24.5 C
Jakarta
Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog

Pastikan Wilayah Ngimbang Tetap Aman Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Cegah dan Daya Tangkal 4C

0

Pastikan Wilayah Ngimbang Tetap Aman Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Cegah dan Daya Tangkal 4C

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Sabtu (23/05/2026)pukul 22.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di dipimpin laksanakan oleh Aipda Novan, Brigadir Bayu dan Brigadir Deny dengan sasaran Patroli jalan poros Jombang – Babat SPBU ngimbang ,Gudang Tembakau Lamongrejo dan Masyarakat Desa Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

RUPST, RUPSLB dan Public Expose PT Centratama Telekomunikasi Indonesia, Tbk di 2026

0

Warta.in, Jakarta | – PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk hari ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), serta Public Expose Tahunan pada Kamis, 26 Mei 2026 pukul 10.00 WIB, bertempat di Ruang Meeting Perseroan TCC Batavia Tower One Lantai 16, Jl. KH Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Perseroan untuk menyampaikan kinerja perusahaan sepanjang tahun buku 2025, strategi bisnis ke depan, serta memperkuat transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik kepada para pemegang saham, investor, dan publik.

Dalam agenda RUPST dan RUPSLB kali ini, jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya persetujuan Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2025, penetapan penggunaan laba bersih Perseroan, penunjukan Kantor Akuntan Publik independen untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan, serta penetapan remunerasi bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris.

Selain itu, Perseroan juga membuka pembahasan terkait perubahan susunan pengurus perusahaan apabila diperlukan sebagai bagian dari langkah penguatan organisasi dan strategi bisnis Perseroan ke depan.

Perombakan Manajemen & CEO Baru: Pergantian pucuk pimpinan ini bertujuan untuk memperkuat strategi pertumbuhan, inovasi infrastruktur digital, serta ekspansi jaringan menara dan serat optik (fiberisasi) seiring tingginya kebutuhan konektivitas 5G di Indonesia.

Ekspansi Bisnis Kelistrikan: Melalui anak usahanya, perseroan memperluas kegiatan usaha ke bidang kelistrikan. Aksi korporasi ini direspons sangat baik oleh pasar, di mana saham CENT sempat mencatatkan lonjakan harga signifikan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penguatan Infrastruktur: Perusahaan terus berfokus pada pembangunan menara telekomunikasi baru (new build), penyewaan (co-location), hingga jaringan kabel serat optik untuk mendukung latensi dan infrastruktur telekomunikasi nasional.

#PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk

#Media Partners PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk

Kapolsek Metro Menteng Pimpin Razia Malam, Polsek Metro Menteng Temukan Eximer dan Tramadol di Latuharhari

0

Warta.in Jakarta Pusat – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, jajaran Polsek Metro Menteng menggelar kegiatan razia stasioner cipta kondisi di kawasan Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Metro Menteng Braiel Arnold Rondonuwu dengan melibatkan sebanyak 16 personel gabungan. Kamis (28/5/2026)

Razia dilakukan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi berbagai bentuk gangguan kamtibmas, kejahatan malam hari, penyalahgunaan obat-obatan, aksi tawuran warga, serta tindak kriminalitas lainnya yang berpotensi mengganggu keamanan wilayah Menteng dan sekitarnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas di lokasi razia. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 2 butir obat jenis Eximer dan 2 butir Tramadol yang disimpan di saku celana serta di dalam sepeda motor Yamaha Aerox warna hijau lumut tanpa pelat nomor kendaraan.

Temuan tersebut langsung diamankan petugas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kepemilikan dan dugaan penyalahgunaan obat-obatan tersebut. Selain itu, petugas juga menindak 13 kendaraan sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain pemeriksaan kendaraan, personel patroli juga melakukan pemantauan situasi wilayah dan patroli dialogis guna memastikan kondisi keamanan tetap terkendali. Polisi turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.

Kapolsek Metro Menteng Akbp Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan bahwa kegiatan razia stasioner akan terus dilakukan secara rutin untuk menekan angka kriminalitas dan penyalahgunaan obat-obatan di wilayah Jakarta Pusat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan wilayah serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, termasuk penyalahgunaan obat-obatan dan kejahatan jalanan,” ujarnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa patroli dan razia cipta kondisi menjadi langkah strategis kepolisian dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Polri akan terus meningkatkan patroli dan razia rutin guna menjaga stabilitas keamanan wilayah serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” tegasnya.

