Beranda blog

Milad Ketiga LPM Se-Pontianak Barat, Teguhkan Soliditas dan Persaudaraan.

0

 

PONTIANAK WARTA IN 19 september 2026 Momentum Milad Ketiga Laskar Pemuda Melayu (LPM) Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Pontianak Barat tahun 2026 berlangsung meriah, khidmat, dan penuh suasana kebersamaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkokoh soliditas seluruh jajaran LPM di wilayah Pontianak Barat.

Mengusung semangat bersatu dalam kebersamaan dan membangun bersama masyarakat, kegiatan Milad Ketiga tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi.

Lebih dari itu, peringatan milad menjadi ruang untuk memperkuat komitmen, menyatukan langkah, serta mengingatkan seluruh kader bahwa keberadaan organisasi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pimpinan dan tokoh penting, di antaranya Panglima Besar Laskar Pemuda Melayu Hadi Birmansa yang akrab disapa Adi Black, Panglima Muda LPM Kota Pontianak Ishak, S.H., Danramil Pontianak Barat, Kapolsek Pontianak Barat atau yang mewakili, Camat Pontianak Barat atau yang mewakili, serta Lurah setempat atau yang mewakili.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari semangat membangun komunikasi dan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah serta institusi TNI dan Polri.

Sejak rangkaian kegiatan dimulai, suasana kebersamaan begitu terasa. Para pengurus, kader, dan anggota LPM dari berbagai PAC se-Pontianak Barat hadir dalam satu ruang persaudaraan. Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi seluruh jajaran untuk kembali meneguhkan komitmen menjaga nama baik, marwah, serta kehormatan organisasi.

Herman: LPM Pontianak Barat Harus Tetap Solid
Dalam sambutannya, Ketua Panitia sekaligus Ketua DPC LPM Pontianak Barat, Herman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah hadir dan ikut menyukseskan kegiatan Milad Ketiga tersebut.

Herman menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi juga oleh kemampuan seluruh jajaran menjaga persatuan, komunikasi, dan kebersamaan.

Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota LPM Pontianak Barat agar tidak mudah terpancing oleh persoalan yang dapat menimbulkan perpecahan.

“Pontianak Barat harus tetap solid dan kompak. Jangan mudah terpancing dan jangan ada rasa iri maupun dengki.

Mari kita tunjukkan kekompakan dan kesolidan kita,” pesannya.
Menurut Herman, setiap perbedaan yang muncul di dalam organisasi sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.

Perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika organisasi, namun jangan sampai perbedaan tersebut menghilangkan rasa persaudaraan.

Herman juga mengingatkan bahwa LPM Pontianak Barat akan menghadapi salah satu agenda organisasi pada tahun 2027 mendatang, yakni pemilihan Ketua DPC LPM Pontianak Barat yang baru.

Menurutnya, proses tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dihadapi dengan kedewasaan, ketenangan, dan tetap menjunjung tinggi persaudaraan.

“Justru kita harus menunjukkan apakah kita masih tetap seperti sekarang, tetap solid dan kompak, atau akan ada perubahan. Apa pun dinamika organisasi ke depan, kebersamaan harus tetap kita jaga,” ujarnya.

Adi Black: LPM Harus Hadir Memberikan Manfaat
Pesan tentang pentingnya menjaga marwah organisasi juga disampaikan Panglima Besar LPM, Hadi Birmansa atau Adi Black.

Dalam sambutannya, Adi Black mengingatkan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat.

Ia berharap LPM tidak hanya dikenal sebagai organisasi yang memiliki struktur dan jumlah anggota, tetapi juga mampu menunjukkan kepedulian melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, serta berbagai bentuk kontribusi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“LPM harus membantu dan peduli kepada masyarakat. Jangan sampai keberadaan organisasi justru menjadi ancaman bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurut Adi Black, kehadiran LPM di tengah masyarakat harus dibangun dengan pendekatan persaudaraan, kepedulian, dan komunikasi yang baik.

Ia juga menyampaikan harapan agar jajazran TNI dan Polri terus memberikan pembinaan serta arahan kepada organisasi kemasyarakatan, khususnya LPM di Provinsi Kalimantan Barat.

Menurutnya, sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, TNI, dan Polri diperlukan untuk menciptakan suasana yang aman, tertib, serta kondusif.

“Harapan kita TNI dan Polri dapat terus membimbing dan memberikan pembinaan kepada LPM agar organisasi ini semakin baik dan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ishak S.H.: Jangan Mudah Terpancing, Utamakan Musyawarah
Sementara itu, Panglima Muda LPM Kota Pontianak, Ishak, S.H., turut memberikan pesan kepada seluruh jajaran pengurus maupun anggota LPM yang berada di Kota Pontianak.

Ia mengingatkan agar setiap persoalan yang muncul tidak langsung disikapi secara emosional.

Menurutnya, komunikasi dan musyawarah harus menjadi jalan utama dalam menyelesaikan setiap persoalan organisasi.

“Jangan mudah terpancing, jangan mudah tergesekkan,” pesannya.

Ishak kemudian mengingat kembali pesan almarhum Panglima Besar LPM Iskandar, S.H., yang menurutnya pernah berpesan agar dirinya ikut menjaga LPM Kota Pontianak.

