Warta.in Deli Serdang – Sepertinya Deli Serdang saat ini surganya para bandar judi untuk menjalankan usahanya, termasuk juga para pemain baik dari Kota Medan ataupun dari Luar. Ini terlihat dari adanya aktifitas Perjudian di Cafe Boy yang diketahui milik Ketua Ormas di Kabupaten Deli Serdang berinisial TS yang dikelola oleh AK.
Aktifitas tersebut tampak kelihatan jelas dengan adanya investigasi yang dilakukan oleh awak media ini pada Sabtu (25/7/2026), dimana sebelumnya dahulu tempat tersebut juga pernah membuka usaha perjudian dimasa Kapolresta sebelumnya.
Adapun usaha perjudian yang ada dilokasi tersebut yaitu dadu, roulet serta meja ikan – ikan. Ketika hal itu ditanyakan kepada masyarakat sekitar bernama Yudi mengatakan bahwa aktifitas Perjudian ini telah berjalan beberapa bulan tanpa adanya tindakan dari aparat kepolisian setempat.
Dirinya berharap agar awak media ini dapat menyampaikan keresahan itu kepada institusi yang lebih tinggi yakni Polda Sumut terutama Direskrimum yang baru. Agar dapat segera ditindak, karena sudah sangat meresahkan tempat tersebut, apalagi Ketua ormas itu juga dikenal kurang bermasyarakat dan selalu menganggarkan dirinya seorang Ketua, ujar warga itu. Awak media ini pun mengatakan bahwa akan segera memberitahukan hal ini kepada Dirkrimum yang baru Kombes Pol. Cornelius Mangarahon Simanjuntak, agar segera diatensi dan ditutup saja usaha ilegal itu. Untuk itu warga mengucapkan terima kasih kepada awak media ini atas atensinya dan sudah bersedia menyampaikan hal yang cukup meresahkan ini, ujar warga itu. (RN)
Bentrokan antarkelompok warga yang pecah di kawasan Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), berujung tragedi. Sedikitnya satu orang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sementara seorang korban lainnya masih dalam kondisi kritis.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB itu semula dipicu oleh perselisihan di sebuah warung nasi uduk. Berdasarkan penyelidikan sementara, cekcok kecil kemudian berkembang menjadi bentrokan besar setelah salah satu kelompok kembali ke lokasi dengan membawa rekan-rekannya. Situasi dengan cepat berubah menjadi aksi saling serang menggunakan batu dan benda tumpul yang membuat warga sekitar panik.
Kericuhan menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Jalan Tambak hingga kawasan Manggarai lumpuh total. Sejumlah pedagang terpaksa menutup usahanya demi menyelamatkan diri, sementara gerobak dagangan mengalami kerusakan akibat amukan massa. Di lokasi juga terjadi pembakaran terhadap bangunan dan kendaraan yang kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap kronologi lengkap insiden tersebut. Polisi juga telah mengamankan beberapa orang yang diduga mengetahui atau terlibat dalam bentrokan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, aparat gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek Menteng, Polda Metro Jaya, Kodim 0501, dan Kodam Jaya diterjunkan ke lokasi. Polisi memastikan situasi kini telah berangsur kondusif dan mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, termasuk isu yang menyebut adanya perusakan rumah ibadah, karena hal tersebut telah dipastikan tidak benar.
Sejumlah warga yang bermukim di sekitar Jalan Tambak berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang. Mereka meminta aparat keamanan meningkatkan patroli rutin, terutama pada jam-jam yang dinilai rawan terjadi gesekan antarkelompok.”Kami ingin hidup tenang. Jangan sampai setiap ada keributan, warga yang tidak tahu apa-apa ikut menjadi korban. Pedagang juga rugi karena terpaksa menutup usahanya,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga berharap pemerintah daerah bersama aparat kepolisian tidak hanya fokus pada penindakan setelah bentrokan terjadi, tetapi juga melakukan langkah-langkah pencegahan melalui pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan seluruh elemen warga untuk meredam potensi konflik sejak dini.
