29.9 C
Jakarta
Senin, Februari 16, 2026
Beranda blog Halaman 65

Personil Polsek Ngimbang Patroli Blue Light Siskamtibmas Guna Cegah Kriminalitas Di Malam Hari

0

Personil Polsek Ngimbang Patroli Blue Light Siskamtibmas Guna Cegah Kriminalitas Di Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota Jaga Polsek Ngimbang dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif serta mencegah terjadinya aksi premanisme dan kejahatan serta aksi konvoi Pemuda di daerah rawan kejahatan wilayah hukum Polsek Ngimbang gencar melaksanakan patroli Blue light siskamtibmas pada,Kamis (22/01/2026)

Patroli blue light siskamtibmas ini dilaksanakan mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai yang di laksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Suhadi dan Brigadir Elbiyun dengan sasaran empat lokasi SPBU Ngimbang, R3 Mart ,Pasar Ngimbang dan Swalayan Ngimbang yang ada di wilayah hukum Polsek Ngimbang di malam hari

Kegiatan patroli Blue Light ini merupakan bagian dari langkah antisipatif terhadap berbagai bentuk gangguan Kamtibmas, khususnya aksi-aksi premanisme dan kejahatan 4C, (Curas, curat, curanmor dan curhewan) yang kerap terjadi di daerah rawan kriminalitas di malam hari

Dalam patroli Blue Light tersebut, petugas turut memberikan imbauan kepada warga dan petugas keamanan (security) perusahaan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja.

Apabila ditemukan tindakan mencurigakan atau aksi kejahatan, masyarakat diimbau segera melapor ke Polsek Bulakamba atau melalui layanan darurat 110, atau datang ke Polsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, “menyampaikan bahwa patroli Blue Light di Malam hari ini secara rutin di untuk menciptakan Siskantibmas di wilayah Ngimbang, hal ini di laksanakan merupakan langkah nyata Polri dalam menciptakan rasa aman, terutama di malam hari di wilayah hukum Polsek Ngimbang, ujarnya

“Kami berkomitmen untuk menciptakan wilayah yang aman dari praktik-praktik premanisme. Keamanan masyarakat, termasuk di wilayah daerah rawan, menjadi prioritas kami.

Oleh karena itu, kami harapkan kerja sama semua pihak untuk tidak segan melapor jika menemukan tindakan yang mengganggu ketertiban,” tegas Iptu IWayan Sumantra, S.H.

Dan Polsek Ngimbang akan terus melakukan patroli Blue Light secara rutin dan responsif dalam menjawab aduan masyarakat sebagai bentuk pelayanan yang humanis dan profesional, guna mendukung terciptanya iklim kerja yang aman dan produktif, pungkasnya(roy)

Gubernur NTB Resmikan Jalan Pototano, Jalur Logistik Sumbawa-Lombok Berfungsi Optimal

0

Gubernur NTB Resmikan Jalan Pototano, Jalur Logistik Sumbawa-Lombok Berfungsi Optimal

Warta.in
Sumbawa Barat,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) meresmikan selesainya proyek pembangunan dan revitalisasi Jalan Simpang Pototano di Desa Potoano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Ruas jalan lurus sepanjang 4 kilometer tersebut kini kembali berfungsi optimal, setelah sebelumnya kerap rusak akibat genangan dan banjir.

Jalan tersebut, sejak tahun 2017 sistem drainasenya kurang memadai menyebabkan jalan sering tergenang air setiap kali hujan. Kondisi tersebut, berdampak langsung pada kualitas aspal, mengingat air merupakan salah satu faktor utama penyebab kerusakan jalan.

Meski masih bisa dilalui, kondisi jalan terus mengalami penurunan. Pada tahun 2025, Pemprov NTB melakukan penanganan dengan anggaran sebesar Rp32 miliar yang dikerjakan selama tiga setengah bulan dan rampung pada 31 Desember 2025.

Selain memperbaiki badan jalan, proyek mencakup pembenahan sistem drainase dan pemasangan penerangan jalan umum. Hasilnya, ruas jalan yang berada di Desa Pototano kini lebih aman, nyaman, dan mampu memperlancar arus transportasi masyarakat.

