Beranda blog

HALALMU SUBANG DAMPINGI PROSES AUDIT TIGA DAPUR SPPG

0

HALALMU SUBANG DAMPINGI PROSES AUDIT TIGA DAPUR SPPG

Warta In Jabar, SUBANG, 8 Agustus 2026— Komitmen terhadap penguatan standar halal di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus dilakukan Halalmu Kabupaten Subang. Kali ini, Halalmu Subang turun langsung memberikan pendampingan dalam proses audit kepada SPPG Cisalak 01, Pasir Karembi 003, dan SPPG Bantar Waru

Pendampingan tersebut dipimpin langsung oleh Branch Manager Halalmu Kabupaten Subang, Iqbal Maulana, sebagai bagian dari komitmen Halalmu dalam memberikan layanan pendampingan dan konsultasi sertifikasi halal secara profesional kepada pengelola usaha dan satuan layanan pangan di Kabupaten Subang.

Bagi Halalmu Subang, proses sertifikasi halal bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif. Lebih dari itu, sertifikasi halal merupakan bagian dari upaya membangun jaminan, kepercayaan, dan kepastian kepada masyarakat terhadap proses serta produk yang diberikan.

 

Dalam proses pendampingan, Halalmu Subang membantu mempersiapkan berbagai aspek yang diperlukan sesuai dengan tahapan sertifikasi halal, termasuk kesiapan dokumen, bahan, proses produksi, serta aspek lain yang berkaitan dengan pemenuhan persyaratan sertifikasi.

Iqbal Maulana menegaskan bahwa Halalmu Subang akan memberikan pendampingan secara serius dan maksimal kepada setiap pihak yang menggunakan layanan konsultasi Halalmu.

«“Kami tidak ingin sekadar hadir untuk mengurus administrasi. Kami ingin memastikan setiap proses dipersiapkan dengan baik. Sebagai pendamping dan konsultan sertifikasi halal, kami akan memberikan layanan terbaik dan mengawal proses semaksimal mungkin sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Iqbal Maulana.»

Menurut Iqbal, keberadaan pendamping dan konsultan memiliki peran penting agar pelaku usaha maupun pengelola SPPG tidak berjalan sendiri dalam menghadapi proses sertifikasi halal.

“Kami ingin Halalmu Subang menjadi mitra yang benar-benar hadir. Ketika ada proses yang harus dipersiapkan, kami dampingi. Ketika ada dokumen yang perlu diperbaiki, kami konsultasikan. Prinsipnya, kami kawal prosesnya dengan profesional,” lanjutnya.

Halalmu Kabupaten Subang juga membuka ruang pendampingan dan konsultasi bagi berbagai sektor usaha yang membutuhkan layanan sertifikasi halal, mulai dari SPPG, UMKM, katering, restoran, rumah makan, produk makanan dan minuman, hingga pelaku usaha lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Halalmu Subang untuk ikut mendorong terciptanya ekosistem usaha yang semakin tertib, profesional, dan memiliki kesadaran terhadap pentingnya jaminan produk halal.

Halalmu Subang hadir bukan hanya sebagai pendamping administrasi, tetapi sebagai mitra dalam mempersiapkan proses sertifikasi halal dari awal hingga tahapan yang diperlukan.

*Delapan Jam Menunggu, Nyawa Melayang: Ketika Sistem Kesehatan Kapitalisme Gagal Memuliakan Manusia*

0

*Delapan Jam Menunggu, Nyawa Melayang: Ketika Sistem Kesehatan Kapitalisme Gagal Memuliakan Manusia*

Linimasa media sosial kita, khususnya di platform Threads, dipenuhi dengan sebuah kisah, yang jujur saja sangat menyayat hati. Sebuah potret buram dari wajah pelayanan kesehatan kita.

Kita semua tentu sudah mendengar kasus yang menimpa Saudara kita, Yurizal Tri Chaerawan, seorang pemuda berusia 29 tahun, peserta BPJS Kesehatan. Pada tanggal 22 Juli kemarin, Almarhum sempat membagikan keluh kesahnya.

