Beranda blog

Diduga Limbah SPPG Sekincau 1 Cemari Kebun Warga, GERMASI Desak BGN Lakukan Evaluasi Menyeluruh

0

LAMPUNG BARAT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan mengarah pada dugaan rembesan limbah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekincau 1, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, yang diduga mengalir hingga memasuki kebun milik warga di bagian belakang bangunan.

Informasi tersebut mencuat setelah beredarnya rekaman video yang memperlihatkan aliran air yang diduga berasal dari area SPPG merembes ke lahan warga. Video tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sistem pengelolaan limbah cair pada fasilitas penyedia makanan Program MBG.

Sebagai fasilitas yang setiap hari mengolah makanan dalam jumlah besar, SPPG seharusnya memiliki sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berfungsi optimal sehingga limbah yang dihasilkan tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, Kepala SPPG Sekincau 1 membantah adanya kebocoran pada sistem pengelolaan limbah.

“Walaikumsalam. Ini konfirmasi dari pihak kami. Setelah langsung kami cek dan tindak lanjuti, ternyata memang ada yang sengaja menjebol tembok kami. Posisi tersebut bukan IPAL, karena pembuangan akhir limbah cair kami berada di depan dan sudah aman setelah melewati IPAL serta filter biotabung. Keluaran limbah sudah jernih dan tidak berbau,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah MBG Lampung Barat, Septa, mengaku belum menerima laporan resmi terkait persoalan tersebut. Meski demikian, ia memastikan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak mitra maupun penanggung jawab SPPG Sekincau 1.

“Terima kasih sebelumnya atas informasinya. Untuk saat ini saya belum mendapatkan informasi terkait hal ini. Segera akan saya tindak lanjuti ke pihak SPPG dan PIC Mitra/Yayasan SPPG tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, keterangan pihak pengelola berbeda dengan pengakuan Ja Nak, pemilik kebun yang berada di belakang lokasi SPPG. Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Ja Nak mengaku rembesan air tersebut bukan terjadi baru-baru ini.

Menurutnya, persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan ketika musim hujan tiba, rembesan air yang diduga berasal dari area SPPG menimbulkan bau menyengat di sekitar kebunnya.

“Sebenarnya kejadian itu sudah lama, bukan baru dan itu klu waktu musim hujan itu bau bener pak,” ungkapnya.

Ia juga mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada seseorang yang disebutnya sebagai Haji No. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada tindak lanjut.

“Sudah saya sampaikan sama Haji No waktu itu, tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan,” katanya.

Terkait pernyataan adanya pihak yang diduga sengaja menjebol tembok, Ja Nak membantah tudingan tersebut.

“Tidak ada kerjaan jebol tembok,” ujarnya singkat.

Perbedaan keterangan antara pihak pengelola SPPG dengan warga yang mengaku terdampak dinilai perlu segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan oleh instansi yang berwenang. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan sumber rembesan air, kondisi sistem IPAL, serta memastikan ada atau tidaknya dampak terhadap lingkungan sekitar.

Menanggapi persoalan tersebut, Founder Gerakan Masyarakat Independent (GERMASI), Ridwan Maulana, SH., C.PL., CDRA, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG Sekincau 1.

Menurut Ridwan, apabila dalam hasil pemeriksaan ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan limbah, maka perbaikan harus segera dilakukan agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat maupun dampak terhadap lingkungan.

“Kami meminta Badan Gizi Nasional segera turun ke lapangan untuk mengevaluasi SPPG Sekincau 1 secara menyeluruh. Apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam sistem pengelolaan limbah, maka harus segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat. Kami juga menilai teguran yang pernah diberikan kepada SPPG Sekincau 1 sebelumnya seharusnya menjadi bahan evaluasi dan pembenahan. Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang harus dijaga kualitas pelaksanaannya, termasuk kepatuhan terhadap aspek lingkungan,” tegas Ridwan.

