Beranda blog

*Pandangan Rusia tentang Hukum Syariah dan Tinjauan Perspektif Filsafat*

0

*Pandangan Rusia tentang Hukum Syariah dan Tinjauan Perspektif Filsafat*

Jakarta – Isu penerapan hukum syariah (_Syariah Law_) tengah menjadi sorotan publik di berbagai belahan dunia, mulai dari Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika. Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergey Tolchenov, memberikan pernyataan yang tegas dan jelas mengenai posisi negaranya terhadap isu sensitif tersebut.

Tolchenov menegaskan bahwa Rusia adalah negara sekuler. Artinya, negara tidak mencampuri urusan agama dan tidak menjadikan ajaran agama tertentu sebagai dasar hukum negara. Menurutnya, setiap individu di Rusia memiliki kebebasan penuh untuk memeluk dan menjalankan agama atau keyakinan yang mereka pilih. Namun, dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, semua warga negara wajib tunduk pada hukum positif yang ditetapkan pemerintah.

“Negara kami tidak mengadopsi ketentuan atau regulasi berdasarkan agama tertentu. Rusia memberikan kebebasan penuh kepada setiap individu untuk beragama, tetapi dalam kehidupan sipil, semua orang harus patuh pada hukum negara,” ujar Tolchenov di depan puluhan wartawan dalam dan luar negeri yang hadir pada konferensi pers Kedubes Rusia bertempat di Russian House, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Pernyataan ini menegaskan prinsip dasar konstitusi Rusia yang menjunjung tinggi kebebasan beragama, sekaligus menolak campur tangan agama dalam urusan kenegaraan.

Dalam kesempatan yang sama, Tolchenov juga menyinggung isu imigrasi yang menjadi tantangan besar bagi negara-negara Eropa seperti Spanyol dan Inggris. Ia menekankan bahwa Rusia relatif lebih aman dalam mengelola arus masuk imigran. Sistem imigrasi Rusia dinilai lebih ketat dan mampu menjaga stabilitas sosial.

Meski demikian, Tolchenov mengakui bahwa ancaman kelompok radikal dari ekternal yang menyusup ke negaranya menjadi perhatian serius pemerintah Rusia. Ia merujuk pada serangkaian aksi terorisme yang terjadi di Crocus City Hall, dekat Moskow, pada 2024 lalu, yang menunjukkan bahwa radikalisme masih menjadi ancaman nyata bagi keamanan nasional.

Pernyataan Tolchenov dapat dipahami dalam kerangka pemikiran para filsuf dunia. John Locke (1632-1794), misalnya, menekankan bahwa kebebasan beragama adalah hak asasi manusia yang harus dijamin oleh negara. Namun, Locke juga menegaskan bahwa kebebasan itu tidak boleh mengganggu ketertiban umum. Pandangan ini sejalan dengan sikap Rusia yang membebaskan warganya dalam beragama, tetapi tetap menuntut kepatuhan pada hukum negara.

Immanuel Kant (1724-1804) menekankan pentingnya hukum moral universal. Dalam konteks ini, kebebasan beragama adalah kewajiban moral yang harus dihormati, tetapi negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kebebasan tersebut tidak menimbulkan kekacauan sosial.

Sementara itu, Voltaire (1694-1778) pernah menulis bahwa kebebasan berpikir dan beragama adalah fondasi masyarakat yang beradab. Namun, ia juga mengingatkan bahwa fanatisme dapat menghancurkan tatanan sosial. Pandangan ini relevan dengan kekhawatiran Rusia terhadap kelompok radikal yang menggunakan agama sebagai legitimasi untuk melakukan kekerasan.

Pernyataan Tolchenov juga dapat dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila. Ketuhanan Yang Maha Esa menjamin kebebasan beragama, tetapi tidak berarti negara harus mengadopsi hukum agama tertentu. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menuntut agar setiap warga negara diperlakukan setara tanpa diskriminasi berdasarkan agama. Persatuan Indonesia menolak segala bentuk fanatisme yang dapat memecah belah bangsa. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam mengelola isu sensitif seperti agama. Dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang menegaskan bahwa hukum negara harus berlaku adil bagi semua warga, tanpa memandang latar belakang agama.

Dengan demikian, sikap Rusia yang menegaskan sekularisme sejalan dengan prinsip Pancasila yang menjunjung tinggi kebebasan beragama sekaligus menekankan pentingnya hukum negara sebagai pengikat kehidupan berbangsa.

Pernyataan Tolchenov memiliki implikasi penting bagi diskursus global mengenai hukum syariah. Di satu sisi, ia menegaskan bahwa kebebasan beragama adalah hak fundamental. Di sisi lain, ia menolak penggunaan agama sebagai dasar hukum negara. Sikap ini mencerminkan pandangan realistis dalam menghadapi tantangan global, khususnya terkait radikalisme dan terorisme.

Bagi negara-negara yang tengah bergulat dengan isu penerapan hukum agama, sikap Rusia dapat menjadi referensi: kebebasan beragama harus dijamin, tetapi hukum negara harus tetap menjadi landasan utama kehidupan berbangsa.

Pernyataan Duta Besar Sergey Tolchenov menegaskan posisi Rusia sebagai negara sekuler yang menjunjung tinggi kebebasan beragama, tetapi tetap menuntut kepatuhan pada hukum negara. Sikap ini sejalan dengan pandangan para filsuf dunia dan nilai-nilai Pancasila, yang menekankan keseimbangan antara kebebasan individu dan ketertiban sosial.

Dalam konteks global, sikap Rusia memberikan pelajaran penting: kebebasan beragama tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan hukum negara atau menjustifikasi tindakan radikal. Negara harus tetap berdiri tegak sebagai penjaga keadilan dan ketertiban, demi melindungi seluruh warganya dari ancaman fanatisme dan terorisme. (TIM/Red)

Kadiman Pakpahan : Memutus Mata Rantai Keterbelakangan Suatu Bangsa

0

Samosir, warta.in -“Keterbelakangan suatu bangsa merupakan masalah multidimensi yang mencakup kemiskinan, rendahnya kualitas SDM, kepemimpinan, penguasaan Iptek, dan ketimpangan sosial. Untuk itu perlu dibangun suatu langkah-langkah strategis agar berbagai persoalan mendasar yang dihadapi dapat teratasi dan mencapai siatu kemajuan.

