Beranda blog

Akses Warga Segera Pulih, Pembangunan Jembatan Gantung Idanoho Capai 84 Persen

0

Warta.in Nias Selatan – Program Bakti TNI terus mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Sungai Idanoho di Desa Soto’o Hilisimaetano, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan. Hingga Minggu (12/7/2026), progres pengerjaan telah mencapai 84 persen, menandai semakin dekatnya penyelesaian akses penghubung yang menghubungkan Desa Soto’o Hilisimaetano dengan Desa Hiliaurifa. Pembangunan ini merupakan bagian dari program yang mendukung percepatan pembangunan nasional yang diprakarsai Presiden RI Prabowo Subianto.

Jembatan gantung sepanjang 90 meter tersebut dibangun menggantikan jembatan lama yang rusak akibat usia pemakaian sehingga tidak lagi aman digunakan masyarakat. Kondisi itu selama ini menghambat aktivitas warga, mulai dari mengangkut hasil pertanian, menuju sekolah, hingga mengakses pelayanan kesehatan.

Saat ini, Satgas Bakti TNI memfokuskan pekerjaan pada pemasangan pagar jembatan, pemasangan batu, serta pengecatan pagar sebagai bagian dari tahap penyelesaian. Seluruh proses dikerjakan dengan mengedepankan kualitas konstruksi agar jembatan yang dibangun aman, kokoh, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Pengerjaan dilakukan secara terpadu oleh personel Yonif TP 908/Gajah Dompak, Yonif TP 905/TS, Yonzipur I/DD, Denzibang, Koramil 12/Teluk Dalam Kodim 0213/Nias, bersama masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P., mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Sungai Idanoho menjadi bukti nyata komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah mempercepat pembangunan di daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bakti TNI bukan sekadar membangun jembatan, tetapi juga membangun harapan masyarakat. Kehadiran jembatan ini nantinya akan memperlancar mobilitas warga, memudahkan distribusi hasil pertanian, membuka akses pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. TNI akan terus hadir dan bekerja bersama rakyat untuk mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata,” ujar Kapendam. (RN)

Sumber : Pendam I/BB

LIPAT Wilbar Gelar Reuni Ke – VII di Hotel Aston Pasteur Bandung

0

LIPAT Wilbar Gelar Reuni Ke – VII di Hotel Aston Pasteur Bandung

Jakarta, (13/07)27)

Reuni Letting ’54 mantan TNI AL Angkatan 1982/1983 (LIPAT) Wilayah Barat di ikuti 105 peserta berlangsung di Hotel Aston Pasteur Bandung,(11-12) Juli 2026.

105 peserta LIPAT Wilbar berasal dari daerah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi hingga Cirebon sengaja berkumpul melaksanakan Reuni Ke-VII tahun 2026.

Mereka berdatangan ke lokasi Hotel Hilton Bandung sejak (11/07/27) pagi, pada malam harinya di laksanakan Dinner sekaligus temu kangen setelah 43 tahun yang lalu pernah merasakan suka duka di Kawah Candradimuka Kodiklatal ( Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut) yang berlokasi di Surabaya Jawa Timur.

Ketua LIPAT Wilbar Peltu (Purn) Supriyono dan Ketua Panitia Reuni Ke-VII May Marinir (Purn) Soleh sama – sama berharap dengan adanya Reuni ini menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat rasa kebersamaan, kekeluargaan dimana kita pernah berada dalam tugas yang sama di TNI AL.

Kehadiran Marsma TNI (Purn) Petrus Herusujatmoko yang pernah menjadi bagian dari LIPAT TNI AL Angkatan 1982/1983 menambah keharuan para peserta. Atas kesepakatan peserta yang hadir, Petrus mendapat kepercayaan sebagai Pelindung LIPAT Wilbar.

Pada kesempatan tersebut Marsma TNI (Purn) Petrus Herusujatmoko dalam sambutannya menekankan agar Reuni ini sebagai ivent silaturahmi yang tiada terputus karena banyak hal positif yang di dapat dalam reuni tersebut.

Sebagai ungkapan terima kasih atas kehadiran para ibu warakawuri LIPAT Wilbar, ( Ibu Muryotomo, Ibu Kunto, Ibu Wahyudi, Ibu Gelsior, Ibu Triatmin dan Ibu Suyono ), panitia Reuni LIPAT Wilbar Ke-VII yang di wakili oleh Ibu KH.Asep Saifulah Malik, Ibu Petrus Herusujatmoko dan Ibu Supriyono menyerahkan tali asih.

