27.3 C
Jakarta
Kamis, Mei 7, 2026
Beranda blog Halaman 276

Stunting NTB 13,39% di Bawah Nasional, Gubernur Iqbal Ini Kerja Bersama Kab/Kota

0

 

Stunting NTB 13,39% di Bawah Nasional, Gubernur Iqbal Ini Kerja Bersama Kab/Kota

Warta.in
Mataram, NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan perkembangan terbaru penanganan stunting sepanjang Tahun 2025. Berdasarkan data konsolidasi per Desember 2025, persentase stunting di NTB tercatat 13,39% atau 51.809 kasus dari 387.065 balita.
Angka ini menunjukkan capaian yang sangat positif karena lebih rendah dari rata-rata nasional 18,8% serta telah melampaui target NTB Tahun 2025 sebesar 21,7%.

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor yang terus diperkuat hingga ke tingkat desa.

“Alhamdulillah, capaian stunting NTB per Desember 2025 berada di angka 13,39 persen. Ini bukan sekedar angka, tetapi cerminan dari kerja nyata pemerintah daerah bersama kabupaten/kota, tenaga kesehatan, kader, serta partisipasi masyarakat yang terus bergerak memperbaiki kualitas tumbuh kembang anak-anak NTB,” ujar Aka.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa penurunan stunting adalah agenda prioritas yang menyangkut masa depan generasi NTB.

“Stunting adalah ancaman serius bagi kualitas SDM. Karena itu, Pemprov NTB bersama Kab/Kota Se-NTB tidak hanya fokus pada capaian, tetapi juga pada kesinambungan program agar kasus baru bisa dicegah sejak awal. Ini komitmen kita bersama untuk melahirkan generasi NTB yang sehat, kuat, dan unggul,” tegasnya.

Adapun capaian penanganan Stunting per Kabupaten/Kota di NTB Desember 2025 berdasarkan data laporan gizi pada aplikasi sigizikesga Kementerian RI 2026:
– Lombok Barat: 9,58%
– Lombok Tengah: 9,99%
– Lombok Timur: 22,39%
– Sumbawa: 10,70%
– Dompu: 12,61%
– Bima: 12,22%
– Sumbawa Barat: 7,1%
– Lombok Utara: 14,18%
– Kota Mataram: 6,57%
– Kota Bima: 9,49%

Pemprov NTB memandang data tersebut sebagai dasar penting untuk memastikan intervensi yang dilakukan lebih terarah, tepat sasaran, serta memperkuat daerah-daerah yang masih membutuhkan percepatan.

“Data kabupaten/kota menjadi pijakan untuk memperkuat strategi. Daerah yang sudah rendah tetap dijaga agar tidak naik, sementara daerah dengan angka lebih tinggi akan kita dorong percepatan intervensinya melalui program yang lebih fokus dan masif,” tambah Aka.

Selain capaian tahun 2025, hasil pemantauan juga menunjukkan perkembangan kasus baru pada awal 2026. Pada Januari 2026, NTB mencatat 0,6% atau 1.890 kasus stunting baru, data ini tentunya menjadi pengingat bahwa pencegahan stunting harus terus dilakukan secara konsisten dan tidak boleh lengah.
Rincian perkembangan stunting baru Januari 2026 per kabupaten/kota:
– Lombok Barat: 1,0% (479 kasus baru)
– Lombok Tengah: 0,9% (653 kasus baru)
– Lombok Timur: 0,8% (545 kasus baru)
– Sumbawa: 0,3% (79 kasus baru)
– Dompu: 0,0% (tidak ada stunting baru)
– Bima: 0,1% (36 kasus)
– Sumbawa Barat: 0,4% (39 kasus baru)
– Lombok Utara: 0,3% (41 kasus baru)
– Kota Mataram: 0,001% (4 kasus baru)
– Kota Bima: 0,2% (14 kasus baru)
Untuk persentase data stunting ini akan selalu di update sesuai hasil pengukuran tinggi badan setiap bulan, papar Aka.

Gubernur Miq Iqbal mengapresiasi daerah yang berhasil menekan kasus baru, sekaligus mendorong percepatan penguatan layanan pada wilayah yang masih menunjukkan penambahan kasus.

