Beranda blog Halaman 64

*Teladan di Tengah Kepungan Asap, Dandim 0402/OKI-OI Kawal Langsung Penanganan Karhutla*

0

*Teladan di Tengah Kepungan Asap, Dandim 0402/OKI-OI Kawal Langsung Penanganan Karhutla*

OKI/OI — Komandan Kodim (Dandim) 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H. menunjukkan keteladanan kepemimpinan dengan turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan.

Di tengah kepungan asap, Gunawan memastikan proses pemadaman berjalan efektif serta tidak menyisakan titik api yang berpotensi kembali membesar. Kehadirannya di lapangan menunjukkan bahwa tanggung jawab seorang pemimpin tidak berhenti pada pemberian instruksi dari ruang komando.

Sementara itu, Babinsa jajaran Kodim 0402/OKI-OI bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) terus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan. Kondisi lahan yang kering, medan yang sulit, serta keterbatasan sumber air menjadi tantangan yang harus dihadapi personel di lapangan.

Kehadiran Dandim bersama prajurit menjadi bagian dari upaya memperkuat respons cepat, deteksi dini, dan pencegahan. Sebelumnya, Kodim 0402/OKI-OI juga meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengerahkan personel untuk membantu penanganan sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Bagi jajaran Kodim, sikap tersebut menjadi contoh bahwa seorang pemimpin harus hadir ketika anggotanya menghadapi tugas berat. Gunawan tidak hanya mengawasi dari jauh, tetapi melihat langsung kondisi medan, kebutuhan personel, serta perkembangan penanganan karhutla.

Penanganan karhutla membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI, MPA, pemerintah daerah, BPBD, kepolisian, hingga masyarakat. Upaya pemadaman perlu berjalan beriringan dengan patroli, deteksi dini, dan edukasi agar kebakaran tidak terus berulang.

Pesan tersebut sejalan dengan pandangan tokoh lingkungan hidup Prof. Emil Salim, bahwa kerusakan alam pada akhirnya dapat memberikan dampak buruk kepada manusia. Karena itu, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau aparat.

Kepemimpinan Gunawan di tengah karhutla menjadi pesan sederhana, seorang pemimpin harus hadir, memberi contoh, dan memastikan tugas diselesaikan hingga tuntas. (rls/Tim Red PPWI)

Erupsi Anak Krakatau, Ketua PPWI Lampung Minta Warga Tenang, Waspada, dan Andalkan Informasi Akurat

0

Erupsi Anak Krakatau, Ketua PPWI Lampung Minta Warga Tenang, Waspada, dan Andalkan Informasi Akurat

Lampung — Ketua DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Lampung, Husin Muchtar, mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Husin meminta warga, khususnya masyarakat pesisir Lampung, tidak mendekati kawasan berbahaya serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, kondisi kebencanaan harus disikapi dengan kesiapsiagaan, kehati-hatian, dan mengutamakan informasi dari sumber resmi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi jangan lengah. Ikuti informasi resmi dari pemerintah dan petugas berwenang. Jangan menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya karena keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama,” ujar Husin.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan masih berlangsung dengan erupsi yang disertai suara dentuman dan gemuruh. Status gunung api tersebut berada pada Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, dan pengunjung diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Pada Minggu (6/9/2026), aktivitas erupsi kembali tercatat. Salah satu erupsi pada pukul 07.10 WIB terekam dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan durasi 16 detik.

Sebaran abu vulkanik juga menjadi perhatian karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan penerbangan. Sejumlah wilayah Lampung dilaporkan terdampak, sehingga warga di kawasan yang mengalami hujan abu disarankan menggunakan masker dan melindungi mata serta saluran pernapasan.

Husin mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi erupsi hanya untuk mengambil foto atau video. Ia juga meminta warga memastikan setiap informasi yang beredar berasal dari kanal resmi pemerintah atau lembaga berwenang.

“Jangan panik, tetapi tetap waspada. Jika terjadi hujan abu, gunakan masker dan lindungi mata serta saluran pernapasan. Patuhi rekomendasi petugas di lapangan,” katanya.

Pemerintah bersama lembaga terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas dan tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Husin menegaskan PPWI Lampung mendukung upaya pemerintah dalam menyampaikan informasi kebencanaan yang cepat, akurat, dan berimbang demi menjaga keselamatan serta ketenangan masyarakat. (rls/Tim Red PPWI)

Konferensi Pers di Tengah Karhutla 85 Hektare, Polres Meranti Tetapkan Satu Tersangka

0

MERANTI – Polres Kepulauan Meranti menggelar konferensi pers pengungkapan kasus dugaan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, Minggu (6/9). Digelar langsung di tengah lokasi kebakaran, polisi membeberkan hasil penyelidikan sekaligus penetapan seorang warga sebagai tersangka.

