28.9 C
Jakarta
Sabtu, Maret 28, 2026
Beranda blog

Dugaan Kejanggalan Pengelolaan Dana BOS di SMK Negeri 1 Penukal, Publik Soroti Transparansi

0

Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2024 hingga 2025 di SMK Negeri 1 Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menuai sorotan publik. Sejumlah indikasi dugaan kejanggalan muncul, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran yang dinilai belum terbuka secara memadai.

 

Upaya konfirmasi yang dilakukan tim media Warta.in melalui surat resmi hingga kini belum mendapat tanggapan dari pihak sekolah. Kepala SMK Negeri 1 Penukal terkesan memilih bungkam selama hampir satu bulan, memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.

 

Berdasarkan data yang dihimpun, sekolah tersebut menerima Dana BOS sebesar Rp725.305.000 per tahap pada tahun 2024 dan Rp700.350.000 per tahap pada tahun 2025. Secara keseluruhan, total anggaran yang dikelola mencapai Rp2.851.310.000, angka yang signifikan dan seharusnya diiringi dengan keterbukaan informasi publik.

Sorotan utama tertuju pada berbagai pos belanja, mulai dari PPDB, pengembangan perpustakaan, kegiatan pembelajaran, asesmen, administrasi sekolah, hingga pembayaran honor.

 

Kejanggalan paling mencolok terjadi pada Tahun Anggaran 2024 tahap I, ketika anggaran untuk administrasi kegiatan sekolah melonjak drastis hingga Rp342.273.840. Nilai ini menyerap hampir separuh total dana tahap tersebut. Ironisnya, pada saat yang sama, sejumlah kegiatan inti pendidikan seperti pengembangan perpustakaan, pembelajaran dan ekstrakurikuler, pengembangan profesi guru, serta uji kompetensi keahlian justru tercatat nol rupiah.

 

Kondisi ini dinilai tidak wajar karena bertolak belakang dengan prioritas peningkatan mutu pendidikan yang seharusnya menjadi fokus utama penggunaan Dana BOS.

Selain itu, lonjakan anggaran pengembangan perpustakaan juga menjadi perhatian. Pada Tahun 2025 tahap I tercatat sebesar Rp30.100.000, namun meningkat tajam menjadi Rp110.186.200 pada tahap II. Kenaikan signifikan ini memerlukan penjelasan rinci, terutama terkait jenis pengadaan, spesifikasi, serta realisasi fisik di lapangan.

 

Anggaran untuk kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Bursa Kerja Khusus juga terus muncul dalam jumlah besar di setiap tahap, berkisar antara Rp75 juta hingga Rp108 juta. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait jumlah peserta, lokasi kegiatan, durasi, serta output nyata dari program tersebut.

 

Tak kalah mencolok, pengadaan alat multimedia pembelajaran juga berulang kali menyerap dana besar, mencapai puluhan juta rupiah di tiap tahap. Publik menilai perlu adanya transparansi mengenai spesifikasi barang, jumlah unit, serta keberadaan inventaris di sekolah.

 

Sementara itu, pos pembayaran honor yang konsisten berada pada kisaran Rp104 juta hingga Rp120 juta per tahap turut menjadi perhatian. Aspek yang dipertanyakan meliputi jumlah penerima, dasar pembayaran, serta kesesuaian dengan petunjuk teknis Dana BOS.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak sekolah. Sikap tidak responsif tersebut justru memperkuat desakan publik agar dilakukan audit menyeluruh oleh instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan, Inspektorat, hingga aparat penegak hukum.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pendidikan, demi menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan dana benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. (Time)

*Pangdam XI/Tpr Ingatkan Prajurit Kodim Sambas: Jauhi Pelanggaran, Jadilah Solusi bagi Rakyat*

0

*Pangdam XI/Tpr Ingatkan Prajurit Kodim Sambas: Jauhi Pelanggaran, Jadilah Solusi bagi Rakyat*

SAMBAS, – Panglima Kodam XII/ Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menekankan pentingnya disiplin bagi setiap prajurit dalam menjalankan tugas kewilayahan. Hal tersebut ditegaskannya saat melakukan kunjungan kerja ke Markas Kodim 1208/Sambas, Jalan Tabrani, Desa Lumbang, Sambas, Jumat kemarin (27/03/2026).

