29 C
Jakarta
Senin, Juni 1, 2026
Beranda blog

Revitalisasi Sekolah di OKI Disorot, Muncul Dugaan Ketidaksesuaian Anggaran dan Hasil Pekerjaan

0

Revitalisasi Sekolah di OKI Disorot, Muncul Dugaan Ketidaksesuaian Anggaran dan Hasil Pekerjaan

Kayuagung – Program revitalisasi sekolah tingkat SD dan SMP yang dilaksanakan melalui pendanaan Kementerian Pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menjadi perhatian sejumlah kalangan masyarakat. Sorotan muncul setelah beredar informasi mengenai dugaan ketidaksesuaian antara nilai anggaran proyek dan kondisi fisik bangunan hasil pekerjaan di lapangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, nilai proyek revitalisasi pada sejumlah sekolah di wilayah OKI disebut mencapai lebih dari Rp1 miliar per satuan pendidikan. Namun demikian, sejumlah pihak menilai hasil pekerjaan yang terlihat di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan besaran anggaran yang dialokasikan.

Salah satu sekolah yang menjadi perhatian adalah SMP Negeri 1 Teluk Gelam, yang diketahui menerima program revitalisasi pada tahun 2025. Beberapa warga dan pihak yang mengamati pelaksanaan proyek tersebut mempertanyakan kualitas hasil pekerjaan yang dinilai perlu dievaluasi lebih lanjut guna memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dan anggaran yang telah ditetapkan.

Di tengah munculnya berbagai pertanyaan publik, beredar pula dugaan adanya pemotongan anggaran dalam pelaksanaan program revitalisasi tersebut. Namun hingga saat ini, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum terdapat keterangan resmi maupun hasil pemeriksaan dari instansi berwenang yang dapat membuktikan kebenarannya.

Upaya konfirmasi kepada pihak sekolah maupun instansi terkait disebut telah dilakukan oleh sejumlah awak media. Akan tetapi, hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan resmi yang dapat memberikan klarifikasi atas berbagai informasi yang berkembang di masyarakat.

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten OKI, M. Abbas Umar, meminta aparat penegak hukum dan instansi pengawas untuk melakukan penelusuran secara objektif dan menyeluruh.

“Kami berharap seluruh proses penggunaan anggaran negara dapat dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Jika memang terdapat ketidaksesuaian, maka perlu dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, apabila pelaksanaan proyek telah sesuai aturan, hal tersebut juga perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, anggaran yang dialokasikan untuk sektor pendidikan harus mampu memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik dan lingkungan sekolah. Oleh karena itu, setiap kegiatan yang menggunakan dana negara perlu dapat dipertanggungjawabkan baik secara administratif maupun fisik.

Masyarakat kini menantikan penjelasan resmi dari pihak terkait guna menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan program revitalisasi sekolah di Kabupaten OKI berjalan sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten OKI maupun instansi terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi terkait informasi dan dugaan yang beredar tersebut. (Jul PPWI OKI/Tim Redaksi)

*Parade Militer Kelompok Separatis Azawad di Aljazair Picu Ketegangan Baru dan Sorotan Internasional*

0

*Parade Militer Kelompok Separatis Azawad di Aljazair Picu Ketegangan Baru dan Sorotan Internasional*

Aljazair — Sebuah rekaman video yang beredar luas di media sosial baru-baru ini memperlihatkan parade militer prajurit dari Front Pembebasan Azawad (Front de Libération de l’Azawad – FLA) di wilayah Bordj Badji Mokhtar, Aljazair bagian selatan. Berdasarkan laporan dari La Revue d’Afrique, parade publik yang menampilkan konvoi kendaraan taktis dan pengibaran bendera kelompok tersebut secara resmi mengonfirmasi keberadaan basis militer mereka di dalam wilayah kedaulatan Aljazair.

Bordj Badji Mokhtar merupakan kota sekaligus provinsi Aljazair yang terletak tepat di perbatasan sensitif dengan Mali bagian utara. Wilayah perbatasan ini secara historis memang kerap menjadi jalur lintas batas dan tempat perlindungan bagi berbagai kelompok bersenjata yang bergerak di antara kedua negara.

Parade terbuka ini memicu spekulasi geopolitik yang tajam. Menurut analisis La Revue d’Afrique, kemunculan ALF secara terang-terangan di ruang publik menjadi bukti adanya bentuk pembiaran serta dukungan terselubung dari Pemerintah Aljazair terhadap gerakan separatisme tersebut. Momentum ini dinilai kontradiktif, mengingat Aljazair baru-baru ini menyatakan secara terbuka untuk melepas dukungannya terhadap ide dan perjuangan kemerdekaan Sahara (Republik Demokratik Arab Sahrawi – SADR).

