Beranda blog

Patroli Wisata Rinjani Presisi Beri Rasa Aman Pengunjung Pantai Loang Baloq

0

Patroli Wisata Rinjani Presisi Beri Rasa Aman Pengunjung Pantai Loang Baloq

Warta in
Mataram, NTB – Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang menghabiskan akhir pekan di kawasan wisata, Unit Samapta Polsek Ampenan kembali menggelar Patroli Wisata Rinjani Presisi di kawasan Pantai Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, Minggu (02/08/2026).

Patroli menyasar sejumlah titik strategis, mulai dari area Taman Wisata Loang Baloq hingga kawasan Makam Loang Baloq yang berada di seberang lokasi wisata. Kehadiran personel kepolisian bertujuan memastikan situasi keamanan tetap kondusif sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di tengah meningkatnya aktivitas pengunjung pada hari libur.

Selain berkeliling memantau situasi, personel juga menyapa dan berdialog langsung dengan para pengunjung, pedagang, juru parkir, hingga petugas keamanan setempat. Melalui pendekatan humanis tersebut, masyarakat diajak berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan wisata.

Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, S.I.P., menjelaskan bahwa patroli wisata merupakan bagian dari program Patroli Rinjani Presisi yang secara rutin dilaksanakan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Polsek Ampenan.

“Patroli ini tidak hanya bertujuan memastikan situasi keamanan tetap kondusif, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Melalui dialog dan imbauan secara humanis, kami mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga dan memelihara kamtibmas,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, personel juga membantu para pengunjung menyeberang jalan mengingat arus kendaraan di sekitar kawasan Pantai Loang Baloq cukup padat pada akhir pekan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas dan memberikan rasa aman bagi wisatawan.

Tak hanya itu, petugas turut mengingatkan para juru parkir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan mengawasi kendaraan yang dititipkan pengunjung serta memastikan sistem parkir berjalan dengan baik.

Polsek Ampenan berharap melalui patroli rutin ini, kawasan wisata Pantai Loang Baloq tetap menjadi destinasi yang aman, nyaman, dan kondusif, sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati waktu berlibur tanpa rasa khawatir.(sr/hpm)

 

LBH IRO YUDHO WICAKSONO Gelar Pertemuan Rutin, Perkuat Soliditas & Komitmen Pelayanan Hukum kepada Masyarakat

0

Kediri, Minggu, 2 Agustus 2026 – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) IRO YUDHO WICAKSONO (IYW) kembali menggelar pertemuan rutin bulanan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi organisasi, meningkatkan profesionalisme anggota, serta menyusun langkah strategis dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat.

 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD Jawa Timur LBH IRO YUDHO WICAKSONO, Adv. Muhammad Taufiq, S.H., CLA., dan dihadiri oleh jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC), antara lain:

 

* DPC Kota Kediri : Witanto, S.H.

* DPC Kabupaten Kediri : Adv. Nanang Hadi Prayitno, S.H., CPM., CLA.

* DPC Kediri Pare : Adv. Taufik Al Hidayat, S.H.

* DPC Nganjuk : Mersha Anggraini.

* DPC Blitar : Fika Anggriawan, S.H.

* DPC Jombang : Yusuf Rokhamanudin.

* DPC Surabaya : M. Cholik E.S.

 

Pertemuan yang diselenggarakan setiap bulan ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan kekeluargaan antaranggota sekaligus membangun komunikasi, koordinasi, dan sinergi yang semakin baik dalam menjalankan visi serta misi organisasi.

 

Dalam suasana yang penuh keakraban dan diskusi yang konstruktif, seluruh peserta menyampaikan berbagai masukan, evaluasi, serta gagasan untuk pengembangan organisasi. Berbagai program kerja yang telah direncanakan dibahas bersama guna memastikan pelaksanaannya berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Selain membahas program kerja, pertemuan juga menekankan pentingnya tertib administrasi, pelaporan kegiatan yang akurat, serta peningkatan akuntabilitas organisasi. Hal tersebut dipandang sebagai bagian penting dalam menjaga profesionalisme lembaga, mendukung keberhasilan setiap program, serta menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kinerja di masa mendatang.

