30.8 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026
Beranda blog Halaman 403

Tambang Ilegal Kembali Mengganas di Sanggau: Sungai Rusak, Hukum Diam, Warga Mengeluh

0

SANGGAU, KALIMANTAN BARAT – Aktivitas tambang emas ilegal (PETI) kembali merebak di Kabupaten Sanggau. Setelah sempat berhenti beberapa waktu lalu pasca viral di media sosial, kini kegiatan perusakan alam itu muncul lagi dengan pola yang sama. Rekaman warga memperlihatkan aktivitas pengerukan di badan sungai seberang Desa Semerangkai, air yang semula jernih kini berubah menjadi cokelat pekat, menandakan kerusakan serius pada ekosistem air.

Yang membuat warga geram, lokasi aktivitas ilegal ini hanya berjarak beberapa kilometer dari pusat kota Sanggau — tak jauh dari kantor Polres, Kejaksaan, dan lembaga pemerintahan lainnya. Namun, hingga kini tak ada langkah nyata dari aparat penegak hukum. Publik pun menyoroti, di mana makna semboyan Presisi, Melindungi dan Mengayomi yang terpampang gagah di depan kantor kepolisian itu?

Keluhan warga terus berdatangan. Mereka mengaku sudah muak dengan aktivitas tambang yang tak kunjung berhenti. “Air sungai kini keruh dan berbau logam. Dulu kami bisa mandi dan mencari ikan di sana, sekarang semua rusak,” ujar salah seorang warga Desa Semerangkai dengan nada kecewa. Keluhan serupa juga disampaikan para nelayan yang kini kesulitan mencari ikan akibat pencemaran yang semakin parah.

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Tambang ilegal di Sanggau seolah punya “nyawa rangkap” — mati sebentar karena sorotan publik, lalu hidup kembali dengan cara yang lebih rapi dan tertutup. Di balik aktivitas itu, warga menuding ada oknum-oknum kuat yang membekingi. Nama-nama seperti ASP, AWG, dan JN disebut-sebut menjadi aktor yang selama ini kebal hukum.

Padahal secara hukum, aktivitas tambang tanpa izin jelas melanggar Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba). Pasal itu menegaskan, setiap orang yang melakukan usaha pertambangan tanpa izin dapat dipidana penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar. Sayangnya, di Sanggau, pasal itu seolah hanya tulisan di atas kertas.

Selain itu, aktivitas yang menyebabkan pencemaran dan kerusakan sungai juga melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Pasal 98 menyebutkan, pelaku yang menimbulkan pencemaran lingkungan dapat dipidana 1–3 tahun penjara dan denda Rp1–3 miliar. Bila dampaknya luas dan menyebabkan korban, hukumannya bisa lebih berat lagi.

Dampak lingkungan akibat aktivitas tambang ini sudah sangat nyata. Endapan lumpur di sungai meningkat, air menjadi asam, dan kadar logam berat diduga melebihi ambang batas aman. Erosi di tebing sungai juga kian parah, mengancam rumah warga di bantaran sungai serta meningkatkan risiko banjir di musim hujan. Biota sungai mati, dan mata pencaharian warga perlahan ikut hilang.

Ironisnya, semua kerusakan ini terjadi di depan mata aparat penegak hukum. Gedung Polres Sanggau yang berdiri megah hanya berjarak beberapa menit dari lokasi aktivitas tambang, namun hingga kini tak terlihat langkah konkret penindakan. Warga pun merasa dibiarkan berjuang sendiri menghadapi pencemaran yang kian meluas.

Keluhan masyarakat kini berubah menjadi kekecewaan. Mereka mempertanyakan keberpihakan aparat — apakah kepada rakyat yang dirugikan, atau kepada pelaku yang diuntungkan? “Kami bukan menuntut banyak, hanya ingin sungai kembali bersih dan aparat menegakkan hukum dengan adil,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.

Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diminta tidak lagi menutup mata. Penegakan hukum harus menyentuh aktor intelektual dan penyandang dana, bukan sekadar pekerja lapangan. Tanpa langkah nyata, Sanggau hanya akan menjadi contoh buruk bagaimana hukum gagal melindungi alam dan masyarakatnya.

