Beranda blog

Kapolsek Selaparang Mediasi Dugaan Pencurian Kotak Amal, Disepakati Damai Secara Kekeluargaan

0

Kapolsek Selaparang Mediasi Dugaan
Pencurian Kotak Amal, Disepakati Damai Secara Kekeluargaan

Warta.in
Mataram, NTB – Upaya penyelesaian secara damai terhadap kasus dugaan pencurian kotak amal di Masjid Baitul Ibadah, Lingkungan Gegutu, Kelurahan Rembige, Kecamatan Selaparang, akhirnya menemui titik terang. Polsek Selaparang memfasilitasi proses mediasi antara terduga pelaku dengan pengurus masjid dan perwakilan masyarakat yang berlangsung di Aula Terbuka Mapolsek Selaparang, Jumat (03/07/2026).

Mediasi tersebut dipimpin langsung Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi, SH., serta dihadiri Camat Selaparang, tokoh masyarakat, kepala lingkungan, Bhabinkamtibmas, Babinsa Kelurahan Rembige, pengurus Masjid Baitul Ibadah, serta sejumlah personel Polsek Selaparang.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur musyawarah demi menjaga keharmonisan dan kondusivitas lingkungan.

Kapolsek Selaparang menjelaskan bahwa hasil mediasi menunjukkan adanya kesepakatan bersama untuk tidak melanjutkan persoalan tersebut ke ranah hukum, dengan syarat terduga pelaku menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

“Intinya masyarakat bersedia menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dengan catatan pelaku meminta maaf secara langsung di hadapan warga,” ujar Kapolsek kepada awak media.

Permintaan tersebut disambut baik oleh pihak terduga pelaku yang menyatakan kesediaannya untuk memenuhi keinginan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab dan penyesalan atas perbuatannya.

Kapolsek juga mengungkapkan bahwa dalam proses mediasi tersebut turut dibahas kondisi rumah terduga pelaku yang sempat mengalami kerusakan akibat luapan emosi warga. Namun demikian, pihak pelaku memilih untuk tidak mempermasalahkan kejadian tersebut.

“Terkait kondisi rumah pelaku yang sempat dirusak warga, pihak pelaku tidak mempersoalkannya. Yang terpenting saat ini adalah terciptanya perdamaian dan hubungan baik kembali di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sebagai bagian dari kesepakatan, terduga pelaku juga telah menandatangani surat pernyataan yang memuat komitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya serta memenuhi kesepakatan yang telah disepakati bersama warga.

“Kasus pencurian kotak amal ini akhirnya diselesaikan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan. Pelaku juga telah menandatangani surat pernyataan sesuai permintaan masyarakat,” tutup Kapolsek.

Penyelesaian perkara melalui mediasi ini menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis yang terus dikedepankan Polsek Selaparang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan secara damai dan bermartabat.(sr/hpm)

PALI KAYA ENERGI! Pemkab Gandeng BGP Sukseskan Survei Seismik 3D Peony di Suka Damai.

0
module: NormalModule; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 89.0;

PALI KAYA ENERGI! Pemkab Gandeng BGP Sukseskan Survei Seismik 3D Peony di Suka Damai.

Warta.in//PALI, (03/07/2027)– Sosialisasi Seismik 3D Peony dan Pertamina Ep SKK migas di desa Suka Damai kecamatan talang ubi, yang di hadiri langsung Kepala Desa Suka Damai Rianto dan staf jajaran, Kejari Pali, TNI, Polsek talang ubi, asisten ll, asisten lll, narasumber BGP PASTI BARUS, serta masyarakat desa Suka Damai, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pemkab PALI) menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh program strategis nasional di sektor energi. Dukungan ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosialisasi teknis Survei Seismik 3D Peony yang menyasar wilayah Desa Suka Damai.

masyarakat suka Damai 

Bupati PALI yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Maryono, menyatakan bahwa proyek eksplorasi yang digarap oleh kontraktor PT BGP Indonesia bersama PT Pertamina EP dan SKK Migas ini merupakan langkah krusial untuk memetakan kekayaan migas daerah secara akurat. Penggunaan teknologi tiga dimensi (3D) dinilai jauh lebih efektif dan presisi dalam menemukan cadangan hidrokarbon baru di Formasi Suka Damai.

