Beranda blog

Dugaan Penimbunan Minyak Subsidi di SPBU Pekalongan Kec.Ujan Mas Kab.Kepahiang Meresahkan Masyarakat.

0

Warta.in-Kepahiang,Bengkulu.

Kondisi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Pekalongan, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Kebebasan dugaan penimbun minyak subsidi mengantri dan mengambil bahan bakar dalam jumlah besar dinilai sangat merugikan warga biasa, sekaligus memicu kemacetan dan antrean panjang yang berlarut-larut.

Keluhan ini tidak hanya datang dari warga sekitar, tetapi juga pengguna jalan lintas yang harus melintas di wilayah tersebut. Masyarakat pun mempertanyakan peran aparat penegak hukum dan pihak berwenang, yang dinilai seolah-olah “memalingkan wajah” dan membiarkan praktik tersebut terus berlangsung tanpa tindakan apa pun.

Salah satu warga yang merasakan dampak langsung, berinisial D, saat ditemui media menyampaikan kekecewaannya. Ia bersama rekan-rekannya yang bekerja sebagai pengemudi truk mengaku setiap hari kesulitan memperoleh pasokan bahan bakar, karena antrean yang panjang akibat adanya penimbun.

“Saya dan beberapa rekan setiap hari kesulitan mendapatkan minyak. Harus antre sangat lama baru bisa mendapatkannya. Padahal kami pengemudi truk yang harus mengejar jadwal pengiriman barang, seringkali pengantaran tertunda karena kami mengantre hingga setengah hari. Semua ini terjadi karena banyak penimbun minyak yang mengantre dan mengambil dalam jumlah besar. Bahkan kami melihat ada yang mengisi minyak menggunakan jeriken atau drum dengan bebas di SPBU ini. Yang lebih menyedihkan, sejauh ini tidak ada teguran maupun tindakan apa pun dari pihak berwenang maupun aparat penegak hukum. Jika hal ini terus dibiarkan, kami bersama warga lainnya berencana akan melakukan aksi unjuk rasa di lokasi SPBU tersebut,” tegasnya.

Praktik yang dibiarkan terjadi ini tentu sangat merugikan masyarakat luas, terlebih minyak subsidi seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan sehari-hari warga, bukan ditimbun untuk keuntungan pribadi. Masyarakat berharap pihak terkait segera menindak tegas dan mengawasi pendistribusian minyak subsidi agar tepat sasaran dan tidak merugikan warga kecil.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak media telah berupaya mengonfirmasi langsung kepada manajemen SPBU Desa Pekalongan terkait dugaan praktik tersebut, namun belum memperoleh tanggapan. Pihak media masih menunggu hak jawab dan penjelasan resmi dari pihak manajemen SPBU terkait.

(Tim Redaksi)

Panmus PPPSRS Kalibata City Terbentuk, 9 Anggota Dipilih Lewat Voting

0

Warta.in | Jakarta — Proses pembentukan kepanitiaan musyawarah untuk menentukan kepengurusan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) Kalibata City periode 2026–2029 resmi bergulir.

Panitia Musyawarah (Panmus) dibentuk melalui rapat yang digelar di Gedung Sasana Pakarti, Jalan Duren Tiga Raya No. 12, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026).

Rapat yang dipimpin Ketua Pengurus PPPSRS Kalibata City, Musdalifah Pangka, berlangsung dinamis. Perbedaan pandangan dan pilihan dalam proses tersebut menjadi bagian dari mekanisme demokrasi untuk menentukan panitia yang akan mengawal tahapan pemilihan Pengurus dan Pengawas PPPSRS.

Rapat dihadiri jajaran Pengurus dan Pengawas PPPSRS Kalibata City, notaris, perwakilan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Suku Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jakarta Selatan sebagai peninjau, serta sejumlah pemilik dan penghuni Kalibata City.

Dalam proses verifikasi, sebanyak 22 calon Panmus dinyatakan memenuhi persyaratan. Namun, satu calon tidak hadir dan satu lainnya mengundurkan diri. Setelah melalui pembahasan dan voting, peserta rapat menetapkan sembilan orang sebagai Panmus.

Sembilan anggota Panmus tersebut yakni Muhammad Mada sebagai Ketua, Abdul Hanan Amir sebagai Sekretaris, Calvin Lambe sebagai Bendahara, serta Alfa Aqwariant, Yudha Hendra, Endang Susanti, Nasnurwaty, Lanny Elvirya, dan Yuki Shandrawati sebagai anggota.

Pembentukan Panmus dituangkan dalam berita acara rapat. Dalam ketentuannya, anggota Panmus tidak diperkenankan mencalonkan diri sebagai Pengurus dan/atau Pengawas PPPSRS dalam musyawarah mendatang. Mereka juga tidak dapat mengundurkan diri sebelum seluruh tugas dan tanggung jawabnya selesai.

Panmus selanjutnya akan mempersiapkan tahapan musyawarah pemilihan Pengurus dan Pengawas PPPSRS Kalibata City periode 2026–2029.

