Warta.in, Jember – Di balik peristiwa pencurian beras, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu yang berusaha bertahan di tengah kerasnya kehidupan. Sunani (45), seorang janda dengan tiga anak, harus menghadapi kenyataan bahwa kebutuhan hidup terus berjalan, sementara pekerjaan dan penghasilan yang dapat diandalkan tidak lagi dimilikinya.
Dalam kondisi ekonomi yang sulit dan terdesak kebutuhan sehari-hari, Sunani nekat mengambil beras di sebuah toko sembako di salah satu kawasan perumahan di Jember. Tindakan tersebut menjadi persoalan hukum yang harus dihadapinya. Namun, di balik peristiwa itu, terdapat sisi kehidupan yang menggambarkan beratnya perjuangan seorang ibu dalam memenuhi kebutuhan keluarganya.
Kisah Sunani kemudian mendapat perhatian melalui pendekatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan. Tergerak oleh semangat kepedulian, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M.H., memberikan bantuan modal usaha agar Sunani memiliki kesempatan untuk kembali bangkit dan menata kehidupan bersama ketiga anaknya.
Tak hanya itu, Polres Jember juga menyelesaikan persoalan hukum yang dihadapi Sunani melalui pendekatan Restorative Justice (keadilan restoratif). Sebagai bentuk kepedulian lanjutan, bantuan sembako turut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
Bantuan tersebut disampaikan secara langsung melalui Kasat Lantas Polres Jember AKP Ade Andini.STH.SIK.MH., Selasa (3/11/2026). Langkah ini menjadi gambaran bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak semata-mata menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga berupaya menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian sekaligus upaya memberikan kesempatan kepada Sunani untuk memperbaiki keadaan dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik.
“Di balik setiap persoalan, selalu ada sisi kemanusiaan yang perlu kita lihat. Kami berharap bantuan modal usaha ini dapat menjadi langkah awal bagi Ibu Sunani untuk kembali menata kehidupan, membuka usaha, dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya dengan cara yang lebih baik. Bantuan sembako ini juga diharapkan dapat meringankan beban keluarga untuk sementara waktu,” ujarnya.
Lebih dari sekadar bantuan materi, perhatian tersebut menjadi pesan bahwa seseorang yang pernah melakukan kesalahan tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata masa depan. Pendekatan keadilan restoratif juga menjadi salah satu upaya penyelesaian persoalan hukum dengan mempertimbangkan nilai keadilan dan kemanusiaan.
Bagi Sunani, bantuan yang diterimanya bukan sekadar modal usaha ataupun sejumlah kebutuhan pokok. Di tengah kehidupan yang penuh keterbatasan, perhatian tersebut menjadi secercah harapan untuk kembali berusaha dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
Kisah ini sekaligus mengingatkan bahwa penegakan hukum dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan. Polri tidak hanya hadir untuk menegakkan aturan, tetapi juga berupaya merangkul masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan kesempatan untuk bangkit.
Sebab, di balik seragam dan tugas pengabdian, terdapat tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan serta memberikan ruang bagi setiap orang yang memiliki keinginan untuk memperbaiki kehidupannya.














