Beranda blog

Jelang HUT RI ke-81,Polsek Bunut Gelar “Jumat Curhat”: Ajak Warga Semarakkan Kemerdekaan hingga Sosialisasi K

0

PELALAWAN – Dalam rangka menyerap aspirasi sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas), Kapolsek Bunut AKP Markus Timbul Sinaga, S.H., M.H., melalui Kanit Binmas Aipda S.E. Pardosi, menggelar kegiatan Jumat Curhat pada Jumat (07/08/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Quick Wins Presisi Kapolri ini bertujuan untuk mendengarkan secara langsung keluhan, masukan, maupun permasalahan Kamtibmas yang dihadapi oleh masyarakat, guna mencari solusi bersama.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81, Aipda S.E. Pardosi mengawali imbauannya dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyemarakkan bulan kemerdekaan secara meriah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama memasang Bendera Merah Putih dan umbul-umbul di depan rumah maupun fasilitas umum, serta aktif memeriahkan HUT RI ke-81 dengan semangat kebersamaan,” ujar Kanit Binmas Polsek Bunut.

Pesan dan Imbauan Kamtibmas Polsek Bunut

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Bunut melalui Kanit Binmas menyampaikan beberapa poin penting terkait Harkamtibmas dan perlindungan masyarakat:

  • Pemberantasan Narkoba dan Judi Online

Masyarakat diimbau untuk terus berkolaborasi dengan pihak kepolisian dalam mencegah peredaran narkotika dan praktik judi online. Warga diminta untuk tidak ragu memberikan informasi kepada Polri, dan dipastikan setiap laporan akan segera ditindaklanjuti secara tegas.

  • Perlindungan Anak dan Lingkungan Keluarga

Orang tua diminta lebih aktif menjaga lingkungan rumah tangga agar anak-anak terhindar dari pergaulan bebas. Polsek Bunut juga menekankan pentingnya mengedukasi generasi muda mengenai bahaya LGBT serta bahaya kejahatan seksual/persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Warga juga diajak untuk melibatkannya dalam kegiatan sosial yang positif.

  • Pencegahan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan)

Mengingat bahaya dampak lingkungan dan hukum, kepolisian melarang keras warga membuka lahan dengan cara membakar. Sanksi pidana tegas akan diberlakukan bagi siapa saja yang terbukti menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

Melalui program Jumat Curhat ini, Polsek Bunut berharap hubungan silaturahmi dan kemitraan antara Polri dan masyarakat semakin solid, sehingga kondusifitas wilayah hukum Polsek Bunut tetap terjaga dengan baik.

NTB Selangkah Lagi Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN

0

NTB Selangkah Lagi Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN

Warta.in
Jakarta ,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selangkah lagi menerapkan Sistem Manajemen Talenta sebagai dasar pengembangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN). Kesiapan tersebut mendapat apresiasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI setelah Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, serta Tim Manajemen Talenta BKD NTB memaparkan pembangunan Sistem Manajemen Talenta Pemerintah Provinsi NTB di hadapan jajaran BKN RI di Kantor BKN RI, Jakarta, Kamis (6/8).

Ekspose tersebut dipimpin Deputi Bidang Penyelenggaraan Manajemen Aparatur Sipil Negara BKN RI, Dr. Herman, M.Si., yang mewakili Kepala BKN RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. Turut hadir dalam forum tersebut jajaran lengkap BKN RI, yakni Sekretaris Utama BKN, Deputi Bidang Sistem Informasi Manajemen ASN, Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian Manajemen ASN, Deputi Bidang Penyelenggaraan Layanan Manajemen ASN, Pejabat Fungsional Ahli Utama, Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN, Kepala Kantor Regional X BKN (Wilayah Bali Nusra), serta Direktorat Pengembangan Talenta dan Karier ASN. Kehadiran tim lengkap tersebut merupakan bagian dari proses klarifikasi, konfirmasi, dan validasi terhadap kesiapan Pemerintah Provinsi NTB dalam menyelenggarakan Sistem Manajemen Talenta.

