26.9 C
Jakarta
Kamis, Juli 9, 2026
Beranda blog

Tutup Program Basic Mechanic Course Ring 1 Tanjung Enim, PTBA Cetak 19 Mekanik Muda Siap Kerja

0

Warta In

“Tanjung Enim, 8 Juli 2026 ,” PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional melalui Program Basic Mechanic Course Ring 1 Tanjung Enim. Program hasil kolaborasi dengan UT School Tanjung Enim berhasil meluluskan 19 peserta yang berasal dari Kecamatan Lawang Kidul dan Kecamatan Muara Enim.

Selama 60 hari, peserta mengikuti pembelajaran secara komprehensif melalui metode pembelajaran di kelas (in class) dan praktik langsung di lapangan. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi dasar di bidang mekanik sekaligus membangun kesiapan kerja yang mengedepankan profesionalisme serta budaya keselamatan kerja.

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan salah satu fokus perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Menurutnya, peningkatan kompetensi masyarakat menjadi fondasi penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di dunia industri.

“Perseroan meyakini bahwa investasi terbaik adalah investasi pada manusia. Melalui Program Basic Mechanic Course, kami ingin membuka peluang bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional untuk memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan peluang kerja yang lebih luas. Program ini merupakan bagian dari komitmen PTBA untuk tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Eko.

Kepala Sekolah UT School Tanjung Enim, Edi Kurniawan, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pelatihan telah terlaksana sesuai dengan kurikulum dan tujuan yang telah ditetapkan. Ia berharap ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti pelatihan dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan kompetensi di bidang mekanik.

Deputy Site Manager UT Tanjung Enim, Sulaiman, menekankan pentingnya budaya keselamatan kerja (safety) sebagai nilai utama yang harus diterapkan oleh setiap insan di dunia industri.

“Kompetensi teknis harus selalu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Safety bukan hanya menjadi aturan, tetapi harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Sustainability Division Head PTBA, Dedy Saptaria Rosa, mengajak seluruh peserta untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan meskipun telah menyelesaikan pelatihan.

“Kelulusan dari Basic Mechanic Course bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus meningkatkan kompetensi. Dunia industri akan terus berkembang, sehingga semangat untuk belajar dan beradaptasi harus terus dijaga agar mampu menghadapi tantangan di masa depan,” kata Dedy.

Prosesi Closing Ceremony ditandai dengan penyematan tanda kelulusan kepada perwakilan peserta sebagai simbol keberhasilan menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan live performance dari para peserta yang menunjukkan kreativitas, kekompakan, dan semangat kebersamaan yang terbangun selama mengikuti program.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi selama pelatihan, PTBA bersama UT School Tanjung Enim memberikan penghargaan kepada lima peserta terbaik yang menunjukkan performa unggul dalam aspek akademik, praktik, maupun kedisiplinan.

(Zulkifli)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Dan Pengecekan Guna Antisipasi Pohon Tumbang di Daerah Rawan Bencana

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Dan Pengecekan Guna Antisipasi Pohon Tumbang di Daerah Rawan Bencana di Pinggir jalan Ngimbang – Jombang

LAMONGAN//Warta.in –Dalam Rangka bentuk kepedulian polri dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati kali ini jajaran personil Polsek Ngimbang giat patroli pemantauan dan antisipasi Pohon Tumbang Guna cegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di jalan Raya Ngimbang – Jombang di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, Rabu (08/07/2026) pukul 10.00 wib

Patroli pemantauan pohon tumbang ini di laksanakan olehnya anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Denny, S.P, Bripka Sujito dan Briptu Andika
untuk mengecek dan memantau kondisi pohon di pinggir jalan antisipasi pohon tumbang agar tidak mengganggu kamtibmas dan tetap kondusif di wilayah Kecamatan Ngimbang

Untuk semua masyarakat di harapkan tetap Waspada apabila waktu Hujan dan Angin untuk menghindari pohon tumbang segera melaporkan ke Polsek atau Damkar setempat

Sementara itu Kapolsek Ngimbang AKP Andian Permana, S.Tr.K.S.I.K, menjelaskan “Bahwa kegiatan Patroli dan pemantauan dan pengecekan pohon tersebut untuk antisipasi terjadinya bencana alam tumbangnya pohon saat hujan dan angin ribut .

