Beranda blog

Respons Cepat Laporan 110, Polsek Sandubaya Amankan Sejumlah Pelajar Diduga Terlibat Tawuran

0

Respons Cepat Laporan 110, Polsek Sandubaya Amankan Sejumlah Pelajar Diduga Terlibat Tawuran

Warta.in
Mataram, NTB – Merespons cepat laporan masyarakat melalui layanan darurat Call Center 110, personel piket fungsi Polsek Sandubaya bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa Cakranegara Selatan bergerak menindaklanjuti dugaan aksi tawuran pelajar di halaman belakang TK Negeri Model Mataram, Jalan Rahwana, Cakranegara, Kota Mataram, Selasa (03/11/2026).

Saat petugas tiba di lokasi, para pelajar yang diduga terlibat tawuran telah meninggalkan tempat kejadian. Namun, personel tidak langsung menghentikan pencarian dan melanjutkan patroli di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap aman.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sejumlah pelajar yang diduga terlibat dalam aksi tersebut ditemukan di sebuah gang di belakang Kampus II Universitas Mataram. Mereka diduga berada di lokasi tersebut untuk menghindari petugas.

Selanjutnya, para pelajar beserta sepeda motor yang terparkir di gang tersebut diamankan ke Mapolsek Sandubaya untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan pembinaan.

Dari hasil pendataan awal, terdapat sekitar 22 pelajar SMP dan satu pelajar SMA yang diamankan. Setelah diketahui berasal dari salah satu SMP negeri di Kota Mataram, pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan sekolah untuk bersama-sama melakukan pembinaan.

Kapolsek Sandubaya, AKP Novit Haru Prasetyo, S.Tr.K., S.I.K., membenarkan adanya sejumlah pelajar yang diamankan untuk diperiksa dan diberikan pembinaan karena diduga terlibat dalam aksi tawuran.

“Sebelumnya kami mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya segerombolan pelajar di lokasi tersebut yang hendak melakukan tawuran. Begitu informasi kami terima, sejumlah piket fungsi langsung ke TKP dan mendapati mereka, para pelajar ini, yang diduga melakukan tawuran tersebut,” jelasnya.

Kapolsek menerangkan, pembinaan dilakukan oleh personel kepolisian dengan melibatkan pihak sekolah yang sengaja dipanggil ke Mapolsek Sandubaya. Langkah ini dilakukan agar pihak sekolah mengetahui kejadian tersebut sekaligus turut bertanggung jawab dalam mengawasi dan membina para siswanya.

“Kami juga datangkan pihak sekolah untuk melakukan pembinaan di Polsek, termasuk menandatangani surat pernyataan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Kapolsek juga mengingatkan bahwa pencegahan kenakalan remaja, khususnya aksi tawuran, membutuhkan peran aktif keluarga dan lingkungan pendidikan. Karena itu, ia berharap para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak-anaknya.

Menurutnya, kepedulian serta pengawasan keluarga sangat penting agar anak-anak tidak terjerumus dalam tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Respons cepat terhadap laporan masyarakat melalui layanan 110 ini menjadi bagian dari upaya Polsek Sandubaya dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, sekaligus mencegah aksi tawuran pelajar berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.(sr/hpm)

Dubes Australia dan Gubernur NTB Luncurkan Dashboard Eksekutif, Perkuat NTB Satu Data

0

Dubes Australia dan Gubernur NTB Luncurkan Dashboard Eksekutif, Perkuat NTB Satu Data

Warta.in
Mataram,NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Australia memperkuat kemitraan strategis dalam transformasi tata kelola pemerintahan berbasis data melalui peluncuran Dashboard Eksekutif NTB Satu Data. Peluncuran dilakukan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier, di Ruang Rapat Tambora, Kantor Gubernur NTB, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTB, Sekretaris Daerah, Kepala BPS Provinsi NTB, para kepala perangkat daerah, Tim Ahli Gubernur, serta delegasi Kedutaan Besar Australia dan Program SKALA. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam membangun ekosistem data yang terintegrasi untuk mendukung pembangunan daerah.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia melalui Program SKALA atas dukungan dalam memperkuat tata kelola data sekaligus mengintegrasikannya dengan sepuluh program prioritas pembangunan NTB. Menurutnya, integrasi tersebut memungkinkan pemerintah menyelaraskan berbagai intervensi pembangunan, menghindari tumpang tindih program, serta memastikan kebijakan memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.

“Hal yang paling membahagiakan bagi saya adalah ketika menerima laporan bahwa program dan sistem yang dikembangkan melalui Program SKALA telah berhasil diorkestrasi dan dikolaborasikan dengan sangat baik bersama sepuluh program prioritas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ujar Iqbal.

