31 C
Jakarta
Senin, Juni 1, 2026
Beranda blog

Pemkab Muba Siap Tertibkan HGU dan Amdal Perusahaan, Bakal Bentuk Tim Khusus

0

Warta.in MUBA- Pemkab Muba bersiap melakukan langkah besar dalam penataan tata kelola investasi dan pemanfaatan lahan di daerah. Atas instruksi langsung Bupati Muba HM Toha Tohet SH, seluruh perizinan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Muba, khususnya terkait Hak Guna Usaha (HGU) dan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) akan dilakukan penertiban secara menyeluruh.

Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Muba dibawah komando Bupati HM Toha Tohet SH dan Wakil Bupati Abdur Rohman Husen untuk memastikan seluruh aktivitas usaha berjalan sesuai regulasi.

Sekda Muba Drs Syafaruddin MSi menegaskan bahwa penertiban HGU dan Amdal merupakan instruksi langsung Bupati HM Toha Tohet SH yang harus dilaksanakan secara serius dan terukur.

“Pak Bupati menginginkan seluruh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Muba mematuhi ketentuan yang berlaku. Karena itu, Pemkab Muba akan melakukan penertiban terhadap aspek HGU maupun dokumen Amdal perusahaan agar seluruh kegiatan usaha berjalan sesuai aturan dan memberikan dampak positif bagi daerah,” ujar Syafaruddin.

Menurutnya, untuk memastikan proses penertiban berjalan efektif, Pemkab Muba akan membentuk tim khusus yang melibatkan perangkat daerah terkait serta unsur teknis lainnya. Tim tersebut nantinya bertugas melakukan pendataan dan verifikasi.

“Tim ini akan bekerja secara profesional, objektif, dan berdasarkan ketentuan perundang-undangan. Tujuannya bukan untuk menghambat investasi, melainkan memastikan seluruh perusahaan menjalankan kewajibannya dengan baik,” tegasnya.

Syafaruddin menambahkan, keberadaan HGU yang jelas dan dokumen Amdal yang sesuai menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Selain memberikan kepastian hukum bagi perusahaan, hal tersebut juga menjadi bentuk perlindungan terhadap hak masyarakat dan lingkungan hidup.

Pemkab Muba, lanjutnya, berharap seluruh perusahaan dapat mendukung langkah penertiban ini dengan bersikap kooperatif serta melengkapi seluruh dokumen yang dipersyaratkan.

“Pemerintah daerah ingin menciptakan iklim investasi yang sehat, tertib, dan berkeadilan. Karena itu kami mengajak seluruh perusahaan untuk bersama-sama mendukung kebijakan ini demi kemajuan Kabupaten Muba,” tandasnya.(Albert team)

0

Polresta Mataram Perkuat Sinergi Penyidik dan PPNS Melalui Sosialisasi KUHAP Baru

Warta.in
Mataram, NTB – Upaya memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi dalam penegakan hukum terus dilakukan Sat Reskrim Polresta Mataram. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Penerapan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) serta penguatan sinergitas antara Korwas PPNS Polri dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di wilayah hukum Polresta Mataram, Selasa (26/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Sat Reskrim Polresta Mataram tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan penegakan hukum, mulai dari Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP., S.T.K., S.I.K., M.Si., Wakasat Reskrim, perwakilan Kejaksaan Negeri Mataram, penyidik dari Satpol PP Kota Mataram dan Lombok Barat, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan Kota Mataram, hingga penyidik Sat Reskrim Polresta Mataram.

Menariknya, kegiatan tersebut menghadirkan akademisi hukum ternama dari Universitas Mataram, Prof. Dr. H. Amirudin, SH., M.Hum., sebagai narasumber utama yang memaparkan secara komprehensif berbagai perubahan dan implementasi KUHAP terbaru.

Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP. menjelaskan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah penting untuk membangun kesamaan pemahaman di antara seluruh aparat yang memiliki kewenangan penyidikan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyatukan persepsi seluruh pengemban fungsi penyidikan terkait penerapan KUHAP yang baru. Karena itu kami menghadirkan narasumber yang kompeten untuk menjelaskan secara detail substansi dan implementasinya,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat sejumlah tujuan strategis yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut. Selain meningkatkan sinergitas antara penyidik Polri dan PPNS, forum ini juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan (Korwas) dalam penanganan berbagai tindak pidana khusus yang menjadi kewenangan instansi tertentu.

