26.1 C
Jakarta
Senin, April 6, 2026
Beranda blog

*Konsolidasi Nasional Laskar Gibran Menguat, Tegak Lurus Prabowo-Gibran dan Wujudkan Indonesia Emas 2045*

0

*Konsolidasi Nasional Laskar Gibran Menguat, Tegak Lurus Kawal Program Prabowo-Gibran dan Wujudkan Indonesia Emas 2045*

Solo, Jawa Tengah – Sebuah langkah monumental diambil oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Gibran dalam memperkokoh barisan organisasi di seluruh penjuru negeri. Melalui momentum penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan kepada seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Nusantara, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk bergerak solid, terstruktur, dan terarah dalam mendukung serta mengawal agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Acara yang digelar di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu, 4 April 2026 tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan simbol penyatuan kekuatan dari tingkat pusat hingga daerah. Penyerahan SK ini menjadi bukti nyata bahwa Laskar Gibran telah siap menjalankan roda organisasi dengan sistem yang matang, menjangkau hingga ke akar rumput, demi memastikan setiap program strategis dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Secara khusus, DPW Laskar Gibran Jawa Tengah resmi dilantik dan diaktifkan, siap memegang peran sentral dalam mengawal implementasi kebijakan nasional di tingkat regional.

Ketua Umum DPP Laskar Gibran, Leonardo Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa organisasinya berdiri tegak lurus di belakang pemerintahan yang sah. Menurutnya, dukungan terhadap visi dan misi Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah sebuah keniscayaan untuk membawa bangsa ini menuju kemajuan.

“Laskar Gibran tegak lurus mendukung seluruh program pemerintah pusat dan siap mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kami berkomitmen penuh untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan ini hingga dua periode, demi kesinambungan pembangunan nasional yang berkelanjutan dan menyeluruh,” ujar Leonardo dengan tegas.

Lebih jauh, organisasi ini menekankan bahwa setiap gerakan dan langkah strategisnya harus selalu berpijak pada kepentingan rakyat. Hal ini disampaikan langsung oleh Dewan Pembina Laskar Gibran, Jansen Sirait, yang menekankan aspek kemanusiaan dan pelayanan sebagai jiwa dari organisasi ini.

“Laskar Gibran harus selalu hadir untuk rakyat, menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat, serta mendukung penuh program pemerintahan Prabowo–Gibran demi kesejahteraan bangsa. Kehadiran kami harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh setiap lapisan masyarakat,” tegas Jansen.

Sementara itu, Ketua Bidang OKK, PSDM, Ideologi & Pendidikan DPP Laskar Gibran, Ilham, menambahkan bahwa tantangan zaman menuntut organisasi untuk tidak hanya solid, tetapi juga adaptif dan inovatif. Laskar Gibran hadir bukan hanya sebagai pendukung, melainkan sebagai garda terdepan yang mampu menjawab berbagai persoalan bangsa dengan solusi yang cerdas dan tepat guna.

“Laskar Gibran bergerak sebagai garda terdepan dengan pendekatan inovatif dan adaptif. Kami siap menjawab setiap tantangan bangsa, dengan satu tujuan besar: mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Dengan selesainya konsolidasi nasional ini, Laskar Gibran kini berdiri tegak sebagai sebuah organisasi yang kokoh secara struktur, lincah dalam gerakan, dan visioner dalam berpikir. Mereka siap menjadi garda terdepan yang tak tergoyahkan dalam mengawal laju pembangunan nasional, memastikan bahwa setiap janji kemajuan dapat terwujud menjadi kenyataan bagi seluruh rakyat Indonesia.

(TIM/HD)

OTW Halal hadir di VIU Mulai 3 April 2026

0

JAKARTA, 2 April 2026 — Viu hari ini mengumumkan drama original terbarunya, OTW Halal, yang akan tayang perdana pada 3 April 2026. Serial yang terdiri dari 8 episode ini menghadirkan kisah romansa yang kuat, mengangkat pertemuan antara gaya hidup urban modern dan nilai-nilai spiritual, dalam perjalanan tentang identitas dan transformasi pribadi. Serial ini dibintangi oleh Fadly Faisal dan Maudy Effrosina, bersama Hannah Al Rashid, Dahlia Poland, Alif Rivelino, serta Jeremie J. Tobing.

Seiring meningkatnya perhatian generasi muda terhadap isu pencarian jati diri, transformasi personal, dan makna hidup, cerita tentang pergulatan antara diri saat ini dan versi sosok yang diinginkan semakin relevan. OTW Halal menangkap momentum tersebut melalui narasi yang emosional sekaligus dekat dengan realitas sosial.

OTW Halal berpusat pada Renata (Maudy Effrosina), yang sebelumnya dikenal sebagai “ratu nightlife” Jakarta. Kehidupan glamornya runtuh dalam semalam, memaksanya untuk membangun kembali hidup dengan identitas baru. Pindah ke sebuah rumah kos sederhana khusus perempuan, ia harus beradaptasi dengan lingkungan yang asing — mengenakan hijab dan mengikuti pengajian mingguan demi bertahan — sambil menyembunyikan masa lalu yang terus menghantuinya.

