Beranda blog

Waka DPRD PALI Firdaus Hasbullah. Sebut Program “Kades Masuk Kampus” di UI Sebagai Investasi Intelektual

0

Waka DPRD PALI Firdaus Hasbullah. Sebut Program “Kades Masuk Kampus” di UI Sebagai Investasi Intelektual

Warta.in//PALI, 29 Juni 2026 – Terpilihnya dua Kepala Desa asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, dalam program nasional “Kepala Desa Masuk Kampus” di Universitas Indonesia (UI) menuai apresiasi tinggi. Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, Firdaus Hasbullah, menyebut momentum ini sebagai investasi intelektual yang krusial bagi kemajuan dan tata kelola pemerintahan desa di Bumi Serepat Serasan.

Kedua pemimpin desa yang berhasil menembus seleksi nasional dan mewakili Provinsi Sumatera Selatan tersebut adalah:Arie Meidiansyah F, S.Pd., M.Pd. (Kepala Desa Babat) Rozali, A.Md. (Kepala Desa Betung Barat) Mereka dijadwalkan mengikuti program penguatan kapasitas di Kampus UI Depok mulai Senin (29/6/2026) hingga Kamis (2/7/2026).

Program Angkatan satu ( 1 ) ini diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri, sebagai wadah diseminasi praktik baik dan perencanaan berbasis data. Solusi Nyata, Bukan Sekadar Tugas Administratif Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, menegaskan bahwa keikutsertaan mereka harus membawa dampak konkret. Tantangan desa saat ini dinilai semakin kompleks, mulai dari transparansi keuangan, optimalisasi BUMDes, hingga digitalisasi pelayanan publik.”Ini adalah langkah progresif. Kepala desa kita menunjukkan kemauan besar untuk meng-upgrade kapasitas diri melalui pendidikan. Ini investasi intelektual yang akan berdampak langsung pada kualitas tata kelola desa,” ujar Firdaus saat dihubungi oleh tim media, Senin (29/6/2026).

Politisi Partai Demokrat ini juga memberikan penekanan khusus agar ilmu yang didapat dari UI tidak sekadar menjadi arsip meja kerja.”Harapan saya sederhana namun mendalam: pulanglah dengan membawa perubahan. Saya ingin ilmu dari UI itu diimplementasikan menjadi solusi atas persoalan di desa. Saya dan teman-teman di DPRD siap mengawal dan mendukung inovasi yang lahir dari program ini,” tegasnya.

Targetkan Diseminasi ke-65 Desa di PALI

DPRD PALI berkomitmen mendorong agar hasil pembelajaran dari UI ini ditularkan kepada seluruh kepala desa di Kabupaten PALI. Langkah ini diharapkan mampu memicu gerakan perubahan massal di total 65 desa yang tersebar di wilayah PALI.”Ini adalah role model. Jika Kades Babat dan Betung Barat sukses mengimplementasikan inovasi dari UI, ini akan menjadi pemantik bagi desa-desa lain untuk berbenah. Kami di DPRD PALI akan memberikan dukungan penuh, baik dari sisi regulasi maupun penganggaran,” tutup Firdaus optimis.

Selama empat hari, kedua kades tersebut akan menjalani rangkaian agenda intensif, termasuk kuliah umum, diskusi tata kelola pemerintahan, dan penyusunan kebijakan berbasis data untuk di bawa kembali ke daerah asal.

(Muhamad Randi)

Keren! Dua Kades Asal PALI Tembus Universitas Indonesia, Wakili Sumsel di Kancah Nasional

0

Keren! Dua Kades Asal PALI Tembus Universitas Indonesia, Wakili Sumsel di Kancah Nasional

Warta.in//PALU – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Dua Kepala Desa (Kades) terbaik dari “Bumi Serepat Serasan” resmi terpilih menjadi delegasi Provinsi Sumatera Selatan dalam program prestisius “Kepala Desa Masuk Kampus” yang digelar di Universitas Indonesia (UI), Depok.

Kedua sosok inovatif tersebut adalah Kepala Desa Babat (Kecamatan Penukal), Arie Meidiansyah F, S.Pd., M.Pd., dan kepala desa Betung Barat kecamatan ABAB, Rozali. A.Md, yang menilai rekam jejak inovasi, praktik baik (best practice), serta terobosan nyata dalam tata kelola pemerintahan desa. Program yang berlangsung mulai 29 Juni hingga 2 Juli 2026 ini merupakan kolaborasi strategis antara Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri dengan Universitas Indonesia.

Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari “Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026″.Dukungan Penuh Pemerintah Daerah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten PALI, Drs. Saprioma, M.Si., menyampaikan rasa bangga dan dukungan penuhnya saat dikonfirmasi pada Senin (29/6/2026).

Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa inovasi desa di PALI sudah diakui secara nasional.”Ini bukan sekadar penugasan, melainkan peluang strategis bagi mereka untuk mempertajam kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan tata kelola desa berbasis data. Saya berharap, sekembalinya dari UI nanti, mereka mampu membawa perubahan besar, terutama dalam optimalisasi pelayanan publik dan pengelolaan BUMDes,” ujar Saprioma.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten PALI untuk terus memfasilitasi para kepala desa agar melek inovasi demi kemajuan daerah, Godok Strategi Desa Modern di Kampus UISelama empat hari di Kampus Utama UI Depok, kedua kades akan mengikuti pelatihan intensif dan aplikatif. Selain menerima kuliah umum dari Menteri Dalam Negeri, mereka juga akan mendalami lima topik krusial:

Tata Kelola dan Kepemimpinan StrategisManajemen Informasi PublikPerencanaan, Keuangan, dan Aset Desa Berbasis DataHilirisasi BUMDes dan Ekonomi DesaInovasi Sosial dan Kemitraan Pemerintah Desa Menariknya, para peserta juga akan dibekali dengan metode design thinking untuk merancang solusi modern atas masalah-masalah di desa.

Keikutsertaan delegasi PALI ini menjadi bukti nyata bahwa desa-desa di Sumatra Selatan siap bertransformasi menjadi wilayah yang mandiri, inovatif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Langkah maju ini diharapkan mampu memicu motivasi bagi kades-kades lain di Kabupaten PALI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan mereka.

 

(Muhamad Randi)

Mahasiswa PBL FKM UNSRI Edukasi CTPS Lewat Program “Pahlawan Tangan Bersih” Ciptakan Generasi Sehat

0

Warta.In | Ogan Ilir – Upaya menanamkan budaya hidup bersih dan sehat sejak usia dini terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif di lingkungan sekolah. Salah satunya diwujudkan oleh Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) Kelompok 28 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) yang menggelar program “Pahlawan Tangan Bersih” di SD Muhammadiyah 29 Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir.

Program yang menyasar siswa-siswi kelas II sekolah dasar ini bertujuan membentuk kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit menular. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yakni Good Health and Well-being atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Berdasarkan wawancara eksklusif dengan Elisa Vidi, mahasiswi semester VII Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) yang tengah menjalani Praktik Belajar Lapangan (PBL), program “Pahlawan Tangan Bersih” lahir dari kepedulian terhadap pentingnya membangun kebiasaan hidup bersih sejak usia sekolah. Menurutnya, edukasi kesehatan akan lebih efektif apabila disampaikan melalui pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak sehingga pesan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengusung konsep belajar sambil bermain, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, manfaat CTPS dalam mencegah penyebaran kuman penyebab penyakit, serta waktu-waktu penting mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain, dan setelah memegang benda yang kotor.

Suasana pembelajaran dibuat semakin menarik melalui lagu cuci tangan yang dipadukan dengan gerakan enam langkah mencuci tangan yang benar. Metode tersebut mendapat respons positif dari para siswa yang tampak antusias mengikuti setiap gerakan sekaligus mempraktikkannya secara langsung.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan edukatif yang menguji pengetahuan siswa mengenai materi yang telah disampaikan. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka menjawab pertanyaan, mengikuti tantangan, hingga berpartisipasi aktif dalam setiap sesi. Mahasiswa juga memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dan mengikuti permainan dengan baik.

Puncak kegiatan ditandai dengan praktik langsung mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir. Mahasiswa mendampingi setiap siswa agar seluruh tahapan CTPS dilakukan secara benar, mulai dari membasahi tangan, menggosok seluruh permukaan tangan menggunakan sabun, membilas, hingga mengeringkan tangan sesuai prosedur.

