24.1 C
Jakarta
Selasa, Februari 17, 2026
Beranda blog Halaman 70

Satlantas Polres Lamongan Evakuasi Laka Lantas Beruntun di Jalur Lamongan–Gresik

0

Satlantas Polres Lamongan Evakuasi Laka Lantas Beruntun di Jalur Lamongan–Gresik

LAMONGAN//Warta.in, 19/01/2026 – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lamongan bergerak cepat melakukan penanganan dan evakuasi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) beruntun yang terjadi di Jurusan Lamongan–Gresik, tepatnya di Dusun Gajah, Desa Rejosari, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, pada Senin siang (19/01/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd menjelaskan berdasarkan keterangan saksi kejadian bermula saat sebuah mobil PJU milik Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan berhenti di lajur kanan arah barat ke timur untuk melakukan perbaikan lampu PJU.

Pada saat kendaraan PJU tersebut berhenti, dari arah barat melaju sebuah truk Nopol S 89xx UZ dikemudikan S M , Pengemudi truk diterangkan mengemudikan kendaraan sambil menerima telepon sehingga kurang fokus, yang mengakibatkan truk tersebut menabrak bagian belakang sisi kiri kendaraan PJU.

Bersamaan dengan kejadian tersebut, dari arah belakang melaju kendaraan L300 Nopol S 82xx yang dikemudian AS Karena jarak yang sudah terlalu dekat, pengemudi L300 tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang truk tronton yang ada di depannya, sehingga terjadilah kecelakaan lalu lintas beruntun.

Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas dari arah barat ke timur sempat mengalami kepadatan. Selain itu, kecelakaan tersebut mengakibatkan sejumlah korban luka dari kendaraan L300.

Pengemudi L300 dengan nomor polisi S-87xx-JG mengalami luka patah tulang kaki kanan dan dirawat di RS Muhammadiyah Lamongan (RSML). Sementara itu, satu penumpang L300 dengan inisial Z mengalami luka ringan berupa lecet pada kaki dan tangan dan dirawat di RSI NU Lamongan.

Penumpang L300 lainnya dengan inisial SK mengalami luka patah tulang tangan kiri dan juga mendapatkan perawatan di RSML.

Petugas Satlantas Polres Lamongan yang tiba di lokasi segera melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mengurai kepadatan kendaraan.

Selain itu, petugas juga menolong dan mengevakuasi para korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Tidak hanya itu, Satlantas Polres Lamongan juga melakukan evakuasi terhadap kendaraan-kendaraan yang terlibat kecelakaan agar arus lalu lintas dapat kembali normal.

Kasus kecelakaan tersebut selanjutnya ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Satlantas Polres Lamongan mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berkonsentrasi saat berkendara, tidak menggunakan ponsel saat mengemudi, serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Pewarta: roy

Personil Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Pagi Guna Cegah Kemacetan

0

Personil Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Pagi Guna Cegah Kemacetan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Rabu (21/01/2026) pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkatnya bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigadir Bayu untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari di daerah rawan kemacetan

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (Roy)

Demi Sukseskan Program P2B Polsek Ngimbang Monitoring Dan Pengecekan Tananan Jagung di Desa Girik

0

Demi Sukseskan Program P2B personil Polsek Ngimbang Monitoring Dan Pengecekan Tananan
Jagung di Desa Girik

LAMONGAN//Warta.in – Anggota Jaga Polsek Ngimbang bersama masyarakat melaksanakan monitoring dan Pengecekan Tanaman jagung dari program Asta Cita pemanpaatan Pekarangan tanaman pangan bergizi (P2B)dengan proses Tanam jagung di Desa Girik Kecamatan Ngimbang, Selasa (20/01/2026) pukul 10.00 Wib

Kegiatan yang di laksanakan oleh anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Djudi untuk memonitor dan Mengecek Tanaman jagung masyarakat yang bertujuan untuk mendukung program ketahanan panganan pemanpaatan Pekarangan pangan bergizi (P2B) dengan penanaman Melon di Desa Girik Kecamatan Ngimbang

Dalam upaya menjaga ketersediaan pangan lokal, langkah ini di harapkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, “Dengan kehadiran Polri sebagai motivator dalam upaya meningkatkan produksi pangan serta kebutuhan lokal dan dapat mendukung program ketahanan pangan Asta Cita Presiden dan ikut serta membangun hubungan yang lebih baik antara kepolisian dan masyarakat.Ujarnya,

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari strategi Polsek Ngimbang untuk memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sejahtera.

