Beranda blog

Kapolres Pakpak Bharat Larang Jajarannya Menggunakan Rokok Elektrik (Vae)

0

Warta.in Salak, – Sesuai dengan Surat Edaran dari Kapolri tentang Pelarangan Penggunaan Rokok Elektrik ( Vape ) Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan S.T.,S.I.K.,M.H menegaskan kepada jajarannya untuk tidak menggunakan Rokok Elektrik alias Vape, Rabu pagi ( 04/11/2026 )

Menurut Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan S.T.,S.I.K.,.M.H yang di sampaikan melalui Kasi Propam Polres Pakpak Bharat Iptu Marlon D. Hutapea S.H.,M.H hal ini sesuai dengan Surat Edaran dari Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang larangan Penggunaan Rokok Elektrik atau Vape bagi seluruh Pegawai Negeri pada lingkungan Polri.

” Penegasan ini di terapkan di seluruh wilayah se – Indonesia, mulai dari tingkat Mabes Polri, Polda, Polres Polsek dan Pospol, mengingat Rokok Elektrik atau Vape berbahan Cair ( isi ulang ) mengantisipasi penggunaan bahan Narkotika berbentuk cair seperti Ketamine, Sabu cair dan Ganja Cair “, tegasnya.

” Kepada personel jika kedapatan menggunakan Rokok Elektronik ( Vape ) pasti akan diberi tindakan dan kepada masyarakat yang berada di lingkup Mako Polres Pakpak Bharat ataupun Polsek jajaran akan kita tegur secara Humanis. Pungkasnya. (RN)

Pembangunan KDKMP Desa Rimo Bunga Capai 91,93 Persen, Kodim 0205/TK Kawal Penyelesaian

0

Warta.in Karo – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Rimo Bunga, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo, yang berada dalam wilayah binaan Kodim 0205/Tanah Karo, telah mencapai 91,93 persen hingga Kamis (5/11/2026). Pada tahap ini, pekerjaan difokuskan pada pemasangan penutup dinding berbahan spandek dan kawat nyamuk.

Bangunan KDKMP tersebut berdiri di atas lahan hibah seluas 750 meter persegi dengan ukuran 30 x 25 meter. Adapun luas bangunan mencapai 600 meter persegi, berukuran 30 x 20 meter.

Pemasangan penutup dinding menjadi salah satu tahapan penting dalam penyelesaian fasilitas tersebut. Pekerjaan dilakukan secara bertahap untuk memastikan bangunan siap digunakan sesuai dengan peruntukannya.

Kodim 0205/TK melalui jajaran kewilayahan terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap pelaksanaan pembangunan. Langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap percepatan penyediaan sarana koperasi di tingkat desa.

Keberadaan KDKMP diharapkan menjadi sarana penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan kegiatan usaha dan pelayanan kebutuhan warga. Fasilitas ini juga diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi produktif serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Kodim 0205/TK berkomitmen untuk terus mengawal dan mendukung penyelesaian pembangunan KDKMP Desa Rimo Bunga hingga siap dimanfaatkan masyarakat. Kehadiran fasilitas ini diharapkan tidak sekadar menjadi sarana kegiatan koperasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan warga. Sinergi tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI AD dengan rakyat dalam mendukung pelaksanaan program Presiden Republik Indonesia, khususnya untuk mendorong pembangunan dan mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

Polres Muara Enim Polda SumSel.Melindungi Generasi Muda Dari Ancaman Kejahatan Digital

