26.4 C
Jakarta
Kamis, April 9, 2026
Beranda blog

Gus Fawait Tegas: Tak Ada PHK PPPK Jember hingga 2027

0

Warta.in, Jember – Bupati Jember, Gus Fawait, memastikan tidak akan ada pemberhentian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik penuh waktu maupun paruh waktu, hingga 2027.

Penegasan ini disampaikan untuk merespons kekhawatiran yang sempat ramai di media sosial terkait nasib PPPK di Jember.

“Saya pastikan tidak ada pemberhentian PPPK pada 2027. Silakan bekerja dengan tenang, selama kinerjanya baik,” tegasnya, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghargai kinerja dan kontribusi pegawai. Namun, ia mengingatkan bahwa jaminan tersebut tetap berbasis pada evaluasi kinerja.

Gus Fawait juga menegaskan, standar disiplin berlaku untuk seluruh ASN, termasuk PNS. Pemkab Jember, kata dia, tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap pegawai dengan kinerja buruk.

Di saat sejumlah daerah membatasi pengangkatan PPPK karena tekanan anggaran, Jember justru mengambil langkah berbeda. Ia mengklaim daerahnya menjadi salah satu yang terbanyak dalam pengangkatan PPPK.

Terkait kemampuan anggaran, Gus Fawait memastikan APBD Jember tetap aman.

“APBD kita cukup. Program PPPK tetap lanjut,” pungkasnya.

Jam Komandan Batalyon kepada Seluruh Personel Yonkav 6/Naga Karimata

0

Warya.in Medan – Jam Komandan merupakan salah satu sarana penting dalam pembinaan satuan guna menyampaikan arahan, penekanan, serta evaluasi langsung dari pimpinan kepada seluruh prajurit. Kegiatan Jam Komandan yang dilaksanakan oleh Komandan Batalyon Kavaleri 6/Naga Karimata Letkol Kav Adzan Marjohan Nasution S.H M.M M. Tr. Mil menjadi momentum strategis dalam memperkuat soliditas, disiplin serta profesionalisme prajurit dalam menghadapi setiap tugas yang diemban. (6/4/26).

Dalam pelaksanaannya, seluruh personel Yonkav 6/NK mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan sikap disiplin. Komandan Batalyon memberikan terkait pentingnya loyalitas kepada satuan, pimpinan, serta institusi TNI AD. Selain itu, disampaikan pula agar setiap prajurit senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas sehari – hari.

Komandan juga menyoroti pentingnya menjaga nama baik satuan dengan menghindari segala bentuk pelanggaran, baik disiplin maupun hukum. Prajurit diingatkan untuk bijak dalam menggunakan media sosial, menjaga etika dalam kehidupan bermasyarakat, serta menjauhi tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun satuan. Penekanan terhadap ketertiban administrasi, kesiapsiagaan operasional, serta perawatan Alutsista juga menjadi bagian penting dalam pengarahan tersebut.

Selain itu, Komandan Batalyon mengajak seluruh personel untuk terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan melalui latihan yang terarah dan berkelanjutan. Profesionalisme prajurit kavaleri harus senantiasa diasah agar mampu menjawab tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks dan dinamis.

Di akhir kegiatan, Komandan Batalyon menyampaikan harapan agar seluruh prajurit Yonkav 6/NK tetap menjaga kekompakan, semangat kebersamaan, serta kebanggaan sebagai bagian dari satuan kavaleri. Dengan semangat ” Naga Karimata “, diharapkan setiap prajurit mampu memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara. (RN)

Sumber : Yonkav 6/NK

Ditjenpos perkuat integritas satopspatnal Rutan Surabaya jadi Garda pengawasan.

0

Warta.in||Sidoarjo  – Penguatan sistem pengawasan internal di tubuh pemasyarakatan kembali ditegaskan melalui langkah strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Pada 8 April 2026, Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal) Rumah Tahanan Negara Kelas I Surabaya resmi dikukuhkan sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas institusi.

