Beranda blog

Setiap Pramuka adalah Pewarta: Syiar Islam di Era Digital

0

Setiap Pramuka adalah Pewarta: Syiar Islam di Era Digital

Oleh: Selamet Untung Suropati, S.Pd.I

( Andalan Humas Gerakan Pramuka Sumatera Utara)

Medan ( Warta.In ) – Perubahan zaman telah mengubah cara manusia berkomunikasi. Jika dahulu informasi disampaikan melalui mimbar, surat kabar, atau pertemuan tatap muka, kini setiap orang memiliki “ruang redaksi” di genggaman tangannya. Melalui media sosial, siapa pun dapat menjadi penyampai informasi, pembentuk opini, bahkan influencer bagi lingkungan sekitarnya.

Kondisi ini melahirkan dua sisi yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, teknologi membuka ruang dakwah dan edukasi yang sangat luas. Namun di sisi lain, ruang digital dipenuhi hoaks, fitnah, ujaran kebencian, perundungan siber, provokasi, hingga konten yang merusak moral generasi muda. Persoalan tersebut bukan lagi sekadar masalah teknologi, tetapi telah menjadi persoalan karakter.

Di sinilah tema “Setiap Pramuka adalah Pewarta” menemukan relevansinya. Seorang Pramuka bukan hanya belajar tali-temali, berkemah, atau kepemimpinan. Ia adalah pribadi yang dipersiapkan menjadi penyebar nilai, penjaga persatuan, dan penyampai kebaikan di tengah masyarakat. Dalam perspektif Islam, setiap Pramuka adalah pewarta syiar yang menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin melalui akhlak, karya, dan keteladanan.

Allah SWT berfirman:

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.” (QS. Ali ‘Imran: 104).”

Ayat tersebut menegaskan bahwa menyampaikan kebaikan merupakan tanggung jawab kolektif umat Islam. Dakwah bukan hanya milik ulama atau mubalig, melainkan menjadi kewajiban setiap muslim sesuai kapasitasnya. Bagi anggota Pramuka, dakwah dapat diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan, kepemimpinan yang berintegritas, serta komunikasi yang santun.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR. Bukhari).

Hadis ini mengandung pesan yang sangat kuat. Setiap orang memiliki kesempatan menjadi penyampai kebaikan. Tidak harus dengan ceramah panjang, tetapi melalui perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Ketika seorang Pramuka membantu korban bencana, membersihkan lingkungan, menghormati orang tua, menghindari perundungan, dan berlaku jujur, sesungguhnya ia sedang melakukan dakwah yang paling efektif, yaitu dakwah bil hal.

Nilai tersebut sangat selaras dengan Dasa Darma Pramuka. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, patriot yang sopan dan ksatria, rela menolong dan tabah, disiplin, bertanggung jawab, dapat dipercaya, suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan merupakan karakter yang sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini.

Persoalannya, masyarakat sedang menghadapi krisis keteladanan. Ruang digital lebih sering dipenuhi sensasi daripada edukasi. Banyak orang berlomba menjadi viral, tetapi melupakan nilai moral. Ukuran keberhasilan sering kali diukur dari jumlah pengikut, bukan dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Padahal Islam mengajarkan prinsip yang berbeda. Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad).

Hadis ini menjadi fondasi filosofi pengabdian Pramuka. Ukuran keberhasilan seorang Pramuka bukanlah seberapa terkenal dirinya, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat atas kehadirannya.

Era digital juga menuntut lahirnya generasi yang memiliki literasi informasi. Allah SWT telah memberikan pedoman yang sangat relevan melalui firman-Nya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya (tabayyun)…” (QS. Al-Hujurat: 6).

Ayat ini menjadi prinsip utama dalam menghadapi banjir informasi. Seorang Pramuka tidak boleh menjadi penyebar kabar yang belum jelas kebenarannya. Ia harus melakukan tabayyun, memverifikasi informasi, berpikir kritis, dan mempertimbangkan dampak sosial sebelum menekan tombol “bagikan”.

