Beranda blog

H. Ramly Hi Muhamad Tekankan Data Akurat Kunci Pemerataan Hak Warga

0

JAKARTA UTARA, warta.in – Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, H. Ramly Hi Muhamad, menggelar sosialisasi sekaligus pengawasan penerapan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2009 tentang Sistem Kesehatan Daerah. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Partai Golkar, Jl. Mindi, Kecamatan Koja, pada Selasa (16/6). Kegiatan ini bertujuan mendekatkan produk hukum kepada masyarakat, memastikan hak warga terpenuhi, sekaligus menyerap langsung aspirasi dan kendala di lapangan.

 

Hadir dalam kegiatan ini narasumber utama pakar kesehatan masyarakat Dr. Soraya, serta Muhammad Taufik Arif selaku Tenaga Ahli yang hadir mewakili Anggota Komisi VIII DPR RI Erwin Aksa. Turut hadir para Ketua RW/RT, FKDM, Karang Taruna, tokoh masyarakat, serta warga dari Tugu Utara, Lagoa, Rawa Badak, dan kelurahan sekitarnya. Acara disepakati selesai pukul 17.30 WIB agar tidak mengganggu waktu ibadah salat Maghrib.

 

⚕️ Kesehatan Hak Konstitusional, Tidak Boleh Ditolak

 

Dalam pemaparannya, Dr. Soraya menegaskan bahwa kesehatan adalah hak konstitusional setiap warga negara yang dijamin undang-undang. Ia mengingatkan Jakarta Utara menghadapi tantangan ganda masalah kesehatan: tingginya angka penyakit menular seperti DBD, serta lonjakan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes yang kini mulai menyerang usia dewasa muda.

 

“Perda ini menjamin pelayanan dan pembiayaan kesehatan. Prinsip utamanya jelas: dalam kondisi gawat darurat, fasilitas kesehatan mana pun wajib menolong dan tidak boleh menolak pasien. Aturan BPJS sama untuk RSUD maupun swasta; perbedaan pelayanan yang dirasakan warga lebih karena manajemen masing-masing rumah sakit, bukan pada aturan jaminannya,” jelas Dr. Soraya menanggapi keluhan warga soal perbedaan perlakuan rawat inap, keterbatasan obat, dan antrean panjang.

 

📢 Warga Sampaikan Berbagai Persoalan

 

Sesi dialog berjalan aktif, warga menyampaikan keluhan mulai dari pendidikan, data bantuan sosial, infrastruktur, hingga pelayanan kesehatan.

 

Alberto Rico (RW 17 Tugu Utara)

Menyampaikan harapan agar program Sekolah Rakyat tidak hanya diperuntukkan anak putus sekolah, tetapi juga dibuka kuota bagi anak kurang mampu yang masih bersekolah agar bisa mendapatkan pendidikan berkualitas. Ia juga menindaklanjuti usulan pemasangan rambu zebra cross di depan Sekolah Serada yang belum ditindaklanjuti.

 

“Kami berharap tim Pak Erwin Aksa yang diwakili Bapak Muhammad Taufik Arif bisa memperluas kriteria penerima. Banyak anak berprestasi dari keluarga kurang mampu yang butuh kesempatan sama rata,” ujarnya.

 

Reno Mahendra (Ketua FKDM Lagoa)

Menyoroti masalah data ekonomi warga. Ia menanyakan mekanisme penurunan desil ekonomi bagi warga yang dulunya bekerja dan berpenghasilan cukup, namun kini sudah di-PHK atau pendapatannya menurun drastis, sehingga tidak lagi masuk kategori penerima bantuan, padahal sangat membutuhkan.

 

“Bagaimana prosedur mengubah data tersebut dan berapa lama prosesnya? Karena data di sistem masih mencatat ekonomi kami mampu, padahal faktanya sudah tidak mampu,” tegasnya.

 

Ibu Rubiatun (Warga Rawa Badak Selatan)

Menyampaikan keluhan soal Kartu Jakarta Pintar (KJP). Anaknya sempat menerima KJP sejak SD, namun terputus saat masuk SMP. Kini anaknya ingin melanjutkan ke SMK Negeri maupun Swasta namun terhambat. Sebagai tukang sayur keliling dengan suami pengemudi ojek online, ia mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan pangan maupun beras, padahal tetangganya rutin menerima.

