34.6 C
Jakarta
Senin, Mei 18, 2026
Beranda blog

Anggota Polsek Solokuro Raih Medali Emas di Kejuaraan Nasional Atletik Blitarian Open III 2026

0

Anggota Polsek Solokuro Polres Lamongan Raih Medali Emas di Kejuaraan Nasional Atletik Blitarian Open III 2026

LAMONGAN//Warta.in, 18/05/2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan personel Polres Lamongan. Anggota Polsek Solokuro BRIPDA Teuku Tegar Abadi berhasil meraih medali emas pada ajang Kejuaraan Nasional Atletik Blitarian Open III 2026 di nomor estafet 4×400 meter mix master.

Kegiatan Kejuaraan Nasional Atletik Blitarian Open III 2026 tersebut berlangsung pada hari Minggu, (17/05) mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai dan diikuti atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

Keberhasilan BRIPDA Teuku Tegar Abadi menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Polres Lamongan, khususnya Polsek Solokuro.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa anggota Polri tidak hanya mampu menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, namun juga mampu berprestasi di bidang olahraga.

Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian yang diraih anggotanya tersebut.

“Kami merasa bangga atas prestasi yang diraih BRIPDA Teuku Tegar Abadi dalam Kejuaraan Nasional Atletik Blitarian Open III 2026. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi personel lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan mengharumkan nama institusi Polri,” ujarnya.

Dengan raihan medali emas tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan semangat anggota Polres Lamongan dalam berprestasi, baik di bidang tugas kepolisian maupun di bidang olahraga dan kegiatan positif lainnya.

Pewarta: roy

0

Anggota Polsek Solokuro Polres Lamongan Raih Medali Emas di Kejuaraan Nasional Atletik Blitarian Open III 2026

LAMONGAN//Warta.in, 18/05/2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan personel Polres Lamongan. Anggota Polsek Solokuro BRIPDA Teuku Tegar Abadi berhasil meraih medali emas pada ajang Kejuaraan Nasional Atletik Blitarian Open III 2026 di nomor estafet 4×400 meter mix master.

Kegiatan Kejuaraan Nasional Atletik Blitarian Open III 2026 tersebut berlangsung pada hari Minggu, (17/05) mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai dan diikuti atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

Keberhasilan BRIPDA Teuku Tegar Abadi menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Polres Lamongan, khususnya Polsek Solokuro.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa anggota Polri tidak hanya mampu menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, namun juga mampu berprestasi di bidang olahraga.

Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian yang diraih anggotanya tersebut.

“Kami merasa bangga atas prestasi yang diraih BRIPDA Teuku Tegar Abadi dalam Kejuaraan Nasional Atletik Blitarian Open III 2026. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi personel lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan mengharumkan nama institusi Polri,” ujarnya.

Dengan raihan medali emas tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan semangat anggota Polres Lamongan dalam berprestasi, baik di bidang tugas kepolisian maupun di bidang olahraga dan kegiatan positif lainnya.

Pewarta: roy

GEBER Desak Jaksa Agung Eksaminasi Jaksa KPK RI Terkait Vonis Supeltif Kasus Ijon Proyek Bekasi

0

GEBER Desak Jaksa Agung Eksaminasi Jaksa KPK RI Terkait Vonis Supeltif Kasus Ijon Proyek Bekasi

BANDUNG | Warta In Jabar – Vonis majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung terhadap Sarjan, terdakwa kasus suap dan ijon proyek di Kabupaten Bekasi, memantik reaksi keras dari publik. Putusan hakim yang menjatuhkan vonis 3 tahun 3 bulan penjara lebih berat satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang hanya 2 tahun 3 bulan dinilai sebagai tamparan keras bagi performa penuntutan komisi antirasuah.

​Merespons disparitas tersebut, Gerakan Bersama Rakyat (GEBER) secara resmi mendesak Jaksa Agung Republik Indonesia untuk segera melakukan eksaminasi khusus terhadap JPU KPK yang menangani perkara ini.

