Beranda blog

PWI Bekasi Raya Sambut Kapolres Baru, Harapkan Kemitraan Polri – Pers Tanpa Sekat

0

warta.in Bekasi ◊ Senin, 03 Agustus 2026

*KOTA BEKASI* — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kombes Pol. Putu Kholis Aryana sebagai Kapolres Metro Bekasi Kota.

PWI Bekasi Raya berharap kepemimpinan baru di Polres Metro Bekasi Kota dapat menjadi momentum memperkuat kembali komunikasi, keterbukaan informasi, serta hubungan kemitraan yang sehat antara kepolisian dengan insan pers di Kota Bekasi.

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., mengatakan hubungan Polri dan pers memiliki posisi strategis karena keduanya memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga kepentingan publik, keamanan, keterbukaan informasi, serta kondusivitas masyarakat.

Namun demikian, menurutnya terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi bahan evaluasi dalam membangun pola komunikasi dan kemitraan ke depan, khususnya hubungan Polres Metro Bekasi Kota dengan media dan organisasi profesi wartawan.

“Kami mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kombes Pol. Putu Kholis Aryana. Kami berharap kehadiran Kapolres baru membawa semangat baru dalam membangun komunikasi dan kemitraan dengan insan pers di Kota Bekasi,” ujar Ade, Senin (3/8/2026).

Menurut Ade, kemitraan kepolisian dengan pers idealnya dibangun secara terbuka, profesional, setara, dan tidak membedakan wartawan berdasarkan media maupun organisasi profesi tempat mereka bernaung.

“Jangan ada sekat antara media yang satu dengan media lainnya, ataupun antara organisasi wartawan yang satu dengan organisasi lainnya. Sepanjang wartawan menjalankan profesinya secara profesional dan organisasinya memiliki legitimasi, ruang komunikasi seharusnya terbuka. Kemitraan bukan berarti menghilangkan independensi pers, tetapi membangun komunikasi yang sehat untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

*Belajar dari Pola Komunikasi Masa Lalu*

PWI Bekasi Raya mencatat bahwa hubungan antara kepolisian dan insan pers di Kota Bekasi pernah terbangun cukup dekat pada masa kepemimpinan Hengki, yang kini menjabat sebagai Kapolda Banten.

Pada periode tersebut, komunikasi dengan kalangan jurnalis dinilai berjalan baik. Bahkan, ruang khusus bagi wartawan sempat disediakan sebagai salah satu fasilitas untuk menunjang aktivitas jurnalistik dan komunikasi antara kepolisian dengan awak media.

Menurut Ade, hal tersebut menjadi contoh bahwa kedekatan institusional dengan wartawan tidak harus mengurangi profesionalitas maupun independensi masing-masing pihak.

“Kami pernah merasakan bagaimana komunikasi antara Kapolres dan wartawan dapat dibangun dengan sangat baik. Ada ruang bagi wartawan, komunikasi berjalan, dan keberadaan jurnalis dipandang sebagai mitra strategis. Pola seperti inilah yang menurut kami patut kembali dibangun dan tentunya dapat dikembangkan menjadi lebih baik,” katanya.

Dalam beberapa periode setelahnya, PWI Bekasi Raya menilai intensitas komunikasi dan kedekatan institusional antara pimpinan kepolisian dengan organisasi profesi wartawan belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Termasuk dalam beberapa agenda organisasi wartawan, kehadiran langsung pimpinan kepolisian masih dirasakan terbatas.

Kondisi tersebut, menurut PWI Bekasi Raya, sebaiknya menjadi bahan evaluasi bersama, bukan untuk menyalahkan kepemimpinan sebelumnya, melainkan sebagai pijakan membangun pola hubungan yang lebih komunikatif ke depan.

*Harapkan Perubahan Signifikan*

PWI Bekasi Raya berharap Kombes Pol. Putu Kholis Aryana dapat membuka babak baru hubungan Polres Metro Bekasi Kota dengan insan pers.

Komunikasi tersebut tidak hanya dibangun ketika kepolisian membutuhkan publikasi ataupun ketika muncul suatu perkara yang menjadi perhatian masyarakat, tetapi menjadi hubungan kelembagaan yang berkesinambungan.

