Beranda blog

DJKN DKI Jakarta Dorong Sampah Plastik Diolah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

0

Warta.in | Jakarta — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) DKI Jakarta mendorong pengelolaan sampah plastik yang efektif dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan ramah lingkungan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan knowledge sharing bertema “Kesetaraan Gender dalam Menciptakan Ruang Publik yang Sehat dan Inklusif melalui Pengelolaan Sampah Plastik yang Efektif dan Berkelanjutan”.

Dalam kegiatan tersebut, DJKN DKI Jakarta juga meresmikan penggunaan mesin Plasticpay, yang memungkinkan sampah botol plastik dikumpulkan untuk selanjutnya didaur ulang.

Foto: Ibu Kusuma Wardhani selaku Kepala Kanwil DJKN DKI Jakarta

Kepala Kanwil DJKN DKI Jakarta Kusuma Wardhani mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda berkelanjutan DJKN DKI Jakarta, termasuk dalam mendorong kesetaraan gender serta menciptakan lingkungan kantor yang lebih ramah lingkungan.

“Ini merupakan keberlanjutan dari program kerja kami. Pada 2025, DJKN DKI Jakarta memperoleh penghargaan platinum dari Kementerian Keuangan dalam implementasi Eco Office,” ujar Kusuma.

Menurut dia, kehadiran mesin Plasticpay menjadi salah satu langkah konkret untuk melanjutkan program Eco Office di lingkungan DJKN DKI Jakarta. Melalui mesin tersebut, pegawai maupun masyarakat di lingkungan kerja DJKN DKI Jakarta dapat mengumpulkan botol plastik untuk kemudian diproses melalui mekanisme daur ulang.

“Pegawai bisa membawa botol plastiknya untuk dimasukkan ke mesin. Tujuan utamanya adalah bagaimana program ini bisa berkelanjutan dan menjadi bagian dari budaya kita untuk mengurangi sampah plastik,”katanya.

Foto: Ibu Kusuma Wardhani selaku Kepala Kanwil DJKN DKI Jakarta

Kusuma menjelaskan, program tersebut dijalankan melalui sinergi dengan berbagai pihak, di antaranya Bank BRI, Plasticpay, serta seluruh unit kerja di lingkungan Kanwil DJKN DKI Jakarta. Selain mendukung pengurangan sampah plastik, keberadaan mesin tersebut juga menjadi salah satu bentuk pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN). Penempatan mesin Plasticpay di lingkungan kerja DJKN DKI Jakarta turut memberikan kontribusi melalui biaya sewa yang masuk ke kas negara.

“Kami ingin menjadi salah satu pihak yang menginisiasi dan mengedukasi seluruh warga di lingkungan kerja DJKN untuk mulai memperhatikan persoalan sampah plastik, bagaimana mengurangi penggunaannya dan bagaimana melakukan recycle,” tutur Kusuma.

Foto: Ibu Kusuma Wardhani selaku Kepala Kanwil DJKN DKI Jakarta

Ia menambahkan, proses daur ulang sampah plastik tidak berhenti pada pengumpulan botol bekas. Material hasil daur ulang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dan bahkan membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Plasticpay, kata dia, juga bekerja sama dengan UMKM dalam mengolah material hasil daur ulang menjadi berbagai produk. Salah satunya digunakan sebagai bahan untuk karpet mobil, sementara material lainnya dapat diolah menjadi dakron yang digunakan sebagai bahan pengisi kasur maupun bantal.

“Jadi kami ingin menginspirasi dan mewujudkan bahwa recycle menjadi sebuah budaya. Harapannya, budaya ini bisa mengurangi jumlah sampah plastik yang terus bertambah, baik di lingkungan kantor maupun di masyarakat,” ujarnya.

Foto: Ibu Kusuma Wardhani selaku Kepala Kanwil DJKN DKI Jakarta

Kusuma berharap langkah yang dilakukan DJKN DKI Jakarta dapat menjadi contoh sekaligus mendorong semakin banyak pihak untuk membangun kesadaran terhadap pengelolaan sampah plastik. Menurutnya, upaya menciptakan kantor ramah lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya dari institusi, tetapi juga dari setiap individu di dalamnya.

Dengan pengelolaan sampah yang lebih baik, DJKN DKI Jakarta berharap lingkungan kerja tidak hanya menjadi ruang yang sehat dan nyaman, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan lingkungan.

