Beranda blog

*Dr. Fachrul Razi: Temuan di Andaman Memiliki Potensi Rp. 5400 Triliun, Stop Tipu-Tipu Aceh!*

0

Dr. Fachrul Razi: Temuan di Andaman Memiliki Potensi Rp. 5400 Triliun, Stop Tipu-Tipu Aceh!

Tokoh Aceh di nasional dan mantan Ketua Komite I DPD RI 2014-2024, Dr. H. Fachrul Razi, MIP mengatakan sumber kekayaan Aceh di Andaman termasuk South Andaman oleh Mubadala Energy dan Andaman II oleh Harbour Energy dikategorikan sebagai Giant Discovery (Penemuan Raksasa) terbesar ketiga di dunia, berpotensi Rp. 5400 Triliun. demikian disampaikan kepada pihak media melalui release -nya pada hari Jumat (5/6) di Jakarta.

Dr. Fachrul Razi mengatakan berdasarkan data resmi Kementerian ESDM dan SKK Migas, total potensi sumber daya di seluruh area blok Andaman diperkirakan mencapai Total Struktur Migas: 4.965 Juta Barel Minyak Ekuivalen (MMBOE – Million Barrels of Oil Equivalent).

Fachrul Razi menegaskan potensi Gas Bumi Khusus (In-Place) berkisar antara 6 TCF (Trillion Cubic Feet) di satu sumur awal (Layaran-1) hingga akumulasi total portofolio mencapai 11 TCF.

“Jika Dikonversi ke Rupiah, dengan menggunakan asumsi harga gas internasional standar saat ini dan nilai tukar Rupiah (kurs per Juni 2026 berada di kisaran Rp 18.000 per Dolar AS akibat tekanan pasar global), kita konversi nilai ekonomi total migas tersebut dari total sekitar 4,96 Miliar Barel Ekuivalen Migas (MMBOE) jika dirata-ratakan dengan nilai komoditas energi dunia saat ini berkisar antara USD 250 Miliar hingga USD 300 Miliar atau mencapai Rp 5.400 Triliun ini adalah kekayaan yang luar biasa.

Jika dikelola secara onshore di Aceh, porsi bagi hasil dan perputaran ekonominya mampu menjamin kesejahteraan anak-cucu rakyat Aceh hingga puluhan tahun ke depan.

Hal tersebut menanggapi langkah politik Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang secara resmi menyurati Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI. Dr. Fachrul Razi, M.I.P., selalu mantan Senator Aceh yang selama satu dekade mengawal hak-hak konstitusional Aceh di Senayan, memandang momentum ini sebagai uji nyali kedaulatan ekonomi Aceh.

Dr. Fachrul Razi meminta pihak pusat untuk menghentikan tarik ulur Plan of Development (PoD). “Permintaan Gubernur Aceh untuk menunda sementara PoD sampai ada kejelasan skema onshore adalah langkah taktis yang tepat. Jakarta tidak boleh menggunakan ego sektoral SKK Migas untuk memaksakan komersialisasi cepat via laut lepas demi mengejar target lifting nasional semata, seraya mengorbankan hak daerah,” tegas Mantan Ketua Komite I DPD RI ini.

Surat Mualem yang secara tegas meminta agar pengolahan gas Blok Andaman dilakukan di daratan (onshore) melalui Onshore Receiving Facility (ORF) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe—serta menolak skema Floating Production, Storage, and Offloading (FPSO) di tengah laut—bukanlah sekadar urusan teknis birokrasi. Ini adalah pernyataan perang terhadap pemiskinan struktural baru di Bumi Serambi Mekkah.

