Beranda blog

Di Tengah Pemangkasan Dana Desa, Pemdes Bungurjaya Tetap Realisasikan Jalan Menuju TPU

0

Warta.in, Purwakarta – Di tengah kebijakan pengurangan alokasi Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026, pemerintah desa dituntut tetap menjalankan roda pemerintahan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat. Keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi aspirasi warga.

Kondisi tersebut tidak menyurutkan komitmen Pemerintah Desa (Pemdes) Bungurjaya, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, untuk terus berupaya memberikan pelayanan dan menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Meski harus menyesuaikan program dengan kemampuan anggaran yang tersedia, Pemdes Bungurjaya tetap memprioritaskan kebutuhan warga, salah satunya melalui pembangunan jalan lingkungan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Dusun 2.

Pembangunan jalan tersebut direalisasikan menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp40.873.000, termasuk biaya administrasi dan pajak (PPH/PPN).

Adapun pekerjaan berupa pengaspalan (hotmix) jalan lingkungan itu memiliki panjang 177 meter, lebar 1 meter, dan ketebalan 3 sentimeter. Pekerjaan kini telah selesai dilaksanakan.

Realisasi pembangunan ini menjadi salah satu upaya Pemdes Bungurjaya dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya terkait akses jalan menuju TPU yang digunakan warga untuk berziarah dan melakukan aktivitas lainnya.

Aspirasi Warga Terjawab, Akses Menuju TPU Lebih Nyaman

Selesainya pembangunan jalan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga menilai peningkatan akses menuju TPU sangat dibutuhkan, terlebih menjelang Ramadan dan Idulfitri, ketika aktivitas ziarah ke makam keluarga biasanya meningkat.

Salah seorang warga yang juga tokoh masyarakat setempat, Asep Junaedi (63), menyampaikan apresiasi kepada Pemdes Bungurjaya, khususnya kepada kepala desa, atas direalisasikannya aspirasi warga.

“Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Pemdes Bungurjaya, terutama kepada Bapak Kepala Desa, atas direalisasikannya aspirasi kami. Terlebih, tidak lama lagi kami akan menyambut Ramadan dan Idulfitri. Biasanya, banyak warga yang berziarah ke makam keluarganya,” ujar Asep.

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat saat melintasi akses menuju pemakaman, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas warga.

Apresiasi serupa juga disampaikan warga lainnya yang menyambut baik selesainya pembangunan jalan lingkungan tersebut.

Kepala Desa Turun Langsung, Pastikan Kualitas Pekerjaan

Sementara itu, Kepala Desa Bungurjaya, Mumuh Muhidin, saat ditemui awak media warta.in di lokasi pembangunan, menegaskan bahwa dirinya berupaya memantau langsung pelaksanaan pekerjaan infrastruktur di wilayahnya.

Menurut Mumuh, pemantauan lapangan penting dilakukan untuk memastikan pekerjaan yang dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan memberikan hasil yang diharapkan masyarakat.

“Setiap ada pekerjaan, termasuk pembangunan fisik atau infrastruktur, saya selalu berusaha turun langsung ke lokasi. Hal ini untuk memastikan hasil pekerjaannya,” tegas Mumuh.

Ia mengakui, keterbatasan anggaran menjadi tantangan bagi pemerintah desa dalam merealisasikan seluruh usulan pembangunan yang disampaikan masyarakat. Meski demikian, Pemdes Bungurjaya berkomitmen untuk tetap mengupayakan pembangunan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran dan skala prioritas.

“Kami bersama seluruh jajaran Pemdes Bungurjaya senantiasa berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Namun, kami juga memohon maaf karena masih ada beberapa usulan pembangunan infrastruktur yang dengan sangat terpaksa harus ditunda pelaksanaannya,” ungkapnya.

Mumuh menambahkan, pihaknya tidak tinggal diam terhadap berbagai usulan yang belum terealisasi. Komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait terus diupayakan agar kebutuhan infrastruktur masyarakat dapat diperjuangkan dan direalisasikan sesuai dengan ketentuan serta ketersediaan anggaran.

“Kami akan terus berupaya melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait agar usulan-usulan pembangunan yang belum terealisasi bisa mendapatkan perhatian dan direalisasikan,” imbuhnya.

Pemdes Ajak Masyarakat Jaga Hasil Pembangunan

Di akhir keterangannya, Mumuh mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah direalisasikan pemerintah desa.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat setiap hasil pembangunan, termasuk jalan lingkungan menuju TPU ini. Dengan begitu, jalan yang sudah dibangun dapat dimanfaatkan dalam waktu lama dan memberikan manfaat bagi seluruh warga,” pungkas Mumuh.

Realisasi pembangunan jalan lingkungan di Dusun 2 tersebut menjadi bagian dari upaya Pemdes Bungurjaya dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran.

Di sisi lain, pembangunan ini juga menjadi pengingat bahwa penentuan skala prioritas dan sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, serta masyarakat sangat diperlukan agar pembangunan tetap berjalan dan pelayanan publik terus terjaga. (ds)

Pemdes Bungurjaya Perkuat Infrastruktur Jalan Lingkungan dari DBH Pajak dan Retribusi Daerah

0

Warta.in, Purwakarta – Pemerintah Desa (Pemdes) Bungurjaya, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, terus berupaya meningkatkan pembangunan di berbagai sektor, khususnya infrastruktur jalan lingkungan, guna menunjang kenyamanan, kelancaran mobilitas, serta kualitas hidup masyarakat.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pekerjaan pemeliharaan dan pengerasan jalan lingkungan (hot mix) di Dusun 1. Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas akses jalan warga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.

