Beranda blog

Selamat Ulang Tahun Pak Ivan/ Teodorus Simarmata SH MHum

0

Samosir, w


arta.in – Selamat Ulang Tahun Adinda Teodorus Simarmata SH MHum 29/6/2026. Rhema untuk hari ini dari Kolose 3:1–2*Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.*👉Rasul Paulus dalam firman Tuhan mengingatkan kita bahwa hidup tujuan hidup kita bukan di dunia ini, melainkan di sorga kelak yang disediakan Kristus oleh kebangkitan-Nya, sehingga kita harus mencari-Nya.
👉Di zaman yang penuh tantangan sekaligus banyak godaan yang menggiurkan, kekhawatiran, dan ambisi duniawi, firman ini mengajak kita untuk memprioritaskan perkara sorgawi sebab dari Dia-lah hidup kita dan akan kembali pada-Nya.
👉Memang kebutuhan duniawi penting karena kita kita masih tinggal di dunia, namun jauh lebih penting mengutamakan perkara sorgawi agar kita hidup sesuai kehendak-Nya.
👉Mencari perkara sorgawi berarti senantiasa lebih dulu hidup bersekutu dengan Tuhan, sebab Dia yang menjamin hidup kini dan esok. Amin. IMMANUEL, Shalom (red-Dr drh R Wendeilyna Simarmata MSi CMed CPP CIJ CPW)

Sinergi Ulama-Umara: Firdaus Hasbullah Tekankan Peran Strategis PCNU Kawal Pembangunan PALI

0

Sinergi Ulama-Umara: Firdaus Hasbullah Tekankan Peran Strategis PCNU Kawal Pembangunan PALI

Warta.in//PALI, 29 Juni 2026 – Di tengah padatnya agenda kerja legislatif, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., menyempatkan diri untuk hadir dan membuka secara resmi Konferensi Cabang (Konfercab) III Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten PALI.

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh rasa kebersamaan ini digelar Senin (29/6/2026), bertempat di Gedung Lantai II Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Mamba’ul Hikam PALI, Jalan Merdeka KM 10, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi.Kehadiran tokoh politik terkemuka yang akrab disapa FH ini disambut hangat oleh jajaran ulama, pengurus PCNU, badan otonom (Banom) NU, serta ratusan tamu undangan yang memadati lokasi acara. Kehadirannya dinilai sebagai bentuk komitmen nyata umara (pemerintah/legislatif) dalam mendukung eksistensi organisasi keagamaan di Bumi Serepat Serasan.

Pilar Persatuan di Tengah Disrupsi GlobalDalam sambutannya, Firdaus Hasbullah menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama senantiasa menjadi pilar persatuan yang kokoh dalam menjaga kondusivitas, kedamaian, serta kerukunan umat di Kabupaten PALI. Ia menggarisbawahi pentingnya kemitraan yang harmonis antara ulama dan umara demi kelancaran roda pembangunan daerah, “Di tengah dinamika zaman dan disrupsi global yang luar biasa saat ini, peran jam’iyah Nahdlatul Ulama menjadi sangat krusial. NU memiliki andil besar, khususnya dalam menjaga dan membina mental spiritual masyarakat, serta memperkuat ketahanan keluarga dan persatuan umat,” ujar politisi senior dari Partai Demokrat tersebut.

Lebih lanjut, FH menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya musyawarah tertinggi tingkat cabang ini. Ia berharap momentum Konfercab III dapat melahirkan kepengurusan yang solid, adaptif, serta mampu merumuskan program kerja inovatif yang sejalan dengan visi kemajuan Kabupaten PALI, “Selamat melaksanakan Konfercab III. Semoga hasil-hasil keputusan yang dirumuskan membawa keberkahan dan kemajuan, tidak hanya bagi internal organisasi, tetapi juga bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten PALI,” tambahnya.

Bukan Sekadar Suksesi KepemimpinanUsai mengikuti prosesi pembukaan, Firdaus Hasbullah kembali menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar PCNU Kabupaten PALI atas kedewasaan berorganisasi yang ditunjukkan dalam forum ini. Menurutnya, Konfercab memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar pergantian nakhoda organisasi, “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama PALI. Forum musyawarah ini bukan sekadar memilih anggota pengurus baru, tetapi menjadi wadah strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyusun program kerja yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat komitmen pengabdian kepada umat, bangsa, dan daerah,” papar Firdaus.

