Beranda blog

Final dan Closing Ceremony Open Tournament Bola Basket di GOR Sumantri Sukses Digelar

0

Warta.in Jakarta – Puncak perhelatan Open Tournament Bola Basket Piala Panglima TNI Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke-81 sukses digelar hari ini, Sabtu, 19/9/2026 bertempat di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta.

Acara hari ini merupakan partai Final pertandingan Bola Basket dengan 3 kategori (Perguruan Tinggi, Instansi dan Komunitas) sekaligus Acara Closing Ceremony Bola Basket Piala Panglima TNI Tahun 2026.

Turnamen bergengsi yang memperebutkan Piala Bergilir Panglima TNI ini telah dilaksanakan selama 7 hari, mulai tanggal 13 – 19 September 2026. Turnamen ini diikuti oleh puluhan tim terbaik dari berbagai Perguruan Tinggi ternama, Instansi BUMN/TNI-Polri, dan Komunitas Bola Basket terbaik se-Jabodetabek dan sekitarnya.

Babak Semi Final telah dilaksanakan pada hari Jumat, 18 September 2026 yang berlangsung sangat seru dan penuh sportivitas di semua kategori. Dari babak tersebut, telah lahir tim-tim terbaik yang berhak melaju ke partai Final.

Pada hari ini, pelaksanaan Final diiringi dengan Orkestra dari Mabes TNI hingga Suporter dari berbagai kategori sehingga menambah semangat dan kekuatan para atlet untuk tampil dalam pertandingan Final, adapun hasil final sebagai juara dari Instansi adalah Pertamina, Perbanas sebagai urutan pertama dalam kategori Perguruan Tinggi dan Damon Baller sebagai Juara Pertama di kategori Komunitas Basket.

Acara dilanjutkan dengan penutupan Open Tournament Bola Basket Piala Panglima TNI TA2026 yang ditutup oleh Irjen TNI Laksda TNI Hersan SH, M.Si, dan Asrenum Panglima TNI Letjen TNI Chandra Wijaya serta didampingi oleh Kapusbekangad Mayjen TNI Arif Hartoto sekaligus sebagai Penyelenggara dan para Pejabat TNI serta perwakilan dari Perbasi Jakarta.

Penekanan buzer menandai bahwa Open Tournament bola basket piala Panglima TNI telah ditutup, Bapak Irjen TNI mengucapkan Terima kasih kepada seluruh peserta dan wasit serta para panitia serta yang terlibat dalam kegiatan ini sehingga dapat menjunjung sportifitas dan lancar.

Semua berharap dengan adanya kegiatan open tournamen ini, tentunya akan menumbuhkan bibit – bibit baru atlet yang akan mengharumkan Nama Bangsa Indonesia.

(SPRYDI)

Tak Henti Menebarkan Ketulusan, Setetes Darah, Sejuta Harapan : Semarak HUT TNI ke – 81

0

Warta.in Belawan — Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I, dalam rangka memeriahkan semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-81, Dinas Kesehatan (Diskes) dan Rumah Sakit (Rumkit) Kodaeral I melaksanakan kegiatan Bakti Kesehatan (Bakkes) dan Bakti Sosial (Baksos) sebagai wujud kepedulian serta pengabdian TNI kepada masyarakat yang dilaksanakan di Ged. OB Syaaf Kodaeral I, Belawan, Sumatera Utara. Minggu (20/09/2026)

‎Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan kemanusiaan melalui aksi nyata di bidang kesehatan dan sosial. Salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan adalah donor darah yang diikuti sebanyak 160 peserta. Setelah melalui proses pemeriksaan dan skrining kesehatan, sebanyak 75 peserta berhasil melaksanakan donor darah, sementara 85 peserta belum dapat melakukan donor darah karena belum memenuhi persyaratan medis yang ditetapkan.