Dalam paparannya, Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa transformasi birokrasi harus dimulai dari pembenahan sistem pengelolaan sumber daya manusia aparatur. Menurutnya, pengembangan karier ASN tidak boleh lagi bergantung pada kontestasi sesaat, tetapi harus dibangun melalui sistem yang objektif, transparan, dan berbasis kinerja serta potensi.

“Pengembangan karier ASN tidak boleh lagi bergantung pada kontestasi sesaat. Ke depan, karier aparatur harus dipandu oleh Manajemen Talenta ASN berbasis kinerja dan potensi sehingga adil bagi ASN dan menguntungkan organisasi,” tegas Gubernur.

Gubernur Miq Iqbal menjelaskan bahwa pembangunan Sistem Manajemen Talenta merupakan bagian dari implementasi visi Bangkit Bersama Menuju NTB Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia, khususnya Misi Ketujuh yang menitikberatkan pada percepatan transformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang bersih, inovatif, dan kolaboratif. Saat ini Pemerintah Provinsi NTB mengelola 27.850 ASN, sehingga membutuhkan sistem pengelolaan karier yang modern, profesional, objektif, dan berbasis data.

Menurut Miq Iqbal, keberhasilan Triple Agenda Pembangunan Daerah, yakni pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan menjadikan NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia, hanya dapat diwujudkan apabila didukung ASN yang kompeten, profesional, dan ditempatkan sesuai talenta terbaiknya. Karena itu, pembangunan Sistem Manajemen Talenta menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung keberhasilan agenda pembangunan daerah tersebut.

Dalam forum yang berlangsung sekitar 90 menit itu, Gubernur Miq Iqbal memaparkan secara komprehensif pembangunan Sistem Manajemen Talenta di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Paparan tersebut mencakup identifikasi jabatan strategis yang kosong maupun yang akan kosong, pemetaan talenta ASN melalui talent mapping, penyusunan rencana suksesi (succession planning), pengembangan kompetensi melalui Individual Development Plan (IDP), strategi retensi talenta, hingga simulasi pengisian jabatan berbasis data menggunakan aplikasi SIMATA BKN. Seluruh instrumen tersebut disiapkan sebagai fondasi pengembangan karier ASN yang objektif, terukur, transparan, dan berkelanjutan.

Setelah melalui proses klarifikasi, konfirmasi, dan validasi terhadap seluruh materi yang dipaparkan, Deputi Bidang Penyelenggaraan Manajemen Aparatur Sipil Negara BKN RI, Dr. Herman, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kesiapan Pemerintah Provinsi NTB. Menurutnya, pembangunan Sistem Manajemen Talenta di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB telah menunjukkan kesiapan yang sangat baik dan telah siap untuk memasuki tahapan penetapan oleh Kepala BKN RI.

“Kesiapan Pemerintah Provinsi NTB sangat baik dan sudah siap. Selanjutnya akan kami dalami sehingga mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama rekomendasi Kepala BKN RI dapat segera keluar,” tegas Dr. Herman.

Ia menjelaskan, tahapan berikutnya adalah pendalaman terhadap dokumen dan implementasi Sistem Manajemen Talenta yang telah dipaparkan Pemerintah Provinsi NTB. Apabila seluruh persyaratan telah dinyatakan terpenuhi, Kepala BKN RI akan menerbitkan rekomendasi penetapan penyelenggaraan Sistem Manajemen Talenta bagi Pemerintah Provinsi NTB.

Terbitnya rekomendasi tersebut akan menjadi tonggak penting dalam reformasi manajemen ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama tidak lagi semata-mata mengandalkan mekanisme seleksi terbuka melalui Tim Seleksi, tetapi mengacu pada Sistem Manajemen Talenta yang menempatkan rekam jejak, kompetensi, kinerja, potensi, dan kesiapan suksesi sebagai dasar utama pengembangan karier ASN.