Ia juga memuji konsistensi NU dalam mengusung nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Nilai-nilai inilah yang dinilai berhasil menjadikan NU sebagai penguat moderasi beragama, benteng toleransi, perekat persaudaraan, dan pengobar semangat cinta tanah air. Tantangan Zaman dan Kemitraan StrategisMenutup pernyataannya, Firdaus mengingatkan bahwa tantangan zaman ke depan akan semakin kompleks. Mulai dari derasnya arus informasi dan hoaks, potensi polarisasi sosial, krisis moral generasi muda, hingga persoalan penguatan ekonomi umat pasca-pandemi. Dalam situasi seperti ini, kehadiran NU yang sejuk sangat dibutuhkan sebagai penstabil kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kabupaten PALI membutuhkan NU yang kuat, mandiri, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah. Kita harus bahu-bahu dalam membangun masyarakat yang religius, moderat, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Konfercab III PCNU Kabupaten PALI ini berjalan dengan aman dan lancar, Agenda utama forum lima tahunan ini meliputi evaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya, penyusunan peta jalan (roadmap) program kerja untuk lima tahun ke depan, serta pemilihan Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten PALI untuk periode berikutnya.

 

(Muhamad Randi)

LBH IRO YUDHO WICAKSONO Siapkan Program P4GN dan Rehabilitasi Bersama BNN Kota Kediri

0

Kediri, 29 Juni 2026 – Menindaklanjuti hasil pertemuan rutin LBH IRO YUDHO WICAKSONO yang salah satu pembahasannya terkait program Yayasan Rehabilitasi Narkoba Griya Damar Panuluh (GDP) yang akan dijalankan sebagai bagian dari pengembangan program sosial dan kemasyarakatan LBH IRO YUDHO WICAKSONO, pada hari Senin (29/06/2026) LBH IRO YUDHO WICAKSONO melaksanakan audiensi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri.

 

Audiensi tersebut diterima dan diwakili secara langsung oleh Kepala BNN Kota Kediri, Bapak Yudha Wirawan, S.E., M.M. Sementara dari pihak LBH IRO YUDHO WICAKSONO hadir Ketua DPD Jawa Timur Adv. Muhammad Taufiq, S.H., CLA., Sekretaris Jenderal DPD Jawa Timur Joko Widodo, S.T., Humas DPD Sahru Munir, serta Firdaus selaku perwakilan DPC Kota Kediri.

 

Dalam pertemuan tersebut, LBH IRO YUDHO WICAKSONO menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi fokus program ke depan, antara lain:

 

1. Mendorong pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi di tingkat desa maupun lingkungan kampus terkait Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), termasuk memberikan pemahaman mengenai dampak hukum akibat penyalahgunaan narkoba.

 

2. Mengajukan rencana kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Yayasan Rehabilitasi Griya Damar Panuluh (GDP) dengan BNN Kota Kediri, khususnya dalam bidang layanan rehabilitasi berupa rawat jalan maupun rawat inap bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan rehabilitasi.

 

Ketua DPD Jawa Timur LBH IRO YUDHO WICAKSONO, Adv. Muhammad Taufiq, S.H., CLA., menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan langkah awal membangun sinergi yang lebih luas dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika serta meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.

 

“Kami berharap melalui sinergi yang baik bersama BNN Kota Kediri, program-program yang akan dijalankan tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya narkoba, tetapi juga menghadirkan solusi melalui layanan rehabilitasi yang tepat dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

LBH IRO YUDHO WICAKSONO berharap langkah awal ini dapat menjadi bentuk komitmen nyata dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika serta memperkuat kolaborasi lintas sektor demi terciptanya masyarakat yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Selamat Ulang Tahun Marina br Sijabat [Ny Nikolas Sinar Naibaho] di Hutaparik Pangururan

0

Samosir, warta.in – Selamat Ulang Tahun Pariban Marina br Sijabat ST MBA Ny Nikolas Sinar Naibaho MBA di Hutaparik Pangururan Samosir, 29/6/2026.
Dalam Terang Firman Tuhan didasarkan pada Kitab Filemon 1:4-7. Kasih Yang Menggembirakan Dan Menguatkan. Hidup bersama dalam Kristus akan mentransformasi hidup kita untuk saling menerima satu sama lain dan tentu dewasa dalam iman, dengan demikian Tuhan memakai kita sebagai alatNya menjadi berkat bagi sesama.

Tidak perlu menjadi orang besar untuk dapat Tuhan pakai manjadi alatnya namun dengan kasih yang tulus dan iman yang sejati kita dapat menerima dan menunaikan tugas dan panggilan itu

kiranya kita boleh setia dalam panggilan kita yang dari Tuhan. Jika kita diberi yang besar, bersyukurlah dan jalani dengan penuh kegentaran. Jika kita dipanggil menjadi yang kecil, tetaplah bersyukur dan lakukanlah pelayanan yang Tuhan berikan dengan sungguh-sungguh dan dengan segenap hati, lakukanlah semuanya itu demi nama Tuhan dipermuliakan (red)

Program Akselerasi Akuisisi Produk BRI x FC Barcelona di Sogo Mall Kota Kasablanka

0

Warta.in Bank BRI kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi layanan perbankan melalui penyelenggaraan Program Akselerasi Akuisisi Produk BRI x FC Barcelona yang berlangsung pada 15–21 Juni 2026 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi BRI untuk memperluas akuisisi nasabah baru, meningkatkan penggunaan layanan digital BRImo, serta memperkenalkan berbagai produk unggulan BRI kepada masyarakat.

