Beranda blog

Operasi Razia Narkoba di Talang Donok: Pelaku Berhasil Kabur, 40 Paket Diduga Sabu & 3 Sepeda Motor Disita.

0

Warta.in-Lebong, Bengkulu.

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lebong melakukan penggerebekan terkait dugaan peredaran narkotika di Desa Talang Donok, Kecamatan Topos, pada Selasa dini hari (8/9/2026). Meskipun para pelaku berhasil kabur sebelum ditangkap, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 40 paket diduga sabu dan tiga unit sepeda motor,Jum’at (11/9/26).

Penggerebekan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkoba di wilayah tersebut. Setelah tim melakukan pengintaian, operasi pun segera dilaksanakan. Namun saat petugas mendekati lokasi rumah sasaran, terdengar suara orang melarikan diri ke arah bagian belakang bangunan. Tim yang didampingi Penjabat Kepala Desa beserta suaminya segera melakukan pengejaran, namun pelaku berhasil lolos.

Kasat Reserse Narkoba Polres Lebong, Iptu Nur Huda, menjelaskan bahwa dari lokasi tersebut berhasil disita barang bukti berupa 40 paket diduga sabu — terdiri dari 39 paket ukuran kecil dan satu paket berukuran sedang — serta tiga unit sepeda motor yang diduga milik para pelaku.

“Karena target operasi berhasil melarikan diri, Pj Kades Talang Donok beserta suaminya dan empat warga yang berada di lokasi dimintai keterangan di Polsek Rimbo Pengadang selaku saksi peristiwa,” ujar Nur Huda.

Berdasarkan keterangan para saksi, diperkirakan terdapat empat orang yang berada di dalam rumah tersebut saat digerebek, namun semuanya sudah lebih dulu melarikan diri. Hingga saat ini, identitas para pelaku sudah diketahui dan pihak kepolisian terus melakukan pengejaran.

Isu Uang Rp,60 Juta Diluruskan: Tidak Benar, Tidak Ada Transaksi.

Di tengah beredarnya informasi terkait dugaan penyerahan uang damai sebesar Rp,60 juta yang dikaitkan dengan warga yang dimintai keterangan, Kasat Resnarkoba memberikan penjelasan sekaligus meluruskan kabar tersebut.

Nur Huda menjelaskan bahwa karena Pj Kades Talang Donok adalah perempuan, maka suaminya, Ahmad Tanto, diminta hadir untuk menyaksikan jalannya penggerebekan bersama empat warga sekitar yang dijadikan saksi. Keempat warga tersebut berstatus saksi, bukan tersangka, dan setelah keterangan diambil, semuanya diperbolehkan pulang.

“Perlu diluruskan: keempat orang ini adalah saksi, bukan pihak yang diamankan. Terkait isu uang Rp60 juta, saya pastikan informasi itu tidak benar. Silakan konfirmasi langsung kepada keluarga saksi dan Pak Tanto,” tegasnya.

Ahmad Tanto pun memberikan klarifikasi terkait hal tersebut. Ia membenarkan adanya penggerebekan dan dirinya beserta warga dimintai keterangan, namun membantah tegas soal adanya penyerahan uang.

“Saya beserta keluarga dan warga lainnya tidak pernah memberikan uang seperti yang beredar. Kami siap dikonfirmasi kapan saja, dan saat ini kami juga turut membantu mencari keberadaan pelaku,” Jelas Ahmad Tanto (Suami dari Pjs Kades).

Pernyataan senada disampaikan Opan Jaya, kakak kandung salah satu saksi, bersama keluarga lainnya. Mereka menegaskan tidak ada sepeser pun uang yang diserahkan, baik kepada Ahmad Tanto maupun kepada pihak kepolisian.

“Kami tidak ada pemberian uang sepeser pun, baik kepada suami Pj Kades maupun kepada pihak Polri,” tegas Opan Jaya.

Pihak kepolisian menegaskan tetap berkomitmen penuh untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Lebong, dan operasi pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri masih terus dilakukan.

(Tim Redaksi).