Kini, warga menunggu bukti, bukan janji. Karena jika pembiaran ini terus dibiarkan, bukan hanya sungai yang mati — kepercayaan rakyat terhadap aparat dan negara pun ikut terkubur di dasar sungai yang tercemar.

Gubernur Banten Saksikan Langsung Laga Semifinal Popnas, Tim Sepakbola Cetak Sejarah

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 08 November 2025  — Gubernur Banten Andra Soni menyaksikan langsung laga semifinal cabang sepakbola Popnas XVII Tahun 2025 di Stadion Soemantri Brodjonegoro Kuningan, Jakarta, Jumat (7/11/2025), yang mempertemukan tim sepakbola pelajar Banten dengan Jawa Barat. Untuk pertama kalinya, tim Banten berhasil menembus babak semifinal Popnas, meski akhirnya harus mengakui keunggulan lawan setelah memberikan perlawanan sengit.

“Sempat memberikan perlawanan, namun pada akhirnya kita belum berhasil menang. Tapi insya Allah ini sebagai catatan penting. Ini adalah pertama kali lolos Popnas untuk tim sepakbola Provinsi Banten,” tambahnya.

Andra Soni menyebut capaian ini sebagai catatan bersejarah dan motivasi penting bagi pengembangan sepakbola pelajar di Banten. Ia juga menyampaikan bahwa tim Banten akan berlaga memperebutkan medali perunggu melawan Bali.

Selain itu, Gubernur optimistis Banten dapat menembus peringkat lima besar Popnas XVII 2025. Hingga saat ini, Provinsi Banten berada di posisi kelima klasemen sementara dengan perolehan 10 medali emas, 7 perak, dan 16 perunggu.

“Seperti dikatakan Pak Kadispora, kita punya keyakinan tahun ini kita akan memperbaiki peringkat. Dari peringkat kesembilan, insya Allah ke peringkat kelima,” ujar Andra Soni.

Andra Soni pun mengajak seluruh masyarakat Banten untuk terus memberikan doa dan dukungan bagi para atlet pelajar daerahnya.(WartainBanten)

Selain pelayanan melalui Mobile JKN,RSUD Lebong Tahun ini Sediakan alat ct scan dan mamography.

0

Warta.in- Kab.Lebong,Bengkulu.

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lebong siap memberikan pelayanan dengan mudah sebagai bentuk pelayanan prima untuk masyarakat Lebong yang ingin berobat. Mulai dari menggunakan antrian mobile JKN untuk mempermudah pasien agar bisa mengambil antrian online dari rumah, jadi pasien tidak perlu mengambil antrian ke RSUD. Selain itu sudah dibelakukannya jam kunjungan pasien, tujuannya agar pasien bisa istirahat dengan teratur.

Awak media ini mengkonfirmasi,Jumat (7/11/2025) pagi dengan Plt. Direktur RSUD Lebong, dr. Eni mengungkapkan, ” Sekarang sudah bisa pengambilan nomor antri secara online tujuannya Untuk mempermudah pengambilan nomor antrian pasien dengan menggunakan antrian mobile JKN yang bisa mendaftar dari rumah pak.Jadi pasien tidak capek-capek mengambil antrian ke RSUD pak. Pelayanan RSUD juga sudah diberlakukan ya jam kunjungan pasien, ini untuk cepat pulihnya kesehatan pasien dan juga istirahat teratur agar cepat sembuh, ” Ungkapnya.

Masih dr. Eni menambahkan bahwa ditahun ini RSUD bisa melakukan pelayanan ct scan dan mamography.

” Kita Tahun ini insyaallah bisa melakukan pelayanan ct scan dan mamography pak, ” Tambahnya.

Polsek Ngimbang Giat Commanderwish Pagi Mengurai Kemacetan Dan Pengaturan Arus Lalu Lintas

0

Anggota jaga Polsek Ngimbang Giat Commanderwish Pagi Mengurai Kemacetan Dan Pengaturan Arus Lalu Lintas

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Sabtu (08/11/2025) pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkat bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Muji, Aipda Sitris dan Brigadir Sijito melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (Roy)

Antisipasi Kejahatan 4C Anggota Jaga Polsek Ngimbang Intensifkan Patroli Blue Light di Malam Hari

0

Antisipasi Kejahatan 4C Anggota Jaga Polsek Ngimbang Intensifkan Patroli Blue Light di Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang bersama nggota Jaga Polsek Ngimbang dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif serta mencegah terjadinya aksi premanisme dan kejahatan.

