32.8 C
Jakarta
Sabtu, April 18, 2026
Beranda blog

DPC PWRI Purwakarta Gelar Rapat Evaluasi dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H

0

Warta.in, Purwakarta — Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Purwakarta menggelar agenda penting berupa rapat evaluasi kinerja sekaligus acara halal bihalal paska Idul Fitri 1447 H, Sabtu, 18/04/2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di Seretariat DPC PWRI di Pertigaan Cimaung Purwakarta, berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus serta anggota.

Ketua DPC PWRI Purwakarta, Didi Supriady, dalam arahannya menyampaikan bahwa rapat evaluasi ini menjadi momentum strategis untuk meninjau kembali program kerja yang telah dilaksanakan, sekaligus merumuskan langkah-langkah ke depan agar organisasi semakin solid dan profesional.

“Evaluasi ini menjadi penting agar kita dapat melihat apa saja yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang perlu diperbaiki. Dengan begitu, PWRI Purwakarta dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

“Lakukan dengan sepenuh hati dan tetap mengedapankan profesionalitas, dengan demikian marwah pribadi, marwah profesi dan marwah orgaisasi akan tetap terjaga,” tambah Didi dalam arahannya.

Selain rapat evaluasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan halal bihalal sebagai bentuk mempererat tali silaturahmi antaranggota pasca Hari Raya Idul Fitri. Suasana penuh keakraban terlihat saat saling bersalaman dan bermaaf-maafan.

Acara ini diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dan kekompakan di tubuh DPC PWRI Purwakarta, sekaligus menjadi awal yang baik untuk menjalankan berbagai program kerja ke depan dengan semangat baru.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, DPC PWRI Purwakarta menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas organisasi serta menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Sambut HUT Kabupaten Subang, BAZNAS dan MUI Cigadung Gelar Lomba Dakwah PAI Dihadiri 150 Ibu Majelis Taklim

0

Sambut HUT Kabupaten Subang, BAZNAS dan MUI Cigadung Gelar Lomba Dakwah PAI Dihadiri 150 Ibu Majelis Taklim.

Subang, Warta In, Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Subang, BAZNAS bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kelurahan Cigadung menggelar Lomba Dakwah Pendidikan Agama Islam (PAI). Kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan setempat.

Hadir dalam acara tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Subang Dr. H. A. Sukandar, Ketua MUI Kelurahan Cigadung Iwan Kurniawan, Lurah Cigadung Age Germana, S.Sos., beserta seluruh staf kelurahan.

Antusiasme warga terlihat dari kehadiran 150 ibu-ibu anggota majelis taklim se-Kelurahan Cigadung yang memadati lokasi acara, para peserta lomba dakwah tampil menyampaikan syiar Islam dengan tema seputar peningkatan akhlak, keluarga sakinah, dan cinta tanah air.

Ketua BAZNAS Dr. H. A. Sukandar menuturkan, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat ukhuwah sekaligus mengasah kemampuan dakwah di tingkat akar rumput. “Alhamdulillah acara berjalan lancar. Semoga ke depan bisa lebih meriah lagi dan pesertanya makin banyak yang berminat,” ujarnya.

Ia berharap lomba dakwah PAI ini mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, khususnya warga Kelurahan Cigadung dan umumnya masyarakat Kabupaten Subang. Momentum HUT Kabupaten Subang dijadikan pemantik semangat untuk terus membumikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat.

Lurah Cigadung Age Germana mengapresiasi kolaborasi BAZNAS dan MUI. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini penting untuk menjaga kondusifitas dan memperkuat karakter warga di tengah tantangan zaman.

(Papap)

Razia kamar hunian lapas subang musnahkan 33 handphone ilegal

0

Razia kamar hunian lapas subang musnahkan 33 handphone ilegal

Subang, Warta In – Razia gabungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang pada Jumat sore (17/4/2026) mengungkap pelanggaran serius di داخل blok hunian. Sebanyak 33 warga binaan pemasyarakatan (WBP) kedapatan menyimpan handphone (HP) secara ilegal.