Sebelum pelaksanaan musyawarah, Panmus akan berkonsultasi dengan DPRKP DKI Jakarta untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

Musdalifah Pangka mengapresiasi proses pembentukan Panmus yang berlangsung lancar. Ia menilai perbedaan pendapat selama rapat merupakan bagian wajar dalam proses demokrasi.

“Yang paling penting setelah proses ini adalah bagaimana kita menjaga persatuan warga. Perbedaan pilihan dalam proses demokrasi merupakan hal yang biasa, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut memecah kebersamaan kita sebagai warga Kalibata City,” kata Musdalifah.

Ia mengajak seluruh pemilik dan penghuni memberikan ruang kepada Panmus terpilih untuk menjalankan mandat secara objektif, transparan, dan bertanggung jawab.

“Semua pihak harus mengedepankan kepentingan bersama. Mari kita kawal proses ini secara demokratis, tertib dan sesuai aturan.

Siapa pun nantinya yang terpilih harus mendapatkan dukungan untuk menjalankan amanah demi kepentingan seluruh warga Kalibata City,” ujarnya.

#Kalibata City Residence

#Media Partners Kalibata City Residence

*Dandim 0402/OKI Pimpin Wisuda Purnawirawan,Jaga Silaturahmi dan Semangat Pengabdian kepada Bangsa*

0

*Dandim 0402/OKI Pimpin Wisuda Purnawirawan,Jaga Silaturahmi dan Semangat Pengabdian kepada Bangsa*

OKI/OI — Komandan Kodim (Dandim) 0402/OKI, Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., memimpin wisuda purnawirawan personel Kodim 0402/OKI di Aula Makodim 0402/OKI, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan loyalitas prajurit yang telah menyelesaikan masa kedinasan di lingkungan TNI Angkatan Darat. Suasana kekeluargaan tampak dalam acara yang diikuti personel aktif dan para purnawirawan.

Gunawan menyampaikan bahwa berakhirnya masa dinas bukan berarti terputusnya semangat pengabdian. Pengalaman, disiplin, dan keteladanan para purnawirawan dinilai tetap menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat serta menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

“Wisuda purnawirawan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan kepada para senior yang telah memberikan pengabdian terbaik. Dedikasi selama berdinas menjadi bagian dari sejarah dan fondasi bagi generasi penerus,” ujar Gunawan.

Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Kodim 0402/OKI mempertahankan komunikasi dan silaturahmi dengan para purnawirawan. Menurutnya, hubungan kekeluargaan yang telah terjalin selama berdinas perlu terus dipelihara meskipun telah memasuki masa purnatugas.

Nilai tersebut sejalan dengan pemikiran Proklamator Mohammad Hatta bahwa pengabdian sejati tidak berorientasi pada popularitas, melainkan pada kesetiaan terhadap cita-cita dan kepentingan bangsa.

Wisuda kemudian ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Momentum ini menjadi simbol penghargaan atas perjalanan pengabdian sekaligus penguatan hubungan antara prajurit aktif dan para senior dalam keluarga besar TNI. (Tim/Red)

Babak Baru Kasus Amran Rajagukguk: Tomsir Gultom Tersangka, DPP PBB Kawal Proses Hukum

0

warta.in Bekasi ◊ Senin, 07 September 2026

BEKASI — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Batak Bersatu (PBB) menyambut baik penetapan Tomsir Benecdictus Gultom sebagai tersangka dalam perkara dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Amran Rajagukguk, anggota PBB. DPP PBB juga meminta agar proses hukum berjalan serius, profesional, dan bebas dari intervensi pihak manapun. Pernyataan ini disampaikan Humisar tambunan SH.MH kadep Hukum DPP PBB dalam siaran pers resmi, di Bekasi, 06 September 2026.

Berdasarkan Surat Ketetapan Penetapan Tersangka Nomor S.TAP.Tsk/227/VII/RES.1.6/2026/Satreskrim tanggal 24 Juli 2026, Tomsir Benecdictus Gultom diduga melanggar Pasal 262 KUHP dan/atau Pasal 466 KUHP Juncto Pasal 20 KUHP dan/atau Pasal 21 KUHP UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Terhadap tersangka juga telah dilakukan penahanan.

Apresiasi Langkah Kapolres Metro Depok

“Pertama-tama, kami menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolres Metro Depok beserta seluruh jajaran yang telah bertindak sungguh-sungguh dalam menindaklanjuti Laporan Polisi Nomor LP/B/75/I/2025/SPKT/POLRES METRO DEPOK/POLDA METRO JAYA tanggal 7 Januari 2025 atas nama pelapor Amran Rajagukguk,” ujar Humisar Tambunan

Ia menyoroti bahwa proses hukum sempat berjalan lambat dan baru mengalami percepatan sejak Kapolres Metro Depok menjabat sekitar dua bulan lalu. Padahal, peran dan keterlibatan tersangka dalam peristiwa tersebut dinilai sudah sangat jelas.