Dengan dilaksanakannya razia stasioner di kawasan Jalan Latuharhari, situasi wilayah Menteng dan sekitarnya terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menunjukkan keseriusan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat Jakarta Pusat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Bhabinkamtibmas Pegangsaan Pantau Pemotongan Hewan Kurban di Masjid Al Masykur Pegangsaan

0

Warta.in Jakarta Pusat – Dalam rangka menjaga keamanan dan kelancaran perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pegangsaan Aipda H.M. Adhy M.N melaksanakan kegiatan pemantauan pemotongan hewan kurban di Masjid Al Masykur, Jalan Cikini Ampiun RT 13 RW 01, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2026).

Kegiatan pemotongan hewan kurban tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan yang dihadiri pengurus masjid, panitia kurban, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Kehadiran personel Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bagian dari pelayanan Polri dalam memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan ibadah Idul Adha.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda H.M. Adhy M.N melakukan pemantauan secara langsung terhadap seluruh rangkaian proses penyembelihan hewan kurban hingga pendistribusian daging kepada warga yang berhak menerima. Selain itu, ia juga memberikan imbauan kamtibmas kepada panitia dan masyarakat agar tetap menjaga ketertiban, kebersihan lingkungan, serta meningkatkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial.

Momentum Hari Raya Idul Adha menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara masyarakat dan aparat kepolisian. Suasana gotong royong terlihat jelas saat panitia dan warga bersama-sama membantu proses penyembelihan, pengemasan, hingga pembagian daging kurban kepada masyarakat sekitar dengan tertib dan lancar.

Aipda H.M. Adhy M.N mengatakan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam memberikan rasa aman sekaligus memastikan kegiatan keagamaan berjalan tanpa hambatan.

“Kami hadir untuk memastikan kegiatan pemotongan hewan kurban berjalan aman, tertib, dan lancar. Selain itu kami juga mengajak masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta memperkuat nilai kebersamaan di momentum Idul Adha ini,” ujarnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa jajaran kepolisian terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam pengamanan kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

“Idul Adha merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai kepedulian dan solidaritas sosial. Kami menginstruksikan seluruh personel agar aktif hadir di tengah masyarakat guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, nyaman, dan kondusif,” kata Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng Akbp Braiel Arnold Rondonuwu menyampaikan bahwa keterlibatan personel Bhabinkamtibmas dalam setiap kegiatan masyarakat menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan warga.

“Kami terus mendorong personel untuk aktif membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang tetap kondusif selama perayaan Hari Raya Idul Adha,” jelas AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

Dengan adanya pemantauan dari jajaran Polsek Metro Menteng, kegiatan pemotongan hewan kurban di Masjid Al Masykur berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Patroli Sambang Malam, Bhabinkamtibmas Berikan Imbauan Kamtibmas di RW 05 Kebon Kacang

0

Warta.in Jakarta Pusat – Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Kacang Aiptu Suhartono melaksanakan kegiatan sambang Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di Pos Kamling RW 05, Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu malam, 27 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pos Satkamling RW 05 yang berlokasi di Jalan Kebon Kacang VI, dengan menyambangi petugas jaga malam, Bapak Asmuni, serta unsur keamanan lingkungan setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Suhartono menyampaikan sejumlah imbauan penting terkait peningkatan kewaspadaan dan peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Petugas Satkamling diimbau untuk terus meningkatkan patroli lingkungan guna mencegah potensi gangguan kamtibmas, termasuk antisipasi terhadap aksi tawuran remaja yang dapat meresahkan masyarakat.

Selain itu, petugas Siskamling juga diingatkan untuk lebih peka dalam mengidentifikasi potensi gangguan keamanan di wilayahnya masing-masing serta segera berkoordinasi dengan unsur Tiga Pilar apabila ditemukan hal-hal yang mencurigakan.

Ditekankan pula bahwa setiap tamu yang menginap lebih dari 1×24 jam wajib dilaporkan kepada Ketua RT dan RW setempat sebagai bentuk pengawasan lingkungan. Petugas jaga juga diminta untuk tetap melakukan pemeriksaan terhadap orang yang dicurigai dengan cara yang sopan, humanis, dan tidak menimbulkan konflik.

