Beranda blog

Kolaborasi masyarakat bersama Polri dalam menjaga Harkamtibmas

0

WARTA.IN | PALEMBANG, – Marching Band Athidira Wirabhakti (AWB)Polda Sumatera Selatan tampil memukau ribuan Masyarakat dalam Launching Car Free Day diPalembang, Minggu (14/6/26) Pagi

kegiatan yang dihadiri Gubernur Sumsel H.Herman Deru didampingi Wali kota Palembang Ratu Dewa beserta Forkopimda Provinsi Sumsel dan perwakilan beberapa Kepala Daerah sesumsel

Penampilan Personil Marching band AWB
Polda Sumsel sangat menarik dan antusias masyarakat yang menyaksikannya
Bahkan gerakan Kayang yang berulang ulang dilakukan Stikmaster Marching Band tersebut ramai ditonton sehingga banyak masyarakat yang mengabadikan moment tersebut atau berswafoto menggunakan gadget.

“Marching Band ini dibentuk saat kepemimpinan Kapolda Irjen Pol Eko Indra Heri akhir tahun 2020, dengan tujuan menumbuhkan kebersamaan dan kekompokan serta kedisplinan khususnya anggota Polda Sumsel yang baru lulus dari pendidikan,” ungkap Pembimbing Marching Band Athidira Wirabhakti,Karo SDM Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo, SIK,MSi kepada wartawan Minggu (14/6/26).

Sudrajad menyebut Marching Athidira Wirabhakti saat ini merupakan angkatan kelima dengan jumlah 155 personil Lulusan Bintara SPN Betung. Proses pembentukan setiap generasi membutuhkan waktu dua bulan setelah setiap personil ditunjuk untuk siap menjadi anggota Marching Band dibawah Asuhan Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr Sandi Nugroho SIK, SH,
M Hum jelasnya

“Tahun yang lulus pendidikan di SPN berikutnya akan di bentuk untuk menggantikan angkatan sebelumnya, dan nanti bulan Juli mendatang diagendakan Marching Band Athira Wirabhakti akan tampil dalam peringatan hari Bhayangkara ke-80 sekaligus untuk memperlihatkan kepada adik adiknya ,” sambung Alumni Akpol 96.

Sudrajad menceritakan setiap bagian Marching Band diantaranya, Stikmaster, Penabuh Drum, Field Commader, Perkusi, Terompet , Bariton ,mellofhone,
Saxophone,Contra Bass dan Colour Guard

“Semua bagian memiliki karakter masing masing, seperti penabuh drum kita pilih anggota berpostur tubuh yang tinggi dan berbadan tegap,” ungkap mantan Kapolres Balangan

Tidak hanya lagu kenegaraan, Marching Band yang sempat terbatas untuk tampil akibat Pandemi Covd 19, kini juga mampu mempertunjukan lagu kekinian.

“Saat ini kita sudah menguasai 20 lagu kekinian, waktu belajar.(latihan ) hanya satu hingga dua kali dalam seminggu Bahkan kita memanggil pelatih dari luar dan juga didampingi dari lulusan Akpol,” ungkapnya.

Pria berpangkat melati 3 ini juga menyampaikan penampilan Marching Band dalam Peringatan HUT Bhayangkara beberapa waktu lalu di Griya Agung mendapat sorotan khusus dari Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dan jajaran Forkopimda Sumsel.

“Sebelumnya kita juga pernah tampil di Kawasan Kambang Iwak, dan juga diminta Gubernur tampil pada Kirab HUT Kemerdekaan RI , Agutus beberapa tahun lalu dan Alhamdulillah Pagi ini kita kembali tampil pada acara Launching Car Free Day ” tutupnya.

Sementara itu Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa CFD bukan sekadar momentum untuk berolahraga, melainkan wadah strategis untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan. Ia secara khusus menyoroti peran penting pelaku UMKM dan IKM, serta generasi muda kreatif di Palembang.

“Saya berharap para pelaku UMKM dan IKM dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Kita ingin melihat bagaimana anak-anak muda yang kreatif dan produktif bergerak bersama guna mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel. Sebagai ibu kota provinsi, Palembang punya peran yang jauh lebih besar dalam motor pertumbuhan ekonomi kita,” ungkap Herman Deru.

