Beranda blog

Kapolres Meranti Pimpin Sertijab Kabag Ops, AKP Abdan Gantikan Kompol Wan Mantazakka

0

MERANTI – Polres Kepulauan Meranti menggelar upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops), Jumat (6/11) pagi.

Dalam upacara tersebut, AKP Abdan, S.E., M.H. resmi menggantikan Kompol Wan Mantazakka, S.H., M.H. sebagai Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti.

Sertijab dipimpin langsung Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., di Lapangan Apel Mapolres, Jalan Raya Gogok Darussalam, Tebing Tinggi Barat, sekitar pukul 07.30 WIB.

Mutasi ini menjadi momen perpisahan bagi Kompol Wan Mantazakka. Ia selanjutnya dipercaya menjabat sebagai Kasilaka Subditgakkum Ditlantas Polda Riau. Sementara penggantinya, AKP Abdan, sebelumnya bertugas di Roops Polda Riau.

Hadir dalam upacara itu Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga, Ketua Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti Ny. Widya Gede Adi, para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, perwira, personel, hingga pengurus Bhayangkari.

Prosesi berjalan khidmat. Diawali laporan komandan upacara dan penghormatan pasukan, dilanjutkan pembacaan Keputusan Kapolda Riau, pengambilan sumpah jabatan, serta penandatanganan berita acara sertijab, sumpah jabatan, dan pakta integritas.

Dalam amanatnya, Kapolres mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dijaga.

“Jabatan adalah amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh dedikasi. Saya berharap pejabat baru segera menyesuaikan diri, meningkatkan koordinasi, dan bekerja profesional demi mendukung tugas Polres Kepulauan Meranti,” kata AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita.

Menurutnya, Kabag Ops memegang peran kunci dalam mengoordinasikan perencanaan hingga pelaksanaan seluruh kegiatan operasional. Karena itu, pejabat yang menduduki posisi tersebut harus mampu menjaga kekompakan dan memastikan semua agenda berjalan sesuai rencana.

Usai upacara, Kapolres bersama jajaran menyalami dan memberi ucapan selamat kepada pejabat lama dan pejabat baru, lalu dilanjutkan foto bersama.

Rilis : Humas Polres Kepulauan Meranti.

Bo’ Sangaji Kai Diakui UNESCO, Gubernur Iqbal Dorong Masuk Kurikulum

0

Bo’ Sangaji Kai Diakui UNESCO, Gubernur Iqbal Dorong Masuk Kurikulum

Warta.in

Jakarta,NTB — Naskah kuno Bo’ Sangaji Kai, warisan dokumenter Kesultanan Bima yang merekam perjalanan sejarah dan pengetahuan masyarakat sejak abad ke-17 hingga abad ke-19, memperoleh pengakuan internasional setelah ditetapkan dalam Register Regional Memory of the World Asia-Pasifik UNESCO (MOWCAP) 2026. Menyambut pencapaian tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mendorong agar naskah bersejarah itu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan kandungan pengetahuannya dimanfaatkan sebagai materi pembelajaran bagi generasi muda, khususnya di wilayah budaya Mbojo.

Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Iqbal saat menghadiri Pertemuan Umum ke-11 MOWCAP di kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta, Kamis (5/11/2026). Menurutnya, pengakuan internasional terhadap Bo’ Sangaji Kai harus diikuti langkah nyata agar warisan intelektual tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga hidup dalam pengetahuan dan kesadaran generasi penerus.

“Alhamdulillah, salah satu warisan dokumenter kita akhirnya bisa diregister sebagai warisan budaya dunia untuk Asia Pasifik, yaitu Bo’ Sangaji. Kita harapkan ke depan diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Indonesia dan menjadi bagian dari kurikulum masyarakat kita, khususnya mereka yang di Bima,” ujar Iqbal.

Ia menilai Bo’ Sangaji Kai menyimpan pengetahuan yang jauh melampaui catatan pemerintahan Kesultanan Bima. Naskah tersebut merekam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk hubungan antarkerajaan, diplomasi, perdagangan, kehidupan sosial, serta peristiwa alam yang memiliki nilai penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Salah satu catatan penting di dalamnya berkaitan dengan letusan Gunung Tambora pada 1815. Naskah ini juga menyimpan informasi mengenai pemerintahan dan kehidupan masyarakat Bima, termasuk keberadaan penguasa perempuan serta catatan perlindungan hukum bagi perempuan.

“Dokumen ini berisi banyak aspek, bahkan di situ juga bicara mengenai geologi, mengenai vulkanologi, dan sebagainya, selain hal-hal yang bersifat sejarah dan etik,” jelasnya.

