26.7 C
Jakarta
Senin, Mei 25, 2026
Beranda blog

Selamat Hari Jadi Lamongan ke-457: Merajut Sejarah, Menyemai Harapan di Tanah Wali

0

Selamat Hari Jadi Lamongan ke-457: Merajut Sejarah, Menyemai Harapan di Tanah Wali

Oleh. Muhammad Wahid,S.Pd.I.,Gr.,M.Pd
Ketua Umum DPP LSM ASLI

LAMONGAN//Warta.in, Pada tanggal 26 Mei 2026 – seluruh warga Lamongan berdiri tegak dengan hati yang penuh bangga dan sukacita, merayakan momen bersejarah: peringatan hari jadi Kabupaten Lamongan yang ke-457. Empat ratus lima puluh tujuh tahun bukanlah angka yang sedikit. Ini adalah perjalanan panjang yang terukir dalam lembaran sejarah, sebuah perjalanan yang diwarnai oleh perjuangan, ketabahan, budaya yang luhur, dan warisan nilai-nilai luhur yang diturunkan dari generasi ke generasi. Dari masa ke masa, Lamongan telah tumbuh dan berkembang dari sebuah wilayah kecil yang penuh kearifan lokal, menjadi salah satu kabupaten yang memiliki peran strategis di wilayah pesisir utara Jawa Timur, dengan identitas yang kuat sebagai Tanah Wali yang menjunjung tinggi agama, budaya, dan semangat kerja keras.

Sejarah mencatat bahwa berdirinya Lamongan tidak terlepas dari peran besar para leluhur dan para Wali yang menyebarkan ajaran Islam sekaligus membangun peradaban yang maju dan beradab. Nama Lamongan sendiri mengandung makna yang mendalam, yang konon berasal dari kata Lamong yang berarti tempat yang terang atau diterangi, menggambarkan wilayah ini sebagai pusat cahaya ilmu pengetahuan, keimanan, dan peradaban. Selama berabad-abad, Lamongan menjadi saksi bisu pergantian zaman: mulai dari masa kerajaan, masa penjajahan, hingga masa kemerdekaan dan era pembangunan yang kita nikmati saat ini. Di setiap babak sejarah itu, masyarakat Lamongan selalu menunjukkan karakter khasnya: teguh pendirian, rendah hati, namun berani berjuang dan tidak pernah menyerah menghadapi tantangan zaman. Warisan inilah yang menjadi akar kekuatan kita hingga hari ini, sebuah identitas yang melekat erat pada diri setiap warga Lamongan, di mana pun mereka berada.

Kini, di usia yang ke-457 ini, kita melihat wajah Lamongan yang semakin berbenah diri. Perubahan dan kemajuan terlihat jelas di berbagai sudut wilayah. Infrastruktur terus diperbaiki: jalan-jalan yang semakin mulus, jembatan yang menghubungkan desa-desa, fasilitas umum yang semakin memadai, hingga pengembangan kawasan strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebagai wilayah yang memiliki garis pantai panjang, Lamongan terus mengembangkan potensi kelautan dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat, di samping sektor pertanian yang telah lama menjadi mata pencaharian utama. Di sisi lain, potensi pariwisata juga mulai dikembangkan dengan gencar—mulai dari wisata religi yang menjadi ciri khas sebagai Tanah Wali, wisata alam di pesisir dan pedesaan, hingga wisata kuliner yang sangat terkenal, seperti soto Lamongan yang kini telah mendunia dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita semua. Kemajuan ini adalah bukti nyata kerja keras pemerintah daerah, dukungan seluruh pemangku kepentingan, dan semangat gotong royong masyarakat yang tak pernah luntur.

Namun, perjalanan panjang 457 tahun ini bukanlah akhir dari sebuah pencapaian, melainkan tonggak penting untuk melangkah lebih jauh lagi ke masa depan. Di peringatan hari jadi yang istimewa ini, harapan-harapan besar pun bermunculan, tumbuh dari hati sanubari setiap anak bangsa yang mencintai tanah kelahirannya. Harapan pertama dan terbesar kita adalah agar Lamongan terus tumbuh menjadi wilayah yang maju, mandiri, dan sejahtera, di mana kesejahteraan itu dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat—baik yang tinggal di daerah perkotaan maupun di pelosok desa, baik yang bekerja di sektor pertanian, perikanan, perdagangan, maupun jasa. Kita berharap pembangunan tidak hanya berfokus pada kemajuan fisik dan ekonomi semata, tetapi juga diimbangi dengan kemajuan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, dan kesehatan. Agar setiap anak Lamongan memiliki akses yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita setinggi langit, membawa nama baik daerah ini di kancah yang lebih luas.

