Beranda blog

*PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BAGI PEREKONOMIAN HIJAU TERPADU*

0

“PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BAGI PEREKONOMIAN HIJAU TERPADU.

Forum Komunikasi Masyarakat Pencinta Lingkungan Hidup (FKMPLH)
Mengolah Sampah Organik Menjadi Lebih Bermanfaat dan Bernilai Ekonomis, Langkah Nyata Menjaga Lingkungan Serta Mewujudkan Ekonomi Hijau Bersama

Lingkungan hidup merupakan anugerah tak ternilai yang menjadi tumpuan kehidupan, sumber penghidupan, serta warisan berharga yang harus dijaga kelestariannya bagi generasi masa kini dan mendatang. Seiring dengan pertumbuhan penduduk serta dinamika aktivitas kehidupan sehari-hari, timbulnya sampah menjadi tantangan nyata yang dihadapi hampir di setiap wilayah. Apabila dibiarkan menumpuk dan tidak dikelola dengan cara yang tepat, sampah—terutama sampah organik—dapat menjadi sumber pencemaran tanah, air, dan udara, memicu timbulnya berbagai penyakit, serta merusak keindahan dan keseimbangan ekosistem alam. Namun, di balik persoalan yang sering dipandang sebagai beban tersebut, tersimpan potensi besar yang belum banyak dimanfaatkan secara optimal: sampah organik sesungguhnya adalah sumber daya yang dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai guna sekaligus mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menyadari kenyataan dan potensi tersebut, Forum Komunikasi Masyarakat Pencinta Lingkungan Hidup atau disingkat FKMPLH menginisiasi gerakan nyata yang memadukan upaya pelestarian lingkungan dengan peningkatan taraf kesejahteraan warga. Gerakan ini mengusung konsep Pemberdayaan Masyarakat bagi Perekonomian Hijau Terpadu, sebuah pendekatan yang bijaksana, berkelanjutan, dan selaras dengan prinsip pembangunan yang tidak merusak alam. Melalui program ini, FKMPLH mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengubah pola pikir: dari memandang sampah organik sebagai limbah yang harus dibuang, menjadi bahan baku bernilai ekonomi yang dapat diolah kembali secara mandiri.

MAKNA DASAR PEREKONOMIAN HIJAU TERPADU

Perekonomian hijau terpadu merupakan sistem kegiatan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup serta keadilan sosial, sekaligus memastikan bahwa penggunaan sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan tetap terjaga agar tidak menimbulkan risiko kerusakan ekologis di masa depan. Dalam konteks pengelolaan sampah organik, konsep ini diterapkan dengan prinsip siklus tertutup: apa yang berasal dari alam dapat diolah kembali dan dikembalikan ke alam dalam bentuk yang bermanfaat, tanpa meninggalkan jejak pencemaran.

Sampah organik meliputi sisa makanan, daun kering, ranting pohon, sekam, jerami, kotoran hewan, dan berbagai bahan alami lainnya yang mudah terurai secara alami. Di sebagian besar lingkungan masyarakat, jenis sampah ini menyumbang sekitar 60 hingga 70 persen dari total volume sampah yang dihasilkan setiap harinya. Jika dibuang begitu saja ke tempat pembuangan akhir, sampah ini akan membusuk, menghasilkan gas metana yang berpotensi memperparah perubahan iklim, serta merembeskan air lindi yang mencemari sumber air tanah. Sebaliknya, jika dikelola dengan teknik yang benar, sampah organik dapat diubah menjadi produk bernilai tinggi yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

CARA PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PRODUK BERNILAI

Melalui bimbingan dan sosialisasi yang diselenggarakan secara bertahap, FKMPLH memperkenalkan kepada masyarakat serangkaian teknik pengolahan yang sederhana, murah biayanya, aman dilakukan, dan dapat diterapkan langsung di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Berikut adalah bentuk pengolahan utama yang dikembangkan:

Pertama, Pembuatan Pupuk Organik Padat dan Cair. Ini merupakan cara yang paling umum dan mudah dipraktikkan. Sampah organik yang telah dipilah dari kotoran atau bahan lain yang tidak dapat terurai disusun secara berlapis dan diberi mikroorganisme pengurai alami. Dalam waktu tertentu, sampah tersebut akan terurai menjadi kompos yang kaya unsur hara. Kompos ini dapat digunakan langsung untuk menyuburkan lahan pertanian, kebun, dan pekarangan rumah, sehingga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya semakin mahal serta dapat merusak kesuburan tanah dalam jangka panjang. Selain itu, melalui proses penyulingan dan fermentasi yang tepat, sampah organik juga dapat diolah menjadi pupuk cair yang memiliki daya serap lebih cepat bagi tanaman dan memiliki nilai jual yang baik di pasar.

