Beranda blog

Agus santosa purna kemenag tuding Kita ingin sesuatu,Ada apa dengan beliau ?

0

Kabupaten sukabumi – agus santosa mantan kasubag Kepegawaian Di kabupaten sukabumi Dalam rekan langsung menuduh bahwa Kami butuh sesuatu terkait pemberitaan Yang Kami tayangan .

Agus santosa kasubag Yang sudah purna ini punya Bahasa tak patuy Di contoh namun Dalam Hal ini beliau tidak bijak Dalam mengatasi sebuah masalah namum Dalam hal ini agus mening pihak Kami membutuhkan sesuatu .

Dalam sebuah record dri sebuah w.a beliau sudah Tua Dan lebih baik berbicara kejelekan orang lain namun Dalam hal ini agus santosa berpikir bahwa Kami membutuhkan sesuatu.,ujarnya

Dalam konfirmasi beliau seorang purna Di kemenag kabupaten sukabumi Yang langsung menghakimi Kami bahwa Kami membutuhkan sesuatu , tak Di jelaskan secara tambang .,tandasnya

Kepala SDN Cisadane 1 Cicantayan Diisukan Tantang Kadisdik dan Kejari, Sekdisdik Belum Beri Tanggapan

0

.Kepala SDN Cisadane 1 Cicantayan Diisukan Tantang Kadisdik dan Kejari, Sekdisdik Belum Beri Tanggapan

SUKABUMI — Beredar isu di masyarakat terkait Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cisadane 1, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Iis, yang dirumorkan siap diperiksa oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi. Rumor tersebut menyebutkan bahwa pihak sekolah bersedia diproses hukum jika hasil pekerjaan proyek revitalisasi di SDN Cisadane 1 terbukti tidak sesuai spesifikasi.

 

Isu yang berkembang ini memicu sorotan publik terkait pengawasan kinerja dan efektivitas kepemimpinan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

 

Clarification & Tanggapan Dinas Pendidikan

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada sejajaran pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, mulai dari Kepala Bidang SD, PAUD, hingga SMP. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang diberikan oleh para kepala bidang tersebut.

 

Tanggapan resmi sejauh ini diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Kabupaten Sukabumi, Herdi. Pihaknya memberikan perhatian terhadap isu yang berkembang di lingkungan pendidikan Kecamatan Cicantayan tersebut.

 

Sikap dan Desakan Publik

Di sisi lain, berkembang pula aspirasi masyarakat dan pemerhati pendidikan yang menyoroti kinerja Kadisdik Kabupaten Sukabumi dalam merespons dinamika di lapangan. Masyarakat mendesak Bupati Sukabumi untuk turun tangan dan mengevaluasi kinerja Dinas Pendidikan, khususnya dalam hal pengawasan proyek sarana-prasarana sekolah serta komunikasi publik di internal instansi.

Catatan Redaksi:

Redaksi masih terus berupaya menghubungi Kepala SDN Cisadane 1 (Iis), Kadisdik Kabupaten Sukabumi, serta pihak Kejari Kabupaten Sukabumi untuk mendapatkan klarifikasi langsung dan hak jawab secara komprehensif terkait spesifikasi pekerjaan revitalisasi tersebut.

GAPEMBI Jambi Pesimistis MBG Berbasis Sekolah, Ingatkan Risiko Infrastruktur hingga Kebocoran Anggaran

0

Warta.in JAMBI, 6 September 2026 — Transformasi penyediaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur terpusat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuju sistem dapur berbasis sekolah mulai mengemuka sebagai salah satu opsi dalam penguatan pelaksanaan program nasional tersebut.

Namun, gagasan itu mendapat catatan kritis dari Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPEMBI) Jambi. Organisasi tersebut menilai penerapan dapur berbasis sekolah tidak dapat dilakukan hanya dengan mengalihkan fungsi penyediaan makanan kepada kantin sekolah. Diperlukan kajian komprehensif, standar yang ketat, serta kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia agar tujuan program MBG tetap tercapai.

Ketua GAPEMBI Jambi, Arkani Hilmie, menyatakan masih pesimistis apabila transformasi tersebut dilakukan tanpa perencanaan yang matang. Perubahan skema penyediaan MBG harus mempertimbangkan aspek kualitas gizi, keamanan pangan, kapasitas produksi, pengawasan, hingga efektivitas penggunaan anggaran negara.

