Beranda blog

Pemprov NTB Ajukan KUA-PPAS 2027, Percepat Program Prioritas

0

Pemprov NTB Ajukan KUA-PPAS 2027, Percepat Program Prioritas

Warta.in
Mataram,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi mengajukan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD Provinsi NTB sebagai landasan penyusunan APBD tahun depan. Melalui rancangan tersebut, pemerintah daerah menegaskan komitmennya mempercepat berbagai program prioritas yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ketahanan pangan dan energi, pembangunan pariwisata berkualitas, serta pengembangan ekosistem industri agromaritim.

Dokumen KUA-PPAS diserahkan oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP., mewakili Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB di Ruang Rapat Tambora, Kantor DPRD Provinsi NTB, Mataram, Selasa (14/7/2026).

Mengawali penyampaian nota pengantar, Wakil Gubernur yang akrab disapa Umi Dinda menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat NTB yang terus menjaga stabilitas daerah sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, stabilitas tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kepercayaan pemerintah pusat sekaligus mempercepat pembangunan di Nusa Tenggara Barat.

Dalam rancangan KUA-PPAS tersebut, Pemerintah Provinsi NTB memproyeksikan kapasitas fiskal daerah pada tahun 2027 semakin kuat sehingga memberikan ruang yang lebih besar untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas pembangunan. Meski demikian, pemerintah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah agar setiap rupiah anggaran memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Umi Dinda menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Salah satu capaian penting adalah peresmian Bendungan Meninting oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menjadi bagian dari lima bendungan strategis nasional.

“Peresmian Bendungan Meninting semakin memperkokoh posisi NTB sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Provinsi NTB juga terus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Keberhasilan penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026, yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah, dinilai memberikan dampak nyata terhadap sektor perhotelan, transportasi, UMKM, dan ekonomi kreatif. Momentum tersebut akan berlanjut melalui penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB, hingga persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

Dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027, Pemerintah Provinsi NTB menetapkan tema pembangunan “Akselerasi Pengentasan Kemiskinan, Ketahanan Pangan dan Energi, Penyiapan Ekosistem Industri Agromaritim, serta Pembangunan Destinasi Pariwisata Berkualitas Berkelanjutan.” Tema tersebut menjadi arah utama penyusunan program dan anggaran agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Tema ini mencerminkan arah pembangunan NTB yang berfokus pada program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata, baik dalam jangka pendek maupun berkelanjutan,” jelas Umi Dinda.

Wakil Gubernur menegaskan bahwa meskipun ruang fiskal diproyeksikan semakin baik, penyusunan APBD tetap diarahkan pada pemenuhan belanja wajib, belanja yang telah ditentukan penggunaannya (earmarked), serta berbagai program prioritas pembangunan. Pengelolaan anggaran juga akan terus mengedepankan prinsip efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, Umi Dinda turut memaparkan garis besar rancangan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 yang mencakup tiga komponen utama, yakni pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah. Ketiga komponen tersebut akan menjadi dasar pembahasan bersama DPRD sebelum ditetapkan menjadi APBD Tahun Anggaran 2027.

Pemerintah Provinsi NTB berharap pembahasan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 dapat berlangsung secara konstruktif dan disepakati tepat waktu. Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD, APBD 2027 diharapkan menjadi instrumen pembangunan yang mampu mempercepat pengentasan kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan dan energi, meningkatkan daya saing ekonomi daerah, serta menghadirkan kesejahteraan yang semakin merata bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat.(sr/dkisntb)

 

Gubernur NTB Tawarkan Bali Jadi Destinasi Wisata Hijau Berbasis Energi NTB–NTT

0

Gubernur NTB Tawarkan Bali Jadi Destinasi Wisata Hijau Berbasis Energi NTB–NTT

Warta.in
Bali,NTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menawarkan gagasan besar menjadikan Bali sebagai destinasi wisata hijau (green tourism) kelas dunia melalui pasokan listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Gagasan tersebut disampaikan dalam Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 di Bali, Selasa (14/7/2026), sebagai bagian dari upaya membangun kawasan Bali–NTB–NTT sebagai pusat energi bersih Indonesia.

