Beranda blog

PLt Bupati Tulungagung Hadiri Pengajian Akbar di Desa Kepuh

0

PLt Bupati Tulungagung Hadiri Pengajian Akbar di Desa Kepuh

Tulungagung –WARTA IN,27 Juli 2026 Pelaksana Tugas (Plt) Bupati , H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., menghadiri Pengajian Akbar yang digelar di Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu. Kegiatan yang berlangsung pada malam hari tersebut dihadiri ratusan jamaah dari Desa Kepuh dan wilayah sekitarnya dengan penuh khidmat dan antusias.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lantunan sholawat, sambutan para tokoh, serta tausiyah agama yang mengajak masyarakat untuk meningkatkan keimanan, mempererat tali silaturahmi, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Berdasarkan banner kegiatan, pengajian juga dirangkaikan dengan santunan bagi anak yatim sebagai bentuk nyata kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Baca Selengkapnya Rayakan Idul Adha, Satgas Indobatt TNI Serahkan 100 Hewan Kurban Untuk Masyarakat Lebanon Selatan

Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati Tulungagung menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat Desa Kepuh yang terus menjaga tradisi kegiatan keagamaan sebagai sarana mempererat persatuan dan kebersamaan warga. Ia berharap pengajian tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memberikan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap ukhuwah Islamiyah semakin kuat, semangat gotong royong terus terjaga, dan kepedulian terhadap sesama semakin meningkat. Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan terus mendukung kegiatan keagamaan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Selengkapnya Kejati Jatim Terapkan Keadilan Restoratif, Belasan Perkara Dihentikan

Suasana pengajian berlangsung hangat dan penuh kekhusyukan. Kehadiran Plt Bupati disambut antusias oleh masyarakat yang memadati lokasi acara. Selain mendengarkan tausiyah, para jamaah juga mengikuti rangkaian doa bersama demi keberkahan, keamanan, serta kemajuan Kabupaten Tulungagung.

Melalui momentum Pengajian Akbar tersebut, diharapkan semangat kebersamaan, nilai-nilai religius, dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, rukun, dan penuh keberkahan.

Pewarta : pauji kabiro tulungagung

Sekjen DPP APSI, Sandi Fitriadi: Memiliki Rumah Syariah adalah Ikhtiar Menghadirkan Hunian yang Berkah

0

Warta.in | – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI), Sandi Fitriadi, menegaskan bahwa pelatihan developer rumah subsidi yang diselenggarakan APSI merupakan bentuk nyata dukungan organisasi terhadap program pemerintah dalam mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat melalui target pembangunan 3 juta rumah.

Hal itu disampaikan Sandi Fitriadi saat menghadiri Pelatihan Developer Rumah Subsidi APSI yang berlangsung di Hotel Diara, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah mendorong peningkatan produktivitas pembangunan rumah subsidi untuk mengurangi backlog perumahan nasional. Karena itu, APSI berupaya meningkatkan kapasitas para pengembang agar mampu menghadirkan hunian yang berkualitas sekaligus sesuai dengan prinsip syariah.

“Melalui pelatihan ini kami berharap para developer semakin terpacu untuk berlomba-lomba memberikan yang terbaik dalam pembangunan rumah subsidi. Tujuannya membantu pemerintah menyediakan perumahan rakyat yang berkualitas tanpa mengabaikan akad dan kaidah syariah,”ujar Sandi.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari kontribusi APSI dalam mendukung target nasional pembangunan 3 juta rumah yang hingga kini masih menghadapi tantangan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian layak.

“Sebagai asosiasi, kami ingin mengambil peran aktif melalui edukasi dan peningkatan kapasitas developer agar target pemerintah dapat tercapai,” katanya.

Edukasi Masyarakat tentang Properti Syariah
Sandi menilai, salah satu pekerjaan besar yang masih harus dilakukan adalah meningkatkan literasi masyarakat mengenai konsep properti syariah.

