30.8 C
Jakarta
Minggu, Mei 10, 2026
Beranda blog Halaman 241

Setahun Memimpin, Andra Soni Hilangkan Budaya Titip-Menitip di Sekolah Banten

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 12 Februari 2026  — Gubernur Banten, Andra Soni, dinilai berhasil menguasai berbagai persoalan yang selama ini terjadi di dunia pendidikan Provinsi Banten. Dari pengelolaan PPDB, ketersediaan infrastruktur penunjang, hingga tata kelola sumber daya manusia di lingkungan sekolah, kepemimpinannya dianggap memberikan perubahan signifikan.

Selama setahun menjabat, Andra Soni menegaskan penghapusan budaya titip-menitip di lingkungan SMA dan SMK Negeri. Kepala sekolah kini diminta untuk fokus menjalankan aturan dan prosedur yang berlaku tanpa intervensi pihak luar. Bahkan, Gubernur langsung berada di belakang pihak sekolah untuk memberikan dukungan.

“Jadi kami juga merasa enak menjalankannya. Tidak ada beban dan hanya fokus pada aturan yang ada. Apalagi Pak Gubernur Andra Soni langsung yang melindungi, yang berada di belakang kita,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Ciruas Mulyadi, Kamis (12/2/2026).

Salah satu program unggulan yang digagas Andra Soni adalah Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta, sebagai solusi atas persoalan daya tampung sekolah negeri. Selama ini, terbatasnya daya tampung menjadi salah satu kendala utama PPDB, memicu persaingan orang tua untuk memasukkan anaknya ke sekolah negeri secara gratis.

“Bahkan, tidak sedikit juga yang memanfaatkan kedekatan dengan orang-orang di lingkaran kekuasaan untuk bisa diterima di sekolah negeri,” ujarnya

Sejak diberlakukannya program sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta, persoalan daya tampung di sekolah negeri teratasi. Calon siswa kini dapat memilih sekolah alternatif dengan fasilitas setara sekolah negeri.

“Program Sekolah Gratis SMA, SMK dan SKh swasta ini memberikan pemerataan pendidikan yang berkeadilan. Para orang tua tidak lagi perlu khawatir anaknya tidak diterima di sekolah negeri, karena mereka bisa sekolah di swasta dengan mendapatkan fasilitas yang setara dengan sekolah negeri,” jelasnya.

Kebijakan Gubernur Andra Soni untuk menempatkan kepala sekolah dan dewan guru sesuai domisilinya dinilai positif dalam tata kelola SDM sekolah. Saat ini, banyak kepala sekolah bertugas jauh dari tempat tinggalnya, yang memakan waktu dan mengurangi efektivitas dalam menjalankan tugas.

“Kebijakan ini mendapat apresiasi dari seluruh masyarakat terutama para pendidik dan tenaga kependidikan di Provinsi Banten,” ujarnya.

Di bidang infrastruktur penunjang, Gubernur Andra Soni menekankan pentingnya ketersediaan dan kebersihan toilet sekolah serta kondisi ruang belajar yang representatif.

Ia menegaskan maksimal 36 siswa per kelas agar proses belajar mengajar tetap efektif.(WartainBanten)

PT HBAP Kunjungi Kantor DPC PPWI Muara Enim Dalam Rangka HPN 2026

0

Warta In

“Muara Enim,Sumsel, Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-79 tahun 2026, manajemen PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) atau yang sering juga disebut Sumsel 8, melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), dijalan SMA Bukit Asam, Talang Jawa, Tanjung Enim, Muara Enim, Sumsel, Kamis (12/02/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kemitraan strategis antara korporasi dan insan pers khususnya PPWI dalam menyampaikan informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat.

Community Development Officer PT HBAP, Tito Fransisco diwakili Junior Community Development Officer, Arvin Gustriansyah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jurnalis atas peran aktifnya dalam mengawal transparansi informasi dan pembangunan daerah.