“Kami melihat gagasan dapur berbasis sekolah perlu dikaji lebih mendalam. Jangan sampai perubahan sistem justru menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi mutu makanan, kebersihan, kapasitas produksi maupun pengawasan anggaran,” ujar Arkani Hilmie.

Menurut Arkani, salah satu persoalan utama yang harus dihitung secara presisi adalah kapasitas produksi kantin sekolah. Selama ini, sebagian besar kantin sekolah tidak dirancang untuk menyediakan makanan bagi seluruh siswa. Kantin pada umumnya hanya melayani siswa yang memilih membeli makanan atau minuman pada jam sekolah.

Kondisi tersebut tentu berbeda apabila kantin diberikan tanggung jawab untuk menyediakan makanan bergizi bagi seluruh siswa setiap hari.

“Kalau sebelumnya kantin hanya melayani sebagian siswa, kemudian harus menyediakan makanan untuk seluruh siswa, tentu skala kebutuhannya berubah total. Kapasitas dapur, peralatan, tenaga kerja, bahan baku, penyimpanan, distribusi sampai pengelolaan limbah harus dihitung secara detail,” tegas Arkani.

GAPEMBI Jambi menilai pemerintah tidak boleh mengasumsikan bahwa seluruh kantin sekolah memiliki kemampuan yang sama. Kondisi sekolah di setiap daerah sangat beragam, termasuk dari sisi luas bangunan, fasilitas sanitasi, ketersediaan air bersih, peralatan memasak, tempat penyimpanan bahan pangan, hingga sumber daya manusia yang mengelola makanan.

Selain aspek teknis, Arkani juga mengingatkan pemerintah agar perubahan skema MBG tidak membuka ruang baru bagi kebocoran anggaran.

Dengan jumlah penerima manfaat yang besar, sistem pengadaan dan distribusi makanan membutuhkan mekanisme pengawasan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Semakin banyak titik penyediaan makanan, semakin kompleks pula rantai pengawasan yang harus dibangun.

“Jangan sampai niatnya melakukan efisiensi dan mendekatkan pelayanan kepada sekolah, tetapi pada akhirnya justru menciptakan titik-titik baru yang sulit diawasi. Potensi kebocoran anggaran harus menjadi bagian dari kajian sejak awal,” kata Arkani.

Menurut GAPEMBI Jambi, SPPG dengan sistem terpusat masih dapat menjadi pilihan bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas memadai. Skema tersebut dinilai dapat dipertahankan dengan melakukan evaluasi dan penguatan terhadap aspek distribusi, kualitas makanan, keamanan pangan serta pengawasan.

Arkani menegaskan bahwa apa pun skema yang nantinya dipilih pemerintah, kepentingan utama harus tetap berada pada kualitas makanan yang diterima peserta didik serta memastikan anggaran negara digunakan secara efektif, transparan dan tepat sasaran.

“Yang terpenting bukan sekadar mengubah model dapurnya, tetapi bagaimana MBG dapat berjalan dengan standar gizi dan keamanan pangan yang baik, distribusi yang efektif, serta sistem pengawasan yang kuat. Jangan sampai perubahan skema justru menimbulkan persoalan baru,” pungkas Arkani Hilmie, Ketua GAPEMBI Jambi.

Kades Rozali Sukses Satukan Warga Lewat Perayaan Ganda dan Kebangkitan Olahraga Desa

0

Warta.in//PALIBETUNG BARAT, 6 September 2026 – Suasana khidmat sekaligus penuh sukacita menyelimuti Desa Betung Barat. Menggabungkan dua momentum historis yang sangat spesial—Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan Hari Ulang Tahun Desa Betung Barat ke-33—Pemerintah Desa bersama seluruh elemen masyarakat sukses menggelar pesta rakyat yang spektakuler, penuh warna, dan sarat akan nilai kebersamaan.

Acara yang dipusatkan di area sekitar Kantor Kepala Desa Betung Barat ini berhasil menjadi magnet hiburan tidak hanya bagi warga setempat, tetapi juga memikat perhatian masyarakat dari desa-desa tetangga. Dari sekian banyak rangkaian acara, perhatian publik paling tersedot oleh sebuah kompetisi olahraga dengan nama yang mengundang senyum dan rasa penasaran: Turnamen Voli Jablai Cup. Strategi Kreatif di Balik Nama Unik “Jablai Cup”Sempat memicu perbincangan hangat karena namanya yang nyentrik, panitia pelaksana dengan sigap meluruskan bahwa “Jablai” merupakan akronim dari sub-tema dan jargon menggelitik, yaitu “Jangan Salah Menilai Cup”.