 

“Mohon dibantu diaktifkan kembali KJP-nya. Kami pendukung setia Pak Haji, namun belum pernah merasakan bantuan sama sekali,” pungkasnya.

 

Selain itu, warga juga menyampaikan aspirasi lain, mulai dari ketimpangan pelayanan BPJS di RS Swasta, keluhan wilayah RW 06 yang jarang dilibatkan, hingga fasilitas gedung Sasana Krida Lagoa yang belum lengkap peralatannya meski sudah dibangun.

 

✅ H. Ramly: Data Harus Akurat, Program Bagus Jangan Dihapus Tapi Diperbaiki

 

Menanggapi seluruh masukan dan kehadiran perwakilan dari DPR RI, H. Ramly Hi Muhamad memberikan penjelasan lengkap dan tegas. Ia menegaskan bahwa data adalah kunci utama pemerataan.

 

Terkait Bantuan Sosial & Data Desil

“Data bantuan terhubung langsung dengan aset, kendaraan, dan pendapatan. Kalau desil tinggi, otomatis tidak dapat — itu aturan sistem. Tapi kalau kondisi ekonomi berubah drastis karena musibah atau PHK, harus diurus. Laporkan ke RT/RW, buat berita acara perubahan kondisi, serahkan ke tim kami. Kami usulkan ke Dinas Sosial setiap tanggal 17. Kalau tidak diurus, data tidak akan berubah sendiri,” jelas Ramly.

 

Ia juga menyoroti ketimpangan kuota subsidi pangan. “Dari data 1,1 juta warga yang berhak, hanya 350 ribu yang dapat jatah karena pemotongan anggaran pusat. Akibatnya banyak yang tidak kebagian dan timbul kecurigaan. Ini yang terus kami perjuangkan agar alokasi sesuai kebutuhan. Kami juga perbaiki penyimpangan: punya motor 3 dapat bantuan, usaha gorengan tidak dapat — ini salah, harus diperbaiki,” tegasnya.

 

Terkait Pendidikan & KJP

Merespons keluhan Ibu Rubiatun, Ramly berjanji menindaklanjuti langsung. “Besok kita selesaikan masalah KJP itu, data harus diperbaiki. Sekolah Rakyat memang prioritas anak putus sekolah dan desil 1, tapi kami usulkan perluasan kuota. Kita butuh sekolah asrama gratis bagi anak miskin: makan, tempat tinggal, pendidikan lengkap. Kalau tidak, bibit unggul 2045 tidak akan lahir. Anak miskin kapan belajarnya kalau pagi sampai sore harus bantu orang tua?”

 

Terkait Kesehatan & BPJS

“Aturan BPJS sama semua. Bedanya manajemen: RSUD gaji pasti dari negara, RS Swasta hidup dari pendapatan pasien. Kalau ada kasus dipulangkan padahal belum sehat, telepon saya langsung. Kami koordinasi ke Dinas Kesehatan agar biaya ditanggung. Antrean panjang karena kapasitas dokter terbatas, kami dorong penambahan tenaga,” kata Ramly.

 

Terkait Sampah & Lingkungan

Ramly mengingatkan perubahan aturan penanganan sampah. “Sampah Jakarta 7.000 ton/hari, nanti dibatasi masuk dari luar. Di Jakarta Utara ada TPA Rorotan 2.500 ton/hari. Solusinya: warga harus mulai memilah sampah dari rumah. Kebiasaan buang sembarangan harus dihapus, warga ibu kota harus berubah perilaku.”

 

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

“Program MBG bagus sekali: ekonomi desa naik, petani laku semua. Tapi sisi negatifnya korupsi merata. Jangan hapus programnya, perbaiki yang salahnya. Kalau perlu hukum tegas seperti di Cina, korupsi mati, pasti jera. Positifnya nyata, tinggal pengawasan diperketat,” tegas Ramly.

 

Di akhir kegiatan, Muhammad Taufik Arif selaku perwakilan Erwin Aksa menyampaikan apresiasi atas masukan warga dan berjanji akan membawa seluruh aspirasi ini ke tingkat pusat. Sementara H. Ramly Hi Muhamad menegaskan sosialisasi di Gedung Golkar ini bukan sekadar penyampaian aturan, melainkan awal perbaikan pelayanan dan pemerataan kesejahteraan warga Jakarta Utara.

Warga RW 16 Darmajaya Turun Tangan, Marka Jalan Panji Kembali Rapi Lewat Gotong Royong. 

