27.7 C
Jakarta
Selasa, April 7, 2026
Beranda blog

Polres Meranti Evakuasi Penumpang Kapal yang Sakit saat PAM Objek Vital Tanjung Harapan

0

MERANTI – Jajaran Polres Kepulauan Meranti melaksanakan Evakuasi Penumpang Kapal Dalam pengamanan (PAM) di objek vital Polres Meranti yang sedang mengalami Musibah Sakit di Pelabuhan Terminal Tanjung Harapan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Senin (6/4/2026).

Kegiatan Evakuasi dan pengamanan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB tersebut dipimpin oleh IPTU Suryadi bersama enam personel lainnya. Pengamanan difokuskan pada aktivitas keberangkatan dan kedatangan penumpang, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kawasan pelabuhan.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik strategis, termasuk area objek vital, pusat keramaian, serta aktivitas masyarakat di sekitar terminal.

Berdasarkan data yang dihimpun, aktivitas pelabuhan pada hari tersebut tergolong padat. Untuk keberangkatan internasional tercatat sebanyak 2 armada dengan total 214 penumpang, terdiri dari 212 Warga Negara Indonesia (WNI) dan 2 Warga Negara Asing (WNA). Sementara itu, keberangkatan domestik mencapai 23 armada dengan 876 penumpang.

Dengan demikian, total keberangkatan mencapai 25 armada dengan 1.090 penumpang.

Adapun untuk kedatangan, tercatat 2 armada internasional dengan jumlah 18 penumpang, terdiri dari 3 WNI dan 15 WNA. Sedangkan kedatangan domestik sebanyak 23 armada dengan total 711 penumpang. Secara keseluruhan, total kedatangan mencapai 25 armada dengan 729 penumpang.

Selain melakukan pengamanan, personel juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan, terutama terhadap arus penumpang yang datang dan berangkat.

IPTU Suryadi, mewakili Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran personel Polri di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat termasuk kami siap sedia membantu penumpang dalam keadaan sakit.

“Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas di wilayah Pelabuhan Tanjung Harapan dan semua armada berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pengamanan di objek vital seperti pelabuhan akan terus ditingkatkan, mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi laut di wilayah Kepulauan Meranti.

Dengan adanya pengamanan ini, diharapkan aktivitas masyarakat di Pelabuhan Tanjung Harapan dapat berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut.

Rilis Humas Polres Kepulauan Meranti Riau

UDUT MANOTAR SITANGGANG PAMERKAN BANNER PROVOKATIF INTIMIDATIF DI WAG EVERLASTING-SAMOSIR

0

Samosir, Sikap arogansi adik dari mantan Wabup Samosir, Martua Sitanggang, namun dari ibu yang berbeda (Udut Manotar Sitanggang lahir dari Rumayam boru Pakpahan istri kedua dari alm Wismar Sitanggang ayahanda Martua Sitanggang) yang memposting foto banner yang bertuliskan kalimat intimidatif di WAG EVERLASTING telah menimbulkan kegaduhan.

 WAG EVERLASTING yang digawangi salah satu adminnya STEPHEN NG memang banyak berisikan postingan bernada menguliti kinerja Pemkab Samosir. Umumnya anggota WAG EVERLASTING yang memposisikan dirinya sebagai oposan dari Bupati Vandiko Timotius Gultom itu bukanlah warga yang ber KTP Samosir.

 Seperti contohnya Tumpal Paulus Simanjorang yang juga menggunakan nama samarran Pantau Samosir hampir setiap hari memposting tulisan yang menghantam kinerja maupun pribadi dari pejabat Pemkab Samosir terutama Kadis Ketapang Dr Tiur Gultom.