Nampak hadir dalam reuni LIPAT Wilbar Ke-VII, perwakilan dari Yogyakarta, Cirebon dan Purworejo serta KH. Asep Saiful Malik(dar).

Fun Bike HUT Bhayangkara ke-80 Polres Jember Meriah, Warga Situbondo Boyong Hadiah Utama Mobil

0

Warta.in, Jember – Ribuan masyarakat memadati Alun-Alun Jember untuk mengikuti kegiatan Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan Polres Jember, Minggu (12/7/2026). Selain menjadi ajang olahraga bersama, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kedekatan antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember maupun daerah sekitar tampak antusias mengikuti rute gowes yang telah disiapkan panitia. Kegiatan tersebut secara resmi dilepas oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember sebagai bentuk dukungan terhadap gaya hidup sehat sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.

Suasana semakin semarak saat memasuki sesi pengundian doorprize yang telah dinantikan ribuan peserta. Sorak sorai pecah ketika hadiah utama berupa satu unit mobil diumumkan jatuh kepada Akib, warga Kabupaten Situbondo. Keberuntungan tersebut menjadi momen yang paling menyita perhatian seluruh peserta yang hadir.

Tak hanya hadiah utama, Polres Jember juga menyiapkan berbagai hadiah menarik lainnya. Tiga unit sepeda motor berhasil dimenangkan oleh Fergy Adi, warga Kecamatan Ambulu, Puji Widodo, warga Kecamatan Patrang, serta Muhammad Abdul Subur, warga Kecamatan Gumukmas.

Melalui penyelenggaraan Fun Bike dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polres Jember berharap dapat terus memperkuat hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui aktivitas yang sehat, edukatif, dan penuh kebersamaan.

Semangat kebersamaan yang tercipta sepanjang kegiatan diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap Polri sekaligus menjadikan peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat.

Demi Sukseskan Program Pangan P2B, Polsek Ngimbang Laksanakan Pengcekan Tanaman Jagung di Desa Sendangrejo

0

Demi Sukseskan Program Ketahanan Pangan P2B,Polsek Ngimbang Laksanakan Pengcekan Tanaman Jagung di Desa Sendangrejo

LAMONGAN//Warta.in- Komitmen Polri dalam mendukung program strategis nasional kembali ditunjukkan oleh Polsek Ngimbang Pada Hari Minggu (12/07/2026),

Anggota jaga Polsek Ngimbang turun langsung ke lahan baku Ladang (LBL) milik warga di Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, untuk melakukan pengecekan kondisi tanaman jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 10.00 WIB tersebut dilaksanakan oleh personil Polsek Ngimbang, Aiptu Suhadi didampingi Aipda Afis, S. di Desa Sendangrejo

Pengecekan dilakukan di lahan jagung milik P war seluas 0.800 meter persegi yang berada di Dukuh Sawen RT 09. Dari hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik dengan tinggi rata-rata mencapai sekitar 100 sentimeter, daun berwarna hijau segar, usia tanam sekitar 30 hari, serta tidak ditemukan serangan hama maupun penyakit yang signifikan.

Selain itu, ketersediaan air dinilai mencukupi berkat pemanfaatan air tadah hujan selama musim penghujan. Proses pemupukan telah dilakukan sebanyak dua kali, dengan distribusi pupuk yang berjalan lancar dan mudah diperoleh oleh petani.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S. I. K, dalam keterangannya menyampaikan “Bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut perintah Kapolri dalam rangka mendukung Implementasi 8 Program Prioritas Polri yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada sektor ketahanan dan swasembada pangan”.

Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendampingi dan memastikan program pemerintah berjalan optimal hingga ke tingkat desa, tegasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan pengecekan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Kehadiran Polri di tengah lahan pertanian diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus motivasi bagi para petani untuk terus produktif, demi terwujudnya ketahanan pangan nasional yang kuat dan berkelanjutan.