0

Warta In

“MUARA ENIM – Melindungi generasi muda dari ancaman kejahatan digital merupakan tanggung jawab bersama. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kemudahan akses internet, Polres Muara Enim Polda Sumatera Selatan terus mengambil langkah nyata melalui edukasi dan pendekatan humanis kepada kalangan pelajar.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi tentang bahaya judi daring (online) dan penipuan digital yang dilaksanakan oleh Seksi Hubungan Masyarakat (Si Humas) Polres Muara Enim bertempat di SMP Negeri 1 Muara Enim, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini menyasar adik-adik Pramuka Penggalang yang mengikuti lomba sebagai generasi muda yang diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menyebarkan pesan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Edukasi dipimpin langsung oleh Kasi Humas Polres Muara Enim Kompol RTM. Situmorang bersama personel Humas. Dalam penyampaiannya, para peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai bahaya judi daring, modus penipuan online, serta pentingnya bersikap bijak dan waspada ketika menggunakan internet maupun media sosial.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Kompol RTM. Situmorang menyampaikan bahwa edukasi ini merupakan langkah preventif Polri untuk membentengi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai aktivitas negatif di dunia digital.

“Kami mengingatkan adik-adik Pramuka Penggalang agar jangan pernah tergiur dengan iming-iming keuntungan instan, hadiah, maupun janji mendapatkan uang dengan mudah melalui judi daring. Jangan mencoba, jangan terlibat, dan jangan memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang ingin menjerumuskan kalian,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar para pelajar selalu berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan online, tidak mudah percaya kepada orang yang tidak dikenal di media sosial, tidak sembarangan mengeklik tautan mencurigakan, serta tidak memberikan data pribadi, kata sandi, maupun kode OTP kepada siapa pun.

Lebih lanjut, Kasi Humas berharap para anggota Pramuka Penggalang tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dengan meneruskan pesan-pesan edukasi tersebut kepada teman, sahabat, dan sesama anggota Pramuka lainnya.

“Kami berharap adik-adik dapat menjadi pelopor kebaikan. Sampaikan kepada teman-teman Pramuka lainnya agar menjauhi judi daring, tidak mudah tertipu di dunia digital, dan menggunakan teknologi untuk kegiatan yang bermanfaat, mendukung pendidikan, serta meraih cita-cita,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Polres Muara Enim ingin menanamkan kesadaran bahwa masa depan generasi muda jauh lebih berharga daripada iming-iming keuntungan sesaat. Jangan sampai kemudahan teknologi justru menjadi pintu masuk bagi perilaku yang dapat merusak masa depan.

Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan wujud kepedulian dan tindakan nyata dalam melindungi generasi penerus bangsa. Dengan edukasi sejak dini, Polres Muara Enim berharap lahir generasi muda yang cerdas, berkarakter, bijak bermedia digital, serta berani mengatakan tidak terhadap judi daring dan segala bentuk penipuan online.

(Tim/Red)

Id Card Porprov XV 2026 Bertuliskan PERS, Jadi Sorotan

0

warta.in Bekasi ◊ Kamis, 05 November 2026

*KOTA BEKASI * – Penggunaan ID Card kategori PERS dalam penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026 di Kota Bekasi menjadi sorotan. Pasalnya, kartu berlabel PERS tersebut juga diperuntukkan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan petugas pengelola media sosial organisasi perangkat daerah (OPD).

Polemik mencuat dalam Dialog Pers yang digelar PWI Bekasi Raya setelah ditemukan ID Card kategori PERS dengan keterangan “Media Sosial OPD”.

Praktisi hukum pers, H. Hendrayana, S.H., M.H., menilai penggunaan nomenklatur PERS harus dibedakan secara jelas dari fungsi kehumasan pemerintah.

“Keliru besar kalau ID Card Porprov ditulis PERS, tetapi yang memegang bukan dari entitas pers. Mereka itu menjalankan fungsi kehumasan, bukan fungsi jurnalistik,” tegas Hendrayana, Kamis (6/11/2026).

Menurutnya, wartawan menjalankan kegiatan jurnalistik berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan terikat Kode Etik Jurnalistik. Sementara ASN pengelola media sosial OPD menjalankan fungsi komunikasi dan kehumasan pemerintah.

