Beranda blog

*Kebebasan Pers di Kuningan Terancam, PPWI Soroti Sikap Reaktif Oknum LMPI dalam Skandal SMPN 2 Sindangagung*

0

*Kebebasan Pers di Kuningan Terancam, PPWI Soroti Sikap Reaktif Oknum LMPI dalam Skandal SMPN 2 Sindangagung*

Kuningan – Kasus intimidasi terhadap wartawan Sahabat Bhayangkara Indonesia (SBI) pasca terbitnya pemberitaan terkait dugaan mark-up pengadaan soal Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 2 Sindangagung, Kabupaten Kuningan, terus menjadi perhatian publik. Peristiwa yang telah dilaporkan secara resmi ke Polres Kuningan tersebut dinilai sebagai ujian nyata terhadap kebebasan pers serta perlindungan hukum bagi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik.

Sorotan tajam datang dari Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., yang menegaskan bahwa pers memiliki peran penting sebagai kontrol sosial dalam mengawasi penggunaan anggaran negara. Menurutnya, pemberitaan mengenai pengelolaan dana pendidikan merupakan bagian dari tugas jurnalistik yang dijamin oleh undang-undang dan harus dihormati oleh seluruh pihak.

Alumni PPRA-Lemhannas RI tahun 2012 itu menjelaskan bahwa setiap pihak yang merasa keberatan terhadap suatu pemberitaan memiliki hak untuk menempuh mekanisme yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yakni melalui hak jawab dan hak koreksi. Karena itu, tindakan yang mengarah pada intimidasi terhadap wartawan dinilai bertentangan dengan semangat demokrasi dan kebebasan pers yang dijamin konstitusi.

“Pers bekerja untuk kepentingan publik. Jika ada pihak yang merasa dirugikan oleh suatu pemberitaan, gunakan hak jawab atau hak koreksi sebagaimana diatur dalam undang-undang. Jangan sampai muncul tindakan yang dapat ditafsirkan sebagai intimidasi terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik,” tegas Wilson Lalengke dari Jakarta ketika dimintai komentarnya oleh media ini, Rabu, 10 Juni 2026.

Komentar Petisioner HAM PBB 2025 di atas juga memiliki landasan filosofis dari para filsuf dunia, salah satunya John Stuart Mill (1806-1873). Mill menekankan bahwa diskusi, dan bahkan pertentangan pendapat, adalah kunci untuk mencapai kebenaran. Tanpa kebebasan pers yang kuat, masyarakat akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.

Kebenaran juga harus terus diuji di dalam diskusi. Tanpa adanya kebebasan, kebenaran itu akan menjadi dogma.

Selain menyoroti kasus intimidasi yang dilaporkan tersebut, Wilson Lalengke juga mempertanyakan sikap sejumlah oknum LMPI Kuningan yang dinilai paling reaktif terhadap pemberitaan mengenai dugaan mark-up Dana BOS. Menurutnya, reaksi yang muncul dari pihak yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan substansi pemberitaan justru menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

“Publik tentu berhak bertanya mengapa pihak yang tidak berkaitan langsung dengan substansi pemberitaan justru terlihat paling reaktif. Pertanyaan ini wajar muncul dan perlu dijawab secara terbuka agar tidak berkembang menjadi berbagai spekulasi yang dapat memperkeruh suasana,” ujarnya.

Melalui sikap Wilson Lalengke di atas, para filsuf juga sependapat dengan argumen yang diberikan. Salah satunya pemikiran dari Voltaire (1694-1778). Voltaire terkenal dengan semangat kebebasan berbicaranya yang tertuang dalam kutipan: “Saya tidak setuju dengan apa yang Anda katakan, tetapi saya akan membela hak Anda untuk mengatakannya.” Voltaire menekankan, kebebasan berbicara adalah fondasi masyarakat yang bebas.

Diketahui, kasus intimidasi terhadap wartawan SBI telah dilaporkan ke Polres Kuningan dengan Nomor Laporan Polisi LP/B/91/VI/RES.1.24/2026/SPKT/POLRES KUNINGAN/POLDA JABAR tertanggal 4 Juni 2026. Saat ini penyidik masih melakukan proses penyelidikan dan pendalaman terhadap laporan tersebut.

