Beranda blog Halaman 112

Hari Juang Polri, Polres Jember Kenang Semangat Perjuangan Polisi Istimewa

0

Warta.in, Jember – Semangat perjuangan dan pengabdian mewarnai peringatan Hari Juang Polri yang digelar jajaran Polres Jember. Upacara berlangsung di halaman Mapolres Jember, Jumat (21/8/2026), dan dipimpin Wakapolres Jember Kompol A. Effan Sulaiman, S.H., S.I.K., M.A.

Upacara tersebut diikuti oleh jajaran anggota Polri serta ASN Polri. Peringatan Hari Juang Polri menjadi momentum bagi seluruh personel untuk mengenang kembali sejarah perjuangan Polisi Istimewa dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Hari Juang Polri memiliki kaitan erat dengan peristiwa bersejarah pada 21 Agustus 1945. Saat itu, Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin memimpin pembacaan Proklamasi Polisi di Surabaya. Dalam momentum tersebut, kepolisian menyatakan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus menegaskan kesiapan untuk ikut mempertahankan kemerdekaan.

Semangat perjuangan tersebut kemudian menyebar ke berbagai daerah dan turut mendorong perlawanan dalam menghadapi Jepang maupun pasukan Sekutu dan Belanda yang berupaya kembali menguasai Indonesia.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menetapkan 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri melalui Keputusan Kapolri Nomor KEP/95/I/2024.

Dalam amanatnya, Wakapolres Jember Kompol A. Effan Sulaiman yang mewakili Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa peringatan Hari Juang Polri tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial.

Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri untuk meneruskan semangat perjuangan, pengabdian, dan keteladanan yang telah ditunjukkan para pendahulu kepolisian.

“Semangat juang para pendahulu harus menjadi motivasi bagi kita untuk terus memberikan pengabdian terbaik, menjaga nama baik institusi, serta hadir memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Melalui peringatan Hari Juang Polri, jajaran Polres Jember diharapkan semakin memperkuat soliditas, profesionalitas, dan integritas dalam menjalankan tugas. Semangat perjuangan para pendahulu juga diharapkan menjadi landasan bagi setiap personel untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Blue Light Guna Daya Cegah Dan Tangkal 4C Di Daerah Rawan

0

Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Blue Light Guna Daya Cegah Dan Tangkal 4C Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Kamis (20/08/2026)pukul 23.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan Anggota jaga Poksek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Briptu Andika dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, ATM BNI dan R3 Tanjung serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K, yang di wakili Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Maksimalkan Pelayanan kepada Masyarakat Polsek Ngimbang Gelar Commanderwish Pagi di Wilayah Ngimbang

0

Maksimalkan Pelayanan kepada Masyarakat Polsek Ngimbang Gelar Commanderwish Pagi di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN// Warta.In – Polsek Ngimbang dalam rangka melayani masyarakat melalui kegiatan Commander Wish dipagi hari, dengan beberapa personel untuk hadir memberikan pelayanan di tengah masyarakat pada jam-jam sibuk pagi hari.

Kegiatan Commander Wish di laksanakan di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang, Aiptu Suhadi, Aiptu Djudi, Aipda Afis dan Brigadir Bayu di pertigaan Pasar Ngimbang dan SMA Negeri 1 Ngimbang di Kecamatan Ngimbang pada Hari Jum’at (21/08/2026) pukul 06.00 WIB

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr, K. S.I.K, menjelaskan bahwa Commander Wish Layanan Pagi merupakan program prioritas sekaligus kebijakan utama dari Kapolres Lamongan yang bertujuan menghadirkan personel Polri secara maksimal pada pagi hari untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel ditempatkan di sejumlah titik strategis, di antaranya kawasan rawan kemacetan, penyeberangan anak sekolah, pasar atau pusat kegiatan ekonomi, serta kawasan perkantoran.

Kehadiran personel di lokasi tersebut diharapkan mampu menciptakan kelancaran arus lalu lintas, meningkatkan keamanan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang memulai aktivitas.

Kapolsek Ngimbang menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama seluruh personel.

