Beranda blog

Warga tipar merasa tanggung jawab perihal kemajuan sekolah cisarua 1 tipar

0
Pernyataan-pernyataan tersebut menyoroti beberapa sudut pandang utama dari para pihak yang terlibat terkait polemik revitalisasi pendidikan di SDN Cisarua 1 Tipar, Kota Sukabumi:
  • Tinjauan Hukum & Media (Revansa Riansya, S.H. / HIMASI): Mengingatkan pentingnya memahami UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) media dalam merespons isu revitalisasi pendidikan harus dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan dunia pendidikan di Kota Sukabumi, selama tetap berjalan sesuai kaidah hukum.
  • Marwah Jurnalistik (Feri Mariyadi): Sebagai penggiat media sosial, ia menyayangkan munculnya pemberitaan yang dinilai justru mencederai marwah dan etika jurnalistik.
  • Penyalahgunaan Tupoksi (Opik): Sebagai jurnalis muda, ia merasa tupoksi media telah dirusak oleh oknum-oknum tertentu yang membuat suasana menjadi gaduh di kawasan SDN Cisarua 1 Tipar.
  • Peran Aktif Masyarakat (Dora / Warga Tipar): Tegas menyatakan akan terus berjuang mengawal proses revitalisasi sesuai mekanisme Swakelola Tipe 4 (yang melibatkan keterlibatan aktif masyarakat/kelompok masyarakat) serta meminta agar media senantiasa menerapkan prinsip cover both side (berita yang berimbang dari kedua belah pihak).
Secara keseluruhan, warga dan para tokoh mengharapkan revitalisasi pendidikan berjalan transparan sesuai aturan swakelola masyarakat, sementara insan pers dan pengamat mengingatkan agar pemberitaan tetap berdasar pada etika jurnalistik yang berimbang tanpa membuat kegaduhan.(Alfi yonimar)

Kompetisi Antar Klub Askot 100 % Sudah Siap, Kabut Asap Melanda Kota Pontianak.

0

Pontianak – Kalbar Ketua Askot sepak bola (Asosiasi Kota) PSSI Pontianak AKBP Lely Suheri, SH., M.M Kompetisi antar klub Askot 100 % sudah sip, saat awak media berkunjung dan mengkonfirmasi ruang Sekretariat Askot Keboen Sayoek (PSP) Pontianak, Sabtu 29/8/2026.

Ketua Askot PSSI Kota Pontianak Lely Suheri,SH.,M.M menuturkan Akan kita tunda kompetisi antar klub Askot kota pontianak. Kemudian untuk partai pertama pertandingan, nanti ketika kedua tim hadir,

Yang pertama, dari panitia sendiri menginginkan, bahwa partai pertama ini akan kita tunda juga, mengingat kabut asap semakin sore semakin tebal.

Tapi nanti ini akan kami sampaikan kepada kedua tim, apakah kedua tim menyetujuinya atau tidak.

Secara keseluruhan, seperti apa gambaran kompetisi?

Antara Umpat Lima, kemudian salah satu lagi kompetisi penuh di klub di bawah naungan ASKOT PSSI?

Ya, untuk kompetisi Umpat Lima ada 2 tujuan yang kami ingin capai. Yang pertama, untuk silaturahmi, para pemain-pemain yang Umpat Lima ke atas betul-betul silaturahmi.”ujar Lely.

Lanjut, kemudian yang kedua, turnamen ini untuk memperingati hari jadi Kota Pontianak.

Jadi 2 tujuan itu, maka kami adakan kompetisi Umpat Lima Piala Bangjul, dan ini yang sudah seri kedua.

Yang sebelumnya sudah sukses, dan ini adalah piala bergilir, maka kompetisi ini harus berlanjut begitu.

Kalau untuk kompetisi liga, ini seperti apa, Bang?

Nah, untuk liga antar klub anggota asosiasi PSSI Kota Pontianak, kami mengambil 2 sasaran antara lah, katakan demikian. Yang pertama, kami akan membatasi usia, ya.

Usia paling muda itu 19, 17, ya. Usia 17, 18, 19. Yang mana di usia ini kami akan menjaring pemain, yang mana pemain-pemain ini nanti akan kami kumpulkan untuk diturunkan di Porprop yang akan datang.

Nah, kemudian memang di kompetisi ini kami ada 5 pemain yang kami selipkan, yaitu pemain-pemain senior.

Yang mana pemain senior ini kami harap adalah pemain-pemain yang nanti akan turun di Liga 4, dan pemain-pemain ini yang akan mencoba menurunkan teknik taktik mereka di adik-adiknya yang di usia 17, 18, 19 ini, begitu.

Ditambahkannya, Nah, kemudian kompetisi ini setengah kompetisi, ya, mungkin agak panjang, begitu.

Karena tim talent scouting akan lebih mudah untuk menilai pemain, ya, menjaring pemain, karena jumlah pertandingannya cukup, cukup banyak lah, begitu

Untuk pelaksanaan, di lapangan mana saja, Bang ?

Untuk pelaksanaan, kami sudah berkoordinasi dengan pihak KadisporaPar Kota Pontianak, ya. Kami menginginkan semua pertandingan ada di PSP, begitu.

Ya, kami menginginkan semua pertandingan ada di PSP. Kemudian cadangannya ada di lapangan timur, timur, yaitu di lapangan Mentibu.

Nah, kemudian kalau skenario lain, ketika PSP tidak bisa digunakan, kami minta pada babak delapan besar, semifinal sampai final, ya, mungkin wajib di PSP, begitu.”jelas nya.

