Beranda blog

Pria 54 Tahun Ditemukan Tewas di Kandang Sapi Kawasan PT Uni Seraya Meranti

0

KEPULAUAN MERANTI – Seorang pria bernama Rianto, alias Linggu, berusia 54 tahun, ditemukan meninggal dunia di dalam kandang sapi miliknya yang berada di kawasan PT Uni Seraya, Dusun III, Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (31/10/2026) pagi.

Ka.polres Kepulauan Meranti Akbp Gede Presetia Adi Sasmita S.Ik melalui Ka.Polsek Rangsang Barat. Ipda Sukardi.S.IP.Menyampiakan terhadap Penemuan tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 07.30 WIB oleh Bairudin, rekan piket korban, yang saat itu mencari keberadaan Rianto karena tidak hadir untuk melaksanakan tugas jaga seperti biasanya.

Korban diketahui merupakan warga Jalan Dorak, Gang Ampera, RT 003/RW 002, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Berdasarkan keterangan saksi, sehari sebelumnya, Jumat (30/10/2026), korban bersama Bairudin dan seorang rekan lainnya melaksanakan tugas piket siang di kawasan PT Uni Seraya. Setelah menjalankan tugas selama delapan jam, mereka kemudian melakukan serah terima piket dengan petugas berikutnya sebelum pulang.

Namun, pada Sabtu pagi, ketika jadwal piket kembali tiba, Rianto tidak kunjung datang. Bairudin yang merasa heran kemudian berinisiatif mencari korban ke tempat tinggalnya.

Dalam perjalanan menuju mes tempat tinggal korban, Bairudin melihat sepeda motor yang biasa digunakan Rianto berada di dekat kandang sapi milik korban. Merasa curiga, ia kemudian memeriksa area kandang tersebut.

Betapa terkejutnya Bairudin ketika mendapati Rianto terbaring telentang dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kandang sapi tersebut.

Mengetahui kejadian itu, Bairudin segera memberitahukan kepada rekan-rekannya yang berada di lingkungan PT Uni Seraya. Informasi tersebut selanjutnya disampaikan kepada Kepala Dusun setempat, Mutris, sebelum dilaporkan kepada pihak kepolisian melalui Polsek Rangsang Barat.

Polisi Lakukan Pemeriksaan di Lokasi

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Tim Identifikasi Polres Kepulauan Meranti turut melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan berupa luka lecet, luka lebam, maupun memar pada tubuh korban.

Saat ditemukan, korban dalam posisi telentang, mengenakan baju, dan tidak mengenakan celana. Kedua tangannya dilaporkan dalam keadaan menggenggam

Petugas juga mengamankan sejumlah barang yang ditemukan berkaitan dengan kejadian tersebut, di antaranya sebuah senter, satu unit telepon genggam merek OPPO, satu bungkus rokok, sehelai baju, sehelai celana, serta sepasang sandal merek Swallow berwarna merah.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jenazah korban dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut di RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti.

Penyebab Kematian Masih Didalami

Hingga pemeriksaan awal dilakukan, penyebab pasti kematian Rianto belum diketahui. Tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada pemeriksaan luar belum dapat memastikan penyebab kematian korban.

Pihak keluarga, melalui istri korban bernama Yanti, menyatakan menolak dilakukannya autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan tertulis yang ditandatangani di atas meterai Rp10.000.

Meski demikian, pemeriksaan medis terhadap jenazah tetap dilakukan sesuai penanganan yang dilaporkan pihak kepolisian.

Pihak kepolisian juga telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari mendatangi TKP, mengevakuasi jenazah, mencatat keterangan saksi-saksi, berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal dan Unit Identifikasi Polres Kepulauan Meranti, hingga menyusun laporan kejadian.

Peristiwa ini menyisakan duka bagi keluarga dan orang-orang yang mengenal korban. Sementara itu, penyebab pasti meninggalnya Rianto masih belum dapat dipastikan dan menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut.

