Beranda blog

Akhirnya, Indomaret Pangururan Sediakan Kantong Plastik Untuk Barang Belanjaan Konsumen

0

Samosir, Setelah berbulan bulan tak menyediakan kantong plastin untukmtempat belanjaan konsumen Indomaret Pangururan Samosir, akhirnya kantong plastik bersablon Indomaret muncul kembali dan digunakan untuk tempat barang barang yang dibeli konsumen. Seorang ibu yang sudah biasa belanja di swalayan tersebut mengaku sangat sangat direpotkan dengan kebijakan Indomaret yang tidak menyediakan kantong plastik. Sebelum membayar, kasir sudah sampaikan ke konsumen bahwa tidak menyediakan kantong plastik. Sudah terlanjur antri di kasir dan enggan untuk berdebat, ya sudah diam saja. Kadang ada juga konsumen yang menggerutu. Makanya jika tidak sangat terpaksa, saya pilih belanja di Alfamidi, ujar konsumen lainnya. Disitu disediakan kantong plastik. Kenaren sore, kejutan, saya hanya beli roti tawar yang harganya tidak sampai dua puluh ribu rupiah, ternyata sudah ada kantong plastik. Saya pernah belanja ratusan ribu di Indomaret, saya lupa tidak disediakan kantong plastik, rasanya menyesal sekali belanja di Indomaret, timpal yang lainnya lagi. Seharusnya Dinas Perdagangan Kab Samosir lakukan pengecekan rutin ke swalayan swalayan yang sudah menjamur di sekitaran Pangururan ini. Diutamakan pelayanan prima kepada pembeli. Jangan karena sudah dapat ijin dari Dinas PTSP & PM Kab Samosir, lantas Indomaret nengabaikan hak hak komsumen. Ada Undang Undang Perlindungan Konsumen. Wajib dipatuhi, ungkap Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi (CMed CPP CIJ CPW), warga Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, yang berprofesi sebagai Mediator Non Hakim & Paralegal (red)

Program Presiden RI Kembali Wujudkan Harapan Warga, Jembatan Komposit di Bakau Besar Darat Rampung Dibangun

0

Mempawah – Program pembangunan infrastruktur yang digagas Presiden Republik Indonesia kembali memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Mempawah. Kali ini, jembatan komposit di Desa Bakau Besar Darat, Kecamatan Sungai Pinyuh, telah rampung dibangun dan kini resmi dapat dimanfaatkan oleh warga untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Jembatan komposit dengan lebar 2 meter dan panjang 15 meter tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat dalam memperlancar mobilitas, menghubungkan antarwilayah, serta mendukung kegiatan ekonomi warga. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses yang lebih aman, nyaman, dan efisien.

Sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan, masyarakat Desa Bakau Besar Darat menggelar acara syukuran sederhana di lokasi jembatan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh personel Kodim 1201/Mempawah, Pemerintah Desa Bakau Besar Darat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat. Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan mewarnai kegiatan yang menjadi simbol terwujudnya harapan masyarakat akan infrastruktur yang lebih baik.

Dandim 1201/Mempawah, Letkol Czi Ali Isnaini, S.E., M.Han., mengatakan bahwa rampungnya pembangunan jembatan merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

«”Alhamdulillah, pembangunan jembatan komposit di Desa Bakau Besar Darat telah selesai dan kini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah melalui program Presiden Republik Indonesia dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Kami berharap jembatan ini dapat dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang serta menjadi penunjang peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.”»

Sementara itu, Kepala Desa Bakau Besar Darat menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.

«”Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, TNI, dan seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan jembatan ini. Kehadiran jembatan komposit ini menjadi kebahagiaan bagi masyarakat karena akan mempermudah aktivitas sehari-hari, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta memberikan akses yang lebih aman bagi warga. Semoga jembatan ini menjadi manfaat yang berkelanjutan bagi kemajuan Desa Bakau Besar Darat.”»

Dengan rampungnya pembangunan jembatan komposit tersebut, masyarakat kini memiliki sarana penghubung yang lebih representatif untuk menunjang berbagai aktivitas. Sinergi antara pemerintah, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus terjalin dalam menjaga serta memanfaatkan hasil pembangunan demi terwujudnya kesejahteraan bersama.

