Beranda blog

Menguatkan Jati Diri Polri, Polda Sumsel Gelar Upacara Pemuliaan Nilai Tribrata dan Pencucian Pataka

0

Warta.In | PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menggelar Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata dan Pencucian Pataka Atidhira Wira Bhakti sebagai bagian dari Pembinaan Tradisi dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Upacara yang berlangsung khidmat di Aula Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis (25/6/2026), dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Tradisi ini merupakan salah satu agenda penting menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara yang bertujuan memperkuat internalisasi nilai-nilai Tribrata sebagai pedoman moral sekaligus memperteguh komitmen pengabdian seluruh insan Bhayangkara kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam upacara tersebut, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. bertindak sebagai Inspektur Upacara. Perwira Upacara dijabat Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sumsel AKBP Finan Sukma Radipta, S.H., S.I.K., M.H., sedangkan Komandan Upacara dijabat Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana, S.I.K.

Prosesi inti diawali dengan masuknya Pataka Polda Sumsel “Atidhira Wira Bhakti” ke ruang upacara yang disambut penghormatan seluruh peserta. Selanjutnya Kapolda Sumsel melaksanakan prosesi pencucian pataka menggunakan air bunga dan daun pandan, kemudian diakhiri penyemprotan minyak wangi sebagai simbol penyucian nilai, penghormatan terhadap sejarah perjuangan institusi, serta pembaruan tekad pengabdian kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan Hymne Polri, pembacaan doa, dan penghormatan kepada Pataka sebelum kembali disemayamkan pada tempatnya.

Pataka Atidhira Wira Bhakti merupakan simbol kehormatan sekaligus identitas Polda Sumatera Selatan yang disahkan melalui Surat Keputusan Kapolri Nomor Pol. SKEP/1123/IX/1996 tanggal 20 September 1996. Sasanti “Atidhira Wira Bhakti” mengandung makna keteguhan hati, jiwa keperwiraan, dan pengabdian yang dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab demi menegakkan kebenaran, keadilan, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Nilai historis Pataka tersebut semakin kuat karena Polda Sumsel merupakan salah satu satuan kewilayahan Polri yang dua kali menerima Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden Republik Indonesia, yakni berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 028/TK/Tahun 1973 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 49/TK/Tahun 2025. Penghargaan tersebut diberikan atas jasa, dedikasi, profesionalisme, dan keberhasilan Polda Sumsel dalam melaksanakan tugas kepolisian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Pelaksanaan Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata menjadi bagian dari penguatan budaya organisasi Polri sekaligus implementasi program Presisi yang menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, modern, dan terpercaya. Melalui pembinaan tradisi ini diharapkan setiap personel mampu menjaga marwah institusi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., mengatakan bahwa Pataka Atidhira Wira Bhakti bukan sekadar lambang organisasi, melainkan representasi nilai-nilai luhur yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

“Prosesi ini menjadi momentum untuk memperbarui komitmen pengabdian seluruh personel. Nilai-nilai Tribrata harus hidup dalam setiap tindakan anggota Polri sehingga kehadiran Polri benar-benar memberikan rasa aman, keadilan, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa Upacara Pemuliaan Nilai Tribrata merupakan refleksi perjalanan panjang pengabdian Polri sekaligus pengingat bahwa setiap keberhasilan institusi lahir dari integritas, disiplin, dan loyalitas seluruh personel.

“Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap insan Bhayangkara memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan institusi serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Semangat pengabdian yang diwariskan para pendahulu harus menjadi inspirasi dalam menjawab tantangan tugas kepolisian di masa depan,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Melalui Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata dan Pencucian Pataka Atidhira Wira Bhakti, Polda Sumatera Selatan meneguhkan kembali komitmennya untuk terus menghadirkan Polri yang Presisi, profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, penegakan hukum, serta mendukung agenda pembangunan nasional.

Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi Hari Guna cegah Kemacetan di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi Hari Guna cegah Kemacetan di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Kamis Pagi (25/06/2026) pada pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkatnya bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Aipda Afis untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari di daerah rawan kemacetan di wilayah Ngimbang

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (roy)

Pemkab PALI dan BPS Sepakat Perkuat Koordinasi Statistik demi Pembangunan Tepat Sasaran

0

Pemkab PALI dan BPS Sepakat Perkuat Koordinasi Statistik demi Pembangunan Tepat Sasaran

Warta.in//PALI – Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, ST, menerima audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten PALI di Guest House Bupati, Rabu (24/6/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten PALI dan BPS dalam meningkatkan kualitas data statistik sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembangunan daerah.