Selain itu, masyarakat meminta agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan profesional sehingga penyebab bentrokan dapat terungkap secara jelas. Mereka berharap siapa pun yang terbukti melakukan aksi kekerasan maupun perusakan diproses sesuai hukum yang berlaku, sehingga dapat memberikan efek jera sekaligus mengembalikan rasa aman bagi warga di kawasan Menteng dan sekitarnya.
Dengan situasi yang mulai kondusif, warga berharap aktivitas ekonomi, pendidikan, dan lalu lintas di kawasan Jalan Tambak dapat kembali berjalan normal tanpa dibayangi kekhawatiran akan bentrokan susulan. Semua pihak diharapkan dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum terverifikasi.
Hingga saat ini, penyidik masih mendalami motif bentrokan serta mencari pihak yang bertanggung jawab atas aksi kekerasan dan pembakaran. Polisi menegaskan seluruh proses hukum akan dilakukan secara profesional guna memastikan para pelaku diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan Anggaran Rp700 Juta, Pemprov NTB Perbaiki Ruas Jalan Kediri-Kuripan
Warta.in
Mataram,NTB – Tim Reaksi Cepat (TRC) Infrastruktur NTB bergerak menangani kerusakan ruas jalan penghubung Desa Kediri-Desa Kuripan, Kabupaten Lombok Barat yang memiliki panjang sekitar 5,6 kilometer.
Diketahui, tim tersebut baru dibentuk beberapa hari yang lalu dibentuk oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, tepatnya pada Selasa (21/7/2026).
Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Lombok Dinas PUPRPKP NTB, Kusnadi, mengatakan penanganan difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan dan tidak dilakukan secara menyeluruh karena bersifat pemeliharaan rutin.
Disebutkan, tim memulai pekerjaan sejak 24 Juli kemarin untuk melakukan overlay atau pelapisan ulang di sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan permukaan, setelah sebelumnya menutup lubang-lubang jalan.
“Hari ini kita melakukan overlay jalan. Jadi pada tempat-tempat yang permukaannya agak kasar kita lapis. Kita tidak menangani menyeluruh, tetapi secara sporadis pada titik-titik yang kondisinya rusak,” ujar Kusnadi saat ditemui di sela-sela pengerjaan, Minggu (26/7/2026).
Ia menjelaskan, ruas jalan yang ditangani memiliki panjang 5,6 kilometer, dengan pekerjaan pengaspalan efektif sekitar lima kilometer. Selain itu, petugas juga melakukan pemeliharaan bahu jalan dan saluran drainase di sepanjang ruas tersebut.
“Untuk efektif penanganan aspalnya sekitar lima kilometer, sedangkan bahu jalan dan saluran kita tangani sepanjang ruas 5,6 kilometer,” katanya.
Menurut Kusnadi, sebelum dilakukan perbaikan kondisi jalan dipenuhi lubang di berbagai titik yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Setelah lubang ditutup, pekerjaan dilanjutkan dengan pelapisan ulang pada bagian permukaan jalan yang sudah kasar.
Penanganan ruas Kuripan-Kediri sendiri menggunakan anggaran pemeliharaan rutin sebesar Rp700 juta. Dengan anggaran tersebut, perbaikan diprioritaskan pada titik-titik yang paling membutuhkan penanganan.
“Anggaran yang tersedia Rp700 juta. Jadi kita sesuaikan dengan kondisi lapangan. Kita tidak bisa menangani menyeluruh karena ini memang pemeliharaan rutin,” jelasnya.
Kusnadi menambahkan, penanganan ruas tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan masyarakat yang kemudian menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi NTB.
Ke depan, keberadaan TRC Infrastruktur diharapkan mampu merespons setiap laporan kerusakan jalan dari masyarakat dalam kurun waktu 24 jam.
“Apapun masukan dari masyarakat, dalam waktu 24 jam kami akan merespons dan melakukan verifikasi di lapangan untuk menentukan langkah penanganannya. Kalau kerusakannya ringan bisa langsung kami tangani,” tegasnya.
Ia juga memastikan material yang digunakan telah melalui pengujian laboratorium sehingga memenuhi standar kualitas. Meski berupa pelapisan tipis, pekerjaan tersebut diharapkan mampu memperpanjang usia jalan dan memberikan kenyamanan bagi warga.