0

Warga RW 16 Darmajaya Turun Tangan, Marka Jalan Panji Kembali Rapi Lewat Gotong Royong.

Subang Warta In — Tanpa menunggu anggaran, warga RW 16 Kelurahan Darmajaya, Kabupaten Subang, memilih bergerak sendiri. Selasa (16/6/2026), puluhan warga kompak kerja bakti membenahi marka jalan di sepanjang Jalan Panji yang masuk wilayah RW 16.

Kegiatan ini lahir dari keresahan warga. Marka jalan yang sebelumnya rapi jadi berantakan setelah saluran air macet dan ada pembongkaran gorong-gorong oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Sebelum-sebelumnya marka jalan ini rapi. Tapi ini akibat saluran air yang macet dan pembongkaran gorong-gorong yang tidak bertanggung jawab, akhirnya berantakan. Coba saja lihat,” ujar Ketua RW 16 Anggita Pangestu Setiawan saat ditemui di lokasi kerja bakti.

Dengan semangat gotong royong, warga mengembalikan fungsi marka jalan. Tujuannya sederhana, biar pengendara lebih tertib, pejalan kaki lebih aman, dan wajah Jalan Panji kembali enak dilihat.

keluhan warga, jalan Gang rusak, marka jalan berantakan, pemerintah kemana ? Tapi warga RW 16 Darmajaya memberikan contoh beda kalau nunggu semua beres dari atas kelamaan, mending beresin oleh warga bareng-bareng.

Tentu tugas utama perbaikan infrastruktur / drainase merupakan tugas pemerintah Daerah dalam hali ini PUPR selaku Dinas terkait. Tapi aksi RW 16 ini jadi tamparan halus, dan patut di apresiasi bahwa sesulit apapaun dengan kekompakan warga melalui Gotong Royong semua nya bisa diatasi.

(Papap)

Gerakan Indonesia ASRI, Polres Humbahas Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

0

Warta.in Humbahas – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Humbang Hasundutan menggelar kegiatan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) di kawasan Pasar Doloksanggul dan Pasar Lintongnihuta, Sabtu (13/6/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Humbahas Kompol Manson Nainggolan, S.H., M.Si., serta melibatkan seluruh Pejabat Utama (PJU) dan personel Polres Humbahas. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menciptakan kawasan yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Kapolres Humbahas AKBP Adi Nugroho, S.H., S.I.K., melalui Wakapolres Humbahas Kompol Manson Nainggolan menyampaikan bahwa Gerakan Indonesia ASRI merupakan wujud nyata kontribusi Polri dalam menjaga kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keindahan lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Suasana gotong royong tampak mewarnai kegiatan tersebut. Dengan penuh semangat, personel Polres Humbahas membersihkan lingkungan pasar yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat di Kota Doloksanggul dan Lintongnihuta.

Lebih lanjut, Wakapolres menambahkan bahwa Gerakan Indonesia ASRI merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berfokus pada tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan lingkungan.

Menurutnya, Polres Humbahas akan terus mendukung berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, mulai dari kegiatan sosial, olahraga bersama hingga aksi peduli lingkungan.

Aksi bersih-bersih tersebut menjadi bukti nyata komitmen Polres Humbahas untuk hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian terhadap lingkungan di tengah masyarakat.

Diharapkan, melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta menjaga fasilitas umum, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman secara berkelanjutan. (RN)

Membumi di Bumi Serepat Serasan, PSI PALI Lebur Bersama Ibu-Ibu Pengajian dalam Momentum 1 Muharram 1448 H

0

Warta.in//PALI, SUMATERA SELATAN – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian membuktikan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam panggung politik di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Setelah sebelumnya sukses menghentakkan publik lewat gelaran seni budaya Jaranan Restu Budoyo, PSI kini kembali membuat gebrakan nyata yang langsung menyentuh akar rumput.Memanfaatkan momentum sakral peringatan 1 Muharram 1448 H, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sumatera Selatan Ir. H.Heri Amalindo M.M bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI PALI menggelar jalinan silaturahmi erat bersama ibu-ibu pengajian Miftahul Jannah. Kegiatan religius ini berpusat di Mushola Kebun Buah Simpang, Kelurahan Talang Ubi Timur, tepat di area Sekretariat DPD PSI PALI, Selasa (16/6/2026).

