Beranda blog

Ribuan Pelajar Padati Lomba Gerak Jalan HUT Ke-81 RI di PALI, Bupati Asgianto Siapkan Gebrakan Baru!

0

Warta.in//PALI, Rabu (12 Agustus 2026) – Semangat patriotisme dan nasionalisme membara hebat di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten PALI sukses menggelar salah satu agenda utama tahunan yang paling dinantikan masyarakat: Lomba Gerak Jalan Tingkat Pelajar. Kegiatan yang dipusatkan di pusat kabupaten ini berhasil menyedot perhatian publik hingga melumpuhkan jalan-jalan protokol dengan lautan manusia.

Sepanjang rute perlombaan, antusiasme masyarakat begitu luar biasa. Warga tumpah ruah ke jalanan, berdiri di tepi trotoar, hingga memadati area sekitar panggung kehormatan untuk memberikan dukungan moral kepada para peserta. Kibaran bendera Merah Putih berukuran kecil di tangan anak-anak hingga orang dewasa turut menghiasi pemandangan di sepanjang jalur yang dilalui. Meski dipadati ribuan orang, acara tetap berjalan dengan sangat tertib, aman, dan kondusif berkat pengawalan ketat dari personel gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP Kabupaten PALI.

Ada beberapa indikator penilaian utama yang menjadi penentu kemenangan dalam kompetisi ini. Tim juri yang disebar di sejumlah titik fokus menilai kekompakan barisan, kerapian kostum, kreativitas serta kelantangan yel-yel kebangsaan yang dibawakan, hingga kedisiplinan dan ketahanan fisik para peserta sepanjang rute.Bupati PALI, Bapak Asgianto, S.T., hadir langsung di lokasi untuk melepas secara resmi para peserta lomba. Dalam sambutannya, beliau tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan haru menyaksikan totalitas luar biasa yang ditunjukkan oleh generasi muda PALI.

“Anak-anak ini luar biasa, mereka yang malah meminta untuk ikut serta. Lihat sendiri bagaimana semangat mereka berkostum, berseragam, bahkan ada yang tampil teatrikal tanpa pembacaan naskah proklamasi. Semangat juang anak-anak ini tidak boleh kita padamkan dalam kondisi apa pun, ini harus kita support penuh,” ujar Bupati Asgianto dengan penuh semangat.

Lebih dari sekadar perayaan seremonial tahunan, Bupati Asgianto juga langsung bergerak cepat untuk memanfaatkan momentum ini demi masa depan pendidikan karakter anak-anak di PALI. Di sela-sela acara, beliau langsung berdiskusi dengan para petinggi unsur Forkopimda yang hadir guna menyusun sebuah rencana besar.

“Tadi saya sudah mengobrol langsung dengan Pak Danyon, Danramil, Wakapolres, dan pihak Kejaksaan. Kita kepingin ada program latihan baris-berbaris yang terstruktur di sekolah-sekolah, kita akan galakkan kembali pembinaan ini secara masif,” tambahnya, menegaskan komitmen pemerintah dalam membentuk kedisiplinan generasi muda.

Melalui penyelenggaraan Semarak HUT Ke-81 RI ini, Pemerintah Kabupaten PALI berharap nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi bertransformasi menjadi energi positif sehari-hari bagi masyarakat. Semangat kebersamaan ini diharapkan mampu menjadi modal utama untuk membangun Kabupaten PALI yang tangguh, selaras dengan slogan daerah: Kompak Bergerak Berdampak.

“Dirgahayu Republik Indonesia! Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju!

Kapolres Jember Raih Juara 1 Lomba Inovasi Polres Tingkat Nasional

0

Warta.in, Jember – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Polres Jember. Dalam Awarding Day Apresiasi Kreasi Polri yang digelar dalam rangka Pembinaan Tradisi Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Gedung The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026). Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H. menerima penghargaan Juara 1 Lomba Inovasi Polres Kategori Kluster 1.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi pelayanan dan pengabdian yang terus dikembangkan Polres Jember mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendapat apresiasi di tingkat nasional.

Usai menerima penghargaan, Kapolres Jember menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh personel yang telah bekerja keras menghadirkan berbagai terobosan inovatif.

