Beranda blog

Semarak Hari Jadi ke-821 Tulungagung, Pemkab Gelar Festival Olahraga Tradisional Diikuti 765 Peserta

0

TULUNGAGUNG WARTA IN, .Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar Festival Olahraga Tradisional dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821 Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman GOR Lembu Peteng, Jumat (30/10/2026), mulai pukul 07.00 WIB.

Festival ini dihadiri Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, jajaran Forkopimda atau yang mewakili, Sekretaris Daerah, para staf ahli, asisten Sekda, kepala OPD, camat, serta ratusan peserta dari berbagai instansi di lingkungan Pemkab Tulungagung.

Plt Kepala Dispora Kabupaten Tulungagung, Farid Abadi, S.T., M.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa festival olahraga tradisional merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyemarakkan Hari Jadi Tulungagung ke-821 sekaligus upaya melestarikan olahraga tradisional sebagai warisan budaya bangsa.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali olahraga tradisional Indonesia agar tetap dikenal dan diminati masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan, solidaritas, kebugaran jasmani, dan sportivitas antarpegawai,” ungkap Farid.

Ia menjelaskan, festival tersebut diikuti sebanyak 765 peserta yang tergabung dalam 142 tim, dengan empat kategori perlombaan.

Adapun rincian peserta meliputi egrang putra sebanyak 25 tim, terompah putra 50 tim, terompah putri 35 tim, serta satu kategori perlombaan putri lainnya sebanyak 32 tim.

Farid menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang harmonis antarinstansi sehingga tercipta lingkungan kerja yang semakin produktif dan kolaboratif.

Pelaksanaan festival mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga Tahun Anggaran 2026. Sementara itu, sumber pendanaan kegiatan berasal dari APBD Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, festival olahraga tradisional bukan sekadar ajang mencari kemenangan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat hubungan silaturahmi dan kekompakan seluruh aparatur pemerintah daerah.

“Selain berolahraga, kegiatan ini juga untuk menjalin tali silaturahmi di antara seluruh dinas yang ada di Kabupaten Tulungagung. Kita mempunyai cita-cita bersama, yaitu bareng-bareng membangun Tulungagung dengan memperhatikan tugas dan kewajiban masing-masing,” ujarnya

Ahmad Baharudin menegaskan bahwa semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut harus diwujudkan dalam peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh aparatur, mulai dari kepala dinas hingga staf, untuk berperan aktif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari-hari.

“Jangan hanya kepala dinasnya yang aktif, tetapi staf-stafnya juga harus aktif dalam melaksanakan tugas. Mari bersama-sama memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki dalam rangka melayani masyarakat Kabupaten Tulungagung,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga berencana mengadakan kompetisi antarinstansi yang berorientasi pada capaian kinerja perangkat daerah sebagai bentuk motivasi dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas pelayanan publik.

Di akhir sambutannya, Ahmad Baharudin mengingatkan seluruh peserta agar tetap mengutamakan keselamatan, menjaga sportivitas, serta menikmati setiap perlombaan dengan penuh semangat kebersamaan.

Melalui Festival Olahraga Tradisional ini, Pemkab Tulungagung berharap peringatan Hari Jadi ke-821 tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga mampu mempererat sinergi antarperangkat daerah, melestarikan budaya bangsa, serta membangkitkan semangat bersama dalam membangun Tulungagung yang lebih maju dan sejahtera.(PAUJI)

Orang (Paling) Berbahaya di Indonesia

0

Selintas, saya membaca ada informasi menarik tentang orang berbahaya di Indonesia. Salah satu nama yang muncul adalah Prof. Zainal Arifin (Uceng), dan beberapa nama lain seperti koordinator demonstrasi Fathimah Azzahra mahasiswa UI, dan sejumlah mahasiswa lain.

Berbahaya di situ maksudnya berbahaya buat penguasa totalitarian negeri ini. Saya mendukung pernyataan tersebut. Indonesia perlu lebih banyak orang berbahaya yang berani berhadapan dengan kekuasaan Indonesia yang silang sengkarut.

Namun, berdasarkan catatan sejarah, banyak orang berani dan dinilai intelektual, masa depannya masuk ke dalam dua perkara. Pertama, dia masuk ke dalam sistem kekuasaan tertentu dan menjadi bagian dari kekuasaan. Contoh seperti ini banyak sekali, seperti hari ini diperlihatkan para aktivis 1998.

