Beranda blog

Film Horor Misteri Hasut Bersama Empat Aktor dengan Rekam Jejak Film Mentereng

0

Jakarta, warta.in  –  Empat aktor dengan rekam jejak film mentereng berkumpul di film horor-misteri berjudul Hasut yang tayang mulai 8 Oktober di seluruh bioskop Indonesia. Sebuah film debut karya penulis dan sutradara Ilya Sigma, yang diproduksi oleh Tuta Films. Keempat aktor itu adalah Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova. Film-film mereka, juga pernah sama-sama ditayangkan di festival film internasional, mulai dari Sundance, Locarno, Venice, hingga Berlinale.

Mereka berempat akan mengajak penonton menjelajah hutan. Namun, alih-alih tenang dengan suasana hutan, keempatnya justru saling menaruh rasa curiga, akibat suara-suara misterius muncul dari HT.

Inilah peran para keempat aktor yang memiliki rekam jejak mentereng di film Hasut.

1.  Karina Salim Jadi Kakak yang Punya ‘Sekte’

Sebelum memerankan karakter Vira di film Hasut, Karina Salim telah membintangi puluhan judul film dan serial. Salah satu peran Karina yang mencuri perhatian adalah saat ia membintangi What They Don’t Talk About When They Talk About Love (2013), yang filmnya melakukan world premiere di Sundance. Setelahnya, Karina telah menjajal berbagai peran dengan berbagai genre mulai dari drama hingga horor.

Di film Hasut, Karina memerankan Vira, seorang kakak yang menjadi seorang healer dalam sebuah proses meditasi. Namun, oleh adiknya, Rere, ia disebut memiliki sekte, dengan perangkat-perangkat penyembuhnya itu.

Di film ini, kita akan diperlihatkan kepiawaian akting Karina, yang akan mengecoh kita, sebagai kakak yang juga tampak ingin mengontrol keadaan, termasuk dugaan ialah sebenarnya yang melakukan hasutan.

2.  Rachel Amanda Si Adik yang Rebel Tapi Rapuh

Rachel Amanda sudah menjadi aktris sejak ia masih belia. Banyak penonton mengenalnya lewat karakter-karakternya di sinetron layar kaca.

Saat tumbuh dewasa, Rachel terus mengeksplorasi keaktorannya, dengan membintangi berbagai judul film dengan berbagai genre. Peran paling mencuri perhatian Rachel di antaranya saat ia membintangi film I Love You, Om… (2006) yang beradu peran dengan Restu Sinaga.

Sejak itu, Rachel telah membintangi puluhan film, termasuk film-film blockbuster seperti Dua Hati Biru (2019), Nanti Kita Cerita Hari Ini (2020), hingga Mencuri Raden Saleh (2022).

Jika biasanya Rachel memerankan karakter-karakter heartwarming dan manis, di film Hasut, ia menjajal peran baru yang akan menampilkan dirinya sangat berbeda dari karakter-karakter sebelumnya. Ia memerankan Rere, seorang adik yang menunjukkan sisi rebel-nya, namun di dalamnya ia sebenarnya rapuh.

Rere adalah adik Vira. Berbeda dengan Vira yang pembawaannya tenang, Rere sangat berapi-api dan mudah tersulut emosi. Ia berani mengkonfontrasi lawan bicara, meski dirinya sangat menyimpan rapat luka masa lalunya.

3.  Marthino Lio Si Penengah yang Bijak

Memulai karier filmnya sejak 2017, Marthino Lio kini telah memenangkan 2 Piala Citra FFI untuk Pemeran Utama Pria Terbaik lewat film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021) dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik lewat film The Big 4 (2022).

Ia juga telah membintangi puluhan film selama hampir sedekade berkarier sebagai aktor. Mulai dari genre drama, horor, aksi, hingga period movie. Ia juga turut membintangi film-film yang meraih blockbuster seperti Sewu Dino (2023), Buya Hamka (2023), dan Layangan Putus The Movie (2023).

Di film Hasut, Marthino memerankan karakter Dharma, kekasih Rere, yang mencoba menjadi penengah bijak di saat empat orang yang masuk ke hutan tersebut parno dengan suara-suara misterius HT. Namun, di tengah sikap bijaknya, ia justru akan ikut mendapat ‘siksaan’, dan bertemu dengan luka masa lalunya.

4.  Kevin Ardilova Si Ikut Kata Pacar

Kevin Ardilova memulai debut filmnya lewat Dear Nathan (2017). Sejak itu, Kevin dipercaya untuk membintangi berbagai puluhan judul film dengan range karakter yang luas.

Kevin sangat mencuri perhatian saat ia memerankan karakter Rakib di film Autobiography (2022), yang turut mengantarnya meraih nominasi Piala Citra FFI untuk Pemeran Utama Pria Terbaik. Kevin juga turut membintangi film-film yang meraih blockbuster, seperti Gundala (2019), Habibie & Ainun 3 (2019), dan Laura (2024).

Di film Hasut, Kevin memerankan karakter bernama Deri, kekasih dari Vira, yang juga menjadi sahabat dari Rere dan Dharma. Deri adalah sosok yang setia dan mau mendengarkan apa yang dikehendaki pasangannya.

Sehingga, saat terjadi chaos, Deri selalu nurut apa kata Vira, termasuk untuk melakukan ‘penyiksaan’ saat menginterogasi Rere. Namun, seperti ketiga karakter lainnya, Deri sebenarnya juga punya trauma masa lalu, yang bayang-bayangnya masih samar terbawa saat ia masuk ke hutan, dan membuatnya semakin paranoia.