Langkah strategis ini dinilai banyak pihak bukan sekadar seremonial politik musiman. Kehadiran jajaran pengurus partai berlambang mawar tersebut menjadi bukti otentik bahwa PSI hadir, bernafas, dan melebur bersama denyut nadi kehidupan religius serta kultural masyarakat di Bumi Serepat Serasan, Mengetuk Pintu Hati Lewat Jalur Kultural dan ReligiusStrategi PSI PALI yang memilih melakukan pendekatan melalui jalur kebudayaan dan keagamaan dinilai sangat cerdas dan humanis. Dengan merangkul kelompok pengajian ibu-ibu, PSI berhasil menepis anggapan bahwa partai politik hanya datang saat menjelang pesta demokrasi atau pemilu saja.

Ketua pengurus DPW PSI Sumatera Selatan Ir. H. Heri Amalindo M.M, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa esensi dari politik PSI adalah kemanusiaan dan pengabdian. Peringatan tahun baru Islam 1 Muharram dijadikan momentum refleksi bersama untuk memperkuat ukhuwah islamiyah sekaligus menyerap aspirasi langsung dari masyarakat, khususnya kaum perempuan yang menjadi pilar utama keluarga.

“Kami ingin memastikan bahwa PSI bukan partai yang berjarak dengan rakyat. Kami ingin ada di setiap momentum penting kehidupan warga, baik saat mereka melestarikan budaya asli daerah, maupun saat menjalankan kegiatan keagamaan seperti ini. Ibu-ibu pengajian adalah motor penggerak kebaikan di lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan tetangga,” ujar salah satu fungsionaris PSI di lokasi acara.

Suasana Hangat dan Penuh KekeluargaanAcara silaturahmi berlangsung dalam suasana yang sangat khidmat namun tetap hangat penuh kekeluargaan. Puluhan ibu-ibu pengajian Miftahul Jannah tampak antusias memadati lokasi acara. Lantunan doa dan zikir bersama menggema, membawa harapan baru untuk kemajuan wilayah PALI di tahun baru hijriah ini.Ketua DPD PSI PALI menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya atas sambutan hangat yang diberikan oleh jamaah pengajian Miftahul Jannah.

Menurutnya, sekretariat PSI PALI didirikan memang untuk menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang.”Pintu sekretariat kami selalu terbuka 24 jam untuk warga. Hari ini, kebersamaan dengan ibu-ibu pengajian Miftahul Jannah memberikan energi baru bagi kami di PSI untuk terus berbuat baik dan memperjuangkan hak-hak masyarakat PALI. Kami tidak ingin memberikan janji muluk, tapi kami memberikan bukti kehadiran nyata,” tegasnya.

Konsistensi Gerakan yang Mulai DiperhitungkanAktivitas beruntun yang dilakukan oleh PSI PALI dalam beberapa waktu terakhir mulai mengubah lanskap politik lokal. Dari panggung seni tradisional hingga mimbar pengajian, PSI menunjukkan fleksibilitas gerakan yang sangat dinamis. Pengamat politik lokal menilai, konsistensi PSI dalam mendekati struktur sosial paling dasar—seperti komunitas seni dan kelompok pengajian—akan menjadi modal sosial yang sangat kuat.

Jika pola komunikasi politik yang membumi dan konsisten ini terus dipertahankan, tidak menutup kemungkinan PSI akan menjelma menjadi salah satu kekuatan politik utama yang diperhitungkan di Kabupaten PALI pada masa-masa yang akan datang.Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama antara pengurus DPW PSI Sumsel, DPD PSI PALI, serta seluruh jamaah pengajian Miftahul Jannah, menyisakan pesan kuat bahwa politik di tangan anak muda PSI bisa berjalan beriringan secara harmonis dengan nilai-nilai agama dan budaya lokal.

 

(Muhamad Randi)

Isu Pernikahan Siri Ketua Fraksi DPRD Kota Sukabumi Mengemuka, Tim Investigasi Buka Ruang Hak Jawab

0

Isu Pernikahan Siri Ketua Fraksi DPRD Kota Sukabumi Mengemuka, Tim Investigasi Buka Ruang Hak Jawab

Warta In Jabar | KOTA SUKABUMI – Isu dugaan pernikahan siri yang melibatkan seorang anggota DPRD Kota Sukabumi berinisial RKH tengah menjadi perhatian publik. RKH yang diketahui menjabat sebagai ketua fraksi di DPRD Kota Sukabumi dikabarkan menjalin pernikahan siri dengan seorang kader partai politik.

