28 C
Jakarta
Sabtu, Mei 9, 2026
Beranda blog

AMS KABUPATEN SUBANG DESAK BUPATI COPOT KETUA DEWAN PENDIDIKAN

0

*AMS KABUPATEN SUBANG DESAK BUPATI COPOT KETUA DEWAN PENDIDIKAN*

Warta In Subang, jumat-8, mei. 2026 — Angkatan Muda Subang (AMS) secara tegas mendesak Bupati Kabupaten Subang untuk segera mengevaluasi dan mencopot Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Subang. Desakan ini muncul setelah berbagai pertanyaan publik terkait penggunaan anggaran hibah daerah hingga saat ini dinilai tidak mendapatkan penjelasan yang transparan dan terbuka.

AMS menyoroti dana hibah dari Pemerintah Daerah yang disebut mencapai Rp500 juta. Hingga hari ini, AMS menilai belum ada penjelasan rinci mengenai peruntukan anggaran tersebut, baik dalam bentuk program, kegiatan, maupun realisasi yang dapat diketahui masyarakat secara jelas.

Tidak hanya itu, AMS juga mempertanyakan dugaan adanya anggaran lain senilai Rp280 juta yang dinilai berpotensi menimbulkan tumpang tindih anggaran. Jika benar terdapat dua penganggaran dengan objek atau kegiatan serupa, maka hal tersebut harus dijelaskan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan dugaan penyalahgunaan kewenangan dan pengelolaan anggaran yang tidak akuntabel.

“Kami melihat ada persoalan serius terkait transparansi dan akuntabilitas. Anggaran ratusan juta rupiah bukan angka kecil. Publik berhak tahu uang rakyat dipergunakan untuk apa, siapa penerimanya, programnya apa, dan hasil nyatanya di mana,” tegas Ketua AMS, Iqbal Maulana.

AMS juga menilai bahwa penggunaan anggaran tersebut belum menunjukkan dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Hingga saat ini, AMS mempertanyakan hasil kegiatan maupun pembangunan fisik yang dianggap belum terlihat secara jelas di lapangan.

Menurut AMS, jabatan publik tidak boleh dijadikan ruang yang tertutup terhadap kritik dan pertanyaan masyarakat. Setiap lembaga yang menggunakan uang negara wajib membuka diri terhadap pengawasan publik demi menjaga integritas institusi pendidikan di Kabupaten Subang.

AMS meminta Bupati Kabupaten Subang untuk segera mengambil langkah konkret melalui audit menyeluruh, evaluasi jabatan, dan pemeriksaan terhadap seluruh penggunaan anggaran yang dipersoalkan.

“Jangan sampai dunia pendidikan tercoreng oleh dugaan ketidaktransparanan anggaran. Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai masyarakat mendapatkan penjelasan yang terang dan objektif,” lanjutnya.

AMS menegaskan bahwa gerakan ini bukan bentuk kebencian personal, melainkan bagian dari kontrol sosial demi terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada rakyat.

BRICS Industrial Innovation Contest 2026, Kompetisi Luar Negeri – Indonesia Dibuka!

0
Pemerintah dan Pengusaha Tiongkok-Indonesia Buka Babak Baru Inovasi Revolusi Industri Baru

WARTA.IN – Pada tanggal 7 Mei 2026 jam 09.00 pagi waktu Indonesia, Kompetisi Luar Negeri – Indonesia BRICS Industrial Innovation Contest 2026 secara resmi dibuka dengan meriah di Hotel Borobudur, Jakarta.

Setelah suksesnya kompetisi yang diadakan pada tahun 2025, ajang bergengsi inovasi industri BRICS kembali hadir di Indonesia. Hal ini menandakan kerja sama inovasi antara Tiongkok dan Indonesia di bawah kerangka Kemitraan BRICS untuk Revolusi Industri Baru memasuki tahap implementasi praktis.

Negara-negara BRICS adalah mekanisme kerja sama internasional yang terdiri dari negara-negara berkembang di dunia. Didirikan pada tahun 2009, negara anggota pendiri adalah lima negara, yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Pada tahun 2023, Indonesia meluncurkan ekspansi bersejarah yang menjadi negara Asia Tenggara pertama yang bergabung menjadi negara anggota terbesar di dunia.

Kompetisi ini merupakan praktisi ikonik dari partisipasi mendalam Indonesia dalam kerja sama BRICS yang mendorong keterhubungan antara inovasi lokal dengan sumber daya global, sekaligus membangun platform penghubung tingkat tinggi bagi para inovator kedua negara.