“Respon positif dari masyarakat menjadi dorongan bagi Polsek Ngimbang, untuk terus aktif dalam mendukung kegiatan-kegiatan yang berdampak positif bagi kemajuan wilayahnya

Dengan Adanya Program ini bisa mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan mereka secara optimal dan mampu meningkatkan tarap hidup masyarakat melalui ketersediaam pangan bergizi serta mendukung program Nasional dalam bidang pertanian demi meningkatkan ketahanan pangan secara Nasional, pungkasnya (roy)

Demi Ciptakan Wilayah Kondusif Dan Cegah 4C Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Malam Hari

0

Demi Ciptakan Wilayah Yang Kondusif Dan Cegah 4C personik Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Dalam upaya mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas), personel Polsek Ngimbang melaksanakan patroli Blue Light secara dialogis di wilayah hukumnya, Selasa malam (20/01/2026).

Kegiatan patroli yang berlangsung mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai Patroli Blue Light di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigadir Deny untuk menyasar sejumlah titik vital di Kecamatan Ngimbang yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Patroli dilakukan dengan pendekatan humanis melalui dialog langsung bersama masyarakat.

Adapun sasaran patroli Blue Light meliputi Jalan poros Ngimbang- Jombang, SPBU Ngimbang dan Gudang Tembakau Ngimbang serta kelompok pemuda yang lagi nongkrong untuk memberikan himbauan kamtibmas kepada pemuda-pemudi yang berkumpul hingga larut malam, jalur lalu lintas yang kerap dijadikan arena balap liar, pertokoan atau ruko yang rawan tindak kejahatan, serta area parkir warung kopi dan tempat-tempat yang ramai pengunjung.

Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Ngimbang menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminal.

 

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, “menyampaikan bahwa patroli dialogis ini merupakan langkah preemtif dan preventif Polri untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat”.

Dari hasil patroli menunjukkan hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus menonjol terkait guantibmas. Secara umum situasi di wilayah Kecamatan Syamtalira Bayu terpantau aman dan kondusif,ujar Kapolsek Ngimbang

Polsek Ngimbang juga mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas dengan menghubungi 110 atau mendatangi langsung Polsek Ngimbang, sehingga dapat segera ditindaklanjuti, pungkasnya (roy)

Scan QR Bisa Jadi Bencana: Ini Bahaya QRIS Palsu (Quishing)

0

Wartain Banten | Hukum | 21 Januari 2026  — Maraknya penggunaan pembayaran digital pada 2025-2026 diiringi meningkatnya penipuan QRIS palsu atau quishing. Quishing adalah modus penipuan dengan menempelkan QRIS ilegal di atas kode resmi sehingga korban tanpa sadar mentransfer dana ke pelaku, dengan risiko kerugian finansial tinggi karena tampilannya menyerupai QRIS asli dan sulit dikenali.

Karena sulit dibedakan secara visual, quishing berisiko tinggi menyebabkan kerugian finansial dalam waktu singkat.

Pelaku penipuan QRIS dapat dijerat pasal berlapis, antara lain UU ITE terkait berita bohong yang merugikan konsumen dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman penjara dan denda besar. Selain itu, jika terbukti memanipulasi informasi transfer dana, pelaku juga dapat dikenakan sanksi berdasarkan UU Transfer Dana dengan ancaman pidana hingga 4 tahun penjara atau denda sampai Rp2 miliar.

Praktisi hukum dari DSP Law Office mengimbau masyarakat lebih waspada dalam transaksi digital dengan memeriksa identitas merchant, menghindari QR mencurigakan, dan segera melaporkan QRIS palsu.

Kesadaran dan kehati-hatian pengguna dinilai kunci agar kemudahan teknologi tetap aman dan tidak menimbulkan kerugian.(WartainBanten)

Kabupaten Jember Dinilai Informatif Oleh Komisi Informasi Jatim, Berhasil Torehkan Skor Tertinggi

0

Warta.in, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur. Berdasar Keputusan Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Jember resmi ditetapkan sebagai salah satu badan publik dengan kualifikasi Informatif.

Dalam laporan hasil evaluasi tersebut, Kabupaten Jember berhasil meraih total nilai sebesar 98,11. Tahun sebelumnya, Jember meraih skor 93,98. Kemudian, melonjak dengan skor 98,11 dan tetap mempertahankan predikat Informatif.

Angka ini merupakan akumulasi dari tiga tahap penilaian yang ketat. Yakni, meliputi pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) dengan nilai 98,85, verifikasi faktual atau visitasi sebesar 99,14, serta tahap presentasi dan wawancara yang mencapai nilai 96,00.

Pencapaian itu menempatkan Jember di jajaran elit pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur yang memiliki komitmen tinggi terhadap transparansi.