Wilson Lalengke berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan. Menurutnya, penanganan yang serius akan menjadi bukti bahwa negara hadir untuk melindungi kemerdekaan pers serta menjamin keamanan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ia juga mengajak seluruh insan pers, organisasi wartawan, pemimpin redaksi, dan pegiat kebebasan pers untuk mengawal proses hukum hingga tuntas. Sebab, yang dipertaruhkan dalam perkara ini bukan hanya keselamatan seorang wartawan, melainkan juga hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, akurat, dan berimbang.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penanganan perkara masih berlangsung di Polres Kuningan. Publik pun menaruh harapan besar agar kasus tersebut dapat diusut secara tuntas, sehingga tidak ada ruang bagi segala bentuk intimidasi terhadap kerja-kerja jurnalistik di Indonesia.

Filsuf Amerika Serikat, Avram Noam Chomsky, meyakini bahwa kebebasan pers itu sangat penting demi memastikan pemerintah dan juga lembaga-lembaga kuat lainnya bisa dimintai pertanggungjawabannya. Noam Chomsky, dalam bukunya yang berjudul The Responsibility of Intellectuals, menulis: “Tugas intelektual adalah untuk menceritakan kebenaran. Dan kebenaran yang paling penting adalah kebenaran yang tidak disukai oleh yang berkuasa.”

Oleh karena itu, Noam Chomsky menekankan, kebebasan pers yang kuat adalah prasyarat untuk masyarakat yang bebas dan demokratis. Noam Chomsky juga memperingatkan, kebebasan pers dapat diancam oleh berbagai faktor, termasuk kontrol pemerintah dan bahkan intimidasi. (TIM/Red)

Pemprov NTB-Asita Bangun Sinergi Wujudkan Pariwisata Mendunia

0

Pemprov NTB-Asita Bangun Sinergi Wujudkan Pariwisata Mendunia

Warta.in
Mataram – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTB periode 2026-2031 di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Rabu (10/6/2026).

Pemerintah Provinsi NTB berharap kepengurusan baru tersebut mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, terutama dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Dalam sambutannya, wagub Dinda menyampaikan salam dan harapan dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, agar Asita dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata daerah melalui kerja sama yang erat dengan pemerintah provinsi maupun 10 kabupaten/kota di Bumi Gora.

“Saya menyampaikan salam hangat dari Bapak Gubernur. Beliau menaruh harapan besar agar kepengurusan ASITA yang baru dapat memberikan kontribusi nyata dan bersinergi bersama pemerintah provinsi maupun 10 kabupaten/kota dalam memajukan pariwisata NTB,” ujarnya.

Menurut Dinda sapaan akrab Wagub NTB itu, pergantian kepengurusan bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi sektor pariwisata. Kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas organisasi sebagai wadah bagi pelaku industri perjalanan wisata.

Ia menegaskan, pariwisata mendunia merupakan salah satu dari tiga agenda prioritas yang diusung kepemimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan dirinya, selain pengentasan kemiskinan ekstrem dan penguatan ketahanan pangan.

“Nusa Tenggara Barat memiliki potensi wisata alam dan budaya yang luar biasa. Kami berharap seluruh pelaku pariwisata, khususnya ASITA, dapat terus bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan destinasi NTB yang semakin dikenal dunia dan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan setiap tahun,” katanya.

Dinda juga menilai posisi NTB yang berdekatan dengan Bali dan Nusa Tenggara Timur menjadi keuntungan tersendiri dalam menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun menurutnya, keberhasilan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh destinasi, melainkan juga kesiapan sumber daya manusia dan keterlibatan masyarakat.

“Kita menyadari bahwa kemajuan pariwisata tidak hanya soal destinasi. Kesiapan masyarakat, kualitas sumber daya manusia, serta keramahan yang menjadi ciri khas NTB juga harus terus diperkuat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD ASITA NTB periode 2026-2031, Sellywati, mengatakan kepengurusan baru akan melanjutkan program-program yang telah dirintis sebelumnya sembari menjawab tantangan baru yang dihadapi industri pariwisata.

Menurutnya, sektor perjalanan wisata saat ini masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya tingginya harga tiket transportasi yang berpengaruh terhadap minat wisatawan berkunjung ke NTB.

“Kami akan melanjutkan apa yang belum dikerjakan oleh pengurus sebelumnya. Tantangan yang kami hadapi cukup kompleks, mulai dari harga tiket hingga perubahan pola perjalanan wisata. Karena itu saya mengajak seluruh anggota untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan berkolaborasi dengan pemerintah agar pariwisata NTB semakin maju,” kata Sellywati.

Sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, ASITA NTB juga menyiapkan agenda promosi berskala nasional dan internasional. Salah satunya melalui penyelenggaraan Travel Mart yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026, setelah gelaran MotoGP Mandalika.

