29.1 C
Jakarta
Rabu, Maret 18, 2026
Beranda blog

Polres Lamongan Beri Pengamanan Kepulangan 868 Santri Ponpes Sunan Drajat Jelang Idul Fitri

0

Polres Lamongan Beri Pengamanan Kepulangan 868 Santri Ponpes Sunan Drajat Gelombang Terakhir Jelang Idul Fitri

LAMONGAN//Warta.in, 17/03/2026 – Pelayanan Pengamanan kepulangan santri Gelombang 3 (terakhir) Pondok Pesantren Sunan Drajat berlangsung tertib dan lancar pada Selasa, (17/03).

Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Pondok Pesantren Sunan Drajat, Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan Pelayanan dilakukan oleh jajaran Polsek Paciran Polres Lamongan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Paciran AKP Erni Sugihastuti,S.E bersama Personel Pos Pengamanan Ops Ketupat Semeru 2026.

Kehadiran Personel Polri bertujuan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan serta keamanan para santri yang akan kembali ke daerah asal masing-masing.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Pelayanan kepulangan santri menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Pada gelombang ketiga atau terakhir ini, sebanyak 868 santri diberangkatkan secara bersama-sama menggunakan berbagai armada transportasi, yang terdiri dari 8 unit bus besar, 5 unit bus medium, 4 unit Elf Giga, 6 unit Elf Long, 14 unit Elf Short, serta 2 unit kendaraan Pregio.

Selain itu, terdapat sekitar 400 santri yang dijemput langsung oleh keluarga masing-masing.

Para santri yang mengikuti program mudik bersama ini berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, termasuk daerah Blora, Kendal, Rembang, dan sekitarnya.

Dengan pengamanan yang optimal, proses keberangkatan berlangsung tertib, aman, dan lancar.

Kapolsek Paciran, AKP Erni Sugihastuti, SE. Melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M.Hamzaid,S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya dalam menjamin keselamatan para santri selama proses kepulangan.

Beliau juga mengimbau kepada seluruh pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan demi memastikan para santri dapat sampai ke tujuan dengan selamat.

Pewarta: roy

Lakukan Anev Konsolidasi Ops Ketupat Hari Ke-5, Kapolda Sumsel Pastikan Pos Pam Jadi Pusat Solusi Masyarakat

0

Wartainsumsel.com | Palembang – Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin langsung agenda Analisa dan Evaluasi (Anev) Konsolidasi Operasi Ketupat Musi 2026 pada Rabu (18/3/2026). Memasuki hari keenam pelaksanaan operasi, Kapolda memberikan instruksi tegas agar seluruh jajaran mengedepankan empati dan memastikan kehadiran Polri memberikan dampak nyata bagi kenyamanan pemudik.

​Dalam arahannya, Kapolda menekankan bahwa setiap personel harus memiliki kepekaan tinggi dan tidak hanya terjebak pada rutinitas penjagaan. Ia menegaskan bahwa fasilitas pengamanan di lapangan harus berfungsi optimal sebagai titik pelayanan publik yang aktif. “Pos Pengamanan (Pospam) bukan hanya untuk mengatur lalu lintas di depannya saja, tetapi juga memberikan layanan informasi publik. Jangan sampai Pospam hanya jadi pajangan atau simbol keberadaan petugas tanpa memberikan solusi bagi masyarakat,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.

​Terkait kondisi arus mudik yang mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan, Kapolda memberikan gambaran realistis mengenai situasi di jalur lintas Sumatera. Menurutnya, prioritas utama jajaran adalah memastikan roda kendaraan tetap bergerak meski dalam kondisi padat. “Macet waktu mudik itu hal yang biasa dan wajar. Tetapi ketika stuck sampai berjam-jam, itu yang harus kita antisipasi. Prinsipnya, tidak mungkin tidak macet, tetapi sepanjang roda mobil itu masih berputar, itu tandanya masih aman” ujarnya.

