34.6 C
Jakarta
Senin, April 27, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Diduga Maraknya Judi Tembak Ikan dan Togel Milik Aseng Kayu di Kisaran

Warta.in Asahan – Arifin Sirait/Aseng Kayu yang diduga sebagai Big Bos di perjudian tembak ikan dan Toto Gelap (Togel) merek “AK” yang beroperasi di Jalan Kartini, Kisaran, Kabupaten Asahan, kian menjadi sorotan.

Kemudian, kegiatan aktivitas ilegal ini bukan hanya terus berjalan, tetapi juga diduga kuat dan kebal hukum. Karena, adanya perlindungan dari oknum Aparat Penegak Hukum (APH).

Sementara itu, praktik perjudian yang disebut-sebut dikendalikan oleh sosok berinisial “TM” kini menunjukkan sikap terbuka menantang negara.

Pertanyaan sederhana, masihkah hukum berdiri tegak, atau sudah bertekuk lutut di hadapan mafia ?
Fakta di lapangan menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan.

Sistem pengamanan internal lokasi judi tembak ikan disebut semakin rapi, terstruktur dan disiplin. Bahkan, dinilai lebih sigap dibanding “Patroli Aparat Penegak Hukum” yang tak kunjung hadir.

Selanjutnya, kalau mau masuk ke lokasi praktik perjudian tembak ikan “Lakban Kamera” untuk mencegah dokumentasi tetap diberlakukan ketat, seolah hukum negara tak mampu menembusnya.

Disisi lain, sikap bungkam aparat memperdalam krisis kepercayaan publik.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut tidak memberikan komentar atau bungkam.

Pesan WhatsApp (WA) hanya di baca, tanpa ada respons menjadi simbol dinginnya sikap institusi terhadap keresahan masyarakat sekitar.

Publik sudah mulai menilai adanya dugaan pembiaran sistematis. Bahkan, kemungkinan konflik kepentingan atau rasa takut terhadap kekuatan tertentu di balik praktik perjudian tembak ikan dan togel AK tersebut.

Warga sekitar meminta kepada Bapak Kapolda Sumut harus bertindak tegas kepada para Mafia 303.

Warga sekitar kembali menyampaikan, kami mendesak langkah luar biasa dari Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumatera Utara warga meminta bukan sekedar tindakan seremonial atau foto-foto dilokasi tersebut.

Warga sekitar yang namanya tidak mau disebutkan meminta kepada Bapak Direktur Reserse Kriminal Umum turunkan tim Jatanras Polda Sumatera Utara agar dilakukan penggerebekan dan lokasi judi tersebut ditutup.

Warga sekitar meminta, agar dilokasi judi di Gedung Kartini agar dilakukan penggerebekan dan tanpa ada melibatkan unsur APH lokal agar tidak ada kebocoran di lokasi,” ujarnya.

Operasi senyap dan tegas seperti penggerebekan sebelumnya terkait kasus judi “Baccarat” di Kisaran.

“Membiarkan perjudian tembak ikan dan togel bebas beroperasi sama saja seperti memelihara kejahatan itu sendiri”.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka yang runtuh bukan hanya wibawa hukum, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap negara. (RN)

Berita Terkait