Ciparay, Jum’at, 20 Maret 2026. WARTA. IN
Di Sambut Rintik Hujan, Anjar Lugiyana, S. Ip. M. Ip. Camat Ciparay, di Dampingi AKP Ilmansyah, SE. MH. CPHR. Kapolsek Ciparay, Kapten (Inf) Deni Imam Firdaus, SH. Pimpin “Apel Siaga” Malam Takbiran 1447 H.
Keberhasilan Siaga Malam Takbiran 1447 H. bila tidak ada kejadian yang meresahkan Warga, Papar Anjar. Kita menginginkan keadaan Kondusif, sehingga Warga merasa aman dalam melaksanakan Malam Takbiran. Satpol-PP, Damkar, Ambulance Puskesmas Ciparay, Pakutandang, dan Puskesmas Sumbersari. Tambah Anjar.
Jaga hati, jaga keluarga, jaga lingkungan Kondusif dalam Siaga Malam Takbiran 1447 H. Sehingga warga merasa aman dalam melaksanakan Malam Takbiran, melibatkan Babinsa, Setiap Desa, Papar Kapten (Inf) Deni.
Kami ada, Hadir dalam Siaga Malam Takbiran 1447 H. Untuk memberikan Rasa Aman Warga dalam Sambut Malam Takbiran dan Idul Fitri, Ke- Esokan Paginya, Sabtu, 21 Maret 2026, melibatkan Bhabinkamtibmas. Papar AKP. Ilmansyah.
3 Titik Patroli Gabungan Siaga Malam Takbiran 1447 H. Manggungharja, Cikoneng, Ciheulang, Pungkas AKP Ilmansyah.
Siaga Malam Takbiran 1447 H. Kami melibatkan Linmas di Lingkungan Desa dan Wilayahnya, untuk berikan rasa aman warga dalam Laksanakan Malam Takbiran. Papar Deden Toha ST. M. Ip. Ketua APDESI yang juga Kades Manggungharja. WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.










APDESI Deden Toha, ST. M. Ip. Wakili 14 Kades Se-Kecamatan Ciparay Hadiri “APEL SIAGA” Malam Takbiran 1447 H.
Perbedaan 1 Syawal: Ujian Kedewasaan Umat dalam Merawat Persatuan
Perbedaan 1 Syawal: Ujian Kedewasaan Umat dalam Merawat Persatuan
Medan ( Warta. In) – Perbedaan penetapan 1 Syawal kembali terjadi di Indonesia. Sebagian umat Islam merayakan Idul Fitri lebih dahulu, sementara sebagian lainnya menyempurnakan Ramadan menjadi 30 hari. Fenomena ini bukan sekadar perbedaan teknis kalender, melainkan cerminan dinamika ijtihad yang telah lama hidup dalam tradisi keilmuan Islam.
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan awal Syawal melalui sidang isbat dengan mempertimbangkan hasil hisab dan rukyat. Di sisi lain, Muhammadiyah menggunakan metode hisab dengan kriteria wujudul hilal, sedangkan Nahdlatul Ulama menekankan rukyat dengan standar imkan rukyat.
Perbedaan ini seringkali muncul ketika posisi hilal berada di batas kriteria astronomis. Secara ilmiah, hilal mungkin sudah “ada” menurut perhitungan, tetapi belum memenuhi standar visibilitas menurut pengamatan. Di sinilah ruang ijtihad bekerja. Perbedaan bukan terjadi karena perbedaan dalil, melainkan perbedaan cara memahami dan mengaplikasikan dalil tersebut dalam konteks sains modern.
Bukan Soal Siapa yang Benar
Para ulama menegaskan bahwa penetapan awal bulan hijriah termasuk wilayah ijtihadiyah ranah yang membuka ruang perbedaan. Dalam sejarah Islam, perbedaan semacam ini sudah ada sejak generasi sahabat. Namun perbedaan kala itu tidak menjelma menjadi polarisasi sosial, apalagi saling merendahkan.
Yang menjadi persoalan hari ini bukanlah perbedaan metode, melainkan respons emosional yang terkadang menyertainya. Media sosial mempercepat penyebaran opini, tetapi tidak selalu menghadirkan kedewasaan dalam berdiskusi. Akibatnya, perbedaan ijtihad berpotensi dipersepsikan sebagai perpecahan umat.
Padahal, secara substansi, semua pihak berangkat dari niat yang sama: menjalankan syariat dengan penuh tanggung jawab.