#Kanwil DJKN DKI Jakarta (Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara) DKI Jakarta

#Media Partners Kanwil DJKN DKI Jakarta (Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara) DKI Jakarta

Langkah Nyata Cegah Asap: Karang Tanding dan Lubuk Tampui Jadi Pionir Desa Peduli Api di PALI.

0

Warta.in//PALI, – Sebagai langkah konkret dalam memperkuat sistem pertahanan dini terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Pemerintah Kecamatan Penukal Utara bersama Pemerintah Desa Karang Tanding dan Desa Lubuk Tampui resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Manggala Agni Daops 16 Lahat.

Sinergi ini diwujudkan melalui pembentukan kelompok relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang ditetapkan secara resmi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan, pada Selasa, 7 Oktober 2026. Langkah mitigasi berbasis masyarakat ini disahkan secara hukum melalui Keputusan Camat Penukal Utara Nomor 012/KPTS/PU/2026 tentang Pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Karang Tanding dan Desa Lubuk Tampui. 

Melalui regulasi ini, struktur komando di tingkat tapak langsung dibentuk guna memastikan pergerakan relawan berjalan terorganisasi. Kelompok MPA Desa Karang Tanding dipercayakan untuk dipimpin oleh Asnawi Hasan, sedangkan kelompok MPA Desa Lubuk Tampui dinakhodai oleh Mumberi.

Kolaborasi Lintas Sektor di Tingkat Tapak, Camat Penukal Utara, Fahrudin, menegaskan bahwa pembentukan MPA ini bukan sekadar pemenuhan aspek administratif, melainkan sebuah kebutuhan mutlak untuk membangun kesiapsiagaan kolektif. Menghadapi potensi ancaman karhutla yang dinamis, keterlibatan aktif masyarakat lokal dinilai sebagai kunci utama keberhasilan pencegahan.

“Pembentukan Masyarakat Peduli Api ini merupakan langkah bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan harus dilakukan sejak dini dan melibatkan masyarakat secara langsung. Keberadaan kelompok MPA diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan karhutla, terutama melalui peningkatan kepedulian dan kesiapsiagaan di tingkat desa,” ujar Fahrudin dalam keterangannya, Selasa (7/10/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Karang Tanding, Asnawi Hasan, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, pemerintah desa siap memberikan dukungan moral maupun fasilitas demi memastikan kelompok MPA dapat berfungsi optimal sebagai garda terdepan pelindung lingkungan desa.

“Kami menyambut baik pembentukan kelompok Masyarakat Peduli Api. Ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan melakukan pencegahan apabila terjadi potensi kebakaran. Peran aktif warga sangat dibutuhkan karena pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat di tingkat desa,” kata Asnawi menekankan pentingnya gotong royong.

Dukungan serupa juga mengalir dari Kepala Desa Lubuk Tampui, Budiman. Ia optimistis bahwa kehadiran MPA akan membawa perubahan paradigma di tengah masyarakat, dari yang semula bersifat reaktif saat kebakaran terjadi, menjadi lebih proaktif dalam melakukan pencegahan dini.

“Dengan adanya kelompok ini, kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan memahami pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah desa akan terus mendukung kegiatan MPA ke depan,” tegas Budiman.

Fokus Kesiapsiagaan dan Edukasi, Melalui kemitraan dengan Manggala Agni Daops 16 Lahat selaku instansi pemadam kebakaran hutan mutakhir, kelompok MPA yang baru dibentuk ini nantinya akan dibekali dengan serangkaian pelatihan teknis. Pelatihan tersebut mencakup kemampuan dasar patroli pencegahan, pengenalan dini tanda-tanda titik api (hotspot), metode pemadaman mula secara mandiri, hingga teknik edukasi kepada sesama warga mengenai larangan membuka lahan dengan cara dibakar.

Kecamatan Penukal Utara yang memiliki karakteristik lahan yang rentan, kini menempatkan Desa Karang Tanding dan Desa Lubuk Tampui sebagai percontohan (pilot project) penguatan mitigasi berbasis komunitas. Ke depan, kehadiran MPA diharapkan mampu meminimalisasi risiko kerugian lingkungan, ekonomi, dan kesehatan akibat dampak asap karhutla di wilayah Kabupaten PALI.

(Randi)

Tugas Lebih Terarah, Lapas Curup Susun Struktur Kerja Tamping pada Seksi Kegiatan Kerja

0

Warta.in-Curup,RejangLebong. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup terus memperkuat pelaksanaan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyusun struktur dan daftar pembagian kerja bagi tamping (tahanan pendamping) pada Seksi Kegiatan Kerja (Giatja).