Melalui sistem tersebut, setiap ASN memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan prestasi dan kapasitasnya, sementara organisasi memiliki talent pool yang telah dipersiapkan secara sistematis sehingga proses pengisian jabatan dapat berlangsung lebih cepat, objektif, transparan, dan berkesinambungan.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, penerapan Sistem Manajemen Talenta bukan sekadar memenuhi kebijakan reformasi birokrasi nasional, tetapi merupakan langkah strategis membangun birokrasi yang profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.(sr/dkisntb)

Pastikan Wilayah Ngimbang tetap Aman Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light 4C Di Daerah Rawan

0

Pastikan Wilayah Ngimbang tetap Aman Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light 4C Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Kamis (06 /08 /2026) pukul 22.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan oleh Aiptu Deni,Brigadir Elbiyin dan Brigadir Bayu dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang dan Gudang tembakau R3 serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngambang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Polsek Ngimbang Menggelar Kegiatan Patroli Dialogis NOBAR Piala Presiden Antara Persib – Persibaya

0

Polsek Ngimbang Menggelar Kegiatan Patroli Dialogis NOBAR Piala Presiden Antara Persib – Persibaya

LAMONGAN// Warta. In – Dalam upaya mempererat kedekatan masyarakat dengan Polri dan TNI Polsek Ngimbang menggelar Nonton bareng ( Nobar Pertandingan sepak bola Piala Presiden 2026 antara Persib melawan Persibaya di Pujasera1 (Ex Terminal) Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Kamis (06/08/2026) pukul 20,00 Wib

Hadir dalan acara nonton bareng tersebut Personil Polsek Ngimbang Aiptu Deni,Aipda Ery Cahyono, Brigadir Bayu, Brigadir Elbiyun, Bapak Suwaji,
dan Anggota Petugas Damkar serta Warga Desa Sendangrejo ( Anggota Sabuk Kamtibmas)

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana. S. Tr. K., S. I. K,
Pada hari Kamis tanggal 06 Agustus 2026 Pukul 20.00 WIB sampai selesai, anggota Jaga Polsek Ngimbang bersama Anggota Petugas Damkar Ngimbang serta warga lingkungan masyarakat ( Sabuk Kammtibmas) Desa Sendangrejo melaksanakan giat Nobar pertandingan sepak bola Piala Presiden tahun 2026 antara Persib melawan Persibaya di Pujasera 1 Ngimbang Desa Sendangrejo Kec Ngimbang Kabupaten Lamongan.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk hubungan yang baik antara Polri dengan masyarakat, untuk saling menjaga Harkamtibmas.

Selama kegiatan berjalan tertib dan lancar, situasi dalam keadaan Aman dan kondusif, (roy)

Himbauan Ketua Ormas KPK-ME.Muara Enim.Jaga KarHutla Demi Kenyamanan Kita Bersama

0

Warta In

,”Tanjung Enin,muara Enim,”Melalui kesempatan ini, Ketua Organisasi,Komunitas Peduli Kepentingan Masyarakat Muara Enim(KPK-ME) Ahmad Nang Wi/alias Jangguk.Mengimbau,” kepada seluruh masyarakat Kabupaten Muara Enim agar kita bersama-sama dapat meningkatkan kenyamanan kepedulian dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)diwilayah kita masing masing.

Mari kita tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada aparat atau pihak berwenang setempat,apabila melihat atau menemukan titik api agar dapat segera ditangani.

Karhutla bukan hanya merusak hutan dan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan, keselamatan, serta aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kepedulian dan tanggung jawab kita bersama dalam menjaga kelestarian alam.