Tonton film Hasut di bioskop mulai 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru melalui akun Instagram @filmhasut & @tutafilms.

( Red*/TI )

 

 

 

 

Pria Asal Bandar Lampung Tewas di Bacok, Saat Menagih Hutang di Way Tenong

0

LampungBarat, Polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial HT (63), warga Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat. HT ditangkap usai nekat membacok seorang penagih utang hingga tewas pada Selasa malam (6/10/2026).

Korban diketahui bernama Surya Zainal (54), seorang wiraswasta asal Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung. Korban meregang nyawa di lokasi kejadian setelah menderita luka bacok serius di bagian leher.

Kapolres Lampung Barat melalui Kasat Reskrim IPTU Rudy Prawira, S.H., M.H., membenarkan insiden berdarah tersebut.

Peristiwa bermula saat korban mendatangi rumah pelaku sekitar pukul 17.00 WIB untuk menagih angsuran utang milik istri pelaku.

”Pelaku sempat memberitahu bahwa istrinya belum pulang, Pelaku juga sempat menawarkan uang sebesar Rp.500.000 kepada korban dan meminta masalah utang ini dibicarakan baik-baik atau dilaporkan ke polisi.

Namun, korban tetap menolak dan bersikeras agar angsuran tersebut segera dilunasi malam itu juga,” terang IPTU Rudy.

Adu mulut antara keduanya berlanjut hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Diduga tersulut emosi, pelaku masuk ke dalam rumah untuk mengambil sebilah golok. Pelaku kemudian kembali keluar dan langsung membacok leher korban sebanyak dua kali hingga korban terkapar tak bernyawa.

Usai melancarkan aksinya, pelaku sempat berupaya mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di belakang rumah. Namun, tali yang digunakannya terputus. Pelaku lantas mendatangi rumah kerabatnya dan meminta diantarkan ke Pospol Way Tenong untuk menyerahkan diri.

”Mendapat informasi adanya pelaku yang menyerahkan diri ke Pospol sekitar pukul 20.30 WIB, Tim URC Sat Reskrim Polres Lampung Barat bersama Polsek Sumber Jaya langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk mengamankan pelaku serta olah TKP,” tambah Kasat Reskrim.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah golok sepanjang 42 cm beserta sarungnya yang masih ternoda bercak darah, serta pakaian milik korban.

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Lampung Barat guna menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal terkait tindak pidana pembunuhan

Kodim 0212/TS Bangun Jembatan Beton di Simadihon, Progres Capai 20,6 Persen

0

Warta.in Paluta – Pembangunan jembatan beton di Desa Simadihon, Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), terus berlanjut. Hingga Sabtu (3/10/2026), progres pembangunan jembatan berukuran 7 x 4 meter tersebut telah mencapai 20,6 persen.

Dalam kegiatan pembangunan, personel di lapangan melaksanakan sejumlah pekerjaan, di antaranya penimbunan plat injak dan pengecoran pinggang jembatan. Pekerjaan dilakukan secara bertahap sesuai tahapan pembangunan dan kondisi di lokasi.

Kegiatan tersebut melibatkan personel TNI AD dari Kodim 0212/TS, Denzibang, serta YonTP901, bersama Tim VRI dan masyarakat. Pelibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran proses pembangunan jembatan di Desa Simadihon.

Pembangunan ini merupakan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui TNI AD, sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses dan mobilitas warga.

Dengan ukuran 7 x 4 meter, jembatan ini diharapkan dapat menjadi akses penghubung yang lebih baik bagi masyarakat Desa Simadihon. Keberadaannya juga diharapkan membantu memperlancar aktivitas warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy S.I.P., M.Han., mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kehadiran TNI AD dalam membantu masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan di wilayah.

Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas dan aktivitas sehari-hari. Sinergi personel TNI AD, unsur terkait dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan di lapangan. (RN)

Sumber : Pendam I/BB

Unpam Bekali 202 Siswa SMKN 30 Jakarta Jadi Smart Young Entrepreneur di Era Digital

0

Jakarta – Universitas Pamulang (Unpam) melalui Program Studi Manajemen, Program Sarjana, sukses menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Smart Young Entrepreneur: Bekal Bisnis di Era Digital” di SMKN 30 Jakarta. Kegiatan ini diikuti sebanyak 202 siswa dari kompetensi keahlian Kuliner, Perhotelan, dan Desain Produk Busana.

Acara yang dipandu oleh MC Dina Andriyani dan Dilla Cintya ini dibuka dengan sambutan dari Wakil Bidang Akademik Ibu Dewi Oktavia, S.Pd., yang mewakili Kepala Sekolah Ibu Sri Endang Rahayu, M.Pd., yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dan berharap kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi siswa. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Wakil Bidang Kehumasan Ibu Ai Munawaroh, M.Pd., beserta jajaran Bapak/Ibu Guru dan Ketua Kompetensi Keahlian Kuliner, Perhotelan dan Desain Produk Busana yang turut hadir.

Kegiatan PKM ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Dr. Denok Sunarsi, S.Pd., M.M., CHt. dan Dr. Agrasadya, S.E., M.M., dengan Ketua Pelaksana Wahyu Eka Putra. Memasuki acara inti, materi kewirausahaan digital disampaikan secara interaktif oleh pemateri Fhiscabilla Fajar Guntari dan Wahyu Eka Putra. Para siswa dibekali strategi memulai usaha sejak dini, cara memanfaatkan media sosial sebagai media promosi, hingga kiat menjadi pengusaha muda yang kreatif dan inovatif.

