34.1 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026
Beranda blog

SDN Keboncau Ciasem Gelar Hari Pertama Ujian TKA, 39 Siswa Ikuti Numerasi Matematika

0
0-0x0-0-0#

SDN Keboncau Ciasem Gelar Hari Pertama Ujian TKA, 39 Siswa Ikuti Numerasi Matematika

Subang | Warta In Jabar – SDN Keboncau, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, melaksanakan hari pertama Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Rabu, 29 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 39 siswa yang dibagi ke dalam dua sesi pelaksanaan.

Pada hari pertama, materi yang diujikan adalah numerasi matematika. Sesi pertama dimulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, sementara sesi kedua berlangsung pukul 09.15 hingga 11.15 WIB.

Pelaksanaan ujian didukung oleh tim penyelenggara yang telah ditunjuk, dengan Ahmad Aprian, A.Md. bertugas sebagai proktor dan Ade Hawariani, S.Pd. sebagai teknisi. Sementara itu, pengawasan ujian dilakukan oleh Lufi Rahmayani, S.Pd. dari SDN Purawinaya guna memastikan kelancaran dan integritas pelaksanaan ujian.

Kepala SDN Keboncau, Agus Mulyana, S.Pd., bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian hari pertama berjalan dengan tertib dan lancar.

“Kami bersyukur pelaksanaan hari pertama ujian TKA berjalan dengan baik tanpa kendala berarti. Terima kasih kepada seluruh panitia, pengawas, serta siswa yang telah mengikuti ujian dengan disiplin. Kami berharap anak-anak dapat mengerjakan soal dengan maksimal dan memperoleh hasil yang terbaik,” ujar Agus Mulyana.

Pihak sekolah berharap seluruh rangkaian ujian TKA dapat berlangsung sukses serta para siswa mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

POLRES MUARA ENIM GELAR SIMULASI PENANGGULANGAN RUSUH MASSAL, KESIAPSIAGAAN PERSONEL DIUJI TOTAL

0

Warta In

“Muara Enim – Polres Muara Enim menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka penanggulangan rusuh massal di GOR Pancasila Muara Enim, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini berlangsung tegas, terukur, dan penuh disiplin sebagai bentuk kesiapan aparat dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas.

Simulasi tersebut dihadiri langsung oleh Wakapolres Muara Enim, Kompol Toni Arman, SH didampingi para Pejabat Utama (PJU) serta Kapolsek jajaran Polres Muara Enim.

Dalam arahannya, Kompol Toni Arman menegaskan bahwa latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan evaluasi sekaligus penguatan kemampuan personel dalam menghadapi situasi nyata.

“Simulasi yang kita laksanakan hari ini adalah untuk mengulas kembali pengalaman pengamanan Sispamkota pada Pileg dan Pilpres. Laksanakan dengan serius dan sungguh-sungguh. Kita asumsikan kali ini terjadi rusuh massa akibat kenaikan harga BBM,” tegasnya.

Kegiatan yang berada di bawah kendali Kabag Ops, Kompol Herry Widodo, SH berlangsung tertib dan lancar dengan skenario yang disusun secara realistis dan bertahap.

Dalam simulasi, digambarkan massa berkumpul di depan Gedung DPRD Muara Enim untuk menyampaikan aspirasi menuntut penurunan harga BBM. Aksi orasi yang awalnya berjalan kondusif berubah menjadi tidak terkendali ketika perwakilan massa tidak menerima keputusan pihak DPRD.

Situasi memanas, aksi dorong-mendorong dengan tim Dalmas Awal pun tidak terhindarkan. Seiring meningkatnya eskalasi, Dalmas Inti diterjunkan untuk mengendalikan massa yang semakin agresif dan brutal.

Tak berhenti di situ, tim Raimas bergerak cepat menggunakan sepeda motor untuk memecah konsentrasi massa.

Puncaknya, kendaraan taktis AWC (Armoured Water Cannon) dikerahkan guna menyemprotkan air bertekanan tinggi, hingga akhirnya massa berhasil dibubarkan secara terukur dan profesional.