Razia yang melibatkan petugas lapas, TNI, dan Polri itu berlangsung ketat dengan menyasar kamar-kamar hunian warga binaan. Petugas menyisir setiap sudut untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang lolos dari pengawasan.

Dari hasil penggeledahan, petugas tidak hanya menemukan puluhan HP, tetapi juga berbagai perlengkapan pendukung seperti charger, kabel USB, hingga earphone nirkabel yang digunakan secara sembunyi-sembunyi.

Kepala Lapas Kelas IIA Subang, Gatot Harisaputro, menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang terjadi.

“Tidak ada toleransi. Semua barang bukti langsung kami amankan dan warga binaan yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai aturan,” tegas Gatot.

Ia menyebut, razia ini merupakan bagian dari komitmen memperketat pengawasan sekaligus memberantas praktik ilegal di dalam lapas, termasuk penggunaan alat komunikasi terlarang yang kerap menjadi celah terjadinya pelanggaran lain.

Langkah ini juga menjadi upaya preventif untuk menutup akses komunikasi ilegal yang berpotensi digunakan untuk tindakan melanggar hukum dari dalam lapas.

Pihak lapas memastikan razia serupa akan terus dilakukan secara rutin dan insidentil guna menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

(Sonny Suragal)

Dr. Herman Hofi Munawar: Bandingkan Sistem Kerja, Bukan Hasil Akhir Kalbar dengan Jabar

0

Pontianak, WARTA IN 18 April 2026 — Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, Dr. Herman Hofi Munawar, menilai pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat terkait perbandingan antara Kalbar dan Jawa Barat sebagai pandangan yang tepat, rasional, dan tajam dalam membedah esensi perbedaan antar wilayah.

Dalam keterangannya kepada awak media, Sabtu (18/4), Herman menegaskan bahwa pendekatan perbandingan “apple to apple” antara Provinsi Kalimantan Barat dan Jawa Barat tidak relevan jika hanya didasarkan pada indikator absolut seperti luas wilayah, jumlah penduduk, maupun kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurutnya, perbandingan yang tepat bukan terletak pada hasil akhir (output), melainkan pada sistem kerja dan proses tata kelola pemerintahan. “Yang bisa dibandingkan adalah bagaimana cara kerja, sistem, serta inovasi yang dilakukan dalam tata kelola pemerintahan dengan prinsip unending improvement,” ujarnya.

Ia menjelaskan, karakteristik geografis Kalimantan Barat yang memiliki wilayah luas dengan persebaran penduduk yang tidak merata menjadi tantangan utama dalam menjangkau pelayanan publik secara efektif. Oleh karena itu, upaya Pemerintah Provinsi Kalbar dalam mengadopsi sistem e-government terintegrasi dinilai sebagai langkah strategis untuk mengatasi hambatan geografis, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedalaman dan terpencil.

Lebih lanjut, Herman menekankan pentingnya perumusan kebijakan berbasis data (evidence-based policy). Dengan pendekatan tersebut, setiap kebijakan yang diambil diharapkan lebih tepat sasaran serta mampu meminimalkan pemborosan anggaran.

“Luas wilayah Kalbar yang mencapai sekitar 1,5 kali Pulau Jawa membawa konsekuensi tanggung jawab pembangunan yang besar. Karena itu, prinsip keberlanjutan harus menjadi perhatian serius dalam setiap kebijakan pembangunan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam, tata kelola lahan, serta investasi yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan guna menjaga keseimbangan ekosistem di Kalimantan Barat.

Di sisi lain, meskipun jumlah penduduk relatif lebih kecil dibandingkan provinsi di Pulau Jawa, Herman menilai fokus pembangunan Kalbar seharusnya diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas. Sektor pendidikan, menurutnya, perlu diselaraskan dengan kebutuhan industri dan potensi ekonomi lokal.

Selain itu, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga dinilai krusial melalui pola pendampingan yang berkelanjutan, perluasan akses permodalan, serta digitalisasi usaha sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Inovasi tidak selalu berarti meniru, tetapi bagaimana kita mampu mengadaptasi sistem kerja yang sesuai dengan karakteristik daerah,” tambahnya.