Jurnalis (roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Minggu siang (12/07/2026)pukul 09.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Aipda Afis dengan sasaran di Jalan Poros Ngimbang – Bluluk, SPBU, ATM BNI Ngimbang, Ruko depan RSUD Ngimnang dan Swalayan R3 Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr.K.S.I.K, bahwa Polsek Ngimbang telah rutin gelar Patroli di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Polsek Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Minggu (12/07/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 21.00 wib oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Aipda Afis untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di Jalan raya poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, Terminal,Swalan R3 Tanjung dan Pujasera 1 Ngimbang

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr.K.S.I.K, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)

Rotua Wendeilyna Simarmata, “Yang Hilang Jadikan Jalan Untuk Menemukan Kembali Diri Kita”

0
  1. Samosir, warta.in – *Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi (CMed CPP CIJ CPW), si Mediator Non Hakim & Paralegal, Pemred Tarombo TV Media, mengajak para pembaca media online ini untuk tetap Menyalakan harapan, menumbuhkan makna, menjalani hidup dengan bijaksana.*

Ketika Kehilangan Mengembalikan Kita pada Diri Sendiri

Dalam perjalanan hidup, tidak semua yang datang akan tinggal. Ada orang yang hadir membawa kebahagiaan, mengisi hari-hari kita dengan tawa, harapan, dan cerita. Namun, ada waktunya mereka melanjutkan perjalanan yang berbeda.

Saat kehilangan itu terjadi, kita sering tergoda untuk terus mengejar apa yang telah pergi. Kita menghabiskan tenaga, pikiran, bahkan harga diri, demi mempertahankan sesuatu yang memang sudah tidak lagi menjadi bagian dari perjalanan kita.

Padahal, tidak semua kehilangan adalah hukuman. Ada kehilangan yang justru menjadi jalan untuk menemukan kembali diri kita.

Melepaskan bukan berarti berhenti mencintai. Melepaskan adalah menerima bahwa hidup terus bergerak, dan kita pun dipanggil untuk terus melangkah.ˆ

Kadang, pintu yang tertutup bukan sedang mengakhiri hidup kita, tetapi sedang mengarahkan kita menuju pintu lain yang belum pernah kita bayangkan.

*Ketika kita berani melepaskan dengan hati yang lapang, kita memberi ruang bagi kehidupan untuk menghadirkan makna yang baru.*

Psikologi menjelaskan bahwa kehilangan merupakan bagian alami dari kehidupan. Yang paling menentukan bukanlah seberapa besar kehilangan itu, melainkan bagaimana kita memaknainya.

Orang yang terus mengejar masa lalu sering kali terjebak dalam luka yang berkepanjangan. Sebaliknya, mereka yang mampu menerima kenyataan perlahan membangun kembali identitas, harapan, dan tujuan hidupnya.

Penerimaan bukan berarti menyerah. Penerimaan adalah keberanian untuk berkata, *”Aku tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi, tetapi aku dapat memilih bagaimana melanjutkan hidupku.”*

Hari ini, pikirkan satu hal yang masih sulit Anda lepaskan.

Tuliskan dalam satu kalimat:

*”Aku memilih melepaskan …, bukan karena itu tidak berarti, tetapi karena aku ingin memberi ruang bagi kehidupan yang baru.”*

Tarik napas perlahan, lalu ucapkan kalimat itu dengan penuh kesadaran.

*”Tidak semua kehilangan datang untuk mengurangi hidupmu. Sebagian kehilangan hadir untuk mengembalikanmu kepada dirimu yang sejati.”*

Semoga hari ini menjadi satu langkah kecil untuk *Menyalakan harapan, menumbuhkan makna, dan menjalani hidup dengan lebih bijaksana.* (Kutipan dari : *Just Believe – Ani Fegda Esensi) {red}

Menteri Kependudukan Terbitkan SE GAMAS 2026, Ajak Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 13 Juli 2026  — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN menerbitkan Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan serta mendukung tumbuh kembang anak melalui keterlibatan aktif di lingkungan keluarga.

Gerakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas keluarga Indonesia dengan mendorong keterlibatan ayah sejak dini dalam proses pendidikan anak. Hari pertama sekolah dipandang sebagai momen penting yang dapat memberikan dukungan emosional sekaligus membangun rasa percaya diri anak saat memulai tahun ajaran baru.

Melalui Surat Edaran tersebut, seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, satuan pendidikan, instansi pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat, diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Partisipasi aktif berbagai pihak dinilai penting untuk menciptakan budaya pengasuhan yang lebih seimbang antara ayah dan ibu.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN menegaskan bahwa kehadiran ayah dalam kehidupan anak tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga memberikan perhatian, kasih sayang, motivasi, dan pendampingan dalam setiap tahapan tumbuh kembang anak, termasuk dalam pendidikan.

“Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, diharapkan semakin banyak ayah yang hadir secara nyata dalam mendampingi anak-anaknya. Kehadiran ayah pada momen penting seperti hari pertama sekolah akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter, rasa aman, dan semangat belajar anak,” demikian semangat yang tertuang dalam Surat Edaran tersebut.