Berikut adalah langkah-langkah strategis dan komprehensif untuk memutus mata rantai tersebut:
1. Transformasi dan pemerataan pendidikan, ini adalah modal utama untuk meningkatkan kualitas hidup dan daya saing global. Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah, antara lain;  menyediakan beasiswa dan sekolah gratis bagi masyarakat kurang mampu dan yang tinggal di daerah terpencil, mengintegrasikan pelatihan keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri digital dan manufaktur modern, dan meningkatkan standarisasi kompetensi guru serta pemerataan fasilitas sekolah antara kota dan desa.
2. Pemberdayaan ekonomi dan lapangan kerja  dengan menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat bawah, seperti; membuka koridor industri baru untuk menyerap tenaga kerja lokal skala besar., memberikan akses modal usaha mudah, subsidi, dan pelatihan digitalisasi bagi pelaku bisnis rakyat, dan menerapkan sistem pajak yang adil dan bantuan sosial tepat sasaran untuk memperkecil jurang ketimpangan kekayaan.
3. Pembangunan infrastruktur digital dan fisik, ketertinggalan geografis sering kali mengisolasi potensi ekonomi suatu wilayah, untuk itu dibutuhkan;  memperluas jaringan internet  agar masyarakat desa bisa mengakses informasi, edukasi, dan pasar global dan membangun jalan, pelabuhan, dan transportasi publik demi memangkas biaya distribusi barang.
4. Peningkatan kesehatan dan nutrisi, sebab bangsa yang maju membutuhkan populasi yang sehat dan produktif secara fisik, untuk itu perlu memastikan kecukupan gizi ibu hamil dan balita untuk mencegah penurunan kecerdasan generasi masa depan dan pemetataan pembangun puskesmas dan rumah sakit dengan fasilitas memadai di wilayah 3T
5. Reformasi birokrasi dan penegakan hukum dimana sistem pemerintahan yang bersih akan menjamin investasi dan anggaran negara tersalurkan dengan benar, untuk itu perlu langkah konkrit berupa; menindak tegas penyalahgunaan dana publik agar anggaran negara fokus pada pembangunan rakyat dan adanya penciptaan iklim investasi yang aman dan transparan guna menarik modal asing produktif.

Untuk memastikan dan agar dapat tercapai tujuan untuk memutus mata rantai keterbelakangan suatu bangsa maka perlu adanya perubahan cara berfikir dan penguatan karakter baik pemimpin maupun di akar rumput, sebab mempertahankan cara-cara lama yang normatif hanya akan menjebak bangsa dalam ketertinggalan.  Ada pun poin-poin utamanya adalah sebagai berikut:
1. Beralih dari berpikir normatif ke berpikir out of the box,   dimana pemikiran normatif atau sekadar mengikuti prosedur lama hanya menghasilkan perubahan kecil (inkremental). Untuk mengejar ketertinggalan bangsa membutuhkan lompatan besar lewat pemikiran radikal, sebab dunia berubah cepat akibat teknologi digital dan geopolitik. Aturan lama sering kali tidak relevan lagi, sehingga pemimpin dan masyarakat tidak boleh sekadar “cari aman” dan adanya terobosan baru dimana harus berani memotong jalur birokrasi yang berbelit-belit agar pembangunan berjalan cepat.
2. Mengikis “budaya bungkus” dan membangun “budaya isi”, melalui; membuang kebiasaan masyarakat atau pemimpin yang hanya mementingkan kemasan luar, penampilan formalitas, citra pencitraan, atau retorika kosong dan mengedepankan  “budaya isi”,  dengan meningkatkan  kualitas moral, kompetensi nyata, kecerdasan intelektual, serta hasil kerja konkret.

3. Menggerakkan “kepedulian dan empati kecil” secara masif, dengan;  tidak  hanya mengandalkan program besar pemerintah tapi harus digerakkan secara bersama kepedulian kecil di tingkat akar rumput dan adanya langkah konkret yang   dimulai dari berbagi ilmu, memberikan donasi tepat sasaran (seperti gerakan sadar gizi), hingga membuka kesempatan kerja bagi kelompok yang belum beruntung.
4. Melepaskan diri dari kutukan sumber daya (resource curse), sebab bangsa yang terbelakang sering kali terlena karena merasa kaya akan sumber daya alam tetapi malas mengasah otak. Struktur keterbelakangan diputus dengan cara menggeser ketergantungan dari bahan mentah alam menuju ketergantungan pada kreativitas, sains, teknologi, dan industri bernilai tambah tinggi.
5. Melahirkan pemimpin informal yang menggerakkan akar rumput sebab masih banyak masyarakat di daerah pelosok menganggap kemiskinan atau keterbatasan wawasan sebagai takdir yang harus diterima. Untuk itu,  bangsa membutuhkan figur pemimpin informal yang mau turun langsung mengubah pola pikir pasrah tersebut menjadi pola pikir produktif dan mandiri (Penulis : Kadiman Pakpahan si Mr Dreamer)

PDIP Sumsel Konsolidasi di PALI, Intip Strategi H. Devi Suhartoni Perkuat Mesin Partai hingga Anak Ranting

0

Warta.in//PALI, Sumsel — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bergerak cepat memperkuat barisan internal organisasi. Melalui momentum temu kader dan konsolidasi ideal, jajaran pengurus DPC, PAC, hingga ranting dan anak ranting berkumpul bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan, H. Devi Suhartoni. Pertemuan strategis ini berlangsung khidmat di kediaman pengurus PAC Talang Ubi, Desa Beruge, pada Rabu (26/08/2026).

Agenda ini bukan sekadar pertemuan seremonial biasa, melainkan langkah konkret partai untuk memperkokoh komunikasi horizontal dan vertikal di seluruh tingkatan kepengurusan. Kehadiran tokoh-tokoh penting dari tingkat provinsi hingga kabupaten tetangga mempertegas komitmen kolektif partai berlambang banteng moncong putih tersebut untuk tetap solid dan responsif terhadap isu kemasyarakatan.

Gerakan Soliditas Hingga Tingkat Anak Ranting Ketua DPC PDI Perjuangan PALI, H. Kristian, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kehadiran langsung Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel di tengah padatnya agenda kerja. Menurut Kristian, kehadiran unsur pimpinan provinsi ini menjadi suntikan energi yang luar biasa bagi para kader, khususnya mereka yang berada di garda terdepan di tingkat akar rumput.“Alhamdulillah, hari ini Ketua DPD dapat hadir langsung di tengah aktivitas beliau yang cukup padat. Pertemuan ini menjadi bagian vital dari konsolidasi menyeluruh, menyatukan frekuensi dari DPC, PAC, hingga pengurus ranting dan anak ranting,” ujar Kristian dalam sambutannya.