Menurutnya, memiliki rumah memang merupakan kebutuhan dasar setiap keluarga. Namun bagi umat Islam, proses memperoleh rumah juga harus memperhatikan kesesuaian akad dengan prinsip syariat.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa bukan hanya memiliki rumah yang penting, tetapi bagaimana cara memperolehnya juga harus sesuai dengan syariat Islam,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa developer syariah tidak cukup hanya mengusung label syariah, tetapi juga wajib menghadirkan kualitas bangunan yang baik, legalitas yang jelas, serta pelayanan yang profesional.

“Jangan hanya menjual nama syariah. Kualitas bangunan, legalitas, dan pelayanan kepada konsumen juga harus dipenuhi agar masyarakat benar-benar mendapatkan solusi hunian yang aman, nyaman, dan sesuai syariat,” tegasnya.

*Angsuran Tetap Jadi Salah Satu Keunggulan*

Sandi juga mengajak masyarakat untuk mulai memanfaatkan berbagai pilihan produk dan layanan keuangan syariah yang kini semakin berkembang di Indonesia.

Menurutnya, salah satu keunggulan pembiayaan syariah adalah adanya kepastian nilai angsuran sehingga konsumen tidak dibayangi kenaikan pembayaran akibat perubahan suku bunga.

“Keuntungan bagi konsumen adalah angsurannya tetap dan tidak berubah-ubah. Ini memberikan kepastian dalam mengatur keuangan keluarga sehingga risiko gagal bayar dapat diminimalkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini lembaga keuangan syariah telah berkembang pesat dan didukung teknologi yang semakin modern sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pembiayaan.

Dukung Ekosistem Properti Syariah

Di akhir wawancara, Sandi berharap masyarakat turut mendukung berkembangnya ekosistem properti syariah di Indonesia.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang memilih hunian berbasis syariah, semakin besar pula peluang lahirnya developer syariah yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami berharap masyarakat semakin percaya terhadap konsep properti syariah. Dengan dukungan semua pihak, developer syariah Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,”pungkasnya.

#⁶Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI)

#Media Partners Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI)

PLt Bupati Tulungagung Hadiri Pengajian Akbar di Desa Kepuh, Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah al

0

Tulungagung –WARTA IN,27 Juli 2026 Pelaksana Tugas (Plt) Bupati , H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., menghadiri Pengajian Akbar yang digelar di Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu. Kegiatan yang berlangsung pada malam hari tersebut dihadiri ratusan jamaah dari Desa Kepuh dan wilayah sekitarnya dengan penuh khidmat dan antusias.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lantunan sholawat, sambutan para tokoh, serta tausiyah agama yang mengajak masyarakat untuk meningkatkan keimanan, mempererat tali silaturahmi, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Berdasarkan banner kegiatan, pengajian juga dirangkaikan dengan santunan bagi anak yatim sebagai bentuk nyata kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Baca Selengkapnya Rayakan Idul Adha, Satgas Indobatt TNI Serahkan 100 Hewan Kurban Untuk Masyarakat Lebanon Selatan

Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati Tulungagung menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat Desa Kepuh yang terus menjaga tradisi kegiatan keagamaan sebagai sarana mempererat persatuan dan kebersamaan warga. Ia berharap pengajian tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memberikan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap ukhuwah Islamiyah semakin kuat, semangat gotong royong terus terjaga, dan kepedulian terhadap sesama semakin meningkat. Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan terus mendukung kegiatan keagamaan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Selengkapnya Kejati Jatim Terapkan Keadilan Restoratif, Belasan Perkara Dihentikan

Suasana pengajian berlangsung hangat dan penuh kekhusyukan. Kehadiran Plt Bupati disambut antusias oleh masyarakat yang memadati lokasi acara. Selain mendengarkan tausiyah, para jamaah juga mengikuti rangkaian doa bersama demi keberkahan, keamanan, serta kemajuan Kabupaten Tulungagung.

Melalui momentum Pengajian Akbar tersebut, diharapkan semangat kebersamaan, nilai-nilai religius, dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, rukun, dan penuh keberkahan.

