Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Harga Pupuk Subsidi Tembus di Atas HET, Petani Rejang Lebong dan Lebong Mengeluh.

Warta.in-Bengkulu,

Harga pupuk subsidi di Kabupaten Lebong dan Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kembali jadi sorotan. Petani di dua daerah ini mengeluh karena harga yang mereka bayar jauh lebih mahal dari Harga Eceran Tertinggi yang sudah ditetapkan pemerintah dalam Permentan Nomor 15 Tahun 2025 dan Permentan Nomor 3 Tahun 2026.

Berdasarkan Informasi di lapangan oleh tim media bersama salah satu organisasi, aturan soal penyaluran dan HET pupuk subsidi seolah hanya ada di atas kertas. Di lapangan, sejumlah kios pupuk subsidi masih menjual dengan harga tinggi ke petani.

Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan dari dinas terkait dan PT. Pupuk Indonesia. Padahal pupuk subsidi seharusnya jadi dukungan pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dan mensejahterakan petani.

Anggota DPW PPWI Bengkulu ikut menyoroti masalah ini bersama rekan-rekannya mengatakan pihaknya prihatin dengan kondisi petani di KabupatenLebong dan Kabupaten Rejang Lebong.

“Kami lihat pemerintah sudah berniat membantu petani lewat pupuk subsidi. Tapi di lapangan, manfaatnya justru tidak sampai penuh ke petani. Subsidi itu malah dinikmati oknum kios dan pengurus kelompok tani,” jelas Arie saat menyampaikan dengan media ini.

Dari hasil obrolan langsung dengan petani, Anggota DPW PPWI mencatat harga di lapangan saat ini untuk pupuk Urea 50 kg dijual antara Rp130.000 sampai Rp150.000 per zak. Sementara pupuk Phonska 50 kg dijual Rp150.000 sampai Rp185.000 per zak.

Padahal sesuai aturan HET, Urea seharusnya Rp90.000/zak dan Phonska Rp92.000/zak.

Arie juga meminta Pihak Dinas terkait dan aparat penegak hukum(APH) bergerak lebih tegas mengawasi peredaran pupuk subsidi. Menurutnya, masalah ini bukan baru terjadi, tapi sudah berlangsung lama.

“Kami dorong agar laporan ini ditindaklanjuti. Harus ada efek jera untuk kios dan kelompok tani yang seenaknya menaikkan harga. Harus diketahui juga bagi Distributor kami minta bersikap tegas ke kios yang melanggar, selama distributor sendiri tidak ikut bermain di harga,Pasti peredaran pupuk aman dan lancar,” tegasnya.

(Tim Red)

Berita Terkait