27.4 C
Jakarta
Senin, April 6, 2026
Beranda blog

*CARUT MARUT TATA KELOLA PASAR SENIN: MENGANCAM KESELAMATAN DAN MENGACAK-ACAK ARUS LALU LINTAS JALAN RAYA* *

0

*CARUT MARUT TATA KELOLA PASAR SENIN: MENGANCAM KESELAMATAN DAN MENGACAK-ACAK ARUS LALU LINTAS JALAN RAYA PADANG-BENGKULU*

MUKOMUKO – Sebuah ironi pembangunan dan ketertiban umum kembali menjadi sorotan tajam di Kabupaten Mukomuko. Pasar Senin yang terletak di wilayah Desa Penarik, Kecamatan Penarik, kini menjadi pusat perhatian publik lantaran tata kelolanya yang serba tak teratur, bahkan diduga kuat beroperasi secara ilegal tanpa izin resmi sejak pertama kali dibuka pada tahun 1994 silam.

Kondisi yang kian memprihatinkan ini tidak hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak domino yang sangat merugikan, khususnya bagi kelancaran arus lalu lintas di Jalan Raya Padang-Bengkulu yang merupakan jalur strategis penghubung antarprovinsi.

Kepala Desa Penarik, Supardi, dalam keterangannya kepada awak media, Senin (6/3/2024), membeberkan kronologi rumit yang melilit pengelolaan pasar tersebut. Menurutnya, Pemerintah Desa telah berulang kali berupaya melakukan pendekatan dan mediasi secara kekeluargaan kepada pihak pengelola pasar yang dianggap ilegal tersebut. Namun, upaya damai itu nyatanya menemui jalan buntu.

“Kami sudah berusaha duduk bersama, mencari titik temu demi kepentingan bersama. Namun, respons yang kami terima justru berupa perlawanan. Yang lebih memprihatinkan, upaya kami untuk menegakkan aturan bahkan sempat disambut dengan nada ancaman dari pihak pengelola,” ungkap Supardi dengan nada kecewa namun tegas.

Lebih jauh, Supardi menjelaskan bahwa letak geografis pasar yang berada persis di pinggir jalan raya memperparah situasi. Para pedagang tidak hanya berjualan di area pasar, melainkan merambah hingga ke bibir jalan. Hal ini menyebabkan ruas jalan yang semestinya menjadi hak pengguna jalan menjadi sempit dan tidak layak fungsi.

Akibatnya, kemacetan lalu lintas menjadi pemandangan yang tak terelakkan setiap kali pasar beroperasi. Arus kendaraan roda dua maupun roda empat harus bergantian dan berjalan pelan, yang pada gilirannya meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Selain mengancam keselamatan jiwa, tumpukan sampah dan aktivitas jual beli yang tidak teratur juga turut merusak estetika dan kebersihan lingkungan sekitar.

Klaim Lahan dan Status Hibah

Salah satu persoalan pelik yang menjadi akar permasalahan adalah sengketa lahan area parkir. Pihak pengelola pasar mengklaim bahwa tanah seluas 50 meter x 50 meter yang difungsikan sebagai tempat parkir tersebut adalah milik mereka.

Namun, klaim tersebut dibantah keras oleh Kepala Desa. Menurut Supardi, lahan parkir tersebut sebenarnya telah resmi dihibahkan kepada Pemerintah Desa Penarik oleh pemilik aslinya yang bernama Sawal sejak tahun 1994. Bahkan, hingga saat ini sang pemberi hibah masih hidup dan siap mempertanggungjawabkan keabsahan surat-surat tersebut.

“Padahal, lahan parkir itu sudah jelas statusnya hibah ke desa. Suratnya ada, buktinya ada, dan Bapak Sawal sendiri masih ada dan siap bertanggung jawab. Ironisnya, lahan yang seharusnya digunakan untuk memarkirkan kendaraan pembeli agar tertib justru dialihfungsi oleh oknum pedagang untuk meletakkan dagangan mereka. Ini jelas menyalahi aturan dan merugikan desa,” tegasnya.