Perjalanannya kemudian bersinggungan dengan Rafi (Fadly Faisal), pria muda yang tenang dan berprinsip, berasal dari latar belakang religius dan tengah meniti jalan menjadi ustaz. Pertemuan dua dunia yang kontras ini memunculkan ketegangan emosional dan kecurigaan, serta membawa keduanya dalam dinamika kompleks yang dipenuhi rahasia serta kemungkinan untuk berubah.

Dengan menempatkan dua individu dari latar belakang yang sangat berbeda sebagai pusat cerita, serial ini menghadirkan potret hubungan modern yang segar dan relevan, yang dibentuk oleh pergulatan batin dan ekspektasi sosial.

OTW Halal akan tersedia di Viu mulai 3 April 2026. Aplikasi Viu dapat diunduh secara gratis melalui App Store, Google Play, serta tersedia di berbagai smart TV, atau melalui situs www.viu.com.

Botram – Halal Bihalal Balebat 83 Villa Asmara Mengger Rancaengang Silaturahmi Salawasna, Minggu 5 April 2026

0

Rancaengang, Mengger, Desa Ranca Mulya, Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung. WARTA. IN
Villa Asmara, Mengger Rancaengang, Minggu, 5 April 2026, H. Asep Saprudin, Botram Feat Silaturahmi, Halal Bihalal 1447 H Balebat 83. Alumni SMPPN 37 Bale Endah Bandung, SMAN Buah Batu Angkatan 1983.
Botram, sekaligus Silaturahmi Halal Bihalal 1447 H berkesinambungan Alumni Balebat 83 SMPPN 37 Bale Endah Bandung – SMAN Buah Batu Angkatan 1983. Papar Ichonk.
Semoga kita diberi Umur panjang dan sehat selalu, dengan silaturahmi kita saling mendoakan, bertatap muka, bercengkrama, besendagurau mengingat masa-masa indah, Kisah Kasih di Sekolah. Pungkas Ichonk.
Hadir di Villa Asmara,
1. Jisep (H. Asep Saprudin), Tuan Rumah
2. Yayan Feat Suami
3. Rith@ Koyod
4. Agah
5. Dini
6. Yani
7. Abah Ichonk
8. Me-2 Mey
9. Darusman ( Dada )
10. Ibnu
11. Iis
12. Iyang Feat Istri
13. Agus Acay.
Reuni Akbar Balebat 83 akan diadakan di ABORIGIN, Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu 2 Mei 2026. Datang Ya, Ya, Ya, masing-masing bawa Kado supaya berkesan, Tukar Kado. Papar Rith@ Motor. WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.ko

Pipa Peusangan PT Pertamina Hulu Energi Jadi Sorotan: Masyarakat Desak Transparansi dan Audit Menyeluruh

0
oplus_1024

Kekhawatiran publik terhadap kondisi pipa Peusangan kian menguat. Hingga kini, masyarakat masih belum mendapatkan jawaban yang jelas dan terbuka dari pihak terkait, khususnya PT Pertamina Hulu Energi, mengenai tingkat keamanan dan kelayakan operasional pipa tersebut.

Sejumlah warga mempertanyakan apakah pipa yang digunakan saat ini benar-benar masih dalam kondisi aman. Mereka menilai, pernyataan perusahaan yang menyebut penggunaan “teknologi canggih” untuk mendeteksi kerusakan dan korosi belum cukup menjawab kekhawatiran di lapangan.

oplus_1024

“Kami tidak butuh sekadar klaim. Kami butuh bukti konkret bahwa pipa ini aman,” ujar Irsan. Sorotan utama mengarah pada beberapa poin krusial yang hingga kini belum terjawab secara transparan: Usia dan masa pakai pipa: Berapa lama pipa Peusangan telah digunakan, dan apakah masih dalam batas aman sesuai standar industri migas?

Uji kelayakan dan inspeksi berkala: Apakah telah dilakukan audit teknis independen terhadap kondisi pipa?

oplus_1024

Verifikasi di Desa Betung Barat: Apakah jaringan pipa di wilayah tersebut sudah melalui pengecekan resmi dan terdokumentasi?

Pemasangan di atas plat dekar: Apakah metode pemasangan tersebut telah sesuai standar keselamatan, atau justru berpotensi menimbulkan risiko?

Menambah polemik, Irsan yang mengaku sebagai pemilik lahan tempat pipa tersebut melintas menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi pipa yang berada di atas plat dekar di lahannya belum pernah dibenahi. Ia menilai hal tersebut berpotensi menimbulkan risiko keselamatan jika tidak segera ditindaklanjuti.

oplus_1024

“Pipa itu di atas plat dekar di tanah saya sampai sekarang belum dibenarkan. Ini yang membuat kami semakin khawatir,” tegasnya.

Pengamat menilai, minimnya keterbukaan informasi justru dapat memperbesar ketidakpercayaan publik. Dalam sektor energi, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur berisiko tinggi seperti pipa migas, transparansi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan.

oplus_1024

Jika tidak segera dijawab secara komprehensif, kondisi ini berpotensi menimbulkan keresahan yang lebih luas, bahkan membuka ruang spekulasi terkait potensi bahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Irsan bersama masyarakat kini mendesak adanya:

Audit independen dan terbuka

Publikasi hasil inspeksi teknis

Penjelasan resmi yang detail, bukan sekadar pernyataan umum

oplus_1024

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan rinci yang menjawab seluruh pertanyaan tersebut secara menyeluruh dari pihak PT Pertamina Hulu Energi.

