31.6 C
Jakarta
Selasa, April 7, 2026
Beranda blog

Karo SDM Polda Sumsel Tinjau Lokasi Bedah Rumah dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

0

Warta.In | Palembang – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.S.i, melaksanakan kegiatan peninjauan lokasi bedah rumah di RT 18 RW 05 No 457 Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang ulu dua Palembang

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, sekaligus bagian dari rangkaian kegiatan sosial menyambut Hari Bhayangkara.

Karo SDM Polda Sumsel tiba di lokasi dan langsung meninjau kondisi fisik rumah yang akan dibedah diagendakan Jumat 10 April 2026 Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr.Sandi Nugroho SIK SH,M.Hum meresmikan ground breakingnya ucap mantan Kapolres Balangan Polda Kalsel, Selasa 7 April 2026

Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.S.i menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu wujud nyata kehadiran Polri dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa rumah yang dibedah benar-benar layak dan tepat sasaran, agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Alumni Akpol 96

Turut mendampingi dalam kegiatan ini Kasubbag Mutjab SDM Polda Sumsel Kompol Tomy Prambana, SIK,M.H,M. S.i, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Zewwy Salim beserta staff
Kanit Binmas SU 2 AKP Azrulin beserta personil bhabinkamtibmas kelurahan 13 Ulu ketua RT dan pemilik rumah korban kebakaran.

Kegiatan peninjauan ini disambut baik oleh warga sekitar yang mengapresiasi kehadiran jajaran Polda Sumsel

Program bedah rumah ini diharapkan dapat menjadi semangat baru bagi penerima bantuan dalam menjalani kehidupan yang lebih layak dan nyaman.

Aksi Heroik Tengah Malam: Polisi Bantu Bayi 8 Bulan Lanjut Rujukan ke RS Palembang

0

Warta.In | MUARA ENIM – Aksi cepat dan penuh kepedulian kembali ditunjukkan jajaran Polsek Gunung Megang. Di tengah malam yang sunyi, Senin (6/4/26) sekitar pukul 23.00 WIB, personel piket SPK Polsek Gunung Megang sigap membantu evakuasi seorang bayi berusia 8 bulan yang tengah sakit dan membutuhkan penanganan medis segera.

Kapolres Muara Enim Hendri Syaputra, SIK melalui Kapolsek Gunung Megang KMS Erwin, SH, MH, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut bermula saat sebuah mobil ambulans dari Rumah Sakit Pagaralam mengalami kerusakan di wilayah Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang.

“Anggota piket kami, yakni Aipda Kumala Anom, Aipda Reza Fahlevi, dan Bripka Andriansyah langsung merespons laporan dari sopir ambulans yang meminta bantuan. Saat itu, di dalam kendaraan terdapat seorang bayi berusia 8 bulan yang sedang sakit dan hendak dirujuk ke Rumah Sakit Siti Fatimah Palembang,” ujar Kapolsek.

Dalam kondisi darurat dan waktu yang sangat krusial, upaya perbaikan ambulans tidak dapat segera dilakukan karena keterbatasan peralatan. Tanpa menunggu lama, personel Polsek Gunung Megang mengambil inisiatif cepat dengan berkoordinasi dan menghadirkan ambulans dari Puskesmas Gunung Megang sebagai pengganti.

Langkah sigap tersebut membuahkan hasil. Bayi beserta keluarga dan tim medis akhirnya berhasil melanjutkan perjalanan menuju Palembang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kapolsek menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan.

“Apa yang dilakukan anggota kami adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegasnya.

Aksi kemanusiaan ini pun menuai apresiasi dari masyarakat yang menyebut kehadiran polisi di saat genting sebagai bukti nyata bahwa Polri selalu hadir dan siap membantu tanpa mengenal waktu.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam, ada kepedulian tulus yang bekerja tanpa pamrih — bahkan di tengah malam demi menyelamatkan nyawa.