Lebih lanjut Gubernur Iqbal juga menekankan bahwa, “Penanganan stunting bukan pekerjaan musiman. Kita harus menguatkan pencegahan di hulu, mulai dari ibu hamil, pola asuh, gizi keluarga, sampai layanan kesehatan yang konsisten di Posyandu dan Puskesmas. Semua pihak harus bergerak,”.

Dan harus diingat Pencegahan Dimulai dari Keluarga, untuk itu Pemprov NTB menekankan bahwa pencegahan stunting tidak hanya bertumpu pada layanan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama keluarga.

Karena nya kami menghimbau masyarakat untuk:
memastikan ibu hamil mendapatkan pemeriksaan rutin dan asupan gizi seimbang,
memberikan ASI eksklusif dan MPASI sesuai standar,
rutin membawa balita ke Posyandu untuk pemantauan pertumbuhan,
menjaga sanitasi dan pola hidup bersih sehat.
Berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika ditemukan risiko gangguan tumbuh kembang anak.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan NTB Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS menyampaikan bahwa pihaknya akan memperkuat langkah-langkah strategis untuk menjaga tren penurunan stunting sekaligus menekan kasus baru secara cepat dan terukur.

“Capaian tahun 2025 ini patut kita syukuri, namun kita tidak boleh berhenti. Tahun 2026, Dinas Kesehatan NTB bersama Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota akan memperkuat pencegahan dan penanganan stunting melalui intervensi yang lebih terarah, berbasis data, serta mempercepat respons terhadap kasus baru,” jelas Fikri.

Ia menyebutkan sejumlah langkah utama yang akan dijalankan, antara lain
Aksi Bergizi di Sekolah, untuk membangun pola konsumsi sehat sejak usia dini.
Penguatan Surveilans Gizi, agar data lebih akurat dan cepat ditindaklanjuti.

Pemantauan Pertumbuhan Balita, melalui layanan Posyandu dan Puskesmas secara rutin.
Refreshing PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Balita), untuk memperkuat edukasi keluarga.

Tatalaksana Masalah Gizi, termasuk penanganan cepat pada balita berisiko.
Selanjutnya koordinasi lintas program dan lintas sektor, agar intervensi lebih kuat dan terintegrasi.
Monitoring dan evaluasi program gizi di Desa Berdaya, sebagai lokus percepatan.

Pembinaan gizi bagi SPPG Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar tepat sasaran dan berkualitas.
Pemenuhan Pita LILA untuk skrining keluarga, sebagai deteksi dini risiko stunting.

“Kami juga menekankan pentingnya intervensi berkelanjutan untuk kasus stunting baru, serta dukungan kabupaten/kota dalam pendampingan Survey SSGI 2026.

Target kita jelas: menurunkan stunting dengan cara yang terukur, konsisten, dan menyentuh keluarga sebagai pusat pencegahan,” tutup Hamzi Fikri. (sr/dkintb)

Launching Gerakan 1200 Tenaga Kesehatan, Kukuhkan Jember Cinta Kesehatan Ibu dan Anak

0

Warta.in, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember wujudkan komitmennya untuk memperkuat program Cinta Kesehatan Ibu dan anak dengan mengumpulkan 1.200 tenaga kesehatan (Nakes) dan seluruh element terkait baik kepala Puskesmas maupun Camat se Kabupaten Jember pada 26 January 2026 bertempat di GOR PKPSO Kaliwates.

Program yang dikhususnya untuk memperkecil angka stunting dan angka kematian ibu dan anak (AKI/AKB) diharapkan mampu menurunkan persentase Kabupaten Jember yang menduduki peringkat tertinggi kedua se Jawa Timur.

“10 tahun terkahir Jember masuk dalam angka tertinggi ke-dua se jatim, maka dengan ini kita akan bergerak bersama mengatasi hal ini,” ujar Gus Fawait.

Dalam penanganan dan penerapan mengenai program ini, Gus fawait akan melibatkan seluruh unsur yang ada di kecamatan dan desa per wilayah se Kabupaten Jember.