*PPWI OKI Soroti Dugaan Korupsi dan Mark-up Anggaran Ratusan Juta Rupiah di DPPKB OKI*

0

*PPWI OKI Soroti Dugaan Korupsi dan Mark-up Anggaran Ratusan Juta Rupiah di DPPKB OKI*

KAYUAGUNG, 5 April 2026. – Dunia pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali dihadapkan pada sebuah kontroversi yang serius. Kali ini, sorotan tajam datang dari organisasi pers yang peduli terhadap kepentingan masyarakat. Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten OKI, M. Abbas Umar, secara tegas mengangkat isu dugaan terjadinya praktik korupsi serta mark-up anggaran yang mencapai angka ratusan juta rupiah dalam pelaksanaan program penyuluhan dan pelayanan kontrasepsi atau Keluarga Berencana (KB).

Berdasarkan informasi mendalam yang diperoleh dari sumber terpercaya di lapangan, terungkap adanya indikasi kuat bahwa nilai anggaran yang digelontorkan dari kas daerah tidak berbanding lurus dengan realisasi pekerjaan serta kualitas layanan yang diterima oleh masyarakat luas. Fenomena yang mencederai prinsip akuntabilitas ini diduga terjadi di bawah naungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Menurut keterangan yang dihimpun, anggaran yang dialokasikan khusus untuk program suntik KB pada periode tahun 2024 hingga 2025 tercatat mencapai nominal yang sangat besar, yakni ratusan juta rupiah setiap tahunnya. Angka yang fantastis tersebut seharusnya mampu memberikan dampak yang luar biasa bagi kemajuan program kependudukan dan kesejahteraan keluarga. Namun, realita di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya. Terdapat kesenjangan yang mencolok antara besaran dana yang dihabiskan dengan volume kerja yang dilakukan, serta kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh warga.

Sumber yang enggan disebutkan namanya demi alasan keamanan dan kenyamanan kerja mengungkapkan kecurigaan bahwa sebagian besar anggaran publik tersebut diduga tidak digunakan secara maksimal dan optimal untuk kepentingan program sebagaimana mestinya. Ada dugaan kuat bahwa dana tersebut justru “menguap” atau dialirkan ke pos-pos yang tidak jelas pertanggungjawabannya, sehingga manfaat yang seharusnya dirasakan oleh masyarakat menjadi jauh dari harapan.

Kesenjangan Anggaran dan Realita Lapangan

Dalam keterangan resminya, M. Abbas Umar menegaskan bahwa temuan ini sangat mengkhawatirkan dan patut untuk diselidiki lebih lanjut. Informasi yang diterima oleh tim PPWI menunjukkan adanya ketidakwajaran dalam perencanaan maupun pelaksanaan anggaran.

“Kami mendapatkan informasi bahwa ada kesenjangan yang cukup besar dan mencolok antara anggaran yang dikeluarkan dengan pekerjaan yang benar-benar dilakukan di lapangan. Hal inilah yang membuat kami curiga bahwa telah terjadi praktik mark-up anggaran, bahkan diduga kuat mengarah pada tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan program strategis ini,” ujar Abbas dengan nada tegas, belum lama ini.

Lebih jauh, Abbas menjelaskan bahwa program Keluarga Berencana bukanlah sekadar program rutin biasa, melainkan salah satu program prioritas yang memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam hal perencanaan jumlah keluarga dan kesehatan reproduksi. Program ini menyentuh langsung hajat hidup orang banyak, sehingga pengelolaannya harus dilakukan dengan standar integritas yang paling tinggi.

“Oleh karena itu, penggunaan setiap rupiah anggaran yang diperuntukkan bagi program ini harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab, keterbukaan, dan transparansi. Tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi praktik-praktik yang mencurigakan atau menyimpang dari aturan yang berlaku,” tambahnya.

Peringatan Keras dan Harapan Publik

Abbas juga menekankan prinsip dasar dalam pengelolaan keuangan negara. Bahwa setiap anggaran yang ada pada hakikatnya berasal dari keringat dan uang rakyat. Sehingga, dana tersebut wajib dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan yang prima, fasilitas yang memadai, dan manfaat yang nyata.

“Anggaran yang berasal dari uang rakyat seharusnya digunakan semata-mata untuk memberikan manfaat yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Jika ternyata di dalam pengelolaannya terdapat praktik-praktik yang tidak benar, penyimpangan, atau korupsi, maka hal ini jelas merupakan pelanggaran berat yang tidak bisa ditoleransi dan harus segera ditindaklanjuti secara hukum,” tegas Ketua PPWI OKI tersebut.

Merespons situasi ini, publik dan berbagai elemen masyarakat menaruh harapan besar agar pihak Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Ogan Komering Ilir dapat segera bersikap terbuka. Diperlukan penjelasan yang rinci dan dapat dipertanggungjawabkan terkait dugaan yang muncul ini untuk menghilangkan keraguan di tengah masyarakat.

