Beranda blog

MTQ XXXI NTB Siap Memasuki Babak Final

0

MTQ XXXI NTB Siap Memasuki Babak Final

Warta.in
Lombok Tengah,NTB – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat di Kabupaten Lombok Tengah resmi menuntaskan seluruh babak penyisihan pada berbagai cabang yang diperlombakan. Pelaksanaan yang berlangsung sejak hari pertama hingga hari keempat berjalan tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan, menandai kesiapan seluruh peserta memasuki babak final yang akan digelar pada Minggu (14/6/2026).

Koordinator Dewan Hakim, Prof. KH. Zaidi Abdad, M.A., menyampaikan bahwa seluruh tahapan penyisihan telah selesai sesuai jadwal. Sementara itu, cabang Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Qur’an (M2IQ) telah lebih dahulu menuntaskan seluruh rangkaian perlombaannya hingga babak final.

“Alhamdulillah, seluruh babak penyisihan telah rampung dengan baik. Kini para peserta terbaik dari masing-masing cabang akan kembali tampil di babak final untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Prof. Zaidi.

Kelancaran penyelenggaraan MTQ XXXI juga tercermin dari suasana di setiap arena perlombaan yang berlangsung kondusif dan tertib. Dewan hakim menjalankan tugas secara profesional, panitia bekerja dengan baik, sementara para peserta menunjukkan semangat kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran serta sportivitas.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB, H. Amir, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan MTQ hingga memasuki babak penentuan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, panitia, dewan hakim, aparat keamanan, para kafilah, dan masyarakat.

“Babak penyisihan telah melahirkan para finalis terbaik yang akan kembali berkompetisi pada tahap akhir. Kami berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya dengan menjunjung tinggi integritas, objektivitas, dan nilai-nilai Al-Qur’an. Lebih dari sekadar meraih prestasi, MTQ ini menjadi ruang untuk memperkuat karakter, mempererat ukhuwah, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat Lombok Tengah juga menjadi warna tersendiri sepanjang pelaksanaan MTQ. Di berbagai arena perlombaan, warga tampak memadati lokasi untuk menyaksikan penampilan para qari, qariah, hafiz, hafizah, dan peserta dari cabang lainnya, menciptakan suasana yang hangat, tertib, dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan.

Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah selaku tuan rumah, seluruh dewan hakim, panitia penyelenggara, para kafilah dari kabupaten/kota se-NTB, serta masyarakat yang telah bersama-sama menjaga kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan MTQ XXXI.

Dengan selesainya babak penyisihan, perhatian kini tertuju pada babak final yang akan mempertemukan peserta-peserta terbaik dari seluruh penjuru Nusa Tenggara Barat. Diharapkan, MTQ XXXI tidak hanya melahirkan juara yang akan mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi, tetapi juga semakin memperkuat tradisi Qur’ani dan membangun generasi yang berakhlak mulia, berilmu, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.(sr/dkisntb)

Rapimcab Mangkok Merah Pontianak Satukan Visi, Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat

0

PONTIANAK – WartaIN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Mangkok Merah Kota Pontianak menggelar Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) di Wisma PSE, Kota Pontianak, Minggu (14/6).

Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan arah program kerja yang berorientasi pada pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Rapimcab turut dihadiri Dewan Pembina DPC Mangkok Merah Kota Pontianak Herman Ivo, Penasehat DPC Mangkok Merah Kota Pontianak Bambang, S.Kom, serta Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Mangkok Merah Kalimantan Barat, Andas Pramule, S.Pd.

Ketua DPC Mangkok Merah Kota Pontianak, Yulius Narex, S.Ak, menjelaskan, rapat tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut setelah dikukuhkannya kepengurusan DPP Mangkok Merah Kalimantan Barat.

Menurutnya, rapat pimpinan cabang penting dilakukan untuk menyatukan visi dan tujuan organisasi di seluruh tingkatan kepengurusan.