Warga Resah, Tambang Pasir Liat Dusun Juwet Kabupaten Kediri, warga Inginkan Penegakan Hukum Lebih Tegas

0

Warga resah, atas aktivitas Tambang Pasir Liat , yang ada Dusun Juwet Kabupaten Kediri, warga Inginkan Penegakan Hukum Lebih Tegas

KEDIRI//Warta.in -Tambang pasir Kujang kerap di tertibkan Kepolisian Sektor (Polsek) Kunjang, Kabupaten Kediri, menertibkan aktivitas tambang pasir ilegal di lokasi BBWS 70 aliran Sungai Konto, Dusun Juwet, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang.Jumat (10 /07/ 2026).

Pelaku penambang seringkali di himbau tidak boleh menambang,tetapi tetap beraktifitas.

Tim investigasi media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendapat informasi oleh warga setempat,tanggal 4 Juli 2026 meninjau lokasi tambang pasir dusun juwet Kediri,terlihat beberapa titik beroperasi.

Menurut warga kunjang,berinisial (KH),dirinya sangat kecawa dengan pihak kepolisian Polres Kediri Kabupaten bersama jajarannya Polsek.’ucapnya kepada media

Masih (KH).”Saya ingin kegiatan tambang pasir itu di hentikan, Aktivitas tersebut dinilai berpotensi melanggar aturan pertambangan serta menimbulkan dampak kerusakan lingkungan bagi masyarakat sekitar maupun UUD pidana. Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang menyebutkan bahwa aktivitas penambangan tanpa izin dapat dikenai hukuman pidana maksimal lima tahun (5) penjara.

Kami meminta kepada bapak Kapolres Kediri Kabupaten, lebih serius melaksanakan UUD yang sudah ada di Negara Indonesia. Buat apa kalau penegak tidak diterapkan kepada pelanggar hukum.

Kegiatan mereka sudah jelas,tidak ada ijin yang di kantongi dan sudah di peringatkan berulang kali oleh Aparat Penegak Hukum (APH), mereka masih aktivitas.” Pungkasnya( roy)

Tokoh Masyarakat, Ormas, dan Warga MenDukungan kepada Calon Kepala Desa Satria Jaya

0

Warta.in Bekasi ◊ Jum’at, 10 Juli 2026

Kabupaten Bekasi, 10 Juli 2026 – Sejumlah tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), serta warga menggelar acara silaturahmi dan deklarasi dukungan kepada calon Kepala Desa Satria Jaya yang berlangsung di Jalan Graha Prima, Kabupaten Bekasi, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat Batak Satria Jaya, Sudung Sirait, para tokoh Batak, unsur Parsahaton dari berbagai wilayah, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan yang menyatakan komitmennya untuk menjaga persatuan dan mendukung kemajuan Desa Satria Jaya.

Turut hadir Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Bekasi, Lamsahat Simamora, dan Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Bekasi, Muslim Tampubolon.

Hadir pula jajaran Persatuan Maluku Satu Rasa (M1R) Kabupaten Bekasi, di antaranya Penasehat Cornelius dan Ketua Anderson Keysaulia. Dalam kesempatan tersebut, mereka menyampaikan dukungan penuh kepada masyarakat Batak serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan lintas suku dan budaya.

“Kami mendukung saudara-saudara kita dari Suku Batak. Mari bersama-sama saling bergandengan tangan untuk memajukan Desa Satria Jaya serta menjaga persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat,” ujar perwakilan M1R.

Selain membahas dukungan terhadap calon Kepala Desa Satria Jaya, forum tersebut juga menerima aspirasi dari Panitia Pembangunan Gereja di wilayah Mangun Jaya. Hadir dalam kesempatan itu Ketua Panitia M. Manullang, Sekretaris F.G. Simanjuntak, dan Bendahara C. Napitupulu.

Panitia menyampaikan harapan agar pemerintah dapat memberikan kemudahan dalam proses perizinan pembangunan gereja sehingga umat Kristiani memiliki tempat ibadah yang layak, aman, dan nyaman untuk menjalankan kegiatan keagamaan.

Dalam forum tersebut, seluruh elemen yang hadir sepakat untuk terus menjalin kolaborasi dan memperkuat sinergi. Pemuda Batak Bersatu (PBB) DPC Kabupaten Bekasi, PBB DPC Kota Bekasi, serta M1R Kabupaten Bekasi menyatakan siap bergerak bersama dalam mendukung pembangunan masyarakat.