Pesan tersebut, kata Ishak, menjadi pengingat bagi seluruh kader bahwa menjaga organisasi merupakan tanggung jawab bersama.

Ia menilai, perbedaan persoalan tidak seharusnya menjadi alasan bagi seseorang untuk dengan mudah meninggalkan organisasi.

“Jangan sedikit-sedikit merajuk keluar, sedikit-sedikit merajuk keluar Itu bukan tipe orang yang betul-betul cinta kepada Laskar Pemuda Melayu,” ujarnya.

Ishak mengajak seluruh kader untuk memiliki sikap dewasa dalam menghadapi dinamika organisasi. Apabila terdapat persoalan, menurutnya, jalan terbaik adalah duduk bersama, berbicara, mencari solusi, dan mengutamakan kepentingan organisasi.

“Kalau Mau Dirundingkan, Saya Terbuka”
Dalam kesempatan tersebut, Ishak juga menyampaikan keterbukaan kepada seluruh Ketua PAC yang ingin melakukan komunikasi maupun menyampaikan persoalan organisasi.

Ia mempersilakan para Ketua PAC untuk melakukan diskusi dan perundingan apabila terdapat persoalan yang membutuhkan penyelesaian bersama.

“Kalau memang mau diskusi dengan saya, mau dirundingkan dengan saya, silakan telepon saya atau WhatsApp saya
WhatsApp saya 24 jam selalu aktif,” ungkap Ishak.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa komunikasi internal merupakan bagian penting dalam menjaga keutuhan organisasi.
Milad Bukan Sekadar Seremonial
Milad Ketiga LPM PAC se-Pontianak Barat tahun 2026 pada akhirnya menjadi momentum untuk kembali menyatukan semangat seluruh jajaran.

Di tengah dinamika organisasi dan kehidupan sosial masyarakat yang terus berkembang, LPM dituntut untuk mampu menunjukkan kedewasaan dalam berorganisasi, menjaga komunikasi, serta mengedepankan kepentingan masyarakat.

Semangat yang muncul dalam peringatan tersebut bukan sekadar tentang bertambahnya usia organisasi, tetapi juga tentang bagaimana seluruh kader mampu menjaga nilai persaudaraan dan menjadikan organisasi sebagai wadah pengabdian.

Kekompakan tidak berarti harus selalu memiliki pandangan yang sama. Namun, perbedaan harus ditempatkan dalam ruang dialog dan musyawarah agar tidak berkembang menjadi persoalan yang merusak persatuan
Begitu pula dengan dinamika kepemimpinan.

Setiap proses organisasi hendaknya dijalankan secara tertib, terbuka, dan tetap menjunjung tinggi etika serta persaudaraan.

Dengan semangat “bersatu dalam kebersamaan, membangun bersama masyarakat”, LPM Pontianak Barat diharapkan semakin mampu mengambil peran positif di tengah masyarakat.

Milad Ketiga ini menjadi pengingat bahwa marwah organisasi bukan hanya terletak pada nama besar dan atribut, melainkan pada sikap, tindakan, kepedulian, serta kontribusi nyata setiap kader.

Seluruh jajaran LPM diharapkan dapat terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen lainnya.

Dengan demikian, LPM dapat terus tumbuh sebagai organisasi kemasyarakatan yang mengedepankan persaudaraan, kepedulian, ketertiban, komunikasi, dan pengabdian.

Milad Ketiga LPM PAC se-Pontianak Barat tahun 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali satu pesan: berbeda dalam pandangan boleh, tetapi persaudaraan dan kebersamaan harus tetap dijaga.

Bersatu dalam kebersamaan, bergerak bersama masyarakat, dan menjaga marwah Laskar Pemuda Melayu.

Salam Laskar
Melintang Patah Membujur Lalu..

M.supandi kaperwil kalbar..

0

Milad Ketiga LPM Se-Pontianak Barat, Teguhkan Soliditas dan Persaudaraan.

PONTIANAK 19 september 2026 Momentum Milad Ketiga Laskar Pemuda Melayu (LPM) Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Pontianak Barat tahun 2026 berlangsung meriah, khidmat, dan penuh suasana kebersamaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkokoh soliditas seluruh jajaran LPM di wilayah Pontianak Barat.

Mengusung semangat bersatu dalam kebersamaan dan membangun bersama masyarakat, kegiatan Milad Ketiga tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi.

Lebih dari itu, peringatan milad menjadi ruang untuk memperkuat komitmen, menyatukan langkah, serta mengingatkan seluruh kader bahwa keberadaan organisasi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pimpinan dan tokoh penting, di antaranya Panglima Besar Laskar Pemuda Melayu Hadi Birmansa yang akrab disapa Adi Black, Panglima Muda LPM Kota Pontianak Ishak, S.H., Danramil Pontianak Barat, Kapolsek Pontianak Barat atau yang mewakili, Camat Pontianak Barat atau yang mewakili, serta Lurah setempat atau yang mewakili.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari semangat membangun komunikasi dan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah serta institusi TNI dan Polri.

Sejak rangkaian kegiatan dimulai, suasana kebersamaan begitu terasa. Para pengurus, kader, dan anggota LPM dari berbagai PAC se-Pontianak Barat hadir dalam satu ruang persaudaraan. Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi seluruh jajaran untuk kembali meneguhkan komitmen menjaga nama baik, marwah, serta kehormatan organisasi.