Pewarta : pauji kabiro tulungagung

Tak Boleh Ada yang Tertinggal, Gubernur NTB Dongkrak Desa Berdaya dan Tangani Kekeringan

0

Tak Boleh Ada yang Tertinggal, Gubernur NTB Dongkrak Desa Berdaya dan Tangani Kekeringan

Warta.in
Lombok Tengah ,NTB – “Tak boleh ada yang tertinggal.” Kalimat itu menjadi penegasan Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), saat meninjau Desa Pandan Indah, Desa Mangkung, dan Desa Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (27/7/2026). Komitmen tersebut diwujudkan melalui percepatan Program Desa Berdaya untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem yang dibarengi penguatan layanan kesehatan, penanganan kekeringan, perbaikan infrastruktur, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Miq Iqbal, pembangunan kawasan selatan yang berkembang pesat, terutama dengan hadirnya kawasan pariwisata Mandalika, harus menjadi peluang bagi masyarakat sekitar untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan justru meninggalkan mereka.

“Pembangunan di kawasan selatan berkembang sangat cepat. Namun, kita tidak ingin ada masyarakat yang tertinggal. Karena itu, UMKM, Karang Taruna, dan seluruh masyarakat harus didorong untuk terlibat aktif agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan bersama,” tegas Miq Iqbal.

Ia menegaskan, prinsip no one left behind menjadi pijakan Pemerintah Provinsi NTB dalam memastikan seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama menikmati hasil pembangunan.

Sebagai langkah nyata, Pemerintah Provinsi NTB mengalokasikan hampir Rp3 miliar melalui Program Desa Berdaya Transformatif untuk memberdayakan sekitar 350 kepala keluarga penerima manfaat di Desa Mangkung dan Desa Sengkol.

Bantuan diberikan dalam bentuk modal usaha yang disesuaikan dengan potensi masing-masing keluarga, mulai dari perdagangan, pengolahan pangan, hingga peternakan unggas. Penyaluran dilakukan secara fleksibel melalui pemerintah desa maupun langsung kepada keluarga penerima manfaat agar bantuan tepat sasaran dan mampu mendorong lahirnya usaha-usaha produktif.

Khusus di Desa Mangkung, sebanyak 380 calon keluarga penerima manfaat juga menerima paket kebutuhan dasar berupa kasur, selimut, pakaian, beras, gula, minyak goreng, dan mi instan.

Untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat, Miq Iqbal bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendatangi langsung rumah sejumlah warga penerima manfaat, di antaranya Lalu Asli di Dusun Mangkung Lauk, serta Lalu Adnan, Lalu Dani, dan Maujud di Dusun Batu Samban.

Kepala Desa Sengkol, Satria Wijaya Sarap, mengatakan sepanjang 2026 desanya menerima tiga bentuk dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB, yakni bantuan CSR Bank NTB Syariah sebesar Rp100 juta untuk Masjid Raudhatul Maujud, revitalisasi Pasar Tradisional Sengkol senilai Rp400 juta, serta Rp300 juta melalui Program Desa Berdaya.

Dana Program Desa Berdaya dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur yang dikelola 55 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dusun Bonglanda.

“Program ini kami arahkan untuk usaha yang berkelanjutan. Pengelolaannya dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani karena dinilai lebih akuntabel dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkesinambungan bagi masyarakat,” ujar Satria.

Selain memperkuat ekonomi masyarakat, Pemerintah Provinsi NTB juga bergerak cepat mengantisipasi ancaman kekeringan yang setiap tahun melanda sebagian wilayah Lombok Selatan.

Bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Provinsi NTB tengah melakukan asesmen pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah rawan kekeringan di Lombok Selatan dan Sumbawa Selatan. Sementara proses tersebut berlangsung, armada mobil tangki milik Dinas Sosial, BPBD, dan Biro Umum telah disiagakan untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.

Perhatian pemerintah juga diarahkan pada penanganan infrastruktur pengendali banjir. Bersama Balai Wilayah Sungai (BWS), Pemerintah Provinsi NTB mempercepat perbaikan check dam yang rusak, disertai rencana peninggian elevasi jembatan lama dan pembangunan tanggul pengaman sungai guna mengurangi risiko banjir yang setiap tahun mengancam permukiman warga.

Di sektor permukiman, rehabilitasi rumah tidak layak huni juga dipercepat dengan target sedikitnya enam unit rumah selesai diperbaiki dalam waktu satu minggu.

