Beranda blog

Pj Kades Dinilai Bungkam Saat Dimintai Klarifikasi Soal Belanja Bibit Lele Dan Tenda Ketahanan Pangan

0

Nias Barat, Warta.in  — Pengelolaan Dana Desa Sihare’o, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat, Tahun Anggaran 2025, menjadi sorotan publik. Alokasi dana sebesar Rp864.028.000 yang diperuntukkan bagi kesejahteraan warga, kini dipertanyakan transparansinya.

Sorotan tajam tertuju pada Program Ketahanan Pangan berupa pengadaan bibit ikan lele dan tenda. Warga menduga terdapat kejanggalan dalam proses belanja yang mengarah pada praktik penggelembungan harga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun warga dan beredar di media sosial, terdapat 105 kepala keluarga penerima manfaat. Setiap keluarga disebut menerima 300 ekor bibit lele dengan harga Rp3.000 per ekor dan satu unit tenda ukuran 2×3 meter seharga Rp300.000.

Jika dikalkulasi, total belanja hanya berkisar Rp126 juta. Angka tersebut terdiri dari Rp94,5 juta untuk bibit lele dan Rp31,5 juta untuk tenda. Selisih anggaran yang cukup besar dari total pagu Rp864 juta pun menjadi pertanyaan warga.

Lebih jauh, warga mengungkap adanya perubahan jumlah bibit dari informasi awal 400 ekor menjadi 300 ekor saat dibagikan. Kualitas bibit dan spesifikasi tenda juga dipersoalkan. Anggota Badan Permusyawaratan Desa Sihare’o, S. Gyan Gulo Gyan, turut mempertanyakan hal tersebut.

Selain Ketahanan Pangan, permodalan Badan Usaha Milik Desa yang bersumber dari Dana Desa juga disorot. Warga menyebut permodalan tersebut belum menunjukkan hasil sejak 2025.

Pj Kades Dinilai Bungkam

Upaya konfirmasi yang dilakukan Warta.in kepada Penjabat Kepala Desa Sihare’o, Yasanema Gulo, belum membuahkan penjelasan rinci. Melalui pesan tertulis, Yasanema Gulo hanya menyampaikan, “No Aman Dan No Mahalo Wamatuno Mege Siang Pemdes Bersama BPD Dan Sepakat Juga Dalam Hal Pelaksanaan Tahap 2.”

Pernyataan tersebut dinilai tidak menjawab substansi pertanyaan terkait Rencana Anggaran Biaya, harga satuan, dan bukti pertanggungjawaban.

Warga Desak Kejari Gunungsitoli Turun Tangan

Atas kondisi tersebut, warga mendesak Kejaksaan Negeri Gunungsitoli untuk turun tangan. Warga meminta agar dilakukan pemeriksaan terbuka terhadap pengelolaan Dana Desa Sihare’o, mulai dari pengadaan bibit lele, tenda, hingga permodalan BUMDes.

Desakan kepada Kejari Gunungsitoli dinilai sebagai langkah untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan uang negara di tingkat desa. Warga berharap aparat penegak hukum dapat melakukan audit dan penyelidikan secara profesional.

Jika ditemukan indikasi penggelembungan harga, warga meminta agar kasus tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku terkait tindak pidana korupsi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi secara terbuka. Redaksi memberikan ruang hak jawab seluas-luasnya bagi Pj Kades Sihare’o, BPD, BUMDes, Pemerintah Kabupaten Nias Barat, Inspektorat, Dinas PMD, dan Kejari Gunungsitoli.

 

*PILKADES SERENTAK 37 DESA KABUPATEN MUKOMUKO HARUS BERSIH DAN BERMARTABAT*

0

*TEGAS MENOLAK POLITIK UANG DAN POLITIK KOTOR: PILKADES SERENTAK 37 DESA KABUPATEN MUKOMUKO HARUS BERSIH DAN BERMARTABAT*

Mukomuko, 30 Oktober 2026 — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak di 37 Desa se-Kabupaten Mukomuko yang akan berlangsung pada 22 November 2026, Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, bersinergi dengan jajaran pemerintah kecamatan, menyampaikan pernyataan tegas sekaligus himbauan luas kepada seluruh elemen masyarakat, calon kepala desa, panitia pelaksana, dan warga, agar pesta demokrasi di tingkat desa ini berjalan bersih, bermartabat, dan berkeadilan.

Khusus di Kecamatan V Koto, Camat Andi Hendra, S.STP., M.Si., menyampaikan sikap yang sangat tegas terhadap potensi maraknya praktik politik uang dan politik kotor menjelang hari pemungutan suara. Beliau mengecam keras segala bentuk upaya yang menghalalkan segala cara demi meraih kemenangan — langkah yang pada akhirnya hanya akan mencederai demokrasi dan merugikan kehidupan berkeluhuran masyarakat desa.

“Di wilayah Kecamatan V Koto, praktik politik uang dan politik kotor tidak kami benarkan sama sekali, dan kami kecam dengan keras. Mari kita ciptakan suasana yang kondusif, sehingga pemilihan kepala desa ini berjalan lancar, sukses, jujur, dan adil. Kita harus terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegas Camat Andi.

Lebih jauh, Camat Andi menyatakan dukungan penuh dan kesepahaman yang utuh terhadap himbauan resmi yang telah dikeluarkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mukomuko. Beliau juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergandengan tangan mendukung sinergi TNI dan Kepolisian Republik Indonesia dalam menciptakan Pilkades yang aman, tertib, lancar, dan sukses di tengah masyarakat.

HIMBAUAN RESMI DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN MUKOMUKO

Kepada seluruh Calon Kepala Desa, Ketua dan Anggota Panitia Pelaksana Pilkades, serta masyarakat di 37 Desa se-Kabupaten Mukomuko:

Sehubungan dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak yang akan digelar pada 22 November 2026, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mukomuko melalui Bidang Pemerintahan Desa menyampaikan himbauan resmi kepada seluruh pihak terkait, agar pelaksanaan pesta demokrasi ini berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, tertib, aman, dan kondusif.