“Rapimcab ini bertujuan menyatukan visi dan langkah organisasi agar tujuan bersama dapat diwujudkan secara terarah. Pada akhirnya, seluruh program yang dijalankan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Yulius.

Ia menjelaskan, ke depan DPC Mangkok Merah Kota Pontianak akan fokus menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, sosial, budaya, adat, dan ekonomi.

Menurut Yulius, masih terdapat masyarakat adat Dayak di Kota Pontianak yang menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam sektor pendidikan.

Karena itu, pihaknya berkomitmen membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan guna membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami ingin berkontribusi secara nyata. Salah satu perhatian kami adalah membantu masyarakat yang mengalami kendala pendidikan, termasuk anak-anak yang putus sekolah. Kami akan berupaya memfasilitasi bantuan, baik melalui program beasiswa maupun bentuk dukungan lainnya,” ucapnya.

Selain itu, Yulius mengajak masyarakat untuk tidak ragu bergabung dan berpartisipasi dalam kegiatan organisasi.

Ia menegaskan bahwa DPC Mangkok Merah Kota Pontianak mengusung pendekatan yang lebih humanis dan mengedepankan kedekatan emosional dengan masyarakat.

“Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memastikan setiap program yang dijalankan memberikan dampak langsung serta manfaat yang dapat dirasakan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Mangkok Merah Kalimantan Barat, Andas Pramule, menyambut baik pelaksanaan Rapimcab yang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat organisasi di tingkat kabupaten dan kota.

Ia menegaskan bahwa keberadaan berbagai organisasi kemasyarakatan Dayak di Kalimantan Barat tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun persatuan dan kerja sama demi kemajuan masyarakat Dayak.

“Kami tetap menghormati seluruh organisasi Dayak yang ada. Semangat yang harus dibangun adalah bersinergi dan bersatu untuk mewujudkan masyarakat Dayak yang lebih maju dan lebih hebat ke depan, tanpa memandang perbedaan suku maupun latar belakang,” ujarnya.

Andas juga berpesan kepada jajaran DPC Mangkok Merah Kota Pontianak agar terus menjaga kekompakan, soliditas, dan komunikasi yang baik dengan seluruh pengurus organisasi.

“Saya berharap seluruh pengurus tetap kompak, solid, dan aktif berkoordinasi. Dengan demikian, organisasi akan semakin berkembang, semakin baik, dan semakin mendapat kepercayaan masyarakat, khususnya masyarakat Dayak di Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Melalui Rapimcab tersebut, DPC Mangkok Merah Kota Pontianak menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah pemersatu, tetapi juga mampu menghadirkan program-program konkret yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, ( Team ).

Ratusan Wartawan Bekasi Raya Deklarasikan Pers Bersatu, Tegak, Kritis, dan Bermartabat

0

warta.in Bekasi ◊ Minggu, 14 Juni 2026

KOTA BEKASI – Semangat persatuan dan komitmen menjaga marwah jurnalistik mewarnai puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Bekasi Raya 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang digelar di Gedung Creative Center (GCC), Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu (13/6/2026).

Ratusan wartawan dari berbagai organisasi profesi, kelompok kerja (Pokja), komunitas, paguyuban wartawan, hingga perusahaan media se-Bekasi Raya memadati area panggung utama untuk membacakan Deklarasi Pers Bekasi Raya 2026 secara bersama-sama.

Pembacaan deklarasi dipimpin oleh wartawati Mega dan diikuti serentak oleh seluruh insan pers yang hadir. Dalam suasana khidmat namun penuh semangat kebersamaan, para wartawan mengangkat Kartu Tanda Anggota (KTA) maupun identitas pers masing-masing sebagai simbol komitmen terhadap profesionalisme, integritas, independensi, dan kebebasan pers yang bertanggung jawab.

Ketua Panitia HPN Bekasi Raya 2026, Ade Muksin, mengajak seluruh insan pers untuk berdiri bersama di atas panggung sebagai bentuk nyata persatuan tanpa sekat organisasi. Menurutnya, deklarasi tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat solidaritas sekaligus menjaga kehormatan profesi jurnalistik di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pers saat ini.