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan bersama untuk bergerak bersama dan satu arah, memperkuat persatuan, menjaga kerukunan antarwarga, serta memberikan dukungan kepada calon Kepala Desa Satria Jaya demi terwujudnya pembangunan desa yang lebih maju, aman, dan sejahtera.

(Alpin A.S)

Reses Ketua Fraksi Demokrat DPRD Purwakarta Asep Chandra TK di Desa Jatiluhur Serap Beragam Aspirasi Warga

0

Warta.in, Purwakarta – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Purwakarta, Asep Chandra TK, menggelar kegiatan reses di Aula Balai Desa Jatiluhur, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme masyarakat sebagai wadah menyerap aspirasi sekaligus memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dengan konstituennya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Jatiluhur Ali Sadikin, Bhabinkamtibmas, Ketua dan anggota BPD, pengurus Karang Taruna, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ratusan warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai usulan dan harapan bagi kemajuan wilayahnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Jatiluhur Ali Sadikin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan reses yang dinilai menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara pemerintah desa, masyarakat, dan anggota legislatif.

“Kami menyambut baik kegiatan reses ini. Melalui forum seperti ini masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara langsung, sehingga berbagai kebutuhan pembangunan desa dapat diketahui dan diperjuangkan,” ujar Kades.

Hal senada disampaikan Ketua BPD Desa Jatiluhur yang mengapresiasi pelaksanaan reses sebagai sarana membangun komunikasi dan hubungan yang selama ini telah terjalin baik antara anggota DPRD dengan masyarakat.
Menurutnya, komunikasi yang baik merupakan modal utama dalam mendorong percepatan pembangunan di daerah.

Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua Karang Taruna Desa Jatiluhur, Heri. Ia berharap kegiatan reses tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi mampu melahirkan berbagai program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Sementara itu, dalam sambutannya Asep Chandra TK menegaskan bahwa dirinya hadir sebagai wakil seluruh masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) VI, yang meliputi Kecamatan Jatiluhur, Sukatani, dan Sukasari.

Ia menekankan bahwa setelah terpilih menjadi anggota DPRD, dirinya tidak lagi hanya mewakili kelompok atau masyarakat yang memilihnya, melainkan menjadi milik seluruh warga di wilayah Dapil VI tanpa membedakan latar belakang politik.

“Saya adalah wakil masyarakat. Ketika saya terpilih menjadi anggota DPRD, maka secara otomatis saya menjadi milik seluruh masyarakat Dapil VI, baik yang memilih saya maupun yang tidak. Karena itu saya memohon agar masyarakat memahami bahwa tugas saya adalah memperjuangkan kepentingan seluruh warga,” ungkap Asep Chandra

Asep Chandra juga menjelaskan tugas, fungsi, dan tanggung jawab anggota DPRD sebagai lembaga legislatif, mulai dari fungsi legislasi, penganggaran, hingga pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Menurutnya, memperjuangkan aspirasi masyarakat tidak hanya dilakukan melalui usulan yang disampaikan saat reses, tetapi juga melalui kegiatan monitoring langsung ke berbagai wilayah guna melihat kebutuhan riil masyarakat.

“Saya rutin melakukan monitoring ke desa-desa untuk mengetahui kebutuhan masyarakat, di luar aspirasi yang disampaikan secara langsung. Semua itu akan terus saya perjuangkan sesuai kemampuan dan kewenangan yang saya miliki,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Asep Chandra juga menyampaikan pesan yang mendapat apresiasi dari masyarakat. Meski telah dipercaya menjabat sebagai anggota DPRD selama tiga periode, ia mengaku bukan sosok yang sempurna.

“Saya bukan manusia hebat, bukan manusia super. Saya menyadari masih banyak kekurangan dan masih membutuhkan bantuan serta dukungan dari banyak pihak. Prinsip inilah yang selalu saya pegang selama tiga kali dipercaya menjadi anggota DPRD dan menjadi landasan filosofis dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Asep menegaskan komitmennya untuk selalu membuka diri terhadap seluruh lapisan masyarakat. Ia menyatakan akan terus mendedikasikan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan masyarakat Dapil VI.

Ia juga mengungkapkan hasil komunikasi yang telah dilakukan dengan berbagai pihak, salah satunya dengan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Demokrat, H. Jenal Aripin. Dari komunikasi tersebut, menurut Asep, terdapat rencana alokasi dana pokok-pokok pikiran (Pokir) senilai sekitar Rp1 miliar untuk Desa Jatiluhur.

