27.8 C
Jakarta
Kamis, Mei 7, 2026
Beranda blog

*Kisah Mistis Dua Realitas: Pertumbuhan versus Penurunan Nilai Mata Uang*

0

*Kisah Mistis Dua Realitas: Pertumbuhan versus Penurunan Nilai Mata Uang*

_Oleh: Wilson Lalengke_

Jakarta – Kementerian Keuangan Indonesia mengumumkan hari ini, Selasa, 5 Mei 2026, bahwa perekonomian tumbuh sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama. Namun pada saat yang sama rupiah melemah menjadi Rp 17.394 per dolar AS. Kontradiksi ini mengungkapkan anomali yang lebih dalam: nada bahagia pemerintah menutupi kerapuhan mendasar dalam fundamental ekonomi Indonesia.

Dalam siaran pers dari Kementerian Keuangan, Menteri Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan lega dan gembira atas pertumbuhan ekonomi yang dilaporkan sebesar 5,61 persen, melebihi target pemerintah sebesar 5,5 persen. Pertumbuhan tersebut, yang juga diutarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), dipicu peningkatan konsumsi selama Ramadan, peningkatan transaksi online, dan pertumbuhan di sektor perhotelan dan transportasi.

Akan tetapi, di tengah euphoria keberhasilan Purbaya dan tim-nya, rupiah anjlok ke Rp 17.394 per dolar AS, level terlemahnya dalam beberapa tahun terakhir. Depresiasi tajam ini bertentangan dengan narasi kekuatan ekonomi versi Pemerintah. Ekonomi yang benar-benar kuat seharusnya mencerminkan stabilitas di berbagai indikator – termasuk kinerja mata uang, daya beli, dan kepercayaan investor.

*Ilusi Statistik BPS*

Angka pertumbuhan ekonomi, meskipun mengesankan di atas kertas, dapat menyesatkan jika terlepas dari kondisi dunia nyata. Pertumbuhan yang diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB) sering kali mencerminkan pengeluaran agregat daripada produktivitas berkelanjutan. Dalam kasus Indonesia, sebagian besar pertumbuhan berasal dari konsumsi musiman selama Ramadan dan pengeluaran pemerintah, bukan dari perbaikan struktural di industri dan/atau ekspor.

Selain itu, data kuartal ke kuartal dari BPS menunjukkan bahwa ekonomi sebenarnya mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Ini berarti bahwa meskipun pertumbuhan tahunan tampak positif, tren jangka pendeknya negatif – sebuah fakta yang dihilangkan dari pernyataan gembira Kementerian.

Penyajian data yang selektif seperti itu menimbulkan kekhawatiran tentang manipulasi statistik atau pembingkaian naratif untuk mempertahankan optimisme publik. Angka-angka dapat akurat secara teknis namun dikurasi secara strategis untuk melayani kepentingan politik atau kelembagaan.

*Mata Uang sebagai Barometer Kepercayaan*

Penurunan nilai rupiah menjadi Rp 17.394 per dolar AS menandakan kegelisahan investor dan arus keluar modal. Depresiasi mata uang sering kali mencerminkan menurunnya kepercayaan terhadap disiplin fiskal, neraca perdagangan, atau kebijakan moneter suatu negara.

Beberapa faktor berkontribusi pada pelemahan ini. Ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik dan kenaikan suku bunga AS, defisit perdagangan Indonesia yang semakin melebar karena impor melebihi ekspor, dan ketergantungan pada konsumsi jangka pendek daripada pertumbuhan industri jangka panjang merupakan tiga faktor utama dari sekian penyebab lainnya.

Jika ekonomi benar-benar kuat, rupiah kemungkinan akan menguat atau tetap stabil. Penurunannya menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak diterjemahkan menjadi ketahanan ekonomi yang nyata.