Gerakan FLA sendiri dibentuk pada akhir tahun 2024 sebagai wadah yang menyatukan beberapa koalisi separatis Tuareg. Kelompok ini belakangan gencar mengintensifkan serangan ofensif mereka terhadap militer Mali dan pasukan pembantu dari Rusia, bahkan sempat mengklaim keberhasilan merebut beberapa kota strategis seperti Kidal. Akibat aktivitas lintas batas ini, hubungan diplomatik antara Aljazair dan Bamako (Mali) berada dalam titik terendah, terutama setelah junta militer Mali secara sepihak memutus perjanjian damai yang sebelumnya diinisiasi melalui Proses Algiers.

*Persisma: Jaga Stabilitas dan Hindari Opini Menyesatkan*

Dinamika keamanan di wilayah Afrika Utara dan Sahara ini memantik perhatian serius dari komunitas internasional di Indonesia. Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, menyampaikan pandangan kritis serta harapannya agar pergolakan di wilayah perbatasan Aljazair tidak berimbas negatif pada proses perdamaian di kawasan sekitarnya.

“Kami mengamati dengan cermat perkembangan situasi keamanan di Afrika Utara. Kami sangat berharap agar resolusi konflik dan proses penyelesaian masalah di wilayah Sahara Maroko yang saat ini sudah berjalan ke arah positif, tidak terganggu oleh pergerakan-pergerakan militer atau manuver politik yang dapat memprovokasi keadaan,” ujar Wilson Lalengke di Jakarta, Senin, 01 Juni 2026.

Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini juga memperingatkan bahaya dari propaganda digital yang sengaja memanfaatkan ketidakstabilan regional untuk membentuk opini keliru di mata dunia. Oleh karena itu, kata Wilson Lalengke, semua pihak harus menahan diri agar tidak menciptakan opini yang menyesatkan (misguided opinions) di tengah masyarakat regional maupun internasional.

“Penyelesaian masalah secara damai, bermartabat, dan menghormati kedaulatan wilayah murni harus menjadi komitmen bersama. Hal ini sangat krusial demi memastikan kenyamanan, keamanan, serta kesejahteraan masyarakat luas, baik bagi warga di Sahara Maroko, maupun bagi kelangsungan hubungan baik antara bangsa Maroko dan bangsa Aljazair sendiri,” tegas tokoh pers terkemuka di Indonesia tersebut.

Melalui komitmen perdamaian yang kokoh, Persisma berharap wilayah Sahara dapat terbebas dari ancaman geopolitik kelompok separatis, sehingga stabilitas ekonomi dan sosial di kawasan Afrika Utara dapat terjaga demi kemakmuran bersama. (TIM/Red)

*Pancasila: Jiwa Bangsa dan Panduan Pengabdian dalam Gerak Juang Pewarta Warga*

0

Pancasila: Jiwa Bangsa dan Panduan Pengabdian dalam Gerak Juang Pewarta Warga

Setiap tanggal 1 Juni tertera dalam lembaran kalender bangsa, bukan sekadar sebagai penanda pergantian hari atau catatan peristiwa masa lalu, melainkan sebagai momen bersejarah yang suci. Hari ini senantiasa mengingatkan kita pada tonggak paling fundamental yang menentukan keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga hari ini. Pada tanggal itulah, kita memperingati hari lahirnya ideologi negara: sebuah nilai luhur agung yang telah terbukti mampu menyatukan ribuan pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke, merajut ratusan suku bangsa dengan segala kekhasan budayanya, serta mempersatukan ragam bahasa daerah di bawah satu bendera merah putih, satu tanah air tercinta, dan satu tekad persatuan yang kokoh tak tergoyahkan. Pancasila adalah jiwa yang hidup dan berdenyut di dalam sanubari seluruh rakyat Indonesia; ia adalah fondasi kokoh yang menopang berdirinya negara ini, sekaligus menjadi pedoman utama dan arah langkah yang mutlak, tak tergantikan, dalam setiap bentuk pengabdian kita kepada bangsa dan negara.