Herman menegaskan, pengembangan manajemen tata kelola pemerintahan merupakan aspek yang sangat urgen, dengan fokus pada sistem yang memungkinkan pemerintah daerah bekerja lebih cerdas (work smarter), bukan sekadar bekerja lebih keras (work harder).

“Dengan pendekatan tersebut, Kalbar dapat mengejar ketertinggalan tanpa harus terhambat oleh keterbatasan anggaran yang ada,” pungkasnya.

Sumber: Dr.Herman Hofi Munawar, SH

Alun-Alun Subang: Bayar Pajak Makin Dekat, Cepat, dan Informatif

0

*“Bapenda On The Spot” Sapa Warga di Alun-Alun Subang: Bayar Pajak Makin Dekat, Cepat, dan Informatif

Subang, Warta In — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Subang menggelar layanan jemput bola “Bapenda On The Spot” di Alun-Alun Subang. Program ini dihadirkan untuk mendekatkan layanan pajak daerah kepada masyarakat agar lebih mudah diakses, cepat, dan informatif.

Melalui stan layanan keliling ini, warga bisa langsung mendapatkan berbagai layanan tanpa harus datang ke kantor. Bapenda Subang siap melayani:

1. *Konsultasi Pajak Daerah* – Warga bisa tanya langsung soal PBB-P2, BPHTB, pajak restoran, hotel, reklame, dan jenis pajak daerah lainnya.

2. *Pengecekan SPPT* melalui aplikasi MORIS – Cukup bawa KTP atau NOP, petugas bantu cek tagihan secara real time.

3. *Pembayaran PBB-P2, BPHTB, dan pajak daerah lainnya* – Tersedia kanal pembayaran digital di lokasi.

4. *Pengecekan piutang pajak daerah* – Wajib pajak bisa tahu tunggakan dan langsung selesaikan di tempat.

“Yu wargi Subang, geura dongkap ka stan Bapenda di Alun-Alun Subang. Urusan pajak beres tanpa ribet,” ajak petugas di lokasi.

Tak hanya layanan, Bapenda juga menyiapkan suvenir menarik bagi wajib pajak yang melakukan transaksi atau konsultasi di stan. Langkah ini terbukti efektif menarik animo warga. Sejak dibuka, stan Bapenda dipadati masyarakat yang antusias memanfaatkan layanan sambil bersantai di alun-alun.

“Pajak kita untuk Subang tercinta. Biar Subang lebih ngabret,” tulis spanduk di stan pelayanan.

Dengan hadir langsung di ruang publik, Bapenda berharap tingkat kepatuhan pajak meningkat dan penerimaan daerah optimal untuk membiayai pembangunan. Layanan “Bapenda On The Spot” dijadwalkan hadir rutin di titik keramaian Subang.

(Boby Cengos)

Kapolsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Antisipasi Curva Boys Annyversery Persela Ke 59

0

LAMONGAN// Warta. In – Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Patroli Blue Lught ini guna antisipasi Guantibmas Curva boys dalam rangka Annyversary Persela ke 59 yang menuju ke lamongan di Wilayah Kecamatan Ngimbang, Jum’at
(17/04/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 20.00 wib yang di pimpin Langsung oleh Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H,bersama Kanit Intelkam Aipda Ery C. dan Anggota Polsek Ngimbang Aiptu Djudi, Aipda Novan dan Brigadir Denny untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas yaitu Jalan raya poros Jombang – Babat, Terminal Ngimbang, SPBU Ngimbang, Ruko depan RSUD dan Pabrik KTM yang ada di Kecamatan Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk tidak melaksanakan acara berlebihan dan kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)

Polsek Ngimbang Melaksanakan Kegiatan Pemasangan Stiker Sosialisasi Layanan 110 Polri

0

Polsek Ngimbang Melaksanakan Kegiatan Pemasangan Stiker Sosialisasi Layanan 110 Polri

LAMONGAN//Warta.in -Dalam rangka antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban Masyarakat Personil Polsek Ngimbang melaksanakan kegiatan pemasangan Setiker Sosialisasi Layanan 110 di Mobil Patroli 14-02 dan Mapolsek Ngimbang, Jum’at (17/04/2026) pukul 12.30 Wib