Rilis : Humas Polres Kepulauan Meranti

Polres Meranti Bersama FKUB Bahas Isu Perlindungan Anak hingga Karhutla

0

MERANTI – Polres Kepulauan Meranti bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar kegiatan Jumat Curhat untuk membahas sejumlah isu krusial terkait Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Agenda yang berlangsung di halaman Vihara Sejahtera Sakti, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tebing Tinggi pada Jumat (30/10/2026) ini menyoroti pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), perlindungan anak, hingga komitmen menjaga kerukunan antar umat beragama.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ps. Kabag SDM Polres Kepulauan Meranti AKP Gunawan, S.H., KBO Satreskrim Ipda Rijen Gurning, S.H., M.H., Ps. Kasat Tahti Ipda Dedi Santos Manullang, S.H., Ketua FKUB Kabupaten Kepulauan Meranti Ustaz H. Mustafa, S.Ag., M.M., serta jajaran anggota FKUB setempat.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Ps. Kabag SDM AKP Gunawan, S.H., mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar AKP Gunawan.

Selain karhutla, Polres Kepulauan Meranti juga mengajak warga memaksimalkan layanan call center Polisi 110 yang siaga 24 jam untuk melaporkan segala bentuk gangguan kamtibmas, kecelakaan kerja, maupun aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

Dalam dialog interaktif tersebut, pihak kepolisian memberikan atensi khusus pada pentingnya perlindungan anak di bawah umur. Orang tua dan seluruh elemen masyarakat diminta memperketat pengawasan demi mencegah segala bentuk tindak kekerasan maupun kejahatan seksual terhadap anak.

Pihak polres mengingatkan bahwa ketentuan hukum mengenai kekerasan terhadap anak telah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Oleh karena itu, jika masyarakat menemukan adanya indikasi tindakan yang merugikan anak, mereka diminta untuk segera melapor ke pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti.

Di sisi lain, Polres Kepulauan Meranti bersama FKUB sepakat mengajak masyarakat untuk terus merawat toleransi, menghormati perbedaan, dan menjaga lingkungan agar tetap kondusif. Menanggapi isu sensitif seperti LGBT, masyarakat diimbau menyikapinya secara bijaksana dengan mengedepankan norma sosial serta ketentuan hukum yang berlaku tanpa melakukan tindakan diskriminasi, intimidasi, maupun kekerasan fisik.

( Rilis: Humas Polres Meranti ).

DPC GRIB Jaya Purwakarta Gelar Sunatan Massal, 20 Anak Ikuti Khitan Gratis

0

Warta.in, Purwakarta – Wujud kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB Jaya Kabupaten Purwakarta melalui kegiatan sosial sunatan massal yang diikuti sebanyak 20 anak. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat DPC GRIB Jaya, Desa Bunder, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Purwakarta, Trisna Rizki Nugraha, didampingi jajaran pengurus. Program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian organisasi dalam membantu masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan pelayanan khitan bagi anak-anak mereka.

Dalam sambutannya, Trisna Rizki Nugraha menegaskan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan harus mampu memberikan manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, kegiatan sunatan massal bukan sekadar agenda sosial, tetapi juga merupakan wujud kepedulian, kebersamaan, serta komitmen GRIB Jaya untuk hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan sunatan massal ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin setiap tahun,” ungkap Trisna.

Sebanyak 20 anak yang mengikuti kegiatan tersebut mendapatkan pelayanan khitan secara gratis. Tidak hanya itu, panitia juga memberikan bingkisan berupa uang saku serta hadiah (doorprize) kepada para peserta.

Pemberian bingkisan dan hadiah tersebut merupakan bentuk perhatian serta apresiasi dari GRIB Jaya bersama BASZAS, sekaligus untuk menambah kebahagiaan anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut.

Lebih dari sekadar kegiatan pelayanan sosial, sunatan massal ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara organisasi dan masyarakat. Kehadiran GRIB Jaya di tengah warga diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

DPC GRIB Jaya Kabupaten Purwakarta berharap organisasi kemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada kegiatan internal, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam menjawab kebutuhan sosial masyarakat melalui aksi nyata di bidang kemanusiaan.

“Melalui kegiatan ini, GRIB Jaya ingin menegaskan bahwa organisasi harus hadir bukan hanya untuk dikenal, tetapi juga untuk dirasakan manfaat dan kontribusinya oleh masyarakat,” tegas Trisna.

