Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Public Expose PT. Maxindo Karya Anugerah, Tbk di 2026

PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI) membukukan kinerja yang tertekan pada kuartal I 2026. Perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp8,42 miliar, berbalik dari laba bersih Rp2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, penjualan neto MAXI tercatat sebesar Rp36,54 miliar hingga akhir Maret 2026, turun 5,95 persen dibandingkan kuartal I 2025 yang mencapai Rp38,85 miliar.

Penurunan pendapatan terjadi di tengah lonjakan beban pokok penjualan yang naik menjadi Rp33,18 miliar dari Rp28,05 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Akibatnya, laba bruto Perseroan menyusut tajam menjadi Rp3,35 miliar dibandingkan Rp10,80 miliar pada kuartal I 2025.

Tekanan juga datang dari sisi operasional. Beban usaha meningkat menjadi Rp9,34 miliar dari Rp7,41 miliar, sehingga Perseroan membukukan rugi usaha sebesar Rp5,98 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, MAXI masih mencatat laba usaha sebesar Rp3,39 miliar.
Selain itu, beban keuangan turut meningkat menjadi Rp2,90 miliar dari Rp2,07 miliar pada kuartal I 2025. Meski memperoleh keuntungan selisih kurs bersih sebesar Rp493,07 juta, kontribusi tersebut belum mampu mengimbangi kenaikan beban operasional dan beban keuangan.

Dengan kondisi tersebut, rugi per saham dasar dan dilusian tercatat sebesar Rp0,87 per saham.
Dari sisi posisi keuangan, total aset Perseroan per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp295,84 miliar, relatif stabil dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp297,59 miliar. Aset tidak lancar masih mendominasi dengan nilai Rp242,16 miliar, terutama berasal dari aset tetap sebesar Rp239,78 miliar.

Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp158,19 miliar dari Rp151,52 miliar pada akhir tahun lalu. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh bertambahnya utang bank jangka pendek menjadi Rp30,89 miliar dari sebelumnya Rp26,02 miliar.

Secara keseluruhan, total pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang Perseroan mencapai sekitar Rp136,16 miliar. Di sisi lain, ekuitas turun menjadi Rp137,65 miliar dari Rp146,06 miliar pada akhir 2025 seiring rugi yang dibukukan selama tiga bulan pertama tahun ini.

Meski mencatat kerugian, kondisi likuiditas Perseroan menunjukkan perbaikan. Saldo kas dan bank meningkat signifikan menjadi Rp6,82 miliar per akhir Maret 2026, dibandingkan Rp2,40 miliar pada akhir tahun sebelumnya.
Arus kas dari aktivitas operasi juga berbalik positif dengan menghasilkan kas bersih sebesar Rp4,23 miliar, dibandingkan arus kas operasi negatif Rp15,82 miliar pada kuartal I 2025.

Manajemen MAXI menyatakan akan terus fokus pada upaya efisiensi operasional, optimalisasi utilisasi aset, serta penguatan pengelolaan modal kerja guna memperbaiki kinerja dan menjaga keberlanjutan usaha di tengah tantangan industri yang masih berlangsung

[td_block_3 limit="30" custom_title="Berita Terkait" category_id="_more_author" ajax_pagination="load_more" time_ago="yes" show_modified_date="yes" tdc_css="eyJhbGwiOnsiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ=="]