Tanuki Family Massage dan Tanuki Studio Beauty Haus Resmi Dibuka di Tangerang

0

Warta.in | — Tanuki Family Massage dan Tanuki Studio Beauty Haus resmi dibuka di Tangerang. Kehadiran dua lini usaha tersebut menawarkan konsep perawatan tubuh dan kecantikan yang memadukan layanan massage, perawatan wanita, hingga nuansa Jepang.

Grand opening kedua usaha tersebut berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah rekan bisnis serta tamu undangan. Pemilik Tanuki Family Massage dan Tanuki Studio Beauty Haus, Jeny, mengatakan seluruh rangkaian pembukaan berjalan sesuai dengan harapan.

“Puji Tuhan, semuanya bisa berjalan lancar dan sesuai dengan yang kami harapkan. Harapan kami, Tanuki bisa berkembang dan menjadi berkat bagi banyak orang,” ujar Jeny.

Foto: Ka Jeny selaku Owner Tanuki Family Massage dan Tanuki Studio Beauty Haus

Menurut Jeny, Tanuki bukan semata-mata dibangun untuk mengejar keuntungan bisnis. Ia berharap usaha tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan sekaligus memberikan manfaat bagi para karyawan maupun pelanggan.

“Buat saya ini bukan hanya soal untung. Saya ingin usaha ini bisa menjadi berkat bagi karyawan. Semakin berkembang, semakin banyak karyawan yang bisa kami ajak bekerja sama. Dalam bisnis ini, tanpa mereka saya juga tidak bisa apa-apa,” katanya.

Jeny mengatakan pemilihan lokasi usaha di Tangerang dilakukan setelah melalui sejumlah pertimbangan. Ia beberapa kali melihat kondisi kawasan tersebut, termasuk pada malam hari, dan menilai potensi pasarnya cukup baik.

“Beberapa kali saya lewat di sini, terutama pada jam-jam malam. Saya melihat aktivitas di kawasan ini masih cukup baik. Dari situ saya merasa tempat ini cocok untuk dikembangkan,” tuturnya.

Foto: Tanuki Studio Beauty Haus

HausTanuki Studio Beauty Haus menjadi lini usaha baru, sementara Tanuki Family Massage merupakan pengembangan dari usaha yang sebelumnya telah dijalankan. Keduanya kemudian diperkenalkan secara bersamaan dalam agenda grand opening.

Untuk menarik pelanggan pada masa awal pembukaan, Tanuki juga menawarkan promo khusus berupa potongan harga 28 persen selama satu bulan bagi pelanggan yang datang dan melakukan perawatan sesuai ketentuan promo.

Dari sisi layanan, Tanuki menawarkan berbagai pilihan perawatan. Tidak hanya massage, pelanggan juga dapat menikmati layanan kecantikan dan perawatan tubuh dengan pilihan produk dari sejumlah merek.

Jeny menjelaskan, produk yang digunakan merupakan kombinasi sejumlah merek yang telah direkomendasikan oleh rekan-rekan yang lebih dahulu berkecimpung di industri tersebut. Selain itu, terdapat pula produk lokal yang telah memiliki sertifikasi dan izin edar sesuai ketentuan.

“Brand-nya campur. Ada beberapa brand yang direkomendasikan teman-teman yang sudah lebih dulu menjalankan bisnis ini. Ada juga produk Indonesia yang halal dan sudah BPOM,” jelasnya.

Foto: Tanuki Family Massage

Untuk layanan massage, Tanuki mengedepankan variasi teknik perawatan. Konsepnya tidak hanya berfokus pada refleksi atau massage tradisional, tetapi menyediakan berbagai pilihan sehingga pelanggan dapat memilih perawatan sesuai kebutuhannya.

 

“Kalau di sini kami lebih menjual teknik. Jadi bukan hanya refleksi atau tradisional. Ada timer, Japanese massage dan berbagai pilihan lainnya. Konsepnya seperti supermarket untuk tempat massage karena pilihannya cukup lengkap,” kata Jeny.

Selain massage, Tanuki juga menawarkan paket perawatan wanita, antara lain ratus dan totok wajah. Perawatan tersebut mengusung konsep perawatan tubuh dari luar dan dalam yang terinspirasi dari tradisi perawatan perempuan di Indonesia.

Di area lainnya, pelanggan juga dapat menikmati fasilitas bernuansa Jepang, termasuk onsen dengan penggunaan produk yang didatangkan dari Jepang.

Kehadiran fasilitas tersebut menjadi salah satu upaya Tanuki menghadirkan pengalaman perawatan yang berbeda bagi pelanggan.

Tanuki Family Massage saat ini beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB, sedangkan Tanuki Studio Beauty Haus buka mulai pukul 09.00 hingga 19.00 WIB.

Jeny menambahkan, konsep dan nama Tanuki juga memiliki keterkaitan dengan budaya Jepang. Tanuki dikenal dalam folklor Jepang sebagai makhluk yang kerap dikaitkan dengan keberuntungan dan kemakmuran.

“Nama Tanuki ini kami ambil dari inspirasi dan cerita sejarah Jepang. Tanuki dianggap membawa keberuntungan. Harapannya, semangat itu juga bisa membawa keberuntungan dan hal-hal positif bagi usaha ini,” ujarnya.

Ke depan, Jeny berharap Tanuki dapat terus berkembang dan membuka lebih banyak kesempatan kerja. Ia juga ingin setiap pelanggan yang datang mendapatkan pengalaman positif.