Menurut Elisa Vidi, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tingginya antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan, tetapi juga dari terbentuknya kebiasaan mencuci tangan yang terus diterapkan di rumah maupun di sekolah. Ia berharap anak-anak yang telah mendapatkan edukasi dapat menjadi agen perubahan kecil yang menularkan perilaku hidup bersih kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitarnya.

Melalui program “Pahlawan Tangan Bersih”, Mahasiswa PBL Kelompok 28 FKM UNSRI menunjukkan bahwa promosi kesehatan dapat dilakukan dengan pendekatan yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan. Diharapkan, kebiasaan sederhana mencuci tangan menggunakan sabun mampu menjadi fondasi terbentuknya generasi yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan kesehatan yang berkelanjutan sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).

Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Nias Selatan Gelar Doa Bersama Lintas Agama Perkuat Toleransi

0

Nias Selatan ,Warta.in–
Memasuki Bulan Bakti Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026, Polres Nias Selatan Menggelar Doa Bersama Lintas Agama Di Aula Simuk Mapolres Nias Selatan, Senin 29 Juni 2026.

Kegiatan Yang Dipimpin Kapolres AKBP Ferry Mulyana Sunarya, S.I.K., M.H., Dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Nias Selatan, Para Pejabat Utama, Personel, Forkopimda, Serta Tokoh Agama Dari Berbagai Umat Beragama.

Doa Bersama Ini Merupakan Salah Satu Rangkaian Kegiatan Serentak Jajaran Polda Sumatera Utara. Momentum Ini Digunakan Untuk Mempererat Persaudaraan, Memperkuat Toleransi, Dan Meneguhkan Semangat Kebersamaan Dalam Menjaga Kamtibmas.

AKBP Ferry Menyatakan, Doa Bersama Adalah Wujud Syukur Atas Pengabdian Polri Selama Delapan Dekade.
Melalui Doa Bersama Lintas Agama Ini Kami Memohon Keberkahan, Keselamatan, Dan Petunjuk Tuhan Yang Maha Esa Agar Polri Senantiasa Mampu Menjalankan Amanah Sebagai Pelindung, Pengayom, Dan Pelayan Masyarakat, Ujarnya.

Kapolres Menegaskan, Kekuatan Polri Tidak Hanya Pada Profesionalisme, Tetapi Juga Pada Kedekatan Dan Kebersamaan Dengan Masyarakat.
Semangat Persatuan Inilah Yang Menjadi Modal Utama Dalam Menjaga Keamanan Dan Membangun Kepercayaan Publik, Ungkapnya.

Dirjen Perkebunan, Kementan Wajib Bertanggung Jawab Atas Kacau Balau KBD Subang.

0

Dirjen Perkebunan, Kementan Wajib Bertanggung Jawab Atas Kacau Balau KBD Subang.

Subang Warta In, Salah satu Program strategis Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Kebun Bibit Dasar/KBD Tebu 2026 di Kabupaten Subang terancam gagal total. Proyek 100 hektare senilai miliaran rupiah itu dikerjakan pihak ketiga/PT pemenang tender, bukan Kelompok Tani Penangkar yang sudah bersertifikat, di lahan yang dinilai tidak cocok untuk tebu.

Program KBD merupakan program nasional tahun 2026 dengan alokasi 100 hektare per kabupaten di Jawa Barat, program ini tersebar di 4 kabupaten: Subang, Indramayu, Majalengka, dan Cirebon. Tujuannya untuk menjamin ketersediaan bibit tebu unggul bersertifikat.

Namun di Kabupaten Subang, pelaksanaan KBD justru menimbulkan masalah, program yang dilaksanakan di lahan PTPN seluas 100 Ha dengan nilai sewa Lahan senilai Rp 1 Miliar ke PTPN ini akan di ganti oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi penolakan terhadap alih fungsi lahan ini dinilai sejalan dengan sikap konsisten Dedi Mulyadi yang sejak beberpa tahun terakhir kerap mengkritik perubahan kawasan perkebunan teh menjadi komoditas lain karena dinilai meningkatkan resiko kerusakan lingkungan dan bencana Hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat.

Disisi lain, pihak pelaksana program PT Berkah Monara Nusantara (BMN), menjelaskan bahwa penanaman tebu yang dilakukan merupakan bagian dari program pembenihan tebu nasional yang ditugaskan oleh kementrian pertanian.

