32.3 C
Jakarta
Jumat, Mei 1, 2026
Beranda blog

Usai Disebut Tak Punya Etika Oleh LSM Gemul, PLN Balik Bukit Kembali Pasang KWH

0

Lampung Barat, – Viralnya pihak PLN Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat yang sempat membongkar KWH milik warga Kelurahan Way Mengaku tanpa konfirmasi saat tidak ada orang dirumah hingga disebut LSM Gemul pihak PLN tidak punya etika akhirnya kembali memasang KWH.

Untuk diketahui KWH milik salah seorang warga Kelurahan Way Mengaku, sempat di lakukan pembongkaran oleh pihak PLN Kecamatan Balik Bukit. namun hal itu ditanggapi LSM Gemul yang menyebut pihak PLN tidak memiliki etika dalam bekerja hingga akhirnya kembali dilakukan pemasangan oleh pihak PLN.

Namun sangat disayangkan, KWH yang terpasang saat ini bukanlah KWH pascabayar seperti sebelumnya, tetapi diganti dengan KWH Pulsa pada umumnya nya.

Irfan yang merupakan pemilik KWH mengaku bahwa dirinya sangat menyayangkan sikap pihak PLN yang memutus saat tidak ada orang hingga tanpa konfirmasi terlebih dahulu.

Tapi Riyan yang juga LSM Gemul akan mencoba menemui pihak Kepala PLN guna minta klarifikasi terkait aturan soal pemutusan yang dilakukan oleh pihaknya tanpa konfirmasi saat tidak ada orang dirumah.

Sementara sampai KWH terpasang kembali pihak PLN Belum memberikan tanggapan resmi terkait pemutusan tersebut. tapi wartawan media ini akan terus menggali informasi lebih lanjut.

(Tim)

