33.1 C
Jakarta
Kamis, April 30, 2026
Beranda blog

Garis Pertama Keturunan Opung Pultak, Lindung Simarmata Tungga Ni Huta di Lumban Sait Ni Huta

0

Samosir, Hak kesulungan yang diterapkan secara ketat dan berlaku sampai sekarang juga melekat pada Lindung Simarmata yang kini berusia 60 tahun. Walaupun sejak usia muda sudah merantau dan baru kembali ke Alngit Desa Lumban Suhi Suhi Toruan 4 tahun lalu, haknya sebagai penerus garis pertama dari Opung Pultak Simarmata yang membuka kampung / huta sekaligus Tungga Ni Huta di Lumban Sait Ni Huta, tetap diwariskan pada Lindung Simarmata

Pultak Simarmata yang diperkirakan hidup sekitar 200 tahun yang lalu, mempunyai 3 orang anak lelaki. Pada silsilah suku Batak, hanya nama anak lelaki saja yang dicantumkan.

Anak pertamanya bernama Panahara Simarmata. Selanjutnya Panahara Simarmata hanya mempunyai 1 anak yaitu Pangarappa Simarmata. Kemudian Pangarappa Simarmata mempunyai 3 orang anak yaitu : (1) Manahara Simarmata, (2) Sindor Simarmata, (3) Mangalo Simarmata

Mengikuti alur hak kesulungan, dari keturunan garis pertama Opung Pultak Simarmata yang berhak tinggal di Lumban Sait Ni Huta adalah Manahara Simarmata. Sedangkan adik adik nya Sindor Simarmata dan Mangalo Simarmata mencari hunian baru untuk keluarganya. Walaupun demikian, Sindor Simarmata diperkenankan tinggal dan memiliki rumah adat Batak di Lumban Sait Ni Huta bersebelahan dengan rumah adat Batak milik Lindung Simarmata. Selanjutnya Manahara Simarmata mempunyai 1 orang anak lelaki yang bernama Adat Simarmata. Kemudian Adat Simarmata mempunyai 2 orang anak lelaki yaitu (1) Sikkola Simarmata, (2) Mangapul Simarmata. Generasi terakhir yang berhak meneruskan trah dari Opung Pultak Simarmata saat ini adalah anak lelaki dari Sikkola Simarmata yaitu Lindung Simarmata

Sedangkan anak kedua dari Opung Pultak Simarmata bernama Gollu Simarmata. Bersama keluarganya, mencari hunian baru di luar Lumban Sait Ni Huta

Lalu anak ketiga dari Opung Pultak Simarmata yang bernama Bagur Simarmata, mencari hunian baru, dan diketahui menikah dengan boru Simanjorang yaitu anak perempuan dari Opung Banua Simanjorang dari Desa Hasinggaan. Sejak menikah hingga akhir hayatnya Bagur Simarmata di Desa Hasinggaan. Bagur Simarmata mempunyai 1 orang anak lelaki yang bernama Sangap Simarmata, yang juga menikah dengan boru Simanjorang. Sejak lahir, menikah, hingga akhir hayatnya Sangap Simarmata di Desa Hasinggaan. Sangap Simarmata mempunyai 3 orang anak lelaki yaitu ; (1) Lumban Simarmata (2) Muara Simarmata (3) Djadipan Simarmata. Barulah setelah menikah, Lumban Simarmata dan adik adiknya kembali ke Alngit Lumban Suhi Suhi. Karena tidak memiliki kampung / huta sendiri, Lumban Simarmata dan adiknya Muara Simarmata menumpang di kampung / Huta kerabatnya yaitu di Lumban Sosor milik keturunan Opung Tahi Mangalan Simarmata yang merupakan anak kedua dari Opung Lettem Simarmata.

