Beranda blog

Minggu Kasih, Polsek Ujung Polres Parepare Ingatkan Jemaat Gereja Bahaya Penggunaan Rokok Elektrik

0

PAREPARE — Minggu kasih di beberapa gereja, Polsek Ujung Polres Parepare edukasi warga akan pentingnya peran bersama dalam mencegah peredaran narkotika, Minggu (8/11/2026).

Edukasi warga tersebut sebagai upaya melindungi masyarakat dari cengkeraman barang ilegal yang dapat merusak tatanan mental generasi muda maupun keluarga.

Minggu kasih tersebut dilaksanakan oleh personil Polsek Ujung yang beragama Nasrani, pada hari Minggu (8/11/2026) pagi, sekitar pukul 08.00 WITA, melalui penyampaian warta dan informasi ke jemaat di akhir ibadah Minggu

Adapun Personil Polsek Ujung yang melaksanakan Minggu Kasih tersebut, IPTU M.S. Rombe bersama AIPTU Adi Setiawan, di Gereja Sion yang terletak di Jalan Industri Kecil. Dan IPDA Deddy Pareanto di Gereja Toraja Jemaat Parepare yang terletak di Jalam Muh. Arsyad.

Melalui penyampaiannya sebagai edukasi ke warga jemaat, IPTU M.S. Rombe maupun IPDA Deddy menyampaikan pesan kepolisian yang perlu di ketahui bersama akan bahaya penggunaan rokok elektronik yang menggunakan cairan.

Para personil Polsek Ujung menjelaskan bahwa Rokok Elektrik (Vape) yang menggunakan cairan liquid atau catridge, berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian menyebutkan jika Vape ini menjadi sarana menyebarluaskan narkoba cair secara massive, pasalnya rokok elektrik bercairan liquid itu banyak di gunakan, khususnya kelompok usia pemuda maupun dewasa.

Selain itu, hasil penelitian medis juga menunjukkan bahwa cairan rokok elektrik mengandung etomidate, bahan obat penenang, yang termasuk dalam kategori Narkotika Golongan II.

Terpisah saat dikonfirmasi ke Kapolsek Ujung, AKP. Sukri Abdullah menyampaikan pesan bahwa lindungi keluarga dari bahaya narkotika yang kian hari cara peredarannya semakin masiv menggunakan segala cara.

“Mari kita lindungi keluarga dari bahaya narkotika, dewasa ini berbagai cara dilakukan oleh bandar – bandar narkotika, salah satunya adalah dengan memanfaatkan cairan rokok elektrik, untuk itu mari lindungi keluarga kita , lindungi generasi muda kita, jangan biarkan mereka larut dalam penggunaan narkotika tanpa mereka ketahui,” pesan Kapolsek AKP. Sukri.

Kapolsek Ujung Polres Parepare, juga berharap dengan langkah ini, peredaran tersamar dari Narkotika dapat di cegah, dan masyarakat selalu mendapatkan informasi – informasi yang bernilai guna positif.

Vihara Avalokitesvara Jetavana Gelar Puja Bhaisajyaguru, Doakan Kesehatan dan Kestabilan Dunia

0

Warta.in | Jakarta — Vihara Avalokitesvara Jetavana menggelar peringatan hari besar Buddha Pengobatan Bhaisajyaguru atau Yao Shi Fo dengan rangkaian doa, pembacaan sutra suci, serta persembahan puja. Kegiatan ini menjadi momentum bagi umat Buddha untuk memanjatkan doa bagi kesehatan, keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan seluruh makhluk.

Ketua Harian Vihara Avalokitesvara Jetavana, Rangga, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan ungkapan rasa syukur umat atas berkah yang telah diterima. Dalam kesempatan itu, umat juga mempersembahkan berbagai sarana puja, mulai dari obat-obatan hingga makanan.

Menurut Rangga, doa yang dipanjatkan tidak hanya ditujukan bagi umat yang hadir, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia dan dunia agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kehidupan yang damai.

“Kami berdoa agar kondisi dunia, khususnya Indonesia, kembali stabil. Perekonomian bisa berjalan dengan baik, usaha masyarakat semakin lancar, dan kondisi cuaca serta alam juga kembali normal,” ujar Rangga.