Kelancaran acara ini didukung penuh oleh tim panitia di balik layar, yaitu seksi dokumentasi Eneng Latifah Nurlaela dan Hafidz Agam, seksi perlengkapan Muhammad Rasya, Syahrush Shabri A, dan Jovan Aditya Putra Buulolo, serta seksi konsumsi Jahirin, Dira Agustin, dan Nadzira Maulida.

Melalui kegiatan ini diharapkan siswa-siswi SMKN 30 Jakarta termotivasi untuk berani memulai usaha dan mampu bersaing sebagai wirausaha muda yang cerdas di era digital.

Yayasan Tarombo Dalihan Natolu Ucapkan Selamat Bertugas Kapolri Suyudi, Dukung “Polisi Bersama Masyarakat”

0

Lumban Suhi Suhi Toruan, warta.in –  Yayasan Tarombo Dalihan Natolu menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang resmi mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Pelantikan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada 1 Oktober 2026. Dalam arah kepemimpinannya, Suyudi menempatkan peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta kedekatan dengan masyarakat sebagai perhatian utama.

Pembina Yayasan Tarombo Dalihan Natolu Dr drh R Wendeilyna Simarmata MSi (CMed CPP CIJ CPW) menyambut baik semangat tersebut, khususnya tagline “Polisi Bersama Masyarakat” yang kini menjadi arah komunikasi dan pengabdian baru Polri.

Bagi Yayasan Tarombo Dalihan Natolu, kalimat “Polisi Bersama Masyarakat” bukan sekadar slogan. Tagline tersebut akan memiliki makna yang kuat apabila benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat melalui pelayanan yang mudah diakses, penegakan hukum yang adil, perlindungan terhadap warga, serta kesediaan polisi mendengar aspirasi dan kritik masyarakat.

“Selamat bertugas kepada Bapak Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Kami menyambut baik semangat Polisi Bersama Masyarakat. Kami berharap semangat tersebut benar-benar dirasakan masyarakat sampai ke daerah, desa dan kampung,” demikian harapan Yayasan Tarombo Dalihan Natolu.

Polisi dan Masyarakat Harus Berjalan Bersama

Dalam perspektif masyarakat adat, kehidupan bersama dibangun melalui hubungan yang saling menghormati, mendengar dan menjaga kepentingan bersama.Karena itu, tagline “Polisi Bersama Masyarakat” dapat menjadi jembatan untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara institusi kepolisian dengan warga.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan kehadiran polisi ketika terjadi persoalan hukum. Masyarakat juga membutuhkan polisi yang hadir untuk mencegah konflik, memberikan rasa aman, menerima pengaduan, memberikan informasi hukum, serta memastikan setiap warga memperoleh perlakuan yang adil di hadapan hukum.

Polri sendiri menyatakan bahwa tagline tersebut diarahkan agar polisi hadir di tengah masyarakat, mendengar, melayani, melindungi, memberikan kepastian hukum, serta bersama masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban.

Masyarakat Bukan Hanya Objek, tetapi Mitra

Yayasan Tarombo Dalihan Natolu berpandangan bahwa masyarakat harus ditempatkan sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Artinya, komunikasi dua arah menjadi penting.

Polisi mendengar masyarakat dan masyarakat juga memahami tugas kepolisian. Ketika terjadi persoalan, penyelesaian tidak selalu harus dimulai dengan pendekatan konflik, tetapi dapat diawali dengan komunikasi, pencegahan dan pencarian solusi sesuai hukum yang berlaku.

Semangat seperti ini menjadi semakin penting di tengah masyarakat yang semakin terbuka menyampaikan aspirasi melalui berbagai saluran.

Kritik masyarakat terhadap pelayanan kepolisian semestinya juga dapat dipandang sebagai bagian dari kontrol sosial dan masukan untuk melakukan perbaikan.

Dari Pusat hingga Daerah

Yayasan Tarombo Dalihan Natolu berharap semangat kepemimpinan baru Kapolri tidak berhenti pada tingkat Mabes Polri.Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” diharapkan benar-benar diterjemahkan oleh seluruh jajaran hingga tingkat Polda, Polres, Polsek bahkan personel yang berhadapan langsung dengan masyarakat di desa-desa.

Sebab, bagi masyarakat, wajah Polri bukan hanya Kapolri di Jakarta.

Wajah Polri adalah petugas yang menerima laporan masyarakat, polisi yang hadir ketika warga membutuhkan perlindungan, penyidik yang menangani perkara, personel yang menjaga keamanan di kampung, serta setiap anggota yang berinteraksi langsung dengan rakyat.

Karena itu, keberhasilan semangat baru tersebut pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh bagaimana masyarakat merasakan pelayanan Polri dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat Bertugas, Semoga Amanah

Yayasan Tarombo Dalihan Natolu menyampaikan selamat bertugas kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Semoga kepemimpinan baru Polri mampu memperkuat pelayanan publik, menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan, membangun komunikasi yang sehat dengan masyarakat, serta memperkuat kepercayaan publik melalui kerja nyata.

“Polisi Bersama Masyarakat” diharapkan bukan hanya menjadi tagline, tetapi menjadi budaya kerja yang benar-benar dirasakan rakyat.

Bagi Yayasan Tarombo Dalihan Natolu, masyarakat yang aman bukan hanya masyarakat yang dijaga, tetapi juga masyarakat yang didengar, dihormati, dilindungi dan mendapatkan kepastian hukum.