Polsek Ngimbang gencar melaksanakan patroli Blue light di daerah – daerah Rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada, Jum’at (08/11/2025)

Patroli blue light ini dilaksanakan mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai

Di Laksanakan Anggota jaga Polsek Ngimbang Aipda Erwan dan Briptu Andika dengan sasaran empat lokasi jalan raya poros Jombang – Babat, Gudang Tembakau Ngimbang dan SPBU Ngimbang, Bank BRI Ngimbang yang ada di wilayah hukum Polsek Ngimbang di malam hari

Kegiatan patroli Blue Light ini merupakan bagian dari langkah antisipatif terhadap berbagai bentuk gangguan Kamtibmas, khususnya aksi-aksi premanisme dan kejahatan 4C, (Curas, curat, curanmor dan curhewan) yang kerap terjadi di daerah rawan kriminalitas di malam hari

Dalam patroli Blue Light tersebut, petugas turut memberikan imbauan kepada warga dan petugas keamanan (security) perusahaan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja.

Apabila ditemukan tindakan mencurigakan atau aksi kejahatan, masyarakat diimbau segera melapor ke Polsek Bulakamba atau melalui layanan darurat 110, atau datang ke Polsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, “menyampaikan bahwa patroli Blue Light di Malam hari ini secara rutin di laksanakan merupakan langkah nyata Polri dalam menciptakan rasa aman, terutama di malam hari di wilayah hukum Polsek Ngimbang, ujarnya

“Kami berkomitmen untuk menciptakan wilayah yang aman dari praktik-praktik premanisme. Keamanan masyarakat, termasuk di wilayah daerah rawan, menjadi prioritas kami.

Oleh karena itu, kami harapkan kerja sama semua pihak untuk tidak segan melapor jika menemukan tindakan yang mengganggu ketertiban,” tegas Iptu IWayan Sumantra, S.H.

Dan Polsek Ngimbang akan terus melakukan patroli Blue Light secara rutin dan responsif dalam menjawab aduan masyarakat sebagai bentuk pelayanan yang humanis dan profesional, guna mendukung terciptanya iklim kerja yang aman dan produktif, pungkasnya(roy)

Sanggar Seni Tari Sirih Sarano Persembahkan Pertunjukan Musikal Kontemporer “Gandamat”

0

Warta.in-Mukomuko, Bengkulu

Sanggar Seni Tari Sirih Sarano, di bawah bimbingan Ibu Nana Choirul Huda, baru-baru ini mempersembahkan pertunjukan musikal kontemporer yang memukau berjudul “Gandamat”. Pertunjukan ini memadukan instrumen tradisional seperti serunai, kecapi, kulintang, dan gendang Melayu dengan musik modern seperti piano, bas, dan drum.(7/11/2025)

Konsep pertunjukan ini dirancang untuk menyatukan kekayaan budaya Gandai dan Gamat dengan sentuhan modernitas. Menurut Widarso dari Dinas Kebudayaan Mukomuko, awal pertunjukan akan didominasi oleh suara instrumen tradisional untuk membangun suasana autentik. Kemudian, instrumen modern akan masuk secara bertahap, menciptakan perpaduan harmonis antara tradisi dan modernitas.

Gandamat menjadi bagian integral yang mencerminkan keindahan dan semangat dari kedua tradisi tersebut. Pertunjukan ini tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga menghadirkan pengalaman musik yang mendalam bagi penonton.

Sirih Sarano sendiri semakin banyak diminati di luar Kabupaten Mukomuko. Sanggar ini akan segera tampil di Lapangan Sekundang, Kabupaten Bengkulu Selatan, pada tanggal 8-9 November. Semoga prestasi ini dapat membawa seni tradisional Mukomuko dikenal di tingkat global.

