Beranda blog

Targetkan Stunting Turun ke 12,5 Persen, Pemkab Sukabumi Disorot Soal Tantangan Lapangan

0

Targetkan Stunting Turun ke 12,5 Persen, Pemkab Sukabumi Disorot Soal Tantangan Lapangan

SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi menerima kunjungan Tim Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI untuk memantau percepatan penurunan stunting di Pendopo Sukabumi, Selasa (11/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Pemkab memaparkan penurunan prevalensi stunting sekaligus menargetkan penurunan yang lebih agresif.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di wilayah berpenduduk 2,9 juta jiwa ini terus membaik. Angkanya turun dari 27,5 persen pada 2022 menjadi 20,5 persen.

​”Target nasional sebesar 8 persen. Kami di Kabupaten Sukabumi mengusahakan bisa mencapai angka 12,5 persen,” ujar Ade saat menerima rombongan Setwapres.

​Menurut Ade, tren positif ini didorong oleh intervensi kebijakan, seperti penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) hingga program Orang Tua Asuh yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia berharap kunjungan Setwapres dapat memberikan masukan evaluatif untuk memperkuat langkah ke depan.

​Meski menunjukkan tren positif, target 12,5 persen dinilai membutuhkan upaya ekstra. Pengamat kebijakan publik dan aktivis kesehatan daerah menyoroti sejumlah catatan kritis:

​Aksesibilitas Geografis: Luas wilayah dengan topografi berbukit dan pesisir masih menyulitkan penyaluran bantuan gizi serta jangkauan layanan Posyandu di desa terpencil.

​Keberlanjutan Program: Program Orang Tua Asuh diharapkan tidak sekadar menjadi formalitas administratif, melainkan program berkesinambungan.

​Akar Masalah: Penanganan stunting diimbau tidak hanya berfokus pada asupan gizi, tetapi juga perbaikan sanitasi, ketersediaan air bersih, dan pengentasan kemiskinan.

​Kunjungan Setwapres diharapkan dapat memicu intervensi anggaran dan kebijakan terpadu dari pemerintah pusat. Keberhasilan menekan angka stunting hingga 12,5 persen akan sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan Pemkab dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di tingkat akar rumput.

​(A olfi Yonimar)

Sambut HUT RI Ke-81, Kecamatan Abab Gelar Lomba Lari Maraton Berhadiah Jutaan Rupiah untuk Umum.

0

Warta.in//PALI, kecamatan Abab, 11 Agustus 2026 – Semangat nasionalisme dan gaya hidup sehat akan melebur menjadi satu di Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Pemerintah Kecamatan Abab bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Kecamatan Abab secara resmi mengumumkan gelaran Lomba Lari Maraton Tingkat Umum.

Mengusung visi besar nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, ajang ini dirancang bukan sekadar kompetisi olahraga biasa. Acara ini menjadi panggung pemersatu masyarakat, wadah penyaluran bakat atletik lokal, sekaligus pesta rakyat untuk mengobarkan kembali semangat juang kemerdekaan melalui aktivitas fisik yang positif.

Rute Menantang Menyusuri Jantung Kecamatan Abab Kompetisi ini akan mengajak para pelari untuk menaklukkan rute strategis di wilayah Abab. Titik awal (Start) perlombaan akan dimulai langsung dari halaman Kantor Camat Abab. Dari sana, para peserta akan memacu kecepatan menuju checkpoint utama di SMA Negeri 1 Abab, sebelum akhirnya memutar kembali untuk mencapai garis akhir (Finish) yang juga bertempat di Kantor Camat Abab.

Rute ini dipilih untuk memudahkan akses penonton dan suporter yang ingin memberikan dukungan moral di sepanjang jalur lintasan, sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan para pelari selama berkompetisi.Jadwal Pelaksanaan Acara Perlombaan maraton ini akan diselenggarakan tepat pada hari puncak peringatan kemerdekaan. Berikut adalah detail jadwal pelaksanaannya:

