Beranda blog

4 Dusun,338 DPT,15 Calon BPD Padamukti,Kec.Solokanjeruk,Kab.Bandung,Masa 2026-2034,Gelar Sabtu 29Agustus2026

0

Desa Padamukti, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Selasa, 25 Agustus 2026. Siap Menyambut Pemilihan BPD Masa Bakti 2026-2034. WARTA. IN

14 Dusun, 338 DPT, 15 Calon BPD Padamukti, Siap Melaksanakan Pemilihan BPD Padamukti, Kec. Solokanjeruk, Kab. Bandung, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Kami menjaring Calon BPD Padamukti, yang serius untuk kemajuan dan kemakmuran Desa Padamukti, Papar Ajat, S. Pdi. Pelaksanaan.

4 Dusun, Kampanye berjalan damai, masukan Tomas, 15 Amplop, berisi pertanyaan sekitaran tugas, Fungsi BPD Padamukti,  motivasi, visi, misi mencalonkan BPD Padamukti. Kampanye senyum, masyarakat Calon tersenyum, Pungkas Ajat.

Pemilu BPD Padamukti, Sabtu, 29 Agustus 2026, berjalan lancar, tertib, calon BPD masih ada waktu, Usaha, Ikhtiar menarik Tokoh Masyarakat,jaga, ketertiban Lingkungan masing-masing dusun, Papar Bhabinkamtibmas.

Jaga ketertiban, keamanan, acara ini dari kita,oleh kita, untuk kita, calon BPD Padamukti, berikan program kepada pemilih, orasi simpatik, Papar Papar Bhabinsa.

Inventarisir aset, atk BPD Padamukti, buat jadwal jaga di BPD Padamukti, kalau saya terpilih, Papar Marwan, AMD.

WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

 

SMK Negeri 1 Nias Selatan Terus Diperbaiki untuk Dukung Sarana Pendidikan

0

Warta.in Nisel – Program Bakti TNI untuk Rakyat terus berlanjut melalui kegiatan perbaikan gedung SMK Negeri 1 di Desa Tuindrao, Kecamatan Amandraya, Kabupaten Nias Selatan, Selasa (24/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI menghadirkan sarana pendidikan yang lebih layak guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Nias Selatan.

Memasuki tahapan pekerjaan saat ini, personel Satgas Bakti TNI dari Yonif TP 905/TS melaksanakan pengecatan dinding ruang kelas dan plafon sekolah. Program yang merupakan inisiasi Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan sarana pendidikan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya di daerah yang masih membutuhkan dukungan infrastruktur pendidikan.

Perbaikan SMK Negeri 1 tersebut hingga saat ini mencapai progres 38 persen dan sekolah masih belum operasional. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kualitas hasil pekerjaan, sehingga nantinya fasilitas sekolah dapat digunakan secara lebih layak untuk menunjang proses belajar mengajar.

Kapendam I/BB Kolonel Inf. Sandy, S.I.P., menegaskan bahwa Program Bakti TNI merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. “Perbaikan sarana pendidikan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung terciptanya fasilitas belajar yang lebih layak bagi para siswa dan tenaga pendidik,” ujar Kapendam.

Menurut Kapendam, melalui Program Bakti TNI untuk Rakyat, TNI tidak hanya membantu membangun dan memperbaiki infrastruktur, tetapi juga turut mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui tersedianya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi generasi muda. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

Lawan Karhutla Tanpa Kenal Lelah, Koramil 1202-03/Skh dan Tim Gabungan Sisir Titik Api

0

Singkawang – Koramil 1202-03/Singkawang Tengah bersama tim gabungan bergerak cepat melakukan pengecekan, pemadaman, dan pendinginan titik hotspot di Kelurahan Sungai Bulan dan Sungai Rasau, wilayah Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang

Selasa (25/08/2026).Sebanyak dua titik kebakaran di Kelurahan Sungai Bulan membakar lahan sekitar 2 hektare, sementara di Kelurahan Sungai Rasau dilakukan pendinginan pada lahan bekas terbakar sekitar 2 hektare. Tim gabungan menghadapi medan lahan gambut dengan vegetasi semak belukar, rasam, kayu campuran dan pepohonan yang cukup kering.

Danramil 1202-03/Singkawang TengahKapten Inf P. Hutagalung memimpin personel Koramil bersama unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Damkar, MPA dan masyarakat untuk mengendalikan api dan mencegah kobaran meluas.

“Penanganan karhutla membutuhkan gerak cepat dan sinergi seluruh pihak. Kami terus melakukan pemadaman, pendinginan dan monitoring agar tidak muncul kembali titik api baru,” tegas Kapten Inf P. Hutagalung.

Puluhan personel dikerahkan dengan dukungan berbagai peralatan pemadam, mulai dari mesin pompa air hingga kendaraan pemadam milik TNI dan unsur terkait. Petugas juga melakukan patroli serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan.

Hingga sore, situasi aman dan terkendali. Namun, sejumlah titik masih mengeluarkan asap sehingga pemantauan dan upaya pendinginan terus dilakukan.