Menurut Dr. Fachrul Razi yang juga Pendiri Institute for Aceh Studies, jika Pemerintah Pusat memaksakan skema FPSO (pengolahan langsung di atas kapal di laut lepas), maka Blok Andaman hanya akan menjadi “anjungan minyak terapung” yang menyedot kekayaan Aceh langsung ke pasar internasional atau luar daerah. Aceh hanya akan mendapatkan sisa-sisa polusi laut tanpa efek domino ekonomi.
Sebaliknya, desakan dalam surat Gubernur untuk mengolahnya di KEK Arun memiliki dampak ekonomi yang sangat masif bagi rakyat baik dengan menghidupkan kembali infrastruktur gas mati suri di Arun dan memicu multiplier effect bagi industri turunan, seperti pabrik pupuk (PIM) dan petrokimia, maupun penyediaan lapangan kerja massal. Proyek onshore membutuhkan ribuan tenaga kerja lokal pada tahap konstruksi dan operasional, memotong angka pengangguran Aceh yang saat ini masih tinggi di tingkat regional. Disini lain menurut Dr. Fachrul Razi juga meningkatkan pendapatan daerah (PAD) dan Dana Bagi Hasil (DBH), sesuai UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan PP No. 23 Tahun 2015, Aceh berhak atas bagi hasil migas sebesar 70% setelah dikurangi komponen pajak. Angka ini mutlak diperlukan untuk menyambung nafas pembangunan Aceh menyusul terus menyusutnya Dana Otsus.

Dr. Fachrul Razi juga menegaskan ini merupakan uji konsistensi UUPA di mana pasal-pasal dalam UU Pemerintahan Aceh (UUPA) mengenai pengelolaan bersama migas laut antara Pusat dan BPMA (Badan Pengelola Migas Aceh) harus dihormati secara mutlak. Blok Andaman berada di perairan Aceh. Menurutnya mengabaikan desakan rakyat Aceh sama saja dengan mencederai komitmen perdamaian Helsinki.

Dr. Fachrul Razi meminta rakyat Aceh harus bersatu mengawal isu strategis ini. “Saya menyerukan kepada seluruh elemen mahasiswa, aktivis, akademisi, dan ulama di Aceh untuk berdiri tegak di belakang langkah tegas ini. Ini bukan lagi urusan politik Mualem, melainkan urusan kekayaan alam
Aceh dan masa depan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Aceh.

“Kekayaan alam Aceh sudah berulang kali dikuras untuk membangun kemegahan pusat, sementara Aceh ditinggalkan dalam kemiskinan pasca-konflik. Tragedi masa lalu di era gas Arun lama tidak boleh terulang kembali di Blok Andaman. Kali ini, Aceh tidak boleh lagi hanya menjadi penonton yang batuk di pinggir jalan, sementara lumbung energinya dikuras lewat kapal-kapal asing di tengah laut,!” tutup Fachrul Razi yang juga mantan aktivis mahasiswa Universitas Indonesia. (HD PPWI)

*SAH! Pria Asal Turki Nikahi Gadis Jua-Jua OKI, Mahar Rp500 Juta dan Emas 67 Gram*

0

SAH! Pria Asal Turki Nikahi Gadis Jua-Jua OKI, Mahar Rp500 Juta dan Emas 67 Gram.

Kayuagung – Kebahagiaan menyelimuti keluarga Yuni Maryana, warga Kelurahan Jua-Jua, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), setelah resmi dipersunting Abdullah Ozdemir, pria asal Turki, dalam akad nikah yang digelar pada Jumat (5/6/2026).

Prosesi pernikahan berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri keluarga besar kedua mempelai, kerabat, serta masyarakat setempat. Pernikahan pasangan beda negara ini menjadi perhatian warga karena kisah perjalanan cinta mereka yang terjalin selama kurang lebih tiga tahun melalui komunikasi jarak jauh sebelum akhirnya berlabuh ke jenjang pernikahan.

Dalam prosesi akad nikah, Abdullah menyerahkan mahar berupa uang tunai sebesar Rp500 juta serta mas kawin berupa emas seberat 67 gram. Mahar dan mas kawin tersebut merupakan hasil kesepakatan kedua belah pihak yang disetujui secara kekeluargaan.

Abdullah Ozdemir mengungkapkan rasa syukur karena pernikahan yang telah lama direncanakan akhirnya dapat terlaksana dengan lancar.