*Kebutuhan akan Transparansi dan Akuntabilitas*

Sementara para pejabat merayakan “keberhasilan” 5,61 persen, rakyat Indonesia biasa menghadapi kenaikan harga, penurunan daya beli, dan ketidakamanan pekerjaan. Rupiah yang lebih lemah meningkatkan biaya barang impor, potensi besar terjadinya inflasi, dan mengikis tabungan rumah tangga.

Usaha kecil, khususnya yang bergantung pada bahan impor, kesulitan mempertahankan profitabilitas. Sementara itu, pertumbuhan upah tertinggal dari inflasi, sehingga pekerja harus berjuang pada pendapatan yang semakin kecil. Realitas ini bertentangan dengan penggambaran pemerintah tentang kemakmuran.

Data ekonomi pada hakekatnya harus melayani kepentingan publik, bukan kepentingan politik. Pemerintah harus memastikan bahwa siaran pers mencerminkan realitas yang komprehensif, termasuk kelemahan dan risiko. Optimisme selektif merusak kepercayaan publik dan mencegah debat kebijakan yang konstruktif.

Para ekonom independen telah lama memperingatkan bahwa model pertumbuhan Indonesia, yang didorong oleh konsumsi dan pengeluaran negara, tidak berkelanjutan tanpa inovasi dan diversifikasi ekspor. Pernyataan Kementerian, meskipun secara teknis benar, berisiko menyesatkan publik ke dalam sikap puas diri.

*Kebebasan Pers dan Kebenaran Ekonomi*

Anomali ini juga menggugah pentingnya kebebasan pers dalam pelaporan ekonomi. Jurnalis harus meneliti data resmi, mempertanyakan inkonsistensi, dan menyajikan analisis yang seimbang. Ketika media hanya menggemakan pernyataan pemerintah, publik kehilangan akses terhadap kebenaran.

Transparansi ekonomi adalah landasan demokrasi. Tanpa itu, warga negara tidak dapat meminta pertanggungjawaban para pembuat kebijakan atau membuat keputusan yang tepat.

Ekonomi Indonesia memang menunjukkan potensi, tetapi pertumbuhan harus diukur berdasarkan substansi, bukan sentimen. Para pembuat kebijakan harus fokus pada penguatan rupiah, peningkatan daya saing ekspor, dan pengurangan ketergantungan pada konsumsi musiman.

Siaran pers Kementerian Keuangan hari ini harus menjadi pengingat bahwa statistik bukanlah realitas. Kemajuan sejati terletak pada pembangunan berkelanjutan, kemakmuran yang merata, dan komunikasi yang jujur dengan publik.

Saat rupiah melemah dan inflasi membayangi, rakyat Indonesia berhak mendapatkan kejelasan, bukan perayaan. Angka-angka dapat menenangkan, tetapi kebenaranlah yang mempertahankan kepercayaan. (*)

_Penulis adalah rakyat biasa yang bermimpi merdeka secara ekonomi_

SosialisasiPelaksanaanPengisianAnggotaBPDPeriode2026-2034&PemilihanKetuaRTRWPeriode2026-2031 DesaGunungleutik

0

Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu 6 Mei 2026. WARTA. IN
Agus Hamdani, S. Ip. Kepala Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu 6 Mei 2026, di Aula GOR Desa Gunungleutik, Memfasilitasi Sosialisasi Pelaksanaan Pengisian Anggota BPD Periode 2026-2034 & Pemilihan Ketua RT Ketua RW Periode 2026-2031 Serentak Se-Desa Gunungleutik.
98 Daftar Peserta yang hadir, Ketua RT, Ketua RW, Tokoh Masyarakat, Lembaga Desa, Pemdes, Kasi Pemerintahan Kecamatan Ciparay, Pendamping Desa.
30 Juni 2026, Habis 65 Ketua RT, 16 Ketua RW.
17 Juli 2026, Habis BPD.
16 – 23 Juni 2026 PIL RT RW.
1 – 2 Juni 2026 PIL BPD
Pemilihan BPD, Ketua RT, Ketua RW, Serentak Se-Desa Gunungleutik, Papar Agus Hamdani, S. Ip. Kepala Desa Gunungleutik.
Ketua RT, Ketua RW, Tokoh Masyarakat, Lembaga Desa, dan seluruh peserta yang hadir dalam sosialisasi tersebut, dapat memberikan Informasi kepada warga di masing-masing Wilayahnya, Harapan Agus Hamdani, S. Ip. Kepala Desa Gunungleutik, WARTA.IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Sosialisasi Pelaksanaan Pengisian Anggota BPD Periode 2026-2034 & Pemilihan Ketua RT RW Se-Desa Gunungleutik