Ia menegaskan, NTB Satu Data menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan berdasarkan kondisi riil masyarakat. Dashboard Eksekutif menghadirkan satu rujukan strategis bagi pimpinan daerah untuk memantau perkembangan program dan mengambil keputusan secara cepat, tanpa harus selalu menunggu laporan manual dari perangkat daerah.

“Kehadiran Dashboard Eksekutif memberikan satu rujukan yang dapat dijadikan dasar dalam proses pengambilan keputusan. Meskipun data yang ditampilkan belum tentu seratus persen sempurna, setidaknya kita memiliki pijakan awal yang kemudian dapat diverifikasi dan diperdalam,” jelasnya.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier, mengapresiasi langkah NTB dalam mengembangkan ekosistem data yang terintegrasi. Menurutnya, ketersediaan data yang akurat, lengkap, dan mudah diakses merupakan fondasi utama bagi pemerintahan yang efektif serta pelaksanaan program pembangunan yang efisien dan akuntabel.

“Ini langkah yang efektif dan bagus. Inovasi Pemerintah NTB dalam mengintegrasikan data menjadi langkah penting dalam menjalankan program pemerintah,” ujarnya.

Rod Brazier juga menegaskan komitmen Pemerintah Australia untuk terus memperkuat kemitraan dengan NTB melalui Program SKALA. Ia menilai kolaborasi tersebut memiliki cakupan yang luas dan strategis, tidak hanya dalam penguatan data, tetapi juga mendukung tata kelola pemerintahan, perencanaan pembangunan, dan peningkatan kualitas pelayanan dasar.

Direktur Implementasi Program SKALA, Ted Weohau, menyampaikan bahwa pengembangan Dashboard Eksekutif merupakan terobosan penting dalam perjalanan transformasi digital pemerintahan NTB. Portal NTB Satu Data dan Dashboard Eksekutif memiliki fungsi yang saling melengkapi. Portal menyediakan data pembangunan yang terintegrasi, sedangkan dashboard menyajikan informasi strategis untuk membantu pimpinan memantau capaian, mengidentifikasi persoalan, dan menentukan arah kebijakan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menjelaskan bahwa Portal NTB Satu Data kini telah memuat 995 dataset, dengan 825 dataset di antaranya terhubung dengan Kementerian Dalam Negeri. Integrasi juga terus diperluas dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk mendorong pemanfaatan hasil penelitian perguruan tinggi sebagai bagian dari ekosistem data daerah.

“NTB Satu Data merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi NTB dalam membangun kepercayaan publik. Bagaimana kita membangun perencanaan pembangunan yang lebih baik melalui data yang akurat dan dapat dipercaya oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Dashboard Eksekutif memungkinkan pimpinan daerah memantau perkembangan program secara berkala melalui satu sistem terintegrasi. Dengan demikian, evaluasi kinerja dan respons terhadap persoalan pembangunan dapat dilakukan lebih cepat, terukur, dan berbasis bukti.

Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa pengembangan NTB Satu Data masih terus berlangsung. Pemerintah daerah akan menyempurnakan kualitas, keterhubungan, dan keamanan data agar sistem ini semakin andal dalam mendukung pengambilan keputusan. Pemprov NTB juga bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperkuat aspek keamanan informasi.

Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Australia, Program SKALA, serta dukungan seluruh perangkat daerah dan institusi terkait, NTB terus mengembangkan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dashboard Eksekutif bukan sekadar instrumen digital untuk menampilkan angka dan capaian, melainkan jembatan antara data dan keputusan. Dengan data yang semakin akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan, setiap kebijakan diharapkan semakin tepat sasaran, setiap program semakin terukur, dan setiap langkah pembangunan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. Inilah semangat NTB Satu Data: membangun kepercayaan publik melalui data dan menghadirkan pembangunan yang lebih baik melalui keputusan yang tepat.(sr/dkisntb)

Bangun Sinergi Kampus dan Masyarakat, FH Unitas Palembang Gelar KKN Tematik Berbasis Kamtibmas

0

Warta.In| Palembang – Fakultas Hukum Universitas Tamansiswa (Unitas) Palembang resmi membuka sekaligus menyerahkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik kepada Pemerintah Kelurahan Enam-Belas Ulu, Kecamatan Seberang Ulu Dua, Kota Palembang, Selasa (3/11/2026).

