26.8 C
Jakarta
Senin, Mei 4, 2026
Beranda blog

Topi Koboi Dibungkus Ulos Karya Dr drh R Wendeilyna S MSi CMed Untuk Hatorangan Simarmata

0

Samosir, Kembali PT Simarmata Wendeilyna Ulos yang berada di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan Dusun 3 Alngit Kec Pangururan Kab Samosir membuat topi koboi dibungkus ulos ragi hotang untuk Hatorangan Simarmata, mantan.Sekda Kabupaten Samosir, yang tinggal di Desa Simarmata. Saya hanya membuat 1 topi koboi dibungkus ulos ragi hotang. Mungkin nanti di waktu yang akan datang, saya buatkan lagi topi koboi dibungkus ulos untuk.keluarga lainnya yang tinggal di Desa Simarmata, jelas Dr drh Rotua Wendeilya Simarmata MSi CMed yang biasa disapa Wendy pemilik PT Simarmata Wendeilyna ulos

Sekalipun umkm saya ini sudah berbadan hukum melalui PT perorangan yaitu PT Simarmata Wendeilyna Ulos, saya hanya membuat topi ulos berdasarkan pesanan. Tidak menjual di marketplace ataupun lewat media sosial, karena saya harus berbagi waktu dengan kegiatan lain. Untuk membuat topi koboi dibungkus ulos, memerlukan banyak perhatian, dari mulai memilih jenis topi, lalu buat pola topinya, memotong motong ulos. Yang memberatkan adalah ongkos kirim. Jika ada orderan yang akan dikirim dari Pangururan ke luar daerah, ongkos kirim tinggi, sehingga saya harus menjadwalkan pengirimannya bersamaan ketika saya tugas ke Medan. Pengiriman dari Medan, ongkosp lebih murah dan lebih cepat tiba di alamat pemesan (red)

Stola Ulos Karya Dr drh R Wendeilyna S MSi CMed untuk J SImarmata di Manado

0

Samosir, Hidup perantauan jauh dari kampung halaman Kabupaten Samosir, menimbulkan kerinduan akan kenangan masa kecil, budaya khas batak, minum air jeruk purut. Hal inilah yang membuat saya tertarik akan stola ulos berbordir tulisan SIMARMATA sehingga saya pun memesan nya dan sudah tiba di Manado Sulawesi Utara. Stola ulos ini akan saya kenakan pas ada acara punguan marga, jelas Jonner Simarmata yang sudah lebih dari 30 tahun menetap di Manado

Melalui PT Simarmata Wendeilyna Ulos yang merupakan badan hukum (PT perorangan) dan Simarmata Wendeilyna Totebaggoni yang sudah mendapat HAKI, saya memproduksi Stola Ulos dari berbagai ragam ulos, antara lain ulos ragi idup, ulos ragi hotang, ulos sadum. Ukuran stola ulos 18 cm × 150 cm. Umumnya pesanan stola ulos itu dari komunitas marga atau keluarga, sehingga diminta agar ada tulisan berbordir. Dipinggir kiri kanan nya saya buat renda emas dan di bagian bawah saya buat rumbai emas sehingga tampak menyala dan terkesan mewah. Harga satuan stola ulos Rp 150.000,- Waktu pembuatan sekitar 2 minggu dan dapat dipesan dari seluruh kota.

  1. Di Samosir ini hanya ada 2 pembuat bordir, sehingga kadang kala saya harus ke P Siantar atau Medan untuk membuat bordir. Begitu juga untuk renda dan rumbainya, sangat terbatas disini. Biasanya saya membeli untuk persediaan dari Pasar Sambu Medan. Saya berharap di tahun 2026 ini tren pemakaian stola ulos karya warga Samosir tetap diminati konsumen. Saya tidak menggunakan marketplace, karena saya terima order dalam pesanan banyak, sehingga lebih ĵjnyaman jika menerima konsumen langsung menghubungi saya. Bagi yang berminat untuk memesan stola ulos ke PT Simarmata Ulos atau ke Simarmata Wendeilyna Totebaggoni di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan Dusun Alngit Kec Pangururan Kab Samosir, dapat menghubungi wa di 082124118373 demikian disampaikan Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi CMed yang biasa disapa Wendy yang juga memiliki kompetensi sertifikasi BNSP sebagai PENDAMPING UMKM (red)

