Beranda blog

PTBA Dampingi Petani Kopi Sawahlunto Panen dan Ciptakan Nilai Tambah

0

Warta In

*Sawahlunto, 04 Juni 2026 -* PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, melalui Ombilin Mining Site bersama Pemerintah Kota Sawahlunto melaksanakan panen kopi bersama Kelompok Tani Harapan Baru di Desa Balai Batu Sandaran, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Panen kopi bersama ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan sektor pertanian sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Saat ini, Kelompok Tani Harapan Baru telah mengelola sekitar 18 hektare lahan perkebunan kopi. Dalam pengembangannya, PTBA memberikan dukungan berupa bibit kopi unggul serta peralatan penunjang pengolahan kopi guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengungkapkan, program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Perseroan meyakini bahwa keberhasilan suatu program pemberdayaan tidak hanya diukur dari hasil yang dicapai saat ini, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk terus berkembang dan mandiri di masa depan. Melalui pengembangan kopi, kami ingin mendorong terciptanya sumber penghidupan yang berkelanjutan, memperkuat ekonomi lokal, serta meningkatkan daya saing produk unggulan daerah,” ujar Eko.

Senada, Pjs General Manager PTBA Ombilin Mining Site, Alman Syarif, menekankan bahwa perusahaan terus berkomitmen mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang.

“Kami melihat potensi kopi di Balai Batu Sandaran sangat baik untuk terus dikembangkan. PTBA hadir tidak hanya sebagai perusahaan pertambangan, tetapi juga sebagai mitra yang tumbuh bersama masyarakat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan. Dukungan bibit dan peralatan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi kopi sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Alman.

Alman berharap, keberhasilan Kelompok Tani Harapan Baru dapat menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga mampu menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra turut mengapresiasi komitmen PTBA dalam mendukung pengembangan masyarakat melalui sektor pertanian dan perkebunan.

“Kami mengapresiasi PTBA yang terus aktif mendampingi masyarakat melalui program-program nyata seperti pengembangan kopi ini. Sawahlunto memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, sehingga kolaborasi seperti ini sangat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi lokal. Terlebih, komoditas kopi memiliki prospek yang berkelanjutan untuk terus dikembangkan,” ujar Riyanda.

Sementara itu, Ketua Binaan Petani Kopi Sawahlunto, Beby Candra menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PTBA dalam pengembangan usaha kopi di Balai Batu Sandaran.

“Sebelum mendapatkan pendampingan, kami hanya fokus pada budidaya. Kini, dengan adanya bantuan bibit, peralatan, dan pendampingan dari PTBA, kami mulai memahami pentingnya pengolahan pascapanen untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi. Program ini tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa kopi Balai Batu Sandaran dapat menjadi produk unggulan daerah,” tutur Pria yang akrab disapa Abi tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke rumah pembibitan kopi milik kelompok tani. Dalam kesempatan tersebut, para peserta meninjau secara langsung proses pembibitan dan pengembangan tanaman kopi yang menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat binaan PTBA.

Kegiatan dilanjutkan dengan panen kopi bersama di area perkebunan. Para peserta turut memetik buah kopi merah yang telah siap panen sebagai simbol keberhasilan pengembangan komoditas kopi yang dijalankan masyarakat setempat. Tidak hanya pada tahap budidaya, para peserta juga melihat proses pascapanen berupa penggilingan dan pengupasan kulit biji kopi menggunakan peralatan yang telah dimanfaatkan kelompok tani untuk meningkatkan kualitas produk kopi mereka.

Kegiatan ditutup dengan menikmati kopi hasil kebun yang telah diolah oleh Kelompok Tani Harapan Baru di pondok pengolahan kopi. Momen tersebut menjadi gambaran nyata keberhasilan program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan secara berkelanjutan.