“Kami berharap ada perubahan yang signifikan. Kapolres dapat membuka ruang komunikasi dengan seluruh insan pers tanpa membedakan medianya dan tanpa melihat organisasi profesinya. Kami ingin membangun sinergitas, tetapi tetap dalam koridor masing-masing: polisi menjalankan tugas penegakan hukum dan menjaga keamanan, sedangkan wartawan menjalankan fungsi jurnalistik serta kontrol sosial,” ujar Ade.

PWI Bekasi Raya juga berharap Polres Metro Bekasi Kota dapat mempertimbangkan kembali penyediaan ruang yang representatif bagi wartawan yang melakukan peliputan di lingkungan Polres.

Keberadaan ruang tersebut bukan sekadar persoalan fasilitas, tetapi dapat menjadi simbol keterbukaan dan kemitraan antara kepolisian dengan insan pers.

“Pers yang profesional membutuhkan kepolisian yang terbuka terhadap informasi publik. Sebaliknya, kepolisian juga membutuhkan pers yang profesional agar informasi mengenai penegakan hukum, pelayanan dan keamanan masyarakat dapat disampaikan secara akurat dan bertanggung jawab,” katanya.

PWI Bekasi Raya menyatakan siap membangun komunikasi dan sinergitas dengan Kapolres Metro Bekasi Kota yang baru dengan tetap menjaga independensi, profesionalitas, dan fungsi kontrol sosial pers.

“Selamat datang dan selamat bertugas kepada Kombes Pol. Putu Kholis Aryana. PWI Bekasi Raya siap bersinergi. Mari kita bangun hubungan Polri dan pers yang profesional, terbuka, setara, dan tanpa sekat demi kepentingan masyarakat Kota Bekasi,” pungkas Ade Muksin.

(Alpin A.S)

Serap Aspirasi Warga, Firdaus Hasbullah Pastikan Hasil Reses II DPRD PALI Masuk Skala Prioritas Anggaran.

0
module: NormalModule; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 50.0;

Warta.in//PALI, 3 Juni 2026 – Jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali turun langsung ke lapangan. Melalui agenda formal Reses ke-II Masa Sidang Tahun Anggaran 2026, para wakil rakyat ini bergerak aktif menyerap langsung keluhan, kebutuhan, serta aspirasi riil dari masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

Kegiatan tatap muka ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, S.H., M.H. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran anggota dewan, perwakilan pemerintah kecamatan, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta puluhan warga yang antusias menyampaikan dinamika pembangunan di wilayah mereka.

Dalam dialog tersebut, kebutuhan mendesak yang menjadi sorotan utama warga adalah krisis air bersih saat musim kemarau dan akses infrastruktur yang belum memadai.

Merespons hal itu, Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh seluruh masukan warga agar masuk ke dalam skala prioritas anggaran daerah.”Kami berkomitmen merumuskan hasil reses ini menjadi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dewan.

Kami segera menyinergikannya dengan Pemda PALI, khususnya untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih di titik-titik desa yang rawan kekeringan. Selain itu, akses jalan alternatif menuju kebun pertanian masyarakat, jembatan, dan fasilitas mendesak lainnya akan menjadi perhatian utama,” ujar Firdaus.

Berdasarkan hasil diskusi interaktif sepanjang agenda reses, usulan masyarakat masih didominasi oleh empat sektor krusial:Akses Transportasi: Perbaikan fasilitas dan pengerasan jalan desa menuju lahan pertanian.Krisis Air Bersih: Antisipasi dan penyediaan fasilitas air bersih di titik rawan kekeringan.

Sektor Pendidikan & Kesehatan: Peningkatan sarana sekolah serta optimalisasi layanan kesehatan desa.Fasilitas Umum: Pemerataan bantuan utilitas publik bagi masyarakat bawah.

DPRD PALI memastikan seluruh catatan lapangan ini akan dikawal ketat dalam perencanaan anggaran bersama Pemerintah Daerah Kabupaten PALI. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan pembangunan yang lebih transparan, merata, dan tepat sasaran. Acara reses berjalan lancar dan ditutup dengan sesi diskusi dua arah serta foto bersama antara jajaran legislatif, aparatur desa, dan tokoh masyarakat yang hadir.