Ia berharap, ketika program tersebut terealisasi, seluruh elemen masyarakat dapat memberikan dukungan sehingga pelaksanaannya berjalan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Kalau nanti program ini berjalan, saya berharap kita semua bersama-sama mengawal dan mendukung pelaksanaannya agar hasilnya maksimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Desa Jatiluhur,” ujar Asep Chandra.

Memasuki sesi dialog, suasana berlangsung sangat dinamis. Berbagai aspirasi disampaikan warga, mulai dari kebutuhan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, hingga berbagai persoalan sosial di lingkungan desa.

Seluruh aspirasi yang disampaikan mendapat respons positif dari Asep Chandra TK. Ia menjelaskan satu per satu sesuai kewenangan pemerintah daerah serta berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap usulan sesuai skala prioritas dan mekanisme yang berlaku.

Kegiatan reses ditutup dengan pembacaan do’a dan sesi foto bersama antara Asep Chandra TK dengan warga yang hadir sebagai simbol kebersamaan serta komitmen membangun sinergi demi kemajuan Desa Jatiluhur dan seluruh wilayah Dapil VI. (ds)

Ajakan Arifin Naibaho Kepada Warga Samosir Ikuti Zoom Meeting Sore ini

0

Samosir, warta.in – Sekitar 3 minggu lalu, bu Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi (CMed CPP CIJ CPW) yang biasa disapa Wendy, menyampaikan idenya agar kami bikin Zoom Meeting dengan topik yang sedang hangat diperbincangkan di kalangan warga Samosir. Usulan pertama Wendy adalah tentang Kinerja SatPol PP dan statusnya. Karena sesuai regulasi maka SatPol PP haruslah PNS. Awalnya kami bertiga yang mau adakan Zoom Meeting itu yaitu saya, Wendy, Efendy Naibaho dengan menggunakan laptop saya dan hostnya Efendy Naibaho. Tempatnya di RM Sederhana milik Juan Simarmata samping Polsek Pangururan. Kemudian Wendy menyarankan, bagaimana jika ajak Nikolas Naibaho pangaranto yang saat ini sedang berlinur di Pangururan. Kami pun setuju dan setelah Wendy belanja dari onan, karena pas hari Rabu, sekitar jam 5 sore, kami menuju rumah Nikolas Naibaho di Hutaparik. Kami bertemu dengan Nikolas Naibaho dan istri boru Sijabat. Ide Wendy itu pun disambut baik dan Nikolas pun setuju untuk bersama sama laksanakan Zoom Meeting yang direncanakan secara dwi mingguan. Keesokan harinya kami ke kantor Bupati untuk diskusi dengan para pejabat terkait dengan ide kami ini. Setelah tiba dikantor Bupati, Wendy langsung menuju ke ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Kab Samosir Marudut Sitinjak. Lalu Wendy pun menyampaikan ke Sekda rencana zoom meeting dwi mingguan ini dengan fasilitasi peralatan dari Yayasan Siraja Batak pimpinan Nikolas Naibaho. Sekda pun memberi tanggapan positif dan bersedia menerima kehadiran Nikolas Naibaho dan istri boru Sijabat, saya dan istri boru Silitonga, Efendy Naibaho dan tentu saja Wendy. Nikolas pun menyampaikan rencana Zoom Meeting tersebut dan meminta saran Sekda untuk topik yang akan diperbincangkan nantinya. Sekda lalu memanggil Asisten 2 Setda Kab Samosir Hotraja Sitanggang untuk mendampinginya menerima kedatangan kami. Hotraja pun mendukung rencana zoom meeting ini dan menyarankan untuk pertama ini topik nya tentang pariwisata. Selanjutnya Sekda meminta agar dibuatkan surat tentang rencana ini ke Sekda. Suratpun dibuat dengan kop Yayasan Siraja Batak dan ditanda tangani oleh Nikolas Naibaho. Jadwal pun sudah ditentukan. Pemateri Kadis Pariwisata. Secara pribadi saya dan istri boru Silitonga dan juga dari Wendy, Efendy Naibaho menyampaikan apresiasi kepada Sekda yang telah mendukung acara Zoom Meeting ini, yang dilaksanakan sore ini. Terima kasih kepada Hotraja Sitanggang, Tetti Naibaho, Nikolas Naibaho dan istri boru Sijabat, Aron Naibaho, Sarah Naibaho dan semua pihak pihak yang telah mendukung sehingga ide kecil dari Wendy, yang disampaikan kepada saya dan Efendy Naibaho, telah mendapat respon yang sangat luar biasa. Saya berharap akan banyak peserta Zoom Meeting tersebut dan bisa dihasilkan kesimpulan yang bermanfaat untuk Pemkab Samosir dan masyarakat Samosir khususnya tentang Pariwisata. Semoga akan banyak lagi ide ide brilian seperti yang berasal dari bu Wendy ini. Ide ide itu harus disampaikan kepada orang yang tepat, lalu dilaksanakan oleh orang yang tepat dan berguna untuk masyarakat Samosir, demikian Arifin Naibaho, pengurus Yayasan Sitolu Hae Horbo juga merupakan tokoh masyarakat Pangururan, menutup pembicaraan (red)

