Beranda blog

Refleksi Tahun Baru Islam: Pemprov NTB Tekankan Kebersamaan untuk Tekan Angka Kemiskinan

0

Refleksi Tahun Baru Islam: Pemprov NTB Tekankan Kebersamaan untuk Tekan Angka Kemiskinan

Warta.in
Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung khidmat. Acara yang dipusatkan di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram, pada Senin (15/6/2026) yang dihadiri ratusan jemaah yang memenuhi ruang utama masjid.

​Hadir mewakili Gubernur NTB, Asisten I Setda NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si, menyampaikan salam hormat sekaligus permohonan maaf dari Gubernur yang berhalangan hadir langsung dalam acara tersebut.

​Dalam sambutannya, Fathul Gani menekankan bahwa pergantian tahun baru Islam harus dimaknai lebih dari sekadar perubahan angka kalender. Berbeda dengan gegap gempita perayaan tahun baru masehi yang kerap diwarnai antrean terompet dan kembang api, ia mengapresiasi masyarakat NTB yang menyambut tahun baru Hijriyah ini dengan penuh kekhusyukan dan kebaikan.

​”Pergantian tahun adalah momentum penting untuk kita merenungkan kembali apa saja yang telah kita lakukan di tahun 1447 Hijriyah, sebagai modal untuk menata langkah yang lebih baik di tahun 1448 Hijriyah ini,” ujar Fathul Gani.

​Lebih lanjut, Pemprov NTB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat Ukhuwah Islamiyah serta menjaga persatuan dan persaudaraan. Menurutnya, sinergi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci utama agar program-program pembangunan daerah dapat berjalan dengan optimal.

​Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah di tahun baru ini adalah pengentasan kemiskinan. Fathul Gani menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, pemerintah berkomitmen penuh untuk menekan angka kemiskinan yang dinilai masih cukup tinggi pada tahun sebelumnya.

​”Insyaallah, jika di tahun 1447 Hijriyah angka kemiskinan kita masih terhitung tinggi, maka di tahun 1448 Hijriyah ini mari kita sama-sama berikhtiar dan bekerja keras untuk menguranginya,” tambahnya.

​Mengakhiri sambutannya, Fathul Gani berpesan agar momentum 1 Muharram ini dijadikan awal untuk meningkatkan kepedulian sosial. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengejar kebaikan bagi diri sendiri, melainkan juga aktif menebar manfaat dan memberikan perhatian nyata kepada tetangga serta kerabat di sekitar yang membutuhkan uluran tangan.

Pada kesempatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Drs. TGH. Munajib Khalid yang mengajak jamaah untuk memperbanyak rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, baik nikmat iman, kesehatan, maupun kesempatan untuk terus beribadah dan berbuat kebaikan. Ia menegaskan bahwa rasa syukur merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas kehidupan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam tausiahnya, TGH. Munajib Khalid juga mengisahkan perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Melalui kisah tersebut, jamaah diajak meneladani keteguhan hati, kesabaran, dan tawakal Rasulullah dalam menghadapi berbagai tantangan serta ancaman yang datang dari kaum Quraisy. Nilai-nilai hijrah tersebut dinilai tetap relevan sebagai pedoman menghadapi berbagai tantangan kehidupan saat ini.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memperkuat semangat persaudaraan dan kepedulian sosial sebagaimana dicontohkan oleh kaum Muhajirin dan Anshar. Sikap saling membantu, berbagi, dan mengutamakan kepentingan bersama menjadi teladan yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat guna menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh keberkaha.

Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap masyarakat dapat menjadikan momentum hijrah sebagai sarana memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman yang kuat, diharapkan NTB dapat terus bergerak menuju masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.(sr/dkisntb)

Lombok Tengah Juara Umum, MTQ XXXI Teguhkan Ikhtiar NTB Menuju Serambi Al-Qur’an

0

Lombok Tengah Juara Umum, MTQ XXXI Teguhkan Ikhtiar NTB Menuju Serambi Al-Qur’an

 

Warta.in
Lombok Tengah ,NTB – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, secara resmi menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 di Bencingah Agung Masmirah Kabupaten Lombok Tengah, Senin (15/6/2026). Bertepatan dengan malam pergantian 1 Muharram 1448 Hijriah, penutupan MTQ menjadi momentum strategis untuk menguatkan komitmen membumikan nilai-nilai Al-Qur’an.

