27.7 C
Jakarta
Jumat, Februari 13, 2026
Beranda blog Halaman 24

Suasana Senja Hangat di Angkringan Pinggir Segoro Rembang, Kuliner Merakyat dengan Nuansa Laut

0

Warta.in || Jateng Rembang || Suasana hangat dan akrab menyambut pembeli di Angkringan Pinggir Segoro milik Om Sulad yang sudah beroperasi satu tahun yang lalu, bertempat di Tasikagung, Rembang. Kamis ( 5/2/2026) sore.

Sejak pukul 16.00WIB, pembeli dan pengunjung sudah memadati lokasi, menikmati sajian yang terbilang ramah di kantong seperti wedang jahe, kopi, teh, serta menu khas angkringan seperti nasi tempe dan sate-satean.

Tidak hanya menyuguhkan makanan, Angkringan Pinggir Segoro juga menghadirkan nuansa yang membangkitkan kenangan serta kedekatan laut.

“Kami ingin menghadirkan tempat nongkrong yang merakyat, nyaman, dan penuh kehangatan tidak menghilangkan nuansa laut,” ujar Om Sulad

Konsep Angkringan Pinggir Segoro cukup unik dibandingkan angkringan pada umumnya. Beroperasi siang hingga malam hari, angkringan ini menyasar kalangan remaja seperti muda mudi dan keluarga.

“Kalau ada yang nggak punya uang, silakan makan gratis., kita adakan setiap hari,” kata Om Sulad.

Tak hanya kuliner, Angkringan Pinggir Segoro juga digagas sebagai ruang selfie. Melihat luasnya laut dan dentuman ombak menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk menyatunya dua kesederhanaan, alam dan angkringan.

“Angkringan Pinggir Segoro bukan cuma angkringan, ini ruang hiburan kecil yang terbuka untuk siapa saja,” kata Om Salad

Nama “Angkringan Pinggir Segoro” sendiri diambil dari laut yang kotor banyak sampahnya. Kemudian oleh Om Sulad diurug hingga menjadi Angkringan yang bersih dan nyaman, kebetulan tempatnya dipinggir laut dikasih nama Angkringan Pinggir Segoro.

( wik )

Atap Bocor Tak Tunggu Anggaran, 42 Kepala Sekolah Patokbeusi Gotong Royong Renovasi Kantor Korwil

0
0-0x0-0-0#

Atap Bocor Tak Tunggu Anggaran, 42 Kepala Sekolah Patokbeusi Gotong Royong Renovasi Kantor Korwil

PATOKBEUSI | Warta In Jabar — Kerusakan parah pada atap bekas Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Patokbeusi tak menunggu uluran anggaran. Atap yang lapuk, berkarat, dan bocor di banyak titik akhirnya direnovasi berkat inisiatif H. Asep Wawan yang menggerakkan kekompakan para kepala sekolah.

Dengan mengandalkan kepedulian dan rasa memiliki, para kepala sekolah sepakat berpartisipasi melalui sumbangan dana pribadi. Mereka berkumpul, patungan, hingga membawa makanan bagi para pekerja sebagai bentuk kebersamaan dalam proses renovasi.

“Partisipasi ini kami lakukan karena bekas kantor korwil ini adalah milik kami bersama. Sebanyak 42 sekolah merasakan langsung betapa pentingnya bangunan ini sebagai rumah koordinasi pendidikan. Walaupun saat ini fungsinya tidak seperti dulu, kami tetap merasa memiliki dan bertanggung jawab menjaganya,” tegas H. Asep Wawan.

Meski saat ini bekas kantor korwil tersebut hanya ditempati pengawas dan penilik sekolah, keberadaannya tetap memiliki nilai strategis dan historis bagi dunia pendidikan di Patokbeusi. Kesadaran inilah yang menguatkan langkah gotong royong tanpa pamrih.

Kekompakan para kepala sekolah terlihat jelas di lapangan. Tanpa menunggu kebijakan atau instruksi formal, mereka bergerak atas dasar kepedulian dan kebersamaan. Aksi ini menjadi cermin kuat bahwa solidaritas masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga aset bersama, sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berdiam diri.