Program Commander Wish Layanan Pagi menjadi langkah awal dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang responsif, cepat, dan Presisi melalui kehadiran nyata anggota Polri di tengah masyarakat sejak pagi hari.

Kami harap pelayanan terhadap masyarakat harus lebih maksimal. Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah melaksanakan kegiatan layanan pagi ini.” ujarnya.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, humanis, dan jadikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”pungkasnya ( roy)

Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Gerak Jalan Tingkat SMP, SMA Sederajat / Umum Putri Tahun 2026

0

Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Pemberangkatan Peserta Gerak Jalan Tingkat SMP, SMA Sederajat Dan Umum Putri Tahun 2026

LAMONGAN//Warta.in – Dalam rangka memperingati HUT RI ke 81 tahun 2026,Polsek Ngimbang melaksanakan Pengamanan Pemberangkatan Peserta Gerak jalan tingkat SMP Sederajat, SMA Sederajat dan Umum putri se-Kecamatan Ngimbang, Kamis (20/08/2026)pukul 13.00 wib

Kegiatan ini dalam rangka Memperingati HUT RI Ke-81, Start Jalan raya Ngimbang – Bluluk Lapangan SDN 3 Cluring Desa Slaharwotan Ngimbang sampai dengan Finish Lapangan Diknas UPT Kec Ngimbang Dusun Ngimbang Desa Ngimbang Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan.

Hadir dalam kegiatan pemnerangkatan Gerak jalan Tingkat SMP Sederajat /SMP sederajat, dan Umum Putri,
Kapolsek Ngimbang AKP Andrean Permana, S. Tr. K. S. I. K, di wakili oleh IPDA ISTIONO, S.H Wakapolsek Ngimbang, Camat Ngimbang Anton Sujarwo, S. Pd. MM, Sujadi Kasi Pol PP Kecamatan Ngimbang, Danramil Ngimbang di wakili Sertu Suprianto Koramil Ngimbang,
Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Ngimbang,
Karsum Ketua Panitia PHBN, Novan Susanto Ketua Panitia gerak jalan Kecamatan Ngimbang, dan
Peserta karnaval sebanyak 76 team.

Pengamanan di laksanakan dari Polsek Ngimbang :16 personil, Koramil Ngimbang 5 personil, Sat Pol PP Kec Ngimbang 2 personil.

Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S. H, memberikan keterangan bahwa Hari ini Kamis Tanggal 20Agustus 2026 telah di laksanakan kegiatan Gerak jalan tingkat SMP Sederakat /SMA sederajat dan Umum Putri yang di mulai
pukul 12.30 Wib, Kegiatan dimulai dengan pembacaan tata tertib kegiatan gerak jalan oleh Panitia HUT RI KE-81 Novan Susanto.

Pada pukul 13.00 wib Pemberangkatan peserta Gerak jalan SMP / SMA Sederajat dan Umum putri Oleh IPDA ISTIONO,S.H,Wakaposek Ngimbang dan Kepala SatpolPP Sujadi, Pelda Suratman Koramil Ngimbang, Novan Susanto secara bergantian sebanyak 76 team gerak jalan se-kecamatan Ngimbang ditandai dengan pengangkatan bendera Start.

Selama kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.( roy)

Gubernur NTB dan NTT Temui Korban Gempa, Solidaritas NTB Menjangkau Manggarai Timur

0

Gubernur NTB dan NTT Temui Korban Gempa, Solidaritas NTB Menjangkau Manggarai Timur

Warta.in
Manggarai Timur ,NTT – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menemui langsung masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur, Kamis (20/8). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari solidaritas Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN), yang kali ini diwujudkan dengan hadir langsung di tengah warga yang masih bertahan di pengungsian.

Di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, suasana pascagempa masih terasa. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan, sementara warga belum berani kembali ke rumah karena khawatir terhadap gempa susulan. Kepada kedua gubernur, warga menyampaikan kebutuhan mendesak selama berada di pengungsian, terutama air bersih dan bahan makanan.