“Pers itu bukan sekadar tempelan label di kartu. Ada fungsi, ada tanggung jawab, ada aturan mainnya. Jangan sampai label PERS malah mengaburkan batas antara wartawan dan petugas humas,” tambahnya.

*PWI: IDENTITAS WARTAWAN JANGAN DIKABURKAN*

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan ASN maupun petugas humas mendapatkan akses untuk mendukung publikasi Porprov. Namun, identitas dan kategori penerima harus dibedakan secara jelas.

“Ini bukan semata-mata persoalan administrasi masuk venue. Ini menyangkut pengakuan dan penghormatan terhadap profesi wartawan. Jangan sampai identitas PERS digunakan tanpa klasifikasi yang jelas,” tegas Ade.

Ia menyarankan petugas pemerintah menggunakan kategori HUMAS, MEDIA CENTER, atau MEDIA SOSIAL OPD. Sementara wartawan diberikan identitas PERS dengan mencantumkan nama media yang diwakilinya.

“Kalau humas, ya tulis HUMAS atau MEDIA CENTER. Kalau wartawan, tulis jelas medianya apa. Jangan dicampuraduk. Dua fungsi ini berbeda,” ujarnya.

*IKA: PERS HANYA KATEGORI PENGELOMPOKAN*

Sementara itu, Ika dari Tim Media Center Humas menjelaskan bahwa tulisan PERS pada ID Card merupakan kategori pengelompokan, bukan penegasan bahwa seluruh penerimanya berprofesi sebagai wartawan.

“Bukan sama dengan pers adalah wartawan, bukan. Jadi itu masuk ke dalam kategori pengelompokannya,” jelas Ika saat dikonfirmasi awak media.

Ia mencontohkan ASN yang ditugaskan mengelola media sosial Porprov dapat memperoleh ID Card tersebut untuk mendokumentasikan pertandingan dan membuat konten publikasi OPD.

Terkait penerbitan kartu, Ika menegaskan Media Center Humas bukan pihak yang mengeluarkan ID Card. Proses tersebut, menurutnya, berada di bawah divisi tersendiri pada sekretariat penyelenggara.

“Iya, dari sekretariat,” ujarnya.

Ika juga mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah wartawan yang mengajukan ID Card maupun melakukan validasi menyeluruh terhadap identitas pemohon.

“Kami juga tidak tahu jumlah total wartawan di Bekasi itu berapa. Yang datang ke kami juga sudah banyak. Apakah orang yang sama datang tiga kali juga kami tidak tahu,” katanya.

*PWI SOROTI PELIBATAN MEDIA LOKAL*

Selain persoalan ID Card, Ade Muksin turut menyoroti belum jelasnya mekanisme pelibatan media lokal dalam publikasi Porprov, mulai dari kriteria kerja sama, persyaratan administrasi hingga kebijakan anggaran publikasi.

“Jangan sampai media lokal hanya menjadi penonton di kampungnya sendiri. Kami meminta keterbukaan, kesempatan yang setara, dan kerja sama yang profesional. Pers lokal juga ikut menyukseskan Porprov, maka hargai keberadaannya,” tandasnya.

PWI Bekasi Raya menegaskan kritik tersebut bukan untuk menghambat penyelenggaraan Porprov, melainkan mendorong tata kelola informasi yang transparan dan profesional.

PWI meminta Sekretariat PB Porprov memberikan penjelasan resmi mengenai dasar penggunaan kategori PERS bagi ASN pengelola media sosial OPD, mekanisme verifikasi wartawan, serta kebijakan pelibatan media lokal.

Sebab, keberhasilan Porprov bukan hanya diukur dari kelancaran pertandingan dan perolehan medali, tetapi juga dari keterbukaan informasi, profesionalisme penyelenggaraan, dan penghormatan terhadap kemerdekaan pers.

