Beranda blog

Diplomasi Antar Lembaga Hasilkan NTB Satu-satunya Provinsi Teken MoU Strategis dengan KKP

0

Diplomasi Antar Lembaga Hasilkan NTB Satu-satunya Provinsi Teken MoU Strategis dengan KKP

Warta.in
Jakarta ,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mencatatkan langkah strategis di tingkat nasional. Melalui pendekatan komunikasi yang proaktif dengan pemerintah pusat, NTB menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI sebagai landasan percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan berbasis Ekonomi Biru (Blue Economy).

Nota kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Momentum ini menegaskan posisi NTB sebagai daerah yang bergerak cepat dalam menyelaraskan agenda pembangunan daerah dengan program strategis pemerintah pusat.

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi NTB memilih membangun pola hubungan yang lebih aktif dengan kementerian dan lembaga pemerintah pusat. Menurutnya, pemerintah daerah tidak cukup hanya menunggu program turun dari pusat, tetapi harus mampu membangun komunikasi yang intensif, menyamakan visi, dan menghadirkan kolaborasi yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin membangun hubungan yang lebih produktif dengan pemerintah pusat. Daerah harus aktif menjemput peluang, membangun komunikasi yang kuat, dan menyelaraskan program nasional dengan kebutuhan pembangunan daerah sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Miq Iqbal.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari arah baru tata kelola pemerintahan di NTB. Pengalaman Gubernur sebagai diplomat dimanfaatkan untuk memperkuat diplomasi antarlembaga, sehingga komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat tidak berhenti pada koordinasi administratif, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis yang mampu mempercepat lahirnya berbagai program pembangunan bagi NTB.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, diplomasi bukan semata membangun relasi, melainkan instrumen untuk membuka ruang kolaborasi, mempercepat sinkronisasi kebijakan, dan menarik lebih banyak program strategis nasional agar dapat diimplementasikan di daerah secara lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Kerja sama antara Pemerintah Provinsi NTB dan Kementerian Kelautan dan Perikanan dirancang untuk jangka waktu lima tahun dengan sembilan ruang lingkup strategis. Program tersebut meliputi sinkronisasi penataan ruang laut, penguatan tata kelola perikanan tangkap dan budidaya berkelanjutan, hilirisasi dan pemasaran hasil perikanan, pengawasan sumber daya kelautan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan. Seluruhnya diarahkan untuk memperkuat daya saing ekonomi maritim NTB sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Kesepakatan ini juga akan memperkuat integrasi antara kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pengelolaan ruang laut. Dengan sinkronisasi tersebut, pembangunan sektor kelautan diharapkan berjalan lebih terarah, memberikan kepastian bagi investasi, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat pesisir.

Manfaat dari kerja sama ini diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh nelayan, pembudidaya ikan, pelaku usaha perikanan, dan masyarakat pesisir melalui peningkatan produktivitas, penguatan hilirisasi, perluasan akses pasar, serta pengembangan sumber daya manusia yang lebih kompetitif. Pendekatan ekonomi biru yang menjadi dasar kerja sama juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian sumber daya kelautan.

Keberhasilan NTB menjadi satu-satunya provinsi yang menandatangani nota kesepakatan strategis dengan KKP RI pada kesempatan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi yang dibangun secara baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat mampu mempercepat hadirnya kebijakan nasional di daerah. Bagi Pemerintah Provinsi NTB, setiap kerja sama harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar banyaknya dokumen yang ditandatangani.

Melalui diplomasi antarlembaga yang dibangun secara profesional dan berorientasi pada hasil, Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat untuk menghadirkan lebih banyak program strategis bagi daerah. Nota Kesepakatan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadi bukti bahwa komunikasi yang efektif mampu menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan nelayan, penguatan ekonomi maritim, dan percepatan terwujudnya visi NTB Makmur Mendunia.(sr/dkisntb)

 

 

Perangi Bahaya Narkoba, Pemdes Gondanglegi Kab. Nganjuk Jalin Kerja Sama dengan Yayasan Griya Damar Panuluh

0

Nganjuk, 03 Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat langkah pencegahan, penanganan, dan pemulihan korban penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat, Pemerintah Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk secara resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan Rehabilitasi Narkoba Griya Damar Panuluh (GDP) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

 

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan antara Kepala Desa Gondanglegi, Amad, selaku Pihak Pertama dengan Muhammad Taufiq, S.H., CLA., selaku Pimpinan Yayasan Rehabilitasi Narkoba Griya Damar Panuluh (GDP) sebagai Pihak Kedua.

