Beranda blog

Tradisi Lamaran Tetap Relevan, Perkuat Hubungan dan Komunikasi Keluarga

0

Wartain Banten | Artikel | 07 Juni 2026  — Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin modern, tradisi lamaran masih menjadi bagian penting dalam rangkaian menuju pernikahan. Bukan sekadar seremoni atau formalitas, lamaran dinilai memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan, membangun komunikasi, serta menyatukan dua keluarga sebelum pasangan melangkah ke jenjang pernikahan.

Pasangan Fariz Maulana dan Amelia Andriyani memilih menjalankan tradisi lamaran, Sabtu, 6 Juni 2026, dengan konsep yang lebih sederhana dan menyesuaikan kebutuhan. Hal ini menunjukkan bahwa nilai utama dari lamaran bukan terletak pada kemewahan acara, melainkan pada makna silaturahmi, komunikasi, dan penghormatan terhadap keluarga.

Melalui pertemuan tersebut, kedua belah pihak dapat saling mengenal lebih dekat, menyampaikan maksud dan tujuan pernikahan, serta membahas berbagai hal yang berkaitan dengan rencana kehidupan rumah tangga pasangan.

Selain mempererat hubungan antarkeluarga, prosesi lamaran juga memberikan kesempatan bagi orang tua dan anggota keluarga untuk terlibat dalam persiapan pernikahan. Keterlibatan tersebut dapat memperkuat dukungan sosial dan emosional bagi calon pengantin dalam menghadapi kehidupan berumah tangga.

Dengan berbagai nilai positif yang terkandung di dalamnya, tradisi lamaran diperkirakan akan tetap bertahan dan relevan di tengah perkembangan zaman. Sebagai langkah awal menuju pernikahan, lamaran menjadi ruang untuk memperkuat hubungan, membangun komunikasi yang sehat, serta menciptakan fondasi yang kokoh bagi kehidupan keluarga di masa mendatang.(WartainBanten)

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

LAMONGAN//Warta.in –Dalam rangka kedekatan masyarakat untuk menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman saat masyarakan menjalankan ibadah kaum Nasrani di wilayah Ngimbang

Kali ini petugas personil Polsek Ngimbang melaksanakan kegiatan pengamanan giat masyarakat umat Kristiani diwilayah Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang, minggu (07/06/2026) pukul 07.30 wib sampai selesai

Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Kaum Nasrani ini personil Polsek Ngimbang Aiptu Sihadi dan Aipda Afis hadir dalam melaksanakan kegiatan pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati.

Kegiatan pengamanan Ibadah umat Kristiani di Gereja GKJTU dan GJWI yang bertempat di Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang dalam persembahyangan Minggu pagi umat Kristiani digereja GKJTU dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

Sementara itu Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, melalui Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R saat dikonfirmasi oleh awak media, “Bahwa pengamanan ini guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang menjalankan Ibadah di Hari Minggu dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati “Terangnya

Kami berharap dengan adanya Patroli pengamanan secara rutin di Hari Minggu ini masyarakat dalam menjalankan Ibadah bisa tenang dan nyaman sehingga wilayah Ngimbang tetapaman dan kondusif,pungkasnya ( roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengaman swakarsa
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Sabtu (06/06/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 22.00 wib oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Kanit Reskrim Aipda Dian. P. Aiptu Suhadi, Aipda Afis dan Brigadir Elbiyun untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di SPBU Ngimbang, Simpang 3 Tanjung,Swalan R3 Tanjungdan Desa Purwokerto Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)

*Silsilah Halawa Kritik Sikap Bupati Nias Utara: Jangan Hanya Jadi Penonton di Balik Kasus Pembunuhan Siswi*

0

“Silsilah Halawa Kritik Sikap Bupati Nias Utara: Jangan Hanya Jadi Penonton di Balik Kasus Pembunuhan Siswi.

NIAS UTARA – Pegiat sosial, Silsilah K.P.A. Halawa, S.H., C.PP, melontarkan kritik tajam terhadap sikap Pemerintah Kabupaten Nias Utara yang dinilai belum menunjukkan langkah nyata dalam merespons kasus dugaan pembunuhan terhadap siswi SMK berinisial AZ (17) di Kecamatan Alasa Talumuzoi. Ia menegaskan, meski bukan penyidik, Bupati memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang dilanda kegelisahan.

