Wartain Banten | Pemerintahan | 16 Februari 2026 — Pemerintah Provinsi Banten memastikan akan hadir langsung menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadan 2026. Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan dirinya akan turun langsung memantau kondisi di tengah masyarakat.
“Kita tidak diam. Kita hadir. Kita akan keliling memastikan stabilitas keamanan selama Ramadan, termasuk melakukan monitor dan tarawih keliling,” ujar Dimyati di Pandeglang, Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, pemantauan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari menyerap aspirasi masyarakat, memastikan kebersihan lingkungan, menjaga keamanan dan ketertiban umum, hingga menjamin kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah.
Dimyati juga menyoroti potensi gangguan yang kerap muncul saat Ramadan, seperti aksi balap liar di sejumlah daerah. Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mengganggu kekhidmatan ibadah.
“Kalau ada yang mengganggu kekhidmatan bulan Ramadan, sampaikan kepada kami,” ucapnya dengan tegas.
Pemerintah Provinsi Banten akan menyesuaikan operasional tempat hiburan selama Ramadan sebagai bentuk penghormatan kepada umat Islam yang berpuasa.
Kebijakan ini diharapkan mencegah gangguan ketertiban dan menciptakan suasana yang aman, tertib, serta penuh keberkahan selama Ramadan.(WartainBanten)










Kepala Sekolah, M. Reza Akbar, S.Pd., menyampaikan rasa bangga dan haru atas capaian para siswa.
Momentum paling mengharukan terjadi ketika para wisudawan bersimpuh di hadapan orang tua mereka dan memakaikan mahkota sebagai simbol kemuliaan Al-Qur’an. Tangis haru pecah, menggambarkan perjuangan panjang, doa, dan pengorbanan yang akhirnya berbuah kemuliaan.








Rupa rupa pengalaman yang sudah saya terima selama menjual stola ulos ini. Yang paling pahit adalah adanya suatu komunitas marga di Panguruan ini yang tidak mau melunasi stola ulos yang sudah dipesan, sekitar 4 juta. Saya sangat kecewa karenanya. Ada juga dari Padang, yang tidak mau membayar ongkos kirimnya. Hal itulah yang membuat saya tidak lagi gampang menerima pesanan stola ulos itu. Jika tidak hati hati bukannya untung malah buntung. Kebahagiaan saya jika melihat stola ulos saya itu dipake untuk acaranya, papar Wendy Simarmata yang menetap di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan Dusun 3 Alngit Kec Pangururan Kab Samosir (red)