Untuk pengendara apabila melintas selalu hati – hati dan Polsek Ngimbang memberikan himbauan kamtibmas juga himbauan agar selalu menjaga kebersihan yaitu dengan mematuhi Peraturan lalu lintas, ”Pesan Kapolsek Ngimbang

Sehingga masyarakat merasakan kenyamanan dengan pelayanan dan kehadiran polisi ditengah – tengah masyarakat agar kondisi wilayah Ngimbang Aman dan kondusif (roy)

Guna Antisipasi Guankamtibmas Polsek Ngimbang Gelar Patroli Obyek Vital (Obvit) Di Wilayah Ngimbang

0

Guna Antisipasi Guankamtibmas Polsek Ngimbang Gelar Patroli Obyek Vital (Obvit) Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Rabu siang (08/07/2026)pukul 10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Denny, Briptu Andika dan Brigadir Sujito dengan sasaran SPBU Ngimbang, PLN Gitet Kakatpenjalin, Pos Satpam dan Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr.K.S.I.K, “Bahwa patroli yang di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.

Untuk menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkap Kapolsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Menjaga Siskamtibmas Daerah Rawan Kriminal Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in – Peran Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Polsek Ngimbang sendiri, peran pengamanan sangat di butuhkan selain pengama swakarsa s
Kondisi ini Polri harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan warga di wilayanya Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngimbang secara rutin di laksanakan Patroli Blue Light, Rabu (08/07/2026)

Kegiatan dlaksanakan pukul 22.00 wib di laksanakan oleh petugas jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R, Aiptu Denny dan Aiptu Briptu Andika untuk menyasar daerah- daerah rawan kriminalitas di Jalan raya poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, Swalan R3 Kambangan dan Terminal Ngimbang

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr.K.S.I.K, mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Jumlah personel tentu terbatas, sehingga keamanan lingkungan akan lebih kuat jika masyarakat ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.

Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.

Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.

“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.

Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngimbang tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)

Harga Pupuk Subsidi Tembus di Atas HET, Petani Rejang Lebong dan Lebong Mengeluh.

0

Warta.in-Bengkulu,

Harga pupuk subsidi di Kabupaten Lebong dan Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kembali jadi sorotan. Petani di dua daerah ini mengeluh karena harga yang mereka bayar jauh lebih mahal dari Harga Eceran Tertinggi yang sudah ditetapkan pemerintah dalam Permentan Nomor 15 Tahun 2025 dan Permentan Nomor 3 Tahun 2026.

Berdasarkan Informasi di lapangan oleh tim media bersama salah satu organisasi, aturan soal penyaluran dan HET pupuk subsidi seolah hanya ada di atas kertas. Di lapangan, sejumlah kios pupuk subsidi masih menjual dengan harga tinggi ke petani.

Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan dari dinas terkait dan PT. Pupuk Indonesia. Padahal pupuk subsidi seharusnya jadi dukungan pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dan mensejahterakan petani.

Anggota DPW PPWI Bengkulu ikut menyoroti masalah ini bersama rekan-rekannya mengatakan pihaknya prihatin dengan kondisi petani di KabupatenLebong dan Kabupaten Rejang Lebong.

“Kami lihat pemerintah sudah berniat membantu petani lewat pupuk subsidi. Tapi di lapangan, manfaatnya justru tidak sampai penuh ke petani. Subsidi itu malah dinikmati oknum kios dan pengurus kelompok tani,” jelas Arie saat menyampaikan dengan media ini.

Dari hasil obrolan langsung dengan petani, Anggota DPW PPWI mencatat harga di lapangan saat ini untuk pupuk Urea 50 kg dijual antara Rp130.000 sampai Rp150.000 per zak. Sementara pupuk Phonska 50 kg dijual Rp150.000 sampai Rp185.000 per zak.