Selain itu, harapan yang sama juga ditujukan kepada pihak penegak hukum serta instansi pengawas keuangan daerah, seperti Inspektorat atau BPKP, agar berani turun tangan melakukan penyelidikan yang mendalam dan komprehensif. Kebenaran harus diungkap, dan jika terbukti terjadi pelanggaran, maka sanksi yang tegas harus diberikan demi menjaga kepercayaan publik dan integritas pemerintahan di Kabupaten OKI.

(TIM/RED)

Diduga Proyek Siluman di Pelabuhan Gunungsitoli, Abaikan UU KIP Untuk Menutupi!!!

0
Gunungsitoli-warta.in
Diduga proyek siluman hadir di Pelabuhan Angin Gunungsitoli, Kontraktor dan Pengguna Anggaran (PA) mengabaikan Undang-Undang KIP untuk menutupi nilai pagu anggaran sebesar tujuh miliar rupiah lebih, Sabtu (04/04/2926).
Menurut penjelasan Manejer Bisnis dan Teknik PT Pelindo (Persero) Regional 1 Cabang Gunungsitoli, Yakub Nadea proyek yang sedang berjalan merupakan rehab berat lantai dermaga dan fasilitas lainnya besar pagu anggaran tujuh miliar lebih.
“Perehapan dermaga bersumber dari dana anggaran Perusahaan PT Pelindo (Persero) Regional 1 Cabang Gunungsitoli, yang saat ini sedang berjalan pekerjaan melalui tender pihak ketiga,” ungkap Yakub Nadea.
Menurut hasil investigasi Forum Aliansi Rakyat Peduli Kepulauan Nias (FARPKeN), Senin (30/03/2026) terkait pembangunan rehab berat Dermaga Pelabuhan Angin Gunungsitoli pekerjaan sudah berjalan beberapa bulan, tetapi tidak memiliki Papan Informasi Proyek diduga kuat suatu trick Kontraktor dan PT Pelindo (Persero) Regional 1 Cabang Gunungsitoli selaku yang membiayai proyek rehap berat Dermaga Pelabuhan Angin Gunungsitoli tersebut,” ungkap FARPKeN.
FARPKeN menilai bahwa pekerjaan rehap dermaga tersebut amburadul, mulai dari merakit rangka besi cor lantai jarak antara satu dengan yang lain tidak beraturan dan besi disambung-sambung serta besi berkarat bekas masih digunakan kembali, jauh dari layak teknis konstruksi yang baik di khawatirkan kualitas pembangunan tidak akan bertahan lama setelah selesai kembali hancur.
“Kawat pengikat besi cor lantai sangat memprihatikan jarak berbeda-beda pengikat longgar bagaikan ikat sayur kangkung yang dijual ibuk-ibuk pedagang di pasar. Selain itu besi tikar cor sudah berkarat. Memang perbaikan fasilitas sarana lain ada selain mencor ulang lantai dermaga yang rusak parah, dengan nilai pagu anggaran tujuh miliar rupiah lebih. Seharusnya Kontraktor dan PT Pelindo (Persero) Regional 1 Cabang Gunungsitoli menggunakan asas transparan (keterbukaan) adalah prinsip penyelenggara Pemerintahan atau Organisasi yang menyediakan akses informasi seluas-luasnya, jujur, dan mudah diakses oleh publik mengenai kebijakan, proses perencanaan, pengelolaan anggaran, hingga hasil-hasil yang dicapai,” ungkap Tim.
Sekjen FARPKeN, Helpin Zebua menguraikan bahwa proyek pembangunan rehap dermaga tersebut kuat dugaan ada permainan Kong Kalikong antara pihak rekanan dengan pihak tertentu, maka dengan itulah mereka tidak memasang papan informasi proyek agar publik tidak mengetahui besar nilai pagu anggaran yang dihabiskan hingga mencapai tujuh miliar rupiah lebih.
“Kejanggalan item pekerjaan dilapangan tersebut telah kita konfirmasi secara lansung, Rabu (01/04/2026) kepada Yakub Nadea, Menejer Bisnis dan Teknik PT Pelindo Persero Regional 1 Cabang Gunungsitoli di Kantornya. Namun secara penjelasan atas pertanyaan FARPKeN secara mendetail manejer banyak yang tidak bisa menjawab. Menejer sendiri tidak menguasai sistem teknik konstruksi pembangunan dermaga selalu menghindari pertanyaan terlihat panik dan berbelit-belit,” tandas Helpin.
Lanjut Helpin, Menejer Bisnis dan Teknik mengatakan hasil Investigasi atau temuan FARPKeN tersebut akan di sampaikan ke pihak rekanan dan akan cross check kebenaran dilapangan, seandai benar kami sampaikan kepada pihak rekanan untuk diperbaiki ulang, dalil Yakub Nadea,” ungkap Helpin.
Tambahnya, terkait tidak dipasang papan informasi proyek, kata Yakub Nadea, “Karena ini dana perusahaan bang jadi tidak butuh papan proyek dan tidak diwajibkan, hal itu merupakan aturan internal kami sebagai Perusahaan Pelindo,” paparnya.
Namun hal tersebut di perdebatkan alot oleh Noris Situmeang Humas FARPKeN mengatakan, “Adakah aturan baku yang mengatur bahwa pihak Pelindo jika ada kegiatan pembangunan tidak wajib membuat papan proyek.? sambil bertanya.
Jawabnya, “Kami perusahaan bukan Pemerintah dan aliran dana kami bukan APBD dan APBN bang Perusahaan Pelindo atau BUMN,” cetusnya
Lanjutnya Humas FARPKEN, “Jadi apa aturan yang baku tentang persoalan tersebut sehingga tidak perlu di pasang papan informasi kegiatan pembangunan? paparnya bertanya kembali,
Namun hal tersebut tidak bisa di jelaskan secara aturan baku oleh Yakub Nadea Manejer PT Pelindo (Persero) Regional 1 Cabang Gunungsitoli, sehingga perdebatan sengit tersebut pun berakhir dengan sendirinya.
Pada hal secara hukum, tidak boleh melakukan pembangunan konstruksi fisik tanpa papan informasi proyek, terutama jika proyek tersebut menggunakan dana dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Pelindo.
“Peraturan Jasa Konstruksi:
Kewajiban ini sejalan dengan prinsip dalam (Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi), di mana setiap penyelenggaraan jasa konstruksi wajib memenuhi prinsip keterbukaan dan keselamatan
Dasar hukum dan penjelasannya:
Transparansi dan Keterbukaan Informasi Publik, setiap pekerjaan fisik yang dibiayai oleh uang Negara (termasuk anggaran BUMN) wajib mematuhi prinsip keterbukaan informasi. Papan nama proyek adalah bentuk pemenuhan transparansi kepada masyarakat, berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
Peraturan Terkait Papan Nama Proyek: Pemasangan plang/papan proyek merupakan kewajiban bagi kontraktor pelaksana, di mana papan tersebut harus memuat jenis kegiatan, lokasi, nomor kontrak, nilai anggaran, dan waktu pelaksanaan.
Secara spesifik, papan informasi proyek berfungsi untuk Transparansi Publik, memastikan masyarakat mengetahui adanya proyek pembangunan. Pengawasan, memudahkan masyarakat dan pihak terkait memantau jalannya proyek. Keselamatan menjadi bagian dari standar keamanan kerja (K3) di lokasi proyek.
Standar Konstruksi (Permen PUPR):
Papan informasi merupakan persyaratan teknis dalam pekerjaan konstruksi, sebagaimana diatur dalam Permen PUPR Nomor 30 Tahun 2020 mengenai persyaratan teknis gedung bangunan.
Prinsip GCG (Good Corporate Governance): Sebagai BUMN, Pelindo memiliki kewajiban menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, yang mencakup prinsip transparan dan akuntabel dalam setiap pengadaan barang dan jasa.
“Risiko proyek tanpa papan informasi dapat dipertanyakan warga dan dianggap melanggar aturan pengadaan, yang berpotensi menimbulkan kecurigaan adanya penyimpangan atau pelanggaran hukum. “Oleh karena itu, wajib bagi PT Pelindo maupun kontraktornya untuk memasang papan informasi proyek di lokasi pembangunan.
Forum Aliansi Rakyat Peduli Kepulauan Nias (FARPKeN) berkomitmen terus mengawal pembangunan rehab Dermaga Pelabuhan Angin Gunungsitoli hingga selesai, memastikan pekerjaannya sesuai harapan masyarakat Kepulauan Nias “Mengingat Pelabuhan Angin Gunungsitoli adalah pintu gerbang utama dan akses vital logistik serta penumpang di Kepulauan Nias satu-satunya.