 

(Muhamad Randi)

Perbaikan Gardu PLN, Listrik di Wilayah Legoso Ciputat Padam Sementara Hari Ini

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 3  Agustus 2026  — Pasokan listrik di sejumlah wilayah Legoso, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan mengalami pemadaman sementara pada Senin (3/8/2026). Penghentian sementara aliran listrik dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan perbaikan gardu oleh PT PLN (Persero) guna meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.

Pemadaman dilakukan selama proses pekerjaan berlangsung demi menjamin keselamatan petugas serta kelancaran perbaikan infrastruktur jaringan listrik. Selama pekerjaan berlangsung yang diinformasikan oleh PLN dari jam 05.00 WIB – 11.00 WIB. Pelanggan di wilayah terdampak diimbau untuk mengantisipasi gangguan aktivitas yang membutuhkan pasokan listrik.

PLN menjelaskan bahwa perbaikan gardu merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin untuk menjaga keandalan distribusi listrik kepada pelanggan. Melalui pekerjaan tersebut, diharapkan potensi gangguan listrik di kemudian hari dapat diminimalkan sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

Masyarakat diimbau untuk mematikan peralatan elektronik yang sensitif terhadap perubahan tegangan listrik selama masa pemadaman. Setelah pasokan listrik kembali normal, pelanggan juga disarankan menyalakan kembali peralatan listrik secara bertahap guna menghindari lonjakan beban.

PLN berupaya menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin agar pasokan listrik dapat kembali normal sesuai jadwal. Apabila proses perbaikan selesai lebih awal, aliran listrik akan dinormalkan tanpa menunggu waktu yang telah ditentukan.

Pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai wilayah terdampak maupun perkembangan pekerjaan dapat menghubungi layanan pelanggan PLN melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center 123, atau kantor layanan PLN terdekat.

PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman sementara tersebut serta mengharapkan pengertian masyarakat. Perbaikan gardu ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keandalan pasokan listrik agar masyarakat dapat menikmati layanan kelistrikan yang lebih aman, stabil, dan andal.(WartainnBanten)

dr Monang Simarmata SpM, In Memorian, Dari Bus Sariburaja Hingga Ruang Operasi, Kisah Tulang Sariburaja

0

Pangururan, warta.in _ Nama Somuntul Bungajalan Pasaribu, atau yang dikenal dengan gelar Tuan Sariburaja, tak pernah hilang dari ingatan saya, sejak masa kanak-kanak hingga saya menapaki karir sebagai dokter mata di Jakarta. Beliau bukan sekadar perintis kemerdekaan atau pengusaha pertama yang membawa angkutan umum ke Samosir, melainkan sosok yang saya panggil dengan penuh hormat: Tulang.

Kenangan Masa Sekolah di Pangururan (1957–1960)

Saat bersekolah di SMP I Pangururan (1957–1959) lalu melanjutkan ke SMP II Hariara Tolu (1959–1960), setiap hari saya mengayuh sepeda sejauh 7 kilometer dari Lumban Suhi ke Pangururan. Di sepanjang jalan itu, saya selalu berpapasan dengan bus-bus bermerek SARIBURAJA yang lalu lalang.

Pada masa itu, di seluruh Pulau Samosir hanya ada dua perusahaan bus yang terdaftar resmi: Sariburaja dan Bus Pulau Samosir. Setiap kendaraan baru yang ingin beroperasi wajib bergabung dengan salah satunya. Ayah saya seorang anggota Veteran Republik Indonesia memilih memasukkan bus barunya yang baru dibeli dari Siantar ke naungan Sariburaja dengan nomor lambung 8. Beberapa tahun kemudian, bus itu dipindahkan ke kelompok Bus Pulau Samosir nomor 4; alasannya saya belum paham saat itu, karena saya masih sekadar anak sekolah.

