33.1 C
Jakarta
Minggu, April 12, 2026
Beranda blog

*Kemanunggalan TNI-Rakyat: Rindam XV/Pattimura Gelar Karya Bakti Bersihkan “Bumi Para Raja”*

0

*Kemanunggalan TNI-Rakyat: Rindam XV/Pattimura Gelar Karya Bakti Bersihkan “Bumi Para Raja”*

Maluku – Semangat gotong royong memancar kuat di Dusun Lengkong, Negeri Liang, pada Jumat pagi (10/4/2026). Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat, prajurit Rindam XV/Pattimura bersama warga setempat bahu-membahu membersihkan sampah di sepanjang jalur strategis menuju Pelabuhan Feri Liang melalui aksi “Karya Bakti Rindam XV/Pattimura Peduli”.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wadanrindam XV/Pattimura, Kolonel Inf Ricky Budi Simarmata, S.Sos., M.Han. Aksi nyata yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIT ini menyisir berbagai titik tumpukan sampah yang selama ini mengganggu estetika jalanan serta berpotensi menjadi sumber penyakit bagi warga sekitar.

Aksi lingkungan ini menjadi istimewa karena melibatkan sinergi lintas satuan. Selain personel internal Rindam, kegiatan ini juga menggandeng personel Koramil Salahutu dan anggota TNI AU yang berdomisili di sekitar lokasi. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Letkol Inf Ketut Budiono, S.Ag. (Dandodik Bela Negara), Kadepter Rindam XV/Pattimura, dan Raja Negeri Liang memberikan motivasi besar bagi warga Dusun Lengkong dan Dusun Iha untuk turun langsung mengamankan lingkungan mereka dari polusi sampah.

*Wujud Bela Negara dan Pelayanan Masyarakat*

Kolonel Inf Ricky Budi Simarmata menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk bakti nyata TNI kepada masyarakat sekaligus edukasi pentingnya menjaga kelestarian alam. Langkah ini juga merupakan implementasi dari perintah Presiden RI agar seluruh elemen bangsa proaktif terhadap kebersihan lingkungan.

“Kegiatan karya bakti ini bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi bagian dari implementasi nilai-nilai bela negara. Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Kolonel Ricky. Ia menambahkan bahwa aksi ini sejalan dengan arahan Danrindam XV/Pattimura, Brigjen TNI Irfan Amir, S.E., M.Si., M.Han., yang menekankan agar prajurit selalu menjadi pelopor kebersihan di mana pun mereka berada.

Kegiatan positif ini mendapat perhatian dan apresiasi dari Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., seorang Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PPWI. Menurutnya, pemenuhan hak atas lingkungan yang bersih dan sehat adalah bagian integral dari perlindungan hak asasi manusia yang sangat mendasar.

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah Rindam XV/Pattimura ini. Upaya menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari misi kemanusiaan untuk memastikan kualitas hidup manusia menjadi lebih baik. Lingkungan yang sehat adalah prasyarat utama agar masyarakat dapat hidup dengan martabat dan terhindar dari ancaman kesehatan,” ungkap Wilson Lalengke.

Sebagai aktivis HAM, Wilson Lalengke menilai bahwa inisiatif TNI yang turun langsung ke akar rumput untuk mengedukasi warga tentang ekologi adalah langkah cerdas dalam menjaga hak hidup generasi mendatang. “Karya bakti ini membuktikan bahwa pengamanan negara tidak hanya soal senjata, tetapi juga soal memastikan bumi yang kita tinggali tetap layak huni. Ini adalah kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan hidup rakyat Maluku,” tegas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 tersebut.