Selain kemajuan materi, harapan kita yang tak kalah penting adalah terjaganya nilai-nilai luhur dan budaya yang menjadi jati diri Lamongan. Sebagai Tanah Wali, kita berharap Lamongan senantiasa menjadi wilayah yang damai, aman, dan penuh toleransi, di mana kerukunan antarwarga selalu terpelihara dengan baik. Nilai-nilai agama, kesopanan, dan etika yang telah ditanamkan oleh para leluhur harus tetap menjadi kompas dalam setiap langkah kita. Di tengah arus modernisasi dan perubahan zaman yang begitu cepat, kita berharap masyarakat Lamongan tidak kehilangan identitasnya, tetap memegang teguh tradisi, dan melestarikan warisan budaya yang ada. Semangat gotong royong, kekeluargaan, dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat kita harus terus dipupuk dan ditingkatkan, karena di situlah letak kekuatan utama kita untuk menghadapi segala tantangan di masa depan.

Kita juga berharap agar potensi besar yang dimiliki Lamongan—baik sumber daya alam, letak geografis yang strategis, maupun kekayaan budayanya—dapat dikelola dengan bijak, berkelanjutan, dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat. Semoga ke depan, Lamongan semakin dikenal tidak hanya sebagai daerah yang bersejarah, tetapi juga sebagai pusat ekonomi yang tumbuh pesat, pusat pendidikan yang berkualitas, serta tujuan wisata yang lengkap dan menarik. Kita berharap pula agar lingkungan hidup di Lamongan tetap terjaga kelestariannya; laut yang bersih, tanah yang subur, dan lingkungan yang asri, sebagai warisan berharga yang akan kita serahkan kepada generasi penerus nanti.

Di usia ke-457 ini, mari kita jadikan momen peringatan hari jadi ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan saat yang tepat untuk merenung, mengevaluasi diri, dan memperbarui tekad. Marilah kita bersatu padu, bergandengan tangan tanpa membedakan latar belakang, untuk membangun Lamongan yang lebih baik lagi. Kepada seluruh pemuda dan pemudi Lamongan, kamilah penerus tonggak sejarah ini. Tanggung jawab besar ada di pundak kita untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu, mengisi kemerdekaan, dan memajukan daerah tercinta ini dengan karya, bakti, dan inovasi.

Selamat Hari Jadi Kabupaten Lamongan yang ke-457, tanggal 26 Mei 2026. Teruslah bersinar seperti namamu, terang dan bercahaya di tengah pesisir utara Jawa. Semoga Lamongan senantiasa diberkahi, makmur, damai, dan semakin berjaya sepanjang masa. Dari sejarah kita belajar, dengan harapan kita melangkah, dan dengan kerja keras kita mewujudkan mimpi menjadikan Lamongan yang semakin maju dan membanggakan.(**)

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

LAMONGAN//Warta.in –Dalam rangka kedekatan masyarakat untuk menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman saat masyarakan menjalankan ibadah kaum Nasrani di wilayah Ngimbang

Kali ini petugas personil Polsek Ngimbang melaksanakan kegiatan pengamanan giat masyarakat umat Kristiani diwilayah Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang, minggu (24/05/2026) pukul 07.30 wib sampai selesai

Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Kaum Nasrani ini personil Polsek Ngimbang Aiptu Muji,R.,Bripka Sujito dan Briptu Andika hadir dalam melaksanakan kegiatan pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati.

Kegiatan pengamanan Ibadah umat Kristiani di Gereja GKJTU dan GJWI yang bertempat di Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang dalam persembahyangan Minggu pagi umat Kristiani digereja GKJTU dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

Sementara itu Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, melalui Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R saat dikonfirmasi oleh awak media, “Bahwa pengamanan ini guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang menjalankan Ibadah di Hari Minggu dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati “Terangnya

Kami berharap dengan adanya Patroli pengamanan secara rutin di Hari Minggu ini masyarakat dalam menjalankan Ibadah bisa tenang dan nyaman sehingga wilayah Ngimbang tetapaman dan kondusif,pungkasnya ( roy)