“Deklarasi ini merupakan wujud komitmen bersama insan pers Bekasi Raya untuk tetap menjaga independensi, profesionalisme, serta menjalankan fungsi kontrol sosial demi kepentingan masyarakat,” ujar Ade Muksin.

Dalam deklarasi yang mengusung tema “Pers Bersatu, Bekasi Raya Maju”, para insan pers menyatakan enam komitmen utama, yaitu:

1. Menjaga kemerdekaan pers sebagai pilar demokrasi serta menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.

2. Menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.

3. Menolak hoaks, fitnah, ujaran kebencian, serta segala bentuk penyalahgunaan profesi yang mencederai marwah pers.

4. Memperkuat persatuan dan solidaritas insan pers Bekasi Raya tanpa sekat organisasi demi kepentingan profesi dan masyarakat.

5. Mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan, bersih, dan akuntabel melalui fungsi kontrol sosial yang konstruktif.

6. Membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Bekasi Raya yang maju, aman, dan sejahtera.

Deklarasi diawali dengan seruan bersama, “Bismillahirrahmanirrahim. Deklarasi HPN Bekasi Raya 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia.” Suara lantang ratusan wartawan kemudian menggema saat menyampaikan komitmen bersama untuk menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab dan bermartabat.

Melalui deklarasi tersebut, insan pers Bekasi Raya menegaskan tekad untuk terus menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, dan berintegritas, sekaligus menjadi mitra kritis yang konstruktif dalam mengawal pembangunan daerah.

Peringatan HPN Bekasi Raya 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia menjadi momentum penting untuk mempererat soliditas insan pers sekaligus memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas, kritis, dan berkeadaban.

Dengan semangat yang sama, deklarasi ditutup dengan seruan bersama:

“Pers Bersatu, Bekasi Raya Maju! Tegak, Kritis, dan Bermartabat!”

(Alpin A.S)

Seleksi Peserta Jambore Dunia Ke-26 Tahun 2027 Kwarda Sumatera Utara Diikuti 51 Peserta dari 8 Kwartir Cabang

0

Seleksi Peserta Jambore Dunia Ke-26 Tahun 2027 Kwarda Sumatera Utara Diikuti 51 Peserta dari 8 Kwartir Cabang

Medan ( Warta.In ) – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Seleksi Peserta Jambore Dunia (World Scout Jamboree) Ke-26 Tahun 2027 pada tanggal 13–14 Juni 2026 di Kota Medan. Kegiatan ini diikuti oleh 51 peserta Pramuka Penegak dan Pandega yang berasal dari 8 Kwartir Cabang se-Sumatera Utara.
Seleksi secara resmi dibuka oleh Sekretaris Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara, Kakak Ir. Herianto, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa Jambore Dunia merupakan ajang strategis untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berwawasan global, serta mampu menjadi duta bangsa di tingkat internasional.
“Dalam seleksi ini kita tidak hanya mencari peserta yang memiliki kemampuan kepramukaan yang baik, tetapi juga pribadi yang memiliki integritas, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, serta mampu menjadi representasi terbaik Sumatera Utara dan Indonesia di forum dunia,” ujar Kak Herianto saat membuka kegiatan.
Pelaksanaan seleksi tahun ini dilakukan dengan metode hybrid, yaitu 44 peserta mengikuti seleksi secara luring (tatap muka) di lokasi kegiatan, sementara 7 peserta dari wilayah Kepulauan Nias mengikuti seleksi secara daring. Skema ini diterapkan untuk memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta dari berbagai wilayah di Sumatera Utara.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai tahapan penilaian yang meliputi kemampuan kepramukaan, kepemimpinan, komunikasi, wawasan kebangsaan, kemampuan berbahasa asing, serta aspek karakter dan kepribadian. Seluruh proses seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, dan profesional oleh tim penguji yang telah ditunjuk oleh Kwartir Daerah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Gerakan Pramuka Sumatera Utara dalam mempersiapkan calon-calon peserta terbaik yang akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya menuju Kontingen Indonesia pada Jambore Dunia Ke-26 Tahun 2027.
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara berharap melalui proses seleksi ini akan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam keterampilan kepramukaan, tetapi juga mampu menjadi agen persahabatan dunia, memperkuat persatuan bangsa, serta membawa nama baik Sumatera Utara dan Indonesia di kancah internasional.(**)

Billboard Rokok di Jalan Otista Subang Diduga Langgar Perda K3, Satpol PP Diminta Tegas Bongkar. 