0
0-0x0-0-0#

Atap Bocor Tak Tunggu Anggaran, 42 Kepala Sekolah Patokbeusi Gotong Royong Renovasi Kantor Korwil

PATOKBEUSI — Kerusakan parah pada atap bekas Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Patokbeusi tak menunggu uluran anggaran. Atap yang lapuk, berkarat, dan bocor di banyak titik akhirnya direnovasi berkat inisiatif H. Asep Wawan yang menggerakkan kekompakan para kepala sekolah.

Dengan mengandalkan kepedulian dan rasa memiliki, para kepala sekolah sepakat berpartisipasi melalui sumbangan dana pribadi. Mereka berkumpul, patungan, hingga membawa makanan bagi para pekerja sebagai bentuk kebersamaan dalam proses renovasi.

“Partisipasi ini kami lakukan karena bekas kantor korwil ini adalah milik kami bersama. Sebanyak 42 sekolah merasakan langsung betapa pentingnya bangunan ini sebagai rumah koordinasi pendidikan. Walaupun saat ini fungsinya tidak seperti dulu, kami tetap merasa memiliki dan bertanggung jawab menjaganya,” tegas H. Asep Wawan.

Meski saat ini bekas kantor korwil tersebut hanya ditempati pengawas dan penilik sekolah, keberadaannya tetap memiliki nilai strategis dan historis bagi dunia pendidikan di Patokbeusi. Kesadaran inilah yang menguatkan langkah gotong royong tanpa pamrih.

Kekompakan para kepala sekolah terlihat jelas di lapangan. Tanpa menunggu kebijakan atau instruksi formal, mereka bergerak atas dasar kepedulian dan kebersamaan. Aksi ini menjadi cermin kuat bahwa solidaritas masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga aset bersama, sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berdiam diri.

Akademisi: Capaian Positif , BPS Catat Ekonomi Banten Naik 5,37 Persen di 2025

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 05 Februari 2026  — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat pertumbuhan ekonomi Banten pada tahun 2025 mencapai 5,37 persen, meningkat dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya yang hanya 4,79 persen.

Secara triwulanan, ekonomi Banten pada triwulan IV 2025 tumbuh 2,22 persen, sehingga secara kumulatif pertumbuhan ekonomi provinsi ini menjadi 5,64 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Menanggapi data tersebut, Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Hady Sutjipto menilai capaian ini sebagai pertumbuhan positif dan mencatatkan rekor tertinggi sejak periode pasca pandemi.

“Ini merupakan pertumbuhan tertinggi selama pasca pandemi,” ungkap Hady pada Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan rilis BPS, pertumbuhan ekonomi Banten pada 2025 meningkat signifikan menjadi 5,37 persen dibanding 4,79 persen pada 2024. Meskipun Triwulan III 2025 sempat menurun, ekonomi kembali naik pada Triwulan IV menjadi 5,64 persen, tertinggi sepanjang tahun dan memberikan kontribusi besar terhadap capaian tahunan.

“Jika kita perhatikan pertumbuhan triwulanan dari Triwulan I hingga Triwulan IV, seluruhnya menunjukkan tren positif. Bahkan pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi Banten mencapai 5,64 persen, menjadi yang tertinggi dan berkontribusi besar terhadap capaian tahunan,” katanya.

Menurut Hady Sutjipto, pertumbuhan positif ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain: peningkatan realisasi belanja APBN dan APBD, optimalisasi kapasitas produksi dunia usaha, mobilitas masyarakat pada libur Natal dan Tahun Baru yang mendorong sektor pariwisata, serta meningkatnya investasi baik PMA maupun PMDN, yang secara tahunan tumbuh 108,95 persen atau senilai Rp130,2 triliun.

“Selain investasi, sektor konstruksi juga menjadi salah satu pendorong utama, terutama melalui pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan tol, stasiun, kawasan industri, dan lainnya,” ujarnya.

Struktur ekonomi Banten masih didominasi industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi, namun pertumbuhan ekonomi bisa didorong oleh kebijakan pemerintah daerah. Hadi mengapresiasi program pembangunan infrastruktur, seperti Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), yang membuka akses di wilayah pedesaan Lebak dan Pandeglang.

Peningkatan kualitas jalan ini diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian, meningkatkan nilai tambah, serta mendorong pendapatan petani dan pengurangan kemiskinan.

