29.4 C
Jakarta
Senin, April 27, 2026
Beranda blog

Operasi Antik 2026 Polsek Tebing Tinggi Ringkus Di Duga Pengedar Sabu Nipah Sendanu

0

Meranti – Aparat Polsek Tebing Tinggi, Polres Kepulauan Meranti, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Dalam rangka Operasi Antik 2026, seorang pria berinisial HR (53) berhasil diamankan atas dugaan sebagai pengedar sabu di kediamannya.

Penangkapan dilakukan pada Rabu sore (22/4/2026) di sebuah rumah di Jalan Poros Nipah Sendanu, Desa Nipah Sendanu, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sembilan paket kecil narkotika jenis sabu dengan berat kotor sekitar 0,97 gram.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kanit Reskrim Polsek Tebing Tinggi, Ipda Sapta Anwar, menyampaikan bahwa tersangka merupakan warga setempat yang diduga aktif melakukan transaksi narkotika.

“Pelaku berinisial HR (53), seorang wiraswasta, diduga berperan sebagai pengedar. Dari hasil penggeledahan, ditemukan sembilan paket sabu yang disimpan di dalam dompet miliknya,” ujar Ipda Sapta Anwar.

Selain sabu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lain, antara lain plastik klip kosong, timah rokok, satu unit ponsel, dompet, gunting, sendok sabu, korek api, dan sumbu.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa tersangka kerap melakukan transaksi narkotika di rumahnya. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka saat berada di lokasi.

“Ketika diamankan, tersangka sedang berada di sekitar rumahnya. Proses penangkapan turut disaksikan warga setempat,” jelasnya.

Dari hasil interogasi awal, tersangka mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang berinisial UC yang saat ini masih dalam penyelidikan. Barang haram tersebut rencananya akan diperjualbelikan kembali.

Hasil tes urine yang dilakukan oleh Satresnarkoba Polres Kepulauan Meranti juga menunjukkan bahwa tersangka positif mengandung zat methamphetamine dan amphetamine.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP yang telah disesuaikan dengan peraturan terbaru.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Kepulauan Meranti untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan segala bentuk tindak kejahatan, khususnya peredaran narkoba, melalui layanan Call Center 110.

“Peran serta masyarakat sangat penting dalam upaya pemberantasan narkoba. Kami siap menindaklanjuti setiap laporan yang masuk,” tutup Ipda Sapta Anwar. (Humas Polres Meranti).

Guna Antisipasi Kemacetan Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar CommanderwishPagi di Wilayah Ngimbang

0

Guna Antisipasi Kemacetan Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar CommanderwishPagi di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Senin Pagi (27/04/2026) pada pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkatnya bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigadir Bayu untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari di daerah rawan kemacetan

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (roy)

Personil Polsek Ngimbang Intensifkan Patroli Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas di Wilayah Ngimbang

0

Personil Polsek Ngimbang Intensifkan Patroli Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang,pada Minggu siang (26/04/2026)pukul
10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Djudi, Brigadir Deny dan Brigadir Bayu dengan sasaran Jalan Poros Jombang – Ngimbang, SPBU Ngimbang dan masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Wilayah Ngimbang

0

Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Minggu (26/04/2026)pukul 22.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di dipimpin laksanakan oleh Aiptu Djudi, Brigadir Deny dan Brigadir Bayu dengan sasaran Patroli jalan poros Jombang – Babat dan SPBU ngimbang serta Masyarakat Desa Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Pengerukan Jalan Timbulkan Kecelakaan Baru Ditutup, Alasan Proses Mobilisasi Alat Pemadat

0

TORAJA UTARA – Proyek pengerukan aspal ruas jalan poros Rantepao – Makale di Bua, Lembang Tallulolo, Kecamatan Kesu’, kabupaten Toraja Utara yang tidak ditangani segera hingga tanggal 20 April 2026 sudah menimbulkan 7 orang korban lakalantas, Senin (27/4/2026).