Kedua, Pengolahan Menjadi Pakan Hewan Ternak. Sebagian jenis sampah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan dedaunan tertentu dapat diolah terlebih dahulu melalui proses pengeringan dan fermentasi untuk menjadi pakan ternak yang berkualitas tinggi. Hal ini sangat membantu warga yang memiliki usaha peternakan, karena dapat memangkas biaya pembelian pakan hingga separuhnya, sekaligus menjadikan pakan yang diberikan lebih sehat dan alami bagi hewan ternak.

Ketiga, Pemanfaatan Lain yang Bernilai Tambah. Dalam skala pengelolaan yang lebih terorganisir, sampah organik juga dapat diolah untuk menghasilkan biogas yang dapat digunakan sebagai sumber energi memasak dan penerangan, sehingga mengurangi penggunaan bahan bakar minyak atau gas elpiji. Hasil sampingan dari pembuatan biogas tetap berupa pupuk organik yang siap pakai.

MANFAAT GANDA BAGI LINGKUNGAN DAN EKONOMI

Pelaksanaan program ini membawa dampak positif yang bersifat ganda dan berkelanjutan. Dari sisi lingkungan, pengurangan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir akan mengurangi beban sistem pengelolaan sampah daerah serta meminimalkan risiko pencemaran. Lingkungan tempat tinggal menjadi lebih bersih, sehat, bebas dari tumpukan sampah, serta terhindar dari bau tak sedap dan sumber perkembangbiakan hama penyakit. Proses pengembalian unsur hara ke tanah juga berperan penting dalam menjaga kesuburan tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem secara alami.

Sementara itu, dari sisi ekonomi, masyarakat mendapatkan keuntungan nyata. Hasil olahan berupa pupuk organik dapat digunakan sendiri untuk menaikkan hasil panen pertanian dan perkebunan, sehingga pendapatan petani meningkat. Kelebihan produksi pupuk dapat dikemas dan dijual ke tetangga, kelompok tani lain, atau pasar yang membutuhkan, membuka sumber pendapatan baru yang stabil. Biaya hidup menjadi lebih ringan karena kebutuhan akan pupuk, pakan ternak, dan bahkan energi dapat dipenuhi dari sumber daya yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.

Selain manfaat materi, program ini juga memperkuat ikatan sosial antarwarga. Melalui kegiatan bersama, terjalin rasa kebersamaan, gotong royong, serta semangat kolaborasi yang tinggi. Masyarakat menjadi lebih terlatih dalam mengelola sumber daya, memiliki keterampilan baru, dan tumbuh rasa percaya diri untuk mengembangkan usaha mandiri yang ramah lingkungan.

KOMITMEN DAN LANGKAH KE DEPAN

Forum Komunikasi Masyarakat Pencinta Lingkungan Hidup menegaskan bahwa program ini disusun dan dilaksanakan sepenuhnya berdasarkan prinsip kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku, serta tidak bertentangan dengan norma hukum maupun kesusilaan. Seluruh rangkaian kegiatan bersifat terbuka, edukatif, dan bertujuan untuk kemaslahatan bersama, sehingga terhindar dari segala bentuk kesalahpahaman, penyalahgunaan, maupun hal yang dapat melanggar aturan hukum, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta peraturan pidana yang berlaku.

FKMPLH akan terus melanjutkan pendampingan, memberikan pelatihan teknis secara berkala, serta memfasilitasi terbentuknya kelompok usaha bersama agar hasil olahan dapat memiliki standar mutu dan akses pasar yang lebih luas. Gerakan ini mengajak seluruh pihak, baik masyarakat umum, pemangku kebijakan, maupun unsur terkait lainnya, untuk turut serta mendukung dan mengembangkan konsep ini.

Dengan mengubah cara pandang dan tindakan secara sederhana namun konsisten, menjaga lingkungan bebas dari sampah tidak lagi menjadi beban, melainkan menjadi jalan nyata untuk mewujudkan perekonomian hijau yang sehat, adil, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh warga. Alam yang terjaga akan memberikan balasan yang melimpah, dan kesejahteraan yang dibangun dengan cara yang selaras dengan alam akan bertahan selamanya.

(HD)

Diduga Cemburu, Pria ini Aniaya Mahasiswi, Polresta Mataram Menetapkannya sebagai Tersangka

0

Diduga Cemburu, Pria ini Aniaya Mahasiswi, Polresta Mataram Menetapkannya sebagai Tersangka

Warta.in
Mataram, NTB – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram kembali menangani kasus dugaan kekerasan terhadap perempuan. Seorang mahasiswi berusia 18 tahun menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh kekasihnya sendiri di sebuah rumah kos di Lingkungan Kebun Bawak Nurul Yaqin, Kelurahan Dasan Sari, Kecamatan Ampenan, Kamis (09/07/2026).

