Beranda blog

Kapolres Nias AKBP Ponzi Indra Tiba di Gunungsitoli, Awali Pengabdian

0

GUNUNGSITOLI,Warta.in – Pergantian pucuk pimpinan di Polres Nias resmi dimulai. Kapolres Nias yang baru, AKBP Ponzi Indra, S.Kom., S.I.K., M.Tr.Mil., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Nias, tiba di Markas Komando Polres Nias, Gunungsitoli, Sabtu, 19 September 2026.

Kedatangan itu menjadi langkah awal pengabdian di wilayah hukum Polres Nias. Ia menggantikan AKBP Agung Suprapto Dwi Cahyono yang dimutasi ke SSDM Polri.

Pantauan di lapangan, penyambutan berlangsung khidmat. Jajaran Pejabat Utama, para Kapolsek, personel, dan Bhayangkari menyambut kedatangan pimpinan baru dengan tradisi Ya’ahowu, salam khas Nias.

Kehadiran Ponzi diharapkan membawa napas baru. Publik menaruh harapan agar Polres Nias semakin Tanggap, Open, Rampung, Humanis, Melayani, Proaktif dan Santun – TA’ORAHU NIAS, dalam melayani masyarakat Kepulauan Nias.

Sebelumnya, AKBP Ponzi Indra menjabat sebagai Kasubdit III Ditressiber Polda Jawa Tengah. Ia dilantik Kapolda Sumatera Utara pada 17 September 2026.

Tugas berat telah menanti. Menjaga stabilitas keamanan di empat kabupaten dan satu kota di Kepulauan Nias, serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap Polri yang presisi dan humanis.

 

Editor : Red

Respons Cepat Polsek Gunungsari, 5 Are Kebakaran Lahan Kekait Berhasil Dipadamkan

0

Respons Cepat Polsek Gunungsari, 5 Are Kebakaran Lahan Kekait Berhasil Dipadamkan

Warta.in
Lombok Barat,NTB – Respons cepat ditunjukkan Polsek Gunungsari saat menerima laporan kebakaran lahan kering di Dusun Wadon, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Ahad (20/9/2026) sekitar pukul 15.30 Wita. Polisi bersama warga dan petugas Damkar bergerak cepat, hingga api yang membakar lahan sekitar 5 are berhasil dipadamkan.

Kobaran api pertama kali dilihat Camat Gunungsari H. Zukipli yang sedang melintas di Jalan Raya Gunungsari-Tanjung.

Kapolsek Gunungsari AKP Imran Rosyadi, S.H. mengatakan, Camat Gunungsari langsung berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya sembari menghubungi petugas.

“Begitu melihat api, Pak Camat langsung berhenti dan berupaya memadamkan api. Laporan kemudian diteruskan kepada petugas sehingga personel bisa segera menuju lokasi,” kata AKP Rosyadi.

Petugas piket SPKT dan piket fungsi Polsek Gunungsari tiba sekitar pukul 15.40 Wita. Warga sekitar ikut membantu pemadaman menggunakan pelepah pisang untuk mencegah api menjalar lebih luas.

“Personel langsung bergerak ke lokasi bersama warga. Kami berupaya melokalisir api sambil menunggu bantuan Damkar,” ujarnya.

Sekitar pukul 15.45 Wita, satu unit mobil Damkar tiba di lokasi. Petugas Damkar bersama polisi dan warga melakukan pemadaman, hingga kobaran api berhasil dipadamkan seluruhnya sekitar pukul 16.10 Wita.

“Api berhasil dipadamkan sekitar 40 menit setelah petugas tiba. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam kejadian ini,” jelas AKP Rosyadi.

Polisi masih mendalami penyebab kebakaran. Lokasi lahan berada di pinggir jalan, sehingga polisi juga mengingatkan pengguna jalan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Penyebab kebakaran masih kami dalami. Kami mengimbau masyarakat tidak membuang puntung rokok yang masih menyala, apalagi saat kondisi lahan kering seperti sekarang,” tegasnya.