Untuk mendukung pertumbuhan kawasan Mandalika, Pemerintah Provinsi NTB turut mengalokasikan anggaran bagi revitalisasi Pasar Kuta dan penguatan layanan RS Mandalika sebagai rumah sakit penunjang kawasan pariwisata.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Desa Sengkol juga mengusulkan peningkatan sejumlah infrastruktur desa, antara lain perbaikan lapangan olahraga seluas satu hektare dan renovasi gedung serbaguna desa.

Menjelang penyelenggaraan MotoGP Mandalika, Kepala Desa Sengkol menyampaikan komitmen masyarakat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan. Ia berharap proses rekrutmen tenaga kerja oleh ITDC dan MGPA dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat lokal yang memiliki kompetensi memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan kawasan.

Rangkaian kunjungan kerja ini menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem tidak cukup dilakukan melalui bantuan sosial semata. Pemerintah Provinsi NTB memilih pendekatan yang menyeluruh dengan mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi melalui Program Desa Berdaya, penyediaan air bersih, peningkatan layanan kesehatan, rehabilitasi rumah layak huni, serta pembangunan infrastruktur pendukung.

Komitmen “tak boleh ada yang tertinggal” bukan sekadar slogan. Melalui langkah-langkah nyata tersebut, Pemerintah Provinsi NTB memastikan bahwa setiap desa memiliki kesempatan untuk berkembang, setiap keluarga memiliki peluang untuk bangkit, dan setiap warga dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil dan berkelanjutan.(sr/dkisntb)

Gubernur NTB Atensi Hidrosefalus, Tinjau Penanganan Pasien Desa Berdaya di Pandan Indah

0

Gubernur NTB Atensi Hidrosefalus, Tinjau Penanganan Pasien Desa Berdaya di Pandan Indah

Warta.in

Lombok Tengah,NTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhamad Iqbal, memberikan perhatian serius terhadap penanganan kasus hidrosefalus dengan mengunjungi dua warga penderita penyakit tersebut di Dusun Kreak, Desa Pandan Indah, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (27/7/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk memastikan setiap warga memperoleh layanan kesehatan, pendampingan sosial, dan penanganan yang berkelanjutan, sekaligus meninjau pelaksanaan Program Desa Berdaya di wilayah tersebut.

Dalam kunjungan itu, Gubernur Miq Iqbal didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Direktur RSUP Provinsi NTB, Kepala Dinas PUPRPKP Provinsi NTB, jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Baznas, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Kunjungan pertama dilakukan ke rumah Ahmad Yani, pria berusia lebih dari 40 tahun yang menderita hidrosefalus sejak kecil. Akibat penyakit tersebut, Ahmad Yani tidak pernah mengenyam pendidikan formal dan hingga kini hanya dapat berbaring karena tidak mampu berdiri maupun berjalan.

Miq Iqbal berdialog langsung dengan keluarga pasien untuk mendengar kondisi yang dihadapi sekaligus memastikan langkah penanganan yang dapat dilakukan pemerintah.

Ayah Ahmad Yani, Safi’i, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi NTB.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah datang langsung melihat kondisi anak kami. Ini merupakan pertama kalinya seorang gubernur berkunjung ke rumah kami. Semoga perhatian ini menjadi jalan agar Ahmad Yani mendapatkan penanganan yang lebih baik,” ujar Safi’i.

Selanjutnya, Miq Iqbal mengunjungi Nadira Oktavany Putri, bayi berusia delapan bulan yang juga menjalani pengobatan akibat hidrosefalus. Setelah menjalani operasi di RSUP Provinsi NTB, kondisi Nadira menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dan saat ini rutin menjalani kontrol sebanyak dua kali setiap pekan.

Sambil menggendong Nadira, Gubernur memberikan semangat kepada keluarga agar terus menjaga kesehatan dan asupan gizi selama masa pemulihan.

“Alhamdulillah, kondisi Nadira sudah jauh lebih baik. Kepalanya tidak lagi membesar seperti sebelumnya. Tetap dijaga makanannya, harus bergizi. Tetap sehat, tetap semangat, dan tetap senyum,” pesan Miq Iqbal.