​Untuk menjamin kelancaran tersebut, sebanyak 2.361 personel Polda Sumsel telah disiagakan dengan dukungan teknologi digital. Kapolda menginstruksikan penggunaan drone dan overlay peta kerawanan untuk memantau titik-titik krusial secara presisi, termasuk mengantisipasi pasar tumpah sebelum kemacetan terjadi. Ia mengingatkan jajarannya agar tidak bersikap reaktif seperti “pemadam kebakaran”, melainkan harus hadir lebih awal di titik-titik rawan.
​Di sisi lain, mengingat pelaksanaan mudik tahun ini berdekatan dengan perayaan keagamaan lainnya, aspek harmoni dan toleransi turut menjadi perhatian utama pimpinan Polda Sumsel. “Kita harus mengedepankan empati bersama. Saya minta jajaran mengomunikasikan dengan baik agar saudara-saudara kita yang melaksanakan Hari Raya Nyepi dapat beribadah dengan tenang, dengan mengedepankan toleransi antarumat beragama di lingkungan sekitar,” pesan Kapolda.

​Menutup evaluasi ini, Kapolda menegaskan bahwa Operasi Ketupat Musi 2026 yang berlangsung hingga 25 Maret mendatang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Pihaknya akan terus memantau setiap perkembangan di lapangan, termasuk memastikan area blank spot komunikasi teratasi dengan sarana pendukung seperti internet satelit, guna menjamin koordinasi pengamanan tetap solid hingga arus balik nanti.

Kapolres Jember Cek Situasi Pos Terpadu, Pastikan Kamtibmas Aman serta Kondusif Jelang Nyepi dan Lebaran

0

Warta.in, Jember – Menjelang momen besar Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi, Kapolres Jember, AKBP Bobby A Condroputra, turun langsung melakukan pengecekan kesiapan pengamanan di sejumlah titik strategis. Rabu, (18/3/2016)

Salah satunya adalah Pos Pelayanan Terpadu yang berada di Alun-Alun Kabupaten Jember. Di lokasi ini, Kapolres memastikan seluruh personel gabungan dalam kondisi siap siaga, serta sarana dan prasarana pendukung pelayanan masyarakat berjalan optimal.

Tak hanya itu, pengecekan juga dilanjutkan ke Pos Pelayanan di Terminal Tawang Alun yang menjadi salah satu titik vital pergerakan masyarakat, khususnya para pemudik yang menggunakan transportasi umum.

Dalam keterangannya, Kapolres Jember menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, serta arus lalu lintas berjalan lancar.

“Melalui pengecekan ini, kami ingin memastikan seluruh personel dan fasilitas di Pos Terpadu maupun Pos Pelayanan benar-benar siap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kami berkomitmen menjaga kamtibmas tetap aman serta memastikan arus lalu lintas tetap lancar, khususnya selama periode mudik Lebaran dan Nyepi,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik saat berkendara, serta tidak ragu memanfaatkan pos-pos pelayanan jika membutuhkan bantuan selama perjalanan.

Dengan kesiapan yang matang dari aparat kepolisian dan dukungan masyarakat, diharapkan suasana mudik tahun ini dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar tanpa hambatan berarti.

Kapolda Sumsel Pimpin Anev Ops Ketupat Hari ke-6, Tegaskan Pospam Harus Jadi Pusat Solusi Pemudik

0

Wartainsumsel.com | Palembang — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho memimpin langsung Analisa dan Evaluasi (Anev) Konsolidasi Operasi Ketupat Musi 2026 sebagai bagian dari pengendalian pengamanan arus mudik nasional. Memasuki hari keenam pelaksanaan operasi, Kapolda menegaskan bahwa seluruh Pos Pengamanan (Pospam) harus berfungsi sebagai pusat solusi dan pelayanan masyarakat, bukan sekadar titik penjagaan.

Kapolda Sumsel mengarahkan seluruh jajaran untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. Ia menekankan bahwa kehadiran Polri harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Sumatera Selatan.

Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan agar setiap personel tidak hanya menjalankan rutinitas pengamanan, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, Pospam harus menjadi pusat informasi, bantuan, serta solusi bagi pemudik yang menghadapi kendala selama perjalanan.

“Pos Pengamanan bukan hanya untuk mengatur lalu lintas di depannya, tetapi harus memberikan layanan informasi dan solusi. Jangan sampai hanya menjadi simbol tanpa manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Kapolda.