 

“Kami dari jajaran Pemkab PALI mendukung sepenuhnya program dari pemerintah pusat ini. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Desa Suka Damai , untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan menyukseskan kegiatan survei demi kelancaran serta kemajuan ekonomi daerah,” ujar Maryono di sela acara sosialisasi.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya aspek keamanan operasional di lapangan. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat jalannya survei, seperti pengrusakan fasilitas operasional atau pemblokiran jalur teknis. Semua pihak diharapkan saling bersinergi agar pendataan bawah permukaan bumi berjalan optimal.

 

Pihak pelaksana menegaskan bahwa seluruh tahapan kerja—mulai dari pemetaan jalur, mobilisasi alat berat, perekaman data, hingga fase pemulihan lahan—akan dijalankan dengan pengawasan ketat sesuai standar keselamatan kerja (HSE) dan ketentuan hukum lingkungan yang berlaku. Segala bentuk kompensasi atas dampak aktivitas lapangan dipastikan akan diselesaikan secara transparan sesuai regulasi.

 

Dengan adanya sinergi kuat antara Pemkab PALI, masyarakat, dan pelaku industri hulu migas, proyek Seismik 3D Peony diharapkan dapat mengembalikan kejayaan Kabupaten PALI sebagai salah satu lumbung energi terbesar di Sumatera Selatan.

(Muhamad Randi)

Judi Diduga Menggurita di Tulungagung, Publik Desak Aparat Bertindak: Jangan Biarkan Hukum Kehilangan Wibawa

0

warta.in||Tulungagung – Dugaan maraknya praktik perjudian sabung ayam dan cap jeky di sejumlah wilayah Kabupaten Tulungagung kembali memantik kemarahan masyarakat. Warga menilai, apabila informasi tersebut benar, maka aktivitas yang diduga berlangsung secara terbuka dan berkepanjangan itu menjadi ujian serius bagi kewibawaan penegakan hukum.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, aktivitas yang diduga berkaitan dengan perjudian disebut terdapat di wilayah Desa Selorejo, Kecamatan Ngunut, Kecamatan Rejotangan, Kecamatan Kalidawir, serta beberapa titik lain yang masih dalam penelusuran. Warga berharap aparat segera melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan kebenaran informasi tersebut dan mengambil tindakan sesuai hukum apabila ditemukan pelanggaran.

“Kalau benar praktik itu berlangsung tanpa penindakan, masyarakat berhak mempertanyakan mengapa penyakit masyarakat yang meresahkan bisa terus beroperasi. Yang dibutuhkan sekarang adalah penegakan hukum yang terbuka, profesional, dan tegas,” ujar seorang warga.

Perjudian bukan sekadar pelanggaran pidana, tetapi juga dinilai membawa dampak sosial yang luas, mulai dari memicu konflik, merusak ekonomi keluarga, hingga mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari jajaran Polres Tulungagung untuk menindaklanjuti berbagai informasi yang beredar. Media ini juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut, sesuai dengan prinsip jurnalistik yang berimbang.

Secara hukum, perjudian diatur dalam Pasal 303 KUHP, yang mengatur penyelenggara atau pihak yang memberi kesempatan berjudi, serta Pasal 303 bis KUHP, yang mengatur mengenai pihak yang turut bermain judi. Ketentuan tersebut menjadi dasar hukum bagi aparat untuk menindak setiap praktik perjudian yang terbukti melanggar hukum.

Kini perhatian publik tertuju pada langkah aparat penegak hukum. Penyelidikan yang profesional dan transparan diharapkan dapat menjawab keresahan masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik bahwa hukum ditegakkan tanpa pandang bulu dan setiap dugaan pelanggaran diproses berdasarkan bukti yang sah.(bersambung)

Kapolda NTB Terima Silaturahmi LASKAR SASAK, Perkuat Sinergi Kamtibmas tuk Jaga Stabilitas

0

Kapolda NTB Terima Silaturahmi LASKAR SASAK, Perkuat Sinergi Kamtibmas tuk Jaga Stabilitas

Warta.in
Mataram, NTB – Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., menerima kunjungan silaturahmi jajaran Organisasi Masyarakat (Ormas) LASKAR SASAK di Lobi Kapolda NTB, Jumat (03/07/2026).