 

Ketua DPD Jawa Timur, Adv. Muhammad Taufiq, S.H., CLA., menyampaikan bahwa kekompakan dan komitmen seluruh anggota merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi bantuan hukum yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan hukum yang berkualitas kepada masyarakat.

 

Dengan terselenggaranya pertemuan rutin ini, diharapkan seluruh anggota LBH IRO YUDHO WICAKSONO semakin solid, memiliki komitmen yang kuat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, serta mampu memperkuat sinergi di setiap wilayah kerja masing-masing.

 

Pertemuan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa LBH IRO YUDHO WICAKSONO terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat sebagai lembaga yang memberikan bantuan hukum, edukasi hukum, advokasi, serta mengawal tegaknya keadilan secara profesional, independen, dan berintegritas.

 

“Bersama Mengabdi untuk Keadilan, Profesional dalam Pendampingan Hukum.”

WN dan BS Bantah Tuduhan Intimidasi Senjata Api, Tegaskan Sengketa Lahan Masih Berproses di Pengadilan

0

Warta.in, Jember – WN dan BS akhirnya memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang beredar terkait laporan dugaan penyerobotan lahan warisan, dugaan pemalsuan dokumen, hingga tuduhan intimidasi menggunakan benda yang disebut sebagai senjata api. Klarifikasi tersebut disampaikan kepada awak media saat ditemui di salah satu pujasera di Kabupaten Jember, Minggu (2/8/2026).

Dalam keterangannya, WN membantah tegas tuduhan bahwa dirinya pernah melakukan intimidasi menggunakan senjata api. Ia menegaskan, benda yang berada di dalam tasnya bukanlah pistol sebagaimana yang berkembang di masyarakat, melainkan sebuah keris pusaka atau keris karuhun peninggalan keluarga suaminya yang berasal dari Banten.

Menurut WN, keris tersebut tidak pernah dikeluarkan dari dalam tas sehingga tidak ada tindakan yang dapat dikategorikan sebagai bentuk intimidasi.

“Yang ada di dalam tas saya bukan senjata api, melainkan keris pusaka keluarga suami saya. Keris itu tetap berada di dalam tas dan tidak pernah saya keluarkan. Jadi tuduhan adanya intimidasi menggunakan senjata api tidak benar,” ujarnya.

WN menjelaskan, kesalahpahaman itu bermula saat tas miliknya tertukar dengan tas milik seorang rekannya yang berprofesi sebagai pengacara. Ketika tas tersebut diambil dari musala oleh seseorang bernama Bobby, tas itu disebut terasa berat. Dari peristiwa itulah, menurutnya, muncul dugaan yang kemudian berkembang menjadi isu adanya senjata api.

Ia juga mengaku telah memperoleh penjelasan dari Bobby yang menyatakan tidak pernah merasa mendapat intimidasi sebagaimana yang diberitakan sebelumnya.

Selain memberikan klarifikasi terkait tuduhan intimidasi, WN turut memaparkan duduk perkara sengketa lahan yang kini masih berproses di pengadilan. Ia mengaku memiliki perjanjian sewa lahan selama 10 tahun dan telah menyerahkan uang sewa sebesar Rp10 juta kepada pemilik lahan.

Namun, menurut WN, perjanjian tersebut dihentikan secara sepihak ketika baru berjalan sekitar dua setengah tahun. Merasa dirugikan, ia kemudian menempuh jalur perdata untuk menuntut ganti rugi atas bangunan yang telah didirikannya di atas lahan tersebut.

“Saya mengajukan gugatan perdata karena perjanjian dihentikan secara sepihak. Yang saya tuntut adalah hak saya sesuai isi perjanjian, termasuk biaya pembangunan yang telah saya keluarkan,” jelasnya.

WN menambahkan, dirinya memiliki bukti pembayaran serta salinan perjanjian sewa yang akan dijadikan alat bukti dalam proses persidangan.