Audiensi yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan lembaga statistik dalam menyediakan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data statistik dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung penyusunan kebijakan yang tepat sasaran serta menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, BPS Kabupaten PALI menyampaikan berbagai agenda kegiatan yang akan dilaksanakan, termasuk pelaksanaan sensus, survei, dan publikasi statistik daerah. Dukungan dari pemerintah daerah dinilai sangat penting guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal dan menghasilkan data yang berkualitas.

Bupati PALI Asgianto menegaskan bahwa data statistik merupakan salah satu instrumen utama dalam menentukan arah pembangunan daerah. Menurutnya, setiap program pemerintah harus didasarkan pada data yang valid agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Data yang akurat adalah fondasi utama dalam menyusun kebijakan pembangunan. Karena itu, kami sangat mendukung kegiatan sensus, survei, dan publikasi statistik yang dilaksanakan BPS sebagai bahan perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah,” ujar Asgianto.

Ia juga berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab PALI dapat meningkatkan koordinasi dengan BPS agar data yang dihasilkan semakin lengkap dan terintegrasi.

“Kami ingin seluruh OPD menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan BPS. Dengan data yang berkualitas, pengambilan keputusan akan lebih tepat, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata,” tambahnya.

Sementara itu, dalam audiensi tersebut kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan statistik sektoral daerah. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi acuan dalam penyusunan APBD, pelaksanaan program strategis daerah, serta monitoring dan evaluasi kinerja pembangunan.

 

Melalui sinergi yang semakin erat antara Pemkab PALI dan BPS Kabupaten PALI, diharapkan terwujud sistem data pembangunan yang lebih kuat, akurat, dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang efektif, efisien, dan tepat sasaran bagi masyarakat Kabupaten PALI.

 

— Muhamad Randi — (tim)

Diduga Kabur Saat Diburu Polisi, Bandar Narkotika di Muba Ditemukan Tewas Tenggelam

0

 

Warta.in(Muba) – Upaya pengungkapan jaringan peredaran narkotika di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berujung pada ditemukannya seorang terduga bandar narkotika berinisial AI dalam kondisi meninggal dunia setelah diduga tenggelam saat berusaha melarikan diri dari petugas.

Peristiwa tersebut bermula dari keberhasilan anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Selatan mengamankan dua orang terduga pengedar narkotika jenis sabu, yakni EL dan JN, di wilayah Desa Lais, Kabupaten Musi Banyuasin. Dari penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti sabu dengan berat sekitar 103 gram.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengembangan kasus, petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap AI yang diduga berperan sebagai pemasok atau bandar dalam jaringan peredaran narkotika yang beroperasi di kawasan perkebunan dan pertambangan, khususnya di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin.

Saat proses penangkapan berlangsung, AI diduga berupaya menghindari petugas dengan menceburkan diri ke sungai.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa yang bersangkutan membawa senjata api dan telepon genggam ketika melarikan diri.
Petugas mengaku telah memberikan peringatan serta imbauan agar AI menepi dan menyerahkan diri secara baik-baik. Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan sehingga yang bersangkutan terus berusaha melarikan diri melalui aliran sungai.

Tim gabungan kemudian melakukan pencarian secara intensif di sekitar lokasi kejadian. Setelah dilakukan upaya pencarian maksimal, AI akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Berdasarkan dugaan awal, korban meninggal akibat tenggelam. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan dan proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombespol Yulian Perdana,SIK dikonfirmasi tim media Selasa, 23/06/2026 menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini tidak berhenti pada para pelaku yang telah diamankan. Penyidik masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas serta menelusuri sumber pasokan barang haram tersebut.

“Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dan memutus mata rantai peredaran narkotika di Sumatera Selatan,” tegas pihak kepolisian.

Polda Sumsel juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Upaya pemberantasan narkotika, menurut kepolisian, akan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui langkah penegakan hukum yang profesional guna mewujudkan Sumatera Selatan yang aman dan bebas dari peredaran narkoba.(Albert/TIM)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme di Wilayah Ngimbang

  1. LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Rabu siang (24/06/2026)pukul 09.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Aipda Afis dengan sasaran di Jalan Poros Ngimbang – Bluluk, SPBU, ATM BNI Ngimbang dan Pabrik R3 Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Rabu (24/06/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 22.00 wib oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Brigadir Elbiyun untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di Jalan raya Poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang dan Bank BRI Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)

Sederhana Tanpa Pungutan, Perpisahan SDN Ampera Patokbeusi Tetap Meriah dan Penuh Makna