Ia menyoroti kondisi cuaca panas dan dampak fenomena El Niño yang menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut diharapkan segera membaik sehingga hujan kembali turun, tanaman dapat tumbuh subur, dan masyarakat yang mengalami kesulitan air bisa kembali memperoleh pasokan air bersih.

Bahkan, menurut Rangga, dampak kekeringan turut dirasakan di lingkungan vihara. Sumber air sumur yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari mulai mengalami kesulitan untuk disedot.

“Harapan kami, hujan segera datang, tanaman tumbuh subur, dan daerah-daerah yang mengalami kekeringan kembali mendapatkan air. Semoga semua makhluk hidup di Indonesia maupun di seluruh dunia diberikan kesejahteraan, kesehatan, keselamatan, dan kedamaian,” katanya.

Rangkaian kegiatan berlangsung sekitar tiga jam. Acara diawali dengan pembacaan sutra suci Bhaisajyaguru, dilanjutkan persembahan Amisha Puja sebagai bagian dari tradisi peribadatan umat Buddha. Kegiatan kemudian diisi dengan sesi berbagi Dharma atau ceramah keagamaan, sebelum ditutup dengan ramah tamah bersama umat.

Rangga menjelaskan, kegiatan tersebut juga melibatkan Perkumpulan Pemuda Tri Dharma. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan aktivitas vihara sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

Menurut dia, kehadiran generasi muda menjadi hal penting agar kegiatan vihara terus berjalan dan nilai-nilai ajaran Buddha dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

Meski jumlah umat yang hadir tidak terlalu banyak, kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Terlebih, pada hari yang sama sejumlah vihara juga menggelar kegiatan keagamaan lainnya, termasuk perayaan Kathina.

Melalui peringatan Bhaisajyaguru ini, Vihara Avalokitesvara Jetavana berharap doa dan praktik kebajikan yang dilakukan umat dapat membawa manfaat lebih luas, tidak hanya bagi lingkungan vihara, tetapi juga bagi masyarakat dan seluruh makhluk hidup.

Rangga menegaskan, harapan utama dari kegiatan tersebut adalah terciptanya kehidupan yang lebih baik, perekonomian yang kembali bergerak, serta kondisi alam yang lebih bersahabat sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan sehat, aman, dan sejahtera.

#Vihara Avalokitesvara Jetavana

#Media Partners Vihara Avalokitesvara Jetavana

Gubernur NTB Perintahkan Validasi Data hingga Desa tuk Atasi 70 Ribu Anak Tidak Sekolah

0

Gubernur NTB Perintahkan Validasi Data hingga Desa tuk Atasi 70 Ribu Anak Tidak Sekolah

Warta.in
Mataram,NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat langkah penanganan sekitar 70 ribu Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui pemutakhiran data secara menyeluruh, koordinasi lintas pemerintahan, dan intervensi pendidikan yang tepat sasaran hingga tingkat desa. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, penuntasan persoalan ATS harus dimulai dengan memastikan identitas, kondisi keluarga, serta penyebab setiap anak tidak mengakses pendidikan formal, sehingga kebijakan dan program penanganan benar-benar menjawab persoalan di lapangan.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Miq Iqbal saat memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta Pencegahan dan Penanganan ATS, yang dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemprov NTB, pemerintah kabupaten/kota, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi NTB di Mataram, Jumat (6/11/2026).

Miq Iqbal mengungkapkan, berdasarkan data sementara, jumlah ATS di NTB berada di kisaran 70 ribu anak. Namun, angka tersebut masih harus diverifikasi untuk memastikan kondisi riil dan menghindari kesalahan identifikasi maupun penghitungan.

“Kita perlu mengetahui kondisi riil di lapangan. Saat ini kita belum memiliki profil ATS secara utuh. Siapa saja mereka dan mengapa masuk kategori anak tidak sekolah, ini harus kita ketahui,” tegas Iqbal.

Menurutnya, penanganan ATS tidak cukup dilakukan melalui penyediaan akses pendidikan atau program intervensi secara umum. Pemerintah harus memahami persoalan setiap anak secara spesifik, mulai dari identitas dan latar belakang keluarga hingga faktor yang menyebabkan mereka putus sekolah atau tidak pernah mengenyam pendidikan formal.

Karena itu, Miq Iqbal mendorong uji coba pemutakhiran data berbasis wilayah sasaran (pilot project) di desa-desa Program Desa Berdaya. Posyandu keluarga juga didorong menjadi salah satu simpul pengumpulan dan pemutakhiran data pendidikan, sehingga identifikasi anak tidak sekolah dapat dilakukan lebih dekat dengan keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya.

