Beranda blog Halaman 23

Aktivis Sumsel Siapkan Aksi Damai di Jakarta, Desak Pemerintah Perhatikan Persoalan Lahan di OKU Timur

0

Warta.In | Palembang, – Momentum Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 24 September 2026 dimanfaatkan oleh sejumlah aktivis pergerakan di Sumsel untuk melakukan aksi penyampaian pendapat.

Terutama yang berkaitan dengan berbagai persoalan dugaan penguasaan lahan milik masyarakat oleh korporasi.

Salah satunya yang bersuara lantang adalah Muhammad Ali atau yang akrab disapa Ali Pudi, aktivitas 1998 yang juga sebagai Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sriwijaya.

Ali Pudi menyampaikan dia bersama sejumlah aktivis pergerakan di Sumsel bakal menggelar aksi penyampaian pendapat langsung di Jakarta bertepatan dengan Peringatan Hari Tani Nasional.

Ali berharap agar penyampaian pendapat yang akan mereka laksanakan di Hari Tani Nasional ini akan dapat direspons oleh pengambil kebijakan di Jakarta.

“Dalam menyampaikan aspirasi nantinya akan kami laksanakan dengan aman damai dan tertib serta tidak anarkis. Saat ini kami tengah melakukan konsolidasi internal untuk mematangkan rencana aksi tersebut,” ungkap Ali Pudi, kemarin (20/9).

Alipun berharap agar aspirasi yang akan mereka sampaikan ini nantinya bisa didengar dan diperhatikan oleh pemerintah.

Terutama untuk permasalahan penguasaan lahan yang dilakukan oleh PT LPI di wilayah Kabupaten OKU Timur.

“Sekali lagi kami menekankan penyampaian pendapat yang baka kam laksanakan ini akan sesuai dengan ketentuan. Tidak anarkis,, aman dan damai semata-mata untuk kepentingan masyarakat yang tanahnya dirampas secara paksa oleh korporasi,” tegasnya.d

Terakhir, Ali Pudi berharap agar konsolidasi yang tengah dilakukan saat ini dapat menyatukan sikap sekaligus mematangkan materi tuntutan yang akan disampaikan saat menggelar aksi nantinya.(ril)

NTB Melompat ke Peringkat 9 Besar MTQ Nasional XXXI

0

NTB Melompat ke Peringkat 9 Besar MTQ Nasional XXXI

Warta.in
Mataram,NTB – Kafilah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan hasil membanggakan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah. NTB berhasil menembus 10 besar nasional dengan menempati peringkat ke-9 dan meraih total nilai 34, melompat signifikan dari peringkat ke-23 pada MTQ Nasional XXX di Kalimantan Timur.

Prestasi tersebut semakin lengkap dengan capaian Khairunnisa, qariah asal Bima, yang meraih Juara 1 Qira’at Mujawwad Dewasa Putri. Wakil NTB lainnya juga turut berprestasi: Ahmad Masyhun meraih Juara 2 Tafsir Bahasa Arab, dan Maesarah meraih Juara 3 Tilawah Dewasa Putri. Selain itu, NTB meraih Harapan 1 Hafalan Al-Qur’an 10 Juz melalui Taqwa Hikmatullah, Harapan 2 Hafalan 30 Juz melalui M. Haikal Afad, serta Harapan 3 Qira’at Mujawwad Al-Qur’an Dewasa Putra melalui Ahmad Kodri.

Sejumlah peserta lain juga masuk final, di antaranya Nihla Hudya Alnaisa (Tilawah Anak-Anak Putri), Holis Susabri (Tilawah Remaja Putra), dan peserta cabang Fahmil Qur’an.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut langsung Khairunnisa bersama pelatih dan jajaran LPTQ NTB di ruang kerjanya, Senin (21/9/2026).

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah yang telah berjuang membawa nama NTB di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, harapan kita, walaupun baru satu, ada yang berhasil juara satu dari NTB. Ini kebahagiaan bagi kita semua,” ujar Gubernur.

Menurutnya, kembalinya NTB ke 10 besar merupakan hasil pola pembinaan yang kini dilakukan lebih sistematis dan intensif. Jika sebelumnya training center (TC) hanya berlangsung beberapa hari, kali ini kafilah menjalani TC di Mataram selama sekitar 40 hari sebelum melanjutkan persiapan di Semarang.

Gubernur menegaskan, bahwa prestasi MTQ tidak semata diukur dari jumlah juara, melainkan bagian dari upaya menghidupkan syiar Al-Qur’an dan membangun generasi muda NTB.

Ia juga menilai keberhasilan Khairunnisa membuktikan potensi perempuan NTB untuk berprestasi di tingkat nasional, dan berharap pengalamannya dapat menular kepada peserta junior untuk MTQ mendatang.

Khairunnisa sendiri mengaku pembinaan hampir dua bulan membuat persiapannya jauh lebih matang dibanding sebelumnya, dan berharap pola pembinaan tersebut terus ditingkatkan.