Aksi Nyata Tanggap Darurat Musim Kemarau Lebih dari sekadar membahas taktik politik internal, PDI Perjuangan PALI juga membuktikan komitmennya sebagai partai yang menangis dan tertawa bersama rakyat. Merespons situasi iklim yang kian ekstrem, Kristian mengumumkan langkah taktis kepedulian sosial untuk membantu masyarakat PALI yang tengah didera krisis air akibat musim kemarau panjang. “Besok kami dari jajaran DPC akan langsung turun membagikan bantuan air bersih kepada masyarakat luas. Ini adalah bentuk kepedulian konkret dan spontanitas partai dalam meringankan beban warga yang menghadapi dampak musim kemarau panjang saat ini,” tegas Kristian.

Arahan Tegas Ketua DPD Sumsel: Utamakan Wong Cilik dan Jaga Etika Politik Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, H. Devi Suhartoni, memberikan arahan ideologis yang tajam di hadapan ratusan kader yang hadir. Devi menegaskan bahwa esensi dari marwah PDI Perjuangan adalah tradisi turun ke bawah (turba) secara konsisten guna menangkap langsung aspirasi serta keluhan masyarakat bawah.“Kita turun ke bawah hari ini untuk mempererat tali silaturahmi dengan seluruh jajaran kepengurusan, membakar kembali semangat juang, dan memastikan seluruh mesin organisasi di setiap tingkatan beroperasi optimal sesuai instruksi Ketua Umum,” ungkap Devi Suhartoni.

Secara khusus, Devi memberikan peringatan keras kepada anggota fraksi di legislatif yang merupakan kepanjangan tangan partai. Ia meminta agar anggaran dan kebijakan prioritas pertama-tama dialokasikan untuk membantu pengurus ranting, anak ranting, dan warga sekitar yang menghadapi keterbatasan ekonomi maupun akses pendidikan.

“Ranting dan anak ranting adalah fondasi perjuangan kita. Pengurus yang memiliki keterbatasan ekonomi dan pendidikan wajib mendapatkan pendampingan utama. Fraksi harus mendahulukan urusan ini sebelum menjalankan agenda-agenda kerja lainnya,” tekan Devi secara lugas. Menutup arahannya, Devi mengingatkan seluruh kader untuk menjaga iklim politik yang damai, sehat, dan bermartabat tanpa perlu menjatuhkan pihak lain.“Tidak ada gunanya menjelek-jelekkan partai politik lain. Kita harus tetap bersahabat, merangkul, dan membangun komunikasi politik yang elegan dengan siapa saja. Namun, ingat, kita wajib menjaga independensi gerak dan teguh pada ideologi partai,” pungkasnya.

Sinergi Lintas Wilayah Pertemuan konsolidasi berskala besar ini juga dihadiri oleh struktur penting lainnya, seperti Wakil Sekjen Bidang Program Beni Hernedi, Wakil Sekretaris Ferdian Andreas Lacony, serta jajaran Fraksi PDI Perjuangan Musi Banyuasin yang turut memboyong pengurus PAC Jirak dan Sungai Keruh. Kehadiran delegasi lintas wilayah ini memperlihatkan kekuatan jejaring dan harmoni politik PDI Perjuangan di Sumatera Selatan.

Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk meningkatkan kerja-kerja kemanusiaan di lapangan, memperketat koordinasi struktural, dan memastikan kehadiran PDI Perjuangan benar-benar memberikan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke pelosok desa.

 

(Randi)

Viral, Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase!!! Bungkam Disorot Soal Dugaan Tabung Gas 3 Kg Subsidi

0

Gunungsitoli ,Warta.in – viral Tabung Gas Elpiji 3 kg Di RS Swasta Betesda Di kota Gunungsitoli Yang di duga Milik Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase, terseret dalam dugaan penyalahgunaan tabung gas elpiji 3 kilogram bersubsidi.

Puluhan tabung gas tersebut terekam dalam video yang viral. Dalam video terlihat tabung bersubsidi berada di area RS Bethesda Gunungsitoli dalam jumlah banyak dan bukan di pangkalan resmi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tabung-tabung itu disebut milik oknum pejabat daerah.

Untuk memenuhi asas keberimbangan, Media Warta.in  telah berupaya mengonfirmasi kepada Martinus Lase. Konfirmasi dikirim melalui WhatsApp dan dilanjutkan panggilan telepon pada Selasa, 26 Agustus 2026.

Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi tersebut tidak mendapat respon. Pesan tidak dibalas dan telepon tidak diangkat.Sehingga Diduga Abaikan Kerbukaan Informasi Saat  Wartawan Konfirmasi Sesuai undang-undang – Undang No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik,Seorang Pejabat Negara Bungkam menjawab konfirmasi Wartawan.

Warga mempertanyakan. “Gas 3 kg itu hak rakyat miskin. Kalau pejabat ikut mainkan, keadilan sosial di mana,” ujar warga.

ATAS DASAR HUKUM DAN ATURAN PEMERINTAH PUSAT:

1. Perpres No. 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG 3 Kg.
Pasal 2: LPG 3 kg adalah barang bersubsidi yang peruntukannya bagi rumah tangga miskin, usaha mikro, nelayan dan petani sasaran. Penyalahgunaan dapat dikenai sanksi.

2. Peraturan Menteri ESDM No. 6 Tahun 2023 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG.
Pasal 33: Dilarang menjual LPG bersubsidi kepada konsumen yang tidak berhak. Setiap penyalur wajib mengikuti ketentuan dan pengawasan.

3. Surat Edaran Dirjen Migas KESDM No. 16213/12/DJM/2020
Menegaskan pengawasan ketat distribusi LPG 3 kg agar tidak diselewengkan oleh oknum.

4.UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
Pejabat publik wajib memberikan informasi dan klarifikasi kepada masyarakat dan media.

5.UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan
Asas penyelenggara negara: asas kepastian hukum, asas keterbukaan, dan asas akuntabilitas.

Sikap tidak merespon dari seorang pejabat daerah terhadap dugaan penyalahgunaan barang subsidi dinilai bertentangan dengan 5 aturan di atas.

Hingga kini belum ada klarifikasi dari Martinus Lase maupun pihak RS Bethesda terkait asal-usul tabung tersebut.

Warta in akan terus mengawal kasus ini dan berkoordinasi dengan Pertamina serta Aparat Penegak Hukum.

Wartawa. in. membuka ruang seluas-luasnya untuk hak jawab dan klarifikasi.

Reporter : tim

PALI Berduka! Kakak Beradik Wafat Akibat DBD, Firdaus Hasbullah ‘Semprot’ Dinkes dan RSUD Anwar Mahkil!

