Beranda blog

RSUD Jatisampurna Bersama PMI Kota Bekasi Sukses Selenggarakan Kegiatan Donor Darah

0

Warta.in Jabar ◊ Bekasi, 28 Juli 2026

RSUD Jatisampurna bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Bekasi menyelenggarakan kegiatan donor darah pada Selasa (28/7) di Gedung C Lantai 3 RSUD Jatisampurna. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dalam mendukung pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial melalui aksi kemanusiaan donor darah.

Sebagai rumah sakit yang telah memiliki Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), RSUD Jatisampurna terus berkomitmen mendukung ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan pelayanan transfusi. Melalui sinergi dengan UTD PMI Kota Bekasi, kegiatan donor darah ini diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan darah yang aman, berkualitas, dan siap digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sebelum mengikuti donor darah, seluruh peserta diwajibkan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku, di antaranya berusia 17–60 tahun (untuk pendonor pertama), memiliki berat badan minimal 45 kilogram, tekanan darah 90/60 mmHg hingga 160/100 mmHg, kadar hemoglobin 12,5–17,0 g/dL, serta dalam kondisi sehat secara jasmani dan rohani. Peserta juga dianjurkan telah beristirahat cukup, memberikan jeda minimal tiga jam setelah makan terakhir, serta tidak mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam tiga hari terakhir, kecuali vitamin, obat hipertensi, dan herbal murni. Selain itu, calon pendonor belum diperkenankan mendonorkan darah apabila dalam beberapa waktu terakhir mengonsumsi alkohol, mengalami demam, batuk atau pilek, menjalani tindakan seperti tato, tindik, bekam atau akupuntur, maupun memiliki riwayat operasi, transfusi darah, kecelakaan, atau melahirkan sesuai masa penundaan yang telah ditetapkan.

Kegiatan donor darah mendapat antusiasme yang tinggi dari pegawai RSUD Jatisampurna, keluarga pasien, serta masyarakat umum. Tercatat sebanyak 67 orang mendaftarkan diri sebagai calon pendonor. Setelah melalui proses skrining kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin, berat badan, serta wawancara kesehatan, sebanyak 34 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darahnya. Sementara peserta lainnya belum dapat mendonorkan darah karena belum memenuhi persyaratan medis sesuai ketentuan, demi menjaga keamanan pendonor maupun penerima darah.

Plt. Direktur RSUD Jatisampurna Dwi Sudarwanto, AMK., SKM  menyampaikan bahwa kegiatan donor darah yang dilaksanakan pada pagi hari ini merupakan hasil kolaborasi antara UTD PMI Kota Bekasi dan RSUD Jatisampurna sebagai bentuk kepedulian bersama dalam mendukung ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan. Beliau berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi sebagai pendonor darah pada kegiatan-kegiatan berikutnya. Atas nama RSUD Jatisampurna, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UTD PMI Kota Bekasi atas kerja sama dan dukungannya dalam penyelenggaraan kegiatan donor darah ini. Beliau juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pendonor yang telah dengan sukarela mendonorkan darahnya. Menurut beliau, setiap satu kantong darah yang didonorkan memiliki nilai yang sangat berarti karena dapat menyelamatkan nyawa sesama. Ke depan, RSUD Jatisampurna berharap kegiatan donor darah ini dapat menjadi agenda rutin yang diselenggarakan minimal satu kali setiap tiga bulan, sehingga kolaborasi dengan PMI Kota Bekasi semakin kuat dan ketersediaan darah melalui Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) dapat terus terjaga untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Kegiatan donor darah ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen RSUD Jatisampurna dalam mendukung program kemanusiaan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan dengan PMI Kota Bekasi, RSUD Jatisampurna berharap dapat terus memberikan kontribusi positif dalam menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan serta mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat dan wujud kepedulian terhadap sesama. Donor darah bukan hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas kemanusiaan yang mampu memberikan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang mendapatkan pelayanan kesehatan.

(Jefry. Smk)

Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik

0

warta.in Bekasi ◊ Selasa, 28 Juli 2026

Jakarta – Semangat #UntukPersatuanIndonesia menjadi landasan pertemuan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, dengan Hotman Paris Hutapea yang dimediasi oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Jakarta, Selasa (28/7). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk mengakhiri polemik melalui dialog, saling menghormati, serta mengedepankan persatuan bangsa.

Dalam pertemuan tersebut, Hotman Paris menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Umum PWI Pusat dan seluruh insan pers atas pernyataannya yang sebelumnya menimbulkan keberatan di kalangan wartawan. Permintaan maaf tersebut diterima sebagai bentuk itikad baik dan komitmen untuk membangun hubungan yang saling menghormati antara profesi advokat dan profesi wartawan.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa sejak awal langkah hukum yang ditempuh PWI bukan dilandasi semangat permusuhan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dalam menjaga kehormatan, martabat, dan profesionalisme profesi wartawan.