Gubernur mencatat bahwa tantangan NTB bukan sekadar menemukan talenta, melainkan menjaga agar talenta tidak “hijrah” membela daerah lain — seperti kasus qari asal Bima, Samsuri Firdaus, yang pernah dibina NTB namun kini berprestasi atas nama daerah lain. Karena itu, Pemprov NTB bersama LPTQ akan memperkuat sistem talent scouting hingga ke desa dan kecamatan, serta memastikan pembinaan berlanjut pasca-MTQ.

“Tidak boleh turun dari ranking 9 ini. Minimal 9. Syukur-syukur bisa masuk 5 besar dulu,” pesan Gubernur, seraya menambahkan bahwa Pemprov akan memberikan bonus dan apresiasi kepada kafilah berprestasi, dengan besaran yang akan diumumkan kemudian.

Prestasi Khairunnisa berlanjut ke tingkat internasional. Gubernur mengungkapkan bahwa qariah asal Bima itu akan mengikuti MTQ Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Oktober mendatang, dan akan kembali menjalani pembinaan bersama LPTQ NTB sebelum keberangkatan.

Kepala Biro Kesra NTB, H. Amir, menambahkan bahwa selama MTQ Nasional di Semarang pihaknya turut memberi perhatian pada kondisi mental kafilah, termasuk pendampingan dari RS Mutiara Sukma yang dinilai penting untuk terus dikembangkan ke depan.

Khairunnisa menyampaikan terima kasih atas dukungan Gubernur, Pemerintah Provinsi NTB, masyarakat dan mengapresiasi perhatian khusus Gubernur kepada para pelatih. (sr/dkisntb)

Sempat Memanas, Keributan Pemuda di Jempong Baru Berakhir Damai Lewat Mediasi

0

Sempat Memanas, Keributan Pemuda di Jempong Baru Berakhir Damai Lewat Mediasi

Warta.in
Mataram, NTB – Kesalahpahaman yang sempat memicu keributan antar kelompok pemuda dan remaja di wilayah Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, akhirnya berhasil diselesaikan secara damai melalui mediasi.

Upaya penyelesaian tersebut difasilitasi Bhabinkamtibmas Jempong Baru bersama Babinsa setempat dengan melibatkan para tokoh masyarakat dan keluarga pihak yang terlibat, Minggu (20/09/2026).

Mediasi berlangsung di rumah Kepala Lingkungan (Kaling) Mapak Belatung, Kelurahan Jempong Baru. Hadir dalam pertemuan tersebut Kaling Mapak Dasan, para Ketua RT, perwakilan orang tua pemuda dan remaja yang terlibat, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, S.I.P., menjelaskan, mediasi dilakukan setelah sehari sebelumnya terjadi keributan yang dipicu kesalahpahaman. Sejumlah pemuda dan remaja diketahui sempat berkumpul di beberapa lokasi dan diduga hendak melakukan perkelahian.

“Para pemuda dan remaja tersebut sempat berkumpul di depan SDN 99 Mataram dan Lapangan Bola Mapak Dasan. Mereka disinyalir ada yang membawa sajam. Atas situasi tersebut, Bhabinkamtibmas dan Babinsa segera melakukan koordinasi dengan para Kaling agar segera dilakukan musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” ujar AKP Muhammad Ryanto.

Merespons situasi tersebut, Bhabinkamtibmas dan Babinsa langsung mendatangi kedua kelompok untuk mencegah terjadinya bentrokan sekaligus mencari solusi agar persoalan tidak meluas.

Koordinasi kemudian dilakukan bersama para Kepala Lingkungan, tokoh masyarakat, serta orang tua pihak yang terlibat. Hasilnya, seluruh pihak yang terlibat dapat dihadirkan dalam forum mediasi untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Kapolsek Ampenan mengapresiasi langkah cepat Bhabinkamtibmas, Babinsa, para Kaling, tokoh masyarakat, dan orang tua yang bersama-sama berupaya meredam persoalan tersebut.

“Alhamdulillah, meski dalam mediasi tersebut sempat sama-sama dalam situasi tegang, namun akhirnya keributan yang terjadi berhasil diselesaikan secara damai. Kedua belah pihak sepakat menyudahi kesalahpahaman tersebut dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali,” katanya.

Di hadapan para tokoh masyarakat, Kepala Lingkungan, dan orang tua masing-masing, kedua pihak juga sepakat tidak memperpanjang persoalan serta menjaga hubungan baik di lingkungan mereka.

Kapolsek menegaskan, penyelesaian melalui musyawarah menjadi langkah penting untuk mencegah persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Ia juga mengingatkan para orang tua dan tokoh masyarakat agar terus memberikan pengawasan serta pembinaan kepada generasi muda.