Dalam kesempatan tersebut, Miq Iqbal menegaskan bahwa meningkatnya temuan kasus hidrosefalus di sejumlah wilayah menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi NTB. Berdasarkan data yang dihimpun, dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir ditemukan sedikitnya 15 kasus hidrosefalus di beberapa daerah, termasuk di kawasan Lombok bagian selatan.

Menurut Miq Iqbal, kondisi tersebut memerlukan kajian ilmiah yang komprehensif untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi munculnya kasus hidrosefalus sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Ini menjadi atensi khusus kami. Kami akan berkoordinasi dengan para ahli dan Dinas Kesehatan untuk melakukan kajian secara menyeluruh sehingga kita mengetahui penyebabnya dan dapat menyusun langkah penanganan yang tepat,” tegasnya.

Direktur RSUP Provinsi NTB, drg. H. Asrul Sani, M.Kes., menjelaskan bahwa kasus Ahmad Yani telah berlangsung lebih dari empat dekade. Pada masa itu, fasilitas kesehatan dan layanan bedah saraf di NTB masih sangat terbatas sehingga peluang penanganan optimal belum tersedia.

“Untuk kasus yang telah berlangsung puluhan tahun, tindakan operasi memiliki risiko yang sangat tinggi dan tidak banyak mengembalikan fungsi tubuh. Karena itu, penanganan difokuskan pada perawatan suportif atau palliative care untuk menjaga kualitas kesehatan dan kenyamanan hidup pasien,” jelasnya.

Ia menambahkan, RSUP Provinsi NTB akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah dan puskesmas setempat untuk melakukan pemantauan kesehatan secara berkala.

“Tim medis akan melakukan kunjungan rutin ke rumah pasien agar kondisi kesehatannya terus terpantau,” katanya.

Menurut dr. Asrul, RSUP Provinsi NTB kini telah memiliki dokter spesialis bedah saraf beserta fasilitas yang memadai untuk menangani kasus hidrosefalus. Karena itu, deteksi dini dan penanganan segera setelah bayi lahir menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan terapi dan tumbuh kembang anak.

Selain meninjau pelayanan kesehatan, Gubernur juga melihat perkembangan pelaksanaan Program Desa Berdaya di Desa Pandan Indah.

Kepala Desa Pandan Indah, Maksum, S.Pd.I, menjelaskan bahwa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Berdaya dari Pemerintah Provinsi NTB telah direalisasikan untuk mendukung pengembangan peternakan melalui program penggemukan 10 ekor sapi dan budidaya 525 ekor ayam petelur yang dikelola masyarakat.

“BKK Desa Berdaya sudah kami cairkan. Saat ini kandang sedang dibangun dan nantinya dikelola oleh masyarakat dengan pendampingan pemerintah ldesa. Kami berharap program ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Maksum juga berharap Pemerintah Provinsi NTB terus memberikan pendampingan terhadap pengembangan desa, termasuk pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar seperti akses air bersih dan perbaikan jalan lingkungan.

Kunjungan Gubernur ke Desa Pandan Indah menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat pemberdayaan ekonomi melalui Program Desa Berdaya. Pendekatan yang mengintegrasikan aspek kesehatan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.(Sr/dkisntb)

Bukti kepedulian kepala desa muktiwari Bapak haji Bahrudin takziah kediaman Bapak Ari Cahyadi

0

BEKASI ; MUKTIWARI, CIBITUNG 27 juli 2026 – Kepala Desa Muktiwari, Haji Bahrudin, S.E., menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dengan melaksanakan takziah ke rumah duka salah seorang warga di Perumahan Grand Harmoni Cibitung Kecamatan Cibitung.Kehadiran orang nomor satu di Desa Muktiwari ini disambut hangat sekaligus haru oleh pihak keluarga mendiang dan warga sekitar yang sedang berkumpul di rumah duka.

 

Wujud Kepedulian Pemimpin Dalam kunjungannya, Haji Bahrudin menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum/almarhumah.

 

Beliau mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini.”Kami atas nama pribadi dan Pemerintah Desa Muktiwari turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya.

