27.3 C
Jakarta
Selasa, April 14, 2026
Beranda blog Halaman 454

Gubernur Banten Resmikan SPPG BNN di Padarincang: untuk Indonesia Emas 2045

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 24 September 2025  — Gubernur Banten Andra Soni menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Narkotika Nasional (BNN) “Karya Padarincang Bersinar” yang berlokasi di Kampung Cigadel, Desa Curug Goong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Rabu (24/9).

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut Andra Soni, program ini merupakan salah satu langkah strategis yang menjadi investasi penting bagi masa depan bangsa, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

“Investasi masa depan,” kata Andra Soni.

Program MBG sendiri menyasar anak-anak sekolah, ibu hamil, dan balita, kelompok rentan yang sangat membutuhkan asupan gizi yang memadai demi tumbuh kembang yang optimal.

Andra menegaskan bahwa kehadiran SPPG di Padarincang merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjawab persoalan gizi masyarakat. Ia berharap pusat pelayanan ini bisa diakses secara mudah oleh masyarakat, tanpa kendala.

“Tidak boleh ada anak sekolah, balita, dan ibu hamil yang kesulitan mendapatkan layanan gizi,” paparnya.

Menurut Andra Soni, agar program MBG benar-benar bermanfaat bagi masyarakat prasejahtera, semua pihak harus mendukungnya.  Ia meminta semua orang bekerja sama untuk mendukung program pemenuhan gizi.  Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Banten diharapkan akan menghasilkan generasi yang sehat, cerdas, unggul, dan berdaya saing dengan bekerja sama dan bekerja sama.

 

Sedangkan, Komjen Suyudi Ario Seto, Kepala BNN, menyatakan bahwa SPPG BNN Yayasan Karya Padarincang Bersinar didirikan sebagai upaya untuk mendukung inisiatif Presiden Prabowo Subianto.  Selain itu, ini merupakan bagian dari pemulihan holistik yang diberikan kepada mantan pelaku penyalahgunaan narkoba, yang mencakup penguatan kemandirian sosial ekonomi dan pemulihan fisik.

“Sebagian pekerja yang terlibat di SPPG BNN Karya Padarincang Bersinar adalah mantan pelaku penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Menurut Brigjen Indra Gautama, Ketua Yayasan Karya Padarincang Bersinar, SPPG akan mulai beroperasi pada awal Oktober 2025.  Tiga anggota BGN akan terlibat dalam operasionalnya: kepala SPPG, akuntan, dan ahli gizi.

Sementara itu, 50 relawan dari masyarakat sekitar akan membantu menjalankan dapur.  Termasuk orang yang pernah menyalahgunakan narkoba yang telah menjalani asesmen, termasuk tes urin.

Di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, SPPG BNN Karya Padarincang Bersinar sendiri akan membantu sekolah taman kanak-kanak, sekolah dasar, SMP, MTs, dan Posyandu.  3.769 orang mendapat manfaat dari program ini.

Peresmian SPPG BNN Karya Padarincang Bersinar ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, didampingi Gubernur Banten Andra Soni, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Wakil Bupati Serang Najib Hamas, Kejati Banten Siswanto, Kapolda Banten Irjen Hengky, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pengguntingan pita di halaman dapur SPPG dan peninjauan dapur.

Dengan berdirinya SPPG Karya Padarincang Bersinar, diharapkan wilayah Serang, khususnya Kecamatan Padarincang, menjadi model percontohan dalam pelaksanaan program gizi gratis secara berkelanjutan.(WartainBanten)

Ratusan Siswa SMP di Rembang Diduga Keracunan Menu MBG

0

Warta.in || Jateng Rembang || Sejumlah 173 pelajar SMP Negeri 1 Kragan Kabupaten Rembang di larikan ke Puskesmas Kragan I, pada Rabu 24 September 2025. Mereka merasakan pusing, mual, muntah, dan diare diduga keracunan setelah menyantap jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) kemarin.

Kepala Puskesmas Kragan I Dokter Ahmad Fuadi menjelaskan terdapat 160 siswa rawat jalan, sedangkan yang masih rawat inap sejumla 13 anak.