Polres Ogan Ilir Laksanakan Pengecekan Senjata Api Dinas, Pastikan Tertib Administrasi dan Kesiapan Personel

0

Warta.In | Ogan Ilir – Bagian Logistik Polres Ogan Ilir melaksanakan kegiatan penertiban dan pengecekan senjata api (senpi) dinas organik pada Senin (06/04/2026) di Gudang Senpi Polres Ogan Ilir. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolda Sumsel Nomor: ST/564/IV/HUK.6.6/2026 tanggal 2 April 2026 tentang penertiban dan pengecekan senpi dinas bagi personel Polda Sumsel dan jajaran.

Pelaksanaan pengecekan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dipimpin langsung oleh AKP Endriyanto, S.H., selaku Kanit Hartib Subbid Propam Bidpropam Polda Sumsel. Kegiatan ini turut dipimpin oleh Wakapolres Ogan Ilir Kompol Helmy Ardiansah dan didampingi Kabag Logistik Polres Ogan Ilir Kompol Ahmad Yani AR, S.H., bersama jajaran pejabat terkait.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap senjata api laras pendek maupun laras panjang, baik yang tersimpan di gudang maupun yang dipinjam-pakaikan kepada personel. Berdasarkan hasil pengecekan, jumlah senpi dinas yang tercatat di Polres Ogan Ilir meliputi 188 pucuk jenis revolver, 28 pucuk jenis pistol, dan 59 pucuk senjata api laras panjang.

Dari total tersebut, sebagian besar senpi berada dalam penyimpanan gudang, sementara sejumlah kecil dipinjamkan kepada personel sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan dinas. Seluruh data inventaris dinyatakan sesuai dan dalam kondisi terpantau.

AKP Endriyanto, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan dan pengendalian internal guna memastikan penggunaan senjata api dinas tetap sesuai aturan.
“Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan seluruh senpi dinas terdata dengan baik, dalam kondisi layak pakai, serta digunakan secara profesional oleh personel yang berhak. Dari hasil pemeriksaan, secara umum administrasi dan kondisi senpi di Polres Ogan Ilir sudah tertib dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Logistik Polres Ogan Ilir Kompol Ahmad Yani AR, S.H., menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi langkah preventif untuk mencegah potensi penyalahgunaan senjata api di lingkungan kepolisian.

Secara keseluruhan, kegiatan penertiban dan pengecekan senpi dinas di Polres Ogan Ilir berjalan dengan lancar, tertib, dan aman. Hal ini menunjukkan komitmen Polres Ogan Ilir dalam menjaga akuntabilitas serta kesiapsiagaan personel dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

*HUMAS RES OI*

Persit Sriwijaya Dorong Kemandirian UMKM Lewat Pameran “Persit Bisa” Ke-2

0

Warta.In | Palembang, – Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD II/Sriwijaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi anggota melalui Pameran Nasional “Persit Bisa” Ke-2 yang akan digelar pada 7-9 Mei 2026 mendatang, di Balai Kartini, Jakarta Selatan._

Pameran ini menampilkan produk-produk unggulan UMKM karya anggota Persit KCK dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk lima UMKM binaan unggulan dari Persit KCK PD II/Sriwijaya. Kelima UMKM tersebut adalah RD Songket, Lidi Nipah, Kartika Sereh Wangi, Ragam Tapis Lampung, dan NTS Craft.

Produk-produk yang ditampilkan mencerminkan kekayaan budaya sekaligus inovasi lokal Sumatera Selatan dan sekitarnya, seperti Kain Tenun Songket Palembang, Kap Lampu anyaman lidi nipah, produk aromaterapi sereh wangi, kain Tapis Lampung dengan sentuhan modern, dan tas serta pouch handmade edisi terbatas berbasis Wastra Nusantara.

Ketua Persit KCK PD II/Sriwijaya, Ny. Desi Ujang Darwis, menyatakan bahwa partisipasi dalam pameran ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kreativitas anggota, sekaligus wadah untuk menumbuhkan inovasi, kreativitas, serta memperkuat kemandirian ekonomi melalui sektor UMKM.

Pameran ini terbuka untuk umum dan menjadi ajang strategis untuk memperkuat posisi songket dan tapis sebagai kebanggaan wastra Palembang dan Sumatera Selatan. Dukungan serta partisipasi masyarakat Palembang dan sekitarnya diharapkan dapat turut meramaikan dan menyukseskan Stand Sriwijaya pada Pameran Persit Bisa Ke-2.