Dalam momentum tersebut, ASITA akan mengundang agen perjalanan dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri untuk melihat langsung potensi wisata NTB dan menjajaki kerja sama paket perjalanan.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat DPP Asita, N. Rusmiati menekankan kepada anggotanya untuk membangun sinergi dengan Pemprov NTB, terlebih dapat memberikan dukungan terhadap agenda-agenda terkait pariwisata.

“Pemerintah dan pebisnis harus bersinergi dan dapat dapat mengambil bagian dalam menpromosikan NTB didunia dengan destinasi wisatanya,” ujarnya saat melantik pengurus DPD Asita NTB.

Ia pun berharap dengan sinergi yang dibangun itu, dapat meningkatkan pertumbuhan wisatawan yang berkunjung ke NTB.

“Mari kita kawal program NTB khususnya bidang pariwisata. Mari kita ajak wisatawan sebanyak banyaknya datang ke NTB,” tegasnya.

Saat ini, Asita NTB memiliki lebih dari 100 anggota yang seluruhnya bergerak di bidang usaha perjalanan wisata dan jasa travel. Pemerintah daerah berharap keberadaan organisasi tersebut dapat menjadi mitra strategis dalam memperluas pasar wisata NTB sekaligus mendukung target menjadikan daerah ini sebagai destinasi wisata berkelas dunia. (sr/dkisntb).

 

Kapolda NTB Tegaskan Sinergi Lintas Sektoral Dalam Rakor Penyelesaian Soal Tambang Rakyat

0

Kapolda NTB Tegaskan Sinergi Lintas Sektoral Dalam Rakor
Penyelesaian Soal Tambang Rakyat

Warta.in
Mataram, NTB – Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, SE.,,MH., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Rapat Kordinasi (Rakor) Penanganan permasalahan perizinan Pertambangan Rakyat (IPR) di wilayah NTB yang berlangsung di gedung Presisi Popda NTB, Selasa (09/06/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolda NTB, Segenap Pejabat utama Polda NTB, Kepala ESDM Provinsi NTB, Inspektur Tambang Kementerian ESDM NTB, Kepala DLHK NTB, Kepala DPMPT satu pintu NTB, Kepala Dinas, Koperasi dan UKM NTB, Kepala Biro Hukum Setda NTB, serta Kepala BAPPENDA NTB.

Dalam Sambutannya, Kapolda mengatakan bahwa kegiatan pertambangan rakyat merupakan salah satu sumber mata pencaharian di beberapa wilayah di NTB.

Namun lanjutnya, masih banyak kegiatan Pertambangan rakyat di NTB yang belum memiliki legalitas sehingga berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan baik dari aspek Hukum, keselamatan kerja, kerusakan lingkungan, konflik sosial maupun hilangnya penerima Daerah dan Negara.

Maka dari itu Pemerintah telah menyiapkan ruang melalui mekanisme Izin Pertambangan Rakyat (IPR) sebagai instrumen legal dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat sekaligus memastikan pertambangan tersebut dilakukan secara aman.

Ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan Pertambangan rakyat tidak dapat dilakukan melalui pendekatan penegakkan hukum semata tetapi juga diperlukan Sinergi dan kolaborasi lintas sektoral yang kuat antara pemangku kepentingan baik ditingkat pusat maupun daerah.

“Kita butuh kerjasama semua pihak pemangku kepentingan untuk melakukan proses legalisasi pertambangan Rakyat secara cepat dan tepat sesuai peraturan perundang-undangan, “ucapnya.

Ia berharap agar Rakor yang diselenggarakan ini dapat mendorong percepatan penyelesaian Persoalan pertambangan Rakyat di NTB.

“Semoga pertemuan ini dapat melahirkan inovasi baru untuk mempercepat terbentuknya legalitas Pertambangan Rakyat di NTB, “ tutupnya. (sr/hpntb)

*Pujangga PEP Pendopo dan Petani Perempaun Talang Ubi Utara Dongrak Panen Lewat Pertanian Organik*

0

PALI, 10 Juni 2026 — Hamparan sawah di Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi saksi bagaimana kegigihan seorang perempuan turut menggerakkan kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

 

Sepuluh tahun lalu, Sutarni, petani perempuan tersebut berjuang di garis kemiskinan akibat panen yang sering gagal. Kala itu, sawah mereka rusak dipicu serangan jamur yang muncul akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan. Dua tahun setelahnya, serangan ulat grayak menggagalkan panen sawah tersebut.

 

Sutarni ingat betul bagaimana ia terpaksa berutang ke toko untuk mendapatkan pupuk. Di saat yang sama, ia harus menunggak tagihan listrik dan biaya sekolah anaknya hingga enam bulan.