Pembukaan.dan Penyerahan Mahasiswa KKN Tematik Fakultas Hukum Unitas Palembang, turut di hadiri oleh .Lurah Enam Belas Ulu, Kgs. Syahri Ramadhon, SH, MH, Dr. Rika Destiny Sinaga, SH, MH (Dekan FH Unitas Palembang,.M.Tohir,.SH, ΜΗ (Kaprodi FH Unitas Palembang),.Dr.Taqwa, SE, SH, MH, Lydia Susan Chairani, A.Md.Gz Kasi Pemerintahan Kelurahan Enam-Belas Ulu, Dhoni Kurniawan, SH Ketua YBH Sumsel Berkeadilan Kecamatan Seberang Ulu Dua Palembang serta Ke-14 Mahasiswa KKN di antaranya Susanto, Harmoko, Tamara, Suci Wahyuni Oktari, Samiun, Fiedel Zahwa S, Muhammad Ridho, M Hadi Pratama,.KA Syefri Yudha Putra, Afrian Saputra, Yasiro Abilla, Satriaji Putra Pratama, Syahreza Pahlefie, Haryadi Simanjuntak.

Kegiatan KKN Tematik yang berlangsung mulai 3 November hingga 15 Desember 2026 tersebut mengusung tema “Optimalisasi Kesadaran dan Kepatuhan Hukum Masyarakat Melalui Penguatan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Guna Mewujudkan Lingkungan yang Aman, Tertib, dan Kondusif.”

Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu hukum yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan edukasi hukum kepada masyarakat.

Lurah Enam-Belas Ulu Palembang, Kgs. Syahri Ramadhon, SH, MH, dalam kesempatan tersebut menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Fakultas Hukum Unitas Palembang. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran hukum serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah kelurahan, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta kondusif.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unitas Palembang, Dr. Rika Destiny Sinaga, SH, MH, melalui Kaprodi FH Unitas Palembang, M. Tohir, SH, MH, menyampaikan bahwa KKN Tematik merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, M.Tohir memberikan dukungan terhadap pelaksanaan KKN Tematik tersebut agar berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kelurahan Enam-Belas Ulu.

Ditempat yang sama, Ketua Kelompok KKN, Susanto, mengatakan pihaknya siap menjalankan amanah dan tanggung jawab selama pelaksanaan KKN berlangsung.

Ia menegaskan, seluruh mahasiswa akan berupaya membangun kerja sama dengan pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, serta warga setempat dalam menjalankan berbagai program kegiatan.

“Melalui KKN Tematik ini, kami berharap dapat hadir dan memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, kepedulian terhadap keamanan lingkungan, serta mendorong terciptanya kehidupan bermasyarakat yang aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Dengan pelaksanaan KKN Tematik ini, mahasiswa Fakultas Hukum Unitas Palembang diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial dan hukum di tengah masyarakat. (*)

Kapolda Jatim Beri Bantuan Modal Usaha, Polres Jember Selesaikan Perkara Sunani

0

Warta.in, Jember – Di balik peristiwa pencurian beras, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu yang berusaha bertahan di tengah kerasnya kehidupan. Sunani (45), seorang janda dengan tiga anak, harus menghadapi kenyataan bahwa kebutuhan hidup terus berjalan, sementara pekerjaan dan penghasilan yang dapat diandalkan tidak lagi dimilikinya.

Dalam kondisi ekonomi yang sulit dan terdesak kebutuhan sehari-hari, Sunani nekat mengambil beras di sebuah toko sembako di salah satu kawasan perumahan di Jember. Tindakan tersebut menjadi persoalan hukum yang harus dihadapinya. Namun, di balik peristiwa itu, terdapat sisi kehidupan yang menggambarkan beratnya perjuangan seorang ibu dalam memenuhi kebutuhan keluarganya.

Kisah Sunani kemudian mendapat perhatian melalui pendekatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan. Tergerak oleh semangat kepedulian, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M.H., memberikan bantuan modal usaha agar Sunani memiliki kesempatan untuk kembali bangkit dan menata kehidupan bersama ketiga anaknya.

Tak hanya itu, Polres Jember juga menyelesaikan persoalan hukum yang dihadapi Sunani melalui pendekatan Restorative Justice (keadilan restoratif). Sebagai bentuk kepedulian lanjutan, bantuan sembako turut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Bantuan tersebut disampaikan secara langsung melalui Kasat Lantas Polres Jember AKP Ade Andini.STH.SIK.MH., Selasa (3/11/2026). Langkah ini menjadi gambaran bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak semata-mata menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga berupaya menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian sekaligus upaya memberikan kesempatan kepada Sunani untuk memperbaiki keadaan dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik.

