Beranda blog

Semangat Guyub Warga Kemayoran Menggema dalam Grebek Karomah Insani

0

Warta.in||SURABAYA — Kebersamaan menjadi warna utama dalam kegiatan Grebek Karomah Insani yang berlangsung di Jalan Gresik PPI Pasar, RT 11 RW 04, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Minggu (25/10/2026).

Warga terlihat antusias mengikuti senam pagi bersama. Kegiatan yang melibatkan bapak-bapak dan ibu-ibu tersebut menjadi momentum untuk menjaga kesehatan sekaligus merawat semangat guyub di lingkungan masyarakat.
Tidak hanya senam, acara juga diisi dengan lomba dan kegiatan kebersamaan yang melibatkan warga.

Susu Kambing Etawa Karomah Insani turut diperkenalkan dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari program yang digagas untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat.
Koordinator lapangan, Fefi, menyampaikan terima kasih atas dukungan pengurus RW 04 dan seluruh warga.


Menurutnya, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Ketua RW 04, Nanang Suratno, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa bisa terus diselenggarakan demi menjaga kebugaran dan memperkuat silaturahmi.


Agus Sulaiman, warga RT 01 RW 04, juga berharap kegiatan Grebek Karomah Insani dapat berlanjut ke wilayah RT lainnya.
Ia menilai olahraga bersama menjadi cara sederhana untuk mempertemukan masyarakat dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Bhabinkamtibmas turut hadir dalam kegiatan tersebut. Partisipasi berbagai unsur diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang aman, rukun, dan harmonis.

Kegiatan Grebek Karomah Insani menjadi pengingat bahwa kebersamaan dapat dibangun melalui aktivitas sederhana. Dengan dukungan pengurus lingkungan dan partisipasi warga, semangat gotong royong diharapkan terus tumbuh di Kemayoran.

Reporter(kus)

Maudi hilang sudah 3 bulan jika melihat hubungi keluarga bi

0

Orang hilang Maudi sauma AuliaKelahiran Tangerang 15-10-2005 Kp.bumi purnawira asri blok R , kelurahan cipanengah , kecamatan lembursitu kota Sukabumi.

Sampai saat ini beliau masibelum di temukan bilamana ada yang menemukan tolong hubungi pihak keluarga ibu 088212858688 ,serta om nya 081330760068 .Bilamana menemukan segera hubungi pihak keluarga sudah 3 bulan lebih hilang (Alfi yonimar)

 

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

LAMONGAN//Warta.in –Dalam rangka kedekatan masyarakat untuk menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman saat masyarakan menjalankan ibadah kaum Nasrani di wilayah Ngimbang

Kali ini petugas personil Polsek Ngimbang melaksanakan kegiatan pengamanan giat masyarakat umat Kristiani diwilayah Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang, Minggu (25/10/2026) pukul 06.30 wib sampai selesai

Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Kaum Nasrani ini personil Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R, dan Bripka Sujito hadir dalam melaksanakan kegiatan pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati.

Kegiatan pengamanan Ibadah umat Kristiani di Gereja GKJTU dan GJWI yang bertempat di Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang dalam persembahyangan Minggu pagi umat Kristiani digereja GKJTU dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

Sementara itu Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S. I. K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat dikonfirmasi oleh awak media, “Bahwa pengamanan ini guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang menjalankan Ibadah di Hari Minggu dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati “Terangnya

Kami berharap dengan adanya Patroli pengamanan secara rutin di Hari Minggu ini masyarakat dalam menjalankan Ibadah bisa tenang dan nyaman sehingga wilayah Ngimbang tetapaman dan kondusif,pungkasnya (roy)

Demi Antisipasi Pohon Tumbang Polsek Ngimbang Sisir Dan Patroli di Daerah Rawan Bencana

0

Demi Antisipasi Pohon Tumbang Polsek Ngimbang Biptu Andika dan Bripka Sujito meninyisir Dan Patroli di Daerah Rawan Bencana di Jalan Raya Tanjung – Songowareng