 Tidak diketahui apa latar belakang akademik maupun pekerjaan dari STEPHEN NG maupun TUMPAL PAULUS SIMANJORANG yang menganggap dirinya layak sebagai kritikus kinerja Pemkab Samosir padahal tidak menetap di Samosir

 Postingan banner intimidatif yang ditayangkan oleh UDUT MANOTAR SITANGGANG tersebut dipajang di depan rumah yang ditempati VIKTOR SINAGA KEPALA DESA TURPUK LIMBONG KECAMATAN HARIAN (yang bersangkutan adalah saudara kandung dari Dr Sunardi Manampar Sinaga STp MM mantan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Tenagakerja RI yang sudah dibebaskan tugaskan dari jabatan strukturalnya karena terseret kasus korupsi mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Noel), yang berada di areal Huta Lumban Silo yang baru yang berbatasan dengan Kanal Tano Ponggol Pangururan

 Tidak diketahui latar belakang Viktor Sinaga bisa menempati Huta Lumban Silo yang merupakan huta/kampung milik marga Sitanggang Silo

Jalan baru di Huta Lumban Silo itu, sering digunakan sebagai jogging track warga lokal dan turis turis. Berolahraga di areal Huta Lumban Silo memberikan suasana segar, bebas polusi dan bisa menikmari keindahan Danau Toba tanpa kebisingan.

 Beberapa pejalan kaki yang tidak ingin disebutkan namanya yang melewati jalanan di Huta Lumban Silo tersebut mengaku kaget dengan munculnya banner intimidatif itu. Sangat merusak citra Pangururan sebagai Destinasi Prioritas Wisata. Rumah itu ditempati marga Sinaga. Bagaimana mungkin marga Sinaga bisa memiliki tanah di kampung milik marga Sitanggang Silo ?

 Banner itu mencantumkan tanah hak milik denan Bisoloit. Apa itu Bisoloit ? ujar para pembaca banner tersebut. MULAI FEBRUARI 2026, PEMERINTAH SUDAH MENGUMUMKAN BAHWA SEGALA SURAT SURAT KEPEMILIKAN DARI JAMAN BELANDA SUDAH TIDAK DIAKUI LAGI SEBAGAI BUKTI KEPEMILIKAN. JIKA INGIN MENDAFTARKAN SEBAGAI PEMILIK TANAH, MAKA SURAT SURAT JAMAN DAHULU ITU HARUS DISERTAKAN DENGAN PETUNJUK LAIN BAIK BERUPA BUKTI SURAT MAUPUN SAKSI

 Banner tersebut memicu kekhawatiran para pengunjung yang mampir ke Huta Lumban Silo. Bupati Samosir harus segera menugaskan SatPolPP  mencabut plang intimidatif tersebut. Kepala Desa Turpuk Limbong itu juga harus dimintai keterangan oleh Bupati Samosir karena sebagai seorang Kepala Desa telah mempertontonkan tindakan yang sangat tidak patut .

Disampaikan oleh salah satu warga yang tinggal di Huta Lumban Silo, plang intimidatif itu telah dilaporkan ke Bupati Samosir dan KasatPol PP Samosir. Kami juga sudah memberitahu plang intimidatif itu ke Kepala Desa Parsaoran 1. Semoga dalam waktu dekat plang tersebut sudah dicopot oleh Pemkab Samosir (red)

Personil Polsek Ngimbang Intensifkan Patroli Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas Di Daerah Rawan

0

Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Briptu Andika  Intensifkan Patroli Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas Di Daerah Rawan pada siang Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Senin siang (06/04/2026)pukul 10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R, dan Briptu Andika dengan sasaran di Jalan raya Poros Jombang – Babat, SPBU Ngimbang dan ATM Bank BNI yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Fenomena Cahaya di Langit Lampung Bukan Meteor Jatuh, Polisi Minta Masyrakat Tetap Tenang dn Bijak Bermedsos

0

TULANG BAWANG – Kepolisian Resor Tulang Bawang memastikan bahwa narasi yang beredar di media sosial mengenai adanya meteor jatuh di wilayah Gedung Aji, Lampung, adalah tidak benar (misinformasi).

