Beranda blog

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Tahapan Seleksi Pusat

0

Warta.in Medan – Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa memimpin Sidang Pantukhir Pusat Calon Bintara (Caba) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Mako Yonkav 6/NK, Senin (24/8/2026). Sidang tersebut diikuti 678 peserta dan menjadi salah satu tahapan seleksi dalam menentukan calon prajurit terbaik untuk memenuhi kebutuhan organisasi TNI AD.

Sidang diawali dengan laporan Sekretaris 2 kepada Ketua Sidang dan paparan Sekretaris 2. Selanjutnya, Pangdam I/BB selaku Ketua Sidang membacakan amanat Aspers Kasad sekaligus menyatakan sidang dibuka. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa TNI AD saat ini memasuki tahun kedua pembentukan satuan TP tahap VI, sehingga pemenuhan kebutuhan personel perlu didukung proses rekrutmen yang transparan, modern dan berkualitas.

Sistem rekrutmen terus ditingkatkan melalui digitalisasi dan transparansi. Seluruh rangkaian Rik/Uji, mulai dari tim administrasi, kesehatan, jasmani hingga Litpers, mengunggah data secara langsung ke server Panpus. Sementara itu, tim psikologi telah menerapkan sistem Computer Assisted Test (CAT) kepada seluruh calon. Pangdam juga menegaskan bahwa proses penerimaan prajurit TNI AD tidak dipungut biaya, sehingga para calon dan masyarakat tidak perlu memberikan imbalan kepada pihak mana pun untuk memperoleh kelulusan. Pembaruan sistem tersebut diharapkan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen TNI AD.

Pangdam menegaskan bahwa keputusan kelulusan harus didasarkan pada akumulasi data hasil seleksi yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan. Calon yang dipilih tidak hanya harus unggul secara fisik dan akademik, tetapi juga memiliki karakter tangguh dan loyalitas, yang dinyatakan lulus benar-benar siap mengikuti pendidikan dan tidak mengundurkan diri setelah pengumuman.

Selain itu, Pangdam menekankan pentingnya pengaturan mekanisme pengumuman secara cermat untuk mencegah tertukarnya data serta perencanaan serpas calon siswa dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan. Para Danlemdik juga diminta memastikan barak, ruang kelas dan sarana pendukung dalam kondisi bersih, layak dan siap digunakan. Pangdam mengingatkan bahwa hasil Sidang Pantukhir tingkat Sub Panpus belum bersifat final karena masih akan dilanjutkan dengan sidang verifikasi di tingkat Panpus sebelum pengumuman resmi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penampilan calon di lapangan, pembahasan di ruang sidang hingga pernyataan tutup sidang. Pelaksanaan Sidang Pantukhir tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD memastikan proses rekrutmen prajurit berjalan objektif, transparan, profesional dan akuntabel guna mendapatkan sumber daya manusia terbaik bagi kepentingan organisasi, bangsa dan negara. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

Pangdam I/BB Tinjau Sumur Bor di Deli Serdang, Pastikan Warga Dapat Akses Air Bersih

0

Warta.in Deli Serdang – Pangdam I/Bukit Barisan (I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa meninjau sumur bor di Dusun I, Desa Emplasmen Kuala Namu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Senin (24/8/2026). Pangdam melihat langsung sarana air bersih sekaligus berinteraksi dengan masyarakat dan tokoh setempat.

Mayjen TNI Hendy Antariksa mengatakan Kodam I/BB akan terus mendukung program Presiden RI, termasuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat. “Hari ini kita berada di Deli Serdang, tepatnya di titik pembuatan sumur bor air. Di seluruh Sumatera Utara, TNI AD telah membuat 524 titik sarana air bersih, di antaranya sumur bor, embung, pipanisasi dan hidram. Semuanya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Pangdam.