Kapolsek Blanakan Iptu Yayan Setiawan Minta Masyarakat Waspada Modus Begal Berklebat Kostum Pocong

0

Kapolsek Blanakan Iptu Yayan Setiawan Minta Masyarakat Waspada Modus Begal Berklebat Kostum Pocong

​SUBANG, BLANAKAN | Warta In Jabar – Menyikapi keresahan masyarakat terkait beredarnya informasi mengenai modus kriminalitas menggunakan kostum hantu di beberapa daerah, Kapolsek Blanakan, Iptu Yayan Setiawan, S.IP., M.M., meminta warga di wilayah hukum Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, untuk memperketat kewaspadaan, khususnya pada malam hari.

​Langkah antisipasi ini diambil menyusul viralnya kabar mengenai komplotan begal dan pencuri (maling) yang sengaja menyamar sebagai pocong. Modus di luar nalar ini sengaja memanfaatkan rasa takut psikologis masyarakat guna melancarkan aksi kejahatan di jam-jam rawan, khususnya di atas pukul 12 malam.

​Manfaatkan Efek Kejut untuk Mengincar Korban

​Berdasarkan pola yang beredar, pelaku kejahatan ini menyasar dua lokasi utama, yakni rumah warga dan jalan raya yang sepi. Di area pemukiman, oknum beratribut kain kafan tersebut akan mengetuk pintu rumah warga tanpa suara. Begitu korban membuka pintu karena penasaran, pelaku yang menyembunyikan senjata tajam di balik kostumnya akan langsung menyergap.

​Sementara di jalan raya yang minim penerangan, pelaku sengaja menampakkan diri untuk memicu efek kejut. Pengendara yang panik, mengerem mendadak, atau terjatuh karena ketakutan langsung menjadi sasaran empuk pembegalan.

​Menanggapi potensi kerawanan tersebut, Kapolsek Blanakan Iptu Yayan Setiawan mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan, namun harus tetap meningkatkan kesiapsiagaan lingkungan.

​Imbauan Kamtibmas dari Kapolsek Blanakan

​Untuk menjaga Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Blanakan tetap kondusif, Iptu Yayan Setiawan memberikan beberapa poin penekanan kepada warga:

​Aktifkan Pos Siskamling: Kapolsek meminta para kepala desa dan pengurus RT/RW untuk kembali menggalakkan ronda malam secara bergantian guna mempersempit ruang gerak pelaku kriminal.

​Jangan Asal Membuka Pintu: Jika ada ketukan pintu mencurigakan di tengah malam tanpa ada suara salam yang jelas, warga diminta untuk tidak langsung membukanya. Pastikan untuk mengintip terlebih dahulu melalui jendela.

​Waspada Berkendara di Malam Hari: Bagi warga yang terpaksa beraktivitas atau pulang kerja larut malam, diimbau untuk menghindari rute jalan yang sepi dan gelap, serta sebisa mungkin tidak berkendara sendirian.

​Segera Melapor ke Polsek: “Jika melihat ada gerak-gerik orang asing yang mencurigakan, apalagi menggunakan atribut yang aneh, segera laporkan ke Bhabinkamtibmas atau langsung hubungi Mapolsek Blanakan agar bisa segera kami tindak lanjuti,” tegas Iptu Yayan Setiawan.

​Pihak Polsek Blanakan berkomitmen untuk terus mengintensifkan patroli malam (KRYD) di titik-titik rawan demi memastikan keselamatan warga dan menjaga wilayah Blanakan tetap aman serta kondusif dari segala bentuk ancaman kriminalitas.

Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi Hari Guna cegah Kemacetan di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi Hari Guna cegah Kemacetan di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Senin Pagi (25/05/2026) pada pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkatnya bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Muji, R. dan Bripka Sujito untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari di daerah rawan kemacetan di wilayah Ngimbang

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Minggu (24/05/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 21.00 wib oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Aipda Erwan dan Bripka Sujito untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di Jalan Poros Jombang – Babat, SPBU Ngimbang, R3 Tanjung dan Masyarakat Desa Gebangngangkrik

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)

SDN Cijambe Ambruk, IMM Subang Semprot Dewan Pendidikan dan Disdik

0

“SDN Cijambe Ambruk, IMM Subang Semprot Dewan Pendidikan dan Disdik”

Warta In Subang, 24 Mei 2026 — Ketua PC IMM Kabupaten Subang, Iqbal Maulana, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Dewan Pendidikan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang usai ambruknya bangunan SDN Cijambe di Jalan Lempar, Desa Cijambe, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang.