Di tengah panas dan kepungan asap, personel gabungan tetap bertahan. Mereka berjibaku di lapangan untuk menjinakkan api dan mencegah karhutla kembali meluas.(Pendim 1202/Skw)

Saung Sate Katresna, Destinasi Kuliner Pilihan Penggila Sate Maranggi

0

Warta.in, Purwakarta — Sate maranggi merupakan salah satu kuliner khas Kabupaten Purwakarta yang hingga kini terus menjadi kebanggaan masyarakat. Cita rasanya yang khas, perpaduan daging yang gurih, bumbu yang meresap, serta cara penyajiannya yang memiliki karakter tersendiri membuat sate maranggi dikenal luas, bahkan mendapat perhatian dari berbagai kalangan hingga mancanegara.

Sebagai salah satu ikon kuliner Purwakarta, keberadaan sate maranggi tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan kuliner daerah, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun masyarakat dari luar daerah yang berkunjung ke Purwakarta.

Bagi para pencinta kuliner yang ingin menikmati sate maranggi dengan suasana berbeda, Saung Sate Katresna di Jalan Terusan Kapten Halim, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, bisa menjadi salah satu pilihan yang layak masuk dalam daftar kunjungan.

Saung Sate Katresna Pasawahan yang juga merupakan cabang dari Saung Sate Katresna yang berada di sekitar kawasan kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Purwakarta, menawarkan beragam menu yang menggugah selera.

Lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau menjadi salah satu keunggulan tersendiri bagi pengunjung.

Menu andalan yang tentunya menjadi daya tarik utama adalah sate maranggi dengan cita rasa khas. Kelezatan sate yang disajikan berpadu dengan suasana saung yang nyaman, sehingga membuat pengalaman bersantap menjadi semakin menyenangkan.

Tidak hanya sate maranggi, Saung Sate Katresna juga menyediakan berbagai pilihan menu lainnya, mulai dari sop, ayam goreng, bakakak ayam, cobek ikan, hingga aneka hidangan lainnya yang dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang datang bersama keluarga maupun rombongan.

Untuk melengkapi hidangan, tersedia pula beragam pilihan minuman yang menyegarkan. Pengunjung dapat menikmati kelapa muda, aneka jus, serta berbagai varian minuman lainnya yang cocok disantap bersama menu makanan.

Salah satu hal yang membuat Saung Sate Katresna semakin menarik adalah suasana lingkungannya. Berada di lokasi yang relatif mudah dijangkau dan dikelilingi pemandangan alam yang masih asri, pengunjung dapat menikmati hidangan sambil melihat hamparan persawahan yang memberikan suasana tenang dan nyaman.

Nuansa tersebut menjadikan Saung Sate Katresna bukan sekadar tempat makan, tetapi juga menjadi pilihan untuk menikmati kuliner khas Purwakarta sekaligus bersantai bersama keluarga, sahabat maupun rekan.

Dengan menu yang beragam, cita rasa khas, lokasi strategis serta suasana alam yang menenangkan, Saung Sate Katresna Pasawahan patut menjadi salah satu rekomendasi bagi para penikmat sate maranggi maupun wisatawan yang ingin mencicipi kekayaan kuliner khas Purwakarta.

Jadi, saat berkunjung ke Purwakarta dan ingin menikmati kuliner khas daerah dengan suasana yang nyaman, Saung Sate Katresna Pasawahan bisa menjadi salah satu destinasi kuliner yang layak dicoba.

 

(ds)

Diduga Gelapkan Rp14 Juta Dana Desa 2025, Sekdes Lolohowa Herman Jaya Halawa S.Th

0

Nia Selatan, Warta.in — Bom waktu pengelolaan Dana Desa 2025 meledak di Desa Lolohowa, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan.

Sekretaris Desa Lolohowa, Herman Jaya Halawa S.Th*, kini terseret dugaan kuat menarik uang negara Rp14 juta dari kas desa TA 2025.

Uang itu diduga diserahkan kepada oknum pegawai PMD Nias Selatan bernama Daskar tanpa mekanisme dan bukti yang jelas.

Bukti Ditutup-tutupi, Warga Curiga Ada Apa?

Berdasarkan tangkapan layar percakapan di grup WhatsApp yang viral dan diunggah akun Beni Waruwu, warga sudah berulang kali meminta pertanggungjawaban.

“Di catatan saya pak sekdes ada sekitar 14 juta uang di tahun anggaran 2025 yang diberikan kepada Daskar oleh pak sekdes.. tolong share bukti transaksi uangnya,” desak warga.

Fakta mencengangkan: Hingga berita ini tayang, bukti transfer/kuitansi senilai Rp14 juta itu tidak pernah dipublikasikan.

Ketika ditagih, jawaban Sekdes justru mengambang:
“Oc. Buktinya ada di rumah tlk dalam. Sy pulang besok ke teluk dalam”.

Diduga Tabrak Aturan, Kades Diduga Ikut Bertanggungjawab

Tindakan Sekdes diduga keras melanggar Permendagri No.20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa.

Pasal 7 dan Pasal 8 menegaskan: Yang berhak memegang dan membayarkan keuangan desa HANYA Bendahara Desa atas perintah Kepala Desa melalui SPM. Tidak ada kewenangan Sekdes menarik uang langsung dari Bendahara/TPK.

“Kerusakan dalam sistem pemerintahan Desa Lolohowa semakin bertambah ketika Sekretaris Desa gentol mencampuri urusan diluar kewenangannya. Dan kepala Desa sepertinya menyetujui tindakan tersebut,” tulis Beni Waruwu.