Pekerjaan infrastruktur tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (DBH Pajak dan Retribusi Daerah) Tahun Anggaran 2026, dengan alokasi anggaran sebesar Rp45.000.000.termasuk biaya administrasi dan pajak (PPH/PPN).

Berdasarkan informasi yang disampaikan, pekerjaan jalan tersebut memiliki panjang 192 meter, lebar 1 meter, dan tinggi atau ketebalan 3 sentimeter.

Kepala Desa Bungurjaya, Mumuh Muhidin, saat ditemui di lokasi pekerjaan menjelaskan bahwa kehadirannya bertujuan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur lingkungan merupakan salah satu bagian penting dari upaya pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Infrastruktur jalan yang memadai diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan desa tidak semata-mata berorientasi pada penyediaan sarana fisik, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung terciptanya lingkungan yang tertata, bersih, dan sehat.

“Lingkungan yang tertata dan bersih tentunya menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas kesehatan masyarakat. Karena itu, pembangunan yang dilaksanakan harus benar-benar memberikan manfaat bagi warga,” ujar Mumuh.

Lebih lanjut, Mumuh mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah desa.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh proses pengerjaannya, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat dalam memelihara fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Saya titip, mari kita bersama-sama menjaga dan merawatnya dengan baik supaya manfaatnya dapat kita nikmati untuk waktu yang lama,” pungkasnya.

Melalui pembangunan infrastruktur jalan lingkungan ini, Pemerintah Desa Bungurjaya berharap aksesibilitas warga semakin baik dan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat pun menjadi faktor penting agar setiap program pembangunan dapat berjalan optimal, tepat sasaran, serta memberikan dampak positif bagi kemajuan Desa Bungurjaya. (ds)

Program Buatan Kapolsek Medan Barat Kompol Made Wira Jadi Sorotan Polisi Jepang

0

Warta.in Medan – Program SIGAMBAR (Sinergitas Gabungan Medan Barat) yang dikembangkan Polsek Medan Barat mendapat perhatian dari Kepolisian Jepang dan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan pertemuan daring atau Zoom Meeting antara Kapolsek Medan Barat Kompol Dr. Made Wira Suhendra, S.I.K., M.H., dengan perwakilan JICA dan Kepolisian Jepang, Jumat (23/10/2026), yang berlangsung di Aula Polsek Medan Barat.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut program kerja sama dan studi banding sistem kepolisian Jepang. Dalam surat resmi JICA tertanggal 16 Oktober 2026, disebutkan bahwa pertemuan tersebut secara khusus dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai program SIGAMBAR yang diinisiasi oleh Kapolsek Medan Barat.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Kepolisian Jepang membuka pertemuan dengan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Kapolsek Medan Barat mengenai konsep, mekanisme pelaksanaan, kolaborasi serta dampak penerapan SIGAMBAR di wilayah hukum Polsek Medan Barat.

SIGAMBAR sendiri dikembangkan sebagai model kolaborasi kewilayahan yang menghubungkan masyarakat dengan kepolisian, pemerintah wilayah, TNI, serta berbagai pemangku kepentingan dalam upaya menciptakan keamanan dan menyelesaikan permasalahan masyarakat secara cepat dan bersama-sama.

Dalam paparannya, Kompol Made menjelaskan bahwa gagasan SIGAMBAR salah satunya terinspirasi dari konsep community policing yang dipelajari dalam studi banding ke Jepang, khususnya mengenai pentingnya membangun hubungan kepercayaan antara polisi dan masyarakat.

> “SIGAMBAR kami bangun bukan sekadar sebagai aplikasi atau sarana komunikasi, tetapi sebagai model kolaborasi di tingkat kewilayahan. Esensinya adalah bagaimana teknologi digunakan untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat dan memperkuat sinergitas seluruh unsur di lingkungan masyarakat,” jelas Kompol Made.

Dalam penerapannya, SIGAMBAR memiliki Posko SIGAMBAR di tingkat kelurahan serta hotline yang memungkinkan masyarakat menyampaikan informasi, laporan maupun permasalahan secara langsung.

Informasi yang masuk melalui hotline diterima oleh Perwira Pengawas (Pawas) Polsek untuk kemudian dilakukan respons awal dan diteruskan kepada Posko SIGAMBAR sesuai lokasi permasalahan. Selanjutnya, persoalan tersebut ditindaklanjuti bersama tiga pilar dan stakeholder terkait.

“Alurnya sederhana, masyarakat menyampaikan informasi, kemudian diterima oleh Pawas, diteruskan ke Posko SIGAMBAR, selanjutnya bersama-sama tiga pilar mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan sesuai kewenangan masing-masing,” ungkapnya.

Dalam sesi diskusi, perwakilan Kepolisian Jepang juga berkesempatan menggali lebih jauh mengenai implementasi SIGAMBAR. Sejumlah Bhabinkamtibmas Polsek Medan Barat turut mengikuti kegiatan tersebut dan memberikan gambaran mengenai pelaksanaan program di lapangan.

Menurut Kompol Made, pengalaman dari Kepolisian Jepang memberikan perspektif penting bahwa keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, yang kami bangun melalui SIGAMBAR adalah sinergitas antara polisi, pemerintah, TNI, masyarakat dan stakeholder lainnya,” ujarnya.

