34.5 C
Jakarta
Minggu, Mei 10, 2026
Beranda blog Halaman 233

Bazaar Ramadan Bilebante Jadi Motor Penggerak UMKM dan Wisata Hijau NTB

0

Bazaar Ramadan Bilebante Jadi Motor Penggerak UMKM dan Wisata Hijau NTB

Warta.in
Lombok Tengah, NTB – Semangat kebersamaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat mewarnai peresmian Semarak Bazaar Ramadhan 1447 H di Desa Wisata Hijau Bilebante, Minggu (15/2). Kegiatan tersebut diresmikan langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal.

Bertempat di Desa Bilebante yang baru saja dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik Nasional 2025 dalam ajang Wonderful Indonesia Awards berkat konsep green tourism, bazaar ini menjadi momentum kebangkitan UMKM desa sekaligus penguatan ekonomi masyarakat menjelang Ramadhan.

Saat meninjau dan berbelanja di sejumlah stand usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Sinta mengajak masyarakat untuk menjadikan bazaar tersebut sebagai pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan menu berbuka puasa.

“Selama bulan Ramadhan tidak perlu bingung memikirkan menu berbuka. Silakan datang ke Bazaar Ramadhan Pasar Tematik Desa Bilebante. Selain memudahkan kebutuhan keluarga, juga membantu perekonomian masyarakat agar semakin baik”, ujarnya.

Bazaar Ramadhan ini tidak hanya menjadi pusat kuliner dan produk lokal, tetapi juga menjadi simbol optimalisasi aset desa yang sebelumnya tidak termanfaatkan. Kepala Desa Bilebante, Asrok Mudailun, mengungkapkan bahwa lokasi kegiatan merupakan bangunan yang sempat terbengkalai selama lima tahun.

“Bangunan ini sudah mangkrak selama lima tahun. Alhamdulillah hari ini dapat difungsikan kembali dengan baik. Kegiatan ini bukan sekadar ajang jual-beli, tetapi juga sarana silaturahmi dan upaya meningkatkan pendapatan masyarakat”, ungkapnya.

Desa Bilebante sendiri dikenal sebagai desa wisata berbasis masyarakat dengan unggulan paket wisata bersepeda dan kuliner lokal. Kehadiran Bazaar Ramadhan diharapkan semakin memperkuat aktivitas ekonomi kreatif desa sekaligus memperluas daya tarik wisata hijau yang berkelanjutan di NTB.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, Direktur Politeknik Pariwisata Lombok, Ali Muhtasom, anggota DPRD Lombok Tengah, Rakyatul Liwauddin, serta perwakilan manajemen Sampoerna yang turut mendukung pengembangan UMKM desa.

Melalui Semarak Bazaar Ramadhan 1447 H ini, Desa Bilebante kembali menegaskan perannya sebagai contoh sukses desa wisata yang mampu mengintegrasikan pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu gerakan  berdampak nyata.(sr/dkisntb)

 

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Obvit Guna Cegah Kriminalitas Di Daerah Rawan

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Obvit Guna Cegah Kriminalitas Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Minggu siang (15/02/2026)pukul 10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aipda Afis dan Brigadir Elbiyun dengan sasaran Patroli jalan poros Jomnang – Babat, di SPBU Ngimbang,R3 Mart, ATM BNI dan Pasar Ngimbang serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Guna Antisipasi Pohon Tumbang Di Jalur Rawan Bencana

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Guna Antisipasi Pohon Tumbang Di Jalur Rawan Bencana

LAMONGAN//Warta.in –Dalam Rangka bentuk kepedulian polri dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati kali ini jajaran personil Polsek Ngimbang giat patroli pemantauan dan antisipasi Pohon Tumbang Guna cegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di jalan Raya Babat – Jombang di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, Minggu (15/02/2026) pukul 11.00 wib

Patroli pemantauan pohon tumbang ini di laksanakan oleh anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Brigadir Elbiyun
untuk mengecek dan memantau kondisi pohon di pinggir jalan antisipasi pohon tumbang agar tidak mengganggu kamtibmas dan tetap kondusif di wilayah Kecamatan Ngimbang