“Mudah – mudahan setelah mendapatkan perawatan disini, besok sudah bisa pulang,” Fuadi menjelaskan bahwa gejala yang dihadapi siswa mual, muntah dan diare salah satu tanda – tanda keracunan.

“Ceritanya makanan kemarin dikirim ke SMP jam sepuluh lalu dimakan jam setengah satu kita masih mencari penyebabnya,” jelasnya

Salah satu siswa SMP Negeri I Kragan Safrotunnisa Al Izza mengaku setelah pulang sekolah merasakan kepala pusing, diere dan sakit perut setelah habis makan Mie Ayam jatah MBG disekolah.

Salah satu wali murid Ayu Pratiwi asal Sudan mengaku anaknya diare terus menerus setelah pulang sekolah kemarin setelah makan jatah MBG Mie Ayam di sekolahnya.

“Sampai di sekolahpun diarenya berlanjut sehingga badannya lemas. Kemudian dirujuk ke Puskesmas ini sekitar pukul sebelas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP N 1 Kragan, Dahlan Slamet mengatakan penerimaan jatah makan MBG di sekolahnya dimulai jam 12. 40 menit.

“Kami menerima jamnya tidak stabil, kadang jam sebelas, kadang jam dua belas, kadang jam setengah satu,” ungkapnya.

Dahlan mengukapkan kalau penerimaannya jamnya tidak pasti. Kalau datang dibagikan yang tidak menentu kadang mengganggu pembelajaran di Sekolah.

Ia menyampaikan bahwa siswa penerima manfaat MBG di sekolahnya sejumlah 869 siswa. Sejauh ini berjalan lancar, berharap agar regulasinya lebih baik, efektif sehingga kasus ini tidak akan terulang lagi.

“Mungkin koordinasi dan komunikasi antara penerima manfaat dengan penyelenggara ini lebih baik lagi,” pungkasnya.

Belum diketahui pasti penyebab kejadian ini, apakah karena pengaruh makan bergizi gratis (MBG) atau sebab lain, karena hingga berita diturunkan masih ditelusuri oleh pihak-pihak terkait.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG pada hari Selasa kemarin (23/09) berupa mie, daun sawi, tahu putih, ayam dan buah melon.

Dwi.s

SMKS Cahaya Raya Blanakan Siapkan Tiga Jurusan Unggulan

0
0-0x0-0-0#

SMKS Cahaya Raya Blanakan Siapkan Tiga Jurusan Unggulan

Dipimpin Ilham Ricky Prayudi, S.Pd., Gr., sekolah berkomitmen mencetak lulusan siap kerja dan meningkatkan daya tarik di mata masyarakat.

Warta In Jabar, Subang Blanakan – Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Cahaya Raya Blanakan yang berlokasi di Dusun Kertamulya, Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sejak berdiri pada tahun 2011, sekolah ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan kejuruan di wilayah pesisir Subang dengan menawarkan berbagai jurusan yang relevan dengan dunia kerja.

Tiga Jurusan Unggulan

Saat ini SMKS Cahaya Raya Blanakan memiliki tiga jurusan unggulan, yaitu:

1. Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) – membekali siswa dengan keterampilan perbengkelan, servis, dan manajemen usaha di bidang otomotif roda dua.

2. Manajemen Perkantoran – menyiapkan siswa menjadi tenaga administrasi yang profesional dan menguasai teknologi perkantoran modern.

3. Perhotelan – memberikan pengetahuan serta praktik di bidang pelayanan, tata boga, dan tata graha, untuk menjawab kebutuhan industri pariwisata dan perhotelan.

Kehadiran jurusan-jurusan tersebut diharapkan mampu menjadikan lulusan SMKS Cahaya Raya Blanakan siap terjun ke dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dipimpin Kepala Sekolah Muda dan Visioner

Kepala SMKS Cahaya Raya Blanakan saat ini adalah Ilham Ricky Prayudi, S.Pd., Gr. Dengan latar belakang pendidikan Bahasa Indonesia dan sertifikasi guru, Ilham membawa visi untuk menjadikan sekolah ini lebih dikenal masyarakat melalui inovasi dan keterbukaan informasi.