Konferensi pers yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita, S.I.K. Pengungkapan ini menjadi perhatian karena kebakaran yang terjadi sejak 1 September itu telah meluas hingga sekitar 85 hektare.

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan awal, saudara TH telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Gede saat memaparkan perkara.

Dalam konferensi pers tersebut, Gede tidak hanya menyampaikan proses penegakan hukum. Polisi juga menjelaskan bagaimana api yang awalnya membakar sisa pembersihan lahan akhirnya merambat luas di kawasan gambut.

TH alias Din (56 th), warga Dusun Penapat, Desa Gemala Sari, diduga berkaitan dengan munculnya api pertama.

Sebelum pembakaran dilakukan, TH disebut telah mendapat peringatan dari Kepala Desa Gemala Sari Erfandi agar tidak membakar lahan. Namun, aktivitas pembakaran tetap dilakukan.

Api sempat berhasil dipadamkan. Namun, pada 1 September, TH kembali melakukan pembakaran terhadap sisa pembersihan lahannya. Ketua RT juga telah mengingatkan agar api dipastikan benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Tak lama setelah TH meninggalkan lokasi untuk makan siang, asap terlihat mengepul. Ketika dicek, api sudah membesar dengan luas awal sekitar dua hektare.

Kondisi lahan gambut dengan kedalaman sekitar 3-4 meter membuat api sulit dikendalikan. Angin yang kencang dan berubah-ubah kemudian mempercepat penjalaran hingga luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 85 hektare.

Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan untuk memastikan titik awal api. Satreskrim Polres Kepulauan Meranti bersama Polsek Rangsang dan Tim Labfor Polda Riau melakukan olah TKP menggunakan metode scientific crime investigation. Hasilnya, titik awal api mengarah ke lahan atau kebun pinang milik TH.

Saat polisi mendatangi rumahnya, TH tidak berada di tempat. Petugas kemudian memperoleh informasi bahwa dia berada di rumah anaknya di Desa Gayung Kiri. TH selanjutnya diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu parang, satu gergaji, satu korek api atau mancis merek M2000 warna hijau, dua kayu bekas terbakar dan satu pelepah daun pinang bekas terbakar.

TH dijerat Pasal 78 ayat (3) dan/atau ayat (4) juncto Pasal 50 ayat (3) huruf d serta Pasal 78 ayat (2) juncto Pasal 50 ayat (3) huruf a UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 6 Tahun 2023. Ancaman hukuman yang dikenakan mencapai 10 hingga 15 tahun penjara.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkab Kepulauan Meranti Atan Ibrahim yang mewakili Bupati Kepulauan Meranti. Dari unsur legislatif hadir perwakilan Komisi II DPRD Kepulauan Meranti H. Atan yang mewakili Ketua DPRD.

Unsur penegak hukum juga hadir melalui perwakilan Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti, Hermawan. Sementara dari unsur TNI hadir Pabung Dandim 0303/Bengkalis Mayor Rusli.

Dari internal Polres Kepulauan Meranti, hadir Kasat Reskrim Iptu Iqbalul Fikri, S.Tr.K., S.I.K. Tim Bidang Laboratorium Forensik Polda Riau juga hadir melalui Ayu Amanda.

Sejumlah wartawan dari berbagai media turut mengikuti langsung konferensi pers tersebut untuk memperoleh penjelasan mengenai pengungkapan perkara.

Sementara itu, pekerjaan di lapangan belum selesai. Hingga hari keempat penanganan, tim gabungan masih berjibaku mengendalikan kebakaran.

Lebih dari 100 personel yang terdiri atas masyarakat, BPBD, TNI, Polri, Brimob Polda Riau serta dukungan pihak perusahaan SLR dikerahkan untuk mengejar kepala api ke arah barat, melakukan pemadaman dan pendinginan.

Sejak 3 September, alat berat digunakan untuk membuka akses dan membuat kanal atau sekat pembatas penyebaran api. BPBD juga mengerahkan water bombing pada sejumlah titik.

Kondisi gambut dengan kedalaman sekitar 3-4 meter menjadi tantangan tersendiri. Api dapat merambat di bawah permukaan tanah dan kembali muncul setelah permukaan terlihat padam.

Karena itu, selain pemadaman, tim gabungan terus melakukan pendinginan dan pemantauan untuk mencegah api kembali membesar maupun menjalar ke permukiman dan perkebunan masyarakat.