‎Proses pemeriksaan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan kondisi kesehatan setiap peserta, sehingga seluruh tahapan dapat berlangsung dengan aman dan sesuai prosedur. Kegiatan Bakkes dan Baksos ini merupakan bentuk nyata kepedulian Kodaeral I dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya melalui aksi kemanusiaan berupa donor darah. Setiap tetes darah yang disumbangkan memiliki arti penting bagi sesama yang membutuhkan, sekaligus menjadi wujud semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dibangun di lingkungan TNI Angkatan Laut.

‎Melalui kegiatan tersebut, Diskes dan Rumkit Kodaeral I menunjukkan komitmen untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat dengan memberikan pelayanan yang humanis, tulus, dan bermanfaat. Peringatan HUT TNI ke-81 diharapkan tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat semangat pengabdian, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat. (RN)

(Dispen Kodaeral I)

Saling Lempar Tanggung Jawab! Sungai Kering Total, Warga Suka Maju Paksa Rig TMMJ Hentikan Pengeboran.

0

PALI, Warta.in – Kemarahan besar melanda warga Dusun IV/Talang Gas, Desa Suka Maju, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Pasalnya, aktivitas penyedotan air menggunakan mesin pompa berukuran pipa 6 inci di Sungai Penukal oleh Rig TMMJ #05—yang bermitra dengan PT Pertamina EP Pendopo Field—telah membuat aliran sungai kering kerontang sejak tiga hari tiga malam terakhir. Penyedotan masif ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan operasional pengeboran di lokasi BKT-AW2.

Di tengah hantaman musim kemarau panjang tahun ini, Sungai Penukal merupakan satu-satunya urat nadi dan tumpuan hidup warga Talang Gas dan sekitarnya untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Akibat keserakahan operasional perusahaan yang menyedot air tanpa ampun, warga kini menderita kelangkaan air bersih. Warga bahkan terpaksa harus membeli air seharga Rp15.000 per drum demi bertahan hidup sehari-hari.

“Kan ini tempat pemandian warga… Semenjak ada pompa (mesin sedot), jadi warga itu susah hendak mandi ke mana… Kurang lebih mereka ini menyedot, mengisap… Tiga hari… Tidak beroperasi lagi karena air sungai kering,” keluh warga saat diwawancarai langsung di lokasi Sungai Penukal, Jumat (18/9/2026).

Tudingan Pemasangan Sepihak dan “Bermain Mata”Ironisnya, warga menegaskan bahwa pemasangan mesin pompa penghisap air tersebut dilakukan secara sepihak tanpa ada sosialisasi maupun koordinasi sama sekali dengan masyarakat Dusun Talang Gas. Warga menyebut pihak desa dan oknum perangkat desa terkesan bermain mata serta hanya mementingkan kelompok atau kroni-kroninya sendiri, tanpa mempedulikan penderitaan masyarakat luas yang menjadi korban langsung.

“Tidak ada koordinasi dengan masyarakat. Tidak ada sama sekali,” ungkap warga dengan nada geram.Selain masalah krisis air, warga juga memprotes penggusuran lahan warga (seperti lahan milik Abu Matsri) yang hingga kini proses ganti ruginya diabaikan perusahaan. Masalah lain yang disorot adalah rekrutmen tenaga kerja lokal yang dinilai tertutup dan tidak transparan.

Dalih Lempar Tanggung Jawab Manajemen Lapangan Menanggapi gelombang protes keras yang didampingi oleh Koordinator Rumah Singgah Aktivis (RSA) PALI dan media Warta.in PALI, Rig Superintendent (Rigsup) Rig TMMJ, Puji Prajoko, bersama Company Man (Coman) Faturahman, akhirnya menemui warga di lokasi pada Jumat sore (18/9/2026).

Di hadapan warga dan pendamping, Puji Prajoko berdalih bahwa pihak operasional rig tidak mengetahui urusan penempatan mesin pompa. Ia mengklaim bahwa posisi penempatan alat sepenuhnya diatur berdasarkan hasil koordinasi pihak Humas Pertamina, yakni Yanti dan Sukeri, bersama Kepala Desa.