“Memperbaiki data saja akan dapat mengeluarkan kita dari zona merah. Dengan data yang benar, kita akan mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dan bisa menentukan langkah penanganannya,” imbuhnya.

Gubernur juga menekankan bahwa penanganan ATS merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah provinsi perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang berhadapan langsung dengan masyarakat, serta melibatkan Kementerian Agama dalam menjangkau lembaga pendidikan di bawah kewenangan instansi vertikal tersebut.

Ia mengingatkan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Pembangunan infrastruktur dan berbagai program ekonomi tidak akan memberikan hasil optimal apabila kualitas sumber daya manusia belum diperkuat melalui pendidikan.

“Kalau kita mau melompat dalam pembangunan, tidak ada jalan lain selain pendidikan. Apa pun visi kabupaten/kota, selama pendidikan belum kita perbaiki, akan sulit bagi daerah untuk menggeliat dalam pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi NTB, Syamsul Hadi, menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut menghasilkan komitmen bersama dengan tujuh agenda utama. Kesepakatan itu meliputi dukungan kebijakan daerah, penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan akses dan mutu layanan pendidikan, pemutakhiran data terpadu berbasis by name by address, optimalisasi APBD dan APBDes, penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) yang terukur, serta pelaporan pelaksanaan secara berkala kepada Gubernur.

Syamsul berharap komitmen tersebut segera diterjemahkan menjadi langkah nyata di daerah dan desa, bukan berhenti pada penandatanganan kesepakatan.

Pemprov NTB menegaskan, keberhasilan penanganan ATS tidak diukur dari banyaknya program atau dokumen komitmen, melainkan dari kemampuan pemerintah menemukan setiap anak, memahami persoalannya, dan memastikan mereka kembali memperoleh hak atas pendidikan. Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena tidak terdata, tidak terjangkau, atau tidak mendapatkan intervensi yang sesuai.(sr/hpntb)

Kapolda NTB Patroli Siaga Reserse Bersama Laskar Sasak di Udayana Jaga Kondusivitas Malam Minggu

0

Kapolda NTB Patroli Siaga Reserse Bersama Laskar Sasak di Udayana
Jaga Kondusivitas Malam Mingg

Warta.in
Mataram,NTB — Dalam upaya menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Mataram, Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) memimpin langsung kegiatan Patroli Siaga Reserse gabungan bersama ormas Laskar Sasak NTB, Sabtu (7/11/2026) malam.

Patroli yang dimulai pukul 22.30 WITA tersebut dipusatkan di kawasan Jalan Udayana, Kota Mataram—wilayah yang dikenal sebagai salah satu titik pusat keramaian dan aktivitas warga di malam hari.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah presisi Polda NTB dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memperkuat sinergitas antara kepolisian dan elemen masyarakat.

“Patroli Siaga Reserse malam ini dilaksanakan untuk memastikan situasi di pusat-pusat keramaian tetap kondusif. Kehadiran personel di lapangan yang bersinergi dengan Laskar Sasak NTB bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi warga Mataram yang beraktivitas,” ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid.

Ia menambahkan, keterlibatan Laskar Sasak NTB dalam patroli dialogis dan preventif ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas daerah melalui pendekatan yang humanis.

Selama patroli berlangsung, jajaran Polda NTB bersama relawan Laskar Sasak juga memberikan imbauan kamtibmas kepada para pemuda dan warga yang sedang nongkrong di sepanjang koridor Jalan Udayana agar bersama-sama menjaga ketertiban umum.
Hingga patroli berakhir, situasi keamanan di wilayah Udayana dan sekitarnya dilaporkan berjalan aman dan lancar.(sr/hpntb)

 

Punguan Pasaribu Boru Bere Ibebere se Kec Simanindo Tegaskan Dukungan kepada Ketua PPRPI DPW Samosir

0

Simanindo, warta.in – Punguan Pasaribu Boru Bere Ibebere se Kecamatan Simanindo menyatakan dukungan penuh terhadap kepengurusan Punguan Pomparan Raja Pasaribu Indonesia (PPRPI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Samosir yang dipimpin Edison Pasaribu.

Dukungan tersebut merupakan wujud komitmen untuk menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta mempertahankan persatuan di tengah keluarga besar Pomparan Raja Pasaribu, khususnya di Kabupaten Samosir.

