30.8 C
Jakarta
Selasa, Mei 5, 2026
Beranda blog

Guna Antisipasi Kemacetan Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar CommanderwishPagi di Wilayah Ngimbang

0

Guna Antisipasi Kemacetan Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar CommanderwishPagi di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Selasa Pagi (05/05/2026) pada pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkatnya bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Aipda Afis, S. untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari di daerah rawan kemacetan

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (roy)

Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas di Siang Hari

0

Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas di Siang Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Senin siang (04/05/2026)pukul 10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Brigadir Elbiyun dengan sasaran jalan poros Jombang – Babat, SPBU Ngimbang, ATM BNI, pabrik Rokok R3 dan Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Pastikan Wilayah Ngimbang Tetap Kondusif Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas

0

Pastikan Wilayah Ngimbang Tetap Kondusif Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light,Senin (04/05/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 21.00 wib oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Aiptu Hadi Gunarto, S.H. dan Aiptu Suhadi untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di Jalan Poros Jombang – Babat, Bank BNI Ngimbang, pertokoan R3 Ngimbang dan SPBU Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Klumprit tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)

*OKSIGEN DEMOKRASI: MENGAPA KEBEBASAN PERS ADALAH HAK ASASI MANUSIA YANG UNIVERSAL*

0

Oleh: Wilson Lalengke

JAKARTA – Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap tanggal 3 Mei menjadi momen yang sarat makna untuk mengingatkan kembali betapa vitalnya peran pers yang bebas dan independen bagi kesehatan kehidupan masyarakat global. Hari tersebut—khususnya hari ini, 3 Mei 2026—adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi kondisi kebebasan pers di seluruh dunia, membela kemandirian media dari berbagai serangan, serta memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para jurnalis yang telah gugur dalam menjalankan tugas mulianya.

Sejarah penetapan hari penting ini bermula sejak tahun 1991, saat diselenggarakan seminar UNESCO di Windhoek, Namibia. Para wartawan dari benua Afrika berkumpul untuk mendiskusikan upaya pengembangan pers yang bebas, mandiri, dan majemuk. Hasil pertemuan tersebut melahirkan sebuah dokumen bersejarah yang dikenal sebagai “Deklarasi Windhoek”, yang kemudian menjadi tonggak perjuangan bagi kemandirian media di seluruh dunia.

Pada tahun 1993, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), berdasarkan rekomendasi dari Konferensi Umum UNESCO, secara resmi menetapkan tanggal 3 Mei sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia. Penetapan ini dimaksudkan sebagai pengingat bagi seluruh pemerintah dunia untuk senantiasa menghormati dan menegakkan hak kebebasan berekspresi sebagaimana yang telah dijamin dalam Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948.

 

DASAR FILOSOFIS: PASAR GAGASAN

Prinsip-prinsip kebebasan pers berakar dari pemikiran filosofis yang telah berkembang berabad-abad lamanya. Seorang tokoh pemikir besar, John Milton (1608–1674), dalam karyanya yang berjudul Areopagitica pada tahun 1644, menentang keras praktik perizinan pers oleh pemerintah. Ia menegaskan bahwa kebenaran pada akhirnya akan selalu menang dalam sebuah “pertemuan yang bebas dan terbuka”.

Kemudian, pemikiran tersebut dikembangkan lebih lanjut oleh John Stuart Mill (1808–1873) dalam bukunya On Liberty. Ia berpendapat bahwa bahkan pendapat yang tidak populer sekalipun atau yang dianggap “keliru” tetap harus didengar, karena hal itu justru memaksa masyarakat untuk menelaah kembali dan memperkuat fondasi kebenaran itu sendiri. Para pemikir inilah yang mencetuskan konsep “Marketplace of Ideas” atau Pasar Gagasan, sebuah keyakinan bahwa kebebasan berpendapat dan kebebasan pers adalah instrumen paling utama bagi kemajuan peradaban dan penemuan hakikat kebenaran.