Hal ini terpantau langsung pada hari Senin (20/4/2026) malam, saat seorang perempuan berinisial Dws (19) melintas dan tanpa mengetahui ada lubang pengerukan jalan sehingga terjungkal bahkan terhimpit motornya sampai tidak sadarkan diri dan dilarikan ke RS Elim.

Salah satu warga berinisial AP (53) juga mempertanyakan mekanisme pekerjaan seperti itu yang bisa membahayakan nyawa setiap pengendara motor.

“Ini kejadiannya bukan cuma malam ini tapi beberapa malam sebelumnya sudah ada korban lainnya yang terjatuh akibat lubang penggalian aspal itu. Apakah memang begitu mekanisme pekerjaannya ?,” ketus AP, ke media warta.in pada Senin (20/4) malam.

Keluhan masyarakat dan kecelakaan inipun saat dikonfirmasi langsung pada hari Selasa (21/4) via WhatsApp ke PPK 2.1 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan, Nobertin menjelaskan kalau itu sudah dilayangkan teguran kepada pihak perusahaan PT Adeeva Jaya Perkasa.

“Sudah diberikan teguran dan instruksi penutupan segera,” sebut Nobertin.

Sementara untuk teguran tersebut beber Nobertin, diberikan waktu seminggu terhitung sejak tanggal 20 April 2026 teguran keluar.

Secara terpisah, saat dikonfirmasi via telpon WhatsApp ke pihak PT Adeeva Jaya Perkasa, Joel selaku GS (General Superintendent) menjelaskan bahwa terkendala di persiapan mobilisasi alat pemadat aspal dan akan segera menutup pengerukan tersebut.

“Tetap akan ditangani segera cuma ini masih proses alat pemadat karena proses untuk mobilisasi alat ada prosedurnya yang sementara dilakukan. Namun kami janji akan segera tangani,” ucap Joel.

Selain itu Joel selaku GS PT Adeeva Jaya Perkasa juga menuturkan kalau AMP beserta alat pemadat berada di Rantetayo dan mengakui jika sudah diberikan teguran tertulis.

“Aspalnya akan diangkut dari Rantetayo karena AMPnya ada di sana dan alat pemadat juga di Rantetayo,” ungkapnya.

Sementara untuk material yang digunakan di pengolahan AMP kata Joel, diambil dari Enrekang dan kadang diambil dari lokasi lokal di Kurra.

Komitmen pihak PT Adeeva Jaya Perkasa inipun untuk menutup lubang hasil pengerukan tersebut baru dilakukan pada hari Rabu (23/4/2026). Namun hingga ini Senin (27/4/2026), belum tuntas ditutupi semua sementara limit waktu yang diberikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional hanya seminggu terhitung sejak tanggal 20 April 2026.

*PELANTIKAN KADES PAW TUNGGAL JAYA, BUPATI MUKOMUKO TEKANKAN OPTIMALISASI APBDES DAN KEMANDIRIAN EKONOMI*

0

*PELANTIKAN KADES PAW TUNGGAL JAYA, BUPATI MUKOMUKO TEKANKAN OPTIMALISASI APBDES DAN KEMANDIRIAN EKONOMI*

MUKOMUKO – Suasana penuh khidmat dan harapan menyelimuti prosesi pelantikan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, yang berlangsung pada Rabu, 17 Desember 2025. Bupati Mukomuko, Chairul Huda, S.H., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Camat Teras Terunjam, Oki Hendriyadi, S.STP., secara resmi melantik Rismanaji, S.IP., untuk memimpin pemerintahan desa tersebut.

Acara sakral ini turut dihadiri oleh Penjabat (PJ) Kepala Desa Bujang Selamet, S.E., beserta jajaran Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, seluruh perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan lembaga kemasyarakatan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta undangan dan perwakilan warga Desa Tunggal Jaya. Kehadiran seluruh elemen ini menjadi bukti kuatnya dukungan dan sinergi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik.