0
0-0x0-0-0#

Sederhana Tanpa Pungutan, Perpisahan SDN Ampera Patokbeusi Tetap Meriah dan Penuh Makna

Warta In Jabar | SUBANG – Di tengah polemik biaya perpisahan sekolah yang kerap menjadi sorotan, SDN Ampera Kecamatan Patokbeusi menunjukkan bahwa kegiatan pelepasan siswa dapat berlangsung meriah tanpa membebani orang tua murid. Rabu, 24/6/2026

Acara perpisahan siswa kelas VI sekaligus kenaikan kelas tahun ajaran 2025/2026 yang digelar di lingkungan sekolah berlangsung sederhana, namun sarat makna dan penuh keceriaan. Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan terlaksana tanpa pungutan biaya dari wali murid.

Kepala SDN Ampera, Suryati Mulyani, mengatakan keterbatasan fasilitas tidak menjadi hambatan untuk menghadirkan momen berkesan bagi para siswa.

“Kami menggunakan ruang kelas yang disulap menjadi aula kecil. Meski sederhana, tempat ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi untuk menampilkan berbagai kreasi seni dalam rangka perpisahan kelas VI dan kenaikan kelas,” ujarnya.

Ruang kelas yang digunakan tampak dihias dengan dekorasi sederhana namun menarik. Balon warna-warni, kain batik, serta spanduk bertuliskan Perpisahan Kelas VI dan Kenaikan Kelas SD Negeri Ampera menjadi latar yang menambah semarak suasana.

Kegiatan diawali dengan penampilan seni dan kreativitas siswa kelas I dan II. Selanjutnya, siswa kelas V memberikan penyambutan kepada kakak-kakak kelas VI yang akan meninggalkan bangku sekolah dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Berbeda dengan sebagian sekolah yang menggelar prosesi sungkeman, SDN Ampera memilih cara yang lebih sederhana. Pelepasan dilakukan secara simbolis melalui prosesi pelepasan topi dan dasi merah putih oleh para siswa sebagai tanda berakhirnya masa belajar mereka di sekolah tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan seluruh siswa kelas VI yang dinyatakan lulus 100 persen.

“Alhamdulillah, seluruh siswa kelas VI berhasil menyelesaikan pendidikan di SDN Ampera dan diterima di SMP yang mereka pilih. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah, guru, maupun orang tua,” ungkapnya.

Suryati juga mengingatkan para orang tua agar memastikan putra-putrinya melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan tidak terkendala proses pendaftaran yang kini dilakukan secara daring.

“Pintu sekolah selalu terbuka bagi orang tua yang membutuhkan bantuan terkait proses pendaftaran. Jangan sampai anak-anak kita tidak melanjutkan sekolah hanya karena kendala administrasi atau kurang memahami aplikasi pendaftaran,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pendidikan saat ini telah digratiskan oleh pemerintah sehingga masyarakat tidak perlu ragu menyekolahkan anak-anaknya.

“Mulai dari SD sampai SMA saat ini sekolah sudah gratis. Karena itu, mari bersama-sama memastikan anak-anak mendapatkan hak pendidikan yang layak,” tambahnya.

Tahun ajaran 2025/2026, SDN Ampera memiliki total 258 siswa dengan jumlah lulusan kelas VI sebanyak 45 orang. Sementara calon peserta didik baru yang telah mendaftar untuk kelas I tercatat mencapai 41 siswa.

Kesederhanaan acara ternyata tidak mengurangi kebahagiaan para peserta. Orang tua murid mengaku senang karena anak-anak tetap mendapatkan pengalaman berharga tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan. Sementara para siswa terlihat antusias menampilkan bakat dan kreativitas mereka di hadapan guru serta keluarga.

Momen tersebut menjadi bukti bahwa kemeriahan sebuah perpisahan tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh kebersamaan, kreativitas, dan makna yang ditinggalkan bagi para siswa yang akan melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya.

Orang tua kecewa, Aplikasi SPMB SMPN 2 Kalijati tak bisa diakses, Disdik tak kunjung tanggap. 

0

Orang tua kecewa, Aplikasi SPMB SMPN 2 Kalijati tak bisa diakses, Disdik tak kunjung tanggap.

SUBANG, Warta In, Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB jenjang SMP tahap 2 jalur Afirmasi di Kabupaten Subang yang dibuka Senin, 22 Juni 2026, diduga abai terhadap nasib calon siswa kurang mampu. Buktinya, aplikasi SPMB untuk SMPN 2 Kalijati lumpuh total sejak hari pertama, sementara Disdik Subang terkesan tutup mata.