Pengukuhan yang digelar di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur ini menjadi penanda keseriusan dalam membangun sistem kontrol yang lebih ketat dan terstruktur.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, hadir langsung menyaksikan momen penting tersebut sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penguatan fungsi pengawasan internal.

Prosesi pengukuhan dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur kepada seluruh personel Satopspatnal yang kini mengemban tanggung jawab besar.

Mereka dituntut tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam mendeteksi, mencegah, hingga menindak setiap potensi pelanggaran di dalam rutan.

Satopspatnal hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pengawasan yang lebih tajam dan responsif, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan seperti penyalahgunaan wewenang, peredaran narkoba, hingga praktik-praktik ilegal yang berpotensi merusak citra pemasyarakatan.

Dalam keterangannya, Tristiantoro Adi Wibowo menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk memperkuat benteng internal institusi.

Ia menekankan pentingnya integritas dan keberanian dalam menjalankan tugas pengawasan.

“Satopspatnal harus hadir sebagai pengawas yang tegas, objektif, dan tidak bisa diintervensi.

Ini adalah komitmen kita bersama untuk menjaga rutan tetap bersih dan berintegritas,” ujarnya.

Dengan dikukuhkannya Satopspatnal, Rutan Kelas I Surabaya kini memiliki kekuatan tambahan dalam memastikan setiap lini berjalan sesuai aturan.

Pengawasan yang diperketat ini diharapkan mampu menutup rapat celah pelanggaran serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan..(kus)

*Melangkah Menuju Masa Depan Hijau: Bapperida Mukomuko Gandeng Mitra Strategis Internasional*

0

*Melangkah Menuju Masa Depan Hijau: Bapperida Mukomuko Gandeng Mitra Strategis Internasional Gelar Riset Konservasi 10 Tahun*

MUKOMUKO – Dalam sebuah pertemuan yang sarat makna dan menjadi tonggak sejarah baru bagi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Mukomuko, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) menerima kunjungan serta menjalin kerja sama strategis dengan tim peneliti dari lembaga internasional, SIPEF dan Arcrenosia. Pertemuan yang berlangsung hangat namun penuh kesungguhan ini dilaksanakan di ruang kerja Kepala Bapperida Singgih Pramono. S.Sos, MH. pada Rabu, 8 April 2026.

Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan awal dari sebuah kolaborasi besar yang dirancang untuk jangka waktu yang sangat panjang, yakni hingga sepuluh tahun ke depan. Fokus utama dari kerja sama riset yang luar biasa ini adalah pelaksanaan kajian mendalam mengenai Konservasi Nilai Tinggi (High Conservation Value). Sebuah langkah visioner yang menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Mukomuko dalam menjaga kelestarian alam sekaligus membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Salah satu aspek yang membuat kolaborasi ini semakin istimewa dan patut diapresiasi adalah skema pendanaan yang diterapkan. Seluruh biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan riset ini ditanggung sepenuhnya oleh mitra strategis, yaitu SIPEF dan Arcrenosia, melalui mekanisme Creative Financing. Hal ini membuktikan bahwa investasi dalam penelitian dan pelestarian lingkungan kini semakin diminati dan didukung oleh kalangan dunia usaha yang memiliki visi ke depan.

Riset yang akan berjalan selama satu dekade ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai dokumen penting, khususnya penyusunan Road Map atau Peta Jalan yang komprehensif. Dokumen strategis tersebut nantinya akan menjadi landasan utama dalam mewujudkan konsep Green Investment atau investasi hijau, serta berbagai program strategis lainnya yang akan disinergikan secara sempurna dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil nantinya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin kelestarian fungsi lingkungan hidup.

Ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya disampaikan kepada Matthew dan Ibu Ofra yang telah berkenan menjadi mitra strategis dalam riset lansekap konservasi nilai tinggi di bentang kawasan hutan Kabupaten Mukomuko. Perlu diketahui bersama, bahwa riset skala internasional dan jangka panjang ini merupakan satu-satunya yang dilaksanakan di Provinsi Bengkulu, dan Kabupaten Mukomuko dengan bangga menjadi lokasi utama serta pusat perhatian dari kajian yang sangat penting ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Matthew dan tim. Semoga perjalanan panjang kita dalam menjalankan riset ini, yang akan berlangsung hingga sepuluh tahun ke depan, senantiasa membawa kebaikan, kemudahan, dan berkah. Kami berharap hasil dari kerja sama ini dapat menjadi pintu gerbang bagi masuknya investasi hijau di daerah kita, sebuah investasi yang tidak hanya menguntungkan saat ini, tetapi juga menjamin kesejahteraan bagi generasi masa depan kita,” ungkap Kepala Bapperida, Singgih dengan penuh harap.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kehadiran dan komitmen dari para mitra telah memberikan keyakinan yang sangat kuat bahwa riset ini akan membawa dampak positif yang luar biasa. Hal ini sejalan dengan visi besar “Mukomuko Maju Berkelanjutan” yang mengusung semangat Sustainable Development, di mana kemajuan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian sosial dan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat yang merata dan berkelanjutan.

“Matthew dan Ibu Ofra, Anda berdua telah meyakinkan kami bahwa ilmu pengetahuan dan riset adalah kunci kemajuan. Anda bukan hanya mitra kerja, tetapi juga inspirasi dan motivator bagi kami untuk terus membiasakan diri menjadikan hasil penelitian sebagai dasar ilmiah dalam setiap pengambilan kebijakan. Semoga Bapak dan Ibu senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan umur panjang dalam mengabdikan diri bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan umat,” pungkasnya dengan penuh rasa hormat.

Semoga kolaborasi mulia ini menjadi awal dari berbagai prestasi dan inovasi baru, membawa Mukomuko semakin dikenal sebagai daerah yang maju, peduli lingkungan, dan mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

(TIM/HD)

#KerjaBersama Menuju Mukomuko Maju Berkelanjutan
#sobatPerencana
#bapperidaKabupatenMukomuko

*Mengukuhkan Komitmen dan Tata Kelola, Anggota BPD PAW Desa Pasar Sebelah Resmi Dilantik*

0
Oplus_131072

*Mengukuhkan Komitmen dan Tata Kelola, Anggota BPD PAW Desa Pasar Sebelah Resmi Dilantik*

MUKOMUKO – Dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat, penuh wibawa, dan sarat makna, Pemerintah Desa Pasar Sebelah secara resmi melaksanakan prosesi pengambilan sumpah janji serta pelantikan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk sisa masa bakti 2020–2026. Langkah strategis ini diambil guna melengkapi struktur kelembagaan desa, sehingga roda pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan semakin sempurna, efektif, dan berkelanjutan.

Kegiatan bersejarah tersebut digelar di Aula Kantor Desa Pasar Sebelah pada Rabu, 8 April 2026. Suasana terasa sangat istimewa dengan hadirnya berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Bupati melalui Asisten III, Camat setempat, Bhabinkamtibmas, para pendamping desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga seluruh jajaran anggota BPD yang telah bertugas sebelumnya. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai saksi, melainkan simbol dukungan penuh terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis dan transparan.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Mukomuko didampingi oleh Camat. Dalam kesempatan tersebut, secara resmi dilantik Saudari Jurnita yang dipercaya untuk mengisi kursi kosong, menggantikan Bapak Sudarmono yang sebelumnya telah mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus dan diterima sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Rangkaian acara dimulai dengan penuh penghormatan melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dikumandangkan dengan penuh semangat patriotik. Acara kemudian berlanjut dengan pembacaan Surat Keputusan Bupati mengenai pengangkatan anggota BPD PAW, yang menjadi landasan hukum yang kuat bagi pengukuhan jabatan tersebut.