Herman: LPM Pontianak Barat Harus Tetap Solid
Dalam sambutannya, Ketua Panitia sekaligus Ketua DPC LPM Pontianak Barat, Herman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah hadir dan ikut menyukseskan kegiatan Milad Ketiga tersebut.

Herman menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi juga oleh kemampuan seluruh jajaran menjaga persatuan, komunikasi, dan kebersamaan.

Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota LPM Pontianak Barat agar tidak mudah terpancing oleh persoalan yang dapat menimbulkan perpecahan.

“Pontianak Barat harus tetap solid dan kompak. Jangan mudah terpancing dan jangan ada rasa iri maupun dengki.

Mari kita tunjukkan kekompakan dan kesolidan kita,” pesannya.
Menurut Herman, setiap perbedaan yang muncul di dalam organisasi sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.

Perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika organisasi, namun jangan sampai perbedaan tersebut menghilangkan rasa persaudaraan.

Herman juga mengingatkan bahwa LPM Pontianak Barat akan menghadapi salah satu agenda organisasi pada tahun 2027 mendatang, yakni pemilihan Ketua DPC LPM Pontianak Barat yang baru.

Menurutnya, proses tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dihadapi dengan kedewasaan, ketenangan, dan tetap menjunjung tinggi persaudaraan.

“Justru kita harus menunjukkan apakah kita masih tetap seperti sekarang, tetap solid dan kompak, atau akan ada perubahan. Apa pun dinamika organisasi ke depan, kebersamaan harus tetap kita jaga,” ujarnya.

Adi Black: LPM Harus Hadir Memberikan Manfaat
Pesan tentang pentingnya menjaga marwah organisasi juga disampaikan Panglima Besar LPM, Hadi Birmansa atau Adi Black.

Dalam sambutannya, Adi Black mengingatkan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat.

Ia berharap LPM tidak hanya dikenal sebagai organisasi yang memiliki struktur dan jumlah anggota, tetapi juga mampu menunjukkan kepedulian melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, serta berbagai bentuk kontribusi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“LPM harus membantu dan peduli kepada masyarakat. Jangan sampai keberadaan organisasi justru menjadi ancaman bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurut Adi Black, kehadiran LPM di tengah masyarakat harus dibangun dengan pendekatan persaudaraan, kepedulian, dan komunikasi yang baik.

Ia juga menyampaikan harapan agar jajazran TNI dan Polri terus memberikan pembinaan serta arahan kepada organisasi kemasyarakatan, khususnya LPM di Provinsi Kalimantan Barat.

Menurutnya, sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, TNI, dan Polri diperlukan untuk menciptakan suasana yang aman, tertib, serta kondusif.

“Harapan kita TNI dan Polri dapat terus membimbing dan memberikan pembinaan kepada LPM agar organisasi ini semakin baik dan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ishak S.H.: Jangan Mudah Terpancing, Utamakan Musyawarah
Sementara itu, Panglima Muda LPM Kota Pontianak, Ishak, S.H., turut memberikan pesan kepada seluruh jajaran pengurus maupun anggota LPM yang berada di Kota Pontianak.

Ia mengingatkan agar setiap persoalan yang muncul tidak langsung disikapi secara emosional.

Menurutnya, komunikasi dan musyawarah harus menjadi jalan utama dalam menyelesaikan setiap persoalan organisasi.

“Jangan mudah terpancing, jangan mudah tergesekkan,” pesannya.

Ishak kemudian mengingat kembali pesan almarhum Panglima Besar LPM Iskandar, S.H., yang menurutnya pernah berpesan agar dirinya ikut menjaga LPM Kota Pontianak.

Pesan tersebut, kata Ishak, menjadi pengingat bagi seluruh kader bahwa menjaga organisasi merupakan tanggung jawab bersama.

Ia menilai, perbedaan persoalan tidak seharusnya menjadi alasan bagi seseorang untuk dengan mudah meninggalkan organisasi.

“Jangan sedikit-sedikit merajuk keluar, sedikit-sedikit merajuk keluar Itu bukan tipe orang yang betul-betul cinta kepada Laskar Pemuda Melayu,” ujarnya.

Ishak mengajak seluruh kader untuk memiliki sikap dewasa dalam menghadapi dinamika organisasi. Apabila terdapat persoalan, menurutnya, jalan terbaik adalah duduk bersama, berbicara, mencari solusi, dan mengutamakan kepentingan organisasi.

“Kalau Mau Dirundingkan, Saya Terbuka”
Dalam kesempatan tersebut, Ishak juga menyampaikan keterbukaan kepada seluruh Ketua PAC yang ingin melakukan komunikasi maupun menyampaikan persoalan organisasi.

Ia mempersilakan para Ketua PAC untuk melakukan diskusi dan perundingan apabila terdapat persoalan yang membutuhkan penyelesaian bersama.

“Kalau memang mau diskusi dengan saya, mau dirundingkan dengan saya, silakan telepon saya atau WhatsApp saya
WhatsApp saya 24 jam selalu aktif,” ungkap Ishak.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa komunikasi internal merupakan bagian penting dalam menjaga keutuhan organisasi.
Milad Bukan Sekadar Seremonial
Milad Ketiga LPM PAC se-Pontianak Barat tahun 2026 pada akhirnya menjadi momentum untuk kembali menyatukan semangat seluruh jajaran.

