Beranda blog

Senam Kemerdekaan RI ke-81 di Rembang Meriah, Olahraga, UMKM hingga Doorprize Bikin Warga Antusias

0

REMBANG// WARTA.IN// Suasana Alun-Alun Kota Rembang, Sabtu (29/8/2026), dipenuhi semangat warga yang mengikuti Senam Kemerdekaan dan Zumba dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tingkat Kecamatan Rembang.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan berdatangan ke lokasi. Peserta tidak hanya berasal dari masyarakat umum, tetapi juga pelajar SMP se-Kecamatan Rembang, kader desa, PKK, Posyandu, SPPG, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Kegiatan berlangsung semarak dengan perpaduan olahraga, hiburan dan kegiatan sosial. Selain senam dan Zumba bersama, panitia menghadirkan 5.000 kupon undian doorprize, bazar UMKM, donor darah, stand KSH Rembang dan sejumlah stand pendukung lainnya.

Antusiasme peserta semakin meningkat saat pengundian hadiah dilakukan. Sejumlah peserta berhasil membawa pulang berbagai hadiah yang telah disiapkan panitia.

Salah satunya Dimas, pelajar SMP Negeri 1 Rembang, yang mendapatkan hadiah berupa kipas angin.

“Senang banget mendapatkan doorprize kipas angin. Harapan saya semoga kegiatan seperti ini semakin maju ke depannya,” ujar Dimas.

Ketua Panitia Senam Kemerdekaan, Bambang Setiono, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan berbagai pihak dan melibatkan lintas sektor di Kecamatan Rembang.

Dukungan datang dari Pemerintah Kabupaten Rembang, Bank Jateng, NSC, PWI, sponsorship serta berbagai pihak lainnya.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungannya, baik dari Bapak Bupati, Wakil Bupati, Ibu Harmusa selaku DPR RI, DPRD Kabupaten Rembang, maupun seluruh pihak yang telah berkontribusi untuk menyukseskan kegiatan ini,” kata Bambang.

Ia menjelaskan, kegiatan Senam Kemerdekaan tersebut merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar pada tahun lalu. Tahun ini, panitia berupaya menghadirkan konsep yang lebih meriah dengan hadiah doorprize yang lebih beragam.

“Doorprize kali ini sangat menarik dan fantastis dibandingkan tahun sebelumnya. Kupon yang kami sediakan sebanyak 5.000 dan semuanya habis,” jelasnya.

Menurut Bambang, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus mengajak warga menerapkan pola hidup sehat.

Ia berharap Senam Kemerdekaan dapat menjadi agenda rutin setiap tahun dengan penyelenggaraan yang semakin baik.

“Kami berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan di tahun berikutnya. Terima kasih untuk seluruh masyarakat Rembang yang sudah ikut menyukseskan kegiatan ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kesbangpol Kabupaten Rembang, Budi Asmara, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tingkat Kecamatan Rembang.

Mewakili Bupati Rembang H. Harno, S.E. dan Wakil Bupati Rembang, Budi mengapresiasi antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.

Menurutnya, olahraga bersama memiliki manfaat tidak hanya untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga membangun interaksi dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Saya mewakili sambutan Bapak Bupati Rembang H. Harno, S.E. dan Wakil Bupati Rembang. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan rohani masyarakat Kota Rembang,” ungkap Budi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda tahunan.

“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Khususnya untuk memajukan masyarakat di Kabupaten Rembang sendiri, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi agenda tahunan dan terus ditingkatkan,” katanya.

Tidak hanya peserta senam yang mendapatkan hiburan dan hadiah, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka.

Puluhan produk makanan dan minuman ditawarkan di sejumlah stand. Kehadiran ribuan masyarakat menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.

Nevia, salah satu penjaga stand UMKM kuliner, mengatakan dirinya membawa sejumlah menu andalan, di antaranya mendoan jumbo, buah siram cokelat, es teler ketan hitam dan berbagai menu lainnya.

“Untuk kegiatan ini kami menjual aneka makanan. Ada mendoan jumbo yang pertama di Kota Rembang karya saya sendiri, buah siram coklat, es teler ketan hitam dan berbagai macam menu lainnya,” ujar Nevia.

Nevia mengaku kegiatan keramaian seperti Senam Kemerdekaan memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk bertemu langsung dengan konsumen.

Ia sendiri sehari-hari berjualan di kawasan Alun-Alun Rembang, sebelah utara, tepat di depan tulisan Alun-Alun Kota Rembang.

“Buka setiap hari mulai pukul 05.30 WIB sampai pukul 15.00 WIB,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan olahraga dan hiburan yang melibatkan UMKM dapat terus digelar sehingga semakin banyak pelaku usaha lokal yang mendapatkan kesempatan memasarkan produknya.