Pelantikan ini bukan sekadar seremonial pergantian jabatan semata, melainkan menjadi momentum penting penyerahan estafet kepemimpinan. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula serah terima tugas dan wewenang dari Penjabat Kepala Desa kepada Kepala Desa terpilih, yang ditutup dengan proses serah terima aset desa secara menyeluruh dan transparan. Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Desa Tunggal Jaya ini berjalan dengan tertib, sukses, dan dipenuhi doa restu agar kepemimpinan baru ini dapat membawa perubahan nyata bagi kemajuan wilayah.

Dalam sambutannya yang mewakili Bupati, Camat Oki Hendriyadi terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Rismanaji. Ia menegaskan bahwa amanah yang diemban saat ini merupakan wujud kepercayaan besar yang diberikan oleh masyarakat, yang harus dijaga dan dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Selamat atas dilantiknya Saudara Rismanaji sebagai Kepala Desa Tunggal Jaya. Dengan kepercayaan yang diberikan ini, masyarakat menaruh harapan besar agar desa dapat dibangun menuju arah yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kepentingan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Oki dengan tegas.

Fokus Penyusunan APBDes dan Prioritas Kesejahteraan

Pada momen tersebut, Camat juga menyampaikan arahan strategis yang menjadi perhatian utama bagi kepala desa yang baru dilantik beserta jajaran BPD. Salah satu tugas paling mendesak yang harus segera diselesaikan adalah persiapan administrasi dan perencanaan kegiatan untuk tahun anggaran 2026, khususnya dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sebagai landasan utama pembangunan.

“Meskipun saat ini kita dihadapkan pada tantangan kondisi ekonomi dan penyesuaian anggaran, penyusunan APBDes harus tetap dilakukan dengan cermat, teliti, dan berorientasi pada efektivitas. Tempatkan pos anggaran pada prioritas yang benar-benar memberikan manfaat maksimal dan dirasakan langsung oleh rakyat,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa alokasi dana untuk penanganan kemiskinan dan kesejahteraan sosial harus tetap menjadi prioritas utama. Hal ini mencakup keberlanjutan program makan bergizi gratis bagi anak-anak dan kelompok rentan, serta penguatan peran Koperasi Merah Putih yang harus masuk dalam rancangan anggaran tahun depan.

“Segera lakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program yang telah berjalan sebelumnya. Pastikan seluruh kebijakan dan kegiatan yang akan datang selaras dengan visi dan misi Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput,” tambahnya.

Membangun Kemandirian Ekonomi Desa

Selain masalah fiskal, Camat juga menyoroti pentingnya optimalisasi Koperasi Merah Putih. Koperasi yang berbasis pada ekonomi kerakyatan ini diharapkan dapat berjalan maksimal dengan mengusung nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, dan partisipasi aktif warga.

“Kepala Desa harus mampu menggali dan mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki oleh Desa Tunggal Jaya. Potensi tersebut harus diolah menjadi produk unggulan yang memiliki nilai jual, baik untuk pasar dalam desa maupun luar desa. Dengan demikian, desa dapat memiliki kekuatan fiskal yang mandiri dan tidak lagi terlalu bergantung pada bantuan dari luar,” paparnya penuh harap.

Pesan Bupati: Kawal Program demi Kesejahteraan Rakyat

Sebagai penutup, disampaikan pula pesan penting dari Bupati Chairul Huda, S.H., yang meminta agar seluruh perangkat desa dapat menjalankan dan mengawal berbagai program unggulan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat dengan sebaik-baiknya. Program-program yang menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur ini memiliki tujuan utama untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata.

“Kawal setiap program ini dengan seksama dan penuh tanggung jawab. Pastikan tidak ada satu pun anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, tidak ada warga sakit yang terhambat akses pelayanan kesehatannya, serta masyarakat yang membutuhkan dapat menerima bantuan sosial dengan cepat, tepat waktu, dan tepat sasaran,” tegas pesan Bupati yang disampaikan dalam acara tersebut. (ADV)

(HD/Red)

*Gema Persaudaraan di Tanah Rantau: Catatan Halal Bi Halal dan Pelantikan IKA UNRI Jabodetabek*

0

*Gema Persaudaraan di Tanah Rantau: Catatan Halal Bi Halal dan Pelantikan IKA UNRI Jabodetabek*