0

Billboard Rokok di Jalan Otista Subang Diduga Langgar Perda K3, Satpol PP Diminta Tegas Bongkar.

SUBANG, WARTA IN, Pemasangan billboard/reklame salah satu produk rokok di Jalan Otista, jalur utama Kota Subang, diduga melanggar Peraturan Daerah Ketertiban Umum, Ketentraman dan Keindahan – Perda K3. Reklame itu berdiri kokoh di trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki, dan letaknya sangat berdekatan dengan SMPN 3 Subang.

Berdasarkan pantauan, reklame rokok terpasang tepat di trotoar. Sementara Perda K3 Kabupaten Subang tegas membatasi iklan rokok tidak boleh berdekatan dengan lembaga pendidikan, tempat ibadah, dan fasilitas umum tertentu. Jarak aman minimal biasanya diatur 100-500 meter dari sekolah.

Hasil penelusuran awal juga mengindikasikan pemasangan reklame tersebut tanpa izin. Seharusnya jika izin ditempuh, DPMPTSP akan menempatkan pada zona reklame yang diperbolehkan. Begitu pula dengan pajak reklame. Seharusnya ada “barkod” Bapenda yang menandakan billboard / Reklame sudah bayar pajak. Barkod itu berisi data wajib pajak dan batas masa berlaku. Jika tidak ada, patut diduga pajaknya juga belum dibayar.

Satpol PP sebagai penegak Perda dalam hal ini seharusnya segera turun dan melakukan tindakan pembongkaran jika terbukti melanggar. Alasannya jelas: pemasangan iklan reklame di trotoar + dekat sekolah + diduga tanpa izin = melanggar Perda K3.

Trotoar Jalan Otista dibangun untuk melindungi pejalan kaki, bukan jadi lahan iklan. Apalagi iklan rokok yang pemasangannya berdekatan dengan sekolah SMPN 3, Ini 3 pelanggaran sekaligus yang tidak bisa ditoleransi:

Melanggar Zona trotoar,

melanggar batas jarak Iklan Rokok, dan diduga tanpa ijin + pajak

(Boby Chengos)

Polsek Ngimbang Menggelar Kegiatan NOBAR Piala Dunia Tahun 2026 Antara Amerika Qatar VS Swiss

0

Polsek Ngimbang Menggelar Kegiatan NOBAR Piala Dunia Tahun 2026 Antara Amerika Qatar VS Swiss

LAMONGAN// Warta. In – Dalam upaya mempererat kedekatan dengan masyarakat Polsek Ngimbang menggelar Nonton bareng ( Nobar Pertandingan sepak bolak Piala Dunia 2026 antara Amerika Qatar demgan Swiss di Pujasera Dusun Ketapas Desa Sendsngrejo Kecamatan Ngimbang, Sabtu (13/06/2026)

Hadir dalan acara nonton bareng tersebut IPTU I WAYAN SUMANTRA Kapolsek Ngimbang, Aipda Nofan, Aipda Ery C, Aipda Supriadi, Brigadir Bayu, Brigadir Deni,
Petugas Damkar dan Warga Desa Sendangrejo serta anggota Sabuk Kamtibmas Jumlah 15 orang.