 

Menurut Sutarni, hidup menjadi petani di Talang Ubi Utara begitu berat. Tanpa ada serangan hama pun, para petani hanya bisa untung tipis. Hasil panen biasanya mencapai 2,5 sampai 3 ton beras per hektare dengan harga jual Rp10 ribu per kilogram. Padahal modal yang dibutuhkan cukup besar, mulai dari pembelian bibit hingga pupuk. Sehingga, rata-rata pendapatan petani di daerah itu sekitar Rp2,5 juta per bulan. Biaya pupuk non-organik yang kian mahal makin menggerus dapurnya.

 

Sutarni mulai mencari solusi. Pertanian organik menjadi opsi. Namun, ia masih terkendala keterbatasan pengetahuan dan dana untuk mengubah pertanian yang sudah bergantung pada pupuk kimia selama bertahun-tahun.

 

Harapan muncul sekitar 2021. Saat itu, Pertamina EP Pendopo Field yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, membuat Program Pusat Jaringan Pertanian Organik Terintegrasi dan Sustainability (PUJANGGA). Sutarni bersama para petani yang tergabung di Kelompok Wanita Tani (KWT) Rosela dan Kelompok Tani Rejomulyo ikut serta dalam program tersebut.

 

PEP Pendopo memberi pelatihan kepada para petani untuk memulihkan lahan pertanian menggunakan pupuk dari jerami dan kotoran hewan. Kemudian, Sutarni dan kawan-kawan diajari penanaman bibit yang baik. Mereka juga belajar untuk mengendalikan hama dengan bahan alami, seperti asap batok kelapa serta larutan susu, telur, dan madu.

 

Tak hanya memberikan pelatihan dan pendampingan, PEP Pendopo Field menyediakan sekretariat untuk dua kelompok petani tersebut beraktivitas. Perusahaan juga memberikan alat pertanian untuk mendukung pertanian organik di Talang Ubi Utara.

 

Hasil nyata langsung terlihat pada lahan seluas 15 hektar yang dikelola oleh Sutarni dan rekan petani lainnya. Sebelumnya mereka butuh 100 kg bibit per hektar, kini hanya butuh 5 kg per hektar. Ketergantungan terhadap pupuk kimia yang makin mahal bisa ditekan. Berkurangnya biaya produksi ini memperlebar margin petani. Ditambah lagi, panen beras pun meningkat 80%, dari semula sekitar 2,5 ton/hektar menjadi 4,5 ton/hektar dengan waktu tanam 3-4 bulan. Kualitas beras pun membaik, hingga bisa dijual dengan harga mencapai Rp20 ribu per kilogram.

 

Rata-rata pendapatan para petani di wilayah itu meningkat hingga Rp8 juta per bulan. Sutarni tak perlu lagi berutang ke toko untuk mendapatkan pupuk. Listrik dan biaya sekolah anak tak lagi menunggak.

 

“Dulu hasil panen tidak menentu, untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja sering tidak cukup. Sekarang produksi beras meningkat berkat pertanian organik dan kami para petani bisa hidup lebih layak,” ucap Sutarni.

 

Keberhasilan pertanian organik mendorong Sutarni memperluas dampak pemberdayaan bagi perempuan di desanya. Pada 2024, Sutarni mendirikan KWT Rosela yang tak hanya fokus dalam pertanian, tetapi juga membangun ruang belajar bagi perempuan.

 

Saat ini terdapat 20 anggota yang mengelola lahan setengah hektare di Pusat Pemberdayaan Masyarakat Pertamina (PPMP) Pendopo Field. Mereka menanam toga, jahe, kunyit, kencur, bawang dayak, pegagan, kumis kucing, sambiloto, dan berbagai sayuran. Tanaman-tanaman herbal itu diolah menjadi produk seperti Teh Rosela, bandrek, peyek, dan stik ubi. Kelompok ini menghasilkan pendapatan kelompok Rp2 juta per bulan dari penjualan produk-produk tersebut.

 

KWT Rosela juga bergerak di bidang sosial. Kelompok ini memberi edukasi tentang tanaman obat keluarga bagi anak-anak sekolah atau masyarakat yang berkunjung ke lahan pertanian mereka.

 

Perjuangan Sutarni membuktikan kemandirian dan kesejahteraan petani bisa muncul dari inisiatif sederhana. Hal ini yang menginspirasi Pendopo Field dan PHR Zona 4 untuk terus mendorong masyarakat di sekitar wilayah operasi untuk tumbuh bersama.

