30.7 C
Jakarta
Rabu, Mei 6, 2026
Beranda blog Halaman 285

KDM Kecewa Berat, Tambang Batu yang Sudah Dihentikan Kembali Beroperasi

0

KDM Kecewa Berat, Tambang Batu yang Sudah Dihentikan Kembali Beroperasi

SUBANG. | Warta In Subang -— Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), menyatakan kekecewaan mendalam atas kembali beroperasinya aktivitas tambang batu yang sebelumnya telah diberhentikan dan bahkan sudah dipasang garis polisi (police line).

KDM menilai lemahnya pengawasan serta ketidakpedulian aparatur pemerintahan, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan, menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan dan infrastruktur jalan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Saya sangat kecewa. Aparatur pemerintahan dari desa sampai kecamatan seolah tidak peduli terhadap lingkungan dan jalan yang dibangun oleh provinsi,” tegas KDM, di lansir Wartain.co.id dari Medsos Pribadi KDM, Kamis (22/01/2026).

Akibat kondisi tersebut, KDM menyatakan sikap tegas dengan memutuskan tidak lagi melanjutkan pembangunan infrastruktur provinsi di wilayah terdampak. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.

“Dengan tegas saya putuskan, silakan dibangun oleh Pemda Subang. Saya sebagai gubernur tidak akan membangun lagi, meskipun saya orang Subang,” ujarnya.

Padahal sebelumnya, KDM mengungkapkan telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan jembatan gantung di Kampung Cigebang, Desa Telagasari, Kecamatan Serangpanjang. Proyek tersebut direncanakan akan direalisasikan pada tahun ini meski dengan keterbatasan anggaran.

“Saya sudah siapkan anggaran. Walaupun anggarannya tipis, saya tetap mengupayakan sekitar Rp6,5 miliar untuk pembangunan jembatan gantung di Cigebang,” ungkapnya.

Namun dengan kembali aktifnya tambang ilegal dan minimnya kepedulian aparatur setempat, rencana pembangunan tersebut kini terancam batal. KDM menegaskan bahwa pembangunan tidak akan berjalan jika lingkungan dan aturan hukum terus diabaikan.

(Bobi Eko)

Penuh SukaCita, Kalibata City Residence hadir kembali menggelar Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

0

Warta.in | Jakarta –  Kalibata City Residence hadir kembali menggelar Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bersama warga dengan penuh sukacita serta dihadiri lebih dari 3Kalibata00 warga Kristiani Kalibata City, kawasan hunian vertikal ini menjadi contoh nyata bagaimana toleransi antar umat beragama dapat hidup dan tumbuh dalam keseharian warga, yang dimana kita berkumpul dalam Ibadah dan perayaan bersama.

Puncak Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan Tema “Kasih-Nya Membawa Damai dan Keselamatan” (Yohanes 3:16) diangkat sebagai pesan utama, menegaskan pentingnya kasih sebagai fondasi hidup berdampingan dalam keberagaman.

Setiap tahun, perayaan hari besar keagamaan di Kalibata City selalu melibatkan lintas iman.  Saat Natal dan Tahun Baru, warga Muslim turut ambil bagian sebagai panitia.

Sebaliknya, ketika Hari Raya Idul Fitri tiba, umat Kristiani ikut terlibat membantu pelaksanaan kegiatan. Tradisi ini telah berjalan konsisten dan menjadi simbol kuat persaudaraan antar warga.

Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Kalibata City Residence, Hj. Musdalifah Pangka, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan warga yang telah mendukung terselenggaranya acara dengan baik. Perayaan Natal dan Tahun Baru di Kalibata City memang selalu kami laksanakan di bulan Januari dan tahun ini menjadi pelaksanaan yang ke-10.

“Alhamdulillah, semua berjalan tertib, aman, dan penuh sukacita. Terima kasih kepada seluruh panitia dan warga. Semoga ke depan bisa lebih meriah lagi,”ujarnya.

Musdalifah menambahkan, Perayaan ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Camat Pancoran, Lurah setempat, General Manager Pengelola Kalibata City Martiza Melati, serta para pendeta dari berbagai denominasi gereja.

Kehadiran mereka menegaskan dukungan pemerintah wilayah dan pengelola apartemen terhadap kegiatan keagamaan yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan harmoni sosial,”ucapnya.