( Rilis Humas Polres Meranti ).

*Sinyal Kuat dari Kopenhagen: Dukungan Denmark Memperkokoh Kedaulatan Maroko*

0

*Sinyal Kuat dari Kopenhagen: Dukungan Denmark Memperkokoh Kedaulatan Maroko*

Kopenhagen, Denmark – Dukungan internasional terhadap rencana otonomi Sahara Maroko kembali mendapatkan dorongan diplomatik yang signifikan. Denmark secara resmi memberikan pujian dan dukungan terhadap inisiatif tersebut sebagai dasar yang kokoh dan kredibel untuk mencapai solusi yang disepakati bersama oleh semua pihak terkait persoalan Sahara Maroko.

Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Løkke Rasmussen, dalam keterangan persnya seusai bertemu dengan Menteri Luar Negeri, Kerjasama Afrika, dan Warga Maroko di Luar Negeri, Nasser Bourita, di Kopenhagen, Sabtu, 5 September 2026. Rasmussen menegaskan bahwa posisi Denmark sejalan dengan pandangan Uni Eropa, khususnya dalam menyambut baik pengadopsian Resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) Nomor 2797.

Lebih lanjut, ia menyoroti proposisi otonomi Maroko sebagai langkah yang luar biasa, serius, dan memberikan kontribusi esensial bagi proses perdamaian yang dipimpin oleh PBB. Sebagai anggota DK PBB, sikap Denmark memperkuat momentum global di bawah kepemimpinan Raja Maroko, Yang Mulia King Mohammed VI dalam menegaskan kedaulatan Maroko atas wilayah Sahara.

*Apresiasi dari Indonesia-Morocco Sahara Brotherhood*

Perkembangan diplomasi ini mendapat sambutan hangat dari Indonesia. Wilson Lalengke, Presiden Indonesia-Morocco Sahara Brotherhood (Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko – Persisma), memberikan apresiasi tinggi atas komitmen Maroko dan negara-negara sahabat dalam menciptakan dunia yang aman, damai, dan harmonis.

Tokoh pers nasional Indonesia itu menyatakan bahwa dukungan Denmark terhadap rencana otonomi Maroko merupakan bukti nyata bahwa pendekatan dialogis berbasis saling menghormati adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan sengketa teritorial yang sensitif. Menurutnya, inisiatif Maroko memberikan teladan nyata bagaimana sebuah negara dapat menjaga kedaulatan teritorialnya sekaligus menawarkan solusi politik yang inklusif bagi integritas wilayah dan kesejahteraan masyarakat di wilayah terkait.

Ia juga menambahkan bahwa Persisma terus berkomitmen untuk mendukung setiap langkah diplomasi damai yang memperkuat hubungan persahabatan antar-bangsa. “Langkah-langkah strategis yang diambil Maroko bersama para mitranya di panggung internasional, seperti Denmark dan PBB, adalah pijakan penting untuk merealisasikan perdamaian yang berkelanjutan, tidak hanya di kawasan Afrika Utara, tetapi juga sebagai inspirasi bagi penyelesaian konflik serupa di belahan dunia lainnya,” ungkap Wilson Lalengke dari Jakarta, Minggu, 6 September 2026.

Aktivis HAM internasional itu juga menambahkan bahwa posisi Denmark memperkuat keyakinan bahwa perdamaian sejati lahir dari kesediaan untuk memahami dan menghormati perbedaan. Ia menggarisbawahi bahwa Indonesia, melalui Persisma, terus mendukung setiap langkah yang mengarah pada penyelesaian damai atas wilayah yang berstatus sengketa, termasuk Sahara Maroko.

“Upaya Maroko dan Denmark menunjukkan bahwa diplomasi yang berlandaskan kejujuran dan saling menghormati dapat menjadi fondasi bagi perdamaian global. Dunia membutuhkan lebih banyak contoh seperti ini, di mana kekuatan moral dan intelektual mengalahkan ambisi politik sempit,” ujar Wilson Lalengke.

Dukungan Denmark yang kian memperkokoh legitimasi internasional atas Sahara Maroko menandai babak baru dalam pencarian solusi permanen. Keberhasilan diplomasi ini membuktikan bahwa dedikasi terhadap prinsip-pragmatis, dialog konstruktif, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara adalah pilar utama dalam membangun persaudaraan antarbangsa serta menciptakan stabilitas global yang hakiki.