*HARI KEBEBASAN PERS SEDUNIA 2026* *DANDIM 0428/MM: PERS BEBAS, RAKYAT BERDAULAT*

0
Oplus_131072

*HARI KEBEBASAN PERS SEDUNIA 2026*

*DANDIM 0428/MM: PERS BEBAS, RAKYAT BERDAULAT*

MUKOMUKO – Momentum peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) tahun 2026 menjadi momen yang sangat berharga bagi Komando Distrik Militer (Kodim) 0428/Mukomuko untuk menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada seluruh insan pers di Bumi Rafflesia. Dalam kesempatan tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 0428/Mukomuko, Letkol Inf Yokki Firmansyah, menegaskan kembali pentingnya menjaga kebebasan pers yang senantiasa berlandaskan pada integritas tinggi dan tanggung jawab jurnalistik yang besar.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media, Dandim menyoroti bahwa kebebasan pers merupakan salah satu pilar utama yang menopang kehidupan demokrasi di negara ini. Namun, kebebasan tersebut bukanlah kebebasan yang tanpa batas atau kebebasan yang sebebas-bebasnya tanpa aturan. Justru, kebebasan itu harus dijalankan dengan mengedepankan prinsip-prinsip akurasi data, keseimbangan informasi, serta etika profesi yang luhur.

“Kebebasan pers bukan berarti bebas tanpa rambu dan tanggung jawab. Ada amanah besar yang harus dijaga, yakni memastikan setiap informasi yang disajikan kepada publik adalah benar, telah melalui proses verifikasi yang ketat, dan tidak menyesatkan,” ujar Letkol Inf Yokki Firmansyah dengan penuh wibawa.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa peringatan ini menjadi pengingat abadi bahwa kemerdekaan pers harus diiringi dengan komitmen kuat untuk menyajikan berita yang faktual, berimbang, dan menjunjung tinggi norma-norma kebenaran. Terlebih di tengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks serta disinformasi yang kerap meresahkan masyarakat.

“Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, peran pers menjadi sangat vital. Media yang independen dan kredibel adalah benteng terakhir dalam menjaga kualitas informasi publik. Oleh karena itu, profesionalisme dan integritas para jurnalis harus terus dijaga, diperkuat, dan ditingkatkan kualitasnya,” tegasnya.

 

TEMA “SHAPING A FUTURE AT PEACE” DAN TIGA PILAR STRATEGIS

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun 2026 ini mengusung tema besar “Shaping a Future at Peace” atau Membentuk Masa Depan yang Damai. Tema ini secara khusus menyoroti peran strategis media dalam menciptakan perdamaian, toleransi, dan stabilitas di tengah masyarakat maupun lingkup global.

Ada tiga pilar utama yang menjadi fokus dan perhatian dalam peringatan tahun ini, yaitu:

1. Kebebasan pers dalam mendukung keamanan, ketertiban, dan kelancaran pembangunan nasional maupun daerah.
2. Transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), serta pentingnya menjaga integritas informasi di era teknologi modern.
3. Keberlanjutan dan inklusivitas ekosistem media agar tetap relevan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dandim berharap, semangat peringatan ini dapat memotivasi seluruh insan pers di Indonesia, khususnya di Kabupaten Mukomuko, untuk semakin profesional, independen, dan terus menjadi mitra strategis dalam mendorong kemajuan daerah serta memperkuat kepercayaan publik.

“Karena ketika pers bebas dan bertanggung jawab, maka suara rakyat akan tetap hidup dan terdengar. Dan ketika suara rakyat hidup, maka demokrasi akan tetap berdiri kokoh. Pers Bebas, Rakyat Berdaulat!” ungkapnya dengan penuh semangat.

 

SINERGITAS YANG KOKOH UNTUK MUKOMUKO MAJU

Di akhir sambutannya, Letkol Inf Yokki Firmansyah menyampaikan ucapan selamat secara khusus kepada seluruh awak media.

“Selamat memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia, 3 Mei 2026. Pers yang bebas, profesional, dan berintegritas merupakan pilar utama demokrasi sekaligus penopang kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, terkhusus untuk kemajuan Kabupaten Mukomuko yang kita cintai.”