Seluruh rangkaian simulasi menunjukkan kesiapan personel Polres Muara Enim dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan keamanan di lapangan.

Di akhir kegiatan, pimpinan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan simulasi yang berjalan dengan serius, disiplin, dan sesuai prosedur.

“Terima kasih atas pelaksanaan simulasi hari ini. Seluruh personel telah menunjukkan dedikasi dan kesiapan yang baik. Ini menjadi bekal penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Muara Enim,” pungkasnya.

(zulkifli//tim)

SPPG Warungkadu Pasawahan #002 Purwakarta, Banjir Apresiasi

0
oppo_0

Warta.in, Purwakarta – Keberadaan Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Warung Kadu Pasawahan #002, Kecamatan Pasawahan, Purwakarta yang mulai beroperasi sejak bulan Desember 2025 ini mendapat apresiasi luar biasa dari para penerima manfaat.

Dalam pantauan awak media, yang sengaja mendampingi pengriman ke SDN Margasari 1 menyaksikan langsung kehadiran program Makan Bergizi Gratis melalui SPPG Warungkadu Pasawhan #002 tampak disambut antusias, wajah bahagia terlihat jelas terpancar dari raut wajah para siswa setempat. (Rabu, 29/04/2026).

Asep, salah satu siswa SDN Margasari 1 menyatakan kegembiraannya, “Makanannya sangat enak dan kami berharap program ini dapat berkelanjutan,” katanya yang diaminkan teman-temannya.

Kepala SPPG Warung Kadu, Rifki Rizkiyawan, menyampaikan bahwa total penerima manfaat dalam kegiatan tersebut mencapai 2334 penerima manfaat.

“Kami tetap berkomitmen melayani dengan hati dan tetap menjaga kualitas,” kata Rifki mengawali.

Penyaluran bantuan yang dilaksanakan di SPPG warungkadu Pasawahan #002 Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar gizi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

“Kami memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Rifki, Kepala SPPG yang dikenal ramah ini.

Ia juga menambahkan bahwa SPPG Warungkadu Pasawahan #002 akan terus melakukan evaluasi serta meningkatkan kualitas layanan agar dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang.

 

Pemkot Siapkan Lahan Pemakaman

0

PONTIANAK – WartaIN – Pemerintah Kota Pontianak tengah menyiapkan lahan pemakaman yang tersebar di kecamatan. Pengadaan tanahnya sendiri telah dimulai sejak tahun lalu. Upaya tersebut terus berlanjut pada tahun ini.

“Ini sudah berjalan sejak tahun kemarin, pengadaan tanahnya. Tahun ini juga sedang berlanjut. Sudah ada beberapa titik lahan yang kita miliki dan ini akan kita proses untuk pemakaman,” jelas Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono usai Rapat Paripurna ke-8 Rabu (29/4).

Permasalahan lahan pemakaman tersebut turut disebut dalam rekomendasi DPRD. Pemkot sendiri sejatinya sudah mendapatkan calon lokasi mulai dari Pontianak Utara, Selatan, Barat, hingga Timur. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pemakaman yang semakin mendesak seiring pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan kota.

Namun demikian, Edi menambahkan bahwa pola pengelolaan pemakaman masih akan dikaji lebih lanjut. Pemerintah kota akan melihat bentuk kelembagaan yang paling tepat, apakah dikelola langsung oleh pemerintah, diserahkan kepada masyarakat, atau melalui lembaga tertentu.

“Nanti akan kita kaji lagi. Apakah ini diserahkan kepada masyarakat, lembaga keagamaan, atau dikelola oleh pemerintah. Kita akan pelajari kelembagaannya,” ungkapnya.

Secara keseluruhan Pemkot akan menindaklanjuti rekomendasi DPRD Kota Pontianak atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun 2025. Rekomendasi tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah kota untuk memperbaiki kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik ke depan.

