Beranda blog

KEIND dan Bursa Efek Indonesia Dorong UKM Naik Kelas melalui “Go Public Seminar” di 2026

0

Warta.in | Jakarta — Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan “Go Public Seminar: Build, Scale, IPO – The Next Growth Milestone” di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha, khususnya UKM, untuk memahami pasar modal sebagai salah satu alternatif pembiayaan dan strategi pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Acara diawali dengan sambutan dari Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, yang menyampaikan pentingnya meningkatkan pemahaman dunia usaha terhadap pasar modal dan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk memperkuat struktur pembiayaan serta memperluas skala bisnis.

Foto: Sambutan Mas Afda Rizal Armashita selaku Ketua Umum KEIND INDONESIA

Selanjutnya, Ketua Umum KEIND, Afda Rizal Armashita, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki arti penting bagi pengembangan UKM Indonesia.

“Go public bukan hanya tentang masuk ke bursa, tetapi merupakan salah satu milestone penting dalam perjalanan pertumbuhan perusahaan.

UKM yang mampu membangun tata kelola, meningkatkan kinerja, memiliki sistem keuangan yang baik, dan memenuhi persyaratan pasar modal memiliki peluang untuk naik kelas dan berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar,” ujar Afda Rizal Armashita.

Foto: Mas Afda Rizal Armashita selaku Ketua Umum KEIND INDONESIA

Menurut Afda, UKM merupakan salah satu kekuatan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, tantangan pembiayaan dan keterbatasan akses terhadap sumber modal masih menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan kapasitas dan skala usaha.

Karena itu, KEIND memandang perlu adanya jembatan yang lebih kuat antara dunia entrepreneur dengan ekosistem pasar modal. Melalui seminar ini, para pengusaha diharapkan tidak hanya mengenal konsep Initial Public Offering (IPO), tetapi juga memahami proses membangun perusahaan yang memiliki kesiapan untuk berkembang secara berkelanjutan.

“Kami ingin membangun mindset baru bahwa pengusaha harus berani memiliki target pertumbuhan yang lebih tinggi. Dari build, kemudian scale, dan pada akhirnya IPO dapat menjadi salah satu pilihan milestone pertumbuhan perusahaan.

Tentu tidak semua UKM harus IPO, tetapi setiap UKM perlu mempersiapkan diri untuk menjadi perusahaan yang semakin profesional, transparan, sehat, dan memiliki tata kelola yang baik,” lanjut Afda.

Seminar “Build, Scale, IPO: The Next Growth Milestone” juga menampikan beberapa narasumber diantaraanya, Sunil Tolani (WKU KEIND Bidang UKM), Alan Fatih ( Bursa Efek Indonesia), Wincent Yunanda ( PT. Ecocare Indo Pasifik, Tbk), Lisa Gilian (PT. Erdikha Elit Sekuritas) serta Moderator Oleh M. Ismail ( WKU KEIND Bidang Ekonomi Digital).

Acara ini menjadi momentum untuk mempertemukan perspektif entrepreneur dengan ekosistem pasar modal. Sinergi KEIND dan BEI diharapkan dapat membuka wawasan baru bagi para pelaku usaha mengenai strategi pengembangan bisnis, kesiapan perusahaan menuju IPO, tata kelola, akses pembiayaan, serta peluang memperluas usaha melalui pasar modal.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sambutan dari Ketua Dewan Kehormatan KEIND, Donny Ysugiantoro. Dalam penutupnya, Donny menekankan pentingnya kolaborasi dan keberanian entrepreneur dalam mengambil langkah strategis untuk membawa perusahaan Indonesia menuju pertumbuhan yang lebih besar.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen KEIND untuk terus menjadi wadah yang mendorong entrepreneur Indonesia naik kelas, melalui penguatan kapasitas, networking, business matching, akses pembiayaan, serta sinergi dengan berbagai institusi strategis.

Melalui kolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia, KEIND berharap semakin banyak pelaku UKM yang memiliki visi jangka panjang untuk membangun perusahaan yang profesional, berkelanjutan, kompetitif, dan pada waktunya mampu memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pertumbuhan baru.

#Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND)

#Media Partners Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli (KYRD) Gabungan Skala Besar, Antisipasi 3C hingga Balap Liar

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli (KYRD) Gabungan Skala Besar, Antisipasi 3C hingga Balap Liar

LAMONGAN//Warta.in – Polsek Ngimbang, Polres Lamongan menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka cipta kondisi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) dengan Patroli Gabungan Skala besar pada Rabu (26/08/2026) pukul 20.30, malam.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S. I. K, yang di wakili oleh Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H,memimpin kegiatan ini dan dari Polsek Bluluk sebanyak 3 personil, dari Polsek Sukorame sebanyak 3 personil

Patroli KRYD tersebut digelar sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan Kamtibmas, khususnya tindak pidana 3C yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta perkelahian, penggunaan knalpot brong dan aksi balap liar.

