Maknai MTQ Sebagai Wadah Syiar dan Pengamalan Nilai Islam, Sekda Provinsi Bengkulu Ajak Lahirkan Generasi Qurani yang Unggul dan Berakhlak Mulia
Seluma, 13 Mei 2026 – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bukan sekadar ajang perlombaan seni baca Kitab Suci Al-Qur’an semata, melainkan merupakan wadah agung syiar Islam, sarana pembinaan akhlak, serta wahana strategis dalam pembentukan karakter generasi muda yang beriman, bertakwa, dan berilmu. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, dalam acara pelantikan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-XXXVII Tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2026, yang berlangsung khidmat dan penuh rasa tanggung jawab di Gedung Serasan Seijoan, Kompleks Rumah Dinas Bupati Seluma, pada hari Rabu, 13 Mei 2026. Pelantikan ini menandai dimulainya satu babak penting dalam rangkaian persiapan dan pelaksanaan ajang bergengsi tahunan tersebut, yang untuk tahun ini seluruh kegiatan dan pusat penyelenggaraannya berlangsung di wilayah Kabupaten Seluma, sebagai tuan rumah yang telah siap menyambut dan memfasilitasi seluruh rangkaian acara dengan sebaik-baiknya.
Momen pelantikan dewan hakim ini memegang kedudukan yang sangat vital dan menjadi bagian tak terpisahkan serta sangat penting dalam seluruh rangkaian persiapan menuju pelaksanaan puncak kegiatan MTQ tingkat provinsi. Para hakim yang telah dilantik dan diambil sumpahnya tersebut merupakan para tokoh, ahli, dan tenaga profesional yang memiliki kompetensi, pengetahuan mendalam, serta pemahaman luas mengenai kaidah-kaidah, hukum, seni, dan keindahan bacaan Al-Qur’an, sehingga keberadaan mereka menjadi jaminan utama atas mutu, kualitas, dan kehormatan ajang yang sangat mulia ini. Secara tegas dan lugas, Sekretaris Daerah berharap segenap anggota Dewan Hakim yang telah menerima amanah besar ini senantiasa mampu menjalankan seluruh tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang dibebankan di atas bahu mereka dengan standar kerja yang sangat tinggi, yakni profesional, objektif, jujur, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan yang mutlak, ketat, dan tidak memihak dalam setiap proses penilaian yang dilakukan terhadap seluruh cabang perlombaan yang diperlombakan, mulai dari cabang tilawah, tahfiz, hingga pemahaman dan penerapan isi kandungan Al-Qur’an.
Dalam sambutan resminya yang disampaikan dengan wibawa, penuh ketegasan, dan sarat akan makna mendalam, Herwan Antoni kembali mengingatkan dan menegaskan peran strategis yang melekat erat pada diri setiap anggota dewan hakim. Beliau menyampaikan bahwa keberadaan mereka adalah kunci utama dalam menjaga, memelihara, dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan, serta marwah atau kehormatan besar yang melekat pada nama besar kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran itu sendiri. Amanah suci yang telah diberikan kepada mereka, menurut beliau, wajib dilaksanakan, diemban, dan dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab yang mendalam, integritas pribadi yang kokoh, serta kemandirian sikap yang utuh, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar lahir dari penilaian yang murni, jujur, dan berdasar pada kebenaran.
“Dewan Hakim yang kita lantik hari ini merupakan garda terdepan sekaligus ujung tombak yang menentukan standar kualitas pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan MTQ ini. Karena kedudukannya yang sangat penting itu, saya berharap dengan sepenuh hati agar seluruh anggota dewan hakim dapat bekerja dengan prinsip objektif, penuh kejujuran, ketelitian yang tinggi, serta profesionalisme yang tidak diragukan lagi. Sikap ini mutlak diperlukan agar kita mampu melahirkan para qari dan qariah terbaik, pilihan, dan benar-benar berkompeten, yang kelak nantinya akan berangkat membawa serta nama baik, kehormatan, dan citra positif Provinsi Bengkulu dalam ajang-ajang kompetisi yang lebih tinggi, hingga ke tingkat nasional,” ujar Herwan Antoni dengan nada bicara yang tegas, jelas, dan berwibawa di hadapan para hadirin.