Jika terbukti, ini bisa masuk unsur Pasal 3 UU No.31 Tahun 1999 jo UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi : Penyalahgunaan kewenangan yang merugikan keuangan negara.

Bungkam Saat Dikonfirmasi, Warga Desak Inspektorat & Kejari Turun

DiscoveryNews.id telah berupaya konfirmasi kepada Sekdes Herman Jaya Halawa S.Th pada Kamis, 20/8/2026. Hasilnya: BUNGKAM.

Konfirmasi ke Daskar Pegawai PMD juga tidak direspon.

Diamnya 2 pihak ini memicu kecurigaan publik. Warga kini mendesak Inspektorat Nias Selatan, Kejaksaan Negeri Nias Selatan, dan Polres Nias Selatan segera turun tangan melakukan audit investigasi dan pemeriksaan terhadap pengelolaan Dana Desa Lolohowa TA 2025.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Lolohowa dan Camat Lolowau juga belum memberikan keterangan resmi.

Catatan Warta.in. menjunjung asas praduga tak bersalah . Kami membuka ruang hak jawab 1×24 jam kepada pihak terkait. Namun sesuai *UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers dan PP No.43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Desa, transparansi Dana Desa adalah wajib hukum. Jika dalam 3×24 jam tidak ada klarifikasi dan bukti, maka kami mendesak APH bertindak sesuai UU Tipikor yang berlaku.

Reporter : Tim

Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Kandang Kambing, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

0

Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Kandang Kambing, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Warta.in
Mataram, NTB – Warga Lingkungan Karang Seme, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, dikejutkan dengan penemuan seorang pria berusia sekitar 40 tahun dalam kondisi meninggal dunia di area kandang kambing milik warga, Selasa (25/08/2026).

Korban ditemukan dalam kondisi tergantung pada sebuah pohon jambu menggunakan tali nilon. Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, S.I.P., memimpin langsung pengecekan lokasi sekaligus proses evakuasi korban.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi di lokasi, korban diketahui selama ini tinggal di Bali. Sehari sebelum kejadian, Senin (24/08/2026) sekitar pukul 19.00 Wita, korban datang ke rumah mantan istrinya di Karang Seme untuk menumpang menginap karena rencananya akan kembali ke Bali pada keesokan harinya.

Namun, sekitar pukul 04.40 Wita, mantan istri korban tidak melihat korban berada di dalam rumah. Ia kemudian berusaha mencari korban di sekitar rumah.

“Subuh itu saksi yang merupakan mantan istri korban tidak melihat korban di dalam rumah. Saksi kemudian mencari di sekitar luar rumah. Saat itulah saksi melihat korban sudah tergantung di pohon jambu menggunakan tali nilon di area kandang kambing warga,” jelas Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, usai memimpin evakuasi di TKP.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga sekitar, kepala lingkungan, dan Bhabinkamtibmas Karang Pule. Informasi selanjutnya diteruskan ke SPKT Polsek Ampenan.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Ampenan langsung mendatangi lokasi setelah berkoordinasi dengan piket Unit Identifikasi Sat Reskrim Polresta Mataram untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan di tempat kejadian perkara.

Berdasarkan pemeriksaan luar yang dilakukan petugas kesehatan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas hanya menemukan bekas tali pada bagian leher.

Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, korban diduga kuat meninggal akibat gantung diri. Kendati demikian, kepolisian tetap melakukan penanganan sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan pihak keluarga.

“Sejauh ini tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kami sudah menghubungi pihak keluarga dan keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah serta menolak dilakukan autopsi,” ungkap Kapolsek.

Setelah proses penanganan di lokasi selesai, korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.

Kapolsek Ampenan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kejadian tersebut. Ia juga mengajak warga bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing agar tetap kondusif.(sr/hpntb)

SOROT TAJAM ANGGARAN PASKIBRAKA PALI RP477,5 JUTA: PMII DESAK TRANSPARANSI TOTAL DAN AUDIT!

0

PALI, [25/8/2026] – Pengelolaan anggaran publik dalam pengadaan pakaian dan perlengkapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kini tengah menjadi pusat perhatian. Alokasi dana yang dinilai fantastis tersebut memicu desakan kuat dari berbagai elemen masyarakat, khususnya gerakan mahasiswa, yang menuntut pembuktian nyata atas asas transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah.

Persoalan ini mencuat setelah pemberitaan media lokal mengungkapkan adanya paket Belanja Pakaian Dinas Upacara (PDU) dan set training Paskibraka pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) PALI. Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan kode 66654688, paket pengadaan tersebut menelan nilai pagu anggaran sebesar Rp477,5 juta. Angka ini dinilai perlu diuji validitasnya demi memastikan tidak ada ruang bagi pemborosan ataupun penyimpangan keuangan negara.

Menanggapi polemik yang terus berkembang, Edo Saputra, S.Pd., Anggota Biro Kaderisasi Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Selatan, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam dan harus segera memberikan penjelasan yang rinci serta terbuka kepada masyarakat luas.

“Kita jangan terburu-buru memberikan vonis bahwa telah terjadi penyimpangan. Tetapi kita juga tidak boleh menutup mata ketika muncul pertanyaan publik mengenai kewajaran sebuah anggaran. Prinsip dasarnya sederhana: uang yang bersumber dari APBD adalah uang rakyat, sehingga penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka,” ujar Edo dalam pernyataan resminya.