Dalam arahannya, Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H,m
Dalam melaksanakan tugas harus di laksanakan dengan penuh tanggung jawab serta mengutamakan keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat selama kegiatan berlangsung, Ujarnya

Kegiatan KRYD ini sasaranya kendaraan roda dua dan roda empat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kerawanan yang dapat berdampak pada situasi keamanan masyarakat.

Patroli KYRD ini akan di mulai Apel Siaga di Mapolsek Ngimbang dan pukul 21.10 menyasar sepanjang Jalan raya poros Jombang – Babat dan sejumlah lokasi, di Wilayah Ngimbang.

Kami berharap kegiatan ini mampu mencegah terjadinya tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga situasi Wilayah Ngimbang tetap aman, tertib dan kondusif, Pungkasnya (roy)

Satu Bulan Diburu,Tahanan Kejari Oku Novri Antoni DiTangkap DiBanyuasin

0

Warta In

“BATURAJA — Polda Sumatera Selatan melalui Polres Ogan Komering Ulu (OKU) kembali mengamankan tahanan Kejaksaan Negeri OKU yang melarikan diri saat proses pengembalian ke Rutan Kelas IIB Baturaja. Novri Antoni (38), terdakwa perkara narkotika, berhasil ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polres OKU bersama Tim Resmob Satreskrim Polres Banyuasin di Desa Mariana, Kabupaten Banyuasin, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelah diamankan, Novri Antoni diserahkan Polres OKU kepada pihak Kejari OKU di Lobby Mapolres OKU, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Penyerahan tersebut dihadiri Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K., Kepala Kejari OKU Rudhy Parhusip, S.H., M.H., serta jajaran Polres OKU dan Kejari OKU.

Novri Antoni merupakan satu dari tiga tahanan yang melarikan diri pada Kamis (23/4/2026) sore setelah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Baturaja. Ketiganya saat itu sedang dalam proses pengembalian menuju Rutan Kelas IIB Baturaja.

Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K., mengatakan penangkapan Novri Antoni merupakan hasil penyelidikan intensif jajaran Satreskrim Polres OKU selama kurang lebih satu bulan. Tim Resmob kemudian menelusuri keberadaan yang bersangkutan hingga diketahui berada di wilayah Kabupaten Banyuasin.

“Kami melakukan upaya penyelidikan terhadap salah satu terdakwa yang sebelumnya telah dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara, yakni Novri. Setelah melakukan penyelidikan kurang lebih selama satu bulan, kami berhasil mengamankan yang bersangkutan di Kabupaten Banyuasin, tepatnya di Desa Mariana, tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB,” ujar AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K.

Menurutnya, keberhasilan penangkapan tersebut merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh personel yang terlibat dalam proses pencarian. Polres OKU memastikan pengejaran terhadap satu tahanan lainnya yang masih dalam pencarian terus dilakukan.

“Ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh personel yang terlibat. Kami akan terus melakukan upaya pengejaran terhadap satu tahanan lainnya yang masih dalam pencarian,” tegas AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K.

Sementara itu, Kepala Kejari OKU Rudhy Parhusip, S.H., M.H., mengapresiasi kinerja Polres OKU, khususnya Satreskrim dan Tim Resmob, yang berhasil menemukan dan mengamankan kembali Novri Antoni.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kapolres OKU beserta jajaran, khususnya Satreskrim dan Tim Resmob, yang telah bekerja keras melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan kembali Novri Antoni,” kata Rudhy Parhusip, S.H., M.H.

Rudhy menilai koordinasi antara Kejaksaan Negeri OKU dan Polres OKU menjadi bagian penting dalam memastikan tahanan yang melarikan diri kembali menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Pelarian tersebut bermula ketika 23 tahanan dikawal empat petugas untuk kembali ke Rutan Kelas IIB Baturaja setelah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Baturaja. Saat para tahanan diturunkan secara bergantian dalam kondisi tangan diborgol untuk diarahkan menuju pintu masuk rutan, lima tahanan berupaya melarikan diri dengan melompat dan melakukan perlawanan terhadap petugas.

Petugas kemudian berupaya mengendalikan para tahanan. Dua orang berhasil diamankan, sedangkan tiga lainnya, yakni Novri Antoni (38), Heri Feriyanto (50), dan Anwar Safri (39), berhasil meloloskan diri. Dalam insiden tersebut, dua petugas pengawal dilaporkan mengalami luka.