Idul Fitri dan Makna Kemenangan
Idul Fitri bukan sekadar momentum seremonial. Ia adalah simbol kemenangan spiritual setelah Ramadan. Namun kemenangan sejati tidak berhenti pada selesainya puasa, melainkan pada kemampuan menjaga akhlak, persaudaraan, dan kelapangan hati.
Ironis jika hari yang seharusnya menjadi ruang saling memaafkan justru menjadi panggung saling menyalahkan. Ketika perbedaan tanggal lebih dominan daripada semangat ukhuwah, maka ada nilai Ramadan yang belum sepenuhnya meresap.
Negara, Ormas, dan Tanggung Jawab Sosial
Dalam konteks kebangsaan, keputusan pemerintah memiliki fungsi menjaga ketertiban sosial. Mengikuti ketetapan resmi adalah bagian dari menjaga kemaslahatan bersama. Namun pada saat yang sama, tradisi ijtihad ormas Islam juga merupakan bagian dari kekayaan intelektual bangsa.
Karena itu, sikap yang lebih konstruktif adalah saling menghormati. Umat dapat mengikuti keyakinan masing-masing tanpa mencederai persaudaraan. Perbedaan tidak harus diseragamkan, tetapi harus dikelola dengan bijak.
Ujian Kedewasaan Beragama
Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Kedewasaan umatnya menjadi contoh bagi dunia Islam. Perbedaan 1 Syawal sejatinya adalah ujian: apakah umat mampu memprioritaskan persatuan di atas ego kelompok?
Jika Ramadan mendidik tentang kesabaran dan pengendalian diri, maka Syawal menguji hasil pendidikan itu. Apakah kita mampu menahan diri dari menyalahkan? Apakah kita mampu tetap bersilaturahmi walau berbeda hari raya?
Lebih dari Sekadar Tanggal
Perbedaan 1 Syawal mungkin akan terus terjadi selama metode penetapan masih beragam. Namun persatuan hati tidak boleh ikut berbeda. Idul Fitri seharusnya menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial, bukan memperlebar jarak psikologis.
Pada akhirnya, umat tidak diukur dari keseragaman tanggal, tetapi dari kematangan sikap. Karena kemenangan yang paling hakiki bukanlah siapa yang lebih dulu berhari raya, melainkan siapa yang lebih mampu menjaga ukhuwah dalam perbedaan.(**)
Karakteristik Guru di Perguruan Muhammadiyah
Karakteristik Guru di Perguruan Muhammadiyah
Refleksi Tausiyah Ustadz Drs. Makruf, M.M
Medan ( Warta.In ) – Suasana kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah terasa hangat dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Medan Perjuangan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi di bulan suci Ramadan, tetapi juga momentum penguatan nilai-nilai perjuangan pendidikan di lingkungan Perguruan Muhammadiyah.
Pada kesempatan tersebut, Ustadz Drs. Makruf, M.M menyampaikan tausiyah yang mengangkat tema “Karakteristik Guru di Perguruan Muhammadiyah.” Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa guru di lingkungan Muhammadiyah memiliki peran yang sangat strategis, bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing, sekaligus kader dakwah yang membawa misi pencerahan dan kemajuan umat.
Menurut beliau, guru Muhammadiyah harus memiliki karakter yang kuat, baik dari sisi keislaman, keilmuan, maupun komitmen terhadap persyarikatan.
Berakidah Lurus dan Memahami Nilai Muhammadiyah
Guru di Perguruan Muhammadiyah harus memiliki pemahaman keislaman yang baik serta menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup. Nilai-nilai Islam berkemajuan yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah harus tercermin dalam sikap, cara berpikir, serta metode pendidikan yang diterapkan kepada para peserta didik.
Menjadi Teladan dalam Akhlak dan Perilaku
Seorang guru bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi contoh bagi para siswa. Oleh karena itu, guru Muhammadiyah dituntut memiliki akhlak yang baik, kepribadian yang kuat, serta sikap yang mencerminkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter generasi muda.