“Di balik setiap persoalan, selalu ada sisi kemanusiaan yang perlu kita lihat. Kami berharap bantuan modal usaha ini dapat menjadi langkah awal bagi Ibu Sunani untuk kembali menata kehidupan, membuka usaha, dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya dengan cara yang lebih baik. Bantuan sembako ini juga diharapkan dapat meringankan beban keluarga untuk sementara waktu,” ujarnya.

Lebih dari sekadar bantuan materi, perhatian tersebut menjadi pesan bahwa seseorang yang pernah melakukan kesalahan tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata masa depan. Pendekatan keadilan restoratif juga menjadi salah satu upaya penyelesaian persoalan hukum dengan mempertimbangkan nilai keadilan dan kemanusiaan.

Bagi Sunani, bantuan yang diterimanya bukan sekadar modal usaha ataupun sejumlah kebutuhan pokok. Di tengah kehidupan yang penuh keterbatasan, perhatian tersebut menjadi secercah harapan untuk kembali berusaha dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

Kisah ini sekaligus mengingatkan bahwa penegakan hukum dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan. Polri tidak hanya hadir untuk menegakkan aturan, tetapi juga berupaya merangkul masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan kesempatan untuk bangkit.

Sebab, di balik seragam dan tugas pengabdian, terdapat tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan serta memberikan ruang bagi setiap orang yang memiliki keinginan untuk memperbaiki kehidupannya.

Puluhan Rumah diTalang Liak1 Terancam Dampak Genangan Limbah,Ketua DPRD Lebong Desak PUPRHUB Segera Bertindak

0

Warta.in – Lebong.

Persoalan genangan air bercampur limbah rumah tangga yang telah berlangsung bertahun-tahun di kawasan permu kiman Desa Talang Liak 1, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Lebong, Carles Ronsen, S.Sos.Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-HUB) Kabupaten Lebong segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Pasalnya, genangan yang berasal dari luapan saluran irigasi dan bercampur limbah rumah tangga itu telah berdampak terhadap lingkungan permukiman puluhan kepala keluarga.

Pada Sabtu (29/8/2026), Carles Ronsen turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi yang dikeluhkan masyarakat. Peninjauan tersebut dilakukan bersama perwakilan Dinas PUPR-HUB, yakni Kepala Bidang Sumber Daya  Air (SDA), Haszaras Eko Sukmana, S.E., beserta staf, yang mewakili Plt. Kepala Dinas PUPR-HUB, Indra Gunawan, S.Pi., M.Si.

Kunjungan lapangan tersebut merupakan tindak lanjut atas berbagai laporan dan keluhan masyarakat, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial.

Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, ditemukan sejumlah persoalan yang diduga menjadi penyebab terjadinya genangan. Di antaranya penyumbatan saluran irigasi akibat penumpukan sedimentasi dan sampah rumah tangga di beberapa titik.Selain itu, terdapat dugaan permasalahan pada konstruksi drainase, khususnya elevasi atau kemiringan saluran yang tidak sesuai. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan aliran air berbalik atau backwater, sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik dan akhirnya tertahan menjadi genangan.

Situasi ini tidak hanya menyebabkan kawasan permukiman terlihat kumuh, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi terdampak.Menyikapi temuan tersebut, Carles Ronsen meminta Dinas PUPR-HUB segera melakukan pemetaan dan kajian teknis secara menyeluruh agar penyebab utama genangan dapat diketahui dan penanganannya dilakukan secara tepat.

“Terdapat sejumlah alternatif yang bisa menyelesaikan masalah, akan tetapi hal ini ranahnya OPD teknis, yaitu PUPR-HUB, untuk melakukan kajian-kajian agar persoalan  dapat terselesaikan dengan baik dan benar,” jelas Carles.

Ia juga meminta agar langkah awal penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah wilayah, mulai dari Camat Bingin Kuning hingga Pemerintah Desa Talang Liak 1. Koordinasi tersebut dinilai penting untuk menyusun langkah perbaikan yang sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.

Menurut Carles, persoalan genangan air yang bercampur limbah rumah tangga tersebut sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, pihaknya telah berulang kali menerima pengaduan warga terkait kondisi lingkungan permukiman yang belum mendapatkan penanganan optimal.

“Persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Talang Liak 1 ini sudah berlarut-larut. Kami sudah sering mendapat aduan langsung dan keluhan yang disampaikan lewat media sosial. Untuk itu, kami minta pemerintah daerah melalui PUPR-HUB ke depan agar lebih serius dalam penanganannya,” tegasnya.