“Kita sudah menerima penyampaian hasil pembahasan atas LKPJ Wali Kota Pontianak dan penandatanganan kesepakatan. Ada beberapa catatan dari DPRD yang akan kita tindak lanjuti. Tujuannya semua untuk perbaikan,” ujarnya.

Menurut Edi, catatan DPRD mencakup berbagai sektor dan hampir seluruh organisasi perangkat daerah. Beberapa di antaranya berkaitan dengan infrastruktur jalan, genangan, peningkatan pendapatan daerah, lingkungan, hingga pendidikan.

“Semua OPD ada catatannya. Misalnya PU terkait jalan dan masalah genangan, Bapenda terkait peningkatan pendapatan, kemudian lingkungan, pendidikan, semuanya lengkap. Nanti kita pelajari dan tindak lanjuti,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Yoggy Perdana Putra menjelaskan rekomendasi tersebut merupakan konklusi dari rapat-rapat yang telah dibahas bersama para pakar dan akademisi. Beberapa hal turut ia soroti, tidak hanya soal makam, namun juga upaya peningkatan pendapatan asli daerah, genangan dan pemeliharaan pohon di sejumlah ruas jalan.

“Ada beberapa poin penting, terutama dalam hal peningkatan pendapatan asli daerah, kami juga tekankan masalah genangan dan juga pohon-pohon yang sudah tua,” ujarnya. ( ADY )

“Siasat” Anggaran di Balik Nasib PPPK PALI: Menyoal Rencana Pengalihan Gaji ke Pos Barang dan Jasa

0

PALI, April 2026 – Sebuah tawaran solusi yang tidak biasa muncul dari pucuk pimpinan Kabupaten PALI terkait dilema pembatasan belanja pegawai. Demi mempertahankan jumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar tidak dikurangi, Pemerintah Kabupaten PALI mengusulkan sebuah strategi pengalihan pos anggaran.

 

Bupati PALI, Asgianto, dalam pernyataannya usai rapat paripurna di DPRD PALI baru-baru ini, menegaskan komitmennya untuk tidak memangkas jumlah PPPK. Namun, solusi yang ditawarkan adalah dengan mengalihkan penganggaran gaji PPPK dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ke pos Belanja Barang dan Jasa.

 

“Kami sepakat dengan arahan Kemenpan RB dan Kemendagri terkait belanja pegawai maksimal 30 persen. Namun kami minta kelonggaran, agar gaji PPPK dan TPP bisa dianggarkan melalui belanja barang dan jasa,” ujar Asgianto (30/3/2026).

 

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus, juga memastikan bahwa legislatif telah berkoordinasi dengan Bupati agar tidak ada pemberhentian PPPK di Bumi Serepat Serasan.

 

Antara Niat Baik dan Kepatuhan Aturan Langkah ini memicu diskusi hangat di kalangan Jurnalis. Di satu sisi, upaya mempertahankan tenaga kerja adalah langkah kemanusiaan yang patut diapresiasi. Namun di sisi lain, pengalihan gaji ke pos Barang dan Jasa berpotensi menabrak koridor Undang-Undang No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).

 

Aturan tersebut secara tegas mengatur batas maksimal belanja pegawai sebesar 30% untuk mendorong kemandirian daerah dan memperbesar porsi pembangunan infrastruktur. Memindahkan beban gaji ke pos Barang dan Jasa demi mengejar angka “30 persen” di atas kertas, dikhawatirkan akan mengaburkan transparansi postur anggaran yang sebenarnya.

 

Urgensi Pengawasan Publik Jika strategi ini dijalankan, porsi Belanja Barang dan Jasa PALI akan terlihat membengkak secara tidak wajar. Di sinilah peran media dan masyarakat menjadi sangat vital. Tanpa pengawasan yang jeli, publik tidak akan pernah tahu berapa banyak uang rakyat yang benar-benar dipakai untuk membangun jalan dan berapa banyak yang sebenarnya habis untuk beban rutin yang “disamarkan”.