Untuk diketahui masyarakat yang ingin menikmati suasana pagi tanpa asap kendaraan dapat mencatat jadwal dan rute CFD yang berlangsung setiap hari Minggu ini yaitu Sesi Pertama (05.30 – 08.00 WIB) dengan Rute: Bundaran Pasar Cinde – Jl. Jenderal Sudirman – Jembatan Ampera – Flyover Jakabaring lalu selanjutnya Sesi Kedua (08.00 – 09.00 WIB) Dengan Rute: Bundaran Pasar Cinde – Bundaran Air Mancur Masjid Agung Kota Palembang.

*KAMPUNG ORGANIK BERBASIS SAMPAH: TEROBOSAN CERDAS MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN LINGKUNGAN DAN EKONOMI*

0

*KAMPUNG ORGANIK BERBASIS SAMPAH: TEROBOSAN CERDAS MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN LINGKUNGAN DAN EKONOMI.

Gagasan Brilian dari Frengki Mardoni dan Forum Komunikasi Masyarakat Pencinta Lingkungan Hidup Kota Padang.

PADANG, SUMATERA BARAT — Di tengah tantangan penanganan sampah perkotaan yang kian kompleks, muncul sebuah konsep inovatif yang mengubah pandangan masyarakat terhadap limbah rumah tangga. Dinamakan Kampung Organik Berbasis Sampah, gagasan yang dikembangkan oleh Frengki Mardoni bersama Forum Komunikasi Masyarakat Pencinta Lingkungan Hidup (FKMPLH) Kota Padang ini menawarkan solusi nyata, di mana apa yang selama ini dianggap sebagai beban justru diubah menjadi sumber manfaat yang berkelanjutan.

Konsep ini mendefinisikan ulang peran sebuah permukiman: bukan sekadar tempat tinggal, melainkan kawasan mandiri yang mampu mengelola seluruh sisa buangan secara bertanggung jawab guna mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan taraf ekonomi warganya. Di sini, sampah tidak lagi dilihat sebagai barang yang harus dibuang sejauh mungkin, melainkan sebagai bahan baku berharga. Sisa makanan, dedaunan kering, hingga kulit buah yang selama ini sering berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), diolah secara cermat dan terstruktur menjadi berbagai produk bernilai guna tinggi, mulai dari pupuk alami, pakan ternak yang kaya nutrisi, hingga cairan pembersih serbaguna yang ramah lingkungan.

“PRAKTIK UTAMA PENGELOLAAN YANG TERBUKTI MANFAATNYA”

Keberhasilan konsep ini tidak terlepas dari penerapan tiga metode pengolahan utama yang sederhana namun sangat efektif, yang telah menjadi pedoman hidup sehari-hari warga:

Pertama, Pembuatan Kompos.
Sampah organik berupa sisa sayuran, kulit buah, dan daun-daunan dikumpulkan dan diolah melalui metode komposter atau biopori. Proses alami ini mengubah limbah menjadi pupuk humus yang sangat kaya unsur hara. Hasilnya, kesuburan tanah dapat dijaga dan ditingkatkan tanpa bergantung pada pupuk kimia buatan yang mahal dan berisiko merusak keseimbangan alam dalam jangka panjang.

Kedua, Budidaya Maggot (Black Soldier Fly).
Sisa makanan rumah tangga yang sebelumnya sering membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi sarang penyakit, kini dimanfaatkan sebagai media pengembangbiakan larva lalat hitam atau maggot. Teknik ini terbukti ampuh mengurangi volume sampah organik secara signifikan, bahkan mencapai angka di atas 50 persen. Di sisi lain, maggot yang dihasilkan memiliki kandungan protein tinggi yang sangat baik digunakan sebagai pakan ternak, ikan, maupun unggas dengan biaya produksi yang sangat terjangkau.