Kedatangan Ketua, pengurus, serta perwakilan anggota LASKAR SASAK tersebut disambut langsung oleh Kapolda NTB sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan kemitraan antara kepolisian dan elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Nusa Tenggara Barat.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi yang lebih erat sekaligus memperkuat sinergitas dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) yang kondusif di wilayah NTB.

“Hari ini kami menerima kedatangan saudara-saudara kita dari salah satu organisasi masyarakat di NTB, yakni LASKAR SASAK, dalam rangka silaturahmi. Pertemuan ini bukan sekadar tatap muka biasa, tetapi lebih dari itu, yaitu mempererat hubungan silaturahmi sehingga dapat terbangun kemitraan dan kerja sama dalam mengupayakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di NTB,” ujar Kapolda NTB kepada awak media.

Kapolda menegaskan, keterlibatan seluruh elemen masyarakat memiliki peran strategis dalam mendukung terciptanya stabilitas keamanan daerah. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian dengan organisasi kemasyarakatan perlu terus diperkuat.

Menurutnya, pertemuan tersebut juga menjadi wadah untuk saling bertukar informasi serta menyamakan persepsi dalam menyikapi berbagai dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, sinergi antara Polri dan seluruh komponen masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya pemeliharaan kamtibmas dapat berjalan optimal demi terciptanya NTB yang aman, damai, dan sejahtera,” tutupnya.(sr/hpntb)

Konsumen Lapor Yayan,Ketua DPRD Serta Pemilik Vaganza Estate2 keBPSK:Sudah Lunas,Sertifikat tidak diberikan.

0
Oplus_16908288

Warta.in-Bengkulu, 3 Juli 2026.

Dika Noprian Dwitara, pemilik rumah Blok D No. 3 Perumahan Vaganza Estate 2, akan melaporkan Yayan, Ketua DPRD Rejang Lebong yang juga pemilik perumahan, ke BPSK dan menempuh jalur hukum. Langkah ini diambil karena sertifikat hak milik rumahnya tak kunjung diserahkan, padahal sudah lunas 3 tahun melalui KPR Bank BTN.

Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli, developer wajib menyerahkan sertifikat maksimal 3 bulan setelah pelunasan. Jika lalai, uang pembelian harus dikembalikan. Namun hingga 3 Juli 2026, sertifikat belum ada kejelasan.

“Rumah sudah lunas 3 tahun lalu. Di perjanjian tertulis 3 bulan, ini sudah 36 bulan. Saya dirugikan karena tidak ada kepastian hukum. Saya minta developer tunaikan kewajiban bulan ini. Saya sangat kecewa, apalagi dengan Pak Yayan. Kalau ditanya Pak Yayan mana? Ya, Pak Yayan yang saat ini masih jadi Ketua DPRD Rejang Lebong. Janji 3 bulan malah 3 tahun belum diberikan sertifikatnya,” tegas Dika, Jumat (3/7/2026).

Dika menduga ada keterlibatan pihak Yayan yang menghambat proses sertifikat di BTN maupun BPN. Ia mengaku akan melaporkan secara resmi ke Aparat Penegak Hukum di Bengkulu dalam waktu dekat, dengan membawa bukti-bukti yang dimiliki.

“Saya minta BTN Cabang Bengkulu, BPN, dan Disperkim Kota Bengkulu turun tangan. Jika minggu ini tidak ada kepastian, saya akan somasi, lapor ke BPSK, dan tempuh jalur pidana sesuai UU Perlindungan Konsumen,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak developer Vaganza Estate 2 belum memberi keterangan resmi. Pihak Yayan juga memilih bungkam. Tim redaksi masih menunggu hak jawab dari pihak terkait.

