32.3 C
Jakarta
Rabu, Juni 3, 2026
Beranda blog

Kapolres Jember Pimpin Sertijab dan Pengukuhan Sejumlah Pejabat Utama serta Kapolsek

0

Warta.in, Jember – Kapolres Jember Bobby A. Condroputra memimpin langsung upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan pengukuhan sejumlah pejabat utama serta Kapolsek jajaran di lingkungan Polres Jember, Rabu (3/6/2026), di halaman Mapolres Jember.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari dinamika organisasi, regenerasi kepemimpinan, serta penyegaran tugas di tubuh Polri guna meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam upacara tersebut, sejumlah pejabat resmi menerima amanah dan tanggung jawab baru untuk melanjutkan pengabdian di wilayah hukum Polres Jember maupun di kesatuan lainnya.

Jabatan Kapolsek Kaliwates kini resmi diemban oleh KOMPOL Akhmad Musofah, S.H. Sementara itu, jabatan Kapolsek Jombang yang sebelumnya dijabat AKP Miftakhul Huda, S.Sos., diserahterimakan kepada IPTU Imam Kusuma, S.H. AKP Miftakhul Huda selanjutnya mendapat penugasan baru sebagai Kabag Ops Polres Situbondo.

Selanjutnya, jabatan Kapolsek Pakusari kini dipercayakan kepada IPTU Iswanto, S.H. Sedangkan posisi Kasattahti Polres Jember yang sebelumnya dijabat IPTU Iswanto, S.H., kini diserahterimakan kepada IPDA Sutaryoto, S.H.

Untuk jabatan Kapolsek Balung kini diemban AKP Heriyanto, S.H. Kemudian jabatan Kapolsek Sumberjambe yang sebelumnya dipimpin IPTU Dwi Iman Dayadi, S.H., kini resmi diserahterimakan kepada IPTU Djoni Hoemaidi, S.H.

Selain itu, jabatan Kapolsek Sempolan yang sebelumnya dijabat AKP Muhammad Luthfi, S.H., kini resmi diemban IPTU Wawan Sugianto, S.H., M.M. Sedangkan AKP Muhammad Luthfi mendapat tugas baru sebagai Kasat Resnarkoba Polres Ngawi.

Pada kesempatan yang sama, jabatan Kasi Humas Polres Jember yang sebelumnya dijabat IPDA Moh. Zazim Mulkamdi, S.H., kini diserahterimakan kepada IPDA Firmansyah, S.H.
Tak hanya sertijab, Polres Jember juga melaksanakan pengukuhan jabatan Kapolsek Kalisat kepada IPTU Ika Mufid Dati, S.E., M.Psi., serta pengukuhan jabatan Kapolsek Puger kepada IPTU Edy Purwanto, S.H.

Dalam amanatnya, Kapolres Jember menegaskan bahwa mutasi dan pergantian jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk penyegaran serta pengembangan karier personel.

“Serah terima jabatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan Polri kepada masyarakat. Saya berharap pejabat yang baru segera menyesuaikan diri, memahami karakteristik wilayah tugasnya, serta mampu membangun komunikasi dan sinergi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Kapolres Jember.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Polres Jember serta berharap para pejabat baru dapat membawa inovasi, semangat baru, dan meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Upacara sertijab berlangsung khidmat dan dihadiri para pejabat utama Polres Jember, Kapolsek jajaran, anggota Polri, ASN Polri, serta Bhayangkari Cabang Jember.

