Beranda blog

Enam Pesan Presiden Prabowo kepada Polri: Jaga Kepercayaan Rakyat hingga Tegakkan Hukum dengan Adil

0

Enam Pesan Presiden Prabowo kepada Polri: Jaga Kepercayaan Rakyat hingga Tegakkan Hukum dengan Adil

Warta in
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan enam pesan utama kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat memimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. Kepala Negara menegaskan bahwa kepercayaan rakyat merupakan modal utama yang harus terus dijaga oleh setiap anggota Polri.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa kedekatan dengan masyarakat harus menjadi jati diri seorang polisi. Menurut Presiden, setiap anggota Polri harus hadir saat masyarakat membutuhkan, memberikan pelayanan terbaik, serta menjalankan tugas untuk melindungi rakyat.

“*Pertama*, jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi.
*Kedua*, jadilah polisi yang dekat dengan rakyat. Datanglah ketika rakyat membutuhkan. Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat. Ingat, gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat. Semua perlengkapan kita dari rakyat. Karena itu, kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita,” ujar Presiden.

Selain itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan. Kepala Negara meminta seluruh personel Polri untuk berani membela kebenaran, melindungi masyarakat yang lemah, serta tidak gentar menghadapi tekanan apa pun dalam menjalankan tugas.

“*Ketiga*, tegakkan hukum dengan adil. Beranilah membela yang benar. Beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Presiden.

Menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang, Presiden Prabowo juga mengingatkan Polri agar terus meningkatkan profesionalisme dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan. Menurut Presiden, kemampuan tersebut menjadi kunci dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan di masa kini maupun masa depan.

“*Keempat*, terus tingkatkan profesionalisme saudara. Kuasai ilmu pengetahuan. Kuasai teknologi. Kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas, dan yang andal,” ucap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban tidak dapat diwujudkan oleh Polri seorang diri. Karena itu, sinergi dengan TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, akademisi, media, pelaku usaha, petani, nelayan, buruh, serta seluruh elemen bangsa harus terus diperkuat.

“*Kelima*, perkuat sinergi. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Polri harus selalu bersama institusi lain, bersama TNI, bersama pemerintah, bersama semua institusi pemerintah, bersama tokoh masyarakat, bersama ulama, bersama akademisi, bersama media, bersama pengusaha, bersama petani, nelayan, dan buruh, bersama seluruh rakyat Indonesia,” tutur Presiden.

Presiden Prabowo juga mengajak seluruh insan Bhayangkara untuk terus berbenah dan membangun institusi yang rendah hati serta terbuka terhadap perubahan. Presiden menegaskan bahwa institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar, sedangkan institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah demi menjaga kepercayaan masyarakat.

“*Keenam*, jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi, semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri. Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik. Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati,” pungkas Presiden.

Enam pesan tersebut menjadi penegasan arah pembinaan Polri ke depan, yakni membangun institusi yang semakin profesional, modern, berintegritas, serta senantiasa berpihak kepada kepentingan rakyat. Melalui kepercayaan publik, penegakan hukum yang berkeadilan, peningkatan profesionalisme, sinergi nasional, dan komitmen untuk terus berbenah, Polri diharapkan semakin kokoh sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sekaligus pengawal utama stabilitas nasional. (sr/hpntb/BPMI Setpres)

 

 

 

DPC PWRI Purwakarta Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026

0

Warta.in, Purwakarta – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026.

Peringatan Hari Bhayangkara tahun ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Ketua DPC PWRI Purwakarta, Didi Supriady, menyampaikan bahwa insan pers dan Polri memiliki hubungan kemitraan yang sangat penting dalam menjaga kondusivitas daerah serta membangun kesadaran masyarakat melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, edukatif, dan bertanggung jawab.

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Semoga Polri semakin profesional, humanis, modern, dan semakin dicintai masyarakat. Pers adalah sahabat Polri dalam menjaga persatuan, keamanan, ketertiban, serta stabilitas bangsa,” ujar Didi, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, sinergitas yang selama ini terjalin antara insan pers dan aparat kepolisian, khususnya di Kabupaten Purwakarta, telah berjalan dengan baik dan harmonis. Kolaborasi tersebut dinilai sangat penting dalam mendukung keterbukaan informasi publik, menangkal penyebaran berita hoaks, serta menjaga suasana aman dan damai di tengah masyarakat.