“PWI berkewajiban menjaga kehormatan profesi wartawan. Ketika ada pernyataan yang dipandang merendahkan martabat wartawan, organisasi harus hadir dan bersikap. Namun ketika telah ada kesadaran, permintaan maaf yang tulus, serta komitmen untuk saling menghormati, maka PWI juga berkewajiban mengedepankan nilai-nilai persaudaraan dan persatuan bangsa,” ujar Akhmad Munir.

Menurutnya, langkah hukum yang ditempuh PWI telah mencapai tujuan utamanya, yakni memulihkan kehormatan profesi wartawan serta menegaskan bahwa insan pers sebagai salah satu pilar demokrasi harus dihormati oleh siapa pun.

“Penyelesaian ini bukan berarti membenarkan pernyataan yang pernah disampaikan. Justru melalui proses ini, tujuan menjaga martabat wartawan telah tercapai. Setelah ada permintaan maaf dan komitmen untuk tidak mengulangi, maka yang harus dikedepankan adalah semangat persatuan Indonesia,” tegasnya.

Akhmad Munir menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang telah memediasi pertemuan tersebut sehingga persoalan dapat diselesaikan melalui dialog yang konstruktif dan bermartabat.

Sejalan dengan kesepahaman yang telah dicapai, PWI Pusat akan menindaklanjuti proses administrasi pencabutan laporan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

PWI Pusat berharap penyelesaian ini menjadi contoh bahwa setiap perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui dialog, saling menghormati, serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Persatuan Indonesia adalah kepentingan yang lebih besar. PWI akan tetap teguh menjaga kehormatan profesi wartawan, namun ketika tujuan tersebut telah tercapai melalui permintaan maaf, dialog, dan saling menghormati, maka semangat persatuan bangsa harus kita kedepankan. Itulah makna penyelesaian yang bermartabat,” tutup Akhmad Munir.

(Alpin A.S)

MUTU SCHOOL Gelar Nobar Film Pendidikan Karakter, Tanamkan Nilai Akhlak Mulia kepada Siswa

0

MUTU SCHOOL Gelar Nobar Film Pendidikan Karakter, Tanamkan Nilai Akhlak Mulia kepada Siswa

Medan ( Warta.In ) – SMP Muhammadiyah 7 Medan (MUTU SCHOOL) kembali menghadirkan inovasi pembelajaran karakter melalui kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Film Pendidikan Karakter bertajuk Children of Heaven. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX secara bergiliran pada 28–30 Juli 2026 di Cinepolis Plaza Medan Fair, dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Program ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter yang mengintegrasikan pembelajaran di dalam dan luar kelas. Melalui film yang sarat pesan moral, para siswa diajak memahami makna kejujuran, tanggung jawab, kasih sayang, pengorbanan, persahabatan, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Kepala SMP Muhammadiyah 7 Medan, M. Reza Akbar, S.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.

 “Film Children of Heaven dipilih karena memiliki nilai-nilai universal yang sejalan dengan visi sekolah dalam membentuk generasi yang unggul, cerdas, dan berakhlak mulia. Kami berharap siswa mampu mengambil hikmah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.”

Selain menyaksikan film, para siswa juga akan mengikuti sesi refleksi dan diskusi bersama guru untuk mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang ditampilkan dalam setiap adegan. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, empati, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang berlandaskan nilai-nilai Islam serta Profil Pelajar Pancasila.

Kegiatan nobar ini juga menjadi implementasi pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning), kontekstual, dan bermakna. Dengan memanfaatkan media film sebagai sarana edukasi, sekolah ingin membangun pengalaman belajar yang mampu menyentuh aspek kognitif, afektif, dan sosial peserta didik secara seimbang.

Melalui program tersebut, MUTU SCHOOL menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan yang tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga melahirkan generasi berkarakter, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin masa depan Indonesia.

Sesuai dengan slogan sekolah, “Unggul, Cerdas, dan Berakhlak Mulia,” kegiatan nobar pendidikan karakter ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun budaya sekolah yang religius, humanis, dan inspiratif bagi seluruh warga sekolah.(su16)

KUDORI, S.H. BAWA VISI PEMBANGUNAN DESA DAN PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT DUDUKSAMPEYAN

0

GRESIK//Warta.in – Semangat membangun desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing menjadi komitmen yang dibawa Kudori, S.H., bakal calon Kepala Desa Duduksampeyan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.