Selain menjadi simbol dukungan moral, keterlibatan ayah juga diharapkan mampu mempererat hubungan emosional dalam keluarga, meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak, serta menciptakan lingkungan pengasuhan yang harmonis.

Gerakan GAMAS juga sejalan dengan berbagai program pembangunan keluarga yang menempatkan keluarga sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Media Warta.in Perwakilan Banten berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi budaya positif yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, peran ayah dalam mendidik, membimbing, dan mendampingi anak akan semakin kuat, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang berkualitas, tangguh, dan harmonis.(WartainBanten)

Mayone 93 Dalam Badminton 3 ON 3 Piala Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj.Renie Rahayu Fauzi,SH. Tetap Membara

0

GOR Majasetra, Majalaya Minggu, 12 Juli 2026. WARTA. IN
Turnamen Badminton 3 ON 3 Alumni SMP Se-Kecamatan Majalaya, Paseh, Ibun, Solokanjeruk, Ciparay dan Pacet, berlangsung di GOR Desa Majasetra, Majalaya kabupaten Bandung, mencapai puncaknya, Minggu, 12 Juli 2026,
Hj. Renie Rahayu Fauzi, SH. Ketua DPRD Kabupaten Bandung, menutup dengan Resmi, Turnamen Badminton 3 ON 3, yang berlangsung selama 2 Bulan, Berhadiah Uang Tunai Total 47 Juta, dan Piala Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, SH. serta Hadia Uang dari Komite Sekolah SMPN 1 Majalaya.
Badminton 3 ON 3 Alumni SMP tersebut, salah satu peserta, Mayone 93, Pa – Pi, di usia yang tidak muda lagi, tetap semangat, menyelesaikan pertandingan. Bahkan dalam kondisi kaki keram, Mayone, tetap semangat menyelesaikan pertandingan dan bahkan meraih kemenangan.
Saya hargai semangat bertanding para Alumni SMP Se-Kecamatan Majalaya, Paseh, Ibun, Solokanjeruk, Ciparay dan Pacet, dalam mengikuti pertandingan, ujar Renie.
Turnamen Badminton 3 ON 3 Alumni SMP Se-Kecamatan Majalaya, Paseh, Ibun, Solokanjeruk, Ciparay dan Pacet, ini akan kita selenggarakan setiap tahun, sebagai kalender temu kangen alumni, dan perserta akan kita tambah dan perluas, Pungkas Renie, haru dan bangga. WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

*Tragedi Kemanusiaan di Balik Bayang-Bayang Kekuasaan dan Pentingnya Pemimpin Berahlak*

0

Gugatan Moral Publik terhadap Agung Nugroho: Tragedi Kemanusiaan di Balik Bayang-Bayang Kekuasaan dan Pentingnya Pemimpin Berahlak.

Pekanbaru – Sebuah bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh megahnya infrastruktur atau tingginya angka pertumbuhan ekonomi, melainkan oleh kekuatan moral, integritas, dan peradaban yang dijunjung tinggi oleh para pemimpinnya. Ketika ahlak eorang pemimpin runtuh, maka runtuh pula fondasi etis dari masyarakat yang dipimpinnya.

Belakangan ini, publik dihangatkan oleh mencuatnya kembali gugatan moral dan hukum terkait rekam jejak masa lalu salah satu tokoh politik di Pekanbaru, Riau, yakni Walikota Pekanbaru Agung Nugroho. Kasus dugaan manipulasi pernikahan dan perilaku grooming masa lalu terhadap seorang perempuan bernama Gisela Kartika kini kembali memicu keprihatinan mendalam di tengah masyarakat.

Berdasarkan berbagai berkas dan laporan informasi yang beredar, kasus ini berakar dari peristiwa sekitar tahun 2010. Gisela Kartika, yang kala itu masih berada di usia yang sangat muda di bawah umur dan tengah meniti karier cemerlang sebagai model berprestasi, tercatat sebagai Finalis Jelita Riau Pos 2007, Finalis Wajah Sampul Kawanku, dan Finalis Miss Indonesia 2008, diduga menjadi korban manipulasi.

Pihak keluarga korban mengungkapkan bahwa akibat pengaruh buruk dan tindakan manipulatif, pernikahan mendadak dirancang menggunakan dokumen akta nikah yang belakangan diketahui palsu. Upaya mencari keadilan telah ditempuh sejak tahun 2010 melalui laporan ke Polda Riau dengan nomor LP/103/VI/2010/Reskrim/UM/Riau terkait dugaan pemalsuan surat, namun penuntasan kasus ini dinilai masih menyisakan trauma mendalam dan luka psikologis yang belum pulih bagi korban dan keluarganya.