Ketiga, Pembuatan Eco Enzyme.
Teknik fermentasi kulit buah bersama air dan gula tetes atau molase melahirkan cairan ajaib yang dikenal sebagai eco enzyme. Produk ini memiliki spektrum manfaat yang luas, mulai dari pembersih lantai dan peralatan rumah tangga, pupuk daun alami, hingga disinfektan yang aman digunakan tanpa meninggalkan residu kimia berbahaya.

 

“BERBAGAI MANFAAT YANG DIRASAKAN SECARA NYATA”

Penerapan konsep Kampung Organik ini membawa dampak positif yang terasa langsung oleh lingkungan maupun masyarakat, antara lain:

“Lingkungan Menjadi Lebih Bersih dan Sehat
Dengan pengolahan di sumbernya, jumlah sampah yang harus diangkut dan dibuang ke TPA berkurang drastis. Hal ini secara otomatis mengurangi polusi udara, bau tak sedap, risiko banjir akibat saluran air tersumbat, serta meminimalkan potensi penyebaran penyakit menular.

“Mewujudkan Kawasan Rumah Pangan Lestari
Pupuk kompos yang dihasilkan menjadi modal utama bagi warga untuk mengembangkan pertanian pekarangan atau yang dikenal sebagai pertanian perkotaan. Setiap sudut lahan kosong dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman obat. Hasilnya, kebutuhan sayur mayur keluarga dapat terpenuhi sendiri dengan kualitas yang terjamin segar dan bebas bahan kimia berbahaya.

“Mendorong Pemberdayaan Ekonomi Warga
Nilai ekonomi dari konsep ini juga sangat menjanjikan. Produk olahan seperti pupuk kompos padat maupun cair, eco enzyme, maggot kering, hingga hasil panen sayuran organik memiliki daya jual tinggi dan banyak dicari masyarakat luas. Dengan demikian, tercipta peluang usaha rumahan yang dapat menambah pemasukan keluarga secara berkelanjutan.

 

“BELAJAR DARI PENGALAMAN, MEWARISKAN UNTUK MASA DEPAN”

Guna memastikan konsep yang mulia ini dapat disebarluaskan dan diadopsi oleh lebih banyak permukiman lain, Frengki Mardoni menegaskan bahwa seluruh pengetahuan dan teknis pengolahan ini dapat dipelajari secara terbuka.

“Bagi siapa saja yang ingin memahami panduan lengkap, langkah demi langkah pengolahan limbah rumah tangga hingga menjadi produk bernilai ekonomi, dapat merujuk pada pedoman resmi yang telah disusun oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang. Selain itu, untuk melihat bukti nyata keberhasilannya secara langsung, masyarakat dapat menjadikan lokasi studi kasus yang telah dikembangkan oleh Forum Komunikasi Masyarakat Pencinta Lingkungan Hidup di kawasan Bungus Timur sebagai contoh nyata yang menginspirasi,” ungkap Frengki Mardoni menuturkan penjelasannya.

Konsep Kampung Organik Berbasis Sampah ini menjadi bukti nyata bahwa kemajuan tidak harus bertentangan dengan kelestarian alam. Melalui kesadaran, kerja sama, dan kreativitas, sampah yang semula dianggap masalah besar dapat diubah menjadi anugerah yang membawa kesejahteraan, kebersihan, dan kemandirian bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Pewarta: Hidayat

Syukuran Nelayan Ujunggenteng ke-60: Merawat Tradisi, Menguji Komitmen Laut Lestari

0

Syukuran Nelayan Ujunggenteng ke-60: Merawat Tradisi, Menguji Komitmen Laut Lestari

Warta In Jabar  |  Sukabumi – Kawasan Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi kembali meriah pada Minggu (14/6/2026). Ratusan masyarakat berkumpul menyaksikan puncak peringatan Syukuran Nelayan ke-60, sebuah tradisi enam dekade yang kali ini mengusung tema *”Laut Lestari Nelayan Berseri”*.

Acara tahunan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar. Di satu sisi, perayaan ini menjadi panggung komitmen pemerintah dalam menjaga budaya dan kesejahteraan pesisir. Namun di sisi lain, sejumlah pihak mengingatkan bahwa esensi “kelestarian laut” yang digaungkan masih menghadapi tantangan berat di dunia nyata.