0

Desa Gunugleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu, 6 Mei 2026. WARTA. IN
Agus Hamdani, S. Ip. Kepala Desa Gunugleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu, 6 Mei 2026, di Aula GOR Desa Gunungleutik, Memfasilitasi Sosialisasi Pelaksanaan Pengisian Anggota BPD Periode 2026 – 2031 & Pemilihan Serentak Ketua RT RW Se-Desa Gunungleutik Periode 2026 – 2031.
98 Peserta yang hadir, Ketua RT, Ketua RW, Tokoh Masyarakat, Lembaga Desa, Pemdes. Hadir dalam sosialisasi, Kasi Pemerintahan Kecamatan Ciparay, Pendamping Desa.
30 Juni 2026 Habis 65 Ketua RT, 16 Ketua RW.
17 Juli 2026 Habis BPD.
16 – 23 Juni 2026 Pil RT RW.
1 – 2 Juni 2026 Pil BPD.
Pemilihan BPD, RT RW serentak di Desa Gunugleutik, bersamaan, Papar Agus Hamdani, S. Ip. Kepala Desa Gunugleutik.
Ketua RT, Ketua RW, Tokoh masyarakat, Lembaga Desa dan seluruh peserta yang hadir, dapat memberikan informasi kepada warga di wilayahnya masing-masing, Harap Agus Hamdani, S. Ip. WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

*Rupiah Tembus Rp17.405: PDKN Desak Presiden Prabowo Copot Gubernur BI demi Selamatkan Ekonomi Nasional*

0

*Rupiah Tembus Rp17.405: PDKN Desak Presiden Prabowo Copot Gubernur BI demi Selamatkan Ekonomi Nasional*

Jakarta – Gelombang kekhawatiran melanda stabilitas ekonomi nasional setelah nilai tukar rupiah dilaporkan terjun bebas hingga menembus angka psikologis baru. Berdasarkan data pasar spot exchange pada penutupan perdagangan Selasa (4/5/2026), mata uang Garuda terpuruk di level Rp17.405 per Dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini jauh melampaui asumsi makro dalam APBN 2026 yang sebelumnya dipatok pada level Rp16.500 per Dolar AS.

Kondisi kritis ini memicu reaksi keras dari Ketua Umum Partai Daulat Kerajaan Nusantara (PDKN), Dr. Rahman Sabon Nama. Alumnus Lemhannas RI tersebut secara terbuka mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi radikal, termasuk mencopot Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dari jabatannya.

Menurut Rahman, keterpurukan rupiah saat ini sangat kontras dengan pernyataan optimistis Gubernur BI pada April lalu yang menyebut kondisi nilai tukar masih stabil dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, kenyataan di lapangan justru menunjukkan tekanan yang kian melemahkan posisi domestik terhadap mata uang asing.

“Pemerintah perlu ekstra hati-hati. Pelemahan rupiah ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi berpotensi kuat mendorong inflasi tinggi (imported inflation), terutama pada sektor kebutuhan pokok pangan yang hingga kini masih bergantung pada impor,” tegas Rahman dalam keterangannya di Ciputat, Tangerang Selatan (6/5/2026).

PDKN menilai pelemahan mata uang ini akan memicu kenaikan harga barang secara berantai. Tidak hanya komoditas impor seperti gandum, kedelai, gula, dan pakan ternak, tetapi juga produk lokal yang biaya produksinya terdampak oleh komponen impor. Rahman juga menyoroti adanya ketidakseimbangan antara sektor moneter dan sektor riil, di mana peningkatan jumlah uang beredar tidak diimbangi dengan produktivitas barang dan jasa.