Semangat berbagi dan kepedulian sosial inilah yang diharapkan terus menjadi bagian dari gerakan DPC GRIB Jaya Kabupaten Purwakarta dalam membangun kebersamaan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (ds)

Polsek Ngimbang Laksanakan Pengecekan Secara Rutin Barang Inventaris dan Kebersihan Mapolsek Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Laksanakan Pengecekan Secara Rutin Barang Inventaris dan Kebersihan Mapolsek Ngimbang

LAMONGAN// Warta. In – Dalam rangka kelancaran tugas dan menjaga kebersihan, Anggota Polsek Ngimbang melaksanakan pengecekan Inventaris dan pembersihan Mapolsek Ngimbang, Pada Hari Sabtu (31/10/2026)pukul 08.00 wib

Kegiagan ini di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang
Aiptu Suhadi, Aipda Novan, Aipda Afis dan Brigadir Deny

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr, K.S.I.K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, “Bahwa kegiatan ini dalam rangka untuk mengecek perlengkapan
Mapolsek Ngimbang antara lain ruang penjagaan, ruang pelayanan, kendaraan dinas dan cek senpi Polsek Ngimbang, ”

Sasaran untuk kesiap – siagaan tugas penjagaan, bersih – bersih mako, kendaran dan cek senpi ungkapnya.

Kami berharap dengan kesiap siagaan tugas penjagaan Polsek Ngimbang dapat dapat memperlancar pelayanan kepada Masyaralat dan wilayah Ngimbang tetap Aman dan Kondusif ( roy)

Intensifkan Patroli Harkamtipmas Polsek Ngimbang Sisir Beberapa Obyek Vital Di Wilayah Ngimbang

0

Intensifkan Patroli Harkamtipmas Polsek Ngimbang Sisir Beberapa Obyek Vital Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Guna mempersempit ruang gerak pelaku tindak kejahatan, Polsek Ngimbang Polres Lamongan mengintensifkan pengamanan wilayah melalui patroli Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) pada Jum’at (30/10/2026). Pukul 10.00,wib

Langkah preventif ini menyasar sejumlah objek vital dan pusat aktivitas publik di wilayah hukum Kecamatan Ngimbang

Dalam penyisiran tersebut, personel Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R, dan Briptu Andika menyisir, menyambangi titik-titik rawan seperti, Jalan raya poros Ngimbang – Jombang, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Galeri ATM BNI,Pos Satpam Kambangan Aksi ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas 3C (pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor).

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S.I.K, melalui Wakapolsek Ngimbang Iptu Istiono, S.H., menegaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan bertujuan menutup niat maupun kesempatan bagi para pelaku kejahatan.

“Patroli ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan rasa aman secara nyata kepada masyarakat. Kami juga mengimbau petugas keamanan objek vital dan warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor bila menemukan potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya Iptu Istiono, S. H.

Kehadiran Anggota personel Polsek Ngimbang mendapat apresiasi dari warga sekitar. Sugeng (42), salah seorang warga yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi patroli, mengaku lebih tenang dengan kehadiran polisi di pusat keramaian.

“Kalau sering ada patroli polisi yang lewat dan menyapa warga seperti ini, kami merasa jauh lebih tenang dan nyaman saat beraktivitas malam atau pas lagi ambil uang di ATM,” tutur Sugeng.

Seluruh rangkaian patroli Harkamtibmas berjalan lancar. Hingga kegiatan berakhir, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Ngimbang terpantau aman, tertib, dan kondusif. [roy]

Polsek Ngimbang Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C Gelar Patroli Blue Light Di Wilayah Ngimbang Pada Malam Hari

0

Polsek Ngimbang Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C Gelar Patroli Blue Light Di Wilayah Ngimbang Pada Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Jum’at (30/10 /2026) pukul 23.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang Kanit Reskrim Aipda Dian. P, Aipda Erwan dan Briptu Andika dengan sasaran beberapa titik rawan di jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, ATM BNI dan Bank BRI Ngimbang serta Warkop Pujadera 2 Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngambang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K,melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Percepat Pemberdayaan Ekonomi,UMKM Parsadaan Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere Bekasi

0

warta.in Bekasi ◊ Jum’at 30 Oktober 2026

BEKASI — UMKM Parsadaan Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere Bekasi mulai mematangkan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi anggota melalui pengembangan usaha bersama. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah percepatan pembentukan Koperasi Serba Usaha sebagai wadah penguatan ekonomi dan pemberdayaan potensi usaha keluarga besar Parsadaan.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat UMKM Parsadaan Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere Bekasi yang digelar pada Jumat (30/10/2026), bertempat di Cafe Bidjie Koffie, Perumahan Pondok Timur Indah, Jalan Pondok Timur Indah No. 7, RT 001/RW 004, Bekasi Timur.