Akibat penyalahgunaan lahan ini, kendaraan pembeli terpaksa parkir sembarangan di bahu jalan, yang semakin memperparah kemacetan dan membahayakan keselamatan pengendara lain yang melintas.

Harapan Penertiban dan Optimalisasi PAD

Masyarakat Desa Penarik, melalui Kepala Desanya, berharap agar kondisi ini segera mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko. Penertiban pasar yang legal dan tertib bukan hanya soal keindahan, tetapi juga menyangkut potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun Pendapatan Asli Desa (PADes) yang selama ini mungkin hilang tak jelas arahnya.

“Kami berharap pasar ini bisa dikelola dengan profesional, legal, dan transparan. Sehingga tidak ada lagi pungutan liar yang meresahkan pedagang maupun pembeli, serta arus lalu lintas bisa kembali lancar dan aman,” harap Supardi.

Untuk menyelesaikan persoalan yang sudah berlangsung puluhan tahun ini, Supardi mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai elemen. Mulai dari jajaran Pemerintah Kecamatan Penarik, Kapalo Kaum atau tokoh masyarakat, hingga pihak kepolisian setempat (Polsek Penarik).

“Kami berharap ada titik terang yang nyata. Masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kami menyerahkan sepenuhnya dan berharap Pemerintah Daerah dapat turun tangan menyelesaikan masalah ini sesuai dengan koridor hukum dan peraturan yang berlaku demi kenyamanan dan keamanan bersama,” pungkas Supardi.

(TIM/HD)

Sambut Hari Jadi Kabupaten Subang ke-78, SDN Pundong Gelar Atraksi Seni Sisingaan

0

Sambut Hari Jadi Kabupaten Subang ke-78, SDN Pundong Gelar Atraksi Seni Sisingaan

​SUBANG | Warta In Jabar – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Subang yang ke-78, Keluarga Besar SD Negeri Pundong, Kecamatan Patokbeusi, menyelenggarakan kegiatan apresiasi seni budaya daerah yang meriah di halaman sekolah, Senin (6/4/2026).

​Acara ini diwarnai dengan atraksi seni tradisional khas Subang, yakni Sisingaan, yang dibawakan langsung oleh para siswa. Dengan penuh semangat, anak-anak lincah menggotong patung singa diiringi musik kendang yang dinamis, menunjukkan kecintaan mereka terhadap warisan budaya lokal sejak dini.

​Kepala Sekolah SDN Pundong, Unang Lili, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas bertambahnya usia Kabupaten Subang dengan penuh rasa bangga.

​“Sampurasun. Simkuring salaku Kepala Sekolah SDN Pundong, Kecamatan Patokbeusi, ngabagjakeun wilujeng milangkala Kabupaten Subang anu ka-78. Sukses salamina,” ujarnya.

​Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan semata, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi siswa untuk terus melestarikan seni budaya tradisional di tengah perkembangan zaman. Penampilan para siswa tersebut pun mendapat apresiasi hangat dari seluruh warga sekolah dan orang tua yang hadir menyaksikan.

​Kabupaten Subang yang kini genap berusia 78 tahun terus didorong untuk menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera, selaras dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh dunia pendidikan di wilayah Patokbeusi.

Larangan LPG 3 Kg di Dapur MBG, Bagas Pamenang: Harus Ada Sanksi Tegas

0
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}

Rembang// Warta.in// Beroperasinya kembali Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 31 Maret 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan seluruh mitra untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara profesional dan berintegritas, tanpa praktik kecurangan dalam pengadaan bahan baku yang dialokasikan BGN sebesar Rp 8000-10.000 per MBG.

‎Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak terkait, termasuk sorotan dari advokat dan pengamat kebijakan publik, menegaskan standar keamanan ketat untuk dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Salah satu advokat muda, ganteng yang menjadi sorotan publik khususnya di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Bagas Pamenang Nugroho, SH,. MH., mengatakan larangan ( No, Way) MBG menggunakan LPG 3 Kg.

