27.7 C
Jakarta
Jumat, Februari 13, 2026
Beranda blog Halaman 23

Ketua DPC PWDPI Sidoarjo Kunjungi Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Tegaskan Pentingnya Pembinaan Humanis

0

Pemerintah,Madiun||war ta.in – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Kabupaten Sidoarjo melakukan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun, Senin (2/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPC PWDPI Sidoarjo Agus Subakti, S.T. didampingi oleh bidang hukum PWDPI, yakni Supono, S.H. dan Exnaim Sinaga, S.H., M.H. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Septyawan Kuspriyo Pratomo.

Septyawan, yang akrab disapa Septa, dikenal sebagai sosok yang humanis, komunikatif, dan terbuka. Dalam suasana pertemuan yang hangat, Septa menyampaikan berbagai informasi terkait sistem pembinaan dan pengamanan yang diterapkan di Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun.

Dalam wawancara, Septa menegaskan bahwa pihaknya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) dalam pelaksanaan pembinaan warga binaan. Menurutnya, tujuan utama pemasyarakatan adalah mengembalikan kondisi mental narapidana agar siap kembali ke tengah masyarakat dengan baik, tanpa rasa minder, serta tidak mengulangi tindak pidana.

“Tujuan kami adalah membina, bukan semata-mata menghukum. Kami ingin para warga binaan ketika keluar dari sini bisa kembali bermasyarakat secara sehat, percaya diri, dan produktif,” ujar Septa.

Ia juga mengakui bahwa tidak dapat dipungkiri masih terdapat beberapa narapidana yang kembali masuk ke lembaga pemasyarakatan. Namun demikian, Septa menegaskan bahwa pihak lapas terus berupaya maksimal menjalankan fungsi pembinaan secara menyeluruh.

“Lapas sudah berupaya keras melakukan pembinaan, baik secara mental, moral, maupun keterampilan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PWDPI Sidoarjo Agus Subakti, S.T., mengapresiasi upaya pembinaan yang dilakukan oleh jajaran Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun. Menurutnya, pendekatan humanis dan edukatif merupakan kunci utama dalam menekan angka residivisme.

“Kami melihat langsung bagaimana Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun serius menjaga hak asasi manusia dan fokus pada pembinaan. Ini patut diapresiasi karena tujuan akhirnya adalah mengembalikan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Agus Subakti.

Agus juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pemasyarakatan, insan pers, dan masyarakat dalam membangun pemahaman yang benar terkait sistem pemasyarakatan.

“Peran media sangat penting untuk menyampaikan informasi yang objektif dan edukatif, agar masyarakat tidak lagi memandang negatif para mantan narapidana yang telah menjalani proses pembinaan,” tegasnya.

Diketahui, Lapas Kelas IIA Pemuda Madiun memiliki kapasitas 876 orang dan saat ini dihuni sekitar 748 warga binaan yang semuanya berjenis kelamin laki-laki. Untuk menjaga kondusivitas, peningkatan kedisiplinan dan keamanan menjadi pilar utama agar segala bentuk aktivitas negatif dapat dicegah, termasuk pencegahan masuknya barang terlarang melalui screening (pemeriksaan) ketat oleh petugas terhadap pengunjung (keluarga warga binaan).

Selain pembinaan spiritual melalui kegiatan keagamaan di masjid dan gereja, lapas juga menyelenggarakan pelatihan keterampilan kerja sebagai bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat agar dapat langsung bekerja secara mandiri.

Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat sinergi antara PWDPI dan Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, sekaligus memberikan edukasi kepada publik bahwa sistem pemasyarakatan saat ini mengedepankan pembinaan yang manusiawi dan berorientasi pada masa depan warga binaan.
(Tim PWDPI)

Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi Hari Guna cegah Kemacetan

0

Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi Hari Guna cegah Kemacetan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Jum’at Pagi (06/02/2026) pada pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkatnya bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Aipda Erwan untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari di daerah rawan kemacetan

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (roy)

Demi Cegah Premanisme Dan Kriminalitas Polsek Ngimbang Gelar Patroli Obvit Di Daerah Rawan

0

Demi Cegah Premanisme Dan Kriminalitas Polsek Ngimbang Gelar Patroli Obvit Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Kamis sianv (05/00/2026)pukul 10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Bripka Sujito dengan sasaran Patroli di SPBU Ngimbang, ATM Bank Jatim dan Gudang Slaharwotan serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Agus Hamdani, S.Ip. Kades Gunungleutik Tiap Kamis Minggu ke-1 Pengajian Rutin Bulanan Desa

0

Desa Gunungleutik Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Warta. In
Agus Hamdani, S.Ip. Kepala Desa Gunungleutik Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, setiap Kamis Minggu ke-1 melaksanakan pengajian rutin di wilayahnya. Kamis, 5 Februari 2026, mengusung Tema “Melalui Momentum Pengajian Rutin Ini Kita Eratkan Silaturahmi Karena Sesungguhnya Silaturahmi Itu Akan Menumbuhkan Kecintaan Dalam Keluarga Memperbanyak Harta dan Memperpanjang Umur (HR. Ahmad).
Nikmat Iman, Nikmat Islam, sehat, panjang umur Kamis Minggu Pertama 5 Februari 2026 pengajian rutin bulanan, sambut bulan puasa saling memaafkan dosa yang disengaja maupun dosa yang tidak disengaja, papar Agus Hamdani, S.Ip.
Kaitannya dengan pemerintahan, pelayanan kesehatan masih ada warga yang belum punya KTP hubungannya dengan SKTM, sebagai syarat pengajuan, masih ada warga rutilahu, evaluasi Kades 2026 untuk identifikasi di wilayahnya masing-masing supaya warga punya KTP KK dan untuk warga yang pindah tidak membawa surat pindah. Tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama terhadap tempat berkembang biaknya nyamuk Demam Berdarah, perhatikan pergaulan anak-anak. Untuk Pengajian Rutin Bulanan di Bulan April 2026, berdasarkan hasil undian, jatuh di RW 2, pungkas Agus Hamdani, S.Ip.
Tausiyah KH. Agus, yang mahal bukan ilmu, tapi Silaturahmi. Puasa di bulan Ramadhan, iman, akal sehat, badan sehat momentum berbesraan dengan keluarga, pungkas KH. Agus, menutup Tausiyahnya. Warta. In. Biro Bandung Ibnu S. SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Guna Cegah Dam Daya Tangkal 4C Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Daerah Rawan

0

Guna Cegah Dam Daya Tangkal 4C Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Kamis (05/02/2026)pukul 21.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Aipda Erwan dengan sasaran Patroli jalan poros Jomnang – Babat, di SPBU Ngimbang, Gudang R3 dan Pasar Ngimbang serta Masyarakat Desa Sendangrejo yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Memperkuat Kembali Kuasa Rakyat

0

Kalau para penguasa negeri ini memang tidak bisa dikritik, tidak mau dikasih masukan yang konstruktif, maka perlu strategi lain, yakni memperkuat kembali kuasa rakyat. Bagaimana hal tersebut masih dimungkinkan?

Hal mendasar yang perlu dipahami adalah bahwa pengertian warga negara, rakyat, masyarakat, warga profesi dengan berbagai identitasnya, itu berbeda. Mungkin warga negara bisa mengklaim dirinya sebagai rakyat, tetapi rakyat bukan warga negara. Sebagai anggota masyarakat juga bisa menyebut dirinya sebagai rakyat, tapi rakyat bukan masyarakat.

Rakyat adalah suatu sosok yang memiliki substansi dan nilai keberdaulatan. Sebagai sosok yang berdaulat, rakyat adalah sesuatu yang mandiri, tidak bergantung. Dalam posisi itu, rakyat seharusnya tidak memiliki kepentingan. Bahkan secara lebih ekstrim, rakyat hidup lebih naluriah, lebih berdasarkan hati nuraninya, ketimbang sesuatu yang kulturiah.