Dalam kondisi sakit, beliau harus menunggu sekitar 8 jam hanya untuk mendapatkan ruang perawatan setelah dirujuk ke rumah sakit pemerintah. Delapan jam, menahan sakit, di ruang tunggu atau IGD.

Namun, yang membuat dada ini terasa lebih sesak, alih-alih mendapatkan pelukan virtual atau simpati, unggahan Almarhum justru disambut dengan komentar-komentar sinis. Dan mirisnya, komentar tak berempati itu diduga kuat berasal dari oknum dokter dan tenaga kesehatan.

Bukankah mereka seharusnya menjadi garda terdepan pelindung nyawa dan perawat harapan?

Dan duka itu pun memuncak. Pada 31 Juli 2026, sepupu Almarhum membawa kabar duka. Yurizal telah berpulang. Pihak keluarga menyatakan ada dugaan keterlambatan penanganan saat kondisi beliau sudah sangat kritis.

Kita sangat memahami kemarahan dan kekecewaan publik saat ini. Sangat wajar. Kemanusiaan kita seolah terkoyak.

Namun, Mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa rumah sakit begitu penuh hingga pasien harus antre berjam-jam? Dan mengapa sebagian tenaga kesehatan kita, yang dulu disumpah untuk melayani, kini bisa tampak begitu kelelahan, burnout, hingga kehilangan empatinya di media sosial?

Ketika kita merujuk pada sistem Islam dalam naungan Khilafah, ada sebuah fondasi yang sangat tegas mengenai kesehatan.

Islam memandang bahwa kesehatan, keamanan dan pendidikan adalah kebutuhan dasar publik yang mutlak. Ini bukan komoditas bisnis. Ini adalah hak asasi yang wajib dijamin oleh negara.

Negara atau penguasa berfungsi sebagai Ra’in, yakni pengurus dan pelayan rakyatnya. Bahkan dalam hadits tegas dikatakan: ‘Seorang pemimpin adalah pengurus rakyat dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang diurusnya.’

Oleh karena itu, jaminan kesehatan yang memadai, fasilitas rumah sakit yang layak, obat-obatan dan ketersediaan tenaga medis adalah tanggung jawab mutlak Baitul Mal (kas negara). Semuanya harus diberikan secara gratis dan berkualitas tinggi kepada seluruh warga negara, tanpa memandang status sosial, tanpa membedakan kelas rawat dan tanpa birokrasi asuransi yang berbelit-belit.

Coba kita refleksikan hal ini dengan kasus Almarhum Yurizal. Ketika kesehatan diatur dengan paradigma komersialisasi dan asuransi berbasis kuota, apa yang terjadi? Rumah sakit berhitung soal klaim, pasien berdesakan berebut ‘jatah’ kamar BPJS dan para tenaga kesehatan bekerja di bawah tekanan sistem yang overcapacity atau kelebihan beban.

Sistem yang menekan inilah yang perlahan menggerus empati. Tenaga kesehatan kelelahan, sementara pasien merasa ditelantarkan.

Kejadian ini menampar kita, mengingatkan bahwa selama kesehatan masih dipandang sebagai transaksi yang untung-rugi bagi kas rumah sakit atau negara, maka tragedi ‘menunggu 8 jam hingga kritis’ akan terus membayangi masyarakat kita.

Kesehatan bukanlah soal premi per bulan. Kesehatan adalah tentang memuliakan nyawa manusia. Jika negara memposisikan dirinya murni sebagai pelayan yang tulus, menyediakan fasilitas yang melimpah dan nakes yang sejahtera, niscaya nakes kita bisa bekerja dengan tenang, tersenyum dan memberikan empati terbaiknya untuk kesembuhan pasien.