Kasus yang menyita perhatian publik ini saat ini tengah dalam tahap penyidikan intensif oleh Polres Nias, di mana puluhan saksi telah diperiksa untuk mengungkap fakta dan pelaku di balik kematian tragis tersebut. Namun hingga kini, pelaku belum terungkap, sementara keluarga korban masih hidup dalam ketakutan dan trauma mendalam.

Menurut Silsilah, kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menilai seorang kepala daerah tidak boleh bersikap pasif seolah-olah kasus ini sepenuhnya urusan kepolisian semata.

“Memang benar Bupati bukan penyidik dan tidak memiliki kewenangan menangkap pelaku. Namun Bupati adalah pemimpin daerah yang memiliki tanggung jawab moral, politik, dan administratif untuk memastikan masyarakat merasa aman. Ketika seorang anak kehilangan nyawa secara tragis dan pelakunya belum terungkap, maka diam bukanlah pilihan yang pantas bagi seorang pemimpin,” tegas Silsilah.

Ia mempertanyakan langkah konkret apa saja yang telah diambil pemerintah daerah, baik dalam memberikan perlindungan dan pendampingan bagi keluarga korban maupun dalam mengoordinasikan upaya pemulihan rasa aman masyarakat.

“Publik berhak tahu: apakah sudah ada pendampingan psikologis bagi keluarga? Apakah sudah dilakukan koordinasi khusus dengan aparat penegak hukum? Jangan sampai muncul kesan bahwa pemerintah hanya hadir saat ada seremonial, namun menghilang saat rakyat sedang menderita,” ujarnya.

Silsilah menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar persoalan hukum, melainkan juga masalah kemanusiaan yang membutuhkan kehadiran nyata negara. Ia menambahkan, keresahan yang meluas di masyarakat menjadi bukti bahwa pemerintah daerah harus segera mengambil sikap tegas.

“Masyarakat tidak butuh pernyataan normatif semata, melainkan tindakan nyata yang menunjukkan keberpihakan terhadap korban dan komitmen menegakkan keadilan. Saya meminta Bupati keluar dari sikap pasif, jangan menunggu tekanan membesar baru bertindak,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keadilan bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab moral seluruh pemangku kepentingan, termasuk kepala daerah.

“Jika pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat, tunjukkan dengan tindakan. Masyarakat Nias Utara menunggu keberanian pemimpinnya berdiri bersama keluarga korban sampai pelaku diungkap dan dihukum sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Silsilah.

Ia berharap kasus ini menjadi perhatian bersama, dan tidak ada pihak yang membiarkan tragedi ini berlalu begitu saja tanpa solusi yang jelas dan rasa keadilan yang terpenuhi.

(TIM/Redaksi)

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengaman swakarsa
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Sabtu (06/06/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 22.00 wib oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Kanit Reskrim Aipda Dian. P. Aiptu Suhadi, Aipda Afis dan Brigadir Elbiyun untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di SPBU Ngimbang, Simpang 3 Tanjung,Swalan R3 Tanjung dan Desa Purwokerto Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)

Polsek Ngimbang Bersama Forkopimcam Dan IPSI Serta Ketua Perguruan Silat  Gelar Silahturahim

0

Polsek Ngimbang Bersama Forkopimcam Dan IPSI Serta Ketua Perguruan Silat  Gelar Silahturahim

LAMONGAN//Warta.In – Dalam rangka menjalin kedekatan dengan elemen masyarakat Polsek Ngimbang dan Forkopimcam Menggelar pertemuan guna Silahturohim bersama IPSI dan Ketua Perguruan Silat se- Kecamatan Ngimbang, Sabtu (06/06/2026) pukul 20.30 Wib

Bertempat di Gedung MWCNU Kec Ngimbang Jl. Raya Babat – Jombang Dusun Pule Desa Lamongrejo Kecamatan Ngimbang

Kegiatan ini di laksanakan dalam rangka mewujudkan situasi Kamtibmas diwilayah Ngimbang yang tetap aman dan kondusif.

Hadir dalam pertemuan tersebut Anton Sujarwo,SPD M.M Camat Ngimbang, IPTU I WAYAN SUMANTRA, SH,Kapolsek Ngimbang, SERTU SUKIMAN yang mewakili Ndanramil Ngimbang,
ARIS PRAMONO, S.T Ketua IPSI Ngimbang,Pengurus IPSI Kecamatan Ngimbang, Ketua Perguruan dan anggota se Kec Ngimbang.