Walaupun Lumban Simarmata tinggal di Lumban Sosor, karena Lumban Simarmata merupakan keturunan dari Opung Pultak Simarmata, maka ketika wafat, jenasah nya dimakamkan di Tambak / makam keluarga keturunan Opung Pultak Simarmata yaitu di Lumban Sait Ni Huta

Hanya keturunan anak lelaki garis pertama yang berhak menempati kampung / huta peninggalan leluhurnya, demikian disampaikan oleh OH Simarmata SH. Pensiunan Hakim, terakhir sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Manado 2002 dan pernah bertugas sebagai Ketua Umum ketiga Punguan Simarmata se Indonesia (red)

Perkuat Sinergitas,Kapolda SumSel Pimpin Apel Sabuk Kantibmas DiMusi Rawas

0

Warta In

“MUSI RAWAS — Polda Sumatera Selatan memperkuat sinergitas lintas sektoral dan partisipasi masyarakat melalui penyelenggaraan Apel Sabuk Kamtibmas bertajuk “Jago Musi Rawas” yang dipimpin langsung Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., pada Rabu, 29 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di wilayah Kabupaten Musi Rawas ini dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen organisasi kemasyarakatan dan komunitas lokal.

Apel Sabuk Kamtibmas tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

Dalam arahannya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa konsep “Sabuk Kamtibmas” merupakan simbol pengikat dan penguat persatuan dalam menjaga keamanan bersama.

“Keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab kita semua. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat memastikan aktivitas masyarakat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Pelaksanaan apel turut diwarnai dengan penyematan Pin Sabuk Kamtibmas secara simbolis serta pembacaan ikrar bersama oleh perwakilan organisasi masyarakat. Kapolda juga menyapa langsung peserta dari berbagai elemen, termasuk organisasi kepemudaan dan komunitas masyarakat yang berperan aktif dalam menjaga kerukunan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel juga mengingatkan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap permasalahan di tengah masyarakat.

“Keamanan adalah modal utama menuju Indonesia Emas 2045. Mari kita jaga persatuan, saring informasi sebelum dibagikan, dan kedepankan nilai-nilai kebersamaan,” ujar Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.Selain itu, Kapolda menegaskan pentingnya nilai kemanusiaan dalam setiap tindakan, baik bagi personel Polri maupun masyarakat.

“Setiap langkah kita harus bermuara pada kebaikan. Tanyakan pada diri sendiri, sudahkah kita berbuat baik hari ini? Kebaikan itu yang akan menjaga rasa aman di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi pendekatan kepolisian modern berbasis pencegahan dan pelibatan masyarakat.

“Melalui Apel Sabuk Kamtibmas, kami memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. Ini adalah bagian dari komitmen Polda Sumsel untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung seluruh agenda pembangunan nasional,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.Polda Sumatera Selatan juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan masing-masing serta memanfaatkan layanan Call Center 110 sebagai sarana pelaporan cepat apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.

Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen kuat seluruh elemen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.

(Zulkifli//tim)

Apel Sabuk Kamtibmas Polres Jember Perkuat Sinergi Lintas Elemen Hadapi Potensi Gangguan Keamanan

0

Warta.in, Jember – Apel Serentak Sabuk Kamtibmas digelar di halaman Mapolres Jember dengan penuh khidmat, dipimpin langsung oleh Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, Kamis (30/4/2026).

Apel tersebut diikuti oleh sejumlah organisasi dan kelompok masyarakat, di antaranya Banser, Laskar Merah Putih, Madas, Laskar Tawang Alun, Laskar Jahanam, Relawan Jumadi Made, serta Pamter. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Jember.

Dalam amanat Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. yang dibacakan oleh Kapolres Jember, disampaikan bahwa Sabuk Kamtibmas merupakan simbol persatuan seluruh elemen bangsa dalam mendeteksi secara dini potensi gangguan keamanan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat demi menjaga stabilitas daerah.