Tak hanya itu, sosialisasi juga diarahkan untuk menciptakan kesamaan persepsi hukum dalam penerapan regulasi dan hukum acara pidana, sehingga tidak terjadi perbedaan penafsiran dalam proses penyidikan di lapangan.

Para peserta juga diajak membangun komitmen bersama untuk mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus meminimalisir potensi pelanggaran aturan di masing-masing sektor.

Selain pemaparan materi, kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai persoalan yang dihadapi PPNS di lapangan, termasuk terkait penerapan KUHAP baru dan penegakan peraturan daerah sektoral, dibahas secara terbuka untuk mencari solusi bersama melalui koordinasi dengan Polri sebagai pembina fungsi PPNS.

“Kami berharap kegiatan ini dapat semakin memperkuat sinergi, menyatukan persepsi antar penyidik, dan meningkatkan efektivitas penanganan perkara di wilayah hukum Polresta Mataram,” tutup AKP I Made Dharma.

Melalui forum ini, Polresta Mataram menunjukkan komitmennya dalam mendukung implementasi KUHAP terbaru sekaligus memperkuat kolaborasi lintas instansi demi terciptanya penegakan hukum yang lebih efektif dan berkeadilan bagi masyarakat.(sr/hpm)

 

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Gubernur Gaungkan Pesan Perdamaian Dunia dari NTB

0

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Gubernur Gaungkan Pesan Perdamaian Dunia dari NTB

Warta.in
Mataram,NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan khidmat di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, pada Senin (1/6/2026).

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema yang sangat strategis dan visioner: “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Upacara peringatan hari Lahir Pancasila dihadiri Forkompinda, Kepala OPD, TNI Polri, ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTB serta perwakilan dari berbagai lembaga vertikal wilayah NTB.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal selaku Inspektur Upacara menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni bukan sekadar seremoni tahunan. Momen ini merupakan refleksi mendalam untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

“Nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban atas terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” ujar Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Miq Iqbal menekankan bahwa di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian, disrupsi teknologi, hingga dinamika geopolitik, Pancasila dinilai telah membuktikan ketangguhannya sebagai bintang penuntun sekaligus jangkar moral. Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.

Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia. Melalui politik luar negeri yang bebas aktif, nilai musyawarah dan mufakat yang dianut bangsa ini menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Sebagai bangsa yang besar, lanjut gubernur, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata di kancah internasional. Mulai dari kontribusi aktif Pasukan Perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran mediasi dalam konflik regional, hingga konsistensi dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah.

“Ini adalah pengejawantahan dari Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” tegasnya.

Menutup pidato tersebut, Gubernur menyampaikan pesan kuat agar Pancasila dijadikan sebagai living ideology (ideologi yang hidup), terutama oleh generasi muda sebagai penjaga masa depan. Nilai-nilai luhur Pancasila tidak boleh sekadar menjadi hiasan dinding kantor atau teks di buku sejarah.

Mantan Kedubes Turki tersebut, menitipkan pesan khusus agar setiap kebijakan publik yang lahir selalu berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, serta tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Seluruh elemen bangsa juga diajak untuk terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme demi menjaga harmonisasi kebangsaan.

Upacara yang berlangsung tertib dan penuh nasionalisme ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang kuat karena persatuan dan nilai-nilai kemanusiaannya. (sr/dkisntb)

Kapolres Padang Lawas Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

0

Warta.in Palas – Polres Padang Lawas menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Halaman Polres Padang Lawas, Senin (01/06/2026) pagi. Peringatan Hari Lahir Pancasila yang tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dengan diikuti para Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek jajaran, serta personel dari berbagai satuan di lingkungan Polres Padang Lawas.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yuliyanto, SIK., Perwira Upacara AKP M Taufik Siregar, Komandan Upacara Ipda Arpan Harahap, dan Protokol Brigadir Wilda Harahap.

Dalam amanatnya, Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yuliyanto, SIK. menegaskan Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

“Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi”. Kata Kapolres.

Lanjut Kapolres, Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, sertakonsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.

“Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah”. Ujar AKBP Dodik Yuliyanto.

Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita.

“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang cintai”. Pungkas Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yuliyanto, SIK.