 

Media yang tergabung dalam semangat #OPSIPALI2026 menilai bahwa transparansi tidak boleh dikorbankan demi siasat administratif. Niat melindungi tenaga kerja harus tetap dilakukan dengan cara-cara yang akuntabel dan tidak melanggar prinsip penganggaran yang sehat.

 

Mari kita kawal agar APBD PALI tetap menjadi instrumen pembangunan, bukan sekadar panggung “akuntansi kreatif”. Tim

Kwarda Sumatera Utara Perkuat Pembinaan Kelembagaan Kwartir Cabang

0

Medan ( Warta.In ) — Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola organisasi melalui pembinaan kelembagaan di tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab). Sejak dilantik pada 20 Oktober 2025, kepengurusan Kwarda Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Kakak Dr. Dikky Anugerah, S.Sos., M.SP secara aktif melakukan konsolidasi organisasi di seluruh wilayah Sumatera Utara.

 

Langkah pembinaan ini difokuskan pada penguatan struktur, legalitas, serta keberlanjutan kepengurusan Kwarcab agar berjalan sesuai dengan ketentuan organisasi. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah mendorong seluruh Kwartir Cabang untuk segera melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) dan proses pelantikan pengurus secara sah. Dengan demikian, seluruh kepengurusan Gerakan Pramuka di daerah memiliki legitimasi yang kuat dan sesuai dengan konstitusi organisasi.

 

Dalam tiga bulan terakhir, upaya pembinaan ini menunjukkan hasil yang signifikan. Tercatat sebanyak delapan Kwartir Cabang telah berhasil melaksanakan Musyawarah Cabang dan pelantikan kepengurusan baru. Capaian ini menjadi indikator bahwa proses konsolidasi organisasi berjalan efektif dan mendapat respons positif dari jajaran kwartir cabang di Sumatera Utara.

 

Perkembangan terbaru juga datang dari Kabupaten Tapanuli Utara. Setelah sekian lama tidak memiliki kepengurusan yang aktif, hari ini Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tapanuli Utara, di bawah bimbingan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara, telah berhasil melaksanakan Musyawarah Cabang. Momentum ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan organisasi Gerakan Pramuka di wilayah tersebut. Dengan terbentuknya kepengurusan yang baru, diharapkan Gerakan Pramuka di Tapanuli Utara dapat berkembang lebih baik, aktif, dan mampu berkontribusi dalam pembinaan generasi muda.

 

Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka ditegaskan bahwa keberadaan dan legalitas kepengurusan di setiap tingkatan kwartir merupakan fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi. Musyawarah sebagai forum tertinggi di tingkat cabang menjadi mekanisme penting dalam menentukan arah kebijakan, memilih kepemimpinan, serta memastikan keberlangsungan program kerja yang terarah dan berkesinambungan.

 

Kwarda Sumatera Utara memandang bahwa tertib kelembagaan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kredibilitas organisasi. Kepengurusan yang sah secara konstitusi akan memberikan kepastian dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan program, serta dalam menjalin kemitraan strategis.

 

Selain itu, legalitas kelembagaan juga memiliki peran krusial dalam membangun hubungan yang solid dengan pemerintah daerah. Sinergi antara Gerakan Pramuka dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mendukung berbagai program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan generasi muda. Kwarcab yang memiliki legitimasi kuat akan lebih mudah menjalin kerja sama, memperoleh dukungan, serta berkontribusi secara nyata dalam pelaksanaan program-program pemerintah.

 

Kepemimpinan Kwarda Sumatera Utara saat ini menekankan pentingnya loyalitas kelembagaan sebagai landasan dalam menjalankan organisasi. Loyalitas ini tercermin dalam kepatuhan terhadap AD/ART, konsistensi dalam menjalankan mekanisme organisasi, serta komitmen untuk menjaga marwah Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter bagi generasi muda.

