25.8 C
Jakarta
Kamis, Maret 26, 2026
Beranda blog

Libur Lebaran, Unit K9 Polda NTB Amankan Kawasan Wisata Pantai Tanjung Aan

0

 

Warta.in
Mataram, NTB – Dalam rangka memberikan rasa aman kepada masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 2026, Polda NTB melalui Unit Satwa Direktorat Samapta mengintensifkan patroli di kawasan wisata, salah satunya di Pantai Tanjung Aan, Selasa (24/03/2026).

Patroli tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengamanan hari raya, mengingat meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai destinasi wisata selama momen libur Lebaran.

Dengan melibatkan anjing pelacak (K9), personel kepolisian menyisir area wisata untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K. menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya para wisatawan yang memanfaatkan libur Lebaran.

“Saat libur Lebaran, aktivitas masyarakat di kawasan wisata meningkat. Oleh karena itu, kepolisian hadir untuk memberikan rasa aman, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan,” ujarnya.

Selain melakukan pemantauan situasi, patroli K9 juga difokuskan untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya seperti bahan peledak, narkoba, maupun benda mencurigakan lainnya di kawasan wisata.

Upaya ini menjadi langkah preventif Polda NTB dalam memastikan seluruh destinasi wisata tetap aman, sehingga masyarakat dapat menikmati libur Lebaran dengan nyaman dan tanpa rasa khawatir.(sr/hpntb)

Gegara Setubuhi 2 Saudarinya Sendiri, Bi Diamankan Tim Resmob Polres Toraja Utara

0

TORAJA UTARA – Tim Resmob bersama Personil Polsek Sesean Polres Toraja Utara, berhasil mengamankan seorang lelaki berinisial Bi (32) yang merupakan warga Kecamatan BangkeleKila, Rabu (25/3/2026).

Bi diamankan pada hari Selasa (24/3) atas laporan dugaan tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan terhadap 2 korban yang juga merupakan saudaranya sendiri yang berinisial LP (17) dan RP (13).

Berdasarkan informasi yang diterima melalui IPTU Ruxon selaku Kasat Reskrim Polres Toraja Utara jika terduga pelaku melakukan persetubuhan terhadap kedua saudarinya tersebut pada tahun 2017 dan tahun 2025.

Dimana pada tahun 2017, dilakukan terhadap korban pertama bernama LP saat masih berumur 7 tahun dan pada tahun 2025 dilakukan kepada korban kedua bernama RP.

Dari informasi yang diterima juga diketahui kronologi kejadian terjadinya tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur ini bahwa Bi melakukan kejahatan bejatnya tersebut dilakukan pertama kepada korban LP pada tahun 2017 saat korban tidur dalam kamarnya sekira pukul 21:00 Wita dan pelaku Bi masuk dengan menawarkan uang 10 ribu terhadap korban.

Kemudian pada tahun 2025, Bi kembali melakukan tindakan bejatnya kepada saudarinya yang lain yang bernama RP dimana saat itu, sekira pukul 21: 00 Wita juga korban masuk ke dalam kamarnya untuk tidur lalu terduga pelaku juga ikut masuk dan menawarkan uang yang kemudian melancarkan perbuatan bejatnya.

Perbuatan bejat Bi itu baru diketahui setelah korban bernama LP menceritakan kejadiannya kepada Sn (23) yang tak lain adalah juga kakak dari kedua korban. Dan akhirnya Sn bersama orang tuanya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Toraja Utara pada tanggal 24 Maret 2026.

Akhirnya berdasarkan laporan tersebut, pada tanggal 24 Maret 2026 sekira pukul 14.00 wita, Tim Resmob Satuan Reskrim Polres Toraja Utara yang dipimpin BRIPKA Sambara Buntu Lipa bersama Personil Polsek Sesean Polres Toraja Utara yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Sesean BRIPKA Paskhi Ruppe, langsung mengamankan Bi yang bertempat di Tiromanda, Lembang Batu Limbong, Kecamatan Bangkelekila’, Kabupaten Toraja Utara.

Inpres Nomor 9 Tahun 2025 Jelas, Koperasi Desa di Karawang Belum Terlihat di Program MBG

0

Inpres Nomor 9 Tahun 2025 Jelas, Koperasi Desa di Karawang Belum Terlihat di Program MBG

Warta In Jabar, KARAWANG, 25 Maret 2026 — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karawang kian menuai sorotan. Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang menilai peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) belum terlihat nyata di lapangan, meski sudah diamanatkan secara tegas dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

Dalam aturan tersebut, KDKMP diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung distribusi kebutuhan program MBG. Namun, fakta yang berkembang justru memperlihatkan kondisi sebaliknya.