*Model Ideal Diplomasi Tetangga: Hubungan Maroko-Spanyol dan Penguatan Stabilitas Geopolitik Global*

0

*Model Ideal Diplomasi Tetangga: Hubungan Maroko-Spanyol dan Penguatan Stabilitas Geopolitik Global*

Rabat – Dinamika hubungan internasional di kawasan Laut Tengah kembali menunjukkan preseden penting bagi perdamaian dunia. Kementerian Luar Negeri, Kerjasama Afrika, dan Warga Maroko di Luar Negeri memberikan penegasan komprehensif mengenai perkembangan terbaru hubungan bilateral antara Kerajaan Maroko dan Kerajaan Spanyol. Dalam pernyataan resminya, Maroko menegaskan komitmennya untuk terus membina hubungan berbasis kesetaraan, saling percaya, pemahaman politik, serta kemitraan strategis di bidang ekonomi dan keamanan.

Sikap kedaulatan Maroko ini mencapai puncaknya sejak dilakukannya Deklarasi Bersama pada 7 April 2022, pascapertemuan bersejarah antara pimpinan tertinggi Maroko, Yang Mulia King Mohammed VI dan Perdana Menteri Spanyol, H.E. Pedro Sanchez. Deklarasi ini membuka babak baru hubungan kedua negara yang bertumpu pada dialog berkelanjutan, kemitraan saling menguntungkan, serta penghormatan atas kedaulatan masing-masing.

Pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Maroko yang dikeluarkan pada Kamis, 10 September 2026, menekankan hal penting bahwa berkat pendekatan yang proaktif dan tenang, kedua negara mampu mengidentifikasi perbedaan tanpa terjebak dalam upaya menciptakan fakta sepihak (fait accompli). Capaian nyata terlihat jelas di sektor ekonomi, di mana Spanyol menjadi mitra ekonomi utama Maroko, sementara Maroko berdiri sebagai mitra dagang terbesar kedua bagi Spanyol di luar kawasan Uni Eropa. Di bidang keamanan, kolaborasi erat kedua negara telah berhasil membongkar berbagai jaringan terorisme dan kejahatan lintas negara, meminimalisasi potensi ancaman keamanan di kawasan Semenanjung Iberia dan Afrika Utara.

Terkait isu migrasi dan insiden yang terjadi pada Juli 2026 lalu, Maroko menegaskan perlunya investigasi menyeluruh untuk mengungkap fakta secara objektif. Pemerintah Maroko menyesalkan adanya narasi kaku dari segelintir lingkaran politik dan media di Spanyol yang memanfaatkan isu Maroko demi kepentingan politik domestik dan kontestasi pemilu.

Maroko secara tegas menolak dijadikan komoditas politik (political pawn) maupun kambing hitam dalam perselisihan internal negara tetangganya. Kementerian Luar Negeri Maroko mengingatkan bahwa kedekatan geografis adalah realitas yang abadi yang tidak mungkin diubah. Keberanian serta visi para pemimpin politiklah yang mampu mengubah geografi tersebut menjadi aset masa depan, bukan justru membutakan strategi diplomasi yang berujung pada kecurigaan kronis.

Perkembangan diplomasi di kawasan Afrika Utara dewasa ini mendapat sambutan hangat dari Indonesia. Wilson Lalengke, Presiden Indonesia-Sahara-Morocco Brotherhood (Persisma), menyampaikan rasa sukacita dan apresiasi yang mendalam atas kemajuan hubungan Maroko-Spanyol dalam mengatasi berbagai tantangan bersama.

Wartawan senior Indonesia ini menilai bahwa dinamika hubungan Maroko dan Spanyol merupakan contoh teladan (role model) yang sangat luar biasa bagi dunia internasional dalam menyelesaikan sengketa kawasan, isu perbatasan, maupun dinamika migrasi antarnegara.