Tangerang – Aroma berbalas pantun khas Melayu seolah menembus ruang dan waktu, membawa ingatan kolektif 300-an orang kembali ke tepian Sungai Siak dan kampus kebanggaan di Bumi Lancang Kuning, Universitas Riau Pekanbaru. Di tengah hiruk-pikuk megapolitan Jakarta, sebuah perhelatan akbar bertajuk Halal Bi Halal Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau (IKA UNRI) Jabodetabek dan Sekitarnya digelar dengan penuh khidmat pada hari Minggu, 26 April 2026. Acara yang mengusung tema besar “Stronger Together, Together Stronger” ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan sebuah tonggak sejarah baru bagi para alumni yang merantau di jantung ibu kota.

Sejak pukul 11.00 WIB, suasana hangat di tempat acara di The Radiant Center, Ciputat, Tangerang, Banten, itu mulai terasa. Alumni dari berbagai fakultas dan lintas generasi, mulai dari senior yang telah malang melintang di dunia profesional hingga lulusan muda, berkumpul menjadi satu. Puncak acara seremonial ditandai dengan Pelantikan Pengurus IKA UNRI Jabodetabek periode 2026-2030. Agustaviano Sofjan secara resmi dilantik sebagai Ketua IKA UNRI Jabodetabek bersama jajaran pengurusnya oleh Ketua Umum IKA UNRI Pusat, Wan Muhammad Hasyim.

Dalam sambutannya, Agustaviano Sofjan menekankan pentingnya sinergi antar-alumni di tanah rantau. “Amanah ini adalah jembatan bagi kita semua untuk saling menguatkan. Dengan semangat Stronger Together, kita ingin IKA UNRI Jabodetabek menjadi rumah yang inklusif bagi seluruh alumni untuk berkarya dan berkontribusi, baik bagi sesama alumni maupun untuk kemajuan almamater kita tercinta,” ujar Agustaviano Sofjan.

Kemeriahan acara ini semakin terasa dengan kehadiran tokoh-tokoh penting universitas dan alumni senior. Rektor UNRI, Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si, hadir langsung bersama Wakil Rektor II, Yuana Nurulita, S.Si., M.Si., Ph.D.; dan Wakil Rektor III, Prof. Dr. Hermandra, S.Pd., MA, serta jajaran pimpinan universitas lainnya. Kehadirannya membawa pesan optimisme tentang perkembangan terkini Universitas Riau yang terus bertransformasi menuju universitas berkelas dunia.

“Melihat kekompakan alumni di Jabodetabek hari ini, saya merasa bangga. Alumni adalah wajah dari Universitas Riau di masyarakat. Dukungan dan jaringan yang bapak dan ibu bangun di Jakarta sangat krusial untuk membantu adik-adik mahasiswa kita dalam menyongsong dunia kerja dan memperkuat ekosistem akademik kita,” ungkap Prof. Dr. Sri Indarti.

Ketua Umum IKA UNRI Pusat, Wan Muhammad Hasyim, atau yang akrab disapa Suhu Wan, turut memaparkan program-program strategis pusat yang akan disinergikan dengan pengurus wilayah. Ia menekankan bahwa kekuatan alumni terletak pada data dan kolaborasi ekonomi.

“Kita harus memastikan bahwa data alumni kita terintegrasi sehingga potensi ekonomi dan profesionalisme antar-alumni bisa kita maksimalkan. Mari kita buktikan bahwa alumni UNRI bisa mewarnai kebijakan nasional dari Jakarta ini,” tegas Wan Muhammad Hasyim.

Kehadiran sosok Edwin, alumni Angkatan 1975, memberikan warna tersendiri. Sebagai perwakilan dari angkatan tertua yang hadir bersama istri, Bang Edwin menjadi simbol keteguhan rasa cinta terhadap almamater. Meski telah puluhan tahun meninggalkan bangku kuliah, semangatnya tidak pudar.

“Melihat wajah-wajah muda di sini mengingatkan saya pada masa-masa perjuangan di kampus dulu. Pesan saya untuk adik-adik, jangan pernah lupakan akar kita. Di manapun kalian berpijak, kibarkan bendera UNRI dengan prestasi,” tutur Bang Edwin dengan nada haru.