Ketua IWOI Karawang, Syuhada Wisastra, menyebut ada kesenjangan antara kebijakan dan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, sebagian kebutuhan program masih dipenuhi oleh pihak di luar koperasi desa.

“Kalau mengacu pada Inpres, peran koperasi desa itu bukan tambahan, tapi bagian utama. Namun yang terlihat sekarang, justru belum mencerminkan itu,” tegasnya, Rabu (25/3/2026).

Ia menilai kondisi ini berpotensi membuat program kehilangan arah dari tujuan awalnya. MBG yang seharusnya menjadi penggerak ekonomi desa dinilai belum sepenuhnya memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal.

“Jangan sampai program besar ini hanya berjalan secara administratif, tetapi belum menyentuh kekuatan ekonomi masyarakat di bawah,” ujarnya.

Menurut IWOI, jika koperasi desa tidak dilibatkan secara optimal, maka peluang untuk memperkuat ekonomi berbasis desa bisa terlewatkan. Padahal, KDKMP dinilai memiliki posisi strategis dalam memastikan distribusi bahan pangan lebih terarah, efisien, dan transparan.

Selain itu, minimnya keterlibatan koperasi juga memunculkan tanda tanya terkait sejauh mana implementasi program benar-benar berpihak pada potensi lokal.

Saat ini, IWOI Karawang tengah menelusuri berbagai temuan di lapangan, termasuk hambatan yang dihadapi koperasi desa dalam menjalin kemitraan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

IWOI pun mendorong adanya langkah konkret untuk memperkuat koordinasi antar pihak terkait, agar pelaksanaan MBG tidak hanya berjalan, tetapi juga selaras dengan amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

“Program ini harus kembali ke tujuan utamanya. Koperasi desa harus tampil di depan, bukan sekadar berada di pinggir,” pungkas Syuhada.

Polres Pelabuhan Belawan Melempem, Komitmen Kapolda Sumut Berantas Judi Ditagih

0

Warta.in Medan Deli – Sepertinya Kapolres Pelabuhan Belawan yang baru AKBP Rosef Effendi sama saja seperti pendahulunya yakni tidak mampu memberantas perjudian di wilayah hukumnya, terbaru adanya tempat permainan perjudian jenis tembak ikan yang beroperasi secara bebas.

Hasil pantauan awak media pada Rabu (25/3/2026) dimana lokasi perjudian jenis tembak ikan berbentuk ruko yang terletak di Jalan K.L Yos Sudarso Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Kecamatan Medan Deli itu bebas beroperasi tanpa takut adanya razia oleh aparat Kepolisian.

Arena perjudian yang beroperasi secara bebas itu tidak pernah ditindak, baik oleh Polsek Medan Labuhan maupun Polres Pelabuhan Belawan. Hal ini semakin menguatkan alibi bahwa adanya pemberian setoran dari pemilik arena perjudian agar usahanya dapat beroperasi secara aman.

Untuk itu, masyarakat sekitar yang ditemui oleh awak media ini meminta agar hal ini dapat disampaikan kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto guna memberantasnya. Karena jika mengharapkan Kapolres Pelabuhan Belawan untuk menindaknya ini sangat tidak mungkin. Kapolda dapat meminta agar Dirkrimum Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh untuk menindak usaha ilegal tersebut, jangan sampai kesabaran masyarakat habis dan hilang kepercayaan terhadap Kepolisian. Karena Kapolda dari kemarin berkomitmen memberantas judi dan narkoba, namun hal itu dianggap omon – omon. Ini saatnya Kapolda bertindak agar kepercayaan masyarakat kepada Polri kembali pulih, ujar masyarakat bernama Ismail itu kepada awak media ini. (RN)

Kangkangi Inpres, IWOI Karawang Soroti Minimnya Keterlibatan KDKMP dalam Program MBG

0

Kangkangi Inpres, IWOI Karawang Soroti Minimnya Keterlibatan KDKMP dalam Program MBG

KARAWANG | Warta In Jabar — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang menyoroti dugaan pelanggaran terhadap Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua DPD IWOI Karawang, Syuhada Wisastra, A.Md., CHRM, menegaskan bahwa dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2025, khususnya pada poin (15), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) diamanatkan untuk melaksanakan program pemenuhan gizi masyarakat dan MBG melalui KDKMP. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa diduga belum ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Karawang yang melibatkan KDKMP dalam rantai pasok program tersebut.