“Persisma merasa bangga dan bersyukur melihat bagaimana Kerajaan Maroko di bawah kepemimpinan King Mohammed VI mengedepankan kebijaksanaan, transparansi, dan ketegangan diplomatik yang elegan. Model kemitraan Maroko-Spanyol ini membuktikan bahwa perbedaan tidak harus berujung pada konflik, melainkan dapat diselesaikan melalui dialog yang jujur, saling menghormati, dan pragmatisme yang berorientasi pada kesejahteraan bersama,” ujar Wilson Lalengke dari Jakarta, Jumat, 11 September 2026.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketum PPWI itu menambahkan bahwa sikap Maroko yang menolak dijadikan alat politik domestik oleh pihak luar menunjukkan kematangan bernegara yang patut dicontoh oleh negara-negara lain di dunia, terutama dalam mengelola kawasan perbatasan yang rentan benturan geopolitik.

Pendekatan diplomasi yang ditunjukkan oleh Maroko dan Spanyol sejalan dengan pandangan para pemikir besar dunia mengenai hubungan antarnegara dan etika ketetanggaan. Filsuf Jerman abad ke-18, Immanuel Kant (1724-1804), dalam karyanya _Toward Perpetual Peace_ (Menuju Perdamaian Abadi), menekankan prinsip _Hospitality_ (Keramahan Universal) dan pentingnya hukum antarnegara yang saling mengikat demi mencegah permusuhan permanen.

Kant menyatakan bahwa kedekatan geografis memaksa manusia dan bangsa-bangsa untuk saling berdampingan secara damai. Keberhasilan Maroko dan Spanyol mengelola perbatasan Laut Tengah menunjukkan penerapan konkret dari filosofi Kantian ini, di mana batas wilayah tidak dijadikan tembok pemisah, melainkan jembatan kerja sama.

Sementara itu, dalam filsafat hubungan internasional yang berakar pada pemikiran Realisme Etis (_Ethical Realism_), seperti yang dicetuskan oleh Reinhold Niebuhr (1892-1971), diplomasi yang efektif menuntut kejujuran intelektual dan kemampuan untuk melihat kepentingan bersama di atas ego politik jangka pendek. Ketika sebuah negara mampu menundukkan retorika populisme demi menjaga stabilitas kawasan, hal tersebut merupakan cerminan dari akal sehat (_common sense_) dan keberanian politik yang tertinggi.

Langkah strategis Kerajaan Maroko dalam mempertahankan dialog yang tenang dan objektif bersama Spanyol mempertegas posisinya sebagai pilar stabilitas di kawasan Mediterania. Keberhasilan model diplomasi ini memberikan harapan baru bahwa dinamika geopolitik global dapat dikelola secara bermartabat, damai, dan saling menguntungkan. (TIM/Red)

Kapolda NTB Turun Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Gili Trawangan

0

Kapolda NTB Turun Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Gili Trawangan

Warta.in
Mataram, NTB – Kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan kembali diwujudkan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda NTB, turun langsung ke Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kabupaten Lombok Utara, untuk memimpin pendistribusian air bersih bagi masyarakat, Kamis (10/09/2026).

Sebanyak 15 ribu liter air bersih disalurkan kepada warga yang dalam beberapa hari terakhir mengalami kesulitan mendapatkan air akibat dampak kekeringan.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian koordinasi yang sebelumnya dilakukan Polda NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan sejumlah stakeholder terkait. Koordinasi itu membahas langkah penanganan kondisi kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat di Gili Trawangan tetap terpenuhi.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., mengatakan, sebelumnya Polda NTB telah menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan stakeholder terkait untuk membahas dampak kekeringan di Desa Gili Indah, khususnya kondisi masyarakat Gili Trawangan yang kesulitan memperoleh air bersih.

Tidak berhenti pada koordinasi dengan pemerintah daerah, Polda NTB kemudian melanjutkan langkah tersebut dengan berkoordinasi bersama perusahaan yang menangani pasokan air bersih bagi masyarakat Gili Trawangan.

Dari hasil koordinasi tersebut, PT TCN menyatakan kesediaannya untuk kembali mengoperasikan pasokan air bersih bagi masyarakat. Langkah itu dilakukan berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Pemerintah Provinsi NTB, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).