Kasus Yurizal adalah pengingat keras bagi kita semua, sudah saatnya kita mengevaluasi sistem ini. Jangan biarkan ada Yurizal-Yurizal lain yang harus pergi karena rumitnya sebuah birokrasi rumah sakit yang lahir dari sistem kapitalisme yang rusak, yang hanya menghitung untung rugi. (fjn/Tim Red)

Editorial Rumah Tsaqofah | Dirancang untuk: Kesadaran Umat & Kemanusiaan

Semarak Kemerdekaan, PAC PDI Perjuangan Purwakarta Gelar Beragam Perlombaan Bersama Warga

0

Warta.in, Purwakarta – Masih dalam rangkaian kegiatan pendidikan politik yang digelar DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PDI Perjuangan Kabupaten Purwakarta kembali menggelar berbagai kegiatan bersama masyarakat.

Kali ini, kegiatan dipusatkan oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Purwakarta di Kelurahan Sindangkasih, RT 32/RW 10, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (8/8/2026).

Berbagai perlombaan rakyat berlangsung meriah sejak pagi hingga sore hari. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti kader dan simpatisan partai, tetapi juga melibatkan anak-anak, ibu-ibu serta masyarakat umum.

Antusiasme warga terlihat dari ramainya lokasi kegiatan. Suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan mewarnai berbagai perlombaan tradisional yang sengaja dikemas sebagai hiburan sekaligus sarana mempererat hubungan antara partai dengan masyarakat.

Sejumlah perlombaan yang digelar di antaranya lomba kelereng di atas sendok, balap karung, joget balon, pukul kendi, makan kerupuk, bakiak dan berbagai permainan rakyat lainnya.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Purwakarta, Zefnal Lambert Lilipaly, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda partai untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan partai politik tidak cukup hanya hadir dalam momentum politik, tetapi harus mampu memberikan manfaat dan menghadirkan kegembiraan di tengah masyarakat.

“Ini merupakan salah satu agenda partai untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Kami ingin keberadaan PDI Perjuangan benar-benar dapat dirasakan masyarakat secara nyata,” ujarnya.

Ia menegaskan, PDI Perjuangan sebagai partai yang mengusung semangat partai wong cilik akan terus berupaya hadir bersama rakyat dan membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat.

“PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik akan tetap selalu dekat dengan rakyat. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana kader dan pengurus partai hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Tidak berhenti sampai sore hari, rangkaian kegiatan juga direncanakan berlanjut pada malam hari dengan menggelar perlombaan gapleh sebagai hiburan rakyat yang terbuka bagi masyarakat umum.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus hiburan bagi warga, tanpa membedakan latar belakang maupun kelompok.

Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku senang dan menyambut positif kegiatan yang digelar PAC PDI Perjuangan Kecamatan Purwakarta.

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Warga bisa berkumpul, bersilaturahmi dan menikmati hiburan bersama. Terima kasih kepada PDI Perjuangan yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kebersamaan, gotong royong dan kegembiraan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Semangat 17 Agustus pun diharapkan mampu menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air di tengah masyarakat.

MAKI Jatim “Sentil” Rencana Utang Rp785 Miliar Pemkab Jember, Senin Siap Gelar Aksi Akbar

0
MAKI Jatim mendesak Pemkab Jember untuk membubarkan Tim TP3D dan TP4D dan mengevakuasi peran kinerja Sekda Kabupaten Jember.

Warta.in, Jember – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melakukan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai lebih dari Rp785 miliar mulai menuai kritik keras.

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur mempertanyakan urgensi rencana pinjaman tersebut. Sorotan terutama diarahkan pada kondisi keuangan daerah yang disebut masih memiliki Silpa tahun anggaran 2025 mencapai lebih dari Rp648 miliar.

Kritik tersebut tidak berhenti pada pernyataan. MAKI Jatim bersama Laskar Jahanam Jember dan Forum Masyarakat Jember dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi akbar pada Senin (10/8/2026).

Aksi rencananya dipusatkan di Pendopo Kabupaten Jember dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember-Lumajang yang berada di kawasan Bakorwil Jember.

Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru MAKI, mempertanyakan alasan pemerintah daerah mengambil opsi pinjaman hingga ratusan miliar rupiah di tengah adanya Silpa yang besar.

