34.5 C
Jakarta
Minggu, Mei 10, 2026
Beranda blog

Diduga Taruhan di Arena Adu Kerbau Kecamatan Tondon, 6 Orang Diamankan Polres Toraja Utara

0

TORAJA UTARA – Upaya menjaga kemurnian adat di Toraja Utara terus digalakkan oleh aparat Kepolisian. Tim Resmob Satreskrim Polres Toraja Utara berhasil mengamankan 6 orang pria yang diduga kuat melakukan tindak pidana perjudian di arena adu kerbau atau Ma’ Pasilaga Tedong, Minggu (10/5/2026).

 

Adu kerbau tersebut digelar di Rante Tongkonan Tammuan Pare, Lembang Tondon Langi’, Kecamatan Tondon, Kabupaten Toraja Utara, mulai Kamis (7/5)2026) hingga Sabtu (09/05/2026).

Penangkapan 6 orang yang diduga pelaku judi di arena adu kerbau, saat dikonfirmasi ke Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto, membenarkan hal tersebut.

“Ya benar, tim Resmob Satreskrim Polres Toraja Utara telah berhasil mengamankan sejumlah pria yang diduga kuat sebagai pelaku perjudian di acara adu kerbau atau Ma’Pasilaga Tedong.l,” ungkap AKBP Luckyto.

Kejadian bermula saat Tim Resmob tengah melaksanakan giat pengamanan acara adat Rambu Solo’.

Saat ritual adu kerbau berlangsung, petugas melihat dan mendapati beberapa orang yang melakukan aksi judi taruhan di sela-sela kerbau memasuki arena.

Melihat adanya aksi tersebut, petugas pun bergerak cepat hingga berhasil mengamankan total 6 orang pria terduga pelaku perjudian.

“Selain mengamankan para terduga pelaku, Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai total sebesar Rp. 8.417.000,- yang diduga kuat sebagai uang taruhan,” beber AKBP Luckyto.

Adapun inisial dari 6 orang pria yang diamankan yaitu DN (20) warga Rantetayo Tana Toraja, HM (40) warga Tondon Toraja Utara, AM (30) warga Rindingallo Toraja Utara, IT (35) warga Rindingallo Toraja Utara, RK (28) warga Tondon Toraja Utara, dan PJ (50) warga Tondon Toraja Utara.

Kapolres AKBP Luckyto juga menjelaskan jika terduga pelaku yang berjumlah 6 orang beserta barang bukti uang taruhan langsung telah dibawa ke Mapolres Toraja Utara untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Untuk itu, AKBP Luckyto menyampaikan bahwa Polres Toraja Utara berkomitmen untuk memastikan rangkaian adat istiadat dapat berjalan sesuai marwahnya, tanpa ditunggangi tindakan melanggar hukum.

 

Dokumen ahli waris dipersoalkan,notaris tak hadir: sidang di pengadilan agama surabaya pertanyaakan publik

0

Warta.in ||Surabaya – Sidang sengketa ahli waris Putra Budiman memasuki babak krusial dengan agenda pembuktian atas eksepsi kompetensi absolut yang diajukan para tergugat dan Turut Tergugat IV di Pengadilan Agama Surabaya. Tahap ini menjadi gerbang penentu: apakah perkara akan tetap diperiksa di pengadilan agama atau bergeser ke Pengadilan Negeri.

 

Majelis hakim sebelumnya telah memerintahkan para pihak untuk membuktikan dalil masing-masing sebelum masuk ke pokok perkara.(9/5/2026)

 

Artinya, setiap argumen tentang kewenangan harus diuji dengan bukti yang nyata—bukan sekadar klaim di atas kertas.

Namun dinamika persidangan memunculkan sorotan keras.

Ketidakhadiran pihak tergugat yang disebut sebagai Ninik kembali menjadi perhatian di tahap sepenting ini.

Dalam pembuktian kompetensi absolut, kehadiran para pihak seharusnya menjadi kunci untuk menguji langsung dalil yang diajukan.