Dengan tercapainya kesepakatan damai tersebut, situasi di wilayah Jempong Baru kembali kondusif. Polsek Ampenan bersama unsur TNI dan pemerintah lingkungan akan terus melakukan pemantauan serta mengedepankan pendekatan persuasif dalam menjaga Kamtibmas.(sr/dkisntb)

*PEMERINTAH DI KECAMATAN XIV KOTO GELAR JALAN SEHAT, TANAMKAN SEMANGAT KEBERSAMAAN DAN CINTA TANAH AIR*

0

*RANGKAIAN HUT RI KE-81: PEMERINTAH KECAMATAN XIV KOTO GELAR JALAN SEHAT, TANAMKAN SEMANGAT KEBERSAMAAN DAN CINTA TANAH AIR*

MUKOMUKO, 14 AGUSTUS 2026 — Dalam semangat kebanggaan dan syukur atas peringatan kemerdekaan bangsa, Pemerintah Kecamatan XIV Koto menyelenggarakan kegiatan jalan sehat sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (13/8/2026) ini diikuti antusias oleh berbagai elemen masyarakat dan berjalan tertib serta penuh kegembiraan.

Jalan sehat dimulai dari Halaman Kantor Camat XIV Koto, berkelok sepanjang kurang lebih satu kilometer menyusuri Jalan Poros Desa Tanjung Mulya menuju Desa Pasar Sebelah, lalu kembali ke titik pemberangkatan. Rute yang datar dan asri ini dipadati warga sejak pagi, beriringan mengangkat bendera Merah Putih sambil menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Kota Mukomuko, jajaran Pemerintahan Kecamatan, Kepala Sekolah se-Kecamatan mulai dari jenjang PAUD hingga SMA beserta para peserta didiknya, Kepala Desa se-Kecamatan, Kepala Kantor Urusan Agama, serta tokoh dan unsur masyarakat luas. Suasana tampak hangat dan harmonis, menunjukkan kebersamaan yang kokoh di tengah lingkungan Kecamatan XIV Koto.

Camat XIV Koto, Andrianto, S.AP., menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak yang telah berkenan hadir dan turut memeriahkan peringatan kemerdekaan ini.

“Jalan sehat ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan mempererat kebersamaan di tengah masyarakat se-Kecamatan XIV Koto. Pembagian hadiah doorprize yang dilakukan bertujuan menarik minat dan partisipasi masyarakat agar peringatan HUT ke-81 ini terasa meriah dan dirayakan bersama,” ujar Andrianto di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Camat menegaskan bahwa tema kemerdekaan kali ini — “Berdaulat, Adil, dan Makmur” — menjadi arah sekaligus cita-cita yang harus diwujudkan secara bersama-sama. Ia menyampaikan rasa syukur atas kekompakan dan kerja keras seluruh warga, sehingga acara dapat terselenggara dengan lancar, tertib, dan sukses.

“Kami berharap kegiatan ini semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga. Melalui jalan sehat ini, semangat gotong royong dan cinta tanah air semakin tumbuh dan mengakar di hati kita semua. Semoga masyarakat dapat terus berpartisipasi dengan penuh sukacita, senantiasa sehat jasmani maupun rohani,” harap Andrianto.

Di kesempatan yang sama, Kepala Desa Tanjung Mulya, [Nama Kades], turut menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi warga yang begitu besar.

“Sebagai warga Desa Tanjung Mulya, saya sangat bangga melihat jalan poros desa kami kini menjadi tempat berkumpul dan berjalannya kegiatan yang penuh kebersamaan ini. Kemerdekaan bukan hanya milik satu golongan, melainkan milik kita semua. Melalui jalan sehat ini, saya berharap persaudaraan antarwarga Desa Tanjung Mulya, Desa Pasar Sebelah, dan seluruh desa di Kecamatan XIV Koto semakin erat. Mari kita lanjutkan semangat ini dengan kerja nyata untuk memajukan desa dan mencintai tanah air,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah doorprize yang disambut sorak kegembiraan seluruh peserta. Ratusan hadiah telah disiapkan, meliputi: sepeda, kipas angin, setrika, panci serbaguna, ember, bak mandi, sapu, keset, hingga perlengkapan sekolah dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Tak satu pun peserta pulang tanpa kenang-kenangan, menandakan kebersamaan yang merata dan menyenangkan.

[KETERANGAN FOTO]

Foto: Camat XIV Koto Andrianto, S.AP., didampingi Kepala Desa Tanjung Mulya serta unsur pimpinan lainnya memimpin barisan jalan sehat berkeliling wilayah Desa Tanjung Mulya–Pasar Sebelah, diiringi antusiasme warga yang memadati jalan sambil mengibarkan bendera Merah Putih. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kegembiraan.

Semangat persatuan dan kegembiraan tampak terlihat di setiap wajah, menjadi bukti bahwa kemerdekaan bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan kekuatan yang menyatukan langkah warga Kecamatan XIV Koto menuju masa depan yang lebih sejahtera.