“Dari awal saya sudah heran dengan konsep rencana utang Pemkab Jember tersebut. Di tengah kenyataan berbasis data bahwa Silpa Kabupaten Jember tahun anggaran 2025 tembus Rp648 miliar lebih,” ujar Heru.

Menurut Heru, kondisi tersebut menjadi pertanyaan serius yang harus dijawab pemerintah kepada masyarakat. Terlebih, DPRD Jember sebelumnya disebut pernah mempertanyakan besarnya Silpa tersebut.

Namun kini, lanjut dia, muncul wacana pinjaman daerah dengan nilai lebih dari Rp785 miliar.

Heru bahkan menyebut situasi tersebut terkesan kontradiktif.

“DPRD Jember pernah bersurat menanyakan dasar dan alasan Silpa Kabupaten Jember tahun anggaran 2025 senilai Rp648 miliar. Sekarang justru berpotensi menyetujui rencana utang,” sindirnya.

“Bukan Ujug-Ujug Tiba-Tiba”

Heru menilai rencana pinjaman tidak seharusnya muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, arah pembangunan dan kemampuan anggaran daerah semestinya sudah dibahas dalam proses penyusunan APBD bersama antara eksekutif dan legislatif.

Jika kebutuhan pembiayaan memang belum mampu dipenuhi APBD, kata Heru, opsi pinjaman seharusnya dibahas berdasarkan kajian yang jelas sejak awal.

“Bukan ujug-ujug tiba-tiba Pemkab Jember sekarang mau berutang senilai Rp785 miliar, dan DPRD Jember terkesan manut atau nurut saja,” tegasnya.

MAKI Jatim pun mempertanyakan urgensi, dasar perhitungan, serta manfaat pinjaman tersebut bagi masyarakat Jember.

“Secara kelembagaan, MAKI Jatim jujur mempertanyakan urgensi dan alasan kuat di balik rencana utang yang sangat tiba-tiba tersebut,” imbuh Heru.

Sumber Pembayaran Utang Ikut Dipersoalkan

Persoalan semakin melebar ketika muncul penjelasan bahwa pembayaran pinjaman nantinya akan memanfaatkan sisa profit dari sistem keuangan BLUD RSUD dr. Soebandi dan RSUD Balung.

Heru menilai penjelasan tersebut harus dibuka secara terang kepada masyarakat.

Menurutnya, pemerintah harus menjelaskan secara rinci mekanisme penggunaan surplus BLUD untuk membayar kewajiban pinjaman serta dampaknya terhadap kemampuan keuangan daerah.

“Jangan sampai masyarakat hanya diberikan narasi bahwa pembayaran utang tidak akan mengurangi PAD. Mekanismenya harus dibuka secara transparan,” katanya.

MAKI Jatim juga mempertanyakan posisi Sekda Jember yang memiliki peran strategis dalam TAPD.

Heru menilai Sekda semestinya dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai konstruksi kebijakan anggaran dan rencana pinjaman tersebut.

“Sekda sudah mengetahui dari awal bagaimana konstruksi arah pembangunan Kabupaten Jember. Ketika kemudian Sekda tampil menjelaskan kebijakan Bupati terkait utang, sangat wajar jika MAKI Jatim mempertanyakan lebih lebar,” ujarnya.

TP3D dan TP4D Disorot

Tak hanya soal utang, Heru juga mempertanyakan efektivitas keberadaan TP3D dan TP4D yang dibentuk Pemkab Jember.

Menurutnya, tim tersebut seharusnya mampu memberikan masukan strategis kepada pemerintah, khususnya terkait skala prioritas pembangunan dan kemampuan fiskal daerah.

Heru bahkan mendorong agar keberadaan tim tersebut dievaluasi.

“Kalau memang perannya tidak jelas dan tidak ada kontribusi nyata dalam mengawal kebijakan pembangunan Kabupaten Jember, lebih baik dievaluasi. Kalau memang tidak diperlukan, bubarkan saja,” tegasnya.

