34 C
Jakarta
Jumat, April 24, 2026
Beranda blog

SUDUNG SITANGGANG KE ARSIP NASIONAL RI & PERPUSTAKAAN NASIONAL RI di JAKARTA untuk LUMBAN SILO

0

Samosir,  ACTORI IN CUMBIT PROBATIO yaitu barang siapa yang mendalilkan sesuatu maka harus membuktikan dalilnya. Berdasarkan asas yang berlaku universal itulah, maka kami keturunan Opung Tongam Sitanggang yang sangat meyakini bahwa Opung Tongamlah yang membuka Lumban Silo di jamannya dengan bukti nyata yang tampak hingga sekarang yaitu keberadaan Rumah Batak peninggalan Opung Tongam di Lumban Silo, kami berangkat ke Jakarta untuk memperoleh data sejarah Lumban Silo

 Dengan didampingi Darwin Sitanggang, pahompu panggoaran Opung Tongam Sitanggang, kami mendatangi Perpustakaan Nasional RI yang berada di Jl Medan Merdeka Selatan pada Rabu 22/4/26. Diantar staf bagian layanan masyarakat, kami diantar ke bagian buku buku langka dan peta tentang Samosir. Sebelumnya memang kami sudah menyurati Kepala Perpustakaan Nasional RI untuk menanyakan sejarah Lumban Silo di masa lampau’ Surat kami direspon dengan baik dan kami pun akan menerima tanggapan tertulis dari Kepala Perpusatakaan Nasional RI tersebut. Banyak hal yang kami temukan dari Perpustakaan Nasional RI ini. Informasi tersebut akan kami gunakan untuk membuktikan dalil kami bahwa Opung Tongam Sitangganglah yang membuka Lumban Silo atas persetujuan Raja Bius disekitarnya yaitu Sitanggang Bau dan Sitanggang Upar pada masa itu

Selanjutnya pada Kamis 23/4/2026 kami ke kantor Arsip Nasional RI di Jalan Ampera Raya Jakarta Selatan. Disini pun, sebelumnya kami sudah menyurati Kepala Arsip Nasional RI untuk mendapatkan data data mengenai Lumban Silo dimas lalu. Kami pun akan mendapatkan jawaban tertulis dari Kepala Arsip Nasional RI atas surat kami. Pada kesempatan ini, kami mendapatkan salinan data data yang kami perlukan walaupun ada biaya administrasi nya sebesar Rp 500.000,- Kami sangat bersyukur karena kedatangan kami ke Jakarta ini membuahkan hasil yang kami harapkan yaitu menguatkan dalil kami tentang Lumban Silo. Bukti bukti yang kami dapatkan dari Perpustakaan nasional RI dan Arsip Nasional RI ini akan kami sampaikan pada saat kami harus mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Balige untuk menyangkal dalil oknum yang mengakui sebagai keturunan Sipukka Lumban Silo. Opung Tongam Sitanggang & Opung boru Sihotang Sorganimusu lah yang membuka Lumban Silo sekitar 150 tahun an lalu dengan persetujuan Raja Bius sekitar yaitu Sitanggang Bau dan Sitanggang Upar, tegas Sudung Sitanggang salah satu keturunan Opung Tongam Sitanggang (red)

Jalan Miliaran di Sintang Rusak Dini, Publik Desak Audit dan Tanggung Jawab Kontraktor

0

Sintang WARTA IN– KALBAR, 24 April 2026.Proyek peningkatan jalan ruas SP Buluh Kuning–Nanga Libau di Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, yang dibiayai dari APBD Tahun Anggaran 2025 senilai Rp 6.038.888.000, kini menjadi sorotan publik. Jalan yang baru saja selesai dikerjakan oleh kontraktor CV. TEBUAN TANAH tersebut dilaporkan telah mengalami kerusakan yang serius, meskipun masih berada dalam Masa Pemeliharaan.

Temuan di lapangan menunjukkan sejumlah kejanggalan. Pada beberapa titik, badan jalan terlihat mengalami retakan memanjang, sementara bagian tepi jalan tampak mulai terkelupas dan rapuh. Bahkan, di beberapa bagian terlihat indikasi penurunan kualitas struktur yang berpotensi mempercepat kerusakan jika tidak segera ditangani.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: bagaimana mungkin Proyek bernilai Miliaran Rupiah dapat mengalami kerusakan dalam waktu yang relatif singkat?