“Saya berharap usaha ini bisa menjadi berkat bagi banyak orang, terutama karyawan. Semoga semakin berkembang dan pelanggan yang datang bisa merasa happy, mendapatkan pengalaman yang positif, lalu pulang dengan membawa energi positif,” pungkasnya.

#Tanuki Family Massage dan Tanuki Studio Beauty Haus

#Media Partners Tanuki Family Massage dan Tanuki Studio Beauty Haus

Maulid Nabi Polda NTB, Ketua Bhayangkari Ny. Bulawan Kalingga Ajak Istri Polisi Teladani Khadijah

0

Maulid Nabi Polda NTB, Ketua Bhayangkari Ny. Bulawan Kalingga Ajak Istri Polisi Teladani Khadijah

Warta.in
Mataram,NTB — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Baitussalam Polda NTB, Jumat (28/8/2026), menjadi momentum bagi keluarga besar Bhayangkari NTB, untuk kembali mengenang keteladanan Rasulullah SAW dan keluarganya.

Ketua Daerah Bhayangkari NTB Ny. Bulawan Widihastuti Kalingga, hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran pengurus Bhayangkari. Ditemui usai acara, ia menilai sosok Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW, memiliki banyak nilai yang relevan bagi para istri anggota Polri.

Khadijah dikenal sebagai sosok yang setia mendampingi Rasulullah SAW, memberikan dukungan saat menghadapi berbagai tantangan, serta menjadi tempat berbagi dan menguatkan keluarga. Keteladanan tersebut dinilai bisa menjadi inspirasi bagi Bhayangkari, dalam mendampingi suami menjalankan tugas.

“Sosok Sayidati Khadijah menjadi teladan bagi kita sebagai perempuan dan sebagai seorang istri. Beliau selalu memberikan dukungan, ketenangan dan kekuatan kepada Rasulullah SAW ketika menghadapi berbagai tantangan,” ujar Widihastuti.

Menurut istri orang nomor satu di Korps Bhayangkara NTB itu, keteladanan Khadijah tidak hanya bicara soal mendampingi suami. Ada nilai kesetiaan, keteguhan, keikhlasan dan kepedulian yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga.

“Kami di Bhayangkari juga belajar dari keteladanan Sayidatina Khadijah. Mendampingi suami bukan hanya hadir saat keadaan mudah, tetapi juga memberikan semangat ketika suami menghadapi tantangan dalam menjalankan tugas,” katanya.

Widihastuti mengatakan, peran istri anggota Polri punya tantangan tersendiri. Tugas suami yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, membuat dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam menjaga semangat dan ketenangan di rumah.

“Seperti Sayidati Khadijah yang menjadi penguat Rasulullah SAW, kami juga ingin menjadi penguat bagi para suami. Ketika keluarga kuat, insyaAllah, semangat pengabdian juga semakin kuat,” tuturnya.

Peringatan Maulid Nabi SAW di Masjid Baitussalam diikuti Kapolda NTB, Wakapolda NTB, Irwasda, pejabat utama yang beragama Islam, Wakil Ketua Daerah Bhayangkari NTB bersama pengurus, serta personel Polri dan PNS Polda NTB yang beragama Islam.

Bagi Widihastuti, nilai keteladanan Khadijah juga dapat diteruskan dalam kehidupan sosial. Bhayangkari diharapkan mampu menghadirkan kepedulian, menjaga keharmonisan keluarga dan ikut memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Semoga kita bisa mengambil keteladanan dari Sayiatina Khadijah, terutama dalam kesetiaan, kesabaran, keikhlasan dan memberikan dukungan kepada keluarga. Mudah-mudahan nilai itu bisa kami terapkan sebagai Bhayangkari dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.(sr/hpntb)

Dua Pekan di Tengah Duka, Tim Solidaritas KR-BNN NTB Pulang Membawa Persaudaraan

0

Dua Pekan di Tengah Duka, Tim Solidaritas KR-BNN NTB Pulang Membawa Persaudaraan

Warta.in
Manggarai Timur, NTT — Setelah dua pekan membersamai ribuan pengungsi korban gempa M7,7 NTT, Tim Solidaritas Kemanusiaan KR-BNN NTB akhirnya berpamitan dari Dampek, Manggarai Timur, Jumat malam (28/8). Perpisahan berlangsung dalam suasana khidmat dan haru. Satu per satu warga menyalami para relawan, sementara air mata jatuh bukan hanya dari ibu-ibu dan anak-anak yang selama ini mendapatkan pelayanan, tetapi juga para lelaki yang pernah menyaksikan istri mereka mendapat pertolongan persalinan di tengah duka bencana.

Pelepasan itu sederhana, tetapi terasa begitu dalam. Di antara sambutan, doa dan tepuk tangan, terselip kesedihan karena orang-orang yang selama dua pekan hadir dalam keseharian pengungsian harus kembali ke daerahnya. Mereka yang datang sebagai relawan perlahan menjadi bagian dari kehidupan warga: menolong ketika sakit, memasak ketika lapar, mengantar bantuan ketika kebutuhan datang, dan hadir ketika rasa takut belum sepenuhnya hilang.

Bagi masyarakat Kecamatan Lamba Leda Utara, kehadiran Tim Solidaritas KR-BNN NTB bukan sekadar bantuan yang datang. Tim hadir ketika gempa membuat banyak keluarga kehilangan rumah, harta benda dan rasa aman, lalu tinggal bersama mereka untuk memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

“Di saat kami membutuhkan bantuan dan dukungan, hadir saudara-saudara kami dari Nusa Tenggara Barat,” kata Camat Lamba Leda Utara Emilianus Harjonit.

