30.9 C
Jakarta
Kamis, Maret 12, 2026
Beranda blog

Ramadan Penuh Kepedulian, Jangkar dan LC Rembang Bagikan 700 Takjil untuk Warga

0

Rembang// Warta.in// Paguyuban Jaringan Kafe dan Karaoke (Jangkar) bersama Lady Companion (LC) Rembang melaksanakan aksi berbagi berkah Ramadan dengan membagikan takjil gratis kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di perempatan Jalan Lingkar Mondoteko, Kamis sore, (12 Maret 2026)

Aksi sosial tersebut bukan sekadar rutinitas paguyuban di bulan suci Ramadan. Di balik setiap paket takjil yang dibagikan, tersimpan niat tulus untuk merawat persaudaraan, kekeluargaan, serta memperkuat nilai toleransi lintas agama di tengah kehidupan masyarakat Rembang yang majemuk.

Para anggota paguyuban tampak berjajar di tepi jalan, menyapa setiap warga yang melintas, baik pengendara, pejalan kaki, maupun warga sekitar dengan ramah dan penuh rasa hormat.

Dalam waktu singkat, ratusan paket takjil habis dibagikan. Aksi tersebut tidak sekadar menghadirkan hidangan berbuka, tetapi juga senyum, ucapan terima kasih, dan rasa kebersamaan yang hangat. Bagi sebagian warga, takjil itu membantu mereka berbuka puasa tepat waktu, sementara bagi warga lainnya, kehadiran para relawan menjadi pengingat bahwa semangat kebersamaan dapat tumbuh dalam ruang-ruang sederhana.

Salah seorang warga, Junaidi, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Sangat luar biasa,” ujarnya singkat, seraya berharap aksi serupa terus berlanjut agar nilai toleransi dan kekeluargaan di Rembang semakin kuat.

Kegiatan ini menyasar para pengendara yang melintas serta pedagang yang beraktivitas di sekitar lokasi pembagian. Aksi berbagi tersebut disambut antusias oleh masyarakat, tidak hanya warga muslim yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga masyarakat non-muslim yang kebetulan melintas.

Sebanyak kurang lebih 700 paket takjil dibagikan sebagai wujud kepedulian dan solidaritas sosial Paguyuban Jangkar Rembang kepada masyarakat Rembang selama bulan suci Ramadan.

Ketua Paguyuban Jangkar, Joko Susilo kepada ASWIN mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil ini dilandasi nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan, khususnya menjelang waktu berbuka puasa.

“Joko berharap agar semakin kompak, dan semakin terjaga, selalu berbagi,” ujarnya.

Sementara itu bendahara Jangkar, Mami Ulfi mengatakan semoga Jangkar semakin maju, semakin solid dan semakin kompak

Ia berharap Jangkar semakin di kenal. Dan setiap tahun berbagi takjil.

Lebih dari sekadar aksi berbagi menjelang berbuka puasa, kegiatan ini dimaknai sebagai upaya mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan toleransi antar warga di Rembang.

Ramadan pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat di Rembang.

( wik )

*”Nasabah BRI Desa Babat Terkatung-katung, Jaminan Tak Kunjung Dikembalikan Meski Pinjaman Sudah Lunas”*

0

Pelayanan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Desa Babat, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menuai sorotan. Pasalnya, pihak bank diduga mempersulit proses pengambilan surat jaminan milik nasabah, meskipun pinjaman yang bersangkutan diketahui telah dilunasi sejak lebih dari satu tahun yang lalu.

 

Padahal, sesuai dengan ketentuan dan praktik dalam dunia perbankan, setelah kewajiban kredit atau hutang dinyatakan lunas, dokumen jaminan seharusnya segera dikembalikan kepada pemiliknya sebagai hak nasabah. Namun hingga saat ini, dokumen jaminan tersebut belum juga diserahkan oleh pihak bank kepada nasabah.