Sementara itu, warga Dusun Tua Pelet, Desa Kuripan, Isroq, mengaku bersyukur jalan yang selama ini rusak akhirnya mendapat penanganan. Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya telah lama dikeluhkan warga karena membahayakan pengendara.
“Alhamdulillah masyarakat merasa senang. Jalan ini sudah lama belum pernah disentuh, mudah-mudahan dengan perbaikan ini bisa mengurangi kecelakaan,” katanya.
Ia menambahkan, ruas Kuripan-Kediri merupakan jalur alternatif yang cukup ramai dilalui masyarakat sehingga perbaikannya akan memperlancar aktivitas dan mobilitas warga sehari-hari.
“Ya karena ini jalan alternatif lah untuk desa kuripan menuju ke kediri. Jadi dengan diperbaiki ini transportasi kita akan lancar seperti itu lah tujuannya,” tutur Isroq.(sr/hsmsintb)
Kampung BEDAS, Rumah Aspirasi Asep Romy Romaya, SE. Desa Tegal Luar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Minggu 26 Juli 2026. WARTA. IN
H. Asep Romy Romaya, SE. Anggota DPR Komisi IX FPKB Sosialisasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bersama Mitra Kerja, BAZNAS Kabupaten Bandung, PC. Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung ( ISNU ), BPJS ketenagakerjaan Bojong Soang, Kabupaten Bandung., Konstituen ARR
H. Asep Romy Romaya, SE. Sufort Konfercab III PC ISNU Kabupaten Bandung,tepat waktu, dan hikmah, Papar Prof. Dr. Ulfiah, M. Si. CPCE, MCT. Ketua PW ISNU Jawa Barat.
31 PAC ISNU ada di tingkat kecamatan, nilai tambah program pemerintah, berdayakan perempuan, supaya perempuan mandiri, punya usaha, penghasilan sendiri, sehingga akan . mengurangi angka perceraian di Kabupaten Bandung, Pungkas Prof. Ulfiah.
Saya baru tahu ada PC ISNU Kabupaten Bandung, silahkan pakai Kampung BEDAS Rumah Aspirasi untuk kegiatan PC ISNU, ke depan akan saya bantu, karena PKB berasal dari NU, Papar Asep Romy Romaya.
BPJS ketenagakerjaan, Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, yang mengkaper Kepala Keluarga sebagai Pencari Nafkah Keluarga, terhadap Kesehatan, Kematian dan Jaminan Hari Tua, Papar Yogi Adam BPJS ketenagakerjaan Bojong Soang, Kabupaten Bandung. WARTA. IN Biro Bandung.
Warta.in-Nasional, 25 Juli 2026.
Ketika TNI, Polri, dan Kejaksaan berjalan dalam satu kesatuan sinergi, yang terbangun bukan sekadar koordinasi antarlembaga negara, melainkan pondasi kuat bagi kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran negara di tengah kehidupan berbangsa.
Kolaborasi yang utuh dan solid menjadi landasan utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum, menegakkan hukum secara adil dan menyeluruh, serta memastikan setiap bentuk pengabdian yang diberikan dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh elemen masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, kita melangkah beriringan menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045, yang terwujud sebagai bangsa yang aman, maju, berdaulat, dan memiliki daya saing tangguh di kancah dunia.
Warta.in
Mataram, NTB – Olahraga domino di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Hal itu ditandai dengan digelarnya Turnamen Domino ORADO NTB CUP 2026, yang menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Komitmen mendukung perkembangan olahraga tersebut ditunjukkan Polsek Mataram. Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., menghadiri langsung pembukaan turnamen yang berlangsung di Meekow, Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Sabtu (25/07/2026).
Dalam kesempatan itu, AKP Amrozi hadir mewakili Kapolresta Mataram yang pada waktu bersamaan menghadiri penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB di GOR Turida.
“Kami mendukung penuh pelaksanaan Turnamen ORADO NTB CUP 2026. Kegiatan seperti ini menjadi wadah positif untuk melahirkan atlet-atlet domino yang mampu mengharumkan nama NTB di tingkat nasional,” ujar AKP Amrozi Hamidi.