“Jadi dari awalnya, kita kan cuma menaruh alat saja. Masalah penempatan dari pihak Humas yang menentukan. Jadi kami cuma menyediakan alat saja. Jika ditunjuk tempatnya di situ, ya kita taruh di situ,” kilah Puji Prajoko di lokasi.Meski demikian, Puji Prajoko mengakui bahwa pihaknya merasa terpukul dan prihatin atas keluhan warga. Ia berjanji akan segera meneruskan aspirasi tersebut kepada manajemen Humas dan pihak Pertamina EP Pendopo Field.

Sementara itu, Company Man Faturahman turut disorot atas lemahnya sistem mitigasi sosial perusahaan yang dinilai gagal mengantisipasi dampak lingkungan. Lemahnya mitigasi dari tim Pertamina dan TMMJ ini memperlihatkan abainya perusahaan terhadap kondisi warga sekitar yang tengah menjerit kekurangan air di tengah kemarau panjang. Perusahaan terkesan hanya mengeruk hasil bumi tanpa memikirkan dampak sosial dan hak-hak dasar masyarakat di sekitar wilayah kerja migas.

Ultimatum Warga: Selesaikan Masalah atau Stop Operasional!Mendengar jawaban berputar-putar dari pihak manajemen lapangan, warga dan tim pendamping menolak mentah-mentah alasan klasik perusahaan yang saling lempar tanggung jawab antara bagian operasional dan humas.

Warga memberikan ultimatum tegas dan keras kepada pihak Pertamina EP Pendopo Field dan TMMJ. Jika hak-hak masyarakat—terutama pemulihan sumber air bersih, penyelesaian ganti rugi lahan warga, dan transparansi tenaga kerja—tidak segera dipenuhi, warga mendesak agar seluruh aktivitas operasional rig dihentikan total!

“Kamu jangan operasi dulu kalau segala persoalan yang merugikan masyarakat ini belum terselesaikan. Jadi warga sini ngomong stop operasional. Karena perusahaan tidak ada kepedulian. Tidak tahu itu tempat air, tempat orang mandi, jalan terakhir warga di sini,” tegas perwakilan pendamping saat mendesak manajemen perusahaan.

Mendapat tekanan telak tersebut, pihak perwakilan perusahaan akhirnya sepakat untuk menampung seluruh tuntutan warga dalam tiga poin utama:Pemulihan atau penyediaan sumber air bersih/MCK bagi warga terdampak.Penyelesaian pengukuran dan ganti rugi lahan warga secara adil.Evaluasi transparansi tenaga kerja lokal sesuai aturan yang berlaku.

Faturahman meminta agar aspirasi warga Talang Gas tersebut disampaikan secara tertulis untuk diproses lebih lanjut. Kini, warga berharap pihak manajemen puncak Pertamina (termasuk Humas Yanti dan Sukeri) bisa langsung turun tangan secara transparan dan tidak berlindung di balik kebijakan sepihak pemerintah desa. (Randi) Tim

Putusan PT TUN Jadi Dasar Bantahan, PGRI Jember Minta Polemik Dualisme Tunggu Putusan Kasasi

0

Jember, Warta.in – Pernyataan Pengurus Daerah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jember yang menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak memiliki dualisme kepengurusan kembali menuai tanggapan.

Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I sekaligus launching PGRI Power yang digelar di Hotel Luminor Jember, Sabtu (19/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur yang juga Anggota LKBH PB PGRI, Drs. Setyo Waji, M.Pd., menyampaikan bahwa PGRI hanya memiliki satu kepengurusan di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Unifah Rosyidi. Ia juga menyebut pihak lain yang mengatasnamakan PGRI tanpa dasar badan hukum sebagai organisasi yang tidak sah.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari pihak yang merujuk pada perkembangan perkara hukum di tingkat nasional.