Hari & Tanggal: Senin, 17 Agustus 2026Waktu Kick-off: Pukul 14:00 WIB sampai dengan selesai Kategori Peserta: Tingkat Umum (Terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat)Total Hadiah Jutaan Rupiah Menanti Pemenang Pihak panitia penyelenggara yang didukung penuh oleh Camat Abab, Mohamad Reza Pahlevi, SE, dan Ketua TP. PKK Kecamatan Abab, Festy Oktaviani, K, telah menyiapkan apresiasi berupa trofi dan uang tunai bagi para pelari tercepat yang berhasil menembus garis finish:Juara 1: Uang tunai sebesar Rp. 700.000,-Juara 2: Uang tunai sebesar Rp. 500.000,-Juara 3: Uang tunai sebesar Rp. 300.000,-Juara 4: Uang tunai sebesar Rp. 200.000,

Batas Akhir dan Kontak Pendaftaran Mengingat antusiasme warga yang diprediksi akan sangat tinggi, panitia mengimbau kepada seluruh calon peserta untuk segera mendaftarkan diri sebelum kuota terpenuhi. Pendaftaran akan resmi ditutup pada:Hari & Tanggal: Rabu, 16 Agustus 2026Waktu Penutupan: Pukul 21:00 WIB (Malam)Masyarakat yang ingin mendaftar atau membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai regulasi perlombaan dapat langsung menghubungi pusat layanan informasi panitia melalui nomor kontak berikut:Lian Saputra: 0853-7886-7394, Danu Pratama: 0822-8107-1966Eko, Takisita: 0852-7917-3058 Mari persiapkan fisik, asah stamina, dan tunjukkan sportivitas terbaik Anda. Jadilah bagian dari kemeriahan sejarah perayaan HUT RI ke-81 di Kecamatan Abab!

Patroli Dini Hari Bongkar Aksi Pungli di Jalintim Belimbing–Sekayu, Empat Orang Diamankan Polisi

0

Warta In

“MUARA ENIM ,”Jajaran Polsek Gunung Megang, Polres Muara Enim, bergerak cepat menindak dugaan aksi pungutan liar (pungli) yang meresahkan pengguna jalan di ruas Jalan Lintas Belimbing–Sekayu, Kabupaten Muara Enim. Dalam penindakan yang dilakukan pada Senin (10/8/2026) dini hari, polisi mengamankan empat orang yang diduga melakukan pungutan terhadap kendaraan yang melintas.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Gunung Megang AKP KMS Erwin, S.H., M.H., menyampaikan bahwa penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dari praktik premanisme dan pungli di jalan raya.

“Penindakan ini dilakukan sebagai respons terhadap aktivitas yang diduga meresahkan masyarakat dan pengguna jalan. Anggota melaksanakan patroli untuk mencegah serta menindak setiap bentuk gangguan keamanan, termasuk dugaan pungli di jalan,” ujar AKP KMS Erwin.

Penindakan bermula sekitar pukul 02.00 WIB, saat Unit Reskrim Polsek Gunung Megang melaksanakan patroli hunting di wilayah hukum Polsek Gunung Megang, mulai dari Desa Teluk Lubuk hingga Desa Cinta Kasih, Kecamatan Belimbing.

Saat melintas di Jalan Lintas Desa Teluk Lubuk, petugas mendapati dua orang laki-laki yang diduga sedang meminta atau mengutip sejumlah uang dari kendaraan yang melintas. Petugas kemudian mengamankan keduanya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Patroli kemudian dilanjutkan menuju Desa Cinta Kasih. Di lokasi tersebut, petugas kembali menemukan dua orang laki-laki yang diduga melakukan aktivitas serupa terhadap kendaraan yang melintas di ruas Jalan Belimbing–Sekayu. Keempat orang tersebut selanjutnya diamankan ke Polsek Gunung Megang.

Keempat orang yang diamankan masing-masing berinisial RP (24), warga Desa Teluk Lubuk; AK (29), warga Desa Teluk Lubuk; NR (20), warga Desa Cinta Kasih; dan VP (21), warga Desa Cinta Kasih. Seluruhnya diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap.

Dari penindakan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan aktivitas pungutan, yakni 1 lembar pecahan Rp20.000, 1 lembar Rp10.000, 2 lembar Rp5.000, 6 lembar Rp2.000, dan 1 lembar Rp1.000, dengan total Rp58.000.

Selain mengamankan barang bukti dan melakukan pemeriksaan awal, petugas juga melakukan pemeriksaan menggunakan rapid test narkotika terhadap keempat orang tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keempatnya dinyatakan positif terhadap zat yang terdeteksi sebagai amfetamin (AMP). Hasil tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan penanganan oleh Unit Narkoba Polres Muara Enim sesuai prosedur.