Bhabinkamtibmas juga mengingatkan agar masyarakat segera melaporkan setiap kejadian menonjol atau potensi gangguan kamtibmas melalui layanan 110 atau ke Polsek Metro Tanah Abang agar dapat segera ditindaklanjuti.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan bahwa Kegiatan sambang ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta meningkatkan peran aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Kapolsek Metro Tanah Abang Akbp Dhimas Prasetyo mengatakan bahwa Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat semakin solid dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kebon Kacang, Tanah Abang.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Bhabinkamtibmas Kebon Kacang Bagikan Brosur Kamtibmas Berbahasa Inggris untuk WNA di Swiss-Belinn Tanah Abang

0

Warta.in Jakarta Pusat – Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Kacang Aiptu Suhartono melaksanakan kegiatan pembagian brosur himbauan kamtibmas kepada Warga Negara Asing (WNA) di Swiss-Belinn Tanah Abang, Rabu malam (27/05/2026).

Dalam pelaksanaannya, Aiptu Suhartono membagikan brosur himbauan kamtibmas berbahasa Inggris yang diterbitkan oleh Kapolsek Metro Tanah Abang. Brosur tersebut berisi berbagai informasi penting mengenai keamanan dan keselamatan bagi WNA selama berada di wilayah Jakarta Pusat, khususnya kawasan Tanah Abang yang dikenal sebagai pusat aktivitas perdagangan dan kunjungan wisatawan asing.

Brosur himbauan kamtibmas tersebut diterima langsung oleh petugas Front Office Hotel Swiss-Belinn, Ibu Lisya, untuk selanjutnya ditempatkan di area meja Front Office hotel agar mudah dilihat, dibaca, dan diambil oleh para tamu asing yang datang maupun menginap di hotel tersebut. Pihak hotel menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian pihak kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan serta memberikan edukasi kepada para tamu internasional.

Adapun isi brosur memuat sejumlah informasi penting, di antaranya nomor layanan darurat dan Call Center Polri 110 yang dapat dihubungi sewaktu-waktu apabila membutuhkan bantuan kepolisian. Selain itu, brosur juga memuat tips aman bagi warga negara asing saat berada di luar hotel, seperti menjaga barang bawaan pribadi, menghindari membawa barang berharga secara mencolok, berhati-hati terhadap tindak kejahatan jalanan, serta selalu memperhatikan keamanan lingkungan sekitar saat beraktivitas.

Tidak hanya itu, dalam brosur juga disertakan peta wilayah Tanah Abang guna membantu para tamu asing mengenali area sekitar hotel dan titik-titik penting di wilayah tersebut.
Penyampaian informasi dalam bahasa Inggris dilakukan agar mudah dipahami oleh wisatawan maupun warga negara asing yang berada di wilayah Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan bahwa Kegiatan pembagian brosur himbauan kamtibmas ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, termasuk warga negara asing yang berada di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat. Selain memberikan edukasi terkait keamanan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan kerja sama antara kepolisian dengan pihak hotel dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, nyaman, dan kondusif.

Dengan adanya kegiatan sambang dan pembagian brosur ini, diharapkan para tamu asing dapat lebih memahami langkah-langkah pencegahan tindak kejahatan serta mengetahui akses layanan kepolisian apabila sewaktu-waktu membutuhkan bantuan selama berada di wilayah Jakarta Pusat, ujarnya.

Kapolsek Metro Tanah Abang Akbp Dhimas Prasetyo mengatakan bahwa Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah RW 02 Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebagai langkah preventif dan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat internasional yang berada di wilayah Tanah Abang. Hotel Swiss-Belinn diketahui menjadi salah satu hotel yang cukup sering dikunjungi maupun ditempati oleh warga negara asing, sehingga menjadi salah satu sasaran kegiatan pembinaan dan penyampaian pesan-pesan kamtibmas dari jajaran Polsek Metro Tanah Abang.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Bhabinkamtibmas Karet Tengsin Bagikan Brosur Kamtibmas untuk WNA di Somerset Sudirman Jakarta

0

Warta.in Jakarta Pusat – Bhabinkamtibmas Kelurahan Karet Tengsin Aiptu Suparmin melaksanakan kegiatan pembagian brosur himbauan kamtibmas kepada Warga Negara Asing (WNA) di Somerset Sudirman Jakarta pada Rabu malam, 27 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Suparmin membagikan brosur himbauan kamtibmas berbahasa Inggris yang berisi berbagai informasi penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat selama berada di wilayah Jakarta Pusat, khususnya Kecamatan Tanah Abang.