Sementara itu,Kepala Dinas PUPR-HUB Kabupaten Lebong,Indra Gunawan, S.Pi., M.Si., melalui Kepala Bidang SDA, Haszaras Eko Sukmana, S.E., menyampaikan bahwa hasil peninjauan bersama Ketua DPRD Lebong akan segera dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan tindak lanjut.

Pihaknya juga berencana melakukan koordinasi dengan Camat Bingin Kuning dan Pemerintah Desa Talang Liak 1 guna membahas langkah penanganan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

“Hasil peninjauan bersama Bapak Ketua DPRD akan segera saya laporkan kepada pimpinan kami, dan akan segera kami tindak lanjuti sesuai dengan arahan dan kewenangan yang ada,” ungkap Haszaras.

Dengan adanya peninjauan langsung tersebut, masyarakat Desa Talang Liak 1 berharap pemerintah daerah segera merealisasikan langkah perbaikan saluran irigasi dan drainase agar genangan air bercampur limbah tidak terus berlarut-larut serta lingkungan permukiman kembali bersih, sehat,  dan nyaman untuk dihuni.

(Tim Redaksi)

DPRD Lebong Sampaikan Ucapan Selamat HUT  ke-81 Kejaksaan RI, Dorong Penegakan Hukum Berintegritas

0

Warta.in – Lebong.

Pimpinan, seluruh anggota, serta keluarga besar Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebong menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026  yang jatuh pada Rabu, 2 September 2026.Ucapan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Lebong, Carles Ronsen, S.Sos., kepada awak media pada Selasa (1/9/2026), sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap peran Kejaksaan Republik Indonesia dalam menjalankan tugas penegakan hukum di Tanah Air.

Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD, serta keluarga besar Sekretariat DPRD Kabupaten Lebong, Carles Ronsen turut menyampaikan harapan agar Kejaksaan RI semakin profesional, berintegritas, dan konsisten dalam menjalankan tugas serta kewenangannya.Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pesan dan ucapan selamat dengan mengusung semangat penegakan hukum yang berintegritas demi terwujudnya keadilan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Selamat Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, 2 September 2026. Melalui penegakan hukum berintegritas menuju Indonesia adil dan makmur,” ucap Carles Ronsen, S.Sos.

Momentum peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81 ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh insan Adhyaksa untuk terus meningkatkan pengabdian, menjaga kepercayaan masyarakat, serta memperkuat komitmen dalam mewujudkan penegakan hukum yang adil dan berkeadilan.

(Tim Redaksi)

Uang Bulanan untuk Wartawan? Nama Juwita Mencuat, Diduga Salurkan Dana Bos CPO Bekas Setiap Tanggal 2

0

Warta.in Medan 3/11/26 — Dugaan praktik pembagian uang bulanan kepada sejumlah wartawan di Kota Medan mulai menjadi sorotan. Seorang wartawati bernama Juwita disebut-sebut berperan membagikan uang kepada wartawan dari sejumlah media dengan nominal bervariasi, mulai Rp25 ribu, Rp50 ribu hingga Rp100 ribu untuk masing-masing media.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, uang tersebut diduga berasal dari seorang pengusaha atau bos yang bergerak di bidang CPO bekas. Menariknya, pembagian uang itu dikabarkan berlangsung rutin setiap bulan dan disebut tidak pernah terlambat, yakni setiap tanggal 2.

Lokasi yang disebut menjadi tempat pembagian uang berada di Jalan M. Basir Ujung, tepatnya di sekitar jembatan yang tembus ke Jalan Yos Sudarso, atau yang dikenal masyarakat sebagai kawasan Aloha.

Jika informasi tersebut benar, publik tentu berhak mempertanyakan apa kepentingan di balik pemberian uang secara rutin kepada sejumlah wartawan dan media tersebut.

Apakah uang itu sekadar bantuan pribadi, biaya operasional media, atau ada kepentingan tertentu yang ingin dibangun melalui pemberian dana bulanan tersebut?

Pertanyaan ini bukan tanpa alasan. Independensi wartawan merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pers. Jangan sampai pemberian uang secara rutin justru menimbulkan konflik kepentingan, mengaburkan batas antara kerja jurnalistik dan kepentingan pihak tertentu.

Lebih jauh, transparansi mengenai sumber dana, mekanisme pembagian, serta tujuan pemberian uang tersebut perlu dibuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Jangan sampai profesi wartawan dipandang sebagai profesi yang dapat didekati dengan pemberian uang bulanan. Sebab, integritas pers tidak boleh ditukar dengan nominal berapa pun.

Hingga berita ini diterbitkan, Juwita dan pihak pengusaha CPO bekas yang disebut sebagai sumber dana belum memberikan keterangan resmi. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pihak-pihak terkait.

