26.1 C
Jakarta
Minggu, Februari 15, 2026
Beranda blog Halaman 52

Bunda Literasi Banten Dorong Solusi Bersama untuk Tingkatkan Indeks Literasi Masyarakat

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 28 Januari 2026  — Bunda Literasi Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menekankan pentingnya solusi bersama agar program literasi dapat berjalan optimal dan berdampak nyata terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Menurutnya, keberhasilan program literasi sangat bergantung pada sinergi dan komitmen berbagai pihak.

Hal tersebut disampaikan Tinawati usai menerima audiensi Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Provinsi Banten di Gedung PKK Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (27/1/2026).

Tinawati menegaskan bahwa peningkatan minat baca masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan tugas bersama seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pegiat literasi, hingga masyarakat.

“Mudah-mudahan nanti kita bisa mencari jalan keluarnya, sehingga minat baca dan tadi indeks IPLM-nya semakin meningkat,” paparnya.

Ia menyampaikan bahwa pertemuan dengan para pegiat literasi tersebut menjadi ruang untuk saling bertukar gagasan sekaligus membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan literasi di Provinsi Banten.

“Pertemuan hari ini kita saling memberi masukan, kemudian mencari solusi bagaimana dengan program literasi di Provinsi Banten,” katanya.

Ketua Forum TBM Provinsi Banten, Rudi Gunawan, menyampaikan bahwa audiensi dilakukan untuk memberikan masukan sekaligus mendorong kolaborasi dalam penguatan literasi di Banten. Ia menyebutkan terdapat lebih dari 800 TBM dan perpustakaan desa di Banten yang telah menerima bantuan buku bermutu dari Perpusnas, yang perlu dioptimalkan melalui kegiatan literasi berkelanjutan.

“Kehadiran kami kesini adalah untuk memberikan masukan, mengajak kolaborasi penguatan literasi di Provinsi Banten,” katanya.

Rudi juga menyoroti belum optimalnya regenerasi relawan literasi dan berharap adanya kolaborasi dengan Bunda Literasi untuk melahirkan relawan-relawan baru guna meningkatkan minat baca masyarakat.(WartainBanten)

*APH Diminta Tindak Tegas Aktivitas Penimbunan CPO di Jalan Kebangkitan Nasional*

0

PONTIANAK WARTA IN,DI Diduga Sebuah Gudang penambung minyak Crude Palm Oil (CPO) ilegal di Jalan Kebangkitan Nasional Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak bebas beraktivitas.

Hasil investigasi di lapangan Selasa (27/01/26) memperlihatkan adanya aktivitas bongkar muat minyak sawit mentah yang mencurigakan. Gudang tersebut tidak memiliki papan nama perusahaan, izin usaha, maupun tanda legalitas lain di area sekitar.

Bau menyengat khas CPO bahkan tercium kuat dari luar pagar, mengindikasikan adanya penyimpanan dalam jumlah besar yang dilakukan secara tertutup.

Menurut keterangan warga sekitar, ia sering melihat mobil tanki kuning masuk ke gudang yang terbuat dari seng tersebut,” jelasnya kepada media.

“Kami sering lihat mobil tanki masuk ke gudang, tapi kami tidak tahu ada aktivitas apa didalamnya. Warga sangat khawatir dengan keberadaan gudang CPO ilegal tersebut. Menurutnya, sudah banyak contoh di berbagai daerah karena bau limbahnya yang menyengat,” kesalnya.

Saya minta kepada pihak berwenang seperti, Polda Kalbar mengambil langkah tegas dan turun langsung kelapangan untuk memberantas aktivitas penampungan dan pengolahan CPO ilegal itu.

“Gudang penampungan dan pengolahan CPO ilegal ini seolah-olah dibiarkan oleh aparat setempat, buktinya sampai hari ini tidak ada tindakan tegas serta terkesan tutup mata atas keberadaan gudang CPO tersebut.

Ada dugaan kuat bahwa aktivitas penampungan dan pengolahan CPO ilegal ini di Back Up oleh oknum-oknum tertentu sehingga usaha ilegal tersebut dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengusaha atau pemilik gudang belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi.

