Beranda blog

Kapolda Jatim Beri Bantuan Modal Usaha, Polres Jember Selesaikan Perkara Sunani

0

Warta.in, Jember – Di balik peristiwa pencurian beras, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu yang berusaha bertahan di tengah kerasnya kehidupan. Sunani (45), seorang janda dengan tiga anak, harus menghadapi kenyataan bahwa kebutuhan hidup terus berjalan, sementara pekerjaan dan penghasilan yang dapat diandalkan tidak lagi dimilikinya.

Dalam kondisi ekonomi yang sulit dan terdesak kebutuhan sehari-hari, Sunani nekat mengambil beras di sebuah toko sembako di salah satu kawasan perumahan di Jember. Tindakan tersebut menjadi persoalan hukum yang harus dihadapinya. Namun, di balik peristiwa itu, terdapat sisi kehidupan yang menggambarkan beratnya perjuangan seorang ibu dalam memenuhi kebutuhan keluarganya.

Kisah Sunani kemudian mendapat perhatian melalui pendekatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan. Tergerak oleh semangat kepedulian, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M.H., memberikan bantuan modal usaha agar Sunani memiliki kesempatan untuk kembali bangkit dan menata kehidupan bersama ketiga anaknya.

Tak hanya itu, Polres Jember juga menyelesaikan persoalan hukum yang dihadapi Sunani melalui pendekatan Restorative Justice (keadilan restoratif). Sebagai bentuk kepedulian lanjutan, bantuan sembako turut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Bantuan tersebut disampaikan secara langsung melalui Kasat Lantas Polres Jember AKP Ade Andini.STH.SIK.MH., Selasa (3/11/2026). Langkah ini menjadi gambaran bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak semata-mata menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga berupaya menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian sekaligus upaya memberikan kesempatan kepada Sunani untuk memperbaiki keadaan dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik.

“Di balik setiap persoalan, selalu ada sisi kemanusiaan yang perlu kita lihat. Kami berharap bantuan modal usaha ini dapat menjadi langkah awal bagi Ibu Sunani untuk kembali menata kehidupan, membuka usaha, dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya dengan cara yang lebih baik. Bantuan sembako ini juga diharapkan dapat meringankan beban keluarga untuk sementara waktu,” ujarnya.

Lebih dari sekadar bantuan materi, perhatian tersebut menjadi pesan bahwa seseorang yang pernah melakukan kesalahan tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata masa depan. Pendekatan keadilan restoratif juga menjadi salah satu upaya penyelesaian persoalan hukum dengan mempertimbangkan nilai keadilan dan kemanusiaan.

Bagi Sunani, bantuan yang diterimanya bukan sekadar modal usaha ataupun sejumlah kebutuhan pokok. Di tengah kehidupan yang penuh keterbatasan, perhatian tersebut menjadi secercah harapan untuk kembali berusaha dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

Kisah ini sekaligus mengingatkan bahwa penegakan hukum dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan. Polri tidak hanya hadir untuk menegakkan aturan, tetapi juga berupaya merangkul masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan kesempatan untuk bangkit.

Sebab, di balik seragam dan tugas pengabdian, terdapat tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan serta memberikan ruang bagi setiap orang yang memiliki keinginan untuk memperbaiki kehidupannya.

Puluhan Rumah diTalang Liak1 Terancam Dampak Genangan Limbah,Ketua DPRD Lebong Desak PUPRHUB Segera Bertindak

0

Warta.in – Lebong.

Persoalan genangan air bercampur limbah rumah tangga yang telah berlangsung bertahun-tahun di kawasan permu kiman Desa Talang Liak 1, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Lebong, Carles Ronsen, S.Sos.Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-HUB) Kabupaten Lebong segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Pasalnya, genangan yang berasal dari luapan saluran irigasi dan bercampur limbah rumah tangga itu telah berdampak terhadap lingkungan permukiman puluhan kepala keluarga.

Pada Sabtu (29/8/2026), Carles Ronsen turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi yang dikeluhkan masyarakat. Peninjauan tersebut dilakukan bersama perwakilan Dinas PUPR-HUB, yakni Kepala Bidang Sumber Daya  Air (SDA), Haszaras Eko Sukmana, S.E., beserta staf, yang mewakili Plt. Kepala Dinas PUPR-HUB, Indra Gunawan, S.Pi., M.Si.

Kunjungan lapangan tersebut merupakan tindak lanjut atas berbagai laporan dan keluhan masyarakat, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial.

Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, ditemukan sejumlah persoalan yang diduga menjadi penyebab terjadinya genangan. Di antaranya penyumbatan saluran irigasi akibat penumpukan sedimentasi dan sampah rumah tangga di beberapa titik.Selain itu, terdapat dugaan permasalahan pada konstruksi drainase, khususnya elevasi atau kemiringan saluran yang tidak sesuai. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan aliran air berbalik atau backwater, sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik dan akhirnya tertahan menjadi genangan.

Situasi ini tidak hanya menyebabkan kawasan permukiman terlihat kumuh, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi terdampak.Menyikapi temuan tersebut, Carles Ronsen meminta Dinas PUPR-HUB segera melakukan pemetaan dan kajian teknis secara menyeluruh agar penyebab utama genangan dapat diketahui dan penanganannya dilakukan secara tepat.

“Terdapat sejumlah alternatif yang bisa menyelesaikan masalah, akan tetapi hal ini ranahnya OPD teknis, yaitu PUPR-HUB, untuk melakukan kajian-kajian agar persoalan  dapat terselesaikan dengan baik dan benar,” jelas Carles.

Ia juga meminta agar langkah awal penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah wilayah, mulai dari Camat Bingin Kuning hingga Pemerintah Desa Talang Liak 1. Koordinasi tersebut dinilai penting untuk menyusun langkah perbaikan yang sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.

Menurut Carles, persoalan genangan air yang bercampur limbah rumah tangga tersebut sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, pihaknya telah berulang kali menerima pengaduan warga terkait kondisi lingkungan permukiman yang belum mendapatkan penanganan optimal.

“Persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Talang Liak 1 ini sudah berlarut-larut. Kami sudah sering mendapat aduan langsung dan keluhan yang disampaikan lewat media sosial. Untuk itu, kami minta pemerintah daerah melalui PUPR-HUB ke depan agar lebih serius dalam penanganannya,” tegasnya.

Sementara itu,Kepala Dinas PUPR-HUB Kabupaten Lebong,Indra Gunawan, S.Pi., M.Si., melalui Kepala Bidang SDA, Haszaras Eko Sukmana, S.E., menyampaikan bahwa hasil peninjauan bersama Ketua DPRD Lebong akan segera dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan tindak lanjut.

Pihaknya juga berencana melakukan koordinasi dengan Camat Bingin Kuning dan Pemerintah Desa Talang Liak 1 guna membahas langkah penanganan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

“Hasil peninjauan bersama Bapak Ketua DPRD akan segera saya laporkan kepada pimpinan kami, dan akan segera kami tindak lanjuti sesuai dengan arahan dan kewenangan yang ada,” ungkap Haszaras.

Dengan adanya peninjauan langsung tersebut, masyarakat Desa Talang Liak 1 berharap pemerintah daerah segera merealisasikan langkah perbaikan saluran irigasi dan drainase agar genangan air bercampur limbah tidak terus berlarut-larut serta lingkungan permukiman kembali bersih, sehat,  dan nyaman untuk dihuni.

(Tim Redaksi)

DPRD Lebong Sampaikan Ucapan Selamat HUT  ke-81 Kejaksaan RI, Dorong Penegakan Hukum Berintegritas

0

Warta.in – Lebong.

Pimpinan, seluruh anggota, serta keluarga besar Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebong menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026  yang jatuh pada Rabu, 2 September 2026.Ucapan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Lebong, Carles Ronsen, S.Sos., kepada awak media pada Selasa (1/9/2026), sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap peran Kejaksaan Republik Indonesia dalam menjalankan tugas penegakan hukum di Tanah Air.

Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD, serta keluarga besar Sekretariat DPRD Kabupaten Lebong, Carles Ronsen turut menyampaikan harapan agar Kejaksaan RI semakin profesional, berintegritas, dan konsisten dalam menjalankan tugas serta kewenangannya.Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pesan dan ucapan selamat dengan mengusung semangat penegakan hukum yang berintegritas demi terwujudnya keadilan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Selamat Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, 2 September 2026. Melalui penegakan hukum berintegritas menuju Indonesia adil dan makmur,” ucap Carles Ronsen, S.Sos.

Momentum peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81 ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh insan Adhyaksa untuk terus meningkatkan pengabdian, menjaga kepercayaan masyarakat, serta memperkuat komitmen dalam mewujudkan penegakan hukum yang adil dan berkeadilan.

