27.4 C
Jakarta
Kamis, April 30, 2026
Beranda blog Halaman 336

Sentuh Anak Spesial, PTBA Wujudkan Pendidikan Inklusif Lewat Kelas Kreasi

0

Warta In.

*Muara Enim, 19Desember 2025 -* PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif melalui pelaksanaan Kelas Kreasi Volume 5 bertajuk “Melukis Cantik di Atas Totebag” di Sekolah Luar Biasa (SLB) Autis Karunia, Desa Tegal Rejo, Muara Enim, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan yang diikuti oleh 20 siswa berkebutuhan khusus ini sejatinya merupakan bagian dari program BUMN Goes to School yang diinisiasi oleh PTBA. Melalui program ini, PTBA berupaya memberikan ruang pengembangan kreativitas sekaligus membangun kepercayaan diri anak-anak spesial.

Didampingi oleh lima relawan, para siswa dengan penuh antusias menuangkan imajinasi mereka ke atas totebag polos yang dijadikan media lukis. Aktivitas melukis dipilih karena dinilai efektif dalam melatih keterampilan motorik halus serta menjadi sarana ekspresi yang positif bagi para siswa.

“Kami memilih SLB Autis Karunia karena Kelas Kreasi dan PTBA ingin menyentuh kalangan anak-anak spesial. Ini bukan hanya tentang memberikan pelatihan, tetapi juga tentang melihat dan mendukung pengembangan bakat serta keterampilan luar biasa yang dimiliki oleh para siswa,” ujar Weny Yuliastuti, Micro & Small Enterprise Funding Section Head PTBA.

Weny menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan visi PTBA dalam berkontribusi terhadap pendidikan dan pengembangan diri yang inklusif, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensinya.

Plt Ketua SLB Autis Karunia, Essy Wijayanti menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini. Menurutnya, program Kelas Kreasi memberikan dampak positif bagi para siswa.

“Kami sangat berterima kasih kepada PTBA atas kepeduliannya. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami karena melalui melukis mereka dapat menyalurkan emosi dan kreativitas. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Beragam karya unik dihasilkan dalam kegiatan ini, mulai dari motif bunga, bentuk geometris, hingga abstrak penuh warna. Setiap totebag mencerminkan imajinasi dan karakter masing-masing siswa, menjadikannya lebih dari sekadar tas, tetapi juga karya seni yang bermakna.

Melalui kegiatan ini, PTBA menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program sosial yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas di berbagai lapisan masyarakat.

(Zulkifli)

Polda Lampung Gelar Sosialisasi Pemahaman KUHP Dan KUHAP Baru Bagi Penyidik

0

LAMPUNG.Warta.in – Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan pemahaman hukum bagi penyidik penegak hukum, Polda Lampung menggelar kegiatan Sosialisasi Urgensi Penyidik Polri dalam Memahami Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru.

Acara dibuka secara resmi di Ballroom Hotel Emersia Bandar Lampung pada Kamis (18/12/2025).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf didampingi oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto serta Dirreskrimsus, Dirreskrimum, Dirresnarkoba, Dirpolairud, Dirsamapta, Dirlantas, Kabid Humas, dan Kabid Kum Polda Lampung.

Sosialisasi diikuti oleh seluruh personel penyidik dan penyidik pembantu dari Polda Lampung dan Polres jajaran yang secara langsung terlibat dalam proses penegakan hukum.

Dalam sambutannya, Kapolda Lampung menekankan pentingnya penyegaran dan pendalaman terhadap perubahan mendasar dalam KUHP dan KUHAP baru, yang mengedepankan pendekatan hukum yang korektif, restoratif, dan rehabilitatif.

“KUHP nasional akan segera diberlakukan pada tanggal 2 Januari 2026, dan KUHAP juga telah disahkan oleh DPR RI pada tanggal 18 November 2025 yang lalu, dan akan segera diberlakukan secara efektif bersamaan dengan KUHP BARU,” Ujarnya

“KUHAP yang baru tidak dimaksudkan untuk memperbesar kewenangan Polri sebagai unsur penegak hukum, akan tetapi untuk mendudukkan Polri sebagai fungsi penegak hukum secara profesional dan proporsional. Dengan demikian Polri khususnya penyidik dituntut lebih profesional dalam menjalankan tugas penegakan hukum,”

“Yang diamanatkan oleh Presiden Prabowo sebagaimana disampaikan oleh bapak Kapolri, bahwa salah satu syarat keberhasilan negara adalah sistem hukum yang menjamin keadilan bagi rakyatnya, maka Polri sebagai garda terdepan dalam proses penegakan hukum memiliki tantangan yang besar dengan adanya pemberlakuan KUHP dan KUHAP yang baru,” Ucap Kapolda.