(Zulkifli)

Eman,S.Pd.I Kades Babakan, Fasilitas Iceu Susilawati,S.Pd. Raih 31 Suara di PIL-BPD BABAKAN Era 2026-2034

0

Desa Babakan, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis, 4 Juni 2026. WARTA. IN
Eman, S. Pd. I. Kepala Desa Babakan, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, memfasilitasi Pemilihan Anggota BPD Babakan Keterwakilan Perempuan Periode 2026 – 2034 pada Kamis, 4 Juni 2026.
Dari Total 60 Suara, Iceu Susilawati, S. Pd. Raih ( 31 ) Suara, Erma Sri Susilawati ( 17 ) Suara, Desi Dilah Sri Wulandari, S. Pd. ( 9 ) Suara, Kayla Oktaviani ( 3 ) Suara.
Dari hasil perolehan suara tersebut, Iceu dan Erma, menjadi Anggota BPD Babakan Keterwakilan Perempuan Periode 2026 – 2034, Sementara Desi dan Kayla, PAW BPD Babakan.
Pil Anggota BPD Babakan, berjalan tertib dan lancar, sesuai jadwal yang telah ditetapkan,
Perhitungan dan Rekapitulasi Suara di Saksikan Masing-masing Saksi dari Calon Yang Bersangkutan, mewakili 5 Dusun.
Hadir dalam acara tersebut, H. Taofik, Sebagai Pengamat dari Pameungpeuk, Banjaran.
WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Public Expose PT. Maxindo Karya Anugerah, Tbk di 2026

0

PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI) membukukan kinerja yang tertekan pada kuartal I 2026. Perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp8,42 miliar, berbalik dari laba bersih Rp2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, penjualan neto MAXI tercatat sebesar Rp36,54 miliar hingga akhir Maret 2026, turun 5,95 persen dibandingkan kuartal I 2025 yang mencapai Rp38,85 miliar.

Penurunan pendapatan terjadi di tengah lonjakan beban pokok penjualan yang naik menjadi Rp33,18 miliar dari Rp28,05 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Akibatnya, laba bruto Perseroan menyusut tajam menjadi Rp3,35 miliar dibandingkan Rp10,80 miliar pada kuartal I 2025.

Tekanan juga datang dari sisi operasional. Beban usaha meningkat menjadi Rp9,34 miliar dari Rp7,41 miliar, sehingga Perseroan membukukan rugi usaha sebesar Rp5,98 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, MAXI masih mencatat laba usaha sebesar Rp3,39 miliar.
Selain itu, beban keuangan turut meningkat menjadi Rp2,90 miliar dari Rp2,07 miliar pada kuartal I 2025. Meski memperoleh keuntungan selisih kurs bersih sebesar Rp493,07 juta, kontribusi tersebut belum mampu mengimbangi kenaikan beban operasional dan beban keuangan.

Dengan kondisi tersebut, rugi per saham dasar dan dilusian tercatat sebesar Rp0,87 per saham.
Dari sisi posisi keuangan, total aset Perseroan per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp295,84 miliar, relatif stabil dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp297,59 miliar. Aset tidak lancar masih mendominasi dengan nilai Rp242,16 miliar, terutama berasal dari aset tetap sebesar Rp239,78 miliar.

Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp158,19 miliar dari Rp151,52 miliar pada akhir tahun lalu. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh bertambahnya utang bank jangka pendek menjadi Rp30,89 miliar dari sebelumnya Rp26,02 miliar.

Secara keseluruhan, total pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang Perseroan mencapai sekitar Rp136,16 miliar. Di sisi lain, ekuitas turun menjadi Rp137,65 miliar dari Rp146,06 miliar pada akhir 2025 seiring rugi yang dibukukan selama tiga bulan pertama tahun ini.

Meski mencatat kerugian, kondisi likuiditas Perseroan menunjukkan perbaikan. Saldo kas dan bank meningkat signifikan menjadi Rp6,82 miliar per akhir Maret 2026, dibandingkan Rp2,40 miliar pada akhir tahun sebelumnya.
Arus kas dari aktivitas operasi juga berbalik positif dengan menghasilkan kas bersih sebesar Rp4,23 miliar, dibandingkan arus kas operasi negatif Rp15,82 miliar pada kuartal I 2025.