Kadiman Pakpahan si Mr Dreamer : Revolusi Mindset Isi Perut vs Isi Kepala

0

Samosir, warta.in – Kadiman Pakpahan si Mr Dreamer menyatakan bahwa Revolusi mindset dari “isi perut” (fokus pada konsumsi dan kepuasan jangka pendek) menjadi “isi kepala” (fokus pada investasi diri dan pertumbuhan intelektual) adalah transisi dari bertahan hidup menuju berkembang.

Berikut adalah langkah konkret untuk melakukan revolusi tersebut:
1. Ubah prioritas pengeluaran, alihkan sebagian anggaran yang biasanya habis untuk konsumsi gaya hidup (makanan kekinian, hiburan berlebih) ke dalam “anggaran leher ke atas”. Sisihkan 10-20% pendapatan untuk membeli buku, mengikuti pelatihan, atau menghadiri seminar yang meningkatkan keahlian.
2. Kurangi asupan informasi, isi kepala sangat bergantung pada apa yang Anda “makan” melalui mata dan telinga setiap hari. Ganti konten hiburan kosong di media sosial dengan podcast edukatif. Berhenti mengikuti akun yang memicu rasa rendah diri dan mulailah mengikuti mentor atau tokoh pemikir.

3. Praktikkan deep Work vs Instant Gratification, kepuasan “isi perut” bersifat instan, sedangkan hasil dari “isi kepala” membutuhkan ketekunan. Latih fokus dengan metode Deep Work (bekerja tanpa gangguan selama 60-90 menit). Gunakan lebih banyak waktu untuk mencatat ide dan rencana jangka panjang agar pikiran terstruktur.
4. Membangun jaringan berbasis nilai, bergaullah dengan orang-orang yang membicarakan ide, bukan membicarakan orang lain atau barang belanjaan. Bergabunglah dengan komunitas profesional atau diskusi buku di platform seperti ‘meetup’ untuk memperluas cakrawala berpikir.
5. Prinsip investasi, bukan konsumsi, setiap kali ingin membeli sesuatu, tanyakan: “apakah ini akan habis dalam sekejap (perut), atau akan meningkatkan kapasitas saya dalam jangka panjang (kepala)?” Jadikan pengetahuan sebagai aset utama yang bisa menghasilkan nilai tambah (uang, posisi, pengaruh) di masa depan.

Revolusi ini tidak berarti mengabaikan kebutuhan fisik, melainkan memastikan bahwa kapasitas berpikir selalu lebih besar daripada daftar keinginan konsumsi. Keberlangsungan modernisasi peradaban membutuhkan ekstra energi yang bertumpu kepada isi kepala. Tentu, perlu ada keseimbangan tapi sebaiknya mengedepankan isi kepala dalam setiap tindakan dan keputusan yang menimbulkan dampak strategis (luas dan jangka panjang).

Isi kepala harus dibangun sejak dini dengan bentukan otak dan syaraf yang berkualitas melalui asupan bergizi dan lingkungan sosial yang kondusif. Alangkah bijaknya jika setiap warga muda makin tumbuh suatu kesadaran dimana masa depannya sangat ditentukan mutu apa yang diisi dalam perutnya dan apa yang diisi dalam kepalanya. Persaingan dalam menjalani hidup ini tidak cukup hanya hidup ala kadarnya atau sebatas kenyang.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa harkat dan martabat manusia tidak cukup diukur dari terpenuhinya kebutuhan primer. Mari kita bangun segala upaya agar menjadi generasi yang handal dengan suatu harapan terpenuhinya kebutuhan tingkat kelima ala Maslow (aktualisasi diri). (red)

Perkuat Kompetensi Insan, PTBA Dorong Program Pemberdayaan yang Berdampak

0

Warta In

Tanjung Enim, muara enim.10 Juli 2026  PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, menggelar In-House Training & Workshop 101: Keterampilan Dasar Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sebagai upaya memperkuat kompetensi insan perusahaan dalam merancang dan mengimplementasikan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan.