Salah satu dasar yang digunakan adalah Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta Nomor 66/B/TF/2026/PTTUN JKT tertanggal 4 Mei 2026. Dalam perkara tersebut, permohonan banding pihak Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, MM., sebagai pembanding dikabulkan pada tingkat banding.

Sejumlah pemberitaan yang mengutip keterangan pihak hukum PB PGRI kubu Prof Dr H teguh sumarno MM. MCP menyebut putusan tersebut membatalkan putusan pengadilan tingkat pertama dan berkaitan dengan tindakan administratif Kementerian Hukum mengenai pencatatan perubahan kepengurusan PGRI.

Putusan tersebut kemudian dijadikan dasar oleh kubu Prof Dr H teguh sumarno MM. MCP untuk menyatakan bahwa kepengurusan PB PGRI berada di bawah kepemimpinannya. Klaim tersebut juga menjadi rujukan sejumlah pengurus daerah yang menyatakan berafiliasi dengan kubu tersebut.

Namun, persoalan tersebut belum sepenuhnya berakhir. Pihak PGRI di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Unifah Rosyidi menyatakan bahwa perkara terkait Putusan Nomor 66/B/TF/2026/PTTUN JKT masih berproses melalui upaya hukum kasasi di Mahkamah Agung. Karena itu, status putusan tersebut masih menjadi bagian dari proses hukum yang belum berkekuatan hukum tetap.

Di tengah polemik tersebut, Ketua PGRI Jember Muhammad Abror Budianto yang berada dibawah kepemimpinan Prof Dr H teguh sumarno MM. MCP menyampaikan sikap yang lebih menitikberatkan pada kepentingan guru dan aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Abror Budianto, persoalan sengketa kepengurusan PGRI sebaiknya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan persoalan yang jauh lebih dekat dengan kepentingan para guru, khususnya menyangkut nasib ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Sekarang yang terpenting adalah perjuangan nasib ASN PPPK, baik ASN PPPK paruh waktu maupun ASN PPPK penuh waktu. Kita bantu Bupati Jember dan kita kawal ini. Kita juga bantu program Bupati,” ujar Muhammad Abror Budianto.

Ia menegaskan, dinamika sengketa kepengurusan di tingkat pusat hendaknya disikapi secara proporsional. Menurutnya, karena proses hukum masih berjalan, seluruh pihak sebaiknya menunggu keputusan akhir dari Mahkamah Agung.

“Urusan sengketa PGRI yang masih berjalan ini sebaiknya tunggu sampai ada keputusan kasasi di Mahkamah Agung,” tegasnya.

Sikap tersebut sekaligus menunjukkan bahwa PGRI Jember ingin mengarahkan perhatian organisasi pada agenda yang menyentuh langsung kepentingan guru, termasuk pengawalan kebijakan pemerintah daerah terkait ASN PPPK.

Dengan demikian, pernyataan mengenai ada atau tidaknya dualisme kepengurusan PGRI perlu ditempatkan dalam konteks perkembangan hukum yang masih berjalan. Putusan PT TUN Jakarta Nomor 66/B/TF/2026/PTTUN JKT memang menjadi salah satu dasar yang digunakan kubu Teguh Sumarno, namun terdapat pula posisi hukum dari pihak lain yang menyatakan perkara tersebut belum berkekuatan hukum tetap karena masih berlanjut melalui kasasi.

Di sisi lain, persoalan administrasi badan hukum dan legalitas kepengurusan juga telah menjadi objek sengketa dalam sejumlah proses peradilan. Karena itu, kepastian mengenai status hukum kepengurusan yang disengketakan pada akhirnya tetap menunggu proses hukum yang berlaku.

PGRI Jember pun diharapkan tetap menjaga kondusivitas organisasi dan tidak terjebak dalam saling klaim yang berpotensi membingungkan guru maupun anggota PGRI di daerah.

Sementara menunggu kepastian hukum tersebut, perhatian organisasi diarahkan pada perjuangan dan pengawalan kepentingan guru, khususnya terkait keberlanjutan status dan kesejahteraan ASN PPPK di Kabupaten Jember.