Kegiatan yang diawali dengan pengecekan personel ini berakhir dengan aman dan lancar pada siang hari. Kebersamaan yang tercipta antara prajurit TNI dan warga Negeri Liang membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tetap menjadi fondasi kuat dalam menjaga keasrian lingkungan di wilayah Maluku yang dijuluki “Bumi Para Raja”. Melalui aksi kecil namun berdampak besar ini, Rindam XV/Pattimura telah menanamkan benih kesadaran bahwa menjaga bumi adalah cara terbaik mencintai tanah air. (TIM/Red)

Subang Resik Ngahiji: Wabup Agus Masykur Pimpin Gotong Royong Bersihkan Masjid Agung Al Musabaqoh

0

*Subang Resik Ngahiji: Wabup Agus Masykur Pimpin Gotong Royong Bersihkan Masjid Agung Al Musabaqoh*

Subang | Warta In — Semangat kebersamaan kembali ditunjukkan masyarakat Subang melalui gerakan _Subang Resik Ngahiji_. Aksi gotong royong membersihkan Masjid Agung Al Musabaqoh beserta area sekitarnya digelar pada Sabtu (11/04/2026) dan dihadiri langsung Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, http://S.Si., M.M.

Masjid Agung Al Musabaqoh tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi juga menjadi pusat kegiatan umat, pusat dakwah, serta simbol persatuan warga Subang. Karena itu, menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid dinilai sebagai kebutuhan bersama.

Kegiatan ini lebih dari sekadar bersih-bersih lingkungan. _Subang Resik Ngahiji_ menjadi ikhtiar membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, dan merawat rumah ibadah merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Subang mengapresiasi kehadiran dan dukungan Wakil Bupati Subang yang turut berpartisipasi langsung dalam aksi tersebut. Kehadiran Kang Akur dinilai menambah semangat warga untuk terus menjaga marwah masjid sebagai pusat peradaban umat.

@sonny suragal

Viral diSosmed MBG  SMPN.1 Mandehe Nias Barat Busuk dan Ber ulat-ulat.

0

 

Nias barat-warta.in//Masyarakat mohon kepada persiden Republik indinesia di berbagai netizin dan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan publi,terkaitnya Makanan Bergizi  untum Siswa-siswi SMPN.1 mandehe kecamatan mandehe kabupaten Nias Barat sumatera utara ,yang mana MBG tersebut pada hari kamis 09/4-2026 tepatnya Di SMPN.1 mandehe diduga pemilik dapur memberi makanan Bergizi(MBG) untuk anak-anak busuk dan ber ulat-ulat apakah Ini program makanan bergizi pak Presiden?Hal tersebut viralnya MBG makanan brgizj tesebut di tenah-tengah masyarakat .beredar terkait daftar anggaran untuk penyelenggara acara atau event organizer (EO) yang angkanya mencapai Rp 113,91 triliun beredar di media sosial. apakah MBG untuk anak sekolah tersebut cara untuk membunuh pendidikan di kalangan masyarakat ?dan tumbal untuk kesejahteraan Pemerintah pusat?ada apa di balik program MBG tersebut,ungkap salah satu orang tua murid yang tak bisa di tulis namanya maka dari kejadian pada tanggal 9/04-2026 teresebu ketua LSM kemilau cahaya Bangsa indonesia *LSM KCBI)nias Barat tekankan agar makanan bergizi(MBG) di nias barat itu di cabut izin dan ditutup karena Biaya MBG tersebut Bukan daun bayarnya terhadap Dapur namun uang Rakyat Dan kirannya pemilik dapur benar-menyanggupi apa aturan dan peraturan untuk menyalurkan MBG tersebut kepada anak-anak Sekolah

lebih lanjut media ini konfirmasi kepada bupati nias barat Terkaitnya viralnya makanan bergizi MBG yang busuk dan ber ualat-ulat di SMP N1 mandehe ini namun bupati nias Barat tak merespon sehingga berita di tayangkan dan media ini berusaha konfirmasi selanjutnya.