“Harapan saya kegiatan senam kemerdekaan ini terus diadakan kembali dan semoga UMKM bisa meningkat sampai go internasional,” harapnya.

Kemeriahan juga dirasakan Nurul Dwita atau akrab disapa Nurul, salah satu sponsorship dari SAGARA JIM yang turut memperoleh kupon undian.

Meski tidak mengikuti senam, Nurul mengaku menikmati suasana kegiatan yang menurutnya sangat meriah dan mendapat sambutan antusias masyarakat.

“Tanggapan saya super seru sekali. Semua aktif, hadiahnya juga tidak kalah seru dan super duper menarik sekali. Mantul, mantap betul,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya digelar saat peringatan HUT Kemerdekaan, tetapi dapat terus dilaksanakan sebagai kegiatan yang mempertemukan masyarakat dalam suasana positif.

“Harapan saya tetap dilanjutkan, jangan diberhentikan, karena kita semua ini juga partisipasi masyarakat Kota Rembang. Kegiatan ini sangat positif, terutama bagi kebugaran jasmani kita,” ungkapnya.

Dengan memadukan olahraga, hiburan, kegiatan sosial dan pemberdayaan UMKM, Senam Kemerdekaan RI ke-81 di Alun-Alun Kota Rembang menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya diisi dengan hiburan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengajak masyarakat hidup sehat, memperkuat solidaritas sosial dan memberikan peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang.

( wik )

Rotua Wendeilyna Simarmata, Yuk Jaga Bumi, Kita Adalah Bagian Dari Alam/Environmental Identity.

0

Lumban Suhi Suhi Toruan, warta.in – Ketika Hutan Terbakar, Apa yang Terjadi pada Hati Kita?

Ada saat ketika saya melihat berita tentang kebakaran hutan di negeri ini dan hati saya terasa sedih.

Saya membayangkan satu per satu pohon yang mungkin telah tumbuh puluhan tahun, kemudian habis dalam hitungan waktu.

Di sana ada rumah bagi begitu banyak makhluk hidup.

Ada burung yang kehilangan tempat tinggal. Ada hewan yang harus melarikan diri. Ada kehidupan yang mungkin tidak pernah kita lihat, tetapi ikut menjadi korban.

Dan di saat yang sama, ada manusia yang mungkin terlibat karena kebutuhan hidup, ada yang mengambil keuntungan, ada yang memanfaatkan keadaan, dan ada pula yang mungkin melihat hutan hanya sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.

Saya kemudian bertanya kepada diri sendiri:

Apa yang terjadi di dalam hati manusia ketika keuntungan membuat kita tidak lagi mampu melihat kehidupan yang sedang kita hancurkan?

Ketika udara menjadi penuh asap dan membahayakan kesehatan.

Ketika hewan kehilangan habitatnya.

Ketika pohon-pohon yang membutuhkan puluhan tahun untuk tumbuh hilang dalam waktu singkat.

Ketika alam yang seharusnya menjadi rumah bersama berubah menjadi sumber penderitaan.

Saya tidak ingin menjadi hakim bagi siapa pun.

Saya juga tahu bahwa kehidupan manusia memiliki kebutuhan dan pergumulannya sendiri.

Tetapi saya percaya, kebutuhan tidak seharusnya membuat kita kehilangan kemanusiaan. Keuntungan tidak seharusnya membuat kita lupa bahwa bumi ini bukan hanya milik kita.

Bukankah kita semua hidup di rumah yang sama?

Bukankah manusia, hewan, tumbuhan, udara, air, dan tanah adalah bagian dari kehidupan yang saling terhubung?

Hari ini saya hanya mampu membawa kegelisahan ini dalam doa.

Saya menyerahkan negeri ini kepada penyelenggaraan Ilahi.

Semoga Tuhan menyentuh hati mereka yang memiliki kuasa, mereka yang mengambil keputusan, mereka yang mencari keuntungan, dan kita semua yang menikmati hasil dari bumi ini.

Semoga kita disadarkan bahwa menjaga kehidupan bukan hanya tanggung jawab orang lain.

Ketika kita menjaga alam, sesungguhnya kita sedang menjaga kehidupan—termasuk kehidupan kita sendiri.

Psikologi mengenal konsep environmental identity yaitu bagaimana seseorang memandang dirinya sebagai bagian dari lingkungan dan alam.

Ketika seseorang merasa terhubung dengan alam, ia cenderung lebih peduli terhadap dampak tindakannya terhadap lingkungan dan kehidupan lain.

Sebaliknya, ketika alam hanya dilihat sebagai objek untuk memenuhi kepentingan manusia, kepedulian dapat semakin berkurang.

Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya persoalan aturan atau ekonomi. Ada bagian yang sangat manusiawi di dalamnya: *empati, tanggung jawab, dan kemampuan melihat akibat dari tindakan kita terhadap kehidupan yang lebih luas.*

Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi CMed CPP CIJ CPW, mediator non hakim dan paralegal mengajak para pembaca media online, pada hari ini, coba berhenti sejenak dan lihat lingkungan di sekitar kita.

Tanyakan:

“Apa yang selama ini saya terima dari alam, tetapi jarang saya syukuri?”

Lalu lakukan satu tindakan kecil untuk menjaganya.

Tidak membuang sampah sembarangan.

Mengurangi sesuatu yang tidak perlu.

Menanam atau merawat tanaman.

Menghemat air dan energi.

Atau sekadar mengajarkan anak bahwa alam bukan benda mati yang bebas kita perlakukan sesuka hati.

Karena perubahan besar sering dimulai dari kesadaran kecil.

“Semoga kita tidak hanya memiliki hati yang mampu menikmati hasil bumi, tetapi juga hati yang mampu merasakan ketika bumi sedang terluka.”

Setiap langkah membawa kita semakin mampu menyalakan harapan, menumbuhkan makna, dan menjalani hidup dengan bijaksana (Sumber : Just Believe Ani Fegda Esensi)

Tambling Menjadi Titik Temu Peraih Nobel Dunia

0

Warta.in Lampung, 27 Agustus 2026 — 21 penerima Nobel, Turing Award, ilmuwan, akademisi dan tokoh dunia mengunjungi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Lampung, pada 27–28 Agustus 2026. Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan biodiversitas Indonesia sekaligus mempertemukan para pemikir dunia dengan pengalaman konservasi yang telah berlangsung di Tambling selama tiga dekade.

Para tamu kehormatan ini diterima Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Siti Hediati Soeharto, yang juga menjadi tuan rumah acara.

TWNC dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki bentang alam yang beragam dan pengalaman panjang dalam upaya konservasi. Dikelola oleh Artha Graha Peduli sejak 1996 , TWNC menjadi bagian dari program lingkungan AGP melalui kerja sama dengan Kementerian Kehutanan di tahun 2008.

Dengan luas 48.153 hektar hutan dan 14.089 hektar kawasan laut, TWNC memiliki hutan hujan tropis dataran rendah, hutan pantai, mangrove, danau, rawa air tawar, serta hutan sekunder.

Siti Hediati Soeharto menyampaikan bahwa Tambling merupakan ruang yang mempertemukan kekayaan alam Indonesia dengan ilmu pengetahuan dan kolaborasi global. Dengan pengalaman konservasi TWNC selama tiga dekade menunjukkan menjaga alam butuh komitmen kuat dan berorientasi pada generasi mendatang. “Tambling memperkenalkan sesuatu yang sangat penting. Konservasi bukan sebuah proyek pendek, tetapi sebuah komitmen panjang untuk generasi ke depan.”

“Hari ini, saya percaya Tambling (Wildlife Nature Conservation) bisa menjadi sesuatu yang lebih besar. Tambling bisa menjadi laboratorium hidup, di mana alam bertemu dengan sains, teknologi, pendidikan dan hubungan internasional (dalam event ini).” Terang Ketua Komisi IV DPR tersebut saat menyambut kehadiran para penerima Nobel

Kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk membangun hubungan luas antara pengalaman konservasi Indonesia dan komunitas global. “Kami (hadir) bukan hanya untuk Tambling, tetapi juga belajar, membantu mengembangkan ide baru, membantu meneliti bagaimana sains dan teknologi dapat memperkuat perlindungan biodiversitas, iklim, resiliensi dan pembangunan yang berkelanjutan, selamat datang pada pada Presiden Ramos dan seluruh penerima Nobel di Tambling.” Pungkasnya

Pengalaman konservasi di Tambling juga memperlihatkan pentingnya kepemimpinan dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga alam. Nobel Peace Prize laureate, Presiden Timor Leste José Ramos-Horta melihat kepemimpinan Tomy Winata sebagai salah satu hal yang dapat dipelajari dari pengalaman konservasi di kawasan tersebut. “Satu hal yang bisa dipelajari adalah kepemimpinan. Ini adalah kepemimpinan Tomy Winata. Senang sekali bahwa pemerintah dan masyarakat memberikan tanggung jawab untuk mengurus kawasan ini selama 30 tahun.” Terangnya di sela-sela perilisan Tukik

Ramos-Horta juga menekankan bahwa upaya konservasi perlu memperhatikan hubungan dengan masyarakat setempat. “Anda tidak bisa melakukan apa-apa tanpa berhubungan (kolaborasi) dengan rakyat yang tinggal di sini. Mereka harus merasakannya, percaya padanya, dan kemudian mereka membuat pengalaman yang hebat. Mereka bukan penonton.”