Nilai agama tersebut juga sejalan dengan hukum positif Indonesia. Melalui perubahan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), negara menegaskan pentingnya menjaga ruang digital yang bersih, sehat, beretika, produktif, dan berkeadilan. UU tersebut mengatur larangan penyebaran informasi yang melanggar hukum, termasuk penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian berdasarkan SARA maupun bentuk penyalahgunaan informasi elektronik lainnya.

Artinya, menjadi pewarta bukan hanya persoalan kebebasan berbicara, tetapi juga tanggung jawab moral dan hukum. Kebebasan berekspresi harus diiringi dengan etika, penghormatan terhadap hak orang lain, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Di tengah meningkatnya kasus perundungan, penyalahgunaan narkoba, perjudian daring, kekerasan remaja, serta rendahnya kepedulian sosial, Gerakan Pramuka memiliki ruang pengabdian yang sangat luas. Syiar Islam tidak cukup diwujudkan melalui slogan, tetapi harus hadir dalam aksi nyata. Program bank sampah, penghijauan, donor darah, tanggap bencana, edukasi anti narkoba, literasi digital, kampanye anti perundungan, hingga pendampingan anak-anak merupakan bentuk dakwah yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Pramuka juga harus menjadi teladan dalam membangun komunikasi yang beradab. Di media sosial, anggota Pramuka hendaknya membiasakan menyampaikan informasi yang benar, menghargai perbedaan pendapat, menghindari provokasi, serta memproduksi konten yang menginspirasi. Setiap unggahan adalah cerminan karakter. Setiap komentar menunjukkan kualitas akhlak. Setiap informasi yang dibagikan akan menjadi jejak digital yang dipertanggungjawabkan, baik di hadapan hukum maupun di hadapan Allah SWT.

Indonesia sedang menyiapkan Generasi Emas 2045. Namun bonus demografi tidak akan menjadi kekuatan apabila tidak diiringi bonus karakter. Bangsa ini membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, kuat secara spiritual, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi. Pendidikan kepramukaan memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi tersebut karena mengintegrasikan pendidikan karakter, kepemimpinan, pengabdian, dan semangat kebangsaan.

Oleh sebab itu, tema “Setiap Pramuka adalah Pewarta” hendaknya tidak dipahami hanya sebagai slogan kegiatan. Tema ini adalah panggilan moral agar setiap anggota Pramuka menjadi penyampai harapan di tengah pesimisme, penyebar persatuan di tengah polarisasi, penyampai ilmu di tengah banjir informasi, serta penyebar kasih sayang di tengah menguatnya individualisme.

Pada akhirnya, syiar Islam yang paling kuat bukanlah yang paling lantang terdengar, melainkan yang paling nyata dirasakan manfaatnya. Ketika setiap Pramuka menjadi teladan dalam kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, dan komunikasi yang santun, maka ia telah menjadi pewarta yang sesungguhnya. Sebab, dakwah terbaik bukan hanya disampaikan melalui lisan, tetapi dipancarkan melalui akhlak dan diwujudkan dalam pengabdian kepada umat, bangsa, dan kemanusiaan.(su16)

NTB Percepat Revisi Tata Ruang, Perkuat Mitigasi Bencana dan Investasi

0

NTB Percepat Revisi Tata Ruang, Perkuat Mitigasi Bencana dan Investasi

Warta.in
Mataram,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan mengintegrasikan kajian risiko bencana sebagai fondasi pembangunan yang lebih aman, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus memberikan kepastian bagi investasi. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal, dalam Rapat Koordinasi Kekeringan dan Integrasi Kajian Risiko Bencana (KRB) ke dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah yang dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Suyus Windayana, para bupati dan wali kota se-NTB, serta jajaran kementerian dan lembaga terkait di Astoria Hotel Mataram (24/7).

Gubernur Miq Iqbal mengatakan revisi RTRW menjadi langkah strategis untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini menghambat pembangunan daerah, terutama dalam memberikan kepastian hukum bagi investasi tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

“NTB memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tetapi pada saat yang sama juga menghadapi berbagai potensi bencana. Karena itu, pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya mitigasi yang terencana dan berkelanjutan,” ujar Miq Iqbal.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat ratusan rencana investasi di NTB yang belum dapat diproses melalui sistem Online Single Submission (OSS) akibat belum selesainya penyesuaian dokumen tata ruang. Kondisi tersebut berdampak pada tertundanya berbagai investasi di sektor perumahan, infrastruktur, pariwisata, hingga pengembangan kawasan ekonomi.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membangun kesepahaman baru dalam penyelesaian revisi RTRW melalui pendekatan yang lebih fleksibel tanpa mengurangi komitmen menjaga ketahanan pangan.