Padahal sesuai aturan HET, Urea seharusnya Rp90.000/zak dan Phonska Rp92.000/zak.

Arie juga meminta Pihak Dinas terkait dan aparat penegak hukum(APH) bergerak lebih tegas mengawasi peredaran pupuk subsidi. Menurutnya, masalah ini bukan baru terjadi, tapi sudah berlangsung lama.

“Kami dorong agar laporan ini ditindaklanjuti. Harus ada efek jera untuk kios dan kelompok tani yang seenaknya menaikkan harga. Harus diketahui juga bagi Distributor kami minta bersikap tegas ke kios yang melanggar, selama distributor sendiri tidak ikut bermain di harga,Pasti peredaran pupuk aman dan lancar,” tegasnya.

(Tim Red)

Patroli Malam Pastikan Keamanan Jamda XI Sumut 2026 Tetap Kondusif, Panitia Terus Antisipasi Potensi Gangguan

0
DELISERDANG – ( Warta.In )– Panitia Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara 2026 terus memperkuat pengamanan selama pelaksanaan kegiatan di Bumi Perkemahan Sibolangit. Melalui patroli rutin yang dilaksanakan pada Kamis malam hingga Jumat dini hari (8–9/7/2026), situasi keamanan di seluruh area perkemahan dipastikan tetap aman, tertib, dan kondusif.

Ketua Bidang Keamanan Jamda XI Sumatera Utara 2026, Kak Yudhis Sandi, mengatakan patroli malam dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi ribuan peserta yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

“Patroli dilakukan secara menyeluruh dengan berkoordinasi bersama para pembina di setiap area perkemahan. Kami juga terus mengingatkan peserta yang masih beraktivitas di luar tenda agar segera beristirahat sehingga kondisi fisik mereka tetap terjaga untuk mengikuti kegiatan keesokan harinya,” ujarnya.

Selain menyisir setiap blok perkemahan, Tim Bidang Keamanan bersama Garda Pramuka Kesatria juga melakukan pemantauan terhadap akses keluar masuk kawasan perkemahan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan masuknya orang yang tidak berkepentingan ke dalam lokasi jambore.

Menurut Yudhis, pengamanan tidak hanya berfokus pada potensi gangguan keamanan, tetapi juga mencakup deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang dapat memengaruhi kenyamanan peserta selama mengikuti kegiatan.

“Kami berharap setiap kendala yang ditemukan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti. Koordinasi antarseksi menjadi kunci agar seluruh peserta dapat mengikuti jambore dengan aman dan nyaman,” kata Yudhis.

Ia menambahkan, Bidang Keamanan akan terus melaksanakan patroli secara berkala, baik pada siang maupun malam hari, selama pelaksanaan Jamda XI Sumatera Utara berlangsung. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen panitia dalam menciptakan lingkungan perkemahan yang aman, tertib, dan kondusif.

Jamda XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara 2026 yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 diikuti 5.575 peserta. Selain menjadi jambore terbesar yang pernah digelar di Sumatera Utara, kegiatan ini juga mencatat sejarah sebagai jambore daerah pertama di Indonesia yang diselenggarakan tanpa memungut biaya dari peserta. Dengan dukungan seluruh unsur panitia, pembina, relawan, dan peserta, penyelenggaraan jambore diharapkan berjalan lancar hingga penutupan serta menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan bagi generasi muda.(ISJ20)

Patroli Malam Pastikan Keamanan Jamda XI Sumut 2026 Tetap Kondusif, Panitia Terus Antisipasi Potensi Gangguan

0

 

DELISERDANG – ( Warta.In )– Panitia Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara 2026 terus memperkuat pengamanan selama pelaksanaan kegiatan di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang. Melalui patroli rutin yang dilaksanakan pada Kamis malam hingga Jumat dini hari (8–9/7/2026), situasi keamanan di seluruh area perkemahan dipastikan tetap aman, tertib, dan kondusif.