Sumber:Tim Investigasi

PAW DPRD Banten, Dimyati Natakusumah Tegaskan Pentingnya Kinerja Legislatif Optimal

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 27 Januari 2026  — Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menghadiri rapat paripurna pengucapan sumpah janji Pengganti Antarwaktu (PAW) anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PAN, Riyan Hidayat, yang menggantikan Ahmad Farizi.

Dalam kesempatan tersebut, Dimyati menekankan pentingnya anggota DPRD menjalankan fungsi legislatifnya secara optimal, termasuk pengawasan terhadap pemerintah daerah.

“Hal itu sebagai bentuk check and balance. Jangan sampai ada kesalahan yang dibiarkan. Harus terus diawasi,” kata Dimyati di Gedung DPRD Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Selasa (27/1/2026).

Dimyati juga mengingatkan bahwa PAW bukan sekadar pergantian kursi, tetapi pemindahan tanggung jawab dalam menyalurkan dan merealisasikan aspirasi masyarakat.

“Berbagai keluhan masyarakat harus bisa dipenuhi. Ini memang tanggung jawab yang sangat besar. Oleh karena itu, anggota DPRD harus benar-benar bekerja untuk masyarakat yang telah memilihnya,” tuturnya.

Selain itu, Dimyati menegaskan bahwa PAW juga bertujuan menjaga keberlanjutan kinerja legislatif agar tetap berjalan secara optimal.

“Karena di sana ada hak dan tanggung jawab kepada masyarakat, terutama dari daerah pemilihan (dapil)nya,” imbuhnya.

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengucapkan selamat kepada Riyan Hidayat yang resmi dilantik sebagai anggota DPRD Provinsi Banten melalui Pengganti Antarwaktu (PAW).

Dimyati menekankan pentingnya pengawasan terhadap seluruh kinerja dan kebijakan kepala daerah serta kepala OPD.

Pelaksanaan PAW ini merujuk pada Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 100.2.1.4-35 dan 100.2.1.4-36 Tahun 2026. Prosesi pengucapan sumpah janji dipimpin Ketua DPRD Banten, Fahmi Hakim, yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan dan penyematan pin kepada Riyan Hidayat.(WartainBanten)

Bupati Jember Raih Penghargaan UHC Awards 2026 Dengan Capaian JKN Tembus 98 Persen

0

Warta.in, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember kembali mencatatkan prestasi di tingkat Nasional dengan menerima penghargaan sebagai daerah kategori Madya dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC).

Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc dan diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, bersama Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, serta Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, dalam ajang UHC Awards 2026 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

Penghargaan UHC kategori Madya diberikan berdasarkan pemenuhan sejumlah kriteria penilaian strategis. Kabupaten Jember, Jawa Timur dinilai berhasil mencapai cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) minimal 98 persen, dengan tingkat keaktifan peserta mencapai minimal 98 persen.

Ket foto : Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., saat menerima penghargaan UHC awards 2026.

Peran kepala daerah memiliki pengaruh langsung terhadap keberhasilan tersebut, khususnya dalam memdorong penduduk untuk terdaftar dan memastikan keberlangsungam kepersertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah.

Capaian UHC tidak hanya berdampak pada meningkatnya akses layanan kesehatan, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kesejahteraan sosial. Berdasarkan penelitian LPEM FEB UI 2025, daerah yang mencapai UHC, memliki tingkat kesakitan yang lebih rendah, akses pelayanan yang lebih baik, serta penurunan beban pengeluaran kesehatan rumah tangga.

Universal Health Coverage (UHC) merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga negara memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan tanpa hambatan finansial. Pencapaian UHC kategori Madya ini menjadi tonggak penting bagi Kabupaten Jember dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkelanjutan.

Antisipasi 3C dan Cuaca Ekstrem, Sat Samapta Polresta Mataram Intensifkan Patroli

0

Antisipasi 3C dan Cuaca Ekstrem, Sat Samapta Polresta Mataram Intensifkan Patroli

Warta.in
Mataram, NTB – Menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satuan Samapta Polresta Mataram melaksanakan patroli keamanan dan dialogis di kawasan pertokoan wilayah Kecamatan Sandubaya, Selasa (27/01/2026).