Penyusunan struktur kerja tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan pelaksanaan kegiatan kerja  yang lebih tertib, terarah, sistematis, dan mudah dalam pengawasan. Melalui pembagian tugas yang jelas, setiap tamping dapat memahami peran, tanggung jawab, serta pekerjaan yang harus dilaksanakan dalam mendukung kegiatan di lingkungan Giatja.

Struktur kerja menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan kegiatan kerja. Dengan adanya pem bagian tugas yang tersusun secara jelas, pelaksanaan pekerjaan tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan serta fungsi masing-masing. Hal ini diharapkan da pat menciptakan alur kerja yang lebih teratur sekaligus meminimalkan terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.

Selain memberikan kejelasan mengenai tanggung jawab, penyusunan daftar kerja juga memudahkan petugas dalam melakukan pengawasan, pemantauan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Petugas dapat mengetahui pembagian tugas masing-masing tamping, sementara warga binaan yang ditugaskan memiliki pedoman yang dapat dijadikan acuan dalam menjalankan aktivitas kerja sehari-hari.

Kegiatan kerja di Giatja sendiri tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan suatu pekerjaan atau produk, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui keterlibatan dalam kegiatan kerja yang dilakukan secara terarah, warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar mengenal tanggung jawab, kedisiplinan, ketekunan, kerja sama, serta pentingnya mengikuti aturan dan prosedur dalam melaksanakan pekerjaan.

Pembagian tugas yang jelas juga diharapkan dapat membangun kebiasaan positif dalam diri warga binaan. Mereka dilatih untuk datang dan melaksanakan tugas sesuai ketentuan, menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, serta bekerja sama dengan warga binaan lainnya. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari pembentukan sikap dan keterampilan yang dapat bermanfaat ketika warga binaan nantinya kembali dan berinteraksi di tengah masyarakat.

Di sisi lain, keberadaan struktur kerja juga menjadi bentuk pengelolaan kegiatan yang lebih profesional. Setiap tugas dapat dipantau pelaksanaannya, sehingga apabila ditemukan kendala dalam pekerjaan, petugas dapat melakukan evaluasi dan memberikan arahan atau perbaikan yang diperlukan.

Dengan demikian, kegiatan kerja di Lapas tidak semata-mata berorientasi pada aspek produktivitas.Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran dan pembentukan karakter bagi warga binaan agar memiliki sikap kerja yang positif, bertanggung jawab, disiplin, serta mampu bekerja sama dengan orang lain.

Melalui penyusunan struktur dan daftar kerja tamping ini, Lapas Kelas IIA Curup berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan pembinaan kemandirian. Sistem kerja yang lebih tertata diharapkan dapat mendukung terciptanya kegiatan Giatja yang efektif, aman, dan terorganisir, sekaligus memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi warga binaan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan secara mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

Dengan pembagian tugas yang jelas, pengawasan yang terarah, dan pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Curup terus mendorong agar setiap kegiatan kerja dapat memberikan manfaat nyata bagi proses perubahan dan kemandirian warga binaan.

(TimRedaksi)

Respon Cepat Polsek Narmada Tangani Penemuan Mayat di Sungai Keru

0

Respon Cepat Polsek Narmada Tangani Penemuan Mayat di Sungai Keru

Warta.in

Lombok Barat,NTB – Polisi bergerak cepat menangani laporan penemuan seorang pria tewas di aliran sungai Dusun Darmesabe Desa, Desa Keru, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Selasa (6/10/2026) malam. Korban Salme, 66 tahun, ditemukan warga setelah sempat dicari keluarga karena tak kunjung pulang dari sawah.

Kapolsek Narmada AKP I Putu Wirawan, S.Adm., M.I.Kom. bersama personel, langsung melakukan penanganan setelah menerima informasi tersebut. Polisi mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, memeriksa saksi hingga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan.

“Kami langsung melakukan langkah-langkah penanganan setelah menerima informasi. TKP kami datangi, saksi diperiksa dan korban segera dievakuasi untuk mendapatkan pemeriksaan medis,” ujar AKP Wirawan.

Dijelaskan, korban sebelumnya berangkat dari rumah di Dusun Golong, Desa Golong, sekitar pukul 06.30 Wita menggunakan sepeda motor. Hingga sore hari korban belum pulang, sehingga anaknya melakukan pencarian ke area sawah di Dusun Darmesabe Desa.