Manajemen MAXI menyatakan akan terus fokus pada upaya efisiensi operasional, optimalisasi utilisasi aset, serta penguatan pengelolaan modal kerja guna memperbaiki kinerja dan menjaga keberlanjutan usaha di tengah tantangan industri yang masih berlangsung

Bergerak Cepat, Jalan Rusak Menuju Muara Bahar Diperbaiki Lewat Kolaborasi

Warta.in MUSI BANYUASIN- Instruksi Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet SH untuk mempercepat penanganan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan terus berjalan. Kali ini, Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir bersama perusahaan, Pemerintah Desa Muara Bahar, dan masyarakat bergotong royong melakukan perbaikan jalan sepanjang 2 kilometer menuju RT 03 Desa Muara Bahar, Kecamatan Bayung Lencir.

Perbaikan jalan tersebut dilakukan sebagai upaya membuka akses transportasi warga yang selama ini mengalami kendala akibat kondisi jalan yang rusak. Pengerjaan dilaksanakan selama lima hari dengan dukungan dua unit alat berat serta material berupa 90 meter kubik batu koral.

Camat Bayung Lencir, Zukar SKM MSi, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Bupati Muba HM Toha Tohet SH yang menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Perbaikan jalan menuju RT 03 Desa Muara Bahar ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir, pihak perusahaan, Pemerintah Desa Muara Bahar, dan masyarakat. Sinergi ini menjadi bukti bahwa pembangunan dapat berjalan lebih cepat ketika seluruh elemen bersatu,” ujar Zukar.

Menurutnya, akses jalan yang lebih baik akan memberikan dampak positif terhadap mobilitas warga, distribusi hasil perkebunan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Zukar menambahkan, semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh pihak menjadi modal penting dalam mendukung program pembangunan daerah yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.

“Kami berharap jalan yang telah diperbaiki ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi contoh kolaborasi yang baik dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan,” pungkasnya.(Albert team)

Modernisasi PDAM PALI: Firdaus Hasbullah Boyong Formula Digital PAM JAYA untuk Atasi Pipa Bocor dan Tunggakan

Warta.in//PALI – Komitmen nyata untuk membenahi pelayanan air bersih di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus dipacu. Guna mengurai masalah klasik yang dihadapi PDAM Tirta Pali Anugerah, Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, SH, MH, melakukan langkah strategis dengan berguru langsung ke raksasa penyedia air minum ibu kota, PAM JAYA Jakarta. Kunjungan kerja ini berfokus pada transfer teknologi dan tata kelola modern.

PAM JAYA dinilai sukses melayani jutaan warga Jakarta selama lebih dari 40 tahun menggunakan sistem berbasis digital terintegrasi.”Persoalan utama kita adalah peremajaan aset distribusi yang sudah tua. Kebutuhan biayanya sangat besar dan tidak mungkin hanya mengandalkan APBD. Kita harus mencari sumber pendanaan alternatif. Karena itu, kami menggandeng PAM JAYA yang sudah berpengalaman dan terbukti berhasil,” ujar Firdaus.

Dalam pertemuan tersebut, beberapa inovasi siap diadaptasi untuk diterapkan di Kabupaten PALI:Sistem District Meter Area (DMA): Teknologi zonasi untuk mendeteksi titik kebocoran pipa secara cepat, akurat, dan efisien.

Subsidi Silang Tarif: Penerapan empat golongan tarif untuk menjaga keterjangkauan harga bagi warga kurang mampu tanpa mengganggu kas operasional.Pembayaran Berbasis Digital: Penggunaan aplikasi dan sistem elektronik guna memangkas angka tunggakan pelanggan secara signifikan.