Menurut Iqbal, robohnya bangunan sekolah bukan sekadar persoalan fisik, tetapi menjadi simbol buruknya tata kelola pendidikan dan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap fasilitas pendidikan dasar.

“Ketika sekolah sampai ambruk, publik berhak mempertanyakan fungsi Dewan Pendidikan. Jangan sampai lembaga ini hanya hadir secara administratif, tetapi kosong dalam kerja nyata,” tegas Iqbal.

PC IMM menilai Dewan Pendidikan Kabupaten Subang gagal menjalankan fungsi pengawasan dan kontrol terhadap kualitas pendidikan. Sementara Dinas Pendidikan dinilai lalai dalam memastikan kondisi sarana dan prasarana sekolah tetap aman dan layak digunakan.

Iqbal juga mempertanyakan peran Kepala Bidang SD Disdik Subang dalam melakukan pemetaan dan pengawasan kondisi bangunan sekolah. Menurutnya, sangat tidak masuk akal jika sekolah bisa roboh tanpa adanya langkah mitigasi maupun perbaikan sejak dini.

“Ini bukan sekadar bangunan roboh, tapi potret runtuhnya keseriusan pemerintah dalam menjaga dunia pendidikan,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, PC IMM Kabupaten Subang menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak audit menyeluruh terhadap bangunan SD di Kabupaten Subang, meminta rehabilitasi cepat SDN Cijambe, serta mendesak Bupati Subang mengevaluasi kinerja Dewan Pendidikan dan Dinas Pendidikan.

PC IMM menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada langkah konkret dari pemerintah daerah.

*ANTREAN PANJANG SPBU BANDAR RATU: DARI KESULITAN MENJADI BERKAH, WARUNG LONTONG TUNJANG KINI DIBURU PEMBELI*

0

ANTREAN PANJANG SPBU BANDAR RATU: DARI KESULITAN MENJADI BERKAH, WARUNG LONTONG TUNJANG KINI DIBURU PEMBELI

MUKOMUKO – Fenomena antrean kendaraan yang membentang panjang di kawasan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bandar Ratu dan sekitarnya belakangan ini, nyatanya membawa dampak yang tak terduga namun penuh makna bagi roda perekonomian warga setempat. Di tengah keramaian dan penantian panjang yang dirasakan para pengguna jalan, terselip sebuah kisah nyata tentang bagaimana situasi yang dianggap sulit dapat berubah menjadi jalan rezeki yang melimpah bagi pelaku usaha kecil. Salah satu bukti nyata yang paling terlihat jelas dan nyata adalah keberhasilan Warung Sarapan Pagi Lontong Tunjang, yang letaknya persis bersebelahan dengan lokasi SPBU tersebut, kini bertransformasi menjadi tempat makan yang paling ramai dikunjungi, bahkan sering kali kehabisan stok hidangan jauh sebelum jam operasionalnya berakhir.

Pemandangan menarik ini mulai tampak jelas sejak matahari baru saja terbit dan menyinari kawasan Bandar Ratu. Setiap harinya, puluhan bahkan ratusan kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan roda empat, terlihat berjejer rapi dan mengular jauh, menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar. Karena harus meluangkan waktu cukup lama dalam antrean tersebut, banyak pengemudi maupun penumpang yang akhirnya turun dari kendaraan untuk mencari aktivitas lain guna mengisi waktu luang. Di sinilah letak keberuntungan sekaligus keunggulan posisi strategis yang dimiliki Warung Lontong Tunjang. Menjadi lokasi kuliner terdekat, mudah dijangkau, dan sudah memiliki nama baik serta reputasi rasa yang lezat di kalangan masyarakat setempat, warung ini langsung menjadi tujuan utama dan pilihan pertama bagi mereka yang ingin menikmati sarapan pagi yang mengenyangkan sekaligus menghilangkan rasa lelah akibat penantian panjang.

Toha, selaku pemilik warung tersebut, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam bercampur rasa bahagia, meski di sisi lain ia dan para pekerjanya mengaku sempat merasa kewalahan melayani lonjakan jumlah pembeli yang datang silih berganti setiap harinya. Ia menceritakan dengan nada gembira bahwa perubahan drastis ini benar-benar terasa nyata sejak fenomena antrean panjang di SPBU tersebut terjadi.

