Beranda blog

Jelang Patroli Karhutla Kapolda Riau, Kapolres Meranti Perkuat Pencegahan hingga Tingkat Desa

0

MERANTI – Menjelang kunjungan Kapolda Riau dalam rangka patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kepulauan Meranti, jajaran Polres Kepulauan Meranti diminta memperkuat langkah antisipasi di seluruh wilayah hukum.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., meminta seluruh Kapolsek dan Bhabinkamtibmas bersama personel masing-masing bergerak aktif melakukan pemantauan dan pencegahan karhutla selama sepekan ke depan.

Arahan tersebut disampaikan Kapolres kepada jajaran, Senin (10/8/2026), sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi wilayah tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai daerah.

Kapolres menekankan, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika titik api sudah muncul. Upaya deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat harus diperkuat dari tingkat desa hingga lokasi-lokasi yang menjadi pusat keramaian.

Salah satu langkah yang diminta adalah mengintensifkan sosialisasi secara langsung. Bhabinkamtibmas dan personel Polsek diminta memanfaatkan kendaraan dinas yang dilengkapi pengeras suara maupun membawa toa untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat.

Sosialisasi tersebut dapat dilakukan di berbagai titik keramaian, termasuk saat berlangsungnya kegiatan masyarakat seperti pertandingan mini soccer dan kegiatan lainnya. Pesan yang disampaikan diarahkan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Selain pendekatan persuasif, Kapolres juga meminta jajarannya kembali menggencarkan pemasangan spanduk dan banner berisi imbauan pencegahan karhutla. Informasi mengenai ancaman sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan juga harus disampaikan secara jelas.

Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai konsekuensi hukum menjadi salah satu bagian penting dalam membangun efek pencegahan atau deterrence effect, sehingga praktik pembakaran lahan tidak lagi dianggap sebagai cara yang biasa dilakukan dalam membuka atau membersihkan lahan.

Di tingkat desa, patroli juga diminta dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Kapolsek dan Bhabinkamtibmas diharapkan dapat menggandeng pemerintah desa serta Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk melakukan pemantauan secara rutin terhadap lokasi-lokasi yang memiliki potensi terjadinya karhutla.

Kapolres juga mendorong para kepala desa memberikan perhatian terhadap keberadaan MPA, termasuk menyiapkan insentif bagi anggota yang aktif dan konsisten melaksanakan patroli pencegahan karhutla.

“Seluruh bhabin dan kapolsek bersama anggotanya seminggu kedepan memastikan tidak ada karhutla di wilkumnya masing masing,” ujar AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita.

Ia juga meminta seluruh rangkaian kegiatan pencegahan tersebut didokumentasikan dengan baik dalam bentuk foto maupun video. Dokumentasi itu nantinya akan ditampilkan pada Kamis sebagai bagian dari upaya memperlihatkan langkah nyata jajaran kepolisian dalam mencegah karhutla.

Menurut Gede Adi, publikasi kegiatan bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat pesan pencegahan kepada masyarakat. Langkah-langkah preemtif dan preventif yang selama ini dilakukan perlu diketahui publik agar kesadaran bersama terhadap bahaya karhutla semakin kuat.

“Semoga upaya dan kinerja kita menjadi ladang ibadah untuk kita semua dan biarkan Tuhan yg membalasnya berkali kali lipat rekan rekan,” pesannya.

Kapolres kemudian meminta seluruh personel tetap menjaga semangat dan kekompakan dalam menjalankan tugas. Pencegahan karhutla, menurutnya, membutuhkan kerja bersama antara kepolisian, pemerintah desa, masyarakat, MPA, serta seluruh pemangku kepentingan.

Rilis Humas Polres Kepulauan Meranti

Bangun Budaya Hidup Sehat, Kapolres Muara Enim Resmikan Nutrition Corner Powerfit

0

Warta In

Kapolres Muara Enim Resmikan Nutrition Corner Powerfit, Berlangsung Cukup Meriah

MUARAENIM – Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., meresmikan Nutrition Corner Powerfit Polres Muara Enim dalam suasana cukup meriah di Mapolres Muara Enim, Senin (10/8/2026).

Peresmian Nutrition Corner Powerfit tersebut dihadiri Plt. Bupati Muara Enim yang diwakili Asisten I Pemkab Muara Enim Drs. Andi Wijaya, M.M, unsur Forkopimda, para Kepala OPD atau yang mewakili, Wakapolres Muara Enim Kompol Toni Arman, S.H., Camat Muara Enim, Danramil Muara Enim, Ketua KONI, Ketua FORMI, tokoh olahraga, Pejabat Utama Polres Muara Enim, Ketua Bhayangkari Cabang Muara Enim beserta pengurus, serta personel Polres Muara Enim.

