Beranda blog

Mengaku “Tim Kelinci” Polda Sumsel, Kelompok Berompi Polisi Diduga Intimidasi Penambang Minyak Muba

0

MUBA, – Dugaan adanya sekelompok orang yang mengaku sebagai anggota Polri dari Polda Sumatera Selatan dan menyebut diri tergabung dalam “Tim Kelinci” mencuat di kawasan HGU PT Hindoli, Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Informasi tersebut diperoleh Tim Liputan Gabungan Media dari sejumlah warga yang berada di lokasi. Mereka mengungkapkan adanya dugaan intimidasi terhadap masyarakat yang mengelola sejumlah sumur minyak.

Warga menduga keberadaan kelompok tersebut bukan sekadar melakukan pengawasan atau penegakan hukum, melainkan diduga memiliki kepentingan untuk menguasai pengelolaan sumur minyak yang selama ini dijalankan masyarakat.

Salah seorang warga yang berinisial PP, mengungkapkan bahwa masyarakat disebut diarahkan untuk bekerja sama dengan kelompok mereka. Warga yang tidak mengikuti keinginannya, menurut PP, disebut-sebut akan berhadapan dengan proses penegakan hukum.

“Kami di sini harus bekerja sama dengan mereka serta mengikuti berbagai syarat yang diberikan. Kalau warga menolak, katanya akan dilakukan penegakan hukum,” ujar PP kepada Tim Liputan Gabungan Media, Sabtu (29/8/2026).

Mengaku Bagian dari “Tim Kelinci PP menyebut kelompok tersebut diperkirakan berjumlah kurang dari lima orang. Salah satu nama yang disebut warga adalah Adrian alias ADR, yang menurut informasi warga berasal dari Medan, Sumatera Utara.

PP mengaku melihat salah seorang dari kelompok tersebut mengenakan rompi yang terdapat simbol menyerupai lambang kepolisian.

“Yang saya ketahui secara jelas ada empat orang. Salah satunya memang di rompinya ada seperti lambang Polisi. Dua lainnya tidak kami kenal. Yang kami tahu salah satunya Adrian,” tuturnya.

Namun, PP menegaskan bahwa warga tidak dapat memastikan apakah orang-orang tersebut benar-benar anggota Polri atau bukan.

“Secara rinci apakah dia benar-benar Polisi atau bukan, kami kurang paham. Yang kami tahu hanya pengakuannya bahwa mereka bagian dari Tim Kelinci Polda,” katanya.

Warga Minta Propam Turun ke Lapangan Situasi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumsel.

Warga meminta dilakukan pemeriksaan dan investigasi langsung ke lokasi guna memastikan identitas serta kewenangan kelompok yang mengaku sebagai “Tim Kelinci Polda Sumsel” tersebut.

Menurut warga, setidaknya terdapat dua kemungkinan yang harus dibuktikan secara terang: apakah kelompok tersebut benar-benar bagian dari institusi kepolisian dan menjalankan tugas resmi, atau justru ada pihak tertentu yang diduga mencatut nama serta atribut Polri untuk kepentingan pribadi.

“Kami berharap Bidpropam Polda Sumsel turun langsung dan mengecek ke lapangan. Kalau memang benar anggota Polri, harus jelas tugas dan kewenangannya. Kalau ternyata bukan, justru lebih berbahaya karena nama Polda diduga dicatut,” kata PP.

Jangan Biarkan Nama Institusi Dicatut Warga menilai persoalan ini tidak boleh dipandang sebagai konflik atau persoalan pribadi antara masyarakat dengan individu tertentu.

Sebab, apabila benar terdapat pihak yang menggunakan identitas, atribut, maupun nama institusi Polri untuk memberikan tekanan kepada masyarakat, persoalannya telah menyentuh integritas dan kredibilitas institusi penegak hukum.

Terlebih, dugaan tersebut berkaitan dengan pengelolaan sumur minyak masyarakat di kawasan HGU PT Hindoli.