Sekaligus meneguhkan ikhtiar mewujudkan NTB sebagai Serambi Al-Qur’an. Pada kesempatan yang sama, Kabupaten Lombok Tengah mencatatkan prestasi membanggakan dengan sukses sebagai tuan rumah sekaligus keluar sebagai Juara Umum MTQ XXXI.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur yang karib disapa Umi Dinda ini menegaskan bahwa MTQ tidak boleh dipandang semata sebagai ajang perlombaan membaca, menghafal, atau memahami Al-Qur’an.

Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar membangun peradaban Qur’ani dengan menyiapkan generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sumber akhlak, dan fondasi pembangunan daerah.

“Insya Allah, Al-Qur’an akan menjadi benteng yang kokoh bagi generasi-generasi Islami yang kelak mewarisi estafet pembangunan di NTB,” ujar Umi Dinda.

Menurutnya, ukuran keberhasilan MTQ tidak hanya ditentukan oleh siapa yang meraih gelar juara, tetapi juga oleh semakin kuatnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, tumbuhnya persaudaraan di antara seluruh kabupaten dan kota, serta lahirnya semangat untuk mengamalkan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong agar MTQ menjadi bagian dari gerakan pembinaan Al-Qur’an yang berkelanjutan. Upaya tersebut sejalan dengan visi besar menjadikan NTB sebagai Serambi Al-Qur’an, yakni daerah yang tidak hanya melahirkan qari, qariah, mufassir, mufassirah, hafiz, dan hafizah berprestasi, tetapi juga masyarakat yang menjadikan ajaran Al-Qur’an sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan yang religius, harmonis, dan berkemajuan.

Umi Dinda, juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Hakim, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), panitia pelaksana, aparat keamanan, pemerintah kabupaten dan kota, serta seluruh peserta yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Ia berharap para juara yang lahir dari MTQ XXXI mampu menjadi duta terbaik NTB di tingkat nasional sekaligus mengembalikan tradisi prestasi daerah di panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an Indonesia.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan MTQ XXXI di daerahnya. Menurutnya, berakhirnya musabaqah bukan berarti berakhir pula gema Al-Qur’an, melainkan menjadi awal untuk semakin membumikan ajaran dan akhlak Qur’ani dalam kehidupan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi penilaian jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia yang menyebut penyelenggaraan MTQ XXXI NTB memiliki kualitas dan atmosfer setara dengan MTQ tingkat nasional. Bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, apresiasi tersebut merupakan kehormatan sekaligus amanah untuk terus meningkatkan pembinaan Al-Qur’an dan menjaga tradisi prestasi yang telah diraih.

Prestasi membanggakan juga ditorehkan oleh Kabupaten Lombok Tengah, yang berhasil meraih Juara Umum MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 dengan perolehan 245 poin, sekaligus melengkapi keberhasilannya sebagai tuan rumah. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Lombok Timur dengan 177 poin, disusul Kabupaten Lombok Barat (147 poin), Kabupaten Bima (142 poin), Kabupaten Sumbawa Barat (141 poin), Kabupaten Sumbawa (102 poin), Kota Mataram (101 poin), Kota Bima (87 poin), Kabupaten Dompu (58 poin), dan Kabupaten Lombok Utara (42 poin).
Hasil tersebut mencerminkan semakin berkembangnya pembinaan Tilawatil Qur’an di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat. Lebih dari sekadar kompetisi, MTQ telah menjadi ruang memperkuat silaturahmi, meningkatkan kualitas pembinaan, serta memotivasi setiap daerah untuk terus melahirkan generasi Qurani yang unggul dan berprestasi.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai sarana memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan memperkokoh sinergi membangun NTB yang religius, harmonis, maju, dan mendunia. Ia menegaskan bahwa semangat MTQ tidak boleh berhenti di arena perlombaan, tetapi harus terus hidup dalam keluarga, lembaga pendidikan, pemerintahan, dan kehidupan sosial sebagai bagian dari ikhtiar membumikan Al-Qur’an.

Dengan berakhirnya MTQ XXXI, perlombaan memang telah usai, namun ikhtiar membangun peradaban Qur’ani di Nusa Tenggara Barat justru memasuki babak yang lebih penting: menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi dalam membangun karakter masyarakat, memperkuat persatuan, dan mewujudkan cita-cita besar NTB sebagai Serambi Al-Qur’an yang membawa rahmat dan kemaslahatan bagi semua.(sr/dkisntb)

Momentum Hijrah 1448 H, Heri Amalindo Ajak Masyarakat Sumsel Lakukan Introspeksi Total dan Bangun Perubahan.