(Alpin A.S)

Sosialisasi Operasi Patuh Toba 2026, Kasat Lantas Polres Karo Ajak Pedagang Bernyanyi Bersama

0

Warta.in Kabanjahe – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karo, Sumatera Utara, memiliki cara tersendiri dalam menyampaikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat. Pada hari kesepuluh pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026, petugas mengemas sosialisasi dengan hiburan bernyanyi bersama pedagang dan warga di kawasan Pusat Pasar Kabanjahe, Rabu (4/11).

Kegiatan yang berlangsung di Simpang Tugu Catur tersebut dipimpin Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Karo IPTU Feri Sigalingging, S.H., bersama sejumlah personel

IPTU Feri Sigalingging mengatakan, edukasi keselamatan berlalu lintas tidak harus selalu dilakukan melalui penyampaian imbauan secara formal, tetapi dapat dikemas dengan pendekatan kreatif dan menghibur agar lebih mudah diterima masyarakat.

“Sesekali sosialisasi tidak harus selalu normatif dan kaku. Kita bisa menyampaikan pesan keselamatan dengan cara yang santai, menghibur, dan melibatkan masyarakat secara langsung. Yang terpenting, pesan tertib berlalu lintas tetap tersampaikan,” ujarnya.

Menurut dia, pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran pengguna jalan mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas. (RN)

Besi Moawe Tak Semua ke UPTD, Pegawai Bina Marga Buka Suara, Diduga Dijual Bebas

0

Gunungsitoli,Warta.in Sumatera Utara – Dugaan raibnya besi bekas pembongkaran Jembatan Moawe kini semakin terang. Bukan lagi sekadar isu di masyarakat, tetapi sudah dibongkar dari dalam.

Salah satu pegawai UPTD Bina Marga Provinsi Gunungsitoli akhirnya buka suara. Ia menyebutkan, besi bongkaran Jembatan Moawe itu tidak diangkut semua ke UPTD.

Pengakuan itu langsung membantah klaim PPK Bina Marga, Murni, yang sebelumnya menyatakan besi ada di UPTD.

Besi ada di UPTD, ujar Murni.

Namun fakta di lapangan berkata lain. Menurut pegawai UPTD tersebut, hanya sebagian besi yang sampai ke UPTD. Sisanya tidak diangkut. Ke mana sisanya? Siapa yang mengambil? Sampai hari ini tidak ada penjelasan resmi.

PPK Ngaku Tak Tahu Berat, Lelang Bukan Tupoksi

Ketika dikonfirmasi, Murni mengaku tidak bisa memberi izin untuk melihat besi tersebut.

Saya ngak ada kapasitas memberi izin orang abg melihat itu, katanya.

Saat ditanya berapa berat besi bongkaran itu, jawabannya semakin mengejutkan.

Maaf BG masalah berat BG kita tidak mungkin melakukan penimbangan, ujarnya.

Soal lelang, ia juga menegaskan bukan tupoksinya.

Cara melelang bukan di tupoksi saya, katanya.

Besi bongkaran saya tau tapi bukan tupoksi saya untuk melelangnya, lanjutnya.

Artinya, besi dibongkar tanpa ditimbang, tanpa dicatat beratnya, tanpa lelang yang jelas, dan kini diakui tidak semua diangkut ke UPTD.

Pegawai UPTD Buka Suara, Bukti Mulai Terbuka

Murni sebelumnya berjanji akan menindaklanjuti jika ada bukti penjualan.

BG kalau memang ada bukti penjualan besi saya akan menindak lanjutnya untuk melaporkan, ujarnya.

Kalau ada bukti laporkan aj BG. Saya juga ngak akan tolerir hal seperti ini, tegasnya.

Kini bukti itu datang dari internal sendiri. Pegawai UPTD Bina Marga sendiri yang buka suara dan menyebut besi itu tidak diangkut semua.

Maka kini giliran PPK dan UPTD yang harus membuktikan, berapa besi yang dibongkar, berapa yang diangkut, berapa yang ada di UPTD, dan ke mana sisanya.