Menurut Miq Iqbal apabila sebelumnya target perlindungan lahan sawah dipenuhi oleh masing-masing kabupaten dan kota, kini pengukurannya dilakukan pada tingkat provinsi sehingga memungkinkan adanya mekanisme subsidi silang antarwilayah.

“Alhamdulillah, melalui komitmen seluruh kepala daerah, NTB berhasil mencapai angka perlindungan lahan sawah sebesar 87,04 persen. Kesepakatan ini menjadi landasan penting untuk mempercepat penyelesaian persoalan tata ruang sehingga investasi yang selama ini tertunda dapat segera berjalan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, seluruh pemerintah kabupaten dan kota di NTB menandatangani komitmen percepatan revisi RTRW dengan mengintegrasikan Kajian Risiko Bencana (KRB) dan perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) ke dalam dokumen tata ruang. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang tangguh terhadap bencana sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya pangan.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia sehingga mitigasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses pembangunan.

Memasuki musim kemarau, kata Suharyanto, perhatian pemerintah saat ini difokuskan pada ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan. Berdasarkan analisis BNPB dan BMKG, sebagian wilayah NTB memiliki tingkat kerawanan kekeringan yang cukup tinggi sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.

“Mitigasi jauh lebih murah dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan setelah bencana terjadi. Karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana datang,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah daerah, BNPB akan terus memperkuat kapasitas penanggulangan bencana melalui penyediaan kendaraan operasional, pompa air, sumur bor, tangki air, logistik kebencanaan, hingga dukungan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sesuai kebutuhan daerah.

Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana, menegaskan bahwa tata ruang bukan sekadar instrumen perizinan, tetapi menjadi fondasi utama dalam mengatur arah pembangunan, melindungi kawasan pertanian, mengendalikan pemanfaatan ruang, dan mengurangi risiko bencana.

Menurutnya, Kementerian ATR/BPN pada tahun 2026 mengalokasikan penyusunan enam dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Provinsi NTB sebagai bagian dari percepatan pengendalian pemanfaatan ruang sekaligus mendukung pelayanan perizinan yang lebih cepat dan memberikan kepastian bagi investor.

Dalam penyusunan RTRW tersebut, data kebencanaan dari BNPB akan diintegrasikan dengan data geospasial untuk menentukan kawasan rawan bencana, jalur evakuasi, lokasi evakuasi sementara, serta kawasan yang harus dilindungi dari pemanfaatan berisiko tinggi.

Percepatan revisi RTRW yang mengintegrasikan kajian risiko bencana menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam menyelaraskan kepentingan pembangunan, perlindungan lingkungan, dan ketahanan pangan. Dengan kepastian tata ruang yang lebih adaptif dan berbasis mitigasi bencana, NTB diharapkan mampu menghadirkan iklim investasi yang semakin kondusif, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta membangun daerah yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.(sr/dkisntb)

 

BRI Bursa Efek Indonesia dan Erha Clinic Jalin Sinergi Lewat Program Marketing Kolaborasi

0

Warta.in PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Bursa Efek Indonesia bersama Erha Clinic Jakarta Selatan menggelar pertemuan koordinasi dalam rangka pembahasan Program Marketing BRI X Erha.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor BRI Bursa Efek Indonesia ini dipimpin langsung oleh Pemimpin Cabang BRI Bursa Efek Indonesia, Bapak Josua Dedi Soneta Sembiring. Turut hadir Tim Finance dan Tim Marketing Erha Clinic.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas tiga agenda utama yaitu strategi marketing melalui kolaborasi kanal digital, mekanisme promo berupa diskon khusus untuk nasabah BRI dan pengguna BRImo, serta tindak lanjut program meliputi penyusunan timeline dan penanggung jawab pelaksanaan.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Josua menyampaikan beberapa pesan penting. Beliau menekankan bahwa program ini diharapkan menjadi contoh sinergi yang baik antara sektor perbankan BUMN dengan sektor kesehatan swasta.
“Program BRI X Erha harus memberikan value dan kemudahan nyata bagi nasabah BRI, khususnya pengguna BRImo. Kami berharap seluruh tim dapat menindaklanjuti hasil pertemuan ini secara cepat dan tepat agar program segera berjalan dan memberikan manfaat,” ujar Josua.

Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan brand awareness BRI sebagai bank yang peduli terhadap gaya hidup sehat nasabahnya.

Program kerja sama ini ditargetkan dapat segera diluncurkan dalam waktu dekat dan memberikan manfaat langsung bagi nasabah BRI serta pelanggan Erha Clinic.

KPK Telusuri Jejak Dugaan Suap Proyek, Sekda Rejang Lebong Diperiksa Sebagai Saksi.

0

Warta.in-BENGKULU.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas ruang lingkup penyidikan perkara dugaan suap terkait proyek pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Dalam tahap pengembangan ini, sejumlah pejabat tinggi dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dipanggil untuk dimintai keterangan, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, guna mengungkap keseluruhan peristiwa hukum yang menjerat mantan Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari.

Pemeriksaan berlangsung di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu pada hari Kamis. Selain Sekda, penyidik juga memeriksa Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rejang Lebong, Muhamad Budianto, sopir pribadi Sekda berinisial DDP, serta tiga ASN Sekretariat Daerah dengan inisial AQM, FRF, dan NS. KPK juga telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat ASN dari Dinas PUPRPKP Rejang Lebong, yaitu KHR, LBS, MFS, dan MKL.

Pemanggilan dan pemeriksaan para saksi ini merupakan kelanjutan dari pengembangan perkara yang bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilaksanakan KPK pada 9 Maret 2026. Berdasarkan hasil operasi tersebut, KPK telah menetapkan mantan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari sebagai tersangka, bersama dengan Kepala Dinas PUPRPKP Hary Eko Purnomo, Irsyad Satria Budiman (PT Statika Mitra Sarana), Edi Manggala (CV Manggala Utama), serta Youki Yusdiantoro (CV Alpagker Abadi).

Dalam proses penyidikan, KPK menduga adanya praktik pemberian dan penerimaan suap yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek pemerintah pada tahun anggaran 2025–2026. Tersangka Muhammad Fikri Thobari diduga meminta imbalan atau komisi sebesar 10 hingga 15 persen dari nilai proyek kepada sejumlah rekanan pelaksana pekerjaan, yang mana sebagian dana tersebut diduga akan dialokasikan untuk berbagai keperluan, termasuk pembagian Tunjangan Hari Raya (THR).

Hingga saat ini, KPK belum menetapkan tersangka baru dalam perkara ini. Namun, serangkaian pemeriksaan terhadap pejabat dan ASN menunjukkan bahwa penyidik masih terus mendalami konstruksi perkara, menelusuri aliran dana secara rinci, serta mengidentifikasi peran masing-masing pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam rangkaian peristiwa tersebut. Perlu ditegaskan bahwa seluruh pihak yang saat ini sedang diperiksa masih berstatus sebagai saksi, dan seluruh proses hukum berjalan secara objektif serta mengedepankan asas praduga tak bersalah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(Tim Redaksi)

Anjar Lugiyana,S.Ip.M.Ip.Camat Ciparay,Membuka Pendidikan,Pelatihan Kompetensi Pengolahan Kopi Desa Babakan