Untuk semua masyarakat di harapkan tetap Waspada apabila waktu Hujan dan Angin untuk menghindari pohon tumbang segera melaporkan ke Polsek atau Damkar setempat

Sementara Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H menjelaskan “Bahwa kegiatan Patroli dan pemantauan pohon tumbang tersebut untuk antisipasi terjadinya bencana alam tumbangnya pohon saat hujan dan angin ribut apabila pengendara melintas dan masyarakat memberikan himbauan kamtibmas juga memberikan himbauan agar selalu menjaga kebersihan yaitu dengan mematuhi Peraturan lalu lintas, ”Pesan Kapolsek Ngimbang

Sehingga masyarakat merasakan kenyamanan dengan pelayanan dan kehadiran polisi ditengah – tengah masyarakat agar kondisi wilayah Ngimbang Aman dan kondusif (roy)

Dorong Tambang Rakyat berbadan hukum, PT Aradta Utama Mining Perkuat Pendampingan Koperasi

0

Dorong Tambang Rakyat berbadan hukum,
PT Aradta Utama Mining Perkuat Pendampingan Koperasi

Warta.in
Mataram,NTB – Harga emas dunia terus merangkak naik dalam beberapa tahun terakhir. Namun di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), peningkatan nilai komoditas itu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat sekitar tambang. Pertanyaan itulah yang mengemuka dalam kegiatan ramah tamah dan bimbingan teknis koperasi tambang rakyat se-NTB, di Ballroom Rinjani 1, Hotel Lombok Raya, Mataram, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh PT. Aradta Utama Mining ini menjadi ruang diskusi serius tentang bagaimana mendorong praktik tambang rakyat sehat dan legal melalui skema Izin Pertambangan Rakyat (IPR).
Sekitar 50 ketua dan pengurus koperasi hadir. Turut memberikan pemaparan, Irjen Pol (P) Hadi Gunawan sebagai inisiator gerakan koperasi tambang rakyat yang tertib hukum, Direktur Utama PT Aradta Utama Mining Bangkit Sanjaya, Komisaris Utama R. Haidar Alwi, perwakilan Polda NTB melalui Kabidkum, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB.

Menata Legalitas di Tengah Lonjakan Harga Emas

Sesi pertama dimulai pukul 10.00 WITA dengan pembinaan teknis. Materi yang disampaikan tidak berhenti pada urusan administrasi perizinan. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai larangan penggunaan bahan berbahaya seperti merkuri, standar keselamatan kerja, hingga kewajiban reklamasi pascatambang.

Bangkit Sanjaya selaku direktur utama PT. Aradta menegaskan, proses menuju tambang rakyat sehat dan legal harus dimulai dari kesadaran kolektif koperasi.
“Legalitas itu bukan sekadar dokumen. Dengan IPR, koperasi memiliki kepastian hukum, akses pembinaan, serta peluang kemitraan yang lebih luas. Ini tentang membangun sistem yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu dirinya juga menegaskan bahwa lokasi atau peta Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang telah ditetapkan dan diterbitkan oleh kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak berada di wilayah hutan lindung, dan juga sebelumnya telah dilakukan penelitian oleh Rektor, seluruh wakil rektor, seluruh Dekan dan seluruh guru besar di UIN dan UNRAM. Pernyataan mengenai lokasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang tidak berada di hutan lindung, sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi NTB terhadap tata kelola pertambangan berkelanjutan dan mitigasi bencana hidrometeorologi, diperkuat oleh kepatuhan PT Aradta Utama Mining dalam pelaporan berkala dan kelengkapan dokumen lingkungan sebagai bentuk pengawasan dan ketaatan hukum.

Hal tersebut juga merupakan respon dari dugaan mengenai berbagai bencana hidrometeorologi di NTB, seperti banjir dan tanah longsor, diyakini terkait pengelolaan hutan dan pertambangan yang dinilai kurang hati-hati.