Kusnadi selaku aktifis lingkungan hidup subang menyambut gembira kabar tersebut saya Bangga dengan langkah Gubernur karena kawasan tersebut merupakan benteng konsevasi yang tidak boleh dikorbankan hanya demi kepentingan ekonomi jangka pendek, hilangnya perkebunan Teh dikawasan tersebut dikhawatirkan akan meningkatkan acaman banjir, longsor serta menurunkan daya tarik wisata alam dikawasan tersebut , bahkan Bupati subang pun Reynaldy Putra sudah memberikan statemen bahwa “subang selatan tetap menjadi kawasan perkebunan Teh dan Nanas Jangan dipaksakan untuk komoditas lain”.

Kusnadi menambahkan kegagalan program ini tidak lepas dari tanggung jawab Ditjen perkebunan dalam hal ini Direktur perbenihan, pertama dengan diberikan nya program ini ke pihak pengusaha tentu dari sisi anggaran ini akan sangat membengkak kenapa tidak diberikan ke kelompok petani tebu apalagi dikabuoaten Subang sudah ada kelompok petani tebu yang sudah mempunyai sertifikat sebagai penangkar bibit tebu, kemudian juga pengawasan atau pendampingan tentunya Bidang perbenihan Ditjen perkebunan sebelum progran ini diluncurkan lokasi KBD seharusnya di kaji dulu apa layak dan cocok ditanamai tebu kalaupun dipaksakan saya yakin hasil nya tdk akan Optimal.

“Ini jadi pertanyaan besar, kenapa program ini diberikan pelaksanan nya kepada perusahaan/PT kenapa tidak oleh kelompok petani tebu yang sudah legal sebagai penangkar. Dari segi biaya, efektivitas, dan keberlanjutan, akan lebih hemat dan tepat sasaran jika diberikan ke kelompok,”

Kejanggalan lain muncul dari sisi teknis lahan. Lokasi KBD yang dikerjakan PT BMN berada di wilayah Jalan Cagak, Subang. Berdasarkan temuan di lapangan, wilayah tersebut secara agroklimat lebih cocok untuk tanaman teh, bukan tebu.

Padahal, anggaran untuk program KBD tidak sedikit. Sebagai pihak pelaksana kebijakan di tingkat pusat, Direktur Perkebunan Kementan dinilai wajib bertanggung jawab penuh atas potensi kegagalan program di Subang.

Kusnadi menambahkan saya menduga bahwa rencana dimunculkan nya program KBD ini, menurutnya adalah rencana yang sudh direncanakan sebelum nya, ini penghamburan uang Negara anggaran tidak sedikit apalagi program ini ada di 4 Kabupaten, tentunya anggaran mencapai puluhan Miliar, saya berharap pihak Kejaksaan Agung bisa menelusuri awal mula nya program KBD ini sampai pengerjaannya dilaksanakan oleh pihak swasta/ perusahaan, kenapa tidak diserahkan saja ke penangkar bibit tebu yang ada di daerah yang sudah jelas Profesionalitas dibidang nya.

(RB)

HUT Bhayangkara ke‑80, Polsek Rambang Polres Muara Enim Tanam 50 Pohon Wujud Kepedulian Lingkungan

0

Warta.In | MUARA ENIM – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke‑80 Tahun 2026, Polsek Rambang melaksanakan kegiatan penanaman pohon serentak. Kegiatan berlangsung Minggu, 28 Juni 2026 sekitar pukul 08.00 WIB di halaman Markas Komando Polsek Rambang.

Pelaksanaan berpedoman pada Undang‑Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Surat Perintah Kapolsek Rambang Nomor Sprin/92/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Rambang IPTU Zulkarnain Afianata, S.T., M.Si., M.H., kegiatan ini diikuti oleh seluruh personel yang ada.

Sebanyak 50 batang bibit pohon ditanam, terdiri dari Pohon pinang : 25 batang, Pohon kayu : 25 batang.

Seluruh rangkaian berjalan lancar, tertib, dan berakhir sekitar pukul 09.00 WIB dalam suasana aman serta kondusif.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rambang IPTU Zulkarnain Afianata, S.T., M.Si., M.H menyampaikan, bahwa kegiatan ini menjadi wujud peringatan yang bermakna.

“Selain menguatkan semangat pengabdian, kami juga turut menjaga dan memperbaiki lingkungan sekitar sebagai bagian tanggung jawab sosial institusi,” ujar IPTU Zulkarnain.