Penerapan SIGAMBAR juga dinilai memberikan perubahan terhadap pola kerja personel. Penyelesaian persoalan masyarakat dapat dilakukan secara lebih kolaboratif sehingga personel tidak bekerja sendiri, melainkan dapat mengoptimalkan sumber daya dan kewenangan berbagai pihak.

Sementara itu, dari sisi situasi kamtibmas, data DORS menunjukkan adanya penurunan angka kriminalitas secara kuantitas dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sejak SIGAMBAR dijalankan.

Program tersebut juga membawa dampak positif bagi Polsek Medan Barat. Polsek Medan Barat berhasil masuk dalam nominasi lima besar Kompolnas Award tingkat nasional. (RN)

*HUMAS POLSEK MEDAN BARAT*

Personel Polsek Mataram Kawal Pembukaan STQH XXIX Kota Mataram 2026

0

Personel Polsek Mataram Kawal Pembukaan STQH XXIX Kota Mataram 2026

Warta.in
Mataram, NTB – Polsek Mataram mengerahkan sejumlah personel gabungan untuk mengamankan pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) XXIX Tingkat Kota Mataram Tahun 2026, Minggu (25/10/2026) pagi. Pengamanan dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Pengamanan dimulai sejak pukul 08.00 WITA dengan menyasar rute kegiatan hingga lokasi utama pembukaan di Lapangan Karang Genteng, Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Kapolsek Mataram, AKP Amrozi Hamidi, S.H., mengatakan pengamanan tersebut dipimpin langsung Wakapolsek Mataram, Iptu I Nyoman Suarnawa, dengan melibatkan personel dari berbagai fungsi serta unsur terkait.

“Kami menerjunkan kekuatan gabungan sebanyak 12 personel untuk memastikan seluruh rangkaian acara pembukaan berjalan aman, tertib, dan lancar. Pengamanan dipimpin langsung oleh Wakapolsek Mataram, Iptu I Nyoman Suarnawa,” ujar AKP Amrozi Hamidi.

Rute kegiatan dimulai dari Simpang Tiga Amanah, kemudian melintasi Jalan Bung Karno, hingga berakhir di Lapangan Karang Genteng. Sejumlah personel ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Kekuatan pengamanan melibatkan Unit Patroli Samapta, Unit Lalu Lintas, personel gabungan fungsi Polsek Mataram, serta Bhabinkamtibmas. Pengamanan juga diperkuat melalui sinergi dengan Linmas, Dinas Perhubungan Kota Mataram, dan Babinsa.

Selain melakukan penjagaan di lokasi acara, petugas aktif mengatur arus lalu lintas dan memantau situasi keamanan di sejumlah titik, mulai dari Simpang Tiga Petemon, Simpang Tiga Darul Hikmah, hingga kawasan Lapangan Karang Genteng.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan, mencegah potensi gangguan kamtibmas, serta memberikan rasa aman kepada peserta dan masyarakat yang menghadiri pembukaan STQH.

Pembukaan STQH XXIX Tingkat Kota Mataram Tahun 2026 secara resmi dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan syiar Islam sekaligus mendorong kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan hadis.

Hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar lokasi dilaporkan aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan menonjol.

Polsek Mataram menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan pengamanan pada berbagai kegiatan masyarakat. Sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan keagamaan sekaligus menjaga kondusivitas Kota Mataram.(sr/hpm)

Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Bersubsidi di Lombok Timur

0

Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Bersubsidi di Lombok Timur

Warta.in
Mataram,NTB — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB, Jumat (23/10/2026), mengamankan 1.734 liter BBM bersubsidi jenis Pertalite di Dusun Labuan Pandan Tengah, Desa Labuan Pandan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Polisi turut mengamankan seorang pria inisial AD, beserta mobil yang diduga digunakan untuk mengangkut BBM tersebut.

Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol. Ade Zamrah, S.I.K., M.H menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan dan penimbunan Pertalite bersubsidi. Menindaklanjuti informasi itu, tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda NTB melakukan penyelidikan di wilayah Lombok Timur.

“Informasi dari masyarakat menjadi pintu masuk bagi petugas untuk melakukan penyelidikan. Tim kemudian turun ke lapangan guna memastikan aktivitas yang dicurigai berkaitan dengan penyalahgunaan BBM bersubsidi,” jelasnya.

Sekitar pukul 12.00 Wita, petugas melakukan pemantauan dan menemukan aktivitas pengangkutan Pertalite menggunakan banyak jerigen. Tim kemudian membuntuti pergerakan tersebut hingga menuju rumah terduga pelaku.

Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 15.30 Wita. Dalam operasi itu, petugas mengamankan AD, seorang pria berprofesi sebagai petani yang berdomisili di wilayah Kecamatan Sambelia.

“Petugas mengamankan seorang terduga pelaku beserta 51 jerigen berisi Pertalite dengan total volume 1.734 liter. Satu unit mobil Suzuki warna kuning bernomor polisi DK 1044 FH juga diamankan, karena diduga digunakan untuk mengangkut BBM,” ungkap Kombes Ade.

Barang bukti yang disita selanjutnya menjadi bagian dari proses penanganan perkara. Polisi masih mendalami asal-usul BBM, tujuan pengangkutan, serta dugaan keterlibatan pihak lain dalam aktivitas tersebut.