Disebutkan pula bahwa ke depan Jawa Timur akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari potensi konflik sosial, penyebaran hoaks, radikalisme, hingga ancaman bencana alam dan gangguan ketertiban yang dapat menghambat jalannya pembangunan.
Dalam konteks tersebut, Polri tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Melalui Sabuk

Kamtibmas, diharapkan mampu memperkuat deteksi dini, membangun kolaborasi lintas sektor, serta melibatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan krisis sosial.

Kapolres Jember juga menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban merupakan modal utama dalam pembangunan daerah. Tanpa stabilitas yang terjaga, investasi dapat terganggu dan kesejahteraan masyarakat berpotensi terancam.

Melalui apel ini, seluruh elemen yang terlibat diajak untuk terus memperkuat kebersamaan, menjaga persatuan, menangkal segala bentuk provokasi, serta menjadi pelopor dalam menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif.

Anggir/Jeruk Purut/Unte Mungkur dalam Adat & Budaya Batak di Samosir

0

Samosir, Tradisi sebagian masyarakat Batak di Samosir yang rmenggunakan Jeruk Purut/Unte Mungkur/Anggir dalam Adat & Budaya, masih tetap terpelihara sampai sekarang. Sekali dalam seminggu yaitu setiap hari Rabu, para pedagang dari berbagai desa datang membawa dagangannya untuk dipasarkan di Onan Baru Pangururan. Masyarakat yang memerlukan sesuatu pun, akan menyediakan waktunya membeli keperluannya pas hari onan itu. Termasuk untuk membeli anggir. Pada hari Rabu umumnya barang barang dagangan dalam kondisi segar termasuk Jeruk purut/ Unte Mungkur/ Anggir (dalam bahasa Batak). Sasnaek Naibaho Siagian, pria kelahiran Pangururan ini merupakan pegiat rempah yang digunakan sebagai obat tradisional Batak. Setiap hari ia berjualan berbagai rempah tradisional di Pasar Percontohan Pangururan, termasuk anggir. Melalui TaromboTVMedia.co ini, untuk pertama kalinya Sasnaek Naibaho menulis tentang anggir ini
I. Sejarah & Asal-usul Pemakaian
Nggak ada catatan tahun pasti, tapi unte mungkur(anggir/Jeruk purut) sudah dipakai sejak zaman orang tua / leluhur / opung kami dulu. Anggir terasuk kategori “raja ni unte”= rajanya jeruk, karena dianggap paling “bertuah”.
Dulu dibawa dari Barus, kota pelabuhan rempah tua. Karena wanginya kuat dan tahan lama, dipakai buat ritual pengusir roh jahat dan pembersih. Masuk ke budaya Batak lewat penganut kepercayaan “PARBARINGIN” dan tetua adat/dukun.
2. Makna Simbolis Anggir/Jeruk Purut
dalam Adat Batak adalah
wangi nya yang tajam, Diyakini mampu menolak bala, pengusir roh jahat/saem, pembersih aura negatif
Kulit nya berkerut : Simbol kehidupan yang penuh liku-liku tapi tetap bertahan (komitmen kuat)
Warna hijau : Lambang kesuburan, kesejahteraan, harapan hidup
Rasa pahit/asam : Simbol bahwa hidup tidak selalu manis, harus kuat menghadapi pahitnya perjalanan hidup menuju sukses.
Falsafah : “Tabo do na paet, hipas do na denggan”” (Pahit itu enak/obat, sehat itu yang baik. Pahitnya jeruk purut = obat.