Dengan mengedepankan visi pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, Kudori menaruh perhatian besar terhadap penguatan ekonomi warga, peningkatan pelayanan publik, serta pembangunan desa yang dilakukan secara terbuka, merata, dan berkelanjutan.
Menurut Kudori, pembangunan desa tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur fisik, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membuka ruang partisipasi bagi seluruh elemen warga.
“Desa harus tumbuh bersama masyarakatnya. Pembangunan bukan hanya tentang jalan dan bangunan, tetapi juga tentang bagaimana ekonomi warga bergerak, usaha masyarakat berkembang, serta generasi muda memiliki kesempatan untuk ikut membangun desa,” ujar Kudori pada Selasa (28/07/2026)

Melalui gagasan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat, Kudori berkomitmen mendorong pengembangan potensi lokal, memperkuat pelaku usaha kecil dan menengah, serta menciptakan program ekonomi desa yang produktif dan berkelanjutan.
Selain sektor ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan desa juga menjadi perhatian. Transparansi, keterbukaan informasi, serta komunikasi yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan kepercayaan dan memperkuat kebersamaan.

Kudori juga menegaskan pentingnya menjaga nilai gotong royong sebagai kekuatan utama masyarakat Duduksampeyan. Menurutnya, kemajuan desa akan lebih mudah diwujudkan apabila pemerintah dan masyarakat berjalan bersama dalam satu tujuan.

Dengan latar belakang pendidikan hukum, Kudori membawa semangat tata kelola pemerintahan desa yang tertib, profesional, adil, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Visi yang diusung mengarah pada terwujudnya Desa Duduksampeyan yang maju, mandiri, sejahtera, transparan, serta memiliki ekonomi masyarakat yang kuat dan berdaya saing.

Di tengah harapan masyarakat terhadap hadirnya pembangunan yang lebih merata, gagasan Kudori menjadi bagian dari dinamika demokrasi desa yang membawa semangat perubahan dan kemajuan.

Pada akhirnya, masa depan Desa Duduksampeyan bukan hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, tetapi oleh seberapa besar pemimpin mampu mendengar, merangkul, dan bekerja bersama masyarakat. Dengan semangat membangun dari desa untuk kesejahteraan warga, Kudori, S.H. membawa harapan agar Duduksampeyan terus melangkah menuju desa yang lebih maju, ekonomi masyarakat yang semakin kuat, serta pembangunan yang benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh warga.

“Bersama Membangun Desa, Menguatkan Ekonomi, dan Mewujudkan Duduksampeyan yang Maju serta Sejahtera.”pungkasnya ( roy)

Polres Meranti Bongkar Dua Kasus Peredaran Sabu dalam Sehari, Empat Diduga Pengedar Diamankan

0

MERANTI – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kepulauan Meranti kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Dalam operasi yang berlangsung pada Jumat (24/7/2026), petugas berhasil mengungkap dua kasus peredaran narkotika jenis sabu di lokasi berbeda dan mengamankan empat orang yang diduga sebagai pengedar beserta barang bukti sabu dengan total berat kotor sekitar 22,60 gram.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kasat Resnarkoba AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., kepada wartawan, Selasa (28/7/2026), mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil pengembangan informasi masyarakat yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif oleh Tim Opsnal Satresnarkoba.

“Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polres Kepulauan Meranti dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Seluruh informasi yang diterima dari masyarakat kami tindak lanjuti melalui penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap dua kasus dalam satu hari,” ujar AKP Jimmy.

Kasus pertama berhasil diungkap pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 00.20 WIB di sebuah rumah di Jalan Tutwuri, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi. Petugas mengamankan seorang pria berinisial AT alias O (40) yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika.

Saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan warga setempat, petugas menemukan delapan paket sabu dengan berat kotor sekitar 3,20 gram yang disimpan di dalam sebuah dompet berwarna hitam. Polisi juga menyita satu unit telepon genggam Oppo A5i serta sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

“Dari hasil interogasi awal, tersangka mengaku memperoleh sabu dari dua orang, yakni WA alias A dan WH alias K,” terang AKP Jimmy.

Berbekal pengakuan tersebut, Tim Opsnal langsung melakukan pengembangan. Sekitar pukul 00.40 WIB, petugas berhasil mengamankan WA alias A di sebuah rumah di Jalan Handayani, Kelurahan Selatpanjang Timur. Meskipun tidak ditemukan barang bukti narkotika saat penangkapan, penyidik terus melakukan pendalaman terhadap keterlibatannya.