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Dan Pengecekan Antisipasi Pohon Tumbang di Daerah Rawan Bencana

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Dan Pengecekan Antisipasi Pohon Tumbang di Daerah Rawan Bencana

LAMONGAN//Warta.in –Dalam Rangka bentuk kepedulian polri dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati kali ini jajaran personil Polsek Ngimbang giat patroli pemantauan dan antisipasi Pohon Tumbang Guna cegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di jalan Raya Babat – Jombang di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, Selasa (02/06/2026) pukul 09.00 wib

Patroli pemantauan pohon tumbang ini di laksanakan oleh anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Bripka Sujito
untuk mengecek dan memantau kondisi pohon di pinggir jalan antisipasi pohon tumbang agar tidak mengganggu kamtibmas dan tetap kondusif di wilayah Kecamatan Ngimbang

Untuk semua masyarakat di harapkan tetap Waspada apabila waktu Hujan dan Angin untuk menghindari pohon tumbang segera melaporkan ke Polsek atau Damkar setempat

Sementara Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H menjelaskan “Bahwa kegiatan Patroli dan pemantauan pohon tumbang tersebut untuk antisipasi terjadinya bencana alam tumbangnya pohon saat hujan dan angin ribut apabila pengendara melintas dan masyarakat memberikan himbauan kamtibmas juga memberikan himbauan agar selalu menjaga kebersihan yaitu dengan mematuhi Peraturan lalu lintas, ”Pesan Kapolsek Ngimbang

Sehingga masyarakat merasakan kenyamanan dengan pelayanan dan kehadiran polisi ditengah – tengah masyarakat agar kondisi wilayah Ngimbang Aman dan kondusif (roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme di daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Selasa siang (02/06/2026)pukul 09.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Bripka Sujito dengan sasaran di Jalan Poros Ngimbang – Jomnang, SPBU Ngimbang, ATM BNI, Bank Jatim dan pos Satpam Gudang R3 Lamongrejoserta Masyarakat Desa Lamongrejo yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Sinergitas TNI – Polri, Guna Menjaga Siskamtibmas Di Malam Hari

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Sinergitas TNI – Polri, Guna Menjaga Siskamtibmas Di Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Selasa (02/05/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 21.00 wib oleh Gabungan Koramil Ngimbanh dam petugas jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Briptu Andika menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di Jalan Poros Tanjung – Songowareng, Swalayan R3 Tanjung, ATM BRI dan Masyarakat Desa Ganggangtingan serta Masyarakat Desa Munungrejo – Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)

Presiden Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Ini Respons Ketua Umum PPN RI

0

Warra.in, Jakarta – Sebagaimana telah disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam siaran perss di Ruang Sidang Kabinet pada hari Selasa 2 Juni 2026 dimana jabatan Kepala Badan Gizi Nasional yang selama 1,5 tahun dijabat oleh Dadan Hindayana hari ini digantikan oleh pejabat yang baru yaitu Nanik S Deyang, selain itu juga Presiden juga memberhentikan dua wakil ketua Badan Gizi Nasional Irjen Pol (Purn) Soni Sanjaya dan Letjen TNI (Purn) Lodewijk Pusung dengan mengangkat pejabat wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Mensesneg Prasetyo Hadi juga menyampaikan ucapan terima kasih Presiden Prabowo atas kerja keras dan dedikasi Dadan Hindayana yang selama menjabat Kepala Badan Gizi Nasional telah meletakkan dan membangun pondasi dan.mengembangkan Badan Gizi Nasional.

Hal ini merupakan keputusan yang diambil sebagai langkah evaluasi dan upaya agar BGN menjadi lebih efektif dalam menjalin komunikasi dan kordinasi dengan kementrian terkait maupun dengan lembaga lainya.

Seiring dengan hal tersebut Ketua Umum PPN RI Ino Rasdyono S.E., CPA berkomentar “Pertama saya ucapkan Selamat atas diangkatnya Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional dan Agustina Arumsari serta Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala Badan Gizi Nasional yang baru ” ucap Kang Ino

“Semoga dengan diangkatnya Ibu Nanik S Deyang kedepannya program Makan Bergizi Gratis akan semakin luas menjangkau penerima manfaat di seantero nusantara dan semoga Badan Gizi Nasional semakin maju profesional dan transparan dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis yang harus diakui bahwa dengan program ini dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat disamping juga telah mampu meningkatkan asupan gizi bagi balita, anak sekolah, ibu hamil dan menyusui dan secara nyata menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit” pungkas Kang Ino.