Dalam kesempatannya, Martiza Melati selaku General Manager Kalibata City Residence turut mengatakan bahwa kamii mengajak seluruh warga memaknai Natal sebagai momentum memperkuat kasih, empati, dan kepedulian sosial di lingkungan tempat tinggal yang dimana, semua terjadi bukan karena kuat dan hebat, akan tetapi semata-mata karena kasih dan kemurahan-Nya,”kata Martizah.

Menurut Martiza, tema Natal tahun ini mengingatkan bahwa setiap pribadi dikasihi Tuhan secara personal dan dipanggil untuk mewujudkan kasih itu dalam kehidupan sehari-hari. Kita didorong untuk hidup sebagai orang yang dikasihi dan mengasihi orang lain dengan cara bersikap dengan penuh rasa sabar, murah hati, tidak sombong, berperilaku baik dan sopan, serta memiliki empati kepada lingkungan sekitar serta nilai kasih juga harus tercermin dalam sikap saling menjaga dan melindungi antar warga demi terciptanya suasana damai dan harmonis di Kalibata City Residence,”tegasnya.

Ketua Persekutuan Umat Kristiani Kalibata City, Pdt. Ferdy Nainggolan pun mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya Natal bersama yang telah menjadi agenda. Kita diajak untuk menghidupi tema Natal ini dengan menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Kasih itulah yang membawa damai. Ketika damai hadir di lingkungan kita, Tuhan dimuliakan melalui kehidupan kita sebagai warga Kalibata City.

Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan Persekutuan Umat Kristiani Kalibata City sebagai wadah kebersamaan umat Katolik, Advent, dan Protestan. Ke depan, persekutuan ini akan menjalankan berbagai program rohani dan sosial yang diharapkan dapat memberi kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,”ungkapnya.

Lanjut Ferdy, Rangkaian acara berlangsung semarak dengan penampilan paduan suara Christmas Carol, drama Natal, pelayanan Sekolah Minggu, serta musik rohani. Seluruh kegiatan didukung oleh tim doa, konsumsi, keamanan, dan multimedia, sehingga perayaan berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan. Praktik toleransi seperti yang tumbuh di Kalibata City sejalan dengan semangat moderasi beragama yang terus digaungkan pemerintah.
“Kementerian Agama Republik Indonesia kerap menegaskan bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep, melainkan harus hadir dalam tindakan nyata di tengah masyarakat. Hal serupa juga disampaikan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta yang mendorong kolaborasi lintas iman di lingkungan permukiman sebagai fondasi kerukunan sosial.
Menutup rangkaian acara, panitia dan pengurus persekutuan menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Selamat Tahun Baru 2026. Harapannya, tahun yang baru dapat dijalani dengan semangat persatuan, kedamaian, dan saling menghormati di tengah keberagaman warga Kalibata City,”tutupnya.(**)

 

#Kalibata City Residence

#Media Partners Kalibata City Residence

Hujan Deras Sebabkan SDN Sukatani 1 Karawang Bocor, Disdik Diminta Turun

0

Hujan Deras Sebabkan SDN Sukatani 1 Karawang Bocor, Disdik Diminta Turun

Karawang, Cilamaya Wetan | Warta In Jabar — Kondisi bangunan SDN Sukatani 1 yang beralamat di Dusun Gebang Malang, Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kian memprihatinkan. Hujan deras yang terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026, mengakibatkan hampir seluruh ruangan sekolah mengalami kebocoran.

Air hujan masuk melalui atap bangunan yang sudah lama rusak dan tidak pernah mendapatkan perbaikan serius. Akibatnya, proses kegiatan belajar mengajar terganggu, bahkan sejumlah siswa terpaksa tidak bisa mengikuti pembelajaran karena ruang kelas tergenang air.

Kepala SDN Sukatani 1, Umi Hani, S.Pd, mengaku sangat prihatin melihat kondisi sekolah yang dipimpinnya. Ia menyebut, kerusakan bangunan sudah terjadi sejak lama dan semakin parah saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Semua ruangan bocor, mulai dari ruang kelas, ruang guru, hingga ruang kepala sekolah. Yang paling parah di ruang kelas lima, air hujan masuk cukup deras,” ungkap Umi Hani.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Oleh karena itu, pihak sekolah secara tegas meminta perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang agar segera turun langsung meninjau kondisi sekolah.

“Kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang bisa melihat langsung kondisi sekolah kami dan segera mengambil langkah perbaikan. Sekolah ini sudah sangat membutuhkan penanganan serius,” tegasnya.

Selain kepada pemerintah daerah, pihak sekolah juga berharap adanya perhatian dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, khususnya program revitalisasi sekolah yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Revitalisasi dinilai penting agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman, nyaman, dan layak.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas belajar di sejumlah ruang kelas masih terganggu setiap kali hujan turun, sementara pihak sekolah hanya bisa melakukan penanganan darurat untuk menahan rembesan air.

Siap Mental dan Skill, 40 Siswa SMKS Cahaya Raya Blanakan Jalani Prakerin Nyata

0

Siap Mental dan Skill, 40 Siswa SMKS Cahaya Raya Blanakan Jalani Prakerin Nyata

Blanakan Subang | Warta In Jabar — Komitmen SMKS Cahaya Raya Blanakan, yang beralamat di Dusun Kertamulya RT 03/RW 01, Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, dalam mencetak lulusan unggul dan siap kerja kembali dibuktikan melalui pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang diikuti oleh 40 siswa dari berbagai program keahlian. Kamis, 20 Januari 2026.

Kegiatan Prakerin ini dipimpin oleh Pak Moch. Ikbal, ST., Gr sebagai bagian dari strategi sekolah dalam menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Program ini menjadi bukti nyata bahwa SMKS Cahaya Raya Blanakan tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga menekankan pengalaman kerja langsung di dunia industri dan instansi pemerintah.

Para siswa melaksanakan Prakerin di sejumlah mitra dunia usaha dan instansi pemerintah, yaitu Hotel Harpel, bengkel, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Subang (Disduk Subang). Penempatan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan dunia industri dan instansi pemerintah terhadap kualitas pendidikan dan karakter siswa SMKS Cahaya Raya Blanakan.

Adapun program keahlian yang mengikuti Prakerin meliputi Perhotelan (PH), Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP), serta Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Ketiga program ini merupakan kompetensi unggulan SMKS Cahaya Raya yang terus dikembangkan agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan pelayanan publik.

Pelaksanaan Prakerin didukung oleh panitia yang solid dan profesional, yakni Bu Susi Susilawati, S.Pd., Gr, Pak Juhendi Bahtiar, S.Pd., Gr, Bu Widiastuti Arumningtias, S.M, serta Pak Moch. Ikbal, ST., Gr. Sementara itu, proses evaluasi dan pengujian dilakukan oleh Dra. Hj. Tuti Suwarsih, M.M., M.Pd dan Entin Suhartini, S.Pd., M.M., M.Pd sebagai penguji.

Kepala SMKS Cahaya Raya Blanakan, Ilham Prayudi, S.Pd., Gr, menegaskan bahwa Prakerin merupakan bagian penting dari arah dan kualitas pendidikan vokasi sekolah.

“Prakerin ini bukan sekadar kewajiban kurikulum, tetapi bentuk komitmen kami untuk memastikan siswa benar-benar siap menghadapi dunia kerja. Kami ingin lulusan SMKS Cahaya Raya memiliki mental yang kuat, keterampilan yang mumpuni, serta etika kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan Prakerin ini, SMKS Cahaya Raya Blanakan kembali menorehkan capaian positif dalam dunia pendidikan vokasi. Keberhasilan mengantarkan 40 siswa langsung ke dunia kerja nyata semakin mengukuhkan SMKS Cahaya Raya sebagai sekolah kejuruan yang dipercaya oleh dunia industri, instansi pemerintah, dan masyarakat, serta menjadi kebanggaan Kabupaten Subang dan Provinsi Jawa Barat.

Menko Pangan Bersama Wali dan Wakil Wali Kota Tinjau MBG di Kota Bekasi dan Cek TPA Bantargebang

0

Warta.in Jabar ◊ Kamis, 22 Januari 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Kota Bekasi untuk meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada rabu (21/01/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli Hasan mendatangi sejumlah titik strategis. Lokasi yang dikunjungi meliputi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Duren Jaya 4, Karya Guna 2 Kampus A, SMAN 18 Kota Bekasi, serta SMAN 8 Kota Bekasi.