 

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Kwarda Sumatera Utara optimistis seluruh Kwartir Cabang di wilayahnya dapat segera menyelesaikan proses Musyawarah Cabang dan pelantikan kepengurusan. Dengan demikian, Gerakan Pramuka di Sumatera Utara akan semakin solid, profesional, dan mampu berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah serta pembentukan generasi muda yang berkarakter.

Pewarta : Ade Azmil Azhary Nasution (Pemerhati & Pelatih Pembina Pramuka)

MENUMPANG DI LUMBAN SILO, LELUHUR MARTUA (ex Wabup Samosir) dari MUARA

0

Samosir. Ayah dan kakek DJAIMAN SITANGGANG (kakek dari MARTUA SITANGGANG – ex Wabup Samosir) menetap hingga akhir hayatnya di Huta Siregar Sibajanggut Muara Taput. Setelah Djaiman Sitanggang datang ke Samosir, bekerja sebagai mandor, diijinkanlah oleh kakek saya Opung Sindak Sitanggang (anak dari Opung Tongam Sitanggang Sipukka Lumban Silo) untuk membangun rumah papan di Lumban Silo di awal tahun 1910 an, pada saat pembangunan Terusan Wilhemina Tano Ponggol. Setelah Djaiman meninggal, anaknya Wismar Sitanggang tetap tinggal di Lumban Silo juga beberapa saudara kandungnya antara lain boru Sitanggang yang menikah dengan marga Sinaga. Wisman yang di kemudian hari bertugas sebagai Camat Harian, tidak terus menerus tinggal di Lumban Silo, bahkan istri pertamanya boru Limbong yang berjualan bawang, pernah menyewa rumah marga Naibaho di Huta Sitakkaraen Pangururan hingga awal Tahun 1970 an. Sekitar tahun 1990 an, mereka pun mengambil tanah dari tepian Binanga Siparbue Desa Unte Munggur Lumban Sada Muara sebagai tanda tulang belulang leluhurnya untuk dimasukkan ke tambak/tugu yang mereka bangun di Lumban Silo

Kami tidak tahu kapan mereka membangun tambak/tugu itu, karena kami tidak ada yang tinggal di Lumban Silo. Sepatutnya Wismar Sitanggang dan Martua Sitanggang tidak berhak membangun tambak/ tugu bagi leluhurnya di Lumban Silo karena bukan Opungnya yang membuka Lumban Silo. Opung kami Opung Tongam Sitanggang lah yang membuka areal itu dengan seijin raja bius disekitarnya yaitu marga Sitanggang Bau dan Sitanggang Upar pada masanya. Sebagaimana tradisi adat Batak Samosir, hanya sipembuka areal kampung dan keturunannyalah yang berhak dikubur di tanah yang jadi tempat kediamannya. Wismar Sitanggang dan Martua Sitanggang bukanlah keturunan langsung Opung Tongam Sitanggang, walau kami sama sama marga Sitanggang Silo. Dari generasi ketiga Raja Silo, leluhur Martua sudah tinggal di Muara, sedangkan opung Tongam adalah generasi kesembilan dari Raja Silo dan tetap tinggal di Samosir. Namun karena melihat peluang dimana kami keturunan Opung Tongam Sitanggang tidak ada yang tinggal di Lumban Silo, lalu membuat rekayasa yang sangat licik yaitu membangun tambak di Lumban Silo agar seolah olah mereka lah keturunan Sipukka Lumban Silo

Hari ini Sabtu 28/2/2026, saya, paman saya Sudung Sitanggang dan Jonny Sitanggang melakukan napak tilas mencari tahu dimana lokasi tempat tinggal leluhur Martua Sitanggang yang ada di Muara. Dan memang terbukti dari kesaksian keluarga Sitanggang ysng ada di Muara, disampaikan memang benar leluhur Martua Sitanggang menetap hingga akhir hayatnya di Muara. Istri kakek dari Djaiman Sitanggang adalah boru Siregar yang tinggal di Huta Siregar Sibajanggut Muara. Sedang istri dari ayah Djaiman Sitanggang adalah boru Sianturi yang tinggal di Lumban Sada Desa Unte Munggur Muara

