Beranda blog

Kodim 0212/TS Bangun Jembatan Beton di Sampuran, Progres Capai 76,25 Persen

0

Warta.in Padang Lawas Utara – Pembangunan jembatan beton di Desa Sampuran, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), terus menunjukkan perkembangan. Hingga Rabu (14/10/2026), progres pengerjaan telah mencapai 76,25 persen.

Sejumlah pekerjaan terus dilakukan untuk mempercepat penyelesaian jembatan tersebut. Personel di lapangan mengerjakan perakitan keranjang pondasi, pembuatan bekisting atau mal, pengangkutan material, hingga pengecoran pondasi. Pekerjaan juga meliputi penimbunan bibir jembatan, pembuatan mal pengecoran, serta perakitan besi untuk lantai jembatan.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy S.I.P., M.Han., mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari Program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui TNI AD dalam mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mempermudah akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan. Dengan akses yang semakin baik, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan mengembangkan potensi ekonomi desa.

Kecamatan Padang Bolak memiliki potensi di sektor pertanian, perkebunan rakyat, dan peternakan yang dapat terus dikembangkan untuk menopang perekonomian masyarakat. Karena itu, sinergi personel Kodim 0212/TK dan masyarakat melalui semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi warga.

Jembatan ini nantinya tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga membantu meningkatkan produktivitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang pengembangan usaha dan UMKM. Dengan demikian, pembangunan ini dapat memberikan manfaat nyata dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (RN)

Sumber : Pendam I/BB

Perkuat Sinergi Jaga Kedamaian Pulau Nias, Kapolres Nias Terima Kunjungan Uskup Keuskupan Sibolga

0

Gunungsitoli,Warta.in – Pemandangan langka penuh makna terjadi di Lobi Ta’orahu Nias, Polres Nias, Senin (19/10/2026) sore. Seragam cokelat Polri bertemu dengan jubah keuskupan dalam satu meja silaturahmi untuk satu tujuan: Nias yang damai.

Kapolres Nias AKBP Ponzi Indra,S.Kom., S.I.K., http://M.Tr.Mil., menerima langsung kunjungan Bapa Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, bersama rombongan. Pertemuan yang dimulai pukul 16.20 WIB itu berlangsung hangat, jauh dari kesan formalitas.

Hadir mendampingi, sejumlah pastor, Sekretaris Keuskupan Efendi Sihombing, Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Samson P. Zai, S.H., M.H., serta para pejabat utama Polres Nias.

Bagi Mgr. Fransiskus, kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah komitmen Gereja untuk Nias.

“Kami ingin membangun komunikasi yang jujur untuk Nias yang aman, damai, dan harmonis,” ujar Uskup. Ia menegaskan, Gereja Katolik siap berkontribusi nyata melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, panti asuhan, dan karya sosial karitatif.

Namun ada satu kegelisahan besar yang disuarakan Uskup di hadapan Kapolres: ancaman narkoba yang mengintai generasi muda Nias.

Ia berharap Polres Nias menjadi garda terdepan bersama gereja untuk menyelamatkan anak-anak Nias dari narkoba, miras, dan judi online.

Pesan itu langsung disambut Kapolres Nias dengan sikap terbuka.

AKBP Ponzi Indra menegaskan, Polri adalah bagian dari masyarakat. Tidak membedakan agama, suku, atau golongan.

“Kami terbuka untuk masukan. Sinergi dengan tokoh agama adalah kunci menjaga Harkamtibmas. Toleransi harus kita rawat bersama,” tegas Kapolres yang dikenal humanis itu.

Kapolres pun mengajak semua elemen, mulai dari gereja, pemerintah daerah, sekolah, hingga orang tua, untuk bergerak bersama melakukan edukasi masif tentang bahaya narkoba dan judol.

Dukungan pun datang dari Pemkab Nias. Sekda Nias Samson P. Zai, S.H., M.H., menyatakan siap mendukung penuh Polres Nias menjaga kamtibmas dan memperkuat kerja sama dengan tokoh agama.

Pertemuan yang berakhir pukul 17.00 WIB itu ditutup dengan satu harapan besar: agar Pulau Nias tetap menjadi pulau yang aman, damai, harmonis, dan toleran. Tempat di mana polisi dan uskup duduk bersama untuk rakyat.