Gagasan tersebut disampaikan Gubernur Miq Iqbal saat menjadi panelis pada forum yang diselenggarakan Institute for Essential Services Reform (IESR) bertema From Ambition to Action: Scaling the 100 GW Solar Frontier for National Energy Sovereignty. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, serta mitra internasional untuk membahas percepatan pengembangan energi surya menuju target nasional 100 gigawatt (GW).

Dalam sesi diskusi The Role of Provincial Governments in Advancing Solar Power Development Toward National Energy Independence, Miq Iqbal menegaskan bahwa kerja sama regional Bali–NTB–NTT (KRBNN) memiliki peluang besar menjadi model pengembangan kawasan berbasis energi bersih di Indonesia.

“Bayangkan Bali menjadi destinasi wisata yang benar-benar 100 persen hijau. Bali tidak perlu lagi membangun pembangkit listrik sendiri karena kebutuhan energinya dapat dipasok dari NTB dan NTT. Potensi energi surya di kedua provinsi ini sangat besar,” ujar Miq Iqbal.

Menurutnya, NTB memiliki fondasi yang kuat untuk mewujudkan gagasan tersebut. Saat ini NTB memiliki 77 bendungan, dengan 15 bendungan besar yang berpotensi dikembangkan sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga surya terapung (floating solar photovoltaic).

Ia menjelaskan, apabila sekitar 20 persen luas genangan bendungan dimanfaatkan untuk pemasangan panel surya, NTB diperkirakan mampu menghasilkan lebih dari 500 megawatt (MW) listrik. Bersama potensi energi yang dimiliki NTT, kedua provinsi diproyeksikan mampu memasok sekitar 5–7 gigawatt (GW) listrik dalam lima tahun ke depan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB mendorong pembangunan super grid yang menghubungkan sistem kelistrikan Bali, NTB, dan NTT. Interkoneksi tersebut dinilai akan membentuk sistem kelistrikan kawasan yang lebih andal, memperbesar bauran energi terbarukan, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Miq Iqbal juga menegaskan bahwa percepatan transisi energi membutuhkan dukungan investasi yang kuat. Untuk itu, Pemerintah Provinsi NTB tengah menyiapkan NTB Capital, sebuah inisiatif yang dirancang untuk meningkatkan kepercayaan investor melalui percepatan perizinan dan penyelesaian berbagai persoalan sosial di sekitar lokasi investasi.

“NTB Capital akan menjadi assurance bagi investor. Kami membantu mempercepat proses perizinan sekaligus memfasilitasi penyelesaian berbagai isu sosial yang mungkin muncul di sekitar lokasi investasi,” katanya.

Selain investasi, Gubernur NTB juga mendorong penyempurnaan sejumlah regulasi nasional agar pengembangan energi baru terbarukan berlangsung lebih cepat. Salah satunya dengan memberikan kewenangan kepada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk membangun sistem kelistrikan mandiri (off-grid) melalui pemberian wilayah usaha (Wilus).

Menurutnya, kebijakan tersebut akan mempercepat pemanfaatan potensi energi surya di kawasan seperti Mandalika yang memiliki tingkat radiasi matahari sangat tinggi dengan potensi pembangkit mencapai sekitar 100 MW.

Miq Iqbal juga mengusulkan agar pemerintah memberikan ruang bagi daerah untuk memasarkan listrik berbasis energi terbarukan secara lebih fleksibel, termasuk kepada konsumen secara langsung maupun pasar internasional, tanpa mengganggu sistem kelistrikan nasional.

“Ketika pemerintah memberikan ruang bagi pengembangan energi terbarukan, daerah juga perlu diberi keleluasaan agar mampu memanfaatkan potensi energi yang dimiliki untuk pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Pandangan tersebut mendapat dukungan dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang menegaskan kesiapan NTT menjadi pusat investasi energi baru terbarukan. Menurutnya, NTT memiliki potensi energi baru terbarukan sekitar 396 GW, didukung tingkat radiasi matahari yang tinggi serta musim kemarau yang panjang sehingga sangat prospektif untuk pengembangan energi surya.

