26.3 C
Jakarta
Sabtu, Maret 28, 2026
Beranda blog

Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap bagi Masyarakat Terdampak Bencana

0

Warta.in Tapanuli Utara – Pemerintah pusat terus berupaya mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera. Upaya ini dilakukan agar masyarakat terdampak tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara (huntara).

Hal itu ditekankan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian saat meninjau lokasi pembangunan huntap di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (26/3/2026). Peninjauan itu dilakukan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

“Ini memang sudah tahapnya, tahap huntara sudah hampir selesai. Jadi sudah mulai masuk ke tahap sudah digenjot percepatan huntap semua,” jelas Mendagri.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, pembangunan huntap memliki dua skema, yaitu in-situ dan komunal. Pada skema in-situ, masyarakat dapat membangun rumah secara mandiri di lokasi aman dengan dukungan dana sebesar Rp60 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang akan dicairkan dalam dua tahap. Selain membangun mandiri, masyarakat juga dapat menyerahkan langsung pembangunan tersebut kepada BNPB.

“Di Aceh, saya diskusi dengan Kepala BNPB kemarin, hampir kira-kira 15 ribu dari 26 ribu itu adalah yang in-situ. Baik yang BNPB bangun atau yang bangun sendiri, dengan diberikan uang oleh BNPB,” ujarnya.

Sementara pada skema komunal, pembangunan huntap dilakukan dalam sebuah kompleks yang lahannya disediakan oleh pemerintah daerah (Pemda). Sementara proses pembangunannya dilakukan oleh Kementerian PKP atau gotong royong dengan kementerian maupun lembaga lain termasuk pihak non-pemerintah.

Adapun pembangunan huntap di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara merupakan salah satu contoh skema komunal dengan dukungan dari non-pemerintah yaitu Yayasan Buddha Tzu Chi. Ia menyebutkan, Yayasan Buddha Tzu Chi membangun total 2.603 unit huntap yang tersebar di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat (Sumbar).

Rincian jumlahnya yakni Aceh sebanyak 1.000 unit, Sumut 1.103 unit, serta Sumbar sebanyak 500 unit. Sementara itu, khusus untuk Kabupaten Tapanuli Utara, yayasan tersebut akan membangun 103 unit huntap.

Di sisi lain, Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat memastikan bahwa lahan yang digunakan merupakan aset Pemda yang telah memperoleh persetujuan DPRD serta memiliki sertifikat resmi. Saat ini, Pemda tengah menyiapkan perjanjian hukum untuk memastikan kepemilikan lahan tersebut dapat diserahkan kepada masyarakat penerima manfaat.

Upaya penyediaan hunian ini juga diperkuat melalui koordinasi lintas lembaga, antara lain dengan Kementerian Pekerjaan Umum, PT PLN, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Badan Pusat Statistik (BPS), serta BNPB. (RN)

Puspen Kemendagri

Hati-Hati layanan iklan pembuatan WEB dari STOEDIOLAMAN di Facebook Uang DP diterima Nomor di Blokir

0

Warta.in Jabar ◊ Jum’at 27 Maret 2026.

Jasa pembuatan Web yang bernama STOEDIOLAMAN Digital Solutions & Development yang di miliki BETA FARHAN HARTAWAN beralamat di BANJARNEGARA JAWA TENGAH sesuai alamat yang tertera pada invoice, berseliweran terpampang menjadi iklan di media sosial Facebook dan Instagram

Tawaran yang diberikan sangat menarik dengan harga murah dan proses cepat 2-3 Hari selesai, Bapak Jefry selaku korban merasa tertarik pada saat melihat iklan tersebut dan langsung menghubungi no kontak yang tertera untuk melakukan pembuatan Web Portal Berita dan disepakati harga sebesar Rp. 350.000 sesuai invoice yang tertera, korban langsung mentransfer uang DP sebesar Rp. 175.000 ke nomor Rekening BCA a/n BETA FARHAN HARTAWAN sebagai bukti tanda jadi pembuatan Portal Web media Online.

Pada saat pihak STOEDIOLAMAN mengirimkan contoh link Web yang telah disepakati pada saat dilakukan pengecekan ada beberapa hal yang dipertanyakan oleh korban namun tidak dijawab dengan baik, dan berikutnya korban meminta untuk memberikan tutorial cara menjalankan/ meng operasional kantor Web yang telah di kirim namun jawaban dari pihak STOEDIOLAMAN sangat tidak baik.
Merasa kecewa akan pelayanan dari pihak STOEDIOLAMAN korban complaint namun bukannya dijawab malah nomor korban langsung di BLOKIR.
Untuk itu korban menghimbau kepada masyarakat agar ber hati-Hati dengan tawaran iklan yang tertera pada media sosial apapun “tuturnya”.