0

Warta.in//PALI, SUMATERA SELATAN – (26 Agustus 2026) Kabar duka menyelimuti bumi Serepat Serasan setelah dua bocah kakak beradik, Andika Alam Saputra (9) dan Hulya Aliya Felis (7), menghembuskan napas terakhirnya dalam waktu yang hampir bersamaan akibat serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kepergian dua buah hati dari pasangan Antap Mustofa ini memicu keprihatinan mendalam sekaligus gelombang desakan publik terhadap pembenahan sistem kesehatan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Merespons tragedi kemanusiaan yang memilukan ini, Wakil Ketua II DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., langsung angkat bicara. Mantan aktivis dan advokat senior yang dikenal vokal ini menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga, sekaligus melayangkan teguran keras serta instruksi kerja darurat kepada jajaran eksekutif, khususnya Dinas Kesehatan PALI dan manajemen RSUD Anwar Mahakil (RSUD Talang Ubi).

Duka Mendalam untuk Keluarga Antap Mustofa Saat dihubungi oleh awak media, politisi Partai Demokrat ini tidak dapat menyembunyikan rasa amanahnya yang terkoyak melihat anak-anak daerah harus kehilangan nyawa akibat penyakit yang seharusnya bisa dicegah secara preventif.

“Saya pribadi, keluarga, dan atas nama lembaga DPRD Kabupaten PALI, mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya dua ananda kita, Andika Alam Saputra dan Hulya Aliya Felis, putri dan putra tercinta dari kakanda kita Antap Mustofa. Kehilangan dua anak sekaligus adalah ujian yang luar biasa berat. Mari kita doakan bersama agar kedua ananda ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta kesabaran yang tak terhingga,” tutur Firdaus Hasbullah dengan nada emosional.

Instruksi Tegas ke Dinas Kesehatan: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Lagi!Tragedi ini menjadi alarm keras bagi sistem ketahanan kesehatan di PALI. Firdaus menyoroti kinerja Dinas Kesehatan yang dinilai lambat mengantisipasi siklus cuaca pancaroba saat ini. Kondisi cuaca yang tidak menentu sangat rentan memicu ledakan kasus penyakit menular, mulai dari DBD, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga diare.

“Kami meminta dengan tegas kepada Dinas Kesehatan PALI untuk segera melakukan langkah-langkah lanjutan dan nyata untuk mencegah penyebaran penyakit DBD ini meluas. Ingat, penanganan ini bukan cuma di kawasan Kelurahan Talang Ubi saja, tetapi harus menyisir ke seluruh pelosok wilayah Kabupaten PALI,” desak pria yang akrab disapa FH ini.

Firdaus meminta Dinkes PALI tidak lagi bekerja secara normatif di belakang meja. Pihaknya mendesak dilakukannya fogging (pengasapan) massal secara serentak di pemukiman warga, pembagian bubuk abate, serta menggerakkan puskesmas-puskesmas untuk melakukan sosialisasi intensif mengenai gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).”Situasi ini sudah darurat. Jangan tunggu ada korban jiwa susulan baru kita sibuk turun ke lapangan. Langkah preventif harus diperketat di setiap desa dan kelurahan,” tambahnya.

RSUD Anwar Mahakil Disemprot, Pelayanan Pasien Harus Dievaluasi Total! Selain menyoroti sektor pencegahan oleh Dinas Kesehatan, sorotan tajam Firdaus Hasbullah juga mengarah langsung pada manajemen pelayanan di RSUD Anwar Mahakil PALI. Desakan evaluasi ini mencuat setelah adanya keluhan mendalam terkait kualitas pelayanan medis yang dirasakan oleh pihak keluarga korban saat berjuang menyelamatkan nyawa kedua ananda di rumah sakit.

“Kami meminta dan mendesak manajemen RSUD Anwar Mahakil untuk segera meningkatkan pelayanan terhadap pasien secara menyeluruh. Segala bentuk keluhan, masukan, dan kritik yang disampaikan oleh masyarakat—termasuk yang dialami langsung oleh Kakanda Antap Mustofa—harus didengar dan diperbaiki secepat mungkin,” cetus Wakil Ketua DPRD PALI tersebut.

Ia menegaskan bahwa fasilitas kesehatan milik daerah harus mengutamakan keselamatan jiwa pasien di atas segala urusan administrasi maupun birokrasi yang berbelit-belit. FH juga berjanji bahwa komisi terkait di DPRD PALI akan segera memanggil pihak manajemen RSUD Anwar Mahakil dan Dinas Kesehatan untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dalam waktu dekat.

“Uang rakyat digunakan untuk membangun rumah sakit itu agar masyarakat mendapatkan pengobatan yang layak dan manusiawi. Kami di DPRD akan terus mengawal persoalan pelayanan kesehatan ini demi memastikan keselamatan seluruh warga Kabupaten PALI. Pelayanan medis yang lambat atau tidak responsif sama saja dengan mengabaikan hak hidup rakyat,” pungkas Firdaus dengan tegas.

Kini, masyarakat PALI menanti realisasi konkret dari instruksi tegas legislatif tersebut, berharap agar tidak ada lagi air mata orang tua yang jatuh karena kehilangan buah hatinya akibat ancaman gigitan nyamuk Aedes aegypti di bumi Serepat Serasan.

 

(Randi)

Drs.Riki soroti soal aset revitalisasi Jabar kadisdik Jabar, kenapa kadisdik sukabumi diduga motor ?

0

DUGAAN TRANSFALUASI DAN TRANSPARANSI ANGGARAN REVITALISASI SEKOLAH DI SUKABUMI: SOROTAN PUBLIK DAN TANGGAPAN DRS.RIKI DAMAYANTO TOKOH MEDIA WARTA.IN

SUKABUMI — Program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan tahun 2026 secara menyedot perhatian publik dengan alokasi anggaran berkisar antara Rp14 triliun hingga Rp90 triliun untuk sasaran 71 ribu sekolah. Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu penerima prioritas, di mana Kabupaten Sukabumi mendapat porsi anggaran revitalisasi sebesar Rp154 miliar dan Kota Sukabumi sebesar Rp12 miliar.

Kendati bertujuan memperbaiki fasilitas belajar mengajar—khususnya bagi sekolah berstatus kerusakan berat, terdampak bencana, dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)—pelaksanaan di lapangan memicu sorotan kritikus, media lokal, hingga penggiat media sosial.

Sorotan Publik: Transparansi Aset Beralih dan Kinerja Pejabat

Kritik tajam mengemuka terkait pemerataan bantuan dan pengelolaan aset fisik sisa bangunan. Salah satu contoh yang disorot adalah SMPN 1 Cidolog di Kabupaten Sukabumi yang dilaporkan belum tersentuh program revitalisasi tersebut.