Melki menegaskan Pemerintah Provinsi NTT siap memberikan kemudahan perizinan, kepastian tata ruang, penyediaan lahan, serta membangun ekosistem investasi yang kondusif bagi para investor.

Gagasan membangun kawasan Bali–NTB–NTT sebagai pusat energi bersih tidak hanya menawarkan solusi menuju kemandirian energi nasional, tetapi juga membuka peluang lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi hijau baru di Indonesia. Dengan potensi energi surya yang melimpah, dukungan pemerintah daerah, serta kolaborasi antardaerah, kawasan timur Indonesia berpeluang menjadi penggerak transisi energi sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.(sr/dkisntb)

Wakapolda NTB Buka Turnamen E-Sport Kapolda Cup 2026, 29 Tim Perebutkan Tiket ke Kapolri Cup

0

Wakapolda NTB Buka Turnamen E-Sport Kapolda Cup 2026, 29 Tim Perebutkan Tiket ke Kapolri Cup

Warta.in
Mataram, NTB – Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K., secara resmi membuka Turnamen E-Sport Kapolda Cup Road to Kapolri Cup 2026 tingkat Polda NTB yang digelar di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Rabu (15/07/2026).

Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan Mabes Polri sebagai wadah pembinaan generasi muda melalui olahraga elektronik (e-sport). Kompetisi dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat Polres/Polresta, tingkat Polda, hingga babak nasional yang akan digelar oleh Mabes Polri.

Dalam sambutannya, Wakapolda NTB menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang berhasil lolos mewakili kabupaten dan kota se-NTB. Ia berharap seluruh peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

“Selamat bertanding. Junjung tinggi sportivitas, tunjukkan kemampuan terbaik, dan jaga nama baik daerah yang diwakili,” pesan Brigjen Pol. Hari Nugroho.

Dalam penyelenggaraan kegiatan turnamen, Polda NTB bekerjasama dengan Indonesia Esports Association (IESPA) Provinsi NTB selalu yang membidangi Olahraga E-sport untuk memastikan profesionalitas pertandingan.

Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen E-Sport Kapolda Cup 2026, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menjelaskan bahwa seluruh peserta merupakan tim terbaik hasil seleksi yang digelar oleh masing-masing Polres jajaran Polda NTB.

“Masing-masing Polres mengirimkan tiga tim yang terdiri dari lima pemain. Dari 10 Polres jajaran Polda NTB, total terdapat 29 tim yang bertanding di tingkat Polda, karena ada satu Polres yang mengirimkan dua tim,” jelas Kombes Pol. Mohammad Kholid.

Ia menambahkan, tim yang berhasil meraih gelar juara pertama akan menjadi wakil resmi Polda NTB untuk berlaga pada ajang E-Sport Kapolri Cup 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan Mabes Polri.

“Kami berharap tim terbaik yang nantinya mewakili Polda NTB mampu bersaing di tingkat nasional dan mengharumkan nama daerah, sekaligus menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang positif dan kompetitif,” ujarnya.

Melalui turnamen ini, Polda NTB tidak hanya mencari tim terbaik untuk berlaga di tingkat nasional, tetapi juga ingin mendorong tumbuhnya ekosistem e-sport yang sehat, kompetitif, dan berkarakter, sehingga mampu menjadi wadah pengembangan bakat serta kreativitas generasi muda di Nusa Tenggara Barat.(sr/hpntb)

Andra Soni Tinjau Progres Pembangunan SMA Negeri 30, Targetkan 12 RKB Selesai Akhir 2026

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 15 Juli 2026  — Gubernur Banten Andra Soni meninjau langsung progres pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMA Negeri 30 Kabupaten Tangerang, Selasa (14/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan sarana pendidikan berjalan sesuai rencana sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh para peserta didik.