Kapolsek Rambang juga berharap, semoga pohon‑pohon ini tumbuh subur dan bermanfaat luas bagi lingkungan serta masyarakat.

“Semangat kepedulian terhadap alam ini juga senantiasa dijaga dan dikembangkan, selaras dengan tugas pokok menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat demi wilayah yang aman, asri, dan sejahtera,”tutupnya.

*Kinerja PDAM Tirta Selagan Disorot: Layanan Sering Terganggu, Kontribusi ke PAD Dipertanyakan*

0

“Kinerja PDAM Tirta Selagan Disorot: Layanan Sering Terganggu, Kontribusi ke PAD Dipertanyakan.

MUKOMUKO – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Selagan merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki peran strategis dan ganda dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Secara umum, keberadaan BUMD didirikan tidak semata-mata untuk mengejar keuntungan, melainkan untuk melayani kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjadi salah satu sumber pendapatan daerah. Sebagai penyedia air bersih—kebutuhan pokok yang menunjang kesehatan, kebersihan, dan aktivitas sehari-hari—PDAM memiliki tanggung jawab besar menjamin ketersediaan layanan yang andal. Di sisi lain, pengelolaan yang profesional diharapkan dapat menjadikan perusahaan ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mendanai berbagai program pembangunan.

Namun, belakangan ini kinerja PDAM Tirta Selagan Kabupaten Mukomuko kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah warga pelanggan menyampaikan keluhan mendalam terkait gangguan layanan yang kerap terjadi, sekaligus mempertanyakan transparansi kontribusi perusahaan daerah tersebut terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Atas kondisi ini, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Mukomuko segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan pengelolaan PDAM Tirta Selagan.

Keluhan mengenai kualitas layanan dan kinerja perusahaan milik daerah ini terus mengemuka dari waktu ke waktu. Selain merasakan langsung ketidaknyamanan akibat gangguan distribusi air bersih, warga juga mengaku belum memperoleh penjelasan yang memadai mengenai seberapa besar peran PDAM Tirta Selagan dalam mendukung pemasukan keuangan daerah. Hal ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas pengelolaan BUMD tersebut dalam menjalankan dua fungsi utamanya, yaitu pelayanan publik dan penyumbang pendapatan daerah.

“Sebagai pelanggan yang telah membayar tagihan secara rutin, kami kerap mendapati pasokan air terhenti tanpa pemberitahuan sebelumnya. Namun, hal yang juga membuat kami bertanya-tanya adalah sampai saat ini belum ada kejelasan resmi mengenai kontribusi dan peningkatan PAD yang dihasilkan oleh PDAM Tirta Selagan,” ungkap salah seorang warga pelanggan, saat dikonfirmasi pada hari Kamis, 29 Juni 2026.

Menurut keterangan warga, dua permasalahan utama yang menjadi sorotan saat ini adalah ketidakstabilan layanan distribusi air dan belum terlihatnya langkah-langkah nyata dari jajaran pengurus untuk melakukan perbaikan serta peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Masyarakat berpendapat bahwa kondisi layanan yang belum optimal tidak sebanding dengan harapan terhadap kinerja BUMD yang seharusnya mampu memberikan manfaat ganda, baik bagi pelanggan maupun bagi kas daerah.

“Jika layanan yang diberikan sering terganggu seperti ini, wajar jika kami menyampaikan keluhan. Oleh karena itu, kami meminta Pemerintah Kabupaten Mukomuko meninjau kembali kinerja pengurus PDAM. Harus ada kemauan kuat untuk berbenah, memperbaiki sistem pelayanan, sekaligus berusaha meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap pendapatan daerah,” tegas warga tersebut.

Masyarakat juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Mukomuko tidak bersikap pasif dalam menyikapi persoalan ini. Evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh, objektif, dan transparan dinilai sangat diperlukan agar PDAM Tirta Selagan dapat bertransformasi menjadi BUMD yang sehat secara keuangan, andal dalam memberikan layanan publik, serta benar-benar mampu menjalankan peran strategisnya guna mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Mukomuko.