AKP Rosyadi juga meminta warga segera melapor jika melihat asap atau titik api. Respons cepat warga dan petugas dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas.

“Kalau melihat titik api, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar, karena penanganan sejak awal bisa mencegah kebakaran meluas,” pungkas AKP Rosyadi.(sr/hpm)

Rumah Warga di Pekon Hujung Belalau Ludes Terbakar, Dua Bangunan di Sekitar Ikut Terdampak

0

LAMPUNG BARAT — Satu unit rumah warga di Pekon Hujung, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat, dilaporkan habis terbakar pada Minggu (20/9/2026) sore.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 16.05 WIB. Saat api mulai membesar, warga sekitar berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya, sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Barat, Domi Novalisa, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurut keterangan yang disampaikan, rumah yang terbakar merupakan milik warga bernama Untari. Bangunan rumah tersebut mengalami kerusakan akibat dilalap api.

Selain menghanguskan rumah utama, kobaran api juga dilaporkan berdampak pada bangunan yang berada di sisi kiri dan kanan rumah. Meski demikian, kedua bangunan tersebut tidak sampai terbakar seluruhnya.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penelusuran. Sementara itu, kerugian material juga masih dilakukan pendataan oleh pihak terkait.

Informasi lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran maupun nilai kerugian diharapkan dapat diketahui setelah proses pendataan dan pemeriksaan di lokasi selesai dilakukan.

 

URC Polda NTB Patroli Dini Hari, Sasar Titik Rawan dan Tongkrongan Pemuda di Mataram

0

URC Polda NTB Patroli Dini Hari, Sasar Titik Rawan dan Tongkrongan Pemuda di Mataram

Warta.in
Mataram, NTB – Upaya menjaga keamanan Kota Mataram hingga waktu dini hari terus dilakukan Polda NTB. Unit Reaksi Cepat (URC) Direktorat Reskrimum Polda NTB menggelar patroli keamanan dan strong point secara mobile di sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas, Sabtu malam hingga Minggu dini hari (19/09/2026).

Patroli tersebut dipimpin Kanit Puma Jatanras Polda NTB AKP Agus Eka Artha, SH., dengan melibatkan seluruh personel URC Ditreskrimum Polda NTB.

Sejumlah lokasi menjadi sasaran patroli, mulai dari kawasan yang dianggap rawan gangguan keamanan, kompleks perumahan, hingga lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya para pemuda dan komunitas klub motor.

Personel melakukan strong point secara mobile sepanjang malam. Selain memantau situasi dan memastikan kondisi tetap aman, petugas juga menyempatkan diri menyapa masyarakat yang masih beraktivitas hingga larut malam maupun dini hari.

Dalam kesempatan tersebut, personel menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga sekaligus mengingatkan petugas keamanan perumahan agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama menjalankan tugas.

Petugas keamanan juga diminta segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas mencurigakan atau gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, SIK., mengatakan kegiatan strong point merupakan langkah preventif kepolisian untuk mencegah potensi tindak pidana, khususnya kejahatan jalanan yang dapat mengganggu keamanan masyarakat.

“Strong point ini merupakan upaya kepolisian dalam mencegah berbagai aksi tindak pidana maupun kejahatan jalanan dalam rangka mewujudkan harkamtibmas,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan Patroli Presisi Rinjani yang merupakan program prioritas Kapolda NTB dalam menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah hukum Polda NTB.

“Polda NTB berkomitmen memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat. Melalui langkah-langkah pencegahan ini diharapkan dapat meminimalisir aksi kejahatan demi terwujudnya harkamtibmas yang kondusif di wilayah NTB,” tegasnya.

Hasil patroli tersebut selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian untuk melakukan pemetaan terhadap titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi kejahatan, khususnya tindak pidana 3C (Curat, Curas dan Curanmor), maupun berbagai bentuk gangguan kamtibmas lainnya.