Pelatihan yang diikuti oleh perwakilan Divisi Sustainability serta unit bisnis PTBA ini membekali peserta dengan pemahaman dan kompetensi dasar mengenai perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi PPM. Kegiatan ini juga bertujuan menyamakan pemahaman mengenai implementasi program yang adaptif serta selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno mengatakan, penguatan kapasitas insan perusahaan merupakan bagian penting dari komitmen PTBA dalam menghadirkan program pemberdayaan yang mampu menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Sebagai perusahaan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, PTBA terus berkomitmen menghadirkan program-program pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kemandirian masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, serta menciptakan nilai bersama bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Eko.

Sustainable Economic, Social and Environment Department Head PTBA, Listati, menegaskan keberhasilan PPM tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan kegiatan, tetapi juga oleh dampak nyata yang dihasilkan.

“Program PPM berorientasi pada penciptaan dampak yang berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi insan perusahaan menjadi investasi strategis agar setiap program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat,” terang Listati.

Dalam pelatihan tersebut, Dr. Rina Ekawati, S.E., M.M., M.M.Par. dari Yayasan Kinarya Anak Bangsa hadir sebagai narasumber utama dengan materi bertajuk “Cetak Biru Dampak Berkelanjutan”. Ia memaparkan prinsip-prinsip penyusunan program PPM yang berangkat dari kebutuhan masyarakat, berbasis data, memiliki indikator keberhasilan yang jelas, serta dirancang untuk menghasilkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti workshop interaktif untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta berlatih menyusun rancangan program PPM menggunakan pendekatan yang lebih sistematis dan berorientasi pada penciptaan dampak.

(Zulkifli)

Efendy Naibaho : Apresiasi Sekda Samosir Dukung Zoom Meeting Bersama Warga

0

Samosir, warta.in – Sekitar 3 minggu lalu, pariban saya Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi (CMed CPP CIJ CPW) yang biasa disapa Wendy, menyampaikan idenya agar kami bikin Zoom Meeting dengan topik yang sedang hangat diperbincangkan di kalangan warga Samosir. Usulan pertama Wendy adalah tentang Kinerja SatPol PP dan statusnya. Karena sesuai regulasi maka SatPol PP haruslah PNS.                                                                                                               Awalnya kami bertiga yang mau adakan Zoom Meeting itu yaitu saya, Wendy, Arifin Naibaho pemilik warnet tempat kami berbincang bincang saat itu dengan menggunakan laptop saya dan hostnya saya sendiri. Tempatnya di RM Sederhana milik Juan Simarmata samping Polsek Pangururan. Kemudian Wendy menyarankan, bagaimana jika ajak Nikolas Naibaho pangaranto yang saat ini sedang berlinur di Pangururan. Kami pun setuju dan setelah Wendy belanja dari onan, karena pas hari Rabu, sekitar jam 5 sore, kami menuju rumah Nikolas Naibaho di Hutaparik. Kami bertemu dengan Nikolas Naibaho dan istri boru Sijabat. Ide Wendy itu pun disambut baik dan Nikolas  pun setuju untuk bersama sama laksanakan Zoom Meeting yang direncanakan secara dwi mingguan.                                                                                                                  Keesokan harinya kami ke kantor Bupati untuk diskusi dengan para pejabat terkait dengan ide kami ini. Setelah tiba dikantor Bupati, Wendy langsung menuju ke ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Kab Samosir Marudut Sitinjak. Lalu Wendy pun menyampaikan ke Sekda rencana zoom meeting dwi mingguan ini dengan fasilitasi peralatan dari Yayasan Siraja Batak pimpinan Nikolas Naibaho. Sekda pun memberi tanggapan positif dan bersedia menerima kehadiran Nikolas Naibaho dan istri boru Sijabat, Arifin Naibaho dan istri boru Silitonga, saya dan tentu saja Wendy. Nikolas pun menyampaikan rencana Zoom Meeting tersebut dan meminta saran Sekda untuk topik yang akan diperbincangkan nantinya. Sekda lalu memanggil Asisten 2 Setda Kab Samosir Hotraja Sitanggang untuk mendampinginya menerima kedatangan kami. Hotraja pun mendukung rencana zoom meeting ini dan menyarankan untuk pertama ini topik nya tentang pariwisata. Selanjutnya Sekda meminta agar dibuatkan surat tentang rencana ini ke Sekda. Suratpun dibuat dengan kop Yayasan Siraja Batak dan ditanda tangani oleh Nikolas Naibaho. Jadwal pun sudah ditentukan. Pemateri Kadis Pariwisata.                                                                                                                                                                                     Secara pribadi dan juga dari Wendy, Arifin dan boru Silitonga menyampaikan apresiasi kepada Sekda yang telah mendukung acara Zoom Meeting ini, yang dilaksanakan sore ini.                                                                                             Terima kasih kepada Hotraja Sitanggang, Tetti Naibaho, Nikolas Naibaho dan istri boru Sijabat, Aron Naibaho, Sarah Naibaho dan semua pihak pihak yang telah mendukung sehingga ide kecil dari Wendy, yang disampaikan kepada saya dan Arifin, telah mendapat respon yang sangat luar biasa.                                                                                                                     Saya berharap akan banyak peserta Zoom Meeting tersebut dan bisa dihasilkan kesimpulan yang bermanfaat untuk Pemkab Samosir dan masyarakat Samosir khususnya tentang Pariwisata.                                                                             Semoga akan banyak lagi ide ide brilian seperti yang berasal dari pariban saya Wendy ini. Ide ide itu harus disampaikan kepada orang yang tepat, lalu dilaksanakaan oleh orang yang tepat dan berguna untuk masyarakat Samosir, demikian Efendy Naibaho menutup pembicaraan (red)