Dalam sambutannya, Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa program kesehatan dan kebugaran tersebut bukan sekadar kegiatan olahraga maupun program menurunkan berat badan, melainkan sebagai komitmen bersama dalam membangun personel Polres Muara Enim yang sehat, bugar, dan memiliki semangat yang baik guna mendukung peningkatan kinerja serta pelayanan prima kepada masyarakat.

“Program ini merupakan salah satu inisiatif yang lahir dari perhatian dan arahan pimpinan, termasuk gagasan dari Bapak Wakapolda Sumsel. Tugas kepolisian membutuhkan fisik yang prima. Dengan tubuh yang sehat dan kuat, kita dapat bekerja lebih optimal dalam melayani dan melindungi masyarakat,” ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan, program tersebut sebelumnya telah dilaksanakan pada gelombang pertama yang diikuti sekitar 52 peserta dan telah menunjukkan hasil positif. Para peserta mendapatkan pendampingan terkait pola nutrisi, aktivitas, serta olahraga yang terukur dan terarah.

Kapolres juga mengungkapkan dirinya turut merasakan manfaat dari program tersebut. Berat badannya yang sebelumnya sekitar 105 kilogram kini telah turun menjadi kurang lebih 99,3 kilogram.

“Ini membuktikan bahwa dengan kemauan, disiplin, dan konsistensi, perubahan ke arah yang lebih sehat dapat kita lakukan. Kami berharap peserta gelombang kedua tetap semangat dan menjadikan keberhasilan gelombang pertama sebagai motivasi untuk mencapai hasil yang lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut, AKBP Hendri Syaputra berharap program Nutrition Corner Powerfit dapat terus berkelanjutan dan menjadi sarana bagi personel Polres Muara Enim maupun masyarakat untuk bersama-sama membangun pola hidup sehat.

“Jangan menunggu sakit untuk mulai hidup sehat. Mari kita mulai dari langkah sederhana, dengan mengatur pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, dan berolahraga secara teratur. Karena dengan fisik yang sehat, jiwa yang baik, dan semangat yang tinggi, kita akan mampu memberikan pengabdian dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tua itu pasti, tetapi sehat adalah pilihan,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Bupati Muara Enim yang diwakili Asisten I Pemkab Muara Enim, Andi Wijaya, menyampaikan apresiasi atas program kesehatan dan kebugaran yang dilaksanakan Polres Muara Enim.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar peresmian fasilitas, melainkan wujud komitmen bersama untuk menciptakan personel yang sehat dan bugar. Kondisi fisik yang prima dinilai sangat penting dalam mendukung kinerja, meningkatkan produktivitas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami berharap program positif ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi instansi lain serta masyarakat untuk membangun budaya hidup sehat. Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan kerja, karena dengan tubuh yang sehat dan fisik yang bugar, kita dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Andi Wijaya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengguntingan pita oleh Kapolres Muara Enim sebagai tanda diresmikannya Nutrition Corner Powerfit Polres Muara Enim. Kegiatan juga ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas hadirnya fasilitas yang diharapkan dapat menjadi sarana dalam mendukung program kesehatan dan kebugaran personel serta masyarakat.

Dengan diresmikannya Nutrition Corner Powerfit, Polres Muara Enim berharap semangat hidup sehat dapat terus tumbuh di lingkungan kepolisian dan masyarakat, sehingga tercipta sumber daya manusia yang sehat, bugar, produktif, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

(Zulkifli//hms)

Kebakaran Kampung Adat Ciptamulya: Antara Janji Pemulihan dan Aturan Tradisi

0

Pasca-Kebakaran Ciptamulya: DPR dan Pemkab Janjikan Relokasi, Warga Adat Desak Realisasi dan Penghormatan Tatanan Budaya

​SUKABUMI — Penanganan dampak kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, kini resmi memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Di tengah komitmen pemerintah untuk membangun kembali rumah warga yang hangus, masyarakat adat setempat menekankan pentingnya kecepatan realisasi serta skema pembangunan yang tetap menghormati tatanan tradisi kasepuhan.

​Tinjauan langsung dilakukan oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustofa bersama Bupati Sukabumi H. Asep Japar pada Senin (10/8/2026). Kunjungan kerja spesifik yang didampingi unsur Forkopimda, BPBD Jawa Barat, dan instansi vertikal tersebut bertujuan memetakan langkah pemulihan bagi 51 keluarga terdampak.

​1. Komitmen Pemerintah: Fokus Relokasi dan Kolaborasi Pusat-Daerah

​Dari sudut pandang pemerintah dan legislatif, penanganan pasca-bencana dinilai tidak cukup hanya bersandar pada bantuan darurat. Wakil Ketua DPR RI Saan Mustofa menyatakan bahwa fase rekonstruksi membutuhkan kolaborasi lintas tingkatan pemerintah, mengingat Ciptamulya merupakan kawasan cagar budaya berorientasi sejarah tinggi.