Selanjutnya, Kabidkum Polda NTB Kombes Pol Abdul Azas Siagian selaku perwakilan Polda NTB yang hadir sebagai narasumber di bidang hukum menjelaskan bahwa perbedaan mendasar antara tambang ber-IPR dan tambang ilegal terletak pada akuntabilitas. “Tambang ilegal berisiko pidana karena dilakukan dengan tidak bertanggung jawab dan disinyalir menggunakan bahan kimia yang dapat membahayakan kelangsungan hidup masyarakat maupun ekosistem yang ada, sementara tambang berizin berada dalam pengawasan dan koridor hukum yang jelas,” kata orang nomor satu di jajaran Bidkum Polda NTB terebut

*Sejarah dan Tanggung Jawab Moral*

Dalam forum group discussion yang digelar pada malam harinya, Irjen Pol (P) Hadi Gunawan mengajak peserta menengok bagaimana sejarah pertambangan masuk ke Indonesia hingga saat ini. Menurutnya, tambang rakyat yang legal juga lahir sebagai bentuk kemandirian masyarakat memanfaatkan sumber alam yang ada dengan memberdayakan warga lokal. Namun tanpa tata kelola yang baik, aktivitas tersebut dapat berubah menjadi persoalan hukum dan lingkungan, sehingga perlu adanya tata kelola dan pengawasan yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh ketentuan IPR. Ia mengaitkan pentingnya tambang rakyat sehat dan legal dengan visi pembangunan nasional yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas.

“Kalau tambang berjalan tanpa izin, tanpa standar lingkungan, lalu terjadi kecelakaan atau kerusakan alam, siapa yang bertanggung jawab?” ujarnya di hadapan peserta. “Negara hadir bukan untuk mempersulit, tapi untuk memastikan rakyat bekerja dengan aman dan hasilnya membawa kesejahteraan.” Ungkap mantan orang nomor Wahid di jajaran Polda NTB itu.

Pernyataan itu menyentuh realitas NTB yang kaya sumber daya mineral, tetapi masih menghadapi tantangan kemiskinan di sejumlah wilayah. Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa sebagian desa di lingkar tambang masih bergantung pada sektor informal dengan pendapatan fluktuatif.

*Dampak Sosial dan Ekonomi yang Lebih Luas*

Forum itu juga membahas Isu yang jarang disampaikan secara terbuka adalah dampak sosial dari tambang ilegal. Selain potensi kerusakan lingkungan, aktivitas tanpa izin kerap memicu konflik antar kelompok, ketidakjelasan pembagian hasil, hingga hilangnya penerimaan daerah.
Sebaliknya, jika dikelola melalui koperasi berizin, hasil tambang dapat diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal—mulai dari pembukaan lapangan kerja yang lebih aman, peningkatan pendapatan anggota koperasi, kesejahteraan masyarakat lingkar tambang, hingga kontribusi terhadap pajak dan retribusi daerah.
Model pendampingan manajemen oleh PT Aradta Utama Mining dinilai sebagai salah satu pendekatan untuk mempercepat proses legalisasi dan meningkatkan kapasitas koperasi. Dengan pendampingan teknis dan administratif, koperasi diharapkan mampu memenuhi seluruh persyaratan IPR.

*Momentum Perubahan untuk perekonomian NTB*

Kegiatan ini tidak sekadar seremoni. Diskusi berlangsung dinamis, bahkan disertai sejumlah pertanyaan kritis dari peserta terkait prosedur perizinan dan mekanisme pengawasan. Hal tersebut menunjukkan adanya kesadaran baru di kalangan pengurus koperasi untuk bergerak menuju tata kelola yang lebih tertib.
Lonjakan harga emas global bisa menjadi peluang strategis bagi NTB. Namun tanpa regulasi yang dijalankan secara konsisten, peluang tersebut berisiko menjadi sumber persoalan baru.
Gerakan menuju tambang rakyat sehat dan legal menuntut komitmen bersama—dari koperasi, pemerintah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat sekitar tambang. Transparansi pengelolaan hasil dan kepatuhan terhadap standar lingkungan menjadi fondasi utama.