Di sisi lain, dokumen penting berupa surat keterangan ahli waris yang diterbitkan oleh notaris tetap menjadi titik krusial yang belum sepenuhnya terbuka.

Hingga kini, notaris sebagai pihak yang menerbitkan dokumen tersebut belum dihadirkan untuk menjelaskan dasar hukum serta proses penerbitannya di hadapan majelis hakim.

Kondisi ini memicu tekanan yang semakin kuat terhadap jalannya persidangan:
Apakah pembuktian atas eksepsi benar-benar dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya formalitas?

Mengapa pihak-pihak kunci belum dihadirkan untuk diuji keterangannya secara langsung?

Apakah keabsahan dokumen telah benar-benar diperiksa secara terbuka di ruang sidang?

Apakah majelis hakim akan mengambil keputusan berdasarkan fakta yang teruji, bukan sekadar argumentasi?

Dalam sengketa waris, penentuan kompetensi absolut bukan sekadar langkah administratif.

Ia menentukan jalur hukum, ruang pembuktian, hingga arah akhir perkara.

Kini perhatian publik tertuju pada langkah majelis hakim di Pengadilan Agama Surabaya.

Keputusan atas eksepsi ini akan menjadi titik balik: apakah perkara akan masuk ke pembuktian substansi yang terbuka, atau justru terus dibayangi pertanyaan tentang kelengkapan dan ketegasan proses yang dijalankan.(red)

Kendaraan Roda 4 Kembali Terbakar di Sangbua’ Toraja Utara, Penyebab Belum Diketahui

0

TORAJA UTARA – Sebuah kendaraan roda 4 kembali terbakar di Poros Rantepao-Makale Lembang Sangbua’ Kecamatan Kesu’, Kabupaten Toraja Utara, Minggu (10/5/2026).

Kendaraan merek Kijang Toyota Grand tersebut diduga mengalami kebakaran pada hari Minggu (10/5) siang sekira pukul 10:40 WITA dimana lokasi terbakarnya tepat di depan Karaoke Rama yang berjarak kurang lebih 156 meter dari SPBU Alang-alang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga bahwa pemilik kendaraan tersebut dalam kondisi selamat.

Sampai berita ini tayang, tim Damkar Toraja Utara berhasil memadamkan kebakaran mobil tersebut. Namun penyebab terjadinya kebakaran mobil belum diketahui pasti.

Polda Riau Launching Riau Bhayangkara Run 2026, Kapolda Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan dan Perkuat Persatuan

0

Polda Riau resmi meluncurkan Riau Bhayangkara Run 2026 pada kegiatan Car Free Day di Kota Pekanbaru, Minggu (10/5/2026). Event olahraga tahunan tersebut mengusung tagline *“Run With Purpose, Move Forward With Riau”* akan mencapai puncaknya pada 19 Juli 2026 mendatang di Mapolda Riau.

Kapolda Riau Irjen. Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum. dalam sambutannya menegaskan bahwa Riau Bhayangkara Run menjadi momentum untuk membangun human solidarity dan environmental ethics di tengah masyarakat.

Menurut Irjen Herry, masyarakat perlu memperkuat kesadaran bersama menghadapi potensi musim kemarau panjang pada 2026. Berdasarkan informasi BMKG, kata dia, periode Juni hingga Agustus diperkirakan memasuki fase kemarau dan *”Super El Nino”* yang berpotensi meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Oleh karena itu, dalam menyongsong Hari Bhayangkara ke-80, Polri mengajak seluruh masyarakat menyiapkan kesadaran ekologis. Kita harus bersama-sama menjaga alam, menjaga lingkungan, dan memastikan keberlanjutannya bagi anak cucu kita di masa depan,” kata Irjen Herry.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta memperkuat mitigasi bencana melalui keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

“Saya tegaskan bahwa bumi ini hanya satu dan kita wajib menjaganya demi keberlanjutan bersama,” ujarnya.