Profesional dan Terus Mengembangkan Kompetensi
Di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat, guru Muhammadiyah juga dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi. Profesionalitas dalam mengajar, kemampuan pedagogik, serta inovasi dalam pembelajaran menjadi bagian penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Menjunjung Tinggi Kerja Sama Antar Lini
Dalam mengelola pendidikan, kerja sama menjadi kunci utama. Guru di Perguruan Muhammadiyah harus mampu menjalin sinergi dengan berbagai unsur di sekolah, mulai dari kepala sekolah, sesama guru, tenaga kependidikan, hingga pengelola amal usaha. Semangat kolektif kolegial yang menjadi budaya organisasi Muhammadiyah harus terus dijaga demi kemajuan lembaga pendidikan.
Membangun Komunikasi yang Baik antara Kepala Sekolah dan Guru
Hubungan yang harmonis antara kepala sekolah dan guru merupakan fondasi penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat. Komunikasi yang terbuka, saling menghargai, serta dilandasi semangat kebersamaan akan mempermudah koordinasi dan memperkuat budaya kerja yang positif di sekolah.
Menjadi Guru karena Allah
Hal yang paling ditekankan oleh Ustadz Makruf adalah niat dalam menjalankan profesi sebagai guru. Menjadi guru di Perguruan Muhammadiyah hendaknya dilandasi oleh keikhlasan dan niat ibadah kepada Allah SWT. Dengan niat yang lurus, setiap aktivitas mendidik—mulai dari mengajar di kelas, membimbing siswa, hingga membangun karakter generasi muda—akan bernilai ibadah dan menjadi bagian dari amal jariyah.
Di akhir penyampaiannya, beliau mengingatkan bahwa guru Muhammadiyah memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akidah, mulia dalam akhlak, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa.
Kegiatan buka puasa bersama ini pun menjadi momentum refleksi bagi seluruh guru dan tenaga pendidik untuk memperkuat komitmen dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah. Dengan semangat keikhlasan, kerja sama, serta pengabdian yang tulus, diharapkan Perguruan Muhammadiyah terus melahirkan generasi yang berilmu, beriman, dan berkemajuan.(**)
Pansus I Mulai Bahas Raperda Inisiasi DPRD Purwakarta Tentang Pemajuan Kebudayaan
Warta.in, Purwakarta – Panitia Khusus I (Pansus I) DPRD Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemajuan Kebudayaan.
Perlu diketahui, Raperda tentang Pemajuan Kebudayaan ini telah mendapat persetujuan seluruh Fraksi di DPRD Kabupaten Purwakarta pada rapat Paripurna tingkat I, hari Jumat 13 Pebruari 2026 lalu yang dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin mewakili Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.
Menurut Ketua Pansus I DPRD Purwakarta, Zusyef Gusnawan, Raperda tentang Pemajuan Kebudayaan merupakan Inisiasi dari DPRD. ”Raperda ini merupakan inisiasi dari DPRD Om,”kata Zusyef Gusnawan melalui sambungan selular, Senin 16/03/2026 lalu.
Zusyef menjelaskan, lahirnya inisiasi Raperda tentang Pemajuan Kebudayaan ini adanya masukan dan aspirasi dari masyarakat dan beberapa kali mengadakan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Jawa Barat maupun luar provinsi Jabar, Kabupaten Purwakarta ternyata sudah lama menjadi Barometer daerah lain terkait kebudayaan tapi belum punya legal standing.
”Sejak zaman Bupati-nya pak Dedi Mulyadi ( Dedi Mulyadi menjabat Bupati Purwakarta Priode 2008 hingga 2018, selama dua priode. Sekarang Dedi Mulyadi menjabat Gubernur Jawa Barat priode 2024-2029), Kebudayaan merupakan barometer daerah lain diluar Kabupaten Purwakarta. Dengan pengajuan Raperda ini diharapkan Purwakarta punya legal standing dibidang kebudayaan untuk memperkuat muatan lokal dan cagar budaya,”kata Zusyef.
Bila melihat Maksud dan Tujuan yang tertera di draft Raperda pada Bagian Kedua Pasal 2 Raperda Pemajuan Kebudayaan berbunyi; Pengaturan Pemajuan Kebudayaan dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum dan menjadi pedoman dalam Pemajuan Kebudayaan Daerah agar dapat dilaksanakan secara serasi, terencana, terpadu, terintegrasi dan berkelanjutan.
Perlu diketahui, Raperda yang kini tengah dibahas oleh DPRD Purwakarta adalah;
Pansus 1 Raperda tentang Pemajuan Kebudayaan. Ketuanya Zusyef Gusnawan dari Fraksi Gerindra
Pansus 2 membahas Raperda tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial. Ketuanya Ricky Syamsul Fauzi, SH dari Fraksi Partai Gerindra.