Lebih lanjut Kapolda mengingatkan untuk seluruh personel khususnya pada fungsi penyidik,

“Tingkatkan pemahaman kita pada aturan – aturan baru baik KUHP, KUHAP serta aturan pelaksanaan lainnya, agar penerapan dilapangan semakin tepat dan profesional. Sebagai penyidik, kita harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai ini dalam setiap tahap penyidikan, mulai dari penyelidikan hingga proses hukum lanjutan.” Tambahnya

“Sosialisasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa seluruh personel penyidik di jajaran Polda Lampung tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara praktis, humanis, dan berintegritas. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum oleh Polri akan semakin kuat.” Tutup Kapolda

Kegiatan ini merupakan komitmen Polda Lampung dalam meningkatkan kompetensi SDM penyidik, sekaligus menyelaraskan penegakan hukum dengan perkembangan regulasi dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Diharapkan, seluruh peserta dapat mengikuti dan menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mendukung penegakan hukum yang lebih profesional dan transparan.(Asih)

Wakapolda Lampung Pimpin Tactical Floor Game Persiapan Pengamanan Operasi Lilin Krakatau 2025

0

Lampung,Warta.in – Pastikan kesiapan operasional yang matang dan saling bersinergi, Polda Lampung melaksanakan Tactical Floor Game (TFG) sebagai bagian dari persiapan pengamanan Operasi Lilin Krakatau 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung GSG Presisi Polda Lampung pada Kamis (18/12/2025).

TFG dipimpin langsung oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto dan dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama Polda Lampung, Kapolresta Bandar Lampung, Kapolres Lampung Selatan, serta personel yang terlibat dalam pelaksanaan Operasi Lilin Krakatau 2025.

Tactical Floor Game merupakan tahapan penting dalam melaksanakan Operasi Krakatau 2025 untuk memantapkan kesiapsiagaan, menyamakan persepsi dan menguji rencana operasi serta mengoptimalkan koordinasi antar satker dan fungsi terkait.

TFG difokuskan pada penajaman strategi penempatan personel, mekanisme dan SOP pengamanan operasi , dan kecepatan respons di lapangan.

Dalam kesempatan ini Wakapolda Lampung Brigjen Pol Sumarto menjelaskan bahwa,

“Tactical Floor Game ini adalah bentuk keseriusan Polda Lampung dalam mempersiapkan pengamanan Operasi Lilin Krakatau 2025. Melalui simulasi ini, kami menguji dan menyempurnakan setiap skenario pengamanan, mulai dari penanganan keramaian, pengaturan lalu lintas, hingga antisipasi situasi bencana darurat,” Ujarnya

“Polda Lampung menginstruksikan agar seluruh jajaran memiliki pemahaman yang sama, respons yang terukur, dan koordinasi yang cepat dan tepat. Dengan persiapan yang matang melalui TFG, kami yakin pelaksanaan operasi nantinya akan berjalan efektif, efisien, dan mampu memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” Tambahnya.

Wakapolda Lampung menekankan, “Pahami setiap skenario yang di simulasikan, Perkuat koordinasi dan komunikasi lintas fungsi dan instansi, utamakan lngkah preemtif dan preventif kepada masyarakat, pastikan kesiapan personil sarana prasarana dan dukungan logistik, kedepankan pelayanan yang humanis kepada masyarakat serta tingkatkan kedisiplinan dalam melaksanakan tugas kepada masyarakat.” Tegas Wakapolda

Operasi Lilin Krakatau 2025 akan dilaksanakan mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan melibatkan ribuan personel gabungan untuk menjaga stabilitas kamtibmas di seluruh wilayah Lampung.(Asih)

Perencanaan Dinilai Kurang Tepat, Program Upland Nanas di Subang Dikhawatirkan Gagal Panen

0

Perencanaan Dinilai Kurang Tepat, Program Upland Nanas di Subang Dikhawatirkan Gagal Panen

Subang, Warta In Jabar – Program Upland yang menjadi salah satu program unggulan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendorong pengembangan sektor pertanian di wilayah dataran tinggi, kini menuai sorotan di Kabupaten Subang. Perencanaan yang dinilai kurang tepat memunculkan kekhawatiran akan terjadinya gagal panen pada komoditas nanas.