“Sebagian besar SPPG di Karawang justru menyuplai kebutuhan pokok MBG dari supplier atau koperasi di luar KDKMP. Ini jelas menyalahi bahkan mengangkangi Inpres,” tegas Syuhada, Rabu (25/3/2026).

Lebih lanjut, ia menilai kondisi tersebut berpotensi memunculkan praktik yang ia sebut sebagai fenomena “serakahnomics”, sebagaimana pernah disinggung Presiden Prabowo, yakni kondisi ekonomi yang didominasi kepentingan segelintir elite pemodal yang hanya memperkaya kelompoknya sendiri.

Padahal, menurutnya, program MBG sejatinya dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat kecil melalui pelibatan KDKMP sebagai wadah ekonomi kerakyatan.

“Faktanya, program MBG belum menyentuh ekonomi masyarakat kecil karena supplier didominasi pemodal besar, bukan pelaku UMKM yang seharusnya berada di bawah naungan KDKMP,” ujarnya.

Syuhada menegaskan, IWOI Karawang saat ini tengah melakukan investigasi terhadap sejumlah KDKMP yang mengalami kesulitan menjalin kerja sama dengan SPPG. Langkah ini dilakukan untuk mendorong integrasi antara KDKMP dan SPPG agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai dengan amanat regulasi.

“Sekali lagi kami tegaskan, amanah Inpres Nomor 9 Tahun 2025 sudah jelas. Setiap SPPG wajib melibatkan KDKMP dalam program MBG. Jika masih ada supplier di luar KDKMP, itu jelas ilegal dan merupakan bentuk pengangkangan terhadap Inpres. Bahkan jika ada pihak yang ingin menjadi supplier, mekanismenya tetap harus melalui KDKMP,” tegasnya.

Dalam konteks regulasi yang lebih luas, Syuhada juga menyoroti bahwa Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis menekankan pentingnya sistem rantai pasok pangan yang transparan, akuntabel, dan berbasis potensi lokal.

Pelibatan kelembagaan ekonomi masyarakat seperti koperasi menjadi kunci dalam menjamin distribusi pangan yang efisien, berkualitas, dan berkelanjutan.

Selain itu, dalam Surat Keputusan Badan Gizi Nasional Nomor 244 Tahun 2025 ditegaskan bahwa penyediaan bahan pangan untuk SPPG harus memenuhi prinsip keamanan pangan, kualitas gizi, serta ketertelusuran sumber (traceability). Hal ini menuntut adanya sistem pendataan dan pengawasan terintegrasi terhadap seluruh pihak dalam rantai pasok, termasuk supplier bahan pangan.

Menurut Syuhada, KDKMP memiliki potensi besar untuk menjalankan peran strategis tersebut, mulai dari penyediaan beras, sayur-mayur, telur, daging, ikan, hingga produk olahan lokal lainnya. Dengan sistem koperasi yang terorganisir, rantai distribusi dapat dipersingkat sehingga lebih efisien, transparan, serta mudah dikontrol dari sisi kualitas dan keamanan pangan.

Sebagai langkah konkret, IWOI Karawang akan mendorong Satuan Tugas (Satgas) MBG tingkat kabupaten untuk segera mengeluarkan Surat Edaran yang mewajibkan seluruh SPPG bekerja sama dengan KDKMP sesuai Inpres Nomor 9 Tahun 2025.

Selain itu, IWOI juga mendorong pembentukan Forum Komunikasi KDKMP guna mempermudah koordinasi antar koperasi yang masih mengalami kendala dalam menjalin kemitraan dengan SPPG.

Syuhada menambahkan, tidak ada alasan bagi KDKMP untuk terkendala permodalan. Pasalnya, secara regulasi KDKMP memiliki hak istimewa untuk mengakses pembiayaan perbankan dengan dasar Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) bersama SPPG.

“IWOI Karawang akan mengawal persoalan ini secara serius agar program MBG benar-benar berdampak pada perekonomian masyarakat kecil sesuai cita-cita Presiden. Kami akan memastikan KDKMP terintegrasi dengan setiap SPPG, sehingga tidak ada ruang bagi praktik ‘serakahnomics’ yang berpotensi mengarah pada perilaku koruptif dan merusak keadilan sosial serta ekonomi,” tandasnya.