Kepada seluruh Calon Kepala Desa, diharapkan senantiasa mematuhi dan mengikuti seluruh peraturan perundang-undangan, peraturan daerah, serta ketentuan teknis yang ditetapkan pemerintah dan panitia pelaksana. Lakukan kampanye dengan cara yang santun, beretika, dan mengutamakan penyampaian visi serta misi yang konstruktif. Sampaikan gagasan terbaik untuk kemajuan desa, bukan janji-janji yang menyesatkan atau pemberian imbalan yang melanggar hukum. Hindari segala bentuk praktik yang melanggar aturan, memecah belah masyarakat, serta hal-hal yang dapat menimbulkan ketidakpuasan atau perselisihan pasca-pemilihan. Kepatuhan terhadap regulasi adalah kunci keberhasilan Pilkades yang berkualitas dan bermartabat.

Kepada seluruh Panitia Pelaksana Pilkades, diamanatkan untuk menjalankan tugas dan fungsi secara profesional, transparan, akuntabel, dan tidak memihak. Setiap tahapan pelaksanaan pemilihan harus dilakukan sesuai mekanisme dan prosedur yang telah ditetapkan. Kehati-hatian, ketelitian, dan ketegasan dalam menegakkan aturan mutlak diperlukan, agar proses pemilihan berjalan lancar, hasilnya dapat diterima oleh seluruh masyarakat, serta terhindar dari sengketa pasca-pemilihan. Panitia adalah garda terdepan penjamin keadilan dan kejujuran pesta demokrasi di desa. Integritas saudara-saudara adalah kunci kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilihan ini.

Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mukomuko, mari kita jaga bersama suasana yang damai, saling menghormati, dan menjunjung tinggi persatuan dalam menyukseskan Pilkades Serentak tahun ini. Jangan mudah tergoda oleh tawaran materi yang justru akan merugikan masa depan desa kita sendiri. Pilihlah berdasarkan gagasan, kemampuan, dan rekam jejak calon. Keberhasilan pemilihan kepala desa yang sah dan bermutu adalah tanggung jawab kita bersama.

Semoga pelaksanaan Pilkades Serentak di 37 Desa Kabupaten Mukomuko pada 22 November 2026 berjalan dengan lancar, aman, damai, dan sukses, menuju terwujudnya pemerintahan desa yang bersih, berkualitas, dan sejahtera.

Demikian himbauan ini disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Terima kasih atas perhatiannya.

Darsono, S.Pd.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Kabupaten Mukomuko

 
Pesta demokrasi di tingkat desa adalah cerminan kedewasaan berdemokrasi di daerah kita. Kemenangan yang diraih dengan cara yang benar adalah kemenangan yang abadi dan membawa berkah bagi seluruh warga. Mari kita jaga kebersamaan dan kejujuran mulai dari diri kita sendiri.

(HD)

*TOLAK POLITIK UANG DAN POLITIK KOTOR DALAM PILKADES SERENTAK 37 DESA KABUPATEN MUKOMUKO*

0

*TOLAK POLITIK UANG DAN POLITIK KOTOR DALAM PILKADES SERENTAK 37 DESA KABUPATEN MUKOMUKO*

Mukomuko, 28 Oktober 2026 — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak di 37 Desa se-Kabupaten Mukomuko yang akan berlangsung pada 22 November 2026, Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, bersinergi dengan jajaran pemerintah kecamatan, menyampaikan pernyataan tegas sekaligus himbauan luas kepada seluruh elemen masyarakat, calon kepala desa, panitia pelaksana, dan warga, agar pesta demokrasi di tingkat desa ini berjalan bersih, bermartabat, dan berkeadilan.

Khusus di Kecamatan V Koto, Camat Andi Hendra. S,STP, M,SI. menyampaikan sikap yang sangat tegas terhadap potensi maraknya praktik politik uang dan politik kotor menjelang hari pemungutan suara. Beliau mengecam keras segala bentuk upaya yang menghalalkan segala cara demi meraih kemenangan, yang pada akhirnya hanya akan mencederai demokrasi dan merugikan kehidupan berkeluhuran masyarakat desa.

“Di wilayah Kecamatan V Koto, praktik politik uang dan politik kotor tidak kami benarkan sama sekali, dan kami kecam dengan keras. Mari kita ciptakan suasana yang kondusif, sehingga pemilihan kepala desa ini berjalan lancar, sukses, jujur, dan adil. Kita harus terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegas Camat Andi.

Lebih jauh, Camat Andi menyatakan dukungan penuh dan kesepahaman yang utuh terhadap himbauan resmi yang telah dikeluarkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mukomuko. Beliau juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergandengan tangan mendukung sinergi TNI dan Kepolisian Republik Indonesia dalam menciptakan Pilkades yang aman, tertib, lancar, dan sukses di tengah masyarakat.

HIMBAUAN RESMI DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN MUKOMUKO

Kepada seluruh Calon Kepala Desa, Ketua dan Anggota Panitia Pelaksana Pilkades, serta masyarakat di 37 Desa se-Kabupaten Mukomuko:

Sehubungan dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak yang akan digelar pada 22 November 2026, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mukomuko melalui Bidang Pemerintahan Desa menyampaikan himbauan resmi kepada seluruh pihak terkait, agar pelaksanaan pesta demokrasi ini berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, tertib, aman, dan kondusif.

Kepada seluruh Calon Kepala Desa, diharapkan senantiasa mematuhi dan mengikuti seluruh peraturan perundang-undangan, peraturan daerah, serta ketentuan teknis yang ditetapkan pemerintah dan panitia pelaksana. Lakukan kampanye dengan cara yang santun, beretika, dan mengutamakan penyampaian visi serta misi yang konstruktif. Sampaikan gagasan terbaik untuk kemajuan desa, bukan janji-janji yang menyesatkan atau pemberian imbalan yang melanggar hukum. Hindari segala bentuk praktik yang melanggar aturan, memecah belah masyarakat, serta hal-hal yang dapat menimbulkan ketidakpuasan atau perselisihan pasca-pemilihan. Kepatuhan terhadap regulasi adalah kunci keberhasilan Pilkades yang berkualitas dan bermartabat.