(Tim Redaksi)

Uang Bulanan untuk Wartawan? Nama Juwita Mencuat, Diduga Salurkan Dana Bos CPO Bekas Setiap Tanggal 2

0

Warta.in Medan 3/11/26 — Dugaan praktik pembagian uang bulanan kepada sejumlah wartawan di Kota Medan mulai menjadi sorotan. Seorang wartawati bernama Juwita disebut-sebut berperan membagikan uang kepada wartawan dari sejumlah media dengan nominal bervariasi, mulai Rp25 ribu, Rp50 ribu hingga Rp100 ribu untuk masing-masing media.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, uang tersebut diduga berasal dari seorang pengusaha atau bos yang bergerak di bidang CPO bekas. Menariknya, pembagian uang itu dikabarkan berlangsung rutin setiap bulan dan disebut tidak pernah terlambat, yakni setiap tanggal 2.

Lokasi yang disebut menjadi tempat pembagian uang berada di Jalan M. Basir Ujung, tepatnya di sekitar jembatan yang tembus ke Jalan Yos Sudarso, atau yang dikenal masyarakat sebagai kawasan Aloha.

Jika informasi tersebut benar, publik tentu berhak mempertanyakan apa kepentingan di balik pemberian uang secara rutin kepada sejumlah wartawan dan media tersebut.

Apakah uang itu sekadar bantuan pribadi, biaya operasional media, atau ada kepentingan tertentu yang ingin dibangun melalui pemberian dana bulanan tersebut?

Pertanyaan ini bukan tanpa alasan. Independensi wartawan merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pers. Jangan sampai pemberian uang secara rutin justru menimbulkan konflik kepentingan, mengaburkan batas antara kerja jurnalistik dan kepentingan pihak tertentu.

Lebih jauh, transparansi mengenai sumber dana, mekanisme pembagian, serta tujuan pemberian uang tersebut perlu dibuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Jangan sampai profesi wartawan dipandang sebagai profesi yang dapat didekati dengan pemberian uang bulanan. Sebab, integritas pers tidak boleh ditukar dengan nominal berapa pun.

Hingga berita ini diterbitkan, Juwita dan pihak pengusaha CPO bekas yang disebut sebagai sumber dana belum memberikan keterangan resmi. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pihak-pihak terkait.

Tim investigasi akan terus menelusuri informasi tersebut guna memastikan fakta di balik dugaan pembagian uang bulanan kepada sejumlah media di kawasan Aloha. (RN)

Cegah Pinjol Ilegal dan Judi Online, Pemprov NTB Siapkan Langkah Terintegrasi

0

Cegah Pinjol Ilegal dan Judi Online, Pemprov NTB Siapkan Langkah Terintegrasi

Warta.in
Matatam,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan komitmennya dalam menangkal maraknya penyiaran pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol) yang kini kian mengkhawatirkan hingga menjangkau wilayah pedesaan.
​Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik selaku Juru Bicara Pemprov NTB saat hadir dalam Dialog Daerah yang digelar oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi NTB di Kantor DPD RI NTB, Selasa (3/11).

Dalam dialog ini, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik atau sapaan akrabnya Aka, menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mempercepat penyebaran pinjol ilegal dan judol hingga menjangkau wilayah pedesaan. Bahkan, anak-anak usia sekolah dan masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) menjadi kelompok yang rentan terpapar praktik tersebut.

Menurutnya, dampak pinjol ilegal dan judol tidak hanya berkaitan dengan persoalan finansial, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial yang lebih kompleks. Mulai dari penumpukan utang, kehilangan pekerjaan dan aset, menurunnya kesejahteraan keluarga, konflik rumah tangga, hingga meningkatnya risiko kemiskinan dan kerentanan sosial.

“Pinjol ilegal dan judi online bukan lagi persoalan individu, tetapi telah menjadi masalah sosial yang kompleks. Penanganannya membutuhkan pendekatan yang terintegrasi, berkelanjutan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” tegas Aka.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mendorong integrasi program Desa Berdaya sebagai salah satu instrumen pencegahan dan penanggulangan hingga tingkat masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, edukasi, literasi digital, pemberdayaan ekonomi, serta perlindungan sosial diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman kejahatan digital.

Pengembangan sistem pengaduan terintegrasi melalui SP4N-LAPOR turut menjadi perhatian. Sistem ini diharapkan mampu memastikan pengaduan masyarakat tercatat, terkoordinasi dan ditindaklanjuti secara transparan serta akuntabel.

Sementara itu, Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Provinsi NTB, Indra Alamsyah, memaparkan proses pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Pinjaman Online Ilegal dan Judi Online di Provinsi NTB.