Inilah Bentuk Nyata ABJI Dengan Menggelar Bhakti Sosial Pembagian Sembako Di Desa Sekidang

0

Inilah Bentuk Karya Nyata ABJI Dengan Menggelar Bhakti Sosial Pembagian Sembako kepada Masyarakat yang Kurang Mampu Di Desa Sekidang

LAMONGAN//Warta.in,– Aliansi Alam Bersatu Jaya Indonesia (ABJI) menggelar kegiatan bhakti sosial di Dusun Jengglot, Desa Sekidang, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jumat (10/07/2026). Kegiatan yang menjadi program sosial perdana ABJI tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat serta pemerintah desa setempat.

Kedatangan rombongan ABJI disambut langsung oleh Kepala Dusun Jengglot, Bambang Irawan, Kepala Desa Sekidang, Agus, beserta perangkat desa dan warga setempat.

Presiden ABJI, Suliono, S.H., mengatakan bahwa kegiatan bhakti sosial tersebut dapat terlaksana berkat dukungan para donatur yang selama ini memberikan kepercayaan kepada ABJI untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Agenda kali ini menjadi kegiatan bhakti sosial pertama kita. Saya sampaikan terima kasih kepada para donatur yang tidak mau disebut namanya, karena berkat beliau-beliau semua kegiatan ini dapat terlaksana. Lebih-lebih kami sampaikan terima kasih kepada Bapak H. Tony Hartono, pemilik Pabrik Rokok R3 di Dusun Kambangan, Desa Lamongrejo, selaku donatur tetap ABJI yang selalu mensupport kegiatan kita,” ungkap Suliono.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan bhakti sosial akan menjadi agenda rutin organisasi yang dilaksanakan setiap bulan di berbagai daerah.

“Bhakti sosial ini menjadi salah satu program kerja DPP ABJI yang akan kami laksanakan secara rutin setiap bulan. Kali ini kita menyiapkan 100 bingkisan sembako yang dibagikan kepada masyarakat, sebagian di Dusun Jengglot dan sebagian lagi akan disalurkan di Kabupaten Gresik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas ABJI, Rudjito, S.P., M.M.A., mengatakan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini kita sebagai lembaga NGO melakukan kegiatan bhakti sosial berupa pembagian sembako sebagai bentuk upaya kita mendekatkan diri dengan masyarakat, karena pada dasarnya kita lahir dari masyarakat,” ujarnya.