Kepada seluruh Panitia Pelaksana Pilkades, diamanatkan untuk menjalankan tugas dan fungsi secara profesional, transparan, akuntabel, dan tidak memihak. Setiap tahapan pelaksanaan pemilihan harus dilakukan sesuai mekanisme dan prosedur yang telah ditetapkan. Kehati-hatian, ketelitian, dan ketegasan dalam menegakkan aturan mutlak diperlukan, agar proses pemilihan berjalan lancar, hasilnya dapat diterima oleh seluruh masyarakat, serta terhindar dari sengketa pasca-pemilihan. Panitia adalah garda terdepan penjamin keadilan dan kejujuran pesta demokrasi di desa. Integritas saudara-saudara adalah kunci kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilihan ini.

Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mukomuko, mari kita jaga bersama suasana yang damai, saling menghormati, dan menjunjung tinggi persatuan dalam menyukseskan Pilkades Serentak tahun ini. Jangan mudah tergoda oleh tawaran materi yang justru akan merugikan masa depan desa kita sendiri. Pilihlah berdasarkan gagasan, kemampuan, dan rekam jejak calon. Keberhasilan pemilihan kepala desa yang sah dan bermutu adalah tanggung jawab kita bersama.

Semoga pelaksanaan Pilkades Serentak di 37 Desa Kabupaten Mukomuko pada 22 November 2026 berjalan dengan lancar, aman, damai, dan sukses, menuju terwujudnya pemerintahan desa yang bersih, berkualitas, dan sejahtera.

Demikian himbauan ini disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Darsono. S,Pd
Kepala Bidang Pemerintahan Desa
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Kabupaten Mukomuko

Pesta demokrasi di tingkat desa adalah cerminan kedewasaan berdemokrasi di daerah kita. Kemenangan yang diraih dengan cara yang benar adalah kemenangan yang abadi dan membawa berkah bagi seluruh warga. Mari kita jaga kebersamaan dan kejujuran mulai dari diri kita sendiri.

(HD)

Jeratan rentenir koperasi ilegal dan bunga tak masuk akal , fenomena bank gelap diditengah pecinta judol

0

JAKARTA — Di tengah langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menata industri keuangan digital melalui regulasi ketat, praktik penagihan pinjaman dengan bunga yang melonjak drastis masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian masyarakat. Sebagaimana tertuang dalam SEOJK Nomor 19/SEOJK.06/2023, OJK telah menurunkan batas maksimal bunga pinjaman online (pinjol) konsumtif secara bertahap hingga menjadi 0,1% per hari pada tahun 2026, serta menetapkan batas total denda dan biaya maksimal 100% dari pokok pinjaman.

 

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan tantangan yang tidak mudah. Di tingkat tapak, masyarakat masih kerap dihadapkan pada ancaman bank gelap, koperasi tanpa izin, hingga rentenir yang menerapkan suku bunga mencekik jauh di atas batas resmi.

 

Sisi Korban: Terjepit Bunga Mencekik dan Lingkaran Masalah Sosial

Kisah yang dialami oleh Sudeng (nama samaran), seorang warga Ciaul, menjadi salah satu cermin maraknya praktik penagihan oleh oknum koperasi ilegal. Berawal dari tergiur kemudahan dana cepat, Sudeng kini harus berhadapan dengan tagihan berlipat ganda yang disertai intimidasi.

 

Fenomena ini sering kali saling berkaitan dengan persoalan sosial lainnya, seperti maraknya judi online yang memicu kebutuhan mendesak akan modal atau penyelesaian utang secara instan. Kondisi psikologis dan ekonomi yang terdesak dimanfaatkan oleh entitas keuangan ilegal untuk menawarkan pinjaman dengan syarat mudah tetapi berbiaya sangat tinggi.

 

Bagi para korban, kehadiran entitas ilegal ini dirasakan sangat merugikan karena tidak adanya pelindungan konsumen serta ketiadaan transparansi biaya sejak awal transaksi.

 

Sisi Hukum dan Regulasi: Jerat Pidana bagi Pelaku Praktik Keuangan Tanpa Izin

Dari sudut pandang hukum, kegiatan penghimpunan dana atau penyaluran pinjaman yang menyerupai praktik perbankan/koperasi tanpa izin resmi OJK merupakan pelanggaran pidana yang serius.

 

Praktik bank gelap dapat dijerat dengan Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, yang mengancam pelaku penghimpunan dana tanpa izin dengan sanksi pidana penjara dan denda. Selain itu, jika dalam proses penagihan atau transaksinya ditemukan unsur pemerasan, penipuan, atau pengancaman, pelaku juga dapat disangkakan dengan pasal-pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta UU ITE (jika menggunakan sarana digital).

 

Aparat penegak hukum dan lembaga regulator mengimbau masyarakat untuk membedakan secara tegas antara penyedia layanan keuangan resmi yang terdaftar di OJK dengan pelaku jasa keuangan ilegal. Adanya dugaan keterlibatan oknum tertentu yang melindungi praktik tersebut harus dilaporkan melalui jalur pengaduan resmi agar dapat ditindaklanjuti secara objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Solusi dan Langkah Hukum Bagi Masyarakat

Bagi warga atau korban yang terjerat pinjaman ilegal atau bank gelap dengan bunga tidak wajar, langkah-langkah hukum yang dapat ditempuh antara lain:

 

Memeriksa Legalitas Entitas: Memastikan status izin penyedia pinjaman melalui kanal resmi OJK (Kontak 157 atau WhatsApp OJK).

 

Melaporkan ke Satgas Pasti (Satgas Berantas Aktivitas Keuangan Ilegal): Mengirimkan bukti pengancaman, penetapan bunga tidak wajar, atau transaksi tanpa izin kepada Satgas OJK.

 

Membuat Laporan Kepolisian: Jika terdapat unsur intimidasi, ancaman keselamatan, atau pemerasan oleh oknum penagih, segera laporkan ke kepolisian terdekat dengan membawa bukti percakapan dan rincian transaksi.

 

Pendampingan Hukum: Meminta bantuan hukum kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) setempat untuk mendapatkan perlindungan hak-hak konsumen.