Red/Humas Polres Nias – Polda Sumatera Utara

Mengepak Sayap dari Desa Curup: Ketika Srikandi PALI Menolak Layu Sebelum Berkembang.

0

Warta.in//PALI, 19 Oktober 2026 – Gemuruh sorak-sorai penonton pecah membelah langit Desa Curup, Kecamatan Tanah Abang, sore ini. Lapangan voli yang menjadi arena pertempuran mendadak berguncang oleh riuhnya atmosfer laga pamungkas. Di tengah kepungan hawa panas kompetisi yang menguras peluh, sejarah baru bola voli putri Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) resmi ditulis.

 

Melalui perjuangan dramatis dan determinasi tinggi, tim MVC Pali (B) sukses mematahkan perlawanan para pesaing tangguh mereka untuk mengunci gelar Juara Pertama dalam ajang bergengsi FH Volleyball Talent Hunt U-18 Cup. Di posisi kedua, tim Rifnes (B) tampil luar biasa dan harus puas membawa pulang predikat juara kedua setelah pertarungan yang sengit. Sementara itu, posisi ketiga diamankan oleh Bintang Muda (B), disusul oleh MVC Pali (A) yang menyabet peringkat keempat.

 

Meski tensi pertandingan di dalam garis lapangan sempat memanas, pasca-peluit panjang dibunyikan, pemandangan indah langsung tersaji. Rivalitas taktis seketika melebur menjadi pelukan persahabatan. Turnamen ini membuktikan bahwa di atas sebuah piala, ada nilai solidaritas tanpa batas dan tali silaturahmi antar pemuda pecinta olahraga di Bumi Serepat Serasan yang kokoh terjaga.

FH Volleyball Talent Hunt: Sebuah Manifesto Perlawanan Anak Desa, Kompetisi ini bukan sekadar panggung musiman yang meredup saat lampu stadion dipadamkan. Turnamen ini adalah sebuah gerakan kebudayaan olahraga. Dari pinggir lapangan, sosok Firdaus Hasbullah—tokoh pengamat olahraga sekaligus arsitek utama di balik turnamen ini—tampak tak sedetik pun mengalihkan pandangannya. Pria yang akrab disapa FH ini dengan jeli menganalisis setiap rotasi, smash, dan pertahanan para srikandi muda yang sedang berjuang.

Bagi FH, turnamen ini membawa misi ideologis yang jauh lebih besar daripada sekadar urusan membagikan trofi atau hadiah pembinaan di podium. Ini adalah aksi nyata untuk mendobrak stigmata kolot bahwa bakat anak desa ditakdirkan untuk terkubur dan layu di sudut-sudut kampung tanpa pernah terlihat oleh dunia.

“Kita tidak boleh menutup mata bahwa potensi olahraga terbesar kita justru sering kali lahir dari pelosok-pelosok desa yang minim fasilitas. Turnamen FH Volleyball Talent Hunt U-18 ini sengaja kami desain khusus untuk kategori putri. Mengapa? Karena kami ingin memastikan tidak ada satu pun bakat emas terpendam yang terlewat, terabaikan, atau layu sebelum mereka sempat berkembang. Saya ingin melihat lahirnya bintang-bintang baru yang nantinya tidak hanya mengharumkan nama Tanah Abang, tetapi mampu melompat jauh menembus kompetisi kancah nasional,” ujar Firdaus Hasbullah dengan nada bicara yang penuh optimisme.

Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan Voli PALI, Niat tulus Firdaus Hasbullah mendapat sokongan penuh dari elemen masyarakat. Atas nama panitia pelaksana, Abu Rizal menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh sponsor, elemen pendukung, serta masyarakat desa yang telah bergotong-royong menyukseskan gelaran acara turnamen ini hingga selesai secara aman dan meriah.

Abu Rizal memberikan ucapan selamat kepada para pemenang dan menyelipkan pesan motivasi yang mendalam bagi tim yang belum beruntung.