Korban yang diketahui berinisial ISU merupakan mahasiswi yang tinggal di rumah kos tersebut. Sementara terduga pelaku berinisial RU (25), merupakan pria asal Kabupaten Lombok Tengah yang diketahui memiliki hubungan asmara dengan korban.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma YP., S.T.K., S.I.K., M.Si., melalui Kanit PPA Satreskrim Polresta Mataram, Iptu Eko Ari Prastya, SH., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi penganiayaan tersebut dipicu rasa cemburu pelaku terhadap korban.

“Terduga pelaku diliputi rasa cemburu hingga akhirnya melampiaskan emosinya dengan melakukan kekerasan terhadap korban. Korban dipukul menggunakan tangan, kemudian dicambuk menggunakan kabel setrika dan gagang sikat toilet,” ungkap Iptu Eko.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami sejumlah luka berupa memar dan goresan di beberapa bagian tubuh, di antaranya pada kedua lengan, wajah, serta punggung kanan dan kiri hingga mengeluarkan darah. Hal ini dibuktikan dengan hasil visum dari pihak medis.

Setelah menerima laporan dan melakukan serangkaian penyelidikan, penyidik Unit PPA Polresta Mataram menetapkan RU sebagai tersangka.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, yang bersangkutan telah kami tetapkan sebagai tersangka dan berhasil diamankan pada Jumat, 10 Juli 2026,” jelasnya.

Kini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Penyidik menjerat RU dengan Pasal 466 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana penganiayaan.

Polresta Mataram menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak serta menindak tegas setiap bentuk kekerasan yang terjadi di wilayah hukumnya. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menjadi korban maupun mengetahui adanya tindak kekerasan, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan mencegah dampak yang lebih besar. (sr/hpm)

Biddokkes Polda NTB Berikan Layanan Kesehatan Saat Peresmian Bendungan Meninting oleh Presiden RI

0

Biddokkes Polda NTB Berikan Layanan Kesehatan Saat Peresmian Bendungan Meninting oleh Presiden RI

Warta.in
Mataram, NTB – Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda NTB memberikan dukungan penuh terhadap kunjungan kerja Presiden RI beserta rombongan dalam rangka peresmian Bendungan Meninting di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (10/07/2026), dengan membuka layanan kesehatan gratis di lokasi kegiatan.

Pos pelayanan kesehatan yang disiagakan Biddokkes Polda NTB melayani berbagai kebutuhan medis bagi personel pengamanan, tamu undangan, maupun masyarakat yang hadir menyaksikan peresmian salah satu proyek strategis tersebut.

Sejak sebelum acara dimulai, tim medis telah bersiaga dengan perlengkapan kesehatan lengkap untuk mengantisipasi kemungkinan adanya peserta kegiatan yang mengalami gangguan kesehatan selama berlangsungnya acara.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, SIK., mengatakan kehadiran Tim Biddokkes merupakan bagian dari dukungan Polda NTB dalam menyukseskan kunjungan kerja Presiden RI sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

“Selain memberikan pelayanan kesehatan kepada personel pengamanan yang terlibat dalam kegiatan tersebut, tim juga mengantisipasi apabila ada tamu maupun para undangan yang mengalami gangguan kesehatan selama berada di lokasi,” ujarnya.

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang diberikan tidak hanya ditujukan bagi unsur pengamanan, tetapi juga terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan medis selama mengikuti kegiatan peresmian Bendungan Meninting.

Keberadaan pos kesehatan tersebut menjadi bagian penting dari kesiapan Polda NTB dalam mendukung pengamanan kegiatan kenegaraan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta yang hadir.

Melalui dukungan Biddokkes, Polda NTB kembali menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan terbaik dalam setiap agenda nasional yang berlangsung di wilayah Nusa Tenggara Barat, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan lancar.(sr/hpntb)

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Gubernur NTB Gerak Cepat Bahas Program Strategis

0

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Gubernur NTB Gerak Cepat Bahas Program Strategis

Warta.in
Lombok Barat, NTB – Seusai mendampingi Presiden Republik Indonesia meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Jumat (10/7/2026), Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, bergerak cepat menindaklanjuti komitmen Presiden untuk memberikan dukungan yang lebih besar bagi NTB dengan menggelar pembahasan bersama Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengenai sejumlah program strategis pembangunan daerah.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal mempercepat koordinasi antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Pusat setelah Presiden menyampaikan komitmennya untuk memberikan perhatian dan dukungan yang lebih besar bagi percepatan pembangunan di Nusa Tenggara Barat.