Melalui kolaborasi strategis bersama BRI X FC Barcelona, BRI menghadirkan pengalaman yang lebih menarik bagi para pengunjung dengan memperkenalkan berbagai solusi perbankan modern. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat memperoleh edukasi mengenai pembukaan rekening, aktivasi BRImo, produk simpanan, serta beragam layanan transaksi digital yang cepat, aman, dan mudah digunakan.

Salah satu daya tarik utama dalam program ini adalah hadirnya produk-produk BRI yang mengusung branding eksklusif FC Barcelona, seperti Kartu Debit BRI edisi FC Barcelona dan Kartu BRIZZI edisi FC Barcelona.

Kehadiran desain eksklusif tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara BRI dan salah satu klub sepak bola terbesar di dunia, sekaligus memberikan nilai tambah bagi nasabah, khususnya para penggemar FC Barcelona. Melalui kolaborasi ini, BRI tidak hanya menghadirkan layanan perbankan yang inovatif, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih personal dan membanggakan bagi para pengguna produk BRI.

Program ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari para pengunjung Mall Kota Kasablanka. Tingginya antusiasme masyarakat dalam membuka rekening, mengaktifkan BRImo, serta memiliki produk berbranding FC Barcelona menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap layanan dan inovasi yang terus dikembangkan oleh BRI.

Melalui sinergi antara BRI, FC Barcelona, dan Sogo, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat inklusi keuangan, mendorong percepatan transformasi digital, serta meningkatkan loyalitas nasabah terhadap produk dan layanan BRI. Keberhasilan program ini sekaligus mempertegas posisi Bank BRI sebagai bank yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah, dengan menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat citra positif perusahaan di tengah masyarakat.

Kapolres Jember Pimpin Sertijab Wakapolres, PJU dan Kapolsek Jajaran

0

Warta.in, Jember – Sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek jajaran di lingkungan Polres Jember resmi berganti dalam upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, di halaman Mapolres Jember, Senin pagi (29/6/2026).

Prosesi sertijab berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para pejabat utama, para Kapolsek jajaran, perwira, anggota Polres Jember, serta Bhayangkari Cabang Jember.
Dalam amanatnya, Kapolres Jember menyampaikan bahwa serah terima jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang biasa dan senantiasa terjadi sebagai bagian dari dinamika organisasi.

“Serah terima jabatan ini merupakan wujud pembinaan personel dalam rangka penyegaran organisasi, pengembangan karier, peningkatan kinerja, serta regenerasi kepemimpinan guna menjawab tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks,” ujar AKBP Bobby A. Condroputra.

Kapolres menegaskan bahwa setiap jabatan yang diemban merupakan amanah sekaligus bentuk kepercayaan dari pimpinan yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada institusi Polri, masyarakat, maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Adapun pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan di lingkungan Polres Jember, yakni:
• Jabatan Wakapolres Jember dari KOMPOL Ferry Dharmawan, S.Psi., S.I.K. kepada KOMPOL Anthonio Effan Sulaiman, S.I.K., M.A.
• Jabatan Kabaglog dari KOMPOL Akhmad Musofah, S.H. kepada KOMPOL Nurmala, S.H., S.I.K.
• Jabatan Kabagren dari AKBP Drs. Moh. Sudariyanto kepada AKP Subagiyo, S.H.
• Jabatan Kabagsdm dari KOMPOL Nurmala, S.H., S.I.K. kepada KOMPOL Ma’ruf, S.Sos.
• Jabatan Kasatlantas dari AKP Bernardus Bagas S., S.Tr.K., S.I.K., M.S.S.S. kepada AKP Ade Andini, S.T.K., S.I.K., M.H.
• Jabatan Kasatreskrim dari AKP Angga Riatma, S.Tr.K., S.I.K., M.H. kepada IPTU Ario Senopati J., S.Tr.K., S.I.K., CPHR.
• Jabatan Kapolsek Arjasa dari AKP Subagiyo, S.H. kepada AKP Gusti Almasri Pratama, S.Tr.K., S.I.K.
• Jabatan Kapolsek Jelbuk dari AKP Brisan Iman Nulla kepada IPTU Irfan Ansori, S.H.