“Korban sama sekali tidak mengenal pelaku pengeroyokan. Para pelaku datang bersama tersangka, menggunakan mobil milik dan dikendarai langsung oleh Tomsir Benecdictus Gultom. Ini menunjukkan peran tersangka sangat sentral sebagai pihak yang menyuruh melakukan penganiayaan,” tegas Humisar tambunan

Dugaan Ketidakadilan dan Kedekatan Tersangka dengan Penyidik

Parisman juga mengungkapkan kekhawatiran pihaknya terkait dugaan ketidakberpihakan selama proses penyidikan berlangsung. Selama ini, laporan yang diajukan tersangka dinilai selalu ditanggapi sigap, sementara laporan dari anggota PBB justru berjalan lambat dan terkesan diulur-ulur waktu.

“Kami menerima informasi bahwa tersangka memiliki kedekatan khusus dengan beberapa penyidik, terutama di level Kasat dan Kanit. Bahkan disebut-sebut beliau bebas keluar masuk ruangan penyidik. Hal ini sangat mengkhawatirkan keobjektifan proses hukum dan menimbulkan persepsi ketidakadilan di tengah masyarakat,” ungkap Humisar tambunan

Harapan Profesionalisme dan Komitmen Bersama

Di bawah kepemimpinan Kapolres dan Wakapolres Metro Depok yang baru, DPP PBB berharap penanganan perkara ini berjalan lebih serius, transparan, dan bebas dari intrik maupun upaya memperlambat proses hukum.

“Pemuda Batak Bersatu di semua tingkatan Pusat, Provinsi Jawa Barat, Kota Depok, hingga anak cabang siap berkomitmen membantu dan bersinergi dengan Polres Metro Depok untuk menciptakan Kota Depok yang harmonis, tertib, dan aman. Namun kami menegaskan: jangan sampai ada pihak yang mencoba menghambat atau mengintervensi jalannya proses hukum dalam perkara ini,” tegas Humisar tambunan

DPP PBB memastikan akan terus memantau perkembangan perkara ini hingga tuntas dan berharap keadilan benar-benar terwujud bagi korban maupun masyarakat luas.

Tindakan tegas aparat penegak hukum ini disambut baik oleh pihak keluarga korban. Penanganan kasus yang kini berada di bawah kepemimpinan Kapolres Metro Depok, Kombes Pol. Dr. Christian Rony Putra, S.I.K., M.H., dinilai jauh lebih progresif setelah sebelumnya sempat berjalan lambat.

“Saya berikan apresiasi atas kinerja dan kecepatan Polres Metro Depok, mengingat kasus ini sudah sangat lama, yaitu sejak Januari 2025,” tegas salah satu keluarga korban.

(Alpin A.S)

Bukan Sekadar Garis Peta: Tokoh Tempirai Raya Tegaskan Hak Wilayah Lewat Rekam Jejak Sejarah Leluhur.

0

Warta.in//PALI, 6 September 2026 – Di tengah hangatnya pembahasan mengenai batas wilayah administratif, masyarakat Tempirai Raya mengambil langkah spiritual sekaligus kultural yang sarat akan makna sejarah. Menjelang pembahasan krusial terkait tapal batas antara Desa Tempirai Selatan dan Desa Mangkunegara, sejumlah tokoh masyarakat, sesepuh, pemuda, dan perangkat desa melakukan ziarah akbar ke makam para puyang (leluhur) yang tersebar di wilayah perbatasan, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini bukan sekadar ritual keagamaan biasa. Ziarah ini menjadi momentum besar bagi masyarakat Tempirai Raya untuk menegaskan kembali garis sejarah, asal-usul wilayah, serta dokumen-dokumen otentik yang mengikat hak atas tanah leluhur mereka. Beberapa makam keramat yang diziarahi merupakan tokoh kunci dalam peradaban awal Tempirai, di antaranya Puyang Sungai Poros, Puyang Putri Dara Puti, Siak Wali Karce (Puyang Karang Siulan), serta anak keturunan dari Puyang Siak Wali Wahiyar (Puyang Sungai Rande), Gentiman, dan Gentiran. Keberadaan fisik makam-makam ini secara historis terletak di wilayah Desa Tempirai Selatan yang kini berbatasan langsung dengan Desa Mangkunegara.

Jalannya ziarah dipimpin langsung oleh Zainal, salah satu tokoh masyarakat terkemuka Desa Tempirai Selatan. Ia didampingi oleh figur-figur penting di antaranya sesepuh desa Senandung, Panglima Koordinator Lapangan (Pangkorlap) Selamat Bacis, Wakil Pangkorlap Herman Hamka, Kepala Desa Tempirai Selatan Sapikal Usman, budayawan M. Faizal, serta puluhan tokoh adat Tempirai Raya lainnya.