Pasca kejadian, tim gabungan dari Kejari OKU, Polres OKU, dan petugas rutan melakukan pengejaran serta penyelidikan untuk menemukan keberadaan ketiga tahanan tersebut. Sebelumnya, Anwar Safri (39) berhasil diamankan di salah satu homestay di Desa Muara Penimbung, Kabupaten Ogan Ilir, pada Selasa (19/5/2026).

Dengan tertangkapnya Novri Antoni, kini masih terdapat satu tahanan lainnya yang masih dalam pencarian aparat penegak hukum.

Novri Antoni merupakan terdakwa perkara narkotika yang berdasarkan keterangan dalam kasus tersebut telah dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara terkait kepemilikan narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 1,6 gram.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa jajaran Polda Sumsel bersama seluruh satuan kewilayahan akan terus memastikan setiap proses penegakan hukum berjalan secara profesional dan tuntas.

“Polda Sumsel memberikan perhatian serius terhadap setiap tahanan yang melarikan diri. Jajaran kami akan terus melakukan pengejaran secara maksimal sampai seluruh tahanan yang masih dalam pencarian berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum,” tegas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Ia juga mengapresiasi kerja keras personel Polres OKU dan Polres Banyuasin yang berhasil mengamankan kembali Novri Antoni. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan konsistensi Polri dalam menjalankan tugas penegakan hukum sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami mengapresiasi kerja keras personel Polres OKU dan Polres Banyuasin yang berhasil mengamankan kembali tahanan tersebut. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan untuk menghindari proses hukum. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas dan segera memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui keberadaan orang yang masuk dalam daftar pencarian,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumsel memastikan pencarian terhadap satu tahanan yang masih belum tertangkap terus dilakukan. Jajaran kepolisian juga mengedepankan sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya untuk memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

(Zulkifli/hms)

Personil Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Blue Light Guna Daya Cegah Dan Tangkal 4C Di Daerah Rawan

0

Personil Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Blue Light Guna Daya Cegah Dan Tangkal 4C Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Rabu (26
/08/2026)pukul 21.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakanAnggota jaga Poksek Ngimbang Aiptu Suhadi. dan Briptu Andika dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang dan SPBU Ngimbang, Bank BRI Ngimbang dan Warkop yang ada di Ngimbang serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K, Melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Pelaksanaan pembangunan kecamatan cisaat ,bernilai 2 Miliar rupiah ,tuai Kritik dari penggiat Social media

0

Silang Pendapat Hasil Lab PU & Teknis Lapangan Proyek Rp2 Miliar Cisaat: Pegiat Konstruksi dan Warga Soroti Mutu Beton K-175

SUKABUMI — Hasil pengujian laboratorium Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi terkait proyek fasilitas publik senilai Rp2 Miliar di Kecamatan Cisaat menuai gelombang tanggapan kritis dari para praktisi teknis dan pegiat media sosial. Hasil pengujian yang disandingkan dengan kondisi riil di lapangan dinilai menyimpan risiko struktur serius, terutama pada pengecoran tiang utama dan penggunaan material bata hebel.

1. Analisis Kritis & Risiko Fatal Mutu Beton K-175 dengan Slump 15 cm

Komentar dan tanggapan dari Euis Lisnawati mengenai kombinasi mutu K-175 dan keenceran adukan 15 cm menyoroti beberapa poin kunci:

  1. Adukan Terlalu Encer (Melanggar Standar Ideal SNI):

    Berdasarkan Standar SNI A.4.1.1.5, adukan beton manual K-175 yang ideal memiliki nilai slump (rentang 10 cm hingga 14 cm). Angka 15 cm membuktikan bahwa adukan tersebut kelebihan air. Pada mutu semen rendah seperti K-175, penambahan air yang berlebihan akan menurunkan kekuatan tekan (compressive strength) secara drastis saat mengering.

  2. Bahaya Mutu K-175 pada Tiang / Kolom Utama:

    Mutu K-175 masuk dalam klasifikasi Beton Kelas I (Non-Struktural) yang umumnya hanya dipergunakan untuk lantai kerja (lean concrete), jalan gang, atau dinding pagar. Menggunakan mutu K-175 pada tiang vertikal penahan beban utama—terlebih dengan adukan encer —sangat berisiko membuat struktur bangunan menjadi rapuh. Untuk kolom struktur pembawa beban utama, standar teknis minimal yang aman adalah K-225 atau K-250.

  3. Risiko Pemisahan Material (Segregasi) & Keropos Kaki Tiang:

    Adukan K-175 cair yang dituangkan ke bekisting tiang vertikal akan mengalami segregasi (pemisahan agregat kasar dan air semen). Hal ini menjawab munculnya cacat honeycomb (sarang tawon) dan bekas tambalan semen manual di bagian dasar tiang setelah cetakan dibuka.

