27.4 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026
Beranda blog

KAPUR DAN LUKA

0

Goresan: Yusuf Tampani

Aktifis PMKRI Cabang Kupang _28 April 2026

Di papan tulis itu,
namamu ditulis dengan kapur.
Di hati kami,
namamu ditulis dengan luka.

Kau panggil kami _bodok_—
seolah otak kami papan kosong
yang boleh kau coret dengan makian,
lalu kau hapus dengan tepuk tangan.

Kau panggil kami _binatang_—
seolah ilmu hanya tumbuh
di ladang yang kau cangkul dengan hinaan.
Padahal kami datang
membawa bekal nasi kemarin
dan doa mama
yang tak tamat SD.

Bapak,
Togamu hitam,
tapi kata-katamu lebih gelap.
Kau ajarkan kami rumus,
tapi kau gagal menghitung
berapa harga diri yang pecah
tiap kali mulutmu berbunyi.

Kami disuruh kritis,
tapi saat kami salah,
kau jawab dengan palu,
bukan dengan pelita.

Bodok?
Bodok adalah
dosen yang digaji untuk menyalakan,
tapi memilih meniup sumbu.
Bodok adalah
orang yang lupa
bahwa dia pun pernah
tak tahu apa-apa.

Binatang?
Binatang tak pernah
memanggil kawanannya
dengan nama yang mematahkan.
Hanya manusia
yang bisa sekolah tinggi
tapi adabnya
tertinggal di kelas satu.

Bapak,
Kami tidak minta nilaimu murah.
Kami hanya minta:
jika kau harus marah,
marahlah pada salahnya,
bukan pada manusianya.

Sebab besok,
saat kapurmu habis
dan kelasmu sepi,
yang tinggal bukan gelarmu.
Yang tinggal adalah
gema suaramu
di kepala kami—
memilih jadi batu
atau jadi sayap.

Dan kami,
anak-anak yang kau sebut bodok,
sudah memutuskan:
Kami akan jadi guru.
Tapi lidahmu
tidak akan kami wariskan.

UMKM Seroja PALI Tembus Inkubasi Bank Indonesia Sumsel, Bukti Pelaku Usaha Daerah Mampu Naik Kelas

0

PALI — Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). UMKM Seroja berhasil menembus program inkubasi yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Keberhasilan ini bukan sekadar prestasi biasa, melainkan menjadi bukti nyata bahwa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah memiliki potensi besar untuk berkembang, naik kelas, hingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, bahkan internasional.

Program inkubasi yang digagas oleh Bank Indonesia tersebut dikenal sebagai salah satu wadah pembinaan UMKM unggulan. Peserta mendapatkan pendampingan intensif mulai dari penguatan kualitas produk, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran digital dan ekspor.

UMKM Seroja dinilai berhasil menunjukkan kualitas dan konsistensi dalam mengembangkan produknya, sehingga mampu lolos seleksi ketat bersama pelaku usaha lainnya dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Keikutsertaan dalam program ini diharapkan menjadi titik awal bagi UMKM Seroja untuk memperluas jaringan pasar, meningkatkan daya saing, serta memperkuat branding produk lokal khas PALI.

Pelaku UMKM di PALI pun diharapkan dapat menjadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas usaha. Dengan semangat dan kerja keras, bukan tidak mungkin semakin banyak UMKM daerah yang mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Keberhasilan UMKM Seroja menjadi bukti bahwa dari daerah pun bisa lahir produk-produk unggulan yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi, sekaligus menginspirasi generasi pelaku usaha lainnya untuk terus berkembang.

Gas 3 Kg Mulai Langka, Polisi Turun Cek Distribusi di Pagesangan

0

Gas 3 Kg Mulai Langka, Polisi Turun Cek Distribusi di Pagesangan

Warta.in

Mataram, NTB – Keluhan masyarakat terkait mulai langkanya gas elpiji ukuran 3 kilogram mendapat perhatian serius aparat kepolisian. Bhabinkamtibmas Kelurahan Pagesangan, Aiptu I Gede Gunartha, turun langsung melakukan pengecekan ke pangkalan gas di Lingkungan Pagesangan Baru, Senin (27/04/2026).