Karena itu, Iqbal berpandangan bahwa pemanfaatan naskah tidak harus dilakukan dengan memasukkan keseluruhan isi ke dalam kurikulum. Bagian-bagian yang relevan dapat diolah menjadi bahan ajar sejarah daerah, muatan lokal, dan materi pembelajaran sesuai jenjang pendidikan, dengan melibatkan sejarawan, ahli naskah, pendidik, serta perguruan tinggi agar substansinya tetap akurat dan mudah dipahami.

“Kita ingin NTB mendunia bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekayaan sejarah, budaya, dan pengetahuan yang kita miliki. Bo’ Sangaji Kai membuktikan bahwa dari Bima, kita punya warisan intelektual yang nilainya diakui dunia. Tugas kita sekarang memastikan warisan itu tetap hidup, dipelajari oleh generasi muda, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Bo’ Sangaji Kai merupakan satu dari tiga warisan dokumenter Indonesia yang masuk Register Regional MOWCAP 2026, bersama Kidung Bhuwana Wināśa dan koleksi Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin. Nominasi Bo’ Sangaji Kai diajukan melalui kolaborasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Yayasan Museum Sampa Radja, dan Pemerintah Provinsi NTB.

Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pelestari dalam memperkenalkan kekayaan dokumenter daerah ke tingkat internasional. Pengakuan tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan penelitian, digitalisasi, penerbitan, pameran edukatif, serta wisata sejarah dan budaya yang melibatkan masyarakat setempat.

Bagi NTB, pengakuan terhadap Bo’ Sangaji Kai memberi makna konkret bagi upaya mewujudkan NTB Makmur Mendunia. Kekayaan sejarah dan budaya tidak cukup hanya dilestarikan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi harus dikembangkan menjadi sumber pengetahuan, penguatan identitas, peningkatan kualitas pendidikan, dan peluang kesejahteraan masyarakat.

Warisan Bo’ Sangaji Kai pada akhirnya bukan hanya tentang sejarah yang telah ditulis berabad-abad lalu, melainkan tentang pengetahuan yang harus terus diwariskan. Dari Bima, dunia mengenal kekayaan intelektual Nusantara; dan dari generasi muda NTB, keberlanjutan warisan itu ditentukan.(sr/dkisntb)

Turap Lolowua Dikerjakan, Jalan Nias Terus Dibangun

0

Gunungsitoli,Warta.in – Kerja nyata PPTK Binamarga Provinsi UPTD Gunungsitoli, Murni Panjaitan, kini mulai dirasakan langsung oleh warga. Di lapangan, kegiatan pembangunan jalan dan turap terus berjalan tanpa henti.

Salah satu kegiatan yang sedang terlaksana saat ini adalah pembangunan turap dari Lolowua menuju Nias Barat. Turap ini dibangun untuk menahan badan jalan agar tidak longsor dan tidak tergerus air saat hujan deras. Warga yang setiap hari melintas di jalur Lolowua menuju Nias Barat kini merasa lebih aman dan lebih tenang.

Tidak hanya itu, pembangunan dan perbaikan jalan provinsi yang menghubungkan Nias Utara dan Nias Selatan juga terus dikerjakan. Jalan ini merupakan jalur utama antar kabupaten di Kepulauan Nias. Jika jalannya mulus, ekonomi warga ikut bergerak, hasil pertanian cepat sampai ke pasar, dan aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar.

Murni Panjaitan, PPTK Binamarga Provinsi UPTD Gunungsitoli, mengungkapkan, pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin agar seluruh pembangunan jalan provinsi di Kepulauan Nias berjalan sesuai program dan tepat waktu.

Untuk pembangunan yang lebih besar dan lebih menyeluruh, Nias Barat masih menunggu program pembangunan lanjutan dari tingkat Provinsi Sumatera Utara. Meski demikian, kegiatan yang sedang berjalan saat ini tetap dimaksimalkan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Beliau berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat terus memberikan perhatian lebih kepada Nias Barat. Nias Barat tidak boleh tertinggal. Nias Barat butuh jalan yang layak, turap yang kuat, dan pembangunan yang berkelanjutan.

Warga mengakui, respon Murni Panjaitan terhadap laporan masyarakat cukup cepat. Setiap ada laporan jalan rusak, tim langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi. Ketika dikonfirmasi media, beliau juga terbuka dan menjelaskan apa adanya, apa yang sedang dikerjakan dan apa kendalanya.

Untuk itu, masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Ibu Murni Panjaitan, PPTK Binamarga Provinsi UPTD Gunungsitoli, beserta seluruh tim UPTD Provinsi Gunungsitoli yang telah bekerja keras di lapangan.

Kami dari mediaWarta.in memberikan apresiasi kepada Ibu Murni Panjaitan dan siap bersinergi menjadi jembatan antara masyarakat dan UPTD Provinsi Gunungsitoli.