Kedua, mungkin dia bertahan menjadi intelektual organik atau progresif. Kemudian, mereka menjadi peneliti, pengamat, atau berbagai profesi yang relatif independen. Contoh orang seperti ini tidak cukup banyak, tapi ada. Salah satu yang terkenal sebagai contoh terbaik, dan sebagai kasus terburuk, tentulah Rocky Gerung.

Ada juga yang seolah menjadi peneliti independen. Tapi, terlihat bahwa mereka banyak bermain angka, seolah penelitian ilmiah. Kesan ilmiah untuk mendukung partai politik tertentu, atau calon pemimpin tertentu. Permainan angka terebut sungguh berbahaya.

Yang ingin saya persoalkan adalah siapa orang berbahaya di Indonesia, dan karena dia berbahaya, mereka harus dilawan dan kalau bisa ditekan untuk sedapat mungkin tidak memiliki peran.

Namun, apa itu orang berbahaya? Orang berbahaya di sini maksudnya adalah orang yang berpotensi merugikan dan/atau merusak, mencilakai, merampak, merampas harta dan martabat negara dan bangsa. Bahkan orang berbahaya itu adalah orang yang berpotensi membunuh atau menimbulkan kematian warga, atau katakanlah rakyat.

Orang berbahaya yang paling awal, bisa jadi sekumpulan orang, yakni mereka yang tidak mampu (inkompeten); mungkin karena memang tidak berdaya (dilemahkan), karena miskin, karena bodoh (tidak mau berpikir), untuk memilih atau menghadirkan pemimpin di antara mereka sendiri.

Alhasil, kita tahu, bahwa karena hal itu muncullah pemimpin sebagai “hasil pilihan” dari mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk memilih pemimpin di antara mereka sendiri. Kita bisa membayangkan pemimpin seperti apa yang terpilih dari proses seperti itu. Hari ini kita sedang mendapatkan musibah tersebut.

Jadi, jika kelompok orang yang berbahaya adalah mereka yang inkompenten, dimiskinkan, dan dibuat bodoh adalah kelompok orang yang paling berbahaya. Maka, orang lain yang berbahaya adalah para pemimpinnya, para pejabatnya. Semakin dapat dirasakan bahwa sebenarnya merekalah orang paling berbahaya bagi kelangsungan bangsa dan negara.

Orang berbahaya ketiga adalah mereka yang mungkin sedikit punya kepintaran, juga pinter ngomong, tapi sangat berambisi dengan kekayaan dan kekuasaan. Mereka akan menempuh dalam berbagai cara untuk bisa berhasil sesuai dengan harapannya tersebut.

Cukup banyak juga orang seperti ini. Bahkan mereka rela menjadi para pengkhianat negeri. Salah satu contoh terbaiknya adalah orang-orang seperti Raffi Ahmad dan kawan-kawannya. Mereka hidup sukses dan kaya raya, tapi justru sangat berbahaya bagi martabat dan keberadaan negeri Indonesia.

Saya ingin meneruskan, siapa lagi yang berbahaya bagi kekuasaan. Pertama, mereka yang berdiri di antara dua kaki dalam hidupnya; yakni kaki pertama adalah kaki kemiskinan, dan kaki kedua bahwa dia yang mau berpikir dan menulis.

Salah satu contoh terbaiknya adalah penyair Wiji Thukul. Penyair ini menjadi berbahaya bagi kekuasaan karena dia miskin dan buruh pada sebuah perusahaan mebel kecil. Di sela-sela waktunya dia membuat puisi. Puisi itu kadang dibacakan kalau dia ikut demonstrasi.

Dari Wiji Thukul, kita bisa belajar, puisi yang dibuat orang-orang terpelajar dan bukan orang miskin, tidak seberbahaya puisi Wiji Thukul. Bobot berbahaya Wiji Thukul karena ada dukungan empirik dari kemiskinan itu sendiri. Puisinya menjadi bertenaga. Karena berbahaya, Wiji Thukul hilang tanpa kejelasan.

Kedua, jika banyak petani, buruh, nelayan, dan orang miskinnya, mau bersuara bersama-sema melawan kekuasaan yang zalim, gerakan mereka jauh lebih berbahaya dibanding gerakan mahasiswa. Sayangnya, sebagian besar dari mereka memang terlanjur dibuat tidak berdaya.

Ketiga, manusia berbahaya lain bagi kekuasaan adalah mereka yang “dianggap lemah”, seperti emak-emak, anak-anak, datuk-datuk, nenek-nenek yang memang lemah dan dilemahkan. Tapi, kita bisa bayangkan jika ada emak-emak bergabung dengan anak-anak, bahkan datuk dan neneknya ikut, kemudian mereka demonstrasi, mereka akan sangat berbahaya.