Halal Bihalal IWOI Karawang: Bukan Sekadar Silaturahmi, Tapi Forum Kritis Kawal Program Negara

0
0-0x0-0-0#

.Halal Bihalal IWOI Karawang: Bukan Sekadar Silaturahmi, Tapi Forum Kritis Kawal Program Negara

Warta In Jabar, KARAWANG, 25 Maret 2026 — Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Sekretariat Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang, Rabu (25/3/2026). Namun, kegiatan Halal Bihalal yang digelar kali ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan pasca Idul Fitri, tetapi juga menjelma menjadi forum strategis yang sarat makna.

Bertempat di Perum Jasmine Village, Melbourne Cluster C52, Karawang, kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 14.00 WIB ini dihadiri seluruh anggota IWOI Karawang. Nuansa kekeluargaan tampak kental, namun di balik itu terselip semangat kuat untuk memperkuat peran pers dalam mengawal kebijakan publik.

Rangkaian acara dimulai dengan sambutan, doa bersama, hingga tradisi saling berjabat tangan sebagai simbol saling memaafkan. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai refleksi diri sekaligus penguatan komitmen dalam menjalankan tugas jurnalistik yang profesional dan berintegritas.

Menariknya, kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni. Para anggota IWOI Karawang memanfaatkan momen tersebut untuk menggelar diskusi internal yang menyoroti sejumlah program strategis pemerintah pusat, di antaranya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Diskusi berlangsung dinamis dan kritis. Para anggota menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan program tersebut. Mereka juga sepakat bahwa pengawasan dari berbagai pihak, termasuk insan pers, sangat diperlukan agar implementasi di lapangan berjalan sesuai aturan dan tidak melenceng dari tujuan awal.

Ketua IWOI DPD Karawang, Syuhada Wisastra, dalam pernyataannya menegaskan bahwa wartawan bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai kontrol sosial.

“Halal Bihalal ini bukan sekadar tradisi tahunan. Ini momentum untuk menyatukan visi dan memperkuat peran kita sebagai pengawal kebijakan publik. IWOI Karawang siap hadir dengan informasi yang objektif, berimbang, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Dengan semangat kebersamaan pasca Idul Fitri, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan solidaritas internal sekaligus peningkatan kualitas profesionalisme anggota. IWOI Karawang pun berkomitmen untuk terus aktif mengawal pembangunan serta memastikan setiap kebijakan berjalan transparan dan akuntabel.

Usai Lebaran, Kapolda Sumsel Instruksikan Jajaran Waspada Karhutla dan Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

0

WARTA.IN | PALEMBANG — Memasuki hari pertama kerja usai cuti bersama Idul Fitri 1447 H, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho memimpin apel pagi sekaligus halal bihalal bersama jajaran di Halaman Mapolda Sumsel, Rabu (25/3/2026) pukul 07.00 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, Irwasda Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, serta seluruh Pejabat Utama (PJU) dan personel Polda Sumsel.

Momentum ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas kedinasan sekaligus ajang konsolidasi internal untuk menyelaraskan arah kebijakan Polda Sumsel pascalebaran.

Dalam arahannya, Kapolda Sumsel menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadhan, Idul Fitri, hingga Hari Raya Nyepi.

Menurut Kapolda, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi yang kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, ASN, serta seluruh elemen masyarakat.

“Keberhasilan pengamanan ini adalah hasil kerja bersama. Ini menjadi modal kepercayaan publik yang harus kita jaga dan tingkatkan,” tegas Kapolda.

Kapolda menegaskan bahwa meskipun telah memasuki masa kerja normal, Operasi Ketupat 2026 belum resmi berakhir dan masih berlangsung hingga pukul 24.00 WIB.

Seluruh personel diminta tetap siaga penuh, khususnya dalam memantau dinamika arus balik dan situasi kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.

Instruksi ini menegaskan komitmen Polda Sumsel untuk menutup rangkaian operasi dengan standar pengamanan tertinggi.

Selain pengamanan arus balik, Kapolda juga menyoroti potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai ancaman yang harus diantisipasi sejak dini.

Berdasarkan data dan prediksi BMKG, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan datang lebih awal dan cenderung lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya, dengan puncak terjadi pada Juli hingga Agustus.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan titik panas (hotspot) yang dapat berkembang menjadi kebakaran.

