Beranda blog

Tim Gabungan Polda Bengkulu dan Polres Rejang Lebong serta Polsek Selupu Rejang berhasil meringkus Tsk (R).

0
Oplus_16908288

Warta.in-Bengkulu.
Pelarian terduga pelaku penganiayaan berat yang merenggut nyawa seorang petani di Desa Seguring akhirnya terhenti. Sinergi tanpa lelah dari Tim Gabungan Jatanras Polda Bengkulu, Unit Pidum Opsnal Sat Reskrim Polres Rejang Lebong, dan Unit Reskrim Polsek Selupu Rejang sukses membekuk tersangka berinisial R pada Kamis (30/7/2026).

Operasi penangkapan ini dipimpin langsung oleh Kanit Pidum Polres Rejang Lebong, Ipda Arya Praditya, S.Tr.K. Setelah melalui perburuan dan penyisiran intensif yang melibatkan personel lintas jajaran, tersangka R terdeteksi dan berhasil disergap tanpa perlawanan di kediaman salah satu kerabatnya di kawasan Desa Dusun Curup, Lebong, dan Polsek Selupu Rejang langsung bergerak cepat melakukan pengembangan untuk mengamankan barang bukti (BB).
Tersangka R digiring kembali ke sekitar tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Seguring.

Di lokasi tersebut, petugas menyisir area perkebunan dan berhasil menyita senjata tajam yang digunakan pelaku, yang sebelumnya sengaja disembunyikan dengan cara ditancapkan pada sebuah tunggul aren mati.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Syahrul Hariady, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas soliditas dan kerja keras tim gabungan dalam mengungkap kasus menonjol ini.

“Kami berkomitmen menindak tegas setiap pelaku kejahatan. Proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas AKBP Syahrul Hariady.
Saat ini, terduga pelaku R beserta barang bukti telah diamankan di Markas Sat Reskrim Polres Rejang Lebong.

Pihak kepolisian dari tingkat Polsek Selupu Rejang, Polres Rejang Lebong, hingga mendapat dukungan penuh dari Polda Bengkulu, masih terus melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami motif utama di balik aksi keji tersangka.

(Tim Redaksi)

*SEKDA HERWAN ANTONI: PERAN SMSI SANGAT PENTING DUKUNG KEMAJUAN DAN PEMBANGUNAN PROVINSI BENGKULU*

0

“SEKDA HERWAN ANTONI: PERAN SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA SANGAT PENTING DUKUNG KEMAJUAN DAN PEMBANGUNAN PROVINSI BENGKULU.

BENGKULU – Jajaran Pengurus Wilayah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bengkulu melaksanakan kegiatan audiensi resmi dan pertemuan silaturahmi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni, S.KM., M.Kes., M.Si., di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, pada hari Kamis, 30 Juli 2026. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan keterbukaan ini melahirkan tekad serta komitmen bersama untuk senantiasa memperkokoh sinergitas, mempererat hubungan kerja sama, dan menyelaraskan langkah antara organisasi media daring yang menaungi insan pers ini dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu, guna bersama‑sama mendukung tercapainya cita‑cita luhur percepatan pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutan dan pernyataannya, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni, menegaskan bahwa hubungan kemitraan yang selama ini telah terjalin antara pihak Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama SMSI berjalan dengan sangat baik, harmonis, dan penuh rasa saling menghargai. Menurut pandangan beliau, keberadaan serta kerja sama yang terjalin erat ini merupakan modal dasar yang sangat penting, strategis, dan tak ternilai harganya dalam upaya penyebarluasan berbagai informasi kebijakan, program, dan capaian pembangunan kepada seluruh lapisan masyarakat secara luas, cepat, tepat, dan benar.

“Terima kasih kami sampaikan atas kunjungan silaturahmi yang dilakukan oleh seluruh jajaran pengurus SMSI Provinsi Bengkulu ini. Pemerintah Provinsi Bengkulu sangat menyambut baik, menghargai, dan mendukung sepenuhnya peran yang telah dilaksanakan oleh SMSI dalam turut serta mendukung berbagai program serta upaya pencapaian kemajuan di wilayah daerah ini,” ujar Dr. H. Herwan Antoni dengan nada yang hangat dan penuh dukungan.