Brosur himbauan kamtibmas dari Kapolsek Metro Tanah Abang tersebut diterima langsung oleh Bapak Deva selaku Resident Manager Somerset Sudirman bersama staf hotel dan petugas keamanan Bapak Danil. Pihak hotel menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh kepolisian dan menyatakan siap membantu menyampaikan informasi kamtibmas kepada para tamu asing yang datang maupun menginap di hotel tersebut.

Adapun isi brosur memuat beberapa poin penting, di antaranya nomor layanan darurat dan Call Center Polri 110 yang dapat dihubungi apabila membutuhkan bantuan kepolisian, tips keamanan bagi WNA saat berada di luar hotel, serta peta wilayah Tanah Abang untuk membantu tamu asing mengenali area sekitar. Selain itu, brosur juga memberikan himbauan agar para tamu asing selalu menjaga barang bawaan pribadi, menghindari bepergian seorang diri pada malam hari di lokasi sepi, serta segera melapor kepada pihak hotel atau kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

Untuk memudahkan akses informasi bagi para tamu asing, brosur tersebut ditempatkan di meja Front Office hotel sehingga dapat dengan mudah dibaca dan diambil oleh para pengunjung internasional.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan bahwa Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah humanis Polri dalam meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat, termasuk warga negara asing yang berada di wilayah Jakarta Pusat.

Melalui kegiatan sambang dan pembagian brosur kamtibmas ini, diharapkan tercipta hubungan komunikasi dan kerja sama yang baik antara kepolisian dengan pihak hotel maupun masyarakat internasional, sehingga situasi keamanan tetap aman, tertib, dan kondusif.

Senada dengan Kapolsek Metro Tanah Abang Akbp Dhimas Prasetyo mengatakan bahwa Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya preventif dan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat internasional yang berada di wilayah Tanah Abang, khususnya para tamu asing yang menginap maupun beraktivitas di Hotel Somerset Sudirman yang diketahui sering dikunjungi oleh WNA dari berbagai negara.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

*Serangan Terhadap Pers Adalah Cacat Demokrasi dan Pengingkaran Hukum*

0

Wilson Lalengke Kecam Tindakan Brutal Intimidasi Wartawan di Kuningan: Serangan Terhadap Pers Adalah Cacat Demokrasi dan Pengingkaran Hukum

Ketua Umum PPWI dan Perwakilan HAM Internasional Desak Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: “Premanisme Tak Boleh Dibiarkan Menguasai Negara Hukum”

JAKARTA – Sebagai seorang tokoh jurnalisme senior yang dikenal tegas, berintegritas tinggi, dan memiliki kedisiplinan luar biasa dalam menjunjung tinggi nilai-nilai profesi, Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., angkat bicara dengan lantang dan penuh ketegasan. Sosok yang menjabat sebagai Ketua Umum Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), sekaligus berperan sebagai Perwakilan Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional untuk Indonesia dan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Angkatan 48 Tahun 2012 ini, menyampaikan kecaman keras yang mendalam atas terjadinya peristiwa tidak terpuji berupa tindakan pengerudukan, ancaman, hingga intimidasi yang dialami oleh wartawan KabarSBI.com di wilayah Kuningan, pada tanggal 25 Mei 2026 silam.

Dalam pandangan Wilson Lalengke, yang senantiasa menaruh kepedulian besar terhadap nasib sesama insan pers, kebebasan berekspresi, serta marwah dan kehormatan profesi jurnalistik yang harus selalu dijaga kemurniannya, peristiwa yang menimpa rekannya di lapangan bukan sekadar kasus kekerasan biasa. Lebih dari itu, tindakan tersebut dinilai sebagai serangan langsung yang berbahaya terhadap sendi-sendi kebebasan pers, pelanggaran hak asasi manusia yang mendasar, sekaligus pukulan telak bagi tatanan demokrasi yang sedang dibangun dan dijaga bersama di Indonesia. Beliau menyampaikan pernyataannya dengan nada tegas yang bercampur rasa geram dan keprihatinan mendalam atas apa yang telah terjadi.