Bukan Sekadar Belanja Pakaian: Dimensi Simbol Negara dan Integritas Menurut Edo, pengadaan perlengkapan untuk Paskibraka memiliki dimensi yang jauh lebih luas dan sakral daripada sekadar transaksi belanja pakaian biasa. Paskibraka merupakan bagian dari simbol kehormatan negara dan wadah penting dalam pembinaan generasi muda. Oleh karena itu, setiap rupiah yang dialokasikan dalam tata kelola anggarannya semestinya mencerminkan nilai-nilai integritas, efisiensi, profesionalitas, serta akuntabilitas yang tinggi.

Edo memaparkan sejumlah aspek krusial yang wajib dibuka secara transparan kepada publik oleh instansi terkait. Aspek-aspek tersebut meliputi:Perencanaan kebutuhan awal yang mendasari pengadaan.Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara mendetail. Spesifikasi teknis kain dan perlengkapan yang digunakan.Harga satuan barang yang diajukan.Mekanisme pemilihan penyedia barang (tender atau penunjukan langsung).Isi kontrak kerja yang disepakati.Jumlah riil barang yang dipesan.

Hasil pemeriksaan fisik serta berita acara serah terima pekerjaan.”Kalau seluruh proses sudah sesuai aturan, justru keterbukaan akan menjadi alat untuk membersihkan keraguan publik. Pemerintah tidak perlu defensif. Buka dokumennya, jelaskan spesifikasinya, jelaskan harga satuannya, dan tunjukkan bahwa barang yang diterima benar-benar sesuai dengan kontrak,” tegas alumnus sarjana pendidikan tersebut.

Butuh Verifikasi Independen, Bukan Sekadar Pernyataan Sepihak Lebih lanjut, PMII mendorong Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) seperti Inspektorat, serta aparat penegak hukum (APH) untuk turun tangan melakukan pemeriksaan mendalam jika ditemukan indikasi objektif yang mencurigakan.

Edo menggaris bawahi bahwa dorongan untuk melakukan audit investigatif bukan berarti langsung menuduh adanya tindak pidana. Audit justru menjadi instrumen penting untuk mengumpulkan basis fakta dan bukti yang sah secara hukum. Dari hasil audit tersebut, barulah dapat ditentukan secara objektif apakah polemik ini bersumber dari kesalahan administratif semata, ketidakefisienan (pemborosan), atau memang mengarah pada indikasi pelanggaran hukum yang merugikan negara.

“Kita harus membedakan antara kritik terhadap kebijakan, kesalahan administrasi, pemborosan anggaran, dan tindak pidana korupsi. Semua harus dibuktikan berdasarkan dokumen dan hasil pemeriksaan resmi, bukan berdasarkan asumsi atau opini liar di media sosial,” jelas Edo secara proporsional.

Pendekatan berbasis data ini dinilai sangat penting agar fungsi pengawasan anggaran tidak bergeser menjadi tuduhan tanpa dasar yang mencemarkan nama baik, sekaligus memastikan pemerintah tidak memanfaatkan celah tersebut untuk menghindari kewajiban transparansi.

PMII Komitmen Kawal Uang Rakyat di Bumi Serepat Serasan Sebagai bagian dari pilar gerakan mahasiswa, PKC PMII Sumsel menegaskan komitmen dan tanggung jawab moralnya untuk terus mengawal jalannya tata kelola pemerintahan yang bersih (clean governance) di Kabupaten PALI. Edo mengingatkan bahwa kritik dan pengawasan yang dilayangkan mahasiswa bukan bertujuan mencari-cari kesalahan pemerintah secara personal, melainkan untuk menjaga agar APBD benar-benar memberikan manfaat optimal yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami ingin Pemerintah Kabupaten PALI membangun budaya birokrasi yang terbuka. Jangan sampai masyarakat baru mengetahui adanya persoalan anggaran setelah muncul pemberitaan media atau menjadi polemik publik. Informasi mengenai penggunaan APBD harus mudah diakses, transparan, dan mudah dipahami oleh masyarakat awam,” tambahnya.Di akhir pernyataannya, PMII mendesak Kesbangpol PALI selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk segera memberikan klarifikasi resmi guna meredam spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kami mendorong pemeriksaan dilakukan secara objektif, profesional, dan independen. Kalau hasil audit menyatakan semuanya sudah sesuai aturan, sampaikan langsung kepada publik agar klir. Namun, jika ditemukan adanya persoalan atau penyimpangan, tindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Yang terpenting adalah jangan ada ruang bagi spekulasi dan jangan ada kepentingan manapun yang mengintervensi proses pemeriksaan ini,” pungkas Edo Saputra

Biddokkes Polda NTB Gelar Bakti Kesehatan Gratis untuk Warga Terdampak Kebakaran Desa Adat Sade

0

Biddokkes Polda NTB Gelar Bakti Kesehatan Gratis untuk Warga Terdampak Kebakaran Desa Adat Sade

Warta.in
Lombok Tengah, NTB – Kepedulian Polda NTB terhadap masyarakat terdampak musibah kebakaran di Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kabupaten Lombok Tengah, terus ditunjukkan. Tim Biddokkes Polda NTB menggelar bakti kesehatan berupa pelayanan kesehatan gratis bagi warga setempat, Minggu (23/08/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sehari setelah kebakaran melanda kawasan Desa Adat Sade pada Sabtu malam (22/08/2026). Selain membantu masyarakat yang terdampak, layanan kesehatan juga diberikan kepada petugas serta personel Polri yang terlibat dalam proses evakuasi dan penanganan kebakaran.