Tahun ini, Riau Bhayangkara Run (RBR) ke-4 mengusung tema besar untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan masyarakat melalui olahraga sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan

Selain kampanye peduli lingkungan, kegiatan tersebut juga membawa pesan sosial terkait pentingnya menjaga generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba serta mendorong pola hidup sehat melalui olahraga.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Riau Bhayangkara Run 2026, Kombes Pol Daniel Widya Mucharam, S.I.K., M.P.A. mengatakan kegiatan itu tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana membangun solidaritas sosial dan kesadaran ekologis di tengah masyarakat.

“Riau Bhayangkara Run bukan hanya tentang berlari, tetapi bagaimana kita bergerak bersama untuk Riau yang lebih baik,” ujar Daniel.

Riau Bhayangkara Run 2026 akan mempertandingkan tiga kategori, yakni Half Marathon 21 kilometer nasional dan internasional dengan start pukul 05.30 WIB, kategori 10 kilometer pukul 05.45 WIB, serta 5 kilometer pukul 06.00 WIB.

Race Director Muhammad Ksatria Bakti Nagara mengatakan seluruh aspek teknis pelaksanaan telah dipersiapkan sesuai standar event nasional, mulai dari registrasi peserta hingga sistem keselamatan.

Panitia juga menyediakan fasilitas berupa jersey premium, timing chip, nomor peserta (BIB), medali finisher, merchandise sponsor, hingga jaket finisher khusus kategori Half Marathon 21K.

Selain itu, panitia menyiapkan pos kesehatan, ambulans siaga, water station, serta simulasi pengaturan arus peserta untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan aman dan nyaman.

Ketua Event Organizer, Rissandro Dian Pratama menambahkan pihak penyelenggara juga menyiapkan sejumlah hiburan pendukung yang akan diumumkan melalui media sosial resmi kegiatan.

Pendaftaran peserta dilakukan secara daring melalui riaubhayangkararun.com. Sementara pengambilan race pack dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Juli 2026 di Gelanggang Remaja Pekanbaru.

*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

Silakan laporkan jika ada aduan mengenai aktivitas terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat tinggal Anda melalui WA ke no 08136306547.

Apabila masyarakat memerlukan pelayanan bantuan polisi lebih cepat silahkan laporkan ke Call Center 110.

Rilis : Kabid Humas Polda Riau

Polsek Pakusari Pulangkan Pria Terlantar di Sekitar Masjid Al-Hidayah, Polisi Pastikan Kondisinya Sehat

0

Warta.in, Jember, Minggu 10 Mei 2026 – Jajaran Polsek Pakusari bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait keberadaan seorang pria asing yang berada di sekitar Masjid Al-Hidayah, Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, selama beberapa hari terakhir.

Setelah dilakukan penelusuran dan pendataan, pria tersebut diketahui bernama Muhammad Raffi Dandi Irawan, warga Desa Wringinputih, Dusun Kabat Mantren, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh petugas, pria tersebut mengaku kehabisan bekal perjalanan usai ditinggalkan rekan kerjanya saat berada di Surabaya. Kondisi itu membuat dirinya terlantar hingga akhirnya berada di wilayah Pakusari.

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Pakusari segera melakukan penanganan secara humanis dengan mengamankan sekaligus memberikan bantuan kepada yang bersangkutan. Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak kepolisian memastikan bahwa kondisi kesehatan maupun kejiwaan pria tersebut dalam keadaan baik dan tidak mengalami gangguan mental.

Sebagai bentuk kepedulian, Polsek Pakusari kemudian memfasilitasi kepulangan Muhammad Raffi Dandi Irawan ke daerah asalnya. Petugas bahkan memesankan tiket kereta api serta menitipkan yang bersangkutan kepada petugas kereta api agar dapat diturunkan di stasiun tujuan dan selanjutnya dijemput oleh pihak keluarga dengan pendampingan aparat kepolisian setempat.

Kapolsek Pakusari melalui anggotanya juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap kejadian mencurigakan ataupun keberadaan orang asing yang dinilai mencurigakan di sekitar lingkungan. Langkah cepat masyarakat dinilai penting untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.

“Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat dibutuhkan demi menciptakan lingkungan yang aman serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar petugas.