(Tim Redaksi — HD)

*HUT RI ke 81: PEMDES TANJUNG MULYA KOBARKAN SEMANGAT GOTONG ROYONG, KEBERSIHAN, DAN KEBANGGAAN MERAH PUTIH*

0

*MENYAMBUT HUT RI KE-81: PEMDES TANJUNG MULYA KOBARKAN SEMANGAT GOTONG ROYONG, KEBERSIHAN, DAN KEBANGGAAN MERAH PUTIH*

MUKOMUKO, 1 AGUSTUS 2026 — Di tengah hembusan angin kemerdekaan yang kian terasa hangat, Pemerintahan Desa Tanjung Mulya, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, mengambil langkah bermakna nyata untuk menyambut peringatan bersejarah Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Bukan menunggu hari peringatan tiba, melainkan bergerak lebih awal, seluruh jajaran pemimpin desa — perangkat desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) — berpadu tenaga, menyatukan niat, membersihkan lingkungan, menata keindahan, serta memasang umbul-umbul dan bendera Merah Putih yang gagah berkibar di sekeliling kawasan Kantor Desa. Kegiatan yang berlangsung penuh semangat pada Jumat, 31 Juli 2026, ini bukan sekadar persiapan seremonial, melainkan perwujudan nyata bahwa semangat kebangsaan tumbuh subur dari setiap jengkal tanah tempat warga berpijak.

Kepala Desa Tanjung Mulya, Wardoyo, menyampaikan dengan tulus bahwa kegiatan gotong royong ini memiliki makna yang jauh lebih dalam sekadar menjaga kebersihan fisik. Ia menegaskan bahwa kebersamaan yang terjalin antara perangkat desa dan BPD adalah fondasi tata kelola pemerintahan yang sehat, kokoh, dan dipercaya masyarakat. Ketika pemimpin desa bahu-membahu membersihkan lingkungan, itu menjadi teladan nyata: kepemimpinan bukan hanya memberi arahan, melainkan turun ke lapangan, bekerja bersama, dan mengayomi segenap elemen.

“Selain menata keindahan di lingkungan Kantor Desa, kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Tanjung Mulya, mulai dari setiap Rukun Tetangga, agar turut bergotong royong membersihkan lingkungannya masing-masing. Mulai besok, kami mengajak seluruh warga untuk memasang Sang Pusaka — Bendera Merah Putih — di depan setiap rumahnya, dan dikibarkan dengan penuh kebanggaan hingga tanggal 30 Agustus,” ujar Wardoyo dengan tegas namun hangat.

Lebih lanjut, Kepala Desa mengingatkan bahwa bendera yang dikibarkan bukan sekadar kain berwarna merah dan putih. Di balik setiap helai warnanya, tersimpan kisah pengorbanan, keringat, air mata, dan nyawa para pahlawan yang berjuang tanpa pamrih 81 tahun silam. Merah adalah semangat yang tak pernah padam, putih adalah niat tulus yang senantiasa dijaga. Mengibarkan bendera itu berarti menghormati jasa mereka yang telah mewariskan kemerdekaan ini dengan harga yang tak ternilai.

Rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 di Desa Tanjung Mulya disusun secara menyeluruh, merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali — dari anak-anak yang baru mengenal makna kemerdekaan, pemuda yang menjadi tulang punggung masa depan, hingga warga lanjut usia yang menyimpan kenangan perjuangan di masa lampau:

– Upacara Peringatan Kemerdekaan — dilaksanakan secara khidmat di lapangan desa, dipimpin langsung oleh Karang Taruna dan jajaran perangkat desa. Di sini, kemerdekaan dipahami bukan sebagai pemberian yang datang begitu saja, melainkan amanah suci yang wajib dijaga, diwariskan, dan diperjuangkan kebenarannya dari generasi ke generasi;
– Semi Terbuka Bola Voli Putra dan Putri — diselenggarakan pada tanggal 8 Agustus 2026, membuktikan bahwa persatuan juga tumbuh melalui olahraga yang sehat, sportif, dan membangun karakter pemuda yang tangguh namun tetap santun;
– Berbagai Perlombaan — dirancang meriah, mencakup kategori anak-anak hingga dewasa. Tujuannya bukan sekadar hiburan, melainkan membangun kebersamaan yang hangat, mengembalikan kerinduan akan suasana kekeluargaan yang menyatu tanpa sekat;
– Lomba Kebersihan Lingkungan Antar-RT — mengajarkan bahwa cinta tanah air dimulai dari rumah sendiri. Desa yang bersih, tertata, dan asri adalah cermin warga yang beradab, menghargai kehidupan, dan menjaga warisan alam untuk generasi mendatang;
– Lomba Taman Keluarga (TOGA) — mengajak setiap warga menanam manfaat sekaligus keindahan di pekarangan rumah. Setiap tanaman yang tumbuh adalah simbol kehidupan yang dijaga, kesehatan yang dipelihara, serta kemandirian keluarga yang dibangun bersama;
– Gotong Tumpeng dan Doa Bersama — pada malam 17 Agustus, seluruh warga berkumpul di Gedung Serbaguna Desa Tanjung Mulya. Melalui nasi tumpeng yang disajikan bersama, warga menyatukan doa: memohon keberkahan bagi bangsa, keselamatan sesama, kemajuan desa, serta persatuan yang tak tergoyahkan. Tumpeng yang berbentuk kerucut melambangkan harapan yang menjulang, kebersamaan yang menyatu, dan rasa syukur yang tak terputus.