Pekan Olah Raga Seni Dan Agama PORSIMAGUR PGRI Kec. Ibun, Kab. Bandung, Sabtu, 19 September 2036

0

Kec. Ibun, Kab. Bandung, Sabtu,18 September 2026. WARTA. IN

Pekan Olah Raga Seni Dan Agama PORSIMAGUR PGRI Kecamatan IBUN, Kabupaten Bandung, dilaksanakan , Sabtu,19 September 2026 di Kecamatan Ibun.

7 Cabor yang dipertandingkan, dilaksanakan di luar Jam belajar, mengajar, untuk mempererat tali silaturahmi antar Guru di bawawah naungan PGRI Kecamatan IBUN, Papar Herdi, S.Pd. Ketua PGRI Kecamatan IBUN.

PORSIMAGUR PGRI Kecamatan IBUN, dilaksanakan dalam rangka mempererat tali silaturahmi, tidak hanya berprestasi di Sekolah, tetapi berprestasi di Luar Sekolah, di buktikan dengan Piala, Piagam dan Pembinaan yang di dapat masing-masing juara, Papar Agus Panpel PORSIMAGUR PGRI Kecamatan IBUN.

Tampak antusias peserta, yang mewakili sekolahnya masing-masing, berlomba menunjukan prestasi yang terbaik dan membanggakan sekolah yang di belanya.

WARTA. IN Biro Bandung.

Rahman Priyono Dorong Kolaborasi Pelaku Industri untuk Majukan Teh Indonesia

0

Warta.in | Jakarta — Pelaku industri teh nasional didorong memperkuat kolaborasi dan sinergi untuk menghadapi berbaga9i tantangan yang masih membayangi sektor perkebunan dan perdagangan teh di Indonesia.

Direktur Utama PT Agriwangi Sentosa, Rahman Priyono, mengatakan pelaku industri teh tidak dapat menghadapi tantangan tersebut secara sendiri-sendiri. Menurutnya, diperlukan wadah bersama untuk menyatukan strategi dan mendorong peningkatan daya saing teh Indonesia, baik di pasar domestik maupun internasional.

Hal itu disampaikan Rahman saat memberikan sambutan pada gelaran 4th National Tea Competition Indonesia 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian pameran Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Rahman mengatakan PT Agriwangi Sentosa telah berpartisipasi dalam tiga dari empat kali penyelenggaraan kompetisi yang digagas Asosiasi Teh Indonesia (ATI) tersebut.
Ia menilai kompetisi tersebut memiliki suasana yang berbeda karena tidak sekadar mempertemukan para pelaku industri dalam sebuah ajang persaingan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persahabatan dan kebersamaan.

“Meskipun judulnya kompetisi, suasana persahabatannya jauh lebih menonjol dibandingkan persaingannya. Para insan teh membawa suasana yang hangat dan penuh kegembiraan, dan ini sangat positif bagi industri kita,” ujar Rahman.

Rahman juga menyampaikan apresiasi kepada ATI yang telah menyelenggarakan kompetisi tersebut melalui proses panjang, mulai dari pengumuman, pengumpulan puluhan sampel teh, hingga proses penjurian.
Menurut dia, ajang kompetisi nasional seperti National Tea Competition memiliki arti strategis dalam memperkenalkan sekaligus meningkatkan citra teh Indonesia.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap kualitas teh produksi dalam negeri, tetapi juga mampu menarik perhatian pembeli atau buyers dari mancanegara sehingga membuka peluang pasar ekspor yang lebih luas.

“Tantangan industri teh saat ini sangat berat. Kita tidak akan mampu bertahan jika berjuang sendiri-sendiri. Wadah seperti Asosiasi Teh Indonesia maupun Dewan Teh Indonesia menjadi perekat penting agar kita bisa menyatukan strategi, bersepakat, dan maju bersama demi kemajuan teh Indonesia,” katanya.