“Kami dari jajaran Kodim 0428/Mukomuko mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kerjasama yang telah terjalin selama ini. Ke depannya, kami berharap sinergitas yang erat dan harmonis ini akan semakin terjalin kuat antara TNI khususnya Kodim Mukomuko dengan seluruh insan pers di wilayah ini demi kebaikan bersama,” pungkas Dandim.

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia tidak hanya sekadar seremoni tahunan belaka, melainkan momentum refleksi mendalam bagi seluruh pelaku industri media untuk terus mengevaluasi diri, menjaga etika, dan beradaptasi dengan dinamika informasi di era digital ini.

Sebagaimana ditetapkan oleh UNESCO, tanggal 3 Mei diperingati sebagai pengingat bagi seluruh pemerintah di dunia untuk terus menghormati komitmen terhadap kebebasan berekspresi, sekaligus menjadi ruang bagi para jurnalis untuk senantiasa menjaga martabat dan integritas profesinya.

 

Laporan:
Hidayat

Sumber:
Pendim 0428/MM

*The Oxygen of Democracy: Why Press Freedom is a Universal Human Right*

0

*The Oxygen of Democracy: Why Press Freedom is a Universal Human Right*

_By: Wilson Lalengke_

Jakarta – The observance of International Press Freedom Day, celebrated annually on May 3rd, serves as a poignant reminder of the vital role a free and independent press plays in the health of a global society. That day – specifically today, May 3, 2026 – is a day to evaluate the state of press freedom around the world, defend the media from attacks on their independence, and pay tribute to journalists who have died in the line of duty.

The origin of this significant day dates back to 1991, during a UNESCO seminar in Windhoek, Namibia. African journalists gathered to discuss the development of a free, independent, and pluralistic press. The resulting “Windhoek Declaration” became a landmark document in the struggle for media independence.

In 1993, the UN General Assembly, following a recommendation from UNESCO’s General Conference, officially proclaimed May 3rd as World Press Freedom Day. It was intended to act as a reminder to governments of their duty to respect and uphold the right to freedom of expression as enshrined under Article 19 of the 1948 Universal Declaration of Human Rights.

*Philosophical Foundations: The Marketplace of Ideas*

The principles of press freedom are rooted in centuries of philosophical discourse. Philosophers like John Milton (1608-1674), in his 1644 treatise Areopagitica, argued against government licensing of the press, asserting that truth would always prevail in a “free and open encounter.”

Later, John Stuart Mill (1806-1873), in On Liberty, expanded this by suggesting that even unpopular or “false” opinions should be heard, as they force society to re-examine and strengthen the truth. These thinkers established the “Marketplace of Ideas” concept, the belief that free speech and a free press are the ultimate tools for societal progress and the discovery of truth.

Press freedom is not merely a professional privilege for journalists; it is a fundamental human right. It is intrinsically linked to the right of the public to know. Without a free press, other human rights, such as the right to a fair trial, freedom of assembly, and the right to health and education, become vulnerable. The press acts as a “watchdog,” holding those in power accountable and exposing abuses of authority. In any democracy, the press provides the oxygen of information necessary for citizens to make informed decisions.

*Global Challenges: The Shrinking Space for Truth*

Despite its importance, press freedom is currently facing an existential crisis. The rise of digital authoritarianism, where governments use sophisticated technology to surveil, censor, and harass journalists, has significantly curtailed media independence.

Furthermore, the spread of “fake news” and state-sponsored disinformation campaigns has eroded public trust in traditional journalism. Economic pressures, exacerbated by the shift of advertising revenue to tech giants, have forced many independent news outlets to close, creating “news deserts” where local corruption can go unchecked.

The physical safety of journalists remains one of the gravest concerns. In conflict zones, from Ukraine to Gaza and Sudan, journalists are not just accidental casualties; they are often targeted to prevent the world from seeing the realities of war.

According to the Committee to Protect Journalists (CPJ), recent years have seen record numbers of media workers killed, kidnapped, or disappeared. Beyond physical battlefields, the “legal battlefield” is equally dangerous. Strategic Lawsuits Against Public Participation (SLAPPs) are increasingly used by wealthy individuals and corporations to bankrupt and silence investigative reporters.

*Violations Across the Globe and in Indonesia*

Press freedom violations are rampant across a spectrum of political systems. In autocratic regimes, journalists face long prison sentences for “anti-state activities,” while even in established democracies, we see a rise in hostile rhetoric from political leaders that incites violence against the media.