Emilianus menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Provinsi NTB dan seluruh relawan. Gempa 15 Agustus 2026 berkekuatan 7,7 magnitudo menyebabkan 14 orang meninggal dunia di wilayah kecamatan tersebut dan menimbulkan kerusakan besar di sejumlah wilayah. Di Desa Satar Padut, sekitar 90 persen rumah warga mengalami kerusakan.

Mewakili para kepala desa di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kepala Desa Golo Mangung Engelbertus Anam mengaku tidak pernah menyangka perhatian dari NTB akan menjangkau wilayah-wilayah perbukitan dengan medan yang sulit dan jauh dari pusat pengungsian.

Menurutnya, tim datang membawa bantuan logistik, perlengkapan pengungsian, dapur umum hingga pelayanan kesehatan. Bantuan bahkan mengikuti masyarakat ke lokasi-lokasi tempat mereka bertahan setelah gempa.

Salah satunya dirasakan masyarakat Kampung Maki, Desa Satar Kampas, melalui dapur umum mandiri yang dibangun Tim NTB. Kehadiran dapur tersebut membuat masyarakat di wilayah perbukitan yang jauh dari pusat pengungsian dapat merasakan langsung dukungan yang diberikan.

“Kami tidak memiliki sesuatu yang besar untuk membalasnya. Yang dapat kami berikan hanyalah doa dan rasa terima kasih yang tulus,” ujar Engelbertus.

Tokoh masyarakat Desa Satar Kampas Wilibrodus Yonsisai Yudin juga mengaku semula tidak menyangka wilayah pegunungan akan mendapat perhatian. Bagi masyarakat, kehadiran tim hingga ke wilayah yang sulit dijangkau menjadi bukti bahwa respons kemanusiaan tidak berhenti di pusat pengungsian.

Kecepatan respons NTB berawal sekitar dua jam setelah gempa terjadi pada 15 Agustus. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal langsung memanggil kepala perangkat daerah terkait untuk menyiapkan bantuan, sarana prasarana dan Tim Solidaritas. Kurang dari 24 jam setelah koordinasi itu, tim disiapkan untuk bergerak menuju wilayah terdampak.

Pada 16 Agustus, Gubernur NTB bersama Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri dan jajaran Pemerintah Provinsi NTB melepas tim dari Mataram. Sebanyak 30 kendaraan membawa personel, peralatan, logistik dan kebutuhan operasional menuju Pelabuhan Sape. Dengan dukungan ASDP, perjalanan dilanjutkan melalui dua kali penyeberangan hingga Labuan Bajo. Pada 17 Agustus, tim telah tiba di Flores dan langsung bergerak menjalankan misi kemanusiaan.

NTB datang dengan tim terpadu. Sebanyak 89 relawan kesehatan diterjunkan dalam dua tahap, terdiri atas 32 perawat, 28 dokter, enam apoteker, tiga tenaga administrasi kesehatan, tiga psikolog, dua epidemiolog, dua tenaga kesehatan lingkungan, seorang bidan, seorang analis serta tenaga pendukung lainnya.

Lebih dari 4.000 pengungsi telah mendapatkan pelayanan kesehatan.

Di sektor pangan, 25 personel tim dapur umum setiap hari menyiapkan makanan bagi sekitar 3.000 orang untuk tiga kali makan. Sementara 15 personel tim penyisir logistik bergerak ke titik-titik pengungsian mandiri untuk memastikan kebutuhan pangan dan bantuan tetap menjangkau masyarakat.

Layanan tersebut menjadi bagian dari respons terpadu NTB yang mencakup pelayanan kesehatan, dapur umum lapangan, dukungan teknis pengungsian, penyisiran logistik, kesehatan lingkungan hingga dukungan psikologis.

Sebelum pulang, tim memastikan dukungan tetap berlanjut. Tiga dapur umum mandiri telah dibentuk untuk dikelola masyarakat di Kampung Maki Desa Satar Kampas, Kampung Nanga Lira Desa Satar Padut dan Kampung Wae Tua Desa Golo Mangung.

Tidak hanya itu, sesuai arahan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, sejumlah sarana yang digunakan selama masa tanggap darurat juga ditinggalkan dan diserahkan untuk dimanfaatkan masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara. Tenda kesehatan dan tenda pengungsian, peralatan dapur beserta perlengkapannya, mesin genset, lampu penerangan, kendaraan roda tiga serta perlengkapan pendukung lainnya tetap berada di wilayah terdampak.

Dengan demikian, kepulangan personel bukan menjadi akhir dari dukungan. Sebagian sarana yang dibawa dari NTB tetap tinggal untuk membantu masyarakat melanjutkan masa pemulihan.

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal sebelumnya juga hadir langsung menemui warga di tenda-tenda pengungsian. Pesan yang dibawanya sejak awal sederhana: masyarakat NTT yang terdampak gempa tidak sendiri. NTB datang sebagai saudara, karena pernah merasakan duka yang sama saat gempa Lombok 2018.

Kini, setelah dua pekan bekerja di tengah pengungsian, para relawan harus kembali kepada keluarga yang menunggu di NTB. Namun, misi kemanusiaan tidak berhenti bersama langkah mereka meninggalkan Dampek.

Yang tertinggal bukan hanya tenda, genset, dapur umum, kendaraan dan perlengkapan bantuan. Ada doa agar NTT segera bangkit, ada rasa percaya yang tumbuh dari kebersamaan, dan ada persaudaraan yang lahir di tengah bencana.