Kapolsek Gunung Megang menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan patroli dan penindakan terhadap segala bentuk aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan, agar tidak takut melaporkan apabila menemukan aksi pungli, premanisme, maupun gangguan kamtibmas lainnya. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Selanjutnya, keempat orang tersebut beserta barang bukti diamankan untuk proses lebih lanjut.dan dikoordinasikan dengan Unit Narkoba Polres Muara Enim ,guna dilakukan penanganan sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yg berlaku dinegara ini.

(Zulkifli//hms)

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Lahat melalui Budidaya Ayam Petelur

0

Warta In

“Lahat, 11 Agustus 2026,” PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PTBA menyelenggarakan Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Budidaya Ayam Petelur Skala Rumahan dan Komunal di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 kepala keluarga penerima manfaat Program PPM PTBA ini menjadi tahap awal implementasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis peternakan ayam petelur.

Pada tahap pertama, PTBA memberikan dukungan berupa 2.400 ekor ayam petelur, pembangunan 50 unit kandang skala rumahan dan 1 unit kandang komunal, penyediaan pakan, serta pendampingan teknis oleh tenaga ahli. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif secara berkelanjutan.

Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengatakan, pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“PTBA tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga berupaya membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri. Melalui budidaya ayam petelur ini, kami berharap masyarakat Desa Sirah Pulau dapat memiliki sumber penghasilan alternatif yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus turut memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal,” ujar Eko.

Menurut Eko, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan aktif dari seluruh pihak, termasuk pemerintah desa, mitra pelaksana, tenaga ahli, dan masyarakat penerima manfaat.

“Program ini kami rancang secara bertahap dan terukur. Selain dukungan sarana, masyarakat mendapatkan pelatihan serta pendampingan teknis agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menjalankan budidaya ayam petelur. Harapannya, usaha ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Dalam pelatihan ini, PTBA berkolaborasi dengan Rumah Kreatif Sriwijaya sebagai mitra pelaksana dan menghadirkan pakar budidaya ayam petelur Muhammad Yusuf, S.Pt., M.Si. sebagai narasumber. Program ini juga mendapat dukungan dari Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (FP2M) serta Pemerintah Desa Sirah Pulau.

(Zulkifli)

Maksimalkan Pelayanan Pagi kepada Masyarakat Polsek Ngimbang Gelar Commanderwish di Wilayah Ngimbang

0

Maksimalkan Pelayanan Pagi kepada Masyarakat Polsek Ngimbang Gelar Commanderwish di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN// Warta.In – Polsek Ngimbang dalam rangka melayani masyarakat melalui kegiatan Commander Wish dipagi hari, dengan beberapa personel untuk hadir memberikan pelayanan di tengah masyarakat pada jam-jam sibuk pagi hari.

Kegiatan Commander Wish di laksanakan di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi, Aipda Zeni,Aipda Erwan, dan Aipda Afis, S. di pertigaan Pasar Ngimbang dan SMP Negeri 1 Ngimbang di Kecamatan Ngimbang pada Hari Kamis (11/08/2026) pukul 05.40 WIB

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr, K. S.I.K, menjelaskan bahwa Commander Wish Layanan Pagi merupakan program prioritas sekaligus kebijakan utama dari Kapolres Lamongan yang bertujuan menghadirkan personel Polri secara maksimal pada pagi hari untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel ditempatkan di sejumlah titik strategis, di antaranya kawasan rawan kemacetan, penyeberangan anak sekolah, pasar atau pusat kegiatan ekonomi, serta kawasan perkantoran.

Kehadiran personel di lokasi tersebut diharapkan mampu menciptakan kelancaran arus lalu lintas, meningkatkan keamanan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang memulai aktivitas.

Kapolsek Ngimbang menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama seluruh personel.

Program Commander Wish Layanan Pagi menjadi langkah awal dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang responsif, cepat, dan Presisi melalui kehadiran nyata anggota Polri di tengah masyarakat sejak pagi hari.