“Selama ini promosi sekolah masih terbatas, misalnya hanya melalui grup WhatsApp guru. Ke depan, kami ingin memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok agar sekolah lebih dikenal generasi muda. Harapan kami, keberadaan SMKS Cahaya Raya Blanakan bisa lebih diperbincangkan masyarakat,” ujarnya.

Didukung 15 Guru Honorer

Dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar, SMKS Cahaya Raya Blanakan didukung oleh 15 orang guru honorer yang berdedikasi penuh. Meski statusnya honorer, semangat para pendidik ini tidak surut untuk memberikan pengajaran terbaik kepada siswa. Bahkan, mereka terus mendorong peningkatan kompetensi dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi.

Ilham menegaskan bahwa pihak sekolah maupun yayasan selalu terbuka mendukung guru untuk mengembangkan karier, termasuk jika ada kesempatan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). “Guru yang sejahtera akan lebih optimal dalam mengajar. Kami berharap tahun ini ada kejelasan terkait formasi P3K bagi guru swasta,” tambahnya.

Harapan dan Komitmen

Sebagai sekolah swasta yang lahir di tengah kebutuhan masyarakat, SMKS Cahaya Raya Blanakan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari sisi fasilitas, tenaga pendidik, maupun kegiatan pembelajaran berbasis praktik.

“Kami ingin SMKS Cahaya Raya Blanakan menjadi pilihan utama masyarakat Blanakan dan sekitarnya. Sekolah ini berkomitmen untuk mencetak lulusan yang berintegritas, siap kerja, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Ilham Ricky Prayudi.

Dengan langkah-langkah pembenahan dan inovasi yang dilakukan, SMKS Cahaya Raya Blanakan optimis menjadi salah satu sekolah kejuruan swasta unggulan di Kabupaten Subang.

Wali Kota Bekasi Tegaskan Renang di Sekolah Tidak Wajib, Jangan Bebani Orang Tua.

0

Warta.in Jabar ◊ Rabu, 24 September 2025.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa kegiatan olahraga renang yang diterapkan di sejumlah sekolah tidak bersifat wajib dan tidak dijadikan sebagai penentu nilai akademis siswa. Pernyataan ini disampaikan Tri di sela-sela kegiatan penyerahan kacamata gratis untuk 173 siswa SMPN 30 Kota Bekasi bersama Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN).

Penegasan ini sekaligus menjawab keresahan sebagian orang tua yang merasa terbebani oleh kewajiban mengikuti pelajaran renang karena keterbatasan biaya maupun akses sarana. Tri memastikan bahwa kegiatan olahraga, termasuk renang, seharusnya bersifat pilihan dan fleksibel sesuai kondisi sekolah serta peserta didik.

“Renang bukan kewajiban dan tidak digunakan sebagai syarat penilaian. Itu hanya pilihan dari sekolah. Masih banyak cabang olahraga lain yang dapat menjadi sarana pembentukan karakter, kesehatan, dan semangat sportivitas. Jangan sampai kegiatan ini justru membebani orang tua,” tegas Tri.

Tri menjelaskan, tujuan utama dari pendidikan jasmani di sekolah bukanlah sekadar mengejar nilai atau prestasi sesaat, melainkan untuk membentuk pribadi yang sehat, tangguh, dan berkarakter. Pemerintah Kota Bekasi, lanjutnya, akan terus berkomitmen menghadirkan sarana dan fasilitas olahraga yang inklusif agar setiap anak dapat mengembangkan potensi mereka tanpa tekanan.

“Kita ingin mencetak atlet-atlet asli dari Kota Bekasi dari berbagai cabang olahraga. Namun tidak hanya itu, kita juga ingin memberi ruang bagi anak-anak yang berprestasi di bidang seni dan budaya. Semua ini adalah bagian dari upaya membentuk generasi unggul yang membanggakan orang tua mereka,” ujar Tri.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran besar dalam menunjang perkembangan anak, baik dari segi akademik maupun non-akademik. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang agar memiliki daya tahan tubuh yang baik dan siap mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran.