NTB datang ketika NTT berduka. Mereka datang membawa pertolongan, bekerja bersama masyarakat, lalu pulang membawa doa. Orang-orangnya kembali ke NTB, tetapi sebagian pertolongannya tetap tinggal di tanah NTT. Jarak kembali terbentang di antara dua pulau, namun doa dan persaudaraan tidak pernah mengenal jarak.(sr/dkisntb)

Gubernur NTB, Ajak Pramuka Menjadi Pelopor Swasembada Pangan

0

Gubernur Miq Iqbal: Pramuka Harus Jadi Pelopor Swasembada Pangan

Warta.in
Mataram,NTB — Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal mengajak Gerakan Pramuka tidak berhenti sebagai organisasi pembentuk karakter, tetapi tampil sebagai kekuatan anak muda yang terjun langsung menggerakkan swasembada pangan dari desa, sekolah hingga komunitas.

Ajakan itu disampaikan Gubernur saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) NTB di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Sabtu (29/8).

Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, Gubernur menilai tema tersebut sangat relevan dengan tantangan bangsa. Menurutnya, Pramuka perlu bertransformasi menjadi organisasi yang modern, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan serta kedaulatan pangan.

“Pramuka jangan hanya hadir di tengah masyarakat ketika ada kegiatan seremonial. Pramuka harus hadir di lahan pertanian, lingkungan sekolah, desa, dan komunitas masyarakat,” tegas Gubernur dalam amanatnya.

NTB, kata Miq Iqbal, memiliki modal kuat untuk mengambil peran sebagai salah satu penyangga pangan nasional. Berdasarkan data BPS 2025, luas panen padi di NTB mencapai 322,90 ribu hektare dengan produksi 1,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 17,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi beras untuk konsumsi masyarakat mencapai 973,14 ribu ton.

Potensi tersebut, menurut Gubernur, harus menjadi ruang pengabdian baru bagi Gerakan Pramuka. Satuan Karya, Gugus Depan, hingga anggota Pramuka di tingkat akar rumput dapat mengambil peran melalui berbagai aksi sederhana tetapi berdampak, seperti urban farming, kebun pangan sekolah, pemanfaatan lahan tidur, penghijauan, pengolahan pangan lokal, edukasi gizi, hingga kampanye mengurangi pemborosan pangan.

“Melalui aksi nyata ini, nilai-nilai Dasa Darma seperti disiplin, gotong royong, cinta alam, rela menolong, dan bertanggung jawab benar-benar diterjemahkan di lapangan,” ujarnya.

Miq Iqbal juga mengingatkan bahwa swasembada pangan tidak boleh dimaknai sebatas kemampuan memenuhi kebutuhan beras. Kemandirian pangan harus dibangun melalui penguatan berbagai komoditas dan sumber pangan lokal, termasuk jagung, bawang merah, kedelai, hortikultura, peternakan, hingga perikanan.

Di saat yang sama, Pramuka diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal pangan bukan hanya sebagai komoditas yang dikonsumsi, tetapi sebagai bagian dari kemandirian dan kekuatan ekonomi masyarakat.

“Pramuka harus menjadi sekolah kehidupan. Kita ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen, inovator, dan pelopor yang mandiri serta memiliki jiwa kewirausahaan,” kata Iqbal.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan upaya menyiapkan Generasi Emas 2045. Karakter, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan bekerja sama, dan keberanian mengambil peran di tengah masyarakat harus tumbuh melalui pengalaman nyata.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kwarda, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, hingga Gugus Depan se-NTB yang selama ini bersinergi mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Dalam upacara tersebut, Gubernur bersama Wakil Gubernur NTB dan Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyerahkan sejumlah Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka kepada anggota dan pembina yang dinilai berjasa dalam pengabdian kepramukaan.

Lencana Melati diberikan kepada Gufranuddin. Lencana Darma Bakti kepada Lalu Firman Wijaya, Hendrayadi, dan Junaedi. Lencana Karya Bakti kepada Jaka Agusta Pratama, Lencana Pancawarsa VI kepada Lalu Ahmadi, Lencana Pancawarsa IV kepada Didi Sumardi, serta Lencana Teladan kepada Winda Miranti.

Upacara kemudian dilanjutkan dengan peragaan keterampilan Pramuka dan foto bersama.

Bagi Miq Iqbal, usia 65 tahun Gerakan Pramuka harus menjadi momentum untuk memperluas makna pengabdian. Swasembada pangan tidak akan lahir hanya dari kebijakan pemerintah, tetapi dari kebiasaan masyarakat yang mandiri. Dan Pramuka, dengan jutaan anak muda yang ditempa oleh disiplin, gotong royong dan kecintaan pada alam, dapat menjadi salah satu kekuatan terdepan untuk menanam, mengolah, menjaga, dan memastikan pangan tetap tersedia bagi generasi Indonesia.(sr/dkisntb)

Disdik Purwakarta Bantah Isu Pengkondisian Program Revitalisasi Sekolah

0

Warta.in, Purwakarta – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, membantah tegas isu yang beredar di media sosial terkait dugaan adanya pengkondisian dalam pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, khususnya menyangkut pengadaan barang dan pemilihan material pembangunan oleh pihak tertentu.

Penegasan tersebut disampaikan Plt. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) Disdik Kabupaten Purwakarta, Jony Herianto, S.T., M.Pd., saat dikonfirmasi awak media, Jumat (28/8/2026).

Jony menegaskan, Disdik Purwakarta tidak pernah melakukan intervensi terhadap satuan pendidikan yang menerima bantuan revitalisasi.