Gubernur Miq Iqbal mengatakan pengalaman NTB menghadapi bencana membuat masyarakat NTB memahami apa yang sedang dirasakan warga NTT. Karena itu, kedatangannya bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa pesan bahwa masyarakat NTT memiliki saudara yang ikut merasakan dan siap menguatkan.

“Kami di NTB juga pernah merasakan hal yang sama seperti yang Bapak dan Ibu rasakan saat ini. Kami memahami betul perasaan Bapak dan Ibu semua. Tapi kita harus sabar, kuat dan tetap semangat,” ujar Miq Iqbal.

Ia meminta masyarakat tetap tabah menghadapi masa sulit dan tidak kehilangan semangat untuk bangkit.

“Kami datang sebagai saudara. Kami membawa pesan dari masyarakat NTB bahwa Bapak dan Ibu tidak sendiri. Kita kuat, ya. Kita hadapi ini dengan semangat untuk bangkit kembali,” tegasnya.

Kehadiran dua gubernur tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa KR-BNN tidak berhenti sebagai kerja sama antarpemerintah daerah. Dalam situasi bencana, hubungan tiga provinsi bertetangga itu bergerak menjadi solidaritas kemanusiaan.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas dukungan NTB dan Bali yang hadir langsung membantu masyarakat NTT. Namun, setelah bertemu warga, Melki harus kembali lebih dahulu ke Labuan Bajo untuk mempersiapkan agenda penyambutan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di salah satu lokasi terdampak gempa.

Sebelum berpisah, Melki menitipkan salam kepada masyarakat di sejumlah lokasi yang selanjutnya dikunjungi Miq Iqbal bersama Tim Solidaritas KR-BNN NTB.

Kunjungan lapangan kemudian dilanjutkan Miq Iqbal ke lima titik pengungsian. Di setiap lokasi, ia menyapa warga, berdialog dengan pengungsi, mendengarkan kebutuhan mereka, sekaligus menyerahkan bantuan berupa logistik, selimut, terpal, dan nasi bungkus.

Kehadiran Gubernur juga menjadi perhatian bagi anak-anak pengungsi. Di sela kunjungan, Miq Iqbal menyempatkan diri bercengkerama dengan mereka sambil membagikan roti, susu, dan cokelat. Anak-anak yang sebelumnya berada dalam suasana pengungsian tampak lebih ceria ketika mendapat perhatian langsung dari Gubernur.

Bagi Miq Iqbal, perhatian terhadap anak-anak sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan logistik. Pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan makanan dan tempat berlindung, tetapi juga rasa aman dan dukungan moral agar masyarakat, terutama anak-anak, perlahan dapat keluar dari trauma.

Kepala Dinas Kominfotik sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik, Kepala BPBD NTB Sadimin, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. Hamzi Fikri, Kepala Biro Kesra Setda NTB H. Amir, serta Tim Solidaritas KR-BNN NTB turut mendampingi kunjungan tersebut.

Miq Iqbal dan Gubernur Melki sebelumnya tiba di Manggarai Timur menggunakan helikopter TNI AD jenis Bell 412 ER HA-5185 dari Bandara Komodo Labuan Bajo, dengan waktu tempuh sekitar 35 menit. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan langsung kondisi wilayah dan masyarakat terdampak gempa.

Di sela rangkaian kunjungan, Miq Iqbal juga menyempatkan makan siang bersama Tim Solidaritas KR-BNN NTB di Dapur Umum Lapangan Tagana NTB yang diperkuat personel dari Kota dan Kabupaten Bima.

Peninjauan lima titik pengungsian berlangsung hingga menjelang Magrib. Setelah itu, Gubernur kembali ke Posko Tim Solidaritas KR-BNN NTB di halaman SMPN 1 Lamba Leda.