(JS)

PSI SUMSEL Gelar Halal Bihalal, Rumah Pak Heri Malah Diserbu Emak-emak Dan Anak-anak 

0

Sumatera Selatan, Warta.in, PALI — Momen lebaran selalu dijadikan sarana membangun silaturahmi antar elemen organisasi. Seperti yang dilakukan oleh DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Selatan. Namun ternyata yang datang justru emak-emak yang datang menyerbu kediaman sang ketua Heri Amalindo.

Lebaran kelima, Rabu (25/4) para kader partai berlogo gajah tersebut menggelar halal bihalal di kediaman sang ketua umum Heri Amalindo di kawasan Simpang Raja kelurahan Handayani Mulia, Kabupaten PALI. Ratusan kader dari tingkat ranting (desa) sampai pengurus kecamatan dan Kabupaten memadati kediaman mantan bupati PALI tersebut.

“Momen lebaran kita jadikan ajang konsolidasi. Sebagai partai baru di Kabupaten PALI kita pererat silaturahmi di keluarga besar PSI” ujar Heri Amalindo, peraih gelar doktor dari Unsri tersebut.

Dalam kesempatan itu hadir juga Iskandar Anwar SE, ketua DPD PSI Kabupaten PALI dan Darmadi MN, ketua DPD Gajah Muda Nusantara (GMN) Kab PALI dan seluruh kader partai gajah se Kabupaten PALI .

Namun dari situasi akrab penuh kekeluargaan tersebut, ada pemandangan unik yang tak biasa. Puluhan emak-emak datang menyerbu acara tersebut. Mereka datang bersama suami dan anak-anaknya yanv masih kecik. Bahkan satu sepeda motor dibonceng berlima ditengah terik panas matahari.

“Kami sudah lamo dan betemu Pak Heri, sudah rindu nian. Tadi ado yang posting di facebook kalo pak heri open house makonyo kami datang” Ujar Anis, asal Talang Puyang.

Beda dengan Anis, Iyan asal Lorong Asrama datang memboyong istri dan 4 anaknya. Suami istri pedagang cilok itu mengaku ingin bersalaman dan berfoto dengan Pak Heri.

“Kami kehilangan sosok orang tua. Dulu saat beliau menjabat bupati setiap ada acara beliau selalu menghampiri dan menyalami kami. Padahal kami ini wong cilik, tapi beliau dak pernah bosan menyalami kami dengan tulus” ujar Iyan.

Menurut Iyan, dirinya setiap hari berjualan keliling di setiap acara orgen atau hajatan warga. Nah ketika Pak Heri menghadiri acara tersebut, begitu turun dari mobil selalu menyapa pedagang kecil.

“Makanya kami sangat terkesan. Begitu beliau tidak lagi menjabat kami merasa kehilangan. Momen inilah bisa mengobati rindu kami” tambahnya.

Perilaku khas Heri Amalindo ini bagi sebagian pedagang kecil seperti mereka sangatlah istimewa. Karena tidak semua pejabat punya karakteristik seperti itu. Bahkan dirinya pernah berjualan di acara hajatan di salah satu kabupaten di Sumsel, dirinya bersama pedagang lain malah diusir dan tempat jualannya disuruh digeser.

“Bapak mau datang kalian geser dulu jualannya” ujar Iyan menirukan ucapan anak buah pejabat tersebut.

“Makanya Pak Heri ini sangat spesial. Kami justru diperlakukan istimewa” terangnya.

Sementara itu Yunita yang datang membawa anak-anaknya yang masih kecil juga mengaku bahagia. Momen lebarqn ini bisa mempertemukan anak-anaknya dengan tokoh kebanggaan keluarganya.

“Lihatlah emak-emak dan anak-anaknya semuanya bahagia disini. Sampai ada yang makan sambil lesehan karena bahagia. Seperti rumah sendiri. Seperti Rumah bapak kami dewek. Bapak juga tidak sungkan-sungkan menyapa kami. Pacak nyanyi pacak joget. Hahaa” ujarnya denga  penuh kegembiraan.

Pantauan media ini, sampai sore pukul 17.30 WIB menjelang maghrib, masih banyak warga yang datang dari berbagai pelosok. Mereka mengaku tidak diundang tapi mengetahui acara tersebut dari postingan warga di media sosial (*)

 

Berita bersumber dari media Citrasumsel.Com

Perjalanan Dinas Diminta Dipangkas Mendagri, Publik: Jangan Cuma Pangkas, Dihilangkan Saja!

0

Perjalanan Dinas Diminta Dipangkas Mendagri, Publik: Jangan Cuma Pangkas, Dihilangkan Saja!

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan arahan untuk seluruh kepala daerah agar memangkas anggaran perjalanan dinas. Namun, tanggapan publik menunjukkan bahwa harapan mereka tidak hanya sebatas pemangkasan, melainkan penghapusan total karena dinilai tidak memberikan manfaat serta hanya menghabiskan anggaran negara.