Dandim 0418/Palembang Ikuti Vicon Percepatan KDKMP Bersama Wapanglima TNI di Palembang

0

Warta.In | Palembang, — Komandan Kodim 0418/Palembang,Kolonel Arh Erik Novianto,S.sos mengikuti kegiatan video Conference (vidcon) percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bersama Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (7/4/2026) pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang KDKMP Alang-Alang Lebar, Jalan By Pass Alang-Alang Lebar, Kota Palembang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Danramil jajaran Kodim 0418/Palembang, Pasi Ter Kodim 0418/Palembang Lettu Inf Christian Bambang,Danramil 03 Plaju Danramil 04 Kertapati serta Babinsa Koramil 418-07/Sukarame.

Dalam arahannya, Wakil Panglima TNI menyampaikan bahwa pembangunan gerai KDKMP merupakan salah satu program unggulan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia mengungkapkan, hingga April 2026, pembangunan KDKMP baru mencapai 4.165 unit. Namun demikian, pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat signifikan menjadi 35.000 unit pada Juli 2026.

Menanggapi hal tersebut, Dandim 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto menegaskan kesiapan jajarannya dalam mendukung percepatan program tersebut di wilayah.

“Kami siap mendukung penuh percepatan pembangunan KDKMP di wilayah Kodim 0418/Palembang. Sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat akan terus kami perkuat agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai tepat waktu,” ujar Dandim.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan percepatan pembangunan KDKMP dari masing-masing Kodam sebagai bagian dari evaluasi capaian di lapangan.

Kegiatan video conference ini merupakan bentuk monitoring dan evaluasi langsung dari komando atas guna memastikan target pembangunan KDKMP dapat tercapai sesuai linimasa yang telah ditetapkan pemerintah

Mengatasnamakan Pembersihan Diri, Guru Silat di Waringinkurung Diduga Perkosa 3 & Cabuli 2 Anak!!

0

Mengatasnamakan Pembersihan Diri, Guru Silat di Waringinkurung Diduga Perkosa 3 & Cabuli 2 Anak!!

SERANG,– WARTA IN || Polda Banten menangani kasus dugaan tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Waringinkurung, Kabupaten Serang. Pelaku merupakan seorang buruh harian lepas yang juga mengajar latihan silat di lingkungan tersebut.

Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, membenarkan kasus ini pada Senin (6/4/2026). Ia menjelaskan, peristiwa bermula sejak Mei 2025 dan baru terungkap setelah ada laporan resmi dari korban dan keluarga pada April 2026.

“Berdasarkan laporan polisi dan informasi masyarakat, peristiwa ini bermula pada Mei 2025 sekira pukul 10.00 WIB. Pelaku berinisial MY berprofesi sebagai buruh harian lepas sekaligus mengajar latihan silat di kampung setempat,” ujar Maruli.

Pelaku diduga memanfaatkan kepercayaan warga dengan modus menawarkan ritual pembersihan diri. Pelaku memandikan korban menggunakan air kembang dan melakukan pijatan dengan dalih membersihkan tubuh, pikiran, dan hati. Namun, di balik itu pelaku diduga melakukan tindakan asusila.

“Dari hasil penyelidikan, pelaku mulai beraksi sejak Mei 2025. Berdasarkan pemeriksaan sementara, terdapat lima korban di bawah umur, terdiri dari tiga korban persetubuhan dan dua korban perbuatan cabul,” jelasnya.

Kasus ini terbongkar setelah salah satu korban didampingi keluarga berani melaporkan perbuatan pelaku ke polisi pada 3 April 2026. Saat ini, tim penyidik telah menyita sejumlah barang bukti, antara lain kain, minyak urut, ember, gayung, serta dokumen kependudukan dan hasil visum et repertum.

Jerat Hukum

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 473 KUHPidana dan atau Pasal 414 KUHPidana dan atau Pasal 415 KUHPidana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Terkait tindak pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun,” tegas Maruli.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak ragu untuk melaporkan jika mengetahui atau menemukan indikasi tindak pidana, khususnya yang menyasar perempuan dan anak, melalui layanan Call Center 110.