Di akhir kegiatan, semangat kolaborasi terasa menguat. Para pengurus koperasi menyatakan kesiapan untuk menempuh proses legalitas secara bertahap, sekaligus mempertanyakan proses keluarnya IPR dirasakan sangat sulit dan lamban. Dalam moment tersebut beberapa pernyataan disampaikan dari beberapa peserta terkait penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang baru diberikan kepada satu koperasi, hal itu memicu kecemburuan di kalangan koperasi lainnya. Diantaranya juga menyampaikan jika kepastian penerbitan IPR tak kunjung diberikan, akan muncul kekhawatiran sebagian warga akan kembali melakukan aktivitas tambang tanpa izin. Kondisi ini dinilai berisiko memicu maraknya kembali penambangan ilegal yang dapat berdampak pada kerusakan dan pencemaran lingkungan secara luas di wilayah NTB.

selain itu, Kegiatan ini juga turut mengundang Gubernur NTB, Ketua DPRD Provinsi NTB serta Kepala Dinas ESDM NTB namun disayangkan yang bersangkutan tidak dapat hadir.

NTB memiliki kekayaan alam yang melimpah. Kini tantangannya bukan lagi sekadar menggali emas, melainkan memastikan setiap gram yang dihasilkan benar-benar membawa manfaat bagi rakyatnya. Jika tata kelola yang sehat terus diperjuangkan, bukan tidak mungkin tambang rakyat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah yang adil dan berkelanjutan.(sr/hpntb)

 

Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Siskamtibmas Guna Cegah Kriminalitas Di Malam Hari

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Siskamtibmas Guna Cegah Kriminalitas Di Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota Jaga Polsek Ngimbang dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif serta mencegah terjadinya aksi premanisme dan kejahatan serta aksi konvoi Pemuda di daerah rawan kejahatan wilayah hukum Polsek Ngimbang gencar melaksanakan patroli Blue light siskamtibmas pada, Minggu (15/02/2026)

Patroli blue light siskamtibmas ini dilaksanakan mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai yang di laksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Aiptu Hadi Gunarto dengan sasaran empat lokasi jalan raya Poros Jombang – Babat, R3 Mart, SPBU Ngimbang,Pabrik R3 Ngimbang dan Warko – warkop yang ada di wilayah hukum Polsek Ngimbang di malam hari

Kegiatan patroli Blue Light ini merupakan bagian dari langkah antisipatif terhadap berbagai bentuk gangguan Kamtibmas, khususnya aksi-aksi premanisme dan kejahatan 4C, (Curas, curat, curanmor dan curhewan) yang kerap terjadi di daerah rawan kriminalitas di malam hari

Dalam patroli Blue Light tersebut, petugas turut memberikan imbauan kepada warga dan petugas keamanan (security) perusahaan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja.

Apabila ditemukan tindakan mencurigakan atau aksi kejahatan, masyarakat diimbau segera melapor ke Polsek Ngimbang atau melalui layanan darurat 110, atau datang ke Polsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, “menyampaikan bahwa patroli Blue Light di Malam hari ini secara rutin di untuk menciptakan Siskantibmas di wilayah Ngimbang, hal ini di laksanakan merupakan langkah nyata Polri dalam menciptakan rasa aman, terutama di malam hari di wilayah hukum Polsek Ngimbang, ujarnya

“Kami berkomitmen untuk menciptakan wilayah yang aman dari praktik-praktik premanisme. Keamanan masyarakat, termasuk di wilayah daerah rawan, menjadi prioritas kami.

Oleh karena itu, kami harapkan kerja sama semua pihak untuk tidak segan melapor jika menemukan tindakan yang mengganggu ketertiban,” tegas Iptu IWayan Sumantra, S.H.

Dan Polsek Ngimbang akan terus melakukan patroli Blue Light secara rutin dan responsif dalam menjawab aduan masyarakat sebagai bentuk pelayanan yang humanis dan profesional, guna mendukung terciptanya iklim kerja yang aman dan produktif, pungkasnya(roy)

Polda NTB Berkomitmen Bersihkan Narkoba, Polres Bima Kota Ungkap Dua Kasus Sabu 8 Gram Lebih

0

Polda NTB Berkomitmen Bersihkan Narkoba, Polres Bima Kota Ungkap Dua Kasus Sabu 8 Gram Lebih

Warta.in

Mataram,NTB – Polda NTB kembali menegaskan komitmennya dalam upaya bersih-bersih dari peredaran narkotika di wilayah Nusa Tenggara Barat. Melalui jajaran Polres Bima Kota, dua pengungkapan kasus narkotika jenis sabu berhasil dilakukan dalam dua hari berturut-turut pada 14 dan 15 Februari 2026, dengan total barang bukti bruto mencapai lebih dari 8 gram.