Pemetaan dan monitoring secara berkelanjutan dinilai penting agar kehadiran personel kepolisian dapat terus diarahkan ke lokasi yang membutuhkan pengawasan, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Mataram tetap terjaga kondusif. (sr/hpntb)

Jamnas APWI IV di NTB Dibuka Ketua Umum, Hadiri Gala Dinner Wagub Dorong Gagasan Jadi Perubahan

0

Jamnas APWI IV di NTB Dibuka Ketua Umum, Hadiri Gala Dinner Wagub Dorong Gagasan Jadi Perubahan

Warta.in

Mataram,NTB — Jambore Nasional (Jamnas) Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) ke-4 Tahun 2026 di Nusa Tenggara Barat tidak sekadar menjadi ruang pertemuan para widyaiswara. Sejak pembukaan pada Sabtu pagi (19/9/2026) hingga Gala Dinner pada malam harinya, forum ini membawa pesan yang sama: pengetahuan, praktik baik dan jejaring harus berujung pada perubahan nyata dalam birokrasi.

Jamnas yang berlangsung 19–21 September 2026 di Hotel Lombok Garden, Mataram, dibuka Ketua Umum DPP APWI Dr. Ir. Sugihardjo, M.Si. Pembukaan diawali Tari Tembolak Beak, tarian penyambutan yang dibawakan para penari sebagai bagian dari penerimaan peserta dari berbagai penjuru Tanah Air.

Mengusung tema “Widyaiswara sebagai Penggerak Inovasi dan Kinerja ASN Unggul untuk Birokrasi Adaptif dan Berdaya Saing Global Menuju Indonesia Emas 2045,” Sugihardjo menegaskan bahwa perubahan teknologi, digitalisasi dan tuntutan publik menuntut widyaiswara memperluas perannya. Widyaiswara tidak lagi cukup menjadi pengajar konvensional, tetapi perlu menjadi agen pembelajar dan katalisator inovasi yang mampu mentransformasi kapasitas ASN.

Kekuatan forum tersebut tercermin dari karya yang dibawa para peserta. Jamnas APWI IV diikuti 114 peserta dengan 170 karya inovasi dan kreativitas. Sebanyak 63 peserta hadir secara luring dengan 99 karya, sedangkan 52 peserta mengikuti secara daring dengan 71 karya.

Rangkaian kegiatan juga didahului Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional Widyaiswara. Dari 101 artikel dan naskah yang masuk, 98 naskah dinyatakan lolos seleksi. Dengan demikian, Jamnas tidak hanya menjadi ruang silaturahmi profesi, tetapi juga mempertemukan pengetahuan, gagasan dan praktik pembelajaran aparatur.

Makna Jamnas kemudian diperdalam pada Gala Dinner Sabtu malam di Hotel Lombok Garden. Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.I.P., hadir menyambut para peserta dan pengurus APWI.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub yang akrab disapa Umi Dinda, menegaskan bahwa menjadi tuan rumah bukan sekadar menyediakan tempat. NTB ingin membuka ruang untuk berbagi gagasan, bertukar pengalaman, membangun jejaring dan melahirkan kerja bersama.

Pesan itu menempatkan peran widyaiswara dalam konteks yang lebih luas. Di tengah perubahan teknologi, pemerintah memang dituntut bekerja semakin cepat, tetapi kecepatan tersebut tetap harus berjalan bersama ketepatan, sisi kemanusiaan, integritas dan keberpihakan kepada masyarakat.

Di titik itulah, menurut Umi Dinda, widyaiswara memiliki posisi strategis. Mereka tidak cukup mengajarkan ASN bagaimana bekerja, tetapi membantu aparatur memahami apa yang sedang berubah, apa yang akan datang, dan bagaimana organisasi harus meresponsnya.

Bagi NTB, agenda tersebut sejalan dengan upaya membangun pemerintahan yang semakin adaptif. Penguatan kualitas SDM aparatur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah karena pemerintah membutuhkan ASN yang mau belajar, mau berubah dan mampu bekerja sama.