Pangdam menambahkan, masih terdapat sejumlah wilayah yang masyarakatnya harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air, mengumpulkan air dari sumber yang tersedia, maupun memanfaatkan genangan atau saluran air. Kondisi tersebut menjadi perhatian TNI AD untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Turut hadir Danrem 022/PT, Aster Kasdam I/BB, Kazidam I/BB, Kapendam I/BB, Forkopimda Kabupaten Deli Serdang serta Forkopimcam Kecamatan Beringin. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

H. Mesakh, Dukungan Menguat, Bursa Calon Ketua DPD Partai Golkar Purwakarta Memanas

0

Warta.in, Purwakarta — Bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta mulai menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang rencananya digelar pada September 2026 mendatang.

Salah satu nama yang mulai mencuat adalah H. Mesakh Supriadi, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta. Ia menyatakan kesiapannya untuk maju dalam kontestasi pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta.

Mesakh menegaskan, sebagai kader partai, dirinya siap mengemban amanah apabila mendapat dukungan dan kepercayaan dari para kader Partai Golkar.

“Sebagai seorang kader partai tentunya harus siap. Jika dipercaya dan mendapat dukungan, saya siap memberikan yang terbaik untuk Partai Golkar,” ujar Mesakh, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, Partai Golkar Kabupaten Purwakarta ke depan membutuhkan pembenahan dan penguatan, baik dari sisi infrastruktur organisasi maupun sumber daya manusia (SDM).

Mesakh menilai penguatan struktur partai hingga tingkat kecamatan menjadi salah satu langkah penting untuk menghadapi berbagai agenda politik mendatang, termasuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029.

Selain pembenahan internal, ia juga berencana menghidupkan kembali organisasi-organisasi sayap Partai Golkar yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai kurang aktif.

“Saat ini kami terus melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan sejumlah PK Golkar di berbagai kecamatan,” katanya.

Mesakh menargetkan Partai Golkar Kabupaten Purwakarta dapat kembali menjadi salah satu kekuatan politik utama sekaligus meraih kemenangan pada Pileg 2029 mendatang.

Sejauh ini, dukungan terhadap Mesakh disebut telah datang dari 12 Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar dari total 17 PK yang ada di Kabupaten Purwakarta.

Selain dukungan dari sejumlah PK, Mesakh juga disebut mendapat dukungan dari organisasi sayap partai, diantaranya SOKSI, Kosgoro, dan KPPG.

Dukungan juga disebut datang dari sejumlah tokoh senior Partai Golkar, seperti Ahmad Sanusi, Jhon Kamal, Karwita, dan Dekdek, serta sejumlah anggota Fraksi Partai Golkar di DPRD Kabupaten Purwakarta.

Dengan dukungan tersebut, nama Mesakh Supriadi kini menjadi salah satu kandidat yang diperhitungkan dalam bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta.

Meski demikian, keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin Partai Golkar Kabupaten Purwakarta tetap akan ditentukan melalui mekanisme Musda, sesuai dengan ketentuan dan mekanisme organisasi partai. (ds)

Pangdam I/BB Resmikan Jembatan Perintis Tumpatan Nibung Deli Serdang, Buka Akses Warga

0

Warta.in Deli Serdang — Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa meresmikan Jembatan Perintis di Dusun I, Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Senin (24/8/2026). Jembatan tersebut merupakan program Presiden RI yang dikerjakan oleh TNI AD.

Setibanya di lokasi, Pangdam I/BB menyampaikan pernyataan resmi, dilanjutkan penandatanganan prasasti dan foto bersama tokoh masyarakat. Peresmian kemudian ditandai dengan pemotongan pita, Pangdam berinteraksi langsung dengan masyarakat Desa Tumpatan Nibung.

Dalam keterangannya, Pangdam mengatakan kehadirannya di Deli Serdang untuk meresmikan salah satu Jembatan Perintis Garuda atau jembatan gantung yang dibangun di wilayah Sumatera Utara. Hingga saat ini, Kodam I/BB telah membangun 323 jembatan, dengan 256 jembatan telah selesai dan sisanya masih dalam proses pengerjaan. “Bulan depan, kita juga akan melaksanakan penambahan titik-titik pembangunan jembatan di Samosir dan ada beberapa penambahan titik di wilayah Sumatera Utara lainnya. Tujuannya adalah untuk memberikan akses yang baik dan layak kepada masyarakat seluruh indonesia khususnya di Sumut,” kata Pangdam.

