*MENUJU KEMAKMURAN: PROGRAM MBG, SEKOLAH RAKYAT, DAN KOPERASI MERAH PUTIH PATUT DIDUKUNG PENUH DEMI KESEJAHTERAAN BANGSA*
JAKARTA, Warta.in. – Berbagai kebijakan strategis yang digulirkan oleh Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Sekolah Rakyat, serta penguatan Koperasi Merah Putih, dinilai sebagai langkah besar yang sangat berpihak kepada rakyat dan patut mendapatkan dukungan yang luas dari seluruh lapisan masyarakat. Ketiga program ini merupakan wujud nyata dari komitmen kuat negara untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin, sebagaimana amanat konstitusi.
Menanggapi dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tokoh nasional Hashim Djojohadikusumo menilai bahwa tantangan yang muncul adalah hal yang wajar mengingat cakupan penerima manfaat yang sangat luas. Namun demikian, berbagai insiden yang sempat terjadi, mulai dari kasus keracunan hingga temuan kualitas makanan yang tidak layak konsumsi, merupakan hal yang sulit untuk dibenarkan dan harus menjadi perhatian serius bagi pihak pelaksana teknis di lapangan.
“Program ini pada dasarnya sangat baik dan membuktikan bahwa Pemerintah sungguh-sungguh pro-rakyat, sehingga sudah sepatutnya didukung. Namun, teknis pelaksanaan yang dinilai masih kacau dan belum maksimal harus segera dievaluasi ulang serta diperbaiki, agar kejadian yang mengecewakan masyarakat tidak terulang kembali di masa mendatang,” ungkap Hashim.
Solusi Efisiensi: Pengelolaan Melalui Orang Tua Murid
Hashim Djojohadikusumo menawarkan gagasan cemerlang agar pelaksanaan MBG menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Menurutnya, teknis pelaksanaan dapat dialihkan dengan memberikan kewenangan pengelolaan kepada orang tua atau wali murid, sesuai dengan standar menu yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Dengan penyaluran yang langsung menyentuh pihak keluarga, maka fungsi pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah menjadi lebih ringkas dan fokus. Selain itu, cara ini dinilai jauh lebih hemat karena tidak memerlukan pembangunan infrastruktur dapur umum yang biayanya besar, tidak memerlukan banyak petugas teknis, serta meniadakan kebutuhan logistik pengantaran dan pengumpulan peralatan makan yang rumit,” paparnya.
Lebih jauh, skema ini akan memangkas biaya-biaya yang tidak mendesak, termasuk pengadaan kendaraan operasional dengan nilai yang fantastis yang sebenarnya tidak mutlak diperlukan. Artinya, program MBG akan benar-benar mengalir maksimal untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, menekan potensi kebocoran anggaran, serta memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh yang berhak menerimanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Hashim Djojohadikusumo dalam acara bergengsi Jaga Desa Award, pada Minggu, 19 April 2026, di Jakarta. Hal ini menjadi bukti nyata perhatian terhadap program sosial agar benar-benar berjalan sesuai tujuan mulianya. Kritik yang berkembang di masyarakat justru menunjukkan tingginya harapan publik agar MBG dapat berjalan prima, efisien, dan menjawab kebutuhan dasar rakyat.
Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih: Konsep Jenius
Program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo dinilai sebagai solusi jenius dan sangat tepat dalam upaya penanganan masalah stunting serta pemenuhan gizi nasional. Hal ini kemudian dilanjutkan dengan konsep besar “Sekolah Rakyat” dan didukung oleh gebrakan baru melalui “Koperasi Merah Putih”. Ketiganya merupakan satu rangkaian kebijakan yang luar biasa, yang menunjukkan keberpihakan negara yang nyata terhadap kesejahteraan umat.
Hal ini sejalan dan selaras dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dengan jelas memerintahkan negara untuk menyejahterakan fakir miskin, menolong anak terlantar, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dalam konteks pengembangan Sekolah Rakyat, penting untuk memaksimalkan potensi sumber daya manusia yang sudah ada. Rekrutmen tenaga pengajar sebaiknya memberikan prioritas utama kepada para guru honorer yang selama ini masih banyak terabaikan hak-haknya. Mereka layak diprioritaskan untuk diangkat menjadi aparatur yang pasti, lepas dari status kontrak atau outsourcing yang belum menjamin masa depan, sehingga mereka dapat mengemban profesi mulia sebagai pendidik dengan tenang dan penuh dedikasi.
Sementara itu, untuk pengelolaan Koperasi Merah Putih, langkah yang paling ideal adalah melakukan sinergi dan pemberdayaan terhadap koperasi-koperasi yang sudah berdiri di tingkat desa. Pemerintah pusat dan daerah cukup melakukan pembenahan manajemen, seleksi ketat terhadap pengurus yang memiliki integritas, serta pendampingan intensif, daripada harus membentuk lembaga baru yang belum tentu memiliki pengalaman dan akar di masyarakat.
“Perlu diingat bahwa tujuan utama koperasi adalah untuk memakmurkan anggotanya dan rakyat banyak, bukan untuk memperkaya segelintir pengurus semata. Prinsip ini pun harus menjadi dasar yang sama dalam pelaksanaan MBG maupun Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Pada akhirnya, seluruh program unggulan Pemerintah Presiden Prabowo yang serius berpihak kepada rakyat, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan baik secara materi maupun spiritual, akan selalu mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat luas, asalkan pelaksanaannya bersih, transparan, dan benar-benar mengutamakan kepentingan umum.
Pecenongan, 20 April 2026
Jacob Ereste
(TIM/Red)