Suara Hati Nurani Anak Bangsa

0

Samosir, Kadiman Pakpahan, Mr.Dreamer mengutarakan egelisahan dalam mengisi relung-relung kehidupan berbangsa dan bernegara sesuatu yang lumrah dan wajar. Suka tidak suka, senang tidak senang, kegelisahan hati nurani tidak dapat terhindarkan sebagai aktualisasi untuk menyikapi berbagai ‘gejolak’ yang terpendam ditengah-tengah masyarakat.
Merujuk pada istilah,  “suara hati nurani anak bangsa”, merupakan  aspirasi tulus dan harapan moral masyarakat Indonesia terhadap masa depan negaranya. Akhir-akhir ini, narasi tersebut semakin kuat muncul dari berbagai gerakan dan inisiatif yang menekankan pentingnya reformasi etika, moral, empati, kepedulian, reformasi pemikiran, tanggung jawab, disiplin nasional, persatuan/kesatuan, dan keadilan dalam kehidupan bernegara.
Suara hati nurani anak bangsa sangat luas karena mencakup dimensi moral, sosial, hukum hingga politik. Secara umum, aspek-aspek yang saling berkaitan dalam ulasan ini meliputi:
1.Aspek Etika dan Kepemimpinan, merupakan inti dari suara nurani, di mana masyarakat menuntut adanya integritas dan moralitas dari para pemimpin. Aspek ini menyoroti bagaimana kekuasaan seharusnya dijalankan dengan amanah, kejujuran, dan tanggung jawab demi kepentingan publik, bukan pribadi atau kelompok.
2.Aspek Hukum dan Keadilan, kondisi ini sering muncul sebagai reaksi terhadap ketidakadilan. Aspek ini mencakup tuntutan agar supremasi hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, perlindungan terhadap hak asasi manusia (HAM), serta fungsi hukum sebagai pelindung bagi mereka yang lemah dan terpinggirkan sehingga rasa adil dan keseimbangan terbangun ditengah-tengah masyarakat
3.Aspek Pendidikan Karakter, untuk menghasilkan “anak bangsa” yang berhati nurani, diperlukan fondasi pendidikan yang kuat. Aspek ini berkaitan dengan penanaman nilai-nilai Pancasila, budi pekerti, dan empati sosial sejak dini agar generasi penerus memiliki kompas moral yang benar dalam berbangsa.
4.Aspek Sosial dan Kemanusiaan, berkaitan dengan rasa solidaritas dan gotong royong. Suara hati nurani tercermin dalam gerakan masyarakat yang peduli terhadap kemiskinan, kesejahteraan anak, serta bantuan bagi korban bencana atau konflik sosial di dalam negeri.
5.Aspek Demokrasi dan Konstitusi,  berfungsi sebagai penjaga demokrasi. Aspek ini melibatkan pengawasan masyarakat sipil terhadap jalannya pemerintahan agar tetap setia pada konstitusi dan memastikan proses politik (seperti Pemilu) berjalan secara jujur dan adil, agar yang berdaulat afalah rakyat.
6.Aspek Lingkungan Hidup, mencakup tanggung jawab terhadap alam. Ini adalah kesadaran moral untuk menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi masa depan Indonesia.
Berbagai langkah-langkah strategis dan praktis perlu sejalan dan seirama, seperti afanya reformasi pemikiran dan paradigma baru dengan pendekatan out of the box. Pendekatan ini merupakan mesin penggerak utama agar suara hati nurani tidak sekadar menjadi jargon, melainkan transformasi nyata.
Dalam konteks masa kini, kaitan antara nurani dengan pemikiran progresif tersebut dapat dilihat dari beberapa sudut pandang:
1.Dekonstruksi Paradigma Lama, hati nurani sering kali menuntut kita untuk keluar dari cara berpikir “status quo”. Reformasi pemikiran di sini berarti berani mempertanyakan praktik-praktik lama yang dianggap wajar namun sebenarnya merusak moral bangsa, seperti budaya feodalisme dalam birokrasi atau normalisasi korupsi. Paradigma barunya adalah menempatkan pelayanan publik sebagai bentuk ibadah dan integritas sebagai standar tertinggi, bukan sekadar kepatuhan pada aturan formal.
2.Pendekatan Out of the Box dalam Solusi Bangsa, suara anak bangsa saat ini mulai mendorong solusi yang tidak konvensional untuk masalah klasik:
a.Teknologi untuk Transparansi,  menggunakan sistem blockchain atau AI untuk menutup celah korupsi (nurani digital).
b.Ekonomi Berbasis Komunitas,  beralih dari paradigma pertumbuhan ekonomi makro semata menuju penguatan ekonomi akar rumput yang lebih manusiawi dan adil. Sehingga gap antara warga yang lebih beruntung dengan kaum marginal makin mengecil.