Sementara itu, Ketua Wilayah SMSI Provinsi Bengkulu, Dr. Ir. H. Herawansyah Ikram, S.Ars., M.Sc., MT., IAI., menyampaikan penegasan sikap serta komitmen yang kokoh dari seluruh keluarga besar organisasi yang dipimpinnya untuk senantiasa bersinergi, berjalan beriringan, dan bekerja sama secara erat bersama pemerintah daerah dalam mengawal setiap tahapan pelaksanaan pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan di Provinsi Bengkulu.

“Kami menyatakan komitmen yang tulus dan bulat untuk senantiasa mendukung serta menyukseskan berbagai program yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu, semata‑mata demi kemajuan, kemakmuran, dan kebangkitan daerah yang kita cintai ini. Di samping itu, kami juga berharap agar keberadaan kami sebagai mitra strategis tetap senantiasa dilibatkan dan dipercaya dalam mengawal dinamika pembangunan yang berlangsung di Provinsi Bengkulu,” tegas Herawansyah Ikram menyampaikan harapan dan tekad organisasinya.

Pada kesempatan yang sama pula, Sekretaris Wilayah SMSI Provinsi Bengkulu, Ujang Martin AP, menyampaikan apresiasi yang setinggi‑tingginya terhadap langkah, sikap, dan keterbukaan yang ditunjukkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Menurutnya, sikap pemerintah daerah yang terbuka, bersikap merangkul, dan menempatkan seluruh elemen media sebagai mitra strategis yang setara dan terhormat dalam penyampaian informasi publik merupakan langkah yang sangat tepat dan bijaksana.

“Kolaborasi yang terjalin dengan baik, harmonis, dan konstruktif antara pemerintah selaku penyelenggara negara dengan kalangan media massa akan mampu menciptakan penyebaran informasi yang jauh lebih akurat, utuh, berimbang, serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hal ini pada akhirnya akan mampu mendorong tumbuhnya partisipasi publik yang nyata dalam mendukung jalannya roda pembangunan daerah,” ungkap Ujang Martin AP tak lama setelah pelaksanaan audiensi bersama Sekretaris Daerah.

Sepanjang proses pertemuan berlangsung, suasana terasa sangat hangat, akrab, dan dipenuhi dengan semangat persatuan serta kebersamaan yang tinggi. Kedua belah pihak yang hadir secara bulat tekad sepakat untuk senantiasa terus memperkuat saluran komunikasi, membangun kerja sama kolaboratif yang lebih erat, serta menyelaraskan langkah guna mewujudkan Provinsi Bengkulu yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera melalui penyampaian informasi yang senantiasa berkualitas, mendidik, objektif, serta penuh rasa tanggung jawab.

(Tim Redaksi)

Sambut HKAN 2026, Belantara Foundation Dorong Aksi Iklim Generasi Muda Jepang Lewat Tanam Pohon di Tahura SSH

0

Riau – Belantara Foundation mendorong aksi iklim generasi muda khususnya pelajar dan mahasiswa dari Jepang, yaitu University of Tsukuba Senior High School (UTSS) at Sakado, Ehime University Senior High School dan University of Tsukuba lewat penanaman bibit pohon secara simbolis di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), Provinsi Riau, pada Kamis 30 Juli 2026.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Belantara Foundation dengan Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura dan Kelompok Tani Hutan Sultan Syarif Hasyim. Beberapa jenis bibit pohon yang ditanam secara simbolis antara lain balangeran (Shorea balangeran) yang merupakan spesies pohon langka yang perlu dilestarikan, kulim (Scorodocarpus borneensis) yang kayunya digunakan untuk konstruksi bangunan, serta bibit pohon tampui (Baccaurea macrocarpa) yang buahnya digemari masyarakat lokal, serta menjadi sumber pakan bagi berbagai jenis burung dan primata di hutan tropis. Aksi tanam pohon yang diikuti sebanyak 25 pelajar, mahasiswa dan guru sekolah asal Jepang ini merupakan salah satu kontribusi fundamental dari generasi muda dalam upaya melestarikan alam, yaitu merestorasi lahan yang telah terdegradasi dalam mendukung Pemerintah Provinsi Riau menurunkan emisi Gas Rumah Kaca.