Hingga berita ini diturunkan, jajaran Direksi PDAM Tirta Selagan beserta instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mukomuko belum memberikan tanggapan maupun keterangan resmi terkait keluhan dan pertanyaan yang disampaikan oleh masyarakat. Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak-pihak terkait untuk menyampaikan penjelasan, klarifikasi, atau hak jawab guna menjaga keseimbangan informasi dan keakuratan isi pemberitaan. Redaksi juga menunggu tanggapan resmi tersebut sebelum melanjutkan pemberitaan lebih lanjut.

(Tim Redaksi)

*Kinerja PDAM Tirta Selagan Disorot, Masyarakat Minta Evaluasi Menyeluruh*

0

“Kinerja PDAM Tirta Selagan Disorot, Masyarakat Minta Evaluasi Menyeluruh.

MUKOMUKO – Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Selagan Kabupaten Mukomuko kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah warga pelanggan menyampaikan keluhan mendalam terkait gangguan layanan yang kerap terjadi, sekaligus mempertanyakan transparansi kontribusi perusahaan daerah tersebut terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Atas kondisi ini, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Mukomuko segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan pengelolaan PDAM Tirta Selagan.

Keluhan mengenai kualitas layanan dan kinerja perusahaan milik daerah ini terus mengemuka dari waktu ke waktu. Selain merasakan langsung ketidaknyamanan akibat gangguan distribusi air bersih, warga juga mengaku belum memperoleh penjelasan yang memadai mengenai seberapa besar peran PDAM Tirta Selagan dalam mendukung pemasukan keuangan daerah. Hal ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

“Sebagai pelanggan yang telah membayar tagihan secara rutin, kami kerap mendapati pasokan air terhenti tanpa pemberitahuan sebelumnya. Namun, hal yang juga membuat kami bertanya-tanya adalah sampai saat ini belum ada kejelasan resmi mengenai kontribusi dan peningkatan PAD yang dihasilkan oleh PDAM Tirta Selagan,” ungkap salah seorang warga pelanggan, saat dikonfirmasi pada hari Kamis, 29 Juni 2026.

Menurut keterangan warga, dua permasalahan utama yang menjadi sorotan saat ini adalah ketidakstabilan layanan distribusi air dan belum terlihatnya langkah-langkah nyata dari jajaran pengurus untuk melakukan perbaikan serta peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Masyarakat berpendapat bahwa kondisi layanan yang belum optimal tidak sebanding dengan harapan terhadap kinerja BUMD yang seharusnya mampu memberikan manfaat ganda, baik bagi pelanggan maupun bagi kas daerah.

“Jika layanan yang diberikan sering terganggu seperti ini, wajar jika kami menyampaikan keluhan. Oleh karena itu, kami meminta Pemerintah Kabupaten Mukomuko meninjau kembali kinerja pengurus PDAM. Harus ada kemauan kuat untuk berbenah, memperbaiki sistem pelayanan, sekaligus berusaha meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap pendapatan daerah,” tegas warga tersebut.

Masyarakat juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Mukomuko tidak bersikap pasif dalam menyikapi persoalan ini. Evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh, objektif, dan transparan dinilai sangat diperlukan agar PDAM Tirta Selagan dapat bertransformasi menjadi BUMD yang sehat secara keuangan, andal dalam memberikan layanan publik, serta benar-benar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Mukomuko.

Hingga berita ini diturunkan, jajaran Direksi PDAM Tirta Selagan beserta instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mukomuko belum memberikan tanggapan maupun keterangan resmi terkait keluhan dan pertanyaan yang disampaikan oleh masyarakat. Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak-pihak terkait untuk menyampaikan penjelasan, klarifikasi, atau hak jawab guna menjaga keseimbangan informasi dan keakuratan isi pemberitaan. Redaksi juga menunggu tanggapan resmi tersebut sebelum melanjutkan pemberitaan lebih lanjut.

(Tim Redaksi)

Public Expose PT Repower Asia Indonesia, Tbk di 2026

0

Warta.in | Jakarta – PT Repower Asia Indonesia, Tbk menggelar Public Expose pada Senin, 29 Juni 2026, bertempat di Jakarta. Agenda RUPS menjadi momentum bagi manajemen untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja Perseroan sekaligus memaparkan strategi bisnis di tengah dinamika industri properti nasional.

Dalam laporan keuangan untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, PT Repower Asia Indonesia Tbk membukukan penjualan sebesar Rp1,5 miliar. Meski masih mencatat pendapatan operasional, Perseroan menghadapi tekanan kinerja akibat meningkatnya beban usaha sehingga membukukan rugi bersih sebesar Rp2,54 miliar pada kuartal I-2026.