Rangkaian kegiatan yaitu pembukaan dan sambutan – sambutan, untuk sambutan pertama Ketua Perguruan Pagar Nusa selaku Tuan Rumah, di lanjutkan dengan sambutan Ketua IPSI Kecamatan Ngimbang, sambutan Camat Ngimbang, Sambutan Kapolsek Ngimbang

Dilanjutkan pokok pembahasan agenda perguruan, dan penutup foto bersama dan do’a

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H,
Menjelaskan, bahwa Kegiatan dilaksanakan dalam Rangka komunikasi dan koordinasi serta penyampaian situasi terkini terkait sitkamtibmas di wilayah Ngimbang

Kami melaksanakan dalam upaya sebagai langkah preemtif dan preventif dalam menjaga situasi Kamtibmas wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, ungkapnya

Kami berharap Pertemuan silahturahmi seperti ini harus diadakan rutin setiap 3 bulan sekali dengan Anjang sana pada masing2 perguruan dengan cara diundi.

Untuk agenda 3 bulan kedepan perguruan silat yaitu melaksanakan kegiatan Kerja Bakti di TMP dan Lapangan Ngimbang serta Upacara dalam rangka Upacara 17 Agustus 2026

Menjelang pengesahan PSHT / UKT perguruan silat harus saling menghormati dan menghargai antar perguruan Silat di Kecamatan Ngimbang tetap Guyub dan rukun dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan serta persaudaraan, sehingga wilayah Ngimbang tetap  aman dan kondusif, pungkasnya ( roy)

PALI Seru! Damkar PALI Gelar Flying Fox Perdana, “Gratis” Mulai Pagi Ini di Gelora November, Berani Coba?

0
module: NormalModule; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Hdr; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 110.0;

Warta.in//PALI, [07/06/2026] – Kabar gembira bagi warga Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang bingung mencari agenda pengisi libur akhir pekan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten PALI kembali menghadirkan keseruan akhir pekan lewat wahana rekreasi ekstrem yang ramah keluarga.

personel PALI Fire & Rescue siap menyulap Lapangan Gelora November menjadi arena petualangan. Masyarakat umum, khusus anak-anak, ditantang untuk menguji nyali meluncur di wahana Flying Fox secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Edukasi Berbalut Petualangan Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB ini bukan sekadar hiburan pengisi waktu olahraga pagi setiap minggunya. 

Damkar PALI memanfaatkan momen ini untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus mengedukasi warga mengenai keselamatan dan fungsi peralatan penyelamatan (rescue).”Kami ingin memberikan hiburan yang bermanfaat bagi warga PALI. Selain bisa memacu adrenalin dengan aman karena diawasi langsung oleh instruktur bersertifikasi dari tim rescue, warga juga bisa belajar lebih dekat mengenai dunia pemadam kebakaran,” ujar kadin Damkar PALI Rizal Pahlefi. AP, M,SI.

Catat Detail Waktunya! Bagi Anda yang tertarik memacu adrenalin atau sekadar ingin memberikan pengalaman baru bagi buah hati, berikut detail lengkap agendanya:Acara: Flying Fox Gratis Damkar PALI Hari/Tanggal: Minggu Pagi Waktu: 06.00 s.d. 09.00 WIB Lokasi: Lapangan Gelora November, Kabupaten PALISyarat: Cukup datang dengan pakaian olahraga yang nyaman dan mematuhi instruksi keselamatan petugas.

Mengingat tingginya antusiasme warga pada kegiatan-kegiatan sebelumnya, masyarakat diimbau untuk datang lebih awal agar tidak mengantre terlalu panjang.

Kami sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan wahan flying fox ini, yang di adakan setiap minggunya di gelora November PALI, untuk itu kami berharap kedepannya agar di tingkatkan lagi kualitas dari pada flying fox dengan jarak agrenalin nya saat ini mungkin kurang lebih 30-50 meter, sekiranya perpanjang lagi jarak turun agrenalin nya, dan ini menjadi pengalaman baru bagi anak-anak untuk menguji keberanian mereka”ujar salah satu warga setempat”.

Untuk pembaruan informasi atau koordinasi lebih lanjut, warga dapat memantau akun media sosial resmi di Instagram @damkar_pali atau menghubungi layanan darurat PALI di nomor 112.