LAMONGAN//Warta.in –Dalam Rangka bentuk kepedulian polri dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati kali ini jajaran personil Polsek Ngimbang giat patroli pemantauan dan antisipasi Pohon Tumbang Guna cegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di jalan Raya Tanjung – Songowareng Bluluk yang berada di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, Sabtu (24/10/2026) pukul 10.00 wib

Patroli dan pengecekan serta pemantauan pohon tumbang ini di laksanakan olehnya anggota jaga Polsek Ngimbang Briptu Andika dan Bripka Sujito
untuk mengecek dan memantau kondisi pohon di pinggir jalan raya Tanjung – Songowareng untuk antisipasi pohon tumbang agar tidak mengganggu kamtibmas dan tetap kondusif di wilayah Kecamatan Ngimbang

Untuk semua masyarakat di harapkan tetap Waspada apabila waktu Hujan dan Angin untuk menghindari pohon tumbang segera melaporkan ke Polsek atau Damkar setempat

Sementara itu Kapolsek Ngimbang AKP Andian Permana, S.Tr.K.S.I.K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, menjelaskan “Bahwa kegiatan Patroli dan pemantauan dan pengecekan pohon tersebut untuk antisipasi terjadinya bencana alam tumbangnya pohon saat hujan dan angin ribut .

Untuk pengendara apabila melintas selalu hati – hati dan Polsek Ngimbang memberikan himbauan kamtibmas juga himbauan agar selalu menjaga kebersihan yaitu dengan mematuhi Peraturan lalu lintas, ”Pesan Wakapolsek Ngimbang

Sehingga masyarakat merasakan kenyamanan dengan pelayanan dan kehadiran polisi ditengah – tengah masyarakat agar kondisi wilayah Ngimbang Aman dan kondusif (roy)

Polsek Ngimbang Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C Gelar Patroli Blue Light Di Wilayah Ngimbang Pada Malam Hari

0

Polsek Ngimbang Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C Gelar Patroli Blue Light Di Wilayah Ngimbang Pada Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Sabtu (24/10 /2026) pukul 21.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R, dan Briptu Andika dengan sasaran beberapa titik rawan di jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, ATM BRI dan R3 Lamongrejo serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngambang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K,melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

GILANG GEMILANG FIESTA 2026: Ragam Karya Bersinar Bersama, Karnaval Desa Gilang Berlangsung Meriah