Pansus 3 membahas Raperda tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Ketuanya H. Elthon Brameista Gunawan, SH dari Fraksi NASDEM
Pansus 4 membahas Raperda tentang Pembinaan Idiologi Pancasila. Ketuanya Dulnasir, SH.,MH dari Fraksi DEPAN (Gabungan Partai Demokrat dan PAN). (***).
Ketua Bapemperda: Dari 15 Raperda Tahun 2026, 4 Raperda Sedang di Bahas Pansus
Warta.in, Purwakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Purwakarta telah menetapkan Program Pembentukan Peraturan Peraturan Daerah (Propemperda) Kabupaten Purwakarta Tahun 2026 melalui rapat paripurna tingkat I sebanyak 15 Raperda yang selanjutnya akan dibahas bersama.
“Propemperda pada tahun 2026 ada 15 Raperda yang telah disepakati antara DPRD dan Pemda melalui rapat paripurna tingkat I. Dari 15 Raperda itu, 4 Raperda sudah memasuki tahap pembahasan ditingkat Pansus (Panitia Khusus). Sekarang kita sedang melakukan harmonisasi terhadap 4 Raperda lagi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat dan Biro Hukum Provinsi Jawa Barat,”kata Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Purwakarta, Said Ali Azmi.
Kepada wartawan media ini, pria yang akrab disapa Bang Jimmy itu menjelaskan bahwa 15 Raperda yang akan dibahas bersama dengan pihak eksekutif di tahun 2026 diantaranya 6 Raperda berasal dari usulan Pemkab Purwakarta dan 9 Raperda inisiatif DPRD Kabupaten Purwakarta, kata Bang Jimmy, ketika ditemui di gedung DPRD Purwakarta, kemarin siang
“Ada 6 Raperda yang diusulkan Pemkab Purwakarta, 3 Raperda diantaranya merupakan Raperda reguler,”jelas Bang Jimmy.
Dikemukakan Bang Jimmy, Pemerintah Daerah menyampaikan usulan Raperda berdasarkan kebutuhan teknis Pemerintah Daerah. Sedangkan DPRD melalui Bapemperda mengajukan Raperda yang lahir dari aspirasi masyarakat dan kebutuhan hukum yang berkembang di tengah masyarakat Purwakarta.
“Penyusunan Propemperda tahun 2026 ini juga merupakan ikhtiar Pemerintah Daerah dan DPRD untuk mendukung pembangunan Purwakarta khususnya dalam mewujudkan misi keempat RPJMD Kabupaten Purwakarta Tahun 2025-2029,”terangnya.
Berikut Raperda Inisiatif DPRD Kabupaten Purwakarta
1. Raperda Tentang Pemajuan Kebudayaan.
2. Raperda Tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.
3. Raperda Tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga untuk Memperkuat Institusi Keluarga sebagai Pondasi Sosial Masyarakat.
4. Raperda Tentang Pembinaan Ideologi Masyarakat dan Wawasan Kebangsaan
5. Raperda Tentang Pemberian Intensif dan Kemudahan Investasi di Daerah
6. Raperda Tentang Penyelenggaraan Pertanian Organik
7. Raperda Tentang Pengendalian dan Pengelolaan Sampah Plastik
8. Raperda Tentang Penyelenggaraan Kesehatan (Raperda ini disusun dalam rangka mencabut Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2013).
9. Raperda Tentang Perubahan atas Perubahan Nomor 7 tahun 2020 Tentang Desa.
Berikut Raperda Usulan Pemkab Purwakarta;
1. Raperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 (reguler).
2. Raperda Tentang Perubahan APBD tahun anggaran 2026 (reguler).
3. Raperda Tentang APBD Tahun Anggaran 2027 (reguler).
4. Raperda Tentang Perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha.
5. Raperda Tentang Penyelenggaraan Perparkiran.
6. Raperda Tentang Penyelenggaraan Menara Telekomunikasi. (***)
Polda Sumsel Turunkan Mobile Command Center ke Betung, Teknologi Drone Kendalikan Arus Mudik Jalintim
Warta.In | Banyuasin — Polda Sumatera Selatan menurunkan langsung Mobile Command Center (MCC) ke titik kemacetan strategis Jalintim Betung sebagai bagian dari strategi nasional pengamanan arus mudik dalam Operasi Ketupat Musi 2026. Langkah ini menegaskan komitmen Polri dalam menghadirkan pengawasan lalu lintas berbasis teknologi secara real-time di jalur vital Sumatera.