Menurut Rudjito, kehadiran ABJI tidak hanya bergerak di bidang sosial, tetapi juga siap membantu masyarakat yang mengalami berbagai persoalan.

“Supaya masyarakat yang notabene tidak berani menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi, dengan adanya kita mereka bisa meminta bantuan dan pendampingan. Banyak tugas yang kita emban di ABJI, salah satunya memberikan advokasi secara gratis kepada masyarakat apabila memang dibutuhkan. Itu juga menjadi program kerja kita,” tambahnya.

Wakil Presiden ABJI, Sulikan, menyampaikan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan organisasi bukan sekadar memberikan bantuan sembako, tetapi juga membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat terhadap organisasi.

“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat. Jangan sampai masyarakat merasa sendirian ketika menghadapi persoalan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa ABJI siap menjadi sahabat masyarakat, baik dalam kegiatan sosial maupun ketika masyarakat membutuhkan pendampingan dan advokasi,” kata Sulikan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai wilayah sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar program-program ABJI dapat berjalan dengan baik dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal DPP ABJI, Sukadi, S.H., menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya berkomitmen menjalankan fungsi sosial kontrol sekaligus membantu masyarakat melalui jalur yang sesuai dengan aturan hukum.

“ABJI hadir bukan hanya untuk melakukan pengawasan terhadap kebijakan publik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Program bhakti sosial dan advokasi gratis ini akan terus kami jalankan sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang membutuhkan,” tegas Sukadi.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu ragu untuk berkomunikasi dengan ABJI apabila menghadapi persoalan yang membutuhkan pendampingan.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa ABJI terbuka untuk membantu. Selama itu untuk kepentingan masyarakat dan sesuai aturan yang berlaku, kami siap memberikan pendampingan,” ujarnya.

Kepala Dusun Jengglot, Bambang Irawan, mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian yang diberikan ABJI beserta para donatur kepada warga di wilayahnya.

“Atas nama warga Dusun Jengglot, saya mengucapkan terima kasih kepada ABJI dan seluruh donatur yang telah berbagi kepada masyarakat kami. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang menerima. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ucap Bambang.

Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap program sosial dan advokasi yang dijalankan ABJI.

“Kami mendukung program-program ABJI, baik bhakti sosial maupun advokasi kepada masyarakat. Semoga keberadaan ABJI benar-benar bisa menjadi jembatan bagi warga yang membutuhkan bantuan dan pendampingan,” katanya.

“Semoga para donatur dan seluruh pengurus ABJI selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya sehingga dapat terus membantu masyarakat,” tambah Bambang.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Sekidang, Agus. Ia mengapresiasi kepedulian ABJI yang telah memilih Dusun Jengglot sebagai lokasi pelaksanaan bhakti sosial perdana organisasi tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada ABJI dan para donatur yang telah peduli terhadap masyarakat Desa Sekidang, khususnya warga Dusun Jengglot. Ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan patut diapresiasi,” ujar Agus.

Menurutnya, program sosial dan advokasi yang dijalankan ABJI dapat membantu masyarakat dalam menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini belum tersampaikan.

“Kami mendukung penuh program-program ABJI. Selain kegiatan sosial, program advokasi kepada masyarakat juga sangat baik karena dapat membantu warga yang membutuhkan pendampingan. Semoga kerja sama dan sinergi seperti ini terus terjalin demi kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Salah seorang warga penerima manfaat, Wakini, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan ABJI bersama para donatur kepada masyarakat Dusun Jengglot. Menurutnya, bantuan sembako tersebut sangat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada ABJI dan seluruh donatur yang sudah peduli kepada kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami. Semoga semua yang sudah membantu diberikan kesehatan, rezeki yang lancar, dan selalu diberi keberkahan oleh Allah SWT,” ujar Wakini.
Ia berharap kegiatan bhakti sosial seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.

“Semoga ABJI semakin maju dan terus hadir membantu masyarakat. Tidak hanya melalui pembagian sembako, tetapi juga membantu warga yang memiliki permasalahan dan membutuhkan pendampingan. Kami sebagai masyarakat tentu sangat senang jika ada organisasi yang benar-benar peduli kepada rakyat kecil,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan paket sembako kepada warga penerima manfaat serta doa bersama agar para donatur, pengurus ABJI dan seluruh masyarakat selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan keberkahan. [Roy]