​“Yang paling mendesak adalah membangun kembali rumah warga, termasuk menyiapkan relokasi karena lahan sebelumnya tidak memungkinkan untuk dibangun kembali,” ujar Saan Mustofa di lokasi.

​Saan menegaskan bahwa DPR RI akan mendorong skema pendanaan serta dukungan lanjutan dari pemerintah pusat. Selain pemulihan fisik, ia menggarisbawahi pentingnya penguatan mitigasi disaster agar musibah serupa dapat ditekan di masa mendatang.

​Senada dengan DPR RI, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menguatkan komitmen pemerintah daerah untuk mendampingi warga hingga seluruh tahapan pemulihan selesai.

​“Pemkab Sukabumi akan terus mengawal proses penanganan korban kebakaran Ciptamulya hingga tahap pemulihan. Kehadiran seluruh unsur menunjukkan bahwa warga tidak menghadapi musibah ini sendirian,” tegas Asep Japar.

​2. Suara Warga dan Tokoh Adat: Kebutuhan Mendesak & Koridor Adat

​Di sisi lain, warga terdampak yang saat ini masih bertahan di tempat pengungsian, rumah kerabat, maupun menumpang di kediaman tetangga, berharap bantuan tidak berhenti pada janji semata. Perwakilan warga menyampaikan bahwa selain logistik harian (pangan, pakaian, dan perlengkapan bayi), kepastian jadwal pembangunan rumah menjadi prioritas utama.

​Selain masalah kecepatan penanganan, tetua dan tokoh adat Kasepuhan Ciptamulya mengingatkan bahwa proses relokasi maupun pembangunan pemukiman tidak boleh menghilangkan identitas serta aturan adat (pakarataan) setempat. Tata letak bangunan, penggunaan material rumah kayu/panggung, hingga ritual adat sebelum pembangunan harus diakomodasi oleh pemerintah.

​“Kami menyambut baik perhatian dari DPR dan Bupati. Namun, kami berharap skema relokasi atau pembangunan rumah nantinya diajak bicara bersama barisan adat. Bangunan di kampung adat memiliki aturan tata ruang dan tradisi tersendiri yang tidak bisa disamakan dengan perumahan umum,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Ciptamulya.

​Harapan ke Depan

​Masyarakat berharap koordinasi antara Pemkab Sukabumi, Pemprov Jawa Barat, DPR RI, dan para sesepuh adat dapat berjalan sejajar. Dengan demikian, proses pemulihan fisik dapat berlangsung cepat tanpa mengikis nilai-nilai tradisi dan kelestarian cagar budaya Kasepuhan Ciptamulya.

​Reporter: Alfi Yonimar

Pemkab Deli Serdang dan GMJA Sepakat, Muliadi Dipecat dari Kepala Desa Rugemuk

0

Warta.in Deli Serdang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dan puluhan massa aksi dari Gerakan Mahasiswa Jaringan Aktivis (GMJA) bersepakat menyikapi status Kepala Desa Rugemuk nonaktif Muliadi yang banyak terlibat kasus hukum untuk segera diberhentikan secara permanen oleh bupati.

Kesepakatan tersebut tercapai setelah perwakilan dari Dinas PMD dan Inspektorat Pemkab Deli Serdang menjumpai puluhan massa aksi GMJA yang beraksi di depan Kantor Bupati, Senin 10 Agustus 2026.

Massa aksi GMJA dengan tegas meminta Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan mengambil sikap terhadap Muliadi yang terbukti korupsi dana desa senilai Rp.200 juta lebih. Bukti korupsi yang telah dilakukan kepala desa nonaktif tersebut adalah dengan mengembalikan uang hasil korupsi ke kas daerah melalui inspektorat.

“Kami mendukung kepemimpinan Bupati Asri Ludin Tambunan bersih dari korupsi. Contohnya korupsi dana Desa Rugemuk. Muliadi sudah terbukti korupsi dengan mengembalikan uang hasil korupsi ke kas daerah. Ini harus ditendak tegas secara administrasi dan hukum pidana. Pecat dan proses hukum korupsinya,” ucap Koordinator Aksi GMJA Rio Nasution kepada pejabat PMD Rismar Silaban dan Inspektorat Wanda, serta pejabat lainnya yang mendapingi.

Dari orasi yang disampaikan massa GMJA, para pejabat Pemkab Deli Serdang, pun menjelaskan kondisi terkini Kepala Desa Rugemuk nonaktif Muliadi yang harus dipecat oleh Bupati Asri Ludin Tambunan.

Rismar Silaban mengatakan sampai saat ini status Muliadi belum aktif sebagai kepala desa. Meski masa nonaktif enam bulan telah berakhir pada 5 Agustus 2026.