“Ini adalah wujud kekompakan dan semangat yang kami laksanakan setiap tahun, bukan sekadar rutinitas berulang, melainkan pengingat abadi untuk mengenang para pahlawan yang tanpa jasa-jasanya kita tidak akan pernah berdiri tegak sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat, dan bermartabat. Mereka berjuang 81 tahun silam, menumpahkan segala yang mereka miliki — nyawa, harta, masa muda — demi Indonesia yang bebas dari belenggu. Kini, giliran kita menjaga warisan itu dengan persatuan, dengan kerja nyata, dengan kasih sayang sesama anak bangsa,” tegas Wardoyo dengan suara yang bergetar penuh keyakinan.

Kepala Desa menutup pernyataannya dengan kalimat yang meresap ke dalam sanubari setiap warga: “Inilah wujud persaudaraan dan kekompakan kita — satu desa, satu niat, satu cita. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati. NKRI tidak dapat ditawar, tidak dapat diperjualbelikan, tidak dapat dipisah-pisahkan, dan akan tetap dijaga dengan segenap jiwa raga hingga akhir masa.”

Semangat yang terpancar dari Desa Tanjung Mulya menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun yang membacanya: kemerdekaan tidak dirayakan hanya dengan kata-kata yang indah, melainkan dengan tangan yang bekerja membersihkan tempat tinggal bersama, dengan hati yang saling mengasihi tanpa membeda-bedakan, dengan langkah yang beriringan menuju masa depan yang lebih cerah. Di tengah riuh perayaan yang meriah, satu pesan menyatu di hati seluruh warga, dibisikkan angin, dikibarkan bendera, dan dihidupkan dalam tindakan nyata: Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh — NKRI Harga Mati.

(Tim Redaksi — HD)

Puslitbang Polri Evaluasi Mutu Pengadaan Barang dan Jasa di Polda NTB

0

Puslitbang Polri Evaluasi Mutu Pengadaan Barang dan Jasa di Polda NTB

Warta.in
Mataram, NTB – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri melakukan evaluasi terhadap mutu pengadaan barang dan jasa di lingkungan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (21/09/2026).

Kegiatan evaluasi tersebut dipimpin Kombes Pol. Ady Savart Penataran Simanjuntak, S.H., S.I.K., bersama tiga anggota tim, yakni AKBP Asty Astuti, S.T., Iptu Dwijo Sumarsono, S.H., dan Prof. Risnandar, Ph.D.

Evaluasi dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap pengadaan barang dan jasa yang telah dilaksanakan Polda NTB menggunakan anggaran pada tahun sebelumnya. Tim Puslitbang Polri melakukan pengecekan untuk memastikan mutu serta kondisi barang dan jasa yang telah dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., mengatakan evaluasi tersebut merupakan bentuk pengawasan terhadap penggunaan anggaran di lingkungan Polda NTB.

“Melakukan evaluasi terkait mutu dan keadaan barang/jasa yang telah dibelanjakan di Polda NTB. Pengecekan ini bentuk pengawasan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan anggaran di kepolisian, khususnya Polda NTB,” jelas Kholid.

Melalui evaluasi tersebut, Puslitbang Polri diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai mutu dan kondisi hasil pengadaan sekaligus memastikan penggunaan anggaran berjalan secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan internal serta mendorong pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Polri agar semakin tertib, transparan, dan sesuai ketentuan.(sr/hpntb)

*SALURKAN BLT-DD KEPADA 10 KELUARGA: TEPAT SASARAN, TEPAT GUNA, DAN PENUH TANGGUNG JAWAB*

0

*PEMDES TANJUNG MULYA SALURKAN BLT-DD KEPADA 10 KELUARGA: TEPAT SASARAN, TEPAT GUNA, DAN PENUH TANGGUNG JAWAB*

MUKOMUKO, 17 APRIL 2026 — Sebagai wujud nyata kepedulian dan pelaksanaan amanat penggunaan anggaran secara tepat sasaran, Pemerintah Desa Tanjung Mulya, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada sepuluh Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran yang berlangsung di Kantor Desa Tanjung Mulya pada Kamis, 16 April 2026, ini dilaksanakan secara transparan, tertib, dan dihadiri langsung oleh unsur pimpinan serta pengawas pemerintahan desa.

Kegiatan penyaluran dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Tanjung Mulya, Wardoyo. Turut hadir menyaksikan dan mengawal proses tersebut, antara lain: Kepala Seksi Lingkungan Hidup dan Kesejahteraan Rakyat Kecamatan XIV Koto, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Pendamping Desa. Kehadiran seluruh elemen ini menegaskan bahwa penyaluran bantuan bukan sekadar serah terima uang, melainkan proses yang diawasi, dipertanggungjawabkan, dan dilakukan di bawah pengawasan bersama.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Wardoyo menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan amanah rakyat yang harus digunakan dengan bijak, jujur, dan penuh rasa syukur. Ia mengimbau kepada seluruh penerima agar memanfaatkan bantuan tersebut secara sungguh-sungguh untuk memenuhi kebutuhan pokok yang mendesak, bukan untuk kepentingan yang tidak mendesak.

