Beranda blog

KETURUNAN dari Kab SAMOSIR, dr MONANG SIMARMATA SpM Paparkan PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN MATA

0

Samosir, warta.in – Pelayan Penuh Waktu HKBP Distrik VIII Jakarta mengikuti Konvent yang dilaksanalan di HKBP Ressot Cengkareng pada Senin 8/6/2026 dimulai pada Pkl 10.00 WIB

Kegiatan ini dipimpin oleh Pdt Oloan Nainggolan STh selaku Pareses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta

Pada kesempatan itu, Dr Monang Simarmata SpM sebagai Pemateri menyampikan Topik Penyakit Mata dan Ancaman Kebutaan. Pemilik MataRaja Eye Centre ini, merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan menjadi Spesialis Mata sejak Tahun 1974. Bertugas di RS Fatmawati Jakarta Selatan dan RS Mata Aini Jakarta Selatan hingga Pensiun.

Penyakit Mata yang paling sering ditangani MataRaja Eye Centre adalah : 1. Katarak, 2. Kaca Mata/Refraksi, 3. Infeksi, 4. Glaukoma, 5. Kelainan Saraf Mata/Retina, 6. Dry Eye, 7. Xerophthalmi/Defisiensi Vit A, 8. Tumor Mata, 9. Trauma

Urutan pertama adalah penyakit Katarak, asal kata Yunani : Kataraktes, bahasa latin : Cataract, yang artinya Air Terjun, kekeruhan Lensa Mata. Faktor Penyebab : Usia Menua, Diabetes, Paparan UV, Merokok, Efek samping obat steroid, Infeksi Rubella saat hamil, Trauma Mata

Tindakan Media yang dilakukan : i. Ektraksi saja, butuh kaca mata tebal, ii. Ektraksi + Tanam Lensa, kaca mata tidak tebal. Tanam Lensa pertama kali dilakukan di Inggris pada Tahun 1949, di Indonesia mulai tahun1980 an

Urutan kedua adalah masalah kaca mata (refraksi), mata terang dekat, terang jauh, beda ukuran kanan/kiri, mata tua dan lain lain. Sedang untuk penyebab mata juling antara lain : i. Kaca mata yang tidak dipakai yang seharusnya dipakai rutin, ii. Gangguan di otak

  • Selain teori juga ditayangkan gambar gambar penyakit mata. Diakhir paparannya, dr Monang Simarmata berharap setelah mengetahui beragam penyebab gangguan pada mata sebagaimana yang telah disampaikannya itu agar para peserta konvent yang hadir semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan mata sehingga terhindar dari kebutaan (red)

Hj. Imas,SPMB SMP KP MAJALAYA – MBG 2026 DI KAMPUS SEKOLAH YANG ASRI,TEDUH, BERHALAMAN LUAS PLUS AKSES ANGKOT

0

Ranca Jigang, Majalaya, Kabupaten Bandung,. WARTA. IN
SMP KP – Karya Pembangunan Majalaya, Sekolah bernuansa asri dan tematik di Majalaya.
Di bawah Komando Ibu Hj. Imas, SMP KP Majalaya eksis, dan berkembang, menjadi pilihan anak didik untuk sekolah di SMP KP Majalaya.
Lingkungan sekolah yang asri, nyaman dan tematik, di layani jalur angkot Majalaya – Lembur Awi, Jalan Cagak Maruyung, menjadi pilihan anak didik melanjutkan pendidikan di bangku SMP KP Majalaya.
MBG, Rutin melayani pemenuhan Gizi Siswa – Siswi Kelas VII – VIII – IX.
Dilengkapi sarana Olah Raga yang memadai dalam pelajaran PJOK bagi muridnya. WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Wali Kota Tekankan Pelayanan dan Efisiensi  

0

PONTIANAK – WartaIN – Dinas Kesehatan Kota Pontianak meraih nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) tertinggi di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak dengan skor 90,46 pada SAKIP Awards Tahun 2026.

Posisi berikutnya ditempati Sekretariat DPRD Kota Pontianak dengan nilai 88,41 dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kota Pontianak dengan nilai 85,86.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan SAKIP Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan perangkat daerah dalam menerapkan prinsip akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, serta orientasi pada hasil dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, penyusunan APBD Tahun 2027 harus mulai dipersiapkan sejak Juli karena rancangan APBD dijadwalkan disampaikan pada Oktober mendatang.