Pengembangan kemudian berlanjut hingga sekitar pukul 09.10 WIB, saat petugas berhasil menangkap WH alias K di Jalan Mahmud Ujung, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi. Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan mengaku memperoleh sabu dari seseorang berinisial S alias Pak Cik, yang kini masih dalam pengejaran petugas.

Dalam perkara ini, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon genggam Infinix, satu unit telepon genggam Oppo A57, serta satu unit sepeda motor Honda Beat yang diduga berkaitan dengan aktivitas para tersangka.

Hasil tes urine terhadap ketiga tersangka menunjukkan positif Methamphetamine dan Amphetamine, sehingga semakin menguatkan dugaan keterlibatan mereka dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 609 ayat (1) huruf A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Tidak berselang lama, Tim Opsnal Satresnarkoba kembali mengungkap kasus serupa di Jalan Sulam, Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial SA (58) yang diduga berperan sebagai pengedar narkotika.

Penangkapan berawal dari laporan masyarakat mengenai maraknya aktivitas peredaran sabu di kawasan tersebut. Setelah melakukan penyelidikan, petugas mendatangi rumah yang dicurigai dan langsung mengamankan tersangka.

“Dalam penggeledahan yang disaksikan Ketua RT setempat, petugas menemukan dua paket sabu yang disimpan di dalam saku baju koko berwarna oranye yang tergantung di dinding rumah,” jelas AKP Jimmy.

Dua paket sabu tersebut masing-masing memiliki berat sekitar 18,78 gram dan 0,66 gram, sehingga total barang bukti yang diamankan mencapai 19,40 gram berat kotor. Selain itu, polisi turut menyita satu buah baju koko berwarna oranye dan satu unit telepon genggam Oppo A58 yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika.

Dari hasil pemeriksaan awal, SA mengaku memperoleh sabu dari seseorang berinisial O. Polisi kini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap identitas serta keberadaan pemasok tersebut.

Hasil tes urine terhadap SA juga menunjukkan positif Methamphetamine dan Amphetamine.

Dalam perkara kedua ini, tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 609 ayat (2) huruf A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

AKP Jimmy menegaskan, pengungkapan dua kasus tersebut merupakan bukti keseriusan Polres Kepulauan Meranti dalam menindak pelaku penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Menurutnya, keberhasilan itu tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang aktif memberikan informasi kepada kepolisian.

“Kami akan terus melakukan upaya preventif maupun represif untuk memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti. Kami juga mengajak seluruh masyarakat agar tidak ragu memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Setiap informasi yang disampaikan akan kami tindak lanjuti secara profesional,” tegasnya.

Polres Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat agar segera menghubungi Call Center Polri 110 apabila mengetahui adanya tindak pidana, peredaran narkotika, maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya. Layanan tersebut dapat diakses selama 24 jam secara gratis sebagai bentuk pelayanan cepat Kepolisian kepada masyarakat.

Rilis Humas Polres Kep. Meranti

‎Soroti Keluhan Warga Kampung Rambutan, PDAM Tirta PALI Anugerah Beri Penjelasan Resmi.

0

‎Warta.in//Pali, — 28 juli 2026, Menanggapi gelombang keluhan warga terkait macetnya pasokan air bersih di kawasan Kampung Rambutan RT 19, Kelurahan Pasar Bhayangkara (belakang RSUD Lama), Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta PALI Anugerah akhirnya memberikan klarifikasi resmi.



‎Pihak PDAM menegaskan bahwa manajemen tidak pernah berdiam diri atas keresahan yang dirasakan pelanggan terkait pelayanan distribusi air maupun kewajiban pembayaran tagihan bulanan. PDAM memastikan setiap laporan yang masuk selalu ditindaklanjuti secara konsisten oleh tim di lapangan.

‎Manajemen PDAM Tirta PALI Anugerah menjelaskan bahwa tim teknis secara rutin melakukan pemantauan dan pengecekan berkala setiap kali jalur distribusi pada zona wilayah Kampung Rambutan diaktifkan.

‎Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas kepada publik, setiap tindakan pengecekan di lapangan selalu didokumentasikan.

‎”Kami tidak tinggal diam. Setiap kali alur distribusi ke zona tersebut diaktifkan, tim teknis turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan. Seluruh proses pengecekan kami dokumentasikan dalam bentuk rekaman video sebagai bukti fisik bahwa air mengalir sampai ke area pelanggan,” tegas pihak manajemen PDAM Tirta PALI.