Dalam arahan yang disampaikan terkait pengelolaan anggaran daerah, Mendagri menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran publik, khususnya untuk kegiatan perjalanan dinas yang seringkali menjadi sumber pemborosan. Menurutnya, setiap rupiah anggaran harus digunakan untuk hal-hal yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Arahan untuk memangkas perjalanan dinas adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi anggaran daerah. Kita harus memastikan bahwa setiap penggunaan anggaran publik benar-benar memberikan nilai tambah bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mendagri Tito Karnavian dalam acara kerja sama dengan pemerintah daerah beberapa waktu lalu.

Namun, tanggapan dari publik menunjukkan bahwa mereka menginginkan langkah yang lebih tegas. Banyak pihak berpendapat bahwa perjalanan dinas yang dilakukan oleh pejabat seringkali tidak menghasilkan manfaat yang jelas dan hanya menjadi beban bagi kas negara.

“Jangan cuma dipangkas, lebih baik dihilangkan aja. Banyak perjalanan dinas yang dilakukan cuma seremonial, tidak ada hasil yang nyata, tapi anggarannya keluar banyak dari uang rakyat,” ujar salah satu warga yang aktif di media sosial.

Publik juga mengungkapkan bahwa banyak kasus di mana perjalanan dinas digunakan sebagai alasan untuk melakukan aktivitas yang tidak terkait dengan tugas resmi, bahkan berpotensi menjadi sarana penyalahgunaan anggaran. Mereka berharap agar pemerintah pusat dapat menerapkan kebijakan yang lebih ketat terkait perjalanan dinas, termasuk dengan menghapuskan jenis perjalanan dinas yang tidak esensial.

“Kalau memang ada keperluan yang sangat mendesak untuk bertemu atau melakukan kunjungan kerja, bisa dilakukan dengan teknologi seperti rapat daring. Ini jauh lebih hemat anggaran dan waktu,” tambah sebagian warga.

Dari Jakarta, praktisi hukum Alfan Sari, SH, MH, MM juga menyampaikan bahwa penghapusan perjalanan dinas yang tidak perlu akan menjadi contoh nyata dari komitmen pemerintah dalam menjalankan efisiensi anggaran. Ia berharap agar kepala daerah dapat merespons arahan Mendagri dengan langkah yang konkret dan tidak hanya sebatas mengurangi jumlah perjalanan dinas tanpa evaluasi yang mendalam.

“Kita mendukung upaya efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Namun, harapannya tidak hanya sekadar memangkas jumlah atau anggaran, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan mana perjalanan dinas yang benar-benar diperlukan dan mana yang bisa dihilangkan sama sekali,” pungkasnya. (Tim/Red)

Semarak Peringatan HBP KE-62 Tahun 2026, Lapas Mojokerto Gelar Pembukaan Pekan Olahraga

0

Warta.in||Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto menggelar Upacara Pembukaan Pekan Olahraga dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-62 Tahun 2026 di lapangan blok tahanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan dengan mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata Pelayanan Prima”, Jumat (27/03).

 

Upacara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat, diikuti oleh seluruh petugas serta warga binaan pemasyarakatan. Kebersamaan antara petugas dan warga binaan tampak begitu erat dalam momentum tersebut.

Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Mojokerto. Dalam suasana penuh antusias, seluruh peserta mengikuti jalannya apel dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan.

 

Pembukaan Pekan Olahraga secara resmi ditandai dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan olahraga. Pelepasan balon tersebut juga melambangkan semangat, harapan, dan sportivitas yang dijunjung tinggi dalam setiap pertandingan

Kalapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pelaksanaan kegiatan. Ia mengajak seluruh peserta untuk bertanding secara sehat dan penuh rasa persaudaraan.

 

“Pekan olahraga ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mempererat kebersamaan serta menumbuhkan nilai-nilai sportivitas di antara kita. Saya harap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi fair play,” ujar Rudi.

Lebih lanjut, Kalapas juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan positif bagi warga binaan, sekaligus bagian dari implementasi tema HBP tahun ini, yaitu menghadirkan pemasyarakatan yang benar-benar memberikan pelayanan prima.

 

Dengan adanya kegiatan olahraga ini, diharapkan mampu memberikan dampak positif, baik bagi kesehatan jasmani maupun mental warga binaan, serta meningkatkan hubungan harmonis antara petugas dan warga binaan.

 

Berbagai cabang olahraga akan dipertandingkan dalam pekan olahraga ini, yang seluruhnya dirancang untuk membangun semangat kebersamaan, disiplin, dan jiwa kompetitif yang sehat.

 

Melalui kegiatan ini, Lapas Mojokerto menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan penuh semangat kebersamaan, sejalan dengan semangat Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62 Tahun 2026.(kus)

Antusias Pegawai Dan Warga Binaan Warnai Lomba Tarik Tambang peringatan HBP KE-62 Tahun 2026

0

Warta.in||Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto menggelar lomba tarik tambang dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-62 Tahun 2026 di lapangan blok tahanan, Jumat (27/03).