Tim investigasi akan terus menelusuri informasi tersebut guna memastikan fakta di balik dugaan pembagian uang bulanan kepada sejumlah media di kawasan Aloha. (RN)

Cegah Pinjol Ilegal dan Judi Online, Pemprov NTB Siapkan Langkah Terintegrasi

0

Cegah Pinjol Ilegal dan Judi Online, Pemprov NTB Siapkan Langkah Terintegrasi

Warta.in
Matatam,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan komitmennya dalam menangkal maraknya penyiaran pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol) yang kini kian mengkhawatirkan hingga menjangkau wilayah pedesaan.
​Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik selaku Juru Bicara Pemprov NTB saat hadir dalam Dialog Daerah yang digelar oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi NTB di Kantor DPD RI NTB, Selasa (3/11).

Dalam dialog ini, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik atau sapaan akrabnya Aka, menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mempercepat penyebaran pinjol ilegal dan judol hingga menjangkau wilayah pedesaan. Bahkan, anak-anak usia sekolah dan masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) menjadi kelompok yang rentan terpapar praktik tersebut.

Menurutnya, dampak pinjol ilegal dan judol tidak hanya berkaitan dengan persoalan finansial, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial yang lebih kompleks. Mulai dari penumpukan utang, kehilangan pekerjaan dan aset, menurunnya kesejahteraan keluarga, konflik rumah tangga, hingga meningkatnya risiko kemiskinan dan kerentanan sosial.

“Pinjol ilegal dan judi online bukan lagi persoalan individu, tetapi telah menjadi masalah sosial yang kompleks. Penanganannya membutuhkan pendekatan yang terintegrasi, berkelanjutan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” tegas Aka.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mendorong integrasi program Desa Berdaya sebagai salah satu instrumen pencegahan dan penanggulangan hingga tingkat masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, edukasi, literasi digital, pemberdayaan ekonomi, serta perlindungan sosial diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman kejahatan digital.

Pengembangan sistem pengaduan terintegrasi melalui SP4N-LAPOR turut menjadi perhatian. Sistem ini diharapkan mampu memastikan pengaduan masyarakat tercatat, terkoordinasi dan ditindaklanjuti secara transparan serta akuntabel.

Sementara itu, Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Provinsi NTB, Indra Alamsyah, memaparkan proses pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Pinjaman Online Ilegal dan Judi Online di Provinsi NTB.

Ia menjelaskan, pembentukan Perda merupakan Daerah-daerah kolaboratif antara DPRD dan pemerintah daerah, yang diawali melalui Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda), dilanjutkan dengan pembahasan tingkat I dan II, harmonisasi, fasilitasi atau evaluasi, hingga penetapan dalam rapat paripurna.

Dalam proses pembahasannya, Raperda melibatkan berbagai pemangku kepentingan melalui konsultasi teknis, pembahasan bersama komisi atau alat kelengkapan DPRD, serta harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan instansi terkait sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Pembentukan Perda membutuhkan sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah. Selain proses legislasi yang terstruktur dan sesuai ketentuan, sosialisasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting agar regulasi ini dipahami dan memberikan manfaat nyata,” jelas Indra.

Ia menambahkan, Raperda tersebut menjadi salah satu regulasi yang memiliki urgensi tinggi karena dampak pinjol ilegal dan judol telah menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, keluarga hingga kehidupan sosial.

Dari perspektif akademis, Dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Dr. Muh. Risnain, menyampaikan bahwa pinjol ilegal dan judol menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi kemiskinan ekstrem di NTB. Dampaknya meluas, tidak hanya pada kondisi ekonomi masyarakat, tetapi juga kesehatan psikologis, ketahanan keluarga dan stabilitas sosial.

Ia mengungkapkan, Raperda tersebut telah masuk dalam Program Pembentukan Perda Tahun 2026, melalui tahapan penyusunan kerangka kebijakan sejak April 2026 dan telah menjalani harmonisasi di Kementerian Hukum Wilayah NTB. Saat ini, Raperda tengah dalam proses pembahasan di Komisi I DPRD Provinsi NTB dan diharapkan dapat disahkan pada tahun 2026.

Risnain menekankan bahwa upaya penanggulangan harus dilakukan secara komprehensif melalui penguatan penegakan hukum, pembentukan satuan tugas (Satgas), rehabilitasi sosial dan psikologis, kerja sama antarlembaga, serta pemberdayaan masyarakat.