 

Yulija, warga Desa Betung Barat, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI yang merupakan salah satu nasabah Bank BRI Unit Desa Babat, menyampaikan kepada wartawan bahwa jaminan pinjaman berupa Surat Pengakuan Hak (SPH) tanah hingga kini belum juga diserahkan kembali oleh pihak bank. Padahal, seluruh kewajiban pembayaran hutang pinjaman telah diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

“Sebelum-sebelumnya Kami sudah ditelepon oleh pihak bank bahwa pembayaran pinjaman kami telah selesai. Namun sampai sekarang jaminan kami belum juga dikembalikan. Kami juga sudah beberapa kali mendatangi bank untuk menanyakan hal tersebut, tetapi pihak bank hanya mengatakan bahwa berkasnya masih akan dicari terlebih dahulu,” ungkap Yulija. Pada Kamis (12/03/2026)

 

Yulija menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak Bank BRI karena diduga tidak menunjukkan keseriusan dalam menjaga kepercayaan serta memberikan kepastian pelayanan kepada nasabah. Menurutnya, sebagai lembaga perbankan yang dipercaya masyarakat dalam urusan keuangan, pihak bank seharusnya mampu memberikan pelayanan yang profesional, termasuk dalam hal pengembalian dokumen jaminan setelah pinjaman dinyatakan lunas.

 

“Kalau pinjaman sudah lama lunas, seharusnya dokumen jaminan langsung dikembalikan kepada nasabah. Jangan sampai kami merasa dipersulit untuk mendapatkan kembali haknya kami sendiri. Bank sebagai lembaga keuangan yang melayani masyarakat seharusnya memberikan pelayanan yang cepat, jelas, dan transparan, terutama dalam hal pengembalian dokumen penting milik nasabah.”katanya

 

Yulija juga berharap pihak bank segera memberikan kejelasan terkait keberadaan dokumen jaminan miliknya. Ia menilai persoalan seperti ini seharusnya tidak terjadi apabila administrasi dan pengelolaan berkas nasabah dilakukan secara tertib dan profesional oleh pihak bank.

 

“Bagi kami masyarakat kecil, surat tanah itu sangat penting. Kalau berkasnya tidak jelas keberadaannya tentu kami merasa khawatir. Kami hanya meminta hak kami dikembalikan karena pinjaman sudah lama diselesaikan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, pihak bank seharusnya lebih bertanggung jawab dalam menjaga dokumen yang dititipkan oleh nasabah sebagai jaminan pinjaman. Sebab, dokumen tersebut merupakan bukti kepemilikan yang memiliki nilai penting bagi pemiliknya.

Bareskrim Polri Dalami Dugaan Kekerasan Seksual oleh Mantan Pelatih Panjat Tebing Pelatnas

0

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA-PPO) Bareskrim Polri tengah mendalami laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang mantan kepala pelatih (Head Coach) atlet panjat tebing pemusatan latihan nasional (Pelatnas) terhadap sejumlah atlet putri.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/101/III/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 3 Maret 2026. Pelaporan diajukan oleh organisasi advokat PERADI Suara Advokat Indonesia yang menunjuk Setia Dharma bersama tim kuasa hukum lainnya untuk memberikan pendampingan hukum kepada para korban.

Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nurul Azizah menjelaskan bahwa laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh seorang pelatih terhadap atlet yang berada di bawah binaannya.

“Pada hari ini kami menyampaikan perkembangan penanganan perkara dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang diduga dilakukan dengan modus penyalahgunaan kewenangan serta memanfaatkan kerentanan atlet putri untuk melakukan perbuatan cabul hingga persetubuhan,” ujar Brigjen Pol Nurul Azizah dalam keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa yang dilaporkan diduga terjadi dalam kurun waktu 2021 hingga 2025. Dugaan tindakan tersebut disebut berlangsung di beberapa lokasi, antara lain di Asrama Atlet Bekasi yang beralamat di Jalan Harapan Indah Boulevard No.10–12, Medan Satria, Bekasi Utara, serta di sejumlah negara ketika para atlet mengikuti ajang pertandingan internasional.