Kompetisi tahun ini bertema “Inovasi dan Pengembangan BRICS: Mempercepat Revolusi Industri Baru”, berfokus pada empat bidang utama pengembangan di Indonesia, yaitu artificial intelligence, industri hijau, low altitude technology, dan elektronika energi. Kompetisi ini menarik hampir 100 proyek dari Indonesia. Setelah penyaringan awal, 52 tim unggulan maju ke tahapan presentasi langsung. Proyek-proyek pemenang akan langsung lolos ke final global di Xiamen.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pusat Kerja Sama Ekonomi dan Teknologi Internasional Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok, dan dilaksanakan oleh China-DATANG Corporation Overseas Investment Co., Ltd. Kompetisi ini juga mendapat dukungan penuh dari kementerian-kementerian Indonesia seperti Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri (BKPM), Kementerian Perindustrian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI), Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia, dan General Technology BRICS (Xiamen) Investment Development Co., Ltd.

Pada upacara pembukaan, acara resmi dibuka dengan diputarnya video pembuka kompetisi.

Zhu Gang, Wakil Direktur Pusat Kerja Sama Ekonomi dan Teknologi Internasional MIIT Tiongkok, dan Li Xiaofei, Wakil Manajer Umum China DATANG Corporation, secara berturut-turut memberikan pidato melalui video, menyampaikan ucapan selamat atas penyelenggaraan kompetisi ini. Mereka berharap kompetisi ini dapat menggali lebih banyak proyek inovasi unggul, mendorong kerja sama inovasi antara Tiongkok dan Indonesia, dan memberikan dorongan baru bagi revolusi industri baru negara-negara BRICS.

Jia Bingjun, Direktur Departemen Bisnis Internasional China Datang Corporation Limited, menyampaikan dalam pidato sambutan di lokasi bahwa Indonesia merupakan negara fokus pengembangan luar negeri bagi China Datang Corporation. Di masa depan, pihaknya akan terus meningkatkan skala investasi di Indonesia, menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal, serta mencetak lebih banyak tenaga profesional di bidang energi.

Melalui kompetisi ini, CHINA DATANG berharap dapat menggunakan ajang ini sebagai jembatan, menghubungkan sumber daya inovasi Tiongkok dan Indonesia, membantu proyek inovasi Indonesia untuk mengakses modal, teknologi, dan pasar internasional, bersama-sama mendorong pengembangan inovasi industri kedua negara, dan mendukung pembangunan Kemitraan BRICS untuk Revolusi Industri Baru.

Chandra Jap, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Tionghoa Indonesia, menyatakan bahwa dengan bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS, hubungan Indonesia dan Tiongkok semakin erat, dan volume kerja sama inovasi industri terus berkembang.

Kompetisi ini memberikan platform yang luar biasa bagi inovator Indonesia untuk mengakses sumber daya global. Ia berharap para peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka, dan meraih prestasi yang lebih baik lagi di Final Global di Xiamen, melanjutkan prestasi luar biasa peserta Indonesia tahun lalu.

Dr. Ajeng Arum Sari, Direktur Proyek Kerja Sama Penelitian Internasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dalam sambutannya menyatakan bahwa sebagai lembaga koordinasi penelitian nasional Indonesia, BRIN selalu berkomitmen untuk mendorong transformasi hasil penelitian lokal dan kerja sama internasional.

Empat track kompetisi ini sangat sejalan dengan prioritas penelitian BRIN saat ini. Ia berharap melalui kompetisi ini, dapat menggali lebih banyak proyek penelitian lokal yang unggul, mendorong kerja sama penelitian antara Tiongkok dan Indonesia, dan mempercepat pengembangan inovasi Indonesia.

Cahyo Purnomo, Direktur Promosi Wilayah Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri (BKPM), menyatakan bahwa Indonesia sedang dalam tahap kunci untuk mempercepat revolusi industri baru, sangat membutuhkan teknologi dan konsep inovasi yang maju. Empat track kompetisi ini adalah bidang inti yang menjadi prioritas pengembangan Indonesia saat ini.

Ia berharap melalui kompetisi ini, dapat menggali lebih banyak proyek inovasi lokal yang unggul, sekaligus menarik lebih banyak teknologi dan investasi dari Tiongkok, bersama-sama mendorong peningkatan industri Indonesia, dan mendukung realisasi visi nasional “Indonesia Emas 2045”.

Adie Rochmanto Pandiangan, Staf Ahli Urusan Penguatan Industri Lokal Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, menyatakan bahwa Kementerian Perindustrian sedang berupaya penuh untuk mendorong transformasi digital dan hijau industri lokal Indonesia.

Penyelenggaraan kompetisi ini akan memberikan vitalitas baru bagi inovasi industri Indonesia, membantu perusahaan lokal untuk mengakses teknologi maju internasional, mempercepat peningkatan industri Indonesia, dan memberikan dukungan kuat bagi revolusi industri baru Indonesia.

Setelah sesi sambutan, tujuh pimpinan dan tamu undangan dari Tiongkok dan Indonesia bersama-sama naik ke panggung untuk mengikuti upacara peluncuran, menandakan bahwa kompetisi ini resmi memasuki tahap perlombaan.