“Kami menyadari bahwa pers adalah mitra strategis. Di era digital ini, keberadaan media yang profesional sangat penting untuk mendukung upaya perusahaan dalam berbagi informasi positif dan berimbang,” ujar Arvin.

Kunjungan ini juga dibarengi dengan pemberian cinderamata berupa nasi tumpeng sebagai wujud syukur dan dukungan atas peran pers yang sehat dan berintegritas, sejalan dengan tema HPN 2026 yaitu “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.

Didampingi Sekretaris, Mahbub dan Bendahara, Khairil Akhyar, Ketua DPC PPWI Muara Enim, Hermidi, menyambut positif kunjungan tersebut. Dirinya berharap kolaborasi antara pers dan pelaku usaha terus terjalin harmonis untuk menyebarkan informasi yang mendidik dan memerangi hoaks.

“Terima kasih atas apresiasi dari PT.HBAP ini mempererat sinergisitas agar pers tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga mitra dalam membangun perekonomian,” tuturnya.

Kunjungan berlangsung hangat dan penuh keakraban dengan diskusi mengenai perkembangan media siber dan tantangan jurnalistik ke depan. Acara ditutup dengan foto bersama jajaran pengurus DPC PPWI Muara Enim dan perwakilan perusahaan.

(Tim/Red)

Alumni SKh Nyanyikan Lagu Mandarin di Hadapan Ketua TP PKK Banten, Suasana Penuh Haru

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 12 Februari 2026  — Suasana haru mewarnai kegiatan PKK Mengajar di Sekolah Khusus (SKh) Bina Citra Anak, Kragilan, Kabupaten Serang, Kamis (12/2/2026). Seorang alumni sekolah tersebut, Wilson Tan, tampil membawakan lagu Mandarin klasik di hadapan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Banten, Tinawati Andra Soni, serta para orang tua siswa.

Wilson Tan tampil penuh semangat setelah mengikuti sesi edukasi dan dialog interaktif bersama rombongan TP PKK Provinsi Banten. Ia secara sukarela mengajukan diri untuk bernyanyi sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran program PKK Mengajar di sekolahnya. Dalam kesempatan itu, ia membawakan dua lagu, yakni lagu Mandarin berjudul Hen Ni Bu Hui Tou dan lagu Jangan Menyerah dari D’Masiv.

Kunjungan TP PKK Banten ke SKh Bina Citra Anak diisi dengan edukasi dan dialog interaktif bersama tenaga pendidik serta orang tua murid mengenai pola asuh anak berkebutuhan khusus, mulai dari penguatan potensi dan bakat anak hingga cara menghadapi tantangan pendampingan anak istimewa.

Tinawati Andra Soni menegaskan bahwa kehadiran PKK Mengajar bukan untuk menggantikan peran tenaga pendidik, melainkan untuk memberi dukungan dan motivasi bagi anak serta orang tua.

“Kami bukan ahli pendidik di sekolah khusus. Kami hadir untuk membersamai anak-anak istimewa dan memberi motivasi kepada orang tua. Semua anak memiliki keistimewaan dan kesempatan yang sama,” ujar Tinawati.

Ia juga menekankan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terhadap akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, termasuk kebijakan untuk SMA, SMK, dan SKh swasta. Saat ini, tercatat sekitar 200 siswa mengikuti proses pembelajaran di SKh Bina Citra Anak.

Ke depan, TP PKK Banten berupaya mendorong dukungan lanjutan, seperti penyediaan alat edukasi sesuai kebutuhan sekolah khusus

“Pendidikan anak istimewa tetap harus mendapat atensi,” kata Tinawati.

Kepala SKh Bina Citra Anak, Yatmi Nur Agustina, mengapresiasi pelaksanaan PKK Mengajar di sekolahnya.