Red.

POLSEK BUNUT GELAR JUMAT CURHAT, SOSIALISASIKAN BAHAYA NARKOBA, JUDI ONLINE, HINGGA KEJAHATAN SEKSUAL ANAK

0

Pelalawan — Guna mendengarkan langsung aspirasi serta keluhan masyarakat terkait situasi kamtibmas, Polsek Bunut kembali menggelar kegiatan rutin Jumat Curhat pada Jumat, 06 November 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Perwira Pengawas (Pawas) Aiptu D. Sihombing bersama personel piket Polsek Bunut.

Pada kesempatan kali ini, fokus utama sosialisasi tertuju pada bahaya peredaran narkoba, judi online (judol), serta pencegahan kejahatan seksual terhadap anak.

Topik Pembahasan Utama

Dalam pertemuan interaktif bersama warga tersebut, terdapat empat poin krusial yang disampaikan oleh jajaran Polsek Bunut:

  1. Pencegahan Tawuran Pelajar: Penyampaian edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak negatif perkelahian antar sesama pelajar atau tawuran sekolah.

  2. Pencegahan Narkoba & Judi Online: Penguatan kewaspadaan terhadap bahaya laten peredaran gelap narkotika serta bahaya judi online di tengah masyarakat.

  3. Pencegahan Kenakalan Remaja & Perlindungan Anak: Edukasi pencegahan tindakan bullying, bahaya LGBT, serta perlindungan anak di bawah umur dari kejahatan maupun persetubuhan ilegal.

  4. Pencegahan Karhutla: Imbauan mengenai kesadaran menjaga lingkungan dari bahaya kebakaran hutan dan lahan.

Imbauan Kepada Masyarakat

Melalui kegiatan ini, Polsek Bunut menyampaikan beberapa poin imbauan penting untuk dilaksanakan bersama oleh warga:

  • Bijak Bermedia Sosial: Masyarakat diminta untuk selalu menyaring dan mencari kebenaran fakta terlebih dahulu sebelum menyebarkan atau mempercayai suatu informasi di media sosial.

  • Kolaborasi Bersama Polri: Warga diajak aktif bekerja sama dalam memberantas narkoba dan judi online dengan cara memberikan informasi kepada pihak Kepolisian untuk segera ditindaklanjuti.

  • Peran Aktif Keluarga & Lingkungan: Orang tua dan masyarakat diimbau untuk menjaga lingkup rumah tangga agar anak-anak terhindar dari pergaulan bebas. Warga juga diajak aktif dalam kegiatan sosial serta memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bahaya LGBT dan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.

  • Larangan Membuka Lahan dengan Membakar: Ditegaskan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar sangat dilarang. Pelaku pembakaran hutan maupun lahan akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

Bukan Sekadar Berebut Kursi, Firdaus Hasbullah Titip Gagasan Besar Kebangsaan ke Ulil Mustofa

0

Warta.in – 06 November 2026, Peta kontestasi kepemimpinan di tingkat Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mulai menghangat. Langkah maju kader asal Sumatera Selatan, Ulil Mustofa, yang secara resmi mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Ketua Umum PB HMI mendapat respons positif dari berbagai kalangan senior organisasi. Salah satu dukungan dan apresiasi moral datang dari Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, SH, MH.

Saat ditemui di Palembang, Firdaus Hasbullah menyambut hangat keberanian dan kesiapan Ulil Mustofa untuk bertarung di level nasional. Menurut Firdaus, munculnya figur-figur potensial dari Sumatera Selatan merupakan penanda sehatnya dinamika demokrasi internal serta berjalan dengan baiknya proses regenerasi di tubuh organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia tersebut.

“Adinda Ulil Mustofa memiliki pengalaman dan rekam jejak organisasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Kemunculannya di panggung nasional adalah bagian penting dari dinamika demokrasi organisasi,” ujar Firdaus yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD PALI.

Rekam Jejak Panjang dari Komisariat hingga Level Nasional Apresiasi yang diberikan oleh MD KAHMI PALI bukan tanpa alasan. Firdaus menilai Ulil Mustofa merupakan kader yang tumbuh secara organik melalui proses perkaderan yang matang. Ulil tercatat pernah memimpin HMI Komisariat Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang pada tahun 2017.

Karier organisasinya terus menanjak hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum/Formatur HMI Cabang Palembang periode 2021–2022. Tak berhenti di sana, pada tahun 2024, nama Ulil juga sempat mewarnai bursa pencalonan Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumbagsel, sebelum akhirnya kini aktif sebagai bagian dari fungsionaris Pengurus Besar HMI.