Hingga selesai, Pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila”Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia” berjalan dengan aman dan kondusif. (RN)

(Humas Polres Padang Lawas)

Warga Sambut Antusias Pelaksanaan Rehabilitasi Jaling Di Kelurahan Nagri Kidul, Purwakarta

0

Warta.in, Purwakarta – Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur demi menunjang kenyamanan aktivitas masyarakat. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni melalui program pembangunan dan peningkatan jalan lingkungan (Jaling) yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Program peningkatan/rehabilitasi jalan lingkungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke kawasan permukiman warga.

Kepala Disperkim Purwakarta melalui Kepala Bidang Perkim, Subiyanto atau yang akrab disapa SBY, menyebutkan bahwa pembangunan jalan lingkungan merupakan salah satu program prioritas yang terus dijalankan guna meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami, Disperkim Purwakarta akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur termasuk rehabiltasi jalan lingkungan yang dilaksanakan saat ini di Kelurahan Nagri Kidul. Dan yang luar biasa kami menyaksikan sendiri dukungan yang luar biasa dari warga masyarakat. Terima kasih atas dukungannya dan semoga hal ini dapat bermanfaat,” ujar SBY yang dikenal sebagai figur yang ramah ini, Senin, 01 Juni 2026.

Selain memperbaiki kualitas infrastruktur secara makro, pembangunan jalan lingkungan juga diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman.

Sementara itu, dilokasi yang sama, nampak warga masyarakat setempat terlihat begitu antusias mendukung kegiatan ini, nampak para pemuda ikut mengatur lalu lintas agar berjalan lancar.

“Kami sangat senang sekali dengan dilaksanakannya rehabilitasi jaling di lingkungan kami. Jadi kami, para pemuda spontanitas membantu agar semua berjalan lancar. Semuanya karena panggilan tanggung jawab & rasa bahagia kami saja,” kata Agus, tokoh pemuda setempat.

Masih menurut SBY, Pemerintah Kabupaten Purwakarta menilai pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada jalan utama, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan masyarakat di lingkungan permukiman. Karena itu, program jalan lingkungan terus didorong sebagai bagian dari pembangunan yang berkeadilan dan merata.

Melalui berbagai program infrastruktur yang dijalankan, Pemkab Purwakarta berharap kualitas hidup masyarakat semakin meningkat, roda perekonomian bergerak lebih baik, serta tercipta lingkungan yang mendukung aktivitas sosial dan produktivitas warga.

“Mari kita pelihara bersama-sama agar manfaatnya dapat dinikmati untuk jangka waktu yang lama dan sekali lagi terima kasih atas dukungan partisipasinya yang luar biasa ini, tutup SBY.

Respons Cepat Polsek Ngimbang Tangani Kemacetan Antrean Kendaraan Untuk Pengisian BBM di SPBU Ngimbang

0

Respons Cepat Polsek Ngimbang, Tangani Kemacetan Akhibat Antrean Kendaraan Untuk Pengisian BBM di SPBU Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Respons cepat ditunjukkan jajaran Polsek Ngimbang Polres Lamongan dalam menangani Kemacetan akhibat pasokan bahan bakar telat baik Solar maupun Petralite di SPBU 54.622.02 di Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Senin (01/06/2026)

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, membenarkan peristiwa tersebut terjadi hari ini saat menerima laporan langsung bahwa terjadi kemacetan di Jalan raya Ngimbang – Jombang, Personil Polsek Ngimbanh bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian serta melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mengurai kemacetan.

Kemacetan tersebut akhibat antrean panjang kendaraan yang mau mengisi bahan bakar sejak 3 hari yang lalu.

Dari keterangan Petugas SPBU Ngimbang bahwa, Antran kendaraan yang mau mengisi bahan bakar jenis solar, untuk SPBU ini karena jatah untuk pasokan bulan ini sudah habis dari pusat, maka harus nunggu jatah pasokan bulan berikutnya,

Sebenarnya pasokan bahan bakar untuk SPBU Ngimbang selama ini lancar. Ujarnya

Akan tetapi sehubungan jatah bulanan sudah habis maka, stok bahan bakar jenis solar terjadi kelangkaan sehingga terjadi antrean kendaraan yang menunggu Pasokan BBM datang, tapi hari ini sudah mulai lancar

Akibat kejadian tersebut, terjadi penyempitan ruas jalan yang berdampak pada penumpukan antrean kendaraan dari arah Jombang – Ngimbang maupun sebaliknya.