Pemilihan nama ikonik ini sengaja dirancang sebagai strategi kreatif untuk mencairkan suasana dan menarik antusiasme massa secara masif. Strategi tersebut terbukti ampuh. Turnamen ini sukses diikuti oleh belasan tim tangguh yang menjadi perwakilan dari berbagai dusun, Rukun Tetangga (RT), hingga undangan khusus dari instansi lokal.

Berdasarkan pantauan di lapangan, atmosfer kompetisi berjalan sangat sengit namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas. Gemuruh tepuk tangan dan sorak-sorai penonton pecah di pinggir lapangan setiap kali terjadi smash-smash tajam dan reli panjang yang menegangkan. Kemeriahan ini turut disaksikan langsung oleh jajaran pejabat desa dan tokoh masyarakat yang memberikan dukungan penuh dari tenda utama.

Sinergi Dua Momentum Menuju Indonesia EmasBagi Desa Betung Barat, bulan Agustus dan September tahun 2026 ini merupakan tonggak sejarah yang sangat bermakna. Perayaan HUT RI ke-81 yang mengusung tema nasional menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur untuk Indonesia Emas, disinergikan secara apik dengan hari jadi desa yang ke-33.

Kepala Desa Betung Barat, Rozali, A.Md., dalam keterangannya di sela-sela memantau jalannya acara, mengungkapkan bahwa kolaborasi dua perayaan besar ini sengaja dikemas untuk membangkitkan kembali energi positif di tengah masyarakat.”Kami ingin menghadirkan sesuatu yang segar, menghibur, namun tetap sarat akan nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan. Lewat dokumentasi kegiatan, turnamen olahraga, dan berbagai lomba ini, kami membuktikan bahwa Desa Betung Barat terus maju, kompak, dan berdaya. Ini adalah momen penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangkitkan kembali gairah olahraga pasca-pandemi dan di tengah kesibukan harian masyarakat,” ujar Rozali penuh optimisme.

Pesta Rakyat untuk Semua KalanganKemeriahan perayaan ganda ini tidak hanya bertumpu pada turnamen voli. Panitia yang tampil kompak dengan pakaian olahraga seragam juga menyelenggarakan berbagai lomba tradisional khas kemerdekaan. Lomba-lomba ini dirancang inklusif, melibatkan partisipasi aktif mulai dari anak-anak yang ceria hingga kalangan ibu-ibu yang penuh semangat, menciptakan atmosfer pesta rakyat yang sesungguhnya. Seluruh rangkaian acara dipastikan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif berkat kesigapan jajaran panitia dan kesadaran tinggi dari warga yang hadir.

Dengan suksesnya penyelenggaraan acara tahun ini, Pemerintah Desa Betung Barat berharap semangat gotong royong, kebersamaan, dan keceriaan yang telah tercipta tidak memudar begitu saja, melainkan dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, momentum ini juga diharapkan menjadi pemantik bagi peningkatan dan pembangunan fasilitas kegiatan olahraga yang lebih baik lagi di Desa Betung Barat demi mencetak generasi yang sehat dan berprestasi di masa depan.

 

(Randi)

Jembatan Lama Tak Lagi Memadai, Jembatan Modular 30 Meter Dibangun di Lolomoyo

0

Warta.in Gunungsitoli – Jembatan lama yang menjadi akses masyarakat di Desa Lolomoyo Tuhemberua, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli, dinilai sudah tidak lagi memadai. Kondisi tersebut mendorong pembangunan jembatan modular baru sepanjang 30 meter di atas Sungai Nou, Dusun I, Desa Lolomoyo Tuhemberua, yang nantinya menghubungkan desa tersebut dengan Desa Lolowonu Niko’otano. Pembangunan dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026).

Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman dan memudahkan mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kehadiran jembatan baru juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang lebih layak bagi warga di wilayah tersebut.

Pembangunan jembatan modular tersebut diprakarsai Presiden Prabowo Subianto melalui TNI Angkatan Darat sebagai bagian dari upaya membantu percepatan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan personel Yon TP 905/TS, Yonzipur 1/DD serta Babinsa Kodim 0213/Nias.