“Kemenangan di atas kertas bukanlah satu-satunya tujuan akhir kita berkumpul di sini. Yang jauh lebih mahal adalah mentalitas, sportivitas, dan kemauan keras untuk terus mengevaluasi diri agar bisa berkembang. Kami perlu menegaskan kembali kepada publik bahwa kegiatan ini bukan sekadar turnamen seremonial biasa. Ini adalah kawah candradimuka, sebuah wadah pembibitan awal untuk mencari dan membina secara serius talenta bola voli putri potensial di Kabupaten PALI,” pungkas Abu Rizal.

Dengan suksesnya penyelenggaraan FH Volleyball Talent Hunt U-18 Cup 2026 ini, secercah harapan baru telah menyala. Tanah Abang kini bukan lagi sekadar nama kecamatan di peta, melainkan titik awal tempat para srikandi muda PALI bersiap melompat tinggi menuju pentas nasional.

 

Rilis (Randi)

GEMUL Kecam Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Anggota DPRD LamBar Perilaku Tak Teruji dan Cederai Marwah Lembaga

0

LAMPUNG BARAT — Ketua Gerakan Masyarakat untuk Lampung (GEMUL), Irfan Fajri, menyoroti tajam insiden dugaan pemukulan yang melibatkan oknum anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat berinisial M terhadap kru musik organ tunggal. Peristiwa tersebut terjadi di tengah gelaran pesta hajatan warga Pekon Suka Damai, Kecamatan Air Hitam.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa oknum wakil rakyat tersebut berada di bawah pengaruh minuman keras (miras) hingga kehilangan kontrol emosi saat berada di ruang publik.

Menanggapi kejadian tersebut, Irfan Fajri menyampaikan keprihatinan serta kekecewaan yang mendalam. Ia menegaskan bahwa tindakan arogan tersebut sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.

“Sangat kami sayangkan. Sebagai wakil rakyat, yang bersangkutan seharusnya mampu menjaga etika, moral, serta marwah lembaga legislatif. Tindakan premanisme ini tidak hanya melukai korban, tetapi juga mencederai kehormatan lembaga DPRD Lampung Barat di mata publik,” tegas Irfan Fajri dalam keterangannya.

Dasar Hukum dan Sanksi Pelanggaran Etik GEMUL mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Lampung Barat serta aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas tanpa pandang bulu. Secara aturan ketatanegaraan dan hukum, perbuatan oknum tersebut berpotensi melanggar sejumlah ketentuan perundang-undangan:

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 160 ayat (3) huruf b: Anggota DPRD diberhentikan sementara apabila dinyatakan sebagai terdakwa dalam perkara pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun.

Pasal 193 ayat (2) huruf e: Anggota DPRD dapat diberhentikan antarwaktu (PAW) jika terbukti melanggar sumpah/janji jabatan dan Kode Etik DPRD.

Peraturan DPRD tentang Kode Etik dan Tata Tertib DPRD Setiap anggota DPRD wajib menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas lembaga. Mengonsumsi miras hingga membuat keributan di tempat umum merupakan bentuk pelanggaran berat terhadap etika dan moral kepemimpinan.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Atas dugaan penganiayaan, tindak pidana ini dapat dijerat dengan Pasal 351 KUHP (Penganiayaan) dengan ancaman hukuman penjara, terlepas dari kondisi pelaku yang berada di bawah pengaruh alkohol.

Desakan Tindakan Lanjut GEMUL meminta proses hukum berjalan secara transparan dan objektif agar keadilan bagi korban dapat ditegakkan.

“Kami menuntut Badan Kehormatan DPRD Lampung Barat segera memanggil dan memeriksa oknum M. Jangan ada upaya perlindungan atau ‘masuk angin’ dalam kasus ini. Hukum dan penegakan kode etik harus berdiri tegak demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perwakilan rakyat,” pungkas Irfan.

Kapolda NTB Pimpin Upacara di SMAN 8 Mataram, Kapolsek Sandubaya Pastikan Kegiatan Aman

0

Kapolda NTB Pimpin Upacara di SMAN 8 Mataram, Kapolsek Sandubaya Pastikan Kegiatan Aman

Warta.in
Mataram, NTB – Kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan kembali diwujudkan melalui program Peduli Pendidikan yang dilaksanakan Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., di SMAN 8 Mataram, Senin (19/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi kepolisian untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan sekaligus mengingatkan para pelajar agar menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Sandubaya AKP Novit Haru Prasetyo, S.Tr.K., S.I.K., turut hadir sekaligus memimpin pengamanan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Kegiatan diawali dengan upacara bendera yang diikuti jajaran pejabat utama (PJU) Polda NTB, para guru, serta siswa-siswi SMAN 8 Mataram. Dalam upacara tersebut, Kapolda NTB bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para pelajar, mulai dari pentingnya kedisiplinan, bahaya penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, hingga perundungan atau *bullying*.