Yulius Aho: Kesuksesan Harus Dimulai dari Langkah-Langkah Kecil

0

PONTIANAK – WartaIN – Kepedulian terhadap sesama masih menjadi nilai yang terus dijaga oleh tokoh muda Dayak Kalimantan Barat, Yulius Aho, SH. Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha muda dan tokoh politik, ia tetap meluangkan waktu untuk memperhatikan kondisi masyarakat serta membantu mereka yang membutuhkan.

Hal tersebut terlihat saat jajaran DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kalimantan Barat berkunjung ke kantornya dalam rangka menjalin silaturahmi dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Yulius Aho menyambut rombongan dengan penuh keramahan. Berbagai diskusi ringan pun mengemuka, terutama mengenai kondisi masyarakat yang dinilai semakin berkurang rasa kepeduliannya terhadap sesama seiring pesatnya perkembangan zaman.

Meski kini menjabat sebagai Direktur PT Borneo Twindo Group dan Ketua DPW Partai Perindo Kalimantan Barat, sosok Yulius Aho tetap dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan ringan tangan. Bagi orang yang baru mengenalnya, mungkin terkesan segan. Namun, setelah berinteraksi lebih dekat, akan terlihat sikapnya yang ramah dan terbuka kepada siapa saja.

Menurut Yulius Aho, kesuksesan tidak datang secara instan. Ia menekankan bahwa setiap pencapaian besar harus diawali dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan.

“Siapa yang ingin sukses harus memulainya dari hal-hal yang paling kecil,” ujar Yulius Aho, Selasa ( 2 / 6 ).

Di tengah tantangan kehidupan modern saat ini, sosok-sosok yang memiliki kepedulian sosial dan semangat berbagi dinilai semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Nilai-nilai kebaikan yang terus ditanamkan Yulius Aho diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus peduli terhadap lingkungan dan sesama.

Jabatan dan kesuksesan yang diraihnya tidak menjadikan dirinya sombong ataupun berjarak dengan masyarakat. Sebaliknya, ia justru semakin menunjukkan sikap rendah hati. Seperti pepatah padi, semakin berisi semakin merunduk.

Semoga dedikasi dan nilai-nilai kebaikan yang terus ia tanamkan mendapat balasan yang baik pula dari lingkungan sekitarnya. Masyarakat pun berharap Yulius Aho beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kesuksesan dalam menjalankan aktivitasnya, ( ADY ).

Anggaran Makan Bergizi Gratis di Subang Bocor? Paket Makanan Disunat, Akuntabilitas Cikaum Dipertanyakan

0

Anggaran Makan Bergizi Gratis di Subang Bocor? Paket Makanan Disunat, Akuntabilitas Cikaum Dipertanyakan

​Warta In Jabar | SUBANG – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi solusi pengentasan stunting nasional justru menuai sorotan tajam di lapangan. Di Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang, program yang menyasar kelompok rentan Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (B3) ini diduga kuat diwarnai praktik “penyunatan” anggaran paket makanan dan minimnya akuntabilitas pengelolaan.Selasa 2/6/2026

​Titik merah persoalan ini mengarah pada Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangsari Cikaum 2. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 758 warga penerima manfaat di wilayah tersebut yang kini terancam menerima asupan nutrisi di bawah standar kelayakan akibat adanya selisih harga (disparitas) yang signifikan antara pagu anggaran resmi dengan realisasi fisik di lapangan.

​Matematika Lapangan: Pagu Rp10.000, Realisasi Hanya Rp8.400

​Penelusuran mendalam terhadap paket makanan kering yang dibagikan memicu tanda tanya besar. Secara administratif, paket untuk balita dianggarkan sebesar Rp8.000, sedangkan untuk ibu hamil dan menyusui dialokasikan Rp10.000 per paket.

​Namun, pengakuan mengejutkan datang dari Fahri, Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Sindangsari Cikaum 2 pada Selasa (02/06/2026). Rincian harga riil belanjaan yang dibongkar Fahri justru menunjukkan angka yang jauh mencekik:

​Paket Balita: Berisi susu kotak 115 ml (±Rp3.200) dan buah pisang Cavendish (±Rp2.857). Total nilai riil hanya ±Rp6.057 (Ada selisih hampir Rp2.000 per paket).

​Paket Ibu Hamil/Menyusui: Berisi susu kotak 200 ml (±Rp5.600) dan buah pisang Cavendish (±Rp2.857). Total nilai riil hanya ±Rp8.457 (Ada selisih lebih dari Rp1.500 per paket).

​Jika selisih ribuan rupiah ini dikalikan dengan 758 penerima manfaat secara berkelanjutan, akumulasi dana “gelap” yang tidak jelas rimbanya berpotensi mencapai angka yang sangat fantastis.

​Pertanyaan mendasarnya: ke mana larinya uang selisih tersebut? Apakah ini bentuk efisiensi sepihak, atau justru aroma busuk korupsi anggaran gizi rakyat?

​Misteri pemangkasan nilai paket ini semakin diperparah dengan bobroknya manajemen pengawasan di lapangan. Saat awak media mencoba meminta klarifikasi langsung di lokasi, Kepala Dapur SPPG Sindangsari Cikaum 2, Hadyan Riski, sedang tidak berada di tempat karena bepergian ke Bogor.

​Ketidakhadiran penanggung jawab utama di saat program krusial ini berjalan mencerminkan lemahnya komitmen dan transparansi terhadap pelayanan publik.

​Di sisi lain, pembelaan normatif datang dari Sidik, yang mengklaim diri sebagai ahli gizi program tersebut. Ia berkilah bahwa jenis makanan yang disalurkan sudah sesuai aturan kelompok kerja ahli gizi. Namun, pernyataan Sidik ini justru blunder dan memperlebar celah kecurigaan. Jika memang standar menunya terkoordinasi dengan baik, mengapa kalkulasi nilai rupiahnya bisa jeblok jauh di bawah pagu anggaran?

​Menantang Ketegasan Surat Edaran Badan Gizi Nasional

​Dugaan pelanggaran di Cikaum ini jelas-jelas menabrak benteng regulasi yang ada. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 dan Perpres Nomor 115 Tahun 2025, tata kelola nilai pagu dan standar gizi bersifat mutlak dan tidak boleh dikurangi sepeser pun.

​Bagaimanapun, temuan ini menjadi tamparan keras bagi Surat Edaran Badan Gizi Nasional Nomor 5 Tahun 2026 yang baru saja berlaku efektif per 2 Juni 2026. Aturan teranyar tersebut menyatakan dengan tegas:

​Setiap SPPG wajib menjamin nilai paket sama persis dengan pagu.

​Penanggung jawab wajib hadir dan dapat dimintai pertanggungjawaban kapan saja.

​Sanksi tegas hingga penghentian total operasional menanti dapur yang nekat melakukan penyimpangan.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi maupun pembelaan tertulis dari instansi terkait maupun pengelola pusat program MBG Kabupaten Subang.

​Masyarakat kini mendesak Dinas Kesehatan, Badan Gizi Nasional, dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif ke Cikaum. Jangan sampai program mulia negara untuk memotong rantai stunting justru dijadikan ajang bancakan oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan di atas piring makan balita dan ibu mengandung.

Kodim 0201/Medan Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila

0

Warta.in Medan – Komando Distrik Militer (Kodim) 0201/Medan melaksanakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Upacara berlangsung khidmat di halaman depan Makodim 0201/Medan Jl. Pengadilan, No. 8, Kota Medan, Senin (1/6/2026) pagi.

Bertindak sebagai inspektur Upacara Pasi Log Kodim 0201/ Medan, Mayor Inf Romi Sembiring. Upacara diikuti oleh seluruh Personil jajaran Kodim 0201/Medan, mulai dari Perwira Staf, para Danramil dan Bintara, Tamtama, PNS, Kodim 0201/Medan.