Dalam peninjauan tersebut, Andra Soni mengatakan SMA Negeri 30 Kabupaten Tangerang merupakan sekolah yang mulai dibangun pada tahun 2024 dan kini memasuki tahun ketiga penerimaan peserta didik baru. Seiring bertambahnya jumlah siswa setiap tahun, kebutuhan ruang belajar pun terus meningkat.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten pada Tahun Anggaran 2026 membangun sebanyak 12 ruang kelas baru yang ditujukan untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar.

“Sekolah ini pertama dibangun pada tahun 2024 dan sekarang memasuki tahun ketiga penerimaan siswa. Kebutuhan ruang kelasnya sedang dalam proses pembangunan. Ada 12 rombongan belajar yang dibangun tahun ini dan Insya Allah selesai pada akhir tahun,” ungkap Andra Soni.

Menurut Andra Soni, pembangunan ruang kelas baru merupakan bagian dari komitmen Pemprov Banten dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.

Ia menjelaskan, SMA Negeri 30 Kabupaten Tangerang berdiri di atas lahan seluas lebih dari dua hektare. Ke depan, sekolah tersebut diharapkan menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang representatif dengan kualitas bangunan yang baik serta didukung sarana dan prasarana yang memadai.

“Harapan kita, sekolah ini yang berdiri di atas lahan sekitar dua hektare lebih memiliki kualitas bangunan yang baik dan fasilitas yang baik untuk masyarakat, khususnya di wilayah Sukamulya,” katanya

Andra Soni juga berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar sesuai jadwal sehingga 12 ruang kelas baru dapat selesai pada akhir tahun 2026 dan segera digunakan oleh para siswa.

“Mohon dukungannya agar pembangunannya dapat berjalan lancar dan para siswa dapat merasakan manfaat dari pembangunan ini,” katanya.

Pembangunan ruang kelas baru di SMA Negeri 30 Kabupaten Tangerang diharapkan mampu mengakomodasi peningkatan jumlah peserta didik setiap tahun sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan kondusif. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Banten dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.(WartainBanten)

Rotua Wendeilyna Simarmata : Paralegal Sebagai Pendamping Hukum Pencari Keadilan di Kab Samosir

0

Samosir, warta.in – Di Kabupaten Samosir, tidak semua warga memiliki akses mudah ke pengacara. Masalah biaya, jarak, dan kurangnya informasi sering jadi kendala saat masyarakat berhadapan dengan persoalan hukum.

Di sinilah peran Paralegal hadir sebagai pendamping hukum yang paling dekat dengan masyarakat.

Salah satu Paralegal Profesional di Samosir adalah Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata, MSi (CMed CPP CIJ CPW) yang telah menyandang gelar CPP – Certified Paralegal Profesional.

Siapa Itu Paralegal?
Paralegal adalah tenaga pendamping hukum non-advokat. Tugasnya membantu masyarakat memahami, mengurus, dan menyelesaikan permasalahan hukum dasar di bawah pengawasan advokat.

Perlu digaris bawahi : Paralegal bukan pengacara. Paralegal tidak boleh beracara di pengadilan.
Tapi Paralegal boleh:
1. Mendampingi masyarakat dalam proses hukum
2. Membuat surat-surat yaitu : surat kuasa, surat pernyataan, surat pengaduan
3. Memberi penyuluhan hukum dengan bahasa yang mudah dimengerti
4. Melakukan mediasi untuk damai sebelum perkara ke pengadilan

Sederhananya: Kalau advokat itu “dokter spesialis hukum”, paralegal itu “mantri hukum” yang tinggal di tengah-tengah masyarakat.

Akses keadilan masih menjadi persoalan besar bagi masyarakat di desa. Jarak ke pengadilan jauh, biaya mahal, dan kurangnya informasi membuat banyak warga memilih diam saat haknya dilanggar. Untuk menjawab itu, hadir sosok Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata, MSi (CMed CPP CIJ CPW) yang biasa disapa Wendy sebagai Paralegal Bersertifikat yang berkomitmen menjadi jembatan antara masyarakat dan hukum.