Langkah cepat ini dilakukan oleh jajaran Polsek Mataram guna memastikan kondisi stok di lapangan sekaligus menyerap keluhan warga yang kesulitan mendapatkan gas subsidi.

Dari hasil pengecekan di Pangkalan Gas Lotus milik Wayan Semal, terungkap adanya pengurangan pasokan yang cukup signifikan.

Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi, S.H., membenarkan temuan tersebut dan menjelaskan bahwa kelangkaan di tingkat masyarakat dipicu berkurangnya distribusi rutin ke pangkalan.

“Pangkalan melaporkan adanya pengurangan jatah sekitar 300 tabung setiap minggu. Hal ini berdampak langsung pada ketersediaan gas di pengecer hingga ke masyarakat,” ujar AKP Mulyadi.

Menyikapi kondisi tersebut, pihak kepolisian langsung mengambil langkah antisipatif dengan meningkatkan pemantauan distribusi guna mencegah potensi penyelewengan.

Kapolsek juga mengimbau pihak pangkalan agar tetap menyalurkan gas sesuai aturan dan tidak melakukan praktik yang merugikan masyarakat.

“Kami akan terus memantau distribusi agar tetap tepat sasaran. Masyarakat kami minta tetap tenang, dan kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi atas kendala ini,” tegasnya.

Dengan adanya langkah cepat dari aparat, diharapkan distribusi gas elpiji 3 kg di wilayah Mataram segera kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa kendala.(sr/hpm)

Polres Muara Enim Ungkap Pencurian Ratusan Rolling Door Pasar Inpres, Bupati Apresiasi Kinerja Cepat Aparat

0

Warta.In | Muara Enim – Polres Muara Enim menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pencurian besar-besaran aset Pasar Inpres Muara Enim berupa 163 rolling door dan 24 pintu aluminium toilet.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Lobby Polres Muara Enim dan dipimpinkan langsung oleh Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K, serta dihadiri oleh Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum., Selasa (28/4/26).

Turut mendampingi dalam konferensi pers tersebut, Kasat Reskrim AKP M. Andrian, S.Tr.K., S.I.K., M.Si dan Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM. Situmorang.!
Dalam sambutannya, Kapolres Muara Enim menyampauang apresiasi atas keberhasilan jajarannya dalam mengungkap kasus pencurian yang dilakukan secara bertahap tersebut. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, sebanyak lima pelaku utama dan satu orang penadah telah berhasil diamankan, sementara dua pelaku lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Kasus pencurian 163 rolling door dan 24 pintu aluminium toilet ini dilakukan secara bertahap. Saat ini lima pelaku dan satu penadah sudah kami amankan, sedangkan dua lainnya masih dalam pengejaran,” ungkap Kapolres.

Sementara itu, Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap kinerja cepat Polres Muara Enim dalam mengungkap kasus pencurian aset milik Pemerintah Kabupaten Muara Enim tersebut. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar guna mencegah kejadian serupa.

“Saya merasa bangga dan puas atas kinerja Polres Muara Enim yang dengan cepat berhasil mengungkap kasus ini. Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli dan waspada terhadap kejadian di lingkungan sekitar,” ujar Bupati.

Dalam rilis kronologi, Kasat Reskrim menjelaskan bahwa aksi pencurian dilakukan secara bersama-sama dengan peran masing-masing pelaku. Para pelaku diketahui tinggal sementara di area pasar tanpa izin guna mempermudah aksinya.

Adapun peran masing-masing pelaku, RS (30): berperan aktif merusak dan mengangkut barang
HA (25): turut merusak dan mengangkut
YA (25): membawa hasil curian menggunakan sepeda motor
EW (25): turut merusak dan mengangkut
IA (25): turut merusak dan mengangkut
Y dan E: masih dalam pengejaran (DPO)
Selain itu, polisi juga mengamankan seorang penadah bernama M. FR (27) yang membeli aluminium hasil curian dengan harga Rp20.000 per kilogram.