“Mudah-mudahan ini dapat memperlancar distribusi hasil-hasil panen, yang tentu diharapkan bisa memberikan nilai tambah ataupun meningkatkan pendapatan para petani,” jelasnya.

Hadi menilai program Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta berdampak positif pada rata-rata lama sekolah, angka partisipasi pendidikan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Banten.

“Ini memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan finansial dan sebagainya, ini juga diharapkan bisa meningkatkan rata-rata lama sekolah, kemudian juga angka partisipasi sekolah, termasuk meningkatkan IPM,” imbuhnya.

Ia juga berharap pemerintah mendorong investasi padat karya untuk menciptakan lapangan kerja, dengan penguatan infrastruktur dan pemerataan investasi sebagai stimulus berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(WartainBanten)

Tanggapan Kepala Dinas Pendidikan dan Ketua DPRD Jember,Terkait Dugaan Perekrutan Guru Honorer di SDN Ambulu 01

0

Warta.in, Jember – 05/02/2026 Dalam pemberitaan sebelumnya, atas dugaan Rekruitment guru yang tidak termasuk dalam SK Bupati atau Non PPPK dan PNS yang mungkin lebih dikenal dengan nama guru honorer, mendapatkan tanggapan dari Kepala Dinas Pendidikan dan ketua DPR D Kabupaten Jember.

Dugaan rekruitment ini muncul di Sd N Ambulu 01 dan dugaan nama guru honorer atau Non PPPK tersebut adalah Lathifa Aly,S .Pd, yang menurut keterangan dari Plt Kepala Sekolah Sd N Ambulu 01 Siti Yuliana Margareta, S. Pd, Lathifa adalah guru sukarelawan, yang membantu mengajar untuk anak inklusi atau berkebutuhan khusus namun adanya guru tersebut tidak diketahui oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

Ket Foto : dukumen kegiatan pembina upacara yang mencantumkan nama tenaga sukarelawan, menurut Kepala sekolah hanya bersifat insidental, nama tenaga sukarelawan tersebut tergabung bersama para guru yang sudah mendapatkan SK Bupati, PPPK dan PNS.

Awak media berhasil meminta keterangan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Arief Tjahjono melalui fia telpon, dikarenakan masih dalam perjalanan dinas. Dalam keterangannya arief membenarkan bahwa di sekolah tersebut memang ada seorang guru yang dianggap sukarelawan.

“Sd N Ambulu 01 itu adalah sekolah inklusi disana ada 40 siswa disabilitas, itu biasanya ditangani oleh 3 orang guru yang khusus menangani siswa tersebut, nah, salah saru guru ini ada yang sedang menjalani PPG (Pendidikan Profesi Guru) di Unesa maka hanya tinggal 2 guru, 2 Guru itu kewalahan untuk menangani 40 Siswa berkebutuhan khusus ini sehingga ada seorang Guru sukarelawan yang tidak di SK, tidak digaji dan bukan PPPK,” Kata Arief.

Saat ditanya oleh awak media apakah aturan Guru sukarelawan yang memasuki suatu lembaga pendidikan tanpa sepengetahuan Dinas Pendidikan diperbolehkan dengan tegas Arief Tjahjono mengatakan secara tegas.,

” Ya itu sebenarnya tidak boleh mas kalo dalam aturannya,” tandas arief.

Namun pada kenyataannya hal ini berbanding terbalik, justru peraturan tersebut dilanggar tanpa mengindahkan aturan yang sudah ditetapkan.

Ketua DPR D Kabupaten Jember H. Ahmad Halim, S.Sos atau yang lebih akrab disapa Gus Halim yang juga dikonfirmasi oleh awak media terkiat atas adanya dugaan rekruitment Guru honorer ini, Beliau menegaskan akan menelusuri setiap informasi yang ada dengan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, apabila ditemukan kesengajaan terkait perekrutan tenaga baru tanpa adanya sepengetahuan Dispendik maka sanksi dalam perarturan Undang – Undang akan ditegakkan.

“Setiap Kepala Sekolah jangan sampai menyalahgunakan wewenangnya, apalagi memutuskan secara sepihak terkait tenaga baru apapun itu, harus berkoordinasi dahulu dengan Dispendik karena sudah jelas aturannya, ada Undang-Undangnya,” pungkas Gus Halim.