> “Saya sangat bersyukur pernikahan kami telah resmi terlaksana. Yuni adalah perempuan yang luar biasa, dan saya siap membangun kehidupan bersama dengannya, baik di Indonesia maupun di Turki sesuai kesepakatan kami,” ujarnya.

Sementara itu, Yuni Maryana mengaku bahagia dan berterima kasih kepada keluarga serta masyarakat yang telah memberikan dukungan dan doa.

> “Saya tidak menyangka hubungan yang berawal dari komunikasi daring dapat membawa kami ke tahap ini. Terima kasih atas dukungan dan doa dari semua pihak,” katanya.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa pernikahan tersebut tidak hanya menjadi momen bahagia bagi kedua mempelai, tetapi juga menjadi simbol harmonisasi budaya antara Indonesia dan Turki yang terjalin melalui ikatan pernikahan.

Rangkaian acara akan berlanjut dengan resepsi yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (7/6/2026) di Kelurahan Jua-Jua, Kecamatan Kayuagung. Dengan telah dilangsungkannya akad nikah, keluarga kedua mempelai berharap kehidupan rumah tangga pasangan tersebut senantiasa diberkahi, harmonis, dan penuh kebahagiaan.

(Jul PPWI OKI/Tim Redaksi)

Green Policing, Polsek Rangsang bersama suku akit Tanam Mangrove Cegah Abrasi pantai.

0

MERANTI – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan upaya mencegah abrasi pantai, Polsek Rangsang melaksanakan kegiatan Green Policing dengan melakukan penanaman bibit pohon mangrove di kawasan Pantai Gelombang Cinta, Desa Sonde, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut diwakili oleh Wakapolsek Rangsang, IPDA Dongan M. Manalu, bersama Bhabinkamtibmas Desa Sendaur dan Desa Kayu Ara, BRIPKA Khairi, serta melibatkan masyarakat Suku Akit Desa Sonde.

Dalam rangkaian kegiatan, personel Polsek Rangsang terlebih dahulu memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga alam dan lingkungan melalui penanaman pohon sebagai langkah nyata menjaga keberlangsungan kehidupan dan ekosistem di wilayah pesisir. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebelum dilakukan penanaman bibit mangrove di sepanjang tepian Pantai Gelombang Cinta.

Kapolsek Rangsang melalui Wakapolsek IPDA Dongan M. Manalu menyampaikan bahwa program Green Policing merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dengan pendekatan yang humanis dan berkelanjutan. Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Menurutnya, penanaman mangrove memiliki manfaat besar dalam mencegah abrasi pantai, mengurangi dampak perubahan iklim, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, serta mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu, keberadaan mangrove juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat setempat.

“Kegiatan ini merupakan wujud pemolisian yang adaptif terhadap tantangan zaman, khususnya dalam menghadapi krisis lingkungan. Melalui penanaman mangrove, diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap kawasan pesisir dari ancaman abrasi sekaligus menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Polsek Rangsang berharap kegiatan Green Policing dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana demi terciptanya kehidupan yang berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Rilis Humas Polres Kepulauan Meranti

*SUKSESKAN PROGRAM PRESIDEN TNI HADIR UNTUK RAKYAT, KODIM 0428/MUKOMUKO LAKSANAKAN GROUND BREAKING*

0
Oplus_131072

*SUKSESKAN PROGRAM PRESIDEN TNI HADIR UNTUK RAKYAT, KODIM 0428/MUKOMUKO LAKSANAKAN GROUND BREAKING* JEMBATAN GARUDA TAHAP V DAN VI KODAM XXI/RI, Di Kabupaten Mukomuko.

Penerangan Kodim 0428/Mukomuko – Menjadi hari yang bersejarah bagi masyarakat wilayah Mukomuko, secara resmi dilaksanakan kegiatan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda yang merupakan inisiatif dari Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/RADIN INTEN.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI Angkatan Darat bersama pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Acara yang berlangsung secara vicon seluruh Kodim jajaran Korem 041/Gamas, yang di pimpin langsung oleh Komandan Korem(Danrem)041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto S.E., M. Han.