Keberadaan rakyat seperti itu pernah diperlihatkan dalam Revolusi Prancis. Pada tahun 1789 dan beberapa tahun berikutnya, warga Prancis, sebagian besar rakyat petani, yang muak dengan kezaliman Louis XVI melakukan pemberontakan. Setelah pemberontahan radikal tersebut menang, para rakyat petani pulang ke kampungnya masing-masing dan kembali bertani.

Rakyat petani Prancis memberi kode keras bahwa mereka bergerak secara naluriah untuk menghentikan kezaliman raja. Setelah raja runtuh, mereka pulang ke kampung dan kembali menjadi petani. Tidak ada pretensi untuk memperlihatkan jasa agar dianggap sebagai pahlawan yang menginginkan kedudukan.

Peristiwa besar di Indonesia, seperti tahun 1998, sebagian besar dari mereka adalah rakyat yang hari ini selalu dan tetap menjadi rakyat. Mereka kembali menjadi buruh pabrik, petani, atau sebagian yang lain menjadi pekerja-pekerja dasar berkolaborasi bersama alam.

Dalam pemberontakan tersebut, tentu ada yang nebeng. Hal tersebut memperlihatkan bahwa mereka hanya warga biasa yang berhasrat mengambil hak-hak sipilnya untuk terlibat dalam politik, atau ekonomi dan sosial, dan sebagainya. Biasanya, mereka pula yang banyak tampil memperlihatkan jasa agar mendapat kedudukan kekuasaan. Dalam sejarahnya, peran rakyat semakin hilang.

Berdasarkan itu, kita menjadi tahu bahwa kini menjadi rakyat memang sangat berat. Bahkan seperti terkesan manusia yang tidak berguna. Keberadaan negara tentu dimaksudkan bisa mengondisikan dan selalu menghadirkan rakyat. Karena hal itu pula yang diamanatkan oleh UUD 1945.

Akan tetapi, pemerintah yang berkuasa yang mengelola negara tentu tidak sangat nyaman jika rakyat menguat. Itulah sebabnya, kekuasaan politik kepemerintahan lebih banyak memproduksi warga negara yang semuanya bisa dikontrol secara administratif.

Sebagai warga negara, semua hal harus dimulai dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Jika tidak memiliki KTP, atau tidak tercatat dalam KK, maka dianggap tidak warga negara. Dianggap orang liar yang tidak dilindungi secara hukum kenegaraan.

Namun, sebagai warga negara, bukan berarti tertutup atau semakin kecil peluangnya untuk bisa (kembali) menjadi rakyat. Peluang tersebut dimungkinkan dengan melakukan berbagai strategi kehidupan yang lebih bijak.

Pertama, perlu punya keberanian untuk lebih mandiri, menjadi manusia bebas. Termasuk kemungkinan menisbikan harapan, cita-cita, dan berbagai keinginan untuk menjadi manusia yang bermanfaat. Karena menjadi rakyat adalah kebermanfaatan itu sendiri.

Kedua, perlu kembali menjunjung secara berani semua nilai dan makna dalam Pembukaan UUD 1945. Karena poros subjek dalam Pembukaan UUD 1945, adalah rakyat (Kerakyatan) yang menjunjung nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Keadilan, Keutuhan Indonesia, demi Keadilan sosial bagi bangsa Indonesia.

Ketiga, perlu memiliki kesadaran bahwa siapa pun yang bertentangan dengan hal kedua di atas, perlu dilawan dengan rasa tidak takut, karena yang tidak menghormati UUD 1945 justru melanggar konstitusi.

Kalau guru biasa disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, maka rakyat memang tidak membutuhkan tanda jasa. Bahkan apa yang disebut sebagai pahlawan “nasional” adalah identitas konstruksi negara sesuai dengan kepentingan negara.

Menjadi dan kembali bisa menjadi rakyat adalah suatu derajat yang tinggi. Dalam posisi itu, kuasa kedaulatan rakyat dapat ditempatkan kembali sebagai makna yang sejati dan mulia.

Aprinus Salam, Guru Besar FIB UGM.