“Kami pastikan yang bersangkutan (Muliadi) belum diaktifkan oleh bapak bupati. Masukan dari adik adik mahasiswa hari ini akan menjadi pertimbangan yang akan dilaporkan kepala bapak bupati. Jika proses hukum yang dihadapi kapala desa nonaktif, itu bukan wewenang kami. Itu ada pada aparat penegak hukum. Kami tidak bisa menyampuri,” ucap Rismar Silaban.

Tidak hanya soal status kepala desa Rugemuk nonaktif, Muliadi pun masih dalam pertimbangan untuk dipecat oleh Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan sesuai dengan hasil pemeriksaan Inspektorat.

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan inspektorat, kami telah menyampaikan sejumlah poin hasil pemeriksaan untuk diambil keputusannya oleh bapak bupati. Mohon maaf kami saat ini tidak bisa menjawab langsung tuntutan yang diminta dari adik adik mahasiswa. Itu ada di pak bupati keputusannya,” sambung Wanda.

Rismar dan Wanda pun meminta massa GMJA bisa memahami posisi mereka berdua terhadap tuntutan yang disampaikan. Namun mereka berdua mendukung apa yang disampaikan mahasiswa dalam mendukung pemerintahan yang dipimpin Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan yang bersih dari pejabat korupsi.

“Kami pastikan mendukung tuntutan adik adik mahasisa semua yang datang ke sini. Akan kami sampaikan kepada bapak bupati,” kata Rismar dan Wanda.

Rio Nasution pun kembali menegaskan ke para pejabat Dinas PMD dan Inspektorat, bahwa kasus Kepala Desa Rugemuk nonaktif Muliadi telah menimbulkan dampak negatif di publik terhadap kepemimpinan Bupati Asri Ludin Tambunan. Karena Muliadi saat ini dalam proses pemeriksaan penyidik Tipidkor Polresta Deli Serdang atas kerugian dana desa mencapai Rp.200 juta lebih.

“Jangan sampai menjadi bumerang terhadap bupati. Kami tahu Muliadi sedang diperiksa tipidkor, dan kami datang mendukung bupati untuk tegas memimpin Pemkan Deli Serdang agar bersih dari pejabat korupsi. Masyarakat Desa Rugemuk pun sudah marah kepada Muliadi, jangan sampai kemarahan masyarakat itu berubah arah. Karena kami tahu bupati dipilih dari suara masyarakat,” kata Rio.

Orasi GMJA yang berjalan 1 jam lebih dan mendapatkan tanggapan dari pejabat Pemkab Deli Serdang, itupun membubarkan diri dengan tertib setalah poto bersama dengan Rismar dan Wanda serta staf lainnya. (RN)

Jelang Pilkades dalam satu malam 3 kampung Sukamulya dukung Desi Kurniati Malik sebagai calon kepala desa

0

BEKASI – SUKAMULYA – Tambah Dukungan, Semangat perubahan terasa dalam satu malam. Tiga titik wilayah di Desa Sukamulya secara serentak menjadi pusat gelombang dukungan untuk Desi Kurniati Malik, SH sebagai Calon Kepala Desa Sukamulya pada Pilkades 20 September 2026 mendatang.

Kegiatan tersebut berlangsung Minggu malam, 9 Agustus 2026, di Kampung Bungur Raya II Blok 8, Kampung Gandu, dan Kampung Serengseng.

Menariknya, gerakan ini muncul tanpa ada komando dari tim. Warga dengan inisiatif sendiri berkumpul, berdiskusi, hingga melakukan pendataan untuk menggalang dukungan. Menurut warga, Desi Kurniati Malik dinilai sebagai sosok yang mampu menjawab persoalan mendasar di desa. Mulai dari mengurangi kesenjangan sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hingga kepedulian terhadap kesehatan warga.

“Kami percaya Ibu Desi bisa membawa perubahan Sukamulya yang lebih baik. Pemerintahan yang melibatkan semua elemen masyarakat, menciptakan wilayah yang aman, tentram, dan berkeadilan,” ujar salah seorang warga.

Dikampung Gandu, antusiasme warga juga terlihat dari mulai diintensifkannya pendataan untuk menyerap aspirasi masyarakat yang peduli terhadap kemajuan Desa Sukamulya.

Selain itu, terpantau ada juga kumpulan warga serengseng sambangi kediaman Hj. Desi berkomitmen memberi kan dukungannya secara langsung.

Di tengah menguatnya dukungan, Desi Kurniati Malik, SH, mengimbau kepada seluruh pendukungnya untuk tetap menjaga kondusivitas.

“Beda pilihan adalah hak dalam demokrasi. Jangan sampai perbedaan itu justru memecah kekeluargaan dan kerukunan kita dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat,” tegas Desi di tengah kerumunan pendukung di wilayah Bungur Raya II, Minggu malam 9/8/2026.

Dengan adanya gerakan serentak di tiga titik ini, dukungan untuk Desi Kurniati Malik di Pilkades Sukamulya diprediksi akan terus menguat hingga hari pencoblosan.