‎”Dapur MBG memang dilarang keras menggunakan gas LPG 3 kg (gas melon) yang bersubsidi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (6/4/2026)

‎MBG mempunyai Kriteria utama diantaranya wajib menggunakan LPG non-subsidi (seperti tabung 12 kg atau lebih besar) untuk menjamin kelancaran, keamanan, dan mencegah penyalahgunaan subsidi rakyat miskin.

‎Bagas mengungkapkan BGN harus memberikan sanksi bagi unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang masih menggunakan gas LPG 3 kg.

‎Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Minyak dan Gas Bumi No. B-2461/MG.05/DJM/2022, yang mengatur kelompok masyarakat yang dilarang menggunakan LPG 3 kg (tidak termasuk unit usaha dapur komersial/program pemerintah.

‎Selain itu dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2019, yang mengatur tentang penyediaan, pendistribusian, dan penetapan harga LPG Tabung 3 Kg,” terangnya.

‎Dan mungkin masih ada aturan lain yang mendukung dalam penggunaan LPG yang dilarang pemerintah, digunakan oleh Dapur pemerintah atau dapur yang bersifat komersil.

‎Evaluasi harus dilakukan terhadap ribuan dapur SPPG di Pulau Jawa pada umumnya dan Kabupaten Rembang pada khususnya, barang siapa yang menemukan bahwa dapur yang tidak memenuhi standar operasional, termasuk kelengkapan sarana prasarana (termasuk jenis kompor dan gas), bisa dihentikan operasionalnya.

‎Bagas menambahkan setiap dapur SPPG wajib memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS)

‎Kepatuhan terhadap SOP ini sangat penting untuk mencegah potensi pidana akibat kelalaian (seperti kebakaran, kebocoran gas, atau keracunan makanan) yang dapat membahayakan anak-anak penerima program

( wik )

Rubby Nur Habibi, SH. M. Ip. Kades Ciheulang FEAT Neng Arlin Ketua TP PKK Desa Ciheulang Halal Bihalal 1447 H

0

Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Senin, 6 April 2026. WARTA. IN
Rubby Nur Habibi, SH. M. Ip. Kepala Desa Ciheulang Feat Neng Arlin Ketua TP PKK Desa Ciheulang, Senin, 6 April 2026, mengadakan Halal Bihalal 1447 H Tingkat Desa Ciheulang.
Atas nama pribadi dan keluarga, selama setahun, tentunya tidak luput dari kesalahan, mohon maaf lahir Bathin, atas dosa, sikap, ucapan dan perbuatan. Papar Rubby.
Acara di isi, pengajian, Sambutan, Tausiyah, berjabatan tangan, terakhir makan bersama, gule, sate sapi, dan nasi box, serta uang ganti ongkos bagi peserta, disediakan oleh Kades Ciheulang, Rubby Nur Habibi, SH. M. Ip. beserta Ketua TP PKK Desa Ciheulang, Neng Arlin.
Antusias warga mengikuti acara sampai selesai, dengan senyum dan wajah bahagia setelah terlepas dari segala khilaf dan dosa.
“Taqabballahu minna wa minkun wa ja’alanllahu minal ‘aidin wal Faidzin”
“Semoga ALLAH SWT menerima ibadah kita dan menjadikan kita orang-orang yang kembali suci serta meraih kemenangan”.
Semoga kita berjumpa kembali dalam Halal Bihalal tahun berikutnya, Amin. WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Prima, Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil FEAT Asep,SH Hakim PA Kab.Bandung Verifikasi 22 Pasangan Isbat Nikah