Selain itu, kunjungan ini turut didampingi oleh Wakil Wali Kota Bekasi beserta jajaran Pemerintah Kota Bekasi. Kehadiran pemerintah daerah menunjukkan dukungan penuh terhadap implementasi program MBG di tingkat lokal.

Selama peninjauan, Menko Pangan melihat secara langsung proses penyediaan makanan, mulai dari pengolahan hingga distribusi. Ia juga berdialog dengan pengelola SPPG dan pihak sekolah guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait pelaksanaan di lapangan.

“Program ini bukan hanya soal pembagian makanan, tetapi juga memastikan kandungan gizinya sesuai standar dan tepat sasaran,” ujar Zulkifli Hasan.

Selanjutnya, Menko Zulkifli Hasan cek lokasi pengelolaan sampah di Bantar Gebang dari TPST Bantargebang hingga Polder Ciketing Udik bersama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Bekasi.

Pemerintah menegaskan perlunya menentukan prioritas penanganan lebih dulu karena masyarakat tidak bisa terus menunggu, sementara persoalan sampah harus ditangani cepat dan tegas agar tidak semakin berdampak.

Tri Jelaskan bahwa dengan mencontoh negara seperti Tiongkok, pengelolaan sampah dapat dilakukan di tengah kota maupun kawasan elit tanpa bau (zero odor) melalui teknologi pengolahan yang modern, termasuk penanganan mikroplastik.

Infrastruktur pendukung seperti air dan lingkungan sekitar sudah tersedia, sehingga yang dibutuhkan kini adalah komitmen, semangat, dan keberanian mempercepat proses, termasuk administrasi yang selama ini memakan waktu bertahun-tahun namun sebenarnya bisa dipangkas menjadi hitungan bulan. Dengan langkah ini, Bekasi optimistis siap menjadi daerah terdepan dalam pengelolaan sampah yang bersih, cepat, dan berkelanjutan.

“Yang paling penting itu prioritasnya harus jelas. Masyarakat tidak mau terus menunggu, karena kalau terlambat persoalannya makin besar. Kita sudah melihat contoh di negara lain seperti Tiongkok, pengelolaan sampah bisa dilakukan di tengah kota dan kawasan elit tanpa bau sama sekali. Artinya, ini bisa kita lakukan di Bekasi. Infrastruktur sudah ada, teknologinya ada, sekarang tinggal komitmen dan semangat kita untuk mempercepat, termasuk memangkas proses administrasi yang selama ini terlalu lama. Kalau kita serius, hitungan tahun bisa kita pangkas jadi hitungan bulan,” Jelas Tri

(JS)

Hadiri Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara, Andra Soni Tekankan Pentingnya Menghargai Jasa Leluhur

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 22 Januari 2026  — Gubernur Banten Andra Soni menghadiri peringatan Haul ke-345 Pahlawan Nasional sekaligus pendiri Tangerang, Raden Aria Wangsakara, yang digelar di Taman Makam Pahlawan Nasional, Desa Lengkong, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (21/1/2026) malam.

Dalam momentum tersebut, Andra Soni menekankan pentingnya menghargai jasa para leluhur dan pejuang bangsa sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para leluhurnya. Haul Raden Aria Wangsakara ini merupakan upaya kita bersama untuk terus mengingat dan meneladani jejak perjuangan beliau,” ujar Andra Soni.

Gubernur menjelaskan, Raden Aria Wangsakara memiliki peran besar dalam sejarah Banten, baik dalam perjuangan melawan kolonialisme maupun dalam penyebaran agama Islam di wilayah Banten Timur. Kontribusi tersebut kemudian diakui negara melalui penganugerahan gelar Pahlawan Nasional.

Menurut Andra Soni, mengenang jasa Raden Aria Wangsakara tidak cukup hanya melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan dengan melanjutkan cita-cita perjuangannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya melalui pembangunan yang berpihak kepada rakyat.

Sebagai bentuk penghormatan nyata, Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk mengimplementasikan semangat perjuangan para pendahulu melalui berbagai kebijakan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini, Pemprov Banten terus memacu pembangunan infrastruktur perdesaan melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau yang disingkat ‘Bang Andra’,” jelasnya.

Pemprov Banten tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjalankan program prioritas pendidikan berupa sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh swasta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai cita-cita para leluhur.