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan peresmian dilakukan dalam perjalanan dari Pulau Sumbawa menuju Pulau Lombok melalui Pototano. Dirinya menyebutkan jalan tersebut, sebelumnya berada dalam kondisi rusak dan bahkan tidak dapat digunakan secara optimal.

“Alhamdulillah, hari ini jalan Simpang Pototano sepanjang kurang lebih 4 kilometer sudah sepenuhnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Tidak hanya badan jalan yang diperbaiki, tetapi fasilitas pendukung seperti lampu penerangan juga sudah berfungsi”, ujar Gubernur Iqbal.

Dirinya menjelaskan, secara teknis pekerjaan telah diselesaikan sesuai perencanaan dan standar yang ditetapkan. Namun demikian, terdapat tantangan kondisi geologis pada salah satu titik yang sempat beberapa kali mengalami ambruk. Titik tersebut, telah ditangani kontraktor dan terus diawasi selama masa pemeliharaan enam bulan ke depan.

“Selama masa pemeliharaan, apabila terjadi gangguan atau kerusakan, itu masih menjadi tanggung jawab kontraktor untuk diperbaiki”, tegasnya.

Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya peran masyarakat dan pemerintah desa dalam menjaga fungsi drainase. Menurutnya, drainase jalan tidak akan berfungsi optimal apabila drainase di lingkungan sekitar tidak dibersihkan dari sedimentasi dan sampah.

“Kalau drainase lingkungan tidak dibereskan, air bisa tertahan di saluran utama dan berpotensi menggenangi permukiman. Karena itu perlu kerja bersama”, tandasnya saat turun langsung mengecek drainase jalan (22/1/2026).

Lebih lanjut, Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa total panjang jalan di Pulau Sumbawa mencapai sekitar 965 kilometer, sementara perlu adanya prioritas anggaran pemerintah. Oleh sebab itu, Pemprov NTB memprioritaskan penanganan jalan-jalan yang sudah tidak dapat dilalui, terutama yang memiliki fungsi strategis dahulu.

Pototano menjadi salah satu prioritas karena merupakan jalur logistik utama yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pelabuhan Pototano dan Pulau Lombok. Jalur ini dinilai vital dalam mendukung keamanan, ketahanan pangan, dan distribusi barang (logistik). Penanganan serupa dilakukan pula di Dasan Geres Lombok Timur serta sejumlah titik lain yang memiliki fungsi logistik penting.

Ke depan, Pemprov NTB mulai memfokuskan penanganan pada jalur-jalur pariwisata setelah jalur logistik utama tertangani. Hal ini dilakukan untuk mendukung peningkatan ketahanan pangan sekaligus penguatan sektor pariwisata melalui infrastruktur publik yang memadai.

“Kita berharap penanganan jalan ini benar-benar permanen agar permasalahan yang sama tidak terulang. Dengan do’a dan dukungan semua pihak, semoga jalan ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat dan mendukung akses ke kawasan wisata”, pungkasnya menyampaikan ketika menginspeksi jalan yang diresmikan. (sr/dkintb)

Pendekatan Humanis, BRI KC Merdeka Bahas Penagihan DH Bersama Nasabah

0

Warta.in Tangerang, 19 – Jan -2026 — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Tangerang Merdeka terus mengedepankan pendekatan humanis dalam pengelolaan kredit, termasuk dalam proses penagihan debitur yang mengalami keterlambatan pembayaran (DH).

Hal tersebut disampaikan oleh Pemimpin Cabang BRI KC Tangerang Merdeka, Denny Setiawan, menyusul adanya pertemuan antara BRI dan nasabah terkait pembahasan kewajiban kredit. Pertemuan tersebut dilakukan secara persuasif dan kekeluargaan dengan mengedepankan dialog terbuka untuk mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

“BRI selalu mengutamakan pendekatan humanis dalam setiap proses penagihan. Kami memahami bahwa setiap nasabah memiliki kondisi dan tantangan usaha yang berbeda-beda, sehingga penyelesaiannya pun kami lakukan melalui komunikasi yang baik dan musyawarah,” ujar Denny Setiawan.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut BRI mendengarkan secara langsung kendala yang dihadapi nasabah, sekaligus memberikan penjelasan mengenai kewajiban kredit serta opsi-opsi penyelesaian yang dapat ditempuh sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Tujuan kami bukan semata penagihan, tetapi mencari jalan keluar yang berimbang agar usaha nasabah tetap dapat berjalan dan kewajiban kepada bank tetap terpenuhi,” tambahnya.