Kami harap pelayanan terhadap masyarakat harus lebih maksimal. Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah melaksanakan kegiatan layanan pagi ini.” ujarnya.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, humanis, dan jadikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”pungkasnya ( roy)

Personil Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Blue Light Guna Daya Cegah Dan Tangkal 4C Di Daerah Rawan

0

Personil Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Blue Light Guna Daya Cegah Dan Tangkal 4C Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Senin (10/08/2026)pukul 23.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan Anggota jaga Poksek Ngimbang Aiptu Muji. R, Aipda Zeni dan Brigadir Deni dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, ATM BRI Ngimbang dan Lapang Bola Voli Kakatpenjalin Ngimbang serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K, yang di wakili Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Kamtibmas Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Kamtibmas Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli kamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Senin siang (10/08/2026) pukul 10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Zeni, Brigadir Sujito dan Brigadir Deni dengan sasaran Jalan raya Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang dan ATM BNI serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr.K.S.I.K, “Bahwa patroli yang di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.

Untuk menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkap Kapolsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Semarak HUT Ke-81 RI, Pegawai Rutan Palembang Ikuti Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan di LPKA Palembang

0

Warta.In | Palembang, 10 Agustus 2026 – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Palembang, Selasa (10/08).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut merupakan bagian dari rangkaian Semarak HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Rutan Kelas I Palembang mengikutsertakan sejumlah pegawai untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah sekaligus pemeriksaan kesehatan.

Sebelum melaksanakan donor darah, para peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan dan skrining oleh petugas kesehatan untuk memastikan kondisi tubuh dan kelayakan peserta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pegawai yang memenuhi persyaratan kemudian mengikuti proses donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial dan solidaritas terhadap sesama.

Selain donor darah, pemeriksaan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Melalui pemeriksaan ini, para pegawai diharapkan semakin peduli terhadap kondisi kesehatan serta termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat dalam menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi sehari-hari.

Kepala Rutan Kelas I Palembang, **M. Rolan**, menyampaikan bahwa keikutsertaan jajaran Rutan Palembang dalam kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dukungan terhadap rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus bentuk kepedulian sosial jajaran Pemasyarakatan.

“Donor darah merupakan kegiatan sosial yang sederhana namun memiliki manfaat besar bagi sesama. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif sekaligus meningkatkan kepedulian dan kesadaran pegawai terhadap pentingnya kesehatan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Keikutsertaan pegawai Rutan Kelas I Palembang juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi dan kebersamaan antar-Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Sumatera Selatan.

Dengan terlaksananya kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan secara aman, tertib, lancar, dan kondusif, Rutan Kelas I Palembang berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta membangun semangat kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan di lingkungan Pemasyarakatan.

10 Dapur SPPG Operasional Di Bojong Layani 20 Ribu Lebih Penerima Manfaat

0

Warta.in, Purwakarta — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, pengawasan penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta evaluasi rutin di seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Kecamatan Bojong, Wildan, mengatakan dirinya memiliki tanggung jawab membantu melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program di seluruh dapur SPPG yang berada di wilayah Kecamatan Bojong.

Saat ini, tercatat 10 dapur SPPG telah beroperasional dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 20.400 orang.

Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena pendataan ulang penerima manfaat terus dilakukan, khususnya menyusul adanya penerimaan siswa baru di sejumlah satuan pendidikan.

“Sebagai Korcam, kami membantu melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program di seluruh dapur SPPG yang ada di Kecamatan Bojong,” kata Wildan.

“Sesuai arahan Korwil, pengawasan dilakukan terhadap penerapan SOP di masing-masing dapur. Para relawan juga wajib mengikuti SOP yang sudah ditetapkan,” jelas Wildan menegaskan.

Perkuat Ekonomi Lokal, KDMP dan BUMDes Didorong Terlibat

Menurut Wildan, pelaksanaan MBG juga diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi, tetapi mampu menjadi salah satu penggerak roda perekonomian masyarakat di tingkat lokal.

Karena itu, berbagai potensi ekonomi yang tersedia di Kecamatan Bojong diharapkan dapat dilibatkan, termasuk pelaku usaha lokal, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta berbagai potensi lainnya yang dapat mendukung kebutuhan dapur SPPG.

Pengadaan bahan baku diupayakan mengutamakan potensi yang tersedia di wilayah setempat sebagai prioritas, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan pangan dan standar yang telah ditetapkan dalam SOP.