“Dalam sambutan maupun saat berbicara langsung kepada saya, Bapak Presiden menyampaikan keinginan untuk memberikan dukungan yang lebih besar bagi NTB,” ujar Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal.

Miq Iqbal menegaskan bahwa arahan Presiden tersebut menjadi momentum penting untuk mempercepat penyelesaian berbagai program prioritas yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat NTB. Karena itu, menurutnya, komitmen Presiden harus segera ditindaklanjuti melalui komunikasi yang intensif dengan kementerian terkait agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan, program, dan dukungan nyata bagi pembangunan daerah.

Dalam pembicaraan bersama Menteri Sekretaris Negara, Gubernur mengangkat sejumlah agenda strategis yang menjadi prioritas pembangunan NTB, meliputi keberlanjutan MotoGP dan pengembangan Sirkuit Mandalika, penyediaan air bersih bagi kawasan pesisir selatan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, revitalisasi bendungan, embung, dan jaringan irigasi, pengembangan energi terbarukan, hingga percepatan pembangunan infrastruktur jalan, termasuk proyek strategis jalan port to port Lembar – Kayangan.

Menurut Gubernur, seluruh agenda tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan peningkatan investasi, penguatan ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengembangan pariwisata, peningkatan konektivitas wilayah, serta pemerataan pembangunan di Nusa Tenggara Barat.

Tidak berhenti pada pembahasan dengan Menteri Sekretaris Negara, Miq Iqbal juga langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah menteri teknis yang mendampingi Presiden dalam peresmian Bendungan Meninting, di antaranya Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pembahasan teknis berbagai program prioritas sesuai kewenangan masing-masing kementerian sehingga proses tindak lanjut dapat segera berjalan.

“Komitmen Presiden merupakan peluang besar bagi NTB. Tugas kami sekarang adalah mengawal dan menindaklanjutinya melalui koordinasi yang intensif dengan kementerian terkait agar dukungan tersebut benar-benar terwujud dalam bentuk program, anggaran, dan pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Miq Iqbal.

Menurut Gubernur, sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk mempercepat realisasi berbagai program strategis yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat NTB. Karena itu, komunikasi dan koordinasi lintas kementerian akan terus dilakukan agar setiap peluang dukungan dari pemerintah pusat dapat segera ditindaklanjuti secara konkret.

Pemerintah Provinsi NTB memastikan seluruh arahan dan komitmen Presiden akan terus dikawal hingga menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui sinergi yang semakin erat antara pemerintah pusat dan daerah, berbagai agenda strategis di bidang infrastruktur, ketahanan pangan, penyediaan air bersih, energi terbarukan, konektivitas wilayah, serta penguatan sektor pariwisata diharapkan dapat dipercepat sebagai fondasi menuju Nusa Tenggara Barat yang makmur dan mendunia. (sr/dkisntb)

 

Dekranasda NTB Perkuat Pembinaan Perajin Pada HUT Dekranas ke-46

0

Dekranasda NTB Perkuat Pembinaan Perajin Pada HUT Dekranas ke-46

Warta.in
Makassar, NTB – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Sinta M. Iqbal, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sekaligus pembukaan Pameran Kriya dan Wastra Dekranasda se-Indonesia di Trans Studio Mall Makassar, Jumat (10/7/2026). Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB memperkuat pembinaan perajin dan pelaku UMKM agar semakin berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 3.000 peserta dari seluruh Indonesia itu mempertemukan pengurus Dekranas pusat, Dekranasda provinsi, kabupaten/kota, serta ribuan pelaku UMKM dan perajin. Forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus mempelajari berbagai strategi pembinaan yang dapat diterapkan di daerah.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, mengunjungi stan Dekranasda Provinsi NTB dan mengapresiasi berbagai produk kerajinan unggulan yang dipamerkan. Selvi bahkan membeli sejumlah suvenir serta kain tenun khas Kabupaten Lombok Utara sebagai bentuk dukungan terhadap karya para perajin NTB.

Dalam sambutannya, Selvi menegaskan bahwa Dekranas harus menjadi rumah besar bagi para perajin Indonesia melalui pembinaan yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Yang dibutuhkan bukan hanya banyaknya pembinaan, tetapi kualitas pembinaan yang benar-benar menjawab persoalan para perajin. Dekranas tidak boleh hanya menjadi penyelenggara kegiatan, tetapi harus menjadi pendamping, pembina, sekaligus fasilitator bagi UMKM,” tegasnya.

Menurut Selvi, pembinaan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengembangan desain produk, peningkatan kualitas kemasan, digitalisasi pemasaran, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar agar produk kerajinan Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

Bagi Dekranasda NTB, keikutsertaan pada HUT Dekranas tahun ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk daerah, tetapi juga kesempatan menyerap berbagai praktik terbaik dalam pembinaan UMKM dan perajin yang akan diterapkan di Nusa Tenggara Barat.

