KAB.SUKABUMI— Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama Komando Armada (Koarmada) RI terus mematangkan persiapan pembangunan Jembatan Leuwidinding di Kecamatan Jampang Tengah. Proyek infrastruktur yang dirangkaikan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini ditargetkan mulai memasuki tahap fisik pada awal September 2026.
Persiapan tersebut dibahas melalui rapat koordinasi virtual yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, bersama Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Koarmada RI, Kolonel Laut (P) Jan Lucky Boy Siburian, dari Command Center Setda Sukabumi, Rabu (26/8/2026).
**Dukungan Pemda dan Aksi Sosial**
Sekda H. Ade Suryaman menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh seluruh tahapan, mulai dari pembersihan lahan hingga pelaksanaan bakti sosial.
* **Pembersihan Lahan:** Dijadwalkan berlangsung pada 4 September 2026 dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat.
Awal Pembangunan: Groundbreaking atau pengerjaan fisik dijadwalkan dimulai pada 6 September 2026.
Layanan Masyarakat:.Kegiatan akan dirangkaikan dengan aksi bakti sosial berupa pengobatan gratis, pembagian makan gratis, dan penyaluran paket sembako.
“Intinya pemda siap. Mereka (TNI/Koarmada RI) yang membangun, tapi persiapannya juga tetap kita lakukan, termasuk bantuan sosial dan kesehatan,” ujar Ade Suryaman usai rakor.
Harapan Warga dan Tantangan di Lapangan

Di sisi lain, rencana pembangunan jembatan ini menyedot perhatian warga Kecamatan Jampang Tengah. Jembatan Leuwidinding selama ini menjadi akses vital mobilitas warga, terutama untuk mengangkut hasil pertanian dan akses pendidikan anak sekolah.
Sejumlah warga menyambut baik kolaborasi antara Pemkab Sukabumi dan TNI. Namun, masyarakat juga menyoroti pentingnya pengawasan agar pengerjaan berjalan sesuai target dan memiliki kualitas konstruksi yang tahan lama, mengingat wilayah Jampang Tengah kerap diterjang cuaca ekstrem yang berpotensi memicu luapan air sungai.
Warga berharap koordinasi lintas instansi ini tidak berhenti pada acara seremonial semata, melainkan benar-benar menghasilkan jembatan yang kokoh, aman, dan dapat segera dimanfaatkan untuk menopang perekonomian lokal secara berkelanjutan, Sumber FB pemkab
(Alfi yonimar)