0

Warta.in//PALI – Pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum sakral bagi umat Muslim untuk mengevaluasi diri. Menanggapi momen penting ini, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Selatan, Dr. Ir. H. Heri Amalindo, MM, menyampaikan pesan spiritual yang mendalam.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan introspeksi total dan berkomitmen memperbaiki kualitas hidup. Pesan menyentuh tersebut disampaikan langsung oleh Heri Amalindo melalui sebuah tayangan video yang dirilis pada Selasa (16/6/2026). Dalam pesan videonya,

tokoh pemimpin yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menekankan bahwa esensi utama dari tahun baru hijriah adalah semangat untuk berhijrah dari hal buruk menuju hal yang baik.Refleksi Diri Menuju Kehidupan yang Lebih BaikMenurut Heri Amalindo, tahun baru Islam tidak boleh hanya dimaknai sebagai pergantian kalender semata.

Lebih dari itu, momen ini harus menjadi titik balik bagi setiap individu untuk merenungkan kontribusi yang telah diberikan kepada keluarga, lingkungan, dan daerah.”Tahun Baru Islam 1448 Hijriah adalah waktu yang sangat tepat bagi kita semua untuk berkaca diri.

Saatnya kita melakukan introspeksi total, melihat kembali kekurangan di masa lalu, dan memperbaikinya demi masa depan yang lebih cerah,” ujar Heri Amalindo dalam pesan videonya.

Ia juga menambahkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten dari dalam diri sendiri. Semangat hijrah ini diharapkan mampu diadopsi oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup sosial, profesional, maupun spiritual.Ajakan Kolaborasi Membangun Sumatera SelatanSebagai pimpinan partai politik di Sumatera Selatan, Heri Amalindo juga mengaitkan esensi tahun baru Islam dengan semangat pembangunan daerah.

Menurutnya, perubahan menuju kehidupan yang lebih baik hanya bisa terwujud jika seluruh elemen masyarakat saling mendukung dan bergotong-royong. Pesan visioner yang disampaikan oleh Heri Amalindo ini langsung mendapat sorotan dan respons positif dari berbagai kalangan netizen serta tokoh masyarakat di Sumsel.

Banyak pihak menilai, narasi optimisme dan perdamaian yang diusungnya sangat menyejukkan sekaligus membakar semangat kemajuan.Mengakhiri pesan sucinya, Heri Amalindo mendoakan agar tahun baru 1448 Hijriah ini membawa keberkahan melimpah, kedamaian yang kokoh, serta kemakmuran yang merata bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan.

 

(Muhamad Randi)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli pengamanan Pawai Santri Ponpes Al – Hidayah Menjelang 1 Muharom Islam 1448 H

0

LAMONGAN//Warta. in, Menjelang datangnya pergantian Tahun Baru 1 Muharom 1448 Hijriyah Personil Polsek Ngimbang menggelar kegiatan Pengamanan di Ponpes Al Hidayah Ngimbang, Selasa (16/06/2026) pukul 07.30 Wib

Kegiatan Pengamanan ini di laksanakan di wilayah Ngimbang saat masyarakat melaksanakan Peringatan 1 Muharom 1448 Hijriyah di Pimpin Langsung oleh Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, dan personil Polsek Ngimbang Aiptu Djudi selaku SPKT, Ipda Eri C, dan Brigadir Bayu serta dari Koramil Kecamatan Ngimbang Lamongan

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S. H, Kegiatan Patroli pengamanan Pawai Santri Al – Hidayan dalam rangka peringatan Tahun Bari 1 Muharom menjadi langkah awal memperkuat sinergitas dan kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan perdamaian di wilayah Kecamatan Ngimbang

Patroli Pengamanan Pawai Santri ini diharapkan demi terciptanya situasi dan cegah terjadinya 3 C serta kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif saat masyarakat menjalankan ibadah menjelang Ramadan, ujarnya

Patroli ini penting dalam menjaga kondusifitas wilayah dan
menjaga terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan sejuk sekaligus menangkal paham radikalisme dan kenakalan remaja melalui pendekatan edukatif dan humanis, pungkasnya (roy)

