33 C
Jakarta
Rabu, Mei 6, 2026
Beranda blog Halaman 294

Demi Ciptakan Wilayah Kondusif Dan Cegah 4C Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Malam Hari

0

Demi Ciptakan Wilayah Yang Kondusif Dan Cegah 4C Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Dalam upaya mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas), personel Polsek Ngimbang melaksanakan patroli Blue Light secara dialogis di wilayah hukumnya, Sabtu malam (17/01/2026).

Kegiatan patroli yang berlangsung mulai pukul 22.30 WIB hingga selesai Patroli Blue Light di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigadir Bayu untuk menyasar sejumlah titik vital di Kecamatan Ngimbang yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Patroli dilakukan dengan pendekatan humanis melalui dialog langsung bersama masyarakat.

Adapun sasaran patroli Blue Light meliputi Jalan poros Ngimbang- Jombang, BRI Ngimbang dan Pasar Ngimbang serta kelompok pemuda yang lagi nongkrong untuk memberikan himbauan kamtibmas kepada pemuda-pemudi yang berkumpul hingga larut malam, jalur lalu lintas yang kerap dijadikan arena balap liar, pertokoan atau ruko yang rawan tindak kejahatan, serta area parkir warung kopi dan tempat-tempat yang ramai pengunjung.

Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Ngimbang menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminal.

 

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, “menyampaikan bahwa patroli dialogis ini merupakan langkah preemtif dan preventif Polri untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat”.

Dari hasil patroli menunjukkan hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus menonjol terkait guantibmas. Secara umum situasi di wilayah Kecamatan Syamtalira Bayu terpantau aman dan kondusif,ujar Kapolsek Ngimbang

Polsek Ngimbang juga mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas dengan menghubungi 110 atau mendatangi langsung Polsek Ngimbang, sehingga dapat segera ditindaklanjuti, pungkasnya (roy)

Gabungan Rukun Nelayan Brondong Gelar Petik Laut, 16 Tonglek Hadir dari 4 Kabupaten

0

Gabungan Rukun Nelayan Brondong Gelar Petik Laut, 16 Tonglek Hadir dari 4 Kabupaten

LAMONGAN// Warta. In, 17.januari.2026 –Rukun Nelayan Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, menggelar acara Petik Laut

Acara ini dimeriahkan dengan kehadiran 16 grup Tonglek dari beberapa daerah, di antara 4 Kabupaten..,
Lamongan,Tuban,Bojonegoro,dan Gersik, pada Minggu (17/01/2026)

Petik Laut merupakan tradisi tahunan yang dilakukan oleh nelayan untuk memohon keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan bagi masyarakat nelayan.

16 grup Tonglek yang hadir berasal dari 4 Kabupaten,Lamongan,Bojonegoro,Tuban,dan Gersik.semua membawa kesenian dan kebudayaan masing-masing. Mereka menampilkan pertunjukan yang memukau dan menghibur masyarakat.

Acara ini juga di hadiri oleh tokoh”penting,seperti Bapak Ndan Ramel Muchtarul Amin Lettu ,Bapak Polsek Iptu Ahmad Zainudin S,H, Ibu Camat Brondong Nurul Khumaidah,S,H,M,M. dan Bapak Lurah Brondong Muhammad Riadol S.H,yang menunjukkan dukungan mereka terhadap kegiatan masyarakat nelayan.

Acara Petik Laut ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga laut dan sumber daya alam, serta mempererat hubungan antar masyarakat nelayan. (**).

Dana Desa Jadi Ladang Korupsi, TGR dan Pendamping Desa Disorot

0

Dana Desa Jadi Ladang Korupsi, TGR dan Pendamping Desa Disorot

Warta In Jabar | Subang — Program Dana Desa yang digulirkan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa kembali menuai sorotan tajam. Alih-alih menjadi pengungkit kemajuan desa, Dana Desa justru kerap disalahgunakan dan menyeret ratusan aparatur desa ke ranah hukum.