Laporan tersebut disampaikan oleh Setia Dharma selaku pelapor sekaligus penerima kuasa dari para atlet putri yang diduga menjadi korban. Sementara itu, pihak terlapor berinisial HB diketahui merupakan Head Coach atau kepala pelatih atlet panjat tebing Pelatnas yang saat ini telah diberhentikan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Menurut Brigjen Pol Nurul Azizah, penyidik Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan awal guna mengumpulkan keterangan serta alat bukti terkait laporan tersebut.

“Pada tanggal 6 Maret 2026 penyidik telah melakukan klarifikasi terhadap pelapor, yakni SD, serta salah satu atlet yang diduga menjadi korban. Selain itu, penyidik juga telah mendampingi korban untuk menjalani visum et repertum di Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” jelasnya.

Selanjutnya, penyidik juga melakukan klarifikasi tambahan terhadap beberapa atlet lainnya yang diduga memiliki informasi terkait peristiwa tersebut. Terhadap para atlet yang diduga menjadi korban juga telah diterbitkan surat permintaan visum et repertum serta pemeriksaan visum psikiatrikum di RS Polri Kramat Jati.

Nurul Azizah menyampaikan bahwa dalam proses pendampingan terhadap korban, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) tidak dilibatkan secara langsung karena para korban telah mendapatkan pendampingan psikologis dan hukum dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Lebih lanjut, penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti awal, antara lain laporan dugaan pelecehan seksual dari Federasi Panjat Tebing Indonesia tertanggal 14 Februari 2026, dokumen keputusan Pengurus Pusat FPTI terkait pemusatan latihan nasional tahun 2025, dokumen identitas, serta percakapan WhatsApp antara atlet putri dengan terlapor.

Berdasarkan pendalaman sementara, penyidik menduga terlapor menjalankan aksinya dengan memanfaatkan posisi dan otoritasnya sebagai kepala pelatih untuk mendekati para atlet.

“Modus operandi yang diduga dilakukan adalah menyalahgunakan kewenangan sebagai Head Coach Pelatnas dengan memanfaatkan kerentanan atlet putri. Perbuatan tersebut diduga meliputi tindakan cabul seperti memeluk, mencium, meraba, hingga melakukan masturbasi dan persetubuhan,” ungkap Nurul Azizah.

Saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman melalui berbagai langkah penyidikan, antara lain pelaksanaan visum terhadap para korban, pemeriksaan psikiatrikum, pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), serta klarifikasi terhadap sejumlah saksi maupun pihak terlapor.

“Penyidik juga akan terus mengumpulkan alat bukti lainnya guna membuat terang peristiwa pidana yang dilaporkan,” tambahnya.

Dalam perkara ini, terlapor disangkakan melanggar Pasal 6 huruf B dan huruf C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual juncto Pasal 15 undang-undang yang sama.

Adapun ancaman pidana dalam ketentuan tersebut berupa pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda paling banyak Rp300 juta. Ancaman hukuman tersebut dapat diperberat hingga sepertiga apabila tindak pidana dilakukan dalam lingkup pendidikan atau dilakukan secara berulang.

Sementara itu, ketika dihubungi secara terpisah, penasihat hukum korban Setia Darma belum memberikan keterangan secara rinci. Ia hanya menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan pernyataan resmi kepada publik jika diperlukan dalam beberapa hari ke depan setelah melakukan koordinasi dengan para korban dan tim pendampingan hukum.

Bupati H. M. Toha Tohet Lantik Sekda, Pejabat Administrator dan Pejabat Fungsional serta Kepala Sekolah 

0

 

Warta.in Muba SEKAYU- Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H melantik dan mengambil sumpah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah, Pejabat Administrator dan Pejabat Fungsional serta Kepala Sekolah pada Pemerintah Kabupaten Muba Tahun 2026.

Pelantikan dan pengambilan sumpah Pejabat ini dilakukan di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (12/3/2026).