Pada tahun anggaran 2025, Kabupaten Subang melalui Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) menjadi salah satu penerima Program Upland dengan nilai anggaran sebesar Rp10,2 miliar. Namun, dana yang akan dicairkan disebut hanya sebesar Rp7,6 miliar. Program tersebut difokuskan pada budi daya nanas dengan total luasan 170 hektare, terdiri dari 70 hektare lahan existing dan 98 hektare lahan new planting.

Kegiatan Upland ini melibatkan 11 kelompok tani yang tersebar di empat kecamatan, yakni Sagalaherang, Jalancagak, Ciater, dan Kasomalang. Adapun bantuan yang diberikan meliputi bibit nanas dengan alokasi 16 ribu batang per hektare, pupuk nitrogen, pupuk NPK, hand sprayer, mesin pemotong rumput, serta bantuan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) senilai Rp350 juta dengan spesifikasi panjang 1.000 meter dan lebar 2 meter.

Namun demikian, seorang warga sekaligus petani nanas yang ditemui Warta In saat meninjau salah satu lokasi kebun nanas menyampaikan kekhawatirannya. Ia mengaku bersyukur dan bangga atas adanya bantuan Program Upland, namun menilai waktu tanam yang dipilih kurang tepat.

“Secara teori nanas memang bisa ditanam kapan saja, tapi idealnya penanaman dilakukan pada bulan Agustus saat musim kemarau. Kalau ditanam November atau Desember yang notabene musim hujan, dikhawatirkan akar akan membusuk akibat kelembapan tanah yang terlalu tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, jika penanaman dilakukan pada bulan Agustus, maka ketika memasuki musim hujan pada November, akar tanaman sudah cukup kuat karena telah berumur sekitar tiga bulan. “Coba lihat nanti di bulan Februari hasilnya seperti apa. Saya menduga banyak bibit yang mati dan hasilnya tidak maksimal,” tambahnya.

Ia juga menyoroti jumlah bibit bantuan yang dinilai jauh dari ideal. “Untuk lahan datar, idealnya 40 ribu batang per hektare dengan jarak tanam 40 x 50 cm. Sedangkan untuk lahan miring antara 30 sampai 35 ribu batang per hektare. Bantuan yang hanya 16 ribu batang per hektare itu jelas sangat kurang,” tegasnya.

Selain itu, bantuan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) juga dinilai tidak mempertimbangkan kondisi lapangan. Pasalnya, setiap kelompok tani menerima nilai anggaran yang sama, padahal medan jalan berbeda-beda.

“Ada jalan yang datar, ada yang naik turun, bahkan ada yang melewati solokan kecil sehingga harus dibuat gorong-gorong. Apakah konsultan sebelumnya tidak melakukan survei lapangan?” katanya dengan nada mempertanyakan.

Ia berharap Program Upland benar-benar dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi petani. Namun, sebagai petani nanas yang telah puluhan tahun berkecimpung, ia menilai perencanaan awal sangat menentukan hasil akhir.

“Kalau dari awal perencanaannya sudah kurang baik, bagaimana mau menentukan hasil yang maksimal. Saya berharap program ini bukan sekadar untuk menyerap anggaran akhir tahun saja,” pungkasnya lirih.

Sementara itu, saat Warta In berupaya mengonfirmasi hal tersebut kepada Manajer Kegiatan Upland Nanas, Supriatana, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta Subang, melalui sambungan telepon seluler pada Jumat (19/12/2025), ia menyampaikan kesediaannya untuk memberikan klarifikasi secara langsung.

“Silakan bertemu hari Senin, 22 Desember 2025, pukul 08.00 WIB di kantor, karena saat ini banyak kegiatan,” ujarnya singkat.

**TIM**

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) lakukan operasi tangkap tangan (OTT)Kabupaten Bekasi Jabar

0

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyegelan terhadap ruang kerja Bupati Bekasi serta kantor Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bekasi di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis malam (18/12/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, sekitar pukul 19.00 WIB sejumlah penyidik KPK tiba secara tertutup dan langsung memasuki ruang kerja bupati. Dalam waktu singkat, penyidik melakukan penyegelan serta membawa keluar sejumlah dokumen dan berkas yang diduga berkaitan dengan proses penyidikan.