Kombes Ade menegaskan, penanganan kasus tersebut menjadi bagian dari upaya penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Masyarakat juga diharapkan melaporkan aktivitas mencurigakan terkait distribusi BBM, agar penyalurannya tetap sesuai peruntukan.

“Kami akan mendalami perkara ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Informasi dari masyarakat sangat membantu petugas dalam mengungkap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi,” tegasnya.(sr/hpntb)

 

Dari Pesantren ke Pemerintahan, Gubernur Iqbal Raih Santri of The Year 2026

0

Dari Pesantren ke Pemerintahan, Gubernur Iqbal Raih Santri of The Year 2026

Warta.in

Jakarta,NTB — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meraih penghargaan Santri of The Year 2026 kategori Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan Provinsi. Penghargaan tersebut dianugerahkan di Gedung Nusantara IV DPR/MPR RI, Jakarta, Ahad (25/10/2026), sebagai apresiasi atas kiprah santri dalam kepemimpinan dan pembangunan bangsa.

Penghargaan yang diinisiasi Islam Nusantara Center (INC) ini menegaskan bahwa pengabdian santri tidak terbatas pada ruang pendidikan dan dakwah. Nilai keilmuan, akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial yang tumbuh di pesantren juga menjadi bekal penting dalam menjalankan amanah pemerintahan.

Bagi Iqbal, pendidikan di Pondok Pesantren Assalaam, Solo, merupakan bagian penting dari perjalanan pembentukan dirinya. Di lingkungan pesantren, ilmu tidak hanya dipelajari sebagai pengetahuan, tetapi juga menjadi landasan sikap dan tanggung jawab. Tradisi belajar, disiplin, penghormatan kepada guru, serta kehidupan bersama menempa keteguhan prinsip sekaligus kepedulian terhadap sesama.

Nilai-nilai tersebut relevan dalam kepemimpinan publik: teguh memegang prinsip tanpa kehilangan empati, berani mengambil keputusan tanpa menutup diri terhadap aspirasi, serta menempatkan jabatan sebagai amanah untuk melayani.

Dalam memimpin NTB, semangat pengabdian itu perlu hadir melalui kepemimpinan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Responsif bukan sekadar cepat menanggapi persoalan, melainkan juga kesediaan mendengar, memahami akar masalah, dan menghadirkan kebijakan yang menjawab kebutuhan nyata. Pengabdian seorang pemimpin pun harus menjangkau seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang sosial. Sebab, amanah pemerintahan adalah melayani semua warga, bukan hanya kelompok tertentu.

Santri of The Year merupakan ajang apresiasi bagi tokoh berlatar belakang santri atau pesantren yang dinilai memberikan kontribusi melalui gagasan, karya, prestasi, dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, serta negara.

Direktur INC M. Aly Taufiq sebelumnya menyampaikan bahwa puncak penganugerahan Santri of The Year 2026 digelar pada Ahad, 25 Oktober 2026, di Gedung Nusantara IV DPR/MPR RI, Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, bekerja sama dengan Majelis Pesona dan didukung DPR RI.

Aly berharap penghargaan tersebut dapat memperkenalkan keteladanan para santri kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat pengakuan terhadap pesantren sebagai salah satu pilar penting pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Tahun ini, terdapat 20 kategori penghargaan yang mencerminkan luasnya peran santri dan pesantren dalam kehidupan nasional. Proses pemilihan dilakukan melalui penilaian dewan pakar dan dewan juri, serta melibatkan masukan masyarakat melalui kanal digital INC.

Penghargaan bagi Gubernur Iqbal menjadi pengingat bahwa pendidikan pesantren berperan penting dalam menyiapkan generasi yang mampu membawa nilai keilmuan dan spiritualitas ke ruang pengabdian. Nilai-nilai tersebut memperoleh makna lebih luas ketika diwujudkan dalam integritas, kepedulian, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan pesantren tidak hanya diukur dari capaian alumninya, tetapi juga dari manfaat yang mereka hadirkan bagi sesama. Nilai kesantrian mencapai makna tertingginya ketika ilmu melahirkan kebijaksanaan, kepemimpinan menjadi jalan pengabdian, dan amanah dijalankan demi kemaslahatan masyarakat.(sr/dkisntb)

Ketua IDI Purwakarta: Perkuat Karakter Dokter, Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

0

Warta.in, Purwakarta  — Senyum ramah dan sikap sigap terlihat dari sosok dokter berperawakan ramping yang tampak tak kenal lelah melayani masyarakat. Di tengah kesibukannya sebagai tenaga medis, ia tetap meluangkan waktu untuk mengatur dan memastikan kegiatan donor darah berjalan dengan baik.

Sesekali, ia terlihat melayani warga yang datang untuk bertanya, memberikan penjelasan, hingga berdiskusi mengenai kegiatan donor darah. Keramahan seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari caranya berinteraksi dengan setiap orang.

Sosok tersebut adalah dr. Rudi Dermawan, Sp.P, FISR, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Purwakarta periode 2025–2028.

Di sela-sela rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 IDI yang bertepatan dengan HUT ke-96 RSUD Bayu Asih Purwakarta, dr. Rudi menunjukkan bahwa tanggung jawab seorang dokter tidak berhenti pada ruang praktik atau pelayanan medis semata. Kepedulian, komunikasi, dan kesediaan hadir di tengah masyarakat juga menjadi bagian penting dari pengabdian profesi kedokteran.