Di sisi lain, industri teh nasional masih menghadapi sejumlah persoalan, antara lain dinamika harga dan kondisi cuaca yang berdampak terhadap produksi.

Direktur PT Agriwangi Sentosa Rachman Priyono mengatakan fenomena cuaca kering akibat El Niño menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi produksi teh nasional.
Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi tantangan bagi produsen untuk menjaga kesinambungan produksi sekaligus mempertahankan kualitas teh yang dihasilkan.

Melalui National Tea Competition 2026, para produsen teh lokal diharapkan semakin terpacu menjaga konsistensi mutu dan meningkatkan daya saing produk.

Selain penguatan dari sisi produksi dan kualitas, pelaku industri juga berharap dukungan pemerintah terus ditingkatkan, khususnya dalam memperkenalkan dan mempromosikan teh Indonesia melalui berbagai pameran serta forum perdagangan internasional.

Dengan kolaborasi antara pelaku usaha, asosiasi, dan pemangku kepentingan terkait, industri teh nasional diharapkan memiliki strategi yang lebih kuat untuk memperluas pasar dan meningkatkan posisi teh Indonesia di pasar global.

Sengit di Gelora November: Hari Kedua Turnamen Sepak Bola KNPI PALI Cup Berlangsung Memukau!

0

Warta.inPALI – Memasuki hari kedua pelaksanaan turnamen sepak bola yang diinisiasi oleh Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, atmosfer kompetisi di Lapangan Gelora November kian memanas pada Minggu, 20 September 2026. Sebanyak 29 tim peserta dari berbagai penjuru wilayah terus menunjukkan performa terbaik mereka demi memperebutkan takhta juara dalam ajang bergengsi yang didukung penuh oleh pemerintah daerah ini.

Turnamen ini terselenggara berkat sinergi kuat antara DPD KNPI PALI bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten PALI, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten PALI, serta Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) PALI. Kejuaraan ini juga menjadi wujud nyata komitmen dari Bupati PALI, Asgianto, ST, dalam mendorong kemajuan olahraga dan memfasilitasi ruang produktif bagi generasi muda di Bumi Serepat Serasan.

Sejak peluit pertama ditiupkan pada pertandingan pembuka hari kedua, ratusan pasang mata penonton yang memadati tribun Gelora November disuguhi aksi-aksi memukau dari talenta lokal. Jadwal pertandingan hari Minggu ini berlangsung padat sejak pagi hingga sore hari, yang mempertemukan klub-klub tangguh lokal:Sesi Pagi: Dibuka oleh laga sengit antara VASUDHA vs SSB DISPORA B (08.00–09.00), dilanjutkan dengan duel BLACK BOY A vs MATSALI (09.00–10.00), dan ditutup sebelum jeda siang oleh laga BLACK BOY B vs NAGA PALI (10.00–11.00).

Sesi Sore: Setelah istirahat, ketegangan berlanjut lewat pertandingan BERANDAN FA vs PERSIBA (13.30–14.30), disusul oleh bentrokan SIMBA SC vs LASKAR NANENG B (14.30–15.30), dan dipuncaki oleh laga penutup antara BS PALI FC vs SSB PS PENGABUAN (15.30–16.30).Strategi menyerang yang agresif, pertahanan yang kokoh, hingga drama di lapangan hijau mewarnai jalannya kompetisi yang berlangsung ketat namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Ketua DPD KNPI PALI, M. Budi Hoiru, menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta maupun masyarakat yang hadir langsung untuk memberikan dukungan. Ia menegaskan bahwa esensi dari turnamen ini melampaui sekadar urusan menang dan kalah di dalam lapangan hijau.

Menurut M. Budi Hoiru, turnamen sepak bola ini mengemban misi yang jauh lebih besar, yaitu mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh rasa persaudaraan di kalangan pemuda Kabupaten PALI. Selain sebagai panggung untuk mengasah bakat, kompetisi positif semacam ini dinilai sangat efektif untuk menjauhkan generasi muda dari pengaruh pergaulan negatif dan aktivitas yang tidak produktif.