“Potensi ekonomi lokal diharapkan dapat ikut bergerak. KDMP, BUMDes dan seluruh potensi yang tersedia di wilayah Kecamatan Bojong dapat mengambil peran dalam menggerakkan roda perekonomian rakyat. Bahan baku mengutamakan potensi yang tersedia di tingkat wilayah sebagai prioritas, dengan tetap memperhatikan standar kualitas sesuai SOP,” ujar Wildan.

Dengan demikian, keberadaan MBG diharapkan menciptakan efek berganda bagi masyarakat, mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi hingga membuka ruang bagi pelaku ekonomi lokal untuk terlibat dalam rantai pasok program.

Evaluasi Internal Menjadi Kunci Perbaikan

Bagi pengelola SPPG di Kecamatan Bojong, evaluasi internal menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan program terus mengalami perbaikan.

Para pengelola SPPG se-Kecamatan Bojong secara rutin melakukan evaluasi bersama setiap hari Jumat setelah kegiatan pengajian malam Jumat.

Forum tersebut menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi berbagai aspek pelaksanaan program, mulai dari ketersediaan dan kualitas bahan baku, proses produksi, pelayanan, kedisiplinan relawan hingga kepatuhan terhadap SOP.

Hasil evaluasi kemudian dijadikan bahan untuk melakukan perbaikan secara berkesinambungan.

“Evaluasi dilakukan secara intens, melakukan komunikasi horizontal dan vertikal, serta akselerasi koordinasi lintas sektoral supaya terbangun hubungan komunikasi yang baik,” kata Wildan.

Menurutnya, evaluasi bukan sekadar mencari kekurangan, melainkan menjadi instrumen untuk memastikan setiap persoalan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti.

Libatkan Forkopimcam dalam Pengawasan

Pengawasan pelaksanaan MBG di Kecamatan Bojong juga terus diperkuat melalui komunikasi dan koordinasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Wildan mengatakan, sesuai petunjuk Korwil, pihaknya mengagendakan kunjungan bersama Forkopimcam, terutama Camat Bojong dan para kepala desa, untuk melihat secara langsung kondisi penerima manfaat di lapangan.

Kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial. Pengelola SPPG juga memanfaatkannya untuk menerima masukan secara langsung dari penerima manfaat serta melihat sejauh mana keberadaan program MBG memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami melakukan pengawasan bersama Forkopimcam dengan mengagendakan kunjungan bersama, terutama Bapak Camat dan kepala desa, kepada penerima manfaat. Sekaligus menerima masukan dari penerima manfaat dan melihat sejauh mana program ini bermanfaat bagi warga sekitar wilayah Bojong,” ungkapnya.

Selain berkoordinasi dengan Forkopimcam, pihaknya juga tengah melakukan safari komunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Bojong.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas komunikasi sekaligus membangun dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG.

Komunikasi Lintas Sektor Berjalan Baik

Wildan menyampaikan, komunikasi dan koordinasi dengan unsur pemerintahan serta aparat kewilayahan sejauh ini berjalan dengan baik.

Ia menyebut komunikasi dengan Camat Bojong berlangsung sangat baik dan mendapat dukungan terhadap pelaksanaan program MBG. Koordinasi dengan unsur TNI dan Polri di tingkat kecamatan juga terus dilakukan.

“Komunikasi dengan Bapak Camat berjalan sangat baik dan beliau selalu support. Komunikasi dengan Danramil dan Kapolsek juga berjalan dengan baik,” kata Korcam.

Selain kegiatan operasional, seluruh pengelola MBG dari dapur yang telah beroperasi juga melaksanakan kegiatan pengajian rutin dan kajian Islam yang kemudian dilanjutkan dengan evaluasi bersama.

Para pengelola juga mengadakan kegiatan Jumat Berkah bersama Forkopimcam sebagai salah satu bentuk penguatan kebersamaan sekaligus kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dapur Goes to School dan Edukasi Gizi

Upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG tidak berhenti pada penyediaan dan pendistribusian makanan.

SPPG di Kecamatan Bojong, Purwakarta juga menyiapkan program Dapur Goes to School serta kelompok B3 sebagai bagian dari edukasi dan penguatan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala SPPG bersama ahli gizi dan bagian akunting melakukan kunjungan kepada penerima manfaat sebanyak empat kali dalam satu bulan di wilayah kerja masing-masing.

Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi, sekaligus memberikan kesempatan kepada pengelola SPPG untuk melihat secara langsung kondisi penerima manfaat serta memperoleh masukan dari lapangan.

Program ini diharapkan semakin memperkuat pemahaman bahwa MBG bukan hanya mengenai penyediaan dan pendistribusian makanan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran mengenai pentingnya gizi bagi tumbuh kembang anak.

Kendala Dijadikan Bahan Evaluasi dan Perbaikan

Dalam menjalankan tugas sebagai Kepala SPPG sekaligus Korcam, Wildan mengakui bahwa dinamika dan berbagai kendala di lapangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan program.

Namun, setiap persoalan yang muncul tidak semestinya menjadi penghambat. Sebaliknya, persoalan tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan.

Komunikasi intensif antara pengelola SPPG, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat dan berbagai pihak terkait menjadi salah satu kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Koordinasi lintas sektor pun terus diperkuat agar pelaksanaan program dapat berjalan semakin efektif, tepat sasaran dan memberikan manfaat yang semakin luas.

“Kerja Ikhlas dan Kerja Tuntas”

Menutup keterangannya, Wildan menyampaikan pesan kepada seluruh Kepala SPPG dan jajaran yang terlibat agar menjalankan amanah program tersebut dengan penuh tanggung jawab.

“Bismillah, kerja ikhlas dan kerja tuntas. Saya selalu berpesan kepada semua rekan-rekan Kepala SPPG, program ini bukan hanya sekadar memberikan makan bergizi, tetapi ada nilai ibadahnya,” tuturnya.

“Berikan sajian dan menu yang terbaik untuk anak-anak kita. Dan tidak lupa, selalu libatkan Allah SWT dalam setiap langkahnya,” imbuh Wildan.

Pesan tersebut menjadi semangat bagi para pengelola SPPG di Kecamatan Bojong untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Sebab, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari seberapa banyak makanan yang tersalurkan, tetapi juga dari kualitas gizi, keamanan pangan, ketepatan sasaran, penerapan SOP, pemberdayaan ekonomi lokal serta dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Dengan pengawasan yang berkelanjutan, evaluasi rutin, dukungan Forkopimcam, pemberdayaan pemasok lokal dan komunikasi lintas sektor, pelaksanaan program MBG di Kecamatan Bojong diharapkan semakin baik.

Pada akhirnya, program tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kecamatan Bojong serta berkontribusi dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas.

“Perkenankanlah kami para pengelola SPPG beserta seluruh relawan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami, sehingga program MBG di Kecamatan Bojong dapat berjalan dengan baik,” pungkas Wildan. (ds)

SPPG Bojong Sukamanah 2, Perkuat Pengawasan & Pemberdayaan Ekonomi Lokal

0

Warta.in, Purwakarta — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, terus diperkuat melalui pengawasan, evaluasi rutin, serta koordinasi lintas sektor.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan optimal, mulai dari ketersediaan bahan baku, proses pengolahan makanan hingga pendistribusiannya kepada penerima manfaat.

Salah satu dapur yang terus melakukan penguatan dalam pelaksanaan program tersebut adalah SPPG Purwakarta Bojong Sukamanah 2. Dapur ini dipimpin Wildan, yang juga dipercaya mengemban amanah sebagai Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta.

Wildan menjelaskan, saat ini SPPG Purwakarta Bojong Sukamanah 2 melayani sebanyak 1.827 penerima manfaat (PM). Penerima manfaat tersebut terdiri dari penerima manfaat di lingkungan sekolah serta kelompok B3.

Menurut Wildan, jumlah penerima manfaat yang cukup besar tersebut membutuhkan pengelolaan dapur yang terukur dan disiplin.

Karena itu, pihaknya tidak hanya berorientasi pada pemenuhan jumlah makanan yang harus disalurkan, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap kualitas bahan baku, proses produksi, kebersihan, hingga pendistribusian makanan.

“Dalam menjalankan operasional dapur SPPG, kami tidak hanya berfokus pada pemenuhan jumlah makanan yang harus disalurkan, tetapi juga memastikan kualitas bahan baku, proses pengolahan sampai pendistribusian berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP),” ujar Wildan kepada awak media, Senin (10/8).