 

“PHR Zona 4 ingin memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasi bisa tumbuh bersama seiring kehadiran perusahaan. Ibu Sutarni menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang tepat dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Zona 4 Iwan Ridwan Faizal.

 

*Tentang PHR Regional Sumatra Zona 4*

‎PHR Regional Sumatra Zona 4, Subholding Upstream Pertamina, mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.

‎Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.

‎PHR Regional Sumatra Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

‎Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

‎Puspita Adiyani Candra

‎Officer Media Relations Zona 4

‎No. Hp: +62 821-3200-4260

Polsek Mataram Redam Keributan Antar Pemuda di Karang Tatah, Berdamai Lewat Restorative Justice

0

Polsek Mataram Redam Keributan Antar Pemuda di Karang Tatah, Berdamai Lewat Restorative Justice

Warta.in
Mataram, NTB – Respons cepat jajaran Polsek Mataram berhasil meredam keributan antar pemuda yang terjadi di Jalan Harimau, Lingkungan Karang Tatah, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Selasa (09/06/2026) malam. Insiden yang sempat mengundang perhatian warga tersebut dipicu oleh kesalahpahaman spontan di jalan raya dan diduga dipengaruhi konsumsi minuman keras.

Kapolsek Mataram, AKP Amrozi Hamidi, S.H., mengatakan pihaknya langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat guna mencegah konflik berkembang menjadi lebih besar.

“Begitu menerima informasi dari warga, personel piket fungsi langsung menuju lokasi untuk mengamankan situasi. Langkah cepat ini kami lakukan agar tidak terjadi aksi balasan maupun tindakan main hakim sendiri,” ujar AKP Amrozi Hamidi, Rabu (10/06/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika seorang remaja berinisial H (16) bersama beberapa rekannya melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Harimau untuk membeli makanan. Saat itu mereka berpapasan dengan dua pemuda setempat berinisial R (26) dan Y yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.

Pertemuan tersebut berujung pada aksi saling ejek yang kemudian memicu ketegangan. Situasi semakin memanas ketika kedua kelompok terlibat saling kejar di jalan.

“Dalam situasi tersebut, salah satu terduga pelaku sempat berupaya melakukan pemukulan menggunakan balok kayu. Korban yang panik kemudian kehilangan kendali sehingga sepeda motor yang dikendarainya terjatuh,” jelas Kapolsek.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lecet ringan di beberapa bagian tubuh, sementara sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan.

Untuk mengantisipasi terjadinya konflik lanjutan, tim piket fungsi yang dipimpin Perwira Pengawas Aiptu I Putu Eka Winastra, S.H., bersama Ka SPKT Aiptu I Gusti Nyoman Geria, Unit Patroli Samapta, dan Unit Reskrim segera mengamankan kedua terduga pelaku ke Mapolsek Mataram.

Alih-alih langsung membawa perkara ke proses hukum, Polsek Mataram memilih mengedepankan pendekatan problem solving melalui mekanisme keadilan restoratif (restorative justice). Mediasi digelar pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WITA di Aula Reskrim Polsek Mataram.

Proses mediasi menghadirkan kedua belah pihak, keluarga korban, serta Kepala Lingkungan Karang Tatah sebagai tokoh masyarakat yang turut membantu mencari solusi terbaik.

“Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyadari kesalahan masing-masing dan sepakat menyelesaikan persoalan secara damai serta kekeluargaan,” kata AKP Amrozi.

Hasil mediasi menghasilkan kesepakatan tertulis yang ditandatangani bersama. Pihak terduga pelaku bersedia bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan korban serta menanggung biaya perbaikan sepeda motor yang rusak akibat insiden tersebut.

Kapolsek Mataram mengapresiasi sikap dewasa kedua belah pihak yang memilih menyelesaikan masalah melalui dialog dan musyawarah.

“Kami berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak mudah terpancing emosi, terlebih ketika berada di bawah pengaruh minuman keras. Komunikasi yang baik dan penyelesaian secara damai adalah langkah terbaik untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Dengan tercapainya kesepakatan damai tersebut, situasi di Lingkungan Karang Tatah kembali normal dan kondusif. Polsek Mataram juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.(sr/hpm)

 

MBG AN-NUR,Dinanti,Datang Tepat Waktu, Semangat Belajar, Gizi Tumbuh Kembang,Terima Kasih MBG – Pak Prabowo

0

An- Nur, Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Rabu, 10 Juni 2026. WARTA. IN
MBG datang tepat waktu, Gizi Terpenuhi, Semangat Belajar meningkat, pencetak Generasi Indonesia Emas 2045
Tampak murid, tertib menunggu panggilan MBG di siang itu, makan bersama, dalam ikatan keluarga sekolah sebagai bentuk kebersamaan dan persamaan. WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Bupati Samosir Vandiko Apresiasi Kepedulian KASAD Maruli untuk Masyarakat Danau Toba