Sekitar pukul 19.00 Wita, anak korban meminta bantuan menantunya bersama warga. Tak lama kemudian, sekitar pukul 19.15 Wita, korban ditemukan di aliran sungai dalam posisi telungkup.

“Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menuju Puskesmas Sedau untuk pemeriksaan,” kata AKP Wirawan.

Dikatakan, petugas Puskesmas Sedau, dr. Mustika Rani, menyebut korban tiba sekitar pukul 19.25 Wita dalam kondisi meninggal dunia. Pemeriksaan menemukan sejumlah luka, termasuk luka robek di bagian kepala.

“Pasien datang dalam kondisi meninggal dunia. Nadi tidak teraba dan pupil melebar. Estimasi waktu kematian sekitar satu sampai dua jam,” tutur AKP Wirawan sesuai keterangan dr. Mustika Rani.

Polisi kemudian melengkapi penanganan dengan pemeriksaan saksi, koordinasi tenaga kesehatan, pembuatan visum serta administrasi penolakan otopsi dari pihak keluarga.

“Dugaan awal korban terpeleset dari atas sungai kemudian membentur batu kali. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan otopsi,” kata AKP Wirawan.

Setelah seluruh proses penanganan selesai, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka.(sr/hpm)

Polisi Kawal Logistik MotoGP dari Jepang Tiba di BIZAM, hingga Sirkuit Mandalika

0

Polisi Kawal Logistik MotoGP dari Jepang Tiba di BIZAM, hingga Sirkuit Mandalika

Warta.in
Lombok Tengah,NTB — Sebanyak 13 truk kontainer membawa logistik MotoGP Mandalika 2026, tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok Tengah. Polisi langsung mengawal seluruh logistik menuju Sirkuit Mandalika, Senin malam hingga Selasa dini hari (5-6/10/2026).

Pengawalan masuk dalam Operasi Mandalika Rinjani 2026. Personel Subsatgas Kawal menggunakan empat kendaraan dinas double cabin Sat PJR Ditlantas Polda NTB, untuk mengawal perjalanan sejauh 22 kilometer menuju sirkuit.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M. mengatakan, pengawalan dilakukan untuk menjaga keamanan logistik sekaligus kelancaran arus lalu lintas sepanjang perjalanan.

“Pengawalan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh logistik MotoGP tiba dengan aman di Sirkuit Mandalika. Kami juga mengimbau pengguna jalan mengikuti arahan petugas, selama pengawalan berlangsung,” ungkapnya.

Dijelaskan, pesawat Qatar Airways Boeing 777 yang membawa logistik kloter pertama dari Narita, Jepang, mendarat di BIZAM pukul 23.07 Wita. Setelah proses bongkar muat, logistik dipindahkan ke 13 truk kontainer.

Pengawalan dilakukan dalam empat kloter. Kloter pertama berangkat pukul 00.23 Wita dengan tiga truk, disusul kloter kedua pukul 01.02 Wita dengan tiga truk, kloter ketiga pukul 01.30 Wita dengan tiga truk, serta kloter keempat pukul 01.51 Wita dengan empat truk.

“Seluruh rangkaian pengawalan berjalan aman dan lancar. Kami meminta masyarakat tidak mengganggu iring-iringan kendaraan logistik, serta memberikan ruang bagi petugas di lapangan,” ujar Kombes Kholid.

Dikatakan, rombongan menempuh rute Kargo BIZAM, Jalan Bypass Mandalika, Bundaran Sunggung, Jalan Raya Kuta-Sengkol hingga Sirkuit Mandalika. Seluruh truk tiba di area sirkuit sekitar pukul 02.25 Wita.

Kombes Kholid kembali mengingatkan pengguna jalan, untuk mengutamakan keselamatan saat melintas di jalur pengawalan logistik MotoGP.

“Utamakan keselamatan, patuhi aturan lalu lintas, serta ikuti arahan petugas. Jangan memaksakan mendahului rombongan pengawalan, karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya.

