Beranda blog

Seminar Nasional Partai Buruh Satu Gerakan, Satu Tuntutan

0

Jakarta, warta.in  – Partai Buruh menggelar Seminar Nasional bertajuk “Satu Gerakan, Satu Tuntutan: Undang-Undang Ketenagakerjaan Baru yang Inklusif dan Berkeadilan Sosial” di Gedung Joeang 45 Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026)

 

Sebagai upaya memperkuat konsolidasi gerakan buruh dalam mendorong lahirnya regulasi ketenagakerjaan yang lebih berpihak kepada pekerja sekaligus mampu menjawab tantangan dunia kerja di masa depan.

 

Seminar ini menjadi wadah bagi serikat pekerja, akademisi, praktisi hukum, serta berbagai elemen masyarakat untuk membahas arah pembentukan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang dinilai lebih adil, inklusif, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

 

Dalam forum Partai Buruh tersebut, Wakil Ketua Komisi Xl DPR RI Drg.Hj.Putih Sari, M.M.,’menegaskan bahwa penyusunan regulasi ketenagakerjaan harus mengedepankan prinsip keadilan sosial, perlindungan hak-hak pekerja, jaminan kepastian kerja, pengupahan yang layak, kebebasan berserikat, serta terciptanya hubungan industrial yang harmonis”.

 

Melalui tema “Satu Gerakan, Satu Tuntutan”, Partai Buruh mengajak seluruh elemen gerakan buruh untuk menyatukan langkah dalam mengawal proses penyusunan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru. Regulasi tersebut diharapkan mampu mengakomodasi aspirasi pekerja, dunia usaha, dan pemerintah secara seimbang tanpa mengurangi perlindungan terhadap hak-hak dasar pekerja.

 

Seminar nasional ini juga menjadi ruang dialog untuk menghimpun berbagai masukan yang nantinya akan menjadi rekomendasi dalam pembahasan kebijakan ketenagakerjaan di tingkat nasional. Partai Buruh menilai keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar lahir undang-undang yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi, teknologi, dan dinamika pasar kerja.

 

Melalui seminar ini, Partai Buruh menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perjuangan kaum pekerja serta mendorong terwujudnya sistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif, berkeadilan sosial, dan mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja Indonesia , tutup Putih.Selain itu, Rivaldi berharap regulasi baru juga mampu memberikan kepastian status hubungan kerja, perlindungan terhadap pekerja kontrak, serta menghapus berbagai bentuk ketidakpastian yang selama ini dirasakan oleh kaum buruh.

 

Ia juga menekankan bahwa perjuangan buruh tidak boleh berhenti hanya pada pembahasan pasal-pasal normatif. Menurutnya, solidaritas politik dan persatuan gerakan buruh menjadi faktor penting untuk memastikan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru benar-benar berpihak kepada kepentingan kelas pekerja, bukan kepentingan pemilik modal.

 

“Kita tidak ingin lagi regulasi ketenagakerjaan dikuasai oleh kepentingan pemilik modal. Kita menginginkan undang-undang yang melindungi seluruh pekerja tanpa terkecuali, mulai dari pekerja perikanan, pelaut, pekerja kampus, pengemudi ojek daring, tenaga medis, hingga seluruh bentuk pekerjaan yang berkembang saat ini,” katanya.

 

Rivaldi juga mengungkapkan bahwa hingga kini masih beredar beberapa versi draf Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan serikat pekerja. Oleh karena itu, ia berharap proses penyusunannya dilakukan secara transparan dan melibatkan organisasi buruh secara aktif.

 

Diakhir sambutannya, Rivaldi mengajak seluruh elemen gerakan buruh untuk terus memperkuat solidaritas dalam mengawal penyusunan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru.

 

“Satu gerakan, satu perjuangan adalah modal utama kelas pekerja. Tidak ada kata lain selain solidaritas untuk memenangkan perjuangan ini. Mari kita lahirkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang adil, inklusif, dan mampu memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja Indonesia,” pungkasnya.

