Beranda blog

*Peringati HUT ke-1, DPP PRI Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis, UMKM Ikut Meriahkan Perayaan*

0

*Peringati HUT ke-1, DPP PRI Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis, UMKM Ikut Meriahkan Perayaan*

Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Partai Rakyat Indonesia (PRI), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PRI menggelar rangkaian kegiatan sosial berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal , Budi Pramono, Sabtu pagi ini (08/08/2026), di Jakarta.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kemeriahan peringatan satu tahun berdirinya PRI. Sementara itu, acara utama perayaan HUT ke-1 PRI dipusatkan di Kantor DPD PRI Lampung. Berbeda dari sekadar perayaan seremonial, kegiatan di kantor DPP PRI Jakarta dikemas dengan menghadirkan aksi yang menyentuh langsung masyarakat.

Donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis menjadi bentuk kepedulian PRI terhadap kebutuhan sosial dan kesehatan masyarakat. Momentum HUT pertama ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan PRI sejak dideklarasikan pada 8 Agustus 2025. HUT ini juga bertemakan “Satu Tahun Mengabdi, Sejuta Harapan untuk Negeri”. Saat deklarasi, PRI menyatakan membawa haluan nasional religius serta berlandaskan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

*Implementasi Bidang Kesehatan*

Budi Pramono menegaskan “PRI harus menyentuh hati rakyat jadi kita harus memenangkan hati rakyat agar hati rakyat ini bisa kita tangkap, makanya kita harus punya program-program yang aplikatif makanya kita harus punya janji-janji yang implementasi. Baik bidang kesehatan, baik bidang katakanlah tata kelola negara yang tadi saya sampaikan dan bidang-bidang yang lain untuk menjadikan negara ini menjadi wallpaper dalam memperingati hari ulang tahun PRI yang pertama juga bagaimana menerapkan nilai-nilai toleransi atau keberagaman kepada 38 provinsi itu sangat penting ya.”

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan satu tahun PRI dalam mengabdi kepada rakyat sekaligus memperkuat komitmen membangun Indonesia melalui politik yang berpihak pada kepentingan masyarakat di antaranya di bidang kesehatan dengan mengadakan kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis.

*Libatkan UMKM, Dorong Ekonomi Kerakyatan*

Selain kegiatan sosial dan kesehatan, perayaan HUT ke-1 PRI di Jakarta juga turut mengundang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadiran pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan karena PRI ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan produk usaha mereka.

Langkah tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap ekonomi kerakyatan. UMKM dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat dari tingkat bawah. Dengan menghadirkan pelaku UMKM dalam perayaan ulang tahun partai, PRI ingin menjadikan momentum HUT bukan hanya sebagai perayaan internal, tetapi juga sebagai ruang interaksi antara partai, masyarakat, dan pelaku usaha.

“Melihat ada kegiatan UMKM, ini bisa mendongkrak ekonomi, itu penting tadi yang saya bilang pilar yang terakhir agar bermanfaat, ya baik secara ekonomi termasuk UMKM, nah UMKM ini harus kita besarkan karena ini adalah backbone daripada ekonomi yang ada di Indonesia ini,” ujarnya.

*Dari Rakyat, untuk Rakyat*

Rangkaian kegiatan HUT ke-1 PRI ini memperlihatkan upaya partai untuk mengemas peringatan hari jadi dengan kegiatan yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pelibatan UMKM menjadi bagian dari semangat tersebut. Puncak perayaan HUT ke-1 PRI sendiri digelar di Lampung dengan berbagai rangkaian kegiatan.

Seluruh jajaran DPD PRI di berbagai daerah juga dijadwalkan ikut meramaikan momentum tersebut, termasuk melalui partisipasi secara virtual. Memasuki tahun kedua perjalanan organisasi, PRI membawa semangat untuk terus memperkuat kehadiran di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta berbagai program yang menyentuh kebutuhan rakyat.

HUT ke-1 PRI pun bukan sekadar soal bertambahnya usia partai, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen: “Hadir, bergerak, dan memberi manfaat bagi masyarakat.” (Z/red)

Villa Jisep,Kp.Racaengang Ds.Rancamulya,Kec.Pameungpeuk Kab.Bandung BOTRAM,BALEBAT 83,Minggu,9 Agustus 2026

0

Villa Jisep, Kp. Rancaengang, Desa Rancamulya, Kec. Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. Minggu, 9 Agustus 2026. WARTA. IN

BOTRAM ( Makan. Bersama ), silaturahmi, Alumni SMPPN 37 Bale Endah, SMAN Ciwastra Buah Batu 1983 (  BALEBAT  83 ).

Terima kasih kepada rekan-rekan BALEBAT 83, yang telah menghadiri BOTRAM, sekaligus silaturahmi, dan saling berbagi, saling do’akan, terutama di usia yang tidak muda lagi rata-rata 63 tahun,  masih diberi kekuatan dan kesehatan,  Papar Jisep, sapaan akrab H. Asep Saprudin.

Disamping BOTRAM, setiap tahun kita adakan Reuni BALEBAT 83, sebagai ajang silaturrahmi, berkumpul, . murah rejeki, umur panjang, utamanya Sehat, Lanjut Jisep.

Tanpak  Raut muka bahagia Alumni BALEBAT 83,  dalam acara BOTRAM, di Villa Jisep. WARTA. IN  Biro  Bandung..

Semarak HUT ke-81 RI, Pegawai Rutan Palembang Ikuti Lomba Catur dan Gaple Antarpegawai

0

Warta.IN | Palembang, 8 Agustus 2026 – Dalam rangka memeriahkan Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang turut berpartisipasi dalam Lomba Catur dan Gaple Antarpegawai yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (08/08) mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai tersebut dipusatkan di Lapangan Tenis Indoor Rutan Kelas I Palembang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Rutan Kelas I Palembang menunjukkan dukungannya dengan mengirimkan sejumlah pegawai untuk berkompetisi. Pada cabang Lomba Catur, Rutan Palembang mengikutsertakan empat orang pegawai sebagai peserta serta satu orang pegawai sebagai pendamping. Sementara itu, pada cabang Lomba Gaple, Rutan Palembang mengirimkan satu tim yang terdiri dari dua orang pegawai sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan panitia.