Drs. Riki Damayanto, seorang tokoh media Warta In, mempertanyakan kinerja Subbagian Keuangan dan Pengelola Aset Dinas Pendidikan. Ia menyoroti pentingnya akuntabilitas atas barang-barang hasil bongkaran material sekolah di tingkat kecamatan agar tidak terjadi pengalihan aset secara tidak transparan.

Di sisi lain, seorang penggiat media sosial di Kabupaten Sukabumi yang enggan disebutkan namanya mengkritik kurang optimalnya peran jajaran kepemimpinan di Dinas Pendidikan. Ia menilai terdapat kekosongan peran aktif dari kepala bidang (kabid) hingga kepala dinas dalam memantau penyerapan anggaran kementerian.

 

“Jangan sampai Sekretaris Dinas (Sekdis) hanya dijadikan ‘tumbal’ atau pihak yang harus menanggung seluruh beban penjelasan teknis di lapangan. Tanggung jawab dan koordinasi harus berjenjang serta transparan dari atas hingga bawah,” ujar sumber yang akrab disapa Cucup tersebut.

Perspektif Dinas Pendidikan & Regulasi: Upaya Pemerataan dan Pengelolaan Aset

Menanggapi berbagai aspirasi dan perbincangan publik tersebut, pihak Dinas Pendidikan menegaskan komitmennya untuk menjalankan program revitalisasi sesuai pertanggungjawaban hukum dan petunjuk teknis yang berlaku.

 

Penetapan Skala Prioritas: Penentuan sekolah penerima manfaat—termasuk status SMPN 1 Cidolog—dilakukan berbasis validasi data Data Pokok Pendidikan (Dapodik) serta tingkat kerusakan fisik bangunan. Sekolah dengan kriteria kerusakan berat dan wilayah 3T tetap menjadi prioritas utama. Sekolah yang belum masuk dalam skema tahun ini diproyeksikan masuk pada tahapan atau usulan anggaran berikutnya.

 

Akuntabilitas Aset Bongkaran: Terkait barang bekas hasil sisa bongkaran pembangunan di kecamatan, Subbagian Keuangan dan Pengelolaan Aset menegaskan bahwa seluruh material bongkaran tercatat sebagai Barang Milik Daerah (BMD). Pengelolaannya tunduk pada tata cara penghapusan atau pemindahtanganan aset daerah melalui prosedur resmi/lelang yang hasilnya disetorkan ke kas daerah, bukan dikelola secara pribadi atau informal.

 

Pembagian Peran dan Koordinasi: Pihak dinas membantah adanya ketidakharmonisan struktur internal. Pembagian tugas antara Kepala Dinas, Kepala Bidang, hingga Sekretaris Dinas berjalan sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Kehadiran jajaran sekretariat dalam memberikan penjelasan kepada publik merupakan bentuk pelayanan informasi resmi lembaga.

 

Masyarakat menyadari bahwa pembangunan fasilitas pendidikan merupakan langkah vital untuk menciptakan ruang belajar yang nyaman. Namun, keterbukaan informasi publik dan pengawasan ketat terhadap anggaran 154 Miliar di Kabupaten Sukabumi serta 12 Miliar di Kota Sukabumi tetap menjadi kunci utama agar program ini berjalan tepat sasaran dan bebas dari penyelewengan.(Alfi yonimar)

*NIAT BAIK, PIKIRAN BAIK, INSYAALLAH TINDAKAN BAIK*

0

*NIAT BAIK, PIKIRAN BAIK, INSYAALLAH TINDAKAN BAIK*

Catatan Pembelajaran Hidup

Edo Mandela
Advokat / Pengacara

Hidup bukan hanya tentang bagaimana kita menjadi kuat, melainkan tentang bagaimana kita menggunakan kekuatan itu dengan benar. Bukan hanya tentang bagaimana kita dihormati, melainkan tentang bagaimana kita mampu menghormati. Bukan hanya tentang bagaimana kita menang, melainkan bagaimana kita tetap menjadi manusia ketika menghadapi kekalahan. Dan bukan hanya tentang apa yang terlihat oleh mata, melainkan tentang kemampuan melihat sesuatu yang tidak terlihat.

 

1. JIKA INGIN KUAT, TERSENYUMLAH DENGAN KELEMAHANMU

“Jika kamu ingin kuat, tersenyumlah dengan kelemahanmu.”

Artinya, jangan malu dengan kekuranganmu. Orang yang kuat bukan orang yang tidak memiliki kelemahan, melainkan orang yang mampu menerima kelemahannya tanpa kehilangan kepercayaan dirinya. Kamu tahu bahwa kamu pernah gagal, pernah jatuh, pernah salah, dan pernah diremehkan. Namun, kamu tidak membenci dirimu karena semua itu. Kamu cukup tersenyum dan berkata dalam hati: “Ya, itu memang bagian dari perjalanan saya. Saya belum sempurna, tetapi saya terus belajar.”

Itulah kekuatan. Manusia yang mengakui kelemahannya akan lebih mudah memperbaiki dirinya daripada manusia yang sibuk berpura-pura sempurna.

 

2. MILIKI KEHORMATAN DAN MAU MENGHORMATI

“Memiliki kehormatan dan mau menghormati.”

Ini berbicara tentang harga diri dan sikap terhadap orang lain. Memiliki kehormatan berarti memiliki prinsip: tidak mudah menjual harga diri hanya demi uang, jabatan, pujian, kepentingan, ataupun pengakuan. Namun, orang yang benar-benar terhormat juga mau menghormati orang lain—tanpa memandang kaya atau miskin, berjabatan atau tidak, lebih tua atau lebih muda. Bahkan ketika seseorang berbeda pendapat dengan kita, kita tetap mampu menghargai dan menghormatinya. Menghormati orang lain tidak membuat kita lebih rendah; justru menunjukkan bahwa kita memiliki kelas dan kematangan jiwa.

Maka:

Kuatlah tanpa harus terlihat keras. Terimalah kelemahanmu tanpa kehilangan harga diri. Miliki kehormatan tanpa merasa lebih tinggi dari orang lain. Dan hormatilah orang lain tanpa merasa direndahkan.

Dapat disimpulkan: “Kekuatan membuatmu tidak malu dengan kelemahanmu; kehormatan membuatmu tidak merendahkan orang lain.” Itulah kuat yang sebenarnya.

 

3. HORMATILAH LELUHURMU

“Hormatilah leluhurmu.”