Namun hingga saat ini, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Redaksi masih mengedepankan asas praduga tak bersalah dan berupaya memperoleh keterangan langsung dari pihak yang bersangkutan guna menjaga akurasi serta keberimbangan informasi.

Tim Investigasi Warta In telah berupaya melakukan konfirmasi kepada RKH melalui nomor telepon seluler yang diketahui biasa digunakan. Namun, hingga berita ini ditayangkan, upaya tersebut belum membuahkan respons. Tim juga mendapati kendala komunikasi sehingga klarifikasi dari yang bersangkutan belum dapat diperoleh.

“Kami tetap berupaya membuka jalur komunikasi melalui berbagai akses yang tersedia. Tujuannya agar yang bersangkutan memiliki kesempatan memberikan penjelasan dan hak jawab secara langsung,” ujar Alfi Yonimar dari Tim Investigasi.

Menurut Tim Investigasi, isu ini perlu diklarifikasi mengingat seorang pejabat publik memiliki tanggung jawab moral dan etika yang melekat pada jabatannya. Apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka perlu ditelusuri lebih lanjut apakah terdapat aspek yang berkaitan dengan aturan maupun kode etik kedewanan.

Saat ini, Tim Investigasi masih mengedepankan langkah persuasif dengan membuka ruang komunikasi dan klarifikasi. Namun apabila upaya tersebut tidak mendapatkan tanggapan, berbagai opsi lanjutan, termasuk penyampaian informasi kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Sukabumi, akan dipertimbangkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi RKH, fraksi maupun partai politik terkait untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab demi menjaga prinsip pemberitaan yang berimbang (cover both sides). Alfi Yonimar

Operasi Senpi Musi 2026, Warga Serahkan Senjata Api Rakitan kepada Polres Ogan Ilir Wujud Kesadaran Hukum

0

Warta.In | OGAN ILIR – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2026 serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Satreskrim Polres Ogan Ilir menerima penyerahan satu pucuk senjata api rakitan dari masyarakat pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di Kantor Satreskrim Polres Ogan Ilir.

Senjata api rakitan jenis revolver satu silinder berwarna silver yang telah mengalami sedikit korosi tersebut diserahkan secara sukarela oleh Kepala Desa Purnajaya, Kecamatan Indralaya Utara, Joni Safdariyandi (47), kepada Kanit Pidum Satreskrim Polres Ogan Ilir IPDA Abriansyah, S.H., disaksikan personel Satreskrim.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolda Sumsel Nomor STR/126/VI/OPS.1.3/2026 tentang Rencana Garis Besar Pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2026 serta Rencana Operasi Senpi Musi-2026 terkait penegakan hukum terhadap penyalahgunaan senjata api.

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Mukhlis, S.H., M.H., bersama Kanit Pidum Satreskrim Polres Ogan Ilir hadir langsung dalam proses serah terima tersebut. Penyerahan senjata api rakitan secara sukarela ini menjadi bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung upaya kepolisian memberantas peredaran dan kepemilikan senjata api ilegal di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.

Polres Ogan Ilir mengapresiasi kesadaran hukum masyarakat yang secara sukarela menyerahkan senjata api rakitan kepada pihak kepolisian. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat lainnya untuk tidak menyimpan, memiliki, maupun menggunakan senjata api ilegal yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Polres Ogan Ilir akan terus mengedepankan pendekatan persuasif, edukatif, dan penegakan hukum dalam mendukung suksesnya Operasi Senpi Musi 2026 demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

*HUMAS RES OI*

KAPOLRES Beserta Anggota Polres RL dan Bhayangkari Mengucapkan”Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

0

Warta.in-REJANG LEBONG.

Sebagai Wujud memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Kapolres Rejang Lebong, AKBP Florentus Situngkir, S.I.K., M.H., beserta Anggota dan Seluruh Pengurus Bhayangkari Cabang Wilayah Rejang Lebong mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kepada seluruh umat Islam di indonesia, Terutama bagi Masyarakat di Wilayah Kabupaten Rejang Lebong.