“Gunakanlah uang bantuan ini untuk kebutuhan yang benar-benar penting dan mendesak, seperti kebutuhan pangan, sandang, maupun kebutuhan dasar rumah tangga sehari-hari. Jangan digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat atau tidak mendesak. Anggaplah bantuan ini sebagai dorongan dan penunjang agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi dengan layak,” pesan Wardoyo dengan tegas namun penuh keibaan.

Lebih lanjut, Kepala Desa menjelaskan bahwa para penerima manfaat ini telah melalui proses verifikasi dan pendataan yang ketat. Sebagian besar merupakan warga yang masuk dalam kategori miskin ekstrem, dengan kriteria yang disesuaikan dengan ketentuan desil penerima bantuan. Penetapan jumlah penerima ini, ungkapnya, juga dipengaruhi oleh penurunan alokasi anggaran Dana Desa pada tahun berjalan, sehingga jumlah penerima BLT-DD mengalami penyesuaian dan pengurangan.

Pada penyaluran kali ini, setiap Keluarga Penerima Manfaat menerima bantuan sebesar Rp 900.000,00 yang merupakan akumulasi bantuan untuk jangka waktu tiga bulan.

Program BLT-DD ini, lanjut Wardoyo, adalah bukti perhatian nyata pemerintah desa terhadap warga yang paling rentan dan kurang mampu. Selain itu, pelaksanaan penyaluran ini juga merupakan bagian dari ketaatan terhadap amanat Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, yang mewajibkan penggunaan Dana Desa berfokus pada perlindungan sosial serta penanganan kemiskinan secara tepat sasaran.

“Dengan adanya penyaluran ini, kami berharap beban ekonomi keluarga penerima dapat sedikit terangkat, kebutuhan dasar terpenuhi, dan ketahanan pangan keluarga tetap terjaga. Bantuan ini mungkin tidak seberapa jika dibandingkan kebutuhan seutuhnya, namun kami berharap hadirnya bantuan ini dapat meringankan beban sekaligus menjadi pengingat bahwa pemerintah desa senantiasa hadir dan peduli,” ujar Wardoyo.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara dan bukti penyerahan bantuan oleh masing-masing penerima, disaksikan langsung oleh para undangan. Transparansi ini menjadi bukti bahwa setiap rupiah anggaran negara dikelola dengan jujur, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Semangat yang ditunjukkan Pemerintah Desa Tanjung Mulya mengingatkan kita: kemakmuran tidak tumbuh dari janji, melainkan dari kepedulian yang nyata, ketepatan sasaran, dan kebersamaan yang saling menguatkan. Di saat beban kehidupan terasa berat bagi sebagian warga, kehadiran bantuan ini menjadi jembatan harapan — bahwa tidak ada warga yang ditinggalkan sendirian.

(Tim Redaksi — HD)

Gubernur NTB Tekankan Birokrasi Baru Membutuhkan Cara Belajar Baru

0

Gubernur NTB Tekankan Birokrasi Baru Membutuhkan Cara Belajar Baru

Warta.in
Mataram,NTB – Perubahan teknologi, keterbukaan informasi, dinamika global, dan meningkatnya tuntutan masyarakat membuat birokrasi tidak bisa lagi bekerja dengan cara lama. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhamad Iqbal menilai perubahan tersebut harus diikuti dengan cara belajar ASN yang baru, kemampuan untuk terus belajar, berani meninggalkan pemahaman yang tidak lagi relevan, dan kembali belajar menghadapi persoalan yang semakin kompleks.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Miq Iqbal pada puncak Hari Widyaiswara Nasional (HWN) ke-26, HUT Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) ke-6, sekaligus Jambore Nasional APWI ke-4 di Hotel Lombok Garden, Mataram, Senin (21/9/2026).

Menurut Gubernur, birokrasi menghadapi perubahan dari berbagai arah, mulai dari dinamika politik, globalisasi hingga perkembangan teknologi. ASN tidak cukup hanya menguasai pengetahuan yang sudah dimiliki, tetapi harus mampu memperbarui cara memahami persoalan dan menyesuaikan cara kerja.

Gagasan itu ia kaitkan dengan prinsip learn, unlearn, dan relearn. Gubernur mengaku mengalami sendiri proses tersebut ketika berhadapan dengan persoalan kemiskinan. Pengalaman di lapangan membuatnya menyadari bahwa kemiskinan jauh lebih kompleks dibandingkan pemahaman yang dibangun hanya dari angka dan teori.

“Saya mengalami proses unlearn. Saya menyadari bahwa kemiskinan ternyata jauh lebih kompleks daripada yang selama ini saya pahami dari angka dan teori,” ungkapnya.