Pengalaman konservasi tersebut juga mencakup upaya perlindungan satwa liar, terutama Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang merupakan satwa berstatus kritis (Critically Endangered) Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra di TWNC menangani dan memulihkan harimau yang mengalami konflik sebelum dikembalikan ke habitat alaminya.

Menjaga hutan pada saat yang sama berarti menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi berbagai tekanan terhadap alam, termasuk risiko kebakaran hutan dan lahan.

Hutan yang tetap terjaga tidak hanya menjadi habitat bagi satwa liar, tetapi juga berperan sebagai penyimpan karbon, pengatur tata air, dan penyangga kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Dalam konteks yang lebih luas, Ramos-Horta melihat pengalaman Indonesia dalam menjaga alam sebagai salah satu pembelajaran bagi dunia. Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari kebakaran hutan hingga bencana alam. “Indonesia sendiri adalah contoh untuk seluruh dunia,” ujarnya.

Oleh karena itu kehadiran para penerima Nobel dan tokoh dunia di Tambling menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung hubungan antara ilmu pengetahuan, konservasi dan keberlanjutan.

Dengan latar belakang berbeda para tokoh dunia bisa memberikan perspektif yang beragam dalam pertemuan tersebut. Adapun peserta yang hadir:

1. José Ramos-Horta — Nobel Peace Prize 1996
2. Frances H. Arnold — Nobel Chemistry 2018
3. Tim Hunt — Nobel Physiology or Medicine 2001
4. Benjamin List — Nobel Chemistry 2021
5. Robert C. Merton — Nobel Economic Sciences 1997
6. Konstantin Novoselov — Nobel Physics 2010
7. Frederick Jay Ramsdell — Nobel Physiology or Medicine 2025
8. James A. Robinson — Nobel Economic Sciences 2024
9. Brian Paul Schmidt — Nobel Physics 2011
10. David Beasley — Nobel Peace Prize/World Food Programme 2020
11. Jack Joseph Dongarra — Computer Science/Mathematics 2021
12. Martin Edward Hellman — Computer Science/Cryptography 2015
13. Whitfield Diffie — Computer Science/Cryptography 2015
14. Richard S. Sutton — Computer Science 2024
15. Torsten Hoefler — Computer Science 2025
16. Sara Seager — Astrophysics 2024
17. Howard Yana Shapiro — Agriculture & Environmental Sciences 2009
18. Kailash Satyarthi — Nobel Peace Prize 2014
19. Leander Heldring — Economic Sciences 2024
20. Peter Badge — Nobel Photographer 2000
21. Gilles Brassard — Computer Science 2025

“Tambling adalah tempat yang sangat unik. Ini bukan kebun binatang atau taman, tetapi ekosistem alami di mana satwa, burung, ikan dan seluruh kehidupan di dalamnya masih berjalan dalam keseimbangan. Tantangannya adalah menjaga keunikan ini tanpa kehilangan keasliannya. Saya percaya setiap negara membutuhkan tempat seperti ini, agar kita menghargai apa yang kita miliki sebelum kehilangan, karena mengembalikannya jauh lebih sulit daripada menjaganya sejak awal.” Terang Laura Anne perwakilan salah satu penerima Nobel

Kunjungan ini diharapkan bisa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan cerita tentang Indonesia dari perspektif kekayaan alam dan pengalaman menjaga lingkungan.

Sebagaimana prinsip founder TWNC yang menyatakan bahwa, “Kita jaga alam, alam jaga kita”

Komnas lp-kpk soroti proyek rp833 juta smkn 3 gunungsitoli, struktur diduga tak sesuai`