*Statement by the Royal Office Regarding the NWM Development Program*

0

*Statement by the Royal Office Regarding the NWM Development Program*

Rabat – On October 28, 2026, the King of Morocco presided over a meeting to launch the Nador West Med (NWM) development program—a deep-water port complex and strategic industrial zone located in the Bay of Bétoya (Iaazzanene), approximately 30 km west of the city of Nador in eastern Morocco. The NWM development program comprises two primary projects: the construction of a terminal and the expansion of the port complex.

The following is an official statement issued to the media by the Royal Palace of Morocco in Rabat.

*Statement by the Royal Office*

Rabat – Here follows a statement by the Royal Office :

“His Majesty King Mohammed VI, may God assist Him, chaired today at the Royal Palace in Rabat a working session on the progress of the Nador West Med port complex, whose first terminal is set to enter into service in the upcoming days, as well as the extension project of the Tanger Med complex, with the launch of works on the new Tanger Med 3 port.

During this meeting, which is part of the working sessions chaired by His Majesty the King and dedicated to the developments of the major national ports projects, mainly the meeting held on January 28, a presentation was made before the Sovereign by Chairman of TMSA’s Oversight Board, Chairman of the Nador West Med Board of Administration, on the state of progress of the two projects and the next steps in their development.

These two new projects are part of the Royal Vision to equip Morocco with an efficient port system capable of strengthening its competitiveness in the face of the restructuring of global value chains. This ambition combines national growth with regional development through a more equitable distribution of public investment, the mobilization of private capital, and the creation of job opportunities. It should also result in tangible benefits for residents of neighboring areas while ensuring that value creation is rooted in local communities.

Nador West Med (NWM) is set to complete the Tanger Med offer and bolster Morocco’s logistical, industrial, and energy positioning. Combining port infrastructure and industrial, logistical, and energy platforms, the project has to date mobilized 54 billion dirhams of public and private investment.

Its first container terminal, whose initial phase will soon be put into operation, will ultimately offer a capacity of 3.5 million containers. A second terminal, with a capacity of 1.8 million containers, will enter into service in April 2027. These two terminals will mobilize 8 billion dirhams in private investment.

The energy component provides for the commissioning of the hydrocarbon terminal, backed by a storage area with a potential capacity of 4 million m3, as well as a liquefied natural gas terminal capable of processing up to 5 billion m3 per year. These investments are part of the consolidation of the Kingdom’s energy security in line with the High Instructions of His Majesty the King, may God assist Him.

This offer will be completed by a terminal for solid bulk and another for general cargo.

As for the industrial zone, which is already operational, it currently hosts one active factory and three others under construction. It will open up new opportunities for business and professional integration. In the short term, the NWM complex will create 14,000 direct and 20,000 indirect jobs.

This momentum is supported by the development of connecting infrastructure, notably the Selouane-NWM railway link, the Guercif-NWM highway, and the upgrading of the road network, in order to better serve the surrounding territories.

At the same time, the Tanger Med extension project, presented before the Sovereign, will strengthen the capacities of this port complex, with the imminent planned launch of the Tanger Med 3 works. Located to the west of Tanger Med 2, this new port will include 1,200 meters of quays, for an additional capacity of 4.5 million containers per year and an investment of 8 billion dirhams.

A concession contract has been signed with Maersk-APM, one of the world leaders in maritime transport, for the development of the new container terminal. This development is also accompanied by the ongoing extension of the passenger and roll-on/roll-off port and will enable the eastern extension of Tanger Med 2.

With the completion of these new projects, the Tanger-Med port complex could reach a total capacity of 20 million containers, allowing it to position itself in the global top 10.

At the end of this working session, His Majesty King Mohammed VI, May God assist Him, stressed the imperative that the economic and social benefits of these projects reach all the provinces concerned and translate into tangible improvements for local populations. In this context, the Sovereign called for the accelerated implementation of training programs tailored to the needs of emerging activities to promote the professional integration of the youth.

This working session was attended by Advisor to HM the King Fouad Ali El Himma, Minister of the Interior Abdelouafi Laftit, Minister of Economy, Finance and Public Performance Fouzi Lekjaa, Minister of Equipment, Water and Forests Nizar Baraka, Minister of Industry, Trade, Investment and Economic Inclusion Ryad Mezzour and Chairman of TMSA’s Oversight Board, Chairman of the Nador West Med Board of Administration Fouad Brini. (PERSISMA/Ed)

*KEMENANGAN DAN KEBAHAGIAAN TAK TERHINGGA: PORAMI FC JUARA, BUPATI MUKOMUKO HADIR LANGSUNG PADA LAGA PUNCAK*

0

*KEMENANGAN DAN KEBAHAGIAAN TAK TERHINGGA: PORAMI FC JUARA LUBUK SANAI CUP II, BUPATI MUKOMUKO HADIR LANGSUNG PADA LAGA PUNCAK*

Mukomuko, Kamis, 29 Oktober 2026 — Suasana penuh kebahagiaan dan semangat kebersamaan melingkupi Lapangan Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, pada Kamis siang ini. Di hadapan ribuan penonton yang memadati lokasi, Bupati Mukomuko, H. Chairul Huda, SH, secara resmi menghadiri pertandingan final yang dinanti-nantikan: Lubuk Sanai Cup II Tahun 2026.

Kehadiran Bupati turut didampingi oleh Ibu Anna Chairul Huda, yang juga hadir bersama jajaran Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Mukomuko maupun Kecamatan XIV Koto. Turut memeriahkan momen bersejarah ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bengkulu perwakilan Kabupaten Mukomuko dari Fraksi Partai Golkar, Ali Saptaini, S.E., serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri Mukomuko. Dari jajaran kepolisian, Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardhana, S.I.K., diwakili oleh Kapolsek Kota Mukomuko beserta anggota yang turut hadir memeriahkan dan mendukung kesuksesan berlangsungnya turnamen dari awal pembukaan hingga puncak laga yang berlangsung sengit tersebut. Kehadiran unsur pimpinan daerah, lembaga penegak hukum, dan tokoh masyarakat ini menjadi bukti nyata dukungan bersama, sejalan dengan semangat program Kepolisian Republik Indonesia: Polri Hadir, Bersama Masyarakat dan Untuk Masyarakat.

