WARTA.IN | PALEMBANG, – Marching Band Athidira Wirabhakti (AWB)Polda Sumatera Selatan tampil memukau ribuan Masyarakat dalam Launching Car Free Day diPalembang, Minggu (14/6/26) Pagi
kegiatan yang dihadiri Gubernur Sumsel H.Herman Deru didampingi Wali kota Palembang Ratu Dewa beserta Forkopimda Provinsi Sumsel dan perwakilan beberapa Kepala Daerah sesumsel
Penampilan Personil Marching band AWB
Polda Sumsel sangat menarik dan antusias masyarakat yang menyaksikannya
Bahkan gerakan Kayang yang berulang ulang dilakukan Stikmaster Marching Band tersebut ramai ditonton sehingga banyak masyarakat yang mengabadikan moment tersebut atau berswafoto menggunakan gadget.
“Marching Band ini dibentuk saat kepemimpinan Kapolda Irjen Pol Eko Indra Heri akhir tahun 2020, dengan tujuan menumbuhkan kebersamaan dan kekompokan serta kedisplinan khususnya anggota Polda Sumsel yang baru lulus dari pendidikan,” ungkap Pembimbing Marching Band Athidira Wirabhakti,Karo SDM Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo, SIK,MSi kepada wartawan Minggu (14/6/26).
Sudrajad menyebut Marching Athidira Wirabhakti saat ini merupakan angkatan kelima dengan jumlah 155 personil Lulusan Bintara SPN Betung. Proses pembentukan setiap generasi membutuhkan waktu dua bulan setelah setiap personil ditunjuk untuk siap menjadi anggota Marching Band dibawah Asuhan Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr Sandi Nugroho SIK, SH,
M Hum jelasnya
“Tahun yang lulus pendidikan di SPN berikutnya akan di bentuk untuk menggantikan angkatan sebelumnya, dan nanti bulan Juli mendatang diagendakan Marching Band Athira Wirabhakti akan tampil dalam peringatan hari Bhayangkara ke-80 sekaligus untuk memperlihatkan kepada adik adiknya ,” sambung Alumni Akpol 96.
Sudrajad menceritakan setiap bagian Marching Band diantaranya, Stikmaster, Penabuh Drum, Field Commader, Perkusi, Terompet , Bariton ,mellofhone,
Saxophone,Contra Bass dan Colour Guard
“Semua bagian memiliki karakter masing masing, seperti penabuh drum kita pilih anggota berpostur tubuh yang tinggi dan berbadan tegap,” ungkap mantan Kapolres Balangan
Tidak hanya lagu kenegaraan, Marching Band yang sempat terbatas untuk tampil akibat Pandemi Covd 19, kini juga mampu mempertunjukan lagu kekinian.
“Saat ini kita sudah menguasai 20 lagu kekinian, waktu belajar.(latihan ) hanya satu hingga dua kali dalam seminggu Bahkan kita memanggil pelatih dari luar dan juga didampingi dari lulusan Akpol,” ungkapnya.
Pria berpangkat melati 3 ini juga menyampaikan penampilan Marching Band dalam Peringatan HUT Bhayangkara beberapa waktu lalu di Griya Agung mendapat sorotan khusus dari Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dan jajaran Forkopimda Sumsel.
“Sebelumnya kita juga pernah tampil di Kawasan Kambang Iwak, dan juga diminta Gubernur tampil pada Kirab HUT Kemerdekaan RI , Agutus beberapa tahun lalu dan Alhamdulillah Pagi ini kita kembali tampil pada acara Launching Car Free Day ” tutupnya.
Sementara itu Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa CFD bukan sekadar momentum untuk berolahraga, melainkan wadah strategis untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan. Ia secara khusus menyoroti peran penting pelaku UMKM dan IKM, serta generasi muda kreatif di Palembang.
“Saya berharap para pelaku UMKM dan IKM dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Kita ingin melihat bagaimana anak-anak muda yang kreatif dan produktif bergerak bersama guna mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel. Sebagai ibu kota provinsi, Palembang punya peran yang jauh lebih besar dalam motor pertumbuhan ekonomi kita,” ungkap Herman Deru.
Untuk diketahui masyarakat yang ingin menikmati suasana pagi tanpa asap kendaraan dapat mencatat jadwal dan rute CFD yang berlangsung setiap hari Minggu ini yaitu Sesi Pertama (05.30 – 08.00 WIB) dengan Rute: Bundaran Pasar Cinde – Jl. Jenderal Sudirman – Jembatan Ampera – Flyover Jakabaring lalu selanjutnya Sesi Kedua (08.00 – 09.00 WIB) Dengan Rute: Bundaran Pasar Cinde – Bundaran Air Mancur Masjid Agung Kota Palembang.









“Dalam seleksi ini kita tidak hanya mencari peserta yang memiliki kemampuan kepramukaan yang baik, tetapi juga pribadi yang memiliki integritas, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, serta mampu menjadi representasi terbaik Sumatera Utara dan Indonesia di forum dunia,” ujar Kak Herianto saat membuka kegiatan.

