Jakarta Utara, warta. in – Suasana di sekitar Terminal Tanjung Priok,Jalan Enggano dan Jalan Jampea kembali menjadi sorotan publik karena kondisi yang dinilai tidak tertib dan memprihatinkan.
Lokasi yang seharusnya berfungsi sebagai area lalu lintas dan ruang publik kini dipenuhi oleh ratusan puluhan kendaraan besar. Terlihat jelas deretan bus milik PO Primajasa yang berjejer rapat menempati hampir seluruh area, ditambah lagi dengan armada bus Transjakarta yang juga menumpang di lokasi tersebut. Keberadaan tumpukan ratusan kontainer barang di sisi jalan semakin memperparah keadaan, membuat ruang gerak lalu lintas menjadi sangat sempit, berisiko menimbulkan kemacetan parah, kecelakaan lalu lintas, dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Beredar informasi bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Utara telah melakukan tindakan penertiban pada hari Senin, 15 Juni 2026, terhadap kendaraan dan kontainer yang tidak berizin di lokasi tersebut, termasuk di area Terminal Tanjung Priok dan sepanjang Jalan Enggano serta Jalan Jampea. Tindakan yang diumumkan sebagai upaya menata kembali ketertiban ruang publik dan mengembalikan fungsi jalan sesuai peruntukkannya, ternyata hanya bersifat pencitraan semata.
Hingga hari berita ini diturunkan, kondisi di lapangan tidak mengalami perubahan sama sekali. Posisi semua bus dan kontainer masih tetap berada di tempat yang sama, tidak ada satupun kendaraan yang dipindahkan ke tempat yang telah ditentukan, dan tidak ada upaya perbaikan yang terlihat nyata. Keadaan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga dan pengguna jalan: apakah tindakan penertiban yang dilakukan hanya untuk formalitas belaka, atau memang tidak ada komitmen untuk menyelesaikan permasalahan ini secara tuntas?
Mengenai hal ini, terdapat informasi bahwa telah dilakukan koordinasi antara pihak pengelola PO Bus Primajasa dengan instansi Dishub Jakarta Utara. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa upaya tersebut belum membuahkan hasil yang berarti. Seorang sumber yang mengetahui kondisi internal menuturkan penilaiannya yang cukup tajam:
“Kita yang di bawah selalu yang disalahkan, sedangkan pihak yang berwenang di atas seolah-olah hanya bermain peran. Kalau mau tahu lebih lanjut, silakan hubungi Bang (F) saja, dia adalah pengurus dari PO Bus Primajasa yang menangani hal ini.”
Sumber tersebut juga menegaskan bahwa permasalahan ini tidak akan pernah terselesaikan hanya dengan tindakan deklaratif atau penertiban yang tidak berkelanjutan. Menurutnya, hal yang paling mendasar adalah diperlukannya tindakan nyata dan komitmen yang kuat dari semua pihak terkait.
“Hanya dengan melakukan pengerahan dan penertiban semata tidak akan pernah
membuat kondisi menjadi tertib.
Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengambil keputusan yang tegas, perencanaan yang matang dan pengawasan yg berkelanjutan. Jika hanya bergantung pada tindakan sesaat, maka permasalahan ini akan terus berulang dan tidak akan pernah selesai, ” tegas sumber tersebut.
Merespons kondisi ini, warga dan pemerhati publik menuntut agar tindakan penertiban yang diumumkan tidak hanya sekadar pencitraan semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang berkelanjutan dan berkeadilan. Mereka berharap agar:
– Kendaraan dan kontainer segera dipindahkan ke tempat yang telah ditetapkan sesuai dengan peruntukannya masing-masing, dan dikembalikan fungsi jalan serta ruang publik sebagaimana mestinya;
– Instansi terkait melakukan pengawasan secara rutin, konsisten, dan terukur untuk mencegah terulangnya permasalahan yang sama di masa mendatang;
– Semua pihak yang terlibat, baik pengelola usaha, pengurus kendaraan, maupun pejabat yang bertugas, menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan aturan yang berlaku dan demi kepentingan masyarakat luas;
– Dilakukan evaluasi terhadap efektivitas tindakan penertiban yang telah dilakukan, serta perbaikan sistem pengelolaan agar permasalahan sejenak tidak terulang kembali.
“Aturan sudah ada, sanksinya juga sudah ditetapkan dengan jelas dan tegas. Jika permasalahan ini dibiarkan berlanjut tanpa tindakan yang nyata dan tegas, maka kepercayaan masyarakat terhadap kinerja instansi pemerintah akan semakin menurun. Kita berharap agar semua pihak yang terkait segera mengambil langkah yang tepat dan bertanggung jawab, agar Terminal Tanjung Priok dan sekitarnya dapat berfungsi dengan baik, aman, dan nyaman untuk semua pihak,” tegas seorang warga setempat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih berkomunikasi untuk mencari solusi terbaik. Namun, harapan besar masyarakat tertuju pada terwujudnya perubahan nyata dan berkelanjutan di lapangan, sehingga permasalahan ketidaktertiban yang telah berlangsung lama ini dapat segera diselesaikan dengan tuntas dan memberikan manfaat bagi kepentingan umum.