Menutup keterangannya, WN kembali menegaskan bahwa tuduhan intimidasi menggunakan senjata api merupakan informasi yang tidak sesuai dengan fakta menurut versinya. Ia berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dan memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum serta pengadilan untuk menyelesaikan perkara tersebut hingga memperoleh putusan yang berkekuatan hukum tetap.

Dalam Musda IX HKTI, Gubernur NTB, Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia

0

Dalam Musda IX HKTI, Gubernur NTB, Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia

Warta.in
Mataram,NTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menawarkan model baru transformasi sektor pertanian melalui konsolidasi pengelolaan lahan yang terinspirasi dari keberhasilan Federal Land Development Authority (FELDA) Malaysia. Gagasan tersebut dinilai menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di tengah semakin sempitnya kepemilikan lahan pertanian.

Gagasan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) IX Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi NTB yang dirangkaikan dengan Dialog Tani di Mataram, Minggu (2/8). Musda mengusung tema “Memperkuat Peran Petani NTB Menuju NTB Makmur Mendunia dan Generasi Indonesia Emas 2045.”

Dalam kesempatan itu, Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi salah satu fondasi utama pembangunan ekonomi NTB. Karena itu, pembangunan pertanian tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Menurutnya, berbagai indikator menunjukkan bahwa sektor pertanian NTB sedang berada pada tren yang positif. Hingga pertengahan tahun 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) NTB mencapai 131, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 127. Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) tercatat mencapai 135.

“Capaian ini menunjukkan bahwa secara ekonomi usaha pertanian semakin menjanjikan. Ini menjadi sinyal positif bagi generasi muda bahwa pertanian merupakan sektor yang memiliki prospek baik. Bahkan bagi lembaga keuangan, sektor pertanian menjadi sektor yang layak mendapatkan dukungan pembiayaan karena memiliki prospek yang semakin baik,” ujar Miq Iqbal.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan mendasar sektor pertanian NTB masih sangat besar. Sekitar 70 persen petani di NTB merupakan petani gurem dengan kepemilikan lahan yang relatif sempit, bahkan sebagian tidak memiliki lahan sendiri. Kondisi tersebut menyebabkan biaya produksi menjadi tinggi, efisiensi usaha sulit dicapai, dan pendapatan petani belum optimal.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Gubernur menawarkan pendekatan baru melalui pengelolaan lahan secara kolektif yang terinspirasi dari pengalaman FELDA Malaysia.

Ia menceritakan pengalamannya saat mengunjungi FELDA dan melihat secara langsung bagaimana lembaga tersebut berhasil mentransformasi kawasan pertanian melalui konsolidasi lahan dan tata kelola yang terintegrasi.

Menurutnya, sebelum dikelola FELDA, banyak petani di Sabah dan Sarawak mengusahakan lahan dalam skala kecil secara mandiri. Pola tersebut menyebabkan biaya produksi tinggi, mulai dari pembelian pupuk, penggunaan alat dan mesin pertanian, hingga pemasaran hasil panen.

Namun setelah lahan dikelola secara bersama dalam satu sistem yang terintegrasi, efisiensi meningkat secara signifikan dan pendapatan petani mampu meningkat hingga beberapa kali lipat.

“Yang ingin kita ambil bukan menyalin sistemnya secara utuh, tetapi belajar dari prinsip keberhasilannya, yaitu bagaimana petani memperoleh skala ekonomi yang lebih besar melalui pengelolaan bersama,” jelasnya.

Gubernur Miq Iqbal mencontohkan bentang sawah di Kabupaten Lombok Tengah yang secara fisik tampak menyatu, tetapi sebenarnya dimiliki oleh ratusan petani dengan luasan yang berbeda-beda.

Menurutnya, apabila lahan-lahan tersebut dikelola secara kolektif melalui Koperasi Multi Pihak atau badan usaha yang profesional, biaya produksi dapat ditekan secara signifikan karena penggunaan alat mesin pertanian, benih, pupuk, hingga sistem pemasaran dilakukan secara bersama.

“Tadi sepanjang perjalanan kita melihat hamparan sawah yang sangat luas. Secara fisik terlihat satu kesatuan, tetapi pemiliknya bisa ratusan orang. Bayangkan apabila seluruh lahan itu dikelola bersama melalui koperasi. Biaya produksi akan jauh lebih efisien dan petani memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar,” katanya.