Tim medis Biddokkes Polda NTB melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang membutuhkan. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 14 orang diketahui mengalami hipertensi, 9 orang mengalami kondisi lemas, dan 7 orang mengeluhkan pusing.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., mengatakan pelayanan kesehatan lapangan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit akibat musibah kebakaran.

“Pelayanan kesehatan lapangan gratis ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang terdampak peristiwa kebakaran di Desa Sade. Kita berharap pelayanan ini dapat membantu memulihkan kondisi kesehatan warga pascakebakaran,” ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid.

Menurutnya, pelayanan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat setelah terjadi bencana atau musibah. Kondisi warga yang mengalami kelelahan maupun gangguan kesehatan akibat situasi darurat perlu mendapat perhatian agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.

Biddokkes Polda NTB juga memastikan personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran tetap mendapatkan perhatian terhadap kondisi kesehatannya, mengingat mereka bekerja di tengah situasi yang membutuhkan tenaga dan kesiapsiagaan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga melalui pelayanan kemanusiaan bagi warga yang membutuhkan.(sr/dkisntb)

Pelajaran dari Gempa M 7,7 SR NTT, Keputusan Cepat Gubernur NTB Menggerakkan Solidaritas

0

Pelajaran dari Gempa M 7,7 SR NTT, Keputusan Cepat Gubernur NTB Menggerakkan Solidaritas

Warta.in
NTT – Menjelang malam di Dusun Dampe, Desa Satar Pudut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, suasana Posko utama Tim Solidaritas KR-BNN NTB perlahan berubah lebih tenang. Sejak pagi, orang-orang datang dan pergi. Tenaga medis berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Dapur umum terus bekerja. Logistik bergerak menuju warga terdampak. Relawan dan petugas penanganan bencana bergelut dengan waktu, jarak, jalan yang panjang, serta kekhawatiran terhadap gempa susulan.

Di tempat itulah, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal memilih berhenti malam itu.

Ia tidak kembali ke Labuan Bajo. Ia memilih menginap di posko bersama Tim Solidaritas NTB.

Beberapa jam sebelumnya, Miq Iqbal bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena masih berada di tengah masyarakat terdampak. Mereka bertemu warga, mendengar kebutuhan para pengungsi, dan melihat sendiri bagaimana gempa M7,7 telah mengubah kehidupan banyak keluarga dalam sekejap.

Setelah Gubernur NTT kembali ke Labuan Bajo untuk agenda penanganan lainnya, perjalanan Miq Iqbal belum berhenti. Ia melanjutkan kunjungan ke sejumlah titik pengungsian. Dari satu tempat ke tempat lain, ia menyapa warga, mendengar cerita mereka, menyerahkan bantuan, dan berusaha menguatkan mereka yang masih bertahan di bawah tenda-tenda pengungsian.

Di tempat lain, BPBD menyiapkan tim dan peralatan. Dinas Sosial mengonsolidasikan bantuan. Dinas Perhubungan membantu kesiapan mobilisasi. Dapur umum lapangan dari Kota dan Kabupaten Bima menyatakan kesiapannya untuk berangkat. Ambulans, kendaraan rescue, kendaraan operasional, truk, hingga alat berat mulai disiapkan.

Bantuan pun berdatangan.

Ada beras, bahan makanan, obat-obatan, perlengkapan kesehatan, tenda, terpal, selimut, matras, kebutuhan bayi dan perempuan, hingga berbagai perlengkapan yang dibutuhkan masyarakat dalam keadaan darurat.

Niat baik, seperti menemukan jalannya sendiri.

Sore hari, seluruh unsur kembali merapat di Pendopo Gubernur untuk memantapkan persiapan. Pada saat yang sama, Miq Iqbal melakukan pertemuan melalui sambungan virtual dengan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Bali juga menyatakan kesiapan untuk bergerak.

Di tengah bencana yang melanda NTT, hubungan tiga provinsi kembali menemukan maknanya. Bali, NTB, dan NTT bukan sekadar daerah yang bertetangga. Ketiganya memiliki sejarah, kedekatan, dan kini dipersatukan dalam Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT atau KR-BNN.

Namun Miq Iqbal kembali menegaskan satu hal: Tim NTB harus diberangkatkan paling lambat keesokan harinya.

Tidak lebih dari 24 jam.

Keesokan harinya, Ahad, 16 Agustus 2026, seluruh persiapan kembali diperiksa. Personel telah tersedia. Logistik telah terkumpul. Kendaraan telah disiapkan. Peralatan telah dimuat.

Laporan kesiapan akhirnya disampaikan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Tim Solidaritas KR-BNN NTB untuk Gempa M7,7 NTT siap diberangkatkan.