Peringatan pergantian tahun baru Islam ini berharap agar bisa menjadi sarana untuk memperkokoh Iman, Selalu ingat Ketaqwaan, serta menumbuhkan semangat hijriah agar kita semua bisa menuju kehidupan yang Aman, tentram, damai, dan lebih baik untuk kedepannya. Karena Tahun Baru Islam ini bukan hanya sekadar pergantian Massa. Akan Tetapi , Agar supaya kita sama-sama bisa mengoreksi diri masing-masing, baik atau buruk yang sudah kita lakukan selama ini dan juga agar jangan sampai putus Silaturahmi yang sudah kita jalin selama ini selama kita hidup bermasyarakat.

AKBP, Florentus Situngkir,S.IK,.MH Selaku Kapolres Rejang Lebong langsung mewakili seluruh anggota Polres dan Seluruh Pengurus Bhayangkari Wilayah Rejang Lebong Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam dan beliau juga mengajak semua Lapisan masyarakat untuk menjadikan 1 Muharram sebagai waktu yang tepat untuk memperkokoh religius, selalu jaga persatuan, dan Kita sama-sama bisa kedepannya selalu menjaga kamtibmas di wilayah Kabupaten Rejang Lebong.

“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Semoga di tahun yang baru ini kita senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalankan setiap aktivitas untuk kedepannya. Mari berhijrah menuju pribadi yang lebih baik dan terus menebarkan kebaikan untuk sesama,” Tutur Kapolres Rejang Lebong.

Adapun Harapan Kami dari Keluarga besar Polres Rejang Lebong dan Bhayangkari Cabang Rejang Lebong Yakni, ” Semoga Kita Semua bisa bersama-sama menjalankan Kedepannya bisa Aman,Tentram, Damai,serta harmonis….Aminnnn,” Tutupnya. (Arie)

Refleksi Tahun Baru Islam: Pemprov NTB Tekankan Kebersamaan untuk Tekan Angka Kemiskinan

0

Refleksi Tahun Baru Islam: Pemprov NTB Tekankan Kebersamaan untuk Tekan Angka Kemiskinan

Warta.in
Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung khidmat. Acara yang dipusatkan di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram, pada Senin (15/6/2026) yang dihadiri ratusan jemaah yang memenuhi ruang utama masjid.

​Hadir mewakili Gubernur NTB, Asisten I Setda NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si, menyampaikan salam hormat sekaligus permohonan maaf dari Gubernur yang berhalangan hadir langsung dalam acara tersebut.

​Dalam sambutannya, Fathul Gani menekankan bahwa pergantian tahun baru Islam harus dimaknai lebih dari sekadar perubahan angka kalender. Berbeda dengan gegap gempita perayaan tahun baru masehi yang kerap diwarnai antrean terompet dan kembang api, ia mengapresiasi masyarakat NTB yang menyambut tahun baru Hijriyah ini dengan penuh kekhusyukan dan kebaikan.

​”Pergantian tahun adalah momentum penting untuk kita merenungkan kembali apa saja yang telah kita lakukan di tahun 1447 Hijriyah, sebagai modal untuk menata langkah yang lebih baik di tahun 1448 Hijriyah ini,” ujar Fathul Gani.

​Lebih lanjut, Pemprov NTB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat Ukhuwah Islamiyah serta menjaga persatuan dan persaudaraan. Menurutnya, sinergi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci utama agar program-program pembangunan daerah dapat berjalan dengan optimal.

​Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah di tahun baru ini adalah pengentasan kemiskinan. Fathul Gani menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, pemerintah berkomitmen penuh untuk menekan angka kemiskinan yang dinilai masih cukup tinggi pada tahun sebelumnya.

​”Insyaallah, jika di tahun 1447 Hijriyah angka kemiskinan kita masih terhitung tinggi, maka di tahun 1448 Hijriyah ini mari kita sama-sama berikhtiar dan bekerja keras untuk menguranginya,” tambahnya.

​Mengakhiri sambutannya, Fathul Gani berpesan agar momentum 1 Muharram ini dijadikan awal untuk meningkatkan kepedulian sosial. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengejar kebaikan bagi diri sendiri, melainkan juga aktif menebar manfaat dan memberikan perhatian nyata kepada tetangga serta kerabat di sekitar yang membutuhkan uluran tangan.