Namun, saya pernah merasakan langsung menjadi kondektur bus itu saat libur sekolah. Lucunya, setiap saya yang bertugas memungut ongkos, pendapatan hari itu pasti meningkat pesat karena tentu saja penumpang lebih percaya dan saya pun lebih teliti mengurusnya! Tawa pun sering terselip di perjalanan yang berdebu itu.

Kegiatan itu berakhir saat saya tamat SMP pada tahun 1960, lalu melanjutkan sekolah ke SMA Negeri I Medan. Sementara itu, orang tua memutuskan pindah ke Pematang Siantar dan membawa serta bus tersebut untuk menghindari tuntutan setoran tidak resmi dari kelompok PRRI yang kala itu membebani pelaku usaha di daerah.

Bertemu Kembali di Tanah Jakarta

Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan kami kembali. Saat saya sudah menetap di Jakarta dan tinggal di Tomang, saya melihat beliau rutin beribadah di HKBP Grogol selalu duduk di barisan depan dengan setelan jas berwarna cerah yang rapi. Beliau pun sudah menetap di kawasan Grogol setelah pindah dari Samosir.

Saya melanjutkan pendidikan spesialisasi mata dan lulus pada tahun 1974. Saat itu saya masih berpraktik di Jalan Panglima Polim, tak jauh dari RSUD Fatmawati tempat saya bertugas sebagai pegawai negeri.

Hubungan Tulang-Bere: Dokter dan Pasien

Antara tahun 1978 hingga 1980, di sebuah sore saat jam praktik, datanglah beliau sendiri ke klinik saya. Anak sulung beliau, OH Simarmata SH, kala itu masih bertugas di Nusa Tenggara Timur sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi

Sebagai wajarnya usia lanjut, Tulang Sariburaja menderita katarak pada kedua matanya. Hati saya penuh haru dan bahagia saat beliau bersedia saya tangani dan lakukan operasi katarak. Saya sudah tak ingat persis apakah operasi dilaksanakan di RS Fatmawati atau RS Mata Aini, yang pasti bukan di Matarraja Eye Center karena klinik yang saya beri nama untuk menghormati Oppu Simataraja itu baru didirikan pada tahun 1980.

Warisan yang Tak Terlupakan

Demikianlah sekelumit kisah perjumpaan saya dengan sosok besar dari Pangururan ini. Perjalanan hidup beliau bukan hanya tentang perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, melainkan juga tentang membuka jalan ekonomi bagi rakyat dari jalur darat yang dulu belum ada, hingga mengajarkan kita untuk saling peduli dan merawat sesama.

Tulang Sariburaja, pahlawan yang tak pernah lelah mengabdi: perjuanganmu di medan perang, di jalan raya, hingga senyum tulusmu saat menyapa rakyat di Dermaga Tano Ponggol, akan terus menjadi teladan bagi kami semua.

Semoga damai abadi menyertaimu, Tulang Sariburaja. (Penulis : dr Monang Simarmata SpM Pemilik Klinik  Mataraja Eye Centre, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan)

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Jember Perkuat Pelayanan Transparan di Samsat Kaliwates

0

Warta.in, Jember – Kantor Samsat bersama Jember Barat (Kaliwates) wilayah ,Polres Jember terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan humanis.

Melalui program unggulan “Polantas Menyapa kantor Samsat bersama Kaliwates Jember kini dengan aktif turun langsung ke pusat layanan masyarakat untuk memberikan edukasi serta memastikan pelayanan kepolisian berjalan sesuai prinsip profesionalisme dan akuntabilitas.

Program yang difokuskan di area (kantor Samsat bersama ) Kaliwates Jember ini menjadi sarana efektif bagi personel kepolisian untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, terutama pelayanan STNK dan BPKB serta wajib pajak kendaraan bermotor.

Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak sekadar memberikan layanan administratif, tetapi juga melakukan pendampingan dan sosialisasi menyeluruh mengenai tata cara, ketentuan, dan biaya resmi dalam proses registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor (Regident Ranmor).

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Jember, AKP Ade Andini.STH.SIK.MH.menegaskan bahwa Polantas Menyapa merupakan bentuk nyata reformasi pelayanan publik di tubuh Polri.

“Program ini adalah manifestasi komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, ujar AKP Ade Andini saat ditemui awak media.