Kapolda juga mengingatkan para siswa agar tidak terlibat dalam aksi tawuran maupun perilaku menyimpang lainnya yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pelajar untuk membangun karakter yang positif, meningkatkan tanggung jawab, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar.

Kapolsek Sandubaya AKP Novit Haru Prasetyo mengatakan, kehadirannya bersama sejumlah personel merupakan bentuk dukungan terhadap program Peduli Pendidikan yang dijalankan Polda NTB. Pengamanan juga dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan tanpa hambatan.

“Kami hadir untuk mengikuti upacara yang dipimpin Kapolda NTB di SMAN 8 Mataram ini sekaligus memberikan pengamanan agar seluruh rangkaian kegiatan Peduli Pendidikan berjalan aman dan lancar,” tegasnya.

Menurutnya, perhatian terhadap dunia pendidikan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga pembentukan karakter dan kesadaran generasi muda dalam menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan sekolah.

Melalui program Peduli Pendidikan, Polri berupaya membangun kedekatan dengan kalangan pelajar sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya disiplin, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program prioritas Kapolri dalam agenda kerja 100 hari, dengan menempatkan pembinaan generasi muda sebagai salah satu upaya membangun sumber daya manusia yang berkarakter dan berprestasi.

Melalui sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah, diharapkan pesan-pesan edukatif tersebut dapat diterapkan oleh para siswa, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang bebas dari narkoba, perundungan, dan tawuran.

Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk membangun karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menjadi penerus bangsa yang berkualitas.(sr/hpntb)

Sambut HUT Humas Polri ke-75, Humas Polda NTB Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Penerima Manfaat

0

Sambut HUT Humas Polri ke-75, Humas Polda NTB Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Penerima Manfaat

Warta.in
Mataram, NTB – Menyambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan kepedulian kepada masyarakat melalui kegiatan bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada warga yang membutuhkan di sekitar Mapolda NTB, Senin (19/10/2026).

Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., didampingi para Kasubbid dan personel Bidang Humas Polda NTB. Mereka turun langsung menyerahkan bantuan kepada para penerima manfaat, mulai dari petugas kebersihan, lanjut usia (lansia), hingga kaum duafa.

Sebanyak kurang lebih 100 paket sembako dibagikan dalam kegiatan tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap warga di lingkungan sekitarnya.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid mengatakan, bakti sosial tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian dalam menyambut Hari Jadi Humas Polri ke-75.

“Menyambut Hari Jadi Humas Polri, kami dari Bidang Humas Polda NTB menggelar bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada warga penerima manfaat yang tinggal di sekitar Mapolda NTB sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian Polri dalam rangka menyambut Hari Jadi Humas Polri yang ke-75,” ungkapnya kepada media usai kegiatan.

Menurutnya, peringatan hari jadi tidak hanya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kinerja, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui aksi nyata yang membawa manfaat.

Ia berharap kegiatan sederhana tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjadi penyemangat bagi jajaran Humas Polda NTB untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada publik.

“Semoga kegiatan sederhana ini mampu mendatangkan pengaruh positif bagi Polri, khususnya fungsi Humas di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, Humas Polda NTB berharap semangat kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat terus tumbuh seiring bertambahnya usia Humas Polri. Selain menjalankan fungsi penyampaian informasi, Humas juga diharapkan semakin dekat dengan masyarakat melalui komunikasi yang terbuka dan kegiatan sosial yang bermanfaat.(sr/hpntb)