In Indonesia, despite the democratic progress since the “Reformasi”, press freedom remains fragile. Concerns persist regarding the use of the Electronic Information and Transactions (ITE) Law to criminalize journalists and citizens who criticize officials.

Physical violence against regional reporters and the lack of transparency in conflict-prone areas like Papua continue to be highlighted by organizations such as the Alliance of Independent Journalists (AJI) and the Indonesian Citizen Journalists Association (PPWI). These conditions indicate that legal protections on paper do not always translate to safety in practice.

*A Call for Global Respect*

As we look to the future, the hope remains that all nations will recognize that a free press is not an enemy, but a partner in progress. Respect for press freedom is a hallmark of a confident and stable nation.

It requires more than just the absence of censorship; it requires an environment where journalists can work without fear of retaliation, where whistle-blowers are protected, and where the public values the labour of those who speak truth to power.

International Press Freedom Day is a call to action. It is a call for governments to release imprisoned journalists, for tech companies to protect the digital safety of reporters, and for the global public to support independent journalism. Only through a collective commitment to these principles can we ensure that the “marketplace of ideas” remains open and that the flame of truth continues to burn bright in every corner of the world. (*)

_Author is the Chairperson of the Indonesian Citizen Journalists Association_

Momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia, DPC PWRI PALI Ajak Insan Pers Terus Suarakan Kebenaran

0

Warta.in//PALI, -3 Mei 2026 – Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) yang jatuh pada hari ini. PWRI PALI menekankan pentingnya peran pers sebagai pilar demokrasi dalam mengawal pembangunan di daerah.

Ketua DPC PWRI Kabupaten PALI, Syamsudin menyampaikan bahwa keberadaan pers yang bebas dan bertanggung jawab sangat krusial, terutama dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat di Bumi Serepat Serasan.

“Kami keluarga besar PWRI PALI mengucapkan Selamat Hari kebebasan Pers Sedunia. Pers adalah mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Tanpa pers yang sehat, keterbukaan informasi dan edukasi bagi publik tidak akan berjalan maksimal,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut, ketua DPC PWRI PALI berharap agar para jurnalis, khususnya yang bertugas di wilayah Kabupaten PALI, terus memegang teguh kode etik jurnalistik dan profesionalisme. Di tengah arus informasi digital yang begitu cepat, peran pers sebagai penyaring informasi (filter) terhadap berita bohong atau hoaks sangat dibutuhkan.

“Kebebasan pers harus kita jaga bersama sebagai modal utama dalam membangun demokrasi yang kuat.

Semoga rekan-rekan media terus bersemangat dalam menyuarakan kebenaran dan menjadi penyambung aspirasi masyarakat,” tambahnya.

Melalui momentum ini, DPC PWRI PALI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghargai kerja-kerja jurnalistik yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Kabupaten PALI.

AMS SOROTI PENGADAAN MARK BUKU DI SMP NEGRI SUBANG, : MEMINTA APH UNTUK SEGERA TURUN TANGAN

0

AMS SOROTI PENGADAAN MARK BUKU DI SMP NEGRI SUBANG, : MEMINTA APH UNTUK SEGERA TURUN TANGAN

Subang | Warta In Jawa Barat — Angkatan Muda Subang (AMS) menyoroti dugaan praktik mark up dalam pengadaan buku pelajaran di sejumlah SMP Negeri di Kabupaten Subang.

Ketua AMS, Iqbal Maulana, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lingkungan sekolah, ditemukan adanya indikasi kenaikan harga buku dari sekitar Rp52.000 menjadi Rp58.000 per eksemplar. Selisih sebesar Rp6.000 per buku tersebut dinilai berpotensi menimbulkan pemborosan hingga kerugian keuangan negara apabila terjadi dalam skala besar.

“Ini bukan sekadar selisih harga kecil. Jika dikalikan dengan jumlah pengadaan di banyak sekolah, maka potensi kerugian negara bisa sangat signifikan,” tegas Iqbal Maulana.