Ikhtiar Spiritual dan Harapan Jalur Birokrasi yang Adil Dalam sambutannya di sela-sela ziarah, Zainal menyampaikan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap jasa para leluhur yang telah membabat alas dan membangun pondasi peradaban di Tempirai. Lebih dari itu, ziarah ini menjadi wadah untuk memanjatkan doa bersama agar polemik tapal batas yang sedang bergulir dapat diselesaikan dengan damai melalui mekanisme pemerintahan.“Kita berkumpul di sini untuk mengetuk pintu langit. Kita memohon kepada Allah SWT agar persoalan tapal batas ini diberikan jalan keluar yang lancar, aman, dan diselesaikan secara adil melalui jalur pemerintahan yang berlaku, sesuai dengan harapan seluruh masyarakat,” ujar Zainal.

Senada dengan hal itu, Selamat Bacis meluruskan anggapan mengenai esensi kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa ziarah ini murni merupakan ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan, alih-alih sebuah ritual bernazar yang memberatkan.“Tujuan kita berziarah adalah meminta petunjuk, kemudahan, serta keselamatan dari Allah SWT dengan perantara mengenang nenek moyang kita. Ini bukan bernazar, melainkan kita ingin mendoakan leluhur dan berharap agar perjalanan perkara batas wilayah ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tegas Selamat Bacis.Ziarah yang Bersahaja dan Penguatan Dokumen Sejarah Dorongan agar kegiatan ini tetap berjalan di koridor syariat Islam juga disampaikan oleh Herman Hamka dan Subianto Pudin. Melalui pesan singkat WhatsApp, Subianto mengingatkan agar prosesi ziarah dilakukan secara sederhana tanpa membebani masyarakat dengan persyaratan adat yang rumit.

“Lakukan ziarah yang sesuai syariat Islam, tidak perlu ada hal-hal yang membuat berat. Insyaallah, puyang-puyang kita sangat memahami situasi yang sedang kita hadapi saat ini. Momentum ini harus kita gunakan untuk mengingat dan meneguhkan kembali sejarah serta dokumen yang ada. Kita mendoakan leluhur sekaligus memohon kekuatan untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak wilayah mereka,” pungkas Subianto.

Menolak Lupa Sejarah dan Peta Pemekaran Desa Persoalan tapal batas antara Desa Tempirai Selatan dan Desa Mangkunegara memang menjadi perhatian serius dalam beberapa waktu terakhir. Tokoh masyarakat lainnya, Dedi Handayani, menyoroti bahwa penentuan batas wilayah tidak boleh dilakukan secara sembarangan atau hanya berdasarkan kepentingan sepihak.

Menurut Dedi, pemerintah harus melihat secara jeli aspek historis, administratif, dan yuridis yang ada. Salah satu bukti otentik yang tidak boleh diabaikan adalah peta desa yang telah disepakati bersama pada saat proses pengajuan pemekaran Desa Tempirai Barat.“Persoalan tapal batas bukan hanya tentang di mana sebuah garis koordinat ditarik di atas kertas. Ini adalah tentang sejarah apa yang menjadi dasar penarikan garis tersebut, dan siapa yang memiliki kewenangan serta hak historis di atasnya. Semua harus dilakukan lewat mekanisme pemerintahan yang jelas, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan dokumen,” jelas Dedi Handayani dengan lugas.

Di akhir pernyataannya, Dedi mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Tempirai Raya untuk tetap menjaga kondusifitas, menahan diri dari provokasi, dan mengedepankan asas musyawarah.“Jangan sampai perbedaan pandangan mengenai batas wilayah ini menimbulkan perpecahan di tengah hubungan persaudaraan masyarakat. Kita percayakan ini pada jalur pemerintahan yang terbuka, dengan dasar dokumen dan sejarah yang valid,” tutupnya.

 

(Tim/red)

Aksi Damai Masyarakat Ring 1 di PT LCL Berakhir Kondusif, Tuntutan Transparansi Rekrutmen Jadi Sorotan

0

Warta In

“MUARA ENIM, — Puluhan masyarakat dari tujuh desa yang masuk wilayah Ring 1 Amdal PT Lematang Coal Lestari (PT LCL) menyampaikan aspirasi terkait proses penerimaan tenaga kerja. Aksi berlangsung secara damai di halaman Kantor PT LCL, Jalan Houling/PO 4, Gunung Raja, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Senin (7/9/2026).

Massa yang berjumlah sekitar 30 orang berasal dari Desa Gunung Raja, Gunung Kemala, Dangku, Kahuripan Baru, Lubuk Raman, Siku dan Air Limau. Kegiatan tersebut mendapat pengamanan personel Polres Muara Enim dan Polsek Rambang Niru.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rambang Niru IPTU Bambang, S.H., M.H., mengatakan bahwa pihak kepolisian hadir untuk memastikan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung aman, tertib dan sesuai ketentuan.

“Kami mengedepankan pengamanan yang humanis serta memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman. Yang paling penting, seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif dan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi serta musyawarah,” ujar Kapolsek.

Sekitar pukul 10.30 WIB, enam perwakilan masyarakat Ring 1 mengikuti rapat dan diskusi bersama manajemen PT LCL di ruang kantor perusahaan.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi, terutama mengenai keterbukaan dan profesionalitas dalam proses penerimaan tenaga kerja.