“Hari ini kita akan jadikan satu, para nakes, penyuluh KB, nanti juga Kepala Puskesmas, Camat, bahkan tadi saya libatkan pengawas sekolah, para kepala sekolah, nanti akan terlibat bahu-membahu untuk menjadi bagian satgas pencegahan stunting, AKI, dan AKB ini,” Lanjut Gus Fawait.

Ket Foto : Jajaran Pemerintah Kabupaten Jember para Camat, Kepala Puskesmas serta 1.200 Tenaga Kesehatan (Nakes).

Evaluasi untuk memantau kinerja para Nakes beserta semua element terkait akan dilakukan setiap 3bulan sekali, bahkan Gus Bupati menegaskan yang akan bertanggung jawab adalah pemimpin serta kepala ditiap wilayah.

“Kalo 3 bulan kedepan berarti pak Camat sudah tidak berkenan menjadi pak camat lagi, Kepala Puakesmas sudah tidak berminat jadi kepala lagi Kepala Dinas Kesehatan sudah tidak berkenan menjadi Kepala Dinas lagi,” tegas Gus fawait.

Hal ini dilakukan agar sistem satu komando melalui pembentukan satuan tugas lintas sektor benar-benar berjalan secara maksimal, angka stunting di Jember bisa keluar dari posisi teratas di tingkat provinsi. Dan dalam Lima tahun ke depan angka stunting di Jember dapat menjadi salah satu yang terendah di Provinsi Jawa Timur.

“kalau ini dikerjakan secara bersama-sama, anggarannya juga dibikin secara utuh, pergerakannya sesuai perencanaan, semua pihak terlibat, target kami stunting, AKI, AKB harus turun drastis di tahun 2026 dan target ditahun 2029 atau 2030 harus terendah se Jawa Timur,” tutupnya.

Agen LPG di Torut Diberikan Waktu 3 Hari Stabilkan Harga, Jual di Atas HET Sanksi Pidana Menanti

0

TORAJA UTARA – Kepolisian Resor (Polres) Toraja Utara memanggil 4 agen Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram sebagai langkah tegas mengatasi kelangkaan gas elpiji bersubsidi yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Toraja Utara, Senin (26/1/2026)

Pemanggilan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan distribusi sekaligus penertiban penyaluran LPG 3 kg agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu, serta sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET)

Dari 4 agen LPG yang dipanggil oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Toraja Utara tersebut yakni PT Sinar Ratte dengan jumlah 138 pangkalan dan pasokan 2.240 tabung per hari, PT YM Yunus Kadir dengan 134 pangkalan dan pasokan 2.240 tabung per hari, PT A3 dengan 40 pangkalan dan pasokan 560 tabung per hari, serta Agen Baruka dengan 33 pangkalan dan pasokan 560 tabung per hari.

Melalui kesempatannya usai memanggil 4 Agen LPG, Iptu Ruxon selaku Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, mengatakan bahwa pemanggilan ini bertujuan untuk meminta klarifikasi terkait penerapan HET, pola distribusi, kuota pasokan, serta mekanisme penyaluran LPG bersubsidi hingga ke tingkat pangkalan.

“Kami memanggil empat agen LPG untuk dimintai keterangan. Ini merupakan langkah serius Polres dalam merespons keluhan Masyarakat, khususnya terkait harga jual yang tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET),” ungkap Iptu Ruxon.

Iptu Ruxon juga menegaskan jika pihak kepolisian tidak akan mentolerir praktik penimbunan, permainan distribusi, maupun penjualan LPG 3 kg di atas harga HET.

“Saat ini kami telah menskorsing dua pangkalan yang terbukti menjual LPG 3 kg di atas harga HET. Skorsing ini bersifat sementara, namun ke depan kami akan menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku, mulai dari pangkalan yang nakal hingga agen LPG jika terbukti terlibat,” kata Kasatreskrim Iptu Ruxon.

Selain itu, Polres Toraja Utara memberikan ultimatum kepada para agen agar segera menstabilkan harga LPG 3 kg dalam waktu tiga hari ke depan.

“Apabila masih ditemukan penjualan LPG bersubsidi di atas HET, kami akan langsung menerapkan sanksi pidana,” tegas Iptu Ruxon.

Selaku Kasatreskrim di Polres Toraja Utara, Iptu Ruxon juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan, penyaluran yang tidak tepat sasaran, maupun penjualan LPG 3 kg di atas HET.