Balangeran (Shorea balangeran) merupakan salah satu pohon asli hutan tropis Indonesia yang tumbuh di Sumatra dan Kalimantan. Secara ekologis, akar balangeran membantu mengikat tanah dan mencegah erosi. Selain itu, spesies ini juga memiliki peran penting dalam restorasi ekosistem gambut karena mampu menjaga cadangan air, menyediakan habitat bagi satwa liar dan menyerap karbon. Karena manfaat ekologisnya yang besar, balangeran kini menjadi salah satu jenis pohon prioritas dalam upaya rehabilitasi hutan dan pengendalian perubahan iklim di Indonesia.

Dengan tema “Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia”, perayaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 yang diperingati pada 10 Agustus setiap tahunnya ini menjadi sebuah momentum penting untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat dan lintas generasi agar peduli dan berkolaborasi dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, menjelaskan bahwa penanaman pohon secara simbolis dalam menyambut HKAN 2026 ini dilaksanakan bertujuan untuk memperkuat kesadaran bagi masyarakat terutama generasi muda terhadap pentingnya partisipasi aktif dalam melestarikan alam dan lingkungan hidup di Indonesia.

“Pelibatan pelajar dan mahasiswa dari Jepang dalam kegiatan penanaman pohon merupakan investasi bagi masa depan. Belantara Foundation berharap mereka menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam pelestarian alam dan lingkungan serta mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca Indonesia melalui restorasi hutan”, pungkas Dolly yang juga sebagai pengajar di Program Studi Manajemen Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pakuan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala KPHP Minas Tahura, Sri Wilda Hasibuan, S.Sos., M.Si., mengatakan
bahwa kawasan Tahura SSH merupakan kawasan konservasi alam yang ditetapkan oleh Menteri Kehutanan pada tahun 1999. Tahura SSH memiliki luas kawasan lebih dari 6.000 hektar. Sayangnya, saat ini sebagian besar kawasan tersebut telah mengalami deforestasi dan degradasi akibat aktivitas ilegal seperti perambahan lahan, pembalakan liar dan lain sebagainya.

“Kami sangat mengapresiasi upaya Belantara Foundation dan para pemangku kepentingan lainnya telah mendorong berbagai pihak termasuk pelajar dan mahasiswa dari Jepang untuk terlibat aktif dalam gerakan menanam pohon di kawasan Tahura SSH yang telah terdegradasi. Keterlibatan generasi muda dari berbagai negara memperkuat fungsi Tahura SSH sebagai laboratorium alam yang mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan konservasi biodiversitas”, ujar Sri.
Sementara itu, Head Teacher of International Studies Senior High School at Sakado, University of Tsukuba, Yoshikazu Tatemoto menyampaikan bahwa aksi tanam pohon seperti ini memberikan pengalaman langsung kepada para pelajar dan mahasiswa untuk memahami tantangan konservasi hutan tropis serta pentingnya kerja sama global dalam menghadapi perubahan iklim.
“Melalui partisipasi aktif dalam penanaman pohon, mereka tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis sejak dini serta dapat berkontribusi dalam mencegah dampak perubahan iklim yang saat ini menjadi perhatian dunia”, pungkas pria yang akrab disapa Tatemoto Sensei ini.

Selain melakukan penanaman pohon, para pelajar dan mahasiswa dari University of Tsukuba Senior High School at Sakado, Ehime University Senior High School dan University of Tsukuba, Jepang akan mengikuti pelatihan pendataan dan identifikasi biodiversitas di kawasan urban yang dikemas melalui kegiatan Belantara Biodiversity Class bertajuk “Mengenal Biodiversitas Kebun Raya Bogor” pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Kebun Raya Bogor.

Tentang Belantara Foundation
Belantara Foundation adalah organisasi nirlaba independen berbasis di Indonesia yang didirikan pada tahun 2014. Belantara memainkan peran penting dalam konservasi lingkungan, restorasi hutan, konservasi satwa liar, dan pengembangan masyarakat berkelanjutan di seluruh Indonesia, khususnya di Sumatra dan Kalimantan. Misi Belantara adalah untuk mendukung pengelolaan lanskap berkelanjutan, mencapai keseimbangan antara pembangunan ekonomi jangka panjang, meningkatkan penghidupan masyarakat lokal, dan melindungi lingkungan. Pada bulan November 2024, Belantara menjadi Anggota International Union for Conservation of Nature (IUCN). Informasi lebih lengkap mengenai Belantara Foundation dapat dilihat di www.belantara.or.id.