(*/Ressy)

*DPRD Mukomuko Bereaksi Tegas: Pembakaran Limbah Medis B3 di TPA Selagan Raya Tidak Boleh Dibiarkan*

0

*DPRD Mukomuko Bereaksi Tegas: Pembakaran Limbah Medis B3 di TPA Selagan Raya Tidak Boleh Dibiarkan*

MUKOMUKO, BENGKULU. – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko menunjukkan sikap tegas dan penuh tanggung jawab dalam menanggapi temuan mengejutkan mengenai praktik pembakaran limbah medis yang tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3) di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Selagan Raya. Fenomena yang sangat meresahkan ini menjadi sorotan utama lembaga legislatif, yang menuntut adanya transparansi serta penanganan yang sesuai dengan standar operasional dan perlindungan lingkungan hidup.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mukomuko, Frenky Janas, menegaskan bahwa keberadaan limbah medis B3 di area TPA bukanlah persoalan yang bisa dianggap remeh atau sepele. Lebih dari itu, tindakan pembakaran yang dilakukan dinilai sangat berisiko tinggi karena berpotensi menimbulkan dampak buruk yang masif, mulai dari ancaman nyata terhadap kesehatan masyarakat hingga kerusakan ekosistem lingkungan yang sulit dipulihkan.

“Kami akan meminta penjelasan yang jelas dan terbuka mengenai siapa pihak yang bertanggung jawab atas munculnya limbah medis B3 di TPA Desa Selagan Raya tersebut, serta bagaimana proses pembersihan dan pengelolaannya dilakukan,” tegas Frenky saat dikonfirmasi, pada Selasa (7/4/2026).

Menurut Frenky, DPRD Mukomuko berencana akan segera menggelar rapat khusus yang bersifat koordinatif untuk membahas persoalan pelik ini. Rapat tersebut direncanakan akan melibatkan seluruh instansi terkait yang memiliki wewenang dan tanggung jawab, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), hingga pihak-pihak lain yang berkepentingan dalam rantai pengelolaan limbah medis.

“Kami tidak ingin ada saling lempar tanggung jawab. Semua harus duduk bersama dan menjelaskan perannya masing-masing, sekaligus menyampaikan solusi konkret agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Mukomuko ini dengan nada tegas.

Di samping menuntut adanya klarifikasi yang mendalam, DPRD juga menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan yang sangat ketat terhadap seluruh proses penanganan limbah B3 tersebut. Frenky menekankan bahwa setiap tahapan dalam pengelolaan limbah medis mutlak harus mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) serta seluruh regulasi lingkungan hidup yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Pengawasan akan terus kami lakukan secara berkelanjutan. Jika dalam prosesnya ditemukan adanya pelanggaran atau penyimpangan, tentu akan ada sanksi yang diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tandasnya.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa pihaknya juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD untuk memastikan bahwa manajemen pengelolaan limbah medis berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Selain itu, DPRD juga akan meminta keterangan langsung dan mendetail dari Dinas Lingkungan Hidup dan pihak terkait lainnya demi mencari kebenaran dan solusi terbaik.

Dalam kesempatan tersebut, Frenky juga tidak lupa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada berbagai elemen masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap isu lingkungan hidup.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan dari media dan semua pihak yang terus peduli terhadap kelestarian lingkungan. Partisipasi publik sangat penting dan menjadi mata serta telinga dalam mengawasi persoalan-persoalan strategis seperti ini,” tutupnya.

DPRD Mukomuko menegaskan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus limbah medis B3 tersebut hingga tuntas dan selesai. Hal ini dilakukan demi menjamin terciptanya lingkungan yang bersih, aman, dan sehat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mukomuko.

Lebih dalam lagi, Frenky juga menyoroti sistem pengelolaan sampah yang saat ini masih berlaku di daerahnya. Ia menilai bahwa sistem yang masih bertumpu pada pola lama, yaitu kumpul, angkut, lalu buang ke TPA, sudah tidak relevan lagi dan tidak sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang menuntut adanya pengelolaan yang lebih modern dan berkelanjutan.