Penjualan Perseroan pada tiga bulan pertama 2026 tercatat sebesar Rp1,5 miliar, sedikit menurun dibandingkan Rp1,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan mencapai Rp990,86 juta, sehingga menghasilkan laba bruto Rp509,14 juta.

Namun, peningkatan beban administrasi dan umum menjadi Rp2,11 miliar, ditambah beban pemasaran serta beban lain-lain, membuat Perseroan mencatat rugi usaha sebesar Rp1,61 miliar.

Setelah memperhitungkan pajak final, rugi bersih periode berjalan mencapai Rp2,54 miliar, berbanding terbalik dengan laba bersih Rp203,33 juta pada kuartal I-2025.

Di tengah tekanan laba, kondisi fundamental Perseroan masih terjaga. Hingga 31 Maret 2026, total aset PT Repower Asia Indonesia Tbk tercatat sebesar Rp374,37 miliar, dengan aset terbesar berupa tanah untuk pengembangan senilai Rp298,20 miliar, yang menjadi modal penting bagi pengembangan proyek-proyek properti di masa mendatang.

Dari sisi struktur keuangan, Perseroan memiliki total ekuitas sebesar Rp372,31 miliar, sementara total liabilitas hanya Rp2,06 miliar. Rasio utang yang relatif rendah menunjukkan posisi permodalan yang kuat serta memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam menjalankan ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Sementara itu, posisi kas dan bank pada akhir Maret 2026 tercatat Rp376,79 juta, turun dibandingkan akhir 2025 sebesar Rp925,80 juta.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh penggunaan kas untuk aktivitas operasional sebesar Rp549 juta selama tiga bulan pertama tahun berjalan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembelian, penjualan, pengelolaan, dan pengembangan real estat, PT Repower Asia Indonesia Tbk tetap berfokus pada penguatan portofolio aset serta optimalisasi proyek-proyek properti yang dimiliki.

Melalui penyelenggaraan RUPS Tahunan 2026, Perseroan diharapkan memperoleh dukungan para pemegang saham dalam menjalankan strategi bisnis untuk meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan di tengah tantangan industri properti.

#PT Repower Asia Indonesia, Tbk

#Media Partners PT Repower Asia Indonesia, Tbk

Irwansyah Legowo Terima Pergantian Antar Waktu, Fokus Lanjutkan Pengabdian

0

Warta.In | MURATARA.– Anggota DPRD Musi Rawas Utara (Muratara), Irwansyah, menyatakan menerima keputusan Pergantian Antar Waktu (PAW) yang dijatuhkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kepadanya.

Keputusan itu diambil setelah PDIP menggelar sidang Dewan Kehormatan Partai secara virtual melalui Zoom pada September 2024 lalu. Dalam sidang tersebut, Irwansyah dinilai tidak sejalan dengan keputusan partai terkait data hasil Pemilu Legislatif 2024.

“Saya menerima keputusan partai. Sebagai kader, saya harus tunduk dan legowo terhadap keputusan organisasi, apa pun bentuknya,” ujar Irwansyah kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).

Ia menjelaskan, perbedaan data sempat menjadi sorotan. Berdasarkan rekapitulasi suaranya di seluruh TPS dapil, ia memperoleh 1.087 suara. Sementara dalam sidang Dewan Kehormatan Partai disebut memperoleh 1.027 suara, atau selisih 60 suara.

Meski begitu, Irwansyah menegaskan tidak akan menempuh jalur protes atau aksi. Ia juga mengacu pada kesepakatan Deklarasi Pilkada Damai di Polres Muratara pada 16 Oktober 2024, di mana seluruh caleg sepakat menerima hasil penghitungan suara di Kecamatan Karang Jaya.

“Pada saat deklarasi itu kami semua sepakat menerima. Sekarang saya juga tetap berpegang pada semangat itu. Saya hargai keputusan partai dan tidak akan mengajukan tuntutan,” katanya.

Dengan sikap legowo tersebut, proses PAW terhadap Irwansyah akan dilanjutkan sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD Muratara dan KPU.

Hingga berita ini ditulis, wartawan masih berupaya mengonfirmasi Ketua DPC PDIP Muratara terkait tahapan PAW selanjutnya.