Di sela-sela acara, sebuah momen istimewa terjadi ketika Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, yang hadir bersama istrinya Winarsih Lalengke, membagikan souvenir khusus. Souvenir tersebut berupa Kalender Spesial bertajuk “PPWI GO TO UNITED NATIONS 2026”. Kalender ini bukan sembarang kalender; di dalamnya terekam jejak diplomasi Wilson Lalengke di Markas Besar PBB, New York, pada 8 Oktober 2025, saat ia menyuarakan pembelaan terhadap hak asasi warga Sahrawi.

Sebagai sesama alumni FKIP Universitas Riau, Wilson memberikan souvenir tersebut secara langsung kepada Rektor, Wakil Rektor, serta pimpinan IKA UNRI. “Jurnalisme dan advokasi kemanusiaan adalah jalan yang saya pilih untuk mengabdi. Melalui kalender ini, saya ingin berbagi semangat kepada rekan-rekan alumni bahwa lulusan UNRI mampu berbicara di kancah internasional dan memberikan dampak nyata bagi isu kemanusiaan global,” kata Wilson Lalengke saat menyerahkan souvenir tersebut.

Acara juga dihiasi dengan kehadiran tokoh-tokoh berpengaruh lainnya seperti Djonieri (OJK), Setri Yasra (Tempo), Rahmad Hidayat (Krakatau Chandra Energi), dan Vendra Wasnury (Subaga Group), yang menunjukkan betapa kuatnya jaringan alumni UNRI di berbagai sektor strategis nasional.

Setelah prosesi formal dan pemaparan program selesai, suasana beralih menjadi santai dengan makan siang bersama yang kental dengan nuansa kekeluargaan. Hiburan musik membuat para alumni tak segan untuk bernyanyi bersama, mengenang masa-masa indah di Pekanbaru. Puncaknya, acara ditutup dengan pembagian door prize yang sangat dinantikan.

Salah satu pemenang door prize utama tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya. “Saya benar-benar tidak menyangka. Datang ke sini niatnya hanya untuk bertemu kawan lama dan silaturahmi, tapi ternyata pulang membawa hadiah dan kebahagiaan ganda. Acara ini benar-benar luar biasa hangatnya,” ujar Julian Caisar, alumnus Program Studi PPKN Fakultas Keguaruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau angkatan tahun 2005.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 16.00 WIB ini berjalan dengan sangat lancar dan penuh kehangatan. Melalui perhelatan ini, IKA UNRI Jabodetabek telah membuktikan bahwa jarak geografis dari almamater bukanlah penghalang untuk tetap solid. Sebagaimana tema yang diusung, para alumni Universitas Riau hari ini pulang dengan keyakinan baru: bahwa mereka memang lebih kuat saat bersama, dan bersama-sama, mereka akan melangkah lebih kuat menuju masa depan. (TIM/Red)

Sadis Mahasiswa IAKN Kupang Melawan Penonaktifan Dosen Belum Cukup Keadilan Harus Tuntas!

0

KUPANG 26 April 2026

Gelombang keresahan mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang mencapai titik didih. Menanggapi keputusan Rektorat yang menonaktifkan oknum dosen pelaku dugaan kekerasan verbal, Organisasi Mahasiswa Perguruan Tinggi (ORMAWA PT) yang terdiri dari BEM dan DPM terpilih masa bakti 2026-2027 menyatakan sikap tegas: Penonaktifan sementara bukanlah akhir dari perjuangan. Hal ini disampaikan oleh ketua BEM PT terpilih, Frigen Rinaldy Lay pada minggu, (26/04/2026)

Frigen Rinaldy Lay, dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa meski mengapresiasi langkah awal pimpinan kampus, pihaknya menolak jika kasus ini hanya diselesaikan di atas kertas administrasi tanpa menyentuh akar persoalan, yakni martabat manusia.