Terduga Pelaku Pembunuhan Mahasiswi di Gomong Akhirnya Berhasil Ditangkap

0

Terduga Pelaku Pembunuhan Mahasiswi di Gomong Akhirnya Berhasil Ditangkap

Warta.in
Mataram, NTB – Misteri tewasnya seorang mahasiswi berinisial NDR, asal Kabupaten Sumbawa Barat, yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Sakura, Kelurahan Gomong, Kota Mataram, pada 17 Mei 2026, akhirnya berhasil diungkap. Setelah melalui serangkaian penyelidikan, Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Mataram berhasil mengamankan seorang pria berinisial HP (22) yang diduga sebagai pelaku.

Terduga diamankan di sekitar kediamannya di wilayah Kelurahan Punia, Kota Mataram, pada Rabu (29/07/2026) sekitar pukul 18.00 Wita bersama barang bukti berupa sepeda motor milik korban.

Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP., S.T.K., S.I.K., M.Si. membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, HP mengakui telah melakukan perbuatan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Menurut pengakuan terduga, peristiwa itu bermula saat dirinya berniat mencuri sepeda motor milik korban. Ia masuk ke kamar kos melalui pintu belakang yang dalam keadaan tertutup namun tidak terkunci.

“Terduga mengaku masuk ke kamar korban untuk mengambil kunci sepeda motor yang tergantung di dalam kamar. Namun saat kunci berhasil diambil, korban terbangun dan sempat berteriak. Karena panik, terduga mendorong korban hingga terjatuh di kasur, kemudian menindih dan membekap mulut serta hidung korban menggunakan bantal sebelum membawa kabur sepeda motor milik korban,” jelas AKP I Made Dharma pagi ini Kamis (30/07/2026).

Kasus ini mulai menemukan titik terang setelah penyidik memperoleh informasi mengenai keberadaan sepeda motor milik korban yang diduga berada dalam penguasaan terduga.

Berbekal informasi tersebut, Tim URC Satreskrim Polresta Mataram melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan HP beserta barang bukti.

“Awalnya tim mengetahui bahwa sepeda motor korban berada pada terduga. Dari hasil penyelidikan itulah petugas kemudian berhasil mengamankan terduga beserta barang bukti,” ungkap Kasat Reskrim.

Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi juga mengungkap bahwa HP merupakan seorang residivis kasus pencurian. Berdasarkan pengakuan awal, motif yang disampaikan terduga adalah hendak melakukan pencurian kendaraan bermotor. Namun karena aksinya diketahui korban, terduga diduga melakukan kekerasan yang berujung pada meninggalnya korban.

“Terduga diketahui merupakan residivis kasus pencurian. Dari pengakuannya, ia awalnya hanya berniat mencuri sepeda motor. Namun karena aksinya diketahui korban, terduga nekat melakukan kekerasan agar korban tidak berteriak. Korban kemudian ditemukan meninggal dunia keesokan harinya,” tambahnya.

Saat ini, penyidik Satreskrim Polresta Mataram masih terus melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut guna melengkapi alat bukti dan berkas penyidikan.

Atas dugaan perbuatannya, HP dijerat dengan Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Polresta Mataram menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, status HP saat ini masih sebagai terduga dan seluruh proses penyidikan masih terus berjalan.(sr/hpmh)

Personel Detasemen Gegana Polda NTB Sumbang Darah, Wujud Sinergi untuk Kemanusiaan

0

Personel Detasemen Gegana Polda NTB Sumbang Darah, Wujud Sinergi untuk Kemanusiaan

Warta.in
Mataram,NTB — Aksi kemanusiaan mewarnai peringatan Hari Bhakti TNI AU. Personel Staf Detasemen Gegana dan Subden 1 Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTB, Selasa (28/7/2026), ambil bagian dalam kegiatan donor darah.

Aksi sosial itu berlangsung sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi. Puluhan personel hadir mengikuti proses donor darah dengan tertib sesuai prosedur kesehatan.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., menilai keikutsertaan personel Brimob pada kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Polri memberi manfaat bagi masyarakat.