Berita terkait di sini: *Adik Mantan Istri Agung Nugroho Bongkar Kejahatan Sang Calon Walikota Pekanbaru 14 Tahun Silam* (https://www.kilat.com/nasional/84413829162/adik-mantan-istri-agung-nugroho-bongkar-kejahatan-sang-calon-walikota-pekanbaru-14-tahun-silam)

Tragedi kemanusiaan yang menimpa warga negara, khususnya perempuan di bawah umur, tidak boleh dipandang sebelah mata hanya sebagai urusan domestik masa lalu. Secara filosofis, hal ini menyentuh esensi dari apa yang disebut oleh Jean-Jacques Rousseau (1712-1778) sebagai _Du contrat social_ (Kontrak Sosial). Negara dan para pemegang kekuasaannya lahir dari mandat rakyat untuk melindungi harkat, martabat, dan rasa aman setiap individu.

Ketika seorang figur yang memegang atau mengincar otoritas publik justru diduga melakukan eksploitasi dan tipu daya terhadap warga negara yang lemah, maka esensi dari kontrak sosial tersebut telah dikhianati. Pemimpin seharusnya menjadi benteng pelindung moralitas, bukan pelaku yang merusak masa depan generasi penerus bangsa.

Menanggapi fenomena pudarnya sensitivitas moral ini, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, memberikan catatan dan komentar yang sangat keras. Lulusan pasca sarjana di bidang ilmu Etika dari tiga universitas terkemuka di Eropa ini mendesak aparat penegak hukum serta para tokoh adat dan lembaga masyarakat Melayu di Riau untuk tidak menutup mata terhadap perilaku tidak terpuji dari figur-figur pemimpin yang hidupnya dibiayai rakyat.

Menurut Wilson Lalengke, seorang manusia yang memiliki rekam jejak kelam sebagai pelaku kejahatan moral yang merusak masa depan korbannya sama sekali tidak layak dijadikan teladan atau role model bagi publik. Manusia seperti itu semestinya diseret ke ranah hukum demi menegakkan keadilan yang hakiki. Pria asal Pekanbaru yang kini berdomisili di Jakarta itu memperingatkan dengan tegas bahwa sebuah bangsa yang menoleransi kebejatan sikap dan karakter buruk pemimpinnya akan terus terperangkap dalam kegelapan peradaban dan pada akhirnya hanya akan menjadi objek hinaan serta cemoohan masyarakat internasional.

Pandangan ini sejalan dengan pemikiran filsuf klasik Yunani, Plato (428–347 SM), dalam karyanya _Res Publica (Politeia)_. Plato menegaskan bahwa pemimpin negara idealnya adalah seorang _Philosopher King_, sosok yang memiliki kebijaksanaan, moralitas tertinggi, dan integritas jiwa yang utuh. Pemimpin yang digerakkan oleh nafsu rendah dan menghalalkan segala cara untuk memanipulasi sesamanya hanya akan membawa daerah atau negara menuju kehancuran moral (_decay of state_).

Dalam konteks ke-Indonesia-an, tuntutan akan kepemimpinan yang bersih dan bermoral termaktub jelas di dalam nilai-nilai luhur Pancasila. Sila kedua, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” menegaskan bahwa setiap manusia harus diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk tuhan.

Tindakan _grooming_, eksploitasi seksual anak di bawah umur, dan pemalsuan dokumen pernikahan merupakan bentuk nyata dari pelanggaran nilai beradab tersebut. Lebih lanjut, Sila keempat menekankan pentingnya hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Bagaimana mungkin hikmat kebijaksanaan dapat lahir dari seorang pemimpin yang jiwanya cacat secara moral?

Masyarakat Riau yang kental dengan adat istiadat Melayu bersendikan syarak, dan syarak bersendikan Kitabullah, memegang teguh nilai kesantunan dan kesucian moral. Oleh karena itu, hukum tidak boleh tebang pilih atau tumpul ke atas ketika berhadapan dengan elit kekuasaan.

Kasus yang menimpa Gisela Kartika bukan sekadar persoalan hukum formal semata, melainkan ujian bagi nurani hukum dan peradaban bangsa kita. Pengungkapan kebenaran sejarah dan penegakan hukum yang transparan adalah satu-satunya jalan untuk membersihkan ruang publik dari kegelapan peradaban, guna mewujudkan tatanan sosial yang benar-benar berkeadilan, bermartabat, dan membawa manfaat nyata bagi seluruh rakyat. (TIM/Red)