“Alhamdulillah, penghargaan ini bukan hanya untuk Kapolres, tetapi merupakan hasil kerja keras, kekompakan, dan dedikasi seluruh personel Polres Jember. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta semakin dekat dengan masyarakat,” ujar AKBP Alaiddin.

Ia juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Polres Jember untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Keberhasilan meraih Juara 1 Lomba Inovasi Polres Kategori Kluster 1 menjadi tonggak baru bagi Polres Jember dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat, sekaligus memperkuat komitmen Polri Presisi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

NTB–ParTha Bangun Model Baru Pencegahan TPPO

0

NTB–ParTha Bangun Model Baru Pencegahan TPPO

Warta.in
Mataram ,NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Yayasan Parinama Astha (ParTha) menyiapkan model pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dimulai dari akar persoalan: kemiskinan, kerentanan ekonomi, migrasi tidak aman, hingga lemahnya perlindungan keluarga pekerja migran.

Model tersebut dirancang tidak hanya untuk menangani korban setelah TPPO terjadi, tetapi mencegah kerentanan sejak dari keluarga dan desa, proses perekrutan dan keberangkatan, masa penempatan di luar negeri, hingga PMI kembali ke daerah asal.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Forum Kolaborasi Pencegahan dan Penanganan TPPO yang digelar Pemerintah Provinsi NTB bersama ParTha di Gema Coffee, Mataram, Rabu (12/8). Forum dihadiri unsur pemerintah, aparat penegak hukum, Imigrasi, BP3MI NTB, perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan NTB memiliki karakteristik yang menjadikannya daerah strategis untuk mengembangkan model tersebut. NTB merupakan salah satu daerah pengirim PMI terbesar, sementara jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, proporsi masyarakat yang bekerja di luar negeri juga tergolong tinggi.

“Kalau dari segi angka, NTB merupakan salah satu pemasok pekerja migran terbesar. Tetapi kalau dari segi rasio terhadap jumlah penduduk, kita termasuk yang paling besar di Indonesia,” ujar Gubernur Iqbal.

Menurutnya, pengalaman panjang dalam isu perdagangan orang menunjukkan bahwa penanganan TPPO tidak cukup hanya mengandalkan perlindungan korban dan penegakan hukum. Pencegahan harus menjadi investasi utama.

“Dulu saya banyak bermain di protection dan prosecution, hari ini saya bermain di prevention. Ketika saya berada di sana, terasa sekali, tidak ada yang serius bergerak di prevention. Akhirnya kita menjadi kuratif, sudah ada masalah baru kita tangani,” katanya.

Gubernur menilai kemiskinan merupakan salah satu sumber utama kerentanan. Ketika masyarakat tidak memiliki pilihan ekonomi yang cukup, tawaran bekerja ke luar negeri dapat menjadi jalan keluar yang sangat menarik, termasuk ketika prosesnya dilakukan secara tidak prosedural.

Karena itu, pencegahan TPPO ditempatkan sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah, bukan semata-mata urusan penegakan hukum.

Pemprov NTB mengintegrasikan upaya tersebut dengan agenda pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan dan pariwisata. Melalui Program Desa Berdaya, intervensi dilakukan langsung pada keluarga dan desa sasaran, dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar sebelum masuk pada pemberdayaan ekonomi produktif.

“Tidak mungkin melakukan pemberdayaan tanpa menyelesaikan masalah basic mereka. Perlindungan sosialnya diselesaikan dulu, begitu sudah terlindungi, baru kita berdayakan,” jelasnya.

Pendekatan serupa diterapkan pada perlindungan PMI. Pemprov NTB mulai mengembangkan KUR PMI untuk membantu pembiayaan sejak sebelum keberangkatan sehingga calon PMI tidak terjebak utang untuk memenuhi biaya penempatan.

“Yang kita coba lakukan adalah zero cost from the beginning. Pembiayaannya kita yang handle, kemudian yang diganti oleh perusahaan adalah sejumlah pembiayaan tersebut berikut bunganya di bank. Ini lebih murah dan memberikan perlindungan,” ujarnya.

Menurut Gubernur, perlindungan juga harus berlanjut setelah PMI bekerja di luar negeri. Karena itu, NTB mengembangkan skema pengelolaan penghasilan melalui standing instruction dan wealth management, sehingga sebagian pendapatan dapat diarahkan untuk kebutuhan keluarga, tabungan maupun investasi.