 

Kegiatan ini berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh unsur, baik pegawai maupun warga binaan pemasyarakatan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal perlombaan dimulai.

 

Lomba tarik tambang mempertemukan pertandingan seru antara pegawai melawan pegawai, serta warga binaan melawan sesama warga binaan dari berbagai blok hunian.

Tak hanya itu, blok wanita juga turut ambil bagian dalam perlombaan, menambah semarak suasana. Seluruh warga binaan tampak berpartisipasi aktif dan menikmati setiap momen kebersamaan tersebut.

 

Sorak sorai dan gelak tawa mewarnai jalannya pertandingan. Dukungan dari rekan satu blok membuat suasana semakin hidup dan penuh semangat kekeluargaan.

Suasana semakin memanas saat pertandingan memasuki babak final. Sorak gemuruh terdengar dari seluruh penjuru lapangan, namun kegiatan tetap berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas.

 

Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan yang bertujuan mempererat kebersamaan antara warga binaan maupun petugas.

 

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menanamkan nilai kebersamaan, kekompakan, dan sportivitas. Walaupun berkompetisi, tetap harus menjaga persaudaraan dan ketertiban,” ujar Rudi.

Salah satu warga binaan, R, mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menyebut lomba tarik tambang mampu menambah kekompakan antar sesama warga binaan.

 

“Kami sangat senang, kegiatan ini membuat kami lebih kompak dan bisa saling mendukung satu sama lain,” ungkapnya.

 

Melalui kegiatan ini, Lapas Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang positif, humanis, serta membangun semangat kebersamaan dalam rangka peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62 Tahun 2026…(kus)

Kelangkaan pupuk bersubsidi di kec.bawolato kab.nias petani gagal panen.