Tamu yang hadir di upacara peluncuran meliputi: Pimpinan China Datang Corporation Jia Bingjun, Gao Xingzhao, Xin Kefeng; Staf Ahli Kementerian Perindustrian Adie Rochmanto Pandiangan; Direktur BKPM Cahyo Purnomo; Direktur BRIN Dr. Ajeng Arum Sari; serta Sekretaris Jenderal Perhimpunan Tionghoa Indonesia Chandra Jap.

Selanjutnya, dua Ketua Dewan Juri kompetisi ini — Ketua Dewan Juri Indonesia Steven Sugiantoro dan Ketua Dewan Juri Internasional Jin Hongfei — bersama-sama naik ke panggung untuk menyampaikan aturan penilaian dan ikrar keadilan, berjanji bahwa penilaian kompetisi ini akan mematuhi prinsip adil, jujur, dan transparan, serta memberikan penilaian profesional dan objektif bagi semua peserta.

Diketahui, kompetisi ini mengundang 10 ahli terkemuka dari Indonesia dan global sebagai juri, mencakup berbagai bidang seperti investasi lintas negara, kecerdasan buatan, transisi energi, ekonomi rendah udara, dan inkubasi inovasi.

Mereka akan melakukan penilaian profesional terhadap proyek peserta dari tujuh dimensi, termasuk inovasi teknologi, kemampuan implementasi industri, dan hijau rendah karbon, dan akhirnya memilih dua proyek unggul dari setiap track untuk direkomendasikan ke Final Global di Xiamen.

Kompetisi Inovasi Industri BRICS adalah kegiatan penting untuk menerapkan kemitraan, memainkan peran aktif dalam mempromosikan kerja sama praktis negara-negara BRICS.

Pembukaan sukses kompetisi ini menandakan bahwa Indonesia, sebagai anggota pertama BRICS dari Asia Tenggara, sedang berpartisipasi mendalam dalam tata kelola industri global dengan inovasi sebagai titik tumpu.

Tim yang lolos akan membawa visi nasional “Indonesia Emas 2045”, mewakili Indonesia untuk berkompetisi di Final Global di Xiamen.

Jalur estafet inovasi yang menjangkau negara-negara BRICS ini tidak hanya membangun jalur cepat untuk industrialisasi teknologi baru, tetapi juga akan mempercepat transformasi Indonesia dari “konsumen teknologi” menjadi “pencipta solusi global”, dan memberikan vitalitas baru bagi Kemitraan BRICS untuk Revolusi Industri Baru.

Kalapas Palembang Pimpin Apel Ikrar Zero Halinar dan Modus Penipuan

0

Warta.In | Palembang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Palembang melaksanakan Apel Pelaksanaan Ikrar Zero Halinar dan modus penipuan yang digelar di Aula Lapas Kelas I Palembang.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB diikuti oleh pejabat struktural, pegawai, CPNS, hingga peserta magang sebagai bentuk penguatan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Apel ini juga dihadiri unsur aparat penegak hukum dan stakeholder terkait, di antaranya Brimob Polda Sumsel, Koramil 418-08/Sako, Polsek Sako, BNNP Sumsel, sejumlah ormas, serta media online, pada Jumat (08/05/2026).

Bertindak selaku Pembina Apel, Kepala Lapas Kelas I Palembang, M. Pithra Jaya Saragih, menegaskan bahwa pelaksanaan ikrar Zero Halinar dan pemberantasan modus penipuan merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan guna menciptakan lapas yang aman dan bersih dari pelanggaran.

“Tidak boleh ada handphone ilegal di dalam blok hunian, tidak boleh ada peredaran maupun penyalahgunaan narkoba, serta tidak boleh ada praktik penipuan dari dalam lapas. Seluruh jajaran harus meningkatkan pengawasan, deteksi dini, dan razia rutin secara berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan apel berlangsung dengan rangkaian kegiatan mulai dari persiapan apel, pengucapan ikrar Zero Halinar, penandatanganan komitmen bersama, hingga pembacaan doa.

Penandatanganan ikrar dan komitmen bersama diawali oleh Kepala Lapas dan dilanjutkan oleh pejabat administrator yang disaksikan langsung oleh stakeholder serta aparat penegak hukum terkait sebagai bentuk dukungan bersama terhadap pemberantasan handphone ilegal, narkoba, dan berbagai modus penipuan di dalam lapas.

Dalam amanatnya, Kalapas juga menyampaikan imbauan kepada seluruh petugas agar tidak membawa handphone ke area steril maupun blok hunian serta mengimbau warga binaan untuk memanfaatkan fasilitas Wartelsuspas sebagai sarana komunikasi resmi.

Melalui kegiatan ini, seluruh jajaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan meningkatkan integritas demi menjaga lapas tetap aman, tertib, bersih, serta bebas dari handphone ilegal, peredaran narkoba, dan berbagai modus penipuan.

Kapolsek Selaparang Hadiri dan Amankan Grand Opening Sebuah Hotel di Mataram

0

Kapolsek Selaparang Hadiri dan Amankan Grand Opening Sebuah Hotel di Mataram

Warta.in

Mataram, NTB – Kapolsek Selaparang Zulharman Lutfi menghadiri sekaligus memimpin pengamanan kegiatan Grand Opening Prime Plaza Hotel Mataram, Jumat (08/05/2026).