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan simbol penghormatan terhadap tradisi leluhur sekaligus wujud syukur atas hasil laut.

“Menjaga budaya pesisir harus berjalan beriringan dengan upaya melestarikan lingkungan laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat,” ujar Asep Japar.

Ia menilai tradisi ini memiliki nilai strategis untuk memperkuat identitas daerah dan mendongkrak pariwisata bahari terintegrasi. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menjanjikan keberlanjutan sektor kelautan melalui:

* Pembangunan infrastruktur pesisir.

* Pemberian bantuan bagi nelayan dan perlindungan sosial.

* Penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada perwakilan nelayan.

Ketua Panitia, Asep JK, menambahkan bahwa rangkaian acara tahun ini juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi, mulai dari pameran UMKM, sunatan massal, santunan anak yatim, hingga prosesi adat larung saji dan pagelaran wayang golek. “Tradisi ini mempererat solidaritas sosial dan memperkuat identitas budaya kami,” tuturnya.

Meski perayaan berlangsung meriah, sejumlah nelayan tradisional dan pengamat lingkungan mengingatkan bahwa potret kehidupan pesisir Ujunggenteng tidak sepenuhnya seindah seremonial yang digelar.

Beberapa nelayan lokal yang ditemui di sekitar lokasi acara menyatakan, meski bantuan seperti BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu, kebutuhan mendasar mereka adalah stabilitas harga tangkapan dan kemudahan akses bahan bakar bersubsidi.

“Kami bersyukur ada pesta rakyat seperti ini. Tapi selepas acara, kami kembali menghadapi masalah klasik: harga ikan yang kerap dimainkan tengkulak saat panen raya dan sulitnya solar,” ungkap salah satu nelayan setempat yang enggan disebutkan namanya.

Tema “Laut Lestari” juga mendapat sorotan dari aktivis lingkungan lokal. Mereka mengingatkan agar komitmen pelestarian tidak berhenti di atas podium. Prosesi larung saji—meski merupakan bagian dari adat—diharapkan tetap menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan tidak menyisakan sampah plastik di lautan.

Selain itu, lonjakan wisatawan selama pekan perayaan sering kali menyisakan masalah penumpukan sampah di sepanjang Pantai Ujunggenteng yang belum terkelola dengan optimal.

Peringatan ke-60 Syukuran Nelayan Ujunggenteng ini pada akhirnya menjadi cermin dua arah. Di satu sisi, acara ini sukses menjadi pemersatu sosial dan pemantik ekonomi seketika bagi UMKM lokal. Di sisi lain, acara ini menjadi pengingat bagi Pemkab Sukabumi bahwa “Laut Lestari” dan “Nelayan Berseri” hanya bisa dicapai jika kebijakan pasca-acara benar-benar berpihak pada perlindungan ekosistem laut dan kedaulatan ekonomi nelayan kecil.

Tantangan terbesar setelah larung saji dilarung adalah memastikan komitmen yang diucapkan di pesisir Pantai Ujunggenteng tidak ikut larut terbawa ombak.(Alfi yonimar)

MTQ XXXI NTB Siap Memasuki Babak Final

0

MTQ XXXI NTB Siap Memasuki Babak Final

Warta.in
Lombok Tengah,NTB – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat di Kabupaten Lombok Tengah resmi menuntaskan seluruh babak penyisihan pada berbagai cabang yang diperlombakan. Pelaksanaan yang berlangsung sejak hari pertama hingga hari keempat berjalan tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan, menandai kesiapan seluruh peserta memasuki babak final yang akan digelar pada Minggu (14/6/2026).

Koordinator Dewan Hakim, Prof. KH. Zaidi Abdad, M.A., menyampaikan bahwa seluruh tahapan penyisihan telah selesai sesuai jadwal. Sementara itu, cabang Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Qur’an (M2IQ) telah lebih dahulu menuntaskan seluruh rangkaian perlombaannya hingga babak final.

“Alhamdulillah, seluruh babak penyisihan telah rampung dengan baik. Kini para peserta terbaik dari masing-masing cabang akan kembali tampil di babak final untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Prof. Zaidi.