*Dihantam Amukan Samudra, Kapal Nelayan Karam; Satu Korban Masih dalam Pencarian*

0

*Dihantam Amukan Samudra, Kapal Nelayan Karam; Satu Korban Masih dalam Pencarian*

BENGKULU – Kekuatan alam yang tak terduga kembali menunjukkan kekejamannya di perairan Bengkulu. Pada hari Minggu, 5 April 2026, sebuah kapal nelayan takluk menghadapi badai dan akhirnya karam di kawasan Pantai Pasir Putih, Kota Bengkulu. Insiden naas ini tidak hanya merenggut aset mata pencaharian, tetapi juga mengakibatkan satu orang nelayan dinyatakan hilang dan hingga kini masih menjadi buruan tim pencarian.

Peristiwa memilukan itu terjadi tepat pada pukul 16.20 WIB. Saat itu, langit yang semula mungkin terlihat biasa saja tiba-tiba berubah menjadi gelap gulita. Hujan deras turun membasahi bumi, disertai tiupan angin kencang yang menderu keras, seolah ingin menghancurkan segala sesuatu yang menghalanginya. Kawasan pesisir yang biasanya menjadi tempat berlabuh yang damai, seketika berubah menjadi medan pertempuran yang maha dahsyat antara manusia dan alam.