Ia menambahkan, Satlantas Polres Jember Polda Jatim secara konsisten memastikan seluruh petugas di lapangan memahami nilai dasar pelayanan prima yang humanis.

Edukasi yang diberikan mencakup informasi biaya resmi penerbitan STNK mekanisme SOP pelayanan, serta tata cara penanganan kendala administrasi agar masyarakat tidak terjebak pada praktik calo.

AKP Ade Andini.STH.SIK.MH.menegaskan, layanan Satlantas Polres Jember di Satpas maupun Samsat harus dipastikan zero pungli.

Menurut AKP Ade Andini setiap petugas wajib bersikap responsif serta siap memberikan solusi cepat terhadap kendala administratif.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapat informasi yang benar, mudah diakses, dan bebas dari pungutan liar,”tegas AKP Ade Andini.

Selain meningkatkan mutu pelayanan, lanjut AKP Ade Andini.STH.SIK.MH.program Polantas Menyapa juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat.

Melalui komunikasi yang terbuka dan pendekatan yang simpatik, Polantas berupaya menumbuhkan kembali rasa percaya publik terhadap institusi kepolisian.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa Polri bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga mitra pelayanan yang hadir dengan hati,” pungkas AKP Ade Andini.

Dengan implementasi berkelanjutan program “Polantas Menyapa”, Satlantas Polres Jember wilayah Polda Jatim berharap dapat menciptakan ekosistem pelayanan lalu lintas yang modern, berintegritas, dan berpihak pada kebutuhan publik.

Hal itu sejalan dengan semangat Transformasi Polri Presisi yang digagas oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Tolak Provokasi, Jaga Persatuan, dan Hindari Tindakan Anarkis di Bulan Agustus 2026

0

JAKARTA, warta.in – Menyikapi perkembangan berbagai isu nasional yang menjadi perhatian publik, salah satu aktivis tokoh perempuan Sdri Anggi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.(03/08/2026)

 

“Kami mengimbau seluruh peserta aksi agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan maupun tindakan yang mengarah pada kekerasan, perusakan fasilitas umum, bentrokan, atau bentuk tindakan anarkis lainnya.

 

Aspirasi yang disampaikan secara damai akan lebih mencerminkan kedewasaan berdemokrasi dan memiliki nilai moral yang kuat” ucap Sdri. Anggi kepada media.

 

“Kami juga mengajak seluruh peserta untuk saling mengingatkan, menjaga solidaritas, serta segera melaporkan kepada koordinator aksi apabila terdapat oknum yang mencoba memprovokasi, menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, atau mengganggu jalannya aksi damai. Kehadiran oknum seperti itu tidak boleh menghilangkan tujuan utama penyampaian aspirasi” tambah Sdri. Anggi.

 

“Kami percaya bahwa demokrasi yang sehat dibangun melalui dialog, penghormatan terhadap hukum, dan penyampaian aspirasi yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif demi kepentingan bangsa dan negara” tutup Sdri. Anggi.

 

 

Saksikan Final Maung Cup 3, Andra Soni Dorong Turnamen Sepak Bola Semakin Marak di Banten

0

Wartain Banten | Olahraga | 3 Agustus 2026  — Gubernur Banten Andra Soni mendorong semakin banyak turnamen sepak bola yang digelar oleh masyarakat di berbagai daerah di Provinsi Banten. Menurutnya, kompetisi sepak bola bukan hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat serta menjadi wadah lahirnya bibit-bibit atlet berprestasi.

Hal itu disampaikan Andra Soni usai menyaksikan laga Final Open Turnamen Sepak Bola Maung Cup 3 di lapangan sepak bola IMK Curug Sari, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Minggu (2/8/2026) petang.

Di hadapan ribuan masyarakat yang memadati arena pertandingan, Andra Soni mengaku senang dapat menyaksikan langsung antusiasme warga yang memenuhi lapangan untuk memberikan dukungan kepada tim kebanggaannya.