Menindaklanjuti video viral dari akun X @Nong pada Sabtu (4/4/2026) pukul 21.30 WIB yang menyatakan, “Udah jatuh gaes Meteornya di gedung aji, lampung”, personel Polsek Gedung Aji bersama piket Koramil Penawar Aji langsung melakukan penyisiran dan pengecekan lapangan di wilayah BLJ Gedung Aji.

Hasil pengecekan memastikan bahwa tidak ditemukan adanya benda jatuh maupun bekas benturan di lokasi tersebut.

Informasi mengenai lokasi jatuh yang simpang siur (seperti di Bratasena atau Jabung) murni merupakan spekulasi tanpa bukti fisik.

Dr. Robiatul Muztaba (Adji), Dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) ITERA, memberikan pernyataan resmi terkait fenomena ini

“Benda bercahaya yang melintas di langit Lampung pada Sabtu malam dipastikan adalah sampah antariksa berupa tubuh roket Cina (CZ-3B R/B) yang terbakar saat masuk kembali ke atmosfer. Ini bukan komet atau meteor. Dilihat dari karakteristik gerakan dan pecahannya, ini adalah sisa peluncuran roket yang ‘balik’ ke bumi. Masyarakat diharapkan tenang karena fenomena ini tidak berbahaya sebagian besar material roket tersebut sudah habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai daratan dan Kemungkinan jatuhnya di Samudera Hindia.” Ujar Robiatul

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari, menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya.

Fenomena langit adalah hal yang dapat dijelaskan secara sains, Pastikan setiap informasi yang Anda terima berasal dari sumber resmi pemerintah atau lembaga ahli.

(Asih)

Guna Antisipasi Pohon Tumbang Di Saat Hujan Polsek Ngimbang Gekar Patroli Di Jalur Rawan

0

Guna Antisipasi Pohon Tumbang Di Saat Hujan Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R, dan Briotu Andika Gekar Patroli Di Jalur Rawan

Masyarakat//Warta.in –Dalam Rangka bentuk kepedulian polri dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati kali ini jajaran personil Polsek Ngimbang giat patroli pemantauan dan antisipasi Pohon Tumbang Guna cegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di jalan Raya Babat – Jombang di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, Senin (06/04/2026) pukul 09.00 wib

Patroli pemantauan pohon tumbang ini di laksanakan oleh anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R, dan Briptu Andika
untuk mengecek dan memantau kondisi pohon di pinggir jalan antisipasi pohon tumbang agar tidak mengganggu kamtibmas dan tetap kondusif di wilayah Kecamatan Ngimbang

Untuk semua masyarakat di harapkan tetap Waspada apabila waktu Hujan dan Angin untuk menghindari pohon tumbang segera melaporkan ke Polsek atau Damkar setempat

Sementara Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H menjelaskan “Bahwa kegiatan Patroli dan pemantauan pohon tumbang tersebut untuk antisipasi terjadinya bencana alam tumbangnya pohon saat hujan dan angin ribut apabila pengendara melintas dan masyarakat memberikan himbauan kamtibmas juga memberikan himbauan agar selalu menjaga kebersihan yaitu dengan mematuhi Peraturan lalu lintas, ”Pesan Kapolsek Ngimbang

Sehingga masyarakat merasakan kenyamanan dengan pelayanan dan kehadiran polisi ditengah – tengah masyarakat agar kondisi wilayah Ngimbang Aman dan kondusif (roy)

Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Daerah Rawan Pada Malam Hari

0

Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C Anggota Jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Briptu Andika  Gelar Patroli Blue Light Di Daerah Rawan Pada Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Senin (06/04/2026)pukul 23.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di dipimpin laksanakan oleh Aiptu Muji. R, dan Briptu Andika dengan sasaran Patroli jalan poros Jombang – Babat,Bank BRI Ngimbang,SPBU ngimbang, Terminal Ngimbang dan Masyarakat Desa Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patroli Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Gema Milangkala Subang ke-78: Dari Ciasem hingga Sagalaherang, Dunia Pendidikan Satu Suara “Ngabret”