Polsek Ngimbang Menggelar Kegiatan NOBAR Piala Dunia Tahun 2026 Antara Spayol Vs Tanjung Verde

0

Polsek Ngimbang Menggelar Kegiatan NOBAR Piala Dunia Tahun 2026 Antara Spayol Vs Tanjung Verde

LAMONGAN// Warta. In – Dalam upaya mempererat kedekatan dengan masyarakat Polsek Ngimbang menggelar Nonton bareng ( Nobar Pertandingan sepak bolak Piala Dunia 2026 antara Spayal melawan Tanjung Verde di Pujasera 1 Dusun Ketapas Desa Sendsngrejo Kecamatan Ngimbang, Senin (15/06/2026)

Hadir dalan acara nonton bareng tersebut Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, bersama Personil Polsek Ngimbang Aiptu Sihadi, Aipda Ery C, Bripka Elbiyun dan Warga Desa Sendangrejo serta anggota Sabuk Kamtibmas Jumlah 10 orang.

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H,
Pada hari Senin tanggal 15 Juni 2026 Pukul 23.00 WIB sampai selesai, Kami bersama anggota Polsek Ngimbang dan warga masyarakat Desa Sendangrejo (anggota Sabuk Kamtibmas) melaksanakan giat Nobar pertandingan sepak bola Piala Dunia tahun 2026 antara Spanyol melawan Tanjung Verde diPujasera 1 ( exs Terminal Ngimbang) Dsn Ketapas Ds Sendangrejo Kec Ngimbang Kab Lamongan.

Kegiatan tersebut berjalan tertib dan lancar, situasi dalam keadaan Aman dan kondusif, (roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Senin (15/06/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 22.00 wib oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Brigadir Elbiyun untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di Jalan raya Poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, ATM BNI Ngimbang, dan Pujasera Ngimbang serta R3 Mart Tanjung

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)

“Ultimatum untuk Disperindag PALI: Bongkar Mafia Gas atau Mundur dari Jabatan!”

0
module: NormalModule; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 49.0;

Warta.in//PALI -, Kelangkaan dan melambungnya harga gas elpiji 3 kg di Kabupaten PALI, Sumatera Selatan telah mencapai titik nadir kesabaran publik. Jeritan emak-emak dan pelaku UMKM yang terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan dasar bukan lagi isapan jempol, melainkan realitas pahit yang terjadi setiap hari.

Photo waktu sudag di pangkalan gas pasar bhayangkara pendopo PALI

Di tengah gelombang protes yang kian kencang, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) PALI, Ida Martini, akhirnya memberikan keterangan resmi di kantor dinas pada Kamis (9/6/2026).

Retorika di Balik Jeritan Rakyat

Pertemuan ini menjadi panggung bagi publik untuk menuntut jawaban atas tudingan “pembiaran berjamaah” yang disematkan kepada pemerintah daerah, DPRD, hingga apparat penegak hukum. Dalam penjelasannya, Ida Martini berusaha memberikan klarifikasi terkait dinamika distribusi gas melon yang seringkali “hilang” di tingkat pangkalan resmi sebelum sampai ke tangan masyarakat miskin dan UMKM yang berhak.

“Kami berkomitmen melakukan pengawasan. Namun, kendala di lapangan memang kompleks. Kami menghadapi tantangan dalam membuktikan pelanggaran di tingkat pangkalan, terutama ketika pasokan terindikasi mengalir ke pengecer yang di luar jangkauan pengawasan langsung kami,” ungkap Ida Martini.

Pernyataan ini mencerminkan betapa dinas seolah “tidak punya taji” menghadapi gerilya mafia energi yang diduga bermain di belakang layar. Publik yang sudah muak dengan alasan “permainan di tingkat pengecer” kini menagih keberanian Disperindag untuk memutus mata rantai distribusi yang tidak wajar tersebut.

Menagih Taji dan Sanksi Tegas

Salah satu poin krusial yang dipertanyakan adalah efektivitas pengawasan yang selama ini dilakukan oleh petugas SP2KP. Muncul kecurigaan bahwa pemantauan hanya sebatas formalitas di atas kertas, sementara realitas di lapangan jauh berbeda. Ketika ditanya mengenai jumlah sanksi tegas atau pencabutan izin bagi pangkalan nakal, jawaban yang diberikan masih cenderung normatif.