“Aksi pengerudukan, ancaman, dan segala bentuk intimidasi yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap insan pers, adalah tindakan biadab, tidak beradab, dan sangat tercela. Hal ini tidak hanya melukai fisik maupun mental wartawan secara pribadi, merenggut hak kemanusiaan mereka untuk bekerja dengan aman, tetapi yang jauh lebih besar dampaknya adalah merampas hak konstitusional seluruh rakyat Indonesia untuk memperoleh informasi yang bebas, jujur, objektif, dan sebenar-benarnya. Kebebasan pers adalah nafas demokrasi, dan saat ada pihak yang berani memotong nafas itu, berarti mereka sedang berusaha mematikan harapan publik atas keterbukaan,” ujar Wilson dengan penekanan yang menggetarkan hati, menegaskan bahwa profesi wartawan memiliki kedudukan strategis sebagai penjaga gawang kepentingan publik.

Menyikapi fakta bahwa hingga saat ini para pelaku tindakan kekerasan tersebut masih bergerak bebas, menghirup udara segar seolah tidak pernah melakukan kesalahan apa pun, seolah-olah negara ini adalah milik pribadi mereka sendiri, dan berlagak seolah-olah mereka adalah orang-orang yang kebal hukum serta tak akan pernah tersentuh oleh aturan yang berlaku, Wilson Lalengke melontarkan kritik tajam dan pertanyaan besar yang kini bergema di tengah masyarakat luas. Sikap para pelaku yang berani dan tak merasa bersalah itu menimbulkan tanda tanya besar di benak publik: siapakah sebenarnya mereka? Kekuatan apa yang berada di balik punggung mereka hingga berani bertindak sewenang-wenang? Dan yang paling mendasar, ada apa sebenarnya dengan penegakan hukum di negara kita ini, yang seolah-olah bisa tunduk, diatur, atau bahkan dikalahkan oleh budaya premanisme dan kekerasan?

Padahal, Wilson mengingatkan kembali dengan tegas, di mata hukum yang berlaku di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama, setara, dan sederajat. Tidak ada satu pun manusia atau kelompok orang yang berada di atas hukum, dan tidak ada pula yang kebal dari jerat hukum, siapa pun orangnya, apa pun jabatannya, dan dari latar belakang apa pun ia berasal. Prinsip persamaan di hadapan hukum adalah pondasi utama negara hukum yang kita banggakan.

Oleh karena itu, Wilson Lalengke mendesak dengan sangat kuat dan serius kepada seluruh jajaran aparat kepolisian yang bertanggung jawab di wilayah hukum tersebut, untuk segera bergerak cepat, bertindak tegas, dan mengerahkan segala kemampuan profesionalitas guna menangkap para pelaku utama beserta seluruh pihak yang terlibat. Proses penyelidikan harus digelar secara mendalam hingga ke akar-akarnya, demi mengungkap dan mengusut tuntas siapa sebenarnya aktor intelektual atau dalang yang berada di balik layar yang menggerakkan aksi kekerasan tersebut.

Beliau kembali menegaskan sikapnya yang tak kompromi, bahwa segala bentuk premanisme yang mencoba dibungkus, disamarkan, atau dikamuflasekan di balik nama besar organisasi masyarakat, golongan, atau kepentingan tertentu, tidak boleh dibiarkan hidup, tumbuh, dan berkembang biak di negara hukum ini. Tindakan tegas harus diambil agar keamanan masyarakat tetap terjaga, ketertiban umum senantiasa terkendali, dan suasana wilayah hukum tersebut tetap kondusif, damai, serta aman dari ancaman kekerasan. Langkah penindakan ini sangat krusial agar peristiwa kelam seperti ini tidak pernah terulang kembali di masa yang akan datang, kepada siapa pun insan pers yang sedang menjalankan tugas sucinya.

“Negara, melalui seluruh alat kelengkapannya, memiliki kewajiban mutlak dan tanggung jawab konstitusional untuk hadir nyata melindungi setiap wartawan yang bekerja sebagai pilar demokrasi dan pengawas kebijakan publik. Jika aparat penegak hukum gagal bertindak dengan tegas, gagal bersikap jujur, bijaksana, berkeadilan, serta tidak mampu menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam bekerja, maka yakinlah bahwa bangunan demokrasi kita yang selama ini dijaga susah payah akan runtuh perlahan-lahan dihancurkan oleh tangan-tangan kotor yang merasa berkuasa dan menghalalkan segala cara, termasuk kekerasan, untuk menutup-nutupi kebenaran,” tegas Wilson Lalengke dengan nada berwibawa yang tak terbantahkan.