Pantauan Warta In di lapangan, puluhan orang tua calon siswa SMPN 2 Kalijati frustasi. Saat mencoba mendaftar, aplikasi SPMB hanya menampilkan nama SMP lain yang bukan tujuan. Padahal sekolah lain di Kecamatan Kalijati berjalan normal tanpa kendala.

“Ini hari keempat aplikasi tetap nggak bisa dibuka. Anak kami mau daftar jalur Afirmasi di SMPN 2, tapi sistemnya seperti sengaja dikunci. Kami sudah lapor ke operator SD, sudah ngadu ke Disdik, tapi tidak ada jawaban sama sekali,” keluh Asep salah satu orang tua dengan nada kecewa, kamis 25/6/2026.

Ironis, Jalur Afirmasi adalah salah satu jalan bagi anak dari keluarga tidak mampu untuk dapat pendidikan layak. Namun di SMPN 2 Kalijati, akses itu justru dipersulit oleh error sistem yang tak kunjung diperbaiki.

Yang lebih memprihatinkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Heri Sopandi, ketika akan dimintai pendapat nya “selalu tidak berada di tempat”. sikap ini memunculkan tanda tanya besar, apakah Disdik Subang memang tidak siap menjalankan SPMB, atau sengaja mengabaikan aduan masyarakat kecil.

Sampai berita ini naik, tidak ada klarifikasi, tidak ada perbaikan sistem, dan tidak ada solusi dari Disdik Subang. Sementara waktu pendaftaran terus berjalan dan hak anak-anak dari keluarga kurang mampu terancam hilang.

Publik berhak bertanya, ke mana Disdik Subang saat sistem pendidikan dasar justru menyengsarakan warganya sendiri.

(RB).

Antrean Pertalite Hingga Larut Malam di SPBU PALI Dikeluhkan Warga, Stok Siang Hari Kerap Habis

0

PALI – Keluhan masyarakat terhadap pelayanan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu SPBU di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali mencuat. Warga mengaku harus mengantre hingga larut malam untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite. Kondisi tersebut disebut terjadi hampir setiap hari dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Salah seorang warga, Dodi, mengungkapkan bahwa antrean kendaraan yang mengular hingga malam hari menunjukkan perlunya evaluasi dari pihak pengelola SPBU. Menurutnya, sistem pelayanan dan pola antrean perlu diperbaiki agar tidak terus menimbulkan penumpukan kendaraan.

“Seharusnya pihak SPBU mencari pola antrean yang lebih baik supaya masyarakat tidak sampai menunggu hingga larut malam. Yang aneh, kondisi seperti ini terjadi hampir setiap hari,” ujar Dodi kepada wartawan, Kamis dini hari (25/6/2026).

Menurutnya, antrean panjang tidak hanya menyita waktu masyarakat, tetapi juga berdampak pada aktivitas sehari-hari, terutama bagi warga yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja dan mencari nafkah.

Selain persoalan antrean, masyarakat juga mempertanyakan ketersediaan Pertalite yang disebut sering habis pada siang hari. Padahal, Pertalite merupakan jenis BBM yang paling banyak digunakan oleh masyarakat menengah ke bawah.

“Yang menjadi pertanyaan, kenapa siang hari Pertalite sering sudah habis. Padahal kebutuhan masyarakat terhadap Pertalite sangat tinggi,” katanya.

Akibat stok Pertalite yang tidak tersedia, sebagian masyarakat terpaksa beralih menggunakan Pertamax yang memiliki harga lebih tinggi. Kondisi tersebut dinilai cukup memberatkan, terutama bagi warga dengan kemampuan ekonomi terbatas.

“Kami rakyat kecil terpaksa mengisi Pertamax jika Pertalite habis. Kalau isi Pertalite Rp20 ribu biasanya bisa dipakai sampai empat hari, sedangkan kalau Pertamax dengan nominal yang sama paling bertahan sekitar dua hari,” ungkapnya.

Fenomena antrean panjang yang terjadi hampir setiap hari serta keluhan mengenai ketersediaan Pertalite memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait sistem distribusi BBM dan manajemen pelayanan di SPBU tersebut. Warga berharap pihak pengelola dapat memberikan penjelasan secara terbuka serta mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan yang terus berulang.

Masyarakat juga meminta instansi terkait, termasuk Pertamina dan pemerintah daerah, melakukan evaluasi terhadap kondisi tersebut guna memastikan pelayanan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU yang dimaksud belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga mengenai antrean BBM dan ketersediaan Pertalite. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh penjelasan yang berimbang.