 

Semoga almarhum/almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Haji Bahrudin di lokasi.Dekat dengan Masyarakat Aksi turun langsung ke lapangan ini menegaskan komitmen Haji Bahrudin untuk selalu hadir di tengah-tengah warganya, baik dalam suasana formal maupun saat warga sedang berduka. Warga Perumahan Grand Harmoni mengapresiasi kehadiran Kepala Desa yang dinilai sangat peduli dan responsif terhadap kondisi masyarakat di tingkat rukun tetangga (RT).Kegiatan takziah ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat untuk mendoakan keselamatan dan ampunan bagi almarhum/almarhumah.

Bukti kepedulian kepala desa muktiwari Bapak haji Bahrudin takziah kediaman Bapak Ari Cahyadi

0

MUKTIWARI, CIBITUNG 27 juli 2026 – Kepala Desa Muktiwari, Haji Bahrudin, S.E., menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dengan melaksanakan takziah ke rumah duka salah seorang warga di Perumahan Grand Harmoni Cibitung Kecamatan Cibitung.Kehadiran orang nomor satu di Desa Muktiwari ini disambut hangat sekaligus haru oleh pihak keluarga mendiang dan warga sekitar yang sedang berkumpul di rumah duka.

Wujud Kepedulian Pemimpin Dalam kunjungannya, Haji Bahrudin menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum/almarhumah.

Beliau mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini.”Kami atas nama pribadi dan Pemerintah Desa Muktiwari turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya.

Semoga almarhum/almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Haji Bahrudin di lokasi.Dekat dengan Masyarakat Aksi turun langsung ke lapangan ini menegaskan komitmen Haji Bahrudin untuk selalu hadir di tengah-tengah warganya, baik dalam suasana formal maupun saat warga sedang berduka. Warga Perumahan Grand Harmoni mengapresiasi kehadiran Kepala Desa yang dinilai sangat peduli dan responsif terhadap kondisi masyarakat di tingkat rukun tetangga (RT).Kegiatan takziah ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat untuk mendoakan keselamatan dan ampunan bagi almarhum/almarhumah.

Publik Pertanyakan Anggaran Tebas Bayang Jalan Kabupaten,”Dua Tahun Tak Tersentuh”,Diduga Ada Penyelewengan.

0
Oplus_16908288

Warta.in-Rejang Lebong.

Masyarakat Kabupaten Rejang Lebong, khususnya para pengguna jalan, mulai mempertanyakan kejelasan anggaran program Tebas Bayang Jalan Kabupaten tahun anggaran 2025 hingga 2026. Pasalnya, selama dua tahun berjalan, ruas-ruas jalan yang seharusnya mendapatkan pemeliharaan rutin tersebut tak kunjung tersentuh pengerjaan.

Akibat pembiaran tersebut, warga setempat akhirnya mengambil tindakan mandiri. Pada Minggu (26/7/2026), sekitar 30 warga Desa Simpang Beliti menggelar aksi gotong royong membabat semak belukar di sepanjang pinggir jalan. Menggunakan peralatan seadanya tanpa mesin, aksi swadaya ini dilakukan karena rumput liar telah menutupi badan jalan dan membahayakan keselamatan pengendara, baik yang hendak keluar maupun masuk ke arah Desa Apur.

Menurut M, warga Desa Simpang Beliti, aksi gotong royong tersebut murni merupakan inisiatif masyarakat akibat kekhawatiran atas kondisi jalan yang kian rawan.

“Aksi ini kami lakukan atas inisiatif bersama karena belum lama ini sudah terjadi kecelakaan beruntun akibat pandangan pengendara terhalang oleh rumput yang sudah sangat tinggi,” ungkap M.

Berdasarkan data yang dihimpun, program Tebas Bayang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten tahun anggaran 2025 dan berlanjut pada 2026 untuk memelihara serta mencegah kerusakan jalan agar tidak meluas. Namun, kenyataannya kondisi jalan di lapangan makin memburuk, berlubang dalam, dan rawan kecelakaan tanpa ada tanda-tanda pelaksanaan pekerjaan sesuai perencanaan.