Kelancaran penyelenggaraan MTQ XXXI juga tercermin dari suasana di setiap arena perlombaan yang berlangsung kondusif dan tertib. Dewan hakim menjalankan tugas secara profesional, panitia bekerja dengan baik, sementara para peserta menunjukkan semangat kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran serta sportivitas.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB, H. Amir, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan MTQ hingga memasuki babak penentuan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, panitia, dewan hakim, aparat keamanan, para kafilah, dan masyarakat.

“Babak penyisihan telah melahirkan para finalis terbaik yang akan kembali berkompetisi pada tahap akhir. Kami berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya dengan menjunjung tinggi integritas, objektivitas, dan nilai-nilai Al-Qur’an. Lebih dari sekadar meraih prestasi, MTQ ini menjadi ruang untuk memperkuat karakter, mempererat ukhuwah, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat Lombok Tengah juga menjadi warna tersendiri sepanjang pelaksanaan MTQ. Di berbagai arena perlombaan, warga tampak memadati lokasi untuk menyaksikan penampilan para qari, qariah, hafiz, hafizah, dan peserta dari cabang lainnya, menciptakan suasana yang hangat, tertib, dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan.

Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah selaku tuan rumah, seluruh dewan hakim, panitia penyelenggara, para kafilah dari kabupaten/kota se-NTB, serta masyarakat yang telah bersama-sama menjaga kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan MTQ XXXI.

Dengan selesainya babak penyisihan, perhatian kini tertuju pada babak final yang akan mempertemukan peserta-peserta terbaik dari seluruh penjuru Nusa Tenggara Barat. Diharapkan, MTQ XXXI tidak hanya melahirkan juara yang akan mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi, tetapi juga semakin memperkuat tradisi Qur’ani dan membangun generasi yang berakhlak mulia, berilmu, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.(sr/dkisntb)

Rapimcab Mangkok Merah Pontianak Satukan Visi, Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat

0

PONTIANAK – WartaIN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Mangkok Merah Kota Pontianak menggelar Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) di Wisma PSE, Kota Pontianak, Minggu (14/6).

Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan arah program kerja yang berorientasi pada pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Rapimcab turut dihadiri Dewan Pembina DPC Mangkok Merah Kota Pontianak Herman Ivo, Penasehat DPC Mangkok Merah Kota Pontianak Bambang, S.Kom, serta Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Mangkok Merah Kalimantan Barat, Andas Pramule, S.Pd.

Ketua DPC Mangkok Merah Kota Pontianak, Yulius Narex, S.Ak, menjelaskan, rapat tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut setelah dikukuhkannya kepengurusan DPP Mangkok Merah Kalimantan Barat.

Menurutnya, rapat pimpinan cabang penting dilakukan untuk menyatukan visi dan tujuan organisasi di seluruh tingkatan kepengurusan.

“Rapimcab ini bertujuan menyatukan visi dan langkah organisasi agar tujuan bersama dapat diwujudkan secara terarah. Pada akhirnya, seluruh program yang dijalankan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Yulius.

Ia menjelaskan, ke depan DPC Mangkok Merah Kota Pontianak akan fokus menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, sosial, budaya, adat, dan ekonomi.

Menurut Yulius, masih terdapat masyarakat adat Dayak di Kota Pontianak yang menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam sektor pendidikan.

Karena itu, pihaknya berkomitmen membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan guna membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami ingin berkontribusi secara nyata. Salah satu perhatian kami adalah membantu masyarakat yang mengalami kendala pendidikan, termasuk anak-anak yang putus sekolah. Kami akan berupaya memfasilitasi bantuan, baik melalui program beasiswa maupun bentuk dukungan lainnya,” ucapnya.

Selain itu, Yulius mengajak masyarakat untuk tidak ragu bergabung dan berpartisipasi dalam kegiatan organisasi.

Ia menegaskan bahwa DPC Mangkok Merah Kota Pontianak mengusung pendekatan yang lebih humanis dan mengedepankan kedekatan emosional dengan masyarakat.

“Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memastikan setiap program yang dijalankan memberikan dampak langsung serta manfaat yang dapat dirasakan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Mangkok Merah Kalimantan Barat, Andas Pramule, menyambut baik pelaksanaan Rapimcab yang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat organisasi di tingkat kabupaten dan kota.

Ia menegaskan bahwa keberadaan berbagai organisasi kemasyarakatan Dayak di Kalimantan Barat tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun persatuan dan kerja sama demi kemajuan masyarakat Dayak.

“Kami tetap menghormati seluruh organisasi Dayak yang ada. Semangat yang harus dibangun adalah bersinergi dan bersatu untuk mewujudkan masyarakat Dayak yang lebih maju dan lebih hebat ke depan, tanpa memandang perbedaan suku maupun latar belakang,” ujarnya.

Andas juga berpesan kepada jajaran DPC Mangkok Merah Kota Pontianak agar terus menjaga kekompakan, soliditas, dan komunikasi yang baik dengan seluruh pengurus organisasi.

“Saya berharap seluruh pengurus tetap kompak, solid, dan aktif berkoordinasi. Dengan demikian, organisasi akan semakin berkembang, semakin baik, dan semakin mendapat kepercayaan masyarakat, khususnya masyarakat Dayak di Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Melalui Rapimcab tersebut, DPC Mangkok Merah Kota Pontianak menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah pemersatu, tetapi juga mampu menghadirkan program-program konkret yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, ( Team ).

Ratusan Wartawan Bekasi Raya Deklarasikan Pers Bersatu, Tegak, Kritis, dan Bermartabat

0

warta.in Bekasi ◊ Minggu, 14 Juni 2026

KOTA BEKASI – Semangat persatuan dan komitmen menjaga marwah jurnalistik mewarnai puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Bekasi Raya 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang digelar di Gedung Creative Center (GCC), Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu (13/6/2026).

Ratusan wartawan dari berbagai organisasi profesi, kelompok kerja (Pokja), komunitas, paguyuban wartawan, hingga perusahaan media se-Bekasi Raya memadati area panggung utama untuk membacakan Deklarasi Pers Bekasi Raya 2026 secara bersama-sama.

Pembacaan deklarasi dipimpin oleh wartawati Mega dan diikuti serentak oleh seluruh insan pers yang hadir. Dalam suasana khidmat namun penuh semangat kebersamaan, para wartawan mengangkat Kartu Tanda Anggota (KTA) maupun identitas pers masing-masing sebagai simbol komitmen terhadap profesionalisme, integritas, independensi, dan kebebasan pers yang bertanggung jawab.

Ketua Panitia HPN Bekasi Raya 2026, Ade Muksin, mengajak seluruh insan pers untuk berdiri bersama di atas panggung sebagai bentuk nyata persatuan tanpa sekat organisasi. Menurutnya, deklarasi tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat solidaritas sekaligus menjaga kehormatan profesi jurnalistik di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pers saat ini.

“Deklarasi ini merupakan wujud komitmen bersama insan pers Bekasi Raya untuk tetap menjaga independensi, profesionalisme, serta menjalankan fungsi kontrol sosial demi kepentingan masyarakat,” ujar Ade Muksin.

Dalam deklarasi yang mengusung tema “Pers Bersatu, Bekasi Raya Maju”, para insan pers menyatakan enam komitmen utama, yaitu:

1. Menjaga kemerdekaan pers sebagai pilar demokrasi serta menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.

2. Menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.

3. Menolak hoaks, fitnah, ujaran kebencian, serta segala bentuk penyalahgunaan profesi yang mencederai marwah pers.

4. Memperkuat persatuan dan solidaritas insan pers Bekasi Raya tanpa sekat organisasi demi kepentingan profesi dan masyarakat.

5. Mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan, bersih, dan akuntabel melalui fungsi kontrol sosial yang konstruktif.

6. Membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Bekasi Raya yang maju, aman, dan sejahtera.

Deklarasi diawali dengan seruan bersama, “Bismillahirrahmanirrahim. Deklarasi HPN Bekasi Raya 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia.” Suara lantang ratusan wartawan kemudian menggema saat menyampaikan komitmen bersama untuk menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab dan bermartabat.