Mencegah lebih baik daripada memadamkan. Bersama sama kita cegah Karhutla demi Muara Enim yang aman sejahtra sehat, dan makmur

(Zulkifli)

Maksimalkan Pelayanan kepada Masyarakat Polsek Ngimbang Gelar Commanderwish Pagi Di Daerah Rawan

0

Maksimalkan Pelayanan kepada Masyarakat Polsek Ngimbang Gelar Commanderwish Pagi Di Daerah Rawan

LAMONGAN// Warta.In – Polsek Ngimbang dalam rangka melayani masyarakat melalui kegiatan Commander Wish dipagi hari, dengan beberapa personel untuk hadir memberikan pelayanan di tengah masyarakat pada jam-jam sibuk pagi hari.

Kegiatan Commander Wish di laksanakan di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R, Aiptu Djudi, Aiptu Deni. S, dan Brigadir Deni Rafnaldi di SP 4 Pasar Ngimbang dan SMA Negeri 1 Ngimbang di Kecamatan Ngimbang pada Hari Jum’at (07/08/2026) pukul 05.40 WIB

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr, K. S.I.K, menjelaskan bahwa Commander Wish Layanan Pagi merupakan program prioritas sekaligus kebijakan utama dari Kapolres Lamongan yang bertujuan menghadirkan personel Polri secara maksimal pada pagi hari untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel ditempatkan di sejumlah titik strategis, di antaranya kawasan rawan kemacetan, penyeberangan anak sekolah, pasar atau pusat kegiatan ekonomi, serta kawasan perkantoran.

Kehadiran personel di lokasi tersebut diharapkan mampu menciptakan kelancaran arus lalu lintas, meningkatkan keamanan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang memulai aktivitas.

Kapolsek Ngimbang menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama seluruh personel.

Program Commander Wish Layanan Pagi menjadi langkah awal dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang responsif, cepat, dan Presisi melalui kehadiran nyata anggota Polri di tengah masyarakat sejak pagi hari.

Kami harap pelayanan terhadap masyarakat harus lebih maksimal. Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah melaksanakan kegiatan layanan pagi ini.” ujarnya.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, humanis, dan jadikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”pungkasnya ( roy)

Jelang HUT RI ke-81 dan Kunker Kapolri, Polda NTB Gelar Apel Siaga Kamtibmas Serentak Seluruh Jajaran

0

Jelang HUT RI ke-81 dan Kunker Kapolri, Polda NTB Gelar Apel Siaga Kamtibmas Serentak Seluruh Jajaran

Warta.in
Mataram, NTB – Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-81 Polda NTB menyelenggarakan Apel Siaga Kamtibmas secara serentak di seluruh Polres/Ta jajaran sebagai bentuk kesiapan personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya, Kamis (06/08/2026).

Apel yang berlangsung di Lapangan Tribun Bhara Daksa tersebut dipimpin langsung Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., dihadiri Wakapolda NTB, segenap Pejabat utama Polda NTB, Perwira bintara dan ASN Polri Polda NTB serta diikuti secara zoom meeting oleh seluruh Polres jajaran.

Dalam arahannya, Kapolda NTB menegaskan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan RI merupakan momentum nasional yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, seluruh jajaran Polri diminta meningkatkan kesiapsiagaan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT RI berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kapolda juga menginstruksikan seluruh personel untuk memperkuat langkah-langkah preventif dan preemtif melalui deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan yang mungkin muncul selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Lakukan berbagai upaya untuk memastikan situasi Kamtibmas menjelang HUT Kemerdekaan RI tahun 2026 ini di seluruh wilayah NTB, “ tegas Kapolda dihadapan peserta apel.

Selain pengamanan peringatan HUT RI, Kapolda NTB turut menyoroti rencana kunjungan kerja Kapolri ke kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, dalam rangka mendukung program swasembada pangan, khususnya pengembangan komoditas bawang putih. Kunjungan tersebut dinilai sebagai bagian dari dukungan Polri terhadap penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus stabilitas ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda NTB menyebutkan enam penekanan penting yang menjadi pedoman seluruh jajaran Polda NTB dalam menjaga stabilitas kamtibmas.