Peresmian hotel yang berlokasi di Jalan Terusan Bung Hatta, Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang tersebut menandai dimulainya operasional hotel baru yang diharapkan dapat mendukung perkembangan sektor pariwisata di Kota Mataram.

Acara grand opening turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wali Kota Mataram, Ketua DPRD Kota Mataram, Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, para kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, Polsek Selaparang menerjunkan sejumlah personel pengamanan yang dipimpin langsung Kapolsek Selaparang.

“Kehadiran kami di sini selain memenuhi undangan dari pihak hotel, juga untuk melakukan pengamanan agar kegiatan grand opening ini berlangsung aman dan lancar,” ujar Kapolsek kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa sebagai penanggung jawab keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Selaparang, pihaknya akan terus hadir dalam setiap kegiatan masyarakat sebagai bentuk pelayanan kepolisian.

Menurutnya, dukungan pengamanan terhadap kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya dalam mendukung pertumbuhan sekselesai.(sr/hpm)tor ekonomi dan pariwisata di Kota Mataram.

Dengan pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian, kegiatan grand opening berlangsung tertib, aman, dan lancar hingga selesai.(sr/hpm)

 

Polda NTB Kawal Keberangkatan Jamaah Haji Kloter 13 Asal Lombok Utara

0

Polda NTB Kawal Keberangkatan Jamaah Haji Kloter 13 Asal Lombok Utara

Warta.in

Mataram, NTB — Sejumlah personel dari Polda NTB dan Polresta Mataram melaksanakan pengamanan serta pengawalan keberangkatan rombongan calon jamaah haji kloter 13 asal Kabupaten Lombok Utara di Asrama Haji NTB, Kamis (07/05/2026).

Pengamanan dilakukan secara menyeluruh mulai dari proses persiapan di asrama haji hingga rombongan diberangkatkan menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) untuk melanjutkan perjalanan ke Madinah.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid SIK., menjelaskan bahwa pengawalan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjamin keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian pemberangkatan jamaah haji.

“Pengamanan ini merupakan bentuk tanggung jawab Polri untuk memastikan proses pemberangkatan berjalan lancar serta memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi jamaah maupun keluarga yang mengantar,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi, pengawalan kendaraan rombongan menuju bandara, hingga pengamanan area asrama untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.

Kehadiran aparat kepolisian tersebut turut memberikan rasa tenang bagi para calon jamaah haji yang akan memulai perjalanan ibadah ke Tanah Suci, sekaligus memastikan seluruh tahapan keberangkatan berlangsung tertib dan aman.

Melalui pengamanan ini, Polda NTB menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji di wilayah Nusa Tenggara Barat.(sr/dkisntb)

TP PKK NTB Targetkan Hasil Nyata Program Desa Berdaya di Desa Sakra dalam 6 Bulan

0

 

Warta.in

Lombok Timur, NTB – Tim Penggerak PKK Provinsi NTB mulai mengambil peran lebih konkret dalam agenda pengentasan kemiskinan dari tingkat desa. Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, dipilih sebagai pilot project “Desa Berdaya” yang tidak hanya berfokus pada pembangunan ekonomi, tetapi juga menyasar akar persoalan sosial seperti stunting dan pernikahan anak.

Langkah itu mengemuka dalam Diskusi Awal Penentuan Desa Dampingan TP PKK Provinsi NTB bersama Pemerintah Desa Sakra, TP PKK Kabupaten Lombok Timur, kecamatan, kader posyandu, hingga tim fasilitator Desa Berdaya.

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta Agathia menegaskan, program ini lahir dari keinginan PKK untuk tidak lagi hanya hadir sebagai organisasi pendamping seremonial, tetapi menjadi bagian dari solusi nyata persoalan masyarakat.

“Kami ingin PKK terlibat langsung dalam program utama pengentasan kemiskinan melalui Desa Berdaya. Pertanyaannya sekarang, seberapa besar kekuatan PKK NTB ini dan apa yang harus kami lakukan agar benar-benar berdampak,” ujar Sinta.

Ia mengatakan, TP PKK NTB sengaja memilih dua desa dampingan di Lombok Timur dan Lombok Barat karena dinilai merepresentasikan berbagai persoalan sekaligus potensi yang dimiliki NTB. Khusus Lombok Timur, tingginya jumlah penduduk membuat berbagai tantangan sosial muncul secara kompleks.

“Kenapa Lombok Timur? Karena semua ada di sini, termasuk persoalannya. Angkanya tinggi karena jumlah penduduknya besar. Maka kami ingin hadir membantu pemerintah daerah,” katanya.