‎Guna meluruskan tuduhan tidak adanya penanganan, PDAM Tirta PALI Anugerah membuka rekapitulasi data penanganan terhadap laporan khusus dari salah satu pelanggan berinisial N dilakukan Penanganan Laporan Pertama  pada 9 Juni 2026, yang mana setelah menerima laporan gangguan distribusi, tim lapangan langsung diterjunkan untuk verifikasi lokasi. Dari hasil pengecekan petugas saat itu, pasokan air terbukti mengalir ke rumah warga yang bersangkutan.

‎Dilanjutkan penanganan Laporan Kedua pada 14 Juni 2026 yang mana PDAM merespons keluhan susulan, petugas teknis kembali melakukan tindak lanjut secara bertahap hingga dipastikan aliran air kembali berjalan lancar.

‎PDAM menegaskan bahwa seluruh rekapitulasi penanganan aduan beserta bukti video pengecekan tersimpan dengan rapi dalam sistem data internal sebagai bentuk pertanggungjawaban pelayanan publik.

‎Mengakhiri keterangannya, manajemen PDAM Tirta PALI Anugerah mengimbau seluruh masyarakat dan pelanggan untuk selalu menyampaikan keluhan atau kendala teknis melalui saluran pengaduan resmi PDAM.

‎Langkah ini penting agar setiap kendala di lapangan dapat terdata dengan akurat dan segera ditangani oleh tim teknis secara cepat dan presisi.

‎Laporan :

(Muhamad Randi )

Harumkan Nama Bangsa, Tuntaskan Misi, KRI Bima Suci Kembali ke Pangkalan Koarmada II

0

Harumkan Nama Bangsa, Tuntaskan Misi, KRI Bima Suci Kembali ke Pangkalan Koarmada II

TNI AL. Koarmada II. 28 Juli 2026

KRI Bima Suci, unsur Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II, kembali ke pangkalannya di Koarmada II usai menuntaskan misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa bersama Satuan Tugas Latihan Praktek (Lattek) Kartika Jala Krida (KJK) Taruna Akademi Angkatan Laut Angkatan Ke-73 Tahun 2026. Kedatangannya di Dermaga Madura Koarmada II, Ujung Surabaya, Selasa (28/7), disambut langsung oleh Panglima Koarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., didampingi Ketua Gabungan II Jalasenastri Koarmada RI Ny. Yully Alit Jaya.

Penyambutan berlangsung hangat dengan dihadiri para Pejabat Utama, Asisten Pangkoarmada II, Komandan Satuan, Kasatker jajaran Koarmada II, serta keluarga prajurit KRI Bima Suci yang telah menanti kepulangan mereka setelah kurang lebih empat bulan melaksanakan penugasan.

Misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa Tahun 2026 merupakan pelayaran diplomasi ke-10 KRI Bima Suci. Selama 124 hari, sejak 26 Maret hingga 28 Juli 2026, kapal menempuh jarak 16.877 nautical mile dengan rute Surabaya–Jakarta–Belawan–Colombo (Sri Lanka)–Singapura–Da Nang (Vietnam)–Shanghai (Tiongkok)–Busan (Korea Selatan)–Vladivostok (Rusia)–Nagasaki (Jepang)–Manila (Filipina)–Bitung–Surabaya dengan membawa 156 Taruna AAL dan 52 Cadet Delegasi negara sahabat.

Dalam sambutannya, Pangkoarmada II menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit KRI Bima Suci atas dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme selama menjalankan misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa. Menurutnya, keberhasilan pelayaran tersebut telah memperkuat citra positif Indonesia sebagai bangsa maritim yang terbuka, bersahabat, profesional, serta mampu membangun hubungan internasional melalui diplomasi angkatan laut.

Gubernur NTB Ingatkan, Kemajuan Mandalika Tak Boleh Tinggalkan Warga Desa

0

Gubernur NTB Ingatkan, Kemajuan Mandalika Tak Boleh Tinggalkan Warga Desa

Warta.in

Lombok Tengah,NTB – Kemajuan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika harus berjalan beriringan dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di desa-desa penyangga. Pembangunan tidak boleh hanya menghadirkan investasi dan infrastruktur pariwisata, tetapi juga membuka kesempatan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses terhadap layanan dasar, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), saat berdialog dengan masyarakat dan ratusan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Masjid Raudhatul Maujun, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (27/7).

“Pembangunan di kawasan selatan berkembang sangat cepat. Namun, kita tidak ingin ada masyarakat yang tertinggal. Karena itu, UMKM, Karang Taruna, dan seluruh masyarakat harus didorong untuk terlibat aktif agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan bersama,” tegas Gubernur.

Menurut Miq Iqbal, prinsip no one left behind menjadi pijakan Pemerintah Provinsi NTB dalam memastikan masyarakat di desa-desa penyangga Mandalika ikut menikmati manfaat pertumbuhan ekonomi yang lahir dari sektor pariwisata.