Menurut Gubernur, melalui pendekatan tersebut petani tidak hanya memperoleh manfaat dari hasil budidaya, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan usaha lain yang memberikan nilai tambah, seperti pengolahan hasil pertanian, distribusi, hingga aktivitas hilirisasi.

Karena itu, ia mengajak HKTI NTB bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mulai merumuskan model pembangunan pertanian yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Pertanian kita harus bergerak dari pola yang berjalan sendiri-sendiri menuju pola kolaboratif. Dengan skala ekonomi yang lebih besar, petani akan memiliki daya saing yang lebih kuat sekaligus memperoleh nilai tambah yang lebih besar,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan ucapan selamat kepada Willgo Zainar yang kembali terpilih sebagai Ketua HKTI Provinsi NTB. Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB dalam mendorong transformasi sektor pertanian, penguatan kelembagaan petani, percepatan hilirisasi komoditas pertanian, serta peningkatan kesejahteraan petani di seluruh wilayah NTB.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, transformasi pertanian bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi membangun sistem pertanian yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing. Melalui konsolidasi lahan, penguatan koperasi multipihak, hilirisasi hasil pertanian, serta kolaborasi antara pemerintah, HKTI, dunia usaha, dan lembaga keuangan, NTB menargetkan lahirnya ekosistem pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong Nilai Tukar Petani terus mendekati angka 150 sebagai indikator meningkatnya kesejahteraan petani dan semakin kokohnya fondasi ekonomi daerah menuju NTB Makmur Mendunia.(sr/dkisntb)

Wagub NTB Tampil Memukau, Promosikan Tenun Daerah di Indonesia Fashion Week 2026

0

Wagub NTB Tampil Memukau, Promosikan Tenun Daerah di Indonesia Fashion Week 2026

Warta.in
Jakarta – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat promosi wastra daerah sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Melalui panggung BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri tampil memperagakan busana tenun kreasi modern karya desainer NTB QV by Viviana, sekaligus memperkenalkan kekayaan tenun daerah kepada publik nasional.

Penampilan Wakil Gubernur pada ajang BTN Prioritas: The Grand Gala di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JCC), Senayan, Sabtu (1/8), menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mengangkat tenun tradisional sebagai identitas budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mampu bersaing di industri fesyen nasional.

Turut tampil dalam peragaan busana tersebut Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTB Eva Dewiyani dan Kepala Bappeda Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti, yang mengenakan koleksi busana berbahan tenun khas NTB dengan sentuhan desain kontemporer.

Usai peragaan busana, Wakil Gubernur yang akrab disapa Umi Dinda menyampaikan bahwa keikutsertaan NTB pada Indonesia Fashion Week bukan sekadar mengikuti perhelatan fesyen, tetapi menjadi bagian dari strategi memperkenalkan wastra daerah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin tenun.

“Saya sangat berbahagia dapat menghadiri BTN Indonesia Fashion Week 2026. Melalui karya Ibu Viviana, kita kembali memperkenalkan keindahan tenun khas Nusa Tenggara Barat, seperti tenun Renda, Muna Pa’a, dan Pringgasela kepada masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Menurut Umi Dinda, industri fesyen memiliki peran strategis dalam mengangkat nilai budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Melalui inovasi para desainer, kain tenun tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga diolah menjadi produk fesyen yang modern, bernilai tambah, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Ia berharap promosi yang dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai ajang nasional maupun internasional akan semakin memperkuat posisi tenun NTB sebagai salah satu wastra unggulan Indonesia.

“Kami berharap tenun NTB semakin dikenal, semakin dicintai, dan mampu menembus pasar yang lebih luas. Ketika pasar berkembang, para perajin, pelaku UMKM, dan seluruh rantai ekonomi kreatif di daerah juga akan ikut tumbuh. Karena itu, mari terus mencintai dan menggunakan tenun daerah kita,” ajaknya.