Dari hasil pemetaan data, TP PKK NTB memutuskan fokus pada dua isu utama, yakni penurunan angka stunting dan pencegahan pernikahan anak. Menurut Sinta, dua persoalan tersebut sangat menentukan kualitas generasi dan berhubungan langsung dengan kemiskinan.

Ia mengungkapkan, angka stunting di Desa Sakra saat ini telah turun menjadi 17 persen dari sebelumnya 25 persen. Namun ia mengingatkan, perhatian tidak boleh hanya tertuju pada anak yang sudah mengalami stunting, melainkan juga calon stunting yang rentan muncul sewaktu-waktu.

“Kadang kita terlalu fokus pada stunting, tapi lupa menjaga calon stunting. Kalau tidak diantisipasi, persoalan ini bisa kembali besar,” tegasnya.

Sinta juga menyoroti lemahnya monitoring sebagai salah satu tantangan utama berbagai program pemberdayaan selama ini. Karena itu, ia meminta seluruh elemen yang terlibat menjaga semangat dan kesamaan visi agar program tidak berhenti di tengah jalan.

“Kita punya kelemahan di monitoring. Semangat harus dijaga, satu pemahaman harus dijaga. Semua harus bergerak dengan arah yang sama,” katanya.

Berbeda dari pendekatan top down, TP PKK NTB justru meminta arahan langsung dari masyarakat dan pendamping desa terkait kebutuhan paling mendesak agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan program lembaga lain.

“Bukan kami yang memberi arahan, tapi kami yang ingin diarahkan. Bantuan seperti apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat supaya program ini efektif,” ujarnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Timur, Hj. Hartini mengatakan Desa Sakra dipilih sebagai pilot project karena memenuhi tiga komponen utama Desa Berdaya, yakni sektor pariwisata, UMKM, dan ketahanan pangan.

Menurutnya, kekuatan ekonomi Desa Sakra sesungguhnya sudah terbentuk dari aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk produksi tembrodok yang dilakukan hampir di setiap rumah tangga.

“Desa Berdaya adalah desa yang ekonominya digerakkan masyarakat sendiri. Di Sakra, hampir setiap rumah memproduksi tembrodok dan itu sebenarnya sudah menjadi kekuatan ekonomi desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran pemerintah provinsi nantinya akan diperkuat melalui pembinaan produk agar usaha masyarakat tidak berjalan seragam dan mampu berkembang lebih kompetitif.

“Provinsi akan membantu pembinaan agar produk masyarakat lebih beragam dan punya nilai tambah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sakra, M. Zainuddin mengungkapkan tingginya jumlah kepala keluarga perempuan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah desa. Dari sekitar 4.965 kepala keluarga di Desa Sakra, lebih dari 500 di antaranya merupakan perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

Menurutnya, kondisi itu membuat program pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi sangat penting untuk diperkuat.

“Kami berharap program ini bisa membantu keluarga-keluarga perempuan di Sakra, termasuk lewat penyediaan bahan baku dan kegiatan ekonomi skala keluarga,” ujarnya.

TP PKK NTB menargetkan dampak awal program pendampingan Desa Berdaya mulai terlihat dalam enam bulan ke depan, melalui penguatan kesehatan keluarga, pemberdayaan perempuan, literasi, hingga pengembangan ekonomi rumah tangga berbasis potensi desa. (sr/dkisntb)

 

Diduga Alami Gangguan Kejiwaan, Seorang IRT Di Tebing Tinggi Barat Ditemukan Meningal Dalam Tangki Air.

0

Meranti – Warga Desa Maini Darul Aman, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, digegerkan dengan penemuan jasad seorang wanita paruh baya di dalam tangki air bawah tanah rumahnya, Kamis (7/5/2026) sore.

Selain itu, Korban diketahui bernama Warsiah (57), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Sentosa, Dusun Sali, Desa Maini Darul Aman.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kapolsek Tebing Tinggi Barat Ipda D.Turnip, SE menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah suami korban, Sairan, pulang dari pasar sekitar pukul 14.30 WIB dan tidak menemukan istrinya di dalam rumah.

Saat melakukan pencarian di sekitar rumah, saksi melihat penutup tangki air bawah tanah dalam kondisi terbuka sehingga menimbulkan kecurigaan.

“Karena curiga, saksi kemudian menyalakan mesin air untuk mengurangi volume air di dalam tangki yang saat itu penuh,” ujar Kapolsek.

Setelah proses pengurasan berlangsung sekitar dua jam dan air mulai surut, saksi bersama Kepala Desa Maini Darul Aman, M. Syafuan, serta sejumlah warga melakukan pemeriksaan ke dalam tangki tersebut.

Korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan terapung di ujung tangki bawah tanah. Warga bersama Bhabinkamtibmas brigadir Wahyu Sudrajat, SIP langsung mengevakuasi jasad korban.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mendapati tangki air tersebut memiliki luas sekitar empat meter dengan kedalaman kurang lebih dua meter. Saat ditemukan, korban mengenakan baju hijau dan celana panjang abu-abu.