“Oleh sebab itu, saya berharap momentum acara hari ini dapat semakin meningkatkan pemahaman kita tentang SAKIP, memahami fungsinya, dan memahami apa yang harus dilakukan dalam mengoptimalkan kinerja di OPD masing-masing,” ujarnya Selasa (9/6).

Edi mengungkapkan, hasil evaluasi masih menunjukkan adanya sejumlah catatan yang perlu mendapat perhatian. Di antaranya kesenjangan antara perencanaan dan realisasi program di beberapa OPD yang perlu diselaraskan dengan target pembangunan dalam RPJMD.

Selain itu, monitoring dan evaluasi internal dinilai belum berjalan optimal dan berkelanjutan sehingga berdampak pada ketersediaan data berbasis eviden untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis kinerja. Budaya kinerja di tingkat pelaksana juga dinilai belum sepenuhnya terbentuk sehingga masih terdapat tantangan dalam membangun semangat perubahan dan inovasi di unit kerja teknis.

Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan kualitas perencanaan berbasis kinerja dan memperkuat sinergi antara perencanaan dan penganggaran.

“Program yang dijalankan harus mampu menghasilkan capaian yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Edi juga mendorong perangkat daerah untuk terus menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik serta memanfaatkan teknologi digital, termasuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi e-SAKIP di seluruh jenjang organisasi.

“Jadikan akuntabilitas sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif,” pesan Wali Kota.

Ia meminta seluruh ASN memahami kontribusi kinerjanya terhadap pencapaian tujuan organisasi. Semangat melayani masyarakat, menurutnya, harus menjadi motivasi utama dalam bekerja.

“OPD harus memiliki jiwa petarung dalam menyelesaikan tugas-tugas. Ciptakan pola pikir yang membuat kita bangga dan puas ketika masyarakat yang kita layani mendapatkan hasil atau kepuasan dari pelayanan yang kita berikan,” katanya.

Di tengah keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, Edi menegaskan bahwa perangkat daerah tetap harus mampu menghasilkan kinerja maksimal melalui berbagai inovasi. Apalagi penghematan anggaran dan pemotongan dana transfer ke daerah diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun 2027.

Ia menyebut terdapat tiga fokus pembangunan yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Pontianak pada periode 2026-2027, yakni ketertiban umum, kebersihan, serta pertumbuhan ekonomi dan pengurangan angka kemiskinan.

Menurutnya, masyarakat menilai kinerja pemerintah dari hal-hal yang langsung dirasakan, seperti kondisi jalan yang baik, lingkungan yang bersih, serta pelayanan yang ramah, santun, dan responsif.

“Masyarakat harus merasa nyaman dengan kehadiran kita, terutama pada layanan yang berhadapan langsung dengan masyarakat seperti pelayanan perizinan, pelayanan kesehatan, pelayanan di tingkat kelurahan dan kecamatan,” ujarnya.

Edi juga menyoroti tantangan ekonomi yang diperkirakan akan memengaruhi pembangunan daerah, mulai dari kenaikan harga BBM, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, hingga dampaknya terhadap inflasi, pengangguran, dan daya beli masyarakat.

Menghadapi kondisi tersebut, ia meminta seluruh perangkat daerah menerapkan prinsip efisiensi dan inovasi dalam pelaksanaan APBD. Program yang tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat diminta untuk dialihkan ke program yang lebih prioritas.

Di bidang infrastruktur, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas sarana dan prasarana dasar, termasuk jalan lingkungan agar tetap aman digunakan masyarakat.

Untuk aset pemerintah, rehabilitasi harus menjadi pilihan utama sebelum dilakukan pembangunan atau penggantian baru. Budaya hemat juga terus didorong di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak.