Personil Polsek Ngimbang Aipda Novan, Brigadir Bayu, dan Brigadir Deny segera melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup guna menjaga kelancaran arus kendaraan,selain itu, proses antrean lambat laun secara bertahap  kembali normal.

Situasi saat ini aman dan terkendal,Arus lalu lintas sempat padat namun berhasil kami urai hingga kembali normal,pungkasnya ( roy)

Perbaikan Jembatan Kemang Pratama Pekayon Picu Kemacetan Panjang, Tim Investigasi Lakukan Pengalihan Arus

0

warta.in Bekasi ◊ Senin, 01 Juni 2026

Kota Bekasi, Jumat (29/5/2026) – Proyek perbaikan Jembatan Kemang Pratama dan pengupasan jalan di kawasan Pekayon menyebabkan kemacetan parah yang hampir mengular panjang pada Jumat siang. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya sistem pengalihan arus lalu lintas sejak awal pengerjaan.

Kemacetan mulai terjadi sejak pukul 12.30 WIB. Para pengguna jalan mengeluhkan antrean kendaraan yang tidak bergerak signifikan akibat penyempitan jalur di lokasi proyek.

Ironisnya, hingga berita ini ditayangkan, tidak ditemukan rekayasa lalu lintas seperti pembalikan arah atau jalur alternatif. Hal ini membuat kemacetan semakin meluas ke ruas-ruas jalan di sekitarnya.

Menyikapi hal tersebut, Tim Investigasi yang turun ke lapangan langsung mengambil tindakan reprentif (represif) dengan melakukan penyekatan dan pengalihan arus lalu lintas secara manual. Langkah ini diambil untuk membubarkan kemacetan yang sudah tidak terkendali.

Ketika dikonfirmasi, pihak manajemen proyek menyatakan bahwa mereka sebenarnya telah berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polisi Lalu Lintas (Polantas). Namun, koordinasi tersebut dinilai tidak berjalan optimal di lapangan.

“Setelah kami lakukan tindakan reprentif berupa penyekatan dan pengalihan arus, kondisi lalu lintas saat ini mulai berangsur kondusif,” ujar juru bicara Tim Investigasi di lokasi kejadian.

Tim Investigasi juga melakukan pengecekan di lapangan dan menyimpulkan bahwa secara umum penanganan jalan telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Namun, terdapat kendala teknis yang signifikan, yaitu belum terkoordinasinya jadwal dan metode pengalihan arus antar pihak pelaksana di lapangan.

Saat melakukan investigasi, tim sempat mengalami hambatan administratif. Mereka diterima oleh petugas keamanan dan harus menunggu cukup lama untuk bertemu dengan Komandan Lapangan Keamanan yang diduga kuat merupakan oknum TNI AD. Proses negosiasi pengalihan arus baru bisa dilakukan setelah komandan tersebut hadir.

Terkait insiden ini, Tim Investigasi menyoroti bahwa ketiadaan pengalihan arus sejak awal proyek bertentangan dengan semangat Undang-Undang No. 2 Tahun 2022 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Secara tegas, UU tersebut pada butir a, b, dan c menyatakan bahwa penyelenggaraan jalan harus menjamin:

A. Infrastruktur jalan yang layak,

B. Keamanan dan kenyamanan pengguna jalan,

C. Ketertiban serta kelancaran arus lalu lintas.

Tim Investigasi mengimbau kepada seluruh pihak terkait, termasuk manajemen proyek dan aparat keamanan, untuk mengedepankan koordinasi sejak tahap perencanaan agar peristiwa serupa tidak terulang.

(Alpin A.S)

MENYOROTI KONTRIBUSI PERANTAU DI SAMOSIR : SINAR NIKOLAS NAIBAHO, DARWIN SITANGGANG, MARTUA SITANGGANG

0

Samosir, warta.in – Peran anak sulung dari tarombo adat Batak adalah sebagai anak panggoaran (nama panggilan orang tua), pewaris marga, penerus garis keturunan dan bertanggung jawab menjadi anak sitiruon (teladan) dan anak siboan dalan (contoh bagi adik adiknya) dalam menjaga nilai adat, kehormatan keluarga serta memimpin dalam upacara adat)