Masyarakat, melalui aliansi pemuda dan aktivis, terus memberikan ultimatum keras. Mereka menilai Disperindag terkesan ragu untuk menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) guna melakukan tindakan represif, seperti operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum mafia gas. Bagi warga PALI, imbauan “belanja bijak” hanyalah ejekan di tengah barang yang langka dan harga yang melambung mencekik.

Komitmen atau Hanya Janji?

Disperindag PALI kini berada di bawah tekanan besar untuk segera melakukan Operasi Pasar atau sidak gabungan yang menyentuh akar permasalahan, bukan hanya permukaan. Warga menanti langkah nyata berupa penindakan tegas bagi setiap pangkalan yang menyalahi aturan HET. Kepercayaan publik yang kian merosot hanya bisa dipulihkan melalui aksi nyata, bukan lagi dengan janji-janji penertiban yang tidak kunjung dieksekusi. Apakah instansi ini akan terus terjebak dalam alibi birokrasi, atau akan membuktikan diri mampu menjadi pelindung bagi rakyat kecil? Bola panas kini ada di tangan Disperindag PALI. Masyarakat tidak lagi butuh alasan; masyarakat butuh gas yang tersedia dan harga yang kembali normal sesuai aturan pemerintah.

Menolak “Prank” Biokrasi

Rangkaian jeritan rakyat, mulai dari emak-emak yang kesulitan memasak hingga pelaku UMKM yang usahanya terancam gulung tikar, adalah bukti nyata bahwa krisis ini telah menyentuh titik paling perih. Publik telah lelah dengan dalih dinas luar kota, janji manis pertemuan yang tidak memberikan hasil, hingga skenario “prank” yang mencederai hati nurani masyarakat. Kini, ultimatum dari berbagai aliansi pemuda dan elemen masyarakat adalah harga mati: hentikan permainan mafia energi, atau mundur dari jabatan jika memang tidak mampu menegakkan aturan.

Sinergi antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif bukan lagi sekadar wacana di atas kertas, melainkan tuntutan mutlak untuk mengakhiri kelangkaan yang membakar rasa keadilan di PALI. Rakyat PALI menunggu bukti, bukan lagi retorika kosong di tengah dapur yang tak lagi mengepul.

Menjawab tudingan publik dan jeritan warga PALI, Kadisperindag Ida Martini memberikan keterangan terkait polemik tata kelola elpiji 3 kg dalam pertemuan dengan Tim Media, Kamis (9/6/2026).

 

(Muhamad Randi)

Raih Gelar Doktor Internasional Anda, Program D.S.P.P. Resmi Dibuka di Jakarta!

0

Warta In

“Jakarta – Apakah Anda seorang pemikir, akademisi, praktisi, jurnalis, atau pemimpin perubahan yang ingin membentuk peradaban masa depan berbasis etika universal? Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) bersama WPF University, berkolaborasi dengan Princonser University, Peru, kini resmi membuka pendaftaran program doktoral prestisius: Doctor of Scientific-Practical Philosophy (D.S.P.P.) di Jakarta.

Program pendidikan setingkat doktoral berskala internasional ini dirancang khusus untuk Anda yang ingin mendalami filsafat praktis demi memecahkan krisis moral, sosial, dan ekologis dunia. Melalui kurikulum khusus berbasis disertasi berstandar internasional, Anda akan dibimbing langsung oleh Dewan Akademik Global untuk menelurkan riset yang berdampak nyata bagi kemanusiaan.

*Mengapa Memilih Program D.S.P.P.?*

• Akses Global: Jaringan akademik internasional yang diakui oleh komunitas filsafat dunia.

• Penerapan Praktis: Filsafat ilmiah yang diintegrasikan langsung dengan aksi sosial, kepemimpinan, dan etika global.

• Riset Fleksibel: Evaluasi dan pertahanan disertasi terstruktur di bawah pengawasan langsung Dewan Pakar WPF University.

Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk mengukuhkan kepakaran Anda dan menjadi bagian dari warga bumi (Universal State of Earth) yang tercerahkan. Jangan menunda kesempatan terbaik ini untuk memperlebar sayap profesional dan akademis Anda. Investasikan masa depan Anda sekarang juga dan jadilah bagian dari komunitas pemikir elit dunia.

Pendaftaran telah dibuka! Ambil langkah pertama menuju puncak pencapaian intelektual Anda dengan mendaftarkan diri secara daring melalui tautan resmi berikut: http://bit.ly/4vu0Wzr

Daftar sekarang, kuota terbatas, persiapkan proposal riset terbaik Anda dan kunci kursi Anda hari ini!