Selain ruang kerja bupati, kantor Disbudparpora Kabupaten Bekasi juga turut disegel. Langkah ini memicu perhatian publik dan spekulasi luas terkait penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Di tengah penyegelan tersebut, beredar informasi adanya dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. OTT itu diduga melibatkan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, Kepala Disbudparpora Kabupaten Bekasi Imam Nugraha, serta sejumlah pihak lainnya.

Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak KPK belum memberikan keterangan resmi terkait kebenaran informasi OTT maupun status hukum pihak-pihak yang disebutkan. Belum ada penjelasan terbuka mengenai perkara yang sedang ditangani penyidik.

Sementara itu, meski sejumlah ruangan disegel untuk kepentingan penyidikan, aktivitas pelayanan publik di lingkungan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi dilaporkan tetap berjalan normal.

Awak media masih terus melakukan upaya konfirmasi kepada pihak KPK dan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk mendapatkan informasi resmi dan perkembangan lanjutan.

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) lakukan operasi tangkap tangan(OTT)Kabupaten Bekasi J

0

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyegelan terhadap ruang kerja Bupati Bekasi serta kantor Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bekasi di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis malam (18/12/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, sekitar pukul 19.00 WIB sejumlah penyidik KPK tiba secara tertutup dan langsung memasuki ruang kerja bupati. Dalam waktu singkat, penyidik melakukan penyegelan serta membawa keluar sejumlah dokumen dan berkas yang diduga berkaitan dengan proses penyidikan.

 

Selain ruang kerja bupati, kantor Disbudparpora Kabupaten Bekasi juga turut disegel. Langkah ini memicu perhatian publik dan spekulasi luas terkait penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Di tengah penyegelan tersebut, beredar informasi adanya dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. OTT itu diduga melibatkan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, Kepala Disbudparpora Kabupaten Bekasi Imam Nugraha, serta sejumlah pihak lainnya.

Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak KPK belum memberikan keterangan resmi terkait kebenaran informasi OTT maupun status hukum pihak-pihak yang disebutkan. Belum ada penjelasan terbuka mengenai perkara yang sedang ditangani penyidik.

Sementara itu, meski sejumlah ruangan disegel untuk kepentingan penyidikan, aktivitas pelayanan publik di lingkungan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi dilaporkan tetap berjalan normal.

Awak media masih terus melakukan upaya konfirmasi kepada pihak KPK dan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk mendapatkan informasi resmi dan perkembangan lanjutan.

Polsek Bunut Gelar Jumat Curhat: Bahas Siskamling hingga Larangan Judi Online

0

PANGKALAN BUNUT – Dalam upaya mempererat silaturahmi dan menjaga kondusivitas wilayah, Kepolisian Sektor (Polsek) Bunut kembali melaksanakan kegiatan rutin Jumat Curhat. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 19 Desember 2025 ini dipimpin oleh Kapolsek Bunut AKP Arinal Fajri, S.H., yang dalam hal ini diwakili oleh Kanit Binmas Aipda S.E. Pardosi.

​Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Quick Wins Kapolri ini bertujuan untuk mendengarkan langsung aspirasi, keluhan, maupun laporan masyarakat terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) di wilayah hukum Polsek Bunut.

​Pesan Penting Kamtibmas

​Dalam kesempatan tersebut, Aipda S.E. Pardosi menyampaikan beberapa poin himbauan strategis dari Kapolsek Bunut untuk menjadi perhatian bersama:

  1. ​Pencegahan Kriminalitas (C3): Masyarakat diajak untuk proaktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Polsek Bunut mendorong pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) guna mencegah tindak kejahatan berupa Curat (Pencurian dengan Pemberatan), Curas (Pencurian dengan Kekerasan), maupun Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor).
  2. ​Pemberantasan Narkoba: Mengingat bahaya penyalahgunaan narkoba yang masih mengancam, Unit Binmas memberikan edukasi mengenai sanksi hukum yang berat bagi pelaku maupun penyalahguna. Masyarakat diminta membentengi keluarga agar tidak terjerumus dalam lingkaran gelap narkotika.
  3. ​Stop Judi Online: Menyelaraskan dengan langkah tegas Pemerintah yang telah membentuk Satgas Pemberantasan Judi Online, Polsek Bunut menghimbau warga agar menjauhi segala bentuk perjudian daring. Hal ini ditekankan karena judi online sangat merusak ekonomi keluarga dan stabilitas sosial.
  4. ​Menjaga Norma dan Moralitas: Warga diingatkan untuk menjauhi segala bentuk perbuatan asusila yang melanggar hukum serta norma-norma yang berlaku di tengah masyarakat demi menjaga martabat dan ketenteraman desa.
  5. ​Larangan Membakar Lahan: Memasuki isu lingkungan, Unit Binmas menegaskan bahwa membuka lahan dengan cara membakar adalah tindakan ilegal. Selain merusak ekosistem, tindakan ini memiliki sanksi hukum pidana yang tegas bagi para pelanggarnya.