  • 3. Tujuan & Fungsi dalam Ritual Adat
    Dipakai di banyak upacara. Fungsinya ada tiga yaitu : Pembersih, Penyembuh dan Penangkal. Selain itu, anggir berfungsi sebagai :
    A. Manguras / Pembersihan
    1. Mandera/Upa-upa Tondi. Air berisi irisan unte mungkur + bunga bungaan dipakai percikin ke orang yang sakit, habis kemalangan, atau anak baru lahir. Tujuan : mangalap tondi = panggil semangat biar kuat lagi.
    2. Memasuk rumah baru → Air jeruk purut dipercikkan ke seluruh sudut rumah. Usir sahe/energi negatif
    3. Pulang dari kuburan→ Cuci tangan/muka pakai air Anggir biar “sawan” atau roh halus tidak ikut pulang.
    B. Mangaluarhon Sahit / Tolak Bala
    1. Sapu sawan → Daun + buah diikat, dipakai menyapu badan orang kesurupan atau sakit aneh.
    2. Pagaran tano → Tanam unte mungkur di 4 sudut pekarangan. Dipercaya jadi pagar gaib dari niat jahat orang.
    3. Waktu Marsanggul / wabah → Air jeruk purut taruh depan pintu biar penyakit tidak masuk.
    *C. Pelean / Sesajen*
    1. Di atas pinggan panuturan – saat mangongkal holi = bongkar tulang leluhur. Unte mungkur wajib ada sebagai persembahan ke penghuni alam gaib.
    2. Acara Mangido Udan → Ritual minta hujan, unte mungkur jadi bagian persembahan ke Mulajadi Nabolon.
    3. Dalam Pemakaian ritual, dominan ganjil jumlahnya kalau buat pelean: 1, 3, 5, 7 buah. Genap dianggap untuk orang mati (red)

Tahun 2026, RSUDMA Sumenep Targetkan Penguatan Kapasitas Layanan Kesehatan Cepat,Tepat dan Akurat

0

Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep menetapkan tahun 2026 sebagai momentum peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu menargetkan penguatan kapasitas layanan, baik dari aspek fasilitas, sumber daya manusia, hingga sistem pelayanan berbasis digital.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati,M.Kes, mengatakan strategi pengembangan difokuskan pada optimalisasi layanan agar masyarakat dapat memperoleh penanganan medis secara maksimal tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

“Penguatan ini kami lakukan secara bertahap, dengan memanfaatkan status rumah sakit yang kini telah meningkat menjadi tipe B, sehingga mampu menangani kasus yang lebih kompleks,” kata Erliyati, Kamis (30/04/26).

Dengan peningkatan status tersebut, RSUDMA kini memiliki kapasitas layanan yang lebih luas, termasuk penanganan gawat darurat selama 24 jam melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD), layanan Intensive Care Unit (ICU), serta PICU dan NICU untuk perawatan pasien anak dan bayi.

Selain itu, pengembangan layanan spesialis juga terus didorong, khususnya pada bidang jantung dan paru sebagai bagian dari peningkatan layanan unggulan di tahun 2026.

Di sisi lain, RSUD juga mempercepat penerapan digitalisasi dalam sistem pelayanan. Optimalisasi sistem antrean berbasis digital yang terintegrasi dengan aplikasi kesehatan nasional dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan.

“Dengan sistem ini, masyarakat bisa melakukan pendaftaran dan pengaturan jadwal pemeriksaan secara daring, sehingga waktu tunggu dapat ditekan dan pelayanan menjadi lebih efisien,” katanya.

Ia menegaskan, fokus utama di tahun ini adalah menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan berbasis teknologi, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan pasien.

Tak hanya itu, RSUDMA juga berupaya memperluas akses layanan bagi peserta BPJS Kesehatan, agar seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan tanpa kendala administratif maupun keterbatasan fasilitas.

Dengan dukungan tenaga medis, pemerintah daerah, serta berbagai mitra, RSUDMA Sumenep menargetkan penguatan peran sebagai rumah sakit rujukan di wilayah timur Madura.