Ketua Dekranasda NTB, Hj. Sinta M. Iqbal, mengatakan pihaknya memperoleh banyak pengalaman dan inspirasi dari Dekranas Pusat maupun Dekranasda provinsi lain untuk memperkuat pembinaan terhadap para perajin di NTB.

“Hari ini kami bersama Dekranasda kabupaten/kota se-NTB mendapat banyak pembelajaran. Kami didorong untuk semakin masif mendampingi para perajin agar produknya mampu naik kelas, menembus pasar nasional, bahkan pasar internasional,” ujarnya.

Menurut Sinta, NTB memiliki kekayaan wastra, kriya, dan produk lokal yang sangat besar. Potensi tersebut harus terus dikembangkan melalui pembinaan yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

“NTB memiliki banyak hidden talent dan kekayaan produk lokal yang luar biasa. Berbagai pengalaman dan praktik baik yang kami peroleh di sini akan kami bawa pulang untuk diterapkan di NTB agar semakin banyak produk lokal yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.

Ia juga menyambut baik komitmen Dekranas Pusat yang membuka ruang konsultasi bagi seluruh daerah sehingga proses pembinaan terhadap para perajin dapat dilakukan secara lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata, menjelaskan bahwa partisipasi NTB dalam HUT Dekranas merupakan bagian dari strategi memperluas promosi dan pemasaran produk unggulan daerah.

Menurutnya, selain mendorong peningkatan transaksi selama pameran, keikutsertaan tersebut juga diarahkan untuk membangun jejaring pemasaran antardaerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya NTB melalui karya para perajin, petani, peternak, dan pelaku UMKM.

Ia menambahkan, sinergi antara Disperindag dan Dekranasda terus diperkuat melalui berbagai program pengembangan UMKM, termasuk transformasi Bale Kita sebagai rumah bersama bagi produk-produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat.

“Sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, kami ingin produk-produk NTB terus naik kelas dan mampu menembus pasar dunia. Karena itu, pembinaan, inovasi, peningkatan kualitas, dan perluasan akses pasar akan terus menjadi fokus bersama,” ujarnya.

Keikutsertaan Dekranasda NTB dalam HUT Dekranas ke-46 menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk terus memperkuat kapasitas perajin dan pelaku UMKM melalui pembinaan yang berkualitas, kolaborasi yang berkelanjutan, serta perluasan akses pasar. Dengan langkah tersebut, produk-produk unggulan NTB diharapkan semakin berdaya saing, menjadi kebanggaan daerah, sekaligus mampu menembus pasar nasional hingga internasional.(sr/dkisntb)

Mandalika Street Food Festival Perkuat Kuliner Lokal dan UMKM NTB

0

Mandalika Street Food Festival Perkuat Kuliner Lokal dan UMKM NTB

Warta.in
Lombok Tengah,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperkuat pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan berbagai event berkualitas yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui dukungan terhadap Mandalika Street Food Festival 2026 yang secara resmi dibuka Gubernur NTB yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia, di Area Bazaar Mandalika dan Kuta Lane, Kawasan The Mandalika, Jumat (10/7/2026).

Festival yang berlangsung hingga 12 Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia. Tidak hanya menawarkan keindahan alam dan sport tourism, Mandalika juga terus dikembangkan sebagai destinasi wisata kuliner, budaya, dan ekonomi kreatif yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta memperluas pasar bagi pelaku UMKM lokal.

Gubernur NTB, melalui Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan penyelenggaraan Mandalika Street Food Festival merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam menghadirkan ruang promosi yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan yang berkunjung ke Nusa Tenggara Barat.

“Mandalika Street Food Festival bukan sekadar ajang menikmati kuliner khas Lombok, tetapi menjadi ruang promosi bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk terbaiknya kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Inilah bentuk kolaborasi yang mampu menggerakkan sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif secara bersamaan,” ujarnya.

Menurut Ahmad Nur Aulia, kekuatan pariwisata NTB tidak hanya terletak pada panorama alamnya, tetapi juga pada kekayaan budaya dan kuliner yang menjadi identitas daerah. Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong penyelenggaraan event-event berkualitas yang mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay), meningkatkan belanja wisatawan, serta memperbesar perputaran ekonomi masyarakat.

Festival ini menghadirkan 24 tenant kuliner dan restoran, 8 coffee shop dan roastery, serta 5 pelaku UMKM kriya dan wastra, seluruhnya berasal dari Pulau Lombok. Pengunjung disuguhkan beragam kuliner khas NTB, mulai dari Ayam Taliwang, Sate Rembiga, Sate Bulayak, Sate Tanjung, Nasi Balap, hingga aneka jajanan tradisional yang telah menjadi bagian dari kekayaan gastronomi daerah.