Tak hanya itu, Iptu Ruxon juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan tabung LPG 3 Kg yang berlabel selain dari warna kuning dan putih.

“Tabung gas berlabel kuning dan putih merupakan tabung resmi yang diedarkan di Toraja Utara. Jika ditemukan tabung dengan label di luar itu, segera laporkan ke Unit Tipiter Satreskrim Polres Toraja Utara,” pungkasnya.

Sumber: Humas Polres Toraja Utara

Terima Kunker Baleg DPR RI, Wagub Banten Harap Produk Undang-Undang Tak Membebani Daerah

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 26 Januari 2026  — Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan pentingnya setiap produk undang-undang yang dihasilkan tidak membebani keuangan daerah dan mampu memberikan kepastian bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan kerja (Kunker) Badan Legislasi (Baleg) DPR Republik Indonesia (RI) di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (26/1/2026).

“Kami berharap setiap produk undang-undang tidak membebani keuangan daerah dari sisi dampak anggaran (budget impact). Harus produk undang-undang yang efisien dan efektif,” tegasnya.

Sebagai mantan pimpinan Baleg DPR RI, Dimyati menekankan pentingnya mempertimbangkan implikasi keuangan daerah dalam setiap kebijakan. Ia menyoroti Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai contoh kebijakan yang membutuhkan perhatian khusus terkait anggaran daerah.

Menurut Dimyati, status sebuah rancangan undang-undang, apakah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) atau tidak, harus disampaikan secara transparan agar masyarakat memahami prosesnya.

“Fungsi Baleg sangat krusial di DPR, bahkan bisa disebut sebagai ‘pakunya’ DPR karena seluruh pembahasan calon produk hukum undang-undang masuk melalui Baleg,” tambahnya.

Dimyati juga mengungkapkan kebanggaannya karena Provinsi Banten terpilih sebagai salah satu daerah lokus penjaringan aspirasi masyarakat (Jaring Asmara) dalam penyusunan Prolegnas.

“Kita dapat menyampaikan aspirasi terhadap pembahasan Prolegnas untuk satu tahun ke depan,” ujarnya.

Wakil Ketua Baleg DPR RI, Sturman Panjaitan, menyatakan kunjungan kerja ke Banten menghasilkan sejumlah masukan penting yang akan menjadi pertimbangan dalam pembahasan Prolegnas 2026.

“Beberapa masukan di antaranya terkait desa adat, mengingat di Banten terdapat masyarakat adat Baduy yang harus diperkuat dan dipertahankan. Selain itu, terdapat aspirasi mengenai pengelolaan sampah serta usulan perubahan ibu kota Provinsi Banten,” ungkap Sturman.

Aspirasi tersebut mencakup penguatan desa adat, pengelolaan sampah, dan usulan perubahan ibu kota Provinsi Banten. Pada 2026, terdapat 64 RUU dalam Prolegnas, terdiri dari 47 usulan DPR, 15 usulan pemerintah, dan 2 usulan DPD. RUU tentang desa adat termasuk di dalamnya, sementara RUU Pilkada belum masuk Prolegnas tahun ini.(WartainBanten)

Parosil Mabsus Tinjau Progres Pembangun Pembukaan Badan Jalan Menuju Lokasi Geothermal

0

LAMPUNG BARAT- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus melihat langsung progres pembangunan pembukaan badan jalan menuju lokasi pembangunan potensi panas bumi (Geothermal) Sekincau, Senin 26 Januari 2026.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggandeng PT Star Energy untuk mengeksplorasi potensi panas bumi yang berada di Suoh-Sekincau.

Dengan akan dibangunnya geothermal maka dilakukan pembukaan badan jalan terlebih dalu untuk menuju lokasi. Tidak main-main jalan yang dibangun sepanjang 890 meter dengan luas badan jalan 10 meter.

Berdasarkan hasil meninjauan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus didampingi Wakil Bupati Mad Hasnurin progres pembangunan jalan sudah sampai ditahap pengeringan tanah untuk dilakukan pengaspalan.