Atas perbuatannya, para pelaku pencurian dijerat dengan Pasal 477 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Sementara itu, tersangka penadah dijerat Pasal 591 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Polres Muara Enim menegaskan akan terus melakukan pengembangan kasus guna menangkap pelaku lain yang masih buron serta memastikan keamanan aset masyarakat dan pemerintah daerah tetap terjaga.

Polres Ogan Ilir Gelar TFG untuk Wujudkan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa yang Aman, Tertib, dan Humanis

0

Warta.In | OGAN ILIR – Dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi aksi unjuk rasa, Polres Ogan Ilir menggelar kegiatan Tactical Floor Game (TFG) di Aula Tathtya Dharaka, Senin (27/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.40 WIB hingga 11.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Waka Polres Ogan Ilir Kompol Helmi Ardiansah, S.H., M.H, dan diikuti oleh para pejabat utama, Kapolsek jajaran, serta personel yang terlibat dalam sprin pengamanan.

Dalam arahannya, Waka Polres menegaskan bahwa pelaksanaan TFG merupakan langkah strategis untuk memberikan gambaran nyata kepada seluruh personel terkait pola pengamanan dan penanganan aksi unjuk rasa, khususnya dalam menghadapi situasi eskalasi massa.

“Melalui kegiatan ini, seluruh personel diharapkan sudah memahami tugas dan perannya masing-masing. Jangan sampai saat di lapangan justru terjadi kebingungan dalam bertindak,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan maksimal, baik dari segi kemampuan personel maupun kelengkapan peralatan Dalmas. Para Kapolsek diminta untuk memastikan anggotanya benar-benar memahami prosedur dan siap digerakkan sewaktu-waktu.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Ogan Ilir Kompol Georgia Absalom Sakul, S.I.K dalam paparannya menjelaskan bahwa Tactical Floor Game (TFG) merupakan metode simulasi taktis yang menggunakan peta maket, denah lokasi, serta sketsa visual guna menggambarkan situasi riil di lapangan.

“Dalam TFG ini disimulasikan pergerakan pasukan, pola pengamanan, hingga langkah-langkah penanganan apabila terjadi eskalasi situasi, sehingga seluruh personel memiliki gambaran yang sama dalam bertindak,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta penyatuan persepsi antar fungsi, mulai dari Dalmas awal, Dalmas lanjut, hingga unsur pendukung lainnya, sehingga penanganan aksi unjuk rasa dapat dilakukan secara profesional, terukur, dan humanis.

TFG ini juga menjadi bagian dari langkah preventif Polres Ogan Ilir dalam meminimalkan dampak kerusuhan serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Ogan Ilir tetap aman dan kondusif.

*HUMAS RES OI*

Implementasi Presisi, Polda Sumsel Sinergi Antisipasi Banjir di Palembang

0

Warta.In | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan melalui jajaran Polrestabes Palembang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional “Indonesia Asri” melalui aksi nyata pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana di wilayah perkotaan.

Kegiatan kurve massal dan dialog kemasyarakatan tersebut dilaksanakan di kawasan Masjid Jami Al’Hidayah, Jalan Demang Lebar Daun, Kelurahan 20 D IV, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang, pada Selasa, 28 April 2026.

Aksi ini merupakan langkah preventif dalam mengantisipasi potensi banjir akibat penyumbatan drainase, sekaligus bentuk kehadiran Polri dalam menjaga stabilitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan tersebut bersama jajaran Pejabat Utama Polrestabes Palembang. Kegiatan juga melibatkan sinergi lintas sektor dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang serta masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pembersihan saluran drainase, pengangkutan sampah sisa banjir, serta penataan lingkungan di sekitar area rumah ibadah. Selain itu, Kapolrestabes juga membuka dialog langsung dengan warga untuk menyerap aspirasi terkait permasalahan genangan air dan kondisi lingkungan.