Ia menilai kegiatan tersebut memberi semangat dan motivasi bagi guru, wali murid, serta anak-anak, sekaligus memberikan penguatan bagi orang tua dalam mendukung pendidikan anak berkebutuhan khusus..(WartainBanten)

Sang Profesor, Yendang Rustandi, Ketua Koordinator Persatuan Guru Ngaji Kecamatan Ciparay Periode 2026-2029

0

Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis, 12 Februari 2026. Warta. In
Sang Profesor, Yendang Rustandi, julukan yang diberikan Rekan Se-Propesi, Terpilih menjadi Ketua Koordinator Persatuan Guru Ngaji Kecamatan Ciparay pada Pemilihan Dan Pengukuhan Ketua Koordinator Persatuan Guru Ngaji Kecamatan Ciparay, Periode 2026-2029, pada Kamis, 12 Februari 2026, di Gedung PC NU Kabupaten Bandung.
3 Calon, Yendang Rustandi (36) Suara, Dadan Hendriana (19) Suara, Anwar Sadikin (4) Suara, dari 59 Surat Suara.
Panitia Pemilihan, Mansur Setiawan, S.Ag. Ketua Sidang, Ismail Sekretaris.
Inalillahi Wainnailaihi Rojiun, semua dari Allah, kembali kepada Allah, mari bersama-sama kita besarkan dan kembangkan Persatuan Guru Ngaji Ciparay, tanggung jawab moral, tanggungjawab Profesi dalam mendidik anak-anak bisa mengaji,Guru Ngaji adalah Ibadah, jelas Yendang Rustandi, dalam pidato kemenangannya.
Guru Ngaji, program unggulan Dr. Dadang Supriatna, S.Ip. M. Si. Bupati Bandung, yang memperjuangkan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, untuk Guru Ngaji. Di Sekolah, hanya 1 Jam Pelajaran Ngaji, Idealnya Kewajiban Guru Ngaji di Rumah, 10-15 peserta Ngaji, jelas Sekretaris PGN Kabupaten Bandung.
Hadir dalam acara tersebut, Suryana, SE. Sekcam Ciparay.Korwil 6. Warta. In Biro Bandung. ISIS.

Sang Pendidik Diujung Pena

0

Pengabdian Guru merupakan salah satu tangung jawab penuh yang sudah menjadi kewajiban akan profesi itu sendiri. Ironisnya meskipun pengabdian itu berlangsung begitu lama Namun nyaris berakhir pada intimidasi tersangka hukum.

Tragedi ini bermula sejak Agustus 2025 dan beredar di media sosial pada Februari 2026.Dengan berlangsungnya Akan tragedi Pengabdian Guru SD GMIT Oesusu, Desa Kualeu Kec.Amanatun Selatan, Kab. TTS . Yang sempat mengambil sebatang kayu guna untuk perbaikan mes Guru .

Pengabdian itu berlangsung Sekian lama hingga menghasilkan buah tangan keringat sendiri berupa beberapa pohon jati dan mahoni yang ditebangnnya guna untuk fasilitas renofasi mes Guru . Namun nyarisnya berakhir pada luka yang dalam akan tuduhan pencurian dan Dugaan Intimidasi ,kriminalisasi oleh oknum ……. yang melibatkan seorang polisi “Polsek Amanatun Selatan”, Serta kepala Desa Kualeu.

Sekolah Dasar (SD) merupakan langkah awal pendidikan Yang sudah menjadi kewajiban NKRI bagi setiap individu yang menginginkan masa Depan itu sendiri. Namun dibalik ke

mereka membina, mengarahkan dan membentuk seseorang menjadi hebat dan pintar, termasuk kekuasaan itu sendiri. Seperti pepatah ” Murid yang hebat adalah berkat keberhasilan guru” akan tetapi sandiwara ini harus berakhir pada kisah yang merangut ancaman hukum pidana. Dan pembayaran transaksi Denda dengan sejumlah uang RP.2.000.000

Peristiwa ini, menunjukan panutan akan hebatnya kekuasaan yang dapat dilakukan dengan ancaman hukum yang tak jelas transparanya .