Kehadiran NTB di Manggarai Timur menegaskan bahwa solidaritas tidak cukup hanya disampaikan dari jauh. Ia harus hadir dalam bentuk kehadiran, bantuan, perhatian, dan keberanian untuk berdiri bersama masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Bagi KR-BNN, inilah makna persaudaraan yang sesungguhnya: ketika NTT terluka, Bali dan NTB datang menguatkan; ketika masyarakat sedang berjuang untuk bangkit, saudara-saudaranya berdiri di samping mereka.(sr/dkisntb)

Keren! Tanpa Bebani Warga Sepeser Pun, Pemdes Muara Dua Sukses Guncang Malam Puncak HUT RI ke-81

0

Warta.in//PALI, – Kemeriahan yang berpadu dengan rasa haru menyelimuti malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Muara Dua, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah tersebut sukses digelar pada Kamis malam (20/8/2026), ditandai dengan pembagian hadiah aneka perlombaan yang disambut antusias oleh ratusan warga masyarakat yang memadati lokasi acara.

Malam puncak ini dibuka dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Muara Dua, Winsa Obeni. Turut hadir dalam kesempatan tersebut seluruh jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemuda-pemudi yang tergabung dalam Karang Taruna. Kehadiran seluruh elemen pemerintahan desa ini menegaskan komitmen kuat dalam melayani, mengayomi, dan menyatu tanpa jarak dengan masyarakat.

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Kepala Desa Muara Dua, Winsa Obeni, menekankan bahwa momentum peringatan 17 Agustus ini bukan sekadar acara seremonial tahunan yang lewat begitu saja.”Momentum perayaan ini adalah bentuk rasa syukur kita bersama atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan, sekaligus menjadi wadah utama untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Ini adalah waktu di mana kita melepaskan sekat-sekat perbedaan dan menyatu dalam kegembiraan,” ujar Winsa Obeni di hadapan ratusan warga.

Mandiri dan Gotong Royong di Tengah Efisiensi AnggaranPenyelenggaraan perayaan tahun ini dirasakan sangat spesial sekaligus menantang oleh jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Muara Dua. Di tengah situasi nasional di mana setiap desa sedang terkena dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, Pemdes Muara Dua tetap teguh mengutamakan kebutuhan batiniah dan hiburan warganya. Menyadari bahwa masyarakat sangat membutuhkan hiburan berkualitas setelah penat dengan rutinitas sehari-hari, pihak desa memutar otak agar perayaan tetap terlaksana dengan maksimal.

Hebatnya, di tengah keterbatasan anggaran tersebut, Kepala Desa beserta seluruh perangkat desa berkomitmen penuh untuk tidak memungut biaya pelaksanaan sepeser pun dari warga masyarakat. Seluruh rangkaian acara murni disokong oleh kebijakan internal desa yang berpihak pada rakyat, sebuah langkah nyata yang membuktikan kemandirian tata kelola pemerintahan Desa Muara Dua.

“Di saat setiap desa terkena dampak efisiensi anggaran, kami tahu seluruh warga masyarakat sangat membutuhkan hiburan. Jadi, walaupun dikelola secara efisien dan sederhana, perayaan ini harus tetap terlaksana dengan meriah. Kami dari pihak desa berkomitmen sejak awal untuk tidak memungut biaya apa pun ke warga,” tegas Kades Obeni disambut tepuk tangan riuh warga.

Lebih dari 10 Perlombaan dan Wacana Baru Karnaval Desa Sebelum malam puncak ini digelar, keceriaan warga sebenarnya sudah memuncak sejak Senin (18/8/2026) melalui pelaksanaan lebih dari 10 jenis perlombaan. Kompetisi tersebut melibatkan seluruh kelompok usia secara inklusif, mulai dari kategori anak-anak hingga dewasa. Gelak tawa, sportivitas, dan semangat kompetisi yang sehat tercermin jelas dari partisipasi aktif penonton maupun peserta lomba selama beberapa hari berturut-turut.

Pembagian hadiah pada Kamis malam menjadi momen yang paling dinantikan. Senyum sumringah dan rona bahagia terpancar dari para pemenang saat menerima apresiasi atas perjuangan mereka dalam perlombaan. Menatap masa depan, Desa Muara Dua di bawah kepemimpinan Winsa Obeni terus bergerak dinamis. Pemerintah desa berkomitmen untuk selalu mendukung program-program strategis guna mentransformasi Muara Dua menjadi desa yang mandiri seutuhnya. Salah satu inovasi dan wacana baru yang diumumkan malam itu adalah rencana pelaksanaan Karnaval Desa secara mandiri pada perayaan berikutnya. Langkah berani ini direncanakan untuk mengangkat potensi budaya, kearifan lokal, serta kreativitas pemuda ke tingkat yang lebih tinggi.