Selain matang di internal HMI, Ulil Mustofa juga dikenal memiliki modal sosial yang kuat di luar organisasi. Keterlibatannya sebagai anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di tingkat daerah serta keaktifannya dalam mengadvokasi berbagai persoalan sosial-kemasyarakatan di Sumatera Selatan dinilai menjadi nilai tambah. Pengalaman interaksi dengan realitas sosial ini diyakini mampu membentuk perspektif kepemimpinannya menjadi lebih luas, inklusif, dan peka terhadap isu-isu kerakyatan.

Menjawab Tantangan Zaman: Pemimpin Harus Punya Gagasan Besar. Lebih lanjut, Firdaus Hasbullah mengingatkan bahwa menakhodai HMI di era kontemporer bukanlah perkara mudah. Bagi pria yang akrab disapa FH ini, memenangkan kontestasi atau meraih jabatan struktural barulah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana membawa organisasi ini tetap relevan di tengah disrupsi zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

“HMI hari ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat dalam konsolidasi internal, tetapi juga memiliki gagasan besar tentang masa depan Indonesia. Ketua Umum PB HMI harus mampu menjaga independensi organisasi secara ketat, memperkuat kembali tradisi intelektual yang menjadi ciri khas kita, merawat nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, serta memastikan HMI hadir sebagai solusi atas tantangan zaman,” tegas Firdaus dengan nada optimis.

Ia menambahkan, seorang pemimpin HMI tingkat nasional wajib memiliki empat pilar utama: kapasitas intelektual yang mumpuni, kematangan emosional dalam menghadapi konflik, integritas moral yang tidak tergoyahkan, serta keberanian bersuara merespons isu-isu strategis kebangsaan.

Panggung Adu Gagasan yang Sehat, Sebagai bagian dari keluarga besar KAHMI, Firdaus menegaskan bahwa alumni memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal agar proses transisi kepemimpinan di HMI berjalan di atas koridor etika. Ia berharap momentum deklarasi Ulil Mustofa, dan juga kandidat-kandidat lainnya nanti, dapat menjadi pemantik lahirnya ruang adu gagasan dan pertarungan ide yang sehat di antara sesama kader.

“Kami di KAHMI tentu berharap semakin banyak kader terbaik yang berani mengambil tanggung jawab kepemimpinan. Kontestasi ini harus dijalankan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai independensi, semangat persaudaraan (ukhuwah), dan etika organisasi. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah, yang paling utama adalah bagaimana menjaga agar HMI tetap menjadi laboratorium kepemimpinan yang berkualitas, kawah candradimuka intelektual, sekaligus rumah perjuangan bagi generasi muda Indonesia,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Firdaus memberikan pesan khusus dan ucapan selamat berproses kepada Ulil Mustofa agar momentum deklarasi ini dijadikan sebagai titik awal pengabdian yang tulus, bukan sekadar perburuan takhta struktural.

“Selamat berproses, adinda Ulil Mustofa. Tawarkan gagasan, visi, dan program konkret untuk masa depan HMI. Ingatlah bahwa kebesaran seorang pemimpin tidak hanya diukur dari posisi atau jabatan yang berhasil diraih, tetapi dari warisan gagasan, keteladanan nyata, serta seberapa besar kontribusi yang ditinggalkan bagi organisasi, umat, dan bangsa Indonesia,” pungkas Firdaus Hasbullah.

Yusman Dawolo : Bahaya Bohong, Jika Dulu di Atas Sekarang di Bawah, Itulah Saatnya Introspeksi Diri

0

Nias Gunungsitoli,DiscoveryNews.id – Yusman Dawolo atau yang akrab disapa Bang YD menyampaikan pesan reflektif yang begitu dalam tentang pentingnya kejujuran dalam kehidupan, khususnya bagi seseorang yang pernah menduduki posisi atau jabatan tinggi, tetapi kini berada pada posisi yang berbeda.

Pesan bertajuk ”Bahaya Bohong”ini bukan sekadar kata-kata. Ini adalah nasihat dari seorang yang memahami betul bagaimana rasanya berada di puncak, dan bagaimana rasanya ketika roda kehidupan berputar.

Melalui pernyataannya, Bang YD mengajak setiap orang untuk melakukan introspeksi diri ketika mengalami perubahan kedudukan, dari posisi tertinggi menjadi posisi terendah.

Menurutnya, perubahan posisi tersebut seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan hidup, termasuk perilaku dan keputusan yang pernah diambil selama berada di puncak kekuasaan.

“Jika dulu posisi tertinggi dan sekarang duduk di posisi terendah, maka cobalah introspeksi diri,” demikian pesan yang disampaikan Yusman Dawolo dengan penuh keteduhan.