Kedatangan Pangdam disambut langsung oleh Dandim 1208/Sambas, Letkol Inf Dwiyanto Kusumo, M.A.P., beserta jajaran perwira dan seluruh personel.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pembinaan satuan untuk memastikan kesiapan operasional di wilayah perbatasan.

Dalam pengarahannya di Aula Kodim, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito memberikan pesan mendalam mengenai integritas prajurit. la menegaskan bahwa setiap personel TNI harus menjadi cerminan nilai-nilai positif di mata masyarakat.

“Sebagai aparat teritorial, prajurit harus mampu menjaga sikap dan
perilaku. Hindari segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun, karena hal tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga
mencoreng nama baik satuan dan institusi TNI,” tegas Pangdam.

Jenderal bintang dua ini juga memberikan apresiasi tinggi atas
dedikasi personel Kodim 1208/Sambas. Menurutnya, Kodim Sambas telah menunjukkan performa yang solid dalam membantu program pemerintah daerah, khususnya di sektor ketahanan pangan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. (HD)

Sumber: Pendim 1208 Sambas

Kadinsos PALI. Edi Irwan, SE. M.Si’ Turun Lapangan, Kawal Langsung Penerima Bantuan PKH

0

Sumatera Selatan, Warta.in, PALI — Sabtu, 28 Maret 2026 yang sejatinya menjadi hari libur bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), terlebih masih dalam suasana hangat pasca Hari Raya Idulfitri 8 Syawal 1447 Hijriah, tidak menyurutkan semangat pengabdian jajaran Dinas Sosial Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Di tengah momentum kebersamaan dan silaturahmi, Kepala Dinas Sosial PALI, Edy Irwan, SE, M.Si, justru memilih turun langsung ke lapangan.

Didampingi staf Dinas Sosial, Edy Irwan melakukan monitoring intensif terhadap proses pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah kecamatan, yakni Tanah Abang, Penukal, dan Abab, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan bantuan benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang berhak.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi yang dikeluarkan oleh PT Pos Indonesia (Persero) Cabang Prabumulih, Nomor 155/Pbm/PDKP/0326 tertanggal 26 Maret 2026, terkait pelaksanaan pembayaran bantuan sosial sembako dan PKH Triwulan I Tahun 2026.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa penyaluran bantuan akan dilaksanakan di lima kecamatan di wilayah Kabupaten PALI. PT Pos Indonesia bertindak sebagai juru bayar melalui Kantor Pos Cabang Pembantu Pendopo dan Kantor Pos Cabang Pembantu Tanah Abang, sesuai dengan wilayah kerja masing-masing.

Untuk menjamin kelancaran dan keamanan proses distribusi, para camat diminta berperan aktif dalam melakukan pengawasan di lapangan. Hal ini mencakup pemantauan alur penyaluran, ketertiban administrasi, hingga memastikan tidak terjadi penyimpangan selama kegiatan berlangsung.

Adapun persyaratan bagi masyarakat penerima bantuan telah ditetapkan secara ketat. Penerima wajib membawa surat undangan resmi dari PT Pos Indonesia serta KTP asli. Dalam kondisi tertentu, pengambilan bantuan dapat diwakilkan oleh anggota dalam satu Kartu Keluarga, dengan syarat membawa dokumen asli yang diperlukan.

Namun, bagi penerima dengan status Kartu Keluarga tunggal, bantuan tidak dapat diwakilkan.

Selain itu, apabila terdapat perbedaan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) antara undangan dan KTP, penerima diwajibkan melampirkan surat keterangan resmi dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Ketentuan ini diberlakukan guna menjaga validitas data dan mencegah potensi penyalahgunaan bantuan.

Distribusi undangan kepada masyarakat dilakukan secara langsung oleh PT Pos Indonesia melalui peran aktif kepala desa dan lurah di masing-masing wilayah. Sementara itu, kuota penerima bantuan serta jadwal penyaluran telah disusun dan disesuaikan dengan kondisi tiap desa dan kelurahan.

Di sela kegiatan monitoring, Edy Irwan menyampaikan bahwa kehadirannya bersama tim di lapangan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan profesional dalam memastikan program pemerintah berjalan optimal.

“Kami ingin memastikan bahwa bantuan sosial ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak, tepat waktu, tepat sasaran, dan tanpa kendala berarti. Ini adalah amanah yang harus kami jaga, terlebih di momen pasca lebaran seperti sekarang,” ujarnya kepada media.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, PT Pos Indonesia, serta perangkat kecamatan hingga desa menjadi kunci utama keberhasilan penyaluran bantuan sosial.