(Tim Redaksi).

Warga Sambut Antusias Pembangunan Jalan Lingkungan Gang Langgar Kelurahan Ciseureuh Purwakarta

0
oppo_0

Warta.in, Purwakarta – Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terus mempercepat pembangunan infrastruktur, termasuk peningkatan kualitas jalan lingkungan hingga ke wilayah pelosok permukiman warga.

Salah satu yang kini tengah dilaksanakan yakni rehabilitasi jalan lingkungan di Gang Langgar, RT 04/RW 01, Kelurahan Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta.

Pembangunan tersebut dilaksanakan melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Purwakarta sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kenyamanan serta akses mobilitas masyarakat.

Kegiatan rehabilitasi jalan itu disambut antusias oleh warga setempat. Ketua RT 04, mengaku bersyukur karena jalan lingkungan yang selama ini digunakan masyarakat akhirnya diperbaiki dengan konstruksi beton yang lebih baik dan kuat.

“Alhamdulillah akhirnya kami memiliki jalan yang bagus. Kami juga mohon maaf kepada masyarakat karena untuk sementara jalan ditutup hingga beton benar-benar kering. Semua dilakukan demi menjaga kualitas supaya jalan lebih awet dan tahan lama,” ujarnya kepada wartawan, Jum’at (03/07/2026).

Menurutnya, pembangunan jalan lingkungan tersebut sangat dinantikan warga karena akses jalan yang baik akan mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari, baik untuk kendaraan maupun pejalan kaki.

Sementara itu, pelaksana lapangan dari CV. Bisthy Karya Prima turut memberikan apresiasi atas dukungan penuh dari masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan luar biasa dari warga, terutama Bapak Ketua RT. Semua masyarakat di sini memberikan dukungan yang sangat baik sehingga pekerjaan berjalan lancar. Terima kasih atas kerja samanya,” ungkapnya.

Diketahui, pembangunan rehabilitasi jalan lingkungan Paket 1_4 tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp144.898.093.

Adapun spesifikasi pekerjaan meliputi pembangunan jalan beton ready mixed dengan panjang 136,8 meter dan lebar 2,25 meter. Pekerjaan dilaksanakan berdasarkan Nomor SPK: 620/2.D.04/PPK/SPK-PERKIM/VI/2026 oleh pelaksana CV. Bisthy Karya Prima.

Hingga berita ini diterbitkan, proses pekerjaan masih berlangsung.

*Warisan Abadi Pendidikan: Refleksi Ulang Tahun untuk Wilson Lalengke*

0

“Warisan Abadi Pendidikan: Refleksi Ulang Tahun untuk Wilson Lalengke.

Jakarta – Waktu memiliki cara yang unik untuk menguji nilai dari setiap tindakan kita. Ketika hal-hal material runtuh dan institusi besar memudar menjadi sejarah, dampak dari sebuah pengabdian yang tulus akan tetap abadi tak tersentuh zaman.

Kebenaran mendalam ini menjadi inti dari momen spesial pada hari Jumat, 3 Juli 2026, yang menandai hari ulang tahun ke-61 Wilson Lalengke. Pada hari yang penuh berkah ini, ia menerima sebuah hadiah yang sangat istimewa – bukan dibungkus dalam kotak kado mewah, melainkan tersimpan rapi dalam tinta memori sejarah.

*Pesan dari Masa Lalu: Dokumentasi Majalah Caltex*

Kejutan ulang tahun yang sangat berkesan ini datang melalui pesan dari Bang Elthaf, seorang alumni senior Universitas Riau (IKA UNRI) berusia 65 tahun. Ia menghubungi Wilson setelah menemukan kembali artikel lama yang ditulis oleh Wilson puluhan tahun silam. Tulisan tersebut dimuat dalam buletin bulanan Warta Caltex No. 65 Tahun 2001, di bawah rubrik “Caltex Cares” dengan judul artikel: _”SMU Plus of Riau Province: Cracking The Road to Excellence”_.