0

Desa Babakan, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Senin, 6 April 2026. WARTA. IN
Eman, S.Pdi. Kepala Desa Babakan, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Senin, 6 April 2026 Tuan Rumah, 22 Pasangan dari Kecamatan Ciparay, Cicalengka, Cikancung, Ibun Verifikasi Isbat Nikah.
100 Jatah Verifikasi pasangan menuju Isbat Nikah, baru 22 + 8 pasangan Desa Banjaran. Papar Prima Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung. Isbat Nikah untuk melindungi para pihak, terutama anak dan istri, mereka menikah Siri, di bawah tangan, tidak tercatat di KUA menikah versi Negara.
Kami dari Pelayanan Pencatatan Sipil, Feat Hakim PA dan Kementrian Agama, Jelas Prima.
Verifikasi oleh Hakim PA, di jadikan pertimbangan menuju Isbat Nikah, kasus yang ditemukan, pernikahan anak di bawah 19 tahun, Lansia yang sudah lama nikah Siri, beranak Pinak. Setiap Pasangan Verifikasi, harus menghadirkan 2 Saksi, Jelas Prima.
Isbat Nikah akan mempertegas hak anak dan istri, sehingga diakui sebagai anak bapak, sebaliknya di akui anak ibunya karena nikah siri/nikah agama/ nikah di bawah tangan tidak tercatat oleh KUA / negara, tentang status Hak Waris Anak dan ibunya berhubungan dengan Harta Gono Gini. Pungkas Prima WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Klarifikasi Insiden Siswa di SDN Jayamukti: Bukan Perundungan, Korban Alami Peradangan Leher

0
0-0x0-0-0#

Klarifikasi Insiden Siswa di SDN Jayamukti: Bukan Perundungan, Korban Alami Peradangan Leher

SUBANG | Warta In Jabar — Insiden yang melibatkan dua siswa di SDN Jayamukti, Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang pada Rabu pagi (1/4/2026) mendapat klarifikasi setelah muncul pemberitaan yang dinilai sepihak.

Peristiwa tersebut terjadi usai kegiatan olahraga, tepatnya saat jam istirahat di dalam ruang kelas. Saat itu, sejumlah siswa seperti Amir, Abimanyu, Diki, Jeanal Hibibi, Moch Haikal, dan Idrus tengah berkumpul dan bercanda, termasuk saling memijat antar teman.

Dalam suasana tersebut, siswa berinisial Malik secara spontan mencoba menarik dan memelintir leher rekannya, Ade Hermawan, dari arah belakang hingga menimbulkan bunyi “kretek”. Aksi tersebut diduga dilakukan karena meniru kebiasaan yang pernah dilihat, tanpa memahami risiko medis jika dilakukan bukan oleh tenaga ahli.

Akibat kejadian itu, Ade mengeluhkan nyeri pada bagian leher disertai rasa pusing. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya gangguan saraf. Dokter menyatakan kondisi korban hanya mengalami peradangan dan telah diberikan penanganan berupa obat.

Kepala SDN Jayamukti, Kasim, S.Pd., bergerak cepat merespons kejadian tersebut. Ia bahkan telah bersiap mengantar orang tua korban bersama keluarga Malik untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit di wilayah Kabupaten Karawang. Dalam kesempatan itu, pihak sekolah juga mengajak awak media Warta In Jabar untuk melihat langsung kondisi korban, sebagai bentuk transparansi.

Dari hasil penelusuran dan kunjungan langsung ke rumah korban, dapat dipastikan bahwa kejadian tersebut bukan merupakan tindakan perundungan (bullying), melainkan murni tindakan spontan tanpa unsur kesengajaan untuk menyakiti.

Pihak sekolah mengimbau agar seluruh siswa lebih berhati-hati dalam bercanda, terutama terkait tindakan fisik yang berpotensi membahayakan. Edukasi kepada siswa terkait keselamatan dan batasan dalam berinteraksi juga akan terus ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang.

Wajah Baru, Semangat Baru: Muhamad Muamar Khadafi Pimpin Dafam Pacific Caesar Surabaya

0

Warta.in||Surabaya – Angin segar berhembus di dunia perhotelan Kota Pahlawan. Dafam Pacific Caesar Surabaya resmi menghadirkan kepemimpinan baru dengan ditunjuknya Muhamad Muamar Khadafi sebagai General Manager.(6/4/2026)

Sosok yang akrab disapa Dafi ini diyakini membawa energi baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat daya saing hotel di tengah ketatnya industri hospitality di Surabaya.
Sebelum dipercaya memimpin Dafam Pacific Caesar Surabaya, perjalanan karier Khadafi terbilang matang. Ia pernah meniti pengalaman di berbagai hotel ternama di Batam hingga merambah industri kapal pesiar internasional. Bahkan, ia mencatat prestasi membanggakan dengan menembus posisi Front Office hanya dalam kontrak kedua di kapal pesiar—sebuah capaian yang jarang diraih tenaga kerja Indonesia.