Selain persoalan harga, AMS juga menemukan adanya dugaan pengondisian dalam proses pengadaan. Pembelian buku disebut terpusat hanya pada satu penyedia, yakni CV NCI yang berlokasi di Garut. Perusahaan tersebut diketahui belum lama berdiri, namun telah menjadi rekanan distribusi buku di sejumlah sekolah di Kabupaten Subang.

Dilansir dari Lingkup.id, sumber internal sekolah menyebutkan adanya kesepakatan atau memorandum of understanding (MoU) antara pihak dinas terkait dengan penyedia buku. Alur pengadaan diduga berjalan secara terstruktur, mulai dari dinas, satuan kerja, hingga Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), kemudian diteruskan kepada para kepala sekolah.

AMS menegaskan, apabila dugaan ini terbukti, maka praktik tersebut tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mencederai dunia pendidikan yang seharusnya dijalankan secara bersih, transparan, dan akuntabel.

Oleh karena itu, Angkatan Muda Subang (AMS) mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam proses pengadaan buku tersebut.

AMS juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini sebagai bentuk kontrol sosial demi terwujudnya tata kelola pendidikan yang transparan, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Dugaan Penipuan & Penggelapan Uang, Akankah Berujung Laporan Polisi ?

0

Warta.in, Purwakarta – Seorang oknum karyawan berinisial MJ (32) diduga kuat telah melakukan penipuan dan penggelapan uang milik majikannya, Parmohonan Nasution (48) atau yang biasa disapa Ilham, yang diduga dilakukan bersama mantan istrinya, NS (49).

Berdasarkan keterangan Ilham, peristiwa ini diduga berlangsung dalam kurun waktu tahun 2022 hingga 2025, dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah dan ia baru menyadarinya akhir-akhir ini, Minggu, 3 Mei 2026.

Masih menurut Ilham, kecurigaannya ketika ia menemukan sesuatu yang mencurigakan  adanya transaksi dana melalui salah satu akun sebesar Rp44 juta yang diduga dilakukan tanpa sepengetahuan ia sebagai pemilik usaha. Dana tersebut disebut-sebut berkaitan dengan pihak warung, namun menggunakan nama dirinya tanpa izin dari yang bersangkutan. Dan hal inipun diakui oleh MJ, (08/02).

Sebagai upaya penyelesaian, Ilham kemudian mengutus perwakilannya sekitar bulan Feruari 2026 untuk melakukan mediasi dengan pihak-pihak yang terlibat. Mediasi tersebut dilakukan dengan mendatangi kampung halaman pihak terduga, yang diketahui berasal dari daerah yang sama.

Dalam proses mediasi, Syawaludin Harahap (49) yang diutus Ikham, dibekali sejumlah data dan dokumen, termasuk dokumen bukti-bukti yang meguatkan pada tindakan penggelapan, serta rekaman visual pendukung lainnya.

Mediasi yang dilakukan di Kantor Desa Lumban Dolok Kayu Laut Kecamatan Panyabungan Timur Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara yang dilakukan pada tanggal 8 Feruari 2026 dan dimediasi langsung oleh Pemdes setempat dihadiri juga Ketua BPD, tokoh masyarakat dan pihak terduga, (08/02/2026).

Namun demikian, hingga saat mediasi permasalahan tersebut.dilakukan belum mencapai titik penyelesaian. Mediasi pertamapun tidak membuahkan hasil.

Selain itu, masih menurut Ilham muncul dugaan adanya hubungan pribadi antara mantan istri dan oknum karyawan yang terjadi di belakang dirinya, hal ini diduga turut menjadi salah satu faktor pemicu konflik.

Alih-alih menerima niat baik melalui jalur mediasi yang dilakuan sebanyak dua kali (8/02 & 21/04) tersebut, malah salah satu anggota keluarga terduga menantang proses hukum sebagai penyelesaian.

“Buktikan saja melalui jalur hukum, kalau berani laporkan saja,” kata keponakan NS yang ikut hadir dalam mediasi tersebut, yang ditirukan ilham. (21/04/2026).

Menyikapi hal ini, Ilham bermaksud melanjutkannya ke ranah hukum, “Saya tadinya masih berniat baik supaya semua selesai secara kekeluargaan. Karena ini mentok, maka saya akan membawa kasus ini ke pihak yang berwajib,” pungkas Ilham mengakhiri keterangannya.