Edy Irwan juga berharap seluruh pihak yang terlibat dapat terus menjaga komitmen dan integritas dalam menjalankan tugas, sehingga program perlindungan sosial dari pemerintah pusat dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat.

“Kami berharap seluruh proses berjalan lancar, tertib, dan transparan. Yang terpenting, masyarakat penerima bisa merasakan manfaat bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan,” tambahnya

Dengan semangat kerja yang tidak mengenal hari libur, langkah Dinas Sosial PALI ini menjadi cerminan nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat—memberikan pelayanan, memastikan keadilan sosial, dan menjaga kepercayaan publik melalui kerja nyata di lapangan.

 

(Tim/red)

Sinergi APBD, APBN, dan Diaspora Jadi Kunci Pembangunan dan Ekonomi Banten

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 28 Maret 2026 — Gubernur Banten, Andra Soni, mendorong lahirnya program-program konkret berbasis kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan diaspora untuk mempercepat pembangunan serta pemerataan ekonomi di Banten.

Dorongan itu disampaikan dalam kegiatan Kumpul Jeung Dulur Diaspora Banten, yang dirangkaikan dengan dialog interaktif “Rembuk Ngariung Jeung Dulur” di Mercure Kemayoran, Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Dalam forum tersebut, Andra Soni menekankan bahwa pembangunan Banten ke depan tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sinergi yang luas, termasuk keterlibatan diaspora baik di dalam maupun luar negeri, dinilai sangat krusial.

“Kita butuh kolaborasi. Dengan keterbatasan fiskal, setiap langkah pembangunan harus tepat sasaran dan berdampak,” ujar Andra Soni.

Ia memaparkan sejumlah program konkret yang telah dan sedang berjalan, antara lain pembangunan jalan desa sepanjang 67,87 kilometer dengan anggaran Rp184 miliar, serta revitalisasi irigasi lebih dari 123 kilometer yang mendapat dukungan APBN dan APBD.

Di sektor pendidikan, Pemprov Banten menjalankan program unggulan Sekolah Gratis, yang menjangkau lebih dari 60.705 siswa di 801 sekolah swasta, serta program “Satu Sarjana Satu Desa” untuk 1.238 desa.

Gubernur Lemhanas, Ace Hasan Syadzily, menilai Banten memiliki potensi besar untuk berkembang meski masih menghadapi tantangan ketimpangan wilayah.

“Saya optimistis di bawah kepemimpinan Pak Gubernur, Banten bisa lebih maju. PR kita adalah mengurangi kesenjangan antara wilayah,” kata Ace di tempat yang sama.

Ia menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang sehat sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

Dukungan juga datang dari Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, yang menyatakan kesiapan kementeriannya untuk berkolaborasi dengan Pemprov Banten. Menurutnya, konsep transmigrasi saat ini telah berubah menjadi pembangunan pusat-pusat ekonomi baru, termasuk pencarian lahan untuk kawasan industri di Banten.

Gubernur Andra Soni optimistis kolaborasi dapat memperkuat ekonomi, menarik investasi, dan mendorong pemerataan pembangunan di Banten, sambil menekankan pentingnya inisiatif aktif untuk menciptakan perubahan.(WartainBanten)

Sekda Banten dan Menteri LH Dukung Gerakan Banten ASRI, Pemilahan Sampah dan Lingkungan Bersih

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 28 Maret 2026 — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menghadiri kegiatan Gerakan Banten ASRI yang digelar di Pasar Induk Rau dan kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini bertujuan mendorong hidup bersih melalui kerja bakti rutin setiap hari Jumat.

Deden Apriandhi menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mendukung program pemerintah pusat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mendukung program pemerintah pusat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri,” ujar Deden.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Hanif Faisol Nurofiq juga membahas rencana Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), sebagai bagian dari upaya strategis mengelola sampah sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi alternatif.

Wali Kota Serang Budi Rustandi yang hadir di lokasi memberikan apresiasi atas kunjungan Menteri Hanif ke Kota Serang. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan bersih-bersih serta pemilahan sampah sejak dini.

“Beliau memberikan arahan bahwa kita harus mulai dari sekarang memilah sampah,” ujarnya.