Selain mengadopsi sistem modern, Firdaus juga mengusulkan optimalisasi infrastruktur lokal. Salah satunya lewat rencana pengaktifan kembali kanal-kanal air yang sudah ada untuk mempercepat perluasan distribusi air bersih ke wilayah pelosok.

Rekomendasi dari kunjungan ini akan segera dibawa ke Rapat Pimpinan DPRD PALI untuk didiskusikan bersama manajemen PDAM Tirta Pali Anugerah agar bisa segera dieksekusi di lapangan.

(Muhamad Randi)

ASJAF TEGASKAN SUKABUMI MUBARAKAH BUKAN SEKADAR JARGON, WUJUD NYATA KEPEDULIAN PEMKAB DAN BAZNAS

0

ASJAF TEGASKAN SUKABUMI MUBARAKAH BUKAN SEKADAR JARGON, WUJUD NYATA KEPEDULIAN PEMKAB DAN BAZNAS

Warta In Jabar | Sukabumi – Program Sukabumi Mubarakah yang digaungkan Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (Asjaf), kembali dibuktikan melalui aksi nyata kepedulian terhadap masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama BAZNAS Kabupaten Sukabumi bergerak cepat merespons kondisi warga yang mengalami kesulitan ekonomi.

Perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat ditunjukkan melalui langkah konkret dalam membantu Tepi Suhenda, warga yang sempat menjadi perbincangan publik setelah mengaku berniat menjual ginjal akibat tekanan ekonomi yang dialaminya.

Dalam upaya tersebut, BAZNAS Kabupaten Sukabumi berperan aktif mendukung program pemerintah daerah dengan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi, H. Unang, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjalankan tugas sebagai amil zakat dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami akan melaksanakan tugas sebagai amilin dan memberikan bantuan kepada Tepi Suhenda yang sempat ramai diberitakan karena berniat menjual ginjal. Ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Kepala Desa Warnasari, Ujang Umar, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sukabumi serta Pemerintah Kabupaten Sukabumi atas bantuan yang telah diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari BAZNAS Kabupaten Sukabumi yang telah membantu warga kami. Bantuan ini tentu sangat meringankan beban masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Sukabumi, Sandi, juga mendapat apresiasi dari warga atas respons cepat dan kepeduliannya dalam membantu mencarikan solusi bagi keluarga Tepi Suhenda.

“Kebaikan dan perhatian Pak Camat sangat kami rasakan. Keluarga menerima bantuan dan dukungan ini dengan baik,” ujar salah seorang warga RW 04.

Di sisi lain, koordinasi cepat juga dilakukan oleh Robi selaku Sekretaris Pribadi Bupati bersama Revi Juanito Pablo Ayala selaku ajudan Bupati Sukabumi. Keduanya dinilai sigap dalam menyampaikan informasi sehingga penanganan terhadap permasalahan warga dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Perwakilan BAZNAS Kabupaten Sukabumi, H. Kamal, menambahkan bahwa respons cepat yang dilakukan berbagai pihak menjadi bukti bahwa seluruh elemen pemerintahan daerah terus bekerja dan berbenah demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Bupati H. Asep Japar, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmen untuk terbuka terhadap kritik serta terus berupaya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, pemerintah desa, dan berbagai pihak terkait, semangat Sukabumi Mubarakah tidak hanya menjadi slogan, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

(Alfi Yonimar)

ASJAF TEGASKAN SUKABUMI MUBARAKAH BUKAN SEKADAR JARGON, WUJUD NYATA KEPEDULIAN PEMKAB DAN BAZNAS

0

ASJAF TEGASKAN SUKABUMI MUBARAKAH BUKAN SEKADAR JARGON, WUJUD NYATA KEPEDULIAN PEMKAB DAN BAZNAS

Warta In Jabar | Sukabumi – Program Sukabumi Mubarakah yang digaungkan Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (Asjaf), kembali dibuktikan melalui aksi nyata kepedulian terhadap masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama BAZNAS Kabupaten Sukabumi bergerak cepat merespons kondisi warga yang mengalami kesulitan ekonomi.

Perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat ditunjukkan melalui langkah konkret dalam membantu Tepi Suhenda, warga yang sempat menjadi perbincangan publik setelah mengaku berniat menjual ginjal akibat tekanan ekonomi yang dialaminya.

Dalam upaya tersebut, BAZNAS Kabupaten Sukabumi berperan aktif mendukung program pemerintah daerah dengan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi, H. Unang, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjalankan tugas sebagai amil zakat dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami akan melaksanakan tugas sebagai amilin dan memberikan bantuan kepada Tepi Suhenda yang sempat ramai diberitakan karena berniat menjual ginjal. Ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Kepala Desa Warnasari, Ujang Umar, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sukabumi serta Pemerintah Kabupaten Sukabumi atas bantuan yang telah diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari BAZNAS Kabupaten Sukabumi yang telah membantu warga kami. Bantuan ini tentu sangat meringankan beban masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Sukabumi, Sandi, juga mendapat apresiasi dari warga atas respons cepat dan kepeduliannya dalam membantu mencarikan solusi bagi keluarga Tepi Suhenda.

“Kebaikan dan perhatian Pak Camat sangat kami rasakan. Keluarga menerima bantuan dan dukungan ini dengan baik,” ujar salah seorang warga RW 04.

Di sisi lain, koordinasi cepat juga dilakukan oleh Robi selaku Sekretaris Pribadi Bupati bersama Revi Juanito Pablo Ayala selaku ajudan Bupati Sukabumi. Keduanya dinilai sigap dalam menyampaikan informasi sehingga penanganan terhadap permasalahan warga dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Perwakilan BAZNAS Kabupaten Sukabumi, H. Kamal, menambahkan bahwa respons cepat yang dilakukan berbagai pihak menjadi bukti bahwa seluruh elemen pemerintahan daerah terus bekerja dan berbenah demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Bupati H. Asep Japar, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmen untuk terbuka terhadap kritik serta terus berupaya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, pemerintah desa, dan berbagai pihak terkait, semangat Sukabumi Mubarakah tidak hanya menjadi slogan, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

(Alfi Yonimar)

0

ASJAF TEGASKAN SUKABUMI MUBARAKAH BUKAN SEKADAR JARGON, WUJUD NYATA KEPEDULIAN PEMKAB DAN BAZNAS

Warta In Jabar | Sukabumi – Program Sukabumi Mubarakah yang digaungkan Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (Asjaf), kembali dibuktikan melalui aksi nyata kepedulian terhadap masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama BAZNAS Kabupaten Sukabumi bergerak cepat merespons kondisi warga yang mengalami kesulitan ekonomi.

Perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat ditunjukkan melalui langkah konkret dalam membantu Tepi Suhenda, warga yang sempat menjadi perbincangan publik setelah mengaku berniat menjual ginjal akibat tekanan ekonomi yang dialaminya.

Dalam upaya tersebut, BAZNAS Kabupaten Sukabumi berperan aktif mendukung program pemerintah daerah dengan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi, H. Unang, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjalankan tugas sebagai amil zakat dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami akan melaksanakan tugas sebagai amilin dan memberikan bantuan kepada Tepi Suhenda yang sempat ramai diberitakan karena berniat menjual ginjal. Ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Kepala Desa Warnasari, Ujang Umar, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sukabumi serta Pemerintah Kabupaten Sukabumi atas bantuan yang telah diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari BAZNAS Kabupaten Sukabumi yang telah membantu warga kami. Bantuan ini tentu sangat meringankan beban masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Sukabumi, Sandi, juga mendapat apresiasi dari warga atas respons cepat dan kepeduliannya dalam membantu mencarikan solusi bagi keluarga Tepi Suhenda.

“Kebaikan dan perhatian Pak Camat sangat kami rasakan. Keluarga menerima bantuan dan dukungan ini dengan baik,” ujar salah seorang warga RW 04.