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H,
Pada hari Minggu tanggal 14 Juni 2026 Pukul 02.00 WIB sampai selesai, Kami bersama anggota Polsek Ngimbang, Petugas Damkar dan warga masyarakat Desa Sendangrejo (anggota Sabuk Kamtibmas) melaksanakan giat Nobar pertandingan sepak bola Piala Dunia tahun 2026 antara Amerika Qatar vs Swiss diPujasera 1 ( exs Terminal Ngimbang) Dsn Ketapas Ds Sendangrejo Kec Ngimbang Kab Lamongan.

Kegiatan tersebut berjalan tertib dan lancar, situasi dalam keadaan Aman dan kondusif, (roy)

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

LAMONGAN//Warta.in –Dalam rangka kedekatan masyarakat untuk menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman saat masyarakan menjalankan ibadah kaum Nasrani di wilayah Ngimbang

Kali ini petugas personil Polsek Ngimbang melaksanakan kegiatan pengamanan giat masyarakat umat Kristiani diwilayah Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang, minggu (14/05/2026) pukul 07.30 wib sampai selesai

Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Kaum Nasrani ini personil Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Bripka Bayu hadir dalam melaksanakan kegiatan pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati.

Kegiatan pengamanan Ibadah umat Kristiani di Gereja GKJTU dan GJWI yang bertempat di Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang dalam persembahyangan Minggu pagi umat Kristiani digereja GKJTU dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

Sementara itu Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, melalui Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R saat dikonfirmasi oleh awak media, “Bahwa pengamanan ini guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang menjalankan Ibadah di Hari Minggu dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati “Terangnya

Kami berharap dengan adanya Patroli pengamanan secara rutin di Hari Minggu ini masyarakat dalam menjalankan Ibadah bisa tenang dan nyaman sehingga wilayah Ngimbang tetapaman dan kondusif,pungkasnya ( roy)

Polsek Ngimbang Gelar OPS Gabungan Rayon IV Dan Polantas Di Wilkum Polsek Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar OPS Gabungan Rayon IV Dan Polantas Di Wilkum Polsek Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Dalam rangka Antisipasi Gangguan keamanan dan Ketertiban Masyarakat Polsek Ngimbang menggelar Oprasi Gabungan Rayon 1V dan Jajaran Polisi Lalu Lintas di Ex Terminal Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Sabtu (13/06/2026) pukul 20.00.wib

Kegiatan ini di laksanakan di Ex Terminal Ngimbang Jalan raya Ngimbang – Jombang Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang dengan sasaran Kendaraan roda dua dengan Knalpot brong/ban cacing,

Hadir dalam Oprasi tersebut Kapolsek Ngimbang bersama 9 personil, Kapolsek Sukorame bersama 4 personil, Kapolsek Bluluk bersama 4 personil, Kapolsek Sambeng bersama 4 personil, Kapolsek Mantup bersama 4 Personil,
Sat lantas Polres Lamongan 4 personil

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, selaku Padal bahwa kegiatan ini sebelumnya di laksanakan apel
kesiapan personel sebelum pelaksanaan kegiatan operasi gabungan.

Kami akan menempatkan personel pada titik-titik yang telah ditentukan guna melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor.

Melaksanakan pemeriksaan terhadap kelengkapan surat-surat kendaraan dan identitas pengendara.
Menindak kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong) serta kendaraan yang menggunakan ban tidak sesuai standar keselamatan.Terangnya

Dalam Melaksanakan tindakan penegakan hukum terhadap pelanggaran yang ditemukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah terjadinya kemacetan maupun gangguan kamtibmas selama kegiatan berlangsung.

Oprasi Gabungan tersebut melakukan penindakan pada Roda 2 knalpot brong sebanyak 13 unit sudah di laksanakan penilangan danBarang Bukti (BB) di kirim ke Polres Lamongan dan Selama kegiatan berlangsung aman dan kondusif. (Roy)

MTQ XXXI di Praya , Meneguhkan Langkah NTB Menuju Serambi Al-Qur’an

0

MTQ XXXI di Praya , Meneguhkan Langkah NTB Menuju Serambi Al-Qur’an

Warta.in
Mataram, NTB – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat di Praya, Lombok Tengah, telah menghadirkan lebih dari sekadar sebuah perlombaan. Perhelatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan arah pembinaan Al-Qur’an di NTB, memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman, sekaligus membangkitkan kembali semangat meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional.