 

(Red*/TI)

Mas Bhabin Sidomukti tanamkan Disiplin dan antisipasi perundungan sejak dini pada peserta MPLS

0

Mas Bhabin Sidomukti tanamkan Disiplin dan antisipasi perundungan sejak dini pada peserta MPLS

LAMONGAN// Warta. In – Mas Bhabin Sidomukti Berikan Pembinaan dan Motivasi kepada Peserta MPLS SPS SEDAP, KB/TK Dharma Wanita, dan SDN Sidomukti. Edukasi disiplin, pembentukan karakter, serta pencegahan perundungan menjadi pesan utama demi mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, ramah anak, dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

Suasana penuh semangat mewarnai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari kedua di SPS SEDAP, KB/TK Dharma Wanita, dan SD Negeri Sidomukti, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Sidomukti Aipda Nanang Sumantri, S.H. atau yang akrab disapa Mas Bhabin Sidomukti hadir memberikan pembinaan, motivasi, sekaligus edukasi kepada para peserta didik agar memiliki karakter disiplin, berakhlak baik, dan saling menghargai sejak usia dini.Rabu (15/07/2026)

Kehadiran Mas Bhabin menjadi perhatian para siswa, guru, dan wali murid. Dengan penyampaian yang hangat dan mudah dipahami anak-anak, ia mengajak seluruh peserta didik untuk rajin belajar, menghormati guru dan orang tua, menaati tata tertib sekolah, serta berani berbuat baik kepada sesama teman. Menurutnya, kebiasaan positif yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal penting dalam membentuk generasi yang berprestasi dan berkarakter.

Dalam pembinaannya, Mas Bhabin juga memberikan penekanan khusus mengenai pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan bahwa setiap anak berhak merasa aman, nyaman, dan bahagia saat belajar. Anak-anak diajak untuk saling menyayangi, tidak mengejek, tidak mengucilkan teman, serta berani melaporkan kepada guru apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan. Pesan tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta didik yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian.
Tidak hanya kepada siswa, Mas Bhabin juga mengajak para orang tua dan dewan guru untuk memperkuat komunikasi dan pengawasan terhadap perkembangan anak. Menurutnya, sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah desa, dan Polri merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, serta bebas dari kekerasan maupun perundungan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung dunia pendidikan melalui pembinaan karakter sejak usia dini. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan seluruh peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berakhlak mulia, saling menghormati, serta mampu menciptakan budaya sekolah yang bebas dari perundungan.(**)

Satpolairud Polres Lamongan Bekali Santri Al Manar Keterampilan Berenang dan Pertolongan di Air

0

Satpolairud Polres Lamongan Bekali Santri Al Manar Keterampilan Berenang dan Pertolongan di Air

Lamongan//Warta.in, 16/07/2026 – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan serta keterampilan keselamatan di perairan sejak usia dini, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Lamongan menggelar kegiatan pengenalan berenang dan teknik pertolongan di air kepada para santri Pondok Pesantren Modern Al Manar Sedayulawas, Kamis (16/7).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 di Kolam Renang Malindo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur bersama personel Satpolairud dan didukung personel Satpolair BKO Polda Jawa Timur. Sebanyak 80 santri putra dan putri Pondok Pesantren Modern Al Manar mengikuti pelatihan dengan penuh semangat.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi dasar mengenai kemampuan berenang sebagai bekal memberikan pertolongan di air, teknik membawa korban tenggelam, hingga prosedur pertolongan pertama yang aman dan benar saat terjadi kecelakaan di perairan.

Selain teori, para santri juga diajarkan praktik teknik penyelamatan korban tenggelam yang meliputi metode Reach, yaitu memberikan pertolongan dari pinggir kolam atau dermaga dengan cara meraih korban menggunakan alat bantu. Throw, yakni melemparkan alat apung kepada korban. Row, yaitu mendekati korban menggunakan perahu kemudian melakukan metode Reach atau Throw. Go, yakni penolong mendekati korban dengan membawa alat bantu apung apabila lokasi korban tidak memungkinkan dijangkau menggunakan perahu, serta Tow/Carry, yaitu teknik penyelamatan dengan kontak langsung untuk membawa korban ke tempat yang aman.

Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M Hamzaid menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk edukasi sekaligus upaya preventif untuk menanamkan kesadaran keselamatan di perairan kepada generasi muda.

“Dengan mengenalkan teknik berenang dan pertolongan di air sejak dini, kami berharap para santri memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dasar yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun membantu orang lain apabila terjadi kondisi darurat di perairan.” ujar Ipda Hamzaid

Melalui kegiatan ini, Satpolairud Polres Lamongan berharap budaya keselamatan di perairan dapat terus ditanamkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga mampu meminimalkan risiko kecelakaan maupun korban tenggelam di wilayah perairan.(**)

Diduga Oknum Lurah Langgar Kode Etik ASN, Warga ngeluh Pelayanan dan Dugaan Anggaran Kelurahan Diselewengkan.