Punguan Pasaribu Boru Bere Ibebere se Kecamatan Simanindo memiliki susunan kepengurusan, yakni Tebrin Pasaribu sebagai Ketua, Hotman Pasaribu sebagai Wakil Ketua, Mangaraja Sihite sebagai Sekretaris, dan Tiopan Pakpahan sebagai Bendahara.

Melalui kepengurusan tersebut, punguan menegaskan pentingnya menjadikan persaudaraan sebagai landasan dalam kehidupan berorganisasi.

“Kami mendukung penuh kepengurusan PPRPI DPW Samosir yang dipimpin Edison Pasaribu. Kami menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan kesatuan. Kami ingin menghindari konflik yang berkepanjangan karena hubungan kekeluargaan jauh lebih penting daripada perbedaan kepentingan,” demikian sikap yang disampaikan.

Menurut semangat yang dijunjung punguan, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah. Jangan sampai perbedaan tersebut justru merusak hubungan kekeluargaan yang telah terbangun antargenerasi.

Punguan juga mengharapkan seluruh keluarga besar Pasaribu, baik pomparan, boru, bere maupun ibebere, dapat mengedepankan sikap saling menghormati dan mengutamakan kepentingan bersama.

Organisasi punguan semestinya menjadi wadah untuk mempererat hubungan kekeluargaan, melestarikan nilai-nilai adat Batak, serta membangun solidaritas antarsesama anggota.

Dukungan kepada kepengurusan Edison Pasaribu diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan seluruh keluarga besar Pasaribu di Kabupaten Samosir.

Jabatan dalam organisasi boleh berbeda, pandangan boleh tidak selalu sama, tetapi ikatan persaudaraan jangan sampai terputus.

OH Simarmata, SH, Setahun Menjadi Hakim, Mengadili Tokoh G30 S PKI di Mahmilub, Pangkat Mayor Tituler