Tangguh Diuji, Profesional Teruji : Kodaeral I Tuntaskan Glagaspur P1/P2

0

Warta.in Belawan — Komando Daerah TNI Angkatan Laut I (Kodaeral I) melaksanakan kegiatan Latihan dan Penilaian Geladi Tugas Tempur (GLAGASPUR) P1 dan P2 Kodaeral I Triwulan IV Tahun 2026. Kegiatan ini dibuka pada Jumat (16/10/2026) dan dilanjutkan dengan evaluasi serta penutupan di Ged. Yos Sudarso Makodaeral I. Senin (19/10/2026).
‎
‎Kegiatan latihan dan penilaian tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Penilai dari Kolat Koarmada RI, Laksamana Pertama TNI Musleh Yadi, S.E., M.Han., M.Tr.Opsla. Pelaksanaan GLAGASPUR P1 dan P2 merupakan bagian dari upaya pembinaan kemampuan dan kesiapsiagaan prajurit serta satuan dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI Angkatan Laut.
‎
‎Melalui kegiatan ini, dilaksanakan penilaian terhadap kesiapan personel dan kemampuan satuan dalam melaksanakan prosedur serta tugas-tugas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Hasil penilaian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan dalam rangka mewujudkan profesionalisme prajurit dan kesiapan operasional satuan.
‎
‎Pada tahap evaluasi dan penutupan, hasil pelaksanaan latihan dan penilaian menjadi bahan masukan bagi Kodaeral I untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan latihan, kemampuan personel, serta kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.
‎
‎Dengan terlaksananya kegiatan GLAGASPUR P1 dan P2 Triwulan IV Tahun 2026, Kodaeral I diharapkan semakin meningkatkan kesiapan dan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan tugas secara optimal, sekaligus memperkuat komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (RN)
‎
‎(Dispen Kodaeral I)

Gunungsitoli Patut Berbangga, Proyek Strategis Turap Miga-Lolowua Kawal Mutu dan Libatkan Warga

0

Gunungsitoli,Warta.in – Kota Gunungsitoli patut berbangga. Proyek strategis pembangunan turap, talud, dan bronjong di ruas jalan provinsi Miga-Lolowua KM 16+900 kini menjadi potret nyata pembangunan yang berkualitas, transparan, dan melibatkan warga.

Proyek vital senilai Rp6,36 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 melalui Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya ini dipercayakan kepada CV. Novita Rensa NR sejak 1 Juli 2026. Hingga pertengahan Oktober 2026, progres fisik telah mencapai 75 persen dan berjalan sesuai harapan.

Ruas Miga-Lolowua sendiri bukan jalan biasa. Ini adalah urat nadi transportasi yang menghubungkan Kota Gunungsitoli dengan wilayah pedalaman Nias. Selama ini rawan longsor dan abrasi saat hujan deras. Kehadiran turap kokoh ini menjadi jawaban atas keresahan warga bertahun-tahun.

Yang membuat proyek ini istimewa dan menuai pujian, pihak rekanan tidak anti kritik. Di lapangan, kontraktor sangat welcome, terbuka terhadap masukan konstruktif dari masyarakat, namun tetap berpegang teguh pada juknis dan regulasi demi menjaga mutu bangunan jangka panjang.

Hal itu diakui langsung oleh warga sekitar lokasi, Ar Z.

“Pekerjaan itu benar-benar serius dikerjakan oleh kontraktor. Kami melihat langsung bagaimana prosesnya di lapangan,” ujar Ar Z dengan nada puas.

Ia menambahkan, warga ikut mengawal sebagai bentuk kepedulian terhadap kampung halamannya sendiri.

“Pekerjaan itu kita awasi juga sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kualitas dan mutu bangunan, sehingga kami yang ada di sekitaran sini nantinya benar-benar bisa merasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” tambahnya.

Dengan kualitas pengerjaan yang terjaga dan dukungan penuh warga, ancaman jalan amblas di Gunungsitoli akan segera berakhir. Ini adalah bukti bahwa ketika pembangunan dikerjakan serius dan diawasi bersama, hasilnya akan membanggakan seluruh warga Kota Gunungsitoli.