Pertama, seluruh personel diminta meningkatkan deteksi dini melalui optimalisasi fungsi intelijen dan Bhabinkamtibmas guna memetakan serta mengantisipasi berbagai potensi ancaman terhadap perayaan HUT RI maupun kunjungan kerja Kapolri.

Kedua, menyiapkan pengamanan VVIP secara maksimal, khususnya bagi jajaran yang terlibat langsung dalam pengamanan kunjungan Kapolri ke Lombok Timur.

Ketiga, memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat sebagai kekuatan bersama dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

Keempat, menghadirkan polisi di tengah masyarakat melalui strong point, patroli dialogis, serta patroli skala besar di lokasi rawan, pusat keramaian, maupun kawasan yang berpotensi terjadi aksi premanisme dan penyakit masyarakat.

Kelima, mendukung Program ASRI dengan melakukan penanaman 1.000 pohon di kawasan Mandalika, penanaman 500 pohon secara serentak di seluruh Polres jajaran, serta pembangunan sumur bor di daerah yang mengalami krisis air sebagai bentuk antisipasi dampak El Nino.

Keenam, seluruh personel diingatkan untuk selalu mengedepankan pelayanan yang humanis dengan menerapkan budaya senyum, sapa, salam, serta menghindari tindakan arogan agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri terus meningkat.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda NTB mengapresiasi dedikasi seluruh personel dan menegaskan bahwa apel siaga bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud kesiapan Polri dalam menjamin keamanan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan kelancaran kunjungan kerja Kapolri di wilayah NTB agar berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

“Ingat bahwa apel ini bukan acara seremonial semata tetapi komitmen kita Polda NTB dalam mewujudkan Harkamtibmas menjelang HUT Kemerdekaan RI dan kunjungan Kapolri mendatang, “tutupnya.(sr/hpntb)

Kolonel Laut (KH) Drs.Burhan, M.Pd Resmi Menjadi Ketua Komite SMK KAL-1 Periode 2026-2030

0

Kolonel Laut (KH) Drs.Burhan, M.Pd Resmi Menjadi Ketua Komite SMK KAL-1 Periode 2026-2030

Surabaya,(06/08/26)
Pergeseran Jabatan Ketua Komite SMK KAL-1 Kamis, (06/08/26) berlangsung secara sederhana namun hikmat, Kolonel Laut (KH)Drs. Burhan, M.Pd menggantikan Kolonel (Purn) Drs. Erwin Andarasmono, M.Kes.

Serah terima Jabatan Ketua Komite SMK KAL-1 berdasarkan Skep/011/VII/2026/SMK KAL-1 tertanggal 05 Agustus 2026 yang di tandatangani oleh Kasatdik SMK KAL-1 Munawar, S.Pd., M.Pd.

Masa jabatan Ketua Komite tersebut akan berlangsung sejak di keluarkannya surat keputusan ini hingga masa berakhirnya tahun 2030. Pada kesempatan tersebut hadir juga Ajeng Ramantya Sari, orang tua murid Kelas X T.Log selaku Bendahara Komite serta Anik Winarsih , S.Pd orang tua murid Kelas X TITL .A sebagai Sekretaris Komite.

Kasatdik SMK KAL-1 Munawar, S.Pd., M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa serah terima jabatan Ketua Komite SMK KAL-1 adalah hal biasa sebagai tuntutan organisasi, hal ini bersamaan dengan pembenahan manajemen di sekolah.

Kasatdik juga menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada Kolonel (Purn) Drs. Erwin Andarasmono, M.Kes. yang sudah bersinergi dengan sangat baik dalam memberikan dukungan serta bantuannya selama ini demi kemajuan SMK KAL-1 Surabaya.

Sementara itu Ketua Komite yang baru, Kolonel Laut (KH) Drs. Burhan, M.Pd menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang telah di berikan oleh SMK KAL-1, harapannya dalam masa kepengurusannya semoga dapat bekerja sama secara optimal dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan yang berlangsung di SMK KAL-1 Surabaya.

