhasilan operasional dan finansial pada tahun lalu menjadi pijakan utama bagi jajaran manajemen baru untuk membawa KDTN melaju lebih kencang pada tahun 2026,” ujar Aan Rohanah dalam keterangan resminya.
Sebagai emiten yang dikenal sebagai pelopor hotel di kawasan rest area jalan tol di Indonesia, KDTN mencatat tingkat hunian yang terus meningkat. Sepanjang 2025, tingkat hunian hotel yang berada di bawah naungan perseroan naik 16,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya, atau mencapai 68.890 tingkat okupansi.

Perseroan juga menegaskan bahwa seluruh dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) telah terealisasi dan terserap sepenuhnya untuk pengembangan bisnis. Saat ini, KDTN mengoperasikan enam unit hotel, dengan lima di antaranya berlokasi strategis di kawasan rest area jalan tol untuk melayani kebutuhan para pengguna jalan.

Selain fokus pada ekspansi bisnis, KDTN terus memperkuat komitmen terhadap prinsip keberlanjutan melalui penerapan berbagai inovasi ramah lingkungan. Upaya tersebut diwujudkan melalui transformasi teknologi, seperti sistem self check-in, penggunaan perangkat hemat energi, serta pengurangan penggunaan plastik guna menciptakan ekosistem hospitality yang modern dan higienis.

Manajemen baru juga tengah menyusun berbagai rencana strategis, termasuk menjajaki aliansi dengan mitra potensial untuk memperluas portofolio usaha, membangun ekosistem bisnis yang lebih tangguh, serta meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Dalam keputusan RUPSLB, pemegang saham menegaskan bahwa Liris Suryanto tetap melanjutkan jabatannya sebagai Komisaris Independen hingga berakhirnya masa jabatan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang berlaku efektif sejak 22 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Irma Tiandra
Komisaris Independen: Liris Suryanto
Komisaris: Zheng Mengsha
Direksi
Direktur Utama: Rudy Susanto
Direktur: Reza Lasmana
Direktur: Alfajrul Hadi
Direktur: Zhang Lei
Direktur: Shi Liru
Dengan kepemimpinan baru dan fondasi bisnis yang dinilai semakin kuat, KDTN optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu pelaku utama bisnis akomodasi di kawasan rest area Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan kinerja yang lebih inovatif dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

Public Expose PT Puri Sentul Permai, Tbk di 2026

0

Warta.in | Jakarta – PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 22 Juni 2026. Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah perombakan total pada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan sebagai langkah strategis dalam memacu ekspansi dan memperkuat tata kelola usaha menuju era baru transformasi bisnis.

KDTN juga mengonfirmasi bahwa seluruh dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) kini telah terealisasi dan terserap sepenuhnya untuk pengembangan bisnis.

Saat ini, KDTN telah mengoperasikan total 6 unit hotel, di mana 5 hotel di antaranya berlokasi strategis di kawasan rest area jalan tol untuk melayani kebutuhan istirahat para pengendara.

Sejalan dengan komitmen hijau, perseroan terus mengimplementasikan inovasi berkelanjutan (sustainability innovation). Langkah ini diwujudkan lewat transformasi teknologi ramah lingkungan seperti sistem Self Check-In, penggunaan perangkat hemat energi, serta pengurangan limbah plastik demi mewujudkan ekosistem hospitality yang modern dan higienis.

Menatap masa depan, manajemen baru KDTN tengah merancang berbagai rencana aliansi strategis dengan mitra-mitra potensial guna memperluas portofolio bisnis, membangun ekosistem bisnis yang resilien, serta memaksimalkan nilai tambah (added value) bagi para pemegang saham.

Sekretaris Perusahaan KDTN, Aan Rohana, menegaskan bahwa perubahan struktural ini merupakan bagian dari kesiapan perseroan dalam menyongsong prospek usaha dan bisnis serta sukses perseroan ke depannya.

“Pondasi bisnis yang kokoh telah kami bangun sepanjang tahun 2025. Keberhasilan operasional dan finansial di tahun lalu yang mencatatkan tingkat hunian dibawah naungan KDTN meningkat 16,78 persen dari tahun lalu atau sebanyak 68.890 dan menjadi pijakan utama bagi jajaran manajemen baru untuk membawa KDTN berlari lebih kencang di tahun 2026,” ujar Aan Rohana dalam keterangan resminya.

Dalam keputusan RUPSLB tersebut, rapat menegaskan bahwa Liris Suryanto tetap melanjutkan jabatannya sebagai Komisaris Independen Perseroan sampai dengan berakhirnya masa jabatan yang bersangkutan, sesuai dengan keputusan RUPS yang telah mengangkatnya terdahulu.

Rapat itu juga meminta persetujuan pemberhentian dengan hormat Xaverius Nursalim dari jabatannya sebagai Direktur Utama, Rolf B. Pohan dari jabatannya sebagai Direktur, Irene Nursalim dari jabatannya sebagai Direktur; dan Tjoe Aubintoro dari jabatannya sebagai Komisaris Utama

Selanjutnya, RUPSLB Puri Sentul Permai menetapkan susunan terbaru anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang berlaku efektif terhitung sejak tanggal 22 Juni 2026, sebagai berikut:

Dewan komisaris:

Komisaris Utama: Irma Tjandra

Komisaris Independen: Liris Suryanto

Komisaris: Zheng Mengsha

Direksi:

Direktur Utama: Rudy Susanto

Direktur: Reza Lasmana

Direktur: Alfajrul Hadi

Direktur: Zhang Lei

Direktur: Shi Liru

Dengan nahkoda baru dan pondasi bisnis yang kuat, Puri Sentul Permai optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar akomodasi rest area di Indonesia sekaligus mencetak pertumbuhan kinerja yang inovatif bagi seluruh pemangku kepentingan.

Perubahan Manajemen ini menjadi tanda bahwa rencana aliansi strategis Perseroan dengan perusahaan perdagangan hasil tambang dan rencana perubahan pengendalian Perseroan oleh Ruby Mining (Hongkong) Limited semakin dekat. Dimana Perseroan akan menjadi Holding Company untuk mengembangkan peluang usaha Perseroan di masa depan.

Berdasarkan Keterbukaan informasi terbaru Perseroan berencana untuk mengakuisisi entitas anak yang bergerak dalam bidang perdagangan mineral yang akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku demi meningkatkan nilai tambah bagi para Pemegang Saham.

Perseroan berencana untuk melaksanakan pengalihan aset dan usaha eksisting Perseroan sebagai bagian dari strategi penataan struktur usaha dan optimalisasi portofolio bisnis Perseroan.

Selain itu, Puri Sentul juga mengonfirmasi bahwa seluruh dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) kini telah terealisasi dan terserap sepenuhnya untuk pengembangan bisnis.

Ini merupakan bagian dari langkah Puri Sentul untuk memulai era baru transformasi bisnis. Keputusan itu tertuang dalam hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Senin (22/6/2026).

#PT Puri Sentul Permai, Tbk

#Media Partners PT. Puri Sentul Permai, Tbk