Sebelum pelaksanaan lomba, para peserta telah melakukan proses pendaftaran sesuai mekanisme yang ditetapkan. Peserta catur melakukan pendaftaran melalui tautan yang disediakan panitia, sedangkan pendaftaran peserta gaple dikoordinasikan melalui panitia atas nama Meiza Volta.

Keikutsertaan pegawai Rutan Kelas I Palembang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, serta meningkatkan rasa kebersamaan dan solidaritas antarpegawai Pemasyarakatan.

Dengan menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persaudaraan, seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan antusias. Suasana kegiatan berlangsung meriah namun tetap tertib dan kondusif, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menyambut momentum Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Rutan Kelas I Palembang, M. Rolan, menyampaikan bahwa partisipasi pegawai dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan Rutan Palembang terhadap seluruh rangkaian Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menjadi sarana memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan kerja.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan antarpegawai. Semoga semangat Kemerdekaan dapat terus kita implementasikan dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian,” ujarnya.

Kegiatan Lomba Catur dan Gaple Antarpegawai berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Semangat kebersamaan yang tercipta diharapkan dapat semakin memperkuat solidaritas dan kekompakan jajaran Pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan dan melaksanakan tugas secara profesional.

Sentuhan Dingin Ketua PKK PALI Dwi Septaria SE, Berdayakan Perempuan Lewat Sektor Perikanan

0

Warta.in//PALI – Gerakan perubahan demi memperkokoh fondasi ekonomi keluarga terus digelorakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Di bawah komando langsung Sang Ketua, Dwi Septaria, SE, sebuah langkah progresif diambil untuk mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar konsumen menjadi produsen pangan mandiri.

Aksi nyata ini dibuktikan dengan turun langsungnya Dwi Septaria ke tengah masyarakat Desa Lubuk Tampui pada Minggu (9/8/2026). Kehadirannya membawa angin segar sekaligus paket stimulan berupa bantuan Paket Budidaya Ikan yang dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi akar rumput, dengan menempatkan kaum perempuan sebagai motor utamanya.

Sokongan Total: Ribuan Bibit dan Kolam Siap PakaiBantuan yang digelontorkan dalam program ini tidak main-main dan dipersiapkan secara matang agar langsung berproduksi. TP PKK PALI mendistribusikan sedikitnya 8.000 ekor bibit ikan segar yang memiliki daya tahan tinggi. Guna memastikan keberlanjutan budidaya, bantuan tersebut dilengkapi dengan 470 kilogram pakan berkualitas serta 8 unit kolam budidaya siap pakai.

Fasilitas yang lengkap ini sengaja diberikan agar warga penerima manfaat tidak lagi terbebani oleh modal awal yang sering kali menjadi momok dalam memulai sebuah usaha. Dengan kolam portable siap pakai, pemanfaatan lahan pekarangan rumah kini berubah menjadi area produktif yang bernilai ekonomi tinggi.

Kemandirian Pangan dan Peluang Bisnis BaruDi sela-sela penyerahan bantuan secara simbolis, Dwi Septaria menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial yang bersifat sementara. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun ketahanan pangan yang dimulai dari dapur setiap rumah tangga.”Kami ingin memastikan setiap rumah tangga memiliki kemampuan mandiri untuk memenuhi kebutuhan pangan harian, sekaligus menciptakan peluang bisnis lokal yang menguntungkan,” ujar Dwi Septaria dengan penuh optimisme.

Menurutnya, pemenuhan gizi keluarga, khususnya protein hewani dari ikan, sangat krusial untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Kabupaten PALI. Di sisi lain, jika dikelola secara tekun, hasil panen dari ribuan ikan ini akan melimpah dan menciptakan pasar baru di tingkat desa yang mampu mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi para ibu rumah tangga.

Sinergi Pemkab dan PKK: Perempuan Sebagai Motor Ekonomi Program strategis ini dapat terwujud berkat sinergi yang solid antara TP PKK Kabupaten PALI dengan Pemerintah Kabupaten PALI. Kedua instansi ini memiliki visi yang sama dalam merancang program produktif yang langsung menyentuh masyarakat bawah.

Fokus utama dari kolaborasi ini adalah pemberdayaan perempuan. TP PKK PALI percaya bahwa memberikan keterampilan dan aset produktif kepada kaum perempuan akan memberikan dampak domino yang positif bagi kesejahteraan keluarga. Ketika seorang ibu mampu menghasilkan pendapatan mandiri, maka stabilitas ekonomi, pendidikan anak, dan kesehatan keluarga akan jauh lebih terjamin.

Melalui sentuhan dingin Dwi Septaria, sektor perikanan darat kini bukan lagi monopoli kaum pria, melainkan menjadi ladang produktivitas baru bagi para perempuan PALI untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi.

 

(Muhamad Randi)

Kejuaraan Bola Voli Putra Piala “Mang Entis” Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81

0

Warta.in, Purwakarta – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 bergema di Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purwakarta bersama PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bungursari menggelar Open Turnamen Bola Voli Putra se-Kabupaten Purwakarta, Minggu (9/8/2026).

Turnamen yang memperebutkan Piala Tetap “Mang Entis” Tahun 2026 tersebut berlangsung di Lapangan Voli Perumahan Griya Ciwangi. Pertandingan digelar sejak siang hingga malam hari dan mendapat antusiasme masyarakat serta para pecinta olahraga bola voli.

Sebanyak 12 tim ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Selain memperebutkan trofi Piala “Mang Entis”, para peserta juga memperebutkan uang pembinaan sebesar Rp5 juta.

Pembukaan turnamen berlangsung meriah.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purwakarta, H. Entis Sutisna, S.E., S.H., M.H., M.M., secara resmi membuka pertandingan yang ditandai dengan melakukan servis bola pertama.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Ciwangi, Ketua BPD Ciwangi, para Ketua RT dan RW, Ketua RW 09 Perumahan Griya Ciwangi, Ketua Karang Taruna Kecamatan Bungursari Kang Sodel, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan, pengurus PAC, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Bungursari, serta masyarakat setempat.