0

Samosir, warta.in – Langkah-langkah para pemimpin daerah, tokoh adat, dan masyarakat menuju Tambak Simanjuntak Sitolu Sada Ina di Kabupaten Toba, mengawali Kunjungan KASAD TNI Jenderal Maruli Simanjuntak di Bona Pasogit (Kampung Halaman). Di bawah langit yang teduh, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Simanjuntak melakukan ziarah ke tambak (makam) leluhur marga Simanjuntak Oppu Sobosihon Boru Sihotang sebelum meresmikan sumur bor dan menyerahkan berbagai bantuan sosial bagi masyarakat yang dipusatkan di Desa Hutabulu Mejan, Kabupaten Toba, 09/06/2026.

Momentum tersebut bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara nilai-nilai budaya, pengabdian kepada negara, dan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Bupati Toba, Bupati Humbang Hasundutan, Bupati Tapanuli Utara, tokoh masyarakat, serta pomparan Simanjuntak Sitolu Sada Ina.
Bagi masyarakat Batak, penghormatan kepada leluhur bukan hanya tradisi seremonial. Di tempat itu pula, pesan tentang pendidikan, kerja keras, dan pengabdian diwariskan lintas generasi. Nilai-nilai itulah yang kembali ditegaskan Maruli Simanjuntak.
“Saya sudah cukup lama merencanakan untuk hadir dan mengikuti adat Batak yang luar biasa ini. Banyak sekali pelajaran yang bisa menjadi bekal kehidupan. Salah satu yang selalu saya ingat adalah semangat orang Batak terhadap pendidikan. Semangat itu harus terus diwariskan kepada generasi muda,” kata Maruli.
Ia juga mengenang perjalanan hidupnya yang tidak selalu mudah. Berbagai tantangan yang pernah dihadapi justru menjadi dorongan untuk terus berjuang hingga dipercaya memimpin TNI Angkatan Darat.
Menurut Maruli, pembangunan yang paling bermakna adalah yang dapat dirasakan langsung masyarakat. Karena itu, TNI AD terus mengembangkan program penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur sederhana, hingga perbaikan rumah tidak layak huni.
“Program air bersih bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk mendukung pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Melalui program yang dirancang, KASAD Maruli juga membawa program bantuan bedah rumah tidak layak huni, bantuan pembangunan rumah ibadah, serta berbagai bantuan sosial lainnya kepada masyarakat.

Di tengah rangkaian kegiatan itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom tampak mengikuti setiap agenda dengan penuh perhatian. Bagi Vandiko, kehadiran KASAD di kawasan Danau Toba bukan hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga menunjukkan bahwa pembangunan dapat hadir melalui kolaborasi berbagai pihak.
Vandiko mengungkapkan bahwa manfaat program sumur bor yang digagas KASAD telah dirasakan masyarakat Samosir. Melalui komunikasi dan sinergi yang dibangun antara Pemerintah Kabupaten Samosir dengan TNI AD, sebanyak 30 unit sumur bor telah dialokasikan dan dikerjakan di berbagai wilayah Kabupaten Samosir.
“Kami mengapresiasi perhatian dan kepedulian Bapak KASAD terhadap masyarakat di Bona Pasogit. Program sumur bor dan program lainnya merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Vandiko.

Vandiko menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kemampuan fiskal pemerintah daerah. Kemampuan membangun jejaring, memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, TNI, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mempercepat hadirnya manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Karena itu, ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dengan TNI dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak program yang dapat dirasakan masyarakat Samosir, khususnya di sektor air bersih, infrastruktur dasar, dan peningkatan kualitas hidup warga.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami merasa bangga mendapat bantuan sumur bor dari Bapak KASAD. Semoga ke depan semakin banyak program yang dapat dibawa ke Samosir,” katanya.

Bupati Samosir menilai sosok KASAD Maruli Simanjuntak merupakan contoh nyata bahwa anak-anak Batak dapat menorehkan prestasi di tingkat nasional tanpa meninggalkan identitas budaya dan kampung halamannya.
Pesan itu dinilai relevan bagi generasi muda di kawasan Danau Toba yang kini menghadapi tantangan era globalisasi. Pendidikan, karakter, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran harus berjalan beriringan.