“Donor darah bukan sekadar kegiatan seremonial. Setiap kantong darah memiliki peluang besar membantu warga yang sedang membutuhkan. Semangat kebersamaan seperti ini terus kami dukung,” ujar Kombes Kholid.

Ia menambahkan, momentum Hari Bhakti TNI AU juga menjadi ruang mempererat hubungan antarlembaga, melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi kemanusiaan.

“Sinergi TNI-Polri tidak hanya hadir saat menjaga keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial demi kepentingan masyarakat luas,” tutupnya.(sr/hpntb)

Jadikan Zakat Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Rakyat NTB, Tuk Entaskan Kemiskinan Ekstrem

0

Jadikan Zakat Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Rakyat NTB, Tuk Entaskan Kemiskinan Ekstrem

Warta.in

Mataram,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadikan zakat sebagai instrumen strategis pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem. Melalui Program Mustahik Berdaya NTB, pengelolaan zakat diarahkan tidak lagi sekadar memberikan bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi menjadi penggerak kemandirian ekonomi sehingga mustahik mampu meningkatkan kesejahteraan, bahkan bertransformasi menjadi muzakki.

Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Program Mustahik Berdaya NTB oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pemberdayaan Rumah Layak Huni dan Zakat Kelompok Usaha Produktif yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi NTB di Hotel Lombok Astoria, Rabu malam (29/7/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok yang paling rentan.

“Di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi, kita membutuhkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga transformatif. Kita ingin mengubah bantuan menjadi peluang, mengubah ketergantungan menjadi kemandirian, dan mengubah potensi yang selama ini terpendam menjadi kekuatan ekonomi yang nyata,” ujarnya.

Menurut Wagub, pengentasan kemiskinan ekstrem, khususnya bagi masyarakat pada kelompok Desil 1 dan Desil 2, menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi NTB. Karena itu, Program Mustahik Berdaya NTB dan Desa Berdaya diposisikan sebagai instrumen yang saling melengkapi dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa, terutama di tengah berkurangnya alokasi dana desa dalam beberapa tahun terakhir.

Ia juga mengingatkan agar seluruh bantuan, termasuk program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Mahani), benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

“Mari kita pastikan bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar berhak. Data harus menjadi acuan, sehingga masyarakat pada Desil 1 dan Desil 2 dapat ditangani secara optimal. Dengan demikian, upaya menurunkan angka kemiskinan dapat berjalan lebih efektif,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Lalu Muhammad Iqbal Murad, memaparkan bahwa pengelolaan zakat produktif di NTB terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sepanjang satu tahun terakhir, distribusi dana zakat produktif meningkat lebih dari 427 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut diikuti dengan bertambahnya berbagai program pemberdayaan. Bantuan Rumah Layak Huni meningkat dari 458 unit pada 2024 menjadi 534 unit pada 2025. Bantuan Gerobak Zakat Kelompok Usaha Produktif juga naik dari 571 unit menjadi 681 unit, sementara penerima bantuan modal usaha bertambah dari 55 orang menjadi 290 orang, dan ditargetkan segera menjangkau 400 mustahik.

Selain bantuan permodalan, BAZNAS NTB memperkuat pemberdayaan melalui pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha. Program tersebut meliputi Z-Auto, Z-Coffee, pelatihan pengelasan, pertukangan untuk mendukung program Mahani, tata boga, operator mesin roti, menjahit, teknisi pendingin udara (AC), hingga pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha).

Menurut Iqbal Murad, berbagai program tersebut telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan penerima manfaat. Rata-rata pendapatan usaha mustahik meningkat antara 150 hingga 200 persen setelah memperoleh intervensi program pemberdayaan.

Lebih menggembirakan lagi, sekitar 15 persen mustahik kini telah bertransformasi menjadi muzakki karena penghasilannya telah melampaui nisab zakat sebesar Rp7,6 juta per bulan. Sementara itu, sekitar 40 persen lainnya telah menjadi munfik atau mutasaddiq yang secara rutin berinfak dan bersedekah. Capaian tersebut menunjukkan bahwa zakat produktif tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga mampu mengangkat mereka menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.