H. Entis: Olahraga Harus Dekat dengan Masyarakat

Dalam sambutannya, H. Entis Sutisna mengapresiasi terselenggaranya turnamen yang digagas bersama PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bungursari dan paguyuban warga setempat.

Menurut Entis, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan PDI Perjuangan di berbagai PAC se-Kabupaten Purwakarta dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81.

“Setiap PAC se-Kabupaten Purwakarta sedang menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI ke-81,” ujar H. Entis.

“Kali ini di Bungursari digelar turnamen bola voli putra se-Kabupaten Purwakarta dengan memperebutkan Piala ‘Mang Entis’,” imbuh H. Entis yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta.

Ia menilai kegiatan olahraga seperti ini memiliki nilai penting karena dapat menjadi ruang interaksi positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

“Dengan kegiatan ini masyarakat akan senang. Ini salah satu bentuk kegiatan partai untuk masyarakat, khususnya bagi masyarakat dan para penggemar olahraga,” tegasnya.

Entis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, perangkat pertandingan, peserta, serta masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut.

Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar dan menjunjung tinggi sportivitas hingga pertandingan berakhir.

Bukan Sekadar Kompetisi

Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bungursari, Fathir Res Al Fath, mengatakan turnamen tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari juara, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang olahraga.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara masyarakat dengan pengurus partai di tingkat kecamatan hingga ranting.

“Kegiatan ini bukan hanya sebagai wadah untuk menyalurkan bakat masyarakat di bidang olahraga, tetapi juga untuk memupuk kebersamaan warga dengan pengurus PAC dan ranting,” ujar Fathir.

Menurutnya, olahraga dapat menjadi sarana efektif untuk membangun komunikasi, persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Gali Potensi Atlet hingga Gerakkan Ekonomi Warga.

Panitia turnamen, Kang Oboy dan Kang Yayang, menjelaskan bahwa keikutsertaan 12 tim dalam kejuaraan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga bola voli di Kabupaten Purwakarta.

Mereka menegaskan, turnamen Piala “Mang Entis” tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga membawa sejumlah tujuan sosial dan kemasyarakatan.

“Turnamen ini bukan hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah memperkuat persaudaraan, gotong royong, sportivitas dan semangat pantang menyerah,” kata Kang Oboy.

Menurutnya, terdapat beberapa tujuan penting yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan turnamen tersebut.

Pertama, menggali sekaligus mengembangkan potensi atlet bola voli Kabupaten Purwakarta agar memiliki kesempatan untuk berkembang dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi, termasuk tingkat provinsi maupun nasional.

Kedua, mempererat persaudaraan antartim, pemain dan masyarakat pencinta bola voli.

Ketiga, mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar melalui aktivitas perdagangan dan kegiatan pendukung selama berlangsungnya turnamen.

“Dan yang tidak kalah penting, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang digagas PDI Perjuangan,” ujar Kang Oboy.

Semangat Kemerdekaan melalui Olahraga

Gelaran Piala “Mang Entis” menjadi salah satu bentuk perayaan kemerdekaan yang dikemas melalui kegiatan positif dan melibatkan masyarakat secara langsung.

Tidak hanya menghadirkan persaingan di lapangan, turnamen tersebut juga membawa pesan tentang pentingnya sportivitas, persaudaraan, gotong royong dan semangat pantang menyerah—nilai-nilai yang sejalan dengan semangat perjuangan dan kemerdekaan.

Dengan dukungan masyarakat, panitia berharap turnamen dapat berlangsung sukses hingga pertandingan final serta melahirkan bibit-bibit atlet bola voli potensial dari Kabupaten Purwakarta

*Babak Baru Hubungan Bilateral, Kolombia Tegaskan Pengakuan Atas Kedaulatan Maroko di Wilayah Sahara*

0

*Babak Baru Hubungan Bilateral, Kolombia Tegaskan Pengakuan Atas Kedaulatan Maroko di Wilayah Sahara*

Cali, Colombia – Sebuah langkah diplomatik monumental kembali dicatat dalam dinamika politik internasional. Pemerintah Republik Kolombia secara resmi mengumumkan perubahan sikap politiknya terkait isu Sahara dengan menegaskan pengakuan penuh atas kedaulatan Kerajaan Maroko atas wilayah Provinsi-Provinsi Selatan (Moroccan Sahara).

Keputusan bersejarah ini diumumkan dalam pertemuan resmi, Jumat (07-08-2026) antara Menteri Luar Negeri, Kerjasama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita, bersama Wakil Presiden Republik Kolombia, José Manuel Restrepo, serta dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Kolombia, Omar Bula Escobar, di Cali, Kolombia.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Kolombia Omar Bula Escobar menegaskan bahwa Kolombia secara resmi mengakui kedaulatan penuh Maroko atas wilayah Sahara. Pernyataan ini menjadi tiang pancang baru bagi orientasi kebijakan luar negeri Kolombia dalam mendukung keutuhan wilayah Kerajaan Maroko.

Senada dengan hal itu, Wakil Presiden Kolombia José Manuel Restrepo menggarisbawahi bahwa pengumuman ini menandai “awal baru” bagi hubungan bilateral kedua negara. Restrepo menekankan bahwa Kerajaan Maroko merupakan mitra strategis utama dan sekutu nomor satu bagi Kolombia di benua Afrika. Ia menyatakan komitmen kuat negaranya untuk membangun kemitraan strategis yang lebih erat dengan Maroko di berbagai sektor.

Merespons keputusan tersebut, Menlu Maroko Nasser Bourita menggambarkan langkah Kolombia yang mencabut pengakuan terhadap entitas fiktif ‘sadr’ dan beralih mendukung penuh kedaulatan Maroko sebagai keputusan yang sangat “historis”. Bourita optimistis bahwa pergeseran sikap politik ini akan memberikan momentum besar bagi penguatan hubungan ekonomi, di mana kedua negara dapat saling memanfaatkan posisi strategis masing-masing di kawasan Afrika dan Amerika Latin.