“Jangan dibiarkan hal ini liar. Ini bukan hanya menyangkut citra Polda, tetapi citra institusi negara,” tegas PP.

Karena itu, warga berharap Polda Sumsel memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai keberadaan dan legalitas “Tim Kelinci” yang disebut-sebut beraktivitas di kawasan tersebut.

Jika benar merupakan tim resmi kepolisian, masyarakat berhak mengetahui dasar penugasan, identitas personel, serta tujuan kegiatan di lapangan.

Sebaliknya, apabila terbukti tidak memiliki hubungan dengan institusi Polri, maka dugaan pencatutan nama dan atribut kepolisian tersebut semestinya ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kini publik menunggu langkah Polda Sumsel. Apakah “Tim Kelinci” benar-benar ada sebagai bagian dari tugas resmi kepolisian, atau hanya nama yang digunakan pihak tertentu untuk menekan masyarakat dan mengejar kepentingan di balik pengelolaan sumur minyak?

Pertanyaan tersebut hanya dapat dijawab melalui investigasi terbuka, pemeriksaan identitas personel, serta pengecekan langsung di lapangan. (Tim Liputan).

GOL DENTO 1-1 Kades Magungharja, Selamatkan Muka PORDES vs PSBR Gilang Angga, Wildansyah,Laga EXEBISI 29-8-26

0

Lapangan Sepak Bola, Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu, 29 Agustus 2026 . WARTA. IN

GOL Penyeimbang Deden Toha, ST. M. Ip. Kepala Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, selamatkan PORDES Manggungharja vs PSBR Gilang Angga, Wildansyah, Legend PERSIB.

Anjar Lugiyana, S. Ip. M. Ip. Camat Ciparay, hadir dalam Laga Exibisi tersebut., sementara Denti, Sapaan akrab Deden Toha, ST. M. Ip. Kades Manggungharja, membela PORDES Manggungharja vs PSBR Gilang Angga, Wildansyah Legend PERSIB, dan berhasil melsekan GOL Penyeimbang 1 – 1 .

Turnamen Sepakbola Bola antar RW Se- Desa Manggungharja, kali ini untuk yang Ke- V, Kali Lain akan terus berlanjut, Papar Denti, Kades Manggungharja.

Sementara di lain kesempatan,, saya akan mendukung kegiatan ini, khususnya untuk Desa Manggungharja, Papar Anjar Lugiyana, S. Ip. M. Ip. Orang nomor satu di Kecamatan Ciparay.

WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

LAMONGAN//Warta.in –Dalam rangka kedekatan masyarakat untuk menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman saat masyarakan menjalankan ibadah kaum Nasrani di wilayah Ngimbang

Kali ini petugas personil Polsek Ngimbang melaksanakan kegiatan pengamanan giat masyarakat umat Kristiani diwilayah Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang, minggu (30/08/2026) pukul 06.30 wib sampai selesai

Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Kaum Nasrani ini personil Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Aipda Afis hadir dalam melaksanakan kegiatan pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati.

Kegiatan pengamanan Ibadah umat Kristiani di Gereja GKJTU dan GJWI yang bertempat di Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang dalam persembahyangan Minggu pagi umat Kristiani digereja GKJTU dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

Sementara itu Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S. I. K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat dikonfirmasi oleh awak media, “Bahwa pengamanan ini guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang menjalankan Ibadah di Hari Minggu dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati “Terangnya

Kami berharap dengan adanya Patroli pengamanan secara rutin di Hari Minggu ini masyarakat dalam menjalankan Ibadah bisa tenang dan nyaman sehingga wilayah Ngimbang tetapaman dan kondusif,pungkasnya ( roy)

Pastikan Wilayah Ngimbang tetap Aman Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light 4C Di Daerah Rawan

0

Pastikan Wilayah Ngimbang tetap Aman Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light 4C Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Sabtu (29/08 /2026) pukul 22.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di pimpin oleh Wakapalsek Ipda Istiono, S.H,bersama Aipda Eric ( Kanit Intelkam),Aipda Afis dan Brigadir Andika dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, R3 Lamongrejo, Termunal Ngimbang dan Lapangan Bola Voli Kakatpenjalin Ngimbang serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngambang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K,melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli (KYRD) Gabungan Skala Besar, Antisipasi 3C hingga Balap Liar