Menurutnya, sekolah penerima bantuan memiliki kewenangan untuk melaksanakan program sesuai mekanisme, petunjuk teknis, serta ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kami tegaskan bahwa tidak ada intervensi dalam bentuk apa pun, termasuk dalam pengadaan maupun pemilihan material kepada satuan pendidikan penerima bantuan revitalisasi,” tegas Jony.

Ia menjelaskan, seluruh satuan pendidikan penerima program sebelumnya telah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek).

Dalam kegiatan tersebut, sekolah mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan program secara menyeluruh, termasuk ketentuan bahwa pekerjaan pembangunan dilaksanakan dengan sistem swakelola.

Sebagai bagian dari mekanisme pelaksanaan, setiap sekolah penerima bantuan diwajibkan membentuk Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Panitia tersebut melibatkan unsur sekolah dan masyarakat, di antaranya guru, perwakilan orang tua peserta didik, serta komite sekolah.

Keberadaan P2SP, lanjut Jony, memiliki peran strategis dalam membantu pelaksanaan pembangunan sekaligus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap proses revitalisasi di masing-masing satuan pendidikan.

“Semua sudah disampaikan melalui Bimtek. Mekanismenya jelas dan sekolah harus mengikuti aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Disdik Purwakarta juga mengingatkan seluruh satuan pendidikan penerima bantuan agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang berupaya mengarahkan pelaksanaan program di luar mekanisme yang telah ditetapkan.

Menurut Jony, pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Purwakarta.

Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan fasilitas belajar yang lebih layak, aman, nyaman, serta mendukung proses pembelajaran peserta didik.

Dengan penerapan sistem swakelola dan melibatkan unsur masyarakat melalui P2SP, Disdik Purwakarta berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan secara transparan, sesuai ketentuan, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Disdik juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar program revitalisasi benar-benar memberikan manfaat bagi satuan pendidikan dan peserta didik.

“Bersama membangun pendidikan, mewujudkan Purwakarta Istimewa,” pungkas Jony. (ds)

Bukan Sekadar Karnaval, Lojejer Bergemuruh! “Anuraga” Warnai Puncak Parade Culture Village Nusantara IV

0

Warta.in, Jember — Dentuman musik tradisional menggema di sepanjang jalan Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Ribuan pasang mata tertuju pada iring-iringan peserta yang tampil dengan kostum penuh warna dan beragam pertunjukan budaya.

Minggu (29/8/2026), Desa Lojejer benar-benar berubah menjadi panggung budaya. Jalan desa yang biasanya menjadi ruang aktivitas warga, kali ini dipenuhi masyarakat dari berbagai usia yang rela berdiri berjam-jam demi menyaksikan kemeriahan Parade Culture Village Nusantara IV.

Kekuatan suara musik yang disebut mencapai sekitar 85 desibel membuat suasana semakin hidup. Alunan musik tradisional terdengar menggelegar, menghadirkan atmosfer yang oleh masyarakat terasa setara dengan kemeriahan sound horeg.

Namun di balik suara musik yang menggema, ada pesan yang jauh lebih dalam. Puncak karnaval dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut mengusung tema “Anuraga”.

Tema tersebut bukan dipilih tanpa makna.

Kepala Desa Lojejer, Mochamad Sholeh, SH., M.Si., N.P.L, menjelaskan bahwa Anuraga merupakan istilah dari bahasa Sanskerta yang menggambarkan cinta yang mendalam, keterikatan, kasih sayang, kesetiaan dan pengabdian.

“Anuraga itu merupakan cinta yang mendalam, keterikatan, penuh kasih sayang, kesetiaan dan pengabdian. Anuraga itu bahasa Sansekerta,” ujar Sholeh saat jumpa pers sebelum parade dimulai.

Bagi Sholeh, makna tersebut ingin diterjemahkan dalam kehidupan masyarakat Desa Lojejer. Ia berharap masyarakat dapat terus menjaga rasa saling mencintai, menghargai dan menyayangi.

Nilai tersebut juga diharapkan tumbuh dalam hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat, sehingga pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan kehidupan sosial yang rukun dan harmonis.

“Dengan saling mencintai dan menghargai, kita bisa memberikan kasih sayang dan pengabdian yang tinggi, baik kepada masyarakat maupun dalam kehidupan bersama,” jelasnya.

Pesan tentang harmoni itu bahkan terlihat dari busana yang dikenakan Sholeh bersama istrinya. Keduanya tampil menggunakan busana adat Jawa Barat dari daerah Ciamis, yakni Bebegig Sukamantri.

Menurut Sholeh, busana tersebut memiliki filosofi tentang hubungan manusia dengan alam dan kehidupan sosial.

“Baju Bebegig ini untuk menjaga alam, jadi harmoni sosial agar supaya hidup rukun damai untuk alam semesta,” terangnya.

Empat Hari Berujung di Puncak Karnaval

Ketua Panitia Parade Culture Village Nusantara IV, Sugeng Hariyadi, mengatakan karnaval pada 29 Agustus merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Lojejer.

“Karnaval hari ini adalah puncaknya setelah empat hari berturut-turut sejak tanggal 25 kemarin,” kata Sugeng.

Rangkaian kegiatan sebelumnya telah dimulai pada 25 Agustus melalui karnaval tingkat HIMPAUDI, TK dan PAUD. Sehari berikutnya, giliran peserta dari tingkat SD dan MI yang turut memeriahkan suasana.

Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seni dan hiburan hingga akhirnya ditutup dengan parade umum yang melibatkan masyarakat Desa Lojejer.

Sebanyak 15 peserta turut ambil bagian dalam parade puncak. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai Pemerintah Desa, RW, sekolah, madrasah hingga MTs.