Di tengah dinamika organisasi dan kehidupan sosial masyarakat yang terus berkembang, LPM dituntut untuk mampu menunjukkan kedewasaan dalam berorganisasi, menjaga komunikasi, serta mengedepankan kepentingan masyarakat.

Semangat yang muncul dalam peringatan tersebut bukan sekadar tentang bertambahnya usia organisasi, tetapi juga tentang bagaimana seluruh kader mampu menjaga nilai persaudaraan dan menjadikan organisasi sebagai wadah pengabdian.

Kekompakan tidak berarti harus selalu memiliki pandangan yang sama. Namun, perbedaan harus ditempatkan dalam ruang dialog dan musyawarah agar tidak berkembang menjadi persoalan yang merusak persatuan
Begitu pula dengan dinamika kepemimpinan.

Setiap proses organisasi hendaknya dijalankan secara tertib, terbuka, dan tetap menjunjung tinggi etika serta persaudaraan.

Dengan semangat “bersatu dalam kebersamaan, membangun bersama masyarakat”, LPM Pontianak Barat diharapkan semakin mampu mengambil peran positif di tengah masyarakat.

Milad Ketiga ini menjadi pengingat bahwa marwah organisasi bukan hanya terletak pada nama besar dan atribut, melainkan pada sikap, tindakan, kepedulian, serta kontribusi nyata setiap kader.

Seluruh jajaran LPM diharapkan dapat terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen lainnya.

Dengan demikian, LPM dapat terus tumbuh sebagai organisasi kemasyarakatan yang mengedepankan persaudaraan, kepedulian, ketertiban, komunikasi, dan pengabdian.

Milad Ketiga LPM PAC se-Pontianak Barat tahun 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali satu pesan: berbeda dalam pandangan boleh, tetapi persaudaraan dan kebersamaan harus tetap dijaga.

Bersatu dalam kebersamaan, bergerak bersama masyarakat, dan menjaga marwah Laskar Pemuda Melayu.

Salam Laskar
Melintang Patah Membujur Lalu..

M.supandi kaperwil kalbar..

dpd knpi kolaborasi acara MPR RI sosialisasi empat pilar kebangsaan penguatan jiwa kenegaraan

0

 

 

kota sukabumi -dpd knpi sudar fauzi serta jajarannya hadir dalam acara kegiatan sosialisasi MPR RI ,yang di gelar di villa cantik dalam hal ini knpi yang punya niatan mulia dalam dunia pendidikan dalam acara ini banayak pesan yang di sampaikan oleh ketua dpd knpi kota sukabumi dalam
sesi pidato yang bdergaitian sambil tawa canda dalam sesi acara sosialisasi.

 

 

 

Materi: dr. Ribka Tjiptaning menyampaikan materi utama mengenai pentingnya Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi dasar bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Kolaborasi: Kegiatan ini sering kali diadakan bekerja sama dengan tokoh lain seperti Bambang Wuryanto (Bambang Pacul) serta yayasan terkait (seperti Yayasan Waluya Sejati Abadi atau Yayasan Kedaulatan Kesehatan Rakyat) kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Sukabumi.Tujuan: Meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ideologi bangsa, menumbuhkan kesadaran bernegara, serta merawat semangat persatuan di tengah keberagaman.

HUT Tni Yang Ke 81 Koramil 0807 Ngunut,Kerja Bakti Di Halaman Pasar Ngunut

0

Tulungagung WARTA IN,Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81, Koramil 0807/01 sampai 0807/06 Ngunut menggelar kegiatan kerja bakti dan bersih-bersih lingkungan di kawasan Pasar Ngunut, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan gotong royong dari berbagai unsur masyarakat serta instansi terkait.

Kegiatan kerja bakti ini dipimpin langsung oleh Danramil Ngunut, Kapten Arh Aminudin, yang mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya area pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI ke-81, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Sejak pagi hari, anggota Koramil bersama peserta lainnya telah berkumpul di lokasi Pasar Ngunut untuk melaksanakan apel singkat sebelum memulai kegiatan. Setelah apel selesai, seluruh peserta langsung menyebar ke berbagai titik di area pasar untuk membersihkan sampah, saluran air, serta lingkungan sekitar yang menjadi pusat aktivitas pedagang dan pengunjung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut beserta anggota Polsek Ngunut yang ikut berpartisipasi aktif dalam kerja bakti. Kehadiran personel Polsek Ngunut menunjukkan sinergitas yang kuat antara TNI dan Polri dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan. Kekompakan kedua institusi tersebut mendapatkan apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan kegiatan berlangsung.

Selain unsur TNI dan Polri, kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Ngunut, Bapak Yudi, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kerja bakti. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat.

Koordinator Pasar Ngunut, Bapak Habibi, bersama para anggota dan pengelola pasar juga ikut terlibat secara langsung dalam kegiatan bersih-bersih. Mereka tampak antusias bekerja sama dengan anggota TNI, Polri, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih, nyaman, dan sehat. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena Pasar Ngunut merupakan salah satu pusat perdagangan yang setiap hari ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah.