Bourita menambahkan bahwa keikutsertaannya dalam acara pelantikan Presiden baru Kolombia, Abelardo de la Espriella, di Kota Cali – atas petunjuk langsung dari Yang Mulia Raja Mohammed VI, merupakan wujud nyata komitmen Kerajaan Maroko untuk menyokong momentum positif ini serta membawa hubungan Maroko-Kolombia ke tingkatan yang lebih tinggi.

*Sambutan Hangat Indonesia-Moroccan Sahara Brotherhood*

Perkembangan positif di kancah internasional ini mendapat apresiasi tinggi dari Indonesia. Presiden Indonesia-Moroccan Sahara Brotherhood (IMSB), Wilson Lalengke, menyampaikan sambutan hangat dan apresiasi mendalam atas ketegasan sikap politik Pemerintah Kolombia.

“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah berani Republik Kolombia yang secara tegas mengakui kedaulatan Kerajaan Maroko atas wilayah Sahara. Keputusan ini sangat sejalan dengan resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait penyelesaian masalah Sahara dan dinamika hukum internasional yang mengedepankan integritas wilayah negara berdaulat,” ujar Wilson Lalengke dari Jakarta, Sabtu, 08 Agustus 2026.

Petisioner HAM PBB 20025 itu berharap keputusan strategis Kolombia ini dapat menjadi premis positif yang memicu dorongan bagi negara-negara lain di dunia untuk mengambil langkah serupa. Menurutnya, pengakuan terhadap kedaulatan Maroko di wilayah Sahara merupakan solusi paling realistis dan damai guna mengakhiri sengketa regional, sekaligus menciptakan stabilitas keamanan serta kesejahteraan ekonomi di kawasan Sahara dan Afrika Utara. (PERSISMA/Red)

Sehari Sebelum Demo, MAKI Jatim Batalkan Aksi Tolak Utang Rp785 Miliar Pemkab Jember

0

Warta.in, Jember – Rencana aksi demonstrasi akbar MAKI Jawa Timur (MAKI Jatim) yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung Senin (10/8/2026) di Kabupaten Jember akhirnya resmi dibatalkan.

Pembatalan tersebut disampaikan MAKI Jatim melalui pers release pada Minggu (9/8/2026), bertempat di Resto Hotel New Cempaka Hill Jember, atau tepat sehari sebelum aksi yang sebelumnya telah diagendakan.

Sebelumnya, MAKI Jatim bersama Laskar Jahanam Jember dan Forum Masyarakat Jember berencana menggelar aksi di Pendopo Kabupaten Jember dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember-Lumajang yang berada di kawasan Bakorwil Jember.

Aksi tersebut sedianya dilakukan untuk mempertanyakan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melakukan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai lebih dari Rp785 miliar.

Namun, setelah dilakukan komunikasi dan pertemuan dengan Bupati Jember Muhammad Fawait serta pembahasan internal, MAKI Jatim akhirnya memutuskan untuk membatalkan aksi tersebut.

Ketua MAKI Jatim, Heru MAKI, menjelaskan keputusan pembatalan bukan berarti pihaknya mengabaikan persoalan rencana pinjaman tersebut. Menurutnya, MAKI justru memilih mengubah langkah dari aksi penolakan menjadi pengawasan terhadap penggunaan anggaran dan pelaksanaan pembangunan.

Heru mengatakan, dirinya telah bertemu langsung dengan Bupati Jember dan memperoleh penjelasan mengenai latar belakang serta konstruksi rencana pinjaman tersebut.

“Setelah menerima banyak penjelasan, kami kemudian melakukan pertemuan internal untuk menganalisa apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana rencana tersebut akan digunakan,” ujar Heru dalam pers release di Hotel New Cempaka Hill, Minggu (9/8/2026).

Sebelumnya, MAKI Jatim mempertanyakan rencana pinjaman tersebut karena di tengah wacana utang lebih dari Rp785 miliar, kondisi keuangan daerah disebut memiliki Silpa tahun anggaran 2025 yang mencapai lebih dari Rp648 miliar.

Menurut Heru, pertanyaan tersebut tetap menjadi bagian dari sikap kritis MAKI. Namun setelah mendapatkan penjelasan mengenai rencana penggunaan pinjaman, pihaknya melihat ada kepentingan pembangunan yang perlu dikawal agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Fokus Kawal Pembangunan 2027

Heru menegaskan, MAKI Jatim selanjutnya akan mengawal proses penyusunan dan pelaksanaan pembangunan Kabupaten Jember, khususnya yang berkaitan dengan APBD tahun anggaran 2027.

MAKI juga akan mencermati proyek-proyek yang nantinya direncanakan menggunakan sumber pembiayaan dari pinjaman tersebut.

“Kami akan mengawal bagaimana program pembangunan Jember tahun 2027 dilaksanakan secara maksimal dan bagaimana kajian terhadap proyek yang bersumber dari rencana pinjaman Rp785 miliar tersebut,” tegasnya.

Menurut Heru, kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur juga menjadi salah satu pertimbangan dalam keputusan pembatalan aksi.

Ia mencontohkan kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan jalan dan penerangan jalan umum (PJU) yang dinilai masih harus mendapatkan perhatian pemerintah.

“Masyarakat Jember membutuhkan jalan, membutuhkan penerangan jalan umum. Itu yang nanti harus terlihat dalam pembangunan Pemerintah Kabupaten Jember tahun 2027,” katanya.

Bukan Berarti MAKI Lepas Pengawasan

Heru memastikan pembatalan aksi tidak berarti MAKI Jatim berhenti melakukan kontrol terhadap kebijakan Pemkab Jember.

Sebaliknya, pihaknya akan mengalihkan fokus pada pengawasan terhadap perencanaan, penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran apabila pinjaman tersebut nantinya terealisasi.

“Pembatalan aksi ini kami lakukan karena kami melihat ada kepentingan besar di balik rencana utang yang harus dikawal untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Heru juga menyampaikan bahwa keputusan pembatalan tersebut telah diteruskan kepada jajaran MAKI Jatim, termasuk rekan-rekan yang sebelumnya berencana datang dari Surabaya.