Jika hal ini berlangsung terus-menerus, dimanakah harkat dan martabat seorang guru .? Mengapa mereka yang meninggalkan tanggung jawab keluarga demi mendidik anak bangsa, malah diperlakukan demikian dan tidak memberi kebebasan untuk mengambil keperluan-keperluan fasilitas umum.? Apakah uang atau denda itu lebih penting dari transparansi administrasi yang berdasarkan fakta dan kebenaran.?

Kekuasaan serta intimidasi oknum-oknum penguasa dapat kita pelajari bahwa hal itu dilakukan hanya semata kepentingan sepihak.

Perbuatan seperti ini, sangat mencemari nama Baik  NKRI yang Dengan menggunakan hukum yang tidak profesional terhadap masyarakat, hal ini semata mengintimidasi orang lain dengan status dan kekuasaan .

Dengan Demikian, muncullah tangisan yang tak berujung rasanya, sambil bertanya-tanya. Apakah Pengaruh,kekuasaan,serta hukum bisa bekerja sama dalam mengintimidasi masyarakat /guru ? Dimanakah keadilan bagi masyarakat dan terutama guru itu.?

Tangisan ini mengharumi berbagai pihak dan sejumlah Public yang selalu bertanya-tanya dan bingung akan tragedi itu.

Pemkab Jember Sinergi dengan Pemerintah Pusat, Target Entaskan Angka Kemiskinan Turun dalam 5 Tahun

0

Warta.in, Jember – Mendampingi Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Iwan Sumule, Bupati Jember, Gus Fawait, menggelar Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan (SITASKIN) di Balai Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kamis (12/2/2026).

Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian besar yang diberikan terhadap isu kemiskinan di Jember.

“Masalah kemiskinan ini tidak bisa diselesaikan sendirian. Harus ada sinergi dan kolaborasi, hari ini adalah awal mula kolaborasi nyata antara Pemerintah Daerah dan Pusat melalui BP Taskin,” ujar Gus Fawait.

Gus Fawait memaparkan bahwa kantong kemiskinan di Jember mayoritas berada di wilayah pedesaan. Khususnya di area pinggir hutan, perkebunan, dan pesisir pantai.

Oleh karena itu, strategi pengentasan yang disiapkan akan menyasar sektor-sektor tersebut. Mulai perbaikan infrastruktur sekolah hingga pemberdayaan ekonomi.

“Pengentasan kemiskinan ini bukan sulap yang bisa selesai dalam semalam. Namun, kami berkomitmen dalam lima tahun ke depan, angka kemiskinan di Jember harus turun secara drastis dibandingkan periode-periode sebelumnya,” tegasnya optimis.

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menyejahterakan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jember juga menyerahkan berbagai bantuan secara simbolis kepada warga yang membutuhkan. Bantuan ini mencakup sektor kesehatan, pangan, hingga pendidikan.

Di antaranya, penyerahan 200 paket bantuan Gemarikan, paket sembako senilai Rp 250.000 disertai santunan tunai Rp100.000, serta distribusi paket sembako di lokasi Kampung Zakat.

Selain itu, aktivasi kembali program PBI JKN, Program Genting (perbaikan atap rumah), serta Program Jambanisasi untuk meningkatkan sanitasi lingkungan. Termasuk pemberian tablet bagi anak yatim usia sekolah (TK & SD), serta bantuan Kacamata Pintar khusus untuk warga tunanetra.

“Kami juga meluncurkan Program Lansia Berdaya untuk memastikan warga senior tetap mendapatkan dukungan di masa tua,” ungkapnya.

Gus Fawait berharap bantuan ini menjadi pemantik semangat bagi warga Jember untuk bangkit dan bersama-sama mewujudkan Jember yang lebih sejahtera.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Iwan Sumule menyoroti Kabupaten Jember sebagai salah satu daerah prioritas karena angka kemiskinan ekstremnya yang masih cukup tinggi. Dia menekankan beberapa poin krusial dalam strategi BP Taskin.