Dalam rentang waktu 2022 hingga 2025, kasus korupsi Dana Desa terus bermunculan. Hingga tahun 2024, tercatat sedikitnya 973 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Dana Desa.

Ironisnya, sekitar 50 persen dari jumlah tersebut merupakan kepala desa, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam mewujudkan tata kelola anggaran desa yang jujur, transparan, dan akuntabel.
Kondisi ini sejalan dengan pernyataan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung yang menyebutkan bahwa tren korupsi Dana Desa yang melibatkan kepala desa terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Lemahnya pengawasan serta rendahnya pemahaman tata kelola keuangan desa dinilai menjadi faktor utama Dana Desa tetap menjadi sektor rawan penyimpangan.

Berbagai modus korupsi pun berulang, mulai dari penggelembungan anggaran proyek, laporan fiktif, pemotongan dana, hingga penggunaan Dana Desa untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Memasuki tahun 2025, tren tersebut belum menunjukkan penurunan.

Sepanjang tahun ini saja, tercatat 477 kepala desa kembali terjerat kasus korupsi Dana Desa.

Selain itu, mekanisme Tuntutan Ganti Rugi (TGR) juga menuai kritik. Sejumlah kalangan menilai TGR berpotensi menjadi celah penyelesaian administratif yang justru menahan terbongkarnya praktik korupsi secara pidana.

Tanpa skema TGR, bukan tidak mungkin jumlah aparat desa yang diproses hukum akan jauh lebih besar. Mekanisme ini dinilai minim efek jera dan berisiko melemahkan upaya penegakan hukum.

Sorotan tajam juga diarahkan pada peran pendamping desa. Pemerhati pembangunan desa, Riki Damayanto, menuturkan bahwa keberadaan pendamping desa saat ini dinilai belum memberikan pengaruh signifikan dalam mencegah penyimpangan Dana Desa.

Menurut Riki, peran pendamping desa di lapangan nyaris tidak dirasakan oleh masyarakat. Ia bahkan menantang publik untuk bertanya langsung kepada warga desa secara jujur terkait sejauh mana peran pendamping desa benar-benar berjalan.

“Faktanya, tidak ada satu pun berkas pengajuan, laporan pertanggungjawaban (LPJ), atau dokumen yang berkaitan dengan Dana Desa yang mewajibkan persetujuan pendamping desa. Mereka pada praktiknya hanya menjadi pelengkap administrasi dan penonton di lapangan,” ujar Riki.

Lebih lanjut, Riki menegaskan bahwa pendamping desa tidak memiliki kewenangan apa pun ketika terjadi penyimpangan.

“Jika ada pelanggaran, pendamping hanya bisa melapor ke Inspektorat Daerah. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan atau mencegah penyimpangan sejak awal,” tegasnya.

Ia menilai kondisi tersebut sebagai kegagalan sistemik dalam pengawasan Dana Desa. Oleh karena itu, Riki mendesak kementerian terkait untuk segera melakukan evaluasi nasional terhadap pendamping desa di seluruh Indonesia.

“Jumlah pendamping desa mencapai ribuan orang dan seluruhnya digaji menggunakan uang rakyat. Jika perannya tidak efektif dalam mencegah korupsi Dana Desa, maka keberadaan mereka patut dipertanyakan dan harus dievaluasi secara serius,” tandasnya.

Meningkatnya kasus korupsi Dana Desa menjadi peringatan keras bagi pemerintah dan aparat penegak hukum. Penguatan pengawasan, pembenahan mekanisme TGR, evaluasi menyeluruh terhadap pendamping desa, serta peningkatan transparansi dan partisipasi masyarakat dinilai harus dilakukan secara bersamaan dan berkelanjutan.

Tanpa langkah tegas dan pembenahan menyeluruh, Dana Desa yang diharapkan menjadi tulang punggung pembangunan pedesaan justru berpotensi terus berubah menjadi ladang korupsi yang merugikan masyarakat desa.