Dari Samosir, Yayasan Tarombo Dalihan Natolu menyampaikan:

Selamat bertugas Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Mari bersama-sama menjaga keamanan, keadilan dan ketertiban demi kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia.

,Perempuan Bergelar Doktor, 6 Tahun Kuliah S3, Beasiswa Bappenas, Wendeilyna Pulang Ke Samosir Tanah Leluhur

0
Lumban Suhi Suhi Toruan, warta.in — Di balik tiga huruf “Dr.” yang melekat di depan nama seseorang, ada perjalanan panjang yang tidak selalu terlihat.
Wendeilyna mulai memasuki pendidikan S3 pada tahun 2004. Enam tahun kemudian, pada 2010, ia menyelesaikan perjalanan akademiknya dan mengikuti wisuda sebagai Doktor Ilmu Pemerintahan.
Bagi seorang perempuan yang memiliki akar keluarga di Samosir, perjalanan tersebut bukan sekadar pencapaian akademik.
 Ada waktu yang harus dikorbankan, penelitian yang harus diselesaikan, tekanan akademik yang harus dilewati, serta ketekunan untuk terus bertahan sampai akhirnya sebuah gelar doktor diraih.
Perjalanan itulah yang dijalani Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata, MSi (CMed CPP CIJ CPW), perempuan kelahiran Medan yang kini menetap di kampung leluhurnya di Samosir, menempuh jenjang doktoral di FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.
Yang menarik, pendidikan S3 tersebut ditempuhnya melalui beasiswa Program Doktor Bappenas.
Ada cerita tentang keberanian untuk bermimpi tinggi.

Dari Dokter Hewan, Magister, hingga Doktor Ilmu Pemerintahan

Perjalanan akademik Wendeilyna cukup unik.
Ia terlebih dahulu menempuh pendidikan Dokter Hewan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana (Magister Sains) di FISIP Universitas Indonesia (UI).

Catatan katalog perpustakaan UI mencatat karya ilmiahnya pada 2002 dengan judul Hubungan Motivasi dan Training terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan, dengan objek penelitian Rumah Sakit Hewan Mount Pleasant Singapura.

Namun perjalanan akademiknya tidak berhenti pada gelar magister.
Tahun 2004 menjadi titik penting ketika Wendeilyna melanjutkan pendidikan S3 Ilmu Pemerintahan di FISIP Universitas Padjadjaran melalui beasiswa Bappenas.
Enam tahun kemudian, perjuangan itu sampai pada garis akhir. Tahun 2010, Wendeilyna resmi menyandang gelar doktor. Perjalanan enam tahun tersebut menjadi bagian penting dari kisah akademiknya. Bukan Sekadar Gelar “Dr.” 
Bagi masyarakat, terutama generasi muda di daerah, gelar doktor terkadang hanya terlihat sebagai tiga huruf di depan nama.
Namun di baliknya terdapat proses panjang. Ada penelitian. Ada membaca dan menulis. Ada ujian. Ada perdebatan akademik.
Ada proses mempertanggungjawabkan gagasan secara ilmiah. Dan semuanya harus dilalui sampai akhirnya seseorang dinyatakan layak menyandang gelar doktor.
Karena itu, perjalanan Wendeilyna  menarik untuk dilihat bukan hanya sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai cerita tentang perempuan daerah yang berani menembus pendidikan hingga jenjang S3.
Terlebih lagi, pendidikan doktoral yang ditempuhnya berada di bidang Ilmu Pemerintahan, sebuah bidang yang kemudian memiliki keterkaitan dengan berbagai aktivitas profesional dan pengabdiannya.

Perempuan  keturunan warga Samosir dan Pesan tentang Pendidikan

 Di tengah masyarakat Samosir yang sangat kuat dengan nilai keluarga, adat dan hubungan kekerabatan, kisah perempuan yang menempuh pendidikan sampai doktoral memiliki makna tersendiri.
 Wendeilyna tidak lahir dari ruang akademik yang terpisah dari kehidupan masyarakat. Ia memiliki akar keluarga di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan Dusun 3 Alngit, Pangururan, Samosir.  Karena itu, kisah pendidikannya dapat dibaca sebagai sebuah perjalanan: berangkat untuk mencari ilmu, kemudian kembali membawa pengalaman dan pengetahuan ke tanah leluhur.  Inilah yang membuat gelar doktor tersebut menjadi lebih dari sekadar pencapaian pribadi.
 Ia menjadi simbol bahwa perempuan dari daerah juga memiliki kesempatan untuk mencapai pendidikan setinggi-tingginya.
 Bukan untuk meninggalkan kampung halaman.  Justru sebaliknya, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk kembali dan mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat.