Pesan Yang Menampar Dengan Lembut

Bang YD tidak sedang menyindir siapa pun. Beliau sedang mengingatkan kita semua. Bahwa jabatan, kedudukan, dan kekuasaan bukanlah sesuatu yang bersifat abadi. Hari ini di atas, besok bisa di bawah. Hari ini dihormati, besok bisa dilupakan.

Karena itu, satu-satunya yang akan tetap tinggal adalah kejujuran dan kebaikan yang pernah kita tanam.

Ia juga mengingatkan bahwa kebohongan, perilaku tidak jujur, serta tindakan yang merugikan orang lain dapat membawa konsekuensi dalam kehidupan.

Beberapa perilaku yang disorot antara lain berbuat jahat secara diam-diam, melakukan korupsi dengan mengambil uang rakyat, berbuat curang dalam kompetisi, memanipulasi data, melakukan praktik suap, hingga mengubah peraturan dan undang-undang demi kepentingan pribadi atau kelompok.

Bang YD menilai bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi. Keburukan yang dilakukan seseorang pada akhirnya dapat berbalik menjadi persoalan bagi dirinya sendiri.

“Buah dari kebohongan itu akan dipanen dengan kehinaan. Sebab siapa pun yang menanam keburukan maka akan menuai keburukan pula. Sebaliknya, siapa pun yang menanam kebaikan, maka akan memanen kebaikan dalam hidupnya, sekarang dan di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Kalimat Emas Dari Bang YD

Kalimat ini yang membuat pesan Bang YD begitu kuat dan layak menjadi renungan bagi semua pemimpin:

Siapa yang menanam keburukan, akan menuai keburukan. Siapa yang menanam kebaikan, akan memanen kebaikan._

Itulah hukum kehidupan yang tidak bisa dilawan oleh jabatan, kekuasaan, maupun uang.

Jujur Bukan Sekadar Perkataan

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan kejujuran sebagai prinsip utama dalam menjalani kehidupan, baik dalam lingkungan keluarga, pekerjaan, organisasi, maupun ketika mengemban amanah jabatan publik.

Menurutnya, kejujuran bukan sekadar perkataan, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, sikap bertanggung jawab, serta keberanian untuk tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan orang lain.

Di akhir pesannya, Bang YD mengajak semua pihak agar senantiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran demi menciptakan kehidupan yang lebih baik.

“Oleh karena itu, mari kita senantiasa bersikap JUJUR. Supaya ke depan hidup TENANG dan tetap BAHAGIA,” tutupnya dengan penuh ketulusan.

Pesan Yusman Dawolo ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa yang abadi bukanlah jabatan, melainkan kejujuran.

Warta.in

Eduar Lahagu : Kalau PPK Tidak Tau Di Mana Besi Moawe, Berarti Ada Yang Disembunyikan

0

Gunungsitoli,Warta.in Pembongkaran bangunan Jembatan Moawe yang berada di Desa Moawe, tepatnya di wilayah Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, menjadi tanda tanya besar.

Karena diduga kuat Murni Panjaitan sebagai PPK pura-pura tidak tau atau tidak tau tentang keberadaan besi pembongkaran Jembatan Moawe itu, kata Edward Lahagu, Jumat 06/11/2026.

Menurut Edward Lahagu, Ketua Aliansi Peduli Konsumen Ono Niha (APKN), mengatakan, PPK itu sebenarnya tahu tentang pembongkaran bangunan sebelum termasuk besi tersebut.

Karena menurut Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, terbaru Perpres No. 16 Tahun 2018 jo. Perpres No. 12 Tahun 2021 beserta turunannya, seperti Peraturan LKPP, PPK memiliki tugas menyusun perencanaan pengadaan yang meliputi identifikasi kebutuhan, penetapan spesifikasi teknis/KAK, dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

“Korelasi dengan PPK: saat menyusun dokumen persiapan, PPK harus memasukkan biaya pembongkaran bangunan ke dalam HPS pekerjaan struktur/persiapan. Kelalaian PPK dalam mengidentifikasi objek bangunan lama yang harus dibongkar dapat dianggap sebagai kelalaian dalam tahapan perencanaan kontrak,” kata Edward.

Artinya, seorang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tahu semua tentang pembongkaran tersebut termasuk situasi besi yang sudah dibongkar karena dia yang merencanakan sesuai aturan yang mengatakan, jadi lucu dia baru foto besi tersebut saat dikonfirmasi awak media.

“Ada apa dengan perencanaan pembongkaran bangunan Jembatan Moawe?” ucap Edward sambil bertanya dengan nada santai.

*Tapi pertanyaan santai itu justru yang paling menampar.*

Bagaimana mungkin pejabat yang merencanakan, yang menyusun HPS, yang menandatangani kontrak, yang mengendalikan pekerjaan, justru tidak tahu di mana besinya?

Edward menegaskan, kalau PPK saja mengaku tidak tahu di mana besi Moawe berada, berarti ada sesuatu yang disembunyikan.