Di hadapan 128 peserta yang ambil bagian dalam turnamen tersebut, Kapolsek mengajak seluruh atlet menjunjung tinggi nilai sportivitas, menjaga integritas, serta menciptakan suasana pertandingan yang aman dan kondusif.
“Kepada seluruh peserta, tetap semangat bertanding, tunjukkan kemampuan terbaik, serta junjung tinggi sportivitas dan integritas sebagai atlet ORADO NTB,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia ORADO NTB, Erwin Irawan, menjelaskan bahwa turnamen ini memiliki arti penting bagi perkembangan olahraga domino di daerah. Menurutnya, melalui organisasi ORADO, cabang olahraga domino kini telah resmi masuk dalam agenda pembinaan KONI Pusat.
“Turnamen ini menjadi momentum untuk menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya dipersiapkan menghadapi PON 2028,” ungkap Erwin.
Keseriusan pembinaan olahraga domino di NTB juga ditunjukkan dengan hadirnya perwakilan KONI NTB, H. Mori Hanafi, yang memberikan dukungan terhadap pengembangan atlet domino agar mampu bersaing di level nasional.
Rangkaian pembukaan ORADO NTB CUP 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga ditutup dengan sesi foto bersama sekitar pukul 15.30 WITA.
Turnamen yang diikuti 128 peserta tersebut akan berlangsung selama dua hari. Babak final dijadwalkan digelar pada Minggu (26/07/2026), yang diperkirakan akan menyajikan persaingan sengit sekaligus melahirkan bibit-bibit atlet domino terbaik dari Bumi Gora menuju pentas nasional.(sr/hpm)
Brimob Polda NTB Gelar Patroli Rinjani Presisi Serentak, Perkuat Keamanan di Seluruh Wilayah
Warta.in
Mataram, NTB – Satuan Brimob Polda NTB menggelar Patroli Rinjani Presisi secara serentak di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat melalui kegiatan strong point pada Sabtu malam (25/07/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), khususnya pada malam akhir pekan yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.
Di Kota Mataram, kegiatan strong point dilaksanakan oleh personel Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTB. Sementara itu, di seluruh kabupaten/kota lainnya, pengamanan dilakukan oleh masing-masing Kompi Batalyon Brimob yang berada di wilayah tugasnya.
Personel Brimob disiagakan di sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas maupun lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan arus lalu lintas. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya berbagai potensi tindak kriminalitas.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., mengatakan bahwa pelaksanaan strong point secara serentak merupakan implementasi dari Program Patroli Rinjani Presisi yang menjadi salah satu program prioritas Kapolda NTB dalam menjaga situasi keamanan di seluruh wilayah provinsi.
“Patroli Rinjani Presisi ini merupakan program prioritas Kapolda NTB dalam mewujudkan harkamtibmas yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat,” ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid.
Menurutnya, selain memberikan rasa aman kepada masyarakat, kegiatan strong point juga menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan nyaman, terutama pada malam akhir pekan.
Polda NTB menegaskan akan terus mengintensifkan Patroli Rinjani Presisi secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen menghadirkan kehadiran Polri di tengah masyarakat serta menjaga situasi keamanan tetap kondusif di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.(sr/hpntb)
Bunda Sinta Terpesona, Generasi Muda Pringgasela Menenun Masa Depan Warisan Budaya
Warta.in
Lombok Timur ,NTB – Semangat generasi muda Pringgasela dalam menjaga, menghidupkan, dan mengembangkan tenun sebagai warisan leluhur mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bunda Sinta Aghatia M. Iqbal. Baginya, ketika anak-anak muda memilih merawat tenun, sesungguhnya mereka sedang menenun masa depan budaya sekaligus menjaga identitas daerah agar tetap hidup di tengah arus perubahan zaman.
Apresiasi tersebut disampaikan Bunda Sinta usai menghadiri Karnaval Tenun Night Show “Srimananti: The Evolution of Heritage (Suara, Rupa dan Aroma)” di kawasan Tugu Mopra, Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (25/7) malam.
Di hadapan ribuan masyarakat yang memadati arena pertunjukan, Bunda Sinta mengaku bangga melihat kreativitas generasi muda yang tidak hanya mempertahankan tradisi menenun, tetapi juga mampu mengemasnya menjadi pertunjukan budaya yang modern, menarik, dan membanggakan.