 

Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat, aman, serta bebas dari bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

 

Adapun tujuan utama dari kesepakatan bersama tersebut adalah untuk menciptakan lingkungan desa yang bersih dari penyalahgunaan narkoba sekaligus memberikan akses rehabilitasi yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan pemulihan.

 

Dalam pelaksanaannya, ruang lingkup kerja sama meliputi beberapa program, antara lain:

 

1. Edukasi dan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika kepada masyarakat desa.

2. Program penjangkauan dan rujukan rehabilitasi baik secara medis maupun sosial.

3. Pendampingan pasca rehabilitasi (aftercare) bagi masyarakat yang telah menjalani proses pemulihan.

 

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Pemerintah Desa Gondanglegi memiliki peran untuk mendukung pelaksanaan program sosialisasi anti narkoba serta memberikan data dan informasi yang diperlukan sesuai ketentuan dan persetujuan pihak keluarga.

 

Sementara itu, Yayasan Rehabilitasi Narkoba Griya Damar Panuluh (GDP) memiliki tanggung jawab dalam memberikan layanan konsultasi, asesmen, rehabilitasi sesuai standar operasional yang berlaku, serta menjaga kerahasiaan data pribadi klien sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Pimpinan Yayasan Rehabilitasi Narkoba Griya Damar Panuluh (GDP), Muhammad Taufiq, S.H., CLA., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun kepedulian bersama terhadap bahaya narkotika yang saat ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan masyarakat.

 

> “Pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, keluarga, dan lembaga rehabilitasi agar upaya penanganan dapat berjalan secara maksimal. Kami berharap hadirnya Yayasan Rehabilitasi Narkoba Griya Damar Panuluh dapat menjadi wadah rehabilitasi, pendampingan, sekaligus edukasi bagi masyarakat yang membutuhkan.”

 

Pemerintah Desa Gondanglegi juga menyambut baik adanya kerja sama tersebut dan berharap program yang telah disepakati dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi langkah preventif dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika di lingkungan desa.

 

Kerja sama ini berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

 

Dengan adanya penandatanganan MoU ini, diharapkan terbentuk sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan lembaga rehabilitasi dalam mewujudkan lingkungan masyarakat yang lebih sehat, produktif, serta terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Warisan Abadi Pendidikan: Refleksi Ulang Tahun untuk Wilson Lalengke

0

Warta.in-Jakarta

Waktu memiliki cara yang unik untuk menguji nilai dari setiap tindakan kita. Ketika hal-hal material runtuh dan institusi besar memudar menjadi sejarah, dampak dari sebuah pengabdian yang tulus akan tetap abadi tak tersentuh zaman.

Kebenaran mendalam ini menjadi inti dari momen spesial pada hari Jumat, 3 Juli 2026, yang menandai hari ulang tahun ke-61 Wilson Lalengke. Pada hari yang penuh berkah ini, ia menerima sebuah hadiah yang sangat istimewa – bukan dibungkus dalam kotak kado mewah, melainkan tersimpan rapi dalam tinta memori sejarah.

*Pesan dari Masa Lalu: Dokumentasi Majalah Caltex*

Kejutan ulang tahun yang sangat berkesan ini datang melalui pesan dari Bang Elthaf, seorang alumni senior Universitas Riau (IKA UNRI) berusia 65 tahun. Ia menghubungi Wilson setelah menemukan kembali artikel lama yang ditulis oleh Wilson puluhan tahun silam. Tulisan tersebut dimuat dalam buletin bulanan Warta Caltex No. 65 Tahun 2001, di bawah rubrik “Caltex Cares” dengan judul artikel: _”SMU Plus of Riau Province: Cracking The Road to Excellence”_.