Di sisi lain, koordinasi cepat juga dilakukan oleh Robi selaku Sekretaris Pribadi Bupati bersama Revi Juanito Pablo Ayala selaku ajudan Bupati Sukabumi. Keduanya dinilai sigap dalam menyampaikan informasi sehingga penanganan terhadap permasalahan warga dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Perwakilan BAZNAS Kabupaten Sukabumi, H. Kamal, menambahkan bahwa respons cepat yang dilakukan berbagai pihak menjadi bukti bahwa seluruh elemen pemerintahan daerah terus bekerja dan berbenah demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Bupati H. Asep Japar, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmen untuk terbuka terhadap kritik serta terus berupaya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, pemerintah desa, dan berbagai pihak terkait, semangat Sukabumi Mubarakah tidak hanya menjadi slogan, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

(Alfi Yonimar)

Layanan Forensik RS Bhayangkara Mataram Mendapat Apresiasi Konsulat Inggris

0

Layanan Forensik RS Bhayangkara Mataram Mendapat Apresiasi Konsulat Inggris

Warta.in
Mataram,NTB — Rumah Sakit Bhayangkara Mataram kembali mendapat perhatian dari kalangan internasional. Sejumlah perwakilan British Embassy Jakarta dan British Consulate Bali, Rabu (3/6/2026), melakukan kunjungan kerja ke rumah sakit tersebut.

Kunjungan berlangsung di ruang rapat RS Bhayangkara Mataram. Tim tamu terdiri dari HM Consul for British Consulate Bali Nigel Greetham, Pro Consul Sabrina Setyarini, serta Protect and Prepare Coordinator British Embassy Jakarta Thomas Beverly.

Kabid Dokkes Polda NTB Kombes Pol. dr. I Komang Tresna, Sp.OG (K), M.A.R.S., M.H.Kes. menyampaikan, pendampingan kegiatan dilakukan jajaran Biddokkes Polda NTB bersama manajemen rumah sakit, guna memastikan seluruh agenda berjalan lancar.

“Kunjungan ini menjadi momentum penting, untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama layanan kesehatan, khususnya bagi warga negara asing yang berada di wilayah NTB,” ujar Kombes Pol. dr. Tresna.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Konsulat Inggris menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan forensik atau mortuary RS Bhayangkara Mataram. Apresiasi itu terkait penanganan korban warga negara Inggris secara cepat, tepat, serta berbasis pendekatan ilmiah.

“Mereka menyampaikan terima kasih atas pelayanan forensik, yang selama ini diberikan Rumkit Bhayangkara Mataram terhadap warga negara Inggris,” katanya.

Selain menyampaikan apresiasi, delegasi Inggris juga menggali informasi terkait kesiapsiagaan saat terjadi bencana di NTB. Pembahasan mencakup jalur evakuasi korban warga asing, pola koordinasi lintas instansi, hingga mekanisme penanganan darurat.

“Mereka ingin mengetahui seperti apa sistem layanan saat terjadi kebencanaan, termasuk koordinasi antarinstansi dan proses evakuasi warga negara asing,” jelas Kombes Tresna.

Tak hanya itu, lanjut dr. Tresna, rombongan juga menanyakan prosedur pelayanan bagi warga asing, yang terlibat kasus hukum maupun membutuhkan layanan kesehatan spesialistik. Kapasitas rumah sakit serta kelengkapan sarana pendukung, turut menjadi perhatian dalam diskusi tersebut.

“Kapasitas layanan kesehatan, fasilitas penunjang, serta prosedur penanganan warga negara asing, menjadi bagian penting yang mereka pelajari dalam kunjungan ini,” ungkap dr. Tresna.

Kabar menggembirakan muncul dalam agenda tersebut. Pemerintah Inggris tengah mempertimbangkan RS Bhayangkara Mataram, masuk ke dalam situs resmi pemerintah Inggris, sebagai salah satu rumah sakit rujukan bagi warga negara Inggris, yang berada di Lombok dan NTB.