2. Catatan Evaluasi Visual di Field / Lapangan

  1. Kaki Tiang Beton (Column Base) & Keropos Struktur:

    Adanya tambalan adukan manual berwarna gelap menandakan bagian bawah tiang mengalami bocor air semen (bleeding) atau kurang padat. Menambal bagian luar saja tanpa metode grouting injection khusus tidak memulihkan kekuatan struktur dasar tiang.

  2. Penyangga Bekisting Kurang Aman:

    Kayu penyangga (strut) bertumpu langsung di atas tanah urukan tidak rata tanpa papan landasan (sole plate), berisiko ambles dan menyebabkan posisi tiang menjadi miring saat menahan beban beton basah.

  3. Besi Stek Kolom Terbuka & Kebersihan Sambungan (Cold Joint):

    Besi tulangan di bagian atas tiang yang dibiarkan terbuka tanpa penutup (rebar cap) rawan mengalami korosi/karat akibat hujan dan panas. Karat ini merusak daya rekat (bonding) beton baru serta meningkatkan risiko retak dalam. Kebersihan dasar tiang dari sisa kayu dan tanah juga mutlak diperlukan untuk mencegah terbentuknya cold joint (sekat lemah rawan patah gempa).

3. Suara Warga & Peran Pengawasan Inspektorat

Terkait penggunaan anggaran bernilai Rp2 Miliar dan penggunaan material dinding bata hebel di Kecamatan Cisaat, warga mengharapkan kualitas hasil pekerjaan benar-benar tahan lama dan sesuai dengan spesifikasi teknis (spek).

“Mun cek carita bohongna perjalanan hiji Proyek teh acan Dipotong MC terus biaya 10 persen ejeng sajabana. Mungkin ayeuna waktuna meren giliran para pelaksana memperlihatkan kemahirannya…”

Warga Cisaat (Identitas Dilindungi)

Maksimalkan Pelayanan kepada Masyarakat Polsek Ngimbang Gelar Commanderwish Pagi di Wilayah Ngimbang

0

Maksimalkan Pelayanan kepada Masyarakat Polsek Ngimbang Gelar Commanderwish Pagi di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN// Warta.In – Polsek Ngimbang dalam rangka melayani masyarakat melalui kegiatan Commander Wish dipagi hari, dengan beberapa personel untuk hadir memberikan pelayanan di tengah masyarakat pada jam-jam sibuk pagi hari.

Kegiatan Commander Wish di laksanakan di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang, Aiotu Suhadi, Aiptu Djudi, Aipda Afis dan Brigadir Bayu di pertigaan Pasar Ngimbang dan SMA Negeri 1 Ngimbang di Kecamatan Ngimbang pada Hari Kamis (27/08/2026) pukul 06.00 WIB

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr, K. S.I.K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, menjelaskan bahwa Commander Wish Layanan Pagi merupakan program prioritas sekaligus kebijakan utama dari Kapolres Lamongan yang bertujuan menghadirkan personel Polri secara maksimal pada pagi hari untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel ditempatkan di sejumlah titik strategis, di antaranya kawasan rawan kemacetan, penyeberangan anak sekolah, pasar atau pusat kegiatan ekonomi, serta kawasan perkantoran.

Kehadiran personel di lokasi tersebut diharapkan mampu menciptakan kelancaran arus lalu lintas, meningkatkan keamanan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang memulai aktivitas.

Kapolsek Ngimbang menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama seluruh personel.

Program Commander Wish Layanan Pagi menjadi langkah awal dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang responsif, cepat, dan Presisi melalui kehadiran nyata anggota Polri di tengah masyarakat sejak pagi hari.

Kami harap pelayanan terhadap masyarakat harus lebih maksimal. Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah melaksanakan kegiatan layanan pagi ini.” ujarnya.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, humanis, dan jadikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”pungkasnya ( roy)

*Pandangan Rusia tentang Hukum Syariah dan Tinjauan Perspektif Filsafat*

0

*Pandangan Rusia tentang Hukum Syariah dan Tinjauan Perspektif Filsafat*

Jakarta – Isu penerapan hukum syariah (_Syariah Law_) tengah menjadi sorotan publik di berbagai belahan dunia, mulai dari Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika. Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergey Tolchenov, memberikan pernyataan yang tegas dan jelas mengenai posisi negaranya terhadap isu sensitif tersebut.

Tolchenov menegaskan bahwa Rusia adalah negara sekuler. Artinya, negara tidak mencampuri urusan agama dan tidak menjadikan ajaran agama tertentu sebagai dasar hukum negara. Menurutnya, setiap individu di Rusia memiliki kebebasan penuh untuk memeluk dan menjalankan agama atau keyakinan yang mereka pilih. Namun, dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, semua warga negara wajib tunduk pada hukum positif yang ditetapkan pemerintah.