Menteri Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Serang atas pelaksanaan Gerakan Banten ASRI. Ia menekankan keterlibatan aktif seluruh pihak sebagai kunci terciptanya lingkungan yang bersih.

“Sepanjang masuk Kota Serang, warga di ruas-ruas jalan ikut melakukan bersih-bersih,” tuturnya.

Gerakan Banten ASRI diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.(WartainBanten)

Pemprov Banten Percepat PSEL, Gubernur Andra Soni Teken Kesepakatan Sampah Jadi Energi

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 28 Maret 2026 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mendorong percepatan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari upaya penanganan sampah sekaligus penguatan ketahanan energi daerah. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara pemerintah provinsi dan sejumlah pemerintah kabupaten/kota di Banten.

Gubernur Banten Andra Soni menandatangani kesepakatan tersebut bersama Pemerintah Kota Serang, Pemerintah Kota Cilegon, dan Pemerintah Kabupaten Serang. Kesepakatan ini juga menjadi bagian dari percepatan pengembangan PSEL di wilayah Tangerang Raya.

Penandatanganan berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Jumat (27/3/2026), dan turut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan bahwa program PSEL tidak hanya menjadi solusi atas persoalan sampah, tetapi juga memiliki dampak strategis terhadap penyediaan energi alternatif dan pembangunan ekonomi daerah.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan komitmen bersama serta pengawasan yang berkelanjutan agar pelaksanaannya berjalan efektif dan akuntabel. Koordinasi serta komunikasi antar daerah juga dinilai penting untuk memastikan pengelolaan sampah dapat berjalan optimal di setiap wilayah.

“Diperlukan komitmen berkelanjutan, koordinasi intensif, serta pengawasan agar pelaksanaan berjalan efektif dan akuntabel,” jelasnya.

Selain itu, Andra Soni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam penanganan sampah. Pemerintah, kata dia, akan terus menggencarkan edukasi terkait pentingnya pemilahan sampah selama proses pembangunan fasilitas PSEL berlangsung.

“Permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama. Pemilahan sampah harus terus dilakukan agar volume sampah bisa ditekan,” ujarnya.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan kesepakatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan nasional penanganan sampah, dengan potensi pengolahan mencapai sekitar 4.000 ton sampah per hari dari dua kawasan di Provinsi Banten.

“Hari ini Bapak Gubernur Andra Soni bersama Bupati/Wali Kota di Serang Raya dan Tangerang Raya telah menyepakati dukungan terhadap kebijakan Presiden dalam penyelesaian sampah di daerah. Ke depan sampah tersebut akan direduksi menjadi energi listrik,” katanya.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan keberhasilan program PSEL bergantung pada pemilahan sampah sejak awal.

“Dari peletakan batu pertama sampai operasional biasanya memakan waktu 2,5 sampai 3 tahun. Apapun teknologinya, fondasi dasarnya adalah sampah harus terpilah. Tanpa itu, biaya akan sangat besar,” ujarnya..

Ke depan, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi anggaran pemerintah.. (WartainBanten)

Bertahun tahun Melakukan Dugaan Penipuan, Pelaku Akhirnya di Tangkap oleh Team Resmob Bondowoso

0

Warta.in, Bondowoso – Sabtu, 28/03)2026 Adanya pernyataan oleh beberapa masyarakat sekitar Desa Sumber Salam Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso, Adanya seorang terduga penipu inisial SU yang sangat lihai dalam melakukan aksi pinjaman sejumlah uang kepada teman dan tetangganya tanpa harus mengembalikan uang tersebut dengan seribu cara dan alasan.

Namun nasib sial kali ini menghampiri SU, dikala meminjam dengan alih-alih untuk membuka usaha kepada tetangganya inisial W, W memberikan pinjaman uang cash dan tf (transfer) melalui rekening bank ternama dengan nominal uang 30 juta dan ditambah emas 6gram 24k serta BPKB sepeda motor vario dengan total keseluruhan sekitar kurang lebih mencapai nominal 50 juta.

Dalam transaksi pinjam meminjam tersebut berlangsung lancar, hingga pada waktu yang telah ditentukan ternyata SU saat ditangih berbelit belit dan berdalih dengan janji yang tidak pernah ditepati dan tak berujung waktu.

Singkat cerita dalam beberapa bulan lalu, pemilik uang tersebut memperingati SU dengan cara lisan dan juga bersurat, akan tetapi SU menantangnya “saya mau dilaporkan monggo saya tidak akan dipenjara” kata SU terhadap W.