 

 

 

Rilis:(Muhamad Randi)

Lokasi Judi Dadu Pak Kulit Patumbak Tak Gentar Sergapan Polisi

0

Warta.in Medan, 6 Juni 2026 – Praktik perjudian dadu yang beroperasi di kawasan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, yang dikenal oleh warga setempat dengan nama lokasi “Pak Kulit”, masih berani beroperasi secara terbuka dan tampak tidak gentar meski telah berkali-kali menjadi sasaran sergapan kepolisian. Keberanian kelompok pengelola lokasi ini untuk terus menjalankan aktivitas ilegal tersebut memicu kekhawatiran masyarakat akan lemahnya penindakan hukum di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, lokasi judi ini telah beroperasi selama lebih dari dua tahun. Tempat tersebut biasanya dibuka mulai sore hingga dini hari, dan selalu dipenuhi oleh puluhan pengunjung yang datang dari berbagai daerah di sekitar Patumbak maupun dari Kota Medan. Meskipun keberadaannya sudah diketahui umum, operasi mereka berjalan sangat terorganisir. Ada penjaga yang ditempatkan di setiap jalan masuk dan titik strategis, lengkap dengan alat komunikasi, untuk memantau setiap gerakan petugas kepolisian maupun orang asing yang mencurigakan.

“Sudah berkali-kali polisi datang dan melakukan sergapan, tapi mereka seolah sudah tahu duluan. Setiap kali petugas tiba, tempat itu sudah kosong, atau mereka sudah bersembunyi di tempat rahasia yang hanya diketahui pengelola,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (6/6/2026). Warga tersebut juga menambahkan bahwa lokasi ini memiliki jalur pelarian yang berliku dan terhubung dengan kebun-kebun warga, sehingga sangat sulit bagi petugas untuk menangkap pelaku secara langsung saat operasi berlangsung.

Selain sistem pengamanan yang ketat, dugaan adanya jaringan perlindungan juga menjadi alasan mengapa lokasi judi ini tak kunjung berhenti beroperasi. Warga menuding bahwa ada pihak tertentu yang memberikan informasi setiap kali rencana operasi penindakan disusun oleh kepolisian. Hal inilah yang membuat para pengelola dan pemain merasa aman dan tidak gentar meski ancaman sanksi pidana sudah jelas tertulis dalam undang-undang. (RN)

*PPWI Sambut WPF University, Gagas Kolaborasi Strategis Pendidikan dan Peradaban*

0

*PPWI Sambut WPF University, Gagas Kolaborasi Strategis Pendidikan dan Peradaban*

Jakarta – Dalam upaya mendorong kemajuan sektor pendidikan sekaligus mencetak pemikir masa depan, Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) menggelar pertemuan bilateral strategis dengan perwakilan World Philosophical Forum (WPF) University. Pertemuan bersejarah ini berlangsung di Jakarta pada Sabtu, 6 Juni 2026, dan dihadiri langsung oleh para tokoh kunci dari kedua belah pihak.

Hadir memimpin delegasi PPWI adalah Ketua Umum DPN PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., yang didampingi oleh Wakil Ketua III Bidang Hubungan Internasional PPWI, Dr. Abdul Rahman Dabboussi. Sementara itu, pihak WPF University diwakili secara langsung oleh akademisi terkemuka mereka, Dr. Muhammad Jeseus Chrishna.

Pertemuan yang berjalan hangat namun sarat substansi ini berlangsung selama kurang lebih dua jam, dimulai tepat pada pukul 13.30 WIB. Sepanjang jalannya diskusi, kedua belah pihak menunjukkan kesamaan visi dalam melihat tantangan global saat ini, khususnya mengenai pentingnya menyuntikkan nilai-nilai kebijaksanaan universal dan filsafat dunia ke dalam sistem pengembangan kualitas manusia di Indonesia.

Sebagai hasil dari pembicaraan intensif tersebut, PPWI dan WPF University sepakat untuk menjalin kerja sama formal yang berfokus pada pengembangan program-program pendidikan transformatif di Indonesia. Guna mematangkan cetak biru (blueprint) dari sinergi ini, kedua organisasi menjadwalkan pertemuan lanjutan dalam waktu dekat untuk membahas perincian teknis, mekanisme pelaksanaan, serta penandatanganan memorandum kesepahaman (MoU).

Secara garis besar, terdapat empat poin krusial yang disepakati sebagai pilar utama kerja sama kolaboratif ini.

Pertama, sosialisasi Doctoral Award Program (Doctor of Scientific-Practical Philosophy – D.S.P.P). Kedua pihak akan menyelenggarakan kampanye edukasi dan literasi kepada publik serta civitas akademika di Indonesia mengenai program Doctoral Award berbasis keahlian khusus dan kontribusi nyata bagi kemanusiaan yang diakui secara global.