Kapolres Jember juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di Polres Jember. Kepada pejabat baru, Kapolres berharap agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru dan terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

Dengan pergantian sejumlah pejabat tersebut, diharapkan Polres Jember semakin solid dan profesional dalam memberikan pelayanan, perlindungan, serta pengayoman kepada masyarakat, sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan tugas kepolisian yang semakin dinamis di masa mendatang.

Creator Pers, Evolusi Wartawan di Era Attention Economy

0

Samosir, warta.in – Creator Pers: Evolusi Wartawan di Era Attention Economy

Ada satu kenyataan yang perlahan mulai diterima, tetapi belum berani diakui secara terbuka: profesi wartawan telah berubah secara fundamental.

Yang berubah bukan fungsi pers sebagai pilar demokrasi, bukan pula kewajiban jurnalistiknya. Yang berubah adalah cara kerja, kompetensi, ekosistem, dan medan pertarungannya.

Ironisnya, perubahan itu terjadi sangat cepat, sementara cara pandang terhadap profesi wartawan masih tertinggal di masa lalu.

Kita masih membayangkan wartawan sebagai sosok yang datang ke lokasi membawa buku catatan, melakukan wawancara, menulis berita, lalu menyerahkannya kepada editor.

Gambaran itu memang pernah benar. Namun, hari ini, hampir tidak ada lagi ruang redaksi yang bekerja seperti itu. Wartawan modern datang ke lokasi dengan telepon pintar di tangan.

Ia merekam video vertikal, mengambil foto, melakukan siaran langsung, menulis berita, membuat naskah video, mengedit sendiri, memilih thumbnail, menambahkan subtitle, lalu mendistribusikannya ke TikTok, Instagram, YouTube Shorts, Facebook, X, dan berbagai platform digital lainnya.

Setelah itu pekerjaannya belum selesai. Ia harus membaca data performa, memahami algoritma, melihat retensi penonton, mengukur engagement, dan memikirkan bagaimana karya jurnalistiknya menjangkau lebih banyak masyarakat.

Kalau dicermati secara jujur, aktivitas itu hampir identik dengan pekerjaan seorang content creator.

Di sinilah batas antara pekerja pers dan pekerja ekonomi kreatif semakin menipis.

Perbedaannya bukan lagi terletak pada kamera yang digunakan, aplikasi editing yang dipakai, ataupun platform distribusi yang dipilih.

Bahkan keduanya sering menggunakan perangkat yang sama, memproduksi format konten yang sama, dan berburu perhatian audiens di ruang digital yang sama.

Yang membedakan hanyalah satu hal yang sangat mendasar: disiplin jurnalistik.

Seorang content creator bebas menentukan sudut pandang, gaya penyajian, bahkan tujuan ekonominya.

Sebaliknya, seorang wartawan tetap terikat pada verifikasi, keberimbangan, independensi, kepentingan publik, dan kode etik jurnalistik.

Nilai-nilai itulah yang menjaga agar informasi tidak berubah menjadi sekadar komoditas.

Karena itu, menurut saya, istilah “wartawan” saja tidak lagi cukup untuk menggambarkan profesi ini.

Profesi ini telah berevolusi menjadi sesuatu yang lebih luas.

Saya menyebutnya Creator Pers.

Creator Pers adalah pekerja pers yang menghasilkan, mengemas, dan mendistribusikan karya jurnalistik dalam berbagai format digital dengan tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik.

Istilah ini bukan sekadar permainan kata. Ia adalah pengakuan terhadap perubahan besar yang sedang berlangsung di industri media.

Selama bertahun-tahun, industri pers sering memosisikan diri seolah berbeda dengan industri kreatif. Seolah-olah media hanya memproduksi berita, sementara industri kreatif menghasilkan konten.

Padahal jika dilihat dari proses produksinya, media hari ini adalah salah satu industri kreatif terbesar di Indonesia.

Produk yang dihasilkan media bukan lagi sekadar teks. Yang diproduksi setiap hari adalah video pendek, video panjang, podcast, infografik, carousel, siaran langsung, newsletter, hingga konten interaktif. Semua itu merupakan karya kreatif yang lahir dari proses editorial.

Perbedaannya hanya satu. Creator Pers menghasilkan karya kreatif yang berbasis fakta dan verifikasi.

Perubahan ini semakin nyata sejak perhatian manusia menjadi komoditas paling mahal di era digital. Kita hidup dalam apa yang sering disebut sebagai attention economy.

Nilai sebuah konten tidak lagi hanya diukur dari kualitas produksinya, tetapi juga dari kemampuannya merebut perhatian publik di tengah banjir informasi yang tidak pernah berhenti.

Pers tidak mungkin menghindari kenyataan ini.

Jika berita tidak mampu menarik perhatian, maka berita itu tidak akan dibaca. Jika video jurnalistik gagal menghentikan jempol pengguna media sosial, maka informasi yang benar akan kalah oleh konten yang lebih sensasional.