Berdayakan Potensi Ekonomi Masyarakat Bojong

Selain menjalankan fungsi utama pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat, SPPG Purwakarta Bojong Sukamanah 2 juga berupaya agar pelaksanaan MBG memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Bojong.

Salah satunya dilakukan melalui pemanfaatan bahan baku dari pemasok dan pelaku usaha lokal.

“Kebutuhan bahan baku sudah memberdayakan KDMP Sukamanah, peternak wilayah Bojong, beras dari wilayah Bojong, tahu dan tempe dari wilayah Bojong, serta sayuran,” ungkap Wildan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok MBG merupakan bagian penting yang perlu terus dikembangkan.

Dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di wilayah sekitar dapur, program MBG diharapkan tidak hanya memberikan manfaat berupa pemenuhan kebutuhan gizi bagi penerima manfaat, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.

Peternak, petani, pengusaha tahu dan tempe, pemasok beras, hingga pelaku usaha penyedia sayuran dapat ikut mengambil peran dalam mendukung keberlangsungan program.

Dengan demikian, keberadaan dapur SPPG diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik dari aspek gizi maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kualitas Bahan Baku Menjadi Perhatian Utama

Untuk menjaga mutu makanan yang disalurkan, pengawasan terhadap bahan baku dilakukan sejak bahan pangan tiba di dapur.

Wildan mengatakan, setiap bahan baku yang datang harus mendapatkan perhatian dan pemantauan agar kualitasnya tetap terjaga sebelum masuk ke dalam proses produksi.

“Kami mengawasi dan memonitoring kualitas bahan baku yang datang, sehingga tetap terjaga kualitasnya dan hasilnya bisa dirasakan dengan baik. Selain itu, kami juga memastikan dapur berjalan sesuai SOP yang diterapkan,” katanya.

Pengawasan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas makanan yang nantinya dikonsumsi oleh para penerima manfaat.

Menurutnya, konsistensi dalam menjalankan SOP harus menjadi perhatian seluruh unsur yang terlibat dalam operasional dapur, sehingga setiap tahapan pelaksanaan MBG dapat berjalan secara tertib dan terkontrol.

Evaluasi Internal Dilakukan Setiap Pekan

Untuk memastikan berbagai kegiatan berjalan sesuai target, SPPG Purwakarta Bojong Sukamanah 2 juga melaksanakan evaluasi internal secara rutin.

Evaluasi tersebut dilaksanakan setiap hari Jumat setelah kegiatan pengajian malam Jumat. Forum evaluasi menjadi momentum bagi pengelola dapur untuk melihat berbagai hal yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki.

Pembahasan evaluasi mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas bahan baku, proses produksi, pelayanan, kedisiplinan relawan, hingga penerapan SOP di lingkungan dapur.

Hasil evaluasi selanjutnya dijadikan bahan untuk melakukan perbaikan secara berkesinambungan.

Wildan menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari upaya membangun sistem kerja yang semakin baik.

“Evaluasi dilakukan secara intens, melakukan komunikasi horizontal dan vertikal, serta akselerasi koordinasi lintas sektoral supaya terbangun hubungan komunikasi yang baik,” ujar Wildan.

Koordinasi Lintas Sektor Terus Diperkuat

Sebagai Kepala SPPG sekaligus Korcam SPPG Kecamatan Bojong, Wildan juga menilai komunikasi dan koordinasi menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlangsungan program MBG.

Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul di lapangan perlu dikomunikasikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama. Dengan koordinasi yang baik, setiap unsur yang terlibat dapat memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Penguatan komunikasi secara horizontal maupun vertikal juga diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG di Kecamatan Bojong.

“Yang terpenting adalah membangun hubungan komunikasi yang baik, sehingga setiap persoalan dapat segera dikoordinasikan dan dicari solusi bersama,” tambahnya.

Dengan jumlah penerima manfaat yang mencapai 1.827 orang, SPPG Purwakarta Bojong Sukamanah 2 terus berupaya menjaga kualitas pelayanan.

Pengawasan bahan baku, penerapan SOP, evaluasi rutin, pemberdayaan pemasok lokal serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian dari upaya memastikan program MBG dapat berjalan secara optimal.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh tersalurkannya makanan kepada penerima manfaat.

Yang terpenting adalah bagaimana seluruh prosesnya dikelola secara tertib, berkualitas, berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar. (ds)