Kebebasan pers bukan sekadar hak istimewa profesional bagi para wartawan semata, melainkan merupakan hak asasi manusia yang fundamental. Hak ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan hak masyarakat untuk mengetahui. Tanpa adanya pers yang bebas, maka hak-hak asasi lainnya, seperti hak atas pengadilan yang adil, kebebasan berkumpul, hingga hak atas kesehatan dan pendidikan, akan menjadi rapuh dan rentan terganggu.

Pers berperan sebagai “anjing penjaga” (watchdog) yang mengawasi kekuasaan agar tidak disalahgunakan, serta mengungkap segala bentuk pelanggaran wewenang. Dalam setiap sistem demokrasi, pers menyediakan “oksigen informasi” yang sangat diperlukan oleh setiap warga negara untuk mengambil keputusan secara bijak dan terinformasi dengan baik.

 

TANTANGAN GLOBAL: RUANG UNTUK KEBENARAN YANG SEMAKIN SEMPIT

Meskipun memiliki arti yang sangat penting, kebebasan pers saat ini justru tengah menghadapi krisis eksistensial. Munculnya fenomena otoritarianisme digital, di mana pemerintah menggunakan teknologi canggih untuk mengawasi, menyensor, dan melecehkan jurnalis, telah sangat membatasi ruang gerak dan kemandirian media.

Lebih dari itu, maraknya berita bohong (fake news) dan kampanye disinformasi yang didukung oleh kekuasaan telah mengikis kepercayaan publik terhadap jurnalisme konvensional. Tekanan ekonomi yang semakin berat, diperparah dengan perpindahan pendapatan iklan ke perusahaan-perusahaan teknologi raksasa, memaksa banyak lembaga berita independen harus gulung tikar. Hal ini menciptakan apa yang disebut sebagai “gurun informasi” (news deserts), di mana praktik korupsi lokal dapat berjalan tanpa ada yang mengawasi.

Keselamatan fisik para jurnalis pun masih menjadi perhatian yang sangat serius. Di wilayah-wilayah konflik, mulai dari Ukraina, Gaza, hingga Sudan, para wartawan bukan lagi sekadar korban yang tidak sengaja terlibat, melainkan seringkali menjadi sasaran empuk agar dunia tidak dapat melihat realita perang yang sebenarnya.

Menurut data dari Komite Perlindungan Wartawan (Committee to Protect Journalists/CPJ), beberapa tahun terakhir mencatat angka yang mengkhawatirkan, di mana banyak pekerja media yang tewas, diculik, atau bahkan hilang tanpa jejak. Selain di medan pertempuran fisik, “medan perang hukum” pun tak kalah berbahaya. Tindakan hukum yang bertujuan membungkam kritik publik atau yang dikenal sebagai Strategic Lawsuits Against Public Participation (SLAPPs), semakin sering digunakan oleh kalangan elit dan korporasi untuk memiskinkan dan membungkam para wartawan investigasi.

 

PELANGGARAN DI SELURUH DUNIA DAN DI INDONESIA

Pelanggaran terhadap kebebasan pers terjadi di berbagai sistem pemerintahan. Di rezim yang otoriter, wartawan kerap menghadapi hukuman penjara yang panjang hanya karena dianggap melakukan “kegiatan yang menentang negara”. Namun, ironisnya, bahkan di negara-negara yang telah mapan demokrasinya, kita juga menyaksikan meningkatnya retorika permusuhan dari para pemimpin politik yang justru memicu kekerasan terhadap insan pers.

Di Indonesia, meskipun telah terjadi kemajuan yang signifikan pasca-era Reformasi, kondisi kebebasan pers masih belum sepenuhnya kokoh dan masih rentan. Masih terdapat kekhawatiran yang mendalam terkait penggunaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang kerap digunakan untuk mengkriminalisasi jurnalis maupun warga negara yang berani menyampaikan kritik.

Kekerasan fisik terhadap wartawan daerah serta minimnya transparansi di wilayah-wilayah yang rawan konflik, seperti di Papua, terus menjadi sorotan tajam dari berbagai organisasi pers, seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Penulis dan Wartawan Indonesia (PPWI). Kondisi ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum yang tertulis di atas kertas belum tentu menjamin keselamatan dan kebebasan yang nyata di lapangan.