Dalam situasi seperti ini, kemampuan menciptakan konten yang menarik bukan lagi sekadar nilai tambah. Ia telah menjadi kompetensi inti seorang pekerja pers.

Inilah sebabnya mengapa ruang redaksi modern kini membutuhkan kemampuan yang jauh melampaui keterampilan menulis.

Wartawan harus memahami visual storytelling. Harus mampu berbicara di depan kamera. Harus menguasai editing video. Harus memahami optimasi platform digital.

Harus mampu membaca data audiens. Bahkan mulai akrab dengan kecerdasan buatan untuk mempercepat proses produksi tanpa mengorbankan akurasi.

Mereka bukan hanya reporter.

Mereka adalah produser konten jurnalistik.

Mereka adalah kreator informasi.

Mereka adalah Creator Pers.

Sayangnya, perubahan besar ini belum sepenuhnya diikuti oleh cara kita membangun ekosistem profesi. Banyak lembaga pendidikan jurnalistik masih menyiapkan lulusan untuk ruang redaksi yang sudah berubah.

Banyak perusahaan media masih mengukur produktivitas dengan paradigma lama. Bahkan sebagian regulasi masih memandang wartawan sebagai profesi yang bekerja hanya untuk media konvensional.

Padahal, hari ini masyarakat tidak lagi mencari berita berdasarkan merek media. Mereka mencari informasi melalui platform.

Berita pertama yang mereka lihat bisa datang dari TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, atau WhatsApp.

Bagi generasi muda, halaman depan media bukan lagi beranda situs berita, melainkan halaman “For You”.

Kalau distribusi informasi sudah berubah total, mengapa kita masih mendefinisikan profesinya dengan cara lama?

Mengakui istilah Creator Pers bukan berarti menghilangkan identitas wartawan. Justru sebaliknya.

Istilah ini mempertegas bahwa profesi pers telah berkembang mengikuti perubahan teknologi, tanpa meninggalkan fondasi etikanya.

Kita juga harus berhenti mempertentangkan pers dengan ekonomi kreatif. Pers adalah bagian dari ekonomi kreatif. Pers menghasilkan kekayaan intelektual. Pers menciptakan karya orisinal.

Pers membangun narasi, visual, audio, dan pengalaman digital yang dikonsumsi jutaan orang setiap hari. Aktivitas itu adalah proses kreatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai sosial.

Tentu, Creator Pers tidak boleh terjebak menjadi pemburu algoritma semata. Ketika perhatian menjadi mata uang baru, godaan untuk mengejar viralitas dengan mengorbankan akurasi selalu ada.

Di sinilah perbedaan paling mendasar antara Creator Pers dan content creator biasa. Creator Pers boleh memahami algoritma, tetapi tidak boleh tunduk kepadanya.

Ia memanfaatkan platform digital sebagai saluran distribusi, bukan menjadikan algoritma sebagai penentu kebenaran.

Masa depan industri pers tidak akan ditentukan oleh siapa yang paling banyak menulis berita.

Masa depan pers akan ditentukan oleh siapa yang paling mampu mengubah fakta menjadi konten yang dipercaya, menarik, mudah dipahami, dan mampu menjangkau publik seluas mungkin.

Di era attention economy, perhatian memang harus direbut. Namun, perhatian yang diperoleh melalui manipulasi akan cepat hilang.

Sebaliknya, perhatian yang dibangun di atas kredibilitas akan melahirkan kepercayaan. Dan kepercayaan adalah aset terbesar yang dimiliki pers.

Karena itu, saya percaya profesi ini membutuhkan cara pandang baru. Bukan untuk meninggalkan jurnalisme, melainkan untuk menyelamatkannya agar tetap relevan.

Wartawan hari ini bukan lagi sekadar penulis berita. Ia adalah kreator yang bekerja dengan disiplin jurnalistik, menghubungkan fakta dengan publik melalui berbagai format dan platform.

Sudah saatnya kita menyebut mereka dengan nama yang mencerminkan realitas zaman.

Creator Pers. Bukan karena jurnalisme telah berubah menjadi industri hiburan, melainkan karena cara jurnalisme diproduksi dan didistribusikan telah berevolusi.

Nilai-nilai pers tetap sama. Yang berubah adalah cara menghadirkannya kepada masyarakat.

Dan mereka yang mampu menguasai perubahan itulah yang akan menentukan masa depan industri media Indonesia. Tulisan Agus Sulistriyono – CEO Promedia Group (red Dr drh R Wendeilyna Simarmata MSi CMed CPP CIJ CPW)

Kapolres Pimpin Ziarah dan Tabur Bunga di TMP, Maknai Hari Bhayangkara ke-80 dengan Semangat Pengabdian

0

MERANTI – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Ziarah Makam Pahlawan dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (29/6/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., serta diikuti para Pejabat Utama Polres Kepulauan Meranti, Pengurus Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti, dan seluruh personel Polres Kepulauan Meranti.