“Negara kami tidak mengadopsi ketentuan atau regulasi berdasarkan agama tertentu. Rusia memberikan kebebasan penuh kepada setiap individu untuk beragama, tetapi dalam kehidupan sipil, semua orang harus patuh pada hukum negara,” ujar Tolchenov di depan puluhan wartawan dalam dan luar negeri yang hadir pada konferensi pers Kedubes Rusia bertempat di Russian House, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Pernyataan ini menegaskan prinsip dasar konstitusi Rusia yang menjunjung tinggi kebebasan beragama, sekaligus menolak campur tangan agama dalam urusan kenegaraan.

Dalam kesempatan yang sama, Tolchenov juga menyinggung isu imigrasi yang menjadi tantangan besar bagi negara-negara Eropa seperti Spanyol dan Inggris. Ia menekankan bahwa Rusia relatif lebih aman dalam mengelola arus masuk imigran. Sistem imigrasi Rusia dinilai lebih ketat dan mampu menjaga stabilitas sosial.

Meski demikian, Tolchenov mengakui bahwa ancaman kelompok radikal dari ekternal yang menyusup ke negaranya menjadi perhatian serius pemerintah Rusia. Ia merujuk pada serangkaian aksi terorisme yang terjadi di Crocus City Hall, dekat Moskow, pada 2024 lalu, yang menunjukkan bahwa radikalisme masih menjadi ancaman nyata bagi keamanan nasional.

Pernyataan Tolchenov dapat dipahami dalam kerangka pemikiran para filsuf dunia. John Locke (1632-1794), misalnya, menekankan bahwa kebebasan beragama adalah hak asasi manusia yang harus dijamin oleh negara. Namun, Locke juga menegaskan bahwa kebebasan itu tidak boleh mengganggu ketertiban umum. Pandangan ini sejalan dengan sikap Rusia yang membebaskan warganya dalam beragama, tetapi tetap menuntut kepatuhan pada hukum negara.

Immanuel Kant (1724-1804) menekankan pentingnya hukum moral universal. Dalam konteks ini, kebebasan beragama adalah kewajiban moral yang harus dihormati, tetapi negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kebebasan tersebut tidak menimbulkan kekacauan sosial.

Sementara itu, Voltaire (1694-1778) pernah menulis bahwa kebebasan berpikir dan beragama adalah fondasi masyarakat yang beradab. Namun, ia juga mengingatkan bahwa fanatisme dapat menghancurkan tatanan sosial. Pandangan ini relevan dengan kekhawatiran Rusia terhadap kelompok radikal yang menggunakan agama sebagai legitimasi untuk melakukan kekerasan.

Pernyataan Tolchenov juga dapat dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila. Ketuhanan Yang Maha Esa menjamin kebebasan beragama, tetapi tidak berarti negara harus mengadopsi hukum agama tertentu. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menuntut agar setiap warga negara diperlakukan setara tanpa diskriminasi berdasarkan agama. Persatuan Indonesia menolak segala bentuk fanatisme yang dapat memecah belah bangsa. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam mengelola isu sensitif seperti agama. Dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang menegaskan bahwa hukum negara harus berlaku adil bagi semua warga, tanpa memandang latar belakang agama.

Dengan demikian, sikap Rusia yang menegaskan sekularisme sejalan dengan prinsip Pancasila yang menjunjung tinggi kebebasan beragama sekaligus menekankan pentingnya hukum negara sebagai pengikat kehidupan berbangsa.

Pernyataan Tolchenov memiliki implikasi penting bagi diskursus global mengenai hukum syariah. Di satu sisi, ia menegaskan bahwa kebebasan beragama adalah hak fundamental. Di sisi lain, ia menolak penggunaan agama sebagai dasar hukum negara. Sikap ini mencerminkan pandangan realistis dalam menghadapi tantangan global, khususnya terkait radikalisme dan terorisme.

Bagi negara-negara yang tengah bergulat dengan isu penerapan hukum agama, sikap Rusia dapat menjadi referensi: kebebasan beragama harus dijamin, tetapi hukum negara harus tetap menjadi landasan utama kehidupan berbangsa.

Pernyataan Duta Besar Sergey Tolchenov menegaskan posisi Rusia sebagai negara sekuler yang menjunjung tinggi kebebasan beragama, tetapi tetap menuntut kepatuhan pada hukum negara. Sikap ini sejalan dengan pandangan para filsuf dunia dan nilai-nilai Pancasila, yang menekankan keseimbangan antara kebebasan individu dan ketertiban sosial.