Pangdam memastikan pembangunan jembatan hingga saat ini berjalan melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu kunci agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pangdam berharap masyarakat memanfaatkan dan merawat jembatan dengan sebaik-baiknya. Apabila terjadi kerusakan atau permasalahan, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada TNI agar dapat ditindaklanjuti.

Usai peresmian, Pangdam meninjau langsung kondisi jembatan untuk memastikan infrastruktur tersebut benar-benar layak dilintasi masyarakat. Turut hadir Danrem 022/PT, Aster Kasdam I/BB, Kazidam I/BB, Kapendam I/BB, Forkopimda Kabupaten Deli Serdang, serta Forkopimcam Kecamatan Batang Kuis. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

Menyuarakan, Jangan Merusak: Hukum Harus Jadi Payung Pada Demo 27 Agustus di DPR

0

Oleh, Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn

Warta.in, Bandung – Jakarta akan kembali bergemuruh pada tanggal 27 Agustus. Massa masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan turun ke Gedung DPR RI untuk menyuarakan satu tuntutan utama: segera sahkan Undang-Undang Perampasan Aset dan jatuhkan hukuman mati bagi koruptor. Suara itu lahir dari keresahan yang sama, yaitu rasa muak terhadap korupsi yang merampas hak rakyat.

Dalam negara demokrasi, turun ke jalan adalah hak konstitusional. Pasal 28E ayat 3 UUD 1945 dan UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum telah menjamin itu. Tidak ada satu pihak pun yang berhak menghalang-halangi. Negara wajib hadir melindungi, bukan menakut-nakuti.

Namun hak yang dilindungi konstitusi itu bukan berarti tanpa batas. Kebebasan satu orang berakhir ketika kebebasan orang lain mulai dirampas. Itulah prinsip dasar dalam negara hukum. Karena itu, setiap penyampaian pendapat wajib berjalan di atas rel aturan yang berlaku.

Demo tanggal 27 bukan ajang pelampiasan amarah. Ini adalah mimbar konstitusional. Panggung untuk menyuarakan akal sehat, bukan untuk menebar kerusakan. Menuntut UU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor adalah sikap moral bangsa. Tapi cara menyuarakannya akan menentukan apakah tuntutan itu didengar atau justru ditolak.

Kepada seluruh mahasiswa, pemuda, dan elemen masyarakat yang akan hadir: jaga barisan. Jaga ketertiban umum. Hormati petugas keamanan yang juga anak bangsa. Jangan biarkan provokator menunggangi kemurnian gerakan. Ingat, satu batu yang dilempar bisa menghapus seribu argumen cerdas yang kita bawa.

Tujuan kita jelas. Kita datang bukan untuk menjatuhkan institusi negara. Kita datang untuk mengingatkan. Mengingatkan DPR bahwa kursi mereka adalah titipan rakyat. Mengingatkan pemerintah bahwa hukum harus tajam ke atas, bukan hanya ke bawah. Kritik boleh setajam silet, tapi tetap dalam koridor hukum.

Menyuarakan keresahan itu sah. Tapi menyuarakan bukan berarti memfitnah. Menyuarakan bukan berarti membakar. Menyuarakan bukan berarti memaksa kehendak dengan kekerasan. Karena ketika anarki terjadi, maka substansi tuntutan kita tentang UU Perampasan Aset akan tenggelam oleh pemberitaan kerusakan fasilitas.

Kita semua rindu negara ini bersih. Kita semua muak melihat koruptor tertawa di balik jeruji hotel. Tapi kemarahan tidak boleh membuat kita buta hukum. Dalam negara hukum, semua persoalan harus diselesaikan dengan hukum. Tidak bisa karena satu persoalan lalu kita menyalahkan semua sendi kebangsaan.

Jangan kaitkan kemarahan pada satu kasus, dengan kebencian pada seluruh sistem. DPR, Polri, TNI, dan lembaga negara lain adalah bagian dari rumah besar bernama Indonesia. Rumah itu memang bocor di beberapa bagian. Tapi merobohkan rumah bukan solusinya. Yang kita butuhkan adalah memperbaiki atapnya bersama.