Yang menarik, setiap peserta tidak hanya berjalan dalam iring-iringan. Mereka membawa cerita masing-masing melalui kostum, atraksi dan dramatisasi sejarah.

Di depan tenda kehormatan, peserta menampilkan kisah tentang kerajaan-kerajaan di Tanah Jawa. Sejarah yang selama ini hanya dikenal melalui buku pelajaran, kali ini dihidupkan kembali melalui kreativitas masyarakat.

Sorak-sorai warga pun pecah setiap kali peserta menampilkan atraksi terbaiknya.

Anak-anak hingga Orang Tua Tumpah Ruah

Sejak titik pemberangkatan hingga garis finish, jalan desa dipenuhi warga.

Anak-anak berdiri dengan penuh rasa ingin tahu. Para orang tua tak mau ketinggalan mengabadikan momen dengan telepon genggam. Sebagian warga bahkan memilih datang lebih awal agar mendapatkan tempat terbaik untuk menyaksikan parade.

Pemandangan tersebut menunjukkan bahwa karnaval di Lojejer bukan hanya menjadi tontonan, tetapi telah menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat.

Di sana, warga berkumpul, bercengkerama, bersilaturahmi dan menikmati hiburan bersama.

Kemeriahan pun sekaligus menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran warga dan pengunjung membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk menjajakan makanan, minuman dan berbagai produk mereka di sepanjang lokasi kegiatan.

Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak hanya hadir melalui pertunjukan budaya, tetapi juga memberikan perputaran ekonomi bagi masyarakat.

Puncak Parade Culture Village Nusantara IV akhirnya menjadi penutup rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Lojejer.

Suara musik boleh menggelegar, kostum boleh mencuri perhatian dan jalan desa boleh penuh sesak oleh warga. Namun pesan yang ingin ditinggalkan jauh lebih sederhana: kemerdekaan akan terasa lebih bermakna ketika dirayakan bersama, dengan cinta, kasih sayang, persatuan dan pengabdian.

Itulah semangat “Anuraga” yang ingin ditanamkan Desa Lojejer—merayakan kemerdekaan bukan hanya dengan kemeriahan, tetapi juga dengan menjaga persaudaraan dan keharmonisan untuk membangun desa bersama.

Cegah ISPA Akibat Asap KPK-M E Turun Langsung Bagikan Masker Kepada Masyarakat

0

Warta In

“Tanjung Enim, muara enim.Sabtu 29 Agustus 2026,” Komunitas Peduli Kepentingan Masyarakat Muara Enim (KPK-ME) kembali menunjukkan kepedulian dan kontribusi nyata kepada masyarakat,melalui kegiatan aksi sosial pembagian masker, paket sembako, snack, dan nasi bungkus.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian KPK-ME terhadap masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi udara berasap yang berpotensi mengganggu kesehatan serta sebagai upaya meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.

Aksi sosial tersebut-Juga mendapat dukungan dan perhatian dari unsur pemerintah serta aparat keamanan. Turut hadir Camat Lawang Kidul Zhulchaidir Sidik, S.STP., M.Si., Kapolsek Lawang Kidul yang diwakili Kanit Reskrim IPDA Imam Paslah, S.H. bersama anggota, serta Danramil 404-05 Tanjung Enim Kapten Inf Kamaludin bersama anggota.Turut serta bagikan Masker kepada masyarakat

Kehadiran unsur pemerintah dan aparat dalam kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi bersama antara masyarakat, organisasi kemasyarakatan, Pemerintah kecamatan, TNI dan Polri dalam menjaga kepedulian sosial serta kesehatan masyarakat.

Ketua KPK-ME Amat Nangwi (Jangkuk) mengatakan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen KPK-ME untuk tidak hanya menyuarakan kepentingan masyarakat, tetapi juga hadir secara langsung dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“KPK-ME ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Hari ini kami membagikan masker, sembako, snack dan nasi bungkus. Semoga apa yang kami berikan dapat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Amat Nangwi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kalhutla juga kesehatan dan lingkungan, terutama di tengah kondisi udara yang berasap.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga kebersihan lingkungan dan bersama-sama mencegah hal-hal yang dapat menyebabkan kebakaran maupun pencemaran udara,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Lawang Kidul Zhulchaidir Sidik, S.STP., M.Si. menyampaikan apresiasi atas kegiatan sosial yang dilakukan KPK-ME.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan KPK-ME ini. Kegiatan seperti ini- Merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan tentunya sangat positif, apalagi di tengah kondisi udara yang kurang baik. Pembagian masker dan makanan maupun sembako diharapkan dapat membantu masyarakat,” ungkap Camat Lawang Kidul.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan serta kepedulian di tengah masyarakat.

“Kami berharap sinergi dan kepedulian seperti ini dapat terus ditingkatkan. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri, sehingga dukungan dari organisasi masyarakat dan seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam menjaga kesehatan, keamanan, lingkungan, serta kepedulian sosial,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut, KPK-ME bersama unsur pemerintah kecamatan serta TNI dan Polri turut berinteraksi langsung memasangkan  Masker kepada masyarakat Cegah ISPA . Pembagian masker dilakukan sebagai langkah sederhana untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan udara berasap, sementara pembagian snack, nasi bungkus dan paket sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga.

KPK-ME menilai bahwa kegiatan sosial tidak hanya berkaitan dengan pemberian bantuan, tetapi juga menjadi sarana membangun silaturahmi, kebersamaan dan kepedulian antara organisasi masyarakat dengan masyarakat setempat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama menjaga kesehatan, menjaga lingkungan dan saling membantu.