Momen paling sakral dan menentukan terjadi saat prosesi pengambilan sumpah janji jabatan yang dipandu langsung oleh perwakilan pemerintah daerah, disaksikan dengan seksama oleh rohaniwan, serta diiringi dengan penandatanganan berita acara pelantikan. Tanda tangan yang tertera di atas kertas bukan sekadar goresan tinta, melainkan ikrar kesetiaan, tanggung jawab, dan dedikasi tinggi untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara.

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Camat menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada anggota yang baru saja dilantik. Ia menekankan bahwa kehadiran BPD memiliki peran yang sangat vital dan strategis dalam sistem pemerintahan desa.

“BPD merupakan mitra sejati dan penyeimbang yang sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Desa. Saya berharap saudara dapat segera beradaptasi, mendalami setiap tugas dan fungsi, serta memiliki kepekaan tinggi untuk menampung dan menyalurkan setiap aspirasi masyarakat. Jadilah lembaga yang mampu membawa perubahan positif demi kemajuan dan kesejahteraan Desa Pasar Sebelah yang kita cintai,” tegas Camat dengan penuh harap.

Sementara itu, Kepala Desa Pasar Sebelah, Bapak Ansori, menyambut dengan sangat antusias dan gembira atas terlaksananya pelantikan tersebut. Menurutnya, dengan lengkapnya susunan keanggotaan BPD ini, maka fungsi pengawasan, penyeimbang, serta pembahasan berbagai kebijakan desa dapat berjalan dengan lebih maksimal, seimbang, dan profesional.

“Kami menyambut baik pelantikan ini dan berharap hubungan kerja antara eksekutif dan legislatif desa semakin erat, solid, dan harmonis. Masih banyak pekerjaan besar dan agenda strategis yang perlu kita kawal bersama, terutama dalam hal optimalisasi pengelolaan Dana Desa dan percepatan pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ungkap Ansori dengan optimis.

Dengan telah terbentuknya kepengurusan yang utuh ini, diharapkan Desa Pasar Sebelah dapat terus melangkah maju, membangun tata kelola yang bersih dan berwibawa, serta mewujudkan cita-cita bersama menuju desa yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat.

(TIM/HD)

Polres Jember Raih Penghargaan Peringkat Kedua Pengungkapan Kasus Terbanyak di Jajaran Polda Jawa Timur

0

Warta.in, Jember – Rabu, 8 April 2026 Kepolisian Resor (Polres) Jember menerima penghargaan dari Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., atas capaian kinerja dalam pengungkapan kasus selama pelaksanaan Operasi Pekat Semeru Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Polres Jember yang meraih peringkat kedua dalam kategori pengungkapan kasus terbanyak di wilayah hukum Polda Jawa Timur.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan secara langsung oleh Kapolda Jawa Timur dalam kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) Triwulan I Tahun 2026 yang bertempat di Aula Rupatama Polda Jawa Timur.

Capaian ini mencerminkan komitmen Polres Jember dalam meningkatkan kinerja penegakan hukum, khususnya dalam upaya pemberantasan penyakit masyarakat, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Jember.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan sinergi seluruh jajaran Polres Jember, serta dukungan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Polres Jember berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kinerja, profesionalitas, serta pelayanan kepada masyarakat guna mewujudkan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Rekrutmen Polri 2026 Dipastikan Bersih, Polda NTB Tegaskan Tak Ada Calo!

0

 

Rekrutmen Polri 2026 Dipastikan Bersih, Polda NTB Tegaskan Tak Ada Calo!

Warta.in
Mataram,NTB – Pelaksanaan rekrutmen anggota Polri dipastikan berintegritas dan profesional. Seluruh tahapan rekrutmen dilaksanakan dengan sistem “Betah” bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda NTB Kombes Pol I Dewa Made Adnyana, S.I.K., S.H., M.H. mengatakan, dalam pelaksanaan tahapan seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Panda Polda NTB, keterbukaan dalam setiap tahapan seleksi menjadi kunci utama untuk menghasilkan calon anggota Polri yang unggul dan berintegritas.