0
Oplus_16908320

Warta.in-Lebong,Bengkulu.

Pelayanan publik di Kantor Kelurahan Taba Anyar diduga tidak berjalan sesuai ketentuan. Oknum Lurah beserta sejumlah staf dilaporkan absen sejak pagi, lalu langsung pulang, sehingga kantor kelurahan dalam keadaan kosong pada jam kerja.

Kondisi tersebut dikeluhkan salah seorang warga yang datang untuk mengurus administrasi kependudukan pada hari rabu 17 juni 2026.Akibatnya, seluruh pelayanan di kelurahan terhenti.

“Saya datang dari jam 8 pagi mau urus surat domisili. Dari luar sudah terkunci. Kata warga sekitar, lurah dan staf absen lalu pulang. Kami jadi terlantar. Kalau begini terus bagaimana pelayanan bisa jalan,” ujar inisial WE ,warga Kelurahan Taba Anyar.

Selain masalah absensi, warga juga mempertanyakan penggunaan anggaran operasional dan pelayanan kelurahan. Menurut warga, dana tersebut seharusnya menjamin ketersediaan petugas dan keterbukaan pelayanan setiap hari kerja.

“Anggaran pelayanan kelurahan itu kan ada setiap tahun. Tapi kalau kantornya kosong dan tidak ada yang melayani, uang itu dipakai untuk apa? Kami minta diawasi,” tambahnya.

Tindakan meninggalkan kantor pada jam kerja tanpa alasan yang jelas diduga melanggar ketentuan dalam PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Kode Etik ASN dan Dugaan adanya tindak pidana korupsi anggaran operasional kelurahan TA. 2025- Juni 2026.

Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi kepada Lurah Taba Anyar, Marison, Sampai Saat ini belum mendapat tanggapan. Pihak Kecamatan Lebong Selatan dan Inspektorat Kabupaten Lebong juga belum memberikan keterangan resmi terkait pengawasan dan tindak lanjut atas laporan ini.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan sidak dan evaluasi. Mereka menuntut kepastian jam pelayanan, kehadiran ASN, serta transparansi penggunaan anggaran kelurahan (Operasional Kelurahan) agar pelayanan kepada masyarakat tidak kembali terhenti.

“Kami hanya minta hak kami sebagai warga dipenuhi. Kantor buka, ada petugas, dan anggaran benar-benar untuk pelayanan,” tutup warga.

(Tim Redaksi)

Diduga Oknum Lurah Langgar Kode Etik ASN,Warga Ngeluh Pelayanan dan Dugaan Anggaran Kelurahan diselewengkanga

0
Oplus_16908288

Warta.in-Lebong,Bengkulu.

Pelayanan publik di Kantor Kelurahan Taba Anyar diduga tidak berjalan sesuai ketentuan. Oknum Lurah beserta sejumlah staf dilaporkan absen sejak pagi, lalu langsung pulang, sehingga kantor kelurahan dalam keadaan kosong pada jam kerja.

Kondisi tersebut dikeluhkan salah seorang warga yang datang untuk mengurus administrasi kependudukan pada hari rabu 17 juni 2026.Akibatnya, seluruh pelayanan di kelurahan terhenti.

“Saya datang dari jam 8 pagi mau urus surat domisili. Dari luar sudah terkunci. Kata warga sekitar, lurah dan staf absen lalu pulang. Kami jadi terlantar. Kalau begini terus bagaimana pelayanan bisa jalan,” ujar inisial WE ,warga Kelurahan Taba Anyar.

Selain masalah absensi, warga juga mempertanyakan penggunaan anggaran operasional dan pelayanan kelurahan. Menurut warga, dana tersebut seharusnya menjamin ketersediaan petugas dan keterbukaan pelayanan setiap hari kerja.

“Anggaran pelayanan kelurahan itu kan ada setiap tahun. Tapi kalau kantornya kosong dan tidak ada yang melayani, uang itu dipakai untuk apa? Kami minta diawasi,” tambahnya.

Tindakan meninggalkan kantor pada jam kerja tanpa alasan yang jelas diduga melanggar ketentuan dalam PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Kode Etik ASN dan Dugaan adanya tindak pidana korupsi anggaran operasional kelurahan TA. 2025- Juni 2026.

Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi kepada Lurah Taba Anyar, Marison, Sampai Saat ini belum mendapat tanggapan. Pihak Kecamatan Lebong Selatan dan Inspektorat Kabupaten Lebong juga belum memberikan keterangan resmi terkait pengawasan dan tindak lanjut atas laporan ini.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan sidak dan evaluasi. Mereka menuntut kepastian jam pelayanan, kehadiran ASN, serta transparansi penggunaan anggaran kelurahan (Operasional Kelurahan) agar pelayanan kepada masyarakat tidak kembali terhenti.

“Kami hanya minta hak kami sebagai warga dipenuhi. Kantor buka, ada petugas, dan anggaran benar-benar untuk pelayanan,” tutup warga.

(Tim Redaksi)

Senyum dan Semangat Warnai MPLS di SMP Negeri 1 Way Tenong, Bupati Parosil Ajak Siswa Baru Berani Bermimpi

0

Lampung Barat, Riuh tepuk tangan dan wajah-wajah penuh semangat memenuhi lapangan hijau SMP Negeri 1 Way Tenong, Kamis (16/7/2026).

Di tengah ratusan peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus hadir bukan sekadar meninjau kegiatan, tetapi juga berbagi semangat dengan para siswa yang baru memulai perjalanan di jenjang pendidikan menengah pertama.

Kehadiran Bupati Parosil yang didampingi sejumlah kepala perangkat daerah disambut antusias oleh peserta MPLS dan para dewan guru.

Suasana yang semula khidmat berubah menjadi lebih hangat ketika orang nomor satu di Lampung Barat itu menyapa para siswa satu per satu.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MPLS berjalan sesuai tujuan, yakni menjadi sarana pengenalan lingkungan sekolah yang aman, menyenangkan, dan membangun karakter peserta didik baru.

Kegiatan MPLS yang berlangsung selama lima hari juga menjadi momentum bagi siswa untuk beradaptasi dengan budaya sekolah, mengenal guru, serta menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama.

Di hadapan para peserta yang duduk rapi di tengah lapangan sekolah, Parosil tak sekadar memberikan sambutan.

Ia memilih berdialog langsung dengan para siswa. Dengan gaya santai, ia menanyakan bagaimana kesan mereka mengikuti MPLS yang telah memasuki hari keempat.

“Senang, Pak,” jawab para siswa kompak. Beberapa di antaranya mengaku menikmati berbagai kegiatan yang membuat mereka lebih mengenal teman, guru, dan lingkungan sekolah.

Mendengar jawaban itu, senyum Parosil semakin lebar. Ia kemudian mengajak para siswa mengikuti sesi tanya jawab seputar pendidikan.

Tangan-tangan kecil pun berebut terangkat, berharap mendapat kesempatan menjawab pertanyaan dari bupati.

Suasana semakin meriah ketika beberapa siswa berhasil menjawab dengan benar.

Sebagai bentuk apresiasi, Parosil memberikan hadiah berupa paket alat tulis.

Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi para siswa yang maju menerima doorprize, menambah semangat peserta MPLS lainnya.

Di akhir kunjungannya, Parosil berpesan agar seluruh peserta MPLS memanfaatkan masa sekolah dengan sebaik-baiknya.

Ia mengajak para siswa untuk rajin belajar, menghormati guru dan orang tua, menjaga kedisiplinan, serta terus berani bercita-cita setinggi mungkin.

Menurutnya, pendidikan adalah bekal utama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Karena itu, ia berharap semangat yang tumbuh sejak masa pengenalan lingkungan sekolah dapat terus terjaga hingga mereka menuntaskan pendidikan dan menggapai impian masing-masing.

Program P3-TGAI di Desa Citalang Tingkatkan Jaringan Irigasi, Disambut Antusias Petani

0
oppo_0

Warta.in, Purwakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan infrastruktur irigasi.

Salah satunya diwujudkan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang saat ini tengah dilaksanakan di Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta.

Program yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Citarum, tersebut difokuskan pada pekerjaan peningkatan jaringan irigasi guna mendukung kelancaran distribusi air ke lahan pertanian masyarakat.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp195 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026, dengan waktu pelaksanaan selama 45 hari kalender.

Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Saluyu Desa Citalang. Dalam sistem ini, masyarakat melalui kelompok P3A terlibat langsung dalam seluruh proses pelaksanaan pekerjaan, mulai dari penyediaan tenaga kerja, pengadaan material dan bahan baku, hingga pengawasan di lapangan.