Kepada aparat keamanan, laksanakan tugas dengan humanis. Lindungi hak menyampaikan pendapat. Amankan jalannya aksi. Bedakan dengan tegas antara peserta aksi damai dengan penyusup yang ingin membuat gaduh. Negara hadir untuk melindungi, bukan untuk memberangus.

Kepada pimpinan DPR, dengarkan. 27 Agustus bukan ancaman. Ini adalah cermin. Cermin yang menunjukkan seberapa besar kepercayaan rakyat terkikis karena janji pemberantasan korupsi yang jalan di tempat. Buka pintu dialog. Serap aspirasi. Jangan tunggu gedung dibakar baru mau dengar.

Kepada media, tulislah dengan berimbang. Sorot tuntutannya, bukan hanya dramanya. Tunjukkan bahwa yang turun adalah guru, buruh, mahasiswa, dan rakyat biasa yang lelah. Jangan biarkan narasi “demo rusuh” mengaburkan narasi “rakyat menuntut keadilan”.

Kita harus jujur. Korupsi adalah kejahatan luar biasa. Ia membunuh masa depan anak-anak kita secara perlahan. Karena itu UU Perampasan Aset dan hukuman berat memang mendesak. Tapi mendesaknya pemberantasan korupsi tidak boleh dijadikan alasan untuk melanggar hukum saat berdemo.

Ingat sejarah. Perubahan besar di negeri ini lahir dari jalanan, tapi juga lahir dari meja perundingan. Kombinasi tekanan moral di luar dan negosiasi cerdas di dalam. Jangan sampai kita hanya kuat di jalanan tapi kosong di meja.

Untuk itu, panitia aksi wajib berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Tentukan titik kumpul, rute, dan waktu. Sediakan tim medis dan tim negosiator. Jaga kebersihan. Pulang dengan tertib. Tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia bisa berdemo dengan bermartabat.

Bangsa ini sedang diuji. Di satu sisi ada tuntutan keadilan yang membuncah. Di sisi lain ada aturan hukum yang harus ditegakkan. Keduanya tidak boleh bertabrakan. Keduanya harus berjalan beriringan. Karena tanpa keadilan, hukum jadi alat penindas. Dan tanpa hukum, keadilan akan jadi rimba.

Tanggal 27 Agustus, mari kita buktikan. Kita bisa marah, tapi tetap santun. Kita bisa menuntut, tapi tetap taat hukum. Kita bisa keras bersuara, tapi tidak merusak. Karena sejatinya, kita tidak sedang melawan siapa-siapa. Kita sedang berjuang bersama untuk Indonesia yang lebih bersih. Hidup hukum! Hidup rakyat!

*) Praktisi Hukum/Akademisi/Ketum PWRI.

MERIAH! HUT RI ke-81 Ratusan Warga Hadiri Pembagian Hadiah Doorprize Pawai Desa Sinar Dewa.

0

PALI, Warta.in – Senin (24/08/2026) semarak HUT RI ke-81, Suasana penuh kegembiraan dan kekeluargaan menyelimuti Desa Sinar Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Ratusan warga desa tumpah ruah memadati lokasi acara pembagian hadiah doorprize utama dari kegiatan pawai yang telah sukses diselenggarakan sebelumnya. Acara yang dinanti-nantikan ini berjalan sangat meriah dengan antusiasme tinggi dari seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sinar Dewa, Bapak Husin Bambang Wibowo. Tidak sendirian, beliau didampingi oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Sinar Dewa, serta didukung penuh oleh kehadiran seluruh jajaran staf dan perangkat desa yang ikut menyukseskan jalannya acara dari awal hingga akhir.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sinar Dewa, Husin Bambang Wibowo, menyampaikan kesan mendalam mengenai jalannya rangkaian acara. Beliau mengaku sangat terharu dan bangga melihat kekompakan yang ditunjukkan oleh warga. “Kesan saya pribadi, aura positif dan semangat gotong royong warga Sinar Dewa luar biasa. Mulai dari persiapan pawai hingga pembagian hadiah hari ini, semuanya berjalan tertib dan penuh tawa. Melihat senyum di wajah bapak, ibu, dan anak-anak sekalian adalah kebahagiaan terbesar bagi kami selaku pemerintah desa,” ungkapnya hangat.