Rotua Wendeilyna Simarmata: dari dokter hewan, ASN, mediator non hakim bersertifikat terdaftar di Pengafilan Negeri Balige, paralegal, jurnalis, Pembina Yayasan Tarombo Dalihan Natolu  hingga pengabdian di tanah leluhur

Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi (CMed, CPP CIJ CPW), yang dalam berbagai publikasi menggunakan nama Rotua Wendeilyna Simarmata dan akrab disebut Wendy, merupakan figur dengan latar belakang yang cukup lintas bidang: kedokteran hewan, pendidikan sosial-pemerintahan, mediasi, pendampingan hukum, jurnalistik, penulisan, budaya Batak, dan pemberdayaan masyarakat.
Yang menarik dari perjalanan tersebut bukan sekadar banyaknya gelar atau sertifikasi, tetapi bagaimana bidang-bidang yang berbeda itu kemudian bertemu ketika ia memilih kembali ke Samosir.
  1. Berawal dari pendidikan kedokteran hewan

Jejak akademiknya menunjukkan bahwa Rotua Wendeilyna Simarmata memiliki pendidikan dasar profesi di bidang kedokteran hewan.
Ia menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk bidang kedokteran hewan. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Magister Sains jurusan Sumber Daya Manusia di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.
Dengan demikian, perjalanan akademiknya tidak berhenti pada ilmu veteriner. Ia kemudian masuk ke wilayah manajemen sumber daya manusia dan ilmu sosial. Publikasi biografinya juga menyebut pendidikan doktoralnya di FISIP Universitas Padjadjaran, dalam bidang Ilmu Pemerintahan.
Jadi, kalau disederhanakan, perjalanan pendidikannya bergerak dari:
kedokteran hewan → ilmu sosial/manajemen → pemerintahan.
Itu menjadi salah satu fondasi mengapa kemudian aktivitasnya tidak hanya berkaitan dengan profesi dokter hewan.

 Kembali ke Samosir dan “pulang ke tanah leluhur”

Salah satu tema paling kuat dalam profil Rotua Wendeilyna Simarmata adalah kepulangan ke Samosir.
Ia lahir di Medan, tetapi memiliki akar keluarga ayahnya di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, ibunya dari Kelurahan Pasar Pangururan Kecamatan Pangururan, kakeknya dari pihak ibu dari Desa Janji Martahan Kecamatan Harian. Publikasi mengenai dirinya menggambarkan kepulangan tersebut bukan sekadar perpindahan tempat tinggal, melainkan upaya membawa pengalaman pendidikan dan profesional kembali ke lingkungan leluhur.
Dari sinilah muncul gagasan yang sering dikaitkan dengannya: “Pulang ke tanah leluhur dan membawa ilmu untuk mengabdi.”
Konsep tersebut kemudian terlihat dalam aktivitasnya di bidang hukum, media, budaya, dan masyarakat.
  1. Mediator non-hakim bersertifikat

Salah satu fakta yang paling kuat karena dapat diverifikasi melalui sumber resmi pengadilan adalah statusnya sebagai mediator non-hakim.
Situs resmi Pengadilan Negeri Balige mencantumkan: Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata, MSi dalam daftar mediator non-hakim berdasarkan SK Ketua PN Balige Nomor 107/KPN.W2-U18/SK/III/2025 tanggal 17 Maret 2025. PN Balige sendiri menjelaskan bahwa dalam proses mediasi perkara perdata, para pihak dapat memilih mediator hakim atau mediator non-hakim yang telah memiliki sertifikat. Proses mediasi tersebut mengacu pada PERMA Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadila. Artinya, peran mediator bukan sekadar titel. Ia berada dalam mekanisme resmi penyelesaian perkara perdata di pengadilan.
Dalam berbagai publikasi tahun 2026, namanya juga disebut sebagai mediator non-hakim pada  Pengadilan Negeri Medan, Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Pengadilan Negeri Stabat, Pengadilan Negeri  Binjai, Pengadilan Negeri Sei Rampah, Pengadilan Negeri Tebing Tinggi, Pengadilan Negeri Simalungun, Pengadilan Negeri Pematang Siantar
  1. Dari mediator ke paralegal

Bidang berikutnya adalah paralegal profesional.
Dalam publikasinya, Wendy menjelaskan posisi paralegal sebagai pendamping masyarakat yang bukan advokat. Fokus yang ditekankan adalah pendampingan non-litigasi, edukasi hukum, membantu masyarakat memahami prosedur, serta menjembatani masyarakat dengan bantuan hukum atau advokat.
Ini menjadi penting dalam konteks masyarakat Samosir. Sebab persoalan masyarakat di daerah tidak selalu dimulai dari ruang sidang. Kadang masalahnya dimulai dari: surat tanah; warisan; batas tanah; hubungan keluarga; administrasi desa; sengketa antarwarga; ketidaktahuan mengenai prosedur hukum; atau masyarakat yang bahkan tidak tahu harus bertanya kepada siapa.
Di titik inilah ia melihat paralegal sebagai jembatan antara masyarakat dan sistem hukum.
  1. Fokus pada akses keadilan masyarakat Samosir

Salah satu isu yang paling sering ia soroti adalah jarak masyarakat Samosir dengan Pengadilan Negeri Balige.
Kabupaten Samosir belum memiliki pengadilan negeri sendiri sehingga perkara yang menjadi kewenangan PN Balige harus diproses melalui pengadilan tersebut.
Wendeilyna kemudian mendorong agar mekanisme sidang di luar gedung pengadilan dapat dipertimbangkan untuk perkara tertentu apabila memenuhi ketentuan yang berlaku.

Ia mengaitkannya dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor 3 Tahun 2020 mengenai pelaksanaan sidang di luar gedung pengadilan.