Tidak hanya menghadirkan wisata kuliner, Mandalika Street Food Festival juga dimeriahkan berbagai kegiatan kreatif, seperti Mandalika Arm Wrestling Competition, workshop dan fashion show wastra Lombok, live painting, face painting, mini games, serta pertunjukan musik yang melibatkan para seniman dan komunitas lokal. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi bagi pelaku ekonomi kreatif sekaligus memperkuat daya tarik Mandalika sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman yang lengkap.

Dalam mendukung transformasi digital, seluruh tenant juga menerapkan sistem pembayaran QRIS, sehingga transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan nyaman. Langkah ini sekaligus mendorong peningkatan literasi digital bagi pelaku UMKM serta memperluas pemanfaatan transaksi non-tunai di sektor pariwisata.

Penyelenggaraan festival ini juga menjadi bagian dari rangkaian berbagai agenda nasional di Kawasan The Mandalika, termasuk Pocari Sweat Run Lombok 2026, sehingga diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor pariwisata, perdagangan, transportasi, perhotelan, hingga usaha mikro dan kecil di sekitar kawasan wisata.

Pemerintah Provinsi NTB meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, pengelola kawasan, komunitas kreatif, dan masyarakat merupakan kunci memperkuat daya saing pariwisata daerah. Melalui Mandalika Street Food Festival, Pemprov NTB tidak hanya mempromosikan kekayaan kuliner lokal, tetapi juga menegaskan komitmennya membangun ekosistem pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.(sr/dkisntb)

Atta Halilintar dan HGI Berkolaborasi Hadirkan Luís Figo ke Indonesia, Siap Meriahkan Pesta Bola 2026*

0

Warta.in *Jakarta, 11 Juli 2026* – Atta Halilintar berkolaborasi dengan Higgs Games Island (HGI) menghadirkan legenda sepak bola dunia asal Portugal, Luís Figo, ke Indonesia dalam rangka memeriahkan Pesta Bola HGI 2026. Helatan inisiasi platform gaming strategi digital berbasis komunitas Higgs Games Island (HGI) dengan dukungan Komunitas Olahraga Masyarakat Indonesia Nasional (KORMINAS) akan berlangsung di fX Sudirman pada Minggu, 12 Juli 2026.

Sosok peraih Ballon d’Or tahun 2000 ini memang begitu menginspirasi Atta sebagai pencinta sepak bola. Legenda lapangan hijau yang terkenal dengan taktik dan strategi ini jadi salah satu sosok yang menginspirasi pemilik seruan “Asiap” ini untuk mendalami olahraga khususnya futsal, yang juga Figo sukai.

Kolaborasi Atta Halilintar bersama HGI dalam menghadirkan Luís Figo ke Indonesia berpotensi mewujudkan ekosistem olahraga yang berkembang dan bisa menjadi unggulan. HGI akan menjadi akselerator olahraga lewat sinergi teknologi. Keseruan aksi sang legenda di Pesta Bola HGI 2026 nantinya juga akan bisa kita simak melalui media sosial Atta Halilintar.

*Padukan Kreasi Digital dan Olahraga Pikiran*

Generasi terkini sudah hidup berdampingan dengan teknologi sejak belia. HGI menaruh perhatian pada olahraga pikiran salah satunya melalui medium digital. Hadirnya Atta Halilintar sebagai kreator digital menyambut Luís Figo sebagai legenda lapangan hijau harapannya bisa menjadi medium inklusif antara kreasi digital dan olahraga pikiran.

“Luís Figo seperti kita tahu adalah legenda lapangan hijau. Hadirnya sosok penyuka olahraga yang sukses di medium digital seperti Atta rasanya juga bisa menjadi inspirasi para pegiat olahraga pikiran,” jelas perwakilan HGI, Ray.

Di sisi partner, KORMINAS juga mendukung HGI yang selalu mengupayakan layanan digital yang mengutamakan perlindungan konsumen lewat transparansi dan integritas. Hal ini selaras dengan komitmennya untuk mengupayakan olahraga pikiran dengan acuan hukum dan nilai-nilai budaya tanah air serta kekuatan komunitas.

*Potensi Generasi Muda dari Inspirasi sang Legenda*

Atta Halilintar adalah contoh representasi generasi muda di ekosistem olahraga. Klub Futsal Pendekar United yang ia dirikan adalah bukti pergerakan yang serius dengan melibatkan simpul-simpul komunitas. Melalui kolaborasinya bersama HGI menghadirkan Luís Figo ke Indonesia, diharapkan kehadiran sang legenda pada sesi offline kompetisi #JugglingBolaHGI dan beradu langsung dengan delapan finalisnya harapannya bisa menjadi inspirasi generasi muda dalam beradu strategi dan taktik di cabang olahraga lainnya.