Denny menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan kredit di BRI dilakukan sesuai dengan prinsip kehati-hatian (prudential banking) serta menjunjung tinggi Good Corporate Governance (GCG). BRI juga berkomitmen menjaga hubungan baik dengan nasabah sebagai mitra usaha jangka panjang.

Melalui pendekatan tersebut, BRI berharap dapat terus memberikan solusi perbankan yang berkelanjutan, mendukung pertumbuhan usaha nasabah, sekaligus menjaga kualitas aset perusahaan.

Lamsiang Sitompul, SH MH, Ketum HBB, Apresiasi Pemerintah Cabut Izin PT Toba Pulp Lestari

0

Medan, Ketua Umum Horas Bangso Batak ( HBB ) Lamsiang Sitompul,SH MH mengucapkan terima kasi dan memberi apresiasi setinggi – tingginya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang telah mengambil keputusan tegas dengan mencabut izin PT Toba Pulp Lestari (TPL) bersama puluhan perusahaan lainnya.
Pencabutan izin 28 perusahaan tersebut diumumkan setelah dilakukan audit cepat oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) pascabencana. PT Toba Pulp Lestari tercatat sebagai salah satu dari 22 Perusahaan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang izinnya dicabut karena terbukti melanggar ketentuan pemanfaatan kawasan hutan yang dinilai berkontribusi terhadap terjadinya banjir bandang dan longsor di Sumatra.

Melalui wawancara langsung Lamsiang Sitompul,SH MH menyampaikan dicabutnya izin PT Toba Pulp Lestari (TPL) merupakan moment penting untuk memulihkan kerusakan lingkungan. Dan juga tidak kalah penting memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah dalam keseriusannya untuk melindungi masyarakat dari kerusakan lingkungan yang berdampak terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor. “ karena sebelumnya saya juga merupakan bagian dari perjuangan tutup TPL merasa pesimis terhadap keseriusan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari kerusakan lingkungan “ ujarnya

Pada kesempatan itu, Lamsiang juga berterimakasih kepada semua elemen yang turut berjuang untuk menyuarakan penutupan PT TPL dan perusahaan-perusahaan lingkungan lainnya.

“Terima kasih kepada Ephorus HKBP beserta para pimpinan gereja lainnya dari Katolik, HKI, GKPS, dan lain sebagainya. Juga komunitas masyarakat Muslim dari Tapanuli Selatan. Ada juga dari Sekretariat Bersama, Pastor Walden Sitanggang, Pdt Robinsa Siregar, Ibu Delima Silalahi, Jhon Tony Tarihoran dari AMAN, ada Rocky Pasaribu, ada dari KSPPM, ada Roganda Simanjuntak dari Badan Registrasi Wilayah Adat, ada juga Dimpos Manalu dosen. Dan tentu juga rekan-rekan juang dari Horas Bangso Batak dan semua elemen, baik dari gereja, lembaga, komunitas, aktivis, LSM, wartawan, dan semua pihak yang telah turut berjuang menutup PT TPL. Tak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada netizen di mana pun berada di Indonesia maupun di luar Indonesia, yang turut mendukung menyuarakan penutupan PT TPL,” paparnya.

Ia menyebut, bahwa penutupan PT TPL dan perusahaan lainnya, bukanlah langkah akhir dari perjuangan. “Menurut kami, ini adalah langkah awal untuk berjuang lagi untuk hal-hal yang akan datang,” katanya.

Terkhusus kepada Sekber dan Koalisi Masyarakat Sipil, Lamsiang juga mengucapkan terima kasih atas dukungannya. “Dan ini membuktikan, bahwa apabila kita kompak, semua elemen bangsa dan masyarakat Indonesia berjuang untuk keadilan, maka suara kita itu akan menghasilkan sesuatu yang positif. Kita jangan pernah lelah. Kita jangan pernah menyerah. Kita harus ini kita berjuang bersama agar semua hal-hal yang menyangkut kehidupan masyarakat banyak, bisa dijalankan dengan,” ujar pengacara ini.