Kapal Polisi XXI 2014 Dit Polairud Polda NTB Sosialisasi Anti Penangkapan Ikan Perusak Ekosistem

0

Kapal Polisi XXI 2014 Dit Polairud Polda NTB Sosialisasi Anti Penangkapan Ikan Perusak Ekosistem

Warta.in
Mataram,NTB – Laksanakan Binmas Perairan, Kapal Polisi XXI 2014 Dit Polairud Polda NTB Sosialisasi Mekanisme Penangkapan Ikan Kepada Nelayan

Dompu – Binmas Air Kapal Polisi XXI-2014 Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi anti penangkapan ikan yang merusak kepada masyarakat nelayan, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Dirpolairud Polda NTB Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H. yang menekankan kepada seluruh personel agar terus aktif melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pesisir dan nelayan terkait pentingnya menjaga kelestarian sumber daya perairan.

Dalam pelaksanaannya, Kapal Polisi XXI-2014 bersama personel Satpolairud Polres Dompu menyosialisasikan bahaya praktik penangkapan ikan yang merusak kepada sekitar 30 orang nelayan yang berada di wilayah Perairan Calabai dan Teluk Saleh, tepatnya di Dusun Tante.

Sosialisasi tersebut mengangkat tema “Bersama Kita Melindungi Sumber Daya Perairan”. Materi yang disampaikan meliputi bahaya penggunaan bom ikan, dampak negatifnya terhadap kesehatan manusia dan ekosistem laut, serta kerusakan lingkungan jangka panjang yang ditimbulkan.

Selain itu, personel juga menjelaskan langkah-langkah penanganan oleh petugas, peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan, serta mengingatkan para nelayan tentang kewajiban melengkapi dokumen kapal nelayan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, Ditpolairud Polda NTB berharap dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi nelayan dalam menjaga kelestarian perairan, sehingga sumber daya laut tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.(sr/hpntb)

Pemprov NTB  Serahkan Dana Pembinaan Bank Mandiri   Dorong KMP tuk Pemerataan Ekonomi Desa

0

 

Warta.in
Mataram,NTB – Pemprov NTB Serahkan Dana Pembinaan Bank Mandiri kepada 10 KDKMP Percontohan yang digelar di KDKMP Syariah Semoyang, Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah (05/02/26).

Kegiatan dihadiri langsung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal atau yang akrab disapa Miq Iqbal, Wakil Bupati Lombok Tengah, pimpinan Bank Mandiri, serta undangan lainnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Wirawan, S.Si., M.T., dalam laporan nya menyampaikan bahwa saat ini telah terbentuk 1.166 KDKMP di seluruh desa dan kelurahan di NTB dan seluruhnya telah berbadan hukum. Sejumlah koperasi bahkan mulai menjalankan usaha berbasis potensi lokal. Pada kesempatan ini, Bank Mandiri menyalurkan dana pembinaan sebesar Rp25 juta per koperasi kepada 10 KDKMP percontohan dengan total Rp250 juta, dalam bentuk modal kerja berbasis komoditas melalui mekanisme verifikasi dan pengawasan.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Miq Iqbal menegaskan koperasi memiliki peran strategis untuk memperbaiki rantai pasok komoditas penting agar tidak dikuasai segelintir perusahaan besar. Menurutnya, Koperasi Merah Putih harus menjadi instrumen pemerataan ekonomi sehingga nilai tambah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

Gubernur juga mengingatkan bahwa koperasi merupakan bentuk usaha yang diamanatkan UUD 1945 sebagai sokoguru perekonomian nasional. Karena itu, dukungan dana pembinaan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas koperasi agar mampu menjalankan bisnis secara profesional, mandiri, dan berkelanjutan. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Bank Mandiri yang telah merespons surat Pemprov NTB melalui alokasi dana CSR untuk mendukung program KDKMP.