Polda SumSel Kawal Pemulangan Jenaza Korban Laka Bus ALS Hingga Ke Tegal Jawa Tengah

0

Warta In

“MUSI RAWAS UTARA — Polda Sumatera Selatan  menunjukkan kepedulian dan empati terhadap korban kecelakaan lalu lintas Bus ALS dan truk tangki di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara. Salah satu korban yang sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit sejak insiden pada 6 Mei 2026, akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 8 Mei 2026.

Korban diketahui bernama Alm. Muhamad Tahrul Hubaidi (31), warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Almarhum mengalami luka berat akibat kecelakaan tersebut dan sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah langsung diberangkatkan dari RSUD Rupit menuju Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuk Linggau untuk proses pemulasaran jenazah. Setibanya di rumah sakit sekitar pukul 18.35 WIB, jenazah dimandikan dan dimasukkan ke dalam peti jenazah sebelum selanjutnya diberangkatkan menuju RS Bhayangkara Polda Sumsel guna melengkapi administrasi dan dokumen yang diperlukan.

Sekitar pukul 20.00 WIB, jenazah diberangkatkan menuju Palembang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Proses pengawalan dilakukan secara estafet oleh jajaran Satlantas di wilayah yang dilintasi mulai dari Musi Rawas Utara, Lubuk Linggau, Musi Rawas, PALI, Muara Enim, Prabumulih hingga tiba di RS Bhayangkara Palembang.

Kapolres Musi Rawas Utara, Rendy Surya Aditama menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya korban.

“ Kami turut berduka cita atas meninggalnya Almarhum Muhamad Tahrul Hubaidi. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan menghadapi musibah ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada Sabtu dini hari, 9 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB, jenazah diberangkatkan menuju Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sesuai permintaan pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa pengawalan dan pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan Polri kepada masyarakat, khususnya bagi keluarga korban yang tengah mengalami musibah.

“Polda Sumsel bersama jajaran berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada keluarga korban, mulai dari penanganan medis, proses administrasi hingga pengawalan pemulangan jenazah ke daerah asal. Ini merupakan bentuk empati dan tanggung jawab kemanusiaan kami agar seluruh proses berjalan aman, lancar, dan memberikan ketenangan bagi keluarga,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengawalan estafet lintas wilayah sehingga proses pemulangan jenazah dapat berjalan tertib dan kondusif.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berlalu lintas serta sinergi seluruh pihak dalam memberikan respons cepat terhadap penanganan korban kecelakaan. Kehadiran aparat kepolisian tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, namun juga memastikan hadirnya pelayanan humanis di tengah masyarakat yang sedang menghadapi duka.

(Zulkifli/tim)

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

LAMONGAN//Warta.in –Dalam rangka kedekatan masyarakat untuk menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman saat masyarakan menjalankan ibadah kaum Nasrani di wilayah Ngimbang

Kali ini petugas personil Polsek Ngimbang melaksanakan kegiatan pengamanan giat masyarakat umat Kristiani diwilayah Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang, minggu (10/05/2026) pukul 07.30 wib sampai selesai

Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Kaum Nasrani ini personil Polsek Ngimbang Aiptu Muji, R. dan Bripka Sujito hadir dalam melaksanakan kegiatan pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati.

Kegiatan pengamanan Ibadah umat Kristiani di Gereja GKJTU dan GJWI yang bertempat di Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang dalam persembahyangan Minggu pagi umat Kristiani digereja GKJTU dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

Sementara itu Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, melalui Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R saat dikonfirmasi oleh awak media, “Bahwa pengamanan ini guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang menjalankan Ibadah di Hari Minggu dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati “Terangnya

Kami berharap dengan adanya Patroli pengamanan secara rutin di Hari Minggu ini masyarakat dalam menjalankan Ibadah bisa tenang dan nyaman sehingga wilayah Ngimbang tetapaman dan kondusif,pungkasnya ( roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Sabtu siang (09/05/2026)pukul 10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Bripka Sujito dan Briptu Andika dengan sasaran Jalan raya Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, ATM BNI Ngimbang, Pos Satpam dan Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Daerah Rawan