Dalam konteks global, sikap Rusia memberikan pelajaran penting: kebebasan beragama tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan hukum negara atau menjustifikasi tindakan radikal. Negara harus tetap berdiri tegak sebagai penjaga keadilan dan ketertiban, demi melindungi seluruh warganya dari ancaman fanatisme dan terorisme. (TIM/Red)

Kadiman Pakpahan : Memutus Mata Rantai Keterbelakangan Suatu Bangsa

0

Samosir, warta.in -“Keterbelakangan suatu bangsa merupakan masalah multidimensi yang mencakup kemiskinan, rendahnya kualitas SDM, kepemimpinan, penguasaan Iptek, dan ketimpangan sosial. Untuk itu perlu dibangun suatu langkah-langkah strategis agar berbagai persoalan mendasar yang dihadapi dapat teratasi dan mencapai siatu kemajuan.

Berikut adalah langkah-langkah strategis dan komprehensif untuk memutus mata rantai tersebut:
1. Transformasi dan pemerataan pendidikan, ini adalah modal utama untuk meningkatkan kualitas hidup dan daya saing global. Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah, antara lain;  menyediakan beasiswa dan sekolah gratis bagi masyarakat kurang mampu dan yang tinggal di daerah terpencil, mengintegrasikan pelatihan keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri digital dan manufaktur modern, dan meningkatkan standarisasi kompetensi guru serta pemerataan fasilitas sekolah antara kota dan desa.
2. Pemberdayaan ekonomi dan lapangan kerja  dengan menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat bawah, seperti; membuka koridor industri baru untuk menyerap tenaga kerja lokal skala besar., memberikan akses modal usaha mudah, subsidi, dan pelatihan digitalisasi bagi pelaku bisnis rakyat, dan menerapkan sistem pajak yang adil dan bantuan sosial tepat sasaran untuk memperkecil jurang ketimpangan kekayaan.
3. Pembangunan infrastruktur digital dan fisik, ketertinggalan geografis sering kali mengisolasi potensi ekonomi suatu wilayah, untuk itu dibutuhkan;  memperluas jaringan internet  agar masyarakat desa bisa mengakses informasi, edukasi, dan pasar global dan membangun jalan, pelabuhan, dan transportasi publik demi memangkas biaya distribusi barang.
4. Peningkatan kesehatan dan nutrisi, sebab bangsa yang maju membutuhkan populasi yang sehat dan produktif secara fisik, untuk itu perlu memastikan kecukupan gizi ibu hamil dan balita untuk mencegah penurunan kecerdasan generasi masa depan dan pemetataan pembangun puskesmas dan rumah sakit dengan fasilitas memadai di wilayah 3T
5. Reformasi birokrasi dan penegakan hukum dimana sistem pemerintahan yang bersih akan menjamin investasi dan anggaran negara tersalurkan dengan benar, untuk itu perlu langkah konkrit berupa; menindak tegas penyalahgunaan dana publik agar anggaran negara fokus pada pembangunan rakyat dan adanya penciptaan iklim investasi yang aman dan transparan guna menarik modal asing produktif.

Untuk memastikan dan agar dapat tercapai tujuan untuk memutus mata rantai keterbelakangan suatu bangsa maka perlu adanya perubahan cara berfikir dan penguatan karakter baik pemimpin maupun di akar rumput, sebab mempertahankan cara-cara lama yang normatif hanya akan menjebak bangsa dalam ketertinggalan.  Ada pun poin-poin utamanya adalah sebagai berikut:
1. Beralih dari berpikir normatif ke berpikir out of the box,   dimana pemikiran normatif atau sekadar mengikuti prosedur lama hanya menghasilkan perubahan kecil (inkremental). Untuk mengejar ketertinggalan bangsa membutuhkan lompatan besar lewat pemikiran radikal, sebab dunia berubah cepat akibat teknologi digital dan geopolitik. Aturan lama sering kali tidak relevan lagi, sehingga pemimpin dan masyarakat tidak boleh sekadar “cari aman” dan adanya terobosan baru dimana harus berani memotong jalur birokrasi yang berbelit-belit agar pembangunan berjalan cepat.
2. Mengikis “budaya bungkus” dan membangun “budaya isi”, melalui; membuang kebiasaan masyarakat atau pemimpin yang hanya mementingkan kemasan luar, penampilan formalitas, citra pencitraan, atau retorika kosong dan mengedepankan  “budaya isi”,  dengan meningkatkan  kualitas moral, kompetensi nyata, kecerdasan intelektual, serta hasil kerja konkret.