Kapolda menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera memperkuat langkah mitigasi, termasuk:
* Sinergi lintas instansi
* Pemetaan wilayah rawan
* Edukasi kepada masyarakat
* Pencegahan praktik pembakaran lahan

“Karhutla tidak bisa ditangani secara sektoral. Kita harus bergerak bersama dan lakukan pencegahan sejak dini,” tegas Kapolda.

Kapolda juga memberikan penekanan tegas kepada seluruh Satuan Kerja (Satker) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja dan penyerapan anggaran tahun 2026.

Ia menegaskan bahwa kinerja institusi tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program kerja tidak boleh hanya selesai di atas kertas. Harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Apel pagi dilanjutkan dengan kegiatan halal bihalal yang diwarnai saling bersalaman antar personel.

Momentum ini menjadi simbol penguatan soliditas internal sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan terarah.

“Kapolda tidak hanya mengapresiasi capaian, tetapi juga langsung memetakan tantangan ke depan. Ini menunjukkan Polda Sumsel selalu siap menghadapi dinamika yang berkembang,” ujarnya.

Apel perdana dan halal bihalal Idul Fitri 1447 H ini menegaskan bahwa Polda Sumatera Selatan tidak berhenti pada momen seremonial, melainkan langsung bergerak menghadapi tantangan ke depan.

Di bawah kepemimpinan Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho, seluruh jajaran berkomitmen untuk Menuntaskan Operasi Ketupat 2026 dengan optimal, Mengantisipasi Karhutla secara proaktif serta Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Polda Sumsel hadir sebagai institusi yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kodim 0209/LB dan Yon Zipur I/DD Rampungkan Jembatan Modular di Aek Beringin

0

Warta.in Labuhanbatu Utara — Kodim 0209/LB menuntaskan pembangunan Jembatan Modular di Lingkungan Aek Beringin, Kelurahan Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kamis (19/3/2026). Jembatan sepanjang 21 meter tersebut kini telah selesai dan siap digunakan guna memperlancar akses transportasi serta mendukung aktivitas masyarakat.

Pembangunan jembatan diawali dengan pengecoran lantai tepi dekat dan tepi jauh guna memperkuat struktur penopang serta memastikan konstruksi menyatu dengan badan jalan. Selanjutnya dilaksanakan perakitan rangka jembatan sebagai struktur utama hingga seluruh bagian terpasang dengan baik.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh personel Kodim 0209/LB bersama Yon Zipur I/DD dan masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya melibatkan 22 personel TNI dan 5 orang masyarakat sebagai wujud sinergi dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah.

Berbagai material yang digunakan dalam pembangunan ini antara lain semen, besi berbagai ukuran, papan, kayu bulat, pasir, batu mangga, batu padas serta material pendukung lainnya, termasuk cat minyak untuk tahap finishing. Selain itu, pengerjaan juga didukung penggunaan peralatan seperti excavator, mesin molen, truk kren, cangkul, sekop, linggis, angkong serta peralatan kerja lainnya sehingga proses pembangunan dapat berjalan optimal hingga mencapai progres 100 persen.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han) menyampaikan bahwa rampungnya pembangunan jembatan ini merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur. “Kami berharap keberadaan jembatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas dan mendukung peningkatan perekonomian warga,” ujarnya. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

Polsek Ampenan Perketat Pengamanan Objek Wisata Selama Liburan Jelang Lebaran Topat

0

 

Polsek Ampenan Perketat Pengamanan Objek Wisata Selama Liburan Jelang Lebaran Topat

Warta.in
Mataram, NTB — Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri, jajaran Polsek Ampenan menerjunkan sejumlah personel untuk melakukan pengamanan di berbagai objek wisata di wilayah hukumnya, Selasa (24/03/2026).

Selain menyiagakan personel di titik-titik wisata yang ramai dikunjungi, kepolisian juga mengintensifkan patroli dialogis guna memastikan situasi tetap kondusif serta kesiapan petugas di lapangan berjalan optimal.

Kapolsek Ampenan Kompol Ahmad Majmuk menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pengamanan selama musim libur Lebaran, di mana terjadi peningkatan aktivitas dan kunjungan masyarakat ke lokasi wisata.

Menurutnya, patroli dialogis tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan, tetapi juga menjadi sarana komunikasi langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha di kawasan wisata.