“Hari ini Kapolda turun langsung melakukan pendistribusian air bersih bagi warga di Gili Trawangan. Hal ini sebagai tindak lanjut dari hasil koordinasi yang dilakukan Polda NTB sebelumnya, sambil menunggu kesiapan perusahaan yang mengelola pasokan air bersih di wilayah tersebut beroperasi kembali,” ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid.

Menurutnya, pendistribusian air bersih tersebut bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga bagian dari upaya Polri memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

“Beberapa hari terakhir masyarakat di beberapa wilayah Gili Trawangan sulit mendapatkan air bersih. Untuk menjaga agar kamtibmas tidak terganggu, Polda NTB melakukan pendistribusian 15 ribu liter air bersih. Selain pendistribusian air bersih, berbagai koordinasi juga terus dilakukan Polda NTB sebagai langkah penanganan kekeringan di wilayah tersebut,” jelasnya.

Kehadiran langsung Kapolda NTB di tengah masyarakat menjadi pesan bahwa persoalan kebutuhan dasar warga mendapat perhatian serius. Di tengah kondisi sulit akibat kekeringan, Polri tidak hanya hadir melalui aspek keamanan, tetapi juga memberikan bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Kombes Pol. Kholid berharap langkah tersebut dapat memberikan dampak positif dan meringankan beban masyarakat Gili Trawangan yang sedang menghadapi kesulitan air bersih.

“Kehadiran Polri di masa sulit seperti ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ini juga membuktikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah,” pungkasnya.(sr/hpntb)

Perkuat Gerakan Sosial dan Keagamaan, DKM Al Qolam PWI Bekasi Raya Gandeng Rumah Zakat

0

warta.in Bekasi ◊ Jum’at 11 September 2026

*KOTA BEKASI* — Pengurus DKM Al Qolam PWI Bekasi Raya melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Rumah Zakat Bekasi Raya di Sekretariat Rumah Zakat, Jalan Pahlawan, Duren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jumat (11/9/2026).

Audiensi tersebut dihadiri Ketua DKM Al Qolam PWI Bekasi Raya, Muhammad Dirham bersama Sekretaris Jim Kuncoro, didampingi Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H.

Pertemuan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergitas antara DKM Al Qolam PWI Bekasi Raya dengan Rumah Zakat Bekasi Raya, khususnya dalam pelaksanaan berbagai program sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DKM Al Qolam, Muhammad Dirham, memaparkan sejumlah program dan rencana kegiatan DKM, baik di bidang keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus membangun sinergitas dengan Rumah Zakat. DKM Al Qolam memiliki sejumlah program kegiatan sosial dan keagamaan yang ke depan tentunya membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Dirham.

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., mengapresiasi terbangunnya komunikasi antara DKM Al Qolam dengan Rumah Zakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kegiatan sosial dan keagamaan yang selama ini dikembangkan di lingkungan PWI Bekasi Raya dan masyarakat sekitar.

“Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti sebatas silaturahmi. Ada sinergitas yang dapat dibangun melalui program-program konkret dan berkelanjutan, terutama kegiatan sosial, keagamaan dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan,” kata Ade.

Menurut Ade, keberadaan DKM Al Qolam tidak hanya diharapkan menjadi wadah kegiatan ibadah, tetapi juga dapat mengambil peran sosial di tengah masyarakat.

“Masjid atau musholla memiliki fungsi yang luas. Selain sebagai tempat ibadah, juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan dan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, kami mendukung DKM Al Qolam membangun jejaring dan bersinergi dengan lembaga-lembaga yang memiliki visi sosial dan kemanusiaan,” tambahnya.

Sementara itu, Branch Manager Rumah Zakat Bekasi, Ahmad Sadam Bustomi, menyambut baik kehadiran Pengurus DKM Al Qolam PWI Bekasi Raya. Rumah Zakat menyatakan kesiapan untuk membangun sinergi dalam berbagai kegiatan yang memungkinkan untuk dikolaborasikan.