Menurutnya, kemiskinan tidak hanya menyangkut pendapatan, tetapi juga berkaitan dengan perumahan, kesehatan, pendidikan, keterampilan, pekerjaan, sanitasi hingga akses terhadap layanan dasar. Karena itu, pembelajaran ASN harus semakin dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Perubahan cara belajar juga diperlukan ketika birokrasi memasuki era digital. Gubernur mengingatkan bahwa digitalisasi tidak boleh sekadar memindahkan sistem lama ke dalam aplikasi.

“Kalau sistemnya buruk kemudian kita digitalisasi, maka yang terjadi adalah kita hanya mendigitalisasi keburukan. Makronya dulu, arsitekturnya itu dibangun, baru masuk ke program-program,” ujarnya.

Karena itu, pembenahan sistem dan arsitektur pemerintahan harus mendahului digitalisasi agar teknologi yang dibangun benar-benar terintegrasi dan menghasilkan perbaikan kinerja.

Di sisi lain, teknologi membuat pemerintahan semakin terbuka. Data dan rekam jejak kinerja semakin mudah ditelusuri, sementara masyarakat memiliki ruang lebih besar untuk mengawasi pemerintah.

“Masyarakat bukan hanya penerima manfaat. Mereka sekaligus menjadi pengawas,” kata Gubernur.

Dalam konteks itulah, Gubernur Miq Iqbal melihat peran Widyaiswara semakin penting. Pembelajaran ASN tidak cukup diarahkan pada transfer pengetahuan, tetapi harus membantu aparatur memahami perubahan, menguji kembali cara berpikir dan menerjemahkannya menjadi kinerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pandangan tersebut sejalan dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh. Menurutnya, perubahan sistem pengembangan ASN harus dimulai dari perubahan cara berpikir.

“Tugas Widyaiswara bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran. Tugas kita adalah mengubah cara berpikir ASN,” kata Zudan.

Zudan juga mengapresiasi perubahan yang membuka kesempatan bagi lulusan baru untuk menjadi Widyaiswara. Ia mendorong pengembangan kompetensi dan karier ASN didukung mekanisme uji kompetensi yang mudah dan tersedia secara berkala, sehingga negara terus menyediakan kesempatan bagi aparatur untuk berkembang.

Ketua Umum DPP APWI Dr. Ir. Sugihardjo menilai perkembangan birokrasi juga menuntut perubahan peran Widyaiswara. Widyaiswara tidak lagi cukup berfungsi sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi perlu menjadi fasilitator, inovator, dan katalisator dalam pengembangan kompetensi serta karier ASN.

Rangkaian HWN ke-26, HUT APWI ke-6 dan Jamnas APWI ke-4 tersebut pada akhirnya menempatkan pembelajaran sebagai bagian penting dari perubahan birokrasi. Perubahan birokrasi tidak diukur dari seberapa banyak ASN mengikuti pembelajaran atau seberapa banyak sistem yang didigitalisasi. Ukurannya adalah apakah pengetahuan baru mengubah cara bekerja, apakah cara kerja baru mempercepat penyelesaian masalah, dan apakah perubahan itu benar-benar dirasakan masyarakat. Di titik itulah Widyaiswara tidak sekadar mengajar ASN, tetapi ikut membentuk birokrasi yang mampu belajar, berubah dan bekerja lebih baik.(sr/dkisntb)

Mancing Bukan Hobi Lagi, Tapi Gaya Hidup: Empang HUB Hadirkan Turnamen dengan Hadiah 15 Juta