Hj.Nia Purnakania,SH.M.Kn.”Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan TA 2026″Anggota DPRD Prov.Jabar F. PDIP T

0

Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Minggu, 12 April 2026. WARTA. IN
Hj. Nia Purnakania, SH. M. Kn. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat F. PDIP Dapil Kabupaten Bandung Barat-Kabupaten Bandung. “Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan TA 2026” Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Minggu, 12 April 2026.
Hak Budgeting, Hak Angket, Hak Interpelasi, merupakan Hak yang melekat kepada Anggota Dewan, Salah satunya Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan, Papar Hj. Nia.
Atas pertanyaan peserta, tentang Proyek Gawirisasi ( Tebing ), sungai yang longsor, pertanyaan tentang korban puting beliung.
Nia menjawab, koordinasi dengan Kepala Desa,dorong pengerukan sungai Cisungala, Panyadap, sedimen lumpur 1,6 M. Papar Kades Panyadap.
Renovasi rumah RW 4, eksekusi bukan ini, Lanjut Kades Panyadap.
Koordinasi antara BBWS ( Pusat ), PSDA (Kabupaten), bantu Bronjong sungai Cisungala, Panyadap. Lanjut Nia.
Jaga lingkungan wilayah masing-masing, terutama sampah, Pungkas Nia. WARTA. IN. Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Diplomat Trip ke Pulau Lima, 12 Perwakilan Negara Promosikan Wisata Banten ke Dunia

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 12 April 2026 — Sebanyak 12 perwakilan negara sahabat mengikuti kegiatan Diplomat Trip dengan mengunjungi destinasi wisata Pulau Lima di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata Banten ke kancah internasional.

Setelah menikmati keindahan Pulau Lima, para diplomat disambut oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Zaenal Mutaqin, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai mampu memperluas promosi daerah ke berbagai negara.

“Alhamdulillah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten hari ini menerima kunjungan 12 perwakilan kedutaan besar negara sahabat yang mengikuti kegiatan Diplomat Trip ke Pulau Lima,” kata Zaenal.

Menurutnya, kegiatan Diplomat Trip yang dihadiri enam duta besar itu menjadi peluang besar untuk memperkenalkan Provinsi Banten kepada dunia internasional. Ia berharap Pulau Lima sebagai destinasi wisata baru dapat semakin memperkuat posisi Banten sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Indonesia.

“Pulau Lima yang merupakan destinasi baru di Provinsi Banten, mudah-mudahan juga semakin mengukuhkan Banten sebagai destinasi unggulan di Indonesia,”  terangnya.

Zaenal juga berharap kunjungan tersebut dapat mendorong peningkatan jumlah wisatawan mancanegara, khususnya dari negara-negara sahabat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

“Semoga semakin banyak turis yang datang, khususnya dari negara-negara sahabat yang berkunjung,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Banten, Ika Sri Erika, mengatakan bahwa Diplomat Trip tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat. Kegiatan ini diikuti oleh 12 perwakilan kedutaan besar dari berbagai negara, di antaranya Suriah, Belarus, Iran, Bosnia, Ethiopia, Sudan, Rusia, Amerika Serikat, Rumania, Serbia, Palestina, dan Korea Utara.

“Diplomat Trip ini dapat mengenalkan destinasi wisata yang ada di Provinsi Banten,” katanya.

Perwakilan para diplomat, Duta Besar Republik Sudan untuk Republik Indonesia, Yassir Mohamed Ali, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Banten. Ia mengaku terkesan dengan keindahan alam serta keramahan masyarakat setempat.

“Ini saat yang luar biasa bagi kami untuk berada di tempat yang indah ini, mendapatkan keindahan Indonesia. Provinsi Banten tempat yang unik dan indah,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Banten di mata dunia.(WartainBanten)

Tinawati Andra Soni Pimpin Parade Kebaya di Mall of Serang

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 12 April 2026 — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, memimpin parade kebaya dalam rangka Festival Kebaya memperingati Hari Kartini 2026 di Mall of Serang, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perempuan dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, remaja, hingga anak-anak.

Festival yang diinisiasi oleh Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) tersebut mengusung tema “Perempuan Kreatif sebagai Pilar Bangsa”. Selain parade kebaya, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi budaya yang bertujuan melestarikan kebaya sebagai warisan leluhur sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan.