Hadir pula jajaran Organisasi Perangkat Daerah dan pejabat terkait, antara lain Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Ujang Selamet, Camat XIV Koto, Camat Lubuk Pinang, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan XIV Koto, para Kepala Desa se-Kecamatan XIV Koto, serta Kepala Desa Lubuk Gedang, Yunna Aswardi.

Dalam sambutannya, Bupati Mukomuko, H. Chairul Huda, SH, menyampaikan apresiasi yang luar biasa dan mendalam kepada seluruh masyarakat Desa Lubuk Sanai atas segenap dukungan, partisipasi, dan kerja keras sehingga ajang olahraga ini dapat terselenggara dengan sangat baik, berjalan lancar, aman, dan sukses hingga akhir. “Keberhasilan Lubuk Sanai Cup II ini adalah kebanggaan kita semua. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Desa Lubuk Sanai patut menjadi teladan bagi kita semua. Olahraga adalah sarana terbaik untuk mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan kedamaian, dan membangun kekuatan bersama,” ungkap Bupati dengan hangat.

Laga final yang mempertemukan tuan rumah PORAMI FC melawan perwakilan Lubuk Gedang FC berlangsung penuh semangat, ketegangan yang sportif, dan kehangatan kebersamaan. Didukung sorak-sorai ribuan pendukungnya, PORAMI FC tampil percaya diri dan akhirnya berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor akhir 5–2. Kebahagiaan meluap tak terbendung saat peluit akhir berbunyi; seluruh pemain, pelatih, dan pendukung PORAMI FC merayakan keberhasilan tersebut dengan sukacita yang tulus. Kemenangan ini bukan sekadar soal angka di papan skor, melainkan buah dari kerja keras, latihan yang tekun, dan semangat persatuan yang tak pernah padam selama berlangsungnya ajang ini.

Penyelenggaraan Lubuk Sanai Cup II berjalan dengan sangat baik, tertib, aman, lancar, dan penuh kehangatan kebersamaan. Suksesnya ajang ini tentu bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan buah gotong royong dan dukungan luas dari masyarakat Desa Lubuk Sanai, Lubuk Sanai II, maupun Lubuk Sanai III. Panitia pelaksana pun patut berbangga atas terselenggaranya turnamen yang berjalan rapi dan meriah dari awal hingga akhir. Dua kebahagiaan sekaligus dirasakan hari ini: suksesnya pelaksanaan turnamen yang aman dan kondusif, serta diraihnya gelar juara oleh tim tuan rumah. Semangat inilah yang menjadikan Lubuk Sanai Cup II bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum persatuan yang luar biasa indah bagi seluruh warga.

Selamat kepada PORAMI FC atas kemenangannya! Selamat pula kepada seluruh peserta, panitia, dan masyarakat yang telah menjaga kebersamaan sepanjang ajang ini. Semoga semangat olahraga dan persatuan ini terus terjaga, membawa kebaikan dan kemajuan bagi kita semua.

(Tim Redaksi HD)

*PORAMI FC RAIH GELAR JUARA LUBUK SANAI CUP II, BUPATI MUKOMUKO HADIR LANGSUNG MEMBERIKAN DUKUNGAN*

0
Oplus_131072

*SEMANGAT PERSATUAN DAN KEMENANGAN YANG MEMBAHAGIAKAN: PORAMI FC RAIH GELAR JUARA LUBUK SANAI CUP II, BUPATI MUKOMUKO HADIR LANGSUNG MEMBERIKAN DUKUNGAN*

Mukomuko, Kamis, 29 Oktober 2026 — Langit cerah dan senyum bahagia menghiasi wajah ribuan warga yang memadati Lapangan Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, pada Kamis siang ini. Sebuah momen yang telah lama dinanti akhirnya tiba — laga puncak Lubuk Sanai Cup II Tahun 2026 yang tak sekadar mempertemukan dua tim di atas lapangan hijau, melainkan merajut kebersamaan yang begitu hangat di tengah masyarakat.

Kehadiran Bupati Mukomuko, H. Chairul Huda, SH, menjadi kehormatan sekaligus dorongan semangat yang luar biasa bagi seluruh peserta dan masyarakat yang hadir. Beliau didampingi oleh Ibu Anna Chairul Huda, yang turut hadir bersama jajaran Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Mukomuko serta Kecamatan XIV Koto, menambah kehangatan suasana kekeluargaan di ajang ini.

Turut memeriahkan momen bersejarah ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bengkulu perwakilan Kabupaten Mukomuko dari Fraksi Partai Golkar, Ali Saptaini, S.E., serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri Mukomuko. Kehadiran unsur penegak hukum menunjukkan dukungan nyata terhadap kegiatan positif di tengah masyarakat. Dari jajaran kepolisian, Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardhana, S.I.K., diwakili oleh Kapolsek Kota Mukomuko beserta jajaran anggota yang telah setia mendampingi keselamatan dan kelancaran turnamen ini dari awal pembukaan hingga puncak laga yang berlangsung penuh ketegangan namun tetap santun. Kehadiran mereka sejalan dengan semangat mulia program Kepolisian Republik Indonesia: Polri Hadir, Bersama Masyarakat dan Untuk Masyarakat.

Hadir pula jajaran Organisasi Perangkat Daerah dan pejabat terkait, antara lain Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Ujang Selamet, Camat XIV Koto, Camat Lubuk Pinang, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan XIV Koto, para Kepala Desa se-Kecamatan XIV Koto, serta Kepala Desa Lubuk Gedang, Yunna Aswardi. Kehadiran para pemimpin daerah dan tokoh masyarakat ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun jiwa dan kebersamaan melalui olahraga.

Dalam sambutannya, Bupati Mukomuko menyampaikan apresiasi yang mendalam dan tulus kepada seluruh masyarakat Desa Lubuk Sanai atas segenap dukungan, partisipasi aktif, dan kerja keras luar biasa sehingga ajang olahraga ini dapat terselenggara dengan sangat baik, berjalan lancar, aman, dan sukses hingga penutupan.