Kedua, rekrutmen peserta program. PPWI akan membantu WPF University membuka jalur resmi untuk menjaring, menyeleksi, dan memfasilitasi para profesional, akademisi, serta tokoh masyarakat Indonesia yang potensial untuk mengikuti program-program unggulan dari WPF University.

Ketiga, pendampingan penelitian dan penilaian (research assistance and assessment). Kedua pihak akan menyediakan ekosistem pendukung berupa bimbingan riset ilmiah yang ketat serta penilaian berbasis standar akademik internasional guna memastikan output penelitian yang dihasilkan memiliki dampak sosial yang terukur.

Keempat, pengembangan intelektual publik berbasis filsafat dunia. Kedua pihak akan menyelenggarakan rangkaian pelatihan, seminar, dan kursus untuk melahirkan pemikir serta intelektual publik yang mampu menganalisis fenomena sosial menggunakan kacamata filsafat dunia yang inklusif dan progresif.

Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menyatakan rasa puas dan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya pertemuan ini. Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga internasional sekaliber WPF University merupakan langkah besar bagi PPWI dalam memperluas kontribusinya di luar ranah jurnalistik warga.

“PPWI merasa sangat terhormat dan gembira atas kunjungan serta kesepakatan yang tercapai hari ini bersama Dr. Muhammad Jeseus Chrishna. Pendidikan yang kering dari nilai-nilai filosofis cenderung melahirkan manusia pintar yang manipulatif. Oleh karena itu, melalui kemitraan ini, kami berharap dapat melahirkan generasi intelektual baru di Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman moral dan kebijaksanaan. Ini adalah ikhtiar nyata kita untuk meletakkan batu bata pertama bagi kejayaan peradaban Indonesia dan dunia,” ujar Wilson Lalengke dengan optimisme tinggi kepada media usai pertemuan.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Muhammad Jeseus Chrishna dari WPF University juga mengungkapkan kegembiraannya atas sambutan hangat dan komitmen kuat yang ditunjukkan oleh jajaran pimpinan PPWI. Pria berkebangsaan Irlandia ini menilai PPWI sebagai mitra yang sangat strategis karena memiliki jaringan yang luas dan komitmen yang tak tergoyahkan terhadap pencerdasan bangsa.

“Pertemuan hari ini memberikan energi positif yang luar biasa bagi kami di WPF University. Kami melihat ada keselarasan jiwa dan pemikiran dengan PPWI dalam memandang masa depan peradaban. Indonesia memiliki potensi manusia yang luar biasa besar, dan melalui integrasi pendidikan filsafat dunia, kita dapat membantu mengarahkan potensi tersebut demi kemajuan kemanusiaan universal. Kami berharap kerja sama ini menjadi jembatan kokoh yang menghubungkan pemikiran lokal Indonesia dengan panggung peradaban global,” ungkap Dr. Muhammad Jeseus Chrishna.

Dengan adanya kesepakatan awal ini, PPWI dan WPF University siap bergerak cepat untuk merumuskan detail implementasi program agar dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Sinergi ini diharapkan mampu memberi warna baru bagi dunia pendidikan non-formal dan pengembangan sumber daya manusia unggul di tanah air. (TIM/Red)

*Aksi Premanisme: PPWI dan GMOCT Desak Polisi Tangkap Pelaku Intimidasi Jurnalis*

0

Aksi Premanisme: PPWI dan GMOCT Desak Polisi Tangkap Pelaku Intimidasi Jurnalis.

Kuningan – Jagat dunia pers kembali diguncang oleh aksi premanisme dan intimidasi yang menyasar insan jurnalis di wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Menanggapi peristiwa tersebut, Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) bersama Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) mengecam keras tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang mengatasnamakan Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI). Kasus yang mencoreng pilar keempat demokrasi ini pun kini telah resmi menggelinding ke ranah hukum.

Informasi yang dihimpun dari media anggota Kabarsbi menyebutkan bahwa aksi penggerebekan dan tekanan psikologis terjadi di rumah kontrakan Kepala Biro SBI Kuningan. Ketua Umum GMOCT sekaligus Pemimpin Redaksi SBI, Agung Sulistio, menyampaikan pernyataan tegas bahwa aksi yang dilakukan oleh oknum-oknum tersebut salah sasaran dan keliru total. Menurutnya, tindakan anarkis itu dipicu oleh ketidakakuratan informasi serta kekeliruan mendasar dalam memahami fungsi lokasi yang menjadi target.