Jakarta, 15 Juni 2026K

KomitePenerimaan Rekrutmen Program D.S.P.P

PPWI & WPF University

Mr. Rian (0813-7895-7515)

Mr. Abdul Rahman (0838-2555-5136)

(Tim/Red)

Disperindag PALI Ditantang Aksi Nyata, Ida Martini: Jangan Coba-Coba Bermain di Atas Penderitaan Warga!

0
module: NormalModule; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 54.0;

Warta.in//PALI -, Kelangkaan serta melonjaknya harga elpiji bersubsidi 3 kilogram di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan telah mencapai titik nadir. Masyarakat menjerit, namun pihak terkait kini mulai angkat bicara.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten PALI, Ida Martini, akhirnya buka suara menanggapi keresahan publik yang terjadi. Dalam keterangannya di Kantor Dinas Perindag PALI, Kamis (9/6/2026), Ida menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat penderitaan rakyat kecil yang kesulitan mendapatkan akses energi rumah tangga.

“Kami Tidak Akan Berkompromi” Dalam nada bicara yang tegas dan lugas, Ida Martini menyoroti dugaan adanya permainan di tingkat distribusi yang membuat harga di lapangan melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Saya ingatkan kepada seluruh pangkalan, agen, hingga pengecer, jangan coba-coba bermain di atas penderitaan masyarakat PALI. Elpiji 3kg itu hak masyarakat miskin, bukan komoditas untuk mencari untung berlebih,” ujar Ida dengan nada tinggi di hadapan awak media.

Audit Mendadak dan Sanksi Tegas Ida martini, mengungkapkan bahwa Disperindag akan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara masif ke titik-titik distribusi yang dicurigai melakukan praktik nakal. Ia tidak segan-segan memberikan sanksi administratif hingga pencabutan izin bagi pangkalan yang terbukti melanggar aturan distribusi.

“Jika ditemukan ada pangkalan yang melakukan penimbunan atau menjual di atas HET secara sepihak, jangan salahkan kami jika tindakan tegas diambil. Kami akan surati pertamina untuk memutus hubungan usaha bagi mereka yang nakal,” tegasnya.

Desakan untuk Pengawasan Ketat Meski pihak Dinas telah memberikan janji, publik menuntut bukti nyata. Kelangkaan yang terjadi berulang kali ini dianggap sebagai bukti lemahnya pengawasan di lapangan. Masyarakat PALI kini menunggu gebrakan nyata dari Ida Martini dan jajarannya untuk memastikan distribusi gas melon kembali normal dan harga kembali stabil.

“Kami tidak butuh janji manis. Kami butuh gas tersedia di pangkalan dengan harga normal. Kalau perlu, libatkan aparat penegak hukum jika ada indikasi mafia gas di daerah ini,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Pernyataan Ida Martini ini menjadi pertaruhan kredibilitas Disperindag PALI. Apakah ini sekadar retorika untuk meredam kemarahan massa, atau benar-benar akan ada tindakan nyata di lapangan? Waktu yang akan menjawab.

Refleksi Krisis: Menggugat Nurani Pemangku Kebijakan Pernyataan Kadisperindag ini menjadi sorotan tajam jika dikaitkan dengan rentetan pemberitaan Warta.in yang selama ini terus mengawal isu kelangkaan energi di PALI. Berdasarkan investigasi dan laporan berkelanjutan dari Warta.in, dapat ditarik benang merah sebagai berikut:

• Jeritan yang Diabaikan: Kelangkaan elpiji telah memicu amarah publik, mulai dari ibu rumah tangga hingga pelaku UMKM yang merasa tercekik oleh harga di tingkat pengecer. Fenomena ini memicu pertanyaan besar mengenai di mana keberadaan dan langkah nyata dari eksekutif, legislatif, hingga yudikatif dalam melindungi hak rakyat kecil.

• Tudingan Pembiaran Berjamaah: Berbagai elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan, termasuk kader PMII, telah secara keras menyebut Disperindag mandul dalam menghadapi mafia energi. Tudingan “pembiaran berjemaah” pun mencuat, yang menganggap Pemkab, DPRD, hingga aparat penegak hukum terkesan tutup mata dan tumpul dalam menghadapi gerilya oknum mafia yang semakin leluasa.