Dalam patroli tersebut, personel Sat Samapta menyasar sejumlah pusat aktivitas ekonomi masyarakat, salah satunya Toko Sukses Crown, yang merupakan toko sekaligus gudang mainan anak-anak.

Kehadiran polisi di lokasi ini bertujuan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif serta memberikan rasa aman bagi pemilik usaha, karyawan, maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., melalui Kasat Samapta AKP I Nyoman Agus Sugiarta Wiswa, S.H., M.H., menjelaskan bahwa patroli ini diisi dengan penyampaian pesan-pesan kamtibmas, khususnya terkait pencegahan tindak pidana 3C (curat, curas, dan curanmor) yang kerap menyasar kawasan pertokoan.

“Dalam patroli ini, personel mengimbau pemilik dan karyawan toko agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kejahatan dan kondisi cuaca buruk yang belakangan terjadi, guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Selain memberikan imbauan keamanan, patroli ini juga menjadi sarana dialog antara kepolisian dan pelaku usaha, sehingga komunikasi dan koordinasi dapat terjalin dengan baik apabila terjadi gangguan keamanan.

“Patroli ini kami laksanakan untuk memastikan keamanan bagi masyarakat, khususnya di kawasan pertokoan yang memiliki aktivitas cukup padat,” tutupnya.

Melalui patroli rutin di kawasan publik dan pusat ekonomi, Polresta Mataram berharap situasi kamtibmas di wilayah hukumnya tetap aman, kondusif, serta aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan nyaman dan lancar.(sr/hpm)

Pemkab Rembang Raih penghargaan Universal Health Coverage (UHC)

0

Warta.in || Jateng Rembang || Prioritas dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia atas komitmen dan keberhasilannya dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas capaian Pemkab Rembang dalam memperluas kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara merata dan berkelanjutan.

Penghargaan UHC Prioritas diberikan kepada daerah yang dinilai memenuhi standar nasional kepesertaan JKN, termasuk keberpihakan terhadap masyarakat kurang mampu melalui dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah. Dengan capaian tersebut, Kabupaten Rembang dinilai konsisten menghadirkan perlindungan kesehatan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Fahrudin, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh memastikan setiap warga memperoleh perlindungan kesehatan yang adil dan berkualitas melalui program JKN.

“Pemerintah Kabupaten Rembang berkomitmen memastikan seluruh warga mendapatkan perlindungan kesehatan yang berkeadilan, berkualitas, dan berkelanjutan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional,” ujar Fahrudin, Selasa (27/1).

Ia menjelaskan, dari total jumlah penduduk Kabupaten Rembang sekitar 667.092 jiwa, sebanyak 99,16 persen telah terdaftar sebagai peserta JKN, dengan tingkat keaktifan mencapai 83,20 persen.

“Capaian ini menandai bahwa Kabupaten Rembang telah berhasil mencapai Universal Health Coverage prioritas,” imbuhnya.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan layanan kesehatan dapat diakses secara luas oleh masyarakat. Pemkab Rembang berkomitmen untuk mempertahankan status UHC Prioritas sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

( wik )

TP PKK Banten Perkuat Edukasi HIV/AIDS untuk Anak dan Pelajar

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 27 Januari 2026  — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menekankan pentingnya penguatan edukasi tentang HIV/AIDS di kalangan keluarga dan anak-anak, khususnya pelajar, untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

Hal itu disampaikan Tinawati usai menerima audiensi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di Gedung PKK Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (27/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, KPA memaparkan sejumlah program yang dapat dikolaborasikan dengan PKK untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya anak-anak, terkait penularan HIV/AIDS dan perilaku seksual sehat.

“Insya Allah nanti coba kita formulasikan supaya sama-sama bisa dijalankan dengan baik, khususnya di ranah anak-anak, pengetahuan tentang hubungan seksual dan penularan penyakit melalui hubungan seksual dan lain sebagainya,” ujarnya.