“Sepak bola adalah hiburan masyarakat. Di sini kita bisa bersama-sama menyaksikan pertandingan dengan senang hati,” katanya

Menurutnya, tingginya animo masyarakat terhadap turnamen sepak bola menunjukkan bahwa olahraga tersebut memiliki peran penting dalam mempererat kebersamaan sekaligus membangun semangat sportivitas di tengah masyarakat.

Selain menjadi hiburan, Andra Soni menilai penyelenggaraan turnamen terbuka juga memberikan dampak positif terhadap roda perekonomian lokal. Kehadiran ribuan penonton dinilai mampu meningkatkan aktivitas para pelaku usaha kecil, pedagang, hingga sektor jasa di sekitar lokasi pertandingan.

“Selain sebagai hiburan, juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Karena itu, Andra Soni berharap turnamen-turnamen serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Ia meyakini semakin banyak kompetisi yang digelar, semakin besar pula peluang lahirnya talenta-talenta muda yang dapat mengharumkan nama Banten di tingkat nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten, Ahmad Syaukani, mengatakan perkembangan sepak bola di Banten saat ini menunjukkan tren yang sangat positif. Hal itu terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat dalam setiap penyelenggaraan turnamen.

Menurutnya, peningkatan tersebut juga diikuti dengan prestasi yang berhasil diraih atlet sepak bola Banten dalam berbagai kejuaraan. Pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025, tim sepak bola Banten berhasil menempati peringkat ketiga.

“Tahun ini, kita menjadi juara Piala Soeratin, juara kedua dari Kota Tangerang,” ucapnya.

Ketua Panitia Open Turnamen Sepak Bola Maung Cup 3, Yusuf Bahtiar, mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan bentuk respons atas tingginya minat masyarakat terhadap olahraga sepak bola.

Ia berharap Maung Cup dapat terus menjadi agenda rutin sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet usia muda agar mampu melahirkan pesepak bola profesional dari Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, hingga Provinsi Banten.

“Selain itu, kita melihat banyaknya bakat sepak bola pada generasi muda,” katanya.

Pada partai final, klub sepak bola Ratu dari Desa Majasari, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persako Desa Kareo dengan skor 2-0.

Sebagai informasi, Open Turnamen Sepak Bola Maung Cup 3 berlangsung sejak 27 Juni 2026 dan diikuti 32 klub dari Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Lebak, hingga Kabupaten Bogor. Turnamen tersebut memperebutkan piala bergilir serta total hadiah sebesar Rp50 juta.(WartainBanten)

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Jember Perkuat Pelayanan Transparan di Samsat Patrang

0

Warta.in, Jember – Kantor Samsat bersama Jember Timur (Patrang) wilayah ,Polres Jember terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan humanis.

Melalui program unggulan “Polantas Menyapa kantor Samsat bersama Kaliwates Jember kini dengan aktif turun langsung ke pusat layanan masyarakat untuk memberikan edukasi serta memastikan pelayanan kepolisian berjalan sesuai prinsip profesionalisme dan akuntabilitas.

Program yang difokuskan di area (kantor Samsat bersama ) Kaliwates Jember ini menjadi sarana efektif bagi personel kepolisian untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, terutama pelayanan STNK dan BPKB serta wajib pajak kendaraan bermotor.

Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak sekadar memberikan layanan administratif, tetapi juga melakukan pendampingan dan sosialisasi menyeluruh mengenai tata cara, ketentuan, dan biaya resmi dalam proses registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor (Regident Ranmor).

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Jember, AKP Ade Andini.STH.SIK.MH.menegaskan bahwa Polantas Menyapa merupakan bentuk nyata reformasi pelayanan publik di tubuh Polri.

“Program ini adalah manifestasi komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, ujar AKP Ade Andini saat ditemui awak media.

Ia menambahkan, Satlantas Polres Jember Polda Jatim secara konsisten memastikan seluruh petugas di lapangan memahami nilai dasar pelayanan prima yang humanis.

Edukasi yang diberikan mencakup informasi biaya resmi penerbitan STNK mekanisme SOP pelayanan, serta tata cara penanganan kendala administrasi agar masyarakat tidak terjebak pada praktik calo.

AKP Ade Andini.STH.SIK.MH.menegaskan, layanan Satlantas Polres Jember di Satpas maupun Samsat harus dipastikan zero pungli.