*Indikator Ekonomi yang Mengkhawatirkan*

Rahman Sabon Nama memaparkan sejumlah data merah yang perlu menjadi perhatian serius pemerintahan Prabowo. Menurutnya beban utang negara sudah mempaui batas yang bisa ditolerir. Total utang negara yang kini menyentuh angka fantastis Rp9.638 triliun.

Selain itu, Pemerintah juga terlihat kedodoran dalam mengelola APBN yang terus defisit. Defisit APBN per Maret 2026 yang telah mencapai Rp240 triliun. Juga, faktor harga minyak yang terus naik akan menjadi beban negara yang harus diantisipasi semaksimal mungkin agar keuangan negara tidak runtuh. Tekanan harga minyak dunia yang berada di atas asumsi APBN (70 USD per barel).

Berdasarkan pantauan lapangan Asosiasi Pedagang Dan Tani Tanaman Pangan Dan Holtikultura Indonesia (APT2PHI), keluhan masyarakat mengenai lonjakan harga kebutuhan pokok sudah merata di seluruh wilayah Indonesia.

*Wilson Lalengke: Presiden Harus Turun Tangan Secara Serius!*

Senada dengan desakan PDKN, Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 yang menjabat Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, menyatakan dukungan penuhnya terhadap pernyataan Dr. Rahman Sabon Nama. Wilson menilai situasi ini adalah alarm bahaya bagi keberlangsungan kesejahteraan rakyat.

“Saya sangat mendukung desakan rekan kami, Dr. Rahman Sabon Nama. Kondisi rupiah yang hampir menyentuh Rp17.500 per Dolar AS adalah bukti adanya manajemen moneter yang tidak berjalan sesuai harapan. Kita tidak bisa lagi berpegang pada retorika ‘aman’ dan ‘stabil’ sementara rakyat menjerit karena harga beras dan kebutuhan pokok meroket,” ujar Wilson Lalengke, Rabu, 6 Mei 2026.

Toko pers nasional itu meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perhatian mendalam dan tidak meremehkan anomali ekonomi ini. “Kami meminta Presiden Prabowo untuk meninjau kembali (review) secara serius kinerja tim ekonomi dan otoritas moneter saat ini. Jangan biarkan momentum awal pemerintahan ini dirusak oleh krisis ekonomi yang dipicu oleh ketidakmampuan pejabat dalam mengantisipasi gejolak pasar. Jika Gubernur BI terbukti gagal menjaga stabilitas nilai tukar sebagaimana amanat undang-undang, maka pergantian pimpinan adalah langkah yang logis dan mendesak demi menyelamatkan marwah ekonomi nasional,” pungkas Wilson Lalengke.

*Langkah Strategis yang Diusulkan*

Sebagai solusi, PDKN mendorong langkah-langkah strategis untuk menjaga daya tahan ekonomi, antara lain:
• Stabilisasi Harga Pangan: Menjadikan stabilitas harga beras sebagai kunci utama agar tekanan tidak meluas menjadi krisis sosial.
• Deregulasi Multisektor: Memangkas hambatan di sektor perdagangan, industri, perhubungan, dan perbankan guna menggenjot ekspor non-migas.
• Perluasan Bank Devisa: Menunjuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Koperasi menjadi Bank Devisa untuk mempermudah pelayanan transaksi ekspor.
• Sektor Riil: Memperbaiki tata niaga impor dan memperkuat sektor industri serta pertanian untuk menciptakan lapangan kerja yang berorientasi ekspor.