• Krisis Kepercayaan: Kekecewaan publik semakin dalam setelah adanya insiden “prank” atau ketidakjelasan informasi dari pihak dinas terkait saat awak media mencoba mencari solusi, yang memicu tudingan bahwa pemangku kebijakan tidak memiliki hati nurani saat rakyat sedang menjerit.

• Desakan Tindakan Hukum: Suara-suara dari tokoh masyarakat dan elemen publik lainnya secara konsisten mendesak aparat hukum untuk tidak sekadar berwacana, melainkan melakukan aksi nyata seperti Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap agen nakal yang diduga telah memonopoli distribusi hingga menyebabkan kelangkaan.

• Tantangan Pembuktian: Setelah berbagai tudingan bahwa Disperindag tidak memiliki “taji” atau tumpul dalam menghadapi mafia, pernyataan terbaru Kadisperindag kini menjadi ujian nyata. Masyarakat PALI tidak lagi butuh janji, melainkan bukti keberanian untuk benar-benar menyeret para pelaku ke meja hijau dan memulihkan hak rakyat atas akses energi yang murah dan tersedia.

Kini, bola panas ada di tangan Disperindag dan instansi terkait. Rakyat PALI terus memantau: apakah pernyataan tegas ini adalah awal dari pembersihan mafia energi, atau sekadar retorika yang akan menguap begitu saja seiring berjalannya waktu?

Di tengah desakan publik dan tuntutan aksi nyata, Kadisperindag PALI Ida Martini angkat bicara mengenai pengawasan distribusi elpiji 3kg dalam pertemuan di kantor dinas setempat, Kamis (9/6/2026).

 

(Muhamad Randi)

Polsek Seberang Ulu II Ringkus Pelaku Penikaman Maut, Polda Sumsel Pastikan Keamanan Warga Terjaga

0

Warta.In | Palembang — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melalui Polsek Seberang Ulu II Polrestabes Palembang bergerak cepat menangani kasus tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan seorang warga lanjut usia meninggal dunia di kawasan Jalan Batu Dua, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang, Senin (15/6/2026).

Respons cepat yang dilakukan aparat kepolisian berhasil mengamankan terduga pelaku dalam waktu singkat setelah kejadian, sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan sekitar tempat kejadian perkara.

Korban diketahui berinisial ST (72), warga Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban mengalami luka akibat serangan menggunakan senjata tajam yang diduga dilakukan oleh terduga pelaku berinisial HT (48).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kejadian bermula ketika warga mendengar teriakan minta tolong dari arah rumah korban. Saat mendatangi lokasi, saksi melihat korban dalam kondisi terluka akibat serangan senjata tajam.

Warga kemudian berupaya memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Namun berdasarkan pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

Menerima laporan masyarakat, personel Polsek Seberang Ulu II bersama piket fungsi dan unsur Polrestabes Palembang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, meminta keterangan saksi, serta melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Berkat respons cepat dan koordinasi yang baik antar fungsi kepolisian, terduga pelaku berhasil diamankan tidak lama setelah kejadian. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani observasi medis di Rumah Sakit Siti Khadijah Palembang dengan pengamanan ketat dari petugas kepolisian.

Penyidik juga telah mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut. Selain itu, penyidik masih terus mendalami motif kejadian, hubungan antara korban dan pelaku, serta melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan seluruh fakta hukum terungkap secara komprehensif.

Proses penyidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian, termasuk berkoordinasi dengan pihak medis terkait kondisi kesehatan dan riwayat pemeriksaan pelaku yang saat ini masih dalam tahap pendalaman.

Keberhasilan aparat kepolisian mengamankan terduga pelaku dalam waktu cepat menjadi bukti komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan wilayah. Penanganan yang cepat dan terukur juga menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., memastikan seluruh jajaran bergerak cepat dalam menangani setiap tindak pidana yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.

“Kami memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti secara cepat dan profesional. Peristiwa ini menjadi perhatian serius kami dan seluruh proses penyidikan akan dilakukan secara objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polda Sumsel berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat melalui penegakan hukum yang cepat, profesional, dan transparan.

“Kami memastikan setiap bentuk tindak kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat akan ditangani secara serius. Respons cepat anggota di lapangan merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumatera Selatan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada aparat kepolisian. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui Call Center Polri 110 atau kantor polisi terdekat agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan, memberikan perlindungan, serta memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah Sumatera Selatan.