Sebanyak 13 truk kontainer logistik MotoGP kloter pertama, berhasil tiba di tujuan dalam kondisi aman. Pengawalan juga berjalan kondusif dengan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas tetap terjaga.(sr/hpntb)

H. Sobari, S. Ag. Ketua KUA Kec. Pacet, Kab. Bandung , Rabu, 7-10-2026 Bimwin 15 Pas Catin Tatap Muka

0

KUA kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Rabu, 7 Oktober 2026. Warta. IN

H. Sobari, S. Ag. Ketua KUA Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Rabu, 7 Oktober 2026, Bimwin ( Bimbingan Perkawinan ) , terhadap 25 Pasangan Calon Pengantin.

Bimwin Wajib diikuti Catin (. Calon Pengantin ), baik yang sudah nikah, maupun yang mau menikah, tanggung jawab KUA, bukti Negara hadir melalui KUA, Papar H. Sobari.

4 perkara dalam perkawinan,

1. Pondasi Keluarga Sakinah

2. Fsikis, mental dinamika dalam sebuah keluarga, siap mental sebagai suami istri

3. Kelola keuangan keluarga, jangan besar pasak daripada tiang

4. Siapkan generasi yang sehat, kuat, Soleh, Solehah. Pungkas H. Sobari, S. Ag.

Dalam kesempatan tersebut, 4 Mahasiswa Semester 3 STAI Bhakti Persada, Bandung, PLP ( Pelatihan Lapangan Profesi ) di KUA Pacet,

1. Gunawan

2. M. Lutvi

3. Desri

4. Ahmad.

WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.


Polres Jember Dorong Penyerapan Hasil Panen Jagung Petani melalui Sinergi dengan Bulog

0

Warta.in, Jember — Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan mendorong masyarakat untuk menanam dan meningkatkan produksi. Kepastian bahwa hasil panen dapat terserap dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pangan.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan pelepasan pengiriman hasil panen jagung milik Gapoktan binaan Polri Polres Jember kepada Bulog Cabang Jember yang berlangsung di Kecamatan Puger, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., Kepala Bulog Divisi Regional Jember Muhammad Ade Saputra, S.E., Gapoktan binaan Polri, Muspika Kecamatan Puger serta sejumlah tamu undangan.

Pelepasan hasil panen ini menjadi bagian dari komitmen Polres Jember dalam mendukung program ketahanan pangan, khususnya dengan mendorong penyerapan sekaligus pemasaran hasil pertanian masyarakat.

Bagi petani, terserapnya hasil panen memberikan kepastian terhadap pasar sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan. Di sisi lain, penyerapan hasil produksi juga turut memperkuat rantai pangan, mulai dari tingkat petani hingga proses distribusi.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin menegaskan bahwa program ketahanan pangan harus mampu memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat, terutama para petani.

“Program ketahanan pangan ini jangan berhenti pada proses menanam dan panen. Hasilnya harus terserap, petani mendapatkan kepastian pemasaran, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Polri akan terus membangun sinergi dengan petani, Bulog dan seluruh stakeholder untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar AKBP Alaiddin.

Menurutnya, kerja sama antara Polri, kelompok tani, Bulog dan pemerintah di tingkat wilayah menjadi salah satu kunci agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Ketika petani kuat, produksi pangan juga kuat. Karena itu, kita harus hadir bersama, mendampingi dan mencari solusi agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomi serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tambahnya.

Selain mendukung sektor pertanian, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial. Dalam kesempatan itu, Kapolres Jember turut menyerahkan bantuan sembako kepada 100 masyarakat yang menjadi penerima manfaat di sekitar lokasi kegiatan.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Polri terhadap kondisi sosial masyarakat. Pesan yang ingin dibangun, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan hasil pertanian, tetapi juga harus berjalan seiring dengan kepedulian dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara Polri, petani, Bulog dan unsur pemerintah di wilayah, diharapkan produksi pertanian tidak hanya meningkat, tetapi juga memiliki kepastian pasar dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Sinergi tersebut sekaligus menjadi langkah bersama dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para petani dan masyarakat.

Film Horor Misteri Hasut Bersama Empat Aktor dengan Rekam Jejak Film Mentereng

0

Jakarta, warta.in  –  Empat aktor dengan rekam jejak film mentereng berkumpul di film horor-misteri berjudul Hasut yang tayang mulai 8 Oktober di seluruh bioskop Indonesia. Sebuah film debut karya penulis dan sutradara Ilya Sigma, yang diproduksi oleh Tuta Films. Keempat aktor itu adalah Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova. Film-film mereka, juga pernah sama-sama ditayangkan di festival film internasional, mulai dari Sundance, Locarno, Venice, hingga Berlinale.