0

Polsek , Polsek Bluluk dan Polsek Sokorame Gelar Patroli (KYRD) Gabungan Skala Besar, Antisipasi 3C hingga Balap Liar

LAMONGAN//Warta.in – Polsek Ngimbang, Polres Lamongan menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka cipta kondisi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) dengan Patroli Gabungan Skala besar pada Sabtu (29/08/2026) pukul 20.30, malam.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S. I. K, yang di wakili oleh Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, memimpin kegiatan Apel ini yang terdiri dari Polsek Ngimbang 7 personil polsek Bluluk sebanyak 3 personil, dari Polsek Sukorame sebanyak 3 personil

KRYD tersebut digelar sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan Kamtibmas, khususnya tindak pidana 3C yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta perkelahian, penggunaan knalpot brong dan aksi balap liar.

Dalam arahannya, Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H,m
Dalam melaksanakan tugas harus di laksanakan dengan penuh tanggung jawab serta mengutamakan keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat selama kegiatan berlangsung, Ujarnya

Kegiatan KRYD ini sasaranya kendaraan roda dua dan roda empat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kerawanan yang dapat berdampak pada situasi keamanan masyarakat.

Patroli KYRD ini akan di mulai Apel siaga dan pukul 21.10 menyasar sepanjang Jalan raya poros Jombang – Babat dan sejumlah lokasi, di Wilayah Ngimbang.

Kami berharap kegiatan ini mampu mencegah terjadinya tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga situasi Wilayah Ngimbang tetap aman, tertib dan kondusif, Pungkasnya (roy)

 Cv lima samurai & CV graha raya diduga langgar struktur kolom smkn 3 Komnas lp-kpk laporkan ke kejatisu

0

Gunungsitoli,Warta.in  — Komisi Nasional Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah Direktorat Tindak Pidana Korupsi resmi melaporkan dugaan pelanggaran ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Laporan itu terkait Pembangunan Ruang Kelas Baru SMK Negeri 3 Gunungsitoli TA 2026 senilai Rp833.514.483,24 yang dikerjakan CV. Lima Samurai dan diawasi CV. Graha Raya Consultant.

Agustinus Zebua selaku perwakilan Komnas Lp-kpk Direktorat Tipikor menjelaskan secara rinci struktur apa yang diduga dilanggar.

“Yang kami laporkan adalah dugaan pelanggaran struktur kolom atau tiang beton pada pembangunan SMKN 3 Gunungsitoli. Berdasarkan pemantauan kami 29 Agustus 2026, tiang struktur utama bangunan masih dikerjakan dengan pasangan batu, belum dilakukan pengecoran beton bertulang, padahal di dalamnya sudah terpasang besi tulangan. Seharusnya sesuai SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan gambar rencana, kolom struktur wajib dicor beton K225/K250 secara monolit,” tegas Agustinus Zebua.

Selain pelanggaran teknis, pihaknya juga menemukan dugaan pelanggaran terhadap standar sarana prasarana pendidikan. “Pembangunan gedung sekolah wajib mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SD, SMP, dan SMA. Meskipun ini SMK, prinsip mutu dan keselamatan bangunannya sama. Bangunan sekolah harus memenuhi standar keamanan, keselamatan, dan kenyamanan. Kondisi kolom yang tidak dicor jelas melanggar prinsip keselamatan tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut juga berpotensi melanggar Peraturan Menteri PUPR Nomor 12 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi karena tidak ada papan proyek, RAB, dan pekerja tidak menggunakan APD yang merupakan kewajiban dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Kolom adalah struktur utama penahan beban. Jika dikerjakan tidak sesuai spesifikasi, maka mengancam keselamatan pengguna bangunan, khususnya ratusan siswa SMKN 3 Gunungsitoli. Kami juga mempertanyakan fungsi pengawasan dari CV. Graha Raya Consultant dan tanggung jawab Kepala Sekolah SMKN 3 Gunungsitoli selaku Pengguna Anggaran, kata Agustinus.