Sejumlah Warga yang ditemui mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan tersebut. Mereka menilai kualitas jalan tidak mencerminkan besarnya Anggaran yang telah digelontorkan Pemerintah Daerah.

“Kalau baru selesai saja sudah retak, wajar kalau Masyarakat curiga. Ini bukan sekadar rusak biasa,” ujar salah seorang Warga.

Secara Teknis, kerusakan dini pada Proyek jalan umumnya dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kualitas Material yang tidak sesuai Spesifikasi, ketebalan Konstruksi yang tidak memenuhi standar, hingga metode pelaksanaan yang tidak Optimal. Dalam konteks Proyek ini, berbagai kemungkinan tersebut mulai menjadi perhatian Publik.

Sorotan keras datang dari seorang Aktivis dan juga Tokoh Masyarakat Sepauk, Burliyan, SH. Ia menilai kondisi ini tidak bisa dianggap sebagai persoalan Teknis semata.

“Ini harus dilihat secara menyeluruh. Kalau Proyek baru selesai tapi sudah rusak, perlu ditelusuri apakah Pelaksanaan sudah sesuai Spesifikasi atau belum. Audit teknis sangat penting dilakukan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Proyek Infrastruktur yang bersumber dari Anggaran Publik harus mengedepankan Kualitas dan Akuntabilitas.

“Ini uang Rakyat. Setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan. Kalau ada kekurangan dalam pekerjaan, harus segera diperbaiki sesuai ketentuan masa Pemeliharaan,” tambahnya.

Burliyan juga mendorong agar Pemerintah Daerah tidak ragu melakukan Evaluasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam Proyek tersebut, termasuk Kontraktor Pelaksana.

Dalam Kontrak Pekerjaan konstruksi, masa Pemeliharaan merupakan periode di mana Kontraktor wajib bertanggung jawab atas kerusakan yang muncul setelah Pekerjaan selesai. Oleh karena itu, masyarakat berharap CV. Tebuan Tanah sebagai Pelaksana segera mengambil langkah Perbaikan.

Di sisi lain, peran pengawasan dari Dinas PUPR Kabupaten Sintang juga menjadi sorotan. Sebagai Pengguna Anggaran, Dinas terkait memiliki tanggung jawab dalam memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai Spesifikasi teknis dan Standar Kualitas.

Ketiadaan pengawasan yang optimal seringkali menjadi faktor yang memperbesar risiko terjadinya penurunan kualitas pekerjaan di lapangan.

Sebelum berita ini diterbitkan, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Dinas PUPR Kabupaten Sintang, khususnya kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang diketahui bernama Yengki.

Namun, hingga beberapa kali kunjungan ke kantor dilakukan, yang bersangkutan tidak dapat ditemui. Awak media juga telah mencoba menghubungi melalui perwakilan di lingkungan dinas, namun belum memperoleh keterangan resmi terkait kondisi Proyek tersebut maupun langkah penanganan yang akan diambil.

Kondisi ini menambah daftar panjang Proyek Infrastruktur yang menuai kritik dari Masyarakat. Meski belum dapat disimpulkan adanya pelanggaran, munculnya kerusakan dalam waktu singkat menjadi Indikator penting yang perlu ditindaklanjuti secara serius.

Transparansi dalam proses evaluasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan Publik. Pemeriksaan teknis, Uji mutu Material, hingga Verifikasi Pelaksanaan di lapangan menjadi langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan kualitas Pekerjaan.

Masyarakat Sepauk kini berharap adanya langkah nyata dari Pemerintah Daerah, baik dalam bentuk perbaikan fisik jalan maupun penjelasan terbuka kepada Publik.

Apakah kerusakan ini murni persoalan teknis, atau ada faktor lain di baliknya? semuanya kini bergantung pada keseriusan pada pihak terkait dalam membuka dan menindaklanjuti persoalan ini secara transparan.