0
Gunungsitoli, Warta.in —
Pelaksanaan kegiatan Pembangunan Ruang Kelas Baru SMK Negeri 3 Gunungsitoli dengan pagu anggaran Rp833.514.483,24 yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026 menjadi sorotan Komisi Nasional Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah Direktorat Tindak Pidana Korupsi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh CV. Lima Samurai  dengan konsultan pengawas CV. Graha Raya Consultant.
Agustinus Zebua selaku perwakilan Komnas Lp-kpk Direktorat Tipikor menyampaikan telah menemukan sejumlah indikasi ketidaksesuaian di lapangan.
“Berdasarkan hasil pemantauan kami, terdapat 5 indikasi permasalahan. Pertama, nilai anggaran tidak rasional mencapai Rp416 juta per ruang kelas. Kedua, kualitas material yang digunakan diragukan. Ketiga, pekerjaan struktur diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Keempat, tidak adanya keterbukaan informasi publik. Kelima, tidak dipatuhinya standar K3,” tegas Agustinus Zebua, Jumat 29 Agustus 2026.
Terkait pekerjaan struktur, Agustinus Zebua menjelaskan temuan spesifik.
“Yang kami temukan di lapangan adalah pemasangan tiang yang masih berupa pasangan batu yang sejajar dan di dalamnya terdapat besi tulangan, namun belum dilakukan pengecoran beton. Kondisi ini diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar SNI yang berlaku. Hal ini berpotensi membahayakan keselamatan pengguna bangunan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agustinus Zebua menyayangkan sikap dari pihak pelaksana.
“Pada saat kami bersama awak media melakukan konfirmasi kepada pihak kontraktor pelaksana atas nama Wawan, yang bersangkutan diduga memilih bungkam dan tidak memberikan klarifikasi yang substansial. Sikap demikian menimbulkan pertanyaan besar terkait akuntabilitas pelaksanaan proyek ini,” jelasnya.
Sementara itu, Ama Putri Laowo selaku Kepala Pekerjaan dari CV. Lima Samurai hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi.
Berdasarkan dokumentasi pada 29 Agustus 2026, adapun temuan di lapangan meliputi:
1. Ketidakrasionalan anggaran: Rp833 juta untuk 2 unit ruang kelas baru
2.Kualitas material: merek semen dan kualitas agregat Diduga tak sesuai spwksifukasi
3. Pekerjaan struktur : Tiang berupa pasangan batu belum dilakukan pengecoran beton
4. Pelanggaran K3: Pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri berupa helm
5.  *Transparansi : Papan informasi proyek dan RAB tidak dipasang di lokasi
Atas temuan tersebut, kegiatan ini diduga melanggar ketentuan:
1.Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
2. Pasal 26 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
3. Pasal 86 dan Pasal 87 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja jo  Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 8 Tahun 2010 tentang Alat Pelindung Diri
*Komnas Lp-kpk Direktorat Tipikor*m mendesak  Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, KPK RI Perwakilan Sumatera Utara, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Sumatera Utara untuk segera melakukan pemeriksaan, uji petik, dan audit investigatif terhadap kegiatan tersebut.
Anggaran sebesar Rp833 juta merupakan uang rakyat. Akuntabilitas dan mutu pekerjaan harus menjadi prioritas utama.
UsutS mkn 3. Gunungsitoli Proyek833Juta Komnas LKPK Anti korupsi.

PRAMUKA SUMATERA UTARA SIAP GO INTERNATIONAL, 45 ANGGOTA IKUTI 15th MALAYSIAN SCOUT JAMBOREE 2026

0
PRAMUKA SUMATERA UTARA SIAP GO INTERNATIONAL, 45 ANGGOTA IKUTI 15th MALAYSIAN SCOUT JAMBOREE 2026

MEDAN ( Warta. In) — Semangat Pramuka Sumatera Utara untuk terus menembus panggung internasional kembali ditunjukkan. Sebanyak 45 anggota Pramuka dari dua sekolah di Kota Medan dipersiapkan untuk mengikuti 15th Malaysian Scout Jamboree 2026 di Malaysia.

Menjelang keberangkatan, jajaran Pimpinan dan Andalan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara melakukan peninjauan terhadap kesiapan peserta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh peserta siap secara fisik, mental maupun administratif untuk mengikuti kegiatan kepanduan berskala internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Kwardasu Kak Ir. Heriyanto, M.Si., memberikan arahan dan bimbingan kepada peserta. Ia didampingi Waka Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri (KDLN) Kak Dr. Selli, Waka Asset Kak Disti Nuaridho, ST., serta Waka Organisasi dan Hukum (Orgakum) Kak Amri Fahrizal Nasution, SH.

Peninjauan turut dihadiri para kepala sekolah perwakilan peserta dan orang tua. Dukungan tersebut menjadi energi positif bagi para peserta yang akan membawa nama Sumatera Utara dalam pergaulan Pramuka internasional.

45 ANGGOTA, SATU MISI PERSAHABATAN

Kontingen terdiri dari SMA Swasta Perguruan Al Azhar Medan dengan 40 peserta dan 2 pembina pendamping, serta SMP Swasta Islam Namira Medan dengan 2 peserta dan 1 pembina pendamping.

Keikutsertaan mereka bukan hanya tentang mengikuti kegiatan jambore, tetapi juga membawa misi mempererat persahabatan antaranggota kepanduan, memperluas wawasan internasional dan memperkenalkan budaya Indonesia.