Artikel tersebut mengabadikan perjalanan panjang yang penuh liku dan air mata dalam mendirikan SMU Plus Provinsi Riau, sebuah sekolah unggulan yang digagas untuk mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bumi Lancang Kuning. Tulisan Wilson menggambarkan bagaimana sekolah kebanggaan masyarakat Riau ini dirintis dari kondisi yang sangat memprihatinkan dan getir, bahkan sempat diulas oleh media lokal dengan tajuk “Sekolah Plus Ala Riau, Gedung Minjam Kasek Merangkap”.

Dalam dokumen di Majalah Caltex tersebut, termuat juga foto-foto bersejarah proses belajar-mengajar. Salah satu foto memperlihatkan pola mengajar Wilson Lalengke yang sangat progresif dan tidak biasa pada masanya, di mana ia mengajak para siswa belajar di luar tembok kelas, di bawah rindangnya pohon. Metode ini ia terapkan untuk memecahkan kekakuan ruang kelas dan menghubungkan siswa langsung dengan realitas kehidupan masyarakat.

*Gema yang Melintasi Dekade*

Mendapati rekam jejak masa mudanya hadir kembali, Wilson Lalengke mengungkapkan rasa bahagia dan haru yang mendalam. Ia menyatakan sangat bahagia sekaligus takjub mengetahui bahwa sejarah hidup dan perjuangannya di masa lalu kini dibaca serta diapresiasi oleh orang lain yang bahkan tidak ia kenal secara pribadi, setelah 25 tahun majalah tersebut diterbitkan.

Hal yang membuat refleksi ini terasa kian puitis adalah kenyataan bahwa PT. Caltex Pacific Indonesia, perusahaan minyak raksasa yang menerbitkan majalah bulanan tersebut, kini telah lama dibubarkan dan diakuisisi oleh pemerintah daerah. Perusahaannya telah tiada, kertas fisiknya mungkin telah menguning, namun jejak spiritual dan dedikasi Wilson Lalengke tetap hidup dengan gagah di hati masyarakat pendidikan Riau.

*Renungan Filosofis: Keabadian Sebuah Kebajikan*

Peristiwa emosional ini membuka ruang perenungan filosofis yang mendalam mengenai warisan (legacy) manusia dan hakikat waktu. Filsuf Romawi kuno, Seneca (4-65), pernah berujar: _”Life is long if you know how to use it”_, “Hidup itu panjang jika engkau tahu bagaimana cara menggunakannya.”

Masa muda Wilson Lalengke tidak menguap sia-sia; waktu dan energinya telah diinvestasikan demi masa depan kolektif generasi muda Riau. Bubarnya PT. Caltex mengingatkan kita pada konsep filosofis Budhies – _Anicca_ (ketidakekalan), bahwa segala struktur material, imperium bisnis, dan entitas fisik pasti akan mengalami pelapukan oleh waktu.

Namun, di tengah kefanaan tersebut, ada hal yang mampu berdiri kokoh menantang waktu: keabadian melalui kontribusi nyata (_historical immortality_). Perjuangan tanpa lelah Wilson Lalengke – yang dahulu harus mengayuh sepeda onthel siang dan malam ke Rumbai demi mengawal proposal pendirian sekolah ini, telah melahirkan institusi yang terus mencetak ribuan pemikir hebat.

Kehadiran pesan misterius dari seorang pembaca di hari ulang tahunnya yang ke-61 membuktikan bahwa kebajikan memiliki energinya sendiri untuk tetap hidup. Ini adalah sebuah sinkronisitas semesta yang indah: tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Pesan itu tiba tepat waktu sebagai validasi kosmik bahwa “peran kecil” yang ia lakukan puluhan tahun lalu telah menorehkan tinta emas yang tidak akan pernah luntur, menegaskan bahwa meski raksasa korporasi bisa bubar, cahaya pendidikan yang dinyalakan oleh seorang guru sejati akan terus bersinar melintasi generasi. (TIM/Red)

_Catatan: Terima kasih secara khusus untuk Bang Elthaf, sehat selalu dan bahagia bersama keluarga selamanya._

The Undying Legacy of Education: A Birthday Reflection for Wilson Lalengke

0

Warta.in-Jakarta.

Time possesses a unique way of measuring the value of our actions. While human creations may dissolve and institutions fade into history, the impact of genuine service remains untouched by time.