Dengan demikian, massa dan anggota MAKI yang sebelumnya bersiap bergerak menuju Jember diminta untuk tidak melanjutkan keberangkatan.

Ingatkan Jangan Jadikan Isu Politik

Dalam kesempatan tersebut, Heru juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjadikan persoalan rencana pinjaman sebagai isu politik yang justru membingungkan masyarakat.

Menurutnya, keputusan terkait anggaran daerah tetap memiliki mekanisme pembahasan dan persetujuan antara pemerintah daerah dengan DPRD.

“Jangan kemudian membuat isu-isu yang menyesatkan masyarakat. Lebih bijaksana menyikapi ini karena ada proses pembahasan anggaran dan persetujuan DPRD,” katanya.

Heru menegaskan, MAKI Jatim akan tetap berdiri pada kepentingan masyarakat Jember dan tidak ingin persoalan tersebut ditarik ke kepentingan politik praktis.

Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mengawal agar setiap rupiah anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Sekali lagi, kami berdiri bersama masyarakat Kabupaten Jember. Yang terpenting adalah bagaimana pembangunan, kesehatan, infrastruktur dan program lainnya benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” pungkas Heru.

Dengan keputusan tersebut, aksi akbar yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Senin (10/8/2026) resmi ditiadakan. MAKI Jatim memilih mengubah strategi dari aksi turun ke jalan menjadi pengawalan dan pengawasan terhadap rencana pembangunan serta penggunaan anggaran Kabupaten Jember.

Kepemilikan Senjata Api Ilegal Terancam Hukuman Berat, Ini Dasar Hukumnya

0

Wartain Banten | Hukum | 9 Agustus 2026  — Kepemilikan senjata api di Indonesia bukan merupakan perkara yang dapat dilakukan secara bebas. Penguasaan, membawa, menyimpan, maupun mempergunakan senjata api tanpa hak dapat berhadapan dengan ancaman pidana berat.

Salah satu dasar hukum yang secara khusus mengatur mengenai senjata api adalah Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Mengubah Ordonnantie Tijdelijke Bijzondere Strafbepalingen dan Undang-Undang Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 Tahun 1948. Peraturan tersebut ditetapkan pada 1 September 1951 dan mulai berlaku pada 4 September 1951.

Dalam Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, seseorang yang tanpa hak melakukan sejumlah perbuatan terhadap senjata api, termasuk memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, memperoleh, menyerahkan, menguasai, membawa, memiliki, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, menggunakan, atau mengeluarkannya dari Indonesia, dapat dikenai pidana.

Ancaman pidananya sangat berat, yakni hukuman mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara sementara paling lama 20 tahun.

Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa negara memberikan perhatian serius terhadap peredaran dan penguasaan senjata api secara ilegal. Pengaturan tidak hanya menyasar tindakan menggunakan senjata api, tetapi juga sejumlah bentuk penguasaan dan kepemilikan tanpa hak.

Ada Ketentuan Mengenai Izin

Pengaturan mengenai senjata api juga memiliki sejarah panjang. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1948 mengatur mengenai pendaftaran dan pemberian izin pemakaian senjata api. Dalam ketentuan tersebut, senjata api harus didaftarkan dan pemindahan kepemilikannya juga tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

Dengan demikian, masyarakat tidak dapat beranggapan bahwa memiliki senjata api secara pribadi merupakan hak yang dapat dilakukan tanpa memenuhi persyaratan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Status Aturan Perlu Diperhatikan

Meski UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 masih tercatat berlaku, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat bahwa aturan tersebut telah dicabut sebagian oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), khususnya Pasal 1 dan Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Karena itu, penerapan ketentuan pidana terhadap suatu perkara harus memperhatikan aturan yang berlaku pada saat perbuatan dilakukan serta ketentuan peralihan dalam KUHP.

Dalam praktik peradilan, ketentuan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 juga masih tercantum dalam perkara-perkara terkait penguasaan atau membawa senjata api, sehingga aspek legalitas kepemilikan dan penguasaan senjata api tetap menjadi persoalan hukum yang serius

Jangan Anggap Sepele Kepemilikan Senjata Api

Masyarakat yang menemukan, menerima, atau menguasai senjata api tanpa dasar hak yang sah sebaiknya tidak mengambil tindakan sendiri maupun menyimpannya. Status hukum suatu senjata, izin kepemilikan, serta asal-usulnya dapat menjadi bagian penting dalam menentukan konsekuensi hukum.

Intinya, senjata api bukan barang yang bebas dimiliki. Setiap penguasaan atau penggunaan harus berada dalam koridor hukum dan perizinan yang berlaku. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat membawa konsekuensi pidana yang sangat serius.(WartainBanten)

Hj. Novita Purwanti, S E., Buka Turnamen Sepak Bola “Panjunan Cup” Plered 

0

Warta.in, Purwakarta– Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, sekaligus mengisi rangkaian kegiatan pendidikan politik, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, menggelar turnamen sepak bola “Panjunan Cup 2026”.

Turnamen yang berlangsung di lapangan sepak bola Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, tersebut diikuti sebanyak 15 tim yang mewakili RT se-Desa Anjun.

Pembukaan turnamen berlangsung meriah dan dibuka secara langsung oleh anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dari PDI Perjuangan, Hj. Novita Purwanti, S.E. Hadir pula Kepala Desa Anjun Engkos Kosasih, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purwakarta.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga. Panjunan Cup juga menjadi ruang silaturahmi warga sekaligus sarana membangun kebersamaan dan menjaring bibit-bibit muda berbakat di bidang sepak bola.
Kepala Desa: Jaga Kondusivitas, Utamakan Silaturahmi

Dalam sambutannya, Kepala Desa Anjun, Engkos Kosasih, mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk menjaga kondusivitas selama turnamen berlangsung.

Menurutnya, pertandingan sepak bola antarrwarga harus ditempatkan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, bukan sekadar mengejar kemenangan.