Kwardasu berharap seluruh peserta mampu menjadi representasi terbaik generasi muda Sumatera Utara dengan menjunjung tinggi disiplin, sopan santun, persaudaraan dan semangat kebhinekaan.

“Jaga nama baik Sumatera Utara. Jaga nama baik Indonesia. Tunjukkan bahwa Pramuka Sumatera Utara mampu bersahabat, berprestasi dan tampil di tingkat internasional,” menjadi pesan yang ditekankan kepada para peserta.

Keberangkatan kontingen ini sekaligus menegaskan komitmen Kwardasu untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada generasi muda Sumatera Utara agar mendapatkan pengalaman internasional dan menjadi bagian dari jejaring kepanduan dunia. Gerakan Pramuka Sumatera Utara Go International.(su16) 

 

Dugaan Pengaspalan Tak Maksimal di Koleberes dan Dayeuh Luhur Tuai Kritik, DPUTR

0

 

 

 

 

Dugaan Pengaspalan Tak Maksimal di Koleberes dan Dayeuh Luhur Tuai Kritik, DPUTR Belum Berikan Konfirmasi

SUKABUMI — Kondisi pengaspalan di ruas jalan Koleberes dan Dayeuh Luhur menuai sorotan dari masyarakat. Pengerjaan jalan yang dinilai kurang maksimal memicu kecurigaan publik mengenai efektivitas serta kejelasan penggunaan anggaran alokasi proyek tersebut.

Hingga saat ini, pihak pelaksana maupun tokoh setempat, Babah Inggu Sudeni—yang sempat viral beberapa waktu lalu—belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan kondisi pengerjaan fisik jalan tersebut.

Kritik tajam salah satunya datang dari warga setempat, Tommy. Ia mengeluhkan hasil akhir pengaspalan yang dinilai jauh dari standar kualitas ideal dan terkesan asal-asalan.

“Jalan yang tadinya diharapkan jadi bagus, malah seperti dodol. Meni ku hayang gede bati eta pengusaha (seperti yang ingin untung besar saja pengusahanya),” ujar Tommy saat menyampaikan keluhannya.

Rencana Pembetonan oleh DPUTR

Di tengah gelombang kritik warga, beredar informasi bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) sebenarnya telah memasukkan ruas Jalan Koleberes ke dalam perencanaan peningkatan jalan dengan metode pembetonan (rigrid pavement).

Meski demikian, informasi kepastian mengenai skema anggaran, tenggat waktu pengerjaan, hingga detail perencanaan proyek beton tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Sebagai bentuk keterbukaan informasi dan kelengkapan berita (cover both side), upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Bidang Bina Marga DPUTR, Hendi. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun penjelasan resmi terkait evaluasi pengerjaan saat ini serta status perencanaan pembetonan jalan Koleberes mendatang.

Pihak redaksi masih terus berusaha menghubungi DPUTR dan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi berimbang demi kepentingan publik.

(Alfi yonimar)

Cetya Tathagata Jakarta Gelar Donor Darah, Targetkan hingga 200 Peserta

0

Warta.in | Jakarta — Cetya Tathagata Jakarta kembali menggelar aksi donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Kegiatan bertema “Berbagi dan Peduli, Satu Tetes Darah Menyelamatkan Satu Nyawa” ini didukung PT Multi Medika Internasional dan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Ketua Pengurus Cetya Tathagata Jakarta, Jacky, mengatakan kegiatan donor darah tersebut secara rutin dilaksanakan setiap tiga bulan. Kali ini, kegiatan digelar di lingkungan vihara dengan tetap melibatkan PMI dan PT Multi Medika Internasional.

“Donor darah ini kami lakukan setiap tiga bulan sekali. Kami berharap kegiatan ini terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi,” ujar Jacky.

Menurut dia, antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut cukup tinggi. Peserta yang mendaftar diperkirakan mencapai 180 hingga 200 orang.

Jacky mengatakan kebutuhan darah di PMI masih cukup besar sehingga kegiatan donor darah menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata masyarakat untuk membantu memenuhi ketersediaan stok darah.

Selain membantu orang lain, donor darah juga dinilai memberikan manfaat bagi pendonor. Namun, setiap calon pendonor tetap harus melalui pemeriksaan dan memenuhi persyaratan kesehatan sebelum darahnya diambil.

“PMI menyampaikan bahwa kebutuhan darah masih sangat tinggi. Karena itu, kami ingin terus mengajak masyarakat untuk peduli dan berpartisipasi dalam kegiatan donor darah,” katanya.

Jacky berharap kegiatan sosial tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan jumlah peserta yang terus meningkat. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari kepedulian sosial.

“Harapannya semakin banyak yang ikut donor. Setetes darah yang kita berikan bisa sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,”tutupnya.

