Warta.in.MUSI BANYUASIN — Masyarakat Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, mengungkapkan kekecewaan terhadap pelayanan kelistrikan PLN. Pasalnya, gangguan tegangan listrik rendah atau yang dikenal masyarakat dengan istilah spaning disebut telah berlangsung lebih dari satu tahun dan hingga kini belum dirasakan penyelesaiannya secara maksimal.
Masyarakat menilai kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi warga yang bergantung pada peralatan elektronik untuk bekerja, berkomunikasi, dan menunjang kegiatan belajar anak-anak di rumah.
Sebelumnya, masyarakat Kecamatan Lalan berharap pemindahan pelayanan kelistrikan dari PT MEP ke PLN dapat memberikan peningkatan kualitas layanan, termasuk pasokan listrik yang lebih stabil dan biaya penerangan yang lebih terjangkau.
Namun, menurut keluhan warga, harapan tersebut belum sepenuhnya terwujud. Tegangan listrik yang kerap rendah membuat sejumlah peralatan elektronik tidak dapat digunakan secara optimal.
“Sudah lebih dari satu tahun kami merasakan tegangan listrik rendah. Kami juga sudah sering menyampaikan keluhan kepada pihak PLN, tetapi jawaban yang kami terima selalu menyebutkan bahwa masih dalam perbaikan. Kami ingin tahu sampai kapan perbaikan ini selesai,” ungkap masyarakat Kecamatan Lalan.
Warga berharap pihak PLN tidak hanya menyampaikan bahwa perbaikan sedang berlangsung, tetapi juga memberikan penjelasan yang jelas mengenai penyebab gangguan, langkah penanganan, serta target waktu penyelesaiannya.
Gangguan Listrik Berdampak pada Aktivitas dan Pendidikan Anak
Gangguan tegangan listrik tersebut tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga dikhawatirkan mengganggu kegiatan pendidikan anak-anak.
Warga menyebutkan, tegangan listrik yang rendah menyebabkan penerangan di rumah tidak maksimal. Kondisi ini menjadi persoalan tersendiri ketika anak-anak harus belajar di rumah, terutama saat kondisi lingkungan kurang mendukung kegiatan belajar di luar rumah.
Selain penerangan, penggunaan perangkat elektronik dan jaringan internet berbasis Wi-Fi juga disebut ikut terdampak ketika pasokan listrik mengalami gangguan.
Padahal, akses internet menjadi salah satu kebutuhan masyarakat untuk mendukung komunikasi dan kegiatan belajar anak-anak.
Masyarakat pun berharap persoalan kelistrikan ini segera mendapatkan perhatian serius, terlebih ketika kondisi kabut asap membuat kegiatan belajar di rumah menjadi pilihan yang diperlukan.
“Bagaimana anak-anak kami bisa belajar dengan nyaman jika penerangan tidak maksimal dan jaringan Wi-Fi ikut terganggu akibat kondisi listrik? Kami berharap persoalan ini segera diselesaikan,” ujar warga.
Kepala Unit PLN Sungai Lilin Benarkan Adanya Gangguan Tegangan Rendah
Dalam upaya memperoleh penjelasan dari pihak terkait, awak media telah melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Ucok, yang disebut sebagai Kepala Unit PLN Sungai Lilin.
Dalam keterangannya kepada awak media, Ucok membenarkan adanya gangguan tegangan rendah di Kecamatan Lalan.
Menurut penjelasan yang disampaikan, kondisi tersebut disebabkan oleh kurangnya kapasitas trafo induk untuk menyuplai kebutuhan listrik di wilayah tersebut.
Keterangan tersebut menjadi salah satu informasi penting dalam menelusuri penyebab gangguan listrik yang dikeluhkan masyarakat selama ini.
Meski demikian, masyarakat masih berharap adanya penjelasan lebih lanjut dari pihak PLN mengenai langkah teknis yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk kepastian waktu penyelesaian perbaikan.
Masyarakat Minta Pemerintah Turun Tangan
Masyarakat Kecamatan Lalan berharap pemerintah daerah dan pihak terkait memberikan perhatian serius terhadap persoalan kelistrikan yang mereka alami.
Warga menginginkan adanya solusi konkret agar pasokan listrik di wilayah mereka dapat kembali normal dan mendukung aktivitas masyarakat sebagaimana mestinya.
Mereka juga berharap pihak PLN dapat memberikan informasi secara terbuka mengenai perkembangan penanganan gangguan, sehingga masyarakat tidak terus-menerus berada dalam ketidakpastian.
Bagi masyarakat Lalan, listrik bukan sekadar kebutuhan penerangan, melainkan juga penunjang pendidikan, komunikasi, usaha, dan berbagai aktivitas ekonomi rumah tangga.
Masyarakat berharap PLN segera memberikan kepastian dan langkah nyata untuk mengatasi gangguan tegangan rendah di Kecamatan Lalan, sehingga warga dapat menikmati pelayanan kelistrikan yang layak, stabil, dan sesuaidengan kebutuhan mereka.(Albert)