*Perspektif Filosofis: Jalan Tengah Menuju Keadilan*

Dalam pandangan filosofis, penyelesaian sengketa teritorial seperti Sahara Maroko menuntut pendekatan yang menggabungkan keadilan, kebijaksanaan, dan empati. Filsuf Yunani Aristoteles (384-322 SM) pernah menulis bahwa keadilan bukan sekadar memberi setiap orang apa yang menjadi haknya, tetapi juga menempatkan setiap pihak dalam posisi yang memungkinkan tercapainya harmoni sosial.

Sementara Konfusius (551-479 SM) mengajarkan bahwa perdamaian yang langgeng hanya dapat dicapai bila manusia mampu menahan diri dari keserakahan dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Prinsip ini tercermin dalam langkah Maroko yang menawarkan otonomi luas bagi wilayah Sahara, tanpa mengorbankan integritas nasionalnya.

Dalam konteks modern, gagasan ini sejalan dengan nilai-nilai multikulturalisme dan dialog antarperadaban yang menjadi ciri khas dunia kontemporer. Ketika negara-negara memilih jalan diplomasi daripada konflik, mereka sesungguhnya sedang menegakkan nilai tertinggi dari peradaban manusia: kemampuan untuk hidup berdampingan dalam perbedaan.

Dukungan Denmark terhadap rencana otonomi Maroko memperkuat momentum internasional yang mengarah pada stabilitas kawasan Afrika Utara. Langkah ini juga menjadi contoh bagi negara-negara lain bahwa penyelesaian damai atas sengketa wilayah dapat dicapai melalui mekanisme hukum dan diplomasi, bukan melalui kekerasan.

“Kita harus belajar dari Maroko dan Denmark bahwa perdamaian bukanlah hasil dari kekuatan militer, melainkan dari kekuatan moral dan intelektual. Dunia yang damai hanya bisa dibangun oleh bangsa-bangsa yang berani menempatkan keadilan di atas kepentingan sempit,” ujar Wilson Lalengke menutup pernyataannya.

Dengan demikian, posisi Denmark dan Maroko bukan hanya langkah diplomatik, tetapi juga simbol kebangkitan nilai-nilai kemanusiaan dalam politik global. Di tengah dunia yang sering terpecah oleh ambisi dan konflik, kerja sama semacam ini menjadi pengingat bahwa peradaban sejati tumbuh dari kemampuan untuk berdialog, menghormati, dan mencari jalan tengah. (TIM/Red)

Aksi Heroik Malam Hari: Tim Fire Pertamina Pendopo Field Bahu-Membahu Jinakkan Karhutla di PALI

0

PALI, SUMATERA SELATAN – Ketika sebagian besar warga Desa Sukamaju, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bersiap untuk beristirahat setelah seharian beraktivitas, alarm kesiapsiagaan justru berbunyi bagi tim pemadam kebakaran. Pada Sabtu malam, suasana tenang berubah mencekam ketika kobaran api akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali berkobar dan mengancam wilayah tersebut.

Peristiwa yang terjadi selepas Magrib, tepatnya sekitar pukul 19.10 WIB, langsung memicu respons cepat dari Tim Fire Pertamina Pendopo Field. Di tengah kegelapan malam yang membatasi jarak pandang, ancaman api yang dapat meluas dengan cepat ke area perkebunan dan pemukiman warga menuntut penanganan yang tanggap dan tanpa tunda.

Respons Kilat di Tengah Kegelapan Malam Menerima laporan adanya titik api yang membesar, personel pemadam kebakaran Pertamina Pendopo Field langsung bergerak cepat. Tanpa membuang waktu, armada tangki dan personel terlatih langsung diterjunkan menembus malam menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 19.35 WIB, tim langsung melakukan pemetaan situasi dan mengambil posisi strategis. Guna menjinakkan si jago merah, Pertamina mengerahkan satu unit Fire Truck berkapasitas 5.000 liter air yang dilengkapi dengan teknologi pompa bertekanan tinggi. Alat ini menjadi senjata utama personel di lapangan untuk menyemprotkan air secara akurat ke pusat-pusat api yang terus berkobar ditiup angin malam.

Tiga Jam Berjibaku Melawan Api Proses pemadaman bukanlah hal yang mudah. Minimnya penerangan alami membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati di bawah sorot lampu armada dan kilatan api. Semburan air bertekanan tinggi terus diarahkan ke titik-titik krusial guna memutus jalur penjalaran api.