“HGI akan terus berupaya mendukung beragam rencana pihak-pihak terkait termasuk pemerintah untuk memajukan olahraga pikiran di Indonesia,” lanjut Ray. HGI juga tidak hanya mendorong perkembangan olahraga pikiran profesional dan kompetitif lewat berbagai aktivasi dan turnamen, tapi juga terus meningkatkan kebijakan layanan dan perlindungan keamanan pengguna.

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap sejumlah aksi seperti transaksi ilegal, akun-akun anomali, dan tindakan yang berpotensi mencederai ekosistem gaming, HGI telah menyiapkan manajemen risiko jangka panjang dan mekanisme pembersihan, melalui pembasmian akun-akun ilegal yang secara akumulatif jumlahnya telah mencapai jutaan. Di masa depan, HGI akan terus menjaga ekosistem gaming yang sehat melalui sistem manajemen risiko, pantauan manual, dan mekanisme pelaporan pengguna.

Deli Serdang Juarai E-Sport Mobile Legends Jamdasu XI 2026, Bukti Pramuka Siap Hadapi Era Digital

0

Deli Serdang Juarai E-Sport Mobile Legends Jamdasu XI 2026, Bukti Pramuka Siap Hadapi Era Digital

Sibolangit ( Warta.In )  – Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Deli Serdang berhasil keluar sebagai Juara I cabang E-Sport Mobile Legends pada ajang Jambore Daerah (Jamdasu) XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara Tahun 2026 setelah menampilkan permainan yang solid, disiplin, dan penuh strategi di babak final. Kompetisi ini menjadi salah satu cabang yang paling menyita perhatian peserta dan pengunjung selama pelaksanaan Jamdasu XI di Bumi Perkemahan Sibolangit.

Berdasarkan hasil pertandingan, Deli Serdang memastikan langkah ke final usai mengalahkan Binjai dengan skor telak 2-0. Sementara itu, Dairi juga melaju ke partai puncak setelah menumbangkan Batu Bara dengan skor identik 2-0. Pada perebutan tempat ketiga, Binjai berhasil mengungguli Batu Bara dan berhak atas posisi ketiga.

Hasil akhir pertandingan:

🥇 Juara I: Deli Serdang

🥈 Juara II: Dairi

🥉 Juara III: Binjai

Peringkat IV: Batu Bara

Keberhasilan Deli Serdang menunjukkan bahwa penguasaan teknologi digital dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka. Pertandingan berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas, kerja sama tim, kedisiplinan, dan rasa saling menghormati antarpeserta.

Cabang E-Sport Mobile Legends pada Jamdasu XI bukan sekadar ajang kompetisi gim, tetapi juga menjadi media pembinaan generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif, kreatif, dan bertanggung jawab. Kehadiran cabang ini mencerminkan transformasi Gerakan Pramuka yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter, etika, dan semangat persaudaraan.

Antusiasme peserta dari berbagai Kwartir Cabang membuktikan bahwa e-sport telah menjadi ruang pengembangan potensi generasi muda, terutama dalam kemampuan berpikir strategis, komunikasi, kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan kolaborasi di bawah tekanan.

Melalui penyelenggaraan E-Sport Mobile Legends di Jamdasu XI 2026, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kegiatan kepramukaan yang inovatif, relevan dengan perkembangan teknologi, sekaligus mampu mencetak generasi muda yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi tantangan era digital. (***)

Deli Serdang Juarai E-Sport Mobile Legends Jamdasu XI 2026, Bukti Pramuka Siap Hadapi Era Digital

0

Deli Serdang Juarai E-Sport Mobile Legends Jamdasu XI 2026, Bukti Pramuka Siap Hadapi Era Digital

Sibolangit (Warta.In ) – Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Deli Serdang berhasil keluar sebagai Juara I cabang E-Sport Mobile Legends pada ajang Jambore Daerah (Jamdasu) XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara Tahun 2026 setelah menampilkan permainan yang solid, disiplin, dan penuh strategi di babak final. Kompetisi ini menjadi salah satu cabang yang paling menyita perhatian peserta dan pengunjung selama pelaksanaan Jamdasu XI di Bumi Perkemahan Sibolangit.

Berdasarkan hasil pertandingan, Deli Serdang memastikan langkah ke final usai mengalahkan Binjai dengan skor telak 2-0. Sementara itu, Dairi juga melaju ke partai puncak setelah menumbangkan Batu Bara dengan skor identik 2-0. Pada perebutan tempat ketiga, Binjai berhasil mengungguli Batu Bara dan berhak atas posisi ketiga.