Dengan adanya pertunjukan “Gandamat” ini, Sanggar Seni Tari Sirih Sarano berharap dapat membangun jembatan antara tradisi dan modernitas, serta mempromosikan kekayaan budaya Mukomuko kepada masyarakat luas. Semoga pertunjukan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk melestarikan dan mengembangkan seni tradisional Indonesia. (HD)

Laskar Merah Putih Gelar Bakti Sosial “Jumat Berkah”, Wujud Nyata Kepedulian Sosial

0

Wartainsumsel.com | Palembang– Jum’at Berkah, Organisasi Masyarakat Laskar Merah Putih (LMP) kembali menunjukkan komitmennya terhadap kepedulian sosial melalui kegiatan rutin “Jumat Berkah”. Kali ini, LMP Kecamatan Gandus kota Palembang menggelar bakti sosial dengan membagikan beberapa paket nasi kotak kepada warga dan kaum dhuafa,para pengendara ojek online,dan tukang becak yang melintas.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat 7 November 2025, bertempat di sepanjang Jalan Syakiakirti Karang Anyar Kecamatan Gandus dan kawasan padat penduduk di sekitar taman situs Purbakala berjalan dengan tertib dan disambut antusias oleh masyarakat.

Pembagian bantuan ini menyasar para pekerja harian, tukang becak, pemulung, dan masyarakat rentan lainnya.

Ketua LMP Markas Cabang Palembang Aryadi, SH di dampingi pengurus kota Palembang seperti Rahmat Hidayat (Waka-1), Firdaus (Waka-2), Fery Irawan SE (sekjen), Darwin (Bendahara), juga panglima LMP Tri Mulyadi serta Kabid OKK Marthin Chaniago, menyampaikan bahwa: “kegiatan
“Jumat Berkah” merupakan agenda rutin sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya meringankan beban sesama” Ujar Aryadi.

“Ini adalah wujud nyata dari semangat Laskar Merah Putih untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami berharap, meski bantuan ini tidak seberapa, dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban harian mereka,” kata Aryadi di sela-sela kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar membagikan makanan, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong antar sesama anak bangsa.

Pihaknya berkomitmen untuk terus melaksanakan program sosial secara konsisten,mengajak seluruh anggota LMP tetap solid selalu bekerjasama untuk membesarkan organisasi,berguna untuk masyarakat banyak khusunya warga di Palembang.

Selain itu,”kegiatan ini mendukung Program Prabowo, Presiden Republik Indonesia,’jelasnya.

Seorang warga penerima manfaat, Ibu Rumah Tangga yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung, mengucapkan terima kasih atas kepedulian dari LMP.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak Laskar Merah Putih. Nasi kotak ini sangat membantu kami untuk makan siang hari ini. Semoga berkah untuk semua,” ucapnya dengan haru.

Terpisah ketua MAC LMP kecamatan Gandus dibawah komando Syaiful didampingi ketua Srikandi LILIs Suryani menyampaikan :
berharap aksi “Jumat Berkah” ini dapat menginspirasi organisasi lain dan seluruh lapisan masyarakat untuk terus aktif berbagi kebaikan, sehingga dapat menciptakan jejaring kepedulian sosial yang lebih kuat di tengah tengah masyarakat” .pungkasnya.

Sementara itu, Marthin Chaniago Kabid OKK Laskar Merah Putih menjelaskan kegiatan Jum’at Berkah ini merupakan salah satu program dari laskar merah putih.

”Dimana tujuannya sebagai bentuk kita harus berbagi terhadap sesama dan juga sebagai ajang silaturahmi antar pengurus laskar merah putih,”tutupnya.

Di tempat terpisah, Jack Tim Media dan Penerangan Laksar Merah Putih menambahkan kegiatan Jum’at Berkah ini sebagai wujud kami Laskar Merah Putih untuk berbagai kepada sesama.

‘Selain itu, kami memperkenalkan diri kepada Masyarakat Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang, bahwa di Palembang ini ada ormas yang nama nya laskar merah putih yang siap membantu masyarakat kota Palembang,’jelasnya.