0

TULUNGAGUNG – Warta in Dalam rangka memeriahkan kegiatan Gilang Gemilang Fiesta 2026 dengan mengusung tema “Ragam Karya Bersinar Bersama”, Pemerintah Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, menggelar kegiatan karnaval pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Acara berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, perangkat desa, lembaga desa, kalangan pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta warga yang antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Sejak persiapan hingga pemberangkatan peserta, suasana tampak penuh semangat. Perangkat Desa Gilang turut serta memeriahkan karnaval bersama masyarakat dari berbagai kalangan. Pemberangkatan peserta berada di bawah komando Kepala Desa Gilang, Bapak Bambang Prasetya, yang memimpin jalannya kegiatan sehingga acara dapat berlangsung dengan tertib dan penuh kebersamaan.
Antusiasme warga masyarakat Desa Gilang terlihat dari banyaknya peserta yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga turut berpartisipasi dalam memeriahkan acara. Berbagai perwakilan dari sekolah-sekolah ikut menampilkan kreativitas dan semangat kebersamaan, menjadikan karnaval sebagai ajang hiburan sekaligus wadah untuk menunjukkan potensi masyarakat desa.
Selain itu, organisasi SH Terate dan Cempaka Putih juga turut berpartisipasi dalam kegiatan karnaval. Kehadiran berbagai organisasi tersebut menambah semarak acara sekaligus memperlihatkan keberagaman unsur masyarakat yang dapat bersatu dalam satu kegiatan positif.
Berbagai ragam budaya ditampilkan oleh para peserta. Mereka mengenakan aneka kostum dan busana adat yang menarik perhatian masyarakat. Mulai dari pakaian adat Jawa, busana adat Dayak, hingga berbagai kostum kreatif lainnya, semuanya menjadi bagian dari kemeriahan Gilang Gemilang Fiesta 2026.
Penampilan tersebut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan karnaval. Setiap kelompok peserta berusaha menampilkan kreativitas terbaiknya, baik melalui busana, penampilan kelompok, maupun atraksi yang menghibur para penonton. Keberagaman kostum yang ditampilkan menjadi gambaran kekayaan budaya Indonesia yang patut dijaga dan dilestarikan bersama.
Tidak hanya menampilkan busana adat, suasana karnaval juga semakin hidup dengan iringan musik, joget, dan berbagai penampilan dari peserta. Sejumlah penari dan peserta dari berbagai kalangan masyarakat turut memeriahkan kegiatan tersebut. Mereka menunjukkan ekspresi kegembiraan dan kreativitas melalui gerakan tari serta penampilan yang menghibur warga yang menyaksikan di sepanjang jalur karnaval.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan mempererat hubungan ant warga. Warga yang datang menyaksikan memberikan dukungan kepada para peserta yang tampil dengan penuh semangat. Kebersamaan tersebut menjadi salah satu hal penting yang membuat kegiatan karnaval Desa Gilang terasa istimewa.
Melalui tema “Ragam Karya Bersinar Bersama”, Gilang Gemilang Fiesta 2026 diharapkan menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas, memperkenalkan kekayaan budaya, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kemampuan dan potensi masing-masing. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan desa dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan gotong royong.
Kepala Desa Gilang, Bambang Prasetyo, bersama seluruh unsur yang terlibat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Partisipasi perangkat desa, BPD, sekolah, organisasi kemasyarakatan, dan warga menunjukkan dukungan bersama terhadap kegiatan yang mengangkat semangat kebudayaan dan kebersamaan.
Dengan terselenggaranya Gilang Gemilang Fiesta 2026, masyarakat Desa Gilang diharapkan semakin kompak, kreatif, dan terus menjaga tradisi serta budaya bangsa. Karnaval ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kebanggaan terhadap budaya Indonesia, dan semangat membangun desa melalui karya nyata.
Semangat “Ragam Karya Bersinar Bersama” menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut. Dari berbagai perbedaan kostum, budaya, organisasi, dan latar belakang, seluruh peserta bersatu untuk menyukseskan acara serta menciptakan suasana yang meriah bagi masyarakat Desa Gilang dan sekitarnya.
Pewarta : Pauji (kabiro tulungagung)