Kegiatan ground breaking ditandai dengan peletakan batu pertama secara simbolis, dilanjutkan dengan doa bersama agar pembangunan jembatan ini berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat luas.

Komandan Kodim(Dandim) 0428/Mukomuko, Letkol Inf Yokki Firmansyah menyampaikan,”bahwa pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bagian dari program bakti TNI untuk negeri, yang sejalan dengan kebijakan nasional dalam percepatan pembangunan infrastruktur.

Jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari mobilitas penduduk, distribusi barang dan jasa, hingga pengembangan ekonomi lokal.

Nama “Garuda” yang disematkan pada jembatan ini memiliki makna mendalam, mencerminkan semangat kebanggaan nasional, kepeloporan, dan semangat untuk terus maju. Dengan adanya jembatan ini, diharapkan berbagai kendala geografis yang selama ini menjadi hambatan dapat teratasi, sehingga kualitas hidup masyarakat dapat meningkat secara signifikan.

Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Garuda ini, kita berharap dapat terwujud konektivitas yang lebih baik, pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, dan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat Kabupaten Mukomuko. Semoga ini menjadi salah satu tonggak kemajuan yang membanggakan bagi daerah kita,”Ungkap Dandim 0428/Mukomuko.

Sumber: Penerangan Kodim 0428/Mukomuko

*KODIM 0428/MUKOMUKO LAKSANAKAN GROUND BREAKING JEMBATAN GARUDA TAHAP V DAN VI KODAM XXI/RI*

0

“SUKSESKAN PROGRAM PRESIDEN: TNI HADIR UNTUK RAKYAT, KODIM 0428/MUKOMUKO LAKSANAKAN GROUND BREAKING JEMBATAN GARUDA TAHAP V DAN VI KODAM XXI/RI.

MUKOMUKO. BENGKULU. Jum’at, 5 Juni 2026 – Penerangan Kodim 0428/Mukomuko. Menjadi hari yang bersejarah bagi masyarakat wilayah Mukomuko, secara resmi dilaksanakan kegiatan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda yang merupakan inisiatif dari Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/RADIN INTEN.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI Angkatan Darat bersama pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Acara yang berlangsung secara vicon seluruh Kodim jajaran Korem 041/Gamas, yang di pimpin langsung oleh Komandan Korem(Danrem)041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto S.E., M. Han.

Kegiatan ground breaking ditandai dengan peletakan batu pertama secara simbolis, dilanjutkan dengan doa bersama agar pembangunan jembatan ini berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat luas.

Komandan Kodim(Dandim) 0428/Mukomuko, Letkol Inf Yokki Firmansyah menyampaikan,”bahwa pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bagian dari program bakti TNI untuk negeri, yang sejalan dengan kebijakan nasional dalam percepatan pembangunan infrastruktur.

Jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari mobilitas penduduk, distribusi barang dan jasa, hingga pengembangan ekonomi lokal.

Nama “Garuda” yang disematkan pada jembatan ini memiliki makna mendalam, mencerminkan semangat kebanggaan nasional, kepeloporan, dan semangat untuk terus maju. Dengan adanya jembatan ini, diharapkan berbagai kendala geografis yang selama ini menjadi hambatan dapat teratasi, sehingga kualitas hidup masyarakat dapat meningkat secara signifikan.

Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Garuda ini, kita berharap dapat terwujud konektivitas yang lebih baik, pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, dan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat Kabupaten Mukomuko. Semoga ini menjadi salah satu tonggak kemajuan yang membanggakan bagi daerah kita,”Ungkap Dandim 0428/Mukomuko.