Kapolsek SU II Pimpin Upacara di SMP Patra Mandiri 02, Sampaikan Pesan Tegas Soal Bullying, Rokok dan Narkoba

0

Warta.In | Palembang, – Upacara Bendera di SMP Patra Mandiri 02 Palembang, Senin (10/8/2026), berlangsung berbeda dari biasanya. Kapolsek Seberang Ulu II Palembang Kompol Dedi Rahmat Hidayat, S.H. hadir sekaligus menjadi pembina upacara dan memberikan edukasi kepada para siswa mengenai sejumlah persoalan yang mengancam masa depan generasi muda.

Upacara yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB tersebut dihadiri Konsultan SMP Patra Mandiri 02 Purwiyono, S.Pd., M.Si., Kepala SMP Patra Mandiri 02 Aman Syaputra, S.SOS., S.Pd., Gr, alumni SMP Patra Mandiri 02 Obi dan Irfan, serta seluruh dewan guru dan staf sekolah.

Dalam amanatnya, Kompol Dedi Rahmat Hidayat mengingatkan para siswa agar menjauhi perilaku bullying atau perundungan di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa untuk belajar, berkembang, serta meraih cita-cita.

Selain persoalan bullying, Kapolsek juga memberikan pemahaman mengenai bahaya rokok dan narkoba. Para pelajar diingatkan agar tidak mudah terpengaruh lingkungan maupun ajakan teman yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam penyalahgunaan narkotika.

“Generasi muda harus mampu menjaga diri dan memilih pergaulan yang positif. Jangan sampai masa depan rusak karena bullying, rokok maupun narkoba,” pesan Kapolsek dalam amanatnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Seberang Ulu II juga mengajak seluruh warga sekolah untuk menyambut dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan berbagai kegiatan dan perlombaan yang positif.

Menurutnya, momentum kemerdekaan dapat dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan, menumbuhkan rasa nasionalisme, sportivitas dan kreativitas di kalangan pelajar.

Kegiatan upacara berlangsung tertib dan lancar. Setelah penyampaian amanat, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa dan berakhir sekitar pukul 07.20 WIB.

Kehadiran jajaran kepolisian di lingkungan sekolah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kedekatan antara kepolisian dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Seberang Ulu II Palembang menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut berperan dalam memberikan edukasi kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter dan menjauhi berbagai bentuk kenakalan serta penyalahgunaan narkoba.(*)

Pangdam I/BB Resmikan Masjid Al – Ikhlas, Prajurit Diminta Terus Hadir untuk Rakyat

0

Warta.in Asahan – Pangdam I/Bukit Barisan (I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa melaksanakan kunjungan kerja ke Kodim 0208/Asahan sekaligus meresmikan Masjid Al-Ikhlas Kodim 0208/Asahan di Jalan Jenderal Sudirman, Kisaran Baru, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Senin (10/8/2026). Kunjungan tersebut untuk melihat kondisi satuan sekaligus memberikan arahan kepada prajurit agar terus meningkatkan profesionalisme dan pengabdian kepada Bangsa dan Negara

Setibanya di Makodim 0208/Asahan, Pangdam menerima laporan dari Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra, S.H., M.I.P., kemudian menerima penghormatan dari regu jajar kehormatan. Rangkaian penyambutan dilanjutkan dengan penanaman pohon, foto bersama, serta penandatanganan mural bergambar Presiden RI. Pangdam bersama rombongan kemudian memberikan santunan tali asih kepada anak panti asuhan sebelum meresmikan Masjid Al-Ikhlas Kodim 0208/Asahan yang ditandai dengan pemotongan pita.

Dalam arahannya, Pangdam menyampaikan terima kasih atas sambutan keluarga besar Kodim 0208/Asahan serta mengapresiasi dedikasi prajurit dalam menjalankan tugas. Pangdam meminta prajurit terus menjaga profesionalisme dan menggunakan media sosial secara positif untuk mendukung pelaksanaan tugas. “Kita harus menjaga nama baik bangsa Indonesia dan TNI AD. Berbuatlah baik, jangan menyakiti hati orang lain. Keberhasilan yang kita dapat merupakan kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain,” pesan Pangdam. Pangdam juga menekankan pentingnya peran Dandim dan Babinsa di tengah masyarakat sebagai wujud nyata pengabdian TNI. Usai pengarahan, Pangdam menyerahkan cinderamata serta hadiah kepada anak-anak prajurit dan personel Kodim 0208/Asahan yang berprestasi.