Menanggapi capaian luar biasa ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, menyatakan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyediakan akses informasi yang mudah dan akurat bagi masyarakat.

“Predikat Informatif ini bukan sekadar penghargaan, melainkan cerminan dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jember untuk terus membuka diri. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan penggunaan anggaran dapat diakses serta diawasi langsung oleh publik,” ujar Regar Jeane Dealan Nangka.

Regar menambahkan bahwa penilaian tahun 2025 terasa lebih komprehensif karena mencakup aspek akuntabilitas dan partisipasi yang diukur secara terstruktur. Menurut dia, keberhasilan Jember mempertahankan standar tinggi dalam keterbukaan informasi publik juga didukung oleh prestasi di tingkat akar rumput.

“Ke depan, kami tidak akan berpuas diri. Kami akan terus mendorong inovasi digital agar layanan informasi publik semakin cepat dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga pelosok desa,” kata Regar.

Lebih lanjut, Regar menuturkan bahwa komitmen Bupati Jember Gus Fawait akan semakin tinggi pada 2026. Salah satunya, dengan maksimalkan saluran Wadul Gus’e.

Sekadar informasi, penetapan hasil Monev ini dilakukan di Sidoarjo pada 14 November 2025 oleh Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur, Edi Purwanto. Melalui evaluasi berkala ini, diharapkan seluruh badan publik di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Jember, dapat terus menjaga integritas dan transparansi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Perizinan Pertambangan di Banten Ditunda, Moratorium Diberlakukan

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 20 Januari 2026  — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi memberlakukan moratorium atau penundaan sementara terhadap seluruh perizinan pertambangan di kabupaten dan kota se-Provinsi Banten. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menata ulang dan memperbaiki tata kelola usaha pertambangan secara menyeluruh.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah, yang berlangsung di Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Selasa (20/1/2026).

Wakil Gubernur Banten, Ahmad Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa moratorium bersifat sementara dan merupakan bentuk penundaan perizinan hingga tata kelola pertambangan dapat dibenahi secara menyeluruh.

“Hari ini diputuskan bahwa perizinan tambang dimoratorium. Sifatnya postpone atau temporer,” ujar Dimyati.

Fokus Pembenahan Menyeluruh

Wakil Gubernur Banten, Ahmad Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa moratorium perizinan tambang bertujuan membenahi masalah mendasar di bidang tata kelola, hukum, lingkungan, sosial, ketenagakerjaan, serta transportasi hasil tambang.

Kebijakan ini bersifat preventif untuk mencegah kerusakan lingkungan, bencana, dan kerugian bagi masyarakat, menunjukkan komitmen Pemprov Banten untuk bertindak sebelum masalah terjadi.

“Kami belajar dari kejadian bencana di daerah lain yang menelan banyak korban. Hal inilah yang sedang diantisipasi dan dilakukan mitigasinya oleh Pemprov Banten saat ini,” tegasnya.

Dialog dengan Pelaku Usaha dan Penerapan GMP

Pemprov Banten akan menggelar pertemuan dengan 241 perusahaan pemegang IUP, termasuk tambang yang izinnya dari pemerintah pusat, sebagai forum dialog untuk mencari solusi yang menguntungkan daerah, masyarakat, dan kepentingan nasional.

Wakil Gubernur menekankan pentingnya penerapan Good Mining Practice, termasuk reklamasi pascatambang untuk mencegah bencana dan kerusakan ekosistem.

“Jangan sampai perusahaan hanya melakukan eksploitasi tanpa memperhatikan dampak lingkungan, tidak melakukan reklamasi, dan meninggalkan kerusakan yang merugikan masyarakat,” imbuhnya.

Pengawasan Terpadu dan Penindakan Tegas

Pemprov Banten akan memperkuat pengawasan pertambangan melalui kunjungan kerja ke kabupaten/kota dan pembentukan Satgas Pengawasan di tingkat lokal.

Wagub Dimyati menegaskan akan menindak tegas pertambangan ilegal dan angkutan tambang yang meresahkan masyarakat dengan turun langsung ke lapangan.

“Saya minta oknum-oknum yang melindungi (tambang ilegal) untuk mundur. Angkutan pertambangan juga harus ditertibkan, wajib ditutup rapi, dan tidak boleh berceceran di jalan,” tegas Wagub.

Penyusunan Regulasi Daerah

Kepala Dinas ESDM Banten, Ari James Faraddy, mendukung moratorium pertambangan dan tengah menyusun rancangan Pergub sebagai payung hukum teknis.