PUPR Sumut dan Bobby Nasution Wajib Turun

Jembatan Moawe adalah proyek Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara. Kasus ini tidak bisa berhenti di Gunungsitoli.

PUPR Provinsi Sumatera Utara wajib turun, audit, dan periksa langsung ke UPTD. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, juga tidak boleh diam.

Jika di bawah kepemimpinannya ada aset negara yang diduga dijual bebas tanpa lelang, ini adalah ujian integritas.

Rakyat Nias hanya minta satu hal, transparansi. Tunjukkan besi itu. Timbang di depan publik. Buka berita acara pembongkaran. Jika sudah dijual, siapa yang menjual dan ke mana uangnya.

Sebab besi itu bukan besi pribadi. Itu aset negara yang dibeli dengan uang rakyat.

Kini bola panas ada di tangan PUPR Sumut dan Gubernur Bobby Nasution. Diusut tuntas atau dibiarkan menguap?

Rakyat menunggu.

Warta.in.

Porprov XV Jabar: Bekasi Jadi Tuan Rumah, Transparansi Jangan Jadi Tamu!

0

warta.in Bekasi ◊ Kamis 05 November 2026

*KOTA BEKASI* — Menjadi tuan rumah Porprov XV Jawa Barat 2026 merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Kota Bekasi. Namun, kesuksesan sebuah perhelatan olahraga tidak cukup hanya diukur dari kelancaran pertandingan dan perolehan medali. Transparansi anggaran, keterbukaan informasi, serta pelibatan masyarakat dan pers lokal juga harus menjadi perhatian.

Sejumlah persoalan tersebut mengemuka dalam Dialog Pers yang diselenggarakan PWI Bekasi Raya, Rabu (4/11/2026), di Aula Sekretariat PWI Bekasi Raya, Jalan Rawa Tembaga II, Margajaya, Bekasi Selatan.

Mengusung tema “Pers Lokal Berdaya, Porprov Berjaya”, dialog tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi sekaligus evaluasi terhadap kesiapan Kota Bekasi sebagai tuan rumah Porprov XV Jawa Barat 2026.

Salah satu sorotan adalah belum terurainya secara detail penjelasan mengenai anggaran penyelenggaraan Porprov. Dalam forum tersebut, peserta mempertanyakan besaran, peruntukan, serta mekanisme penggunaan anggaran. Namun, penjelasan narasumber belum memberikan gambaran menyeluruh.

Informasi mengenai anggaran yang disebut-sebut mencapai puluhan miliar rupiah turut menjadi perhatian. Meski demikian, besaran dan rincian penggunaannya masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak penyelenggara maupun pemerintah daerah.

Persoalan lain menyangkut kepastian pelibatan perusahaan media dan wartawan lokal.

Ika dari Sekretariat PB Porprov XV Jawa Barat 2026 menyampaikan bahwa wartawan dapat mendatangi Media Center untuk memperoleh siaran pers dan foto original kegiatan. Sementara itu, mekanisme kerja sama publikasi masih dalam proses penawaran yang selanjutnya akan diserahkan kepada bagian Barang dan Jasa (Barjas).

Penjelasan tersebut menjadi informasi awal. Namun, media lokal masih membutuhkan kepastian mengenai persyaratan, tahapan penawaran, kriteria seleksi, dan mekanisme kerja sama publikasi.

Dalam dialog itu, beredarnya ID Card kategori “PERS” dengan keterangan “Media Sosial OPD” juga menjadi pembahasan. Ika menjelaskan bahwa penerbitan ID Card bagi pihak nonwartawan diperbolehkan. Karena itu, hal yang perlu diperjelas adalah standar kategori, fungsi, dan akses peliputan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan insan pers.

*Gaung Bekasi sebagai Tuan Rumah Dipertanyakan*

Sorotan lain disampaikan tokoh masyarakat Bekasi, Baba Damin Sada. Ia menilai gaung Kota Bekasi sebagai tuan rumah Porprov belum terasa maksimal di tengah masyarakat.