“Harapannya, langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah sepanjang tahun 2026,” tegasnya.(hrs)

Tingkatkan Pengetahuan dan Wawasan, SMAN 1 Ngimbang Lamongan Kunjungi AAL

0

Tingkatkan Pengetahuan dan Wawasan, SMAN 1 Ngimbang Lamongan Kunjungi AAL

Surabaya, 29 April 2026

Kepala Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Angkatan Laut (Ka PPM AAL) Letkol Laut (S/W) Sriani Wulandari, S.Pd., M.M., M.Tr.Opsla. mewakili Gubernur AAL Laksda TNI Sigit Santiso menerima kunjungan pelajar SMAN 1 Ngimbang Lamongan di Gedung Salahutu, Kampus AAL, Bumimoro, Surabaya, Rabu (29/4).

Dalam kunjungan kali ini, siswa dan siswi SMAN I Ngimbang Lamongan didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan bapak Ade Sedhyatna Wirawan, S.Pd.dan para bapak dan ibu guru pendamping serta para staf pengasuh lainya.

Gubernur AAL dalam sambutannya yang dibaca oleh Ka. PPM mengucapkan selamat datang di lembaga AAL kepada siswa-siswi SMAN 1 Ngimbang Lamongan serta ucapan terima kasih atas dipilihnya AAL sebagai tempat untuk melaksanakan study ini, semoga akan semakin meningkatkan pengetahuan dan wawasan para siswa tentang lembaga pendidikan AAL yang berada di Bumimoro Surabaya.

Harapannya setelah lulus nantinya siswa-siswi SMAN 1 Ngimbang Lamongan dapat bergabung menjadi Taruna AAL untuk menjadi Perwira TNI AL yang tanggap, tanggon dan trengginas guna mengabdikan diri kepada negara dan bangsa Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut para siswa berkesempatan melaksanakan dialog interaktif dengan Taruna AAL serta tour facility untuk melihat secara langsung sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki AAL dan mengabadikan momen kunjungan dengan foto bersama di Monumen Hree Dharma Santy(Kadispen AAL).

Ngontel Rabu dan Jumat, Bukti Nyata RSUDMA Sumenep Dukung Kebijakan Pemerintah Dalam Upaya Hemat BBM

0

Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam upaya hemat BBM.

Kali ini, rumah sakit menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh pegawai dan tenaga kesehatan untuk menggunakan sepeda sebagai transportasi saat berangkat kerja.

Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Nomor 19 Tahun 2026 sebagai perubahan atas SE Nomor 17 Tahun 2026 tentang penghematan BBM dan tindak lanjut dari arahan Bupati Sumenep.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes., menginstruksikan kepada seluruh pegawai untuk menggunakan sepeda saat berangkat ke kantor, khususnya pada hari Rabu dan Jumat.

Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar bentuk kepatuhan terhadap regulasi pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja rumah sakit.

“Seluruh pegawai kami dorong untuk bersepeda ke kantor, khususnya yang berdomisili tidak terlalu jauh, terutama pada hari Rabu dan Jumat. Ini bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah daerah sekaligus menjaga kesehatan,” ujar Erliyati,Kamis, (30/04/26).

Ia menegaskan bahwa penerapan kebiasaan tersebut diharapkan mampu menekan konsumsi BBM secara signifikan sekaligus memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kebugaran pegawai.

“Selain efisiensi energi, bersepeda juga berdampak baik bagi kebugaran pegawai. Kami ingin kebijakan ini berjalan konsisten dan menjadi budaya baru,” tegasnya.(hrs)

Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Daerah Rawan

0

Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Rabu (29/04/2026)pukul 21.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di dipimpin laksanakan oleh Aiptu Djudi,Brigadir Bayu dan Brigadir Deny dengan sasaran Patroli jalan poros Jombang – Babat ,SPBU ngimbang dan Gudang Tembakau Ngimbang serta Masyarakat Desa Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Guna Antisipasi Kemacetan Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar CommanderwishPagi di Wilayah Ngimbang

0

Guna Antisipasi Kemacetan Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar CommanderwishPagi di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Kamis Pagi (30/04/2026) pada pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkatnya bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Bripka Bayu untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari di daerah rawan kemacetan

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (roy)