Tanpa langkah antisipatif yang terukur, krisis yang lebih dalam dikhawatirkan akan menyulitkan keberlangsungan pemerintahan di masa mendatang. Koordinasi antara sektor moneter dan riil menjadi harga mati untuk menjaga Indonesia dari kejatuhan ekonomi yang lebih parah. (TIM/Red)

PisahSambut KapolsekCiparay PolrestaBandung AKP Ilmansyah,SE.MH.CPHR Kepada AKP Sugiharto Rudi Hartono,SH.MH

0

Graha Wira Karya, Manggungharja, Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu, 6 Mei 2026. WARTA. IN
” Pisah Sambut Kapolsek Ciparay Dari AKP. Ilmansyah, SE. MH. CPHR, Kepada AKP. Sugiharto Rudi Hartono, SH. MH. bertempat di Graha Wira Karya, Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu, 6 Mei 2026.
AKP. Ilmansyah, SE. MH. CPHR ( Kapolsek Ciparay 2024 – 2026 ), beserta Ibu Suniarti Ilmansyah. Selanjutnya bertugas sebagai Kasat Samapta Polresta Bandung.
Sebagai Kasat Samapta Polresta Bandung, Kami terbuka silaturahmi, Selamat Datang Kapolsek Ciparay AKP. Sugiharto Rudi Hartono, SH. MH.14 Kades Se-Kecamatan Ciparay, kompak dukung potensi, 4 anggota DPRD Kabupaten Bandung, 2 DPR RI. Papar Ilmansyah.
9 bulan bersama, ciptakan sinergi, kolaborasi Porkopincam Ciparay, banyak hal yang sudah kita kerjakan, bersama AKP. Ilmansyah, Danramil, jaga kondusifitas, Ketertiban, keamanan Ciparay. Papar Anjar Lugiyana, S. Ip. M. Ip.
Membersihkan Alun-Alun Ciparay, Kecamatan Ciparay ” Kapirarai”, CCTV BENGRAS, yang di inisiasi AKP. Ilmansyah, SE.MH.CPHR. Kapolsek Ciparay, 5 Titik di setiap Desa WIFI bayarnya Mahal, Tanam Jagung, Rutilahu di Desa Mekarlaksana, tanpa APBD, murni iuran Porkopincam Ciparay dan 14 Kades Se-Kecamatan Ciparay. Papar Anjar Lugiyana,S. Ip. M. Ip. Camat Ciparay.
2027 Songsong Pilkades 10 Desa, dari 14 Desa, Se-Kecamatan Ciparay. PR Kecamatan Ciparay, urusan Sampah, Jalan tertentu.asih ada BEGAL, kedepannya di pertigaan jalan tersebut akan di Bangun Pos Polisi, terkendala Lahan, demi mewujudkan Ciparay Kapirarai dan Kabupaten Bandung yang Lebih BEDAS, Pungkas, Anjar.
1820 Ton Sampah / Hari, Sampah Ciparay, setelah saya dan team kalkulasi, memerlukan Anggaran yang besar, Untuk mengirim ke Sari Mukti, Papar H. Tarya Witarsa, S. Ag. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung F. PKB. WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Kembalikan Fungsi Terminal di Bolu, Satpol PP Toraja Utara Tertibkan Puluhan Lapak Pedagang

0

TORAJA UTARA – Satpol PP Toraja Utara tertibkan puluhan lapak pedagang yang ada di lokasi terminal pasar Bolu, kecamatan Tallunglipu, Rabu (6/5/2026).

Penertiban ini kata Rianto Yusuf selaku Kasatpol-PP bertujuan untuk mengembalikan fungsi terminal.

“Iya benar, hari ini kita sudah selesai tertibkan sekira 20 lapak yang ada dalam terminal pasar Bolu. Tujuannya untuk kembalikan fungsi terminal,” ungkap Rianto Yusuf, saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Rabu (6/5) siang.

Sementara bagi para pedagang yang ditertibkan tersebut, diarahkan pindah ke dalam lokasi pasar bolu.

“Untuk saudara-saudara kita para pedagang diarahkan ke dalam pasar bolu,” sebut Rianto.

Kapolsek Selaparang Pimpin Pengamanan Event Combat Boxing di Mataram

0

Kapolsek Selaparang Pimpin Pengamanan Event Combat Boxing di Mataram

Warta.in

Mataram, NTB – Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi SH., memimpin langsung sejumlah personel dalam pengamanan event Combat Boxing yang digelar di Gelanggang Pemuda dan Mahasiswa Mataram, Selasa (05/05/2026).