Kabid Humas Polda NTB, Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., di Mataram, Minggu 15 Februari 2026 menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bukti konsistensi Polda NTB dalam memerangi narkotika hingga ke tingkat jaringan paling bawah.

“Ini adalah komitmen nyata kami untuk membersihkan NTB dari peredaran narkoba. Tidak ada ruang bagi pengedar maupun bandar di wilayah hukum Polda NTB. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindaklanjuti secara cepat dan profesional,” tegasnya.

Pengungkapan pertama terjadi pada Sabtu malam, 14 Februari 2026 sekitar pukul 21.00 WITA di Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Penindakan dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota, AKP Jahyadi Sibawaih, S.H., bersama tim opsnal. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang perempuan berinisial DE (30) di kediamannya. Dari hasil penggeledahan yang disaksikan aparat lingkungan setempat, ditemukan satu bungkus plastik klip berisi kristal diduga sabu dengan berat bruto 0,57 gram yang disembunyikan di tumpukan pakaian. Turut diamankan plastik klip kosong, pipet sendok, timbangan, alat hisap (bong), satu unit handphone, serta uang tunai sebesar Rp12.650.000.

Dari hasil pemeriksaan awal, terduga mengaku memperoleh barang tersebut dari seseorang berinisial KA. Tim kemudian melakukan pengembangan ke lokasi yang dimaksud, namun yang bersangkutan tidak ditemukan dan tidak ada barang bukti di lokasi tersebut.

Sehari berselang, Minggu 15 Februari 2026 sekitar pukul 12.00 WITA, Satresnarkoba Polres Bima Kota kembali melakukan penindakan di Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Operasi yang juga dipimpin oleh Kasat Resnarkoba tersebut berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial DH (29). Dari rumah terduga ditemukan 16 bungkus plastik klip berisi kristal diduga sabu yang disimpan di bawah tempat tidur, dengan total berat bruto keseluruhan perkara hari itu mencapai 7,43 gram.

Pengembangan kasus berlanjut hingga mengamankan dua terduga lainnya, yakni WY (25) yang diamankan di sebuah warung bakso di wilayah Talabiu, serta FY (59) yang ditangkap di pinggir jalan lintas Bima–Sumbawa. Dari rangkaian penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah klip sabu, plastik klip kosong, pipet, beberapa unit handphone, kartu ATM, dompet, serta uang tunai jutaan rupiah.

Seluruh terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mako Polres Bima Kota untuk proses hukum lebih lanjut. Penyidik tengah melakukan pembuatan laporan polisi, tes urine terhadap para terduga, uji laboratorium barang bukti, pengembangan jaringan, serta koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kapolres Bima Kota, Catur Erwin Setiawan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa jajaran Polres Bima Kota berkomitmen penuh mendukung program Polda NTB dalam pemberantasan narkotika.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Bima Kota. Penindakan ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan, baik melalui upaya represif maupun langkah preventif dengan melibatkan masyarakat,” tegas AKBP Catur Erwin Setiawan.

Polda NTB memastikan upaya bersih-bersih narkoba akan terus digencarkan demi melindungi generasi muda dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Nusa Tenggara Barat.(sr/hpntb)

Berkat Bantuan Irpom, Kelompok Tani Sumber Makmur Karanganyar Siap Tingkatkan Hasil Pertanian

0

Warta.in, Jember – 15/01/2026 Sinergi Pemerintah pusat bersama Pemerintah daerah mewujudkan program prioritas yang digagas oleh President Prabowo Subianto yaitu ketahanan pangan atau swasembada pangan semakin nyata.

Melalui Kementrian Pertanian (Kementan) RI, program – program yang diturunkan diharapkan mampu untuk meningkatkan produksi pertanian, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan sektor pangan adalah memastikan keterjangkauan harga bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain itu Pemerintah bertekad menjaga stabilitas harga pangan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Salah satu program Optimasi Lahan (Oplah) yang didapat oleh kelompok tani (Poktan) Sumber Makmur Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember adalah Pompanisasi, berupa pembangunan Irigasi Perpompaan (Irpom) serta saluran irigasi.