Penulis:Warta.in

SDN Wonojati 02 Jember Terima Revitalisasi Rp933 Juta, Siswa Belajar Bergantian

0

Warta.in, Jember – Harapan untuk memiliki lingkungan belajar yang lebih layak mulai tumbuh di SDN Wonojati 02, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sekolah yang berlokasi di Jalan A. Yani Nomor 287, Desa Wonojati, tersebut mendapatkan bantuan program revitalisasi sekolah tahun anggaran 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp933 juta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Wonojati 02, Sukesi, yang juga bertanggung jawab atas pelaksanaan revitalisasi, membenarkan bahwa sekolahnya menerima bantuan tersebut. Menurutnya, program ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas sekolah yang selama ini membutuhkan perhatian.

“Iya, sekolah kami tahun ini mendapatkan dana bantuan revitalisasi sekolah dengan total anggaran kurang lebih Rp933 juta,” ujar Sukesi.

Ia menjelaskan, pekerjaan revitalisasi meliputi pembangunan ruang perpustakaan, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), satu unit toilet atau MCK, rehabilitasi dua ruang kelas, ruang administrasi, serta penataan lingkungan sekolah, termasuk taman dan fasilitas pendukung lainnya.

Bagi SDN Wonojati 02, bantuan tersebut memiliki arti penting. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, sekolah tersebut belum banyak tersentuh program perbaikan dari pemerintah sejak sekitar 1975. Kondisi bangunan yang memprihatinkan sebelumnya menjadi salah satu persoalan yang dirasakan pihak sekolah.

Sukesi mengungkapkan, kondisi sekolah yang berada di tepi jalan utama kerap membuat pihaknya merasa kurang nyaman ketika menerima tamu dalam kegiatan maupun rapat di lingkungan sekolah.

“Kalau ada rapat atau kegiatan di sekolah, boleh dibilang kami malu dengan kondisi sebelumnya. Sekolah kami berada di pinggir jalan, tetapi kondisinya memprihatinkan,” tuturnya.

Pada tahun 2025, SDN Wonojati 02 sebenarnya telah menerima bantuan melalui program Dana Alokasi Umum (DAU), tetapi hanya untuk satu ruang kelas, yakni kelas VI. Karena itu, revitalisasi tahun ini diharapkan dapat memperbaiki lebih banyak fasilitas dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

“Alhamdulillah, tahun lalu kami mendapatkan program DAU untuk satu ruang kelas saja, yaitu kelas VI. Tahun ini kami kembali mendapatkan revitalisasi. Insyaallah, bantuan ini bisa memadai untuk memperbaiki kondisi sekolah,” kata Sukesi.

Ket foto : Plt Kepala Sekolah SDN Wonojati 02 Ibu Sukesi beserta Bagian Administrasi sekolah Eko Tri Prasetyo.

Siswa Belajar Bergantian Selama Revitalisasi

Pelaksanaan revitalisasi membawa penyesuaian dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan jumlah 97 siswa yang tersebar dari kelas I hingga kelas VI, pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergantian atau sif agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung selama pekerjaan berjalan.

Sukesi menjelaskan, sekolah masih memiliki tiga ruang yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Ketersediaan ruang tersebut membuat para siswa tetap bisa belajar di lingkungan sekolah tanpa harus menumpang di tempat lain.

“Alhamdulillah, kami masih memiliki tiga ruang untuk kegiatan belajar mengajar, jadi tidak perlu menumpang ke mana-mana. Untuk pagi hari, kelas I sampai III masuk, sedangkan siangnya kelas IV sampai VI,” jelasnya.

Pengaturan tersebut menjadi solusi sementara agar proses pembelajaran tetap berjalan di tengah pekerjaan revitalisasi. Pihak sekolah berharap seluruh tahapan pembangunan dapat terlaksana dengan baik sehingga para siswa nantinya dapat menikmati fasilitas yang lebih memadai.

Lebih dari sekadar perbaikan bangunan, Sukesi berharap revitalisasi ini dapat meningkatkan kenyamanan siswa dalam belajar sekaligus menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di SDN Wonojati 02.

Menurutnya, lingkungan sekolah yang tertata dan fasilitas yang lebih layak merupakan bagian penting dalam mendukung kegiatan pendidikan serta memberikan rasa nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Di akhir keterangannya, Sukesi bersama dewan guru menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas program revitalisasi sekolah yang diberikan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, atas perhatian terhadap pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Jember.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan revitalisasi ini. Semoga pengerjaannya berjalan dengan baik dan lancar, tidak ada halangan hingga selesai sesuai waktu yang telah ditentukan,” pungkasnya.