SEMARAK JALAN SEHAT HARI JADI TULUNGAGUNG KE-821 DI LAPANGAN PEMA NGUNUT

0

TULUNGAGUNG – WARTA IN, Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821, kegiatan jalan sehat digelar pada Minggu, 25 Oktober 2026, bertempat di Lapangan PEMA Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari masyarakat.
Acara jalan sehat ini dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, dr. Meidyan Ricca Alvinca, Camat Ngunut Yudi Irawan, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharuddin. Kehadiran para pejabat tersebut turut menambah semarak kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Tulungagung yang ke-821.
Sejak pagi hari, Lapangan PEMA Ngunut mulai dipadati peserta yang berasal dari berbagai kalangan. Anak-anak sekolah, masyarakat Kecamatan Ngunut, serta warga dari lingkungan sekitar turut hadir untuk mengikuti kegiatan jalan sehat bersama.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kebersamaan antara pemerintah daerah, unsur kecamatan, dunia pendidikan, dan masyarakat. Melalui kegiatan olahraga bersama, masyarakat diajak untuk membiasakan pola hidup sehat sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Suasana semakin meriah ketika para peserta berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan jalan sehat. Dengan penuh semangat, peserta mengikuti kegiatan yang bertujuan menjaga kebugaran tubuh sekaligus memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung.
Selain jalan sehat, panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik bagi para peserta. Salah satu hadiah yang menjadi perhatian adalah sepeda, serta beragam hadiah lainnya yang dibagikan melalui kegiatan undian atau doorprize.
Pembagian doorprize tersebut menambah antusiasme peserta yang mengikuti acara sejak pagi. Anak-anak sekolah maupun masyarakat umum tampak bersemangat menantikan pengundian hadiah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga menghadirkan hiburan dan kegembiraan bagi warga yang hadir.
Kehadiran Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharuddin bersama dr. Meidyan Ricca Alvinca dan Camat Ngunut Yudi Irawan menunjukkan keterlibatan unsur pemerintah dan perwakilan masyarakat dalam memeriahkan peringatan hari jadi daerah. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui kegiatan yang terbuka bagi berbagai kalangan.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821 diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan daerah. Kegiatan sederhana seperti jalan sehat memiliki manfaat positif karena dapat menyatukan masyarakat dalam suasana yang sehat, aman, dan penuh kekeluargaan.
Partisipasi anak-anak sekolah dan masyarakat sekitar Ngunut juga menjadi gambaran tingginya antusiasme warga dalam menyambut peringatan hari jadi Kabupaten Tulungagung. Dengan adanya kegiatan bersama seperti ini, nilai persatuan dan gotong royong diharapkan terus terjaga di tengah kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan jalan sehat yang berlangsung di Lapangan PEMA Ngunut pada 25 Oktober 2026 ini, semangat memperingati Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan, memperkuat persaudaraan, serta bersama-sama membangun Tulungagung agar semakin maju dan sejahtera.
Selamat Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821. Semoga Tulungagung semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, serta semangat kebersamaan dan gotong royong terus tumbuh di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung.
Pewarta : pauji (kabiro tulungagung)

SEMARAK JALAN SEHAT HARI JADI TULUNGAGUNG KE-821 DI LAPANGAN PEMA NGUNUT NGUNUT,

0

TULUNGAGUNG – WARTA IN, Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821, kegiatan jalan sehat digelar pada Minggu, 25 Oktober 2026, bertempat di Lapangan PEMA Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari masyarakat.
Acara jalan sehat ini dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, dr. Meidyan Ricca Alvinca, Camat Ngunut Yudi Irawan, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharuddin. Kehadiran para pejabat tersebut turut menambah semarak kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Tulungagung yang ke-821.
Sejak pagi hari, Lapangan PEMA Ngunut mulai dipadati peserta yang berasal dari berbagai kalangan. Anak-anak sekolah, masyarakat Kecamatan Ngunut, serta warga dari lingkungan sekitar turut hadir untuk mengikuti kegiatan jalan sehat bersama.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kebersamaan antara pemerintah daerah, unsur kecamatan, dunia pendidikan, dan masyarakat. Melalui kegiatan olahraga bersama, masyarakat diajak untuk membiasakan pola hidup sehat sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Suasana semakin meriah ketika para peserta berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan jalan sehat. Dengan penuh semangat, peserta mengikuti kegiatan yang bertujuan menjaga kebugaran tubuh sekaligus memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung.
Selain jalan sehat, panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik bagi para peserta. Salah satu hadiah yang menjadi perhatian adalah sepeda, serta beragam hadiah lainnya yang dibagikan melalui kegiatan undian atau doorprize.
Pembagian doorprize tersebut menambah antusiasme peserta yang mengikuti acara sejak pagi. Anak-anak sekolah maupun masyarakat umum tampak bersemangat menantikan pengundian hadiah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga menghadirkan hiburan dan kegembiraan bagi warga yang hadir.
Kehadiran Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharuddin bersama dr. Meidyan Ricca Alvinca dan Camat Ngunut Yudi Irawan menunjukkan keterlibatan unsur pemerintah dan perwakilan masyarakat dalam memeriahkan peringatan hari jadi daerah. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui kegiatan yang terbuka bagi berbagai kalangan.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821 diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan daerah. Kegiatan sederhana seperti jalan sehat memiliki manfaat positif karena dapat menyatukan masyarakat dalam suasana yang sehat, aman, dan penuh kekeluargaan.
Partisipasi anak-anak sekolah dan masyarakat sekitar Ngunut juga menjadi gambaran tingginya antusiasme warga dalam menyambut peringatan hari jadi Kabupaten Tulungagung. Dengan adanya kegiatan bersama seperti ini, nilai persatuan dan gotong royong diharapkan terus terjaga di tengah kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan jalan sehat yang berlangsung di Lapangan PEMA Ngunut pada 25 Oktober 2026 ini, semangat memperingati Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan, memperkuat persaudaraan, serta bersama-sama membangun Tulungagung agar semakin maju dan sejahtera.
Selamat Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821. Semoga Tulungagung semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, serta semangat kebersamaan dan gotong royong terus tumbuh di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung.
Pewarta : pauji (kabiro tulungagung)