Tinawati menekankan tingginya penularan HIV/AIDS di Banten, sehingga peran keluarga dan edukasi anak-anak melalui jalur pendidikan menjadi sangat penting. Ia juga menyoroti efektivitas pendekatan sebaya, karena anak-anak dan remaja cenderung lebih mudah menerima informasi dari teman sebayanya, sebagai strategi pencegahan penularan HIV/AIDS.

Sekretaris KPA Banten, dr. Santoso Edi Budiono, menyatakan audiensi dengan PKK bertujuan untuk terlibat aktif dalam program PKK Mengajar, guna meningkatkan pemahaman masyarakat melalui sosialisasi dan pencegahan HIV/AIDS, serta mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penderita.

“Stigma dan diskriminasi masih menjadi salah satu penghambat utama dalam upaya penemuan dan pengobatan penderita HIV/AIDS,” ujarnya.

KPA Banten bekerja dari hulu melalui sosialisasi dan pencegahan HIV/AIDS, mengingat Indonesia berada di peringkat ke-14 dunia dalam penyebaran HIV/AIDS, dengan 11 provinsi sebagai penyumbang utama, termasuk Banten di posisi kesembilan.

Edukasi HIV/AIDS sebaiknya dimulai sejak SD dan SMP melalui pendidikan kesehatan reproduksi, dengan kurikulum yang mudah dipahami siswa, karena pendidikan jasmani dan kesehatan saat ini masih bersifat pengantar.

Upaya ini penting untuk mencapai target triple zero pada 2030, yang diharapkan mendukung generasi lebih sehat menuju Indonesia Emas 2045.(WartainBanten)

Tragis, Anak Kandung Menjerat Membunuh dan Membakar Ibu Kandung Sendiri

0

Tragis, Anak Kandung Menjerat Membunuh dan Membakar Ibu Kandung Sendiri

Warta.in

Mataram,NTB — Misteri penemuan sesosok mayat perempuan dalam kondisi hangus terbakar di Dusun Batu Leong, Desa Sekotong Barat, Lombok Barat, akhirnya terungkap. Polda NTB mengamankan terduga berinisial BP, pria asal Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Hubungan keduanya terungkap sebagai ibu dan anak kandung.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., Selasa (27/1/2026), saat Konferensi Pers di gedung Sasana Dharma, menyampaikan jika peristiwa itu tercatat dalam laporan polisi Polres Lombok Barat dan langsung ditangani tim gabungan, lantaran lokasi kejadian berpindah lintas wilayah.

“Korban adalah seorang perempuan bernama Yeni Widyastuti, yang merupakan ibu kandung dari terduga pelaku,” ujar Kombes Pol Kholid.

Peristiwa bermula Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. Warga menemukan jasad manusia hangus terbakar di pinggir jalan Dusun Batu Leong. Saksi awal Melati Hikmanul Hasanah dan Abdul Fatah, kemudian melapor ke Polsek Sekotong. Petugas Polsek Sekotong, piket Polres Lombok Barat, serta Inafis segera mendatangi lokasi.

Malam hari pukul 21.45 Wita, Tim Puma Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda NTB, melakukan pengecekan lanjutan dan berkoordinasi dengan RS Bhayangkara Mataram, terkait evakuasi serta rencana otopsi.

Keesokan harinya, Senin (26/1/2026) pagi, tim gabungan kembali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan. Penyisiran CCTV di sekitar jalur TKP mengarah ke sebuah mobil Innova putih. Siang hari, konsolidasi dilakukan bersamaan dengan pemantauan otopsi. Menjelang malam, petunjuk dari rekaman CCTV mempersempit identifikasi kendaraan dan pemiliknya.

Direktur Reskrimum Polda NTB Kombes Pol Arisandi, S.I.K. menjelaskan, tim kemudian mendatangi rumah terduga di Monjok Timur didampingi kepala lingkungan.

“Di bagasi belakang mobil ditemukan bercak darah. Dari interogasi awal, terduga mengakui perbuatannya,” kata Kombes Pol Arisandi.