Seiring meningkatnya volume kendaraan pada arus mudik, Kapolda memberikan penekanan strategis kepada seluruh jajaran agar memastikan pergerakan kendaraan tetap berjalan. Ia menegaskan bahwa kepadatan arus merupakan hal yang wajar, namun kondisi berhenti total harus diantisipasi secara maksimal.

“Kepadatan arus saat mudik adalah hal yang biasa, tetapi yang harus kita cegah adalah kondisi berhenti total. Selama kendaraan masih bergerak, situasi masih terkendali,” ujarnya.

Untuk mendukung pengamanan, Polda Sumsel telah mengerahkan sebanyak 2.361 personel yang didukung teknologi pemantauan modern. Kapolda menginstruksikan pemanfaatan drone serta sistem overlay peta kerawanan guna memantau titik-titik rawan secara presisi.

Selain itu, Kapolda menekankan pentingnya langkah antisipatif. Ia meminta seluruh jajaran hadir lebih awal di titik-titik rawan, termasuk kawasan pasar tumpah, sehingga potensi perlambatan arus dapat diurai sebelum berkembang menjadi kepadatan panjang.

Dalam arahannya, Kapolda juga menyoroti pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah momentum mudik yang berdekatan dengan perayaan keagamaan lainnya.

“Kami mengedepankan empati dan toleransi. Pastikan saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah dapat menjalankan kegiatan dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa pengamanan Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada lalu lintas, tetapi juga pada stabilitas sosial dan kerukunan masyarakat secara luas.

Kapolda memastikan bahwa sistem pengendalian operasi berjalan optimal melalui pemantauan berkelanjutan. Polda Sumsel juga mengantisipasi kendala komunikasi di lapangan dengan menyiapkan dukungan teknologi, termasuk internet satelit di wilayah blank spot.

Langkah ini bertujuan menjaga koordinasi antar personel tetap solid dan respons terhadap dinamika lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi hingga periode arus balik.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa Operasi Ketupat Musi 2026 harus dijalankan secara profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Polda Sumatera Selatan berkomitmen memastikan setiap pemudik mendapatkan rasa aman, nyaman, dan pelayanan terbaik sebagai bagian dari pengamanan mudik nasional hingga seluruh rangkaian Lebaran selesai.

Diduga Melamun, Brio Putih Tabrak Pekerja Rumah Makan dan Pengunjung

0

Warta.in Binjai – Hari apes memang tidak terdaftar dikalender, itulah yang dialami oleh pengendara Brio Putih dengan Nopol BK 1796 RAA Bernama Mike Rahayu (25) yang bertempat tinggal di Jalan Langsat Lk II Kelurahan Limau Mungkur Kecamatan Binjai Barat Kotamadya Binjai pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 22.45 Wib.

Pengemudi yang mengendarai mobil Brio Putih dan tidak memiliki SIM itu diketahui pertama kali mengemudi, dan mungkin gugup sehingga memijak gas terlalu kencang. Oleh karena itu pengendara mobil tersebut pun menabrak 5 orang yang sedang bekerja dirumah makan dimana 3 diantaranya Pekerja dan 2 pengunjung.

Kejadian yang begitu cepat itu terjadi di Jalan Jend. Ahmad Yani Kelurahan Pekan Binjai Kecamatan Binjai Kota, saat mengendarai mobilnya sang supir terlihat gugup dam salah menginjak pedal sehingga mobil tersebut melaju terlalu kencang sehingga menabrak orang lain.

Mengetahui akan hal tersebut, aparat kepolisian dari Polres Binjai pun langsung turun ke TKP dan mengamankan situasi. Petugas pun melakukan interogasi terhadap pengemudi dan juga membawa para korban ke RSU Dr. Djoelham Binjai untuk penanganan medis lebih lanjut.