Sinergi yang dijalin Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dengan berbagai institusi, termasuk TNI, telah membuka peluang hadirnya program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kemajuan daerah tidak hanya dibangun oleh anggaran, tetapi juga oleh semangat gotong royong, kepedulian, dan komitmen untuk membawa manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Di sisi lain, Ketua Umum Punguan Simanjuntak Sitolu Sada Ina (PSSSI) Muktar Simanjuntak menyebut kehadiran KASAD menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh pomparan Simanjuntak.
Menurutnya, keberhasilan Maruli merupakan bukti bahwa nilai-nilai yang diwariskan leluhur tetap hidup dan mampu mengantarkan generasi penerus berkontribusi bagi bangsa.
“Kehadiran Bapak Maruli Simanjuntak menjadi kebanggaan bagi seluruh pomparan. Kami ingin menunjukkan bahwa pomparan Simanjuntak Sitolu Sada Ina siap memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” kata Muktar.
(Sasnaek N)

PAPARAN PUBLIK PT. GOZCO ATAS CAPAIAN TAHUN 2024

0

Jakarta, warta.in 10 Juni 2026–

Dalam Paparan Publik untuk capaian tahun 2024 yang dilaksanakan di Kantor Pusat Perusahaan.

PT Gozco Plantations Tbk mencatat kinerja positif sepanjang 2024 dengan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp62,4 miliar dan pendapatan bersih Rp804,6 miliar. Seiring pencapaian tersebut, perusahaan menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp152 miliar untuk mendukung pengembangan usaha pada 2025.

Pencapaian tersebut dipaparkan dalam Public Expose Tahunan 2025 yang digelar di kantor pusat perseroan, Jakarta Selatan.

Direktur Umum dan Personalia PT Gozco Plantations Tbk, Jamal Rosyidin Hakki, menegaskan pentingnya transparansi informasi kepada pemegang saham dan publik sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Direktur Perkebunan dan Teknik PT Gozco Plantations Tbk, Andrew Michael Vincent, mengatakan tahun 2024 menjadi periode penting bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.

Tahun 2024 merupakan tahun pembuktian ketangguhan Gozco di tengah dinamika ekonomi global yang masih bergejolak dan tantangan iklim yang semakin tidak menentu. Kami berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan melalui peningkatan efisiensi, penerapan teknologi digital, serta penguatan standar operasional,” ujar Andrew.

Dari sisi operasional, produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti mencapai 225.259 ton atau 118 persen dari target. Sementara produksi Crude Palm Oil (CPO) tercatat 43.934 ton. Kinerja ini didukung ekspansi areal tanam yang meningkat 18,9 persen menjadi 15.596 hektare, dengan 13.938 hektare di antaranya telah menghasilkan.

Untuk memperkuat pertumbuhan bisnis, Gozco mengalokasikan capex Rp152 miliar pada 2025. Dana tersebut terdiri atas Rp84 miliar untuk penanaman baru, replanting, dan perawatan tanaman belum menghasilkan (TBM), serta Rp68 miliar untuk pembelian aset tetap guna mendukung operasional perkebunan dan pabrik.

Di bidang keberlanjutan, perusahaan juga memperkuat komitmen terhadap standar industri melalui sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Salah satu entitas anak, PT Cahya Vidi Abadi, berhasil memperoleh sertifikasi ISPO pada Agustus 2024.

Direktur Keuangan, Pajak, dan Akuntansi PT Gozco Plantations Tbk, Marvin Herbert Wibisono, memaparkan bahwa pendapatan bersih perusahaan naik sekitar 8 persen dari Rp744,2 miliar pada 2023 menjadi Rp804,6 miliar pada 2024. Sementara laba tahun berjalan melonjak drastis menjadi Rp62,4 miliar dibandingkan Rp2,38 miliar pada tahun sebelumnya.

“Peningkatan kinerja ini menjadi modal penting bagi perusahaan untuk melanjutkan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan, termasuk digitalisasi operasional dan penguatan efisiensi bisnis,” kata Marvin.

Memasuki 2025, Gozco akan fokus pada program replanting tanaman tua, peningkatan kapasitas pabrik kelapa sawit, pengembangan kebun berkelanjutan di Kalimantan Barat dan Sumatra Selatan, serta implementasi digitalisasi lanjutan dalam pengelolaan operasional dan logistik.