“Luar biasa buat anak-anak muda Pringgasela yang terus mempertahankan dan menjaga tenun ini. Ini momen yang sangat berharga. Semoga dapat menginspirasi daerah-daerah lain di NTB. Terima kasih untuk generasi muda Pringgasela,” ujarnya.
Menurutnya, warisan budaya hanya akan tetap hidup apabila terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, keterlibatan anak-anak muda menjadi harapan baru agar tenun tidak sekadar dikenang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi terus berkembang sebagai identitas budaya yang relevan dengan kehidupan masa kini.
Bunda Sinta menegaskan, Dekranasda NTB siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas budaya, para perajin, serta masyarakat untuk memastikan keberlanjutan pengembangan tenun Pringgasela sebagai salah satu ikon budaya Nusa Tenggara Barat.
“Kita akan bekerja bersama. Dekranasda siap berkolaborasi dengan seluruh pihak agar semangat ini terus tumbuh dan tenun Pringgasela semakin dikenal, dicintai, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Mengenakan busana tenun khas NTB, Bunda Sinta mengikuti seluruh rangkaian pertunjukan bersama Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Ketua Dekranasda Lombok Timur dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, Muhamad Ihwan, yang mewakili Gubernur NTB, serta sejumlah tamu undangan.
Malam itu, kawasan Tugu Mopra menjelma menjadi panggung yang menampilkan perjalanan panjang sehelai kain tenun. Prosesi pemukulan gong membuka pertunjukan kolosal yang memadukan musik tradisional, permainan cahaya, parade busana tenun, hingga visualisasi proses lahirnya kain Pringgasela, mulai dari pengolahan benang, pewarnaan menggunakan bahan-bahan alami, hingga sentuhan tangan para penenun yang dengan sabar merangkai setiap helai benang menjadi karya bernilai tinggi.
Nama “Srimananti”, yang diangkat sebagai tema utama pertunjukan, merupakan salah satu motif tenun khas Pringgasela yang melambangkan harapan, do’a, kesabaran, dan ketekunan perempuan penenun. Melalui tema “The Evolution of Heritage (Suara, Rupa dan Aroma)”, generasi muda menghadirkan tafsir baru bahwa tradisi bukanlah sesuatu yang diam, melainkan terus bertumbuh mengikuti zaman tanpa kehilangan akar budayanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, Muhamad Ihwan, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung pengembangan kawasan wisata berbasis budaya. Menurutnya, kreativitas generasi muda Lombok Timur merupakan modal penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata daerah.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya, mengatakan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan terus memperkuat Festival Alunan Budaya Pringgasela sebagai salah satu agenda unggulan daerah karena terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selama satu dekade penyelenggaraannya, Festival Alunan Budaya Pringgasela telah mencatat capaian yang membanggakan. Festival ini mampu menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp17,1 miliar, menjangkau lebih dari 10 juta penonton, serta masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) selama tiga tahun berturut-turut. Bahkan, festival ini berhasil menembus 10 besar event budaya terbaik tingkat nasional, mempertegas posisi Pringgasela sebagai salah satu pusat kebudayaan yang terus tumbuh di Indonesia.
Karnaval Tenun Night Show “Srimananti” menjadi penutup perayaan satu dekade Festival Alunan Budaya Pringgasela yang berlangsung pada 19–25 Juli 2026. Lebih dari sekadar pertunjukan seni, festival ini menghadirkan pesan bahwa setiap helai benang yang ditenun masyarakat Pringgasela sesungguhnya sedang merajut sejarah, menggerakkan ekonomi, memperkuat jati diri daerah, dan mewariskan kebanggaan kepada generasi yang akan datang. Di sanalah budaya tidak hanya dikenang, tetapi terus hidup, tumbuh, dan menjadi denyut masa depan Nusa Tenggara Barat.(sr/dkisntb)
Warta.in | – Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI) menggelar Pelatihan Developer Rumah Subsidi selama dua hari, 25–26 Juli 2026, di Cileungsi, Bogor. Kegiatan yang diinisiasi APSI Jabodebek ini menjadi langkah strategis untuk mencetak pengembang rumah subsidi yang profesional, berintegritas, serta mampu menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam seluruh proses bisnis properti.
Pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi dan pengurus APSI, diantaranya Muhammad Abubakar selaku Ketua Umum APSI, Sandi Fitriadi selaku Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APSI, Ir. Hadiana selaku Direktur Utama PT. Kreasi Prima Nusantara, sekaligus Hj Royzani Sjachril, St selaku CEO Mahatama Group serta Ustadz Dr. Arifin Badri, Lc MA selaku Dewan Pengawas Syariah APSI yang memberikan materi mengenai konsep bisnis properti syariah.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan APSI terhadap program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat melalui target pembangunan 3 juta rumah, termasuk rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Perkuat Kompetensi Developer
Foto: Bapak Ir. Hadiana Direktur Utama PT. Kreasi Prima Nusantara
Ir. Hadiana selaku Direktur Utama PT. Kreasi Prima Nusantara mengatakan pelatihan ini dirancang tidak hanya memberikan teori, tetapi juga pengalaman praktik langsung di lapangan. Pada hari kedua, peserta diajak mengunjungi proyek rumah subsidi agar memahami seluruh tahapan pembangunan secara nyata.
“Kami ingin para developer tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung proses pembangunan di lapangan sehingga ketika kembali ke daerah masing-masing mereka siap membangun proyek rumah subsidi dengan baik,” ujar Hadiana.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program perumahan nasional sekaligus meningkatkan profesionalisme para pengembang.
Dukung Program Pemerintah
Foto: Bapak Sandi Fitriadi selaku Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APSI
Sementara itu, Sandi Fitriadi selaku Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APSI menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata APSI dalam membantu pemerintah mengurangi backlog perumahan yang hingga kini masih cukup tinggi.
“Pemerintah sedang mendorong peningkatan produktivitas pembangunan rumah subsidi. Kami ingin para developer berlomba-lomba menghadirkan rumah yang berkualitas sekaligus memenuhi kaidah syariah,” katanya.
Ia menambahkan, pengembang syariah tidak cukup hanya mengusung label syariah, tetapi juga wajib menghadirkan kualitas bangunan yang baik, legalitas yang jelas, pelayanan yang profesional, serta akad yang sesuai syariat.
Bangun Ekosistem Properti Syariah
Foto: Ustadz Dr. Arifin Badri, Lc MA selaku Dewan Pengawas Syariah APSI
Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Dr. Arifin Badri, Lc MA selaku Dewan Pengawas Syariah APSI menjelaskan bahwa tantangan utama pengembangan properti syariah bukan hanya persoalan pembangunan fisik, tetapi juga membangun ekosistem yang menghubungkan pengembang, lembaga keuangan syariah, investor, dan masyarakat.
Menurutnya, selama ini masih terdapat kesenjangan pemahaman di antara para pelaku industri mengenai konsep properti syariah yang benar.
“Properti syariah bukan sekadar mengganti istilah atau memberi label syariah. Yang terpenting adalah seluruh proses, mulai dari produksi, pembiayaan, akad hingga pelayanan kepada konsumen, harus berjalan sesuai prinsip syariat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa akad syariah mengedepankan keadilan, transparansi, perlindungan bagi seluruh pihak, serta tanggung jawab penuh terhadap kualitas produk yang diterima konsumen.
Edukasi dan Literasi Terus Diperluas
Foto: Bapak Hj Royzani Sjachril, St selaku CEO Mahatama Group
Hj Royzani Sjachril, St selaku CEO Mahatama Group, menilai edukasi menjadi kunci utama dalam memperluas penerapan konsep properti syariah di Indonesia.
Menurutnya, masih banyak masyarakat maupun developer yang beranggapan bahwa sistem syariah lebih rumit dibandingkan sistem konvensional.
“Padahal konsep syariah justru memberikan kepastian, keberkahan, serta mengajarkan bisnis yang jujur dan transparan. Yang diperlukan adalah kemauan untuk belajar,”ujarnya.
Royzani mengatakan APSI akan terus menggelar pelatihan, seminar, pameran, dan berbagai kegiatan literasi agar masyarakat memahami konsep properti syariah secara benar.