“Kalau PPK tidak tau di mana besi Moawe, berarti ada yang disembunyikan. Tidak mungkin PPK tidak tahu. Dia yang merencanakan, dia yang mengendalikan, dia yang menandatangani. Masa dia tidak tahu?” tegas Edward.

*Masa PPK Baru Tau Setelah Wartawan Datang?*

Ini yang membuat publik geleng-geleng kepala. PPK yang seharusnya paling tahu, justru baru sibuk memfoto setelah dikonfirmasi wartawan.

Kalau bukan karena wartawan yang bertanya, apakah besi itu akan tetap tidak jelas nasibnya? Kalau bukan karena media yang menelusuri, apakah aset negara itu akan dibiarkan hilang begitu saja?

Seorang PPK tidak boleh beralasan tidak tahu. Tidak ada alasan tidak tahu bagi seorang PPK. Karena dari tangan PPK-lah semua perencanaan itu lahir.

*Pengelolaan Keuangan Negara di Bina Marga Provinsi Dipertanyakan*

Kondisi ini sekaligus mempertanyakan pengelolaan keuangan negara di Bina Marga Provinsi. Sebab, besi hasil pembongkaran merupakan aset negara yang wajib dicatat, diamankan, dan dipertanggungjawabkan.

Jika PPK saja tidak tahu di mana besi bongkaran itu, bagaimana Bina Marga Provinsi mengelola keuangan negara? Besi tersebut bukan barang rongsokan yang bisa dibiarkan begitu saja tanpa berita acara.

Ini bukan besi satu batang. Ini besi jembatan. Besi yang dibeli pakai uang negara. Besi yang dibongkar pakai uang negara. Besi yang seharusnya kembali dicatat sebagai aset negara. Bukan hilang, bukan berkurang, bukan hanya sebagian.

Jawaban Lewat WhatsApp Makin Menambah Curiga

Ditempat terpisah, Murni Panjaitan sebagai PPK dalam kegiatan proyek Jembatan Moawe itu saat dikonfirmasi awak media terkait dimana saja besi bongkaran Jembatan Moawe itu berada, menjawab:

“Besok saya potokan la BG yang ada di UPTD,” katanya Murni lewat pesan singkat via WhatsApp sekitar pukul 20:30 WIB semalam.

Jawaban itu justru menimbulkan tanda tanya yang lebih besar. Mengapa harus besok? Mengapa harus difoto dulu? Bukankah sebagai PPK dia seharusnya sudah punya datanya? Sudah punya daftarnya? Sudah punya berita acaranya? Sudah punya foto dokumentasinya sejak awal?

Seorang PPK yang bekerja sesuai aturan, tidak perlu menunggu besok untuk memfoto. Dia tinggal buka dokumennya. Dia tinggal tunjukkan berita acaranya.

Namun faktanya, yang ditunjukkan justru janji akan memfoto besok.

Pengakuan ASN Bina Marga Beda, Besi Diduga Tidak Utuh Lagi

Namun anehnya ada salah satu pengakuan salah satu oknum ASN Bina Marga yang menyampaikan bahwa besi tersebut hanya sebagian telah sampai di kantor.

Artinya yang bersangkutan tidak tau atau pura-pura tidak tau. Jika hanya sebagian yang sampai di kantor, ke mana sisanya? Siapa yang membawa? Siapa yang menjual? Siapa yang menikmati? Di mana berita acara pencatatan asetnya?

Pertanyaan ini wajib dijawab oleh Bina Marga Provinsi. Jangan sampai publik menduga ada permainan di balik pembongkaran ini. Jangan sampai publik menduga besi aset negara ini sudah berpindah tangan sebelum sempat dicatat.

Awak media tetap menelusuri persoalan pembongkaran bangunan Jembatan Moawe tersebut karena itu aset negara.

Melanggar Aturan Pengelolaan Keuangan Negara

Sikap tersebut dinilai bertentangan dengan peraturan perundang-undangan:

1. Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
Pasal 3 ayat (1) menegaskan, keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab.

Jika besi bongkaran tidak jelas keberadaannya, di mana letak tertib dan transparan dalam pengelolaan keuangan negara di Bina Marga Provinsi? Di mana tanggung jawabnya?

2. Undang-Undang No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
Pasal 3 ayat (1) dan Pasal 4 ayat (1) menegaskan, pengelolaan barang milik negara dilaksanakan berdasarkan asas kesatuan, efisiensi, dan akuntabilitas.

Besi bongkaran jembatan adalah barang milik negara yang wajib dikelola secara akuntabel. Tidak boleh hilang, tidak boleh berkurang tanpa penjelasan.

3. Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah
Pasal 3 menegaskan, pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dilaksanakan berdasarkan asas fungsional, kepastian hukum, transparansi dan keterbukaan, efisiensi, akuntabilitas, dan kepastian nilai.

Setiap barang hasil pembongkaran wajib dicatat, diamankan, dan dilaporkan. Tidak boleh hanya diketahui setelah difoto. Tidak boleh hanya sebagian yang sampai.

4. Perpres No. 16 Tahun 2018 jo. Perpres No. 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Pasal 11 menegaskan, PPK bertugas melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pengadaan, serta mengendalikan pelaksanaan kontrak.

PPK tidak boleh hanya tahu setelah pekerjaan dibongkar, apalagi setelah dikonfirmasi wartawan. Itu bukan pengendalian, itu pembiaran.

5. Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers
Setiap informasi publik bersifat terbuka. Pers berhak mencari dan memperoleh informasi.

PPK sebagai pejabat publik tidak boleh menghindar, tidak boleh menunda-nunda, dan tidak boleh menjawab dengan janji foto besok.

Publik menunggu jawaban tegas. Di mana besi itu sekarang? Berapa ton jumlahnya? Mana berita acaranya? Siapa yang bertanggung jawab jika besi itu tidak utuh?

Hingga berita ini diturunkan,Warta.in, masih membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada PPK Proyek Jembatan Moawe, Murni Panjaitan, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi, UPTD Bina Marga, dan pihak terkait lainnya.

Warta.in

PB Porprov Akui Keliru Cetak ID Card Pers, PWI Bekasi Raya: Jaga Marwah Wartawan

0

warta.in Bekasi ◊ Jum’at, 06 November 2026

KOTA BEKASI – Polemik pencantuman kategori PERS pada kartu identitas (ID Card) pengelola media sosial organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Bekasi dalam penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026 akhirnya mendapat respons resmi dari Panitia Besar (PB) Porprov.

Melalui pemberitaan di situs resmi Porprov Bekasi Kota 2026, Jumat (6/11/2026), PB Porprov mengakui adanya kekeliruan kategori kartu akses bagi pengelola media sosial OPD. Kartu yang semestinya menggunakan kategori OPD justru tercetak dengan kategori PERS disertai keterangan Media Sosial.

PB Porprov menyebut kekeliruan tersebut terjadi pada tahap persetujuan pencetakan. Tim Humas dan Media pun telah meminta agar kartu tersebut dikembalikan untuk dilakukan perbaikan. PB Porprov juga menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers.

Merespons hal tersebut, Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, mengapresiasi keterbukaan PB Porprov yang telah mengakui kekeliruan dan mengambil langkah korektif.

Menurutnya, sejak awal kritik yang disampaikan PWI Bekasi Raya bukan untuk mempersoalkan keterlibatan ASN atau pengelola media sosial OPD dalam mendukung publikasi Porprov. Namun, persoalannya terletak pada ketepatan penggunaan kategori identitas yang tidak boleh dicampuradukkan.

“Persoalannya bukan ASN boleh atau tidak boleh melakukan dokumentasi dan publikasi. Silakan saja, karena itu bagian dari tugas kehumasan pemerintah. Tetapi jangan sampai identitas humas OPD disamakan dengan identitas PERS. Keduanya memiliki fungsi, kedudukan, dan tanggung jawab yang berbeda,” tegas Ade Muksin, Jumat (6/11/2026).

Ia menjelaskan, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers telah memberikan batasan mengenai pengertian pers dan wartawan.

Pasal 1 angka 1 UU Pers menjelaskan bahwa pers merupakan lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, sedangkan Pasal 1 angka 4 mendefinisikan wartawan sebagai orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik.

Selain itu, Pasal 7 ayat (2) menegaskan bahwa wartawan memiliki dan menaati Kode Etik Jurnalistik.

“Karena itu, identitas PERS tidak semestinya digunakan secara sembarangan. Kartu akses dengan kategori PERS harus merepresentasikan fungsi jurnalistik, bukan sekadar kebutuhan administrasi atau kemudahan akses seseorang dalam kegiatan olahraga,” ujarnya.

Ade menegaskan, pihaknya menghargai permohonan maaf dan langkah perbaikan yang telah disampaikan PB Porprov. Namun, ia berharap pembenahan tersebut benar-benar dilaksanakan secara menyeluruh, termasuk memastikan tidak ada lagi kesalahan klasifikasi dalam penerbitan kartu akses.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa persoalan ID Card ini tidak boleh mengaburkan persoalan lain yang juga menjadi perhatian media lokal, yakni transparansi mekanisme verifikasi wartawan, pemberian akses peliputan, serta pelibatan media lokal dalam publikasi Porprov XV Jawa Barat 2026.