“Yang ingin kita ubah adalah agar ketika berangkat mereka tidak lagi rentan, dan ketika pulang sudah memiliki aset,” tegasnya.

Perlindungan tersebut juga mencakup keluarga PMI, terutama anak-anak yang ditinggalkan. Pemprov NTB tengah menyiapkan pengembangan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari sistem pengasuhan bagi anak-anak PMI yang tidak memiliki pengasuhan memadai.

Gubernur menekankan pentingnya mempertahankan hubungan emosional antara anak dan orang tua meskipun terpisah jarak.

“Jangan sampai anak-anak ini secara status punya orang tua, tetapi kehilangan pengasuhan dan hubungan emosional. Ini yang kita sebut sebagai social orphans,” katanya.

Ketua Yayasan Parinama Astha (ParTha), Rahayu Saraswati, mengapresiasi komitmen NTB yang menurutnya telah melihat TPPO sebagai persoalan lintas sektor.

Ia mengatakan perdagangan orang tidak berdiri sendiri, tetapi berada dalam sebuah ekosistem yang berkaitan dengan kemiskinan, migrasi, ketenagakerjaan, perlindungan anak, ekonomi keluarga, kejahatan lintas negara hingga perkembangan teknologi digital.

“Penanganan TPPO tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak agar upaya pencegahan, penanganan korban, hingga penegakan hukum dapat berjalan secara optimal,” ujar Saraswati.

ParTha mendorong empat pilar penanganan TPPO, yaitu pencegahan, intersepsi, penegakan hukum dan reintegrasi korban.

Salah satu agenda yang didorong adalah pengembangan Desa Migran Aman (Safe Migration Village) sebagai garda terdepan edukasi masyarakat. Desa dinilai menjadi titik paling strategis untuk membangun literasi migrasi aman, mengenali modus perekrutan, memahami hak pekerja migran, serta memperkuat literasi keuangan keluarga.

ParTha juga mendorong pembangunan permanent safe house untuk memastikan korban memperoleh ruang aman dan waktu pemulihan yang memadai. Fasilitas tersebut, menurut Saraswati, harus terbuka bagi perempuan dan anak maupun korban laki-laki, termasuk korban forced labor dan Anak Buah Kapal (ABK).

Perdagangan orang juga kini berkembang ke ruang digital. Tawaran pekerjaan melalui media sosial dan platform digital dapat berujung pada eksploitasi korban untuk aktivitas online scamming.

Karena itu, penguatan kejahatan siber, literasi digital dan pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), perlu menjadi bagian dari strategi baru pemberantasan TPPO.

Saraswati menegaskan, upaya melawan perdagangan orang tidak boleh berubah menjadi gerakan yang menolak migrasi.

“Gerakan anti-perdagangan orang bukan berarti gerakan anti-migrasi. Migrasi adalah hak setiap warga negara. Yang harus diperkuat adalah tata kelola dan prosedurnya agar berlangsung secara aman,” katanya.

Menurutnya, NTB memiliki peluang menjadi best practice nasional karena memiliki persoalan sekaligus instrumen yang lengkap untuk membangun model perlindungan PMI dari hulu hingga hilir.

Forum tersebut kemudian menyatukan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga perlindungan, perangkat daerah, BP3MI, Imigrasi dan masyarakat sipil dalam satu kerangka kerja bersama.

Bagi NTB, pesan yang hendak dibangun sederhana: TPPO tidak cukup dilawan setelah korban muncul. Ia harus dicegah sebelum kerentanan berubah menjadi korban.

Karena itu, model yang disiapkan NTB bersama ParTha diarahkan untuk bekerja sejak dari keluarga dan desa, memperkuat migrasi aman dan ekonomi masyarakat, melindungi PMI selama bekerja, menjaga keluarga yang ditinggalkan, menyediakan pemulihan korban, hingga memastikan jaringan pelaku dapat ditindak.