3. Menggerakkan “kepedulian dan empati kecil” secara masif, dengan;  tidak  hanya mengandalkan program besar pemerintah tapi harus digerakkan secara bersama kepedulian kecil di tingkat akar rumput dan adanya langkah konkret yang   dimulai dari berbagi ilmu, memberikan donasi tepat sasaran (seperti gerakan sadar gizi), hingga membuka kesempatan kerja bagi kelompok yang belum beruntung.
4. Melepaskan diri dari kutukan sumber daya (resource curse), sebab bangsa yang terbelakang sering kali terlena karena merasa kaya akan sumber daya alam tetapi malas mengasah otak. Struktur keterbelakangan diputus dengan cara menggeser ketergantungan dari bahan mentah alam menuju ketergantungan pada kreativitas, sains, teknologi, dan industri bernilai tambah tinggi.
5. Melahirkan pemimpin informal yang menggerakkan akar rumput sebab masih banyak masyarakat di daerah pelosok menganggap kemiskinan atau keterbatasan wawasan sebagai takdir yang harus diterima. Untuk itu,  bangsa membutuhkan figur pemimpin informal yang mau turun langsung mengubah pola pikir pasrah tersebut menjadi pola pikir produktif dan mandiri (Penulis : Kadiman Pakpahan si Mr Dreamer)

PDIP Sumsel Konsolidasi di PALI, Intip Strategi H. Devi Suhartoni Perkuat Mesin Partai hingga Anak Ranting

0

Warta.in//PALI, Sumsel — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bergerak cepat memperkuat barisan internal organisasi. Melalui momentum temu kader dan konsolidasi ideal, jajaran pengurus DPC, PAC, hingga ranting dan anak ranting berkumpul bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan, H. Devi Suhartoni. Pertemuan strategis ini berlangsung khidmat di kediaman pengurus PAC Talang Ubi, Desa Beruge, pada Rabu (26/08/2026).

Agenda ini bukan sekadar pertemuan seremonial biasa, melainkan langkah konkret partai untuk memperkokoh komunikasi horizontal dan vertikal di seluruh tingkatan kepengurusan. Kehadiran tokoh-tokoh penting dari tingkat provinsi hingga kabupaten tetangga mempertegas komitmen kolektif partai berlambang banteng moncong putih tersebut untuk tetap solid dan responsif terhadap isu kemasyarakatan.

Gerakan Soliditas Hingga Tingkat Anak Ranting Ketua DPC PDI Perjuangan PALI, H. Kristian, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kehadiran langsung Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel di tengah padatnya agenda kerja. Menurut Kristian, kehadiran unsur pimpinan provinsi ini menjadi suntikan energi yang luar biasa bagi para kader, khususnya mereka yang berada di garda terdepan di tingkat akar rumput.“Alhamdulillah, hari ini Ketua DPD dapat hadir langsung di tengah aktivitas beliau yang cukup padat. Pertemuan ini menjadi bagian vital dari konsolidasi menyeluruh, menyatukan frekuensi dari DPC, PAC, hingga pengurus ranting dan anak ranting,” ujar Kristian dalam sambutannya.

Aksi Nyata Tanggap Darurat Musim Kemarau Lebih dari sekadar membahas taktik politik internal, PDI Perjuangan PALI juga membuktikan komitmennya sebagai partai yang menangis dan tertawa bersama rakyat. Merespons situasi iklim yang kian ekstrem, Kristian mengumumkan langkah taktis kepedulian sosial untuk membantu masyarakat PALI yang tengah didera krisis air akibat musim kemarau panjang. “Besok kami dari jajaran DPC akan langsung turun membagikan bantuan air bersih kepada masyarakat luas. Ini adalah bentuk kepedulian konkret dan spontanitas partai dalam meringankan beban warga yang menghadapi dampak musim kemarau panjang saat ini,” tegas Kristian.

Arahan Tegas Ketua DPD Sumsel: Utamakan Wong Cilik dan Jaga Etika Politik Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, H. Devi Suhartoni, memberikan arahan ideologis yang tajam di hadapan ratusan kader yang hadir. Devi menegaskan bahwa esensi dari marwah PDI Perjuangan adalah tradisi turun ke bawah (turba) secara konsisten guna menangkap langsung aspirasi serta keluhan masyarakat bawah.“Kita turun ke bawah hari ini untuk mempererat tali silaturahmi dengan seluruh jajaran kepengurusan, membakar kembali semangat juang, dan memastikan seluruh mesin organisasi di setiap tingkatan beroperasi optimal sesuai instruksi Ketua Umum,” ungkap Devi Suhartoni.

Secara khusus, Devi memberikan peringatan keras kepada anggota fraksi di legislatif yang merupakan kepanjangan tangan partai. Ia meminta agar anggaran dan kebijakan prioritas pertama-tama dialokasikan untuk membantu pengurus ranting, anak ranting, dan warga sekitar yang menghadapi keterbatasan ekonomi maupun akses pendidikan.