Senin, MAKI Jatim Turun ke Jalan

Seluruh persoalan tersebut akan dibawa dalam aksi akbar yang digelar MAKI Jatim bersama Laskar Jahanam Jember dan Forum Masyarakat Jember, Senin (10/8/2026).

MAKI menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk kontrol masyarakat terhadap kebijakan pemerintah daerah, khususnya menyangkut pengelolaan keuangan dan rencana pinjaman daerah bernilai ratusan miliar rupiah.

Heru menegaskan bahwa masyarakat Jember memiliki hak untuk mengetahui secara detail dasar, tujuan, mekanisme, serta konsekuensi dari rencana pinjaman tersebut.

“Apapun arah konstruksi wajah pembangunan Pemerintah Kabupaten Jember, masyarakat harus mengetahui secara detail dan transparan,” tegasnya.

Ia pun memastikan aksi Senin mendatang bakal menjadi perhatian publik.

“Saya jamin heboh dan langit akan bergetar di Jember. Catat itu,” pungkas Heru MAKI.

Rotua Wendeilyna Simarmata, Expand Your Capacity, Ada Kesempatan Sudah Siap

0

RS Elisabeth Medan, warta.in – Sembari menunggu ayahanda OH Simarmata SH Opung Reiner Parlindungan yang alami syaraf kejepit di punggung dan sudah menjalar ke kaki kanan, yang dirawat inap, lalunmembaca “Kisah Si Ember Tua dan Hujan Emas” ini, menginspirasi Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi (CMed CPP CIJ CPW) – mediator non hakim & paralegal untuk membagikannya agar memberi semangat kepada para pembaca media online ini

Di sebuah desa, ada 2 ember.

Ember Pertama kecil, penyok, dan isinya cuma setengah. Pemiliknya bangga. “Cukup lah buat nyiram tanaman.”

Ember Kedua dulu sama. Kecil juga. Tapi tiap hari dia minta diisi. Sampai retak. Sampai ditambal. Sampai akhirnya dia bilang ke tukang: “Bikin aku lebih besar.”

Suatu hari datang musim “Hujan Emas”. Setetes airnya bisa jadi rezeki setahun. Seluruh desa keluar bawa ember.

Hujan emas turun. Deras.

Ember Pertama buru-buru maju. “Aku siap!”
Tapi dalam 10 detik… penuh. Tetes berikutnya? Tumpah ke tanah. Sia-sia.
Pemiliknya marah ke langit: “Kenapa hujannya kebanyakan!”

Ember Kedua juga maju. Tapi dia beda.
Selama setahun terakhir dia latihan:
1. Dia belajar nampung lebih banyak→ dindingnya ditinggikan
2. Dia belajar nahan tekanan→ tambalan di perutnya bikin dia lebih kuat
3. Dia belajar bawa air buat orang lain → dikasih pegangan, jadi bisa dipikul berdua

Jadi saat hujan emas turun, dia tidak cuma penuh. Dia masih bisa nampung. Dan nampung.

Dan nampung.

Di akhir hujan, Ember Pertama pulang bawa setengah ember air. Capek. Kecewa. Menyalahkan hujan.

Ember Kedua pulang bawa 3 ember penuh. Satu untuk dirinya. Satu untuk desanya. Satu lagi dia bagikan ke tetangga yang embernya bocor.

Orang-orang mulai bertanya: “Kok kamu bisa?”
Ember Kedua jawab: “Aku tidak nunggu hujan emas datang. Aku memperbesar diriku dulu saat musim kemarau.”

Rezeki, jabatan, peluang, kepercayaan… itu semua seperti “Hujan Emas”.
Dia tidak akan menunggu embermu siap.
Dia akan datang deras. Dan yang punya kapasitas besar, dialah yang pulang paling kaya.

Sekarang tanya ke diri sendiri:

Kamu hari ini ember yang mana?

Kalau besok “Hujan Emas” datang dalam bentuk:
Proyek besar dari kantor…
Tawaran bisnis…
Kesempatan memimpin tim…
Apakah embermu akan tumpah? Atau akan menampung?