Kegiatan olahraga tersebut diselenggarakan oleh Musa Organizer bekerja sama dengan Persatuan Tinju Amatir Indonesia sebagai ajang pencarian bibit atlet tinju potensial asal Nusa Tenggara Barat.

Untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman dan tertib, Polsek Selaparang menerjunkan sejumlah personel pengamanan di lokasi kegiatan.

Kapolsek Selaparang menjelaskan bahwa pengamanan tersebut merupakan bentuk pelayanan kepolisian terhadap berbagai kegiatan masyarakat, sekaligus wujud dukungan terhadap perkembangan olahraga di daerah.

“Event ini memiliki nilai positif dalam meningkatkan kemampuan daerah, khususnya dalam mempersiapkan calon-calon atlet boxing NTB yang nantinya diharapkan mampu membawa nama baik daerah di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian siap mendukung berbagai kegiatan positif yang dapat mendorong pembinaan generasi muda, termasuk di bidang olahraga.

Dengan pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian, event Combat Boxing berlangsung aman, tertib, dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun penonton yang hadir.(sr/hpm

 

 

Polda NTB Kawal Logistik GT World Challenge Asia 2026 , Aman Sampai Tujuan

0

 

Warta.in

Mataram, NTB – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) terus berkomitmen memberikan pengamanan maksimal terhadap seluruh rangkaian ajang internasional yang digelar di wilayah ini. Terbaru, Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda NTB sukses melaksanakan pengawalan logistik Event GT World Challenge Asia 2026, Rabu (06/05/2026) dini hari.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, S.I.K., menyampaikan bahwa pengawalan ini merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) untuk menjamin keamanan dan kelancaran pergerakan logistik vital dari sirkuit menuju lokasi penyimpanan sementara.

“Personel kami dari Sat PJR telah melaksanakan pengawalan logistik GT World Challenge Asia dari Sirkuit Mandalika menuju gudang penyimpanan di wilayah Lembar. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala keamanan maupun hambatan lalu lintas selama pergeseran barang-barang tersebut,” ujar Kombes Pol Mohammad Kholid.

Pukul 23.20 WITA: Rombongan logistik mulai bergerak keluar dari area sirkuit menuju Gudang Surya Indah Cemara, Kecamatan Lembar.

Pukul 00.35 WITA: Seluruh rangkaian logistik tiba di lokasi tujuan dalam keadaan lengkap dan aman.

Kombes Pol Mohammad Kholid menambahkan bahwa keberhasilan pengawalan ini berkat koordinasi yang baik antar fungsi di lapangan. Usai memastikan logistik tiba dan diterima oleh pihak gudang, personel pengawalan langsung kembali ke Mako Zebra 8.0 untuk melanjutkan tugas rutin lainnya.

“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Polda NTB akan selalu siap mendukung setiap gelaran internasional di NTB melalui pengamanan jalur dan pengawalan logistik agar nama baik daerah dan negara tetap terjaga di mata dunia,” pungkasnya.(  sr/hpntb)

 

Pemprov NTB Fokus Literasi Energi Lewat Konten Lokal Strategis

0

 

Warta.in

Mataram, NTB – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Pengelolaan Informasi, Dokumentasi, dan Penyusunan Konten Publik bertempat di Rumah Langko Mataram, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan ini, diarahkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola informasi publik, khususnya dalam membuat konten yang mendukung literasi ketahanan energi nasional.

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. Ahsanul Khalik, dalam pada Bimtek tersebut menegaskan, bahwa peran komunikasi publik kini tidak lagi sebatas menyampaikan informasi, tetapi telah menjadi instrumen strategis dalam membentuk kesadaran dan perilaku masyarakat.