Dengan adanya pembangunan ini dinilai Bupati Lampung Barat sebagai langkah strategis untuk mendorong kesejahteraan masyarakat serta memperkuat perekonomian daerah.

Menurutnya, langkah ini diharapkan benar-benar membawa dampak positif, baik melalui peningkatan pendapatan daerah maupun melalui kontribusi langsung untuk masyarakat, terutama di wilayah sekitar proyek.

Senada sisampaikan kepala dinas PUPR Kabupaten Lampung Barat, Mia Miranda pembangunan badan jalan tersebut selain akses menuju pembangunan Geothermal juga sebagai akses untuk jalan masyarakat.

BRI KC Jakarta Daan Mogot Raih Penghargaan Best Effective Distribution Tingkat Kantor Cabang

0

WARTA.IN – Jakarta — BRI Kantor Cabang (KC) Jakarta Daan Mogot kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Best Effective Distribution Tingkat Kantor Cabang. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja optimal dalam pengelolaan dan penguatan jaringan distribusi layanan perbankan secara efektif dan berkelanjutan.

 

Penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian kegiatan Rapat Akselerasi BRI Region 8 Jakarta 3, yang mengusung tema “Reinforce The Network, Win Sustainable Growth”. Capaian ini mencerminkan keberhasilan KC Jakarta Daan Mogot dalam memperluas jangkauan layanan, meningkatkan produktivitas jaringan, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan.

 

Pemimpin Cabang BRI Jakarta Daan Mogot, Rizky Ferdhian, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan BRILiaN di lingkungan KC Jakarta Daan Mogot yang secara konsisten mengedepankan sinergi, inovasi, dan fokus pada kebutuhan nasabah.

 

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat jaringan layanan dan memberikan kontribusi terbaik bagi pertumbuhan bisnis BRI yang berkelanjutan,” ujarnya.

BRI Kanca Ciputat Perkuat Sinergi dengan Puspenerbad melalui Kolaborasi Layanan Perbankan

0

WARTA.ID – Ciputat, 26/01/2026 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Ciputat terus memperkuat sinergi dengan berbagai institusi strategis. Kali ini, BRI Kanca Ciputat menjalin kolaborasi dengan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) dalam rangka memperluas akses dan optimalisasi layanan perbankan bagi lingkungan Puspenerbad.

 

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen BRI untuk menghadirkan layanan perbankan yang mudah diakses, aman, dan sesuai dengan kebutuhan institusi, khususnya dalam mendukung aktivitas operasional serta pengelolaan keuangan yang efektif dan transparan.

 

Pemimpin Cabang BRI Ciputat, Indrayana, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat hubungan kelembagaan antara BRI dan Puspenerbad.

 

“BRI Kanca Ciputat menyambut baik kolaborasi dengan Puspenerbad sebagai bentuk sinergi berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi layanan perbankan yang optimal, baik dari sisi transaksi, pengelolaan keuangan, maupun layanan digital yang dapat mendukung kebutuhan institusi,” ujar Indrayana.

 

Melalui kolaborasi ini, BRI Kanca Ciputat menghadirkan berbagai solusi perbankan, mulai dari layanan transaksi, pengelolaan rekening, hingga pemanfaatan layanan digital BRI yang aman dan andal, sejalan dengan transformasi digital yang terus dijalankan oleh perseroan.

 

BRI berharap kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah serta memperkuat kepercayaan dan hubungan jangka panjang antara BRI dan Puspenerbad. Ke depan, BRI Kanca Ciputat akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai institusi guna mendukung pertumbuhan dan pelayanan perbankan yang inklusif.

Dapur MBG SPPG Cikoneng 2, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Beroperasi Minggu, 25 Januari 2026