Rapat dipimpin Ketua Parsadaan Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere Bekasi, Lasman Simbolon, S.T., didampingi Sekretaris,Ir.Joni Simbolon, serta dihadiri jajaran pengurus UMKM.

Pertemuan tersebut secara khusus membahas percepatan pengembangan UMKM dan penguatan perekonomian Parsadaan Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere Bekasi. Pembentukan Koperasi Serba Usaha dipandang sebagai salah satu langkah strategis untuk membangun sistem ekonomi bersama yang terorganisasi, produktif, dan berkelanjutan.

Dalam pembahasannya, terdapat tiga sektor utama yang menjadi fokus pengembangan koperasi, yakni:

1. Simpan Pinjam, sebagai upaya membangun akses permodalan dan mendukung kebutuhan usaha anggota.

2. Sektor Jasa, untuk membuka peluang usaha dan mengembangkan potensi pelayanan yang dapat memberikan nilai ekonomi.

3. Koperasi Serba Usaha, sebagai wadah pengelolaan berbagai bidang usaha secara terpadu demi meningkatkan kesejahteraan anggota.

Gagasan tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas pembahasan dalam rapat, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret, penyusunan program kerja, serta penguatan manajemen organisasi dan usaha.

Pengembangan UMKM ini juga menjadi momentum untuk mendorong anggota Parsadaan agar tidak hanya menjadi bagian dari organisasi sosial dan kekerabatan, tetapi turut mengambil peran dalam membangun kekuatan ekonomi secara kolektif.

Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, UMKM Parsadaan Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere Bekasi diharapkan mampu menciptakan peluang usaha, memperluas jaringan ekonomi, serta membuka ruang kolaborasi bagi anggota yang memiliki potensi di berbagai sektor usaha.

Membangun ekonomi bersama bukan sekadar wacana, melainkan komitmen untuk menciptakan kemandirian dan kesejahteraan. Pembentukan Koperasi Serba Usaha diharapkan menjadi salah satu fondasi penting bagi kemajuan ekonomi Parsadaan Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere Bekasi ke depan.

(Alpin A.S)

Polda NTB Bongkar Pengoplosan Beras SPHP, 2 Pengusaha Penggilingan Padi Jadi Tersangka

0

Polda NTB Bongkar Pengoplosan Beras SPHP, 2 Pengusaha Penggilingan Padi Jadi Tersangka

Warta in
Mataram, NTB — Polda NTB menetapkan 2 orang pengusaha penggilingan padi berinisial HM dan Z sebagai tersangka dalam dua kasus dugaan penyalahgunaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog. Keduanya diduga mengemas ulang beras bersubsidi ke dalam karung berukuran lebih besar untuk dijual kembali.

Dua kasus tersebut terungkap di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, dan Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Polisi menyita ratusan karung beras, ribuan lembar kemasan bekas, timbangan digital, serta mesin jahit karung dari kedua lokasi.

Kasus ini dipaparkan dalam konferensi pers di Mapolda NTB, Kamis (29/10/2026), yang dipimpin Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Muhammad Kholid bersama Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Ade Zamrah.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Muhammad Kholid menjelaskan, pada kasus pertama, HM diduga membeli dua ton beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan harga Rp12.000 per kilogram. Beras tersebut dikeluarkan dari kemasan aslinya, dicampur dengan beras gilingan lokal, kemudian dikemas ulang ke dalam karung 50 kilogram untuk dijual seharga Rp13.000 per kilogram.

Sementara, tersangka Z diduga membeli 1,5 ton beras SPHP dengan harga Rp12.000 per kilogram. Beras tersebut kemudian dikemas ulang ke dalam karung 25 kilogram dan dijual ke sampai wilayah Bali seharga Rp12.500 per kilogram. Berdasarkan hasil penyelidikan, praktik tersebut telah dilakukan empat kali sejak awal Agustus 2026.

“ Polda NTB tidak akan membiarkan program pemerintah yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat disalahgunakan untuk memperoleh keuntungan melalui praktik perdagangan yang melanggar hukum,” tandas Kholid.

Ade Zamrah mengatakan, pengungkapan kedua kasus berawal dari temuan di dua tempat kejadian perkara (TKP) ,lalu ditindaklanjuti dengan penyidikan berdasarkan dua laporan polisi, masing-masing tertanggal 5 Mei 2026 dan 27 Agustus 2026.