Pemasangan Setiker ini bertujuan untuk mempermudah layanan pengaduan ke Polri sekaligus Sosialisasi pengaduan lewat call center 110 Polri di wilayah hukum Polsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, untuk secara terpisah menjelaskan bahwa, menindaklanjuti Intruksi Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pelayanan masyarakat dan membangun kemitraan dengan masyarakat dalam menanggapi pengaduan lewat Layanan 110 polri terhadap potensi gangguan keamanan

Kegiatan pemasangan Stiker ini dalam rangka membantu mempermudah layanan pengaduan masyarakat lewat 110 polri, ujarnya

Pemasangan Setiker dan sosialisasi di mobil patroli dan Makopolsek Ngimbang supaya masyarakar lebih mudah dan cepat untuk mendapatkan pelayanan dan respon cepat

Dan kami berharap dengan pemasangan Setiker dan sosialisasi layanan call center 110 polri ini wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya ( roy)

Polsek Ngimbang Gelar Mitigasi dan Silaturahmi Ke Anggota Polri Yang Mengalami Sakit

0

Polsek Ngimbang Gelar Mitigasi dan Silaturahmi Ke Anggota Polri Yang Mengalami Sakit

LAMONGAN//Warta.in, – Dalam upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, Polsek Ngimbang, Polres Lamongan menggelar kegiatan Mitigasi dan silaturahmi ke Anggota Polsek Ngimbang Yang sedang Sakit akhibat Laka tunggal di Dusun Brumbun Desa Lamongrejo Kecamatan Ngimbang, Jum’at (17/04/2026) pukul 15.00 Wib

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H., didampingi oleh Kanit Intelkam Aipda Ery dan Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Aipda Novan untuk menjenguk Aipda Supriadi Kasium Poksek Ngimbang yang mengalami sakit Kecelakaan tunggal dan sedang rawat jalan

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H,menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kedekatan Polsek Ngimbang untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendekatkan Antar Anggota yang mengalami sakit dan untuk memberikan suport dan mendo’akan kesembuhan serta Memberikan semangat, ujarnya

Beliau juga menegaskan bahwa tugas Polri tidak hanya sebagai pelindung dan pelayan masyarakat, namun juga bagian dari masyarakat itu sendiri yang saling memberi dorongan

“Kami mengajak seluruh elemen Anggota Polri untuk terus menjaga hubungan yang baik, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif, pungkasnya (roy)

*Fenomena “Operasi Kodok” Yang Kini Semakin Gencar Digulirkan Melalui Media Sosial Berbasis Internet*

0

*Fenomena “Operasi Kodok” Yang Kini Semakin Gencar Digulirkan Melalui Media Sosial Berbasis Internet*

Warta.in – Fenomena bertambahnya jumlah buzzer sebagai pembuat gaduh dalam media sosial, dalam kesimpulan Atlantika Institut Nusantara menjadi obyek pengamatan tersendiri yang menarik. Pertama jumlahnya yang cukup fantastis diturunkan kelapangan untuk membuat kegaduhan dan kekisruhan, secara sengaja atau tidak sengaja membuat konsentrasi Pemerintah yang dipimpin Prabowo Subianto terganggu, atau bahkan hilang konsentrasi untuk melaksanakan programnya yang pro rakyat.

Memang teknis pelaksanaan sejumlah program peneruntah untuk memberdayakan rakyat, mengatasi kemiskinan dan memberantas kebodohan melalui Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, Nasionakisasi Aset, hingga memberantas korupsi di negeri kita tampak terganggu, sehingga upaya pembenahan dan perbaikan agar teknis pelaksanaannya yang timpang hingga tak maksimal mencapai sasaran mengalami hambatan yang cukup signifikan.