Pangdam kemudian meninjau kantor serta sarana dan prasarana Makodim 0208/Asahan. Turut hadir Kasdam I/BB, Asops Kasdam I/BB, Danrem 022/PT, Bupati Asahan, Kapolres Asahan, Kepala Kejaksaan Negeri Asahan, Ketua Pengadilan Negeri Asahan, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Danlanal TBA, serta Wakil Wali Kota Tanjungbalai. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

Sat Reskrim Polres Samosir Ungkap 7 Kasus Jadi Perhatian Publik

0

Warta.in Samosir – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Samosir mengungkap tujuh kasus tindak pidana yang menjadi perhatian publik di wilayah hukum Polres Samosir. Pengungkapan tersebut disampaikan dalam kegiatan press release yang digelar di Aula Pusuk Buhit Polres Samosir, Senin (10/8/2026).

Press release dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan dipimpin langsung Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H. Kegiatan turut dihadiri jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Samosir serta insan pers.

Kapolres Samosir mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk keterbukaan dan transparansi Polri kepada masyarakat, khususnya dalam menyampaikan hasil pelaksanaan tugas penegakan hukum di wilayah Kabupaten Samosir. “Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh insan pers yang ada di Kabupaten Samosir. Kegiatan press release ini merupakan bentuk keterbukaan dan transparansi Polri kepada masyarakat dalam menyampaikan hasil pelaksanaan tugas, khususnya dalam penegakan hukum di wilayah hukum Polres Samosir,” ujar AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan.

Menurutnya, pengungkapan sejumlah perkara tersebut merupakan wujud komitmen Polres Samosir dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. “Setiap bentuk tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Samosir akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Selanjutnya, Kasat Reskrim Polres Samosir IPTU Antonius Hutahaean, S.H., M.H., memaparkan tujuh perkara yang berhasil diungkap.

Kasus pertama merupakan tindak pidana penebangan kayu yang terjadi pada Sabtu, 1 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB di Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Dalam perkara tersebut, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Para tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 82 ayat (1) huruf b dan/atau huruf c juncto Pasal 12 huruf b dan/atau huruf c Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013.
Sejumlah barang bukti diamankan, antara lain dua unit chainsaw, jerigen berisi oli dan bahan bakar, dua bilah parang, 26 batang kayu broti ukuran 5×5 sentimeter dengan panjang empat meter, 35 batang kayu broti ukuran 5×7 sentimeter serta 68 lembar kayu ukuran 2×20 sentimeter.

Kasus kedua yakni dugaan tindak pidana pengrusakan kaca mobil yang terjadi pada Jumat, 10 Juli 2026 sekitar pukul 18.00 WIB di Jalan Simanindo, Desa Pardugul, Kecamatan Pangururan.
Dalam perkara tersebut, polisi menetapkan satu orang tersangka. Tersangka dipersangkakan dengan Pasal 521 atau Pasal 448 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Barang bukti yang diamankan berupa satu buah per bekas mobil dan satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam dengan nomor polisi BH 1434 YA.

Kasus ketiga merupakan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi pada Jumat, 20 Februari 2026 sekitar pukul 15.45 WIB di Jalan Simanindo, Desa Sianting-anting, Kecamatan Pangururan.
Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka. Keduanya dipersangkakan melanggar Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Barang bukti yang diamankan di antaranya satu buah BPKB, satu lembar STNK dengan nomor polisi BB 4644 CF, satu buah topi bertuliskan Remus INC dan satu buah speaker merek Robot model RB120.

Kasus keempat merupakan tindak pidana penganiayaan dengan penikaman yang terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026 sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Tano Ponggol, Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan.
Dalam perkara tersebut, satu orang ditetapkan sebagai tersangka dan dipersangkakan melanggar Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Barang bukti yang diamankan berupa kaos oblong warna hitam yang mengalami robekan dan terdapat bercak darah, jaket hoodie warna hitam dengan gambar laba-laba yang juga mengalami robekan, sebilah pisau lipat bergagang dengan ukuran sekitar 15 sentimeter, satu unit sepeda motor Yamaha Scorpio warna merah dengan nomor polisi BK 2618 XS serta sejumlah kunci dan carabiner.

Kasus kelima adalah tindak pidana pencurian uang yang terjadi pada Senin, 11 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WIB di Jalan Tuk-Tuk Siadong, Kelurahan Tuk-Tuk Siadong, Kecamatan Simanindo.
Satu orang ditetapkan sebagai tersangka dan dipersangkakan melanggar Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Barang bukti yang diamankan berupa satu buah handbag warna biru merek DIY, tiga buah kunci dengan gantungan bertuliskan “MAFIRVILA TUKTUK 01 FILM”, uang tunai sebanyak 52 lembar pecahan Rp100.000 serta satu unit sepeda motor Honda Vario warna ungu dengan nomor polisi BK 4584 VBB.

Kasus keenam merupakan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor yang terjadi pada Sabtu, 27 Juni 2026 sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Arthuro Homestay, Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan.
Dalam perkara tersebut, polisi menetapkan satu orang tersangka yang dipersangkakan melanggar Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Barang bukti yang diamankan berupa satu buah BPKB atas nama Eko Martin Januar dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi BB 4071 CF.