Ia juga mengapresiasi dedikasi jajaran Polri yang terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, baik dalam pelayanan publik, pengamanan kegiatan masyarakat, penegakan hukum, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Polri memiliki tugas yang tidak ringan. Di usia ke-80 tahun ini, kami berharap Polri semakin kuat, presisi, dan semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran polisi yang humanis dan responsif sangat dibutuhkan demi menciptakan rasa aman di tengah kehidupan masyarakat,” tambah Didi.

DPC PWRI Purwakarta juga menilai bahwa keberadaan pers sebagai mitra strategis Polri memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang membangun, menciptakan edukasi publik, serta menjaga demokrasi yang sehat.

Melalui semangat “Pers Sahabat Polri”, DPC PWRI Purwakarta berharap hubungan baik antara insan pers dan institusi kepolisian dapat terus terjalin erat demi menciptakan situasi yang kondusif, aman, damai, dan harmonis di Kabupaten Purwakarta maupun secara nasional.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 juga diharapkan menjadi momentum evaluasi dan penguatan institusi Polri agar semakin dipercaya masyarakat serta mampu menjawab berbagai tantangan zaman di era modern dan digital saat ini.

Di akhir pernyataannya, Ketua DPC PWRI Purwakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung tugas dan pengabdian Polri demi terciptanya keamanan dan ketertiban yang menjadi fondasi utama pembangunan bangsa.

“Dirgahayu Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Polri Untuk Masyarakat. Pers Sahabat Polri,” tutupnya.

 

(ds)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C Di Malam Hari

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C Di Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Rabu (01/07/2026)pukul 22.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan oleh Aiptu Nopan, Brigadir Bayu dan Brigadir Deni dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang dan Gudang Tembakau Ngimbang serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Guna Antisipasi Pohon Tumbang Polsek Ngimbang Gelar Patroli Dan Pengecekan di Daerah Rawan Bencana

0

Guna Antisipasi Pohon Tumbang Polsek Ngimbang Gelar Patroli Dan Pengecekan di Daerah Rawan Bencana

LAMONGAN//Warta.in –Dalam Rangka bentuk kepedulian polri dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati kali ini jajaran personil Polsek Ngimbang giat patroli pemantauan dan antisipasi Pohon Tumbang Guna cegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di jalan Raya Ngimbang – Babat di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, Rabu (01/07/2026) pukul 10.00 wib

Patroli pemantauan pohon tumbang ini di laksanakan oleh anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigadir Bayu
untuk mengecek dan memantau kondisi pohon di pinggir jalan antisipasi pohon tumbang agar tidak mengganggu kamtibmas dan tetap kondusif di wilayah Kecamatan Ngimbang

Untuk semua masyarakat di harapkan tetap Waspada apabila waktu Hujan dan Angin untuk menghindari pohon tumbang segera melaporkan ke Polsek atau Damkar setempat

Sementara itu Kapolsek Ngimbang AKP Andian Permana, S.Tr.K.S.I.K, menjelaskan “Bahwa kegiatan Patroli dan pemantauan dan pengecekan pohon tersebut untuk antisipasi terjadinya bencana alam tumbangnya pohon saat hujan dan angin ribut .

Untuk pengendara apabila melintas selalu hati – hati dan Polsek Ngimbang memberikan himbauan kamtibmas juga himbauan agar selalu menjaga kebersihan yaitu dengan mematuhi Peraturan lalu lintas, ”Pesan Kapolsek Ngimbang

Sehingga masyarakat merasakan kenyamanan dengan pelayanan dan kehadiran polisi ditengah – tengah masyarakat agar kondisi wilayah Ngimbang Aman dan kondusif (roy)

Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme di Siang Hari

0

Personil Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme di Siang Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Rabu siang (01/07/2026)pukul 10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Totok, Aiptu Djudi dan Brigadir Bayu dengan sasaran Jalan raya Ngimbang – Jombang dan SPBU Ngimbang serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr.K.S.I.K, “Bahwa patroli yang di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.