DPC AJP Resmi Melaporkan Dugaan Korupsi Sanitasi Fajar Bulan ke Polda Lampung.

0

Lampung Barat – Dugaan pemotongan pagu anggaran 37,5% dan peniadaan Tangki Septik (POTS fiktif) pada 75 unit rumah penerima manfaat di Kelurahan Way Tenong resmi diadukan ke Polda Lampung. Delegasi AJP dan Tim Advokasi LBH Bintang Sembilan pastikan pengawalan ketat demi selamatkan keuangan negara.

Bandar Lampung, Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Jurnalis Persada (DPC AJP) Kabupaten Lampung Barat bersama Tim Advokasi Hukum LBH Bintang Sembilan secara resmi menyatakan telah merampungkan penyusunan Laporan Informasi (LI) Pengaduan Yudisial yang mendalam dan komprehensif. Dokumen krusial penegakan hukum tindak pidana korupsi ini dijadwalkan akan segera diserahkan secara langsung oleh delegasi resmi DPC AJP dan tim investigator lapangan ke Markas Kepolisian Daerah (Polda) Lampung pada pekan depan.

Laporan Informasi bernomor `LI-04/INV-SANITASI/AJP-LB/X/2026` ini menyoroti dugaan praktik penyimpangan anggaran pada Program Bantuan Sanitasi Perdesaan Padat Karya (SANDES) / Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) Tahun Anggaran 2026 yang berlokasi di Kelurahan Fajar Bulan, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat.

Pemenuhan Bukti Matériel: Modus Peniadaan Tangki Septik & Deviasi Pagu

Berdasarkan investigasi mendalam berbasis opname fisik lapangan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPC AJP Lampung Barat, Sugeng Purnomo, bersama investigator Sdr. Boimin, ditemukan indikasi penyimpangan struktural yang masif.

Dari standar pagu kontrak Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemenperkim) sebesar Rp12.000.000,- per rumah, realisasi belanja fisik di lapangan terhitung hanya bernilai sekitar Rp7.500.000,- per rumah. Terdapat deviasi atau pemotongan ekstrem sebesar Rp4.500.000,- per rumah (37,5% dari total pagu).

Modus operandi utama yang ditemukan di lapangan antara lain:

1. Peniadaan Fisik Tangki Septik (POTS Fiktif): Sejumlah warga penerima manfaat sah—di antaranya dikonfirmasi langsung melalui dokumentasi visual pada penerima manfaat atas nama Sdr. Ubaidi – hanya dibangunkan bilik MCK darurat tanpa pembuatan tangki septik (Septic Tank / POTS Modular) baru maupun sumur resapan yang layak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