Model swakelola tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni mempercepat pembangunan infrastruktur irigasi sekaligus meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan perputaran ekonomi di tingkat desa karena tenaga kerja yang digunakan berasal dari warga setempat.

Ketua P3A Saluyu Desa Citalang, Abdul Jalil, saat ditemui awak media di lokasi menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan pemerintah yang telah memberikan program tersebut kepada kelompok tani di desanya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian PUPR melalui BBWS Citarum, atas bantuan Program P3-TGAI ini. Program ini sangat bermanfaat bagi para petani di Desa Citalang,” kata Jalil, Kamis (16/07).

“Bersama seluruh anggota P3A akan melaksanakan pekerjaan ini dengan sebaik-baiknya agar hasilnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik akan memperlancar aliran air menuju areal persawahan sehingga kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi secara lebih merata, terutama saat musim kemarau.

Selain meningkatkan kualitas infrastruktur pertanian, program P3-TGAI juga memiliki manfaat yang luas bagi lingkungan. Saluran irigasi yang tertata dan berfungsi optimal dapat mengurangi kebocoran air, meminimalkan genangan yang berpotensi merusak lahan, serta membantu menjaga kelestarian sumber daya air melalui pemanfaatan yang lebih efisien.

Bagi para petani, manfaat program ini sangat dirasakan karena distribusi air menjadi lebih lancar, biaya pemeliharaan saluran dapat ditekan, risiko gagal panen akibat kekurangan air berkurang, serta produktivitas pertanian diharapkan meningkat.

Pada akhirnya, peningkatan hasil panen tersebut akan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di wilayah Desa Citalang.

Program P3-TGAI sendiri merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan jaringan irigasi yang menempatkan petani sebagai pelaku utama pembangunan.

Melalui keterlibatan langsung masyarakat, pemerintah berharap tumbuh rasa memiliki sehingga hasil pembangunan dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Hingga berita ini diturunkan, pekerjaan peningkatan jaringan irigasi melalui Program P3-TGAI di Desa Citalang masih berlangsung sesuai tahapan pelaksanaan yang telah ditetapkan dan diharapkan dapat selesai tepat waktu sehingga segera memberikan manfaat nyata bagi para petani serta masyarakat sekitar.

Peringati Harkopnas Ke-79, Dimyati Ajak Seluruh OPD Bentuk Koperasi

0

Wartain Banten | UKM/UMKM | 16 Juli 2026  — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten untuk membentuk koperasi sebagai wadah memperkuat kesejahteraan para anggotanya. Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Ke-79 Tingkat Provinsi Banten di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Rabu (15/7/2026).

Dalam amanatnya, Dimyati menegaskan bahwa koperasi harus menjadi penggerak ekonomi berbasis gotong royong yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam membangun perekonomian karena berlandaskan semangat kebersamaan dan kepemilikan bersama.

“Koperasi adalah semangat gotong royong. Koperasi juga menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat untuk belajar usaha, memahami simpan pinjam, berdagang, pembukuan, hingga berorganisasi. Jadi, koperasi ini gunanya besar,” ungkap Dimyati.

Ia menjelaskan, berbeda dengan badan usaha berbentuk perseroan terbatas (PT) yang dimiliki perseorangan, koperasi dimiliki oleh seluruh anggotanya. Dengan demikian, manfaat dan keuntungan yang diperoleh dapat dirasakan secara adil oleh seluruh anggota.

“Kalau PT itu personal, yang memilikinya satu orang. Kalau koperasi milik bersama. Itu yang menjadi manfaat dan keuntungannya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Dimyati mengimbau agar setiap OPD di lingkungan Pemprov Banten memiliki koperasi sebagai bentuk implementasi semangat kebersamaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pegawai.

“Saya mengimbau agar setiap instansi memiliki koperasi. Karena koperasi dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Prinsip-prinsipnya sudah jelas, dasarnya sudah jelas, asasnya sudah jelas,” ujarnya.

Selain itu, Dimyati juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan Presiden Republik Indonesia yang mendorong pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan.

“Itulah hebatnya Bapak Presiden. Dulu masyarakat didorong berkoperasi, tetapi belum memiliki wadah yang kuat. Sekarang sudah ada wadahnya, sehingga perputaran ekonomi, baik dari hasil pertanian, perkebunan maupun sektor lainnya dapat berjalan di masyarakat,” jelasnya.