Persoalan ini bermula dari tindakan oknum dosen pengampu mata kuliah Strategi Pembelajaran PAK (Semester 4 Kelas J & I) yang diduga melontarkan makian kasar dengan sebutan binatang dan “manusia bodoh” kepada mahasiswa.

“Ini bukan sekadar soal prosedur, tapi soal etika akademik dan martabat manusia. Kami gelisah jika penonaktifan ini hanya langkah sementara untuk meredam suasana, lalu sewaktu-waktu oknum tersebut diaktifkan kembali tanpa ada pertanggungjawaban moral,” tegas Frigen.

Hingga saat ini, oknum dosen yang bersangkutan diketahui belum menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para mahasiswa yang terdampak secara emosional dan psikologis. Bagi ORMAWA, luka mental yang dialami mahasiswa tidak bisa sembuh hanya dengan surat keputusan penonaktifan.

Keseriusan mahasiswa tidak main-main. Saat ini, BEM dan DPM tengah melakukan konsolidasi menyeluruh, merangkul mahasiswa aktif hingga para alumni. Mereka bersepakat bahwa praktik “kejahatan moral” di lingkungan kampus harus dihentikan secara permanen.

“Dosen bukan Tuhan ataupun Dewa atas mahasiswa yang lemah dan tertindas mentalnya. Kami adalah wajah terdepan mahasiswa IAKN Kupang, dan sudah menjadi tanggung jawab kami memastikan integritas akademik tetap dijaga,” tambah Frigen dengan nada bicara yang tajam.

Sebagai bentuk nyata pengawalan kasus, ORMAWA PT IAKN Kupang telah menjadwalkan Aksi Damai pada Selasa, 28 April 2026. Aksi ini dirancang sebagai pembuktian bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam dan akan terus bergerak hingga ada keputusan final yang transparan dan mencerminkan keadilan sejati.

Mahasiswa menuntut penyelesaian tuntas yang berlandaskan regulasi Kementerian Agama, bukan sekadar kebijakan formalitas yang berpotensi “meredup” seiring berjalannya waktu.

“Kami akan memeluk mahasiswa yang terdampak secara utuh. Kami ada, kami bergerak, dan kami serius mengawal ini sampai tuntas!” tutup Frigen.

Tradisi budaya Monggok Praje Diamankan Polsek Mataram, Arus Lalu Lintas Lancar

0

Tradisi budaya Monggok Praje Diamankan Polsek Mataram, Arus Lalu Lintas Lancar

 

Warta.in

Mataram, NTB – Tradisi budaya Mongguk Praje yang digelar warga Lingkungan Pusaka, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, berlangsung meriah pada Sabtu (26/04/2026) sore. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upacara khitanan yang melibatkan arak-arakan warga melintasi sejumlah ruas jalan utama.

Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, jajaran Polsek Mataram bersama Babinsa turun langsung melakukan pengawalan di sepanjang rute.

Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi, S.H., menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI, perangkat lingkungan, serta masyarakat.

“Kami bersinergi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Lingkungan, dan Linmas untuk mengawal kegiatan ini. Fokus utama kami adalah menjaga kelancaran arus lalu lintas karena rute yang dilalui merupakan jalur padat,” ujar AKP Mulyadi.

Adapun rute iring-iringan Praje melintasi Jalan Peresean, Jalan Pejanggik, Jalan Trisula, Jalan Catur Warga, hingga kembali ke titik awal. Sepanjang jalur tersebut, petugas melakukan pengaturan lalu lintas guna mencegah kemacetan serta memastikan keselamatan peserta dan pengguna jalan lainnya.

Selain pengamanan, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada panitia dan masyarakat agar tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengingatkan warga untuk mematuhi arahan petugas serta tidak mengonsumsi minuman keras selama acara. Hal ini penting untuk menghindari potensi gangguan keamanan,” tegas Kapolsek.

Berkat koordinasi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat, kegiatan adat tersebut berlangsung lancar, tertib, dan penuh kebersamaan.