“Kami mengarahkan personel untuk berdialog dengan masyarakat, juru parkir, pedagang, pengelola tempat wisata, serta para pengunjung guna menyampaikan pesan-pesan kamtibmas,” ujarnya.

Melalui pendekatan humanis tersebut, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama beraktivitas di kawasan wisata, terutama di tengah meningkatnya jumlah pengunjung saat libur Lebaran.

Kapolsek menambahkan, kehadiran personel kepolisian di lokasi wisata diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas.

“Kami berharap dengan pengamanan dan patroli yang intensif, seluruh objek wisata di wilayah Ampenan tetap aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat menikmati libur Lebaran dengan nyaman dan tenang,” pungkasnya.(sr/hpm)

Jalin Hubungan Emosional Bupati dan Rakyat Melalui Program Bunga Desaku

0

Warta.in, Jember – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jember, Gus Mamak, memberikan apresiasi mendalam terhadap konsistensi program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan). Menurut dia, inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam memangkas jarak antara pemimpin dan rakyatnya.

Gus Mamak menegaskan bahwa nilai utama dari kegiatan ini bukan hanya terletak pada penyerapan aspirasi formal, melainkan pada terciptanya hubungan kebatinan yang kuat.

“Komunikasi langsung di lapangan itu membangun silaturahmi yang autentik. Ada ikatan emosional yang tercipta saat bupati hadir di tengah-tengah warga, sesuatu yang tidak bisa didapatkan jika hanya mengandalkan komunikasi searah,” ujar Gus Mamak.

Mengadopsi gaya kepemimpinan blusukan, Gus Mamak menilai seorang kepala daerah memang sudah seharusnya melepaskan kenyamanan di balik meja kerja. Baginya, turun ke akar rumput adalah cara paling akurat untuk memvalidasi data di lapangan.

“Bupati tidak boleh hanya menjadi penerima laporan di atas kertas. Dengan berkantor di desa bersama jajaran kepala dinas, bupati bisa melihat fakta riil di masyarakat. Ini adalah langkah preventif agar kebijakan tidak salah sasaran akibat laporan bawahannya yang sekadar Asal Bapak Senang,” tambahnya.

Menjawab kekhawatiran publik terkait potensi beban APBD, Gus Mamak meyakini bahwa setiap agenda Bunga Desaku telah melalui kalkulasi finansial yang matang. Sebaliknya, dia melihat program ini sebagai investasi untuk memetakan kekayaan daerah.

“Justru dengan turun langsung, bupati bisa mengidentifikasi potensi sumber daya alam Jember yang selama ini mungkin belum tergarap. Jadi, tujuannya adalah mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), bukan malah menjebolkan anggaran,” tegasnya.

Terkait isu krisis energi dan kenaikan BBM, Gus Mamak memberikan catatan bahwa esensi program tetap bisa berjalan melalui langkah-langkah efisiensi. Salah satu contoh nyata yang telah ditunjukkan adalah penggunaan kendaraan operasional secara kolektif.

“Bupati sudah memberikan teladan dengan memangkas jumlah iring-iringan kendaraan. Para kepala OPD dan kabag kini dibawa dalam satu kendaraan besar. Artinya, secara substansi program tetap jalan, namun secara operasional tetap hemat energi dan efisien,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, menegaskan bahwa tidak semua persoalan masyarakat dapat diselesaikan melalui kanal digital. Sebab, masih terdapat kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau oleh teknologi, baik karena keterbatasan akses maupun faktor literasi digital.

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa masih ada lansia, masyarakat di wilayah tertentu, serta warga dengan keterbatasan literasi digital yang belum optimal memanfaatkan layanan berbasis online,” tegasnya.

Dia menekankan bahwa dalam konteks tersebut, kehadiran langsung pemerintah melalui program Bunga Desaku menjadi bentuk nyata keberpihakan kepada seluruh lapisan masyarakat. “Negara tidak boleh hanya menunggu laporan. Negara harus hadir langsung memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan,” lanjutnya.

Menurut dia, model pelayanan seperti ini justru mempercepat penyelesaian persoalan masyarakat tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang.

Pemerintah Kabupaten Jember, lanjutnya, akan terus mengembangkan pendekatan pelayanan yang adaptif dengan mengintegrasikan kanal digital dan kehadiran langsung di lapangan. “Digital tetap berjalan, tetapi kehadiran langsung tidak bisa digantikan. Keduanya harus berjalan bersama agar pelayanan benar-benar menjangkau semua,” pungkasnya.