Ia menjelaskan, pembentukan Perda merupakan Daerah-daerah kolaboratif antara DPRD dan pemerintah daerah, yang diawali melalui Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda), dilanjutkan dengan pembahasan tingkat I dan II, harmonisasi, fasilitasi atau evaluasi, hingga penetapan dalam rapat paripurna.

Dalam proses pembahasannya, Raperda melibatkan berbagai pemangku kepentingan melalui konsultasi teknis, pembahasan bersama komisi atau alat kelengkapan DPRD, serta harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan instansi terkait sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Pembentukan Perda membutuhkan sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah. Selain proses legislasi yang terstruktur dan sesuai ketentuan, sosialisasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting agar regulasi ini dipahami dan memberikan manfaat nyata,” jelas Indra.

Ia menambahkan, Raperda tersebut menjadi salah satu regulasi yang memiliki urgensi tinggi karena dampak pinjol ilegal dan judol telah menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, keluarga hingga kehidupan sosial.

Dari perspektif akademis, Dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Dr. Muh. Risnain, menyampaikan bahwa pinjol ilegal dan judol menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi kemiskinan ekstrem di NTB. Dampaknya meluas, tidak hanya pada kondisi ekonomi masyarakat, tetapi juga kesehatan psikologis, ketahanan keluarga dan stabilitas sosial.

Ia mengungkapkan, Raperda tersebut telah masuk dalam Program Pembentukan Perda Tahun 2026, melalui tahapan penyusunan kerangka kebijakan sejak April 2026 dan telah menjalani harmonisasi di Kementerian Hukum Wilayah NTB. Saat ini, Raperda tengah dalam proses pembahasan di Komisi I DPRD Provinsi NTB dan diharapkan dapat disahkan pada tahun 2026.

Risnain menekankan bahwa upaya penanggulangan harus dilakukan secara komprehensif melalui penguatan penegakan hukum, pembentukan satuan tugas (Satgas), rehabilitasi sosial dan psikologis, kerja sama antarlembaga, serta pemberdayaan masyarakat.

“Penanganan pinjol dan judol tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Diperlukan pendekatan komprehensif yang mencakup pencegahan, rehabilitasi, koordinasi lintas sektor, dan pemberdayaan masyarakat untuk melindungi masyarakat NTB serta memperkuat ketahanan keluarga,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong pengembangan program Desa Sadar Pinjol dan Desa Sadar Judol yang terintegrasi dengan program Desa Berdaya. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan digital, memperluas edukasi masyarakat, serta membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi ancaman pinjol ilegal dan judol.

Melalui dialog daerah ini, seluruh pihak berharap Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Pinjol dan Judol dapat menjadi landasan kebijakan yang memperkuat perlindungan masyarakat NTB. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, serta masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan sistem pencegahan dan pemulihan yang terintegrasi.

Dengan penguatan regulasi, koordinasi lintas sektor, sistem pengaduan terpadu, serta intervensi sosial dan ekonomi, NTB diharapkan mampu membangun masyarakat yang lebih terlindungi, mandiri, dan tangguh dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus mendukung percepatan pengentasan kemiskinan dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.(sr/dkisntb )

 

 

Cerita Buruh Tani di NTB Antarkan Anak Raih Cita-cita Lewat Sekolah Rakyat

0

Cerita Buruh Tani di NTB Antarkan Anak Raih Cita-cita Lewat Sekolah Rakyat

Warta.in
Lombok Utara – Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Lombok Utara melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (2/11/2026). Acara tersebut dibuka oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebagai tanda dimulainya proses pembelajaran.

Sebanyak 595 siswa dari keluarga kurang mampu mengikuti pendidikan di sekolah tersebut, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Di tengah haru pelepasan siswa, hadir seoarang buruh tani asal Tanjung, Lombok Utara, Ahmadi. Baginya, kesempatan untuk menyekolahkan anak hingga jenjang lebih tinggi bukan perkara mudah. Penghasilan yang terbatas membuat biaya pendidikan menjadi salah satu beban yang harus dipikirkan. Namun, kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Lombok Utara memberinya harapan baru.

Melalui sekolah berasrama yang seluruh kebutuhan pendidikannya ditanggung pemerintah itu, Ahmadi berharap anaknya bisa belajar dengan tenang dan menggapai cita-cita tanpa harus terbebani persoalan biaya.

Ia mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Sekolah Rakyat, terutama bagi keluarga dari kalangan ekonomi bawah yang selama ini membutuhkan akses pendidikan gratis.