Berdasarkan keterangan keluarga, Warsiah diketahui mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2011 dan rutin mengonsumsi obat Haloperidol yang digunakan untuk menangani gejala skizofrenia dan halusinasi.

“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi,” jelas Kapolsek.

Polisi menyimpulkan korban meninggal dunia akibat tenggelam di dalam tangki air bawah tanah rumahnya.

Jenazah rencananya dimakamkan pada Jumat (8/5/2026) pagi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Maini Darul Aman, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan kejadian darurat maupun aktivitas mencurigakan melalui layanan Call Center 110.

Rilis Humas Polres Merant

Peta Jalan Pemajuan Kebudayaan NTB, Menjadikan Budaya Sebagai Kompas Pembangunan

0

Peta Jalan Pemajuan Kebudayaan NTB, Menjadikan Budaya Sebagai Kompas Pembangunan

Warta.in
Mataram, NTB- Dinas Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat kini memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya berdiri sebagai dinas tersendiri, terpisah dari Dinas Pendidikan, lembaga ini memikul harapan besar untuk menghadirkan kebudayaan bukan sekadar sebagai pelengkap seremoni, melainkan sebagai ruh pembangunan daerah.

Di tengah perubahan itu, nama Muhamad Ihwan muncul sebagai wajah baru di lingkungan pejabat Pemerintah Provinsi NTB. Latar belakangnya yang lama bergelut di dunia kearsipan, kebencanaan, dan pelayanan publik membentuk cara pandangnya terhadap kebudayaan: bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga fondasi masa depan.

Baginya, kebudayaan tidak cukup dipertontonkan di atas panggung festival atau dirayakan pada momentum tertentu. Kebudayaan harus hidup dalam perilaku sehari-hari masyarakat. Ia kerap menyebut budaya sebagai “benteng terakhir” moralitas publik di tengah derasnya arus modernisasi dan komunikasi digital yang semakin tanpa batas.

Karena itu, salah satu perubahan paling mendasar yang mulai dibangun adalah menggeser posisi Dinas Kebudayaan dari sekadar penyelenggara kegiatan menjadi orkestrator kebudayaan daerah.

Selama ini, berbagai agenda budaya di NTB berjalan dengan semangat masing-masing. Festival Rimpu di Bima, Budaya Nyesek di Lombok, Malala di Sumbawa, hingga berbagai ritus adat dan perayaan tradisi lokal sering kali tampil kuat di wilayahnya sendiri, tetapi belum sepenuhnya terhubung dalam sebuah narasi besar kebudayaan NTB.

Menurut Ihwan, kondisi itu bukan sesuatu yang salah. Justru di sanalah kekayaan NTB berada. Namun, ia melihat perlunya benang merah agar seluruh gerakan budaya itu saling menguatkan.

“Kami ingin agenda-agenda budaya di NTB bergerak dalam arah yang sama, saling mendukung, dan tumbuh bersama. Dinas Kebudayaan tidak harus selalu menjadi aktor utama di panggung, tetapi menjadi dirigen yang menjaga harmoni antara pemerintah daerah, komunitas budaya, pelaku seni, lembaga adat, dunia pendidikan, dan masyarakat,” ujarnya di ruang kerjanya, Rabu (7/5/2026).

Gagasan itu kemudian diterjemahkan ke dalam peta jalan pemajuan kebudayaan NTB yang mulai disusun secara bertahap dan realistis. Fokusnya tidak semata pada kegiatan seremonial, tetapi pada penguatan ekosistem budaya yang berkelanjutan.

Langkah awal yang dianggap mendesak adalah pembenahan data kebudayaan. Pendataan digital terhadap 12 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) menjadi pekerjaan rumah yang diprioritaskan.

Mulai dari tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, keterampilan tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, olahraga tradisional, cagar budaya, hingga indikasi geografis, semuanya perlu dipetakan secara lebih baik.

Tanpa data yang kuat, menurutnya, kebijakan kebudayaan akan sulit diarahkan secara tepat sasaran. Karena itu, Dinas Kebudayaan NTB mulai mendorong inventarisasi, dokumentasi, serta publikasi karya budaya di seluruh kabupaten/kota secara lebih terpadu.

Di saat yang sama, Ihwan mengaku memiliki kegelisahan tersendiri terhadap fenomena yang ia sebut sebagai “krisis identitas” di kalangan generasi muda. Ia melihat perubahan pola komunikasi digital sedikit demi sedikit mengikis budaya bertutur, etika bertamu, dan nilai penghormatan yang selama ini menjadi inti filosofi masyarakat Sasak, Samawa, dan Mbojo.

Kegelisahan itulah yang melahirkan gagasan “Budaya Masuk Sekolah”. Namun, ia menegaskan bahwa program tersebut tidak boleh berhenti pada simbol-simbol seremonial semata.

“Mengenakan pakaian adat itu penting sebagai simbol penghormatan terhadap identitas daerah. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai budaya hidup dalam perilaku sehari-hari anak-anak kita.