“Anak-anak harus kita persiapkan secara utuh. Tidak cukup hanya dari sisi akademik atau olahraga, tapi juga dari sisi gizi, kesehatan mata, mental, dan karakter. Semua itu harus berjalan beriringan,” tambahnya.

Penegasan Tri Adhianto ini sekaligus menjadi arah kebijakan Pemkot Bekasi dalam penyelenggaraan pendidikan yang lebih adaptif terhadap kondisi siswa dan orang tua. Pemerintah memastikan setiap program pendidikan tetap memberi manfaat positif tanpa menimbulkan beban finansial atau psikologis yang tidak perlu.

(Jefry. Smk)

SDN Ahmad Yani Laksanakan ANBK di SDN Rajapolah 1, Harapkan Perhatian Dinas Pendidikan

0

SDN Ahmad Yani Laksanakan ANBK di SDN Rajapolah 1, Harapkan Perhatian Dinas Pendidikan

Warta In Jabar, Subang Ciasem, Rabu 24 September 2025 – SDN Ahmad Yani melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SDN Rajapolah 1. Kegiatan ini dilakukan karena hingga saat ini SDN Ahmad Yani belum memiliki perangkat Chromebook yang menjadi sarana utama pelaksanaan ANBK.

Gladi ANBK berlangsung hari ini dengan dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pukul 08.00–10.00 WIB, sedangkan sesi kedua pukul 10.30–12.30 WIB. Pada gladi kali ini, siswa mengikuti ujian pada mata pelajaran literasi. Guru kelas V, Ibu Evi Munawaroh, S.E., turut mendampingi para siswa, sementara pengawas ujian berasal dari SDN lain, yakni Ibu Novi Nurandrayani, S.Pd.

Kepala SDN Ahmad Yani, Ibu Popon Nurjanah, S.Pd., menuturkan bahwa sejak tahun sebelumnya sekolahnya memang belum mendapatkan bantuan perangkat Chromebook dari pemerintah. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan ANBK harus menumpang di sekolah lain, termasuk tahun ini yang kembali digelar di SDN Rajapolah 1.

“Harapan kami, SDN Ahmad Yani bisa segera memiliki Chromebook sendiri agar pelaksanaan ANBK dapat berjalan lebih mandiri dan nyaman bagi siswa. Kami berharap dinas pendidikan bisa memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan sekolah,” ujar Kepala Sekolah.

Sebagaimana diketahui, ANBK merupakan program nasional yang bertujuan untuk mengukur kemampuan dasar literasi, numerasi, serta karakter siswa. Hasil dari asesmen ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah.

Meski harus menumpang di sekolah lain, para siswa SDN Ahmad Yani tetap bersemangat mengikuti ANBK. Dukungan guru dan pengawas yang hadir di lokasi menjadi motivasi tambahan agar pelaksanaan berjalan lancar.

Pihak sekolah berharap di tahun mendatang, sarana prasarana khususnya Chromebook dapat segera terpenuhi, sehingga SDN Ahmad Yani bisa melaksanakan ANBK di sekolah sendiri tanpa harus bergantung pada fasilitas sekolah lain.

Gubernur Banten Bahas Kesejahteraan Nelayan dalam Dialog di Karangantu

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 24 September 2025  — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sebagai bagian dari misi “Banten Makmur” yang mengarah pada visi “Banten Maju, Adil, Merata, dan Tidak Korupsi.” Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Dialog Gubernur Banten dengan Nelayan yang digelar di Garasi Kapal Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten, Pelabuhan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, pada Selasa (23/9/2025).

Dialog yang mengusung tema “Menuju Sektor Perikanan Tangkap yang Maju dan Berdaya Saing” itu dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari Wali Kota Serang Budi Rustandi, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi dan kabupaten/kota, hingga sejumlah instansi vertikal seperti UPP KSOP Karangantu, PPN Karangantu, Satwas PSDKP KKP, serta organisasi nelayan DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). Kegiatan dipandu langsung oleh Kepala DKP Banten, Eli Susiyanti.

Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni menyampaikan bahwa Provinsi Banten memiliki potensi kelautan yang sangat besar, dengan garis pantai sepanjang 945 kilometer. Menurutnya, potensi ini belum sepenuhnya dimaksimalkan untuk meningkatkan taraf hidup nelayan.

“Dalam diskusi banyak hal yang disampaikan oleh nelayan kepada gubernur dan wali kota,” kata Andra Soni.

Ia menambahkan bahwa nelayan menyampaikan banyak masalah, termasuk masalah pendangkalan di hampir semua tempat pendaratan ikan, kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi, dan ketidakmampuan mendapatkan jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan.

Dalam hal pendangkalan, dia percaya bahwa tidak hanya Pemprov Banten yang bertanggung jawab atas masalah ini, tetapi juga organisasi pemerintah pusat seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). “Diskusi ini tidak boleh hanya berhenti sampai batasan ini, harus ada tindak lanjutnya,” tegasnya.

Andra Soni bersyukur karena Dedi Yudha Lesmana, Kepala BBWS C3, mengatakan bahwa Sungai Cibanten atau Pelabuhan Karangantu akan dinormalisasi pada 2026. Sementara itu, BBWS C2 juga akan melakukan kegiatan di Pelabuhan Perikanan Cituis di Kabupaten Tangerang.

Ia juga menyatakan bahwa Pemprov Banten memperhatikan kebutuhan pendidikan nelayan lainnya.  Salah satunya adalah proposal untuk mengelola Pelabuhan Perikanan Binuangeun, Lebak.

“Mohon doa dan dukungannya agar diskusi ini bisa ditindaklanjuti secara komprehensif dan ujungnya adalah kesejahteraan nelayan,” ucapnya.

Selain itu, Neneng Sri Hastuti Handayani, Ketua DPD HNSI Banten, bersyukur bahwa aspirasi nelayan telah disampaikan langsung kepada gubernur. Dia berharap keadaan nelayan akan lebih baik di masa depan. Dengan hasil tangkap yang besar dan melimpah, nelayan Banten akan lebih produktif.

Bahkan Wali Kota Serang Budi Rustandi sangat menyukai percakapan antara gubernur dan nelayan. Ia menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dengan semua pihak untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Dialog menjadi yang pertama dirasakan oleh para nelayan seperti Wawan dan Padma dari Karangantu. Mereka berbicara satu sama lain untuk menyampaikan keinginan mereka kepada gubernur dan wali kota, termasuk akses solar subsidi, kartu pas nelayan, bantuan sosial, dan pendangkalan muara pelabuhan. Salah satunya adalah legalisasi jaring apolo, yang masih menjadi perdebatan.

Usai berdialog, Andra Soni tampaknya menawarkan bantuan kepada nelayan. Sembilan kelompok nelayan menerima bantuan berupa alat tangkap jaring insang, bubu naga, alat TED untuk tujuh puluh nelayan, paket sembako, dan bantuan BPJS Ketenagakerjaan untuk 600 nelayan. Sementara itu, perubahan anggaran APBD 2025 akan membantu 3.500 nelayan tambahan.

Sebenarnya, bantuan BPJS Ketenagakerjaan memberikan pemberdayaan. Pada tahun pertama, pemerintah membayar iuran penuh selama dua belas bulan; pada tahun kedua, delapan bulan; dan pada tahun ketiga enam bulan. Pada tahun keempat, nelayan diharapkan sudah dapat hidup sendiri.

Gubernur juga memeriksa monitor posisi dan riwayat kapal yang dibuat oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.  Diharapkan program ini akan meningkatkan keamanan pelayaran dan kapal nelayan di perairan Banten. (WartainBanten)

Pelantikan Pejabat Eselon II di Kebun, Om Zein Sentil Makna Jabatan dan Ketahanan Pangan

0

Warta.in, Purwakarta  – Melampaui batas-batas tradisi birokrasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta kembali mencuri perhatian publik dengan menggelar prosesi pelantikan pejabat eselon II di tengah kebun, sebuah lokasi yang dipilih secara sengaja untuk mengukir makna mendalam.