“Sekali lagi, ini bukan langkah terakhir. Ini langkah awal. Mari kita bergandeng tangan sesama masyarakat juga bersama dengan pemerintah, agar pelaksanaan pembangunan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dapat berjalan dengan baik,” tutupnya (red)

Lewat Bermain, Perkembangan Fisik dan Motorik Anak Usia Dini Terstimulasi Optimal

0

Wartain Banten | Artikel | 23 Januari 2026  — Perkembangan fisik dan motorik anak usia dini sangat penting sebagai dasar tumbuh kembang di masa depan. Aktivitas bermain berperan besar dalam menstimulasi kemampuan tersebut, karena melalui berbagai permainan anak dapat melatih koordinasi, kekuatan otot, keseimbangan, serta keterampilan motorik halus dan kasar secara alami dan menyenangkan.

Hasil penelitian Julimaini Sitepu,dkk, Jurnal Pendidikan Anak Dan Parenting, E-ISSN : 2809-3348, Vol. 5 No. 1 (2025), menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti engklek, lompat tali, dan bakiak mampu meningkatkan keseimbangan, koordinasi gerak, kekuatan otot besar, serta rasa percaya diri anak.

Kegiatan outdoor juga mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai dan meningkatkan interaksi sosial.

Peran orang tua di rumah dan guru di sekolah sangat penting dalam mendukung perkembangan anak dengan menyediakan waktu, ruang bermain yang aman, serta mendampingi anak dalam aktivitas bermain aktif yang sederhana namun bermanfaat.

Stimulasi melalui aktivitas bermain membantu anak usia dini tumbuh sehat, aktif, dan percaya diri, sehingga perlu terus didukung oleh pendidik dan orang tua sebagai bagian penting dari proses tumbuh kembang anak.(WartainBanten)

Gerakan 1.000 Rupiah, Ditpolairud Polda NTB Salurkan Beras tuk Korban Banjir Sekotong

0

Gerakan 1.000 Rupiah, Ditpolairud Polda NTB Salurkan Beras tuk Korban Banjir Sekotong

Warta in
Lombok Barat,NTB — Dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat menyalurkan bantuan sosial berupa beras kepada masyarakat Dusun Bengkang dan Dusun Pengantap, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.(22/1/2026)

Kegiatan penyaluran bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Kabag Bin Opsnal Ditpolairud Polda NTB, Kompol Aloysius Ignasius, bersama personel Ditpolairud Polda NTB. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir.

Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., menekankan kepada seluruh personel untuk bersama-sama membantu korban banjir serta hadir di tengah masyarakat guna memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan, khususnya pada saat terjadi bencana alam.

Adapun dana yang digunakan untuk pengadaan bantuan beras tersebut bersumber dari hasil Gerakan 1.000 Rupiah yang dikumpulkan secara sukarela oleh seluruh personel Ditpolairud Polda NTB. Gerakan ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian internal personel Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Diharapkan bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok warga serta meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.(sr/hpntb)

*DPP LKRI Kalbar Persiapan Pelantikan dan Audiensi ke Polda, Kodam, Kejati, dan Kesbangpol Kalbar*

0

Kalimantan Barat WARTA IN— Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Lembaga Kajian dan Riset Indonesia (LKRI) Kalimantan Barat tengah mematangkan persiapan pelantikan kepengurusan sekaligus agenda audiensi ke sejumlah institusi strategis, yaitu Polda Kalbar, Kodam, Kejaksaan Tinggi (Kejati), serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Barat.

Seluruh rangkaian persiapan tersebut dikomandani langsung oleh H. Badrut Tamam, AQ, selaku Ketua DPP LKRI Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa kegiatan pelantikan dan audiensi ini merupakan langkah awal konsolidasi organisasi dalam memperkuat peran LKRI sebagai lembaga kajian, pengawasan sosial, serta mitra strategis bagi aparat negara dan pemerintah daerah.