3.Reformasi Pendidikan Menuju Critical Thinking, paradigma baru dalam pendidikan tidak lagi hanya menghafal nilai-nilai, tetapi membangun nalar kritis . untuk melahirkan anak bangsa yang kreatif dan inovatif. Anak bangsa diajak untuk berani bersuara ketika melihat ketimpangan. Reformasi pemikiran ini mengubah mentalitas “asal bapak senang” menjadi mentalitas yang berani mengoreksi demi kebenaran, yang merupakan esensi tertinggi dari suara hati nurani.
4.Kepemimpinan Berbasis Empathy-Driven, dulu pemimpin identik dengan instruksi dan otoritas, paradigma baru yang lahir dari suara nurani adalah kepemimpinan yang melayani (servant leadership). Ini adalah pemikiran out of the box di mana kekuatan pemimpin diukur dari seberapa besar empati dan dampaknya terhadap rakyat paling bawah, bukan dari seberapa besar kekuasaan yang ia genggam.
5.Rekonsiliasi Nasional yang Progresif, hati nurani mendorong bangsa untuk berani melihat sejarah secara jujur. Reformasi pemikiran di sini melibatkan keberanian untuk melakukan rekonsiliasi atas konflik masa lalu dengan cara-cara baru yang lebih merangkul, agar beban sejarah tidak menghambat langkah menuju masa depan melainkan menjadi pembelajaran yang produktif.
Dengan demikian, suara hati nurani adalah kompasnya, sementara reformasi pemikiran out of the box adalah kendaraannya untuk mencapai perubahan paradigma tersebut.
Paradigma pembangunan yang dibutuhkan untuk mewujudkan suara hati nurani anak bangsa adalah paradigma yang bergeser dari sekadar pertumbuhan angka (kuantitatif) menuju kesejahteraan yang bermartabat (kualitatif).
Berdasarkan aspirasi reformasi pemikiran tersebut, berikut adalah elemen utama paradigma pembangunan baru tersebut:
1.Pembangunan Berpusat pada Manusia (Human-Centric Development), pembangunan tidak lagi hanya diukur dari megahnya infrastruktur atau tingginya GDP, tetapi dari kualitas hidup manusianya.
a.Paradigma Baru,  fokus pada akses pendidikan berkualitas yang merata, layanan kesehatan yang manusiawi, dan perlindungan sosial yang menjamin tidak ada satu pun warga negara yang “tertinggal di belakang”.
b.Sisi Nurani, menghargai martabat setiap individu sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek atau angka statistik.
2.Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan (Regenerative Economy), keluar dari cara berpikir eksploitatif yang merusak alam demi keuntungan jangka pendek.
a.Pendekatan Out of the Box,  pembangunan yang tidak hanya “melindungi” lingkungan, tetapi “memulihkan” (regenerative). Mengalihkan ketergantungan dari energi fosil ke energi terbarukan sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada generasi mendatang.
b.Sisi Nurani,  menyadari bahwa hak atas alam yang sehat adalah hak asasi anak cucu kita.
3.Pemerataan yang Inklusif (Pembangunan dari Pinggiran), menghapus kesenjangan tajam antara pusat dan daerah, serta antara si kaya dan si miskin.
a.Paradigma Baru,  memperkuat ekonomi akar rumput (UMKM dan koperasi) dengan sentuhan teknologi digital. Pembangunan harus dirasakan hingga ke pelosok desa dan komunitas adat, sehingga tidak terjadi urbanisasi besar-besaran yang mencabut akar budaya masyarakat.
b.Sisi Nurani,  keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa diskriminasi geografis atau kelas sosial.
4.Transformasi Digital yang Beretika, pembangunan teknologi bukan hanya soal adopsi alat, tapi soal kedaulatan dan etika.
a.Pendekatan Out of the Box, menggunakan teknologi untuk transparansi radikal dalam birokrasi (misalnya sistem e-government yang kebal intervensi). Digitalisasi harus memberdayakan rakyat, bukan menjadi alat pengawasan yang mengekang kebebasan.
b.Sisi Nurani,  kejujuran dalam tata kelola pemerintahan yang didukung oleh sistem yang akuntabel.
5.Pembangunan Karakter dan Budaya (Kekuatan Non-Fisik), menyadari bahwa kemajuan materiil tanpa fondasi karakter akan runtuh oleh korupsi dan konflik.
a.Paradigma Baru,  menempatkan kebudayaan dan nilai-nilai lokal sebagai modal pembangunan. Indonesia maju dengan identitasnya sendiri, bukan menjadi tiruan bangsa lain.
b.Sisi Nurani,  membangun bangsa yang memiliki “jiwa”, di mana nilai gotong royong dan etika publik menjadi landasan setiap kebijakan.
Dengan demikian, atas dasar suara hati nurani anak bangsa, paradigma yang dibutuhkan adalah Pembangunan Berkelanjutan yang Berkeadilan dan Berketuhanan (Bermoral). Ini adalah perubahan cara pandang dari “membangun di Indonesia” menjadi “membangun Indonesia” seutuhnya (red)