“Sebelumnya, keramaian di warung kami berjalan wajar dan biasa saja, namun sejak antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar ini makin panjang dan terjadi setiap hari, jumlah pengunjung yang datang ke tempat kami meningkat hingga dua kali lipat dari biasanya. Banyak di antara para pembeli yang secara langsung bercerita kepada kami, bahwa sambil menunggu kendaraan mereka mendapatkan pasokan bensin, mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk bersarapan di sini. Menurut mereka, cara ini sangat praktis, efisien, dan sangat menghemat waktu perjalanan mereka,” ujar Toha dengan penuh semangat saat ditemui di lokasi usai melayani pembeli, pada Selasa (24/5/2026).

Daya tarik utama yang membuat para pembeli betah dan selalu kembali lagi ke warung ini tidak lain adalah cita rasa kuliner yang ditawarkan. Menu andalan berupa lontong yang disajikan dengan kuah kental beraroma sedap dan bercita rasa gurih, berpadu harmonis dengan potongan tunjang atau kikil sapi yang dimasak hingga sangat empuk dan lembut di lidah, ditambah dengan racikan bumbu rempah khas warisan keluarga, menjadi pilihan favorit yang paling banyak diburu. Tidak hanya itu, tersedia pula beragam jenis hidangan dan menu makanan pendamping lainnya yang siap memanjakan selera setiap pengunjung yang datang. Suasana di dalam warung terlihat sangat hidup dan ramai; para pembeli datang berombongan, ada yang memilih menikmati hidangan langsung di tempat sambil mengobrol santai, dan tak sedikit pula yang memesan makanan untuk dibawa pulang sebagai bekal. Kursi dan meja yang tersedia sering kali dipenuhi sesak oleh pengunjung, bahkan tidak jarang terlihat warga yang rela berdiri semata-mata demi bisa segera menikmati sajian makanan yang masih hangat dan menggugah selera tersebut.

Salah satu pembeli setia yang juga merupakan warga sekitar lokasi, Rian, mengaku bahwa dirinya memang sengaja menjadikan warung ini sebagai tempat persinggahan wajib setiap kali ia harus mengantre mengisi bahan bakar. Menurutnya, keberadaan warung ini sangat membantu dan memberikan solusi praktis bagi para pengguna jalan.

“Memang harus diakui, antrean kendaraan untuk mendapatkan bensin saat ini cukup memakan waktu dan lumayan lama. Daripada kami hanya diam dan menunggu dengan rasa bosan di atas kendaraan, tentu jauh lebih baik jika waktu tersebut dimanfaatkan untuk bersarapan pagi di sini. Rasanya sangat enak, harganya pun sangat terjangkau dan ramah di kantong kami, serta posisinya yang sangat dekat sekali dengan lokasi antrean membuat tempat ini terasa pas sekali letaknya. Ini adalah solusi terbaik yang kami temukan,” ungkap Rian dengan nada puas sembari menghabiskan hidangannya.

Kendati demikian, fenomena antrean panjang kendaraan di SPBU Bandar Ratu ini memang secara umum kerap dianggap mengganggu kenyamanan serta kelancaran aktivitas dan lalu lintas warga sekitar, namun di sisi lain dampak positif yang nyata dan bermanfaat jelas terasa dirasakan oleh para pelaku usaha kecil dan pedagang di sekitar lokasi. Keberadaan Warung Sarapan Pagi Lontong Tunjang kini telah menjadi bukti nyata yang sangat menginspirasi, membuktikan bahwa dalam setiap situasi sulit maupun keadaan yang serba terbatas sekalipun, selalu terbuka peluang dan jalan menuju rezeki baru bagi siapa saja yang memiliki kesiapan, ketekunan, serta kemampuan untuk melayani kebutuhan masyarakat dengan baik, tepat sasaran, dan penuh ketulusan hati.

Hingga berita ini diturunkan, fenomena antrean panjang kendaraan dalam pengisian bahan bakar di kawasan tersebut masih berlangsung setiap harinya dengan intensitas yang sama. Sementara itu, Warung Lontong Tunjang dipastikan tetap konsisten membuka pelayanannya setiap hari, mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, dengan semangat dan kesiapan penuh untuk terus melayani siapa saja yang membutuhkan sajian sarapan pagi yang lezat, mengenyangkan, serta beragam pilihan menu makanan lainnya yang selalu istimewa.(HD/WC. DH)

BOBROK! Jalan Lapen Desa Air Dingin Hancur Lebur,Oknum Dinas PUPR R/L Diduga ‘Main Mata’ dengan Kontraktor?