Mungkin dengan mudah mereka akan dikalahkan, tapi tetap saja jika mereka kalah, apalagi sebagian dari mereka mati, situasinya sungguh sangat berbahaya. Negeri ini akan kocar kacir berantakan.

Aprinus Salam, Guru Besar di FIB UGM.

Tindak Tegas Perintah Kapolri Berantas Narkoba Selamatkan Anak Bangsa

0

Warta.in – Langkah tegas Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) beserta seluruh jajaran Kepolisian Daerah (Polda), Kepolisian Resor (Polres), hingga Kepolisian Sektor (Polsek) dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di tanah air mendapat apresiasi tinggi dari parlemen daerah. Dukungan penuh secara terbuka dinyatakan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muara Enim, H. Muhamad Napoleon, ST.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu (01/11/2026), politisi senior ini menegaskan bahwa aksi bersih-bersih narkoba yang digalakkan aparat penegak hukum merupakan momentum krusial yang harus didukung tanpa syarat. Menurutnya, pembersihan jalur peredaran barang haram ini adalah langkah mutlak demi memayungi masyarakat, terkhusus generasi muda, dari kerusakan moral dan masa depan.

“Narkoba adalah ancaman nyata dan serius bagi kelangsungan masa depan generasi bangsa ini. Kita sedang mempertaruhkan nasib anak-cucu kita. Oleh karena itu, kita wajib berdiri bersama, bahu-membahu melawan dan memutus total rantai peredarannya. Jangan pernah membiarkan satu pun anak atau pemuda di lingkungan kita jatuh menjadi korban berikutnya,” ujar H. Muhamad Napoleon dengan nada tegas.

Bukan Hanya Tugas Polisi, Masyarakat Harus Terlibat

Lebih lanjut, legislator asal Kabupaten Muara Enim ini menggarisbawahi bahwa perang melawan narkotika tidak akan pernah mencapai hasil maksimal jika bebannya hanya diletakkan di pundak aparat kepolisian. Diperlukan sebuah gerakan kolektif dan keterpaduan strategi yang melibatkan seluruh lapisan elemen masyarakat demi menutup rapat celah pergerakan para bandar.

“Sinergi adalah kunci. Polisi tidak bisa bekerja sendirian di lapangan tanpa adanya pasokan informasi dan dukungan moral dari warga. Kita butuh komitmen total dari hulu ke hilir agar ruang gerak para pelaku ini benar-benar terkunci mati,” tambahnya.

Napoleon juga melayangkan ajakan emosional kepada para orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga organisasi kepemudaan untuk memperketat sistem pengawasan lingkungan. Ia menilai, kelengahan sekecil apa pun di tingkat lingkungan pemukiman dapat dimanfaatkan oleh para pengedar untuk menyusupkan pengaruh buruk mereka.

Keluarga Sebagai Benteng Pertahanan Utama

Di samping pengawasan eksternal, peran domestik di dalam rumah tangga disebutnya sebagai pondasi paling mendasar. Komunikasi yang sehat, perhatian yang utuh, serta kepekaan orang tua terhadap perubahan perilaku anak harus terus diasah dari waktu ke waktu.

“Keluarga adalah benteng pertahanan pertama dan utama. Jika ketahanan di dalam rumah tangga kita kuat, maka pengaruh buruk dari luar tidak akan mudah menembus anak-anak kita. Bentengi mereka dengan nilai agama, kasih sayang, dan perhatian yang cukup,” urai Napoleon.

Ia juga meminta warga masyarakat untuk menghilangkan rasa takut atau ragu dalam melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang mengarah pada penyalahgunaan maupun transaksi narkotika di wilayah mereka kepada pihak yang berwenang.

“Mari kita rapatkan barisan. Jaga keluarga kita masing-masing, lindungi anak-anak kita, dan selamatkan masa depan daerah ini. Jangan pernah memberi ruang sedikit pun bagi para pengedar untuk merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Selamatkan generasi hari ini untuk masa depan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. Bersama, kita pasti bisa lawan narkoba!” pungkasnya menutup pembicaraan. (Tim/red)

Bukan Sekadar Kerja, tapi Tumbuh: Mengapa Pengembangan SDM Berkelanjutan Jadi Kunci Masa Depan Perusahaan?