Pada pekerjaan hari ini, personel melaksanakan perakitan besi cakar ayam dan pemasangan mal abutmen tepi jauh, pemasangan mal serta tiang tepi jauh, hingga pengecoran tiang tepi jauh. Dengan dukungan excavator, mesin molen, mobil truk, artco dan sejumlah peralatan kerja lainnya, pembangunan jembatan kini mencapai progres 28 persen. Seluruh kegiatan berlangsung aman dan terkendali.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P., M.Han., mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI AD dalam membantu memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat. “Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses dan aktivitas warga antardesa. Ini juga menjadi bagian dari komitmen TNI AD untuk terus hadir dan membantu percepatan pembangunan di wilayah,” ujarnya. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

MBG Berbasis Sekolah Diusulkan, GAPEMBI Jambi: Jangan Sampai Mutu dan Anggaran Jadi Masalah

0

Warta.in JAMBI — Wacana transformasi penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur terpusat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuju dapur berbasis sekolah mulai mengemuka. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Provinsi Jambi menyatakan terbuka terhadap gagasan tersebut, namun meminta pemerintah melakukan kajian secara menyeluruh sebelum menerapkannya secara luas.

Ketua DPW GAPEMBI Provinsi Jambi, Arkani, mengatakan perubahan skema MBG harus dibarengi dengan standar yang ketat untuk memastikan kualitas gizi, keamanan pangan, dan kebersihan makanan tetap terjaga.

Menurut Arkani, salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian adalah kapasitas produksi kantin sekolah. Selama ini, kantin umumnya hanya melayani sebagian siswa yang memilih membeli makanan, bukan seluruh siswa di sekolah.

“Kalau kantin ditugaskan menyediakan makanan bergizi untuk seluruh siswa, tentu kapasitas produksi harus dikalkulasi secara presisi. Tidak bisa disamakan dengan kondisi kantin saat ini,” ujar Arkani tertulis, Minggu (6/9/2026).

Ia mengatakan, peningkatan kapasitas tersebut juga akan berdampak pada kebutuhan tenaga kerja, sarana dan prasarana, serta sistem pengawasan. Seluruh komponen itu harus dipastikan siap agar perubahan skema tidak menimbulkan persoalan baru dalam pelaksanaan program MBG.

“Jangan sampai kapasitasnya tidak mencukupi, kemudian kualitas makanan menjadi persoalan. Kita juga harus memastikan perubahan skema ini tidak membuka celah kebocoran atau penyelewengan anggaran yang lebih besar,” katanya.

Arkani menilai kesiapan setiap sekolah juga berbeda. Tidak seluruh sekolah memiliki fasilitas yang memadai untuk menjalankan dapur atau produksi makanan dalam skala besar.

Karena itu, pemerintah pusat dinilai perlu memetakan kondisi sekolah secara lebih detail sebelum menentukan model penerapan MBG berbasis sekolah.

“Tidak semua sekolah memiliki infrastruktur yang memadai. Pemerintah harus mengkaji lebih detail sekolah mana yang siap dan seperti apa ekosistem pendukung yang harus disiapkan,” ujarnya.

Menurut Arkani, ekosistem tersebut tidak hanya berkaitan dengan keberadaan kantin, tetapi juga mencakup ketersediaan dapur, peralatan pengolahan makanan, tenaga kerja, pasokan bahan pangan, standar kebersihan dan keamanan pangan, hingga mekanisme pengawasan.

“Ekosistem pendukungnya harus jelas. Jangan sekadar bicara soal pelibatan kantin, tetapi juga harus disiapkan sistem pendukung yang baik,” tuturnya.

Arkani menegaskan, perubahan mekanisme penyediaan MBG pada prinsipnya dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan efektivitas program. Namun, penerapannya harus didasarkan pada kajian yang matang dan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.

“Yang paling penting, tujuan program MBG harus tetap tercapai, yaitu memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang bergizi, aman, dan berkualitas. Jangan sampai perubahan sistem justru membuat standar tersebut sulit dikendalikan,” pungkasnya.

Data 21 Konsesi Karhutla Diserahkan, Gubernur Sumsel Minta Kepala Daerah Berani Bertindak Tegas

0

Data 21 Konsesi Karhutla Diserahkan, Gubernur Sumsel Minta Kepala Daerah Berani Bertindak Tegas

Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru telah menandatangani surat kepada seluruh bupati dan wali kota untuk menindaklanjuti temuan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah konsesi perusahaan.