 

SERUAN UNTUK PENGHORMATAN GLOBAL

Menatap masa depan, harapan kita adalah agar seluruh negara menyadari bahwa pers yang bebas bukanlah musuh, melainkan mitra sejati dalam kemajuan. Penghormatan terhadap kebebasan pers adalah cerminan dari sebuah negara yang percaya diri, stabil, dan beradab.

Hal ini tidak hanya berarti tidak adanya sensor, tetapi juga membutuhkan terciptanya lingkungan di mana para jurnalis dapat bekerja tanpa rasa takut akan balas dendam, di mana pelapor kebenaran (whistleblower) dilindungi, serta di mana masyarakat menghargai kerja keras mereka yang berani menyuarakan kebenaran di hadapan penguasa.

Hari Kebebasan Pers Sedunia adalah sebuah seruan untuk bertindak. Ini adalah panggilan bagi pemerintah untuk membebaskan wartawan yang dipenjara, bagi perusahaan teknologi untuk melindungi keamanan digital para pewarta, serta bagi masyarakat dunia untuk terus mendukung jurnalisme yang independen.

Hanya melalui komitmen kolektif terhadap prinsip-prinsip mulia inilah, kita dapat memastikan bahwa “pasar gagasan” tetap terbuka lebar, dan nyala api kebenaran akan terus menyala terang di setiap penjuru dunia.

 Dilaporkan: Hidayat

Penulis adalah Ketua Umum Persatuan pewarta warga Indonesia (PPWI)

Pangdam I/BB Tinjau Kesiapan Satuan di Labuhanbatu dan Langkat

0

Warta.in Labuhanbatu – Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, melakukan kunjungan kerja kesatuan Yonif TP 956/Sultan Bidar Alam, di Kabupaten Labuhanbatu, Senin, (4/5/2026). Kunjungan ini melihat langsung Prajurit dan pembangunan satuan serta mengecek kondisi fasilitas yang ada.

Kunjungan ini disambut oleh Komandan Yonif 956/SBA, Mayor Inf Bhirawa Anoraga, S.I.P., M.I.P, Dalam kesempatan tersebut, Pangdam memberikan pengarahan langsung kepada prajurit, menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dan kesiapan dalam menjalankan tugas.

Selanjutnya, Pangdam dan rombongan menuju Makodim 0209/Labuhanbatu. Di Jl. Pramuka No 4 Kec Rantau Prapat Utara Kotip Rantau Prapat, Padang Matinggi, Rantau Utara, Labuhan Batu. Di sambut oleh Komandan Kodim 0209/LB, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.Ρ., bersama Forkopimda Labuhanbatu. Kegiatan diawali dengan jajar penghormatan, kemudian dilanjutkan dengan pengarahan kepada seluruh personel. Dalam arahannya, Pangdam mengapresiasi kinerja prajurit yang dinilai telah berkontribusi nyata bagi masyarakat serta mendukung program pemerintah. la juga menekankan pentingnya profesionalitas, loyalitas, dan bijak bermedia sosial serta tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas di wilayah teritorial.

Usai dari Labuhanbatu, Pangdam melanjutkan perjalanan menuju Yonif TP 907/Dewa Shahdan di Kabupaten Langkat. Setibanya di lokasi, Pangdam l/BB disambut oleh Komandan Yonif TP 907/DS, Letkol Inf Jimat Suryo Utomo, S.S.T. Han, selanjutnya meninjau area pembangunan satuan serta mengecek langsung kondisi fasilitas yang ada. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional satuan, termasuk sarana dan prasarana pendukung, agar dapat berfungsi secara optimal dalam mendukung tugas pokok TNI AD di wilayah Kodam I/Bukit Barisan.

Dalam arahannya, Pangdam menegaskan pentingnya menjaga nama baik satuan, meningkatkan kemampuan prajurit, serta memiliki kepedulian terhadap pemeliharaan fasilitas yang ada. Hal ini dinilai penting guna menunjang kinerja satuan secara maksimal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kasdam I/BB dan Asops Kasdam I/BB. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

Aksi Unjuk Rasa Hardiknas di Kantor Gubernur NTB Tertib, Polisi Kawal Hingga Dialog Usai

0

 

Warta.in

Mataram, NTB – Aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB berlangsung tertib di depan Kantor Gubernur NTB, Jalan Pejanggik, Senin (04/05/2026).