Karena itu, Wagub Umi Dinda berharap Jamnas tidak berhenti sebagai forum selama tiga hari. Gagasan yang diperoleh peserta harus kembali ke tempat kerja, sementara praktik baik dari satu daerah dapat dipelajari dan dikembangkan di daerah lainnya.

“Bawa pulang gagasannya, bawa pulang praktik baiknya, bawa pulang jejaringnya, dan yang paling penting, bawa pulang semangat untuk melakukan perubahan,” pesan Wagub.

Pesan tersebut menjadi penanda penting Jamnas APWI IV di NTB: forum ini tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi mendorong pengetahuan menjadi tindakan. Pada akhirnya, keberhasilan Jamnas bukan hanya diukur dari jumlah peserta atau karya yang dihasilkan, melainkan dari seberapa jauh gagasan yang lahir di NTB dibawa pulang, diterapkan dan memberi perubahan pada kualitas ASN, birokrasi dan pelayanan publik kepada masyarakat.(sr/dkisntb)

700 Pelari dari 18 Negara Ikuti Sembalun Mountain Marathon Festival (SMMF) 2026, Pariwisata NTB Mendunia

0

Kaki Rinjani Menggeliat, Sport Tourism NTB Mendunia

Warta.in
Sembalun,NTB — Sekitar 700 pelari dari 18 negara menjadikan kawasan Sembalun dan kaki Rinjani sebagai arena olahraga sekaligus pengalaman wisata dalam Sembalun Mountain Marathon Festival (SMMF) 2026, Ahad (20/9/2026). Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, SMMF memperlihatkan bagaimana sport tourism mulai tumbuh menjadi bagian penting dari strategi Nusa Tenggara Barat (NTB) membawa destinasi ke panggung dunia sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal yang membuka SMMF mengatakan, event olahraga berbasis wisata seperti SMMF memiliki arti strategis bagi NTB karena mempertemukan olahraga, keindahan alam dan pengalaman budaya dalam satu rangkaian perjalanan wisata.

Menurut Gubernur Miq Iqbal, SMMF perlu terus dikembangkan secara bertahap hingga memiliki identitas dan brand yang kuat. Pertumbuhan event diharapkan tidak hanya ditandai dengan semakin banyaknya peserta, tetapi juga dengan semakin profesionalnya penyelenggaraan dan semakin luasnya manfaat yang dirasakan masyarakat.

Arah tersebut sejalan dengan upaya Pemprov NTB mengembangkan sport tourism sebagai bagian dari agenda pariwisata daerah. Tidak hanya marathon dan lari lintas alam, pemerintah juga mendorong berbagai jenis olahraga wisata, seperti tenis dan selancar, serta membuka peluang pengembangan event di berbagai kawasan.

Mandalika menjadi salah satu kawasan yang terus dikembangkan, sementara Tambora mulai dijajaki sebagai lokasi potensial untuk event sport tourism berikutnya. Dengan pendekatan tersebut, potensi olahraga dan pariwisata diharapkan tumbuh di berbagai wilayah NTB, dari selatan hingga utara, timur hingga barat.

SMMF sendiri menunjukkan bahwa pasar sport tourism mulai bergerak dari kaki Rinjani. Tahun ini, peserta dari 18 negara mengikuti tiga kategori utama, yakni Full Marathon 42 kilometer, Half Marathon 21 kilometer dan Fun Run 7 kilometer, tegas Miq Iqbal.

Lintasan lomba membawa peserta menikmati lanskap khas Sembalun, mulai dari jalur perbukitan dan trail hingga panorama Gunung Rinjani. Bukit Pergasingan dan Bukit Nanggi menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan, menjadikan aktivitas olahraga sekaligus pintu masuk untuk mengenal karakter alam dan budaya kawasan.

Dampaknya juga tidak berhenti pada lintasan lomba. Kehadiran peserta dan pendamping membuka ruang bagi bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari kuliner, kopi Sembalun hingga berbagai produk lokal.