Beliau juga menitipkan pesan penting kepada seluruh masyarakat agar momentum kebersamaan ini tidak luntur setelah acara selesai. “Pesan saya kepada seluruh warga, mari kita jaga terus kekompakan, kerukunan, dan rasa persaudaraan ini di kehidupan sehari-hari. Hadiah ini hanyalah bonus, namun esensi utamanya adalah persatuan kita. Jangan pernah ragu untuk saling merangkul demi kemajuan desa yang kita cintai ini. Semoga ke depan kita bisa menyelenggarakan acara yang jauh lebih meriah lagi,” tambah Husin Bambang Wibowo.

Kemeriahan semakin memuncak saat nomor-nomor undian mulai dibacakan satu per satu. Berbagai macam hadiah menarik telah disiapkan oleh pihak pemerintah desa untuk menyenangkan hati warga. Mulai dari peralatan elektronik rumah tangga seperti kipas angin berdiri (stand fan) merek Duta, penanak nasi (magic warmer/rice cooker) merek Miyako, hingga hadiah utama yang paling ditunggu-tunggu berupa unit sepeda listrik (e-bike) merek Laris.

Penyerahan hadiah dilakukan secara langsung dan simbolis oleh Kepala Desa Husni Bambang Wibowo bersama Ketua TP-PKK. Senyum sumringah dan rona bahagia terpancar jelas dari wajah para warga—mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa—saat nama mereka beruntung disebut sebagai pemenang doorprize.

Kehadiran seluruh staf desa yang sigap membantu jalannya pengundian membuat acara berlangsung dengan tertib, aman, dan transparan. Warga yang hadir mengaku sangat senang dan berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus menjadi agenda rutin tahunan di Desa Sinar Dewa guna memupuk semangat gotong royong dan kebahagiaan bersama.

 

(Randi)

Siapkan SDM Unggul, Polres Muba Perkuat Transformasi Digital Berbasis Pelayanan Presisi

0

WARTA.IN | MUSI BANYUASIN — Polda Sumatera Selatan memperkuat transformasi sumber daya manusia kepolisian di era digital melalui kegiatan sosialisasi “Transformasi Polri di Era Digital: Penguatan Profesionalisme, Integritas, dan Pelayanan Presisi dalam Mewujudkan Kepercayaan Masyarakat” di Markas Komando Polres Musi Banyuasin, Senin (23/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan personel dalam beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepolisian yang cepat, transparan, humanis dan akuntabel.

Sosialisasi difasilitasi Kapolres Musi Banyuasin AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H., dan dipimpin Peserta Pendidikan Sespimmen Polri Angkatan LXVII, Tony Saputra. Kegiatan diikuti 25 personel perwakilan berbagai fungsi kepolisian, mulai dari SPKT, Reskrim, Intelkam, Binmas, Samapta, Lantas, SDM hingga Humas.

Transformasi digital menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi perubahan karakter masyarakat yang semakin kritis sekaligus perkembangan pola kejahatan yang bergeser dari kejahatan konvensional menuju kejahatan berbasis teknologi dan siber.

Dalam pembekalan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI) sebagai instrumen pendukung pelaksanaan tugas kepolisian dan pelayanan kepada masyarakat.

Materi juga menekankan penerapan lima nilai utama pelayanan publik Presisi, yakni Cepat, Mudah, Transparan, Humanis dan Akuntabel (CMTHA). Para peserta kemudian mengikuti diskusi interaktif untuk merumuskan langkah perbaikan nyata atau quick win yang dapat diterapkan pada satuan kerja masing-masing.

Peserta Pendidikan Sespimmen Polri Angkatan LXVII, Tony Saputra, menegaskan bahwa transformasi digital tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi harus diikuti perubahan pola pikir dan budaya kerja personel.

“Transformasi sejati bukan sekadar soal teknologi baru, melainkan cara berpikir dan cara melayani yang baru. Setiap anggota Polri adalah representasi institusi di mata masyarakat,” tegas Tony Saputra.