Refleksi 79 Tahun Jejak Sejarah Perjuangan Oleh Eks Aktivis PII Lamongan

0

Refleksi 79 Tahun Jejak Sejarah Perjuangan Oleh Eks Aktivis PII Lamongan

LAMONGAN// Warta. In –Tanggal 4 Mei 2026 menjadi catatan sejarah yang istimewa bagi seluruh keluarga besar Pelajar Islam Indonesia (PII). repleksi perjuangan eks Aktivis Muhammad Wahid, S. Pd. I.,Gr.,M.Pd,Tepat pada hari ini, kita memperingati Hari Bangkit (HARBA) PII yang ke-79. Minggu (03/05/2026)

Rentang waktu yang membentang sejak 4 Mei 1947 hingga 4 Mei 2026 bukanlah sekadar hitungan angka yang bergulir, melainkan bukti ketangguhan, kedewasaan, dan konsistensi sebuah organisasi dalam mengabdikan diri kepada agama, nusa, dan bangsa.

Tujuh dasawarsa lebih telah berlalu. Dunia telah berubah drastis. Namun, satu hal yang tetap abadi adalah semangat “Bangkit”. Semangat untuk terus bergerak maju, semangat untuk tidak pernah menyerah pada keadaan, dan semangat untuk selalu menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan peradaban.

Melalui artikel ini, mari kita renungkan bersama, menengok kembali akar sejarah, menilai kondisi saat ini, dan memantapkan langkah menuju masa depan dengan satu tekad bulat: PII Bangkit untuk Indonesia Maju!

JEJAK SEJARAH, 4 MEI 1947: LAHIR DI TENGAH GELOMBANG PERJUANGAN

Kita tidak bisa memahami masa depan tanpa mengenal masa lalu. Mari kita tarik napas panjang, dan kembali ke titik nol perjalanan ini.

Pada tanggal 4 Mei 1947, situasi bangsa Indonesia sedang dalam kondisi genting. Api kemerdekaan baru saja menyala setahun yang lalu, namun ancaman untuk padam kembali sangat nyata. Para penjajah masih berusaha menguasai kembali bumi pertiwi. Di saat yang sama, kebodohan dan keterbelakangan mental masih menjadi musuh utama yang harus dilawan.

Di tengah situasi yang penuh tantangan tersebut, sekelompok pemuda pelajar yang memiliki kesadaran tinggi, berilmu, dan beriman berkumpul. Mereka menyadari bahwa kemerdekaan fisik saja tidak cukup. Untuk menjaga kemerdekaan dan memajukan bangsa, dibutuhkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Maka, berdirilah Pelajar Islam Indonesia (PII). Lahir dengan visi yang jelas: Mencetak kader-kader pemimpin yang berlandaskan Islam, berwawasan kebangsaan, dan siap mengabdi.

Sejak saat itu, tanggal 4 Mei menjadi saksi bisu. Tanggal di mana tekad dibulatkan: Bangkit! Bangkit dari lelapnya kebodohan, bangkit dari keterpurukan, dan bangkit untuk membangun peradaban.

REFLEKSI 79 TAHUN: PERJALANAN YANG TAK MUDAH

Menginjak usia ke-79 tahun pada 4 Mei 2026, PII telah melewati berbagai macam ujian zaman. Kita telah melewati masa Orde Lama, masa Orde Baru, era Reformasi, hingga kini berada di era Digital dan Globalisasi.

Ada masa di mana organisasi ini berada di puncak kejayaan, dan ada masa di mana kita harus berjuang ekstra keras untuk eksis. Namun, PII tetap berdiri tegak. Mengapa? Karena pondasinya kuat. Pondasi itu adalah Islam dan Kebangsaan.

Dalam refleksi ini, ada tiga hal utama yang harus kita syukuri dan pertahankan:

1. Konsistensi pada Ideologi
Selama 79 tahun, PII tidak pernah bergeser dari khittah perjuangan. Islam tetap menjadi jiwa, dan Indonesia tetap menjadi tanah air yang dicintai. Di tengah gempuran ideologi asing yang mencoba memecah belah, PII hadir sebagai penyeimbang yang menegaskan bahwa Islam dan NKRI adalah satu kesatuan yang utuh dan harmonis.