​Wadah Solusi Masyarakat

​Kapolsek Bunut melalui Kanit Binmas menegaskan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pemecah masalah (problem solver).

​”Melalui Jumat Curhat ini, kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kendala di tengah masyarakat. Setiap keluhan akan kami tampung untuk dicarikan solusinya secara bersama-sama, demi terciptanya wilayah Bunut yang aman, tertib, dan kondusif,” ujar Aipda S.E. Pardosi menutup kegiatan tersebut.

​Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan mendapat apresiasi positif dari warga yang hadir, yang merasa lebih terbantu dengan adanya ruang komunikasi dua arah antara masyarakat dan kepolisian.

Gubernur Banten Tekankan Belanja APBD Tepat Sasaran dan Berdampak Luas bagi Masyarakat

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 19 Desember 2025  — Gubernur Banten Andra Soni mengingatkan seluruh kepala daerah di Provinsi Banten agar belanja daerah yang dialokasikan dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dilaksanakan secara tepat sasaran, berkualitas, serta memiliki dampak luas bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Andra Soni pada acara Gebyar Apresiasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten/Kota dan Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten yang diselenggarakan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten. Kegiatan itu berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (18/12/2025).

ga`

Menurut Andra Soni, belanja daerah memiliki peran strategis dalam mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Namun, manfaat tersebut hanya akan dirasakan secara optimal apabila perencanaan dan pelaksanaannya dilakukan dengan cermat dan tepat sasaran.

“Pada aspek pendapatan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa dilakukan melalui desentralisasi fiskal dan penguatan kapasitas fiskal daerah dengan mengoptimalkan sumber-sumber penerimaan bagi daerah yang dapat digali dan digunakan sendiri sesuai dengan potensinya masing-masing,” jelasnya.

ga`

Kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan beroriega`ntasi pada hasil guna mempercepat pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pengelolaan keuangan daerah mencakup seluruh tahapan penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, hingga pertanggungjawaban.

“Termasuk pembinaan dan pengawasan terhadap APBD,” pungkasnya.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov Banten, dan pemerintah kabupaten/kota untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan serta aset daerah menuju Banten yang maju, adil, merata, dan bebas korupsi.

“Dalam upaya transparansi penilaian terhadap kinerja pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten/kota, terdapat sembilan indikator penilaian kinerja semester II tahun anggaran 2025,” katanya.

Sembilan indikator penilaian mencakup tahapan penyusunan Perda perubahan APBD 2025 dan APBD 2026, opini serta tindak lanjut rekomendasi BPK RI, pemenuhan mandatory spending, laporan realisasi anggaran, hasil penilaian MCSP dan indeks integritas daerah KPK, penghargaan prestasi pemerintah daerah, serta responsivitas pemenuhan data dan informasi.

“Peringkat terbaik merupakan hasil tim penilai yang terdiri dari unsur BPKAD, Inspektorat daerah, Bappeda, Bapenda, Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan serta Biro Hukum Setda Provinsi Banten,” jelasnya.

Peringkat terbaik pengelolaan keuangan dan aset daerah diraih Pemkab Tangerang dengan predikat sangat baik, disusul Pemkot Tangerang dan Pemkot Tangerang Selatan. Predikat sangat baik juga diraih Pemkab Lebak, Pemkot Serang, dan Pemkab Serang, sementara Pemkab Pandeglang dan Pemkot Cilegon masuk kategori baik.