Peningkatan kompetensi digital personel diharapkan dapat mendukung pelayanan kepolisian yang lebih responsif sekaligus memperkuat kemampuan menghadapi berbagai tantangan keamanan di era teknologi informasi, termasuk ancaman kejahatan siber, penyebaran informasi palsu dan manipulasi informasi.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan kapasitas personel di jajaran Polda Sumsel.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Optimalisasi transformasi digital di jajaran Polda Sumsel merupakan wujud nyata Polri dalam memperkuat stabilitas keamanan sekaligus menghadirkan pelayanan kepada masyarakat yang lebih cepat, transparan dan akuntabel,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Menurutnya, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan profesionalisme dan integritas. Teknologi merupakan instrumen untuk meningkatkan kualitas pelayanan, sementara sikap humanis dan orientasi kepada masyarakat tetap menjadi fondasi utama pelaksanaan tugas kepolisian.

Melalui sosialisasi tersebut, Polres Musi Banyuasin diharapkan semakin siap menghadapi dinamika tugas kepolisian di era digital dengan meningkatkan kompetensi personel, memperkuat budaya kerja yang adaptif serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Polda Sumatera Selatan untuk terus membangun sumber daya manusia Polri yang profesional, berintegritas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi guna memperkuat kepercayaan masyarakat serta menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.

Antusiasme Warga Mulyoagung Dau Warnai Kirab Seni Budaya “Pesona Mulyoagung” dalam Rangka HUT RI ke-81

0

Antusiasme Warga Mulyoagung Dau Warnai Kirab Seni Budaya “Pesona Mulyoagung” dalam Rangka HUT RI ke-81

MALANG//Warta.in – Semangat dan antusiasme warga Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, begitu terasa dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kirab Seni Budaya bertajuk “Pesona Mulyoagung” digelar pada Sabtu, (22/08/ 2026),

Acara berlangsung meriah dengan diikuti berbagai elemen masyarakat.
Sejak pagi, warga tampak memadati sepanjang jalur kirab untuk menyaksikan beragam penampilan seni, budaya, kreativitas, serta atraksi yang disuguhkan oleh masing-masing kelompok peserta.

Suasana semakin semarak dengan antusiasme masyarakat yang hadir bersama keluarga.
Ketua RW 01 Dermo, Dodik, turut mengungkapkan rasa senang dan bangganya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kirab budaya tahun ini tidak hanya menampilkan kekayaan seni dan budaya, tetapi juga mengangkat tema perjuangan para pahlawan.

“Kami sangat senang dan bangga dengan adanya kegiatan ini. Kali ini banyak tema yang ditampilkan, tidak hanya soal kekayaan budaya daerah, tetapi juga mengangkat nuansa perjuangan para pahlawan. Hal ini jelas memberikan edukasi yang berharga kepada masyarakat agar kita senantiasa menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah mendahului kita dan memerdekakan bangsa,” ujar Dodik.

Kirab Seni Budaya “Pesona Mulyoagung” merupakan kegiatan yang digelar setiap dua tahun sekali.
Karena itu, pelaksanaannya menjadi salah satu momentum yang dinantikan masyarakat.
Selain sebagai hiburan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyalurkan kreativitas, aspirasi, dan berbagai gagasan positif. Setiap kelompok peserta tampil dengan persiapan yang matang, menghadirkan beragam kreasi seni dan budaya sekaligus menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada masyarakat.

Kemeriahan kirab menjadi bukti tingginya partisipasi warga dalam menjaga tradisi kebersamaan. Berbagai perbedaan latar belakang melebur dalam suasana penuh kegembiraan dan gotong royong.
Kirab Seni Budaya “Pesona Mulyoagung” pun tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga sekaligus menanamkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air, khususnya kepada generasi muda.
(roy)

*MAULID NABI: Pesan untuk Orang-Orang yang Merayakan Maulid*

0

*MAULID NABI: Pesan untuk Orang-Orang yang Merayakan Maulid*

Hadhratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari

Buku ini mengajak setiap jiwa yang beriman untuk memahami makna peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ secara lebih mendalam, lebih hakiki, dan lebih bermakna. Perayaan Maulid, sebagaimana ditekankan oleh Hadhratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, bukan sekadar tradisi berkumpul, membaca shalawat, atau mendengarkan ceramah—semua itu adalah bentuk lahiriah yang baik, namun belumlah sempurna jika tidak diiringi oleh penghayatan batin yang sungguh-sungguh. Maulid sejatinya adalah momentum yang sangat mulia untuk mengenang perjuangan, meneladani akhlak, merenungi kasih sayang, serta mengambil pelajaran dari setiap langkah keteladanan yang ditinggalkan oleh Rasulullah ﷺ sepanjang hidupnya.

