26.6 C
Jakarta
Selasa, Maret 10, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Dampingi Kapolda Banten Tanam Jagung, Andra Soni Tekankan Pentingnya Sinergi

Wartain Banten | Pemerintahan | 09 Maret 2026  — Gubernur Banten, Andra Soni, menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produksi jagung di Provinsi Banten. Sinergi tersebut dinilai penting guna mempercepat terwujudnya target swasembada jagung di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan Andra Soni usai mendampingi Kapolda Banten, Hengki, dalam kegiatan tanam jagung kuartal I tahun 2026 di Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan tanam jagung tersebut dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia dan dipimpin langsung oleh Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, secara virtual dari Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Dalam keterangannya, Andra Soni mengungkapkan bahwa Provinsi Banten saat ini telah berhasil mencapai swasembada beras dan menempati posisi kedelapan sebagai penyumbang produksi beras secara nasional. Namun demikian, capaian untuk komoditas jagung masih memerlukan upaya bersama dari berbagai pihak.

“Kebutuhan jagung kita cukup tinggi, terutama untuk menyuplai 12 industri pakan yang beroperasi di Banten. Selama ini, pasokan utama masih didatangkan dari luar daerah,” ujar Andra.

Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen memperluas luas tanam jagung melalui sinergi dengan TNI dan Polri, dengan memanfaatkan lahan Perhutani serta lahan tidur di wilayah Banten.

Kapolda Banten, Hengki, menambahkan bahwa pada kuartal I, Polda Banten menargetkan penanaman jagung seluas 199 hektare di wilayah hukumnya.

“Khusus di Kecamatan Kopo, dilakukan penanaman seluas 6 hektare dengan target produktivitas sebanyak 8 ton per hektare,” jelas Kapolda.

Kapolda Banten, Hengki, menyampaikan bahwa target penanaman jagung jajaran Polda Banten sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 2.292 hektare.

Ia optimistis target tersebut dapat tercapai melalui kerja sama yang solid demi mendukung kedaulatan pangan di Banten, sekaligus mendorong petani mengoptimalkan lahan produktif dan lahan tidur karena nilai ekonomis jagung yang tinggi. Kebutuhan industri pakan di Banten mencapai 4.000 ton per hari.

“Kami sangat konsen (fokus) dalam mendukung ketahanan pangan ini. Kami akan berupaya maksimal untuk mencapai target,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani, meliputi 20 sak pupuk NPK, 150 liter pupuk hayati cair, 16 kg bibit jagung, dan 40 liter herbisida untuk mendukung kelancaran masa tanam.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum