Beranda blog

Terungkap! Penemuan Bayi di Kebun Pisang Gunungsari Ternyata Dibuang Ibu Kandung

0

Terungkap! Penemuan Bayi di Kebun Pisang Gunungsari Ternyata Dibuang Ibu Kandung

Warta.in
Lombok Barat,NTB – Kasus penemuan bayi laki-laki di Dusun Geripak, Desa Gelangsar, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, akhirnya berhasil diungkap. Sehari setelah bayi ditemukan warga, Unit Reskrim Polsek Gunungsari mengamankan seorang perempuan berinisial M (37), Ahad (19/7/2026) siang, yang diduga menjadi pelaku penelantaran anak.

Kapolsek Gunungsari Iptu Ida Bagus Adnyana Putra mengatakan, pengungkapan berawal dari rangkaian penyelidikan intensif usai laporan penemuan bayi diterima.

“Tim Unit Reskrim mengumpulkan petunjuk, melakukan pendalaman, lalu menginterogasi terduga hingga akhirnya mengakui bayi tersebut anak kandungnya,” ungkap Iptu Adnyana.

Dari hasil pemeriksaan, terduga melahirkan seorang bayi laki-laki seorang diri di kebun yang letaknya tidak jauh dari rumah terduga. Usai melahirkan di bawah pohon pisang, bayi ditinggalkan di lokasi. Terduga kemudian membuat cerita seolah-olah bayi itu ditemukan di kebun, lalu informasi tersebut disampaikan kepada ibunya hingga akhirnya dilaporkan kepada kepala dusun, Bhabinkamtibmas, dan diteruskan ke Polsek Gunungsari.

“Pengakuan terduga menyebut bayi itu lahir dari hubungan di luar pernikahan, saat bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. Terduga baru kembali ke Indonesia sekitar lima bulan lalu,” kata Iptu Adnyana.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sehelai jilbab warna cokelat, yang digunakan membungkus bayi saat ditemukan. Kasus ini diproses menggunakan Pasal 430 KUHP terkait dugaan penelantaran orang atau anak.

Iptu Adnyana menambahkan, proses hukum masih terus berjalan. “Terduga saat ini berada di Rumah Perlindungan Trauma Center Dinas Sosial Provinsi NTB. Selanjutnya perkara akan dilimpahkan ke Unit PPA-PPO Satreskrim Polresta Mataram untuk penanganan lebih lanjut,” tutupnya.(sr/hpm)

Pesan Wagub NTB Pada  Sannipata Waisak 2570 BE/2026, Kerukunan Beragama Pondasi Penting Bangun Daerah

0

Pesan Wagub NTB Pada  Sannipata Waisak 2570 BE/2026, Kerukunan Beragama Pondasi Penting Bangun Daerah

Warta.in
Lombok Utara, NTB – Perayaan Sannipata Waisak 2570 BE/2026 bagi Umat Budha berlangsung di Vihara Bodhi Dharma, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, pada Minggu (19/7/2026). Diketahui kegiatan ini merupakan puncak peringatan Tri Suci Waisak.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri, yang hadir dalam kegiatan tersebut, berpesan agar kerukunan dan toleransi antar umat beragama merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah yang damai, harmonis dan sejahtera.

Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan setiap agama menjadi perekat kehidupan masyarakat yang majemuk sehingga semangat saling menghormati harus terus dipelihara. “Terima kasih kepada umat Buddha di Lombok Utara yang telah menunjukkan kepada dunia bahwa di Nusa Tenggara Barat kita hidup dalam keberagaman, saling menjaga toleransi, memberikan rasa hormat dan saling menjaga antara satu dengan yang lain,” demikian Ummi Dinda sapaan akrab WagubNTB ini.

Dirinya tak lupa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persaudaraan sebagai modal sosial dalam membangun Nusa Tenggara Barat. “Mari kita terus saling mendoakan, saling menjaga, saling mengingatkan dan terus menjaga kerukunan antarumat yang berada di Nusa Tenggara Barat,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengatakan, keberhasilan daerahnya mempertahankan predikat Kabupaten Peduli Kerukunan Umat Beragama selama enam tahun berturut-turut tidak lepas dari kuatnya budaya saling menghormati yang tumbuh di tengah masyarakat. Menurutnya, Desa Bentek bahkan telah menjadi salah satu contoh nasional dalam praktik kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

“Di sini, di Desa Bentek, merupakan salah satu desa yang dijadikan sebagai contoh tentang kerukunan umat beragama di Indonesia. Ini merupakan suatu penghormatan dan prestasi yang luar biasa bagi kita di Lombok Utara,” Najmul mengungkapkan kebanggaannya.

Perayaan Sannipata Waisak tahun ini merupakan puncak rangkaian Tri Suci Waisak 2570 BE dalam perayaan berlangsung khidmat melalui pembagian kitab suci Dharmappada, penyampaian pesan Sannipata Waisak, pertunjukan seni budaya, drama yang mengisahkan perjalanan hidup Sang Buddha.

Sebelumnya berbagai kegiatan keagamaan dan sosial telah dilaksanakan dalam rangka memperingati Sannipata Waisak. Di antaranya bakti sosial di tujuh vihara serta penyaluran 600 paket bantuan kepada 34 vihara di Kabupaten Lombok Utara sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur bersama Anggota DPRD Provinsi NTB Sudirsah Sujanto menyerahkan secara simbolis dana hibah sebesar Rp100 juta kepada Magabudhi Kabupaten Lombok Utara. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap pembinaan dan penguatan kegiatan keagamaan umat Buddha.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan terdapat kurang lebih tiga ribuan umat Budha turut menghadiri kegiatan tersebut. Peserta berasal dari Kabupaten Lombok Utara, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan ini mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia Bersumbangsih Bagi Negeri” tidak hanya sekadar perayaan keagamaan, namun diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan gotong royong.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri, Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB Aryadi Satyawira, Anggota DPRD Provinsi NTB Sudirsah Sujanto, para bhikshu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Utara, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. (sr/dkisntb)

Sidang Paripurna Hari Jadi Purwakarta: Teguhkan Komitmen Ajeg Budaya dan Kemajuan Daerah

0

Warta.in, Purwakarta – Gedung Dewan Ciganea tampak penuh dan berlangsung dengan suasana khidmat pada Senin, 20 Juli 2026, saat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta secara resmi menyelenggarakan Sidang Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Purwakarta ke-195 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58.

Kegiatan bersejarah ini dihadiri oleh beragam elemen, meliputi tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, awak media, pejabat daerah, serta para mantan pemimpin yang telah mengabdi bagi kemajuan Purwakarta.

Turut hadir jajaran lengkap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati beserta Wakil Bupati Purwakarta, para mantan Bupati, mantan Wakil Bupati, mantan Sekretaris Daerah, tokoh agama, serta Anggota DPR RI dan Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan setempat.

Usai sesi sidang selesai, suasana dilanjutkan dengan penampilan seni yang memukau. Budayawan serta penyanyi Charly Van Houten hadir menghibur seluruh tamu undangan, disusul penampilan tarian khas yang dibawakan oleh Ni Hyang Sukma Ayu.

Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Sri Puji Utami. Dalam pidato pembukaannya, beliau menegaskan bahwa peringatan hari jadi ini bukan sekadar kegiatan seremonial belaka, melainkan momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya dan karakter masyarakat Purwakarta.

“Tema “Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa” yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan ajakan nyata bagi seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa melestarikan seni, bahasa, adat istiadat, serta kearifan lokal yang menjadi jati diri daerah ini sejak lama,” ujar Sri Puji Utami di hadapan para undangan.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa kemajuan pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian warisan budaya. Nilai-nilai luhur budaya menjadi pilar utama dalam pembentukan karakter masyarakat, sekaligus benteng pertahanan identitas di tengah derasnya arus perubahan dan globalisasi.

Ketua DPRD juga menyambut baik komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan melalui berbagai program, antara lain pembangunan ruang kreatif serta kegiatan yang mendorong potensi dan kreativitas masyarakat.

Diharapkan, semangat tema hari jadi ini dapat memperkokoh persatuan, jiwa gotong royong, dan solidaritas sosial, sehingga Purwakarta dapat menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan sejahtera tanpa meninggalkan jati dirinya.

Agenda ini juga berfungsi sebagai wadah refleksi historis atas perjalanan daerah sekaligus sarana evaluasi arah kebijakan pembangunan. Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan dengan nuansa khas budaya Sunda, merefleksikan tekad kuat menjaga marwah lokal di tengah modernisasi, terlihat dari busana adat yang dikenakan para pimpinan dan anggota dewan, serta penggunaan bahasa daerah dalam penyelenggaraan sidang.

Paripurna ini juga menegaskan penyelarasan visi antara lembaga legislatif dan eksekutif guna mengoptimalkan pelayanan publik, memperkuat infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Seluruh elemen berkomitmen untuk bersinergi mengawal kesejahteraan dan kemajuan Purwakarta secara berkelanjutan. (ds)

Tumpak Situmorang Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sudung Situmorang Menjadi Ketua PSSAB 2026–2031

0

Medan, warta.in – Pelaksanaan Mubes dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Dr. Binsar Situmorang, didampingi Sekretaris Anton L. Situmorang dan Bendahara Jhonson H. Timbul Situmorang, SH. Dalam laporannya, Dr. Binsar menegaskan seluruh tahapan berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
Hadir dalam acara ini sebanyak 142 peserta resmi dari berbagai unsur kepengurusan, ditambah sekitar 200 peninjau yang turut menyaksikan jalannya forum. Dukungan nyata juga terlihat dari terkumpulnya dana operasional sebesar Rp 700 juta, yang merupakan sumbangan sukarela dari seluruh pomparan Ompu Tuan Situmorang demi kelancaran acara.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata betapa eratnya ikatan persaudaraan kita. Semoga Tuhan senantiasa memberkahi langkah kita semua,” ujar Dr. Binsar di hadapan peserta.
Dukungan datang dari berbagai tokoh terkemuka, antara lain JB Situmorang, Brigjen TNI Polsen Situmorang, Yunus Situmorang, Parada Situmorang, Sihar Situmorang, Tumpak Situmorang serta perwakilan dari marga kerabat Sitohang dan Siringoringo.

Musyawarah Besar (Mubes) V Dewan Pimpinan Pusat Persadaan Situmorang Sipitu Ama dohot Boruna (PSSAB) se-Indonesia telah menutup rapat pemilihan kepemimpinan periode selanjutnya. Secara aklamasi dan penuh semangat persaudaraan, Sudung Situmorang, SH, MH kembali dipercaya memimpin organisasi keluarga besar marga Situmorang untuk masa bakti 2026–2031.

Forum tertinggi organisasi ini berlangsung meriah namun penuh kekhidmatan di Ballroom Grand City Hotel, Medan, pada Sabtu–Minggu (18–19 Juli 2026). Keputusan ini diambil setelah musyawarah yang melibatkan seluruh perwakilan dari Dewan Pimpinan Wilayah hingga Cabang se-Indonesia, serta tokoh-tokoh adat dan keluarga besar Situmorang.

Usai dikukuhkan kembali sebagai Ketua Umum, Sudung Situmorang yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga dan mantan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta serta Kepulauan Riau, menyampaikan rasa syukur mendalam atas kepercayaan yang diberikan.
“Jika Tuhan yang berkehendak, tidak ada yang dapat menghalangi. Terima kasih sebesar-besarnya atas doa, dukungan, dan kerja keras seluruh keluarga besar Situmorang, serta kepada panitia yang telah bersusah payah mempersiapkan ini selama lima bulan terakhir,” ungkapnya didampingi istri tercinta, Nila Panjaitan, yang tampil anggun mengenakan busana adat Batak lengkap dengan simbol Tukkot Panaluan.
Pada periode kepemimpinan kali ini, ia kembali mengusung semangat pemersatu yang lahir dari hati nuraninya sendiri, yaitu “Jabi-Jabi Sisangapon”. Ungkapan ini bukan sekadar seruan, melainkan fondasi persatuan:
“Persatuan kita terlihat saat kita berkumpul di sini, namun kesatuan sejati adalah menyatunya hati, jiwa, dan pikiran kita semua dalam satu tujuan. Semoga saya mampu memikul amanah ini dengan prinsip hidup: rugi sian pisang alai mangomo sian gaol.”
Simbol “Jabi-Jabi Sisangapon” sendiri merujuk pada pohon beringin keramat yang berdiri tegak di kompleks Tugu Ompu Tuan Situmorang, Desa Parsaoran, Kecamatan Palipi, Pulau Samosir. Pohon ini sakral bagi keluarga Situmorang, tempat para leluhur dahulu menyampaikan pesan kebaikan dan kebersamaan kepada anak cucunya.

Setelah penetapan kepemimpinan baru, rombongan pengurus dan peserta akan melanjutkan perjalanan rohani ke tanah kelahiran leluhur di Samosir. Mereka dijadwalkan melakukan ziarah ke Tugu Ompu Tuan Situmorang serta mengunjungi kawasan bersejarah Sibea-bea.

  1. Terpilihnya kembali Sudung Situmorang diharapkan mampu memperkuat peran PSSAB sebagai wadah pelestarian budaya, mempererat tali persaudaraan antar keluarga, serta berkontribusi lebih besar bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan bangsa.
    Horas untuk seluruh keluarga besar Situmorang Sipitu Ama dan Boru di mana pun berada (red) 

Bupati Jember Pastikan Urus Adminduk Kini Bisa Tuntas di Kecamatan Lewat Program Peta Cinta

0

Warta.in, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) agar semakin mudah dijangkau masyarakat. Melalui inovasi Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP di Kecamatan), warga kini dapat mengurus berbagai dokumen kependudukan langsung di kantor kecamatan tanpa harus datang ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, saat menghadiri kegiatan Sholawat Kampoeng di Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, Senin (20/7/2026) sore.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa Program Peta Cinta mulai diberlakukan sejak 5 Januari 2026 sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui program ini, masyarakat tidak perlu lagi datang ke pusat kota untuk mengurus administrasi kependudukan. Cukup datang ke kantor kecamatan masing-masing, seluruh proses pelayanan dapat diselesaikan di sana,” ujarnya.

Menurut Bambang, pelayanan yang dapat diakses melalui Program Peta Cinta tidak hanya sebatas pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), tetapi juga mencakup penerbitan Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, hingga akta kematian.

Ia menegaskan seluruh layanan administrasi kependudukan tersebut diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.

“Kebijakan Bupati Jember ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memangkas waktu dan biaya yang harus dikeluarkan warga. Semua layanan administrasi kependudukan dalam Program Peta Cinta tidak dipungut biaya,” tegas Bambang.

Selain memastikan kemudahan pelayanan, Dispendukcapil juga menjamin ketersediaan blangko KTP elektronik dalam kondisi aman. Saat ini, puluhan ribu keping blangko tersedia sehingga kebutuhan masyarakat dapat dilayani tanpa kendala.

Meski demikian, Bambang menjelaskan terdapat beberapa jenis layanan yang masih harus diproses langsung di kantor Dispendukcapil Kabupaten Jember. Dokumen yang berkaitan dengan perubahan status hukum maupun hak waris tetap memerlukan verifikasi secara khusus.

Bupati Gus Fawait mencontohkan, perubahan status perkawinan akibat perceraian tidak dapat diproses di kecamatan karena membutuhkan pemeriksaan dokumen hukum yang sah, seperti akta cerai dan dokumen pendukung lainnya.

“Proses ini tetap dilakukan di Dispendukcapil agar data kependudukan tetap akurat serta menghindari kemungkinan terjadinya penyalahgunaan atau manipulasi data,” ujar Gus Fawait.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak segan melaporkan apabila menemukan praktik pungutan liar (pungli) atau pelayanan yang tidak sesuai prosedur dalam pengurusan administrasi kependudukan.

“Kalau ada apa-apa silakan laporkan melalui kanal Wadul Gus’e. Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen memberikan pelayanan yang mudah, cepat, transparan, dan bebas pungli kepada seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Kapolri Cup 2026 Siap Digelar! Turnamen Bulu Tangkis Tingkat Nasional Cari Bibit Juara Baru Indonesia.

0

Warta.in-Jakarta,Bengkulu.

Polri kembali menggelar ajang olahraga bergengsi tahunan, Turnamen Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026. Kompetisi ini menjadi panggung bagi para atlet terbaik dari seluruh Indonesia untuk unjuk kemampuan, menjunjung sportivitas, sekaligus mengharumkan nama bangsa melalui prestasi olahraga.

Kapolri Cup 2026 tidak hanya sekadar turnamen. Ajang ini dirancang sebagai wadah pembinaan, seleksi, sekaligus selebrasi semangat persatuan melalui olahraga. Peserta akan bertanding di berbagai kategori mulai dari usia dini, remaja, hingga umum dan veteran, baik tunggal maupun ganda putra dan putri.

Saksikan keseruan turnamen bulu tangkis Kapolri Cup 2026, Mari rapatkan barisan, dukung para atlet terbaik berlaga, dan jadilah saksi lahirnya juara baru demi prestasi olahraga Indonesia yang gemilang.” ujar panitia pelaksana.

Melalui Kapolri Cup, Polri ingin menumbuhkan budaya olahraga di masyarakat, mempererat sinergi antara Polri dengan masyarakat, serta menjaring talenta-talenta muda yang berpotensi menjadi kebanggaan Indonesia di kancah internasional.

Rangkaian kegiatan turnamen akan diisi juga dengan coaching clinic bersama atlet nasional, aksi sosial, dan hiburan rakyat agar masyarakat luas dapat merasakan kemeriahan secara langsung.

Masyarakat umum dipersilakan hadir dan memberikan dukungan langsung di tribun. Mari kita ramaikan, beri semangat, dan buktikan bahwa Indonesia memiliki bibit-bibit atlet bulu tangkis yang siap bersaing di level dunia.

(Tim Red)

Halo Polres Samosir, Dimana Mobil B 2361 STP Pasca Kecelakaan, Telah R J, Uang Damai 100 Juta8

0

Pangururan, warta.in _ – Sisa kebingungan masih menyelimuti kasus kecelakaan lalu lintas yang menelan satu korban jiwa beberapa tahun silam di Polma Desa Sitolu Huta Kecamatan Pangururan Kbupaten Samosir.

Kasus yang telah diselesaikan melalui jalur perdamaian ini kini menyisakan pertanyaan besar terkait nasib kendaraan yang terlibat dalam peristiwa tersebut, yaitu mobil dengan pelat nomor B 2361 STP.

Peristiwa kecelakaan itu terjadi ketika mobil tersebut dikemudikan oleh seorang lansia berusia 86 tahun. Dalam kejadian itu, pengendara sepeda motor tertabrak hingga terlempar ke trotoar dan meninggal dunia di RSUD Hadrianus Sinaga
.
Polres Samosir kemudian menyelesaikan kasus ini melalui mekanisme Restorative Justice atau keadilan restoratif, yang mengutamakan perdamaian antar pihak

Keluarga pengemudi telah menyerahkan uang tunai sebesar Rp 100.000.000 sebagai bentuk ganti rugi dan tanda perdamaian kepada keluarga korban dan Polres Samosir
Namun hingga kini, keberadaan mobil yang mengalami kerusakan berat pasca tabrakan tersebut tak diketahui jelas.

Berdasarkan data administrasi, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil itu tercatat atas nama orang lain, bukan atas nama lansia yang mengemudikannya saat kejadian

Pihak yang berkepentingan telah mempertanyakan keberadaan kendaraan tersebut kepada petugasi Polres Samosir karena pemilik yang namanya tertera di BPKB tidak bersedia memperbaiki kendaraan maupun menjualnya.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah mobil tersebut masih disimpan sebagai barang bukti, sudah dikembalikan, atau berada di tempat lain.

Keluarga berharap pihak kepolisian dapat memberikan kepastian hukum terkait status kendaraan, serta meminta penjelasan mengapa kendaraan tersebut tidak kunjung ditindaklanjuti pasca peristiwa yang merenggut nyawa orang lain ke rumah pengemudi lansia tersebut

Fakta Peristiwa
• Kendaraan: Mobil pelat nomor B 2361 STP
• Kejadian: Kecelakaan lalu lintas beberapa tahun lalu, menimpa pengendara sepeda motor yang terlempar ke trotoar dan meninggal dunia.
• Pengemudi: Lansia berusia 86 tahun saat kejadian.
• Status Penyelesaian: Kasus diselesaikan melalui Restorative Justice / Perdamaian; keluarga pengemudi menyerahkan uang tunai ganti rugi sebesar Rp 100.000.000 kepada korban dan Polres Samosir
• Kondisi Kendaraan: Mobil mengalami kerusakan pasca kecelakaan, namun hingga kini tidak diketahui keberadaannya.
• Kepemilikan: B{KB dan STNK tercatat atas nama orang lain, bukan atas nama pengemudi lansia tersebut.
• Pemilik tercatat di BPKB dan STNK tidak bersedia memperbaiki maupun menjual mobil tersebut.
Halo Polres Samosir
1. Dimana lokasi penyimpanan mobil B 2361 STP saat ini? Apakah masih disita, sudah dikembalikan, atau dipindahkan ke tempat lain?
2. Bahwa pengemudi saat kejadian bukan pemilik tercatat di BPKB dan STNK (red)

Nobar Final Piala Dunia 2026, Andra Soni Ajak Bangun Semangat Juara untuk Banten

0

Wartain Banten | Olahraga | 20 Juli 2026  — Ribuan warga dari berbagai daerah di Provinsi Banten memadati halaman Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, pada Senin (20/7/2026) dini hari untuk mengikuti nonton bareng (nobar) babak final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dan Spanyol. Momentum tersebut dimanfaatkan Gubernur Banten Andra Soni untuk mengajak masyarakat membangun semangat juara demi kemajuan Provinsi Banten.

Masyarakat yang hadir berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Labuan, Kabupaten Pandeglang, hingga Kota Cilegon. Antusiasme warga terlihat sejak malam hari dengan suasana nobar yang semakin semarak berkat penampilan band lokal, pembagian doorprize, serta penyediaan makanan dan minuman gratis.

Keramaian itu juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membuka stan di sekitar lokasi. Puluhan pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut untuk memasarkan berbagai produk kuliner dan kerajinan kepada ribuan pengunjung.

Dalam kegiatan itu, Gubernur Andra Soni didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten, pimpinan instansi vertikal, pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

Di hadapan masyarakat, Andra Soni mengatakan keberhasilan Argentina dan Spanyol menembus partai final merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui kerja keras, disiplin, dan kekompakan.

“Menjadi juara itu perlu proses, bukan satu atau dua tahun,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus menjadi inspirasi bagi masyarakat Banten dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju.

“Kalau ingin Banten maju, kita harus bekerja sama dan kompak,” kata Andra Soni menambahkan.

Andra Soni juga memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya acara nobar hingga dini hari. Ia memastikan aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten tetap berjalan normal meskipun final Piala Dunia digelar pada malam hingga dini hari.

Selain menjadi ajang kebersamaan masyarakat, nobar final Piala Dunia 2026 juga dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Banten untuk menyampaikan arah pengembangan olahraga daerah. Andra Soni menegaskan bahwa Banten bersama Provinsi Lampung telah ditetapkan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.

Untuk mendukung penyelenggaraan ajang olahraga nasional tersebut, Pemprov Banten mulai menyiapkan berbagai fasilitas olahraga di kawasan Banten International Stadium (BIS). Sarana yang akan dibangun meliputi lapangan terbuka, fasilitas olahraga dalam ruangan (indoor), stadion atletik, hingga berbagai infrastruktur pendukung lainnya.

“Target kita bukan hanya sukses sebagai penyelenggara PON 2032, tetapi juga sukses dalam prestasi,” tegasnya.

Sebagai bagian dari pengembangan kawasan sport center, Pemprov Banten juga telah mengusulkan pelebaran ruas Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto yang menghubungkan Simpang Palima di Kota Serang hingga Pasar Baros, Kabupaten Serang, kepada pemerintah pusat guna meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan Banten International Stadium.

Pada kesempatan tersebut, Andra Soni juga mengingatkan masyarakat bahwa seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 dapat dinikmati secara gratis melalui siaran Televisi Republik Indonesia (TVRI), pemegang hak siar resmi turnamen tersebut.

“Kita menikmati euforia Piala Dunia karena seluruh masyarakat bisa menyaksikannya secara gratis. Ini merupakan fasilitas negara yang bisa dinikmati bersama,” tutur Andra Soni

Ia berharap kemudahan akses siaran Piala Dunia tidak hanya mempererat kebersamaan masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian lokal melalui berbagai kegiatan nonton bareng yang melibatkan pelaku UMKM.

Melalui semangat sportivitas dan kebersamaan yang tercermin dalam perhelatan Piala Dunia 2026, Andra Soni mengajak seluruh masyarakat Banten untuk terus bersatu, bekerja sama, dan menumbuhkan semangat juara sebagai modal utama dalam mewujudkan Banten yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.(WartainBanten)

Polda Sumsel Jadikan Nobar Final Piala Dunia 2026 Momentum Perkuat Sinergi dan Kebersamaan dengan Masyarakat

0

Warta.In | PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan kembali menghadirkan pendekatan humanis kepada masyarakat melalui kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Caffe Oriental Rajawali, Kota Palembang, Senin (20/7/2026) dini hari. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan, sekaligus menghadirkan kepedulian sosial melalui pembagian sembako dan doorprize kepada komunitas ojek online (ojol).

Ribuan pasang mata di seluruh dunia menyaksikan partai puncak Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Tim Nasional Spanyol melawan Argentina. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Spanyol berhasil keluar sebagai juara dunia setelah meraih kemenangan dengan skor 1-0. Di Sumatera Selatan, euforia kemenangan tersebut dirayakan dalam suasana aman, tertib, dan penuh keakraban bersama jajaran Polda Sumsel serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kegiatan Nobar dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., didampingi para Pejabat Utama Polda Sumatera Selatan. Turut hadir Kadispora Provinsi Sumatera Selatan, Danrem 044/Gapo, Pamen Ahli Bidang Hukum dan Humaniter Kodam II/Sriwijaya, Danlanud, Danlanal, perwakilan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan, Kabag Ops Binda Sumatera Selatan, serta berbagai elemen masyarakat dan komunitas ojek online.

Sejak sebelum pertandingan dimulai, suasana keakraban sudah terasa di lokasi kegiatan. Para peserta menikmati jalannya pertandingan sambil berdialog santai dengan unsur Forkopimda dan jajaran Polda Sumsel. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi yang hangat untuk mempererat sinergi lintas sektor sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, Polda Sumsel membagikan puluhan paket sembako kepada para pengemudi ojek online sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang setiap hari memberikan pelayanan kepada publik. Tidak hanya itu, berbagai hadiah doorprize juga dibagikan sehingga semakin menambah semarak suasana kebersamaan.

Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., mengatakan bahwa kegiatan Nobar Final Piala Dunia bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi menjadi media mempererat persaudaraan serta memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan. Melalui kegiatan nonton bareng ini kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Pembagian sembako maupun doorprize merupakan bentuk kepedulian sekaligus apresiasi kepada saudara-saudara kita, khususnya rekan-rekan pengemudi ojek online yang setiap hari bekerja melayani masyarakat. Semoga kebersamaan seperti ini semakin mempererat persaudaraan dan mendukung terpeliharanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Sumatera Selatan,” ujar Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi melalui pendekatan yang humanis, inklusif, dan dekat dengan masyarakat.

“Kami ingin menjadikan berbagai momentum yang diminati masyarakat sebagai sarana memperkuat komunikasi dan membangun kepercayaan publik. Nobar Final Piala Dunia 2026 ini menjadi media cooling system yang efektif karena menghadirkan kebersamaan dalam suasana penuh kegembiraan. Dengan komunikasi yang terjalin secara langsung, kami berharap sinergi antara Polri dan masyarakat akan semakin kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Sumatera Selatan,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Kegiatan Nobar Final Piala Dunia 2026 berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme hingga pertandingan berakhir. Raut bahagia masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online yang menerima paket sembako dan doorprize, menjadi gambaran nyata hadirnya Polri yang semakin dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang humanis, memperkuat sinergi lintas sektor, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Bumi Sriwijaya.

Tuntut Keadilan Ruang: Warga PALI Desak Pemprov Sumsel Revitalisasi Tarif Kompensasi Seismik Migas yang Usang

0
module: NormalModule; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 39.0;

Warta.in//PALI, 19 Juli 2026 – Arus desakan dari akar rumput di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kian menguat. Masyarakat secara masif menyuarakan keberatan terkait nilai ganti rugi pemakaian lahan dan tanam tumbuh akibat aktivitas eksplorasi minyak dan gas bumi (migas), khususnya pada proyek Survei Seismik 3D Peony. Kebijakan yang berjalan saat ini dinilai tidak lagi mencerminkan asas keadilan sosial ekonomi karena masih mengacu pada regulasi yang ditetapkan hampir satu dekade lalu.

Aspirasi dan desakan keras ini mengemuka dalam acara Diskusi Publik Resortasi dan Aturan Kompensasi yang digelar secara dinamis di Gedung Pendopo Talang Ubi, Kabupaten PALI, pada Minggu (19/7/2026). Diskusi ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD PALI H. Ubaidillah, SH,. mantan Wakil Bupati PALI H. Soemarjono, Kepala Bagian Hukum Setda PALI Hengki Kurniawan, serta Lurah Talang Ubi Timur, Aan Supriadi. Hadir pula puluhan perwakilan masyarakat, pemilik lahan, dan tokoh pemuda setempat yang merasa dirugikan oleh aktivitas eksplorasi migas di wilayah mereka.

Lurah Talang Ubi Timur, Aan Supriadi. Dalam sebuah forum diskusi publik di Kabupaten PALI, Aan mengungkapkan bahwa aparatur di tingkat kelurahan kerap menjadi sasaran utama aduan dan luapan ketidakpuasan warga.

“Warga sering sekali mengadu ke kantor kelurahan. Pada prinsipnya, masyarakat kami sama sekali tidak berniat menolak atau menghambat program strategis nasional di bidang ketahanan energi ini. Namun, mereka hanya menuntut hak yang adil dan logis atas ruang hidup serta properti mereka yang terdampak langsung,” tegas Aan Supriadi saat menyampaikan dinamika di wilayahnya.

Konflik Sosial di Lapangan dan Dampak Lingkungan, Menurut Aan, penggunaan Peraturan Gubernur (Pergub) Sumatera Selatan Nomor 40 Tahun 2017 sebagai acuan tunggal nominal ganti rugi.

Di satu sisi, Kabupaten PALI memikul peran besar dan berkontribusi vital dalam menyuplai energi nasional melalui eksploitasi kekayaan migas bumi. Namun di sisi lain, masyarakat lokal yang berada di garda terdepan justru dipaksa menerima kompensasi yang sangat minim di tengah risiko kerusakan properti, bangunan, dan penurunan kualitas lingkungan hidup akibat getaran atau pengeboran seismik.

Regulasi 2017 Dinilai Tak Lagi Relevan Senada dengan keluhan warga, para petinggi dan pemangku kebijakan di daerah turut pasang badan. Nilai keekonomian, inflasi kumulatif selama sembilan tahun terakhir, serta lonjakan harga komoditas perkebunan di pasar saat ini menjadi bukti kuat bahwa indikator dalam Pergub No. 40 Tahun 2017 sudah kedaluwarsa.

Pihak perusahaan pelaksana teknis operasional, seperti PT BGP Indonesia, mengakui dilema tersebut. Perusahaan menyatakan memahami sepenuhnya keluhan warga bahwa nilai kompensasi tersebut terlampau kecil untuk standar hari ini, namun secara legalitas korporasi, mereka terikat dan wajib patuh pada payung hukum formal yang masih berlaku aktif sebelum ada revisi resmi dari pemerintah.

Pemerintah Kabupaten PALI Bergerak Cepat Merespons tuntutan kolektif ini, Pemerintah Kabupaten PALI dan jajaran DPRD PALI tidak tinggal diam. Bupati PALI bersama jajaran eksekutif dilaporkan telah melayangkan surat usulan resmi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk segera melakukan peninjauan ulang serta pembaruan tarif kompensasi tanam tumbuh dan lahan.

Guna memperkuat posisi tawar masyarakat, Bagian Hukum Setda PALI kini tengah mengebut penyusunan kajian akademis komprehensif. Dokumen ilmiah dan legal ini nantinya akan menjadi dasar hukum formal bagi Pemkab PALI saat berkoordinasi dengan Biro Hukum Pemprov Sumsel.

Langkah taktis ini diambil demi mendorong akselerasi lahirnya Pergub baru yang lebih akomodatif, transparan, dan berkeadilan. Dengan adanya penyesuaian tarif berdasarkan nilai riil pasar saat ini, diharapkan stabilitas keamanan di wilayah operasi migas dapat terjaga, kesejahteraan masyarakat adat/lokal terlindungi, dan program energi nasional tetap dapat melaju tanpa hambatan sosial berarti.

(Muhamad Randi)