Ir Sinar Nikolas Naibaho, MBA berasal dari Hutaparik Kel Siogung ogung Kec Pangururan Kab Samosir menjunjung tinggi amanah orangtuanya sebagai anak sulung dan mampu menunjukkan diri sebagai menjadi teladan. Walau tinggal diperantauan, perhatiannya ke kampung asalnya Kab Samosir, menjadi prioritas nya. Kecintaanya kepada budaya Batak diwujudkan melalui kegiatannya sebagai Ketua Umum Sirajabatak Fondation, Ketua Pembina Yayasan Sitolu Hae Horbo, juga sebagai salah satu pendiri organisasi LABB (Lokus Adat Budaya Batak). Nikolas telah banyak berkontribusi bagi masyarakat Samosir, antara lain, melalui Sirajabatak Fondation, memberikan tagading ke sekolah sekolah di Samosir, bola kaki untuk kaum muda di Kenegerian Buhit. Bergembira bersama keluarga nya di Hutaparik ketika syukuran rumah yang selesai dibangunnya. Nikolas membawa uang ke Samosir. Uangnya beredar di Samosir dalam berbagai bentuk. Inilah yang diperlukan bagi kemajuan Samosir, perputaran uang dari perantau di Samosir untuk meningkatkan kesejahteraan masyrakat Samosir

Darwin Sitanggang, mengaku sebagai keturunan langsung garis pertama dari Opung Tongam Sitanggang Sipukka Lumban Silo Desa Parsaoran 1 Kec Pangururan Kab Samosir. Mulai dikenal di Samosir karena bersengketa Lumban Silo dengan drs Martua Sitanggang, MM mantan Wakil Bupati Samosir. Darwin Sitanggang adalah anak pertama dari Hotma Sitanggang, Hotma Sitanggang adalah anak pertama dari Garis Sitanggang, Garis Sitanggang adalah anak pertama dari Sindak Sitanggang, Sindak Sitanggang adalah anak pertama dari Tongam Sitanggang. Setelah menikah Garis Sitanggang merantau ke Kabanjahe. Begitu juga Hotma Sitanggang, tinggal di Kabanjahe. Setelah meninggal, dimakamkan di Tambak keluarga di Hariara Tolu. Kini Darwin Sitanggang pun menetap di Kabanjahe. Tidak ada kontribusi nyata bagi Samosir. Yang ada justru Darwin Sitanggang menjual tanah warisan leluhurnya di Desa Sait Ni Huta yang kemudian uang penjualan tanah warisan digunakan untuk membangun rumah di Kabanjahe dan biaya pesta pernikahan adik adiknya. Keberuntungan ada di Darwin Sitanggang. Melekat pada dirinya hak waris sehingga bisa menikmati hasil penjualan tanah warisan. Bahkan kini akan ikut menikmati uang ganti rugi pembangunan Kanal Tano Ponggol yang mengambil hampir 2000 meter dari areal Lumban Silo sebesar 1,4 milyard yang masih tertahan di Pengadilan Negeri Balige. Selain itu akan dapat tanah pengganti seluar 800 meter di Lumban Silo yang baru. Darwin Sitanggang harus melakukan gugatan terhadap Martua Sitanggang jika ingin mendapatkan hak warisnya atas Lumban Silo.

Inilah perantau yang tak pernah berbagi ke masyarakat Samosir, uang penjualan tanah warisan di bawa ke Kabanjahe, kini akan memperebutkan uang ganti rugi Lumban Silo.

Pada Penetapan Nomor: 11/Pdt.P-Kons/2022/PN.Blg tentang uang ganti rugi Lumban Silo, hanya tercantum nama Sudung Sitanggang, Jonny Sitanggang, Dame Sitanggang, tak ada nama Darwin Sitanggang sebagai generasi penerus dari anak pertama Opung Tongam Sitanggang Sipukka Lumban Silo. Bermodalkan memiliki bukti fisik rumah Batak Peninggalan Opung Tongam, Darwin Sitanggang mengaku sebagai ahli waris Lumban Silo

Drs Martuaĵ Sitanggang, MM, bukan merupakan anak pertama dari ayahnya melainkan anak ketiga. Anak pertama bernama Berlin Sitanggang, Anak kedua bernama Sitor Sitanggang, Anak keempat bernama Carles Sitanggang, Anak kelima bernama Udut Manotar Sitanggang (lahir dari istri kedua yaitu R boru Pakpahan). Pada Penetapan Nomor: 11/Pdt.P-Kons/2022/PN.Blg tentang uang ganti rugi Lumban Silo, hanya tercantum nama Martua Sitanggang, Jesse Sitanggang, Udut Manotar Sitanggang. Anak Pertama yaitu Berlin Sitanggang ataupun keturunannya yaitu Sihol Sitanggang tidak tercantum.