Hasil akhir pertandingan:

🥇 Juara I: Deli Serdang

🥈 Juara II: Dairi

🥉 Juara III: Binjai

Peringkat IV: Batu Bara

Keberhasilan Deli Serdang menunjukkan bahwa penguasaan teknologi digital dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka. Pertandingan berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas, kerja sama tim, kedisiplinan, dan rasa saling menghormati antarpeserta.

Cabang E-Sport Mobile Legends pada Jamdasu XI bukan sekadar ajang kompetisi gim, tetapi juga menjadi media pembinaan generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif, kreatif, dan bertanggung jawab. Kehadiran cabang ini mencerminkan transformasi Gerakan Pramuka yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter, etika, dan semangat persaudaraan.

Antusiasme peserta dari berbagai Kwartir Cabang membuktikan bahwa e-sport telah menjadi ruang pengembangan potensi generasi muda, terutama dalam kemampuan berpikir strategis, komunikasi, kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan kolaborasi di bawah tekanan.

Melalui penyelenggaraan E-Sport Mobile Legends di Jamdasu XI 2026, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kegiatan kepramukaan yang inovatif, relevan dengan perkembangan teknologi, sekaligus mampu mencetak generasi muda yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi tantangan era digital.

Peringatan Hari Pahlawan Nasional Pongtiku Berlangsung Sederhana, ini Pesan Bupati Toraja Utara

0

TORAJA UTARA – Upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional Pongtiku Ke-24 yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Pangala, Kecamatan Rindingallo berlangsung secara sederhana, Sabtu (11/7/2026).

Upacara tersebut yang dilaksanakan pada hari Jumat (10/7/2026) pagi, dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara, Pimpinan Forkopimda, Sekda Toraja Utara, Jajaran Pimpinan OPD, TNI dan Polri, ASN dan Perwakilan Organisasi Kepemudaan serta Perwakilan Keluarga Pongtiku.

Dalam amanat Bupati Toraja Utara selaku Pembina Upacara, Frederick Viktor Palimbong mengajak masyarakat Toraja Utara untuk meneruskan cita-cita kepahlawanan Pongtiku yang telah gigih bertaruh nyawa demi daerah Toraja Utara secara Khusus dan Toraja secara Umum.

“Pada kesempatan ini saya mengajak seluruh masyarakat Toraja agar momentum ini menjadi semangat untuk memacu diri membangun daerah Toraja dengan motto Misa’ Kada di Potuo Pantan Kada di Pomate,” ucap Bupati Frederick Viktor Palimbong.

Bupati Toraja Utara Frederick Viktor Palimbong, juga menekankan jika dengan dinobatkannya Pongtiku sebagai putra terbaik bangsa indonesia menjadi pahlawan nasional itu berarti bahwa Pongtiku bukan hanya milik masyarakat Toraja atau Sulawesi Selatan tetapi milik seluruh rakyat Indonesia.

“Pongtiku adalah sosok pejuang dan pahlawan yang memegang teguh prinsip disiplin tekad yang tangguh dan telah dibuktikan dalam sikap hidupnya sebagai pelindung dan setia kawan dengan motto Misa’ Kada di Potuo Pantan Kada di Pomate,” sambungnya.

Motto yang selalu didengar itu dikalangan kita orang Toraja kata Frederick Viktor Palimbong adalah merupakan motto sikap dari pahlawan nasional Pongtiku yang saat sekarang ini cenderung luntur akibat adanya kepentingan individu dan kelompok.

“Seyogyanya prinsip ini merupakan pijakan bagi kita dalam membangun dan menyelesaikan permasalahan yang ada guna menata masa depan Toraja Utara yang maju dan yang lebih baik,” sebut Frederick Viktor Palimbong, pada penyampaian amanatnya.

Untuk melalui peringatan HUT Pahlawan Nasional Pongtiku Ke-24 tersebut, Bupati Frederick Viktor Palimbong mengajak dan mengingatkan semua elemen masyarakat untuk senantiasa berpegangan tangan mencapai suatu tujuan dimana diperlukan perjuangan semangat pantang mundur pengorbanan bahkan nyawa sekalipun.

“Marilah kita semua pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama mengobarkan semangat juang pahlawan Pongtiku dan menjadikannya teladan di dalam pengabdian kita,” pesan Bupati.

Usai upacara, Bupati bersama Wakil Bupati Toraja Utara yang didampingi Dandim 1414/Tator, Wakapolres Toraja Utara, Perwakilan Keluarga Pongtiku dan Jajaran Pimpinan Forkopimda melakukan ziarah tabur bunga di makam pahlawan Pongtiku.