Prosesi berlangsung dengan penuh khidmat, diawali pembukaan oleh pembawa acara, penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga oleh Kapolres selaku pimpinan rombongan, pembacaan doa, penghormatan terakhir, hingga dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di pusara para pahlawan yang diikuti seluruh peserta upacara.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi mengatakan, ziarah makam pahlawan bukan sekadar agenda seremonial dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, tetapi merupakan momentum penting untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan kembali nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, loyalitas, serta semangat pengabdian kepada seluruh personel Polri. Pengorbanan para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi kita untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Menurutnya, kehadiran seluruh jajaran Polres bersama Bhayangkari dalam kegiatan tersebut juga menjadi wujud soliditas, kekompakan, dan komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat jiwa korsa di lingkungan Polri.

Ia menambahkan, pelaksanaan upacara yang berlangsung tertib, aman, dan penuh khidmat mencerminkan profesionalisme personel dalam menjalankan setiap tugas, termasuk kegiatan seremonial kenegaraan yang sarat makna.

“Semangat perjuangan para pahlawan harus terus hidup dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Kami berharap momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini semakin memotivasi seluruh personel untuk meningkatkan kualitas kinerja, menjaga kepercayaan masyarakat, dan mewujudkan Polri yang Presisi,” tegasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.

Rilis Humas Polres Kepulauan Meranti

Inisial F.N Diduga Terlibat Kasus Penganiayaan Dan Pengancaman Di Ulunoyo Diamankan, Polsek Lolowa,u

0

Nias Selantan,warta.in.–Suasana Desa Borowosi, Kecamatan Ulunoyo, Nias Selatan, Diduga Memanas Pada Minggu Malam, 28 Juni 2026. Personel Polsek Lolowau Diduga Melakukan Operasi Pengamanan Terhadap Seorang Pria Yang Dilaporkan Terkait Dugaan Kasus Penganiayaan Dan Pengancaman Terhadap Sofunasokhi Halawa.

Langkah Tersebut Dilakukan Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/SSTLP/B/3/I/2026/SPKT/Polsek Lolowau/Polres Nias Selatan/Polda Sumatera Utara.

Dipimpin Langsung Oleh Pelaksana Tugas Kapolsek Lolowau, Ipda Simon Sitorus, S.H., Delapan Personel Diduga Bergerak Cepat Setelah Menerima Informasi Dari Masyarakat. Target Operasi Adalah Pria Berinisial F.N. Alias Ama Atisia Ndruru Yang Diduga Berada Di Kediamannya.

Detik-Detik Pengamanan Di Loteng Rumah

Berdasarkan Keterangan Pihak Kepolisian, Saat Tim Tiba Di Lokasi Sekitar Pukul 20.00 WIB, Pria Berinisial F.N. Diduga Berada Di Bagian Atas Rumah.

Di Waktu Yang Sama, Dua Orang Lainnya Berinisial D.N. Dan N.N. Yang Diduga Berada Di Dalam Rumah, Diduga Meninggalkan Lokasi Melalui Jendela Saat Mengetahui Kedatangan Petugas.

Pihak Kepolisian Menyatakan, Proses Pengamanan Terhadap F.N. Diduga Tidak Berjalan Mudah,Yang Bersangkutan Diduga Sempat Melakukan Perlawanan Sehingga Petugas Harus Bertindak Tegas Dan Terukur Sesuai Standarl Operasional Prosedur Untuk Mengamankannya, Ujar Ipda Simon Sitorus, S.H.

Dibawa Ke Polres Untuk Pendalaman Lebih Lanjut
Sekitar Pukul 23.00 WIB, Pria Berinisial F.N. Diduga Berhasil Diamankan Dan Segera Dibawa Ke Polres Nias Selatan Menggunakan Kendaraan Dinas Polsek Lolowau Guna Menjalani Proses Pemeriksaan Dan Pendalaman Perkara.

Hingga Berita Ini Ditayangkan, Pihaknya Diduga Telah Tiba Di Mapolres Nias Selatan.

Perburuan Dua Orang Lainnya Masih Berlangsung
Ipda Simon Sitorus Menegaskan, Pihaknya Tidak Akan Menghentikan Upaya Hingga Seluruh Pihak Yang Dilaporkan Dalam LP Tersebut Dapat Dimintai Keterangan.
Kami Masih Intens Melakukan Pengejaran Terhadap Dua Orang Lainnya. Kami Pastikan Proses Hukum Akan Berjalan Sesuai Ketentuan Yang Berlaku Tanpa Terkecuali, Tegasnya.