“Hari ini kita berada di era di mana informasi membentuk persepsi dan persepsi membentuk perilaku. Konten yang kita produksi memiliki kekuatan untuk mengubah cara masyarakat memandang energi dari sekadar konsumsi menjadi tanggung jawab,” ujarnya.

Ia menjelaskan, komunikasi publik yang efektif harus mampu melewati tiga tahapan utama, yakni membangun kesadaran, membentuk sikap, dan mendorong perubahan perilaku. Karena itu, kualitas konten menjadi kunci dalam menggerakkan partisipasi publik.

“Jika konten hanya berhenti pada penyampaian informasi, kita baru di tahap pertama. Namun jika mampu menyentuh nilai dan kepentingan masyarakat, maka kita masuk pada perubahan perilaku,” katanya.

Ahsanul juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis lokal dalam penyusunan konten. Menurutnya, karakteristik NTB sebagai wilayah kepulauan dengan potensi energi terbarukan yang besar membutuhkan narasi yang kontekstual.

“Pengelolaan informasi harus berbasis data dan konteks lokal. Konten energi di NTB tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Kita punya desa-desa terpencil dan potensi energi terbarukan yang besar,” tegasnya.

Melalui program unggulan Pemprov NTB yakni Desa Berdaya, Ahsanul Khalik juga mendorong desa sebagai subjek utama dalam membangun kesadaran energi. Setiap desa diharapkan mampu menjadi pusat produksi narasi dan edukasi publik terkait energi bersih dan hemat energi.

“Ketahanan energi tidak lagi menjadi program pemerintah semata, tetapi harus menjadi gerakan sosial. Desa menjadi kekuatan utama dalam membangun kesadaran itu,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Informasi Publik Ditjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Dr. Nursodik Gunarjo, yang bertindak sebagai keynote speaker, menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan informasi publik.

“Transformasi digital menjadikan peran komunikasi publik semakin strategis, tidak hanya sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai penggerak komunikasi kebijakan yang efektif, transparan, dan akuntabel,” katanya.

Ia menambahkan, ketahanan energi sebagai agenda prioritas nasional membutuhkan dukungan komunikasi publik yang kuat dan terstruktur.

“Informasi mengenai kebijakan dan pcapaian sektor energi harus dikelola dengan baik dan dikomunikasikan melalui konten yang jelas, relevan, dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan bimtek ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional, Ir. Yunus Saefulhak, Kepala Biro Humas dan Umum LKPP RI Dr. Hermawan, Ketua Komisi Informasi NTB, Sahnam, SH, Akademisi Universitas Padjadjaraan Dr. Ira Mirawati serta perwakilan Dinas Kominfo Kabupaten Kota di NTB.

Melalui kegiatan ini, diharapkan aparatur pengelola informasi publik di pusat dan daerah mampu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan narasi pembangunan, sekaligus membangun budaya sadar energi di tengah masyarakat (sr/dkisntb).

 

 

Di Duga Oknum Anggota DPRD Rejang Lebong Jadi Pemborong Pembangunan Gedung Kopdes Merah Putih.

0

Warta.in-Rejang Lebong, Bengkulu.

Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih  seharusnya penyelesaian fisik bangunan di 80.000 desa sesuai progres yang sudah ditentukan, serta menekan biaya konstruksi, dan bersama -sama kita semua mendampingi masyarakat guna meningkatkan ekonomi lokal serta ketahanan pangan, terutama di daerah yang sulit dijangkau.

Perlu kita bersama tahu bahwa didalam Pembangunan Gedung Kopdes Merah Putih yakni Akselerasi Pembangunan, Keterlibatan Institusi tujuannya supaya apa yang ditargetkan untuk mempercepat pembangunan fisik bisa selesai sesuai target di bulan Maret/April 2026 Tahun ini, Efisiensi Biaya (Efektif & Hemat),Pemberdayaan Ekonomi, Pendampingan Warga, Ketahanan Pangan,Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah, PT Agrinas Pangan Nusantara, dan salah satu Institusi Negara, di mana koperasi yang dibangun akan menjadi Milik atau Aset Desa.