GEBER menilai ada ketidakwajaran dalam analisis hukum dan tuntutan yang disusun oleh JPU KPK. Ketika majelis hakim melihat sanksi berat layak diberikan demi efek jera, Jaksa KPK justru dinilai terlalu “lembek” dalam memberikan tuntutan terhadap pelaku korupsi yang telah merusak tatanan birokrasi di Kabupaten Bekasi.

​”Langkah hakim yang mengambil keputusan ultrapetita (memutus melebihi tuntutan) adalah bukti nyata bahwa tuntutan Jaksa KPK tidak mencerminkan rasa keadilan masyarakat dan keseriusan dalam pemberantasan korupsi,” ujar Ketua GEBER dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Sebagai bentuk pengawasan publik terhadap penegakan hukum, GEBER menyatakan sikap tegas :

1. ​Eksaminasi Khusus : Meminta Jaksa Agung selaku Penuntut Umum Tertinggi negara untuk melakukan eksaminasi dan evaluasi menyeluruh terhadap performa serta penafsiran hukum JPU KPK dalam kasus ini.

​2. Dugaan Keberpihakan : Mendesak pemeriksaan apakah ada unsur kelalaian atau faktor eksternal yang menyebabkan ringannya tuntutan awal terhadap Sarjan.

3. ​Dukung Hakim PN Bandung : Mengapresiasi keberanian Majelis Hakim PN Bandung yang dipimpin Novian Saputra karena tetap objektif dan berani memberikan sinyal runtuhnya toleransi terhadap praktik korupsi daerah.

​Kasus ini menjadi sorotan nasional karena membongkar skema “ijon proyek Bekasi”, di mana komitmen fee miliaran rupiah diberikan di muka kepada Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang, sebelum proyek resmi dilelang.

GEBER menegaskan bahwa lemahnya tuntutan dari jaksa berpotensi mengaburkan keterlibatan pihak-pihak lain yang diduga ikut menikmati aliran dana haram tersebut. Eksaminasi dari Jaksa Agung diharapkan mampu menjaga marwah penegakan hukum tipikor agar tetap tajam dan tidak tebang pilih ke depannya. (**)

Hari Pertama ASAJ di SDN Cicadas Binong: 27 Siswa Kelas 6 Siap Tempur Rebut Tiket ke SMP!

0

Hari Pertama ASAJ di SDN Cicadas Binong: 27 Siswa Kelas 6 Siap Tempur Rebut Tiket ke SMP!

​BINONG SUBANG | Warta In Jabar, Senin, 18 MEI 2026 – Suasana khidmat sekaligus penuh optimisme menyelimuti SDN Cicadas Binong pada Senin pagi. Sebanyak 27 siswa kelas 6 resmi memulai perjuangan mereka dalam Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) Tahun Ajaran 2025/2026.

​Di hari pertama ini, para siswa diuji kemampuannya dalam dua mata pelajaran krusial, yaitu Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI) pada pukul 07.00 – 08.30 WIB, dilanjutkan dengan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada pukul 09.00 – 10.30 WIB.

​Guna memastikan jalannya ujian yang jujur, tertib, dan kondusif, pihak sekolah yang berlokasi di Jalan Karya Bakti Nomor 36, Desa Cicadas, Kecamatan Binong ini menerapkan sistem pengawasan silang yang ketat. Setiap ruangan diawasi langsung oleh 2 orang guru.

​Sebanyak 27 peserta ujian dibagi ke dalam 2 ruangan dengan kapasitas yang diatur agar siswa dapat fokus:

​Ruang 1: Diikuti oleh 15 siswa.

​Ruang 2: Diikuti oleh 12 siswa.