0

Oleh: Muhammad Akbar (Mahasiswa Manajemen – Universitas Pamulang)

Dunia kerja saat ini sedang mengalami perubahan besar. Perkembangan teknologi digital, persaingan bisnis, dan perubahan pola pikir generasi muda menuntut perusahaan untuk meninjau kembali cara mereka mengelola sumber daya manusia (SDM). Jika dahulu keberhasilan karyawan sering diukur melalui pencapaian target dan produktivitas, kini perusahaan juga perlu memperhatikan pengembangan kompetensi, kesejahteraan, dan keberlanjutan karier karyawan.

Dalam konteks tersebut, pengembangan SDM berkelanjutan (Sustainable Human Resource Development) menjadi pendekatan penting yang tidak boleh diabaikan. Pengembangan SDM seharusnya tidak hanya berfokus pada kebutuhan perusahaan dalam jangka pendek, tetapi juga memastikan bahwa karyawan memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berkembang, dan menghadapi tantangan di masa depan.

Salah satu persoalan yang perlu menjadi perhatian perusahaan adalah ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kesempatan karyawan untuk berkembang. Karyawan dituntut mencapai target, mengikuti perubahan teknologi, dan meningkatkan produktivitas. Namun, tidak semua organisasi menyediakan pelatihan yang memadai, jalur karier yang jelas, serta lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan.

Kondisi tersebut dapat menurunkan motivasi dan keterlibatan karyawan. Dalam jangka panjang, karyawan mungkin hanya menjalankan tugas sesuai kewajibannya tanpa memiliki dorongan untuk berkontribusi lebih. Fenomena ini dikenal sebagai quiet quitting, yaitu kondisi ketika karyawan tetap bekerja, tetapi membatasi kontribusinya pada tanggung jawab formal yang diberikan.

Menurut pandangan saya, fenomena tersebut tidak seharusnya langsung dianggap sebagai tanda kemalasan atau rendahnya loyalitas. Perusahaan perlu melakukan evaluasi untuk memahami penyebabnya. Bisa jadi persoalannya berkaitan dengan beban kerja yang berlebihan, kurangnya apresiasi, terbatasnya kesempatan pengembangan karier, atau tidak adanya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Oleh karena itu, perusahaan perlu mengubah pendekatan pengelolaan SDM. Karyawan bukan sekadar tenaga kerja yang bertugas mencapai target, melainkan aset strategis yang membutuhkan kesempatan belajar, dukungan, dan penghargaan agar dapat memberikan kontribusi secara berkelanjutan.

Pengembangan SDM berkelanjutan menekankan pentingnya peningkatan kompetensi secara terus-menerus. Artinya, pelatihan tidak boleh hanya dilakukan ketika perusahaan menghadapi masalah atau memperkenalkan sistem baru. Pengembangan kompetensi harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang organisasi.

 

Perusahaan dapat menerapkan berbagai metode, seperti pelatihan formal, pembelajaran digital (e-learning), pendampingan melalui mentoring dan coaching, rotasi pekerjaan, serta pembelajaran berdasarkan pengalaman langsung. Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan pekerjaan.

Sebagai contoh, perusahaan ritel yang mulai menggunakan sistem penjualan digital perlu membekali karyawannya dengan keterampilan mengoperasikan aplikasi, memahami data penjualan, dan memberikan pelayanan pelanggan melalui berbagai saluran digital. Dengan demikian, perubahan teknologi tidak hanya menjadi tuntutan baru, tetapi juga kesempatan bagi karyawan untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan kariernya.

Selain itu, perusahaan perlu membangun budaya lifelong learning atau pembelajaran sepanjang hayat. Karyawan didorong untuk terus belajar, sementara perusahaan menyediakan akses dan dukungan yang diperlukan. Dengan cara ini, kesenjangan kompetensi (skill gap) dapat dikurangi dan kesiapan SDM menghadapi perubahan industri dapat ditingkatkan.

Pemanfaatan teknologi merupakan salah satu unsur penting dalam pengembangan SDM berkelanjutan. Perusahaan dapat menggunakan Learning Management System (LMS) untuk mengelola pelatihan, memantau perkembangan kompetensi, dan memberikan akses pembelajaran secara fleksibel. Data SDM juga dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi efektivitas program serta mengidentifikasi kebutuhan pengembangan karyawan.

Namun, menurut saya, digitalisasi pelatihan tidak otomatis membuat pengembangan SDM menjadi efektif. Program yang hanya berisi video panjang, materi yang monoton, atau kewajiban menyelesaikan modul tanpa penerapan nyata justru berisiko menjadi formalitas.