Selain itu, Edi meminta perangkat daerah meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya kelompok masyarakat miskin pada desil 1 hingga desil 3. Setiap kebijakan, termasuk penataan pedagang kaki lima, harus mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

“Momentum SAKIP Awards ini harus menjadi penyemangat bagi kita untuk terus menjadi lebih baik, lebih bermanfaat meskipun dengan anggaran yang terbatas, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh sektor,” imbuhnya.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Pontianak Yusnaldi menjelaskan bahwa pelaksanaan SAKIP Awards 2026 mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 88 Tahun 2021 tentang Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Menurutnya, penghargaan diberikan berdasarkan hasil penilaian laporan SAKIP perangkat daerah Tahun 2025 yang dilakukan Inspektorat Kota Pontianak melalui tahapan yang objektif, transparan, dan akuntabel.

“Penilaian meliputi kualitas perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi internal, serta capaian kinerja organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Pontianak,” ujarnya selaku ketua panitia.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan penghargaan kepada tiga perangkat daerah dengan nilai tertinggi, tiga perangkat daerah dengan peningkatan nilai tertinggi dibanding tahun sebelumnya, melakukan evaluasi pelaksanaan SAKIP sebagai bahan perbaikan, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Selain penyerahan penghargaan oleh Wali Kota Pontianak, kegiatan juga diisi penyampaian materi evaluasi oleh narasumber dari Inspektorat Kota Pontianak.

Pembiayaan kegiatan bersumber dari APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2026 melalui DPA Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Pontianak,” ucap Yusnaldi.

Pada kategori perangkat daerah dengan peningkatan nilai SAKIP tertinggi, penghargaan diberikan kepada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak yang mencatat peningkatan 9,74 poin dengan nilai AKIP 85,15. Sekretariat DPRD Kota Pontianak berada di posisi kedua dengan peningkatan 9,55 poin dan nilai AKIP 88,41. Sementara Badan Pendapatan Daerah Kota Pontianak menempati posisi ketiga dengan peningkatan 9 poin dan nilai AKIP 84,11. ( Tim ).

Melalui Expo Satpol-PP dan Damkar Torut, Bupati Berkomitmen Berikan Dukungan Program dan Anggaran

0

TORAJA UTARA – Expo Satpol-PP dan Damkar Kabupaten Toraja Utara yang dilaksanakan di Alun-alun Kota Rantepao, secara resmi dibuka oleh Bupati Toraja Utara Frederick Viktor Palimbong, Selasa (9/6/2026)

Pembukaan Expo Satpol-PP dan Damkar tersebut dilaksanakan pada hari Senin (8/6/2026) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-76 Satpol PP dan Hari Ulang Tahun ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Dimana kegiatan pembukaan itu juga dihadiri oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Toraja Utara, para camat, pimpinan instansi vertikal, unsur Forkopimda, TNI-Polri, personel Satpol PP Kabupaten Tana Toraja, insan pers, sponsor, mitra kerja, serta tokoh masyarakat.

Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong melalui sambutannya menegaskan bahwa Satpol PP dan Damkar merupakan garda terdepan pemerintah daerah dalam menegakkan peraturan daerah, menjaga ketenteraman dan ketertiban umum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, Frederick Viktor Palimbong juga menekankan pentingnya seluruh personel Satpol PP menjalankan tugas sesuai fungsi dan kewenangan yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. Menurutnya, Satpol PP harus fokus pada tugas pokok dan fungsinya serta tidak digunakan untuk kepentingan pribadi maupun politik praktis.

“Saya ingin memastikan bahwa Satpol PP bekerja sesuai tupoksinya, yaitu penegakan aturan daerah, menjaga ketertiban umum, dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Tidak boleh lagi ada personel yang digunakan untuk kepentingan pribadi maupun urusan politik praktis,” sebut Bupati Toraja Utara.

Pada kesempatannya itu juga, Bupati Toraja Utara menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Toraja Utara untuk terus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, profesionalisme, serta kesejahteraan personel Satpol PP dan Damkar melalui dukungan program dan anggaran yang memadai.

Profesionalisme, integritas, dan dedikasi aparatur, kata Bupati Frederick Viktor Palimbong, merupakan faktor penting dalam menciptakan kondisi daerah yang aman, tertib, nyaman, dan kondusif guna mendukung pembangunan serta pertumbuhan investasi.

Tak hanya itu, Bupati Toraja Utara pun menyampaikan kabar positif mengenai perkembangan investasi di Kabupaten Toraja Utara, salah satunya rencana operasional Bank Central Asia (BCA) di daerah tersebut.