Sejak pawai ta’aruf hingga pembukaan resmi, yang tampak bukan hanya kemeriahan sebuah acara, melainkan kebersamaan yang tumbuh dari kecintaan terhadap nilai-nilai Al-Qur’an. Ribuan masyarakat memadati arena dengan penuh antusias, sementara tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur lintas agama hadir membaur dalam suasana yang harmonis. Pemandangan ini memperlihatkan bahwa di Nusa Tenggara Barat, syiar Islam berjalan beriringan dengan semangat toleransi dan saling menghormati, menjadi kekuatan sosial yang memperkokoh persatuan daerah.

Lombok Tengah sebagai tuan rumah juga menunjukkan kapasitas yang membanggakan. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Lalu Pathul Bahri, penyelenggaraan MTQ dipersiapkan dengan matang sehingga menghadirkan nuansa yang oleh banyak pihak dinilai setara dengan pelaksanaan MTQ tingkat nasional. Arena utama yang megah, penataan lokasi perlombaan yang representatif, pelayanan yang tertib, hingga suguhan Tarian Kolosal Rahmatan Lil ‘Alamin pada malam pembukaan mencerminkan perpaduan antara syiar Islam, seni budaya, dan profesionalisme penyelenggaraan.

Namun, makna terpenting dari MTQ ini bukanlah kemegahan panggungnya. Yang jauh lebih bernilai adalah lahirnya optimisme baru bahwa NTB memiliki modal sosial, budaya, dan spiritual yang kuat untuk menjadi pusat pembinaan Al-Qur’an. Apresiasi Sekretaris Umum LPTQ Pusat, Prof. Dr. H. Muchlis M. Hanafi, terhadap tingginya kecintaan masyarakat NTB kepada Al-Qur’an menjadi pengakuan bahwa budaya Qur’ani di daerah ini tumbuh subur dan memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan.

Optimisme tersebut sejalan dengan visi Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, yang menempatkan MTQ sebagai bagian dari ikhtiar besar menjadikan NTB sebagai Serambi Al-Qur’an. Gagasan ini bukan sekadar semboyan, melainkan arah pembangunan karakter masyarakat melalui penguatan literasi Al-Qur’an, pembinaan qari dan qariah, serta penanaman nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Lebih jauh lagi, visi tersebut diharapkan mampu mengembalikan kejayaan NTB sebagai daerah yang diperhitungkan dalam ajang MTQ tingkat nasional dan melahirkan insan-insan Qur’ani yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Karena itu, MTQ XXXI harus dipandang sebagai bagian dari ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Perlombaan hanyalah satu mata rantai dari proses panjang menemukan bakat, membina kemampuan, mengasah mental, dan menyiapkan generasi terbaik untuk membawa nama baik daerah. Keberhasilan sejati tidak berhenti pada penobatan juara, tetapi pada lahirnya sistem pembinaan yang terus melahirkan prestasi dari waktu ke waktu.

Selama pelaksanaannya, MTQ berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Beberapa dinamika yang muncul, seperti keberatan terhadap hasil penilaian, persoalan substansi soal, maupun kendala teknis, merupakan hal yang wajar dalam penyelenggaraan kegiatan berskala besar. Yang patut diapresiasi adalah sikap terbuka panitia dan dewan hakim dalam memberikan klarifikasi, melakukan evaluasi, dan memastikan setiap persoalan diselesaikan berdasarkan pedoman yang berlaku. Komitmen terhadap objektivitas dan integritas inilah yang menjadi fondasi kepercayaan publik terhadap marwah MTQ.