Adapun identitas para korban tersebut yaitu :

– Wahyudi Syahputra (47) pria yang beralamat di Jalan Imam Bonjol Gg. Kenanga Lingkungan VI Kelurahan Setia Kecamatan Binjai dan mengalami dada terasa sesak.
– Astria Nina (30) wanita yang beralamat di Jalan G.B Josua No. 82 A Lingkungan V kelurahan Jati Karya kecamatan Binjai Utara dan mengalami pinggul sebelah kanan memar.
– Fitra Ramadhan (34) Pria yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 72 F Lingkungan VI Kelurahan Pahlawan Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai dan mengalami kaki terasa sakit.
– Mohwammad Rheza Anfasyavira (28) pria yang beralamat Jalan T. Imam Bonjol Gg. Kenanga Lingkungan IV Kelurahan Satria Kecamatan Binjai Kota dan mengalami lutut luka lecet.
– Jhon Alfredo Sinurat (24) Pria yang beralamat di Jalan Lingkungan IV Fraksional Desa Sawit Seberang Kabupaten Langkat dan mengalami kaki teras sakit, serta
– Mike Rahayu (25) wanita yang beralamat di Jalan Langsat Lingkungan II Kelurahan Limau Mungkur Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai.

Saat dilakukan interogasi dan pemeriksaan oleh aparat kepolisian Polres Binjai, pengemudi yang tidak memiliki SIM itu mengatakan bahwa dirinya gugup dalam berkendara dn terjadilah kecelakaan itu. Pengemudi yang dilakukan oleh Polisi itu pun dinyatakan bersih dari Narkoba. Adapun jumlah kerugian dari musibah tersebut adalah Rp 20.000.000 (Dua Puluh Juta). Kendaraan yang mengalami kecelakaan itupun saat ini telah diamankan ke Polres Binjai. Sementara kasus itupun diselesaikan secara kekeluargaan oleh para korban dan pengemudi.

Kapolres Binjai AKBP. Mirzal Maulana melalui Kasi Humas AKP Junaidi membenarkan hal tersebut dan mengatakan bahwa pengemudi tidak dalam pengaruh narkoba ataupun alkohol. Ujar Kasi Humas yang dikenal dekat dengan rekan media itu. (RN)

Polemik Pernyataan Yudhy Elwahyu, Diduga Sebut Wartawan “Pengemis”, Picu Reaksi Insan Pers

0

Polemik Pernyataan Yudhy Elwahyu, Diduga Sebut Wartawan “Pengemis”, Picu Reaksi Insan Pers

KARAWANG | Warta In Jabar – Polemik terjadi di wilayah Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, menyusul pernyataan yang diduga dilontarkan oleh Yudhy Elwahyu, yang mengaku sebagai Ketua Umum Persatuan Jurnalis Nusantara (PJN). Pernyataan tersebut menuai reaksi dari sejumlah insan pers yang menilai ucapan itu berpotensi merendahkan profesi wartawan.

Peristiwa ini diungkapkan oleh salah satu wartawan media online yang kerap meliput di wilayah Banyusari, Gunawan, yang akrab disapa Kong Iwan, pada Selasa (17/3/2026).

Menurut Gunawan, peristiwa tersebut terjadi dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di kantor PJN di Desa Pamekaran, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, pada Minggu (15/3/2026) malam.

Ia menjelaskan, awalnya sejumlah kepala desa se-Kecamatan Banyusari mendatangi kantor tersebut untuk meminta klarifikasi terkait pernyataan Yudhy dalam pemberitaan sebelumnya yang menyebut akan melaporkan para kepala desa ke Kejaksaan Negeri Karawang.

Namun, situasi pertemuan yang semula bertujuan untuk klarifikasi disebut berkembang menjadi perdebatan.

“Dalam perdebatan itu, yang bersangkutan diduga menyampaikan pernyataan yang menyebut wartawan sebagai ‘pengemis’,” ujar Gunawan.

Gunawan menilai pernyataan tersebut tidak pantas dan berpotensi menyinggung profesi wartawan secara umum.

“Saya pribadi merasa keberatan jika profesi wartawan digeneralisasi seperti itu. Seharusnya sesama insan pers dapat saling menghormati,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa profesi wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga perlu dijaga marwah dan integritasnya.

Pernyataan yang sama, menurut Gunawan, juga didengar oleh sejumlah pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk beberapa kepala desa.