Apa Itu Paralegal ?
Paralegal adalah tenaga pendamping hukum yang telah mengikuti pelatihan resmi.
Berdasarkan UU No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum dan Permenkumham No. 3 Tahun 2021, paralegal bertugas memberikan bantuan hukum secara non-litigasi.
Paralegal bukan advokat. Tapi perannya sangat vital, terutama di daerah yang minim tenaga hukum
Peran Paralegal untuk Masyarakat Samosir :
1. Penyuluhan Hukum
2. Memberi edukasi tentang hak warga, prosedur hukum, dan cara mencegah konflik
3. Pendampingan Administrasi
4. Membantu membuat surat pengaduan, surat kuasa, dan dokumen ke kantor desa hingga pengadilan
5. Mediasi & Negosiasi
6. Menyelesaikan sengketa secara kekeluargaan. Sejalan dengan nilai Dalihan Natolu. Konsultasi Hukum Awal. Memberi arahan gratis sebelum perkara masuk ke ranah hukum formal. Merujuk ke LBH/Advokat. Menghubungkan warga tidak mampu dengan bantuan hukum prodeo. Wendy Simarmata, selain menyandang gelar CPP – Certified Paralegal Profesional, Wendy Simarmata juga ditetapkan sebagai Mediator Non Hakim di PN Balige dan PN Sei Rampah berdasarkan Perma No. 1 Tahun 2016. Bukti komitmennya: Pada Desember 2025, Wendy Simarmata menempuh perjalanan 11 jam dari Samosir ke PN Mandailing Natal demi agenda mediasi, walau harus melewati jalan longsor di Batu Jomba. “Profesi ini butuh pengendalian emosi. Tapi saya lakukan karena masyarakat berhak dapat keadilan,” ujar Wendy Simarmata.
7. Mengapa Kita Butuh Paralegal ? Mempermudah Akses: Tidak perlu ke kota besar. Bantuan dimulai dari desa. Efisien & Murah. Mediasi bisa selesai dalam hitungan minggu, bukan tahun.
8. Meningkatkan Kesadaran Hukum: Agar masyarakat tidak takut, tapi paham hukum.

Dengan kombinasi kompetensi sebagai Paralegal, Mediator Non Hakim, Jurnalis, dan Penulis Profesional, Wendy Simarmata bersama Media Online Tarombo TV Media berkomitmen mengedukasi hukum kepada masyarakat.”Hukum itu untuk dipahami bersama, bukan untuk ditakuti”

Butuh Pendampingan ?
Dr drh Rotua Wendeilya Simarmata MSi (CMed CPP CIJ CPW)
Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Dusun 3 Alngit, Kec. Pangururan, Kab. Samosir
WA : 0815 3383 9980

Peran Paralegal untuk Masyarakat Samosir
Banyak kasus di Samosir yang bisa dibantu paralegal, seperti:
1. Sengketa tanah dan waris
2. Kekerasan Dalam Rumah Tangga – KDRT
3. Administrasi kependudukan dan surat menyurat
4. Penyelesaian adat yang butuh kepastian hukum

“Kehadiran paralegal diharapkan bisa mendekatkan akses keadilan. Saya bertugas membantu, mendampingi, dan mengedukasi agar masyarakat tidak takut dengan hukum,” ujar Rotua Wendeilyna Simarmata.

Dasar Hukum Paralegal
Peran paralegal sudah diakui negara melalui:
1. UU No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum – Negara wajib beri bantuan hukum cuma-cuma
2. Permenkumham No. 3 Tahun 2021 – Mengatur syarat, sertifikasi CPP, dan kode etik paralegal
3. UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat
4. Peraturan MA – Mengizinkan pendampingan non-advokat di peradilan adat

Paralegal legal dan dilindungi UU asal memiliki sertifikat dan bekerja di bawah OBH/LBH.

Kenapa Ini Penting di Samosir?
Karena hukum harus bisa dijangkau semua orang. Bukan hanya yang mampu bayar pengacara.
Paralegal menjadi jembatan antara adat, masyarakat, dan hukum negara.

Seperti Umpasa Batak:
“Uhum na tigor, sai mangaramoti na metmet. Uhum na tohonon, sai mangolu di tonga ni huta.”
Artinya: Hukum yang benar melindungi yang kecil. Hukum yang dipercaya, hidup di tengah kampung.