“Iya, karena di sini sangat membantu sekali, terutama bagi kita golongan yang golongan bawah. Kita sangat membutuhkan ini yang gratis ini. Itu yang kita harapkan,” kata Ahmadi.

Sebagai Buruh Tani, Ahmadi menyadari kemampuan ekonominya terbatas. Karena itu, kesempatan menyekolahkan anak melalui program tersebut menjadi sesuatu yang sangat disyukuri. Apalagi, para siswa akan tinggal di asrama sehingga kebutuhan pendidikan dan pendampingan mereka dapat terpenuhi.

“Karena gratis itu, Pak. Karena gratis itulah makanya, cocok bagi kita yang kurang-kurang mampulah, golongan bawah kan,” ujarnya.

Ahmadi berharap anaknya dapat menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut hingga tuntas. Ia juga menyebut banyak keluarga lain yang ingin menyekolahkan anak mereka di Sekolah Rakyat, tetapi belum bisa terakomodasi karena keterbatasan wilayah penerimaan.

“Banyak yang mau, tapi karena desanya yang tidak mendukung, akhirnya tidak bisa. Banyak juga, termasuk anak saya juga mau ke sini kan. Tapi desanya terlalu besar, belum dibuka,” tuturnya.

Bagi keluarga lain, Sekolah Rakyat juga menjadi jalan untuk melanjutkan pendidikan anak-anak yang kehilangan orang tua. Lailatul Huda, wali siswa asal Seganteng, Mataram, menitipkan dua adiknya di sekolah tersebut. Ia kini mengambil tanggung jawab untuk mendampingi dan memastikan kedua adiknya tetap memperoleh pendidikan.

Ketiadaan orang tua membuat Lailatul harus menjadi sosok yang memberikan dukungan bagi adik-adiknya. Ia berharap kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dapat mengantarkan mereka meraih cita-cita dan memiliki masa depan yang lebih baik.

“Ya, karena di sini kan bisa ditanggung semuanya, dari sekolahnya sampai dia bisa mencapai cita-citanya,” kata Lailatul.

Ia mengaku ingin kedua adiknya tetap semangat meskipun harus menjalani kehidupan tanpa kehadiran orang tua.

“Karena orang tua sudah enggak ada kan mbaknya kan yang menjadi penanggung jawab, bisa untuk adik-adiklah, dimotivasi mereka,” ujarnya.

“Semoga menjadi orang sukses,” tambahnya.

Harapan para wali siswa itu kini berlanjut pada anak-anak yang mulai menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Salah satunya Solehah, siswa kelas satu SMA asal Gubuk Pande, Seganteng, Mataram. Ia mengaku terharu sekaligus senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat.

Solehah berasal dari keluarga dengan delapan bersaudara. Ia dan salah satu adiknya sama-sama mendapat kesempatan bersekolah di sana. Bagi mereka, pendidikan gratis menjadi kesempatan berharga untuk melanjutkan sekolah.

“Terharu,” kata Solehah ketika ditanya mengenai perasaannya bisa bersekolah di Sekolah Rakyat.

Sementara itu, Mirnawati, siswi asal Desa Pengkelakmas, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, juga mengaku bahagia bisa melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut. Sebelumnya, ia bersekolah di MTs NW Pengkelamas sebelum mendapat kesempatan masuk melalui usulan dari desa.

Mirnawati menyimpan cita-cita menjadi seorang apoteker. Ia berharap kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dapat membantunya mewujudkan impian tersebut.

“Saya mau jadi apoteker,” ucapnya.

Bagi Ahmadi, Lailatul, Solehah, dan Mirnawati, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar. Di sana, ada harapan orang tua yang ingin anaknya memiliki masa depan lebih baik, ada tanggung jawab seorang kakak untuk menjaga masa depan adik-adiknya, serta mimpi anak-anak yang ingin tumbuh dan meraih cita-cita tanpa terhalang keadaan ekonomi.

Sebagai informasi, Sekolah Rakyat merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di sektor pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial. Melalui sistem pendidikan berasrama, para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan gratis, tetapi juga pendampingan dan pemenuhan kebutuhan selama tinggal di sekolah. (sr/dkisntb)

Bersinergi Dengan Kepolisian, SMK KAL-1 Ikuti Tes Pembuatan SIM

0

Bersinergi Dengan Kepolisian, SMK KAL-1 Ikuti Tes Pembuatan SIM

Surabaya,(03/11/26)
Untuk pertama kalinya SMK KAL-1 Surabaya menjadi tempat berlangsungnya tes pembuatan SIM yang dilaksanakan oleh tim Satlantas Polrestabes Surabaya(03/11/26).