Polsek Torgamba Ungkap Kasus Curas di Toko Ballonize, Pelaku Ditangkap di Kotapinang

0

Warta.in Labuhanbatu Selatan – Kepolisian Sektor (Polsek) Torgamba, Polres Labuhanbatu Selatan, berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di wilayah hukumnya. Seorang pelaku berhasil diamankan setelah sempat melarikan diri usai beraksi di sebuah toko di Jalan Lintas Sumatera, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba.

Kapolsek Torgamba, AKP Syamsul Adhar, S.H., M.H., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 20.30 WIB, tepatnya di Toko Ballonize, Dusun Cikampak Permai, Desa Aek Batu.

“Korban saat itu sedang menjaga toko seorang diri. Pelaku datang berpura-pura menanyakan pemilik toko, lalu secara tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam jenis kris dan mengancam korban,” ujar AKP Syamsul Adhar saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).

Korban diketahui bernama Nanda Febryana br Aritonang (21). Dalam kondisi terancam, korban dipaksa menyerahkan handphone, kunci sepeda motor, serta satu unit laptop, sebelum pelaku menyuruh korban masuk ke kamar mandi dan melarangnya berteriak.

“Pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor korban ke arah Kotapinang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materi sekitar Rp4,2 juta,” jelas Kapolsek.

Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Torgamba langsung melakukan penyelidikan. Titik terang muncul pada Jumat, 16 Januari 2026, ketika polisi mendapat informasi bahwa pelaku berada di Kotapinang dan bekerja sebagai kuli bangunan.

“Kemudian kami memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Torgamba, IPDA Bambang Purwanto untuk berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Labuhanbatu Selatan. Alhamdulillah, sekitar pukul 12.00 WIB, pelaku berhasil kami amankan tanpa perlawanan,” ungkap AKP Syamsul Adhar.

Pelaku yang diamankan berinisial A M (44), warga Bloksongo, Desa Sisumut, Kecamatan Kotapinang. Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui seluruh perbuatannya dengan motif ekonomi, yakni ingin mendapatkan keuntungan dari hasil pencurian.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam BK 3059 ZAK dan satu jaket sweater warna merah.

Saat ini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 479 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Polisi juga telah melakukan sejumlah tindakan lanjutan, mulai dari olah TKP, penyitaan barang bukti, hingga hal-hal yang terkait.

“Kami berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat. Setiap tindak kejahatan yang meresahkan warga akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas AKP Syamsul.

Ke depan, Polsek Torgamba akan melaksanakan pemeriksaan lanjutan, gelar perkara, penahanan tersangka, melengkapi berkas penyidikan, serta mengirimkan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). (RN)

Work-Life Balance Kunci Utama Kinerja Pekerja Wanita Pertamina IHC.

0

Tim peneliti dari Universitas Pamulang yang dipimpin oleh Dr. Ir. Hj. Hamsinah. B., M.Si., bersama Dr. Denok Sunarsi, S.Pd., M.M., CHt., dan Eni Nuraeni, S.Tr.Keb., baru saja merampungkan studi mendalam mengenai dinamika produktivitas perempuan di sektor kesehatan. Penelitian yang mengambil objek di Klinik Pertamina IHC ini berhasil mengungkap bahwa faktor work-life balance atau keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan menjadi penentu utama dalam mendongkrak kinerja pekerja wanita secara signifikan. Melalui dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI dalam skema Hibah Bima 2025, penelitian ini melibatkan 188 responden dan 9 narasumber informan yang tersebar di berbagai cabang mulai dari Jakarta, Jawa Barat, hingga Kalimantan.

Dalam temuan studinya, Dr. Ir. Hj. Hamsinah. B., M.Si. dan tim menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan fasilitas fisik dan sosial di lingkungan kerja berperan besar dalam menciptakan kebahagiaan serta kenyamanan bagi pekerja wanita yang sering kali memikul peran ganda. Fasilitas yang memadai terbukti mampu menurunkan tingkat stres kerja, sehingga para karyawan perempuan dapat memberikan pelayanan kesehatan secara optimal. Meski demikian, penelitian ini juga mencatat adanya tantangan pada sisi kebijakan perusahaan, di mana meskipun secara administratif sudah sangat mendukung, implementasi di lapangan masih menunjukkan ketidaksamaan persepsi antar-unit cabang yang perlu segera diselaraskan.