Dimana Kehadiran layanan perbankan nasional tersebut dinilai sebagai indikator meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Toraja Utara.

“Seluruh pembangunan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi membutuhkan kepastian. Kepastian bahwa aturan ditegakkan, keamanan terjaga, dan masyarakat merasa nyaman. Karena itu, semua pihak harus bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ungkap Frederick Viktor Palimbong.

Di kesempatan yang sama, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Toraja Utara, Riantho Yusuf Sangkelo, menyampaikan bahwa Expo Satpol PP, Damkar dan Penyelamatan Tahun 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Satpol PP ke-76 dan HUT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ke-107 sekaligus menjadi sarana mendekatkan institusi Satpol PP dan Damkar kepada masyarakat.

Yang mana kata Rianto Yusuf bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan secara lebih luas tugas dan fungsi Satpol PP dalam menegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah, menjaga ketenteraman dan ketertiban umum, serta peran Damkar dalam pelayanan penyelamatan dan penanggulangan kebakaran.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, beber Kasatpol-PP Rianto Yusuf, jika tantangan yang dihadapi Satpol PP dan Damkar juga semakin kompleks. Oleh karena itu, masyarakat perlu memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan, kesadaran hukum, serta budaya keselamatan.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa tugas Satpol PP tidak hanya sebatas penertiban, tetapi bertujuan menciptakan ketertiban, kenyamanan, dan perlindungan bagi seluruh warga. Demikian pula Damkar tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melaksanakan berbagai operasi penyelamatan, evakuasi, pertolongan darurat, dan edukasi pencegahan kebakaran,” pungkasnya.

Untuk diketahui bahwa Expo Satpol PP, Damkar dan Penyelamatan Tahun 2026 berlangsung dari tanggal 1–14 Juni dan dilanjutkan tanggal 22–30 Juni 2026 dengan berbagai kegiatan edukatif, kompetitif, dan hiburan telah disiapkan untuk masyarakat,

Adapun rangkaian kegiatan tersebut antara lain sosialisasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah, simulasi pemadaman kebakaran dan penyelamatan, lomba tenis meja, mini soccer antar pelajar, lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB), lomba mewarnai karakter Satpol PP dan Damkar, permainan rakyat, lomba karaoke, hingga lomba senam kreasi.

SMP IT Hidayatul Burhan Lepas 15 Alumni Angkatan Pertama 2025 – 2026

0

Warta.in, Karawang.- Senin, tangal 7 Juni 2026 menjadi hari yang penuh haru di Pondok Pesantren Hidayatul Burhan Kp Banjun Desa Pasirtanjung kecamatan Lemahabang kabupaten Karawang dimana pada hari itu untuk pertama kalinya SMP IT Hidayatul Burhan, Boarding School menyelenggarakan acara pelepasan perpisahan alumni angkatan pertama.

Dalam bingkai acara yang penuh hidmat dan penuh rasa syukur Kepala Sekolah SMPI IT Hidayatul Burhan Boarding School Ustad Jaenal Apip Spd.I dalam amanahnya kepada para alumi berpesan agar selepas lulus kelas 9 dan akan menempuh kejenjang yang lebih tinggi yakni SLTA agar tetap menjaga adab dan ahlak sebagai bentuk jatidiri yang selama 3 tahun telah ditanamkan oleh para guru para pembimbing di pondok pesantren Hidayatul Burhan dengan demikian maka nama baik pesantren akan tetap terjaga.

“Kepada para orangtua atau wali santri tidak lupa saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada pondok pesantren yang secara umur baru seumur jagung namun telah diberikan amanah dan kepercayaan oleh para orang tua untuk menitipkan putra putrinya dan Alhamdulilah hari ini secara formal telah dinyatakan lulus kelas 9 dan ini merupakan kebahagian tersendiri bagi kami keluarga besar pondok pesantren Hidayatul Burhan ” ujarnya