Parade kebaya yang berlangsung di area pusat perbelanjaan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Deretan perempuan berkebaya berjalan mengelilingi pertokoan, menghadirkan nuansa budaya Indonesia yang kental di tengah modernitas. Momen ini juga menjadi sarana sosialisasi pelestarian budaya yang ringan, inklusif, dan dekat dengan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Tinawati menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelestarian budaya sekaligus penghormatan terhadap perjuangan perempuan Indonesia.

“Parade budaya ini sebagai wujud pelestarian budaya sekaligus penghormatan terhadap perjuangan perempuan Indonesia,” ujar Tinawati.

Ia juga mengajak seluruh perempuan di Banten untuk terus memperkuat peran dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan daerah, dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya serta kearifan lokal.

Menurutnya, semangat Kartini harus menjadi inspirasi bagi perempuan untuk terus berkembang menjadi pribadi yang tangguh, berdaya, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

“Semoga semangat Kartini senantiasa menginspirasi kita semua untuk menjadi perempuan yang tangguh, berdaya, dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” katanya.

Tinawati menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini tidak hanya sekadar mengenang sosok Raden Ajeng Kartini, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani perjuangannya dalam memperjuangkan hak, martabat, dan kemajuan perempuan Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum PBI Provinsi Banten, Ratu Ina Nurul Ainayah, menyampaikan bahwa kegiatan berkebaya ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan derajat perempuan Indonesia, baik dalam bidang pendidikan, kesejahteraan, maupun penguatan nilai budaya.

“Kegiatan ini kami gelar untuk memperjuangkan dan meningkatkan derajat perempuan Indonesia, baik dari sisi pendidikan, kesejahteraan, maupun penguatan nilai budaya,” ujarnya.

Ia mengajak perempuan Banten untuk mencintai budaya Indonesia dengan mengenakan kebaya sebagai identitas bangsa.(WartainBanten)

Keluarga Besar Kolonel Ir. Djoko & Ibu Hj. Ani Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya H. Maman Yudia

0

Keluarga Besar Kolonel Ir. Djoko & Ibu Hj. Ani Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya H. Maman Yudia

SUBANG | Warta In Jabar – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Subang atas wafatnya H. Maman Yudia, S.Pd, sosok yang dikenal sebagai mantan Bupati Subang sekaligus tokoh senior PDI Perjuangan. Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, salah satunya dari keluarga besar Kolonel Ir. Djoko dan Ibu Hj. Ani.

Dalam pernyataan resminya, keluarga besar Kolonel Ir. Djoko dan Ibu Hj. Ani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum.

“Innalillahi wa innailaihi raji’un. Kami merasa sangat kehilangan atas sosok pemimpin dan guru politik yang luar biasa,” demikian pernyataan duka yang disampaikan.

Mereka menilai, almarhum H. Maman Yudia bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga figur yang memberikan banyak inspirasi dan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Subang. Dedikasi serta pengabdian beliau selama masa hidupnya dinilai telah memberikan jejak yang kuat bagi masyarakat.

Dalam doa yang disampaikan, keluarga besar Kolonel Ir. Djoko dan Ibu Hj. Ani berharap agar segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.

“Semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian ini,” lanjutnya.

Kepergian H. Maman Yudia menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Subang yang pernah merasakan kepemimpinan dan dedikasinya.

Selamat jalan, Pak Maman. Jasa dan pengabdianmu untuk Subang akan selalu dikenang sepanjang masa.

Dana Desa Babat 2023 Disorot, Sejumlah Pos Anggaran Jadi Pertanyaan Publik

0

Babat kecamatan penukal kabupaten pali — diduga Pengelolaan Dana Desa Babat Tahun Anggaran 2023 dengan total pagu sebesar Rp1.111.262.000 kini menjadi sorotan. Sejumlah pos anggaran dinilai perlu penjelasan terbuka, rinci, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Langkah konfirmasi ini dilakukan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara di tingkat desa.