Artikel tersebut mengabadikan perjalanan panjang yang penuh liku dan air mata dalam mendirikan SMU Plus Provinsi Riau, sebuah sekolah unggulan yang digagas untuk mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bumi Lancang Kuning. Tulisan Wilson menggambarkan bagaimana sekolah kebanggaan masyarakat Riau ini dirintis dari kondisi yang sangat memprihatinkan dan getir, bahkan sempat diulas oleh media lokal dengan tajuk “Sekolah Plus Ala Riau, Gedung Minjam Kasek Merangkap”.

Dalam dokumen di Majalah Caltex tersebut, termuat juga foto-foto bersejarah proses belajar-mengajar. Salah satu foto memperlihatkan pola mengajar Wilson Lalengke yang sangat progresif dan tidak biasa pada masanya, di mana ia mengajak para siswa belajar di luar tembok kelas, di bawah rindangnya pohon. Metode ini ia terapkan untuk memecahkan kekakuan ruang kelas dan menghubungkan siswa langsung dengan realitas kehidupan masyarakat.

*Gema yang Melintasi Dekade*

Mendapati rekam jejak masa mudanya hadir kembali, Wilson Lalengke mengungkapkan rasa bahagia dan haru yang mendalam. Ia menyatakan sangat bahagia sekaligus takjub mengetahui bahwa sejarah hidup dan perjuangannya di masa lalu kini dibaca serta diapresiasi oleh orang lain yang bahkan tidak ia kenal secara pribadi, setelah 25 tahun majalah tersebut diterbitkan.

Hal yang membuat refleksi ini terasa kian puitis adalah kenyataan bahwa PT. Caltex Pacific Indonesia, perusahaan minyak raksasa yang menerbitkan majalah bulanan tersebut, kini telah lama dibubarkan dan diakuisisi oleh pemerintah daerah. Perusahaannya telah tiada, kertas fisiknya mungkin telah menguning, namun jejak spiritual dan dedikasi Wilson Lalengke tetap hidup dengan gagah di hati masyarakat pendidikan Riau.

*Renungan Filosofis: Keabadian Sebuah Kebajikan*

Peristiwa emosional ini membuka ruang perenungan filosofis yang mendalam mengenai warisan (legacy) manusia dan hakikat waktu. Filsuf Romawi kuno, Seneca (4-65), pernah berujar: _”Life is long if you know how to use it”_, “Hidup itu panjang jika engkau tahu bagaimana cara menggunakannya.”

Masa muda Wilson Lalengke tidak menguap sia-sia; waktu dan energinya telah diinvestasikan demi masa depan kolektif generasi muda Riau. Bubarnya PT. Caltex mengingatkan kita pada konsep filosofis Budhies – _Anicca_ (ketidakekalan), bahwa segala struktur material, imperium bisnis, dan entitas fisik pasti akan mengalami pelapukan oleh waktu.

Namun, di tengah kefanaan tersebut, ada hal yang mampu berdiri kokoh menantang waktu: keabadian melalui kontribusi nyata (_historical immortality_). Perjuangan tanpa lelah Wilson Lalengke – yang dahulu harus mengayuh sepeda onthel siang dan malam ke Rumbai demi mengawal proposal pendirian sekolah ini, telah melahirkan institusi yang terus mencetak ribuan pemikir hebat.

Kehadiran pesan misterius dari seorang pembaca di hari ulang tahunnya yang ke-61 membuktikan bahwa kebajikan memiliki energinya sendiri untuk tetap hidup. Ini adalah sebuah sinkronisitas semesta yang indah: tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Pesan itu tiba tepat waktu sebagai validasi kosmik bahwa “peran kecil” yang ia lakukan puluhan tahun lalu telah menorehkan tinta emas yang tidak akan pernah luntur, menegaskan bahwa meski raksasa korporasi bisa bubar, cahaya pendidikan yang dinyalakan oleh seorang guru sejati akan terus bersinar melintasi generasi. (TIM/Red)

_Catatan: Terima kasih secara khusus untuk Bang Elthaf, sehat selalu dan bahagia bersama keluarga selamanya._

Diplomasi Antar Lembaga Hasilkan NTB Satu-satunya Provinsi Teken MoU Strategis dengan KKP

0

Diplomasi Antar Lembaga Hasilkan NTB Satu-satunya Provinsi Teken MoU Strategis dengan KKP

Warta.in
Jakarta ,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mencatatkan langkah strategis di tingkat nasional. Melalui pendekatan komunikasi yang proaktif dengan pemerintah pusat, NTB menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI sebagai landasan percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan berbasis Ekonomi Biru (Blue Economy).