Perusahaan perlu merancang pembelajaran yang relevan, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Metode microlearning, misalnya, dapat digunakan untuk menyampaikan materi singkat yang mudah dipelajari melalui perangkat digital. Hasil pembelajaran kemudian perlu diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari dan dievaluasi melalui indikator kinerja yang jelas.

Dengan demikian, keberhasilan pengembangan SDM tidak cukup diukur dari jumlah karyawan yang mengikuti pelatihan. Perusahaan juga harus melihat apakah kompetensi mereka meningkat, apakah keterampilan baru benar-benar digunakan, dan apakah perubahan tersebut memberikan manfaat bagi karyawan maupun organisasi.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah kesejahteraan karyawan. Pengembangan kompetensi akan sulit mencapai hasil optimal apabila karyawan terus-menerus menghadapi tekanan kerja tanpa dukungan yang memadai. Beban kerja yang tidak seimbang dan kurangnya waktu untuk beristirahat dapat meningkatkan risiko kelelahan kerja (burnout) serta menurunkan motivasi.

Dalam materi pengembangan SDM berkelanjutan, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga mencakup aspek sosial dan lingkungan. Artinya, keberhasilan perusahaan seharusnya tidak dinilai semata-mata berdasarkan keuntungan, tetapi juga berdasarkan kemampuannya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bertanggung jawab.

Perusahaan perlu memastikan bahwa target kerja disusun secara realistis, pembagian tugas dilakukan secara adil, dan karyawan memiliki kesempatan menyampaikan pendapat. Pemimpin juga perlu berperan sebagai pembimbing yang memberikan arahan, umpan balik, dan dukungan, bukan hanya sebagai pihak yang menuntut pencapaian target.

Karyawan yang merasa dihargai dan memperoleh kesempatan berkembang cenderung memiliki alasan yang lebih kuat untuk terlibat dalam pekerjaan. Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan bukanlah penghambat produktivitas, melainkan bagian dari upaya menjaga kinerja organisasi dalam jangka panjang.

Menurut saya, tantangan terbesar dalam penerapan pengembangan SDM berkelanjutan bukan sekadar menyediakan anggaran pelatihan, melainkan mengubah cara pandang manajemen terhadap karyawan. Selama pengembangan SDM dianggap sebagai biaya tambahan, program pembelajaran akan mudah dikesampingkan ketika perusahaan menghadapi tekanan keuangan atau target operasional.

Padahal, investasi dalam kompetensi karyawan dapat membantu perusahaan mengurangi kesenjangan keterampilan, meningkatkan kemampuan beradaptasi, mendorong inovasi, dan mempertahankan talenta yang berkualitas. Oleh sebab itu, pengembangan SDM perlu diselaraskan dengan strategi bisnis dan dievaluasi secara berkala.

Langkah yang dapat dilakukan adalah memetakan kompetensi karyawan saat ini dan kebutuhan masa depan, menyusun program pengembangan yang sesuai, menyediakan jalur karier yang transparan, serta melakukan evaluasi menggunakan indikator kinerja utama (Key Performance Indicators atau KPI). Perusahaan juga perlu melibatkan karyawan dalam proses perencanaan agar program yang dibuat sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Memang, penerapan strategi tersebut menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran, resistensi terhadap perubahan, hingga kurangnya dukungan manajemen. Namun, perusahaan dapat memulainya secara bertahap dengan memprioritaskan kompetensi yang paling dibutuhkan, memanfaatkan pembelajaran internal, dan mengukur manfaat program berdasarkan hasil yang nyata. Pada akhirnya, pengembangan SDM berkelanjutan bukan hanya tentang menciptakan karyawan yang semakin terampil, tetapi juga membangun organisasi yang mampu tumbuh bersama manusia di dalamnya.

Perubahan dunia kerja menuntut perusahaan untuk tidak lagi mengandalkan pendekatan pengelolaan SDM yang hanya berorientasi pada hasil jangka pendek. Perusahaan perlu membangun sistem yang mengintegrasikan peningkatan kompetensi, pemanfaatan teknologi,

Diberkahi Hujan Setelah Yasinan Haul Leluhur, Wilayah Tapal Batas Tempirai Selatan Selamat dari Karhutla

0

Warta.in//PALI, TEMPIRAI RAYA — Suasana khusyuk dan penuh khidmat menyelimuti kawasan Talang Sebetung, Tempirai Raya. Di tengah kepungan musim kemarau yang gersang, warga Tempirai Raya berkumpul bersama untuk menggelar acara Yasinan dan Haul bagi para leluhur serta puyang-puyang yang membuka wilayah tersebut. Acara religius yang sarat akan nilai budaya dan spiritual ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan, sekaligus doa bersama menyambut pertemuan penting terkait tapal batas wilayah yang dijadwalkan pada tanggal 2 November 2026.