Jumat Curhat: Cara Polsek Bunut ‘Spill’ Solusi Sambil Jaga Keamanan Warga

0

PELALAWAN – Bukan sekadar patroli biasa, Polsek Bunut kembali turun ke jalan buat dengerin langsung curhatan warga. Lewat agenda Jumat Curhat sekaligus Cooling System pada Jumat (01/05/2026) pagi, vibe Kamtibmas di wilayah hukum Bunut dibikin makin adem dan kondusif.

​Atas instruksi Kapolsek Bunut, AKP Arinal Fajri, S.H., kegiatan ini dipimpin oleh Aipda S.E. Pardosi (Ps. Kanit Binmas). Tanpa sekat, polisi dan warga duduk bareng buat bahas isu-isu yang lagi trending sekaligus cari solusinya.

​4 Poin Utama Biar Lingkungan Makin Aman (Anti-Toxic!)

​Dalam obrolan santai tapi berisi tersebut, Aipda Pardosi membagikan beberapa “starter pack” keamanan buat warga:

​Siskamling Reborn!

Lupakan rasa cuek. Warga diajak aktif lagi hidupkan Siskamling buat cegah kejahatan C3 (Curat, Curas, Curanmor). Intinya, lingkungan aman itu dimulai dari kita sendiri.

​No More Judi Online & Narkoba

Polsek Bunut kasih peringatan keras: Stop main slot atau terlibat narkoba. Selain merusak dompet dan masa depan, sanksi hukumnya nggak main-main. Polisi ingetin kalau Satgas Judi Online lagi pantau terus!

​Vibe Positif Jelang Ramadhan ✨

Menyambut bulan suci, warga diingatkan buat jaga etika. Say no buat bullying, kenakalan remaja, hingga isu sensitif soal kekerasan seksual anak. Lindungi anak-anak kita dari pengaruh negatif!

​Stop Bakar Lahan (Karhutla) 🔥

Lagi musim panas? Jangan coba-coba buka lahan pakai cara dibakar. Selain bikin polusi asap, pelakunya bisa kena pidana berat.

Kenapa Harus Jumat Curhat?

​Program ini adalah bagian dari Quick Wins Kapolri agar Polri lebih dekat dengan masyarakat. Bukan cuma kasih imbauan, polisi di sini beneran jadi pendengar yang baik buat segala keluhan warga.

​”Kami hadir buat dengerin kalian. Dengan dialog langsung, Polri bisa kasih solusi sat-set buat masalah warga, biar rasa aman dan kepercayaan publik terus terjaga,” ungkap Aipda S.E. Pardosi.

​Sepanjang kegiatan, suasana terpantau aman dan penuh keakraban. Warga pun merasa lebih tenang karena punya tempat buat mengadu langsung tanpa birokrasi yang ribet.

Pelantikan DPW dan DPD PAN Sumsel Berlangsung Meriah, Target Politik 2029 Langsung Dipasang

0

Warta.In | PALEMBANG, – Ketua Umum Zulkifli Hasan memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) se-Sumatera Selatan periode 2024–2029 yang berlangsung di Golden Sriwijaya Palembang, Kamis (30/4/2026).

Pelantikan yang dihadiri ratusan kader dan pengurus PAN dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan itu berlangsung meriah dan penuh semangat. Suasana soliditas kader terlihat sejak awal acara hingga penutupan kegiatan.

Dalam sambutannya, Zulhas mengaku terkesan dengan antusiasme kader PAN Sumsel yang dinilainya berbeda dibandingkan sejumlah daerah lain yang pernah ia kunjungi.

“Saya lihat ini pelantikan yang paling ramai dan penuh semangat dibandingkan daerah lain yang pernah saya hadiri. Pengurusnya hadir lengkap dan luar biasa,” ujar Zulhas disambut tepuk tangan kader.

Menurutnya, kekuatan utama partai politik tidak hanya terletak pada struktur organisasi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang berada di dalamnya.

Karena itu, ia menilai kepemimpinan Ketua DPW PAN Sumsel Joncik Muhammad mampu menghadirkan figur-figur terbaik untuk membesarkan partai.

“Saya lihat para pengurusnya tadi para petarung. Pemimpin terbaik adalah yang mampu memilih orang-orang terbaik. Saya yakin pengurus-pengurus yang dipilih oleh Joncik merupakan para petarung,” tegasnya.