Dengan adanya Paralegal Profesional bersertifikat CPP di Samosir, diharapkan masyarakat semakin berani mencari keadilan dan menyelesaikan masalah secara damai. (red)

hari pertama masuk sekolah MPLS tahun ajaran baru 2026/2027 SD NEGERI 01 MUKTIWARI

0

Bekasi. Muktiwari Hari ini, Rabu, 15 Juli 2026, suasana ceria dan penuh haru mewarnai hari pertama masuk sekolah (Hari Pertama Sekolah/HPS) tahun ajaran baru 2026/2027 . SD Negeri 01 Muktiwari i desa Muktiwari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

Sejak pukul 06.00 WIB, gerbang sekolah sudah dipadati oleh para siswa baru yang didampingi orang tua mereka.

Bagi anak-anak yang baru menginjak bangku Sekolah Dasar (SD), hari ini menjadi babak baru yang penuh dengan cerita unik dan menggemaskan.

Langkah Pertama di Gerbang Sekolah Di SD Negeri 01 Muktiwari, pemandangan hangat terlihat saat kepala sekolah dan para guru berbaris rapi menyambut siswa di gerbang.

Mereka memberikan senyuman terbaik, menyapa ramah, untuk mencairkan ketegangan anak-anak.

Sebagian besar anak tampil percaya diri dengan seragam merah – putih yang masih kaku dan tas punggung baru yang tampak besar di tubuh mungil mereka. Namun, tidak sedikit pula anak kelas 1 yang mendadak pemalu.

Beberapa di antaranya tampak menggenggam erat tangan orang tua nya , bahkan ada yang sempat menangis enggan dilepas saat bel berbunyi.Transisi Menyenangkan Tanpa CalistungSesuai dengan kebijakan Kemendikdasmen mengenai transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, hari pertama ini sama sekali tidak menyentuh materi pelajaran berat. Tidak ada tes calistung (membaca, menulis, berhitung).Hari ini sepenuhnya diisi dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang seru. Kegiatan dimulai dengan Keliling Sekolah.

Guru mengajak anak-anak melihat ruang kelas, perpustakaan, toilet, dan UKS.Permainan Edukatif. Sesi tebak nama dan bernyanyi bersama untuk saling mengenal teman sekelas.

Deklarasi Anti-Bullying: Pengenalan dasar tentang cara berteman yang baik dan saling menyayangi sejak dini.

Harapan Orang Tua dan Guru. Bagi para orang tua, melepas anak di hari pertama SD membawa campur aduk perasaan antara bangga dan cemas. Banyak orang tua yang bertahan di luar pagar sekolah, mengintip dari balik jendela, atau mengabadikan momen lewat kamera ponsel mereka.”Rasanya haru melihat anak saya sudah pakai seragam SD. Tadi pagi dia semangat sekali bangun subuh. Semoga dia bisa cepat beradaptasi dan betah di kelas barunya,” ujar salah satu wali murid dengan mata berkaca-kaca.Pihak sekolah memastikan bahwa selama dua minggu ke depan, fokus utama adalah membangun kenyamanan psikis anak.

Dengan pendekatan yang ramah anak, diharapkan hari pertama sekolah ini menjadi memori indah yang memicu semangat belajar mereka hingga bertahun-tahun ke depan. Selamat belajar untuk seluruh anak didik baru

Salam santun salam hormat salam satu pena Dika wong reang

Polsek Ngimbang Gelar Kegiatan Binlu Pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) Di SMA N 1 Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Kegiatan Binlu Pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) Di SMA N 1 Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in.– Dalam rangka Antisipasi Kenakalan raja pada usia Sekolah, Polsek Ngimbang menggelar
pembinaan / penyuluhan tentang Bahaya Penyalahgun dan Narkoba dan kenakalan Remaja pada Anak Sekolah di SMA Negeri 1 Ngimbang pada Hari Selasa (14/07/2026)
pukul 08.00 Wib s/d selesai

Kegiatan Bimbingan penyuluhan di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang Aipda Erwan Subekti Kanit Binmas dan
Aipda Dian Prasetyo, S. H Kanit Reskrim.