Kasus ketujuh merupakan tindak pidana pencurian yang terjadi pada Rabu, 5 Mei 2026 sekitar pukul 01.00 WIB di Jalan Pelabuhan Nainggolan, Kelurahan Siruma Hombar, Kecamatan Nainggolan.
Satu orang ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka dipersangkakan dengan Pasal 477 ayat (2) subsider Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Barang bukti yang diamankan berupa satu buah jaket hoodie merek Uniqlo warna biru tua, satu buah mancis warna biru yang dilengkapi senter dan satu buah flashdisk warna merah merek Eaget.

Kapolres Samosir menegaskan bahwa pengungkapan tujuh perkara tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Samosir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan kepastian hukum terhadap setiap laporan tindak pidana. “Polres Samosir akan terus meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama awak media. Press release berakhir sekitar pukul 11.30 WIB dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif. (RN)

*MEMECAH KEBISUAN, MENAGIH KEADILAN: 3 PUTRA-PUTRI NIAS HILANG, ALASAN BUNUH DIRI DIPERTANYAKAN!*

0

*MEMECAH KEBISUAN, MENAGIH KEADILAN: 3 PUTRA-PUTRI NIAS HILANG, ALASAN BUNUH DIRI DIPERTANYAKAN!*

“Pemuda Demokrasi Indonesia Desak Penegak Hukum Usut Tuntas, Jangan Biarkan Kematian Menjadi Misteri.

MEDAN – 10 AGUSTUS 2026 — Duka mendalam masih menyelimuti seluruh masyarakat Kepulauan Nias. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, wilayah ini berturut-turut kehilangan tiga putra-putri terbaiknya: Agnis Jance Zebua, Genial Gavensi Gulo, dan Winda Lorenza Gowasa. Namun hingga saat ini, kebenaran di balik peristiwa berdarah itu belum terungkap sepenuhnya.

Khusus pada kasus almarhum Genial Gavensi Gulo dan almarhumah Winda Lorenza Gowasa, pernyataan aparat yang menyatakan keduanya meninggal akibat bunuh diri justru memicu keraguan mendalam dan kecemasan luas di kalangan warga. Keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan hingga kini belum terwujud nyata.

Merespons hal itu, Elifasius Gulo, S.IP (Wakil Sekretaris DPD Pemuda Demokrasi Indonesia) menyampaikan sikap tegas lewat pernyataan resmi:

 

3 TUNTUTAN TEGAS DEMI KEBENARAN

1. USUT TUNTAS TANPA PANDANG BULU
Mendesak Kepolisian Republik Indonesia menelusuri hingga ke akar penyebab kematian ketiga korban, mengungkap fakta sesungguhnya, dan menangkap setiap pihak yang bertanggung jawab. Proses harus dilakukan secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum serta publik.

2. TERBUKA DAN SINERGI ANTARAPARAT
Meminta jajaran Kepolisian dan TNI menjalin koordinasi yang erat serta memberikan keterangan yang jelas dan terbuka kepada keluarga korban dan masyarakat luas. Hal ini mutlak diperlukan agar tidak tumbuh spekulasi liar dan kesimpangsiuran yang justru memperburuk suasana.

3. NEGARA WAJIB HADIR JAMIN KEAMANAN
Rentetan peristiwa ini menciptakan ketakutan yang nyata di hati pemuda-pemudi dan seluruh warga Nias. Negara tidak boleh diam saja; wajib memberikan jaminan perlindungan keselamatan bagi setiap warga tanpa terkecuali.

 

“Duka keluarga adalah duka kita semua. Kami tidak akan berhenti bersuara sampai keadilan benar-benar ditegakkan. Jangan biarkan nyawa saudara kita hilang begitu saja tanpa kejelasan yang memuaskan rasa keadilan masyarakat,” tegas Elifasius Gulo.

Masyarakat menuntut aparat penegak hukum segera bekerja sungguh-sungguh, membeberkan setiap fakta, dan memastikan tidak ada yang terlindungi dari jerat hukum. Kebenaran dan keadilan adalah hak mutlak bagi setiap nyawa yang telah hilang.(Tim/red)

Semarak HUT ke-81 RI, Kalibata City Gelar Turnamen Catur dan Siapkan Bibit Master Cilik

0

Warta.in | Jakarta — Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Salah satu rangkaian kegiatan yang digelar adalah turnamen catur internal antarwarga yang diikuti sekitar 150 peserta.

Turnamen tersebut diselenggarakan oleh Putra Kemerdekaan RI Kalibata City sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT Kemerdekaan RI. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini dirancang untuk mempererat silaturahmi dan membangun keakraban antarwarga.

Alfon selaku Ketua Kalibata City Chess Club Indonesia mengatakan turnamen catur merupakan salah satu dari 13 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam rangkaian perayaan kemerdekaan di Kalibata City.