Ketua Bidang Keamanan Jamda XI Sumatera Utara 2026, Kak Yudhis Sandi, mengatakan patroli malam dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi ribuan peserta yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

“Patroli dilakukan secara menyeluruh dengan berkoordinasi bersama para pembina di setiap area perkemahan. Kami juga terus mengingatkan peserta yang masih beraktivitas di luar tenda agar segera beristirahat sehingga kondisi fisik mereka tetap terjaga untuk mengikuti kegiatan keesokan harinya,” ujarnya.

Selain menyisir setiap blok perkemahan, Tim Bidang Keamanan bersama Garda Pramuka Kesatria juga melakukan pemantauan terhadap akses keluar masuk kawasan perkemahan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan masuknya orang yang tidak berkepentingan ke dalam lokasi jambore.

Menurut Yudhis, pengamanan tidak hanya berfokus pada potensi gangguan keamanan, tetapi juga mencakup deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang dapat memengaruhi kenyamanan peserta selama mengikuti kegiatan.

Dalam patroli tersebut, petugas juga menemukan adanya kendala distribusi air bersih di area perkemahan Kwartir Cabang Deli Serdang. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada panitia untuk segera dikoordinasikan dengan bidang terkait agar kebutuhan dasar peserta dapat segera terpenuhi.

“Kami berharap setiap kendala yang ditemukan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti. Koordinasi antarseksi menjadi kunci agar seluruh peserta dapat mengikuti jambore dengan aman dan nyaman,” kata Yudhis.

Ia menambahkan, Bidang Keamanan akan terus melaksanakan patroli secara berkala, baik pada siang maupun malam hari, selama pelaksanaan Jamda XI Sumatera Utara berlangsung. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen panitia dalam menciptakan lingkungan perkemahan yang aman, tertib, dan kondusif.

Jamda XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara 2026 yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 diikuti 5.575 peserta. Selain menjadi jambore terbesar yang pernah digelar di Sumatera Utara, kegiatan ini juga mencatat sejarah sebagai jambore daerah pertama di Indonesia yang diselenggarakan tanpa memungut biaya dari peserta. Dengan dukungan seluruh unsur panitia, pembina, relawan, dan peserta, penyelenggaraan jambore diharapkan berjalan lancar hingga penutupan serta menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan bagi generasi muda.(ISJ2016)

5.575 Pramuka Ikuti Jamda XI Sumut 2026, Terbesar dan Gratis Pertama di Indonesia

0

 

DELISERDANG ( Warta.In ) – Sebanyak 5.575 peserta mengikuti Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara (Sumut) Tahun 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi jambore terbesar di Sumatera Utara sekaligus yang pertama di Indonesia diselenggarakan tanpa memungut biaya dari peserta.

Jambore Daerah XI Sumut 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Sumut. Dalam sambutannya, Surya menegaskan bahwa jambore bukan sekadar kegiatan berkemah, melainkan wahana pembinaan karakter, kepemimpinan, dan semangat gotong royong bagi generasi muda.

Menurutnya, di tengah tantangan era global, generasi muda dituntut memiliki kecerdasan intelektual, karakter yang kuat, kemampuan berkolaborasi, adaptif terhadap perubahan, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

“Manfaatkan setiap kegiatan selama Jambore ini untuk menambah pengalaman, memperluas persahabatan, mengembangkan kreativitas, melatih kepemimpinan, dan membangun semangat gotong royong. Jadilah teladan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Jadilah generasi yang membawa solusi, bukan sekadar menjadi penonton perubahan zaman,” ujar Surya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk terus mendukung pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka. Menurutnya, investasi terbaik bagi daerah adalah membangun sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, sehat, cerdas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Surya juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kesehatan, disiplin mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, menjaga kebersihan lingkungan perkemahan, serta mematuhi arahan para pembina dan panitia sehingga Jambore menjadi pengalaman yang berharga dalam membentuk pribadi yang lebih baik.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bachtiar Utomo menyampaikan apresiasi kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara atas penyelenggaraan Jamda XI yang dinilai sangat baik. Menurutnya, pelaksanaan jambore tanpa pungutan biaya merupakan yang pertama di Indonesia.