“Kami hadir langsung untuk memastikan lingkungan masyarakat tetap bersih dan aman dari potensi banjir. Ini adalah bagian dari komitmen Polri sebagai problem solver di tengah masyarakat,” tegas Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H.

Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Kapolri dalam implementasi Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), di mana kepolisian tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan sosial dan lingkungan.

Sebanyak puluhan personel Satfung Polrestabes Palembang bersama petugas DLHK dan warga bergotong royong membersihkan lingkungan. Dampaknya, saluran air kembali berfungsi optimal dan lingkungan menjadi lebih bersih serta sehat.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari arahan Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., untuk memastikan kehadiran Polri dalam setiap persoalan masyarakat.

“Polda Sumatera Selatan berkomitmen mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan tangguh terhadap bencana. Kehadiran Polri harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumatera Selatan juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama sebagai langkah preventif dalam mengurangi risiko banjir, khususnya di wilayah perkotaan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra aktif masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan dan stabilitas sosial demi mendukung pembangunan nasional.

Warga Tak Bisa Tuntut Ganti Rugi atas Bangunan Tanaman di Bantaran Sungai Cisunggalah Cibodas Solokanjeruk

0

Cibodas, Solokanjeruk, Selasa, 28 April 2026
WARTA. IN
Normalisasi Sungai Cisunggalah, Cibodas-Padamukti Solokanjeruk Kabupaten Bandung, BBWS akan dilaksanakan, untuk mengurangi dampak banjir, terutama Daerah yang dilaluinya persawahan.
Sungai Cisunggalah akan di normalisasi, terutama terhadap bangunan dan tanaman yang berdiri di bantaran Sungai Cisunggalah, dan tidak ada konvensasi ganti rugi atas bangunan dan tanaman di Bantaran Sungai Cisunggalah.
Air yang mengalir dari Hulu ke Hilir lancar dalam meminimalisir banjir di daerah yang dilalui aliran Sungai Cisunggalah.
DAM yang ada, akan dibuat DAM baru yang lebih representatif, terutama dalam mengatur, mendistribusikan air Persawahan yang dilaluinya. Karena DAN yang sekarang jadi tempat Sarang Sampah yang menghambat aliran air penyebab Banjir. WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Kapolda NTB Buka Penelitian Sespim Polri, Dorong Transformasi Kepemimpinan di Era Digital

0

Kapolda NTB Buka Penelitian Sespim Polri, Dorong Transformasi Kepemimpinan di Era Digital

Warta.in
Mataram, NTB – Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo SIK., secara resmi membuka kegiatan penelitian Sespim Lemdiklat Polri Tahap I Tahun Anggaran 2026 yang mengangkat tema transformasi kepemimpinan Polri di era digitalisasi, Selasa (28/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Polda NTB tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan peran Polri dalam menghadapi dinamika keamanan di era digital dan perkembangan masyarakat modern.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim Sespim Lemdiklat Polri yang dipimpin oleh Brigjen Pol. Drs. Herman Sikumbang MM., terlebih dahulu melaksanakan silaturahmi dengan Kapolda NTB di ruang kerjanya.

Penelitian ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pejabat utama Polda NTB, kepala satuan kerja, perwira, hingga perwakilan pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, wartawan, dan stakeholder lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolda NTB menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kehadiran tim penelitian Sespim Polri di wilayah NTB. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Kegiatan ini penting sebagai langkah untuk meningkatkan kinerja Polri, terutama dalam pelayanan publik berbasis digital di era saat ini,” ujarnya.

Kapolda juga menekankan bahwa penelitian ini diharapkan mampu menjadi ruang diskusi strategis dalam mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, sekaligus merumuskan solusi yang aplikatif.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat menemukan solusi atas berbagai kendala serta mempersiapkan langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan publik ke depan,” tambahnya.