Bagi Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan segenap jajaran pengurus serta anggota di seluruh penjuru Nusantara, peringatan Hari Lahir Pancasila ini bukanlah sekadar seremonial formalitas belaka. Momen ini hadir sebagai seruan lantang dan panggilan luhur yang menuntut kita semua untuk kembali merenungkan makna sejati keberadaan organisasi ini di tengah kehidupan bermasyarakat. Sebagai insan yang bergerak di bidang informasi, pencatatan peristiwa, dan penyebarluasan fakta, kita memegang amanah besar di tangan. Pancasila bukanlah semata-mata rangkaian kalimat indah yang hanya pantas diucapkan di atas mimbar atau dihafalkan saat upacara kenegaraan; lebih dari itu, Pancasila adalah ideologi hidup, pandangan dunia, dan pedoman etika yang wajib dihayati secara mendalam, meresap ke dalam setiap nadi kehidupan kita, serta diamalkan dengan sepenuh hati dan tanggung jawab yang besar dalam setiap tindakan, tulisan, dan perilaku sehari-hari. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi kompas sejati bagi setiap Pewarta Warga Indonesia dalam menjalankan tugas suci mengabdi kepada kebenaran dan kepentingan rakyat.

Kelima sila yang menjadi pilar utama dasar negara ini, satu demi satu, harus tercermin dan termanifestasi secara nyata, tegas, dan konsisten dalam setiap gerak juang, kinerja, dan pengabdian kita sebagai pewarta yang berintegritas, pelopor informasi, dan penggerak perubahan positif:

Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.
Ini adalah landasan moral dan spiritual yang paling fundamental dan mutlak. Sebagai bagian dari generasi penerus bangsa dan pengemban amanah informasi, kita wajib menjadi insan yang beriman teguh, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta senantiasa menjunjung tinggi akhlak mulia dan budi pekerti luhur dalam setiap karya tulis dan tutur kata. Nilai ketuhanan inilah yang akan menjadi benteng kokoh dan pagar diri yang kuat bagi segenap Pewarta Warga Indonesia, agar tidak tergelincir atau terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif, perbuatan yang melanggar norma agama, susila, maupun ketentuan hukum yang berlaku di negeri ini, termasuk menghindari segala bentuk ujaran kebencian, fitnah, atau penyebaran informasi yang menyesatkan. Keimanan adalah cahaya yang menuntun kita berjalan di jalan kebenaran dan kebaikan yang hakiki.

Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Setiap anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia haruslah menempatkan diri berada di garda terdepan sebagai pelindung dan pembela harkat serta martabat manusia. Dalam setiap liputan, penulisan, dan penyampaian informasi, kita dituntut untuk senantiasa menghargai derajat, hak, dan kehormatan setiap orang tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, golongan, kedudukan, maupun status sosial. Keadilan yang beradab bermakna kita hadir dan bersuara untuk menegakkan kebenaran, membela yang lemah, menolak segala bentuk penindasan atau ketidakadilan, serta mengembangkan sikap saling menghormati, berbelas kasih, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang luhur di mana pun kita berada. Informasi yang kita sampaikan haruslah bernurani dan memanusiakan manusia.

Ketiga, Persatuan Indonesia.
Menjaga keutuhan, kerukunan, dan persatuan bangsa adalah tugas mulia dan tanggung jawab terbesar kita sebagai anak bangsa, khususnya bagi mereka yang memegang peran penyebar informasi. Di tengah dinamika zaman dan keberagaman yang ada, sering kali muncul perbedaan pandangan, kepentingan, atau potensi konflik; namun, di tangan pewarta yang sadar kebangsaanlah nasib persatuan ini turut ditentukan. Kita harus menjadi perekat yang kuat, bukan menjadi pihak yang memecah belah, menebar permusuhan, atau memperuncing perbedaan. Tugas kita adalah menyajikan fakta yang menyatukan, menyejukkan suasana, dan mengutamakan kepentingan bangsa serta negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Ini adalah wujud nyata dari cinta tanah air yang sejati dan tanggung jawab kebangsaan yang tinggi.

Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
Prinsip luhur ini mengajarkan kita untuk senantiasa mengedepankan cara-cara yang beradab, berbudaya, dan cerdas dalam memandang serta menyelesaikan setiap persoalan kehidupan berbangsa. Baik di dalam lingkungan organisasi maupun di tengah masyarakat luas, segala perbedaan pendapat atau permasalahan yang timbul wajib disikapi dengan kepala dingin, kebijaksanaan, dan semangat musyawarah untuk mencapai mufakat. Sebagai pewarta, kita harus memahami dan mengamalkan demokrasi yang sesungguhnya: demokrasi yang beretika, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi hikmat kebijaksanaan, bukan demokrasi yang bebas tanpa batas atau melanggar hak orang lain. Kita menjunjung tinggi keputusan yang diambil secara bersama-sama demi kebaikan dan kemajuan bersama pula.

Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Kehadiran Persatuan Pewarta Warga Indonesia di tengah masyarakat haruslah memberikan dampak yang nyata, bermanfaat, terasa manfaatnya, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Kita ada bukan hanya untuk diri sendiri atau kelompok semata, melainkan untuk berjuang, mengawasi, dan mengawal terwujudnya kesejahteraan, kemakmuran, serta keadilan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Gerak langkah dan karya jurnalistik warga kita harus selaras dengan upaya membantu mereka yang membutuhkan, memperjuangkan hak-hak masyarakat yang terabaikan, serta turut serta mengangkat derajat kehidupan warga agar tercipta tatanan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera sesuai dengan cita-cita luhur negara.

Kepada segenap jajaran pengurus, anggota, simpatisan, dan seluruh elemen Pewarta Warga Indonesia di seluruh pelosok tanah air, saya sampaikan seruan tegas, tulus, dan serius ini: Jadilah garda terdepan yang tak kenal lelah menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam setiap ucapan, pikiran, tulisan, maupun perbuatan. Jangan pernah membiarkan ideologi luhur ini menjadi rapuh, luntur, atau tergerus diterjang arus zaman dan pengaruh asing yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa serta budaya ketimuran kita. Tegakkanlah nilai-nilai ini dengan keberanian, ketegasan, integritas, dan kesetiaan yang tak tergoyahkan, karena di sanalah letak kekuatan, jaminan masa depan, dan kedaulatan bangsa ini berada.

Sebagai penutup amanat ini, marilah kita tanamkan komitmen yang kuat di dalam dada dan amalkan semboyan luhur ini dalam setiap denyut nadi perjuangan kita sebagai Pewarta Warga Indonesia:

“Bersatu dalam kebhinekaan, berdaulat dalam keadilan, maju dalam persatuan, kuat dalam Pancasila.”

Selamat memperingati Hari Lahir Pancasila, tanggal 1 Juni.
Pancasila Abadi!

Ditetapkan oleh:
DEWAN PENGURUS NASIONAL
PERSATUAN PEWARTA WARGA INDONESIA (PPWI)

Ketua Umum Nasional,

(Tanda Tangan)

Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA.

Sisir 4 Zona Krusial Hingga Fajar, Tim Beruang Polres Bekasi Kota Jaga Keamanan Jalur Malam

0

warta.in Bekasi ◊ Senin, 01 Juni 2026

BEKASI – Guna memitigasi segala bentuk gangguan keamanan pada jam rawan sepertiga malam dan memberikan jaminan rasa aman yang riil bagi masyarakat, Sat Samapta Polres Metro Bekasi Kota mengintensifkan Patroli Jaga Jakarta. Melalui prinsip Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah, operasi preventif berskala sedang ini digelar secara maraton pada Senin (1/6/2026) dini hari mulai pukul 00.00 WIB hingga menjelang subuh pukul 05.00 WIB. Langkah taktis ini dikerahkan secara dinamis untuk membidik para pelaku tindak pidana konvensional Curas, Curat, Curanmor (3C), aksi balap liar, begal, hingga potensi tawuran remaja.

Sesuai dengan instruksi Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, S.H., S.I.K., M.H., pergerakan taktis di lapangan dipimpin oleh Katim 2.2 Jaga Jakarta 1 Ipda Nurcahyo Fernandes, S.T., dengan berkekuatan 10 personel tangguh Tim 2 (Beruang). Menggunakan 5 unit armada kendaraan taktis roda dua, tim bergerak lincah membelah malam untuk melakukan pengawasan visual secara ketat. Pengerahan patroli motor ini didesain khusus agar petugas dapat merambah ke jalur-jalur penghubung antarkecamatan yang diidentifikasi sebagai zona rawan kriminalitas malam.