Salah satu poin paling mencolok adalah dominasi anggaran pada pembangunan balai desa yang mencapai Rp571.837.094, atau lebih dari 50 persen total dana desa. Besarnya alokasi pada satu kegiatan tersebut memicu pertanyaan serius terkait urgensi prioritas pembangunan dibanding kebutuhan masyarakat lainnya. Selain itu, diminta penjelasan lengkap mulai dari Rencana Anggaran Biaya (RAB), volume pekerjaan, progres fisik, hingga pihak pelaksana serta mekanisme penunjukannya.

Selain itu, anggaran ketahanan pangan desa sebesar Rp314.681.800 juga menjadi perhatian. Hingga kini belum jelas program konkret apa yang direalisasikan, siapa saja yang terlibat, serta siapa penerima manfaatnya. Indikator keberhasilan program serta laporan kegiatan yang dapat diverifikasi langsung di lapangan juga menjadi bagian dari sorotan.

Tak kalah penting, penggunaan anggaran dalam kategori “keadaan mendesak” sebesar Rp129.600.000 dinilai perlu penjelasan detail. Dasar penetapan kondisi mendesak, rincian penerima bantuan, serta transparansi dalam penyaluran menjadi hal yang wajib dijelaskan secara terbuka.

Sementara itu, penyertaan modal sebesar Rp95.000.000 juga dipertanyakan alokasinya. Apakah dana tersebut disalurkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau unit usaha lain, serta bagaimana perkembangan usaha dan laporan pertanggungjawaban keuangannya.

Di sisi lain, minimnya alokasi anggaran untuk transparansi publik yang hanya sebesar Rp7.746.506 memunculkan kekhawatiran akan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Pertanyaan muncul apakah masyarakat telah memperoleh informasi utuh terkait APBDes dan realisasinya, serta media apa saja yang digunakan untuk publikasi.

Program desa siaga kesehatan dengan anggaran Rp47.190.000 juga diminta penjelasan terkait kegiatan yang telah dilaksanakan dan output nyata yang dirasakan masyarakat. Begitu pula dengan anggaran operasional pemerintah desa sebesar Rp33.000.000 yang perlu dirinci penggunaannya guna memastikan tidak terjadi tumpang tindih dengan sumber anggaran lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Babat masih dinantikan memberikan keterangan resmi. Publik berharap adanya penjelasan terbuka sebagai bentuk tanggung jawab atas pengelolaan dana desa yang bersumber dari keuangan negara.

Stola Ulos Punguan Pomparan Raja Pasaribu Indonesia Kota Tebing Tinggi karya Rotua Wendeilyna Simarmata

0

Samosir, Kembali PT Simarmata Wendeilyna Ulos yang berada di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan Dusun 3 Alngit Kec Pangururan Kab Samosir membuat stola ulos berbordir untuk Pengurus Punguan Pomparan Raja Pasaribu Indonesia Kota Tebing Tinggi. Stola Ulos itu akan digunakan di acara pengukuhan pengurus PPRPI kota Tebing Tinggi pada 25 April 2026, jelas Dr drh Rotua Wendeilya Simarmata MSi CMed yang biasa disapa Wendy.

Harga stola ulos berbordir itu @ Rp 150.000,- Perlu waktu dari pemesanan hingga jadi sekitar 1 – 2 minggu. Sekalipun umkm saya ini sudah berbadan hukum melalui PT perorangan yaitu PT Simarmata Wendeilyna Ulos, saya hanya membuat stola ulos berdasarkan pesanan. Tidak menjual di marketplace ataupun lewat media sosial, karena saya harus berbagi waktu dengan kegiatan lain.