Petani NTB Menopang Program Makan Bergizi, BGN Sebut Rantai Pasok Kini Lebih Efektif

0

Warta.in
Mataram,NTB – Program ketahanan pangan bukan lagi sekadar jargon pemerintah. Dalam dialog interaktif Merajut Pangan Bumi Gora yang tayang di RRI Mataram, Jumat (7/11/2025), Sekretarid Deputi (Sesdep) Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Kombes Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M., memaparkan bagaimana dapur makan bergizi gratis (MBG), dapat menjadi “mesin perubahan” untuk kualitas SDM Indonesia.

Tema dialog kali ini, “Inspirasi Ketahanan Pangan dari Dapur Makan Bergizi Gratis”, mengupas bagaimana pangan lokal dan pemberdayaan petani, dapat terhubung langsung dengan upaya menekan angka stunting, meningkatkan akses pangan bergizi, dan mendongkrak ekonomi NTB.

Dalam penjelasannya, Kombes Lalu Iwan menegaskan jika ketahanan pangan sebagai kunci masa depan Indonesia. Bukan hanya tentang “pangan tersedia”, tetapi bagaimana masyarakat mudah mendapatkan, mampu membeli, serta bisa memanfaatkannya menjadi asupan sehat setiap hari.

“Ketahanan pangan itu bukan semata ketersediaan. Ada akses, ada pemanfaatan, ada stabilitas harga. Itu semua saling berkaitan,” jelasnya.

Kombes Lalu Iwan menyebut empat indikator utama, di antaranya supply cukup dan beragam, akses fisik dan harga yang terjangkau, konsumsi aman dan bergizi, dan stabilitas pasokan dari waktu ke waktu.

“Konsep tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012, dan Perpres 66 Tahun 2021 tentang Ketahanan Pangan Nasional,” tandasnya.

Menurut Perwira Menengah (Pamen) Polri melati tiga itu, pemerintah menjadikan ketahanan pangan sebagai program nasional karena beberapa alasan strategis, di antaranya menjamin kesejahteraan rakyat, mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045, mengantisipasi krisis global dan iklim, menjaga stabilitas sosial-politik, serta menguatkan kemandirian pangan berbasis komoditas lokal.

“Program seperti Makan Bergizi Gratis atau MBG, diversifikasi pangan, penguatan cadangan nasional, hingga sinergi lintas kementerian menjadi langkah konkret yang kini berjalan,” bebernya.

Ketahanan pangan, kata Kombes Lalu Iwan, harus dipandang dari kebutuhan gizi kelompok rentan seperti bayi, balita, remaja, dan anak sekolah.

Ia menyinggung masalah gizi Indonesia yang masih berlapis seperti kasus stunting, wasting, anemia remaja putri, obesitas, dan akses pangan tidak merata di wilayah 3T.

“Kalau satu pilar ketahanan pangan lemah, maka risiko gizi buruk meningkat. Dampaknya langsung ke produktivitas dan daya saing bangsa,” tegasnya.

Dalam dialog interaktif itu, Kombes Iwan juga menyoroti NTB sebagai daerah dengan potensi pangan lokal yang sangat kuat. Menurutnya, NTB telah menjadi contoh bagaimana petani lokal, UMKM, BUMDes, hingga koperasi dapat terhubung langsung dengan dapur Program MBG.

Pun, komoditas seperti jagung, sayuran hijau, ikan, telur, hingga sorgum dan buah lokal kini menjadi bahan baku menu harian MBG.

“Dengan memanfaatkan hasil bumi lokal, rantai pasok menjadi pendek dan manfaat ekonominya langsung dirasakan petani,” jelasnya.

Disebutkan, di berbagai kabupaten peningkatan produksi pangan lokal juga berdampak pada perbaikan gizi masyarakat. Kombes Lalu Iwan menggambarkan jika program MBG, menjadi penghubung antara produksi petani dan kebutuhan gizi masyarakat.

“Petani tidak perlu cemas soal pemasaran. Semua bisa terserap dapur MBG. Rantai pasok yang sebelumnya panjang jadi pendek. Efisien dan stabil,” ungkapnya.

Kombes Lalu Iwan juga menyebut jika dapur dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kini menjadi pusat distribusi bahan pangan lokal, yang langsung diolah sebagai menu bergizi harian.