Masyarakat meminta agar mekanisme rekrutmen dikaji secara terbuka dan dalam penerimaan tenaga kerja berikutnya masyarakat Ring 1 Amdal dapat menjadi prioritas sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Masyarakat juga meminta agar dalam pembahasan selanjutnya dapat dihadirkan pihak yang memiliki kewenangan untuk memberikan keputusan sehingga aspirasi yang disampaikan memperoleh kejelasan.

Menanggapi aspirasi tersebut, perwakilan manajemen PT LCL memberikan penjelasan mengenai mekanisme rekrutmen, mulai dari tahapan awal hingga proses akhir penerimaan tenaga kerja untuk posisi mekanik, operator pompa, welder dan electrical.

Manajemen PT LCL juga menyampaikan bahwa apabila terdapat dugaan kecurangan oleh oknum mana pun, termasuk apabila melibatkan oknum dari internal perusahaan, masyarakat dipersilakan menyampaikan bukti untuk dilakukan pemeriksaan dan tindakan sesuai ketentuan apabila terbukti.

Manajemen juga menyampaikan bahwa tenaga kerja dari wilayah Ring 1 yang memenuhi persyaratan dan memiliki kemampuan sesuai kebutuhan perusahaan akan tetap menjadi bagian dari pertimbangan rekrutmen, termasuk kemungkinan mengikuti pelatihan terlebih dahulu selama tiga bulan.

Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM. Situmorang menyampaikan bahwa pertemuan antara masyarakat dan pihak perusahaan merupakan langkah positif dalam mencari solusi atas persoalan yang berkembang.

“Polres Muara Enim mengapresiasi penyampaian aspirasi secara damai. Kami berharap komunikasi antara masyarakat dan perusahaan terus dibangun secara terbuka, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan tidak berkembang menjadi konflik,” ungkapnya.

Pihak manajemen PT LCL melalui Suryanto selaku Supervisor meminta waktu untuk menyampaikan hasil rapat dan memberikan jawaban atas tuntutan serta aspirasi masyarakat pada Kamis, 10 September 2026.

Aksi damai tersebut berakhir sekitar pukul 12.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib dan kondusif.

Aspirasi boleh berbeda, tetapi kedamaian harus tetap dijaga. Dialog menjadi jalan untuk mencari keadilan, sementara keterbukaan menjadi kunci membangun kepercayaan antara masyarakat dan perusahaan.

(Zulkifli/hms)

Sambirobyong Spectafest 2026 Sukses Digelar, Karnaval Budaya dan Parade Sound Horeg Semarakkan HUT ke-81 RI 

0

TULUNGAGUNG, WARTA IN -05 september 2026,waktu 13.00 sampai selesai Semangat kebersamaan warga dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kuat di Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.

Pemerintah Desa Sambirobyong menghadirkan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) bertajuk “Sambirobyong Spectafest 2026” yang berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Mengusung konsep hiburan rakyat yang memadukan unsur budaya, kreativitas, serta kebersamaan warga, Sambirobyong Spectafest 2026 menghadirkan berbagai agenda menarik. Mulai dari cek sound horeg, karnaval budaya tingkat pendidikan, hingga parade sound horeg yang melibatkan puluhan peserta dari berbagai dusun dan lingkungan RT di Desa Sambirobyong.

Rangkaian kegiatan diawali dengan cek sound horeg pada Jumat (4/9/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut berlangsung di sejumlah titik yang telah ditentukan di wilayah Desa Sambirobyong. Masyarakat tampak antusias menyaksikan penampilan masing-masing peserta yang mempersiapkan perangkat sound terbaiknya.

Kemeriahan berlanjut pada Sabtu (5/9/2026) pagi melalui kegiatan karnaval budaya. Sejak pukul 09.00 WIB, ribuan warga memadati sepanjang jalur yang dilalui peserta karnaval, mulai dari kawasan Pasar Desa Sambirobyong hingga garis akhir di Perempatan Alfamart Desa Sambirobyong.

Sebanyak sembilan lembaga pendidikan turut berpartisipasi dalam karnaval tersebut. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, RA, MI hingga sekolah dasar yang ada di wilayah Desa Sambirobyong. Dengan berbagai kostum kreatif, tampilan budaya, serta konsep unik masing-masing, para peserta berhasil memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan.

Tidak berhenti di situ, suasana semakin semarak dengan digelarnya parade sound horeg yang diikuti sebanyak 34 peserta dari berbagai dusun dan RT.

Setiap peserta menampilkan kreativitas terbaiknya melalui dekorasi, konsep pertunjukan, serta kekompakan tim sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan.

Kepala Desa Sambirobyong, Gus Munip, menyampaikan bahwa kegiatan Sambirobyong Spectafest 2026 bukan hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antarwarga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan suasana kemerdekaan yang bisa dirasakan bersama oleh seluruh masyarakat Desa Sambirobyong. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi bagian penting dalam kegiatan ini,” ujar Gus Munip.

Ia menjelaskan, pelaksanaan PHBN tahun ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga kekompakan antarwarga. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kegiatan positif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Pewarta : pauji kabiro tulungagung

AGASKAR Siap Diadaptasi ke Layar, Jeremie Moeremans dan Vonzy Jadi Pemeran utama.