Salah seorang peserta asal Belanda, Nike, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda dalam SMMF. Perpaduan bukit, jalur trail, panorama alam dan budaya lokal, menurutnya, membuat pengalaman berlari di Sembalun lebih dari sekadar kompetisi olahraga.

Bagi NTB, pola inilah yang ingin terus diperkuat: event mendatangkan orang, destinasi memberikan pengalaman, dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi.

Gubernur Miq Iqbal mencontohkan perkembangan Rinjani 100 yang bermula dari skala kecil dan kemudian tumbuh menjadi event internasional. SMMF diharapkan dapat berkembang melalui proses serupa—pelan, konsisten dan semakin profesional.

“Pelan tapi pasti, event-event seperti ini akan berkembang, semakin dikenal, dan menjadi kebanggaan baru bagi masyarakat NTB,” ujar Gubernur Miq Iqbal.

Namun, semakin berkembangnya sport tourism di kaki Rinjani juga membawa tanggung jawab untuk menjaga modal utama yang membuat kawasan ini menarik. Alam Sembalun, lanskap Rinjani dan kekayaan budaya masyarakat bukan sekadar latar penyelenggaraan event, melainkan aset yang menentukan keberlanjutan pariwisata itu sendiri.

Karena itu, pengembangan sport tourism diarahkan bukan semata mengejar jumlah peserta dan skala kegiatan. Pertumbuhan harus berjalan bersama profesionalisme penyelenggaraan, perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta kepedulian terhadap kelestarian alam dan budaya lokal.

SMMF menjadi salah satu gambaran bagaimana pariwisata NTB untuk mendunia dibangun dari daerah: membawa dunia datang ke kaki Rinjani, memperkenalkan alam dan budaya NTB, sekaligus membuka ruang ekonomi bagi masyarakat yang menjadi bagian dari destinasi. Dari sini, sport tourism tidak hanya menjadi event, tetapi dapat tumbuh menjadi ekosistem pariwisata yang menghubungkan dunia, destinasi dan kesejahteraan masyarakat.(sr/dkisntb)

Sudah Berjalan Selama 2 Hari, Aju Pindahkan Lokasi Judinya ke Tandem, Polisi Tutup Mata

0

Warta.in Binjai – Setelah lokasi judinya di Brahrang digrebek dan ditutup oleh Aparat gabungan, hal itu tidak membuat Aju tobat dan mencari usaha lain. Kali ini dirinya memindahkan lokasi judinya ke pasar 7 Tandem.

Lokasi judi itu kini berkongsi dengan Asen dan berlokasi secara aman tanpa takut akan adanya penggerebekan oleh aparat kepolisian. Hal ini diketahui oleh awak media pada Minggu (20/9/2026), jurnalis ini mendapatkan info itu melalui warga yang memberitahukan bahwa Aju sudah memindahkan lokasi judinya itu kepada awak media.

Diketahui judi berjenis dadu, kartu 3 dan rolet itu pindahan dari Brahrang dan Aju kini berkongsi membuka tempat ilegal itu dengan Asen. Lagi – lagi image buruk tercermin dari masyarakat kepada Polri khususnya Polda Sumut dan Polres Binjai. Tidak mungkin APH tidak tahu akan lokasi ini, sebab nama Aju sudah sangat terkenal di Kota Binjai. Apalagi beberapa waktu lalu lokasi judi miliknya yang berada di Brahrang telah digrebek dan petugas tidak menemukan hasil yang memuaskan, namun hal itu tidak membuatnya untuk berhenti melakukan kegiatan ilegal itu. Namun malah memindahkan lokasinya ke pasar 7 Tandem yang masih wilkum Polres Binjai.

Ini memberikan kesan yang tidak baik bagi Polisi, sejak dijabat oleh Irjen Pol. Whisnu Februanto judi bukannya berhenti namun malah semakin marak. Apalagi Aju bukanlah orang baru didunia perjudian, apa karena ada dugaan dibekingi satuan tertentu makanya Polisi takut untuk melakukan penggerebekan. Hal ini jelas menampar wajah institusi Polri yang sudah dianggap baik oleh masyarakat, jangan sampai #percumalaporpolisi kembali digaungkan oleh warga.