Untuk menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkap Kapolsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Dinsos Rejang Lebong Salurkan Bantuan Sandang Pangan untuk Warga Kurang Mampu dan Lansia

0

Warta.in-REJANG LEBONG.

Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong membagikan bantuan berupa sandang dan pangan kepada masyarakat kurang mampu serta lansia, Rabu 1 Juli 2026.

Kepala Dinas Sosial Rejang Lebong, Hambali, mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan program dari pemerintah pusat yang wajib dijalankan daerah.

“Sudah program dari pusat untuk menjalankan kegiatan bantuan ini. Disalurkan kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya,” ujar Hambali.

Ia menegaskan, meski saat ini dalam kondisi efisiensi anggaran, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan tugas sosial kepada masyarakat.

“Meskipun kita dalam keadaan efisiensi, kita tetap menjalankan tugas sosial kepada masyarakat,” tambahnya.

Hambali menjelaskan, bantuan tersebut bersumber dari Kementerian Sosial. Pemerintah pusat menyalurkan bantuan ke pemerintah daerah sesuai dengan kebutuhan yang diajukan daerah.

“Pemerintah pusat dari Kementerian Sosial menyalurkan bantuan kepada pemerintah daerah sesuai dari apa yang diminta untuk kebutuhan daerah,” kata Hambali.

Penyaluran bantuan sandang pangan ini menyasar warga yang tercatat sebagai keluarga kurang mampu serta kelompok lanjut usia di wilayah Kabupaten Rejang Lebong. Diharapkan bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat penerima manfaat.

Kasus Kematian AJZ Belum Terungkap, Pengacara Pertanyakan Absennya Ama Tara Zebua dari Pemeriksaan

0

“Kasus Kematian AJZ Belum Terungkap, Pengacara Pertanyakan Absennya Ama Tara Zebua dari Pemeriksaan.

Gunungsitoli — Kasus kematian Agnis Jance Zebua (AJZ) yang ditemukan tewas di Desa Hilina’a, Kecamatan Alasa Talu Muzoi, Kabupaten Nias Utara pada 15 Mei 2026, hingga kini belum menemukan titik terang. Meski polisi telah memeriksa 53 orang saksi, belum ada bukti yang mengarah langsung kepada pelaku.

Tim hukum keluarga korban, Darma’eli Krismon Hulu, SH, menyatakan pihaknya masih menaruh harapan pada proses kepolisian, terutama pemeriksaan forensik digital yang sedang berjalan di Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara.

“Kami juga sudah meminta penyidik berkoordinasi dengan Telkomsel Gunungsitoli dan pihak META untuk membuka rekam jejak komunikasi korban sebelum kejadian,” ujar Krismon Hulu.

Namun, satu hal yang menjadi tanda tanya besar bagi pihak keluarga: mengapa Ama Tara Zebua belum diperiksa? Padahal berdasarkan dokumen SP2HP dan SPDP, jenazah AJZ ditemukan di kebun milik orang tersebut.

“Secara logika, yang paling tahu seluk-beluk lokasi itu pasti pemiliknya. Sangat ganjil jika pemilik kebun tidak dimintai keterangan sama sekali,” tegas Krismon Hulu.

Pihak pengacara berharap polisi segera melengkapi pemeriksaan, sekaligus mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini untuk menyampaikannya ke penyidik atau tim hukum keluarga, agar kebenaran segera terungkap.(Tim/Redaksi)

HUT Bhayangkara ke-80,Membusuk Enam Bulan:Wilson Lalengke Tuding Polres Nias Lalaikan Tugas Melindungi Rakyat

0

“Di Momen HUT Bhayangkara ke-80, Laporan Membusuk Enam Bulan: Wilson Lalengke Tuding Polres Nias Lalaikan Tugas Melindungi Rakyat.

Jakarta — Di tengah kemeriahan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan penganugerahan The Hoegeng Award di Mabes Polri, Rabu (1/7/2026), kritik tajam disampaikan terkait kinerja Polres Nias. Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, menyampaikan ucapan selamat sekaligus peringatan: jangan hanya sibuk seremonial, buktikan kinerja nyata dengan menuntaskan kasus yang mengganjal di hati masyarakat.