Menurut Karo SDM Polda NTB, pengawasan juga melibatkan berbagai unsur internal maupun eksternal guna menjamin objektivitas disetiap proses seleksi.

“Kami memastikan seluruh tahapan rekrutmen dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Tidak ada celah bagi praktik kecurangan, percaloan, maupun bentuk pelanggaran lainnya,” Ungkap Karo SDM dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Karo SDM Polda NTB juga menjelaskan, hal itu juga ditegaskan oleh Asisten Sumber Daya Manusia (ASSDM) Kapolri Irjen Anwar. Menurutnya, Polri berkomitmen dalam pelaksanaan rekrutmen anggota Polri yang berintegritas dan profesional.

Ia memastikan seluruh proses seleksi ditegaskan wajib berpedoman pada prinsip BETAH atau singkatan dari Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

Di imbau kepada masyarakat, khususnya para calon peserta dan orang tuanya. Supaya tidak mudah percaya terhadap informasi yang menyesatkan.

“Perlu kita ketahui bersama bahwa penerimaa terpadu Polri TA. 2026 hanya melalui satu jalur, yaitu jalur reguler. Tidak ada jalur khusus ataupun jalur lain di luar ketentuan resmi,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, masyarakat maupun peserta yang mengetahui atau menemukan adanya penyimpangan dalam proses penerimaan anggota Polri dapat segera melaporkan melalui scan barcode Divpropam Polri atau menghubungi hotline Penerimaan Polda NTB melalui WhatsApp di nomor 081138001001

Dengan adanya penegasan ini, ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses seleksi dengan percaya diri dan mengandalkan kemampuan diri sendiri, tanpa tergiur oleh pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan.

“Polri terus berkomitmen untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten, sebagai bagian dari transformasi menuju Polri yang Presisi serta semakin dipercaya oleh masyarakat,” tutupnya.(sr/hpntb)

*Pemerintah Belanda Dukungan Penuh Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko*

0

*Pemerintah Belanda Dukungan Penuh Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko*

Rabat – Peta diplomasi internasional terkait isu Sahara Maroko kembali mengalami kemajuan signifikan. Pada Selasa, 7 April 2026, Pemerintah Kerajaan Belanda secara resmi menyatakan dukungannya terhadap rencana otonomi Sahara di bawah kedaulatan Maroko, seraya menyebutnya sebagai solusi yang paling layak dan realistis untuk mengakhiri persengketaan wilayah tersebut.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Belanda, Tom Berendsen, dalam konferensi pers di Rabat usai mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita. Kunjungan kerja Berendsen pada 7-8 April ini menandai babak baru dalam hubungan diplomatik kedua negara yang semakin solid.

Dukungan Belanda tidak hanya berhenti pada pernyataan lisan. Dalam Komunike Bersama yang dirilis setelah pertemuan tersebut, Belanda menegaskan niatnya untuk menyelaraskan kebijakan diplomatik dan ekonomi mereka dengan posisi baru ini. Berendsen menyatakan bahwa negaranya akan bertindak sesuai dengan komitmen tersebut, termasuk dalam interaksi di forum internasional dan kerja sama ekonomi, dengan tetap berpedoman pada hukum internasional.

Selain itu, Belanda menegaskan kembali dukungannya terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2797. Pemerintah Belanda mengapresiasi upaya Utusan Pribadi Sekretaris Jenderal PBB, Staffan de Mistura, dalam memfasilitasi negosiasi berdasarkan rencana otonomi yang diusulkan oleh Maroko. Bagi Belanda, proposal Maroko merupakan fondasi utama untuk mencapai solusi politik yang adil, langgeng, dan dapat diterima oleh semua pihak.