Jika ada Pihak yang merasa dirugikan oleh Pemberitaan ini dan ingin memberikan klarifikasi atau hak jawab, Media dengan senang hati akan merespon dan menindaklanjuti.

**** // TIMRED [*]

Simakrame di Narmada, Kapolresta Mataram Pererat Komunikasi dengan Umat Hindu

0

Simakrame di Narmada, Kapolresta Mataram Pererat Komunikasi dengan Umat Hindu

Warta.in

Lombok Barat, NTB – Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat, Kapolresta Mataram Hendro Purwoko kembali melaksanakan kegiatan Simakrame (silaturahmi) bersama warga di Pura Dalem Durge Dewati, Dusun Peninjauan, Desa Golong, Kecamatan Narmada, Jumat (24/04/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Polresta Mataram, Camat Narmada, Danramil, Kapolsek Narmada, unsur Forkopimcam, kepala desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Simakrame merupakan salah satu inovasi Polresta Mataram dalam membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat, khususnya umat Hindu, guna memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

“Tugas kepolisian tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga, terutama orang tua, dalam mengawasi anggota keluarga agar terhindar dari pengaruh negatif seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, maupun aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Menurutnya, kegiatan Simakrame akan terus dilakukan secara berkelanjutan di seluruh wilayah hukum Polresta Mataram sebagai upaya membangun hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat lintas agama.

“Kegiatan ini adalah bentuk silaturahmi agar Polri dan masyarakat dapat saling mendukung dan bekerja sama dalam menjaga harkamtibmas,” ujarnya.

Selain Simakrame bagi umat Hindu, Polresta Mataram juga secara rutin menggelar kegiatan serupa untuk umat lainnya, seperti Minggu Kasih bagi umat Kristiani dan Jumat Curhat bagi umat Muslim.

“Kami ingin memastikan seluruh elemen masyarakat terlibat dalam menjaga keamanan melalui komunikasi yang baik dan kolaboratif,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta juga membuka sesi dialog untuk mendengar langsung aspirasi, saran, dan keluhan masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada warga sebagai bentuk kepedulian sosial.

Sementara itu, Camat Narmada Anwar Jayadi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolresta Mataram di tengah masyarakat Dusun Peninjauan.

“Kami berterima kasih atas kegiatan ini. Simakrame menjadi langkah positif dalam mendorong kerja sama masyarakat untuk menjaga keamanan di wilayah kami,” tutupnya.(sr/,hpm)

Rutinitas Ditpolairud Polda NTB Bersihkan Pantai Ampenan, Ajak Warga Peduli Lingkungan

0

Rutinitas Ditpolairud Polda NTB Bersihkan Pantai Ampenan, Ajak Warga Peduli Lingkungan

 

Warta.in

Mataram ,NTB – Kegiatan bersih pantai di kawasan Ampenan terus digalakkan oleh Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTB sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesisir.(24/4/2026)

Direktur Polairud Polda NTB, Boyke F.S. Samola, S.I.K.,M.H menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih Pantai Ampenan dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa dan Jumat. Kegiatan ini melibatkan personel kepolisian serta mengajak masyarakat sekitar untuk turut berpartisipasi menjaga kebersihan pantai.

Menurutnya, menjaga kebersihan pantai merupakan tanggung jawab bersama, mengingat kawasan pesisir memiliki peran penting bagi ekosistem laut dan juga sebagai destinasi wisata yang banyak dikunjungi masyarakat.

“Melalui kegiatan rutin ini, kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir,” ujarnya.

Pantai Ampenan sendiri merupakan salah satu ikon wisata di Kota Mataram yang memiliki nilai sejarah dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Dengan adanya kegiatan bersih pantai ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga lingkungan pantai tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk dikunjungi .(sr/hpntb)

 

PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta

0

warta.in Bekasi ◊ Jum’at, 24 April 2026

JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menegaskan pentingnya perlindungan hukum terhadap karya jurnalistik dalam revisi Undang-Undang Hak Cipta yang saat ini tengah bergulir.

Hal tersebut disampaikan dalam forum penyerahan pokok-pokok pikiran Dewan Pers kepada Menteri Hukum Supratman Andi Agtas di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (23/4).