“Selamat Hari Bhayangkara. Semoga Polri semakin profesional dan menjaga kepercayaan rakyat. Namun di momen refleksi ini, kami berharap Polres Nias segera menuntaskan berbagai kasus yang masih menjadi tanda tanya besar masyarakat,” ujar Wilson Lalengke di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Kasus Penganiayaan Anak Mandek Enam Bulan, Pelaku Masih Bebas

Sorotan utama ditujukan pada kasus dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang dilaporkan sejak 15 Januari 2026, namun hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di depan Kantor JNT kawasan Pasar Ya’ahowu, Gunungsitoli. Korban yang sedang berjalan pulang tiba-tiba dituduh sebagai pencuri tanpa bukti, lalu dikeroyok dan dipukuli hingga mengalami luka-luka.

Orang tua korban, Afdika Permata Lase (Pimpinan Redaksi suaraakademis.com), melaporkan peristiwa itu dengan nomor laporan STTLP/B/28/I/2026/SPKT/Polres Nias. Laporan tersebut diduga melanggar UU Perlindungan Anak serta Pasal 473 KUHP Baru.

Namun setelah enam bulan berlalu, status perkara masih berada di tahap penyelidikan dengan alasan belum lengkapnya berkas visum et repertum.

“Saya sangat kecewa. Pelaku masih bebas berkeliaran sementara anak saya trauma mendalam. Saya menilai laporan ini sengaja diperlambat. Jika Polres Nias tidak mampu menangani kasus ini, lebih baik limpahkan ke Polda Sumut. Saya akan bawa laporan ini sampai ke tingkat tertinggi,” tegas Afdika di hadapan awak media di Gunungsitoli, Rabu (1/7/2026).

Wilson Lalengke: Polisi Digaji Rakyat untuk Melindungi, Bukan Menelantarkan

Merespons fakta tersebut, Wilson Lalengke mengecam sikap pasif aparat:

“Ini adalah kejahatan kemanusiaan yang biadab! Seorang anak dianiaya di depan umum karena tuduhan palsu, lalu laporannya dibiarkan membusuk di laci selama enam bulan? Ini tidak bisa dimaafkan!”

Ia mengingatkan kembali tugas dasar institusi Polri:

“Ingat! Polisi digaji dari uang rakyat. Setiap seragam, senjata, dan fasilitas adalah hasil keringat warga. Tugas mutlak kalian adalah melindungi, mengayomi, dan menegakkan hukum secara adil — bukan berlindung di balik alasan administratif dan membiarkan korban kecil menderita!”

Pria yang juga Petisioner HAM PBB 2025 ini menegaskan pembiaran kasus ini adalah kelalaian profesi. “Jangan biarkan hukum tumpul hanya karena korban adalah rakyat kecil,” tandasnya.

Keadilan yang Dipertanyakan

Kasus ini menegaskan peringatan para pemikir dunia mengenai fungsi negara:

– Thomas Hobbes & John Locke: Rakyat menyerahkan hak mengadili kepada negara dengan syarat negara memberi perlindungan. Jika polisi diam saja, kontrak sosial runtuh.

– Voltaire: “Ketidakadilan yang dibiarkan berarti kejahatan yang disetujui.”

– Max Weber: Negara memegang hak tunggal menegakkan ketertiban. Jika tak dipakai membela yang lemah, legitimasi moral aparat runtuh.

Penyidik yang menangani perkara ini, Briptu Idham M. Zega dan Bripda Aldof Niel Berta Halawa, diharapkan segera menunjukkan langkah nyata. Wilson menegaskan PPWI akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. “Momen Hari Bhayangkara seharusnya bukti perbaikan, bukan bukti kelalaian,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polres Nias terkait desakan tersebut.(Tim/Red)

*Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara*

0

*Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara*

Rabat — Hubungan diplomatik antara Republik Guinea-Bissau dan Kerajaan Maroko kembali memasuki babak baru yang semakin solid. Menteri Urusan Luar Negeri, Kerja Sama Internasional, dan Komunitas Guinea-Bissau, Fatumata Jau, menegaskan kembali posisi teguh dan tak tergoyahkan dari negaranya dalam mendukung integritas teritorial serta kedaulatan penuh Maroko atas seluruh wilayahnya, termasuk wilayah Sahara.