Perjuangan fisik dan strategi di lapangan tersebut berlangsung selama hampir tiga jam. Berkat dedikasi dan ketangguhan personel, amukan api akhirnya berhasil dikendalikan secara total pada pukul 22.25 WIB. Tim juga memastikan melakukan proses pembasahan (mopping up) agar tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Wujud Nyata Kepedulian, Kesigapan, dan Sinergi Bagi Pertamina Pendopo Field, aksi turun ke lapangan ini bukan sekadar menjalankan fungsi operasional semata. Kehadiran tim merupakan bukti nyata dari nilai-nilai kepedulian perusahaan terhadap kelestarian lingkungan serta keselamatan masyarakat di sekitar wilayah kerja operasional perusahaan.

Senior Manager Pertamina Pendopo Field, Hermansyah, melalui Officer ERCM Muhamad Zia Ul Faiz Mubarok, menegaskan bahwa kecepatan dalam merespons laporan Karhutla adalah kunci utama untuk mencegah dampak bencana yang lebih besar.“Pertamina Pendopo Field berkomitmen untuk terus peduli, sigap, dan bersinergi dalam membantu penanganan Karhutla. Di samping fokus memadamkan api secepat mungkin agar tidak meluas ke wilayah lain, keselamatan personel di lapangan tetap menjadi prioritas utama kami,” ujar Muhamad Zia dalam keterangannya.

Insiden di Desa Sukamaju malam itu menjadi pengingat kuat bahwa penanggulangan Karhutla membutuhkan kerja sama yang solid dan respons yang cepat dari seluruh pihak. Melalui semangat Peduli, Sigap, dan Bersinergi, Pertamina Pendopo Field menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di garda depan bersama pemerintah dan masyarakat dalam menjaga wilayah Kabupaten PALI dan Provinsi Sumatera Selatan dari ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan.

 

(Randi)

Polda NTB Turunkan Tim Investigasi dan Olah TKP Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa

0

Polda NTB Turunkan Tim Investigasi dan Olah TKP Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa

Warta.in
Smbawa,NTB – Kepolisian melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait meninggalnya 3 orang warga yang diduga merupakan pekerja/penambang di wilayah Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa.

Olah TKP dilakukan sebagai bagian dari langkah kepolisian untuk mengumpulkan informasi dan barang bukti serta memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia. Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi di sekitar lokasi kejadian dan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian melakukan dokumentasi TKP, mengamankan barang atau benda yang berkaitan dengan kejadian, serta melakukan pemeriksaan terhadap lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan.

Kapolda NTB IJP Kalingga Rendra Raharja, S.E. M.H. melalui Dir Reskrimsus KBP Ade Zamrah, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab dan kronologi meninggalnya korban.

“Polisi telah melaksanakan olah TKP dan melakukan langkah-langkah penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Untuk penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam proses pendalaman,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya dugaan tindak pidana, kepolisian akan melakukan penanganan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan informasi kepada petugas apabila mengetahui adanya fakta yang berkaitan dengan kejadian tersebut,” pungkasnya.

Beberapa waktu sebelumnya tim dari Polda telah melaksanakan pemasangan spanduk/plang larangan menambang di lokasi penambangan tanpa izin antara lain di wilayah Prabu, Lombok tengah dan akan terus dilaksanakan di lokasi lain di seluruh propinsi NTB. Hal ini bertujuan untuk menertibkan penambangan ilegal yg masih ada di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Barat, serta mendorong pemerintah daerah agar sesegera mungkin menerbitkan izin pertambangan rakyat yg sdh diajukan oleh beberapa koperasi serta mendorong percepatan pengesahan IPERA sehingga beberapa koperasi yg sdh mengantongi IPR dapat beroperasi secara optimal.

Hal ini tentunya diharapkan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan para penambang untuk dapat bekerja dengan mengantongi legalitas dan perizinan dalam melaksanakan aktifitasnya.(sr/hpntb)

Putri Victoria Apresiasi Kearifan Desa Adat Karang Bajo Bayan Lombok Utara Jaga Alam

0

Putri Victoria Apresiasi Kearifan Desa Adat Karang Bajo Bayan Lombok Utara Jaga Alam

Warta.in
Lombok Utara,NTB — Kearifan masyarakat Desa adat Karang Bajo dalam menjaga hutan, sumber mata air, dan warisan budaya menarik perhatian Putri Mahkota Swedia Victoria saat mengunjungi Desa Adat Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Minggu (6/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan Putri Victoria dalam kapasitasnya sebagai Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan. Didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, dan rombongan UNDP, ia melihat langsung kehidupan masyarakat adat serta cara mereka menjaga keseimbangan antara alam, budaya, dan kehidupan masyarakat.

Putri Victoria meninjau kawasan Mata Air Mandala yang berada di kawasan hutan adat dan mengikuti penanaman pohon. Ia juga berdialog dengan masyarakat mengenai pengetahuan dan kearifan lokal yang diwariskan antargenerasi.

Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Putri Victoria. Ia mengapresiasi masyarakat yang menjaga alam sekaligus mempertahankan pengetahuan lokal sebagai warisan bagi generasi mendatang.

“Apa yang Bapak dan Ibu lakukan di sini sangat penting, bukan hanya bagi kehidupan masyarakat, tetapi juga bagi upaya menjaga sumber daya alam yang ada. Mendengar pengetahuan dan kearifan lokal yang terus diwariskan kepada generasi mendatang merupakan sesuatu yang sangat penting.”

“Saya sangat tersentuh dan merasa terhormat dapat menjadi bagian dari masyarakat di sini. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah menyambut saya dengan begitu hangat dan menerima saya sebagai bagian dari budaya masyarakat di sini,” ujar Putri Victoria.

Bagi masyarakat Karang Bajo, pelestarian alam bukan sekadar agenda lingkungan. Hutan, mata air, dan tradisi merupakan bagian dari tata kehidupan yang saling berkaitan. Nilai tersebut dijaga melalui pranata adat dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pemekel Karang Bajo, Nikrana, mengatakan masyarakat adat memiliki filosofi yang menempatkan bumi sebagai ibu yang harus dihormati dan dijaga. Prinsip itu tercermin dalam berbagai aturan, prosesi, dan tradisi yang mengatur hubungan manusia dengan alam.

“Hubungan masyarakat adat dengan alam dan hutan hingga hari ini terus menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat adat Bayan,” katanya.

Di wilayah Bayan terdapat empat kawasan hutan adat dengan sedikitnya 27 mata air. Sumber air tersebut menjadi bagian penting bagi kehidupan masyarakat, termasuk untuk kebutuhan air bersih dan pertanian. Karena itu, menjaga hutan sekaligus berarti menjaga keberlanjutan sumber kehidupan masyarakat.

Karang Bajo juga merupakan desa adat sekaligus desa wisata yang masih mempertahankan kehidupan dan tradisi masyarakat Bayan. Potensi tersebut menjadikan Karang Bajo bukan hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga ruang hidup tempat budaya, alam, dan masyarakat tumbuh secara berdampingan.

Kunjungan Putri Victoria memperlihatkan bahwa kearifan lokal masyarakat adat memiliki relevansi kuat dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Dari Karang Bajo, pesan yang dibawa bukan sekadar tentang keindahan sebuah desa, melainkan tentang bagaimana masyarakat menjaga alam dan budaya sebagai warisan untuk generasi berikutnya, sebuah kearifan lokal yang kini mendapat perhatian dunia.(sr/dkisntb)

Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru

0

Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru

Warta.in
Lombok Utara, NTB — Di Gili Meno, laut bukan sekadar bentang keindahan yang menarik wisatawan. Laut adalah ruang hidup, sumber penghidupan, sekaligus masa depan yang sedang dijaga masyarakat. Pesan itulah yang dilihat langsung Yang Mulia Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Désirée saat mengunjungi Gili Meno, Lombok Utara, Minggu (6/9/2026).

Perjalanan menuju pulau kecil itu dimulai dari Pelabuhan Oberoi. Di atas kapal bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Putri Victoria berbincang tentang gugusan Gili Matra yang terdiri atas Gili Meno, Gili Air dan Gili Trawangan.

“Ini adalah salah satu pulau yang menjadi bagian dari Gili Matra,” ujar Gubernur Iqbal saat memperkenalkan kawasan tersebut.

Ketika melihat kapal-kapal nelayan, Putri Victoria tertarik mengetahui aktivitas masyarakat di laut.

“Ini kapal nelayan?” tanyanya.

“Ini kapal nelayan. Kapal ini juga digunakan untuk mengangkut penyelam. Jadi tidak hanya untuk menangkap ikan, tetapi juga untuk kegiatan menyelam,” jawab Gubernur Miq Iqbal.

Menurut Miq Iqbal, penggunaan kapal juga mempertimbangkan kelestarian ekosistem laut, mengingat aktivitas wisata harus berjalan tanpa merusak lingkungan perairan.

Percakapan sederhana di atas kapal itu menjadi gambaran awal tentang kehidupan Gili Meno: laut menjadi sumber ekonomi, tetapi pada saat yang sama harus dijaga agar tetap mampu menopang kehidupan masyarakat.

Setibanya di Gili Meno, Putri Victoria melihat langsung upaya masyarakat menjaga ekosistem laut. Ia mengunjungi kawasan konservasi penyu, melihat tukik, serta menyaksikan edukasi konservasi dan transplantasi terumbu karang yang dikembangkan melalui lima struktur webs.