Tradisi Mongguk Praje pun kembali menjadi simbol kekayaan budaya lokal yang tetap lestari di tengah kehidupan masyarakat Kota Mataram, sekaligus menunjukkan kuatnya sinergi antara warga dan aparat dalam menjaga kondusivitas wilayah.(sr/hpm)

 

 

Naskah Kuno di Pengabuan Jadi Fokus Kajian Kementerian Kebudayaan, Diduga Berasal dari Era Lama

0

Warta.in//PALI- Upaya pelestarian warisan budaya lokal kembali dilakukan melalui penelitian terhadap aksara kuno Surat Ulu (Kaganga) di Desa Pengabuan (Pengabuan Timur), Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kegiatan ini dilaksanakan 25 April 2026 oleh Tim Goresan Aksara dari Program Dana Indonesia Kementerian Kebudayaan.

Tim peneliti yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari Muhammad Affan Ridhollah, M.Hum., Berlian Susetyo, S.Pd., M.Hum., dan Putra Madani Arifin, S.Hum. Mereka melakukan penelitian langsung terhadap tiga naskah kuno yang hingga kini masih terjaga dan disimpan oleh masyarakat setempat sebagai pusaka keluarga.

Dari hasil pengamatan awal, tim menemukan bahwa ketiga naskah tersebut menggunakan media penulisan yang berbeda. Dua naskah ditulis pada tanduk kerbau, sementara satu naskah lainnya ditulis pada gelondongan bambu. Perbedaan media ini turut memengaruhi karakter bahasa dan isi pesan yang terkandung dalam masing-masing naskah.

Peneliti menduga bahwa naskah pada tanduk kerbau menggunakan dialek lama yang berkembang di lingkungan masyarakat Desa Pengabuan pada masa lalu. Sementara itu, naskah pada media bambu menunjukkan perbedaan gaya bahasa yang cukup mencolok, sehingga memunculkan dugaan bahwa dialek tersebut berasal dari wilayah lain, seperti daerah hulu atau kawasan yang memiliki hubungan historis dengan masyarakat setempat.

Selain perbedaan bahasa, tim juga mengidentifikasi indikasi fungsi yang berbeda pada setiap naskah. Naskah tanduk kerbau pertama diperkirakan berkaitan dengan penetapan tapal batas wilayah, yang mencerminkan kesepakatan masyarakat mengenai ruang hidup dan wilayah adat pada masa lampau. Adapun naskah tanduk kerbau kedua diduga berisi aturan hukum adat, khususnya mengenai tata cara membuka lahan pertanian.

Berbeda dengan kedua naskah tersebut, tulisan pada media bambu lebih mengarah pada bentuk pesan atau surat perintah yang sarat nilai moral dan keagamaan. Isi pesan itu diduga berisi anjuran untuk menuntut ilmu pengetahuan serta mengamalkan kebaikan sebagai bekal keselamatan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Meski demikian, tim peneliti menegaskan bahwa hasil terjemahan dan kesimpulan akhir belum dapat dipublikasikan dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan oleh tingkat kerumitan bahasa dan kekhasan aksara yang digunakan, sehingga diperlukan proses kajian mendalam untuk mencocokkan kosakata, memahami makna filosofis, serta menelusuri jejak sejarah penyebaran dialek secara akurat.

Penelitian ini juga menjadi bagian dari upaya lebih luas dalam menjaga khazanah budaya dan literasi tradisional Nusantara. Selain itu, kajian tersebut diharapkan mampu mengungkap hubungan sejarah antara masyarakat Desa Pengabuan dengan wilayah lain di masa lampau, sekaligus memperkuat bukti adanya peradaban lokal yang telah berkembang sejak lama.

Sementara itu, pemegang pusaka naskah, Alam Sadat dan Ibu Komria, menyambut baik kegiatan penelitian yang dilakukan tim dari Kementerian Kebudayaan tersebut.

“Kami sangat mendukung penelitian ini karena naskah ini adalah peninggalan leluhur yang selama ini kami jaga. Harapan kami, hasil kajian nanti dapat menjelaskan makna dan pesan yang terkandung di dalam tulisan pada bambu maupun tanduk kerbau, serta membuka kembali sejarah desa kami di masa lalu.”ujarnya.

 

(Muhamad Randi/tim)