Melalui deklarasi tersebut, insan pers Bekasi Raya menegaskan tekad untuk terus menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, dan berintegritas, sekaligus menjadi mitra kritis yang konstruktif dalam mengawal pembangunan daerah.

Peringatan HPN Bekasi Raya 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia menjadi momentum penting untuk mempererat soliditas insan pers sekaligus memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas, kritis, dan berkeadaban.

Dengan semangat yang sama, deklarasi ditutup dengan seruan bersama:

“Pers Bersatu, Bekasi Raya Maju! Tegak, Kritis, dan Bermartabat!”

(Alpin A.S)

Seleksi Peserta Jambore Dunia Ke-26 Tahun 2027 Kwarda Sumatera Utara Diikuti 51 Peserta dari 8 Kwartir Cabang

0

Seleksi Peserta Jambore Dunia Ke-26 Tahun 2027 Kwarda Sumatera Utara Diikuti 51 Peserta dari 8 Kwartir Cabang

Medan ( Warta.In ) – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Seleksi Peserta Jambore Dunia (World Scout Jamboree) Ke-26 Tahun 2027 pada tanggal 13–14 Juni 2026 di Kota Medan. Kegiatan ini diikuti oleh 51 peserta Pramuka Penegak dan Pandega yang berasal dari 8 Kwartir Cabang se-Sumatera Utara.
Seleksi secara resmi dibuka oleh Sekretaris Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara, Kakak Ir. Herianto, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa Jambore Dunia merupakan ajang strategis untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berwawasan global, serta mampu menjadi duta bangsa di tingkat internasional.
“Dalam seleksi ini kita tidak hanya mencari peserta yang memiliki kemampuan kepramukaan yang baik, tetapi juga pribadi yang memiliki integritas, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, serta mampu menjadi representasi terbaik Sumatera Utara dan Indonesia di forum dunia,” ujar Kak Herianto saat membuka kegiatan.
Pelaksanaan seleksi tahun ini dilakukan dengan metode hybrid, yaitu 44 peserta mengikuti seleksi secara luring (tatap muka) di lokasi kegiatan, sementara 7 peserta dari wilayah Kepulauan Nias mengikuti seleksi secara daring. Skema ini diterapkan untuk memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta dari berbagai wilayah di Sumatera Utara.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai tahapan penilaian yang meliputi kemampuan kepramukaan, kepemimpinan, komunikasi, wawasan kebangsaan, kemampuan berbahasa asing, serta aspek karakter dan kepribadian. Seluruh proses seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, dan profesional oleh tim penguji yang telah ditunjuk oleh Kwartir Daerah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Gerakan Pramuka Sumatera Utara dalam mempersiapkan calon-calon peserta terbaik yang akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya menuju Kontingen Indonesia pada Jambore Dunia Ke-26 Tahun 2027.
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara berharap melalui proses seleksi ini akan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam keterampilan kepramukaan, tetapi juga mampu menjadi agen persahabatan dunia, memperkuat persatuan bangsa, serta membawa nama baik Sumatera Utara dan Indonesia di kancah internasional.(**)

Billboard Rokok di Jalan Otista Subang Diduga Langgar Perda K3, Satpol PP Diminta Tegas Bongkar. 

0

Billboard Rokok di Jalan Otista Subang Diduga Langgar Perda K3, Satpol PP Diminta Tegas Bongkar.

SUBANG, WARTA IN, Pemasangan billboard/reklame salah satu produk rokok di Jalan Otista, jalur utama Kota Subang, diduga melanggar Peraturan Daerah Ketertiban Umum, Ketentraman dan Keindahan – Perda K3. Reklame itu berdiri kokoh di trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki, dan letaknya sangat berdekatan dengan SMPN 3 Subang.

Berdasarkan pantauan, reklame rokok terpasang tepat di trotoar. Sementara Perda K3 Kabupaten Subang tegas membatasi iklan rokok tidak boleh berdekatan dengan lembaga pendidikan, tempat ibadah, dan fasilitas umum tertentu. Jarak aman minimal biasanya diatur 100-500 meter dari sekolah.