Di balik kesibukannya sebagai dokter sekaligus ketua organisasi profesi, tersimpan sejumlah gagasan dan harapan besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Purwakarta.

Saat ditemui awak media warta.in dan ditanya mengenai langkah strategis yang akan ditempuh selama memimpin IDI Cabang Purwakarta, ia menyampaikan pandangannya secara lugas.

Baginya, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus dimulai dari pembenahan karakter dokter, penguatan kompetensi, serta kemampuan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Karakter Dokter Menjadi Fondasi Utama

Menurut dr. Rudi, modal utama seorang dokter bukan semata-mata kemampuan akademis dan keterampilan medis, melainkan juga karakter yang tercermin melalui etika, moral, integritas, dan sikap dalam melayani pasien.

Karena itu, ia bersama jajaran pengurus IDI Cabang Purwakarta berkomitmen mendorong para anggotanya agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dalam menjalankan tugas

Dengan jumlah anggota yang mencapai sekitar 600 orang, IDI Cabang Purwakarta memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan komitmen bersama untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan.

Bagi dr. Rudi, dokter tidak cukup hanya memiliki kompetensi dalam mendiagnosis dan menangani penyakit. Dokter juga harus mampu menunjukkan empati, menghormati pasien, menjaga kepercayaan masyarakat, serta memberikan pelayanan sesuai standar profesi dan etika kedokteran.

“Karakter menjadi modal utama seorang dokter. Ketika etika, moral, dan karakter dijaga dengan baik, kualitas pelayanan dan kinerja juga akan semakin baik,” demikian inti pandangannya mengenai pentingnya membangun profesionalisme di kalangan dokter.

Kompetensi Harus Terus Ditingkatkan

Selain penguatan karakter, peningkatan kompetensi menjadi agenda penting yang ingin terus didorong oleh kepengurusan IDI Cabang Purwakarta.

Perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi kesehatan yang berlangsung cepat menuntut setiap dokter untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.

Menurut dr. Rudi, peningkatan kompetensi bukan sekadar kebutuhan profesional, melainkan juga bagian dari tanggung jawab moral dokter kepada masyarakat.

Dokter harus terus belajar, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, serta meningkatkan kemampuan agar dapat memberikan pelayanan yang tepat, aman, dan berkualitas.

Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin baik, sesuai kebutuhan dan perkembangan dunia medis.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Dr. Rudi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara IDI dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta organisasi profesi lainnya.

Menurutnya, persoalan kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan koordinasi lintas sektor agar berbagai program kesehatan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, IDI diharapkan tidak hanya berperan sebagai organisasi profesi yang menaungi para dokter, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Purwakarta.

Sinergi yang baik diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan, memperluas edukasi kesehatan, serta mendorong terciptanya sistem pelayanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Komunikasi dan Literasi Kesehatan Harus Diperkuat

Bagi dr. Rudi, komunikasi juga merupakan unsur penting dalam pelayanan kesehatan.

Ia menilai, kemampuan dokter menjelaskan kondisi pasien, menyampaikan informasi medis, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sangat menentukan kualitas pelayanan.

Karena itu, komunikasi yang efektif perlu terus dibangun, baik melalui interaksi sehari-hari maupun forum-forum formal.

Dokter harus mampu menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami, terbuka terhadap pertanyaan pasien, serta membangun kepercayaan melalui sikap profesional dan empati.

Di sisi lain, peningkatan literasi kesehatan juga menjadi perhatian penting.

Literasi tidak hanya perlu ditingkatkan di kalangan dokter, tetapi juga di tengah masyarakat. Dokter harus terus memperbarui wawasan dan pengetahuannya, sedangkan masyarakat perlu dibekali pemahaman yang benar mengenai kesehatan, pencegahan penyakit, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat.

Dengan meningkatnya literasi kesehatan kedua belah pihak, diharapkan terbangun kesadaran bersama untuk menjaga kesehatan dan memanfaatkan layanan medis secara tepat.

Mengelola 600 Anggota, Tantangan Sekaligus Potensi Besar

Meski baru menjalani tahun pertama kepemimpinannya pada periode 2025–2028, dr. Rudi menyadari bahwa memimpin organisasi dengan sekitar 600 anggota bukanlah pekerjaan sederhana.

Setiap anggota memiliki latar belakang, pengalaman, lingkungan kerja, dan tantangan profesi yang beragam.

Namun, ia memandang besarnya jumlah anggota bukan semata-mata sebagai tantangan, melainkan juga sebagai kekuatan yang dapat dioptimalkan untuk memberikan kontribusi lebih luas kepada masyarakat.

Menurutnya, komunikasi yang selama ini dibangun menjadi salah satu modal penting untuk menjaga kebersamaan dan menyelesaikan berbagai persoalan organisasi.

Ia meyakini, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh anggota mampu mengedepankan dialog, menjaga solidaritas, serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Di tengah perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi yang semakin pesat, IDI juga dituntut mampu beradaptasi.

Pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk mendukung peningkatan kompetensi dokter, memperluas akses terhadap informasi medis yang tepercaya, serta meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan.

Namun, kemajuan teknologi tetap harus diiringi dengan tanggung jawab profesional, perlindungan data pasien, dan kepatuhan terhadap etika kedokteran.

Bagi dr. Rudi, satu hal yang tidak kalah penting adalah kemampuan setiap anggota untuk menurunkan ego demi mencapai tujuan yang lebih besar.