2. Akumulasi Kerugian Negara: Dengan mengacu pada sampel audit pada kluster awal dan proyeksi validasi di seluruh wilayah sasaran, total potensi kerugian keuangan negara pada keseluruhan 75 unit rumah penerima manfaat definitif diperkirakan mencapai **Rp337.500.000,- (Tiga Ratus Tiga Puluh Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

Delik Mangkir dan Penguatan Yurisprudensi Polri Dalam rilis investigatif ini, DPC AJP juga menyoroti sikap tidak kooperatif (bad faith) dari pihak pelaksana lapangan berinisial Sdr. Bintang dan Sdr. Dapi. Berdasarkan catatan investigasi, kedua oknum tersebut mangkir dan menolak hadir tanpa alasan sah ketika dilayangkan Surat Undangan Resmi Opname Fisik Bersama (`Nomor: 029/AJP-LBAR/UND-OPNAME/X/2026`) yang dijadwalkan pada Senin, 19 Oktober 2026 lalu. Sikap mangkir ini dicatat secara resmi sebagai bukti penguat adanya unsur kesengajaan (dolus) dalam upaya menutup-nutupi penyimpangan.

Sebagai penguat dasar hukum bagi aparat penegak hukum, Laporan Informasi (LI) AJP ini turut memasukkan Yurisprudensi Penegakan Hukum Tipikor Sanimas Polri, merujuk pada keberhasilan penanganan kasus serupa oleh Unit Tipidkor Polres Belu (Polda NTT) yang sukses menyeret dan menahan 5 tersangka dari unsur birokrasi, rekanan, hingga pengawas lapangan pada Mei 2022 lalu, serta yurisprudensi penanganan kasus SPALD-S di Polres Lebak (2024).

8 Bundel Alat Bukti Disusun Terstruktur Guna memastikan berkas pengaduan langsung diproses oleh penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Lampung tanpa hambatan administratif, DPC AJP telah merangkum 8 (delapan) bundel alat bukti sah yang disusun secara sistematis, meliputi:

Bundel A: Transkrip audio verbatim kesaksian fasilitator (Sdr. Yanto) dan warga (Pak Ubaidi) beserta rekaman visual.

Bundel B: Dokumentasi foto geotagging kondisi fisik MCK tanpa POTS modular.

Bundel C & D: Salinan gambar kerja/DED Kontrak CV Marata Engineering serta Juknis resmi Surat Edaran Dirjen Cipta Karya No. 04/SE/DC/2021.

Bundel E & F: Salinan somasi resmi, daftar hadir, serta berita acara penerimaan material proyek.

Bundel G: Dokumen resmi Undangan Sosialisasi Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera V.

Bundel H: Surat Undangan Opname Fisik AJP dan Berita Acara Mangkirnya pihak terlapor.

Ketegasan Sikap Kelembagaan: Tembusan Laporan Lintas Instansi

Ketua DPC AJP Lampung Barat, Sugeng Purnomo, menegaskan bahwa langkah pelaporan ke Polda Lampung ini merupakan wujud nyata pelaksanaan kontrol sosial pers dan partisipasi masyarakat yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018.

“Kami tidak akan mundur selangkah pun dalam mengawal transparansi anggaran negara dan melindungi hak-hak masyarakat bawah. Berkas LI dan 8 bundel alat bukti ini sudah sangat terang benderang. Pekan depan, delegasi AJP bersama Tim Advokasi Hukum LBH Bintang Sembilan akan menyerahkannya secara langsung ke Polda Lampung agar para oknum yang bermain-main dengan anggaran sanitasi rakyat segera diselidiki dan ditindak tegas secara hukum,”* tegas Sugeng Purnomo.

Sebagai bentuk transparansi pengawasan publik yang ketat (cross-control system), tembusan Laporan Informasi (LI) ini juga didistribusikan secara resmi kepada 12 instansi strategis tingkat pusat dan daerah, termasuk Kajati Lampung, Dirjen Kawasan Permukiman Kemenperkim RI di Jakarta, Balai P3KP Sumatera V di Palembang, BPPW Lampung, hingga Inspektorat Daerah Lampung Barat.