Maknanya bukan sekadar mengingat nama orang-orang terdahulu, melainkan menghargai asal-usul dan meneruskan nilai-nilai baik yang mereka tinggalkan. Leluhur adalah orang-orang yang menjadi asal-usul keluarga kita dari generasi terdahulu: orang tua, kakek-nenek, buyut, dan seterusnya. Dalam konteks budaya Minangkabau, maknanya lebih luas—ninik mamak, kaum, suku, dan garis keturunan menjadi bagian dari identitas yang menghubungkan kita dengan generasi sebelumnya. Namun, perlu dipahami:

Leluhur bukan untuk dipuja. Leluhur untuk dihormati, dikenang, dan diteladani dalam kebaikan.

Cara agar kehidupan kita membanggakan bagi leluhur bukanlah mencari sesuatu yang mistis, melainkan menjadi manusia yang layak membawa nama keluarga. Jangan mempermalukan nama keluarga dengan perbuatan buruk. Jaga hubungan dengan keluarga dan kaum. Hormati orang tua selagi mereka hidup. Rawat dan teruskan nilai baik yang diwariskan. Jadilah orang yang jujur, bertanggung jawab, dan bermanfaat. Jangan sombong ketika berhasil. Ketika jatuh, jangan menyerah. Jika memiliki ilmu dan kemampuan, gunakan untuk membantu orang lain. Sebab:

“Cara terbaik menghormati leluhur adalah membuat kehidupan kita menjadi bukti bahwa perjuangan mereka tidak sia-sia.”

Bukan hanya pertanyaan “Siapa leluhur kita?”, melainkan juga “Setelah kita tahu dari mana kita berasal, akan menjadi manusia seperti apa kita di generasi berikutnya?” Karena suatu hari nanti, kita sendiri akan menjadi leluhur bagi anak cucu kita.

 

4. BUKA MATA-MU TERHADAP YANG TIDAK TERLIHAT

“Selalu buka matamu lebar-lebar untuk semua yang tidak terlihat.”

Maksudnya bukan sekadar melihat dengan mata, melainkan belajar melihat dengan pikiran dan hati. Yang terlihat oleh mata hanyalah sebagian kecil dari kehidupan. Kita melihat seseorang sukses—hartanya, jabatannya, kehidupannya yang nyaman. Namun, yang tidak terlihat adalah perjuangannya, air matanya, kegagalannya, dan pengorbanannya. Kita melihat seseorang diam, tetapi tidak tahu apa yang sedang ia pikirkan. Kita melihat seseorang tersenyum, tetapi tidak tahu apakah hatinya sedang hancur. Maka:

“Jangan cepat menilai sesuatu hanya dari apa yang tampak. Belajarlah melihat sesuatu yang tersembunyi di baliknya.”

Ada sebab di balik akibat, ada perjuangan di balik keberhasilan, dan ada cerita di balik setiap manusia.

 

5. JIKA INGIN TAHU TENTANG KEHIDUPAN, LIHATLAH ORANG YANG SEDANG SEKARAT

“Jika kamu ingin tahu tentang kehidupan, lihatlah orang yang sedang sekarat.”

Ini adalah pengingat bahwa hidup tidak selamanya. Ketika seseorang sehat, kuat, kaya, atau sedang mengejar banyak hal, kita sering merasa seolah-olah hidup ini akan berlangsung selamanya. Kita mengejar uang, mengejar jabatan, mengejar pengakuan. Kita marah karena hal-hal kecil, bertengkar karena ego, kadang menyimpan dendam bertahun-tahun. Namun, ketika seseorang berada di ujung kehidupannya, banyak hal yang tadinya dianggap penting tiba-tiba menjadi tidak penting. Harta tidak bisa dibawa, jabatan tidak bisa dibawa, kesombongan tidak ada gunanya, dan dendam menjadi sia-sia. Yang terasa penting justru waktu, keluarga, kasih sayang, ketenangan, dan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan.

Melihat orang yang sedang sekarat adalah seperti melihat cermin kehidupan kita sendiri. Seakan-akan ia berkata: “Inilah akhir yang akan datang kepada setiap manusia. Jadi, sebelum waktumu tiba, gunakan hidupmu dengan benar.” Maka:

“Lihatlah lebih dalam daripada apa yang tampak, dan ingatlah bahwa hidup ini sementara.”

Dari sana kita belajar tiga hal: jangan mudah menghakimi, jangan terlalu sombong, dan jangan menyia-nyiakan waktu. Sebab pada akhirnya, yang paling berharga bukan berapa banyak yang kita miliki, melainkan apa yang kita lakukan selama diberi kesempatan untuk hidup.

 

6. JANGAN PERCAYA SECARA BUTA KEPADA KEKUASAAN

Jangan mudah percaya secara buta kepada negara, kekuasaan, pemerintah, ataupun aparat. Bukan berarti kita harus membenci negara. Justru karena mencintai negara, kita harus peduli ketika ada sesuatu yang tidak benar. Negara terdiri dari manusia dan lembaga. Manusia bisa salah, pejabat bisa salah, kebijakan bisa salah, bahkan institusi bisa menyimpang. Karena itu, masyarakat harus kritis, sadar hukum, berani bertanya, dan berani mengawasi kekuasaan. Namun kita harus mampu membedakan antara mencintai negara dengan mempercayai setiap tindakan pemerintah tanpa kritik. Kita menghormati hukum, tetapi tetap menggunakan akal sehat. Kita menghormati institusi, tetapi tidak menyerahkan pikiran kita kepada institusi. Maka:

“Percayalah kepada Tuhan, tetapi jangan pernah menyerahkan akal sehatmu kepada siapa pun, termasuk kepada kekuasaan.”

Pesannya sederhana: berani, waspada, beriman, tetapi tetap menggunakan akal dan prinsip.

 

7. LAWAN SETAN SEBELUM IA MELAWANMU

“Lawan setan terlebih dahulu sebelum dia melawanmu.”

Kalimat ini dapat dimaknai secara filosofis. “Setan” tidak hanya dipahami sebagai makhluk gaib, melainkan juga sebagai simbol dari segala sesuatu yang perlahan-lahan menghancurkan manusia: ketakutan, hawa nafsu, kesombongan, kebencian, kemalasan, kecanduan, dendam, dan godaan untuk berbuat jahat. Maka jangan menunggu kelemahan menguasai diri. Lawan ketika ia baru mulai masuk. Jika muncul kesombongan, rendahkan hati. Jika muncul kebencian, kendalikan diri. Jika mulai takut, hadapi. Jika tergoda melakukan kesalahan, berhenti. Jika ada kebiasaan buruk, putus sebelum menjadi belenggu. Sebab kejahatan yang dibiarkan sedikit demi sedikit akan terasa normal, dan ketika sudah terasa normal, manusia sering tidak lagi sadar bahwa dirinya sedang dikendalikan.