Rangkaian operasi diawali tepat pada pukul 00.00 WIB dengan pelaksanaan apel kesiapan di Halaman Mako Polres Metro Bekasi Kota untuk konsolidasi dan menerima arahan cara bertindak. Memasuki sepertiga malam, pada pukul 01.15 WIB hingga 02.00 WIB, Tim Beruang langsung meluncur menyusuri wilayah Bekasi Barat dengan menyisir Jalan I Gusti Ngurah Rai dan Jalan Bintara Jaya. Tak berselang lama, penyisiran taktis bergeser ke area Jatiasih mulai pukul 02.30 WIB guna mengunci ruang gerak pelaku street crime di sepanjang Jalan Raya Jatiasih hingga koridor utama Jalan Wibawa Mukti II.

Menjelang subuh, fokus pengamanan dialihkan ke sektor selatan, yakni wilayah Bantar Gebang dan Mustika Jaya mulai pukul 03.10 WIB hingga 04.30 WIB. Di zona ini, petugas memperketat pengawasan visual dengan menyusuri rute panjang meliputi Jalan Siliwangi, Jalan Tirta Utama, Jalan Surya Kencana, Jalan Raya Cipendawa, kawasan Vida, hingga Jalan Raya Bantar Gebang – Setu. Sebagai penutup, sebelum fajar menyingsing pada pukul 04.45 WIB, petugas menyisir koridor Bekasi Timur dan Rawalumbu, tepatnya di sekitar Jalan Chairil Anwar, Jalan RA. Kartini, hingga Jalan Ahmad Yani.

Hingga seluruh rangkaian Patroli Jaga Jakarta berakhir, situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota secara umum dilaporkan berada dalam keadaan yang sangat aman, tertib, dan kondusif (TKA) tanpa adanya kejadian menonjol. Metode blue light patrol yang diterapkan di sepanjang rute terbukti ampuh memberikan ketenangan bagi masyarakat yang beraktivitas di malam hari. Pihak kepolisian menyampaikan terima kasih atas sinergi warga dan mengimbau masyarakat untuk selalu memanfaatkan layanan darurat Hotline Call Center 110 yang siaga 24 jam penuh.

(Alpin A.S)

Syukuran HUT Kodam Hasanuddin Ke-69, Dandim 1414: ini Bukan Sekedar Seremonial

0

TORAJA UTARA – Peringati HUT Kodam XIV/Hasanuddin Ke 69 yang bertepatan hari lahir Pancasila Ke-81, Kodim 1414/Tator merayakannya dengan potong tumpeng, Senin (1/6/2026).

Perayaan tersebut dilaksanakan hari ini di Makodim 1414/Tator yang beralamat di jalan Pongtiku No. 64 Kelurahan Rantepao, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara.

Melalui sambutannya dihadapan para personil Kodim yang hadir, Dandim 1414/Tator Letkol Inf Armal, menyampaikan jika ini moment sangat penting dimana bertepatan perayaan 2 hari bersejarah.

“Hari ini tanggal 1 Juni hari lahir Pancasila termasuk dengan bertepatan HUT Kodam Ke-69 tahun. Jadi di Kodam kita melaksanakan, di kodim juga kita merayakan,” ungkap Letkol Armal

Selain itu, Letkol Armal juga mengatakan bahwa walaupun perayaannya sangat sederhana tapi intinya kita telah bersyukur .

“Semoga Kodam kita, makin hari makin maju, dan semakin memberikan dampak yang sangat positif buat wilayah kita khususnya Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara,” sebut Letkol Armal.

Dengan Motto hari ini sambung Dandim 1414/Tator, Kodam XIV/Hasanuddin profesional bersama rakyat untuk Indonesia maju karena Kodam tidak akan berjalan jika kita di wilayah kodim-kodim ini tidak berjalan.

Dandim Letkol Armal juga menekankan bahwa momentum tersebut menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian Kodam XIV/Hasanuddin yang telah memasuki usia Ke-69 tahun, sejak berdiri pada 1 Juni 1957 hingga 1 Juni 2026.

“Peringatan HUT Kodam XIV/Hasanuddin bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi refleksi atas dedikasi dan pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara,” pungkas Letkol Armal.

Polsek Ledokombo Amankan Terduga Pelaku Penipuan dan Penggelapan Penjualan Pohon Milik Orang Lain

0

Warta.in, Jember – Kepolisian Sektor (Polsek) Ledokombo berhasil mengamankan seorang pria berinisial M.H.IS yang diduga terlibat dalam tindak pidana penipuan dan penggelapan terkait penjualan pohon yang bukan miliknya. Kasus tersebut terungkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP-B/06/II/Res.1.11/2026/Polres Jember/Polsek Ledokombo, tertanggal 5 Maret 2026, yang dilaporkan oleh M. Sholeh alias Mat Karman.