Kali ini, prosesi pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Purwakarta dilaksanakan di tengah kebun, berbarengan dengan agenda Pelayanan Publik keliling, tepatnya di Kebun Istimewa, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Selasa, 23 September 2025. Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Om Zein, memimpin langsung acara tersebut.

Keputusan untuk menggelar pelantikan di lokasi yang tidak lazim ini bukan tanpa alasan. Om Zein menekankan bahwa jabatan adalah amanah yang harus diemban dengan kerja keras demi kepentingan masyarakat, bukan untuk mencari kenyamanan pribadi.

“Saya ingin mengingatkan, memegang jabatan itu bukan untuk hidup enak. Justru harus bekerja lebih keras lagi demi masyarakat. Itu sebabnya saya pilih di kebun, di bawah terik matahari, agar kita semua ingat makna kerja keras,” ujar Om Zein, usai pelantikan.

Selain itu, Om Zein juga menyampaikan bahwa kebun dan sawah merupakan simbol ketahanan pangan yang wajib dijaga bersama. Menurutnya, sektor pertanian adalah sumber kehidupan yang harus menjadi perhatian utama, tanpa memandang jabatan yang diemban.

“Siapapun kita, apapun jabatan kita, tetap harus konsen pada pertanian. Karena dari sanalah sumber kehidupan. Kita semua tetap butuh makan, dan untuk makan kita harus bercocok tanam. Kalau lahan di sekitar kita dimanfaatkan, saya yakin tidak ada masyarakat yang menderita,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 10 pejabat eselon II resmi dilantik untuk menempati jabatan baru. Berikut adalah daftar nama-nama pejabat yang dilantik:

1. Mochamad Arif Budiman – Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum

2. Erlan Diansyah – Kepala Dinas Lingkungan Hidup

3. Aan – Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan

4. Asep Saepudin – Kepala Dinas Kesehatan

5. Dian Andriansyah – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman

6. Sadiyah – Kepala Dinas Pendidikan

7. Hadyanto Purnama – Kepala Dinas Pangan dan Pertanian

8. Hendra Fadly Supratman – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika

9. Rustaman Arifin – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

10. Helmi Setiawan – Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan

Om Zein menambahkan bahwa pelantikan di alam terbuka seperti kebun dan sawah bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Pemkab Purwakarta. Sebelumnya, acara serupa juga pernah dilaksanakan di area persawahan.

“Ini konsistensi kami. Benteng pertahanan kita adalah ketahanan pangan. Maka setiap momentum, termasuk pelantikan pejabat, kami kaitkan dengan pertanian sebagai pengingat dan penguatan,” pungkasnya.

Aliansi Lamongan Bersatu Kembali Suarakan Tuntutan Prioritaskan Dana Desa untuk Pembangunan Jalan 

0

LAMONGAN //Warta.in– Aliansi Alam Bersatu Jaya Lamongan kembali menggelar aksi damai di Kantor Kecamatan Sugio, Lamongan, pada tanggal 24 September 2025. Aksi ini merupakan kelanjutan dari upaya mereka untuk mendesak pemerintah daerah agar lebih memprioritaskan alokasi Dana Desa dan bantuan dana hibah dari anggota dewan untuk pembangunan infrastruktur jalan yang lebih baik.

Aksi damai ini diikuti oleh seluruh anggota Aliansi Lamongan Bersatu, yang berkumpul di depan Kantor Kecamatan Sugio untuk menyampaikan aspirasi mereka. Orasi dimulai oleh Sukadi, SH, yang kemudian diikuti oleh Sulikan, Suwito, Roy, dan Wakil Presiden Aliansi, Suliono, SH. Dalam orasi tersebut, mereka menyoroti peran Camat sebagai pembina Kepala desa, yang diharapkan dapat memastikan bahwa semua proyek pembangunan di desa-desa se-Kecamatan Sugio dilaksanakan dengan mematuhi Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Transparansi dalam pengelolaan anggaran dan volume bangunan menjadi poin penting yang ditekankan oleh Aliansi. Mereka mendesak agar Dana Desa kedepannya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMD) diprioritaskan untuk pembangunan jalan, sebagai bentuk dukungan terhadap program unggulan Bupati Lamongan, yaitu “Jamula” (Jalan Alus Mulus Lamongan). Tuntutan ini didasarkan pada kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya dengan DPRD Lamongan dalam aksi serupa di Kantor DPRD.