Dengan pendekatan tersebut, pencegahan TPPO ditempatkan bukan sekadar sebagai agenda penegakan hukum, melainkan sebagai bagian dari pembangunan manusia dan tanggung jawab negara dalam memastikan masyarakat memiliki pilihan hidup yang aman dan bermartabat.(sr/dkisntb)

Maraknya  Rokok Ilegal, Tampil Di  Depan Publik APH Terkesan Tutup Mata 

0

Maraknya  Rokok Ilegal, Tampil Di  Depan Publik APH Terkesan Tutup Mata 

SURABAYA //Warta.in –Jika dulu peredaran rokok ilegal masih dilakukan sembunyi-sembunyi, kini kondisinya berbalik 180 derajat. Rokok tanpa pita cukai justru tampil ke depan. Dijual terang-terangan di pinggir jalan, di atas sepeda motor, bahkan digelar di trotoar. Sementara itu Aparat penegak hukum seakan tak punya taring.

Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah titik rawan di Surabaya. Mulai dari *Tambak Asri, Genting, Jalan Gresik, Pasar PPI, Jalan Demak, Tandes, Manukan, Pacar Keling, Kali Waron, hingga Jalan Tidar. Di lokasi-lokasi tersebut, para penjual tidak lagi takut. Mereka menggelar lapak setiap hari, melayani pembeli dengan santai, seolah tidak ada aturan yang dilanggar. Selasa (11/08/2026)

“Jualannya sudah kayak pasar resmi. Pakai motor, gelar tikar, teriak nawarin. Ini jelas-jelas rokok ilegal tapi dibiarkan,” kata salah satu warga di kawasan Tambaksari.

Padahal dampaknya nyata dan besar. Negara dirugikan karena tidak ada pajak dan cukai yang masuk ke kas negara. Pedagang rokok resmi yang taat aturan juga tergerus. Persaingan tidak sehat terjadi di mana-mana.

Yang lebih membuat masyarakat bertanya-tanya adalah absennya tindakan dari aparat. *Bea Cukai, Satpol PP, dan kepolisian* yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan, justru tidak terlihat. Tidak ada razia rutin, tidak ada penertiban, tidak ada efek jera.

Kondisi ini menimbulkan kesan pembiaran. Bahkan di tengah masyarakat muncul keresahan dan dugaan.Kalau ini dibiarkan terus, kami menduga ada apa. Masa iya jualan terang-terangan setiap hari tidak disentuh sama sekali, ujar salah satu warga.

Jika hal ini dibiarkan, kerugian negara akan sangat besar. Surabaya juga berpotensi menjadi pusat peredaran rokok ilegal terbesar di Jawa Timur. Usaha kecil pedagang resmi akan semakin mati karena tidak bisa bersaing dengan harga rokok ilegal.

Seharusnya aparat segera menunjukkan taringnya. Turun ke lapangan, lakukan operasi gabungan, sita barang bukti, dan tindak tegas para pelanggar. Jangan sampai kesan “aparat takut” ini terus melekat, sementara rokok ilegal semakin tampil ke depan tanpa rasa takut.

Negara sudah dirugikan. Hukum sudah dilanggar di depan mata. Masyarakat hanya menunggu keberanian dan keseriusan aparat untuk mengembalikan marwah penegakan hukum di Surabaya. (roy)

RSUD Sekarwangi Diresmikan Menkes: Solusi Pasien Jantung dan Stroke di Sukabumi (Fokus pada manfaat utama)

0

RSUD Sekarwangi Diresmikan Menkes: Solusi Pasien Jantung dan Stroke di Sukabumi (Fokus pada manfaat utama)

Fasilitas Canggih RSUD Sekarwangi Resmi Beroperasi: Upaya Pangkas Rujukan dan Tantangan Pemerataan Akses

​SUKABUMI — Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama Bupati Sukabumi H. Asep Japar meresmikan empat fasilitas medis canggih di UOBK RSUD Sekarwangi, Cibadak, pada Rabu (12/8/2026). Keempat fasilitas tersebut meliputi Cath Lab (laboratorium kateterisasi), ICVCU (Intensive Cardiology Care Unit), CT Scan modern, dan Laboratorium Mikrobiologi.

​Peresmian yang bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat penanganan darurat penyakit jantung, stroke, serta penyakit infeksi di tingkat kabupaten.

​Direktur RSUD Sekarwangi, dr. Asep Suherman, M.Kes., menjelaskan bahwa keempat layanan mutakhir ini dirancang secara terintegrasi. Tujuannya adalah memangkas durasi penanganan medis pada kondisi kritis (golden period) bagi pasien jantung dan stroke.

​Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengapresiasi dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan dan Pemprov Jawa Barat. Menurutnya, investasi teknologi medis ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam memenuhi hak kesehatan masyarakat.

​”Ini langkah strategis untuk memperkuat jejaring rujukan nasional. Warga Sukabumi kini tidak perlu lagi dirujuk jauh-jauh ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis berteknologi tinggi,” ujar Asep Japar.

​Menkes Budi Gunadi Sadikin menambahkan, penguatan RSUD Sekarwangi merupakan bagian dari transformasi layanan rujukan nasional dengan target menyelesaikan 80 persen penanganan penyakit berat di tingkat kabupaten/kota.

​”Penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan meminimalkan rujukan ke rumah sakit pusat di kota besar. Otomatis, beban biaya dan risiko keselamatan pasien selama perjalanan dapat ditekan,” tegas Menkes.

​Di balik optimisme modernisasi fasilitas ini, sejumlah pengamat kebijakan publik dan praktisi kesehatan mengingatkan beberapa tantangan krusial agar pengoperasian alat-alat canggih tersebut tidak terbengkalai:

​Ketersediaan Dokter Spesialis: Pengoperasian Cath Lab dan CT Scan secara penuh 24 jam membutuhkan dokter spesialis jantung intervensi, radiolog, dan sub-spesialis pendukung secara kontinu.

​Aksesibilitas Geografis: Luasnya wilayah Kabupaten Sukabumi membuat pasien darurat dari wilayah selatan (seperti Surade atau Ciemas) masih harus menempuh perjalanan 3–4 jam untuk mencapai RSUD Sekarwangi di Cibadak.

​Integrasi BPJS Kesehatan: Skema penjaminan untuk tindakan berbiaya tinggi seperti kateterisasi jantung dan perawatan ICVCU harus dipastikan berjalan lancar tanpa hambatan kuota atau klaim.

​Anggaran Pemeliharaan (Maintenance): Alat medis berteknologi tinggi memerlukan biaya perawatan rutin dan kalibrasi secara berkala agar usia pakainya panjang dan tidak mangkrak.

​Peresmian fasilitas medis di RSUD Sekarwangi menjadi babak baru pelayanan kesehatan di Kabupaten Sukabumi. Keberhasilan jangka panjang fasilitas ini kini bergantung pada komitmen manajemen dan pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan tenaga medis, pemeliharaan alat, serta keterjangkauan akses bagi seluruh lapisan masyarakat. (Alfi Yonimar)

*Akhirnya… Mafia Tanah asal Malaysia Paulus George Hung Jadi Tersangka!*

0

*Akhirnya… Mafia Tanah asal Malaysia Paulus George Hung Jadi Tersangka!*

Sorong — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sorong Kota, Papua Barat Daya, menetapkan WNA asal Malaysia, Paulus George Hung alias Ting-Ting Ho, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penyerobotan tanah dan pemalsuan surat. Langkah tegas kepolisian ini menjadi secercah harapan bagi masyarakat adat Papua yang selama ini memperjuangkan hak atas tanah ulayat mereka dari cengkeraman mafia tanah.

Penetapan tersangka tersebut tertuang dalam Surat Ketetapan Nomor: S.Tap.Tsk/199/VIII/RES.1.24./2026/Satreskrim tanggal 11 Agustus 2026, yang dikeluarkan oleh Satreskrim Polresta Sorong Kota. Kasus yang dilaporkan oleh Simon Maurits Soren ini berlokasi di Jalan Kasuari, Kelurahan Suprau, Distrik Maladum Mes, Kota Sorong.

Paulus George Hung dijerat dengan sangkaan pasal penyerobotan tanah dan/atau pemalsuan dokumen sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Berita terkait kasus ini di sini: *Terindikasi Serobot Lahan Warga, Paulus George Hung alias Ting-Ting Ho Dipolisikan* (https://pewarta-indonesia.com/2025/06/terindikasi-serobot-lahan-warga-paulus-george-hung-alias-ting-ting-ho-dipolisikan/)

*Apresiasi dan Pernyataan Tegas Wilson Lalengke*

Penetapan status tersangka ini mendapat pengawalan ketat dari berbagai elemen masyarakat sipil, termasuk Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Ketua Umum DPN PPWI, Wilson Lalengke, memberikan apresiasi sekaligus peringatan keras terkait penanganan kasus ini.