Desainer Viviana, yang mewakili NTB pada BTN Indonesia Fashion Week 2026, mengaku bangga dapat mempersembahkan koleksi busana berbahan tenun NTB di salah satu ajang fesyen terbesar di Indonesia.

Menurutnya, dukungan Pemerintah Provinsi NTB, termasuk kesediaan Wakil Gubernur menjadi salah satu model dalam peragaan busana, menjadi motivasi besar bagi para desainer daerah untuk terus berinovasi mengangkat kekayaan wastra Nusantara.

“Saya bersyukur dapat memperkenalkan karya berbahan tenun khas NTB di panggung nasional. Kehadiran Ibu Wakil Gubernur sebagai model merupakan dukungan yang sangat berarti bagi kami untuk terus berkarya dan mempromosikan tenun daerah,” katanya.

Sementara itu, Direktur Network and Retail Funding PT Bank Tabungan Negara (BTN) Rully Setiawan mengatakan BTN terus memperluas dukungannya terhadap sektor ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan BTN Indonesia Fashion Week 2026.

Menurutnya, ajang tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para desainer, pelaku industri kreatif, dan nasabah BTN yang terus berkontribusi menghadirkan inovasi bagi kemajuan Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono menjelaskan bahwa BTN Indonesia Fashion Week 2026 mengusung tema “Ulos Simetria”, yang merepresentasikan harmoni antara warisan budaya Nusantara dan desain kontemporer.

Selama penyelenggaraan pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center, BTN Indonesia Fashion Week menghadirkan karya para desainer, fashion label, Dekranasda, institusi pendidikan, serta pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia sebagai wujud keberagaman dan kekuatan industri fesyen nasional.

Keikutsertaan NTB pada BTN Indonesia Fashion Week 2026 menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam menjadikan wastra sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi kreatif daerah. Melalui kolaborasi dengan para desainer, pelaku UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan, tenun NTB diharapkan semakin dikenal di pasar nasional maupun internasional, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperluas pasar, memperkuat kesejahteraan para perajin, serta mengukuhkan Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu pusat pengembangan wastra unggulan Indonesia.(sr/dkisntb)

Berkumpulnya Kaum Nasionalis, Konfercab III PA GMNI Purwakarta Perkuat Konsolidasi Kader

0

Warta.in, Purwakarta – Semangat nasionalisme dan nilai-nilai Marhaenisme kembali digaungkan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) III Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kabupaten Purwakarta yang mengusung tema “Membumikan Marhaenisme”.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Merdeka, Desa Warnakerta, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Minggu (2/8/2026), menjadi ajang konsolidasi besar kaum nasionalis sekaligus momentum memperkuat peran alumni GMNI dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Konfercab tersebut dihadiri para tokoh PA GMNI dari tingkat kabupaten hingga provinsi, di antaranya Ketua DPC PA GMNI Purwakarta yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, H. Entis Sutisna, SE., SH., MH., MM., Ketua DPD PA GMNI Jawa Barat Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos., M.Si. yang diwakili Ketua Harian DPD PA GMNI Jawa Barat Pamriadi, yang juga menjabat Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, Sekretaris DPD Dr. Adiyana Slamet, Bendahara DPD Dwi Putro Aris, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Maya, serta para alumni GMNI dari berbagai daerah.

Mengusung semangat persatuan, Konfercab III menjadi forum musyawarah tertinggi di tingkat cabang yang tidak hanya membahas arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan, tetapi juga memilih kepengurusan baru periode 2026–2031 sekaligus merumuskan program kerja yang mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam sidang pleno, peserta Konfercab secara aklamasi menetapkan dan melantik Wilman Supondo sebagai Ketua DPC PA GMNI Kabupaten Purwakarta masa bakti 2026–2031. Terpilihnya Wilman diharapkan membawa energi baru bagi organisasi untuk semakin solid serta memperluas kontribusi alumni dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam sambutannya, H. Entis Sutisna menegaskan bahwa Konfercab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang konsolidasi ideologi bagi para alumni GMNI agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai nasionalisme, Marhaenisme, dan ajaran Bung Karno.