Lebih jauh lagi, beliau menekankan pemahaman yang mendasar dan sangat penting untuk disepakati bersama oleh seluruh elemen masyarakat, peserta, panitia, maupun penyelenggara. Bahwa pelaksanaan MTQ ini tidaklah boleh hanya dipandang, dimaknai, dan dijadikan sekadar agenda rutin tahunan yang bersifat seremonial belaka, atau sekadar kegiatan formalitas yang berlalu begitu saja. Lebih dari itu, kegiatan besar ini haruslah mampu memberikan dampak positif yang nyata, manfaat yang luas, serta perubahan yang konstruktif dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, khususnya dalam upaya terus-menerus menanamkan, menumbuhkan, serta memantapkan nilai-nilai luhur, ajaran, dan pesan-pesan suci yang terkandung di dalam Al-Qur’an di tengah kehidupan generasi muda penerus bangsa.
“Melalui penyelenggaraan MTQ yang agung ini, kita memiliki satu tujuan besar dan cita-cita mulia yang ingin kita wujudkan bersama, yaitu membangun dan mencetak generasi Qurani sejati. Generasi yang tidak hanya pandai, fasih, dan indah dalam membaca ayat-ayat Allah semata, melainkan juga generasi yang memahami makna, isi, kandungan, dan pesan di balik setiap ayat yang dibacanya, serta yang paling utama adalah generasi yang senantiasa mengamalkan, menerapkan, dan menjadikan nilai-nilai suci tersebut sebagai pedoman hidup dalam seluruh aspek kesehariannya,” tambah beliau menguraikan visi besar di balik kegiatan ini.
Selain penekanan pada aspek penilaian dan pembinaan keagamaan, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu juga mengajak, menghimbau, dan mengundang seluruh pihak yang terlibat, baik itu para peserta perlombaan, para ofisial pendamping, panitia penyelenggara, tokoh masyarakat, maupun seluruh lapisan masyarakat yang turut hadir dan mendukung, untuk bersama-sama menjaga, memelihara, dan menciptakan suasana pelaksanaan MTQ yang tetap kondusif, aman, damai, tertib, serta penuh kekeluargaan. Ajang ini juga ditekankan fungsinya sebagai sarana yang paling efektif untuk semakin mempererat ikatan persaudaraan, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta mempertebal rasa persatuan dan kesatuan antardaerah, antarkabupaten dan kota yang ada di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.
“Kegiatan yang kita laksanakan dengan penuh semangat ini diharapkan mampu menjadi perekat yang semakin kuat bagi ukhuwah Islamiyah kita semua, sekaligus menjadi wahana pembinaan karakter dan akhlak dalam rangka melahirkan generasi Qurani yang tangguh, berilmu, dan berakhlak mulia di tanah kelahiran kita tercinta, Bumi Merah Putih,” pungkas Herwan Antoni mengakhiri amanatnya dengan kalimat yang penuh harapan dan semangat.
Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran Ke-XXXVII Tingkat Provinsi Bengkulu yang berpusat di Kabupaten Seluma ini, diikuti oleh rombongan kafilah yang datang dari seluruh penjuru wilayah, mencakup kesepuluh kabupaten dan kota yang berada di bawah naungan Provinsi Bengkulu. Para kafilah hadir dengan membawa persiapan matang, semangat juang yang tinggi, serta berpartisipasi aktif dalam beragam jenis cabang perlombaan yang mencakup seni baca, penghafalan, hingga pemahaman mendalam terhadap isi kandungan Al-Qur’an, menjadikan kegiatan ini sebagai pesta akbar kebanggaan masyarakat Bengkulu yang sarat nilai keagamaan dan kebudayaan.
(Tim Redaksi)