Pewarta: (Hidayat)

Sumber: Penerangan Kodim 0428/Mukomuko

Meski Ramai Dibahas, Penjualan Tramadol di Pademangan Tak Pernah Gentar

0

JAKARTA, warta.in – Praktik penjualan obat keras jenis tramadol secara bebas dan tanpa izin masih terus berlangsung di kawasan Jalan Pademangan Timur 7 Nomor 14B, Gang 36, RT 016/RW 001, meskipun kasus serupa belakangan ini ramai dibahas di media sosial dan diketahui luas oleh masyarakat, Jum’at (5/6/2025) Aktivitas ini diketahui masih berjalan aktif dan seolah luput dari pengawasan serta tindakan penegakan hukum,

Meskipun sorotan publik cukup kuat dan diharapkan memberikan efek jera, nyatanya peredaran obat yang berpotensi menimbulkan ketergantungan ini tidak surut, bahkan tetap diminati pembeli.

Herdi, pemilik tempat usaha tersebut, mengakui aktivitas penjualan yang dilakukan. Menurut pengakuannya, usaha tersebut dijalankan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sewa tempat.

“Dulu kami melayani pesan antar, sekarang kami baru saja membuka tempat ini. Tujuannya hanya sekadar untuk makan dan membayar kontrakan kios saja,” ujar Herdi saat dikonfirmasi.

Hal senada diungkapkan oleh warga sekitar yang berinisial M. Ia menyebutkan bahwa tempat tersebut selalu ramai dikunjungi pembeli, terutama ketika tempat usaha lain di lingkungan itu masih belum beroperasi.

“Tempat itu selalu ramai dikunjungi orang, apalagi saat tempat-tempat lain masih tutup,” ungkap M.

Dasar Hukum dan Sanksi Pidana

Perlu diketahui bahwa tindakan memperjualbelikan tramadol tanpa izin resmi merupakan pelanggaran hukum berat di Indonesia. Obat ini tergolong obat keras tertentu yang penyalurannya wajib melalui apotek resmi dan atas dasar resep dokter.

Berikut adalah peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dilanggar dalam kasus ini:

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan
– Pasal 138: Menegaskan bahwa setiap sediaan farmasi hanya dapat diedarkan jika telah memiliki izin edar dari lembaga berwenang dan memenuhi standar keamanan, khasiat, serta mutu.
– Pasal 435: Setiap orang yang memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin edar atau yang tidak memenuhi standar, dipidana dengan penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) .
– Pasal 436: Pengelolaan sediaan farmasi tanpa keahlian dan kewenangan juga diancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda hingga Rp500.000.000,00 .
2. Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2021
– Mengklasifikasikan tramadol sebagai Obat Tertentu yang pengawasan dan pengedarannya diperketat karena tingginya risiko penyalahgunaan dan dampak buruk bagi kesehatan, termasuk risiko kematian jika dikonsumsi secara sembarangan.

Praktik yang terjadi di lokasi tersebut jelas bertentangan dengan ketentuan di atas. Warga dan pihak berwenang diimbau untuk lebih waspada dan melaporkan setiap indikasi peredaran obat ilegal agar tidak semakin banyak korban yang dirugikan, serta agar hukum dapat ditegakkan secara tegas dan adil.

 

 

Saksi Beberkan Kaitan Arbitrase Navayo dengan Proyek Satelit Kemhan di Persidangan

0

Warta.in Jakarta – Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, menggelar sidang lanjutan perkara koneksitas tindak pidana korupsi pengadaan satelit Slot Orbit 123° BT di Kementerian Pertahanan RI, Jumat 5 Juni 2026.

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dengan dua terdakwa, yakni Laksda TNI (Purn) Ir. Leonardi, M.Sc. dan Thomas Anthony Van Der Heyden. Kasus ini terkait proyek pengadaan satelit di Kemhan periode 2012 sampai 2021.

Pada persidangan kali ini, majelis hakim menghadirkan Prof. Dr. Ida Bagus Rahmadi Supancana, S.H., M.H. sebagai saksi.

Saksi merupakan Dosen Universitas Atma Jaya Jakarta yang berkompeten di bidang Hukum Udara dan Hukum Ruang Angkasa itu memberikan keterangan terkait aspek hukum internasional proyek satelit.

Saksi menjelaskan keterkaitan persidangan dalam proses arbitrase yang pernah berlangsung di Singapura.

Arbitrase tersebut berkaitan dengan gugatan Navayo International AG kepada Kemhan pada tahun 2019.