“Ini adalah ajang silaturahmi. Mari kita jaga kondusivitas bersama. Selain untuk mempererat persaudaraan, kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi wadah untuk mencari bibit-bibit pemain berbakat,” pesan Kades.

Pesan serupa disampaikan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Keduanya mengingatkan para pemain maupun suporter agar menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan.

Novita Purwanti: Sportivitas dan Kebersihan Tanggung Jawab Bersama

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Novita Purwanti, S.E., dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan turnamen tersebut sebagai momentum memperkuat persaudaraan.

Novita menegaskan bahwa menang atau kalah merupakan bagian dari sebuah pertandingan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh peserta mampu menjaga sportivitas dan kebersamaan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan persoalan kebersihan selama kegiatan berlangsung.

“Junjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai persaudaraan. Jangan sampai karena pertandingan kita justru terpecah. Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan. Jangan biarkan sampah berserakan, karena kebersihan adalah tugas dan tanggung jawab kita semua,” ujar Novita.

Menurutnya, kegiatan olahraga di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas. Selain menyehatkan, olahraga juga dapat menjadi media membangun komunikasi, kebersamaan dan kepedulian sosial.

Kick Off Panjunan Cup 2026

Pembukaan turnamen kemudian ditandai dengan tendangan kick off oleh Hj. Novita Purwanti, S.E., anggota DPRD Purwakarta Fraksi PDI Perjuangan.

Pertandingan perdana mempertemukan Tim RT 01 melawan Tim RT 14.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Sejak pertandingan dimulai, penonton tampak berjubel memadati area sekitar lapangan sepak bola Desa Anjun.

Suasana pertandingan pun berlangsung semarak. Sorak-sorai dukungan dari masyarakat membuat atmosfer Panjunan Cup semakin terasa sebagai sebuah pesta olahraga sekaligus hiburan rakyat.

Bukan Sekadar Sepak Bola, Ada Hiburan Rakyat

Menariknya, kemeriahan Panjunan Cup tidak hanya terjadi selama pertandingan berlangsung.

Saat memasuki waktu istirahat sebelum babak kedua, panitia menghadirkan kegiatan tambahan berupa tendangan penalti berhadiah.

Hj. Novita Purwanti bahkan turut menjadi penjaga gawang dalam sesi tendangan penalti yang diikuti oleh sejumlah ibu-ibu. Peserta yang berhasil menjalankan tantangan tersebut mendapatkan hadiah yang telah disediakan oleh Novita.

Tidak berhenti sampai di situ, kaum bapak-bapak juga ikut ambil bagian dalam aksi tendangan penalti tersebut.

Sontak suasana menjadi semakin meriah. Masyarakat yang menyaksikan tampak antusias dan bahagia menikmati hiburan sederhana yang dikemas di sela-sela pertandingan.

Keterlibatan langsung Novita dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana seorang wakil rakyat dapat membangun komunikasi yang dekat dan cair dengan masyarakat.

Tidak ada sekat antara masyarakat dan wakil rakyat. Semua dapat berbaur dalam suasana penuh kegembiraan, kebersamaan dan persaudaraan.

Semangat Kemerdekaan dan Pendidikan Politik

Panjunan Cup 2026 menjadi salah satu bentuk kegiatan positif dalam mengisi momentum kemerdekaan. Semangat kompetisi dipadukan dengan nilai-nilai persaudaraan, gotong royong, sportivitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian pendidikan politik yang dikemas melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, pendidikan politik tidak selalu harus berlangsung dalam bentuk forum formal. Interaksi langsung dengan masyarakat melalui olahraga dan kegiatan sosial juga dapat menjadi ruang membangun komunikasi serta menyerap aspirasi warga.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga memperoleh ruang untuk mempererat hubungan sosial dan membangun kebersamaan.

Hingga berita ini diterbitkan, pertandingan perdana Panjunan Cup 2026 antara RT 01 dan RT 14 masih berlangsung.

Turnamen tersebut diharapkan berjalan lancar hingga pertandingan final dan mampu melahirkan bibit-bibit pemain sepak bola potensial dari Desa Anjun, sekaligus semakin mempererat persaudaraan seluruh masyarakat.
Selamat bertanding. Junjung tinggi sportivitas, persaudaraan dan kebersamaan. Merdeka!

Rotua Wendeilyna Simarmata, Pulang ke Tanah Leluhur, Kiprah Mediasi, Jurnalistik, Paralegal Hukum Adat Batak

0

Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, mediasumatera – Ada orang yang pergi dari kampung halaman untuk mengejar pendidikan, membangun karier, kemudian memilih menetap jauh dari tanah kelahirannya. Namun ada pula yang pada suatu titik dalam perjalanan hidupnya justru merasa perlu kembali.

Bagi Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi CMed CPP CIJ CPW, keputusan kembali ke Samosir adalah bagian dari perjalanan panjang untuk menemukan kembali hubungan dengan tanah asal keluarga sekaligus mengabdikan pengetahuan yang telah diperolehnya.

Perempuan yang akrab disapa Wendy itu lahir di Medan. Tetapi secara genealogis dan emosional, Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Pangururan, Samosir, merupakan salah satu akar penting dalam perjalanan keluarganya.

Di tanah itulah orang tuanya berasal. Di lingkungan itulah nilai kekerabatan, adat, sejarah leluhur, dan identitas keluarga terus hidup.

Karena itu, ketika akhirnya memilih tinggal di Samosir, kepulangannya tidak sekadar dapat dilihat sebagai perubahan tempat tinggal.

Ada semacam lingkaran perjalanan yang kembali kepada titik asal.

Dari Medan Menempuh Jalan Panjang Pendidikan

Perjalanan Wendy memperlihatkan bahwa pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan dirinya.

Ia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Gadjah Mada, salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, perjalanan akademiknya berlanjut ke Universitas Indonesia untuk menempuh pendidikan magister.

Tidak berhenti di sana, pendidikan kemudian membawanya ke Universitas Padjadjaran untuk menyelesaikan pendidikan doktoral.

Tiga perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademiknya.

Namun, bagi Wendy, pendidikan formal bukanlah garis akhir.