“Rencana pencantuman Rumkit Bhayangkara Mataram pada website resmi Pemerintah Inggris, tentu menjadi kebanggaan sekaligus pengakuan atas kualitas layanan yang selama ini dibangun,” pungkasnya.(sr/hpntb)

NTB Gandeng IESR Susun Peta Jalan Menuju Emisi Nol Bersih 2050

NTB Gandeng IESR Susun Peta Jalan Menuju Emisi Nol Bersih 2050

Warta.in
Mataram,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat langkah menuju target Net Zero Emission (NZE) 2050. Komitmen tersebut mengemuka saat Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menerima audiensi Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa, bersama rombongan di ruang kerjanya, Rabu (3/6/26).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Iqbal menyambut positif dukungan IESR dalam upaya penyusunan peta jalan menuju NZE 2050. Menurutnya, NTB membutuhkan arah pembangunan yang jelas dan terukur untuk memastikan proses transisi energi berjalan efektif sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“IESR dapat memberikan masukan strategis untuk mengarusutamakan energi terbarukan. Dalam masa transisi energi seperti saat ini, inisiatif NZE juga perlu mendapat dukungan kuat dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Iqbal menegaskan, NTB memiliki potensi energi terbarukan yang besar dan dapat menjadi modal penting dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, Fabby Tumiwa menjelaskan bahwa IESR siap mendukung Pemerintah Provinsi NTB dalam mencapai target NZE 2050 melalui pengembangan ekosistem transisi energi, penyusunan kebijakan, hingga mendorong investasi energi terbarukan.

Menurutnya, sejumlah daerah telah lebih dahulu mendeklarasikan target serupa, seperti Bali yang menargetkan NZE pada 2045 dan Nusa Tenggara Timur pada 2050 dengan dukungan pendampingan teknis serta strategi transisi energi.

Sebagai langkah awal, IESR telah menerbitkan kajian Pulau Berbasis 100 Persen Energi Terbarukan dan Fleksibilitas pada Sistem Tenaga Listrik. Kajian tersebut menunjukkan bahwa Pulau Sumbawa berpotensi memenuhi seluruh kebutuhan listriknya dari sumber energi terbarukan, terutama tenaga surya dengan potensi mencapai 8,64 gigawatt (GW).

Fabby juga menyebut pengalaman IESR dalam menyusun Peta Jalan Bali Emisi Nol Bersih 2045 Sektor Ketenagalistrikan dapat menjadi referensi penting bagi NTB dalam merancang strategi menuju NZE.

“Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pembangunan 100 GW energi surya di sekitar 80 ribu desa. Kami melihat ini sebagai momentum bagi daerah untuk berkontribusi dalam pencapaian target nasional,” kata Fabby.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif ViriyaENB, Suzanty Sitorus, mendorong NTB untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor energi terbarukan dan menjadi pusat pengembangan tenaga kerja energi bersih di Indonesia Timur.

Menanggapi hal tersebut, Miq Iqbal menilai SDM NTB memiliki peluang besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja energi terbarukan, baik di dalam negeri maupun pasar internasional, termasuk kawasan Timur Tengah.

“Banyak tenaga kerja NTB memiliki kemampuan berbahasa Arab. Yang perlu diperkuat adalah pendidikan teknis, pusat pelatihan, dan dukungan sertifikasi agar mampu bersaing di sektor energi terbarukan,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk menjajaki kerja sama dalam penyusunan peta jalan NZE NTB dan pengembangan kebijakan rendah emisi. Ruang lingkup kerja sama yang dibahas meliputi pengembangan kawasan rendah emisi, kendaraan listrik, transportasi publik, energi terbarukan, pengembangan tenaga kerja, hingga kawasan industri berkelanjutan.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam mempercepat transformasi energi bersih di NTB sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat pengembangan energi terbarukan di Indonesia. (sr/dkisntb)