Mereka berempat akan mengajak penonton menjelajah hutan. Namun, alih-alih tenang dengan suasana hutan, keempatnya justru saling menaruh rasa curiga, akibat suara-suara misterius muncul dari HT.

Inilah peran para keempat aktor yang memiliki rekam jejak mentereng di film Hasut.

1.  Karina Salim Jadi Kakak yang Punya ‘Sekte’

Sebelum memerankan karakter Vira di film Hasut, Karina Salim telah membintangi puluhan judul film dan serial. Salah satu peran Karina yang mencuri perhatian adalah saat ia membintangi What They Don’t Talk About When They Talk About Love (2013), yang filmnya melakukan world premiere di Sundance. Setelahnya, Karina telah menjajal berbagai peran dengan berbagai genre mulai dari drama hingga horor.

Di film Hasut, Karina memerankan Vira, seorang kakak yang menjadi seorang healer dalam sebuah proses meditasi. Namun, oleh adiknya, Rere, ia disebut memiliki sekte, dengan perangkat-perangkat penyembuhnya itu.

Di film ini, kita akan diperlihatkan kepiawaian akting Karina, yang akan mengecoh kita, sebagai kakak yang juga tampak ingin mengontrol keadaan, termasuk dugaan ialah sebenarnya yang melakukan hasutan.

2.  Rachel Amanda Si Adik yang Rebel Tapi Rapuh

Rachel Amanda sudah menjadi aktris sejak ia masih belia. Banyak penonton mengenalnya lewat karakter-karakternya di sinetron layar kaca.

Saat tumbuh dewasa, Rachel terus mengeksplorasi keaktorannya, dengan membintangi berbagai judul film dengan berbagai genre. Peran paling mencuri perhatian Rachel di antaranya saat ia membintangi film I Love You, Om… (2006) yang beradu peran dengan Restu Sinaga.

Sejak itu, Rachel telah membintangi puluhan film, termasuk film-film blockbuster seperti Dua Hati Biru (2019), Nanti Kita Cerita Hari Ini (2020), hingga Mencuri Raden Saleh (2022).

Jika biasanya Rachel memerankan karakter-karakter heartwarming dan manis, di film Hasut, ia menjajal peran baru yang akan menampilkan dirinya sangat berbeda dari karakter-karakter sebelumnya. Ia memerankan Rere, seorang adik yang menunjukkan sisi rebel-nya, namun di dalamnya ia sebenarnya rapuh.

Rere adalah adik Vira. Berbeda dengan Vira yang pembawaannya tenang, Rere sangat berapi-api dan mudah tersulut emosi. Ia berani mengkonfontrasi lawan bicara, meski dirinya sangat menyimpan rapat luka masa lalunya.

3.  Marthino Lio Si Penengah yang Bijak

Memulai karier filmnya sejak 2017, Marthino Lio kini telah memenangkan 2 Piala Citra FFI untuk Pemeran Utama Pria Terbaik lewat film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021) dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik lewat film The Big 4 (2022).

Ia juga telah membintangi puluhan film selama hampir sedekade berkarier sebagai aktor. Mulai dari genre drama, horor, aksi, hingga period movie. Ia juga turut membintangi film-film yang meraih blockbuster seperti Sewu Dino (2023), Buya Hamka (2023), dan Layangan Putus The Movie (2023).

Di film Hasut, Marthino memerankan karakter Dharma, kekasih Rere, yang mencoba menjadi penengah bijak di saat empat orang yang masuk ke hutan tersebut parno dengan suara-suara misterius HT. Namun, di tengah sikap bijaknya, ia justru akan ikut mendapat ‘siksaan’, dan bertemu dengan luka masa lalunya.

4.  Kevin Ardilova Si Ikut Kata Pacar

Kevin Ardilova memulai debut filmnya lewat Dear Nathan (2017). Sejak itu, Kevin dipercaya untuk membintangi berbagai puluhan judul film dengan range karakter yang luas.

Kevin sangat mencuri perhatian saat ia memerankan karakter Rakib di film Autobiography (2022), yang turut mengantarnya meraih nominasi Piala Citra FFI untuk Pemeran Utama Pria Terbaik. Kevin juga turut membintangi film-film yang meraih blockbuster, seperti Gundala (2019), Habibie & Ainun 3 (2019), dan Laura (2024).