​Kepala Sekolah SDN Cicadas Binong, Bapak Rohandi, S.Pd., menyatakan rasa optimistisnya terhadap hasil ujian tahun ini. Beliau menyampaikan bahwa pihak sekolah tidak berjalan tanpa persiapan.

​”Insya Allah anak-anak mampu menghadapi asesmen ini. Jauh-jauh hari persiapan matang sudah dilakukan oleh para wali kelas masing-masing, baik dari segi akademis maupun mental siswa,” ujar Pak Rohandi saat ditemui di ruangannya.

​Beliau juga berharap agar seluruh rangkaian ASAJ yang akan berlangsung hingga hari Jumat nanti bisa berjalan tanpa hambatan. Nilai prestasi yang memuaskan dari asesmen ini diharapkan dapat menjadi modal berharga bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) impian mereka. Perjuangan baru saja dimulai, dan doa terbaik menyertai langkah 27 siswa SDN Cicadas Binong!

Diduga  Oknum Dinas, Berjama,ah Penggunaan Dana BOS di SMK Negeri 1 Hilisalawa Ahe Disorot

0

Nias Selatan —  warta.in

Dugaan penyimpangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kembali mencuat dan kini mengarah kepada Kepala SMK Negeri 1 Hilisalawa Ahe berinisial LAN. Tidak hanya itu, oknum Kasi SMK di Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara juga ikut menjadi sorotan lantaran dinilai sulit ditemui dan terkesan menghindari konfirmasi dari pihak media.

Sejumlah wartawan mengaku telah berulang kali mencoba melakukan konfirmasi langsung terkait dugaan penggunaan anggaran Dana BOS di sekolah tersebut. Namun, upaya itu disebut tidak pernah memperoleh jawaban yang jelas maupun penjelasan resmi dari pihak terkait.

“Sudah beberapa kali kami mencoba melakukan konfirmasi langsung, namun selalu terkesan dihindari dan tidak pernah mendapat jawaban yang akurat,” ungkap salah seorang wartawan.

Sorotan publik menguat setelah muncul dugaan penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang dinilai tidak sinkron dengan kondisi di lapangan. Kepala sekolah berinisial LAN sebelumnya menyampaikan bahwa anggaran tersebut telah digunakan untuk kebutuhan kegiatan sekolah.

Namun pernyataan itu justru memunculkan tanda tanya. Pasalnya, pihak sekolah diketahui telah berpindah ke bangunan baru yang disebut-sebut bahkan belum dilakukan serah terima kunci secara resmi.

“Kami mempertanyakan apa relevansi anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana dengan kegiatan sekolah, sementara bangunan baru saja belum sepenuhnya siap digunakan,” ujar wartawan saat berada di lokasi.

Kejanggalan lain juga terungkap dari pengakuan salah seorang pegawai sekolah yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menyebut kepala sekolah jarang hadir di sekolah. Bahkan saat wartawan melakukan kunjungan, dari sekitar 20 tenaga pendidik, hanya sekitar 10 orang yang terlihat hadir.

Selain itu, bangunan baru yang kini difungsikan sebagai kantor sekolah diduga belum sepenuhnya rampung. Di lokasi juga tidak ditemukan papan proyek, sehingga memunculkan pertanyaan terkait transparansi pembangunan.

Sementara itu, kondisi gedung kantor lama disebut sudah tidak layak digunakan. Salah seorang sumber internal mengaku para guru kerap mengalami kebocoran saat hujan turun.

“Kalau hujan turun, kami kebasahan karena atapnya bocor,” ujar sumber tersebut.

Berdasarkan sejumlah temuan dan keterangan yang dihimpun, wartawan menduga adanya potensi pelanggaran serius terkait pengelolaan Dana BOS. Jika terbukti terjadi penyalahgunaan anggaran, maka hal tersebut dapat mengarah pada tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, dugaan ketidakhadiran kepala sekolah tanpa alasan yang sah juga berpotensi melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mewajibkan tenaga pendidik menjalankan tugas secara profesional dan disiplin.