Pada kesempatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Drs. TGH. Munajib Khalid yang mengajak jamaah untuk memperbanyak rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, baik nikmat iman, kesehatan, maupun kesempatan untuk terus beribadah dan berbuat kebaikan. Ia menegaskan bahwa rasa syukur merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas kehidupan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam tausiahnya, TGH. Munajib Khalid juga mengisahkan perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Melalui kisah tersebut, jamaah diajak meneladani keteguhan hati, kesabaran, dan tawakal Rasulullah dalam menghadapi berbagai tantangan serta ancaman yang datang dari kaum Quraisy. Nilai-nilai hijrah tersebut dinilai tetap relevan sebagai pedoman menghadapi berbagai tantangan kehidupan saat ini.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memperkuat semangat persaudaraan dan kepedulian sosial sebagaimana dicontohkan oleh kaum Muhajirin dan Anshar. Sikap saling membantu, berbagi, dan mengutamakan kepentingan bersama menjadi teladan yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat guna menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh keberkaha.

Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap masyarakat dapat menjadikan momentum hijrah sebagai sarana memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman yang kuat, diharapkan NTB dapat terus bergerak menuju masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.(sr/dkisntb)

Lombok Tengah Juara Umum, MTQ XXXI Teguhkan Ikhtiar NTB Menuju Serambi Al-Qur’an

0

Lombok Tengah Juara Umum, MTQ XXXI Teguhkan Ikhtiar NTB Menuju Serambi Al-Qur’an

 

Warta.in
Lombok Tengah ,NTB – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, secara resmi menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 di Bencingah Agung Masmirah Kabupaten Lombok Tengah, Senin (15/6/2026). Bertepatan dengan malam pergantian 1 Muharram 1448 Hijriah, penutupan MTQ menjadi momentum strategis untuk menguatkan komitmen membumikan nilai-nilai Al-Qur’an.

Sekaligus meneguhkan ikhtiar mewujudkan NTB sebagai Serambi Al-Qur’an. Pada kesempatan yang sama, Kabupaten Lombok Tengah mencatatkan prestasi membanggakan dengan sukses sebagai tuan rumah sekaligus keluar sebagai Juara Umum MTQ XXXI.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur yang karib disapa Umi Dinda ini menegaskan bahwa MTQ tidak boleh dipandang semata sebagai ajang perlombaan membaca, menghafal, atau memahami Al-Qur’an.

Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar membangun peradaban Qur’ani dengan menyiapkan generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sumber akhlak, dan fondasi pembangunan daerah.

“Insya Allah, Al-Qur’an akan menjadi benteng yang kokoh bagi generasi-generasi Islami yang kelak mewarisi estafet pembangunan di NTB,” ujar Umi Dinda.

Menurutnya, ukuran keberhasilan MTQ tidak hanya ditentukan oleh siapa yang meraih gelar juara, tetapi juga oleh semakin kuatnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, tumbuhnya persaudaraan di antara seluruh kabupaten dan kota, serta lahirnya semangat untuk mengamalkan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong agar MTQ menjadi bagian dari gerakan pembinaan Al-Qur’an yang berkelanjutan. Upaya tersebut sejalan dengan visi besar menjadikan NTB sebagai Serambi Al-Qur’an, yakni daerah yang tidak hanya melahirkan qari, qariah, mufassir, mufassirah, hafiz, dan hafizah berprestasi, tetapi juga masyarakat yang menjadikan ajaran Al-Qur’an sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan yang religius, harmonis, dan berkemajuan.

Umi Dinda, juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Hakim, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), panitia pelaksana, aparat keamanan, pemerintah kabupaten dan kota, serta seluruh peserta yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Ia berharap para juara yang lahir dari MTQ XXXI mampu menjadi duta terbaik NTB di tingkat nasional sekaligus mengembalikan tradisi prestasi daerah di panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an Indonesia.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan MTQ XXXI di daerahnya. Menurutnya, berakhirnya musabaqah bukan berarti berakhir pula gema Al-Qur’an, melainkan menjadi awal untuk semakin membumikan ajaran dan akhlak Qur’ani dalam kehidupan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi penilaian jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia yang menyebut penyelenggaraan MTQ XXXI NTB memiliki kualitas dan atmosfer setara dengan MTQ tingkat nasional. Bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, apresiasi tersebut merupakan kehormatan sekaligus amanah untuk terus meningkatkan pembinaan Al-Qur’an dan menjaga tradisi prestasi yang telah diraih.