Sedangkan Komandan Kodim 0201/Medan (Dandim) Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E., M.M. Mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni Tahun 2026 di Kantor Walikota Medan Jl. Kapten Maulana Lubis No. 2, Kota Medan.

Dalam amanat yang dibacakan oleh inspektur upacara, Pasi Log Kodim 0201/Medan menyampaikan pesan dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), menegaskan Hari ini 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”,. Sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Pancasila adalah Bintang Penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan Ekonomi dan Teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). (RN)

Samsat Kabupaten Bekasi Apresiasi Wajib Pajak Taat Lewat Program Gebyar Berhadiah

0

warta.in Bekasi ◊ Selasa, 02 Juni 2026

Kabupaten Bekasi, – Samsat Kabupaten Bekasi menghadirkan inovasi pelayanan melalui program Jabar Istimewa Gebyar “Urang Cikarang Ngurus Pajak Gampang, Hadiah Datang”, sebagai bentuk apresiasi bagi masyarakat yang taat membayar pajak kendaraan sekaligus mendorong budaya tertib administrasi kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten Bekasi (2/6/2026).

Program ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepatuhan pajak kendaraan, sekaligus memberikan pengalaman pelayanan yang lebih menarik dan menguntungkan bagi wajib pajak. Tidak hanya mengurus kewajiban administrasi, masyarakat juga berkesempatan membawa pulang hadiah menarik.

Kepala P3DW Samsat Kabupaten Bekasi, Mochamad Fajar Ginanjar, menjelaskan bahwa program tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada wajib pajak yang memiliki rekam jejak pembayaran yang baik.

“Wajib pajak yang melakukan pengurusan pajak kendaraan lima tahunan dan tercatat tidak pernah terlambat membayar pajak selama lima tahun terakhir berhak mendapatkan kupon undian berhadiah,” jelas Mochamad Fajar Ginanjar.

Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan daerah melalui kepatuhan pajak, tetapi juga menjadi strategi untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pelayanan yang lebih inovatif dan apresiatif.

Melalui slogan “Ngurus Pajak Gampang, Hadiah Datang”, Samsat Kabupaten Bekasi ingin menanamkan pesan bahwa kepatuhan administrasi kendaraan bukan sekadar kewajiban, melainkan juga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Antusiasme masyarakat diharapkan semakin meningkat melalui program ini, sehingga kesadaran akan pentingnya pembayaran pajak tepat waktu dan kelengkapan dokumen kendaraan dapat terus tumbuh.

Program tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen Samsat Kabupaten Bekasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dengan semakin banyak warga yang tertib STNK dan taat pajak, diharapkan tercipta budaya administrasi kendaraan yang lebih baik di Kabupaten Bekasi.

(Alpin A.S)

GMNI Karawang Kecewa, Forkopimda dan Bupati Tak Hadir Langsung dalam RDP Aspirasi Mahasiswa

0

GMNI Karawang Kecewa, Forkopimda dan Bupati Tak Hadir Langsung dalam RDP Aspirasi Mahasiswa

Warta In Jabar | KARAWANG – Ruang dialog yang diharapkan menjadi jembatan antara mahasiswa dan pemangku kebijakan di Kabupaten Karawang justru menyisakan kekecewaan. Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar antara Aliansi Cipayung Plus Karawang dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karawang pada Selasa (2/6/2026) dinilai tidak berjalan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibangun sejak aksi mahasiswa pada 21 Mei 2026 lalu.

RDP tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi yang digelar Aliansi Cipayung Plus Karawang yang terdiri dari GMNI, HMI, PMII, dan IMM. Saat itu, mahasiswa bersama pemerintah daerah dan unsur Forkopimda sepakat untuk melanjutkan pembahasan berbagai aspirasi masyarakat melalui forum resmi yang dijadwalkan pada 2 Juni 2026.

Bagi kalangan mahasiswa, forum tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang strategis untuk menghadirkan dialog langsung antara pengambil kebijakan dengan elemen masyarakat sipil yang selama ini menyuarakan berbagai persoalan daerah.