Sidang akan dilanjutkan untuk agenda pembuktian selanjutnya. Sumber berita: Humas Dilmilti II Jakarta.

Gedung Baru RS Paru Jember Segera Hadir, Layanan Kanker Modern Jadi Andalan

0

Warta.in, Jember. Jum’at 5 Juni 2026 – Rumah Sakit (RS) Paru Jember terus mematangkan berbagai persiapan menjelang operasional gedung barunya yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027. Kehadiran fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan rujukan pasien ke rumah sakit besar di Surabaya.

Direktur RS Paru Jember, dr. Agus Dwi Pitono, M.Kes, menjelaskan bahwa proses pembangunan fisik rumah sakit saat ini telah memasuki tahap akhir. Tahap ketiga pembangunan telah rampung dan kini memasuki persiapan penyelesaian tahap keempat.

Gedung baru RS Paru Jember dibangun di Jalan Basuki Rahmad, tepat di depan Pasar Sabtuan, Kabupaten Jember. Lokasi yang strategis tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan rujukan yang lebih lengkap dan modern.

Meski progres pembangunan hampir selesai, dr. Agus menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dipenuhi sebelum rumah sakit dapat beroperasi secara penuh, mulai dari uji kelayakan fungsi bangunan, perizinan operasional, penerbitan surat laik operasional, hingga proses akreditasi rumah sakit.

“Rumah sakit tidak seperti memindahkan sekolah. Ada banyak tahapan yang harus dilalui sebelum dinyatakan layak beroperasi dan melayani masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan gedung baru ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah timur Jawa Timur yang selama ini masih banyak bergantung pada fasilitas kesehatan rujukan di Surabaya.

“Kami hadir untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Selama ini pelayanan kesehatan rujukan banyak berpusat di Surabaya. Dengan hadirnya rumah sakit yang lebih lengkap di Jember, diharapkan masyarakat di wilayah timur Jawa Timur dapat memperoleh pelayanan yang lebih cepat dan mudah,” katanya.

Hadirkan Layanan Modern dan Unggulan

Tidak hanya menghadirkan bangunan yang lebih representatif, rumah sakit baru nantinya juga akan didukung fasilitas kesehatan modern, sumber daya manusia yang kompeten, serta berbagai layanan unggulan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan spesialis.

Salah satu layanan unggulan RS Paru Jember adalah penanganan kanker menggunakan teknologi cryosurgery, yakni metode bedah modern dengan teknik pembekuan jaringan untuk menangani berbagai jenis kanker dan tumor, terutama pada area rongga dada atau mediastinum.

Menurut dr. Agus, teknologi tersebut memungkinkan tindakan medis dilakukan secara minimal invasif sehingga pasien tidak memerlukan pembedahan besar. Dampaknya, masa rawat inap menjadi lebih singkat, proses pemulihan lebih cepat, dan biaya perawatan menjadi lebih efisien.

“Ini merupakan salah satu layanan unggulan kami. Pasien bisa mendapatkan penanganan yang lebih nyaman dengan risiko yang lebih kecil. Yang terpenting, beberapa layanan sudah dapat dijamin melalui BPJS,” jelasnya.

Keunggulan teknologi dan pelayanan yang dimiliki RS Paru Jember bahkan mulai menarik perhatian berbagai rumah sakit dari luar daerah. Sejumlah tenaga medis dan institusi kesehatan dari berbagai kota datang untuk mempelajari sistem pelayanan serta teknologi medis yang telah diterapkan di rumah sakit tersebut.

Berhasil Tangani Kasus Medis Kompleks

Selain layanan kanker, RS Paru Jember juga mencatat keberhasilan dalam menangani sejumlah kasus medis kompleks yang sebelumnya harus dirujuk ke rumah sakit besar di luar daerah.

Salah satu kasus yang berhasil ditangani adalah operasi penyambungan saluran pernapasan (trakea) pada seorang pasien berusia 15 tahun asal Jember yang mengalami penyempitan saluran napas akibat kecelakaan dan menjalani perawatan intensif dalam waktu lama.