Zulhas optimistis PAN Sumsel akan menjadi salah satu kekuatan politik utama pada Pemilu 2029 mendatang. Bahkan, ia meyakini PAN di bawah kepemimpinan Joncik Muhammad mampu menembus posisi tiga besar partai di Sumatera Selatan.

“Saya yakin di bawah komando Joncik Muhammad, PAN Sumsel akan masuk tiga besar,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, turut dilantik para Ketua DPD PAN kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, yakni Fajar Febriansyah (Palembang), Nurcholish (Banyuasin), Dedi Zulkarnain (Musi Banyuasin), Toyeb Rakembang (Lubuk Linggau), Zainal Abidin (Muratara), Imam Kurniawan (Musi Rawas), Arsudin Ruslan (Ogan Ilir), Feri Alwi (Prabumulih), Ubaidillah (PALI), Izudin Efendi (Muara Enim), Muhammad Aldo (Lahat), Darli (Empat Lawang), Halipan Matsohan (Pagar Alam), Yudi Purna Nugraha (OKU), Fenus Antonius (OKU Timur), Ervan Aziz (OKU Selatan), serta Junaidi (OKI).
Sementara itu, Joncik Muhammad menegaskan bahwa PAN Sumsel kini mulai bergerak lebih agresif dalam melakukan konsolidasi internal guna menghadapi Pemilu 2029.

Ia menyebutkan seluruh tahapan organisasi, mulai dari Musyawarah Daerah (Musda) hingga Musyawarah Cabang (Muscab), telah selesai dilaksanakan pada 12 April 2026. Tahapan tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat mesin partai hingga tingkat bawah.

“Seluruh proses konsolidasi internal sudah selesai. Setelah ini kita lanjutkan dengan Rapat Kerja Wilayah dan meminta seluruh DPD segera menggelar Rakerda,” ujarnya.

Menurut Joncik, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan struktur PAN benar-benar aktif hingga ke tingkat ranting dan mampu bergerak langsung di tengah masyarakat.

Selain memperkuat struktur organisasi, PAN Sumsel juga mulai membangun jaringan relawan hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Strategi itu disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat basis suara sejak dini.

“Per hari ini sudah 21 persen relawan terbentuk sesuai arahan DPP. Sisanya akan kita maksimalkan bersama,” katanya.

Joncik juga menegaskan target besar PAN Sumsel pada Pemilu 2029, yakni merebut tiga kursi DPR RI dari Sumatera Selatan. Target tersebut terdiri dari satu kursi dari daerah pemilihan Sumsel I dan dua kursi dari Sumsel II.

“Target kami di 2029 nanti harus terisi tiga kursi, satu dari Sumsel 1 dan dua dari Sumsel 2,” tegasnya.
Ia optimistis target tersebut dapat tercapai dengan dukungan seluruh kader, pengurus, dan simpatisan PAN di Sumatera Selatan.

“Kami yakin dan percaya, dengan dukungan semua pihak, terutama Ketua Umum, PAN akan menjadi nomor tiga di Sumatera Selatan,” tandas Joncik. (Lia)

Wisatawan India Hilang di Gili Air, Timgab Temukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia

0

 

Warta.in

Mataram, NTB – Seorang warga negara asing (WNA) asal India dilaporkan hilang saat berwisata di perairan Gili Air, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (30/4/2026). Korban bernama Guarav Kumar akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan.

Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol. Boyke FS. Samola, SIK., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 WITA. Saat itu, korban bersama empat rekannya tiba di lokasi wisata Gili Air.

“Empat orang rekannya beraktivitas di daratan, sementara korban memilih berada di sekitar pantai dan berenang di perairan dangkal,” ujarnya.

Namun, tidak lama berselang, keberadaan korban tidak lagi terlihat. Rekan-rekannya kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun hanya menemukan barang-barang pribadi korban seperti handphone dan pakaian yang masih tertinggal di daratan.

“Menyadari korban tidak berada di lokasi, mereka segera melaporkan kejadian tersebut. Anggota piket bersama tim penyelamat dan masyarakat langsung melakukan pencarian,” jelasnya.