Prestasi membanggakan juga ditorehkan oleh Kabupaten Lombok Tengah, yang berhasil meraih Juara Umum MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 dengan perolehan 245 poin, sekaligus melengkapi keberhasilannya sebagai tuan rumah. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Lombok Timur dengan 177 poin, disusul Kabupaten Lombok Barat (147 poin), Kabupaten Bima (142 poin), Kabupaten Sumbawa Barat (141 poin), Kabupaten Sumbawa (102 poin), Kota Mataram (101 poin), Kota Bima (87 poin), Kabupaten Dompu (58 poin), dan Kabupaten Lombok Utara (42 poin).
Hasil tersebut mencerminkan semakin berkembangnya pembinaan Tilawatil Qur’an di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat. Lebih dari sekadar kompetisi, MTQ telah menjadi ruang memperkuat silaturahmi, meningkatkan kualitas pembinaan, serta memotivasi setiap daerah untuk terus melahirkan generasi Qurani yang unggul dan berprestasi.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai sarana memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan memperkokoh sinergi membangun NTB yang religius, harmonis, maju, dan mendunia. Ia menegaskan bahwa semangat MTQ tidak boleh berhenti di arena perlombaan, tetapi harus terus hidup dalam keluarga, lembaga pendidikan, pemerintahan, dan kehidupan sosial sebagai bagian dari ikhtiar membumikan Al-Qur’an.

Dengan berakhirnya MTQ XXXI, perlombaan memang telah usai, namun ikhtiar membangun peradaban Qur’ani di Nusa Tenggara Barat justru memasuki babak yang lebih penting: menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi dalam membangun karakter masyarakat, memperkuat persatuan, dan mewujudkan cita-cita besar NTB sebagai Serambi Al-Qur’an yang membawa rahmat dan kemaslahatan bagi semua.(sr/dkisntb)

Momentum Hijrah 1448 H, Heri Amalindo Ajak Masyarakat Sumsel Lakukan Introspeksi Total dan Bangun Perubahan.

0

Warta.in//PALI – Pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum sakral bagi umat Muslim untuk mengevaluasi diri. Menanggapi momen penting ini, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Selatan, Dr. Ir. H. Heri Amalindo, MM, menyampaikan pesan spiritual yang mendalam.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan introspeksi total dan berkomitmen memperbaiki kualitas hidup. Pesan menyentuh tersebut disampaikan langsung oleh Heri Amalindo melalui sebuah tayangan video yang dirilis pada Selasa (16/6/2026). Dalam pesan videonya,

tokoh pemimpin yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menekankan bahwa esensi utama dari tahun baru hijriah adalah semangat untuk berhijrah dari hal buruk menuju hal yang baik.Refleksi Diri Menuju Kehidupan yang Lebih BaikMenurut Heri Amalindo, tahun baru Islam tidak boleh hanya dimaknai sebagai pergantian kalender semata.

Lebih dari itu, momen ini harus menjadi titik balik bagi setiap individu untuk merenungkan kontribusi yang telah diberikan kepada keluarga, lingkungan, dan daerah.”Tahun Baru Islam 1448 Hijriah adalah waktu yang sangat tepat bagi kita semua untuk berkaca diri.

Saatnya kita melakukan introspeksi total, melihat kembali kekurangan di masa lalu, dan memperbaikinya demi masa depan yang lebih cerah,” ujar Heri Amalindo dalam pesan videonya.

Ia juga menambahkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten dari dalam diri sendiri. Semangat hijrah ini diharapkan mampu diadopsi oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup sosial, profesional, maupun spiritual.Ajakan Kolaborasi Membangun Sumatera SelatanSebagai pimpinan partai politik di Sumatera Selatan, Heri Amalindo juga mengaitkan esensi tahun baru Islam dengan semangat pembangunan daerah.

Menurutnya, perubahan menuju kehidupan yang lebih baik hanya bisa terwujud jika seluruh elemen masyarakat saling mendukung dan bergotong-royong. Pesan visioner yang disampaikan oleh Heri Amalindo ini langsung mendapat sorotan dan respons positif dari berbagai kalangan netizen serta tokoh masyarakat di Sumsel.

Banyak pihak menilai, narasi optimisme dan perdamaian yang diusungnya sangat menyejukkan sekaligus membakar semangat kemajuan.Mengakhiri pesan sucinya, Heri Amalindo mendoakan agar tahun baru 1448 Hijriah ini membawa keberkahan melimpah, kedamaian yang kokoh, serta kemakmuran yang merata bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan.

 

(Muhamad Randi)