This profound truth took centre stage on Friday, July 3, 2026, marking the 61st birthday of Wilson Lalengke. On this special day, he received an unexpected and deeply meaningful gift – not wrapped in traditional boxes, but preserved in the ink of historical memory.

*A Voices from the Past: The Caltex Magazine Message*

The memorable birthday surprise came from Bang Elthaf, a senior alumnus of Riau University (IKA UNRI) aged 65. He reached out to Wilson after discovering an article written by Wilson 25 years prior. The writing was published in the monthly Warta Caltex magazine (No. 65, 2001) under the banner “Caltex Cares,” featuring a prominent piece titled “SMU Plus of Riau Province: Cracking The Road to Excellence.”

The article chronicles the arduous, bittersweet journey of establishing SMU Plus Riau, a superior school built to elevate human resources in the region. Wilson’s article described how the school started under incredibly humble and bitter conditions, once described by local media as a “borrowed building with a concurrent headmaster.”

It honoured the pioneers who fought for it, including the late Drs. H.A. Akmal JS, M.A., and highlighted how the corporate social wing of PT. Caltex Pacific Indonesia eventually stepped in to fuel its infrastructure. Accompanied by archival photos, one of the images captured Wilson’s progressive teaching style, showing him leading a class outdoors under a tree, breaking away from conventional rigid walls to connect his students directly with community life.

*Echoes Across Decades*

Responding to this sudden resurfacing of his past work, Wilson Lalengke expressed immense happiness and awe. He remarked on how deeply moving it was to realize that his life history and youthful struggles were being read and appreciated by others he did not even personally know, 25 years after the magazine’s initial publication context.

What makes this realization even more poignant is the reality that PT. Caltex Pacific Indonesia, the massive oil entity that published the monthly bulletin, has long been dissolved and acquired by the regional government. The company is gone, the physical paper has yellowed, yet the digital and spiritual footprint of Wilson’s dedication remains vividly alive in the hearts of Riau’s academic community.

*Philosophical Thoughts: The Permanence of the Good Deed*

This evocative event opens the door to profound philosophical contemplation regarding human legacy and the nature of time. Roman philosopher Seneca (4-65M) famously observed: “Life is long if you know how to use it.”

Wilson’s youthful years were not merely spent; they were invested into the collective future of the Riau community. The dissolution of PT. Caltex reminds us of the Buddhist concept of Anicca (impermanence) that all material structures, corporate empires, and physical entities eventually decay.

However, against this backdrop of transience stands the philosophical concept of historical immortality through legacy. True nobility lies in creating something that outlasts the self. Wilson’s tireless efforts – once commuting on a humble bicycle to secure the school’s proposal – gave birth to an educational institution that continues to mould thousands of minds.

The fact that an anonymous reader connected with his story decades later proves that good deeds possess their own independent life force. It underscores a beautiful synchronicity: nothing in the universe happens by accident. The message arrived precisely on his 61st birthday as a cosmic validation that his “small role” left an indelible mark, proving that while corporate giants may fall, the light of education sparked by a dedicated teacher never burns out. (TEAM/Ed)

_Note: Special credit goes to Mr. Elthaf, thank you Abang._

Aliansi Asta Cita Merah Putih 08 Menggelar Do’a Bersama dan Santunan Anak Yatim di Gedung Juang Jakarta

0

Warta.in | Jakarta | – Aliansi Asta Cita Merah Putih 08 menggelar kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus wujud dukungan dan harapan kepada dalam menjalankan amanah kepemimpinan bangsa (3/7/2026) bertempat Gedung Juang, Jalan Menteng Raya, Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan ini dihadiri oleh sejumlah elemen organisasi yang tergabung dalam Aliansi Asta Cita Merah Putih 08, di antaranya Pasujudan 08, Perempuan Sayang Indonesia (PEMSI), Jaringan ’98, Lembaga Pusaka Senibumi Nusantara (LPSN), Dewan Kerajaan Kesultanan Adat Nusantara (DEKKAN), Astacita Merah Putih Center, serta Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU).

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi lintas organisasi, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan komitmen bersama dalam mendukung visi kebangsaan serta menjaga stabilitas nasional.