“Ini adalah ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai cita-cita leluhur, salah satunya Raden Aria Wangsakara,” tegas Andra.

a`

Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid mengajak masyarakat meneladani kepemimpinan Raden Aria Wangsakara sebagai ulama dan pemimpin nasional, sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Tangerang untuk membenahi kawasan makam yang kini menjadi pusat wisata religi dan kajian keislaman.

“Makam beliau adalah tempat berziarah. Kami berkomitmen untuk terus membenahi area ini agar semakin nyaman bagi masyarakat,” tutur Maesyal.

Sementara itu, Ketua Yayasan Raden Aria Wangsakara, Sirojudin Ruyani, menyampaikan bahwa peringatan Haul ke-345 digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap tiga peran utama Raden Aria Wangsakara, yaitu sebagai Pahlawan Nasional, ulama penyebar ajaran Islam, serta pendiri Tangerang.(WartainBanten)ga`

PHR Zona 4 Bangun Sinergi Media Dukung Ketahanan Energi

0

Palembang, 22 Januari 2026—PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 menjalin sinergi dengan awak media massa melalui acara media gathering di Palembang, Sumatera Selatan.

 

Acara ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus membangun komunikasi terbuka antara PHR Zona 4 dengan media massa di sekitar wilayah operasi. Langkah tersebut sejalan dengan semangat 1 Tujuan 1 Energi, yaitu memastikan ketahanan energi nasional melalui kolaborasi yang solid dengan berbagai pihak.

Para peserta merupakan wartawan yang meliput tujuh lapangan operasi PHR Zona 4. Para insan pers tersebut berbincang langsung dengan Corporate Secretary PHR Eviyanti Rofraida dan Pjs. Manager Corporate Communication PHR Yulia Rintawati.

 

Eviyanti menyampaikan kegiatan ini penting karena media massa menjalankan peran krusial dalam mendukung ketahanan energi nasional, salah satunya melalui penyampaian informasi sektor hulu migas kepada publik secara berimbang dan transparan.

 

“Kami menyadari bahwa di tengah isu energi yang dinamis, media memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik. Karena itu, kami sangat menghargai independensi dan profesionalisme rekan-rekan jurnalis dalam mengawal informasi,” kata Eviyanti.

 

Eviyanti berterima kasih kepada media massa yang mendukung PHR Zona 4 melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang. Ia berharap kerja sama ini bisa terus terjalin untuk mendorong ketahanan energi nasional.

 

Media Gathering PHR Zona 4 kali ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi. Para peserta juga mendapatkan pelatihan singkat mengenai foto jurnalistik.

 

Wartawan Antara Foto Nova Wahyudi menjadi pemateri sesi tersebut. Nova menyandang gelar Pemenang Non Bisnis Karya Essay Foto Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025

 

Selain itu, digelar pula malam apresiasi bagi para wartawan Zona 4 yang berpartisipasi dalam Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025.

 

Para awak media menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap momentum ini menjadi awal dari terjalinnya komunikasi yang konstruktif antara media massa dengan PHR Zona 4.

 

“Sebagai mitra, optimistis akan ada penguatan kerja sama dan kolaborasi. Bertemu di awal tahun dengan pemangku kepentingan jelas memperlihatkan keterhubungan strategis sepanjang tahun 2026,” ucap Iriansyah, Radar Palembang.

 

Sementara itu, wartawan Lembayung News Rasman Ifhandi berharap PHR Zona 4 dan media massa bisa membangun kerja sama berkelanjutan.

 

“Semoga ke depannya Pertamina lebih banyak lagi melaksanakan kegiatan seperti ini agar kami bisa menjalin silaturahmi dan komunikasi,” kata Rasman.***

Siap Mental dan Skill, 40 Siswa SMKS Cahaya Raya Jalani Prakerin Nyata

0

Siap Mental dan Skill, 40 Siswa SMKS Cahaya Timur Jalani Prakerin Nyata

Blanakan Subang | Warta In Jabar — Komitmen SMKS Cahaya Timur dalam mencetak lulusan unggul dan siap kerja kembali dibuktikan melalui pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang diikuti oleh 40 siswa dari berbagai program keahlian. Kegiatan ini dipimpin oleh Pak Moch. Ikbal, ST., Gr sebagai bagian dari strategi sekolah dalam menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Kamis, 22 Januari 2026.