Peristiwa bermula pada Kamis, 27 November 2025 sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, M.H.IS menghubungi korban melalui pesan suara WhatsApp dan menawarkan sejumlah pohon sengon serta beberapa jenis pohon lainnya. Dalam penawarannya, pelaku mengaku bahwa seluruh pohon tersebut merupakan miliknya dan berhak untuk diperjualbelikan.

Tertarik dengan penawaran tersebut, keesokan harinya, Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 08.00 WIB, korban mendatangi rumah pelaku di Dusun Salak, RT 04 RW 12, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo. Keduanya kemudian menuju lokasi pohon yang akan dijual untuk melakukan pengecekan dan pengukuran.

Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, pelaku menetapkan harga sebesar Rp8 juta. Korban yang percaya dengan keterangan pelaku kemudian menyetujui transaksi tersebut dan menyerahkan pembayaran secara tunai di lokasi.

Sekitar tiga minggu kemudian, tepatnya pada Sabtu (20/12/2025) pukul 08.00 WIB, korban mulai melakukan penebangan pohon dengan mempekerjakan sejumlah pekerja. Aktivitas tersebut bahkan berlangsung dengan sepengetahuan dan pengawasan langsung dari pelaku.

Namun, sekitar pukul 14.00 WIB pada hari yang sama, kegiatan penebangan dihentikan oleh dua orang bernama Susanto dan Holifah. Mereka menyatakan bahwa pohon-pohon yang ditebang merupakan milik Susanto dan tidak memiliki keterkaitan kepemilikan dengan M.H.IS.

Permasalahan kemudian berlanjut ke ranah hukum setelah Susanto melaporkan korban ke Polsek Ledokombo atas dugaan penebangan liar. Dari hasil pemeriksaan, terungkap fakta bahwa pohon yang dibeli korban memang merupakan milik Susanto, sementara M.H.IS tidak memiliki hak maupun kewenangan atas lahan dan tanaman tersebut.
Merasa menjadi korban penipuan dan mengalami kerugian sebesar Rp8 juta, M. Sholeh kemudian melaporkan M.H.IS ke Polsek Ledokombo.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan serangkaian penyelidikan dan pengumpulan barang bukti. Hasilnya, polisi berhasil mengamankan M.H.IS untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ini, terduga pelaku masih menjalani proses pemeriksaan di Polsek Ledokombo guna pengembangan penyidikan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dikonfirmasi Soal Dana Kapitasi dan Rangkap Jabatan, Kapus dan KA.Tu Puskesmas Disinyalir Alergi wartawan.

0
oplus_0

Warta.in-Rejang Lebong.

Keterbukaan Informasi Publik (KIP) UU Nomor 14 Th 2008 , Dugaan pelanggaran Sudah Jelas Sanksi Pidana 1-3 Tahun denda 5 jt – 50 juta. Transparansi pengelolaan anggaran di Puskesmas Sambirejo kembali menjadi sorotan dikalangan Publik. Kepala Puskesmas Sambirejo, Bdn. Mery Tresiana, diduga memilih mengelak serta disinyalir Alergi wartawan dan Ka.TU Luluk Jelas Langgar Peraturan Pemerintah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers).

Dewan Pengurus Cabang PPWI Rejang Lebong, Arie meminta Aph Jangan Adanya Kongkalikong, Segera usut Tuntas ,Karena didaerah lain Dana Kapitasi sudah banyak jadi tersangka Korupsi. Ada Apa di Daerah Rejang Lebong bisa bersih seolah tidak adanya penyalahgunaan anggaran. Padahal UU KIP saja Seluruh Kapus berani Melanggar dan Merasa Adanya aph yg membekingi, Selasa (26/5/26) Pagi.

” Kami Pengurus PPWI minta Aph Usut dana Kapitasi dan Pelanggaran Rangkap Jabatan oleh Kapus Sambirejo, dan Kapus Mery Mengandalkan karena Suaminya Seorang Ketua DPRD RL yang dugaannya Kebal Terhadap Hukum Negara Yang berlaku, ” Jelas Arie Selaku Ketua PPWI.

Masih Lanjut arie mengatakan,” Kapus Puskesmas Sambi rejo sekaligus plt Sekdis Dinkes ini merasa tidak ada hukum yang berani menyentuhnya, Mungkin Karena Suaminya Seorang Ketua DPRD RL dan merasa Dibekingi APH, Kami minta APH mengaudit turun langsung ke lapangan terkait dana kapitasi dan Apabila Dugaan Ada Aph (Oknum Polisi atau Oknum Jaksa,red) yang bekingi agar Propam Polda maupun Jamwas Kejagung RI proses sesuai aturan Hukum yang berlaku,” Tegasnya.