Pertarungan terbesar manusia sebenarnya bukan selalu melawan orang lain, melawan sisi gelap dalam dirinya sendiri. Maka:

“Lawan setan sebelum ia menjadi bagian dari dirimu; lawan kelemahan sebelum menjadi kebiasaan; dan lawan ketakutan sebelum ia mengendalikan hidupmu.”

Itulah keberanian yang sebenarnya—bukan berarti tidak memiliki rasa takut, tetapi tidak membiarkan rasa takut dan keburukan menjadi penguasa atas diri kita.

 

8. ORANG HEBAT ADALAH ORANG YANG MAMPU BERHENTI

Bayangkan seseorang yang pernah mengalami kecanduan berat. Di hadapannya ada sesuatu yang sangat kuat menggoda dirinya. Ia tahu bagaimana rasanya, ia tahu sugestinya, dan ia tahu betapa kuat dorongan untuk kembali. Namun kemudian ia berkata: “Taruih, kawan. Awak baranti sabanta lu.” (Tunggu dulu, kawan. Kita berhenti sebentar.)

Kalimat itu sederhana, tetapi di dalamnya ada perlawanan besar. Ia tidak sedang melawan orang lain, melawan dirinya sendiri. Ia tahu godaan itu ada, ia tahu dirinya bisa tergoda, tetapi ia memilih berhenti. Di situlah letak keberanian. Bukan pada seberapa keras seseorang melawan orang lain, melainkan pada kemampuannya mengatakan “cukup” kepada dirinya sendiri ketika sedang berada di bawah godaan. Maka:

“Orang hebat bukan orang yang tidak pernah tergoda. Orang hebat adalah orang yang mampu mengenali godaan, menghadapinya, lalu berkata: cukup.”

Itulah bentuk nyata dari prinsip: “Lawan setan terlebih dahulu sebelum dia melawanmu.”

 

9. BANGUN TIM YANG SEJIWA

Tim bukan sekadar kumpulan orang. Tim mempunyai jiwa. Bangunlah tim yang sejiwa dalam nilai dan tujuan. Tidak harus selalu sepemikiran, tidak harus selalu setuju. Perbedaan pendapat justru diperlukan agar kita tidak menjadi kelompok yang hanya saling membenarkan. Namun, ketika tujuan bersama telah ditentukan, kita harus mampu berjalan bersama: saling percaya, saling menghargai, saling menghormati, dan saling menguatkan. Bekerja bersama untuk kemajuan bersama, demi kepentingan bersama.

 

10. JIKA TIDAK TAHU HARUS BERBUAT APA, DENGARKAN KESUNYIAN

Kadang terlalu banyak suara dari luar membuat kita kehilangan suara dari dalam. Ketika tidak tahu apa yang harus dilakukan, jangan selalu tergesa-gesa. Berhenti. Diam. Tenangkan pikiran. Dengarkan kesunyian. Dalam kesunyian, kita memberikan kesempatan kepada akal sehat, hati nurani, pengalaman, dan kebijaksanaan untuk berbicara. Di sanalah terkadang mata batin menunjukkan cahaya. Bukan berarti meninggalkan logika. Justru sebaliknya: kesunyian memberikan ruang agar pikiran yang penuh tekanan kembali jernih.

 

11. JIKA TERJADI KESALAHAN, BELAJAR MEMAAFKAN

Dalam perjalanan bersama, kesalahan pasti mungkin terjadi. Kita semua manusia, tidak ada yang sempurna. Karena itu, jika seseorang melakukan kesalahan, jangan langsung menghancurkan seluruh perjalanan yang telah dibangun. Perbaiki kesalahannya. Tegur jika perlu. Belajar darinya. Kemudian belajar memaafkan. Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan. Memaafkan berarti tidak membiarkan kesalahan masa lalu menghancurkan masa depan. Kita semua berhak memperbaiki diri. Kita semua berhak mendapatkan kesempatan. Dan kita semua berhak untuk bahagia.

 

PENUTUP

Pada akhirnya, semua pembelajaran ini kembali kepada satu prinsip:

NIAT BAIK. PIKIRAN BAIK. INSYAALLAH TINDAKAN BAIK.

Saya ingin menjadi manusia yang kuat tanpa menjadi keras, berani tanpa menjadi sombong, berprinsip tanpa merendahkan, menghormati tanpa merasa rendah, mengenali kejahatan tanpa menjadi jahat, percaya kepada Tuhan tanpa kehilangan akal sehat, melawan kelemahan sebelum menjadi kebiasaan, dan menghadapi ketakutan sebelum ketakutan menguasai diri. Ketika berjalan bersama, kita tidak meninggalkan satu sama lain. Sebab kita tidak sedang membangun sekadar sebuah kelompok, melainkan sebuah tim yang mempunyai jiwa—tim yang bekerja bersama untuk kemajuan bersama, demi kepentingan bersama. Dengan mendahulukan saling percaya, saling menghargai, dan saling menghormati. Apabila suatu hari terjadi kesalahan, kita perbaiki, kita belajar, kita maafkan, dan kita lanjutkan perjalanan.

Sebab hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan kesombongan, dendam, dan saling menjatuhkan. Pada akhirnya, bukan tentang siapa yang paling hebat, melainkan siapa yang tetap memiliki hati ketika sudah memiliki kekuasaan, siapa yang tetap rendah hati ketika sudah memiliki kehormatan, siapa yang tetap berdiri ketika pernah jatuh, dan siapa yang mampu membawa orang lain ikut tumbuh bersamanya.

EDO MANDELA
Advokat / Pengacara

Niat baik. Pikiran baik. InsyaAllah tindakan baik. Berani. Waspada. Beriman. Berprinsip. Untuk kemajuan bersama, demi kepentingan bersama. (HD)

Pangdam I/BB Kunker ke Kodim 0206/Dairi, Prajurit Diminta Dukung Program Pemerintah

0

Warta.in Sidikalang – Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa melaksanakan kunjungan kerja ke Kodim 0206/Dairi yang beralamat di Jln Gereja, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Rabu (26/8/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembinaan satuan sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi satuan dan memberikan pengarahan kepada prajurit dalam mendukung pelaksanaan tugas serta pengabdian kepada masyarakat.

Setibanya di Makodim 0206/Dairi, Pangdam I/BB menerima laporan dari Dandim 0206/Dairi Letkol Arm Denni Andika Wardana, dilanjutkan dengan pengalungan ulos sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan adat. Selanjutnya, Pangdam menerima laporan Pos I, penghormatan dari regu jajar kehormatan, melewati lorong prajurit, serta foto bersama. Dalam arahannya kepada prajurit dan PNS, Pangdam menyampaikan rasa senang dapat hadir secara langsung untuk bertemu dan memberikan pengarahan, sekaligus menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian serta kerja keras seluruh prajurit yang telah bahu-membahu membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat.