Aksi yang diikuti mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan PMKRI Cabang Mataram ini dimulai sekitar pukul 11.20 WITA. Massa menyampaikan berbagai tuntutan melalui orasi, mulai dari penolakan komersialisasi pendidikan, pemerataan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan guru honorer.

Pengamanan kegiatan dilakukan oleh personel gabungan dari Polsek Mataram dan Polresta Mataram guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi, S.H., selaku penanggung jawab wilayah, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal dengan pendekatan humanis.

“Kami mengedepankan langkah persuasif dalam pengamanan. Alhamdulillah, seluruh rangkaian aksi berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Tak hanya melakukan pengamanan, aparat kepolisian juga memfasilitasi komunikasi antara perwakilan massa aksi dengan pemerintah daerah melalui forum diskusi di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait berbagai kebijakan pendidikan di NTB yang kemudian ditanggapi oleh pihak Dinas Dikpora NTB.

Setelah melalui rangkaian aksi dan diskusi, kegiatan berakhir sekitar pukul 15.30 WITA dengan situasi tetap kondusif. Massa membubarkan diri secara tertib.

Kapolsek Mataram turut mengapresiasi sikap kooperatif peserta aksi yang telah menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Kami berterima kasih kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi secara damai, sehingga situasi kamtibmas tetap terjaga,” tutup AKP Mulyadi.(sr/hpm)

 

 

 

 

Kebersamaan Polairud Polda NTB dan Anak Pesisir terlihat Saat Bersih Pantai Tanjung Luar

0

 

Warta.in

Lombok Timur, NTB – Dalam rangka program Asri, Kapal Polisi XXI-1004 Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan bersih pantai di kawasan Tanjung Luar Kab. Lombok Timur.(4/5/2026)

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan personel Kapal Polisi XXI-1004 Polairud, tetapi juga mengajak anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan pantai. Dengan penuh semangat, anak-anak generasi maritim bersama personel bahu-membahu memungut sampah yang berserakan di sepanjang garis pantai.

Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K.,M.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, sekaligus sebagai upaya menanamkan kesadaran sejak dini kepada generasi muda akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Melalui program Asri ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat, khususnya anak-anak pesisir, untuk lebih peduli terhadap lingkungan laut dan pantai. Kebersihan pantai adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Selain membersihkan pantai, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak tentang pentingnya menjaga ekosistem laut serta dampak buruk sampah terhadap kehidupan biota laut.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat, sehingga tercipta pantai yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua.(sr/hpntb)

.

Indikator Ekonomi NTB Menguat, Ekspor Melonjak dan Pariwisata Tumbuh

0

Indikator Ekonomi NTB Menguat, Ekspor Melonjak dan Pariwisata Tumbuh

Warta.in
Mataram, NTB – Kinerja ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren positif dengan lonjakan signifikan pada sektor ekspor, pertumbuhan kunjungan wisatawan, serta inflasi yang tetap terkendali. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (4/5/2026).

BPS mencatat, nilai ekspor NTB pada Maret 2026 mencapai US$ 567,57 juta, atau melonjak hingga 9.162,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif Januari–Maret 2026, ekspor NTB menembus US$ 707,92 juta, meningkat tajam dibandingkan tahun 2025. Lonjakan ini didorong oleh ekspor komoditas unggulan, terutama sektor pertambangan dan industri pengolahan tembaga.

“Peningkatan ekspor ini menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi NTB bergerak sangat progresif, khususnya pada sektor unggulan berbasis sumber daya alam dan hilirisasi industri,” jelas Wahyudin.

Di sektor pariwisata, NTB juga menunjukkan kinerja menggembirakan. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok pada Maret 2026 tercatat 6.428 orang, meningkat 24,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1,39 juta orang, tumbuh 34,64 persen secara bulanan.