Saat dikonfirmasi, Wawan dari CV. Lima Samurai dan Ama Putri Laowo selaku Kepala Pekerjaan belum memberikan keterangan resmi.

Penting untuk dicatat bahwa seluruh pihak yang disebut dalam laporan ini masih berstatus diduga dan memiliki hak untuk memberikan klarifikasi serta pembelaan sesuai asas praduga tidak bersalah sebagaimana dijamin Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

Atas temuan tersebut, Komnas Lp-kpk meminta Kejati Sumut segera melakukan uji petik struktur, uji laboratorium beton, dan memeriksa CV. Lima Samurai, CV. Graha Raya Consultant, dan Kepala Sekolah SMKN 3 Gunungsitoli.

“Ini menyangkut keselamatan ratusan siswa dan marwah pendidikan vokasi. Struktur kolom tidak bisa ditawar. Kami minta Kejatisu turun langsung,” tutup Agustinus Zebua.

UsutSmkn3Gunungsitoli DidugaLanggarStrukturKolom LaporKejatisu CvLimaSamurai CvGrahaRaya

Redaktur : Warta.in

Warga tipar merasa tanggung jawab perihal kemajuan sekolah cisarua 1 tipar

0
Pernyataan-pernyataan tersebut menyoroti beberapa sudut pandang utama dari para pihak yang terlibat terkait polemik revitalisasi pendidikan di SDN Cisarua 1 Tipar, Kota Sukabumi:
  • Tinjauan Hukum & Media (Revansa Riansya, S.H. / HIMASI): Mengingatkan pentingnya memahami UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) media dalam merespons isu revitalisasi pendidikan harus dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan dunia pendidikan di Kota Sukabumi, selama tetap berjalan sesuai kaidah hukum.
  • Marwah Jurnalistik (Feri Mariyadi): Sebagai penggiat media sosial, ia menyayangkan munculnya pemberitaan yang dinilai justru mencederai marwah dan etika jurnalistik.
  • Penyalahgunaan Tupoksi (Opik): Sebagai jurnalis muda, ia merasa tupoksi media telah dirusak oleh oknum-oknum tertentu yang membuat suasana menjadi gaduh di kawasan SDN Cisarua 1 Tipar.
  • Peran Aktif Masyarakat (Dora / Warga Tipar): Tegas menyatakan akan terus berjuang mengawal proses revitalisasi sesuai mekanisme Swakelola Tipe 4 (yang melibatkan keterlibatan aktif masyarakat/kelompok masyarakat) serta meminta agar media senantiasa menerapkan prinsip cover both side (berita yang berimbang dari kedua belah pihak).
Secara keseluruhan, warga dan para tokoh mengharapkan revitalisasi pendidikan berjalan transparan sesuai aturan swakelola masyarakat, sementara insan pers dan pengamat mengingatkan agar pemberitaan tetap berdasar pada etika jurnalistik yang berimbang tanpa membuat kegaduhan.(Alfi yonimar)

Kompetisi Antar Klub Askot 100 % Sudah Siap, Kabut Asap Melanda Kota Pontianak.

0

Pontianak – Kalbar Ketua Askot sepak bola (Asosiasi Kota) PSSI Pontianak AKBP Lely Suheri, SH., M.M Kompetisi antar klub Askot 100 % sudah sip, saat awak media berkunjung dan mengkonfirmasi ruang Sekretariat Askot Keboen Sayoek (PSP) Pontianak, Sabtu 29/8/2026.

Ketua Askot PSSI Kota Pontianak Lely Suheri,SH.,M.M menuturkan Akan kita tunda kompetisi antar klub Askot kota pontianak. Kemudian untuk partai pertama pertandingan, nanti ketika kedua tim hadir,

Yang pertama, dari panitia sendiri menginginkan, bahwa partai pertama ini akan kita tunda juga, mengingat kabut asap semakin sore semakin tebal.

Tapi nanti ini akan kami sampaikan kepada kedua tim, apakah kedua tim menyetujuinya atau tidak.

Secara keseluruhan, seperti apa gambaran kompetisi?

Antara Umpat Lima, kemudian salah satu lagi kompetisi penuh di klub di bawah naungan ASKOT PSSI?

Ya, untuk kompetisi Umpat Lima ada 2 tujuan yang kami ingin capai. Yang pertama, untuk silaturahmi, para pemain-pemain yang Umpat Lima ke atas betul-betul silaturahmi.”ujar Lely.

Lanjut, kemudian yang kedua, turnamen ini untuk memperingati hari jadi Kota Pontianak.

Jadi 2 tujuan itu, maka kami adakan kompetisi Umpat Lima Piala Bangjul, dan ini yang sudah seri kedua.

Yang sebelumnya sudah sukses, dan ini adalah piala bergilir, maka kompetisi ini harus berlanjut begitu.

Kalau untuk kompetisi liga, ini seperti apa, Bang?

Nah, untuk liga antar klub anggota asosiasi PSSI Kota Pontianak, kami mengambil 2 sasaran antara lah, katakan demikian. Yang pertama, kami akan membatasi usia, ya.

Usia paling muda itu 19, 17, ya. Usia 17, 18, 19. Yang mana di usia ini kami akan menjaring pemain, yang mana pemain-pemain ini nanti akan kami kumpulkan untuk diturunkan di Porprop yang akan datang.

Nah, kemudian memang di kompetisi ini kami ada 5 pemain yang kami selipkan, yaitu pemain-pemain senior.

Yang mana pemain senior ini kami harap adalah pemain-pemain yang nanti akan turun di Liga 4, dan pemain-pemain ini yang akan mencoba menurunkan teknik taktik mereka di adik-adiknya yang di usia 17, 18, 19 ini, begitu.

Ditambahkannya, Nah, kemudian kompetisi ini setengah kompetisi, ya, mungkin agak panjang, begitu.

Karena tim talent scouting akan lebih mudah untuk menilai pemain, ya, menjaring pemain, karena jumlah pertandingannya cukup, cukup banyak lah, begitu

Untuk pelaksanaan, di lapangan mana saja, Bang ?

Untuk pelaksanaan, kami sudah berkoordinasi dengan pihak KadisporaPar Kota Pontianak, ya. Kami menginginkan semua pertandingan ada di PSP, begitu.

Ya, kami menginginkan semua pertandingan ada di PSP. Kemudian cadangannya ada di lapangan timur, timur, yaitu di lapangan Mentibu.

Nah, kemudian kalau skenario lain, ketika PSP tidak bisa digunakan, kami minta pada babak delapan besar, semifinal sampai final, ya, mungkin wajib di PSP, begitu.”jelas nya.

Tanuki Family Massage dan Tanuki Studio Beauty Haus Resmi Dibuka di Tangerang

0

Warta.in | — Tanuki Family Massage dan Tanuki Studio Beauty Haus resmi dibuka di Tangerang. Kehadiran dua lini usaha tersebut menawarkan konsep perawatan tubuh dan kecantikan yang memadukan layanan massage, perawatan wanita, hingga nuansa Jepang.

Grand opening kedua usaha tersebut berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah rekan bisnis serta tamu undangan. Pemilik Tanuki Family Massage dan Tanuki Studio Beauty Haus, Jeny, mengatakan seluruh rangkaian pembukaan berjalan sesuai dengan harapan.

“Puji Tuhan, semuanya bisa berjalan lancar dan sesuai dengan yang kami harapkan. Harapan kami, Tanuki bisa berkembang dan menjadi berkat bagi banyak orang,” ujar Jeny.

Foto: Ka Jeny selaku Owner Tanuki Family Massage dan Tanuki Studio Beauty Haus

Menurut Jeny, Tanuki bukan semata-mata dibangun untuk mengejar keuntungan bisnis. Ia berharap usaha tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan sekaligus memberikan manfaat bagi para karyawan maupun pelanggan.