Sebuah kapal kecil yang berlayar membawa dua awak kapal seolah tak berdaya menghadapi amukan ombak dan angin. Gelombang tinggi yang muncul secara tiba-tiba menghantam badan kapal dengan ganas. Usaha para nelayan untuk mengendalikan arah kapal menuju perairan yang lebih tenang tampaknya sudah terlambat. Dalam sekejap mata, kapal tersebut tak mampu lagi bertahan melawan kekuatan alam yang luar biasa, hingga akhirnya oleng dan terbalik, menyeret kedua penumpangnya masuk ke dalam dinginnya air laut yang kelam.

Respon Cepat Tim Penyelamat

Berita mengenai musibah ini dengan cepat menyebar. Laporan pertama diterima oleh pihak berwenang melalui informasi yang disampaikan oleh Yudha, anggota Polresta Bengkulu yang mengetahui kejadian tersebut. Kantor SAR Bengkulu merekam masuknya informasi kejadian pada pukul 16.35 WIB. Tanpa menunda waktu sejenak pun, tim operasi segera diturunkan.

“Kami menerima informasi pada pukul 16.35 WIB, dan langsung mengerahkan tim penyelamat menuju lokasi pada pukul 16.50 WIB,” ujar perwakilan Badan SAR Nasional (Basarnas) Bengkulu, menjelaskan kronologi penanganan bencana tersebut.

Tim gabungan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 17.15 WIB. Sesampainya di sana, kondisi laut masih sangat ekstrem. Ombak masih bergulung tinggi dan angin pun belum menunjukkan tanda-tanda akan reda. Namun, semangat kemanusiaan mengalahkan rasa takut. Para penyelamat langsung turun tangan melakukan pencarian secara intensif dan menyeluruh di tengah tantangan cuaca yang sangat tidak bersahabat.

Sinergi Kemanusiaan di Tengah Badai

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) ini bukan hanya dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan melibatkan sinergi yang luar biasa dari berbagai elemen. Gabungan tim yang terdiri dari Basarnas Bengkulu, jajaran Polresta Bengkulu, personel TNI Angkatan Laut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, hingga relawan dan warga setempat bahu-membahu menyisir garis pantai dan perairan sekitar titik karam.

Berbagai peralatan canggih dan pendukung pun dikerahkan untuk memaksimalkan hasil pencarian. Mulai dari Perahu Karet (LCR) yang tangguh menghadapi ombak, peralatan pencarian bawah air, hingga perlengkapan medis dan komunikasi yang memadai telah disiapkan untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

Dari dua korban yang berada di kapal, satu orang berhasil ditemukan dan selamat, namun nasib satu rekannya masih menyisakan tanda tanya besar. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban yang hilang belum dapat dipastikan secara lengkap, dan harapan untuk menemukannya masih terus dipelihara oleh tim SAR dan keluarga besar korban.

Pencarian terus dilakukan tanpa henti, meski malam mulai menyelimuti bumi dan jarak pandang semakin terbatas. Tim penyelamat tidak kenal lelah menyisir setiap sudut perairan, berharap dapat menemukan jejak korban sebelum terlambat.

Peringatan Keras bagi Para Pencari Nafkah

Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung, pihak Basarnas kembali mengingatkan akan pentingnya keselamatan sebagai prioritas utama. Bagi para nelayan yang menggantungkan hidupnya di lautan, kondisi cuaca adalah hal yang mutlak harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk berlayar.

“Kami mengimbau seluruh nelayan untuk selalu waspada dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. Cuaca ekstrem memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap keselamatan jiwa di laut,” tegas perwakilan Basarnas dengan nada serius.

Insiden tragis di Pantai Pasir Putih ini menjadi pelajaran yang sangat berharga dan sekaligus menjadi pengingat yang keras bagi seluruh masyarakat pesisir, khususnya di Bengkulu. Bahwa laut yang kerap terlihat tenang dan memikat, bisa berubah menjadi makhluk yang ganas dan mematikan hanya dalam hitungan menit.

Semoga upaya pencarian yang dilakukan saat ini membuahkan hasil terbaik, dan musibah ini menjadi tolak bala agar tidak terulang kembali di masa mendatang.

(TIM RED)

Sumber: bengkulutoday.com//TIM/Wisky

*Kepala SDN 15 Kayuagung Diduga Jarang Masuk Kantor, Potensi Korupsi Anggaran dan Penyalahgunaan Wewenang*

0

*Kepala SDN 15 Kayuagung Diduga Jarang Masuk Kantor, Publik Endus Potensi Korupsi Anggaran dan Penyalahgunaan Wewenang*

KAYUAGUNG – Suasana dunia pendidikan di wilayah Kecamatan Kayuagung kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Sorotan tersebut muncul lantaran beredar dugaan kuat bahwa Kepala Sekolah SDN 15 Kayuagung, Masnarani, diduga sangat jarang hadir di kantor atau tempat tugasnya. Fenomena yang mencederai aspek kedisiplinan ini tidak berhenti pada persoalan absensi semata, melainkan kini beriringan dengan munculnya kecurigaan luas mengenai kurang transparannya pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kondisi tersebut memunculkan spekulasi di tengah masyarakat yang mengaitkan ketidakhadiran fisik sang kepala sekolah dengan potensi dugaan korupsi serta penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan anggaran sekolah. Publik menilai, ketidakhadiran yang berkepanjangan berpotensi menciptakan celah bagi terjadinya praktik-praktik yang tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber di lapangan mengindikasikan bahwa permasalahan yang terjadi bukan lagi sekadar persoalan administratif atau kedisiplinan belaka. Lebih dari itu, kasus ini diyakini telah merambah ke ranah pengelolaan keuangan negara. Anggaran yang seharusnya menjadi napas kehidupan institusi pendidikan untuk meningkatkan mutu dan fasilitas belajar mengajar, justru kini dipandang sebelah mata dan diduga dikelola tanpa prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance).