Pembuatan SIM tersebut melibatkan 20 pemohon SIM baru dan 17 perpanjangan SIM dengan melibatkan 18 personil Satlantas Polrestabes Surabaya yang di pimpin langsung oleh Kanit Regident Satlantas Polrestabes Surabaya AKP. Riza Aribowo, S.H., M.M dan Kasubnit Regident Ipda Dani Kurniawan, S.H.

Peserta tes pembuatan SIM baru dan perpanjangan SIM yang berlangsung di SMK KAL-1 Surabaya , merupakan bapak /ibu guru dan keluarga SMK KAL-1.

Selama berlangsungnya tes , Kasatdik SMK KAL-1 Munawar, S.Pd., M.Pd berkesempatan meninjau dari dekat jalannya tes teori dan praktek pembuatan SIM baru tersebut.

Dalam sambutannya Kasatdik SMK KAL-1 Munawar, S.Pd., M.Pd mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan dari Satlantas Polrestabes Surabaya yang telah menjadikan sekolah ini menjadi tempat penyelenggaraan pembuatan SIM bersama

Di tambahkan olehnya, dengan adanya penyelenggaraan tes pembuatan SIM di sekolah ini dapat menjadi wacana bagi murid-murid SMK KAL-1 untuk mempersiapkan diri bila sudah waktunya / usianya bisa mengikuti pembuatan SIM, apalagi sebelum terlaksananya tes praktek pembuatan SIM mendapatkan penjelasan teori dan praktek pembuatan SIM dan beberapa murid dan guru di beri kesempatan untuk uji coba praktek berkendaraan motor sesuai ujian yang akan dilaksanakan.

Sementara itu Kasubnit Regident Ipda Dani Kurniawan, S.H menyatakan bahwa, “Program Pelayanan SIM Bersama Masyarakat ini dalam rangka mendukung Operasi Patuh Semeru 2026 Polrestabes Surabaya. Operasi Patuh bukan hanya penegakan hukum, tapi kami datang membawa keteladanan dan kenyamanan” tuturnya.

Selama jalannya tes teori dan praktek perwakilan murid yang di tunjuk, guru dan karyawan melihat dari dekat dan mensuport bapak ibu gurunya yang mengikuti tes pembuatan SIM(yht/dar).

Respons Cepat DPUTR Purwakarta, Keluhan Warga Bungurjaya Langsung Ditindaklanjuti

0

Warta.in, Purwakarta – Respons cepat terhadap aspirasi masyarakat kembali ditunjukkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Purwakarta. Menindaklanjuti laporan warga terkait kondisi drainase di Desa Bungurjaya, Kecamatan Pondoksalam, jajaran DPUTR langsung bergerak melakukan pengecekan ke lapangan guna memastikan kondisi sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan.

Langkah responsif tersebut diawali setelah Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan Jalan dan Jembatan DPUTR Kabupaten Purwakarta, Dina Cahyadi, S.T., menerima informasi dari masyarakat.

Informasi tersebut kemudian dikoordinasikan dengan Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Rahmat Amin, yang selanjutnya menginstruksikan jajaran UPTD 3 untuk melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi pada Senin (2/11/2026).

Kepala UPTD 3 DPUTR Purwakarta, Asep, mengatakan bahwa setiap laporan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kondisi infrastruktur dan keselamatan warga, perlu mendapatkan perhatian serius serta tindak lanjut.

Didampingi Kepala Desa Bungurjaya, Mumuh Muhidin, Asep turun langsung untuk melihat kondisi drainase sekaligus mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan penanganan.

“Setelah menerima informasi yang disampaikan melalui Pak Kabid, kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan,” ujar Asep.

Dari hasil pemeriksaan, ia membenarkan bahwa kondisi drainase tersebut memang membutuhkan perhatian dan penanganan segera. Hasil pengecekan pun langsung dilaporkan kepada kepala bidang terkait sebagai bahan untuk proses tindak lanjut.

“Memang benar, kondisinya membutuhkan penanganan segera. Hasil pengecekan sudah langsung saya sampaikan kepada Pak Kabid,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan Jalan dan Jembatan DPUTR Purwakarta, Dina Cahyadi, S.T., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah berinisiatif menyampaikan informasi terkait kondisi infrastruktur di wilayahnya.