0
Dayak siregar  PUD/Distributor pupukBersubsidi di kab .Nias  diduga tipu PPTS Serahkan Uang, Petani Menjerit Terancam Gagal Panen di Kec. Bawolato
  1. Nias -warta.in
Kelangkaan pupuk bersubsidi kembali terjadi di Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Provinsi Sumut diduga akibat ulah PUD/Distributor tidak menyalurkan ke Penerima Pupuk Tingkat Serah (PPTS) atau Kios Resmi sebagai penyalur pupuk bersubsidi resmi kepada petani, Jumat (27/03/2026).
PPTS/Kios Resmi Mitra pengencer pupuk bersubsidi di Kecamatan Bawolato inisial MT menjelaskan pupuk Urea dan NPK Phonska dari PUD/Distributor sulit didapat, sehingga petani mengeluh sulitnya ketersediaan pupuk sehingga menghambat produksi pertanian mereka sejak akhir 2025 hingga memasuki Maret 2026 ini.
“Kami PPTS kembali sulit untuk mendapatkan pupuk bersubsidi sebagai pengencer di wilayah Kecamatan Bawolato sehingga petani terancam gagal panen tahun ini setelah selesai menanam padi dan jagung dilahan masing-masing yang seharus membutuhkan pupuk Urea dan NPK Phonska kini putus harapan,” katanya ketika dihubungi, Kamis (26/03/2026).
Sebelumnya, ia mengatakan bahwa uang penebus pupuk Urea dan NPK Phonska subsidi sesuai kuota mitra PPTS telah dibayarkan ke PUD/Distributor PT.MTS khusus wilayah Kecamatan Bawolato An. Dayak Siregar tahun anggaran 2025, pupuk kami terima dengan cara dicicil 1 dan 2 ton setiap pengisian  kios kami hingga tahun 2026 pupuk yang telah kkami lunaskan tahun 2025 tersebut masih tersisa belum tuntas sesuai yang telah dibayarkan oleh PPTS.
“PUD/Distributor  Dayak siregar kembali meminta uang tebusan kuota pupuk tahun anggaran 2026, ke PPTS, uang tersebut telah kami bayar, namun pupuk subsidi Urea dan NPK Phonska sampai saat ini kami dapatkan sesuai kebutuhan kios pengencer resmi sehingga berdampak positif kepada seluruh petani diwilayah Kecamatan Bawolato Kabupaten Nias di keluhkan,” ungkap MT.
Selain itu berbagai informasi muncul mengenai keluhan para petani yang mengalami kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi Urea dan NPK Phonska selain Kecamatan Bawolato, yaitu,Kecamatan Ulu Gawo dan Kecamatan Somolo-Molo. Inisial DL menyebutkan keluhan petani yaitu terkait kesediaan pupuk kosong di tingkat pengecer karena diduga PUD/Distributor tidak menyalurkan ke PPTS sesuai kebutuhan di wilayahnya.
“Jika pun ada stok diantar, hanya 2 ton itu pun tidak semua kios PPTS dapat, tidak mencukupi kebutuhan petani sehingga kelangkaan pupuk ini menjadi ancaman nyata bagi masyarakat petani diambang kehancuran mengalami gagal panen pada tahun ini, bahkan diperkirakan setiap petani akan merugi ratusan juta rupiah, karena saat ini padi sedang membutuhkan pupuk setelah berumur sekian Minggu sesudah ditanam dan begitu juga bagi petani jagung,” terangnya DL.
Lanjutnya, Kecamatan Bawolato merupakan lahan persawahan dan lahan jagung yang sangat luas di Kabupaten Nias menghasilkan panen 2 hingga 3 kali setahun, dengan kelangkaan pupuk tentu jelas petani gulung tikar. Kami berharap Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi Sumut, dan Pemerintah Pusat serta PT Pupuk Indonesia (Persero) selaku Holding Industri Pupuk mencari solusi terkait keluhan masyarakat yang bergantung nasib kehidupan sebagai petani,” harap DL.
Sementara itu, berinisial SL menerangkan kelangkaan pupuk Urea dan NPK Phonska diduga akibat ulah dari PUD/Distributor bermain, “Uang penebus kuota pupuk telah diambil dari PPTS lalu pupuk tidak di distribusikan sesuai perjanjian, ini kan sudah aneh sistemnya apa tidak menjerit petani dan kami PPTS merugi besar,” kesal SL
Kita menduga bahwa Dayak Siregar PUD/Distributor PT MTS tidak mempunyai modal, meminta uang tebusan pupuk dulu ke PPTS, untuk dijadikan modal sementara pupuk yang telah dijanjikan tidak kunjung tuntas penyalurannya.
“Semenjak Dayak Siregar sebagai PUD/Distributor PT MTS diwilayah Kecamatan Bawolato sangat kacau kesedian pupuk subsidi jenis Urea dan NPK Phonska sering putus di Kios PPTS selaku pengencer rugi, sehingga efeknya petani menjerit.
 Maka dari itu kaki minta agar, Dayak Siregar segera diberhentikan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) selaku PUD/Distributor karena dinilai tak mampu dan tidak bertanggung jawab,” tegas SL. Dan harapan PPTS Bawollato kabupaten nias supaya Distributor pupuk Bersubsidi an.Dayak siregar tersebut segera mebgembalikan uang kami.
Berbeda tanggapan Dayak Siregar PUD/Distributor PT MTS ketika dikonfirmasi awak media ini melalui chat pesan WhatsApp terkait kelangkaan pupuk diwilayah Kecamatan Bawolato berdalih, mengatakan dalam hal ini Pemda Kab Nias juga sudah mengerti situasi dan kondisi dilapangan dan sudah dibahas dalam rapat. Menurut saya birokrasinya sudah berjalan dengan baik biarlah berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.
Kita hanya bisa menunggu dengan proses upaya kedepan, sebagai catatan juga pak bukan hanya 3 Kecamatan ini yang langka. Boleh bapak cek di seluruh wilayah Kepulauan Nias.Tahun lalu itukan sudah viral masuk seluruh media ada bencana banjir di aceh, pabrik pupuk kami juga terdampak banjir mati tidak bisa beroperasi jelas itu beritanya dan media juga meliput dimana-mana.
“Terkait uang PPTS udah saya sampaikan ke seluruh wilayah saya untuk distribusi antri jadi bagi PPTS yang mau silahkan, dan mereka gak ada yang keberatan. Apakah ada yang melapor ke bapak PPTS wilayah saya keberatan?,” tanya Dayak Siregar.
Sementara itu, Dayak Siregar mendesak awak media untuk menjelaskan siapa PPTS dan Petani sumber informasi terkait saya terima uang penebus serta kelangkaan pupuk, tolong sampaikan ke saya jika ada. Bagus ini pak info saja ke saya,” desaknya.
Selain itu Dayak Siregar mengakui uang PPTS yang telah ia terima penebus pupuk, bersedia mengembalikan bila mengetahui siapa PPTS yang menyampaikan informasi tersebut ke wartawan. “Katanya, biar saya pulangkan uangnya sekarang juga. Saya juga gak mau megang duit orang menjadi beban saya. Harusnya terbuka saja pak, biar enak mediasinya jangan main dibelakang. Mau saya kembalikan uangnya sekarang juga pak mohon infonya pak,” Dayak Siregar desak wartawan minta dijelaskan identitas narasumber.
Lanjutnya, saya mau kembalikan uangnya pak, gimana caranya pak?
Mohon di bantu. Jadi gimana saya mau kembalikan uang PPTS pak? Petani yang mana menjerit pak? Diberikan saja datanya. Tapi bapak gak mau kasi datanya. Harusnya pak semua itu ada jalan keluarnya bisa dikoordinasikan dengan baik. Dengan bapak kirim data ke saya pasti akan saya tuntaskan dan melakukan pembenahan.
“Kemaren itu, beberapa hari ini tanggal merah ini sudah normal pupuk sudah masuk pak. Jadi kasi saya datanya mana petani itu? Biar saya prioritaskan distribusinya,” Dayak Siregar terlihat panik.
Tambahnya, makanya dari awal kan saya berterima kasih atas perhatian bapak kepada kami. “Tapi masukan saya kalau bisa jangan apa-apa langsung diberitakan di media kita cari solusi win solusinya semua bisa kita atasi dengan berkoordinasi yang baik,” ungkap Dayak Siregar.
Awak media juga telah mendatangi Gudang Pupuk Lini III Nias milik PT Pupuk Indonesia (Persero) di Jalan Diponegoro Kota Gunungsitoli, Rabu (25/03/2026) kepala Gudang Berkat Telaumbanua menjelaskan bahwa stok pupuk bersubsidi masih ada berupa Urea, NPK Phonska dan Organik serta pupuk non-subsidi tersedia walaupun stoknya tidak terlalu banyak seperti sebelumnya.
Terkait libur Gudang ditutup hanya 2 hari pas tanggal merah saja, mengenai PUD/Distributor tidak mendistribusikan ke wilayah masing-masing itu urusan mereka kami hanya penyedia di Gudang. Memang benar saat ini pupuk sedikit ada kendala masuk dari Medan ke Nias, namun kita tetap berupaya telah memberikan permohonan ke Pabrik yang lain,” terang Berkat Telaumbanua.