Sebagai puncak pimpinan di lingkungan sekolah, Masnarani memegang kendali penuh atas pengelolaan berbagai sumber dana, mulai dari dana BOS hingga anggaran operasional lainnya. Posisi strategis ini tentu dibarengi dengan amanah yang sangat besar untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas setiap rupiah yang digunakan. Namun, realita yang terjadi di lapangan menunjukkan sebaliknya. Minimnya informasi yang disampaikan kepada publik serta ketidakjelasan dalam pelaporan realisasi anggaran membuat masyarakat menaruh curiga bahwa telah terjadi penyimpangan, baik dalam bentuk korupsi maupun penyalahgunaan kekuasaan yang melebihi batas kewajaran.

Teguran Hukum dan Moral

“Jika memang terbukti terjadi penyalahgunaan wewenang dalam mengelola anggaran negara, maka perbuatan tersebut jelas-jelas merupakan pelanggaran hukum yang sangat serius. Pengelolaan dana yang bersumber dari uang rakyat harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab, kejujuran, dan tentu saja harus sesuai dengan koridor peraturan yang berlaku,” tegas Siti Aisyah, salah satu tokoh masyarakat yang gencar melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara, dalam keterangannya, belum lama ini.

Landasan hukum yang mengatur hal ini sangatlah jelas. Pengelolaan dana BOS secara spesifik diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah. Regulasi ini secara tegas mewajibkan setiap satuan pendidikan untuk membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan dana yang rinci, jelas, dan mudah diakses oleh publik sebagai bentuk akuntabilitas.

Selain itu, jika indikasi korupsi ini terbukti, maka kasus ini juga akan berhadapan dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Undang-undang ini menjadi payung hukum yang tegas dalam menindak setiap penyalahgunaan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain yang dapat merugikan keuangan negara.

Ironi Jabatan Ketua K3S

Keprihatinan publik semakin memuncak manakala diketahui bahwa sosok yang diduga melakukan pelanggaran tersebut juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Kayuagung. Posisi ini seharusnya diisi oleh figur yang mampu menjadi teladan, pemimpin yang integritasnya teruji, dan mampu menggerakkan rekan-rekan kepala sekolah lainnya dalam menjalankan tugas negara dengan profesional.

“Jika seorang ketua K3S saja diduga tidak mampu memberikan contoh yang baik terkait kedisiplinan kehadiran, bahkan terindikasi melakukan dugaan penyalahgunaan anggaran, maka ini akan menjadi preseden buruk. Hal ini bukan hanya memalukan, tetapi juga bisa menjadi contoh buruk yang menular dan tentunya akan merusak citra mulia dunia pendidikan di daerah kita,” ungkap Siti Aisyah lagi dengan nada kecewa.

Publik menilai, jabatan ganda yang diemban seharusnya menjadi beban moral yang berat untuk bekerja lebih keras dan lebih bersih, bukan justru menjadi sarana untuk mempermudah praktik-praktik yang mencurigakan. Masyarakat berpendapat bahwa integritas seorang pemimpin pendidikan harus menjadi cerminan bagi murid-muridnya, bukan sebaliknya menjadi sumber masalah.

Suara Rakyat Menuntut Keadilan

Keresahan ini pun bergema di kalangan warga Kecamatan Kayuagung lainnya. Banyak pihak yang merasa geram dan tidak terima jika hak anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang layak justru dikorupsi atau dihambat oleh oknum yang seharusnya mengayomi.

“Publik memiliki hak konstitusional untuk menuntut transparansi dan memastikan anggaran digunakan pada tempat yang tepat. Kami berharap pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) serta aparat penegak hukum dapat segera turun tangan, melakukan investigasi mendalam, mengklarifikasi seluruh dugaan ini, dan memberikan sanksi yang tegas serta sesuai dengan aturan yang berlaku jika nantinya ditemukan bukti-bukti pelanggaran,” ujar salah satu warga lainnya yang juga ikut menyuarakan keprihatinan ini.

Hingga berita ini diturunkan dan diterbitkan kepada khalayak ramai, tim media masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada berbagai pihak terkait. Upaya konfirmasi dilakukan guna memberikan ruang bagi pihak sekolah maupun yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi atau penjelasan, sehingga informasi yang disajikan dapat berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

(TIM PPWI OKI/RED)

Gubernur NTB Ajak Muslimat NU Jadi Benteng Utama Nilai Keluarga

0

 

Gubernur NTB Ajak Muslimat NU Jadi Benteng Utama Nilai Keluarga

Warta.in
Mataram, NTB -Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) menekankan, pentingnya peran perempuan sebagai tiang penyangga peradaban dan ketahanan keluarga dalam acara Pelantikan Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) se-NTB yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Mataram, Minggu (5/4/2026).