Kami Dari DPC PPWI RL akan terus Pantau dan kawal proses pengauditan dan kroscek lapangan. Apabila APH terkesan Tutup Mata, dan berdiam diri. Maka Kami DPC PPWI bersama Masyarakat akan Melakukan Upaya Melaporkan ketingkat lebih tinggi sebagai bentuk Bahwa Hukum Di Negara Ini diabaikan oleh pejabat yang berkuasa di Daerah Rejang Lebong, Justru mengabaikan Suara Jeritan masyarakat yang dibawah. (Tim Media)

Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Ideologi yang Hidup

0

Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Ideologi yang Hidup

Warta.in
Mataram, NTB – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, SE., MH., memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Senin (01/06/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri Wakapolda NTB, para Pejabat Utama Polda NTB, perwira, bintara, serta seluruh ASN Polri di lingkungan Polda NTB.

Dalam kesempatan itu, Kapolda NTB membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menegaskan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan zaman.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah tema yang menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi terciptanya perdamaian dunia.

“Hari ini adalah momentum refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Kapolda saat membacakan amanat.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Pancasila merupakan bintang penuntun bangsa yang telah teruji oleh berbagai dinamika dan tantangan sejarah. Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian serta ancaman perpecahan, Indonesia tetap mampu berdiri kokoh berkat kuatnya fondasi nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang ketangguhannya telah dibuktikan. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh,” lanjutnya.

Kapolda NTB mengajak seluruh personel Polri dan masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk tidak hanya menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai ideologi yang hidup (living ideology) yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus terus diimplementasikan dalam sikap, perilaku, serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Mengakhiri amanatnya, Kapolda NTB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan serta menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Dengan semangat Pancasila, kita wujudkan Indonesia yang maju, harmonis, dan berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia,” tutupnya.(sr/hpntb)

Bupati Jember Resmikan Rute Penerbangan Jember–Surabaya, Perkuat Konektivitas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

0

Warta.in, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember terus melakukan berbagai terobosan untuk mewujudkan visi Jember Baru, Jember Maju. Salah satunya melalui pembukaan rute penerbangan baru Jember–Surabaya yang diresmikan dalam acara inaugurasi di Bandara Notohadinegoro Jember, Senin (1/6/2026).

Peresmian rute tersebut dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait), anggota DPR RI Fraksi PKB Rivqy Abdul Halim, serta jajaran manajemen Lion Air Group dan Wings Air.

Bupati Jember Gus Fawait mengatakan, pembukaan rute penerbangan Jember–Surabaya merupakan langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran jalur penerbangan baru ini diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat maupun pelaku usaha di Kabupaten Jember.

“Inaugurasi rute penerbangan baru ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Jember dan Lion Air Group. Setelah sebelumnya tersedia rute Jember–Jakarta dan Jember–Bali, alhamdulillah hari ini kita resmi membuka rute Jember–Surabaya,” ujar Gus Fawait saat konferensi pers di Bandara Notohadinegoro.

Menurutnya, momen peresmian rute baru tersebut terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.

“Momentum ini sangat luar biasa karena bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. Semangat membuka akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang terus kita amalkan,” katanya.

Gus Fawait menjelaskan, terwujudnya rute penerbangan baru tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI Rivqy Abdul Halim dan jajaran Lion Air Group yang selama ini aktif menjalin komunikasi serta mendorong pengembangan penerbangan di Jember.

“Kami tidak berjalan sendiri. Ada dukungan dan pendampingan dari Gus Rivqy serta manajemen Lion Air Group yang terus berdiskusi dan berupaya membangun kepercayaan sehingga rute baru ini dapat terwujud,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pembukaan rute Jember–Surabaya merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memajukan Kabupaten Jember dan meningkatkan pelayanan transportasi udara bagi masyarakat.

“Saya persembahkan penerbangan ini untuk seluruh masyarakat Kabupaten Jember. Semoga dapat memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kemudahan mobilitas masyarakat,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Lion Air Group, Captain Daniel Putut Kuncoro Adi, menyampaikan bahwa penerbangan Jember–Surabaya akan dilayani sebanyak empat kali dalam sepekan.