“Penanganan pinjol dan judol tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Diperlukan pendekatan komprehensif yang mencakup pencegahan, rehabilitasi, koordinasi lintas sektor, dan pemberdayaan masyarakat untuk melindungi masyarakat NTB serta memperkuat ketahanan keluarga,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong pengembangan program Desa Sadar Pinjol dan Desa Sadar Judol yang terintegrasi dengan program Desa Berdaya. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan digital, memperluas edukasi masyarakat, serta membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi ancaman pinjol ilegal dan judol.

Melalui dialog daerah ini, seluruh pihak berharap Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Pinjol dan Judol dapat menjadi landasan kebijakan yang memperkuat perlindungan masyarakat NTB. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, serta masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan sistem pencegahan dan pemulihan yang terintegrasi.

Dengan penguatan regulasi, koordinasi lintas sektor, sistem pengaduan terpadu, serta intervensi sosial dan ekonomi, NTB diharapkan mampu membangun masyarakat yang lebih terlindungi, mandiri, dan tangguh dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus mendukung percepatan pengentasan kemiskinan dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.(sr/dkisntb )

 

 

Cerita Buruh Tani di NTB Antarkan Anak Raih Cita-cita Lewat Sekolah Rakyat

0

Cerita Buruh Tani di NTB Antarkan Anak Raih Cita-cita Lewat Sekolah Rakyat

Warta.in
Lombok Utara – Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Lombok Utara melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (2/11/2026). Acara tersebut dibuka oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebagai tanda dimulainya proses pembelajaran.

Sebanyak 595 siswa dari keluarga kurang mampu mengikuti pendidikan di sekolah tersebut, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Di tengah haru pelepasan siswa, hadir seoarang buruh tani asal Tanjung, Lombok Utara, Ahmadi. Baginya, kesempatan untuk menyekolahkan anak hingga jenjang lebih tinggi bukan perkara mudah. Penghasilan yang terbatas membuat biaya pendidikan menjadi salah satu beban yang harus dipikirkan. Namun, kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Lombok Utara memberinya harapan baru.

Melalui sekolah berasrama yang seluruh kebutuhan pendidikannya ditanggung pemerintah itu, Ahmadi berharap anaknya bisa belajar dengan tenang dan menggapai cita-cita tanpa harus terbebani persoalan biaya.

Ia mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Sekolah Rakyat, terutama bagi keluarga dari kalangan ekonomi bawah yang selama ini membutuhkan akses pendidikan gratis.

“Iya, karena di sini sangat membantu sekali, terutama bagi kita golongan yang golongan bawah. Kita sangat membutuhkan ini yang gratis ini. Itu yang kita harapkan,” kata Ahmadi.

Sebagai Buruh Tani, Ahmadi menyadari kemampuan ekonominya terbatas. Karena itu, kesempatan menyekolahkan anak melalui program tersebut menjadi sesuatu yang sangat disyukuri. Apalagi, para siswa akan tinggal di asrama sehingga kebutuhan pendidikan dan pendampingan mereka dapat terpenuhi.

“Karena gratis itu, Pak. Karena gratis itulah makanya, cocok bagi kita yang kurang-kurang mampulah, golongan bawah kan,” ujarnya.

Ahmadi berharap anaknya dapat menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut hingga tuntas. Ia juga menyebut banyak keluarga lain yang ingin menyekolahkan anak mereka di Sekolah Rakyat, tetapi belum bisa terakomodasi karena keterbatasan wilayah penerimaan.

“Banyak yang mau, tapi karena desanya yang tidak mendukung, akhirnya tidak bisa. Banyak juga, termasuk anak saya juga mau ke sini kan. Tapi desanya terlalu besar, belum dibuka,” tuturnya.

Bagi keluarga lain, Sekolah Rakyat juga menjadi jalan untuk melanjutkan pendidikan anak-anak yang kehilangan orang tua. Lailatul Huda, wali siswa asal Seganteng, Mataram, menitipkan dua adiknya di sekolah tersebut. Ia kini mengambil tanggung jawab untuk mendampingi dan memastikan kedua adiknya tetap memperoleh pendidikan.

Ketiadaan orang tua membuat Lailatul harus menjadi sosok yang memberikan dukungan bagi adik-adiknya. Ia berharap kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dapat mengantarkan mereka meraih cita-cita dan memiliki masa depan yang lebih baik.

“Ya, karena di sini kan bisa ditanggung semuanya, dari sekolahnya sampai dia bisa mencapai cita-citanya,” kata Lailatul.

Ia mengaku ingin kedua adiknya tetap semangat meskipun harus menjalani kehidupan tanpa kehadiran orang tua.

“Karena orang tua sudah enggak ada kan mbaknya kan yang menjadi penanggung jawab, bisa untuk adik-adiklah, dimotivasi mereka,” ujarnya.