Dimyati optimistis keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai sektor.

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Provinsi Banten, Hasbi Sidik, mengatakan peringatan Hari Koperasi Nasional merupakan momentum untuk memperkuat kembali peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.

Menurutnya, kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi terobosan pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Ia menilai koperasi kini semakin berkembang dan mampu menjadi pilihan berbagai kalangan, mulai dari karyawan, sekolah hingga masyarakat umum, sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan melalui usaha bersama.

“KDMP merupakan gagasan yang sangat baik agar ekonomi bergerak di pedesaan dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ke depan, koperasi tidak hanya melayani perdagangan sembako, tetapi juga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya,” katanya

Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79 di Provinsi Banten menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang berlandaskan gotong royong, kebersamaan, dan kemandirian menuju masyarakat yang lebih sejahtera.(WartainBanten)

Atensi Cegah Kebakaran, Pangdam XII/Tpr Pimpin Apel Siaga Karhutla di Kubu Raya

0

Kubu Raya – Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) wilayah Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan ini berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya pada Kamis (16/7/2026).

Apel siaga ini digelar sebagai langkah preventif dan pengecekan kesiapan pasukan dalam menghadapi fase pergantian iklim yang berpotensi memicu bencana kebakaran. Apel diikuti oleh personel gabungan dari TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar), Manggala Agni, serta jajaran relawan peduli api.

Saat ini, Pangdam memang sangat menaruh perhatian besar (concern) terhadap penanganan Karhutla di wilayah Kalbar. Untuk itulah, dirinya turun langsung memimpin apel siaga di Kabupaten Kubu Raya guna memastikan kesiapan seluruh personel dan sarana prasarana.

Dalam keterangannya kepada awak media, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menegaskan bahwa seluruh unsur satgas harus meningkatkan kewaspadaan seiring dengan mulainya masa transisi cuaca di wilayah Kalimantan Barat.

“Hari ini kita melaksanakan apel kesiapsiagaan dalam rangka menghadapi Karhutla. Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini wilayah kita sudah mulai memasuki musim kering, di mana potensi terjadinya kebakaran lahan menjadi sangat tinggi,” ujar Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.

Pangdam mengapresiasi tingginya respons dan antusiasme dari seluruh elemen yang terlibat—mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, pelaku usaha selaku pemilik lahan, hingga kelompok relawan masyarakat. Sinergitas ini dinilai krusial mengingat karakteristik geografis wilayah Kubu Raya yang didominasi oleh lahan gambut.

Lebih lanjut, Pangdam memberikan imbauan tegas kepada masyarakat terkait aktivitas pengelolaan lahan. Faktor kelalaian manusia, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa pengawasan, sering kali menjadi pemicu utama kebakaran di area gambut yang sensitif.

“Kami mengimbau kepada masyarakat supaya lebih berhati-hati dalam pengelolaan lahan. Harus lebih disiplin dalam menyalakan api ataupun menggunakan areanya. Apabila masyarakat melihat adanya potensi titik api, segera berkomunikasi dengan petugas agar bisa langsung dipadamkan,” tegasnya.

Meskipun data menunjukkan adanya dampak positif dari upaya pencegahan sebelumnya, jenderal bintang dua tersebut mengingatkan agar semua pihak tidak lengah.

“Alhamdulillah, tren (kebakaran) yang kelihatan terjadi saat ini cenderung menurun daripada tahun-tahun yang lalu. Namun, untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak kita harapkan, kita harus tetap mengecek dan memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur di lapangan,” ujar Pangdam.

Senada dengan Pangdam, Bupati Kubu Raya Sujiwo menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan penuh dari jajaran TNI-Polri dan stakeholder lainnya. Kehadiran para pucuk pimpinan tersebut dinilai menjadi suntikan moral yang besar bagi pasukan di lapangan.

​”Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kubu Raya, saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Pangdam XII/Tpr yang juga berkenan langsung menjadi inspektur apel kesiapsiagaan hari ini. Kehadiran Beliau bersama Danlanud, Dansat Brimob, dan seluruh unsur terkait tentu menambah semangat kami semua,” kata Sujiwo.

​Sujiwo menegaskan bahwa sinergi lintas sektoral ini merupakan bukti keseriusan semua pihak dalam melindungi wilayah Kubu Raya dari ancaman kabut asap yang dapat berdampak buruk pada berbagai lini kehidupan.