Sementara itu warga sekitar bernama Ani mengatakan bahwa lokasi lokasi judi itu sudah buka selama 2 hari. Apalagi terlihat penjagaan begitu ketat oleh orang – orang berambut cepak, penjaga tersebut menanyakan kepada setiap orang yang hendak masuk kelokasi apa maksud dan tujuan. Ini dilakukan agar Polisi tidak mudah masuk ke lokasi melakukan penggerebekan. Polres Binjai yang dipimpin oleh AKBP. R. Bimo Moernanda seakan enggan melakukan penggerebekan dan adanya dugaan adanya pemberian sejumlah upeti benar adanya. Ujar Ani yang meminta hal ini diberitahukan kepada Kapolda Sumut dan kalau bisa langsung ke Kapolri. (RN)

Final dan Closing Ceremony Open Tournament Bola Basket di GOR Sumantri Sukses Digelar

0

Warta.in Jakarta – Puncak perhelatan Open Tournament Bola Basket Piala Panglima TNI Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke-81 sukses digelar hari ini, Sabtu, 19/9/2026 bertempat di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta.

Acara hari ini merupakan partai Final pertandingan Bola Basket dengan 3 kategori (Perguruan Tinggi, Instansi dan Komunitas) sekaligus Acara Closing Ceremony Bola Basket Piala Panglima TNI Tahun 2026.

Turnamen bergengsi yang memperebutkan Piala Bergilir Panglima TNI ini telah dilaksanakan selama 7 hari, mulai tanggal 13 – 19 September 2026. Turnamen ini diikuti oleh puluhan tim terbaik dari berbagai Perguruan Tinggi ternama, Instansi BUMN/TNI-Polri, dan Komunitas Bola Basket terbaik se-Jabodetabek dan sekitarnya.

Babak Semi Final telah dilaksanakan pada hari Jumat, 18 September 2026 yang berlangsung sangat seru dan penuh sportivitas di semua kategori. Dari babak tersebut, telah lahir tim-tim terbaik yang berhak melaju ke partai Final.

Pada hari ini, pelaksanaan Final diiringi dengan Orkestra dari Mabes TNI hingga Suporter dari berbagai kategori sehingga menambah semangat dan kekuatan para atlet untuk tampil dalam pertandingan Final, adapun hasil final sebagai juara dari Instansi adalah Pertamina, Perbanas sebagai urutan pertama dalam kategori Perguruan Tinggi dan Damon Baller sebagai Juara Pertama di kategori Komunitas Basket.

Acara dilanjutkan dengan penutupan Open Tournament Bola Basket Piala Panglima TNI TA2026 yang ditutup oleh Irjen TNI Laksda TNI Hersan SH, M.Si, dan Asrenum Panglima TNI Letjen TNI Chandra Wijaya serta didampingi oleh Kapusbekangad Mayjen TNI Arif Hartoto sekaligus sebagai Penyelenggara dan para Pejabat TNI serta perwakilan dari Perbasi Jakarta.

Penekanan buzer menandai bahwa Open Tournament bola basket piala Panglima TNI telah ditutup, Bapak Irjen TNI mengucapkan Terima kasih kepada seluruh peserta dan wasit serta para panitia serta yang terlibat dalam kegiatan ini sehingga dapat menjunjung sportifitas dan lancar.

Semua berharap dengan adanya kegiatan open tournamen ini, tentunya akan menumbuhkan bibit – bibit baru atlet yang akan mengharumkan Nama Bangsa Indonesia.