Untuk menjaga keberlanjutan program, BAZNAS NTB bekerja samak dengan Bank NTB Syariah dan Bank BPR dalam pendampingan usaha selama enam bulan. Penerima manfaat yang menunjukkan perkembangan usaha secara signifikan akan direkomendasikan memperoleh tambahan modal usaha tanpa margin agar dapat memperluas skala usahanya.

Melalui Program Mustahik Berdaya NTB, Pemerintah Provinsi NTB bersama BAZNAS menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen pembangunan yang mampu menghadirkan perubahan sosial dan ekonomi secara berkelanjutan. Keberhasilan program ini tidak hanya diharapkan menurunkan angka kemiskinan ekstrem, tetapi juga melahirkan semakin banyak masyarakat yang bertransformasi dari penerima manfaat menjadi pelaku usaha yang mandiri, bahkan menjadi muzakki yang kelak ikut menguatkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat.(sr/dkisntb)

Gubernur NTB, Iqbal Tegaskan Reforma Agraria adalah Kewajiban Negara

0

Gubernur NTB, Iqbal Tegaskan Reforma Agraria adalah Kewajiban Negara
Warta.in
Mataram,NTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa reforma agraria bukanlah respons terhadap konflik pertanahan ataupun aksi demonstrasi masyarakat, melainkan kewajiban konstitusional negara untuk menghadirkan kepastian hukum, mewujudkan keadilan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Rapat Pembahasan Konflik Agraria Desa Karangsidemen dan Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, yang dirangkaikan dengan pembahasan penyusunan data potensi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) melalui Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA), di Hotel Astoria, Mataram, Kamis (30/7).

Menurut Miq Iqbal, selama ini berkembang anggapan bahwa reforma agraria baru dilakukan ketika muncul konflik atau tekanan masyarakat. Padahal, negara memiliki tanggung jawab yang jauh lebih mendasar untuk memastikan setiap warga memperoleh kepastian hukum atas tanah yang dikelolanya.

“Selama ini ada narasi yang kurang tepat seolah-olah kita bergerak karena ada konflik atau demonstrasi. Demonstrasi tentu menjadi pengingat, tetapi alasan utama negara hadir adalah menjalankan amanat undang-undang. Reforma agraria merupakan kewajiban negara,” tegasnya.

Gubernur Miq Iqbal menjelaskan, terdapat tiga tujuan utama reforma agraria. Pertama, memberikan kepastian hukum kepada masyarakat atas tanah yang telah lama mereka kelola. Kedua, mengurangi ketimpangan penguasaan lahan sebagai wujud keadilan sosial. Ketiga, membuka akses kepemilikan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Ia menilai masyarakat tidak boleh terus hidup dalam ketidakpastian hukum selama puluhan tahun karena kondisi tersebut berpotensi memicu konflik baru sekaligus menghambat peningkatan kesejahteraan.

Untuk memastikan penyelesaian konflik agraria berjalan efektif dan berkeadilan, Gubernur menetapkan empat prinsip yang harus menjadi pedoman seluruh pemangku kepentingan.

Prinsip pertama adalah memastikan akurasi dan integrasi data. Penetapan subjek dan objek penerima redistribusi tanah harus didasarkan pada data yang tervalidasi dan terintegrasi antara ATR/BPN, tata ruang, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat agar program benar-benar tepat sasaran.

Prinsip kedua adalah mencegah spekulasi lahan. Menurut Gubernur, tanah hasil redistribusi harus memberikan manfaat bagi masyarakat penerima dan tidak boleh diperjualbelikan sehingga tidak memunculkan persoalan baru di kemudian hari.

“Kita ingin menyelesaikan persoalan ini secara tuntas dan permanen. Jangan sampai redistribusi tanah justru melahirkan spekulasi dan masalah hukum baru lima atau sepuluh tahun mendatang,” ujarnya.

Prinsip ketiga adalah menjaga keseimbangan antara keadilan sosial dan kelestarian lingkungan. Kawasan Lantan dan Karangsidemen merupakan daerah penyangga hutan lindung sekaligus kawasan tangkapan air yang menopang kebutuhan masyarakat di Lombok Tengah hingga Lombok Selatan. Karena itu, reforma agraria harus tetap memperhatikan aspek konservasi.