“Rumah Zakat sangat menyambut baik tujuan kolaborasi ini. Semoga menjadi awal agar syiar dan informasi tentang berbagai program kebaikan kita dapat semakin luas sampai kepada masyarakat,” ungkap Sadam.

Dalam audiensi tersebut, Rumah Zakat juga menyosialisasikan Infak.id, sebagai platform yang dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan dan gerakan kebaikan berbasis digital.

Melalui pertemuan tersebut, DKM Al Qolam PWI Bekasi Raya dan Rumah Zakat Bekasi Raya berharap komunikasi yang telah terbangun dapat ditindaklanjuti dengan sinergi dan program nyata di bidang sosial maupun keagamaan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.

(Alpin A.S)

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

0

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

Warta.in
Mataram,NTB – Setelah resmi menandatangani Nota Kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rapat paripurna pertama tentang nota keuangan dan perubahan rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 menyerahkan dokumen penjelasan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB di ruang sidang DPRD kantor Gubernur, Jumat (11/09/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal atau Miq Iqbal, dalam penjelasannya yang dibacakan Sekretaris Daerah, Abul Chair menyampaikan, berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah menuntut perubahan kebijakan anggaran yang dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi fiskal daerah, sekaligus memastikan program pembangunan tetap berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Di tengah berbagai tantangan fiskal, kita dituntut untuk semakin bijak dalam mengelola keuangan daerah. Setiap kebijakan anggaran harus diarahkan pada program-program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung prioritas pembangunan daerah,” jelas Sekda.

Dalam postur rancangan APBD Tahun Anggaran 2026, pendapatan daerah dianggarkan sebesar Rp5,68 triliun lebih atau mengalami kenaikan sebesar 1,08 persen dibandingkan APBD Murni Tahun Anggaran 2026 yang sebelumnya sebesar Rp5,62 triliun lebih.

Sementara itu, belanja daerah direncanakan sebesar Rp6,52 triliun lebih atau bertambah sekitar Rp319 miliar lebih dibandingkan APBD Murni Tahun Anggaran 2026.

Adapun dalam rancangan perubahan tersebut terdapat defisit anggaran sebesar Rp399 miliar lebih yang akan ditutup melalui pembiayaan netto bersumber dari penerimaan pembiayaan, termasuk Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), serta pengeluaran pembiayaan untuk pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo.

Pemprov menegaskan, kebijakan anggaran harus dikelola secara transparan, akuntabel dan berorientasi pada kepentingan masyarakat serta keberlanjutan pembangunan daerah.

“Perubahan ini untuk tujuan bersama dalam akselerasi pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan dan pengembangan destinasi wisata berkualitas berkelanjutan”, tambahnya.

Saat ini, lanjutnya pembenahan tata kelola pemerintahan dalam mitigasi korupsi akibat kelemahan sistem dilakukan berbasis risiko. (sr/dkisntb)

Galuh kekeuh sidak disdik Kota,begini penjelasan bagian aset

0

Kota Sukabumi – Keberadaan aset hasil bongkaran dari program revitalisasi 14 Sekolah Dasar (SD) di Kota Sukabumi menjadi sorotan publik dan perbincangan hangat di lingkungan pendidikan. Aset berupa kusen, besi, baja ringan, hingga material lain hasil pembongkaran bangunan sekolah dipertanyakan keberadaan dan pengelolaannya.

Daniel, yang menangani bidang aset pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, menjelaskan bahwa sebagian aset hasil bongkaran telah diamankan dan didata. Ia bahkan memperlihatkan sejumlah material yang telah terkumpul sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Menurut Daniel, aset yang telah diamankan meliputi kusen, besi tertentu, dan material lainnya. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah aset berupa besi dan baja yang belum seluruhnya diangkut karena masih dalam proses pengambilan dari lokasi revitalisasi sekolah.

“Kami sudah berupaya mengamankan aset pendidikan yang ada. Untuk beberapa material seperti besi dan baja memang masih dalam tahap pengambilan dari lokasi pekerjaan. Karena itu, proses pengamanan aset belum sepenuhnya selesai,” ujarnya.