Masyarakat berharap pihak berwenang segera turun tangan melakukan pemeriksaan agar polemik ini tidak berlarut-larut dan dunia pendidikan di wilayah tersebut dapat berjalan lebih baik.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMK Negeri 1 Hilisalawa Ahe berinisial LAN maupun pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara belum memberikan klarifikasi resmi terkait berbagai dugaan tersebut.

Rutan Kelas I Palembang Musnahkan Barang Hasil Razia, Wujud Komitmen Jaga Keamanan dan Ketertiban

0

Warta.In | Palembang – Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang melaksanakan kegiatan apel pagi yang dirangkaikan dengan pemusnahan barang hasil razia, Senin (18/05/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Palembang bersama jajaran pejabat struktural serta diikuti oleh seluruh pegawai. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah barang terlarang hasil razia rutin di blok hunian dimusnahkan sebagai langkah preventif guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.

Kepala Rutan Kelas I Palembang menegaskan bahwa razia rutin dan pemusnahan barang terlarang merupakan bagian dari upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk keseriusan jajaran Rutan dalam memberantas keberadaan barang-barang yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di dalam rutan.

“Melalui kegiatan ini, kami berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari barang-barang terlarang,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh warga binaan maupun petugas dapat terus menjaga disiplin serta mendukung terciptanya suasana rutan yang kondusif dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Publik pertanyakan keterbukaan dana PPDB 2025 dismpn52 surabaya

0

Warta.in||Surabaya – Transparansi penggunaan anggaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2025 di SMP Negeri 52 Surabaya menjadi sorotan. Pasalnya, saat dikonfirmasi terkait penggunaan dana tersebut, Bendahara BOS sekolah bernama Puri Dwi Yanti, S.Pd., disebut memilih bungkam dan diduga memblokir nomor wartawan.

Upaya konfirmasi dilakukan guna memperoleh penjelasan resmi terkait penggunaan anggaran PPDB 2025 yang menjadi perhatian publik. Namun hingga berita ini ditulis, pihak bendahara belum memberikan jawaban maupun klarifikasi atas sejumlah pertanyaan yang disampaikan.(18/5/2026)

Ironisnya, nomor kontak wartawan yang sebelumnya aktif terhubung diduga justru diblokir setelah dilakukan permintaan konfirmasi. Sikap tersebut dinilai menimbulkan tanda tanya besar terkait keterbukaan informasi publik di lingkungan sekolah negeri.


Sebagai lembaga pendidikan yang dibiayai negara, penggunaan anggaran sekolah seharusnya dapat dijelaskan secara terbuka dan transparan kepada masyarakat, terlebih jika menyangkut dana yang bersumber dari anggaran pemerintah.
Sejumlah pihak menilai, sikap tertutup terhadap konfirmasi media justru dapat memunculkan dugaan negatif di tengah masyarakat. Padahal, klarifikasi dari pihak sekolah sangat diperlukan agar tidak menimbulkan asumsi liar maupun persepsi miring terhadap pengelolaan anggaran PPDB.

Hingga saat ini, pihak SMP Negeri 52 Surabaya belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada kepala sekolah maupun pihak terkait lainnya guna memperoleh informasi yang berimbang.(bersambung)

Baru 3 Bulan Rampung, Proyek Irigasi Rp3,9 M di Purwakarta Sudah Amburadul

0

Warta.in, Purwakarta – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi D.I. Cipedang di Desa Ciawi, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta meski baru selesai 3 bulan yang lalu, kini kondisinya rusak parah. Padahal, proyek di bawah pengawasan BBWS Citarum yang dikerjskan oleh PT Adikarya ini dikabarkan menelan anggaran fantastis hingga Rp3,9 miliar.

Akibat dibiarkannya kerusakan yang sudah berlangsung lebih dari satu bulan ini, puluhan hektar sawah warga mengalami kekeringan ekstrem. Para petani kini dihantui ancaman gagal panen massal karena krisis air.