Selain aspek fasilitas dan kebijakan, dukungan pimpinan muncul sebagai faktor penguat yang tidak kalah penting dalam membangun budaya kerja yang positif. Tim peneliti menemukan bahwa pimpinan yang mampu memberikan dukungan emosional, bimbingan, serta komunikasi yang inspiratif akan mendorong loyalitas dan efisiensi kerja yang lebih tinggi. Lingkungan yang suportif dari atasan membantu pekerja wanita merasa dihargai, yang pada akhirnya memicu mereka untuk memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.

Sebagai langkah strategis ke depan, tim peneliti merekomendasikan agar manajemen Klinik Pertamina IHC melakukan evaluasi fasilitas secara berkala untuk terus menyesuaikan dengan kebutuhan dinamis para pekerja perempuan. Selain itu, penting bagi organisasi untuk menyosialisasikan kebijakan pendukung secara merata serta membekali para pimpinan dengan kemampuan mentoring yang empatik. Tim peneliti juga menyarankan agar indikator keseimbangan hidup atau work-life balance diintegrasikan ke dalam penilaian kinerja utama perusahaan guna memastikan produktivitas yang berkelanjutan dan iklim kerja yang lebih inklusif bagi perempuan di masa depan.

Seorang Remaja Hilang Terseret Arus Saat Berburu di Area Proyek Ambrol Sungai Paseban

0
Keterangan foto : Lokasi kejadian

Warta.in, Jember – Aktivitas berburu yang dilakukan di area proyek ambrol berakhir tragedi. Suasana lengang di sungai Tanggul, Dusun Paseban, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, mendadak berubah mencekam setelah seorang remaja dilaporkan hanyut dan tenggelam di aliran sungai tersebut.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 13.30 WIB, tepatnya di area proyek milliyaran rupiah yang dilaporkan ambrol, dengan titik koordinat -8.440914, 113.586366.

Korban diketahui bernama Iqbal (19), remaja asal Dusun Krajan, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.

Berdasarkan keterangan para saksi, tragedi ini bermula sejak pagi hari. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban bersama 13 orang temannya berangkat menuju Desa Paseban dengan tujuan berburu (hunting) menembak biawak di bantaran Sungai Tanggul, tepatnya di lokasi proyek milik Rajendra yang kini dilaporkan dalam kondisi ambrol dan rawan.

Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung melakukan aktivitas berburu. Seekor biawak yang menjadi sasaran diketahui berada di dalam aliran sungai. Sekitar pukul 11.30 WIB, hewan tersebut berhasil dilumpuhkan, namun posisinya masih berada di tengah sungai dengan arus deras.

Tanpa mempertimbangkan faktor keselamatan, korban Iqbal Khoirul Anwar berinisiatif melompat ke sungai untuk mengambil hasil buruan tersebut bersama tiga rekannya, yakni Adam, Ilham, dan Sandi.

Namun situasi mendadak berubah menjadi mencekam. Derasnya arus Sungai Tanggul tak mampu dilawan. Satu per satu teman korban berhasil menyelamatkan diri ke tepi sungai. Namun saat mereka menoleh kembali, Iqbal sudah tidak terlihat.

Korban diduga terseret arus deras dan tenggelam, memicu kepanikan serta teriakan histeris dari rekan-rekannya di bantaran sungai. Upaya pencarian spontan sempat dilakukan oleh saksi bernama Noval bersama teman-temannya dengan menyusuri aliran sungai sambil memanggil nama korban. Namun hasilnya nihil. Sungai yang semula menjadi lokasi berburu kini berubah menjadi saksi bisu hilangnya nyawa seorang remaja.

Kapolsek Kencong, AKP Sunarto, S.H., membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa lokasi kejadian memang masuk dalam kategori rawan dan berbahaya. Ia menyampaikan, sesaat setelah menerima laporan dari warga, pihak kepolisian langsung bergerak cepat.