“Lebih daripada itu kami sangat menyadari masih banyak kekurangan disana sini dan akan terus kami evaluasi untuk kedepan supaya menjadi lebih baik lagi untuk itu kami mohon maaf dan tetimakasih kepada semua pihak yang telah turut serta memberikan bantuan dan dukungan baik secara materi maupun yang lainya dan kami tidak bisa membalasnya hanya ucapan terima kasih semoga semua yang telah diberikan hingga pondok pesantren Hidayatul Burhan sampai seperti sekarang ini kiranya Alloh membalas dengan keberkahan dan mencatatnya sebagai amal jariyah ” imbuhnya

Sementara itu suasana haru penuh cucuran air mata semakin terasa dan menambah suasana semakin syahdu manakala para santriwan santriwati secara simbolis diserahkan kembali oleh Kang Ustad Apip kepada para orangtua dilanjutkan dengan sungkeman oleh para santriwan santriwati terhadap orang tuanya dan menutup rangkaian acara Haflah Ahirul “Aam SMP IT Hidayatul Burhan Boarding School tahun 2025 – 2026 dengan musafahah antara para santri dengan segenap pengasuh pondok pesantren dan para orang tua serta tokoh yang hadir..

14 Kabupaten Kota Tampilkan Karya Terbaik pada Puncak Gelar Koreografer Muda Kalbar 2026

0

PONTIANAK – WartaIN – Ratusan seniman muda dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat menampilkan karya tari terbaik mereka dalam puncak kegiatan Parade Karya Sanggar-Sanggar dan Gelar Koreografer Muda Kalbar 2026 yang digelar di halaman Museum Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Sabtu (6/6).

Mengusung tema “Nafas Tradisi dalam Kreasi Muda”, kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat melalui UPT Taman Budaya Kalbar tersebut menjadi panggung apresiasi bagi para koreografer muda dan sanggar seni dari seluruh penjuru Kalimantan Barat.

Sejak sore hingga malam hari, masyarakat yang memadati area Museum Kalbar disuguhkan berbagai pertunjukan tari kreasi yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal. Setiap penampilan menghadirkan kekhasan daerah masing-masing, mulai dari budaya Melayu, Dayak, Tionghoa hingga berbagai tradisi lokal lainnya yang dikemas secara kreatif oleh generasi muda.

Ketua panitia kegiatan, Huda Suwanda, mengatakan seluruh karya yang ditampilkan pada gelaran tersebut merupakan hasil seleksi dan verifikasi yang telah dilakukan sebelumnya terhadap peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.

“Kegiatan ini nanti akan menampilkan karya terbaik dari koreografer muda dari 14 kabupaten kota yang telah terlebih dahulu kita verifikasi. Kegiatan ini direncanakan dimulai hari ini dan berakhir pada Minggu tanggal 7 Juni. Jadi ada bermacam-macam kegiatan yang akan ditampilkan,” ujarnya.

Menurut Huda, pelaksanaan kegiatan ini menjadi ruang penting bagi para pelaku seni untuk menunjukkan hasil karya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.

“Yang pertama, ini sebagai showing bagi pekerja seni bahwa kawan-kawan bisa mengapresiasikan atau mempertunjukkan karya yang ada pada masing-masing sanggar. Itu membuktikan bahwa keberlangsungan budaya masih tetap eksis. Kita melihat antusias para pemuda untuk melestarikan seni dan budaya kita sangat baik,” ucapnya.

Ia menilai tingginya partisipasi generasi muda dari berbagai kabupaten dan kota menunjukkan bahwa seni budaya tradisional masih memiliki tempat di tengah perkembangan zaman. Kreativitas yang ditampilkan para koreografer muda menjadi bukti bahwa tradisi dapat terus hidup melalui inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan para pendahulu.

Sepanjang pertunjukan, para penonton tampak antusias menyaksikan setiap karya yang dipentaskan. Beragam konsep tari yang memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern berhasil menghadirkan suasana yang meriah sekaligus edukatif.

Selain menjadi ajang pertunjukan, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi bagi para pelaku seni dari berbagai daerah. Para peserta tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga saling bertukar pengalaman, ide, dan gagasan dalam mengembangkan seni pertunjukan berbasis budaya lokal.

Parade Karya Sanggar-Sanggar dan Gelar Koreografer Muda Kalbar 2026 diharapkan mampu memperkuat ekosistem seni budaya di Kalimantan Barat serta menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan warisan budaya daerah, ( Tim ).