0

Desa Babakan, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jum’at 24 Juli 2026. WARTA. IN
Anjar Lugiyana, S. Ip. M. Ip. Camat Ciparay, Jum’at, 24 Juli 2026, Membuka Kegiatan Pendidikan, Pelatihan Keterampilan Bagi Pencari Kerja, Klaster Kompetensi Kejuruan Pengolahan Hasil Kopi Desa Babakan.
Desa Babakan, terletak di Mini Puncaknya Kabupaten Bandung, di Daerah Dataran Tinggi Arjasari, cocok untuk di tanami Kopi
Kegiatan di hadiri, Kadisnaker Kabupaten Bandung yang di wakili Maksum, S. Sos. Kades Babakan Eman, S. Pdi. Instruktur Pelatihan Rizwan dan Peserta Pelatihan.
Pelatihan Pengolahan Kopi, murni hasil Musrembang 2025, melihat potensi kopi yang melimpah di Desa Babakan,Papar Eman, S. Pdi. Kades Babakan.
Kopi akan nikmat, kalau kita meraciknya dan mengilahnya dengan hati, Lanjut Eman.
Ilmu, materi yang di dapat dalam pelatihan di cermati, dipahami, sebagai bekal untuk diterapkan di lingkungan RW masing-masing, kita ingin hasil olahan kopi Desa Babakan, bisa dinikmati penikmat kopi dari luar Desa Babakan, Pungkas Eman.
Pelatihan Pengolahan Kopi berlangsung 15 Hari, durasi 6 Jam per Hari, Papar Maksum, S. Sos. Mewakili Kadisnaker Kabupaten Bandung.
Peserta yang terpilih dari hasil seleksi, manfaatkan pelatihan dengan baik, potensi kopi di dataran tinggi, apalagi ada kopi kuning, diolah, di rosting, kopi tubruk di terima penikmat kopi, Papar Anjar Lugiyana, S. Ip. M. Ip. Camat Ciparay.
Olahan kopi harus konsisten, mulai dari tanam, petik, pilah pilih, rosting, semuanya harus dengan Hati, Lanjut Anjar.
Peserta pelatihan saling dukung jangan bersaing tetap semangat manfaatkan Anggaran Pemerintah, dan peserta harus bisa mengolah kulit Kopi menjadi olahan Teh, Pungkas Anjar.
WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

DANKODAERAL XIII HADIRI PERINGATAN HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL TAHUN 2026

0

DANKODAERAL XIII HADIRI PERINGATAN HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL TAHUN 2026

TNI AL, Tarakan, 23 Juli 2026 – Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) XIII, Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji, menghadiri acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan Lantai 1 Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (23/7).

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Agus Wijayanto I, S.H., S.I.K., M.H., Kepala BNN Provinsi Kalimantan Utara Brigjen Pol Abdul Yasin, S.H., M.Si., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Utara sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Dalam sambutannya, Kepala BNN Provinsi Kalimantan Utara menyampaikan bahwa peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Melalui sinergi pemerintah, TNI-Polri, aparat penegak hukum, serta seluruh lapisan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika dapat berjalan lebih efektif demi mewujudkan generasi bangsa yang sehat, produktif, dan bebas dari ancaman narkoba.

Kehadiran Dankodaeral XIII dalam acara tersebut menjadi wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional, dan seluruh unsur terkait dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba. Melalui kolaborasi yang solid, Kodaeral XIII siap berkontribusi menjaga stabilitas keamanan wilayah, khususnya di Kalimantan Utara yang merupakan kawasan strategis perbatasan, guna menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Dispen Kodaeral XIII, Koarmada RI.

BRI Sudirman 1 Kembali Gelar Jumat Berkah, Berbagi Kepedulian untuk Pengemudi Ojek Online

0

Warta.in Jakarta – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, BRI Branch Office Sudirman 1 kembali menggelar kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan paket makanan kepada para pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Sudirman dan sekitarnya, Jumat, (24/07/2026).

Kegiatan yang rutin dilaksanakan ini merupakan bagian dari komitmen BRI Sudirman 1 untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi sosial yang sederhana namun bermakna. Kali ini, para pengemudi ojek online dipilih sebagai sasaran kegiatan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam memberikan layanan kepada masyarakat setiap hari.

Para pekerja BRI Sudirman 1 turun langsung ke lapangan untuk membagikan paket makanan kepada para pengemudi ojol yang sedang menunggu order maupun melintas di sekitar lokasi. Suasana berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, terlihat dari antusiasme serta ucapan terima kasih yang disampaikan para penerima.