Penyidik mengungkap aksi bermula saat korban tertidur pulas. Terduga melilitkan tali ke leher korban hingga nyawa tak tertolong. Jasad dibungkus sprei lalu dimasukkan ke bagasi belakang Toyota Innova putih. Mobil itu bergerak ke arah Sekotong, sempat singgah di Simpang Tiga Lembar untuk membeli Pertalite, lalu menuju lokasi sepi di Batu Leong. Di lokasi tersebut, jasad disiram bahan bakar dan dibakar. Terduga meninggalkan tempat kejadian setelah menunggu sekitar satu jam.

Motif dipicu sakit hati. Terduga mengaku kesal lantaran permintaan uang, untuk membayar utang tak dipenuhi korban.

Polisi mengamankan dua unit kendaraan roda empat, sepatu Vans abu-abu, jaket hitam, swab basah dan kering DNA darah dari bagasi, kotak permen karet diduga berisi ganja, kunci kendaraan, kamera action, bingkai foto pembanding DNA gigi, serta ponsel Samsung A02, Samsung A32, dan Oppo.

Terduga dijerat Pasal 459 KUHP juncto Pasal 458 ayat (2) KUHP.

“Ancaman pidana maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun,” tegas Kombes Pol Kholid.

Perwakilan RS Bhayangkara Mataram menyampaikan, jenazah tiba Ahad malam pukul 21.50 Wita, dalam kondisi hangus terbakar derajat berat. Pemeriksaan forensik mengidentifikasi korban berjenis kelamin perempuan melalui temuan pakaian dan perhiasan, disertai luka tumpul pada beberapa bagian tubuh. Proses otopsi dilakukan bersama dokter forensik untuk mendukung penyidikan.

Saat ini terduga beserta seluruh barang bukti diamankan di Polda NTB, untuk proses penyidikan lanjutan. Polisi juga mendalami temuan ganja, guna menelusuri keterkaitan dengan kondisi terduga saat menjalankan aksinya.(sr/hpntb)

TIDAK BUTUH DIRELOKASI TEPI PANTAI MENJADI SANDARAN UTAMA MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT

0

Warta Investigasi, 27 Januari 2026

Warga Pulau Maratua kembali menegaskan bahwa satu-satunya harapan masyarakat pesisir adalah pembangunan tanggul pemecah ombak di wilayah pesisir Kampung Payung Payung.

Mereka menyatakan secara tegas bahwa isu relokasi tidak pernah diharapkan oleh warga.

Masyarakat menilai pembangunan pemecah ombak merupakan kebutuhan mendesak untuk melindungi permukiman sekaligus aktivitas ekonomi warga dari ancaman abrasi dan gelombang laut.

Infrastruktur tersebut dipandang sebagai solusi yang tepat tanpa harus menghilangkan ruang hidup masyarakat pesisir.

Warga menyampaikan bahwa kawasan tepi pantai selama ini menjadi sandaran utama mata pencaharian masyarakat, termasuk sebagai objek pengembangan usaha mikro kecil dan menengah UMKM. Aktivitas perikanan, pariwisata berbasis masyarakat, hingga usaha kuliner lokal tumbuh dan bergantung langsung pada keberadaan wilayah pesisir.

Kepala Kampung Maratua menegaskan bahwa aspirasi warga sejak awal hanya tertuju pada pembangunan pemecah ombak. Tidak pernah ada permintaan maupun harapan masyarakat untuk direlokasi dari kawasan pesisir yang telah menjadi ruang hidup dan ruang usaha mereka.

Salah satu warga pesisir Maratua dari Suku Bajau turut menyuarakan bahwa tinggal dan berusaha di tepi pantai merupakan bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, pantai bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga fondasi ekonomi keluarga dan kehormatan sosial masyarakat.