Acara doa dan pembacaan Surat Yasin tersebut dipimpin langsung oleh tokoh adat sekaligus sesepuh asli Talang Sebetung, Muhamad bin Maju. Sebagai salah satu saksi sejarah yang hingga kini masih setia menetap di Talang Sebetung, kehadiran dan kepemimpinan beliau dalam ritual ini menambah kekhusyukan seluruh warga yang hadir.

Fenomena Menakjubkan: Hujan Berkah di Tengah Kemarau Namun, ada hal di luar nalar yang membuat malam haul tersebut terasa begitu sakral. Tidak lama setelah lantunan ayat-ayat suci Yasin dan doa bersama selesai dipanjatkan, langit di atas Talang Sebetung yang semula kering tiba-tiba menumpahkan hujan.

Bagi warga Tempirai Raya, turunnya hujan di tengah puncak musim kemarau ini bukan sekadar fenomena cuaca biasa, melainkan sebuah mukjizat dan tanda turunnya rahmat dari Allah SWT.

“Insya Allah, ini adalah pertanda baik dan bentuk rahmat dari Allah SWT atas doa-doa yang kita panjatkan untuk para leluhur,” ungkap warga yang hadir dengan penuh rasa syukur.

Kontras yang Nyata: Terhindar dari Amukan Karhutla, Keajaiban tidak berhenti di situ. Turunnya hujan tersebut membawa dampak yang sangat nyata bagi keselamatan wilayah Talang Sebetung. Di saat daerah-daerah perbatasan di sekitarnya—seperti wilayah Mangkunegara Timur dan Mangkunegara—saat ini sedang dilanda musibah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang hebat, kawasan Talang Sebetung justru tetap basah, hijau, dan sama sekali tidak tersentuh oleh api.

Pemandangan ini menyajikan pemandangan yang sangat kontras di lapangan. Garis pembatas alam seolah terbentuk jelas: tanah di sekitar hangus terbakar, sementara tanah yang sedang diperjuangkan oleh warga Tempirai Raya tetap aman terlindungi.

Kekuatan Spiritual dan Perjuangan Batas Desa Tempirai Selatan, Fenomena ini memperkuat keyakinan spiritual warga lokal. Banyak yang mempercayai bahwa tanah-tanah adat yang saat ini sedang diperjuangkan agar kembali masuk ke dalam tapal batas sah Desa Tempirai Selatan, sedang dijaga dan dilindungi oleh kekuatan magis serta restu dari para leluhur Wang Tempirai Raya.

Bagi masyarakat, selamatnya kawasan Talang Sebetung dari ancaman kebakaran besar ini menjadi suntikan moral dan modal spiritual yang kuat. Mereka berharap, suasana damai dan keajaiban yang terjadi di Talang Sebetung dapat membawa hasil yang adil, berkah, dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat dalam pertemuan penentuan tapal batas wilayah yang digelar pada 2 November 2026 ini.

Demi Maksimalkan Pelayanan Kapolsek Ngimbang Gelar Commanderwish Pagi di Daerah Titik Rawan Kemacetan

0

Maksimalkan Pelayanan Kepada Nasyarakat Kapolsek Ngimbang Gelar Commanderwish Pagi di Daerah Titik Rawan Kemacetan

LAMONGAN// Warta.In – Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S. I. P, dalam rangka melayani masyarakat melalui kegiatan Commander Wish dipagi hari, dengan beberapa personel untuk hadir memberikan pelayanan di tengah masyarakat pada jam-jam sibuk pagi hari.

Kegiatan Commander Wish di pimpin langsung Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S. I. K, bersama Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, dan personil Polsek Ngimbang Aiptu Djudi, Aiptu Deni, Aipda Erwan dan Briptu Andika

Sasaran di 2 Titik rawan kemacetan yaitu perempatan Pasar Ngimbang dan SMP Negeri 1 Ngimbang di Kecamatan Ngimbang pada Hari Senin (02/11/2026) pukul 06.30 WIB

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr, K. S.I.K, menjelaskan “Bahwa Commander Wish Layanan Pagi merupakan program prioritas sekaligus kebijakan utama dari Kapolres Lamongan yang bertujuan menghadirkan personel Polri secara maksimal pada pagi hari untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat”.