Dengan merujuk pada pesan dan pemikiran Hadhratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari—ulama besar, pendiri Nahdlatul Ulama, sekaligus Pahlawan Kemerdekaan Nasional—buku ini membahas dengan jernih dan tulus bagaimana umat Islam seharusnya menempatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam kehidupan sehari-hari. Pembaca diajak untuk tidak berhenti pada perayaan yang hanya tampak di permukaan, melainkan menjadikan Maulid sebagai sarana yang nyata untuk memperkuat iman, memperbanyak shalawat, memperbaiki akhlak yang tercela, serta menumbuhkan kecintaan yang tulus dan mendalam kepada Rasulullah ﷺ.

Dalam pandangan KH. Hasyim Asy’ari, peringatan Maulid Nabi adalah amalan yang dianjurkan dan bernilai ibadah, sepanjang di dalamnya dimuat hal-hal yang baik: membaca ayat-ayat Al-Qur’an, mendaras sejarah kehidupan Nabi, meneladani akhlak beliau, mempererat persaudaraan sesama umat Islam, serta memperbanyak sedekah dan kebaikan kepada sesama . Namun beliau juga memberikan peringatan yang tegas dan bijaksana: jika perayaan Maulid justru disertai kemaksiatan dan kemungkaran yang nyata, maka perayaan itu wajib ditinggalkan dan haram dilaksanakan, karena hal tersebut justru tidak menghargai Nabi Muhammad ﷺ sebagai pembawa rahmat dan kebaikan bagi seluruh alam . Prinsip ini menunjukkan bahwa kecintaan kepada Nabi bukanlah sekadar ucapan lisan atau keramaian acara, melainkan kesesuaian antara niat, perkataan, dan perbuatan dengan ajaran yang beliau bawa.

Buku ini juga menjadi bahan renungan yang mendalam bagi siapa saja yang merayakan Maulid, agar dapat memahami nilai-nilai kebaikan yang tersimpan di balik peringatan kelahiran manusia paling mulia sepanjang sejarah ini. Dengan bahasa yang lugas, mudah dipahami, namun sarat makna, buku ini diharapkan dapat menambah wawasan keislaman sekaligus menumbuhkan semangat yang membara untuk mengikuti sunnah dan meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah ﷺ dalam setiap aspek kehidupan—baik dalam urusan pribadi, keluarga, masyarakat, maupun bangsa dan negara.

Sebuah bacaan yang mengajak kita merayakan Maulid dengan ilmu yang bermanfaat, dengan cinta yang tulus, dan dengan keteladanan yang nyata. Semoga setiap peringatan Maulid Nabi yang kita laksanakan menjadi bukti kecintaan kita yang sejati kepada beliau, sekaligus menjadi jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengikuti jejak langkah Rasulullah ﷺ hingga akhir hayat.

Tim Penyusun / Redaksi

 

“Nawaitu an ahdhural maulidun mitsla maa nawaa aslafuna ash-shalihiin, wa biniyyati ta’zhiiman syahru wiladati Nabi shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam, wa biniyyati ziyaadatil imaan, wa ziyaadatit taqwaa wal mahabbati wa qurb ilaa Allah wa ilaa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam.”
(Niat menghadiri peringatan Maulid sebagaimana niat para salih terdahulu: untuk memuliakan bulan kelahiran Nabi, menambah iman, menambah takwa, menumbuhkan kasih sayang, serta mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya.)

Penulis: Hadhratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari

Bukan Sekadar Seremonial! PMII Sumsel: Jadikan Budaya Nusantara Senjata Utama di Dunia Virtual.