Ketua Umum Aliansi Asta Cita Merah Putih 08, Gus Hendi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kecintaan rakyat terhadap Presiden Prabowo masih sangat kuat dan menjadi harapan besar bagi masa depan bangsa.

“Rakyat masih mencintai Bapak Prabowo dalam periode ini dengan sangat baik. Ini adalah harapan besar dari rakyat, dari kita semua. Bagi saya, ini adalah pekerjaan besar yang luar biasa, dan perjuangan ini tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk bangsa dan negara,” ujar Gus Hendi.

Ia juga menegaskan bahwa Aliansi Asta Cita Merah Putih 08 akan terus bergerak memperluas jaringan dan konsolidasi ke berbagai daerah di Indonesia.

“Ke depan, kami akan terus berkeliling dari provinsi ke provinsi untuk menyampaikan semangat persatuan dan perjuangan. Kami mohon dukungan dari seluruh sahabat agar gerakan ini semakin besar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Selain agenda doa bersama, kegiatan santunan anak yatim menjadi bagian penting dalam acara tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian sosial dan implementasi nilai-nilai gotong royong yang menjadi dasar perjuangan Aliansi Asta Cita Merah Putih 08.

Dengan semangat kebersamaan dan persatuan, Aliansi Asta Cita Merah Putih 08 berharap dapat terus menjadi wadah perjuangan rakyat dalam mengawal cita-cita bangsa menuju Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Efendy Naibaho dan Komunitas Jurnalis Samosir Mangulosi Kapolres Samosir di HUT Bhayangkara

0

Samosir, warta.in – Efendy Naibaho (Pemimpin Redaksi formatnews.id), Edward Limbong (jurnalis Waspada Online) dan Valencius Sitorus (Harian Waspada), juga anggota PWI Samosir, mangulosi Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, SIK, MH, Wakapolres Samosir Kompol Briston AM Napitupulu, ST, SIK dan AKP Edward Sidauruk, SE, MM, mantan Kasat Reskrim Polres Samosir, persis saat HUT Bhayangkara ke-80 di Pangururan, 1 Juli 2026.

Pemberian ulos ini disampaikan untuk lebih mengakrabkan para jurnalis yang bertugas di Polres Samosir dengan pimpinan Polres di saat usianya yang sudah mencapai 80 tahun. Khusus terhadap kepemimpinan Rina Tarigan, disebutkan sangat mumpuni, merakyat dan dekat betul dengan masyarakat luas.

Pada kesempatan itu, Efendy Naibaho, juga Ketua Yayasan Pusuk Buhit, secara terbuka mengharapkan Kapolres Rina Tarigan dinobatkan menjadi Duta Danau Toba meliputi Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Toba, Dairi, Simalungun dan Karo. Danau Toba memang butuh seorang duta yang benar-benar untuk memajukan pariwisata, budaya dan sekaligus menjaga alam dan lingkungan Danau Toba.

Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara dua periode itu berharap para bupati se-Kawasan Danau Toba, pimpinan DPRD-nya serta dukungan rakyat banyak ikut mendaulat Rina Tarigan terlebih kepada Kapolda Sumatera Utara untuk ikut memberikan restu dan Gubernur serta Ketua DPRD Sumatera Utara.

Efendy Naibaho menilai lebih bermanfaat menghunjuk seorang duta dengan membentuk tim kecil daripada membentuk badan otorita dan sejenisnya yang tidak transparan apa saja kerja dan bagaimana kinerjanya. Jika duta, selain membenahi dan membuat even tetap di Danau Toba, bisa berkunjung ke mancanegara mempromosikan Danau Toba dengan anggaran yang cukup dan bantuan donasi tetap dari berbagai pihak.