(SPRYDI)

Tak Henti Menebarkan Ketulusan, Setetes Darah, Sejuta Harapan : Semarak HUT TNI ke – 81

0

Warta.in Belawan — Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I, dalam rangka memeriahkan semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-81, Dinas Kesehatan (Diskes) dan Rumah Sakit (Rumkit) Kodaeral I melaksanakan kegiatan Bakti Kesehatan (Bakkes) dan Bakti Sosial (Baksos) sebagai wujud kepedulian serta pengabdian TNI kepada masyarakat yang dilaksanakan di Ged. OB Syaaf Kodaeral I, Belawan, Sumatera Utara. Minggu (20/09/2026)

‎Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan kemanusiaan melalui aksi nyata di bidang kesehatan dan sosial. Salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan adalah donor darah yang diikuti sebanyak 160 peserta. Setelah melalui proses pemeriksaan dan skrining kesehatan, sebanyak 75 peserta berhasil melaksanakan donor darah, sementara 85 peserta belum dapat melakukan donor darah karena belum memenuhi persyaratan medis yang ditetapkan.

‎Proses pemeriksaan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan kondisi kesehatan setiap peserta, sehingga seluruh tahapan dapat berlangsung dengan aman dan sesuai prosedur. Kegiatan Bakkes dan Baksos ini merupakan bentuk nyata kepedulian Kodaeral I dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya melalui aksi kemanusiaan berupa donor darah. Setiap tetes darah yang disumbangkan memiliki arti penting bagi sesama yang membutuhkan, sekaligus menjadi wujud semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dibangun di lingkungan TNI Angkatan Laut.

‎Melalui kegiatan tersebut, Diskes dan Rumkit Kodaeral I menunjukkan komitmen untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat dengan memberikan pelayanan yang humanis, tulus, dan bermanfaat. Peringatan HUT TNI ke-81 diharapkan tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat semangat pengabdian, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat. (RN)

(Dispen Kodaeral I)

Saling Lempar Tanggung Jawab! Sungai Kering Total, Warga Suka Maju Paksa Rig TMMJ Hentikan Pengeboran.

0

PALI, Warta.in – Kemarahan besar melanda warga Dusun IV/Talang Gas, Desa Suka Maju, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Pasalnya, aktivitas penyedotan air menggunakan mesin pompa berukuran pipa 6 inci di Sungai Penukal oleh Rig TMMJ #05—yang bermitra dengan PT Pertamina EP Pendopo Field—telah membuat aliran sungai kering kerontang sejak tiga hari tiga malam terakhir. Penyedotan masif ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan operasional pengeboran di lokasi BKT-AW2.

Di tengah hantaman musim kemarau panjang tahun ini, Sungai Penukal merupakan satu-satunya urat nadi dan tumpuan hidup warga Talang Gas dan sekitarnya untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Akibat keserakahan operasional perusahaan yang menyedot air tanpa ampun, warga kini menderita kelangkaan air bersih. Warga bahkan terpaksa harus membeli air seharga Rp15.000 per drum demi bertahan hidup sehari-hari.

“Kan ini tempat pemandian warga… Semenjak ada pompa (mesin sedot), jadi warga itu susah hendak mandi ke mana… Kurang lebih mereka ini menyedot, mengisap… Tiga hari… Tidak beroperasi lagi karena air sungai kering,” keluh warga saat diwawancarai langsung di lokasi Sungai Penukal, Jumat (18/9/2026).

Tudingan Pemasangan Sepihak dan “Bermain Mata”Ironisnya, warga menegaskan bahwa pemasangan mesin pompa penghisap air tersebut dilakukan secara sepihak tanpa ada sosialisasi maupun koordinasi sama sekali dengan masyarakat Dusun Talang Gas. Warga menyebut pihak desa dan oknum perangkat desa terkesan bermain mata serta hanya mementingkan kelompok atau kroni-kroninya sendiri, tanpa mempedulikan penderitaan masyarakat luas yang menjadi korban langsung.

“Tidak ada koordinasi dengan masyarakat. Tidak ada sama sekali,” ungkap warga dengan nada geram.Selain masalah krisis air, warga juga memprotes penggusuran lahan warga (seperti lahan milik Abu Matsri) yang hingga kini proses ganti ruginya diabaikan perusahaan. Masalah lain yang disorot adalah rekrutmen tenaga kerja lokal yang dinilai tertutup dan tidak transparan.