“Untuk menyambut 17 Agustus, kami menggelar 13 cabang olahraga, termasuk catur. Turnamen ini merupakan kegiatan internal antarwarga untuk menjalin keakraban sekaligus menyambut HUT Kemerdekaan RI.

Peserta turnamen dibagi dalam dua kategori, yakni junior dan senior. Dari sekitar 150 peserta, sekitar 60 peserta berasal dari kategori junior, sedangkan sisanya mengikuti kategori senior.

Menariknya, seluruh peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran. Turnamen tersebut dibuka secara gratis bagi warga, pemilik unit, dan penghuni Apartemen Kalibata City sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI,”katanya.

Menuju Pengelolaan Turnamen yang Lebih Profesional

Lanjut Alfon, Di balik kemeriahan turnamen, Kalibata City Chess Club Indonesia mulai mendorong pembinaan dan pengelolaan olahraga catur secara lebih serius.

Untuk penyelenggaraan tahun ini, klub menggandeng Speed Management Chess Organizer dalam pengelolaan pertandingan, termasuk penerapan sistem pairing serta tata kelola kompetisi yang mengacu pada regulasi olahraga catur.

“Kali ini kami ingin pengelolaan pertandingan dilakukan lebih profesional. Harapannya, Kalibata City Chess Club Indonesia bisa menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan dan pengelolaan klub maupun turnamen catur di jaringan apartemen Agung Podomoro.

Menurut dia, pengembangan catur tersebut tidak harus berhenti di Kalibata City. Ke depan, konsep turnamen internal diharapkan dapat dikembangkan di sejumlah apartemen yang berada dalam jaringan Agung Podomoro, baik di wilayah Jabodetabek maupun Bandung.

“Jaringan apartemen Agung Podomoro cukup luas, tersebar di Jabodetabek dan Bandung. Kami berharap ke depan bisa mengembangkan turnamen catur internal di jaringan tersebut,”ucapnya.

Enam Tahun Konsisten Digelar

Alfon menambahkan, Turnamen catur juga menjadi bagian dari upaya pengurus untuk membuat olahraga tersebut semakin mudah diakses warga.

Selama sekitar enam tahun terakhir, perayaan HUT Kemerdekaan di Kalibata City rutin diisi berbagai kegiatan olahraga, termasuk turnamen catur. Namun, penyelenggaraan tahun ini disebut menjadi salah satu yang paling ramai.

“Selama enam tahun terakhir kami selalu mengadakan agenda perayaan kemerdekaan. Salah satunya turnamen catur. Tahun ini pesertanya paling banyak dan pelaksanaannya juga lebih meriah.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan hadiah uang tunai bagi peserta terbaik. Penghargaan untuk 10 peringkat teratas akan diserahkan pada malam puncak perayaan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.

Menyiapkan Bibit Master Catur

Tidak hanya berhenti pada turnamen, Kalibata City Chess Club Indonesia juga mulai membangun program pembinaan jangka panjang melalui sekolah catur di lingkungan apartemen.

Program tersebut diarahkan untuk menjaring sekaligus membina pemain sejak usia junior. Saat ini, sekitar 20 peserta junior telah mengikuti program latihan yang disusun secara berkala.

Pelatihan melibatkan pelatih catur dan guru yang memiliki sertifikasi, termasuk pelatih dari Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi).

Para peserta mengikuti program latihan dengan total sekitar 24 jam. Setiap sesi latihan berlangsung sekitar dua jam.

“Kami sedang menjajaki sekaligus menjalankan sekolah catur di Apartemen Kalibata City. Saat ini sudah ada sekitar 20 peserta junior yang mengikuti program latihan,”tambahnya.

Program pembinaan tersebut diharapkan tidak sekadar melahirkan pemain yang mampu berkompetisi di lingkungan apartemen, tetapi juga membuka jalan bagi para pemain muda untuk tampil di tingkat daerah hingga nasional.

“Kami berharap dari pembinaan ini bisa lahir master-master cilik yang nantinya mampu berkompetisi di percaturan DKI Jakarta maupun nasional.

Dengan jumlah penghuni yang besar dan basis komunitas yang terus berkembang, Kalibata City Chess Club Indonesia melihat catur bukan sekadar olahraga rekreasi, melainkan juga sebagai bagian dari pembinaan prestasi.

Turnamen catur dalam rangka HUT ke-81 RI tahun ini menjadi salah satu langkah awal untuk membangun ekosistem catur yang lebih terorganisasi, kompetitif, dan berkelanjutan di lingkungan apartemen.

Dari papan catur di lingkungan hunian, Kalibata City berharap lahir bibit-bibit baru yang kelak mampu membawa nama komunitas hingga ke panggung percaturan Jakarta dan nasional,”tutupnya.

#Kalibata City Chess Club Indonesia(KCCI)

#Media Partners Kalibata City Chess Club Indonesia(KCCI)