PPSBL Mutmainnah, Selebung Berjuang ditengah Keterbatasan Melayani ODGJ- Penerima Manfaat

0

Sukarna, Spd, Kepala Pusat Pelayanan Sosial Bina laras (PPSBL) Mutmainnah ( tengah) diapit 2 perawat Yuli Handayani

Warta.in
Mataram,NTB – Ditemui ditengah kesibukannya melayani dan mengurus para Penerima Manfaat berstatus ODGJ dari kendaraan pengangkut.
Kemudian menemani mereka untuk pendaftaran pemeriksaan kesehatan agar para PM tertib dan teratur.

Sukarna, Spd, Kepala Pusat Pelayanan Sosial Bina laras (PPSBL) Muthmainnah, Selebung Lombok Tengah. Kepada Wartawan , mengungkapkan
kedatangannya dengan 38 orang ODGJ adalah untuk memeriksa kesehatan mereka , sebagai Penerima Manfaat yang dilakukannya secara rutin tiap bulan.

Sukarna menjelaskan saat ini para penerima manfaat yang berada dalam pelayanan PPSBL Mutmainnah berjumlah 109 orang. Jumlah ini menurutnya mengalami overload dikarenakan melebihi kapasitas yang ditetapkan yaitu 100 orang.

” Artinya ada kelebihan 9 orang.
Sementara daftar tunggu saat ini sudah mencapai 87 orang, ” ujarnya kepada Media ini Kamis, 5 Februari 2026.
Dengan keterbatasan ini Sukarna merasa kesulitan dalam memberikan pelayanan optimal kepada para PM (ODGJ – Penerima Manfaat ) karena Kurangnya Ruang Asrama, Ruang Isolasi yang belum ada .

” Kan kita tidak tahu kapan mereka (ODGJ ) kumat ,” tandasnya setengah bertanya.
Sehingga, lanjunya kondisi keterbatasan ini sedikit tidak mengganggu operasional pelayanan.

Dia menandaskan sejumlah keterbatasan yang dihadapi saat ini seperti plafon asrama yang sudah rusak dan harus segera mendapatkan perhatian.
Kondisi terbatas seperti ini menyebabkan kaburnya PM sekitar satu atau dua orang tiap minggu.

Selain itu perjalanan dinas juga dinilainya sangat terbatas. sehingga jika ada PM yang kabur seperti kasus sebelumnya bahkan PM yang Kabur sampai Sumbawa Barat , itu ditanggulangi dengan biaya sendiri.

” Besar harapan kami kedepan agar pihak Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma yang datang langsung berkunjung ke Selebung untuk memeriksa kesehatan PM,” harapnya.

Sementara kendala lainnya yang dirasa berat adalah ketika akan menyalurkan PM setelah sembuh dari rehabilitasi. Yaitu saat keluarga atau masyarakat tidak menerima mereka, terutama PM yang pernah mempunyai kasus pembunuhan, pembakaran dan lainnya. Akibat penolakan ini para PM kembali ke asrama dan tetap menjadi tanggung jawab pihaknya.

Begitu pula dengan masalah sarana transportasi yang dinilai belum memadai, sehingga ketika para penerima manfaat butuh sarana transportasi maka pihaknya harus menyewa kendaraan umum untuk mengangkut PM.

Kendati demikian Sukarna mengakui ada 3 kendaraan sebagai fasilitas transportasi yang layak digunakan. Namun, sambungnya ada 2 yang tidak layak pakai. Itupun diperoleh dari hibah RSJ Mutiara Sukma. Itulah sebabnya mengapa alat-alat dan sarana transportasi ini agar mendapatkan perhatian.

Yuli Hadayani, yang mendampingi Sukarna Menambahkan baru sekitar 34 sampai 50 persen PM yang memiliki BPJS selebihnya mereka belum memiliki BPJS. Akibatnya pelayanan kepada para PM belum merata. Persoalannya keluarga para PM berasal dari kalangan tidak mampu membayar BPJS Mandiri.
” Kami berharap agar semua PM dalam layanan kami mendapatkan BPJS secara merata, ” imbuhnya.(sr)

Andra Soni Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah dan Industri Halal di Banten

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 05 Februari 2026  — Gubernur Banten Andra Soni mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, termasuk pengembangan industri halal, agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan di Provinsi Banten. Menurutnya, Banten memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah nasional.

Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat menerima kunjungan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis (5/2/2026).

Andra Soni mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memberikan dukungan terhadap penguatan ekosistem ekonomi syariah dan industri halal. Apalagi, Banten memiliki moto “Iman dan Takwa” yang sejalan dengan nilai-nilai dasar ekonomi syariah.

“Kami akan bersama-sama, harapannya industri syariah, industri halal, dan perekonomian syariah di Provinsi Banten dapat tumbuh dan berkembang sejalan dengan moto Provinsi Banten, yakni iman dan takwa,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menyampaikan sejumlah hal yang menjadi pembahasan utama bersama KDEKS. Di antaranya terkait berakhirnya masa tugas kepengurusan KDEKS Provinsi Banten periode saat ini, serta pembahasan mengenai potensi, peluang, dan tantangan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Banten ke depan.

Menurut Andra Soni, sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk mendorong kemajuan ekonomi syariah dan industri halal. Dengan potensi yang dimiliki, pengembangan sektor ini diyakini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Alhamdulillah siang ini kami bersilaturahmi dengan pimpinan dan kepengurusan KDEKS Provinsi Banten. Banyak hal yang kami diskusikan, mulai membahas potensi ekonomi syariah di Banten, hingga peluang dan tantangan ke depan,” tambahnya.

Andra Soni menegaskan komitmen Pemprov Banten dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah agar dapat tumbuh berkelanjutan, serta mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua KDEKS Provinsi Banten Siti Ma’rifah melaporkan capaian dan evaluasi tiga tahun kepengurusan KDEKS, dengan fokus pada literasi, edukasi, dan inklusi ekonomi syariah.

“Program literasi, edukasi, dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah menjadi fokus kami. Dengan potensi Banten yang besar, baik dari sisi sumber daya manusia, sektor makanan halal, dan pariwisata, kami optimistis ekosistem ekonomi syariah dapat terus dikembangkan,” ujarnya.

Ia optimistis pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Banten dapat terus diperkuat dan berharap kepemimpinan KDEKS ke depan selaras dengan visi Pemprov Banten untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera.(WartainBanten)

Pasamoan Agung TPID–TP2DD Jabar Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadhan–Idul Fitri 2026

0

Pasamoan Agung TPID–TP2DD Jabar Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadhan–Idul Fitri 2026

SUBANG.| Warta In — Dalam rangka Strategi Pengendalian Inflasi Menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2026, Pemerintahan Provinsi Jawa Barat menggelar Pasamoan Agung (High Level Meeting) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Jawa Barat.

Dalam acara kegiatan tersebut Kabupaten Subang dihadiri oleh Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi, pada Kamis (05/02/2026) yang berlangsung di Alun-Alun Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan mengusung tema “Sinergi Pengendalian Inflasi Pangan dan Perluasan Digitalisasi yang Tangguh dan Berdaya Tahan Menghadapi Ramadhan–Idulfitri 2026.”

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muhammad Nur, menyampaikan bahwa Pasamoan Agung ini merupakan langkah antisipatif pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan bahan pokok pangan dengan harga yang terjangkau menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026.

“Kegiatan ini merupakan upaya antisipasi dengan meningkatkan kolaborasi dan koordinasi untuk memastikan ketersediaan pangan dengan harga yang terjangkau serta distribusi yang berjalan lancar,” ujar Muhammad Nur.

Muhammad Nur menjelaskan bahwa menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, tekanan inflasi cenderung meningkat sehingga diperlukan langkah-langkah preventif.

“Sebentar lagi kita akan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri yang memiliki kecenderungan tekanan inflasi lebih tinggi dibandingkan momen lainnya. Oleh karena itu, kita harus melakukan upaya preventif agar tekanan inflasi saat Ramadhan dan Idul Fitri dapat tetap rendah,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah untuk terus memantau dan menjaga ketersediaan pasokan pangan serta bahan pokok.

“Saya menginstruksikan kepada para kepala daerah untuk terus memantau ketersediaan pasokan pangan dan bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri,” tegas Erwan Setiawan.

Erwan Setiawan juga menekankan pentingnya penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota bersama para pemangku kepentingan.