Upaya pencarian melibatkan personel Polsubsektor Gili Indah Pos Gili Air, tim penyelam dari Blue Marlin Dive, serta masyarakat setempat. Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 12.40 WITA, berjarak kurang lebih 100 meter dari bibir pantai, tepatnya di depan area Blue Marlin Dive.

“Korban sempat diberikan pertolongan oleh tim medis di lokasi, namun setelah diperiksa dinyatakan telah meninggal dunia,” terang Boyke.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh wisatawan agar lebih memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di perairan, termasuk tidak berenang seorang diri dan selalu mengikuti arahan petugas.

“Keselamatan adalah yang utama. Kami mengingatkan agar wisatawan tetap waspada demi menghindari kejadian serupa,” tutupnya.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut serta berkoordinasi dengan pihak terkait dan keluarga korban. (sr/hpntb)

 

Founder GOKAR Karawang Ajak Driver Bangun Perusahaan Besar dan Maju Bersama

0

Founder GOKAR Karawang Ajak Driver Bangun Perusahaan Besar dan Maju Bersama

KARAWANG | Warta In Jabar – Founder sekaligus CEO PT. Gokar Digital Inovasi Nusantara, Syuhada Wisastra, menyampaikan ucapan Selamat Hari Buruh Nasional yang diperingati setiap 1 Mei 2026. Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen perusahaan dalam mengedepankan kesejahteraan para driver sebagai bagian penting dari ekosistem kerja.

Dalam keterangannya, Syuhada menyebutkan bahwa keberadaan para pekerja, termasuk driver ojek online, memiliki peran strategis dalam menentukan kemajuan perusahaan. Menurutnya, tema “Keadilan Transisi Digital dan Perlindungan Hak Pekerja Tanpa Batas” sangat relevan dengan perkembangan industri berbasis teknologi saat ini.

“Sebagai perusahaan aplikasi ojek online asli Karawang, kami memandang driver bukan sekadar mitra, tetapi ujung tombak perusahaan. Tanpa mereka, roda operasional tidak akan berjalan dan perusahaan tidak mungkin berkembang,” ujar Syuhada, Jumat (1/5/2026).

Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan driver, mulai dari sistem kerja yang adil, perlindungan kerja, hingga peluang peningkatan pendapatan. Hal tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap para pekerja di era digital.

Berbekal pengalaman lebih dari 25 tahun sebagai HRD Manager di berbagai perusahaan multinasional dan asing, Syuhada memahami betul pentingnya membangun hubungan yang sehat antara perusahaan dan pekerja. Ia menilai bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan sumber daya manusianya.

“Kami percaya, jika pekerja—baik karyawan maupun driver—sejahtera, maka perusahaan akan tumbuh dengan kuat. Prinsip ini yang terus kami pegang dalam menjalankan GOKAR,” katanya.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh pelaku industri untuk bersama-sama menciptakan ekosistem kerja yang adil dan berkelanjutan, khususnya di tengah pesatnya transformasi digital yang mengubah pola kerja konvensional menjadi lebih fleksibel.

Di akhir pernyataannya, Syuhada menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja di berbagai sektor, termasuk para buruh pabrik yang selama ini menjadi tulang punggung industri di Karawang.

“Selamat Hari Buruh Nasional 2026. Semoga seluruh pekerja Indonesia semakin sejahtera, terlindungi, dan terus menjadi kekuatan utama dalam pembangunan ekonomi bangsa. Kami juga berharap menjelang launching GOKAR, para driver dapat bersama-sama membangun perusahaan ini agar tumbuh besar dan maju bersama,” pungkasnya.

Momentum Hari Buruh, Ketua IWOI Karawang Dorong Keadilan bagi Pekerja Tanpa Batas

0

Momentum Hari Buruh, Ketua IWOI Karawang Dorong Keadilan bagi Pekerja Tanpa Batas

KARAWANG | Warta In Jabar – Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Karawang, Syuhada Wisastra, menyampaikan ucapan Selamat Hari Buruh Nasional yang diperingati setiap 1 Mei. Dalam momentum tahun 2026 ini, ia menekankan pentingnya keadilan dalam transisi digital serta perlindungan hak pekerja di berbagai sektor tanpa batas.