“Semoga menjadi orang sukses,” tambahnya.

Harapan para wali siswa itu kini berlanjut pada anak-anak yang mulai menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Salah satunya Solehah, siswa kelas satu SMA asal Gubuk Pande, Seganteng, Mataram. Ia mengaku terharu sekaligus senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat.

Solehah berasal dari keluarga dengan delapan bersaudara. Ia dan salah satu adiknya sama-sama mendapat kesempatan bersekolah di sana. Bagi mereka, pendidikan gratis menjadi kesempatan berharga untuk melanjutkan sekolah.

“Terharu,” kata Solehah ketika ditanya mengenai perasaannya bisa bersekolah di Sekolah Rakyat.

Sementara itu, Mirnawati, siswi asal Desa Pengkelakmas, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, juga mengaku bahagia bisa melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut. Sebelumnya, ia bersekolah di MTs NW Pengkelamas sebelum mendapat kesempatan masuk melalui usulan dari desa.

Mirnawati menyimpan cita-cita menjadi seorang apoteker. Ia berharap kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dapat membantunya mewujudkan impian tersebut.

“Saya mau jadi apoteker,” ucapnya.

Bagi Ahmadi, Lailatul, Solehah, dan Mirnawati, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar. Di sana, ada harapan orang tua yang ingin anaknya memiliki masa depan lebih baik, ada tanggung jawab seorang kakak untuk menjaga masa depan adik-adiknya, serta mimpi anak-anak yang ingin tumbuh dan meraih cita-cita tanpa terhalang keadaan ekonomi.

Sebagai informasi, Sekolah Rakyat merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di sektor pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial. Melalui sistem pendidikan berasrama, para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan gratis, tetapi juga pendampingan dan pemenuhan kebutuhan selama tinggal di sekolah. (sr/dkisntb)

Bersinergi Dengan Kepolisian, SMK KAL-1 Ikuti Tes Pembuatan SIM

0

Bersinergi Dengan Kepolisian, SMK KAL-1 Ikuti Tes Pembuatan SIM

Surabaya,(03/11/26)
Untuk pertama kalinya SMK KAL-1 Surabaya menjadi tempat berlangsungnya tes pembuatan SIM yang dilaksanakan oleh tim Satlantas Polrestabes Surabaya(03/11/26).

Pembuatan SIM tersebut melibatkan 20 pemohon SIM baru dan 17 perpanjangan SIM dengan melibatkan 18 personil Satlantas Polrestabes Surabaya yang di pimpin langsung oleh Kanit Regident Satlantas Polrestabes Surabaya AKP. Riza Aribowo, S.H., M.M dan Kasubnit Regident Ipda Dani Kurniawan, S.H.

Peserta tes pembuatan SIM baru dan perpanjangan SIM yang berlangsung di SMK KAL-1 Surabaya , merupakan bapak /ibu guru dan keluarga SMK KAL-1.

Selama berlangsungnya tes , Kasatdik SMK KAL-1 Munawar, S.Pd., M.Pd berkesempatan meninjau dari dekat jalannya tes teori dan praktek pembuatan SIM baru tersebut.

Dalam sambutannya Kasatdik SMK KAL-1 Munawar, S.Pd., M.Pd mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan dari Satlantas Polrestabes Surabaya yang telah menjadikan sekolah ini menjadi tempat penyelenggaraan pembuatan SIM bersama

Di tambahkan olehnya, dengan adanya penyelenggaraan tes pembuatan SIM di sekolah ini dapat menjadi wacana bagi murid-murid SMK KAL-1 untuk mempersiapkan diri bila sudah waktunya / usianya bisa mengikuti pembuatan SIM, apalagi sebelum terlaksananya tes praktek pembuatan SIM mendapatkan penjelasan teori dan praktek pembuatan SIM dan beberapa murid dan guru di beri kesempatan untuk uji coba praktek berkendaraan motor sesuai ujian yang akan dilaksanakan.

Sementara itu Kasubnit Regident Ipda Dani Kurniawan, S.H menyatakan bahwa, “Program Pelayanan SIM Bersama Masyarakat ini dalam rangka mendukung Operasi Patuh Semeru 2026 Polrestabes Surabaya. Operasi Patuh bukan hanya penegakan hukum, tapi kami datang membawa keteladanan dan kenyamanan” tuturnya.

Selama jalannya tes teori dan praktek perwakilan murid yang di tunjuk, guru dan karyawan melihat dari dekat dan mensuport bapak ibu gurunya yang mengikuti tes pembuatan SIM(yht/dar).