Ia juga menyampaikan dukungan DPRD Banten dalam penyusunan Perda, dengan tujuan menjaga lingkungan, memanfaatkan sumber daya alam untuk pembangunan, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.(WartainBanten)

Bhabinkamtibmas  Polsek Sandubaya  Dampingi Pemeriksaan HIV/AIDS di Kos-kosan Cakranegara

0

Bhabinkamtibmas  Polsek Sandubaya  Dampingi Pemeriksaan HIV/AIDS di Kos-kosan Cakranegara

Warta.in
Mataram, NTB – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Sandubaya mendampingi sekaligus memberikan pengamanan kegiatan Tim Puskesmas Taliwang yang melaksanakan pemeriksaan kesehatan guna mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus HIV/AIDS di sejumlah kos-kosan wilayah Kelurahan Cakranegara Utara, Senin (19/01/2026).

Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini menyasar tempat-tempat kos yang dinilai memiliki tingkat mobilitas penghuni cukup tinggi. Pendampingan dan pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, serta mendapat dukungan dari masyarakat sekitar.

Kapolsek Sandubaya AKP Niko Herdianto, S.T.K., S.I.K., menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran Polri, kata dia, merupakan bentuk dukungan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

“Pemeriksaan yang dilakukan tim Puskesmas ini adalah langkah preventif untuk mengantisipasi terjangkitnya virus HIV/AIDS di tengah masyarakat,” ujar Kapolsek.

Ia menambahkan, sasaran pemeriksaan meliputi sejumlah kos-kosan yang mayoritas penghuninya berasal dari luar Kota Mataram dan sebagian bekerja di sektor hiburan malam, sehingga perlu mendapat perhatian khusus dari sisi kesehatan.

“Kehadiran Polri di sini untuk mendukung penuh upaya pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat sekaligus memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan semakin meningkat, serta mampu memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran HIV/AIDS di wilayah hukum Polsek Sandubaya.(sr/,hpm)

 

Desa Tangguh Bencana Tingkatkan Kemandirian Warga dalam Penanganan Bencana di Tingkat Lokal

0

Warta.in || Jateng Rembang || Keberadaan Desa Tangguh Bencana (Destana) terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan penanganan bencana secara mandiri di tingkat desa. Program ini memperkuat kapasitas warga dalam mengenali potensi bencana, merespons kejadian secara cepat, serta melakukan pengurangan risiko secara berkesinambungan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Sri Jarwati, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (19/1/2026), menyampaikan bahwa desa-desa yang telah terbentuk sebagai Destana menunjukkan perkembangan positif dari aspek kesadaran risiko hingga tindakan mitigasi awal.

“Alhamdulillah, desa yang telah membentuk Destana mampu menangani kejadian bencana secara mandiri. Warga langsung melakukan kerja bakti dan langkah awal penanganan sebelum melaporkan kepada kami. Ini menunjukkan kapasitas dan kepedulian masyarakat semakin kuat,” ujar Sri Jarwati.

Program Destana di Kabupaten Rembang dimulai pada tahun 2018 dengan sasaran pertama Desa Bendo, Kecamatan Sluke. Pada 2020, BPBD Provinsi Jawa Tengah memperluas cakupan dengan membentuk Destana di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Bulu.

Pada 2022, BPBD menetapkan 12 desa sebagai sasaran Destana, meliputi Desa Dowan (Kecamatan Gunem), Desa Bitingan (Sale), Desa Johogunung (Pancur), Desa Manggar (Sluke), dan Desa Lemah Putih (Sedan). Selain itu, tiga desa di Kecamatan Sumber yakni Desa Ronggomulyo, Kedungtulup, dan Sekarsari, serta empat desa di Kecamatan Kaliori yaitu Desa Kuangsan, Maguan, Wiroto, dan Meteseh.

Pada 2023, kembali terbentuk 12 desa Destana. Dua desa dibentuk langsung oleh BPBD Kabupaten Rembang, yaitu Desa Criwik dan Banyuurip di Kecamatan Pancur. Sepuluh desa lainnya merupakan hasil kolaborasi BPBD Kabupaten dan Provinsi, meliputi desa-desa di Kecamatan Kaliori, Pancur, dan Sluke.

Pembentukan berlanjut pada 2024 melalui penetapan dua desa: Desa Dadapan (Sedan) dan Desa Sale (Sale). Sementara pada 2025, BPBD kembali menetapkan dua Destana baru, yakni Desa Leran di Kecamatan Sluke dan Desa Sendangmulyo di Kecamatan Lasem.