Dalam dialog tersebut, masyarakat dan mahasiswa menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi desa, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, ketenagakerjaan, hingga ruang kreativitas bagi generasi muda. Seluruh masukan itu, menurut Gubernur, menjadi bahan penting dalam penyempurnaan kebijakan pembangunan daerah.

Salah satu perhatian datang dari mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM). Berdasarkan hasil observasi di SDN 1 Sengkol dan SMAN 1 Pujut, mereka menilai fasilitas pendidikan relatif memadai. Namun, motivasi belajar siswa masih perlu ditingkatkan. Mereka juga menyoroti masih terbatasnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam industri pariwisata Mandalika serta mengusulkan pelatihan bahasa Inggris dasar agar masyarakat memiliki daya saing yang lebih baik.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB tengah mempercepat pelaksanaan Program Desa Berdaya Transformatif sebagai strategi pengentasan kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat desa penyangga.

“Setiap tahun kami menargetkan sekitar 40 hingga 45 desa. Program Desa Berdaya merupakan orkestrasi lintas sektor yang menyatukan berbagai intervensi pemerintah. Kami berharap adik-adik mahasiswa KKN juga ikut mengambil bagian dalam proses pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Provinsi NTB juga mulai mengembangkan inovasi pendidikan vokasi melalui konsep Golden Ticket SMK.

“Tahun ini kita melakukan uji coba dengan mengembangkan konsep Golden Ticket untuk SMK. Kami telah mengidentifikasi tujuh SMK potensial yang akan dipimpin oleh tujuh kepala sekolah terbaik di NTB dengan insentif khusus. Harapannya, lulusan SMK di wilayah selatan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan sektor pariwisata maupun kelautan,” jelas Gubernur.

Di bidang kesehatan, mahasiswa juga melaporkan masih adanya kendala akses layanan kesehatan bagi masyarakat Dusun Grupuk akibat kondisi jalan yang rusak. Mereka mencontohkan kasus seorang bayi yang terlambat memperoleh penanganan medis karena keterbatasan akses transportasi.

Merespons laporan tersebut, Gubernur langsung menginstruksikan Direktur RS Mandalika Provinsi NTB untuk mengirim tim medis ke lokasi dan memastikan pasien memperoleh pelayanan tanpa dipungut biaya.

“Saya sudah meminta Direktur RS Mandalika mengirim tim ke Grupuk, berkomunikasi dengan keluarga pasien, dan membawa pasien ke rumah sakit untuk dirawat secara gratis. Rumah Sakit Mandalika adalah rumah sakit provinsi terbesar di wilayah selatan dan harus benar-benar hadir melayani masyarakat,” tegasnya.

Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian dalam dialog tersebut. Mahasiswa menyoroti pembukaan lahan jagung dan tembakau di kawasan hulu yang berpotensi meningkatkan sedimentasi dan merusak ekosistem pesisir.

Menurut Gubernur, persoalan tersebut harus diselesaikan melalui kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Pariwisata berkualitas sangat bergantung pada kualitas lingkungan. Saya melihat sendiri kondisi pantai yang mulai mengalami sedimentasi. Kita harus mencari titik temu agar masyarakat tetap memperoleh penghasilan, namun lingkungan tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Aspirasi juga datang dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pujut yang mengusulkan penyediaan ruang publik dan fasilitas olahraga bagi generasi muda. Menurut mereka, ruang-ruang kreatif diperlukan agar anak-anak muda memiliki wadah berkegiatan positif sekaligus mendukung tumbuhnya desa wisata yang sehat.

Menanggapi usulan tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa sebagian fasilitas yang diusulkan merupakan aset pemerintah kabupaten. Meski demikian, Pemerintah Provinsi NTB siap berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk mencari solusi terbaik.

Menutup dialog, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB bersama Forkopimda dalam memperkuat upaya pemberantasan narkoba yang dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda.

“Persoalan narkoba tidak hanya menjadi tantangan NTB, tetapi juga tantangan nasional. Kami bersama Forkopimda sedang merumuskan langkah-langkah yang lebih tegas dan terintegrasi. Insyaallah dalam waktu dekat arah kebijakan penanganannya akan segera diputuskan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam dialog tersebut Direktur Utama RS Mandalika Provinsi NTB dr. Oxy Cahyowahyuni, Wakil Ketua IV BAZNAS NTB Ahmad Rusli, jajaran perangkat daerah Pemerintah Provinsi NTB, tokoh agama TGH. Lalu Abdurrahman Athar, serta ratusan mahasiswa KKN dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Mataram (Unram), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), dan UIN Mataram.