0

Warta.in TANGERANG SELATAN – Buat sebagian orang, mancing masih dianggap kegiatan santai sekadar pengisi waktu luang. Tapi bagi komunitas yang menekuninya, mancing adalah tempat cerita lahir, silaturahmi terjalin, sekaligus arena untuk menguji nyali dan strategi. Satu lapak, sejuta cerita begitu semboyan yang terus dipegang para pemancing.
Menjawab semangat itu, Empang HUB mengajak seluruh pemancing dari lintas generasi untuk bergerak dan turun langsung ke lapangan lewat Turnamen Empang HUB, Minggu, 4 Oktober 2026, di Lubana Sengkol, Tangerang Selatan. Ini bukan sekadar lomba tahunan, melainkan panggilan bagi siapa pun yang ingin membuktikan bahwa mancing kini sudah jadi gaya hidup, bukan lagi sekadar hobi atau pengisi akhir pekan.
Dengan kuota terbatas hanya 68 lapak, turnamen ini diprediksi bakal diserbu peserta dari berbagai komunitas mancing di Jabodetabek. Total hadiah yang diperebutkan pun tidak main-main, yaitu 15 juta rupiah dan hadiah menyesuaikan lapak terisi, jadi makin cepat mendaftar, makin besar pula peluang dan keseruan yang didapat.
Bukan cuma soal berburu hadiah, turnamen ini dirancang sebagai ruang temu bagi pemancing senior maupun anak muda yang baru menekuni hobi ini. Di sinilah cerita, strategi, dan pengalaman saling dipertukarkan, sekaligus jadi bukti bahwa mancing bisa menjadi aktivitas sosial yang mempertemukan berbagai kalangan dalam satu semangat yang sama.
Semangat ini sejalan dengan posisi Empang HUB sebagai platform yang menghubungkan pemancing dengan berbagai kolam pemancingan di wilayah Jabodetabek. Lewat situs resmi *www.empanghub.com* ini, menghadirkan informasi empang, kemudahan pemesanan lapak, hingga info turnamen dan kegiatan komunitas, sehingga mancing tidak lagi sekadar kegiatan personal, melainkan bagian dari ekosistem hobi yang terus berkembang.
“Kehadiran Empang HUB pada dasarnya untuk mempermudah semua piha, bagi masyarakat yang memiliki hobi memancing, platform ini membantu mereka menemukan tempat memancing yang sesuai dan melakukan pemesanan dengan lebih mudah. Bagi pemilik empang, Empang HUB membantu mengatur kegiatan usaha, seperti jadwal, persediaan, dan kebutuhan operasional, agar lebih tertata” ujar Dimas, pemilik Empang HUB.
Dari pernyataan tersebut Empang HUB juga membantu pemilik empang mencatat dan mengelola data pemancing, jadwal, hingga transaksi secara lebih rapi dan praktis, tanpa perlu lagi mencatat manual satu per satu.
“Selain itu,kami juga ingin menghubungkan pemilik empang dengan pemasok kebutuhan seperti ikan dan pakan, sehingga proses pengadaan bisa lebih mudah. Empang HUB membuka juga peluang untuk mengembangkan turnamen dan mempertemukan komunitas pemancing dengan berbagai pihak yang ingin bekerja sama ” tambah Dimas.
“Mancing bersama, lebih dari sekadar strike” menjadi pesan utama yang diusung dalam turnamen kali ini. Bukan hanya soal siapa yang paling banyak strike, tapi juga soal kebersamaan yang terjalin di setiap lapaknya.
Karena kuota terbatas, pendaftaran dan konfirmasi lapak bisa langsung dilakukan melalui WhatsApp Admin Empang HUB di nomor 0815-1145-230 untuk detail lengkap acara, termasuk rincian hadiah dan ketentuan turnamen. Lewat teknologi, Empang HUB berupaya membuat hobi lama ini tetap relevan dan menjangkau lebih banyak orang dari berbagai kalangan, serta aktif di berbagai sosial media Instagram / tiktok /facebook dengan username @empang_hub.

Plt Bupati Tulungagung: Pramuka Garuda Bukan Akhir Perjalanan, tapi Awal Tanggung Jawab

0

Tululungagung Warta in ,Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengingatkan para Pramuka Garuda agar tidak menganggap pencapaian tersebut sebagai akhir dari perjalanan dalam Gerakan Pramuka. Predikat Pramuka Garuda, menurutnya, justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menunjukkan keteladanan di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ahmad Baharudin saat bertindak sebagai Pembina Upacara Pelantikan Pramuka Garuda Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tulungagung Tahun 2026 di GOR Lembupeteng, Jumat (11/9/2026).

Dalam amanatnya, Ahmad Baharudin mengatakan tanda Pramuka Garuda yang disematkan kepada peserta bukan sekadar bentuk penghargaan atas pencapaian yang telah diraih. Tanda tersebut menjadi simbol atas kecakapan, ketekunan, tanggung jawab, serta keteladanan yang telah ditunjukkan selama proses pembinaan.

“Tanda ini adalah simbol bahwa adik-adik telah menunjukkan kecakapan, ketekunan, tanggung jawab, dan keteladanan yang patut dibanggakan,” ujarnya.

Ia berpesan agar nilai-nilai positif yang telah dibangun selama mengikuti pembinaan terus dipertahankan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan tersebut tidak hanya ditunjukkan di lingkungan gugusdepan, tetapi juga di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Ahmad Baharudin juga mengingatkan para Pramuka Garuda agar Satya dan Darma Pramuka tidak berhenti sebagai ikrar dalam setiap kegiatan kepramukaan. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan tindakan nyata.

“Jangan hanya mengucapkan Satya dan Darma Pramuka, tetapi buktikan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Pelantikan Pramuka Garuda tersebut dihadiri Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tulungagung beserta jajaran pengurus, para Ketua Kwartir Ranting, Tim Penilai, pembina, orang tua, tamu undangan, serta Pramuka Garuda dari golongan Siaga, Penggalang, dan Penegak.

Pada kesempatan itu, Plt Bupati Tulungagung turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembinaan hingga para peserta berhasil mencapai tingkatan Pramuka Garuda.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada para orang tua dan pembina yang secara konsisten memberikan dukungan, pendampingan, dan bimbingan kepada para peserta.

Menutup amanatnya, Ahmad Baharudin berpesan agar para Pramuka Garuda terus menjaga semangat pengabdian dan menjadi generasi yang memiliki karakter kuat.

“Jadilah Pramuka yang SETIA dalam janji, SIAP dalam menghadapi tantangan, dan SEDIA untuk mengabdi. Semoga kalian menjadi generasi yang berkarakter, mandiri, berprestasi, dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, serta negara,” pungkasnya.

Pauji