“Jangan sampai kita menyejahterakan ratusan orang penggarap, tetapi merusak lingkungan yang menjadi penopang kehidupan ratusan ribu masyarakat di wilayah bawah,” katanya.

Prinsip keempat adalah mengedepankan kompromi dalam penyelesaian konflik. Menurut Gubernur, seluruh pihak perlu membangun kesepahaman dan menurunkan ego masing-masing agar tercapai solusi yang adil, memiliki kepastian hukum, dan dapat diterima bersama.

“Keadilan bukan berarti semua pihak memperoleh seluruh keinginannya. Yang terpenting adalah menghadirkan kepastian hukum sehingga persoalan yang telah berlangsung puluhan tahun dapat diselesaikan secara permanen,” ujarnya.

Menutup arahannya, Miq Iqbal mengajak seluruh pihak memanfaatkan momentum penyelesaian konflik agraria di Desa Lantan dan Desa Karangsidemen sebagai kesempatan yang tidak boleh disia-siakan.

“Peluang seperti hari ini belum tentu datang lagi dalam lima atau sepuluh tahun ke depan. Ibarat sepak bola, umpannya sudah tepat di depan gawang, tinggal kita menyelesaikannya. Mari kita duduk bersama dengan hati yang tulus dan pikiran yang jernih untuk menghasilkan kesepakatan terbaik yang sah secara hukum,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN, Dr. Ir. Embun Sari, S.H., M.Si., M.H., mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam mengawal penyelesaian konflik pertanahan yang telah berlangsung cukup lama.

Menurutnya, tanah merupakan sumber daya yang terbatas sehingga setiap konflik harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak.

Ia menegaskan bahwa penerima manfaat Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) diprioritaskan bagi petani penggarap dan masyarakat setempat yang belum memiliki lahan, sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Reforma Agraria. Pemerintah juga menyiapkan skema Hak Pengelolaan (HPL) Bank Tanah sebagai instrumen untuk mencegah praktik jual beli lahan hasil redistribusi.

Rapat tersebut turut dihadiri Staf Khusus Kementerian ATR/BPN Rezka Oktoberia, Direktur Landreform Kementerian ATR/BPN, Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi NTB Stanley, Bupati Lombok Tengah, unsur Forkopimda, perwakilan perusahaan pemegang hak, WALHI, serta tokoh masyarakat.

Pemerintah Provinsi NTB bersama Kementerian ATR/BPN berkomitmen menjadikan penyelesaian konflik agraria di Desa Lantan dan Desa Karangsidemen sebagai model reforma agraria yang menghadirkan kepastian hukum, memperkuat keadilan sosial, menjaga kelestarian lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagi Pemerintah Provinsi NTB, reforma agraria bukan sekadar penyelesaian sengketa pertanahan, melainkan pelaksanaan kewajiban negara untuk memastikan setiap jengkal tanah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. (sr/dkisntb)

Butuh Donatur Revitalisasi Toilet MA AS-SIROJI Dan PONPES Badrul Ulum Al-Islamy Kp.Tolong Ds.Mekarjaya,Pacet

0

MA AS-SIROJI Dan PONPES Badrul Ulum Al-Islamy, Kp. Tolong, Desa Mekarjaya, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung., Kamis, 30 Juli 2026. WARTA. IN

MA As-Siroji, dan Ponpes Badrul Ulum Al-Islamy, Kp. Tolong, Desa Mekarjaya, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, merupakan.MA Plus Ponpes bagi Santri dan Santriwati nya.

MA Plus Santrinya mondok,  berasal dari Luar Pulau Jawa , dan warga sekitar, Papar KH. Iwan, KSMA As-Siroji.

Toilet Siswa, Santri, KS, Guru, perlu Revitalisasi, karena tidak layak pakai, untuk itu, kami perlu Donatur untuk merehabnya, Lanjut KH. Iwan.

Semoga ada Donatur Dermawan, yang terketuk Hatinya, untuk membantu Renovasi Toilet tersebut,  Harap KH. Iwan, . menutup perbincangan dengan Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW Wartawan WARTA.IN Biro Bandung, Kamis, 30 Juli 2926.

Saat  berkunjung, ada Santri yang membawa Ijazah, sebagai Bukti mereka Lulus MA dan Ponpes, sebagai bekal untuk meraih masa depan.