Untuk membuat stola ulos pesanan, memerlukan banyak perhatian, dari mulai memilih jenis ulos, memotong motong, membuat bordir, lalu tahap akhir menjahit lapis, renda rumbainya. Yang memberatkan adalah ongkos kirim. Jika dikirim dari Pangururan ke luar daerah, ongkos kirim tinggi, sehingga saya harus mencari cara agar tidak terbeban dengan ongkos kirim. Untuk stola ulos berbordir PPRPI Kota Tebing Tinggi ini, saya titipkan ke keluarga yang mau pulang ke Tebing sehingga tak ada tambahan ongkos kirim. (red)

Ulaon Mangase Taon, Ritual Sakral Mangalahat Horbo Tampilkan Kekayaan Budaya Batak di hari ke-2

0

Samosir, Hari kedua perhelatan Mangase Taon di Bius Salaon, Kecamatan Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir, diwarnai dengan penampilan tradisi sakral Batak, Mangalahat Horbo, yang digelar di Toguan Salaon Tongatonga, Sabtu (11/4/2026).fan lokal yang diwariskan turun-temurun. Mangalahat Horbo merupakan upacara persembahan kerbau pilihan sebagai simbol syukur dan harapan akan keberkahan bagi masyarakat.

Dalam prosesi tersebut, kerbau ditambatkan di tengah lapangan pada kayu yang telah dihiasi. Rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh simbol, dimulai dari mangakarihiri, panakkok pargocci, manogu lahatan, hingga mamona ulaon yang dipimpin Bius Salaon sebagai tuan rumah.
Keunikan lain terlihat saat rombongan pakkarihiri menggiring kerbau menuju tambatan. Prosesi harus diakhiri dengan langkah kanan, yang dipercaya sebagai pertanda kesuksesan dan pembawa berkah bagi daerah.
Seluruh rangkaian acara semakin semarak dengan iringan gondang serta tortor yang menggunakan ulos tali-tali, MENJAGA dan menanamkan seni dan budaya bangso Batak kepada generasi masih terjaga hingga kini.

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, yang hadir bersama Sekdakab Marudut Tua Sitinjak, para asisten, serta pimpinan OPD, menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat dalam melestarikan budaya.
Menurutnya, kegiatan seperti Mangase Taon bukan hanya sekadar seremoni adat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan.
“Kapan lagi kita bersatu kalau tidak sekarang. Inilah hikmah dari kegiatan ini, bagaimana perbedaan dapat disatukan dan persoalan diselesaikan dengan damai. Dengan kebersamaan, Samosir akan semakin maju dan kuat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menyatukan nilai adat dan spiritual sebagai kekuatan dalam mempromosikan Kabupaten Samosir, khususnya di kawasan Danau Toba.
Sementara itu, Asisten II Hotraja Sitanggang berharap masyarakat, khususnya Raja Bius di Kecamatan Ronggur Nihuta, tetap menjaga nilai Dalihan Natolu sebagai fondasi kehidupan sosial.

Pemerintah Kabupaten Samosir juga mendorong peran aktif tokoh adat sebagai mitra dalam pembangunan, termasuk dalam penyelesaian persoalan masyarakat melalui pendekatan kearifan lokal sejalan dengan semangat restorative justice yang sudah ditetapkan didaerah tersebut.

Ketua Lembaga Adat dan Budaya (LAB), Pantas M. Sinaga, turut mengapresiasi kehadiran pemerintah daerah dan berharap komitmen pelestarian budaya terus diperkuat.
Sebagai bentuk penghormatan, Raja Bius Salaon bersama LAB memberikan ulos kepada Wakil Bupati Samosir dalam prosesi mangulosi.
Salah satu anggota Bius Salaon, Esman Simbolon, mengaku bangga atas dukungan pemerintah sehingga masyarakat semakin mengenal dan mencintai budaya sendiri.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami semakin memahami dan melestarikan tradisi leluhur,” ujarnya. Perhelatan Mangase Taon di Samosir ini pun tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal identitas dan jati diri melalui warisan adat Batak yang kaya makna (dikutip dari bangso batak news)