Tujuan tersebut tidak lain adalah memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

Mimpi Besar: Tak Ada Lagi Warga Purwakarta yang Harus Dirujuk ke Luar Daerah

Di balik agenda penguatan organisasi dan peningkatan profesionalisme dokter, dr. Rudi menyimpan harapan besar bagi masa depan pelayanan kesehatan di Kabupaten Purwakarta.

Ia menginginkan terwujudnya fasilitas pelayanan kesehatan yang semakin lengkap, baik dari sisi sarana dan prasarana, peralatan medis, maupun dukungan tenaga kesehatan yang kompeten.

Menurutnya, masyarakat Purwakarta harus mendapatkan kesempatan memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal di daerahnya sendiri.

Ia berharap, ke depan, tidak ada lagi warga Purwakarta yang harus dirujuk ke luar daerah hanya karena keterbatasan fasilitas atau peralatan medis yang dibutuhkan.

Tentu, mewujudkan harapan tersebut membutuhkan perencanaan yang matang, dukungan sumber daya manusia, investasi fasilitas kesehatan, serta kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah, rumah sakit, tenaga medis, dan seluruh pemangku kepentingan.

Meski demikian, cita-cita tersebut menjadi gambaran arah pembangunan kesehatan yang ingin didorong, yakni menghadirkan layanan yang semakin lengkap, mudah dijangkau, dan berkualitas bagi masyarakat.

Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap anggaran kesehatan, termasuk pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan.

Menurutnya, dukungan anggaran yang memadai sangat penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan, memperkuat fasilitas kesehatan, serta memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap layanan medis sesuai kebutuhan.

Dokter Harus Menjadi Agen Perubahan Masyarakat

Bagi dr. Rudi, keberhasilan kepemimpinan IDI tidak dapat diukur hanya dari program yang dijalankan pengurus atau kegiatan organisasi yang terselenggara.

Ukuran sesungguhnya terletak pada sejauh mana seluruh anggota mampu menerjemahkan nilai-nilai profesi ke dalam pelayanan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia menyadari, sebesar apa pun gagasan dan program yang dirancang oleh ketua bersama jajaran pengurus, semuanya tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan dan komitmen seluruh anggota.

Karena itu, ia berharap sekitar 600 anggota IDI Cabang Purwakarta memiliki semangat dan tujuan yang sama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Lebih jauh, ia ingin dokter tidak hanya dikenal sebagai tenaga profesional yang menangani penyakit, tetapi juga sebagai pemimpin di bidang kesehatan sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.

Dokter diharapkan mampu memberikan edukasi, menumbuhkan kesadaran hidup sehat, meluruskan informasi kesehatan yang keliru, serta mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pencegahan penyakit.

Ia juga menyoroti pentingnya kesejahteraan dokter. Menurutnya, profesionalisme perlu berjalan seiring dengan kondisi finansial yang layak agar dokter dapat menjalankan tugasnya secara berkelanjutan.

Kesejahteraan tersebut perlu ditempatkan secara proporsional bersama tanggung jawab profesi dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Dengan dukungan lingkungan kerja yang baik, sistem pembiayaan yang memadai, dan penghargaan terhadap profesi, dokter diharapkan dapat semakin optimal dalam menjalankan pengabdiannya.

Pada akhirnya, seluruh gagasan tersebut bermuara pada satu tujuan: menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat Purwakarta.

Bagi dr. Rudi Dermawan, Sp.P, FISR, memimpin IDI bukan sekadar menjalankan amanah organisasi, melainkan juga mengemban tanggung jawab untuk menyatukan potensi ratusan dokter agar memberikan manfaat yang lebih besar.

Sebab, kemajuan pelayanan kesehatan tidak cukup dibangun oleh kemampuan seorang dokter atau seorang pemimpin, tetapi membutuhkan karakter, kompetensi, kolaborasi, dan komitmen bersama seluruh insan kesehatan.

Dengan semangat tersebut, IDI Cabang Purwakarta diharapkan terus berkembang menjadi organisasi profesi yang solid, adaptif terhadap perubahan zaman, serta konsisten menempatkan kepentingan dan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. (ds)

Dari Pencegahan Stunting hingga SMK Go Global, Edi Muryanto Bawa Gagasan untuk Rembang

0

REMBANG// WARTA.IN// Upaya mencegah stunting, meningkatkan kesehatan keluarga, hingga menyiapkan generasi muda agar mampu bersaing di dunia kerja internasional menjadi fokus dalam kegiatan Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Pendopo R.A. Kartini, Kabupaten Rembang, Minggu (25/10/2026).

Dalam kegiatan yang diikuti perwakilan Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Rembang tersebut, anggota DPR RI Komisi IX, Edi Muryanto, S.Kp., M.Kep., memaparkan pentingnya edukasi kesehatan, penguatan peran keluarga, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Berbagai isu strategis dibahas dalam kegiatan ini, mulai dari kesehatan remaja, keluarga berencana (KB), kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah pernikahan, hingga pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas.

Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa kesehatan keluarga bukan hanya menjadi tanggung jawab perempuan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif laki-laki dan dukungan lingkungan sekitar.

Kesehatan Ibu dan Pencegahan Stunting Jadi Perhatian

Salah satu pembahasan yang menarik perhatian peserta adalah kesehatan reproduksi perempuan, termasuk peran hormon oksitosin dalam proses persalinan, pengeluaran ASI, serta pembentukan ikatan emosional antara ibu dan anak.