Dalih Lempar Tanggung Jawab Manajemen Lapangan Menanggapi gelombang protes keras yang didampingi oleh Koordinator Rumah Singgah Aktivis (RSA) PALI dan media Warta.in PALI, Rig Superintendent (Rigsup) Rig TMMJ, Puji Prajoko, bersama Company Man (Coman) Faturahman, akhirnya menemui warga di lokasi pada Jumat sore (18/9/2026).

Di hadapan warga dan pendamping, Puji Prajoko berdalih bahwa pihak operasional rig tidak mengetahui urusan penempatan mesin pompa. Ia mengklaim bahwa posisi penempatan alat sepenuhnya diatur berdasarkan hasil koordinasi pihak Humas Pertamina, yakni Yanti dan Sukeri, bersama Kepala Desa.

“Jadi dari awalnya, kita kan cuma menaruh alat saja. Masalah penempatan dari pihak Humas yang menentukan. Jadi kami cuma menyediakan alat saja. Jika ditunjuk tempatnya di situ, ya kita taruh di situ,” kilah Puji Prajoko di lokasi.Meski demikian, Puji Prajoko mengakui bahwa pihaknya merasa terpukul dan prihatin atas keluhan warga. Ia berjanji akan segera meneruskan aspirasi tersebut kepada manajemen Humas dan pihak Pertamina EP Pendopo Field.

Sementara itu, Company Man Faturahman turut disorot atas lemahnya sistem mitigasi sosial perusahaan yang dinilai gagal mengantisipasi dampak lingkungan. Lemahnya mitigasi dari tim Pertamina dan TMMJ ini memperlihatkan abainya perusahaan terhadap kondisi warga sekitar yang tengah menjerit kekurangan air di tengah kemarau panjang. Perusahaan terkesan hanya mengeruk hasil bumi tanpa memikirkan dampak sosial dan hak-hak dasar masyarakat di sekitar wilayah kerja migas.

Ultimatum Warga: Selesaikan Masalah atau Stop Operasional!Mendengar jawaban berputar-putar dari pihak manajemen lapangan, warga dan tim pendamping menolak mentah-mentah alasan klasik perusahaan yang saling lempar tanggung jawab antara bagian operasional dan humas.

Warga memberikan ultimatum tegas dan keras kepada pihak Pertamina EP Pendopo Field dan TMMJ. Jika hak-hak masyarakat—terutama pemulihan sumber air bersih, penyelesaian ganti rugi lahan warga, dan transparansi tenaga kerja—tidak segera dipenuhi, warga mendesak agar seluruh aktivitas operasional rig dihentikan total!

“Kamu jangan operasi dulu kalau segala persoalan yang merugikan masyarakat ini belum terselesaikan. Jadi warga sini ngomong stop operasional. Karena perusahaan tidak ada kepedulian. Tidak tahu itu tempat air, tempat orang mandi, jalan terakhir warga di sini,” tegas perwakilan pendamping saat mendesak manajemen perusahaan.

Mendapat tekanan telak tersebut, pihak perwakilan perusahaan akhirnya sepakat untuk menampung seluruh tuntutan warga dalam tiga poin utama:Pemulihan atau penyediaan sumber air bersih/MCK bagi warga terdampak.Penyelesaian pengukuran dan ganti rugi lahan warga secara adil.Evaluasi transparansi tenaga kerja lokal sesuai aturan yang berlaku.

Faturahman meminta agar aspirasi warga Talang Gas tersebut disampaikan secara tertulis untuk diproses lebih lanjut. Kini, warga berharap pihak manajemen puncak Pertamina (termasuk Humas Yanti dan Sukeri) bisa langsung turun tangan secara transparan dan tidak berlindung di balik kebijakan sepihak pemerintah desa. (Randi) Tim