​Dalam sambutannya yang hangat, Gubernur juga menyoroti dinamika hubungan suami-istri melalui perspektif spiritual. Ia menyebut bahwa dalam konsep keluarga, laki-lakilah yang sesungguhnya mencari ketenangan dan keteduhan dari sosok perempuan.

​”Secara fisik laki-laki mungkin lebih kuat, tetapi secara psikis, perempuan jauh lebih kuat. Ibu-ibu adalah sumber keteduhan bagi suami, anak-anak, bahkan bagi peradaban kita,” ujar Lalu Iqbal di hadapan ratusan kader Muslimat NU.

​Acara yang dirangkaikan dengan peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU dan Halal Bihalal ini mengangkat tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban.” Tema ini dinilai sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini, di mana Indonesia tengah bergerak menjadi negara industri yang berisiko mengikis nilai-nilai tradisional kekeluargaan.

​Gubernur mengkhawatirkan adanya degradasi nilai keluarga yang memicu berbagai persoalan sosial di NTB, mulai dari pernikahan usia dini hingga peredaran narkoba. Ia berkaca pada kampanye “Back to Family Value” yang pernah dibawa Barack Obama, sebagai bukti bahwa negara maju sekalipun akan kembali mencari kekuatan pada unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.

​”Penjaga kedaulatan kita bukan hanya aparat, tetapi Muslimat NU adalah garda terdepan penjaga nilai-nilai keluarga. Jika Muslimat NU bergerak menjaga pondasi ini, maka separuh dari persoalan sosial di NTB insya Allah akan terselesaikan,” tegasnya.

​Menutup arahannya, Gubernur mengajak seluruh pengurus Muslimat NU yang baru dilantik untuk bersinergi membangun NTB yang makmur dan mendunia, dimulai dari ketahanan rumah tangga. Suasana haru sekaligus meriah menyelimuti ruangan saat para kader Muslimat NU secara serentak menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah sebagai penjaga nilai keluarga di Bumi Gora.

Ketua Umum PP Muslimat NU, Dr. (HC). Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., memberikan apresiasi mendalam atas pengabdian Muslimat NU selama delapan dekade. Ia menekankan bahwa tema Harlah ke-80, “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban,” bukan sekadar slogan, melainkan peta jalan (roadmap) bagi organisasi.

​”Muslimat NU harus terus menjadi penyejuk di tengah masyarakat. Kemandirian ekonomi dan penguatan tradisi aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah) adalah benteng utama kita menghadapi gempuran budaya luar,” ujarnya.

Khofifah menambahkan terkait ketahanan keluarga merupakan pilar utama menuju Indonesia Emas. Ia mengingatkan para kader Muslimat NU bahwa tantangan hari ini masuk langsung ke kamar-kamar rumah melalui gadget, sehingga peran pengawasan ibu menjadi sangat vital.

​”Keluarga adalah benteng pertama. Jika benteng ini rapuh, maka pertahanan bangsa juga akan goyah. Muslimat NU harus hadir untuk memastikan tradisi luhur tetap terjaga namun tetap mandiri secara ekonomi agar keluarga semakin berdaya,” tuturnya.

​Khofifah juga mengingatkan pentingnya adaptasi digital bagi para kader Muslimat tanpa meninggalkan akar identitas sebagai santri. Menurutnya, kemandirian yang dimaksud mencakup kemandirian berpikir, perempuan dan perlindungan anak.

bertindak, dan ekonomi, sehingga Muslimat NU mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya di NTB.

​Acara pelantikan ini berlangsung khidmat dengan nuansa hijau khas Muslimat NU. Kehadiran dua tokoh besar ini memberikan suntikan semangat bagi para pengurus baru untuk segera bersinergi dengan pemerintah daerah dalam berbagai program pemberdayaan.(sr/dkisntb)

Kapolsek Selaparang Pimpin Pengamanan Kunjungan Wamen PKP RI di Mataram

0

 

Kapolsek Selaparang Pimpin Pengamanan Kunjungan Wamen PKP RI di Mataram

Warta.in
Mataram, NTB – Kapolsek Selaparang Zulharman Lutfi memimpin langsung sejumlah personel dalam pengamanan kegiatan diskusi internal Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah bersama Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa di Tuwa Kawa Coffee and Roastery, Sabtu malam (04/04/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wamen PKP RI di wilayah Nusa Tenggara Barat. Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, Polsek Selaparang menyiagakan sejumlah personel pengamanan di lokasi.

Kapolsek Selaparang menjelaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan kepolisian dalam mendukung kelancaran agenda pemerintahan, khususnya yang melibatkan pejabat negara.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wamen PKP RI. Untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan aman, Polsek Selaparang menyiagakan personel pengamanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus berkomitmen memberikan pelayanan keamanan secara maksimal terhadap berbagai kegiatan masyarakat maupun kegiatan resmi pemerintahan di wilayah hukumnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Kota Mataram.

Dengan pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian, kegiatan diskusi berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai tanpa adanya gangguan.(sr/hpm)