0

Gema Milangkala Subang ke-78: Dari Ciasem hingga Sagalaherang, Dunia Pendidikan Satu Suara “Ngabret”

SUBANG — Perayaan Hari Jadi Kabupaten Subang ke-78 tahun ini terasa semakin semarak dan penuh makna. Tak hanya terpusat di jantung kota, gaung “Wilujeng Milangkala” menggema hingga ke pelosok, terutama dari sektor pendidikan yang menunjukkan kekompakan luar biasa.

Dari wilayah pesisir utara seperti Blanakan, Legonkulon, Pemanukan, Pusakanegara, hingga Pusakajaya, satuan pendidikan turut ambil bagian melalui berbagai kreasi ucapan dan partisipasi aktif. Hal serupa juga terlihat di wilayah tengah yang dikenal sebagai lumbung padi, seperti Ciasem, Patokbeusi, Cikaum, Binong, Tambakdahan, Compreng, hingga Pagaden. Sekolah-sekolah di berbagai kecamatan tersebut memanfaatkan media digital, pemasangan spanduk, hingga kegiatan internal sebagai bentuk dukungan terhadap Milangkala Subang.

Fenomena ini mencerminkan kuatnya solidaritas di kalangan dunia pendidikan. Momentum perayaan tidak lagi sekadar seremoni tahunan, tetapi telah menjadi bagian dari kebanggaan kolektif yang dirasakan langsung oleh para guru dan siswa di akar rumput.

Partisipasi aktif dari berbagai wilayah, termasuk Pabuaran dan kecamatan lainnya, menunjukkan bahwa semangat “Karya Nyata Subang Ngabret” mulai terinternalisasi secara merata. Setiap sekolah menghadirkan ciri khasnya masing-masing, namun tetap berada dalam satu visi besar: Subang yang maju, kompetitif, sejahtera, dan religius.

Keterlibatan masif ini juga sejalan dengan penguatan nilai-nilai pendidikan dan kebudayaan. Narasi mengenai 3 Pilar Pendidikan dan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan semakin hidup dengan adanya kontribusi nyata dari satuan pendidikan di seluruh wilayah.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subang dinilai berhasil menjadikan momentum Milangkala sebagai ajang penguatan jaringan sosial pendidikan. Dengan melibatkan seluruh kecamatan, pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam pemerataan kualitas pendidikan dan pelestarian budaya.

Seorang pengamat pendidikan lokal menyebutkan bahwa kekompakan ini menjadi modal penting bagi kemajuan daerah. “Jika seluruh sekolah sudah satu suara, maka percepatan pembangunan di sektor pendidikan bukan lagi sekadar wacana, tetapi bisa segera diwujudkan,” ujarnya.

Momentum 78 tahun Kabupaten Subang ini juga menjadi refleksi bagi para pemangku kebijakan. Antusiasme dari ribuan satuan pendidikan membawa harapan besar agar program-program yang dicanangkan benar-benar dirasakan hingga ke tingkat paling bawah.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Milangkala ke-78 diharapkan menjadi titik tolak lahirnya generasi Subang yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Dinilai Lamban, Orang Tua Korban Penganiayaan Ancam Laporkan Penyidik ke Propam

0

Warta.in Medan – Forum Aktivis Peduli Keadilan Sumatera Utara mendesak aparat penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus penganiayaan yang telah berstatus lengkap (P21), namun dinilai belum menunjukkan progres signifikan.

Desakan tersebut disampaikan Koordinator Aksi, Antoni Gultom, saat berorasi di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, pada Senin (6/4/2026).

Dalam orasinya, Antoni meminta Ketua DPRD Sumut agar mendesak Kapolrestabes Medan dan Kasat Reskrim untuk segera melimpahkan tersangka berinisial PS ke Kejaksaan Negeri Medan. Kasus tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/3321/IX/2025/SPKT/Polrestabes Medan.