Baik Wisman Sitanggang maupun anaknya Martua Sitanggang tidak melaksanakan adat Batak secara penuh ketika memasukkan tanah sebagai tanda tulang belulang leluhurnya ke tambak/tugu yang dibangunnya di Lumban Silo. Acara adat mangokal holi panakok saring saring merupakan upacara adat tertinggi di suku Batak Samosir sebagai wujud penghormatan bagi orang tua. Tidak ada acara adat penuh ketika memasukkan tanah leluhurnya itu menunjukkan keganjilan. Tidak pernah keluarga Siregar dan Sianturi yang dari Muara datang ke Samosir untuk menghadiri axara adat keluarga Martua Sitanggang. Kami menyimpulkan bahwa Wisman Sitanggang dan anaknya Martua Sitanggang memang menyadari bahwa Lumban Silo bukan milik leluhurnya namun ingin menguasai secara licik. Membangun tambak di Lumban Silo adalah cara praktis agar seolah olah mereka adalah keturunan Sipukka Lumban. Sudah puluhan tahun, keluarga Martua Sitanggang mengakui Lumban Silo sebagai milik leluhurnya, namun dari hasil pencarian kami ke Muara, terbukti leluhur Martua Sitanggang itu berasal dari Muara. Djaiman Sitanggang diijinkan menumpang di Lumban Silo oleh kakek saya Opung Sindak Sitanggang, papar Darwin Sitanggang, pahompu panggoaran dari Opung Tongam Sitanggang Sipukka Lumban Silo, yang kini tinggal di Kabanjahe (red)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Dan Pengecekan Antisipasi Pohon Tumbang di Daerah Rawan Bencana

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Dan Pengecekan Antisipasi Pohon Tumbang di Daerah Rawan Bencana

LAMONGAN//Warta.in –Dalam Rangka bentuk kepedulian polri dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati kali ini jajaran personil Polsek Ngimbang giat patroli pemantauan dan antisipasi Pohon Tumbang Guna cegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di jalan Raya Babat – Jombang di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, Selasa (28/04/2026) pukul 09.00 wib

Patroli pemantauan pohon tumbang ini di laksanakan oleh anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Aipda Afis
untuk mengecek dan memantau kondisi pohon di pinggir jalan antisipasi pohon tumbang agar tidak mengganggu kamtibmas dan tetap kondusif di wilayah Kecamatan Ngimbang

Untuk semua masyarakat di harapkan tetap Waspada apabila waktu Hujan dan Angin untuk menghindari pohon tumbang segera melaporkan ke Polsek atau Damkar setempat

Sementara Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H menjelaskan “Bahwa kegiatan Patroli dan pemantauan pohon tumbang tersebut untuk antisipasi terjadinya bencana alam tumbangnya pohon saat hujan dan angin ribut apabila pengendara melintas dan masyarakat memberikan himbauan kamtibmas juga memberikan himbauan agar selalu menjaga kebersihan yaitu dengan mematuhi Peraturan lalu lintas, ”Pesan Kapolsek Ngimbang

Sehingga masyarakat merasakan kenyamanan dengan pelayanan dan kehadiran polisi ditengah – tengah masyarakat agar kondisi wilayah Ngimbang Aman dan kondusif (roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme di Siang Hari

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme di Siang Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas Secara dialogis guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Selasa siang (28/04/2026)pukul 10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Harkamtibmas ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan  Apda Afis dengan sasaran Patroli jalan poros Babat – jombang, Pabrik rokok R3, SPBU Ngimbang, Gudang Sampurna dan ATM BNI Ngimbang dan masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli Harkamtibmas ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Di Daerah Rawan Kriminal

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Di Daerah Rawan Kriminal

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Selasa (28/04/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 23.00 wib oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Aiptu Hadi Gunarto, S.H,untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di Jalan Poros Jombang – Babat, SPBU Ngimban, Pabrik Rokok R3 Ngimbang dan Ruko depan RSUD Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)