“Buat saya ini bukan hanya soal untung. Saya ingin usaha ini bisa menjadi berkat bagi karyawan. Semakin berkembang, semakin banyak karyawan yang bisa kami ajak bekerja sama. Dalam bisnis ini, tanpa mereka saya juga tidak bisa apa-apa,” katanya.

Jeny mengatakan pemilihan lokasi usaha di Tangerang dilakukan setelah melalui sejumlah pertimbangan. Ia beberapa kali melihat kondisi kawasan tersebut, termasuk pada malam hari, dan menilai potensi pasarnya cukup baik.

“Beberapa kali saya lewat di sini, terutama pada jam-jam malam. Saya melihat aktivitas di kawasan ini masih cukup baik. Dari situ saya merasa tempat ini cocok untuk dikembangkan,” tuturnya.

Foto: Tanuki Studio Beauty Haus

HausTanuki Studio Beauty Haus menjadi lini usaha baru, sementara Tanuki Family Massage merupakan pengembangan dari usaha yang sebelumnya telah dijalankan. Keduanya kemudian diperkenalkan secara bersamaan dalam agenda grand opening.

Untuk menarik pelanggan pada masa awal pembukaan, Tanuki juga menawarkan promo khusus berupa potongan harga 28 persen selama satu bulan bagi pelanggan yang datang dan melakukan perawatan sesuai ketentuan promo.

Dari sisi layanan, Tanuki menawarkan berbagai pilihan perawatan. Tidak hanya massage, pelanggan juga dapat menikmati layanan kecantikan dan perawatan tubuh dengan pilihan produk dari sejumlah merek.

Jeny menjelaskan, produk yang digunakan merupakan kombinasi sejumlah merek yang telah direkomendasikan oleh rekan-rekan yang lebih dahulu berkecimpung di industri tersebut. Selain itu, terdapat pula produk lokal yang telah memiliki sertifikasi dan izin edar sesuai ketentuan.

“Brand-nya campur. Ada beberapa brand yang direkomendasikan teman-teman yang sudah lebih dulu menjalankan bisnis ini. Ada juga produk Indonesia yang halal dan sudah BPOM,” jelasnya.

Foto: Tanuki Family Massage

Untuk layanan massage, Tanuki mengedepankan variasi teknik perawatan. Konsepnya tidak hanya berfokus pada refleksi atau massage tradisional, tetapi menyediakan berbagai pilihan sehingga pelanggan dapat memilih perawatan sesuai kebutuhannya.

 

“Kalau di sini kami lebih menjual teknik. Jadi bukan hanya refleksi atau tradisional. Ada timer, Japanese massage dan berbagai pilihan lainnya. Konsepnya seperti supermarket untuk tempat massage karena pilihannya cukup lengkap,” kata Jeny.

Selain massage, Tanuki juga menawarkan paket perawatan wanita, antara lain ratus dan totok wajah. Perawatan tersebut mengusung konsep perawatan tubuh dari luar dan dalam yang terinspirasi dari tradisi perawatan perempuan di Indonesia.

Di area lainnya, pelanggan juga dapat menikmati fasilitas bernuansa Jepang, termasuk onsen dengan penggunaan produk yang didatangkan dari Jepang.

Kehadiran fasilitas tersebut menjadi salah satu upaya Tanuki menghadirkan pengalaman perawatan yang berbeda bagi pelanggan.

Tanuki Family Massage saat ini beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB, sedangkan Tanuki Studio Beauty Haus buka mulai pukul 09.00 hingga 19.00 WIB.

Jeny menambahkan, konsep dan nama Tanuki juga memiliki keterkaitan dengan budaya Jepang. Tanuki dikenal dalam folklor Jepang sebagai makhluk yang kerap dikaitkan dengan keberuntungan dan kemakmuran.

“Nama Tanuki ini kami ambil dari inspirasi dan cerita sejarah Jepang. Tanuki dianggap membawa keberuntungan. Harapannya, semangat itu juga bisa membawa keberuntungan dan hal-hal positif bagi usaha ini,” ujarnya.