0
Lumban Suhi Suhi Toruan, warta.in – Tidak banyak yang mengetahui bahwa seorang putra Batak asal Samosir, Sumatera Utara, pernah mendapat penugasan penting dalam sejarah peradilan militer Indonesia pada masa pergolakan politik 1965–1966.
Namanya Oloan Herlin Simarmata, SH, lulusan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 1965 ini, menurut riwayat keluarga, baru sekitar satu tahun menjalani profesi sebagai hakim ketika mendapat penugasan sebagai hakim anggota Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) pada Agustus 1966.
Menariknya, dalam dokumen tersebut, namanya juga dicantumkan dengan pangkat Mayor Tituler.
Penugasan itu bukan perkara biasa. Mahmilub merupakan lembaga peradilan khusus yang dibentuk pada masa Presiden Soekarno untuk menangani perkara-perkara tertentu yang dinilai berkaitan dengan keamanan dan pertahanan negara.
Bagi seorang sarjana hukum muda yang baru memulai karier kehakiman, keterlibatan dalam lingkungan peradilan khusus tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah profesinya.
Dukungan keluarga mengantarkan perjalanan menjadi hakim
Perjalanan Oloan Herlin Simarmata hingga menjadi hakim di Pengadilan Negeri Tebing Tinggi Deli tidak terlepas dari dukungan keluarga besar.
Menurut penuturan keluarga, salah satu sosok yang turut memberikan dukungan adalah mertuanya, Somuntul Bungajalan Pasaribu, bergelar Tuan Sariburaja.
SB Pasaribu dikenal sebagai tokoh Partai Nasional Indonesia (PNI) yang memiliki jaringan pergaulan politik dan pemerintahan pada masa itu. Keluarga menyebut kedekatannya dengan kalangan pemerintahan turut memberikan dukungan bagi perjalanan karier menantunya.
Namun, perjalanan OH Simarmata SH tidak hanya dapat dilihat dari dukungan keluarga. Pendidikan hukum yang diselesaikannya pada 1965 menjadi bekal profesional untuk memasuki dunia kehakiman.
Pada tahun yang sama, ia mulai menjalani tugas sebagai hakim di Pengadilan Negeri Tebing Tinggi Deli.
Arsip 18 Agustus 1966: Nama OH Simarmata tercatat sebagai hakim anggota Mahmilub
Salah satu bukti paling menarik dalam dokumentasi perjalanan hidup OH Simarmata SH adalah sebuah dokumen lama yang diterbitkan pada 18 Agustus 1966.
Dokumen tersebut memuat nomor keputusan yang terbaca sebagai R/KEP-063/KOPKAM/8/1966 dan berkaitan dengan pelaksanaan tugas peradilan dalam lingkungan Mahkamah Militer Luar Biasa.
Pada bagian pertimbangan, dokumen menyebut adanya kebutuhan penggantian tenaga hakim anggota Mahmilub dalam perkara yang dikategorikan sebagai perkara “GESTAPU”, dengan nama Muhammad Nazir alias Amir dan Letkol Inf. Maliki bin Hadji Jusuf.
Bagian yang paling penting terdapat pada diktum keputusan.
Di sana tercantum nama:
MAYOR TITULER OLOAN HERLIN SIMARMATA, SH.
Namanya dicantumkan sebagai hakim anggota Mahkamah Militer Luar Biasa untuk menangani perkara tersebut.
Dengan demikian, dokumen ini memberikan bukti dokumenter bahwa Oloan Herlin Simarmata, SH, pernah memperoleh penugasan sebagai hakim anggota Mahmilub pada 1966.
Arsip tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penugasan itu berada dalam struktur operasi pemulihan keamanan dan ketertiban pada masa itu.
Bagi keluarga, dokumen yang telah berusia sekitar enam dekade ini bukan sekadar peninggalan lama. Ia merupakan jejak administratif yang mencatat keterlibatan seorang anggota keluarga dalam perjalanan sejarah peradilan Indonesia.
Mengapa perkara Muhammad Nazir alias Amir dan Letkol Maliki menjadi penting?
Untuk memahami penugasan tersebut, perlu melihat situasi Sumatera Utara setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965.
Pergolakan politik nasional pada masa itu juga berdampak terhadap kondisi keamanan dan politik di daerah, termasuk Sumatera Utara.
Dalam sejumlah catatan sejarah, nama Muhammad Nazir alias Amir dan Letkol Maliki disebut berkaitan dengan dugaan rencana pembentukan Group Komando dan Dewan Revolusi di Sumatera Utara.
Nama Brigjen Ulung Sitepu, yang ketika itu menjabat Gubernur Sumatera Utara, juga muncul dalam pembahasan sejarah mengenai dinamika politik dan militer daerah pada September 1965.
Buku Komunisme di Indonesia Jilid IV: Pemberontakan G.30.S/PKI dan Penumpasannya (1960–1965), yang diterbitkan Pusat Sejarah TNI bersama Yayasan Kajian Citra Bangsa pada 1999, merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk menelusuri konteks sejarah tersebut