“Kita semua adalah bagian dari keluarga besar GMNI yang memiliki komitmen kuat untuk menjaga persatuan dan berkarya nyata di tengah masyarakat melalui berbagai profesi dan bidang pengabdian,” ujar H. Entis.

Ia menambahkan, kepengurusan baru harus mampu menjaga semangat perjuangan kerakyatan, gotong royong, serta menghadirkan organisasi yang semakin dekat dengan masyarakat.

“Kami percaya kepemimpinan yang baru mampu membawa PA GMNI Purwakarta semakin solid dan semakin banyak memberikan manfaat bagi masyarakat melalui semangat membumikan Marhaenisme,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Harian DPD PA GMNI Jawa Barat, Pamriadi, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Konfercab III. Menurutnya, semangat perjuangan GMNI tidak boleh berhenti ketika kader telah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah.

“Semangat perjuangan GMNI harus terus hidup dalam setiap pengabdian alumni di bidangnya masing-masing. Para kader yang kini menjadi tokoh di Purwakarta harus terus mengawal kepentingan rakyat dan hadir memberikan solusi bagi masyarakat,” katanya.

Dukungan juga disampaikan Sekretaris DPD PA GMNI Jawa Barat, Dr. Adiyana Slamet, dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Maya. Keduanya berharap kepengurusan baru mampu menjadikan PA GMNI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah serta memperkuat kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

Usai dilantik, Ketua DPC PA GMNI Purwakarta terpilih, Wilman Supondo, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh peserta Konfercab.

Ia berkomitmen melanjutkan estafet kepemimpinan dengan mempererat soliditas antaralumni, memperkuat kaderisasi, serta meningkatkan kontribusi nyata organisasi bagi pembangunan Purwakarta.

“Tujuan utama Konfercab ini bukan hanya memilih ketua dan pengurus baru, tetapi juga memperkuat kontribusi alumni bagi daerah. Alumni GMNI memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan kaderisasi, mempererat persatuan, serta mengawal nilai-nilai nasionalisme dan Marhaenisme agar tetap hidup di tengah masyarakat,” tegas Wilman.

Konfercab III PA GMNI Kabupaten Purwakarta pun menjadi penegasan bahwa organisasi alumni tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai kekuatan moral dan intelektual yang siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Dengan semangat “Membumikan Marhaenisme”, para alumni bertekad menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan karya nyata demi kemajuan Kabupaten Purwakarta serta Indonesia.

Silaturahmi & Sosialisasi Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Bersama Komisi IX DPR FPKB Asep Romy Romaya,SE

0

Kampung Bedas,  Tegalluar,Sapan, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Sabtu 1 Agustus 2026. WARTA. IN

H. Asep Romy Romaya, SE. Anggota DPR Komisi IX FPKB, Silaturahmi dan Sosialisasi Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Bojongsoang, Kampung Bedas, Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Bang Romy, Sapaan Akrab Romy Romaya, di sela-sela Kesibukannya tetap hadir untuk masyarakat Tegalluar, dan Bang Romy masih aktif di LPM Desa Tegalluar, Papar Galih Hendrawan S. Ip. MM. Kades Tegalluar.

Modal saya di Desa Tegalluar, silaturahmi dan Sosialisasi Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan, hari ini saya persembahkan khusus untuk warga Desa Tegalluar, Papar Bang Romy, yang merupakan kakak Dr.H. Dadang Supriatna, S. Ip. M. Si. Bupati Bandung.

Bantuan, dorongan masyarakat Desa Tegalluar, mengantarkan saya duduk di Senayan, sebagai Anggota DPR. Saya minta Doa masyarakat Desa Tegalluar, selalu Amanah, Pungkas Bang Romy.

Peserta yang hadir dalam acara tersebut, undangan, kepada Karang Taruna, LPM, BPD Tokoh Masyarakat, Ormas Se-Kecamatan Desa Tegalluar.

Jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan, Kecelakaan Kerja, Kehilangan Pekerjaan, dan Jaminan Hari Tua JHT,  Pekerja Penerima Upah, dan Pekerja Informal, Jasa Kontruksi, Opang, Buruh Harian Lepas, Pekerja Migran Indonesia di Lindungi BPJS Ketenagakerjaan, termasuk Wartawan, Papar Yogi Adam Pemateri Sosialisasi Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Bojongsoang Kabupaten Bandung. WARTA. IN Biro Bandung.

Coba Lagi Rilis Berita

0

Masih mental

Jalan Kami yang Berlubang! Warga Pal 3 Talang Akar Tagih Janji Manis Bupati PALI Terkait Pengaspalan Jalan!

0

Warta.in//PALI, 2 AGUSTUS 2026 – Ratusan warga yang bermukim di Dusun 6 dan Dusun 7 Pal 3, Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, mendesak Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, ST, untuk segera merealisasikan janji kampanyenya. Janji politik untuk melakukan pengaspalan jalan desa yang pernah diikrarkan sebelum menjabat hingga kini dinilai belum menunjukkan tanda-tanda akan diwujudkan.

Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Dusun 6 dan 7 Pal 3 saat ini dilaporkan mengalami kerusakan parah dengan lubang-lubang dalam yang menganga di sepanjang jalur pemukiman. Kerusakan ini tidak hanya menghambat mobilitas harian warga, tetapi juga mengancam keselamatan para pengendara roda dua dan roda empat yang melintas, terutama saat musim hujan tiba.

Tokoh Masyarakat Pal 3, Desa Talang Akar, menyatakan kekecewaannya secara mendalam atas lambatnya respons dari Pemerintah Kabupaten PALI.”Kami seperti dianaktirikan. Jika melihat desa-desa lain di sekeliling Kabupaten PALI, hampir semuanya sudah menikmati jalan mulus. Bisa dibilang tidak ada lagi jalan berlubang di kabupaten ini selain di tempat kami. Kami menagih janji Pak Bupati, karena jalan yang layak adalah urat nadi perekonomian desa kami yang saat ini lumpuh akibat rusak berat,” ujar perwakilan tokoh masyarakat setempat.

Masyarakat mengingatkan kembali komitmen awal saat masa kontestasi Pilkada, di mana perbaikan infrastruktur tingkat desa menjadi komoditas janji utama. Warga berharap Bupati Asgianto dapat memberikan perhatian khusus dan segera menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten PALI guna memasukkan proyek pengaspalan Pal 3 Desa Talang Akar ke dalam skala prioritas anggaran perubahan atau APBD murni terdekat.

Jika dalam waktu dekat belum ada kejelasan atau peninjauan langsung dari instansi terkait, perwakilan warga dan tokoh masyarakat Desa Talang Akar berencana untuk melayangkan surat audiensi resmi secara langsung ke Kantor Bupati PALI dan menggelar aksi damai demi memperjuangkan hak infrastruktur mereka.

 

Rilis: Muhamad Randi

Unik! Lomba Mancing 3 Kuintal Ikan di Saluran PHB Kemayoran*

0

Warta.in Jakarta – Semangat gotong royong dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Mancing Bersama Gembira (MBG) yang digelar warga RT 05 RW 01, Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Saluran Penghubung (PHB) Kemayoran tersebut diikuti sekitar 250 peserta dengan menebarkan 3 kuintal ikan. Selain menjadi ajang rekreasi dan kompetisi memancing, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Camat Kemayoran, Dicky Suherlan, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Mancing Bersama Gembira bukan sekadar perlombaan menangkap ikan, tetapi juga menjadi ruang membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan sosial antarwarga.

“Melalui kegiatan ini kita tidak hanya berlomba menangkap ikan, tetapi yang jauh lebih penting adalah memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan membangun rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Dicky menilai konsep memancing di Saluran Penghubung (PHB) merupakan gagasan yang unik dan jarang ditemui. Berbeda dengan lomba memancing yang umumnya dilaksanakan di kolam atau tambak, kegiatan ini memanfaatkan saluran air sebagai ruang publik yang mampu menghadirkan manfaat sosial sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.

Menurutnya, pemanfaatan PHB sebagai lokasi kegiatan menjadi pengingat bahwa saluran air bukan hanya berfungsi sebagai pengendali aliran dan pencegah banjir, tetapi juga harus dijaga kebersihan dan kelestariannya secara bersama-sama.