Misalnya, Pogram Berkelanjutan. Yakni, program pengentasan kemiskinan tidak boleh bersifat sementara, melainkan harus berkelanjutan guna menjaga konsistensi penurunan angka kemiskinan.

“Kuncinya adalah kolaborasi dan keberlanjutan. Kami hadir untuk memastikan birokrasi tidak lagi menjadi penghambat bagi program-program kesejahteraan rakyat,” ujar Iwan menutup penjelasannya.

Aktivis Antikorupsi Nilai Andra Soni Responsif, Setahun Kepemimpinan Beri Warna Baru di Banten

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 12 Februari 2026  — Aktivis antikorupsi Ade Irawan menilai Gubernur Banten Andra Soni memberikan corak tersendiri selama setahun menjabat sebagai orang nomor satu di Provinsi Banten. Sikap responsif terhadap berbagai keluhan masyarakat disebut menjadi poin plus utama dalam kepemimpinannya.

“Selama setahun, Gubernur Andra Soni hadir di masyarakat, mendengarkan keluhan publik, hadir di agenda-agenda publik, Gubernur sangat merespons berbagai keluhan publik,” kata Ade Irawan pada Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, kehadiran langsung gubernur di tengah masyarakat mampu membangun jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga. Dengan komunikasi yang terbuka, kebutuhan riil masyarakat dapat segera dipetakan dan ditindaklanjuti melalui kebijakan yang tepat sasaran.

Ade menilai, langkah tersebut dapat mengakselerasi terwujudnya visi Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi. Namun, ia menekankan pentingnya kemampuan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas kebijakan yang paling mendesak agar dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat.

Selain itu, program prioritas Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta dinilai menjadi pembeda dibanding kepala daerah lain. Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang tengah menggodok kebijakan sekolah gratis untuk Madrasah Aliyah.

Meski demikian, Ade mengingatkan bahwa tantangan berikutnya adalah memastikan pemerataan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Program pendidikan gratis harus dibarengi dengan upaya peningkatan mutu agar benar-benar berdampak pada pembangunan daerah.

“Bagaimana program ini bisa mendorong pada peningkatan kualitasnya, peningkatan pada sumber dayanya. Karena peningkatan SDM bisa mendorong meningkatnya IPM. Program sekolah gratis yg digagas Andra Soni salah satu pendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Banten menjadi 77,25 atau masuk kategori tinggi,” paparnya.

Ade Irawan menekankan pentingnya pemerataan kualitas dalam program pendidikan gratis, baik bagi siswa, guru, maupun sarana pendukung.

Pemprov Banten dinilai harus menjadi motor peningkatan kompetensi tenaga pendidik, termasuk memberikan pelatihan dan akses pengembangan bagi guru sekolah swasta, agar akses pendidikan gratis sejalan dengan peningkatan mutu dan keterampilan.

“Jadi, masyarakat mendapatkan akses pendidikan gratis dan juga mendapatkan peningkatan kualitas. Tujuannya adalah peningkatan kemampuan atau skil bukan hanya siswanya tapi tenaga pendidiknya,” paparnya.

Selain itu, ia mengingatkan Gubernur Andra Soni untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan dan pencegahan korupsi.

Meski KPK telah mengapresiasi capaian SPI dan MCSP Banten, penguatan sistem yang bersih dan reformasi kebijakan tetap diperlukan agar pembangunan tepat sasaran serta semangat antikorupsi menjadi budaya bersama di Banten.(WartainBanten)

Wagub Banten Apresiasi Bedah Buku “Baduy: Masyarakat 1001 Tabu”, Dorong Literasi dan Wisata

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 12 Februari 2026  — Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi terselenggaranya kegiatan bedah buku berjudul Baduy: Masyarakat 1001 Tabu yang digelar di Aula Horison TC Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Serang, Kota Serang, Kamis (12/2/2027).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah akademisi sebagai pembedah, di antaranya Prof. Dr. Retty Isnendes dari UPI, Ade Jaya Suryani dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, serta penulis buku, Uday Suhada.