Sebagai bentuk nyata dari solidaritas profesi dan tanggung jawab organisasi, Wilson Lalengke menegaskan bahwa Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) tidak akan berdiam diri atau membiarkan kasus ini menjadi berita yang hilang begitu saja ditelan waktu. Organisasi ini akan terus mengawal proses hukum, memantau setiap langkah penegakan hukum, dan memastikan keadilan benar-benar ditegakkan hingga kasus ini dinyatakan selesai dan tuntas sepenuhnya.

Langkah ini diambil demi satu tujuan mulia: memastikan bahwa kebebasan pers di Indonesia tetap terjaga kemurniannya, marwah dan kehormatan insan pers senantiasa terangkat tinggi, serta menjamin agar para wartawan ke depannya dapat bekerja dengan tenang, aman, damai, dan penuh tanggung jawab, tanpa rasa takut, tanpa dihantui ancaman, maupun terbayang teror kekerasan. Insan pers harus senantiasa mampu menjalankan tugas profesinya secara proporsional, beretika luhur, dan berpedoman kokoh pada Undang-Undang Pers serta kode etik jurnalistik yang berlaku, demi memberikan informasi terbaik bagi masyarakat luas.

(HD/Red)

*Wilson Lalengke Kecam Tindakan Brutal Intimidasi Wartawan di Kuningan*

0

*Wilson Lalengke Kecam Tindakan Brutal Intimidasi Wartawan di Kuningan: Serangan Terhadap Pers Adalah Cacat Demokrasi dan Pengingkaran Hukum*

Ketua Umum PPWI dan Perwakilan HAM Internasional Desak Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: “Premanisme Tak Boleh Dibiarkan Menguasai Negara Hukum”

JAKARTA – Sebagai seorang tokoh jurnalisme senior yang dikenal tegas, berintegritas tinggi, dan memiliki kedisiplinan luar biasa dalam menjunjung tinggi nilai-nilai profesi, Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., angkat bicara dengan lantang dan penuh ketegasan. Sosok yang menjabat sebagai Ketua Umum Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), sekaligus berperan sebagai Perwakilan Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional untuk Indonesia dan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Angkatan 48 Tahun 2012 ini, menyampaikan kecaman keras yang mendalam atas terjadinya peristiwa tidak terpuji berupa tindakan pengerudukan, ancaman, hingga intimidasi yang dialami oleh wartawan KabarSBI.com di wilayah Kuningan, pada tanggal 25 Mei 2026 silam.

Dalam pandangan Wilson Lalengke, yang senantiasa menaruh kepedulian besar terhadap nasib sesama insan pers, kebebasan berekspresi, serta marwah dan kehormatan profesi jurnalistik yang harus selalu dijaga kemurniannya, peristiwa yang menimpa rekannya di lapangan bukan sekadar kasus kekerasan biasa. Lebih dari itu, tindakan tersebut dinilai sebagai serangan langsung yang berbahaya terhadap sendi-sendi kebebasan pers, pelanggaran hak asasi manusia yang mendasar, sekaligus pukulan telak bagi tatanan demokrasi yang sedang dibangun dan dijaga bersama di Indonesia. Beliau menyampaikan pernyataannya dengan nada tegas yang bercampur rasa geram dan keprihatinan mendalam atas apa yang telah terjadi.

“Aksi pengerudukan, ancaman, dan segala bentuk intimidasi yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap insan pers, adalah tindakan biadab, tidak beradab, dan sangat tercela. Hal ini tidak hanya melukai fisik maupun mental wartawan secara pribadi, merenggut hak kemanusiaan mereka untuk bekerja dengan aman, tetapi yang jauh lebih besar dampaknya adalah merampas hak konstitusional seluruh rakyat Indonesia untuk memperoleh informasi yang bebas, jujur, objektif, dan sebenar-benarnya. Kebebasan pers adalah nafas demokrasi, dan saat ada pihak yang berani memotong nafas itu, berarti mereka sedang berusaha mematikan harapan publik atas keterbukaan,” ujar Wilson dengan penekanan yang menggetarkan hati, menegaskan bahwa profesi wartawan memiliki kedudukan strategis sebagai penjaga gawang kepentingan publik.