Pernyataan resmi tersebut disampaikan langsung oleh Jau kepada awak media setelah melakukan pertemuan bilateral yang produktif dengan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita, di Ibu Kota Rabat, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Jau memperkuat komitmen Guinea-Bissau terhadap rencana otonomi (Autonomy Plan) yang diajukan oleh Maroko. Menurutnya, inisiatif otonomi tersebut merupakan satu-satunya solusi yang kredibel, realistis, dan pragmatis untuk menyelesaikan sengketa artifisial yang telah berlangsung lama di kawasan tersebut.

Sebagai bukti nyata dari kedekatan hubungan kedua negara, Jau menjelaskan signifikansi pembukaan Konsulat Jenderal Guinea-Bissau di Kota Dakhla pada Oktober 2020 silam. Langkah diplomatik ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol konkret yang menegaskan kokohnya kemitraan strategis antara kedua negara bersaudara. Pembukaan konsulat ini juga selaras dengan momentum internasional yang dipelopori oleh Raja Maroko, Yang Mulia King Mohammed VI, dalam menggalang dukungan global atas kedaulatan Maroko di wilayah Sahara.

Lebih lanjut, Jau menyambut baik diadopsinya Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2797. Resolusi ini secara tegas menetapkan Rencana Otonomi di bawah kedaulatan Maroko sebagai fondasi utama untuk mencapai solusi politik yang adil, langgeng, dan dapat diterima oleh semua pihak.

*Apresiasi dari Indonesia: Perspektif Persisma*

Perkembangan positif di kawasan Sahara Barat ini turut memantik perhatian dan dukungan dari tanah air. Wilson Lalengke, selaku Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), menyampaikan apresiasi yang mendalam atas konsistensi diplomasi Guinea-Bissau serta kemajuan masif yang terus terjadi di wilayah Sahara Maroko.

“Kami di Persisma melihat bahwa pengakuan internasional yang terus mengalir, seperti dari Guinea-Bissau, adalah bukti bahwa keadilan historis dan realitas pembangunan di lapangan tidak bisa dibantah. Pembukaan konsulat di Dakhla sejak beberapa tahun lalu membuktikan bahwa wilayah Sahara Maroko kini telah bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan stabilitas di Afrika Barat,” ujar Wilson Lalengke dari Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Petisioner HAM PBB 2025 itu menambahkan bahwa Persisma sepenuhnya mendukung langkah-langkah damai berbasis otonomi yang diusung Maroko. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat di wilayah Sahara hanya dapat dijamin melalui integrasi kedaulatan yang sah, yang kini didukung oleh komunitas internasional dan diperkuat oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB.

*Hukum, Kedaulatan, dan Realitas*

Jika ditarik ke dalam ranah pemikiran mendalam, fenomena menguatnya dukungan internasional terhadap kedaulatan Maroko ini mengingatkan kita pada pemikiran filsuf politik asal Prancis, Jean Bodin (1530-1596). Dalam teorinya mengenai kedaulatan (sovereignty), Bodin menyatakan bahwa esensi tertinggi dari sebuah negara adalah kekuasaan yang mutlak dan abadi untuk mengatur wilayahnya demi menciptakan ketertiban dan keadilan.

Bodin berpendapat bahwa kedaulatan bukanlah sesuatu yang abstrak, melainkan manifestasi dari kemampuan suatu pemerintahan dalam memberikan perlindungan, hukum, dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Dalam konteks Sahara Maroko, rencana otonomi yang ditawarkan adalah bentuk pengejawantahan dari kedaulatan yang adaptif, sebuah solusi modern yang tidak hanya mempertahankan integritas negara, tetapi juga memberikan ruang bagi tata kelola lokal yang memakmurkan rakyat.