0

Warta in Jakarta, 1 September – Unlimited Production resmi mengumumkan jajaran pemeran utama. Dari series “AGASKAR”, Jeremie Moeremans, Vonzy, dan Fahad Haydra dipastikan bergabung dalam proyek ini untuk membawa kisah Agaskar, Arazey, dan Wave ke layar.

Jeremie Moeremans akan memerankan Agaskar, sosok ketua geng motor Wolviper yang dikenal keras, emosional, dan memiliki jiwa kepemimpinan kuat. Di balik sikapnya yang penuh ego dan sulit dikendalikan, Agaskar menyimpan rasa keadilan yang membuatnya harus menghadapi pilihan besar dalam perjalanan hidupnya.

Vonzy hadir sebagai Arazey, karakter perempuan cerdas, berani, dan memiliki pendirian kuat. Terjebak dalam perjodohan yang tidak ia inginkan, Arazey berusaha memperjuangkan keyakinannya sekaligus mencari kebenaran di balik kasus yang menyeret orang yang ia cintai.

Sementara Fahad Haydra dipercaya memerankan Wave, pemimpin geng motor Walerus yang
menjadi rival utama Agaskar.
Meski dikenal sebagai sosok yang berseberangan dengan Agaskar,
Wave memiliki sisi lain yang penuh kesetiaan dan pengorbanan.

“AGASKAR” menghadirkan kisah tentang perseteruan dua geng motor yang berubah menjadi
perjalanan mengungkap kebenaran, menghadapi masa lalu, serta menemukan arti cinta dan
pengorbanan.

Pertemuan Agaskar, Arazey, dan Wave menjadi pusat konflik yang membawa cerita
penuh emosi, rahasia, dan kejutan.
Cerita “AGASKAR” sebelumnya telah mencuri perhatian pembaca melalui platform digital
dengan jutaan pembaca dan menjadi salah satu kisah yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Kini, perjalanan Agaskar dan para karakter lainnya siap memasuki babak baru melalui adaptasi
layar. Dengan Dinna Jasanti sebagai sutradara, “AGASKAR” dipersiapkan untuk menghadirkan
pengalaman visual yang membawa atmosfer rivalitas, romansa, dan drama emosional yang menjadi kekuatan utama cerita.

Series ini diadaptasi oleh MAXSTREAM TV dan diproduksi oleh Unlimited Production
dengan Oswin Bonifanz sebagai produser, disutradarai Dinna Jasanti, serta ditulis oleh Cassandra Massardi. Deretan pemain yang membintangi Agaskar antara lain Jeremie Moeremans, Vonzy, Fahad Haydra, Shania Gracia, Marsha, Ratu Aulia, Adel Reva, Ryan Winter,dan beberapa pemain lainnya.

Jangan lewatkan Series Agaskar, tonton hanya di MAXSTREAM TV.

Patroli Rinjani Presisi, URC PUMA Jatanras Polda NTB Perkuat Pengamanan Titik Rawan Mataram

0

Patroli Rinjani Presisi, URC PUMA Jatanras Polda NTB Perkuat Pengamanan Titik Rawan Mataram

Warta.in
Mataram, NTB – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) terus diperkuat jajaran Polda NTB. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) PUMA Jatanras Direktorat Reskrimum Polda NTB mengintensifkan pengamanan melalui kegiatan Strong Point di sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas di wilayah Kota Mataram, Sabtu malam (05/09/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kanit PUMA Jatanras Polda NTB, AKP Agus Eka Artha, SH. Personel ditempatkan pada sejumlah lokasi strategis sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi kejahatan, khususnya kejahatan jalanan yang dapat mengganggu rasa aman masyarakat.

Strong Point ini merupakan bagian dari Patroli Rinjani Presisi, salah satu program prioritas Kapolda NTB dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda NTB.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, SIK., mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah pencegahan yang secara konsisten dilakukan kepolisian untuk meminimalisir berbagai bentuk gangguan keamanan.

“Strong Point ini dilakukan di sejumlah kawasan rawan, khususnya kejahatan jalanan, sehingga masyarakat yang melintas di kawasan tersebut merasa aman,” ujar Kholid.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pengamanan di antaranya sepanjang jalur Jalan Terusan Bung Hatta, Monjok, Jalan TGH Faesal, kawasan Jalan Pejanggik Mataram, hingga sejumlah kawasan perumahan.

Kehadiran personel di titik-titik tersebut diharapkan mampu memberikan efek pencegahan sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan yang memanfaatkan kondisi sepi untuk menjalankan aksinya.

Menurut Kholid, kegiatan Strong Point juga menjadi bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang dilaksanakan jajaran kepolisian sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

“Strong Point ini juga merupakan bagian dari KRYD, yakni kegiatan kepolisian dalam mencegah dan menjaga Kamtibmas. Kegiatan ini diharapkan dapat mencegah berbagai kejahatan jalanan, terutama 3C,” jelasnya.