Nota kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Momentum ini menegaskan posisi NTB sebagai daerah yang bergerak cepat dalam menyelaraskan agenda pembangunan daerah dengan program strategis pemerintah pusat.

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi NTB memilih membangun pola hubungan yang lebih aktif dengan kementerian dan lembaga pemerintah pusat. Menurutnya, pemerintah daerah tidak cukup hanya menunggu program turun dari pusat, tetapi harus mampu membangun komunikasi yang intensif, menyamakan visi, dan menghadirkan kolaborasi yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin membangun hubungan yang lebih produktif dengan pemerintah pusat. Daerah harus aktif menjemput peluang, membangun komunikasi yang kuat, dan menyelaraskan program nasional dengan kebutuhan pembangunan daerah sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Miq Iqbal.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari arah baru tata kelola pemerintahan di NTB. Pengalaman Gubernur sebagai diplomat dimanfaatkan untuk memperkuat diplomasi antarlembaga, sehingga komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat tidak berhenti pada koordinasi administratif, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis yang mampu mempercepat lahirnya berbagai program pembangunan bagi NTB.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, diplomasi bukan semata membangun relasi, melainkan instrumen untuk membuka ruang kolaborasi, mempercepat sinkronisasi kebijakan, dan menarik lebih banyak program strategis nasional agar dapat diimplementasikan di daerah secara lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Kerja sama antara Pemerintah Provinsi NTB dan Kementerian Kelautan dan Perikanan dirancang untuk jangka waktu lima tahun dengan sembilan ruang lingkup strategis. Program tersebut meliputi sinkronisasi penataan ruang laut, penguatan tata kelola perikanan tangkap dan budidaya berkelanjutan, hilirisasi dan pemasaran hasil perikanan, pengawasan sumber daya kelautan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan. Seluruhnya diarahkan untuk memperkuat daya saing ekonomi maritim NTB sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Kesepakatan ini juga akan memperkuat integrasi antara kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pengelolaan ruang laut. Dengan sinkronisasi tersebut, pembangunan sektor kelautan diharapkan berjalan lebih terarah, memberikan kepastian bagi investasi, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat pesisir.

Manfaat dari kerja sama ini diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh nelayan, pembudidaya ikan, pelaku usaha perikanan, dan masyarakat pesisir melalui peningkatan produktivitas, penguatan hilirisasi, perluasan akses pasar, serta pengembangan sumber daya manusia yang lebih kompetitif. Pendekatan ekonomi biru yang menjadi dasar kerja sama juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian sumber daya kelautan.

Keberhasilan NTB menjadi satu-satunya provinsi yang menandatangani nota kesepakatan strategis dengan KKP RI pada kesempatan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi yang dibangun secara baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat mampu mempercepat hadirnya kebijakan nasional di daerah. Bagi Pemerintah Provinsi NTB, setiap kerja sama harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar banyaknya dokumen yang ditandatangani.

Melalui diplomasi antarlembaga yang dibangun secara profesional dan berorientasi pada hasil, Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat untuk menghadirkan lebih banyak program strategis bagi daerah. Nota Kesepakatan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadi bukti bahwa komunikasi yang efektif mampu menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan nelayan, penguatan ekonomi maritim, dan percepatan terwujudnya visi NTB Makmur Mendunia.(sr/dkisntb)

 

 

Perangi Bahaya Narkoba, Pemdes Gondanglegi Kab. Nganjuk Jalin Kerja Sama dengan Yayasan Griya Damar Panuluh

0

Nganjuk, 03 Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat langkah pencegahan, penanganan, dan pemulihan korban penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat, Pemerintah Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk secara resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan Rehabilitasi Narkoba Griya Damar Panuluh (GDP) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

 

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan antara Kepala Desa Gondanglegi, Amad, selaku Pihak Pertama dengan Muhammad Taufiq, S.H., CLA., selaku Pimpinan Yayasan Rehabilitasi Narkoba Griya Damar Panuluh (GDP) sebagai Pihak Kedua.