Daniel menegaskan pihaknya akan terus melakukan penelusuran dan pengawasan terhadap seluruh aset hasil bongkaran agar tidak terjadi penyimpangan.

“Apabila ada informasi atau temuan di lapangan yang berkembang di luar data yang kami miliki, akan terus kami telusuri. Aset yang sudah diamankan juga tetap dijaga,” tambahnya.

Di sisi lain, anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Galuh, menyatakan masih mempertanyakan keberadaan aset berupa besi dan baja hasil bongkaran dari revitalisasi 14 SD tersebut. Menurutnya, pengelolaan aset negara harus dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya tetap mempertanyakan besi dan baja bekas bongkaran dari 14 SD ini berada di mana. Semua aset daerah harus jelas pencatatan dan keberadaannya,” tegas Galuh.

Politisi Komisi III tersebut juga menyatakan akan melakukan pengawasan langsung terhadap pengelolaan aset pendidikan dengan berkoordinasi dan melakukan inspeksi ke Dinas Pendidikan Kota Sukabumi.

“Saya akan terus mengawasi persoalan ini dan dalam waktu dekat berencana melakukan sidak ke Dinas Pendidikan Kota Sukabumi untuk memastikan pengelolaan aset berjalan sesuai aturan,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, proses pengangkutan dan pendataan sebagian aset hasil bongkaran revitalisasi sekolah masih berlangsung. DPRD meminta Dinas Pendidikan memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik guna menghindari munculnya spekulasi serta memastikan seluruh aset daerah tercatat dan dikelola sesuai ketentuan yang berlaku.(Alfi yonimar)

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

0

Warta In

“Tanjung Enim,muara enim,11 September 2026,” PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, terus memperkuat budaya inovasi dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan perusahaan melalui Continuous Improvement Project (CIP) Award 2026.

CIP Award merupakan program apresiasi sekaligus kompetisi yang memberikan penghargaan atas implementasi Continuous Improvement Project (CIP) terbaik dari berbagai divisi. Proyek yang telah dilaksanakan selama periode 2025 tersebut dinilai melalui proses yang komprehensif dan terstandarisasi untuk mengidentifikasi inisiatif yang memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan.

Ajang ini sekaligus menjadi wadah bagi insan Bukit Asam untuk meningkatkan kualitas eksekusi proyek, mengembangkan gagasan inovatif, serta mengasah kemampuan dalam menyampaikan hasil melalui storytelling. Berbagai praktik unggulan yang dihasilkan juga diharapkan dapat dibagikan dan direplikasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh unit kerja lainnya.

Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengatakan, kemampuan untuk terus beradaptasi dan menyempurnakan proses kerja menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika bisnis.

“Continuous improvement tidak berhenti pada lahirnya sebuah ide, tetapi bagaimana gagasan tersebut diterapkan secara konsisten, menghasilkan dampak nyata, dan dapat dikembangkan lebih lanjut. Karena itu, CIP Award menjadi bentuk apresiasi sekaligus ruang untuk berbagi praktik terbaik yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” ujar Eko.

Menurut Eko, keterlibatan seluruh insan perusahaan menjadi kunci dalam membangun lingkungan kerja yang inovatif. Setiap gagasan, baik yang berkaitan dengan operasional maupun proses bisnis, memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi solusi yang lebih efektif.

“Semangat untuk berinovasi dan menyempurnakan cara kerja perlu hadir dalam keseharian. Semakin banyak gagasan yang dikembangkan, diuji, dan diterapkan, semakin besar pula peluang perusahaan menemukan solusi untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, produktivitas, dan kualitas proses bisnis,” katanya.

Ketua TIBIA, Tegar Resdiansyah, mengatakan ajang tersebut juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk berbagi pengalaman serta pembelajaran dari berbagai inisiatif yang telah dijalankan.

“CIP Award menjadi ruang bagi insan PTBA untuk menunjukkan inisiatif yang telah memberikan dampak sekaligus berbagi pembelajaran dengan rekan-rekan di unit kerja lain. Kami berharap kompetisi ini semakin menumbuhkan semangat untuk menghadirkan solusi dan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” ujar Tegar.