Menurut Dina, partisipasi dan keterbukaan komunikasi masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. Melalui laporan warga, pemerintah dapat memperoleh informasi langsung mengenai persoalan yang membutuhkan perhatian di lapangan.

“Sesuai arahan Pak Kadis, kami akan secepatnya merespons setiap laporan maupun keluhan masyarakat. Prinsipnya, setiap persoalan yang disampaikan warga harus mendapatkan respons dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan kami,” ungkap Dina.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Rahmat Amin, turut mendukung langkah koordinasi dan pengecekan lapangan sebagai bagian dari upaya merespons kebutuhan masyarakat.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Bungurjaya, Mumuh Muhidin, menyampaikan apresiasi atas respons cepat jajaran DPUTR Purwakarta, khususnya Dina Cahyadi, Rahmat Amin, beserta jajaran UPTD 3 yang telah menindaklanjuti laporan warga dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Menurut Mumuh, persoalan drainase tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sebab, apabila tidak segera ditangani, aliran air yang tidak tertata dengan baik berpotensi menggerus badan jalan hingga merusak lapisan hotmix yang telah dibangun. Terlebih, intensitas hujan mulai meningkat sehingga risiko kerusakan infrastruktur perlu diantisipasi sejak dini.

“Kami sangat mengapresiasi respons cepat DPUTR. Harapan kami, hasil pengecekan ini segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar, terutama terhadap infrastruktur jalan,” ujarnya.

Respons cepat tersebut juga mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Bungurjaya. Warga berharap koordinasi yang telah terbangun antara pemerintah desa, UPTD, dan DPUTR Kabupaten Purwakarta tidak berhenti pada tahap pengecekan, tetapi berlanjut hingga persoalan drainase benar-benar mendapatkan solusi.

Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan persoalan infrastruktur di lingkungan masyarakat.

Sebab, pelayanan publik sejatinya bukan semata-mata tentang pelaksanaan program pembangunan, melainkan juga menyangkut kesediaan pemerintah untuk mendengar aspirasi, merespons keluhan, turun langsung ke lapangan, dan menghadirkan solusi nyata.

Respons cepat merupakan langkah awal yang patut diapresiasi. Namun, tindak lanjut berupa penanganan konkret menjadi hal yang paling dinantikan masyarakat. Inilah harapan warga terhadap pelayanan Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang semakin responsif, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat menuju Purwakarta Istimewa.

Kini, masyarakat menanti solusi pasti. (ds)

“Angin Segar Pemuda PALI, Pelatihan Gratis Operator Alat Berat Sukses Digelar Dinas PUTR”

0

Warta.in//PALI, 3 November 2026 – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus bergerak nyata dalam menyelaraskan pembangunan infrastruktur fisik dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Pemkab PALI secara resmi menggelar program pelatihan operator alat berat gratis guna mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten, disiplin, dan siap pakai.

Pelatihan yang berpusat di lapangan parkir alat berat Kantor Dinas PUTR, Kecamatan Talang Ubi, ini disambut antusias oleh ratusan pemuda daerah yang ingin menembus pasar kerja industri besar. Langkah strategis ini diambil sebagai jawaban atas tingginya kebutuhan operator alat berat di wilayah PALI yang selama ini didominasi oleh tenaga kerja luar daerah.

Menjawab Kebutuhan Pasar Industri Global, Kabupaten PALI dikenal sebagai salah satu lumbung industri di Sumatra Selatan dengan puluhan perusahaan aktif di sektor minyak, gas, batu bara, hingga perkebunan skala besar. Kendati lowongan kerja sebagai operator alat berat rutin dibuka setiap bulan, keterbatasan sertifikasi dan keahlian formal sering kali menjadi tembok penghalang bagi pemuda setempat untuk terserap kerja.

Melihat fenomena tersebut, Bupati PALI Asgianto, S.T., menginstruksikan jajarannya untuk memprioritaskan pembangunan SDM. Pembangunan jalan yang mulus dan gedung yang megah harus berjalan beriringan dengan meningkatnya kesejahteraan warga lokal yang menjadi aktor utama di daerahnya sendiri.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten PALI, H. Ristanto Wahyudi, S.T., M.T., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan dasar formalitas. Seluruh peserta digembleng secara ketat agar memiliki standar profesi yang diakui oleh korporasi besar seperti Pertamina, Medco, maupun kontraktor pertambangan nasional.

