Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Edarkan Proposal KONI Nias Barat Tuai Sorotan

Nias Barat,Warta.in — Langkah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Nias Barat mengedarkan proposal senilai Rp649,5 juta untuk Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (POPROVSU) 2026 menuai sorotan publik. Pasalnya, proposal itu beredar hingga ke sekolah-sekolah dasar dan menengah di Nias Barat.

Berdasarkan dokumen yang diterima redaksi, Proposal Nomor 05/KONI-NB/VIII/2026 tertanggal 31 Agustus 2026 di Lahomi itu ditandatangani oleh Ketua Harian Tolosokhi Halawa, Sekretaris Serius Gulo dan Bendahara Perdamaian F Daeli. Nilai yang tercantum Rp649.500.000.

Proposal tersebut mencantumkan tembusan kepada Pj Sekda, BPKAD dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Nias Barat.

Diakui Lewat Grup WhatsApp

Ketua Harian KONI Nias Barat, Tolosokhi Halawa, mengakui pengedaran proposal tersebut. Pengakuan itu disampaikan melalui pesan di Grup WhatsApp Generasi Aekhula.

Dalam kutipan chat yang diterima redaksi, ia menulis:

“Selamat hari minggu… iya benar, Proposal kita edarkan, dan bukan hanya di sekolah, kepada teman teman pengusaha juga… Karena Keuangan/KAS KONI dari pengurus periode sebelumnya tidak ada, kita bersepakat untuk mencari dukungan…”

Redaksi Warta.in telah mengamankan tangkapan layar percakapan tersebut sebagai arsip.

Tiga Pertanyaan Publik

Peredaran proposal ini memunculkan tiga pertanyaan besar di tengah masyarakat:

Pertama, soal kas kosong. Jika kas dari pengurus lama disebut tidak ada, publik mempertanyakan apakah sudah dilakukan audit dan serah terima resmi sesuai mekanisme organisasi.

Kedua, soal dana pendidikan. Beredarnya proposal ke SD dan SMP Negeri memunculkan kekhawatiran soal penggunaan Dana BOSP. Sesuai Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2022 dan Permendikbud 75 Tahun 2016, Dana BOSP memiliki juknis penggunaan yang ketat dan tidak diperuntukkan untuk kegiatan di luar sekolah, termasuk kegiatan KONI.

Ketiga, soal pengawasan. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak-pihak yang menerima tembusan proposal. Publik mendesak adanya kejelasan agar tidak terjadi tumpang tindih antara dana hibah APBD untuk KONI dengan penggalangan dana dari pihak lain.

Tolosokhi Halawa diketahui merupakan mantan Wakil Ketua DPRD Nias Barat periode sebelumnya, sehingga publik menaruh harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Nias Barat memberikan atensi khusus terhadap persoalan ini demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia olahraga dan pendidikan.

Menunggu Klarifikasi Bupati dan Audit Hibah

Warta.in telah berupaya menghubungi Bupati Nias Barat, Pj Sekda, BPKAD, Kadispora dan Inspektorat Kabupaten Nias Barat untuk mendapatkan klarifikasi terkait status dana hibah KONI dan mekanisme pengawasan proposal tersebut. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban resmi.

Redaksi juga masih berupaya mengkonfirmasi langsung kepada Ketua Harian KONI Nias Barat terkait detail peruntukan anggaran Rp649,5 juta tersebut.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberitaan berimbang,Warta.in membuka hak jawab seluas-luasnya kepada semua pihak yang disebutkan dalam berita ini, sesuai amanat UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Jika terbukti ada pelanggaran penggunaan dana pendidikan atau dana hibah, redaksi mendorong Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk melakukan audit dan pemeriksaan sesuai kewenangan.

Laporan:Tim

Berita Terkait