Dimyati menilai buku tersebut memiliki kualitas yang baik, baik dari sisi penulisan, kelengkapan pustaka, maupun hasil kajian empirik yang disajikan.

“Alhamdulillah, hari ini ada bedah buku, dan luar biasa yang membedahnya para profesor. Bukunya bagus, dari sisi penulisannya bagus, dari pustakanya juga bagus, dan dari hasil kajian empiriknya juga bagus,” ungkap Dimyati.

Menurutnya, buku tersebut dapat menjadi referensi penting bagi kalangan akademisi dan mahasiswa yang tengah menyusun skripsi, tesis, maupun disertasi. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk menghasilkan karya ilmiah, khususnya yang mengangkat potensi dan kekayaan budaya lokal Banten.

Dimyati juga menegaskan bahwa keberadaan buku ini menjadi bagian penting dari dokumentasi dan literasi mengenai masyarakat Baduy, suku adat yang dikenal konsisten menjaga tradisi dan kelestarian alam di Provinsi Banten.

“Baduy ini hanya ada di Banten, di dunia ini hanya ada di Banten. Kita juga harus banyak belajar dari masyarakat Baduy,” katanya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada penulis atas kontribusinya bagi daerah, bangsa, dan negara melalui karya tersebut. Bahkan, Dimyati berharap buku itu dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris agar dapat menjangkau pembaca internasional.

“Saya berharap buku ini diterjemahkan ke bahasa Inggris supaya orang-orang luar bisa membaca dan memahami Baduy. Ini juga bisa mendorong kunjungan wisatawan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dimyati menilai kegiatan bedah buku tersebut tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga seruan untuk meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat. Ia mengapresiasi proses diskusi yang berlangsung terbuka dan ilmiah, sehingga mampu memperkaya wawasan tentang kehidupan masyarakat Baduy.

“Saya yakin buku ini akan banyak dicari orang. Ini bukan hanya untuk Banten, tetapi untuk bangsa dan negara,” jelasnya.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UPI Prof. Dr. Rudi Susilana menyatakan bahwa bedah buku tersebut merupakan bagian dari komitmen UPI untuk membumikan kampus di tengah masyarakat Banten.

“UPI hadir di Banten harus menyatu dan membumi. Kegiatan ini bagian dari upaya membumikan UPI sekaligus mengangkat komunitas masyarakat yang patut dijadikan contoh dan dibukukan sebagai bahan literasi bagi masyarakat umum,” ujarnya.

Rudi juga menyambut baik usulan Wagub Banten untuk menerjemahkan buku ke bahasa Inggris.

“Kami akan memfasilitasi agar buku ini bisa diterjemahkan dan dicetak dalam edisi bahasa Inggris. Harapannya bukan hanya membumi, tetapi juga mendunia,” katanya.

Penulis Baduy: Masyarakat 1001 Tabu, Uday Suhada, menyampaikan bahwa bedah buku tersebut menghadirkan para pakar untuk menjaga objektivitas dan kualitas akademik karyanya.

“Saya ingin subjektivitas saya dieliminir melalui bedah oleh para pakar dan merupakan akademisi yang memiliki kompetensi dan pengalaman riset tentang Baduy,” ujarnya.

Uday berharap kegiatan itu menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan budaya literasi di Banten. Ia juga menekankan peran perguruan tinggi dalam mendukung penguatan literasi, khususnya narasi kedaerahan, agar keberadaan kampus tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat..(WartainBanten)

Propam Turun Tangan, Personel Polsek Narmada Diperiksa Mendadak

0

Propam Turun Tangan, Personel Polsek Narmada Diperiksa Mendadak

Warta.in
Lombok Barat,NTB – Disiplin internal jadi perhatian serius di jajaran Polsek Narmada. Operasi penegakan ketertiban dan disiplin (Gaktibplin), Kamis (12/2/2025) pagi, digelar di Lapangan Apel Polsek Narmada.