Mahmilub, lembaga peradilan khusus yang dibentuk pada 1963
Keberadaan Mahmilub mempunyai dasar hukum yang jelas.
Lembaga tersebut dibentuk melalui Penetapan Presiden Nomor 16 Tahun 1963 tentang Pembentukan Mahkamah Militer Luar Biasa.
Dalam Pasal 1, Mahmilub ditetapkan sebagai badan peradilan di lingkungan Angkatan Perang yang bertugas memeriksa dan mengadili perkara-perkara khusus yang ditetapkan Presiden pada tingkat pertama dan terakhir.
Pasal 2 juga menentukan kedudukan Mahmilub di ibu kota negara, dengan wilayah hukum meliputi seluruh wilayah Indonesia. Jika diperlukan, persidangan dapat dilaksanakan di luar tempat kedudukannya.
Selanjutnya, Keputusan Presiden Nomor 370 Tahun 1965 menjadi dasar penunjukan Mahmilub untuk menangani perkara Gerakan 30 September/PKI.
Karena itu, penugasan hakim anggota Mahmilub pada 1966 harus dipahami dalam kerangka sistem peradilan khusus yang berlaku pada masa tersebut.
Mahmilub bukan pengadilan negeri biasa. Ia merupakan bagian dari lingkungan peradilan militer dengan kewenangan khusus sebagaimana ditentukan peraturan pada zamannya.
Mayor Tituler: Mengapa seorang hakim berlatar belakang hukum menggunakan pangkat militer?
Hal lain yang menarik perhatian dalam arsip tersebut adalah pencantuman pangkat Mayor Tituler di depan nama Oloan Herlin Simarmata, SH.
Istilah tituler dalam lingkungan militer berkaitan dengan pemberian pangkat atau kedudukan militer kepada seseorang berdasarkan kebutuhan penugasan tertentu, bukan semata-mata karena mengikuti jenjang karier militer reguler.
Dalam konteks dokumen ini, pencantuman Mayor Tituler menunjukkan bahwa OH Simarmata memperoleh kedudukan atau pangkat tersebut dalam administrasi penugasan yang berkaitan dengan tugas peradilan militer.
Namun, perlu dibedakan antara pangkat tituler dan status sebagai prajurit yang meniti karier militer reguler.
Perjalanan panjang seorang hakim dari Samosir
Penugasan di Mahmilub pada 1966 menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan profesional OH Simarmata SH
Kariernya tidak berhenti pada masa tersebut. Dalam perjalanan berikutnya, ia melanjutkan pengabdian di dunia kehakiman hingga mencapai jabatan Ketua Pengadilan Tinggi di Manado sebelum memasuki masa pensiun.
Catatan keluarga dan dokumentasi organisasi Simarmata juga menyebut kiprahnya dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, termasuk keterlibatannya dalam organisasi keluarga besar Simarmata.
Perjalanan dari seorang lulusan Fakultas Hukum USU pada 1965, hakim di Pengadilan Negeri Tebing Tinggi Deli, hakim anggota Mahmilub pada 1966, hingga kemudian mencapai jabatan pimpinan pengadilan tinggi merupakan rangkaian perjalanan profesi yang patut didokumentasikan.
Bukan sekadar kebanggaan keluarga, tetapi bagian dari sejarah
Dokumen tertanggal 18 Agustus 1966 tersebut membuka ruang untuk penelitian sejarah yang lebih mendalam mengenai perjalanan seorang hakim muda asal Samosir.
Keluarga juga menuturkan bahwa OH Simarmata SH menangani perkara tokoh yang dikaitkan dengan PKI dan perkara tersebut berujung pada hukuman mati.
Peristiwa 1965–1966 merupakan periode sejarah yang kompleks, dengan persoalan politik, hukum, militer, dan kemanusiaan
Bagi generasi muda Samosir, perjalanan OH Simarmata, SH, mengingatkan bahwa putra daerah juga pernah mengambil bagian dalam perjalanan institusi hukum nasional.
Arsip tua yang kini tersimpan di lingkungan keluarga itu layak dirawat, dipindai, diteliti, dan dibandingkan dengan arsip negara agar menjadi sumber sejarah yang dapat diwariskan.
Sejarah bukan hanya tentang siapa yang pernah menduduki jabatan, tetapi juga tentang bagaimana tanggung jawab dijalankan dan bagaimana jejak pengabdian dapat dibuktikan kepada generasi berikutnya.
Sumber dan bahan dokumentasi:
1. Arsip keputusan penugasan hakim anggota Mahkamah Militer Luar Biasa, tertanggal 18 Agustus 1966, Nomor R/KEP-063/KOPKAM/8/1966 sebagaimana terbaca pada dokumen keluarga.
2. Penetapan Presiden Nomor 16 Tahun 1963 tentang Pembentukan Mahkamah Militer Luar Biasa.
3. Keputusan Presiden Nomor 370 Tahun 1965 tentang Penunjukan Mahkamah Militer Luar Biasa untuk Perkara Gerakan 30 September/PKI.
4. Pusat Sejarah TNI dan Yayasan Kajian Citra Bangsa, Komunisme di Indonesia Jilid IV: Pemberontakan G.30.S/PKI dan Penumpasannya (1960–1965), Jakarta, 1999.

Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

LAMONGAN//Warta.in –Dalam rangka kedekatan masyarakat untuk menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman saat masyarakan menjalankan ibadah kaum Nasrani di wilayah Ngimbang

Kali ini petugas personil Polsek Ngimbang melaksanakan kegiatan pengamanan giat masyarakat umat Kristiani diwilayah Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang, Minggu (08/11/2026) pukul 06.30 wib sampai selesai

Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Kaum Nasrani ini personil Polsek Ngimbang Aiptu Deni, S.H, dan Aiptu Djudi hadir dalam melaksanakan kegiatan pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati.

Kegiatan pengamanan Ibadah umat Kristiani di Gereja GKJTU dan GJWI yang bertempat di Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang dalam persembahyangan Minggu pagi umat Kristiani digereja GKJTU dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

Sementara itu Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S. I. K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat dikonfirmasi oleh awak media, “Bahwa pengamanan ini guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang menjalankan Ibadah di Hari Minggu dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati “Terangnya

Kami berharap dengan adanya Patroli pengamanan secara rutin di Hari Minggu ini masyarakat dalam menjalankan Ibadah bisa tenang dan nyaman sehingga wilayah Ngimbang tetapaman dan kondusif,pungkasnya (roy)

Polsek Ngimbang Laksanakan Pengecekan Secara Rutin Barang Inventaris dan Kebersihan Mapolsek Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Laksanakan Pengecekan Secara Rutin Barang Inventaris dan Kebersihan Mapolsek Ngimbang

LAMONGAN//Warta. In – Dalam rangka kelancaran tugas dan menjaga kebersihan, Anggota Polsek Ngimbang melaksanakan pengecekan Inventaris dan pembersihan Mapolsek Ngimbang, Pada Hari Minggu (08/11/2026)pukul 08.00 wib

Kegiagan ini di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang
Aiptu Muji, Aipda Erwan, Aipda Zaeni, Bripka Sujito dan Briptu Andika

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr, K.S.I.K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, “Bahwa kegiatan ini dalam rangka untuk mengecek perlengkapan
Mapolsek Ngimbang antara lain ruang penjagaan, ruang pelayanan, kendaraan dinas dan cek senpi Polsek Ngimbang, ”

Sasaran untuk kesiap – siagaan tugas penjagaan, bersih – bersih mako, kendaran dan cek senpi ungkapnya.

Kami berharap dengan kesiap siagaan tugas penjagaan Polsek Ngimbang dapat dapat memperlancar pelayanan kepada Masyaralat dan wilayah Ngimbang tetap Aman dan Kondusif ( roy)

Polsek Ngimbang Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C Gelar Patroli Blue Light Di Wilayah Ngimbang Pada Malam Hari

0

Polsek Ngimbang Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C Gelar Patroli Blue Light Di Wilayah Ngimbang Pada Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Sabtu (07/11 /2026) pukul 22.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang  Aiptu Djudi dan Aiptu Deni, S.H, dengan sasaran beberapa titik rawan di jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang dan Gudang Tembakau Ngimbang serta Warkop di Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngambang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K,melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Polres Lamongan Bantu Evakuasi Korban Laka Kereta Api di Plosowahyu

0

Polres Lamongan Bantu Evakuasi Korban Laka Kereta Api di Plosowahyu

Lamongan//Warta.In, 7/11/2026 – Peristiwa kecelakaan yang melibatkan seorang perempuan dengan kereta api terjadi pada Sabtu (7/11/2026)di jalur hulu Bojonegoro–Surabaya KM 185+6, turut tanah Dusun Plalangan, Desa Plosowahyu, Kecamatan/Kabupaten Lamongan.

Kasihumas Polres Lamongan M. Hamzaid, S.Pd membenarkan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah pihak KAI Lamongan menerima informasi adanya seorang perempuan tergeletak di pinggir rel kereta api yang kemudian dilaporkan kepada Polsek Lamongan Kota.

“Kapolsek Lamongan Kota Kompol Beni Ulang Setiawan, S.Pd., M.A.P., bersama anggota dan petugas Unit Laka Satlantas Polres Lamongan segera mendatangi lokasi kejadian. Petugas mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan diduga terserempet kereta api.” jelasnya.

Selanjutnya, Petugas mengevakuasi korban ke RS Muhammadiyah Lamongan (RSML) untuk dilakukan proses identifikasi oleh Unit Identifikasi Satreskrim Polres Lamongan.

“Dari hasil identifikasi, korban diketahui berinisial RA, perempuan berusia 39 tahun warga Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi.” lanjutnya.

Berdasarkan keterangan dan informasi awal dari saksi-saksi, pihak KAI mengindikasikan bahwa korban diduga terserempet KA 462 Kommuter Line Jenggala yang melintas pukul 05.43 WIB.

Kasihumas menyampaikan bahwa pihak keluarga korban, telah membuat surat pernyataan penolakan terhadap tindakan autopsi.

“Pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi dan penyebab kejadian tersebut.” tambahnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat, agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kejadian yang membutuhkan penanganan.

“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas, jangan ragu untuk menghubungi layanan Call Center 110 Polri. Kami siap hadir memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.” tutupnya.(roy)