0

Warta.in-REJANG LEBONG.

Aroma tak sedap terkait dugaan proyek asal jadi kembali menyengat di Kabupaten Rejang Lebong. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rejang Lebong. Proyek pembangunan jalan Lapisan Penetrasi (Lapen) di Desa Air Dingin, Kecamatan Sindang Kelingi, kini kondisinya hancur lebur dan rusak parah, memicu amarah dan tanda tanya besar dari masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek infrastruktur yang menelan anggaran uang rakyat tersebut diduga dikerjakan pada tahun 2019 silam. Namun ironisnya, jalan yang sejatinya dibangun untuk mobilitas warga kini justru menyerupai kubangan dan jalur mati. Kualitas serta mutu pekerjaan Dinas PUPR Rejang Lebong pun dinilai sangat bobrok dan jauh dari standar kelayakan.

“Kami mempertanyakan ke mana larinya fungsi pengawasan Dinas PUPR? Jalan ini baru berusia sekitar 6 tahun, tapi hancurnya sudah seperti tidak diurus puluhan tahun. Padahal, jalan ini sangat jarang dilewati kendaraan bermuatan berat. Kalau jarang dilewati saja sudah hancur lebur begini, artinya kualitas aspalnya memang ‘kacangan’ dan diduga dikerjakan asal-asalan!” cetus salah seorang tokoh masyarakat Air Dingin dengan nada geram.

dokumentasi jalan Desa air dingin kec.sindang kelingi.

Jarang Dilewati tapi Cepat Rusak: Indikasi Proyek Asal Jadi?

Logika publik pun ditantang oleh realita di lapangan. Secara teknis, jalan yang minim volume kendaraan seharusnya memiliki daya tahan yang jauh lebih lama. Namun, fakta di Desa Air Dingin justru berbanding terbalik. Hal ini memicu dugaan kuat adanya praktik “sunat anggaran” atau pengurangan volume material demi meraup keuntungan pribadi antara pihak kontraktor dan oknum di Dinas PUPR Rejang Lebong.

Masyarakat menilai, ketahanan jalan yang rapuh ini menjadi bukti nyata lemahnya—atau bahkan sengaja tutup matanya—pihak pengawas dari Dinas PUPR saat serah terima hasil pekerjaan (Provisonal Hand Over/PHO) beberapa tahun lalu.

Masyarakat Menuntut Transparansi dan Audit Total , Atas bobroknya fasilitas publik ini, masyarakat Sindang Kelingi, khususnya Desa Air Dingin, tidak akan tinggal diam. Mereka menuntut pihak-pihak terkait untuk segera mengambil tindakan:

Audit Investigasi Kejari/Polres: Mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk memeriksa kembali berkas proyek tahun 2019 tersebut dan memeriksa pejabat pembuat komitmen (PPK) serta kontraktor yang terlibat.

Pertanggungjawaban Kepala Dinas PUPRPKP Rejang Lebong : Meminta Kepala Dinas PUPR Rejang Lebong untuk tidak buang badan dan segera turun ke lapangan melihat langsung “proyek gagal” yang merugikan uang negara ini.

Perbaikan Segera: Masyarakat meminta hak mereka atas infrastruktur yang layak segera dipenuhi, bukan sekadar janji manis saat kampanye.

Dengan adanya permasalahan tersebut, Hak Dinas PUPR Kabupaten Rejang Lebong belum memberikan jawaban resmi terkait hancurnya jalan Lapen di Desa Air Dingin Kecamatan Sindang Kelingi tersebut. Publik kini menunggu, apakah dinas terkait berani transparan, atau justru memilih bersembunyi di balik meja empuk kantor mereka?.