Dalam pelaksanaannya, personel ditempatkan di sejumlah titik strategis, di antaranya kawasan rawan kemacetan, penyeberangan anak sekolah, pasar atau pusat kegiatan ekonomi, serta kawasan perkantoran.jelasnya

Kehadiran personel di lokasi tersebut diharapkan mampu menciptakan kelancaran arus lalu lintas, meningkatkan keamanan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang memulai aktivitas dan di laporkan situasi Perempatan Pasar Ngimbang dan SMA Negeri 1 Ngimbang dalam keadaan lancar

Kapolsek Ngimbang menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama seluruh personel.

Program Commander Wish Layanan Pagi menjadi langkah awal dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang responsif, cepat, dan Presisi melalui kehadiran nyata anggota Polri di tengah masyarakat sejak pagi hari.

Kami harap pelayanan terhadap masyarakat harus lebih maksimal. Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah melaksanakan kegiatan layanan pagi ini.” ujarnya.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, humanis, dan jadikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”pungkasnya ( roy)

Demi Tingkatkan Pelayanan Masyarakat Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light 4C Di Malam Hari

0

Demi Tingkatkan Pelayanan Masyarakat Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light 4C Di Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Minggu (01/11 /2026) pukul 23.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigadir Bayu dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang dan Warkop Desa Sendangrejo Ngimbang serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngambang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K,melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Kecelakaan Tunggal kendaraan roda 6 Terjadi di Desa Bandung Marga Rejang Lebong, Diduga Sopir Mengantuk

0
oplus_0

Warta.in-REJANG LEBONG.

Kecelakaan tunggal lalu lintas kendaraan roda 6 terjadi di wilayah Desa Bandung Marga, Kabupaten Rejang Lebong, pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Berdasarkan informasi sementara, kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat pengemudi kendaraan mengalami kelelahan atau mengantuk saat berkendara, sehingga kehilangan konsentrasi dan kendali atas kendaraan.

Beruntung, dalam peristiwa kecelakaan tersebut tidak terdapat korban jiwa. Meski demikian, kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan selama berkendara.
Pengemudi diimbau untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum melakukan perjalanan, khususnya pada malam hingga dini hari. Apabila merasa mengantuk atau lelah, sebaiknya segera berhenti di tempat yang aman untuk beristirahat.Keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Jangan memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh tidak memungkinkan.

Tetap waspada, utamakan keselamatan, dan ingat keluarga menanti di rumah.(TimRedaksi)

Honor Peserta Bimtek Pilkades Belum Dibayar, Komisi II DPRD Lebong Minta Dinas PMD Segera Tuntaskan

0

Warta.in – Lebong.

Persoalan pembayaran honor peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026 menjadi salah satu perhatian Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebong.

Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Komisi II DPRD Lebong menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lebong, Senin (21/9/2026).

Pertemuan ini membahas sejumlah persoalan terkait persiapan pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan berlangsung di 78 desa se-Kabupaten Lebong,  termasuk menyangkut kepastian pembayaran honor bagi peserta Bimtek.Sebagaimana diketahui, kegiatan Bimtek telah dilaksanakan pada Minggu (20/9/2026). Namun, setelah kegiatan selesai, pembayaran honor kepada para peserta masih belum terealisasi sehingga menimbulkan pertanyaan dan keluhan.

Ketua Komisi II DPRD Lebong, Gunadi Mursalin, S.Sos., menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti dan diupayakan penyelesaiannya dalam waktu dekat.Menurut Gunadi, belum dibayarkannya honor peserta bukan disebabkan oleh persoalan lain, melainkan terkendala proses administrasi pencairan anggaran yang saat ini masih berjalan.

“Keterlambatan pembayaran honor bagi para peserta Bimtek ini terjadi lantaran pihak Dinas PMD secara teknis belum bisa mencairkan anggaran terkait. Hal ini dikarenakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 saat ini masih dalam proses verifikasi di tingkat atas,” jelas Gunadi seusai memimpin rapat.

Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) yang telah menjalani tiga periode sebagai anggota legislatif tersebut juga memahami pertimbangan Dinas PMD yang tetap melaksanakan kegiatan Bimtek sesuai jadwal.