0

Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Daerah Rawan pada Malam hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Sabtu0(09/05/2026)pukul 23.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di dipimpin laksanakan oleh Aiptu Muji,R. dan Briptu Andika dengan sasaran Patroli jalan poros Jombang – Babat ,SPBU ngimbang dan Terminal Ngimbang serta Masyarakat Desa Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI LAMPUNG TIMUR YANG SANGAT MEMPERIHATINKAN

0
Oplus_131072

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI LAMPUNG TIMUR YANG SANGAT MEMPERIHATINKAN: TANTANGAN KESELAMATAN DAN TERTINGGALNYA AKSESIBILITAS DI TENGAH SEMANGAT INDONESIA EMAS

WARTA.IN – JAKARTA, 8 MEI 2026 – Di tengah gema semangat pembangunan nasional yang mengarahkan Indonesia menuju masa depan gemilang pada tahun 2045, masih terdapat wilayah-wilayah di pelosok tanah air yang nyatanya belum merasakan pemerataan hasil kemajuan tersebut. Salah satu wilayah yang menjadi sorotan tajam atas kondisi infrastrukturnya yang sangat memprihatinkan adalah Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Kondisi ini terungkap jelas melalui data, fakta lapangan, serta dokumentasi yang dikirimkan kepada Redaksi Atlantika Institut Nusantara pada Jumat, 8 Mei 2026, yang menggambarkan betapa beratnya perjuangan masyarakat setempat dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari tanpa dukungan fasilitas publik yang layak, aman, dan memadai.

Salah satu titik paling krusial dan mendesak perhatian pemerintah terletak di aliran Kali Pasir, wilayah Way Bungur, Kecamatan Purbolinggo. Di lokasi ini, ribuan warga masyarakat yang mendiami wilayah sekitar sangat mendambakan dan membutuhkan keberadaan jembatan penyeberangan yang kokoh dan permanen. Keberadaan sarana penghubung tersebut bukan lagi sekadar kebutuhan penunjang aktivitas semata, melainkan telah berubah menjadi kebutuhan mendasar yang menyangkut keselamatan nyawa manusia. Jembatan itu sangat diperlukan untuk mempermudah segala bentuk mobilitas, baik warga yang hendak berangkat bekerja, berdagang, maupun menjalankan kegiatan sosial antarwilayah di sekitar kecamatan tersebut.

Harapan warga ini semakin mendesak dan tak bisa lagi ditunda, bukan semata-mata demi kelancaran urusan pekerjaan atau ekonomi, melainkan lebih didasari rasa kekhawatiran besar agar tidak terjadi musibah yang merenggut korban jiwa. Pasalnya, hingga saat ini satu-satunya sarana penyeberangan yang tersedia dan digunakan sehari-hari oleh masyarakat hanyalah perahu sederhana buatan warga, yang dijalankan atas dasar inisiatif perseorangan. Jasa penyeberangan ini memang dikenakan biaya yang sangat murah dan terjangkau oleh kantong warga, namun di balik kemudahan biaya itu tersimpan risiko bahaya yang sangat besar, sebab sarana tersebut sama sekali tidak memiliki standar kelayakan maupun jaminan keselamatan yang memadai apabila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan, cuaca buruk, atau hal tak terduga lainnya di tengah aliran sungai.

Tingkat kerawanan dan bahaya yang mengancam jiwa serta harta benda warga tersebut akan berlipat ganda menjadi jauh lebih mengerikan saat debit air Kali Pasir atau aliran Way Bungur sedang mengalami pasang tinggi atau meluap, yang kerap terjadi pada saat memasuki musim penghujan. Arus air yang menjadi sangat deras, deras, dan bergelora kuat pada masa itu, berubah menjadi ancaman nyata yang setiap saat siap menelan apa saja yang ada di atas permukaannya. Di saat seperti itu, penyeberangan dengan perahu sederhana menjadi sebuah tindakan yang sangat berisiko tinggi, hampir bisa dikatakan mempertaruhkan nyawa, namun sayangnya hal itu tetap harus dilakukan oleh warga karena tidak ada alternatif jalan lain yang dapat dilalui.