Agung meluruskan fakta normatif bahwa kantor redaksi SBI sebenarnya beralamat di Ruko Luragung, Kuningan, sedangkan kantor pusat GMOCT berada di Semarang, Jawa Tengah. Adapun alamat di Jalan Veteran Nomor 50, Kuningan, yang dituduh secara serampangan oleh para oknum bukanlah kantor pusat media. Tempat tersebut merupakan Kantor Bidang Hukum SBI untuk pendampingan hukum sekaligus kantor operasional PT Sinayah, sebuah perusahaan penyedia layanan ibadah haji dan umrah. Agung meminta agar semua pihak melakukan verifikasi data secara saksama sebelum melakukan tindakan fisik atau menyampaikan opini keliru ke ruang publik.

Lebih jauh, Agung sangat menyayangkan munculnya nada intimidasi yang sangat kental dalam aksi premanisme tersebut. Berdasarkan laporan di lapangan, para oknum sempat melontarkan ucapan bergaya preman yang mengandung ancaman fisik serius seperti kalimat “mau dikarungin”. Tidak hanya itu, hal yang lebih memicu kekhawatiran dan kegeraman publik adalah adanya seruan provokatif yang memaksa Media SBI untuk angkat kaki dan keluar dari wilayah Kuningan.

“Dasar hukum apa dan siapa mereka sehingga merasa berhak memerintahkan media keluar dari suatu daerah? Pers bekerja di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan mandat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan eksistensinya dilindungi sepenuhnya oleh negara. Tidak ada satu pun kelompok, organisasi, atau individu yang berhak melarang, mengusir, atau mengintervensi kami selama kami menjalankan tugas jurnalistik secara sah, profesional, dan bertanggung jawab,” tegas Agung Sulistio.

Merespons kebiadaban yang menimpa wartawan di Kuningan, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, mengutuk keras dan memberikan pernyataan yang sangat menohok. Jurnalis senior ini menilai bahwa tindakan intimidasi tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan sebuah bentuk teror nyata terhadap kemerdekaan berpikir dan kebebasan pers di Indonesia.

“Ini adalah tindakan biadab, barbar, dan tidak bermoral! Saya mengutuk keras segala bentuk premanisme, gaya-gaya intimidasi purba, dan kebrutalan fisik maupun psikologis yang dilakukan oleh oknum penjahat berkedok ormas terhadap jurnalis SBI di Kuningan. Siapa mereka berani mengancam ‘mengarungi’ wartawan dan mengusir media? Negara ini adalah negara hukum, bukan negara rimba yang dikuasai kelompok preman yang merasa kebal hukum!” kecam Wilson Lalengke, Sabtu, 06 Juni 2026

Alumni Lemhannas PPRA-48 ini juga meminta dengan tegas agar jajaran kepolisian bertindak cepat, responsif, dan tanpa kompromi dalam mengusut kasus ini. Ia mendesak agar polisi tidak membiarkan para pelaku berkeliaran bebas demi menjaga marwah institusi penegak hukum dan keselamatan para pekerja media.

“Saya meminta kepada Kapolres Kuningan dan Kapolda Jawa Barat untuk segera mengerahkan tim terbaiknya, tangkap dan penjarakan manusia-manusia barbar penyebar teror itu secepatnya! Jangan biarkan institusi Polri terkesan mandul atau takut terhadap tekanan ormas keliru. Hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya tanpa pandang bulu. Menyerang jurnalis yang sedang bertugas sama saja dengan menyerang undang-undang dan konstitusi negara ini. PPWI akan mengawal kasus ini sampai para pelaku pembungkaman pers tersebut mendekam di balik jeruji besi,” pungkas Wilson Lalengke lantang.

Sejauh ini, dugaan tindakan intimidasi dan ancaman yang terjadi di rumah kontrakan Kepala Biro SBI tersebut telah resmi dilaporkan ke Polres Kuningan dengan Nomor Laporan: LP/B/91/VI/RES.1.24./2026/SPKT/POLRES KUNINGAN/POLDA JABAR. Agung Sulistio menambahkan bahwa pihaknya menyerahkan proses pengusutan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menyelidiki apakah para pelaku benar-benar bagian dari organisasi yang disebutkan atau sekadar mencatut nama untuk kepentingan pribadi.

Di akhir pernyataannya, baik GMOCT maupun PPWI menegaskan tidak akan pernah gentar dan akan terus maju menyuarakan kebenaran demi tegaknya supremasi hukum dan demokrasi di Indonesia. (TIM/Red)