Fenomena dari pertambahan jumlah buzzer yang bisa menyesatkan banyak pihak — utamanya rakyat kebanyakan — memang merupakan ancaman terhadap stabilitas dan upaya membangun rakyat agar bisa lebih sehat dan cerdas dalam pengertian lahir maupun bathin. Hingga pada akhirnya dapat mewujudkan kemajuan bangsa dan negara Indonesia dalam semua segi hehidupan menuju tata peradaban baru yang lebih baik dan lebih ideal bagi kehidupan manusia pada masa depan.

Munculnya sejumlah buzzer baru sejak dua pekan terakhir memang menunjukkan sejumlah orang mendapat pekerjaan baru — meski negatif karena ingin menciptakan kegaduhan serta kekisruhan, agar perhatian rakyat menjadi lengah, atau setidaknya beralih dari masalah yang paling serius untuk dicermati agar dapat segera diperbaiki atau bahkan diatasi secara hukum, seperti banyaknya berbagai kasus dan masalah yang mengendap atau bahkan hilang dari peredaran untuk diselesaikan.

Tampaknya dari fenomena serupa inilah yang dimaksud “Operasi Kodok” yang punya tabiat melompat dari satu tempat ke tempat yang lain, lalu bersuara ngorok sekedar bunyi untuk mencari perhatian guna mengalihkan konsentrasi pengamatan banyak orang untuk dihadapi dan disikapi agar tidak sampai menimbulkan dampak terusan yang merugikan orang lain. Jadi “Operasi Kodok” yang kuat menunjukkan dalam sikap saling lapor kepada pihak Kepolisian ini pun terkesan wajar untuk dicurigai juga dilakukan oleh aparat penegak hukum sendiri guna mengatrol pencitraan dari instansinya yang ambruk karena ulah dari personil mereka sendiri yang kacau untuk menunaikan tugas dan fungsinya yang mulia untuk rakyat.

Maraknya pertambahan jumlah buzzer dalam media sosial, tidak sekedar menunjukkan bahwa media yang berbasis Internet ini telah menjadi pilihan ideal yang efektif dan efisien untuk membangun opini dan kepercayaan masyarakat yang disesatkan sehingga jadi terkena pada beban hidup yang semakin menghimpit dan lalai untuk mencermati masalah yang paling urgen untuk disikapi dan ikut memberi jalan keluar, atau setidaknya memberi kritik dan saran, seperti terhadap proses hukum yang mangkrak, baik pada tingkat penyidikan dan penyelidikan hingga proses hukum berikutnya yang terkesan dijadikan barang mainan.

“Operasi Kodok” yang ditengarai Sri Eko Sriyanto Galgendu berdasarkan “Telik Santi” sebagai bagian dari kemampuan dan kecerdasan spiritual kini sedang digulirkan oleh pihak-pihak tertentu untuk membentuk peta baru dalam perspektif geopolitik nasional yang diproyeksikan untuk tahun 2029. Karena “Operasi Kodok” akan menyasar berbagai pihak dalam upaya memperoleh tempat dan posisi strategis guna merebut opini publik yang cukup terbuka peluang melalui media sosial — apa saja bentuk dan tampilannya — untuk menggiring dan merebut suara publik yang akan ikut menentukan semua hasrat yang diinginkan dengan legitimasi publik yang dianggap sah.

Karena itu, sasaran “Operasi Kodok” bisa menjadikan korban bagi siapa saja yang lengah dan tidak waspada. Mulai dari serangan yang paling halus dan santin sampai model bar-barian yang terlepas dari etika, moral dan akhlak mulia yang harus tetap terjaga dan dijaga. Dalam kontek inilah kesadaran, kemapuan dan ketangguhan pertahanan spiritual menjadi semakin penting dan relevan untuk dimiliki dan terus dikembangkan oleh setiap warga bangsa yang tidak ingin menjadi tumbal dan mangsa dari sejarah yang tengah direkayasa untuk mendapatkan pembenaran.

Fenomena dari “Operasi Kodok” yang bisa bermain di dua alam sungguh memiliki bisa beracun yang sangat berbagaya. Kini “Operasi Kodok” dari produk yang tercanggih bisa terlihat dengan jelas tampilannya dalam media sosial berbasis internet yang dioperasikan oleh ratusan operator untuk melumpuhkan akal sehat yang tidak dibentengi oleh spiritual yang tangguh dan teruji. (TIM/Red)

(Penjaringan, 17 April 2026, Sumber Terpercaya: JACOB ERESTE.)