 

Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat, aman, serta bebas dari bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

 

Adapun tujuan utama dari kesepakatan bersama tersebut adalah untuk menciptakan lingkungan desa yang bersih dari penyalahgunaan narkoba sekaligus memberikan akses rehabilitasi yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan pemulihan.

 

Dalam pelaksanaannya, ruang lingkup kerja sama meliputi beberapa program, antara lain:

 

1. Edukasi dan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika kepada masyarakat desa.

2. Program penjangkauan dan rujukan rehabilitasi baik secara medis maupun sosial.

3. Pendampingan pasca rehabilitasi (aftercare) bagi masyarakat yang telah menjalani proses pemulihan.

 

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Pemerintah Desa Gondanglegi memiliki peran untuk mendukung pelaksanaan program sosialisasi anti narkoba serta memberikan data dan informasi yang diperlukan sesuai ketentuan dan persetujuan pihak keluarga.

 

Sementara itu, Yayasan Rehabilitasi Narkoba Griya Damar Panuluh (GDP) memiliki tanggung jawab dalam memberikan layanan konsultasi, asesmen, rehabilitasi sesuai standar operasional yang berlaku, serta menjaga kerahasiaan data pribadi klien sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Pimpinan Yayasan Rehabilitasi Narkoba Griya Damar Panuluh (GDP), Muhammad Taufiq, S.H., CLA., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun kepedulian bersama terhadap bahaya narkotika yang saat ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan masyarakat.

 

> “Pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, keluarga, dan lembaga rehabilitasi agar upaya penanganan dapat berjalan secara maksimal. Kami berharap hadirnya Yayasan Rehabilitasi Narkoba Griya Damar Panuluh dapat menjadi wadah rehabilitasi, pendampingan, sekaligus edukasi bagi masyarakat yang membutuhkan.”

 

Pemerintah Desa Gondanglegi juga menyambut baik adanya kerja sama tersebut dan berharap program yang telah disepakati dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi langkah preventif dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika di lingkungan desa.

 

Kerja sama ini berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

 

Dengan adanya penandatanganan MoU ini, diharapkan terbentuk sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan lembaga rehabilitasi dalam mewujudkan lingkungan masyarakat yang lebih sehat, produktif, serta terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Warisan Abadi Pendidikan: Refleksi Ulang Tahun untuk Wilson Lalengke

0

Warta.in-Jakarta

Waktu memiliki cara yang unik untuk menguji nilai dari setiap tindakan kita. Ketika hal-hal material runtuh dan institusi besar memudar menjadi sejarah, dampak dari sebuah pengabdian yang tulus akan tetap abadi tak tersentuh zaman.

Kebenaran mendalam ini menjadi inti dari momen spesial pada hari Jumat, 3 Juli 2026, yang menandai hari ulang tahun ke-61 Wilson Lalengke. Pada hari yang penuh berkah ini, ia menerima sebuah hadiah yang sangat istimewa – bukan dibungkus dalam kotak kado mewah, melainkan tersimpan rapi dalam tinta memori sejarah.

*Pesan dari Masa Lalu: Dokumentasi Majalah Caltex*

Kejutan ulang tahun yang sangat berkesan ini datang melalui pesan dari Bang Elthaf, seorang alumni senior Universitas Riau (IKA UNRI) berusia 65 tahun. Ia menghubungi Wilson setelah menemukan kembali artikel lama yang ditulis oleh Wilson puluhan tahun silam. Tulisan tersebut dimuat dalam buletin bulanan Warta Caltex No. 65 Tahun 2001, di bawah rubrik “Caltex Cares” dengan judul artikel: _”SMU Plus of Riau Province: Cracking The Road to Excellence”_.