Berangkat dari kondisi keprihatinan yang sangat mendalam ini, tuntutan agar segera dibangun jembatan permanen di Kali Pasir Way Bungur, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, menjadi mutlak dan sangat mendesak untuk segera dipenuhi. Pembangunan ini tidak hanya penting dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan yang menjadi hak seluruh warga bangsa Indonesia, sebagai amanat kemerdekaan yang kita raih bersama demi menyongsong visi besar Indonesia Emas tahun 2045. Lebih dari itu, keberadaan jembatan tersebut adalah keharusan nyata demi menjamin keselamatan, kenyamanan, dan hak dasar setiap warga negara untuk menikmati kemerdekaan dalam arti yang sesungguhnya; yaitu kemerdekaan yang diikuti dengan kesejahteraan lahir dan batin, kesejahteraan yang dirasakan merata hingga ke pelosok desa, serta perlindungan penuh atas hak hidup dan keselamatan rakyat.

Lebih menyayat hati lagi, sarana penyeberangan sederhana tanpa jaminan keamanan ini ternyata juga menjadi jalan satu-satunya yang harus ditempuh oleh anak-anak usia sekolah yang sedang menempuh pendidikan. Gambar-gambar rekaman kondisi lapangan yang dikirimkan ke redaksi, diambil secara amatiran apa adanya tanpa rekayasa atau unsur dramatisasi berlebihan, namun justru gambaran polos itulah yang menyentuh hati, memperlihatkan bagaimana para pelajar harus menempuh risiko bahaya setiap hari demi menuntut ilmu. Fakta ini seharusnya menjadi alarm keras dan peringatan serius yang mustahil diabaikan oleh semua pihak yang berkepentingan, utamanya bagi Pemerintah Kecamatan Purbolinggo maupun Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Segala daya upaya harus segera digerakkan dan dipersatukan untuk mewujudkan pembangunan fasilitas penyeberangan yang layak, aman, dan permanen demi melindungi generasi penerus bangsa.

Selain persoalan krusial di Kali Pasir Way Bungur, data dan laporan yang diterima redaksi juga mengungkapkan kondisi serupa yang memilukan di berbagai wilayah lain yang tergolong daerah tertinggal di Kabupaten Lampung Timur. Masih banyak titik lokasi pembangunan yang hingga saat ini belum memperoleh perhatian serius dari pemerintah, terutama menyangkut kondisi jalan raya penghubung antarwilayah yang sangat buruk, rusak parah, dan tidak terawat. Jalan-jalan utama tersebut sebagian besar belum dilakukan pengerasan, baik menggunakan aspal maupun semen cor, sehingga permukaannya masih berupa tanah atau batu yang berdebu saat kemarau dan berubah menjadi becek berlumpur saat hujan turun.

Kondisi jalan yang sangat memprihatinkan ini sangat menghambat aktivitas ekonomi utama masyarakat setempat, terutama dalam proses pengangkutan hasil bumi dan panen dari kebun-kebun menuju ke pusat kota atau pasar induk. Sebaliknya, pengiriman barang kebutuhan pokok dan pangan yang diperlukan penduduk setempat juga menjadi sulit, mahal, dan berisiko merusak kendaraan pengangkut. Padahal, kelancaran akses jalan adalah urat nadi perekonomian desa yang menjadi kunci kesejahteraan rakyat.

Seluruh rangkaian fakta yang terungkap ini menjadi bukti nyata bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lampung Timur masih sangat jauh dari harapan, serta masih banyak pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan. Kondisi ini mengundang keprihatinan seluruh lapisan masyarakat, dan menjadi tantangan berat bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk segera bertindak nyata, memprioritaskan keselamatan warga, serta mewujudkan fasilitas publik yang layak agar tidak ada lagi warga negara yang tertinggal dalam menikmati kemajuan bangsa.

(TIM REDAKSI)
(Jakarta, 8 Mei 2026 – Jacob Ereste)