“Sangat aneh, anggarannya tercantum dalam dokumen APBD, tetapi sampai sekarang tidak ada pengerjaan di lapangan. Kami mempertanyakan, ke mana perginya anggaran yang disiapkan untuk kepentingan publik ini?” ujar salah satu perwakilan warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (27/7/2026).

Ketiadaan transparansi dan kejelasan pelaksanaan pekerjaan ini memicu dugaan kuat adanya penyimpangan hingga penyelewengan anggaran. Masyarakat menduga proses perencanaan hingga pelaksanaan tidak terbuka, atau bahkan ada penyalahgunaan alokasi anggaran yang tidak sesuai peruntukannya.

Warga mendesak DPRD selaku fungsi pengawasan anggaran, Inspektorat Daerah, serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan mendalam. Pihak eksekutif juga diminta memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan penundaan atau ketiadaan pelaksanaan program tersebut.

“Jangan sampai anggaran rakyat yang seharusnya untuk keselamatan bersama justru dimainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kami minta ini ditelusuri sampai tuntas, dan jika terbukti ada pelanggaran, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari dinas terkait maupun Pemerintah Kabupaten setempat mengenai keterlambatan pelaksanaan program Tebas Bayang tersebut. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata, bukan sekadar memberikan janji yang tak kunjung terealisasi.

(Tim Redaksi)

JPU Ajukan Tuntutan 4 Tahun 6 Bulan Penjara, LBH IYW Terus Dampingi Proses Hukum

0

Kediri, 27 Juli 2026 – Persidangan perkara pidana Nomor 187/Pid.Sus/2026/PN Gpr di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri memasuki tahapan penting, yakni pembacaan surat tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa Anggala Danil Lowistanggang als Gondes. Sidang tersebut turut dipantau oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) IRO YUDHO WICAKSONO melalui Adv. Muhammad Taufiq, S.H., CLA., sebagai bentuk komitmen dalam mengawal jalannya proses peradilan yang profesional dan sesuai ketentuan hukum.

 

Dalam surat tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan kombinasi pertama dan kedua. Atas dasar itu, Jaksa menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun 6 (enam) bulan serta pidana denda sebesar Rp1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar akan diganti dengan pidana penjara selama 190 (seratus sembilan puluh) hari**.

 

Menanggapi tuntutan tersebut, Adv. Muhammad Taufiq, S.H., CLA., menyampaikan bahwa surat tuntutan merupakan sikap yuridis Jaksa Penuntut Umum berdasarkan hasil pembuktian yang telah berlangsung di persidangan. Meski demikian, tuntutan bukanlah putusan akhir dan masih terdapat tahapan pembelaan dari pihak terdakwa sebelum Majelis Hakim menjatuhkan putusan.

 

> “Pembacaan tuntutan merupakan bagian dari proses pembuktian yang telah selesai dilaksanakan. Setelah ini, terdakwa melalui penasihat hukumnya masih memiliki hak untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi), sehingga seluruh proses persidangan harus tetap dihormati dan dijalankan sesuai prinsip due process of law. Kami berharap setiap tahapan berlangsung secara objektif, profesional, dan berdasarkan fakta-fakta yang telah terungkap di persidangan,” ujar Adv. Muhammad Taufiq, S.H., CLA.

 

Majelis Hakim kemudian menunda persidangan dan menetapkan sidang berikutnya pada Senin, 3 Agustus 2026, dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi) dari terdakwa maupun penasihat hukumnya. Pledoi merupakan hak terdakwa untuk memberikan tanggapan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelum Majelis Hakim memasuki tahapan musyawarah dan menjatuhkan putusan.

 

LBH IRO YUDHO WICAKSONO menegaskan akan terus memantau jalannya persidangan hingga perkara memperoleh putusan yang berkekuatan hukum, dengan tetap menghormati independensi Majelis Hakim serta menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah, kepastian hukum, dan peradilan yang adil bagi seluruh pihak.

PTBA Perkuat Daya Saing UMKM Binaan Lewat Partisipasi di INACRAFT Festival 2026

0

Warta In

“Yogyakarta, 27 Juli 2026,” PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui perluasan akses pasar dan penguatan daya saing. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam INACRAFT Festival 2026 yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, pada 15 hingga 19 Juli 2026.