Ridwan menambahkan bahwa evaluasi tersebut tidak dimaksudkan untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk pengawasan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar operasional, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers kepada seluruh pihak terkait apabila terdapat informasi tambahan maupun perkembangan baru mengenai dugaan tersebut.(Irfan/Rls)

Winda, S.Pd. M.Pd. Wakasek Humas SMAN 25 Bandung, Dengan Ramah,Terima Kedatangan Alumni Pertamanya Th. 1983

0

SMAN 25 Bandung, Selasa, 28 Juli 2026. WARTA. IN

Winda, S. Pd. M. Pd. Wakasek, Humas, SMAN 25 Bandung, menerima kedatangan Alumni A 1 Tahun 1983.

Saya baru tahu SMAN Ciwastra Buah Batu,  KS Drs. Rasidi, Sekarang Menjadi SMAN 25 Bandung, Papar  Winda.

Berawal tahun 1980, penulis di terima di SMPPN 37 Bale Endah, Bandung, Sekarang menjadi SMAN 1 Bale Endah ( SMANSA BE ) , KS Drs. Sap’an S. Sumarja Putra.

Tahun 1983,  berdiri SMAN Ciwastra, Buah Batu, sekarang SMAN 25 Bandung, Filial 3 Kelas SMPPN 37 Bale Endah,

Raport SMPPN 37 Bale Endah, sementara Ijazah SMAN Ciwastra, Buah Batu.

Penulis Alumni di 4 Sekolah :

1. SMPN 37 Bale Endah, Bandung

2. SMAN 1 Bale Endah (  dh SMPPN 37 Bale Endah )

3. SMAN Ciwartra, Buah Batu

4. SMAN 25 Bandung ( dh SMAN  Ciwastra ).

WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

 

REKRUTMEN POLRI DILAKSANAKAN DENGAN PRINSIP BERSIH, TRANSPARAN, AKUNTABEL, DAN HUMANIS.

0

Warta.in-Nasional.

Rekrutmen Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) senantiasa dilaksanakan dengan berpegang teguh pada prinsip utama BETAH: Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

Seluruh rangkaian tahapan seleksi diselenggarakan secara profesional, objektif, dan bebas dari praktik-praktik yang melanggar ketentuan hukum maupun peraturan internal institusi. Kebijakan ini menjamin pemberian kesempatan yang setara dan adil bagi seluruh warga masyarakat yang memenuhi syarat untuk mewujudkan cita-cita luhur menjadi insan Bhayangkara yang mengabdi kepada bangsa dan negara.

Dalam proses penerimaan ini, integritas menjadi landasan utama, sedangkan prestasi nyata para calon peserta menjadi penentu utama kelulusan di setiap tahapan. Polri berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelaksanaan rekrutmen yang teratur, dapat dipertanggungjawabkan, serta mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 (Timred)

Wilson Lalengke Tegaskan “Londo Ireng” Bukan Jurnalis atau LSM, Melainkan Penguasa yang Menindas Rakyat

0

Warta.in-Jakarta.

Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, menyampaikan kritik terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai “Londo Ireng”. Menurutnya, penggunaan istilah tersebut tidak tepat dan berpotensi menimbulkan salah tafsir di tengah masyarakat.

Dalam pernyataan tertulis yang diterbitkan di Jakarta, Senin (27/7/2026), Wilson menilai istilah “Londo Ireng” memiliki makna historis dan politis yang tidak semestinya dilekatkan kepada insan pers maupun aktivis masyarakat sipil.

Menurut Wilson, secara historis istilah tersebut merujuk pada kelompok pribumi yang menggunakan kekuasaan untuk menindas bangsanya sendiri. Ia berpendapat bahwa makna tersebut berbeda dengan peran jurnalis dan LSM yang selama ini menjalankan fungsi kontrol sosial dalam sistem demokrasi.

Wilson juga mengaitkan pandangannya dengan sejumlah pemikiran sejarah dan filsafat. Ia menyebut bahwa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pernah menggunakan istilah “Londo Ireng” untuk menggambarkan kelompok penguasa yang bertindak layaknya penjajah terhadap rakyatnya sendiri.

Selain itu, ia mengutip gagasan filsuf Jean-Jacques Rousseau mengenai relasi antara penguasa dan rakyat, serta menyebut pemikiran Immanuel Kant tentang kewajiban moral seorang pemimpin sebagai landasan etik dalam menyampaikan kritik terhadap pejabat publik.