Ubah Mindset Masyarakat
Para narasumber sepakat bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mengubah pola pikir masyarakat yang masih menganggap properti syariah sama saja dengan sistem konvensional atau bahkan lebih mahal.
Padahal, menurut mereka, konsep syariah menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari kepastian akad, transparansi harga, perlindungan konsumen, tanggung jawab pengembang terhadap kualitas bangunan, hingga skema pembiayaan yang lebih memberikan kepastian kepada masyarakat.
Selain itu, developer syariah juga dituntut menjaga legalitas proyek, memperhatikan dampak lingkungan, serta tidak melakukan praktik yang merugikan konsumen.
Komitmen Bangun Hunian Berkualitas
Melalui pelatihan ini, APSI berharap lahir lebih banyak developer rumah subsidi yang profesional, berintegritas, dan mampu menghadirkan hunian yang layak, berkualitas, serta sesuai dengan prinsip syariah.
Organisasi ini juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem properti syariah yang sehat, sekaligus mendukung percepatan program pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat Indonesia.
Dengan meningkatnya kapasitas para pengembang dan semakin luasnya edukasi kepada masyarakat, APSI optimistis properti syariah akan menjadi salah satu pilar penting dalam penyediaan hunian yang berkualitas, berkeadilan, dan berkelanjutan di Indonesia, sesuai dengan kondisi dan karakter bangsa Indonesia dengan predikat sebagai muslim terbesar di dunia.
#Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI)
#Media Partners Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI)
Pangururan, warta.in – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP Ressort Pangururan) Gereja Bolon, Distrik VII Samosir gelar rangkaian kegiatan rohani dan sosial pada Minggu VIII Dung Trinitatis, *26 Juli 2026* dengan topik _“Panumpak Ni Debata Di Angka Na Pinillitna / Karya Allah Bagi Orang Pilihannya”_.
Kegiatan dipusatkan di HKBP Pangururan Gereja Bolon, Jl. Gereja No. 09 A, Kel. Pangururan.
Ibadah dilaksanakan 2 kali kebaktian:
– Pukul 08.00 WIB: Dilayani Gr. Pergaulan Gajah. Koor _Mother Song, Ina Sektor IV_. Song Leader: Mother Song. Organis: Lusiana Br. Sirait
– Pukul 10.00 WIB*: Dilayani Pdt. Nurhayati Br. Sihombing STh, Koor _Jumat Manna, Ama Sektor 4_. Song Leader: Agape. Organis: Mazmur Pakpahan
Rangkaian Kegiatan Sepanjang Minggu Ini
1. *Apresiasi Siswa Berprestasi*
Minggu 26 Juli 2026 Pkl. 10.00 WIB akan diberikan penghargaan kepada siswa SD, SMP, SMA/SMK yang meraih Juara 1, 2, 3. Penyerahan dilakukan Dewan Diakonia.
2. Pelepasan & Syukuran Naposo Bulung
Untuk Naposo Bulung akandiadakan di Lumban Manik setelah ibadah Pkl. 08.00 WIB.
3. Seminar Lingkungan Hidup dan Eco-Worship
Biro Oikumene HKBP bekerja sama dengan HKBP Pangururan menggelar:
– *Kamis, 30 Juli 2026*: Seminar lingkungan hidup dan workshop pembuatan pupuk dari sampah rumah tangga di Hotel Sitiotio Aek Rangat, dilanjutkan penanaman pohon.
Jumat, 31 Juli 2026 : Ibadah Raya Oikumene Lingkungan Hidup Pkl. 09.00 WIB di gereja, dipimpin pimpinan HKBP. Acara dilanjutkan pembagian bibit pohon. Jemaat diimbau mengutus 10 orang dari setiap punguan kategorial.
4. Partangiangan PHD Punguan Lansia
Sabtu, 01 Agustus 2026 akan diadakan kebaktian khusus Lansia usia 60 tahun ke atas, dilanjutkan senam sehat.
5. Pasahaton Ulos Holong
Ulos holong akan diserahkan kepada Inang Nursia Br. Simbolon 70 tahun dari Lingkungan V pada minggu sadarion.