Pada Saat Tim Media sudah konfirmasi Kedinas PUPRPKP melalui Bidang Bina marga,Jum’at (22/5/26) tapi terkesan mengelak. Hingga berita ini ditayangkan, Tim media masih terus berupaya menunggu dan meminta hak jawab dari Dinas PUPRPKP Rejang Lebong.(4M)

DIALOG WAKIL RAKYAT Intinya SILATURAHMI-KONSOLIDASI, H. Jajang Rohana,S.PdI. Anggota DPRD Prov.Jabar F.PKS

0

Cipeujeuh, Sate Katulampa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Minggu, 24 Mei 2026 WARTA. IN
H. Jajang Rohana, S. PdI. Ketua Komisi 3 DPRD Provinsi Jawa Barat F. PKS Dapil Jabar II Kabupaten Bandung, Minggu, 24 Mei 2026 Dialog Wakil Rakyat – Silaturahmi – Konsolidasi – Aspirasi dengan DPC Ciparay ( Hadir Sekretaris ), DPC Kertasari ( Rekor Terlama ), DPC Pacet. Ketua DEPERA Kertasari, Pacet, Ciparay. Keluarga Besar PKS di 3 Kecamatan Dapil 6.
Uleman Dialog, Laksanakan Launching Agenda ketahanan pangan, Darurat Sampah Nasional, mulai dari tempat yang kita lalui, Jalan Protokol, Papar H. Jajang Rohana, S.PdI.
Sampah di mana-mana, PKS Gagas Peduli Sampah di Setiap Kecamatan PILAH – PILIH SAMPAH Organik, Plastik, Kertas Olah Sampah dapat menghasilkan Uang, Lanjut H. Jajang.
Launching BUGAR > 50 Tahun rutin olah raga Lari, mendaki Gunung, healing, sehingga tetap produktif di usia senja, Lanjut H. Jajang, seperti dirinya tetap Bugar di usia senja.
Fitrah manusia, Tujuan Allah – Rasul suri tauladan dalam kehidupan, ibadah, rumah tangga, perjuangan – Al Qur’an pedoman kehidupan – Perjuangan Hidup Cita – Cita Tertinggi Mati di Jalan Allah. PKS Konsolidasi – Edukasi – Rekrutmen Plus Modal Sosial ( Pengaruh ) – Modal Finansial ( Uang ), Pungkas H. Jajang.
WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Dokter Muda UISU Laporkan Dekan ke Polda Sumut

0

Waeta.in Medan – Turut berduka cita atas matinya masa depan dokter muda di FK UISU. Habis manis sepah dibuang, pepatah ini seakan-akan menggambarkan nasib dari 196 dokter muda di FK UISU.

Matinya rasa empati dekan FK UISU, alih-alih mencarikan solusi tetapi malah mematikan masa depan dan cita-cita anak didiknya begitu saja.
Hal itu diketahui dengan dilaporkannya Dekan FK berinisial DR.dr. MS men- *DO* kan 196 dokter muda dan dugaan penahanan sertifikat profesi dokter.

Kenyataannya pendidikan dokter (umum) dibagi menjadi dua tahapan, pendidikan akademik dan pendidikan profesi yang adalah satu kesatuan.

Mengikuti sistem pendidikan di Indonesia, diatur dalam kurikulum, dan dibebankan satuan kredit semester (SKS).
Selesai menempuh pendidikan akademik, mendapat ijasah sked, lanjut ke pendidikan profesi (koas) dan sudah menyelesaikan semua kewajiban berKurikulum (mata kuliah pendidikan profesi) dan SKS, tetapi berujung *DO*

Hal ini diketahui pada Jum’at (22/5/2026) sekitar pukul 22.00 Wib dimana saat itu pelapor bernama Mika Wirdani dkk memberikan pernyataannya bahwa, akibat dari tidak diberikannya sertifikat profesi miliknya, beliau di *DO* padahal sudah menyelesaikan seluruh tanggung jawab program pendidikan profesi dokter. Bahkan Mika Wirdani yang mewakili sejumlah rekannya meminta agar aparat benar – benar dapat melihat dan menyelidiki kasus ini dengan objektif. Apalagi akibat adanya kejadian ini, pihaknya menderita kerugian sekitar Rp 10.000.000.000 (Sepuluh Miliar Rupiah).

Sementara itu, Rektor UISU Prof Dr. Safrida S.E M. Si yang mengetahui hal itu ketika diminta konfirmasi oleh awak media ini seakan bungkam.
Ini adalah cerminan kegagalan berpikir seorang pimpinan.
Hal ini seakan menambah kecurigaan para dokter yang telah berkuliah di kampus tersebut, bahkan dokter yang telah berkuliah dikampus tersebut meminta agar para orang tua yang akan memasukkan anaknya di kampus UISU untuk berfikir dua kali agar hal yang dialami oleh mereka tidak terjadi kepada anak baru nantinya. (RN)