“Jambore bukan sekadar perkemahan besar, tetapi ruang pembelajaran kehidupan. Di sinilah persahabatan dibangun, kepemimpinan dilatih, karakter ditempa, dan cita-cita masa depan mulai dipersiapkan,” katanya.

Bachtiar juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari derasnya perkembangan teknologi, arus informasi tanpa batas, hingga ancaman degradasi nilai, polarisasi sosial, dan penyalahgunaan narkoba. Karena itu, peran keluarga, pembina, dan para senior sangat penting dalam membimbing anggota Pramuka agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan berkarakter.

 

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumut Dikky Anugerah Panjaitan dalam laporannya menyampaikan bahwa Jamda XI Sumut 2026 diikuti 5.575 orang yang terdiri atas 3.650 peserta Penggalang, 250 pembina pendamping, 50 pimpinan kontingen, 265 panitia penyelenggara, 50 peserta pendukung, serta dihadiri undangan, masyarakat, pelaku usaha mikro, dan ribuan pengunjung.

 

Ia menjelaskan, seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari keamanan, kesehatan, transportasi hingga manajemen risiko telah dipersiapkan secara terpadu untuk mendukung kelancaran kegiatan yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026.

 

Selama lima hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan, pengembangan keterampilan, pendidikan karakter, serta menampilkan beragam kreativitas dan pertunjukan seni sebagai bagian dari pembinaan generasi muda yang tangguh, mandiri, dan berjiwa kebangsaan.

Turut hadir pada pembukaan tersebut Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bachtiar Utomo, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap, para Ketua Majelis Pembimbing Cabang/Kepala Daerah atau perwakilan, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.(su16)

Ketika Kata “Jika” Menjadi Tanggung Jawab:Lindungi Masyarakat Adat & Rakyat dari Ketidak adilan.

0

Oleh: M. Idris Hady, S.E.

Warta.in-Jakarta,Bengkulu

Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan besar yang menguji komitmen kebangsaan kita. Di satu sisi, roda program pembangunan dan arus investasi dipacu dengan sangat cepat. Namun, di sisi lain, realitas pahit menunjukkan bahwa masyarakat adat dan rakyat kecil terus kehilangan tanah serta ruang hidup mereka,rabu 8 juli 2026.

Tulisan ini merupakan sebuah ajakan moral yang mendalam agar kita semua berhenti berlindung di balik kata “nanti” atau menggunakan kata “jika” sebagai alasan untuk memilih diam. Hari ini, kata “jika” harus ditransformasikan menjadi sebuah bentuk tanggung jawab konkret dan kolektif bagi seluruh elemen bangsa.

Jika masyarakat adat dan rakyat kecil terus memilih untuk diam, pasrah, dan tidak berani menyuarakan hak-hak mereka, maka besar kemungkinan posisi mereka akan terus dipinggirkan dan dirugikan oleh sistem. Jika kebijakan yang dibuat atas nama pembangunan dan investasi justru berujung pada kerusakan lingkungan serta penggusuran masyarakat dari tanah leluhurnya, maka kita wajib mempertanyakan kembali: apakah ini benar-benar sebuah bentuk pengabdian untuk bangsa?

Praktisnya, kerusakan alam dan perampasan ruang sering kali terjadi dengan dalih legalitas formal. Tanpa kita sadari, kedaulatan atas tanah, air, dan kekayaan sumber daya alam kita perlahan diserahkan begitu saja kepada kepentingan asing demi keuntungan jangka pendek.

Jika partai politik beraspirasi dan mengaku sebagai wadah yang mewakili rakyat, maka klaim tersebut harus dibuktikan secara nyata dengan selalu berpihak pada kepentingan rakyat bawah. Jangan sampai rakyat hanya dijadikan komoditas politik dan terus terjebak dalam lingkaran janji-janji manis yang tidak pernah ditepati saat kekuasaan sudah diraih.