Puncak kunjungan berlangsung ketika Putri Victoria bersama Gubernur Miq Iqbal dan rombongan melepas tukik ke laut di Turtle Sanctuary Gili Meno.

Tukik-tukik kecil itu bergerak menuju laut, kembali ke habitat alaminya. Momen tersebut menjadi gambaran sederhana tentang apa yang sedang diperjuangkan masyarakat Gili Meno: menjaga kehidupan di laut agar kehidupan manusia yang bergantung padanya juga tetap berjalan.

Dalam dialog dengan masyarakat Gili Meno, Putri Victoria menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan Gili Meno sekaligus berbagai upaya masyarakat mempertahankannya.

“Saya sangat terkesan dengan semua hal yang sedang dilakukan di sini. Tempat ini sangat indah, bahkan luar biasa indah. Karena itu, segala upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga keindahannya merupakan kepentingan kita bersama,” ujar Putri Victoria.

Ia juga berharap berbagai praktik baik yang dikembangkan masyarakat dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.

“Terima kasih karena telah menjadi contoh atau panutan. Saya berharap berbagai contoh baik dan inisiatif yang dilakukan di sini dapat diterapkan dan dikembangkan juga di tempat-tempat lainnya,” katanya.

Bagi masyarakat Gili Meno, menjaga laut bukan semata urusan lingkungan. Kepala Dusun Gili Meno, Masrun, mengatakan kehidupan masyarakat sangat bergantung pada perikanan, pariwisata, perdagangan, dan berbagai usaha yang tumbuh dari kawasan pesisir.

Karena itu, masyarakat berharap Gili Meno dapat berkembang sebagai sustainable island, pulau yang mampu mengembangkan ekonomi dan pariwisata tanpa kehilangan lingkungan yang menjadi sumber kehidupannya.

“Yang kami harapkan adalah Gili Meno dapat terus berkembang sebagai pulau yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta generasi anak cucu kami,” ujarnya.

Upaya tersebut diperkuat masyarakat adat melalui dialog dan awig-awig, aturan serta kesepakatan adat yang menjadi bagian dari tata kehidupan masyarakat. Rehabilitasi terumbu karang, penanaman mangrove, pengawasan laut, edukasi lingkungan dan kegiatan bersih-bersih dilakukan sebagai bagian dari menjaga ekosistem.

Kelompok perempuan juga mengambil peran melalui pengembangan usaha, suvenir dan produk kreatif, termasuk pemanfaatan sampah plastik serta limbah botol menjadi produk bernilai ekonomi.

Di sinilah gagasan ekonomi biru menemukan bentuknya di tingkat masyarakat: laut dilindungi, tetapi tetap menjadi sumber penghidupan; pariwisata berkembang, tetapi daya dukung alam tetap dijaga.

Tantangannya tidak kecil. Pertumbuhan pariwisata membawa peluang ekonomi sekaligus tekanan terhadap lingkungan, terutama pengelolaan sampah dan daya dukung kawasan. Karena itu, masa depan Gili Meno sangat bergantung pada kemampuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kelestarian.

Kunjungan Putri Victoria memperlihatkan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak selalu dimulai dari gagasan besar. Ia dapat tumbuh dari tindakan sederhana masyarakat: menjaga terumbu karang, menanam mangrove, mengurangi sampah, mengembangkan usaha, melindungi penyu, dan memastikan laut tetap hidup.

Di Gili Meno, menjaga laut pada akhirnya bukan hanya tentang menyelamatkan penyu atau mempertahankan keindahan pantai. Ia adalah cara masyarakat menjaga sumber kehidupan, merawat ekonomi hari ini, dan memastikan harapan tetap memiliki tempat untuk tumbuh bagi generasi yang akan datang.(sr/dkisntb)

Pemprov NTB Cari Jalan Keluar Krisis Air Bersih Gili Tramena

0

Pemprov NTB Cari Jalan Keluar Krisis Air Bersih Gili Tramena

Warta.in
Lombok Utara,NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan langkah penyelesaian gangguan suplai air bersih di kawasan Gili Trawangan dan sekitarnya, yang berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat sekaligus aktivitas pariwisata.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pemerintah tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait untuk memastikan suplai air dapat kembali berjalan, sembari menyelesaikan persoalan regulasi dan hukum yang menjadi latar belakang terhentinya jaringan air bersih.

Hal itu disampaikan Gubernur saat mengunjungi Gili Meno bersama Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree, di Kabupaten Lombok Utara, Minggu (6/9/2026).