Keterangan Foto : Aparat keamanan beserta warga yang akan melakukan pencarian.

“Begitu kami menerima laporan adanya korban yang hanyut, saya langsung memerintahkan anggota Polsek Kencong untuk segera menuju lokasi kejadian dan membantu proses pencarian bersama TNI, Tim SAR, relawan, serta warga setempat,” ujar AKP Sunarto,

Menurutnya, sejumlah personel kepolisian diterjunkan untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian sekaligus membantu penyisiran aliran Sungai Tanggul dari titik awal korban diduga terseret arus. Hingga saat ini, upaya pencarian masih terus dilakukan secara intensif.

AKP Sunarto juga mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak melakukan aktivitas berisiko di kawasan sungai yang memiliki arus deras.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak beraktivitas di sungai dengan arus deras, baik untuk berburu maupun kegiatan lainnya. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali” Tegasnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait guna meningkatkan pengawasan dan memasang tanda peringatan di titik-titik rawan.

“Ke depan, kami akan mendorong adanya pengamanan tambahan di area-area berbahaya guna mencegah terjadinya korban jiwa” Pungkas AKP Sunarto.

Brigade Pangan Dorong Stabilitas Produksi Pangan, Petani Rembang Kini Makin Siap di MT 2 dan MT 3

0

Warta.in || Jateng Rembang || Pemerintah Kabupaten Rembang terus memperkuat upaya menjaga stabilitas produksi pangan daerah. Salah satu langkah strategis yang memberikan dampak signifikan adalah dukungan Brigade Pangan dalam membantu petani mengoptimalkan lahan pada musim tanam berisiko tinggi, khususnya pada MT 2 dan MT 3.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menjelaskan bahwa Brigade Pangan merupakan inisiatif Kementerian Pertanian yang melibatkan petani milenial untuk memperkuat ketahanan pangan daerah serta memastikan produksi tetap stabil.

“Tugas Brigade Pangan adalah memastikan produksi pangan kita tetap aman dalam kategori swasembada pangan. PR kita ada di MT 2 dan MT 3 karena kekurangan air, sehingga petani tidak berani mengambil risiko tanam. Di situlah Brigade Pangan mengambil peran untuk membantu petani mengoptimalkan lahan,” terangnya.

Selama ini, sebagian petani di Kabupaten Rembang mengurangi aktivitas tanam pada MT 2 dan MT 3 akibat keterbatasan pengairan. Melalui pendampingan teknis dari Brigade Pangan, petani kini semakin siap memulai tanam karena mendapat dukungan dalam pengolahan lahan, penyediaan bibit, hingga penanaman.

Divisi Pembibitan dan Operator Brigade Pangan Wilayah Tengah, Muhamad Winardi, menyampaikan bahwa Brigade Pangan terbagi ke dalam tiga wilayah kerja—barat, tengah, dan timur—masing-masing diperkuat 15 personel, mayoritas petani muda. Pembagian wilayah tersebut mempermudah pendampingan lapangan secara lebih cepat dan terarah.

Ia menjelaskan bahwa terdapat dua skema layanan yang dapat dimanfaatkan petani. Pertama, lahan dikelola sepenuhnya oleh Brigade Pangan tanpa biaya awal dengan pembagian hasil panen sebesar 30 persen untuk pemilik lahan. Kedua, petani dapat memilih layanan tertentu dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan pengolahan mandiri.

“Contohnya di Ketanggi, kami membantu pembibitan dan penanaman di lahan seluas 1.000 meter persegi dengan biaya Rp350 ribu. Ini lebih hemat dan biaya operasional petani menjadi lebih irit,” jelasnya.

Pada MT 1 tahun ini, permintaan layanan Brigade Pangan meningkat, terutama untuk penyediaan bibit dan penanaman. Meskipun pasokan air melimpah, banyak bibit di lapangan yang menua sehingga membutuhkan penanganan tambahan.