Dalam kegiatan itu, PWI Pusat diwakili Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Aat Surya Safaat, yang hadir bersama unsur konstituen Dewan Pers lainnya.

PWI menilai, penguatan regulasi hak cipta terhadap karya jurnalistik menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan ekosistem media digital yang semakin kompleks. Perlindungan tersebut dinilai penting tidak hanya untuk menjamin hak ekonomi dan moral wartawan, tetapi juga menjaga kualitas dan integritas produk jurnalistik.

Forum tersebut diawali dengan penyerahan dokumen pemikiran oleh Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, yang menekankan bahwa karya jurnalistik memiliki nilai strategis bagi publik dan kehidupan demokrasi.

Diskusi yang menyusul penyerahan dokumen itu turut menghadirkan Menteri Hukum dan Ketua Dewan Pers, dengan moderator anggota Dewan Pers, Dahlan Dahi.

Selain PWI, sejumlah organisasi pers dan perusahaan media juga hadir, di antaranya Aliansi Jurnalis Independen, Pewarta Foto Indonesia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, Asosiasi Media Siber Indonesia, serta Serikat Perusahaan Pers.

PWI memandang, revisi UU Hak Cipta harus mampu menjawab tantangan maraknya pelanggaran penggunaan karya jurnalistik di ruang digital tanpa izin, yang selama ini merugikan wartawan dan perusahaan pers.

Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyatakan dukungannya terhadap penguatan perlindungan karya jurnalistik dalam regulasi. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan keberlanjutan industri media sekaligus menjamin hak publik atas informasi yang berkualitas.

Bagi PWI, momentum revisi Undang-Undang Hak Cipta menjadi peluang strategis untuk mempertegas posisi karya jurnalistik sebagai produk intelektual yang wajib dilindungi secara hukum dalam sistem nasional.

(Alpin A.S)

Sekd Prov NTB, Abul Chair, Tekankan Pentingnya Tata Kelola Kelembagaan dan SOP Pelaksanaan MBG

0

Sekd Prov NTB, Abul Chair, Tekankan Pentingnya Tata Kelola Kelembagaan dan SOP Pelaksanaan MBG

Warta.in
Mataram, NTB – Rakor Satgas Makanan Gizi Gratis atau biasa disingkat MBG tingkat Provinsi NTB digelar Kamis (23/4/2026) Ruang Rapat Sangkareang, Kantor Gubernur NTB di Mataram. Rakor MBG ini dibuka Sekda Provinsi NTB H Abul Chair, dihadiri Asisten I Setdaprov NTB Fathul Gani selaku Ketua SatgasProv NTB. Rakor juga mengikutsertakan seluruh OPD terkait Pemprov NTB, Kasatgas Kabupaten/Kota se NTB, Koordinator MBG NTB dan dari unsur steakholder terkait lainnya.

Kepada peserta Rakor Sekda NTB H Abul Chair mengingatkan untuk menjalankan mandat dan amanah dari Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam mencerdaskan, menyehatkan generasi penerus bangsa melalui program mulia pemerintah yakni Makanan Gizi Gratis (MBG). Semua pihak harus mempunyai komitmen kuat untuk lebih memperhatikan generasi bangsa ke depan menjadi lebih baik.

“Jangan sampai kita terjangkit akan penyakit “Tau-Tau”, dimana kita alfa abai akan tugas dan kewajiban kita untuk menjadikan generasi kita ke depan menjadi generasi yang sehat, kuat dan bermental prima. Jangan sampai kita abai, tau-tau angka stunting kita masih tinggi, derajat kesehatan kita masih rendah, angka kemiskinan kita juga masih tinggi, derajat kesehatan generasi kita secara umum juga menjadi sorotan. Kita harus memberikan kontribusi, memberikan solusi untuk mengatasi hal-hal demikian,” tandasnya mengingatkan.