Menurutnya, pelaksanaan Bimtek tidak dapat ditunda karena berkaitan langsung dengan tahapan Pilkades serentak yang telah disusun sebelumnya. Apabila kegiatan tersebut digeser, dikhawatirkan akan berdampak terhadap jadwal pelaksanaan tahapan Pilkades di 78 desa.RDP yang berlangsung di Ruang Rapat Internal Gedung DPRD Kabupaten Lebong tersebut dimulai sekitar pukul 13.30 WIB. Selain Ketua Komisi II Gunadi Mursalin, turut hadir anggota Komisi II lainnya, yakni Rozi Evandri dari Partai Golkar dan Asniwati dari Partai Demokrat.

Sementara dari pihak eksekutif, hadir Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PMD Kabupaten Lebong, Herru Dana Putra, S.T., M.Ak., bersama sejumlah kepala bidang dan staf teknis terkait.Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas pentingnya menjaga koordinasi dan komunikasi agar seluruh rangkaian persiapan Pilkades serentak dapat berjalan sesuai perencanaan.

Usai RDP, pihak legislatif dan Dinas PMD menyatakan komitmen untuk terus berkoordinasi serta mengawal pelaksanaan setiap tahapan Pilkades serentak tahun 2026.

Sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah diharapkan dapat mendukung terselenggaranya Pilkades di 78 desa secara aman, tertib, lancar, demokratis, dan kondusif, sekaligus memastikan berbagai persoalan teknis yang muncul dapat ditangani sesuai ketentuan.

(Tim Redaksi)

Honor Peserta Bimtek Pilkades Belum Dibayar, Komisi II DPRD Lebong Minta Dinas PMD Segera Tuntaskan

0

Warta.in – Lebong.

Persoalan pembayaran honor peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026 menjadi salah satu perhatian Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebong.

Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Komisi II DPRD Lebong menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lebong, Senin (21/9/2026).

Pertemuan ini membahas sejumlah persoalan terkait persiapan pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan berlangsung di 78 desa se-Kabupaten Lebong,  termasuk menyangkut kepastian pembayaran honor bagi peserta Bimtek.Sebagaimana diketahui, kegiatan Bimtek telah dilaksanakan pada Minggu (20/9/2026). Namun, setelah kegiatan selesai, pembayaran honor kepada para peserta masih belum terealisasi sehingga menimbulkan pertanyaan dan keluhan.

Ketua Komisi II DPRD Lebong, Gunadi Mursalin, S.Sos., menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti dan diupayakan penyelesaiannya dalam waktu dekat.Menurut Gunadi, belum dibayarkannya honor peserta bukan disebabkan oleh persoalan lain, melainkan terkendala proses administrasi pencairan anggaran yang saat ini masih berjalan.

“Keterlambatan pembayaran honor bagi para peserta Bimtek ini terjadi lantaran pihak Dinas PMD secara teknis belum bisa mencairkan anggaran terkait. Hal ini dikarenakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 saat ini masih dalam proses verifikasi di tingkat atas,” jelas Gunadi seusai memimpin rapat.

Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) yang telah menjalani tiga periode sebagai anggota legislatif tersebut juga memahami pertimbangan Dinas PMD yang tetap melaksanakan kegiatan Bimtek sesuai jadwal.

Menurutnya, pelaksanaan Bimtek tidak dapat ditunda karena berkaitan langsung dengan tahapan Pilkades serentak yang telah disusun sebelumnya. Apabila kegiatan tersebut digeser, dikhawatirkan akan berdampak terhadap jadwal pelaksanaan tahapan Pilkades di 78 desa.RDP yang berlangsung di Ruang Rapat Internal Gedung DPRD Kabupaten Lebong tersebut dimulai sekitar pukul 13.30 WIB. Selain Ketua Komisi II Gunadi Mursalin, turut hadir anggota Komisi II lainnya, yakni Rozi Evandri dari Partai Golkar dan Asniwati dari Partai Demokrat.

Sementara dari pihak eksekutif, hadir Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PMD Kabupaten Lebong, Herru Dana Putra, S.T., M.Ak., bersama sejumlah kepala bidang dan staf teknis terkait.Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas pentingnya menjaga koordinasi dan komunikasi agar seluruh rangkaian persiapan Pilkades serentak dapat berjalan sesuai perencanaan.

Usai RDP, pihak legislatif dan Dinas PMD menyatakan komitmen untuk terus berkoordinasi serta mengawal pelaksanaan setiap tahapan Pilkades serentak tahun 2026.

Sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah diharapkan dapat mendukung terselenggaranya Pilkades di 78 desa secara aman, tertib, lancar, demokratis, dan kondusif, sekaligus memastikan berbagai persoalan teknis yang muncul dapat ditangani sesuai ketentuan.

(Tim Redaksi)