Sore itu, halaman BPBD Provinsi NTB dipenuhi kendaraan dan orang-orang yang datang untuk mengantar. Unsur TNI dan Polri hadir. Perangkat daerah, industri jasa keuangan, dunia usaha, BUMN, BUMD, lembaga kemanusiaan dan berbagai pihak lainnya ikut memberikan dukungan.

Pelepasan berlangsung tanpa kemewahan yang berlebihan.

Yang terasa justru haru.

Miq Iqbal mengingatkan satu hal yang menjadi dasar keberangkatan itu: NTB pernah berada dalam situasi yang sama.

Gempa Lombok tahun 2018 telah mengajarkan masyarakat NTB bagaimana rasanya kehilangan rumah, tinggal di pengungsian, menghadapi trauma dan ketidakpastian.

Ketika itu, bantuan datang dari banyak daerah.

Kini, NTB mendapat kesempatan untuk membalas kebaikan itu.

Bukan karena bantuan harus dibalas dengan bantuan.

Tetapi karena mereka yang pernah ditolong seharusnya memahami lebih baik bagaimana rasanya ketika orang lain membutuhkan pertolongan.

Pesan Gubernur sederhana: Tim NTB datang ke NTT sebagai saudara yang tidak ingin melihat saudaranya memikul beban musibah seorang diri.

Satu per satu kendaraan kemudian meninggalkan Mataram.

Di dalamnya ada manusia, peralatan, obat-obatan, makanan dan berbagai kebutuhan untuk menghadapi keadaan darurat.

Tetapi sesungguhnya, yang ikut berangkat bersama rombongan itu adalah pengalaman NTB menghadapi bencana.

Dari Mataram, tim bergerak menuju Sape, Bima. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menyeberangi laut menuju Labuan Bajo. Setelah tiba, mereka tidak berhenti lama.

Koordinasi segera dilakukan bersama sistem penanganan bencana di NTT.

Posko transit dibangun. Tim dibagi. Tenaga kesehatan bergerak. Dapur umum menuju lokasi pelayanan. Logistik diturunkan dan disalurkan berdasarkan kebutuhan.

Kebijakan yang sebelumnya lahir di ruang kerja Gubernur kini telah berubah menjadi gerakan di lapangan.

Beberapa hari kemudian, Miq Iqbal memutuskan menyusul.

Ia menyeberangi laut menuju Bali untuk memenuhi komitmen bersama Gubernur Bali I Wayan Koster. Dari sana, bersama rombongan Gubernur Bali dan Pangdam IX/Udayana, ia terbang menuju Labuan Bajo.

Di Bandara Komodo, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena telah menunggu.

Tiga kepala daerah kemudian bertemu di Posko Utama Penanganan Gempa di Manggarai Barat.

Laporan kerusakan, kondisi pengungsi dan perkembangan penanganan dipaparkan. Bantuan terus bergerak. Namun kebutuhan masyarakat juga masih besar.

Di tengah pertemuan itu, tiga gubernur menyampaikan pesan yang sama dengan cara masing-masing: NTT tidak sendiri.

Bali, NTB, dan NTT hadir bukan sekadar dalam nama sebuah kerja sama regional.

KR-BNN menemukan bentuknya ketika salah satu saudara mengalami kesulitan dan dua saudara lainnya datang untuk membantu.

Dari Manggarai Barat, perjalanan Miq Iqbal dilanjutkan menuju Manggarai Timur bersama Gubernur NTT. Dengan helikopter TNI Angkatan Darat, keduanya terbang menuju wilayah yang menjadi salah satu pusat dampak gempa.

Sekitar 35 menit kemudian, mereka tiba.

Di sana, gempa tidak lagi hanya berupa angka magnitudo, peta kerusakan atau laporan situasi.

Gempa memiliki wajah.

Wajah ibu yang bertahan bersama anak-anaknya.

Wajah orang tua yang belum berani kembali ke rumah.

Wajah anak-anak yang harus tidur jauh dari kamar mereka sendiri.

Di Desa Satar Pudut, masyarakat menyampaikan kebutuhan yang mereka rasakan. Air bersih dan bahan makanan masih menjadi kebutuhan penting.

Miq Iqbal mendengarkan.

Ia kemudian berbicara dengan bahasa pengalaman.

NTB pernah merasakan hal yang sama. Karena itu, ia mengatakan kepada masyarakat agar tetap sabar, kuat dan tidak kehilangan semangat untuk bangkit.

Kehadiran seorang gubernur memang tidak dapat membangun kembali seluruh rumah dalam satu hari.

Tetapi kehadiran dapat menyampaikan sesuatu yang kadang tidak bisa dikirim melalui logistik: bahwa masyarakat tidak dilupakan.

Setelah Gubernur NTT kembali ke Labuan Bajo, Miq Iqbal melanjutkan perjalanan ke berbagai titik pengungsian.

Di sana ia melihat sendiri kehidupan yang sedang berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan baru.

Ia menyapa. Mendengar. Membagikan bantuan.

Tidak ada jarak yang sengaja diciptakan antara seorang gubernur dan masyarakat yang sedang berada dalam kesulitan.

Dari tenda ke tenda, ia bertemu orang-orang yang mungkin tidak meminta banyak.

Mereka hanya ingin kebutuhan dasarnya terpenuhi dan mengetahui bahwa ada yang memperhatikan keadaan mereka.