Suksess, Public Expose PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma, Tbk di 2026

0

Warta.in | Jakarta – PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk, mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Public Expose dengan mengusung tema “Strong Foundation, Moving Forward”, Perseroan memaparkan perkembangan industri otomotif nasional, kinerja operasional dan keuangan perusahaan, serta strategi bisnis yang akan dijalankan untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah perubahan pasar dan meningkatnya tren kendaraan elektrifikasi.

Agenda utama RUPS dan Public Expose meliputi antara lain:

Pertama, Persetujuan Laporan Tahunan 2025, termasuk pengesahan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan Konsolidasian.

Kedua, Persetujuan Penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk Tahun Buku 2025.

Ketiga, pengangkatan kembali atau perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris.

Keempat, Penetapan gaji, tunjangan, dan honorarium bagi anggota Direksi serta Dewan Komisaris.

Kelima, menyetujui dan mengangkat Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yaitu, Benny Redjo Setyono selaku Direktur Utama, Harsono Dinata selaku Direktur, Paulus Totok Lusida selaku Komisaris Utama, Darmawan Widjaja selaku Komisaris Independen serta Himawan Gunadi selaku Komisaris Independen.

Keenam, menyetujui tempat kedudukan Perseroan yang semula berkedudukan di Tangerang Selatan menjadi berkedudukan di Jakarta Selatan.

PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) menegaskan ketahanan bisnisnya di tengah perlambatan industri otomotif nasional dengan membukukan pendapatan sebesar Rp4,732 triliun dan laba bersih sebesar Rp148 miliar sepanjang tahun 2025.

Capaian tersebut dipaparkan dalam Public Expose Tahunan 2026 yang digelar secara hybride bertempat di Veranda Hotel Pakubuwono, Mahogany Room Lantai 1, Jalan Kyai Maja No. 63, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. pada Kamis (25/6/2026).

Acara dibuka oleh Benny Redjo Setyono selaku Direktur Utama PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk, yang memperkenalkan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Selanjutnya, paparan publik disampaikan oleh Yosef selaku Investor Relations yang menjelaskan kondisi industri otomotif terkini, pencapaian perusahaan, serta prospek bisnis ke depan.

Foto: Bapak Benny Redjo Setyono selaku Direktur Utama PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma, Tbk

Dalam sambutannya, Benny Redjo Setyono selaku Direktur Utama PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk menyampaikan bahwa industri otomotif nasional masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perlambatan daya beli masyarakat, ketidakpastian ekonomi global, hingga perubahan perilaku konsumen yang semakin dinamis.

Meski demikian, Perseroan mampu menjaga stabilitas usaha melalui penerapan efisiensi operasional, penguatan jaringan bisnis, serta pengelolaan modal kerja yang disiplin.

“Perseroan terus menjaga fundamental bisnis yang kuat melalui efisiensi operasional, pengendalian biaya, dan penguatan ekosistem otomotif yang telah dibangun selama puluhan tahun,”ucapnya.

Foto: Bapak Benny Redjo Setyono selaku Direktur Utama PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma, Tbk

Lanjut Benny, Dalam kesempatan tersebut, Perseroan juga memperkenalkan susunan manajemen yang saat ini terdiri dari Paulus Totok Lusida sebagai Komisaris Utama, Darmawan Widjaja sebagai Komisaris Independen, dan Himawan Gunadi sebagai Komisaris Independen. Sementara jajaran Direksi terdiri dari Benny Redjo Setyono sebagai Direktur Utama dan Hartono Dinata sebagai Direktur.

“Sebagai grup otomotif yang telah berdiri lebih dari lima dekade, Bintraco Dharma memiliki rekam jejak panjang dalam membangun ekosistem otomotif terintegrasi. Perseroan berdiri pada tahun 1969 sebagai holding company dengan akar bisnis yang bermula dari PT Ratna Dewi Motor pada tahun 1961 sebagai dealer Toyota,”ujarnya.

Foto: Bapak Benny Redjo Setyono selaku Direktur Utama PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma, Tbk

Benny menambahkan, Seiring perkembangan industri otomotif nasional, Perseroan terus melakukan ekspansi melalui pembentukan PT Asmoco pada 1984, PT Andalan Finance pada 1995, Andalan Rental pada 2007, jaringan bengkel modern Carfix pada 2008, investasi di Bayauc Nasmoco Auctions pada 2016, hingga pendirian PT Carsworld Indonesia pada 2018 sebagai bagian dari transformasi digital grup.

“Saat ini Bintraco Group didukung oleh jaringan 24 dealer Toyota Nasmoco dan 18 bengkel modern Carfix yang tersebar di Jawa dan Bali, menjadikannya salah satu ekosistem otomotif terintegrasi yang kuat di Indonesia,”tambahnya.