Perkembangan positif ini mendapat sambutan hangat dari tanah air. Wilson Lalengke, selaku Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), menyatakan apresiasi dan dukungan penuhnya atas sikap tegas yang diambil oleh Pemerintah Belanda.

“Sebagai Presiden Persisma, saya sangat menghargai dan mengapresiasi pertimbangan matang Kerajaan Belanda yang mengakui otonomi Sahara di bawah kedaulatan Kerajaan Maroko. Ini adalah langkah maju yang sangat krusial dalam sejarah penyelesaian konflik Sahara,” ujar Wilson Lalengke dari Jakarta dalam keterangan resminya, Rabu, 08 April 2026.

Menurut tokoh HAM internasional itu, pengakuan dari negara-negara Eropa seperti Belanda membuktikan bahwa dunia semakin mengakui kredibilitas Maroko dalam menjaga stabilitas kawasan. “Kami di Persisma selalu mendukung penuh integrasi wilayah Maroko. Langkah Belanda ini memberikan sinyal kuat kepada komunitas internasional bahwa rencana otonomi Maroko adalah satu-satunya jalan keluar yang logis untuk perdamaian yang berkelanjutan. Kami akan terus mengawal dan menyuarakan kebenaran sejarah ini di Indonesia,” tegas Wilson Lalengke.

Sikap Belanda ini menyusul langkah serupa yang sebelumnya telah diambil oleh negara-negara besar lainnya seperti Spanyol, Jerman, dan Amerika Serikat. Dengan dukungan dari Belanda, posisi Maroko di kancah internasional semakin kuat. Pengakuan ini diharapkan dapat mempercepat proses politik di bawah naungan PBB dan membawa kemakmuran bagi masyarakat di wilayah Sahara melalui pembangunan ekonomi yang terintegrasi dengan kedaulatan Kerajaan Maroko. (PERSISMA/Red)

Kendati Pencarian Dramatis dan Sulit, Akhirnya Jenazah Korban Hanyut Tibu Ijo Ditemukan di Tibu Ambung

0

 

Kendati Pencarian Dramatis dan Sulit, Akhirnya Jenazah Korban Hanyut Tibu Ijo Ditemukan di Tibu Ambung

Warta.in
Lombok Barat, NTB – Proses pencarian korban hanyut di Sungai Tibu Ijo, Desa Kekait, Gunungsari, berakhir duka. Tim gabungan menemukan sesosok jenazah perempuan terhimpit batu, Selasa (7/4/2026) petang, di aliran Sungai Tibu Ambung.

Evakuasi berlangsung dramatis lantaran posisi korban sulit dijangkau. Personel Polsek Gunungsari bersama tim SAR dan relawan harus menurunkan alat berat, untuk mengangkat batu besar yang menjepit tubuh korban.

Kapolsek Gunungsari Iptu Ida Bagus Adnyana Putra kepada media menjelaskan, informasi penemuan jenazah diterima saat tim melakukan penyisiran.

“Saat pencarian berlangsung, kami mendapat laporan warga terkait adanya jenazah terhimpit batu di aliran sungai,” ungkapnya.

Tim langsung menuju lokasi dan memastikan, kondisi korban sudah meninggal dunia. Upaya evakuasi manual sempat dilakukan, namun medan yang sulit membuat proses terhambat.

“Karena posisi korban terjepit batu besar, evakuasi tidak bisa dilakukan secara manual sehingga kami mendatangkan alat berat,” katanya.

Sekitar pukul 24.00 Wita, jenazah akhirnya berhasil dikeluarkan dari himpitan batu. Selanjutnya korban dibawa ke RS Bhayangkara menggunakan ambulans relawan, dengan pengawalan dari patroli Polsek Gunungsari.

Korban diduga kuat bernama Lisa Pratiwi (25), warga Ampenan, Kota Mataram, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Tibu Ijo pada Ahad (5/4/2026).