“Keberhasilan Lubuk Sanai Cup II ini adalah kebanggaan kita semua. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Desa Lubuk Sanai patut menjadi teladan bagi kita semua di manapun kita berada. Olahraga adalah sarana terbaik untuk mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan kedamaian di tengah perbedaan, dan membangun kekuatan bersama yang kokoh. Semoga semangat ini terus menyala di hati kita,” ujar Bupati dengan nada yang hangat dan menginspirasi.

Laga final yang mempertemukan tuan rumah PORAMI FC melawan perwakilan Lubuk Gedang FC berlangsung penuh semangat, ketegangan yang sportif, serta kehangatan kebersamaan yang terjaga di setiap menit pertandingan. Di dukung sorak-sorai ribuan pendukungnya yang tak henti memberikan semangat, PORAMI FC tampil percaya diri, disiplin, dan akhirnya berhasil meraih kemenangan yang membanggakan dengan skor akhir 5–2. Kebahagiaan meluap tak terbendung saat peluit akhir berbunyi; seluruh pemain, pelatih, dan pendukung PORAMI FC merayakan keberhasilan tersebut dengan sukacita yang tulus dan rendah hati. Kemenangan ini bukan sekadar soal angka di papan skor, melainkan buah dari kerja keras, latihan yang tekun, kedisiplinan, dan semangat persatuan yang tak pernah padam selama berlangsungnya ajang ini.

Penyelenggaraan Lubuk Sanai Cup II berjalan dengan sangat baik, tertib, aman, lancar, dan penuh kehangatan kebersamaan. Suksesnya ajang ini tentu bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan buah gotong royong dan dukungan luas dari masyarakat Desa Lubuk Sanai, Lubuk Sanai II, maupun Lubuk Sanai III. Panitia pelaksana patut berbangga dan diapresiasi atas terselenggaranya turnamen yang berjalan rapi dan meriah dari awal hingga akhir. Dua kebahagiaan sekaligus dirasakan hari ini: suksesnya pelaksanaan turnamen yang aman dan kondusif, serta diraihnya gelar juara oleh tim tuan rumah. Semangat inilah yang menjadikan Lubuk Sanai Cup II bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum persatuan yang luar biasa indah bagi seluruh warga.

Selamat kepada PORAMI FC atas kemenangannya yang membanggakan! Selamat pula kepada Lubuk Gedang FC yang telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Kepada seluruh peserta, panitia, dan masyarakat, terima kasih telah menjaga kebersamaan sepanjang ajang ini. Semoga semangat olahraga, persatuan, dan gotong royong ini terus terjaga, membawa kebaikan dan kemajuan bagi kita semua di masa yang akan datang.

(Tim Redaksi HD)

Tipu Teman Sendiri Rp100 Juta Lewat Bisnis Pertamini, Pria di PALI Akhirnya Dilaporkan ke Polres!

0

Warta.in//PALI – 29 Oktober 2026, Aksi tipu-tipu berkedok investasi bisnis kembali menelan korban. Kali ini, Syamsul Arif (56), seorang warga Kompleks Garuda Putra, Palembang, harus gigit jari setelah uang tabungan ratusan juta rupiah milik keluarganya raib. Bermodus kerja sama jaringan BBM eceran ‘Pertamini’, Syamsul diduga menjadi korban penipuan terencana yang dilakukan oleh rekannya sendiri, JP, warga Desa Tanah Abang Jaya, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Tak ingin tinggal diam melihat haknya dirampas, Syamsul mengambil langkah tegas dengan menyeret kasus ini ke jalur hukum. Didampingi tim kuasa hukumnya, ia resmi melaporkan JP ke Kepolisian Resor (Polres) PALI atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan investasi modal kerja.

Kronologi Modus: Iming-Iming Ekspansi Bisnis dan Profit Instan, Kasus ini bermula dari kedekatan hubungan pertemanan yang disalahgunakan. JP secara aktif membujuk Syamsul untuk mendanai proyek ekspansi bisnis Pertamini yang diklaimnya sangat prospektif. Kepada korban, JP memaparkan rencana ambisius untuk membuka puluhan titik penjualan BBM eceran baru di wilayah PALI dan sekitarnya.

Untuk meyakinkan korbannya, JP memamerkan beberapa titik usaha Pertamini miliknya yang diklaim sudah berjalan sukses. Tidak tanggung-tanggung, JP menjanjikan pembagian keuntungan (profit sharing) yang fantastis dan tidak realistis, yakni sebesar 8 persen setiap bulan dari total modal yang disetorkan.

Terpikat oleh rekam jejak palsu dan janji keuntungan tinggi, Syamsul akhirnya sepakat untuk bermitra. Pada tanggal 20 Mei 2026, tanpa menaruh curiga sedikit pun, korban mentransfer uang tunai sebesar Rp100 juta ke rekening pribadi JP sebagai modal operasional awal.

Keuntungan Macet, Modal Raib: Gelagat Buruk Sejak Bulan Pertama, Harapan Syamsul untuk mendapatkan penghasilan tambahan justru berubah menjadi mimpi buruk. Memasuki bulan pertama pasca-transfer, komitmen JP mulai goyah. Janji pembagian keuntungan 8 persen tidak dibayarkan tepat waktu. Korban harus berulang kali melakukan penagihan secara agresif dan menghadapi berbagai alasan sebelum akhirnya JP bersedia membayar.

Memasuki bulan kedua, kedok investasi bodong ini semakin terbuka lebar. JP sama sekali menghentikan pembayaran keuntungan. Jangankan mendapatkan profit yang dijanjikan, uang modal sebesar Rp100 juta yang disetorkan korban pun tidak diketahui rimbanya dan terindikasi kuat telah digelapkan untuk kepentingan pribadi terlapor. Upaya persuasif dan kekeluargaan yang dicoba oleh korban sama sekali tidak membuahkan hasil, sementara terlapor terus menghindar dari tanggung jawab.

Kuasa Hukum Desak Polres PALI Tindak Tegas Terlapor, Merasa kepercayaannya telah dikhianati dan mengalami kerugian finansial yang masif, Syamsul Arif akhirnya menggandeng dua advokat dari Palembang, Ali Hanafiah, SH, dan Sairudin, SH, untuk menuntut keadilan secara hukum.