Danau Toba, disebutkan Efendy Naibaho, seharusnya dikelola dengan undang-undang, dengan nama Otorita Danau Toba. Sebelum proses RUU-nya, dibutuhkan ada duta-nya (red)

Kadiman Pakpahan : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PENCERAHAN, EDUKASI, PRAKTEK DAN PEMBAGIAN ASUPAN BERGIZI

0

Samosir, warta.in – Kegiatan utama Ir. Kadiman Pakpahan, M.M. (yang dikenal dengan julukan Mr. Dreamer) dalam pemberdayaan masyarakat untuk membangun sadar gizi adalah mempelopori Gerakan Sadar Gizi (GAZI) serta mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan stunting berbasis budaya lokal. (Suatu liputan dari aktivitas di lapangan) 

Visi besar ini dituangkan secara mendalam dalam bukunya yang berjudul “MEMBANGUN MIMPI: Menuju Indonesia Unggul”. Buku tersebut membahas solusi strategis dalam mengatasi masalah gizi ganda di Indonesia, termasuk stunting, wasting, dan kekurangan zat gizi mikro.
Berikut adalah rincian bentuk kegiatan nyata yang dilakukan oleh Mr. Dreamer untuk membangun kesadaran gizi masyarakat:
1.Penyuluhan Gerakan Sadar Gizi (GAZI):


Sejak tahun 2021, ia secara konsisten turun langsung ke masyarakat, salah satunya di wilayah Samosir dan srkitarnya, untuk mengadakan penyuluhan gizi secara mandiri maupun berkolaborasi dengan posyandu, sekolah, gereja dan lembaga keagamaan seperti MUKI (Majelis Umat Kristen Indonesia). Edukasi ini menyasar para orang tua agar lebih memperhatikan pola makan dan tumbuh kembang anak.
2.Edukasi Gizi Berbasis Patologi Sosial dan Budaya Lokal:


Sebagai Wakil Ketua Departemen Patologi Sosial di Batak Center, ia mengintegrasikan pendekatan budaya lokal dalam menyelesaikan masalah kesehatan. Ia menekankan bahwa intervensi gizi tidak boleh hanya bersifat klinis, tetapi harus menyentuh kebiasaan sosial dan pola asuh kultural masyarakat setempat.
3.Ketahanan Pangan Melalui Pembagian Bibit Tanaman:
Untuk memastikan masyarakat tidak hanya paham teori tetapi mampu mempraktikkannya, kegiatan penyuluhannya selalu disertai dengan aksi nyata. Ia membagikan bibit sayur gratis berupa kelor, kale, kacang panjang, pepaya, dan tanaman toga kepada kaum ibu dan jemaat lokal agar masyarakat bisa mandiri dalam menyediakan bahan makanan bergizi langsung dari pekarangan rumah.
4.Pendampingan Ibu Hamil dan Balita di Posyandu:
Ia aktif mengawal pelaksanaan pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Ibu Hamil KEK (Kekurangan Energi Kronis) serta balita berisiko stunting di tingkat posyandu desa. Langkah preventif ini bertujuan memutus rantai masalah gizi sejak anak masih dalam kandungan.

Tidak berhenti memberdayakan masyarakat sebatas turun ke lapangan tetapi aktif juga memberikan motivasi melalui media sosial agar dapat menjangkau wilayah dan audience yang lebih luas dan menginspirasi para pemangku kepentingan. Pada prinsipnya, beliau berharap agar generasi ke depan lahir menjadi penguasa Iptek atas dasar fondasi yang kokoh dengan asupan bergizi sejak dini (1000 hari usia emas sejak adanya kehidupan (red)

Nikolas Naibaho & Aron Naibaho Akan Adakan Zoom Meeting Bersama Masyarakat Samosir

0

Samosir, warta.in – Berawal dari ide ketika bincang bincang bersama Efendy Naibaho, Arifin Naibaho, Rotua Wendeilyna Simarmata, tentang bagaimana jika kita adakan diskusi melalui zoom meeting bersama masyarakat Samosir mmengenai hal hal yang dirasakan masyarakat perlu perhatian dari Bupati Samosir dan jajarannya, seperti misalnya bagaimana standar pelayanan kepada para turis turis yang berkunjung ke Samosir agar terkesan dan mau datang lagi berlibur ke Samosir ?