Dialog di Desa Sengkol menjadi cerminan pendekatan pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi NTB. Keberhasilan Mandalika tidak hanya diukur dari bertambahnya investasi, hotel, atau jumlah wisatawan, tetapi juga dari semakin banyak warga desa penyangga yang memperoleh pekerjaan, pendidikan yang relevan, layanan kesehatan yang mudah diakses, lingkungan yang tetap lestari, serta kesempatan yang sama untuk menikmati hasil pembangunan. Bagi Gubernur Miq Iqbal, kemajuan Mandalika baru memiliki makna apabila kemajuan itu dirasakan oleh seluruh masyarakat, tanpa ada satu pun yang tertinggal.(sr/dkisntb)

 

NTB Perkuat Basis Data Dan Bukti Ilmiah Hadapi Perubahan Iklim dan Kenaikan Muka Air Laut

0

NTB Perkuat Basis Data Dan Bukti Ilmiah Hadapi Perubahan Iklim dan Kenaikan Muka Air Laut

Warta.in
Mataram,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat penyusunan kebijakan berbasis data dan bukti ilmiah (evidence-based policy) sebagai langkah strategis menghadapi ancaman kenaikan muka air laut dan perubahan iklim yang kian nyata. Melalui pendekatan tersebut, setiap kebijakan diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan secara lebih tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.

Komitmen itu mengemuka dalam Dialog Kebijakan dan Lokakarya Penulisan Policy Brief yang digelar di Mataram, Selasa (28/7/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, analis kebijakan, dan mitra pembangunan untuk memperkuat kualitas kebijakan publik melalui pemanfaatan data, analisis, dan kajian ilmiah yang kredibel.

Membuka kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, menegaskan bahwa kebijakan publik tidak lagi dapat disusun berdasarkan asumsi atau kebiasaan semata, melainkan harus berangkat dari data yang valid, analisis yang mendalam, dan pemahaman yang utuh terhadap akar persoalan.

“Pimpinan tidak selalu memiliki waktu membaca laporan yang sangat tebal. Karena itu, policy brief menjadi sangat penting untuk menjelaskan persoalan secara ringkas, mengapa persoalan itu penting, serta alternatif kebijakan yang dapat ditempuh,” ujarnya.

Menurut Sekda, berbagai persoalan pembangunan seperti kemiskinan, stunting, hingga perubahan iklim memiliki karakteristik dan akar masalah yang berbeda. Oleh sebab itu, setiap kebijakan harus disusun berdasarkan root cause analysis agar solusi yang dihasilkan benar-benar menyelesaikan persoalan secara berkelanjutan.

Salah satu isu utama yang menjadi perhatian dalam forum tersebut adalah ancaman kenaikan muka air laut sebagai dampak perubahan iklim global. Fenomena ini semakin dirasakan oleh wilayah-wilayah pesisir, termasuk Nusa Tenggara Barat yang memiliki karakteristik sebagai provinsi kepulauan.

Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Dr. Noudy R.P. Tandean, menegaskan bahwa penguatan kebijakan berbasis bukti merupakan kunci dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin kompleks.

“Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi mampu menghasilkan policy brief yang strategis, komprehensif, dan aplikatif sebagai referensi bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan yang adaptif dan berbasis bukti,” katanya.

Ia mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Provinsi NTB bersama Program SKALA yang sebelumnya telah menghasilkan 15 policy brief sebagai langkah awal membangun budaya penyusunan kebijakan berbasis bukti di daerah.

Menurut Noudy, perubahan iklim yang dipicu oleh emisi gas rumah kaca, deforestasi, dan berbagai aktivitas manusia telah memicu kenaikan suhu global, perubahan pola cuaca, hingga kenaikan muka air laut yang mengancam kawasan pesisir.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sekaligus berada di pusat The Heart of Coral Triangle, Indonesia memiliki tanggung jawab besar menjaga ekosistem pesisir dan laut. Ancaman kenaikan muka air laut berpotensi memicu abrasi, banjir rob, intrusi air laut, hilangnya lahan produktif, kerusakan permukiman, serta meningkatnya kerentanan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

NTB menjadi salah satu daerah yang rentan terhadap ancaman tersebut. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum, laju kenaikan muka air laut secara nasional berkisar 8–12 milimeter per tahun, sementara di NTB mencapai sekitar 3,5 milimeter per tahun di Lombok Utara dan 6,5 milimeter per tahun di Lombok Selatan.