“Kami juga meminta agar tiga tersangka lainnya yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni LS, WOP, dan SP, segera ditangkap. Kami percaya jika aparat serius, penangkapan para DPO bukan hal yang sulit,” tegas Antoni.

Selain itu, massa aksi juga meminta Kapolda Sumatera Utara dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara turut mengawal proses hukum agar berjalan transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Forum Aktivis menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut hingga keadilan benar-benar ditegakkan. Mereka bahkan mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan tidak direspons.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memperjuangkan keadilan. Kami tidak akan berhenti sampai hukum ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu,” tambah Antoni.

Sementara itu, orang tua korban, Leo Sihombing dan Marditta Silaban, juga menyampaikan kekecewaan atas lambannya penanganan kasus yang menimpa anak mereka, Glen Ditto Oppusunggu dan Rizki Cristian Tarigan.

Mereka mendesak penyidik Satreskrim Polrestabes Medan segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Medan serta menangkap tiga pelaku lain yang telah berstatus DPO.

“Kami mempertanyakan kinerja penyidik. Untuk kasus lain bisa cepat ditangani, namun untuk tiga DPO ini sudah hampir tujuh bulan belum juga ditangkap,” ujar Leo.

Atas kondisi tersebut, pihak keluarga berencana melaporkan penyidik ke Propam Polda Sumatera Utara karena diduga mengulur waktu dalam proses penyidikan.

“Kami butuh kepastian hukum. Kami sudah lelah mengikuti proses ini tanpa kejelasan. Kami datang dari Kabupaten Dairi berharap ada keadilan untuk anak-anak kami,” ungkap Leo dan Marditta.

Saat ini, kedua korban diketahui tengah menjalani masa hukuman di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan dan Lapas Kelas IIA Pancur Batu. (RN)

Selaraskan Kebijakan Nasional, Kota Bekasi Terapkan WFH ASN Setiap Jumat

0

Warta.in Jabar ◊ Senin 6 April 2026.

Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi menyesuaikan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi setiap hari Jumat. Penyesuaian ini dilakukan sebagai langkah menyelaraskan arah kebijakan daerah dengan pemerintah pusat dalam upaya efisiensi energi dan pengendalian mobilitas.

Sebelumnya, Pemkot Bekasi menerapkan WFH setiap hari Rabu sebagai bagian dari upaya pengaturan ritme kerja dan efisiensi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keselarasan langkah dalam tata kelola pemerintahan, sekaligus memastikan implementasi kebijakan berjalan lebih efektif secara nasional.

“Pemerintah daerah adalah bagian dari satu sistem pemerintahan. Ketika arah kebijakan nasional telah ditetapkan, maka sudah seharusnya kita menyesuaikan,” ujarnya (6/4).

Ia menegaskan bahwa perubahan hari pelaksanaan WFH tidak akan mengganggu kualitas kinerja ASN maupun pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, Pemkot Bekasi telah menyiapkan skema pengaturan kerja yang adaptif agar seluruh layanan publik tetap berjalan optimal.

“Yang utama adalah memastikan produktivitas tetap terjaga dan pelayanan publik tetap optimal. Itu yang menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Seluruh perangkat daerah, khususnya yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, akan tetap beroperasi dengan pengaturan kehadiran yang proporsional dan terukur.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa kebijakan WFH juga menjadi momentum untuk mendorong percepatan digitalisasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

“WFH harus kita jadikan sebagai dorongan untuk memperkuat sistem kerja berbasis digital. Pelayanan publik ke depan harus semakin cepat, transparan, dan bisa diakses tanpa batas ruang,” ujarnya.

Untuk memastikan hal tersebut berjalan optimal, Pemkot Bekasi juga memperkuat sistem pengawasan kinerja ASN selama WFH dengan memanfaatkan teknologi dan indikator kerja yang terukur.