Salah satu kepala desa yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki pandangan negatif terhadap wartawan. Ia menegaskan bahwa media selama ini menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Kami memandang wartawan sebagai mitra. Terkait pernyataan tersebut, kami juga cukup terkejut,” ujarnya.

Sejumlah kalangan jurnalis di Banyusari pun berharap adanya klarifikasi dari pihak terkait guna meluruskan informasi yang beredar, sekaligus menjaga kondusivitas hubungan antara insan pers dan berbagai pihak.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Yudhy Elwahyu terkait pernyataan yang dimaksud.

Wartawan Dikriminalisasi? Penangkapan di Mojokerto Picu Kemarahan  dan Simpati Insan Pers seluruh Indonesia

0

Wartawan Dikriminalisasi? Penangkapan di Mojokerto Picu Kemarahan  dan Simpati Insan Pers seluruh Indonesia

MOJOKERTO //Warta.in –Gelombang kemarahan dan kegelisahan tengah merayapi kalangan insan pers setelah penangkapan seorang oknum yang disebut sebagai wartawan oleh aparat Polres Mojokerto. Peristiwa ini bukan sekadar penegakan hukum biasa, tetapi dinilai banyak pihak sebagai potret kelam relasi kekuasaan dengan kebebasan pers.

Di tengah sorotan publik, pernyataan Kapolres Mojokerto yang menyebut bahwa pihaknya telah menangkap seseorang yang “bukan wartawan namun melakukan kegiatan jurnalistik” justru memicu kontroversi baru. Ucapan tersebut dianggap oleh sejumlah kalangan sebagai narasi yang mendiskreditkan profesi wartawan, seolah-olah identitas jurnalis bisa dicabut begitu saja oleh otoritas tanpa proses yang transparan dan objektif.

Padahal dalam sistem demokrasi modern, profesi wartawan bukan sekadar label atau atribut. Ia adalah bagian dari sistem pengawasan publik terhadap kekuasaan. Bahkan secara tegas diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers bahwa pers memiliki kemerdekaan untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi.

Namun ironisnya, kasus yang terjadi di wilayah Mojokerto ini justru memperlihatkan wajah lain: ketika wartawan tidak lagi dipandang sebagai pilar demokrasi, melainkan diperlakukan seolah ancaman yang harus dibungkam.

Kontroversi semakin memanas setelah beredarnya sejumlah rekaman video yang memperlihatkan kedekatan antara anggota kepolisian dengan seorang perempuan yang disebut sebagai korban pemerasan dalam kasus tersebut. Video itu memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat dan komunitas pers.

Bagi sebagian pengamat, kejanggalan-kejanggalan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ini murni penegakan hukum, atau justru operasi yang telah disusun sebelumnya?

Narasi dugaan pemerasan yang disematkan kepada oknum wartawan itu pun dianggap belum sepenuhnya terang. Publik mempertanyakan transparansi proses penangkapan, kronologi sebenarnya, hingga motif di balik operasi tersebut.

Jika benar ada unsur rekayasa atau jebakan, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar nama seorang individu, melainkan kehormatan

Peristiwa di Mojokerto bukanlah kasus tunggal. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai insiden yang melibatkan kriminalisasi, intimidasi, hingga kekerasan terhadap wartawan terus bermunculan di berbagai daerah di Indonesia.

Situasi ini menciptakan kekhawatiran serius di kalangan insan pers. Sebab ketika wartawan mulai dipersepsikan sebagai pihak yang mudah disudutkan, maka yang sebenarnya sedang diserang bukan hanya profesi itu sendiri—melainkan hak publik untuk mengetahui kebenaran.

Wartawan sejatinya adalah mata dan telinga rakyat. Mereka hadir untuk mengungkap fakta, membuka informasi yang tersembunyi, dan memastikan kekuasaan tidak berjalan tanpa pengawasan. Namun dalam realitas yang kini terjadi, sebagian wartawan merasa diperlakukan seolah-olah mereka adalah sampah masyarakat, bukan pilar demokrasi.