Bagaimana menghormati orang tua, menghargai guru, menyayangi yang lebih muda, menjaga tutur kata, dan memiliki rasa malu ketika melanggar nilai-nilai kebaikan. Itu inti kebudayaan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Kebudayaan NTB tidak berjalan sendiri. Sinergi lintas sektor menjadi pendekatan yang terus dibangun. Kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga diarahkan pada penguatan muatan lokal dan pendidikan karakter berbasis budaya.

Bersama BPBD, kebudayaan didorong menjadi bagian dari mitigasi kebencanaan melalui penguatan kearifan lokal masyarakat. Dengan Dinas Pariwisata, kebudayaan diposisikan sebagai fondasi pariwisata berkualitas yang tidak kehilangan jati dirinya.

Sementara dengan BPSDM, Dinas Kebudayaan mulai membahas pentingnya literasi budaya bagi ASN, terutama bagi aparatur baru dan pegawai dari luar daerah agar memahami karakter sosial dan sensitivitas budaya masyarakat NTB.

Bagi Ihwan, identitas NTB sebagai daerah religius dengan julukan Pulau Seribu Masjid merupakan modal sosial yang besar. Nilai-nilai adat dan agama yang hidup di tengah masyarakat dinilai dapat menjadi perekat sosial sekaligus kekuatan pembangunan daerah.

Karena itu, arah kebijakan Dinas Kebudayaan NTB tidak hanya berbicara tentang pelestarian, tetapi juga tentang bagaimana kebudayaan hadir dalam pembangunan manusia, penguatan ekonomi kreatif, pendidikan, mitigasi konflik sosial, hingga pengembangan pariwisata.

Dalam kerangka itulah, Dinas Kebudayaan NTB mulai menyusun 12 program unggulan kebudayaan secara bertahap, antara lain penguatan data 12 OPK NTB, budaya masuk sekolah, pengembangan desa dan kampung budaya, revitalisasi permainan rakyat dan olahraga tradisional, penguatan literasi budaya ASN, pengembangan festival budaya terpadu NTB, digitalisasi warisan budaya, revitalisasi museum dan taman budaya, fasilitasi komunitas seni dan budaya, penguatan diplomasi budaya NTB, pengembangan ekonomi budaya berbasis masyarakat, serta penguatan kebudayaan sebagai instrumen ketahanan sosial.

Program-program tersebut, menurutnya, bukan proyek instan yang selesai dalam satu atau dua tahun. Sebagian besar masih berada pada tahap penguatan fondasi dan membutuhkan dukungan banyak pihak.

Ia juga menyadari bahwa tantangan yang dihadapi tidak ringan. Keterbatasan sumber daya manusia, sarana-prasarana, hingga anggaran masih menjadi kenyataan yang harus dihadapi secara rasional. Namun, ia percaya pendekatan kolaboratif dapat menjadi jalan keluar.

Karena itu, bidang kerja sama yang baru dibentuk di lingkungan Dinas Kebudayaan NTB diharapkan menjadi pintu untuk membangun sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, komunitas budaya, media, dunia usaha, hingga lembaga nasional dan internasional.

Di tengah berbagai keterbatasan itu, Ihwan memilih menjaga optimisme dengan langkah yang terukur. Ia tidak ingin kebudayaan hanya ramai di media sosial, tetapi kosong dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, ukuran keberhasilan Dinas Kebudayaan bukan semata pada megahnya panggung festival atau banyaknya kegiatan yang terselenggara, melainkan pada perubahan sikap masyarakat, terutama generasi muda.

“Kalau anak-anak muda NTB tetap santun dalam bertutur, bangga menggunakan bahasa dan budayanya, menghormati orang tua, serta percaya diri membawa identitas daerahnya di tengah pergaulan global, maka di situlah kebudayaan bekerja,” ujarnya.

Di tengah dunia yang terus berubah cepat, kebudayaan, bagi Muhamad Ihwan, bukan sesuatu yang harus ditinggalkan demi modernitas. Justru nilai-nilai warisan leluhur itulah yang harus menjadi kompas moral agar masyarakat NTB tetap memiliki arah di tengah arus zaman.(sr/dkisntb)

Raju Candra Resmi Daftar Calon Ketua PSSI Kota Singkawang Periode 2026–2030.

0

SINGKAWANG – WartaIN – Dengan semangat membangun dan memajukan sepak bola daerah, Raju Candra resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua PSSI Kota Singkawang periode 2026–2030.

Pendaftaran tersebut menjadi momentum penting dalam upaya menghadirkan perubahan dan pembinaan sepak bola yang lebih profesional, kompetitif, dan berkelanjutan di Kota Singkawang.