2. Kontribusi Nyata bagi Bangsa
Selama hampir satu abad ini, ratusan bahkan ribuan alumni PII telah tersebar di berbagai penjuru negeri. Mereka menjadi ulama, cendekiawan, dokter, insinyur, guru, pejabat negara, hingga pengusaha sukses. Mereka semua membawa nilai-nilai PII dalam bekerja: Profesional, Amanah, dan Berakhlak. Ini adalah bukti nyata bahwa PII bukan sekadar organisasi hobi, melainkan leadership factory atau pabriknya para pemimpin.

3. Adaptasi terhadap Zaman
Usia 79 tahun bukan berarti kolot atau kaku. PII terus berbenah. Dari cara berorganisasi yang konvensional, kini PII telah memanfaatkan teknologi informasi. Media sosial digunakan untuk dakwah dan edukasi, sistem manajemen dipermodernisasi, dan wawasan kader terus diperluas agar tidak gaptek (gagap teknologi).

MAKNA “PII BANGKIT UNTUK INDONESIA MAJU”

Tema besar peringatan tahun ini adalah “PII Bangkit untuk Indonesia Maju”. Ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah janji dan komitmen.

Apa makna “Bangkit” di era sekarang?

Bangkit dari Zona Nyaman
Indonesia Maju menuntut sumber daya manusia yang unggul. Kita tidak boleh puas hanya dengan menjadi “cukup”. Kita harus menjadi yang terbaik. PII mengajak seluruh kadernya untuk bangkit dari rasa malas, bangkit dari rasa puas diri, dan terus meningkatkan kompetensi. Kuasai ilmu pengetahuan, teknologi, bahasa, dan seni. Karena pelajar yang hebat akan melahirkan bangsa yang hebat.

Bangkit Memperkuat Karakter dan Moral
Kemajuan sebuah bangsa tidak diukur hanya dari gedung pencakar langit atau kekayaan ekonomi semata, tetapi juga dari karakter rakyatnya. Di tengah tantangan dekadensi moral, pergaulan bebas, dan krisis etika, PII hadir sebagai benteng. Kita bangkit untuk menegakkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan sopan santun. Indonesia maju adalah Indonesia yang bermoral.

Bangkit Menguatkan Persatuan
Indonesia adalah negara majemuk. PII, sebagai organisasi yang inklusif dan nasionalis, bangkit untuk menyatukan berbagai perbedaan. Kita membuktikan bahwa perbedaan latar belakang justru menjadi kekuatan. Semangat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah harus terus dipupuk demi kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bangkit Berkontribusi pada Masyarakat
PII bangkit bukan untuk menonjolkan diri, melainkan untuk melayani. Program-program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat harus terus digalakkan. Kita hadir untuk menjadi solusi atas masalah sosial, ekonomi, dan pendidikan di tengah masyarakat.

MENATAP MASA DEPAN, MENUJU USIA KE-80 DAN SETERUSNYA

Usia 79 tahun adalah masa yang sangat matang, satu langkah menuju usia emas ke-80. Ini adalah waktu yang tepat untuk evaluasi dan perencanaan strategis.

Tantangan di depan mata semakin berat. Persaingan global semakin ketat. Namun, keyakinan kita juga harus semakin besar. Dengan bekal pengalaman 79 tahun, PII siap melangkah lebih jauh.

Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga kuat secara spiritual dan fisik. Kita ingin mencetak pemimpin-pemimpin masa depan yang akan membawa Indonesia benar-benar menjadi negara yang maju, adil, makmur, dan diridhai oleh Allah SWT.

Hadirin, rekan-rekan seperjuangan,

Dari 4 Mei 1947 hingga 4 Mei 2026, perjalanan ini panjang dan berharga. Segala jasa para pendiri dan pendahulu kita akan selalu kita kenang. Doa dan usaha kita hari ini adalah kelanjutan dari perjuangan mereka.

Mari kita jadikan Hari Bangkit ke-79 ini sebagai momentum pembaruan semangat. Mari kita buktikan bahwa PII masih relevan, masih dibutuhkan, dan masih mampu memberikan warna positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selamat HARBA PII Ke- 79
PII Bangkit!
Indonesia Maju!

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi, memberkahi, dan menguatkan langkah kita semua.