“PHB selama ini dikenal sebagai saluran pengendali aliran air. Namun hari ini kita buktikan bahwa tempat ini juga dapat menjadi ruang kebersamaan masyarakat. Ini menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Ia mengapresiasi seluruh panitia, pengurus lingkungan, sponsor, dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis.

“Semoga kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang semakin besar, semakin meriah, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. Mari terus menjaga kebersamaan, menjaga lingkungan, dan bersama-sama membangun Jakarta yang semakin maju,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RT 05 RW 01 Kelurahan Serdang, Saefuddin, menjelaskan bahwa Mancing Bersama Gembira lahir dari aspirasi warga yang menginginkan adanya kegiatan kebersamaan dalam menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Awalnya kegiatan ini hanya direncanakan untuk lingkup RT dan RW, namun tingginya antusiasme masyarakat membuat penyelenggaraannya berkembang hingga diikuti ratusan peserta.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kecamatan Kemayoran, Pemerintah Kelurahan Serdang, Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas Kebudayaan, Dinas Perhubungan, Karang Taruna, para sponsor, serta seluruh elemen masyarakat yang bergotong royong menyukseskan acara.

Saefuddin mengatakan semangat kebersamaan warga sebenarnya telah tumbuh sejak masa pandemi COVID-19 melalui program ketahanan pangan berbasis budidaya ikan. Berawal dari sebuah kolam sederhana, program tersebut terus berkembang berkat dukungan masyarakat dan para tokoh lingkungan hingga kini menjadi salah satu potensi pemberdayaan masyarakat di wilayah RT 05.

Selain itu, warga juga aktif menjalankan berbagai program lingkungan, salah satunya Program SIAP Pilar Sampah melalui pengelolaan bank sampah, pemanfaatan komposter, dan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Kemayoran, Lurah Serdang, para tokoh masyarakat, dan seluruh tamu undangan yang telah hadir, serta memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan yang awalnya dirancang sederhana namun berkembang menjadi kegiatan berskala lebih besar.

Ketua Panitia, Jafar Sodiq, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan Mancing Bersama Gembira merupakan hasil kerja sama, swadaya, dan semangat gotong royong masyarakat.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, di antaranya Pemerintah Kecamatan Kemayoran, Pemerintah Kelurahan Serdang, Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas Kebudayaan, Dinas Perhubungan, sponsor Cleo, serta seluruh relawan dan warga yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

Menurut Jafar, kegiatan ini juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan dari sisi kebersamaan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian warga.

“Meskipun dukungan sponsor masih terbatas, hal itu tidak mengurangi semangat kami untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Tujuan utama kami adalah memberikan ruang kebersamaan, hiburan yang positif, sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga,” ujarnya.

Jafar berharap Mancing Bersama Gembira dapat terus menjadi agenda tahunan yang semakin besar serta menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis.

Kegiatan ini digagas dan dilaksanakan oleh RENOMA (Remaja Nol Lima) bersama POKDAKAN (Kelompok Pembudidaya Ikan) Renoma Maju Bersama, dua komunitas yang selama ini aktif menggerakkan berbagai program sosial, kepemudaan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan budidaya perikanan di lingkungan RT 05 RW 01 Kelurahan Serdang.

Selain dikenal aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, RENOMA juga telah menorehkan berbagai prestasi, di antaranya meraih Juara III Lomba Lenong Tingkat Kecamatan Kemayoran. Bersama POKDAKAN Renoma Maju Bersama, komunitas tersebut terus mengembangkan program ketahanan pangan, pemberdayaan UMKM, pengelolaan lingkungan, serta berbagai kegiatan yang memperkuat kebersamaan warga.

Melalui semangat gotong royong dan swadaya masyarakat, RENOMA dan POKDAKAN Renoma Maju Bersama berkomitmen menjadikan Mancing Bersama Gembira sebagai agenda tahunan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara warga dan pemerintah dalam membangun lingkungan yang lebih maju, bersih, dan berdaya.