Dengan adanya program tersebut, SDN Wonojati 02 berharap dapat menghadirkan lingkungan pendidikan yang semakin layak dan nyaman, sekaligus menjadi langkah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri di wilayah Jenggawah.

Manajemen Risiko Kunci Cegah Penyimpangan Sejak Dini

0

Manajemen Risiko Kunci Cegah Penyimpangan Sejak Dini

Warta.in
Mataram,NTB — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Indah Dhamayanti Putri menegaskan pentingnya manajemen risiko bagi pimpinan Perangkat Daerah untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini, mencegah penyimpangan, dan memastikan program pemerintah berjalan sesuai sasaran.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Manajemen Risiko Tingkat Dasar dan Eksekutif di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi NTB, Senin (19/10/2026). Pelatihan yang berlangsung hingga 23 Oktober 2026 itu diikuti 68 peserta, terdiri atas 34 peserta tingkat eksekutif dan 34 peserta tingkat dasar dari kalangan pejabat eselon II dan III.

Menurut Wagub, manajemen risiko harus menjadi bagian dari cara kerja pemerintahan, bukan sekadar pemenuhan dokumen administrasi. Setiap program memiliki potensi hambatan yang perlu dikenali sejak tahap perencanaan agar dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Dalam praktiknya, tidak semua program berjalan sesuai rencana. Ada yang terlambat, target tidak tercapai, atau persoalan baru diketahui ketika sudah menjadi masalah besar. Karena itu, kita perlu membiasakan diri mengenali potensi masalah sejak awal—di mana letak kelemahannya dan apa mitigasinya,” tegas Wagub.

Penguatan manajemen risiko juga penting untuk membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, sekaligus memperkuat upaya pencegahan kecurangan serta penyimpangan dalam pelaksanaan program dan pengelolaan anggaran.

Wagub mengingatkan pimpinan Perangkat Daerah agar membangun hubungan kerja yang sehat, memperkuat koordinasi, dan melakukan evaluasi secara berkala. Evaluasi, termasuk setiap triwulan, harus menjadi ruang untuk mengenali hambatan, memperbaiki pelaksanaan program, dan memastikan target tetap berada pada jalurnya.

Ia juga menekankan pentingnya menyelesaikan proses penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 sesuai jadwal, dengan tetap memperhatikan kualitas perencanaan, ketepatan alokasi, dan akuntabilitas penggunaannya.

Pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan tindak lanjut rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perbaikan tata kelola pemerintahan. Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB, Adrian Puspawijaya, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari lokakarya di Sembalun pada Agustus 2026 serta tindak lanjut koordinasi dengan KPK pada awal September 2026.

Dalam rangkaian upaya tersebut, sejumlah area yang perlu mendapat perhatian serius meliputi perencanaan pembangunan, pengelolaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, hibah, serta pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Area-area tersebut membutuhkan pengendalian yang memadai agar setiap keputusan dan penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.

Adrian menegaskan, manajemen risiko tidak boleh berhenti pada penyusunan daftar risiko atau dokumen mitigasi. Instrumen ini harus digunakan untuk membantu pimpinan mengambil keputusan, menentukan langkah pencegahan, memantau pelaksanaan, dan memastikan program menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penerapannya dapat diperkuat melalui three lines model atau model tiga lini. Lini pertama adalah Perangkat Daerah sebagai pelaksana yang bertanggung jawab langsung mengelola risiko. Lini kedua menjalankan fungsi pemantauan dan pemberian panduan, sedangkan lini ketiga merupakan pengawasan intern yang independen oleh Inspektorat.

“Kuncinya sederhana: Kenali risikonya, siapkan mitigasinya, kawal pelaksanaannya, dan pastikan hasilnya berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Adrian.

Melalui pelatihan ini, Pemprov NTB mendorong agar manajemen risiko menjadi budaya kerja di seluruh Perangkat Daerah. Keberhasilannya bukan diukur dari banyaknya dokumen yang disusun, melainkan dari kemampuan pemerintah mencegah masalah, memperbaiki tata kelola, menjaga akuntabilitas anggaran, dan memastikan program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat menuju NTB Makmur Mendunia. (sr/dkisntb)