Menurut Syuhada, peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi atas perjuangan panjang para pekerja dalam memperoleh hak-haknya. Ia menilai bahwa di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi industri, tantangan dunia kerja semakin kompleks dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

“Tema Keadilan Transisi Digital dan Perlindungan Hak Pekerja Tanpa Batas harus menjadi komitmen bersama. Transformasi digital tidak boleh meninggalkan para pekerja, justru harus menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Syuhada dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

Syuhada yang memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun sebagai HRD Manager di berbagai perusahaan multinasional dan asing menegaskan, perlindungan tenaga kerja harus beradaptasi dengan perubahan zaman. Ia menyoroti pentingnya regulasi yang berpihak pada pekerja, termasuk dalam sektor informal dan ekonomi digital seperti pekerja platform.

“Pengalaman saya di dunia industri menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan tidak lepas dari kesejahteraan pekerjanya. Oleh karena itu, perusahaan, pemerintah, dan serikat pekerja harus bersinergi menciptakan ekosistem kerja yang adil dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi para buruh di Karawang yang selama ini menjadi tulang punggung sektor industri nasional. Dengan julukan sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Karawang dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di akhir pernyataannya, Syuhada mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghormati dan mendukung perjuangan para pekerja.

“Selamat Hari Buruh Nasional 2026. Semoga seluruh pekerja Indonesia semakin sejahtera, terlindungi haknya, dan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan penuh optimisme,” pungkasnya.

Polsek Ngimbang gelar pengecekan ke Sawah Pada Perkembangan Tanaman Jagung Program P2B di Desa Lamongrejo

0

Polsek Ngimbang gelar pengecekan ke Sawah Pada Perkembangan Tanaman Jagung Program P2B di Desa Lamongrejo

LAMONGAN//Warta.in- Komitmen Polri dalam mendukung program strategis nasional kembali ditunjukkan oleh Polsek Ngimbang Pada Kamis (30/04/2026), jajaran Polsek Ngimbang turun langsung ke lahan baku sawah (LBS) milik warga di Desa Lamongrejo Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, untuk melakukan pengecekan kondisi perkembangan tanaman jagung yang baru tumbuh sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 10.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh personil Polsek Ngimbang, Aiptu Djudi didampingi Brigadir Deny Desa Lamongrejo

Pengecekan dilakukan di lahan jagung milik P Parman seluas 1.000 meter persegi yang berada di Dukuh Kambangan RT 09. Dari hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik dengan tinggi rata-rata mencapai sekitar 70 sentimeter, daun berwarna hijau segar, usia tanam sekitar 50 hari, serta tidak ditemukan serangan hama maupun penyakit yang signifikan.

Selain itu, ketersediaan air dinilai mencukupi berkat pemanfaatan air tadah hujan selama musim penghujan. Proses pemupukan telah dilakukan sebanyak dua kali, dengan distribusi pupuk yang berjalan lancar dan mudah diperoleh oleh petani.

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, melalui keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut perintah Kapolri dalam rangka mendukung Implementasi 8 Program Prioritas Polri yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada sektor ketahanan dan swasembada pangan.

“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendampingi dan memastikan program pemerintah berjalan optimal hingga ke tingkat desa,” tegasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan pengecekan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Kehadiran Polri di tengah lahan pertanian diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus motivasi bagi para petani untuk terus produktif, demi terwujudnya ketahanan pangan nasional yang kuat dan berkelanjutan.

Jurnalis (roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Kamis siang (30/04/2026)pukul 09.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aipda Erwan dan Bripka Sujito dengan sasaran di SPBU Ngimbang, Bank BNI Ngimbang dan Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

0

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Kamis (30/04/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 21.00 wib oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji, R. dan Aipda Erwan, untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di Jalan Poros Jombang – Babat, SPBU Ngimban, Bank BRI Ngimbang dan Warkop Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Klumprit tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)