“Kegiatan ini sangat penting dalam rangka memperkuat sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kabupaten/Kota serta para stakeholder, khususnya dalam penguatan program pengendalian inflasi serta percepatan dan perluasan digitalisasi untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2026,” ungkapnya.

Erwan berharap adanya keseriusan dan perhatian penuh dari seluruh kepala daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan.

“Saya berharap ada atensi dan keseriusan dari para kepala daerah untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2026,” ujarnya.

Lebih lanjut, Erwan mengingatkan bahwa apabila tidak diantisipasi dengan baik, lonjakan permintaan masyarakat berpotensi menimbulkan tekanan inflasi daerah.

“Periode Ramadhan dan Idul Fitri selalu diiringi dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bahan pangan dan kebutuhan pokok. Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi ini berpotensi menimbulkan tekanan inflasi,” pungkasnya.

Ekonomi Banten 2025 Tumbuh Positif, Serapan Tenaga Kerja Meningkat

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 05 Februari 2026  — Indikator sosial ekonomi Provinsi Banten pada periode 2025 menunjukkan perkembangan yang positif. Hal ini ditandai dengan penurunan tingkat kemiskinan, meningkatnya penyerapan tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang terus membaik.

Capaian tersebut dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten dalam Ekspose Berita Resmi Statistik yang digelar di Kantor BPS Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Kamis (5/2/2026).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Budi Santoso, menyampaikan bahwa penguatan indikator sosial ekonomi terlihat dari turunnya tingkat pengangguran serta meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja, khususnya di wilayah perdesaan.

“Tingkat pengangguran turun. Penurunannya cukup terasa di perdesaan,” ujar Budi Santoso.

Ia menjelaskan, peningkatan penyerapan tenaga kerja paling besar terjadi di sektor pertanian. Selain itu, sektor industri pengolahan dan perdagangan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perluasan kesempatan kerja.

“Ketika sektor pertanian naik paling tinggi, dampaknya terlihat pada penurunan pengangguran perdesaan,” katanya.

Menurut Budi, tren positif tersebut sejalan dengan implementasi program prioritas pembangunan daerah yang terus digencarkan Pemerintah Provinsi Banten. Program-program tersebut difokuskan pada penguatan konektivitas, pertanian, investasi, pendidikan, dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Program prioritas daerah diarahkan pada penguatan konektivitas, pertanian, investasi, pendidikan, dan UMKM. Ini selaras dengan indikator sosial ekonomi yang dirilis BPS,” ujarnya.

Ia mencontohkan penguatan infrastruktur dan konektivitas melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di wilayah lumbung pangan, serta renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Di sektor pendidikan, Pemprov Banten menjalankan Program Banten Cerdas melalui kebijakan sekolah gratis bagi SMA, SMK, dan SKh swasta, serta pengembangan Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan. Sementara itu, penguatan ekonomi desa dan UMKM dilakukan melalui bantuan keuangan desa, pengembangan koperasi, serta pembentukan zona ekonomi baru.

“Di sisi lain, penguatan ketahanan pangan, peningkatan investasi, serta optimalisasi Balai Latihan Kerja untuk menyiapkan tenaga kerja juga terus dioptimalkan,” kata Budi Santoso.

Ia menambahkan, realisasi investasi di Provinsi Banten sepanjang 2025 mencapai Rp130,2 triliun, melampaui target tahunan yang telah ditetapkan. Selain itu, berbagai program daerah juga diselaraskan dengan agenda nasional, termasuk dukungan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Seluruh program ini diarahkan untuk memperkuat basis ekonomi daerah dan memperluas kesempatan kerja,” ujarnya.

Kemiskinan Menurun

Berdasarkan data BPS Provinsi Banten, persentase penduduk miskin pada September 2025 menurun 0,12 poin menjadi 5,51 persen dibanding Maret 2025, dengan jumlah penduduk miskin berkurang 11,9 ribu orang m`enjadi 760,85 ribu orang.

Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana menyampaikan bahwa indikator makro menunjukkan arah yang sejalan, ditandai pertumbuhan ekonomi yang positif dan akseleratif, serta diikuti penurunan pengangguran dan kemiskinan.

“Pertumbuhan ekonomi positif dan ada akselerasi. Secara umum diikuti penurunan pengangguran dan kemiskinan,” ujarnya.