Ide ini kemudian ditanggapi dengan baik oleh Nikolas Naibaho yang memiliki fasilitas untuk mengadakan Zoom Meeting dan bersedia bersama sama untuk mengadakan Zoom Meeting tersebut dengan host Aron Naibaho

Selanjutnya pada Kamis18/6/2026, Nikolas Naibaho & istri boru Sijabat, Arifin Naibaho & istri boru ilitonga, Efendy Naibaho, Rotua Wendeilyna Simarmata sowan ke Sekretaris Daerah (Sekda) Kab Samosir Marudut Sitinjak yang ketika itu didampingi Asisten 2 Setda Kab Samosir Hotraja Sitanggang, di ruang kerja Sekda untuk menyampaikan ide akan mengadakan Zoom Meeting dengan topik topik yang menjadi perbincangan hangat di tengah tengah masyarakat Samosir

Baik Sekda maupun Asisten 2 menyambut hangat rencana Zoom Meeting tersebut dan menyarankan agar untuk yang pertama kali dibahas mengenai ikon Samosir saat ini yaitu PARIWISATA. Sekda meminta dibuat surat ke Pemkab Samosir mengenai acara tersebut agar dapat diketahui topik dan waktunya

Kegiatan ini akan dikelola oleh Yayasan SiRaja Batak. Surat akan segera dikirimkan ujar Nikolas Naibaho

Pada Rabu 1/7/2026, surat tersebut telah diantar ke Tata Usaha Bupati Samosir. Tema yang akan didiskusikan pada Zoom meeting : Samosir Menjadi Tuan dan Nyonya Rumah yang Baik Sebagai Daerah Pariwisata. Pelaksanaannya pada Jumat 10 Juli 2026 Pukul 15.00-17.00 WIB. Link Zoom Meeting akan dibagaikan melalui berbagai WAG yang ada di Kab Samosir

Harapan kami, semoga kegiatan Zoom Meeting yang baru pertamakalinya diadakan ini mendapat respon dan diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat yang ada di Samosir bahkan dari luar Samosir (red)

Perdana, Sosialisasi PT BGP & PERTAMINA EP di Desa Talang Akar,  Mendapat Dukungan Penuh Dari Masyarakat 

0

Perdana, Sosialisasi PT BGP Indonesia & PERTAMINA EP di Desa Talang Akar,  Mendapat Dukungan Penuh Dari Masyarakat

Warta.in//PALI, 2 Juli 2026 – Dalam upaya nyata mendukung program pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi dan mewujudkan swasembada energi nasional, PT BGP Indonesia bersama PT Pertamina EP resmi memulai rangkaian sosialisasi Survei Seismik 3D Peony. Kick-off sosialisasi tingkat desa ini digelar di Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, pada Kamis (2/7/2026).

Kegiatan sosialisasi perdana ini mendapat respons positif dan antusiasme tinggi dari perangkat desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat. Warga Desa Talang Akar menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh kelancaran operasional para pekerja geofisika di lapangan, demi kepentingan kemajuan daerah dan kedaulatan energi bangsa Indonesia.

Dengan dimulainya rangkaian sosialisasi ini, PT BGP Indonesia dan PT Pertamina EP optimis proses perekaman data geofisika dapat berjalan sesuai target waktu yang ditetapkan, sekaligus menjadi percontohan sinergi yang harmonis antara industri hulu migas dan masyarakat lingkar tambang.

Ini menjadi titik awal dari maraton sosialisasi yang akan dilaksanakan di beberapa desa yang ada di kabupaten PALI. Melalui pendekatan persuasif ini, perusahaan berharap masyarakat dapat memahami pentingnya proyek eksplorasi ini bagi masa depan ketahanan energi Indonesia.

Implementasi Strategis Asta Cita PresidenSurvei Seismik 3D Peony bukan sekadar proyek teknis, melainkan bagian dari implementasi program strategis nasional. Proyek ini dirancang untuk menyukseskan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam menemukan sumber daya minyak dan gas bumi (migas) baru.”Kami berkomitmen untuk mendukung penuh target swasembada energi pemerintah. Survei Seismik 3D Peony ini menjadi langkah awal yang sangat krusial untuk memetakan potensi migas yang tersembunyi di wilayah PALI,” ujar perwakilan manajemen dalam sosialisasi tersebut.

Dampak Positif untuk Daerah dan NasionalMelalui teknologi pencitraan bawah permukaan bumi tiga dimensi (3D) yang akurat, proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak masif, antara lain:Penemuan Cadangan Baru: Menemukan titik-titik potensial migas secara presisi. Ketahanan Energi Nasional: Mengurangi ketergantungan impor energi luar negeri. Ekonomi Daerah: Membuka peluang kerja, kemitraan lokal, dan meningkatkan pendapatan daerah PALI.