Perkembangan dunia profesional menuntut seseorang untuk terus belajar. Karena itu, ia kemudian memperluas kompetensi melalui berbagai pendidikan, pelatihan, profesi, dan sertifikasi.

Di belakang namanya tercantum sejumlah gelar dan sertifikasi, antara lain Doktor Ilmu Pemerintahan, Dokter hewan, Magister Sains, CMed., CPP, CIJ, dan CPW.

Rangkaian tersebut menunjukkan spektrum minat yang cukup luas: dari ilmu kedokteran hewan dan sains, kemudian berkembang ke bidang mediasi, paralegal, jurnalistik investigasi, serta penulisan profesional.

Bagi Wendy, dunia yang terus berubah menuntut seseorang untuk tidak berhenti belajar.

Jakarta: Tempat Mengasah Pengalaman

Sebelum menetap di Samosir, Wendy menjalani kehidupan profesional di Jakarta.

Ibu kota menjadi ruang baginya untuk membangun pengalaman, memperluas jaringan, berinteraksi dengan berbagai latar belakang masyarakat, sekaligus melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas.

Jakarta memberinya pengalaman tentang bagaimana dunia profesional berjalan dengan dinamika yang cepat.

Di sana ia tidak hanya memperoleh pengalaman pekerjaan, tetapi juga berhadapan dengan berbagai persoalan sosial dan manusia.

Pengalaman tersebut kelak menjadi bekal ketika ia kembali ke daerah.

Sebab, pulang ke kampung halaman dengan membawa pengalaman dari kota besar berarti membawa perspektif baru untuk melihat persoalan-persoalan lama.

Pandemi dan Keputusan untuk Pulang

Titik penting dalam perjalanan hidup Wendy terjadi ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia.

Di tengah situasi yang tidak mudah tersebut, ia mengambil keputusan untuk kembali ke Samosir dan kemudian menetap di tanah asal keluarganya.

Keputusan itu memiliki makna tersendiri.

Pandemi membuat banyak orang kembali mempertanyakan prioritas hidup: tentang keluarga, tempat tinggal, pekerjaan, kesehatan, serta arti rumah.

Bagi Wendy, Samosir bukan sekadar sebuah daerah di peta.

Samosir adalah tanah leluhur.

Ada hubungan darah, sejarah keluarga, kenangan, dan identitas yang membuat tanah tersebut selalu memiliki tempat khusus dalam kehidupannya.

Maka ketika kesempatan untuk kembali terbuka, ia memilih pulang.

Namun kepulangan itu tidak dilakukan dengan tangan kosong.

Ia membawa pengalaman pendidikan, profesi, jaringan, serta pengetahuan yang diperolehnya selama bertahun-tahun.

Pulang untuk Berkarya

Setelah kembali ke Samosir, aktivitas Wendy justru semakin berkembang.

Ia mulai lebih dekat dengan persoalan masyarakat.

Bidang yang digelutinya pun bersentuhan dengan berbagai persoalan publik, mulai dari hukum, mediasi, adat, sejarah, hingga jurnalistik.

Dalam bidang mediasi, Wendy menekuni profesi sebagai mediator non-hakim dan mengembangkan kapasitasnya melalui pendidikan serta sertifikasi mediasi.

Mediasi sendiri memiliki posisi penting dalam penyelesaian sengketa karena memberikan ruang kepada pihak-pihak yang berselisih untuk mencari jalan keluar melalui proses dialog.

Bagi masyarakat, pemahaman mengenai proses hukum sering kali tidak mudah.

Bahasa hukum, prosedur, dokumen, serta berbagai tahapan penyelesaian perkara dapat menjadi sesuatu yang rumit bagi masyarakat awam.

Dalam konteks tersebut, keberadaan orang yang mampu menjelaskan persoalan secara lebih sederhana menjadi penting.

Di sinilah pengalaman Wendy dalam bidang hukum, mediasi, paralegal, dan komunikasi publik bertemu.

Hukum Tidak Bisa Dipisahkan dari Fakta

Salah satu perhatian Wendy adalah persoalan yang muncul ketika sejarah lokal, adat, silsilah, tanah, dan hukum negara bertemu.

Persoalan seperti ini sering kali memiliki akar sejarah yang panjang.

Sebuah tanah bisa memiliki cerita turun-temurun.

Sebuah keluarga bisa memiliki silsilah yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sebuah dokumen lama bisa menjadi bagian dari sejarah suatu wilayah.

Namun ketika persoalan tersebut masuk ke dalam ranah hukum, semuanya harus ditempatkan berdasarkan kedudukan dan kekuatan pembuktiannya masing-masing.

Karena itu, Wendy menekankan pentingnya membedakan antara cerita sejarah, tradisi lisan, silsilah keluarga, dokumen administratif, dan alat bukti hukum.

Tidak semua dokumen lama secara otomatis dapat diperlakukan sebagai bukti hak.

Demikian pula, sebuah klaim genealogis tidak cukup hanya disampaikan sebagai cerita apabila hendak digunakan untuk menentukan hak tertentu.

Harus ada proses pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pendekatan seperti itu menjadi penting terutama dalam persoalan tanah yang bersinggungan dengan sejarah masyarakat adat.

Lumban Silo: Ketika Sejarah, Silsilah dan Hukum Bertemu

Perhatian Wendy terhadap persoalan tanah dan sejarah lokal salah satunya terlihat dalam keterlibatannya mengangkat persoalan Lumban Silo di Pangururan.

Persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut sebidang tanah.

Di dalamnya terdapat sejarah, hubungan kekerabatan, klaim silsilah, dokumen, serta persoalan hukum yang harus dipahami secara hati-hati.

Wendy mendorong agar masyarakat melihat persoalan tersebut dengan kepala dingin.

Menurut pendekatan yang dikedepankannya, kebenaran tidak seharusnya ditentukan hanya berdasarkan siapa yang paling keras berbicara.

Kebenaran harus dicari melalui bukti.

Dokumen harus diperiksa.

Silsilah harus ditelusuri.