*Diplomasi Moralitas: Wilson Lalengke Serahkan Buku “Ijazah Jokowi” kepada Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov*

0

Diplomasi Moralitas: Wilson Lalengke Serahkan Buku “Ijazah Jokowi” kepada Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov.

Jakarta – Sebuah momen diplomasi kebudayaan yang unik dan sarat pesan moral mendalam terjadi di Kediaman Resmi Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 24 Juni 2026. Usai menggelar sesi press briefing resmi mengenai berbagai isu geopolitik global dan perkembangan dunia terkini di hadapan puluhan awak media nasional serta internasional, Duta Besar Rusia, Mr. Sergey Tolchenov, menerima sebuah cendera mata khusus dari Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke.

Cendera mata yang diserahkan tersebut berupa buku karya Wilson Lalengke yang berjudul “IJAZAH JOKOWI: Pertaruhan Moralitas Bangsa dan Refleksi Kejujuran (Sebuah Renungan Filosofis)”. Sebagai penulis, tokoh pers nasional itu menyatakan rasa bahagia dan terhormat karena dapat menyerahkan buah pikirannya secara langsung kepada representasi diplomatik tertinggi Rusia di Indonesia.

Dalam penjelasannya, Wilson Lalengke menegaskan bahwa penyerahan buku ini tidak bertujuan untuk masuk ke dalam pusaran perdebatan teknis mengenai otentisitas dokumen yang belakangan ini mengguncang dinamika politik di dalam negeri. Sebaliknya, esensi utama dari buku tersebut terletak pada pesan moral yang jauh lebih universal.

“Buku ini tidak dirancang untuk sekadar membahas asli atau palsunya selembar ijazah,” ujar Wilson Lalengke di hadapan media.

Fokus fundamental dari karya ini, lanjutnya, adalah menggarisbawahi urgensi karakter yang jujur, integritas tanpa kompromi, dan nilai-nilai moralitas yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Nilai-nilai ini mengikat siapa saja – baik mereka yang menduduki takhta kepemimpinan tertinggi negara maupun masyarakat biasa.

“Buku ini juga bukan hanya untuk warga negara Indonesia, melainkan kewajiban etis bagi setiap insan di muka bumi,” terangnya.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya sang tuan rumah, Wilson Lalengke memperlihatkan bahwa pada halaman pertama buku yang dihadiahkan tersebut, ia secara khusus menuliskan sebuah kutipan dari pepatah klasik Rusia yang sangat termasyhur.
“One honest word is worth more than the whole world” (Satu kata yang jujur lebih bernilai daripada seluruh dunia).

Mendapat persembahan literatur yang menyitir kearifan lokal negerinya, Duta Besar Sergey Tolchenov mengekspresikan rasa sukacita serta apresiasi yang tinggi. Dirinya menyampaikan terima kasih atas inisiatif intelektual tersebut yang dinilai mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) kedua negara. Selain kepada Dubes Tolchenov, Wilson Lalengke juga memberikan buku yang sama kepada Mr. Alexander Tumayikin selaku Kepala Biro Humas dan Media Kedutaan Besar Rusia.

Peristiwa penyerahan buku ini membawa refleksi yang mendalam jika ditinjau dari sudut pandang filsafat moral barat. Penekanan Wilson Lalengke pada “karakter jujur dan integritas” sangat selaras dengan konsep Etika Deontologi yang dicetuskan oleh filsuf Jerman, Immanuel Kant (1724-1804).

Dalam pandangan Kant, kejujuran bukanlah sebuah instrumen yang digunakan demi mencapai tujuan politik atau pencitraan tertentu, melainkan sebuah Categorical Imperative (perintah mutlak). Bagi Kant, berkata jujur adalah kewajiban moral fundamental yang tidak dapat ditawar oleh situasi apa pun. Ketika seorang pemimpin atau individu berkompromi dengan ketidakjujuran, ia tidak hanya membohongi publik, tetapi juga meruntuhkan martabat kemanusiaannya sendiri.

Selain itu, filsuf Yunani Klasik, Martin Heidegger (1889-1976), sering membahas esensi kebenaran sebagai Aletheia, yaitu sebuah kondisi keterbukaan atau penyingkapan dari kabut ketidakpastian. Pepatah Rusia yang dikutip oleh Wilson Lalengke menegaskan bahwa satu kata jujur yang menyingkap kebenaran memiliki bobot ontologis yang lebih besar daripada kemegahan material duniawi. Pertemuan di Kuningan ini menjadi pengingat bahwa di era modern yang penuh dengan disinformasi, kejujuran tetap menjadi mata uang universal dalam diplomasi kemanusiaan. (TIM/Red)