Dayak sireger  PUD/Distributor pupukBersubsidi di kab .Nias  diduga tipu PPTS , Petani Menjerit

0
Dayak sireger  PUD/Distributor pupukBersubsidi di kab .Nias  diduga tipu PPTS , Petani Menjerit Terancam Gagal Panen di Kec. Bawolato
Nias,warta.in
Kelangkaan pupuk bersubsidi kembali terjadi di Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Provinsi Sumut diduga akibat ulah PUD/Distributor tidak menyalurkan ke Penerima Pupuk Tingkat Serah (PPTS) atau Kios Resmi sebagai penyalur pupuk bersubsidi resmi kepada petani, Jumat (27/03/2026).
PPTS/Kios Resmi Mitra pengencer pupuk bersubsidi di Kecamatan Bawolato inisial MT menjelaskan pupuk Urea dan NPK Phonska dari PUD/Distributor sulit didapat, sehingga petani mengeluh sulitnya ketersediaan pupuk sehingga menghambat produksi pertanian mereka sejak akhir 2025 hingga memasuki Maret 2026 ini.
“Kami PPTS kembali sulit untuk mendapatkan pupuk bersubsidi sebagai pengencer di wilayah Kecamatan Bawolato sehingga petani terancam gagal panen tahun ini setelah selesai menanam padi dan jagung dilahan masing-masing yang seharus membutuhkan pupuk Urea dan NPK Phonska kini putus harapan,” katanya ketika dihubungi, Kamis (26/03/2026).
Sebelumnya, ia mengatakan bahwa uang penebus pupuk Urea dan NPK Phonska subsidi sesuai kuota mitra PPTS telah dibayarkan ke PUD/Distributor PT.MTS khusus wilayah Kecamatan Bawolato An. Dayak Siregar tahun anggaran 2025, pupuk kami terima dengan cara dicicil 1 dan 2 ton setiap pengisian  kios kami hingga tahun 2026 pupuk yang telah kkami lunaskan tahun 2025 tersebut masih tersisa belum tuntas sesuai yang telah dibayarkan oleh PPTS.
“PUD/Distributor  Dayak siregar kembali meminta uang tebusan kuota pupuk tahun anggaran 2026, ke PPTS, uang tersebut telah kami bayar, namun pupuk subsidi Urea dan NPK Phonska sampai saat ini kami dapatkan sesuai kebutuhan kios pengencer resmi sehingga berdampak positif kepada seluruh petani diwilayah Kecamatan Bawolato Kabupaten Nias di keluhkan,” ungkap MT.
Selain itu berbagai informasi muncul mengenai keluhan para petani yang mengalami kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi Urea dan NPK Phonska selain Kecamatan Bawolato, yaitu,Kecamatan Ulu Gawo dan Kecamatan Somolo-Molo. Inisial DL menyebutkan keluhan petani yaitu terkait kesediaan pupuk kosong di tingkat pengecer karena diduga PUD/Distributor tidak menyalurkan ke PPTS sesuai kebutuhan di wilayahnya.
“Jika pun ada stok diantar, hanya 2 ton itu pun tidak semua kios PPTS dapat, tidak mencukupi kebutuhan petani sehingga kelangkaan pupuk ini menjadi ancaman nyata bagi masyarakat petani diambang kehancuran mengalami gagal panen pada tahun ini, bahkan diperkirakan setiap petani akan merugi ratusan juta rupiah, karena saat ini padi sedang membutuhkan pupuk setelah berumur sekian Minggu sesudah ditanam dan begitu juga bagi petani jagung,” terangnya DL.
Lanjutnya, Kecamatan Bawolato merupakan lahan persawahan dan lahan jagung yang sangat luas di Kabupaten Nias menghasilkan panen 2 hingga 3 kali setahun, dengan kelangkaan pupuk tentu jelas petani gulung tikar. Kami berharap Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi Sumut, dan Pemerintah Pusat serta PT Pupuk Indonesia (Persero) selaku Holding Industri Pupuk mencari solusi terkait keluhan masyarakat yang bergantung nasib kehidupan sebagai petani,” harap DL.
Sementara itu, berinisial SL menerangkan kelangkaan pupuk Urea dan NPK Phonska diduga akibat ulah dari PUD/Distributor bermain, “Uang penebus kuota pupuk telah diambil dari PPTS lalu pupuk tidak di distribusikan sesuai perjanjian, ini kan sudah aneh sistemnya apa tidak menjerit petani dan kami PPTS merugi besar,” kesal SL
Kita menduga bahwa Dayak Siregar PUD/Distributor PT MTS tidak mempunyai modal, meminta uang tebusan pupuk dulu ke PPTS, untuk dijadikan modal sementara pupuk yang telah dijanjikan tidak kunjung tuntas penyalurannya.