Menyikapi fakta bahwa hingga saat ini para pelaku tindakan kekerasan tersebut masih bergerak bebas, menghirup udara segar seolah tidak pernah melakukan kesalahan apa pun, seolah-olah negara ini adalah milik pribadi mereka sendiri, dan berlagak seolah-olah mereka adalah orang-orang yang kebal hukum serta tak akan pernah tersentuh oleh aturan yang berlaku, Wilson Lalengke melontarkan kritik tajam dan pertanyaan besar yang kini bergema di tengah masyarakat luas. Sikap para pelaku yang berani dan tak merasa bersalah itu menimbulkan tanda tanya besar di benak publik: siapakah sebenarnya mereka? Kekuatan apa yang berada di balik punggung mereka hingga berani bertindak sewenang-wenang? Dan yang paling mendasar, ada apa sebenarnya dengan penegakan hukum di negara kita ini, yang seolah-olah bisa tunduk, diatur, atau bahkan dikalahkan oleh budaya premanisme dan kekerasan?

Padahal, Wilson mengingatkan kembali dengan tegas, di mata hukum yang berlaku di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama, setara, dan sederajat. Tidak ada satu pun manusia atau kelompok orang yang berada di atas hukum, dan tidak ada pula yang kebal dari jerat hukum, siapa pun orangnya, apa pun jabatannya, dan dari latar belakang apa pun ia berasal. Prinsip persamaan di hadapan hukum adalah pondasi utama negara hukum yang kita banggakan.

Oleh karena itu, Wilson Lalengke mendesak dengan sangat kuat dan serius kepada seluruh jajaran aparat kepolisian yang bertanggung jawab di wilayah hukum tersebut, untuk segera bergerak cepat, bertindak tegas, dan mengerahkan segala kemampuan profesionalitas guna menangkap para pelaku utama beserta seluruh pihak yang terlibat. Proses penyelidikan harus digelar secara mendalam hingga ke akar-akarnya, demi mengungkap dan mengusut tuntas siapa sebenarnya aktor intelektual atau dalang yang berada di balik layar yang menggerakkan aksi kekerasan tersebut.

Beliau kembali menegaskan sikapnya yang tak kompromi, bahwa segala bentuk premanisme yang mencoba dibungkus, disamarkan, atau dikamuflasekan di balik nama besar organisasi masyarakat, golongan, atau kepentingan tertentu, tidak boleh dibiarkan hidup, tumbuh, dan berkembang biak di negara hukum ini. Tindakan tegas harus diambil agar keamanan masyarakat tetap terjaga, ketertiban umum senantiasa terkendali, dan suasana wilayah hukum tersebut tetap kondusif, damai, serta aman dari ancaman kekerasan. Langkah penindakan ini sangat krusial agar peristiwa kelam seperti ini tidak pernah terulang kembali di masa yang akan datang, kepada siapa pun insan pers yang sedang menjalankan tugas sucinya.

“Negara, melalui seluruh alat kelengkapannya, memiliki kewajiban mutlak dan tanggung jawab konstitusional untuk hadir nyata melindungi setiap wartawan yang bekerja sebagai pilar demokrasi dan pengawas kebijakan publik. Jika aparat penegak hukum gagal bertindak dengan tegas, gagal bersikap jujur, bijaksana, berkeadilan, serta tidak mampu menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam bekerja, maka yakinlah bahwa bangunan demokrasi kita yang selama ini dijaga susah payah akan runtuh perlahan-lahan dihancurkan oleh tangan-tangan kotor yang merasa berkuasa dan menghalalkan segala cara, termasuk kekerasan, untuk menutup-nutupi kebenaran,” tegas Wilson Lalengke dengan nada berwibawa yang tak terbantahkan.

Sebagai bentuk nyata dari solidaritas profesi dan tanggung jawab organisasi, Wilson Lalengke menegaskan bahwa Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) tidak akan berdiam diri atau membiarkan kasus ini menjadi berita yang hilang begitu saja ditelan waktu. Organisasi ini akan terus mengawal proses hukum, memantau setiap langkah penegakan hukum, dan memastikan keadilan benar-benar ditegakkan hingga kasus ini dinyatakan selesai dan tuntas sepenuhnya.