Abul Chair yang sebelumnya Kepala BPKP Jawa Timur ini juga menyebutkan, perintah Alloh dalam Alquran untuk menjadi kewajiban semua manusia, kewajiban orangtua, kewajiban aparatur negara untuk tidak meninggalkan generasi dalam keadaan yang masih lemah. Namun takutlah kalian ketika meninggalkan generasi anda yang masih lemah, tanggungjawab moral untuk mencerdaskan dan menyehatkan generasi tertinggal dan diabaikan begitu saja.

“Karena itu sebagai aparatur negara yang dipercaya berada dalam struktur pemerintahan dimana Presiden Prabowo Subianto melalui program MBG nya diamanahkan untuk mencetak generasi-generasi bangsa Indonesia ke depan menjadi anak-anak yang produktif khususnya di NTB sangatlah tepat. Berharap ke depan tidak ditemukan lagi anak-anak mengalami kurang gizi, miskin secara ekonomi, miskin ilmu, lemah iman, lemah fisik dan lainnya. Tugas kita Bersama menjadikan generasi kita menjadi lebih baik, cerdas, tekun dan sehat ke depannya,” ujar Abu Chair yang Alumni Universitas Jember ini.

Karena itu, lanjut Abul Chair yang pernah bertugas sebagai Pegawai BPKP di Irian Jaya, sekarang Propinsi Papua ini mengingatkan, bahwa dalam pelaksanaannya tugas penting keberadaan Satgas baik ditingkat provinsi kabupaten/kota se NTB menjadi motivasi, memberikan penguatan terhadap eksistensi pelaksanaan tugas-tugas di lapangan. Bagaimana Satgas di kabupaten/kota juga bisa mengontrol, mengevaluasi pelaksanaanya di wilayah masing-masing dan berjalan dengan sebaik-baiknya.

Abul Chair yang pernah berkelilng Nusantara dalkam menjalankan tugasnya ini menambahkan, selain itu dalam pelaksanaan program MBG di lapangan juga harus tetap mempedomani aturan-aturan yang sudah digariskan, bagaimana tata kelola pelaksanaannya, penataan kelembagaan, standarisasi pelaksanaannya, SOP yang harus dipatuhi bersama.

“Artinya tak ada satupun yang dalam pelaksanaannya keluar dari SOP yang sudah ditentukan. Dengan mengikuti SOP yang sudah ada tentu saja akan lebih mudah dalam mengevaluasi, memonitoring dan menemukan solusinya secara memadai. Bukannya untuk mencari-cari kesalahan tapi sama-sama berkontribusi dan berkiprah nyata untuk membangun generasi bangsa kita. MBG ini menjadi ujung tombak mencetak sumberdaya manusia ke depan yang diharapkan menjadi lebih baik. Mengingat anggaran yang disiapkan pemerintah tidaklah kecil,” jelas Abu Chair.

Sekda Abul Chair juga menekankan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dalam pelaksanaan MBG disuplay dari NTB. Hal ini mengingat NTB kaya akan hasil-hasil produksi dari pertanian, peternakan maupun sumberdaya perikanan baik laut maupun darat. “Bisa dibayangkan dampaknya akan perputaran ekonomi tentu akan cukup tinggi bagi masyarakat NTB,” tutupnya.
Kepala Satgas MBG Provinsi NTB, H Fathul Gani sebelumnya melaporkan, Rakor MBG kali ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan kesamaan langkah dalam mensukseskan pelaksanaan program nasional di wilayah Nusa Tengara Barat. Persoalan-persoalan dan kendala-kendala di lapangan yang ditemukan untum segera dikoordinasikan dan dievaluasi agar pelaksanaannya bisa berjalan sebagaimana diharapkan.
Sekda pada Kabupaten/Kota selaku Kasatgas di wilayanya masing-masing kata Fathul Gani yang juga Asisten I Setdaprov NTB memiliki kewenangan penuh untuk mengelola pelaksanaan MBG yang tentunya mematuhi aturan yang sudah ditetapkan agar berjalan dengan sebaik-baiknya. “Pemprov NTB selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah akan terus mendorong Pemkab/Pemkot se NTB untuk memberikan sosialisasi dan memberikan kemamfaatan bagi penerima manfaat di masing-masing kabupaten/Kota.