Tidak diketahui hubungan silsilah keluarga antara Darwin Sitanggang dan Martua Sitanggang sehingga bisa bersama sama sebagai ahli waris Lumban Silo.

Martua Sitanggang sudah menerima uang ganti rugi atas rumahnya yang dihancurkan di Lumban Silo. Pada saat pembangunan ɓKanal Tano Ponggol, Martua Sitanggang menjabat sebagai Wakil Bupati Samosir, sehingga dengan leluasa mengakui bahwa dirinya adalah ahli waris Lumban Silo. Kini Martua Sitanggang telah kembali ke perantauan setelah tidak lagi menjabat

  • Rebutan Hak Waris para perantau ini membuat warga yang tinggal di Samosir menjadi tak habis pikir. Datang sekali sekali ke Samosir, menyatakan sebagai ahli waris, menyatakan berhak atas uang dan benda tak bergerak dari warisan, yang kemudian akan dibawa ke tanah perantauan. Minim atensi ke kesejahteraan masyarakat Samosir. Miris. Semogalah dari para perantau akan muncul Sinar Nikolas Sinar Nikolas yang datang ke Samosir membawa uangnya untuk keluarganya di Samosir dan untuk kesejahteraan masyarakat Samosir. (red)dpp

Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman, Kepala SDN Dukuh Sebrang Dorong Penerapan Delapan Pilar Karakter Siswa

0

Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman, Kepala SDN Dukuh Sebrang Dorong Penerapan Delapan Pilar Karakter Siswa

​Warta In Jabar | Subang Ciasem – Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dukuh Sebrang, Amin, S.Pd., secara resmi mengumumkan komitmen penuh seluruh jajaran tenaga pendidik untuk menerapkan gerakan “Delapan Pilar Budaya Sekolah” guna menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh siswa.

​Langkah progresif ini diambil sebagai bentuk implementasi nyata dan adaptasi cepat sekolah terhadap semangat Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Dalam keterangannya, Amin menegaskan bahwa transformasi ruang kelas menjadi tempat yang menggembirakan adalah kunci utama dalam melejitkan potensi akademis dan non-akademis anak didik secara holistik.

​Menurut Amin, pilar pertama dan yang paling krusial dimulai dari kesiapan guru sebagai fasilitator emosi yang ramah, empatik, serta inklusif. Sikap terbuka dari tenaga pendidik diyakini mampu meruntuhkan sekat kecemasan pada anak, sehingga mereka dapat mengekspresikan diri dan bakatnya tanpa rasa takut akan diskriminasi atau penghakiman.

​”Anak-anak mungkin lupa apa yang kita katakan, tetapi mereka tidak pernah lupa bagaimana kita membuat mereka merasa. Itulah esensi mendasar dari program ini. Kita ingin setiap anak melangkah ke sekolah dengan hati yang aman dan pulang dengan prestasi yang gemilang,” ujar Amin, S.Pd., Kepala SDN Dukuh Sebrang.

​Lebih lanjut, program ini juga menitikberatkan pada variasi metode pembelajaran yang interaktif—seperti diskusi kelompok, simulasi proyek, dan permainan edukatif—guna mengakomodasi keberagaman kecerdasan anak. Selain memicu kreativitas, suasana belajar juga dijaga agar tetap segar dengan menyisipkan aktivitas ice breaking atau penyegar psikologis di tengah pergantian materi pelajaran.

​8 Pilar Budaya Kelas SDN Dukuh Sebrang:

​* Guru Ramah, Empatik, & Inklusif – Pendamping emosi yang menghargai perbedaan.

​* Kelas Ceria & Positif – Ruang belajar penuh energi positif agar siswa diterima.

​* Metode Pembelajaran Beragam – Variasi metode (diskusi, proyek, simulasi, permainan).

​* Interaksi Positif di Dalam Kelas – Budaya dialog terbuka dan kerja sama tim.