Kini seluruh babak penyisihan telah rampung dan melahirkan para finalis terbaik dari berbagai cabang musabaqah. Kompetisi yang berlangsung sehat dan sportif menunjukkan bahwa semangat para kafilah dari sepuluh kabupaten dan kota di NTB tidak hanya diarahkan untuk meraih kemenangan, tetapi juga untuk memuliakan Al-Qur’an dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Keberhasilan MTQ XXXI juga menjadi bukti bahwa kolaborasi adalah kekuatan utama. Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, LPTQ, dewan hakim, panitia, aparat keamanan, relawan, serta seluruh elemen masyarakat telah bekerja bersama menghadirkan penyelenggaraan yang tertib, nyaman, dan bermartabat. Sinergi inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun tradisi Qur’ani yang kokoh di Bumi Gora.

Menjelang babak final, harapan besar tertuju pada dewan hakim untuk terus mengedepankan profesionalisme, objektivitas, dan keadilan dalam setiap proses penilaian. Dari proses yang kredibel akan lahir para juara terbaik yang bukan hanya layak mewakili NTB, tetapi juga memiliki kapasitas untuk bersaing dan mengharumkan nama daerah pada MTQ tingkat nasional.

Pada akhirnya, keberhasilan MTQ XXXI tidak diukur dari kemegahan seremoni ataupun banyaknya piala yang diperebutkan. Nilai sejatinya terletak pada tumbuhnya kecintaan masyarakat kepada Al-Qur’an, menguatnya persaudaraan dalam keberagaman, serta terbangunnya komitmen bersama untuk melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi. Jika semangat yang tumbuh di Praya terus dirawat melalui pembinaan yang berkelanjutan dan integritas yang terjaga, maka MTQ XXXI akan dikenang bukan sekadar sebagai perhelatan yang sukses, melainkan sebagai tonggak penting yang meneguhkan langkah Nusa Tenggara Barat menuju Serambi Al-Qur’an dan mengantarkan kembali kejayaannya di pentas nasional maupun dunia.(sr/dkisntb)

MTQ XXXI di Praya , Meneguhkan Langkah NTB Menuju Serambi Al-Qur’an Ulasan Tim Dinas Kominfotik NTB

0

MTQ XXXI di Praya , Meneguhkan Langkah NTB Menuju Serambi Al-Qur’an
Ulasan Tim Dinas Kominfotik NTB

Mataram,NTB – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat di Praya, Lombok Tengah, telah menghadirkan lebih dari sekadar sebuah perlombaan. Perhelatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan arah pembinaan Al-Qur’an di NTB, memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman, sekaligus membangkitkan kembali semangat meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional.

Sejak pawai ta’aruf hingga pembukaan resmi, yang tampak bukan hanya kemeriahan sebuah acara, melainkan kebersamaan yang tumbuh dari kecintaan terhadap nilai-nilai Al-Qur’an. Ribuan masyarakat memadati arena dengan penuh antusias, sementara tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur lintas agama hadir membaur dalam suasana yang harmonis. Pemandangan ini memperlihatkan bahwa di Nusa Tenggara Barat, syiar Islam berjalan beriringan dengan semangat toleransi dan saling menghormati, menjadi kekuatan sosial yang memperkokoh persatuan daerah.

Lombok Tengah sebagai tuan rumah juga menunjukkan kapasitas yang membanggakan. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Lalu Pathul Bahri, penyelenggaraan MTQ dipersiapkan dengan matang sehingga menghadirkan nuansa yang oleh banyak pihak dinilai setara dengan pelaksanaan MTQ tingkat nasional. Arena utama yang megah, penataan lokasi perlombaan yang representatif, pelayanan yang tertib, hingga suguhan Tarian Kolosal Rahmatan Lil ‘Alamin pada malam pembukaan mencerminkan perpaduan antara syiar Islam, seni budaya, dan profesionalisme penyelenggaraan.

Namun, makna terpenting dari MTQ ini bukanlah kemegahan panggungnya. Yang jauh lebih bernilai adalah lahirnya optimisme baru bahwa NTB memiliki modal sosial, budaya, dan spiritual yang kuat untuk menjadi pusat pembinaan Al-Qur’an. Apresiasi Sekretaris Umum LPTQ Pusat, Prof. Dr. H. Muchlis M. Hanafi, terhadap tingginya kecintaan masyarakat NTB kepada Al-Qur’an menjadi pengakuan bahwa budaya Qur’ani di daerah ini tumbuh subur dan memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan.