Pemimpin Cabang BRI Sudirman 1, Bapak Dolly Senja Permadi, menyampaikan bahwa program Jumat Berkah merupakan agenda sosial yang akan terus dijalankan secara konsisten sebagai bentuk kepedulian BRI terhadap lingkungan sekitar.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. Kami berharap bantuan sederhana ini dapat memberikan semangat dan keberkahan bagi para pengemudi ojek online yang setiap hari bekerja melayani kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Melalui program ini, BRI Sudirman 1 berharap semangat berbagi dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat. BRI tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra yang senantiasa memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang berkelanjutan. Program Jumat Berkah sendiri telah menjadi salah satu kegiatan sosial rutin yang dijalankan oleh BRI Sudirman 1 sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak Tuai Sorotan Publik

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 24 Juli 2026  — Pelibatan aparat Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam kegiatan yang berkaitan dengan pengawasan pajak menjadi perhatian publik. Kebijakan tersebut memunculkan beragam tanggapan, mulai dari dukungan atas upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak hingga kekhawatiran mengenai batas kewenangan aparat dalam urusan administrasi perpajakan.

Perbincangan mencuat setelah beredar informasi mengenai adanya koordinasi antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan aparat kewilayahan dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Sebagian kalangan menilai sinergi lintas instansi merupakan hal yang wajar selama bertujuan memperkuat pelayanan dan pendataan perpajakan.

UU KUP (UU No. 6 Tahun 1983 stdtd UU No. 16 Tahun 2009 / Cipta Kerja) memberikan kewenangan kepada Direktorat Jenderal Pajak untuk membina, meneliti, dan mengawasi kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan

UU HPP (UU No. 7 Tahun 2021) mengatur mengenai materi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan memuat beberapa ketentuan yang diubah dan/atau ditambah antara lain mengenai kerja sama bantuan penagihan pajak antarnegara, kuasa Wajib Pajak, pemberian data dalam rangka penegakan hukum dan kerja sama untuk kepentingan negara, dan daluwarsa penuntutan pidana pajak.

Secara hukum, pelibatan Babinsa dalam pengawasan kepatuhan pajak tidak sejalan dengan tugas pokok TNI sebagaimana diatur dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 3 Tahun 2025. Mandat utama TNI berfokus pada fungsi pertahanan negara, sedangkan pengawasan perpajakan merupakan kewenangan administrasi sipil yang berada di bawah otoritas instansi perpajakan.

Meskipun TNI memiliki peran dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), ruang lingkupnya telah ditentukan secara limitatif dan harus dilaksanakan berdasarkan kebijakan serta keputusan politik negara. Oleh karena itu, pelibatan Babinsa dalam kegiatan pengawasan pajak memerlukan dasar hukum yang jelas dan tidak dapat hanya berlandaskan surat edaran atau kebijakan administratif, agar tetap menjunjung prinsip negara hukum, kepastian hukum, serta pembagian kewenangan antarinstansi sesuai peraturan perundang-undangan.

Pajak merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara yang digunakan untuk membiayai pembangunan nasional. Karena itu, upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak dinilai penting, namun pelaksanaannya tetap harus menjunjung prinsip kepastian hukum, profesionalitas, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang baik.(WartainBanten)

Bupati Asgianto Sambut Kunjungan Kapolres PALI, Bahas Kolaborasi Jaga Kamtibmas.

0

Warta.in//Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Asgianto, S.T. menerima kunjungan silaturahmi Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K. di Guest House Pendopoan Kabupaten PALI, Kamis (23/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten PALI dan Polres PALI dalam mendukung keamanan serta pembangunan daerah.

Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB itu dihadiri sejumlah pejabat utama Polres PALI, di antaranya Kabag Ops Kompol Andri Noviansyah, S.Kom., Kasat Intelkam IPTU Febriansyah, S.H., Kasat Reskrim IPTU Doby Hariyandri Pratama, S.Tr.K., M.Si., Kasat Lantas AKP Selda Audina, S.Tr.K., M.H., Kasat Samapta AKP Asri Basyarudin, S.H., dan Kasat Binmas AKP Hendrinadi, S.H., M.H. Turut hadir Kepala Kesbangpol Kabupaten PALI Dedi Ahmadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dr. Aryansyah, S.T., M.T., serta Kepala BKPSDM Kabupaten PALI Imansyah, S.E., M.M.