Selain itu, Desa Punjulharjo (Kecamatan Rembang) ditetapkan sebagai Destana Mandiri, karena pembentukan dilakukan langsung oleh pemerintah desa tanpa menunggu fasilitasi BPBD.

Sri Jarwati, atau akrab disapa Anjar, menegaskan bahwa percepatan pembentukan Destana menjadi prioritas dalam mendukung target 100 Destana sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Rembang.

Mengacu pada Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2025, terdapat 130 desa rawan bencana dari total 199 desa yang direkomendasikan untuk membentuk Destana secara mandiri pada tahun ini.

“Harapannya, semakin banyak desa yang tangguh, semakin kecil dampak bencana yang ditimbulkan. Kami mendorong kolaborasi pemerintah desa, relawan, dan masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan dari tingkat lokal,” pungkasnya.

( wik )

NTB Optimis Perkuat Swasembada Pangan 2026, Produksi Padi 2025 Naik 16,85 Persen

0

NTB Optimistis Perkuat Swasembada Pangan 2026, Produksi Padi 2025 Naik 16,85 Persen

Warta.in
Mataram,NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan dan swasembada pangan daerah sebagai bagian dari dukungan nyata terhadap program nasional. Hal ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya mengembalikan kejayaan swasembada pangan seperti dekade 1980-an, melalui penguatan produksi, perluasan areal tanam, serta peningkatan produktivitas pertanian di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di NTB.

Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik bersama Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Hj. Eva Dewiyani, S.P., menyampaikan tren capaian yang sangat positif di Provinsi NTB. Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), capaian produksi padi NTB pada tahun 2025 mencapai 1.698.283 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau meningkat 16,85% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 1.453.408 ton GKG. Peningkatan ini juga ditopang oleh naiknya luas panen dari 281.718 hektare pada tahun 2024 menjadi 322.927 hektare pada tahun 2025, serta produktivitas padi yang meningkat dari 51,59 kuintal/hektare menjadi 52,59 kuintal/hektare.

Secara rinci, capaian produksi padi tahun 2025 di NTB berdasarkan KSA BPS tercatat: Lombok Tengah dengan luas panen 78.639 Ha, produksi 421.941 ton GKG, produktivitas 53,66 Ku/Ha.

Sumbawa luas panen 74.736 Ha, produksi 398.864 ton GKG, produktivitas 53,37 Ku/Ha; Lombok Timur luas panen 45.387 Ha, produksi 243.474 ton GKG, produktivitas 53,64 Ku/Ha; Kabupaten Bima luas panen 42.845 Ha, produksi 208.018 ton GKG, produktivitas 48,55 Ku/Ha.

Dompu luas panen 30.448 Ha, produksi 151.335 ton GKG, produktivitas 49,70 Ku/Ha; Lombok Barat luas panen 25.488 Ha, produksi 135.678 ton GKG, produktivitas 53,23 Ku/Ha.

Sumbawa Barat luas panen 14.548 Ha, produksi 74.496 ton GKG, produktivitas 51,21 Ku/Ha; Lombok Utara luas panen 5.536 Ha, produksi 33.320 ton GKG, produktivitas 60,19 Ku/Ha.

Kota Mataram luas panen 2.736 Ha, produksi 17.727 ton GKG, produktivitas 64,78 Ku/Ha; serta Kota Bima luas panen 2.564 Ha, produksi 13.431 ton GKG, produktivitas 52,39 Ku/Ha.

Menurut Dr. Aka, capaian tersebut merupakan hasil sinergi dan kerja kolektif semua pihak dalam membangun sektor pertanian, sekaligus menjadi fondasi optimisme menuju penguatan swasembada pangan NTB tahun 2026.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari program-program pro-rakyat, antara lain optimasi lahan tahun 2025 di NTB yang dialokasikan seluas 10.574 hektare, penggunaan benih unggul bermutu bersertifikat, alokasi pupuk subsidi sesuai RDKK, penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di tingkat petani menjadi Rp6.500/kg untuk gabah kering panen, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemprov NTB, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, instansi teknis, stakeholder, dan petani.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Eva Dewiyani mengatakan, memasuki tahun 2026, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan terus melakukan penguatan untuk menggerakkan seluruh potensi daerah.

Baik melalui optimalisasi lahan maupun program strategis lainnya, sebagai bentuk ikhtiar NTB dalam menyelaraskan program swasembada pangan Pemerintah Pusat di daerah.

“NTB optimistis dapat terus menjaga tren peningkatan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan, sebagai bagian dari kontribusi daerah dalam mewujudkan cita-cita nasional menuju kebangkitan swasembada pangan Indonesia,” tutupnya. (sr/dkintb)