Ke depan, Jeny berharap Tanuki dapat terus berkembang dan membuka lebih banyak kesempatan kerja. Ia juga ingin setiap pelanggan yang datang mendapatkan pengalaman positif.

“Saya berharap usaha ini bisa menjadi berkat bagi banyak orang, terutama karyawan. Semoga semakin berkembang dan pelanggan yang datang bisa merasa happy, mendapatkan pengalaman yang positif, lalu pulang dengan membawa energi positif,” pungkasnya.

#Tanuki Family Massage dan Tanuki Studio Beauty Haus

#Media Partners Tanuki Family Massage dan Tanuki Studio Beauty Haus

Maulid Nabi Polda NTB, Ketua Bhayangkari Ny. Bulawan Kalingga Ajak Istri Polisi Teladani Khadijah

0

Maulid Nabi Polda NTB, Ketua Bhayangkari Ny. Bulawan Kalingga Ajak Istri Polisi Teladani Khadijah

Warta.in
Mataram,NTB — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Baitussalam Polda NTB, Jumat (28/8/2026), menjadi momentum bagi keluarga besar Bhayangkari NTB, untuk kembali mengenang keteladanan Rasulullah SAW dan keluarganya.

Ketua Daerah Bhayangkari NTB Ny. Bulawan Widihastuti Kalingga, hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran pengurus Bhayangkari. Ditemui usai acara, ia menilai sosok Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW, memiliki banyak nilai yang relevan bagi para istri anggota Polri.

Khadijah dikenal sebagai sosok yang setia mendampingi Rasulullah SAW, memberikan dukungan saat menghadapi berbagai tantangan, serta menjadi tempat berbagi dan menguatkan keluarga. Keteladanan tersebut dinilai bisa menjadi inspirasi bagi Bhayangkari, dalam mendampingi suami menjalankan tugas.

“Sosok Sayidati Khadijah menjadi teladan bagi kita sebagai perempuan dan sebagai seorang istri. Beliau selalu memberikan dukungan, ketenangan dan kekuatan kepada Rasulullah SAW ketika menghadapi berbagai tantangan,” ujar Widihastuti.

Menurut istri orang nomor satu di Korps Bhayangkara NTB itu, keteladanan Khadijah tidak hanya bicara soal mendampingi suami. Ada nilai kesetiaan, keteguhan, keikhlasan dan kepedulian yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga.

“Kami di Bhayangkari juga belajar dari keteladanan Sayidatina Khadijah. Mendampingi suami bukan hanya hadir saat keadaan mudah, tetapi juga memberikan semangat ketika suami menghadapi tantangan dalam menjalankan tugas,” katanya.

Widihastuti mengatakan, peran istri anggota Polri punya tantangan tersendiri. Tugas suami yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, membuat dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam menjaga semangat dan ketenangan di rumah.

“Seperti Sayidati Khadijah yang menjadi penguat Rasulullah SAW, kami juga ingin menjadi penguat bagi para suami. Ketika keluarga kuat, insyaAllah, semangat pengabdian juga semakin kuat,” tuturnya.

Peringatan Maulid Nabi SAW di Masjid Baitussalam diikuti Kapolda NTB, Wakapolda NTB, Irwasda, pejabat utama yang beragama Islam, Wakil Ketua Daerah Bhayangkari NTB bersama pengurus, serta personel Polri dan PNS Polda NTB yang beragama Islam.

Bagi Widihastuti, nilai keteladanan Khadijah juga dapat diteruskan dalam kehidupan sosial. Bhayangkari diharapkan mampu menghadirkan kepedulian, menjaga keharmonisan keluarga dan ikut memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Semoga kita bisa mengambil keteladanan dari Sayiatina Khadijah, terutama dalam kesetiaan, kesabaran, keikhlasan dan memberikan dukungan kepada keluarga. Mudah-mudahan nilai itu bisa kami terapkan sebagai Bhayangkari dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.(sr/hpntb)