“Sekarang air memang melimpah, tetapi bibit sudah menua. Peran Brigade Pangan menyediakan bibit dan membantu penanaman. Dalam 15 hari ke depan, kami akan membantu petani di Mondoteko,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Rembang berharap kehadiran Brigade Pangan dapat terus mendukung kesiapan petani dalam memanfaatkan seluruh musim tanam, sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan daerah secara berkelanjutan.

( wik )

Wabup PALI Tinjau RSUD H. Anwar Mahakil, Pastikan Layanan BPJS dan Kesehatan Berjalan Optimal.

0

Sumatra Selatan (PALI), Warta.in

PALI — Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Iwan Tuaji, S.H., melakukan kunjungan langsung ke RSUD H. Anwar Mahakil, Sabtu (17/01/2026), untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan dan kepesertaan BPJS Kesehatan yang sempat dinonaktifkan bagi sebagian warga.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten PALI dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati didampingi Asisten III Administrasi Umum Setda PALI Haryono, S.H., M.H., perwakilan Inspektorat PALI Muhammad Anthoni, S.H., M.H., Direktur RSUD H. Anwar Mahakil, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Di hadapan jajaran direksi dan manajemen RSUD H. Anwar Mahakil, Iwan Tuaji menegaskan pentingnya pelayanan kesehatan yang cepat, responsif, dan humanis. Ia menilai kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh terhambat oleh persoalan administratif.

“Kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Rumah sakit harus hadir memberikan pelayanan yang cepat, humanis, dan tidak membuat masyarakat bingung, apalagi khawatir,” tegas Iwan Tuaji.

Selain berdialog dengan manajemen rumah sakit, Wakil Bupati juga meninjau langsung ruang rawat inap dan Unit Gawat Darurat (UGD). Ia memastikan proses aktivasi serta pengelolaan layanan BPJS Kesehatan berjalan sesuai ketentuan dan jenis pelayanan yang diterima pasien, baik pasien terapi maupun pasien penyakit umum.

Kepada awak media, Iwan Tuaji mengimbau masyarakat PALI agar tidak ragu untuk berobat ke puskesmas maupun RSUD H. Anwar Mahakil.

“Pemerintah daerah hadir dan bertanggung jawab. Masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar terkait BPJS. Pelayanan kesehatan tetap berjalan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Asgianto, S.T. bersama Wakil Bupati, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah, sejalan dengan visi PALI Menuju Indonesia Emas.

“Kami berkomitmen menyelesaikan permasalahan BPJS secepat mungkin. Atas nama pemerintah daerah, saya mengapresiasi Direktur RSUD H. Anwar Mahakil beserta seluruh tenaga kesehatan yang telah melayani masyarakat,” katanya.

Usai dari RSUD, Wakil Bupati melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Karta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, untuk melihat langsung kondisi pelayanan serta berdialog dengan masyarakat dan tenaga kesehatan. Ia berharap RSUD dan puskesmas dapat lebih aktif menyampaikan informasi pelayanan dan BPJS melalui kanal resmi pemerintah.

“Transparansi informasi adalah kunci agar masyarakat merasa tenang dan percaya terhadap layanan kesehatan yang disediakan pemerintah,” pungkasnya.

(Team/red)

Laporan Polisi bagi Pengacara dan Pelapor: Dasar Hukum dan Perlindungan Hak

0

Wartain Banten | Hukum | 17 Januari 2026  — Laporan polisi merupakan salah satu dokumen vital dalam sistem hukum di Indonesia yang memiliki fungsi penting bagi pelapor maupun pengacara. Dokumen ini menjadi pijakan hukum yang memungkinkan pengacara bertindak atas nama klien serta menjamin proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi pelapor, laporan polisi berperan sebagai sarana resmi untuk melaporkan dugaan tindak pidana kepada pihak kepolisian. Keberadaan laporan tersebut memberikan perlindungan hukum kepada pelapor sekaligus menjadi awal dimulainya tahapan penyelidikan dan penyidikan sebagai bagian dari penegakan hukum.