Melalui kegiatan tersebut, KPK-ME menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan semangat:

“Menjaga Kesehatan • Menjaga Lingkungan • Peduli Sesama.”

KPK-ME berharap aksi sosial ini dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, TNI dan Polri dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman dan kondusif di wilayah Lawang Kidul dan Kabupaten Muara Enim.

(Zulkifli)

KONI Purwakarta Perkuat Kualitas Pelatih, Bidik Peningkatan Prestasi di Porprov Jabar XV 2026

0

Warta.in, Purwakarta – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purwakarta terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV Tahun 2026.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni meningkatkan kompetensi sumber daya pelatih melalui kegiatan Pelatihan Pelatih Cabang Olahraga (Cabor) Tahun 2026.

Kegiatan tersebut digelar di Aula SMKN 2 Purwakarta, Jalan Jenderal A. Yani No. 88, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (29/8/2026), dan diikuti para pelatih dari 41 cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Kabupaten Purwakarta.

Ketua KONI Purwakarta, Aris TB Limbong, M.Pd., memimpin kegiatan tersebut. Pelatihan ini dinilai penting untuk memastikan para pelatih memiliki kemampuan dan metode pembinaan yang semakin profesional, terukur, serta mampu menunjang peningkatan performa atlet.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Kontingen Porprov, Komandan Kodim 0619/Purwakarta, Ketua Komisi IV DPRD Purwakarta, Kepala Disporabud Kabupaten Purwakarta, jajaran KONI Purwakarta, serta para pelatih termasuk pengurus cabang olahraga.

Pelatihan sekaligus menjadi momentum untuk menyatukan visi dan strategi antara KONI, pengurus cabor, pelatih, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi Porprov Jabar XV yang pelaksanaannya semakin dekat.

41 Cabor Lolos Kualifikasi & Target

Ketua KONI Purwakarta, Aris TB Limbong, M.Pd., dalam keterangannya kepada awak media mengatakan, kegiatan pelatihan tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi Porprov Jawa Barat XV yang akan digelar dalam waktu dekat.

Menurutnya, Porprov Jabar XV Tahun 2026 akan berlangsung di tiga daerah yang bertindak sebagai tuan rumah, yakni Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Bogor.

“Ini merupakan bagian dari persiapan kita menghadapi Porprov XV. Setelah melalui babak kualifikasi, Kabupaten Purwakarta berhasil meloloskan 41 cabang olahraga,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah cabor menjadi andalan Purwakarta untuk mendulang medali, di antaranya dayung, gulat, arung jeram, ski air, senam, dan menembak.

KONI Purwakarta menargetkan sedikitnya 18 medali emas pada Porprov Jabar XV 2026. Target tersebut diharapkan mampu mengangkat posisi Purwakarta dari peringkat sebelumnya.

“Pada Porprov sebelumnya kita berada di peringkat 18. Kali ini kita menargetkan bisa naik ke peringkat 16. Tentunya kami akan berusaha maksimal untuk mencapai target tersebut,” kata Ketua KONi.

Apresiasi Dukungan Pemkab dan DPRD

Aris juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan DPRD Kabupaten Purwakarta terhadap pembinaan olahraga.

Menurutnya, perhatian pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan kontingen Purwakarta agar mampu tampil maksimal di ajang olahraga terbesar tingkat Jawa Barat tersebut.

“Kami mengapresiasi dukungan luar biasa dari Pemkab Purwakarta, terutama Bapak Bupati Om Zein dan DPRD Purwakarta. Bapak Bupati sangat memberikan perhatian terhadap peningkatan prestasi olahraga di Purwakarta,” ungkap Ketua KONI.

Dukungan tersebut, lanjut Aris, juga tercermin dari alokasi anggaran yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk keikutsertaan kontingen dalam Porprov Jabar XV 2026.

“Untuk seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan awal hingga pemberangkatan, pemerintah daerah menggelontorkan anggaran sekitar Rp7,3 miliar. Sedangkan untuk kebutuhan pemberangkatan dan pelaksanaan Porprov dialokasikan sekitar Rp4 miliar,” jelasnya.

Ia menilai besarnya dukungan tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam mendorong kemajuan dan prestasi olahraga daerah.

Optimistis Lampaui Target

Dengan persiapan yang semakin intensif, KONI Purwakarta optimistis kontingen yang akan diberangkatkan mampu memberikan hasil terbaik.

Menurut Aris, target peringkat 16 bukanlah sesuatu yang mudah, namun dengan kerja keras atlet, pelatih, pengurus cabor, KONI, serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat, target tersebut diyakini dapat diwujudkan.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Purwakarta. Semoga kami bisa memenuhi target yang sudah ditetapkan. Kalau nantinya hasilnya lebih dari target, tentu itu menjadi bonus dari Allah SWT,” pungkasnya.

Melalui pelatihan pelatih ini, KONI Purwakarta berharap kualitas pembinaan di seluruh cabor semakin meningkat. Kompetensi pelatih yang semakin baik diharapkan berdampak langsung terhadap kesiapan dan performa atlet, sekaligus menjadi fondasi bagi lahirnya prestasi olahraga Purwakarta di tingkat Jawa Barat.

Dengan 41 cabor yang telah lolos kualifikasi, perjuangan kontingen Purwakarta pada Porprov Jabar XV 2026 kini memasuki tahap penting.

Target peningkatan peringkat dan raihan medali emas menjadi tantangan sekaligus motivasi untuk membuktikan bahwa olahraga Purwakarta mampu bersaing dan menorehkan prestasi lebih tinggi. (ds)