Dalam suasana penuh keakraban, kedua pihak membahas pentingnya memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang tetap kondusif. Sinergi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program pembangunan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati PALI Asgianto, S.T. menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Kapolres PALI yang baru sebagai bentuk komitmen membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah.

“Kami menyambut baik kehadiran Bapak Kapolres PALI. Pemerintah Kabupaten PALI siap memperkuat sinergi dan koordinasi bersama Polres PALI agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, sehingga program pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal,” ujar Asgianto.

Sementara itu, Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K. menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten PALI.

“Silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten PALI. Kami siap bersinergi dalam menjaga keamanan, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta mendukung seluruh program pembangunan daerah,” kata AKBP Januar.

Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 15.30 WIB tersebut berlangsung aman, lancar, dan penuh kekeluargaan. Pemerintah Kabupaten PALI berharap silaturahmi ini semakin mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan Polres PALI sehingga kolaborasi dalam mewujudkan Kabupaten PALI yang aman, nyaman, dan maju dapat terus ditingkatkan.

 

–(Tim)

Penjualan Batu Bara PTBA Capai 21,10 Juta Ton di Semester I 2026

0

Warta In

“Jakarta, 24 Juli 2026 -* PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, mencatatkan kinerja operasional yang positif sepanjang Semester I 2026.

Di tengah kondisi pasar batu bara yang masih kondusif serta harga yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, Perseroan terus menjaga keandalan operasional, memperkuat rantai pasok, dan mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Tercatat, sepanjang Semester I 2026, capaian volume produksi batu bara sebesar 19,45 juta ton dan didukung level persediaan yang optimal, PTBA berhasil merealisasikan penjualan sebanyak 21,10 juta ton.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan mengatakan kinerja operasional pada periode ini mencerminkan komitmen Perusahaan dalam menjaga kesinambungan produksi dan pasokan batu bara kepada pelanggan.

“Pencapaian ini menjadi pondasi penting bagi Perseroan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelas Bambang.

Hingga semester I 2026, penjualan domestik tercatat 10,77 juta ton atau sekitar 51% dari total penjualan, sedangkan penjualan ekspor mencapai 10,33 juta ton atau 49%. Penjualan ekspor meningkat sekitar 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didukung permintaan yang tetap kuat dari sejumlah negara tujuan seperti Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, hingga Thailand.

Namun demikian, Bambang menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pasar domestik tetap menjadi prioritas Perseroan, termasuk untuk mendukung ketahanan energi nasional. Hingga Semester I 2026, penjualan kepada Grup PLN mencapai 7,78 juta ton.

Secara keseluruhan, realisasi penjualan untuk kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO) mencapai sekitar 55% dari total produksi, atau telah melampaui ketentuan minimal DMO sebesar 25% yang ditetapkan pemerintah. Hal ini menunjukkan komitmen PTBA dalam menjaga pasokan batu bara bagi kebutuhan energi nasional, sembari tetap mengoptimalkan peluang di pasar ekspor.

Dari sisi angkutan, PTBA berhasil mengangkut 18,15 juta ton batu bara hingga Juni 2026. Volume angkutan melalui jalur kereta api mencapai 17,47 juta ton, mencerminkan dukungan infrastruktur logistik yang andal terhadap kelancaran distribusi batu bara Perseroan.

Bambang menambahkan, Perseroan juga terus menerapkan selective mining untuk menjaga efektivitas kegiatan penambangan. Hingga Semester I 2026, PTBA membukukan stripping ratio sebesar 5,26x, sehingga masih berada dalam kisaran target tahunan Perseroan sebesar 5,63x.

Untuk mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan usaha, PTBA terus merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) yang dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur logistik, termasuk proyek angkutan batu bara Tanjung Enim–Kramasan serta pembangunan Inpit Conveyor Banko, guna meningkatkan kinerja operasional Perseroan secara berkelanjutan.

“Memasuki Semester II 2026, PTBA akan terus memperkuat keandalan operasional, menjaga efisiensi biaya, mengoptimalkan pasar domestik maupun ekspor, serta melanjutkan berbagai proyek strategis guna mendukung pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan di tengah dinamika industri batu bara global.,” tutup Bambang.

(Zulkifli)