“Kami optimistis, selama transformasi pangan dan integrasi program gizi berjalan masif, insya Allah, NTB bisa keluar dari persoalan ini,” ucapnya.

Dalam dialog tersebut, Kombes Iwan juga memaparkan langkah-langkah strategis BGN, di antaranya kebijakan, sinkronisasi regulasi nasional, standar gizi nasional, dan mendorong MBG sebagai intervensi gizi lintas sektor.

“Jadi, BGN tidak lagi hanya membuat kebijakan, tapi turun langsung memastikan implementasi berjalan,” tegasnya.

Kombes Lalu Iwan menyebut sejumlah capaian di NTB dari adanya program MBG, di antaranya terdapat 226.735 penerima manfaat MBG hingga Juli 2025, terbangunnya SPPG dan dapur sehat, pelatihan “penjamah makanan” untuk 750 pengelola dapur, sosialisasi MBG di berbagai kabupaten/kota, dan keterlibatan 21 UMKM, 7 CV, 38 yayasan, dan 328 supplier lokal.

“BGN ingin memastikan pangan bergizi tersedia, higienis, dan aman. Bukan hanya sekadar ‘makan’ tetapi benar-benar ‘bergizi’,” katanya.

Kombes Iwan menutup dialog dengan menegaskan prioritas BGN, seperti penurunan stunting dan malnutrisi, penguatan ketahanan pangan bergizi,medukasi gizi di keluarga, sekolah, dan komunitas, sistem data dan monitoring terpadu, dan kolaborasi semua sektor terkait.

“Ketahanan pangan dan ketahanan gizi itu fondasi Indonesia emas. Jika gizinya kuat, SDM-nya kuat,” tandasnya mengakhiri.(sr/hpntb)

 

Gubernur Andra Soni Jenguk Revan, Warga Baduy Dalam Korban Perampokan di Jakarta

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 07 November 2025  — Gubernur Banten Andra Soni menjenguk Revan (16), warga Baduy Dalam, yang menjadi korban perampokan dan kekerasan di Jakarta. Saat ini, Revan tengah menjalani masa pemulihan di Rumah Singgah Badan Penghubung Provinsi Banten, Jalan Tebet Timur Raya No. 51, Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Kehadiran Gubernur Andra Soni disambut hangat oleh Revan dan keluarganya. Dalam kunjungan tersebut, orang nomor satu di Banten itu memastikan kondisi kesehatan Revan dan memberikan dukungan moral agar proses pemulihan berjalan lancar.

“Semoga lekas sembuh dan pulang,” ucapnya.

Revan sendiri tampak berangsur membaik setelah mendapat perawatan medis. Ia mengalami luka bacokan dan mendapat sepuluh jahitan akibat tindak kekerasan yang menimpanya. Dengan suara pelan, Revan menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Andra Soni atas perhatian dan kepeduliannya.

“Terima kasih atas perhatian, Bapak,” ucap Revan

Dalam kunjungannya ke Rumah Singgah Badan Penghubung Provinsi Banten di Jakarta, Gubernur Banten Andra Soni turut berdialog dengan Ata, perwakilan keluarga Revan, serta Sanip, utusan dari Jaro Oom, Kepala Desa Kanekes. Keduanya menyampaikan harapan agar pelaku perampokan terhadap Revan (16) segera ditangkap dan diproses sesuai hukum.

“Segera ditangkap dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Ata.

“Kalau tidak ditangkap dan dihukum, kami khawatir warga Baduy takut ke Jakarta karena tidak aman,” ucap Sanip menambahkan.

Menanggapi hal tersebut, Andra Soni menegaskan bahwa Pemprov Banten saat ini fokus pada pendampingan dan pemulihan kondisi Revan, sementara proses hukum diserahkan sepenuhnya kepada aparat berwenang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Khusus Jakarta atas kerja sama dan koordinasi dalam penanganan kasus tersebut.

Selain menjenguk Revan, Gubernur Banten juga menyempatkan diri berbincang dengan pasien lain di rumah singgah, memberikan semangat serta doa agar mereka lekas pulih. Ia pun mengimbau warga Baduy di Jakarta untuk memanfaatkan fasilitas Rumah Singgah Banten sebagai tempat beristirahat atau bermalam.