Karo Ops Polda Sumsel sekaligus Karendal Opsda, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, memimpin langsung pengecekan di Simpang Tugu Polwan Betung dan Pasar Betung, Km 68 Jalintim Palembang–Jambi.
Ia menggerakkan Mobile Command Center sebagai pusat kendali lapangan yang mengintegrasikan CCTV real-time, Drone pemantau udara dan Command Center digital.
Dengan pendekatan ini, Polda Sumsel tidak hanya memantau, tetapi mengendalikan situasi lalu lintas secara langsung di titik kritis.
Berbeda dengan pola konvensional, Polda Sumsel mengubah strategi dari pemantauan pasif menjadi kendali aktif berbasis data lapangan.
Mobile Command Center memungkinkan pimpinan Mengambil keputusan secara instan, Mengarahkan personel secara langsung serta Mengurai kemacetan tanpa jeda koordinasi panjang.
Hal ini menjadikan Betung sebagai model pengendalian lalu lintas modern berbasis teknologi di tingkat nasional.
Selain itu, Polda Sumsel mengerahkan kekuatan lintas satuan secara terintegrasi, melibatkan Polres Banyuasin, Ditlantas Polda Sumsel dan Bid TIK Polda Sumsel.
Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino bersama jajaran langsung turun ke lapangan untuk memastikan implementasi berjalan efektif.
Dengan sinergi ini, Polda Sumsel mampu Mempercepat eksekusi lapangan, Menghilangkan hambatan koordinasi dan juga Menjamin respons cepat di titik kemacetan.
Selanjutnya, penggunaan drone memberikan perspektif udara yang krusial dalam membaca pola kemacetan.
Sementara itu, CCTV menghadirkan Visual real-time, Identifikasi titik bottleneck serta Monitoring arus kendaraan secara menyeluruh.
Kombinasi keduanya menghasilkan analisis lalu lintas berbasis 3 dimensi, yang memungkinkan tindakan lebih presisi dan cepat.
Hasil pemantauan menunjukkan Arus kendaraan padat merayap, Titik krusial berada di Simpang Tugu Polwan dan Pasar Betung.
Namun demikian, berkat kendali langsung di lapangan, kondisi tetap terkendali dan tidak mengalami stagnasi total.
Kombes Pol Anis menegaskan seluruh personel untuk memaksimalkan teknologi yang tersedia.
“Kami hadir langsung di titik kemacetan, bukan sekadar memantau. Semua keputusan kami ambil berdasarkan data real-time dari lapangan. Kecepatan respons adalah kunci pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan Polri.
“Polda Sumsel terus menghadirkan inovasi teknologi dalam pengamanan mudik. Mobile Command Center kami turunkan langsung ke titik kritis agar masyarakat merasakan kehadiran Polri secara nyata dan cepat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan Call Center 110 yang aktif 24 jam.
Polda Sumsel mengimbau pemudik untuk Mengikuti arahan petugas, Menggunakan tol fungsional sebagai alternatif serta Tidak melawan arus. Langkah ini penting untuk mencegah kemacetan yang lebih parah.
Langkah Polda Sumsel dalam mengerahkan Mobile Command Center ke Betung menunjukkan bahwa pengamanan mudik kini telah memasuki era baru berbasis teknologi.
Dengan pendekatan ini, Polda Sumsel tidak hanya mengamankan wilayahnya, tetapi juga memberikan contoh nyata bagi pengelolaan arus mudik nasional yang modern, responsif, dan presisi.
Event Trail Jelajah Alam Bumi Pongtiku Kembali Digelar Kodim 1414/Tator, Ajang Promosi Wisata Toraja
TORAJA UTARA – Maksimalkan promosi wisata alam Toraja, Kodim 1414/Tator kembali mengadakan event adventure trail melalui kegiatan Jelajah Alam Bumi Pongtiku, Jumat (20/3/2026).
Hal itu disampaikan Dandim 1414/Tator, pada hari Kamis (19/3/2026) di Aula Pongtiku Makodim 1414/Tator, pada acara Buka Puasa Bersama Media dan Komunitas Trail dari 2 Kabupaten di Toraja.
Melalui penjelasannya, selaku Dandim 1414/Tator, Letkol Inf. Armal mengatakan bahwa event ini dilaksanakan sebagai ajang promosi wisata dari 2 kabupaten.