*Telah Terbit E-Book..! IJAZAH JOKOWI: Pertaruhan Moral Bangsa dan Refleksi Kejujuran*

0
Oplus_131072

*Telah Terbit E-Book..! IJAZAH JOKOWI: Pertaruhan Moral Bangsa dan Refleksi Kejujuran (Sebuah Perenungan Filosofis)*

Jakarta – Kini Anda dapat membaca karya reflektif yang menggugah pikiran: IJAZAH JOKOWI: Pertaruhan Moral Bangsa dan Refleksi Kejujuran. Sebuah e-book yang mengajak kita merenungkan kembali nilai kejujuran, integritas, dan pertaruhan moral bangsa dalam konteks kepemimpinan dan kehidupan bernegara.

Ditulis dengan pendekatan filosofis yang tajam, buku ini tidak hanya membedah isu seputar ijazah Presiden Jokowi, tetapi juga mengajak pembaca untuk melihat lebih dalam bagaimana kejujuran menjadi fondasi utama dalam membangun bangsa.

*Mengapa Anda harus membaca e-book ini?*
1. Menawarkan perspektif filosofis dari pemikir besar tentang kejujuran dan moralitas.
2. Menggugah kesadaran bahwa integritas pemimpin adalah cermin moral bangsa.
3. Memberikan refleksi kritis yang relevan dengan kondisi sosial-politik Indonesia saat ini.
3. Menjadi bahan diskusi penting bagi akademisi, mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat umum.

Wilson Lalengke, Ketua Umum PPWI Nasional, yang merupakan penulis buku tersebut menyampaikan terima kasih atas dukungan dari semua pihak bagi hadirnya e-book ini. Ia menegaskan bahwa karya ini adalah pengingat tegas bagi bangsa Indonesia tentang pentingnya kejujuran.

“Bangsa ini tidak boleh lagi menoleransi kebohongan. Buku ini adalah refleksi moral yang harus dibaca oleh semua pihak. Jangan ada lagi penundaan dalam menegakkan kejujuran, sebagaimana perusahaan atau institusi tidak boleh menunda kewajiban mereka. Kejujuran harus ditegakkan segera, tanpa kompromi,” tegas lulusan pasca sarjana bidang Etika Terapan dari Universitas Utrecht (Belanda) dan Universitas Linkoping (Swedia), Jumat, 17 April 2026.

*Filsafat tentang Kejujuran*

Buku ini sarat dengan ajaran filsafat tentang kejujuran, baik yang diajarkan oleh para filsuf dunia maupun filsafat Pancasila dan filsafat agama. Filsuf terkenal Immanuel Kant menekankan bahwa kejujuran adalah kewajiban moral universal. Berbohong berarti merusak fondasi hukum moral itu sendiri.

Sementara, Socrates percaya bahwa hidup yang tidak diperiksa adalah hidup yang tidak layak dijalani. Kejujuran adalah jalan untuk memeriksa diri dan masyarakat. Sedangkan John Rawls menekankan keadilan sebagai fairness, di mana kejujuran adalah syarat mutlak terciptanya masyarakat yang adil.

Dengan menggabungkan refleksi filosofis dan realitas politik, e-book ini menjadi bacaan penting untuk memahami pertaruhan moral bangsa Indonesia. “Saya berharap buku ini dapat menjadi bahan diskusi sehat bagi kaum akademisi, aparat dan praktisi hukum, politisi, dan masyarakat umum.” (Kutipan sambutan atas penerbitan buku ini oleh Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU, ASEAN.Eng.

Dapatkan sekarang di Google Play Books: IJAZAH JOKOWI: Pertaruhan Moral Bangsa dan Refleksi Kejujuran (https://play.google.com/store/books/details?id=gnTQEQAAQBAJ)

Jangan lewatkan kesempatan untuk membaca dan merenungkan karya yang akan membuka mata, menggugah hati, dan menantang pikiran Anda. (TIM/Red)