​* Apresiasi & Penguatan Positif – Motivasi tulus tanpa sanksi atau celaan yang menjatuhkan.

​* Materi Relevan & Kontekstual – Menghubungkan pelajaran dengan kehidupan nyata sehari-hari.

* ​Ice Breaking sebagai Penyegar – Aktivitas ringan untuk menjaga fokus dan psikologis siswa.

* ​Rasa Aman Fisik, Sosial, & Digital – Perlindungan utuh dari kekerasan fisik maupun siber.

​Tidak kalah penting, Amin, S.Pd. juga menggarisbawahi perlunya jaminan keamanan yang menyeluruh bagi siswa, tidak hanya secara fisik dan sosial dari tindakan perundungan (bullying), melainkan juga perlindungan di ranah digital. Di era keterbukaan informasi saat ini, literasi digital yang sehat serta pengawasan ruang siber di lingkungan sekolah menjadi perhatian mutlak demi menjaga kesejahteraan psikologis anak.

​Melalui penerapan delapan pilar ini secara konsisten, SDN Dukuh Sebrang optimistis dapat melahirkan generasi warga belajar yang sehat secara fisik, mental, sekaligus sosial. Pihak sekolah berharap gerakan ini mampu memicu kesadaran kolektif bagi seluruh elemen ekosistem pendidikan di daerah sekitarnya untuk bersama-sama memuliakan anak dan mewujudkan pembelajaran yang bermakna.

IWO Indonesia DPD Karawang Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan Bangsa

0

IWO Indonesia DPD Karawang Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan Bangsa

KARAWANG | Warta In Jabar – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026, Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Karawang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman kehidupan berbangsa serta bernegara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan pentingnya Pancasila sebagai ideologi pemersatu dalam keberagaman masyarakat Indonesia sekaligus sebagai landasan moral dalam membangun perdamaian dan kemanusiaan di tingkat global.

Ketua IWO Indonesia DPD Kabupaten Karawang, Syuhada Wisastra, A.Md., CHRM., mengatakan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.

“Pancasila merupakan warisan luhur para pendiri bangsa yang harus terus dijaga, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai persatuan, gotong royong, keadilan sosial, dan toleransi harus menjadi pedoman bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Syuhada, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh anggota organisasi profesi, termasuk insan pers yang tergabung dalam IWO Indonesia.

“Saya mengajak seluruh anggota IWO Indonesia, khususnya di Kabupaten Karawang, untuk memahami makna Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebagai momentum memperkuat karakter kebangsaan, integritas, serta tanggung jawab moral dalam menjalankan profesi jurnalistik. Seorang wartawan harus mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan menghormati keberagaman yang ada di tengah masyarakat,” katanya.

Syuhada menegaskan bahwa tugas jurnalis tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menjaga kondusivitas bangsa melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat.

“Nilai-nilai Pancasila sangat relevan dengan tugas jurnalistik. Sila Persatuan Indonesia mengajarkan kita untuk tidak memecah belah bangsa melalui informasi yang menyesatkan. Sila Kemanusiaan mengingatkan wartawan untuk menjunjung etika, empati, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat dalam setiap pemberitaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa di era digital saat ini, tantangan terbesar insan pers adalah maraknya hoaks, ujaran kebencian, serta informasi yang berpotensi memecah persatuan bangsa.

“Sebagai jurnalis, kita harus menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Wartawan harus hadir sebagai penyejuk, bukan provokator. Pers harus menjadi perekat persatuan bangsa sekaligus pengawal nilai-nilai Pancasila di ruang publik,” tegasnya.

IWO Indonesia, lanjut Syuhada, berkomitmen untuk terus mendukung penguatan ideologi Pancasila melalui karya jurnalistik yang profesional, independen, berintegritas, dan bertanggung jawab sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

Ia juga mengajak seluruh anggota IWO Indonesia dan masyarakat Karawang untuk menjadikan momentum Hari Lahir Pancasila sebagai sarana refleksi dalam memperkokoh semangat kebangsaan, menjaga keharmonisan sosial, serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang maju dan berkeadilan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga nilai-nilai kebhinekaan, persatuan, dan gotong royong sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.

“Menjaga Persatuan, Merawat Kebhinekaan, Mengawal Indonesia Maju.”

(Redaksi IWO Indonesia DPD Kabupaten Karawang)