Nampak hadir dalam serah terima jabatan Ketua Komite seluruh manajemen sekolah, Kasatdik, Ka.TU, Bendahara, para Wakil Kepala Sekolah, Ka.Komli, Kabeng, para wali kelas dan guru serta karyawan (yht/dar).

*Oknum Polisi Kebon Jeruk Jadi Backing Mafia Tanah Merampas Hak Keluarga Ambar Witjaksono Sutarman*

0

*Oknum Polisi Kebon Jeruk Jadi Backing Mafia Tanah Merampas Hak Keluarga Ambar Witjaksono Sutarman*

Jakarta – Sungguh menyedihkan! Dunia penegakan hukum di Indonesia jadi coreng-moreng oleh tindakan tak terpuji oknum wereng coklat alias aparat kepolisian sendiri. Sebuah insiden perampasan aset (land-grabbing) yang dilakukan secara rapi, terstruktur, sistematis, tapi sangat brutal di Polsek Kebon Jeruk Jakarta Barat menimpa keluarga Ambar Witjaksono Sutarman (60) dan istrinya, Mia Laelasari (55).

Lahan seluas 6.855 meter persegi berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama almarhumah Nany Siti Harmani Sutarman (ibu kandung Ambar) yang terletak di Jalan Raya Puncak KM 82,2, Cisarua, Kabupaten Bogor, berpindah tangan secara melawan hukum akibat tindak intimidasi, penyalahgunaan wewenang (abuse of power), dan rekayasa transaksi yang melibatkan oknum anggota Polsek Kebon Jeruk bersama komplotan mafia tanah.

Peristiwa ini berawal dari perselisihan perdata dan utang-piutang bisnis yang melibatkan Beno Adi dan Rivan. Persoalan utang-piutang tersebut bukannya diselesaikan secara keperdataan. Kasus ini justru ditarik ke ranah pidana oleh oknum Polsek Kebon Jeruk bersama para mafia tanah pimpinan Teddy Kurniawan.

Modus operandinya adalah melalui pembuatan laporan polisi terhadap Ambar dan Mia oleh Rivan di Polsek Kebon Jeruk pada tanggal 20 Oktober 2020. Tuduhannya sangat serius: mereka disangkakan melakukan penipuan/penggelapan terkait penerbitan cheque Bank BCA.

Pada Jumat, 28 Juli 2023, tanpa menunjukan surat penangkapan yang sah, lima anggota kepolisian menjemput paksa Ambar dan Mia dari kediaman mereka dan langsung ditahan. Penahanan tersebut diiringi tekanan mental yang luar biasa, seperti penyanderaan fisik dan psikologis, ancaman penjara, eksekusi menggunakan senjata, dan skenario transaksi fiktif.

Pasangan suami-istri ini ditahan di sel terpisah, tidak diberi makan-minum selama penahanan, dan tidak disediakan fasilitas memadai untuk beribadah. Dari foto yang beredar, Ambar terlihat sholat Subuh di dalam sel dengan tatapan kosong akibat tekanan berat.

Berdasarkan penuturan Ambar dan Mia, penyidik secara terbuka mengancam akan menetapkan mereka sebagai tersangka dan menahannya selama 20 hari jika tidak menyetujui tuntutan pelapor untuk menjual aset tanah mereka di Cisarua. Pada 1 Agustus 2023, di bawah pengawalan dua oknum polisi berpakaian preman bersenjata api laras pendek, Ambar dan Mia digiring paksa ke kantor sang kepala geng mafia tanah, Teddy Kurniawan, di Kelapa Gading untuk menandatangani PPJB (Perjanjian Perikatan Jual Beli), Surat Kuasa Jual, dan Surat Pengosongan.