Minimnya sosialisasi melalui baliho, spanduk, maupun media informasi publik lainnya menjadi catatan yang perlu dievaluasi. Menurutnya, masyarakat harus mengetahui dan ikut merasakan kebanggaan bahwa Kota Bekasi menjadi tuan rumah perhelatan olahraga tingkat provinsi.

Damin Sada juga menyinggung informasi anggaran yang disebut-sebut mencapai puluhan miliar rupiah. Ia berharap pemanfaatan anggaran dapat memberikan dampak nyata, termasuk memperkuat sosialisasi dan promosi kegiatan.

Selain itu, ia berharap budaya dan kearifan lokal Bekasi lebih ditonjolkan. Porprov seharusnya menjadi momentum memperkenalkan identitas daerah, tradisi, kesenian, serta potensi UMKM kepada masyarakat Jawa Barat.

*Pers Lokal Bukan Penonton*

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., menegaskan bahwa pers lokal memiliki peran strategis dalam menyukseskan Porprov, bukan sekadar pelengkap publikasi.

“PWI tidak meminta perlakuan istimewa. Kami hanya ingin memastikan pers lokal mendapatkan ruang, akses, kesempatan, dan penghargaan yang proporsional. Wartawan lokal bukan penonton di rumahnya sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, dukungan pers terhadap kesuksesan Porprov harus berjalan seiring dengan keterbukaan informasi dan penghormatan terhadap independensi jurnalistik.

Dialog tersebut juga mencatat harapan agar para pengambil kebijakan dapat memberikan penjelasan langsung dalam forum lanjutan, terutama mengenai anggaran, akses peliputan, dan mekanisme kemitraan media.

Pada akhirnya, Porprov bukan hanya tentang pertandingan, medali, dan seremoni. Kesuksesan juga harus tercermin dari transparansi anggaran, partisipasi masyarakat, penghargaan terhadap pers lokal, serta kemampuan Kota Bekasi memperkenalkan identitas budayanya.

Bekasi boleh menjadi tuan rumah Porprov, tetapi keterbukaan tidak boleh hanya menjadi slogan. Publik berhak tahu, pers berhak memperoleh akses, dan masyarakat berhak merasakan manfaatnya.

(Alpin A.S)

Jadikan Pelajar dan Mahasiswa Garda Depan Pencegahan Terorisme dan Radikalisme di Ruang Digital

0

Jadikan Pelajar dan Mahasiswa Garda Depan Pencegahan Terorisme dan Radikalisme di Ruang Digital

Warta.in
Mataram,NTB — Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., mengajak pelajar dan mahasiswa mengambil peran sebagai garda depan pencegahan radikalisme dan terorisme di ruang digital. Melalui kecakapan literasi digital, kreativitas, dan komunikasi yang bertanggung jawab, generasi muda diharapkan mampu menangkal propaganda, melawan narasi kebencian, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi.

Ajakan tersebut disampaikan Aka, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Penguatan Literasi Digital melalui Pembuatan Konten Kreatif dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme yang diselenggarakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) NTB bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI di Auditorium Kampus 2 UIN Mataram, Kamis (5/11/2026).

Dalam paparannya bertajuk Mahasiswa sebagai Digital Peace Creator di Era Algoritma, Aka menegaskan bahwa pelajar dan mahasiswa tidak boleh hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi harus mampu menjadi kreator konten yang menghadirkan informasi berkualitas, membangun kesadaran kritis, dan menyebarkan pesan positif yang berlandaskan Pancasila.

“Adik-adik harus kreatif berkarya, cerdas berkomunikasi, dan hasilnya harus luas berdampak. Kreatif dalam menghasilkan konten, tetapi bukan sekadar membuat konten yang justru menimbulkan persoalan bagi diri sendiri maupun orang lain,” tegas Aka.