Kepala Badan Penghubung Provinsi Banten, Ika Sri Erika, menuturkan bahwa rumah singgah tersebut telah beroperasi selama enam bulan, melayani sekitar 350 pasien, dan memiliki 36 tempat tidur. Fasilitas yang tersedia meliputi makanan, minuman, serta layanan antar jemput pasien menggunakan ambulans atau mobil operasional.(WartainBanten)

PKK Banten Hadirkan Program Inovatif “PKK Mengajar” di Sekolah SMA, SMK, dan SKh

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 07 November 2025  — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten meluncurkan program inovatif bertajuk “PKK Mengajar”, sebuah gerakan edukatif yang melibatkan kader PKK untuk turut serta mengajar di sekolah-sekolah jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) di seluruh wilayah Banten.

Sosialisasi perdana program tersebut digelar di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan KH Syam’un No. 5, Kota Serang, pada Jumat (7/11/2025). Acara dihadiri oleh para kepala sekolah, guru, serta tenaga pendidik dari berbagai sekolah tingkat menengah atas di Provinsi Banten.

Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menjelaskan bahwa PKK Mengajar merupakan langkah nyata dalam mempercepat pelayanan masyarakat di bidang pendidikan. Program ini dihadirkan untuk memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter generasi muda yang cerdas, sehat, dan berdaya.

“PKK Mengajar adalah ikhtiar kami untuk menjadikan generasi muda Banten berdaya. Ini menjadi bagian dari percepatan pelayanan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan,” ujar Tinawati.

Program PKK Mengajar merupakan inisiatif kolaboratif antara TP PKK Provinsi Banten, dunia pendidikan, dan pemerintah daerah untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah. Melalui program ini, kader PKK menjadi fasilitator pembelajaran interaktif di jenjang SMA, SMK, dan SKh, menggunakan metode diskusi, praktik langsung, dan permainan edukatif.

Program ini menitikberatkan pada lima aspek utama kehidupan keluarga, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi kreatif, dan ketahanan keluarga. Selain itu, PKK Mengajar juga bertujuan mencetak digital ambassador di setiap keluarga generasi muda yang melek teknologi, peduli lingkungan, sadar gizi, berjiwa wirausaha, serta berpegang pada nilai-nilai budaya bangsa.

Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menjelaskan bahwa program ini merupakan perluasan gerakan PKK ke lingkungan sekolah dengan pendekatan edukatif, kreatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi muda. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi-misi Pemprov Banten dan kebijakan nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Kami memerlukan dukungan dari para kepala sekolah dan guru. Meski PKK bukan bagian dari pembuat kebijakan, kami berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah untuk percepatan pembangunan dan pelayanan masyarakat,” ungkapnya.

Materi pembelajaran dalam program ini disusun oleh berbagai pokja PKK, mencakup topik seperti pola asuh anak dan remaja, kewirausahaan, pengelolaan lingkungan, gizi, kesehatan reproduksi, hingga pembentukan karakter positif.

 “Saya berharap sinergi yang baik antara tenaga pendidik dan PKK dapat terus terjalin. Program ini harus berkelanjutan dan dapat diterapkan ke seluruh kabupaten dan kota di Banten,” ujar Tinawati.

Saat ini, PKK Mengajar tengah memasuki tahap sosialisasi kepada tenaga pendidik, setelah sebelumnya dilakukan pelatihan kader PKK bersama BPSDM Provinsi Banten. Tahap awal pelaksanaan program direncanakan dimulai di dua sekolah di Kota Serang sebelum diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Banten.

Tinawati berharap program ini menjadi pemicu semangat baru dalam membangun kesadaran pendidikan keluarga dan menekan berbagai permasalahan sosial di masyarakat.

“Bagian ini harus menjadi pemicu bagi Banten untuk keluar dari berbagai masalah sosial. Dengan membangun generasi muda yang berkarakter dan berdaya, kita sedang menyiapkan masa depan Banten yang lebih baik,” tutup Tinawati.(WartainBanten)