Jika institusi kampus dan para akademisi hanya mengurung diri di dalam ruang kelas, terjebak dalam menara gading, dan tidak lantang menyuarakan kebenaran saat ketidakadilan kasat mata terjadi, maka perubahan sosial yang dicita-citakan akan sangat sulit terwujud. Ilmu pengetahuan yang luas tanpa adanya keberpihakan yang nyata kepada rakyat kecil pada akhirnya tidak akan memiliki arti apa pun bagi kemanusiaan.

Jika ada sebagian pihak yang merasa takut bahwa menyuarakan kebenaran hanya akan menimbulkan kegaduhan di ruang publik, ingatlah selalu sebuah hukum alam: setiap perubahan besar dalam sejarah selalu dimulai melalui proses yang sulit. Analologinya mirip dengan seorang ibu yang sedang melahirkan; ada rasa sakit dan perjuangan yang berat, tetapi dari rasa sakit itulah kehidupan dan generasi baru yang lebih baik akan lahir.

Jika kita benar-benar ingin mencari solusi fundamental bagi bangsa ini, kita harus memiliki keberanian untuk masuk dan menguliti akar masalahnya. Sebagaimana filosofi mencari sumber air yang mengharuskan kita menggali tanah secara mendalam, maka untuk mencari keadilan sejati, kita harus berani membongkar dan menghentikan penyebab utama dari ketidakadilan itu sendiri.

Jika saat ini kita tidak bergerak bersama untuk menjaga tanah ulayat dan melindungi hak-hak rakyat, itu berarti kita sedang membiarkan ego serta kepentingan pribadi mengalahkan suara nurani. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga negara ini dan membentengi rakyat dari ketidakadilan yang terus berlangsung.

Jika setelah membaca tulisan ini kita masih memilih untuk menutup mata dan diam, maka secara tidak langsung kita mungkin telah menjadi bagian dari pembiaran atas rusaknya tanah air kita sendiri.

Sumber: Penulis adalah Sekjen ADA API (Aliansi Damai Anti Penistaan Islam)

Mahasiswa Asal Pakistan & Yaman Sambangi Sekretariat PPWI Nasional Berbagi semangat lintas negara di Jakarta,

0

Warta.in-Jakarta,Bengkulu.

Suasana Sekretariat PPWI Nasional terasa berbeda Rabu, 8 Juli 2026. Enam mahasiswa asal Pakistan dan Yaman yang saat ini menempuh kuliah di Yogyakarta menyempatkan diri mampir dan bersilaturahmi,Rabu 8 Juli 2026.

Mereka adalah Hamza, Abdullah, Nimma, Fara, Sadav, dan Naila. Meski jauh dari kampung halaman, semangat belajar dan keinginan untuk berkontribusi membawa mereka jauh-jauh ke Yogyakarta, dan menyempatkan waktu ke Jakarta untuk bertemu keluarga besar PPWI.

Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan. Ada cerita, tawa, dan diskusi ringan tentang kuliah, budaya, sampai mimpi-mimpi besar untuk masa depan. PPWI menyambut hangat dan mengapresiasi langkah mereka menjaga silaturahmi lintas negara.

“Kami bangga anak-anak ini memilih Indonesia, khususnya Yogyakarta, sebagai tempat menuntut ilmu. Semoga kuliahnya lancar jaya selalu, ilmunya berkah, dan kelak bisa berperan banyak membangun dunia di era mereka dengan cara yang lebih baik,” ujar perwakilan PPWI Nasional.

PPWI percaya, pertemuan-pertemuan kecil seperti ini penting. Dari ruang sekretariat sederhana bisa tumbuh jejaring persahabatan, saling mengerti, dan kerja sama yang melampaui batas negara.

Terima kasih untuk Hamza, Abdullah, Nimma, Fara, Sadav, dan Naila atas kunjungannya. Selamat berjuang di bangku kuliah. Indonesia dan dunia menanti karya kalian.

Tentang PPWI Merupakan : Persatuan Pewarta Warga Indonesia adalah organisasi wartawan warga yang menjunjung kebebasan pers, semangat kebangsaan, dan kepedulian sosial.

(Tim Red)