Dalam arahannya, H. Badrut Tamam, AQ menyampaikan bahwa audiensi ke Polda Kalbar, Kodam, Kejati, dan Kesbangpol Kalbar bertujuan untuk membangun sinergi dan koordinasi kelembagaan, memperkenalkan kepengurusan DPP LKRI Kalbar yang baru, sekaligus menyampaikan komitmen organisasi dalam mendukung penegakan hukum, menjaga stabilitas keamanan, serta mengawal kebijakan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“LKRI Kalimantan Barat berkomitmen untuk menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab, serta siap bersinergi dengan seluruh institusi demi terwujudnya Kalimantan Barat yang aman, adil, dan berkeadaban,” ujar H. Badrut Tamam, AQ.

Panitia pelaksana menyatakan bahwa seluruh aspek persiapan, baik teknis, administrasi, maupun materi audiensi, terus dimatangkan agar rangkaian kegiatan pelantikan dan audiensi dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan tujuan organisasi.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, DPP LKRI Kalimantan Barat mampu memperkuat eksistensi dan kontribusinya sebagai lembaga independen yang konsisten mengawal transparansi, supremasi hukum, serta stabilitas di wilayah Kalimantan Barat.

VIRAL! Temuan Belatung dalam Menu Makan Siang di SD Tamansiswa, Warganet Heboh

0

VIRAL! Temuan Belatung dalam Menu Makan Siang di SD Tamansiswa, Warganet Heboh

Subang | Warta In Jabar — SD Taman Siswa yang beralamat di Jalan Sukawera RT 02/03, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, mendadak menjadi sorotan publik setelah sebuah rekaman video singkat memperlihatkan kondisi makanan yang diduga tidak layak konsumsi beredar luas di media sosial.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026, saat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) disajikan kepada para siswa untuk makan siang di lingkungan sekolah.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah belatung masih hidup dan menggeliat di dalam lauk ayam goreng yang disajikan di atas nampan berbahan stainless steel. Video itu sontak memicu kehebohan dan kekhawatiran warganet, terutama karena makanan tersebut diduga dikonsumsi oleh siswa sekolah dasar.

Video pertama kali beredar di media sosial dan diduga direkam di lingkungan sekolah saat menu makan siang hendak disajikan. Sajian tersebut disinyalir berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Saat kamera diarahkan lebih dekat ke lauk ayam goreng krispi yang telah dipotong-potong, tampak jelas benda putih kecil bergerak-gerak di sela daging dan lapisan tepung ayam, yang diduga kuat merupakan belatung.

Dalam rekaman itu terdengar suara beberapa orang—diduga ibu-ibu—bereaksi histeris dan jijik. Salah satu suara terdengar mengatakan,

“Ih digigit… ih rambut… dari mana ini belatung ya?”

sambil menunjuk langsung ke arah makanan yang disorot kamera.

Menu makan siang tersebut terdiri dari nasi putih, potongan ayam goreng krispi, serta satu potong ayam goreng berukuran besar lainnya, yang disajikan menggunakan nampan sekat standar seperti yang biasa digunakan di kantin atau instansi.

Pada video yang beredar, terlihat watermark bertuliskan “Wajah Tanjung Tiga”, yang memperkuat dugaan lokasi kejadian.

Video ini langsung memantik reaksi keras dari warganet. Banyak yang mempertanyakan standar kebersihan, penyimpanan, dan pengolahan makanan, mengingat belatung umumnya muncul akibat makanan busuk atau terkontaminasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola makanan di dapur MBG Muara maupun instansi terkait. Kejadian ini menjadi peringatan serius akan pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas makanan, khususnya yang dikonsumsi oleh anak-anak di lingkungan sekolah.

Lukmanul Hakim,S.Ag. Kades Bumiwangi Monev Terakhir 14 Desa Kecamatan Ciparay Mendekati Sempurna