Ia menegaskan, karakter kemiskinan di wilayah perkotaan dan perdesaan berbeda sehingga memerlukan pendekatan intervensi yang lebih spesifik.

Karakter kemiskinan kota dan desa berbeda, sehingga pendekatan intervensinya perlu dirinci,” kata Yusniar.

Serapan Tenaga Kerja Meningkat

Jumlah penduduk bekerja di Provinsi Banten pada November 2025 mencapai 6,05 juta orang, meningkat 296,34 ribu orang dibanding Agustus 2025.

Penambahan tenaga kerja terbesar terjadi di sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan. Sementara itu, proporsi pekerja penuh mencapai sekitar 75,10 persen, dengan komposisi pekerja formal sebesar 52,72 persen.

Ekonomi Banten Tumbuh Positif

BPS mencatat ekonomi Provinsi Banten sepanjang 2025 tumbuh 5,37 persen dibanding 2024. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,64 persen secara tahunan (year-on-year) dan 2,22 persen secara triwulanan (quarter-to-quarter).

Nilai PDRB Banten tahun 2025 tercatat Rp873,63 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp560,27 triliun atas dasar harga konstan, dengan pertumbuhan ditopang sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan, serta meningkatnya konsumsi rumah tangga dan investasi.

Kepala BPS Banten Yusniar Juliana menilai peningkatan konsumsi rumah tangga secara tahunan menjadi sinyal menguatnya aktivitas ekonomi daerah.(WartainBanten)

Potret Pendidikan di Tanjung 3: SD Taman Siswa Butuh Chromebook hingga Sanitasi Layak

0
0-0x0-0-0#

Potret Pendidikan di Tanjung 3: SD Taman Siswa Butuh Chromebook hingga Sanitasi Layak

TANJUNG 3 | Warta In Jabar — Berdiri sejak era 1980-an, SD Taman Siswa di Desa Tanjung 3 masih setia mengemban misi mencerdaskan anak bangsa. Di balik semangat belajar 115 siswa yang menimba ilmu di sekolah tersebut, tersimpan berbagai persoalan infrastruktur yang hingga kini belum tertangani secara memadai.

Keterbatasan sarana dan prasarana tak lantas memadamkan prestasi. Pihak sekolah menegaskan bahwa kemampuan akademik maupun non-akademik siswa SD Taman Siswa Tanjung 3 tetap mampu bersaing dengan sekolah lain di wilayah sekitarnya. Dedikasi para guru serta semangat belajar siswa menjadi kunci utama sekolah ini bertahan dan terus berprestasi selama puluhan tahun.

Persoalan serius kini muncul menjelang ujian akhir siswa kelas enam. Kepala SD Taman Siswa Tanjung 3, Ibu Suniah, mengungkapkan bahwa sekolah hingga kini belum memiliki perangkat komputer sendiri.

“Apalagi murid kelas enam sebentar lagi ujian, sementara kami tidak punya Chromebook. Selama ini hanya meminjam,” ujarnya.

Kondisi ini menjadi hambatan besar, mengingat pelaksanaan ujian berbasis digital telah menjadi standar nasional dalam dunia pendidikan.

Tak hanya teknologi, fasilitas dasar pun masih jauh dari kata layak. Jumlah toilet atau WC yang tersedia saat ini tidak sebanding dengan jumlah siswa dan tenaga pendidik.

“Kami masih kekurangan WC. Harapannya bisa dibangun WC empat pintu agar anak-anak tidak kesulitan,” tambah Ibu Suniah.

Masalah lingkungan sekolah juga tak kalah memprihatinkan. Ketiadaan pagar membuat hewan ternak kerap masuk ke area sekolah. Sementara kondisi lapangan yang tidak rata dan becek saat hujan sering memaksa pembatalan upacara bendera maupun kegiatan olahraga.

Selama ini, pemeliharaan sekolah hanya mengandalkan dana operasional yang terbatas serta swadaya orang tua siswa. Namun untuk kebutuhan besar seperti pembangunan WC, pagar sekolah, perbaikan lapangan, dan pengadaan Chromebook, pihak sekolah berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak swasta melalui program CSR.

“Kami hanya ingin anak-anak bisa belajar dengan nyaman, memiliki sanitasi yang layak, dan lingkungan sekolah yang bersih,” tutup perwakilan sekolah.