Kegiatan kerja bakti berlangsung dengan penuh semangat gotong royong. Para peserta membersihkan area jalan pasar, mengangkut sampah yang menumpuk, merapikan saluran drainase, serta membersihkan sejumlah titik yang menjadi perhatian utama. Hasilnya, lingkungan Pasar Ngunut tampak lebih bersih dan tertata sehingga memberikan kenyamanan bagi para pedagang maupun pengunjung.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mendapat perhatian dari kalangan media. Awak media dari Media Warta In dan Media Jurnal Polisi Pos turut hadir serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut. Kehadiran insan pers diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi positif kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta memperkuat semangat kebersamaan antarinstansi dan masyarakat.

Selain Media Warta In dan Jurnal Polisi Pos, tim dari Media Redaksi Co. juga melakukan peliputan secara langsung di lokasi kegiatan. Dokumentasi dan pemberitaan yang dilakukan diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan budaya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan kerja bakti dalam rangka HUT TNI ke-81 ini, Koramil Ngunut bersama seluruh unsur yang terlibat menunjukkan bahwa semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga Kabupaten Tulungagung, khususnya masyarakat Kecamatan Ngunut.

Pewarta : pauji kabiro tulungagung

Turun Langsung ke TKP, Polsek Tebing Tinggi Duga Kebakaran di Selatpanjang Akibat Colokan Listrik

0

Meranti – Sebuah rumah warga di Jalan Tanjung Harapan, RT 005/RW 001, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, terbakar pada Sabtu (19/9/2026).

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita, melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis mengatakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 16.50 WIB setelah anak pemilik rumah, Mashitah, melihat asap hitam tebal keluar dari rumah ibunya, Nurhayati.

“Sekitar pukul 16.50 WIB, anak korban melihat rumah orang tuanya mengeluarkan asap hitam tebal,” kata Lubis.

Mashitah kemudian mendatangi rumah tersebut dan melihat Nurhayati sedang berusaha memadamkan api yang muncul di bagian dapur.

Karena api semakin membesar dan mulai merambat menuju ruang tamu, Mashitah menarik ibunya keluar dari rumah.

Sekitar pukul 17.10 WIB, Ketua RT 005 Syafinah menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Kapolsek Tebing Tinggi untuk meminta bantuan memadamkan api.

“Pada pukul 17.20 WIB personel Unit Reskrim, Samapta Polsek Tebing Tinggi, Damkar Selatpanjang dan warga bersama-sama memadamkan api yang membakar rumah korban,” ujar Lubis.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.10 WIB. Dalam kejadian tersebut, sejumlah barang milik korban tidak dapat diselamatkan.

Barang yang terbakar antara lain mesin jahit, mesin cuci, kulkas, kasur, sofa, speaker, serta dua unit sepeda.

“Berdasarkan hasil pengecekan di TKP, api diduga pertama kali muncul dari colokan kabel listrik,” jelas Lubis.

Rilis :  Humas Polres Kepulauan Meranti

BBM Masuk Jerigen, Antrean Kendaraan Mengular: SPBU Jalan BRC Bengkayang Disorot

0

BENGKAYANG, KALBAR WARTA IN— Aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke sejumlah jerigen dan wadah penampung berukuran besar di SPBU PT Imanuel Jaya Nomor Registrasi 6479120, Jalan Basuki Rahmat/Jalan BRC, kawasan Simpang Tiga, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, menjadi sorotan.

Aktivitas yang dilaporkan terjadi pada Sabtu (19/9/2026) tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan publik. Sejumlah wadah tampak berada di area pengisian BBM, sementara antrean kendaraan juga terlihat di lokasi.

Persoalannya bukan semata-mata soal adanya jerigen atau wadah, tetapi apakah proses pengisian, volume pembelian, jenis BBM, peruntukan, pencatatan transaksi, serta aspek keselamatan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Atas kondisi tersebut, Ketua DPD Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kalimantan Barat, Budi Gautama, mendesak aparat penegak hukum (APH) dan instansi berwenang melakukan pemeriksaan langsung.

«“Jangan hanya melihat foto atau menerima laporan. Turun langsung ke SPBU, periksa faktanya. Kalau memang sesuai aturan, sampaikan kepada publik. Tetapi kalau ditemukan pelanggaran, tindak tegas sesuai ketentuan hukum,” tegas Budi Gautama.»

APH Diminta Jangan Tutup Mata

Menurut Budi, pengawasan terhadap penyaluran BBM merupakan persoalan kepentingan publik. Pemerintah dan aparat memiliki kewenangan untuk memastikan kegiatan penyaluran BBM berlangsung sesuai ketentuan, aman, tertib, dan tidak merugikan masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat harus antre panjang, sementara ada pembelian atau pengisian dalam jumlah besar yang tidak jelas peruntukannya. Ini yang harus diperiksa secara objektif,” katanya.

Budi menegaskan ASWIN tidak sedang memvonis pengelola SPBU telah melakukan pelanggaran.

“Kami tidak menuduh. Kami meminta pemeriksaan. Bedakan antara dugaan dengan fakta hukum. Kalau hasil pemeriksaan menyatakan tidak ada pelanggaran, tentu itu harus dihormati. Namun jika ditemukan pelanggaran, jangan ada pembiaran,” ujarnya.