Semua hal ini untuk kita ketahui bersama dan menjadi bahan koreksi diri kita sendiri bahwa ternyata di wilayah Kabupaten Rejang Lebong pembangunan gedung Kopdes Merah Putih seharusnya selesai sesuai target telah ditentukan ini malah menjadi molor progres selesainya terlihat fakta dilapangan dan lebih mengejutkan lagi bagi Kita masyarakat, adanya Pembiaran terhadap seorang Oknum anggota DPRD Rejang Lebong Berinisial RC dari fraksi Partai Gerindra jadi Oknum pemborong Pembangunan Serta belum kita ketahui atas Izin siapa memperbolehkan Oknum seorang wakil rakyat atau anggota dewanmenjadi pemborong pembangunan gedung koperasi desa merah putih.

Lanjut dari prihal semua ini ialah dari sisi permasalahan Penegakkan aturan hukum di wilayah kabupaten Rejang Lebong saat ini sangat miris sekali. Padahal sudah tahu Ada aturan yang melarang secara tegas anggota DPRD menjadi pemborong atau kontraktor proyek pembangunan, termasuk dalam proyek fisik Gedung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.Pelibatan anggota DPRD sebagai pelaksana proyek dinilai melanggar prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) karena menimbulkan konflik kepentingan, kolusi, dan korupsi. Sesuai Dasar Hukum NKRI yakni UU MD3 (Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014) Pasal 400 ayat 2: Pasal ini secara tegas melarang anggota DPRD melakukan pekerjaan yang memiliki hubungan dengan wewenang dan tugas mereka, yang mencakup proyek pemerintah atau pembangunan yang menggunakan APBD/APBN.Konflik Kepentingan & Independensi: DPRD memiliki tugas mengawasi penggunaan anggaran. Jika anggota DPRD menjadi pemborong, mereka akan mengawasi pekerjaan mereka sendiri, yang berpotensi menyebabkan ketidakobjektifan dan kolusi.Larangan Rangkap Jabatan/Pekerjaan: Anggota DPRD dilarang mengerjakan proyek pemerintah karena posisi mereka rentan terhadap kepentingan bisnis yang menggunakan uang rakyat.Potensi Tindak Pidana: Jika anggota DPRD “bermain” atau mengatur proyek (termasuk proyek Kopdes Merah Putih), hal tersebut melanggar hukum dan dapat ditindak oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD.Dalam kasus proyek Gedung Koperasi Desa Merah Putih, meskipun anggota dewan dapat memberikan dukungan dan pengawasan, mereka tidak boleh bertindak sebagai kontraktor atau pemborong fisik bangunannya.

Oknum DPRD Rejang Lebong inisial RC tersebut diberikan izin untuk memborong pembangunan gedung kopdes merah putih berjumlah 8 titik dilokasi berbeda dan siapa yang harus bertanggung jawab semua permasalahan ini. Karena Fakta di Lapangan seorang oknum anggota dewan yang seharusnya ikut mendukung penyediaan sarana dan prasarana pendidikan adalah bagian inti dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya masuk dalam misi ke-4. Semuanya justru malah menyempit sarana dan prasarana pendidikan serta mengganggu kegiatan aktifitas belajar mengajar siswa -siswi di sekolah seperti penyempitan tempat lahan sekolah yang kegunaannya untuk kegiatan upacara bendera, tempat kegiatan eskul sekolah dan kegiatan sekolah lainnya.

Ditambahkan lagi, Pertanyaan kalangan Masyarakat, apakah ini salah satu bentuk dukungan asta cita presiden RI. Maka dari itu masyarakat minta pihak yang terlibat atau terkait harus bertindak dan tidak membolehkan wakil rakyat menjadi pemborong. Apakah zaman sekarang aturan pemerintah hanya slogan semata, Hingga berita ini ditayangkan pihak media sudah mengupayakan menemui pihak pemborong namun terkesan mengelak dan masih menunggu upaya meminta hak Jawabnya dan pihak-pihak terkait. (AM)