Dengan rekam jejak tersebut, Khadafi kemudian dipercaya menduduki posisi General Manager di usia 35 tahun, menjadikannya salah satu GM termuda di lingkungan Dafam Group. Pengalaman lintas negara serta keterlibatannya dalam proyek pembukaan hotel (pre-opening) menjadi bekal kuat untuk membawa standar pelayanan hotel ke level yang lebih tinggi.

Tak hanya mengandalkan pengalaman profesional, Khadafi juga dikenal memiliki pendekatan kepemimpinan yang humanis. Latar belakang pendidikan sebagai santri membentuk karakter yang ramah, tangguh, serta menjunjung tinggi nilai spiritual dalam bekerja.


“Industri perhotelan bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang untuk membangun karakter dan memperluas jaringan. Sukses itu bukan kebetulan, tapi dibentuk dari kerja keras, ketekunan, pembelajaran, pengorbanan, dan cinta,” ujar Khadafi.

Ia juga menekankan bahwa dunia hospitality menuntut kesiapan mental yang kuat dalam menghadapi tamu dari berbagai latar belakang budaya.


“Terjun ke dunia perhotelan itu gampang-gampang susah. Gampang kalau dijalani, tapi tetap penuh tantangan. Dinamika inilah yang membuat kita semakin matang,” tambahnya.

Bagi Khadafi, profesi di bidang perhotelan adalah ruang untuk memberi manfaat melalui pelayanan yang tulus. Ia berharap seluruh tim dapat bergerak dalam satu visi untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu.


“Setiap manusia adalah pemimpin. Di mana pun kita berada, lakukan yang terbaik, karena usaha yang sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil,” tegasnya optimistis.

Dengan kepemimpinan baru ini, Dafam Pacific Caesar Surabaya berkomitmen untuk terus berinovasi dan menghadirkan pengalaman menginap yang tidak hanya nyaman, tetapi juga berkesan bagi para tamu.


Untuk informasi dan reservasi, masyarakat dapat menghubungi WhatsApp Dafam Pacific Caesar Surabaya di 0822 3399 1999 atau melalui kontak Edy di 0878 778.

Forum Diskominfotik NTB 2027 Dorong Integrasi Sistem dan Satu Data

0

 

Forum Diskominfotik NTB 2027 Dorong Integrasi Sistem dan Satu Data

Warta.in
Mataram, NTB – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Tahun 2027. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan, memperkuat perencanaan serta mendorong integrasi sistem pemerintahan berbasis digital di NTB.

Sekretaris Dinas Kominfotik NTB, Mujaddid Muhas, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari inovasi perencanaan yang bertujuan mengonsolidasikan program kerja antar perangkat daerah.

“Forum ini menjadi ruang penting untuk mengonfirmasi dan menyelaraskan program kerja, sekaligus menghimpun masukan dari seluruh pihak, baik internal pemerintah maupun stakeholder dan mitra kerja,” ujarnya.

Forum tersebut diikuti oleh perwakilan perangkat daerah tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, mitra pembangunan serta mendapatkan dukungan dari Tim Ahli Gubernur, termasuk Adhar Hakim, yang turut memberikan arahan strategis dalam penguatan kebijakan Kominfo ke depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Ahsanul Halik, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk merumuskan arah pembangunan digital daerah.

Dirinya mengungkapkan bahwa transformasi digital di Provinsi NTB masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar, diantaranya fragmentasi sistem dan data antar perangkat daerah, lemahnya integrasi aplikasi serta belum optimalnya implementasi Satu Data.