“Ranting dan anak ranting adalah fondasi perjuangan kita. Pengurus yang memiliki keterbatasan ekonomi dan pendidikan wajib mendapatkan pendampingan utama. Fraksi harus mendahulukan urusan ini sebelum menjalankan agenda-agenda kerja lainnya,” tekan Devi secara lugas. Menutup arahannya, Devi mengingatkan seluruh kader untuk menjaga iklim politik yang damai, sehat, dan bermartabat tanpa perlu menjatuhkan pihak lain.“Tidak ada gunanya menjelek-jelekkan partai politik lain. Kita harus tetap bersahabat, merangkul, dan membangun komunikasi politik yang elegan dengan siapa saja. Namun, ingat, kita wajib menjaga independensi gerak dan teguh pada ideologi partai,” pungkasnya.

Sinergi Lintas Wilayah Pertemuan konsolidasi berskala besar ini juga dihadiri oleh struktur penting lainnya, seperti Wakil Sekjen Bidang Program Beni Hernedi, Wakil Sekretaris Ferdian Andreas Lacony, serta jajaran Fraksi PDI Perjuangan Musi Banyuasin yang turut memboyong pengurus PAC Jirak dan Sungai Keruh. Kehadiran delegasi lintas wilayah ini memperlihatkan kekuatan jejaring dan harmoni politik PDI Perjuangan di Sumatera Selatan.

Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk meningkatkan kerja-kerja kemanusiaan di lapangan, memperketat koordinasi struktural, dan memastikan kehadiran PDI Perjuangan benar-benar memberikan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke pelosok desa.

 

(Randi)

Viral, Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase!!! Bungkam Disorot Soal Dugaan Tabung Gas 3 Kg Subsidi

0

Gunungsitoli ,Warta.in – viral Tabung Gas Elpiji 3 kg Di RS Swasta Betesda Di kota Gunungsitoli Yang di duga Milik Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase, terseret dalam dugaan penyalahgunaan tabung gas elpiji 3 kilogram bersubsidi.

Puluhan tabung gas tersebut terekam dalam video yang viral. Dalam video terlihat tabung bersubsidi berada di area RS Bethesda Gunungsitoli dalam jumlah banyak dan bukan di pangkalan resmi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tabung-tabung itu disebut milik oknum pejabat daerah.

Untuk memenuhi asas keberimbangan, Media Warta.in  telah berupaya mengonfirmasi kepada Martinus Lase. Konfirmasi dikirim melalui WhatsApp dan dilanjutkan panggilan telepon pada Selasa, 26 Agustus 2026.

Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi tersebut tidak mendapat respon. Pesan tidak dibalas dan telepon tidak diangkat.Sehingga Diduga Abaikan Kerbukaan Informasi Saat  Wartawan Konfirmasi Sesuai undang-undang – Undang No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik,Seorang Pejabat Negara Bungkam menjawab konfirmasi Wartawan.

Warga mempertanyakan. “Gas 3 kg itu hak rakyat miskin. Kalau pejabat ikut mainkan, keadilan sosial di mana,” ujar warga.

ATAS DASAR HUKUM DAN ATURAN PEMERINTAH PUSAT:

1. Perpres No. 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG 3 Kg.
Pasal 2: LPG 3 kg adalah barang bersubsidi yang peruntukannya bagi rumah tangga miskin, usaha mikro, nelayan dan petani sasaran. Penyalahgunaan dapat dikenai sanksi.

2. Peraturan Menteri ESDM No. 6 Tahun 2023 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG.
Pasal 33: Dilarang menjual LPG bersubsidi kepada konsumen yang tidak berhak. Setiap penyalur wajib mengikuti ketentuan dan pengawasan.

3. Surat Edaran Dirjen Migas KESDM No. 16213/12/DJM/2020
Menegaskan pengawasan ketat distribusi LPG 3 kg agar tidak diselewengkan oleh oknum.

4.UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
Pejabat publik wajib memberikan informasi dan klarifikasi kepada masyarakat dan media.

5.UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan
Asas penyelenggara negara: asas kepastian hukum, asas keterbukaan, dan asas akuntabilitas.

Sikap tidak merespon dari seorang pejabat daerah terhadap dugaan penyalahgunaan barang subsidi dinilai bertentangan dengan 5 aturan di atas.

Hingga kini belum ada klarifikasi dari Martinus Lase maupun pihak RS Bethesda terkait asal-usul tabung tersebut.

Warta in akan terus mengawal kasus ini dan berkoordinasi dengan Pertamina serta Aparat Penegak Hukum.

Wartawa. in. membuka ruang seluas-luasnya untuk hak jawab dan klarifikasi.

Reporter : tim