Optimisme tersebut sejalan dengan visi Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, yang menempatkan MTQ sebagai bagian dari ikhtiar besar menjadikan NTB sebagai Serambi Al-Qur’an. Gagasan ini bukan sekadar semboyan, melainkan arah pembangunan karakter masyarakat melalui penguatan literasi Al-Qur’an, pembinaan qari dan qariah, serta penanaman nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Lebih jauh lagi, visi tersebut diharapkan mampu mengembalikan kejayaan NTB sebagai daerah yang diperhitungkan dalam ajang MTQ tingkat nasional dan melahirkan insan-insan Qur’ani yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Karena itu, MTQ XXXI harus dipandang sebagai bagian dari ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Perlombaan hanyalah satu mata rantai dari proses panjang menemukan bakat, membina kemampuan, mengasah mental, dan menyiapkan generasi terbaik untuk membawa nama baik daerah. Keberhasilan sejati tidak berhenti pada penobatan juara, tetapi pada lahirnya sistem pembinaan yang terus melahirkan prestasi dari waktu ke waktu.

Selama pelaksanaannya, MTQ berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Beberapa dinamika yang muncul, seperti keberatan terhadap hasil penilaian, persoalan substansi soal, maupun kendala teknis, merupakan hal yang wajar dalam penyelenggaraan kegiatan berskala besar. Yang patut diapresiasi adalah sikap terbuka panitia dan dewan hakim dalam memberikan klarifikasi, melakukan evaluasi, dan memastikan setiap persoalan diselesaikan berdasarkan pedoman yang berlaku. Komitmen terhadap objektivitas dan integritas inilah yang menjadi fondasi kepercayaan publik terhadap marwah MTQ.

Kini seluruh babak penyisihan telah rampung dan melahirkan para finalis terbaik dari berbagai cabang musabaqah. Kompetisi yang berlangsung sehat dan sportif menunjukkan bahwa semangat para kafilah dari sepuluh kabupaten dan kota di NTB tidak hanya diarahkan untuk meraih kemenangan, tetapi juga untuk memuliakan Al-Qur’an dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Keberhasilan MTQ XXXI juga menjadi bukti bahwa kolaborasi adalah kekuatan utama. Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, LPTQ, dewan hakim, panitia, aparat keamanan, relawan, serta seluruh elemen masyarakat telah bekerja bersama menghadirkan penyelenggaraan yang tertib, nyaman, dan bermartabat. Sinergi inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun tradisi Qur’ani yang kokoh di Bumi Gora.

Menjelang babak final, harapan besar tertuju pada dewan hakim untuk terus mengedepankan profesionalisme, objektivitas, dan keadilan dalam setiap proses penilaian. Dari proses yang kredibel akan lahir para juara terbaik yang bukan hanya layak mewakili NTB, tetapi juga memiliki kapasitas untuk bersaing dan mengharumkan nama daerah pada MTQ tingkat nasional.

Pada akhirnya, keberhasilan MTQ XXXI tidak diukur dari kemegahan seremoni ataupun banyaknya piala yang diperebutkan. Nilai sejatinya terletak pada tumbuhnya kecintaan masyarakat kepada Al-Qur’an, menguatnya persaudaraan dalam keberagaman, serta terbangunnya komitmen bersama untuk melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi. Jika semangat yang tumbuh di Praya terus dirawat melalui pembinaan yang berkelanjutan dan integritas yang terjaga, maka MTQ XXXI akan dikenang bukan sekadar sebagai perhelatan yang sukses, melainkan sebagai tonggak penting yang meneguhkan langkah Nusa Tenggara Barat menuju Serambi Al-Qur’an dan mengantarkan kembali kejayaannya di pentas nasional maupun dunia.(sr/dkisntb)