​”Hari ini merupakan wujud nyata keseriusan pemerintah bersama TNI-Polri, pihak swasta, Damkar Swasta, serta MPA (Masyarakat Peduli Api) untuk bersama-sama melawan kebakaran hutan dan lahan. Perlawanan ini kami lakukan melalui upaya antisipasi, preventif, hingga penanggulangan,” tegas Bupati Kubu Raya. (Pendam XII/Tpr)

Pengalaman Mengerikan: Tukang Becak di Pangururan Bawa Kabur Kandang Ayam dan Belanjaan

0

Pangururan, warna.in – Saya ingin membagikan kejadian yang sangat meresahkan sekaligus memohon bantuan seluruh warga Pangururan dan pihak berwenang. Kejadian ini terjadi pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 16.30 WIB.
Saat itu saya berada di Pasar Onan Baru Pangururan, baru saja membeli 10 kilogram ubi dan 5 kilogram jipang seharga Rp75.000. Saya keluar dari gang di samping bengkel motor Honda Sihotang, lalu menghentikan becak yang lewat untuk meminta bantuan mengangkut barang.
Saya bertanya kepada pengemudi becak itu: “Bisa ke Lumban Suhi-Suhi?” Dia menjawab sudah pernah ke sana. Saya pun menjelaskan bahwa saya tidak bisa membawa kandang ayam di sepeda motor, mau diangkut pakai beca, jadi kita akan mengambilnya dulu di Toko Pakan Ternak Marga Simbolon, seberang panglong Marga Manik.
Kami pun berangkat beriringan melewati BRI Cabang Onan Baru, Toko Mas Surabaya, lalu belok kiri melewati Sekolahan Bunda Mulia, Toko Roti Daddy yang baru buka di sebelah kiri, melewati area BRI di sebelah kanan. Sesampainya di took pakan ternak, tukang becak itu memuat kandang ayam berukuran 75 cm x 75 cm berbentuk kotak kayu ke belakang becaknya, lalu mengikatnya dengan tali karet hitam.
Saya pun masuk ke dalam toko untuk membayar kandang seharga Rp130.000 lewat m-banking bersama anak pemilik toko, sebelumnya saya sudah berpesan jelas kepada tukang beca “Kita nanti mampir dulu ke Toko Si Gepeng Sitanggang di Simpang Empat ambil gas dan beras, ya. Kita jumpa di sana.”
Namun begitu saya selesai membayar dan keluar toko, tukang becak itu sudah hilang tak berbekas. Saya tetap menuju Simpang Empat dan menunggu hampir 15 menit di Toko Sitanggang, namun tukang beca tak kunjung datang. Sampai hari ini pun tidak ada kabar sama sekali. Artinya, dia dengan sengaja membawa kabur kandang ayam beserta seluruh belanjaan saya: ubi dan jipang tadi.
Saya sangat terkejut dan kecewa. Selama 5 tahun tinggal di Pangururan, saya belum pernah mengalami hal seperti ini. Biasanya saya tidak lagi menanyakan nama atau mencatat nomor plat becak, karena bisa dipercaya. Kebanyakan tukang becak di sini masih satu marga dengan saya, jadi saya pikir aman. Padahal kejadian ini terjadi saat hari masih terang benderang, di jalan utama yang ramai warga!
Ini sangat mengerikan. Di Pangururan yang luasnya tidak terlalu besar, kini sudah muncul penjahat yang menyamar sebagai tukang becak. Jika kasus ini dibiarkan, pasti akan ada warga lain yang menjadi korban berikutnya.
Saya sudah mengecek ke pedagang di seberang bengkel Sihotang, dan ternyata ada rekaman CCTV nya dan kemungkinanjuga ada CCTV di sepanjang rute perjalanan kami. Siang ini saya berencana melapor ke Polres Samosir agar didampingi petugas untuk melihat rekaman tersebut. Saya ingin mengetahui wajah orang tersebut dan nomor plat becaknya untuk membantu mengungkap pelaku dan mencegah kejadian serupa menimpa warga lain, ujar Rotua Wendeilyna Simarmata. Sampai saat ini belum ada pihak yang mengetahui keberadaan pengemudi becak maupun barang yang dibawanya. Masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini diminta untuk segera menghubungi pihak kepolisian. (red)