7 PERTANYAAN ASWIN UNTUK PENGELOLA DAN INSTANSI PENGAWAS

ASWIN menilai setidaknya terdapat sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab secara terang:

1. BBM jenis apa yang diisi ke dalam jerigen dan wadah penampung tersebut?

2. Berapa volume BBM yang dibeli dalam satu transaksi atau rangkaian transaksi?

3. Siapa pembeli dan untuk kepentingan apa BBM tersebut digunakan?

4. Apakah pembelian tersebut memiliki dokumen atau dasar yang dipersyaratkan apabila memang diperbolehkan?

5. Apakah seluruh transaksi tercatat sesuai sistem administrasi dan ketentuan SPBU?

6. Apakah metode pengisian dan wadah yang digunakan memenuhi standar keselamatan serta ketentuan penyaluran BBM?

7. Apakah terdapat potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi atau penyimpangan tata niaga yang perlu ditindaklanjuti?

Ketujuh pertanyaan tersebut, menurut ASWIN, seharusnya dapat dijawab melalui pemeriksaan lapangan dan pencocokan data transaksi, bukan sekadar berdasarkan pernyataan sepihak.

Bukan Sekadar Foto, ASWIN Minta Pemeriksaan Data

Budi juga meminta instansi terkait tidak berhenti pada pemeriksaan visual.

“Periksa CCTV jika diperlukan, cocokkan transaksi, lihat volume penyaluran, periksa jenis BBM, identitas pembeli apabila diwajibkan, serta telusuri peruntukannya. Dengan begitu masyarakat mendapatkan jawaban berdasarkan fakta,” katanya.

Ia meminta pengawasan dilakukan secara profesional dan tidak tebang pilih.

«“Kalau ada SPBU yang terbukti melanggar, siapa pun pengelolanya, harus diproses sesuai aturan. Jangan ada kesan hukum tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas,” tegas Budi.»

ASWIN: Pengawasan Bukan Tuduhan

ASWIN menekankan bahwa pemberitaan ini merupakan bagian dari fungsi pers dalam melakukan kontrol sosial dan menyampaikan informasi yang menjadi perhatian masyarakat.

Namun demikian, ASWIN tetap menjunjung asas praduga tak bersalah serta memberikan ruang hak jawab kepada pihak pengelola SPBU dan instansi terkait.

Sampai berita ini diterbitkan, keterangan resmi dari pengelola SPBU PT Imanuel Jaya mengenai aktivitas pengisian BBM ke wadah tersebut belum diperoleh.

ASWIN membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pengelola maupun pihak terkait untuk menjelaskan jenis BBM, volume, dasar pembelian, peruntukan, prosedur pengisian, serta aspek keselamatan dalam kegiatan tersebut.

Kini publik menunggu langkah konkret APH, Pertamina, BPH Migas, dan instansi pemerintah terkait untuk memastikan apakah aktivitas tersebut sesuai ketentuan atau justru terdapat pelanggaran yang harus ditindaklanjuti.

Cetak SDM Unggul hingga Tingkat Kelurahan, STIES Al Junaediyah Sukabumi Gandeng DPD KNPI

0

Kota sukabumi -Buka Akses Perguruan Tinggi, STIES Al Junaediyah dan KNPI Kota Sukabumi Inisiasi Program “Satu Kelurahan Satu Sarjana”

Judul : STIES Al Junaediyah Gandeng KNPI Kota Sukabumi, Dorong Beasiswa
“Satu Kelurahan Satu Sarjana”

SUKABUMI – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) Al Junaediyah Sukabumi resmi menjalin sinergi strategis dengan DPD KNPI Kota Sukabumi untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan mengakselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda. Sinergi ini diwujudkan melalui peluncuran program Beasiswa Pemuda KNPI bertajuk “Satu Kelurahan Satu Sarjana.”

Program ini dirancang khusus untuk membuka peluang bagi para pemuda di setiap kelurahan se-Kota Sukabumi agar dapat mengecap pendidikan di bangku perguruan tinggi. Selain mempermudah akses studi, inisiatif ini ditargetkan mampu mencetak SDM berdaya saing yang siap berkontribusi langsung dalam pembangunan di wilayahnya masing-masing.

Ketua STIES Al Junaediyah Sukabumi, Dr. Saehudin, S.Th.I., M.Ud, menegaskan bahwa kemitraan dengan KNPI merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam mendekatkan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat luas, khususnya kaum muda.

“Kami ingin pendidikan tinggi makin mudah dijangkau oleh generasi muda. Melalui Program Beasiswa Pemuda KNPI ‘Satu Kelurahan Satu Sarjana’, kami berharap lebih banyak pemuda yang berkesempatan kuliah, mengasah kompetensi, dan kelak kembali untuk mengabdi kepada masyarakat,” tegas Saehudin dalam keterangan resminya kepada awak media, Minggu (19/9/2026).

Ia menambahkan, konsep menghadirkan satu sarjana di tiap kelurahan bukan sekadar memenuhi capaian akademis formal, melainkan sebuah gerakan fondasi dalam membangun kualitas SDM dari tingkat tapak.

“Satu sarjana dari setiap kelurahan mungkin terlihat sederhana, namun bila dijalankan secara konsisten, ini akan menjadi gerakan pendidikan yang berdampak luas. Mereka dapat menjadi penggerak kemajuan di wilayah kelurahannya masing-masing,” lanjutnya.