Sejalan dengan itu, jumlah tamu hotel bintang dan nonbintang turut meningkat, masing-masing mencapai 87.816 orang dan 110.249 orang. Peningkatan ini didorong oleh momentum libur Ramadan dan Idulfitri yang mendorong mobilitas masyarakat.

Dari sisi transportasi, pergerakan penumpang juga mengalami lonjakan signifikan. Penumpang angkutan udara domestik meningkat hingga 44,58 persen, sementara angkutan laut naik hingga 39,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini mengindikasikan meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di NTB.

Sementara itu, inflasi NTB secara tahunan (year-on-year) pada April 2026 tercatat sebesar 3,27 persen, masih dalam kategori terkendali. Bahkan secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,11 persen, yang dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan sayuran akibat meningkatnya pasokan pasca panen.

“Inflasi NTB masih terjaga dengan baik, bahkan terjadi deflasi bulanan yang menunjukkan stabilitas harga di tengah peningkatan aktivitas ekonomi,” ungkap Wahyudin.

Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada April 2026 tercatat sebesar 128,00, yang menunjukkan bahwa daya beli petani secara umum masih berada pada level yang baik (di atas 100), meskipun mengalami penurunan tipis dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara keseluruhan, BPS menilai bahwa kinerja ekonomi NTB pada awal tahun 2026 menunjukkan sinyal positif, ditopang oleh kuatnya sektor ekspor, meningkatnya aktivitas pariwisata, serta stabilitas harga yang terjaga.

“Ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi NTB ke depan, dengan catatan perlu terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan daya beli masyarakat,” tutup Wahyudin.(sr/dkisntb)

 

Menang di PT TUN Jakarta, Kepemimpinan Teguh Sumarno di PB PGRI Diperkuat Putusan Pengadilan

0

Warta.in, Jember, 4 Mei 2026 — Sengketa internal organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) akhirnya menemui titik terang. Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta pada Senin (4/5/2026) memutus perkara dengan nomor 66/B/TF/2026/PTTUN JKT, yang memenangkan Ketua Umum PB PGRI, Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, MM, sebagai pihak pembanding.

Berdasarkan informasi resmi Humas PB PGRI, majelis hakim mengabulkan gugatan pembanding untuk seluruhnya. Putusan tersebut sekaligus memperkuat posisi kepemimpinan Teguh Sumarno dalam tubuh organisasi profesi guru terbesar di Indonesia tersebut.

Selain itu, dalam amar putusannya, pengadilan juga membatalkan dan mencoret Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan HAM RI tertanggal 8 Maret 2024 dengan nomor pendaftaran 6024030831200041, yang sebelumnya diterbitkan melalui notaris Dwi Teguh Winarti, SH., M.Kn.

Dalam perkara ini, Dr. H. Teguh Sumarno bertindak sebagai pembanding, sementara pihak terbanding atau tergugat adalah Kementerian Hukum dan HAM RI bersama Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.

Humas Pengurus Besar PGRI, Ilham Wahyudi, S.Pd., M.Pd., CHT, membenarkan adanya putusan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima salinan amar putusan dari tim kuasa hukum di Jakarta.

“Kami sudah diberikan surat amar putusannya oleh pengacara di Jakarta bahwa sidang PT TUN telah memenangkan PB PGRI kubu Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, MM, serta mencabut dan mencoret SK AHU milik Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Ini adalah kemenangan seluruh guru, baik ASN, PPPK penuh waktu maupun paruh waktu,” ujarnya.

Ia juga berharap putusan ini menjadi awal kebangkitan organisasi ke depan.

“Mudah-mudahan kemenangan ini memberikan kejayaan untuk PGRI ke depannya, sehingga PGRI semakin maju dalam memperjuangkan kepentingan guru bersama pemerintah. Tentunya, kami akan terus berkolaborasi. Terima kasih atas dukungan semua pihak. Hidup para guru, solidaritas PGRI, yes,” tambahnya.

Putusan ini dinilai menjadi momentum penting dalam mengakhiri polemik dualisme kepemimpinan di tubuh PB PGRI. Dengan dikabulkannya seluruh gugatan pembanding, diharapkan soliditas organisasi dapat kembali terbangun dan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan nasional.