“Pelantikan dan mutasi pejabat di instansi pemerintah adalah bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan, serta merupakan bagian dari pola pembinaan karier pegawai dan sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja,” kata Bupati H. M. Toha Tohet.

Bupati Muba juga menekankan bahwa, parameter utama yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai dilakukan melalui pertimbangan kapasitas, kompetensi, integritas, loyalitas, moralitas, pendidikan dan pelatihan, serta nilai pengabdian dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab kepada negara khususnya kepada Kabupaten Muba.

“Pelantikan ini hendaklah dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu,” ujarnya.

Bupati Muba juga berharap kepada Sekretaris Daerah yang baru dilantik dapat menjalankan amanah ini dengan penuh integritas, profesionalisme, dan komitmen yang kuat demi mendorong percepatan pembangunan serta kemajuan Kabupaten Muba.

“Kepada para pejabat lainnya yang dilantik pada hari ini, saya harap saudara dapat menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah daerah serta mampu membangun koordinasi yang baik, menjaga integritas, serta meningkatkan kinerja organisasi guna mewujudkan birokrasi yang profesional, efektif, dan melayani,” katanya.

Bupati H. M. Toha Tohet, S.H juga menekankan, kepada seluruh perangkat daerah untuk menjaga kekompakan dan soliditas dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pembangunan.

“Jadikan Kabupaten Muba sebagai barometer pembangunan di Sumatera Selatan dan bahkan nasional. Mari kita bantu serta layani masyarakat dengan baik dan penuh keikhlasan tanpa adanya pungli dan lainnya,” tandas Bupati.

Turut hadir, Forkopimda Kabupaten Muba, Para Anggota DPRD Muba, para Asisten Setda Muba, para Staf Ahli Bupati, Ketua TP PKK Muba Hj Patimah Toha berserta Kepala Perangkat Daerah Muba.(Albert team)

SILATURAHMI ULAMA-UMARA: JEMBATAN SINERGI UNTUK KEUTUHAN DAN KEAMANAN BANGSA

0

Acara yang Dihadiri Penasehat Khusus Presiden Bidang Keamanan Nasional Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, serta Ketua Umum Nasional Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bertepatan dengan acara silaturahmi yang diadakan, hadir pula tokoh penting negara yaitu Penasehat Khusus Presiden Bidang Keamanan Nasional, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., beserta Ketua Umum Nasional Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA. Kegiatan ini akan mendapatkan liputan khusus dan naik sebagai berita penting dalam memperkuat sinergi antar elemen bangsa.

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, fungsi silaturahmi antara ulama dan umara memiliki peran krusial dalam menjaga keutuhan bangsa dan kemakmuran masyarakat. Berbagai fungsi penting tersebut antara lain:

1. Membentuk Masyarakat yang Cerdas dan Toleran

Kerja sama yang solid antara ulama dan umara menjadi landasan untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas, kritis, dan penuh rasa toleransi. Ulama berperan memberikan pemahaman yang benar dan komprehensif tentang nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil’alamin, sementara umara berperan menciptakan kebijakan yang mendukung kerangka kerja persatuan dan kesatuan antar komponen bangsa.

2. Menghadapi Tantangan Ideologi Transnasional

Sinergi yang terjalin dengan baik mampu membantu membendung pengaruh ideologi transnasional yang bersifat disruptif dan berpotensi menimbulkan polarisasi di tengah masyarakat. Melalui komunikasi yang efektif dan jalinan kerjasama yang kuat, ulama dan umara dapat bersama-sama melindungi bangsa dan negara dari ancaman yang dapat merusak persatuan.

3. Menjaga Persatuan dan Keutuhan Bangsa

Keduanya memiliki peran komplementer dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI. Ulama memberikan panduan moral dan spiritual kepada masyarakat agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, sedangkan umara menciptakan regulasi dan kebijakan yang melindungi masyarakat dari dampak negatif informasi salah dan konten provokatif yang dapat memecah belah bangsa.