“Kita harus menjaga kawasan-kawasan strategis yang menjadi kebanggaan NTB, seperti Senggigi, Gili Trawangan, Gili Meno, dan berbagai destinasi pesisir lainnya agar tetap tangguh menghadapi dampak perubahan iklim,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah merupakan garda terdepan dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Karena itu, diperlukan tata kelola pemerintahan yang berbasis data, koordinasi lintas sektor, penguatan kapasitas kelembagaan, serta perencanaan pembangunan yang adaptif.

Dalam mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat, BSKDN juga tengah mengembangkan Policy Hub, sebuah platform yang mengintegrasikan data, pengetahuan, dan rekomendasi kebijakan dari tingkat pusat hingga daerah.

“Policy brief bukan sekadar ringkasan hasil penelitian, tetapi instrumen strategis yang menjembatani hasil kajian dengan proses pengambilan keputusan. Sebuah policy brief harus mampu menjelaskan persoalan secara singkat, didukung bukti yang kuat, menawarkan berbagai opsi kebijakan, dan memberikan rekomendasi yang realistis untuk dilaksanakan,” tegasnya.

Sementara itu, Provincial Lead Program SKALA NTB, Anja Kusuma, menjelaskan bahwa Program SKALA terus memperkuat kapasitas analis kebijakan di NTB agar mampu menghasilkan rekomendasi yang berkualitas dan responsif terhadap tantangan pembangunan daerah.

Sebagian peserta merupakan alumni Pelatihan Penulisan Policy Brief tahun 2024 yang telah menghasilkan 15 policy brief dan direviu oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI bersama para ahli kebijakan.

“Kelima belas policy brief tersebut telah dibukukan dan akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTB sebagai referensi dalam proses penyusunan kebijakan pembangunan daerah,” ungkapnya.

Pada lokakarya kali ini, peserta mendalami dua isu strategis, yakni kenaikan muka air laut (sea level rise) dan Public Expenditure and Revenue Analysis (PERA), sebagai upaya memperkuat kualitas kebijakan daerah di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan kapasitas fiskal.

Anja menambahkan, penyusunan policy brief tidak berhenti pada proses penulisan, tetapi harus mampu menghasilkan rekomendasi yang implementatif dan dapat diadopsi oleh para pengambil keputusan.

Untuk menjaga keberlanjutan pengembangan kapasitas tersebut, Program SKALA juga mendorong terbentuknya wadah kolaborasi bagi para analis kebijakan di NTB sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan penguatan kompetensi secara berkelanjutan.

Penguatan kebijakan berbasis data menjadi fondasi penting bagi NTB dalam menghadapi ancaman kenaikan muka air laut dan perubahan iklim. Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan mitra pembangunan, setiap rekomendasi kebijakan diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi menjadi dasar pengambilan keputusan yang mampu melindungi kawasan pesisir, memperkuat ketahanan daerah, dan memastikan pembangunan Nusa Tenggara Barat tetap adaptif, berkelanjutan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.(sr/dkisntb)

 

Pelantikan Ratusan Pejabat Pemkab Toraja Utara, Bupati Berpesan Agar Tetap Memperhatikan 4K

0

TORAJA UTARA – Pelantikan sejumlah 105 Pejabat ASN pada posisi jabatan pejabat pimpinan tinggi Pratama, pejabat administrator dan pejabat pengawas, kembali dilaksanakan di lingkup Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, Selasa (28/7/2026).

Pengangkatan dan mutasi pejabat pemerintah daerah Toraja Utara tersebut dilaksanakan pada hari Senin (27/7/2026) di ruang pola kantor Bupati Toraja Utara berdasarkan Surat Keputusan Bupati pertanggal 27 Juli 2026.

Bupati Toraja Utara, Frederick Viktor Palimbong melalui sambutannya usai melantik para pejabat ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menyampaikan bahwa pergantian dan penyesuaian jabatan dalam organisasi itu hal sangat-sangat biasa dalam organisasi kerja sebagai bentuk penyegaran penyesuaian dan pemenuhan kebutuhan.

“Yang terpenting adalah tetap memperhatikan 4K yaitu Kualifikasi, Kompetensi, Kinerja dan Komunikasi,” ucap Bupati Frederick Viktor Palimbong.

Melalui sambutannya itu juga, Frederick Viktor Palimbong menekankan perlunya kerjasama dalam bekerja sebagai bagian sistem kerja tim.

“Saya kira dalam sistem yang kita bangun ya, Manajemen Talenta yang kita terapkan dengan sistem Meritokrasi,” ungkap Bupati Frederick Viktor Palimbong.

Pelantikan tersebut juga turut dihadiri langsung Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Branch Silambi’, Forkopimda, Ketua PKK kabupaten Toraja Utara, Pimpinan OPD, dan Camat.