Sebagai salah satu pihak yang secara konsisten memantau dinamika hukum di kawasan timur Indonesia, Wilson Lalengke menyampaikan beberapa poin penting terkait kasus yang melibatkan terduga perusak hutan Papua, Paulus George Hung itu.

Pertama, lulusan Program PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Penyidik Satreskrim Polresta Sorong Kota di bawah Kepolisian Daerah Papua Barat Daya. Kerja keras dan profesionalisme jajaran kepolisian setempat dalam memproses laporan masyarakat dinilai sebagai bukti nyata komitmen Polri dalam memberantas praktek kejahatan pertanahan.

“Walaupun berjalan sangat lamban, tapi saya tetap ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras para petugas di Polresta Sorong. Saya tahu kasus ini tidak mudah karena melibatkan pengusaha besar dan jaringan mafia di level pejabat yang juga sangat besar dan kuat. Jadi, hasil gelar perkara dan penetapan tersangka terhadap Paulus George Hung sudah tepat dan penting untuk didukung semua pihak demi menyelamatkan asset milik masyarakat adat di Papua,” jelas Wilson Lalengke dari Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.

Selanjutnya, pria penyandang gelar Master of Science bidang Global Ethics dari University of Birmingham, England, itu mendesak dilakukannya penangkapan dan penahanan dengan segera terhadap tersangka. “Ini penting, mengingat Paulus George Hung merupakan warga negara asing (WNA) asal Malaysia yang diduga telah menimbulkan kerugian meluas bagi masyarakat di berbagai wilayah Papua, mulai dari Manokwari, Sorong, Jayapura, hingga Merauke. Minimal yang bersangkutan ini dicekal agar proses hukum berjalan dengan baik dan lancar,” tambah Wilson Lalengke sambil mengingatkan potensi risiko tersangka Paulus George Hung melarikan diri ke luar negeri.

Sebagaimana diketahui bahwa sudah jamak jika pengusaha besar memiliki backing dari berbagai kalangan, termasuk dari kelompok pejabat tinggi dan aparat negara berbaju coklat maupun hijau. Untuk itu, Wilson Lalengke mengumandangkan peringatan keras kepada seluruh oknum pejabat tinggi, baik di lingkungan Mabes Polri, TNI, Kejaksaan Agung, Kementerian Dalam Negeri, maupun instansi/lembaga lainnya, agar tidak mengintervensi atau merintangi proses hukum yang sedang berjalan. Pasalanya, terindikasi adanya relasi simbiosis dan backing politik dari lingkaran pejabat tertentu terhadap Paulus George Hung selama ini sehingga aksi mafiosonya merampok tanah rakyat berjalan mulus.

Organisasi PPWI, kata Petitioner Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2025 ini, berkomitmen untuk terus mengawal dan menyuarakan penyelesaian kasus ini hingga tuntas. Perhatian publik nasional tertuju pada perkara ini mengingat masifnya jumlah masyarakat adat yang menjadi korban dari praktik-praktik yang mengarah pada tindakan “mafia tanah”.

Wilson Lalengke juga menyampaikan seruan perlindungan tanah ulayat Papua dan daerah-daerah lainnya di tanah air. Aktivis HAM internasional itu mengajak seluruh elemen masyarakat Papua, khususnya di wilayah Sorong dan Papua Barat Daya, untuk tetap kritis dan berani menyuarakan penolakan terhadap tindakan perampasan tanah secara sewenang-wenang.

“Lindungi tanah warisan leluhurmu dari penjarahan mafia tanah yang berkolusi dengan oknum pejabat korup,” tegas Wilson Lalengke.

*Perspektif Filosofis dan Tinjauan Pancasila*

Sengketa pertanahan yang melibatkan perampasan hak-hak rakyat kecil oleh kekuatan modal asing dan instrumen koruptif bukan sekadar persoalan teknis hukum. Secara filosofis, peristiwa ini mencederai prinsip dasar keadilan yang dikemukakan oleh filsuf politik John Rawls (1921-2002) dalam teorinya A Theory of Justice.