(Tim)

*Refleksi Dan Rekonstruksi Politik Hukum Dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran (2024–2026)*

0

*Paradoks Kekuasaan: Refleksi Dan Rekonstruksi Politik Hukum Dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran (2024–2026)*

Oleh: Dr. Fachrul Razi (Peneliti dan Pakar Politik Hukum Universitas Kartamulia)

Setelah dua tahun kita mengamati jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (2024–2026), pertanyaan mendasarnya adalah seberapa jauh kekuasaan eksekutif bergerak, dan apakah hukum diuji sebagai benteng keadilan atau sekadar alat legitimasi politik? Mari kita bedah secara lugasn dan kritis.

Berbicara refleksi dan rekontruksi 2 tahun pemerintahan saat ini sebaiknya tidak berhenti pada evaluasi program pemerintah namun juga mengukur apakah konsentrasi kekuasaan politik diikuti oleh penguatan supremasi hukum, pengawasan demokratis, dan keadilan substantif bagi rakyat.

Oleh karena itu indikator politik hukumnya dapat diukur jarak antara jaminan konstitusional, peraturan perundang-undangan, pelaksanaan kebijakan, dan pengalaman masyarakat dalam memperoleh keadilan substantif.

Pertanyaan pentingnya apakah dalam dua tahun ini, menguatnya hubungan antara konfigurasi koalisi pemerintahan, fungsi pengawasan DPR, dan efektivitas mekanisme checks and balances atau sebaliknya dominasi koalisi politik mengurangi efektivitas pengawasan terhadap pemerintah, dan bagaimana dampaknya terhadap akuntabilitas hukum? Paradigma hubungan antara konsentrasi kekuasaan, kualitas pengawasan konstitusional, dan keadilan substantif bagi rakyat menjadi urgensi terhadap positifnya dua tahun pemerintahan Prabowo – Gibran.

Dalam analisis politik hukum fenomena terjadinya kesenjangan dalam pemerintahan juga disebut power law gap yaitu kesenjangan antara besarnya kapasitas politik pemerintah untuk mengambil keputusan dan kemampuannya memastikan keputusan tersebut tunduk pada konstitusi.
Argumentasi kritisnya adalah secara ideal pemerintah yang kuat secara politik otomatis menghasilkan negara hukum yang kuat.

Lantas, jika eksekutif begitu kuat dan cepat, di mana letak masalah hukumnya? Di sinilah peran kita sebagai masyarakat dan insan akademis untuk bersikap kritis. Di balik kecepatan dan kekuatan eksekutif tersebut, ada harga mahal yang dibayar oleh prinsip-prinsip negara hukum (rechtsstaat).

Tidak bisa kita pungkiri, dalam dua tahun terakhir, lembaga eksekutif menunjukkan kekuatan eksekusi dan stabilitas politik yang sangat masif. Dimana stabilitas politik dengan merangkul koalisi yang sangat gemuk, eksekutif berhasil mengamankan iklim politik. Tidak ada lagi istilah kebuntuan politik (gridlock) antara Presiden dan DPR. Keputusan-keputusan strategis eksekutif mulai dari Peraturan Presiden hingga rancangan undang-undang prioritas dapat meluncur mulus tanpa hambatan berarti dari parlemen.

Disisi lain, kecepatan eksekusi program strategis lewat “sentralisasi komando” langsung dari Presiden, eksekutif mampu memobilisasi anggaran dan aparat secara instan hingga ke pelosok desa untuk program-program berskala besar, seperti Ketahanan Pangan hingga Program Makan Bergizi Gratis.

Ketegasan pemulihan aset negara juga kita lihat sebagai kekuatan otot eksekutif yang bergerak tajam melalui aparat penegak hukum di bawah naungannya untuk menyita aset-aset ilegal di sektor tambang dan perkebunan guna menyelamatkan keuangan negara.