Surat itu memuat hasil pemetaan Pemerintah Provinsi Sumsel terhadap 21 konsesi yang terdeteksi mengalami kebakaran, dilengkapi identitas perusahaan, waktu kejadian, dan titik koordinat.

Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan klarifikasi serta mengambil langkah sesuai kewenangan terhadap pemegang izin.

“Sudah saya tanda tangani surat kepada seluruh bupati dan wali kota. Saya kasih petunjuknya, perusahaan ini, tanggal sekian terjadi karhutla dan koordinatnya,” kata Herman Deru di Palembang, Kamis (3/9/2026).

Dari 21 konsesi yang terpetakan, 16 berada di sektor perkebunan, tiga pertambangan batu bara, serta dua minyak dan gas. Lokasinya tersebar di sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan.

Herman Deru meminta kepala daerah tidak sekadar menerima data tersebut, tetapi berani menjalankan fungsi pengawasan. Perusahaan dapat dimintai klarifikasi, diberikan peringatan, hingga dijatuhi sanksi apabila pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran.

“Kalau ini terindikasi berulang, sengaja atau mengakibatkan kerugian, pelanggaran itu bisa disanksi sampai dengan pencabutan izin usaha,” tegasnya.

Menurut Herman Deru, pencocokan titik kebakaran dengan wilayah konsesi merupakan bagian dari upaya memperkuat penegakan aturan dalam penanganan karhutla. Pemegang izin juga harus bertanggung jawab memastikan kawasan yang dikelolanya terlindungi dari kebakaran.

Ketegasan pemerintah menjadi penting karena dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat. Asap kebakaran mengandung partikel halus PM2,5 dan polutan yang dapat masuk ke saluran pernapasan.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, dr. Then Suyanti, mengingatkan paparan asap dapat memperburuk gangguan pernapasan dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, serta penyakit paru lainnya. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan menjadi kelompok yang paling rentan. (rls/Tim Red PPWI)

*Anak Buruh Harian Lulus Caba TNI AD Tanpa Biaya, Bukti Kesempatan Terbuka bagi Semua*

0

*Anak Buruh Harian Lulus Caba TNI AD Tanpa Biaya, Bukti Kesempatan Terbuka bagi Semua*

Sumsel — Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi Azril Pranata, casis asal Bangka Belitung yang merupakan anak seorang buruh harian, untuk mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit TNI AD.

Azril sebelumnya gagal pada seleksi Calon Bintara (Caba) TNI AD Gelombang II Tahun 2026. Kegagalan itu justru mendorongnya kembali berlatih lebih disiplin, menjaga kebugaran, memperbaiki persiapan, serta memperkuat doa dan tekad.

Pada pendaftaran berikutnya, perjuangannya membuahkan hasil. Azril dinyatakan lulus dan terpilih mengikuti pendidikan Corps Zeni TNI AD.

Keberhasilan tersebut semakin bermakna karena proses penerimaan prajurit TNI AD secara resmi tidak dipungut biaya. Ketentuan rekrutmen TNI AD menegaskan bahwa calon prajurit tidak dikenakan biaya selama mengikuti tahapan seleksi. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang.

Seleksi dilakukan melalui tahapan yang telah ditentukan, meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, serta aspek mental ideologi. Karena itu, latar belakang ekonomi keluarga bukan ukuran untuk menentukan seseorang berhak atau tidak mengejar cita-cita menjadi prajurit.

Kisah Azril menjadi contoh bahwa kesempatan terbuka bagi siapa saja yang memenuhi persyaratan dan bersedia menjalani proses dengan sungguh-sungguh. Status sebagai anak buruh harian tidak menghalanginya untuk bersaing dan meraih hasil terbaik.

Semangat tersebut sejalan dengan ajaran Ki Hadjar Dewantara, “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani,” yang menekankan pentingnya keteladanan, membangun semangat, dan memberikan dorongan bagi seseorang untuk berkembang.

Perjalanan Azril juga membawa pesan penting bagi para pemuda yang ingin mengikuti seleksi TNI AD: tidak perlu membayar untuk mendapatkan kelulusan. Persiapkan diri, ikuti seluruh tahapan sesuai ketentuan, dan gunakan informasi dari jalur rekrutmen resmi.