Rawls menegaskan bahwa struktur dasar masyarakat harus menjamin keadilan bagi mereka yang paling tak berdaya (the least advantaged). Ketika hak atas tanah milik warga lokal digeser oleh rekayasa administrasi dan dominasi finansial, maka tatanan etis kebangsaan sedang dirusak.

Dalam konteks keindonesiaan, tindakan penyerobotan tanah dan pemalsuan surat merupakan pengkhianatan langsung terhadap falsafah Pancasila. Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menuntut perlakuan yang bermartabat tanpa adanya penindasan oleh pihak berpengaruh terhadap rakyat biasa.

Sementara itu, Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menetapkan bahwa sumber daya alam dan tanah nusantara harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Penguasaan tanah adat, tanah ulayat, serta tanah tempat hidup milik rakyat, oleh segelintir spekulan asing melalui cengkeraman mafia tanah adalah kebiadaban yang harus dilenyapkan dari Indonesia.

Langkah Polresta Sorong Kota menetapkan Paulus George Hung sebagai tersangka menjadi batu ujian bagi ketegasan hukum di Indonesia. Penegakan hukum yang transparan, bebas intervensi, dan berpihak pada kebenaran akan menjadi bukti bahwa negara hadir membela hak-hak rakyatnya di atas tanah pertiwi. (TIM/Red)

Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Dan Pengecekan Guna Antisipasi Pohon Tumbang di Daerah Rawan Bencana

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Dan Pengecekan Guna Antisipasi Pohon Tumbang di Daerah Rawan Bencana

LAMONGAN//Warta.in –Dalam Rangka bentuk kepedulian polri dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati kali ini jajaran personil Polsek Ngimbang giat patroli pemantauan dan antisipasi Pohon Tumbang Guna cegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di jalan Raya Ngimbang – Jombang di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, Selasa (11/08/2026) pukul 09.30 wib

Patroli dan pengecekan serta pemantauan pohon tumbang ini di laksanakan olehnya anggota jaga Polsek Ngimbang Aipda Afis dan Briptu Andika
untuk mengecek dan memantau kondisi pohon di pinggir jalan antisipasi pohon tumbang agar tidak mengganggu kamtibmas dan tetap kondusif di wilayah Kecamatan Ngimbang

Untuk semua masyarakat di harapkan tetap Waspada apabila waktu Hujan dan Angin untuk menghindari pohon tumbang segera melaporkan ke Polsek atau Damkar setempat

Sementara itu Kapolsek Ngimbang AKP Andian Permana, S.Tr.K.S.I.K, menjelaskan “Bahwa kegiatan Patroli dan pemantauan dan pengecekan pohon tersebut untuk antisipasi terjadinya bencana alam tumbangnya pohon saat hujan dan angin ribut .

Untuk pengendara apabila melintas selalu hati – hati dan Polsek Ngimbang memberikan himbauan kamtibmas juga himbauan agar selalu menjaga kebersihan yaitu dengan mematuhi Peraturan lalu lintas, ”Pesan Kapolsek Ngimbang

Sehingga masyarakat merasakan kenyamanan dengan pelayanan dan kehadiran polisi ditengah – tengah masyarakat agar kondisi wilayah Ngimbang Aman dan kondusif (roy)

Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi Hari Guna cegah Kemacetan di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi Hari Guna cegah Kemacetan di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang 4 Pasar Ngimbang dan Depan SMA Negeri Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Rabu Pagi (12/08/2026) pada pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkatnya bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigadir Elbiyun untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari di daerah rawan kemacetan di wilayah Ngimbang

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana S.Tr.K. S.I.K, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (roy)

0

Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi Hari Guna cegah Kemacetan di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang 4 Pasar Ngimbang dan Depan SMA Negeri Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Rabu Pagi (12/08/2026) pada pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkatnya bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigadir Elbiyun untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari di daerah rawan kemacetan di wilayah Ngimbang

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana S.Tr.K. S.I.K, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (roy)

Pastikan Wilayah Ngimbang tetap Aman Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light 4C Di Daerah Rawan

0

Pastikan Wilayah Ngimbang tetap Aman Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light 4C Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Selasa (11/09 /2026) pukul 23.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan oleh Aiptu Novan dan Aipda Afis dan Brigadir Andika dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang dan Terminal Ngimbang serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngambang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)