Sambut hangat kerja sama ini, Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi, Dr. Sudar Fauzi, M.Si, menilai kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan institusi akademis merupakan langkah strategis dalam menciptakan ruang pemberdayaan pemuda yang berkelanjutan. Menurutnya, program beasiswa ini menjadi bukti kepedulian nyata terhadap masa depan pendidikan pemuda di tingkat basis sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi, pemuda, dan pemangku kepentingan lokal.

Tak hanya berfokus pada pembiayaan studi, kemitraan STIES Al Junaediyah dan DPD KNPI Kota Sukabumi ini juga mencakup spektrum pemberdayaan yang lebih luas. Berbagai program prioritas telah disiapkan, meliputi pendidikan dan pelatihan, peningkatan kapasitas kepemimpinan, pengembangan kewirausahaan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

Saehudin menekankan bahwa sinergi lintas lembaga ini harus menghadirkan dampak riil yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya mengurung diri di ruang akademik. STIES Al Junaediyah berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat dan merangkul pemuda melalui aksi nyata yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui program “Satu Kelurahan Satu Sarjana,” STIES Al Junaediyah Sukabumi bersama DPD KNPI Kota Sukabumi optimistis dapat melahirkan generasi muda yang unggul secara intelektual, memiliki keterampilan berwirausaha, berkarakter kuat, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan daerah.

Diduga  Beda Pilihan Politik, Warga Nias Barat Tak Dapat Bantuan Pangan

0

Nias Barat,Warta.in — Bantuan pangan yang seharusnya menjadi hak warga miskin, di Nias Barat diduga tersandera politik. Seorang warga berinisial YD mengaku sejak Pilbup 2020 hingga kini tak pernah lagi tersentuh bantuan pemerintah.

Kepada wartawan, YD bercerita lugas. Pada Pilbup Nias Barat 2020, ia menjatuhkan pilihan kepada calon bupati yang kalah. Sejak itu, namanya seolah hilang dari daftar penerima bantuan.

“Saya dukung calon yang tidak jadi. Sejak itu saya tidak pernah dapat bantuan,” kata YD.

Kecurigaan itu bukan tanpa alasan. Ketika istrinya mencoba menanyakan alasan tak kunjung menerima bantuan kepada aparat desa, jawaban yang didapat hanya satu kalimat: data dari pusat.

Jawaban yang bagi warga justru janggal. Sebab, dalam regulasi, data penerima bantuan tidak pernah statis dari pusat. Data harus hidup di desa.

Aturan Main Dilanggar

Secara hukum, dalih “data dari pusat” bertentangan dengan regulasi.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin Pasal 38 secara tegas melarang setiap orang atau institusi yang dengan sengaja memalsukan data penerima bantuan. Ancamannya pidana.

Kemudian, Permensos Nomor 3 Tahun 2021 tentang DTKS Pasal 20 ayat 1 dan Pasal 11 menyebutkan, pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial wajib dilakukan setiap bulan melalui musyawarah desa/kelurahan dengan melibatkan RT, dusun, dan perangkat desa. Artinya, desa adalah filter pertama, bukan sekadar penerima data dari atas.

Yang paling krusial, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 29 huruf (b) dan (g) melarang kepala desa dan perangkat desa melakukan perbuatan diskriminatif terhadap warga dan melakukan tindakan yang merugikan kepentingan warga. Larangan itu mutlak.

Jika terbukti bantuan dihambat karena perbedaan pilihan politik, maka tindakan tersebut tidak lagi sekadar pelanggaran administrasi. Ia masuk ranah pidana penyalahgunaan wewenang sebagaimana diatur dalam *UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Pasal 3, dengan ancaman penjara 1 tahun sampai 20 tahun.

Warga kini menanti ketegasan Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu. Warga berharap bupati memberi instruksi keras kepada para kepala desa dan kepala dusun: hentikan politisasi bantuan. Bantuan harus berbasis kriteria fakir miskin, bukan berbasis siapa memilih siapa.

Catatan Redaksi: Dugaan adanya kaitan pilihan politik dengan bantuan pangan merupakan keterangan sepihak dari warga, bukan kesimpulan redaksi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi 2×24 jam kepada pemerintah desa dan Dinas Sosial Kabupaten Nias Barat sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers

Editor : Red.

Yayasan Griya Damar Panuluh dan Candy Psychology Jalin Kerja Sama Layanan Psikologi bagi Peserta Rehabilitasi

0

KEDIRI, 19 September 2026 — Yayasan Griya Damar Panuluh – Lembaga Rehabilitasi Narkotika, Dewan Pimpinan Daerah Jawa Timur, menjalin kerja sama dengan Candy Psychology dalam rangka penguatan layanan psikologi bagi peserta rehabilitasi penyalahgunaan narkotika.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Candy Psychology, Jalan Hayam Wuruk No. 37, pada Sabtu, 19 September 2026.

Dalam kerja sama ini, Candy Psychology bertindak sebagai pihak pertama dan diwakili oleh Dhea Ravea Eka Putri, M.Psi., Psikolog, selaku Founder Candy Psychology. Sementara Yayasan Griya Damar Panuluh – Lembaga Rehabilitasi Narkotika DPD Jawa Timur bertindak sebagai pihak kedua dan diwakili oleh Muhammad Taufiq, S.H., CLA., selaku Ketua DPD Jawa Timur.