Bagi dia, persoalannya bukan semata-mata soal “jauh”. Jarak berarti: ongkos perjalanan + waktu + kehilangan penghasilan + biaya pendampingan + biaya akomodasi. Karena itu, akses terhadap pengadilan juga merupakan persoalan akses terhadap keadilan.
  1. Yayasan Tarombo Dalihan Natolu

Perhatian terhadap hukum kemudian bertemu dengan perhatian terhadap tarombo dan budaya Batak. Rotua Wendeilyna Simarmata tercatat sebagai Pembina Yayasan Tarombo Dalihan Natolu.  Yayasan tersebut membawa gagasan mengenai pemeliharaan silsilah, sejarah, budaya dan nilai kekerabatan Batak. Ini menarik karena kata “tarombo” dalam konteks tersebut tidak diposisikan sekadar sebagai daftar silsilah. Tarombo berkaitan dengan:
siapa kita → dari mana kita berasal → bagaimana hubungan kekerabatan kita → bagaimana sejarah keluarga ditelusuri.
Bagi masyarakat Batak, persoalan tersebut kadang bersinggungan langsung dengan masalah tanah, warisan, kedudukan keluarga, dan hubungan antar-generasi. Karena itu, pendekatan yang dikembangkan Wendeilyna cenderung mempertemukan:
tarombo + sejarah + dokumen + fakta + hukum.
Ia pernah menekankan bahwa dalam persoalan sejarah keluarga, silsilah tidak cukup hanya diceritakan; dokumen harus diperiksa, sejarah dibandingkan dengan sumber lain, dan aspek hukum diuji berdasarkan aturan yang berlaku.
  1. Gagasan mendirikan LBH di Samosir

Dari Yayasan Tarombo Dalihan Natolu kemudian muncul gagasan membangun Lembaga Bantuan Hukum Tarombo Dalihan Natolu. Gagasannya sederhana: orang miskin tidak boleh kehilangan akses terhadap keadilan hanya karena tidak mampu membayar jasa hukum. Publikasi yayasan menyebut rencana memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma bagi masyarakat yang kurang mampu, sekaligus memberikan pendampingan yang memahami konteks sosial dan budaya masyarakat Batak.
  1. Masuk ke dunia jurnalistik

Bidang berikutnya adalah jurnalistik.
Pada Mei 2026, ia ditunjuk sebagai Pemimpin Redaksi Tarombo TV Media. Penunjukan tersebut diberitakan setelah peluncuran media tersebut di Pangururan. Ia kemudian aktif menulis mengenai: hukum; pertanahan; warisan; adat Batak; tarombo; pelayanan publik; hak masyarakat; sejarah keluarga; sosial; dan kehidupan masyarakat Samosir.
Ia juga tercatat sebagai penulis pada Indonesia Jurnalis Independen (iji.red), yang memuat puluhan tulisan dengan namanya.
Dalam salah satu tulisan yang diterbitkan September 2026, ia menegaskan pendekatan yang ingin digunakan ketika berhadapan dengan perkara:

hukum dilawan dengan hukum, fakta diuji dengan fakta, dan bukti diuji dengan bukti.

Bukan dengan menyerang kehidupan pribadi pihak yang berperkara.

Itu sebenarnya cukup menggambarkan persilangan tiga perannya sekaligus: mediator → paralegal → jurnalis.
  1. Perhatian pada hak masyarakat memperoleh informasi

Pada momentum International Right to Know Day 2026, Wendeilyna juga mengajak masyarakat Samosir memahami hak masyarakat atas informasi publik. Materinya dikaitkan dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Ini konsisten dengan aktivitasnya di media. Karena bagi masyarakat, hukum bukan hanya soal perkara di pengadilan. Informasi publik juga merupakan bagian dari kekuatan warga negara. Masyarakat yang tidak tahu informasi mengenai kebijakan pemerintah, anggaran, pelayanan publik, atau prosedur administratif akan lebih sulit menggunakan haknya.
  1. Perhatian pada hukum adat dan tanah warisan

Bidang lain yang sangat kuat dalam aktivitasnya adalah hubungan antara adat Batak, tarombo dan hukum positif. Ia banyak mengangkat persoalan: tanah leluhur; tanah warisan; silsilah; kedudukan anak; sejarah keluarga; hak perempuan dan laki-laki dalam warisan; rumah adat; makam/tambak; serta hubungan antara hukum adat dengan hukum negara. Pendekatannya bukan sekadar mengatakan: “Menurut adat begini.”
Tetapi mencoba mempertanyakan: Apa tarombonya? Apa sejarahnya? Apa dokumennya? Apa faktanya? Apa aturan hukumnya?
Pendekatan tersebut sangat relevan untuk kasus-kasus tanah dan warisan yang sering kali sudah berlangsung lintas generasi.
  1. Budaya Batak bukan hanya objek tulisan

Kiprahnya dalam budaya juga tidak berhenti pada penulisan artikel. Profil yang dipublikasikan mengenai dirinya mencatat keterlibatan dalam pelestarian ulos dan usaha melalui UMKM Simarmata Wendeilyna Ulos. Dengan demikian, budaya dipandang bukan hanya sebagai sesuatu yang perlu disimpan sebagai cerita masa lalu, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekonomi kreatif dan identitas masyarakat.
  1. Hubungan dengan sejarah keluarga

Ada pula sisi yang sangat personal dalam perjalanan tersebut. Publikasi mengenai dirinya mengaitkan Wendeilyna dengan keluarga Simarmata dan akar keluarga di Lumban Suhi-Suhi Toruan. Keluarga, tarombo, sejarah dan tanah leluhur kemudian menjadi bagian yang sering muncul dalam tulisan-tulisannya.