“Kita harus jujur bahwa masih banyak aplikasi dibangun secara parsial tanpa arsitektur terintegrasi. Akibatnya, data belum sepenuhnya dapat dipertanggungjawabkan dan dimanfaatkan secara optimal,” tegas Aka sapaan akrabnya.

Selain itu, komunikasi publik pemerintah dinilai belum sepenuhnya strategis dan terukur, sementara kesenjangan infrastruktur serta literasi digital juga masih menjadi kendala dalam pemerataan layanan publik berbasis digital.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Kominfotik NTB menetapkan lima fokus utama kebijakan tahun 2027, yaitu:
1. Penguatan SPBE terintegrasi melalui arsitektur sistem lintas sektor
2. Percepatan Satu Data Daerah dengan penguatan tata kelola dan peran walidata
3. Transformasi komunikasi publik menuju komunikasi strategis berbasis narasi pembangunan
4. Penguatan infrastruktur dan ekosistem digital, termasuk literasi digital masyarakat dan ASN
5. Penguatan statistik sektoral sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan

Ahsanul Halik menekankan bahwa kualitas data menjadi pondasi utama dalam pengambilan kebijakan.

“Bagaimana mungkin kita merencanakan pembangunan jika data sektoral yang kita miliki masih diragukan kualitasnya. Karena itu, penguatan statistik sektoral menjadi prioritas,” jelas Ahsanul.

Dalam forum tersebut juga ditegaskan target pada tahun 2027, 80 persen aplikasi perangkat daerah harus terintegrasi. Kebijakan ini diambil untuk mengakhiri praktik pengembangan aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri tanpa konektivitas.

Selain integrasi, pemerintah juga menargetkan peningkatan Indeks Keamanan Informasi sesuai standar yang dikembangkan oleh Badan Siber dan Sandi Negara.

Langkah konkret telah dilakukan, termasuk penguatan keamanan pada ruang-ruang strategis pimpinan daerah guna memastikan sistem informasi terlindungi dari potensi gangguan.

Di sisi lain, peningkatan Indeks Keterbukaan Informasi Publik ditargetkan mencapai kategori informatif dalam waktu lebih cepat serta penguatan Indeks Pembangunan Statistik untuk memastikan kebijakan berbasis data yang akurat.

Dinas Kominfotik NTB juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dalam mendukung integrasi sistem dan data. Ke depan, setiap perangkat daerah tidak diperkenankan lagi mengembangkan aplikasi secara mandiri tanpa koordinasi.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, semua harus berada dalam satu arsitektur sistem pemerintahan digital yang terintegrasi,” tegas Ahsanul.

Selain itu, indikator kinerja perangkat daerah ke depan juga akan menitikberatkan pada kemampuan menghasilkan data yang cepat, tepat, dan berkualitas sebagai bagian dari implementasi Satu Data.

Mengakhiri kegiatan, Kepala Dinas Kominfotik NTB secara resmi membuka Forum Perangkat Daerah Tahun 2027. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Forum Perangkat Daerah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2027 secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.(sr/dkisntb)

 

Kondisi Membaik, Ade Hermawan Dinyatakan Aman; Isu yang Beredar Diluruskan

0
0-0x0-0-0#

Kondisi Membaik, Ade Hermawan Dinyatakan Aman; Isu yang Beredar Diluruskan

Blanakan | Warta In Jabar – Kabar menggembirakan datang dari hasil pemeriksaan kesehatan Ade Hermawan yang dilakukan di Poli Anak RSUD Jatisari. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, kondisi Ade dinyatakan stabil dan tidak ditemukan indikasi cedera serius seperti yang sempat dikhawatirkan.

Pemeriksaan dilakukan oleh dokter spesialis anak, dr. Tony, yang memastikan bahwa fungsi saraf serta struktur tulang belakang, mulai dari leher hingga bagian bawah, berada dalam kondisi aman.

“Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi yang bagus. Rasa sakit yang dialami merupakan trauma atau nyeri otot, bukan gangguan saraf,” jelasnya.