Artikel tersebut mengabadikan perjalanan panjang yang penuh liku dan air mata dalam mendirikan SMU Plus Provinsi Riau, sebuah sekolah unggulan yang digagas untuk mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bumi Lancang Kuning. Tulisan Wilson menggambarkan bagaimana sekolah kebanggaan masyarakat Riau ini dirintis dari kondisi yang sangat memprihatinkan dan getir, bahkan sempat diulas oleh media lokal dengan tajuk “Sekolah Plus Ala Riau, Gedung Minjam Kasek Merangkap”.

Dalam dokumen di Majalah Caltex tersebut, termuat juga foto-foto bersejarah proses belajar-mengajar. Salah satu foto memperlihatkan pola mengajar Wilson Lalengke yang sangat progresif dan tidak biasa pada masanya, di mana ia mengajak para siswa belajar di luar tembok kelas, di bawah rindangnya pohon. Metode ini ia terapkan untuk memecahkan kekakuan ruang kelas dan menghubungkan siswa langsung dengan realitas kehidupan masyarakat.

*Gema yang Melintasi Dekade*

Mendapati rekam jejak masa mudanya hadir kembali, Wilson Lalengke mengungkapkan rasa bahagia dan haru yang mendalam. Ia menyatakan sangat bahagia sekaligus takjub mengetahui bahwa sejarah hidup dan perjuangannya di masa lalu kini dibaca serta diapresiasi oleh orang lain yang bahkan tidak ia kenal secara pribadi, setelah 25 tahun majalah tersebut diterbitkan.

Hal yang membuat refleksi ini terasa kian puitis adalah kenyataan bahwa PT. Caltex Pacific Indonesia, perusahaan minyak raksasa yang menerbitkan majalah bulanan tersebut, kini telah lama dibubarkan dan diakuisisi oleh pemerintah daerah. Perusahaannya telah tiada, kertas fisiknya mungkin telah menguning, namun jejak spiritual dan dedikasi Wilson Lalengke tetap hidup dengan gagah di hati masyarakat pendidikan Riau.

*Renungan Filosofis: Keabadian Sebuah Kebajikan*

Peristiwa emosional ini membuka ruang perenungan filosofis yang mendalam mengenai warisan (legacy) manusia dan hakikat waktu. Filsuf Romawi kuno, Seneca (4-65), pernah berujar: _”Life is long if you know how to use it”_, “Hidup itu panjang jika engkau tahu bagaimana cara menggunakannya.”

Masa muda Wilson Lalengke tidak menguap sia-sia; waktu dan energinya telah diinvestasikan demi masa depan kolektif generasi muda Riau. Bubarnya PT. Caltex mengingatkan kita pada konsep filosofis Budhies – _Anicca_ (ketidakekalan), bahwa segala struktur material, imperium bisnis, dan entitas fisik pasti akan mengalami pelapukan oleh waktu.

Namun, di tengah kefanaan tersebut, ada hal yang mampu berdiri kokoh menantang waktu: keabadian melalui kontribusi nyata (_historical immortality_). Perjuangan tanpa lelah Wilson Lalengke – yang dahulu harus mengayuh sepeda onthel siang dan malam ke Rumbai demi mengawal proposal pendirian sekolah ini, telah melahirkan institusi yang terus mencetak ribuan pemikir hebat.

Kehadiran pesan misterius dari seorang pembaca di hari ulang tahunnya yang ke-61 membuktikan bahwa kebajikan memiliki energinya sendiri untuk tetap hidup. Ini adalah sebuah sinkronisitas semesta yang indah: tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Pesan itu tiba tepat waktu sebagai validasi kosmik bahwa “peran kecil” yang ia lakukan puluhan tahun lalu telah menorehkan tinta emas yang tidak akan pernah luntur, menegaskan bahwa meski raksasa korporasi bisa bubar, cahaya pendidikan yang dinyalakan oleh seorang guru sejati akan terus bersinar melintasi generasi. (TIM/Red)

_Catatan: Terima kasih secara khusus untuk Bang Elthaf, sehat selalu dan bahagia bersama keluarga selamanya._