Para siswa melaksanakan Prakerin di sejumlah mitra dunia usaha dan instansi pemerintah, yaitu Hotel Harpel, bengkel, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Subang (Disduk Subang). Penempatan ini menjadi bukti bahwa SMKS Cahaya Timur mendapat kepercayaan luas dari berbagai pihak sebagai sekolah yang mampu menyiapkan siswa dengan kompetensi, kedisiplinan, dan etika kerja yang baik.

Adapun program keahlian yang terlibat meliputi Perhotelan (PH), Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP), serta Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Ketiga program ini merupakan kompetensi unggulan SMKS Cahaya Timur yang dirancang untuk selaras dengan kebutuhan industri dan pelayanan publik.

Kegiatan Prakerin ini didukung oleh panitia yang solid dan profesional, terdiri dari Bu Susi Susilawati, S.Pd., Gr, Pak Juhendi Bahtiar, S.Pd., Gr, Bu Widiastuti Arumningtias, S.M, serta Pak Moch. Ikbal, ST., Gr. Sementara itu, proses evaluasi dan pengujian dilakukan oleh Dra. Hj. Tuti Suwarsih, M.M., M.Pd dan Entin Suhartini, S.Pd., M.M., M.Pd sebagai penguji.

Melalui pelaksanaan Prakerin ini, SMKS Cahaya Timur kembali mencatatkan prestasi penting dalam dunia pendidikan vokasi. Keberhasilan mengantarkan 40 siswa langsung ke dunia kerja nyata menegaskan bahwa sekolah ini tidak sekadar menjalankan kurikulum, tetapi benar-benar mencetak lulusan siap mental, siap keterampilan, dan siap bersaing.

Capaian ini semakin mengukuhkan SMKS Cahaya Timur sebagai sekolah kejuruan yang dipercaya industri, instansi pemerintah, dan masyarakat, serta menjadi rujukan dalam mencetak generasi muda yang profesional, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Diduga, Kasus Pencemaran Nama Baik Yang Di Lakukan Oleh Sejumlah Oknum Anggota Satres Narkoba PaLi

0

Sumatra Selatan (PALI) Warta.in

Viral,,,,pada Selasa malam tanggal 20 Januari 2026, pukul 20:00, sejumlah oknum anggota satres narkoba pali, menggrebeg tempat atau kediaman salah satu rumah seorang warga yang berdiam atau berlokasi di desa Simpang raja (pul Acang) kelurahan Handayani Mulya dengan tuduhan mendapat laporan bahwa di tempat tersebut melakukan acara pesta narkoba.

Media ini mendapat keterangan langsung dari salah satu warga yang rumahnya digeledah, Kejadian ini justru membuat salah satu warga’ Leo nardo, yang di geledah rumah dan gudang nya merasa tidak senang dengan tuduhan tersebut dan terbukti tidak bersalah dan tidak melakukan apa apa, seperti yang tuduhkan kepada nya, justru dengan atas kejadian tersebut membuat tercemar nya nama baik dan merusak institusi Polri dan reputasi satpolres Pali dengan melakukan penggeledahan tanpa bukti yang akurat.

Lanjut Leo, atas kejadian tersebut bukan hanya mencemari nama baik saya dan keluarga saya, namun memicu ketraumaan anak dan istri saya sampai saat ini dan bisa berdampak pada mental anak istri saya, atas kejadian seperti ini siapa yang mau bertanggung jawab

Kecerobohan ini, seharusnya di usut tuntas, Kapolres Pali di minta untuk menindak lanjuti kejadian tersebut, menurut Undang-undang yang berlaku, Jika anggota Polres salah gerebek rumah warga, ia bisa dikenakan sanksi pidana dan/atau kode etik, terutama melanggar Pasal 33 dan 34 KUHAP tentang izin penggeledahan, serta Pasal 11 huruf i Perkapolri No. 8 Tahun 2009 tentang larangan penggeledahan tanpa dasar hukum, bahkan bisa terjerat Pasal 422 KUHP jika ada unsur pemerasan atau penyalahgunaan wewenang.

Sanksi juga mencakup pelanggaran Kode Etik Profesi Polri dan bisa dilaporkan ke Propam untuk diproses lebih lanjut, karena perbuatan tersebut melawan hukum dan merugikan warga.