Sejarah harus dibandingkan dengan sumber lain.

Sementara aspek hukum harus diuji berdasarkan peraturan yang berlaku.

Pendekatan semacam ini penting agar persoalan sejarah keluarga tidak berubah menjadi konflik antarketurunan.

Jurnalistik sebagai Ruang Pengabdian

Selain berkecimpung dalam bidang mediasi dan paralegal, Wendy juga menggunakan jurnalistik sebagai sarana untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Bertugas sebagai Pemimpin Redaksi Tarombo TV Media

Baginya, media memiliki peran penting dalam membuka ruang publik.

Sebuah persoalan yang hanya diketahui oleh segelintir orang dapat menjadi perhatian masyarakat ketika ditulis dan diberitakan dengan baik.

Namun, semakin besar kekuatan media, semakin besar pula tanggung jawab yang menyertainya.

Karena itu, dalam mengangkat persoalan yang sensitif—terutama menyangkut tanah, keluarga, adat, dan hukum—prinsip kehati-hatian menjadi sangat penting.

Fakta harus dibedakan dari opini.

Klaim harus dibedakan dari bukti.

Dan keberpihakan kepada masyarakat tidak boleh berarti mengabaikan prinsip verifikasi.

Di titik inilah pengalaman Wendy dalam jurnalistik bertemu dengan latar belakang pendidikannya di bidang lain.

Menjembatani Dunia Akademik dan Masyarakat

Salah satu karakter yang terlihat dalam perjalanan Wendy adalah kecenderungannya menghubungkan berbagai disiplin ilmu.

Latar belakang dokter hewan dan sains memberikan dasar berpikir ilmiah.

Pendidikan tinggi memberikan kemampuan akademik.

Pendidikan mediasi memberikan pemahaman tentang penyelesaian konflik.

Pendidikan paralegal memperkenalkan aspek pendampingan dan pemahaman hukum.

Sementara jurnalistik memberinya ruang untuk mengomunikasikan persoalan kepada masyarakat.

Kesemuanya kemudian bertemu dalam kehidupan sehari-hari di Samosir.

Bukan berarti semua persoalan dapat diselesaikan hanya dengan satu pendekatan.

Justru persoalan masyarakat sering kali membutuhkan berbagai perspektif sekaligus.

Persoalan tanah membutuhkan pemahaman hukum dan sejarah.

Persoalan keluarga membutuhkan pemahaman genealogis dan sosial.

Persoalan konflik membutuhkan kemampuan komunikasi dan mediasi.

Sedangkan persoalan informasi publik membutuhkan jurnalistik yang bertanggung jawab.

Perempuan yang Memilih Pulang

Keputusan untuk meninggalkan kenyamanan kehidupan kota dan kembali ke daerah bukanlah pilihan yang selalu mudah.

Ada perubahan lingkungan.

Ada perubahan ritme kehidupan.

Ada pula tantangan untuk membangun kembali jaringan dan aktivitas profesional.

Namun bagi Wendy, kepulangan memiliki nilai yang lebih besar daripada sekadar pertimbangan kenyamanan.

Ia melihat tanah leluhur sebagai ruang pengabdian.

Samosir memberikan kesempatan baginya untuk lebih dekat dengan masyarakat dan melihat persoalan secara langsung.

Di tengah masyarakat itulah ilmu yang selama ini diperoleh diuji oleh kenyataan.

Sebab ilmu yang hanya tersimpan di ruang akademik tidak selalu cukup.

Ilmu akan memiliki makna ketika dapat digunakan untuk membantu manusia memahami persoalan hidupnya.

Menjaga Akar, Membuka Masa Depan

Perjalanan Wendy juga dapat dibaca sebagai perjalanan tentang identitas.

Seseorang dapat lahir di satu kota, belajar di berbagai tempat, bekerja di kota besar, dan memiliki pengalaman lintas bidang.

Namun hubungan dengan tanah leluhur tetap dapat menjadi bagian penting dari identitas tersebut.

Lumban Suhi Suhi Toruan bagi Wendy bukan sekadar nama sebuah wilayah.

Ia merupakan simbol dari akar keluarga.

Sementara Samosir menjadi ruang untuk menghubungkan masa lalu dengan masa depan.

Masa lalu berupa sejarah keluarga, adat, dan leluhur.

Masa kini berupa persoalan masyarakat yang harus dihadapi.

Sedangkan masa depan adalah generasi berikutnya yang membutuhkan pengetahuan, keterbukaan, dan pemahaman terhadap akar budayanya.

Pesan dari Sebuah Kepulangan

Jika perjalanan hidup Wendy dirangkum dalam satu kalimat, mungkin kalimat yang paling tepat adalah:

pergi untuk belajar, kembali untuk mengabdi.

Ia pernah menjalani perjalanan akademik di Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung.

Ia pernah membangun pengalaman profesional di Jakarta.

Namun pada akhirnya, ia memilih kembali ke Samosir.

Bukan karena perjalanan telah selesai.

Justru karena perjalanan tersebut memasuki babak baru.

Babak ketika pengalaman yang diperoleh di luar daerah dibawa pulang dan dipertemukan dengan kebutuhan masyarakat di tanah leluhur.

Bagi Wendy, seseorang boleh pergi sejauh apa pun.

Boleh belajar setinggi mungkin.

Boleh membangun karier di kota mana pun.

Tetapi akar tetap memiliki arti.

Dan akar itulah yang pada suatu ketika memanggilnya pulang.

“Ke mana pun kaki melangkah, akar tak boleh putus dari tanahnya.”

Kalimat itu menjadi gambaran sederhana tentang perjalanan seorang perempuan yang memilih kembali ke tanah leluhur—bukan untuk berhenti berkarya, melainkan untuk melanjutkan pengabdiannya dengan cara yang berbeda.

Dari Medan ia memulai perjalanan.

Dari Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung ia memperoleh pendidikan dan pengalaman.

Dan di Samosir, ia menemukan ruang untuk membawa semuanya pulang.

Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi CMed CPP CIJ CPW—sebuah perjalanan panjang yang pada akhirnya kembali kepada akar (red)