Dalam pernyataannya, Wilson menegaskan bahwa jurnalis dan LSM seharusnya dipandang sebagai bagian dari masyarakat sipil yang menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, pelabelan terhadap kedua kelompok tersebut sebagai “Londo Ireng” berpotensi mengaburkan makna sejarah sekaligus mereduksi peran pers dan organisasi masyarakat sipil dalam kehidupan demokrasi.

Ia juga menyampaikan pandangannya bahwa istilah tersebut lebih tepat ditujukan kepada penguasa yang menyalahgunakan kewenangan dan bertindak merugikan kepentingan rakyat. (rls/Tim Redaksi Pewarta)

Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.

0

MERANTI ,– Upaya Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., memimpin kegiatan penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir Pantai Desa Lukit, Kecamatan Merbau, Selasa (28/7/2026).

Selain itu, Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan hidup sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Merbau Wan Jumiati, S.E., M.Si., Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara, S.Pd., Danramil 06 Merbau Kapten Arh. Rikman Sinaga, Kasat Intelkam Polres Kepulauan Meranti AKP Roly Irvan, S.H., M.H., Kasat Polairud Polres Kepulauan Meranti IPTU Abdul Roni, S.H., jajaran manajemen PT ITA, Kepala Desa Lukit Jumilan, Ketua Pelaksana Kegiatan Syakirin, Forum Kelompok Mangrove se-Kecamatan Merbau, tokoh masyarakat, serta personel Polsek Merbau.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan Ketua Pelaksana, sambutan Kapolres Kepulauan Meranti, sambutan Camat Merbau, dilanjutkan penanaman bibit mangrove secara simbolis, foto bersama, dan penutupan.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., menegaskan bahwa pelestarian mangrove merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, hutan mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus menjadi benteng alami terhadap ancaman abrasi, gelombang tinggi, dan dampak perubahan iklim.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni memperingati Hari Mangrove Sedunia, tetapi menjadi komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang. Mangrove memiliki manfaat besar, mulai dari melindungi garis pantai, menjadi habitat berbagai biota laut, hingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir. Karena itu, mari kita jaga dan rawat bersama,” ujar Kapolres.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan, kelompok pemerhati mangrove, dan masyarakat yang telah bersama-sama mendukung kegiatan penghijauan tersebut.

Menurut Kapolres, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kawasan pesisir agar tetap lestari dan mampu memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.

” Tentunya Kegiatan penanaman mangrove di Desa Lukit ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana di wilayah pesisir Kecamatan Merbau yang selama ini berpotensi mengalami abrasi akibat gelombang laut. Dengan semakin banyaknya kawasan yang ditanami mangrove, diharapkan perlindungan terhadap garis pantai dapat semakin optimal,” Jelas Kapolres Ke Sepuluh Di Meranti.

Sekedar Informasi, Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Aksi tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Polres Kepulauan Meranti dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup melalui langkah-langkah nyata yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

(Rilis: Humas Polres Meranti).

Dio, S. Kom. Pol. Sosialisasi Motivasi Belajar di SMAN 22 Bandung, Bersama Ruangguru Aplikasi Bimbel Online

0

SMAN 22 Bandung, Selasa 28 Juli 2026 WARTA. IN

Rizki Dio, S. Kom. Pol. Sosialisasi Motivasi Belajar di SMAN 22 Bandung, Bersama Ruangguru Aplikasi Bimbel Online Interaksi, Selasa 28 Juli 2026.

Sosialisasi Motivasi Belajar Ruangguru di SMAN 22 Bandung,  istilah yang tepat untuk Ruangguru, Aplikasi Bimbel Online Interaksi, Papar Gatot, Wakasek. Di dampingi Popy, Humas.

Sebagai Fotografer di Harian Gala Media, .meliput Demontrasi Mahasiswa, posisi di tengah, saya terkena Gas Air Mata, sehingga membuat mata mengeluarkan air mata yang terus mengalir selama 1 Jam,. Lanjut Gatot.

Gas Air Mata yang mengenai Mahasiswa, pada saat mereka Pidato, serasa sekolah menangis, karena pengaruh Gas Air Mata yang mengenai Mata, akan membuat mata mengemluarkan air mata. Lanjut Gatot.