Penguasaan SOP dan K3 Sebagai Harga Mati, Dalam arahannya, Kadis Ristanto memaparkan bahwa kemampuan mengemudikan alat berat seperti excavator, bulldozer, dan loader hanyalah prasyarat dasar. Di dunia industri berat, profesionalisme diukur dari kedisiplinan menerapkan Prosedur Operasional Standar (SOP) dan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Di industri skala besar, K3 adalah hukum tertinggi. Kesalahan minor di lapangan bisa berdampak fatal pada keselamatan jiwa dan operasional. Oleh sebab itu, kami memberikan pembekalan K3 secara komprehensif. Kami ingin industri tahu bahwa operator lulusan PALI adalah pekerja yang paling patuh pada aspek keselamatan kerja,” jelas Ristanto.

Selain materi K3, para peserta dibekali kemampuan teknis perawatan preventif mesin. Kemampuan ini sangat krusial agar operator mampu menjaga performa armada alat berat tetap optimal dan mencegah kerusakan fatal (breakdown) saat beroperasi di medan yang ekstrem.

Pangkas Biaya Kursus, Dorong Ekonomi Keluarga, Program pelatihan gratis ini dinilai menjadi angin segar sekaligus solusi konkret bagi masyarakat. Di lembaga kursus swasta, biaya pelatihan operator alat berat umumnya berkisar antara Rp5 hingga Rp8 juta per orang—sebuah angka yang relatif sulit dijangkau oleh sebagian besar pemuda berpenghasilan rendah.

Dengan lahirnya 100 operator baru yang andal dan mengantongi sertifikat kompetensi resmi pasca-pelatihan, Pemkab PALI optimistis angka pengangguran terbuka di wilayahnya dapat ditekan secara signifikan. Sektor ini menjanjikan pendapatan yang sangat kompetitif, dengan estimasi gaji operator di wilayah PALI berkisar antara Rp6 hingga Rp12 juta per bulan.

Melalui inisiatif ini, Pemkab PALI membuktikan komitmennya bahwa esensi pembangunan sejati adalah memanusiakan manusia—mengubah potensi pemuda lokal dari status pencari kerja menjadi tenaga ahli yang siap bersaing di era industri modern.

POLDA BENGKULU MATANGKAN PERSIAPAN BAKTI KESEHATAN DAN SOSIALISASI BAHAYA VAPE DI REJANG LEBONG

0

Warta.in-REJANG LEBONG. Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu bersama Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong terus mematangkan persiapan pelaksanaan kegiatan Bakti Kesehatan Polisi Bersama Masyarakat yang akan digelar di Kabupaten Rejang Lebong. Persiapan tersebut dibahas melalui rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Rejang Lebong, Senin (2/11/2026).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., Kapolres Rejang Lebong, AKBP Syahrul Hariady, S.I.K., M.H., serta sejumlah unsur pemerintah daerah dan pihak terkait.Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh aspek teknis dan pelaksanaan kegiatan dapat dipersiapkan secara optimal. Sinergi antara Polda Bengkulu, Polres Rejang Lebong, dan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong diharapkan mampu mendukung kelancaran kegiatan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Kegiatan Bakti Kesehatan Polisi Bersama Masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi program Kapolri yang mengedepankan kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan kemanusiaan, pelayanan kesehatan, serta edukasi sosial.Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini direncanakan menghadirkan berbagai bentuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga akan diisi dengan sosialisasi mengenai bahaya penggunaan rokok elektrik atau vape, khususnya bagi kalangan generasi muda.Edukasi mengenai vape menjadi perhatian penting mengingat penggunaan rokok elektrik semakin dikenal di kalangan masyarakat, termasuk remaja. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang benar mengenai kandungan zat dalam cairan vape, potensi dampak paparan nikotin, serta risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat penggunaan rokok elektrik.

Penyampaian informasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi para orang tua, tenaga pendidik, dan lingkungan masyarakat agar bersama-sama meningkatkan pengawasan serta memberikan pemahaman kepada generasi muda untuk tidak terjerumus dalam kebiasaan yang berisiko terhadap kesehatan.

Melalui kegiatan ini, Polri ingin mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Upaya pencegahan melalui edukasi dan peningkatan pengetahuan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang sehat, khususnya bagi generasi penerus bangsa.Polda Bengkulu bersama Polres Rejang Lebong dan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, kegiatan Bakti Kesehatan Polisi Bersama Masyarakat diharapkan dapat terlaksana dengan baik, menjadi wadah pelayanan dan kepedulian sosial, sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat.

Polisi Bersama Masyarakat, Hadir untuk Melayani dan Mengabdi.(TimRedaksi)