“Semenjak Dayak Siregar sebagai PUD/Distributor PT MTS diwilayah Kecamatan Bawolato sangat kacau kesedian pupuk subsidi jenis Urea dan NPK Phonska sering putus di Kios PPTS selaku pengencer rugi, sehingga efeknya petani menjerit.
 Maka dari itu kaki minta agar, Dayak Siregar segera diberhentikan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) selaku PUD/Distributor karena dinilai tak mampu dan tidak bertanggung jawab,” tegas SL. Dan harapan PPTS Bawollato kabupaten nias supaya Distributor pupuk Bersubsidi an.Dayak siregar tersebut segera mebgembalikan uang kami.
Berbeda tanggapan Dayak Siregar PUD/Distributor PT MTS ketika dikonfirmasi awak media ini melalui chat pesan WhatsApp terkait kelangkaan pupuk diwilayah Kecamatan Bawolato berdalih, mengatakan dalam hal ini Pemda Kab Nias juga sudah mengerti situasi dan kondisi dilapangan dan sudah dibahas dalam rapat. Menurut saya birokrasinya sudah berjalan dengan baik biarlah berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.
Kita hanya bisa menunggu dengan proses upaya kedepan, sebagai catatan juga pak bukan hanya 3 Kecamatan ini yang langka. Boleh bapak cek di seluruh wilayah Kepulauan Nias.Tahun lalu itukan sudah viral masuk seluruh media ada bencana banjir di aceh, pabrik pupuk kami juga terdampak banjir mati tidak bisa beroperasi jelas itu beritanya dan media juga meliput dimana-mana.
“Terkait uang PPTS udah saya sampaikan ke seluruh wilayah saya untuk distribusi antri jadi bagi PPTS yang mau silahkan, dan mereka gak ada yang keberatan. Apakah ada yang melapor ke bapak PPTS wilayah saya keberatan?,” tanya Dayak Siregar.
Sementara itu, Dayak Siregar mendesak awak media untuk menjelaskan siapa PPTS dan Petani sumber informasi terkait saya terima uang penebus serta kelangkaan pupuk, tolong sampaikan ke saya jika ada. Bagus ini pak info saja ke saya,” desaknya.
Selain itu Dayak Siregar mengakui uang PPTS yang telah ia terima penebus pupuk, bersedia mengembalikan bila mengetahui siapa PPTS yang menyampaikan informasi tersebut ke wartawan. “Katanya, biar saya pulangkan uangnya sekarang juga. Saya juga gak mau megang duit orang menjadi beban saya. Harusnya terbuka saja pak, biar enak mediasinya jangan main dibelakang. Mau saya kembalikan uangnya sekarang juga pak mohon infonya pak,” Dayak Siregar desak wartawan minta dijelaskan identitas narasumber.
Lanjutnya, saya mau kembalikan uangnya pak, gimana caranya pak?
Mohon di bantu. Jadi gimana saya mau kembalikan uang PPTS pak? Petani yang mana menjerit pak? Diberikan saja datanya. Tapi bapak gak mau kasi datanya. Harusnya pak semua itu ada jalan keluarnya bisa dikoordinasikan dengan baik. Dengan bapak kirim data ke saya pasti akan saya tuntaskan dan melakukan pembenahan.
“Kemaren itu, beberapa hari ini tanggal merah ini sudah normal pupuk sudah masuk pak. Jadi kasi saya datanya mana petani itu? Biar saya prioritaskan distribusinya,” Dayak Siregar terlihat panik.
Tambahnya, makanya dari awal kan saya berterima kasih atas perhatian bapak kepada kami. “Tapi masukan saya kalau bisa jangan apa-apa langsung diberitakan di media kita cari solusi win solusinya semua bisa kita atasi dengan berkoordinasi yang baik,” ungkap Dayak Siregar.
Awak media juga telah mendatangi Gudang Pupuk Lini III Nias milik PT Pupuk Indonesia (Persero) di Jalan Diponegoro Kota Gunungsitoli, Rabu (25/03/2026) kepala Gudang Berkat Telaumbanua menjelaskan bahwa stok pupuk bersubsidi masih ada berupa Urea, NPK Phonska dan Organik serta pupuk non-subsidi tersedia walaupun stoknya tidak terlalu banyak seperti sebelumnya.
Terkait libur Gudang ditutup hanya 2 hari pas tanggal merah saja, mengenai PUD/Distributor tidak mendistribusikan ke wilayah masing-masing itu urusan mereka kami hanya penyedia di Gudang. Memang benar saat ini pupuk sedikit ada kendala masuk dari Medan ke Nias, namun kita tetap berupaya telah memberikan permohonan ke Pabrik yang lain,” terang Berkat Telaumbanua.