Merasa dirinya dipermainkan, akhirnya W melaporkan masalah ini ke Polsek terdekat terkait kalau dirinya sudah ditipu oleh SU, dan W menyatakan ucap SU terhadapnya adalah suatu tindakan menantang hukum.

Alhasil dalam penyelidikan selama berbulan-bulan akhirnya proses hukum menyatakan kalau Su bersalah dan harus bertanggung jawab.

Akan tetapi dalam ranah penangkapan SU, team Resmob polres bondowoso sempat kewalahan, karena Su sempat bersembunyi disalah satu rumah milik tetangganya warga setempat. Pemburuan dilakukan selama 2minggu sebelum akhirnya SU ditangkap pada malam hari skitar jam 00.30 pada tanggal 11 Maret pada Bulan Ramadhan oleh team gabungan Resmob Polres Bondowoso.

Pemilik uang tersebut yaitu W menyatakan “biar jera dia, bagaimanapun biar dipenjara dan soal uang saya bagaimanapun harus balik, dia itu salah tapi masih saja pakai pengacara kok gak tau malu,” Pungkas W dengan mata berkaca-kaca menahan tangis pada saat diwawancarai.

Dalam Pasal 378 KUHP dan (Pasal 492 UU 1/2023) mengatur tentang penipuan, yang menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja menggunakan tipu muslihat untuk mengelabui orang lain dengan maksud untuk memperoleh sesuatu barang atau uang, dapat dihukum dengan pidana penjara maksimal 4tahun penjara, serta wajib mengembalikan uang utang piutang terhadap semua korban dengan nominal kerugian yang di sebabkan oleh tersangka, semua itu akan dijabarkan waktu sidang dipengadilan.

Gubernur Banten Andra Soni Tinjau Wisata Anyer, Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Pengunjung

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 28 Maret 2026 — Andra Soni meninjau langsung aktivitas wisatawan di kawasan Pantai Sambolo 1, Cikoneng, Anyer, Kabupaten Serang, Selasa (24/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan, terutama menjelang momentum libur Idulfitri.

Dalam kegiatan itu, Andra Soni didampingi sejumlah pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolda Banten Hengki, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Komandan Lanal Banten Catur Yogiantoro, serta Kasrem 064/Maulana Yusuf Shofanudin. Turut hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi dan jajaran instansi terkait.

Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kawasan wisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Terlebih, kawasan Anyer menjadi destinasi favorit masyarakat saat musim liburan.

Dalam kesempatan itu, Andra Soni menegaskan bahwa kawasan pantai Anyer merupakan salah satu kebanggaan Provinsi Banten yang harus dijaga bersama, baik dari segi kebersihan maupun keselamatan pengunjung.

“Wisata Anyer ini adalah kebanggaan Banten. Kita ingin masyarakat yang datang merasa aman, nyaman, dan membawa kesan baik sehingga kembali lagi berkunjung,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para wisatawan untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pengelola, termasuk tidak membuang sampah sembarangan serta memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di laut.

Selama peninjauan, gubernur tampak berinteraksi langsung dengan para pengunjung. Ia menyapa anak-anak yang tengah berenang dan mengingatkan orang tua untuk selalu mengawasi putra-putrinya guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, Andra Soni bersama Kapolda Banten juga berdialog dengan sejumlah wisatawan dan mengajak mereka untuk turut mempromosikan potensi pariwisata daerah.

“Ayo, wisata ke Banten saja. Banyak pilihan destinasi yang indah dan menarik,” kata Andra Soni.

Di sisi lain, Kapolda Banten Irjen Hengki juga menyampaikan imbauan kepada para pengunjung melalui pengeras suara (megafon) agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan di laut.

“Kami mengimbau kepada para orang tua yang membawa anak-anak agar selalu dalam pengawasan. Ikuti petunjuk petugas penjaga pantai untuk menghindari risiko terbawa arus atau tenggelam,” tegasnya.

Sementara itu, meningkatnya jumlah wisatawan turut membawa dampak positif bagi pelaku usaha lokal. Nurjaya (54), seorang pedagang yang juga menyediakan jasa penyewaan ban renang, mengungkapkan bahwa pendapatannya mulai meningkat sejak dua hari setelah Lebaran..

“Alhamdulillah, omzet meningkat. Puncaknya sejak Senin kemarin, pengunjung ramai sekali,” ungkapnya.