Di film Hasut, Kevin memerankan karakter bernama Deri, kekasih dari Vira, yang juga menjadi sahabat dari Rere dan Dharma. Deri adalah sosok yang setia dan mau mendengarkan apa yang dikehendaki pasangannya.

Sehingga, saat terjadi chaos, Deri selalu nurut apa kata Vira, termasuk untuk melakukan ‘penyiksaan’ saat menginterogasi Rere. Namun, seperti ketiga karakter lainnya, Deri sebenarnya juga punya trauma masa lalu, yang bayang-bayangnya masih samar terbawa saat ia masuk ke hutan, dan membuatnya semakin paranoia.

Tonton film Hasut di bioskop mulai 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru melalui akun Instagram @filmhasut & @tutafilms.

( Red*/TI )

 

 

 

 

Pria Asal Bandar Lampung Tewas di Bacok, Saat Menagih Hutang di Way Tenong

0

LampungBarat, Polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial HT (63), warga Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat. HT ditangkap usai nekat membacok seorang penagih utang hingga tewas pada Selasa malam (6/10/2026).

Korban diketahui bernama Surya Zainal (54), seorang wiraswasta asal Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung. Korban meregang nyawa di lokasi kejadian setelah menderita luka bacok serius di bagian leher.

Kapolres Lampung Barat melalui Kasat Reskrim IPTU Rudy Prawira, S.H., M.H., membenarkan insiden berdarah tersebut.

Peristiwa bermula saat korban mendatangi rumah pelaku sekitar pukul 17.00 WIB untuk menagih angsuran utang milik istri pelaku.

”Pelaku sempat memberitahu bahwa istrinya belum pulang, Pelaku juga sempat menawarkan uang sebesar Rp.500.000 kepada korban dan meminta masalah utang ini dibicarakan baik-baik atau dilaporkan ke polisi.

Namun, korban tetap menolak dan bersikeras agar angsuran tersebut segera dilunasi malam itu juga,” terang IPTU Rudy.

Adu mulut antara keduanya berlanjut hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Diduga tersulut emosi, pelaku masuk ke dalam rumah untuk mengambil sebilah golok. Pelaku kemudian kembali keluar dan langsung membacok leher korban sebanyak dua kali hingga korban terkapar tak bernyawa.

Usai melancarkan aksinya, pelaku sempat berupaya mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di belakang rumah. Namun, tali yang digunakannya terputus. Pelaku lantas mendatangi rumah kerabatnya dan meminta diantarkan ke Pospol Way Tenong untuk menyerahkan diri.

”Mendapat informasi adanya pelaku yang menyerahkan diri ke Pospol sekitar pukul 20.30 WIB, Tim URC Sat Reskrim Polres Lampung Barat bersama Polsek Sumber Jaya langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk mengamankan pelaku serta olah TKP,” tambah Kasat Reskrim.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah golok sepanjang 42 cm beserta sarungnya yang masih ternoda bercak darah, serta pakaian milik korban.

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Lampung Barat guna menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal terkait tindak pidana pembunuhan

Kodim 0212/TS Bangun Jembatan Beton di Simadihon, Progres Capai 20,6 Persen

0

Warta.in Paluta – Pembangunan jembatan beton di Desa Simadihon, Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), terus berlanjut. Hingga Sabtu (3/10/2026), progres pembangunan jembatan berukuran 7 x 4 meter tersebut telah mencapai 20,6 persen.

Dalam kegiatan pembangunan, personel di lapangan melaksanakan sejumlah pekerjaan, di antaranya penimbunan plat injak dan pengecoran pinggang jembatan. Pekerjaan dilakukan secara bertahap sesuai tahapan pembangunan dan kondisi di lokasi.

Kegiatan tersebut melibatkan personel TNI AD dari Kodim 0212/TS, Denzibang, serta YonTP901, bersama Tim VRI dan masyarakat. Pelibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran proses pembangunan jembatan di Desa Simadihon.

Pembangunan ini merupakan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui TNI AD, sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses dan mobilitas warga.

Dengan ukuran 7 x 4 meter, jembatan ini diharapkan dapat menjadi akses penghubung yang lebih baik bagi masyarakat Desa Simadihon. Keberadaannya juga diharapkan membantu memperlancar aktivitas warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy S.I.P., M.Han., mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kehadiran TNI AD dalam membantu masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan di wilayah.

Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas dan aktivitas sehari-hari. Sinergi personel TNI AD, unsur terkait dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan di lapangan. (RN)

Sumber : Pendam I/BB