Sosialisasi ini berjalan interaktif dengan melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan aparat pemerintah desa. Dukungan penuh dari warga Desa Talang Akar menjadi modal utama kelancaran tahapan perekaman data geofisika yang akan segera dilaksanakan di lapangan.

(Muhamad Randi)

Polda Sumsel Musnahkan Ratusan Senpi Ilegal, Kapolda: Negara Hadir Menjamin Rasa Aman Masyarakat

0

Warta.In | PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pemusnahan ratusan barang bukti senjata api rakitan ilegal hasil Operasi Senpi Musi Tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya nyata negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan bersenjata serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Sumatera Selatan.

Pemusnahan barang bukti dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., pada Jumat (3/7/2026), di Lapangan Tembak Brimob Polda Sumsel. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2026 yang berlangsung selama 16 hari, mulai 12 hingga 27 Juni 2026, dengan melibatkan seluruh jajaran Polda Sumsel dalam upaya penindakan maupun pencegahan peredaran senjata api ilegal.

Berdasarkan hasil operasi, Polda Sumsel berhasil mengungkap 32 perkara tindak pidana penyalahgunaan senjata api dengan mengamankan 31 orang tersangka. Selain itu, sebanyak 397 pucuk senjata api berhasil diamankan dan dimusnahkan, terdiri atas 284 pucuk senjata api laras panjang dan 113 pucuk senjata api laras pendek. Dari jumlah tersebut, sebanyak 234 pucuk senjata api merupakan hasil penyerahan sukarela masyarakat, yang mencerminkan meningkatnya kesadaran publik dalam mendukung terciptanya keamanan bersama.

Keberhasilan Operasi Senpi Musi 2026 merupakan implementasi nyata Program Presisi Polri dalam memperkuat penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan. Operasi ini sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan nasional, perlindungan investasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemberantasan peredaran senjata api ilegal juga menjadi langkah strategis untuk mencegah tindak pidana yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Hasil operasi ini jumlahnya cukup signifikan, baik senjata api laras panjang maupun laras pendek. Ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk mengamankan masyarakat dari segala bentuk ancaman yang berkaitan dengan penyalahgunaan senjata api. Tujuan utama kami adalah memastikan masyarakat dapat beraktivitas, bekerja, beribadah, dan bersekolah dengan aman tanpa rasa takut terhadap ancaman senjata api ilegal,” tegas Kapolda Sumatera Selatan.

Kapolda Sumatera Selatan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pelaksanaan operasi, mulai dari Wakapolda Sumsel, Irwasda, para Pejabat Utama Polda Sumsel, Direktur Reserse Kriminal Umum, Kepala Biro Operasi, hingga seluruh Kapolres jajaran. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama yang solid dan profesional seluruh unsur kepolisian serta dukungan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti ini menjadi pesan tegas bagi seluruh pelaku kejahatan yang masih menyimpan ataupun memperdagangkan senjata api ilegal.

“Polda Sumatera Selatan tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran senjata api ilegal yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat. Kami mengapresiasi masyarakat yang secara sukarela menyerahkan senjata api rakitannya kepada kepolisian. Bagi masyarakat yang masih menyimpan atau mengetahui adanya kepemilikan maupun peredaran senjata api ilegal, kami mengimbau agar segera melaporkannya atau menyerahkannya kepada aparat kepolisian sebelum dilakukan tindakan hukum secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumatera Selatan juga terus mengoptimalkan langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat serta membuka akses pelaporan yang mudah melalui layanan Call Center Polri 110. Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pembuatan, penyimpanan, maupun peredaran senjata api ilegal di lingkungan sekitarnya agar dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

Pemusnahan ratusan senjata api ilegal ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Sumatera Selatan dalam menegakkan hukum secara tegas sekaligus membangun partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan bersama. Sinergi antara Polri dan masyarakat diharapkan terus menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Bumi Sriwijaya yang aman, damai, dan kondusif sebagai fondasi pembangunan daerah maupun nasional.