Ayahnya OH Simarmata SH, pensiunan Ketua Pengadilan Tinggi Manado (2002), juga pernah bertugas sebagai Ketua Umum Ketiga Punguan Simarmata & Boruna se Indonesia (2002-2012), sedangkan kakeknya Mangga Albinus Simarmata gelar Voorzitter adalah Ketua Umum Pertama Punguan Simarmata & Boruna se Indonesia (1973-1986), pemakarsa pendirian Tugu Simarmata sehingga ditunjuk sebagai Ketua Pembangunan Tugu Simarmata di Desa Simarmata Kec Simanindo Kab Samosir. Ibunya Rusli Aminah boru Pasaribu, walaupun tidak memiliki saudara laki laki, namun ayahnya Somuntuk Bunga Jalan Pasaribu gelar Tuan Sariburaja yang merupakan pengusaha sukses dijamannya memberikan kewenangan penuh kepada putrinya Rusli Aminah boru Pasaribu menjalankan usahanya ketika itu yaitu kilang padi dan angkutan umum. Somuntul Bunga Jalan pasaribu gelar Tuan Sariburaja dianugerahi Pemerintah RI sebagai Perintis kemerdekaan RI.

Karena itu, kepulangannya ke Samosir memiliki dimensi yang berbeda dengan sekadar “pulang kampung”. Ia membawa pulang pendidikan, pengalaman profesional, jejaring, dan pengetahuan, lalu mencoba menggunakannya di tempat yang menurutnya memiliki hubungan kuat dengan sejarah keluarganya.
  1. Nama dan gelar profesional

Dalam publikasi tahun 2026, namanya sering ditulis: Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi (CMed CPP CIJ CPW)
Beberapa publikasi menjelaskan:
  • Dr. — gelar doktor;
  • drh. — dokter hewan;
  • M.Si. — Magister Sains;
  • CMed — Certified Mediator;
  • CPP — Certified Paralegal Professional;
  • CIJ — Certified Indonesian Journalist;
  • CPW — Certified Professional Writer.
  1. Jadi, siapa sebenarnya Rotua Wendeilyna Simarmata?

Kalau seluruh perjalanan tersebut dirangkai, sosoknya dapat dilihat melalui beberapa lapisan.

Pertama, ASN.

Ia menempuh perjalanan pendidikan dari kedokteran hewan menuju ilmu sosial dan pemerintahan, bekerja sebagai pegawai pemerintahan

Kedua, mediator.

Ia masuk ke ruang penyelesaian sengketa melalui mekanisme mediasi sebagai mediator non-hakim bersertifikat, dengan keberadaan yang dapat diverifikasi di PN Balige.

Ketiga, paralegal.

Ia menempatkan pendampingan dan edukasi hukum sebagai cara mendekatkan masyarakat dengan hukum.
Keempat, jurnalis.
Ia menggunakan media sebagai ruang untuk membicarakan hukum, sejarah, budaya dan persoalan sosial.
Kelima, pemerhati budaya dan tarombo.
Ia mencoba mempertemukan sejarah keluarga dan nilai kekerabatan Batak dengan kebutuhan masyarakat masa kini.
Keenam, penggerak akses keadilan.
Isu yang berulang dalam kiprahnya adalah bagaimana masyarakat yang jauh dari pusat layanan hukum tetap bisa mendapatkan informasi, pendampingan dan akses terhadap keadilan.
Dan benang merahnya adalah satu
dari ilmu menuju pengabdian.
Dari Medan, memperoleh pendidikan dan pengalaman di berbagai kota, kemudian kembali ke Samosir.
Dari dokter hewan, masuk ke ilmu sosial.
Dari ASN, masuk ke dunia mediasi.
Dari mediator, bersentuhan dengan persoalan akses keadilan.
Dari paralegal, berhadapan dengan persoalan masyarakat.
Dari jurnalis, mengangkat persoalan tersebut ke ruang publik.
Dan dari tanah leluhur, ia mencoba menghubungkan hukum modern dengan tarombo, sejarah dan nilai Dalihan Natolu.
Itulah yang membuat profilnya cukup unik: bukan satu profesi tunggal, melainkan pertemuan antara ilmu, hukum, media dan identitas budaya Samosir.
karya/publikasinya, sambil membedakan mana yang sudah terverifikasi dokumen resmi dan mana yang berasal dari publikasi media. (red) 

Maksimalkan Pelayanan kepada Masyarakat Polsek Ngimbang Gelar Commanderwish Pagi di Wilayah Ngimbang

0

Maksimalkan Pelayanan kepada Masyarakat Polsek Ngimbang Gelar Commanderwish Pagi di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.In – Polsek Ngimbang dalam rangka melayani masyarakat melalui kegiatan Commander Wish dipagi hari, dengan beberapa personel untuk hadir memberikan pelayanan di tengah masyarakat pada jam-jam sibuk pagi hari.

Kegiatan Commander Wish di laksanakan di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang Aiptu Muni. R, Aptu Suhadi, Bripka Sujito dan Brigadir Deni di pertigaan Pasar Ngimbang dan SMA Negeri 1 Ngimbang di Kecamatan Ngimbang pada Hari Rabu (07/10/2026) pukul 06.30 WIB

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr, K. S.I.K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, menjelaskan bahwa Commander Wish Layanan Pagi merupakan program prioritas sekaligus kebijakan utama dari Kapolres Lamongan yang bertujuan menghadirkan personel Polri secara maksimal pada pagi hari untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel ditempatkan di sejumlah titik strategis, di antaranya kawasan rawan kemacetan, penyeberangan anak sekolah, pasar atau pusat kegiatan ekonomi, serta kawasan perkantoran.jelasnya

Kehadiran personel di lokasi tersebut diharapkan mampu menciptakan kelancaran arus lalu lintas, meningkatkan keamanan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang memulai aktivitas dan di laporkan situasi Perempatan Pasar Ngimbang dan SMA Negeri 1 Ngimbang dalam keadaan lancar

Wakapolsek Ngimbang menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama seluruh personel.