Permasalahan yang muncul ketika etika eksekutif menjadi terlampau dominan, fungsi hukum bergeser. Hukum yang seharusnya dibuat untuk membatasi kekuasaan (limiting power), kini diputarbalikkan menjadi alat legitimasi kekuasaan (instrument of power). Presiden dan pembantunya dengan mudah menerbitkan regulasi untuk memuluskan agenda elite tanpa perlu khawatir akan adanya koreksi yang berarti dari lembaga pengawas. Fenomena ini saya sebut bahaya hyper-executive (Executive Aggrandizement)

Demi memuaskan syahwat kompromi politik koalisi besar, eksekutif mendesain struktur organisasi yang membengkak hingga puluhan kementerian dan badan baru. Secara hukum administrasi negara, pembengkakan ini menciptakan hiper-regulasi dan tumpang tindih kewenangan (overlapping competence). Birokrasi yang seharusnya efisien justru rawan terjebak konflik regulasi antar-kementerian, yang pada akhirnya membebani APBN dan memperlambat pelayanan publik di tingkat bawah. Saya menyebutnya persoalan ini sebagai kabinet gemuk dan risiko overlapping kewenangan.

Fenomena yang menarik saat ini semakin normalnya pelibatan instrumen keamanan/militer ke dalam urusan birokrasi sipil dan program-program sosial-ekonomi. Fenomena ini berpotensi menyimpang dari doktrin Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagaimana diatur dalam UU TNI, sekaligus mengikis prinsip netralitas dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN). Artinya kaburnya batas sipil dan militer.

Kita masih menyaksikan pejabat-pejabat politik eksekutif yang merangkap jabatan di struktur BUMN maupun lembaga kemitraan strategis. Dalam hukum tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), ini adalah benih kekacauan etika. Ketika pengawas dan yang diawasi adalah orang yang sama, maka transparansi publik hanyalah sebatas slogan, inilah yang kita sebut normalisasi benturan kepentingan (conflict of interest)

Sejarah mengajarkan kita bahwa ancaman terhadap demokrasi modern jarang sekali datang dalam bentuk kudeta militer yang berdarah-darah. Demokrasi dan negara hukum paling sering rapuh secara perlahan melalui apa yang kita sebut sebagai autocratic legalism yaitu ketika hukum itu sendiri digunakan secara legal untuk mengikis prinsip-prinsip kebebasan dan pengawasan.
Lembaga eksekutif dua tahun terakhir memang membuktikan dirinya sangat berdaya dan berotot dalam mengeksekusi program. Namun, kekuatan tanpa pengawasan (checks and balances) yang seimbang adalah awal dari kesewenang-wenangan.

Refleksi dua tahun ini juga melihat bagaimana indeks partisipasi publik dengan menawarkan indikator untuk menilai apakah masyarakat benar-benar dilibatkan dalam pembentukan undang-undang dan kebijakan strategis, bukan sekadar diundang secara formal. Sejauh mana partisipasi publik memengaruhi substansi keputusan pemerintah dan perlindungan hak warga?

Indikator lainnya adalah keberpihakan hukum kepada rakyat dengan menghubungkan kualitas regulasi, transparansi anggaran, perlindungan HAM, akses ke keadilan, dan dampak kebijakan terhadap kelompok rentan. Posisi rakyatlah yang seharusnya paling diuntungkan dan bukan menanggung beban dari pilihan politik hukum pemerintah.

Tugas kita sebagai warga negara adalah menjaga pikiran tetap merdeka. Jangan biarkan diri kita terbuai oleh slogan efisiensi. Kita harus terus menuntut agar lembaga eksekutif menjalankan pemerintahannya dalam koridor konstitusi, menghormati supremasi hukum, dan menempatkan kedaulatan rakyat di atas kepentingan kompromi politik elite. (Tim/Red)

*Penulis adalah Peneliti dan Pakar Politik Hukum, Wakil Rektor Universitas kartamulia Purwakarta dan Anggota DPD RI 2014-2024.*