Dengan pola pengamanan yang dilakukan secara intensif di lokasi-lokasi rawan, Polda NTB berharap aktivitas masyarakat pada malam hari dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Kehadiran personel juga menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun rasa aman sekaligus menjaga situasi Kota Mataram t ihetap kondusif.(sr/hpntb)

Putri Victoria Melihat NTB Bangkit, dari Pemulihan hingga Ekonomi Biru

0

Putri Victoria Melihat NTB Bangkit, dari Pemulihan hingga Ekonomi Biru

Warta.in
Mataram,NTB — Delapan tahun setelah gempa bumi 2018 mengguncang Lombok dan Sumbawa, Yang Mulia Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree datang melihat dari dekat bagaimana masyarakat Nusa Tenggara Barat bangkit dan menata kembali kehidupannya. Selama dua hari, 5–6 September 2026, perjalanan Putri Victoria memperlihatkan satu rangkaian cerita: dari pemulihan pascabencana, penguatan penghidupan dan layanan dasar, hingga upaya menjaga alam sekaligus membangun ekonomi biru.

Putri Victoria hadir dalam kapasitasnya sebagai Goodwill Ambassador United Nations Development Programme (UNDP) untuk Pembangunan Berkelanjutan. Ia didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, serta rombongan.

Kunjungan itu mempertemukan Putri Victoria dengan masyarakat dari berbagai latar. Perajin perempuan, petani, siswa, tenaga kesehatan, masyarakat pesisir hingga masyarakat adat. Di balik pertemuan tersebut tersimpan cerita yang sama: bagaimana masyarakat melewati masa sulit, membangun kembali penghidupan, dan menyiapkan masa depan yang lebih tangguh.

Kunjungan dimulai dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Gubernur NTB menyambut Putri Victoria dengan pengalungan kain tenun khas NTB dari penenun Kre Alang Sumbawa.

Keramahan NTB kemudian diperkenalkan melalui welcome drink berupa minuman herbal khas Sasak Lombok. Gubernur menyebut Lombok sebagai “surga rempah-rempah” sebelum mengajak Putri Victoria mencicipi minuman yang diracik dari sedikitnya 11 jenis rempah.

“Semoga minuman ini dapat menyegarkan dan menguatkan Anda sebelum memulai kunjungan lapangan,” ujar Gubernur.

Putri Victoria mencicipinya, tersenyum, lalu menjawab, “Enak!”

Dari suasana penyambutan yang hangat, perjalanan berlanjut ke Bale Kita di Kompleks Islamic Center Mataram.

Di sana, Putri Victoria melihat beragam karya perajin NTB, mulai dari rotan dan cukli hingga kain songket dan berbagai produk turunannya. Ia tampak terkesan ketika dijelaskan bahwa sejumlah karya tersebut dibuat dengan keterampilan tangan para perempuan.

Putri Victoria beberapa kali mengungkapkan kekagumannya, bahkan menyayangkan waktu kunjungannya yang terlalu singkat untuk mengeksplorasi lebih banyak kekayaan budaya Lombok.

Namun Bale Kita tidak hanya memperlihatkan karya. Tempat itu juga menghadirkan cerita tentang bagaimana masyarakat membangun kembali kehidupan setelah gempa 2018.

Putri Victoria berdialog dengan para perajin tentang perjalanan usaha mereka, sekaligus menyimak pengalaman Kelompok Tani Sajang, Lombok Timur.

Arif, Sekretaris Desa Sajang sekaligus Ketua Pengelola Air Kelompok Tani, menjelaskan bagaimana perbaikan jaringan irigasi sepanjang sekitar 450 meter di dua titik Desa Sajang membantu petani memperpanjang masa tanam.

“Apakah Anda mengubah jenis tanaman, dan apakah sistem irigasinya berubah agar lebih tangguh?” tanya Putri Victoria.

Arif menjelaskan bahwa petani tetap mempertahankan komoditas yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

“Sebelum ada bantuan irigasi, kami hanya bisa tanam lima sampai enam bulan. Sekarang aliran air stabil sehingga masa tanam lebih panjang. Pascagempa 2018, UNDP hadir membersamai kami dan memberi semangat baru untuk menata kehidupan,” ujarnya.

Bagi petani Sajang, perbaikan irigasi bukan sekadar membangun kembali saluran air. Air yang kembali mengalir berarti lahan kembali produktif, masa tanam bertambah, dan peluang memperkuat ekonomi keluarga kembali terbuka.

Dari tangan perempuan yang menenun hingga petani yang kembali mengolah lahan, Bale Kita memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana pada akhirnya harus kembali kepada manusia dan penghidupannya.

Cerita itu kemudian berlanjut di SMKN 1 Pemenang, Lombok Utara. Putri Victoria melihat sekolah yang dibangun kembali dengan dukungan pemulihan pascagempa dan berdialog dengan siswa tentang pengalaman mempertahankan pendidikan di tengah situasi sulit.