Melihat Koran, kalau di buka lembar per lembar, bunyi gesekan koran, sekolah orkestra yang mengembalikan kenangan saat saya menjadi Fotografer Koran Gala Media. Lanjut Gatot.

Koran selalu saya sediakan di Perpustakaan Sekolah, supaya murid tahu, dan sebagai bahan untuk membuat Kliping, walaupun di era Digitalisasi, siswa tak lepas dari gadgetnya berseluncur di Medsos, YouTube dan Mbah Google, yang serba tahu, Pungkas Gatot.

  • Sosialisasi Motivasi Siswa Kelas XI SMAN 22 Bandung, Bersama Ruangguru Aplikasi Bimbel Online Interaksi, Papar Rizki Dio, S. Kom. Pol. Ruangguru.

WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Sekda Nukman Ajak Perkuat Kolaborasi Wujudkan Lampung Barat sebagai Coffee Hub Robusta Nasional

0

WARTA.IN.Lampung Barat – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan sektor perkebunan kopi sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Ekspose Program Strategi Pengembangan Ekosistem Kopi Robusta Tahun 2026–2030 yang digelar di Ruang Rapat Pesagi Setdakab, Selasa (28/07/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Barat, Drs. Nukman, M.M., tersebut dihadiri Direktur PT Pesagi Mandiri (Perseroda), Alamsyah HR, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Lampung Barat.

Ekspose ini menjadi forum untuk memaparkan arah kebijakan strategis dalam membangun ekosistem kopi robusta yang terintegrasi. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kemitraan antara pemerintah, BUMD, petani, pelaku usaha, dan dunia industri sehingga dapat meningkatkan daya saing kopi Lampung Barat sekaligus mewujudkan daerah ini sebagai coffee hub robusta nasional.

Dalam paparannya, Direktur PT Pesagi Mandiri (Perseroda), Alamsyah HR, menjelaskan bahwa Lampung Barat merupakan salah satu sentra kopi robusta terbesar di Indonesia. Saat ini terdapat sekitar 36 ribu petani kopi yang mengelola lahan seluas kurang lebih 54 ribu hektare dengan total produksi mencapai sekitar 63 ribu ton per tahun.

Menurutnya, kopi tidak hanya menjadi komoditas unggulan daerah, tetapi juga menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Lampung Barat.

“Kopi bukan sekadar komoditas, tetapi merupakan identitas dan masa depan ekonomi masyarakat Lampung Barat. Karena itu, kami ingin menjadikan Lampung Barat sebagai pusat kolaborasi dan rujukan kopi robusta Indonesia,” ujar Alamsyah.

Meski memiliki potensi yang besar, Alamsyah mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan, di antaranya belum terintegrasinya data petani kopi, belum tersedianya sistem traceability atau ketertelusuran produk kopi daerah, terbatasnya kemitraan dengan industri, serta belum optimalnya nilai tambah yang diterima petani maupun pemerintah daerah.

Melalui Program Strategi Pengembangan Ekosistem Kopi Robusta Tahun 2026–2030, PT Pesagi Mandiri bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menargetkan peningkatan kesejahteraan petani, produktivitas dan kualitas kopi yang semakin baik, masuknya investasi industri pengolahan kopi, serta meningkatnya aktivitas ekonomi daerah. Program tersebut juga diharapkan semakin memperkuat posisi Lampung Barat sebagai Kabupaten Kopi Nasional.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, Lampung Barat dinilai memiliki peluang besar menjadi model pengembangan kopi rakyat yang terintegrasi, berdaya saing tinggi, sekaligus menjadi coffee hub robusta nasional yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat perekonomian daerah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Lampung Barat, Drs. Nukman, M.M., menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan kopi robusta tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BUMD, petani, akademisi, pelaku usaha, hingga dunia industri agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Kegiatan hari ini merupakan langkah bersama untuk membangun ekosistem kopi Lampung Barat yang terintegrasi, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi para petani, masyarakat, dan daerah. Upaya ini tentu memerlukan kolaborasi dari semua pihak,” kata Nukman.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat identitas kopi asal Lampung Barat agar semakin dikenal di tingkat nasional. Selama ini masyarakat lebih mengenal istilah “Kopi Lampung”, tetapi sebagian besar produksi kopi robusta berasal dari Kabupaten Lampung Barat.