0

PALEMBANG — (24 Agustus 2026) Di tengah kepungan algoritma media sosial dan gaya hidup global, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Selatan menyerukan gerakan nasional penguatan budaya Nusantara. PKC PMII Sumsel menilai, degradasi karakter generasi muda hari ini berakar dari hilangnya koneksi mereka dengan nilai kearifan lokal. Budaya tidak boleh lagi sekadar diposisikan sebagai tontonan seremonial masa lalu, melainkan fondasi utama masa depan kebangsaan.

Warta.in

Ketua Bidang Pendidikan, Pengembangan Akademik, dan Profesi PKC PMII Sumsel, M. Alva Rezy, menegaskan bahwa derasnya arus digitalisasi bukan merupakan ancaman yang harus dihindari. Sebaliknya, kemajuan teknologi harus direbut oleh generasi muda sebagai ruang baru untuk mendokumentasikan, mengemas, dan menggaungkan kebudayaan lokal ke panggung dunia internasional.

Menolak Jadi Objek, Pemuda Harus Jadi Sutradara Budaya”Generasi muda tidak boleh diposisikan hanya sebagai objek pelestarian budaya yang pasif. Mereka harus menjadi aktor utama yang mampu mengemas budaya Nusantara dengan pendekatan kreatif dan relevan. Media sosial, teknologi digital, industri kreatif, dan pendidikan harus menjadi ruang strategis untuk menghidupkan kembali kebudayaan kita,” ujar Alva Rezy dalam keterangannya di Palembang.

Menurutnya, krisis identitas yang melanda sebagian pemuda saat ini dipicu oleh kecenderungan mengadopsi budaya luar tanpa adanya filter karakter yang kuat. Akibatnya, nilai-nilai fundamental seperti gotong royong, toleransi, dan kesantunan perlahan mulai luntur digantikan oleh individualisme digital.

Otak Pintar Saja Tidak Cukup: Rapor Merah Pendidikan Tanpa Karakter PMII Sumsel juga menyoroti arah sistem pendidikan nasional saat ini. Pendidikan yang terlalu berorientasi pada pencapaian akademik dan angka-angka dinilai gagal melahirkan manusia yang utuh jika mengabaikan lingkungan sosial-budayanya.

“Kalau pendidikan hanya menghasilkan generasi yang pintar secara akademik tetapi kehilangan identitas dan kepedulian terhadap lingkungan sosial-budayanya, maka ada yang perlu kita evaluasi. Pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang berpengetahuan sekaligus berkarakter dan memahami akar kebangsaannya,” tegas Alva.

Ia menambahkan, keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia—mulai dari bahasa daerah hingga tradisi adat—merupakan modal sosial terbesar untuk merekatkan persatuan. Di bawah payung Bhinneka Tunggal Ika, perbedaan tersebut seharusnya memperkaya cara pandang inklusif, bukan justru memicu fragmentasi sosial.

Mendesak Pemerintah: Dorong Regulasi Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Melihat urgensi tersebut, PKC PMII Sumsel mendesak pemerintah—baik di tingkat pusat maupun daerah—untuk segera merestrukturisasi kebijakan kebudayaan. Kebijakan konvensional yang hanya fokus pada aspek “pelestarian” (keeping) harus diubah menjadi “pengembangan dan pemberdayaan” (developing).

Pemerintah diminta memberikan ruang yang lebih luas serta insentif bagi komunitas budaya, seniman, akademisi, dan organisasi kepemudaan untuk terlibat aktif. Salah satu strategi konkret yang ditawarkan adalah mengawinkan kebudayaan dengan sektor ekonomi kreatif. Kebudayaan Nusantara harus bertransformasi menjadi komoditas inovasi, pariwisata modern, dan instrumen diplomasi internasional tanpa kehilangan jati diri aslinya.

“Kita ingin budaya Nusantara tetap hidup, tetapi bukan berarti harus membeku. Budaya harus mampu berkembang, beradaptasi, dan menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai dasarnya. Inilah yang harus menjadi tugas bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan generasi muda,” pungkas Alva menutup pernyataannya.

(Randi)