Rotua Wendeilyna Simarmata, Strategi Untuk Bertahan, Berkembang, Bertumbuh

0

Samosir, warta.in – Saya membaca tulisan yang sangat relevan bagi saya dan mungkin bagi para pembaca, ujar Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi CMed CPP CIJ CPW yg bertugas sebagai mediator non hakim, paralegal, Pemred Tarombo TV Media, Pemilik PT Simarmata Wendeilyna Ulos. Mungkin Ini yang bisa kita lakukan saat ini ditengah situasi yang ada saat ini untuk kita bisa BERTAHAN, BERKEMBANG DAN BERTUMBUH :

1. FLEXING. Flexing “Pamer”-in terus menerus dan secara konsisten ilmu, pengetahuan, keterampilan, karya, pengalaman, kualitas, potensi, dari diri, produk, atau jasa yang kita kuasai dan miliki dalam berbagai bentuk dan metode.

2. RELASI. Cari, Bangun, Perbanyak dan Jaga Relasi yang Berkualitas, Positif, Berdampak, dan Bermanfaat untuk Pertumbuhan Diri, Bisnis dan/atau Karir.

3. EKOSISTEM. Cari, Ikuti, Aktif, Inisiatif, Kontribusi kepada Ekosistem disekitar kita yang dapat membantu kita Bertumbuh dan berkembang serta yang dapat menjadi sandaran kita saat bertahan dan berjuang.

Karena kita tidak pernah tahu REZEKI kita bisa datang dari apa, dimana, kapan, bagaimana dan oleh siapa (dikutip dari NN )

Kita punya 3 mata uang dalam hidup ini, yaitu:
1. Time
2. Money
3. Knowledge

*Jika Anda butuh uang:*
_tukar waktu atau pengetahuan Anda untuk itu dengan bekerja, berbisnis, menjadi profesional sesuai dengan passion dan potensimu._

*Jika Anda butuh pengetahuan:*
_tukar waktu atau uang yang Anda miliki dengan belajar dan berlatih sampai mahir, cari guru mentor, coach yang akan mendampingi dalam prosesmu._

*Jika Anda butuh waktu:*
_tukar pengetahuan atau uang Anda untuk memiliki kebebasan waktu dengan mendelegasikan pekerjaan kepada orang yang tepat._

Sebenarnya ada 1 lagi mata uang, yaitu *Rupiah*, yg sedang berjuang untuk sembuh dan bangkit (dikutip dari NN)💪 (red)

Pembangunan Gedung MBG di Penukal Utara Sisakan Persoalan, Jalan Cor Beton Warga Hilang Diganti Kerikil

0

PALI – Pembangunan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Kantor Camat Penukal Utara, Kabupaten PALI, yang digadang-gadang menjadi penunjang program unggulan Presiden Prabowo Subianto, justru menyisakan persoalan di tengah masyarakat.

Di balik berdirinya gedung yang megah tersebut, warga mengeluhkan hilangnya akses jalan permanen yang sebelumnya telah dicor beton. Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat itu kini dialihkan ke sisi bangunan, namun hingga saat ini belum dibangun kembali secara layak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jalan lama yang terdampak pembangunan gedung SPPG dibongkar dan dialihkan sepanjang lebih kurang 70 meter. Namun pengganti jalan tersebut hanya berupa hamparan batu kerikil tanpa pengerasan maupun pengecoran beton sebagaimana kondisi sebelumnya.

Sejumlah warga menilai kondisi itu tidak sebanding dengan fasilitas yang telah dikorbankan untuk kepentingan pembangunan proyek pemerintah.

“Kami mendukung program pemerintah, tetapi jangan sampai hak masyarakat diabaikan. Jalan yang sebelumnya sudah bagus dan permanen kini hanya tinggal kerikil. Saat hujan tentu akan menyulitkan pengguna jalan,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, jalan tersebut memiliki fungsi vital karena menjadi akses utama masyarakat menuju kebun serta jalur yang setiap hari dilalui para pelajar SMA yang berada di belakang kawasan gedung SPPG.

Warga khawatir apabila kondisi ini terus dibiarkan, akses transportasi masyarakat akan semakin terganggu, terutama saat musim penghujan yang berpotensi membuat jalan berlumpur dan sulit dilalui.

Masyarakat pun mempertanyakan komitmen pihak terkait dalam menyelesaikan dampak pembangunan proyek tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah maupun instansi pelaksana pembangunan segera memberikan kejelasan dan merealisasikan pembangunan kembali jalan yang telah dialihkan.

“Kalau memang jalan lama digunakan untuk pembangunan gedung, maka jalan penggantinya harus dibangun dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih baik. Jangan sampai masyarakat yang menanggung dampaknya,” tegas warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana pembangunan maupun pemerintah terkait rencana pembangunan kembali jalan pengganti tersebut.

Masyarakat berharap keluhan ini segera mendapat perhatian, sehingga program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi warga sekitar.