PAREPARE — Minggu kasih di beberapa gereja, Polsek Ujung Polres Parepare edukasi warga akan pentingnya peran bersama dalam mencegah peredaran narkotika, Minggu (8/11/2026).
Edukasi warga tersebut sebagai upaya melindungi masyarakat dari cengkeraman barang ilegal yang dapat merusak tatanan mental generasi muda maupun keluarga.
Minggu kasih tersebut dilaksanakan oleh personil Polsek Ujung yang beragama Nasrani, pada hari Minggu (8/11/2026) pagi, sekitar pukul 08.00 WITA, melalui penyampaian warta dan informasi ke jemaat di akhir ibadah Minggu
Adapun Personil Polsek Ujung yang melaksanakan Minggu Kasih tersebut, IPTU M.S. Rombe bersama AIPTU Adi Setiawan, di Gereja Sion yang terletak di Jalan Industri Kecil. Dan IPDA Deddy Pareanto di Gereja Toraja Jemaat Parepare yang terletak di Jalam Muh. Arsyad.
Melalui penyampaiannya sebagai edukasi ke warga jemaat, IPTU M.S. Rombe maupun IPDA Deddy menyampaikan pesan kepolisian yang perlu di ketahui bersama akan bahaya penggunaan rokok elektronik yang menggunakan cairan.
Para personil Polsek Ujung menjelaskan bahwa Rokok Elektrik (Vape) yang menggunakan cairan liquid atau catridge, berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian menyebutkan jika Vape ini menjadi sarana menyebarluaskan narkoba cair secara massive, pasalnya rokok elektrik bercairan liquid itu banyak di gunakan, khususnya kelompok usia pemuda maupun dewasa.
Selain itu, hasil penelitian medis juga menunjukkan bahwa cairan rokok elektrik mengandung etomidate, bahan obat penenang, yang termasuk dalam kategori Narkotika Golongan II.
Terpisah saat dikonfirmasi ke Kapolsek Ujung, AKP. Sukri Abdullah menyampaikan pesan bahwa lindungi keluarga dari bahaya narkotika yang kian hari cara peredarannya semakin masiv menggunakan segala cara.
“Mari kita lindungi keluarga dari bahaya narkotika, dewasa ini berbagai cara dilakukan oleh bandar – bandar narkotika, salah satunya adalah dengan memanfaatkan cairan rokok elektrik, untuk itu mari lindungi keluarga kita , lindungi generasi muda kita, jangan biarkan mereka larut dalam penggunaan narkotika tanpa mereka ketahui,” pesan Kapolsek AKP. Sukri.
Kapolsek Ujung Polres Parepare, juga berharap dengan langkah ini, peredaran tersamar dari Narkotika dapat di cegah, dan masyarakat selalu mendapatkan informasi – informasi yang bernilai guna positif.

















Namun, perjalanan OH Simarmata SH tidak hanya dapat dilihat dari dukungan keluarga. Pendidikan hukum yang diselesaikannya pada 1965 menjadi bekal profesional untuk memasuki dunia kehakiman.
Pada bagian pertimbangan, dokumen menyebut adanya kebutuhan penggantian tenaga hakim anggota Mahmilub dalam perkara yang dikategorikan sebagai perkara “GESTAPU”, dengan nama Muhammad Nazir alias Amir dan Letkol Inf. Maliki bin Hadji Jusuf.