“Karena Kodim 1414/Tator mencakup 2 kabupaten ini maka kepanitiaan kegiatan Jelajah Alam Bumi Pongtiku dibentuk dari 2 komunitas trail dari kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara,” sebut Letkol Inf. Armal.
Selain itu kata Letkol Inf.Armal, untuk jalur sudah ditentukan yang menghubungkan 2 kabupaten di Toraja.

“Untuk jalur yang digunakan sudah ditentukan yang menghubungkan 2 kabupaten yang titik start dimulai dari Kodim 1414/Tator menuju Ke’te Kesu kemudian ke Buntao’ tembus ke kabupaten Tana Toraja melalui jalur Kecamatan Sangalla Utara, lalu menuju Kecamatan Sangalla dan ke Sangalla Selatan kemudian kembali ke jalan poros menuju garis Finish di Kodim 1414/Tator,” jelas Letkol Inf. Armal.
Sementara untuk jalur tersebut beber Dandim 1414/Tator, terbagi 2 yakni ada jalur Ekstrim dan ada jalur Van.
Dan bagi pecinta adventure trail dan punya hobby penjelajah serta suka tantangan alam, bisa mendaftarkan diri secara online yang sudah dibuka dan bisa secara offline di lapangan tembak Kodim 1414/Tator yang berada di sebelah selatan lapangan Tennis di Rantepao.
“Untuk hari pelaksanaan dijadwalkan pada tanggal 28 Maret 2026 dan biaya pendaftaran sebesar 200 ribu rupiah dengan memperebutkan door prize 1 unit KLX 140 dan hadiah 5 unit motor Honda Revo Fit, kemudian 1 unit Honda Revo Fit bagi peserta terbanyak dari luar Toraja serta berbagai hadiah hiburan,” beber Dandim 1414/Tator.
Terkait jumlah pendaftar hingga hari Kamis (19/3/2026) kata Dandim 1414/Tator, itu sudah 300 orang dengan perkiraan akan ada 2000 peserta yang akan mengikuti event tersebut.
“Peserta yang sudah mendaftar itu dari berbagai daerah Se-sulsel, kemudian ada dari Kalimantan dan juga ada dari Morowali Sulawesi Tengah,” ungkap Letkol Inf. Armal
Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Harkamtibmas Sinergitas Takbir Keliling di Wil Ngimbang
Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Harkamtibmas Sinergitas Takbir Keliling di Wil Ngimbang
LAMONGAN//Warta.in – Dalam rangka antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat Menjelang Hari raya Idul fitri Polsek Ngimbang bersama TNI dan SatpolPP melaksanakan Patroli Blue Light Harkamtibmas sinergitas bersama TNI dan Polri di Wilayah Ngimbang, Rabu (19/03/2026)
Kegiatan Patroli Harkamtibmas di laksanakan pukul 21.00 wib yang di laksanakab oleh Aiptu Muji danBripka Elbiyun Polsek Ngimbang, dari Koramil Sertu Suwardi .Y, dan Serda Puput dari Satpol PP Sujadi menyasar daerah yang di anggab rawan
Yaitu Masjid SMA Ngimbang, SPBU Ngimbang, Terminal Ngimbang dan Gitet PLN serta Jalan poros depan masjid Ngimbang
Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, menyampaikan bahwa menjelang malam Hari Raya Idul Fitri 1447 H terjadi peningkatan aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas
Yang sering terjadi tindak pidana 3C (Curat, Curas, Curanmor) dan aksi perang sarung di kalangan remaja, ungkapnya
Hal tersebut akan menimbulkan gesekan antar kelompok pemuda serta konvoi kendaraan yang menggunakan knalpot brong
Untuk itu kita harus Antisipasi dengan langkah-langkah meningkatkan kegiatan patroli terutama pada jam rawan (malam hingga Dini hari).
Melaksanakan sambang dan pembinaan kepada kelompok pemuda dan bersinergi dengan TNI, Satpol PP, dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Dan melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang meresahkan masyarakat.