Kapolsek menambahkan, proses evakuasi berjalan cukup berat karena kondisi medan dan keterbatasan peralatan di lokasi.

“Medan cukup sulit dan arus sungai juga menjadi tantangan dalam proses evakuasi,” ujarnya.

Hingga proses evakuasi berakhir sekitar pukul 00.15 Wita, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. (sr/hpm)

Optimalisasi Aset, BKAD NTB Kejar Target Triple Agenda di Tengah Pemangkasan Anggaran

0

 

Optimalisasi Aset, BKAD NTB Kejar Target Triple Agenda di Tengah Pemangkasan Anggaran

Warta.in
Mataram, NTB —Menyikapi pemangkasan dana Transfer Ke Daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah progresif menuju kemandirian fiskal. Melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Pemprov NTB melakukan perombakan besar-besaran pada tata kelola aset daerah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​Kepala BKAD NTB, Dr. H. Nursalim, S.Sos., MM., menegaskan bahwa pihaknya kini berperan sebagai pilar krusial untuk menjaga agar program strategis daerah tetap berjalan sesuai rencana (on the track). BKAD juga berfungsi sebagai perpanjangan tangan pusat dalam mengevaluasi APBD di 10 kabupaten/kota agar selaras dengan “Triple Agenda”.

​“Kami memastikan 10 kabupaten/kota berada dalam satu gerbong. Dengan intervensi bersama, beban pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan stunting akan terasa lebih ringan karena dikeroyok bersama melalui satu kebijakan,” ujar Nursalim di ruang kerjanya, Rabu (8/4).

​Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah aset-aset potensial yang selama ini belum memberikan kontribusi maksimal bagi PAD. BKAD kini membidik sejumlah aset untuk program hilirisasi guna menciptakan efek berganda (multiplier effect).
​Beberapa titik fokus tersebut meliputi:
• ​Kawasan Serading (Sumbawa): Lahan milik Dinas Peternakan akan dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui program hilirisasi.
• ​Gili Trawangan: BKAD tengah melakukan koordinasi intensif dengan UPTD Pariwisata untuk memastikan pengelolaan aset di kawasan internasional tersebut lebih profesional dan bernilai tambah tinggi.
• ​Sektor Lain: Pemetaan potensi juga dilakukan pada aset di Dinas Perikanan dan Kelautan, Pertanian, hingga sektor Pertambangan dan Lingkungan Hidup.

​Selama bertahun-tahun, kendala utama optimalisasi aset di NTB adalah minimnya tenaga ahli penilai (appraiser). Sebelumnya, ribuan persil aset daerah hanya ditangani oleh satu orang penilai.
​Mengatasi hal tersebut, Nursalim telah mengirimkan SDM terbaik untuk dididik langsung oleh kementerian terkait.

“Saat ini kita sudah memiliki 29 tenaga ahli bersertifikasi. Mereka inilah yang akan melakukan penilaian (appraisal) aset agar kerja sama dengan pihak ketiga berjalan akuntabel,” jelasnya.

​Dari sisi pengamanan hukum, BKAD bekerja sama dengan Kanwil Pertanahan Nasional untuk mengebut sertifikasi lebih dari 200 persil aset yang belum legal dari total 1.663 persil yang ada. Langkah ini krusial untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK yang telah diraih NTB selama 14 kali berturut-turut.

​Nursalim optimistis bahwa penguatan fiskal melalui optimalisasi aset adalah kunci kesejahteraan rakyat. Dengan PAD yang kuat, pemerintah memiliki keleluasaan untuk mengintervensi sektor-sektor produktif seperti pariwisata, UMKM, dan infrastruktur.

​”Filosofinya sederhana: jika PAD meningkat, intervensi pemerintah untuk kesejahteraan rakyat akan maksimal. Kita tidak lagi meratapi pemotongan anggaran pusat, melainkan menciptakan inovasi dari apa yang kita miliki,” pungkasnya.(sr/dkisntb)