Pengalaman serupa juga dirasakan para wisatawan. Jamaludin (38), warga Kabupaten Bogor, mengatakan dirinya datang bersama 15 anggota keluarganya dan menginap di kawasan Anyer.

“Kami datang dari kemarin malam, menginap satu malam. Suasananya ramai dan menyenangkan untuk liburan keluarga,” ujarnya.

Anzel (17), wisatawan asal Kabupaten Tangerang, mengaku senang bisa kembali berlibur ke Anyer bersama keluarganya, yang telah menjadi tradisi setiap Lebaran.(WartainBanten)

Event Trail Jelajah Alam Bumi Pongtiku Diikuti 1.800 Peserta, ini Kata Ardi Macho

0

TORAJA UTARA – Event adventure trail melalui kegiatan Jelajah Alam Bumi Pongtiku yang dilaksanakan hari ini di Toraja, dihadiri sejumlah 1.814 peserta dari berbagai daerah baik dari kabupaten/Kota yang ada di Sulawesi Selatan maupun dari luar provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (28/3/2026).

Berdasarkan informasi yang yang diperoleh dari Ardi Macho, selaku panitia pelaksana bahwa dari sekian event Trail yang dilaksanakan oleh Kodim 1414/Tator di Toraja, kegiatan ini merupakan kali kedua yang diikuti peserta terbanyak.

Selain itu kata Ardi Macho, bahwa event Trail Jelajah Alam Bumi Pongtiku ini dikuti peserta terbanyak dari Kabupaten Pinrang.

“Dari event Trail yang dilaksanakan oleh Kodim 1414/Tator, ini kali kedua yang diikuti banyak peserta. Dimana yang menjadi peserta terbanyak diikuti dari Kabupaten Sidrap yang membawa nama team Rebon Trail,” ucap Ardi Macho.

Selaku panitia pelaksana kegiatan yang juga anggota DPRD Kabupaten Toraja Utara, Ardi Macho mengatakan jika event Trail ini selain promosi wisata juga sebagai ajang dalam mengajak para muda-mudi untuk fokus ke hal positif.

“Ya, kita tahu sekarang banyak muda-mudi kita yang karena bingung mau sibukkan diri dengan kegiatan positif hingga larinya ke hal negatif seperti Narkoba maka event seperti ini sangat kita dukung sebagai bentuk ajakan kepada para muda-mudi untuk lebih fokus ke kegiatan positif,” beber Ardi Macho.

Event Trail Jelajah Alam Bumi Pongtiku 2026, Peserta Terbanyak Rebon Trail Dari Kabupaten Pinrang

0

TORAJA UTARA – Event adventure trail melalui kegiatan Jelajah Alam Bumi Pongtiku yang dilaksanakan hari ini di Toraja, dihadiri sejumlah 1.814 peserta dari berbagai daerah baik dari kabupaten/Kota yang ada di Sulawesi Selatan maupun dari luar provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (28/3/2026).

Berdasarkan informasi yang yang diperoleh dari Ardi Macho, selaku panitia pelaksana bahwa dari sekian event Trail yang dilaksanakan oleh Kodim 1414/Tator di Toraja, kegiatan ini merupakan kali kedua yang diikuti peserta terbanyak.

Selain itu kata Ardi Macho, bahwa event Trail Jelajah Alam Bumi Pongtiku ini dikuti peserta terbanyak dari Kabupaten Pinrang.

“Dari event Trail yang dilaksanakan oleh Kodim 1414/Tator, ini kali kedua yang diikuti banyak peserta. Dimana yang menjadi peserta terbanyak diikuti dari Kabupaten Pinrang yang membawa nama team Rebon Trail,” ucap Ardi Macho.

Selaku panitia pelaksana kegiatan yang juga anggota DPRD Kabupaten Toraja Utara, Ardi Macho mengatakan jika event Trail ini selain promosi wisata juga sebagai ajang dalam mengajak para muda-mudi untuk fokus ke hal positif.

“Ya, kita tahu sekarang banyak muda-mudi kita yang karena bingung mau sibukkan diri dengan kegiatan positif hingga larinya ke hal negatif seperti Narkoba maka event seperti ini sangat kita dukung sebagai bentuk ajakan kepada para muda-mudi untuk lebih fokus ke kegiatan positif,” beber Ardi Macho.