#Vihara Cetya Tathagata Jakarta

#Media Partners Cetya Tathagata Jakarta

Dipercaya Wasit Catur Turnamen Internasional Bergengsi Ajang Tahun Terbesar Chess Festival 2026

0

Pontianak – Hamdani, FIDE Arbiter (FA) asal Indonesia, Provinsi Kalimantan Barat dipercaya memimpin jalannya turnamen catur internasional bergengsi, 21st Malaysian Chess Festival 2026, di Kuala Lumpur, Malaysia. Jum’at 28/08/ 2026.

Menurut Hamdani, kepada awak media saat dikonfirmasi melalui lWhatsApp menjelaskan, bahwa ajang ini seluruh nomor pertandingan dillaksanakan dari tanggal 28 Agustus hingga 6 September 2026 sepuluh hari di KL Gateway Mall Kuala Lumpur.”menurut nya.

“Ada 9 event catur yang ditandingkan di Malaysian Chess Festival ke 21 ini. Adapun nomor pertandingannya yakni meliputi nomor pertandingan catur standar, rapid dan blitz. Selain itu ada juga nomor catur perorangan dan beregu untuk senior dan Veteran serta kategori challengger. Selain itu ada juga catur untuk kelas junior dari usia 8, 10, 12, 14, 16 dan 18 tahun”, jelasnya pada media ini.

Peserta yang mengikuti pertandingan catur datang dari berbagai negara.

Ada dari negara pusat catur asia seperti India dan China. Juga ada Vietnam, Philipina, Inggris, Australia, Singapura, Indonesia dan tuan rumah Malaysia.

“Alhamdulillah saya bersyukur dapat kesempatan menjadi wasit di pertandingan catur tingkat internasional Malaysian Chess Festival 2026. Ini kali kedua saya menjadi wasit di sini.

Yang pertama MCF pada tahun 2022. Banyak hal positif yang didapat selain ilmu dan pengalaman perwasitan” terang wasit FA pertama di Kalbar.

Menjadi wasit catur tingkat internasional menurut Hamdani bukanlah perkara mudah. Banyak hal yang harus dipersiapkan baik dari keilmuan maupun pengalaman dilapangan.

“Yang paling utama adalah kapasitas, dedikasi dan trust yang harus kita bangun serta mampu menempatkan diri serta bertindak profesional dalam memimpin turnamen ” ungkap Hamdani yang merupakan satu satunya wasit catur bersertifikat internasional yang dimiliki provinsi Kalimantan Barat.

Wasit adalah seorang pengadil dilapangan yang dituntut bersikap adil, objektif dan tidak berpihak kepada siapapun.

Menjadi wasit catur bersertifikat internasional tidaklah mudah. Calon wasit harus lulus pelatihan resmi FIDE.

Lulus ujian pengetahuan aturan, serta memiliki pengalaman menjadi wasit di turnamen Fide Rated sebelum mendapatkan gelar wasit internasional yang disahkan oleh FIDE selaku induk organisasi catur dunia.

Sementara itu, ada tiga pecatur junior Kalbar yang mengikuti Malaysian Chess Festival.

Mereka adalah Edrick Ricardo Edvin dan Justin Tan yang akan bertanding di kategori Usia 10 tahun serta Vincent Ricardo Edvin yang bermain di usia 14 tahun.

“Peluang mereka untuk meraih prestasi cukup besar, mengingat pada Malaysia Chess Festival tahun 2025 mereka meraih medali perunggu.

Apalagi tahun ini berdasarkan elo rating Edrick diunggulkan di peringkat 1 sedangkan Justin Tan di posisi tiga,” jelas Hamdani

Jembatan Lama Tak Layak, TNI AD Bangun Penghubung Batu Nagodang Siatas – Sampetua Humbang

0

Warta.in Hasundutan – TNI AD melalui Koramil 09/Onan Ganjang memonitor pembangunan jembatan beton di Desa Batu Nagodang Siatas, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Sabtu (29/8/2026). Jembatan tersebut dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang sudah tidak layak digunakan dan menjadi akses penghubung bagi warga menuju Desa Sampetua.

Jembatan baru itu dibangun di atas aliran Sungai Aek Sipoti dengan panjang 12 meter dan lebar 3 meter. Jembatan memiliki bentang di atas sungai selebar sekitar 9 meter, sedangkan jarak dari lantai jembatan hingga permukaan air mencapai sekitar 6 meter. Infrastruktur ini diproyeksikan memberikan manfaat bagi sekitar 500 jiwa.