Menurut Miq Iqbal, persoalan suplai air tersebut tidak sederhana karena bersinggungan dengan aspek lingkungan dan proses hukum. Namun, kebutuhan air masyarakat dan keberlangsungan aktivitas di kawasan pariwisata tetap harus mendapat jalan keluar.

“Dua hari lalu saya sudah berbicara langsung dengan Pak Menteri Lingkungan Hidup untuk menjelaskan situasi kedaruratan ini. Suplai air harus tetap berjalan karena menyangkut kehidupan masyarakat, pelayanan publik, dan keberlangsungan sektor pariwisata,” ujar Miq Iqbal.

Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, telah meminta ruang diskresi agar suplai air melalui jaringan yang ada dapat kembali berjalan untuk sementara waktu. Opsi tersebut disiapkan sebagai solusi transisi sembari proses penyelesaian persoalan regulasi dan hukum ditempuh sesuai ketentuan.

Miq Iqbal mengatakan Menteri Lingkungan Hidup telah menyampaikan komitmen untuk membantu mencarikan solusi. Pemprov NTB selanjutnya akan memformalkan langkah tersebut melalui koordinasi dan surat resmi antarlembaga.

“Kami akan segera mencarikan jalan keluarnya. Kami akan berkomunikasi dengan pihak swasta dan menyelesaikan berbagai persoalan regulasi yang terkait untuk memastikan air bisa segera mengalir kembali,” katanya.

Pemprov NTB menargetkan jaringan air bersih dapat kembali beroperasi dalam satu hingga dua hari ke depan sebagai langkah awal memenuhi kebutuhan masyarakat dan aktivitas pariwisata di kawasan terdampak.

Sambil menunggu solusi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah melakukan dropping air untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan wisatawan.

Gubernur juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, pelaku usaha pariwisata, dan wisatawan yang terdampak gangguan suplai air bersih.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat, pelaku pariwisata, dan para wisatawan yang terganggu. Pemerintah berkomitmen untuk segera menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.

Menurut Miq Iqbal, mengalirkan kembali jaringan air yang sudah tersedia merupakan pilihan paling memungkinkan untuk jangka pendek. Namun, langkah tersebut harus ditempatkan sebagai solusi sementara sambil pemerintah bersama seluruh pihak menyiapkan penyelesaian yang lebih permanen.

Persoalan air bersih di kawasan Gili, lanjutnya, harus diselesaikan dengan mempertemukan dua kepentingan sekaligus: menjamin kebutuhan dasar masyarakat dan keberlangsungan pariwisata, serta memastikan seluruh pengelolaan sumber daya air berjalan sesuai ketentuan lingkungan dan hukum.

Pemprov NTB memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, pihak swasta, dan pemangku kepentingan lainnya terus dilakukan agar pelayanan air bersih dapat segera dipulihkan.

Bagi NTB, memastikan air kembali mengalir bukan hanya soal menjaga aktivitas pariwisata, tetapi terutama memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Solusi jangka pendek harus segera berjalan, sementara penyelesaian permanen harus dibangun di atas kepastian hukum, perlindungan lingkungan, dan kepentingan masyarakat.(sr/dkisntb)

Stadion Suryakencana hanya Di jadikan ladang cuan pemkot,kenapa Dprd bungkam Aya mereun!!

0

Kota sukabumi – picu kemarahan warga Kota sukabumi Yang merasa bahwa anak anak muda yang cintaterhadap music merasa bahwa pemerintah Kota sukabumi Di nilai terlalu komersil untuk hiburan rakyat .

 

Dalam hal ini bagaimanapun pada saat ITU sukabumi selalu memberikan akses gratis terhadap masyarakat Kota sukabumi, fasilitas olahraga Di Suryakencana ini seharusnya Di buat untuk olahraga.

Gera selaku pecinta musik rock merasa bahwa hal ini seperti mentirikan para pecinta musik Yang ingin Hadir di konser tersebut namun Dewan perwakilan rakyat daerah Kota sukabumi mulai bungkam.

Belum lagi tidak Ada kepedulian terhadap para pecinta musik Yang tak bisa membeli tiket di konser tersebut hal ini Memicu kericuhan Dan Dprd Kota sukabumi harus menegur !! Aktivitas konser Di Suryakencana.

Menantikan kadisparopar perihal ini warga masyarakat tidak bisa melihat bagaimana kelanjutan terkait konser ini Yang tak beri keuntungan bagi Kota sukabumi untuk apa ?

(Alfi yonimar)