Pangdam menekankan pentingnya mendukung dan menyukseskan berbagai program pemerintah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing, termasuk pembangunan KDKMP, jembatan, penyediaan titik air bersih serta kegiatan lainnya. Seluruh tugas tersebut diminta dilaksanakan dengan tulus, ikhlas dan penuh semangat pengabdian kepada masyarakat. Pangdam juga mengingatkan prajurit untuk menghindari segala bentuk pelanggaran serta menjaga kedewasaan dalam bersikap, bertindak dan bermedia sosial demi menjaga persatuan, kekompakan dan nama baik TNI.

Terkait perkembangan media sosial, Pangdam meminta seluruh prajurit tidak mudah terpancing narasi negatif maupun fenomena viral yang berkembang di masyarakat. Para komandan diminta mengingatkan anggotanya agar tidak memberikan respons secara emosional, serta tidak membuat atau menyebarkan narasi mengenai orang lain tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya. Menurut Pangdam, persoalan di media sosial harus ditangani secara tepat dan bijaksana karena apabila tidak dikelola dengan baik dapat berkembang dan berdampak terhadap institusi maupun personel TNI. Pangdam juga mengingatkan prajurit agar menjaga kesehatan sehingga dapat melaksanakan tugas secara optimal.

Usai memberikan pengarahan, Pangdam menuliskan pesan dan kesan, menerima cinderamata, kemudian meninjau sejumlah fasilitas dan sarana prasarana di lingkungan Makodim 0206/Dairi. Turut mendampingi Pangdam I/BB Asops Kasdam I/BB. Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Dairi dan Forkopimda Kabupaten Pakpak Bharat. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

Acara veteran wabup,sekda,ketua Dprd Kab sukabumi jangan jadikan mereka hanya jadi ceremonial musiman

0

Kabupaten Sukabumi—dihadiri Sekda Budi Azhar Mutawali dan Wakil Bupati—dengan para perintis kemerdekaan Angkatan 45, Veteran, Pepabri, PWRI, keluarga pahlawan, Warakawuri, serta tokoh masyarakat memantik berbagai respons publik.

Perspektif Warga dan Musisi/Pengamat Publik

Apresiasi Atas Pengakuan Negara: Asep, salah satu warga, menilai positif agenda ini. Pengakuan dan apresiasi langsung dari Pemkab Sukabumi membuat para pejuang merasa dihargai, mengingat kebebasan yang dinikmati masyarakat hari ini merupakan buah dari perjuangan mereka melawan penjajahan.

Harapan Tindakan Nyata: MT, seorang musisi sekaligus pengamat kebijakan publik, mengapresiasi langkah Pemkab Sukabumi yang memperlihatkan penghormatan terhadap veteran. Namun, ia menekankan pentingnya keberlanjutan: penghormatan tidak boleh berhenti pada seremonial tahunan saat perayaan kemerdekaan saja, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk bantuan nyata, jaminan kesejahteraan, dan penghargaan berkelanjutan.

Perspektif Pemerintah Daerah & Tantangan Lapangan (Tinjauan Imbang/Cover Both Side)

Untuk menyajikan berita atau ulasan secara berimbang (cover both side), terdapat beberapa poin yang perlu diperhatikan dari sudut pandang pemangku kebijakan:

Komitmen Kesejahteraan: Pihak pemerintah daerah umumnya menyelenggarakan acara ini sebagai bentuk penghormatan moral sekaligus ruang dialog langsung untuk menyerap aspirasi para veteran dan keluarganya.

Keterbatasan Penganggaran & Regulasi: Dalam tatanan regulasi, alokasi tunjangan utama dan jaminan veteran berada di bawah kewenangan pemerintah pusat (Kementerian Pertahanan dan Kementerian Sosial). Peran Pemkab sering kali terbatas pada program hibah, bantuan sosial daerah, atau fasilitasi pelayanan kesehatan dan sosial sesuai batas anggaran yang tersedia.

Evaluasi Program: Dorongan dari masyarakat agar perhatian tidak sekadar seremonial menjadi masukan kritikal bagi pemda untuk memastikan program jaring pengaman sosial dan program kemitraan dengan organisasi pejuang (seperti Legiun Veteran/Pepabri) tetap berjalan sepanjang tahun.(Alfi yonimar)

Pangdam I/BB Kunjungi Yonif 26/Kala Cakti, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab Prajurit

0

Warta.in Sei Balai – Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa melaksanakan kunjungan kerja ke Yonif 126/Kala Cakti (KC), yang berada di Sei Balai, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara, Rabu (26/8/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembinaan satuan untuk memastikan kesiapan operasional, memperkuat pembinaan personel, serta meningkatkan profesionalisme prajurit dalam mendukung tugas pokok TNI AD.

Setibanya di Mako Yonif 126/KC, Pangdam menerima laporan dari Danyonif 126/KC Letkol Inf M.S. Yahya Ginting. Selanjutnya, Pangdam menerima penghormatan dari regu jajar kehormatan, dilanjutkan dengan prosesi pengalungan bunga sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan. Rangkaian penyambutan kemudian dilanjutkan dengan lorong prajurit dan foto bersama.

Dalam arahannya, Pangdam I/BB menyampaikan rasa bangga dapat berada di tengah-tengah prajurit Yonif 126/KC yang memiliki semangat dalam melaksanakan tugas. Pangdam berpesan agar setiap prajurit senantiasa disiplin dalam melaksanakan tugas, tepat waktu, serta menjaga kerapian dalam berpenampilan. Selain itu, Pangdam mengajak seluruh prajurit untuk selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat dan tetap rendah hati dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pangdam juga menekankan pentingnya menjadi prajurit yang profesional dan bertanggung jawab dalam bekerja. Seluruh prajurit diingatkan untuk terus menjaga moril dan semangat dalam melaksanakan setiap tugas yang diberikan.

Usai memberikan pengarahan, Pangdam menuliskan pesan dan kesan, menerima cinderamata dari satuan, kemudian melaksanakan peninjauan fasilitas satuan, pangkalan, serta kondisi barak prajurit untuk melihat secara langsung kesiapan sarana dan prasarana pendukung operasional.

Turut mendampingi Pangdam I/BB dalam kunjungan kerja tersebut Asops Kasdam I/BB, Danbrigif 7/RR, Bupati Batubara serta Bupati Asahan. (RN)

Sumber: Pendam I/BB