Foto: Kokoh Yosef Yosef selaku Investor Relations

Dalam paparannya, Kokoh Yosef selaku Investor Relations yang menjelaskan bahwa pasar otomotif nasional masih mengalami tekanan sejak tahun 2023. Volume pasar nasional tercatat turun dari sekitar satu juta unit pada 2023 menjadi sekitar 803 ribu unit pada 2025. Namun demikian, pasar mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada kuartal pertama 2026 dengan pertumbuhan sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Toyota masih mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar nasional dengan pangsa pasar sekitar 29 persen pada triwulan pertama 2026. Di saat yang sama, kendaraan elektrifikasi terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kontribusi kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) telah mencapai sekitar 16 persen dari total pasar otomotif nasional.
Perseroan menilai tren elektrifikasi tersebut membuka peluang baru bagi industri otomotif Indonesia. Kendati demikian, tantangan seperti fluktuasi nilai tukar, kenaikan harga energi, dan ketidakpastian ekonomi global tetap perlu diantisipasi.
Sebagai wilayah utama operasional melalui jaringan Toyota Nasmoco, pasar otomotif Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami penurunan sekitar 31 persen sepanjang 2025. Meski demikian, kondisi pasar mulai menunjukkan kestabilan pada kuartal pertama 2026 dengan pertumbuhan yang relatif datar atau flat secara tahunan,”jelasnya.
Foto: Kokoh Yosef selaku Investor Relations
Lanjut Yosef, Toyota tetap m3enjadi pemimpin pasar di wilayah tersebut dengan pangsa pasar sekitar 27 persen. Perseroan juga mencermati meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan hybrid yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi infrastruktur dan kebutuhan konsumen saat ini.
Dari sisi penjualan, segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) masih menjadi kontributor utama bagi Perseroan. Toyota Avanza dan Toyota Innova tetap mendominasi penjualan berkat tingginya permintaan kendaraan keluarga di Indonesia.

Selain itu, Toyota Innova Zenix Hybrid mulai memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap total penjualan kendaraan. Pada segmen Low Cost Green Car (LCGC), Toyota Agya dan Toyota Calya juga tetap menunjukkan performa yang stabil.

Sementara itu, kendaraan komersial seperti Toyota Hilux dan Toyota Rangga menjadi penopang penting yang mampu menjaga kinerja penjualan di tengah perlambatan pasar,”tuturnya.

Foto: Kokoh Yosef selaku Investor Relations

Yosef menambahkan, Di tengah kondisi industri yang belum sepenuhnya pulih, Bintraco Dharma berhasil menjaga kinerja keuangan yang sehat. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp4,732 triliun sepanjang tahun 2025.

Hingga triwulan pertama 2026, pendapatan tercatat sebesar Rp1,131 triliun. Sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp148 miliar pada tahun 2025 dan sebesar Rp46 miliar hingga akhir Maret 2026,”tambahnya.

Manajemen menjelaskan bahwa penurunan laba relatif lebih kecil dibandingkan penurunan volume penjualan berkat keberhasilan program efisiensi yang diterapkan secara konsisten.

Program tersebut meliputi pengendalian biaya operasional, peningkatan gross profit margin, efisiensi distribusi, serta optimalisasi pengelolaan modal kerja yang mampu menjaga profitabilitas perusahaan.

Dari sisi posisi keuangan, Perseroan juga menunjukkan struktur permodalan yang kuat. Hingga akhir Maret 2026, total aset Bintraco Dharma tercatat sebesar Rp2,962 triliun.

Ekuitas meningkat menjadi Rp1,383 triliun, sementara total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp1,579 triliun melalui pengelolaan modal kerja yang lebih efisien dan pengurangan kewajiban jangka pendek.

Kondisi tersebut mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga likuiditas, memperkuat struktur permodalan, serta meningkatkan daya tahan bisnis di tengah tantangan industri otomotif nasional.

Ke depan, manajemen optimistis dapat mempertahankan kinerja positif sepanjang tahun 2026. Optimisme tersebut ditopang oleh kekuatan jaringan dealer Toyota Nasmoco, bengkel modern Carfix, layanan pembiayaan kendaraan, bisnis rental, hingga pengembangan ekosistem digital otomotif yang dimiliki grup.

Dengan fondasi bisnis yang kuat, pengalaman panjang di industri otomotif, serta strategi yang adaptif terhadap perubahan pasar, Bintraco Dharma meyakini mampu menciptakan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui tema “Strong Foundation, Moving Forward”, Perseroan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat daya saing, menangkap peluang pertumbuhan baru, dan melangkah maju di tengah transformasi industri otomotif Indonesia menuju era elektrifikasi dan digitalisasi,”tutupnya.

#PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma, Tbk

#Media Partners PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma, Tbk