0

Cikoneng, Ciparay Kabupaten Bandung. Minggu, 25 Januari 2026. WARTA. IN. Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikoneng 2, di Kelola Yayasan Wahid Jabar, lokasinya di Desa Cikoneng, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Jawa Barat, diresmikan oleh Anjar Lugiyana, S.Ip. M.Ip. Camat Ciparay, Minggu, 25 Januari 2026.
Puji Syukur atas Lounching Dapur MBG SPPG Cikoneng 2, Senin, 26 Januari 2026, akan kita distribusikan ke Sekolah Dasar (SD) sekitar, semua sararana yang dibutuhkan siap di gunakan, ujar Rendi Eka putra, Kepala SPPG Cikoneng 2.
Quota penerima makan bergizi, akan diberikan secara bertahap, di mulai dari 1000 orang, kemudian 1500 orang hingga Minggu ke-4 sampai pada 3000 orang, Jelas Rendi Eka Putra. Menu makanan yang disajikan, disesuaikan dengan selera anak-anak, dengan variasi, serta pembagian porsi kecil dan besar sesuai kebutuhan anak-anak, jelas Rendi Eka Putra.
Rendi berharap, kegiatan dapur MBG berjalan lancar, diterima anak-anak dan masyarakat sekitar. Program dapur MBG SPPG Cikoneng 2, memberdayakan warga sekitar, dengan menggunakan, menampung hasil panen petani usaha mikro, usaha Kecil dan menengah, (UMKM), sehingga dapat memberikan kontribusi pada perekonomian lokasi, pungkas Rendi Eka Putra. WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC CIJ CPW.

Tinawati Andra Soni: Posyandu Banten Terus Bertransformasi Lewat Integrasi Layanan Primer

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 26 Januari 2026  — Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengatakan Posyandu di Banten terus bertransformasi melalui integrasi layanan primer guna mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat. Transformasi tersebut dilakukan agar pelayanan semakin lengkap, mudah diakses, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Posyandu saat ini terus bertransformasi melalui integrasi layanan primer agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih lengkap dan berkelanjutan,” ungkap Tinawati saat menghadiri Penilaian Lomba Posyandu Bina Keluarga Nasional (BKN) dan Kader Berprestasi di Posyandu Mawar C.X Yon Arhanud 1 Koorcab Divif 1 PG Kostrad, Jalan Raya Serpong, Kota Tangerang Selatan, Senin (26/1/2026).

Tinawati menjelaskan, peran Posyandu saat ini tidak lagi terbatas pada pelayanan ibu dan balita. Posyandu telah berkembang untuk melayani seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia. Hal tersebut sejalan dengan penerapan standar baru Posyandu, yakni Enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM).

Adapun 6 SPM tersebut meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan bidang sosial. Dengan cakupan layanan yang lebih luas, Posyandu diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan dasar masyarakat secara terpadu.

“Melalui Posyandu, kita harapkan pelayanan dasar lebih dekat, mudah diakses, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ucap Tinawati.

Dalam kesempatan itu, Tinawati juga mengapresiasi pelaksanaan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang telah berjalan baik di Posyandu Mawar. Ia menilai peran aktif para kader menjadi kunci keberhasilan Posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain memberikan apresiasi, Tinawati turut menyampaikan sejumlah masukan untuk peningkatan kualitas pelayanan pada empat bidang SPM lainnya agar dapat diimplementasikan secara optimal.

“Saya mengapresiasi seluruh kader Posyandu Mawar atas semangat, kekompakan, dan dedikasinya. Lomba ini bukan semata mencari juara tetapi menjadi sarana belajar, berbagi praktik baik dan memperkuat peran Posyandu di tengah masyarakat,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi inspirasi bagi Posyandu lainnya di Provinsi Banten dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi inspirasi bagi Posyandu lainnya di Provinsi Banten,” kata Tinawati menambahkan.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Divif 1 PG Kostrad, Ira Ahmad Fikri Musmar, menyampaikan bahwa penilaian Posyandu digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menilai prestasi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan peningkatan kapasitas kader Posyandu untuk mendukung kesehatan keluarga, khususnya ibu dan balita.

“Merupakan momentum dalam rangka bersyukur dan mendukung kesehatan keluarga. Khususnya pada ibu dan balita. Semoga menjadi manfaat nyata bagi kita semua,” paparnya.