Langkah ini diambil demi satu tujuan mulia: memastikan bahwa kebebasan pers di Indonesia tetap terjaga kemurniannya, marwah dan kehormatan insan pers senantiasa terangkat tinggi, serta menjamin agar para wartawan ke depannya dapat bekerja dengan tenang, aman, damai, dan penuh tanggung jawab, tanpa rasa takut, tanpa dihantui ancaman, maupun terbayang teror kekerasan. Insan pers harus senantiasa mampu menjalankan tugas profesinya secara proporsional, beretika luhur, dan berpedoman kokoh pada Undang-Undang Pers serta kode etik jurnalistik yang berlaku, demi memberikan informasi terbaik bagi masyarakat luas.

(HD/Red)

IDUL ADHA 1447 H, BUPATI TEGASKAN PENTINGNYA AKTUALISASI NILAI EMPATI, GOTONG ROYONG DAN KEPEDULIAN SOSIAL

0

IDUL ADHA 1447 H, BUPATI TEGASKAN PENTINGNYA AKTUALISASI NILAI EMPATI, GOTONG ROYONG DAN KEPEDULIAN SOSIAL

Warta In Jabar | Sukabumi i — Pemerintah Kabupaten Sukabumi memusatkan pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Alun-Alun Kecamatan Jampangtengah. Maka dari itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, Forkopimda, hingga kepala perangkat daerah hadir di lokasi yang menjadi kebanggaan warga Jampangtengah.

Berdasarkan pantauan, warga pun berbondong-bondong ikut melaksanakan salat Idul Adha di tempat tersebut. Bahkan memadati daerah Alun-Alun yang memiliki luas sekitar 4000 meter persegi.

Pelaksaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Jampangtengah ini, diimami oleh H. Saprudin dan Khotib KH. Abdul Wahab

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H.Asep Japar mengatakan, terdapat dua dimensi yang dapat dimaknai dalam Idul Adha. Pertama berkaitan ibadah dan kedua ialah sosial. Sebab, Idul Adha atau yang sering disebut Idul Kurban ini mengajarkan umat muslim untuk berempati dan peduli terhadap seksama.

“Nilai empati, gotong-royong, selang saling membantu yang terkandung dalam Idul Kurban ini sangat relevan ketika diaktualisasikan dalam bermasyarakat dan bernegara,” ujarnya, Rabu, 27 Mei 2026.

Semua hal tersebut tidak terlepas dari sejarah Nabi Ibrahim AS. Di mana dalam sejarah tersebut, mengajarkan keikhlasan, kepasrahan, dan ketaatan kepada Allah SWT.

“Setiap pengorbanan yang didasari keimanan dan ketakwaan, pasti dapat balasan terbaik oleh Allah SWT,” ucapnya.

Maka dari itu, Idul Adha ini, menjadi momen evaluasi dan muhasabah diri. Menjadi umat lebih baik, dan peduli kepada lingkungan sekitar.

“Mari kita jadikan Idul Adha ini sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya

Selain itu, bupati pun mengapresiasi dan berterima kasih kepada masyarakat yang berkurban. Termasuk masyarakat yang turut menyembelih hewan kurban.

“Terima kasih kepada semuanya. Semoga pelaksaan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban berjalan baik dan tertib,” harapnya.

Tak hanya itu saja, bupati pun mengajak masyarakat untuk mendoakan masyarakat yang sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci

“Mari kita doakan saudara kita yang sedang beribadah haji. Semoga diberikan kesehatan, kelancaran beribadah, dan kembali ke tanah suci sebagai haji mabrur,” doanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Sukabumi H. Andi Rahman mengatakan, Pemkab Sukabumi menyedekahkan hewan kurban untuk masyarakat mencapai 322 ekor. Hal itu meliputi 22 ekor sapi dan 300 domba.

“Alhamdulillah sedekah hewan kurban tahun ini lebih banyak dibanding sebelumnya,” bebernya

Dari sejumlah hewan kurban tersebut, Pemkab Sukabumi pun menyerahkan satu ekor sapi untuk warga Kecamatan Jampangtengah. Hal itu termasuk pemberian sapi kurban dari Presiden RI H. Prabowo Subianto.

“Untuk warga Jampangtengah ada pemberian hewan kurban dari Pak Bupati dan Pak Presiden,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, bupati pun menyerahkan hewan kurban (Alfi yonimar)