Menurut AKP Ade Andini setiap petugas wajib bersikap responsif serta siap memberikan solusi cepat terhadap kendala administratif.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapat informasi yang benar, mudah diakses, dan bebas dari pungutan liar,”tegas AKP Ade Andini.

Selain meningkatkan mutu pelayanan, lanjut AKP Ade Andini.STH.SIK.MH.program Polantas Menyapa juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat.

Melalui komunikasi yang terbuka dan pendekatan yang simpatik, Polantas berupaya menumbuhkan kembali rasa percaya publik terhadap institusi kepolisian.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa Polri bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga mitra pelayanan yang hadir dengan hati,” pungkas AKP Ade Andini.

Dengan implementasi berkelanjutan program “Polantas Menyapa”, Satlantas Polres Jember wilayah Polda Jatim berharap dapat menciptakan ekosistem pelayanan lalu lintas yang modern, berintegritas, dan berpihak pada kebutuhan publik.

Hal itu sejalan dengan semangat Transformasi Polri Presisi yang digagas oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolres Gresik Dukung Sekolah Rakyat, Tegaskan Komitmen Polri Wujudkan Pendidikan Berkualitas

0

Warta.in||GRESIK – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menghadiri pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Jalan Raci Cendana Pekuncen, Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jumat (31/7/2026).

Kehadiran Kapolres menjadi wujud dukungan Polri terhadap program strategis pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat, khususnya melalui program Sekolah Rakyat.

 


Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik dr. H. Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Kepala UPT PR SMP Surabaya Sukajar, para kepala OPD, wali murid, serta ratusan peserta didik baru.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik, Rangga Pratama Widyastya, menyampaikan bahwa jumlah peserta didik pada tahun ajaran kedua mengalami peningkatan signifikan, dari 75 siswa menjadi 405 siswa. Menurutnya, Sekolah Rakyat hadir sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa terkendala kondisi ekonomi.

Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial Gresik, dr. Yumna Qolimatul Aza, menjelaskan bahwa sekolah tersebut berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan 26 gedung yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran. Selain menerapkan kurikulum nasional, sekolah juga memiliki program unggulan berupa pembiasaan membaca Al-Qur’an, Tahfiz, serta bimbingan belajar tambahan.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebanyak 26 siswa asal Pulau Bawean akan segera bergabung mengikuti proses belajar mengajar setelah kondisi cuaca pelayaran kembali memungkinkan.


Dalam sambutannya, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan hasil sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Seluruh kebutuhan peserta didik, mulai dari perlengkapan sekolah, seragam hingga konsumsi, disediakan secara gratis.

“Melalui pendidikan, kami ingin memutus rantai kemiskinan. Harapan kami, anak-anak Sekolah Rakyat mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dan menjadi generasi yang sukses serta berakhlak mulia,” ujar Bupati.


Rangkaian pembukaan MPLS berlangsung semarak dengan penampilan paduan suara, pembacaan puisi, hingga pidato dalam lima bahasa yang dibawakan para siswa. Acara dilanjutkan dengan penyalaan sirine sebagai tanda dimulainya MPLS, penyerahan peserta didik baru, pemotongan tumpeng, doa bersama, dan sesi foto bersama. Setelah itu, para siswa mengikuti Salat Jumat berjamaah serta pembekalan materi MPLS di kelas masing-masing.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengapresiasi hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi sebagai langkah nyata pemerintah dalam membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Ia menegaskan, Polres Gresik siap mendukung penuh keberlangsungan program tersebut sebagai bagian dari upaya bersama mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.

“Polres Gresik mendukung penuh program pemerintah ini. Semoga Sekolah Rakyat dapat menjadi wadah lahirnya generasi berkualitas yang mampu membawa kemajuan bagi Kabupaten Gresik dan Indonesia,” tegas AKBP Ramadhan Nasution.(kus)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Minggu (02/08/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 21.00 wib oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Brigadir Elbiyun untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di Jalan raya poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, Swalan R3 Tanjung dan Pujasera 1 Ngimbang

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr.K.S.I.K, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)