Usai penilaian, Tinawati bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tangerang Selatan dan tim penilai melakukan peninjauan langsung ke Posyandu Mawar Arhanud 1, meliputi pelayanan enam SPM, kebun TOGA, TK Kartika IX-19, serta kebun hidroponik. Penilaian ini diikuti Posyandu di bawah naungan Persit Kartika Chandra Kirana TNI AD.(WartainBanten)

Pengadaan Otak-Otak Tak Ngotak, Dinas Perikanan PALI Diguncang Dugaan Dominasi Proyek

0
oplus_1024

Dinas Perikanan PALI Disorot, CV Kita Lestari Diduga Dominasi Puluhan Paket Pengadaan Dinas Perikanan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menjadi sorotan publik. Sorotan tersebut mencuat setelah adanya dugaan penguasaan paket pengadaan oleh satu perusahaan, yakni CV Kita Lestari, yang tercatat memenangkan sedikitnya 36 paket pengadaan dalam kurun waktu satu tahun.

 

Dominasi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait prinsip persaingan usaha yang sehat, transparansi, serta akuntabilitas dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten PALI. Publik mempertanyakan bagaimana satu perusahaan dapat secara berulang memenangkan puluhan paket pengadaan tanpa adanya pembagian kesempatan yang adil bagi pelaku usaha lainnya.

 

Tak hanya soal dominasi pengadaan, sejumlah paket yang dimenangkan CV Kita Lestari juga dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi kepentingan masyarakat luas. Anggaran yang digelontorkan justru lebih banyak terserap pada pengadaan produk olahan makanan dengan nilai yang dinilai tidak sebanding dengan manfaat jangka panjang.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran pengadaan tersebut meliputi pembelian pempek kapal selam senilai Rp390 juta, pengadaan otak-otak mencapai Rp1,534 miliar, serta pengadaan kerupuk ikan sebesar Rp468 juta. Besarnya nilai anggaran ini menimbulkan kecurigaan publik terhadap urgensi program serta perencanaan kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Perikanan.

 

Sejumlah pengamat menilai, pola belanja tersebut berpotensi mengaburkan substansi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Program pengadaan tersebut dinilai tidak selaras dengan prinsip efisiensi, efektivitas, dan skala prioritas pembangunan daerah, terutama jika dikaitkan dengan isu strategis seperti penanganan stunting.

 

Apalagi, pemerintah pusat telah meluncurkan Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang secara khusus dirancang untuk mendukung perbaikan gizi masyarakat, termasuk pencegahan stunting. Dengan adanya program nasional tersebut, publik mempertanyakan urgensi pengadaan makanan olahan bernilai miliaran rupiah di tingkat daerah.

 

Ironisnya, angka stunting di Kabupaten PALI sendiri dinilai tidak tergolong tinggi dibandingkan daerah lain. Namun demikian, Dinas Perikanan justru mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar untuk pengadaan otak-otak dan produk sejenis, yang dinilai banyak pihak tidak menyentuh akar persoalan kesejahteraan dan kebutuhan mendesak masyarakat.

 

Kondisi ini memicu anggapan bahwa program pengadaan tersebut lebih berorientasi pada serapan anggaran ketimbang pada hasil dan manfaat nyata bagi publik. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang menyebut program tersebut sebagai kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat dan minim pertimbangan rasional.

 

Selain itu, publik juga mempertanyakan mekanisme perencanaan program di Dinas Perikanan PALI. Mulai dari dasar kebutuhan kegiatan, kajian manfaat, hingga evaluasi dampak program terhadap masyarakat nelayan dan pelaku perikanan lokal dinilai tidak pernah disampaikan secara terbuka. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan bahwa program disusun tanpa partisipasi publik dan analisis kebutuhan yang matang.

 

Lebih jauh, publik menilai Dinas Perikanan PALI gagal menunjukkan korelasi langsung antara belanja miliaran rupiah tersebut dengan peningkatan kesejahteraan nelayan, peningkatan gizi masyarakat, maupun penguatan ekonomi lokal. Hingga kini, belum ada data terbuka yang menunjukkan bahwa pengadaan pempek, otak-otak, dan kerupuk ikan tersebut benar-benar berdampak signifikan terhadap penurunan stunting ataupun penguatan sektor perikanan daerah.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PALI hingga kini memilih tidak memberikan tanggapan kepada publik. Padahal, upaya konfirmasi telah dilakukan berkali-kali oleh wartawan terkait dugaan dominasi pengadaan serta penggunaan anggaran miliaran rupiah tersebut. Sehingga berita ini diterbitkan.