(TIM/HD)

Hanyut di Sungai Berulang Lagi, Usai Tibu Ijo, Kini Temburun Nanas Bukit Tinggi Hanyutkan Remaja usia 16

0

 

Hanyut di Sungai Berulang Lagi, Usai Tibu Ijo, Kini Temburun Nanas Bukit Tinggi Hanyutkan Remaja usia 16

 

Warta.in
Lombok Barat,NTB – Insiden orang hanyut kembali terjadi di wilayah Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Kali ini, Senin (6/4/2026) sore, seorang remaja dilaporkan hilang terbawa arus di aliran sungai Air Terjun Temburun Nanas, Desa Bukit Tinggi.

Peristiwa ini terjadi sehari setelah kejadian serupa di Tibu Ijo, Desa Kekait. Aparat langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi.

Kapolsek Gunungsari Iptu Ida Bagus Adnyana Putra saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 14.30 Wita.

“Begitu menerima informasi, personel langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta tim SAR untuk penanganan awal,” ujarnya.

Korban hanyut diketahui bernama Heri Saputra (16), pelajar asal Praya Tengah. Hingga saat ini, korban belum ditemukan. Sementara rekannya, Lalu Dika Ardian (17), berhasil selamat dari kejadian tersebut.

Keterangan di lapangan menyebutkan, keduanya tengah berada di kawasan pemandian air terjun sebelum insiden terjadi. Arus sungai tiba-tiba meningkat dan menyeret korban.

“Tim gabungan saat ini masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, untuk mencari korban yang belum ditemukan,” kata Kapolsek Adnyana.

Pencarian melibatkan personel Polsek Gunungsari, tim SAR, unsur Forkopimcam, pemerintah desa, hingga warga setempat. Proses penyisiran dilakukan secara intensif, di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.

Kapolsek Gunungsari mengimbau masyarakat agar lebih waspada, saat beraktivitas di kawasan sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.

“Kami minta masyarakat tetap berhati-hati dan memperhatikan kondisi alam, terutama di lokasi wisata air yang rawan arus deras,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih berlangsung, dengan harapan korban segera ditemukan.(sr/hpm)

Benda Menyerupai Torpedo ditemukan di Gili Trawangan,Gegana Brimob Polda NTB Cek dan Pastikan Tidak Berbahaya

0

 

Benda Menyerupai Torpedo ditemukan di Gili Trawangan,Gegana Brimob Polda NTB Cek dan Pastikan Tidak Berbahaya

Warta.in
Mataram, NTB – Personel Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTB melakukan pengecekan terhadap temuan benda mencurigakan yang diduga mirip torpedo di kawasan perairan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Senin (06/04/2026).

Sebelumnya, pihak Polres Lombok Utara menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan benda yang menyerupai torpedo di perairan tersebut. Mengingat potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, Polres Lombok Utara kemudian meminta bantuan (BKO) dari tim Brimob Polda NTB untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid SIK., menjelaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan secara mendalam oleh tim Gegana, benda tersebut dipastikan tidak mengandung bahan berbahaya.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa benda tersebut bukan bom atau bahan peledak maupun radioaktif. Itu merupakan alat pengukur arus air laut di kedalaman tertentu,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, alat tersebut umumnya digunakan untuk kepentingan penelitian atau pemantauan kondisi laut, dan biasanya dipasang pada pelampung atau di dasar laut.

Meski tidak berbahaya, benda tersebut tetap diamankan oleh pihak kepolisian guna menghindari kesalahpahaman di masyarakat serta untuk kepentingan identifikasi lebih lanjut.

“Saat ini benda tersebut telah diamankan di Polres setempat,” tambahnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan benda mencurigakan di lingkungan sekitar, terutama di kawasan perairan wisata (sr/hpntb)

Pemprov NTB Siapkan KUR dan Sistem Informasi Kerja Bagi Calon PMI

0

 

Pemprov NTB Siapkan KUR dan Sistem Informasi Kerja Bagi Calon PMI

Warta.in
Mataram, NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus mendorong inovasi layanan ketenagakerjaan guna meningkatkan kompetensi dan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Salah satu terobosan yang tengah digodok saat ini adalah skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi Calon PMI asal NTB, dengan bekerja sama dengan Bank NTB Syariah. Alokasi anggaran untuk tahap awal ini disiapkan sebesar Rp10 miliar, dengan potensi penambahan sesuai kebutuhan dan perkembangan program.