Adapun bagi pengacara, laporan polisi berfungsi sebagai dasar formal dalam melakukan langkah-langkah hukum untuk mewakili klien. Tanpa adanya dokumen ini, pengacara tidak memiliki dasar yang sah untuk memberikan pendampingan hukum, mengajukan keberatan, maupun melakukan pembelaan di hadapan pengadilan.

Praktisi hukum dari DSP Law Office menyampaikan bahwa laporan polisi perlu dibuat secara menyeluruh dan tepat, mencakup identitas pelapor, uraian peristiwa, serta bukti pendukung yang berkaitan. Kelengkapan dan ketelitian tersebut bertujuan agar proses hukum dapat berlangsung secara profesional, terbuka, dan memberikan keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Jenis laporan polisi memiliki beragam bentuk, mulai dari laporan atas pelanggaran ringan hingga perkara yang membutuhkan tahapan penyidikan lanjutan. Laporan tersebut dimanfaatkan oleh pengacara sebagai acuan untuk menentukan strategi hukum yang sesuai, memberikan pendapat hukum, serta menjaga dan memperjuangkan hak-hak klien sepanjang proses penyelidikan hingga persidangan.

Dengan pemahaman yang memadai mengenai peran dan kegunaan laporan polisi, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya dokumen ini dalam memberikan perlindungan hukum, sekaligus memastikan pengacara dapat menjalankan kewenangannya secara legal dan profesional.(WartainBanten)

Isra Mikraj Momentum Personil Polres Meranti Tingkatkan Ibadah dan Keimanan

0

Meranti – Polres Kepulauan Meranti memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Mesjid Ar- Rahman Polres Meranti Jalan Gogok Darussalam Jumat (16/1/2026) Malam.

Selain itu, Kegiatan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Polres Kepulauan Meranti berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta mendapat respon positif dari personel dan tamu undangan yang hadir serta memberikan santunan anak yatim 10 Orang Oleh Polres Kepulauan Meranti.

Adapun Penyampaian Ceramah Agama Terkait Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang di sampaikan oleh Ustadz Muhamad Rizky, S Ag mengatakan Adapun peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW merupakan mukjizat yang sangat agung dan menjadi bukti kebesaran Allah SWT kepada Rasul-Nya, serta mengandung banyak pelajaran penting bagi umat Islam dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

“Dalam peristiwa Isra Mikraj tersebut, Nabi Muhammad SAW menerima perintah kewajiban melaksanakan shalat lima waktu, yang hingga saat ini menjadi ibadah pokok dan tiang agama bagi umat Islam. Oleh karena itu, shalat harus dilaksanakan secara tepat waktu, disiplin, dan penuh keikhlasan,” kata Ustadz.

Kata Ustadz, sholat memiliki peran penting dalam membentuk akhlak dan kepribadian seorang muslim, karena shalat yang dilaksanakan dengan khusyuk dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar.

“Dengan Pentingnya meneladani sifat dan akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati antar sesama, Meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada anak yatim dan kaum dhuafa, sebagai wujud pengamalan ajaran Islam dan bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kasubbagdalops Bag Ops Polres Kepulauan AKP Hendri juga berpesan bahwa Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta pembinaan mental dan rohani personel Polres Kepulauan Meranti melalui pemahaman nilai-nilai keagamaan yang disampaikan dalam ceramah.

” Polres Kepulauan Meranti dalam hal ini juga memberikan santunan kepada anak yatim merupakan bentuk kepedulian sosial Polres Kepulauan Meranti dan dapat mempererat hubungan silaturahmi antara institusi Polri dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa dalam Materi ceramah yang disampaikan relevan dengan pelaksanaan tugas personel Polri, khususnya dalam menanamkan nilai disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan integritas melalui pemahaman kewajiban ibadah shalat.

” Secara keseluruhan, kegiatan ini mendukung program pembinaan Personel Polri dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang beriman, berakhlak mulia, dan profesional dalam menjalankan tugas,” tukasnya.