Sengketa Tanah Antar Keluarga yang Berlangsung Puluhan Tahun di Kelurahan Baratan Akhirnya Temui Titik Terang

0

Warta.in, Jember – Sengketa tanah antar keluarga yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, akhirnya menemukan titik terang melalui proses mediasi yang difasilitasi pemerintah setempat pada Senin (8/6/2026).

Sekretaris Kelurahan Baratan, Denny Wijiati, menjelaskan bahwa mediasi yang digelar kali ini merupakan upaya penyelesaian untuk ketiga kalinya. Sebelumnya, persoalan yang sama pernah dimediasi sekitar empat tahun lalu oleh pihak Kecamatan Patrang, namun saat itu belum menghasilkan solusi
yang dapat diterima kedua belah pihak.

Permasalahan bermula dari klaim kepemilikan tanah warisan keluarga yang saat ini ditempati oleh keluarga Nisab. Ahli waris dari almarhumah Saniti, yakni Halimah beserta keluarganya, merasa memiliki hak atas lahan tersebut dan sebelumnya sempat mengadukan persoalan itu kepada pihak kepolisian.

“Kasus ini sudah berlangsung cukup lama dan melibatkan beberapa generasi keluarga. Jika ditelusuri, sengketa ini berasal dari tanah warisan keluarga yang diwariskan secara turun-temurun hingga generasi ketiga dan keempat,” ujar Denny.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kelurahan Baratan bersama unsur Muspika Kecamatan Patrang, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Kelurahan Baratan, ketua lingkungan, RT, dan RW setempat kembali menginisiasi serangkaian mediasi. Pada tahap awal, pihak ahli waris Saniti dipanggil untuk dimintai keterangan, kemudian dilanjutkan dengan pemanggilan keluarga Nisab.

Dalam mediasi yang digelar pada 8 Juni 2026 tersebut, seluruh pihak yang bersengketa hadir bersama anggota keluarga masing-masing. Pihak ahli waris Halimah juga didampingi kuasa hukumnya, Bunda Bali (Bunda Winaraih) bersama sang suami Bi is. SH.

Deni mengungkapkan, pertemuan yang berlangsung di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember itu berjalan kondusif dan menghasilkan kesepahaman yang menjadi dasar penyelesaian sengketa.

“Alhamdulillah, kedua belah pihak akhirnya menemukan jalan keluar. Memang belum dituangkan dalam kesepakatan tertulis, tetapi sudah ada kesepahaman yang jelas dan diterima secara legawa oleh kedua pihak,” katanya.

Salah satu poin kesepakatan yang dicapai adalah pihak ahli waris Halimah bersedia menerima usulan dari keluarga Nisab, yakni pembangunan kembali rumah di atas lahan milik mereka sebagai bentuk penyelesaian atas pengganti atas rumah yang selama ini ditempati keluarga Nisab.

Menurut Denny, keberhasilan mediasi ini menjadi langkah penting dalam mengakhiri konflik keluarga yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia berharap seluruh rencana yang telah disepakati dapat direalisasikan dengan baik sehingga hubungan kekeluargaan antar kedua belah pihak dapat kembali harmonis.

“Kami berharap semua yang telah direncanakan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Yang terpenting, persoalan yang sudah berlangsung turun-temurun ini akhirnya menemukan titik terang,” pungkasnya.

Guna Antisipasi Kemacetan Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi

0

Guna Antisipasi Kemacetan Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Selasa Pagi (09/06/2026) pada pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkatnya bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Muji.R dan Bripka Sujito untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari di daerah rawan kemacetan

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Obvit Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme Di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Obvit Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Senin siang (08/06/2026)pukul 10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aipda Erwan dan Aipda Supriadi dengan sasaran Jalan raya Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimban, Pos Ojek Sendangrejo, Bank BRI dan Pasar Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Senin (08/06/2026)

Kegiatan di laksanakan pukul 21.00 wib oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Kanit Reskrim Aiptu Muji. R, Aipda Erwan dan Briptu Andika untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di SPBU Ngimbang, Terminal,Swalan R3 Tanjung dan Desa Lamongrejo Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)