Ajang ini juga menjadi perhatian khusus bagi tim pemandu bakat yang diterjunkan langsung oleh pihak Dispora, KONI, dan PSSI Kabupaten PALI. Melalui pemantauan intensif di setiap pertandingan, diharapkan lahir cikal bakal atlet sepak bola profesional asli daerah yang nantinya siap dibina lebih lanjut untuk mewakili Kabupaten PALI dalam kejuaraan tingkat regional seperti Porprov, maupun di kancah nasional.

Pemerintah Kabupaten PALI di bawah kepemimpinan Bupati Asgianto, ST senantiasa berkomitmen untuk mendukung penuh keberlanjutan agenda olahraga kepemudaan seperti ini. Pihak penyelenggara pun berharap agar seluruh tim, ofisial, dan suporter yang terlibat dapat terus mempertahankan kondusivitas serta semangat fair play hingga babak final mendatang.

 

Rilis: Randi

Skandal CV.Permata Jennita Sunat Pondasi Jaringan Irigasi 40-50.CM.Rp8,6 M Di Afia Kuat Diduga Kebal Hukum

0

Gunungsitoli,.Warta.in – Skandal Proyek jaringan irigasi di desa afia, kecamatan gunungsitoli utara senilai Rp8,6 miliar dari bantuan keuangan provinsi sumatera utara TA. 2026 Yang dikerjakan CV. Permata Jennita diduga sengaja menghilangkan spesifikasi RAB,Karena Diduga Konspirasi Dengan Pejabat pembuat Komitmen(PPK) PUTR kota Gunungsitoli Sumatera Utara

Berdasarkan Gambar Teknis, pondasi wajib sedalam 40 -50 cm dengan lantai harus dipasangkan sehingga tinggi pondasinya Sesuai Dengan Perencanaan Speksifikasi RAB. Namun hasil investigasi lapangan pada Jumat 18 September 2026 oleh tim gabungan media Bersama Ketua DPC LSM Pelita Prabu Kota Gunungsitoli, dan Ketua Tim Investigasi Tipikor MKFMNI menemukan pekerjaan Diduga tidak Sesuai Di RAB Dikerjakan di dalam genangan lumpur tanpa pengeringan.

Bahkan Di video yang di Dapat Media DiscoveryNews.id di lapangan Campuran Semen dengan Pasir Diduga tidak sesuai,Juknis Di Gambar
fakta di Lapangan Semen 1/2 Setengah zak pasir 30 skop apakah sesuai itu PPK?memang kuat di duga Skandal korupsi Pembangunan Irigasi Di Afia tersebut.

Pelaksana Lapangan Reformasi Zega selaku Wakil Direktur CV. PERMATA JENNITA diduga tetap Melanjutkan Pekerjaan meski Spesifikasi pondasididuga dihilangkan. Sementara PPK Dinas PUPR Kota Gunungsitoli Tutup Mata Di Sayangkan Wakil Direktur CV.PERMATA JENNITA Buang Badan Menyebutkan CV.tersebut Tidak tau menahu Sehingga Iyanya Menantang Kekuatan Hukum

yang wajib mengendalikan kontrak sesuai Perpres 12 Tahun 2021 Pasal 11 justru bungkam.

Atas temuan itu, perbuatan tersebut diduga melanggar UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi Pasal 59 dan 60 tentang kewajiban mutu dengan ancaman 5 tahun dan denda Rp50 miliar, serta UU No. 31 Tahun 1999 Jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Tipikor Pasal 7 tentang pemborong curang yang mengurangi spesifikasi dengan ancaman 1 sampai 20 tahun penjara.

Terkait temuan tersebut,
” media,Warta.in.
bersama tim investigasi telah menemukan dugaan menguragi Volume Pekerjaan pondasi yang merupakan item vital di RAB irigasi Rp8,6 Miliar Di Afia ini.