“Bagi kami, tepi pantai adalah sandaran hidup dan usaha. Di sanalah UMKM kami tumbuh, dan di situlah anak cucu kami belajar melanjutkan mata pencaharian leluhur,” ungkapnya kepada warta in

Warga berharap pemerintah daerah dan pemangku kebijakan dapat fokus memenuhi aspirasi tersebut dengan merealisasikan pembangunan tanggul pemecah ombak, sebagai bentuk perlindungan wilayah pesisir sekaligus dukungan terhadap keberlanjutan ekonomi dan UMKM masyarakat Maratua.

Syafaat sanusi

Lonjakan Triwulan IV Dongkrak Investasi Banten 2025 hingga Rp130,2 Triliun

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 27 Januari 2026  — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat capaian positif dalam realisasi investasi sepanjang 2025, dengan total mencapai Rp130,2 triliun atau 108,95 persen dari target tahunan. Lonjakan signifikan terjadi pada Triwulan IV, yang menjadi pengungkit utama pencapaian investasi pada Semester II dan keseluruhan tahun.

Capaian ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Rilis Realisasi Investasi Triwulan IV dan Semester II Periode Januari–Desember 2025, yang digelar di Rahaya Resort Banten, Jalan Raya Leuwidamar, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (27/1/2026).

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menilai bahwa hasil tersebut menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pada paruh kedua tahun 2025.

“Investasi kita meningkat cukup tinggi, tadi disebutkan sekitar 108 persen,” ujar Dimyati.

Ia menekankan pentingnya menjaga iklim investasi agar tetap kondusif. Menurutnya, segala bentuk gangguan terhadap aktivitas investasi akan berdampak kontraproduktif bagi pembangunan daerah.

“Saya meminta kepada masyarakat untuk tidak mengganggu investasi. Jika investasi diganggu, hal itu akan menjadi kontraproduktif. Kita justru ingin menarik minat para investor agar mau menanamkan modalnya di daerah kita,” tegasnya.

Dimyati juga menekankan peran kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota dalam menarik investasi ke wilayah masing-masing.

“Bupati dan Wali Kota tentu ingin semua orang berinvestasi di daerahnya. Jika tiba-tiba investasi itu diganggu, upaya kita bersama menjadi sia-sia,” katanya.

Lebih lanjut, Pemprov Banten berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan serta memastikan manfaat investasi dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Investasi dinilai strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Lapangan pekerjaan sangatlah penting. Semua itu dapat terwujud karena adanya investasi,” pungkasnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Virgojanti, menyampaikan, lonjakan investasi pada Triwulan IV 2025 menjadi pendorong utama capaian tinggi Semester II dan realisasi tahunan Banten. Pada periode ini, realisasi investasi mencapai Rp38,6 triliun, terbagi rata antara PMA Rp19,30 triliun dan PMDN Rp19,28 triliun, dengan 31.185 proyek dan penyerapan 58.733 tenaga kerja.

“Secara kumulatif sepanjang 2025, total realisasi investasi mencapai Rp130,2 triliun, dengan komposisi PMDN sebesar Rp73,20 triliun dan PMA sebesar Rp56,96 triliun. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor yang terus menguat terhadap Banten,” ujarnya.

Secara kumulatif sepanjang 2025, total realisasi investasi mencapai Rp130,2 triliun (PMDN Rp73,20 triliun, PMA Rp56,96 triliun), mencerminkan kepercayaan investor yang terus meningkat. Sektor industri kimia dan farmasi menjadi kontributor terbesar, diikuti sektor transportasi, pergudangan, telekomunikasi, serta perumahan dan kawasan industri.

“Dari sisi wilayah, Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon masih menjadi episentrum utama investasi di Banten. Hal ini menunjukkan konsistensi daya tarik kawasan industri dan infrastruktur pendukung di kedua wilayah tersebut,” jelasnya.

Investasi berbasis hilirisasi semakin menonjol pada akhir 2025, dengan nilai Rp17,5 triliun pada Triwulan IV (45,33% dari total triwulan) dan Rp41,3 triliun sepanjang tahun (31,72% dari total investasi 2025). Hal ini mencerminkan fokus kebijakan investasi Banten pada penguatan nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja, terbukti dari total 214.216 tenaga kerja terserap sepanjang tahun 2025.(WartainBanten)