Jangan doakan hujan lebih kecil. Doakan embermu lebih besar.

Mulai hari ini, lakukan 1 hal untuk “menambal dan meninggikan” embermu:
1. Belajar 1 skill baru → tinggikan dinding ember
2. Ambil 1 tanggung jawab ekstra → kuatkan dasar ember
3. Bantu 1 orang tanpa pamrih → pasang pegangan di embermu

Karena dunia tidak kekurangan Hujan Emas.
Dunia hanya kekurangan ember yang siap menampungnya.

Expand Your Capacity. Saat Ada Kesempatan Sudah SIAP (Sumber : Wasito Adi Esensi Update Diri Community)

Guna Cegah Gangguan Kamtibmas Polsek Ngimbang Gelar Patroli Di Obyek Vital (Obvit) Di Siang Hari

0

Guna Cegah Gangguan Kamtibmas Polsek Ngimbang Gelar Patroli Di Obyek Vital (Obvit) Di Siang Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli kamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Jum’at siang (07/08/2026) pukul 10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Zeni dan Bripka Sujito dengan sasaran Jalan raya Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang dan ATM BNI Ngimbang serta Bank Jatim yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr.K.S.I.K, “Bahwa patroli yang di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.

Untuk menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkap Kapolsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Personil Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Blue Light Guna Daya Cegah Dan Tangkal 4C Di Daerah Rawan

0

Personil Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Aioda Zeni Gencar Gelar Patroli Blue Light Guna Daya Cegah Dan Tangkal 4C Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Jum’at (07/08/2026)pukul 23.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan Anggota jaga Poksek Ngimbang Aiptu Muji dan Aipda Zeni dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, ATM BRI Ngimbang dan R3 Ngimbang serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K, yang di wakili Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Polsek Ngimbang Laksanakan Pengecekan Barang Inventaris dan Kebersihan Mapolsek Ngimbang

0

Personil Polsek Ngimbang Laksanakan Pengecekan Barang Inventaris dan Kebersihan Mapolsek Ngimbang

LAMONGAN// Warta. In Dal rangka kelancaran tugas dan menjaga kebersihan,Anggota Polsek Ngimbang melaksanakan pengecekan Inventaris dan pembersihan Mapolsek Ngimbang, Pada Hari Sabtu (08/08/2026)pukul 08.00 wib

Kegiagan ini di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang
Aiptu Suhadi, Aipda Novan, Aipda Afis dan Briptu Andika

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr, K.S.I.K, bahwa kegiatan ini dalam rangka untuk mengecek perlengkapan
Mapolsek Ngimbang antara lain ruang penjagaan, ruang pelayanan, kendaraan dinas dan cek senpi

Sasaran untu kesiap – siagaan tugas penjagaan, bersih – bersih mako, kendaran dan cek senpi ungkapnya.

Kami berharap dengan kesiap siagaan tugas penjagaan Polsek Ngimbang dapat dapat memperlancar pelayanan kepada Masyaralat dan wilayah Ngimbang tetap Aman dan Kondusif ( roy)

Polda Banten Distribusikan Air Bersih ke Enam Kecamatan, Wagub Dimyati: Bentuk Kehadiran Negara

0

Wartain Banten | POLRI | 8 Agustus 2026  — Kepolisian Daerah (Polda) Banten menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di enam kecamatan di Kabupaten Serang. Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan sejumlah kendaraan operasional, mulai dari mobil tangki hingga kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC).

Pendistribusian bantuan air bersih diberangkatkan dari Lapangan Mapolres Serang, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah yang menilai langkah Polda Banten sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan air bersih akibat musim kemarau.

“Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Banten beserta seluruh jajaran. Apa yang dilakukan hari ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang luar biasa kepada masyarakat,” kata Dimyati.

Menurut Dimyati, langkah Polda Banten memanfaatkan fasilitas operasional kepolisian untuk membantu masyarakat merupakan inovasi dalam pelayanan publik. Salah satunya penggunaan kendaraan AWC yang selama ini lebih dikenal digunakan dalam pengamanan unjuk rasa.