Program Commander Wish Layanan Pagi menjadi langkah awal dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang responsif, cepat, dan Presisi melalui kehadiran nyata anggota Polri di tengah masyarakat sejak pagi hari.

Kami harap pelayanan terhadap masyarakat harus lebih maksimal. Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah melaksanakan kegiatan layanan pagi ini.” ujarnya.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, humanis, dan jadikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”pungkasnya ( roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light 4C Sisir Beberapa Tempat Di Daerah Rawan Kriminal Pada Malam Hari

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light 4C Sisir Beberapa Tempat Di Daerah Rawan Kriminal Pada Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Selasa (06/10 /2026) pukul 22.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R dan Briptu Andika dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, R3 Kambangan, Terminal Ngimbang, ATM BRI dan SPBU Ngimbang serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngambang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K,melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Intensifkan Patroli Harkamtipmas Polsek Ngimbang Sisir Beberapa Obyek Vital Di Wilayah Ngimbang

0

Intensifkan Patroli Harkamtipmas Polsek Ngimbang Sisir Beberapa Obyek Vital Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Guna mempersempit ruang gerak pelaku tindak kejahatan, Polsek Ngimbang Polres Lamongan mengintensifkan pengamanan wilayah melalui patroli Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) pada Selasa (06/10/2026). Pukul 09.00,wib

Langkah preventif ini menyasar sejumlah objek vital dan pusat aktivitas publik di wilayah hukum Kecamatan Ngimbang

Dalam penyisiran tersebut, personel Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R, dan Bripka Sujito menyisir, menyambangi titik-titik rawan seperti, Jalan raya poros Ngimbang – Jombang, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), R3 Lamongrejo dan Galeri ATM BNI serta Pabrik KTM Aksi ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas 3C (pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor).

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S.I.K, melalui Wakapolsek Ngimbang Iptu Istiono, S.H., menegaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan bertujuan menutup niat maupun kesempatan bagi para pelaku kejahatan.

“Patroli ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan rasa aman secara nyata kepada masyarakat. Kami juga mengimbau petugas keamanan objek vital dan warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor bila menemukan potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya Iptu Istiono, S. H.

Kehadiran Anggota personel Polsek Ngimbang mendapat apresiasi dari warga sekitar. Sugeng (42), salah seorang warga yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi patroli, mengaku lebih tenang dengan kehadiran polisi di pusat keramaian.

“Kalau sering ada patroli polisi yang lewat dan menyapa warga seperti ini, kami merasa jauh lebih tenang dan nyaman saat beraktivitas malam atau pas lagi ambil uang di ATM,” tutur Sugeng.

Seluruh rangkaian patroli Harkamtibmas berjalan lancar. Hingga kegiatan berakhir, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Ngimbang terpantau aman, tertib, dan kondusif. [roy]

Tiga Unit Ruko Di Singkawang Nyaris Di Lalap Si Jago Merah

0

SINGKAWANG – WartaIN – Tiga unit rumah toko (ruko) yang digunakan sebagai tempat pangkas rambut, bengkel, dan tempat jahit di Jalan Setia Budi, Kelurahan Condong, Kecamatan Singkawang Tengah, nyaris ludes terbakar pada Senin (6/10) sekitar pukul 21.30 WIB.

Kebakaran pertama kali diketahui saat api muncul dari bagian atas lantai dua sebuah rumah warga yang berada di pojok deretan ruko. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya.

Kobaran api sempat membuat warga di sekitar lokasi panik. Beruntung, petugas pemadam kebakaran dengan cepat mendatangi lokasi yang berada di kawasan pusat Kota Singkawang sehingga api dapat segera dikendalikan.

Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, yang berada tidak jauh dari lokasi saat kejadian, mengatakan dirinya bersama sejumlah warga sedang bersantai sebelum tiba-tiba mendengar teriakan warga yang melihat api.

“Saat itu saya bersama warga sedang santai. Tiba-tiba ada warga lewat berteriak ada api. Spontan saya bersama warga lain mengejar titik api dan berusaha menghubungi pemadam kebakaran Kota Singkawang,” ujar Muhammadin.

Menurutnya, kobaran api dengan cepat membesar dan membakar bagian ruko. Namun, kondisi tersebut dapat diantisipasi karena ketersediaan sumber air di sekitar lokasi cukup memadai untuk membantu proses pemadaman.

“Api cepat menyebar. Namun, beruntung sumber air untuk memadamkan api cukup. Semoga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” katanya.

Saksi mata lainnya, Iwan, mengatakan dirinya juga berada tidak jauh dari lokasi saat kebakaran terjadi. Ia mengaku melihat kobaran api membesar dari salah satu ruko yang berada di dekat sungai.

“Saat kejadian saya hendak beli makan. Tiba-tiba api yang berada di ruko yang berada di samping sungai membesar,” kata Iwan.

Ia menambahkan, sejumlah warga yang berada di kawasan Pasar Hongkong turut berteriak memberitahukan adanya kebakaran. Warga kemudian berupaya membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba.

“Saat itu saya juga berlari memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, untuk penyebab kebakaran, saya belum tahu,” ujarnya.

Sedikitnya puluhan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api. Setelah berjibaku, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran sehingga tidak meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, akibat kebakaran, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam penanganan pihak terkait, ( Team ).