Menurutnya, rute tersebut akan memberikan kemudahan bagi masyarakat Jember untuk terhubung dengan berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri melalui jaringan penerbangan Lion Air Group.

“Dengan konektivitas yang kami miliki, masyarakat Jember dapat terhubung dengan 144 kabupaten/kota di Indonesia dan lebih dari 200 kota di berbagai negara melalui jaringan penerbangan Lion Air Group,” jelas Daniel.

Ia juga menambahkan bahwa Lion Air Group memiliki penerbangan internasional dari Surabaya menuju Madinah dan Jeddah yang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat Jember yang akan melaksanakan ibadah umrah.

Daniel berharap konektivitas udara yang semakin baik dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

“Setelah tiba di Surabaya, masyarakat dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai kota besar dengan jaringan penerbangan Lion Air Group. Konektivitas ini akan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat dan mendukung perkembangan ekonomi Jember,” katanya.

Sementara itu, anggota DPR RI Fraksi PKB Rivqy Abdul Halim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya rute penerbangan baru tersebut, termasuk Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Wakil Ketua MPR RI Rusdi Kirana yang dinilainya konsisten memperjuangkan pengembangan konektivitas di Kabupaten Jember.

Menurut Rivqy, peresmian rute Jember–Surabaya harus menjadi titik awal peningkatan aksesibilitas Jember dengan berbagai kota di Indonesia maupun dunia.

“Semoga inaugurasi ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum terbukanya konektivitas Jember dengan berbagai kota di Indonesia dan dunia. Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan dunia usaha, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran rute penerbangan tersebut mampu memangkas waktu perjalanan Jember–Surabaya menjadi sekitar 40 menit, sehingga memberikan efisiensi dan kemudahan bagi masyarakat.

“Kami di DPR RI bersama PKB akan terus berjuang agar konektivitas dan pembangunan di Kabupaten Jember semakin maju serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pemkab Muba Siap Tertibkan HGU dan Amdal Perusahaan, Bakal Bentuk Tim Khusus

0

Warta.in MUBA- Pemkab Muba bersiap melakukan langkah besar dalam penataan tata kelola investasi dan pemanfaatan lahan di daerah. Atas instruksi langsung Bupati Muba HM Toha Tohet SH, seluruh perizinan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Muba, khususnya terkait Hak Guna Usaha (HGU) dan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) akan dilakukan penertiban secara menyeluruh.

Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Muba dibawah komando Bupati HM Toha Tohet SH dan Wakil Bupati Abdur Rohman Husen untuk memastikan seluruh aktivitas usaha berjalan sesuai regulasi.

Sekda Muba Drs Syafaruddin MSi menegaskan bahwa penertiban HGU dan Amdal merupakan instruksi langsung Bupati HM Toha Tohet SH yang harus dilaksanakan secara serius dan terukur.

“Pak Bupati menginginkan seluruh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Muba mematuhi ketentuan yang berlaku. Karena itu, Pemkab Muba akan melakukan penertiban terhadap aspek HGU maupun dokumen Amdal perusahaan agar seluruh kegiatan usaha berjalan sesuai aturan dan memberikan dampak positif bagi daerah,” ujar Syafaruddin.

Menurutnya, untuk memastikan proses penertiban berjalan efektif, Pemkab Muba akan membentuk tim khusus yang melibatkan perangkat daerah terkait serta unsur teknis lainnya. Tim tersebut nantinya bertugas melakukan pendataan dan verifikasi.

“Tim ini akan bekerja secara profesional, objektif, dan berdasarkan ketentuan perundang-undangan. Tujuannya bukan untuk menghambat investasi, melainkan memastikan seluruh perusahaan menjalankan kewajibannya dengan baik,” tegasnya.

Syafaruddin menambahkan, keberadaan HGU yang jelas dan dokumen Amdal yang sesuai menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Selain memberikan kepastian hukum bagi perusahaan, hal tersebut juga menjadi bentuk perlindungan terhadap hak masyarakat dan lingkungan hidup.

Pemkab Muba, lanjutnya, berharap seluruh perusahaan dapat mendukung langkah penertiban ini dengan bersikap kooperatif serta melengkapi seluruh dokumen yang dipersyaratkan.

“Pemerintah daerah ingin menciptakan iklim investasi yang sehat, tertib, dan berkeadilan. Karena itu kami mengajak seluruh perusahaan untuk bersama-sama mendukung kebijakan ini demi kemajuan Kabupaten Muba,” tandasnya.(Albert team)