Menutup sambutannya, Miq Iqbal menegaskan komitmen Pemprov NTB untuk terus mengakselerasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sejalan dengan arah kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto, agar koperasi tumbuh sebagai penggerak ekonomi rakyat dan memperkuat kemandirian desa. (sr/dkintb)

Suasana Senja Hangat di Angkringan Pinggir Segoro Rembang, Kuliner Merakyat dengan Nuansa Laut

0

Warta.in || Jateng Rembang || Suasana hangat dan akrab menyambut pembeli di Angkringan Pinggir Segoro milik Om Sulad yang sudah beroperasi satu tahun yang lalu, bertempat di Tasikagung, Rembang. Kamis ( 5/2/2026) sore.

Sejak pukul 16.00WIB, pembeli dan pengunjung sudah memadati lokasi, menikmati sajian yang terbilang ramah di kantong seperti wedang jahe, kopi, teh, serta menu khas angkringan seperti nasi tempe dan sate-satean.

Tidak hanya menyuguhkan makanan, Angkringan Pinggir Segoro juga menghadirkan nuansa yang membangkitkan kenangan serta kedekatan laut.

“Kami ingin menghadirkan tempat nongkrong yang merakyat, nyaman, dan penuh kehangatan tidak menghilangkan nuansa laut,” ujar Om Sulad

Konsep Angkringan Pinggir Segoro cukup unik dibandingkan angkringan pada umumnya. Beroperasi siang hingga malam hari, angkringan ini menyasar kalangan remaja seperti muda mudi dan keluarga.

“Kalau ada yang nggak punya uang, silakan makan gratis., kita adakan setiap hari,” kata Om Sulad.

Tak hanya kuliner, Angkringan Pinggir Segoro juga digagas sebagai ruang selfie. Melihat luasnya laut dan dentuman ombak menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk menyatunya dua kesederhanaan, alam dan angkringan.

“Angkringan Pinggir Segoro bukan cuma angkringan, ini ruang hiburan kecil yang terbuka untuk siapa saja,” kata Om Salad

Nama “Angkringan Pinggir Segoro” sendiri diambil dari laut yang kotor banyak sampahnya. Kemudian oleh Om Sulad diurug hingga menjadi Angkringan yang bersih dan nyaman, kebetulan tempatnya dipinggir laut dikasih nama Angkringan Pinggir Segoro.

( wik )

Atap Bocor Tak Tunggu Anggaran, 42 Kepala Sekolah Patokbeusi Gotong Royong Renovasi Kantor Korwil

0
0-0x0-0-0#

Atap Bocor Tak Tunggu Anggaran, 42 Kepala Sekolah Patokbeusi Gotong Royong Renovasi Kantor Korwil

PATOKBEUSI | Warta In Jabar — Kerusakan parah pada atap bekas Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Patokbeusi tak menunggu uluran anggaran. Atap yang lapuk, berkarat, dan bocor di banyak titik akhirnya direnovasi berkat inisiatif H. Asep Wawan yang menggerakkan kekompakan para kepala sekolah.

Dengan mengandalkan kepedulian dan rasa memiliki, para kepala sekolah sepakat berpartisipasi melalui sumbangan dana pribadi. Mereka berkumpul, patungan, hingga membawa makanan bagi para pekerja sebagai bentuk kebersamaan dalam proses renovasi.

“Partisipasi ini kami lakukan karena bekas kantor korwil ini adalah milik kami bersama. Sebanyak 42 sekolah merasakan langsung betapa pentingnya bangunan ini sebagai rumah koordinasi pendidikan. Walaupun saat ini fungsinya tidak seperti dulu, kami tetap merasa memiliki dan bertanggung jawab menjaganya,” tegas H. Asep Wawan.

Meski saat ini bekas kantor korwil tersebut hanya ditempati pengawas dan penilik sekolah, keberadaannya tetap memiliki nilai strategis dan historis bagi dunia pendidikan di Patokbeusi. Kesadaran inilah yang menguatkan langkah gotong royong tanpa pamrih.

Kekompakan para kepala sekolah terlihat jelas di lapangan. Tanpa menunggu kebijakan atau instruksi formal, mereka bergerak atas dasar kepedulian dan kebersamaan. Aksi ini menjadi cermin kuat bahwa solidaritas masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga aset bersama, sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berdiam diri.