32.8 C
Jakarta
Minggu, Mei 24, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Indonesia dalam Tekanan Tiga Hantu

Warta.in, Jakarta | – Indonesia menghadapi tekanan tiga hantu. Tentu, setiap negara secara relatif menghadapi hantu-hantunya sendiri, yakni hantu masa lalu, masa kini, dan masa depan. Untuk setiap negara, hantunya berbeda-beda kadar, nilai, sifat, dan bentuknya. Esai pendek ini mencoba menjelaskan tiga hantu Indonesia.

Hantu itu berupa sesuatu yang seolah hadir, tapi tidak bisa dilihat. Karena tidak jelas sosoknya, ketidakjelasan hadir sebagai hal mencemaskan. Suatu ancaman yang abstrak dan tidak jelas, tapi terus menerus dihadapi dan berpengaruh terhadap pikiran, perasaan, bahkan sikap/tindakan. Hantu-hantu itu hadir di segala praktik kehidupan. Sosok hantu bergantung apa dan siapa yang merasa dihantui.

Tekanan hantu masa lalu terutama terkait dengan konstruksi-konstruksi kolonial. Memang, belakangan sejarah Indonesia mulai ditulis ulang dalam semangat dekolonial. Akan tetapi, masih banyak hantu-hantu kolonial yang masih menekan dan mengontrol. Antara lain, warisan dan ingatan sebagai bangsa terjajah, inferior dihadapan Barat di satu sisi, dan wacana tentang kejayaan masa lalu di ranah yang lain.

Kontradiksi hantu masa lalu tersebut menyebabkan wajah hantunya seperti menakutkan/menyedihkan di satu sisi, dan seperti peri cantik/tampan yang indah di sudut yang lain. Karena kontradiksi itu pula, narasi-narasi yang hadir berbeda-beda, tidak kompak, sepenggal-sepenggal, dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan yang juga berbeda. Sebagai akibat lebih jauh, hal tersebut berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan identitas ke Indonesiaan.

Sebelum berbicara tentang hantu masa kini, perlu dijelaskan tentang hantu masa depan. Karena hantu masa kini dan masa depan bertemu pada hari ini. Hantu masa depan yang penting dicermati adalah hantu kegagalan dan keberhasilan. Masa depan adalah hantu karena kita tidak tahu sosoknya, seperti dalam bayang-bayang saja, kadang bisa diduga dan lebih banyak yang tidak bisa diketahui.

Banyak orang bersikap, bertindak, dan berpikir, atas tekanan masa lalu yang tinggal bayang-bayang, tetapi yang tak kalah menakutkan adalah ancaman kegagalan terhadap masa depan. Banyak yang melakukan berbagai aksi untuk, paling tidak, menunda kegagalan masa depan, dan bekerja keras untuk menunda kegagalan.

Apakah kemudian hantu keberhasilan terhadap masa depan tidak bisa dianggap sebagai ancaman. Hantu keberhasilan juga ancaman karena sebagai kontrol yang mengatur kita untuk fantasi keberhasilan. Kenapa ancaman, karena kita tidak bisa memastikan dan mengetahui keberhasilan seperti apa di masa depan tersebut.

Sebagai misal, pengambil kebijakan mengambil keputusan dengan asumsi hal itu akan berhasil di masa depan. Akan tetapi, tetap saja masa depan tidak bisa diketahui, tetapi berbagai kebijakan dan peraturan terlanjur memberatkan hidup kita akan sesuatu yang tidak pasti. Hal penting dari situasi ini adalah bahwa masa depan juga tekanan yang memiliki kuasa mengawasi dan mengontrol hidup manusia, sementara manusia tidak mengetahui apa dan bagaimana sosok masa depan tersebut.

Yang tidak kalah pentingnya tentu saja hantu masa kini, yang sedang berlangsung/terjadi, dan yang sedang dihadapi. Karena tekanan hantu masa lalu yang selalu hadir secara kontradiktif, dan tekanan masa depan yang tidak diketahui sosoknya, maka praktik hidup hari ini mengalami tekanan berkali lipat, karena secara praktis juga mendapat tekanan hantu ketidakjelasan hari ini.

Hantu hari ini adalah bagaimana bangsa yang compang-camping (sebagai konstruksi masa lalu yang kontradiktif), menjalankan hidupnya dalam tekanan politik, ekonomi, dan sosial-budaya pemrintah, berjalan dalam tekanan masa depan yang tidak jelas sosoknya.

Dalam tataran bernegara, hantu masa kini yang menakutkan adalah tekanan masa lalu dan masa depan yang melahirkan pemimpin dan kepemimpinan yang lemah, penakut, dan paranoid. Pemimpin lahir dari rahim masyarakat yang juga berkarakter seperti itu. Anehnya, hari ini banyak orang mengatakan bahwa berbagai sikapnya adalah atas nama masa lalu dan masa depan. Padahal, masa lalu yang mana dan masa depan yang mana?

Sebagai akibatnya, tekanan tiga hantu itu terus membesar, dan kita hidup didalamnya dalam berbagai tekanan yang semakin mencemaskan dan menakutkan.

Aprinus Salam, Guru Besar di FIB UGM

Berita Terkait