Sementara itu, Koordinator CIP Award TIBIA, Dian Lazuardy BA, menjelaskan bahwa proses penilaian mencakup berbagai aspek, tidak hanya hasil akhir proyek. Penilaian dilakukan secara komprehensif dan terstandarisasi agar setiap improvement dapat dievaluasi secara objektif.

“CIP Awards 2026 merupakan ajang apresiasi dan kompetisi atas implementasi continuous improvement (CIP) terbaik dari seluruh divisi sepanjang tahun 2025, dengan penilaian yang komprehensif dan terstandarisasi yang dinilai oleh juri eksternal maupun internal. Kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan kualitas inovasi, eksekusi, storytelling, praktik terbaik (best practice), sekaligus membangun budaya continuous improvement dan kompetisi yang sehat di lingkungan perusahaan,” ujar Dian Lazuardy.

PTBA berharap, pelaksanaan CIP Award 2026 semakin memperkuat kebiasaan untuk mencari cara kerja yang lebih efektif dan menghasilkan solusi secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan transformasi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, daya saing, dan penciptaan nilai. Ke depan, ruang kolaborasi dan kompetisi yang sehat akan terus dikembangkan agar gagasan-gagasan terbaik dapat tumbuh menjadi praktik yang memberikan manfaat lebih luas bagi perusahaan.

(Zulkifli)

Aman Aman aja Ijin PT next web lengkap kabid perizinan

0

Kota sukabumi, steatmean kabid perizinan perihal PT next web ini penambalan Daya atau mengupdate tower tersebut bahwa dengan pihak binamarga langsung Di konfirmasi Oleh kabid perizinan Kota sukabumi.

Dalam hal ini ijinnya lengkap tidak Ada permasalahan terkait ,masalah signal Di tower indosat ini Karna sudah berizin Dan ini mengupgrade signal Saja.,ucap kabid perizinan Kota sukabumi

Kabid perizinan Kota sukabumi sudah sangat maksimal Dalam tingkat pengawasan Dan hal ini ,tidak Ada masalah apalagi ijinnya lengkap Kami sudah mengecek semuanya Dan Aman Aman Saja.,tandasnya

Hasil Uji BPOM, Ayam Dimasak Bumbu Kuning Penyebab Keracunan MBG di Tana Toraja

0

TANA TORAJA – Hasil uji sampel makanan dari dapur MBG di SPPG Batupapan 1 yang akibatkan para siswa keracunan di Makake kabupaten Tana Toraja ditemukan positif mengandung bakteri Escherichia Coli pada lauk ayam yang dimasak bumbu kuning, Jumat (11/9/2026).

Hasil uji sampel tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja, Yosefina yang dikonfirmasi via WhatsApp pada hari ini Jumat (11/9/2026).

Yosefina menjelaskan bahwa hasil uji tersebut berdasarkan surat Kepala BPOM di Makassar No.T-PW.04.08.50B.09.26.756 tanggal 9 September 2026 Perihal Penyampaian Laporan Hasil Uji Sampel Keracunan Pangan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja.

Laporan Hasil Pengujian Sampel KLB keracunan Pangan SMP 1 , SMP 2 dan SDN 5, SDN 9 didapatkan hasil uji sampel cemaran Mikrobiologi dan Uji Cemaran Kimiawi.

“Berdasarkan hasil uji BPOM di Makassar bahwa pada Nasi putih, Tempe Mendoan, Sayur tumis jagung + Wortel + Labu Siam, Ikan Nila, dengan parameter uji yakni E- Coli, Angka Staphylococcus areus, Salmonella, Methanil Yellow, Sianida dan Nitrit, hasil uji Negatif ( Memenuhi syarat ),” jelas Yosefina

Sementara pada sampel ayam masak bumbu kuning, yang dikonsumsi SMP dan SD, kata Yosefina, ditemukan positif mengandung bakteri Escherichia Coli.