Perwakilan Aliansi Lamongan Bersatu diterima oleh Camat Sugio bersama Asosiasi Kepala Desa (AKD) Jubellor untuk melakukan audiensi yang juga dihadiri oleh seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Sugio. Dalam audiensi tersebut, Suliono menegaskan pentingnya menghindari praktik jual beli Pokok Pikiran (Pokir) dengan anggota dewan, yang dianggap sebagai salah satu penyebab utama terjadinya korupsi.

“Praktik jual beli Pokir inilah yang seringkali menjadi akar masalah korupsi,” tegas Suliono.

Suliono juga menyampaikan tekanan kepada Camat dan seluruh Kepala Desa untuk merespons keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang disampaikan baik secara langsung maupun melalui media sosial. Ia meminta agar anggaran tahun 2026 dialokasikan secara signifikan untuk pembangunan dan perbaikan jalan.

Selain masalah infrastruktur jalan, Aliansi juga menyoroti masalah kesejahteraan sopir mobil sehat yang belum menerima gaji. “Kami meminta agar gaji para sopir mobil sehat segera dibayarkan,” serunya.

Isu lain yang diangkat adalah peningkatan pelayanan administrasi kependudukan oleh Kepala Desa. Aliansi berharap agar pelayanan kepada masyarakat dapat ditingkatkan, sehingga masyarakat merasa lebih terbantu dan puas dengan kinerja pemerintah desa.

Aksi ini menunjukkan betapa pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa, serta perlunya respons cepat terhadap keluhan masyarakat. Aliansi Lamongan Bersatu berharap agar tuntutan mereka dapat segera direalisasikan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lamongan, khususnya di Kecamatan Sugio.

Sementara Margi irawan ,Kepala bidang Hubungan Masyarakat Aliansi Alam bersatu (kabid humas )dalam pernyataan sikapnya menyampaikan tuju sikap yang kami sampaikan ke publik adalah bentuk komitmen kami untuk melaksanakan dan menjalankan fungsi dan tugas kami sebagai lembaga kontrol sosial yang independen.

Kami  dalam menjalankan fungsi dan tugas kami sebagai lembaga kontrol sosial selalu mengikuti prosedur yang ada, dan  kegiatan kami dalam menyampaikan  aspirasi masyarakat di depan umum  selalu tertib,dan tidak pernah anargis, kami juga tidak segan segan menindak angota kami yang terbukti melakukan tindakan tindakan yang anargis, karena Aksi kami adalah aksi damai.

Sebagai  rumah besar Aliansi ,Alam bersatu jaya selalu membuka dengan  selebar lebarnya kepada pihak pihak yang berkepentingan untuk berkomunikasi dengan kesekretariatan kami, kantor kami di jalan Suwoko no 59 kami siap melayani aspiratif masyarakat sesuai dengan fungsi kami sebagai lembaga yang bergerak di bidang kontrol sosial,”katanya dengan nada lirih,”

Margi irawan yang biasa di panggil Mbah irawan menyampaikan terkait aksi aksi damai  kami di beberapa titik  adalah bentuk kepedulian kami terhadap Lamongan agar bisa lebih baik kami juga menyampaikan aspirasi kami di beberapa titik di  kecamatan2 yang ada di Lamongan, kami berharap aspirasi yang  kami sampaikan di depan umum menjadi peringatan bagi penguna angaran yang ada di desa  agar mereka dapat  mengindahkan UU keterbukaan informasi publik yang sesuai dengan UU no 14 tahun 2008,agar masyarakat juga dapat ikut serta mengawasi jalannya pembangunan yang di biyayai oleh keuangan negara tersebut karena selama ini banyak temuan2 di lapangan  titik titik pekerjaan yang tidak di pasang papan angaran, dan di kantor desa juga masih banyak di temukan tidak terpasangnya papan Apebedes.