Menurutnya, penyelenggaraan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut semestinya menjadi ruang kolaborasi yang terbuka dan setara, bukan justru melahirkan sekat-sekat antara organisasi wartawan, kelompok kerja (pokja), forum, komunitas, maupun media yang bertugas di wilayah Bekasi.

“Jangan sampai ada kesan bahwa media tertentu lebih mudah mendapatkan akses karena kedekatan dengan kekuasaan atau hubungan personal. Penyelenggaraan Porprov harus mengedepankan profesionalitas, transparansi, dan kesempatan yang adil bagi media lokal,” tandasnya.

PWI Bekasi Raya berharap polemik ini menjadi bahan evaluasi bagi PB Porprov agar ke depan lebih cermat dalam menetapkan klasifikasi identitas, membangun komunikasi dengan insan pers, serta memastikan kemitraan publikasi berjalan secara profesional.

“Pers harus dihormati, humas harus ditempatkan sesuai fungsinya. Jangan campuradukkan keduanya. Kami ingin Porprov sukses sebagai penyelenggaraan olahraga sekaligus sukses dalam menghormati kemerdekaan pers,” pungkas Ade.

(Alpin A.S)

Polsek Ngimbang Gelar Commander Wish Pagi, Bantu Kelancaran Lalu Lintas dan Keselamatan Masyarakat

0

Polsek Ngimbang Gelar Commander Wish Pagi, Bantu Kelancaran Lalu Lintas dan Keselamatan Masyarakat

LAMONGAN//Warta.In – Jajaran Polsek Ngimbang melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas di Jalan Raya Babat- Jombang dan Ngimbang – Sambeng tepatnya di pertigaan Pasar Ngimbang dan SMP Negeri 1 Ngimbang, Jum’at (06/11/2026) pukul 06.00 Wib pagi Hari

Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S. I. K, bersama Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, bersama anggota jaga Polsek Ngimbang yakni Aiptu Muni. R, Aipda Zaini,Aipda Afis dan Brigadir Deni. S

Petugas ditempatkan di titik yang ramai aktivitas masyarakat pada pagi hari untuk membantu mengatur arus kendaraan, sekaligus menyeberangkan warga dan para pelajar yang hendak berangkat ke sekolah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga ketertiban lalu lintas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada jam sibuk pagi hari.

Dengan kehadiran petugas di lokasi, arus lalu lintas di sekitar pertigaan Pasar Ngimbang dan SMP Negeri 1 Ngimbang terpantau berjalan aman, tertib, dan lancar.

Kegiatan Commander Wish Pagi berakhir pada pukul 06.00 WIB. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi dilaporkan aman dan kondusif.

Polsek Ngimbang berharap kehadiran anggota di jalan raya dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas (roy)

Intensifkan Patroli Harkamtipmas Polsek Ngimbang Sisir Beberapa Obyek Vital Di Wilayah Ngimbang

0

Intensifkan Patroli Harkamtipmas Polsek Ngimbang Sisir Beberapa Obyek Vital Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Guna mempersempit ruang gerak pelaku tindak kejahatan, Polsek Ngimbang Polres Lamongan mengintensifkan pengamanan wilayah melalui patroli Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) pada Kamis (05/11/2026). Pukul 10.00,wib

Langkah preventif ini menyasar sejumlah objek vital dan pusat aktivitas publik di wilayah hukum Kecamatan Ngimbang

Dalam penyisiran tersebut, personel Polsek Ngimbang Aipda Zaini, Briptu Andika dan Bripka Sujito menyisir, menyambangi titik-titik rawan seperti, Jalan raya poros Ngimbang – Jombang, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Gudang R3 Lamongrejo, ATM BCA dan Galeri ATM BNI serta Warga Desa Cerme Aksi ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas 3C (pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor).

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S.I.K, melalui Wakapolsek Ngimbang Iptu Istiono, S.H., menegaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan bertujuan menutup niat maupun kesempatan bagi para pelaku kejahatan.

“Patroli ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan rasa aman secara nyata kepada masyarakat. Kami juga mengimbau petugas keamanan objek vital dan warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor bila menemukan potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya Iptu Istiono, S. H.

Kehadiran Anggota personel Polsek Ngimbang mendapat apresiasi dari warga sekitar. Sugeng (42), salah seorang warga yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi patroli, mengaku lebih tenang dengan kehadiran polisi di pusat keramaian.

“Kalau sering ada patroli polisi yang lewat dan menyapa warga seperti ini, kami merasa jauh lebih tenang dan nyaman saat beraktivitas malam atau pas lagi ambil uang di ATM,” tutur Sugeng.

Seluruh rangkaian patroli Harkamtibmas berjalan lancar. Hingga kegiatan berakhir, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Ngimbang terpantau aman, tertib, dan kondusif. [roy]