(Randi)

*Dugaan Setoran Dana BOS Rp1,8 Miliar di Lampung Tengah, PPWI Desak APH Segera Usut Tuntas*

0

Dugaan Setoran Dana BOS Rp1,8 Miliar di Lampung Tengah, PPWI Desak APH Segera Usut Tuntas.

Lampung — Dugaan setoran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Lampung Tengah senilai sekitar Rp1,862 miliar kembali menjadi sorotan. Dana tersebut disebut berasal dari dugaan penarikan sekitar Rp90 ribu per siswa pada jenjang SMA/SMK.

Dugaan tersebut dinilai serius karena menyangkut dana pendidikan yang bersumber dari anggaran negara. Praktisi hukum sebelumnya meminta Aparat Penegak Hukum (APH) memeriksa pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan pengumpulan dana tersebut karena berpotensi mengarah pada pungutan liar hingga tindak pidana korupsi apabila unsur hukumnya terpenuhi.

Ketua DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Lampung, Husin Muchtar, mendesak APH tidak tinggal diam dan segera melakukan penelusuran secara menyeluruh.

“Kalau benar ada pengumpulan dana BOS hingga miliaran rupiah, ini bukan persoalan kecil. APH harus turun tangan, telusuri aliran dananya, siapa yang menginisiasi, siapa yang menerima, serta untuk kepentingan apa dana tersebut dikumpulkan,” tegas Husin.

Menurutnya, dugaan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dana BOS memiliki tujuan langsung untuk mendukung kebutuhan operasional pendidikan. Setiap dugaan penyimpangan harus diuji melalui pemeriksaan yang transparan dan berdasarkan bukti.

Secara konstitusional, Pasal 31 ayat (1) UUD 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Sementara Pasal 31 ayat (4) mengamanatkan negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD.

Selain itu, Pasal 23 ayat (1) UUD 1945 menegaskan bahwa pengelolaan keuangan negara harus dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pasal 23E juga mengatur pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara oleh BPK.

“Semangat konstitusi sangat jelas: anggaran pendidikan harus kembali kepada kepentingan pendidikan dan pengelolaan keuangan negara wajib transparan serta bertanggung jawab. Karena itu, kalau ada dugaan setoran yang tidak memiliki dasar hukum, jangan ditutup-tutupi,” kata Husin.

Pengelolaan Dana BOSP juga diatur melalui regulasi teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ketentuan tersebut menempatkan akuntabilitas dan transparansi sebagai bagian penting dalam pengelolaan dana satuan pendidikan.

Husin meminta APH melakukan pemeriksaan secara objektif, termasuk menelusuri dokumen, mekanisme pengumpulan, jumlah dana, rekening atau pihak penerima, serta penggunaannya.

“Jangan sampai dana yang seharusnya memperkuat kualitas pendidikan justru menjadi sumber keuntungan pihak tertentu. Jika ditemukan pelanggaran, proses hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Sorotan terhadap dugaan tersebut semakin kuat karena angka yang diberitakan mencapai miliaran rupiah. Besarnya nilai dana membuat persoalan ini layak mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum dan lembaga pengawasan terkait.

Pemeriksaan secara menyeluruh diperlukan untuk menjawab pertanyaan publik sekaligus memastikan pengelolaan dana pendidikan berjalan sesuai hukum. Jangan biarkan dugaan pungutan dana BOS menjadi preseden buruk dalam pengelolaan anggaran pendidikan di Lampung Tengah. (rls/Tim Redaksi PPWI)

*Korem 044/Gapo Matangkan Persiapan Lomba Bidar Tradisional HUT ke-81 TNI*

0

“Korem 044/Gapo Matangkan Persiapan Lomba Bidar Tradisional HUT ke-81 TNI”.