Operasi Gaktibplin dipimpin langsung Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan, S.H bersama Seksi Propam Polresta Mataram dan Unit Propam Polsek Narmada. Pemeriksaan menyasar kehadiran personel hingga kelengkapan administrasi pribadi.

Satu per satu personel diperiksa. KTA, KTP, SIM, STNK, kartu senpi, hingga sikap dan tampang tak luput dari pengecekan. Rambut, jenggot, pakaian dinas, serta atribut jadi fokus pengawasan pagi tadi.

Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan, S.H menegaskan, kegiatan seperti itu rutin digelar untuk menjaga profesionalitas anggota.

“Gaktibplin ini untuk saling mengingatkan, agar tidak ada pelanggaran sekecil apa pun. Disiplin harus dimulai dari internal,” tegasnya di sela kegiatan.

Dari hasil pemeriksaan, seluruh personel hadir dengan seragam dinas lengkap sesuai ketentuan. Namun ditemukan beberapa anggota dengan SIM yang telah habis masa berlaku, yakni Aiptu Lalu Puniawan (SIM C), Aipda Fathurahman (SIM A dan C), Aipda Rudi Iskandar (SIM A dan C), serta Brigpol Fachryn Sunandar (SIM A dan C).

Selain itu, tercatat dua personel tidak hadir saat apel tanpa keterangan, yaitu Aiptu I Wayan Ardana Putra dan Bripka Khairul Prangga.

Kapolsek Narmada pun memastikan tindak lanjut akan dilakukan, sesuai aturan yang berlaku.

“Anggota harus memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Ketertiban administrasi dan kehadiran jadi hal mendasar,” tandasnya.

Operasi berakhir dalam suasana tertib. AKP Ariawan berharap langkah tersebut memperkuat budaya disiplin di tubuh Polsek Narmada, serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.(sr/hpm)

Imransyah Pasai Terpilih Jadi Ketua PW HIMMAH Sumut di Konferwil ke – XVI

0

Warta.in Asahan — Imransyah Pasai resmi terpilih dalam perhelatan Konferensi Wilayah (Konferwil) Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Sumatera Utara (HIMMAH Sumut) ke- XVI pada Kamis, 12 Februari 2026 yang berlangsung di Antariksa Hotel, Jalan Sei Gambus No.3, Kel. Sendang Sari, Kec. Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan.

Hal ini menjadi babak baru regenerasi kepemimpinan himpunan mahasiswa terbesar di Provinsi Sumatera Utara itu yang berjalan dengan lancar dan kondusif sehingga menghasilkan keputusan terbaik dalam menentukan arah dan kebijakan organisasi.

Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dari segenap senior, pengurus dan kader HIMMAH se- Sumut khususnya PP HIMMAH yang telah memberikannya kepercayaan dalam memimpin dengan visi “HIMMAH Sumut: Modern, Mandiri, Berdampak”.

“Amanah ini tanggung jawab besar. Fokus utama kita ke depan adalah penguatan kaderisasi dan memastikan HIMMAH Sumut hadir sebagai mitra strategis pembangunan di Sumatera Utara, sekaligus benteng moral bagi mahasiswa,” ujar Imran sapaan akrabnya usai terpilih didampingi para pendukungnya.

Dengan terpilihnya Imransyah Pasai diharapkan mampu memberikan energi baru bagi roda organisasi dan pesan agar kepengurusan nantinya segera melakukan akselerasi program kerja serta merangkul seluruh elemen kader untuk menjaga soliditas internal.

“Sudah saatnya kita kembali bersatu. Konferensi telah usai, mari kita jadikan pasca musyawarah ini menjadi momentum merekatkan silaturahmi serta membangun semangat baru untuk HIMMAH Sumatera Utara,” pungkasnya mengakhiri. (RN)