Awalnya pasien direncanakan dirujuk ke luar daerah karena kasus tersebut tergolong langka dan membutuhkan penanganan khusus. Namun kondisi pasien yang masih bergantung pada alat bantu pernapasan membuat proses rujukan memiliki risiko tinggi.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim medis RS Paru Jember berkolaborasi dengan dokter spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular dari Solo dan melakukan tindakan operasi di Jember. Operasi yang dilaksanakan sekitar tiga bulan lalu tersebut berjalan sukses dan pasien kini telah pulih dengan baik.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa fasilitas, peralatan medis, serta kompetensi tenaga kesehatan di RS Paru Jember semakin mampu menangani kasus-kasus yang sebelumnya harus dirujuk ke luar daerah.

“Yang paling membahagiakan bagi kami adalah ketika pasien yang datang dengan kondisi sulit akhirnya bisa kembali sehat dan beraktivitas normal. Itu menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan pelayanan,” ungkap dr. Agus.

Penataan Kawasan Rumah Sakit Baru

Sementara itu, terkait keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar area pembangunan rumah sakit baru, manajemen RS Paru Jember menyatakan hingga saat ini belum terdapat kebijakan khusus maupun instruksi resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sosialisasi yang dilakukan sejauh ini masih berkaitan dengan pembongkaran pagar lama sebagai bagian dari persiapan pembangunan tahap keempat. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran akses pembangunan sekaligus penataan jalur masuk menuju kawasan rumah sakit baru.
Saat ini akses menuju area pembangunan telah dibuka melalui dua jalur, sementara pengerjaan akses utama lainnya masih terus berlangsung.

Dengan dukungan fasilitas yang semakin lengkap, teknologi kesehatan yang terus berkembang, serta tenaga medis profesional, RS Paru Jember optimistis dapat menjadi pusat layanan kesehatan rujukan unggulan bagi masyarakat Jember, kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur bagian timur, hingga wilayah Indonesia Timur.

Kehadiran gedung baru yang dijadwalkan beroperasi pada 2027 diharapkan menjadi tonggak penting dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, modern, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat.

Periska PTBA Dorong Pemberdayaan UMKM Berjalan Optimal

0

Warta In

*Lampung, 5 Juni 2026 -* Persatuan Istri Karyawan (Periska) PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) melaksanakan kegiatan onboarding dan kunjungan kerja ke sejumlah UMKM binaan strategis di Provinsi Lampung pada 2 hingga 3 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan melihat langsung perkembangan usaha, inovasi produk, serta dampak pemberdayaan yang telah dirasakan para pelaku UMKM.

Kunjungan dipimpin Ketua Umum Periska PTBA, Warsini Arsal Ismail, didampingi Sustainable Economic Social and Environment Department Head PTBA, Listati, serta Ketua Periska PTBA Tarahan Port, Wiwik Hengki Burmana. Rombongan meninjau delapan UMKM binaan, yakni Permata Shidqi, Lamban Kelor, UMKM Joss, Sambal Oyee, Gress Snack, Elzarabi Collection, Putra Tapis, dan Astrina Collection yang tersebar di Lampung Selatan, Bandar Lampung, Lampung Timur, hingga Pringsewu.

Selain meninjau proses produksi dan perkembangan usaha, rombongan juga berdialog langsung dengan para pelaku UMKM untuk mendengarkan berbagai tantangan, kebutuhan pengembangan usaha, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan. Dalam beberapa kesempatan, Warsini turut mencoba proses produksi bersama para pelaku UMKM, seperti membuat sumpia pisang di Permata Shidqi hingga getuk frozen di Gress Snack.

Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno mengungkapkan, kunjungan kerja dan onboarding ini menegaskan komitmen kuat Perseroan dalam mendampingi masyarakat lokal.

“Melalui sinergi yang terjalin bersama Periska, perusahaan ingin memastikan bahwa program pemberdayaan tidak hanya menghadirkan dukungan bagi pelaku usaha, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kami berharap UMKM binaan dapat terus berkembang, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing produknya,” jelas Eko.