“Lalu, pada 2 Agustus 2023, bertempat di kantor BCA KCU Green Garden, Kebon Jeruk, dilakukan transaksi rekayasa pembayaran tanah senilai Rp8 miliar. Teddy seolah-olah mentransfer uang ke kami. Namun, begitu dana masuk ke rekening saya, uang tersebut langsung ditransfer balik ke rekening Rivan (Rp2 miliar), Beno Adi (Rp3 miliar), dan Notaris Anah S.H., M.Kn (Rp3 miliar). Semua uang dikuras mereka tanpa sisa,” tutur Mia Laelasari sedih saat mengadukan nasib mereka ke Sekretariat PPWI Nasional, Senin, 3 Agustus 2026, lalu.

Tindakan keji ini memicu reaksi keras dari Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, yang dikenal luas sebagai pembela warga terzalimi di berbagai daerah di tanah air. Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu mengatakan akan pasang badan membela keluarga Ambar Witjaksono, terutama karena ada keterlibatan oknum polisi dalam kasus tersebut.

“Tindakan oknum Polsek Kebon Jeruk ini bukan sekadar pelanggaran disiplin atau kode etik, melainkan kejahatan korporasi hukum yang sangat barbar! Kepolisian yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat justru bertindak sebagai ‘barisan pengawal’ yang mempermulus tindak kejahatan para sindikat mafia tanah untuk memeras serta merampas hak milik warga yang tidak berdaya,” tegas Wilson Lalengke, Kamis, 6 Agustus 2026.

Aktivis HAM internasional itu menegaskan bahwa PPWI bersama tim kuasa hukum tidak akan tinggal diam. PPWI berkomitmen menempuh jalur hukum secara menyeluruh, meliput secara luas kasus ini, serta melaporkan seluruh oknum polisi yang terlibat, mulai dari tingkatan penyidik (Iptu Tulus, Bripka Rohmat), Kanit (AKP Anggi Fauzi Hasibuan), hingga level pimpinan Polsek, ke Bidpropam Polda Metro Jaya, Divpropam Polri, hingga Kompolnas.

PPWI juga mendesak pembatalan demi hukum atas seluruh dokumen akta jual beli dan peralihan hak yang dibuat di bawah ancaman dan paksaan. Tidak hanya itu, para mafia tanah atas nama Teddy Kurniawan, Beno Adi, Rivan, notaris, dan oknum pimpinan Bank BCA, harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka secara hukum.

Perilaku oknum institusi negara dalam kasus ini bersinggungan langsung dengan pandangan beberapa filsuf kenamaan dunia. Thomas Hobbes (1588-1679) menyatakan bahwa tanpa hukum yang adil, manusia berada dalam kondisi Homo homini lupus (manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya). Ketika polisi bertindak sebagai alat pemeras, negara kembali ke bentuk negara rimba (state of nature) yang menerapkan hukum rimba, di mana kekuasaan fisik dan senjata mengintimidasi kebenaran.

Pada sisi lain, Lord Acton (1834-1902) mengingatkan bahwa kekuasaan cenderung berperilaku korup, dan kekuasaan absolut pasti bertindak korup, “Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely.” Kewenangan penyidikan dan penahanan yang dimiliki oknum polisi disalahgunakan secara absolut untuk menekan korban demi keuntungan finansial kelompok mafia.

Sementara itu, filsuf Inggris John Locke (1632-1794) dalam teorinya “Two Treatises of Government” menegaskan bahwa hak atas kepemilikan harta benda (property) adalah hak alamiah (natural rights) yang wajib dilindungi oleh negara. Ketika alat negara justru memfasilitasi perampasan properti warga, negara telah mengkhianati kontrak sosialnya.

Tindakan perampasan tanah secara sistematis ini berbenturan keras dengan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara. Tindakan polisi merampas kebebasan, mengancam, tidak memberikan hak dasar (makanan/minuman), dan memperlakukan warga secara tidak manusiawi di dalam sel Polsek, ini merupakan penghianatan berat terhadap sila ke-2, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Tidak hanya itu, tambah Wilson Lalengke, penanganan hukum di ranah pidana atas kasus sengketa perdata ini dan keberpihakan aparat terhadap para mafia tanah menunjukan rendahnya moralitas para oknum polisi di Polsek Kebon Jeruk. “Terjadinya ketimpangan hukum, di mana pemilik aset sah dimiskinkan melalui rekayasa hukum dan intimidasi oleh persekongkolan jahat para mafia tanah dengan oknum wereng coklat adalah pelanggaran sila ke-5 Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” tandas Petisioner HAM PBB 2025 ini menutup pernyataannya.