Menurutnya, ruang digital kini telah menjadi arena pembentukan opini, persepsi, bahkan penyebaran ideologi. Fenomena post-truth, ketika emosi dan keyakinan lebih dominan daripada fakta, serta hyperreality, yakni realitas semu yang terbentuk melalui media, menjadikan masyarakat semakin rentan terhadap manipulasi informasi.

Kerentanan tersebut diperkuat oleh algoritma media sosial yang membentuk filter bubble dan echo chamber. Pengguna cenderung menerima informasi yang sejalan dengan pandangannya sendiri, sehingga ruang dialog dan kemampuan berpikir kritis dapat menyempit. Kondisi ini berpotensi dimanfaatkan kelompok radikal untuk menyebarkan propaganda, mengeksploitasi emosi, dan memengaruhi generasi muda secara bertahap.

Aka mengingatkan pelajar dan mahasiswa untuk membangun kebiasaan memeriksa sumber informasi, memahami konteks, dan tidak mudah terprovokasi. Ketika menghadapi narasi ekstrem maupun ujaran kebencian, mereka perlu menghadirkan counterspeech atau narasi tandingan yang berbasis fakta, santun, dan argumentatif. Konten berbahaya juga harus dilaporkan melalui mekanisme yang tersedia.

“Jadilah pembela kebenaran tanpa kehilangan kesantunan. Jadilah berani tanpa mengabaikan keselamatan,” pesannya.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Kesiapsiagaan Nasional dan Kontra Radikalisasi BNPT RI, Muhammad Lutfi, S.IP., M.Si., menekankan bahwa pencegahan terorisme membutuhkan pendekatan edukatif, kreatif, dan berkelanjutan.

“Mencegah terorisme tidak akan cukup dengan ajakan. Kita perlu melakukan pencegahan secara edukatif, kreatif, dan terus-menerus,” ujarnya.

Lutfi mengajak generasi muda untuk berpikir kritis sebelum membagikan informasi, melawan kebencian dengan gagasan dan konten positif yang berlandaskan Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika, dan menjadi kreator yang bertanggung jawab dengan memperhatikan etika, hak cipta, serta dampak setiap konten.

Lebih lanjut Aka menegaskan, kemampuan memanfaatkan teknologi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial dan kesadaran kebangsaan. Pelajar dan mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mengisi ruang digital dengan gagasan yang mencerahkan, memperkuat persatuan, dan mencegah berkembangnya paham radikal.

Pencegahan radikalisme dan terorisme tidak hanya bertumpu pada penindakan, tetapi juga pada penguatan daya tahan masyarakat terhadap pengaruh ideologi kekerasan. Karena itu, keterlibatan aktif generasi muda menjadi kekuatan penting untuk menjaga ruang digital tetap sehat, aman, dan produktif sekaligus merawat persatuan serta keutuhan bangsa.(sr/dkisntb)

Ops Patuh Rinjani 2026, Polda NTB Gelar Penindakan dan Edukasi Pengendara di Mataram

0

Ops Patuh Rinjani 2026, Polda NTB Gelar Penindakan dan Edukasi Pengendara di Mataram

Warta.in
Mataram, NTB – Polda NTB terus menggencarkan upaya meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas melalui Operasi Patuh Rinjani 2026. Kali ini, Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) dan Satgas Preventif menyasar sejumlah titik strategis di Kota Mataram, Selasa (03/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Satgas Gakkum melaksanakan penertiban terhadap pengendara yang melanggar aturan lalu lintas di Jalan TGH Faesal, Kecamatan Sandubaya. Sementara itu, Satgas Preventif menyasar kawasan Simpang Empat Kantor Gubernur NTB dengan mengedepankan edukasi dan imbauan langsung kepada para pengguna jalan.