Dalam monitoring tersebut, pekerjaan yang dilakukan meliputi pemasangan cetakan sayap jembatan dan pengecoran sayap jembatan. Pembangunan melibatkan satu Babinsa Koramil 09/Onan Ganjang bersama enam pekerja dari mitra Kodam. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 70,05 persen.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P., M.Han., mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI AD dalam membantu masyarakat mendapatkan akses penghubung yang lebih aman dan layak. “Pembangunan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga Desa Batu Nagodang Siatas dan Desa Sampetua, serta mendukung kelancaran mobilitas dan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Pembangunan jembatan beton tersebut merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto melalui TNI AD untuk membantu meningkatkan akses masyarakat di wilayah yang membutuhkan sarana penghubung yang memadai. Dengan progres yang telah mencapai 70,05 persen, pengerjaan terus dilakukan agar jembatan dapat segera digunakan untuk mendukung mobilitas dan aktivitas warga antardesa. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

Danantara Housing Expo 2026 Dibuka, Andra Soni Dukung Perumahan Layak dan Terjangkau bagi MBR

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 29 Agustus 2026  — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan akses perumahan yang sehat, layak, dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/2026).

“Pemerintah pusat dan pemerintah daerah berupaya menyediakan perumahan yang sehat dan layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkap Andra Soni

Menurutnya, penyediaan hunian yang layak menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, penguatan ekosistem perumahan yang mampu menyediakan hunian berkualitas dengan harga terjangkau perlu terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah, pengembang, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni meninjau langsung area Danantara Housing Expo 2026. Ia melihat beragam pilihan hunian yang ditawarkan pengembang dari sektor BUMN maupun swasta, termasuk rumah contoh dan fasilitas pembiayaan yang disiapkan bagi calon pembeli.

Danantara Housing Expo 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Agustus 2026. Pameran ini menghadirkan lebih dari 130 developer dengan pilihan hunian untuk berbagai segmen masyarakat, mulai dari MBR, keluarga, hingga segmen premium.

CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan penyelenggaraan expo tersebut merupakan bentuk dukungan Danantara bersama ekosistem BUMN terhadap Program 3 Juta Rumah, yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

“Expo ini merupakan wujud dukungan nyata terhadap Program 3 Juta Rumah,” ujar Rosan.

Ia menjelaskan, Danantara Housing Expo dirancang untuk mempertemukan pasokan hunian, pembiayaan, dan masyarakat dalam satu ekosistem. Dengan konsep tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh beragam pilihan rumah, tetapi juga mendapatkan akses terhadap skema pembiayaan yang lebih kompetitif.

“Kebutuhan rumah menjadi hal yang sangat prioritas,” ujarnya.

Rosan menambahkan, Danantara bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman berkomitmen mendorong percepatan pembangunan rumah yang memenuhi standar kelayakan sekaligus dapat dijangkau oleh masyarakat.

Pilihan hunian yang tersedia dalam expo memiliki rentang harga cukup luas, mulai sekitar Rp120 juta hingga Rp2–3 miliar. Para pengembang dibagi ke dalam tiga zona, yakni First Home, Family Home, dan Premium Living, sehingga pengunjung dapat memilih hunian sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Dari ekosistem BUMN, sebanyak 12 developer membawa sekitar 16.559 unit rumah dari 98 proyek yang tersebar di 23 provinsi. Total nilai inventori mencapai sekitar Rp9,79 triliun, yang terdiri atas 6.611 unit untuk MBR dan 9.948 unit non-MBR.

Selain ketersediaan hunian, aspek pembiayaan menjadi perhatian dalam pameran tersebut. Bank-bank Himbara dan lembaga keuangan dalam ekosistem BUMN menawarkan sejumlah skema yang ditujukan untuk mempermudah masyarakat memiliki rumah.

Sejumlah fasilitas yang ditawarkan antara lain uang muka mulai 1 persen, suku bunga mulai 2,75 persen per tahun dengan skema sesuai ketentuan bank, serta tenor pembiayaan hingga 30 tahun.

Rosan berharap berbagai kemudahan tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah, terutama bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kendala dari sisi kemampuan pembiayaan.

“Yang paling penting adalah akses yang lebih mudah bagi masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya menghadirkan pameran properti dan fasilitas pembiayaan, Danantara Housing Expo 2026 juga menawarkan berbagai program serta hadiah bagi pengunjung. Hadiah yang disiapkan antara lain apartemen, rumah, mobil dan motor listrik, kepingan emas, hingga tiket perjalanan.

Penyelenggara menargetkan lebih dari 50 ribu pengunjung selama empat hari pelaksanaan expo. Pemerintah berharap tercipta konektivitas yang semakin kuat antara masyarakat, pengembang, perbankan, BUMN, dan pelaku industri perumahan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perumahan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang sehat, layak, dan terjangkau.(WartainBanten)