Palembang — Korem 044/Gapo menggelar rapat koordinasi persiapan Lomba Bidar Tradisional dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung Kamis (20/8/2026) itu menekankan kesiapan teknis, sinergi lintas instansi serta aspek keselamatan dalam pelaksanaan lomba.

Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Andi Gus Wulandri mengatakan koordinasi diperlukan agar setiap unsur yang terlibat memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Lomba dijadwalkan berlangsung pada 10 Oktober 2026 di kawasan Danau Jakabaring Sport City, Palembang.

Menurutnya, keselamatan peserta, official, panitia, juri dan masyarakat harus menjadi perhatian utama karena seluruh rangkaian perlombaan berlangsung di atas air. Kesiapan pengamanan dan pengaturan teknis juga perlu dipastikan sejak tahap persiapan.

Lomba tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan bidar sebagai warisan budaya Sumatera Selatan. Tradisi ini selama bertahun-tahun menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Palembang dan berkembang sebagai atraksi olahraga serta budaya.

Perahu bidar dikenal sebagai perahu tradisional berukuran panjang yang digerakkan puluhan pendayung. Dalam perkembangannya, lomba bidar rutin digelar sebagai bagian dari berbagai perayaan di Palembang dan menjadi salah satu daya tarik budaya serta wisata daerah.

Penyelenggaraan lomba bidar juga membutuhkan pengelolaan keamanan yang serius. Evaluasi pelaksanaan sebelumnya menunjukkan pentingnya sterilisasi lintasan, pengaturan perahu penonton serta penataan area masyarakat agar tidak mengganggu peserta sekaligus mengurangi risiko kecelakaan.

Karena itu, koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, organisasi olahraga dan instansi terkait diharapkan mampu menghasilkan penyelenggaraan yang tertib dan aman.

Selain memperingati HUT ke-81 TNI, kegiatan ini diharapkan memperkuat sportivitas dan kebersamaan, sekaligus memperkenalkan kembali olahraga tradisional kepada generasi muda. Dengan persiapan yang matang, Lomba Bidar Tradisional diharapkan berlangsung aman, meriah dan memberikan manfaat bagi pelestarian budaya Sumatera Selatan. (rls/Tim Redaksi PPWI)

*Dugaan Pelanggaran Etik Oknum DPRD Bandar Lampung Disorot, Husin: Jangan Berlindung di Balik Jabatan*

0

Dugaan Pelanggaran Etik Oknum DPRD Bandar Lampung Disorot, Husin: Jangan Berlindung di Balik Jabatan.

Lampung — Dugaan penggerebekan seorang anggota DPRD Kota Bandar Lampung di sebuah kamar hotel bersama perempuan yang disebut berasal dari lingkungan legislatif menuai sorotan. Informasi yang beredar menyebut peristiwa tersebut berkaitan dengan seorang anggota DPRD dari PAN dan seorang perempuan yang disebut-sebut berasal dari PDIP. Namun, identitas serta kebenaran seluruh rangkaian informasi itu masih perlu diklarifikasi secara resmi.

Ketua DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Lampung, Husin Muchtar, menilai kabar tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan pribadi apabila pihak yang terlibat benar merupakan pejabat publik. Menurutnya, perilaku anggota legislatif memiliki konsekuensi terhadap kepercayaan masyarakat dan citra lembaga yang mereka wakili.

“Kalau benar seorang wakil rakyat berada dalam situasi sebagaimana diberitakan, persoalannya bukan lagi sekadar urusan pribadi. Ada tanggung jawab moral dan etika yang melekat karena mereka memperoleh mandat dari masyarakat,” ujar Husin.

Ia menilai dugaan pertemuan di kamar hotel yang kemudian dikaitkan dengan agenda “rapat lintas komisi” justru menimbulkan pertanyaan serius mengenai kepatutan, transparansi dan penggunaan kewenangan. Agenda kedinasan, menurut dia, tidak boleh dijadikan alasan untuk menutupi aktivitas yang tidak berkaitan dengan tugas legislatif.