Bupati Sampaikan LKPJ 2025, Propemperda 2026 dan Halalbihalal

0

TULUNGAGUNG WARTA IN – Bupati Tulungagung, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati TA 2025 dan pengumuman Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2026, ,yang dilanjutkàn halal bihalal bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), di rapat paripurna, Jumat (27/3/2026)

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Marsono,di ruang sidang utama Graha Wicaksana ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan tamu undangan lain.

Dalam agenda pertama, DPRD secara resmi mengumumkan Propemperda 2026 sebagai bagian dari perencanaan pembentukan peraturan daerah yang terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Program ini diharapkan mampu menjadi landasan hukum dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan pelayanan publik di Kabupaten Tulungagung.

Pimpinan DPRD Tulungagung, Marsono, menegaskan pengumuman LKPJ merupakan bagian penting dari mekanisme evaluasi terhadap kinerja pemerintah daerah. Melalui proses ini, DPRD akan menelaah secara mendalam isi laporan tersebut sebelum memberikan rekomendasi strategis sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan kebijakan ke depan.

“Kita akan melakukan evaluasi menyeluruh, dari hasil pembahasan LKPJ ini menjadi dasar bagi DPRD, hasil pembahasan akan dituangkan dalam rekomendasi yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah,” tegasny

Selanjutnya, Bupati Tulungagung Gatot Sunu Wibowo (GSW) menyampaikan LKPJ tahun anggaran 2025 yang berisi laporan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun terakhir. Dalam penyampaiannya, Bupati memaparkan capaian program pembangunan, realisasi anggaran, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pemerintahan. LKPJ ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi DPRD dalam memberikan rekomendasi untuk perbaikan kinerja pemerintah daerah ke depan.

Masih ditempat yang sama GSW menyampaikan apresiasi kepada DPRD serta seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan pembangunan sepanjang tahun 2025. Ia menegaskan bahwa capaian yang diraih tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pembangunan berkelanjutan, serta menghadirkan program-program kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, acara dilanjutkan dengan halal bihalal untuk mempererat tali silaturahmi antar pimpinan daerah, anggota DPRD, dan seluruh jajaran pemerintahan.

Pewarta pauji kabiro tulungagung

Pangdam I/BB Tinjau Simulasi Gelar Rumah Sakit Lapangan di Makodam I/BB

0

Warta.in Medan – Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa meninjau langsung kegiatan gelar rumah sakit lapangan (Rumkitlap) yang dilaksanakan oleh Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan (Kesdam I/BB) di Lapangan Hijau Makodam I/BB, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dukungan kesehatan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lapangan.

Gelar rumah sakit lapangan ini merupakan tindak lanjut perintah pimpinan guna mengantisipasi kebutuhan pelayanan kesehatan darurat. Fasilitas yang disiapkan mencakup berbagai fungsi layanan, mulai dari tenda perawatan, isolasi, UGD, ICU, hingga tenda operasi, laboratorium, radiologi, farmasi, serta dukungan administrasi dan komando, dengan total 20 unit tenda dalam kondisi lengkap dan siap operasional.

Selain itu, kesiapan alat kesehatan juga tergolong memadai, antara lain didukung 88 tempat tidur pasien, peralatan monitoring medis, ventilator, defibrillator, serta perlengkapan penunjang tindakan medis lainnya. Dukungan fasilitas tambahan seperti genset, sistem air bersih, ambulans, hingga peralatan laboratorium dan radiologi turut melengkapi kemampuan rumah sakit lapangan dalam memberikan pelayanan secara menyeluruh.

Secara umum, kondisi bekal materiil (bekmat) rumah sakit lapangan dinyatakan lengkap dan dalam kondisi baik, meskipun terdapat beberapa kekurangan dan kelebihan pada item tertentu yang menjadi bagian dari evaluasi teknis di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan rumah sakit lapangan Kodam I/BB berada pada kondisi optimal untuk digerakkan sewaktu-waktu.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Pangdam I/BB, Kasdam I/BB, Asops Kasdam I/BB, Aslog Kasdam I/BB, Aster Kasdam I/BB, serta Kakesdam I/BB. (RN)

Sumber: Pendam I/BB