Fathul Gani yang sebelumnya Kasat Pol PP NTB ini juga menyebutkan, berdasarkan data terakhir, ada beberapa dapur yang sudah dibuka kembali, terutama yang telah memenuhi SLHS dan IPAL. Saat ini tersisa 126 dapur yang belum dibuka karena belum memenuhi dua syarat tersebut.

Terkait hal ini ia berharap agar ratusan dapur yang belum dibuka bisa menyelesaikan syarat tersebut pada April ini, sehingga bisa beroperasi kembali. Karena dampaknya ribuan penerima manfaat ikut diliburkan imbas penutupan dapur tersebut. “Penerima tidak menerima dan tidak dialihkan,” kata Gani yang juga Asisten I Setda NTB ini. (sr/dkisntb)

BELIDA ASRI: Saat Polisi Menyapu Harapan dan Menanam Kepedulian

0

Warta In

“Muara Enim ,” Pagi itu,  suasana berbeda terasa di berbagai sudut Muara Enim. Di bawah langit yang masih bersih dan udara yang sejuk, ratusan personel Polres Muara Enim turun langsung ke lapangan, bukan untuk penegakan hukum, melainkan untuk sebuah gerakan sederhana namun bermakna: mencintai lingkungan, Jumat (24/04/2026).

“Dengan semangat BELIDA ASRI, sebanyak 194 personel Polres Muara Enim bersama ASN bergerak serentak sejak pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB. Mereka menyebar ke sejumlah titik, mulai dari Mapolres Muara Enim, Pasar Impres, asrama polisi, Kelurahan Air Lintang, hingga rumah ibadah dan sekolah.

Sapu lidi di tangan, arit dan parang diayunkan, serta tong sampah disiapkan—bukan sekadar alat, melainkan simbol kepedulian. Setiap daun yang disapu, setiap sampah yang diangkat, adalah wujud nyata cinta terhadap bumi yang selama ini menjadi tempat berpijak bersama.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang menyampaikan bahwa kegiatan Belida Asri bukan hanya rutinitas, tetapi panggilan hati.

“Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi bagaimana kita menanamkan rasa memiliki terhadap lingkungan. Lingkungan yang bersih adalah cerminan jiwa yang sehat, dan dari sinilah kita membangun kepedulian bersama,” ujarnya.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, dengan bentuk kerja bakti dan pembersihan lingkungan di seluruh titik yang telah ditentukan. Setiap bagian memiliki tanggung jawabnya masing-masing—mulai dari pembersihan Mako, asrama, pasar, hingga fasilitas umum dan rumah ibadah.

Hasilnya pun terasa nyata. Lingkungan menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman dipandang. Namun lebih dari itu, tumbuh kesadaran baru—bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas, melainkan tanggung jawab bersama.

Di tengah kesibukan dan rutinitas, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dari satu sapuan, satu kepedulian, hingga akhirnya menjadi gerakan bersama.

BELIDA ASRI bukan hanya slogan. Ia adalah ajakan. Ia adalah gerakan. Ia adalah harapan.Mari kita jaga bumi kita, mulai dari lingkungan terdekat. Karena lingkungan yang bersih bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan anak cucu kita nanti.

(Zulkifli//tim)

Aksi Nekat Buang Sabu Gagal Dua Pria Di Meranti Diciduk Polisi

0

Meranti – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kepulauan Meranti kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Minggu (19/4/2026) malam, petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka beserta barang bukti.

Kapolres Kepulauan Meranti
AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH SIK MH bersama Kasat Resnarkoba IPTU M. Iqbalul Fikri S.Trk, S I K menyampaikan, Pengungkapan ini bermula dari hasil penyelidikan tim opsnal terkait aktivitas mencurigakan di sebuah rumah di Jalan Sumber Sari, Kecamatan Tebing Tinggi.

“Tim bergerak sekitar pukul 22.30 WIB menuju lokasi dan langsung melakukan penggerebekan, Dan Saya tidak akan memberi ruang bagi bandar maupun pengedar di wilayah hukum polres meranti, dan saya akan tindak tegas,” ujar Kapolres Meranti

Saat penggerebekan berlangsung, petugas menemukan dua pria di dalam rumah yang kemudian diketahui berinisial AR (32) dan KN (22). Keduanya merupakan warga Selat Panjang.