Dukungan konsisten dari negara-negara sahabat seperti Guinea-Bissau, yang kini diperkuat oleh pernyataan dari berbagai lembaga di Indonesia seperti Persisma, menunjukkan bahwa kedaulatan Maroko atas Sahara bukan sekadar klaim politik, melainkan sebuah realitas hukum dan historis yang diakui secara universal demi perdamaian dunia. (PERSISMA/Red)

*Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah*

0

*Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah*

Jakarta — Perayaan Hari Nasional Republik Federasi Rusia yang digelar di Hotel Raffles Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026, berlangsung meriah, megah, dan khidmat. Acara resepsi diplomatik memperingati 76 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia ini dihadiri oleh ribuan tamu undangan, termasuk jajaran menteri kabinet, korps diplomatik dari negara-negara sahabat, serta perwakilan organisasi masyarakat madani, termasuk jajaran Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI).

Bertindak sebagai tuan rumah dalam acara bergengsi ini adalah Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mr. Sergey Tolchenov. Beliau didampingi Duta Besar Rusia untuk ASEAN, Evgeny Zagaynov, serta Wakil Duta Besar Rusia, Veronika Novoseltseva. Ketiganya menyambut hangat para tamu yang memadati ruang resepsi sejak sore hari.

Di antara seribu-an undangan yang hadir, tampak puluhan Duta Besar dan perwakilan dari berbagai kedutaan besar negara-negara sahabat. Beberapa di antaranya yang terlihat Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi; Duta Besar Zimbabwe, Martin Makururu; serta Duta Besar Timor Leste, Roberto Sarmento de Oliveira Soares. Kehadiran para diplomat senior ini mencerminkan kuatnya jejaring diplomasi global yang dibangun oleh Kedubes Republik Federasi Rusia di Jakarta.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia memberikan penghormatan tinggi terhadap perayaan ini dengan hadirnya sejumlah pejabat tinggi negara. Mewakili pemerintah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hadir didampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin. Dalam pidatonya, Menko Airlangga menekankan pentingnya penguatan kemitraan strategis kedua negara, khususnya dalam transformasi ekonomi dan interaksi budaya yang dinamis.

Kehadiran istimewa juga ditunjukkan oleh tim DPP PPWI Nasional yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, bersama istri. Delegasi PPWI yang mendampingi antara lain Wakil Ketua PPWI Urusan Internasional, Abdul Rahman Dabboussi; Wakil Sekretaris Jenderal PPWI, Julian Caisar; serta Pimpinan Cross Culture Institute, Mr. Ali Syarief.

Di sela-sela acara, Wilson Lalengke secara langsung menyampaikan ucapan selamat merayakan hari nasional kepada Duta Besar Sergey Tolchenov. Wilson mengungkapkan harapan mendalam agar kolaborasi erat yang telah terjalin baik selama ini antara Kedutaan Besar Rusia dan PPWI dapat terus diperkuat dari berbagai aspek, terutama dalam menjembatani penyebaran informasi yang objektif dan membangun pemahaman lintas budaya antarmasyarakat kedua negara.

Merespons dukungan tersebut, Duta Besar Sergey Tolchenov menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada tim PPWI. Beliau memuji konsistensi PPWI yang selalu aktif mendukung dan mempublikasikan berbagai agenda serta kegiatan kebudayaan maupun diplomatik yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Rusia di Indonesia.

Pertemuan ini juga memantik sebuah pemikiran filosofis yang mendalam mengenai makna diplomasi modern. Merujuk pada pandangan filsuf Jerman, Immanuel Kant (1724-1804), mengenai Cosmopolitanism (Kosmopolitanisme), dunia yang damai dan stabil hanya dapat dicapai ketika entitas-entitas global, baik negara, diplomat, maupun organisasi masyarakat seperti PPWI, saling terhubung dalam semangat keterbukaan dan rasa hormat universal.

Duta Besar Tolchenov mengamini esensi filosofis tersebut, di mana kehadiran PPWI dalam acara kenegaraan ini bukan sekadar menghadiri undangan formal, melainkan wujud nyata dari “jurnalisme warga global” yang meruntuhkan sekat-sekat geopolitik. Melalui komunikasi yang jujur dan jalinan persahabatan antarmanusia (people-to-people contact), ketegangan dunia dapat diredam, dan harmoni universal yang dicita-citakan oleh para pemikir terdahulu dapat diwujudkan di masa depan. (TIM/Red)