“Pada sampel ayam bumbu kuning yang dikonsumsi SMP, hasil ujinya positif mengandung bakteri Escherichia Coli 5,7 x 10³ CFU/g. Kemudian pada sampel ayam yang dikonsumsi SD, Positif mengandung bakteri Escherichia Coli 5,3 x 10³ CFU/g,” beber Yosefina.

Kemudian pada makanan buah Irisan Melon, melalui uji cemaran mikrobiologi/bakteri hasilnya negatif, dan uji cemaran kimiawi Sianida hasilnya juga Negatif, lalu Nitrit hasil uji positif dalam kadar yang kecil.

Dari semua bagian makanan yang dikonsumsi siswa SMP dan SD tersebut, kata Yosefina bahwa berdasarkan hasil ujinya, yang dapat menyebabkan gejala keracunan makanan yang dikonsumsi seperti gejala diare, mual, muntah, dan sakit perut

“Adanya cemaran mikrobiologi/ bakteri Escherichia Coli pada sampel yang diuji (ayam masak bumbu kuning), ini yang dapat menyebabkan salah satu gejala keracunan makanan yang dikonsumsi seperti diare, mual, muntah dan sakit perut,” sebut Yosefina.

Hasil Uji BPOM, Sampel Ayam Dimasak Bumbu Kuning Penyebab Keracunan MBG di Tana Toraja

0

TANA TORAJA – Hasil uji sampel makanan dari dapur MBG di SPPG Batupapan 1 yang akibatkan para siswa keracunan di Makake kabupaten Tana Toraja ditemukan positif mengandung bakteri Escherichia Coli pada lauk ayam yang dimasak bumbu kuning, Jumat (11/9/2026).

Hasil uji sampel tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja, Yosefina yang dikonfirmasi via WhatsApp pada hari ini Jumat (11/9/2026).

Yosefina menjelaskan bahwa hasil uji tersebut berdasarkan surat Kepala BPOM di Makassar No.T-PW.04.08.50B.09.26.756 tanggal 9 September 2026 Perihal Penyampaian Laporan Hasil Uji Sampel Keracunan Pangan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja.

Laporan Hasil Pengujian Sampel KLB keracunan Pangan SMP 1 , SMP 2 dan SDN 5, SDN 9 didapatkan hasil uji sampel cemaran Mikrobiologi dan Uji Cemaran Kimiawi.

“Berdasarkan hasil uji BPOM di Makassar bahwa pada Nasi putih, Tempe Mendoan, Sayur tumis jagung + Wortel + Labu Siam, Ikan Nila, dengan parameter uji yakni E- Coli, Angka Staphylococcus areus, Salmonella, Methanil Yellow, Sianida dan Nitrit, hasil uji Negatif ( Memenuhi syarat ),” jelas Yosefina

Sementara pada sampel ayam masak bumbu kuning, yang dikonsumsi SMP dan SD, kata Yosefina, ditemukan positif mengandung bakteri Escherichia Coli.

“Pada sampel ayam bumbu kuning yang dikonsumsi SMP, hasil ujinya positif mengandung bakteri Escherichia Coli 5,7 x 10³ CFU/g. Kemudian pada sampel ayam yang dikonsumsi SD, Positif mengandung bakteri Escherichia Coli 5,3 x 10³ CFU/g,” beber Yosefina.

Kemudian pada makanan buah Irisan Melon, melalui uji cemaran mikrobiologi/bakteri hasilnya negatif, dan uji cemaran kimiawi Sianida hasilnya juga Negatif, lalu Nitrit hasil uji positif dalam kadar yang kecil.

Dari semua bagian makanan yang dikonsumsi siswa SMP dan SD tersebut, kata Yosefina bahwa berdasarkan hasil ujinya, yang dapat menyebabkan gejala keracunan makanan yang dikonsumsi seperti gejala diare, mual, muntah, dan sakit perut

“Adanya cemaran mikrobiologi/ bakteri Escherichia Coli pada sampel yang diuji (ayam masak bumbu kuning), ini yang dapat menyebabkan salah satu gejala keracunan makanan yang dikonsumsi seperti diare, mual, muntah dan sakit perut,” sebut Yosefina.