Harapan kami kedepan agar  pemerintah baik daerah maupun desa memfokuskan untuk pembangunan jalan jalan di kabupaten Lamongan,agar apa yang menjadi harapan masyarakat Lamongan bisa terpenuhi,”pungkasnya”(roy)

Public Expose PT Diamond Citra Propertindo Tbk di 2025

0

Warta.in, Jakarta | – PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) berhasil mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2024. Emiten properti ini melaporkan pendapatan Rp37,02 miliar, meningkat 56,96 persen dibandingkan 2023 sebesar Rp23,58 miliar.

“Peningkatan ini tak lepas dari strategi pemasaran agresif. Promosi gencar dilakukan secara daring maupun luring, sehingga penjualan tetap progresif meski pasar properti tengah kompetitif,” ujar Direktur DADA, Bayu Setiawan saat Public Expose di Depok, Kamis (04/09/2025).

Meski pendapatan naik, laba periode berjalan justru menurun menjadi Rp1,25 miliar. Namun laba kotor melonjak ke Rp22,37 miliar, dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp16,41 miliar.

Dari sisi neraca, total aset perseroan turun tipis menjadi Rp643,38 miliar dibanding 2023 sebesar Rp647,57 miliar. Penurunan ini masih dalam kategori sehat.

“Kinerja operasional didukung pencapaian serah terima unit di beberapa proyek unggulan. Dave Apartment menyerahkan lebih dari 645 unit, sementara Apple 1 Condovilla menyerahkan 131 unit,” ungkapnya.

Selain itu, area komersial Apple 1 Condovilla resmi dibuka dengan sistem sewa dan kerja sama. Sedangkan Apple 3 Condovilla menyelesaikan pekerjaan arsitektur dan elektrikal.

DADA juga menegaskan komitmen menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di seluruh proyek. Hal ini dilakukan agar keberlanjutan operasional tetap terjamin sesuai standar industri properti.

Perseroan memiliki strategi fokus pada segmen menengah, menghadirkan konsep hunian inovatif dengan harga terjangkau. Pendekatan ini dinilai sesuai kebutuhan pasar properti Indonesia.

Promosi dan iklan tetap dipertahankan demi menjaga brand awareness. Aktivitas dilakukan melalui media digital, platform daring, hingga kegiatan offline seperti expo dan open house.

Restrukturisasi organisasi menjadi salah satu langkah penting. Perseroan berupaya meningkatkan efisiensi, memberikan pelatihan, serta menerapkan evaluasi kinerja berbasis target dan penghargaan.

Strategi sales dan marketing diperkuat dengan digital marketing, kolaborasi dengan agen properti, serta penyelenggaraan event berkala. Langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas leads dan penjualan.

Di sisi operasional proyek, prioritas diberikan pada proyek yang mendapat respon positif pasar. Kontrol biaya ketat diterapkan agar tidak terjadi defisit keuangan.

Perseroan juga menjajaki peluang bisnis jangka panjang melalui komunikasi dengan investor asing bereputasi baik. Tujuannya meningkatkan permodalan sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.

Komitmen transparansi dijaga dengan mengedepankan prinsip good corporate governance. Seluruh aksi korporasi selalu diinformasikan kepada publik dan pemegang saham secara terbuka dan konsisten.

“Dengan strategi komprehensif ini, DADA optimis menjaga momentum pertumbuhan di tengah persaingan. Prospek bisnis properti tetap cerah, didukung permintaan pasar menengah yang stabil,” pungkasnya.

Progres Proyek

PT Diamond Citra Propertindo Tbk dan anak usahan mengembangkan 20 proyek residensialdan komersial di wilayah Jabodetabek, mulai dari ground reaking hingga serah terima.

Diamond land juga telah sukses pembangunan hunian vertikal, diantara Dave Apartment yang lokasinya dekat dengan Universitas Indonesia, tepatnya berada di jalan Palakali Raya Kukusan, Beji, Kota Depok.

Kemudian Apple 1 Condovilla yang berlokasi Jl. Raya Jatipadang, Pasar Minggu Jakarta Selatan. Serta Apple 3 Condovilla yang berlokasi di. Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

#PT Diamond Citra Propertindo, Tbk

#Media Partners PT Diamond Citra Propertindo, Tbk