“Biasanya water cannon digunakan untuk penanganan demonstrasi, tetapi hari ini dimanfaatkan untuk mengirim air bersih kepada masyarakat bahkan menyiram tanaman. Ini menunjukkan bahwa seluruh fasilitas negara dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,” ujarnya

Dimyati mengatakan, persoalan kekeringan tidak hanya terjadi di Kabupaten Serang, tetapi telah melanda sejumlah wilayah di Provinsi Banten. Beberapa daerah yang turut menghadapi dampak kekeringan antara lain Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Cilegon hingga Kabupaten Tangerang.

Karena itu, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kabupaten dan kota, serta berbagai instansi terkait untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten maupun kepolisian.

“Saya berharap apa yang dilakukan Polda Banten ini dapat diikuti oleh seluruh institusi pemerintah. Ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki mengatakan, pendistribusian air bersih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di enam kecamatan yang terdampak kekeringan di Kabupaten Serang.

Menurut Hengki, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan pelayanan dan membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan yang muncul akibat kondisi musim kemarau.

“Kegiatan ini adalah wujud kehadiran negara untuk merespons kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau,” ujar Hengki.

Selain menyalurkan bantuan air bersih, Polda Banten juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama mencegah potensi kebakaran yang dapat semakin meningkat selama musim kemarau.

Hengki mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membakar sampah secara sembarangan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran maupun kondisi darurat melalui Call Center Polri 110.

Di sisi lain, Polda Banten mengajak dunia usaha turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak kekeringan. Perusahaan dapat berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya dalam penyediaan dan penyaluran air bersih.

Kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dunia usaha dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat penanganan dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau.(WartainBanten)

Roxendra Band Bikin Panggung Rembang Expo 2026 Bergemuruh, Gitaris Muda Badra Jadi Perhatian

0

REMBANG/ WARTA.IN/ Roxendra Band tampil energik di Rembang Expo 2026 di Balai Kartini Rembang, Jumat (7/8/2026) malam, dan berhasil memukau penonton.

Band pelajar binaan SAPS Music Studio ini membawakan sejumlah lagu dengan penuh semangat. Sorotan utama tertuju pada gitaris muda Badrav Zaidan Santoso (16) atau Badra.

Penampilan mereka menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-285 dengan tema “Sinergi Inovasi Potensi Lokal untuk Rembang Maju”.

Roxendra Band mulai tampil sekitar pukul 20.00 WIB dan disambut hangat oleh para pengunjung.

Sudah Dua Tahun Tampil di Rembang Expo Badra mengaku telah dua tahun bersama Roxendra Band tampil di ajang tersebut.

“Kesannya sangat mantap. Semoga Rembang Expo terus memberi ruang bagi generasi muda,” ujarnya.

Siswa SMA Negeri 1 Rembang itu menilai pengalaman ini penting untuk menambah jam terbang sekaligus membangun kepercayaan diri.

SAPS Music Studio Dukung Bakat Pelajar

Pendiri SAPS Music Studio, Yasrul Ananda, menyampaikan bahwa Rembang Expo menjadi wadah bagi pelajar untuk berkarya.

SAPS membina siswa berusia 4–20 tahun di berbagai bidang musik seperti vokal, gitar, piano, dan drum. Roxendra Band sendiri beranggotakan pelajar tingkat SMP dan SMA.

“Kami berharap semakin banyak event yang memberi ruang bagi anak muda,” kata Yasrul.

Dukungan Keluarga

Ibu Badra, Vera, mengaku bangga melihat anaknya tampil di panggung utama.

“Semoga bakatnya terus berkembang,” ujarnya.

Talenta Muda Rembang

Penampilan Roxendra Band menunjukkan besarnya potensi generasi muda Rembang di bidang musik. Rembang Expo menjadi ruang penting dalam mengasah bakat sekaligus membangun kepercayaan diri mereka.

( Wik )