Di negara demokrasi seperti Indonesia, kebebasan pers merupakan salah satu indikator utama kesehatan sistem pemerintahan. Ketika jurnalis bisa bekerja tanpa rasa takut, maka publik bisa memperoleh informasi secara jujur dan transparan.

Sebaliknya, ketika wartawan mulai dibungkam melalui kriminalisasi, maka yang sedang terjadi adalah kemunduran demokrasi secara perlahan.
Kasus Mojokerto kini menjadi simbol dari pertarungan yang lebih besar: antara kebebasan pers dan kekuasaan yang tidak ingin diawasi.

Publik pun kini menunggu jawaban.
Apakah penangkapan ini benar-benar penegakan hukum yang adil, atau hanya satu lagi episode panjang dalam sejarah upaya membungkam suara wartawan?
Yang jelas, satu hal tidak bisa dibantah:
ketika wartawan dibungkam, maka suara rakyat ikut dipatahkan.

Pewarta: roy

Gerakan Pangan Murah, Berbagi Ala Naser, GPA Griya Prima Asri, Kulalet Bale Endah Banjaran, Minggu,15-3-2026

0

Kulalet Bale Endah, Banjaran, Bandung GPA Griya Prima Asri, Minggu, 15 Maret 2026. WARTA. IN
Dr. H. Dadang Naser, SH. S.Ipol. M. IPol. Anggota DPR RI F PG Komisi IV Gebyar Pangan Murah dan Berbagi Berkah Ramadhan 1447 H. di GPA Griya Prima Asri Bale Endah, Banjaran, Minggu, 15 Maret 2026. Berbagi berkah Ramadhan dan Stabilitas harga bahan kebutuhan pokok, utamanya di moment Ramadhan, yang biasanya di ikuti kenaikan Harga, Papar Kang DN, Sapaan Mantan 2 Periode Bupati Bandung.
Antusias Warga menyambut Gebyar Gerakan Pangan Murah, dan Berbagi Ala Kang DN, Bahkan Kang DN, Berbagi Voucher Potongan Harga/Belanja Langsung Tukar Voucher. Dalam Acara, Tampak Hadir Tokoh Masyarakat Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, H. Budi Barokah.
Senyum Ibu-ibu GPA, Saat Bersama Kang DN di moment Berbagi dan Gebyar Gerakan Pangan Murah Ramadhan 1447 H. WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli pengamanan Sholat Taraweh Guna Cegah Kriminalitas

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli pengamanan Sholat Taraweh Guna Cegah Kriminalitas

LAMONGAN//Warta. in, Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Personil Polsek Ngimbang menggelar kegiatan Patroli Pengamanan Sholat Taraweh di Masjid Nurul Huda Ngimbang,Selasa (17/03/2026) pukul 19.00

Kegiatan Pengamanan ini di laksanakan di masjid di wilayah Ngimbang saat masyarakat melaksanakan sholat Tarawe yang di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang Aiptu Hadi Gunarso S.H dan Brigadir Elbiyun di masjid Nurul Huda Sendangrejo Kecamatan Ngimbang Lamongan

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Simantra, S. H, Kegiatan Patroli pengamanan sholat taraweh menjadi langkah awal memperkuat sinergitas dan kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan perdamaian di wilayah Kecamatan Ngimbang

Patroli Pengamanan saat Sholat taraweh ini diharapkan demi terciptanya situasi dan cegah terjadinya 3 C serta kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif saat masyarakat menjalankan ibadah menjelang Ramadan, ujarnya

Patroli ini penting dalam menjaga kondusifitas wilayah dan
menjaga terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan sejuk sekaligus menangkal paham radikalisme dan kenakalan remaja melalui pendekatan edukatif dan humanis, pungkasnya (roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Dialogis Guna Cegah Kriminalitas di Siang Hari

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Dialogis Guna Cegah Kriminalitas di Siang Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas Secara dialogis guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Selasa siang (17/03/2026)pukul 10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Harkamtibmas ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Hadi Gunarso, S.H, dan Brigadir Elbiyun dengan sasaran Patroli jalan poros Jomnang – Babat, di SPBU Ngimbang, Pasar Ngimbang,ATM BNI dan Balai Desa Girik Kecamatan Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli Harkamtibmas ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)