0

Desa Bumiwangi Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. WARTA. IN Kamis, 22 Januari 2026. H. Lukmanul Hakim, S.Ag. Kepala Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, dari 14 desa di kecamatan Ciparay, Monev desa terakhir, terhadap progres hasil pembangunan di desa Bumiwangi.
Kades Bumiwangi, beserta perangkat dan BPD siap memberikan data realisasi anggaran untuk pembangunan yang telah dilaksanakan.
Monev merupakan fungsi pengawasan camat, rutin dilaksanakan, terhadap hasil pembangunan di desa Bumiwangi, dengan hasil mendekati sempurna, jelas Suryana, SE. Sekcam Ciparay, mewakili Camat Ciparay, yang melaksanakan kunjungan ke desa Manggungharja.
Hal yang wajar, bila dalam pelaksanaan pembangunan masih terdapat rencana yang belum tercapai, tambah Suryana, SE. Selesai sudah pelaksanaan Monev 14 desa di Kecamatan Ciparay pada Januari tahun 2026, pungkas Suryana, SE.
Tampak Staf Kecamatan Ciparay meneliti berkas laporan realisasi program pembangunan yang diperlihatkan kades beserta staf perangkat desa, dengan didampingi Ketua BPD Desa Bumiwangi, Iwan.
Bahkan, luas fisik Kolam air di depan Desa Bumiwangi pun tidak luput dari pemeriksaan Staf Kecamatan Ciparay, sampai di ukur pakai meteran, untuk mencocokan data yang tersaji dalam laporan. WARTA IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Dua Tahun LP Mantan Polisi Mengendap di Polda Sumut

0

Warta.in Medan – Hampir dua tahun lamanya, laporan polisi yang dibuat mantan polisi Dudi Efni di Polda Sumut tak kunjung berproses. Laporan dugaan tindak pidana penipuan dan atau perbuatan curang yang dilakukan oleh BS, oknum Subbid Wabprof Bid Propam Polda Sumut itu tertuang dalam LP No. LP/B/411/IV/2024/SPKT Polda Sumut tertanggal 02 April 2024 lalu.

Selain di SPKT Polda Sumut, dalam waktu yang bersamaan, Dudi Efni juga membuat pengaduan di Propam Polda Sumut. Bahkan penyidik Bid Propam juga telah melakukan chek TKP yang berada tepat disebelah Mapolda Sumut. Namun proses pengaduannya hingga kini tak berjalan.

Kepada media, Kamis (22/01/26), Dudi menceritakan bahwa kedua laporannya, baik di SPKT maupun di Bid Propam Polda Sumut sampai hari ini sama-sama tidak berjalan.

“Kemarin penyidik hanya memberikan SP2HP kepada saya, alasannya mereka akan memanggil Bripka ETR Manurung. Yang saya heran, masak polisi susah untuk menghadirkan polisi, gak mungkin aja itu,” terangnya.

Sementara Kabid Propam Polda Sumatera Utara, sejak dijabat Kombes Pol Bambang Tertianto, Kombes Pol Julihan Muntaha hingga Kombes Pol Dwi Agung, belum memberikan tanggapan apapun perihal laporan Dudi Efni tersebut.

Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Nanang Masbudi yang dikonfirmasi wartawan menyarankan agar pelapor segera membuat dumas ke Itwasda.

“Silahkan, pelapor membuat dumas ke Itwasda,” jawabnya singkat.

Selain Irwasda, wartawan juga melakukan konfirmasi terkait hal ini kepada Kabid Humas Polda Sumut, Kombespol Ferry Walintukan hanya menjawab bahwa dirinya akan segera mempertanyakan hal tersebut.

Menanggapi lambannya penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh polisi, praktisi hukum Robi Anugerah Marpaung, S.H.,M.H yang dihubungi wartawan via selulernya mengatakan, sudah selayaknya Kapolda Sumut menegur bawahannya untuk menjalankan fungsinya sesuai SOP.

“Sebagai pimpinan, harusnya Kapolda dapat menegur dan memberikan arahan kepada bawahannya untuk dapat mempercepat proses laporan masyarakat. Tujuannya untuk memberi kepastian hukum atas hal itu,” katanya.

Masih menurut Robi, terlapor maupun saksi yang merupakan personel polisi aktif akan lebih mudah untuk diperiksa oleh penyidik. Sehingga jika masih ada alasan pemanggilan berulang, hal itu hanya akan menurunkan kepercayaan masyarakat atas layanan kepolisian.

“Semestinya kan lebih mudah, sebab saksi maupun terlapor adalah anggota polisi aktif. Alasan penyidik yang harus menunggu atau melakukan pemanggilan ulang, hanya akan menimbulkan preseden buruk terhadap citra kepolisian. Bukan kah sudah jelas arahan Kapolri, bahwa anggota polri bermasalah tidak akan mendapatkan perlindungan,” tandasnya. (RN)