Sebelumnya, selama puluhan tahun para petani yang berada dalam naungan kelompok tani Sumber Makmur Karanganyar hidup dalam bayang-bayang kekeringan. Setiap musim kemarau datang, sawah mengering, tanaman meranggas, dan harapan panen perlahan memudar.

“Dulu saya pastikan kami hanya bisa tanam satu kali dalam setahun di MT 1 (Musim Tanam satu) di musim penghujan bila kemarau datang kami sudah tidak bisa tanam,” kata Pak Maroji ketua Poktan.

Namun kini, melalui Program Optimasi Lahan (Oplah) berupa pembangunan Irigasi Perpompaan (Irpom) dan saluran irigasi, denyut kehidupan kembali terasa di hamparan persawahan.

Para petani yakin, air yang dulu sulit dijangkau dikala musim kemarau datang, kini akan tetap mengalir melalui mesin pompa menuju lahan-lahan pertanian milik mereka. Serta saluran irigasi yang dibangun memastikan distribusi air lebih merata sehingga menjadikan lahan mereka lebih produktif.

“Dengan bantuan ini saya yakin para petani kami tetap akan bisa tanam padi lagi pada saat musim tanam 2 nanti mas, akan tetapi mas, untuk benar – benar dapat memaksimalkan 126,71 Ha sawah ini kami masih mengharap untuk mendapatkan bantuan lagi kedepannya,” tandas Pak Maroji dengan mimik wajah serius.

Setelah diterimanya bantuan ini kelompok Sumber Makmur Karanganyar menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung program Nasional swasemba pangan dengan meningkatkan indeks pertanaman (IP), memperluas musim tanam, serta memaksimalkan hasil produksi.

Para petani di kelompok Sumber Makmur Karanganyar juga berterima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta kepada Gus Bupati yang merupakan Kader dari Presiden, karena turut memperjuangkan serta memberikan perhatian terhadap para petani di daerah.

Andra Soni Buka Munas I PPBNI Satria Banten di Hotel Aston Serang, Tegaskan Peran Ormas

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 15 Februari 2026  — Andra Soni secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) I Patriot Pemersatu Banten Nasional Indonesia (PPBNI) Satria Banten yang digelar di Hotel Aston Serang, Kota Serang, Minggu (15/2/2026).

Munas perdana tersebut mengusung tema “Tingkatkan Profesionalisme Organisasi untuk Mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini dinilai strategis dalam memperkuat kapasitas organisasi kemasyarakatan agar mampu berkontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.

Dalam sambutannya, Andra Soni menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Munas sebagai langkah konsolidasi dan penguatan struktur organisasi. Ia menekankan bahwa di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang semakin kompleks, organisasi kemasyarakatan (Ormas) memiliki peran vital sebagai perekat harmoni dan stabilitas daerah.

“Mewakili masyarakat dan Pemerintah Provinsi Banten, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Ormas, khususnya PPBNI Satria Banten, yang konsisten menjaga stabilitas. Sebagai wilayah penyangga Jakarta, kondusivitas Banten adalah kunci bagi stabilitas nasional,” ujar Andra Soni.

Andra Soni menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjadi syarat utama bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi di Banten, sehingga peran Ormas dalam menjaga ketertiban sangat berpengaruh terhadap kepercayaan investor.

“Kami berterima kasih atas komitmen PPBNI dalam menjaga persatuan dan mendukung program-program pemerintah, terutama dalam menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menyatakan PPBNI Satria Banten bukan sekadar Ormas, tetapi juga wadah pelestarian budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius masyarakat Banten.

“Karakter, kekompakan, dan solidaritas PPBNI harus terus dijaga secara konstruktif demi mewujudkan Banten yang aman dan Indonesia yang damai,” tutur Dimyati.

Ketua Umum PPBNI Satria Banten, Tb. Moch. Oyim Munandar Sugriwa, menyatakan Munas I menjadi tonggak sejarah setelah lima tahun organisasi berdiri. Forum tertinggi tersebut bertujuan menyusun program strategis dan menyelaraskan visi pengurus serta anggota di seluruh Indonesia.