Di lokasi penindakan, personel Satgas Gakkum tidak hanya memberikan edukasi dan teguran kepada pengendara yang melakukan pelanggaran, tetapi juga menerapkan tindakan tegas berupa tilang terhadap pelanggaran yang ditemukan.

Sementara di Simpang Empat Kantor Gubernur NTB, personel Satgas Preventif aktif menyampaikan imbauan keselamatan kepada pengendara yang melintas. Petugas juga memberikan teguran kepada pengendara yang menggunakan bahu jalan serta sejumlah pengguna jalan yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Operasi Patuh Rinjani 2026 yang bertujuan menciptakan Keamanan, Ketertiban, Keselamatan, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamtibselcar Lantas) di wilayah NTB.

Menurutnya, operasi ini menjadi salah satu langkah kepolisian untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan yang berpotensi mengakibatkan korban luka berat maupun meninggal dunia.

Dalam pelaksanaannya, Polda NTB mengombinasikan langkah preemtif melalui edukasi, preventif melalui imbauan dan pencegahan, serta represif berupa penindakan terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran.

“Operasi Patuh ini pada intinya merupakan upaya kita menciptakan Kamtibselcar Lantas sekaligus mencegah berbagai potensi kecelakaan lalu lintas yang dapat menyebabkan fatalitas,” ungkap Kombes Pol. Mohammad Kholid.

Ia berharap melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan tersebut, masyarakat semakin memahami pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan tidak hanya tertib ketika ada petugas kepolisian.

Polda NTB juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berkendara, karena kepatuhan terhadap aturan bukan sekadar menghindari sanksi, melainkan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri dan orang lain.(sr/hpntb)

 

Bongkar Muat Rokok Ilegal Terang-terangan, Profesionalitas Bea Cukai dan Polres Kubu Raya Diuji

0

Kubu Raya, WARTA IN KALBAR. Profesional tugas Bea Dan Cukai maupun Aparat Polres Kubu Raya jadi sorotan tajam masyarakat. Pasalnya aktivitas bongkar muat rokok ilegal merk Trend Bold sebanyak 450 dus di pergudangan Parit Sembin, Jalan Ahmad Yani II Kubu Raya, bisa berjalan aman, lancar dan sukses.

” Kami heran, padahal aktivitas bongkar barang gelap tersebut dilokasi ramai, umum bahkan mudah dilihat mata, tetapi kok Aparat Polres maupun Polsek Sungai Raya II bisa tidak tahu. Ini tergolong aneh, mustahil dan penuh tanda tanya, ” ungkap warga Kota Pontianak.

Meskipun tidak menuduh, ia menuding jurus jatah dan sorong kiri kanan yang diterapkan oleh pemilik rokok siluman merk Trend Bold, terbukti berhasil menciptakan situasi kondusif dan terkendali

” Tauke Gendut yang terkenal dermawan terhadap siapapun sepertinya tahu betul kelemahan para petugas kita. Makanya dia tidak pernah kuatir dan takut terhadap Aparat Polres maupun Bea Dan Cukai Kalbar. Jadi pantas kalau rokok liar ciptaan pabrik siluman tersebut begitu mudah masuk dan membanjiri pasaran Kalimantan Barat, ” singgungnya.

Warga tadi juga bingung melihat mandat dan amanah tugas yang diberikan negara selalu mantul dihadapan pemilik rokok illegal. Alhasil rasa ketidak percayaan publik terhadap profesional petugas semakin merosot, turun drastis dan perlu dirombak sampai ke akar-akarnya.

Sebagai info, Rokok Trend Bold menggunakan Jasa angkutan PT. Lintas Samudra Jaya Xpres. Alamat Jalan Raya Bebek No.46 Turipinggir Kecamatan Waru Sidoarjo Jawa Timur. Pengirim PR Sumber Berkah Gunadhya Jalan Tanggulangin Sidoarjo. Selanjutnya surat tanda terima titipan nomor 02.261008700. Penerimanya Pak Edi.