Dasar Hukum yang Terkait:

Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP):

Pasal 33 KUHAP: Mengatur penyidik harus punya izin Ketua Pengadilan Negeri untuk menggeledah rumah.

Pasal 34 KUHAP: Mengizinkan penggeledahan tanpa izin dalam keadaan sangat mendesak, tapi wajib segera lapor dan minta persetujuan.

Pelanggaran terhadap pasal ini berarti penggeledahan tidak sah.

Peraturan Kapolri (Perkapolri) No. 8 Tahun 2009:

Pasal 11 huruf i: Melarang anggota Polri melakukan penggeledahan dan/atau penyitaan yang tidak berdasarkan hukum.

Pasal 44: Melarang keras anggota Polri melakukan kekerasan atau tindakan sewenang-wenang.

Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia:

Menyatakan anggota Polri tunduk pada hukum pidana umum dan kode etik.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP):

Pasal 422 KUHP: Jika penggeledahan disertai pemerasan atau untuk mendapat pengakuan/keterangan dengan paksa, dapat diancam pidana penjara (misal, 4 tahun).

Sanksi yang Diterapkan:

Sanksi Disiplin: Melalui sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang bisa berujung pada teguran, penempatan di tempat khusus, hingga pemberhentian tidak hormat.

Sanksi Pidana: Jika perbuatannya masuk kategori tindak pidana, seperti pemerasan atau penyalahgunaan wewenang, apakah sanksi pasal ayat di atas masih berlaku kepada rakyat kecil atau masyarakat awam mohon pak Kapolres PaLi untuk menindak lanjuti berita dari media ini.

Kami dari media online warta.in, sampai berita ini di terbitkan belum bisa mengkonfirmasi mengenai kejadian tersebut kepada Satres polres Pali dan tidak mendapat kontrak telpon namun kami dapat keterangan dari pihak korban tersebut seperti yang di jelaskan di atas.

(Team/red)

Coffee Morning di RSUD CAM, Wali Kota Pastikan Gaji ASN dan Layanan Publik Tetap Berjalan Aman.

0

Warta.in Jabar ◊ Kamis, 22 Januari 2026.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto memastikan Pemerintah Kota Bekasi terus menjaga pembayaran gaji ASN dan pelayanan publik tetap berjalan meski menghadapi tantangan keuangan daerah.

“Gaji Januari mudah-mudahan tidak ada yang tertunda. Prosesnya sedang kami selesaikan karena ada tahapan administrasi,” ujar Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto (21/1/2026).

 

Wali Kota Bekasi menjelaskan, kondisi anggaran saat ini merupakan kelanjutan kebijakan sebelumnya, termasuk pengaturan TPP guru, sehingga perlu kehati-hatian. “Kalau disamakan tanpa perhitungan, anggaran bisa jebol. Kita harus realistis dengan kemampuan daerah,” katanya.

Tri Adhianto menegaskan pembiayaan petugas lapangan tetap menjadi prioritas. “Petugas kebersihan, pasukan katak, dan operator alat berat harus tetap jalan. Kalau tidak, sampah menumpuk dan banjir sulit ditangani,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Bekasi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai keterbatasan selama satu tahun pemerintahan.

“Kalau masih ada kekurangan, saya mohon maaf. Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik,” ucapnya.

Terkait layanan kesehatan, Tri Ardhianto menyebutkan pelayanan secara umum berjalan, meski ada catatan terkait ICU, PICU, alat operasi, dan lift rumah sakit.

“Semua masukan kami terima dan sedang dibenahi bertahap,” jelasnya.

Tri Adhinto menambahkan, pemerintah daerah melakukan efisiensi internal karena adanya belanja wajib dan Proyek Strategis Nasional, termasuk pengelolaan sampah. “Kita lakukan efisiensi agar kewajiban tetap berjalan dan ke depan bebannya bisa berkurang,” katanya.

Menutup pernyataannya, Tri Adhianto yang hadir pada coffee morning bersama aparatur yang berada di RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid menegaskan tanggung jawabnya sebagai wali kota.

“Kondisinya memang tidak mudah, tapi dengan kebersamaan kita bisa melewatinya. Ini menjadi tanggung jawab saya,” tutupnya.

(JS)