Ali Hanafiah, SH, secara tegas menyatakan bahwa tindakan JP sudah memenuhi unsur pidana penipuan dan penggelapan. Pihaknya telah mengantongi bukti-bukti transfer dan perjanjian yang kuat untuk menjerat terlapor.

“Kami tidak akan tinggal diam. Laporan resmi telah kami layangkan dengan nomor register LP/B/379/X/2026/POLRESPALI/POLDA SUMSEL. Kami meminta dan sangat percaya bahwa penyidik Satreskrim Polres PALI akan bertindak secara profesional, cepat, dan tegas dalam mengusut tuntas perkara ini guna memberikan kepastian hukum serta keadilan bagi klien kami,” ujar Ali Hanafiah dengan nada tegas di hadapan awak media.

Tim kuasa hukum juga memperingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap segala bentuk penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tetap dalam jumlah besar di luar kewajaran. Saat ini, proses penyelidikan sedang berjalan di Polres PALI, dan pihak kepolisian akan segera memanggil JP untuk memberikan keterangan resmi terkait tuduhan berat yang diarahkan kepadanya. Korban menegaskan tidak ada kata damai dan menuntut agar uangnya dikembalikan seutuhnya serta pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai undang-undang yang berlaku.

Peringati HUT ke-26, Laskar Merah Putih Ziarah ke Makam Pendiri, Perkuat Komitmen Kebangsaan

0

Warta.in, Purwakarta – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Laskar Merah Putih (LMP), jajaran pengurus dan kader organisasi tersebut menggelar ziarah ke makam almarhum H. Edy Hartawan, pendiri sekaligus Ketua Umum pertama Laskar Merah Putih, di Taman Pemakaman San Diego Hills, Karawang, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Laskar Merah Putih untuk mengenang jasa dan perjuangan sang pendiri, sekaligus merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan, semangat persatuan, dan komitmen kebangsaan yang menjadi landasan organisasi.

Ziarah tersebut dihadiri jajaran pengurus Markas Besar (Mabes) LMP Pusat, di antaranya Wakil Ketua Harian LMP Pusat, St. Ukur Purba. Hadir pula dari Markas Cabang (Marcab) LMP Kabupaten Purwakarta yang dipimpin langsung Ketua Marcab LMP Purwakarta, Jakaria, yang akrab disapa Om Jack.

Suasana khidmat dan penuh penghormatan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Para kader yang mengenakan seragam kebesaran loreng Merah Putih tampak berbaris rapi di sekitar pusara almarhum. Mereka mengikuti doa bersama dan menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan atas jasa serta pengabdian tokoh yang meletakkan fondasi berdirinya organisasi tersebut.

Ketua Marcab LMP Purwakarta, Om Jack, menegaskan bahwa ziarah ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan dalam rangka memperingati hari jadi organisasi.

“Kegiatan ini merupakan sarana refleksi bagi seluruh kader agar tidak melupakan sejarah, nilai perjuangan, dan cita-cita besar yang diwariskan pendiri Laskar Merah Putih,” ujar Om Jack.

Menurutnya, semangat perjuangan yang telah dirintis almarhum H. Edy Hartawan harus terus dijaga dan diwujudkan melalui sikap nyata dalam kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat, terutama dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu, Wakil Ketua Harian LMP Pusat, St. Ukur Purba, menyampaikan apresiasi terhadap semangat kebersamaan dan soliditas yang terus ditunjukkan jajaran pengurus serta kader Laskar Merah Putih.

Ia berharap momentum peringatan HUT ke-26 ini semakin mempererat tali silaturahmi antarkader, memperkuat konsolidasi organisasi, serta mendorong seluruh jajaran LMP untuk tetap konsisten menjalankan nilai-nilai perjuangan yang menjadi identitas organisasi.

Peringatan HUT ke-26 Laskar Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi penanda perjalanan panjang organisasi, tetapi juga menjadi titik penguatan komitmen untuk terus menjaga persatuan, menghormati nilai-nilai kebangsaan, serta mengambil peran positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dengan mengenang jasa para pendiri, Laskar Merah Putih diharapkan mampu menjaga kesinambungan perjuangan organisasi sekaligus membuktikan keberadaannya melalui kontribusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

KDM GUBERNUR KERJA SAT-SET DAN PAHAM MANAJERIAL SEBAGAI PEMIMPIN RAKYAT

0

Oleh, DR. Suriyanto.,S.H.,M.H.,M.Kn.*)

 

Warta.in, Bandung – Di tengah banyaknya pejabat yang masih terjebak dalam rapat berjam-jam, seremonial, dan laporan yang hanya indah di atas kertas, Jawa Barat menemukan ritme baru kepemimpinan. Itulah Kang Dedi Mulyadi, atau KDM. Gubernur yang kerja sat-set, paham manajerial, dan benar-benar paham apa artinya menjadi pemimpin rakyat. Bukan pemimpin yang memimpin dari balik meja, tapi pemimpin yang memimpin dari tengah lumpur, dari tengah sungai, dari tengah rumah warga.

Apa arti sat-set? Sat-set adalah bahasa kerja rakyat. Tidak banyak teori, tidak banyak wacana, begitu melihat masalah langsung eksekusi. Ketika melihat sungai di Karawang penuh sampah, KDM tidak membuat tim kajian 6 bulan. Besoknya dia turun, kerahkan dinas, kerahkan warga, bersihkan. Ketika melihat bangunan wisata Hibisc Fantasy di Puncak merusak resapan air dan melanggar izin, tidak ada negosiasi berkepanjangan. Langsung segel, langsung bongkar. Inilah yang dirindukan rakyat: pejabat yang bertindak, bukan beralasan.

Banyak pejabat paham administrasi, tapi tidak paham manajerial. KDM adalah kebalikannya. Dia paham betul bahwa manajemen pemerintahan bukan soal membuat program banyak, tapi soal mengalokasikan uang dengan benar. Langkah pertama yang dia lakukan di 100 hari pertama bukan membuat proyek mercusuar, tapi efisiensi. Dia pangkas perjalanan dinas, pangkas acara seremonial, pangkas belanja yang tidak perlu. Hasilnya Rp 5 triliun berhasil diselamatkan dan langsung dialihkan untuk hal yang menyentuh rakyat: perbaikan 27 ribu ruang kelas rusak, BPJS kesehatan, penerangan jalan desa, dan perbaikan jalan provinsi yang berlubang selama 10 tahun.