Di tingkat perangkat daerah Pemprov Banten, penghargaan diberikan kepada sejumlah SKPD dan pejabat pengelola keuangan, perencanaan, bendahara pengeluaran, serta pengurus barang terbaik berdasarkan kategori pagu anggaran dan nilai aset tinggi, sedang, dan rendah..(WartainBanten)

Kapolsek Ngimbang Gelar KRYD Yang Ditingkatkan Raziah Kendaraan Menjelang Perayaan Nataru 2026

0

Kapolsek Ngimbang Gelar KRYD Yang Ditingkatkan Raziah Kendaraan
Menjelang Perayaan Nataru 2026

LAMONGAN//Warta.in –Dalam upaya ciptakan Wilayah yang kondusif menjelang Natal dan Tahun Baru Polsek Ngimbang melaksanakan giat Razia kendaraan sepeda motor di Jalan Poros Ngimbang Bluluk (Desa Slaharwotan dan Desa Cerme) Ngimbang, Kamis (18/12/2025)

Kegiatan razia dan pembinaan ini di laksanakan pukul 16.00 sampau dengan selesai

Dengan sasaran Sepeda motor yang menggunakan Knalpot brong, ban cacing,Pengunaan Helm, Tanpa nopol kendaraan,Kelengkapan kendaraan seperti Spion, lampu Sein.

Kegiatan ini di pimpin langsung oleh Kapolsek Ngimbang beserta personil Polsek Ngimbang KSPKT Aiptu Djudi, Kanit Reskrim Aipda Dian P, Brigadir Bayu dan Briptu Deny

Kapolsek Ngimnang IPTU I WAYAN SUMANTRA, S.H ( selaku PADAL) bahwa kegiatan ini sebagai bentuk antisipasi gangguan keamanan dan ketertibang menjelang Natal tahun Baru 2026

Guna secara preventif razia terhadap kendaraan R2 yang digunakan oleh para Remaja di Ngimbang, ujarnya

Dalam melaksanakan kegiatan penertiban dan pembinaan terhadap para remaja yang menggunakan kendaraan R2 yang tidak sesuai dengan perundang-undangan Lalu lintas

Hasil Pemeriksaan kendaraan Roda 2 telah di amankan sebanyak 4 unit, adapun rincian sebagai berikut yang menggunakan Knalpot Brong,
Sepeda motor Mega pro warna putih Nopol AG 6077 EAX, CB warna hitam Nopol S 2096 JG, Megapro Warna Merah Nopol S 3279 JI, Gl 100 Nopol S 5306 JD

Dan mengamankan Barang bukti ke Polsek Ngimbang untuk di catat dan di beri pengatahan dan mengganti kembali ke knalpot yang Standar.

Kami berharap dengan kegiatan ini wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif (roy)

Demi Sukseskan Program P2B Polsek Ngimbang Tinjau Tanaman Jagung di Desa Lamongrejo

0

Demi Sukseskan Program P2B Polsek Ngimbang Tinjau Tanaman Jagung di Desa Lamongrejo

LAMONGAN//Warta.in – Anggota Jaga Polsek Ngimbang bersama masyarakat melaksanakan monitoring dan pengecekan perkembangan tanaman jagung dari program Asta Cita pemanpaatan Pekarangan tanaman pangan bergizi (P2B)dengan proses perkembangan tanaman jagung di Desa Lamongrejo Kecamatan Ngimbang, Kamis (18/12/2025) pukul 09.00

Kegiatan yang di laksanakan oleh anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigadir Bayu untuk memonitor dan meninjau perkembangan tanaman jagung masyarakat yang bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan pemanpaatan Pekarangan pangan bergizi (P2B) dengan penanaman Melon di Desa Lamongrejo Kecamatan Ngimbang

Dalam upaya menjaga ketersediaan pangan lokal, langkah ini di harapkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, “Dengan kehadiran Polri sebagai motivator dalam upaya meningkatkan produksi pangan serta kebutuhan lokal dan dapat mendukung program ketahanan pangan Asta Cita Presiden dan ikut serta membangun hubungan yang lebih baik antara kepolisian dan masyarakat.Ujarnya,

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari strategi Polsek Ngimbang untuk memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sejahtera.

“Respon positif dari masyarakat menjadi dorongan bagi Polsek Ngimbang, untuk terus aktif dalam mendukung kegiatan-kegiatan yang berdampak positif bagi kemajuan wilayahnya

Dengan Adanya Program ini bisa mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan mereka secara optimal dan mampu meningkatkan tarap hidup masyarakat melalui ketersediaam pangan bergizi serta mendukung program Nasional dalam bidang pertanian demi meningkatkan ketahanan pangan secara Nasional, pungkasnya (roy)