Menurut Ade, kedua tersangka yang merupakan pengusaha penggilingan padi di wilayah Ungga, Lombok Tengah, menggunakan modus serupa, yakni memindahkan beras SPHP dari kemasan asli 5 kilogram ke karung polos berukuran lebih besar.

Selanjutnya, Pelaku membuka kemasan SPHP Bulog ukuran 5 kg, kemudian melakukan pencampuran dan repacking ulang ke dalam karung polos berukuran 25 kilogram dan 50 kilogram untuk diperdagangkan kembali,” ujarnya.

Dia menguraikan, Dari lokasi pertama di Dusun Bermi, Lombok Barat polisi menyita 440 karung beras SPHP kemasan 5 kilogram, 396 lembar kemasan kosong SPHP ukuran 5 kilogram, 165 lembar karung putih berlabel UD Sri Ayu, serta 99 karung berisi beras ukuran 50 kilogram yang berlabel Mitra UD Sri Ayu dengan keterangan komoditas beras HPL produksi 2026. Petugas juga mengamankan satu timbangan digital dan satu mesin jahit karung.

Sementara dari lokasi kedua di Dusun Dasan Ketapang, Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, polisi menyita 51 karung bermotif garis merah berukuran 25 kilogram berisi beras SPHP, 45 karung beras SPHP kemasan 5 kilogram, 200 lembar karung putih polos berlist merah ukuran 25 kilogram, serta 1.600 lembar bekas karung SPHP ukuran 5 kilogram. Barang bukti lainnya berupa timbangan digital bermerek General, mesin jahit karung bermerek New Long, serta sebilah gunting.(sr)

 

Jumat Keliling di Ponpes Nurul Hakim, Kapolda NTB Sampaikan Pesan Kamtibmas

0

Jumat Keliling di Ponpes Nurul Hakim, Kapolda NTB Sampaikan Pesan Kamtibmas

Warta.in
Lombok Barat,NTB — Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, SE,.S.I.K., M.H, didampingi Wakapolda NTB Brigjen Hari Nugroho dan sejumlah pejabat utama Polda NTB melaksanakan program Jumat Keliling (Jumling), di Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program Quick Wins Kapolri bertema Polisi Bersama Masyarakat, untuk memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat.

Sebelum salat Jumat berjamaah, Irjen Kalingga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada lingkungan pesantren. Ia mengajak para santri, pengurus ponpes, dan masyarakat bersama-sama menjaga kerukunan serta keamanan lingkungan.

“Melalui Jumat Keliling ini, kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Polri harus hadir, mendengar, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat,” ungkap Irjen Kalingga.

Menurutnya, pesantren memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda serta menjaga nilai-nilai kebersamaan. Karena itu, sinergi kepolisian dengan tokoh agama dan kalangan pesantren perlu terus diperkuat.

“Kami berharap lingkungan pesantren terus menjadi ruang yang sejuk, aman, dan mampu melahirkan generasi berakhlak baik. Mari bersama-sama menjaga persatuan serta mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas,” pesannya.

Melalui program Jumling, Polda NTB mendorong pendekatan kepolisian yang humanis dan terbuka. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan memperkuat kepercayaan publik, sekaligus membangun kolaborasi dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif.(sr/hpntb)

Giri founder sf cabut keanggotaan alea dan Sinta di Sukabumi Facebook

0

Giri sebagai founder Sukabumi Facebook tegas mengeluarkan Siti alias alea dan Sinta kedepannya apabila mengatasnamakan Sukabumi Facebook dalam acara ini.

Suherman merasa ikut andil memberikan tanggapan keras bahwa kami tidak terlibat bilamana permasalahan di Sukabumi Facebook fun’s run silahkan tanggung jawab pribadi dari Sinta dan alea .

Bahwa kami tidak ingin ada permasalahan sponsor yang ikut terlibat dalam acara tersebut tidak ikut serta dalam acara tersebut yang di gagas oleh alea dan Sinta jika ada permasalahan di Sukabumi Facebook Dan kami tidak merasa bahwa semua anggota yang berada di Sukabumi Facebook ikut dalam fun run tersebut.

Kepada masyarakat kami tidak bertanggung jawab bila kemudian hari ada masalah besar yang mengatasnamakan keluarga besar persaudaraan Sukabumi Facebook giri selaku founder mengeluarkan alea dan Sinta secara tidak hormat!!