Malam itu, Miq Iqbal memilih menginap di Dampe.

Lewat tengah malam, setelah evaluasi bersama tim, ia beristirahat di posko. Pukul empat dini hari, ia telah kembali terbangun.

Perjalanan berikutnya menuju Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur, menunggu.

Lebih dari enam jam perjalanan darat ditempuh.

Di Posko Utama Penanganan Gempa Kabupaten Manggarai Timur, ia bertemu Sekretaris Daerah bersama sejumlah kepala perangkat daerah dan Direktur RSUD Borong.

Di tempat itu, perjalanan kemanusiaan memasuki babak lain.

Bukan lagi sekadar bagaimana membawa bantuan secepat mungkin.

Tetapi bagaimana sebuah daerah yang pernah mengalami bencana dapat berbagi pengalaman untuk membantu daerah lain mempersiapkan masa pemulihan.

Miq Iqbal berbicara tentang pentingnya pendataan rumah yang rusak secara cepat dan akurat. Pemerintah daerah dapat menggandeng perguruan tinggi dengan kompetensi teknik sipil, konstruksi dan bidang terkait untuk melakukan asesmen kerusakan secara lebih terukur.

Setiap bangunan yang rusak perlu memiliki data, koordinat dan tingkat kerusakan yang jelas.

Data yang baik akan membantu pemerintah mengambil keputusan yang lebih cepat.

Keputusan yang tepat akan mempercepat rehabilitasi.

Dan rehabilitasi yang baik akan membuka jalan bagi masyarakat untuk kembali membangun kehidupan.

Namun ada pesan lain yang ia titipkan.

Dalam bencana, jangan terlalu sibuk mencari siapa yang salah.

Masyarakat yang sedang kehilangan rumah membutuhkan orang-orang yang bersedia bekerja bersama.

Kebersamaan, kata Miq Iqbal, adalah salah satu kekuatan terpenting dalam penanganan bencana.

Setelah beberapa jam di Borong, perjalanan kembali menuju Labuan Bajo dimulai.

Sekali lagi, jalan panjang harus ditempuh.

Di beberapa tempat, rombongan berhenti untuk beristirahat. Dan di tempat-tempat itu, masyarakat datang menyapa.

Ada yang meminta foto bersama.

Ada yang mengatakan bahwa mereka mengenali Gubernur NTB.

Mereka tahu, sejak awal gempa terjadi, NTB telah menyampaikan duka, mengirimkan tim, bantuan dan tenaga medis.

Mereka juga mengingat peristiwa lain yang bagi masyarakat Manggarai memiliki arti tersendiri.

Pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Mataram, ketika NTT sedang menghadapi duka akibat gempa, Miq Iqbal mengenakan pakaian adat Manggarai.

Pilihan itu mungkin sederhana.

Namun bagi sebagian warga di Flores, itu adalah bahasa perhatian.

Bahwa saudara di Mataram mengingat mereka.

Dari seluruh perjalanan itu, NTB sesungguhnya membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman.

NTB membawa pelajaran.

Gempa Lombok 2018 telah membentuk banyak pengalaman dalam penanganan bencana. Tetapi pengalaman tidak boleh membuat sebuah daerah merasa sudah cukup siap.

Kesiapsiagaan harus terus diperkuat.

Data personel dan sumber daya harus selalu diperbarui. Mobilisasi tenaga medis harus memiliki mekanisme yang semakin cepat. Logistik harus memiliki jalur distribusi yang jelas. Rumah sakit, perangkat daerah, relawan, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat harus terus dipersatukan dalam sebuah sistem yang dapat segera bergerak ketika keadaan darurat datang.

Sebab dalam bencana, waktu sering kali menentukan seberapa jauh pertolongan dapat menyelamatkan kehidupan.

Namun dari masyarakat NTT, ada pelajaran yang lebih sunyi.

Ketabahan.

Di tengah rumah yang rusak, kehidupan yang terguncang dan ketakutan terhadap gempa susulan, masyarakat tetap menunjukkan kesabaran.

Mereka tidak selalu menuntut dengan suara keras.

Mereka tidak membutuhkan banyak janji.

Yang mereka perlukan adalah kepastian bahwa mereka diperhatikan.

Bahwa ada yang datang.

Bahwa ada yang mendengar.

Bahwa mereka tidak dibiarkan menghadapi masa sulit seorang diri.

Barangkali, itulah makna terdalam dari seluruh perjalanan ini.

Sebuah kebijakan dapat lahir dengan cepat di sebuah ruang kerja.

Tetapi kebijakan kemanusiaan baru menemukan jiwanya ketika keputusan itu menggerakkan manusia, membawa mereka menempuh perjalanan jauh, bekerja tanpa banyak menghitung lelah, lalu akhirnya hadir di hadapan masyarakat yang sedang kehilangan rasa aman.

Dari sebuah Sabtu pagi di Pendopo Gubernur NTB, sebuah keputusan diambil.

Kurang dari 24 jam kemudian, Tim Solidaritas bergerak.

Dari Mataram menuju Sape.

Dari Sape menuju Flores.

Dari sebuah keputusan menuju tindakan.

Dan dari tindakan menuju pelajaran.

Gempa M7,7 NTT mungkin telah merobohkan banyak bangunan, tetapi ia juga memperlihatkan bahwa ketika persaudaraan bergerak, jarak antarpulau dapat terasa begitu dekat.