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan Polda NTB semakin siap menghadapi tantangan transformasi digital, sekaligus memperkuat peran Polri sebagai institusi yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.(sr/hpntb)

Panitia HPN Bekasi Raya 2026 Diterima Wakil Wali Kota Bekasi, Perkuat Sinergi Peringatan Hari Kebebasan Pers

0

warta.in Bekasi ◊ Selasa, 28 April 2026

KOTA BEKASI – Panitia Hari Pers Nasional (HPN) Bekasi Raya 2026 sekaligus peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, dalam audiensi yang berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota, Senin (27/4/2026).

Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua Panitia HPN Bekasi Raya 2026, Ade Muksin, yang hadir didampingi Sekretaris Panitia, Wahyu Gusnanda, Tim Khusus Seminar, Michael Lengkong  dan Koordinator Acara, Ferri Haras.

Dalam audiensi tersebut, panitia menyampaikan kesiapan pelaksanaan HPN Bekasi Raya 2026 yang akan digelar pada 7–9 Mei 2026 di Gedung Creative Center (GCC), Margahayu, Kota Bekasi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei.

Ketua Panitia, Ade Muksin, menegaskan bahwa HPN Bekasi Raya 2026 merupakan momentum besar untuk mempererat silaturahmi seluruh insan pers tanpa sekat organisasi, media, maupun komunitas.

“Ini bukan hanya agenda seremonial, tetapi momentum menyatukan wartawan se-Bekasi Raya dalam semangat profesionalisme dan kebebasan pers yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga memaparkan sejumlah agenda kegiatan, mulai dari seminar jurnalistik dan keterbukaan informasi publik, aksi sosial seperti donor darah, santunan yatim, hingga puncak acara berupa pemberian penghargaan kepada tokoh dan lembaga yang berkontribusi bagi dunia pers.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, yang didampingi Kadiskominfostandi, Nadih Arifin dan Kabid Informasi dan Komunikasi Publik, Fitri Anti Ningsih menyambut baik dan memberikan dukungan atas penyelenggaraan HPN Bekasi Raya 2026.

Wakil Wali Kota menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah dan insan pers.

“Pers memiliki peran penting sebagai kontrol sosial dan penyampai informasi kepada masyarakat. Pemerintah Kota Bekasi tentu mendukung kegiatan yang memperkuat sinergi tersebut,” ungkapnya.

Dengan mengusung semangat “Pers Bersatu, Bekasi Raya Maju,” diharapkan HPN Bekasi Raya 2026 dapat menjadi ajang kolaborasi besar yang memperkuat peran pers dalam pembangunan daerah serta menjaga iklim demokrasi yang sehat dan transparan.

(Alpin A.S)

Kualitas dan Konsistensi, Kunci UMKM NTB Naik Kelas di Tengah Persaingan Global

0

 

Warta in

Mataram,NTB – Pentingnya pemberdayaan ekonomi kreatif melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi sorotan utama dalam Talk Show bertajuk “Merajut Mimpi untuk para Pelaku UMKM Pemula Berdasarkan Tren dan Kebutuhan Naik Kelas”. Acara yang diinisiasi oleh Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 162/Wira Bhakti PD IX/Udayana ini menghadirkan Ketua Dekranasda NTB, Bunda Sinta Agathia M. Iqbal, sebagai Keynote Speaker di Golden Palace, Mataram, Selasa (28/4/2026).

Dalam arahannya, Bunda Sinta sapaan akrabnya menekankan bahwa NTB membutuhkan lebih banyak individu yang berani terjun ke dunia UMKM demi memajukan kesejahteraan keluarga dan provinsi. Namun, ia menggarisbawahi beberapa rapor merah yang masih menjadi kendala bagi para pelaku usaha lokal untuk bersaing di level nasional maupun internasional.

Bunda Sinta menyoroti rendahnya keaktifan UMKM di dunia digital. Banyak produk lokal yang sebenarnya berkualitas dan memiliki merek, namun “tenggelam” karena tidak diperbarui di media sosial.