Namun dalam pelaksanaannya, sejumlah pimpinan daerah tidak hadir secara langsung. Dandim Karawang diwakili Kasdim, Kapolres Karawang diwakili Wakapolres, Kajari Karawang diwakili Kasi Pidsus, sementara Bupati Karawang diwakili oleh Sekretaris Daerah.

Kondisi tersebut memicu kritik dari Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Karawang. Organisasi mahasiswa itu menilai kehadiran perwakilan tidak mencerminkan komitmen yang sebelumnya telah disepakati bersama.

Ketua DPC GMNI Karawang, Alfani Husen, menyampaikan kekecewaannya atas ketidakhadiran langsung para pimpinan daerah dalam forum yang dianggap penting tersebut.

“Kami menyayangkan RDP ini tidak berjalan sesuai kesepakatan. Sejak awal sudah jelas bahwa forum ini harus dihadiri langsung oleh unsur Forkopimda, bukan diwakilkan. Karena yang kami bawa adalah persoalan serius yang membutuhkan keputusan dan komitmen langsung dari pimpinan daerah,” tegas Alfani.

Menurutnya, substansi dialog tidak akan berjalan maksimal apabila pihak yang memiliki kewenangan mengambil keputusan tidak hadir secara langsung dalam forum pembahasan.

Alfani menambahkan, forum yang lahir dari hasil kesepakatan pasca aksi mahasiswa tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan keterbukaan terhadap kritik dan aspirasi masyarakat.

GMNI Karawang juga memberikan sorotan khusus terhadap ketidakhadiran Bupati Karawang. Sebagai kepala daerah, Bupati dinilai memiliki tanggung jawab politik dan moral untuk hadir, mendengarkan, serta memberikan jawaban atas berbagai persoalan yang telah disampaikan mahasiswa sejak aksi berlangsung pada 21 Mei lalu.

“Ketidakhadiran Bupati Karawang tentu menjadi catatan serius. Forum ini lahir dari kesepakatan aksi, bukan sekadar undangan biasa. Maka sudah semestinya Bupati hadir langsung sebagai bentuk tanggung jawab politik dan moral kepada masyarakat Karawang,” lanjutnya.

Bagi GMNI, persoalan ini bukan hanya menyangkut aspek protokoler atau formalitas kehadiran pejabat. Lebih dari itu, kehadiran pimpinan daerah dalam forum yang telah disepakati bersama merupakan bentuk penghormatan terhadap komitmen dialog dan keseriusan dalam menyelesaikan berbagai persoalan publik.

Organisasi mahasiswa tersebut menilai, apabila ruang dialog yang telah disepakati bersama tidak dihormati secara penuh, maka kepercayaan masyarakat sipil terhadap pemerintah berpotensi menurun. Mereka mengingatkan bahwa dialog publik tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan harus menjadi wadah lahirnya kebijakan dan keputusan yang bertanggung jawab.

“Kami tidak ingin RDP hanya dijadikan formalitas. Mahasiswa datang membawa aspirasi rakyat, bukan sekadar hadir untuk mengisi kursi forum. Kalau kesepakatan saja tidak dihormati, maka pemerintah jangan menyalahkan mahasiswa ketika kembali turun ke jalan,” ujar Alfani.

Atas dasar itu, DPC GMNI Karawang mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang dan seluruh unsur Forkopimda untuk menunjukkan komitmen yang lebih kuat dalam membangun komunikasi dengan mahasiswa maupun masyarakat sipil.

Mereka menegaskan bahwa setiap kesepakatan yang telah dibuat harus dihormati, dilaksanakan, dan dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

“Bagi kami, ini adalah soal etika politik, konsistensi, dan tanggung jawab kekuasaan. Forkopimda tidak boleh hadir hanya ketika membutuhkan legitimasi, tetapi absen ketika harus mendengar kritik. GMNI Karawang akan terus mengawal persoalan ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa,” tutup Alfani Husen.