“Hidup PII! Jaya Selalu! Menang Terus!”( roy)

Polisi Ungkap Jejak Pelarian 4 Pembunuh Lansia Pekanbaru hingga Ditangkap

0

Pekanbaru – Empat pembunuh wanita di Pekanbaru bernama Dumaris Boru Sitio (60) ditangkap polisi. Para pelaku sempat kabur ke Aceh hingga Sumatera Utara (Sumut).
Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra dalam konferensi pers, Minggu (3/5/2026), mengatakan pelaku bisa dibekuk pada Sabtu (2/4). Pandra mengakui pengejaran para pelaku ini tidak mudah.

“Tanggal 2 April 2026, pelaku dapat ditangkap dan dibawa ke Polresta Pekanbaru, pengejaran ini tidaklah mudah,” jelas Pandra.

Ia menyebut para pelaku melarikan diri ke luar Provinsi Riau. Ada yang kabur ke Sumut, ada pula yang ke Aceh.

“Pelaku begitu melakukan aksinya pelaku sempat melarikan diri ke wilayah di luar wilayah hukum provinsi Polda Riau, ini sudah sampai ke wilayah Sumatera Utara dan sudah sampai ke provinsi Nanggroe Aceh Darussalam,” ujar Pandra.

Diberitakan sebelumnya, Dumaris ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/4) siang. Korban ditemukan oleh suaminya, Salmon Mena, dalam kondisi tergeletak bersimbah darah.

Rekaman CCTV mengungkap jejak para pelaku. Dari empat pelaku tersebut, salah satunya diduga wanita berinisial AF, yang merupakan menantu korban.

Detik-detik aksi pembunuhan itu juga terekam jelas di kamera CCTV. Awalnya, para pelaku datang menggunakan mobil hitam.

Seorang wanita berkaus hitam yang diduga adalah menantu korban berinisial AF masuk ke halaman rumah disusul wanita lain yang mengenakan jaket hoodie warna biru. Tak lama kemudian, dua orang pria menyusul keduanya.

Tak lama setelah itu, korban keluar dari dalam kamar dan membuka pintu menyambut ‘tamu’ tersebut. Wanita yang diduga menantunya sempat menyalami korban.

Entah apa yang mereka bicarakan. Namun, situasi saat itu terlihat normal-normal saja.

Hingga kemudian seorang pria yang diduga selingkuhan AF datang sambil membawa kayu balok. Seketika itu ia memukulkan kayu tersebut ke kepala korban hingga terkulai.

*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

Silakan laporkan jika ada aduan mengenai aktivitas terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat tinggal Anda melalui WA ke no 08136306547.

Apabila masyarakat memerlukan pelayanan bantuan polisi lebih cepat silahkan laporkan ke Call Center 110.

Kabid Humas Polda Riau

Momentum Hari Pers Sedunia, PWRI PALI Ajak Insan Pers Terus Suarakan Kebenaran

0

Warta.in//PALI, -3 Mei 2026 – Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pers Sedunia (World Press Freedom Day) yang jatuh pada hari ini. PWRI PALI menekankan pentingnya peran pers sebagai pilar demokrasi dalam mengawal pembangunan di daerah.

Ketua DPC PWRI Kabupaten PALI, Syamsudin menyampaikan bahwa keberadaan pers yang bebas dan bertanggung jawab sangat krusial, terutama dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat di Bumi Serepat Serasan.

“Kami keluarga besar DPC PWRI PALI mengucapkan Selamat Hari Pers Sedunia. Pers adalah mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Tanpa pers yang sehat, keterbukaan informasi dan edukasi bagi publik tidak akan berjalan maksimal,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut, ketua DPC PWRI PALI berharap agar para jurnalis, khususnya yang bertugas di wilayah Kabupaten PALI, terus memegang teguh kode etik jurnalistik dan profesionalisme. Di tengah arus informasi digital yang begitu cepat, peran pers sebagai penyaring informasi (filter) terhadap berita bohong atau hoaks sangat dibutuhkan.

“Kebebasan pers harus kita jaga bersama sebagai modal utama dalam membangun demokrasi yang kuat.
Semoga rekan-rekan media terus bersemangat dalam menyuarakan kebenaran dan menjadi penyambung aspirasi masyarakat,” tambahnya.

Melalui momentum ini, DPC PWRI PALI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghargai kerja-kerja jurnalistik yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Kabupaten PALI.

 

 

Rilis:(Muhamad Randi)