“Ada barangnya, ada mereknya, tapi tidak update. Foto hanya dua atau tiga, lalu hilang,” ujarnya.

Ia menyarankan agar para pelaku UMKM, terutama ibu-ibu, tidak sungkan berkolaborasi dengan Karang Taruna atau generasi muda di desa untuk membantu pengelolaan konten dan pemasaran digital agar produk mereka mudah ditemukan oleh calon pembeli.

Selain masalah digitalisasi, Bunda Sinta mengingatkan para peserta mengenai pentingnya menjaga konsistensi kualitas produk. Ia sering menemukan tren di mana kualitas produk menurun setelah mulai dikenal luas. Ia juga memberi peringatan keras mengenai ancaman dari luar daerah.

“Produk ketak kita sangat bagus, tapi kalau kita tidak kreatif memberikan ornamen atau inovasi baru, daerah lain bisa mengambil produk kita, menambah sedikit hiasan, dan mengklaimnya sebagai produk mereka. Ini adalah ancaman nyata,” tegasnya.

Terkait legalitas usaha, Bunda Sinta meminta pelaku UMKM untuk membuang jauh-jauh sikap skeptis. Ia menepis anggapan bahwa mengurus izin usaha atau hak paten adalah proses yang mahal dan berbelit-belit.

“Jangan dengar kata orang. Langsung datang ke Kanwil Hukum dan HAM. Prosedur itu ada bukan untuk menyulitkan, tapi untuk menjaga produk Bapak dan Ibu agar tetap terlindungi,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, Bunda Sinta memberikan apresiasi tinggi kepada kaum perempuan yang mendominasi sektor UMKM di NTB. Menurutnya, perempuan memiliki kegigihan luar biasa dalam mengelola usaha. Ia meyakini bahwa ketika seorang perempuan berhasil secara ekonomi, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh kesejahteraan keluarga.

Bunda Sinta juga mengajak para pelaku UMKM, khususnya yang berada di Pulau Sumbawa, untuk lebih aktif menjalin komunikasi dengan dinas terkait dan Dekranasda kabupaten/kota.

“Ibu-ibu harus memancarkan sinyal, supaya radar kami (pemerintah) bisa menangkap dan memberikan pendampingan yang tepat agar UMKM kita benar-benar naik kelas,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 162/Wira Bhakti PD IX/Udayana, Endang Sjasul Arief menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi anggotanya. Beliau menekankan bahwa kemandirian ekonomi melalui UMKM sangat krusial bagi ketahanan keluarga prajurit, terutama di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.

Endang menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam bagi para pelaku UMKM pemula mengenai cara membaca peluang pasar. Beliau berharap para anggota Persit tidak hanya sekadar berjualan secara konvensional, tetapi mampu mengikuti tren terkini agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi.

“Kita ingin UMKM yang dikelola oleh anggota Persit tidak jalan di tempat. Harus ada progres untuk ‘naik kelas’, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga perluasan jangkauan pasar,” ujarnya.

Endang juga mendorong para anggota untuk memperhatikan aspek legalitas usaha. Beliau mengingatkan bahwa izin usaha dan standardisasi produk merupakan syarat mutlak bagi UMKM yang ingin menembus pasar formal maupun ekspor. Selain itu, beliau meminta para peserta untuk terus melakukan inovasi tanpa melupakan konsistensi mutu.

Endang juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk narasumber dari Dekranasda NTB, yang telah berbagi ilmu praktis kepada para anggotanya. Melalui sinergi ini, beliau optimis bahwa UMKM di bawah naungan Persit KCK Koorcab Rem 162 Wira Bhakti PD IX/Udayana dapat memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi daerah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pematik semangat bagi ibu-ibu Persit untuk lebih kreatif, produktif, dan mandiri secara ekonomi, sehingga mampu membantu menopang kesejahteraan keluarga sekaligus menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar.(sr/dkisntb)