Dengan Sasaran yaitu untuk memberi pemahaman tentang disiplin dan bahaya Narkoba dan kenakalan remaja kepada
Siswa /Siswi SMAN 1 Ngimbang

Kapolsek Ngimbang AKP andriam Permana, S. Tr.K.S.I.K, lewar K anit Reskrim Aipda Dian Prasetya, S.H,memberikan pemahaman dan menjelaskan
tentang bahaya narkoba dan cara pencegahan dalam penanggulangan Serta pencegahan kenalan Remaja

Peran serta Orang tua,Guru dan bekal agama yang kuat diperlukan guna membentengi diri dari bahaya penyalahgunaan narkoba

Acara Kegiatan berjalan lancar dan kondusuf
pewarta: roy

Polsek Ngimbang Gelar Gerakan Aksi Nyata Penguatan Transisi Paud Ke SD( GERAI SI DILAN ) MPLS Tahun 2026

0

Polsek Ngimbang Gelar Gerakan Aksi Nyata Penguatan Transisi Paud Ke SD( GERAI SI DILAN ) MPLS Tahun 2026

LAMONGAN//Warta.in – Dalam rangka pengenalan pada Anak usia Polsek Ngimbang menggelar kegiatan
Gerakan aksi nyata penguatan transisi PAUD Ke SD yang menyenangkan di Lamongan ( GERAI SI DILAN )

Kegiatan serentak se kabuoaten Lamongan MPLS Ramah Tahun ajaran 2026/ 2027. Mewujudkan budaya Sekolah nyaman dan aman di SDN Desa Slaharwotan Kecamatan Ngimbang.pada Hari Selasa (14/07/2026)

Hadir dalam kegiatan tersebut Anton sujarwo., S.pd. MM Camat Ngimbang bersama bunda paud kecamatan Ngimbang,
Lilik., S.pd Korwil bid pendidikan, Agus tri s, Kepala Desa Slaharwotan,
Ipda Istiono Wakapolsek, Erwan Subekti Kanit Binmas,
Junik., S.pd Kepala sekolah TK Dharma wanita Slaharwotan,
Wahyu luri s., S.Kel. Kepala sekolah KB Dwi Sartika dan
Tokoh Masyarakat Desa Slaharwotan serta
Perwakilan wali murid Sekecamatan Ngimbang

Rangkaian kegiatan acara yaitu,
1.Pembukaan
2.Menyanyikan lagu indonesia raya
3.Pembacaan ikrar
4.Sambutan Camat Ngimbang
5.Sambutan Kepala Desa Slaharwotan
6.Sambutan Kepala Skolah TK Dharma wanita Slaharwotan.
7.Penutup dan Doa
Kegiatan tersebut berjalan tertip dan lancar serta aman

Pewarta: roy

Gencar Patroli Blue Light Polsek Ngimbang Aktifkan Siskamtibmas Di Daerah Rawan Kriminal

0

Gencar Patroli Blue Light Polsek Ngimbang Aktifkan Siskamtibmas Di Daerah Rawan Kriminal

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Selasa (14/07/2026)

Kegiatan dlaksanakan pukul 21.00 wib di laksanakan oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R, Aiptu Deni dan Aiptu Briptu Andika untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di Jalan raya poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, Swalan R3 Kambangan dan Terminal Ngimbang

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr.K.S.I.K, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)

Polsek Ngimbang Gencar Patroli Blue Light Polsek Ngimbang Guna Menjaga Siskamtibmas Di Daerah Rawan Kriminal

0

Polsek Ngimbang Gencar Laksanakan Patroli Blue Light Polsek Ngimbang Guna Menjaga Siskamtibmas Di Daerah Rawan Kriminal

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Selasa (14/07/2026)

Kegiatan dlaksanakan pukul 21.00 wib di laksanakan oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R, Aiptu Deni dan Aiptu Briptu Andika untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di Jalan raya poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, Swalan R3 Kambangan dan Terminal Ngimbang

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr.K.S.I.K, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)