Selain itu, dokter juga mengidentifikasi kemungkinan adanya faktor radang atau infeksi ringan yang turut memperberat keluhan nyeri, terutama karena pasien sempat mengalami kondisi lemas sebelum pemeriksaan. Untuk penanganan, tim medis telah memberikan obat pereda nyeri dan anti-radang guna mempercepat proses pemulihan.

Sebelumnya, Ade sempat mendapatkan penanganan awal di Unit Gawat Darurat (UGD) sebelum dirujuk ke Poli Anak. Namun, dengan hasil pemeriksaan yang menunjukkan kondisi membaik, dokter menilai belum diperlukan tindakan lanjutan seperti rontgen.

Perkembangan ini menjadi kabar baik sekaligus meluruskan berbagai informasi yang sempat beredar di media. Sejumlah narasi yang muncul sebelumnya dinilai belum sepenuhnya utuh dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, bahkan menggambarkan kondisi pasien lebih serius dari fakta medis yang ada.

Pihak keluarga berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta mengedepankan klarifikasi dari sumber resmi dan tenaga medis yang menangani langsung. Mereka juga mengimbau agar tidak mudah terpancing oleh kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.

Dengan adanya hasil pemeriksaan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara medis, diharapkan publik memperoleh gambaran yang lebih objektif. Situasi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menyampaikan informasi secara berimbang, akurat, dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru.

6 Poin Ditekankan Kapolda NTB Pada Personel Saat Pimpin Apel Kesiapan Kontijensi Aman Nusa I 2026

0

6 Poin Ditekankan Kapolda NTB Pada Personel Saat Pimpin Apel Kesiapan Kontijensi Aman Nusa I 2026

Warta.in
Mataram, NTB – Sebagai upaya mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai ancaman yang dapat mengganggu stabilitas Harkamtibmas di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Kepolisian Daerah (Polda) NTB Menggelar Apel Kesiapan Kontijensi Aman Nusa I Rinjani 2026, Senin (06/04/2026).

Apel yang berlangsung di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB ini dipimpin langsung Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo SIK., yang diikuti segenap pejabat utama, Pereira, Bintara dan tamtama Polda NTB.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda NTB menekankan 6 arahan penting yang harus dipedomani oleh seluruh Personel Polda NTB dan Polres/ta jajaran.

Pertama, Tetap menjaga dan memelihara solidaritas internal dan menghindari Ego Sektoral. Seluruh Fungsi harus bergerak dalam satu narasi satu komando dan satu tujuan.

Kedua, Bentuk dan perkuat sabuk Kamtibmas dalam rangka pengamanan Mako dan asrama Polri.

Ketiga, Tingkatkan kepekaan dan kewaspadaan. Optimalkan deteksi dini dan respon cepat terhadap isu yang berkembang di masyarakat.

Keempat, Secara proaktif membuka ruang dialog, mendatangi dan bersilaturahmi dengan elemen-elemen utama aksi dan tokoh-tokoh problem solving seperti akademisi, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda.

Ke-lima, Dalam pelayanan pengamanan unjuk rasa hindari tindakan represif, serta tampilkan gestur yang empatik dan bukan konfrontatif.

Keenam, Perkuat sinergi lintas sektoral bersama stakeholder terkait. Unjuk rasa bukan ancam tetapi indikator demokrasi. Kedepankan crowd management secara dialogis dan humanis.

“Enam hal ini sangat penting untuk kita pedomani dalam rangka menghadapi peristiwa kontijensi, “tegasnya.

Menurut Kapolda, Keberhasilan bukan hanya diukur dari aman atau tidaknya Kamtibmas, tetapi juga dari bagaimana masyarakat menilai dan merasakan kehadiran Polri sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan yang humanis.

“Saya yakin dengan kesiapan, soliditas dan dedikasi yang tinggi kita mampu menghadapi setiap dinamika kamtibmas yang ada, “tutupnya.

Apel ini menjadi bukti kongkrit kesiapan Polda NTB dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu keamanan daerah dan masyarakat.(sr/hpntb)