Kerja sama tersebut berfokus pada layanan psikologi bagi peserta rehabilitasi, sebagai bagian dari upaya mendukung proses pemulihan secara lebih menyeluruh. Aspek psikologis dinilai menjadi salah satu komponen penting dalam proses rehabilitasi karena dapat membantu peserta memahami kondisi psikologis, mengembangkan kemampuan adaptasi, meningkatkan motivasi untuk pulih, serta mendukung keberlangsungan proses rehabilitasi.

Melalui sinergi antara lembaga rehabilitasi dan tenaga profesional di bidang psikologi, layanan yang diberikan diharapkan dapat semakin terarah dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta rehabilitasi.

Yayasan Griya Damar Panuluh sendiri memiliki kegiatan yang berkaitan dengan bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, termasuk penyelenggaraan layanan pemulihan dan rehabilitasi bagi pecandu maupun pengguna narkotika dan obat-obatan lainnya.

Kerja sama dengan Candy Psychology menjadi bagian dari langkah penguatan layanan rehabilitasi dengan pendekatan yang tidak hanya memperhatikan aspek pemulihan fisik dan sosial, tetapi juga kondisi psikologis peserta selama menjalani proses rehabilitasi.

Dengan adanya kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen untuk membangun kolaborasi profesional dalam memberikan layanan psikologi sesuai kompetensi, standar profesi, dan kebutuhan peserta rehabilitasi.

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas layanan rehabilitasi, khususnya dalam aspek psikologis, sehingga peserta mendapatkan pendampingan yang lebih komprehensif selama menjalani proses pemulihan.”

Tentang Yayasan Griya Damar Panuluh
Yayasan Griya Damar Panuluh merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang sosial, kemanusiaan, serta penyelenggaraan layanan rehabilitasi bagi pecandu dan pengguna narkotika.

Antusias Masyarakat Padati Lapangan Karang Asam Festival Karang Asam 2026

0

Warta In

LAWANG KIDUL,Muara enim.18/19/2026.DIFFUSION.Festival karang asam yang resmi dibuka pada tanggal 17-18-19 dan berakhir 20 September 2026.

Gelaran budaya dan ekonomi terbesar di Kabupaten Muara Enim, Karang Asam Festival (KAF) 2026 Diffusion Festival resmi dibuka.

Pembukaan Festival Karang Asam 2026 yang mengusung tema DiFFUSiON. Festival ini merupakan festival berbasis masyarakat yang telah masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.

Rangkaian acara meliputi,” Pameran UMKM Masyarakat Kecamatan Lawang Kidul, Bekela Kampung, Festival Jaranan & Kuda Lumping, dan DiFFUSiON Music Stage dengan bintang tamu Batas Senja, Opick, dan penampilan spesial yang dinantikan kedatangan *Upex dari Jakarta*.

Acara pembukaan dihadiri dan dibuka langsung oleh *Plt Bupati Muara Enim, Hj. Sumarni*. Turut hadir mendampingi *Ketua Bapak PKK Kabupaten Muara Enim, Ahmad Yani*, Ketua Pariwisata Sumatera Selatan, Camat Lawang Kidul, Kapolsek Lawang Kidul, Danramil Lawang Kidul, Kapolres Muara Enim, Dandim 0404 Muara Enim, Lurah Tanjung Enim Selatan, perwakilan PT Bukit Asam Tbk, seluruh OPD terkait, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan ratusan pelaku UMKM.

Pembukaan dilaksanakan pada *Kamis, 17 September 2026*. Sedangkan festival utama akan berlangsung selama 4 hari penuh, mulai *17 hingga 20 September 2026*.

Bertempat di *Lapangan Karang Asam, Kelurahan Tanjung Enim Selatan, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.*

Plt Bupati Sumarni dalam sambutannya menegaskan, KAF bukan hanya sekadar hiburan, melainkan strategi untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan dan melestarikan kearifan lokal. Masuknya KAF dalam KEN menjadi bukti bahwa budaya lokal Lawang Kidul memiliki daya saing nasional.

“Festival ini adalah milik masyarakat. Kita ingin UMKM kita naik kelas. Ketika festival ramai, UMKM laku, ekonomi bergerak, dan budaya kita tetap lestari. Ini kolaborasi hebat antara pemerintah, TNI-Polri, BUMN dan masyarakat,” tegas Sumarni.

Acara pembukaan diawali dengan doa bersama, tarian selamat datang dari sanggar lokal, dan pemukulan gong oleh Plt Bupati sebagai tanda resmi dibukanya festival.

Setelah itu, Plt Bupati bersama Forkopimda berkeliling meninjau langsung puluhan stand UMKM yang menjajakan produk unggulan mulai dari kuliner, wastra, hingga kriya.

Antusiasme warga terlihat sangat ramai memenuhi Lapangan Karang Asam dipadati pengunjung sejak sore hari. Keamanan dijaga ketat oleh gabungan Polsek, Koramil, Polres dan Kodim untuk memastikan acara kondusif.

Panitia mengajak seluruh masyarakat Muara Enim dan Sumatera Selatan untuk hadir dan meramaikan puncak KAF 2026 pada 17-20 September 2026.

(Zulkifli)