Sebagian siswa MA tampak Bermain Volly Ball. Sebagian yang lain  berdiskusi dan bercengkrama sambil menikmati MBG.

Tersentuh perasaan hati penulis, saat melihat Kondisi Toilet yang Tidak Layak. Semoga harapan KS, Siswa, Santri, terketuk Hati Dermawan, untuk merenovasi Toilet mereka.

WARTA. IN Biro Bandung.

 

Densus 88 Sosialisasikan Bahaya IRET dan NVE Bagi Pelajar di Sumatera Utara

0

Warta.in Medan – Pada hari Rabu pagi, 29 Juli 2026 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Utara mengadakan Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme di Aula Nusantara Kantor Kesbangpol Provinsi Sumut di Jalan Gatot Subroto, Medan. Kegiatan yang diikuti oleh sekolah tingkat SLTA se Kota Medan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun kewaspadaan dan peningkatan kemampuan deteksi dini terhadap bahaya Faham Rasdikalisme dan Terorisme.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kaban Kesbangpol Provinsi Sumut Dr. Ir. Mulyono, ST, M.Si. Dalam sambutannya Kaban Kesbangpol menyampaikan bahwa bagaimana berkembangnya ancaman yang muncul saat sekarang ini harus dapat ditangkal oleh para anak-anak muda khususnya pelajar dengan tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi oleh informasi-informasi yang beredar khusunya melalui dunia maya maupun media social. Diharapkan para pelajar memiliki semangat juang dalam menggapai cita-citanya untuk nantinya dapat termewujudnya Indonesia emas 2045.

Selanjutnya, Kasatgaswil Sumatera Utara Densus 88 Kombes Pol Dr. Didik Novi Rahmanto, S.I.K., M.H., selaku narasumber menyampaikan bahwa saat ini ancaman bagi para pelajar bukan hanya penyebaran paham intoleransi, radikalisme dan terorisme (IRET) saja, namun munculnya fenomena Nihilistic violent extremism (NVE) juga menjadi ancaman nyata bagi para pelajar di Sumatera Utara, bagaimana era modernisasi dan digitalisasi saat ini membuat para pelajar tidak dapat lepas dari kegiatan kesehariannya dengan handphone, selain itu bagaimana situasi psikologi para pelajar yang sedang dalam pencarian jati diri, memiliki rasa ingin tahu tinggi, merasa ingin diakui namun memiliki kelabilan emosi serta minimnya literasi, hal ini yang membuat para pelajar menjadi rentan terhadap paparan paham IRET dan NVE. Munculnya konten-konten negative yang bersifat provokatif, konten hoax hingga konten-konten kekerasan di media sosial menjadi pintu masuk paparan tersebut hingga bisa masuk melalui handphone yang dimiliki oleh para pelajar.

Pada kesempatan itu Kasatgaswil Sumut menyampaikan kepada para pelajar bahwa kegiatan ekstra kurikuler dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah paparan IRET dan NVE bagi pelajar, dan diharapkan melalui organisasi intra sekolah (OSIS) dapat membuat kegiatan-kegiatan yang positif di lingkungan sekolahnya. Dan diharapkan melalui kegiatan ini para pelajar dapat menjadi duta-duta cegah di lingkungan sekolahnya masing-masing dengan cara berbagi cerita dan informasi tentang bahaya paparan IRET dan NVE yang didapat kepada teman-temannya di sekolah. (RN)

Polrestabes Surabaya Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkoba

0

Warta.in||SURABAYA – Polrestabes Surabaya melaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti tindak pidana narkotika pada Kamis (30/7/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung di depan Gedung Anindita Polrestabes Surabaya sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam penegakan hukum terhadap kejahatan narkotika.

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan berbagai kasus tindak pidana narkotika yang telah melalui proses penyidikan dan memenuhi ketentuan hukum yang berlaku untuk dilakukan pemusnahan.

Pemusnahan barang bukti ini menjadi wujud transparansi dalam proses penegakan hukum sekaligus memastikan barang bukti narkotika tidak disalahgunakan maupun beredar kembali di tengah masyarakat.


Melalui kegiatan tersebut, Polrestabes Surabaya menegaskan komitmennya dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di wilayah Kota Surabaya. Kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika.

Dengan sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
(Red)