Selain itu, Edi Muryanto menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental perempuan, terutama selama masa kehamilan. Pemenuhan gizi, dukungan keluarga, serta pengelolaan stres menjadi faktor yang perlu diperhatikan untuk mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.

Menurutnya, upaya pencegahan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada ibu. Ayah, keluarga besar, dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam memastikan ibu hamil memperoleh perhatian dan dukungan yang memadai.

Ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian terhadap warga sekitar yang sedang hamil, terutama mereka yang mengalami kekurangan gizi atau menghadapi kesulitan ekonomi.

“Kalau ada tetangga yang hamil, mengalami kekurangan gizi, dan berasal dari keluarga kurang mampu, mari kita bantu melalui gerakan gotong royong untuk mencegah stunting,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Semangat gotong royong itu diharapkan dapat memperkuat gerakan ayah peduli stunting, meningkatkan keterlibatan laki-laki dalam pendampingan ibu hamil, serta mendorong pemenuhan gizi dan pengasuhan anak sejak dini.

Program TAMASYA dan Gagasan SMK Go Global

Tak hanya menyoroti kesehatan keluarga, kegiatan tersebut juga membahas pentingnya pengasuhan anak dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Edi Muryanto turut menyinggung program TAMASYA atau Taman Asuh Sayang Anak yang berkaitan dengan penguatan layanan pengasuhan anak. Program ini diharapkan dapat membantu orang tua memperoleh dukungan dalam menjalankan tanggung jawab pengasuhan sekaligus memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari.

Pada kesempatan yang sama, ia juga mengusulkan gagasan pengembangan SMK Go Global kepada Bupati Rembang. Gagasan tersebut diarahkan untuk mempersiapkan generasi muda yang berminat bekerja di luar negeri melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, serta pembentukan karakter dan kedisiplinan.

Dalam konsep yang disampaikan, calon tenaga kerja direncanakan mendapatkan fasilitas pelatihan gratis, asrama, dan makan tiga kali sehari. Pembiayaan program tersebut masih berupa usulan yang memerlukan pembahasan lebih lanjut.

Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Balai Latihan Kerja (BLK) Rembang disebut berpotensi terlibat dalam penyiapan dan pelatihan calon tenaga kerja.

Melalui gagasan ini, generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja, tetapi juga mental yang tangguh, kedisiplinan, serta kesiapan beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional.

Meski demikian, rencana pengembangan SMK Go Global masih membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk pembahasan mengenai mekanisme pelaksanaan, pembiayaan, dan sasaran peserta.

Kuota Program Vokasi dan Peluang bagi Generasi Muda

Dalam pemaparannya, Edi Muryanto juga menyampaikan informasi mengenai program vokasi yang disebut memiliki kuota mencapai 40.000 peserta dengan nilai anggaran Rp2,8 triliun, serta rencana peningkatan kuota pada 2027.

Informasi mengenai kuota, sumber anggaran, dan mekanisme pemanfaatan program tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada instansi terkait agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai peluang pelatihan yang tersedia.

Apabila dikembangkan melalui perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas sektor, program peningkatan keterampilan tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Rembang untuk memperoleh pekerjaan yang layak, termasuk di pasar kerja internasional.

Kolaborasi untuk Membangun Keluarga Berkualitas

Kegiatan Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya pembangunan keluarga yang sehat, harmonis, dan mandiri.

Pencegahan stunting, edukasi kesehatan reproduksi, pengasuhan anak, serta peningkatan keterampilan generasi muda merupakan bagian yang saling berkaitan dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Diperlukan keterlibatan pemerintah, keluarga, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan agar upaya tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan ibu dan anak, sekaligus mendukung lahirnya generasi muda Rembang yang sehat, terampil, dan siap menghadapi persaingan global.

( Wik )

Peringati HUT IDI ke-76 dan RSUD Bayu Asih ke-96, Ratusan Pendonor Ikuti Aksi Donor Darah

0

warta.in, Purwakarta — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan HUT ke-96 RSUD Bayu Asih Purwakarta, berbagai kegiatan sosial dan edukatif digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Salah satu kegiatan yang mendapat respons positif adalah aksi donor darah yang diselenggarakan melalui kolaborasi IDI Cabang Purwakarta bersama RSUD Bayu Asih di lingkungan RSUD Bayu Asih, Sabtu (24/10/2026).

Mengusung tema “Setetes Darah, Sejuta Harapan untuk Kehidupan yang Lebih Baik”, kegiatan ini diikuti sebanyak 150 pendonor. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap sesama, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.

Ketua IDI Cabang Purwakarta periode 2025–2028, dr. Rudi Dermawan, Sp.P, FISR, mengatakan bahwa kegiatan donor darah tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan hari jadi organisasi profesi kedokteran, tetapi juga merupakan wujud nyata pengabdian dokter kepada masyarakat.

Menurutnya, momentum HUT IDI ke-76 yang bertepatan dengan HUT RSUD Bayu Asih ke-96 harus menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis, tetapi juga menyangkut kepedulian, solidaritas, dan semangat kemanusiaan.

“Melalui kegiatan donor darah ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap sesama. Setetes darah yang kita sumbangkan dapat menjadi harapan dan membantu menyelamatkan kehidupan orang lain,” demikian pesan yang disampaikan dalam semangat kegiatan tersebut.