Untuk itu Kita harus mengedepankan pendekatan preventif dan humanis dalam setiap kegiatan apel Harkamtibmas berjalan lancar aman, tertib dan kondusif, pungkasnya ( roy)
Polsek Ngimbang Gelar Patroli pengamanan Saat Sholat IED Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Polsek Ngimbang Gelar Patroli pengamanan Saat Sholat IED Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H
LAMONGAN//Warta. in, Menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Personil Polsek Ngimbang menggelar kegiatan Patroli Pengamanan Sholat Idul fitri di Lapangan UPT Pendidikan Ngimbang, (20/03/2026) pukul 04.30 Wib
Kegiatan Pengamanan ini di laksanakan di wilayah Ngimbang saat masyarakat melaksanakan sholat Idul Fitri yang di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Aipda Erwan di Lapangan UPT Pendidikan Kecamatan Ngimbang Lamongan
Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S. H, Kegiatan Patroli pengamanan sholat Idul fitri menjadi langkah awal memperkuat sinergitas dan kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan perdamaian di wilayah Kecamatan Ngimbang
Patroli Pengamanan saat Sholat Idul fitri ini diharapkan demi terciptanya situasi dan cegah terjadinya 3 C serta kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif saat masyarakat menjalankan ibadah menjelang Ramadan, ujarnya
Patroli ini penting dalam menjaga kondusifitas wilayah dan
menjaga terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan sejuk sekaligus menangkal paham radikalisme dan kenakalan remaja melalui pendekatan edukatif dan humanis, pungkasnya (roy)
Giat Rutinitas Personil Pos Pam II Sosa Polres Palas
Warta.in Padang Lawas – Sebagai upaya untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya kemacetan lalu lintas pada Operasi Ketupat Toba Tahun 2026, khususnya libur Idul Fitri 1447 H, Personil Pos Pengamanan (Pos Pam) II Polsek Sosa Kepolisian Resor Padang Lawas (Polres Palas) melaksanakan giat pengaturan arus lalin disekitaran wilayah hukum Pos Pam II Sosa, Kamis (19/03/2026). Yang di mulai pukul 09.30. Wib hingga selesai.
Adapun Personil Piket Pos Pam II Sosa, Ipda Minggo Albet Siahaan, Aiptu Ramli Tampubolon (Ka Jaga), Aipda Wahyunan Saragih, Aipda Rio Edi Purnomo Putra, Bripda Irfan Nababan, Aiptu Rudi Herianto ( Pam Personil), TNITNI satu Personil, Dishub, Satpol PP, BPBD dan Dinkes masing masing dua Personil.
Giat pengaturan arus lalin tersebut dilaksanakan rutin oleh Personil Pos Pam II Regu I yang telah terploting di daerah atau lokasi, dibantu oleh Instansi lain.
Kapolres Palas AKBP Dodik Yuliyanto, SIK, melalui Penjab Pos Pam II Sosa AKP Eko Ady Ranto, SH, MH, dalam arahan apel menyampaikan Tingkatkan kewaspadaan, karena potensi gangguan kamtibmas biasanya meningkat seperti kejahatan jalanan, balap liar, maupun kecelakaan lalu lintas.
Laksanakan patroli secara rutin di sekitar wilayah Pos PAM dan titik-titik rawan seperti persimpangan jalan, pusat keramaian, dan jalur mudik. Berikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat, terutama kepada pemudik yang membutuhkan bantuan atau informasi jalur perjalanan. Dan Laksanakan pengaturan lalu lintas bila terjadi kepadatan kendaraan, sehingga arus tetap berjalan lancar dan aman.
“Jaga kesehatan dan keselamatan selama bertugas, atur waktu istirahat secara bergantian agar kondisi tetap prima. Serta Apabila terjadi kejadian menonjol, segera lakukan tindakan sesuai SOP dan laporkan kepada pimpinan secara berjenjang”. Ujarnya.
Lebih lanjut Ka Pos Pam II Sosa Ipda Albet Minggo Siahaan mengatakan Kegitan yang dilakukan oleh seluruh personil, diawali dengan Standby di Pos Pam II Sosa dan mengikuti zoom,
Melaksanakan pengaturan lalin di depan Pos Pam II Sosa, Melaksanakan patroli ke objek vital dan tempat keramaian
Live report situasi arus lalin di sekitaran Pos Pam II Sosa dan
Memberikan Himbauan dan Pesan pesan Kamtibmas kepada masayarakat, sedangkan untuk kejadian yang menonjol seperti laka lantas Nihil, dan untuk volume kenderaan telah terjadi peningkatan angkutan roda empat dan roda dua tetapi tidak terlalu signifikan dan mengganggu arus lalu lintas di wilayah hukum Pos Pam II Sosa, Tuturnya. (RN)
(Humas Polres Palas)