Ketua Umum Periska PTBA, Warsini Arsal Ismail, menyampaikan apresiasinya atas semangat dan kreativitas para UMKM binaan di Lampung.

“Saya sangat bangga melihat perkembangan UMKM binaan PTBA di Lampung. Setiap UMKM memiliki keunikan dan potensi besar untuk terus berkembang. Kami berharap mereka dapat terus meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada. PTBA akan terus hadir mendampingi agar UMKM semakin mandiri dan mampu bersaing di tingkat yang lebih luas,” ujarnya.

Warsini juga berharap, UMKM binaan PTBA dapat terus meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada.

PTBA melalui program pemberdayaan masyarakat akan terus hadir mendampingi UMKM agar mampu naik kelas, semakin mandiri, serta menjadi kebanggaan daerah bahkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Kehadiran rombongan Periska memberikan suntikan motivasi yang luar biasa bagi pelaku usaha, salah satunya pemilik UMKM Permata Shidqi. Ia mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas kunjungan langsung Periska ini.

“Kami sangat bersyukur dan tidak menyangka Ibu Ketua Umum Periska sekaligus Ibu Dirut mau turun langsung ke dapur kami, bahkan ikut menggulung sumpia pisang bersama-sama. Kehadiran beliau bukan cuma memberi semangat baru, tapi juga membuat kami semakin percaya diri bahwa produk lokal dari desa seperti ini dinilai punya potensi besar oleh PTBA,” jelas Permata Shidqi.

(Zulkifli)

​BAZNAS Sukabumi Salurkan Bantuan Rp2 Juta untuk Tepi Suhenda

0

​BAZNAS Sukabumi Salurkan Bantuan Rp2 Juta untuk Tepi Suhenda

​Warta In Jabar | SUKABUMI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukabumi menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp2.000.000 kepada Tepi Suhenda, warga yang belakangan ini menjadi sorotan akibat kesulitan ekonomi. Penyerahan bantuan modal/stimulus ini berlangsung pada Jumat (05/06/2026) dan disaksikan langsung oleh Kepala Desa Warnasari.

​Ketua Pelaksana BAZNAS Kabupaten Sukabumi, Haji Kamal, menyampaikan bahwa aksi cepat ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial sekaligus realisasi dari program kemanusiaan Bupati Sukabumi untuk meringankan beban masyarakat kecil.

​”Kami mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada para muzaki (pembayar zakat) yang telah mempercayakan dananya melalui BAZNAS. Kami juga mengapresiasi dukungan penuh Bupati Sukabumi yang terus mengawal distribusi zakat agar tepat sasaran,” ujar Haji Kamal.

​Bantuan tersebut disambut haru oleh Tepi Suhenda. Ia mengaku sangat terbantu di tengah kondisi ekonominya yang sedang terjepit.

​”Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS. Bantuan ini akan kami gunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga. Niatan (terdahulu) itu murni muncul karena dasar kesulitan ekonomi yang kami hadapi,” ungkap Tepi dengan penuh syukur.

​Sementara itu, Kepala Desa Warnasari, Umar Yusman, yang hadir dalam penyerahan tersebut mengapresiasi langkah taktis BAZNAS. Menurutnya, momentum ini harus menjadi pembelajaran penting bagi seluruh aparatur desa dan daerah untuk meningkatkan kepekaan sosial.

​”Ini menjadi pengingat bagi kami di tingkat desa agar ke depan pelayanan dan perhatian kepada masyarakat pelosok bisa lebih maksimal, sekaligus mencegah kasus serupa kembali terjadi,” kata Umar.

​Aksi tanggap darurat ini menegaskan peran BAZNAS sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan visi “Sukabumi Mubarkah”. Melalui gerakan nyata “Sing nyaah ka Sukabumi” (Harus sayang kepada Sukabumi), sinergi antara kebijakan bupati dan pengelolaan zakat terbukti mampu menyentuh langsung masyarakat di lapisan paling bawah.