Kendati demikian, Aidy menjelaskan bahwa calon PMI yang mengajukan KUR tidak akan diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan pembiayaan terintegrasi yang mencakup proses rekrutmen, pelatihan kerja, jaminan sosial dan kesehatan, pengurusan visa, paspor, hingga perizinan kerja.

“Tidak diberikan uang tunai, Penyaluran pembiayaan dilakukan melalui lembaga resmi perekrut dan penyalur tenaga kerja,” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (7/4/2026).

Saat ini, Pemerintah provinsi NTB bersama Bank NTB Syariah tengah mematangkan regulasinya, apakah itu nanti akan melalui Surat Edaran Gubernur ataupun Peraturan Gubernur, sebelum program ini resmi diluncurkan.

Selain KUR, salah satu terobosan Pemprov NTB untuk PMI adalah pengembangan Sistem Informasi Kerja (SIK) yang saat ini telah selesai dibuat dan siap diuji coba pada tahun ini.

Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan ketenagakerjaan, mulai dari informasi peluang kerja, proses rekrutmen, pelatihan, hingga penyaluran tenaga kerja.

Tidak hanya itu, Aidy juga menjelaskan, bahwa SIK sudah dilengkapi fitur pengendalian untuk meminimalisir keberangkatan PMI secara non-prosedural atau ilegal.

“Melalui sistem ini, kita berharap bisa menekan angka PMI non-prosedural, minimal bisa diminimalisir dengan pengendalian berbasis sistem,” jelasnya.

Transformasi BLK Jadi Skill Center dan Sertifikasi Profesi untuk Siswa SMK

Terlepas dari KUR dan SIK untuk memudahkan PMI dalam mendapatkan pekerjaan di luar negeri, Pemprov NTB juga terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja di dalam daerah melalui transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi skill center yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri.

Ke depan, BLK direncanakan berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar lebih fleksibel dalam mengelola pendanaan, dan menjalin kerja sama dengan pihak luar.

“Dengan status BLUD, BLK kita harapkan mampu membuka peluang pelatihan baru, termasuk kelas berbasis digital seperti startup dan bisnis online yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat,” tukasnya.

Pemprov NTB juga mulai mengintegrasikan sertifikasi profesi bagi siswa SMK, tujuannya agar lulusan SMK khususnya kelas 3, tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang siap digunakan di dunia kerja. Total 1.000 kuota tengah disiapkan untuk mengikuti program ini sebagai tahap awal.

“Target awal tahun ini adalah 400 siswa dari SMK, serta 600 peserta dari luar sekolah,” ungkapnya

Selain itu, untuk menjawab kebutuhan global, Pemprov NTB juga tengah menyiapkan sekitar 2.000 calon pekerja untuk program magang ke Jepang.

Untuk mempercepat proses tersebut, Disnakertrans NTB melakukan kolaborasi yang melibatkan sekolah, lembaga pelatihan kerja, serta pemangku kepentingan lainnya. Salah satu yang dilakukan adalah membuat pelatihan Bahasa Jepang bagi Kelas 2 SMK pada semester 4 dan 5.

“Dengan strategi ini, siswa kita sudah siap secara bahasa saat lulus. Sehingga tidak butuh waktu lama untuk berangkat, karena mereka kuasai sebelumnya,” terangnya.

Di sisi lain, Kebijakan ini juga sejalan dengan program nasional SMK Go Global, yang mendorong lulusan SMK memiliki daya saing internasional.

Dijelaskan Aidy, bahwa antara dunia pendidikan dan ketenagakerjaan harus terintegrasi agar lulusan siap bekerja tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di mancanegara. Untuk membuka akses kerja yang lebih luas, menurutnya pendidikan harus link and match dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

“Go Global bukan orangnya, tapi dia harus bisa lulusannya itu Go International untuk bekerja tentu dengan skill yang sudah dimilikinya. Makanya ilmu sains pendidikan dan ilmu pekerjaannya harus match,” tandasnya.(sr/dkisntb)