“Tentu pengawasan WFH ini kita perketat supaya tetap disiplin. Kinerja ASN tetap kami pantau melalui sistem dengan indikator yang jelas dan terukur,” tegasnya.

Ia menambahkan, pendekatan ini diharapkan dapat membangun budaya kerja yang lebih disiplin, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

“Kita ingin memastikan setiap kebijakan tidak hanya dijalankan, tetapi juga memberikan dampak nyata—baik dalam efisiensi, kinerja, maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Dengan penyesuaian ini, pelaksanaan WFH diharapkan berjalan lebih terintegrasi secara nasional, sekaligus tetap menjaga standar pelayanan publik yang prima di Kota Bekasi.

Penyesuaian kebijakan ini juga dilakukan oleh sejumlah daerah lain di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi kebijakan WFH secara nasional.

(JS)

 

Pasca Idul Fitri, Pemkab Jember Hadir Kembali Dalam Program Bunga Desaku Kecamatan Mumbulsari

0

Warta.in, Jember – Masih dalam suasana Idul Fitri 1447 H, Bupati Jember, Muhammad Fawaid, S.E., M.Sc., kembali menggelar kegiatan rutin Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan).

Kali ini, acara berlangsung di Kecamatan Mumbulsari, sebagai rangkaian program yang bertujuan mendekatkan pemimpin dengan rakyat.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/4/2026) tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran perangkat daerah (OPD), Ketua DPRD Jember, anggota Komisi A DPRD, para camat se-Kabupaten Jember, Tim Percepatan dan Perluasan Pembangunan Daerah (TP3D), Asisten I, II, dan III, kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Jember, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Mumbulsari.

Dalam sambutannya, Gus Bupati sapaan akrab Bupati Jember menyampaikan bahwa kegiatan Bunga Desaku merupakan wujud silaturahmi dan halal bihalal dengan masyarakat, yang masih dalam suasana Idul Fitri.

“Ini adalah momen untuk mendekatkan para pemimpin dengan rakyat. Seluruh jajaran kami bawa ke sini agar masyarakat tahu, paham, dan memanfaatkan momen ini sebagai bentuk silaturahmi,” ujarnya.

Salah satu poin penting yang disampaikan Bupati Fawaid adalah upaya peningkatan kesejahteraan para kader di tingkat bawah.

Ia berkomitmen untuk mengusulkan kenaikan insentif bagi kader posyandu, ketua RT, dan ketua RW kepada DPRD Jember.

“Peningkatan insentif para kader posyandu, RT, dan RW akan kami upayakan dan usulkan kepada DPRD untuk dinaikkan. Mohon bantuannya untuk seluruh kader posyandu, RT, RW agar juga memberikan informasi kepada masyarakat dengan benar dan baik,” Kata Gus Bupati.

Bupati Fawaid juga mengingatkan bahwa saat ini masyarakat pemilik KTP Jember telah menikmati layanan kesehatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC).

Ia berharap para kader posyandu lebih peka terhadap kondisi masyarakat untuk mendukung pencegahan stunting.

“UHC bagi masyarakat yang ber-KTP Jember saat ini sudah gratis untuk berobat. Untuk pencegahan stunting, para kader posyandu harus lebih peka dengan keadaan masyarakatnya,” tegasnya.

Menutup arahannya, Gus Bupati menyampaikan visi besarnya untuk Kabupaten Jember ke depan.

Ia berharap Jember dapat bebas dari stunting, ekonomi masyarakat meningkat, dan angka kemiskinan segera turun.

“Harapan ke depan, Kabupaten Jember bisa bebas stunting, ekonomi meningkat, dan kemiskinan cepat turun,” Pungkas Gus Bupati di hadapan ribuan warga.

Kegiatan Bunga Desaku di Mumbulsari berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban, diakhiri dengan ramah tamah serta penyerapan aspirasi langsung dari masyarakat.