Hasil penelusuran awal juga mengindikasikan pemasangan reklame tersebut tanpa izin. Seharusnya jika izin ditempuh, DPMPTSP akan menempatkan pada zona reklame yang diperbolehkan. Begitu pula dengan pajak reklame. Seharusnya ada “barkod” Bapenda yang menandakan billboard / Reklame sudah bayar pajak. Barkod itu berisi data wajib pajak dan batas masa berlaku. Jika tidak ada, patut diduga pajaknya juga belum dibayar.

Satpol PP sebagai penegak Perda dalam hal ini seharusnya segera turun dan melakukan tindakan pembongkaran jika terbukti melanggar. Alasannya jelas: pemasangan iklan reklame di trotoar + dekat sekolah + diduga tanpa izin = melanggar Perda K3.

Trotoar Jalan Otista dibangun untuk melindungi pejalan kaki, bukan jadi lahan iklan. Apalagi iklan rokok yang pemasangannya berdekatan dengan sekolah SMPN 3, Ini 3 pelanggaran sekaligus yang tidak bisa ditoleransi:

Melanggar Zona trotoar,

melanggar batas jarak Iklan Rokok, dan diduga tanpa ijin + pajak

(Boby Chengos)

Polsek Ngimbang Menggelar Kegiatan NOBAR Piala Dunia Tahun 2026 Antara Amerika Qatar VS Swiss

0

Polsek Ngimbang Menggelar Kegiatan NOBAR Piala Dunia Tahun 2026 Antara Amerika Qatar VS Swiss

LAMONGAN// Warta. In – Dalam upaya mempererat kedekatan dengan masyarakat Polsek Ngimbang menggelar Nonton bareng ( Nobar Pertandingan sepak bolak Piala Dunia 2026 antara Amerika Qatar demgan Swiss di Pujasera Dusun Ketapas Desa Sendsngrejo Kecamatan Ngimbang, Sabtu (13/06/2026)

Hadir dalan acara nonton bareng tersebut IPTU I WAYAN SUMANTRA Kapolsek Ngimbang, Aipda Nofan, Aipda Ery C, Aipda Supriadi, Brigadir Bayu, Brigadir Deni,
Petugas Damkar dan Warga Desa Sendangrejo serta anggota Sabuk Kamtibmas Jumlah 15 orang.

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H,
Pada hari Minggu tanggal 14 Juni 2026 Pukul 02.00 WIB sampai selesai, Kami bersama anggota Polsek Ngimbang, Petugas Damkar dan warga masyarakat Desa Sendangrejo (anggota Sabuk Kamtibmas) melaksanakan giat Nobar pertandingan sepak bola Piala Dunia tahun 2026 antara Amerika Qatar vs Swiss diPujasera 1 ( exs Terminal Ngimbang) Dsn Ketapas Ds Sendangrejo Kec Ngimbang Kab Lamongan.

Kegiatan tersebut berjalan tertib dan lancar, situasi dalam keadaan Aman dan kondusif, (roy)

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

LAMONGAN//Warta.in –Dalam rangka kedekatan masyarakat untuk menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman saat masyarakan menjalankan ibadah kaum Nasrani di wilayah Ngimbang

Kali ini petugas personil Polsek Ngimbang melaksanakan kegiatan pengamanan giat masyarakat umat Kristiani diwilayah Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang, minggu (14/05/2026) pukul 07.30 wib sampai selesai

Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Kaum Nasrani ini personil Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Bripka Bayu hadir dalam melaksanakan kegiatan pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati.

Kegiatan pengamanan Ibadah umat Kristiani di Gereja GKJTU dan GJWI yang bertempat di Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang dalam persembahyangan Minggu pagi umat Kristiani digereja GKJTU dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

Sementara itu Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, melalui Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R saat dikonfirmasi oleh awak media, “Bahwa pengamanan ini guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang menjalankan Ibadah di Hari Minggu dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati “Terangnya

Kami berharap dengan adanya Patroli pengamanan secara rutin di Hari Minggu ini masyarakat dalam menjalankan Ibadah bisa tenang dan nyaman sehingga wilayah Ngimbang tetapaman dan kondusif,pungkasnya ( roy)