Hsl tersebut sebagaimana disampaikan para petani melalui Ketua Ulu Ulu dan sekaligus Ketua P3A Desa Ciawi, Kecamatan Wanayasa, Saepulloh, yang bersama puluhan petani setempat langsung menggeruduk lokasi proyek untuk meluapkan kekecewaan mereka.

Menurut warga, fisik proyek diduga dikerjakan tanpa dinding penahan atau tiang penyangga pipa yang kokoh, sehingga langsung ambrol saat diterjang longsor akibat hujan deras. Hal ini sebagai indikator kuat bahwa pelaksanaannya  tanpa melewati perencanaan yang matang.

“Kami sangat kecewa. Anggarannya besar, sekitar 3 miliar lebih, tapi pengerjaannya terkesan sangat tidak maksimal. Panjang volume juga hanya terealisasi sekitar 1.700 meter dari rencana awal 2.000 meter,” ujar Saepulloh kepada awak media menunjukkan rasa kecewanya.

Selain masalah fisik, proyek dengan nomor kontrak HKD201/PPKIRG3/SNVT-PJPAC/08/2025 ini juga disorot terkait transparansi. Warga mengeluhkan nilai anggaran yang tidak dicantumkan pada papan informasi di lokasi.Jadwal penyelesaian proyek pun dipertanyakan. Kontrak kerja yang dimulai sejak 25 September 2025 dengan masa kerja 98 hari kalender seharusnya rampung pada awal Desember 2025.
Namun, aktivitas pengerjaan dilaporkan masih berjalan hingga Maret 2026.

Warga menyayangkan lambatnya respons dari pelaksana lapangan PT Adikarya, Ari Bagus, yang sempat mengecek lokasi namun belum memberikan kepastian perbaikan.

Untuk keberimbangan informasi, awak media sudah mencoba komunikasi dengan pihak PT Adikarya maupun perwakilan BBWS Citarum melalui sambungan whatsapp namun hingga berita ini tayang, belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan warga tersebut. (ds)

Guna Antisipasi Kemacetan Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi

0

Guna Antisipasi Kemacetan personil Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Senin Pagi (18/05/2026) pada pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkatnya bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigadir Bayu untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari di daerah rawan kemacetan

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (roy)

Sosok Tangguh, Rapidin Simbolon, Tokoh Pembangunan Infrastruktur & Ekonomi Samosir

0

Samosir, warta.in – Rapidin Simbolon, anggota DRP RI, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, ketika menjabat sebagai Bupati Samosir, telah maksimal memberikan perhatiannya, kinerjanya untuk kemajuan Kabupaten Samosir. Pengabdiannya yang tulus untuk tempat kelahirannya, asal muasal leluhurnya memberikannya semangat yang penuh untuk kesejahteraan masyarakat Samosir. Inilah antara lain, hasil pencapaian kinerja Rapidin Simbolon ketika menjabat sebagai Bupati Samosir : 1. Status jalan menjadi jalan nasional 2. Saran pelabuhan dan transportasi danau yang berkelas di Kabupaten Samosir, 3. Usulan Pembuatan Waterfront City Pangururan dan sudah berhasil dibangun dan kini sudah bisa memberikan damapk pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Samosir, 4. Ravitalisasi Jembatan dan Terusan Tano Ponggol dan sudah selesai pembangunannya, 5. Revitalisasi Menara Pandang Tele dan sudah selesai pembangunannya, 6. Dukungannya terhadap Pembangunan Patung Yesus Sibeabea.                          Inilah hasil kerja nyata Rapidin Simbolon ketika menjabat sebagai Bupati Samosir.                                          Hal ini membuktikan suatu fakta untuk mengatakan dirinya sebagai Sosok Pembangunan Pembangunan Infrastruktur Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Samosir demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat samosir (red)