IDI Berkemajuan, Berbakti untuk Bangsa

dr. Rudi menjelaskan, peringatan HUT IDI tahun 2026 mengusung tema “IDI Berkemajuan, Berbakti untuk Bangsa.” Tema tersebut mengandung harapan agar IDI terus berkembang, meningkatkan kualitas organisasi dan kompetensi anggotanya, serta memberikan kontribusi yang semakin besar bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Menurutnya, makna berkemajuan adalah bagaimana IDI senantiasa melakukan perbaikan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan demikian, keberadaan IDI tidak hanya dirasakan oleh kalangan profesi kedokteran, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas melalui berbagai kegiatan pelayanan, edukasi, dan aksi sosial.

Semangat tersebut sejalan dengan perjalanan panjang RSUD Bayu Asih yang pada 18 Oktober 2026 genap berusia 96 tahun, terhitung sejak 18 Oktober 1930.

Usia tersebut menjadi momentum penting untuk terus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat Purwakarta dan sekitarnya.

Tiga Rangkaian Kegiatan Sosial dan Edukasi Kesehatan

Dalam rangkaian peringatan HUT IDI ke-76 dan HUT RSUD Bayu Asih ke-96, panitia telah menyiapkan tiga agenda kegiatan.

Pertama, aksi donor darah. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (24/10/2026) ini diikuti 150 pendonor. Selain membantu ketersediaan stok darah, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Kedua, pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2026 di kawasan Situ Buleud, Purwakarta. Pelatihan tersebut ditujukan untuk memberikan pengetahuan dasar kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pertolongan pertama dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman awal mengenai tindakan yang tepat ketika menjumpai seseorang yang pingsan atau mengalami kondisi darurat lainnya, sembari mengupayakan bantuan tenaga medis secara cepat.

Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar dinilai penting karena dalam situasi darurat, pertolongan awal yang tepat dan cepat dapat membantu meningkatkan peluang keselamatan seseorang.

Ketiga, seminar daring. Agenda berikutnya dijadwalkan pada 7 November 2026 dengan format seminar online. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi dan wawasan kesehatan, sekaligus mendorong peningkatan pengetahuan masyarakat maupun pihak-pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan.

Ketiga kegiatan tersebut mencerminkan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan untuk memperkuat pengabdian, memperluas edukasi kesehatan, dan membangun kepedulian sosial secara berkelanjutan.

Apresiasi untuk Seluruh Pihak yang Terlibat

Pada kesempatan tersebut, dr. Rudi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada RSUD Bayu Asih, unsur TNI dan Polri, jajaran pejabat Pemerintah Daerah, Kejaksaan, POTI (Persatuan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia), insan pers, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan donor darah.

Ia menilai dukungan dan kolaborasi berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sinergi antara organisasi profesi, rumah sakit, pemerintah, aparat, komunitas, dan media diharapkan terus terjalin, tidak hanya dalam momentum peringatan hari jadi, tetapi juga dalam berbagai upaya meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat.

Peringatan HUT IDI ke-76 dan HUT RSUD Bayu Asih ke-96 pun menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian tenaga medis dan seluruh pemangku kepentingan kesehatan.

Melalui donor darah, pelatihan Bantuan Hidup Dasar, dan seminar daring, IDI Cabang Purwakarta bersama RSUD Bayu Asih berupaya menghadirkan peringatan hari jadi yang lebih bermakna: bukan hanya merayakan perjalanan organisasi dan institusi, melainkan juga memperkuat kepedulian, meningkatkan pengetahuan kesehatan, serta menumbuhkan harapan bagi kehidupan yang lebih baik. (ds)

Semangat Guyub Warga Kemayoran Menggema dalam Grebek Karomah Insani

0

Warta.in||SURABAYA — Kebersamaan menjadi warna utama dalam kegiatan Grebek Karomah Insani yang berlangsung di Jalan Gresik PPI Pasar, RT 11 RW 04, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Minggu (25/10/2026).

Warga terlihat antusias mengikuti senam pagi bersama. Kegiatan yang melibatkan bapak-bapak dan ibu-ibu tersebut menjadi momentum untuk menjaga kesehatan sekaligus merawat semangat guyub di lingkungan masyarakat.
Tidak hanya senam, acara juga diisi dengan lomba dan kegiatan kebersamaan yang melibatkan warga.

Susu Kambing Etawa Karomah Insani turut diperkenalkan dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari program yang digagas untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat.
Koordinator lapangan, Fefi, menyampaikan terima kasih atas dukungan pengurus RW 04 dan seluruh warga.


Menurutnya, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Ketua RW 04, Nanang Suratno, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa bisa terus diselenggarakan demi menjaga kebugaran dan memperkuat silaturahmi.


Agus Sulaiman, warga RT 01 RW 04, juga berharap kegiatan Grebek Karomah Insani dapat berlanjut ke wilayah RT lainnya.
Ia menilai olahraga bersama menjadi cara sederhana untuk mempertemukan masyarakat dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Bhabinkamtibmas turut hadir dalam kegiatan tersebut. Partisipasi berbagai unsur diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang aman, rukun, dan harmonis.

Kegiatan Grebek Karomah Insani menjadi pengingat bahwa kebersamaan dapat dibangun melalui aktivitas sederhana. Dengan dukungan pengurus lingkungan dan partisipasi warga, semangat gotong royong diharapkan terus tumbuh di Kemayoran.

Reporter(kus)