4. Membangun Kepercayaan Publik

Kerja sama yang solid dan efektif antara ulama dan umara menjadi bukti konkrit tentang komitmen bersama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa. Hal ini berdampak positif pada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta lembaga keagamaan sebagai dua pilar penting dalam kehidupan berbangsa.

5. Mengoptimalkan Pengawasan

Dengan kerja sama yang saling menghargai, ulama dan umara dapat melakukan pengawasan yang efektif terhadap jalannya roda pemerintahan dan dinamika masyarakat. Kedua elemen ini dapat saling mengingatkan untuk senantiasa berbuat kebajikan serta mencegah terjadinya kemungkaran di berbagai lini kehidupan.

Dalam sejarah panjang bangsa Indonesia, sinergi antara ulama dan umara telah terbukti efektif dalam meraih kemerdekaan serta menjaga persatuan bangsa di berbagai masa tantangan. Oleh karena itu, penting bagi kedua pihak untuk terus memperkuat kerja sama dan silaturahmi dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa di era modern ini (TIM/RED)

Bom waktu jembatan Penyeberangan Kuala Merbau Tanjung Bunga menunggu maksa

0
oplus_8388608

Kepulauan Meranti – Jembatan yang dibangun lebih kurang tahun 2007/2008  oleh Pemerintah kabupaten Bengkalis ini tidak pernah tersentuh atau diperbaiki  lagi oleh Pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti setelah mekar dari kabupaten Bengkalis

Dua tiang penopang sudah lama roboh ke sungai tiang yang ada aja sudah mulai pecah dan kropos menunggu waktu untuk roboh

Janji perbaiki hanya saat Pilkada dan jika ada Piral sedikit oleh media sosial, Rombongan Pemerintah Daerah kabupaten Kepulauan Meranti datang dengan tema kunjungan kerja tapi setelah itu hilang seperti ditelan bumi

Jembatan ini menjadi krusial karena digunakan masyarakat sehari-hari untuk Penyebarangan transaksi kebutuhan ekonomi antara Desa, kebutuhan kesehatan ke puskesmas dan kebutuhan pendidikan anak-anak sekolah Dan administrasi ke kecamatan, diharapkan Pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti bisa memperbaikinya bukan hanya sekedar janji saat kampanye tapi realisasi yang ditunggu masyarakat.

Irdam I/BB Tutup TMMD ke – 127 di Kodim 0212/Tapanuli Selatan

0

Warta.in Tapanuli Selatan – Inspektur Kodam I/Bukit Barisan (Irdam I/BB) Brigadir Jenderal TNI Josafath M. Robert Duka, S.I.P. memimpin upacara penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 0212/Tapanuli Selatan. Kegiatan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (11/3/2026).

Upacara penutupan ini menandai berakhirnya program TMMD yang selama satu bulan dilaksanakan untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam amanat Pangdam I/Bukit Barisan yang dibacakan oleh Irdam I/BB Brigjen TNI Josafath M. Robert Duka, disampaikan bahwa TMMD ke-127 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” Tema ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, serta seluruh komponen masyarakat dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah.

Melalui program TMMD ini, TNI turut membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan. Sasaran kegiatan meliputi pembangunan fisik seperti pembangunan jalan, jembatan, serta sarana umum lainnya. Selain itu juga dilaksanakan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan, pembekalan wawasan kebangsaan, serta pelayanan sosial kepada masyarakat.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan Satgas TMMD ke-127 yang selama satu bulan telah bahu-membahu melaksanakan berbagai kegiatan hingga dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada media cetak, online, dan elektronik yang telah meliput serta mempublikasikan kegiatan TMMD sehingga dapat diketahui oleh masyarakat luas.

Usai pelaksanaan upacara, Irdam I/BB meninjau sejumlah kegiatan bakti sosial yang digelar di lokasi, di antaranya pelayanan kesehatan, pembagian sembako, bazar murah, serta pemberian bantuan kepada Stunting serta peninjauan jembatan, penampungan bak air dan pemberian Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di desa Angkola Sangkunur.