Ia menegaskan bahwa capaian organisasi merupakan hasil pengorbanan seluruh kader, sekaligus momentum untuk memperkuat kapasitas kepengurusan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.(WartainBanten)

Tak Sekadar Kirab, PSI Rembang Turut Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Tegal

0

Warta.in//Jateng Rembang// Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Rembang bersama pengurus dan anggota mengikuti Kirab Budaya di Jalan Pahlawan hingga Alun alun kota, pada Minggu (15/2/2026) pagi.

Kirab Budaya PSI di Kota Tegal ini, bukan sekadar parade politik, melainkan juga membawa bantuan nyata bagi masyarakat.

Kirab budaya yang digelar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kali ini berbeda. Selain menampilkan nuansa kebersamaan, gotong royong, dan keceriaan, ada juga mobil hias gajah, drumband bahana bahari, tarian payung, gunungan Kota Tegal dan masih banyak lagi yang dipertontonkan.

Ketua DPD PSI Kabupaten Rembang Rachmat Hidayat mengucapkan Alhamdulillah Kami bisa menghadirkan acara DPD PSI Kota Tegal dalam rangka Kirab Budaya dan bersamaan berbagi dengan korban bencana, Alhamdulillah dihadiri Ketua Umum PSI Mas Kaesang didampingi langsung Bapak Joko Widodo (Jokowi).

Sangat luar biasa, tampilan inovasinya cukup bagus dan respon pengunjung sangat luar biasa bagi PSI di Kota Tegal,” terangnya saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (15/2/2026)

Ia menambahkan dari DPD Kabupaten Rembang ada 15 orang, pengurus dan anggota PSI dan kemungkinan besar ada yang menyusul lagi, jadi ada 20 orang mas. Mengingat jaraknya cukup jauh, Alhamdulillah dari pagi tadi, kami sudah disini. Kami ingin menyaksikan parade Kirab Budaya mulai dari awal hingga akhir nanti.

Tujuan kami berkunjung ke Kota Tegal ikut memberikan kontribusi, kekompakan, kebersamaan. Yang pasti untuk memotivasi teman teman khususnya di wilayah kabupaten Rembang, supaya antusias bahwa PSI benar benar dibutuhkan masyarakat, dan rakyat peduli akan kebersamaan untuk pembangunan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Rachmat berharap kader PSI bisa solid, profesional dan pastinya untuk mewujudkan realisasi bukan janji

Sementara itu Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo, hadir memimpin kegiatan dengan didampingi jajaran DPP, pengurus DPW provinsi, serta seluruh struktur DPD PSI Kabupaten Tegal. Kehadiran mereka menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolik, tetapi aksi nyata kepedulian sosial.

“Harapan kami, apa yang dilakukan hari ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, terutama yang sedang terkena musibah,” ujar Antonius, sambil menyalami warga dan memantau penyaluran bantuan.

( wik )

Aparat 3 Pilar Tertibkan Parkir Liar dan PKL di Proyek Senen

0

Warta.in Jakarta – Aparat gabungan 3 Pilar menggelar apel dan penertiban parkir liar serta pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Proyek Senen, Kelurahan Senen, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026) sore.

Kegiatan diawali dengan apel 3 Pilar yang dilaksanakan sekitar pukul 16.00 WIB di Blok 2 Proyek Senen, Jalan Senen Raya. Penertiban ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban umum, kelancaran lalu lintas, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Senen.

Apel dan penertiban dipimpin oleh Kapolpos Senen, Iptu Budi, didampingi Panit Samapta Aiptu Hendra. Dalam kegiatan tersebut, petugas menyasar kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya serta PKL yang berjualan di area terlarang dan mengganggu fasilitas umum.

Petugas memberikan imbauan secara humanis kepada para pengendara dan pedagang agar mematuhi aturan yang berlaku serta tidak menggunakan badan jalan dan trotoar untuk kepentingan pribadi. Penertiban dilakukan tanpa tindakan represif, dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di sekitar Proyek Senen terpantau aman dan kondusif. Arus lalu lintas berjalan lancar, serta tidak ditemukan adanya perlawanan atau gangguan kamtibmas selama kegiatan berlangsung.

Aparat 3 Pilar menyatakan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk komitmen dalam menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan lingkungan di wilayah Senen, Jakarta Pusat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)