“Kebanyakan orang luar hanya tahu Kopi Lampung, tetapi produksi terbesarnya berasal dari Lampung Barat. Bagaimana caranya agar seluruh Indonesia mengenal identitas kita sebagai Kopi Lampung Barat, salah satunya melalui penguatan branding, penggunaan logo Lampung Barat, dan promosi yang berkelanjutan. Kopi adalah identitas Lampung Barat yang harus terus kita gaungkan,” tegasnya.

Nukman berharap Program Pengembangan Ekosistem Kopi Robusta Lampung Barat Tahun 2026–2030 mampu menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan petani, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, PT Pesagi Mandiri (Perseroda), serta dunia industri ke dalam satu ekosistem kopi yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi yang kuat, Lampung Barat diyakini mampu memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan kopi robusta Indonesia sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Sokong SDGs, Mahasiswa Universitas Riau Latih Warga Tanjung Bunga Budikdamber Eco-Cycle

0

Kepulauan Meranti – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 melaksanakan program unggulan Budikdamber Eco-Cycle di Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Program pengabdian yang berlangsung sejak 22 Juni hingga 31 Juli 2026 ini menghadirkan inovasi budidaya terpadu yang mengintegrasikan budidaya ikan dalam ember (Budikdamber), sistem akuaponik, pembuatan pakan ikan ekonomis, pemanfaatan limbah budidaya menjadi pupuk organik cair (POC), serta pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah.

Program tersebut merupakan implementasi tema “Universitas Riau Membangun Kampung” sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan rumah tangga, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha berbasis hasil perikanan, SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah budidaya menjadi pupuk organik cair, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Universitas Riau, Pemerintah Desa Tanjung bunga dan masyarakat.

Program Budikdamber Eco-Cycle lahir dari hasil identifikasi potensi dan permasalahan di Desa Tanjung Bunga. Meskipun memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, masyarakat masih menghadapi berbagai kendala, seperti tingginya biaya pakan ikan, keterbatasan pengetahuan mengenai teknik budidaya yang efisien, serta rendahnya nilai tambah hasil perikanan yang umumnya masih dipasarkan dalam bentuk ikan segar.

Sebagai solusi, tim Kukerta menghadirkan sistem budidaya terpadu yang mudah diterapkan masyarakat dengan biaya relatif rendah. Selain menghasilkan ikan konsumsi, sistem Budikdamber juga memungkinkan masyarakat menanam sayuran melalui konsep akuaponik sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga secara lebih efisien. Untuk menekan biaya produksi, masyarakat juga diberikan pelatihan pembuatan pakan ikan ekonomis berbahan baku lokal, pemanfaatan limbah budidaya menjadi pupuk organik cair, serta inovasi pengolahan ikan menjadi produk olahan seperti nugget dan dimsum yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim Kukerta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Tanjung Bunga guna menyelaraskan program dengan kebutuhan masyarakat. Selanjutnya, sepanjang Juli 2026 masyarakat mengikuti rangkaian pelatihan, demonstrasi, praktik lapangan, serta pendampingan mengenai Budikdamber, akuaponik, manajemen pakan, teknik penyortiran ikan, pembuatan pupuk organik cair, inovasi produk olahan hasil perikanan, hingga teknik pemantauan pertumbuhan ikan. Tim juga memberikan edukasi mengenai ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan kepada siswa SMP Negeri 05 Pulau Merbau sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa menyerahkan modul Budikdamber Eco-Cycle kepada Pemerintah Desa Tanjung Bunga pada Lokakarya Kukerta. Modul tersebut diharapkan menjadi panduan bagi masyarakat untuk mengembangkan budidaya terpadu secara mandiri setelah masa pengabdian berakhir.

Materi Budikdamber dan akuaponik disampaikan oleh Muslikha Sari dari Program Studi Budidaya Perairan Universitas Riau, sedangkan materi pemanfaatan limbah budidaya menjadi pupuk organik cair disampaikan oleh Rezicha Suci Berlianti dari Program Studi Teknik Kimia Universitas Riau. Seluruh pelatihan dilaksanakan melalui metode demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi interaktif agar peserta dapat memahami sekaligus mengaplikasikan teknologi yang diperkenalkan.