Kegiatan penutupan TMMD ini turut dihadiri oleh Danrem 023/KS, para Dandim dan Dansat jajaran Korem 023/KS, Bupati Tapanuli Selatan, unsur TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kepemudaan setempat. (RN)

Sumber : Pendam I/BB

Suksesss!!! ICATI Jakarta Berkolaborasi PMI DKI Jakarta Menggelar Donor Darah di Ramadhan 1447 H 

0

Warta.in, Jakarta | – Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) Jakarta bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan donor darah sebagai bentuk aksi kemanusiaan di bulan Suci Ramadhan. Kegiatan ini diikuti oleh para Alumni Taiwan, masyarakat, serta berbagai unsur organisasi serta para insan media partners yang turut mendukung kegiatan sosial tersebut.

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Julius, dengan harapan kegiatan kemanusiaan tersebut dapat memberikan manfaat bagi banyak orang, baik bagi pendonor maupun bagi masyarakat yang membutuhkan darah.

Dalam sambutannya, Iwan Purnama selaku Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan donor darah tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan para peserta yang telah hadir untuk mendonorkan darahnya. Kegiatan ini rutin kami selenggarakan setiap tahun bahkan dua kali dalam setahun, terutama pada bulan Ramadhan karena biasanya stok darah di PMI cenderung menurun,”ujar Iwan Purnama.

Ia menjelaskan, kegiatan donor darah ini merupakan komitmen dari Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.

Iwan juga menuturkan bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat bagi pasien, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan pendonor. Pada kegiatan kali ini, panitia menargetkan pengumpulan 350 kantong darah. Target tersebut disesuaikan dengan ketersediaan kantong darah dari PMI. Ia mencontohkan salah satu anggota ICATI yang telah melakukan donor darah hingga puluhan kali sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

“Donor darah ini sangat bermanfaat, bukan hanya menyelamatkan nyawa orang lain tetapi juga menyehatkan tubuh pendonor. Kami berharap kegiatan ini dapat terus menginspirasi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan,”ucapnya.

Dikesempatan yang sama Simon HU selaku Ketua ICATI Jakarta pun mengatakan bahwa kegiatan donor darah ke 7 menargetkan sebanyak 350 kantong darah. Jumlah tersebut diharapkan dapat memasok kebutuhan darah di PMI sepanjang bulan Ramadhan. Ke depan, Ia berharap kerjasama dengan PMI berjalan dengan lancar.

“Donor darah ini tidak hanya berguna bagi pasien yang membutuhkan, tetapi juga berguna bagi pendonor dalam meregenerasi sel. Jadi bermanfaat bagi orang lain dan bagi diri sendiri juga,”kata Simon.

Sementara itu, Bambang Soekarno selaku perwakilan PMI Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan bahwa sangat mengapresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta donor darah yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan darah di Indonesia masih cukup tinggi, sementara jumlah pendonor aktif masih terbatas. Oleh karena itu, kegiatan donor darah seperti ini sangat membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.

“Setetes darah yang didonorkan sangat berarti bagi pasien yang membutuhkan. Banyak pasien yang harus menerima transfusi darah secara rutin untuk dapat bertahan hidup. Karena itu, kegiatan seperti ini merupakan amal kemanusiaan yang sangat mulia,”ungkapnya.

Bambang menambahkan, PMI berharap kerjasama dengan berbagai organisasi masyarakat, termasuk ICATI Jakarta, dapat terus berlanjut sehingga kebutuhan darah di berbagai rumah sakit dapat terpenuhi.

Kegiatan donor darah tersebut berlangsung aman, lancar, sukses serta penuh antusias dari para peserta yang hadir, sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan di tengah masyarakat,”tutupnya.

#Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) Jakarta

#Media Partners Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) Jakarta

Antusias Warga Serang Membludak di Bazar Ramadan 1447 H Pemprov Banten

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 12 Maret 2026  — Antusiasme warga terlihat tinggi saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggelar Bazar Ramadan 1447 Hijriah di halaman Masjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Selasa (10/3/2026).

Bazar ini dipadati masyarakat yang ingin membeli kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau. Berbagai bahan pokok disediakan, mulai dari minyak goreng, telur, daging, cabai, bawang, hingga komoditas lainnya.

Warga Curug, Asih (46), mengatakan bazar ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadan.

“Alhamdulillah, membantu dan ini juga harganya lebih murah dari harga pasaran. Saya belanja sama tetangga yang lain untuk kebutuhan di dapur,” ungkapnya.

Minyak goreng ukuran 2 liter, misalnya, dijual seharga Rp 30 ribu, lebih murah dari harga pasaran biasa.

Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa Bazar Ramadan dilaksanakan untuk stabilisasi harga bahan pokok. Acara ini didukung berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan dengan harga lebih terjangkau.

“Ada dukungan juga dari dunia usaha untuk memberikan produk-produknya dengan harga lebih murah daripada di pasar kepada masyarakat langsung,” kata Andra Soni.

Gubernur menambahkan, beberapa komoditas mengalami lonjakan permintaan menjelang Ramadan dan Lebaran Idul Fitri. Untuk itu, koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kepolisian, dan pihak terkait dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan dan kecurangan.

Andra Soni juga memastikan stok komoditas pangan aman dan menghimbau masyarakat agar bijak dalam mengelola kebutuhan sehari-hari serta menghindari panic buying.

“Stok masih aman dan Pemprov Banten terus melakukan koordinasi terkait upaya menahan laju inflasi,” jelasnya

Kepala Disperindag Banten, Iwan Hermawan, menyampaikan bahwa sekitar 200 outlet, mulai dari distributor, agen, hingga produsen, berpartisipasi dalam Bazar Ramadan.

Kegiatan ini digelar untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, sekaligus menyediakan barang dengan harga lebih murah. Selain itu, Disperindag juga telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 15 titik di Provinsi Banten.(WartainBanten)

SMK Negeri 7 Pandeglang Terima Pendidikan Antikorupsi dari Pemprov Banten

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 12 Maret 2026  — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memberikan pembekalan pendidikan antikorupsi kepada siswa SMK Negeri 7 Pandeglang dalam rangka menanamkan nilai integritas dan moralitas sejak dini. Kegiatan ini diselenggarakan berkolaborasi dengan Forum Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangun Integritas (FORPAK-API) pada Festival Ramadan 1447 Hijriah, Senin (9/3/2026).

Sekretaris Inspektorat Banten sekaligus Ketua FORPAK-API, Syafitri Muhayati, menekankan pentingnya menanamkan integritas sejak usia sekolah agar generasi muda terbiasa bersikap jujur, disiplin, dan berani mengatakan kebenaran.

“Integritas adalah keselarasan antara pikiran, ucapan, dan tindakan. Nilai ini penting dimiliki pelajar agar terbiasa bersikap jujur, disiplin, dan berani mengatakan kebenaran,” ujar Syafitri yang juga Ketua FORPAK-API saat memberikan materi kepada para siswa.

Dalam materinya, Syafitri mencontohkan berbagai perilaku tidak jujur yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, seperti menyontek saat ujian, titip absen, plagiarisme tugas, hingga memalsukan tanda tangan. Ia menekankan bahwa kebiasaan kecil tersebut jika dibiarkan dapat menjadi pola perilaku koruptif di masa depan.

“Perilaku kecil seperti itu bisa merusak kepercayaan, menghambat kemampuan diri, dan membentuk kebiasaan yang tidak baik,” katanya.

Sekolah dianggap sebagai tempat strategis untuk membentuk generasi berintegritas, tidak hanya melalui pendidikan akademik tetapi juga dalam pembentukan karakter.

Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada nilai-nilai integritas seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.(WartainBanten)