Mengusung tema “Hamemayu Hayuning Bawana”, INACRAFT Festival 2026 menjadi ajang yang mempertemukan perajin, pelaku UMKM, desainer, buyer, investor, komunitas kreatif, hingga masyarakat dalam satu ekosistem yang mengintegrasikan pameran produk, business matching, dan pengalaman budaya.

Dalam Festival yang dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, PTBA menghadikan produk-produk unggulan dari empat Rumah BUMN binaan, diantaranya Rumah BUMN Muara Enim, Rumah BUMN Banyuasin, Rumah BUMN Pringsewu, dan Rumah BUMN Sawahlunto. Keikutsertaan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas peluang pemasaran, memperkuat branding produk, meningkatkan jejaring usaha, sekaligus membuka akses UMKM menuju pasar nasional maupun internasional.

Dalam ajang tersebut, PTBA menghadirkan produk-produk unggulan dari empat Rumah BUMN binaan, diantaranya Rumah BUMN Muara Enim, Rumah BUMN Banyuasin, Rumah BUMN Pringsewu, dan Rumah BUMN Sawahlunto. Keikutsertaan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas peluang pemasaran, memperkuat branding produk, meningkatkan jejaring usaha, sekaligus membuka akses UMKM menuju pasar nasional maupun internasional.

Beragam produk unggulan yang dipamerkan merepresentasikan kekayaan wastra dan kriya Indonesia, di antaranya Habar Jumputan, Zhuliansyah Songket, Mojao Art, SIBA Batik Kujur, SIBA Songket, SIBA Ecoprint, Astrina Collection, dan Putra Tapis. Produk-produk tersebut mengangkat kekayaan budaya Nusantara melalui perpaduan nilai tradisi, kearifan lokal, kreativitas, dan inovasi para pelaku UMKM binaan PT Bukit Asam.

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno mengatakan pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Perseroan tidak hanya mendukung peningkatan kapasitas UMKM melalui pembinaan, tetapi juga membuka akses terhadap pasar yang lebih luas. Keikutsertaan dalam INACRAFT Festival 2026 menjadi salah satu upaya kami untuk meningkatkan daya saing produk UMKM binaan agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global. Kami berharap semakin banyak UMKM yang tumbuh, mandiri, dan menjadi penggerak ekonomi daerah,” jelas Eko.

Tidak hanya berpartisipasi dalam pameran, PTBA juga mendapat kesempatan mengisi salah satu sesi Talk Show INACRAFT Festival 2026. Dalam sesi bertema “The Queen of Textile: Songket Palembang”, Owner Zhuliansyah Songket sekaligus Mitra Binaan PTBA, Ilham, hadir sebagai narasumber dengan moderator Hesti Okta Seputri.

Melalui diskusi tersebut, pengunjung memperoleh wawasan mengenai perjalanan usaha Zhuliansyah Songket, filosofi dan nilai budaya Songket Palembang, proses kreatif dalam menghasilkan karya wastra berkualitas, hingga tantangan dan peluang pengembangan industri kriya di tengah dinamika ekonomi kreatif. Kehadiran mitra binaan sebagai narasumber menjadi bukti nyata dukungan PTBA dalam memberikan ruang promosi, apresiasi, serta eksposur yang lebih luas bagi UMKM.

Partisipasi PTBA dalam INACRAFT Festival 2026 tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan selama pameran, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan potensi UMKM binaan kepada calon pembeli, mitra usaha, investor, serta berbagai pemangku kepentingan. Melalui ajang ini, para pelaku UMKM memperoleh kesempatan memperkuat identitas merek, memperluas jejaring bisnis, serta membuka peluang kolaborasi yang mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara perusahaan, Rumah BUMN, pelaku UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan, PTBA optimis pemberdayaan UMKM dapat terus memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas usaha, penguatan branding produk, perluasan akses pasar, serta terciptanya ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

Hadir pula dalam ajang ini diantaranya Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Muchsin Ridjan, jajaran Dekranas dan Dekranasda, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, perwakilan BUMN, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, serta organisasi kerajinan dunia seperti AHPADA, APCA, dan AGCF.

(Zulkifli)