Bagi NTB, perjalanan ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus terus diperkuat, kecepatan harus menjadi budaya, dan kebersamaan harus menjadi kekuatan.

Sementara bagi mereka yang berada di tenda-tenda pengungsian, mungkin yang paling penting bukan hanya bantuan yang datang, tetapi keyakinan yang menyertainya:

bahwa ketika mereka sedang berusaha bangkit, mereka tidak berjalan sendirian.

Dan dari situlah, barangkali, semangat untuk bangkit perlahan dimulai.(sr/dkisntb)

Teladani Rasulullah, Wujudkan NTB Makmur Mendunia

0

Teladani Rasulullah, Wujudkan NTB Makmur Mendunia

Warta.in
Mataram,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertajuk “Merajut Ukhuwah, Menggapai Berkah Menuju NTB Makmur Mendunia” di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center Provinsi NTB, Senin (24/8/2026).

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak, perjuangan dan nilai-nilai persaudaraan yang diwariskan Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Abul Chair, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana memperkuat keimanan dan pengendalian diri. Kekuatan dan keyakinan kepada Allah SWT harus menjadi landasan dalam menjalankan setiap langkah serta tanggung jawab.

“Kita hadir di sini karena kita cinta kepada Rasulullah SAW dan memperingati Maulid Nabi pada malam hari ini. Siapa yang beriman kepada Allah, maka ia mencintai Rasulullah SAW,” ujar Sekda Abul.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga emosi dan menahan amarah dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita di Masjid bisa menahan amarah, lantas di luar masjid juga kita harus bisa menahan amarah,” tuturnya.

Sementara itu, dalam tausiahnya, Ustadz Dr. M. Anugrah Arifin mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT, mulai dari nikmat Islam, kesehatan, hingga kesempatan untuk berkumpul dalam suasana penuh persaudaraan.

Ia menekankan, bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan meneladani perjuangan dan ajarannya.

Menurutnya, Rasulullah SAW telah membawa perubahan besar dalam peradaban manusia melalui ajaran Islam yang menjunjung tinggi akhlak, ilmu pengetahuan, persaudaraan, dan keadilan.

Dalam waktu yang relatif singkat, Rasulullah SAW berhasil membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam serta membentuk generasi yang memiliki karakter kuat dan berakhlak mulia.

Ustadz Arifin juga mencontohkan perjuangan Rasulullah SAW setelah hijrah ke Madinah. Salah satu langkah pertama yang dilakukan Rasulullah adalah membangun masjid sebagai pusat kehidupan umat.

Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, musyawarah, pembinaan masyarakat, serta penguatan persaudaraan.

“Nilai-nilai yang dibangun Rasulullah SAW harus kita hadirkan kembali dalam kehidupan sehari-hari. Bawa suasana masjid ini kembali ke lingkungan masing-masing dan jadikan kampung kita sebagai kampung yang beradab,” pesannya.

Dalam tausiah tersebut juga ditekankan pentingnya menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak kehidupan masyarakat, seperti korupsi, kemaksiatan, serta tindakan yang bertentangan dengan nilai kejujuran dan amanah.

Selain itu, generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat serta mewujudkan masa depan daerah yang lebih maju, makmur, dan berdaya saing.

Sejak awal perkembangan Islam, pemuda selalu mengambil peran penting dalam berbagai peristiwa besar. Rasulullah SAW berhasil membentuk generasi muda yang memiliki akhlak baik, kecerdasan, keberanian, stabilitas emosi, serta kemampuan untuk memimpin dan memegang amanah.

Berbagai kisah perjuangan para sahabat muda, seperti Ali bin Abi Thalib RA dan Zaid bin Tsabit RA, menjadi contoh bagaimana generasi muda dapat memberikan kontribusi besar bagi agama, masyarakat, dan peradaban.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, generasi muda NTB diajak untuk tidak hanya menjadi generasi yang kritis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi, inovasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Kalau ingin daerah ini makmur, maka bangkitkan semangat para pemudanya. Jadilah pemuda yang berkarisma, penuh inovasi, memiliki akhlak yang baik, serta mampu memberikan dampak positif,” menjadi pesan kepada para pelajar, mahasiswa, dan generasi muda.

Selain peran pemuda, keluarga juga memiliki posisi penting sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat dan berkarakter.

Rasulullah SAW memberikan perhatian besar terhadap pembentukan keluarga serta hubungan sosial. Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Ansar sebagai wujud nyata persatuan, saling menjaga, membantu, dan menolong satu sama lain.

Nilai persaudaraan tersebut dinilai sangat relevan untuk terus diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini, terutama dalam memperkuat persatuan serta menghindari perpecahan akibat perbedaan kepentingan.

Perbaikan masyarakat, menurutnya, harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Keluarga menjadi ruang pertama dalam menanamkan nilai moral, akhlak, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta kepedulian terhadap sesama.

Dengan kekuatan persaudaraan, peran aktif generasi muda, serta keluarga yang kuat dan berakhlak, diharapkan NTB mampu melahirkan generasi emas yang memiliki daya juang, karakter mulia, dan kemampuan untuk menghadirkan perubahan positif menuju terwujudnya NTB Makmur Mendunia. (sr/dkisntb)