Kasus yang menimpa Ambar Witjaksono Sutarman dan Mia Laelasari adalah ujian krusial bagi reformasi kepolisian dan pemberantasan mafia tanah di Indonesia. Hukum tidak boleh kalah oleh konspirasi oknum berseragam dan cukong beruang. Perjuangan Wilson Lalengke dan PPWI merupakan pemantik bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal kasus ini hingga keadilan ditegakkan secara utuh, aset dikembalikan kepada pemilik sah, dan para pelaku, baik sipil maupun aparat, diganjar hukuman setimpal. (TIM/Red)

Rakernis Gabungan Polda NTB 2026 Dibuka, Irjen Kalingga Tekankan Kolaborasi Antar Fungsi

0

Rakernis Gabungan Polda NTB 2026 Dibuka, Irjen Kalingga Tekankan Kolaborasi Antar Fungsi

Warta.in
Mataram, NTB — Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan tujuh fungsi, Kamis (6/8/2026), di Ballroom Hotel Lombok Raya. Kegiatan tersebut menjadi forum menyatukan arah kebijakan, sekaligus memperkuat sinergi antarfungsi menghadapi dinamika tugas kepolisian.

Kapolda NTB menegaskan, Rakernis menjadi momentum menyamakan visi, mempererat koordinasi, serta memperkuat kolaborasi antarfungsi dalam menghadapi tantangan tugas yang terus berkembang.

“Rakernis ini bukan sekadar forum evaluasi, tetapi momentum menyelaraskan arah kebijakan, menyatukan cara pandang, dan memperkuat sinergi antarfungsi. Organisasi yang tangguh lahir dari keterpaduan seluruh unsur yang bergerak menuju tujuan yang sama,” ujar Irjen Pol. Kalingga.

Kapolda NTB menjelaskan, setiap fungsi memiliki peran strategis. Biro Rena mengawal pembangunan organisasi, Ditintelkam memperkuat deteksi dini, Ditbinmas membangun kemitraan, Ditsamapta menghadirkan rasa aman, Ditpamobvit menjaga objek vital, Ditpolairud mengawal wilayah perairan, sedangkan Biddokkes mendukung kesehatan personel sekaligus pelayanan kemanusiaan.

“Peran kita boleh berbeda, namun pengabdian berpijak pada tujuan yang sama, menghadirkan perlindungan yang menenangkan, pengayoman yang menguatkan, serta pelayanan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Pati Polri bintang dua itu, perkembangan teknologi, dinamika sosial, serta potensi gangguan kamtibmas menuntut seluruh personel bertindak lebih prediktif, responsif, profesional, dan adaptif. Ia meminta setiap peserta menjadikan Rakernis sebagai ruang melahirkan inovasi dan solusi nyata, bukan sekadar agenda seremonial.

“Tinggalkan ego sektoral, bangun komunikasi yang efektif, dan perkuat budaya kerja kolaboratif. Keberhasilan tidak lahir dari kerja sendiri-sendiri, melainkan dari kekuatan kebersamaan yang saling menguatkan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Kapolda mengingatkan seluruh personel agar menjaga integritas dan menjadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap hasil Rakernis mampu diterapkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Pengabdian bukan sekadar menyelesaikan tugas, tetapi menghadirkan nilai dan meninggalkan jejak kebaikan. Ketika niat tetap tulus, integritas terjaga, dan langkah terus seirama, kepercayaan masyarakat akan terus tumbuh,” tutup Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja.(sr/hpntb)