MAGMA Entertainment Rilis Official Trailer dan Poster Badut Gendong

0

Jakarta, warta.in – Bersiaplah, karena Indonesia akan segera kedatangan wajah teror baru yang melampaui imajinasi. MAGMA Entertainment secara resmi merilis Official Trailer dan Poster dari film horor-aksi terbarunya, Badut Gendong.

Diperkenalkan secara megah dalam acara konferensi pers di Metropole XXI (29/04/26), film ini dikonfirmasi sebagai ekspansi krusial dari semesta Qodrat yang akan memperkenalkan sosok antagonis paling mencekam bagi sang Ustaz.

Tragedi Berdarah di Balik Sosok Pengamen

Melalui Official Trailer dan Poster yang diluncurkan, penonton diajak menyelami kisah kelam Darso (Marthino Lio), seorang pengamen tari Badut Gendong yang dikhianati oleh takdir. Kehilangan tragis sang istri, Darsi, beserta bayi dalam kandungannya, menjadi pemantik bangkitnya sebuah entitas penuh amarah di tengah konflik tanah yang melanda desanya.

Roh Darsi kembali dalam sosok Badut Gendong yang mengerikan, mengendalikan tubuh Darso untuk menebarkan teror balas dendam yang sistematis bagi mereka yang telah melukainya.

Melanjutkan rasa yang hadir di film pendahulunya, Badut Gendong menjanjikan kedalaman emosi yang kuat di balik setiap aksi horornya. Penonton tidak hanya akan disuguhi ketakutan fisik, tetapi juga kehancuran psikologis dari karakter yang hancur karena cinta dan kehilangan.

Persilangan Semesta (Cross-Universe) yang Dinamis

Linda Gozali, Produser MAGMA Entertainment, menyatakan bahwa film ini merupakan langkah strategis dalam memperluas universe yang mereka bangun.

“Proyek ini sangat menarik bagi kami. Sebuah cross-universe dari Qodrat yang tetap berdiri kokoh sebagai film mandiri yang bisa dinikmati siapa saja. Bagi penggemar Qodrat, Badut Gendong akan memberikan perspektif baru yang segar di semesta ini. Sementara bagi penonton baru, film ini adalah pintu masuk sempurna untuk mengenal dunia kami,” ujar Linda.

Sutradara Charles Gozali menambahkan bahwa jika Qodrat berfokus pada sisi kepahlawanan, maka Badut Gendong akan mengeksplorasi sisi gelap yang lebih abu-abu.

“Di Qodrat, kami bermain dengan konsep horor-aksi dan heroik. Namun, Badut Gendong menawarkan rasa yang berbeda. Ini bukan tentang pahlawan, melainkan sebuah origin story dari calon musuh Ustaz Qodrat yang sangat emosional dan manusiawi. Kami ingin penonton memahami alasan di balik kegelapan itu,” jelas Charles.

Eksplorasi Karakter dan Jajaran Pemain

Pemeran utama, Marthino Lio, mengungkapkan tantangan dalam memerankan karakter Darso yang memiliki banyak lapisan emosi. “Memerankan Darso adalah pengalaman unik. Karakternya sangat kompleks; penonton mungkin akan merasa bimbang antara memberikan empati atas kepedihannya atau merasa ngeri melihat kesadisan teror yang ia sebarkan,” ungkap Lio.

Film ini juga diperkuat oleh talenta berbakat seperti Derby Romero, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, Iskak Khivano, dan Vonny Anggraeni. Tak hanya itu, Badut Gendong juga menghadirkan penampilan spesial dari dua aktor legenda Indonesia, Barry Prima dan Jose Rizal Manua, yang semakin memperkuat kualitas akting dalam produksi ini.

Badut Gendong dijadwalkan akan meneror seluruh layar bioskop di Indonesia mulai 27 Mei 2026. Pantau terus detail kengerian lainnya melalui kanal media sosial resmi di @magmaent dan @badutgendong.

(Red*/TI)