Dalam proses penggeledahan yang disaksikan oleh Ketua RT setempat, petugas menemukan satu paket kecil narkotika jenis sabu dengan berat kotor sekitar 0,16 gram. Barang bukti tersebut sempat dibuang oleh salah satu tersangka ke luar jendela saat petugas datang.

Dari hasil interogasi awal, diketahui bahwa sabu tersebut didapat dari seseorang berinisial AL yang saat ini masih dalam penyelidikan.

Selain narkotika, polisi juga mengamankan dua unit telepon genggam milik tersangka yang diduga digunakan untuk transaksi.

Hasil tes urine menunjukkan kedua tersangka positif mengandung Methamphetamine dan Amphetamine.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 609 ayat (1) huruf A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana.

Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Kepulauan Meranti untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Meranti juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberantasan narkoba dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

“Apabila masyarakat mengetahui adanya tindak kejahatan narkoba maupun kriminal lainnya, segera hubungi Call Center 110. Kami siap melayani,” tegas Kapolres.

(Humas Polres Meranti).

Bunut “Vibes”: Dengerin Curhat Warga Sambil Jaga Kamtibmas Tetap Adem

0

PELALAWAN – Siapa bilang urusan keamanan cuma soal patroli pakai sirine? Polsek Bunut punya cara yang lebih humble dan kena di hati warga. Lewat agenda Jumat Curhat & Cooling System pada Jumat pagi (24/04), mereka turun ke lapangan buat “nongkrong” berkualitas bareng masyarakat.

Mewakili Kapolsek Bunut, AKP Arinal Fajri, S.H., Ps. Kanit Binmas Aipda S.E. Pardosi hadir langsung buat dengerin apa yang jadi keresahan warga. Bukan cuma formalitas, ini adalah upaya nyata biar situasi di wilayah hukum Bunut tetap chill dan kondusif.

💡 Gak Cuma Ngobrol, Ini Poin Penting yang “Di-Spill”:

Polsek Bunut menitipkan beberapa pesan penting biar lingkungan makin aman dan nyaman buat ditinggali:

  • Siskamling Reborn! 🛡️ Warga diajak buat “ngidupin” lagi Siskamling. Tujuannya jelas: tutup ruang gerak pelaku C3 (Curat, Curas, dan Curanmor). Keamanan itu tanggung jawab bareng, bukan?
  • Say No to Judol & Narkoba 🚫 Polisi lagi gencar-gencarnya berantas Judi Online (Judol) dan Narkoba. Selain merusak dompet dan mental, sanksi hukumnya nggak main-main. Stay clean, stay safe!
  • Proteksi Generasi Muda 👦👧 Pesan serius soal perlindungan anak juga disampaikan. Mulai dari setop bullying, edukasi soal norma susila, hingga pencegahan kekerasan seksual. Anak-anak harus tumbuh di lingkungan yang sehat secara sosial.
  • Stop Bakar Lahan! 🔥 Ingat, buka lahan dengan cara dibakar (Karhutla) itu cara lama yang berbahaya dan melanggar hukum. Jangan sampai berurusan dengan pidana cuma gara-gara asap.

“Kami Hadir untuk Mendengar” 👂

Program ini adalah bagian dari Quick Wins Kapolri yang pengen Polri makin dekat dengan masyarakat. Polisi nggak mau cuma kasih perintah, tapi mau denger keluhan dan cari solusi bareng.

“Dengan berdialog langsung, kami bisa kasih solusi cepat. Intinya, kami pengen kepercayaan masyarakat ke Polri tetap terjaga lewat aksi nyata,” ujar Aipda S.E. Pardosi.

Sejauh pantauan, suasana di lokasi benar-benar hangat dan terkendali. Warga pun merasa lebih tenang karena merasa “dijagain” dan didengar suaranya secara rutin.

Guna Antisipasi Kemacetan Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi

0

Guna Antisipasi Kemacetan Personil Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigadir Deny Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Jum’at Pagi (24/04/2026) pada pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkatnya bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Bripka Deny untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari di daerah rawan kemacetan

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (roy)