Itulah otak manajerial. Dia mengerti bahwa APBD Jawa Barat yang hampir Rp 36 triliun itu bukan uang gubernur, tapi uang rakyat. Maka setiap rupiah harus kembali ke rakyat. Tidak ada istilah anggaran tidak terserap. Jika ada dinas yang tidak mampu menyerap anggaran untuk rakyat, maka dinas itu yang harus dievaluasi. Logika ini sederhana, tapi justru tidak dimiliki oleh banyak pejabat yang lebih takut tidak habis anggaran daripada takut anggaran tidak bermanfaat.

KDM juga mengajarkan kembali apa itu manajemen berbasis nilai budaya. Sebagai pemimpin, dia tidak memulai pembangunan dengan beton dan aspal, tapi dengan identitas. Konsep Gapura Panca Waluya yang dia bangun di perbatasan kabupaten bukan sekedar gapura. Itu adalah sistem manajemen wilayah. Tahap pertama penghormatan pada leluhur, tahap kedua adalah keamanan dengan CCTV. Artinya, pembangunan harus punya jiwa dulu, baru punya alat. Ini adalah filosofi Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh yang dia hidupkan kembali dari sekedar jargon menjadi sistem kerja.

Lihat program Nganjang ka Warga. Bagi pejabat lain, itu adalah blusukan pencitraan. Bagi KDM, itu adalah sistem audit paling jujur. Dengan datang langsung ke rumah warga tanpa pemberitahuan, tanpa protokoler, dia melihat langsung data kemiskinan yang tidak pernah muncul di laporan BPS. Dia menemukan anak putus sekolah karena tidak punya sepatu, ibu hamil yang tidak punya BPJS, jalan desa yang tidak pernah disentuh 20 tahun. Tidak ada laporan SKPD yang bisa membohonginya karena dia melihat sendiri. Itulah manajemen kontrol langsung, ala perusahaan besar yang CEO-nya selalu turun ke pabrik.

Keputusan-keputusan kontroversialnya pun adalah bukti kepemimpinan manajerial yang berani. Ketika dia memecat Kepala SMAN 6 Depok karena tetap memberangkatkan study tour padahal sudah ada larangan, banyak yang bilang otoriter. Padahal dia sedang menerapkan manajemen risiko. Dia tahu, study tour dan wisuda mewah adalah sumber pinjol orang tua, sumber pungli sekolah. Dengan satu surat edaran SE No. 45 yang melarang study tour, dia menyelamatkan jutaan orang tua di Jawa Barat dari jeratan ekonomi. Itu adalah keputusan CEO yang melindungi konsumennya, yaitu rakyat.

Pejabat lain harus belajar, bahwa menjadi pemimpin rakyat bukan berarti harus selalu menyenangkan semua orang. KDM berani tidak populer di kalangan pengusaha tambang ilegal di Subang dan Bogor ketika dia menutup tambang mereka. Dia berani tidak populer di kalangan pemilik gedung mewah yang melanggar tata ruang di Puncak. Tapi dia menjadi sangat populer di hati 50 juta rakyat Jawa Barat. Itulah pilihan seorang manajer sejati: memilih keberpihakan, bukan memilih aman.

Kerja sat-set juga terlihat dari bagaimana dia mengelola krisis. Saat banjir di Dayeuhkolot, saat konflik lahan di Rempang, saat sampah menumpuk di Sarimukti, dia tidak menunggu laporan. Dalam hitungan jam, dia ada di lokasi, bawa solusi, dan bawa anggaran. Bandingkan dengan pejabat lain yang saat banjir hanya memberi bantuan dari kantor. KDM memberi solusi dari lokasi banjir. Kecepatan adalah kunci dalam manajemen modern, dan KDM memahaminya lebih baik dari gubernur manapun.

Banyak yang mengira KDM hanya bisa soal budaya Sunda, padahal dia adalah Gubernur yang paham ESG dan keberlanjutan. Program Jabar Istimewa yang dia usung adalah integrasi Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan. Dia menolak pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan tapi merusak alam. Dia mewajibkan setiap proyek infrastruktur menghitung dampak lingkungan dan dampak sosialnya. Itulah yang disebut pemimpin visioner yang berstandar internasional, tapi berakar lokal.

Bagi para pejabat lain di Indonesia, dari bupati sampai menteri, KDM memberikan pelajaran yang sangat jelas. Pertama, jangan takut miskin pencitraan jika memang kerja. Dokumentasikan kerja untuk transparansi, bukan untuk pamer. Kedua, efisiensi bukan soal memotong anggaran, tapi soal memindahkan anggaran dari yang tidak penting ke yang penting. Ketiga, jangan kelola rakyat dengan data Excel, kelola dengan hati dan kaki yang mau melangkah ke rumah mereka.

Bagi masyarakat, KDM mengajarkan bahwa kita tidak boleh lagi memilih pemimpin yang hanya pintar bicara. Kita harus memilih pemimpin yang paham manajerial, yang mengerti bahwa memimpin 50 juta orang itu sama seperti mengelola perusahaan raksasa yang pelanggannya adalah rakyat. Butuh kecepatan, butuh empati, butuh keberanian memecat yang tidak beres, dan butuh ketulusan untuk mengakui kesalahan.

Pada akhirnya, Jawa Barat beruntung memiliki Gubernur yang kerja sat-set. Di saat Indonesia masih banyak memiliki pejabat yang kerjanya lambat, banyak alasan, dan banyak pencitraan kosong, KDM hadir sebagai antitesis. Dia membuktikan bahwa pemimpin yang paham manajerial tidak perlu banyak rapat. Dia hanya perlu tahu apa masalah rakyat, dan menyelesaikannya hari ini juga, bukan besok. Dan itulah definisi sejati dari pemimpin rakyat. (***)

*) Praktisi Hukum/Ketum PWRI