Program ini diikuti oleh lebih dari 30 peserta pada setiap sesi yang terdiri atas Kepala Desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), ketua RT/RW, serta masyarakat Desa Tanjung Bunga. Tingginya antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi mengenai teknik budidaya, formulasi pakan, pemanfaatan limbah, hingga peluang pengembangan usaha berbasis hasil perikanan

Kepala Desa Tanjung Bunga, Hasan, mengapresiasi program yang diinisiasi mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau karena dinilai memberikan solusi nyata bagi masyarakat dalam meningkatkan keterampilan dan peluang ekonomi.

“Di tengah keterbatasan akses terhadap pelatihan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, mahasiswa Kukerta Universitas Riau hadir membawa inovasi budidaya ikan skala rumah tangga yang mudah diterapkan. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan ilmu yang diberikan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga,” ujar Hasan.

Senada dengan itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Tanjung Bunga, Ramli, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program yang dinilai selaras dengan kebutuhan masyarakat desa.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap program kerja mahasiswa Universitas Riau karena kegiatan ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ke depan, kami berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat sehingga ilmu dan inovasi yang telah diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan,” katanya.

Narasumber Budikdamber dan akuaponik, Muslikha Sari, mengatakan bahwa program tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung kepada masyarakat.

“Selama menempuh pendidikan di bidang budidaya perairan, saya selalu berharap ilmu yang dipelajari dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui program Budikdamber Eco-Cycle ini, kami memiliki kesempatan untuk berbagi pengetahuan sekaligus menyusun modul sebagai panduan agar masyarakat dapat terus mengembangkan budidaya secara mandiri setelah Kukerta berakhir,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber pembuatan pupuk organik cair, Rezicha Suci Berlianti, berharap inovasi yang diperkenalkan mampu membantu masyarakat mengurangi biaya produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan limbah air Budikdamber dan air cucian beras sebagai bahan baku pupuk organik cair. Selain lebih ramah lingkungan, inovasi ini juga dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk komersial sehingga biaya budidaya menjadi lebih efisien,” tuturnya.

Melalui Budikdamber Eco-Cycle, mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau menunjukkan bahwa inovasi sederhana berbasis potensi lokal mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, tetapi juga membuka peluang usaha baru, mendorong pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang sejalan dengan pencapaian SDGs.

Pegadaian Berhasil Raih Kerja Gemilang di Semester I 2026

0

Warta.in JAKARTA – PT Pegadaian (Persero) kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan menorehkan kinerja positif hingga 30 Juni 2026. Melalui strategi bisnis yang adaptif dan ekspansi ekosistem emas yang agresif, Pegadaian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 6,59 Triliun, tumbuh 84,4% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 sebesar Rp 3,58 Triliun.

Akselerasi performa gemilang ini juga tercermin dari realisasi total Aset yang kini mencapai Rp 186,33 Triliun, atau meningkat 53,9% dari tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 121,1 Triliun. Pertumbuhan aset ini ditopang kuat oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp 155,1 Triliun, naik 52,7% dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp 101,5 Triliun.

Pencapaian impresif ini berjalan beriringan dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat dan pruden. Hal ini dibuktikan dengan penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) secara signifikan dari 0,81% pada periode 30 Juni 2025 menjadi 0,71% pada 30 Juni 2026.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas pencapaian ini.

“Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini. Terima kasih kepada Nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia, atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian terus meningkatkan peran dan kontribusi dalam pembangunan ekonomi, untuk MengEMASkan Indonesia,” ujar Damar.

Damar menambahkan, Pegadaian berkomitmen untuk terus bertransformasi untuk menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat. “Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian. Kami berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat. Dengan hadirnya Layanan Bank Emas, serta aplikasi Tring!, harapannya mampu mempermudah masyarakat dalam berinvestasi bersamaPegadaian”.

Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1 PT Pegadaian, Dede Kurniawan, mengatakan bahwa capaian kinerja perusahaan pada Semester I 2026 menjadi motivasi bagi seluruh insan Pegadaian di wilayah untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Kinerja positif yang berhasil diraih Pegadaian pada Semester I 2026 menjadi bukti bahwa transformasi perusahaan berjalan pada arah yang tepat. Di Kanwil VIII Jakarta 1, kami berkomitmen untuk menerjemahkan semangat tersebut melalui pelayanan yang semakin cepat, terpercaya, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah. Dengan memperkuat ekosistem emas, memperluas pemanfaatan layanan digital melalui Tring!, serta menghadirkan pengalaman layanan yang lebih baik, kami optimistis dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan perusahaan sekaligus mendukung upaya MengEMASkan Indonesia bersama Danantara,” ujar Dede Kurniawan.

Pegadaian menghadirkan portofolio produk Layanan Bank Emas (Bullion Services) terlengkap di tanah air, meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas. Pegadaian dinilai memiliki kesiapan infrastruktur yang paling mumpuni untuk mengoperasikan sistem Bank Emas ini. Selain fakta bahwa 90% agunan gadai di Pegadaian berupa emas, perusahaan juga memiliki jaringan ruang penyimpanan emas (vault) dengan standar keamanan internasional terbaik di Indonesia.

“Emas terbukti menjadi aset aman (safe haven) yang paling diminati masyarakat. Dengan hadirnya layanan Bank Emas yang juga terintegrasi dengan Tring!, kami optimis dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap roda perekonomian nasional. Bersama Danantara, kami optimis untuk mewujudkan misi jangka panjang untuk MengEMASkan Indonesia,” tutup Damar.

Air Tak Mengalir tapi Tagihan Jalan Terus, Warga Kelurahan Pasar Bhayangkara Protes Kinerja PDAM Tirta PALI!

0

Warta.in//PALI, 27 Juli 2026 – Gelombang protes warga terhadap kualitas pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta PALI Anugerah kembali mencuat. Kali ini, warga di lingkungan Kampung Rambutan RT 19, Kelurahan pasar Bhayangkara tepatnya di belakang RSUD lama, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), secara terbuka mengeluhkan distribusi air bersih yang macet total namun tagihan bulanan tetap berjalan.

Salah satu warga berinisial (N) yang tidak mau di sebutkan namanya tersebut menjelaskan kepada media Kabiro warta.in//Pali, kurang lebih 11 rumah yang mengalami hal yang serupa dengan nya, ia meluapkan kekecewaannya karena hak warga mendapatkan air bersih tidak terpenuhi, sementara kewajiban membayar biaya beban meteran terus ditagih secara rutin.

Air Mubazir di Tempat Lain, Rumah Warga Kering Kerontang Warga menilai ada ketidakadilan dan salah urus dalam sistem distribusi air. Di saat pipa-pipa menuju rumah warga di RT 19 kering kerontang, di beberapa titik lokasi lain justru terlihat air bersih mengalir bebas dan terbuang mubazir. “Air di rumah kami tidak kunjung mengalir, tapi setiap bulan selalu diminta bayar tagihan. Ini sangat merugikan kami sebagai konsumen,” keluh warga setempat dalam narasi yang beredar.

Bermacam cara Laporan Warga ada yang melalui akun WhatsApp dan messenger sering di abaikan dengan alasan kondisi air lagi susah saat kemarau, Kinerja PDAM TIRTA PALI ANUGERAH Dipertanyakan Hal yang paling disayangkan warga adalah lambatnya respons dari pihak manajemen operasional. (N) mengaku sudah melaporkan permasalahan teknis ini kepada pihak terkait agar dilakukan pengecekan langsung pada amper meteran air miliknya. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan nyata atau petugas yang datang ke lokasi untuk memeriksa kerusakan.

Sikap pasif dari pihak penyedia jasa air bersih ini memicu kritik tajam dari masyarakat luas. Kualitas kinerja, profesionalisme penanganan keluhan pelanggan, hingga kebijakan tarif beban dari PDAM Tirta PALI kini dipertanyakan besar-besaran oleh publik.

Warga mendesak jajaran direksi PDAM Tirta PALI dan Pemerintah Kabupaten PALI untuk segera turun tangan membenahi masalah ini. Mereka meminta adanya transparansi, perbaikan jaringan pipa, serta kompensasi atau penghapusan tagihan selama air tidak mengalir, demi rasa keadilan bagi masyarakat kecil.

 

(M.R)