Kisah anak buruh harian ini pada akhirnya bukan sekadar cerita tentang kelulusan, tetapi juga tentang kesempatan yang dapat diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan proses yang dijalankan secara jujur. (rls/Tim Red PPWI)

*Teladan di Tengah Kepungan Asap, Dandim 0402/OKI-OI Kawal Langsung Penanganan Karhutla*

0

*Teladan di Tengah Kepungan Asap, Dandim 0402/OKI-OI Kawal Langsung Penanganan Karhutla*

OKI/OI — Komandan Kodim (Dandim) 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H. menunjukkan keteladanan kepemimpinan dengan turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan.

Di tengah kepungan asap, Gunawan memastikan proses pemadaman berjalan efektif serta tidak menyisakan titik api yang berpotensi kembali membesar. Kehadirannya di lapangan menunjukkan bahwa tanggung jawab seorang pemimpin tidak berhenti pada pemberian instruksi dari ruang komando.

Sementara itu, Babinsa jajaran Kodim 0402/OKI-OI bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) terus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan. Kondisi lahan yang kering, medan yang sulit, serta keterbatasan sumber air menjadi tantangan yang harus dihadapi personel di lapangan.

Kehadiran Dandim bersama prajurit menjadi bagian dari upaya memperkuat respons cepat, deteksi dini, dan pencegahan. Sebelumnya, Kodim 0402/OKI-OI juga meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengerahkan personel untuk membantu penanganan sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Bagi jajaran Kodim, sikap tersebut menjadi contoh bahwa seorang pemimpin harus hadir ketika anggotanya menghadapi tugas berat. Gunawan tidak hanya mengawasi dari jauh, tetapi melihat langsung kondisi medan, kebutuhan personel, serta perkembangan penanganan karhutla.

Penanganan karhutla membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI, MPA, pemerintah daerah, BPBD, kepolisian, hingga masyarakat. Upaya pemadaman perlu berjalan beriringan dengan patroli, deteksi dini, dan edukasi agar kebakaran tidak terus berulang.

Pesan tersebut sejalan dengan pandangan tokoh lingkungan hidup Prof. Emil Salim, bahwa kerusakan alam pada akhirnya dapat memberikan dampak buruk kepada manusia. Karena itu, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau aparat.

Kepemimpinan Gunawan di tengah karhutla menjadi pesan sederhana, seorang pemimpin harus hadir, memberi contoh, dan memastikan tugas diselesaikan hingga tuntas. (rls/Tim Red PPWI)

Erupsi Anak Krakatau, Ketua PPWI Lampung Minta Warga Tenang, Waspada, dan Andalkan Informasi Akurat

0

Erupsi Anak Krakatau, Ketua PPWI Lampung Minta Warga Tenang, Waspada, dan Andalkan Informasi Akurat

Lampung — Ketua DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Lampung, Husin Muchtar, mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Husin meminta warga, khususnya masyarakat pesisir Lampung, tidak mendekati kawasan berbahaya serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, kondisi kebencanaan harus disikapi dengan kesiapsiagaan, kehati-hatian, dan mengutamakan informasi dari sumber resmi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi jangan lengah. Ikuti informasi resmi dari pemerintah dan petugas berwenang. Jangan menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya karena keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama,” ujar Husin.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan masih berlangsung dengan erupsi yang disertai suara dentuman dan gemuruh. Status gunung api tersebut berada pada Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, dan pengunjung diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Pada Minggu (6/9/2026), aktivitas erupsi kembali tercatat. Salah satu erupsi pada pukul 07.10 WIB terekam dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan durasi 16 detik.

Sebaran abu vulkanik juga menjadi perhatian karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan penerbangan. Sejumlah wilayah Lampung dilaporkan terdampak, sehingga warga di kawasan yang mengalami hujan abu disarankan menggunakan masker dan melindungi mata serta saluran pernapasan.

Husin mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi erupsi hanya untuk mengambil foto atau video. Ia juga meminta warga memastikan setiap informasi yang beredar berasal dari kanal resmi pemerintah atau lembaga berwenang.

“Jangan panik, tetapi tetap waspada. Jika terjadi hujan abu, gunakan masker dan lindungi mata serta saluran pernapasan. Patuhi rekomendasi petugas di lapangan,” katanya.

Pemerintah bersama lembaga terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas dan tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Husin menegaskan PPWI Lampung mendukung upaya pemerintah dalam menyampaikan informasi kebencanaan yang cepat, akurat, dan berimbang demi menjaga keselamatan serta ketenangan masyarakat. (rls/Tim Red PPWI)