Setelah sebelumnya belajar di kelas-kelas darurat, siswa kini menempati bangunan dengan konstruksi tahan gempa yang dimanfaatkan secara penuh sejak 2022. Sekolah juga mengembangkan laboratorium bahasa dan hotel mini untuk mendukung pembelajaran pariwisata, perhotelan dan tata boga.

Putri Victoria menanyakan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kepala SMKN 1 Pemenang Aswida Windartiningsih menjelaskan bahwa edukasi kebencanaan telah menjadi bagian dari pembelajaran dan dilakukan melalui simulasi secara berkala.

Dari pendidikan, perjalanan berlanjut ke Puskesmas Pemenang. Di sana, Putri Victoria melihat pelayanan kesehatan masyarakat dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung layanan serta pemantauan kesehatan.

Hari pertama pun memperlihatkan bahwa pemulihan tidak berhenti ketika bangunan kembali berdiri. Ia menjadi bermakna ketika masyarakat kembali bekerja, anak-anak kembali belajar, layanan kesehatan berjalan, dan penghidupan kembali tumbuh.

Hari kedua membawa Putri Victoria dari daratan menuju laut.

Berangkat dari Pelabuhan Oberoi, Putri Victoria bersama Gubernur NTB menuju Gili Meno. Di perjalanan, mereka berbincang tentang Gili Matra: Gili Meno, Gili Air dan Gili Trawangan, serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada laut.

Setibanya di Gili Meno, Putri Victoria melihat langsung upaya masyarakat menjaga ekosistem melalui konservasi penyu, transplantasi terumbu karang dan edukasi lingkungan.

Ia melihat tukik sebelum kemudian bersama Gubernur melepasnya ke laut di Turtle Sanctuary Gili Meno.

“Saya sangat terkesan dengan semua hal yang sedang dilakukan di sini. Tempat ini sangat indah, bahkan luar biasa indah. Karena itu, segala upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga keindahannya merupakan kepentingan kita bersama,” ujar Putri Victoria.

Di Gili Meno, laut bukan sekadar destinasi wisata. Laut adalah sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, perikanan, pariwisata dan konservasi harus berjalan dalam keseimbangan.

Masyarakat juga mengembangkan berbagai upaya menjaga lingkungan, mulai dari rehabilitasi terumbu karang, penanaman mangrove, pengawasan kawasan laut hingga pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Di sinilah ekonomi biru menemukan bentuknya secara nyata: laut tetap menjadi sumber penghidupan, tetapi ekosistemnya dijaga agar tetap mampu menopang kehidupan generasi berikutnya.

Perjalanan Putri Victoria kemudian ditutup di Desa Adat Karang Bajo, Bayan. Ia melihat Mata Air Mandala, mengikuti penanaman pohon dan berdialog dengan masyarakat tentang hutan, mata air dan pengetahuan lokal yang diwariskan antargenerasi.

“Saya sangat tersentuh dan merasa terhormat dapat menjadi bagian dari masyarakat di sini,” ujar Putri Victoria.

Dua hari perjalanan tersebut memperlihatkan wajah NTB yang utuh. Daerah yang pernah diguncang bencana, tetapi mampu bangkit; masyarakat yang kembali membangun penghidupan; generasi muda yang kembali belajar; petani yang kembali menanam; masyarakat pesisir yang menjaga laut; serta masyarakat adat yang mempertahankan hutan dan mata air.

Di balik perjalanan itu terdapat proses panjang rekonstruksi dan pemulihan pascagempa 2018. UNDP, bersama pemerintah pusat melalui Bappenas dan pemerintah daerah, menjadi bagian dari perjalanan tersebut melalui berbagai program pemulihan, penguatan penghidupan, layanan dasar dan ketangguhan masyarakat.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan terima kasih kepada Putri Mahkota Victoria atas kunjungannya, serta kepada UNDP dan pemerintah pusat melalui Bappenas yang telah membersamai masyarakat NTB dalam masa pemulihan.

“Program-program yang hadir setelah gempa bukan hanya membantu proses pemulihan, tetapi juga membangkitkan semangat dan memberikan harapan kepada masyarakat untuk kembali berdiri dan menata masa depan,” ujar Miq Iqbal.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat NTB yang telah menyambut Putri Victoria dengan hangat, terbuka dan bersahabat.

Kunjungan Putri Victoria akhirnya bukan hanya tentang apa yang dilihatnya di Lombok. Ia menjadi gambaran perjalanan NTB: dari gempa menuju pemulihan, dari pemulihan menuju ketangguhan, dan dari ketangguhan menuju masa depan yang berkelanjutan.

Sebab kebangkitan tidak hanya terlihat dari bangunan yang kembali berdiri. Ia hidup dalam tangan perempuan yang menenun, petani yang kembali menanam, siswa yang kembali belajar, tukik yang kembali ke laut, dan masyarakat adat yang tetap menjaga hutannya.

Dari sanalah NTB menatap masa depan: dengan pemulihan yang telah dilalui, ketangguhan yang terus dibangun, dan ekonomi yang tumbuh tanpa meninggalkan alam.(sr/dkisntb)