Ini sudah Termasuk Duga,an Tindak Pidana korupsi Pengurangin volume Pekerjaan . Dalam waktu Dekat kami akan melaporkan Secara Resmi Dugaan korupsi Pembangunan Irigasi Ini Ke Kejaksaan Agung RI di Jakarta Untuk Diusut Tuntas,” Tegas.

Warta.in  Bersama Tim Media Dan DPC LSM Prabu Kota Gunungsitoli Sunatera Utara mendesak PPK segera hentikan dan Bongkar ulang Pekerjaan CV. Permata Jennita yang dilaksanakan Reformasi Zega tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, PPK dan Reformasi Zega Wakil Direktur CV. Permata Jennita Belum Memberikan Klarifikasi.

Catatan Redaksi: Hak jawab Dibuka 2×24 jam.

Kadiman Pakpahan si Mr Dreamer, “JERATAN POLA HIDUP APA ADANYA”

0

Samosir, warta.in – Melepaskan anak-anak  bangsa dari jeratan hidup apa adanya membutuhkan perubahan mendasar pada cara berpikir, sistem pendidikan, dan kebijakan ekonomi. Hidup “apa adanya” atau sekadar bertahan hidup sering kali berakar dari rasa puas diri yang semu, keterbatasan akses terhadap peluang, atau trauma sistemis masa lalu yang membuat masyarakat takut untuk bermimpi lebih besar.

Langkah pertama menuju transformasi ini adalah mereformasi sistem pendidikan. Pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada hafalan atau mencetak tenaga kerja siap pakai berupah rendah. Kurikulum harus dirancang untuk menumbuhkan daya kritis, kreativitas, dan mentalitas inovator. Ketika masyarakat diajarkan untuk bertanya “mengapa” dan “bagaimana jika,” mereka mulai melihat peluang di luar batasan yang ada saat ini.

Selanjutnya, pemerintah dan sektor swasta harus berkolaborasi menciptakan ekosistem yang mendukung keberanian mengambil risiko. Ini berarti menyediakan akses yang lebih mudah terhadap modal dan informasi  bagi para wirausahawan, memangkas birokrasi yang berbelit-belit, dan membangun infrastruktur digital maupun fisik yang merata. Ketika kegagalan tidak lagi berarti kehancuran finansial mutlak, lebih banyak orang akan berani berinovasi dan menciptakan nilai tambah bagi bangsa.

Kepemimpinan yang visioner, berkarakter negarawan dan mampu menginspirasi. Pemimpin harus mampu merumuskan arah besar bangsa yang melampaui siklus politik jangka pendek, dimana rakyat menjadi subjek yang bermutu baik secarara lahiriah maupun rohaniah.  Pemimpin jangan serta merta memanfaatkan keluguan dan kepolosan serta kepasrahan rakyat menjadi objek kepentingan sesaat.

Keberadaan suatu bangsa harus berdiri diatas kumpulan orang-orang yang memiliki harkat dan martabat paripurna.  Ada pepatah mengatakan: “ikan busuk duluan dari kepalanya”. Melalui narasi nasional yang kuat, masyarakat dapat disadarkan bahwa potensi mereka jauh lebih besar daripada kondisi mereka saat ini.

Disisi lain, harus makin banyak orang yang mau dan mampu menjadi ujung tombak agen perubahan di akar rumput. Pokok-pokok pemberdayaan tidak sekedar adanya perbaikan ekonomi melainkan adanya perubahan cara pandang yang visioner akan masa depan kehidupan generasi penerus yang makin mapan, baik cara berfikirnya maupun memaknai hidup yang bermartabat. Dimana hidup adalah pilihan yang beradab dan bermnfaat, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain (red)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Sabtu (19/09/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 21.00 wib oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Aipda Afis dan Briptu Andika untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di Jalan raya poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, Ruko Depan RSUD, R3 Mart dan Pujasera 1 Ngimbang

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr.K.S.I.K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)