Dalam proses pencalonannya, Raju Candra memperoleh dukungan besar dari insan sepak bola dengan mengantongi 20 rekomendasi dari 22 klub resmi anggota yang terdaftar di PSSI Kota Singkawang. Dukungan tersebut berasal dari:

BBC, Satria FC, Bintang Utara, Bimas, PKCS, Trajumas, Mirs 7, Planet FC, BMS Sedau, PS Sedau, Bombers, Armada, Marhaban (MRC), BMK Mayasopa, Galery United, Pabayo FC, NBC Nyarumkop, Persibon, Kuala Putra dan Roban Putra.

Dukungan tersebut menjadi bukti kepercayaan dan harapan besar dari klub-klub terhadap visi serta komitmen Raju Candra untuk memajukan sepak bola Kota Singkawang, mulai dari pembinaan usia dini, peningkatan kompetisi lokal, hingga pengembangan prestasi atlet dan organisasi sepak bola yang lebih transparan serta profesional.

Dalam keterangannya, Raju Candra menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan seluruh klub dan insan sepak bola di Kota Singkawang.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari klub-klub anggota PSSI Kota Singkawang. Ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berkomitmen untuk bersama-sama membangun sepak bola Singkawang agar semakin maju, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya pada saat penyerahan berkas Calon ketua PSSI di ruang Rapat Kantor KONI Kota singkawang, Jumat (8/5).

Raju Candra juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melengkapi seluruh persyaratan pencalonan Ketua PSSI Kota Singkawang sesuai Peraturan Organisasi (PO) PSSI Pusat beserta mekanisme yang telah ditetapkan.

“Saya memastikan seluruh proses dan persyaratan pencalonan telah dipenuhi sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku dalam PO PSSI Pusat,” ungkapnya.

Keikutsertaan Raju Candra dalam kontestasi pemilihan Ketua PSSI Kota Singkawang diharapkan dapat membawa semangat persatuan dan kolaborasi seluruh elemen sepak bola demi kemajuan olahraga sepak bola di Kota Singkawang, ( tim ).

Klarifikasi Tegas Terkait Tuduhan Penyanderaan Wartawan di SPBU Wahidin Pontianak

0

PONTIANAK WARTA IN– Menanggapi pemberitaan yang beredar terkait dugaan “wartawan disandera” saat melakukan pengambilan foto dan video di area SPBU Wahidin, perlu ditegaskan secara terang dan objektif bahwa tidak terdapat tindakan penyanderaan, penyekapan, maupun aksi premanisme sebagaimana narasi yang berkembang di sejumlah pemberitaan.

Informasi yang menyebut adanya “preman” dan “penyanderaan wartawan” dinilai terlalu berlebihan, tendensius, serta berpotensi menggiring opini publik tanpa didukung fakta hukum yang jelas dan utuh. Hingga saat ini, tidak ada bukti resmi maupun keterangan aparat penegak hukum yang menyatakan telah terjadi tindak pidana penyekapan atau perampasan kemerdekaan seseorang di lokasi tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah pihak di lapangan, situasi yang terjadi hanya sebatas komunikasi dan klarifikasi terkait aktivitas pengambilan gambar di area SPBU. Tidak ditemukan adanya tindakan intimidasi, penguncian, penahanan paksa, maupun perlakuan yang mengarah pada penyanderaan sebagaimana yang dituduhkan.

Selain itu, perlu dipertegas bahwa tidak ada keterlibatan “preman” dalam peristiwa tersebut. Narasi yang menyebut adanya aksi premanisme dinilai tidak berdasar dan berpotensi mencemarkan nama baik pihak-pihak tertentu tanpa fakta yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Penggunaan istilah seperti “disandera”, “disekap”, atau “preman” dalam sebuah pemberitaan merupakan tuduhan serius yang tidak boleh digunakan sembarangan tanpa verifikasi menyeluruh, konfirmasi berimbang, serta didukung alat bukti yang valid. Dalam praktik jurnalistik profesional, setiap informasi wajib mengedepankan prinsip akurasi, keberimbangan, dan asas praduga tak bersalah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Pers memang memiliki fungsi kontrol sosial dan dijamin kemerdekaannya oleh undang-undang. Namun demikian, kebebasan pers bukan berarti bebas membangun opini atau menjustifikasi suatu peristiwa dengan narasi provokatif yang belum terbukti secara hukum.

Pemberitaan yang terlalu menggiring opini tanpa dasar fakta yang utuh dikhawatirkan dapat menimbulkan kegaduhan publik, memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat, serta merusak reputasi pihak tertentu yang belum tentu bersalah.

Apabila memang terdapat dugaan tindak pidana, maka langkah yang tepat adalah melaporkannya kepada aparat penegak hukum agar diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku, bukan langsung membentuk opini publik dengan narasi sepihak.

Masyarakat diimbau tetap bijak dan kritis dalam menyikapi informasi yang beredar, serta tidak mudah terpancing oleh judul maupun isi pemberitaan yang belum memiliki kepastian hukum.

Semua pihak juga diharapkan mengedepankan profesionalisme, etika jurnalistik, dan penyampaian informasi yang akurat demi menjaga marwah pers yang independen, objektif, dan bertanggung jawab.