Sorotan tersebut menjadi semakin penting karena DPRD merupakan lembaga yang seharusnya menjadi salah satu penjaga akuntabilitas pemerintahan daerah. Kegiatan resmi anggota dewan pada prinsipnya memiliki agenda, mekanisme dan pertanggungjawaban yang dapat diuji secara terbuka. Sekretariat DPRD Provinsi Lampung sendiri mencatat bahwa kegiatan koordinasi anggota legislatif dapat berlangsung di hotel, tetapi kegiatan tersebut memiliki agenda pemerintahan yang jelas dan melibatkan unsur terkait.

Husin meminta pimpinan DPRD, badan kehormatan dan partai politik terkait tidak bersikap pasif apabila informasi tersebut benar dan menyangkut anggotanya. Klarifikasi diperlukan agar persoalan tidak berkembang menjadi spekulasi yang semakin merusak kepercayaan publik.

“Jangan sampai masyarakat melihat lembaga legislatif sebagai tempat berlindungnya perilaku yang tidak patut. Kalau memang tidak benar, jelaskan dan buktikan. Kalau benar, harus ada pemeriksaan etik sesuai aturan,” tegasnya.

Menurut Husin, persoalan terbesar bukan semata-mata lokasi kejadian, melainkan menyangkut integritas pejabat publik, kepatutan perilaku dan pertanggungjawaban kepada konstituen. Apalagi, anggota DPRD memperoleh fasilitas, kewenangan dan kepercayaan yang bersumber dari masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar pemberitaan mengenai dugaan tersebut tetap ditempatkan sebagai dugaan sampai terdapat bukti dan klarifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Tuduhan mengenai perselingkuhan atau pelanggaran etik, menurutnya, tidak boleh berubah menjadi vonis melalui ruang publik.

“Pers harus mengungkap fakta, sementara lembaga yang berwenang harus melakukan pemeriksaan. Jangan sampai isu yang belum teruji berubah menjadi penghakiman, tetapi jangan pula dugaan yang serius justru dibiarkan tanpa klarifikasi,” katanya.

Dalam konteks etika politik, pemikiran intelektual Nurcholish Madjid relevan untuk direnungkan. Ia menekankan bahwa “politisi itu pengabdi”—sebuah pandangan yang menempatkan kekuasaan politik bukan sebagai ruang untuk kepentingan pribadi, melainkan amanah pelayanan kepada masyarakat.

Bagi Husin, prinsip tersebut justru menjadi titik persoalan ketika seorang pejabat publik terseret dugaan perilaku yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat.

“Jabatan politik bukan hak istimewa untuk bebas dari penilaian publik. Semakin besar mandat yang diberikan rakyat, semakin besar pula tuntutan etika dan tanggung jawabnya,” pungkasnya. (rls/Tim Redaksi)

Jelang Hari Jadi ke-78, Polwan Polda NTB Kompak Bersihkan Lingkungan Mako

0

Jelang Hari Jadi ke-78, Polwan Polda NTB Kompak Bersihkan Lingkungan Mako

Warta.in

Mataram,NTB — Menyambut Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-78 Tahun 2026, jajaran personel Polwan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi gotong royong membersihkan lingkungan Markas Komando (Mako) Polda NTB pada Kamis (20/8/2026).

Kegiatan bersih-bersih ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Polwan ke-78 sekaligus wujud nyata kepedulian para srikandi Polri terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di tempat kerja mereka.

Perwira Koordinasi (Pakor) Polwan Polda NTB, AKBP Henny Sri Rokhmi Mulyani, S.Pd., menyampaikan bahwa aksi ini bukan sekadar rutinitas menjaga kebersihan markas, melainkan cerminan dari semangat pengabdian Polwan kepada institusi maupun masyarakat.

“Aksi bersih lingkungan ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan menjaga kebersihan mako semata, tetapi juga menjadi bagian dari semangat pengabdian Polwan kepada institusi dan masyarakat,” ujar AKBP Henny.

Melalui momentum peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 ini, diharapkan rasa kepedulian seluruh personel terhadap lingkungan semakin meningkat, sekaligus mampu menumbuhkan budaya hidup bersih dan sehat yang berkelanjutan di lingkungan kerja Polda NTB.(sr/hpntb)